[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-pancaprima-ekabrothers-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-pancaprima-ekabrothers-periode-2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":279,"content_type_view":280,"extra_breadcrumbs":281,"body":283,"body_blocks":294,"related_pages":298},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":277,"translations":278},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-pt-pancaprima-ekabrothers-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-pancaprima-ekabrothers-periode-2019-2021","90c426b6-9c4f-11ef-a0c9-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-pancaprima-ekabrothers-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-pancaprima-ekabrothers-periode-2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-pancaprima-ekabrothers-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-pancaprima-ekabrothers-periode-2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama PT. Pancaprima Ekabrothers dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Pancaprima Ekabrothers Periode 2019 - 2021","IDN PT. Pancaprima Ekabrothers - Tangerang - 2019","Indonesia - IDN PT. Pancaprima Ekabrothers - Tangerang - 2019","IDN PT. Pancaprima Ekabrothers - Tangerang - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT.Pancaprima brothers 2019-2021.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New2\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA PT.PANCAPRIMA EKABROTHERS DENGAN SERIKAT PEKERJA\nNASIONAL PT.PANCAPRIMA EKABROTHERS PERIODE TAHUN 2019-TAHUN 2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Menyadari bahwa hubungan industrial adalah merupakan sikap perlu yang\nmencerminkan persatuan dan kesatuan, ikut serta membina dan mengembangkan\nkemampuan dan keterampilan tenaga kerja dalam rangka peningkatan produksi dan\nproduktivitas kerja yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan\nkaryawan, serta perlunya perencanaan ketenagakerjaan di lingkungan perusahaan\ndalam rangka partisipasi masyarakat industri sesuai kebutuhan perusahaan dan\npembangunan nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan adanya Hubungan Industrial, dapat menciptakan hubungan kerja yang\nserasi, aman, mantap, tenteram dan dinamis, ketenangan kerja dan perbaikan\nkesejahteraan karyawan, kelangsungan usaha, kepastian hak dan kewajiban masing\n– masing peserta produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan menyadari sikap diatas, baik pengusaha dan pekerja untuk saling bantu\nmembantu melaksanakan tugas dan fungsi kewajibannya di dalam merintis jalan\nkearah tercapainya:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Ketenangan kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meningkatkan produktivitas dan efisiensi di segala bidang\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penetapan pendapatan dan kesejahteraan pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Musyawarah sebagai forum komunikasi untuk mencapai kesepakatan serta\n    menyelesaikan permasalahan dalam perbedaan pendapat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Dengan adanya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Pengusaha dan Serikat\nPekerja dilandasi oleh:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>UUD Tahun 1945 pasal 28 tentang Kemerdekaan Berserikat dan Berkumpul yang\n    dijamin oleh Undang – undang dalam mengeluarkan pikiran dengan lisan dan\n    tertulis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No. 18 Tahun 1956 tentang persetujuan konvensi Organisasi Perburuhan\n    Internasional (ILO No. 98 Tahun 1949), mengenai berlakunya dasar dari pada\n    hak untuk berorganisasi dan untuk berlindung bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan Ridho Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita senantiasa diberkati dengan\n    tuntunan-Nya untuk dapat melaksanakan tugas dengan sebaik – baiknya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : PENDAHULUAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: PIHAK – PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>PT. PANCAPRIMA EKABROTHERS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Berkedudukan di jalan Siliwangi No. 178 A Jatiuwung, Kota madya Tangerang.\nBerdasarkan Surat izin usaha perdagangan No. 297\u002F0\u002F09-02\u002FPB\u002FIII\u002F99, adalah\npengusaha, dalam hal ini diwakili:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Nurdin SetiawanGeneral Manager HRM\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Adrianus Sugiyono, S.H.Asst Manager Personalia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ardy Edward Purba, S.H., M.H.IR &amp; Personalia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>HarjantoManager Estate\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Agus HendarmanManager Personalia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>YuliyantoManager IE\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Abdul RokhimAsst. Manager Personalia\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Yang selanjutnya disebut : PIHAK PENGUSAHA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DENGAN, SERIKAT PEKERJA NASIONAL\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja di lingkungan PT Pancaprima Ekabrothers Jl. Siliwangi No.\n178 A Jatiuwung Kotamadya Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang terdaftar\u002Ftercatat pada kantor Disnaker kota Tangerang dengan nomor\n560\u002F166.A-DKK\u002FOP\u002FKota-TNG\u002Fvi\u002F2002 tertanggal 26 Juni 2002 dan terdaftar pada\nDewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional kota Tangerang Nomor pencatatan\n560\u002F05-DKK\u002FPC\u002FKOTA-TNG berkedudukan di jalan Siliwangi No. 178 A Kota Madya\nTangerang, adalah Serikat Pekerja yang dalam hal ini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hambali, S.H., M.H. - Ketua PSP SPN PT Pancaprima Ekabrothers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tua Rumapea, S.H. - Wk. Ketua PSP SPN PT Pancaprima Ekabrothers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dedy Supriyanto - Wk. Ketua PSP SPN PT Pancaprima Ekabrothers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tiasri Wiandani, S.E., S.H. - Wk. Ketu PSP SPN PT Pancaprima\nEkabrothers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Zainudin - Wk. Ketua PSP SPN PT Pancaprima Ekabrothers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Aristiawan - Wk. Ketua PSP SPN PT Pancaprima Ekabrothers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Indah Nurbaitty - Wk. Sekretaris PSP SPN PT Pancaprima Ekabrothers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Aprilianti - Wk. Sekretaris PSP SPN PT Pancaprima Ekabrothers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Sri Sulasni - Perwakilan Anggota SPN PT. Pancaprima Ekabrothers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Wahyu Susanto - Perwakilan Anggota SPN PT. Pancaprima Ekabrothers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Belima Tamba - Perwakilan Anggota SPN PT. Pancaprima Ekabrothers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Yang selanjutnya disebut: PIHAK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa pihak Pengusaha dan pihak Serikat Pekerja, secara bersama – sama\ntelah sepakat untuk membuat dan menyusun Perjanjian Kerja Bersama (PKB).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BABI II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 : ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. PERUSAHAAN :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Perseroan Terbatas Pancaprima Ekabrothers beralamat di Jl Siliwangi\nNo. 178 A Jatiuwung Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PENGUSAHA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Direksi PT Pancaprima Ekabrothers atau pejabat yang diberikan kuasa\nolehnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. PEKERJA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang mengadakan hubungan kerja dengan pengusaha dan\nmenerima upah\u002Fgaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. PEKERJA TETAP :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang bekerja dan terdaftar di Perusahaan yang telah\nmenyelesaikan masa percobaan selama 3 (tiga) bulan dan diangkat menjadi pekerja\ntetap oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. PEKERJA STAFF :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang perhitungan upahnya berdasarkan standar gaji yang di\ntetapkan oleh perusahaan untuk golongan staff\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. PEKERJA NON STAFF :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang perhitungan upahnya berdasarkan standar gaji yang\nditetapkan oleh Perusahaan untuk golongan Non Staff.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. SERIKAT PEKERJA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Pekerja dilingkungan\nPerusahaan yang terdaftar pada Dewan Pimpinan Cabang SPN kota Tangerang dan\nDinas Tenaga Kerja Kota Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. PENGURUS SERIKAT : PEKERJA (PSP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja PT Pancaprima Ekabrothers yang dipilih\u002Fditunjuk oleh Serikat\nPekerja (SPN) untuk memimpin Serikat Pekerja sesuai dengan AD\u002FART Organisasi\nyang disahkan oleh KONGRES SPN dan didaftarkan pada Disnaker Kota Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. ANGGOTA SPN :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja PT Pancaprima Ekabrothers yang terdaftar menjadi anggota SPN\ndi Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. PERJANJIAN KERJA : BERSAMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu Perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara serikat\npekerja dengan pengusaha mengacu kepada Undang – Undang dan peraturan\nKetenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. HUBUNGAN KERJA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu hubungan antara pengusaha dengan pekerja berdasarkan perjanjian\nkerja yang mempunyai unsur pekerjaan, upah dan perintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. HARI KERJA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jangka waktu yang berlangsung dari pagi sampai dengan pagi\nberikutnya, dimana jumlah hari kerja dalam satu minggu adalah enam\u002Flima hari\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. JAM KERJA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jam kerja wajib dilaksanakan selama 7 jam \u002F 8 jam sehari atau 40 jam\nseminggu atau 173 jam dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. JAM KERJA SIANG : HARI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu kerja pukul 06.00 sampai dengan pukul 18.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. JAM KERJA MALAM : HARI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu kerja pukul 18.00 sampai dengan pukul 06.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. WAKTU KERJA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu yang telah ditentukan dimana pekerja wajib berada ditempat\nkerja, dengan melaksanakan pekerjaan pada hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. HARI LIBUR :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari libur resmi, hari istirahat mingguan dimana pekerja yang telah\nmelakukan pekerjaan selama lima\u002Fenam hari kerja berturut – turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. WAKTU ISTIRAHAT :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah istirahat antara jam kerja, sekurang – kurangnya setengah jam\nsetelah bekerja selama empat jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut\ntidak termasuk jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. KERJA SHIFT :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu kerja bagi pekerja menurut jadwal tetap, bekerja secara\nbergiliran dan teratur setiap hari kerja dengan waktu yang sama yaitu\ntujuh\u002Fdelapan jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. KERJA LEMBUR :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerjaan yang dilakukan diluar jam kerja wajib yang telah ditetapkan\nbagi pekerja dan disepakati bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. HUBUNGAN WAKTU : KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah saat pekerja berangkat dari tempat tinggalnya ke Perusahaan sampai\nsaat tiba kembali ke tempatnya setelah selesai bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. KELUARGA PEKERJA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keluarga pekerja adalah orang tua, seorang suami, seorang istri dan anak\nyang sah dan di daftarkan di perusahaan (max 3 orang anak).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. ANAK PEKERJA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap anak pekerja yang sah dan diakui menurut hukum serta\ndidaftarkan di Perusahaan dengan ketentuan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Berumur dibawah 18 tahun dan belum menikah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Khusus yang masih bersekolah ditetapkan dibawah\n21 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pengecualian diberikan untuk anak pekerja\ndibawah pengampuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. AHLI WARIS :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga atau yang ditunjuk oleh pekerja untuk menerima setiap haknya\ndalam hal pekerja yang meninggal dunia, dalam hal tidak ada petunjuk atas ahli\nwaris, maka penyelesaian haknya diatur menurut hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. UPAH KOTOR :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari Perusahaan kepada pekerja untuk\nsewaktu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan yang dinilai dalam bentuk uang\ntermasuk tunjangan, baik untuk pekerja sendiri maupun untuk keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. UPAH POKOK :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yang dibayarkan kepada pekerja berupa uang, untuk\npekerjaan\u002Fjabatannya tidak termasuk tunjangan – tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. UPAH TETAP :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jumlah nilai pendapatan pekerja yang tidak dipengaruhi oleh kehadiran\nkerja\u002Fkecuali atas ketidakhadiran yang di golongkan sebagai mangkir\u002Fizin yang\ntidak dibayarkan upah, sehingga perusahaan berhak untuk memotong upah pekerja\ntersebut sesuai hari tidak masuk kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28. UPAH BERSIH :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yang diterima oleh pekerja termasuk tunjangan – tunjangan\nsetelah dikurangi potongan resmi seperti Pajak, BPJS Ketenagakerjaan, Iuran\nSerikat dan Iuran Pokok\u002FWajib Koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29. TUNJANGAN TETAP :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah imbalan yang diterima oleh pekerja secara tetap jumlahnya dan teratur\npembayarannya yang tidak dikaitkan dengan kehadiran ataupun pencapaian prestasi\nkerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30. TUNJANGAN TIDAK : TETAP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Suatu imbalan yang diterima pekerja secara tidak tetap, yang dikaitkan\ndengan kehadiran\u002Fpencapaian prestasi kerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31. PENGHASILAN :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah segala sesuatu pendapatan yang diterima oleh pekerja (Upah, THR,\nBonus, dll).