[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-pelita-bangsa-dengan-pihak-serikat-pekerja-pt-pelita-bangsa-tahun-2021-2023":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":305,"content_type_view":306,"extra_breadcrumbs":307,"body":309,"body_blocks":320,"related_pages":324},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":303,"translations":304},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-pt-pelita-bangsa-dengan-pihak-serikat-pekerja-pt-pelita-bangsa-tahun-2021-2023","8c5f40c2-6376-11ef-9107-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-pelita-bangsa-dengan-pihak-serikat-pekerja-pt-pelita-bangsa-tahun-2021-2023\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-pelita-bangsa-dengan-pihak-serikat-pekerja-pt-pelita-bangsa-tahun-2021-2023\u002F","Perjanjian Kerja Bersama PT. Pelita Bangsa dengan Pihak Serikat Pekerja PT. Pelita Bangsa Tahun 2021-2023","Perjanjian Kerja Bersama PT. Pelita Bangsa dengan Pihak Serikat Pekerja PT. Pelita Bangsa Tahun 2021-2023 - 2021","Indonesia - Perjanjian Kerja Bersama PT. Pelita Bangsa dengan Pihak Serikat Pekerja PT. Pelita Bangsa Tahun 2021-2023 - 2021","Perjanjian Kerja Bersama PT. Pelita Bangsa dengan Pihak Serikat Pekerja PT. Pelita Bangsa Tahun 2021-2023 - 2021 - Pendidikan, Penelitian",{"name":42,"data":43},"PT. Pelita Bangsa 2021 - 2023 ver1.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA PT. PELITA BANGSA DENGAN PIHAK SERIKAT PEKERJA PT.\nPELITA BANGSA PERIODE 2021-2023\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:center;\">MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga setelah mengalami proses\ncukup panjang dari tahap perumusan perpanjangan hingga perundingan antara pihak\nManagement PT. Pelita Bangsa, dengan pihak Serikat Pekerja PT. Pelita Bangsa,\nmaka disusunlah perpanjangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini dimaksudkan untuk dapat menciptakan\nhubungan industrialis yang harmonis yang berkeadilan antara kedua belah pihak\nguna meningkatkan produktifitas perusahaan. Perlu disadari bahwa seiring dengan\nberkembangnya perusahaan maka adalah wajar jika pihak Perusahaan dapat\nmenyetujui kesepakatan dengan pihak Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini hanya mencakup hal-hal yang bersifat\numum saja, dan untuk hal hal yang lebih khusus perlu penjabaran yang lebih\ndetail yang dapat diputuskan melalui bentuk suatu perundingan dengan tetap\nberlandaskan pada Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diharapkan dengan terjadinya perpanjangan PKB ini kedua belah pihak dapat\nmenjunjung tinggi dan melaksanakannya secara konsekuen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cikarang, Maret 2021\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1 :PENGERTIAN ISTILAH-ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Kesepakatan Bersama ini yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan. \n    \u003Cp>Ialah PT. Pelita Bangsa, yang berbadan hukum dan berkedudukan di Jl.\n    Inspeksi Kalimalang No.9, Cibatu, Kec. Cikarang Pusat, Bekasi.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha. \n    \u003Cp>Ialah pemilik perusahaan dan atau orang yang diberi kuasa untuk\n    mengelola jalannya perusahaan dan melakukan tindakan atas nama pemilik\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluarga Pengusaha. \n    \u003Cp>Ialah, istri\u002Fsuami, anak kandung atau anak angkat yang sah dari\n    Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja. \n    \u003Cp>Ialah orang yang bekerja pada perusahaan dan menerima upah berdasarkan\n    hubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Menurut statusnya, pekerja dibedakan menjadi :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja Tetap : Ialah pekerja yang bekerja\n    di Perusahaan untuk jangka waktu tidak tertentu (maksimal 55 tahun).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja Waktu Tertentu : Ialah pekerja yang\n    bekerja di Perusahaan selama waktu tertentu dan untuk pekerjaan\n    tertentu.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja. \n    \u003Cp>Ialah suatu organisasi pekerja PT. Pelita Bangsa, yang berada di\n    lingkungan PT. Pelita Bangsa.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota Serikat Pekerja. \n    \u003Cp>Ialah pekerja PT. Pelita Bangsa, yang mendaftarkan diri untuk menjadi\n    anggota.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengurus Serikat Pekerja. \n    \u003Cp>Ialah karyawan yang dipilih oleh anggota Serikat Pekerja untuk menduduki\n    jabatan dalam Serikat Pekerja PT. Pelita Bangsa, sepengetahuan Pengusaha\n    dan disahkan dihadapan Rapat Umum Anggota.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluarga Pekerja. \n    \u003Cp>Ialah istri\u002Fsuami, anak kandung dan atau anak angkat yang sah sampai\n    usia 21 tahun, belum menikah dan belum bekerja sebagaimana terdaftar di\n    departemen personalia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ahli Waris. \n    \u003Cp>Ialah keluarga atau orang yang ditunjuk untuk menerima setiap pembayaran\n    \u002F santunan bila pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Dalam hal tidak ada ahli warisnya, maka diatur menurut aturan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atasan \n    \u003Cp>Ialah pekerja yang jabatannya dan atau pangkatnya lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atasan Langsung. \n    \u003Cp>Ialah pekerja yang mempunyai jabatan lebih tinggi sesuai dengan struktur\n    organisasi pada unit kerjanya.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Gaji Pokok. \n    \u003Cp>Ialah balas jasa berupa uang yang diterima pekerja secara rutin dan\n    tetap setiap bulan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah Pokok. \n    \u003Cp>Ialah pendapatan pekerja terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap\n    .\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah. \n    \u003Cp>Ialah pendapatan pekerja terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap dan\n    tunjangan tidak tetap yang berhak diterimanya.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerjaan. \n    \u003Cp>Ialah kegiatan yang dilakukan oleh pekerja untuk pengusaha dalam suatu\n    hubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja lembur. \n    \u003Cp>Ialah kerja yang dilakukan oleh pekerja untuk pengusaha dalam suatu\n    hubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa Kerja. \n    \u003Cp>Ialah kerja yang dilakukan oleh pekerja di perusahaan secara tidak\n    terputus dan dihitung sejak tanggal diterima sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa Percobaan. \n    \u003Cp>Ialah masa yang dijalani oleh pekerja maksimal 3 bulan, setelah itu\n    diangkat menjadi pekerja tetap\u002Fkaryawan tetap.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kecelakaan Kerja. \n    \u003Cp>Ialah kecelakaan yang terjadi\u002Ftimbul dalam atau akibat hubungan\n    kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat Peringatan. \n    \u003Cp>Ialah surat resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan (departemen\n    personalia), karena adanya tindakan pelanggaran disiplin atau perbuatan\n    melanggar PKB ini, yang bersifat mendidik bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi \n    \u003Cp>Adalah hak dasar perusahaan yang tidak perlu dipermasalahkan dengan\n    syarat tidak mengurangi hak pokok karyawan yang diterimanya dan\n    dipertimbangkan pula kinerjanya selama ini .\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Schorsing. \n    \u003Cp>Ialah sanksi pemberhentian sementara terhadap pekerja dalam proses\n    peyelesaian perselisihan yang terjadi.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dispensasi. \n    \u003Cp>Ialah ijin yang diberikan oleh pengusaha kepada pekerja untuk\n    meninggalkan tugas tanpa mengurangi hak-haknya.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lingkungan Perusahaan. \n    \u003Cp>Ialah seluruh wilayah kerja dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 : PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan perjanjia n kerja bersama ialah :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>PT. Pelita Bangsa, yang berkedudukan di Jl. Inspeksi Kalimalang No.9,\n    Cibatu, Kec. Cikarang Pusat, Bekasi, yaitu perusahaan yang bergerak di\n    Bidang Pendidikan, dengan Akte Notaris No.85 tanggal 27 januari 1997\n    Notaris Ny.Neltje T.Pattinama,SH. Notaris Kabupaten Bekasi di Cikarang,\n    yang selanjutnya disebut Pihak Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat pekerja Interen Perusahaan PT.Pelita Bangsa, yang tercatat di\n    Disnaker Bekasi dengan No.317\u002FCTT250\u002FX\u002F2002 tanggal 15 Oktober 2003 dan\n    diperpanjang 2 (dua) tahun ke depan dengan No…………….\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 : LUAS KESEPAKATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Telah sama - sama dimengerti dan disepakati oleh pengusaha dan pihak\n    Serikat Pekerja, bahwa PKB ini terbatas mengenai hal-hal yang bersifat umum\n    saja sperti tertera dalam PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang bersifat teknis dan memerlukan penjabaran lebih lanjut, akan\n    diatur dalam ketentuan tersendiri atas dasar kesepakatan bersama dengan\n    berlandaskan PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan-ketentuan yang diatur dalam peraturan perundangan\n    ketenagakerjaan tetap berlaku dan secara langsung menjadi bagian yang tidak\n    terpisahkan dari PKB ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 : KEWAJIBAN PIHAK – PIHAK\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pihak Pengusaha dan Pihak Serikat Pekerja berkewajiban mentaati, mematuhi\n    dan melaksanakan sepenuhnya semua kewajiban yang telah disepakati bersama\n    dalam PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pihak Pengusaha dan Pihak Serikat Pekerja berkewajiban untuk\n    menyebarluaskan serta memberikan penjelasan kepada pekerja baik isi, makna,\n    penafsiran, maupun pengertian yang tertera dalam PKB ini agar dimengerti\n    dan dipatuhi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Disamping itu, kedua belah pihak jika diperlukan akan memberikan\n    penjelasan kepada pihak lain yang berkepentingan mengenai PKB ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 : PENGAKUAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja PT. Pelita Bangsa sebagai badan\n    atau organisasi yang sah dan mewakili pekerja pada Pengusaha sesuai dengan\n    fungsi, peranan dan tugas Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja mengakui bahwa yang mengatur para pekerja dalam\n    menjalankan perusahaan adalah fungsi dan tanggung jawab Pengusaha yang\n    dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kedua belah pihak saling menghormati dan tidak mencampuri urusan intern\n    masing-masing pihak.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 : HUBUNGAN PENGUSAHA DENGAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat untuk bekerja sama dalam\n    menciptakan ketenangan kerja dan ketenangan usaha serta hubungan industrial\n    yang harmonis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk lembaga kerjasama bipartit disepakati untuk membicarakan hal-hal\n    yang menyangkut hubungan ketenagakerjaan, dan akan melakukan pertemuan\n    sekurangnya satu kali dalam sebulan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7 : JAMINAN BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan pekerja\n    yang disebabkan oleh dan atau kaitannya dengan Serikat Pekerja, baik\n    sebagai pengurus maupun sebagai anggota.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atas permintaan Serikat Pekerja, Pengusaha berkewajiban memberikan\n    keterangan yang diperlukan yang menyangkut ketenagakerjaan seperti:\n    penilaian, absensi, lembur, status di perusahaan, pengupahan, hari dan jam\n    kerja, Jaminan social dan hal lain yang diperlukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha akan menyelesaikan masalah yang timbul akibat hubungan kerja\n    dengan Serikat Pekerja dengan azas musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menyadari bahwa tindakan penutupan perusahaan (lock-out),\n    adalah tidak sesuai dengan semangat hubungan industrial, oleh karena itu\n    akan dihindarkan, kecuali dalam keadaan mendesak yang tidak dapat\n    dihindarkan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 : JAMINAN BAGI PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja dan Pengusaha bekerja sama dalam menegakkan tata tertib\n    dan disiplin kerja serta peningkatan efisiensi serta produktifitas\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-strikes_trigger\">\u003Cli>Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan mogok adalah tindakan yang tidak\n    sesuai dengan semangat hubungan industrial, oleh karena itu akan\n    dihindarkan dan semaksimal mungkin masalah yang timbul akan diselesaikan\n    dengan cara perundingan . Jika memang harus terjadi pemogokan dengan alas\n    an yang dibenarkan maka , mogok akan dilakukan dengan mengikuti prosedur\n    yang benar .\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : FASILITAS DAN BANTUAN BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 : FASILITAS DAN BANTUAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja diperbolehkan menggunakan papan-papan pengumuman yang\n    disediakan oleh pengusaha sepanjang isi pengumuman telah disepakati oleh\n    Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengijinkan Serkat Pekerja untuk mengadakan rapat\u002F pertemuan\n    dan pendidikan di Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan bantuan untuk kegiatan Serikat Pekerja didalam\n    maupun diluar perusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10 : IURAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha bersedia untuk melaksanakan pemotongan iuran anggota Serkat\nPekerja melalui upah yang bersangkutan, berdasarkan surat kuasa dari\nmasing-masing pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 : PENERIMAAN PEKERJA BARU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam pengembangan perusahaan dan penambahan pekerja adalah wewenang\npengusaha dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yangberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12 : PERSYARATAN MENJADI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Warga Negara Indonesia yang berusia 18 tahun keatas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengajukan permohonan tertulis dan dilampiri dengan persyaratan lainnya\n    yang ditentukan oleh pihak Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lulus test yang diadakan oleh pihak Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dinyatakan sehat untuk bekerja oleh Dokter.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Telah mengikuti masa percobaan dan dinyatakan lulus, serta diberikan\n    surat Keputusan Pengangkatan oleh Pihak Pengusaha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan masa percobaan diatur sebagai berikut : \n    \u003Cul>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cli style=\"margin-left:0em\">Masa kerja paling lama 3 bulan pertama dalam\n        hubungan kerja dianggap masa percobaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pekerja masa percobaan mempunyai kewajiban\n        yang sama dengan pekerja tetap.