[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-chang-shin-indonesia-dengan-serikat-pekerja-pt-chang-shin-indonesia-periode-2020-2022":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":288,"content_type_view":289,"extra_breadcrumbs":290,"body":292,"body_blocks":303,"related_pages":307},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":286,"translations":287},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-pt-chang-shin-indonesia-dengan-serikat-pekerja-pt-chang-shin-indonesia-periode-2020-2022","28b11c9a-b71e-11ed-86f3-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-chang-shin-indonesia-dengan-serikat-pekerja-pt-chang-shin-indonesia-periode-2020-2022\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-chang-shin-indonesia-dengan-serikat-pekerja-pt-chang-shin-indonesia-periode-2020-2022\u002F","PERJANJIAN KERJA BERSAMA PT. CHANG SHIN INDONESIA Dengan SERIKAT PEKERJA PT. CHANG SHIN INDONESIA PERIODE 2020 - 2022 ","IDN PT. Chang Shin Indonesia - 2020","Indonesia - IDN PT. Chang Shin Indonesia - 2020","IDN PT. Chang Shin Indonesia - 2020 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PKB PT Chang Shin Indonesia SPN 2020 - 2022.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New9\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">PERJANJIAN KERJA\nBERSAMA (PKB) PT. CHANG SHIN INDONESIA Dengan SERIKAT PEKERJA PT. CHANG SHIN\nINDONESIA PERIODE: 2020 - 2022 K A R A W A N G\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah Bentuk perwujudan yang nyata hasil\nmusyawarah yang mufakat antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja yang didasari\nitikad yang baik dan saling menghargai, dalam kerangka membangun hubungan\nindustrial yang harmonis dan beretika.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa hubungan industrial yang harmonis dan beretika, adalah salah satu\npokok yang harus dijunjung tinggi, sehingga pada akhirnya perbedaan pendapat\nyang timbul tidak menjurus kepada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pertentangan\u002Fkonflik, tetapi selalu dapat diatasi dengan musyawarah untuk\nmufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini juga mencakup dan memberi kejelasan tentang\nkejelasan hak dan kewajiban Pengusaha, Serikat Pekerja dan Pekerja yang\nmeliputi diantaranya adalah : Menetapkan syarat - syarat dan kondisi kerja,\nMeningkatkan serta memperteguh hubungan kerja, Menetapkan cara - cara\npenyelesaian perbedaan pendapat antara Serikat Pekerja dan Pengusaha,\nMemelihara serta meningkatkan disiplin kerja dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode tahun 2020-2022 adalah salah\nsatu bukti adanya kesepakatan bersama antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja\nPT. Chang Shin Indonesia melalui perundingan dan Alhamdulillah dapat\nmenyelesaikannya, Walaupun dalam kenyataannya PT. Chang Shin mempunyai banyak\nserikat pekerja yang harmonis hidup berdampingan, saling menghargai dan\nmenghormati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sebagai penutup, kami berharap PKB Periode 2020 – 2022 dapat dijadikan\npanduan atau pedoman karyawan dalam melaksanakan Hak dan Kewajibannya sehingga\nkedua belah pihak bisa saling memberikan kontribusi yang positif bagi\nkeberlangsungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karawang, April 2020\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. Chang Shin Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dengan Serikat Pekerja PT. Chang Shin Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : ISTILAH, HAK DAN KEWAJIBAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Istilah dan Pengertian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha adalah orang perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang\nmenjalankan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>perusahaan milik sendiri, orang perseorangan, persekutuan atau badan hukum\nyang secara berdiri sendiri delegasinya menjalankan perusahaan yang bukan\nmiliknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan adalah PT. Chang Shin Indonesia yang beralamat di Jalan Dusun\nGintungkolot RT. 16\u002FRW.04 Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kabupaten\nKarawang, Jawa Barat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja adalah Organisasi yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja\nKabupaten Karawang yang dibentuk dari, oleh, dan untuk Pekerja yang bersifat\nbebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan,\nmembela serta melindungi hak dan kepentingan Pekerja serta meningkatkan\nkesejahteraan Pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. PUK SP.TSK-SPSI adalah Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil\nSandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia di PT. Chang Shin\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. SPTP.CSI-FSPEK.SBA.KASBI adalah Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan yang\nberada di PT. Chang Shin Indonesia yang berafiliasi kepada Federasi Serikat\nPekerja Karawang (FSPEK-KASBI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja adalah setiap orang yang memiliki hubungan kerja dengan\nPerusahaan berdasarkan perjanjian kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja Tetap adalah Pekerja yang memiliki hubungan kerja dengan\nperjanjian kerja waktu tidak tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerjaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh Pekerja berdasarkan\ntugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Hari Kerja adalah hari yang telah ditetapkan bagi Pekerja untuk melakukan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Waktu Kerja adalah jam kerja normal yang ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Waktu Kerja Lembur adalah jam kerja yang melebihi jam kerja normal yang\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Upah adalah hak Pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang\nsebagai imbalan dari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha kepada Pekerja atas suatu Pekerjaan yang telah dilakukan menurut\nsuatu perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Tunjangan adalah penerimaan atau penghasilan selain dari upah sebagaimana\nditetapkan dalam perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Keluarga adalah Keluarga Pekerja yang terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Satu orang istri\u002F suami Pekerja yang sah yang\nmenjadi tanggungan Pekerja serta terdaftar di\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Anak Pekerja yang sah yang belum mempunyai\npekerjaan atau penghasilan sendiri, belum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">menikah, dan usia maksimal 21 tahun serta maksimal\n3 (tiga) orang anak sah secara hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah perjanjian tertulis yang memuat\nsyarat-syarat kerja, tata Tertib perusahaan serta hak dan kewajiban Perusahaan\nmaupun Pekerja yang telah disepakati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>antara Perusahaan dan Serikat Pekerja. Dan merupakan hasil perundingan\nantara Serikat Pekerja dengan Pengusaha, yang kemudian didaftarkan serta\ntercatat pada instansi pemerintah yang bertanggung jawab di bidang\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah pengakhiran hubungan kerja karena\nsuatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara\nPekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Kesejahteraan Pekerja adalah suatu pemenuhan kebutuhan yang bersifat\njasmaniah dan rohaniah baik di dalam maupun di luar hubungan kerja yang secara\nlangsung atau tidak langsung dapatmeningkatkan produktivitas kerja dalam\nlingkungan kerja yang aman dan sehat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Pekerja All In (Asst. Chief, Chief, Asst. Manager, Manager, Senior\nManager, Asst. Director, dan seterusnya) adalah Pekerja yang tidak berhak atas\nupah kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Pekerja Non All In (Operator\u002F Team Member, Staff, Team Leader, dan Group\nLeader) adalah Pekerja yang berhak atas upah kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Undang-Undang Ketenagakerjaan adalah Undang-Undang Republik Indonesia\nNo. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Ahli waris adalah keluarga Pekerja baik yang disebabkan hubungan sedarah\nmaupun perkawinan atau orang lain yang ditunjuk oleh Pekerja untuk menerima\nsetiap pembayaran dalam hal kematian Pekerja kecuali Undang-Undang menetapkan\nlain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak pihak yang mengadakan perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT. CHANG SHIN INDONESIA berkedudukan di Jalan Dusun Gintungkolot RT.\n16\u002FRW. 04 Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat,\nsuatu Perusahaan yang bergerak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>di bidang industri alas kaki, Perusahaan yang diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Nama : Susilo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Departemen : HR Leader\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Nama : Maman Kurnia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Departemen: HR Industrial Relation\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Nama : Dwi Herawati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Departemen : HR Cikampek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Nama : Ida Nurhaida\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Departemen : Sustainable Manufacturing Source\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Nama : Harly Widiyanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Departemen : Material\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Nama : Rakhmad Krisna Wardana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Departemen : Business Unit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Nama : Heryanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Departemen : Plant D\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PUK-SP-TSK-SPSI PT. CHANG SHIN INDONESIA dengan Surat Keputusan No. Bukti\nPencatatan : Penc.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>568\u002F2323\u002FHI-Syaker\u002FVIII\u002F2011 selanjutnya disebut dengan “SERIKAT\nPEKERJA“.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Nama : Rudi Harlan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Organisasi: PUK-SP-TSK-SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Nama: Tarya Miharja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Organisasi: PUK-SP-TSK-SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Nama: Arie Nugraha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Organisasi: PUK-SP-TSK-SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Nama: Ahmad Kosasih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Organisasi: PUK-SP-TSK-SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. SPTP.CSI-FSPEK.SBA.KASBI PT.CHANG SHIN INDONESIA dengan Surat Keputusan\nNo. Bukti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pencatatan : penc. 568\u002F1895\u002FHI-S\u002FIV\u002F2013 selanjutnya disebut dengan\n“SERIKAT PEKERJA“\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Nama: Ade Priatna\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Organisasi: SPTP. CSI-FSPEK. SBA. KASBI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Nama : Rahmat Taufik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Organisasi: SPTP. CSI-FSPEK. SBA. KASBI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Nama : Enan Kurnia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Organisasi: SPTP. CSI-FSPEK. SBA. KASBI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan dan Serikat Pekerja secara bersama-sama selanjutnya disebut\nsebagai “Para Pihak”.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Ruang Lingkup Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Telah disepakati bersama oleh PERUSAHAAN dan SERIKAT PEKERJA bahwa\nPerjanjian Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bersama (PKB) ini mencakup hal - hal yang bersifat umum seperti yang tertera\ndalam Perjanjian Kerja bersama (PKB) ini dan masing masing pihak tetap memiliki\nhak-hak sebagaimana diatur dalamperundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hal - hal yang bersifat teknis pelaksanaan sebagai penjabaran lebih\nlanjut dari isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini akan dikomunikasikan antara\nPerusahaan dengan Serikat Pekerja serta menjadi bagian dari Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>3. PKB berlaku untuk seluruh Pekerja PT. Chang Shin Indonesia (Klari dan\nCikampek).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Kewajiban pihak-pihak yang mengadakan perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Para Pihak berkewajiban untuk mematuhi dan melaksanakan sepenuhnya semua\nkewajiban yang telah disetujui bersama dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Para Pihak berkewajiban untuk menyebarluaskan\u002F mensosialisasikan dan\nmemberikan penjelasan isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini kepada seluruh\nPekerja agar dapat dimengerti dan dipatuhi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja berkewajiban melakukan pembinaan dan pengarahan terhadap\nsemua anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Para Pihak akan memberikan keterangan yang dianggap perlu tentang hal-hal\nyang menyangkut kondisi ketenagakerjaan sesuai dengan prosedur dan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Para Pihak wajib menjaga nama baik masing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Serikat Pekerja membantu Pengusaha dan Perusahaan dalam rangka membina,\nmengatur, dan menertibkan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Para Pihak berkewajiban memelihara dan menjaga tegaknya tata tertib\nPerusahaan dalam meningkatkan produktivitas dan stabilitas Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Hubungan dan Komitmen Perusahaan dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam kerangka hubungan industrial yang harmonis, Perusahaan dan Serikat\nPekerja akan terus memelihara serta meningkatkan ketenangan kerja, ketenangan\nusaha, dan kesejahteraan melalui peran aktif dalam peningkatan produktivitas,\nkualitas, penurunan biaya, pengiriman tepat waktu, keselamatan kerja dan\npeningkatan moral. Untuk tujuan ini perlu dilakukan pertemuan antara Pengusaha\ndengan Serikat Pekerja secara berkala.