[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-indonesia-wacoal-dengan-serikat-pekerja-garteks-pt-indonesia-wacoal-dan-serikat-pekerja-lomenik-pt-indonesia-wacoal-2021-2023":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":333,"content_type_view":334,"extra_breadcrumbs":335,"body":337,"body_blocks":348,"related_pages":352},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":331,"translations":332},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-pt-indonesia-wacoal-dengan-serikat-pekerja-garteks-pt-indonesia-wacoal-dan-serikat-pekerja-lomenik-pt-indonesia-wacoal-2021-2023","319c1fde-3fb5-11ed-b781-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-indonesia-wacoal-dengan-serikat-pekerja-garteks-pt-indonesia-wacoal-dan-serikat-pekerja-lomenik-pt-indonesia-wacoal-2021-2023\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-indonesia-wacoal-dengan-serikat-pekerja-garteks-pt-indonesia-wacoal-dan-serikat-pekerja-lomenik-pt-indonesia-wacoal-2021-2023\u002F","Perjanjian Kerja Bersama PT. Indonesia Wacoal Dengan Serikat Pekerja Garteks PT. Indonesia Wacoal dan Serikat Pekerja Lomenik PT. Indonesia Wacoal 2021 – 2023","IDN PT. Indonesia Wacoal - 2021","Indonesia - IDN PT. Indonesia Wacoal - 2021","IDN PT. Indonesia Wacoal - 2021 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT. Indonesia Wacoal 2021 – 2023.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New7\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA PT. INDONESIA WACOAL PERIODE 2021 – 2023\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PENDAHULUAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam pengelolaan hubungan kerja di dalam Perusahaan, perlu adanya suatu\npedoman berupa Perjanjian Kerja Bersama yang diantaranya berisi tentang syarat\nkerja dan hal-hal lain yang mengatur tentang hak dan kewajiban para pihak di\ndalam Perusahaan yaitu Pengusaha\u002FPimpinan Perusahaan dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan\nkepastian tentang hal-hal yang diperlukan dalam menciptakan hubungan kerja yang\nharmonis dan ketenangan kerja serta tercapainya sasaran kerja Perusahaan dan\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dengan memperhatikan dan mengikuti\nketentuan yang berlaku di dalam Undang-Undang dan Peraturan-Peraturan lainnya\ndi bidang ketenagakerjaan, khususnya Undang-Undang Republik Indonesia No. 13\nTahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tujuan dari Perjanjian Kerja Bersama ini adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Menjadi pedoman dalam mengatur hubungan kerja dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Menjadi sarana dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, yang\ndiperlukan untuk pencapaian produktivitas kerja yang optimal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Memelihara hubungan industrial yang harmonis sehingga tercipta ketenangan\nkerja di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi seluruh Pekerja\u002FBuruh di\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Secara umum, dalam mengelola sumber daya manusia, Perusahaan tidak\nmembedakan Pekerja berdasarkan suku, agama, ras, golongan dan asal-usul.\nPerusahaan memperlakukan dan memberi kesempatan yang sama kepada setiap Pekerja\nuntuk maju dan berkembang bersama Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk itu, Perusahaan mengatur tugas, kewajiban dan hak Pekerja sesuai\ndengan fungsi dan peranannya dalam organisasi, yang mana masing-masing Pekerja\nmempunyai kewajiban, hak dan tanggung jawab sesuai dengan kedudukannya dalam\norganisasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Oleh karena itu, semua Pekerja tanpa kecuali wajib mematuhi Perjanjian Kerja\nBersama dan mempergunakannya sebagai pedoman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: HAL – HAL UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: ISTILAH DAN DEFINISI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengertian dari beberapa istilah di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\nadalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Perseroan Terbatas Indonesia Wacoal, berkedudukan di Jl. Tarikolot\nNo. 59, Citeureup, Bogor, bergerak dibidang usaha industri pakaian jadi yang\ndidirikan berdasarkan akte No. 230 tanggal 22 Februari 1991 yang dibuat oleh\nMisahardi Wilamarta SH, notaris di Jakarta dan akte perusahaan terakhir No. 10\ntanggal 3 November 2008 dibuat oleh Mellyani Noor Shandra SH, notaris di\nJakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dibuat oleh Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh atau beberapa Serikat\nPekerja\u002FSerikat Buruh yang telah tercatat pada instansi yang bertanggung jawab\ndibidang ketenagakerjaan dengan Pengusaha atau beberapa Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah organisasi yang di dalam hubungan kerja mewakili kepentingan hasrat\ndan kebutuhan Pekerja yang menjadi anggotanya. Dalam hal ini disebut Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Direksi\u002FPimpinan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah badan eksekutif dalam Perusahaan terdiri dari Presiden Direktur dan\nbeberapa Direktur yang ditetapkan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang\nberwenang dan bertanggungjawab dalam mengelola Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Atasan Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja Perusahaan yang karena jabatannya mempunyai tugas,\ntanggungjawab dan wewenang dalam mengatur\u002Fmembagi pekerjaan, pembinaan dan\npengawasan terhadap Pekerja yang berada di bagiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang diterima dan terikat secara formal dalam suatu\nhubungan kerja dengan Perusahaan serta terdaftar secara administrasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seorang istri\u002Fsuami dari pekerja yang dibuktikan dengan akta\nnikah\u002Fperkawinan dan anak yang sah tanggungan Pekerja, berusia maksimal 21 (dua\npuluh satu) tahun, belum menikah, belum bekerja dan belum berpenghasilan\nsendiri dan terdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah serangkain kegiatan yang dijalankan oleh Pekerja untuk kepentingan\nPerusahaan dalam kaitannya dengan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9) Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari yang berjalan dari pukul 06.00 pagi hari tersebut sampai dengan pukul\n06.00 pagi hari berikutnya, yang merupakan waktu yang wajib bagi Pekerja untuk\nmelakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10) Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jangka waktu (bulan dan tahun) Pekerja bekerja secara tidak\nterputus-putus pada Perusahaan, terhitung sejak diterima\u002Fmulai bekerja sebagai\nPekerja yang dijalaninya sampai dengan tanggal Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11) Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah sejumlah uang atau suatu nilai uang yang ditetapkan Perusahaan yang\nmenjadi hak dan untuk dibayarkan kepada Pekerja setiap bulan sebagai imbalan\natas pekerjaan yang dilakukan oleh Pekerja untuk Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12) Tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pembayaran-pembayaran lain selain gaji, yang diberikan Perusahaan\nkepada Pekerja untuk keperluan dan tujuan tertentu, terdiri dari tunjangan\ntetap dan tidak tetap sesuai dengan pekerjaan, jabatan, kedudukan dalam\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13) Fasilitas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah sejumlah uang tertentu atau barang\u002Fbenda milik Perusahaan yang\ndiperuntukan\u002Fdipergunakan atau diberikan Perusahaan kepada Pekerja sebagai\ntambahan (benefit) dan bukan merupakan bagian dari gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14) Jam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kisaran waktu (jam) dalam satu hari yang ditetapkan oleh Perusahaan\ndan menjadikan kewajiban bagi Pekerja untuk melakukan pekerjaan, baik di dalam\natau diluar lokasi Perusahaan yang merupakan tempat Pekerja menjalankan\nfungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15) Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerjaan yang dilakukan oleh Pekerja diluar batas jam kerja\nPerusahaan dan melebihi jumlah waktu kerja normal dan dilakukan atas\npersetujuan bersama antara Atasan Pekerja dan Pekerja yang bersangkutan untuk\nkepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>PT. Indonesia Wacoal yang berkedudukan di Jl. Tarikolot No. 59, Citeureup,\nBogor yang selanjutnya disebut sebagai Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja yang terdaftar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi Republik Indonesia:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Serikat Pekerja Garteks PT. Indonesia Wacoal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>No. Pendaftaran: 602\u002FSP-SB\u002FFSB-GARTEKS\u002FSBSI\u002FIW\u002F91200\u002FVIII\u002F2012\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tanggal 13 September 2012\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Serikat Pekerja Lomenik PT. Indonesia Wacoal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>No. Pendaftaran: 674\u002FSP-SB\u002FFLOMENIK\u002FSBSI\u002FIW\u002F91200\u002FII\u002F2013\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tanggal 28 Februari 2013\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: RUANG LINGKUP PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur secara umum Hak dan Kewajiban\nantara Perusahaan dan Pekerja, syarat dan kondisi kerja, tata tertib dan\nhal-hal lain yang berkaitan dengan hubungan kerja dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-part_time_excluded\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-tempagency\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-minijobs_excluded\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-apprentices_excluded\">\u003Cp>2) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi seluruh pekerja\u002Fburuh di\nperusahaan PT. Indonesia Wacoal.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: MAKSUD DAN TUJUAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan dan Pekerja akan lebih mengetahui dan memahami tentang hak dan\nkewajiban masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Mengurangi timbulnya perselisihan terkait Hubungan Industrial dan\nPeningkatan Usaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Membantu ketenangan kerja Pekerja serta mendorong semangat dan kegiatan\nbekerja lebih tekun dan rajin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Untuk menciptakan suasana musyawarah dan kekeluargaan dalam\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: KEWAJIBAN DAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan maupun Serikat Pekerja berkewajiban untuk mematuhi dan\nmentaati seluruh ketentuan yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban memelihara dan menjaga\ntegaknya Perjanjian Kerja Bersama dan senantiasa berupaya menciptakan kondisi\nHubungan Industrial yang tentram, sehingga Pekerja dapat bekerja secara\nproduktif dengan tingkat kualitas dan pelayanan yang meningkat secara terus\nmenerus, yang pada akhirnya tujuan Perusahaan dapat dicapai secara efektif dan\nefisien.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pemimpin Perusahaan mempunyai hak untuk menetapkan dan melaksanakan\nketentuan\u002Fperaturan\u002Fkebijakan Perusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pekerja berhak untuk menerima upah dan hak-hak lainnya sesuai dengan\npekerjaan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: KEWAJIBAN DASAR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja harus mentaati ketentuan-ketentuan sebagaimana berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Setiap Pekerja harus sadar akan kewajiban yang telah ditentukan oleh\nPerusahaan dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya serta berusaha aktif untuk\nmeningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja serta menjaga kondusifitas\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pekerja harus tunduk kepada peraturan dan tata tertib Perusahaan serta\nperintah Atasan Pekerja yang ada kaitannya dengan urusan pekerjaan sepanjang\ntidak bertentangan dengan undang-undang dan hukum yang berlaku maupun kebijakan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja tidak diperbolehkan melakukan suatu perbuatan yang secara\nlangsung maupun tidak langsung mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan, seperti:\nmembuka rahasia Perusahaan, menggunakan nama Perusahaan untuk kepentingan\npribadi, menjelekkan nama Perusahaan kepada Pihak Ketiga maupun khalayak ramai,\nserta perbuatan lainnya yang dapat dianggap merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Selama kurun waktu\u002Fjam kerja setiap Pekerja harus berpenampilan rapi,\nbersikap sopan, tidak merokok di dalam ruang kerja dan tidak melakukan hal-hal\nyang tidak ada hubungan dengan tugas dan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pekerja harus segera melaporkan kepada Perusahaan dan berusaha untuk\nmencegahnya apabila menemukan apabila menemukan sesuatu yang dapat\nmengakibatkan kerugian bagi Perusahaan atau nama baik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: PERATURAN DASAR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pada hari kerja, setiap Pekerja diharuskan datang di tempat kerja sebelum\njam kerja dimulai dan meninggalkan tempat kerja setelah berakhir jam kerja yang\ntelah ditentukan, kecuali bagi Pekerja yang diperintahkan dan menyetujui untuk\nbekerja lembur atau hal lain yang telah disetujui oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pekerja diharuskan memelihara kerapihan dan kebersihan tempat kerja dan\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja dilarang minum minuman keras dan atau memakai obat-obatan\nterlarang (NARKOBA) didalam Perusahaan ataupun mabuk karena minum minuman keras\natau memakai obat-obatan terlarang yang dampaknya terbawa ke dalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pekerja dilarang berjudi, berkelahi, melakukan tindakan kekerasan,\nmenganiaya dan mengancam atasan atau sesama Pekerja di dalam areal lingkungan\nPekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pekerja dilarang keras untuk mengadakan rapat-rapat, propaganda,\nmenempelkan pamflet-pamflet dan poster-poster atau coretan-coretan di dalam\nPerusahaan tanpa izin dari Perusahaan dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Pekerja dilarang untuk menyebaran desas-desus yang dapat menimbulkan\nkeresahan antara para Pekerja dan merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Pekerja dilarang untuk membawa atau memakai uang, barang dan alat kerja\nmilik Perusahaan untuk kepentingan pribadi atau orang lain tanpa izin dari\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Pekerja dilarang untuk bekerja pada Perusahaan lain tanpa izin dari\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9) Pekerja dilarang untuk mempunyai kepemilikan secara langsung maupun tidak\nlangsung dan atau bekerja sampingan di tempat lain yang kegiatan usahanya\nsejenis dengan usaha Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10) Pekerja dilarang keras untuk menerima uang, menerima komisi atau\npemberian dalam bentuk apapun dari Pihak Ketiga sehubungan dengan pekerjaan\natau jabatannya, dengan detail sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Setiap karyawan dilarang meminta atau menerima\nkomisi\u002Fhadiah dari pihak ketiga atas pembelian atau jasa untuk kepentingan\npribadi yang ada hubungannya dengan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Yang dimaksud hadiah dalam ayat di atas adalah\npemberian dalam bentuk uang, barang maupun fasilitas dan lain sebagainya\ntermasuk pemberian potongan harga dan\u002Fkomisi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Dikecualikan dari ketentuan butir a dan b,\npenerimaan pemberian dari pihak lain dalam rangka promosi perusahaan, bingkisan\nhari besar keagamaan (parcel), cinderamata dan kenang-kenangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Semua barang yang sesuai dengan butir c, harus\ndikumpulkan dengan seizin\u002Fsepengetahuan dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Bagi karyawan yang melanggar hal ini akan\ndikenakan sanksi berupa SP3 dan atau dikenakan PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11) Pekerja dilarang untuk membuat laporan palsu, tentang apapun yang\nmerugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12) Pekerja dilarang keras untuk membocorkan, memberitahu atau membuka\nrahasia yang berkaitan dengan segala sesuatu kegiatan Perusahaan tanpa adanya\nizin dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13) Pekerja diharuskan membaca dan memahami segala peraturan yang\nditerbitkan oleh Perusahaan yang diumumkan atau diberitahukan kepada Pekerja\nmelalui surat keputusan, memorandum, surat edaran biasa atau surat elektronik\n(e-mail) maupun yang ditempelkan pada papan pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN DAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>1) Serikat Pekerja mengakui bahwa perusahaan mempunyai wewenang penuh dalam\nmengatur dan mengelola jalannya perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pengusaha mengakui Serikat Pekerja Garteks PT. Indonesia Wacoal No.