Sejarah Pengumpulan Data Upah Layak WageIndicator
Pengumpulan Data Upah Layak WageIndicator sudah dimulai sejak tahun 2013. Bagaimana sejarahnya? Baca penjelasan selengkapnya di sini!
Sejak 2013, pengumpulan data upah layak berkembang pesat dan menarik perhatian berbagai pihak yang terlibat dalam bidang Upah Layak.
Permintaan untuk informasi yang lebih rinci hingga tingkat subnasional pun mulai muncul, yang akhirnya menantang model bisnis pengumpulan data ini. Pada awalnya, pengumpulan data ini didanai melalui proyek-proyek bantuan pembangunan dan tidak mencakup pengiriman data kepada perusahaan multinasional.
Klien multinasional pertama bergabung pada tahun 2018. Sejak saat itu, WageIndicator mulai menjual data Upah Layak regional kepada semakin banyak klien global dan perusahaan multinasional seperti Unilever dan Maersk, serta berbagai perusahaan kecil dengan hanya beberapa lokasi, dan LSM seperti FairWear Foundation, MSF (Médecins Sans Frontières), atau SOS Children's Villages International.
Di tingkat global, serikat buruh dan peneliti juga menggunakan data Upah Layak WageIndicator secara gratis.
Sejak 2014, WageIndicator telah aktif terlibat dalam diskusi global mengenai Upah Layak (lihat Lampiran 4). Beberapa contoh terbaru:
- 26 Januari 2023, WageIndicator memberikan presentasi dalam sesi sampingan World Economic Forum.
- Pada musim semi dan musim panas 2023, WageIndicator berpartisipasi dalam pertemuan UN Global Compact di Belanda, Swiss, Brasil, New York dan Stockholm.
- WageIndicator menjadi panelis dalam sesi “Brand due diligence strategies for living wages: Adapting action to context”, dalam OECD Garment and Footwear Forum di Paris pada Februari 2024.
- WageIndicator dan FLAME University menjadi tuan rumah bersama International Conference on Decent Work and Corporate Social Responsibility in the Era of the SDGs pada 21-23 Maret 2024 di Pune, India.
- Pada tahun 2024, WageIndicator dan FLAME University bekerja sama dengan UN Global Compact India menyelenggarakan konferensi akademik bertajuk Moving from Minimum Wages towards Living Wages
Perubahan dan Penambahan dalam Survei Biaya Hidup pada 2023 dan 2024
Survei Biaya Hidup telah diperbarui dan disempurnakan untuk edisi Oktober 2023 dan Oktober 2024, dengan penambahan pertanyaan baru serta perbaikan dalam perumusan pertanyaan yang sudah ada. Untuk pembaruan secara rinci, silakan lihat Lampiran 2.
Perubahan Tipe Keluarga, Estimasi Panduan Tahunan, dan Pengenalan Tarif Layak
Sejak Oktober 2024, basis data WageIndicator Living Wage mencakup beberapa pembaruan penting:
- Selain Keluarga Standar dan Tipikal, WageIndicator juga menghitung tipe Keluarga Pencari Nafkah Tunggal. Keluarga standar mengasumsikan dua orang dewasa dan dua anak. Salah satu orang dewasa menghasilkan 100%, yang dianggap sebagai "Upah Layak" yang dibayar oleh satu pemberi kerja. Orang dewasa lainnya menghasilkan 80% dengan bekerja 4 hari, dan Upah Layak ini harus dibayar oleh pemberi kerja lain. Untuk Keluarga Tipikal, Upah Layak mengasumsikan dua orang dewasa, namun juga memperhitungkan tingkat fertilitas dan tingkat pekerjaan di negara tersebut. Versi Pencari Nafkah Tunggal mengasumsikan satu orang dewasa dapat mencukupi kebutuhan dua orang dewasa dan anak-anak sesuai dengan tingkat fertilitas di negara tersebut. Pelajari lebih lanjut di Bab 4.6.
- Selain data regional, dataset kami memberikan lebih banyak rincian dengan menyediakan estimasi yang berbeda untuk daerah pedesaan, peri-perkotaan, perkotaan, dan peri-urban. Wilayah di sini dianggap sebagai area administratif seperti provinsi atau kabupaten. Pelajari lebih lanjut di Bab 6.5.
- Dataset dengan pembaruan triwulanan dan rata-rata tahunan kini dilengkapi dengan fitur tambahan: Pedoman Upah Layak. Berdasarkan prinsip etis, beberapa negara dan wilayah dibatasi untuk menghindari lonjakan data yang terlalu tinggi seiring waktu. Data Pedoman ini dapat digunakan untuk implementasi, dan WageIndicator hanya mempublikasikan data Pedoman tersebut. Lihat lebih lanjut di Bab 6.4.
- Mulai Juli 2024, dataset yang disediakan mencakup Upah yang Memadai (Minimal) untuk Eropa, yang dihitung berdasarkan 60% dari median dan 50% dari rata-rata upah yang dibayar di negara tersebut menurut data EU SILC. Namun, untuk menjaga pendekatan global, WageIndicator menyarankan untuk membandingkan Upah Minimum dengan Upah Layak, dan lebih memilih menggunakan Upah Layak yang lebih tinggi daripada Upah Minimum yang sah. Untuk mendukung hal ini, WageIndicator menyediakan kolom tambahan dan alat untuk mengidentifikasi Upah Layak yang disarankan per negara dan wilayah.
- Selain estimasi Upah Layak untuk pekerja bergaji dan estimasi Pendapatan Layak untuk pekerja mandiri, WageIndicator juga merilis Alat Tarif Layak. Alat ini aktif di Indonesia, India, Kenya, Belanda, dan Pakistan, dan memberikan wawasan tentang tarif dasar untuk pekerja mandiri. Selain itu, alat ini memungkinkan Anda memilih pekerjaan populer di industri platform, seperti sopir taksi, pengendara, atau penerjemah. Tujuan alat ini yaitu untuk menjelaskan item-item yang diperlukan untuk menentukan tarif layak dasar per jam. Tarif Layak mencakup barang-barang seperti makanan, perumahan, transportasi, pakaian, air, yang serupa dengan komponen-komponen dari Upah Layak dan Pendapatan Layak. Selain itu, item biaya terkait pekerjaan tertentu juga diperhitungkan, seperti mobil dan bensin untuk sopir taksi, sepeda dan helm untuk pengendara, laptop dan biaya internet tambahan untuk pekerja online. Tarif Layak juga mencakup komponen seperti jaminan sosial, asuransi, pensiun, serta waktu untuk administrasi dan pelatihan. Untuk beberapa pekerjaan, waktu tunggu rata-rata juga akan dihitung. Lebih lanjut tentang hal ini dapat ditemukan di Bab 4 dan 6.1.5.