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja dan Pengusaha harus menunjukan komitmen dalam menjamin\nkondisi yang harmonis, dinamis dan berkeadilan demi kemajuan Perusahaan dan\nkesejahteraan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja dan Pengusaha bersama-sama menjaga stabilitas Perusahaan\nagar tercipta suasana yang stabil dalam menjalankan aktivitasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat Pekerja membantu Perusahaan untuk mengajak semua anggotanya\nmenjalankan kewajibannya sebagai seorang Pekerja berdasarkan Visi dan Misi\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Perusahaan dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan mengakui bahwa Serikat Pekerja sebagai badan atau organisasi\nyang sah yang mewakili Pekerja sesuai dengan Fungsi, Peranan, dan Tugas Pokok\nSerikat Pekerja dalam hal ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja mengakui bahwa Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur,\nmenentukan, dan menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan kebijakan\nPerusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Para Pihak saling menghormati dan tidak mencampuri urusan internal\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha tidak akan melakukan tekanan baik langsung maupun tidak\nlangsung terhadap Pekerja yang terpilih sebagai pengurus Serikat Pekerja dan\nfungsionaris Serikat Pekerja atau melakukan perlakuan diskriminasi serta\ntindakan balasan lainnya yang berhubungan dengan fungsi dan keanggotaan Pekerja\ndalam Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam menjalankan tugasnya masing-masing, Serikat Pekerja dan Pengusaha\nberusaha menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan masing-masing\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengusaha memberi izin kepada pengurus Serikat Pekerja yang mewakili\norganisasi untuk keluar masuk lingkungan Perusahaan dalam rangka melaksanakan\nfungsinya terkait ketenagakerjaan dan organisasi dengan terlebih dahulu\nmenunjukkan surat tugas atau surat keterangan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Apabila dikemudian hari terdapat hal-hal tertentu yang pelaksanaannya\nperlu dirundingkan bersama oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja, maka hal-hal\nyang disepakati diputuskan melaluimusyawarah kedua belah pihak dianggap sah,\nuntuk dipatuhi serta dilaksanakan bersama-sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Ketentuan lain perihal penerapan kebebasan berserikat mengacu kepada\nperaturan dan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Fasilitas Perusahaan untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan ruangan untuk dipakai sebagai kantor bagi Serikat\nPekerja dengan perlengkapan yang memadai di dalam lingkungan Perusahaan,\nruangan tersebut hanya dapat digunakan untuk semata-mata kepentingan berserikat\ndan bilamana diperlukan oleh Perusahaan ruangan tersebut bisa ditukar dengan\nruangan lain yang setara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan papan pengumuman yang bisa digunakan oleh Serikat\nPekerja yang ditempatkan di lingkungan Perusahaan untuk menyebarkan informasi\ntentang Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Segala bentuk fasilitas Perusahaan semata-mata hanya dapat digunakan\nuntuk keperluan dinas bukan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Fasilitas pemotongan iuran COS (Check Of System). Pengusaha akan membantu\nmelakukan pemotongan gaji Pekerja sebagai iuran bulanan anggota Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Kegiatan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Dispensasi Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengurus dan\u002Fatau anggota Serikat Pekerja yang akan mengajukan dispensasi\nharus melampirkan data\u002Fdokumen minimal 3 (tiga) hari kerja sebelum kegiatan,\nkecuali keadaan yang bersifat mendadak dan dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Ketentuan huruf a ditujukan agar Departemen dapat mengatur pekerjaannya\natau jalannya produksi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Jadwal Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengurus dan\u002Fatau anggota Serikat Pekerja yang bertugas melakukan piket\nharus berada di tempat sesuai dengan kesepakatan dan jam yang berlaku, kecuali\nada tugas lain dari organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jadwal piket Serikat Pekerja akan diberitahukan ke pimpinan departemen\nyang bersangkutan oleh Dept. HR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pembebastugasan Pengurus dan\u002Fatau anggota Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengurus dan\u002Fatau anggota Serikat Pekerja yang dibebastugaskan atau non\njob wajib scan in dan scan out untuk mencatatkan kehadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pengurus dan\u002Fatau anggota Serikat Pekerja yang dibebastugaskan tidak\nberhak atas upah lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pengurus dan\u002Fatau anggota Serikat Pekerja yang telah selesai masa\npembebastugasannya harus ditempatkan pada posisi dan jabatan semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa berlaku pembebasan tugas (Non Job) selama 1 (satu) tahun atau sesuai\ndengan mandat dari ketua Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan lain perihal kegiatan Serikat Pekerja diatur lebih jelas pada\nProsedur yang berlaku pada Perusahaan yang menjadi bagian dari PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Serikat Pekerja bersedia memberikan laporan yang dibutuhkan pada saat\nproses audit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : Hubungan Kerja\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Pengelolaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penerimaan, pengangkatan, penempatan, dan perubahan jabatan serta lokasi\nkerja dari Pekerja merupakan wewenang Perusahaan yang akan dilaksanakan sesuai\ndasar-dasar kebijaksanaan Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa Kerja Pekerja yang masih aktif akan diperhitungkan sejak tanggal\nmulai bekerja di PT. Chang Shin Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Dasar Penerimaan dan Penempatan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penerimaan dan penempatan Pekerja didasarkan kepada kebutuhan serta\ndisesuaikan dengan situasi, kondisi, dan kemampuan Perusahaan serta\nmempertimbangkan perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penerimaan Pekerja baru di Perusahaan adalah hak sepenuhnya dari\nPerusahaan dan disesuaikan dengan kebutuhan usaha dan operasional\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh calon Pekerja adalah\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Minimal berusia 18 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Surat Lamaran Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Fotocopy ijazah terakhir yang telah dilegalisir\noleh sekolah atau universitas terkait\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Daftar Riwayat Hidup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Surat Keterangan Pencari Kerja dari Dinas Tenaga\nKerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Surat Keterangan Catatan Kepolisian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk sesuai dengan\naslinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Pas foto sesuai ukuran yang diminta oleh\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Berbadan dan berjiwa sehat melalui uji\nkesehatan\u002F Medical Check Up (MCU) yang dilakukan oleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dokter yang ditunjuk oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Memenuhi persyaratan jabatan ketika\npenerimaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Lulus seleksi dalam penerimaan yang diadakan\noleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Tidak terikat hubungan kerja dengan pihak\nketiga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Syarat-syarat lainnya akan ditentukan kemudian\nberdasarkan keadaan dan kebutuhan pada waktu itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Proses seleksi penerimaan Pekerja baru harus dilakukan secara obyektif,\ntidak diskriminatif, dan tanpa ada pungutan apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydiscrimination\">\u003Cp>5. Proses seleksi, penerimaan, dan penempatan memberikan dan memberlakukan\nhak yang sama untuk laki-laki dan perempuan dan keputusan pengangkatan tidak\ndibuat berdasarkan Jenis Kelamin, Ras, Agama, Usia, Keterbatasan Fisik,\nOrientasi Seksual, Kehamilan, Status Perkawinan, Kewarganegaraan, Pandangan\nPolitik, Afiliasi Serikat Pekerja, latar belakang sosial atau etnik, atau\nstatus lainnya yang dilindungi oleh undang-undang negara.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Perusahaan berhak menempatkan Pekerja di bagian manapun di dalam\nPerusahaan sesuai dengan pertimbangan\u002F atas dasar pemanfaatan hasil dan\nusahanya yang optimal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Berdasarkan pertimbangan tertentu Perusahaan mempekerjakan Pekerja dengan\nmembuat perjanjian kerja, tetap memperhatikan undang-undang dan peraturan\npemerintah yang berlaku mengenai hal tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Perjanjian Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sebelum Pekerja mulai menjalankan pekerjaannya, Pekerja tersebut\ndiharuskan menandatangani surat perjanjian kerja dengan Perusahaan dan mulai\nmelaksanakan pekerjaannya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang sudah menandatangani perjanjian kerja dengan Perusahaan,\ntidak diperkenankan bekerja di Perusahaan, tempat atau instansi lain.\nPelanggaran atas ketentuan ini dapat dikenakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, setiap\nPekerja yang diterima dan dipekerjakan untuk waktu tidak tertentu, akan\nmenjalani masa percobaan selama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ketentuan masa percobaan akan dicantumkan di dalam perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama masa percobaan, baik Perusahaan maupun Pekerja sewaktu-waktu dapat\nmemutuskan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>hubungan kerja tanpa uang pesangon atau uang penggantian hak, atau ganti\nkerugian lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Seorang Pekerja yang telah menyelesaikan masa percobaan dengan baik dapat\ndiangkat menjadi Pekerja tetap, yang ditetapkan dalam surat keputusan\nperusahaan dengan menyebutkan jabatan dan departemen dari Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Tenaga Kerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sebagai sebuah Perusahaan, maka wajar apabila mempekerjakan tenaga kerja\nasing, sehinggadiharapkan adanya toleransi sesama Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha wajib memberikan penjelasan, penyuluhan, dan penataran bagi\ntenaga kerja asing yang akan ditempatkan bekerja di Perusahaan dan\nmemberitahukan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tenaga kerja asing wajib mempelajari, memahami, dan mengikuti sosial\nbudaya dan sistem Hubungan Industrial Pancasila di Indonesia, agar tenaga kerja\nasing dan tenaga kerja Indonesia dapat bekerja sama dengan baik, harmonis dan\nkomunikatif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja asing wajib patuh dan tunduk kepada Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) PT. Chang Shin Indonesia serta peraturan perundangan yang berlaku di\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja asing wajib memberikan contoh yang baik kepada bawahannya\nsehingga terjalin hubungan yang harmonis antara atasan dan bawahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Status tenaga kerja asing adalah Pekerja tidak tetap yang memiliki\nhubungan kerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu sesuai dengan Rencana\nPenempatan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Pengangkatan Jabatan\u002F Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Mempertimbangkan kebutuhan Perusahaan, hasil prestasi kerja, kemampuan\ndan kecakapan Pekerja maka Perusahaan dapat melakukan promosi terhadap Pekerja\nuntuk posisi yang lebih tinggi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dengan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap Pekerja dalam\npengembangan karirnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengangkatan jabatan\u002F promosi diusulkan oleh pimpinan departemen kepada\nPengusaha secara tertulis melalui Departemen HR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pimpinan departemen berwenang mempromosikan Pekerja pada jabatan\ntingkatan tertentu sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Masa percobaan untuk promosi dilakukan selama 3 (tiga) bulan sejak\npersetujuan promosi disetujui oleh Pimpinan Perusahaan. Apabila setelah\nmelewati masa percobaan Pekerja dianggap memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan\npada jabatan barunya, maka Pekerja akan melanjutkan pekerjaan dan jabatan baru\ndan akan menerima surat keputusan yang dikeluarkan oleh Departemen HR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jika Pekerja tidak lulus masa percobaan pada jabatan barunya, maka\nPekerja akan dikembalikan kepada jabatan lamanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila masa percobaan promosi sudah melebihi 3 (tiga) bulan dan dari\npimpinan yang bersangkutan tidak ada pemberitahuan tentang promosinya maka yang\nbersangkutan sudah dianggap lulus dalam promosinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Mutasi dan Rotasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>A. Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mutasi adalah hak prerogatif manajemen perusahaan dan dilakukan dengan\nmempertimbangkan kondisi bisnis perusahaan dan bersifat obyektif untuk\npendayagunaan Pekerja yang lebih baik bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mutasi diajukan oleh pimpinan departemen kepada Departemen HR, dan\nselanjutnya Departemen HR memberikan surat tembusan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mutasi Pekerja dimaksud dapat terjadi karena alasan-alasan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengalihtugasan\u002F pemindahan seseorang atau beberapa orang Pekerja dari\nsatu departemen\u002Fbagian ke departemen\u002F bagian lain yang membutuhkan Pekerja\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk memberikan kesempatan kepada Pekerja dalam meningkatkan karir pada\ndepartemen\u002Fbagian yang lain dengan tugas yang baru sesuai dengan\nkeahliannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Kondisi fisik Pekerja tidak memungkinkan untuk terus menerus melaksanakan\npekerjaannya yang lama, hal ini sesuai dengan surat rekomendasi dokter\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Karena departemen\u002F bagian tersebut sudah tidak ada atau berkurang\nkegiatan operasionalnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pengalihtugasan (mutasi) Pekerja pada departemen\u002F bagian berdasarkan\nkebutuhan Perusahaan dengan mempertimbangkan keahlian, keterampilan dan\nkemampuan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pelaksanaan mutasi atau pengalihtugasan wajib disampaikan terlebih dahulu\nkepada Pekerja yang bersangkutan oleh atasannya dengan disertai surat mutasi\nselambat- lambatnya 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Rotasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Rotasi adalah perpindahan tugas kerja dalam satu departemen dengan tidak\nmerubah status jabatan dan tidak mengurangi upah yang diterima, serta untuk\nmeningkatkan keahlian\u002F skill.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Rotasi adalah wewenang pimpinan departemen dengan memberitahukan secara\ntertulis sebelumnya kepada Departemen HR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan berhak melakukan rotasi pada semua Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Penurunan Jabatan\u002F Demosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penurunan jabatan atau demosi adalah wewenang penuh dari Perusahaan dan\ndilaksanakan berdasarkan penilaian dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penurunan jabatan atau demosi diusulkan oleh atasan langsung dari Pekerja\nyang bersangkutan secara tertulis kepada Departemen HR dengan disertai\nalasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penurunan jabatan atau demosi dapat dilakukan terhadap Pekerja\nberdasarkan penilaian kinerja yang buruk dalam waktu tertentu atau\nketidakmampuan dalam memegang jabatan tertentu, dan selanjutnya Departemen HR\nmemberikan surat tembusan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang mengalami penurunan jabatan\u002F demosi tidak mengalami\npengurangan upah pokok, akan tetapi mengalami perubahan tunjangan jabatan dan\ntunjangan tidak tetap lainnya sesuai jabatan setelah demosi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Ketentuan Lain\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha berhak melakukan promosi, rotasi, mutasi dan demosi pada semua\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan lain perihal pelaksanaan promosi, demosi, dan mutasi akan\ndiatur selanjutnya oleh Pengusaha yang dalam pelaksanaannya akan dituangkan\ndalam bentuk prosedur atau petunjuk teknis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : PENETAPAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Hari Kerja dan Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>1. Penetapan Waktu Kerja didasarkan kepada kebutuhan Perusahaan dengan\nmemperhatikan Pasal 77 Undang-Undang No. 13 tahun 2003. Jumlah jam kerja 40\njam\u002F minggu dengan rincian jika 5 hari kerja adalah 8 (delapan) jam kerja\nsehari sedangkan untuk 6 hari kerja adalah 7 (tujuh) jam kerja pada hari Senin\n– Jum’at dan 5 (lima) jam kerja pada hari Sabtu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Jam-jam kerja yang dilakukan Pekerja atas perintah atasan di luar\nketentuan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No.13 tahun\n2003, maka kelebihan jam kerja tersebut dihitung jam kerja lembur sesuai dengan\nKeputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Kep.102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 tentang\nWaktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Waktu kerja adalah waktu Pekerja bekerja\u002F bertugas menurut jadwal waktu\nkerja secara teratur yang berlaku pada saat Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\ndibuat, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 5 (lima) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Waktu Kerja non shift dan shift I diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin – Kamis: Jam 07.30 - Jam 16.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Jam 11.30 - Jam 12.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at: Jam 07.30 - Jam 17.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istiraha : Jam 11.30 - Jam 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Waktu kerja untuk shift II diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin – Kamis : Jam 16.30 - Jam 01.30: WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at : Jam 17.00 - Jam 02.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Jam 18.00 - Jam 19.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 6 (enam) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Waktu Kerja non shift diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin - Kamis: Jam 07.30 - Jam 15.