[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-elegant-textile-industry-dengan-puk-sp-tsks-spsi-pt-elegant-textile-industry-periode-2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":249,"content_type_view":250,"extra_breadcrumbs":251,"body":253,"body_blocks":264,"related_pages":268},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":247,"translations":248},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-pt-elegant-textile-industry-dengan-puk-sp-tsks-spsi-pt-elegant-textile-industry-periode-2019-2021","eec0a3f0-9c2e-11ef-b3dc-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-elegant-textile-industry-dengan-puk-sp-tsks-spsi-pt-elegant-textile-industry-periode-2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-elegant-textile-industry-dengan-puk-sp-tsks-spsi-pt-elegant-textile-industry-periode-2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama PT. Elegant Textile Industry dengan PUK SP TSKS SPSI PT. Elegant Textile Industry Periode 2019 - 2021","IDN PT. Elegant Textile Industry - 2019","Indonesia - IDN PT. Elegant Textile Industry - 2019","IDN PT. Elegant Textile Industry - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT. ELEGANT TEXTILE 2019-2021.html","\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA PT.ELEGANT TEXTILE INDUSTRY DENGAN PUK SPTSK SPSI\nPT.ELEGANT TEXTILE INDUSTRY PERIODE TAHUN 2019 – TAHUN 2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Bahwa sesungguhnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan\nUndang – undang Dasar 1945 yang menjadi tujuan pembangunan \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nasional, sehubungan dengan hal tersebut dituntut pastisipasi dan peran\naktif Pekerja dan Pengusaha dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan taraf\nhidup bangsa dengan jalan meningkatkan produktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa peningkatan produktivitas kerja hanya dimungkinkan oleh adanya\nhubungan kerja yang selaras dan seimbang antara Pekerja dan Pengusaha yang\nsekaligus merupakan wahana terciptanya ketenangan bekerja dan ketenangan\nberusaha yang sesuai dengan azas Hubungan Industrial yang harmonis, dinamis dan\nberkeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa ketenangan berusaha bagi Perusahaan dan ketenangan bekerja bagi\nPekerja, hanya dapat dicapai apabila masing – masing pihak memahami serta\nmenghayati hak – hak dan kewajiban masing – masing, yang pada akhirnya akan\nmenumbuhkan rasa saling mengerti, saling menghargai, saling menghormati dan\nsaling mempercayai dalam iklim kerja yang baik dan hubungan kerja yang\nharmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa untuk memahami serta menghayati tugas dan kewajiban masing – masing,\ndan menyadari sepenuhnya akan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan cita –\ncita tersebut, maka dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa disusunlah Perjanjian\nKerja Bersama ini dengan tujuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Memperjelas hak dan kewajiban Pengusaha, Serikat Pekerja dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menetapkan syarat – syarat kerja dan kondisi kerja bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Memperteguh hubungan Industri yang harmonis, dinamis dan berkeadilan\ndalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Mengatur cara – cara menyelesaikan perbedaan \u002F perselisihan industrial\ndengan sebaik – baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mempertahankan, memperbaiki serta mengembangkan adanya kerja sama dan\nhubungan kerja yang harmonis antara Pengusaha dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan berlandaskan hal – hal tersebut diatas dan dengan Rahmat Tuhan Yang\nMaha Esa, Pimpinan PT. Elegant Textile Industry dan Pimpinan Unit Kerja (PUK SP\nTSK SPSI ) PT. Elegant Textile Industry telah sepakat dengan rumusan Perjanjian\nKerja Bersama ( PKB ) yang selengkapnya berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Istilah dan Pengertian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. ELEGANT TEXTILE INDUSTRY, yang didirikan berdasarkan Akta Notaris\nFREDERIK ALEXANDER TUMBUAN No. 34 Tanggal 22 Mei 1974 dan berdomisili di\nKecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pejabat Perusahaan atau orang yang diberikan hak untuk mengelola\njalannya Perusahaan dan melakukan tindakan untuk dan atas nama Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Manajer\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Jabatan dalam struktural manajemen yang diberikan kepada seseorang\noleh direksi untuk memimpin bagian atau bidang operasional \u002F fungsional\ntertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. PUK SPTSK SPSI PT. Elegant Textile Industry\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah organisasi Pekerja yang berada di PT. Elegant Textile Industry yang\nterdaftar di DISNAKER Purwakarta No. 251\u002F105\u002FSPTSK SPSI\u002FEL\u002FII\u002F02 tanggal 13\nFebruari 2002 berdomisili di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengurus Unit Kerja (PUK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang yang terpilih dalam Musyawarah Unit Kerja SP TSK SPSI PT.\nElegant Textile Industry untuk memimpin\u002Fmengelola SP TSK SPSI PT. Elegant\nTextile Industry yang selanjutnya disebut Pimpinan Unit Kerja (PUK) kecuali\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Jabatan Manager ke atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Staff Personalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Satuan Pengaman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerja yang masa kerjanya kurang dari 5 tahun\nberturut – turut untuk jabatan Ketua Umum dan kurang dari 3 tahun untuk\npengurus lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang yang bekerja pada Perusahaan dan menerima upah berdasarkan\nhubungan kerja dengan Perusahaan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Perjanjian Kerja yang dibuat oleh Perusahaan dengan Pekerja untuk\nwaktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah satu orang istri \u002F suami dan atau maksimal 3 ( tiga ) orang anak yang\nsah, berusia dibawah 21 tahun, belum bekerja, belum pernah menikah dan\nterdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga pekerja baik yang disebabkan hubungan sedarah maupun\nperkawinan untuk menerima setiap pembayaran dalam hal kematian Pekerja, atau\nkarena pekerja berhalangan dan diselesaikan berdasarkan ketentuan – ketentuan\nyang ditetapkan oleh Undang – Undang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari yang ditentukan oleh Perusahaan untuk bekerja dan sesuai dengan\nhari resmi Pemerintah. Apabila terjadi perubahan hari yang telah ditetapkan\noleh perusahaan maka akan dibicarakan dengan Serikat Pekerja PT. Elegant\nTextile Industry.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Waktu Kerja Normal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jam – jam kerja yang telah ditetapkan pada hari kerja dimana\npekerja wajib melaksanakan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Hari Kerja Pengganti \u002F Hari Libur Pengganti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari kerja yang ditetapkan sebagai hari libur dan digantikan dengan\nhari libur mingguan sebagai hari kerja untuk memenuhi jumlah hari kerja satu\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Hari Kerja Normal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari kerja Pekerja dalam seminggu ditetapkan 6 (enam) hari dengan\njumlah jam kerja 7 jam sehari dan 40 jam seminggu, kecuali jika diantara hari\n– hari tersebut dinyatakan sebagai hari libur resmi oleh pemerintah atau hari\n– hari cuti dan hari pembebasan pekerja dari kewajiban bekerja baik yang\ndiatur melalui PKB atau Peraturan pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Hari Libur Resmi \u002F Libur Mingguan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari libur yang ditentukan oleh Pemerintah dimana pekerja tidak\ndiwajibkan bekerja, setelah menjalani hari kerja 6 (enam) hari dalam 1 (satu)\nminggu maka pekerja berhak libur 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah bekerja melebihi ketentuan jam kerja menurut undang – undang atau\nbekerja diluar hari\u002Fjam kerja normal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu penerimaan imbalan dalam bentuk uang dari Perusahaan kepada\nPekerja berdasarkan kesepakatan dan peraturan dalam perundang – undangan dan\ndibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara Perusahaan dan Pekerja\ntermasuk tunjangan – tunjangan baik untuk Pekerja maupun keluarganya atas\nsuatu pekerjaan dan atau jasa yang telah dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah imbalan dasar yang diberikan kepada pekerja setiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang diberikan kepada pekerja secara tetap tanpa\ndipengaruhi oleh kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang diberikan kepada pekerja secara tidak tetap karena\ndipengaruhi oleh kehadiran contohnya : Insentif Kehadiran Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Upah Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pembayaran sejumlah uang tertentu oleh pengusaha sebagai imbalan bagi\npekerja yang bekerja diluar jam kerja normal atas perintah atasan atau\npengusaha dengan persetujuan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Surat Keterangan Dokter (SKD)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Surat Keterangan yang diberikan kepada pekerja yang memerlukan\nistirahat karena sakit oleh dokter perusahaan atau dokter umum yang mendapatkan\npersetujuan dari dokter perusahaan dengan melampirkan resep dan bukti\npembayaran resep (kuitansi).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kecelakaan yang terjadi akibat hubungan kerja, termasuk penyakit yang\ntimbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam\nperjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang ke rumah\nmelalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Ruang Lingkup Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keseluruhan tempat yang secara sah berada diwilayah penguasaan\nperusahaan dan digunakan untuk menunjang kegiatan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seluruh area perusahaan yang mencakup bangunan, jalan, area parkir,\nlahan penunjang yang dikuasai oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Tempat Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tempat dimana Pekerja melakukan tugas dan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Anggota Serikat Pekerja PT. ELEGANT TEXTILE INDUSTRY\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja PT. ELEGANT yang terdaftar menjadi anggota di unit kerja PUK\nSP-TSK SPSI PT. ELEGANT.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jangka waktu seorang pekerja yang bekerja di Perusahaan secara tidak\nterputus dan dihitung sejak diterimanya sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28. Pekerja Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang bekerja diperusahaan dengan perjanjian kerja waktu tidak\ntertentu dengan batasan usia maksimal 55 tahun untuk laki-laki dan 45 tahun\nuntuk perempuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29. Masa Percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah masa yang harus dijalani paling lama 3 (tiga) bulan oleh pekerja\nsebelum dinyatakan diterima sebagai pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30. Surat Peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah surat keputusan yang dikeluarkan oleh perusahaan (dalam hal ini Dept.\nPersonalia) atas rekomendasi atasan langsung sampai dengan Group Leader\u002FManager\nsebagai bentuk pembinaan kepada pekerja yang melakukan tindakan pelanggaran\ndisiplin atau perbuatan – perbuatan yang melanggar PKB ini dan atau Undang\n– Undang ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31. Atasan Langsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang mempunyai jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan\nstruktur organisasi pada bagiannya dimana karyawan tersebut bertanggung jawab\nlangsung kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32. Skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pembebasan sementara dari tugas dan kewajibannya sebagai pekerja\nterhadap perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pengakhiran hubungan kerja dikarenakan sesuatu hal tertentu yang\nmengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34. Promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah peningkatan jabatan pekerja dari satu jabatan atau golongan ke\njabatan atau golongan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>35. Demosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah penurunan jabatan pekerja dari jabatan sebelumnya ke jabatan yang\nlebih rendah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>36. Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemindahan pekerja dari satu departemen ke departemen yang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>37. Diskriminasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Perlakuan yang tidak berkeadilan dan tidak memperhatikan persamaan\nhak yang dilakukan oleh seseorang \u002F sekelompok, terhadap seseorang \u002F sekelompok\nlainnya yang mengakibatkan kerugian sebagai akibat dari tindakan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>38. Dispensasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah izin yang diberikan oleh pengusaha atau personalia kepada pekerja\ndengan sepengetahuan\u002F izin atasan untuk meninggalkan pekerjaannya sehari –\nhari tanpa mengurangi haknya sebagaimana yang biasa diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>39. Lock Out\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tindakan Pengusaha untuk menutup dan menghentikan operasional\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>40. Hubungan Industrial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara unsur pengusaha, pekerja\ndan instansi pemerintah yang didasarkan pada nilai – nilai Pancasila dan UUD\nnegara Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>41. Izin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila Pekerja tidak masuk bekerja dengan alasan yang diberitahukan\nterlebih dahulu secara tertulis dan mendapat persetujuan dari atasannya tanpa\npembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>42. Usia Lanjut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang telah mencapai usia pensiun ( 55 tahun untuk laki-laki\ndan 45 untuk perempuan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak - Pihak Yang Membuat Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini telah disepakati bersama antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT. ELEGANT TEXTILE INDUSTRY, yang didirikan pada tanggal 22 Mei 1974\ndengan Akta Notaris FREDERIK ALEXANDER TUMBUAN No. 34 dan berdomisili di\nKecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta selanjutnya disebut Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia (SP TSK SPSI) unit PT. ELEGANT TEXTILE INDUSTRY, selanjutnya disebut\nSerikat Pekerja sebagaimana terdaftar di DISNAKER Purwakarta No. 251\u002F105\u002FSPTSK\nSPSI\u002FEL\u002FII\u002F02 tanggal 13 Februari 2002 berdomisili di Kecamatan Jatiluhur,\nKabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini bertujuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk mengatur hubungan kerja dan syarat – syarat kerja yang\nberdasarkan Undang – Undang ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk merumuskan secara jelas hak-hak dan kewajiban pengusaha, Serikat\nPekerja PT. Elegant dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk mempererat hubungan Industrial antara Pengusaha dengan Serikat\nPekerja dan para Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Merupakan sarana penerapan azas-azas Hubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Isi Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini memuat kesepakatan sebagai hasil dari\nmusyawarah untuk mufakat antara Pengusaha dan Serikat Pekerja tentang syarat\nkerja, tata tertib kerja serta hak dan kewajiban Pengusaha dan Pekerja akibat\nadanya hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama ini memuat aturan tambahan apabila ada\nperjanjian baru antara Pengusaha dan Serikat Pekerja maka perjanjian baru\ntersebut akan dimuat dalam lampiran serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan\ndari Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini hanya berlaku untuk hal – hal yang\ntercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, dan masing-masing pihak tetap\nmemiliki hak-hak lain yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hal-hal yang bersifat teknis yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari\nPerjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dalam ketentuan tersendiri atas dasar\nkesepakatan bersama antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja PT. Elegant Textile\nIndustry.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Kewajiban Pihak – Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Masing – masing pihak berkewajiban untuk menyebar luaskan isi\nPerjanjian Kerja Bersama ini untuk dapat diketahui dan dilaksanakan\nsepenuhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kedua belah pihak berkewajiban untuk saling mengingatkan jika salah satu\npihak tidak mentaati ketentuan dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : HAK &amp; KEWAJIBAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Kewajiban Serikat Pekerja PT. Elegant Textile Industry, Pekerja\nDan Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Kewajiban Serikat Pekerja PT. Elegant Textile Industry\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1. Menjalankan kewajiban sebagaimana diatur dalam\nUndang – Undang Ketenagakerjaan serta peraturan – peraturan pemerintah yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2. Melaksanakan sepenuhnya isi Perjanjian Kerja\nBersama ini dengan sebaik – baiknya atas dasar hubungan industrial yang\nHarmonis, Dinamis, dan Berkeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.3. Turut melaksanakan pembinaan para pekerja\nsecara umum untuk lebih meningkatkan disiplin dalam melaksanakan tugas dan\nkewajiban masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.4. Melaksanakan tugas konsultasi kepada Pekerja\ndan Pengusaha setiap ada gejala yang timbul di perusahaan dan berfungsi\nmewakili dan bertindak untuk dan atas nama anggotanya baik secara perorangan\nmaupun kolektif dalam bidang ketenagakerjaan atau dalam hal syarat-syarat\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.5. Bersama – sama dengan Pengusaha turut\nmemberikan motivasi kepada para pekerja dengan mendorong semangat untuk\npeningkatan produktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.6. Sebagai Pekerja Terpilih untuk duduk dalam\nOrganisasi Serikat Pekerja diharapkan menjadi panutan bagi pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1. Menjalankan kewajiban sebagaimana diatur dalam\nUndang – Undang Ketenagakerjaan serta Peraturan – peraturan pemerintah yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2. Melaksanakan sepenuhnya isi Perjanjian Kerja\nBersama ini dengan sebaik – baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kewajiban Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1. Menjalankan kewajiban sebagaimana diatur dalam\nUndang – Undang Ketenagakerjaan serta Peraturan – peraturan Pemerintah yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.2. Melaksanakan sepenuhnya isi Perjanjian Kerja\nBersama ini dengan sebaik – baiknya atas dasar hubungan Industrial yang\nHarmonis, Dinamis, dan Berkeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.3. Melaksanakan pembinaan para pekerja untuk\nlebih meningkatkan disiplin dalam melaksanakan tugas dan kewajiban masing –\nmasing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Hak Pengusaha dan Serikat Pekerja PT. Elegant Textile\nIndustry\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha mempunyai hak untuk memimpin, mengatur dan melaksanakan\njalannya perusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang –\nundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja PT. Elegant Textile Industry adalah sebagai organisasi\nyang syah dan mempunyai hak untuk mewakili Pekerja dan bertindak untuk dan atas\nnama anggota sesuai dengan fungsi, peranan dan tugas pokok Serikat Pekerja PT.\nElegant.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Baik Pengusaha maupun Serikat Pekerja PT. Elegant Textile Industry saling\nmenghormati dan tidak mencampuri urusan internal masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Hubungan Pengusaha Dengan Serikat Pekerja PT. Elegant Textile\nIndustry\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja PT. Elegant bersepakat dan bertekad untuk\nbekerja sama dalam mengusahakan ketenangan kerja dan ketenangan usaha serta\nmembentuk dan menyempurnakan sarana – sarana hubungan industrial sehingga\nterwujudnya hubungan industrial yang harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dan Serikat Pekerja PT. Elegant Textile Industry sepakat akan\nmelakukan pertemuan Bipartit secara formal setiap ada hal-hal yang perlu\ndibicarakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kedua belah pihak sepakat bekerjasama untuk mengadakan penyuluhan –\npenyuluhan dan pembinaan hubungan industrial kepada seluruh pekerja dan pekerja\nbaru dilakukan oleh Pengusaha diluar jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Jaminan Bagi Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Serikat Pekerja PT. Elegant Textile Industry berkewajiban membantu\nmenegakkan tata tertib dan disiplin kerja serta meningkatkan produktivitas dan\nkuantitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja PT. Elegant Textile Industry menyadari bahwa tindakan\nyang menghambat produktivitas kerja adalah tidak sesuai dengan semangat\nhubungan industrial yang harmonis oleh karena itu akan dihindari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Jaminan Bagi Serikat Pekerja PT. Elegant Textile Industry\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>1. Pengusaha tidak akan melakukan tindakan – tindakan yang merugikan\nSerikat Pekerja PT. Elegant Textile Industri (diskriminasi, tindakan pembalasan\nbaik secara langsung maupun tidak langsung).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha &amp; serikat pekerja akan menyelesaikan masalah yang timbul\nsecara umum dengan azas musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pihak pengusaha mengakui setiap pekerja berhak untuk menjadi anggota\nSerikat Pekerja PT. Elegant Textile Industry.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha dan Serikat Pekerja harus menghindari lock out karena tidak\nsesuai dengan semangat hubungan industrial yang harmonis.aan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Dispensasi Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>Pengusaha memberikan dispensasi kepada Serikat Pekerja maupun anggotanya\nyang ditunjuk untuk menghadiri kegiatan Serikat Pekerja dengan tetap\nmendahulukan kepentingan perusahaan dan tidak mengganggu proses produksi dengan\nkondisi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1. Dispensasi diberikan kepada pengurus Serikat Pekerja atau utusan Serikat\nPekerja dengan menunjukan bukti undangan dari Pimpinan Serikat Pekerja Cabang \u002F\nPusat sesuai kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dispensasi diberikan setelah mendapatkan persetujuan dari kepala\nDepartemen dan Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Permohonan dispensasi harus diajukan 2 (dua) hari sebelum waktu\npelaksanaan kecuali darurat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Fasilitas dan Bantuan Pengusaha Terhadap Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan ruangan kantor yang layak termasuk peralatan dan\nperlengkapannya serta Serikat Pekerja akan menggunakan sebaik-baiknya\nfasilitas-fasilitas tersebut sesuai dengan fungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha memberikan bantuan untuk kegiatan-kegiatan Serikat Pekerja dan\nSerikat Pekerja bertanggung jawab penuh atas kegiatan-kegiatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha akan memberikan fasilitas terhadap segala sesuatu yang\nberhubungan dengan penyampaian informasi dari Serikat Pekerja kepada\nanggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat Pekerja akan menempelkan pengumuman dengan ditandatangani oleh\npengurus Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Semua penempelan pengumuman kecuali hal-hal yang rutin harus mendapat\nizin Pengusaha terlebih dahulu. Dalam hal rutin Serikat Pekerja cukup\nmemberikan tembusan kepada Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Pemotongan Iuran Anggota Serikat Pekerja PT. Elegant Textile\nIndustry\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Atas permintaan Serikat Pekerja PT. Elegant Textile Industry secara\ntertulis, Pengusaha bersedia untuk melaksanakan pemotongan iuran dan pemotongan\nlainnya anggota Serikat Pekerja PT. Elegant Textile Industry dari upah yang\nbersangkutan pada waktu pembayaran upah dan menyetorkan ke rekening Serikat\nPekerja selambat – lambatnya pada hari kerja ke – 7 (tujuh) bulan\nberikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Penerimaan Pekerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penerimaan Pekerja Baru merupakan hak Pengusaha dan disesuaikan dengan\nkebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal penerimaan Pekerja Baru, Pengusaha menetapkan syarat-syarat\nantara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Usia serendah- rendahnya 18 tahun pada waktu\npenerimaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pendidikan serendah-rendahnya SLTP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Surat izin dari orang tua \u002F wali bagi calon\nPekerja wanita.