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32. IZIN :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah izin tidak masuk kerja atau meninggalkan pekerjaan dengan\nmemberitahukan terlebih dahulu dan disetujui oleh atasannya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Izin dibayar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah izin tidak masuk kerja atau meninggalkan\npekerjaannya atas persetujuan pimpinan yang ditunjuk pengusaha maka perhitungan\npembayaran upahnya dihitung secara proporsional\u002Fpro rata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Izin tidak dibayar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah jika tidak masuk kerja atau meninggalkan\npekerjaan dengan tidak mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33. MANGKIR :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan terlebih dahulu atau tanpa\nbukti yang dapat diterima oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34. SAKIT :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tidak masuk kerja karena sakit yang dikuatkan oleh surat keterangan\ndokter dan disertai copy resep \u002F keterangan medis dari dokter atau dari profesi\nsederajat yang telah mendapat izin dari DINAS KESEHATAN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 : RUANG LINGKUP KESEPAKATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama yang telah disetujui antara Pengusaha dengan\n    Serikat Pekerja ini pada umumnya mengatur hal – hal yang tertera dalam\n    perjanjian ketenagakerjaan, di samping itu pengusaha dan serikat pekerja\n    menyadari bahwa apabila di dalam perkembangan tidak sesuai dengan situasi\n    kondisi maka kedua belah pihak bersepakat untuk selalu mengadakan\n    penyesuaian\u002Fpenyempurnaan secara musyawarah dan mufakat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cli>Bahwa isi Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh pekerja dari\n    semua tingkatan yang bekerja di Perusahaan dan tidak berlaku bagi\n  Pengusaha.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 : MAKSUD DAN TUJUAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk mengatur hubungan kerja dan syarat – syarat kerja sesuai dengan\n    undang – undangan dan peraturan Ketenagakerjaan yang berlaku tentang\n    Perjanjian Kerja Bersama sebagai sarana pelaksanaan Hubungan\n  Industrial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memperjelas hak dan kewajiban bagi pekerja dan pengusaha serta pedoman\n    bagi semua pihak dalam melaksanakan hubungan kerja dengan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk menciptakan ketenangan bekerja bagi para pekerja dan berusaha bagi\n    pengusaha yang pada akhirnya ingin mencapai kesejahteraan bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengurangi terjadinya konflik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meningkatkan produktivitas.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 : PENGAKUAN HAK – HAK PENGUSAHA DAN HAK – HAK SERIKAT\nPEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>1. HAK PENGUSAHA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat pekerja mengakui bahwa pengusaha mempunyai hak penuh untuk mengatur\njalannya operasional perusahaan, melakukan pengawasan dan pengamanan jalannya\nperusahaan, menerima dan menempatkan, mutasi, promosi dan demosi tenaga kerja,\nmenentukan besarnya upah pekerja, mengadakan pembinaan dan memberi sanksi\nterhadap pekerja yang melakukan pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>2. HAK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak pengusaha tidak mencampuri masalah organisasi pekerja (SPN) selama\nkegiatan yang dilakukan tidak mengganggu jalannya operasional perusahaan dan\nkegiatan yang tidak melanggar hukum dan mempunyai hak mengadakan perundingan\ndengan pengusaha dalam pembuatan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 : PENGAKUAN TERHADAP PENGURUS\u003Cstrong>SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui Serikat Pekerja yang sah sebagai organisasi untuk\n    mewakili anggota – anggotanya yang mempunyai hubungan kerja dengan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak menghalang – halangi kegiatan dan perkembangan Serikat\n    Pekerja selama tidak melanggar ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk menangani masalah ketenagakerjaan antara pemerintah, serikat\n    pekerja dan pengusaha maka pekerja yang ditunjuk untuk mewakili serikat\n    pekerja diberikan dispensasi untuk menghadiri rapat atau pertemuan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menjamin tidak melakukan tekanan langsung maupun tidak langsung\n    atau tindakan pembalasan terhadap pengurus serikat pekerja yang menjadi\n    DPC\u002FDPD\u002FDPN SPN karena kegiatan yang berhubungan dengan fungsinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sesuai dengan pengakuan atas hak – hak serikat pekerja maka atas seizin\n    pengusaha setiap fungsionaris pekerja dapat langsung masuk kedalam\n    lingkungan perusahaan dan pengusaha memberikan bantuan yang diperlukan\n    untuk kelancaran tugasnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atas permintaan Pengurus Serikat Pekerja (SPN) pengusaha dapat memberikan\n    tenaga administrasi \u002F sekretaris yang memenuhi persyaratan organisasi untuk\n    kelancaran tugas organisasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penjadwalan piket harian pengurus SPN dilaksanakan sepengetahuan\n    manajemen.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jumlah pengurus SPN PT Pancaprima Ekabrothers yang dibebastugaskan sesuai\n    FOA adalah 5 orang.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 7 : HUBUNGAN SERIKAT PEKERJA DENGAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam segala masalah, persoalan atau hal – hal yang mengangkut\n    perusahaan dengan Serikat Pekerja akan senantiasa diusahakan untuk mencapai\n    keserasian, keselarasan dan keseimbangan dengan jalan berunding atau\n    bermusyawarah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila timbul perbedaan pendapat yang tidak dapat diselesaikan, maka hal\n    yang menjadi perselisihan tersebut dapat diteruskan ke tingkat tripartit\n    oleh Pengusaha maupun Serikat Pekerja sesuai dengan Undang – Undang dan\n    Peraturan Ketenagakerjaan yang berlaku tentang tata cara penyelesaian\n    perselisihan perburuhan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 : DISPENSASI DAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cli>Pengusaha memberikan dispensasi kepada Pengurus Serikat Pekerja (yang\n    dapat diwakilkan kepada anggota yang ditunjuk), dalam hal dipanggil oleh\n    Instansi Pemerintah, Pimpinan Pusat\u002FCabang SPN dan kegiatan intern yang\n    berhubungan dengan organisasi mendapatkan upah penuh pada hari – hari\n    kerja resmi dengan pemberitahuan secara tertulis 2 (dua) sebelumnya kecuali\n    dalam kondisi mendesak.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib memberikan kesempatan kepada Pengurus Serikat untuk\n    mengikuti kongres dan konferensi Serikat Pekerja dengan permohonan izin 1\n    (satu) hati sebelumnya secara tertulis kepada perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan papan pengumuman untuk menempelkan pengumuman\n    mengenai kegiatan – kegiatan organisasi Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Semua pemasangan pengumuman, buletin dan lain – lain di lokasi\n    perusahaan dengan sepengetahuan dan disepakati pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan ruang kantor dan perlengkapan serta menyediakan\n    ruang rapat beserta alat – alat yang diperlukan untuk kegiatan Serikat\n    Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja dapat mengadakan rapat\u002Fpertemuan di ruang kantor\n    perusahaan dalam waktu kerja dengan sepengetahuan dan seizin Manajer\n    Personalia atau pejabat yang ditunjuk.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak keberatan untuk memungut iuran serikat pekerja dari\n    anggota serikat pekerja atas rekomendasi dari serikat pekerja dengan\n    persetujuan pekerja dan apabila dikemudian hari terjadi kesalahpahaman hal\n    tersebut bukan menjadi tanggung jawab pengusaha. Persetujuan pekerja wajib\n    dibuktikan dengan surat kuasa pemotongan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memperbolehkan Pengurus Serikat Pekerja – SPN untuk menjabat\n    di kepengurusan DPC\u002FDPD\u002FDPP-SPN dengan ketentuan sbb:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perusahaan hanya memberi kesempatan kepada\n    pengurus PSP – SPN yang duduk dalam kepengurusan DPC\u002FDPD\u002FDPP-SPN.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Adanya surat keputusan pengangkatan\n    DPC\u002FDPD\u002FDPP-SPN dan sepengetahuan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Perusahaan memberikan izin selama 1 (satu)\n    hari kerja dalam satu minggu dengan mendapat upah untuk berada di kantor\n    DPC\u002FDPD\u002FDPP-SPN dan apabila ada hal – hal yang luar biasa yang diperlukan\n    kehadirannya oleh kantor DPC\u002FDPD\u002FDPP-SPN, maka harus mengajukan izin\n    terlebih dahulu ke perusahaan. Setiap izin meninggalkan pekerjaan tersebut\n    wajib mengikuti prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Apabila ada permasalahan ketenagakerjaan di\n    perusahaan yang bersamaan waktunya dengan jadwal kegiatan di\n    DPC\u002FDPD\u002FDPP-SPN, maka kepentingan perusahaan yang lebih diutamakan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 : PERTEMUAN – PERTEMUAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk mengatasi berbagai masalah mengenai ketenagakerjaan yang telah\n    disepakati antara Pengusaha dan Pengurus Serikat Pekerja (SPN), untuk\n    mengadakan pertemuan sekurang – kurangnya 2 (dua) bulan sekali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang berhak mewakili perusahaan dalam pertemuan adalah pejabat yang\n    diberi mandat atau yang ditunjuk oleh pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang berhak mewakili Serikat Pekerja untuk mengadakan pertemuan berkala\n    adalah Pengurus Serikat Pekerja (SPN)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perwakilan anggota akan dilibatkan dalam pertemuan khusus apabila\n    dipandang perlu sekurang – kurangnya 3 (tiga) bulan sekali\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pertemuan – pertemuan yang melibatkan pengurus dan anggota serikat\n    pekerja wajib terlebih dahulu dimintakan izin dari Manager Personalia dan\n    atasannya masing – masing minimal 2 (dua) hari sebelum pertemuan\n    dilakukan dan dalam upaya mempertahankan\u002Fmeningkatkan produktivitas, maka\n    pertemuan tersebut akan dilakukan dengan seefektif dan seefisien\n  mungkin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat pekerja akan memberitahukan kepada manager personalia bila ada\n    departemen yang tidak memberikan izin kepada perwakilan anggota untuk\n    menghadiri pertemuan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 10 : SYARAT PENERIMAAN PEKERJA BARU DAN MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penerimaan pekerja baru dapat dipublikasikan secara internal maupun\n    eksternal\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penerimaan pekerja baru disesuaikan dengan kebutuhan dan untuk dapat\n    diterima menjadi pekerja harus berusia minimal 18 tahun, lulus seleksi\n    berdasarkan kemampuan dan persyaratan administrasi lain yang diperlukan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cli>Setiap pekerja baru diharuskan menjalani pelatihan (training, orientasi)\n    dan masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Selama masa percobaan hubungan kerja dapat diputuskan tanpa syarat baik\n    oleh pekerja maupun oleh perusahaan dengan pemberitahuan dua puluh empat\n    jam sebelumnya untuk pekerja golongan non staf dan satu minggu sebelumnya\n    untuk pekerja golongan staff.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang telah menyelesaikan masa percobaan dengan baik akan\n    diangkat menjadi pekerja tetap, dengan surat pengangkatan\u002Fsurat keputusan\n    (SK).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 : MUTASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Guna pendayagunaan tenaga kerja serta terciptanya tujuan operasional\n    perusahaan secara efisien, efektif dan menyeluruh, pengusaha dapat mengatur\n    dan menunjuk setiap pekerja untuk dipindahkan dari satu bagian ke bagian\n    lain dan dalam satu lingkup perusahaan sesuai dengan kebutuhan yang sifat\n    pekerjaannya bukan merupakan hukuman.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi dilaksanakan sesuai dengan keahlian tenaga kerja dan\n    mempertimbangkan situasi dan kondisi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebelum mutasi dilaksanakan, pengusaha berkewajiban untuk memberitahukan\n    hal tersebut kepada pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap mutasi diikutsertakan dengan surat keputusan dari perusahaan dan\n    diinformasikan kepada serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 12 : PROMOSI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Promosi adalah pemindahan tugas kerja yang statusnya lebih tinggi dari\n    status semula (promosi) diusulkan oleh atasannya, kepada pejabat yang\n    berwenang untuk memutuskan, melalui personalia sesuai dengan prosedur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang akan dipromosikan diwajibkan menjalani masa magang di\n    jabatan yang baru dengan ketentuan sebagai berikut:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tingkat pengawas dan yang setara selama 3\n    (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tingkat kepala bagian dan jabatan lebih\n    tinggi selama 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Selama masa magang belum ada perubahan\n    fasilitas dan lainnya\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang sudah dipromosikan dan lulus dibuatkan surat keputusan\n    pengangkatan yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang di HRM dan\n    tembuskan ke atasannya serta departemen yang terkait dan serikat\n  pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang dipromosikan berhak mendapatkan Gaji, Fasilitas dan\n    Tunjangan sesuai dengan jabatan yang baru .