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Jam 11.30 - Jam 12.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at: Jam 07.30 - Jam 16.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Jam 11.30 - Jam 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: Jam 07.30 - Jam 12.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Waktu kerja untuk shift I diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin - Kamis: Jam 06.30 - Jam 14.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 10.30 – Jam 11.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at : Jam 06.30 - Jam 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 11.30 - Jam 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: Jam 06.30 - Jam 11.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Waktu kerja untuk shift II diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin - Kamis : Jam 14.30 - Jam 22.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at : Jam 15.00 - Jam 23.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 18.00 - Jam 19.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: Jam 11.30 - Jam 16.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Waktu kerja untuk shift III diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin - Kamis : Jam 22.30 - Jam 06.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at : Jam 23.00 - Jam 06.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 02.30 - Jam 03.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: Jam 16.30 - Jam 21.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Batas maksimal jam kerja, termasuk lembur untuk 5 (lima) dan 6 (enam)\nhari kerja adalah 54 jam dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jam istirahat tidak dihitung sebagai jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk Pekerja non shift yang jam masuknya berbeda maka jam istirahat dan\njam pulangnya akan disesuaikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Jam Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja harus mempergunakan waktu istirahat dengan sebaik-baiknya tanpa\ndibebani pekerjaan, atau tidak melakukan pekerjaan pada jam istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pada jam istirahat, Pekerja bebas bergerak termasuk keluar area pabrik,\nsesuai dengan prosedur Perusahaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pada waktu istirahat Pekerja tidak diperkenankan makan di dalam area\u002F\nlokasi kerja dan harus makan di tempat yang sudah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setelah selesai waktu istirahat Pekerja harus kembali bekerja tepat pada\nwaktunya sesuai dengan tata tertib yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jam istirahat sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kesepakatan bersama\nantara Perusahaan dan Pekerja\u002F Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Waktu Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jam kerja lembur adalah jam kerja yang dilakukan di luar jam kerja normal\natau melebihi jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>normal seperti yang diatur oleh peraturan dan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cp>2. Jam kerja lembur dapat dilakukan maksimal 3 jam dalam sehari dan maksimal\n14 jam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pada hari libur nasional, hari istirahat mingguan, hari kerja yang\ndiliburkan, dan hari raya keagamaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,\nPekerja yang dibutuhkan untuk bekerja, akan diperhitungkan sebagai kerja\nlembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk melakukan kerja lembur harus ada perintah kerja lembur dari\npimpinan departemen terkait dan persetujuan tertulis dari Pekerja dengan\nsepengetahuan Departemen HR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk Pekerja yang lembur 3 jam wajib mendapatkan istirahat minimal 30\nmenit dan mendapatkan fasilitas makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cp>6. Bagi Pekerja perempuan yang hamil tidak diperbolehkan bekerja lembur atau\nbekerja malam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7. Bagi Pekerja status All in (Asisten Chief, Chief, Asisten Manajer,\nManajer, Senior Manager, Asisten\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Direktur) yang kelebihan jam kerja normal tidak diperhitungkan atas upah\nlembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Perubahan Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam kondisi force majeur (keadaan memaksa) seperti bencana alam, huru\nhara, dan lain-lain Perusahaan berhak untuk mengubah sementara jam kerja atau\nhari kerja dan memberitahukan kepada Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hari dan waktu kerja serta istirahat bisa berubah sesuai dengan kebutuhan\nPerusahaan dengan terlebih dahulu adanya kesepakatan bersama dengan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HARI LIBUR, CUTI, DAN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Istirahat Mingguan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>1. Setelah bekerja selama 5 (lima) hari berturut-turut dalam 1 (satu) minggu\nmaka Pekerja diberikan istirahat selama 2 (dua) hari (untuk 5 hari kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setelah bekerja selama 6 (enam) hari berturut-turut dalam 1 (satu) minggu\nmaka Pekerja diberikan istirahat selama 1 (satu) hari (untuk 6 hari kerja).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Hari Libur Resmi Pemerintah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1. Hari-hari libur yang diakui sah oleh Perusahaan adalah hari-hari libur\nresmi yang ditetapkan oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan mengenai hari libur ini berlaku untuk semua Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan dapat meminta Pekerja untuk bekerja di hari libur apabila\ndiperlukan karena alasan pekerjaan yang mendesak atas persetujuan Pekerja dan\ndiperhitungkan sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan dengan Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>1. Ijin meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah (sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1 Pernikahan Pekerja: 3 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2 Pernikahan saudara kandung Pekerja: 1 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.3 Pernikahan anak sah Pekerja: 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.4 Istri sah pekerja melahirkan\u002Fkeguguran: 2 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.5 Khitanan anak laki-laki atau pembaptisan anak\nyang sah dari Pekerja: 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.6 Kematian keluarga, yaitu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.orang tua atau mertua : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. suami\u002Fistri, anak yang sah: 3 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.7 Kematian anggota keluarga dalam satu rumah\n(dibuktikan dengan surat kematian) : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.8 Kematian saudara kandung: 1 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.9 Menunaikan ibadah haji untuk yang pertama kali:\n40 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.10 Musibah bencana alam, yaitu: kebakaran,\nlongsor, dan gempa bumi (selanjutnya diatur dalam prosedur): 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut di atas harus dimintakan terlebih\ndahulu dari Perusahaan kecuali dalam keadaan mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila jumlah hari yang diambil melebihi dari yang sudah ditentukan pada\nayat 1, maka kelebihan hari tersebut akan diperhitungkan dengan hak cuti\ntahunan bagi Pekerja yang memiliki cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang melaksanakan tugas atau kewajiban pemerintah dari tingkat\nKabupaten\u002F Kotamadya sampai tingkat Nasional, diberikan dispensasi meninggalkan\npekerjaan sesuai dengan lamanya waktu yang ditentukan oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Ketentuan lain perihal pelaksanaan pasal ini, akan diatur selanjutnya\ndalam prosedur perusahaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Jika Pekerja telah mempunyai masa kerja 12 bulan terus menerus berhak\nmendapat cuti tahunan 12 hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk menjamin kelangsungan produktifitas kerja Perusahaan, Pengusaha\nberhak mengatur hari- hari cuti tahunan Pekerja dalam periode tahun tersebut,\nsehingga tidak menimbulkan hambatan dalam pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hari libur nasional yang kebetulan jatuh pada masa cuti tidak dianggap\nmenjadi bagian dari cuti, melainkan ditambahkan ke dalam masa cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hak cuti tahunan dapat ditunda selama 6 (enam) bulan sejak hak tersebut\ntimbul dan dapat diperpanjang maksimal 6 (enam) bulan lagi karena alasan\npekerjaan dengan pemberitahuan ke Departemen HR oleh departemen yang\nbersangkutan. Apabila dalam waktu tersebut hak cuti tidak dipergunakan oleh\nPekerja bukan karena penundaan oleh Perusahaan maka hak cuti menjadi gugur dan\ntidak dapat diganti dengan uang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap permintaan cuti (kecuali cuti massal\u002F cuti yang diambil secara\nbersamaan yang waktunya ditentukan oleh Perusahaan) harus mengajukan permohonan\ncuti sekurang-kurangnya seminggusebelumnya ke Departemen HR, kecuali untuk\nhal-hal yang sifatnya mendadak\u002F darurat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila dalam masa cuti, yang bebas maupun yang massal yang telah\nditentukan Perusahaan, Pekerja yang bersangkutan jatuh sakit yang dibuktikan\ndengan surat keterangan dokter maka cuti tersebut menjadi batal dan berubah\nmenjadi istirahat sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pembatalan cuti yang telah diajukan\u002F disetujui dapat dilakukan\nselambat-lambatnya 1 hari sebelum masa cuti berjalan, apabila tanpa\npemberitahuan maka dianggap cuti tetap diambil sesuai dengan pengajuan yang\ntelah disetujui.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Bagi Pekerja yang belum memiliki hak cuti tahunan, sedangkan pada saat\nbersamaan Perusahaan menetapkan cuti massal tahunan dan harus diikuti oleh\nPekerja, maka Pekerja yang bersangkutan akan dikenakan hutang cuti dan akan\ndiperhitungkan pada saat Pekerja tersebut sudah memiliki hak cuti (hak cutinya\ntimbul).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pelaksanaan cuti akan diatur selanjutnya dalam petunjuk prosedur\npelaksanaan cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Cuti Hamil, Gugur Kandungan, Istirahat Haid dan Sakit\nBerkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1. Pekerja perempuan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan\nsebelum saatnya melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan\nmenurut perkiraan dan dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter kandungan\natau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2. Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat 1,5 (satu setengah) bulan dimulai dari tanggal kejadian dan\ndibuktikan dengan surat keterangan dari dokterkandungan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>3. Pekerja perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada Perusahaan tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua.\nPemberitahuan harus dilakukan segera pada saat merasakan sakit yang harus\ndibuktikan dengan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Apabila Pekerja setelah melahirkan ada indikasi sakit dan dibuktikan\ndengan surat keterangan dokter maka Pekerja bisa mengambil istirahat karena\nsakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila Pekerja sakit berkepanjangan dan dibuktikan dengan hasil diagnosa\ndokter perusahaan, maka selanjutnya diatur dalam pasal 32.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Upah dan Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Upah adalah penerimaan berupa uang yang terdiri dari upah pokok,\ntunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap yang diberikan Perusahaan kepada\nPekerja sebagai imbalan atas kerja dan usaha yang telah dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Upah tidak dibayar apabila Pekerja tidak melakukan pekerjaan karena\nmangkir kecuali oleh karena\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>hal-hal tertentu yang telah diatur dalam peraturan dan perundang-undangan.\nTata cara pemotongan upah akan diatur sesuai prosedur pengupahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>3. Besarnya upah minimum bagi seluruh Pekerja PT. Chang Shin Indonesia\ndidasarkan pada penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Karawang\nsetiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Sistem pengupahan diatur tersendiri berdasarkan struktur upah dan skala\nupah yang ditentukan Perusahaan dan diketahui oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten\nKarawang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pajak penghasilan atas upah Pekerja ditanggung oleh Pekerja yang\nbersangkutan, dalam pelaksanaannya dipotong langsung dari upahnya oleh\nPerusahaan untuk disetor ke Kas Negara, kecuali Pajak THR ditanggung oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pembayaran upah Pekerja diberikan secara bulanan, dalam masa kerja satu\ntahun Pekerja menerima upah sebanyak 12 (dua belas) kali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Hari kerja yang diperhitungkan dalam sistem pengupahan adalah 30 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Komponen upah adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan Tetap yaitu tunjangan yang tidak dipengaruhi oleh kehadiran,\nmeliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tunjangan Tidak Tetap yaitu tunjangan yang dipengaruhi oleh kehadiran,\nmeliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan transportasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan shift 2 dan 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk tunjangan yang sebelumnya sudah diterima Pekerja akan tetap\ndibayarkan oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Upah per bulan dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 5 (lima) bulan\nberikutnya, jika tanggal 5 (lima) jatuh pada hari libur maka akan dimajukan di\nhari kerja sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sistem pembayaran upah dilakukan dengan cara transfer bank.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila upah terlambat dibayar mulai dari hari keempat sampai hari\nkedelapan terhitung dari hari dimana seharusnya upah dibayar, upah tersebut\nditambah dengan 5% (lima persen) untuk tiap hari keterlambatan. Sesudah hari\nkedelapan tambahan itu menjadi 1 % (satu persen) untuk tiap hari keterlambatan,\ndengan ketentuan bahwa tambahan itu untuk 1 (satu) bulan tidak boleh melebihi\n50% (lima puluh persen) dari upah yang seharusnya dibayarkan dengan mengacu ke\nPeraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Peninjauan Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1. Kenaikan upah Pekerja dilaksanakan dalam periode satu kali setahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kenaikan upah karena prestasi waktunya ditetapkan dalam ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Kenaikan upah secara massal seluruh Pekerja ditetapkan berdasarkan\npenetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) dari pemerintah daerah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Upah Selama Pekerja Dirumahkan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila terjadi suatu kondisi dimana Perusahaan terpaksa menghentikan\nsebagian\u002F seluruh kegiatan usaha pekerjaan untuk sementara waktu, maka\nPerusahaan dapat mengambil tindakan“merumahkan Pekerja”.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama masa “dirumahkan“ Pekerja diberikan upah (upah pokok +\ntunjangan tetap).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa “dirumahkan” paling lama 3 (tiga) bulan, jika lebih dari 3\n(tiga) bulan maka pembayaran upah dan\u002Fatau kelanjutan hubungan kerja akan\ndiatur dalam perundingan bersama antara Perusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1. Perhitungan upah lembur adalah sesuai dengan ketentuan yang termuat pada\nKeputusan Menakertrans No. Kep 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Untuk menghitung upah sejam adalah: 1\u002F173 x\n(gaji pokok + tunjangan tetap)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. 5 (lima) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1. Pada Hari Kerja Biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">150 % Upah sejam untuk jam pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">200 % Upah sejam untuk jam-jam selebihnya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2. Pada hari-hari libur dan Istirahat Mingguan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">200 % Upah sejam untuk 8 jam pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">300 % Upah sejam untuk jam ke 9 perhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">400 % Upah sejam untuk jam ke 10 dan selebihnya\nperhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. 