\nPendaftaran: 602\u002FSP-SB\u002FFSB-GARTEKS\u002FSBSI\u002FIW\u002F91200\u002FVIII\u002F2012 dan Serikat Pekerja\nLomenik PT. Indonesia Wacoal No. Pendaftaran:\n674\u002FSP-SB\u002FFLOMENIK\u002FSBSI\u002FIW\u002F91200\u002FII\u002F2013 sebagai organisasi pekerja yang sah\ndan resmi mewakili segenap anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: FASILITAS – FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Untuk mendukung kegiatan Serikat Pekerja, Perusahaan memberikan fasilitas\nruangan kantor untuk dipergunakan sebagai secretariat, dimana fasilitas\ntersebut merupakan inventaris Perusahaan yang dipinjamkan kepada Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perusahaan menyediakan papan pengumuman kegiatan organisasi dan setiap\npengumuman harus ditempelkan di papan pengumuman sehingga mudah dibaca oleh\npara Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Perusahaan membantu memotong upah Pekerja untuk iuran organisasi sesuai\ndengan Peraturan Menteri No. 01 Tahun 1984.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: DISPENSASI BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Dalam rangka memenuhi tugas organisasi atau Lembaga pemerintahan\nsehubungan dengan kegiatan ketenagakerjaan, Perusahaan memberi dispensasi untuk\nmeninggalkan pekerjaan bagi pengurus atau anggota Serikat Pekerja yang diberi\nmandat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>2) Dispensasi untuk pengurus atau anggota Serikat Pekerja diberikan dalam\nbentuk kuota jam kerja dimana akan diberikan sebanyak 8 jam kerja\u002Fminggu dengan\nketentuan dispensasi yang tidak terpakai tidak digunakan untuk hari atau minggu\nberikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Dalam hal tertentu dan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu serta\ndengan memperhatikan sifat kegiatan, perusahaan dapat memberikan dispensasi\nmelampaui batas waktu yang ditentukan pada ayat 2.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Dispensasi ini dapat diberikan apabila disertai dengan bukti-bukti yang\nadanya undangan untuk mengikuti kegiatan disertai dengan mandat dari Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: FORUM BIPARTIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_hrs\">\u003Cp>Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk mendorong terciptanya\nketenangan dan ketentraman di tempat kerja. Untuk membina lancarnya hubungan\ntimbal balik, maka Perusahaan dan Serikat Pekerja membentuk Form Bipartit\ndengan kegiatan-kegiatan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Mengadakan pertemuan sesuai kebutuhan untuk membahas masalah-masalah yang\nberkaitan dengan peningkatan produktivitas, ketenagakerjaan atau untuk saling\nmenyampaikan informasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Sebagai wadah pembinaan dan penyelesaian masalah Pekerja secara bersama\nantara Peruahaan, Serikat Pekerja dan Wakil Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: BUDAYA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka meningkatkan kinerja dan untuk mencapai produktivitas yang\noptimal, Serikat Pekerja dan Perusahaan secara bersama-sama bertanggungjawab\nuntuk membangun budaya kerja yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam\nPerusahaan yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1) Pengembangan Mutu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2) Pengembangan Pelayanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3) Pengembangan Moral dan Disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4) Pengembangan Produktivitas dan Inovasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5) Pengembangan dalam Kerjasama dan Saling\nMenghargai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: STATUS DAN PENGGOLONGAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Berdasarkan sifat dan jangka waktu ikatan kerja, status Pekerja dibagi\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Pekerja Tetap (PKWTT: Perjanjian Kerja Waktu\nTidak Tertentu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah Pekerja yang telah memenuhi syarat-syarat\nyang ditentukan, diterima bekerja dalam hubungan kerja dengan Perusahan atas\ndasar Perjanjian Kerja untuk jangka waktu tidak tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Pekerja Kontrak (PKWT: Perjanjian Kerja Waktu\nTertentu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adakah Pekerja yang terikat pada hubungan kerja\nuntuk waktu tertentu dengan Perusahaan atas dasar Perjanjian Kerja untuk jangka\nwaktu tertentu sebagaimana dimaksud dalam peraturan dan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Pekerja Harian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah Pekerja yang bekerja pada Perusahaan untuk\nmelakukan suatu pekerjaan tertentu dan dapat berubah-ubah dalam hal waktu\nmaupun volume pekerjaan dengan menerima upah yang didasarkan atas kehadiran\npekerja secara harian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Masa Percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan\nsebelum diterima sebagai Pekerja Tetap.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Pekerja Paruh Waktu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah Pekerja yang bekerja secara paruh waktu,\nupah pekerja paruh waktu dibayarkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha\ndan pekerja\u002Fburuh yang bekerja secara paruh waktu. (Sebagaimana diatur dalam PP\nNo. 36 Tahun 2021 pasal 16).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Untuk menggambarkan kedudukan dan perkembangan karir dalam Perusahaan\nserta sebagai pedoman dalam pemberian renumerasi Pekerja, maka dilakukan suatu\npenggolongan Pekerja yang terdiri atas Jabatan dan Tingkat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Penggolongan Pekerja ditentukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>JABATAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>TINGKAT\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>OPERATOR\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>WAKIL KEPALA REGU\u002FSUB LEADER\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>KEPALA REGU\u002FTEAM LEADER\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>STAFF\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>SUPERVISOR\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>CHIEF SUPERVISOR\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>ASSISTANT MANAGER\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">JABATAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>TINGKAT\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MANAGER\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>SENIOR MANAGER\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>ASSISTANT GENERAL MANAGER\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>GENERAL MANAGER\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>DIRECTOR\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>MANAGING DIRECTOR\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>PRESIDENT DIRECTOR\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Penetapan dan penerapan mengenai Penggolongan Pekerja diatur lebih rinci\ndalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: PENERIMAAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Persyaratan umum penerimaan Pekerja merupakan hak dan kewenangan\nPerusahaan, diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Warga Negara Indonesia (WNI), kecuali untuk\ntenaga khusus dan ekspatriat\u002Ftenaga asing tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Minimal 18 tahun dan atau telah lulus Pendidikan\nSLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Calon Pekerja harus berkelakuan baik, tidak\npernah dihukum dalam suatu perkara pidana dan sehubungan dengan hal itu mampu\nmemberikan suatu surat keterangan yang dikeluarkan oleh pihak yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Calon Pekerja harus dapat membuktikan keaslian\ndari ijazah dan surat-surat lain yang diajukan pada saat melamar pekerjaan pada\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Calon Pekerja harus berbadan sehat yang\ndibuktikan dengan surat keterangan Kesehatan disertai dengan hasil ronsen yang\nterbaru setelah dinyatakan lulus tes.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f) Calon Pekerja harus lulus dari wawancara dan\natau pengujian lainnya yang diselenggarakan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g) Calon Pekerja harus memiliki alamat yang jelas\ndibuktikan dengan kartu tanda penduduk yang masih berlaku dan atau tanda\npengenal lainnya yang dapat diterima oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h) Apabila diminta oleh Perusahaan, calon Pekerja\nharus dapat menunjukkan surat referensi termasuk dari Perusahaan terakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i) Calon Pekerja harus menandatangani suatu\nperjanjian kerja perorangan yang disiapkan oleh Perusahaan dan disetujui oleh\ncalon Pekerja yang bersangkutan yang memuat antara lain: syarat-syarat kerja,\npernyataan tentang kesediaan calon Pekerja untuk menerima dan mematuhi\nketentuan dalam perjanjian kerja perorangan, dan kebijakan Perusahaan yang\nberlaku dari waktu ke waktu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pada hari pertama Pekerja masuk bekerja harus sudah tidak mempunyai\nhubungan kerja dalam bentuk apapun dengan badan pemerintah atau perusahaan atau\nperorangan maupun juga termasuk bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri\n(self-employment) serta tidak lagi terikat oleh suatu ikatan dinas dengan pihak\nmanapun juga, terkecuali ditentukan lain atas suatu hal yang bersifat khusus\nyang disetujui oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Apabila kemudian terbukti bahwa Pekerja telah memberikan keterangan yang\ntidak benar mengenai hal yang dimaksud dalam ayat 2 diatas, maka Pekerja yang\nbersangkutan, tanpa memerlukan pembuktian lebih lanjut, dianggap telah\nmemberikan keterangan palsu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Dalam masa percobaan baik Perusahaan maupun Pekerja Percobaan\nmasing-masing dapat melakukan pemutusan Hubungan Kerja setiap saat tanpa syarat\napapun bagi kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: PENGALIHTUGASAN\u002FMUTASI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam upaya pemberdayaan Pekerja dan untuk mencapai tujuan operasional\nPerusahaan, Perusahaan berwenang dan berhak untuk mengangkat, menempatkan atau\nmengalihtugaskan\u002Fmemutasikan Pekerja dari suatu jabatan ke jabatan lain atau\ndari suatu lokasi ke lokasi lain dalam Perusahaan tanpa mengurangi hak\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: BATAS USIA KERJA\u002FUSIA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Usia Pensiun ditetapkan yaitu 55 (lima puluh lima) tahun bagi Pekerja sampai\ndengan golongan tingkat\u002Flevel 7 (tingkat) atau sama dengan jabatan Assistant\nManager. Sedangkan usia pensiun bagi Pekerja dengan golongan tingkat\u002Flevel 8\n(delapan) atau sama dengan jabatan Departemen Head keatas ditetapkan pada usia\n60 (enam puluh) tahun, sesuai dengan Permenaker No. 02\u002FMen\u002F1995.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: PERJALANAN DINAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat menugaskan Pekerja untuk melaksanakan perjalanan dinas\nkeluar kota maupun keluar negeri. Ketentuan mengenai pedoman dan kebijakan\ntentang perjalanan dinas diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: PENILAIAN PRESTASI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penilaian atas prestasi kerja Pekerja dilakukan oleh Perusahaan melalui\nAtasan Pekerja masing-masing secara terus menerus dan secara tertulis\nsekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun. Ketentuan mengenai pedoman,\nkebijakan dan tata cara penilaian Pekerja diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perjanjian kerja waktu tertentu dilakukan sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini perjanjian kerja waktu tertentu untuk\npaling lama 5 (lima) tahun (sebagaimana diatur dalam PP Nomor 35 Tahun\n2021).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: PENGANGKATAN PEKERJA WAKTU TERTENTU (PKWT) MENJADI PEKERJA WAKTU\nTIDAK TERTENTU (PKWTT)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan berhak dan berwenang untuk mengangkat dan menetapkan Pekerja\nWaktu Tertentu menjadi Pekerja Waktu Tidak Tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pengangkatan Pekerja Waktu Tertentu menjadi Pekerja Waktu Tidak Tertentu\nberdasarkan penilaian prestasi subjektif mungkin dan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cp>1) Perusahaan menetapkan hari dan jam kerja berdasarkan kebutuhan Perusahaan\ndengan tetap mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>2) Berpedoman pada ayat 1 pasal ini, hari dan jam kerja Perusahaan yang\nlamanya 40 (empat puluh) jam seminggu diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) 5 (lima) hari kerja dalam satu minggu (Senin\nsampai dengan Jumat), dengan waktu kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Head Office: Jam 07.30 WIB sampai dengan jam 16.30\nWIB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Rep. Office: Jam 08.00 WIB sampai dengan jam 17.00\nWIB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) 6 (enam) hari kerja dalam satu minggu (Senin\nsampai dengan Minggu dan istirahat mingguan dilaksanakan diantara hari-hari\ntersebut), waktu kerja: diatur tersendiri sesuai dengan kebutuhan\noperasional.