\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 : DEMOSI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha berhak dan berwenang untuk menurunkan jabatan \u002F pangkat seorang\n    pekerja lebih rendah dari jabatan semula (demosi)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demosi dapat dilakukan karena penurunan prestasi, dedikasi, loyalitas dan\n    kinerja dengan didasari argumentasi dan alasan yang jelas serta dapat\n    dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demosi dilakukan harus sepengetahuan pekerja dan diajukan oleh atasannya\n    dengan persetujuan pejabat yang berwenang di bagian terkait dan HRM.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demosi dibuatkan surat keputusan yang ditandatangani oleh pejabat\n    berwenang di HRM dan ditembuskan ke atasannya serta departemen yang terkait\n    dan serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demosi yang terjadi akibat Restrukturisasi Organisasi tidak berpengaruh\n    terhadap upah yang selama ini diterima\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa demosi dapat berakhir, jika yang bersangkutan dapat memperbaiki\n    prestasi, dedikasi dan loyalitas dengan bukti dan alasan yang jelas,\n    diajukan oleh atasannya dengan persetujuan pejabat yang berwenang di bagian\n    terkait dan HRM, maka yang bersangkutan kembali pada posisi semula atau\n    yang sederajat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 14 : PERJALANAN DINAS LUAR PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sesuai dengan kebutuhan bila dianggap perlu Perusahaan berwenang untuk\n    mengeluarkan perintah perjalanan dinas luar kepada pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk melaksanakan perjalanan dinas luar tersebut (tidak termasuk tugas\n    untuk pendidikan) dengan mempertimbangkan tingkat jabatan, sifat dan lokasi\n    kerja, pekerja mendapatkan uang perjalanan dinas yang akan diatur secara\n    lebih rinci dalam Surat Keputusan Perusahaan tersendiri atas persetujuan\n    pengusaha dan serikat pekerja. Secara garis besar mengatur hal – hal\n    sebagai berikut:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Fasilitas Transportasi\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Perusahaan wajib memberikan fasilitas\n    transportasi (pulang – pergi) kepada pekerja yang melakukan perjalanan\n    dinas luar.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2 Fasilitas Penginapan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jika terdapat mess\u002Fwisma perusahaan\u002Ftempat kost\n    yang memiliki fasilitas memadai, maka prioritas wajib memanfaatkan\n    fasilitas ini, jika tidak ada mess\u002Fwisma\u002Ftempat kost maka menggunakan hotel\n    atau penginapan sesuai dengan pengaturan pada surat keputusan tentang\n    perjalanan dinas.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3 Fasilitas Makan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Perusahaan menyediakan fasilitas makan 3x\n    sehari atau penggantian uang makan yang rinciannya diatur terpisah pada\n    surat keputusan dinas luar.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 : PERUBAHAN ADMINISTRASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja harus melaporkan kepada perusahaan apabila terjadi hal –\nhal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perubahan nama dan alamat dengan disertai keterangan pihak yang\n  berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kelahiran, perkawinan, perceraian dan kematian disertai bukti yang sah\n    dari instansi yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perubahan – perubahan lain yang perlu diketahui untuk administrasi\n    Personalia.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 16 : BATAS UMUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Batas usia kerja maksimal bagi pekerja adalah 55 (lima puluh lima)\n  tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah mencapai masa kerja diatas 25 tahun dapat mengajukan\n    pensiun dini sesuai dengan kesepakatan bersama dan atas izin pimpinan\n    perusahaan yang diatur dalam surat keputusan direksi sesuai dengan\n    wewenangnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tetapi bila perusahaan masih membutuhkan tenaga pekerja yang telah\n    mencapai batas umur tersebut, maka dengan persetujuan pimpinan perusahaan\n    pekerja tersebut dapat dipekerjakan kembali berdasarkan kesepakatan kedua\n    belah pihak, setelah pekerja yang bersangkutan menerima hak – haknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyimpangan dari ketentuan di atas dapat dilakukan dengan kesepakatan\n    kedua belah pihak\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB IV : KEWAJIBAN PENGUSAHA DAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 17 : KEWAJIBAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan para pekerja wajib menaati ketentuan – ketentuan seperti\ndiatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 : DISIPLIN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja bersepakat menegakkan disiplin kerja yang\ndiatur di dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19 : KERJA SHIFT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Serikat pekerja wajib mengakui hak pengusaha untuk mengatur kerja secara\nbergilir (shift) yang sesuai dengan ketentuan serta perundang – undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20 : TATA TERTIB DAN LARANGAN BAGI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melakukan ketentuan, seperti yang diatur di dalam PKB\n  ini\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib menaati tata tertib dan disiplin kerja, sebagai\n  berikut:\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>a. Setiap pekerja wajib berada\u002Fhadir di tempat kerja masing – masing\n    tepat pada waktunya. Demikian pula pada waktu pulang atau meninggalkan\n    pekerjaan\n    \u003Cp>b. Setiap pekerja wajib melakukan absen dengan kartu pengenal dii mesin\n    absensi dan mengisi daftar absensi, baik pada waktu masuk kerja maupun pada\n    saat pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Setiap pekerja wajib melaksanakan tugas dan bertanggung jawab yang\n    diberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Setiap pekerja wajib menghormati dan mematuhi seluruh petunjuk –\n    petunjuk dan instruksi – instruksi yang diberikan oleh atasannya atau\n    pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e. Setiap pekerja wajib menjaga dan memelihara dengan baik semua barang\n    – barang milik perusahaan atau barang – barang lainnya yang berada di\n    dalam lingkungan perusahaan. Dan memberitahukan apabila mengetahui hal –\n    hal yang dapat menimbulkan kerugian pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>f. Setiap pekerja wajib memeriksa dan membersihkan semua alat – alat\n    kerja, mesing – mesin yang menjadi tanggung jawabnya sebelum mulai\n    bekerja dan pada waktu meninggalkan pekerjaan agar senantiasa dapat\n    berfungsi dengan baik.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>g. Setiap pekerja wajib senantiasa menjaga nama baik pribadi maupun\n    perusahaan dan memegang teguh rahasia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>h. Setiap pekerja wajib memakai perlengkapan kerja seperti seragam\n    kerja, kerudung dan kartu pengenal dengan baik dan benar serta memakai\n    peralatan keselamatan kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>i. Apabila dipandang perlu setiap pekerja wajib bersedia untuk diadakan\n    pemeriksaan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>j. Setiap pekerja bersedia bekerja di luar jam kerja yang telah\n    ditentukan (lembur) baik pada hari kerja biasa maupun pada hari libur,\n    apabila perusahaan menganggap sangat dibutuhkan dengan mengabaikan faktor\n    istirahat pekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>k. Setiap pekerja bersedia bekerja secara bergiliran (shift)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>l. Perusahaan akan memberikan sanksi administrasi kepada pekerja yang\n    menyebabkan kerusakan\u002Fhilangnya perlengkapan kerja, barang – barang\n    inventaris milik perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya baik yang\n    disengaja atau karena kelalaian.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>m. Setiap pekerja dilarang menggunakan alat – alat\u002Fsarana kerja diluar\n    jam kerja tanpa seizin atasan atau pejabat yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 : MOGOK KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-strikes_trigger\">\u003Cli>Mogok kerja adalah sebagai hak dasar pekerja\u002Fburuh dan Serikat\n    Pekerja\u002FSerikat Buruh secara sah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya\n    perundingan, dalam hal ini diatur dalam Undang – Undang Ketenagakerjaan\n    dan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tata cara tentang mogok kerja diatur sebagai berikut:\n    \u003Cp>a. Sekurang – kurangnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sebelum mogok\n    kerja dilaksanakan pekerja\u002Fburuh dan serikat pekerja wajib memberitahukan\n    secara tertulis kepada pengusaha dan instansi yang bertanggung jawab di\n    bidang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ini sekurang –\n    kurangnya memuat:\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Waktu (hari, tanggal, jam) dimulai dan\n    berakhir mogok kerja\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tempat mogok kerja\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Alasan dan sebab – sebab harus melakukan\n    mogok kerja\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tanda tangan ketua dan sekretaris serikat\n    pekerja selaku penanggung jawab mogok kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003Cli>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 : PENUTUPAN PERUSAHAAN\u002FLOCK OUT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penutupan perusahaan\u002Flock out merupakan hak dasar pengusaha untuk menolak\npekerja\u002Fburuh sebagian atau seluruhnya untuk menjalankan pekerjaan sebagai\nakibat gagalnya perundingan, dalam hal ini diatur dalam Undang – Undang\nKetenagakerjaan dan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tata cara tentang penutupan perusahaan diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pengusaha tidak dibenarkan melakukan penutupan\nperusahaan (lock out) sebagai tindakan balasan sehubungan adanya tuntutan\nnormatif dari pekerja\u002Fserikat pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pengusaha wajib memberikan secara tertulis\nkepada pekerja\u002Fserikat pekerja, serta instansi yang bertanggung jawab dibidang\nketenagakerjaan setempat, sekurang – kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum\npenutupan perusahaan (lock out) dilaksanakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pemberitahuan sebagaimana yang dimaksud ayat 2\nhuruf b, sekurang – kurangnya memuat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Waktu (hari, tanggal dan jam) dimulai dan\ndiakhiri penutupan perusahaan\u002Flock out.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">ii. Pemberitahuan tersebut ditandatangani oleh\nperusahaan atau pimpinan perusahaan yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">iii. Sebelum dan selama penutupan perusahaan\u002Flock\nout berlangsung, instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan,\nyang berwenang langsung menyelesaikan masalah yang menyebabkan timbulnya\npenutupan perusahaan dengan mempertemukan dan merundingkan dengan pihak yang\nberselisih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">iv. Dalam hal perundingan menghasilkan kesepakatan\nmaka harus dibuat perjanjian bersama yang ditandatangani oleh para pihak dan\npegawai dari instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan sebagai\nsaksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">v. Dalam hal perundingan tidak menghasilkan\nkesepakatan, maka pegawai dari instansi yang bertanggung jawab dibidang\nketenagakerjaan segera menyelesaikan masalah yang menyebabkan penutupan\nperusahaan kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">vi. Apabila perundingan tidak menghasilkan\nkesepakatan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 ini, maka atas dasar perundingan\ndan kesepakatan antara pengusaha dan serikat pekerja penutupan perusahaan dapat\nditeruskan atau dihentikan sementara atau dihentikan sama sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : SANKSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 : SOLUSI DAN PERINGATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pelanggaran yang diberikan peringatan lisan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja yang datang terlambat tidak\ndiperbolehkan masuk kerja dan dianggap mangkir. Apabila dengan alasan yang\ndapat diterima diperbolehkan masuk kerja dan diberikan sanksi peringatan\nlisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja yang keluar masuk ruangan\u002Ftempat\nlingkungan perusahaan melalui pintu\u002Fjalan yang bukan seharusnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja tidak menjaga kebersihan, kerapihan atau\nkeutuhan pakaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Berada di ruang produksi pada waktu istirahat\nkecuali seizin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tidak melaporkan kepada perusahaan perubahan\ndata pekerja seperti; alamat, status perkawinan dan sebagainya sesuai prosedur\nyang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Mengobrol dan atau bermalas – malasan di dalam\njam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Melakukan pelanggaran lain yang dipandang setara\ndengan yang disebutkan diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelanggaran yang diberikan sanksi surat peringatan pertama antara\nlain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Peningkatan pelanggaran dari pelanggaran\nsebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tiga kali terlambat masuk kerja dalam sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bekerja tidak efisien\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Memasuki tempat terlarang tanpa izin dari yang\nberwenang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Menolak untuk diperiksa pada pintu\nkeluar\u002Fmasuk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Menolak pemeriksaan atas kesehatannya oleh\ndokter perusahaan atau penasihat medis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pelanggaran yang diberikan sanksi surat peringatan kedua antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Peningkatan pelanggaran dalam masa berlakunya\nsanksi pelanggaran yang sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tidak mengisi tanda tangan absensi lebih dari\nempat kali dalam satu bulan\u002F\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mengisi kartu hadir\u002Fabsensi kepunyaan orang\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Dua kali mangkir dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pulang meninggalkan pekerjaan tanpa seizin\natasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Tidak mengindahkan peraturan keselamatan kerja\ndan fasilitas perlengkapan keselamatan kerja yang tersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Menjalankan usaha pribadi di dalam lingkungan\nperusahaan yang mengganggu konsentrasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Melakukan pelanggaran lain yang dipandang setara\ndengan yang disebutkan diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pelanggaran yang diberikan sanksi surat peringatan ketiga antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Peningkatan pelanggaran dalam masa berlakunya\nsanksi pelanggaran yang sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tiga kali mangkir dalam satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pelaksanaan tugas yang gagal sehingga merugikan\npersonil dan atau milik perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tidur di waktu jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Menolak melaksanakan perintah yang patut dari\natasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Kelalaian yang mengakibatkan kerugian perusahaan\n\u002F terhentinya produksi dan atau mencelakakan orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Merokok pada tempat – tempat yang dilarang\noleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h.Memungut iuran\u002Fmenarik dana dari pekerja –\npekerja lainnya tanpa sepengetahuan\u002Fizin dari pejabat berwenang di departemen\nHR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Melakukan pelanggaran lain yang dipandang setara\ndengan yang disebutkan di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 : SURAT PERINGATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Kepada pekerja yang melakukan pelanggaran tata tertib perusahaan dapat\ndiberikan peringatan secara tertulis, surat peringatan tersebut mempunyai masa\nberlaku sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Surat peringatan pertama: 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Surat peringatan kedua: 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Surat peringatan ketiga: 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">2. Surat peringatan tidak perlu diberikan menurut\nurutan – urutannya tetapi dapat dinilai menurut besar kecilnya kesalahan yang\ndilakukan oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila dalam masa berlakunya peringatan ketiga yang bersangkutan masih\nmelakukan pelanggaran, maka perusahaan dapat memberikan skorsing sesuai pasal\n25 PKB ini, dan atau pemutusan hubungan kerja sesuai dengan peraturan perundang\n– undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Di Dalam memberikan surat peringatan kepada pekerja agar sebelumnya\ndiberi kesempatan kepada pekerja untuk berkonsultasi dengan PSP SPN dan\nsesudahnya ditembuskan dengan PSP SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Surat peringatan berlaku untuk semua pekerja, ditandatangani oleh\natasannya yang setingkat lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25 : SKORSING\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Skorsing dapat dikenakan pada setiap pekerja setelah melakukan\n    pelanggaran sesuai pasal 23 ayat 4.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jangka skorsing paling lama adalah 21 (dua puluh satu) hari kerja,\n    kecuali menunggu putusan penyelesaian dari PHI (Penyelesaian Hubungan\n    Industrial). Selama izin PHI belum diberikan maka skorsing dapat\n    diperpanjang paling lama 6 (enam) bulan, selama dalam masa skorsing upah\n    dibayar 100% (seratus persen)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB VI : KLASIFIKASI PUTUSNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 : MENGUNDURKAN DIRI MELALUI PROSEDUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bagi yang mengundurkan diri harus memberitahukan minimal 1 bulan\n    sebelumnya untuk operator sampai dengan supervisor, 2 bulan sebelumnya\n    untuk Chief sampai dengan Assistant Manager, 3 bulan sebelumnya untuk\n    Manager keatas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang telah mengajukan permohonan pengunduran diri wajib\n    mengkomunikasikan secara tertulis kepada atasannya, tetap bekerja seperti\n    biasa sampai adanya kesepakatan bersama kapan hari terakhir bekerja dan\n    mendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang pisah diberikan kepada pekerja yang mengundurkan diri melalui\n    prosedur yang ditentukan. Besarnya uang pisah tersebut ditentukan sekurang\n    – kurangnya sebagai berikut:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih, tetapi\n    kurang dari 5 (lima) tahun = 90% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi\n    kurang dari 10 (sepuluh) tahun = 112.5% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Masa kerja lebih dari 10 (sepuluh) tahun,\n    tetapi kurang dari 14 (empat belas) tahun = 142% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Masa kerja 14 (empat belas) tahun atau lebih\n    = 165% dari upah sebulan\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Realisasi seluruh hak – hak pekerja yang mengundurkan diri melalui\n    prosedur wajib dibayarkan pada hari terakhir yang bersangkutan melalui\n    aktivitas kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 : MENGUNDURKAN DIRI TANPA PROSEDUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Mengundurkan diri tanpa prosedur adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mengundurkan diri secara mendadak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mengundurkan diri tanpa pemberitahuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mangkir selama 5 (lima) hari kerja yang berturut\n– turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang\nsah dan telah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali sesuai perundang –\nundangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perkecualian diberikan apabila mengundurkan diri secara mendadak karena\nalih karir menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang mana didukung dengan bukti\n– bukti yang dapat dipertanggungjawabkan maka pekerja yang bersangkutan tetap\nberhak atas uang pisah sebagaimana yang diatur dalam pasal 26.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang mengundurkan diri tanpa prosedur diberikan surat keterangan\nkerja dari perusahaan tapi tidak berhak atas uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Gaji pekerja yang mengundurkan diri tanpa prosedur akan diperhitungkan\nsampai hari terakhir bekerja dan akan diproses serta akan dibayarkan 10\n(sepuluh) hari setelah hubungan kerja berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan hubungan kerja disebabkan oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Melakukan pelanggaran ulang dalam masa\nberlakunya surat peringatan ke 3 (tiga)\u002Fterakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Dijatuhi hukuman oleh pengadilan karena\npelanggaran pidana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mencapai batas usia pensiun atau meninggal\ndunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Perusahaan dalam keadaan tidak dapat melanjutkan\naktivitas produksi yang dikarenakan bangkrut atau adanya rasionalisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Berakhirnya hubungan kerja waktu tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Hal lainnya yang dipandang setara dengan yang\ndisebutkan di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Di Dalam memberikan surat pemutusan hubungan kerja karena alasan pada butir\na sampai dengan d maka sebelumnya dikoordinasikan dan diketahui oleh PSP\nSPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 : KATEGORI PELANGGARAN YANG DAPAT DIKENAKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN\nKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja terhadap pekerja\u002Fburuh dengan\nalasan pekerja\u002Fburuh telah melakukan kesalahan berat sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Melakukan penipuan, pencurian atau penggelapan\nbarang dan\u002Fatau uang milik perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan\n(surat keterangan, resep dan kwitansi dokter, kartu pencatatan waktu dan\nsurat\u002Fketerangan lainnya) sehingga merugikan perusahaan material maupun\nimmaterial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mabuk, minum – minuman keras yang memabukkan,\nmemakai dan atau mengedarkan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di\nlingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Melakukan perbuatan asusila di dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Menyerang, menganiaya, mengancam atau\nmengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk\nmelakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang –\nundangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau\nmembiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan\nkerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau\nmembiarkan dalam keadaan bahaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan\nyang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Apabila pekerja mangkir atau tidak masuk kerja\ntanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan selama sedikitnya 5 (lima) hari\nkerja berturut – turut dan telah dilakukan pemanggilan sebanyak. 2 (dua) kali\nsecara patut dan tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Membawa senjata api, senjata tajam atau alat –\nalat lain yang membahayakan, ke dalam lingkungan perusahaan yang tidak ada\nhubungannya dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Berjudi di dalam lingkungan perusahaan dengan\nmenggunakan taruhan dalam bentuk apa pun ataupun tanpa taruhan sepanjang\nmenggunakan alat\u002Fsarana yang umum digunakan untuk berjudi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Menyalahgunakan tanggung jawab dan kedudukan\nantara lain menerima suap dalam bentuk uang, barang\u002Fjasa dan atau merekayasa\ndata dan hal – hal lainnya untuk keuntungan pribadi atau pihak ketiga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Berkelahi secara fisik atau memukul, baik\natasan, bawahan, sesama pekerja maupun orang lain yang masih ada kaitan dengan\nkepentingan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o. Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan\nperusahaan yang diancam pidana penjara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">p. Melakukan pelanggaran lain yang dipandang setara\ndengan yang di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kesalahan berat sebagaimana dimaksud harus didukung oleh bukti sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja buruh tertangkap tangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Adanya pengakuan dari pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bukti lain berupa laporan kejadian yang dibuat\noleh pihak berwenang di perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Didukung sekurang – kurangnya 2 (dua) orang\nsaksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 : PHK KARENA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">Pekerja yang tidak dapat menjalankan tugasnya selama jangka waktu lama\n    karena penyakit, kecelakaan, sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter, maka\n    pekerja tersebut akan mendapatkan upah berdasarkan Undang – Undang\n    ketenagakerjaan yang berlaku:\n    \u003Cp>a. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus persen) dari\n    upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima persen)\n    dari upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (lima puluh persen) dari\n    upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluh lima persen) dari upah\n    sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\n    kecelakaan dan tidak mampu bekerja lagi, yang didukung bukti medis dari\n    dokter, maka pengusaha dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan\n    diberikan uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat 2, uang\n    penghargaan masa kerja 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat 3 dan uang\n    penggantian hak 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat 4 Undang – Undang\n    No. 13 Tahun 2003 (sesuai dengan pasal 172 Undang – Undang No. 13 Tahun\n    20023) tentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 31 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) OLEH PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>PHK oleh perusahaan dapat dilakukan sesuai dengan undang – undang\n    ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PHK oleh perusahaan dapat dilakukan sesuai dengan pasal 25 dan pasal 29\n    PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PHK oleh perusahaan yang perlu mendapat izin dari Lembaga Penyelesaian\n    Perselisihan Hubungan Industrial terlebih dahulu dimusyawarahkan dengan PSP\n    SPN.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 : PENYELESAIAN PERSELISIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap penyelesaian perselisihan hubungan industrial wajib diupayakan\n    penyelesaiannya terlebih dahulu melalui perundingan bipartit\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebelum salah satu pihak mencatatkan perselisihan ke instansi di bidang\n    ketenagakerjaan maka perselisihan hubungan industrial wajib dimusyawarahkan\n    terlebih dahulu dengan pengurus serikat pekerja – Serikat Pekerja\n    Nasional sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bila musyawarah tidak tercapai maka salah satu pihak dapat mencatatkan\n    perselisihannya ke instansi di bidang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB VII : UANG PESANGON, PENGHARGAAN MASA KERJA DAN PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 : UANG PESANGON\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Uang pesangon diberikan kepada pekerja yang diberhentikan sesuai ketentuan\nyang ada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun : 1 (satu)\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 2 (dua) tahun : 2 (dua) bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 3 (tiga) tahun : 3 (tiga) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 4 (empat) tahun : 4 (empat) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 5 (lima) tahun : 5 (lima) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 6 (enam) tahun : 6 (enam) bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 7 (tujuh) tahun : 7 (tujuh) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 8 (delapan) tahun : 8 (delapan) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih : 9\n(sembilan) bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 : UANG PENGHARGAAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Uang penghargaan masa kerja diberikan kepada\n    pekerja yang diputuskan hubungan kerja dengan perusahaan, sesuai dengan\n    ketentuan sbb:\n    \u003Cp>a. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam)\n    tahun : 2 (dua) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Masa kerja 6 (enam) tahun kerja atau lebih tetapi kurang dari 9\n    (sembilan) tahun : 3 (tiga) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua\n    belas) tahun : 4 (empat) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15\n    (lima belas) tahun : 6 (enam) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e. Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n    (delapan belas) tahun : 6 (enam) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>f. Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21\n    (dua puluh satu) tahun : 7 (tujuh) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>g. Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24\n    (dua puluh empat) tahun : 8 (delapan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>h. Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih : 10 (sepuluh) bulan\n    upah.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 : PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Uang penggantian hak diberikan sesuai dengan undang – undang yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : HARI DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 : HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1. Dengan memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku, hari kerja biasa\ndi perusahaan adalah hari Senin sampai dengan hari Jum’at dan atau Sabtu.\nDisesuaikan dengan ketentuan perusahaan mengenai sistem hari kerja untuk masing\n– masing bagian kecuali hari libur\u002Fhari raya resmi yang ditetapkan pemerintah\nkecuali bagian Satuan Pengaman (SATPAM) diatur secara khusus.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>2. Jam kerja normal di perusahaan adalah 8 (delapan)\u002F7 (tujuh) jam sehari\n(disesuaikan dengan sistem hari kerja) dan tidak melebihi 40 (empat puluh) jam\nseminggu. Dengan ketentuan apabila perusahaan memerlukan kerja lembur baik pada\nhari kerja biasa, hari libur resmi, maupun hari kerja shift maka pekerja dapat\ndiminta untuk melaksanakan kerja lembur secara sukarela dengan mengacu kepada\nketentuan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Sistem hari kerja dan jam kerja diatur sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Sistem 5 (lima) hari kerja seminggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam kerja untuk di kantor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">I. Hari Senin s\u002Fd Kamis: Jam 08.30 – 17.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">II. Istirahat: Jam 12.00 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">III. Hari Jum’at: Jam 08.30 – 18.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">IV. Istirahat: Jam 11.30 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam kerja untuk produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">I. Hari Senin s\u002Fd Kamis: Jam 07.00 – 16.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">II. Istirahat: Jam 12.00 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">III. Hari Jum’at: Jam 07.00 – 16.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">IV. Istirahat: Jam 11.30 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b .Sistem 2 (dua) shift (sistem lima hari kerja)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Shift I:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">I. Hari Senin s\u002Fd Kamis: Jam 07.00 – 16.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">II. Istirahat: Jam 12.00 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">III. Hari Jum’at: Jam 07.00 – 16.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">IV. Istirahat: Jam 11.30 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Shift II:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">I. Hari Senin s\u002Fd Jumat: Jam 21.00 – 06.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">II. Istirahat: Jam 00.00 – 01.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Untuk jam kerja security (sistem enam hari kerja\nseminggu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Shift I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">I. Hari Senin s\u002Fd Minggu: Jam 07.00 – 15.00\nWIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">II. Istirahat: Jam 12.00 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Shift II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">I. Hari Senin s\u002Fd Minggu: Jam 15.00 – 23.00\nWIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">II. Istirahat: Jam 19.00 – 20.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Shift III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">I. Hari Senin s\u002Fd Minggu: Jam 23.00 – 07.00\nWIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">II. Istirahat: Jam 03.00 – 04.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk kelebihan jam kerja (lebih dari 40 jam kerja dalam seminggu) dan shift\npanjang (pengganti shift yang libur) dihitung lembur. Pengaturan kerja shift\ndiatur secara bergiliran. Setelah bekerja selama 6 (enam) hari berturut –\nturut akan mendapat istirahat selama 1 (satu) hari. Waktu istirahat dalam satu\nshift diatur secara bergiliran. Apabila sewaktu – waktu ada perubahan sesuai\ndengan kebutuhan makan akan diatur berdasarkan kesepakatan dengan serikat\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 : UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>Pada prinsip upah dibayar kepada pekerja yang telah bekerja dan diatur\nmenurut jabatan dan status pekerja dengan sistem tingkatan dimana pengaturan\nadalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Jenis pengupahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Upah untuk golongan pekerja non staff\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Upah untuk golongan staff\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Unsur pengupahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pada dasarnya unsur pengupahan terdiri dari upah\npokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Upah tetap adalah upah pokok ditambah tunjangan\nyang bersifat tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Tunjangan tetap terdiri dari tunjangan masa\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Tunjangan tidak tetap merupakan insentif agar\nkinerja pekerja lebih baik, dibayarkan menurut kehadiran kerja atau pencapaian\nprestasi kerja tertentu yang terdiri:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">i. Insentif kerja malam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">ii. Tunjangan premi prestasi (untuk kelompok)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">iii. Tunjangan premi hadir (untuk individu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">iv. Tunjangan bonus absen (untuk kelompok)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Tunjangan lain – lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Perusahaan menetapkan tunjangan lainnya kepada\npekerja diluar komponen upah, dengan rincian sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:4em\">a. Tunjangan Hari Raya (THR)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:4em\">b. Tunjangan melahirkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:4em\">c. Tunjangan kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:4em\">d. Tunjangan kesehatan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 : PEMBAYARAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pembayaran dilaksanakan di lokasi perusahaan dan tempat ditentukan oleh\n    perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah pekerja dibayarkan setiap akhir bulan tanggal 30, paling lambat\n    tanggal 31 dan berbentuk uang dengan sistem pembayaran transfer.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila waktu pembayaran upah bertepatan dengan hari minggu\u002Flibur\n    nasional maka pembayaran upahnya dimajukan pada hari kerja terakhir sebelum\n    hari minggu\u002Flibur nasional.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang berhak mengambil upah ialah pekerja yang bersangkutan, apabila yang\n    bersangkutan berhalangan, upah dapat diterima oleh ahli waris, orang yang\n    memiliki hubungan darah atau orang yang berwenang secara hukum dengan surat\n    kuasa yang sah dari yang bersangkutan dengan melampirkan bukti yang\n  sah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah dihitung berdasarkan upah bulanan. Apabila terdapat pemotongan upah,\n    misalnya pemotongan upah karena mangkir, izin diliar izin resmi dan lain\n    sebagainya, maka perhitungan adalah berdasarkan upah sebulan dibagi 30\n    (tiga puluh) hari.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 : TUNJANGAN – TUNJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kepada pekerja selain upah pokok diberikan juga antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">1. Tunjangan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">Tunjangan masa kerja diberikan setiap bulan besarnya\nRp 10.000,- untuk setiap tahun masa kerja yang bersangkutan. Untuk non staff\nditetapkan sebesar maksimal Rp 70.000,- (tujuh puluh ribu rupiah) dan untuk\nstaff ditetapkan sebesar maksimal Rp 80.000,- (delapan puluh ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">2. Tunjangan Premi Hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Tunjangan premi hadir diberikan kepada setiap\npekerja non staff dan staff yang telah melakukan pekerjaan terus menerus dalam\nsatu bulan\u002Fper periode sebesar Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Premi hadir tetap diberikan jika:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Cuti massal\u002Fcuti bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">ii. Cuti tahunan yang diajukan secara prosedural\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">1. Untuk non staff diajukan 1 minggu sebelum hari\nH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">2. Untuk staff diajukan 2 minggu sebelum hari H\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">iii. Dispensasi kegiatan organisasi (Serikat\nPekerja)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">c. Premi hadir tidak diberikan jika\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Izin sakit meskipun dengan surat keterangan\ndokter cuti tahunan tidak prosedural\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">ii. Istirahat haid\u002Fcuti haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">iii. Izin meninggalkan pekerjaan dengan mendapatkan\nupah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">iv. Izin meninggalkan pekerjaan, tidak masuk penuh\ndalam 1 (satu) hari \u002F 8 jam kerja (upah dihitung prorata).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">d. Untuk ketidakhadiran pekerja seperti poin c\ndiatas maka berlaku ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Tidak masuk 1 hari premi hadir hilang 50%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">ii. Tidak masuk 2 hari premi hadir hilang 100%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">e. Bagi pekerja wanita non staff dan staff yang\nmendapatkan premi hadir penuh berhak untuk mendapatkan pembalut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">3. Tunjangan shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">Khusus untuk pekerja yang bekerja pada shift malam\ndan atau bekerja sampai pagi diberikan tunjangan shift sebesar Rp 2.000,- (dua\nribu rupiah)\u002Fhari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">4. Tunjangan lain – lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">Perusahaan menetapkan tunjangan lainnya kepada\npekerja diluar komponen upah. Dengan rincian sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail_txt\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Tunjangan Hari Raya (THR)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Tunjangan melahirkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Tunjangan kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Tunjangan kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Tunjangan beasiswa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">5. Bonus Akhir Tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">Bonus akhir tahun diberikan oleh perusahaan maksimal\nbulan Juni tahun berikutnya. Jika perusahaan mendapatkan keuntungan\n(profit).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>BAB X : TUNJANGAN DAN FASILITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 : TUNJANGAN DAN FASILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perusahaan menyediakan fasilitas makan bagi yang\nmendapatkan dengan pengelolaan kantin dalam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Bagi pekerja yang melakukan lembur 3 (tiga) jam\natau lebih diberikan makan (minimal 1400 kalori) dan waktu istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Extra Fooding\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepada pekerja yang melakukan pekerjaan berat atau yang membahayakan\nkesehatan di bagian tertentu (misal printing dan departemen lain yang\nberhubungan dengan bahan kimia) wajib diberikan extra fooding (makan tambahan)\nmisal: susu, atau kacang hijau untuk menjaga kondisi kesehatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Seragam Kerja &amp; Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perusahaan wajib menyediakan dan memberikan\nkepada seluruh pekerja secara Cuma – Cuma, berupa seragam atasan\u002Fbaju,\nkerudung\u002Fhairnet, kartu tanda pengenal dan sejenis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Untuk pakaian seragam (baju) diberikan sebanyak 3\n(tiga) buah setelah lepas masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">ii. Dalam setahun sekali perusahaan wajib\nmenyediakan dan memberikan pakaian seragam sebanyak 3 (tiga) buah, dibagikan\npada bulan April\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Perusahaan wajib menyediakan dan memberikan\nperlengkapan keselamatan kerja kepada setiap pekerja dan untuk bagian tertentu\ndisediakan wearpack, sepatu safety, sarung tangan besi, pelindung mata, masker,\npelindung telinga, kartu pengenal, dll. dan untuk bagian satuan pengamanan\ndiberikan perlengkapan SATPAM.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pakaian seragam berlaku untuk seluruh\nkaryawan\u002Fti PT Pancaprima tanpa terkecuali dan wajib dikenakan pada hari kerja\nresmi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Untuk hari Sabtu dan hari libur berpakaian\nbebas, rapi dan tidak melanggar norma kesopanan dan kesusilaan, kecuali satpam\ndan karyawan yang bekerja di area C-TPAT.