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Berbadan sehat yang dinyatakan dengan surat\nketerangan Dokter dengan dilengkapi hasil Rontgen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Berkelakuan baik yang dinyatakan oleh pihak\nKepolisian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pas photo terbaru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Lulus test yang dilakukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Tinggi dan berat badan disesuaikan dengan\nkebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Surat Keterangan pencari Kerja dari Disnaker\nPurwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Masa Percobaan dan Status Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pada saat permulaan hubungan kerja antara Perusahaan dan Calon Pekerja\ndiadakan Perjanjian Kerja tertulis yang memuat syarat – syarat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>2. Masa percobaan ditetapkan selama 3 ( tiga ) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Selama masa percobaan masing – masing pihak dapat memutuskan hubungan\nkerja tanpa syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Calon Pekerja yang lulus masa percobaan diangkat mejadi pekerja dan\ndiberikan Surat Pengangkatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Penempatan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha akan menempatkan Pekerja pada bagian – bagian yang ada di\nPerusahaan dengan memperhatikan pendidikan, pengalaman sesuai dengan kebutuhan\nperusahaan dan kekosongan disalah satu jabatan, untuk mengisi jabatan tersebut\npengusaha memprioritaskan \u002F mendahulukan kepada pekerja tetap yang telah ada\nuntuk mengisi jabatan tersebut sepanjang memenuhi syarat yang diperlukan untuk\njabatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dapat melaksanakan penurunan jabatan atau kenaikan jabatan atas\ndasar penilaian disiplin, kemampuan prestasi kerja dan dedikasi pekerja untuk\nmendidik pekeja agar pekerja dapat bekerja dengan baik dengan tidak\nbertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Hari Kerja, Jam Kerja dan Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>1. Hari Kerja Pekerja dalam seminggu ditetapkan 6 (enam) hari dengan jumlah\njam kerja 7 jam sehari dan 40 jam seminggu, kecuali jika diantara hari – hari\ntersebut dinyatakan sebagai hari libur resmi oleh Pemerintah atau hari – hari\ncuti dan hari pembebasan pekerja dari kewajiban bekerja baik yang diatur\nmelalui PKB atau Peraturan Pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Mengingat dari kepentingan perusahaan, penyimpangan waktu kerja dilakukan\ndengan ketentuan jam kerja pekerja PT. Elegant Textile Industry sesuai dengan\nizin penyimpangan waktu kerja dari Disnaker Purwakarta dan rotasinya diatur\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>GS\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jumat\n\n        \u003Cp>Sabtu\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00-16.00\n\n        \u003Cp>07.30-12.30\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Staff\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jumat\n\n        \u003Cp>Sabtu\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00-17.00\n\n        \u003Cp>07.30-12.30\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift 1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Minggu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>06.00-14.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Jam kerja tersebut sudah termasuk istirahat \u002F makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Kerja Lembur dan Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Perusahaan memerlukan, maka pekerja harus bersedia melakukan\nKerja Lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>2. Dasar perhitungan upah lembur disesuaikan dengan peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Untuk melakukan kerja lembur harus ada perintah tertulis dari head\ndepartment yang bersangkutan dan kesepakatan dari pekerja\u002Fburuh yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan memberikan penggantian uang makan dan transport apabila\nmelakukan kerja lembur diatas jam 22.00WIB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Istirahat Mingguan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>Setiap pekerja berhak libur 1 (satu) hari setelah bekerja selama 6 (enam)\nhari seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Jika Pekerja telah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut-turut atau 1\n(satu) tahun, maka perusahaan harus memberikan cuti tahunan selama 12 hari\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengambilan cuti tahunan diajukan dengan mengisi formulir permohonan cuti\ntahunan yang telah disediakan oleh bagian personalia dan disetujui oleh\npimpinan departemennya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hak Cuti Tahunan harus diambil selambat-lambatnya 6 (enam) bulan\nterhitung sejak jatuh tanggal cuti jika tidak diambil maka dinyatakan gugur,\nkecuali ada penangguhan dari Head Departement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bagi Pekerja yang keluar bekerja dan telah mempunyai hak cuti tahunan (6\nbulan sejak jatuh tanggal cuti) maka haknya tersebut akan diberikan sesuai\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Cuti Panjang\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan hak Cuti Panjang selama 12 (dua belas) hari kerja\nkepada Pekerja setiap memiliki masa kerja kelipatan 6 (enam) tahun\nberturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengambilan cuti panjang diajukan dengan mengisi formulir permohonan yang\ntelah disediakan oleh bagian personalia dan disetujui oleh pimpinan\ndepartemennya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hak cuti panjang bisa diundur pelaksanaannya oleh Pengusaha\nselambat-lambatnya selama 12 bulan sejak jatuh tanggal cutinya bilamana tidak\ndiambil melewati waktu 12 bulan berikutnya dan bukan karena penangguhan dari\nhead departement, maka hak cuti tersebut dinyatakan gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bagi pekerja yang keluar bekerja dan telah mempunyai hak Cuti Panjang\nmaka haknya tetap akan diberikan sesuai dengan peraturan Perundang –\nUndangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Cuti Melahirkan dan Cuti Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>1. Pekerja wanita berhak istirahat satu setengah bulan sebelum saatnya\nmelahirkan menurut perhitungan dokter \u002F bidan dan satu setengah bulan setelah\nmelahirkan atau gugur kandungan diberikan satu setengah bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Jika dalam suatu keterangan dokter dinyatakan bahwa untuk menjaga\nkesehatannya diperlukan istirahat maka pekerja tersebut bisa memperpanjang masa\nistirahat sampai selama-lamanya 3 bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cp>3. Selama Pekerja menjalankan istirahat \u002F cuti tersebut pada ayat 1 dan 2\ndiatas, upahnya dibayar penuh sampai dengan anak ketiga.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1. Pada hari pertama dan kedua masa haid pekerja wanita tidak diwajibkan\nuntuk bekerja dengan tetap mendapat upah penuh dan Head Departement wajib\nmemberi izin permohonan cuti haid bilamana pekerja tidak bisa bekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Bagi pekerja wanita yang hendak mengambil cuti haid harus menyampaikan\nsurat pemberitahuan secara tertulis pada Head Departemen masing - masing dengan\ndiketahui oleh petugas klinik Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Izin Meninggalkan Pekerjaan dengan Upah Dibayar Penuh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>1. Pekerja mendapat izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja menikah 4 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Menikahkan anaknya 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mengkhitankan anaknya 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Membaptiskan anaknya 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Istri melahirkan atau gugur kandungan 2 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau\nmenantu meninggal dunia 3 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\ndunia 1 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Melaksanakan ibadah Haji dan hal-hal lain yang\nberkaitan dengan ibadah haji tersebut selama waktu yang diperlukan tidak lebih\ndari 40 hari kerja (Dengan dilengkapi surat-surat yang sah)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk mendapatkan izin tersebut pada ayat 1 (satu) diatas, Pekerja harus\nmemberitahukan secara tertulis dan disertai surat keterangan dari pejabat yang\nberwewenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Hari Libur Nasional \u002F Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1. Pada hari-hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah, Pekerja tidak\ndiwajibkan bekerja dengan upah dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Apabila Pengusaha bermaksud mempekerjakan Pekerja pada hari libur resmi,\nmaka akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan pengurus Serikat Pekerja\nkemudian bersama Pengurus Serikat Pekerja memberi pengumuman kepada seluruh\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 :Upah dan Tata Cara Pembayaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pembayaran upah bagi Pekerja Staff adalah tanggal 29 pada setiap bulannya\ndan pembayaran upah bagi pekerja non staff adalah tanggal 1 pada setiap\nbulannya. Jika tanggal pembayaran jatuh pada hari Minggu atau hari libur resmi\nyang ditetapkan oleh Pemerintah maka upah dibayarkan satu hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Upah lembur dibayarkan kepada semua pekerja yang bekerja lembur setiap\nbulan bersamaan dengan pembayaran upah masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila Pengusaha tidak dapat melaksanakan pembayaran upah karena sesuatu\nhal dengan jadwal pada ayat 1 dan 2 maka jadwal akan ditentukan dari hasil\nmusyawarah antara pengusaha dengan Pengurus Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Upah tidak dibayar jika pekerja tidak melakukan pekerjaan, kecuali\nhal-hal tertentu yang telah diatur di dalam Undang-undang \u002F Peraturan\nPemerintah dan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Potongan upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat memotong upah pekerja berdasarkan persetujuan dari Pekerja\natau berdasarkan peraturan pemerintah antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pajak Penghasilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Iuran BPJS (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Sumbangan Al-Fajar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Simpanan anggota Koperasi dan angsuran pinjaman anggota koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Iuran anggota Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Potongan-potongan lain yang telah disetujui oleh Pekerja, Serikat Pekerja\ndan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Kenaikkan Upah Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1. Kenaikan upah berkala diberikan sekali dalam setiap tahunnya kepada\nPekerja yang masa kerjanya 1 (satu) tahun ke atas, besarnya berdasarkan\nmusyawarah antara Serikat Pekerja dengan Pengusaha dengan berpedoman kepada\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Grade (berdasarkan penilaian kerja, kehadiran\npekerja, performa, loyalitas dan tanggungjawab ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kenaikan berdasarkan \u002F berpedoman pada selisih\nkenaikan UMK tahun yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Prestasi ( berdasarkan level berupa persentase\ndari basic salary dengan angka prestasi berdasarkan grade).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Masa Kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cp>2. Kenaikkan upah berkala sebagaimana tercantum pada ayat 1 diberlakukan\npada tanggal 1 Januari setiap tahunnya dan dibayarkan sesuai dengan ketentuan\npengupahan bulan berikutnya, atau setelah perundingan selesai dan akan\ndibayarkan pada pengupahan berikutnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Komponen Upah, Tunjangan dan Insentif\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Komponen Upah terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perhitungan upah hari kerja dalam satu bulan ditetapkan 30 (tiga puluh) hari\natau yang telah berjalan di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Tunjangan Perumahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Perusahaan memberikan Tunjangan Perumahan kepada\nPekerja PT. Elegant Textile Industry dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1.1. Masa Kerja minimal 5 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1.2. Kehadiran tiap bulan minimal 21 hari kerja\nkecuali sedang menjalankan istirahat Cuti Hamil Cuti Tahunan, Cuti Panjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1.3. Berlaku untuk 1 keluarga yang akan diberikan\npada posisi yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1.4. Berlaku bagi yang sudah berkeluarga dan\ntinggal di luar Asrama \u002F Mess Pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adapun besarnya Tunjangan Perumahan tersebut sbb\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Untuk Level (a) diberikan sebesar Rp. 30.