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Hari kerja Perusahaan ditentukan dan sewaktu-waktu dapat berubah dengan\nSurat Keputusan, sedangkan perubahan waktu\u002Fjam kerja dan jadwal kerja Pekerja\nserta pengganti hari libur Pekerja dilakukan oleh atasan bagiannya\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>4) Pekerja mendapat waktu untuk jam istirahat kerja minimal 1\u002F2 (setengah)\njam setelah bekerja 4 (empat) jam terus menerus, namun di setiap bagian yang\nterkait dengan pelayanan terhadap konsumen diwajibkan adanya tugas jaga secara\nbergiliran. Waktu untuk istirahat tersebut tidak termasuk dalam jam kerja\nsebagaimana disebut dalam ayat 2 pasal ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pada hari Jumat diberikan waktu secukupnya bagi Pekerja pria yang\nberagama Islam untuk melakukan ibadah Shalat Jumat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pekerjaan yang dilakukan lebih dari jam kerja yang telah ditentukan dalam\nsehari dan lebih dari 40 (empat puluh) jam seminggu merupakan kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>2) Kerja lembur dilakukan apabila Perusahaan memerlukan dan Pekerja\nmenyetujuinya. Pelaksanaan kerja lembur mengindahkan persyaratan yang\nditetapkan oleh peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Kerja lembur dianggap sah apabila ada Surat Perintah Tugas Lembur yang\ndiisi dan disetujui oleh Pekerja dan atasan Pekerja yang langsung\nmembawahinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pedoman dan kebijakan tentang tata laksana kerja lembur diatur dengan\nketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>1) Perusahaan menetapkan bahwa yang berhak untuk mendapat Upah Lembur hanya\nPekerja tertentu yaitu Pekerja dengan jabatan operator sampai dengan jabatan\nSupervisor.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>2) Pekerja dengan jabatan Assistant Manager ke atas tidak berhak mendapatkan\nupah lembur. Bagi pekerja dengan jabatan section head ke atas apabila kerja\nlembur akan mendapat bantuan makan dan transportasi yang diatur dengan\nketentuan sendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>3) Perhitungan upah lembur dilaksanakan berdasarkan peraturan\nketenagakerjaan yang berlaku, sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Tarif upah lembur sejam, yaitu 1\u002F173 x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Bahwa yang dimaksud dengan upah pada poin a,\nadalah upah dalam pasal 10 Kepmentrans No. 102 Tahun 2004.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Cara perhitungan upah kerja lembur sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nkerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah\nsebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam. Untuk setiap jam kerja lembur\nberikutnya harus dibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan dan\u002Fatau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari\nkerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a) Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam\npertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga)\nkali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali\nupah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b) Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja\nterpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali\nupah sejam, jam keenam 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan\nkedelapan 4 (empat) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan dan atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari\nkerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur\nuntuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan\ndibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali\nupah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: MANGKIR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: MANGKIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Setiap Pekerja yang tidak masuk bekerja atau meninggalkan pekerjaan tanpa\nadanya alasan yang sah dan tidak dapat diterima oleh Perusahaan dianggap\nmangkir dan oleh karena nya upah nya tidak dibayarkan sesuai dengan jumlah\nketidakhadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perhitungan upah yang tidak dibayarkan untuk 1 (satu) hari mangkir adalah\n1\u002F130 x gaji\u002F upah pokok sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Bilamana jangka waktu mangkir seorang Pekerja selama 5 (lima) hari kerja\nberturut-turut dan telah dipanggil 2 (dua) kali oleh Perusahaan secara patut\ndan tertulis, akan tetapi Pekerja tidak hadir atau tidak dapat memberikan\nketerangan dengan didukung bukti yang sah, maka Perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja karena dikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja tersebut berhak atas uang pisah, besarnya uang pisah diatur dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini Pasal 48.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: HARI LIBUR, ISTIRAHAT DAN IZIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: HARI-HARI LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Perusahaan akan mengikuti hari-hari libur resmi (Nasional) yang telah\nditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: ISTIRAHAT TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1) Setiap Pekerja bentuk mendapatkan istirahat atau cuti tahunan dengan\ntetap mendapat upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Hak cuti tahunan dapat diambil setelah Pekerja memiliki masa kerja selama\n12 (dua belas) bulan berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>3) Jumlah hak cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Untuk menjamin kelangsungan operasional Perusahaan dan pelayanan terhadap\nkonsumen, setiap Pekerja yang telah berhak atas cuti tahunan harus merencanakan\ncuti tahunannya dan apabila dianggap perlu Perusahaan berhak mengatur jadwal\ncuti Pekerja dengan tetap memperhatikan kepentingan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Cuti tahunan dapat diatur oleh Perusahaan yang dilaksanakan secara massal\n(cuti bersama) dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri dan atau Hari Raya\nNatal, yang teknis pelaksanaannya diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Pada prinsipnya setiap Pekerja harus mengambil cuti tahunannya sekaligus\natau minimal satu bagiannya terdiri dari 5 hari kerja berturut-turut, kecuali\nberdasarkan alasan kepentingan Perusahaan atau kebutuhan dan keadaan pribadi\nPekerja yang disetujui oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Cuti tahunan tidak boleh ditunda dan tidak dapat diuangkan. Semua cuti\ntahunan harus diambil dalam tahun berjalan, kecuali karena sesuatu hal yang\nsangat penting menyangkut pekerjaan dan telah mendapatkan persetujuan\nPerusahaan, cuti tahunan dapat ditunda sampai hari kerja terakhir di bulan Juni\ntahun berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: IZIN UNTUK TIDAK HADIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pekerja tidak wajib bekerja pada hari-hari libur resmi dan tetap menerima\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perusahaan memberikan izin kepada Pekerja untuk tidak hadir dengan tetap\nmenerima Upah diluar hari istirahat\u002Fcuti tahunan, untuk hal-hal sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">Pekerja menikah \n    \u003Cp>3 (tiga) hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pekerja menikahkan anak \n    \u003Cp>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Khitanan\u002FBaptis anak \n    \u003Cp>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">Kematian istri\u002Fsuami\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua\u002Fmenantu Pekerja \n    \u003Cp>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">Istri Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran \n    \u003Cp>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Kematian anggota keluarga dalam satu rumah \n    \u003Cp>1 (satu) hari kerja\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cp>3) Pelaksanaan cuti atau istirahat Pekerja wanita karena melahirkan,\nkeguguran atau haid adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Istirahat melahirkan dilakukan 1,5 (satu\nsetengah) bulan sebelum dan 1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan\nmenurut perhitungan dan keterangan dokter kandungan atau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Istirahat keguguran dilakukan 1,5 (satu\nsetengah) bulan sejak tanggal keguguran. Laporan adanya keguguran sudah harus\ndisampaikan kepada Perusahaan dalam waktu 3 (tiga) hari kalender setelah\nPekerja mengalami keguguran, dengan melampirkan surat keterangan dari\nDokter\u002FBidan atau Rumah Sakit\u002FKlinik yang menanganinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Istirahat haid berlaku apabila Pekerja merasakan\nsakit pada masa haid hari pertama dan hari kedua, dengan cara\nmemberitahukan\u002Fmeminta izin terlebih dahulu dengan melampirkan surat dokter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Izin dari Perusahaan untuk hal yang termaksud dalam ayat 2 dan ayat 3\npasal ini, harus melalui Atasan Pekerja dan atau bagian Personalia\u002FSumber Daya\nManusia terlebih dahulu, kecuali dalam hal kematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Perusahaan memberi cuti khusus kepada Pekerja yang akan menunaikan Ibadah\nHaji dengan pedoman sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Harus mengajukan permohonan kepada Perusahaan 2\n(dua) bulan sebelum dimulainya cuti khusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Berlaku hanya untuk 1 (satu) kali selama Pekerja\nbekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Lamanya cuti khusus sesuai dengan kebutuhan\nnormal yang ditentukan dalam peraturan pemerintah yang berlaku. Selama cuti\nkhusus ini Pekerja akan tetap mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: PENGGAJIAN, TUNJANGAN DAN FASILITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Upah terdiri dari Gaji Pokok dan Tunjangan. Besarnya Gaji Pokok minimal\n75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah gaji pokok dan tunjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>2) Pembayaran upah terendah tidak akan kurang dari Upah Minimum\nKota\u002FKabupaten\u002FSektoral yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Tunjangan diadakan dan diberikan kepada Pekerja sesuai dengan fungsi,\npekerjaan, tanggungjawab dan jabatan Pekerja yang ketentuannya diatur\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pajak Penghasilan pasal 21 (Pph 21) ditanggung oleh Pekerja dan\nPerusahaan akan memotong pajak penghasilan dari upah setiap bulannya untuk\nkemudian disetorkan ke Kas Negara sesuai dengan Peraturan Pajak yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pembayaran upah dilakukan pada setiap akhir bulan berjalan, jika tanggal\ntersebut jatuh pada hari Minggu atau hari libur Nasional, maka pembayaran upah\ndilakukan sehari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: PEMBAYARAN UPAH SELAMA SAKIT BERKEPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>1) Bagi Pekerja yang menderita sakit berkepanjangan dan tidak mampu bekerja,\nPerusahaan tetap membayar upah nya dengan syarat sesuai dengan yang tertera\ndibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Pekerja harus mengajukan bukti berupa surat\nketerangan dari dokter atau dari rumah sakit tempat Pekerja dirawat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Apabila diperlukan Pekerja harus bersedia\ndiperiksa oleh dokter yang ditunjuk oleh Perusahaan untuk mendapatkan\npenilaiannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>2) Pembayaran Upah Pekerja yang menderita penyakit menahun (berkepanjangan)\nyang berlangsung terus menerus atau terputus-putus yang berulang kembali dalam\ntenggang waktu kurang dari 20 (dua puluh) hari kerja, tetap mendapatkan upah\nyaitu sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MASA SAKIT\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UPAH YANG DIBAYARKAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 bulan pertama\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 bulan kedua\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>75%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 bulan ketiga\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Bulan selanjutnya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25%\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Terhadap Pekerja yang sakit lebih dari 12 (dua belas) bulan secara terus\nmenerus, Perusahaan berhak melakukan pemutusan hubungan kerja, yang\npelaksanaannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: UPAH SELAMA PEKERJA DIRUMAHKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Apabila terjadi situasi\u002Fkondisi dimana Perusahaan terpaksa menghentikan\nsebagian atau seluruh kegiatan usaha, maka Perusahaan dapat mengambil Tindakan\ndengan cara “merumahkan” Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Selama dalam masa “dirumahkan”, Pekerja diberikan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Apabila kondisi semakin memburuk, Perusahaan dapat mengajukan pemutusan\nhubungan kerja bagi Sebagian atau seluruh Pekerjanya. Untuk pelaksanaannya\ndiadakan pertemuan secara Bipartit yang dihadiri oleh Pihak Disnaker dan\ndilakukan musyawarah untuk secara bersama-sama merumuskan jalan keluarnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: PENINJAUAN ATAS UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1) Peninjauan atas upah secara umum akan dilakukan paling tidak 1 (satu)\nkali dalam satu tahun, yang ditetapkan dalam struktur dan skala upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>2) Perusahaan Menyusun struktur dan skala upah, sebagaimana diatur pada PP\nNomor 78 tahun 2015 Permenaker Nomor 1 tahun 2017.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cp>3) Adalah kebijakan umum dari Perusahaan bahwa setiap peninjauan atas upah\nuntuk Pekerja tidak otomatis selalu berarti kenaikan atas upah. Hasil penilaian\nprestasi kerja dari Pekerja merupakan faktor yang dapat menentukan apakah\nseorang Pekerja mendapatkan kenaikan Upah disamping faktor keadaan dan\nkemampuan keuangan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: TUNJANGAN, FASILITAS DAN SANTUNAN\u002FSUMBANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan yang diberikan setiap bulan yang jumlahnya bersifat tetap kepada\nPekerja dengan pekerjaan dan jabatan tertentu yang diatur dalam suatu ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan yang diberikan berdasarkan atas kehadiran atau bersifat atas hasil\nusaha Pekerja yang jumlahnya setiap bulan selalu berubah-ubah. Besarnya\ntunjangan tidak tetap diatur dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Fasilitas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Secara umum Perusahaan akan memberikan fasilitas kepada Pekerja dengan\njabatan dan tingkatan tertentu untuk mendukung operasional pekerjaan.