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Hubungan kerja dalam masa percobaan dapat\n        diputuskan setiap saat oleh kedua belah pihak tanpa pemberitahuan\n        terlebih dahulu dan tanpa kewajiban apapun dari pihak Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pekerja yang masih mengikuti masa percobaan\n        sewaktu-waktu dapat diangkat menjadi pekerja tetap oleh pihak\n      Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Masa percobaan ini tidak dihitung sebagai\n        masa kerja, apabila pekerja yang bersangkutan diangkat menjadi pekerja\n        tetap atau kontrak.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam penerimaan pekerja baru,Pengusaha akan memberikan prioritas kepada\n    keluarga pekerja atau orang yang pernah bekerja di PT. Pelita Bangsa.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melampirkan Kartu Kuning (AK-1).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 : TENAGA KERJA ASING\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam mempekerjakan tenaga kerja asing, Pengusaha mematuhi ketentuan dan\n    penempatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tenaga kerja asing yang dipekerjakan harus memahami dan menghormati adat\n    istiadat bangsa Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha akan memberikan informasi tentang tenaga kerja asing kepada\n    Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sesuai dengan program alih technology, maka tenaga kerja asing wajib\n    mengalihkan keahlian dan pengetahuannya kepada pekerja Indonesia.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 14 : HARI DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1. Hari Kerja adalah hari Senin sampai dengan hari Sabtu atau 5 hari dalam\nseminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>2. Jumlah jam kerja 8 jam sehari dan 40 jam semiggu untuk kerja siang, dan 8\njam sehari dan 40 jam seminggu untuk kerja malam dengan pengaturan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Jam Kerja Biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Senin s\u002Fd Kamis: 07:30 – 16:30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Break Time- 1: 09:30 – 09:40 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Istirahat: 11:40 – 12:20 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Break Time- 2: 14:20 – 14:30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jumat: 07:30 – 17:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Break Time-1: 09:30 – 09:40 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Istirahat: 11:40 – 12:50 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Break Time-2: 16:00 – 16:10 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b . Jam Kerja Shief Produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Shieft 1: 07:30 - 16:30 WIB (termasuk 1 jam\nistirahat)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Shieft II: 19:30 - 04:30 WIB (termasuk 1 jam\nistirahat)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Long Shief\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Shief I: 07:30 – 19:30 WIB (termasuk 3 jam over\ntime) \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Shief II: 19:30 – 07:30 WIB (termasuk 3 jam over\ntime)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Jam Kerja Shieft Keamanan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Shieft I: 07:00 – 15:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Shieft II: 15:00 – 23:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Shieft III: 23:00 – 07:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Jam Kerja Kantor (Staff) : 07:30 – 17:30\nWIB(termasuk 1 jam istirahat).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Istirahat mingguan bagi keamanan yang bekerja\ndengan shieft sesuai dengan jam kerja beregu, dimana jatuh harinya tidak sama\ndengan bagian produksi dan bagian lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ketentuan hari dan jam kerja dalam pasal ini dapat dirubah berdasarkan\nkesepakatan antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja serta pelaksanaannya\ndilakukan dengan menetapkan kalender kerja setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>4. Hari-hari libur resmi disesuaikan dengan ketentuan pemerintah, sedang\nhari libur lainnya ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Hari-hari libur resmi merupakan hari tidak bekerja bagi seluruh\npekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 : KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kerja lembur adalah kerja yang dilakukan oleh pekerja yang melebihi\n    jam\u002Fhari kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tingkat pekerja yang berhak memperoleh upah lembur diatur dalam Surat\n    Keputusan pihak Pengusaha setelah mempertimbangkan saran-saran dari Serikat\n    Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja Lembur hanya dilakukan apabila : \n    \u003Cp>Terdapat pekerjaan yang membahayakan keselamatan perusahaan jika tidak\n    cepat diselesaikan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Dalam penyelesaian pekerjaan yang sangat penting bagi perusahaan dan\n    tetap memperhatikan saran – saran Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja lembur hanya dilakukan atas perintah atasan langsung dimana pekerja\n    berada.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanpa seijin dan perintah dari atasan langsung, kerja lembur tidak\n    dibayar.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16 : KERJA SHIEFT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cli>Pada prinsipnya wanita tidak diperbolehkan bekerja pada malam hari,\n    kecuali dalam keadaan mendesak dan harus sesuai dengan ketentuan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat mempekerjakan wanita pada malam hari apabila dimintakan\n    ijin dari pemerintah berupa surat ijin kerja malam wanita.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17 : PERJALANAN DINAS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Ketentuan mengenai perjalanan dinas bagi pekerja yang melakukan\n    perjalanan dinas baik didalam\u002Fkeluar kota, dan diluar negeri, ditetapkan\n    dengan surat keputusan tersendiri yang dibuat oleh pihak Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang akan melakukan perjalanan dinas akan diberikan\n    penjelasan apa yang menjadi hak dan kewajibannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang melakukan perjalanan dinas dengan jarak tempuh 400 km\n    Atau lebih maka kepada pekerja yang bersangkutan diberikan tunjangan berupa\n    : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tunjangan makan sebesar Rp 25.000\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan penginapan sebesar Rp 120.000\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika lebih dari 1 ( satu ) hari maka besarnya tunjangan tersebuat diatas\n    akan dikalikan selama hari perjalanan dinasnya .\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 : IZIN TIDAK BEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha mengijinkan pekerja untuk tidak bekerja tanpa mengurangi\nhak-haknya karena hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Sakit karena kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Sakit dengan keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Cuti khusus diberikan karena hal-hal sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:2em;\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Keperluan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>JLH Hari Cuti Khusus\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>*Keluarga pekerja meninggal dunia: \n\n        \u003Cp>- istri\u002Fsuami\u002Fanak\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- bapak\u002Fibu mertua\u002Fsaudara kandung\u002Fmenantu\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- kakek\u002Fnenek\u002Forang serumah \u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>3 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1 hari kerja\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>*Melaksanakan perkawinan sendiri \n\n        \u003Cp>- Jabotabek\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Luar Jabotabek dalam P.Jawa\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Luar P.Jawa\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>3 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>4 hari kerja\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Mengawinkan anak kandung\u002Fanak angkat sah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Menghitankan anak kandung\u002Fanak angkat sah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istri pekerja melahirkan\u002Fgugur kandungan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Mengikuti tugas pemerintah atau dipanggil sebagai saksi di\n      pengadilan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>selama waktu yang diperlukan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Membabtiskan anak kandung\u002Fanak angkat sah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Keluarga sakit Keras\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 hari kerja\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:2em;\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:2em;\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:2em;\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:2em;\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:2em;\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:2em;\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:2em;\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:2em;\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Mengalami musibah bencana alam, diberikan izin 2\nhari kerja (jika melebihi akan dipertimbangkan oleh pihak pengusaha).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Melaksanakan hak pilih sebagai warganegara dalam\npemilu dan sebagai anggota panitia pemilihan diberikan izin sesuai keperluan\ndengan tidak melebihi ketentuan yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Melaksanakan hak cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Menunaikan ibadah haji bagi yang beragama Islam\ndan ziarah ke tempat suci bagi agama lain, selama waktu diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Disamping izin yang dimaksud pada ayat 1, pasal ini pihak pengusaha dapat\nmemberikan izin yang dapat mempengaruhi tunjangan tidak tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Bagi pekerja yang mengikuti ujian sekolah\ndiberikan izin tidak bekerja sesuai dengan waktu yang diperlukan dengan\nmemperlihatkan bukti yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Yang dimaksud ujian sebagaimana dimaksud dalam\nayat 3a diatas, khusus mengikuti ujian Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">c. Untuk ujian kenaikan tingkat dan kursus,\ndiizinkan mengambil cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila untuk peristiwa kematian diperlukan hari tambahan, pekerja dapat\nmengaju- kan permintaan kepada atasannya untuk mengambil cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19 : CUTI \u002F MUTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>CUTI :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Cuti Tahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Cuti tahunan diberikan 12 hari kerja setelah\npekerja bekerja 12 bulan bertu- rut turut , dengan mengajukan permohonan\nterlebih dahulu minimal 1 (satu) minggu sebelum hari cutinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Cuti tahunan dapat digunakan pada awal tahun\nberikutnya setelah tahun berja lan, kecuali untuk kepentingan yang tidak dapat\nditangguhkan, dengan seizin pihak Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Hak cuti tahunan pekerja tidak dapat ditimbun,\nkecuali untuk perjalanan antar pulau atau keluar negeri dengan seizin pihak\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">2. Cuti Hamil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Cuti hamil diberikan selama 3 bulan, yaitu satu\nsetengah bulan sebelum mela- hirkan dan satu setengah bulan sesudah\nmelahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Cuti hamil boleh diambil setelah dokter\u002Fbidan\nybs. memperkirakan waktu kelahiran bayinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Cuti hamil diberikan maksimal 60 hari dengan\nsurat keterangan dokter\u002Fbidan bagi yang mengalami keguguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Cuti Haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan hari kedua\nwaktu haid, namum disarankan masuk dengan mendapatkan tunjangan haid.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>4. Pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat satu setengah bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MUTASI :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mutasi diberikan kepada karyawan karena adanya\npromosi jabatan atau sesuai dengan skill seseorang baik dariproduksi ke office\nmaupun sebaliknya dari office ke produksi tanpa mengurangi hak – hak karyawan\nyang sudah diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mutasi diberikan kepada karyawan karena adanya\nkesalahan yang dilakukan oleh karyawan atau karena ketidak mampuan karyawan\nmenjalankan tugasnya akibatnya dimutasi ke tempat lain yang lebih rendah dari\njabatan sebelumnya tanpa mengurangi hak-hak yang telah diterima dengan istilah\nDemosi. Dengan tetap mempertimbangkan rasa kemanusiaan dan etika yang ada .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mutasi dengan promosi jabatan atau menempatkan\nkaryawan pada posisi atau Skill yang dimiliki seorang karyawan maupun demosi\ndilakukan dikarenakan karyawan tidak sanggup untuk menjalankan tugasnya yang\ndiberikan kepadanya, mutasi adalah hak dasar perusahaan tanpa campur tangan\npihak karyawan, serikat pekerja maupun pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20 : SAKIT BERKEPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>1. Pekerja yang dirawat \u002F istirahat karena sakit berkepanjangan upahnya\ndibayar sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">4 bulan pertama: 100% X upah, setiap bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">4 bulan kedua: 80% X upah, setiap bulan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">4 bulan ketiga: 60 % X upah, setiap bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Untuk bulan selanjutnya 25% X upah sebelum PHK\n    dilakukan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2. Setelah 12 bulan tersebut dengan surat keterangan dokter, pekerja yang\nbersangkutan masih tidak mampu untuk bekerja lagi maka hubungan kerjanya dapat\ndiputuskan dengan diberikan uang pesangon 2 kali ketentuan pasal 156 ayat 2,\nuang pengharga- an masa kerja 1 kali ketentuan pasal 156 ayat 3, dan 1 kali\nketentuan pasal 156 ayat 4 Undang – Undang No.13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 : PENAHANAN PEKERJA OLEH PIHAK YANG BERWAJIB\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib, maka yang bersangkutan\n    dapat di berhentikan sementara sampai ada keputusan lebih lanjut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal pekerja di tahan oleh pihak yang berwajib sebagaimana dimaksud\n    pada ayat 1, Pengusaha tidak membayar upah kepada pekerja tetapi memberikan\n    bantuan kepada keluarganya yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan\n    sebagai berikut: \n    \u003Cp>Untuk 1 orang tanggungan: 60% dari Upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Untuk 2 orang tanggungan: 70% dari Upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Untuk 3 orang tanggungan: 80% dari Upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Untuk 4 orang tanggungan atau lebih : 90% dari Upah.