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Untuk Level (b) diberikan sebesar Rp. 35.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Untuk Level (c) diberikan sebesar Rp. 40.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2. Tunjangan Shift III ( Kerja Malam )\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Perusahaan memberikan Insentif Kerja Malam kepada\nPekerja PT. Elegant Textile Industry dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2.1. Pekerja yang masuk Shift III ( Malam )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2.2. Besarnya insentif kerja malam ( shift III )\nadalah Rp. 5.700,- \u002F malam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Insentif Kehadiran Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan Insentif Kehadiran kepada Pekerja PT. Elegant Textile\nIndustry dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1. Bagi pekerja yang tidak masuk pada HARI LIBUR\nNASIONAL, kecuali libur Mingguan atau tidak diperlukan atasannya, maka\nketidakhadiran Pekerja tersebut merupakan pengurangan hari perhitungan Insentif\nKehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.2. Jumlah hari hadir adalah kehadiran\nPhysical.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.3. Tidak hadir 1 (satu) hari pada setiap periode\npengupahan akan mendapatkan 50 % dari jumlah Insentif, dan tidak hadir 2 (dua)\nhari atau lebih tidak akan mendapatkannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adapun besarnya Insentif Kehadiran tersebut sbb\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Untuk Level (a) diberikan sebesar Rp. 36.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Untuk Level (b) diberikan sebesar Rp. 44.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Untuk Level (c) diberikan sebesar Rp. 49.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan Tunjangan Perumahan, Insentif Kerja Malam, dan Tunjangan\nKehadiran Kerja adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Insentif ini cuma merupakan Allowance, tidak dipakai sebagai standar\nperhitungan Over Time\u002F Increment \u002F Cuti \u002F THR \u002F PHK dan lain-lainnya yang\nmenyangkut perhitungan pembayaran gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pelaksanaan pembayaran tunjangan tersebut diatas ini disatukan dengan\npembayaran gaji setiap periode gajian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tunjangan Perumahan dan Tunjangan Kehadiran Kerja akan dibayarkan sesuai\nlevel :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Operator , Helper, Cleaner Produksi \u002F\nMaintenance, Bob Carrier \u002F Cone \u002F Rofing, Investigation Junior \u002F Engineering\ndan setingkatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Driver, Security, Leader, Head Fitter, Fitter\n(MTC Senior), Electronic, Electric, Asst. Foreman\u002F Fitter, AC Operator,\nWorkshop, LDP,GDN, Investigation Senior, Packer, Office Boy, Bale Opener.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Senior Manager, Manager \u002F Asst. Manager, Senior\nIncharge \u002F Incharge, Shift Incharge\u002F Supervisor, Engineer, Asst. Engineer,\nSenior Foreman, Foreman Staff \u002F Administrasi, Programer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Perumahan, Insentif Kehadiran Kerja Malam, dan Insentif Kehadiran\nKerja ini berlaku sejak tanggal 26 November 2014.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Insentif Produksi \u002F Jasa Produksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2sec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise2_detail\">\u003Cp>1. Pengusaha akan memberikan Insentif Produksi \u002F Jasa Produksi kepada semua\nPekerja dan diberikan satu tahun sekali selambat-lambatnya setiap 1 (satu)\nbulan setelah Hari Raya Idul Fitri yang besarnya berdasarkan atas Kesepakatan\nantara Pengusaha dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Tunjangan Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan Tunjangan Keagamaan sesuai dengan hasil kesepakatan\ndengan Serikat Pekerja dan mengikuti aturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>2. Besarnya tunjangan Hari Raya :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun\natau lebih diberikan satu bulan upah pokok.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan\nkeatas tapi kurang dari 1 (satu) tahun, besar Tunjangan Hari Raya yaitu : (\nmasa kerja : 12 x upah satu bulan ).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila pekerja tidak masuk bekerja karena sakit berdasarkan Surat\nKeterangan Dokter perusahaan atau dokter BPJS atau dari Dokter lainnya diluar\ndari Dokter BPJS yang disertai copy resep dan mendapatkan persetujuan dari\nDokter perusahaan, maka upah selama tidak bekerja dibayar sesuai dengan\nperaturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>2. Apabila pekerja tidak bekerja karena sakit berkepanjangan maka upah\ndibayarkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayarkan 100%\ndari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayarkan 75% dari\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayarkan 50% dari\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Untuk bulan selanjutnya dibayarkan 25% dari upah\nsebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh Pengusaha. (dalam proses)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Uang Perjalanan Dinas \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja yang melaksanakan dinas luar, Pengusaha memberikan uang\nperjalanan dinas sesuai dengan kebijaksanaan Perusahaan yang terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Uang transport pulang pergi memakai kendaraan umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Uang makan menurut kwitansi dari Rumah Makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Uang penginapan menurut kwitansi bila diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Uang saku per hari yang besarnya ditetapkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : SUMBANGAN DAN BANTUAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Bantuan Kelahiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha akan memberikan bantuan kelahiran kepada Pekerja \u002F istri\npekerja yang melahirkan sampai dengan kelahiran anak ke – 2 ( dua ) sebesar\nRp. 186.000,- ( Seratus delapan puluh enam ribu rupiah ). Tidak berlaku bagi\nyang gugur kandungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan pada ayat 1 (satu) di atas berlaku bagi pekerja yang memiliki\nmasa kerja sekurang – kurangnya 3 (tiga) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Sumbangan Belasungkawa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Pengusaha akan memberikan uang duka kepada ahli waris pekerja apabila\npekerja meninggal dunia sebesar Rp. 1.250.000,- ( satu juta dua ratus lima\npuluh ribu rupiah ).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : PERAWATAN DAN PENGOBATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Pelayanan Kesehatan dan Kacamata\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan pelayanan kesehatan pekerja dan keluarganya dengan\nbiaya ditanggung perusahaan melalui program BPJS.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan memberikan biaya penggantian kacamata bagi pekerja melalui\nBPJS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Perlindungan Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetyext\">\u003Cp>1. Perlindungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>Pengusaha menyediakan perlengkapan \u002F perlindungan kerja yang diperlukan\nsecukupnya sesuai jenis dan sifat pekerjaannya yang berdasarkan pada\nUndang-undang No. 1 tahun 1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Keselamatan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja dan Pengusaha wajib mentaati semua\nperaturan dan tata tertib yang berhubungan dengan keselamatan kerja, sesuai\ndengan Undang-undang No. 1\u002F1970, termasuk pengecekan kesehatan oleh dokter\nPerusahaan setahun sekali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pengusaha membentuk Panitia Pembina Keselamatan\ndan Kesehatan Kerja (P2K3) dengan tugas mengawasi keselamatan dan kesehatan\nkerja. (divisi safety dilengkapi dengan fasilitas).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tempat kerja harus selalu di jaga dan dipelihara\nkebersihannya serta tidak diperkenankan meletakkan barang-barang yang tidak\npada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Perusahaan akan membentuk suatu badan pengendali\ndarurat untuk mengawasi keadaan yang anggotanya terdiri dari tiap – tiap sub\ndepartemen yang ditunjuk oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Larangan Masuk Tanpa Izin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja dilarang masuk bekerja dibagian lain yang bukan tempat kerjanya,\nkecuali atas instruksi dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perbaikkan Mesin dan Alat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja tidak diperkenankan melakukan perbaikkan mesin-mesin dan alat-alat\nlainnya tanpa izin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perlengkapan Pemadam Kebakaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja harus mengetahui dimana alat pemadam api\n(tabung hydran) ditempatkannya. Pengusaha wajib menyediakan alat pemadam api\n(tabung hydran) di tempat-tempat tertentu sesuai dengan UU No. 1 tahun 1970.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tanpa izin atasannya yang berwenang dilarang\nmemindahkan tabung pemadam api dari tempat yang ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>6. Pencegahan kebakaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menghadapi keadaan darurat (emergency) perusahaan wajib memberitahu\nPekerja tentang cara-cara mempergunakan tabung pemadam api atau hidrant.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7. Keadaan Darurat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila terjadi suatu keadaan yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran \u002F\nkecelakaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Kewajiban Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Menjelaskan kepada Pekerja antara lain adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kondisi dan bahaya yang dapat timbul ditempat\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Memberikan alat pengaman dan pelindung sesuai\ndengan Undang-undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memeriksakan kesehatan para Pekerja secara berkala untuk mencegah\ntimbulnya penyakit menular dan membahayakan Pekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Membuat dan memasang poster, slogan tentang Keselamatan dan Kesehatan\nKerja di tempat-tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Menyediakan perlengkapan P3K di setiap spinning, menyediakan alat bantu\nevakuasi berupa tandu \u002F kursi roda \u002F blangkar pada setiap spinning.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Menyediakan kendaraan untuk memperlancar pertolongan kecelakaan kerja\natau pekerja yang sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Mematuhi dan melaksanakan aturan-aturan tentang Keselamatan dan Kesehatan\nKerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberi keterangan yang benar kepada Pegawai Pengawas atau Panitia\nPembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja jika diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Menggunakan pelindung kerja yang telah disediakan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melaporkan kepada atasan apabila alat pelindung kerja yang diberikan oleh\nPerusahaan tidak memenuhi syarat sebagaimana peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Melaporkan kepada Perusahaan jika Pekerja mengidap penyakit menular\nseperti penyakit paru-paru atau penyakit lainnya yang berakibat dapat\nmembahayakan Pekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja berkewajiban untuk turut mencegah dan membantu penanggulangan\nbahaya kebakaran atau bahaya lainnya yang berhubungan dengan Keselamatan dan\nKesehatan Kerja sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mencapai zero\naccident.