\nPemberian, jenis dan harganya diatur dengan ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Santunan\u002FSumbangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Santunan kematian dan sumbangan pernikahan diberikan oleh Perusahaan sebagai\ntanda kasih untuk Pekerja dan keluarganya, diberikan kepada Pekerja yang telah\nmempunyai masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun. Santunan kematian diberikan\nkepada keluarga Pekerja yaitu: suami\u002Fistri yang sah (hanya untuk 1 orang),\norang tua kandung (Ayah\u002FIbu) dan anak kandung. Sumbangan pernikahan diberikan\nkepada Pekerja untuk pernikahan yang pertama kali. Besarnya Santunan Kematian\ndan Sumbangan Pernikahan diatur dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\u003Cdl>\n  \u003Cdt>\u003C\u002Fdt>\n    \u003Cdd style=\"margin-left:0;\">\u003Ch3>PASAL 32: TUNJANGAN HARI RAYA\n      KEAGAMAAN\u002FTHR\u003C\u002Fh3>\n    \u003C\u002Fdd>\n\u003C\u002Fdl>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail_txt\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1) Dengan tidak memandang agama atau kepercayaannya, Perusahaan memberikan\nTHR (Tunjangan Hari Raya) yang diberikan bertepatan dengan Hari Raya\nKeagamaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Setiap Pekerja yang berhenti dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari\nkalender sebelum tanggal Hari Raya Keagamaan, berhak mendapatkan THR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-onceonlydays1\">\u003Cp>3) THR diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah berdasarkan upah terakhir pada\nbulan sebelum bulan Hari Raya Keagamaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pembayaran THR dilakukan paling lambat 15 (lima belas) hari kalender\nsebelum tanggal Hari Raya Keagamaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Bagi Pekerja yang masa kerjanya kurang dari 12 (dua belas) bulan berhak\nuntuk mendapatkan THR yang dihitung secara proporsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: TUNJANGAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Cp>1) Tunjangan masa kerja diberikan oleh perusahaan kepada pekerja yang sudah\nmemiliki masa kerja diatas 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cp>2) Tunjangan masa kerja yang diberikan kepada pekerja Rp.6.000,-\u002Fbulan\nberlaku mulai Januari 2022, sedangkan jumlah total tunjangan masa kerja\ntergantung dari masa kerja pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Tunjangan masa kerja ini akan dicantumkan di slip gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: PAKAIAN SERAGAM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan akan memberikan seragam sebanyak 2 (dua) stel setiap tahunnya\nkepada pekerja yang sudah memiliki masa kerja 1 (satu) tahun dan akan diberikan\nsetiap bulan Desember.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Bagi wanita yang beragama island diperkenankan menggunakan jilbab untuk\nmodel, warna dan tata cara pemakaian jilbabnya diserahkan kepada koperasi PT.\nIndonesia Wacoal dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan dan\nkeselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: TUNJANGAN SELAMA PEKERJA DITAHAN PIHAK YANG BERWAJIB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Dalam hal pekerja\u002Fburuh ditahan pihak yang berwajib karena diduga\nmelakukan tindak pidana bukan atas pengaduan pengusaha, maka pengusaha tidak\nwajib membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan kepada keluarga\npekerja\u002Fburuh yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Untuk 1 (satu) orang tanggungan: 25% (dua puluh\nlima perseratus) dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Untuk 2 (dua) orang tanggungan: 35% (dua puluh\nlima perseratus) dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Untuk 3 (tiga) orang tanggungan: 45% (dua puluh\nlima perseratus) dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Untuk 4 (empat) orang tanggungan atau lebih: 50%\n(lima puluh perseratus) dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Bantuan sebagaimana dimaksud diatas diberikan untuk paling lama 6 (enam)\nbulan takwim terhitung sejak hari pertama Pekerja ditahan pihak yang\nberwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Dalam hal Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib karena akibat\nmelaksanakan tugas dari Perusahaan maka Perusahaan wajib membayar penuh upah\nPekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: BPJS KETENAGAKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan mengenai BPJS Ketenagakerjaan\ndan peraturan pelaksanaannya, Pekerja yang berusia dibawah 55 (lima puluh lima)\ntahun diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>2) Program dan besarnya iuran BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Jaminan Kecelakaan Kerja, dengan iuran sebesar\n0,24% dari gaji\u002Fupah sebulan dibayar sepenuhnya oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Jaminan Hari Tua, dengan iuran sebesar 3,7% dari\ngaji\u002Fupah sebulan dibayar oleh Perusahaan dan 2% dari upah sebulan dibayar oleh\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Jaminan Kematian, dengan iuran sebesar 0,3% dari\ngaji\u002Fupah sebulan dibayar oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: BPJS KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1) Pekerja diikutsertakan dalam program BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Besarnya iuran BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mulai tanggal 1 Juli 2015 sebesar 5% (lima persen) dari gaji atau upah per\nbulan dengan ketentuan: 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1%\n(satu persen) dibayar oleh Peserta.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: REKREASI\u002FHIBURAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan akan mengadakan dan melaksanakan tour\u002Frekreasi setiap 2 (dua)\ntahun sekali (jika kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan sehat).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Dalam pelaksanaan tour\u002Frekreasi ini pekerja diperbolehkan untuk membawa 1\n(satu) anak yang masih bersekolah SD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja yang dapat mengikuti tour\u002Frekreasi, minimal sudah memasuki masa\nkerja 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: PENGHARGAAN BAGI KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Bagi karyawan telah memiliki masa kerja selama 10 (sepuluh) dan 20 (dua\npuluh) tahun berturut-turut, sebagai apresiasi perusahaan akan memberikan\npenghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Bagi karyawan yang tidak pernah absen (tanpa sakit maupun izin) serta\nmempunyai kinerja yang baik selama satu tahun, perusahaan akan memberikan\npenghargaan sebagai bentuk apresiasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: PERATURAN TATA TERTIB DAN DISIPLIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tata tertib dan disiplin perlu diterapkan, dijaga dan ditegakkan di\nlingkungan Perusahaan agar tercipta suasana di lingkungan kerja yang aman dan\nteratur sehingga tujuan Perusahaan dapat tercapai dengan baik. Peraturan tata\ntertib dikeluarkan untuk memperkenalkan norma-norma tingkah laku guna menuntun\ntindakan-tindakan para Pekerja di samping ketentuan-ketentuan yang termaksud\ndalam perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Oleh karena itu Pekerja yang melanggar peraturan tata tertib, disiplin,\nketentuan perundang-undangan yang berlaku dan norma-norma kesusilaan umum,\ndapat dikenakan sanksi pelanggaran tata tertib dan disiplin dengan\nmemperhatikan sifat dan kadar pelanggaran yang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: PEDOMAN TATA TERTIB DAN DISIPLIN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Selama berada di lingkungan kerja, Pekerja harus selalu mematuhi\nkewajiban dasar yang tertuang dalam pasal 6 dan peraturan dasar yang tertuang\ndalam pasal 7 Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Tentang kehadiran kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Setiap Pekerja wajib hadir dan mulai bekerja\npada waktu yang telah ditetapkan oleh Perusahaan dan mengisi\u002Fmelakukan\npencatatan kehadirannya melalui sarana yang telah disediakan (mesin absensi),\nsecara langsung tanpa diwakilkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Keterlambatan masuk kerja atau meninggalkan\nkerja atau tidak hadir akan dikenakan tindakan disiplin, kecuali sudah\nmendapatkan izin dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit atau\nkarena sesuatu hal pada harinya diwajibkan untuk memberi kabar kepada atasannya\nmelalui sarana komunikasi yang tersedia. Apabila Pekerja tidak masuk kerja\nkarena sakit dan berobat ke dokter, diwajibkan membawa surat keterangan dokter\ndan menyerahkannya kepada atasannya langsung pada hari pertama masuk kerja,\nuntuk diteruskan ke bagian Personalia\u002FSumber Daya Manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Pekerja wajib meminta izin terlebih dahulu\nkepada atasannya apabila bermaksud pulang sebelum jam kerja berakhir, datang\nterlambat atau izin tidak masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja diwajibkan untuk memelihara dengan baik peralatan, perlengkapan\ndan sarana kerja milik Perusahaan sesuai dengan petunjuk pemakaiannya dan\ndilarang memakai untuk kepentingan pribadi, kecuali dengan izin dari atasan\nyang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pekerja yang mengetahui setiap ada kehilangan dan kerusakan barang milik\nPerusahaan harus melaporkan kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pekerja harus menjalankan tugas sehari-hari dengan rajin, taat,\nberdedikasi, bertanggungjawab atas hasil kerjanya, mencegah terjadinya\npenyimpangan dan kemerosotan hasil kerja, penghamburan dana dan waktu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Pekerja wajib segera memberitahukan kepada Perusahaan melalui bagian\nPersonalia\u002FSumber Daya Manusia, setiap ada perubahan mengenai status, hal ihwal\nyang menyangkut pribadi Pekerja antara lain seperti: alamat, perkawinan,\nkelahiran, kematian, ahli waris, perubahan rekening dan keterangan lainnya yang\nrelevan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Pekerja tidak diperkenankan terlibat dalam kegiatan\u002Fkeanggotaan\norganisasi terlarang dan kegiatan perdagangan komoditi terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Setiap atasan bertanggungjawab dalam memberi teladan atas berlakunya\nPerjanjian Kerja Bersama ini dan mengawasi serta menjaga tegaknya Tata Tertib\ndan Disiplin Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Selain bagian Personalia\u002FSumber Daya Manusia, setiap atasan mempunyai hak\nuntuk memberikan\u002Fmengenakan sanksi (memberikan teguran) terhadap Pekerja\napabila mengetahui dan mendapatkan alasan-alasan yang menurut peraturan cukup\nlayak dan pantas dikenakan tindakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: SANKSI PELANGGARAN TATA TERTIB DAN DISIPLIN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pada dasarnya setiap sanksi yang dikenakan kepada Pekerja yang melakukan\npelanggaran dimaksudkan sebagai tindakan korektif dan edukatif untuk menjaga\nkelangsungan, semangat, minat, kepatuhan dan kinerja Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Sanksi didasarkan pada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Jenis pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Frekuensi pelanggaran yang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Bobot pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Unsur kesengajaan atau kelalaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Peraturan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Jenis-jenis sanksi yang diberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Teguran\u002Fperingatan lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Surat Peringatan Pertama (SP I).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Surat Peringaran Kedua (SP II).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Surat Peringatan Ketiga\u002FTerakhir (SP\nIII\u002FTerakhir).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Pembebasan tugas sementara (skorsing).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Tingkat-tingkat pelanggaran:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pelanggaran Tingkat I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i) Tidak hadir bekerja 1 (satu) hari kerja dalam\nsetahun tanpa keterangan dan bukti-bukti sah yang dapat diterima Perusahaan\n(mangkir).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">ii) 4 (empat) kali datang terlambat pada saat masuk\nkerja maupun sehabis istirahat tanpa alasan yang dapat diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">iii) Meninggalkan tempat kerja atau pulang lebih\nawal tanpa izin dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">iv) Melalaikan kewajibannya untuk menyerahkan Surat\nKeterangan Ketidakhadiran, pada saat kesempatan pertama masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">v) Tidak mematuhi pengarahan atasannya tanpa alasan\nyang wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">vi) Tidak memberitahukan kepada bagian\nPersonalia\u002FSumber Daya Manusia mengenai perubahan data pribadi Pekerja untuk\nkelengkapan data Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">vii) Pada waktu bekerja tidak mengenakan pakaian\nkerja yang disyaratkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">viii) Menolak untuk diperiksa badan oleh petugas\nyang ditunjuk oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pelanggaran Tingkat II.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i) Tidak hadir bekerja selama 2 (dua) hari kerja\ndalam setahun tanpa keterangan atau bukti-bukti sah yang dapat diterima\nPerusahaan (mangkir).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">ii) 8 (delapan) kali datang terlambat pada saat\nmasuk kerja maupun sehabis istirahat tanpa alasan yang dapat diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">iii) Mengisi kartu daftar hadir (kartu absensi)\ndengan data yang tidak sebenarnya atau melakukan pengisian daftar hadir milik\norang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">iv) Tidak memberitahukan atasan atau tidak\nmengambil tindakan pencegahan ketika mengetahui suatu kejadian atau bahaya yang\ndapat merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">v) Melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugasnya,\nkecuali atas perintah atau permintaan atasannya yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">vi) Meninggalkan tempat kerja tanpa seizin\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">vii) Tidak mematuhi aturan tentang petunjuk\npenggunaan alat kerja, kebersihan dan kerapihan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">viii) Mengulangi pelanggaran tingkat I dan atau\nmelakukan pelanggaran lain yang setara dengan yang disebutkan diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">ix) Melakukan kegiatan jual beli barang\u002Fmakanan\nminuman di area produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Pelanggaran Tingkat III.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i) Tidak hadir bekerja selama 3 (tiga) hari kerja\ndalam setahun tanpa keterangan atau bukti-bukti sah yang dapat diterima\nPerusahaan (mangkir).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">ii) Melakukan perbuatan yang merugikan Perusahaan\nseperti: membuka rahasia Perusahaan, menggunakan nama Perusahaan untuk\nkepentingan pribadi, menjelekkan nama Perusahaan kepada Pihak Ketiga maupun\nkhalayak ramai, serta perbuatan lainnya yang dapat dianggap merugikan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">iii) Memindahkan, membawa dan menggunakan\nperalatan\u002Fbarang-barang milik Perusahaan untuk kepentingan pribadi tanpa seizin\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">iv) Tidak melaporkan atas kehilangan dan kerusakan\nbarang milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">v) Mengulangi atas pelanggaran tingkat II dan atau\nmelakukan pelanggara lain yang setara dengan yang disebutkan diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Pelanggaran Tingkat IV.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i) Tidak hadir selama 4 (empat) hari kerja dalam\nsetahun tanpa keterangan atau bukti-bukti sah yang dapat diterima Perusahaan\n(mangkir).