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 diberikan untuk jangka waktu 6\n    bulan terhitung sejak pekerja ditahan pihak yang berwajib.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja yang bersangkutan dibebaskan dari tuduhan, maka Pengusaha\n    wajib merehabilitir nama baik pekerja tersebut termasuk membayarkan hak -\n    haknya yang tertunda .\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja tersebut ternyata bersalah dan menjalani hukuman, maka\n    hubungan kerjanya dapat diputus sesuai peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 : PENGERTIAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Upah adalah pendapatan pekerja yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan\n    tetap dan tunjangan tidak tetap yang berhak diterima.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha membayar upah pekerja pada tanggal 10 setiap bulan, apabila\n    tanggal tersebut jatuh pada hari libur, maka dibayarkan pada hari kerja\n    sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Periode perhitungan upah adalah dari tanggal 01 sampai dengan akhir bulan\n    pada bulan berjalan sesuai kalender.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 : TUNJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Disamping gaji pokok, perusahaan memberikan tunjangan – tunjangan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tunjangan Tetap :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Jabatan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan tidak tetap :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Kehadiran\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Lingkungan Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tunjangan Shift\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 : KENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">Pengusaha memberikan kenaikan umum terhadap upah pekerja setiap awal\n    tahun yaitu pada bulan Januari, dengan dasar sebagai berikut : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Indek harga konsumen.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Prestasi kerja ( penilaian ).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Masa kerja\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya kenaikan upah dimusyawarakan dan ditetapkan antara Pengusaha\n    dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kenaikan upah karena peyesuaian upah minimum secara otomatis diberikan\n    kepada pekerja apabila terjadi kebijaksanaan baru dari pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kenaikan upah pekerja berupa kenaikan gaji pokok dan kenaikan tunjangan\n    tunja- ngannya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25 : PERHITUNGAN UPAH KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1. Pekerja yang diminta bekerja lebih dari ketentuan jam\u002Fhari kerja\ndiperhitungakan dengan upah lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>2. Perhitungan upah kerja lembur adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Upah lembur pada hari kerja biasa ;\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Jam pertama: 1,5 X Upah\u002F173\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Jam kedua,dst: 2,0 X Upah\u002F173\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Upah lembur pada hari libur :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tujuh jam pertama : 2,0 X upah\u002F173\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Jam kedelapan: 3,0 X Upah\u002F173\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Jam kesembilan: 4,0 X Upah\u002F173\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Upah lembur pada hari-hari yang diliburkan\nperusahaan, perhitungannya sama dengan perhitungan upah lembur pada hari\nlibur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Yang dimaksud hari-hari yang diliburkan sesuai dengan pasal ini, ialah\nhari-hari libur pada kalender kerja yang ditetapkan bersama antara Pengusaha\ndan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk perhitungan upah kerja lembur diperhitungkan komponen-komponen\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Tunjangan Jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 : UPAH BAGI PEKERJA BARU SELAMA MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>Selama masa percobaan, upah bagi pekerja adalah gaji pokok dan\ntunjangan-tunjangan yang berhak diterimanya. Tidak kurang dari upah minimum\nyang ditetapkan oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 : UPAH SELAMA CUTI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan upah penuh (gaji pokok, tunjangan jabatan dan premi\nkehadiran) kepada pekerja yang mengambil hak cutinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 : TUNJANGAN KEHADIRAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tunjangan kehadiran diberikan dalam rangka memberikan motivasi terhadap\n    kehadiran pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya tunjangan kehadiran ditentukan dalam surat keputusan pihak\n    Pengusaha setelah di musyawarahkan dengan Serikat Pekerja sebesar Rp\n    40,000,- setiap bulan untuk operator sedangkan golongan management diatur\n    tersendiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan kehadiran akan dibayarkan penuh kepada pekerja yang tidak\n    pernah absen dalam satu periode perhitungan upah, dan akan dipotong dengan\n    ketentuan sebagai- berikut ; \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tunjangan kehadiran akan dipotong 50% jika\n    pekerja absen 1 hari.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan kehadiran tidak diberikan jika\n    pekerja absen 2 hari atau lebih.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 : TUNJANGAN TRANSPORTASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cli>Pengusaha menyediakan transportasi antar jemput pekerja dari jalan utama\n    sampai lokasi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak berhak lagi memberikan uang transportasi kepada karyawan\n    apabila pihak perusahaan sudah menyediakan bis jemputan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 : TUNJANGAN SHIEFT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp>Kepada pekerja yang bekerja pada shieft II dan Shieft III diberikan\ntunjangan shieft, besarnya tunjangan shieft sebesar Rp 40,000,- setiap bulan\ndengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila pekerja hadir tanpa absen maka tunjangan shieft akan diberikan\n    secara penuh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja absen maka pemotongan tunjangan shieft akan dilakukan\n    sebesar Rp 3,000,- per hari absen.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31 : TUNJANGAN LINGKUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tunjangan lingkungan kerja diberikan kepada pekerja yang melakukan\n    pekerjaan pada lokasi kerja tertentu dengan mempertimbangkan sifat dan\n    lingkungannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya tunjangan lingkungan kerja adalah sebagai berikut : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tunjangan berdiri sebesar Rp 20,000,-\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan Soldering Rp 30,000,-\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tunjangan Crashing Rp 30,000,-\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 : TUNJANGAN JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan jabatan diberikan kepada pekerja yang memangku jabatan, besarnya\ntunjangan jabatan ditentukan dalam Surat Keputusan pihak Pengusaha dengan\nmempertimbangkan saran-saran dari Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 : TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cli>Pengusaha memberikan tunjangan hr. raya sekurang-kurangnya satu kali upah\n    pokok ditambah tunjangan jabatan sebulan kepada pekerja yang merayakan hari\n    raya agamanya, bagi pekerja yang masa kerjanya satu tahun atau lebih.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Tunjangan hari raya dibayarkan 20 hari sebelum hari raya atau karena\n    suatu hal dapat dimajukan atau dimundurkan (tidak melewati 10 hari sebelum\n    hari raya jatuh tempo).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan hari raya dibayarkan kepada pekerja yang masih bekerja sampai\n    dengan 30 hari sebelum hari raya keagamaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang bermasa kerja kurang dari 1 tahun akan dibayarkan\n    sesuai dengan masa kerjanya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 : BONUS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustypesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cli>Bonus adalah sebagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada\n  pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan bonus kepada pekerja pada setiap akhir tahun, yang\n    besar- nya dimusyawarahkan antara pengusaha dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bonus hanya dibayarkan kepada pekerja tetap yang sudah bekerja lebih dari\n    1 tahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 : KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli>Perusahaan menyediakan alat-alat keselamatan kerja dan menetapkan\n    syarat-syarat keselamatan serta perlindungan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang menggunakan alat keselamatan kerja akan mendapat penggantian\n    apa- bila alat-alat tersebut rusak\u002Fperlu diganti.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berkewajiban menggunakan dan memelihara alat-alat keselamatan\n    kerja serta melaksanakan syarat-syarat keselamatan dan perlindungan\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja bersangkutan tidak menggunakan dan memelihara alat\n    keselamatan kerja yang diberikan \u002F disediakan, kepadanya dapat dikenakan\n    sanksi.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 : PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan bantuan pemeriksaan, pemeliharaan kesehatan bagi\n    pekerjanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang sakit dapat berobat pada klinik pengobatan yang sudah\n    ditunjuk oleh perusahaan dengan mendapatkan rekomendasi dari\n  personalia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi para pekerja tetap selain mendapatkan bantuan sebagaimana tertera\n    pada ayat 2 diatas, juga mendapatkan santunan dari dana Jaminan\n  Kesehatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal-hal tertentu pihak Pengusaha dapat mewajibkan pekerja untuk\n    memeriksa kan kesehatannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang menolak pemeriksaan kesehatan dimaksud pada pasal ini dapat\n    dikena- kan peringatan tertulis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila hasil pemeriksaan hasil pekerja terdapat kelainan penyakit yang\n    memerlukan perawatan pengobatan lebih lanjut,maka dilaksanakan sesuai\n    ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 : JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1. Setiap pekerja wajib didaftarkan menjadi peserta jaminan sosial tenaga\nkerja oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jaminan sosial tenaga kerja meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Jaminan Kematian (JK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Jaminan Hari Tua (JHT).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">3. Besarnya iuran jaminan sosial tenaga kerja (dalam\n%) adalah sebagai berikut : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Program\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Pengusaha\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Pekerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a. Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0,89%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b. Jaminan Kematian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0.30%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c. Jaminan Hari TUa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,70%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,0%\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>4. Pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja sesuai dengan UU No.3 tahun 1992\ntentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja serta peraturan pelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha menginformasikan data saldo Jaminan Hari Tua kepada setiap\npekerja setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 : JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">Pengusaha menjamin pemeliharaan kesehatan pekerja dan keluarganya\n    sebagaimana terdaftar di bagian personalia perusahaan. \n    \u003Cp>Yang dimaksud pekerja dalam jaminan pemeliharaan kesehatan ini adalah\n    pekerja yang terdaftar di bagian personalia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Yang dimaksud istri adalah seorang istri yang sah dari seorang\n    pekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Yang dimaksud anak adalah anak kandung \u002F anak angkat sah sampai berusia\n    21 tahun belum menikah, belum bekerja dan maksimun 3 orang anak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jaminan Pemeliharaan Kesehatan dimaksud pada pasal ini meliputi : \n    \u003Cp>a. Rawat jalan tingkat pertama.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Rawat jalan tingkat lanjutan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Rawat inap.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Pemeriksaan kehamilan dan bantuan persalinan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sarana pemeliharaan kesehatan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini,\n    ialah : \n    \u003Cp>a. Poliklinik dan dokter Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Dokter rujukan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Rumah sakit rujukan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang akan berobat ke poliklinik perusahaan pada jam kerja harus\n    seizin Departemen Personalia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diijinkan melakukan pemeriksaan dan pengobatan pada dokter klinik\n    PT.Koti.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak dibenarkan berobat keluar negeri terkecuali mendapat\n    mendapat kece- lakaan, sakit pada waktu menjalankan tugas dan atau seizin\n    pihak Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diberikan kartu berobat sebagai tanda pengenal yang harus dibawa\n    dan di tunjukkan pada saat berobat di Klinik PT.Koti.