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Jaminan Sosial Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan mengikutsertakan semua pekerja ke dalam Program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 24\ntahun 2011 meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Jaminan Kematian (JK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. BPJS Kesehatan untuk pemeliharaan jaminan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberi kesempatan rekreasi kepada semua pekerja beserta suami\n\u002F isteri pekerja dan 3 (tiga) anak dengan biaya karcis masuk gerbang utama, dan\ntransport bus ditanggung sepenuhnya oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Rekreasi dilaksanakan sekali dalam setahun pada bulan September dan untuk\npekerja staf bulan Mei.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tempat tujuan rekreasi ditentukan secara bergiliran dari tahun ketahun\nmeliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Taman Impian Jaya Ancol – Jakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Taman Mini Indonesia Indah – Jakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Kebun Binatang Ragunan – Jakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Kebun Binatang Taman Sari – Bandung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Taman Wisata Alam Sari Ater – Subang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Kebon Raya Bogor - Bogor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengaturan pelaksanaan rekreasi ditentukan berdasarkan hasil musyawarah\nantara Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Olah Raga dan Seni\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk memelihara kesehatan pekerja, Perusahaan memberi bantuan \u002F menyediakan\nfasilitas olahraga serta senantiasa mengadakan kegiatan pertandingan baik\ndidalam maupun diluar lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Makan dan Extra Fooding\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan makan satu kali dalam jam kerja dengan menu bergizi\nkepada semua pekerja dengan menu standar gizi pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha memberikan extra fooding kepada pekerja yang masuk pada shift 3\n(tiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pada saat bulan puasa Pengusaha akan memberikan makanan tambahan untuk\nberbuka puasa kepada pekerja shift II.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pada saat bulan puasa Pengusaha akan memberikan uang pengganti makan yang\nbesarnya sesuai dengan nilai makan kepada pekerja General Shift, Shift I dan\nStaff.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Uang pengganti makan sebagaimana tersebut pada ayat 4 (empat) diatas\ndibayarkan bersamaan dengan pembayaran upah pada bulan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan sarana transportasi yang layak untuk antar jemput\npekerja pada waktu berangkat dan pulang bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk Hari Raya Idul Fitri Perusahaan akan menyediakan kendaraan antar\njemput pekerja yang pulang mudik yang pelaksanaannya dibicarakan dengan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Pakaian Seragam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan kepada semua pekerja pakaian kerja yang layak dan\ntidak menempel kapas yang terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. 2 (dua) potong kemeja tangan pendek untuk\npekerja pria dan wanita.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. 2 (dua) potong celana panjang untuk pekerja\npria.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. 2 (dua) potong rok untuk pekerja wanita.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Khusus bagi pekerja wanita berjilbab, Perusahaan akan memberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. 2 (dua) potong kemeja tangan panjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. 1 (satu) potong celana panjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. 2 (dua) potong kerudung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan memberikan sepatu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. 1 (satu) pasang sepatu safety bagi pekerja\nlaki-laki yang dipandang perlu berdasarkan resiko kerja dan diberikan 1 (satu)\nkali dalam 2 (dua) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. 1 (satu) pasang sepatu kerja dengan kwalitas\nbagus bagi pekerja yang tidak mendapatkan sepatu safety diberikan 1 (satu) kali\ndalam satu tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pakaian kerja dan sepatu diberikan setahun sekali pada bulan Maret.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Sarana Ibadah dan Tata Tertibnya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan tempat ibadah beserta perlengkapan shalat bagi\npekerja muslim, berupa musholla dan masjid dilingkungan perusahaan dan\nmemberikan kesempatan kepada Pekerja untuk menjalankan ibadahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dengan memperhatikan keterbatasan daya tampung mushola serta kelancaran\nproduksi, maka pelaksanaan ibadah sholat bagi pekerja muslim diatur secara\nbergiliran oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja dilarang menyalahgunakan izin waktu sholat untuk kepentingan\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja muslim diberi keleluasaan untuk melaksanakan sholat Jum’at.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Ruang mushola harus dipelihara dengan baik dan tidak dapat dipergunakan\nuntuk tepat istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pada jam kerja pekerja harus melaksakan sholat di mushola yang telah\ndisediakan dan tidak dibenarkan keluar dari area pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha mendorong dan menumbuh kembangkan Koperasi pekerja di\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan membantu memotong upah setiap pekerja untuk simpanan dan\niuran-iuran serta tagihan koperasi lainnya dengan data yang dikirimkan ke\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengurus Serikat Pekerja berhak untuk duduk dalam Lembaga Badan Pengawas\nKoperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Mess Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan mess bagi Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penempatan pekerja dalam mess diatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja lajang yang tinggal di mess diberikan beras 9 Kg dan 5 ons lauk\npauk \u002F bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap Pekerja yang tinggal di mess harus taat pada peraturan mess yang\ndibuat oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap Pekerja yang tinggal di mess harus bersedia kerja lembur dan\ndibayar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Bagi Pekerja yang melanggar peraturan mess ditindak sesuai dengan\nklasifikasi kesalahannya dan dapat ditindak \u002F dikeluarkan dari mess.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Pendidikan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1. Pendidikan pekerja dalam rangka meningkatkan produksi, produktifitas,\ndisiplin kerja dan sumber daya manusia pekerja diatur oleh Pengusaha yang\ndisesuaikan dengan kepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan memberikan makanan dan minuman yang layak kepada pekerja\nyang mengikuti pendidikan \u002F motivasi kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : DISIPLIN DAN TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Disiplin kerja merupakan salah satu faktor penunjang dalam menentukan\nperkembangan Perusahaan serta peningkatan kesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Disiplin kerja mempunyai pengaruh terhadap :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kenaikan Upah Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kesinambungan hubungan kerja dengan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Peningkatan produktivitas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Disiplin kerja adalah ketaatan melaksanakan kewajiban-kewajiban baik yang\ndiatur dalam PKB maupun ketentuan norma hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Tata Tertib Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja harus memakai seragam serta kartu pengenal sesuai dengan yang\ntelah diberikan oleh perusahaan setiap hari kerja dengan rapi dan bersih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja waktu masuk dan keluar Perusahaan harus melalui pintu yang telah\nditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja harus menempelkan jari tanggannya pada mesin Fingernetic pada\nwaktu masuk, istirahat dan pulang kerja sebagai data untuk perhitungan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja harus sudah ada di tempat 10 menit sebelum jam kerja mulai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja harus memakai peralatan kerja dan alat keselamatan kerja yang\ntelah disediakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja harus melaksanakan perintah yang layak dari atasan, serta\naturan-aturan kerja pada waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja dilarang merokok dilingkungan perusahaan kecuali ditempat-tempat\nyang tidak dilarang secara tertulis, mengobrol serta melakukan hal-hal lain\nyang dapat mengganggu teman sekerja dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja dilarang meninggalkan pekerjaan sebelum pekerja penggantinya\nhadir atau sebelum waktunya istirahat atau pulang kerja tanpa izin\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Sebelum meninggalkan pekerjaan, pekerja harus memeriksa terlebih dahulu\nalat-alat kerja, mesin serta lingkungan kerja agar tercegah dari bahaya-bahaya\nyang dapat merugikan perusahaan dan teman kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Pekerja diluar jam kerja dilarang masuk ke area pabrik tanpa izin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Tata Tertib Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Atasan secara umum mempunyai kewajiban dan tanggung jawab terhadap\ntercapainya produktivitas, karier dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk kepentingan tersebut maka atasan berkewajiban untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku, biaya, waktu dan penggunaan\ntenaga kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberikan bimbingan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan\nkemampuan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Memberikan teguran atas pelanggaran \u002F kemungkinan dilakukannya\npelanggaran oleh pekerja demi tegaknya disiplin dengan tetap memperhatikan\nnorma-norma yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Menciptakan suasana kerja yang baik (harmonis) sehingga dapat tercapainya\nkegiatan produktivitas yang berkualitas dan peningkatan produktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Memberi perintah yang layak, tegas dan jelas pada bawahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Tata Tertib Bawahan Terhadap Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Melaksanakan perintah yang layak, petunjuk dan lain-lain mengenai\npekerjaan dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bersikap hormat dan sopan santun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Menanyakan kepada atasannya tentang hal-hal yang belum dimengerti atau\nbelum diketahui tentang pekerjaan atau hal-hal lain yang berkaitan dengan\ntugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bersikap jujur, taat, patuh dan terbuka dengan atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Tidak Masuk Kerja Tanpa Alasan Yang Sah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal pekerja tidak masuk kerja dalam waktu sedikit-dikitnya 6 (enam)\nhari berturut-turut atau 7 (tujuh) hari tidak berturut-turut dalam satu bulan\npengupahan tanpa keterangan tertulis dengan bukti yang sah dan telah 2 (dua)\nkali dipanggil secara tertulis oleh pengusaha, pekerja tersebut dianggap\nmengundurkan diri secara sepihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Terhadap Cara Kerja dan Lingkungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja berkewajiban mengikuti cara dan standar kerja di dalam bidang\npekerjaannya yang telah ditentukan oleh atasannya dengan tidak menutup\nkemungkinan pengembangan kreativitas yang bersifat positif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja memiliki kewajiban dan tanggung jawab memelihara dan menjaga\nkebersihan tempat dan lingkungan kerjanya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja mempunyai kewajiban memelihara, menjaga kebersihan, ketertiban\ndan mentaati peraturan terhadap fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Kewajiban Menyimpan Rahasia Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja wajib merahasiakan segala sesuatu milik perusahaan, baik sekarang\nmaupun dikemudian hari setelah ia berhenti bekerja, serta dilarang\nmemberitahukan kepada pihak lain segala sesuatu yang berhubungan dengan\nkegiatan usaha atau kepentingan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kecuali karena pekerjaannya atau diberikan izin tertulis, pekerja bisa\nmemberikan ceramah atau memberikan keterangan pers mengenai hasil produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan akan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku\nterhadap setiap pembocoran rahasia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : TATA