Workshop Interviewer Program Makin Terang 2025: Menggali Isu Pencurian Upah

Workshop interviewer program Makin Terang yang diselenggarakan oleh Gajimu.com dan TURC pada 18-19 Februari 2025 diikuti oleh 13 interviewer dan 4 orang penanggung jawab program dari Garteks, GSBI, SPN, dan TSK SPSI.
Workshop kali ini menjadi forum refleksi menjelang akhir program di tahun 2025. Workshop juga diisi dengan persiapan untuk mematangkan pelaksanaan pengumpulan data yang berbeda dari sebelumnya yakni investigasi kasus-kasus pencurian upah dan dampaknya pada pada buruh di Industri TGSL di Indonesia.
Fokus utama adalah untuk mengidentifikasi berbagai bentuk pencurian upah yang dialami oleh pekerja, termasuk keterlambatan pembayaran, pengurangan, pemotongan upah secara sepihak, penghapusan tunjangan, serta manipulasi jam kerja yang menyebabkan pekerja kehilangan hak mereka atas upah lembur.
Hari pertama workshop dimulai dengan pembahasan mengenai pencurian upah, cakupan, kasus-kasus sebelumnya, dan pengalaman menggali kasus-kasus semacam ini dari pekerja.
Pada sesi yang dinamis ini, para interviewer menyampaikan pengetahuan dan pengalamannya baik sebagai pengurus SP/SB, praktisi hukum, maupun peneliti. Sesi dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas interviewer pada teknik wawancara dan pedoman wawancara mendalam.
Para interviewer mendapatkan pemahaman tentang etika wawancara, teknik menggali informan, serta cara memastikan informan merasa nyaman saat wawancara. Sesi teori ini dilengkapi dengan role-play (bermain peran) melakukan wawancara mendalam.
Sesi-sesi di hari pertama ini menjadi kesempatan bagi interviewer untuk mempraktikkan pendekatan yang tepat dalam menangani isu sensitif seperti pengupahan, serta pendekatan khusus kepada informan khususnya perempuan yang membutuhkan perspektif gender. Selain itu, tantangan seperti koordinasi dan logistik yang memengaruhi jadwal wawancara juga menjadi bahan diskusi.
Hari kedua workshop dilanjutkan dengan pembahasan mendalam terkait berbagai bentuk tindakan yang termasuk dalam cakupan pencurian upah, seperti upah all in (upah dengan jumlah yang sama setiap bulan meskipun terjadi jam kerja panjang), manipulasi presensi, dan pemotongan pajak yang tidak sesuai dengan upah pekerja, dsb. Hal ini penting menjadi pemahaman mengingat para interviewer akan menjadi garda depan dalam investigasi.
Sesi diskusi dilanjutkan oleh Gajimu yang menjelaskan kepada interviewer tentang berbagai metode pengumpulan data yang akan dilakukan sepanjang tahun 2025 yakni penelitian tematik pengupahan, survei kelayakan kerja, pengumpulan Workers Priority Polls juga, laporan perundingan bipartit dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Menjelang akhir workshop, interviewer bersama dengan para penanggung jawab program diberi kesempatan untuk menentukan target pabrik yang akan menjadi fokus survei mereka. Penetapan target ini menjadi langkah awal sebelum mereka turun ke lapangan untuk memulai kegiatan pengumpulan data.
Terkait penelitian tematik pengupahan, mengingat datanya akan dikontribusikan ke dalam perundingan strategis dengan brand, maka SP/SB mitra program Makin Terang menyepakati target di pabrik-pabrik yang memproduksi sebuah brand garmen asal Eropa yang cukup besar.
Pemilihan ini dilatarbelakangi pula oleh munculnya Uji Tuntas Hak Asasi Manusia di kawasan Eropa yang mendorong perusahaan-perusahaan untuk menghormati HAM dimanapun negara produsennya berada. Di akhir sesi, para peserta berhasil untuk membuat kesepakatan agenda kerja selama setahun.