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 : BANTUAN DANA KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>Keterangan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Status Pekerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Ket Persentasi\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lajang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3% GP\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Berkeluarga\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6% GP\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>1. Dana tersebut diatas sepenuhnya ditanggung oleh pihak pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dana kesehatan tersebuat akan diberiakan kepada karyawan dengan\nMengunakan fasilitas JPK ( Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ) yang ditanggung\nsepenuhnya oleh pihak pengelola JPK yaitu Jamsostek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Klausul – klusul yang dijamin oleh JPK yang dikelola oleh Jamsostek\nakan dijelaskan tersendiri .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 : PENGOBATAN YANG TIDAK MENDAPATKAN PENGGANTIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Biaya pemeriksaan, pengobatan dan perawatan yang merupakan pengecualian\nantara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Penyakit akibat kecanduan obat-obat terlarang,\nminuman keras dan atau sejenisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Penyakit kelamin (Syphilis, GO dan AIDS).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Semua perawatan obat-obatan kosmetik untuk\nkecantikan \u002F ketampanan dan bukan indikasi medis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Semua obat\u002Fvitamin yang tidak ada kaitannya\ndengan penyakit yang diderita.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 : PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang mencapai usia 55 tahun diputuskan hubungan kerjanya dengan\n    hak pensiun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang oleh karena kondisi fisik atau mental tidak\n    memungkinkan melaksanakan tugas, maka Pengusaha dapat memutuskan hubungan\n    kerjanya dengan hak pensiun muda.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 : DANA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>Pengusaha tetap berkewajiban memberikan uang pensiun kepada karyawan yang\ntelah berusia 55 tahun dengan hak pensiun sesuai UU No.13 Tahun 2003 pasal 167\nayat 5, bahwa dalam hal pengusaha tidak mengikutsertakan pekerja \u002F buruh yang\nmengalami pemutusan hubungan kerja karena usia pensiun maka pengusaha wajib\nmemberikan uang pesangon \u002F pensiun sebesar :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat (2).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 156\nayat (4).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 : PEMBINAAN ROHANI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka pembinaan rohani bagi pekerja, maka Pengusaha memberikan\nbantuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perusahaan memberikan kesempatan dan menyediakan\nfasilitas peribadatan bagi pekerja dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Memberikan bantuan kegiatan keagamaan yang\ndiadakan oleh pekerja di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Dalam menjalankan kewajibannya sebagai umat\nberagama, Pengusaha mem- berikan kesempatan beribadah sesuai dengan\nkeyakinannya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 : REKREASI DAN OLAHRAGA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan kesempatan rekreasi bagi pekerja dan keluarganya ( 1\n    orang istri\u002Fsuami dan maksimum 3 orang anak) dengan biaya ditanggung\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Teknis pelaksanaan rekreasi dimusyawarahkan antara Pengusaha dan Serikat\n    Pekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45 : SUMBANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan sumbangan pernikahan kepada pekerja yang menikah\n(status karyawan tetap) dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Pekerja menyampaikan bukti yang sah kepada pihak\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Besarnya sumbangan pernikahan adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Operator sebesar Rp 200,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Staff\u002FManagement sebesar Rp 300,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46 : SANTUNAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang meninggal dunia kepada ahli warisnya diberikan santunan\n    kematian sebesar : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>2 X PMTK bagi karyawan tetap, sesuai UU No.13 th.2003 sama dengan\n        uang pensiun\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Rp 2,000,000,-bagi karyawan tetap dan kontrak\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan santunan uang duka kepada pekerja atas kematian\n    keluar- ganya (Ayah\u002FIbu kandung pekerja atau Suami\u002F Istri pekerja) bagi\n    karyawan tetap dan kontrak, dengan ketentuan sebagai berikut : \n    \u003Cp>Operator sebesar Rp200,000,-\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Staff\u002F Management Rp300,000,-\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sumbangan bagi pekerja yang mengalami musibah bencana alam, kebakaran dan\n    gusuran ditetapkan dengan kebijaksanaan pihak Pengusaha yang ditetapkan\n    dalam surat keputusan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 47 : MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">Dalam rangka memenuhi standard gizi dan memenuhi kalori bagi pekerja maka\n    Pengusaha menyediakan : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Sarapan bagi pekerja long shieft – 2\n    (malam).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Makan siang.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Makan malam bagi pekerja yang bekerja shieft\n    2 dan shieft 3 serta yang bekerja lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada bulan puasa bagi pekerja yang beragama Islam penyediaan makan siang\n    ditiadakan dan diganti dengan uang, yang besarnya disesuaikan dengan harga\n    catering yang berlaku pada saat itu.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48 : PAKAIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan pakaian kerja satu tahun sekali kepada setiap\n    pekerja. ( menyesuaikan kondisi keuangan perusahaan ).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diwajibkan memakai pakaian kerja selama bekerja, termasuk kerja\n    lembur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang bekerja pada hari libur nasional tidak diwajibkan berpakaian\n    seragam.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 49 : PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan penghargaan kepada pekerja yang berjasa, seperti\n    berikut : \n    \u003Cp>a. Bekerja dengan baik serta hadir terus menrus, sehingga dapat menjadi\n    contoh bagi pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Menciptakan penemuan-penemuan baru yang sangat berguna bagi\n    perusahaan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Memenangkan dalam setiap jenis perlombaan dengan membawa nama peru-\n    sahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanda penghargaan diberikan setahun sekali secara periodik dan setiap\n    waktu apabila diperlukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanda penghargaan diberikan berupa : \n    \u003Cp>a. Pemberian Surat Tanda Penghargaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Pemberian Uang.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PROGRAM PENINGKATAN KETRAMPILAN DAN ALIH TUGAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 50 : PENILAIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha melakukan penilaian terhadap pekerja berdasarkan system penilaian\nyang berlaku di perusahaan dalam rangka menjamin karier pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51 : KENAIKAN PANGKAT\u002FGOLONGAN,JABATAN DAN ALIH TUGAS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kenaikan pangkat\u002F golongan dan jabatan dilaksanakan sesuai dengan system\n    yang ditetapkan di perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>a. Kenaikan pangkat\u002F golongan didasarkan pada masa kerja dan prestasi\n    kerja dila- kukan melalui prosedur dan system yang ada\u002F kebijakan\n    management. \n    \u003Cp>b. Apabila terjadi kekosongan jabatan dalam bagian tertentu, maka\n    diutamakan posisi tersebut diisi dari bagian bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kenaikan pangkat\u002Fgolongan seseorang pekerja secara langsung diikuti\n    dengan ke- naikan gaji pokok dan tunjangan jabatan yang berhak\n  diterima.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alih tugas pekerja dapat dilakukan dengan mempertimbangkan tidak akan\n    merugi kan karier yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alih tugas dapat dilakukan dengan alasan : \n    \u003Cp>a. Bertambah \u002F berkurangnya pekerjaan di suatu tempat \u002F bagian.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Karena tidak mampu menjalankan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Memberikan kesempatan pada pekerja yang berpotensi untuk maju.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Karena alasan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap alih tugas diimformasikan &amp; dijelaskan kepada pekerja yang\n    bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 52 : PENDIDIKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cli>Untuk peningkatan dan kemajuan perusahaan serta untuk meningkatkan\n    kemampuan pekerja dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya, maka\n    pengusaha memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengikuti pendidikan\n    didalam atau diluar perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes_green\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes_green\">Pendidikan seperti dimaksud pada ayat 1 pasal ini antara lain : \n    \u003Cp>a. Pendidikan dasar.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Pendidikan promosi (kenaikan pangkat\u002F golongan dan jabatan).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Pendidikan ketrampilan dan pengetahuan khusus yang sesuai dengan\n    bidang tugas\u002F pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan 2 pasal ini penunjukan,\n    peneta- pan , persyaratan serta biayanya adalah tanggung jawab dan wewenang\n    pengusaha.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53 : PENGHARGAAN PENDIDIKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang meningkatkan jenjang pendidikan lebih tinggi dari waktu\n    diterima sebagai pekerja. Pengusaha memberikan kesempatan untuk mengikuti\n    seleksi penerimaan pekerja baru dengan jenjang pendidikan yang\n  diperolehnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang memperoleh penghargaan pendidikan seperti dimaksud pada ayat\n    1 diatas adalah pekerja tetap yang masa kerja lebih dari 3 tahun.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 54 : DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Absensi \u002F kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Setiap pekerja diharapkan datang ke tempat kerja\nsebelum jam kerja dan mulai bekerja tetap pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Setiap pekerja harus melakukan sidik jari di\nmesin pinger yang telah di- sediakan baik masuk maupun saat pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pakaian seragam kerja dan sepatu digunakan dalam\nperusahaan saat mulai bekerja sampai dengan jam kerja selesai termasuk\nlembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja tidak dibenarkan meninggalkan tempat\nkerja tanpa sepengetahuan departemen personalia dan atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pulang pada waktu jam kerja dapat diijinkan\napabila pekerja yang bersangku- tan sakit, mendapat panggilan dari Negara,\nkeluarga sakit keras\u002Fmeninggal atau urusan yang sangat penting\u002F mendesak yang\ndapat diterima alasannya dengan izin atasannya dan diketahui Departemen\nPersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pekerja tidak dibenarkan datang terlambat\nkecuali seizin atasan dan atau Departemen Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Apabila pekerja tidak masuk kerja, yang\nbersangkutan diwajibkan memberi- tahukan secara tertulis dan atau lisan kepada\natasannya \u002F Departemen Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Keluar perusahaan karena tugas atau urusan lain\ndiharuskan mengisi surat tugas atau ijin keluar yang ditandatangani atasannya\ndan diketahui oleh departemen Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Pekerja tidak dibenarkan tidak masuk kerja tanpa\npemberitahuan tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja wajib memberikan laporan secara tertulis kepada atasannya\ndan dite- ruskan ke Departemen Personalia apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Merubah\u002Fganti nama, pindah alamat\u002F tempat tinggal,\nnikah, cerai, kematian anggota keluarga , kelahiran anak serta perubahan lain\nmengenai pribadi pekerja yang diper- lukan perusahaan selambat-lambatnya 7 x 24\njam sejak terjadi perubahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55 : LARANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja tidak dibenarkan untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Berambut gondrong\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Melakukan perdagangan didalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Membantah perintah atasan dalam rangka dinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tidur pada waktu kerja di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Membawa masuk barang-barang pribadi yang sejenis\nhasil produksi\u002F kegiatan perusahaan, kecuali atas seijin pihak atasan\u002F\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Mengucapkan\u002F menuliskan kata-kata tidak sopan\natau menulis sesuatu yang tidak pada tempatnya didalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Merokok di tempat-tempat yang diberi tanda “\nDilarang Merokok” atau di tempat lain yang mudah menimbulkan bahaya\nkebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan\nsehingga merugikan perusahaan kecuali dengan alasan yang dapat dipertanggung\njawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Membawa senjata api, senjata tajam, minuman\nkeras, ganja,morfin,heroin atau barang sejenis ke dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Membawa\u002Fmengambil barang-barang milik perusahaan\ndan teman sekerja secara tidak sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Berkelahi, memukul orang lain, menganiaya dan\nmengancam pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Melakukan perbuatan asusila dan atau tindak\npidana di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Mengajak\u002F menghasut atau membantu pekerja lain\nuntuk melakukan pelang- garan terhadap Kesepakatan Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 56 : SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pelanggaran terhadap disiplin kerja dan larangan dalam PKB diberikan\n    sanksi sebagai berikut : \n    \u003Cp>a. Peringatan lisan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Peringatan tertulis I\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Peringatan tertulis II\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Peringatan tertulis III\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e. Pemberhentian sementara.