CARA PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Penanganan, Prosedur Penyelesaian dan Status Pekerja Dalam Masa\nPenyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_trigger\">\u003Cp>1. Penanganan Keluh Kesah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila terdapat perbedaan pendapat antara pekerja dengan pengusaha, maka\nakan diselesaikan melalui musyawarah antara Pimpinan Perusahaan, atasan pekerja\ndan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Prosedur Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Keluh kesah disampaikan oleh Pekerja yang\nbersangkutan kepada kepala departemennya untuk dibahas dalam jangka waktu 3\n(tiga) hari sejak adanya pengaduan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2. Apabila kepala departemennya tidak dapat\nmenyelesaikan dalam batas waktu tersebut pada ayat 2.1 (satu) diatas, maka\nPekerja atau kepala departemen menyampaikan secara tertulis kepada kepala\npersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3. Kepala Personalia dalam batas waktu paling\nlama 6 (enam) hari kerja diharapkan sudah dapat menyelesaikan keluh kesah\ntersebut dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, apabila tidak dapat\nmenyelesaikan maka Kepala Personalia akan membicarakan dengan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4. Apabila Serikat Pekerja setelah menerima\nlaporan dari Pekerja dan telah bermusyawarah dengan Kepala Personalia belum\nbisa menyelesaikan, maka Serikat Pekerja akan menyampaikan persoalan tersebut\nkepada Pimpinan Perusahaan secara tertulis untuk diselesaikan dengan Pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.5. Pimpinan Perusahaan dan Serikat Pekerja akan\nmenyelesaikan keluh kesah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.6. Jika Pimpinan Perusahaan dan Serikat Pekerja\ntidak mencapai kesepakatan maka persoalan tersebut dilanjutkan sesuai mekanisme\nUU No. 02\u002F2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ( PPHI\n).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Status Pekerja dalam Masa Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selama proses penyelesaian berlangsung, Pengusaha dan Pekerja tetap\nmelaksanakan kewajibannya masing – masing kecuali ada kesepakatan antara\nPengusaha dan Serikat Pekerja dengan melakukan skorsing bagi pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PROMOSI, PENGHARGAAN, SANKSI DAN PEMBINAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja diberikan kesempatan dan bimbingan yang sama untuk maju\ndengan memandang prestasi, kondite dan kecakapan guna peningkatan karier yang\nlebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Promosi dilakukan selain adanya lowongan serta Pekerja yang bersangkutan\ntelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan serta mampu melaksanakan jabatan\nyang dipromosikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang dipromosikan akan diberi surat pengangkatan dan upahnya\ndisesuaikan dengan jabatan baru sesuai dengan pedoman dari HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penghargaan diberikan kepada Pekerja dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Karena jasa dan pengabdian kepada Perusahaan\nsehingga dapat menaikkan reputasi atau nama baik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Berjasa mencegah atau menghindari Perusahaan\ndari Kecelakaan atau Bencana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Menemukan atau menciptakan metode tertentu atau\nsesuatu yang berharga bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Menjadi Pekerja Teladan bagi Pekerja lainnya\ndengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pengabdiannya telah mencapai 15 tahun dan 25\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. a. Penghargaan diberikan oleh Pengusaha setiap tahun yang waktunya\nbersamaan dengan HUT Kemerdekaan RI atau waktu lain acara resmi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. pemilihan Pekerja Teladan dilaksanakan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penghargaan diberikan pengusaha dalam bentuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Piagam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Cindera Mata \u002F Uang Tunai\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Sanksi atas Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja yang melakukan pelanggaran terhadap isi PKB atau ketentuan\nyang dikeluarkan bersama antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja atau Peraturan\nPerundang-undangan Ketenagakerjaan yang berlaku akan diberikan sanksi sesuai\ndengan tingkat pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang melanggar peraturan tata tertib dan keselamatan kerja dapat\ndikenakan sanksi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1. Peringatan lisan yang sifatnya mendidik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2. Peringatan tertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3. Penurunan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4. Skorsing (pembebasan dari pekerjaan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.5. PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Peringatan tertulis dapat dilakukan secara bertingkat maksimum 3 (tiga)\nkali dengan masa berlakunya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Peringatan pertama masa berlakunya 3 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Peringatan kedua masa berlakunya 4 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Peringatan ketiga masa berlakunya 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Peringatan Lisan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Peringatan lisan dapat diberikan kepada Pekerja yang melakukan kesalahan\nringan akibat ketidaktahuan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tujuan Peringatan lisan bersifat mendidik, memberitahu, membina agar\nPekerja tidak mengulangi kesalahan lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Pelanggaran Yang Diberikan Sanksi Tertulis\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Peringatan tertulis pertama diberikan kepada Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tidak memakai seragam sesuai dengan kesepakatan\nPengusaha dengan Serikat Pekerja pada waktu jam kerja masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tidak melakukan slash finger pada waktu masuk,\nistirahat dan pulang kerja atau slash finger pulang belum waktunya dan upahnya\ntidak dibayar kecuali ada rekomendasi dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Terlambat masuk kerja tanpa alasan yang bisa\nditerima oleh atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tidak melaksanakan perintah yang layak dari\natasan dan tidak mematuhi instruksi kerja yang telah ditentukan, sehingga\nmengakibatkan penurunan kualitas maupun kwantitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Meninggalkan tempat kerja pada waktu jam kerja\ntanpa izin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Tidak memakai alat keselamatan kerja sesuai\ndengan yang telah diberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Membuang sampah bukan pada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Absen dua hari kerja berturut-turut atau 3\n(tiga) hari tidak berturut-turut tanpa pemberitahuan secara tertulis dalam satu\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Effisiensi kerjanya terlalu rendah dari pada\nPekerja lainnya atas penilaian atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Tidak dapat menyelesaikan pekerjaan yang telah\nditugaskan kepadanya sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Menolak menyampaikan ketentuan-ketentuan\nformulir personalia yang telah ditentukan atau tidak menyerahkan pada hari yang\ntelah ditentukan tanpa alasan yang tepat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Tidak melaporkan pada atasannya mengenai\nkerusakan perlengkapan kerja dan alat-alat kerja lainnya yang menjadi tanggung\njawab Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Memasuki lingkungan perusahaan ketika dalam\nlibur atau cuti (day off) tanpa izin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Tidak mematuhi\u002Fmengikuti perintah-perintah\nperusahaan yang diumumkan pada papan pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peringatan tertulis kedua diberikan apabila Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Melakukan kesalahan pada saat masa berlakunya\nperingatan pertama belum habis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Melakukan pekerjaan lain yang bukan pekerjaannya\nkecuali dalam rangka penyelamatan atau pencegahan kerusakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Peringatan tertulis ketiga diberikan kepada Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Melakukan kesalahan yang bobotnya sama pada saat\nmasa berlaku peringatan tertulis kedua belum habis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Merokok ditempat terlarang dilingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Dasar Penurunan Tingkat \u002F Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dasar penurunan tingkat \u002F jabatan adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Telah mendapat kegagalan dan kekurangan dalam kepemimpinan, sehingga\ntidak mampu memimpin lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tidak disiplin dan bertanggung jawab atas Jabatan yang dipercayakan\nkepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Seringkali tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melanggar pedoman atau petunjuk – petunjuk kerja yang telah ditetapkan\ndalam jabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Melawan perintah atasan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Melanggar ketentuan –ketentuan yang ditetapkan dalam jabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Merusak perlengkapan kerja, alat- alat kerja dan perlengkapan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Menghilangkan perlengkapan kerja atau peralatan milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Meminjamkan surat keterangan pribadinya yang dikeluarkan oleh perusahaan\nuntuk dipergunakan oleh orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Tanpa izin memperlihatkan dokumen, daftar-daftar atau data dan\nsebagainya dari perusahaan kepada orang lain (orang ketiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Membuat kesepakatan yang mengakibatkan tidak masuk bekerja sebagian\nkelompok (dalam hal ini apabila perusahaan terpaksa mempekerjakan pekerja dua\nkali shift berturut- turut \u002F overtime atau menghentikan sebagian proses\nproduksi yang mengakibatkan mendapat kerugian besar).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Prosedur Pemberian Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Peringatan tertulis akan dibuat oleh kepala personalia sesuai dengan\nklasifikasi kesalahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penurunan tingkat \u002F jabatan akan dilaksanakan dengan pemberian surat\npenurunan tingkat \u002F jabatan oleh kepala personalia setelah terbukti kesalahan\nyang diperbuatnya. Dalam hal ini penurunan tingkat \u002F jabatan tidak lebih dari\nsatu tingkat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Surat peringatan tertulis disampaikan oleh pengusaha kepada pekerja yang\nmelakukan kesalahan tepat pada tanggal dikeluarkannya sanksi pelanggaran\ntersebut dan tembusannya disampaikan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Pembinaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Serikat Pekerja berkewajiban melakukan pembinaan kepada Pekerja yang\nmendapat surat peringatan tertulis untuk memperbaiki dan memotivasi Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja berkewajiban melaporkan proses dan langkah pembinaan yang\ndilakukan atas Pekerja yang bersangkutan kepada Pimpinan Perusahaan untuk\ndievaluasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa pembinaan ini dilakukan oleh Serikat Pekerja selama masa berlakunya\nsurat peringatan tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : SKORSING DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja dapat diberikan sanksi skorsing (dibebaskan) dari bekerja oleh\nperusahaan apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja melakukan pelanggaran berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja melakukan kesalahan ulang setelah\nmendapat surat peringatan tertulis ketiga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja melakukan tindak pidana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama pekerja menjalani skorsing upah dibayar penuh sesuai aturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa skorsing paling lama adalah 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pada dasarnya Pengusaha berusaha semaksimal mungkin untuk tidak melakukan\nPemutusan Hubungan Kerja ( PHK ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bila terpaksa dilakukan PHK, Pengusaha akan melaksanakannya sesuai dengan\nperaturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Mengundurkan Diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja yang mengundurkan diri harus mengajukan permohonan secara\ntertulis selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelumnya kepada Pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja yang mengundurkan diri sesuai dengan ketentuan, berhak\nmendapatkan uang pisah sesuai dengan UU No. 13 \u002F 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Hukum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Peusahaan dan Serikat Pekerja mengakui bahwa hubungan kerja pekerja putus\ndemi hukum apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja menyelesaikan masa kerjanya. ( 55 tahun untuk laki-laki dan 45\ntahun untuk wanita ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila kesehatan pekerja tidak memungkinkan kembali untuk bekerja atas\npernyataan dari dokter yang ditunjuk oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Pelanggaran Berat Yang Dapat Diberikan Sanksi PHK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Mencuri barang milik perusahaan atau teman sekerja dilingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mabuk, madat, menggunakan obat bius atau narkoba, berjudi dilingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melakukan perbuatan asusila dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>4. Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam pengusaha, keluarga\npengusaha, teman sekerja atau berkelahi dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Membujuk Pengusaha atau keluarga pengusaha atau teman sekerja untuk\nmelakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum dan atau peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dengan sengaja merusak barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Tidur dengan sengaja dalam jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Tidak cakap melakukan pekerjaan walau dicoba dibagian lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Bekerja rangkap dengan perusahaan lain atau melakukan aktivitas yang\nmengganggu efisiensi atau efek kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Menyalahgunakan jabatan dan wewenang untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Akibat kecerobohannya atau disengaja tindakannya merugikan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Memberikan keterangan palsu, memalsukan surat-surat, melakukan\npenggelapan dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Melakukan kegiatan rentenir dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Melakukan pelanggaran kembali setelah mendapat peringatan ketiga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Membawa senjata tajam atau senjata api yang tidak ada kaitannya dengan\nbidang atau tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\ndirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Mengadakan agitasi, propaganda, menyebar pamflet dan brosur-brosur serta\nmengadakan rapat-rapat baik di pabrik maupun diluar pabrik dengan maksud\nmerugikan Perusahaan tanpa izin pengusaha, hal ini tidak termasuk menyebarkan\npamflet-pamflet dan sebagainya menurut cara-cara yang didasarkan pada PKB\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Selain dari pada itu untuk kesalahan-kesalahan yang menyerupai hal-hal\ntersebut diatas pengusaha terlebih dahulu akan diskusi dengan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Hal Lain yang Dapat Mengakibatkan PHK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Hal-hal lain yang dapat mengakibatkan PHK adalah apabila Pengusaha pailit\nberdasarkan keputusan Pengadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bilamana Perusahaan mengemukakan kesulitan usahanya dan perlu memperkecil\natau merubah maupun menghentikan usahanya, karena keadaan ekonomi atau adanya\naccident atau lock out dan sebagainya, sehingga Perusahaan dengan terpaksa\nharus memutuskan hubungan kerja terhadap semua pekerja atau sebagian pekerja.\nMengenai pelaksanaannya perusahaan terlebih dahulu mengadakan musyawarah dengan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sementara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika terjadi kecelakaan ( accident ) pada perusahaan seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a). Kebakaran, b). Banjir, c). Longsor, d). Angin Topan, e). Gempa Bumi yang\nmenyebabkan perusahaan dengan keadaan mendesak dan terpaksa harus ditutup\nsementara, maka mengenai pekerja yang tidak bekerja selama perusahaan ditutup\nakan dibicarakan antara Serikat Pekerja dan Pengusaha dengan memperhatikan\nPeraturan-peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Pemberian Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti\nKerugian Lainnya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_dismissal_type\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>1. Pengusaha akan memberikan pesangon, uang penghargaan masa kerja apabila\nmasa kerjanya telah berhak atas uang penghargaan masa kerja serta ganti\nkerugian lainnya kepada Pekerja yang putus hubungan kerjanya karena perusahaan\npailit, efisiensi atau melakukan pelanggaran diluar Pasal 71 PKB.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha tidak memberikan uang pesangon kepada pekerja yang putus\nhubungan kerjanya karena melakukan pelanggaran sesuai dengan Pasal 71 PKB\ntetapi berhak atas uang penghargaan masa keja apabila masa kerjanya telah\nmemenuhi syarat untuk mendapatkan uang penghargaan masa kerja dan ganti\nkerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>3. Besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian\nsesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>BAB XV : PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Masa Berlakunya, Perubahan, dan Perpanjangan PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku sejak ditandatanganinya PKB\nini oleh Wakil Pengusaha, Serikat Pekerja dan didaftarkan di Dinas Tenaga\nKerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta untuk jangka waktu selama 2\n(dua) tahun dan mengikat bagi seluruh Pekerja \u002F Serikat Pekerja dan\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila telah berakhir masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini dan\ntidak ada kehendak dari salah satu pihak untuk merubah isi PKB ini, maka dengan\nsendirinya PKB ini diperpanjang masa berlakunya untuk 1 (satu) tahun lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kehendak untuk merubah isi Perjanjian Kerja Bersama ini harus dinyatakan\nsecara tertulis kepada pihak lainnya sekurang-kurangnya 30 hari sebelum\nberakhirnya masa berlaku PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Kesepakatan Pembagian PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesepakatan Kerja Bersama ini dibuat dan diperbanyak sesuai kebutuhan dan di\nbagikan kepada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Disnaker Kabupaten Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 : Biaya Memperbanyak PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan menanggung seluruh biaya penggandaan PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 : Peraturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila dikemudian hari kedua belah pihak yang menandatangani Perjanjian\nKerja Bersama ini mengundurkan diri dan atau meninggal dunia, maka Perjanjian\nKerja Bersama ini tetap berlaku hingga batas waktu yang telah disepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila dikemudian hari ada perjanjian antara Pengusaha dan Serikat\nPekerja diluar PKB ini maka perjanjian tersebut memiliki kekuatan hukum yang\nsama dengan PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 : Peraturan Tambahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Hal – hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini mengikuti\nperaturan Perundang – Undangan yang berlaku, kecuali tidak diatur oleh\nPeraturan Perundang – Undangan maka dimusyawarahkan antara pengusaha dengan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"trainingprogrammes":45,"disabilityfund":49,"contracttrial":52,"contracttrialperiod":56,"contractseverancepay":58,"contractseverancepay1":62,"severance_dismissal_type":66,"sicknesspay":68,"maxsicknesspay":72,"menstruationleave":74,"disabilitypay":78,"healthinsurance":80,"healthinsurancerelatives":84,"healthandsafetyext":86,"code_application":90,"protectiveclothing":94,"healthandsafetytraining":98,"hivpolicy":102,"funeralpay":104,"funeralpaytype":108,"paidmaternityleave":110,"paidmaternityleaveduration":114,"paidmaternityleavepay":116,"paidmaternityleavepayperc":120,"maternityotherclause":122,"paidpaternityleave":125,"paidpaternityleaveduration":129,"paidpaternityleavepay":131,"deathrelatives":135,"deathrelativesleave":139,"marriage":142,"marriageleave":145,"discrimination":147,"violence":151,"hourspday_select":155,"hourspday":159,"hourspweek_select":161,"hourspweek":163,"dayspweek_select":165,"dayspweek":167,"PAIDLEAV_trigger":169,"holidaysdays":173,"holidaysweeks":175,"bankholidays1":177,"SCHEDULE_trigger":181,"schedulesrestpw":185,"TRADEUNLEAV_trigger":187,"STRUCINCR_trigger":191,"wageincreasedate":195,"oncerise_detail":199,"incidentalbonustype2":203,"incidentalbonusperc1":207,"oncerise2_detail":211,"incidentalbonustype2sec":215,"NOCTPREM_trigger":217,"shiftallowancetype":221,"shiftallowancetype1":225,"OVERTIME_trigger":227,"overtimeallowancetype_general":231,"overtimeallowancetype":233,"SUNDAY_trigger":235,"sundayallowancetype":237,"mealvouchers":239,"direct_participation_trigger":243},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"trainingprogrammes","1. Pendidikan pekerja dalam rangka menin","1. Pendidikan pekerja dalam rangka meningkatkan produksi, produktifitas,\ndisiplin kerja dan sumber daya manusia pekerja diatur oleh Pengusaha yang\ndisesuaikan dengan kepentingan Perusahaan.",{"bindId":50,"name":51,"text":51},"disabilityfund","c. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)",{"bindId":53,"name":54,"text":55},"contracttrial","2. Masa percobaan ditetapkan selama 3 ( ","2. Masa percobaan ditetapkan selama 3 ( tiga ) bulan.",{"bindId":57,"name":54,"text":55},"contracttrialperiod",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"contractseverancepay","1. Pengusaha akan memberikan pesangon, u","1. Pengusaha akan memberikan pesangon, uang penghargaan masa kerja apabila\nmasa kerjanya telah berhak atas uang penghargaan masa kerja serta ganti\nkerugian lainnya kepada Pekerja yang putus hubungan kerjanya karena perusahaan\npailit, efisiensi atau melakukan pelanggaran diluar Pasal 71 PKB.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"contractseverancepay1","3. Besarnya uang pesangon, uang pengharg","3. Besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian\nsesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":67,"name":60,"text":61},"severance_dismissal_type",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"sicknesspay","2. Apabila pekerja tidak bekerja karena ","2. Apabila pekerja tidak bekerja karena sakit berkepanjangan maka upah\ndibayarkan :\n\n- Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayarkan 100%\ndari upah.\n\n- Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayarkan 75% dari\nupah.\n\n- Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayarkan 50% dari\nupah.\n\n- Untuk bulan selanjutnya dibayarkan 25% dari upah\nsebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh Pengusaha. (dalam proses)",{"bindId":73,"name":70,"text":71},"maxsicknesspay",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"menstruationleave","1. Pada hari pertama dan kedua masa haid","1. Pada hari pertama dan kedua masa haid pekerja wanita tidak diwajibkan\nuntuk bekerja dengan tetap mendapat upah penuh dan Head Departement wajib\nmemberi izin permohonan cuti haid bilamana pekerja tidak bisa bekerja.",{"bindId":79,"name":51,"text":51},"disabilitypay",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"healthinsurance","1. Perusahaan memberikan pelayanan keseh","1. Perusahaan memberikan pelayanan kesehatan pekerja dan keluarganya dengan\nbiaya ditanggung perusahaan melalui program BPJS.",{"bindId":85,"name":82,"text":83},"healthinsurancerelatives",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"healthandsafetyext","1. Perlindungan Kerja Pengusaha menyedia","1. Perlindungan Kerja\n\nPengusaha menyediakan perlengkapan \u002F perlindungan kerja yang diperlukan\nsecukupnya sesuai jenis dan sifat pekerjaannya yang berdasarkan pada\nUndang-undang No. 1 tahun 1970.\n\n2. Keselamatan Kerja.\n\na. Pekerja dan Pengusaha wajib mentaati semua\nperaturan dan tata tertib yang berhubungan dengan keselamatan kerja, sesuai\ndengan Undang-undang No. 1\u002F1970, termasuk pengecekan kesehatan oleh dokter\nPerusahaan setahun sekali.\n\nb. Pengusaha membentuk Panitia Pembina Keselamatan\ndan Kesehatan Kerja (P2K3) dengan tugas mengawasi keselamatan dan kesehatan\nkerja. (divisi safety dilengkapi dengan fasilitas).