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">ii) Setelah 3 (tiga) kali berturut-turut Pekerja\nmenolak untuk mentaati perintah atau penugasan atau pengalihtugasan yang\nlayak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">iii) Dengan sengaja mengakibatkan dirinya dalam\nkeadaan sedemikian rupa sehingga tidak dapat menjalankan pekerjaan yang\ndiberikan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">iv) Tidak cakap melakukan pekerjaan meskipun telah\ndiberi kesempatan di bagian lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">v) Membuat laporan palsu tentang apapun yang\nmerugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">vi) Melakukan tindakan atau perbuatan yang dapat\nmenimbulkan keresahan di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">vii) Terbukti melakukan pelecehan seksual kepada\nsesama karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">viii) Mengulangi atas pelanggaran tingkat III dan\natau melakukan pelanggaran lain yang setara dengan yang disebutkan diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Pelanggaran Tingkat V.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i) Memberikan keterangan palsu pada saat melamar\npekerjaan dan saat setelah diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">ii) Memalsukan dokumen dan tandatangan atas dokumen\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">iii) Membawa senjata api atau senjata tajam kedalam\nlingkungan Perusahaan tanpa izin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">iv) Melakukan perbuatan asusila baik disengaja\nmaupun tidak disengaja di tempat kerja\u002Flingkungan Perusahaan atau diluar\nlingkungan Perusahaan yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">v) Melakukan tindakan\u002Fperbuatan mencuri,\nmenggelapkan, menipu dan memperdagangkan barang terlarang di dalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">vi) Membujuk pengusaha atau sesama pekerja untuk\nmelakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">vii) Dengan sengaja atau ceroboh membahayakan dan\nmembiarkan diri sendiri atau sesama Pekerja dalam keadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">viii) Melalaikan tugas, bekerja secara gegabah atau\ntidak menjalankan pekerjaan sebagaimana mestinya sehingga merugikan Perusahaan\natau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">ix) Dengan sengaja maupun karena kecerobohannya\nmerusak, menghilangkan atau menyebabkan hilangnya barang, uang atau data\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Uraian Sanksi, diperinci sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>TINGKAT PELANGGARAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SANKSI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Iv\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Teguran\u002FPeringatan Lisan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan langsung.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Surat Peringatan Pertama (SP I).\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tembusan: Personalia\u002FSDM.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Surat Peringatan Kedua (SP II). \n\n        \u003Cp>- Penundaan kenaikan gaji\u002Fpangkat\u002Fjabatan.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tembusan: Atasan \n\n        \u003Cp>Atasannya langsung dan Personalia\u002FSDM.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Surat Peringatan Ketiga\u002FTerakhir (SP III\u002FTerakhir). \n\n        \u003Cp>- Penundaan kenaikan gaji\u002Fpangkat\u002Fjabatan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Dapat diikuti dengan Pembebasan Tugas Sementara (skorsing).\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Personalia\u002FSDM. \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Personalia\u002FSDM, pelaksanaan PHK sesuai dengan ketentuan perundangan\n        yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>V\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pemutusan Hubungan Kerja karena pelanggaran tingkat V butir I sampai\n        dengan butir xiii, dikategorikan karena alasan-alasan mendesak. \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Personalia\u002FSDM, pelaksanaan PHK sesuai dengan peraturan perundangan\n        yang berlaku (setelah ada putusan Hakim tetap).\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pekerja yang melakukan kelalaian atau kecerobohan yang mengakibatkan\nperusahaan dirugikan secara materiil, maka perusahaan berhak memberikan sanksi\ndenda (selain sanksi peringatan tertulis sesuai tingkat pelanggarannya).\nMaksimal denda sebesar-besarnya adalah sejumlah kerugian yang diderita\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Pekerja yang melakukan perbuatan dari terindikasikan kedalam perbuatan\nmelawan hukum, maka selain sanksi yang diberikan oleh perusahaan dapat\ndilaporkan kepada pihak yang berwajib dan penuntutan atas kerugian yang dialami\noleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: SKORSING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Tindakan pembebasan tugas sementara (skorsing) dapat dilakukan terhadap\nPekerja, apabila dalam pelanggaran disiplin masih memerlukan pemeriksaan dan\npenelitian yang intensif dalam pengumpulan bukti dan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Tindakan pembebasan tugas sementara (skorsing) dapat dilaksanakan sampai\nadanya proses penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja. Selama menjalankan\nskorsing Pekerja mendapatkan upah sebagaimana biasa diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: PROSEDUR PEMBERIAN PERINGATAN DAN SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pelaksanaan pemberian sanksi atas pelanggaran berupa syarat-syarat\nperingatan maupun pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan apabila telah\nmemenuhi kriteria pelanggaran dan telah dilakukan penelitian yang seksama oleh\natasannya maupun pihak yang berwenang di Perusahaan dengan adanya pengakuan\nPekerja, bukti dan sanksi yang cukup. Setiap Surat Peringatan berlaku paling\nlama untuk 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pemberian sanksi surat peringatan dapat dilakukan sekaligus\u002Ftidak secara\nberurutan dengan memperhatikan beratnya tingkat kesalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: BERAKHIRNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berakhirnya hubungan kerja antara Perusahaan dengan Pekerja dapat\ndiakibatkan oleh hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pekerja mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Pekerja percobaan yang tidak memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Tidak mampu bekerja karena alasan Kesehatan\u002Fsakit yang berkepanjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Melanggar peraturan tata tertib dan disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Karena alasan Perusahaan berubah status keadaan memaksa, efisiensi dan\ntutup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Karena alasan-alasan mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i) Karena usia lanjut\u002Fusia pension.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: PEKERJA MENINGGAL DUNIA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal Pekerja meninggal dunia, kepada ahli warisnya akan diberikan\nhak-hak Pekerja sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan Ketenagakerjaan\nyang berlaku saat ini (PP Nomor 35 Tahun 2021).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: PEKERJA MENGUNDURKAN DIRI DAN DIKUALIFIKASIKAN MENGUNDURKAN\nDIRI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pekerja yang oleh karena suatu hal, bermaksud mengundurkan diri dari\nPerusahaan dapat melakukan dengan mengajukan permohonan tertulis kepada\nPerusahaan, yang diajukan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum\ntanggal pengunduran dirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Kepada Pekerja yang mengundurkan diri, Perusahaan berkewajiban memberikan\nuang penggantian hak dan uang pisah apabila sudah memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Mangkir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut dan telah dipanggil 2\nkali secara patut dan tertulis maka dikualifikasikan mengundurkan diri. Pekerja\nberhak atas uang penggantian hak dan uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Besarnya uang pisah karena mengundurkan diri dan dikualifikasikan\nmengundurkan diri sebagai berikut mengacu pada PP 35 Tahun 2021:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MASA KERJA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>BESAR UANG PISAH\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 thn &gt; MK &lt; 5 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 thn &gt; MK &lt; 10 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>10 thn &gt; MK &lt; 15 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 thn &gt; MK &lt; 20 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>20 tahun atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49: BERAKHIRNYA PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWT)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Hubungan kerja antara Perusahaan dengan Pekerja berakhir dengan\nsendirinya demi hukum, setelah melewati waktu tertentu yang diperjanjikan dan\ntelah disepakati bersama pada saat perjanjian dibuat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perusahaan wajib memberikan kompensasi dengan berakhirnya perjanjian\nkerja waktu tertentu (sebagaimana diatur pada PP Nomor 35 Tahun 2021).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50: PEKERJA PERCOBAAN YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Selama masa percobaan Perusahaan berhak untuk sewaktu-waktu melakukan\npemutusan hubungan kerja apabila Pekerja dinilai tidak memenuhi syarat, tanpa\nharus memberikan sesuatu apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: MASA SAKIT YANG BERKEPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja dengan Pekerja karena alasan\nKesehatan atau menderita sakit terus menerus setelah 12 (dua belas) bulan.\nPemutusan Hubungan Kerja ini berpedoman pada peraturan perundang-undangan\nketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: PELANGGARAN PERATURAN TATA TERTIB DAN DISIPLIN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pekerja dapat diputuskan hubungan kerjanya apabila melakukan kesalahan\natau pelanggaran terhadap peraturan tata tertib dan disiplin kerja serta telah\nmendapatkan Surat Peringatan Ketiga dan Terakhir. Pemutusan Hubungan Kerja ini\nberpedoman pada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pemberian surat peringatan ke-3 dan atau SP terakhir dapat diberikan\nsecara bersamaan dengan SP 1, SP 2 dengan mempertimbangkan beratnya tingkat\nkesalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: KARENA ALASAN-ALASAN MENDESAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila Pekerja melakukan suatu perbuatan sesuai dengan pelanggaran dalam\nPasal 42 ayat 4e tentang pelanggaran tingkat V (lima) butir i sampai dengan\nbutir xiii, yang dikategorikan sebagai alasan-alasan mendesak maka Perusahaan\ndapat melakukan tindakan Pemutusah Hubungan Kerja sesuai dengan peraturan\nperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: KARENA ALASAN PERUBAHAN STATUS, KEADAAN MEMAKSA, EFISIENSI DAN\nTUTUP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi perubahan status\u002Fkepemilikan, keadaan memaksa\u002Fforce\nmajeur, efisiensi dan tutup yang mengakibatkan Pekerja kehilangan pekerjaannya,\nmaka penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja ini berpedoman pada peraturan\nperundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku saat ini (sebagaimana diatur\ndalam PP Nomor 35 Tahun 2021).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: KARENA LANJUT USIA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja yang telah mencapai batas usia kerja maksimal\u002Fusia pension\nsesuai dengan pasal 15 Perjanjian Kerja Bersama ini, maka dapat diberhentikan\ndengan hormat dari pekerjaannya. Pekerja akan menerimak hak-haknya dengan\nberpedoman kepada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku\nsaat ini (sebagaimana diatur dalam PP Nomor 35 Tahun 2021).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 56: UANG PESANGON DAN UANG PENGHARGAAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Dalam hal pemutusan hubungan kerja, bagi Pekerja yang berhak akan menerima\nuang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nperhitungannya didasarkan atas gaji pokok dan tunjangan tetap, dengan\nberpedoman kepada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku\nsaat ini (sebagaimana diatur dalam PP Nomor 35 Tahun 2021), yaitu sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>1) Besarnya Uang Pesangon sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MASA KERJA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>BESAR UANG PESANGON\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MK &lt; 1 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 thn &lt; MK &lt; 2 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 thn &lt; MK &lt; 3 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 thn &lt; MK &lt; 4 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 thn &lt; MK &lt; 5 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 thn &lt; MK &lt; 6 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 thn &lt; MK &lt; 7 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 thn &lt; MK &lt; 8 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8 thn atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9 bulan upah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja (PMK) sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MASA KERJA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>BESAR UANG PESANGON\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 thn &lt; MK &lt; 6 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 thn &lt; MK &lt; 9 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 thn &lt; MK &lt; 12 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 thn &lt; MK &lt; 15 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 thn &lt; MK &lt; 18 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 thn &lt; MK &lt; 21 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 thn &lt; MK &lt; 24 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24 thn atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Uang penggantian hak meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Cuti tahunan yang belum diambil dan belum\ngugur,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan\npekerjanya ketempat dimana pekerja diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian\nkerja,dan perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57: HUTANG PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja yang disebabkan karena alasan\napapun, maka Pekerja wajib melunasi semua hutangnya kepada Perusahaan pada saat\nterputusnya hubungan kerja terjadi. Perusahaan berhak memperhitungkan sekaligus\ndari uang pesangon dan atau uang penghargaan dan atau uang penggantian hak dan\natau dari sumber dana lainnya atas nama Pekerja. Pemutusan Hubungan Kerja tidak\notomatis membebaskan Pekerja tersebut dari hutang-hutangnya kepada\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PENGHAPUSAN KEKERASAN BERBASIS GENDER\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Terlampir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 58: MASA BERLAKU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\nterhitung sejak ditandatanganinya Perjanjian Kerja Bersama ini, tanggal 01\nApril 2021 sampai dengan 31 Maret 2023.