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat peringatan Tertulis I,II dan III masa berlakunya masing-masing 6\n    bulan sejak tanggal surat peringatan dikeluarkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang pernah mendapatkan peringatan lisan, bila melakukan\n    kesalahan yang sama akan diberikan peringatan tertulis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila dalam masa berlakunya setiap peringatan tertulis yang\n    bersangkutan melakukan pelanggaran, maka kepadanya dapat dikenakan sanksi\n    tertulis berikutnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran atas pasal 58 ayat 1 dan lebih dari sekali diberikan\n    peringatan tertulis I.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran atas pasal 58 ayat 1 (butir B sampai dengan G) diberikan\n    peringatan tertulis II.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran atas pasal 58 ayat I (butir, K dan M) atau pelanggaran yang\n    dikate- gorikan sama diberikan peringatan tertulis III.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran atas pasal 58 ayat 1 (butir J dan L ) dikenakan schorsing\n    (tanpa mendapatkan upah) atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dilihat dari\n    beratnya kesalahan yang dilakukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap peringatan tertulis yang menyangkut disiplin kerja, tembusannya\n    disam- paikan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57 : PEMBERHENTIAN SEMENTARA DAN ATAU PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila dalam 6 bulan masa peringatan ke III pekerja melakukan\n    pelanggaran lagi atas larangan dalam Kesepakatan Kerja Bersama ini, maka\n    kepadanya di jatuhkan sanksi Pemberhentian Sementara dan atau Pemutusan\n    Hubungan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran atas pasal 58 ayat 1 Perjanjian Kerja Bersama ini, dikenakan\n    sanksi Pemberhentian Sementara dan atau Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberhentian Sementara (schorsing) sebagaimana dimaksud pada pasal\n    61ayat 2 pasal ini selama-lamanya 15 hari kerja, dan apabila persoalannya\n    belum dapat di selesaikan, dapat diperpanjang sampai dengan adanya\n    keputusan definitif.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa tunggu dari proses PHK sesuai dengan ayat 1 dan 2 pasal ini, pekerja\n    dikena- kan sanksi schorsing atau pemberhentian sementara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberhentian Sementara sehubungan dengan sanksi yang akan dijatuhkan\n    didasar- kan atas hasil musyawarah antara Serikat Pekerja dan\n  Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PENYELESAIAN DAN PENGADUAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 58 : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja berusaha menciptakan suasana yang harmonis,\n    sehing ga setiap pekerja dapat dengan bebas menyampaikan pengaduan dan\n    keluh kesah serta ketidak puasannya atas perlakuan-perlakuan yang dianggap\n    tidak sesuai dengan isi Kesepakatan Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_trigger\">\u003Cli>Untuk mengawasi pelaksanaan Kesepakatan Kerja Bersama ini serta menampung\n    pe ngaduan dan keluh kesah pekerja, maka pengusaha dan Serikat Pekerja\n    membentuk lembaga kerja sama bipartite.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lembaga ini anggotanya terdiri dari 5 orang dari unsur pengusaha dan 5\n    orang dari unsur Serikat Pekerja atau disesuaikan dengan kebutuhan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lembaga kerja sama bipartit mengadakan pertemuan 1 kali dalam 1\n  bulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 59 : TATA CARA PENYAMPAIAN PENGADUAN DAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tata cara penyampaian pengaduan dan keluh kesah diatur sebagai berikut : \n    \u003Cp>a. Tingkat pertama.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Disampaikan kepada atasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Tingkat kedua.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat pertama maka pengaduan\n    Pada lembaga Bipartit.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Tingkat ketiga.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat kedua maka pengaduan\n    diteruskan Serikat Pekerja untuk menyelesaikan dengan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Tingkat keempat.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat ketiga maka pengaduan\n    di sampaikan oleh salah satu pihak kepada pegawai perantara.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Waktu penyelesaian pengaduan dan keluh kesah. \n    \u003Cp>a.Tingkat pertama.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Diselesaikan selama 5 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Tingkat kedua.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Diselesaikan selambat-lambatnya 10 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Tingkat ketiga.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Ditanggapi selambat-lambatnya 5 hari kerja dan diselesaikan dalam 30\n    hari.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 60 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pemutusan Hubungan Kerja terjadi karena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kehendak pekerja itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Habis kontrak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerja percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Sakit berkepanjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Cacat total dan tidak mampu bekerja lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Keputusan Panitia Penyelesaian Perselisihan\nPerburuhan Daerah\u002F Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat\n(P4D\u002FP4P).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemutusan Hubungan Kerja antara kehendak karyawan itu sendiri,\ndilaksanakan setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan berhenti minimal\n15 hari sebelumnya dan atau setelah menyelesaikan tanggung jawabnya kepada\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PELANGGARAN BERAT DISIPLIN\nKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila seorang pekerja melakukan pelanggaran tata tertib yang\n    dikategorikan pelanggaran berat dan atau telah mendapatkan Surat Peringatan\n    sampai tingkat III atau terakhir. Surat Peringatan adalah hak dasar\n    perusahaan untuk memberikan secara langsung SPII maupun SPIII tanpa melalui\n    SPI karena adanya pelanggaran berat terhadap karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">Pemutusan hubungan kerja dapat dijatuhkan apabila seorang pekerja yang\n    mela- kukan pelanggaran sebagai berikut : \n    \u003Cp>a. Pada saat perjanjian kerja memberikan keterangan palsu yang tidak\n    dibenar- kan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Mabuk, minum minuman keras, memakai obat bius atau menyalahgunakan\n    obat-obat terlarang atau obat perangsang lainnya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Melakukan perbuatan asusila di dalam lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Melakukan tindakan kriminal di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e. Memfitnah, menganiaya, menghina secara kasar, mengancam pengusaha,\n    atau keluarga pengusaha, rekan kerja didalam atau di luar lingkungan\n    kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>f. Dengan sengaja atau tidak melawan pimpinan perusahaan atau atasan\n    mana- kala ditegur karena melakukan kesalahan dalam tugas keseharian di\n    lingku- ngan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>g. Dengan sengaja atau ceroboh membiarkan dalam keadaan bahaya barang\n    milik perusahaan sehingga mengakibatkan kerusakan dan kerugian.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>h. Dengan sengaja atau kecerobohan membiarkan diri dan rekan kerja dalam\n    keadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>i. Membongkar rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik pengusaha\n    atau keluarga kecuali untuk kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>j. Melakukan sabotase atau perbuatan sejenis yang mengakibatkan\n    kerusakan atau kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>k. Meninggalkan pekerjaan (Absen 5 hari berturut-turut atau 8 hari tidak\n    ber turut-turut) tanpa alasan yang jelas atau tidak dapat dipertanggung\n    jawabkan secara resmi.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>l. Memukul atau berkelahi secara fisik dengan atasan atau rekan kerja.\n    m.Menghasut rekan kerja melakukan pemogokan atau menghambat produktifitas\n    kerja tanpa alasan yang dibenarkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp>m. Membawa senjata tajam atau senjata api tanpa seijin atasan langsung\n    untuk keperluan pribadi.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>n. Membawa minuman keras, narkoba, dan melakukan perjudian di lingkungan\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>o. Mencemarkan nama baik perusahaan di dalam maupun diluar lingkungan\n    kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>3. Pelanggaran-pelanggaran tersebut diatas adalah digolongkan pelanggaran\nberat dan perusahaan tidak berkewajiban memberikan uang pesangon dan atau uang\npenghar- gaan masa kerja, tetapi wajib memberikan uang pisah dan penggantian\nhak sesuai ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 62 : PESANGON DAN PENGHARGAAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan pesangon dan penghargaan masa kerja, serta\npenggantian hak kepada pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya oleh Pengusaha\nbukan karena kesalahan berat yang dilakukan oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>2. Besarnya pesangon ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Masa kerja kurang dari 1 tahun adalah 1 bulan upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun adalah 2 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun adalah 3 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun adalah 4 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun adalah 5 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun adalah 6 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun adalah 7 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun adalah 8 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 8 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun adalah 9 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Besarnya penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun adalah 2 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun adalah 3 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 thn adalah 4 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 thn adalah 5 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 thn adalah 6 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21thn adalah 7 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 thn adalah 8 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 24 tahun atau lebih adalah 10 bulan upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>4. Uang penggantian hak diberikan berdasarkan perhitungan sisa cuti yang\nbelum diambil dan belum hangus dikalikan dengan gaji per hari (Jlh Sisa\nCutiXG.Pokok)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63 : UANG PISAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Uang pisah diberikan kepada pekerja yang mengundurkan diri atau di\nkualifikasikan mengundurkan diri dengan masa kerja minimal 3 tahun .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besarnya uang pisah yang diberikan oleh pengusaha pada pekerja yang meng\nundurkan diri secara baik – baik atas kemauan sendiri ditentukan dengan PKB\nini sesuai dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun adalah 10 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun adalah 13 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun adalah 14 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun adalah 17 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun adalah 19 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 8 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun adalah 21 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari10 tahun adalah 24 bulan\n    upah untuk masa kerja diatas 10 tahun , besarnya uang jasanya tetap\n    mengikuti masa kerjanya samapai maksimal masa kerja 24 tahun .\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Kepada pekerja yang mendapatkan kompensasi sesuai pasal 63 ayat 2 diatas\npada saat akan mengundurkan diri harus mengikuti ketentuan \u002F prosedur seuai\nyang ada di lampiran PKB ini ( dapat dilihat di lampiran Flow mengundurkan diri\nsecara suka rela )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kepada pekerja yang mengundurkan diri namun tidak mengikuti prosedur \u002F ke\nTentaun yang ada di PKB ini tidak mendapatkan kompensasi seperti yang ada Pada\npasal 63 ayat 2 diatas namun ia masih berhak atas uang jasa \u002F uang Penghargaan\nmasa kerja dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun adalah 2 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun adalah 3 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 thn adalah 4 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 thn adalah 5 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 thn adalah 6 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21thn adalah 7 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 thn adalah 8 bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 24 tahun atau lebih adalah 10 bulan upah\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>5 . Pekarja yang dikualfikasikan mengundurkan diri karena ybs melakukan kesa\nLahan sehingga ybs dapat diputuskan kerjanya karena melakukan kesalahan Yang\nmana kesalahan tersebuat secara peraturan ketenagakerjaan yang ada Ybs dapat\ndiputuskan hubunngan kerjanya karena kesalahnya maka pekerja Ybs hanya berhak\nmendapatkan kompensasi seperti pasal 63 ayat 4 diatas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Bentuk – bentuk kesalahan sebagaimana dimaksud pada ayat diatas diatur\nPada lampitran PKB ini ( dapat di lihat pada Lampiran Pelanggaran )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dalam pemberian uang pisah, Perusahaan tidak membedakan kepada pekerjanya\napakah tugas dan fungsinya mewakili perusahaan atau tidak mewakili kepentingan\npengusaha secara langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : MASA BERLAKU, PERUBAHAN DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 64 : MASA BERLAKU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 tahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini dapat diperpanjang 1 tahun kecuali bila\n    salah satu pihak memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya\n    tentang keinginan untuk melakukan perubahan Perjanjian Kerja Bersama\n  ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberitahuan yang dimaksud pada ayat 2 pasal ini, disampaikan\n    selambat-lambat nya 30 hari sebelum masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama\n    ini berakhir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Perjanjian Kerja Bersama telah berakhir masa namun belum\n    dilakukan peng- gantian \u002F perubahan, maka Perjanjian Kerja Bersama ini\n    tetap berlaku sampai adanya Perjanjian Kerja Bersama yang baru.