6 (enam) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1. Pada Hari Kerja Biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">150 % Upah sejam untuk jam pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">200 % Upah sejam untuk jam-jam selebihnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2. Pada hari-hari libur dan Istirahat Mingguan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">200 % Upah sejam untuk 7 jam pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">300 % Upah sejam untuk jam ke 8 perhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">400 % Upah sejam untuk jam ke 9 dan selebihnya\nperhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3. Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja\nterpendek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">200 % upah sejam untuk 5 jam pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">300 % upah sejam untuk jam ke 6 per hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">400 % upah sejam untuk jam ke 7 dan ke 8 per hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hal-hal yang tidak termasuk kerja lembur adalah kegiatan yang berhubungan\ndengan usaha pembelaan, keamanan negara, dan keadaan darurat.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila Pekerja sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dan\ndisahkan oleh dokter perusahaan, maka upahnya tetap dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>2. Apabila Pekerja menderita sakit yang berkepanjangan sehingga tidak dapat\nmelakukan pekerjaannya, maka upah dibayar dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Untuk empat bulan pertama upah dibayar sebesar\n100%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2 Untuk empat bulan kedua dibayar sebesar 75%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3 Untuk empat bulan ketiga dibayar sebesar 50%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4 Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25%\nsebelum dilakukan pemutusan hubungan kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>3. Apabila Pekerja menderita sakit berkepanjangan yang disebabkan oleh\nkecelakaan kerja, maka upah dibayar dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 6 bulan pertama sebanyak 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 6 bulan kedua 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. 6 bulan ketiga 50%\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Upah dibayar selama Pekerja tidak mampu bekerja sampai Pekerja dinyatakan\nsembuh, cacat sebagian anatomis, cacat sebagian fungsi, cacat total tetap, atau\nmeninggal dunia berdasarkan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan pembayaran upah dengan bertahap sebagaimana di atas berlaku\nbagi Pekerja yang sakit terus menerus\u002F berkepanjangan, diantaranya penyakit\nmenahun atau berkepanjangan. Apabila Pekerja sudah dapat kembali bekerja, lalu\nkembali sakit sekurang-kurangnya sebelum satu bulan bekerja, maka upah dibayar\nsesuai dengan skema pembayaran selanjutnya. Dan apabila Pekerja sudah dapat\nkembali bekerja satu bulan atau lebih, lalu kembali sakit maka upah dibayar\nsesuai dengan ketentuan skema awal seperti pada ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja dengan kondisi seperti pada ayat 2 dan 3, harus dibuktikan dengan\nsurat keterangan dokter dan Perusahaan akan mengeluarkan surat keputusan sakit\nberkepanjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila Pekerja yang bersangkutan belum mampu bekerja kembali sampai\nbatas waktu yang telah ditentukan, maka masing-masing pihak berhak melakukan\npemutusan hubungan kerja sesuaidengan peraturan dan Undang-Undang\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Tunjangan – Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagian 1 : Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>1. Tunjangan Masa Kerja diberikan kepada semua Pekerja yang memiliki masa\nkerja yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang memiliki jabatan akan mendapatkan tunjangan jabatan sesuai\ndengan ketentuan yang ditetapkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagian 2 : Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tunjangan uang transport diberikan kepada seluruh Pekerja apabila pihak\nPerusahaan tidak menyediakan sarana transportasi dan diberikan berdasarkan\nkehadiran Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan kehadiran akan diberikan kepada Pekerja sesuai dengan kehadiran\nPekerja, kecuali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>mangkir dan ijin di luar ketentuan resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>3. Tunjangan shift diberikan kepada Pekerja yang bekerja shift 2 dan shift\n3.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>1. Perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya keagamaan berupa uang\nsebesar 1 (satu) bulan upah tetap bagi yang telah bekerja 1 (satu) tahun atau\nlebih.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Bagi yang masa kerjanya 1 (satu) bulan atau lebih tapi kurang dari satu\ntahun diberikan secara proporsional (masa kerja12) X Upah tetap sebulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun akan diberikan\ntambahan Tunjangan Hari Raya yang besarannya sesuai kebijakan Perusahaan yang\ndisepakati dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhitung 30 (tiga\npuluh hari) hari sebelumhari raya Idul Fitri maka pekerja tetap berhak\nmendapatkan THR sesuai masa kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pembayaran THR oleh Perusahaan dibayarkan secepat-cepatnya 2 (dua) minggu\ndan\u002Fatau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum hari raya Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : FASILITAS, BANTUAN\u002FSUMBANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Fasilitas Makan\u002F Kantin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>a. Pengusaha menyediakan makan untuk seluruh Pekerja di kantin Perusahaan\npada saat jam istirahat.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Pengusaha menyediakan makan bagi Pekerja yang melakukan kerja lembur\nselama 3 (tiga) jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan memberikan makanan tambahan bagi Pekerja yang kerja shift 3\n(tiga) dan Pekerja yang bekerja di tempat tertentu sesuai dengan prosedur yang\nberlaku di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Fasilitas Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan sarana transportasi jemputan untuk Pekerja yang\nbekerja pada shift 2 (dua) pulang dan transportasi antar untuk Pekerja yang\nbekerja pada shift 3 (tiga) berangkat sesuai dengan prosedur yang berlaku di\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Seragam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan seragam kepada Pekerja selambat-lambatnya setelah 3\n(tiga) bulan masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap Pekerja wajib mengenakan baju seragam kerja yang sudah diberikan\noleh Perusahaan (hari Senin – Kamis menggunakan seragam wajib dari\nPerusahaan, hari Jum’at dianjurkan menggunakan batik, dan hari Sabtu\nmenggunakan pakaian bebas, sopan, dan rapi) sesuai dengan prosedur yang berlaku\ndi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang tidak mengenakan seragam kerja pada saat masuk kerja akan\ndiberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan memberikan seragam sebanyak 2 (dua) potong kepada Pekerja baru\ndan penambahan baju seragam sebanyak 1 (satu) potong setiap tahun antara bulan\nJanuari dan Februari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Khusus Pekerja perempuan yang mengenakan hijab, akan diberikan seragam\nlengan panjang sesuai data yang diberikan admin masing-masing bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Pelayanan Poliklinik\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan klinik, paramedis, ambulance dan dokter Perusahaan\nyang praktek setiap hari kerja selama 24 jam di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Sarana Peribadatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan kesempatan beribadah di dalam lingkungan Perusahaan\nkepada semua Pekerja sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk melaksanakan kewajiban agama, Pengusaha menyediakan sarana\nperibadatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Sumbangan Uang Duka\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1 : Kematian Pekerja dan Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sebagai rasa ikut berduka cita dan meringankan beban Pekerja sesuai\nkemampuan Perusahaan memberikan bantuan uang duka kepada Pekerja yang istrinya\u002F\nsuaminya atau anak-anaknya meninggal dunia dengan rincian sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Apabila Pekerja sendiri yang meninggal dunia diberikan sumbangan duka\nmaksimum 1 (satu) bulan upah dari Pekerja yang bersangkutan dan diberikan\nkepada ahli warisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila istri\u002F suami Pekerja yang meninggal dunia diberikan sumbangan\nduka sebesar 75% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila anak Pekerja meninggal dunia diberikan sumbangan duka sebesar 50%\ndari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Disamping tunjangan di atas Perusahaan membantu pengurusan hak-haknya\nsesuai pertanggungannya di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk mendapatkan sumbangan duka cita sebagaimana dimaksud dalam ayat\n1-4, maka Pekerja atau keluarga Pekerja atau ahli waris Pekerja harus\nmenyerahkan syarat administrasi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Surat kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Surat keterangan ahli waris dari instansi yang\nberwenang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Fotocopy ID Card Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Fotocopy KTP Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Fotocopy Kartu Keluarga (KK), dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Surat keterangan lain yang dibutuhkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Selain mendapatkan sumbangan yang diberikan oleh Perusahaan, apabila\nPekerja meninggal dunia kepada ahli warisnya juga diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hak uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, serta uang penggantian\nhak sesuai ketentuan pasal 166 Undang-undang No. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Upah gantungan (sisa hari kerja yang belum dibayar).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hak Jaminan Sosial Pekerja (Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua) yang\ndibayarkan melalui BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2 : Kebakaran Rumah, Longsor, dan Gempa Bumi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan bantuan uang duka kepada Pekerja yang rumah\nmiliknya mengalami musibah dikarenakan kebakaran, longsor, dan gempa bumi\nsebesar Rp.2.000.000,- (dua juta rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk mendapatkan sumbangan sesuai ayat 2 poin 1, maka Pekerja atau ahli\nwaris Pekerja harus menyerahkan syarat administrasi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Surat Keterangan Kebakaran, longsor, dan gempa bumi dari RT\u002FRW\u002FKelurahan\natau kepolisian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Fotocopy Kartu Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Fotocopy KTP Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Fotocopy ID Card Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dan Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan dan\nkesehatan kerja, karenanya para pihak akan berusaha untuk mencegah dan\nmenghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit\nakibat kerja yang dapat menimpa Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1. Pengusaha wajib menyediakan alat pelindung diri untuk menjamin keamanan\ndan keselamatan Pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya sebagaimana diatur\ndalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi No. Per-08\u002FMEN\u002FVII\u002F2010\ntentang Alat Pelindung Diri, Pengusaha wajib menyediakan alat-alat perlindungan\ndiri sesuai dengan jenis dan sifat pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan dan Pekerja wajib mentaati semua peraturan serta tata tertib\nyang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan menyediakan alat pencegah kebakaran dan pencegah bahaya\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja wajib melaporkan kepada atasannya jika terjadi kerusakan pada\nalat perlengkapan keselamatan kerjanya untuk dilakukan penggantian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha wajib mengganti alat perlengkapan keselamatan kerja yang sudah\ntidak layak pakai atau sudah berakhir masa penggunaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja wajib menggunakan perlengkapan keselamatan kerja yang telah\ndisediakan oleh Pengusaha dan bilamana tidak digunakan oleh Pekerja, maka\nPekerja yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat resiko\nyang ditimbulkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja wajib memelihara perlengkapan dan menjaga kebersihan peralatan\nkerja serta fasilitas lain dalam lingkungan kerjanya sesuai dengan prinsip 5S.\nBilamana terjadi kelalaian atau kehilangan dan Pekerja yang tidak mematuhi\nketentuan dalam ayat (7) dapat dikenai sanksi yang diatur dalam Pasal 54.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja wajib membuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>9. Perusahaan melakukan pemeriksaan kesehatan \u002F Medical Check Up (MCU)\nkepada calon Pekerja dan berkala satu tahun sekali atau enam bulan sekali\n(periodik) kepada Pekerja, sesuai kebutuhan, kondisi, dan area pekerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>10. Pekerja wajib melakukan pemeriksaan kesehatan\u002F Medical Check Up (MCU)\nsesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Pekerja wajib menggunakan helm, kelengkapan kendaraan, dan mentaati\nperaturan lalu lintas pada saat berkendara roda dua baik dalam keadaan\nberangkat maupun pulang bekerja demi keselamatan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Setiap Pimpinan Departemen wajib menginstruksikan Pekerja agar\nmenggunakan alat pelindung diri di area yang diwajibkan menggunakan alat\npelindung diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pasal 43 : Larangan bagi Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja dilarang memasuki daerah atau bagian lain yang bukan tempatnya\nbertugas dan tempat-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>tempat yang dipasang poster “Dilarang Masuk Bagi Yang Tidak\nBerkepentingan“.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja tidak diperkenankan melakukan pengoperasian dan perbaikan\nmesin-mesin atau alat- alat lainnya tanpa ijin yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kendaraan selain kendaraan bongkar muat dilarang parkir di dalam area\nperusahaan, hanya kendaraan yang mendapat ijin yang bisa masuk ke dalam lokasi\u002F\narea perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dilarang menggunakan\u002F mencoba sepatu dan sandal hasil produksi perusahaan\ndi dalam area perusahaan tanpa izin dari manajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja dilarang membuat\u002F memasang media pemberitahuan umum (Memo\u002F\nspanduk\u002F pengumuman) di tempat yang bukan papan pengumuman dan tanpa\nizin\u002Fdiketahui oleh manajemen perusahaan. Manajemen dapat melepasnya secara\nsepihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja\u002F tamu dilarang melakukan pemotretan di area terbatas di dalam\narea perusahaan (Produksi, gudang jadi, development) atau terhadap barang\nproduksi dan mesin produksi tanpa izin dari manajemen. Kecuali orang yang\nberwenang yang bisa mengambil foto dengan menggunakan kamera milik perusahaan\n(proses otorisasi akan dikelola oleh team PST).