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengadakan rekreasi\nbersama minimal setiap setahun sekali, dengan mempertimbangkan kondisi dan\nkemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan memberikan kesempatan dan sarana kepada pekerja untuk\nmengadakan peringatan dan perayaan setiap tahun antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Hari Proklamasi Kemerdekaan RI (17 Agustus)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Hari Raya Idul Fitri (Halal Bi Halal)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Hari Raya Idul Adha (Idul Qurban)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Maulid Nabi Muhammad SAW\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Hari Raya Natal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Hari Raya Nyepi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Hari Raya Waisak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Hari Raya Imlek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Ulang tahun perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Ulang tahun SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Perusahaan memberikan kesempatan untuk mengadakan penilaian karyawan\nteladan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perusahaan menyediakan sarana dan prasarana untuk olahraga bila\nmemungkinkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Perusahaan menyediakan sarana dan prasarana untuk berkembangnya koperasi\nkaryawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Perusahaan menyediakan tempat peribadatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Perusahaan menyediakan sarana dan prasarana kesenian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Perusahaan menyediakan ambulance melalui penyedia jasa kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>12. Perusahaan melakukan medical check up untuk pekerja sesuai dengan\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 : PROMOSI DAN PENINJAUAN KENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang mendapatkan promosi akan mendapatkan upah yang\n    disesuaikan dengan kedudukan yang baru setelah lulus masa penyesuaian\n    jabatan baru yang lamanya:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tingkat pengawas dan yang setara selama 3\n    (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tingkat kepala bagian dan jabatan lebih\n    tinggi selama 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kenaikan prestasi\n    \u003Cp>Perusahaan dapat memberikan kenaikan upah berdasarkan prestasi kerja\n    yang dimiliki oleh pekerja\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 : UPAH HARI LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Bagi pekerja yang bertugas pada hari Libur Massal, akan diberikan\ninsentif yang besarnya sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 : UPAH BILA TERJADI BENCANA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila perusahaan berhenti atau mengalami hal – hal yang menyebabkan\nkerusakan\u002Fgangguan pada perusahaan, misalnya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Karena kerusakan fatal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kehabisan bahan baku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Hasil produksi tidak laku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bila terjadi dengan apa yang dimaksud ayat 1, maka perusahaan wajib\nmemberikan upah tunggu kepada pekerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Upah tunggu 6 (enam) bulan pertama = 75% (tujuh\npuluh lima persen) dikalikan upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Upah tunggu 6 (enam) bulan kedua = 50% (lima\npuluh persen) dikalikan upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 : PEMOTONGAN PENGHASILAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pemotongan terhadap penghasilan [pekerja dapat dilakukan oleh perusahaan\nsecara langsung dengan rincian sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pajak penghasilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Iuran BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Iuran Anggota SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Iuran Keanggotaan Koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Yang harus dibayarkan oleh pekerja yang bersangkutan karena perjanjian\nyang disepakati perusahaan dengan serikat pekerja dan koperasi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perusahaan wajib memberikan bukti pembayaran\n(pajak penghasilan &amp; iuran BPJS Ketenagakerjaan setiap tahunnya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Perusahaan wajib memberikan giro pemotongan\n(payment) iuran anggota SPN dan koperasi setiap bulan nya minimal setiap\ntanggal 15 (lima belas), bulan berikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan wajib memberikan bukti pembayaran pemotongan (seperti apa yang\ndimaksud pada ayat (1) huruf a &amp; b) per tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan wajib membayarkan (i) pemotongan (seperti apa yang dimaksud\npada ayat (1) huruf c &amp; d) setiap bulannya minimal tanggal 25 (dua puluh\nlima) bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45 : IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN MENDAPATKAN UPAH PENUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>Perusahaan memberikan izin khusus kepada pekerja dengan tetap mendapatkan\nupah penuh, dengan ketentuan sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja sendiri menikah: 3 (tiga) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja mengkhitankan\u002Fmembaptis: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja menikahkan anak: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Keluarga pekerja sakit berat dirawat di rumah\nsakit: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Istri pekerja melahirkan\u002Fkeguguran: 2 (dua)\nhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Anggota keluarga meninggal (suami, istri, orang\ntua, mertua, anak, menantu) : 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\ndunia dibayar untuk selama : 1 (satu) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Menunaikan ibadah yang diperintahkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Pekerja mengalami bencana alam dapat diizinkan\ntidak masuk kerja selama waktu tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Pekerja melaksanakan ujian negara ujian menjadi\npegawai negeri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Pekerja mendapat panggilan negara dengan\nmenunjukkan dokumen yang sah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja wajib mengajukan permohonan tertulis kepada atasan masing –\nmasing dengan diketahui oleh bagian personalia sekurang – kurangnya 1 (Satu)\nminggu sebelumnya (untuk huruf a, b, c, h dan j) kecuali untuk hal – hal yang\nmendadak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila pekerja akan mengambil cuti menikah melebihi dari ketentuan yang\nada pada ayat 1 (a), maka dapat mengambil tambahan cuti tahunan atau izin tidak\ndibayar dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. JABOTABEK: 1 (satu) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Diluar JABOTABEK dan LAMPUNG: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Diluar pulau Jawa: 3 (tiga) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46 : UPAH KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal perusahaan memerlukan kerja lembur, maka perusahaan dapat\nmempekerjakan pekerja untuk melakukan kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>2. Pembayaran upah lembur disesuaikan dengan peraturan atau undang –\nundang yang berlaku kecuali untuk jabatan tertentu ditentukan lain oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>3. a. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.1 untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar\nupah sebesar 1,5 (Satu setengah)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.2 untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus\ndibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah resmi:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:0em\">b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan atau pada hari libur\u002Flibur resmi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.1 Sistem 6 (enam) hari kerja seminggu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.1.1. Perhitungan upah kerja lembur untuk 7\n(tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam dan jam ke delapan dibayar\n3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4\n(empat) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.1.2. Apabila hari libur resmi jatuh pada hari\nkerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua)\nkali upah sejam, jam ke enam 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh\ndan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Hitungan Upah Lembur : Upah sejam bagi pekerja = 1\u002F173 x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Bagi pekerja yang bekerja pada shift malam perusahaan wajib memberikan\nmakan dan minuman bergizi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>PASAL XI : JAMINAN SOSIAL \u002F KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 47 : PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memberikan penghargaan kepada pekerja berupa piagam\u002Flencana,\ndan disertai dengan pemberian hadiah berupa barang ataupun uang berdasarkan\nkriteria sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bertingkah laku baik, bersemangat tinggi dan menjadi teladan bagi pekerja\n    yang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menemukan, menciptakan, merencanakan sesuatu yang berharga bagi\n    perusahaan sehingga dapat meningkatkan daya kerja dan kualitas\n  produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memiliki pengabdian diri yang tinggi kepada perusahaan, sehingga\n    menaikkan reputasi dan nama baik perusahaan\u002Fberguna bagi masyarakat dan\n    negara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berjasa mencegah\u002Fmenghindarkan perusahaan dari kecelakaan\u002Fbencana.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Hadiah diberikan pada sekitar tanggal 17 Agustus setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48 : KEWAJIBAN PERUSAHAAN TENTANG KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan wajib melaksanakan administrasi kecelakaan sesuai ketentuan\n    sesuai dengan undang – undang BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melaporkan setiap kecelakaan yang terjadi yang menimpa tenaga kerja dalam\n    batas waktu 2 x 24 jam kepada badan penyelenggara\u002FKantor Departemen Tenaga\n    Kerja setempat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cli>Melaporkan kepada Badan Penyelenggara\u002FKantor Departemen Tenaga kerja\n    dalam batas waktu 2x24 jam, jika pekerja yang mendapat musibah kecelakaan\n    kerja telah selesai dari perawatan (pengobatan). Perusahaan wajib\n    melaksanakan pembayaran tunjangan kecelakaan kerja kepada pekerja yang\n    mendapat musibah kecelakaan kerja atau ahlia warisnya untuk selanjutnya\n    akan mendapatkan penggantian dari BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan\n    penetapan jaminan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 49 : ISTIRAHAT MINGGUAN DAN HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cli>Dalam 1 (satu) minggu pekerja berhak diberikan istirahat minimal selama 1\n    (satu) hari penuh. Pada hari libur resmi\u002Fnasional yang ditetapkan oleh\n    pemerintah, pekerja berhak dibebaskan dari pekerjaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 50 : ISTIRAHAT TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli>Setiap pekerja telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus menerus,\n    berhak atas istirahat tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan\n    mendapat upah penuh tanpa memperhitungkan izin yang telah tertuang dalam\n    pasal 43 PKB ini.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cli>Perusahaan dapat mengajukan cuti massal dalam 1 (satu) tahun, sesuai\n    kesepakatan antara Serikat Pekerja dan pengusaha.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pihak personalia perusahaan akan memberitahukan kepada pekerja apabila\n    hak cuti tahunannya telah lahir dan pekerja dapat meminta informasi\n    mengenai data cuti tahunan tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hak atas cuti tahunan dapat dipergunakan pekerja selama hak cuti\n    tahunannya masih ada\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Periode untuk perhitungan cuti tahunan dihitung mulai tanggal 1 Januari\n    sampai tanggal 31 Desember Setiap tahunnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hak atas cuti tahunan menjadi gugur apabila tidak dipergunakan oleh\n    pekerja selama 12 (dua belas) bulan setelah periode cuti tahunan\n  berakhir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat menunda permohonan istirahat tahunan apabila kondisi\n    pekerjaan pemohon tidak memungkinkan untuk ditinggal, untuk kemudian\n    bersepakat mengenai waktu pengambilan cuti tersebut pada waktu yang akan\n    datang (teknis pelaksanaan diatur tersendiri)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 51 : CUTI HAMIL\u002FKEGUGURAN\u002FISTIRAHAT HAID\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Cuti Hamil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja wanita berhak memperoleh istirahat\nselama 1,5 bulan (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5\n(Satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan\natau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja wanita yang melahirkan dengan kondisi\nprematur maka kepadanya berhak mendapatkan 3 bulan saat melahirkan prematur\ndengan melampirkan surat keterangan lahir prematur dari dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bagi pekerja yang akan menggunakan cuti hamil\ntersebut harus mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada perusahaan dengan\ndisertai surat dokter atau bidan yang merawatnya dengan persetujuan dokter\nperusahaan. Pekerja yang hamil harus memberitahukan tentang kehamilannya kepada\nperusahaan sedini mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bagi pekerja yang mengalami kelainan kandungan\nmaka cuti melahirkan akan disesuaikan dengan rekomendasi dokter yang merawat\ndengan jangka waktu minimal 1,5 (satu setengah) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Keguguran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>Pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter\nkandungan atau bidan, cuti dihitung dari hari pertama keguguran.