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila dikemudian hari dalam pasal-pasal Perjanjian Kerja Bersama ini\n    ada hal-hal yang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi, maka Pengusaha\n    atau Serikat Pekerja dapat mengajukan permintaan untuk membuka perundingan,\n    meskipun masa berla- kunya belum berakhir.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 65 : LANDASAN HUKUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesepakatan Kerja Bersama ini dibuat dengan landasan hukum sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Undang-undang No.21 Tahun 1954, tentang\nPerjanjian Perburuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Undang-undang No.12 Tahun 1954, tentang\nPemutusanHubungan Kerja di Perusahaan Swasta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Undang-undang No.14 Tahun 1969, tentang\nKetentuan Pokok Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Undang-undang No.1 Tahun 1970, tentang\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Undang-undang No.3 Tahun 1992, tentang\nJAMSOSTEK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Undang-undang No.11 Tahun 1992, tentang Dana\nPensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Undang-undang No.21 Tahun 2000, Serikat Buruh \u002F\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Peraturan Pemerintah No.21 Tahun 1954, tentang\nPeraturan Istirahat Tahunan bagi Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Peraturan Pemerintah No.8 Tahun 1981, tentang\nPerlindungan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 1993, tentang\nPenyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.1 Tahun 1985,\ntentang Tata Cara Pembuatan Kesepakatan Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Peraturan Menteri Tenaga Kerja\nNo.Per-03\u002FMEN\u002F1989, tentang Larangan Pemutusan Hubungan Kerja bagi Pekerja\nWanita karena menikah, hamil atau melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.5 Tahun 1993,\ntentang Petunjuk Teknis Pendaf- taran Kepesertaan Pembayaran iuran, Pembayaran\nSantunan, Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Keputusan Menteri Tenaga Kerja\nNo.Kep-150\u002FMEN\u002F2000, tentang Tata Cara Pemu- tusan Hubungan Kerja dan Penetapan\nUang Pesangon, Penghargaan Masa Kerja .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.04, tentang\nIuran Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Keputusan Menteri Tenaga Kerja\nNo.Kep-102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004, tentang Dasar Perhi- tungan Upah Lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nNo.16\u002FMEN\u002F2001, tentang Tata Cara Pencatatan Serikat Buruh\u002F Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">p. Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang\nKETENAGAKERJAAN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">q. Undang – undang no 2 tahun 2004 tentang\nPPHI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 66 : PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila dikemudian hari dalam Perjanjian Kerja Bersama ini terdapat\n    sesuatu yang dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan karena bertentangan\n    dengan Peraturan Perun- dang-undangan yang baru, maka Perjanjian Kerja\n    Bersama ini tetap sah dan berlaku kecuali bagian yang dinyatakan tidak sah\n    tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini beserta seluruh lampiran-lampirannya\n    dinyatakan sah dan berlaku sejak tanggal ditandatangani.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditandatangani di: Cikarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Pada tanggal: 23 Maret 2021\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini adalah \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak Pengusaha (Presiden Direktur)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak Serikat Pekerja (Ketua)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>MENYAKSIKAN KEPALA DINAS TENAGA KERJA KABUPATEN BEKASI,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>Daftar Pelanggaran dan Sanksi dengan Bobot Kesalahannya\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Cp>Tindakan-tindakan pekerja yang termasuk pelanggaran tata tertib dan disiplin\nperusahaan meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>No\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Pelanggaran\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Pelanggaran 1\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Ulangan 1\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Ulangan 2\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Ulangan 3\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Ulangan 4\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Ulangan 5\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>ABSENSI \u002F MANGKIR Tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan dan atau izin\n        terlebih dahulu dari atasan tanpa alasan yang sah dan dibenarkan : \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a.Mangkir selama satu hari dalam satu bulan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lisan &amp; dicatat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lisan &amp; dicatat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>b.Mangkir selama dua hari dalam satu bulan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>c.Mangkir selama 3 hari dalam satu bulan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>d.Mangkir selama 4 hari dalam satu bulan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>e.Mangkir selama 5 hari berturut – turut\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">Dianggap mengundurkan diri\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>f.Mangkir selama 8 hari tidak berturut-turut.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>TERLAMBAT MASUK ATAU KEMBALI BEKERJA SETELAH ISTIRAHAT. \n\n        \u003Cp>Terlambat masuk kerja (tanpa alasan yang sah)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a. Antara 10 sampai 30 menit selama 5 kali tidak berturut-turut dalam\n        satu bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lisan &amp; dicatat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lisan &amp; dicatat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>b. Lebih dari 30 menit selama 5 kali tidak berturut-turut dalam satu\n        bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lisan &amp; dicatat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>c. Terlambat datang atau masuk kerja kembali selama 3 kali\n        berturut-turut dalam satu bulan dengan alasan yang tidak masuk\n      akal.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>MENINGGALKAN TEMPAT KERJA TANPA SEIJIN ATASAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a. Meninggalkan tempat kerja sebelum waktunya tanpa seijin atasan\n        atau alasan yang sah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lisan &amp; dicatat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>b. Meninggalkan pekerjaan \u002F tugas yang diberikan atasan, tanpa alasan\n        yang sah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lisan &amp; dicatat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>c. Absen pada mesin absen dan pulang sebelum waktunya tanpa\n        sepengetahuan atasan langsung\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>TIDAK MELAKSANAKAN PEKERJAAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a. Berjalan-jalan, bermain-main ke tempat lain yang bukan tempat\n        kerja sendiri tanpa alasan sah (membuang-buang waktu). \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lisan &amp; dicatat \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>SP I\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>b. Kedapatan tidur \u002F tidur-tiduran pada jam-jam kerja di tempat\n        kerja \u002F dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lisan &amp; dicatat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>c.Masuk ke tempat yang dilarang bagi yang tidak berkepentingan, yang\n        sifatnya membahayakan keselamatan jiwa atau bersifat rahasia.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>d. Memberikan izin masuk tanpa mempunyai wewenang ke tempat yang\n        berbahaya\u002F rahasia bagi yang tidak berkepentingan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>MEMBAWA, MENGEDARKAN, MENGGUNAKAN NARKOBA \u002F MINUMAN KERAS ATAU OBAT\n        TERLARANG LAINNYA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a. Memakai, memiliki, menyimpan dan menjual obat terlarang (narkoba)\n        dilingkungan perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>b. Masuk kerja dibawah pengaruh minuman keras (mabuk).\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>c.Minum minuman keras didalam lingkungan perusahaan sehingga\n        mengakibatkan kerusakan. \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>d. Mengemudikan dalam keadaan mabuk (mobil,sepeda motor, forklift)\n        pada saat bertugas, baik dilingkungan perusahaan maupun diluar\n        lingkungan perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>e. Menghadap panggilan atasan baik dalam urusan kerja atau urusan\n        lain dalam keadaan dipengaruhi minuman keras (mabuk).\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>MENOLAK PERATURAN PERUSAHAAN ATAU PKB\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a. Menolak perintah yang layak,membantah atau membangkang penerapan\n        tata tertib dan sanksi-sanksinya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>b. Menolak rotasi\u002Fmutasi \u002Ftransfer pemindahan tugas atau perubahan\n        tugas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>c. Menolak pembinaan dalam rangkah memenuhi kebutuhan dan kecakapan\n        pekerjaan (tidak cakap). \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>d. Menolak diberikan kesempatan untuk menaikkan prestasi. \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>e. Menolak pemeriksaan saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas\n        keamanan atau barang – barang bawaannya saat meninggalkan lingkungan\n        perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>f. Dengan sengaja menolak panggilan dari managemen setelah melakukan\n        pelanggaran dalam rangkah diminta keterangannya. \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>g. Menolak pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh perusahaan \u002F\n        dokter perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>MELAKUKAN PERJUDIAN DILINGKUNGAN PERUSAHAAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PELANGGARAN TERHADAP KEAMANAN DAN ATAU TATA TERTIB PERUSAHAAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a.Membawa senjata api, senjata tajam atau senjata peledak kedalam\n        lingkungan perusahaan. \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>b.Mencatatkan absen pekerja lain, baik yang menyuruh \u002F yang disuruh\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>c.Mengancam, mengajak berkelahi, melakukan intimidasi, menganiaya,\n        memukul atasan, atau pekerja lainnya didalam ataupun diluar\n      perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>d.Memfitnah atasan , teman sekerja dan melibatkan diri dalam\n        melakukan sabotase. \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>e.Membocorkan rahasia perusahaan atau rumah tangga pimpinan\n        perusahaan atau atasan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>f.Dengan sengaja \u002F kecerobohan merusakkan alat-alat, mesin, atau\n        bahan milik perusahaan. \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>g.Membawa barang perusahaan \u002F milik teman tanpa izin \u002F surat\n      jalan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>h.Melakukan pencurian, penggelapan, penipuan dan tindakan kejahatan\n        lainnya.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>i.Melakukan penghinaan dengan kata-kata kasar pada pimpinan, atasan ,\n        atau teman sekerja.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>j.Melakukan perbuatan asusila dilingkungan perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>k.Memikat pengusaha, keluarga pengusaha atasan, atau teman sekerja\n        untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum (harus ada berita acara\n        dari security).\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>l.Melakukan kegiatan\u002F pekerjaan diluar perusahaan pada jam-jam kerja\n        tanpa ijin perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>m.Melakukan pekerjaan tanpa instruksi pimpinan dengan menggunakan\n        alat-alat atau bahan – bahan dari perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>MENGABAIKAN KEPENTINGAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a.Melanggar peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>b.Tidak mentaati peraturan petunjuk pelaksanaan kerja, sehingga\n        menimbulkan kerusakan atau korban jiwa atau korban lainnya (dilihat\n        bobotnya).\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>c.Tidak memakai alat pelindung diri (APD) sesuai peraturan \u002F petunjuk\n        kerja.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>d.Menggunakan alat-alat kerja perusahaan secara sembrono dan tidak\n        ada hubungan dengan tugas termasuk menggunakan telephone atau fax tanpa\n        seijin pimpinan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>e.Merokok di sembarang tempat dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>f.Membuang sampah \u002F barang-barang lain yang berbahaya di sembarang\n        tempat, dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK tanpa sarat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Cp>Pekerja dapat berhenti atas kemauan sendiri dengan mengikuti pilihan dibawah\nini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang mengundurkan diri secara baik-baik atas permintaan sendiri,\nharus menyatakan keinginannya secara tertulis kepada management.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi pekerja yang statusnya non management \u002F non staf dapat mengajukan\npaling lambat satu minggu sebelumnya dan bagi yang berstatus staf\u002F management\nharus mengajukan surat pengunduran dirinya satu bulan sebelumnya. Bagi yang\nmengikuti prosedur akan mendapatkan konpensasi yang diterima sesuai dengan\ntable Perjanjian Kerja Bersama (PKB).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang mengundurkan diri secara sukarela harus mengikuti \u002F\nketentuan yang ada pada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) apabila yang\nbersangkutan tidak ikut ketentuan maka ia tidak berhak atas kompensasi yang\nditerima seperti yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) melainkan\nhanya mendapat konpensasi sesuai Kep No.150 \u002F Men \u002F 2000 \u002F Jo UU No.13 tahun\n2003 tentang ketenaga kerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal-hal dibawah ini perusahaan boleh melakukan Pemutusan Hubungan\nKerja (PHK) sepihak antara lain.