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Perlindungan dan Pemeliharaan Lingkungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dengan berpedoman kepada peraturan perundang-undangan tentang keselamatan\ndan kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>kerja maka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja diwajibkan memelihara\u002F menjaga ruangan kerja dengan\nsebaik-baiknya demi kebersihan dan kerapihan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja dilarang memindahkan fasilitas Perusahaan dan peralatan yang\nberhubungan dengan keadaan darurat\u002F bahaya tanpa ijin petugas dan persetujuan\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja atau orang yang berada di lingkungan Perusahaan wajib mentaati\nsemua ketentuan di tempat kerja demi keselamatan kerja dan keamanan diri\nsendiri dan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan wajib memberikan penyuluhan tentang tata cara kerja yang baik\ndan efektif serta memperhatikan peraturan keselamatan kerja dan program\npemeliharaan lingkungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja berhak untuk memberikan saran apabila standar keselamatan kerja\nkurang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja dilarang menghancurkan, membuang, memakai atau memindahkan barang\nmilik perusahaan tanpa ijin dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Fasilitas Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1. Perusahaan mendaftarkan Pekerja sebagai peserta BPJS Kesehatan sesuai\ndengan Undang –Undang No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan\nSosial dan Peraturan Presiden No.12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan dan\nPeraturan Presiden No. 111 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Jaminan\nKesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>2. Perusahaan memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh Pekerja dengan\nmenyediakan fasilitas poliklinik di Perusahaan 24 jam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Bilamana terjadi kecelakaan kerja yang tidak dapat ditangani poliklinik,\nPerusahaan menyediakan kendaraan untuk mengantar pasien ke rumah sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang akan memeriksakan dirinya ke poliklinik Perusahaan, harus\nmenunjukan surat pengantar berobat yang ditandatangani oleh pimpinan\ndepartemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dokter atau petugas poliklinik Perusahaan dapat memberikan surat\nketerangan istirahat kepada Pekerja bilamana dianggap perlu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Bagi Pekerja dan\u002Fatau keluarganya yang menderita sakit di luar\nPerusahaan, dapat berobat ke klinik sesuai fasilitas kesehatan yang dipilihnya,\ndan dapat dirujuk ke rumah sakit yang sesuai provider BPJS Kesehatan atas\nindikasi medis (kecuali darurat dapat langsung ke rumah sakit).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>7. Jaminan Kesehatan ini hanya diperuntukkan untuk keluarga dari Pekerja\nyang terdiri dari Suami\u002FIstri dan 3 (tiga) orang anak yang sah secara hukum\n(khusus untuk anak belum berusia 21 tahun\u002Fbelum menikah dan belum bekerja).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>8. Besarnya Iuran BPJS Kesehatan ditetapkan sebagai berikut: Iuran\nPerusahaan sebesar 4% dan 1% dari Pekerja sesuai dengan Peraturan Presiden No.\n111 Tahun 2013 pasal 16C ayat 2, dan akan disesuaikan dengan ketentuan\npemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan mendaftarkan seluruh Pekerja sebagai peserta jaminan sosial\ntenaga kerja pada BPJSKetenagakerjaan sesuai Undang–Undang No. 24 tahun 2011\ntentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Program jaminan yang diikuti meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK),\nJaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Besarnya Iuran BPJS Ketenagakerjaan ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>a. Iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) sebesar 0,89% dari upah Pekerja\nsetiap bulannya dan menjadi tanggungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Iuran jaminan hari tua (JHT) sebesar 5,70% dari upah Pekerja setiap\nbulannya yang terdiri 3,70% merupakan tanggungan Perusahaan dan 2% menjadi\ntanggungan Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Iuran jaminan kematian (JKM) sebesar 0,30% dari upah Pekerja setiap\nbulannya, dan menjadi tanggungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>d. Iuran jaminan pensiun sebesar 3% dari upah Pekerja setiap bulannya yang\nterdiri dari 2% merupakan tanggungan Perusahaan dan 1% menjadi tanggungan\nPekerja, dan akan disesuaikan dengan ketentuan pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Sarana Olah Raga dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk menciptakan Pekerja yang sehat jasmani maupun rohani, perlu\ndilakukan pembinaan yang berkesinambungan di bidang olahraga untuk seluruh\nPekerja, sehingga dapat menunjang prestasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Guna menunjang kegiatan olahraga dan kesenian, Pengusaha menyediakan\nsarana dan prasarana yang dibutuhkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PELATIHAN DAN PENGHARGAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Pelatihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1. Untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan Pekerja serta memenuhi\nkebutuhan Perusahaan, maka Perusahaan akan memberikan kesempatan kepada Pekerja\nuntuk mengikuti pendidikan dan latihan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Kesempatan mengikuti pendidikan dan latihan diatur sesuai dengan\nkebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wajib mengikuti pelatihan dan latihan yang telah ditentukan oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan lain tentang pelaksanaan pendidikan dan latihan akan diatur\ndalam prosedur pelatihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang ditunjuk perusahaan untuk mengikuti pelatihan baik di dalam\nmaupun di luar negeri, diwajibkan untuk menandatangani ikatan dinas dengan\nketentuan yang diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila Pekerja mengundurkan diri dalam masa ikatan dinas maka Pekerja\ntersebut diwajibkan untuk mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan sesuai\ndengan kontrak yang telah ditandatangani atau secara proporsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penghargaan yang diberikan kepada Pekerja merupakan hak mutlak Perusahaan\ndengan ketentuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Berjasa dalam menyelamatkan aset Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberikan kontribusi nyata (dapat dipertanggungjawabkan dan diukur)\ndalam hal penghematan, produktifitas maupun efisiensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang memiliki kreatifitas, memiliki dedikasi tinggi, disiplin,\ndan prestasi kerjanya baik yang dapat dijadikan teladan bagi Pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan tentang pemberian penghargaan akan diatur dalam prosedur\npemberian penghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Hal-hal yang harus dipatuhi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pihak Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja bersikap sesuai dengan norma-norma agama, sosial, dan sopan\nsantun yang berlaku dalam masyarakat Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja mentaati dan melaksanakan segala tata tertib peraturan yang\nberlaku di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja menjaga nama baik Perusahaan di dalam maupun di luar Perusahaan\nserta wajib menyimpan segala keterangan yang dapat dianggap sebagai rahasia\nPerusahaan yang didapat karena jabatan maupun pergaulan di lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja wajib memberi data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan\nsecara dokumentasi mengenai data diri maupun keluarga Pekerja kepada\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja melakukan pekerjaan yang ditugaskan oleh pimpinan perusahaan\nkepadanya dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pekerja memelihara dan menjaga keselamatan barang-barang milik Perusahaan\nyang dipergunakan atau yang dipercayakan kepadanya serta wajib pula\nmengembalikannya pada saat dibutuhkan oleh Perusahaan atau pada saat terputus\nhubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pekerja saling menghormati dan membina hubungan yang harmonis antara\npimpinan\u002F atasan,bawahan, dan sesama Pekerja serta menjaga ketenangan,\nketentraman di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Pekerja wajib bekerja sesuai dengan waktu kerja yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Pekerja wajib berada di tempat kerja sesuai dengan tanggung jawab\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Pekerja secara aktif menjaga kebersihan lingkungan Perusahaan, tempat\nbekerja serta menggunakan alat pelindung diri yang telah ditentukan dan\ndisediakan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Pekerja dilarang merokok atau menggunakan api (yang tidak berhubungan\ndengan pekerjaan) di dalam area Perusahaan, kecuali pada tempat dan waktu yang\ntelah ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Pekerja wajib memelihara dan memeriksa alat kelengkapan kerja atau\nmesin-mesin penunjang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pekerjaan (bekerjasama dengan departemen terkait), sehingga tidak\nmengakibatkan kerusakan atau pun resiko bagi Pekerja lain dan mencegah\ntimbulnya kerugian bagi pihak pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Pekerja dilarang mengambil gambar atau merekam video di dalam area\nPerusahaan dan\u002Fatau menyebarluaskannya tanpa seijin Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n. Pekerja dilarang memakai aksesoris yang tidak berhubungan dengan tugas\ndan pekerjaan dan mengakibatkan masalah bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o. Pekerja laki-laki dan perempuan wajib menjaga kerapihan penampilan, etika\nkesopanan, dan wajibberambut rapi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p. Bekerja dengan penuh semangat, jujur, tertib, penuh kedisiplinan, dan\nmendukung kemajuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q. Pekerja wanita wajib melaporkan kehamilannya kepada Manajemen maksimal 7\nminggu masa kehamilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>r. Pekerja yang melakukan kerja lembur wajib membuat Surat Perintah Lembur\n(SPL) yang disetujui oleh Pimpinan Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>s. Pekerja dilarang melakukan scan in scan out milik Pekerja lain dan\u002Fatau\nmenitipkan scan in dan scan out kepada Pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>t. Pekerja dilarang merusak, merubah, mencoret-coret, seragam kerja dan\u002Fatau\npengenal diri Pekerja yang telah diberikan, melakukan coret-coret di tembok\u002F\nlemari\u002F mesin-mesin\u002F buku laporan\u002F toilet dan tempat lainnya di dalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>u. Pekerja dilarang menggunakan barang-barang milik Perusahaan untuk hal-hal\nyang sifatnya pribadi tanpa seijin Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>v. Pekerja dilarang membuang barang-barang ke dalam WC yang mengakibatkan WC\ntersebut tidak dapat digunakan Pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>w. Pekerja dilarang berdagang dan\u002Fatau melakukan transaksi perdagangan di\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>x. Pekerja dilarang meninggalkan tempat kerja yang sudah ditentukan atau\nlingkungan perusahaan tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan dan tanpa\nseijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pihak Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mentaati segala peraturan perundang-undangan serta persyaratan lainnya\nyang berlaku dibidang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memperhatikan dan memberikan rasa aman bagi Pekerja dalam bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Memberikan pembinaan terhadap Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Memperhatikan, memberikan, dan membantu meningkatkan kesejahteraan\nPekerja sesuai peraturan dan kemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Disiplin Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja diwajibkan melakukan pencatatan masuk kerja dan pulang\nkerja secara elektronik atau magnetik tidak boleh kurang dari 15 menit sebelum\nwaktu mulai jam kerja dan tidak boleh lebih dari 15 menit sesudah waktu pulang\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang tidak membawa kartu identitas atau ID card wajib melaporkan\nkepada atasan dan\u002Fatau Department HR. Apabila tidak melaporkan diberikan\nsanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja hanya boleh mencatatkan kehadirannya sendiri dan tidak boleh\nmelakukan scan ID card atas nama orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. 5 (lima) menit sebelum jam kerja dimulai, Pekerja sudah siap berada di\ntempat kerjanya masing- masing dan dilarang bekerja sebelum waktu kerja\ndimulai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang tidak hadir tanpa keterangan, terlambat datang lebih dari 2\n(dua) jam atau pulang lebih cepat dari waktu kerja yang telah ditentukan tanpa\nseijin atasannya, akan dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Saat jam kerja Pekerja dilarang meninggalkan pekerjaan tanpa ijin dari\npimpinan bagian dan Pekerja yang akan meninggalkan pekerjaan keluar area\nperusahaan wajib membuat surat izin yang ditandatangani pimpinan langsung dan\ndiketahui oleh Departemen HR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit wajib memberitahukan kepada\natasannya dan staff administrasi di departemennya masing-masing secara lisan\natau tertulis pada hari yang bersamaan dan menyampaikan bukti tertulis pada\nwaktu Pekerja tersebut kembali bekerja. Bukti tertulis surat dokter harus\ndiverifikasi oleh klinik perusahaan. Apabila hal tersebut tidak terpenuhi maka\nPekerja tersebut dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Tata Tertib Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang akan keluar atau masuk lingkungan area Perusahaan diharuskan\nmelalui pintu yang telah ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-timeoff\">\u003Cp>2. Pekerja wanita hamil diberikan dispensasi 10 (sepuluh) menit lebih awal\nuntuk istirahat dan pulang kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wajib dan bersedia menjalani pemeriksaan pada saat masuk maupun\nkeluar dari area Perusahaan dan area tertentu yang ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja diwajibkan untuk memakai pakaian seragam kerja yang rapih dan\nsopan sesuai dengan ketentuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja wajib untuk memakai tanda pengenal diri selama berada dalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja dilarang memasuki wilayah\u002F lingkungan Perusahaan dalam keadaan\nmabuk, membawa senjata tajam\u002F api, minuman-minuman keras, narkotika dan\nobat-obatan terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja yang akan keluar wilayah\u002F lingkungan Perusahaan pada waktu jam\nkerja diharuskanmempergunakan surat ijin yang sudah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Setiap Pekerja dan\u002Fatau kendaraan yang masuk atau keluar lingkungan\nPerusahaan wajib diperiksa oleh petugas keamanan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja dilarang menggunakan perangkat seluler saat jam kerja yang bukan\nberkaitan dengan kegiatan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Pekerja harus menggunakan sepatu tertutup selama berada dalam lingkungan\nPerusahaan dan dilarang menggunakan sepatu yang diproduksi oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Tanggung Jawab Pengawasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pimpinan departemen, atasan langsung dan Serikat Pekerja\nbertanggung jawab atas berlakunya peraturan tata tertib Perusahaan serta\nmenjaga tegaknya kedisiplinan Pekerja yang berada di bawah pengawasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pimpinan departemen atau atasan langsung dapat mengajukan\npemberian sanksi terhadap bawahannya kepada Departemen HR, apabila terdapat\nalasan-alasan yang menurut Perjanjian Kerja Bersama (PKB) memerlukan tindakan\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Sanksi-Sanksi terhadap Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sanksi yang diberikan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Pekerja\ndimaksudkan sebagai tindakan perbaikan, pembinaan, dan pengarahan terhadap\nsikap dan tingkah laku Pekerja yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di\nPerusahaan tempat bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sanksi atas tindakan pelanggaran disiplin, dapat diberikan kepada Pekerja\nberdasarkan kepada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Jenis pelanggaran yang dilakukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2 Frekuensi (seringnya\u002F pengulangan) pelanggaran\nyang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3 Berat\u002F ringannya pelanggaran yang dilakukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4 Pelanggaran terhadap ketentuan dalam Perjanjian\nKerja Bersama (PKB), termasuk ketentuan Tata Tertib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.5 Adanya unsur kesengajaan yang berakibat\nkerugian terhadap Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.6 Jenis perbuatan pelecehan, kekerasan, dan\nperlakuan