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 59: PENAFSIRAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila terdapat ketidakjelasan makan dan atau pengertian pada pasal-pasal\natau ayat-ayat yang dikemukakan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, maka\nPerusahaan dan Serikat Pekerja akan mengkonsultasikannya dengan pihak instansi\nterkait yang menangani bidang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 60: SOSIALISASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan mengumumkan dan mensosialisasikan Perjanjian Kerja Bersama ini\nkepada seluruh Pekerja, segera setelah Perjanjian Kerja Bersama ini\ndisahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: LAIN-LAIN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Hal-hal lain yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama dan\nketentuan yang bersifat prosedural dan teknis administratif dan merupakan\npenjabaran lebih lanjut dari isi Perjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dalam\nketentuan tersendiri dalam bentuk Surat Keputusan, Petunjuk Pelaksana ataupun\nMemorandum yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi satu\nkesatuan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Apabila terdapat ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang\nbertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka ketentuan\ntersebut batal demi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>LAMPIRAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-GENEQ_trigger\">\u003Ch3 style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">KETENTUAN\nPENERAPAN PENGHAPUSAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DI PERUSAHAAN PT INDONESIA\nWACOAL YANG DI ADOPSI DAN SELARASKAN DARI HASIL KONVENSI ILO KE 108 NO 190 YANG\nDISAHKAN DI SIDANG ILO PADA 21 JUNI 2019 DI JENEWA.\u003C\u002Fh3>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>I) DEFINISI\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Cp>PASAL 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp>Bahwa aturan ini disepakati bersama antara Perusahaan bersama dengan Serikat\nBuruh\u002FPekerja dan dimasukkan di dalam Perjanjian Kerja Bersama atau kesepakatan\nterpisah, pengertian Kekerasan Berbasis Gender ini: (a) istilah “kekerasan\ndan pelecehan” di dunia kerja mengacu pada serangkaian perilaku dan praktik\nyang tidak dapat diterima, atau ancaman tentangnya, baik yang terjadi sekali\natau berulang-ulang, yang bertujuan, mengakibatkan, atau kemungkinan\nmengakibatkan kerugian fisik, psikologis, seksual atau ekonomi, dan mencakup\nkekerasan dan pelecehan berbasis gender; (b) istilah “kekerasan dan pelecehan\nberbasis gender” berarti kekerasan dan pelecehan yang ditujukan pada orang\nkarena jenis kelamin atau gender mereka, atau berdampak pada orang dari jenis\nkelamin atau gender tertentu secara tidak proporsional, dan mencakup pelecehan\nseksual.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Tanpa mengurangi sub-ayat (a) dan (b) dari ayat 1 Pasal ini, definisi dalam\nperaturan perundang-undangan nasional yang berlaku dapat menjadi\nrujukan\u002Fpedoman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>II) RUANG LINGKUP\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Cp>PASAL 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Aturan ini ditujukan untuk melindungi buruh\u002Fpekerja dan orang lain di dunia\nkerja, termasuk karyawan sebagaimana didefinisikan oleh hukum nasional, serta\norang yang bekerja tanpa memandang status kontrak mereka, orang yang sedang\ndalam pelatihan, termasuk siswa magang dan peserta magang, pekerja yang\npekerjaannya diputus, sukarelawan, pencari kerja dan pelamar kerja, dan orang\nyang menjalankan wewenang, tugas atau tanggung jawab pemberi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Aturan ini berlaku untuk semua sub sektor jabatan\u002Fpekerjaan dalam ruang\nlingkup kerja baik pimpinan\u002Fmanajemen maupun buruh\u002Fpekerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PASAL 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Aturan ini berlaku untuk kekerasan dan pelecehan di dunia kerja yang terjadi\nsaat sedang bekerja (dalam ruang lingkup pekerjaan), terkait dengan atau timbul\ndari kerja: (a) di tempat kerja, termasuk ruang public dan pribadi dimana ruang\ntersebut adalah tempat kerja; (b) di tempat-tempat dimana pekerja dibayar,\nberistirahat atau makan, atau menggunakan fasilitas sanitasi, mencuci dan\nberganti; (c) selama perjalanan, bepergian, pelatihan, acara atau kegiatan\nsosial terkait pekerjaan; (d) melalui komunikasi terkait pekerjaan, termasuk\nkomunikasi yang dimungkinkan oleh teknologi informasi dan komunikasi; (e) di\nakomodasi yang disediakan oleh pemberi kerja; dan (f) saat perjalanan ke dan\ndari tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>III) PRINSIP-PRINSIP INTI\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Cp>PASAL 4\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>Perusahaan mendukung, menghormati, mempromosikan, dan mewujudkan hak setiap\norang atas dunia kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan di tempat atau\nlingkungan kerja. Perusahaan dalam menjalankan peraturan penghapusan kekerasan\nberbasis gender ini dalam pelaksanaannya menyesuaikan dengan hukum nasional\nyang berlaku dan menyepakati bersama dengan organisasi Serikat Buruh\u002FPekerja\nyang representatif dengan metode pendekatan yang inklusif, terpadu dan tanggap\ngender untuk pencegahan dan penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.\nPendekatan semacam itu harus mempertimbangkan kekerasan dan pelecehan yang\nmelibatkan pihak ketiga, jika ada, dan mencakup: (a) melarang, di dalam\nundang-undang, kekerasan dan pelecehan; (b) memastikan bahwa kebijakan yang\nrelevan menangani kekerasan dan pelecehan; (c) mengadopsi strategi komprehensif\nguna menerapkan langkah-langkah untuk mencegah dan menghapuskan kekerasan dan\npelecehan; (d) membangun dan memperkuat mekanisme penegakan dan pemantauan; (e)\nmemastikan akses ke pemulihan dan dukungan bagi korban; (f) mengatur tentang\nsanksi; (g) mengembangkan alat, bimbingan, Pendidikan dan pelatihan, dan\nmeningkatkan kesadaran dalam format yang terakses sebagaimana mestinya; dan (h)\nmemastikan cara pengawasan dan investigasi yang efektif terhadap kasus-kasus\nkekerasan dan pelecehan, termasuk melalui inspektorat ketenagakerjaan atau\nbadan-badan berwenang lainnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Dalam mengadopsi dan menerapkan pendekatan sebagaimana dimaksud di ayat 2\ndalam pasal ini, tiap pemangku kepentingan harus mengakui peran serta fungus\nyang berbeda-beda dan saling melengkapi dari pemerintah, pengusaha dan\nburuh\u002Fpekerja pada organisasi mereka masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PASAL 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan tujuan untuk mencegah dan menghapuskan kekerasan dan pelecehan di\ndunia kerja, Perusahaan harus menghormati, mempromosikan dan mewujudkan\nprinsip-prinsip dan hak-hak mendasar di tempat kerja, yaitu kebebasan\nberserikat pengakuan efektif atas hak atas perundingan bersama, penghapusan\nsemua bentuk kerja paksa atau wajib, penghapusan efektif pekerja anak dan\npenghapusan diskriminasi sehubungan dengan pekerjaan dan jabatan, serta\nmempromosikan kerja layak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PASAL 6\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>Perusahaan dapat mengadopsi undang-undang, peraturan, dan kebijakan yang\nmenjamin hak atas kesetaraan dan non-diskriminasi dalam pekerjaan dan jabatan,\ntermasuk untuk pekerja perempuan, serta untuk pekerja dan orang lain yang\ntermasuk dalam satu atau lebih kelompok rentan atau kelompok dalam situasi\nkerentanan yang secara tidak proporsional dipengaruhi oleh kekerasan dan\npelecehan di dunia kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>IV) SANKSI DAN PENEGAKAN HUKUM\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Cp>Perusahaan wajib memberikan sanksi dan tindakan hukum terhadap orang\nperorangan atau kelompok yang melakukan pelanggaran dalam pasal-pasal\npenghapusan kekerasan berbasis gender perusahaan wajib memberikan sanksi\nberupa: (a) peringatan 1 (pertama) secara tertulis untuk kesalahan ringan; (b)\nmemberikan Surat Peringatan ke II\u002FIII (terakhir) untuk kesalahan sedang; (c)\npemberhentian tidak dengan hormat terhadap kesalahan berat yang mengakibatkan\nkorban mengalami traumatic yang lama untuk pemulihan; (d) menyerahkan kepada\npenegakan hukum yang berlaku apabila dipandang perlu untuk melindungi korban\ndan saksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>V) PERLINDUNGAN DAN PENCEGAHAN\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Cp>PASAL 7\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan bersama dengan Serikat Buruh\u002FPekerja berupaya semaksimal mungkin\nuntuk selalu memberikan penyadaran dan sosialisasi kepada Buruh\u002FPekerja tentang\npemahaman penghapusan kekerasan berbasis gender di lingkungan kerja baik\nmelalui pembinaan secara rutin dan berkala atau melalui penyebaran brosur,\npamphlet dan kampanye secara langsung untuk menghindari terjadinya kekerasan\ndan pelecehan berbasis gender di ruang lingkup kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PASAL 8\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitymonitoring\">\u003Cp>Perusahaan mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk mencegah kekerasan\ndan pelecehan di dunia kerja, (a) mengidentifikasi dan bersinergi dengan\norganisasi buruh\u002Fpekerja yang ada serta melakukan evaluasi penempatan pekerjaan\ndimana pekerja dan orang lain yang bersangkutan lebih rentan menjadi korban\nkekerasan dan pelecehan; dan (b) mengambil tindakan untuk secara efektif\nmelindungi orang-orang semacam itu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PASAL 9\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydiscrimination\">\u003Cp>Perusahaan dapat menerapkan peraturan perundang-undangan hukum Nasional yang\nada dan mewajibkan manajemen mengambil langkah-langkah yang tepat sesuai dengan\notoritas mereka untuk mencegah kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, termasuk\nkekerasan dan pelecehan berbasis gender, dan khususnya, sejauh dapat dilakukan\nsecara wajar, untuk: (a) mengadopsi dan menerapkan, serta bersinergi dengan\nSerikat Pekerja yang ada serta buruh\u002Fpekerja tentang dampak kekerasan dan\npelecehan; (b) mempertimbangkan kekerasan dan pelecehan dan risiko psikososial\nyang terkait dalam manajemen keselamatan dan kesehatan kerja; (c)\nmengidentifikasi bahaya dan menilai risiko kekerasan dan pelecehan, dengan\npartisipasi buruh\u002Fpekerja dan perwakilan mereka, serta mengambil\nlangkah-langkah untuk mencegah dan mengendalikannya, dan (d) memberikan kepada\nburuh\u002Fpekerja dan orang lain yang bersangkutan informasi dan pelatihan dalam\nformat yang dapat diakses sebagaimana mestinya, tentang bahaya dan risiko\nkekerasan dan pelecehan yang diidentifikasi serta langkah-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Langkah pencegahan dan perlindungan yang terkait, termasuk tentang hak dan\ntanggungjawab pekerja dan orang lain yang bersangkutan sehubungan dengan\nkebijakan sebagaimana dimaksud dalam sub ayar (a) Pasal ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>VI) PENEGAKAN DAN PEMULIHAN\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Cp>PASAL 10\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityotherclause\">\u003Cp>Perusahaan wajib mengambil tindakan yang tepat untuk: (a) memantau dan\nmenegakkan peraturan tentang kekerasan berbasis gender dan atau pelecehan di\ndunia kerja; (b) menjamin kemudahan akses ke solusi yang tepat dan efektif dan\nmekanisme dan prosedur pelaporan dan penyelesaian sengketa yang aman, adil dan\nefektif dalam kasus kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, misalnya: (i)\nprosedur pengaduan dan penyelidikan, serta, jika perlu, mekanisme penyelesaian\npelanggaran di tingkat tempat kerja; (ii) mekanisme penyelesaian pelanggaran di\nluar tempat kerja; (iii) Pengadilan; (iv) perlindungan terhadap balas dendam\nterhadap pengadu, korban, saksi dan pelapor; dan (v) langkah-langkah dukungan\nhukum, social, medis dan administrasi untuk pengadu dan korban; (c) melindungi\nprivasi orang-orang yang terlibat dan kerahasiaan, sejauh mungkin dan\nsebagaimana mestinya, dan memastikan bahwa kewajiban atas privasi dan\nkerahasiaan tidak disalahgunakan; (d) mengatur tentang sanksi terhadap\npelanggaran, jika sesuai, dalam kasus kekerasan dan pelecehan di dunia kerja;\n(e) menyatakan bahwa korban kekerasan dan pelecehan berbasis gender di dunia\nkerja memiliki akses yang efektif ke mekanisme pengaduan dan penyelesaian\nsengketa, dukungan, layanan dan pemulihan yang tanggap gender, aman dan\nefektif; (f) mengakui dampak kekerasan dalam rumah tangga dan sejauh dapat\ndipraktekkan secara wajar, mengurangi dampaknya di dunia kerja; (g) menjamin\nbahwa pekerja memiliki hak untuk melepaskan diri dari situasi kerja yang mereka\nmemiliki alasan yang masuk akal untuk meyakini menghadirkan bahaya yang dekat\ndan serius bagi kehidupan, kesehatan atau keselamatan karena kekerasan dan\npelecehan, tanpa mengalami pembalasan dendam atau konsekuensi yang tidak\nsemestinya, dan tugas untuk memberi informasi kepada manajemen; dan (h)\nmenjamin bahwa pengawas ketenagakerjaan dan otoritas terkait lainnya,\nsebagaimana mestinya, diberdayakan untuk menangani kekerasan dan pelecehan di\ndunia kerja, termasuk dengan mengeluarkan perintah yang mewajibkan\nlangkah-langkah dengan kekuasaan eksekusi langsung dan perintah untuk\nmenghentikan kerja dalam kasus-kasus bahaya dekat terhadap nyawa, kesehatan\natau keselamatan yang tunduk pada hak untuk naik banding ke otoritas peradilan\natau administrasi yang dapat ditetapkan oleh hukum.