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Karyawan dalam masa percobaan dan dinyatakan tidak cakap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Habis \u002F berakhir masa kontraknya (PKWT).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja mencapai usia pensiun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengunduran diri atas kemauan sendiri secara sukarela melalui prosedur\n    sesuai Perjanjian Kerja Bersama (PKB).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengalami sakit berkepanjangan dan sudah lebih dari 12 bulan berturut-\n    turut. Maka ia akan memperoleh pesangon 2 kali menurut ketentuan UU No.13\n    tahun 2003 (2X PMTK).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Diberhentikan oleh perusahaan karena melakukan kesalahan berat Izin\nPemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat dilakukan karena melakukan\nkesalahan-kesalahan berat sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penipuan, pencurian dan penggelapan barang - barang milik perusahaan atau\n    milik teman sekerja atau milik teman pengusaha lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memeberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\n    Perusahaan atau Negara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mabok, minum minuman keras yang memabukkan atau madat dan menyala gunakan\n    pemakaian obat-obatan terlarang lainnya di tempat kerja atau ditempat\n    terlarang lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di tempat kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyerang, mengintimidasi pengusaha, atasan atau teman kerja lainnya di\n    lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menganiaya, mengancam baik secara fisik atau mental, menghina secara\n    kasar pengusaha, keluarga pengusaha atau teman kerja lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membujuk pengusaha \u002F teman sekerja untuk melakukan perbuatan yang\n    bertentangan atau melanggar hukum atau peraturan perundangan lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan ceroboh \u002F sengaja, merusak \u002F merugikan barang perusahaan atau\n    membiarkannya dalam keadaan bahaya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan sengaja \u002F ceroboh membiarkan diri sendiri \u002F teman sekerja dalam\n    keadaan bahaya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membongkar \u002F membocorkan rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik\n    pengusaha\u002F keluarga pengusaha yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk\n    kepentingan Negara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan kesalahan yang sama atau yang sama bobotnya setelah mendapat\n    peringantan terakhir (SPIII) yang masih berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membawa barang milik perusahaan tanpa ijin.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dalam melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atas pelanggaran \u002F\nkesalahan berat harus menyertakan bukti yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selama belum ada keputusan yang jelas dalam masa tunggu Pemutusan\nHubunganKerja (PHK) pengusaha dapat melakukan scorsing pada pekerja yang\nbersangkutan disertai dengan pemotongan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang melakukan kesalahan ( dikategorikan kesalahan berat )\nsebagaimana tersebut diatas tidak berhak mendapatkan pesangon akan tetapi jika\ntelah mencukupi sarat ia berhak mendapatkan uang jasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang melakukan kesalahan di luar yang tersebut ( tidak masuk\nkategori kesalahan berat ) berhak mendapatkan pesangon 1 PMTK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>FLOW CHART PENGUNDURAN DIRI SUKA RELA\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Mengajukan diri hendak mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Diajukan ke manager \u002F kepala dept yang terkait\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Pengajuan Diteruskan ke HRD\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Persetujuan HRD dan Manajemen\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Permohonan akan diberi tahu kapan berlakunya pengunduran dan tempo\n        training jika diperlukan untuk penggantinya\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Pemohon diberi tahu mengenai paket yang akan diterima\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Paket pengunduran diri akan diterima oleh pekerja ybs , pada waktu\n        yang disepakati antara manajemen dan pekerja ybs\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan ketentuan waktu untuk tempo training yang ditentukan apabila\ndiperlukan adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk level operator minimal pengajuan dalam waktu 2 minggu sebelum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jatuh tempo tangggal dimana hari pekerja ybs mengakhiri hubungan kerjanya\ndengan manajemen .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk level staf \u002F midle manajemen minimal pengajuan dalam waktu 3 minggu\nsamapai satu bulan sebelum ybs mengakhiri hubungan kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk level manager ke atas minimal pengajuan dalam waktu enam minggu\nsamapai dua bulan sebelum ybs mengakhiri hubungan kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_start_date":48,"cbadate_end":50,"cbaratificationdate":54,"TRAINING_trigger":58,"trainingprogrammes":62,"trainingprogrammes_green":66,"trainingfund":69,"SOCSEC_trigger":71,"disabilityfund":75,"contracttrial":77,"contracttrialperiod":81,"pensionfund":83,"contractseverancepay":87,"contractseverancepay1":91,"severance":95,"severance_number":97,"severance_number_1_tenure":99,"maxsicknesspay":101,"sicknesspay":105,"maxsicknesspayperc":107,"maxsicknesspaytype":109,"sicknessmaxdays":111,"sicknessmaxdaysnr":115,"menstruationleave":117,"disabilitypay":121,"healthcareaccessrelatives":124,"healthinsurance":128,"healthinsurancerelatives":132,"healthandsafetypolicy":134,"protectiveclothing":138,"funeralpay":140,"paidmaternityleave":142,"paidmaternityleaveduration":146,"paidmaternityleaveall":148,"maternityotherclause":150,"breastfeeding_dangerouswork":154,"alternatives":158,"paidpaternityleave":160,"paidpaternityleaveduration":164,"childcare":166,"childcareleave":168,"deathrelatives":170,"deathrelativesleave":172,"marriage":174,"marriageleave":176,"violence":178,"dayspweek_select":182,"dayspweek":186,"hourspday_select":188,"hourspday":192,"hourspweek_select":194,"hourspweek":196,"PAIDLEAV_trigger":198,"holidaysdays":202,"holidaysweeks":204,"bankholidays1":206,"SCHEDULE_trigger":210,"schedulesrestpw":212,"direct_participation_trigger":214,"strikes_trigger":218,"LOWWAGE_trigger":222,"LOWWAGE_government":226,"wageincreasetype":228,"STRUCINCR_trigger":232,"wageincreasetype2":234,"wageincreasefirmperformance":236,"ONCERISE_trigger":239,"oncerise_detail":243,"incidentalbonustype":245,"incidentalbonustype2":247,"incidentalbonusdays1":249,"ONCERISE2_trigger":251,"incidentalbonustypesec":255,"extrapayfirmperformancesec":257,"NOCTPREM_trigger":259,"shiftallowancetype":263,"shiftallowanceamount1":265,"shiftallowancetype1":267,"OVERTIME_trigger":269,"overtimeallowancetype_general":273,"overtimeallowanceperc1_general":277,"overtimeallowancetype":279,"overtimeallowanceperc1":281,"overtimeallowancetype1":283,"SUNDAY_trigger":285,"sundayallowancetype":289,"sundayallowanceperc1":291,"sundayallowancetype1":293,"COMMUTE_trigger":295,"mealvouchers":299},{"bindId":46,"name":47,"text":47},"cbadate_start","Pada tanggal: 23 Maret 2021",{"bindId":49,"name":47,"text":47},"cbadate_start_date",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"cbadate_end","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 t","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 tahun.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"cbaratificationdate","MENYAKSIKAN KEPALA DINAS TENAGA KERJA KA","MENYAKSIKAN KEPALA DINAS TENAGA KERJA KABUPATEN BEKASI,",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"TRAINING_trigger","Untuk peningkatan dan kemajuan perusahaa","Untuk peningkatan dan kemajuan perusahaan serta untuk meningkatkan\n    kemampuan pekerja dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya, maka\n    pengusaha memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengikuti pendidikan\n    didalam atau diluar perusahaan.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"trainingprogrammes","Pendidikan seperti dimaksud pada ayat 1 ","Pendidikan seperti dimaksud pada ayat 1 pasal ini antara lain : \n    a. Pendidikan dasar.\n    b. Pendidikan promosi (kenaikan pangkat\u002F golongan dan jabatan).\n    c. Pendidikan ketrampilan dan pengetahuan khusus yang sesuai dengan\n    bidang tugas\u002F pekerjaannya.\n  \n  Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan 2 pasal ini penunjukan,\n    peneta- pan , persyaratan serta biayanya adalah tanggung jawab dan wewenang\n    pengusaha.",{"bindId":67,"name":64,"text":68},"trainingprogrammes_green","Pendidikan seperti dimaksud pada ayat 1 pasal ini antara lain : \n    a. Pendidikan dasar.\n    b. Pendidikan promosi (kenaikan pangkat\u002F golongan dan jabatan).\n    c. Pendidikan ketrampilan dan pengetahuan khusus yang sesuai dengan\n    bidang tugas\u002F pekerjaannya.",{"bindId":70,"name":64,"text":65},"trainingfund",{"bindId":72,"name":73,"text":74},"SOCSEC_trigger","1. Setiap pekerja wajib didaftarkan menj","1. Setiap pekerja wajib didaftarkan menjadi peserta jaminan sosial tenaga\nkerja oleh Pengusaha.\n\n2. Jaminan sosial tenaga kerja meliputi :\n\na. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).\n\nb. Jaminan Kematian (JK).\n\nc. Jaminan Hari Tua (JHT).",{"bindId":76,"name":73,"text":74},"disabilityfund",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"contracttrial","Masa kerja paling lama 3 bulan pertama d","Masa kerja paling lama 3 bulan pertama dalam\n        hubungan kerja dianggap masa percobaan.",{"bindId":82,"name":79,"text":80},"contracttrialperiod",{"bindId":84,"name":85,"text":86},"pensionfund","Pengusaha tetap berkewajiban memberikan ","Pengusaha tetap berkewajiban memberikan uang pensiun kepada karyawan yang\ntelah berusia 55 tahun dengan hak pensiun sesuai UU No.13 Tahun 2003 pasal 167\nayat 5, bahwa dalam hal pengusaha tidak mengikutsertakan pekerja \u002F buruh yang\nmengalami pemutusan hubungan kerja karena usia pensiun maka pengusaha wajib\nmemberikan uang pesangon \u002F pensiun sebesar :\n\na. 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat (2).\n\nb. 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (3)\n\nc. Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 156\nayat (4).",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"contractseverancepay","1. Pengusaha memberikan pesangon dan pen","1. Pengusaha memberikan pesangon dan penghargaan masa kerja, serta\npenggantian hak kepada pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya oleh Pengusaha\nbukan karena kesalahan berat yang dilakukan oleh pekerja.",{"bindId":92,"name":93,"text":94},"contractseverancepay1","2. Besarnya pesangon ditetapkan sekurang","2. Besarnya pesangon ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut :\n\n  Masa kerja kurang dari 1 tahun adalah 1 bulan upah.\n  Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun adalah 2 bulan\n    upah.\n  Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun adalah 3 bulan\n    upah.\n  Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun adalah 4 bulan\n    upah.\n  Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun adalah 5 bulan\n    upah.\n  Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun adalah 6 bulan\n    upah.\n  Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun adalah 7 bulan\n    upah.\n  Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun adalah 8 bulan\n    upah.\n  Masa kerja 8 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun adalah 9 bulan\n    upah.",{"bindId":96,"name":93,"text":94},"severance",{"bindId":98,"name":93,"text":94},"severance_number",{"bindId":100,"name":93,"text":94},"severance_number_1_tenure",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"maxsicknesspay","1. Pekerja yang dirawat \u002F istirahat kare","1. Pekerja yang dirawat \u002F istirahat karena sakit berkepanjangan upahnya\ndibayar sebagai berikut :\n\n  4 bulan pertama: 100% X upah, setiap bulan.\n  4 bulan kedua: 80% X upah, setiap bulan\n  4 bulan ketiga: 60 % X upah, setiap bulan.\n  Untuk bulan selanjutnya 25% X upah sebelum PHK\n    dilakukan.",{"bindId":106,"name":103,"text":104},"sicknesspay",{"bindId":108,"name":103,"text":104},"maxsicknesspayperc",{"bindId":110,"name":103,"text":104},"maxsicknesspaytype",{"bindId":112,"name":113,"text":114},"sicknessmaxdays","2. Setelah 12 bulan tersebut dengan sura","2. Setelah 12 bulan tersebut dengan surat keterangan dokter, pekerja yang\nbersangkutan masih tidak mampu untuk bekerja lagi maka hubungan kerjanya dapat\ndiputuskan dengan diberikan uang pesangon 2 kali ketentuan pasal 156 ayat 2,\nuang pengharga- an masa kerja 1 kali ketentuan pasal 156 ayat 3, dan 1 kali\nketentuan pasal 156 ayat 4 Undang – Undang No.13 Tahun 2003.",{"bindId":116,"name":113,"text":114},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"menstruationleave","Pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja ","Pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan hari kedua\nwaktu haid, namum disarankan masuk dengan mendapatkan tunjangan haid.",{"bindId":122,"name":73,"text":123},"disabilitypay","1. Setiap pekerja wajib didaftarkan menjadi peserta jaminan sosial tenaga\nkerja oleh Pengusaha.\n\n2. Jaminan sosial tenaga kerja meliputi :\n\na. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).\n\nb. Jaminan Kematian (JK).\n\nc. Jaminan Hari Tua (JHT).\n\n3. Besarnya iuran jaminan sosial tenaga kerja (dalam\n%) adalah sebagai berikut : \n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Program\n      Pengusaha\n      Pekerja\n    \n    \n      a. Jaminan Kecelakaan Kerja\n      0,89%\n      -\n    \n    \n      b. Jaminan Kematian\n      0.30%\n      -\n    \n    \n      c. Jaminan Hari TUa\n      3,70%\n      2,0%",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"healthcareaccessrelatives","Pengusaha menjamin pemeliharaan kesehata","Pengusaha menjamin pemeliharaan kesehatan pekerja dan keluarganya\n    sebagaimana terdaftar di bagian personalia perusahaan. \n    Yang dimaksud pekerja dalam jaminan pemeliharaan kesehatan ini adalah\n    pekerja yang terdaftar di bagian personalia perusahaan.\n    Yang dimaksud istri adalah seorang istri yang sah dari seorang\n    pekerja.\n    Yang dimaksud anak adalah anak kandung \u002F anak angkat sah sampai berusia\n    21 tahun belum menikah, belum bekerja dan maksimun 3 orang anak.",{"bindId":129,"name":130,"text":131},"healthinsurance","Keterangan Status Pekerja Ket Persentasi","Keterangan\n      Status Pekerja\n      Ket Persentasi\n    \n    \n      Pekerja\n      Lajang\n      3% GP\n    \n    \n      Berkeluarga\n      6% GP\n    \n  \n\n\n1. Dana tersebut diatas sepenuhnya ditanggung oleh pihak pengusaha.