yang tidak layak dalam lokasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tingkatan sanksi pelanggaran:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Teguran Lisan Tercatat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Teguran Lisan Tercatat diberikan kepada Pekerja oleh Pimpinan Departemen\ndan\u002Fatau Departemen HR apabila Pekerja melakukan pelanggaran ringan seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Tidak hadir 2 (dua) hari tidak berturut-turut\ndalam sebulan tanpa keterangan yang jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Tiga kali dalam sebulan datang terlambat masuk\nkerja tanpa alasan yang wajar\u002F jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Tidak mengenakan pakaian seragam kerja, tanda\npengenal diri, dan sepatu saat memasuki dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">berada di dalam lingkungan Perusahaan sebagaimana\nyang telah ditentukan tanpa alasan yang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">wajar\u002F jelas, dan telah ditegur oleh pimpinan\nkerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Tidak menjalankan perintah lembur yang sudah\ndisetujui oleh Pekerja tanpa alasan yang jelas dan tidak dapat\ndipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5. Tidak mematuhi dan\u002Fatau mengikuti\nperintah-perintah maupun pemberitahuan yang diumumkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6. Tidak mematuhi perintah\u002F pengarahan atasannya\ntanpa alasan yang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7. Bercanda dan\u002Fatau bersenda gurau di tempat kerja\npada waktu kerja yang dapat membahayakan atau merugikan dirinya sendiri, orang\nlain, maupun Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">8. Membawa tas\u002F bungkusan yang tidak sesuai dengan\ntugas dan pekerjaannya ke dalam lokasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">9. Berambut panjang dan tidak rapi bagi Pekerja\nlaki-laki dan telah ditegur oleh pimpinan kerja sebelumnya. Definisi rambut\npanjang adalah melebihi kerah baju bagian belakang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">10. Scan\u002F cekrol tidak sesuai dengan waktu yang\ntelah ditentukan (15 menit sebelum jam kerja dan 15 menit setelah jam kerja)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">11.Tidak scan\u002F cekrol masuk atau tidak scan\u002F cekrol\nkeluar tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">12. Menolak pemeriksaan keamanan seperti\npemeriksaan badan dan tas atau barang bawaan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">13. Bagi Pengendara kendaraan motor yang tidak\nmemakai Helm ketika memasuki area Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">14. Pekerja tidak melakukan Medical Check Up (MCU)\nyang diadakan oleh Pengusaha tanpa alasan yang tidak dapat\ndipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">15. Tertidur pada waktu kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Surat Peringatan 1 (satu) dapat diberikan kepada Pekerja apabila terjadi\nhal-hal antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Mengulangi pelanggaran yang sudah diberikan\nTeguran Lisan Tercatat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Tidak hadir 2 (dua) hari berturut-turut dan\u002Fatau\n3 ( tiga) hari tidak berturut-turut dalam sebulan tanpa keterangan\u002F alasan yang\nsah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Melakukan kerja lembur tanpa perintah atasan\ndan\u002Fatau memberikan perintah lembur tanpa Surat Perintah Lembur (SPL).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Melakukan perbuatan dan perlakuan yang tidak\nlayak kepada pimpinan, bawahan, dan\u002Fatau sesama rekan kerja dalam bentuk sedang\nberupa : kata-kata mengejek atau hinaan dimaksudkan untuk mempermalukan\nseseorang di depan orang lain seperti bodoh, goblok, anjing, setan, monyet,\notakmu, dan lain-lain. Pelanggaran pertama dilakukan setelah adanya laporan\nkorban ke Komite P2KP (Pencegahan Penanganan Kekerasan dan Pelecehan) dan\nterbukti setelah dilakukan investigasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5. Mendapatkan penilaian kinerja yang tidak baik\natas dasar penilaian pimpinannya yang objektif dan dapat\ndipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6. Melakukan pelanggaran ketentuan-ketentuan\nLarangan dan Tata Tertib Perusahaan sebagaimana diatur dalam Pasal 42, 43, 50,\ndan 51.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7. Tidak mematuhi pengarahan dari atasan\u002F atau\nmelakukan tindakan yang bisa mengakibatkan dirinya atau orang lain celaka,\ndan\u002Fatau mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">8. Tidak mencatatkan kehadiran masuk atau pulang\n(scan in atau scan out) lebih dari 3 kali dalam sebulan tanpa alasan yang bisa\ndipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3 Surat Peringatan 2 (dua) dapat diberikan kepada Pekerja apabila terjadi\nhal-hal antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Mengulangi pelanggaran Peraturan setelah\ndiberikan surat peringatan ke 1 (satu) yang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Tidak hadir 3 (tiga) hari berturut-turut atau 4\nhari tidak berturut-turut dalam sebulan tanpa keterangan\u002F alasan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Melakukan perbuatan dan perlakuan yang tidak\nlayak kepada pimpinan, bawahan, dan\u002Fatau sesama rekan kerja dalam bentuk sedang\nberupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Berteriak-teriak dan\u002Fatau memaki dengan bahasa\nyang tidak sepantasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kekerasan fisik yang membuat seseorang tidak\nterima atau merasa tersakiti, seperti mendorong, menendang, menarik, mencubit,\nmenyentil, menunjuk hingga menyentuh yang tidak menimbulkan cedera, menunjuk ke\narah wajah atau tubuh lainnya dalam keadaan emosi, candaan, atau bersifat\npelecehan seksual.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Melakukan tindakan kekerasan secara tidak\nlangsung seperti melempar, menendang, memukul benda sehingga orang lain merasa\nterintimidasi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Menghentikan operasional produksi (mesin)\nsebelum waktu yang telah ditentukan tanpa seijin\u002F perintah atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5. Menolak pemindahan tugas kebagian lain\u002F mutasi\u002F\nkerja shift tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6. Tidur pada waktu jam kerja di tempat yang tidak\nsemestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7. Tidak menjalankan perintah atasan yang\nberhubungan dengan pekerjaannya tanpa pemberitahuan, sehingga dapat menimbulkan\nkerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">8. Merokok di luar area yang telah ditentukan\nberupa tanda “Area Boleh Merokok”.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">9. Memasuki ruang toilet yang tidak sesuai dengan\njenis kelaminnya kecuali petugas yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4 Surat Peringatan 3 (tiga) dapat diberikan kepada Pekerja apabila terjadi\nhal-hal antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Mengulangi pelanggaran peraturan setelah\ndiberikan surat peringatan ke 2 (dua) yang masih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Tidak hadir selama 4 (empat) hari berturut-turut\natau 5 (lima) hari tidak berturut-turut dalam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">sebulan tanpa memberikan alasan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Melakukan perbuatan dan perlakuan yang tidak\nlayak kepada pimpinan, bawahan dan\u002Fatau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">sesama rekan kerja (diatur dalam prosedur P2KP)\ndalam bentuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kekerasan yang menyebabkan seseorang masuk rumah\nsakit (pengobatan medis) tapi tidak membuat cacat fisik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pelecehan psikologis\u002F emosional berupa\npermintaan-permintaan dan ajakan-ajakan yang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">terus-menerus dan tidak diinginkan, ajakan kencan\nyang tidak diharapkan, penghinaan atau celaan yang bersifat seksual.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pelecehan seksual berupa bahasa tubuh dan\u002Fatau\ngerakan tubuh bernada seksual, kerlingan yang dilakukan berulang-ulang, menatap\ntubuh penuh nafsu, isyarat dengan jari tangan, menjilat bibir, bersiul, kedipan\nmata yang ditujukan kepada orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pelecehan seksual yang memperlihatkan materi\npornografi berupa foto, video, poster, gambar kartun, screensaver, email, SMS\ndan media komunikasi elektronik lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pelecehan fisik berupa sentuhan yang tidak\ndiinginkan yang mengarah ke perbuatan seksual seperti mencium, memeluk,\nmengelus, menempelkan tubuh atau sentuhan fisik lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pelecehan seksual berupa ucapan verbal\u002F komentar\nyang tidak diinginkan tentang bagian tubuh atau penampilan seseorang, termasuk\nlelucon dan komentar bermuatan seksual.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Bekerja bagi Perusahaan lain tanpa ada izin\ntertulis dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5. Melakukan pelanggaran ketentuan Perlindungan dan\nPemeliharaan Lingkungan Kerja sebagaimana diatur dalam pasal 44 Ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6. Melakukan penghinaan secara kasar atau mengancam\npimpinan, bawahan atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7. Membujuk atasan atau pimpinan Perusahaan atau\nteman kerja untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum dan\nkesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">8. Perjudian dalam bentuk apapun yang dilakukan di\ndalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">9. Mengadakan pertemuan, rapat, kegiatan yang\nsejenis secara tidak resmi\u002F sah di dalam area\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Perusahaan tanpa seijin Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">10. Menyalahgunakan wewenang dan jabatan dengan\nmeminta jasa, baik berupa uang atau barang yang berhubungan dengan tugas dan\npekerjaannya untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">11.Melakukan kesalahan prosedur kerja yang fatal\nsehingga menyebabkan pekerjaan terhambat dan\u002Fatau tidak beroperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">12. Merokok di luar area yang telah ditentukan\nberupa tanda “Area Boleh Merokok” dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">menyebabkan kebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">13. Menyebarkan informasi yang tidak jelas dan\nbersifat provokasi\u002F menghasut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">14. Menandatangani Surat Perintah Lembur (SPL)\nPekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">15. Pinjam meminjam uang milik sendiri atau orang\nlain kepada sesama Pekerja dengan praktek rentenir di area perusahaan yang\nmemberatkan Pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">16. Menempelkan,menyebarluaskan dan mengumumkan\nberita palsu\u002F bohong baik secara tertulis maupun secara lisan di lingkungan\nPerusahaan atau media sosial yang dapat menimbulkan keresahan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">17. Lalai atau teledor menjalankan tugas sehingga\nmenyebabkan terjadinya keterlambatan dalam produksi atau menimbulkan kerugian\nbagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">18. Membawa senjata api, senjata tajam atau\nbarang–barang terlarang lainnya ke dalam lingkungan perusahaan tanpa seijin\npimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">19. Memberikan keterangan palsu dan\u002Fatau surat\nketerangan palsu atau surat keterangan yang dipalsukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">20.Pekerja mengeluarkan barang milik perusahaan\nyang tidak sesuai dengan prosedur dan\u002Fatau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">tanpa persetujuan pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">21. Melakukan cekroll\u002F scan in dan out akan tetapi\ntidak bekerja dan\u002Fatau tidak ada di tempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">kerja tanpa sepengetahuan dan ijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">22. Mempergunakan barang atau properti milik\nPerusahaan untuk hal-hal yang sifatnya pribadi tanpa seijin pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">23. Mengunggah, memberikan dan\u002Fatau menyebarkan\nsemua informasi perusahaan kepada pihak di luar perusahaan atau media sosial\ntanpa izin dari manajemen perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.5 Larangan Masuk Kerja Sementara (Skorsing) dapat diberikan apabila\nterjadi hal-hal antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan tindakan skorsing kepada Pekerja yang sedang dalam\nproses pemutusan hubungan kerja selama proses putusan lembaga perselisihan\nhubungan industrial belum ditetapkan sebagaimana diatur dalam peraturan\nperundang-undangan dan Upah selama skorsing tetap dibayar penuh sampai dengan\nadanya keputusan hukum yang tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.6 Apabila ditemukan indikasi Pekerja melakukan pelanggaran berat, maka\nPengusaha dapat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>melakukan PHK setelah ada putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan\nhukum tetap atas pelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang dan\u002F atau uang\nmilik rekan kerja atau Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai atau mengedarkan\nnarkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melakukan perbuatan asusila, yang dilakukan sendiri, berlainan jenis\nmaupun sesama jenis kelamin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Melakukan perjudian di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja atau\npengusaha di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\nbertentangan dengan peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam\nkeadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\ndirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana\npenjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Berkelahi di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Terbukti meminta dan\u002Fatau menerima imbalan berupa uang atau barang di\nsaat proses perekrutan Pekerja baru, promosi Pekerja, atau melakukan pungutan\nliar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Menyalahgunakan ID Card Pekerja lain untuk kepentingan pribadi sehingga\nmenimbulkan kerugian Pekerja dan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Kesalahan berat sebagaimana dimaksud dalam ayat 3.6 harus didukung\ndengan bukti sebagai berikut (SE Menakertrans No. SE-13\u002FMen\u002FSJ-HK\u002FI\u002F2005):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja \u002F Buruh tertangkap tangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Ada pengakuan dari Pekerja \u002F Buruh yang bersangkutan atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bukti lain berupa laporan kejadian yang dibuat oleh pihak yang berwenang\ndiPerusahaan yang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>bersangkutan dan didukung oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap surat peringatan baik surat peringatan tingkat I sampai dengan\nsurat peringatan tingkat III,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>masa berlakunya adalah 6 (enam) bulan sejak surat-surat peringatan tersebut\ndiberikan, dan apabila\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>setelah waktu 6 (enam) bulan pekerja yang diberikan surat peringatan\nberkelakuan baik\u002Fdisiplin,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>maka surat peringatan yang telah diberikan menjadi tidak berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Surat peringatan yang diberikan tidak harus selalu berurutan tingkatnya\ntergantung dari jenis\u002F\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>berat kesalahan yang dilakukan oleh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja yang mendapat sanksi skorsing akan diberikan haknya sesuai dengan\nperaturan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Ketentuan pelaksanaan sanksi atas pelanggaran diatur dalam prosedur\npendisiplinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : HUBUNGAN PEKERJA DAN PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Komunikasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan mempunyai sistem komunikasi dua arah yang bebas, terbuka, dan\nbertanggung jawab antara Pengusaha dengan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_trigger\">\u003Cp>2. Setiap Pekerja berhak untuk menyampaikan pendapat, saran, keterangan dan\nkeluhan mengenai pekerjaannya serta hubungan kerja di dalam Perusahaan kepada\natasan