Definisi-Definisi Upah Layak
Apa saja definisi-definisi upah layak dari berbagai macam sumber resmi, seperti ILO, konstitusi dari sejumlah negara, dan organisasi internasional. Berikut ulasan lengkapnya!
Konstitusi ILO (1919) dan Deklarasi Terkait
Pembukaan Konstitusi ILO (1919) menyerukan perbaikan segera terhadap kondisi kerja, termasuk “penyediaan upah layak yang memadai.” Seruan ini diperkuat melalui Deklarasi Philadelphia tahun 1944, yang mendukung kebijakan untuk menjamin “upah hidup minimum bagi semua pekerja yang membutuhkannya.”
Meskipun tidak merinci kriteria khusus, dokumen tersebut menegaskan bahwa upah layak harus “cukup untuk menjamin standar hidup yang wajar sesuai dengan kondisi waktu dan tempat pekerja tinggal.”
Dalam ILO Meeting of Experts on Wage Policies pada Februari 2024, ILO menyatakan bahwa upah layak adalah “tingkat upah yang memungkinkan pekerja dan keluarganya mencapai standar hidup yang layak, dengan memperhitungkan kondisi negara masing-masing dan dihitung berdasarkan jam kerja normal.”
Perhitungan ini harus mengikuti prinsip ILO, termasuk pentingnya dialog tripartit dan perundingan bersama dalam penetapan upah. (ILO, 2024)
Konstitusi Meksiko (1917)
Konstitusi Meksiko tahun 1917 menetapkan bahwa “Upah Minimum umum harus mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar seorang kepala keluarga, baik secara materiil, sosial, maupun budaya, serta mampu membiayai pendidikan wajib bagi anak-anaknya.”
Konstitusi Brasil (1988)
Konstitusi Brasil tahun 1988 menyatakan bahwa Upah Minimum nasional harus cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup pekerja dan keluarganya, termasuk tempat tinggal, makanan, pendidikan, kesehatan, rekreasi, pakaian, kebersihan, transportasi, dan jaminan sosial. Selain itu, upah tersebut harus disesuaikan secara berkala agar daya belinya tetap terjaga.
Global Living Wage Coalition
Global Living Wage Coalition mendefinisikan upah layak sebagai “upah yang diterima oleh seorang pekerja dalam satu minggu kerja standar di lokasi tertentu, yang cukup untuk memenuhi standar hidup layak bagi dirinya dan keluarganya.”
Standar hidup layak ini mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, air, tempat tinggal, pendidikan, layanan kesehatan, transportasi, pakaian, dan kebutuhan penting lainnya, termasuk persiapan untuk keadaan darurat.
Asia Floor Wage Alliance
Asia Floor Wage Alliance mengusulkan agar pekerja garmen di seluruh Asia menerima upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dan keluarga, seperti tempat tinggal, makanan, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Living Wage Aotearoa New Zealand
Living Wage Aotearoa New Zealand menggambarkan upah layak sebagai “pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar bagi pekerja dan keluarganya.”
Living Wage Foundation UK
Living Wage Foundation UK menghitung besaran upah layak berdasarkan Minimum Income Standard (MIS), yang mengidentifikasi “berapa banyak pendapatan yang dibutuhkan seseorang untuk hidup dengan layak sesuai dengan standar sosial yang berlaku di UK.”
Perhitungan ini didasarkan pada daftar barang dan jasa yang diperlukan untuk berbagai jenis rumah tangga agar dapat memenuhi kebutuhan dasar dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
Analisis perbandingan berbagai definisi menunjukkan adanya prinsip dasar yang serupa: Upah Layak secara universal merujuk pada pendapatan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pekerja dan keluarganya, sehingga memungkinkan mereka untuk hidup dengan layak dan bermartabat.
Menariknya, Konstitusi Brasil menawarkan pendekatan yang unik dengan mewajibkan penyesuaian upah minimum secara berkala untuk menjaga daya belinya.
Tujuannya yaitu untuk mengatasi inflasi dan memastikan nilai riil upah tetap terjaga seiring waktu. Namun, penting untuk dicatat bahwa upah layak belum (atau tidak selalu) diatur secara hukum seperti halnya upah minimum atau bantuan kesejahteraan sosial.
Sebaliknya, upah layak sebaiknya dipandang sebagai salah satu acuan dalam proses negosiasi upah dan peningkatan standar upah minimum. Seperti yang disampaikan dalam laporan ILO Meeting of Experts, pendekatan ini bertujuan untuk “mendorong kemajuan bertahap dari upah minimum menuju upah layak.” (ILO, 2024)
WageIndicator menyambut baik pemikiran dan prinsip-prinsip yang dikembangkan dalam ILO Meeting of Experts 2024 mengenai upah layak, dan menerapkan definisi serta prinsip ILO dalam kerjanya terkait Upah Layak: "tingkat upah yang diperlukan untuk memenuhi standar hidup yang layak bagi pekerja dan keluarganya, dengan mempertimbangkan kondisi negara masing-masing, dan dihitung berdasarkan pekerjaan yang dilakukan selama jam kerja normal."
Laporan tahun 2024 ini membahas berbagai elemen yang membentuk pengumpulan data Biaya Hidup WageIndicator, metode perhitungan Upah Layak dan Pendapatan Layak, serta memperkenalkan konsep baru yaitu Tarif Layak.
Laporan ini juga menyoroti pembaruan terbaru dalam pekerjaan WageIndicator terkait Upah Layak. Untuk mengetahui perbedaan laporan ini dengan versi sebelumnya, lihat Bab 1.4.