\n\n2. Dana kesehatan tersebuat akan diberiakan kepada karyawan dengan\nMengunakan fasilitas JPK ( Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ) yang ditanggung\nsepenuhnya oleh pihak pengelola JPK yaitu Jamsostek\n\n3. Klausul – klusul yang dijamin oleh JPK yang dikelola oleh Jamsostek\nakan dijelaskan tersendiri .",{"bindId":133,"name":130,"text":131},"healthinsurancerelatives",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"healthandsafetypolicy","Perusahaan menyediakan alat-alat keselam","Perusahaan menyediakan alat-alat keselamatan kerja dan menetapkan\n    syarat-syarat keselamatan serta perlindungan dan kesehatan kerja.\n  Pekerja yang menggunakan alat keselamatan kerja akan mendapat penggantian\n    apa- bila alat-alat tersebut rusak\u002Fperlu diganti.\n  Pekerja berkewajiban menggunakan dan memelihara alat-alat keselamatan\n    kerja serta melaksanakan syarat-syarat keselamatan dan perlindungan\n  kerja.\n  Apabila pekerja bersangkutan tidak menggunakan dan memelihara alat\n    keselamatan kerja yang diberikan \u002F disediakan, kepadanya dapat dikenakan\n    sanksi.",{"bindId":139,"name":136,"text":137},"protectiveclothing",{"bindId":141,"name":73,"text":74},"funeralpay",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"paidmaternityleave","a.Cuti hamil diberikan selama 3 bulan, y","a.Cuti hamil diberikan selama 3 bulan, yaitu satu\nsetengah bulan sebelum mela- hirkan dan satu setengah bulan sesudah\nmelahirkan.\n\nb.Cuti hamil boleh diambil setelah dokter\u002Fbidan\nybs. memperkirakan waktu kelahiran bayinya.",{"bindId":147,"name":144,"text":145},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":149,"name":144,"text":145},"paidmaternityleaveall",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"maternityotherclause","4. Pekerja wanita yang mengalami kegugur","4. Pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat satu setengah bulan.",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"breastfeeding_dangerouswork","Pada prinsipnya wanita tidak diperbolehk","Pada prinsipnya wanita tidak diperbolehkan bekerja pada malam hari,\n    kecuali dalam keadaan mendesak dan harus sesuai dengan ketentuan yang\n    berlaku.\n  Pengusaha dapat mempekerjakan wanita pada malam hari apabila dimintakan\n    ijin dari pemerintah berupa surat ijin kerja malam wanita.",{"bindId":159,"name":156,"text":157},"alternatives",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"paidpaternityleave","c. Cuti khusus diberikan karena hal-hal ","c. Cuti khusus diberikan karena hal-hal sebagai\nberikut :\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Keperluan\n      JLH Hari Cuti Khusus\n    \n    \n      *Keluarga pekerja meninggal dunia: \n\n        - istri\u002Fsuami\u002Fanak\n\n        - bapak\u002Fibu mertua\u002Fsaudara kandung\u002Fmenantu\n\n        - kakek\u002Fnenek\u002Forang serumah \n      \n      3 hari kerja\n\n        2 hari kerja\n\n        1 hari kerja\n      \n    \n    \n      *Melaksanakan perkawinan sendiri \n\n        - Jabotabek\n\n        - Luar Jabotabek dalam P.Jawa\n\n        - Luar P.Jawa\n      \n      3 hari kerja\n\n        3 hari kerja\n\n        4 hari kerja\n      \n    \n    \n      Mengawinkan anak kandung\u002Fanak angkat sah\n      2 hari kerja\n    \n    \n      Menghitankan anak kandung\u002Fanak angkat sah\n      2 hari kerja\n    \n    \n      Istri pekerja melahirkan\u002Fgugur kandungan\n      2 hari kerja\n    \n    \n      Mengikuti tugas pemerintah atau dipanggil sebagai saksi di\n      pengadilan\n      selama waktu yang diperlukan\n    \n    \n      Membabtiskan anak kandung\u002Fanak angkat sah\n      1 hari kerja\n    \n    \n      Keluarga sakit Keras\n      1 hari kerja",{"bindId":165,"name":162,"text":163},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":167,"name":162,"text":163},"childcare",{"bindId":169,"name":162,"text":163},"childcareleave",{"bindId":171,"name":162,"text":163},"deathrelatives",{"bindId":173,"name":162,"text":163},"deathrelativesleave",{"bindId":175,"name":162,"text":163},"marriage",{"bindId":177,"name":162,"text":163},"marriageleave",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"violence","Pemutusan hubungan kerja dapat dijatuhka","Pemutusan hubungan kerja dapat dijatuhkan apabila seorang pekerja yang\n    mela- kukan pelanggaran sebagai berikut : \n    a. Pada saat perjanjian kerja memberikan keterangan palsu yang tidak\n    dibenar- kan.\n    b. Mabuk, minum minuman keras, memakai obat bius atau menyalahgunakan\n    obat-obat terlarang atau obat perangsang lainnya di tempat kerja.\n    c. Melakukan perbuatan asusila di dalam lingkungan kerja.\n    d. Melakukan tindakan kriminal di dalam lingkungan perusahaan.\n    e. Memfitnah, menganiaya, menghina secara kasar, mengancam pengusaha,\n    atau keluarga pengusaha, rekan kerja didalam atau di luar lingkungan\n    kerja.\n    f. Dengan sengaja atau tidak melawan pimpinan perusahaan atau atasan\n    mana- kala ditegur karena melakukan kesalahan dalam tugas keseharian di\n    lingku- ngan perusahaan.\n    g. Dengan sengaja atau ceroboh membiarkan dalam keadaan bahaya barang\n    milik perusahaan sehingga mengakibatkan kerusakan dan kerugian.\n    h. Dengan sengaja atau kecerobohan membiarkan diri dan rekan kerja dalam\n    keadaan bahaya.\n    i. Membongkar rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik pengusaha\n    atau keluarga kecuali untuk kepentingan negara.\n    j. Melakukan sabotase atau perbuatan sejenis yang mengakibatkan\n    kerusakan atau kerugian bagi perusahaan.\n    k. Meninggalkan pekerjaan (Absen 5 hari berturut-turut atau 8 hari tidak\n    ber turut-turut) tanpa alasan yang jelas atau tidak dapat dipertanggung\n    jawabkan secara resmi.\n    l. Memukul atau berkelahi secara fisik dengan atasan atau rekan kerja.\n    m.Menghasut rekan kerja melakukan pemogokan atau menghambat produktifitas\n    kerja tanpa alasan yang dibenarkan.",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"dayspweek_select","1. Hari Kerja adalah hari Senin sampai d","1. Hari Kerja adalah hari Senin sampai dengan hari Sabtu atau 5 hari dalam\nseminggu.",{"bindId":187,"name":184,"text":185},"dayspweek",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"hourspday_select","2. Jumlah jam kerja 8 jam sehari dan 40 ","2. Jumlah jam kerja 8 jam sehari dan 40 jam semiggu untuk kerja siang, dan 8\njam sehari dan 40 jam seminggu untuk kerja malam dengan pengaturan sebagai\nberikut:",{"bindId":193,"name":190,"text":191},"hourspday",{"bindId":195,"name":190,"text":191},"hourspweek_select",{"bindId":197,"name":190,"text":191},"hourspweek",{"bindId":199,"name":200,"text":201},"PAIDLEAV_trigger","a. Cuti tahunan diberikan 12 hari kerja ","a. Cuti tahunan diberikan 12 hari kerja setelah\npekerja bekerja 12 bulan bertu- rut turut , dengan mengajukan permohonan\nterlebih dahulu minimal 1 (satu) minggu sebelum hari cutinya.",{"bindId":203,"name":200,"text":201},"holidaysdays",{"bindId":205,"name":200,"text":201},"holidaysweeks",{"bindId":207,"name":208,"text":209},"bankholidays1","4. Hari-hari libur resmi disesuaikan den","4. Hari-hari libur resmi disesuaikan dengan ketentuan pemerintah, sedang\nhari libur lainnya ditentukan oleh Pengusaha.\n\n5. Hari-hari libur resmi merupakan hari tidak bekerja bagi seluruh\npekerja.",{"bindId":211,"name":184,"text":185},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":213,"name":184,"text":185},"schedulesrestpw",{"bindId":215,"name":216,"text":217},"direct_participation_trigger","Untuk mengawasi pelaksanaan Kesepakatan ","Untuk mengawasi pelaksanaan Kesepakatan Kerja Bersama ini serta menampung\n    pe ngaduan dan keluh kesah pekerja, maka pengusaha dan Serikat Pekerja\n    membentuk lembaga kerja sama bipartite.\n  Lembaga ini anggotanya terdiri dari 5 orang dari unsur pengusaha dan 5\n    orang dari unsur Serikat Pekerja atau disesuaikan dengan kebutuhan.\n  Lembaga kerja sama bipartit mengadakan pertemuan 1 kali dalam 1\n  bulan.",{"bindId":219,"name":220,"text":221},"strikes_trigger","Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan","Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan mogok adalah tindakan yang tidak\n    sesuai dengan semangat hubungan industrial, oleh karena itu akan\n    dihindarkan dan semaksimal mungkin masalah yang timbul akan diselesaikan\n    dengan cara perundingan . Jika memang harus terjadi pemogokan dengan alas\n    an yang dibenarkan maka , mogok akan dilakukan dengan mengikuti prosedur\n    yang benar .",{"bindId":223,"name":224,"text":225},"LOWWAGE_trigger","Selama masa percobaan, upah bagi pekerja","Selama masa percobaan, upah bagi pekerja adalah gaji pokok dan\ntunjangan-tunjangan yang berhak diterimanya. Tidak kurang dari upah minimum\nyang ditetapkan oleh pemerintah.",{"bindId":227,"name":224,"text":225},"LOWWAGE_government",{"bindId":229,"name":230,"text":231},"wageincreasetype","Pengusaha memberikan kenaikan umum terha","Pengusaha memberikan kenaikan umum terhadap upah pekerja setiap awal\n    tahun yaitu pada bulan Januari, dengan dasar sebagai berikut : \n    a. Indek harga konsumen.\n    b. Prestasi kerja ( penilaian ).\n    c. Masa kerja\n    d. Kemampuan perusahaan.\n  \n  Besarnya kenaikan upah dimusyawarakan dan ditetapkan antara Pengusaha\n    dengan Serikat Pekerja.\n  Kenaikan upah karena peyesuaian upah minimum secara otomatis diberikan\n    kepada pekerja apabila terjadi kebijaksanaan baru dari pemerintah.\n  Kenaikan upah pekerja berupa kenaikan gaji pokok dan kenaikan tunjangan\n    tunja- ngannya.",{"bindId":233,"name":230,"text":231},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":235,"name":230,"text":231},"wageincreasetype2",{"bindId":237,"name":230,"text":238},"wageincreasefirmperformance","Pengusaha memberikan kenaikan umum terhadap upah pekerja setiap awal\n    tahun yaitu pada bulan Januari, dengan dasar sebagai berikut : \n    a. Indek harga konsumen.\n    b. Prestasi kerja ( penilaian ).\n    c. Masa kerja\n    d. Kemampuan perusahaan.",{"bindId":240,"name":241,"text":242},"ONCERISE_trigger","Pengusaha memberikan tunjangan hr. raya ","Pengusaha memberikan tunjangan hr. raya sekurang-kurangnya satu kali upah\n    pokok ditambah tunjangan jabatan sebulan kepada pekerja yang merayakan hari\n    raya agamanya, bagi pekerja yang masa kerjanya satu tahun atau lebih.",{"bindId":244,"name":241,"text":242},"oncerise_detail",{"bindId":246,"name":241,"text":242},"incidentalbonustype",{"bindId":248,"name":241,"text":242},"incidentalbonustype2",{"bindId":250,"name":241,"text":242},"incidentalbonusdays1",{"bindId":252,"name":253,"text":254},"ONCERISE2_trigger","Bonus adalah sebagian keuntungan perusah","Bonus adalah sebagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada\n  pekerja.\n  Pengusaha memberikan bonus kepada pekerja pada setiap akhir tahun, yang\n    besar- nya dimusyawarahkan antara pengusaha dengan Serikat Pekerja.\n  Bonus hanya dibayarkan kepada pekerja tetap yang sudah bekerja lebih dari\n    1 tahun.",{"bindId":256,"name":253,"text":254},"incidentalbonustypesec",{"bindId":258,"name":253,"text":254},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":260,"name":261,"text":262},"NOCTPREM_trigger","Kepada pekerja yang bekerja pada shieft ","Kepada pekerja yang bekerja pada shieft II dan Shieft III diberikan\ntunjangan shieft, besarnya tunjangan shieft sebesar Rp 40,000,- setiap bulan\ndengan ketentuan :\n\n  Apabila pekerja hadir tanpa absen maka tunjangan shieft akan diberikan\n    secara penuh.\n  Apabila pekerja absen maka pemotongan tunjangan shieft akan dilakukan\n    sebesar Rp 3,000,- per hari absen.",{"bindId":264,"name":261,"text":262},"shiftallowancetype",{"bindId":266,"name":261,"text":262},"shiftallowanceamount1",{"bindId":268,"name":261,"text":262},"shiftallowancetype1",{"bindId":270,"name":271,"text":272},"OVERTIME_trigger","1. Pekerja yang diminta bekerja lebih da","1. Pekerja yang diminta bekerja lebih dari ketentuan jam\u002Fhari kerja\ndiperhitungakan dengan upah lembur.\n\n2. Perhitungan upah kerja lembur adalah sebagai berikut :\n\na. Upah lembur pada hari kerja biasa ;\n\n  Jam pertama: 1,5 X Upah\u002F173\n  Jam kedua,dst: 2,0 X Upah\u002F173",{"bindId":274,"name":275,"text":276},"overtimeallowancetype_general","2. Perhitungan upah kerja lembur adalah ","2. Perhitungan upah kerja lembur adalah sebagai berikut :\n\na. Upah lembur pada hari kerja biasa ;\n\n  Jam pertama: 1,5 X Upah\u002F173\n  Jam kedua,dst: 2,0 X Upah\u002F173",{"bindId":278,"name":275,"text":276},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":280,"name":275,"text":276},"overtimeallowancetype",{"bindId":282,"name":275,"text":276},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":284,"name":275,"text":276},"overtimeallowancetype1",{"bindId":286,"name":287,"text":288},"SUNDAY_trigger","b. Upah lembur pada hari libur : Tujuh j","b. Upah lembur pada hari libur :\n\n  Tujuh jam pertama : 2,0 X upah\u002F173\n  Jam kedelapan: 3,0 X Upah\u002F173\n  Jam kesembilan: 4,0 X Upah\u002F173",{"bindId":290,"name":287,"text":288},"sundayallowancetype",{"bindId":292,"name":287,"text":288},"sundayallowanceperc1",{"bindId":294,"name":287,"text":288},"sundayallowancetype1",{"bindId":296,"name":297,"text":298},"COMMUTE_trigger","Pengusaha menyediakan transportasi antar","Pengusaha menyediakan transportasi antar jemput pekerja dari jalan utama\n    sampai lokasi perusahaan.\n  Pengusaha tidak berhak lagi memberikan uang transportasi kepada karyawan\n    apabila pihak perusahaan sudah menyediakan bis jemputan.",{"bindId":300,"name":301,"text":302},"mealvouchers","Dalam rangka memenuhi standard gizi dan ","Dalam rangka memenuhi standard gizi dan memenuhi kalori bagi pekerja maka\n    Pengusaha menyediakan : \n    a. Sarapan bagi pekerja long shieft – 2\n    (malam).\n    b. Makan siang.\n    c. Makan malam bagi pekerja yang bekerja shieft\n    2 dan shieft 3 serta yang bekerja lembur.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>Perjanjian Kerja Bersama PT. Pelita Bangsa dengan Pihak Serikat Pekerja PT. Pelita Bangsa Tahun 2021-2023 - 2021\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-03-23\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2023-03-23\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Ministry\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pendidikan, Penelitian\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Sekolah Menengah Umum\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Insufficient data\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;1 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;40000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;200&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[308],{"title":38,"slug":34},[310],{"type":311,"data":312},"call_to_action_body_block",{"title":313,"description":314,"variant":315,"link":316},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":313,"url":317,"description":313,"rel":318,"type":319},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[321],{"type":311,"data":322},{"title":313,"description":314,"variant":315,"link":323},{"title":313,"url":317,"description":313,"rel":318,"type":319},[]]