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>VII) BIMBINGAN, PELATIHAN DAN PENINGKATAN KESADARAN\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Cp>PASAL 11\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan organisasi Buruh\u002FPekerja yang representative, harus berupaya\nmenjamin bahwa: (a) kekerasan dan pelecehan di dunia kerja ditangani dalam\nkebijakan nasional yang relevan, misalnya kebijakan yang menyangkut keselamatan\ndan kesehatan kerja, kesetaraan dan non-diskriminasi, dan migrasi; (b)\npengusaha dan pekerja dan organisasi mereka, dan otoritas terkait, diberi\nbimbingan, sumber daya, pelatihan atau alat-alat lain, dalam format yang dapat\ndiakses sebagaimana mestinya, tentang kekerasan dan pelecehan di dunia kerja,\ntermasuk tentang kekerasan dan pelecehan berbasis gender; dan (c) prakarsa,\ntermasuk kampanye peningkatan kesadaran dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>VIII) METODE PENERAPAN\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Cp>PASAL 12\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketentuan-ketentuan aturan tentang penghapusan kekerasan berbasis gender ini\nharus diterapkan dan bersinergi dengan peraturan perundang-undangan nasional,\nserta melalui perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch4>IX) KETENTUAN AKHIR\u003C\u002Fh4>\n\n\u003Cp>PASAL 13\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketentuan-ketentuan aturan tentang penghapusan kekerasan berbasis gender ini\nmasuk didalam perjanjian kerja bersama\u002Faddendum perjanjian kerja bersama dan\nuntuk selanjutnya dikomunikasikan\u002Fdisampaikan kepada Dinas Ketenagakerjaan\nuntuk keperluan legalisasi\u002Fpencatatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">LEMBAR\nPENGESAHAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Ditandatangani\ndi Jakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pada Tanggal\n01 April 2021 oleh,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pihak –\nPihak Yang Mengadakan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>WAKIL SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>WAKIL PERUSAHAAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hendra Apriadi \n\n        \u003Cp>Ketua SP Garteks\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Suryadi Sasmita \n\n        \u003Cp>Presiden Direktur\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Joko Purnomo \n\n        \u003Cp>Sekretaris SP Garteks\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mujiati \n\n        \u003Cp>HRD Departement Head\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Aditya Fitrianto \n\n        \u003Cp>Ketua SP Lomenik\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Restu Angger Rasdhika \n\n        \u003Cp>Sekretaris SP Lomenik\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>S. Jim \n\n        \u003Cp>Ketua Forkom Karyawan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Rini \n\n        \u003Cp>Sekretaris Forkom Karyawan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\n",{"cbadate_start_date":45,"cbadate_end_date":49,"trainingprogrammes":51,"SOCSEC_trigger":55,"disabilityfund":59,"contracttrial":61,"contracttrialperiod":65,"contractseverancepay":67,"contractseverancepay1":71,"severance":75,"apprentices_excluded":77,"minijobs_excluded":81,"tempagency":83,"part_time_excluded":85,"SICDIS_trigger":87,"maxsicknesspay":91,"maxsicknesspayperc":95,"maxsicknesspaytype":97,"sicknesspay":99,"menstruationleave":101,"disabilitypay":105,"sicknessmaxdays":108,"sicknessmaxdaysnr":112,"healthinsurance":114,"paidmaternityleave":118,"paidmaternityleaveduration":122,"paidmaternityleaveall":126,"paidmaternityleavepay":128,"maternitydiscrimination":130,"maternityotherclause":134,"paidpaternityleave":138,"paidpaternityleaveduration":142,"deathrelatives":144,"deathrelativesleave":148,"marriage":150,"marriageleave":154,"GENEQ_trigger":156,"discrimination":160,"sexualhar":164,"violence":168,"equalitymonitoring":170,"equalityotherclause":174,"WORKHOURS_trigger":178,"hourspday_select":182,"hourspday":186,"hourspweek_select":188,"hourspweek":190,"dayspweek_select":192,"dayspweek":194,"MAXHOURS_trigger":196,"hoursovertimemax":200,"PAIDLEAV_trigger":202,"holidaysdays":206,"holidaysweeks":210,"bankholidays1":212,"SCHEDULE_trigger":216,"schedulesrestpw":220,"TRADEUNLEAV_trigger":222,"LOWWAGE_trigger":226,"LOWWAGE_government":230,"STRUCINCR_trigger":232,"PAYSCALES_trigger":236,"wageincreasetype":240,"wageincreasefirmperformance":244,"onceonlydays1":246,"ONCERISE_trigger":250,"oncerise_detail":254,"oncerise_detail_txt":256,"incidentalbonustype2":258,"incidentalbonusdays1":260,"OVERTIME_trigger":262,"overtimeallowancetype_general":266,"overtimeallowanceperc1_general":270,"overtimeallowancetype":274,"overtimeallowanceperc1":276,"overtimeallowancetype1":278,"SUNDAY_trigger":282,"sundayallowancetype":286,"sundayallowanceperc1":288,"sundayallowancetype1":290,"COMMUTE_trigger":292,"commutingallowancetype1":296,"commutingallowancetype":298,"SENIOR_trigger":300,"longserviceallowancetype":304,"longserviceallowanceamount1":308,"longserviceallowancetype1":310,"longserviceallowancetype2":313,"MEALALL_trigger":315,"mealvoucherstype1":317,"direct_participation_trigger":319,"direct_participation_hrs":323,"coverunion_trigger":325,"jobclassifaction1":327},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"cbadate_start_date","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku unt","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\nterhitung sejak ditandatanganinya Perjanjian Kerja Bersama ini, tanggal 01\nApril 2021 sampai dengan 31 Maret 2023.",{"bindId":50,"name":47,"text":48},"cbadate_end_date",{"bindId":52,"name":53,"text":54},"trainingprogrammes","Perusahaan mendukung, menghormati, mempr","Perusahaan mendukung, menghormati, mempromosikan, dan mewujudkan hak setiap\norang atas dunia kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan di tempat atau\nlingkungan kerja. Perusahaan dalam menjalankan peraturan penghapusan kekerasan\nberbasis gender ini dalam pelaksanaannya menyesuaikan dengan hukum nasional\nyang berlaku dan menyepakati bersama dengan organisasi Serikat Buruh\u002FPekerja\nyang representatif dengan metode pendekatan yang inklusif, terpadu dan tanggap\ngender untuk pencegahan dan penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.\nPendekatan semacam itu harus mempertimbangkan kekerasan dan pelecehan yang\nmelibatkan pihak ketiga, jika ada, dan mencakup: (a) melarang, di dalam\nundang-undang, kekerasan dan pelecehan; (b) memastikan bahwa kebijakan yang\nrelevan menangani kekerasan dan pelecehan; (c) mengadopsi strategi komprehensif\nguna menerapkan langkah-langkah untuk mencegah dan menghapuskan kekerasan dan\npelecehan; (d) membangun dan memperkuat mekanisme penegakan dan pemantauan; (e)\nmemastikan akses ke pemulihan dan dukungan bagi korban; (f) mengatur tentang\nsanksi; (g) mengembangkan alat, bimbingan, Pendidikan dan pelatihan, dan\nmeningkatkan kesadaran dalam format yang terakses sebagaimana mestinya; dan (h)\nmemastikan cara pengawasan dan investigasi yang efektif terhadap kasus-kasus\nkekerasan dan pelecehan, termasuk melalui inspektorat ketenagakerjaan atau\nbadan-badan berwenang lainnya.",{"bindId":56,"name":57,"text":58},"SOCSEC_trigger","2) Program dan besarnya iuran BPJS Keten","2) Program dan besarnya iuran BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti meliputi:\n\na) Jaminan Kecelakaan Kerja, dengan iuran sebesar\n0,24% dari gaji\u002Fupah sebulan dibayar sepenuhnya oleh Perusahaan.\n\nb) Jaminan Hari Tua, dengan iuran sebesar 3,7% dari\ngaji\u002Fupah sebulan dibayar oleh Perusahaan dan 2% dari upah sebulan dibayar oleh\nPekerja.\n\nc) Jaminan Kematian, dengan iuran sebesar 0,3% dari\ngaji\u002Fupah sebulan dibayar oleh Perusahaan.",{"bindId":60,"name":57,"text":58},"disabilityfund",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"contracttrial","Adalah masa percobaan paling lama 3 (tig","Adalah masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan\nsebelum diterima sebagai Pekerja Tetap.",{"bindId":66,"name":63,"text":64},"contracttrialperiod",{"bindId":68,"name":69,"text":70},"contractseverancepay","Dalam hal pemutusan hubungan kerja, bagi","Dalam hal pemutusan hubungan kerja, bagi Pekerja yang berhak akan menerima\nuang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nperhitungannya didasarkan atas gaji pokok dan tunjangan tetap, dengan\nberpedoman kepada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku\nsaat ini (sebagaimana diatur dalam PP Nomor 35 Tahun 2021), yaitu sebagai\nberikut:",{"bindId":72,"name":73,"text":74},"contractseverancepay1","1) Besarnya Uang Pesangon sebagai beriku","1) Besarnya Uang Pesangon sebagai berikut:\n\n\n  \n  \n  \n    \n      MASA KERJA\n      BESAR UANG PESANGON\n    \n    \n      MK \u003C 1 thn\n      1 bulan upah\n    \n    \n      1 thn \u003C MK \u003C 2 thn\n      2 bulan upah\n    \n    \n      2 thn \u003C MK \u003C 3 thn\n      3 bulan upah\n    \n    \n      3 thn \u003C MK \u003C 4 thn\n      4 bulan upah\n    \n    \n      4 thn \u003C MK \u003C 5 thn\n      5 bulan upah\n    \n    \n      5 thn \u003C MK \u003C 6 thn\n      6 bulan upah\n    \n    \n      6 thn \u003C MK \u003C 7 thn\n      7 bulan upah\n    \n    \n      7 thn \u003C MK \u003C 8 thn\n      8 bulan upah\n    \n    \n      8 thn atau lebih\n      9 bulan upah",{"bindId":76,"name":73,"text":74},"severance",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"apprentices_excluded","2) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku ","2) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi seluruh pekerja\u002Fburuh di\nperusahaan PT. Indonesia Wacoal.",{"bindId":82,"name":79,"text":80},"minijobs_excluded",{"bindId":84,"name":79,"text":80},"tempagency",{"bindId":86,"name":79,"text":80},"part_time_excluded",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"SICDIS_trigger","1) Bagi Pekerja yang menderita sakit ber","1) Bagi Pekerja yang menderita sakit berkepanjangan dan tidak mampu bekerja,\nPerusahaan tetap membayar upah nya dengan syarat sesuai dengan yang tertera\ndibawah ini:\n\na) Pekerja harus mengajukan bukti berupa surat\nketerangan dari dokter atau dari rumah sakit tempat Pekerja dirawat.\n\nb) Apabila diperlukan Pekerja harus bersedia\ndiperiksa oleh dokter yang ditunjuk oleh Perusahaan untuk mendapatkan\npenilaiannya.",{"bindId":92,"name":93,"text":94},"maxsicknesspay","2) Pembayaran Upah Pekerja yang menderit","2) Pembayaran Upah Pekerja yang menderita penyakit menahun (berkepanjangan)\nyang berlangsung terus menerus atau terputus-putus yang berulang kembali dalam\ntenggang waktu kurang dari 20 (dua puluh) hari kerja, tetap mendapatkan upah\nyaitu sebagai berikut:\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      MASA SAKIT\n      UPAH YANG DIBAYARKAN\n    \n    \n      4 bulan pertama\n      100%\n    \n    \n      4 bulan kedua\n      75%\n    \n    \n      4 bulan ketiga\n      50%\n    \n    \n      Bulan selanjutnya\n      25%",{"bindId":96,"name":93,"text":94},"maxsicknesspayperc",{"bindId":98,"name":89,"text":90},"maxsicknesspaytype",{"bindId":100,"name":93,"text":94},"sicknesspay",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"menstruationleave","c) Istirahat haid berlaku apabila Pekerj","c) Istirahat haid berlaku apabila Pekerja merasakan\nsakit pada masa haid hari pertama dan hari kedua, dengan cara\nmemberitahukan\u002Fmeminta izin terlebih dahulu dengan melampirkan surat dokter.",{"bindId":106,"name":57,"text":107},"disabilitypay","2) Program dan besarnya iuran BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti meliputi:\n\na) Jaminan Kecelakaan Kerja, dengan iuran sebesar\n0,24% dari gaji\u002Fupah sebulan dibayar sepenuhnya oleh Perusahaan.",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"sicknessmaxdays","Perusahaan dapat memutuskan hubungan ker","Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja dengan Pekerja karena alasan\nKesehatan atau menderita sakit terus menerus setelah 12 (dua belas) bulan.\nPemutusan Hubungan Kerja ini berpedoman pada peraturan perundang-undangan\nketenagakerjaan yang berlaku.",{"bindId":113,"name":110,"text":111},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"healthinsurance","1) Pekerja diikutsertakan dalam program ","1) Pekerja diikutsertakan dalam program BPJS Kesehatan.\n\n2) Besarnya iuran BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut:\n\nMulai tanggal 1 Juli 2015 sebesar 5% (lima persen) dari gaji atau upah per\nbulan dengan ketentuan: 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1%\n(satu persen) dibayar oleh Peserta.",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"paidmaternityleave","3) Pelaksanaan cuti atau istirahat Peker","3) Pelaksanaan cuti atau istirahat Pekerja wanita karena melahirkan,\nkeguguran atau haid adalah sebagai berikut:\n\na) Istirahat melahirkan dilakukan 1,5 (satu\nsetengah) bulan sebelum dan 1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan\nmenurut perhitungan dan keterangan dokter kandungan atau bidan.",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"paidmaternityleaveduration","a) Istirahat melahirkan dilakukan 1,5 (s","a) Istirahat melahirkan dilakukan 1,5 (satu\nsetengah) bulan sebelum dan 1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan\nmenurut perhitungan dan keterangan dokter kandungan atau bidan.",{"bindId":127,"name":120,"text":121},"paidmaternityleaveall",{"bindId":129,"name":120,"text":121},"paidmaternityleavepay",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"maternitydiscrimination","Perusahaan dapat menerapkan peraturan pe","Perusahaan dapat menerapkan peraturan perundang-undangan hukum Nasional yang\nada dan mewajibkan manajemen mengambil langkah-langkah yang tepat sesuai dengan\notoritas mereka untuk mencegah kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, termasuk\nkekerasan dan pelecehan berbasis gender, dan khususnya, sejauh dapat dilakukan\nsecara wajar, untuk: (a) mengadopsi dan menerapkan, serta bersinergi dengan\nSerikat Pekerja yang ada serta buruh\u002Fpekerja tentang dampak kekerasan dan\npelecehan; (b) mempertimbangkan kekerasan dan pelecehan dan risiko psikososial\nyang terkait dalam manajemen keselamatan dan kesehatan kerja; (c)\nmengidentifikasi bahaya dan menilai risiko kekerasan dan pelecehan, dengan\npartisipasi buruh\u002Fpekerja dan perwakilan mereka, serta mengambil\nlangkah-langkah untuk mencegah dan mengendalikannya, dan (d) memberikan kepada\nburuh\u002Fpekerja dan orang lain yang bersangkutan informasi dan pelatihan dalam\nformat yang dapat diakses sebagaimana mestinya, tentang bahaya dan risiko\nkekerasan dan pelecehan yang diidentifikasi serta langkah-\n\nLangkah pencegahan dan perlindungan yang terkait, termasuk tentang hak dan\ntanggungjawab pekerja dan orang lain yang bersangkutan sehubungan dengan\nkebijakan sebagaimana dimaksud dalam sub ayar (a) Pasal ini.",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"maternityotherclause","b) Istirahat keguguran dilakukan 1,5 (sa","b) Istirahat keguguran dilakukan 1,5 (satu\nsetengah) bulan sejak tanggal keguguran. Laporan adanya keguguran sudah harus\ndisampaikan kepada Perusahaan dalam waktu 3 (tiga) hari kalender setelah\nPekerja mengalami keguguran, dengan melampirkan surat keterangan dari\nDokter\u002FBidan atau Rumah Sakit\u002FKlinik yang menanganinya.",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"paidpaternityleave","Istri Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran 2 (du","Istri Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran \n    2 (dua) hari kerja",{"bindId":143,"name":140,"text":141},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"deathrelatives","Kematian istri\u002Fsuami\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmert","Kematian istri\u002Fsuami\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua\u002Fmenantu Pekerja \n    2 (dua) hari kerja",{"bindId":149,"name":146,"text":147},"deathrelativesleave",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"marriage","Pekerja menikah 3 (tiga) hari kerja","Pekerja menikah \n    3 (tiga) hari kerja",{"bindId":155,"name":152,"text":153},"marriageleave",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"GENEQ_trigger","KETENTUAN PENERAPAN PENGHAPUSAN KEKERASA","KETENTUAN\nPENERAPAN PENGHAPUSAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DI PERUSAHAAN PT INDONESIA\nWACOAL YANG DI ADOPSI DAN SELARASKAN DARI HASIL KONVENSI ILO KE 108 NO 190 YANG\nDISAHKAN DI SIDANG ILO PADA 21 JUNI 2019 DI JENEWA.",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"discrimination","Perusahaan dapat mengadopsi undang-undan","Perusahaan dapat mengadopsi undang-undang, peraturan, dan kebijakan yang\nmenjamin hak atas kesetaraan dan non-diskriminasi dalam pekerjaan dan jabatan,\ntermasuk untuk pekerja perempuan, serta untuk pekerja dan orang lain yang\ntermasuk dalam satu atau lebih kelompok rentan atau kelompok dalam situasi\nkerentanan yang secara tidak proporsional dipengaruhi oleh kekerasan dan\npelecehan di dunia kerja",{"bindId":165,"name":166,"text":167},"sexualhar","Bahwa aturan ini disepakati bersama anta","Bahwa aturan ini disepakati bersama antara Perusahaan bersama dengan Serikat\nBuruh\u002FPekerja dan dimasukkan di dalam Perjanjian Kerja Bersama atau kesepakatan\nterpisah, pengertian Kekerasan Berbasis Gender ini: (a) istilah “kekerasan\ndan pelecehan” di dunia kerja mengacu pada serangkaian perilaku dan praktik\nyang tidak dapat diterima, atau ancaman tentangnya, baik yang terjadi sekali\natau berulang-ulang, yang bertujuan, mengakibatkan, atau kemungkinan\nmengakibatkan kerugian fisik, psikologis, seksual atau ekonomi, dan mencakup\nkekerasan dan pelecehan berbasis gender; (b) istilah “kekerasan dan pelecehan\nberbasis gender” berarti kekerasan dan pelecehan yang ditujukan pada orang\nkarena jenis kelamin atau gender mereka, atau berdampak pada orang dari jenis\nkelamin atau gender tertentu secara tidak proporsional, dan mencakup