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Cuti haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Pekerja wanita yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan pada\npengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu. Hal –\nhal yang berkaitan dengan pelaksanaan cuti haid ini akan mengacu kepada\nkebijakan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 52 : PENDIDIKAN DAN LATIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cli>Dalam rangka pembinaan dan peningkatan terhadap kualitas pekerja,\n    perusahaan mengadakan pendidikan dan pelatihan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan diselenggarakan diluar atau didalam\n    perusahaan sesuai dengan kebutuhan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan didalam atau diluar\n    perusahaan dilaksanakan secara periodik berlanjut guna pengembangan\n    pengetahuan keterampilan dan perilaku kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 53 : SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL (SJSN)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional\n(SJSN) dan UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\n(BPJS) Ketenagakerjaan maka perusahaan mengikutsertakan pekerjanya dalam\nprogram:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Jaminan Kematian (JK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Jaminan Dana Pensiun (JDP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besarnya premi yang harus dibayarkan, baik oleh perusahaan ataupun\npekerja adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Program jaminan kecelakaan kerja 0,24% dari upah\nsebulan yang dibebankan kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Program jaminan kematian 0,3% dari upah sebulan\nyang dibebankan kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Program jaminan hari tua 3,7% dari upah sebulan\ndibebankan kepada perusahaan dan 2% dari upah sebulan dibebankan kepada\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Program Jaminan Dana Pensiun mengikuti ketentuan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan wajib membayarkan terlebih dahulu biaya – biaya yang\ndikeluarkan atas terjadinya kecelakaan kerja seperti Tanggungan Sementara Tidak\nMasuk Bekerja (SMTB) sebagai pengganti upah, biaya pengobatan\u002Fperawatan,\npengangkutan, alat – alat bantu. Selanjutnya perusahaan akan mendapat\npenggantian dari BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan penetapan jaminan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PELAYANAN KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 54 : SARANA DAN PELAYANAN KESEHATAN YANG DITANGGUNG PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cli>Perusahaan mengikutsertakan pekerja dan keluarga pekerja (istri\u002Fsuami)\n    dan 3 (tiga) orang anak yang sah terdaftar dari perusahaan dalam program\n    BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cli>Perusahaan menyediakan tenaga dokter umum dan dokter gigi di poliklinik\n    yang dapat melayani pekerja dan keluarga pekerja (istri\u002Fsuami) dan 3 (tiga)\n    orang anak yang terdaftar di perusahaan pada jam – jam yang telah\n    ditentukan setiap hari.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perusahaan akan bekerja sama dengan rekanan BPJS Kesehatan untuk\n    menyediakan klinik.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 55 : PROGRAM KELUARGA BERENCANA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Program keluarga berencana adalah merupakah salah satu bagian untuk\n    menunjang peningkatan kesejahteraan pekerja, yang dalam pelaksanaannya\n    berkoordinasi dengan departemen\u002Finstansi yang terkait, untuk itu perlu\n    adanya peran serta aktif dari pihak pekerja maupun perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bahwa untuk melaksanakan program keluarga berencana di perusahaan perlu\n    adanya unit\u002Fpersonil yang menanganinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelayanan keluarga berencana (KB) diberikan oleh BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 56 : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>Perusahaan menyediakan sarana dan prasarana untuk kesehatan dan keselamatan\nkerja dengan biaya sepenuhnya oleh perusahaan. Pekerja wajib menggunakan sarana\ndan prasarana tersebut dengan baik dan benar. Perusahaan akan memberikan sanksi\nkepada pekerja yang tidak patuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 57 : LEMBAGA KERJA SAMA BIPARTIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_trigger\">\u003Cli>Lembaga kerja sama bipartite merupakan forum konsultasi dalam musyawarah\n    untuk memberikan pertimbangan, saran dan pendapat kepada perusahaan dalam\n    menyusun kebijaksanaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lembaga bipartite dibentuk dari unsur Manajemen, Serikat pekerja dan\n    Perwakilan pekerja dengan komposisi 1:1 masing – masing sebanyak 7\n  orang.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 58 : MASA BERLAKUNYA PKB\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dinyatakan sah setelah ditandatangani\n    oleh kedua belah pihak dan berlaku sampai habis periodenya serta sepanjang\n    manajemen perusahaan ini berdiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setelah 2 (dua) tahun masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini, maka\n    enam bulan sebelum berakhirnya PKB ini kedua belah pihak sudah mengadakan\n    perbaikan pada BAB, Pasal dan ayat yang dianggap perlu. Apabila setelah 6\n    (enam) bulan dari berakhirnya masa berlaku PKB ini, kedua belah pihak tidak\n    mengajukan permohonan untuk perundingan, maka dianggap kedua belah pihak\n    telah sepakat untuk memperpanjang pemberlakuan PKB ini untuk paling lama 1\n    (satu) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berlakunya PKB yang baru sejak ditandatanganinya PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pencetakan buku perjanjian kerja bersama ini ditanggung sepenuhnya oleh\n    perusahaan, tetapi apabila mengalami perbaikan bentuk dan corak dapat\n    dirundingkan oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 59 : ATURAN PERALIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Jika kemudian hari pengurus serikat pekerja dan perusahaan yang membuat\n    hingga menandatangani perjanjian kerja bersama ini mengundurkan\n    diri\u002Fmeninggal dunia maka perjanjian kerja bersama ini tetap berlaku untuk\n    waktu yang telah disetujui\u002Fdisepakati.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setelah terwujudnya Perjanjian Kerja bersama ini, segala perjanjian kerja\n    yang bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini tidak berlaku\n  lagi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal – hal yang belum diatur secara jelas dalam Perjanjian Kerja Bersama\n    ini akan dirundingkan antara Serikat pekerja dengan pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku dan sah terkecuali, apabila\n    ketentuan – ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan tidak\n    sah oleh pengadilan dan atau bertentangan dengan undang – undangan atau\n    peraturan pemerintah baru di kemudian hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat terhadap pekerja dan\n    pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan buku Perjanjian Kerja Bersama ini untuk dibagikan\n    kepada pekerja secepatnya setelah ditandatangani dan disosialisasikan\n    secara bersama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 60 : PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila ada hal – hal yang belum tercantum atau belum sesuai di dalam\n    Perjanjian Kerja bersama ini akan diatur kemudian hari, dengan\n    memperhatikan ketentuan – ketentuan perundang – undangan yang berlaku,\n    yang kemudian menjadi satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dengan\n    PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku pada tanggal 11 Desember 2019\n    untuk selama dua tahun dan berakhir pada tanggal 10 Desember 2021\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setelah masa berlakunya PKB ini berakhir, dapat diperpanjang untuk jangka\n    1 (satu) tahun, atau bila salah satu pihak yang memberitahukan secara\n    tertulis tentang keinginan untuk membuka perundingan baru, maka paling\n    lambat disampaikan 6 (enam) bulan sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam bahasa Indonesia, dan\n    ditandatangani oleh kedua belah pihak yang sama bunyinya dan mempunyai\n    kekuatan hukum penuh serta mengikat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ditetapkan: Di Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada Tanggal: 11 Desember 2019\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB) PERIODE 2019 – 2021\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DITANDA TANGANI: DI TANGERANG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>PADA TANGGAL: 11 DESEMBER 2019\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratification\">\u003Cp>MENGETAHUI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KEPADA DINAS KETENAGAKERJAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KOTA TANGERANG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DR. Ir. H. MOH. RAKHMANSYAH, M.SI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP. 196209101986031013\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_end":49,"cbadate_end_date":51,"cbadate_start_date":53,"cbaratification":55,"cbaratificationdate":59,"trainingprogrammes":62,"pensionfund":66,"disabilityfund":70,"contracttrial":74,"contracttrialperiod":78,"contractseverancepay":80,"severance_number":84,"severance_number_1_tenure":88,"sicknesspay":92,"maxsicknesspay":96,"menstruationleave":98,"disabilitypay":102,"healthcareaccess":106,"healthcareaccessrelatives":110,"healthinsurance":112,"healthinsurancerelatives":116,"healthandsafetypolicy":118,"protectiveclothing":122,"hivpolicy":124,"paidmaternityleave":128,"maternityotherclause":132,"paidpaternityleave":136,"paidpaternityleaveduration":140,"paidpaternityleavepay":142,"deathrelatives":146,"marriageleave":150,"marriage":154,"violence":156,"hourspday_select":160,"hourspday":164,"hourspweek_select":166,"hourspweek":168,"dayspweek_select":170,"dayspweek":174,"PAIDLEAV_trigger":176,"holidaysdays":180,"holidaysweeks":182,"holidaysfixed":184,"SCHEDULE_trigger":188,"schedulesrestpw":192,"bankholidays1":194,"TRADEUNLEAV_trigger":196,"PAYSCALES_trigger":200,"oncerise_detail_txt":204,"ONCERISE2_trigger":207,"extrapayfirmperformancesec":211,"NOCTPREM_trigger":213,"shiftallowanceamount1":217,"shiftallowancetype1":221,"OVERTIME_trigger":223,"overtimeallowancetype_general":227,"overtimeallowanceperc1_general":231,"overtimeallowancetype":235,"overtimeallowancetype1":239,"SUNDAY_trigger":241,"sundayallowancetype":245,"sundayallowanceperc1":249,"SENIOR_trigger":251,"longserviceallowancetype":255,"longserviceallowanceamount1":257,"longserviceallowancetype1":259,"mealvouchers":261,"strikes_trigger":265,"direct_participation_trigger":269,"coverunion_trigger":273},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"cbadate_start","Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berla","Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku pada tanggal 11 Desember 2019\n    untuk selama dua tahun dan berakhir pada tanggal 10 Desember 2021",{"bindId":50,"name":47,"text":48},"cbadate_end",{"bindId":52,"name":47,"text":48},"cbadate_end_date",{"bindId":54,"name":47,"text":48},"cbadate_start_date",{"bindId":56,"name":57,"text":58},"cbaratification","MENGETAHUI KEPADA DINAS KETENAGAKERJAAN ","MENGETAHUI\n\nKEPADA DINAS KETENAGAKERJAAN\n\nKOTA TANGERANG\n\n\n\n\n\nDR. Ir. H. MOH. RAKHMANSYAH, M.SI\n\nNIP. 196209101986031013",{"bindId":60,"name":61,"text":61},"cbaratificationdate","PADA TANGGAL: 11 DESEMBER 2019",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"trainingprogrammes","Dalam rangka pembinaan dan peningkatan t","Dalam rangka pembinaan dan peningkatan terhadap kualitas pekerja,\n    perusahaan mengadakan pendidikan dan pelatihan.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"pensionfund","d. Program Jaminan Dana Pensiun mengikut","d. Program Jaminan Dana Pensiun mengikuti ketentuan\nyang berlaku.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"disabilityfund","a. Program jaminan kecelakaan kerja 0,24","a. Program jaminan kecelakaan kerja 0,24% dari upah\nsebulan yang dibebankan kepada perusahaan.",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"contracttrial","Setiap pekerja baru diharuskan menjalani","Setiap pekerja baru diharuskan menjalani pelatihan (training, orientasi)\n    dan masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan",{"bindId":79,"name":76,"text":77},"contracttrialperiod",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"contractseverancepay","Uang pesangon diberikan kepada pekerja y","Uang pesangon diberikan kepada pekerja yang diberhentikan sesuai ketentuan\nyang ada:\n\na. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun : 1 (satu)\nbulan upah\n\nb. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 2 (dua) tahun : 2 (dua) bulan upah\n\nc. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 3 (tiga) tahun : 3 (tiga) bulan upah\n\nd. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 4 (empat) tahun : 4 (empat) bulan upah\n\ne. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 5 (lima) tahun : 5 (lima) bulan upah\n\nf. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 6 (enam) tahun : 6 (enam) bulan upah\n\ng. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 7 (tujuh) tahun : 7 (tujuh) bulan upah\n\nh. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 8 (delapan) tahun : 8 (delapan) bulan upah\n\ni. Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih : 9\n(sembilan) bulan upah",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"severance_number","f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih ","f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 6 (enam) tahun : 6 (enam) bulan upah",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"severance_number_1_tenure","b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih ","b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 2 (dua) tahun : 2 (dua) bulan upah",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"sicknesspay","Pekerja yang tidak dapat menjalankan tug","Pekerja yang tidak dapat menjalankan tugasnya selama jangka waktu lama\n    karena penyakit, kecelakaan, sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter, maka\n    pekerja tersebut akan mendapatkan upah berdasarkan Undang – Undang\n    ketenagakerjaan yang berlaku:\n    a. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus persen) dari\n    upah\n    b. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima persen)\n    dari upah\n    c. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (lima puluh persen) dari\n    upah\n    d. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluh lima persen) dari upah\n    sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha",{"bindId":97,"name":94,"text":95},"maxsicknesspay",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"menstruationleave","Pekerja wanita yang dalam masa haid mera","Pekerja wanita yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan pada\npengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu. Hal –\nhal yang berkaitan dengan pelaksanaan cuti haid ini akan mengacu kepada\nkebijakan yang berlaku.",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"disabilitypay","Melaporkan kepada Badan Penyelenggara\u002FKa","Melaporkan kepada Badan Penyelenggara\u002FKantor Departemen Tenaga kerja\n    dalam batas waktu 2x24 jam, jika pekerja yang mendapat musibah kecelakaan\n    kerja telah selesai dari perawatan (pengobatan). Perusahaan wajib\n    melaksanakan pembayaran tunjangan kecelakaan kerja kepada pekerja yang\n    mendapat musibah kecelakaan kerja atau ahlia warisnya untuk selanjutnya\n    akan mendapatkan penggantian dari BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan\n    penetapan jaminan.",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"healthcareaccess","Perusahaan menyediakan tenaga dokter umu","Perusahaan menyediakan tenaga dokter umum dan dokter gigi di poliklinik\n    yang dapat melayani pekerja dan keluarga pekerja (istri\u002Fsuami) dan 3 (tiga)\n    orang anak yang terdaftar di perusahaan pada jam – jam yang telah\n    ditentukan setiap hari.",{"bindId":111,"name":108,"text":109},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"healthinsurance","Perusahaan mengikutsertakan pekerja dan ","Perusahaan mengikutsertakan pekerja dan keluarga pekerja (istri\u002Fsuami)\n    dan 3 (tiga) orang anak yang sah terdaftar dari perusahaan dalam program\n    BPJS Kesehatan.",{"bindId":117,"name":114,"text":115},"healthinsurancerelatives",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"healthandsafetypolicy","Perusahaan menyediakan sarana dan prasar","Perusahaan menyediakan sarana dan prasarana untuk kesehatan dan keselamatan\nkerja dengan biaya sepenuhnya oleh perusahaan. Pekerja wajib menggunakan sarana\ndan prasarana tersebut dengan baik dan benar. Perusahaan akan memberikan sanksi\nkepada pekerja yang tidak patuh.",{"bindId":123,"name":120,"text":121},"protectiveclothing",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"hivpolicy","12. Perusahaan melakukan medical check u","12. Perusahaan melakukan medical check up untuk pekerja sesuai dengan\nketentuan yang berlaku.",{"bindId":129,"name":130,"text":131},"paidmaternityleave","a. Pekerja wanita berhak memperoleh isti","a. Pekerja wanita berhak memperoleh istirahat\nselama 1,5 bulan (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5\n(Satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan\natau bidan.",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"maternityotherclause","Pekerja wanita yang mengalami keguguran ","Pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter\nkandungan atau bidan, cuti dihitung dari hari pertama keguguran.",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"paidpaternityleave","e. Istri pekerja melahirkan\u002Fkeguguran: 2","e. Istri pekerja melahirkan\u002Fkeguguran: 2 (dua)\nhari",{"bindId":141,"name":138,"text":139},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"paidpaternityleavepay","Perusahaan memberikan izin khusus kepada","Perusahaan memberikan izin khusus kepada pekerja dengan tetap mendapatkan\nupah penuh, dengan ketentuan sbb:\n\na. Pekerja sendiri menikah: 3 (tiga) hari\n\nb. Pekerja mengkhitankan\u002Fmembaptis: 2 (dua) hari\n\nc. Pekerja menikahkan anak: 2 (dua) hari\n\nd. Keluarga pekerja sakit berat dirawat di rumah\nsakit: 2 (dua) hari\n\ne. Istri pekerja melahirkan\u002Fkeguguran: 2 (dua)\nhari\n\nf. Anggota keluarga meninggal (suami, istri, orang\ntua, mertua, anak, menantu) : 2 (dua) hari\n\ng. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\ndunia dibayar untuk selama : 1 (satu) hari\n\nh. Menunaikan ibadah yang diperintahkan\n\ni. Pekerja mengalami bencana alam dapat diizinkan\ntidak masuk kerja selama waktu tertentu\n\nj. Pekerja melaksanakan ujian negara ujian menjadi\npegawai negeri\n\nk. Pekerja mendapat panggilan negara dengan\nmenunjukkan dokumen yang sah",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"deathrelatives","f. Anggota keluarga meninggal (suami, is","f. Anggota keluarga meninggal (suami, istri, orang\ntua, mertua, anak, menantu) : 2 (dua) hari\n\ng. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\ndunia dibayar untuk selama : 1 (satu) hari",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"marriageleave","a. Pekerja sendiri menikah: 3 (tiga) har","a. Pekerja sendiri menikah: 3 (tiga) hari",{"bindId":155,"name":152,"text":153},"marriage",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"violence","e. Menyerang, menganiaya, mengancam atau","e. Menyerang, menganiaya, mengancam atau\nmengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja.",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"hourspday_select","2. Jam kerja normal di perusahaan adalah","2. Jam kerja normal di perusahaan adalah 8 (delapan)\u002F7 (tujuh) jam sehari\n(disesuaikan dengan sistem hari kerja) dan tidak melebihi 40 (empat puluh) jam\nseminggu. Dengan ketentuan apabila perusahaan memerlukan kerja lembur baik pada\nhari kerja biasa, hari libur resmi, maupun hari kerja shift maka pekerja dapat\ndiminta untuk melaksanakan kerja lembur secara sukarela dengan mengacu kepada\nketentuan peraturan yang berlaku.",{"bindId":165,"name":162,"text":163},"hourspday",{"bindId":167,"name":162,"text":163},"hourspweek_select",{"bindId":169,"name":162,"text":163},"hourspweek",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"dayspweek_select","1. Dengan memperhatikan ketentuan perund","1. Dengan memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku, hari kerja biasa\ndi perusahaan adalah hari Senin sampai dengan hari Jum’at dan atau Sabtu.\nDisesuaikan dengan ketentuan perusahaan mengenai sistem hari kerja untuk masing\n– masing bagian kecuali hari libur\u002Fhari raya resmi yang ditetapkan pemerintah\nkecuali bagian Satuan Pengaman (SATPAM) diatur secara khusus.",{"bindId":175,"name":172,"text":173},"dayspweek",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"PAIDLEAV_trigger","Setiap pekerja telah bekerja selama 12 (","Setiap pekerja telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus menerus,\n    berhak atas istirahat tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan\n    mendapat upah penuh tanpa memperhitungkan izin yang telah tertuang dalam\n    pasal 43 PKB ini.",{"bindId":181,"name":178,"text":179},"holidaysdays",{"bindId":183,"name":178,"text":179},"holidaysweeks",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"holidaysfixed","Perusahaan dapat mengajukan cuti massal ","Perusahaan dapat mengajukan cuti massal dalam 1 (satu) tahun, sesuai\n    kesepakatan antara Serikat Pekerja dan pengusaha.",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"SCHEDULE_trigger","Dalam 1 (satu) minggu pekerja berhak dib","Dalam 1 (satu) minggu pekerja berhak diberikan istirahat minimal selama 1\n    (satu) hari penuh. Pada hari libur resmi\u002Fnasional yang ditetapkan oleh\n    pemerintah, pekerja berhak dibebaskan dari pekerjaan.",{"bindId":193,"name":190,"text":191},"schedulesrestpw",{"bindId":195,"name":190,"text":191},"bankholidays1",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"TRADEUNLEAV_trigger","Pengusaha memberikan dispensasi kepada P","Pengusaha memberikan dispensasi kepada Pengurus Serikat Pekerja (yang\n    dapat diwakilkan kepada anggota yang ditunjuk), dalam hal dipanggil oleh\n    Instansi Pemerintah, Pimpinan Pusat\u002FCabang SPN dan kegiatan intern yang\n    berhubungan dengan organisasi mendapatkan upah penuh pada hari – hari\n    kerja resmi dengan pemberitahuan secara tertulis 2 (dua) sebelumnya kecuali\n    dalam kondisi mendesak.",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"PAYSCALES_trigger","Pada prinsip upah dibayar kepada pekerja","Pada prinsip upah dibayar kepada pekerja yang telah bekerja dan diatur\nmenurut jabatan dan status pekerja dengan sistem tingkatan dimana pengaturan\nadalah sebagai berikut:\n\n1. Jenis pengupahan\n\na. Upah untuk golongan pekerja non staff\n\nb. Upah untuk golongan staff\n\n2. Unsur pengupahan\n\nPada dasarnya unsur pengupahan terdiri dari upah\npokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap.\n\n3. Upah tetap adalah upah pokok ditambah tunjangan\nyang bersifat tetap\n\na. Tunjangan tetap terdiri dari tunjangan masa\nkerja\n\nb. Tunjangan tidak tetap merupakan insentif agar\nkinerja pekerja lebih baik, dibayarkan menurut kehadiran kerja atau pencapaian\nprestasi kerja tertentu yang terdiri:\n\ni. Insentif kerja malam\n\nii. Tunjangan premi prestasi (untuk kelompok)\n\niii. Tunjangan premi hadir (untuk individu)\n\niv. Tunjangan bonus absen (untuk kelompok)\n\n4. Tunjangan lain – lain\n\nPerusahaan menetapkan tunjangan lainnya kepada\npekerja diluar komponen upah, dengan rincian sebagai berikut:\n\na. Tunjangan Hari Raya (THR)\n\nb. Tunjangan melahirkan\n\nc. Tunjangan kematian\n\nd. Tunjangan kesehatan",{"bindId":205,"name":206,"text":206},"oncerise_detail_txt","a. Tunjangan Hari Raya (THR)",{"bindId":208,"name":209,"text":210},"ONCERISE2_trigger","Bonus akhir tahun diberikan oleh perusah","Bonus akhir tahun diberikan oleh perusahaan maksimal\nbulan Juni tahun berikutnya. Jika perusahaan mendapatkan keuntungan\n(profit).",{"bindId":212,"name":209,"text":210},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"NOCTPREM_trigger","3. Tunjangan shift Khusus untuk pekerja ","3. Tunjangan shift\n\nKhusus untuk pekerja yang bekerja pada shift malam\ndan atau bekerja sampai pagi diberikan tunjangan shift sebesar Rp 2.000,- (dua\nribu rupiah)\u002Fhari kerja",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"shiftallowanceamount1","Khusus untuk pekerja yang bekerja pada s","Khusus untuk pekerja yang bekerja pada shift malam\ndan atau bekerja sampai pagi diberikan tunjangan shift sebesar Rp 2.000,- (dua\nribu rupiah)\u002Fhari kerja",{"bindId":222,"name":219,"text":220},"shiftallowancetype1",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"OVERTIME_trigger","2. Pembayaran upah lembur disesuaikan de","2. Pembayaran upah lembur disesuaikan dengan peraturan atau undang –\nundang yang berlaku kecuali untuk jabatan tertentu ditentukan lain oleh\nperusahaan.",{"bindId":228,"name":229,"text":230},"overtimeallowancetype_general","3. a. Apabila kerja lembur dilakukan pad","3. a. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa:\n\na.1 untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar\nupah sebesar 1,5 (Satu setengah)\n\na.2 untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus\ndibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah resmi:",{"bindId":232,"name":233,"text":234},"overtimeallowanceperc1_general","a.1 untuk jam kerja lembur pertama harus","a.1 untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar\nupah sebesar 1,5 (Satu setengah)",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"overtimeallowancetype","a.2 untuk setiap jam kerja lembur beriku","a.2 untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus\ndibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah resmi:",{"bindId":240,"name":225,"text":226},"overtimeallowancetype1",{"bindId":242,"name":243,"text":244},"SUNDAY_trigger","b. Apabila kerja lembur dilakukan pada h","b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan atau pada hari libur\u002Flibur resmi:\n\nb.1 Sistem 6 (enam) hari kerja seminggu:\n\nb.1.1. Perhitungan upah kerja lembur untuk 7\n(tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam dan jam ke delapan dibayar\n3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4\n(empat) kali upah sejam.\n\nb.1.2. Apabila hari libur resmi jatuh pada hari\nkerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua)\nkali upah sejam, jam ke enam 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh\ndan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam.",{"bindId":246,"name":247,"text":248},"sundayallowancetype","b.1.1. Perhitungan upah kerja lembur unt","b.1.1. Perhitungan upah kerja lembur untuk 7\n(tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam dan jam ke delapan dibayar\n3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4\n(empat) kali upah sejam.",{"bindId":250,"name":247,"text":248},"sundayallowanceperc1",{"bindId":252,"name":253,"text":254},"SENIOR_trigger","Tunjangan masa kerja diberikan setiap bu","Tunjangan masa kerja diberikan setiap bulan besarnya\nRp 10.000,- untuk setiap tahun masa kerja yang bersangkutan. Untuk non staff\nditetapkan sebesar maksimal Rp 70.000,- (tujuh puluh ribu rupiah) dan untuk\nstaff ditetapkan sebesar maksimal Rp 80.000,- (delapan puluh ribu rupiah).",{"bindId":256,"name":253,"text":254},"longserviceallowancetype",{"bindId":258,"name":253,"text":254},"longserviceallowanceamount1",{"bindId":260,"name":253,"text":254},"longserviceallowancetype1",{"bindId":262,"name":263,"text":264},"mealvouchers","a. Perusahaan menyediakan fasilitas maka","a. Perusahaan menyediakan fasilitas makan bagi yang\nmendapatkan dengan pengelolaan kantin dalam.",{"bindId":266,"name":267,"text":268},"strikes_trigger","Mogok kerja adalah sebagai hak dasar pek","Mogok kerja adalah sebagai hak dasar pekerja\u002Fburuh dan Serikat\n    Pekerja\u002FSerikat Buruh secara sah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya\n    perundingan, dalam hal ini diatur dalam Undang – Undang Ketenagakerjaan\n    dan peraturan yang berlaku.\n  Tata cara tentang mogok kerja diatur sebagai berikut:\n    a. Sekurang – kurangnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sebelum mogok\n    kerja dilaksanakan pekerja\u002Fburuh dan serikat pekerja wajib memberitahukan\n    secara tertulis kepada pengusaha dan instansi yang bertanggung jawab di\n    bidang ketenagakerjaan.\n    b. Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ini sekurang –\n    kurangnya memuat:\n    a. Waktu (hari, tanggal, jam) dimulai dan\n    berakhir mogok kerja\n    b. Tempat mogok kerja\n    c. Alasan dan sebab – sebab harus melakukan\n    mogok kerja\n    d. Tanda tangan ketua dan sekretaris serikat\n    pekerja selaku penanggung jawab mogok kerja",{"bindId":270,"name":271,"text":272},"direct_participation_trigger","Lembaga kerja sama bipartite merupakan f","Lembaga kerja sama bipartite merupakan forum konsultasi dalam musyawarah\n    untuk memberikan pertimbangan, saran dan pendapat kepada perusahaan dalam\n    menyusun kebijaksanaan.\n  Lembaga bipartite dibentuk dari unsur Manajemen, Serikat pekerja dan\n    Perwakilan pekerja dengan komposisi 1:1 masing – masing sebanyak 7\n  orang.",{"bindId":274,"name":275,"text":276},"coverunion_trigger","Bahwa isi Perjanjian Kerja Bersama ini b","Bahwa isi Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh pekerja dari\n    semua tingkatan yang bekerja di Perusahaan dan tidak berlaku bagi\n  Pengusaha.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Pancaprima Ekabrothers - Tangerang - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-12-11\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-12-10\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2019-12-11\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Pancaprima Ekabrothers\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        SPN - Serikat Pekerja Nasional\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;44000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;10000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[282],{"title":38,"slug":34},[284],{"type":285,"data":286},"call_to_action_body_block",{"title":287,"description":288,"variant":289,"link":290},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":287,"url":291,"description":287,"rel":292,"type":293},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[295],{"type":285,"data":296},{"title":287,"description":288,"variant":289,"link":297},{"title":287,"url":291,"description":287,"rel":292,"type":293},[]]