\n\nc. Tempat kerja harus selalu di jaga dan dipelihara\nkebersihannya serta tidak diperkenankan meletakkan barang-barang yang tidak\npada tempatnya.\n\nd. Perusahaan akan membentuk suatu badan pengendali\ndarurat untuk mengawasi keadaan yang anggotanya terdiri dari tiap – tiap sub\ndepartemen yang ditunjuk oleh Perusahaan.\n\n3. Larangan Masuk Tanpa Izin\n\nPekerja dilarang masuk bekerja dibagian lain yang bukan tempat kerjanya,\nkecuali atas instruksi dari atasannya.\n\n4. Perbaikkan Mesin dan Alat\n\nPekerja tidak diperkenankan melakukan perbaikkan mesin-mesin dan alat-alat\nlainnya tanpa izin atasan yang berwenang.\n\n5. Perlengkapan Pemadam Kebakaran\n\na. Pekerja harus mengetahui dimana alat pemadam api\n(tabung hydran) ditempatkannya. Pengusaha wajib menyediakan alat pemadam api\n(tabung hydran) di tempat-tempat tertentu sesuai dengan UU No. 1 tahun 1970.\n\nb. Tanpa izin atasannya yang berwenang dilarang\nmemindahkan tabung pemadam api dari tempat yang ditentukan.\n\n6. Pencegahan kebakaran\n\nUntuk menghadapi keadaan darurat (emergency) perusahaan wajib memberitahu\nPekerja tentang cara-cara mempergunakan tabung pemadam api atau hidrant.\n\n7. Keadaan Darurat\n\nApabila terjadi suatu keadaan yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran \u002F\nkecelakaan.",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"code_application","a. Pekerja dan Pengusaha wajib mentaati ","a. Pekerja dan Pengusaha wajib mentaati semua\nperaturan dan tata tertib yang berhubungan dengan keselamatan kerja, sesuai\ndengan Undang-undang No. 1\u002F1970, termasuk pengecekan kesehatan oleh dokter\nPerusahaan setahun sekali.",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"protectiveclothing","Pengusaha menyediakan perlengkapan \u002F per","Pengusaha menyediakan perlengkapan \u002F perlindungan kerja yang diperlukan\nsecukupnya sesuai jenis dan sifat pekerjaannya yang berdasarkan pada\nUndang-undang No. 1 tahun 1970.",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"healthandsafetytraining","6. Pencegahan kebakaran Untuk menghadapi","6. Pencegahan kebakaran\n\nUntuk menghadapi keadaan darurat (emergency) perusahaan wajib memberitahu\nPekerja tentang cara-cara mempergunakan tabung pemadam api atau hidrant.",{"bindId":103,"name":92,"text":93},"hivpolicy",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"funeralpay","Pengusaha akan memberikan uang duka kepa","Pengusaha akan memberikan uang duka kepada ahli waris pekerja apabila\npekerja meninggal dunia sebesar Rp. 1.250.000,- ( satu juta dua ratus lima\npuluh ribu rupiah ).",{"bindId":109,"name":106,"text":107},"funeralpaytype",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"paidmaternityleave","1. Pekerja wanita berhak istirahat satu ","1. Pekerja wanita berhak istirahat satu setengah bulan sebelum saatnya\nmelahirkan menurut perhitungan dokter \u002F bidan dan satu setengah bulan setelah\nmelahirkan atau gugur kandungan diberikan satu setengah bulan.\n\n2. Jika dalam suatu keterangan dokter dinyatakan bahwa untuk menjaga\nkesehatannya diperlukan istirahat maka pekerja tersebut bisa memperpanjang masa\nistirahat sampai selama-lamanya 3 bulan.",{"bindId":115,"name":112,"text":113},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"paidmaternityleavepay","3. Selama Pekerja menjalankan istirahat ","3. Selama Pekerja menjalankan istirahat \u002F cuti tersebut pada ayat 1 dan 2\ndiatas, upahnya dibayar penuh sampai dengan anak ketiga.",{"bindId":121,"name":118,"text":119},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":123,"name":112,"text":124},"maternityotherclause","1. Pekerja wanita berhak istirahat satu setengah bulan sebelum saatnya\nmelahirkan menurut perhitungan dokter \u002F bidan dan satu setengah bulan setelah\nmelahirkan atau gugur kandungan diberikan satu setengah bulan.",{"bindId":126,"name":127,"text":128},"paidpaternityleave","e. Istri melahirkan atau gugur kandungan","e. Istri melahirkan atau gugur kandungan 2 hari\nkerja",{"bindId":130,"name":127,"text":128},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":132,"name":133,"text":134},"paidpaternityleavepay","1. Pekerja mendapat izin meninggalkan pe","1. Pekerja mendapat izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu\n\na. Pekerja menikah 4 hari kerja\n\nb. Menikahkan anaknya 2 hari kerja\n\nc. Mengkhitankan anaknya 2 hari kerja\n\nd. Membaptiskan anaknya 2 hari kerja\n\ne. Istri melahirkan atau gugur kandungan 2 hari\nkerja\n\nf. Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau\nmenantu meninggal dunia 3 hari kerja\n\ng. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\ndunia 1 hari kerja\n\nh. Melaksanakan ibadah Haji dan hal-hal lain yang\nberkaitan dengan ibadah haji tersebut selama waktu yang diperlukan tidak lebih\ndari 40 hari kerja (Dengan dilengkapi surat-surat yang sah)",{"bindId":136,"name":137,"text":138},"deathrelatives","f. Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau an","f. Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau\nmenantu meninggal dunia 3 hari kerja\n\ng. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\ndunia 1 hari kerja",{"bindId":140,"name":137,"text":141},"deathrelativesleave","f. Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau\nmenantu meninggal dunia 3 hari kerja",{"bindId":143,"name":144,"text":144},"marriage","a. Pekerja menikah 4 hari kerja",{"bindId":146,"name":144,"text":144},"marriageleave",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"discrimination","1. Pengusaha tidak akan melakukan tindak","1. Pengusaha tidak akan melakukan tindakan – tindakan yang merugikan\nSerikat Pekerja PT. Elegant Textile Industri (diskriminasi, tindakan pembalasan\nbaik secara langsung maupun tidak langsung).",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"violence","4. Menganiaya, menghina secara kasar ata","4. Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam pengusaha, keluarga\npengusaha, teman sekerja atau berkelahi dilingkungan perusahaan.",{"bindId":156,"name":157,"text":158},"hourspday_select","1. Hari Kerja Pekerja dalam seminggu dit","1. Hari Kerja Pekerja dalam seminggu ditetapkan 6 (enam) hari dengan jumlah\njam kerja 7 jam sehari dan 40 jam seminggu, kecuali jika diantara hari – hari\ntersebut dinyatakan sebagai hari libur resmi oleh Pemerintah atau hari – hari\ncuti dan hari pembebasan pekerja dari kewajiban bekerja baik yang diatur\nmelalui PKB atau Peraturan Pemerintah yang berlaku.",{"bindId":160,"name":157,"text":158},"hourspday",{"bindId":162,"name":157,"text":158},"hourspweek_select",{"bindId":164,"name":157,"text":158},"hourspweek",{"bindId":166,"name":157,"text":158},"dayspweek_select",{"bindId":168,"name":157,"text":158},"dayspweek",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"PAIDLEAV_trigger","1. Jika Pekerja telah mempunyai masa ker","1. Jika Pekerja telah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut-turut atau 1\n(satu) tahun, maka perusahaan harus memberikan cuti tahunan selama 12 hari\nkerja.",{"bindId":174,"name":171,"text":172},"holidaysdays",{"bindId":176,"name":171,"text":172},"holidaysweeks",{"bindId":178,"name":179,"text":180},"bankholidays1","1. Pada hari-hari libur resmi yang ditet","1. Pada hari-hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah, Pekerja tidak\ndiwajibkan bekerja dengan upah dibayar penuh.",{"bindId":182,"name":183,"text":184},"SCHEDULE_trigger","Setiap pekerja berhak libur 1 (satu) har","Setiap pekerja berhak libur 1 (satu) hari setelah bekerja selama 6 (enam)\nhari seminggu.",{"bindId":186,"name":183,"text":184},"schedulesrestpw",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"TRADEUNLEAV_trigger","Pengusaha memberikan dispensasi kepada S","Pengusaha memberikan dispensasi kepada Serikat Pekerja maupun anggotanya\nyang ditunjuk untuk menghadiri kegiatan Serikat Pekerja dengan tetap\nmendahulukan kepentingan perusahaan dan tidak mengganggu proses produksi dengan\nkondisi sebagai berikut :",{"bindId":192,"name":193,"text":194},"STRUCINCR_trigger","1. Kenaikan upah berkala diberikan sekal","1. Kenaikan upah berkala diberikan sekali dalam setiap tahunnya kepada\nPekerja yang masa kerjanya 1 (satu) tahun ke atas, besarnya berdasarkan\nmusyawarah antara Serikat Pekerja dengan Pengusaha dengan berpedoman kepada\n:\n\na. Grade (berdasarkan penilaian kerja, kehadiran\npekerja, performa, loyalitas dan tanggungjawab ).\n\nb. Kenaikan berdasarkan \u002F berpedoman pada selisih\nkenaikan UMK tahun yang berlaku.\n\nc. Prestasi ( berdasarkan level berupa persentase\ndari basic salary dengan angka prestasi berdasarkan grade).\n\nd. Masa Kerja",{"bindId":196,"name":197,"text":198},"wageincreasedate","2. Kenaikkan upah berkala sebagaimana te","2. Kenaikkan upah berkala sebagaimana tercantum pada ayat 1 diberlakukan\npada tanggal 1 Januari setiap tahunnya dan dibayarkan sesuai dengan ketentuan\npengupahan bulan berikutnya, atau setelah perundingan selesai dan akan\ndibayarkan pada pengupahan berikutnya.",{"bindId":200,"name":201,"text":202},"oncerise_detail","1. Perusahaan memberikan Tunjangan Keaga","1. Perusahaan memberikan Tunjangan Keagamaan sesuai dengan hasil kesepakatan\ndengan Serikat Pekerja dan mengikuti aturan yang berlaku.",{"bindId":204,"name":205,"text":206},"incidentalbonustype2","2. Besarnya tunjangan Hari Raya : a. Pek","2. Besarnya tunjangan Hari Raya :\n\na. Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun\natau lebih diberikan satu bulan upah pokok.\n\nb. Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan\nkeatas tapi kurang dari 1 (satu) tahun, besar Tunjangan Hari Raya yaitu : (\nmasa kerja : 12 x upah satu bulan ).",{"bindId":208,"name":209,"text":210},"incidentalbonusperc1","a. Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (","a. Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun\natau lebih diberikan satu bulan upah pokok.",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"oncerise2_detail","1. Pengusaha akan memberikan Insentif Pr","1. Pengusaha akan memberikan Insentif Produksi \u002F Jasa Produksi kepada semua\nPekerja dan diberikan satu tahun sekali selambat-lambatnya setiap 1 (satu)\nbulan setelah Hari Raya Idul Fitri yang besarnya berdasarkan atas Kesepakatan\nantara Pengusaha dengan Serikat Pekerja.",{"bindId":216,"name":213,"text":214},"incidentalbonustype2sec",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"NOCTPREM_trigger","2.2. Tunjangan Shift III ( Kerja Malam )","2.2. Tunjangan Shift III ( Kerja Malam )\n\nPerusahaan memberikan Insentif Kerja Malam kepada\nPekerja PT. Elegant Textile Industry dengan ketentuan sebagai berikut :\n\n2.2.1. Pekerja yang masuk Shift III ( Malam )\n\n2.2.2. Besarnya insentif kerja malam ( shift III )\nadalah Rp. 5.700,- \u002F malam.",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"shiftallowancetype","2.2.2. Besarnya insentif kerja malam ( s","2.2.2. Besarnya insentif kerja malam ( shift III )\nadalah Rp. 5.700,- \u002F malam.",{"bindId":226,"name":219,"text":219},"shiftallowancetype1",{"bindId":228,"name":229,"text":230},"OVERTIME_trigger","2. Dasar perhitungan upah lembur disesua","2. Dasar perhitungan upah lembur disesuaikan dengan peraturan yang\nberlaku.",{"bindId":232,"name":229,"text":230},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":234,"name":229,"text":230},"overtimeallowancetype",{"bindId":236,"name":229,"text":230},"SUNDAY_trigger",{"bindId":238,"name":229,"text":230},"sundayallowancetype",{"bindId":240,"name":241,"text":242},"mealvouchers","1. Pengusaha memberikan makan satu kali ","1. Pengusaha memberikan makan satu kali dalam jam kerja dengan menu bergizi\nkepada semua pekerja dengan menu standar gizi pekerja.",{"bindId":244,"name":245,"text":246},"direct_participation_trigger","1. Penanganan Keluh Kesah Apabila terdap","1. Penanganan Keluh Kesah\n\nApabila terdapat perbedaan pendapat antara pekerja dengan pengusaha, maka\nakan diselesaikan melalui musyawarah antara Pimpinan Perusahaan, atasan pekerja\ndan Serikat Pekerja.\n\n2. Prosedur Penyelesaian Keluh Kesah","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Elegant Textile Industry - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-09-05\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-09-05\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Elegant Textile Industry\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;1250000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;3 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;125400.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[252],{"title":38,"slug":34},[254],{"type":255,"data":256},"call_to_action_body_block",{"title":257,"description":258,"variant":259,"link":260},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":257,"url":261,"description":257,"rel":262,"type":263},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[265],{"type":255,"data":266},{"title":257,"description":258,"variant":259,"link":267},{"title":257,"url":261,"description":257,"rel":262,"type":263},[]]