pelecehan\nseksual.",{"bindId":169,"name":166,"text":167},"violence",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"equalitymonitoring","Perusahaan mengambil langkah-langkah yan","Perusahaan mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk mencegah kekerasan\ndan pelecehan di dunia kerja, (a) mengidentifikasi dan bersinergi dengan\norganisasi buruh\u002Fpekerja yang ada serta melakukan evaluasi penempatan pekerjaan\ndimana pekerja dan orang lain yang bersangkutan lebih rentan menjadi korban\nkekerasan dan pelecehan; dan (b) mengambil tindakan untuk secara efektif\nmelindungi orang-orang semacam itu.",{"bindId":175,"name":176,"text":177},"equalityotherclause","Perusahaan wajib mengambil tindakan yang","Perusahaan wajib mengambil tindakan yang tepat untuk: (a) memantau dan\nmenegakkan peraturan tentang kekerasan berbasis gender dan atau pelecehan di\ndunia kerja; (b) menjamin kemudahan akses ke solusi yang tepat dan efektif dan\nmekanisme dan prosedur pelaporan dan penyelesaian sengketa yang aman, adil dan\nefektif dalam kasus kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, misalnya: (i)\nprosedur pengaduan dan penyelidikan, serta, jika perlu, mekanisme penyelesaian\npelanggaran di tingkat tempat kerja; (ii) mekanisme penyelesaian pelanggaran di\nluar tempat kerja; (iii) Pengadilan; (iv) perlindungan terhadap balas dendam\nterhadap pengadu, korban, saksi dan pelapor; dan (v) langkah-langkah dukungan\nhukum, social, medis dan administrasi untuk pengadu dan korban; (c) melindungi\nprivasi orang-orang yang terlibat dan kerahasiaan, sejauh mungkin dan\nsebagaimana mestinya, dan memastikan bahwa kewajiban atas privasi dan\nkerahasiaan tidak disalahgunakan; (d) mengatur tentang sanksi terhadap\npelanggaran, jika sesuai, dalam kasus kekerasan dan pelecehan di dunia kerja;\n(e) menyatakan bahwa korban kekerasan dan pelecehan berbasis gender di dunia\nkerja memiliki akses yang efektif ke mekanisme pengaduan dan penyelesaian\nsengketa, dukungan, layanan dan pemulihan yang tanggap gender, aman dan\nefektif; (f) mengakui dampak kekerasan dalam rumah tangga dan sejauh dapat\ndipraktekkan secara wajar, mengurangi dampaknya di dunia kerja; (g) menjamin\nbahwa pekerja memiliki hak untuk melepaskan diri dari situasi kerja yang mereka\nmemiliki alasan yang masuk akal untuk meyakini menghadirkan bahaya yang dekat\ndan serius bagi kehidupan, kesehatan atau keselamatan karena kekerasan dan\npelecehan, tanpa mengalami pembalasan dendam atau konsekuensi yang tidak\nsemestinya, dan tugas untuk memberi informasi kepada manajemen; dan (h)\nmenjamin bahwa pengawas ketenagakerjaan dan otoritas terkait lainnya,\nsebagaimana mestinya, diberdayakan untuk menangani kekerasan dan pelecehan di\ndunia kerja, termasuk dengan mengeluarkan perintah yang mewajibkan\nlangkah-langkah dengan kekuasaan eksekusi langsung dan perintah untuk\nmenghentikan kerja dalam kasus-kasus bahaya dekat terhadap nyawa, kesehatan\natau keselamatan yang tunduk pada hak untuk naik banding ke otoritas peradilan\natau administrasi yang dapat ditetapkan oleh hukum.",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"WORKHOURS_trigger","1) Perusahaan menetapkan hari dan jam ke","1) Perusahaan menetapkan hari dan jam kerja berdasarkan kebutuhan Perusahaan\ndengan tetap mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"hourspday_select","2) Berpedoman pada ayat 1 pasal ini, har","2) Berpedoman pada ayat 1 pasal ini, hari dan jam kerja Perusahaan yang\nlamanya 40 (empat puluh) jam seminggu diatur sebagai berikut:\n\na) 5 (lima) hari kerja dalam satu minggu (Senin\nsampai dengan Jumat), dengan waktu kerja:\n\n- Head Office: Jam 07.30 WIB sampai dengan jam 16.30\nWIB.\n\n- Rep. Office: Jam 08.00 WIB sampai dengan jam 17.00\nWIB.\n\nb) 6 (enam) hari kerja dalam satu minggu (Senin\nsampai dengan Minggu dan istirahat mingguan dilaksanakan diantara hari-hari\ntersebut), waktu kerja: diatur tersendiri sesuai dengan kebutuhan\noperasional.",{"bindId":187,"name":184,"text":185},"hourspday",{"bindId":189,"name":184,"text":185},"hourspweek_select",{"bindId":191,"name":184,"text":185},"hourspweek",{"bindId":193,"name":184,"text":185},"dayspweek_select",{"bindId":195,"name":184,"text":185},"dayspweek",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"MAXHOURS_trigger","2) Kerja lembur dilakukan apabila Perusa","2) Kerja lembur dilakukan apabila Perusahaan memerlukan dan Pekerja\nmenyetujuinya. Pelaksanaan kerja lembur mengindahkan persyaratan yang\nditetapkan oleh peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.",{"bindId":201,"name":198,"text":199},"hoursovertimemax",{"bindId":203,"name":204,"text":205},"PAIDLEAV_trigger","1) Setiap Pekerja bentuk mendapatkan ist","1) Setiap Pekerja bentuk mendapatkan istirahat atau cuti tahunan dengan\ntetap mendapat upah.",{"bindId":207,"name":208,"text":209},"holidaysdays","3) Jumlah hak cuti tahunan adalah 12 (du","3) Jumlah hak cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hari.",{"bindId":211,"name":208,"text":209},"holidaysweeks",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"bankholidays1","Perusahaan akan mengikuti hari-hari libu","Perusahaan akan mengikuti hari-hari libur resmi (Nasional) yang telah\nditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.",{"bindId":217,"name":218,"text":219},"SCHEDULE_trigger","4) Pekerja mendapat waktu untuk jam isti","4) Pekerja mendapat waktu untuk jam istirahat kerja minimal 1\u002F2 (setengah)\njam setelah bekerja 4 (empat) jam terus menerus, namun di setiap bagian yang\nterkait dengan pelayanan terhadap konsumen diwajibkan adanya tugas jaga secara\nbergiliran. Waktu untuk istirahat tersebut tidak termasuk dalam jam kerja\nsebagaimana disebut dalam ayat 2 pasal ini.",{"bindId":221,"name":184,"text":185},"schedulesrestpw",{"bindId":223,"name":224,"text":225},"TRADEUNLEAV_trigger","2) Dispensasi untuk pengurus atau anggot","2) Dispensasi untuk pengurus atau anggota Serikat Pekerja diberikan dalam\nbentuk kuota jam kerja dimana akan diberikan sebanyak 8 jam kerja\u002Fminggu dengan\nketentuan dispensasi yang tidak terpakai tidak digunakan untuk hari atau minggu\nberikutnya.\n\n\n\n3) Dalam hal tertentu dan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu serta\ndengan memperhatikan sifat kegiatan, perusahaan dapat memberikan dispensasi\nmelampaui batas waktu yang ditentukan pada ayat 2.",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"LOWWAGE_trigger","2) Pembayaran upah terendah tidak akan k","2) Pembayaran upah terendah tidak akan kurang dari Upah Minimum\nKota\u002FKabupaten\u002FSektoral yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.",{"bindId":231,"name":228,"text":229},"LOWWAGE_government",{"bindId":233,"name":234,"text":235},"STRUCINCR_trigger","1) Peninjauan atas upah secara umum akan","1) Peninjauan atas upah secara umum akan dilakukan paling tidak 1 (satu)\nkali dalam satu tahun, yang ditetapkan dalam struktur dan skala upah.",{"bindId":237,"name":238,"text":239},"PAYSCALES_trigger","2) Perusahaan Menyusun struktur dan skal","2) Perusahaan Menyusun struktur dan skala upah, sebagaimana diatur pada PP\nNomor 78 tahun 2015 Permenaker Nomor 1 tahun 2017.",{"bindId":241,"name":242,"text":243},"wageincreasetype","3) Adalah kebijakan umum dari Perusahaan","3) Adalah kebijakan umum dari Perusahaan bahwa setiap peninjauan atas upah\nuntuk Pekerja tidak otomatis selalu berarti kenaikan atas upah. Hasil penilaian\nprestasi kerja dari Pekerja merupakan faktor yang dapat menentukan apakah\nseorang Pekerja mendapatkan kenaikan Upah disamping faktor keadaan dan\nkemampuan keuangan Perusahaan.",{"bindId":245,"name":242,"text":243},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":247,"name":248,"text":249},"onceonlydays1","3) THR diberikan sebesar 1 (satu) bulan ","3) THR diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah berdasarkan upah terakhir pada\nbulan sebelum bulan Hari Raya Keagamaan.",{"bindId":251,"name":252,"text":253},"ONCERISE_trigger","1) Dengan tidak memandang agama atau kep","1) Dengan tidak memandang agama atau kepercayaannya, Perusahaan memberikan\nTHR (Tunjangan Hari Raya) yang diberikan bertepatan dengan Hari Raya\nKeagamaan.",{"bindId":255,"name":252,"text":253},"oncerise_detail",{"bindId":257,"name":252,"text":253},"oncerise_detail_txt",{"bindId":259,"name":248,"text":249},"incidentalbonustype2",{"bindId":261,"name":248,"text":249},"incidentalbonusdays1",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"OVERTIME_trigger","3) Perhitungan upah lembur dilaksanakan ","3) Perhitungan upah lembur dilaksanakan berdasarkan peraturan\nketenagakerjaan yang berlaku, sebagai berikut:\n\na) Tarif upah lembur sejam, yaitu 1\u002F173 x upah.\n\nb) Bahwa yang dimaksud dengan upah pada poin a,\nadalah upah dalam pasal 10 Kepmentrans No. 102 Tahun 2004.",{"bindId":267,"name":268,"text":269},"overtimeallowancetype_general","c) Cara perhitungan upah kerja lembur se","c) Cara perhitungan upah kerja lembur sebagai\nberikut:\n\n1) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nkerja:\n\nUntuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah\nsebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam. Untuk setiap jam kerja lembur\nberikutnya harus dibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah sejam.",{"bindId":271,"name":272,"text":273},"overtimeallowanceperc1_general","1) Apabila kerja lembur dilakukan pada h","1) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nkerja:\n\nUntuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah\nsebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam. Untuk setiap jam kerja lembur\nberikutnya harus dibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah sejam.",{"bindId":275,"name":268,"text":269},"overtimeallowancetype",{"bindId":277,"name":268,"text":269},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":279,"name":280,"text":281},"overtimeallowancetype1","1) Perusahaan menetapkan bahwa yang berh","1) Perusahaan menetapkan bahwa yang berhak untuk mendapat Upah Lembur hanya\nPekerja tertentu yaitu Pekerja dengan jabatan operator sampai dengan jabatan\nSupervisor.",{"bindId":283,"name":284,"text":285},"SUNDAY_trigger","2) Apabila kerja lembur dilakukan pada h","2) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan dan\u002Fatau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari\nkerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka:\n\na) Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam\npertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga)\nkali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali\nupah sejam.\n\nb) Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja\nterpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali\nupah sejam, jam keenam 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan\nkedelapan 4 (empat) kali upah sejam.\n\nc) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan dan atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari\nkerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur\nuntuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan\ndibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali\nupah sejam.",{"bindId":287,"name":284,"text":285},"sundayallowancetype",{"bindId":289,"name":284,"text":285},"sundayallowanceperc1",{"bindId":291,"name":280,"text":281},"sundayallowancetype1",{"bindId":293,"name":294,"text":295},"COMMUTE_trigger","2) Pekerja dengan jabatan Assistant Mana","2) Pekerja dengan jabatan Assistant Manager ke atas tidak berhak mendapatkan\nupah lembur. Bagi pekerja dengan jabatan section head ke atas apabila kerja\nlembur akan mendapat bantuan makan dan transportasi yang diatur dengan\nketentuan sendiri.",{"bindId":297,"name":294,"text":295},"commutingallowancetype1",{"bindId":299,"name":294,"text":295},"commutingallowancetype",{"bindId":301,"name":302,"text":303},"SENIOR_trigger","1) Tunjangan masa kerja diberikan oleh p","1) Tunjangan masa kerja diberikan oleh perusahaan kepada pekerja yang sudah\nmemiliki masa kerja diatas 1 (satu) tahun.\n\n\n\n2) Tunjangan masa kerja yang diberikan kepada pekerja Rp.6.000,-\u002Fbulan\nberlaku mulai Januari 2022, sedangkan jumlah total tunjangan masa kerja\ntergantung dari masa kerja pekerja tersebut.",{"bindId":305,"name":306,"text":307},"longserviceallowancetype","2) Tunjangan masa kerja yang diberikan k","2) Tunjangan masa kerja yang diberikan kepada pekerja Rp.6.000,-\u002Fbulan\nberlaku mulai Januari 2022, sedangkan jumlah total tunjangan masa kerja\ntergantung dari masa kerja pekerja tersebut.",{"bindId":309,"name":306,"text":307},"longserviceallowanceamount1",{"bindId":311,"name":302,"text":312},"longserviceallowancetype1","1) Tunjangan masa kerja diberikan oleh perusahaan kepada pekerja yang sudah\nmemiliki masa kerja diatas 1 (satu) tahun.",{"bindId":314,"name":302,"text":312},"longserviceallowancetype2",{"bindId":316,"name":294,"text":295},"MEALALL_trigger",{"bindId":318,"name":294,"text":295},"mealvoucherstype1",{"bindId":320,"name":321,"text":322},"direct_participation_trigger","Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewaji","Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk mendorong terciptanya\nketenangan dan ketentraman di tempat kerja. Untuk membina lancarnya hubungan\ntimbal balik, maka Perusahaan dan Serikat Pekerja membentuk Form Bipartit\ndengan kegiatan-kegiatan antara lain:\n\n1) Mengadakan pertemuan sesuai kebutuhan untuk membahas masalah-masalah yang\nberkaitan dengan peningkatan produktivitas, ketenagakerjaan atau untuk saling\nmenyampaikan informasi.\n\n2) Sebagai wadah pembinaan dan penyelesaian masalah Pekerja secara bersama\nantara Peruahaan, Serikat Pekerja dan Wakil Pekerja.",{"bindId":324,"name":321,"text":322},"direct_participation_hrs",{"bindId":326,"name":79,"text":80},"coverunion_trigger",{"bindId":328,"name":329,"text":330},"jobclassifaction1"," JABATAN TINGKAT OPERATOR 1 WAKIL KEPALA","\n  \n  \n  \n  \n    \n      JABATAN\n      TINGKAT\n    \n    \n      OPERATOR\n      1\n    \n    \n      WAKIL KEPALA REGU\u002FSUB LEADER\n      2\n    \n    \n      KEPALA REGU\u002FTEAM LEADER\n      3\n    \n    \n      STAFF\n      4\n    \n    \n      SUPERVISOR\n      5\n    \n    \n      CHIEF SUPERVISOR\n      6\n    \n    \n      ASSISTANT MANAGER\n      7\n    \n    \n      JABATAN\n      TINGKAT\n      \n    \n    \n      MANAGER\n      8\n    \n    \n      SENIOR MANAGER\n      9\n    \n    \n      ASSISTANT GENERAL MANAGER\n      10\n    \n    \n      GENERAL MANAGER\n      11\n    \n    \n      DIRECTOR\n      12\n    \n    \n      MANAGING DIRECTOR\n      \n      13\n    \n    \n      PRESIDENT DIRECTOR\n      14","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Indonesia Wacoal - 2021\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-04-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2023-03-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Indonesia Wacoal\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Garteks PT. Indonesia Wacoal, Serikat Pekerja Lomenik PT. Indonesia Wacoal\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Hendra Apriadi, Suryadi Sasmita\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;-10.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;6000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[336],{"title":38,"slug":34},[338],{"type":339,"data":340},"call_to_action_body_block",{"title":341,"description":342,"variant":343,"link":344},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":341,"url":345,"description":341,"rel":346,"type":347},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[349],{"type":339,"data":350},{"title":341,"description":342,"variant":343,"link":351},{"title":341,"url":345,"description":341,"rel":346,"type":347},[]]