langsung atau kepada bagian yang berwenang untuk itu, melalui saluran\nkomunikasi antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kotak saran\u002Fkeluhan (Grievance Box)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kontak keluhan (Hotline number)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Suara Pekerja (Voice of Employee\u002F VoE)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Komite Pencegahan Penanggulangan Kekerasan dan\nPelecehan (P2KP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Baik Pekerja maupun Perusahaan setiap saat tetap harus memenuhi\nkewajibannya satu terhadap yang lain yaitu antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan\u002F keluh kesah yang\ndapat mengakibatkan timbulnya rasa kurang aman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perusahaan harus segera mengupayakan dan menyelesaikan setiap keluhan\nPekerja dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>sebaik-baiknya dan menghindari timbulnya perselisihan hubungan\nindustrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mengadakan pembinaan, pengawasan serta musyawarah yang dianggap perlu\ndengan sesama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja maupun Pengusaha dengan tidak mengabaikan ketertiban, disiplin dan\ntanggung jawab kerja yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan menganggap perlu untuk menampung setiap aspirasi Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Cara-cara Penyelesaian Keluhan dan Pengaduan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat : 1 Keluhan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja yang telah menyampaikan keluh kesahnya akan\nditindaklanjuti oleh departemen yang terkait dengan keluhan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Keluhan yang disampaikan Pekerja apabila tidak dapat diselesaikan secara\nlangsung akan didiskusikan dan diselesaikan melalui saluran Komunikasi yang\nada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Semua hasil dari keluhan yang disampaikan Pekerja akan ditampilkan di\npapan informasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat : 2 Pengaduan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tahap Pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keluhan\u002F pengaduan disampaikan oleh Pekerja kepada atasannya langsung dan\nditeruskan kebagian HR untuk dibahas dan diselesaikan, dalam waktu maksimal 3\nhari kerja setelah keluhan\u002F pengaduan diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tahap Kedua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila penyelesaian permasalahan Pekerja tidak dapat diselesaikan oleh\natasan langsung maka permasalahan dapat dibawa ke bagian HR dengan didampingi\noleh Serikat Pekerja (Apabila Pekerja sebagai anggota Serikat Pekerja). Dalam\nwaktu yang proporsional bagian HR harus sudah menyelesaikan persoalan\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tahap Ketiga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila alternatif penyelesaian yang diberikan oleh bagian HR dan musyawarah\ndengan Serikat Pekerja, namun tidak memuaskan Pekerja maka Pekerja dapat\nmeminta bantuan petugas perantara ketenagakerjaan (tripartit) untuk\nmenyelesaikan persoalan tersebut. Dalam setiap penyelesaian keluhan dan\npengaduan, jika diperlukan dapat melibatkan semua pihak terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha maupun Pekerja\u002F Serikat Pekerja harus menjaga agar masalah\ntidak timbul dan tidak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA, UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA\nKERJA, UANG PISAH DAN UANG PENSIUN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tata cara atau prosedur Pemutusan Hubungan Kerja oleh perusahaan\ndilaksanakan menurut ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan no. 13 tahun 2003\ndan peraturan pelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemutusan Hubungan Kerja dapat terjadi karena alasan-alasan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja mengundurkan diri atas kemauan sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja melakukan kesalahan - kesalahan berat sebagaimana diatur pada\nPasal 54 PKB ayat 3.6\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja mencapai usia pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja diputuskan hubungan kerjanya oleh Perusahaan melalui putusan\npengadilan hubungan industrial (PHI)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan terus menerus setelah\nmelampaui batas 12 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pekerja mangkir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Perusahaan tutup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Perubahan status, penggabungan, peleburan, atau perubahan kepemilikan\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Pekerja ditahan oleh pihak berwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Perusahaan melakukan reorganisasi dan restrukturisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Kesepakatan bersama dari pihak Pengusaha dan Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : PHK Karena Pekerja Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila Pekerja meninggal dunia, maka hubungan kerja secara otomatis\nputus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : PHK Karena Pekerja Mengundurkan Diri dari Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Bagi Pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, tidak berhak\natas Uang Pesangon dan Uang Penghargaan masa kerja tetapi berhak memperoleh\nUang Pisah dan Uang Penggantian Hak sebagaimana diatur pada Pasal 156 ayat 4\nUndang-Undang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang mengundurkan diri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus\nmemenuhi syarat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mengajukan permohonan pengunduran diri secara\ntertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai\npengunduran diri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tidak terikat dalam ikatan dinas; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal\nmulai pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan hubungan kerja dengan alasan pengunduran diri atas kemauan\nsendiri dilakukan tanpa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : PHK Karena Kesalahan – Kesalahan Berat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila ditemukan indikasi Pekerja melakukan pelanggaran berat, maka\nPengusaha dapat melakukan PHK setelah ada putusan pengadilan yang telah\nmempunyai kekuatan hukum tetap atas pelanggaran sesuai pasal 54 ayat 3.6.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal terdapat \"alasan mendesak\" yang mengakibatkan tidak\nmemungkinkan hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dilanjutkan, maka pengusaha dapat menempuh upaya penyelesaian melalui\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : PHK Karena Mencapai Usia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja ditetapkan memasuki masa pensiun dengan usia pensiun 56 (lima\npuluh enam) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemberitahuan pemutusan hubungan kerja karena memasuki usia pensiun akan\ndisampaikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>secara tertulis oleh Departemen HR kepada Pekerja yang bersangkutan\nsekurang-kurangnya 1 (satu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>tahun sebelumnya dan diulangi 1 (satu) bulan sebelum masa pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan hubungan kerja tersebut dilakukan pada akhir bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : PHK Karena Pelanggaran Peraturan Perusahaan dan Kesepakatan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat melakukan pemutusan hubungan kerja jika Pekerja tetap\nmelakukan pelanggaran pada saat surat peringatan ketiga (terakhir) belum habis\nmasa berlakunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : PHK Karena Pekerja sakit berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>1. Pekerja\u002F buruh yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat\nakibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\nmelampaui batas 12 (dua belas) bulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja.\nUntuk 4 bulan selanjutnya, perusahaan akan melakukan peninjauan kembali sebelum\ndilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002F buruh yang mengalami sakit berkepanjangan bukan karena\nkecelakaan kerja dan belum mampu bekerja kembali, maka masing-masing pihak\nberhak melakukan pemutusan hubungan kerja sesuai dengan peraturan dan\nUndang-Undang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : PHK Karena Pekerja Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut\ntanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan\ntelah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan tertulis dapat\ndiputus hubungan kerjanya karena dikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Keterangan tertulis dengan bukti yang sah sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1) harus diserahkan paling lambat pada hari pertama Pekerja\u002F buruh masuk\nbekerja. Tenggang waktu antara pemanggilan pertama dan kedua paling sedikit 3\n(tiga) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pekerja\u002F\nburuh yang bersangkutan berhak menerima uang penggantian hak sesuai ketentuan\ndan diberikan uang pisah yang besarnya dan pelaksanaannya diatur dalam\nperjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : PHK Karena Perusahaan Tutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap Pekerja\u002F\nburuh karena perusahaan tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian\nsecara terus menerus selama 2 (dua) tahun, atau keadaan memaksa (force\nmajeure), dan\u002Fatau perusahaan pailit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sebelum pelaksanaan PHK sesuai ayat 1, pengusaha terlebih dahulu\nmenyampaikan pemberitahuan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : PHK Karena Perusahaan Mengalami Perubahan status\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan hubungan kerja dapat terjadi apabila terjadi perubahan status,\npenggabungan, peleburan, atau perubahan kepemilikan perusahaan dan Pekerja\ntidak bersedia melanjutkan hubungan kerja, atau Perusahaan tidak bersedia\nmenerima Pekerja di perusahaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : PHK Karena Pekerja Ditahan Pihak Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Pekerja ditahan pihak yang berwajib karena diduga melakukan\ntindak pidana bukan atas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pengaduan perusahaan, maka perusahaan tidak wajib membayar upah tetapi wajib\nmemberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>bantuan kepada keluarga Pekerja yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Untuk 1 (satu) orang tanggungan 25% (dua puluh\nlima perseratus) dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Untuk 2 (dua) orang tanggungan 35% (tiga puluh\nlima perseratus) dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Untuk 3 (tiga) orang tanggungan 45% (empat puluh\nlima perseratus) dari upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Untuk 4 (empat) orang tanggungan atau lebih 50%\n(lima puluh perseratus) dari upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan untuk paling lama 6\n(enam) bulan kalender terhitung sejak hari pertama Pekerja ditahan oleh pihak\nyang berwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap Pekerja yang\nsetelah 6 (enam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>bulan tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya karena dalam\nproses perkara pidana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan sebagaimana dimaksud berakhir dan Pekerja dinyatakan tidak bersalah, maka\nperusahaan wajib mempekerjakan Pekerja kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan berakhir dan Pekerja dinyatakan bersalah, maka perusahaan dapat melakukan\npemutusan hubungan kerja kepada Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : PHK Karena Re-organisasi dan Re-strukturisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat melakukan pemutusan hubungan kerja untuk mengurangi jumlah\ntenaga kerja guna menyesuaikan dengan kebutuhan usaha dan\u002Fatau operasi yang\ntimbul dari berubahnya struktur jabatan dan organisasi perusahaan yang\nmengakibatkan hilangnya sebagian posisi dan\u002Fatau jabatan tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Kompensasi Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, dan\nPenggantian Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Uang pesangon adalah merujuk kepada pasal 156 ayat 2 Undang-Undang\nKetenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Uang penghargaan masa kerja adalah merujuk kepada pasal 156 ayat 3\nUndang-Undang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Uang penggantian hak adalah merujuk kepada pasal 156 ayat 4 Undang-Undang\nKetenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Penjelasan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan penggantian\nhak diatur dalam Pasal 70.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Besarnya Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, Uang Pisah,\ndan Penggantian Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>1. Pemberian Uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak\ndibayarkan sekaligus yang dilakukan pada saat pemutusan hubungan kerja yang\nbesarnya diatur pada pasal 73 pada PKB ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>2. Ketentuan besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan\npenggantian hak sesuai\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Besarnya uang pesangon ditetapkan paling sedikit sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja kurang dari 1 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 8 tahun atau lebih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Besarnya uang penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 24 tahun atau lebih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Besarnya Uang Pisah ditetapkan sebagai berikut: Masa kerja 3 tahun atau\nlebih tetapi kurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 9 tahun atau lebih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 kali Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Penggantian hak ditetapkan sekurang-kurangnya meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Cuti \u002F istirahat tahunan yang belum diambil dan belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Biaya atau ongkos pulang untuk Pekerja dan keluarganya ke tempat dimana\nPekerja diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan sebesar\n15% dari uang pesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja dan\u002Fatau uang pisah\nbagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang pesangon,\nuang penghargaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>masa kerja, dan uang penggantian hak terdiri atas Upah Pokok dan Tunjangan\nTetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja baik oleh Perusahaan\nmaupun kemauan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja sendiri berhak atas sisa cuti yang dibayarkan oleh Perusahaan kepada\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Upah pokok dan tunjangan jabatan bagi Pekerja yang di-PHK, baik itu oleh\nPerusahaan maupun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>karena permintaan sendiri akan dibayarkan berdasarkan kehadiran Pekerja\nsebelum mengundurkan diri dengan merujuk kepada PKB Pasal 27 ayat 8.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Jika terdapat hak Pekerja berupa Uang pisah,Uang pesangon, dan hak-hak\nlainnya akan dibayarkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>bersamaan dengan tanggal pembayaran gaji di bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Larangan PHK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>1. Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter\nselama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus menerus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban\nterhadap negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja menikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja perempuan hamil, melahirkan, gugur kandungan, atau menyusui\nbayinya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f. Pekerja mempunyai pertalian darah dan\u002F atau ikatan perkawinan dengan\nPekerja lainnya di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian\nkerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pekerja mendirikan, menjadi anggota dan\u002F atau pengurus Serikat Pekerja,\nPekerja melakukan kegiatan Serikat Pekerja di luar jam kerja, atau di dalam jam\nkerja atas kesepakatan mengusaha, atau berdasarkan ketentuan yang diatur dalam\nperjanjian kerja, atau Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Pekerja yang mengadukan pengusaha kepada yang berwajib mengenai perbuatan\npengusaha yang melakukan tindak pidana kejahatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Karena perbedaan paham, agama, aliran politik, suku, warna kulit,\ngolongan, jenis kelamin, kondisi fisik, atau status perkawinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Pekerja dalam keadaan cacat tetap atau sakit akibat kecelakaan kerja,\natau sakit karena hubungan kerja yang menurut surat keterangan dokter yang\njangka waktu penyembuhannya belum dapat dipastikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan dengan alasan sebagaimana\ndimaksud dalam ayat (1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>batal demi hukum dan pengusaha wajib mempekerjakan kembali Pekerja yang\nbersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : PHK Tanpa Penetapan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja masih dalam masa percobaan kerja, bilamana telah dipersyaratkan\nsecara tertulis sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja mengajukan permintaan pengunduran diri, secara tertulis atas\nkemauan sendiri tanpa ada indikasi adanya tekanan\u002F intimidasi dari\npengusaha,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja mencapai usia pensiun sesuai dengan ketetapan perjanjian kerja\nbersama, atau peraturan perundang- undangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Tabel PHK dan Besar Kompensasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan, besar kompensasi yang diberikan\nmenurut jenis penyebab Pemutusan Hubungan Kerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PENYEBAB\n        PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJ\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">UANG\n        PESANGON (Merujuk ke pasal 70 ayat 2.a)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PENGHARGAAN\n        MASA KERJA Merujuk ke pasal 70\n\n        \u003Cp>ayat 2.b)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">UANG\n        PENGGANTIAN HAK (Merujuk ke pasal 70 Ayat 2.d)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">UANG\n        PISAH (Merujuk ke pasal 70 Ayat 2.c)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Mengundurkan diri\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Memasuki usia pensiun (56 tahun)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pekerja melakukan pelanggaran terhadap peraturan perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1x\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak ada\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pekerja sakit berkepanjangan setelah 12 bulan dan cacat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 x\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pekerja meninggal dunia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 x\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Mangkir 5 hari berturut-turut\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1\u002F2 (satu per dua) x\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Ditahan pihak yang berwajib\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Melakukan kesalahan berat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>1\u002F3 (satu per tiga) x\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Perubahan Status Perusahaan dan Pekerja tidak mau melanjutkan\n        hubungan kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Perubahan Status Perusahaan berubah dan Perusahaan tidak mau\n        melanjutkan hubungan kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Perusahaan melakukan re-organisasi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Perusahaan tutup karena rugi terus menerus selama 2 tahun atau force\n        majeure atau perusahaan pailit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak Ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : HUBUNGAN INDUSTRIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 74 : Pengertian Hubungan Industrial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hubungan Industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara\npara pihak dalam proses produksi barang dan jasa yang terdiri dari unsur\nPerusahaan, Pekerja\u002F Serikat Pekerja, dan pemerintah yang didasarkan pada\nnilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dan Pekerja\u002F Serikat Pekerja sepakat untuk melaksanakan\nhubungan kerja yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Sebagaimana dimaksud Undang-Undang No. 2 tahun 2004 dan Undang-Undang No.\n13 tahun 2003 serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku tentang\nPenyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Perselisihan Hubungan Industrial\nadalah perbedaan pendapat mengakibatkan pertentangan antara Pengusaha dan\nPekerja\u002F Serikat Pekerja dikarenakan adanya perselisihan Hak, perselisihan\nkepentingan, perselisihan PHK dan perselisihan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Peraturan yang mengatur internal unit dalam perusahaan sepanjang tidak\nbertentangan dengan pasal-pasal yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) tetap berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 75 : Mogok Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-strikes_trigger\">\u003Cp>1. Mogok kerja adalah tindakan Pekerja\u002F buruh yang direncanakan dan\ndilaksanakan secara bersama- sama dan\u002F atau oleh serikat pekerja\u002Fserikat buruh\nuntuk menghentikan atau memperlambat pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mogok kerja harus dilakukan secara sah, tertib, dan damai\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Sekurang-kurangnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sebelum mogok kerja\ndilaksanakan, Pekerja\u002Fburuh dan Serikat Pekerja\u002F Serikat buruh wajib\nmemberitahukan secara tertulis kepada pengusaha dan instansi yang bertanggung\njawab di bidang ketenagakerjaan setempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal mogok kerja akan dilakukan oleh Pekerja yang tidak menjadi\nanggota Serikat Pekerja\u002FSerikat buruh, maka pemberitahuan ditandatangani oleh\nperwakilan Pekerja\u002F buruh yang ditunjuksebagai koordinator dan\u002F atau penanggung\njawab mogok kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha dapat mengambil tindakan sementara demi menyelamatkan alat\nproduksi dan aset perusahaan, dengan cara melarang Pekerja yang mogok kerja\nberada di lokasi kegiatan proses produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Sebelum dan selama mogok kerja berlangsung, instansi yang bertanggung\njawab di bidang ketenagakerjaan wajib menyelesaikan masalah yang menyebabkan\ntimbulnya pemogokan dengan mempertemukan dan merundingkan dengan para pihak\nyang berselisih, dan para pihak dan pegawai dari instansi sebagai saksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dalam hal perundingan tidak menghasilkan kesepakatan, maka penyelesaian\nperselisihan hubungan industrial diselesaikan secara tripartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Mogok kerja yang dilakukan tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud\ndalam Pasal 139 dan Pasal 140 Undang-Undang Ketenagakerjaan adalah mogok kerja\ntidak sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Siapapun tidak dapat menghalang-halangi, melakukan penangkapan dan\u002F atau\npenahanan terhadap Pekerja\u002F buruh dan Serikat Pekerja\u002F Serikat buruh untuk\nmenggunakan hak mogok kerja yang dilakukan secara sah, tertib, dan damai sesuai\ndengan peraturan perundangundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Terhadap mogok kerja yang dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagaimana\ndimaksud dalam Pasal 140, pengusaha dilarang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. mengganti Pekerja\u002F buruh yang mogok kerja dengan Pekerja\u002F buruh lain dari\nluar perusahaan; atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. memberikan sanksi atau tindakan balasan dalam bentuk apapun kepada\nPekerja\u002F buruh dan pengurus Serikat Pekerja\u002F Serikat buruh selama dan sesudah\nmelakukan mogok kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Dalam hal Pekerja\u002F buruh yang melakukan mogok kerja secara sah dalam\nmelakukan tuntutan hak normatif yang sungguh-sungguh dilanggar oleh pengusaha,\nPekerja\u002F buruh berhak mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : PERATURAN TAMBAHAN, PERALIHAN DAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 76 : Peraturan Tambahan dan Peraturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>A. Peraturan Tambahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini akan disusun\nkemudian oleh perusahaan bersama dengan Serikat Pekerja dengan diketahui oleh\nDinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Karawang yang tertuang dalam adendum\nsehingga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila salah satu pihak akan merundingkan hal-hal yang berkaitan dengan\nHubungan Industrial, atau hal-hal lain yang kaitannya dalam perbaikan kebijakan\nPerusahaan, baik yang telah dibuat atau belum, maka pihak yang akan\nmerundingkan harus mengajukan pemberitahuan secara tertulis kepada pihak\nterkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Selama dalam proses perundingan, masing-masing pihak tetap melakukan\nfungsi dan kewajiban masing-masing sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Peraturan Peralihan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini disusun dan disepakati mengacu kepada\nperaturan perundang- undangan ketenagakerjaan yang berlaku, disampaikan kepada\npihak pengusaha, pihak Serikat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Karawang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila terjadi perubahan ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan\ndan sudah disepakati Perjanjian Kerja Bersama (PKB), maka ketentuan yang\nberlaku adalah peraturan perundang undangan yang berlaku sepanjang\nundang-undang tersebut tidak lebih rendah dari Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila terjadi perubahan organisasi maupun pengurus pihak-pihak yang\nmengadakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, masa berlakunya sampai dengan\nwaktu yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila perjanjian kerja bersama (PKB) habis masa berlakunya, maka\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) yang lama diberlakukan sampai Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) yang baru selesai dirumuskan dan ditandatangani.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap perubahan pelaksanaan isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini harus\ndimusyawarahkan terlebih dahulu antara pengusaha dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 77 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini disusun dan disepakati dengan mengacu\nkepada peraturan perundang-undangan yang berlaku dibuat rangkap 3 yang\nmempunyai kekuatan hukum yang sama terdiri dari 14 (empat belas) bab dan 77\n(tujuh puluh tujuh) pasal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini didaftarkan kepada Dinas Tenaga Kerja\ndan Transmigrasi Kab. Karawang, disampaikan kepada pihak Pengusaha dan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>3. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku untuk masa 2 (dua) tahun\nterhitung tanggal 16 April 2020 s\u002Fd 15 April 2022.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak\ntanpa paksaan atau tekanan dari pihak lain dan dalam keadaan sehat\njasmani-rohani serta dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">LEMBAR\nPENGESAHAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PEMBERLAKUAN\nPERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PT CHANG SHIN\nINDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PERIODE 2020\n– 2022\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">DITETAPKAN DI:\nKARAWANG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">TANGGAL: 1\nAPRIL 2020\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK MANAJEMEN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KIM JONG CHUL\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>GM DIRECTOR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PUK TSK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>FSPEK KASBI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>RUDI HARLAN TARYA MIHARJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA SEKERTARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ADE PRIYATNA EJANG MULYANA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA SEKERTARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PPA – PPMI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KSN - FSPK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>WAWAN S YUGA YUNIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA SEKERTARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>APEN MAULANA PUPUNG FAUZI SEKERTARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KIM SEUNG YONG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>EM DIRECTOR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SBCSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PUK – SPAI FSPMI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SAPUJUDIN ASEP GINADI PUTRA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA SEKERTARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MUH DONI JUNAEDI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA SEKERTARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SUCI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HR LEADER\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MAMAN KURNIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HRD RELATION\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SERBUK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DONI FIRDAUS DIKA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA SEKERTARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_start_date":49,"cbadate_end":51,"cbadate_end_date":53,"trainingprogrammes":55,"pensionfund":59,"disabilityfund":63,"contracttrial":67,"contracttrialperiod":71,"contractseverancepay":73,"contractseverancepay1":77,"severance_number":81,"severance_number_1_tenure":85,"maxsicknesspay":89,"sicknessmaxdays":93,"menstruationleave":97,"disabilitypay":101,"healthinsurance":105,"healthinsurancerelatives":109,"healthcareaccess":113,"protectiveclothing":117,"hivpolicy":121,"paidmaternityleave":125,"paidmaternityleaveduration":129,"jobsecuritymothers":131,"maternitydiscrimination":135,"maternityotherclause":139,"breastfeeding_dangerouswork":143,"alternatives":147,"timeoff":149,"paidpaternityleave":153,"paidpaternityleaveduration":157,"paidpaternityleavepay":159,"deathrelatives":163,"marriage":167,"marriageleave":170,"discrimination":172,"sexualhar":174,"violence":178,"hourspday_select":182,"hourspday":186,"hourspweek_select":188,"hourspweek":190,"dayspweek_select":192,"dayspweek":194,"PAIDLEAV_trigger":196,"holidaysdays":200,"bankholidays1":202,"schedulesrestpw":206,"hoursovertimemax":210,"MAXHOURS_trigger":214,"TRADEUNLEAV_trigger":216,"STRUCINCR_trigger":220,"LOWWAGE_trigger":224,"ONCERISE_trigger":228,"oncerise_detail":232,"incidentalbonustype2":235,"incidentalbonusperc1":238,"NOCTPREM_trigger":240,"OVERTIME_trigger":244,"overtimeallowanceperc1_general":248,"overtimeallowancetype":252,"overtimeallowanceperc1":254,"sundayallowancetype":258,"sundayallowanceperc1":262,"SENIOR_trigger":266,"mealvouchers":270,"strikes_trigger":274,"direct_participation_trigger":278,"coverunion_trigger":282},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"cbadate_start","3. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini be","3. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku untuk masa 2 (dua) tahun\nterhitung tanggal 16 April 2020 s\u002Fd 15 April 2022.",{"bindId":50,"name":47,"text":48},"cbadate_start_date",{"bindId":52,"name":47,"text":48},"cbadate_end",{"bindId":54,"name":47,"text":48},"cbadate_end_date",{"bindId":56,"name":57,"text":58},"trainingprogrammes","1. Untuk meningkatkan pengetahuan, keter","1. Untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan Pekerja serta memenuhi\nkebutuhan Perusahaan, maka Perusahaan akan memberikan kesempatan kepada Pekerja\nuntuk mengikuti pendidikan dan latihan.",{"bindId":60,"name":61,"text":62},"pensionfund","d. Iuran jaminan pensiun sebesar 3% dari","d. Iuran jaminan pensiun sebesar 3% dari upah Pekerja setiap bulannya yang\nterdiri dari 2% merupakan tanggungan Perusahaan dan 1% menjadi tanggungan\nPekerja, dan akan disesuaikan dengan ketentuan pemerintah yang berlaku.",{"bindId":64,"name":65,"text":66},"disabilityfund","a. Iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) ","a. Iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) sebesar 0,89% dari upah Pekerja\nsetiap bulannya dan menjadi tanggungan Perusahaan",{"bindId":68,"name":69,"text":70},"contracttrial","1. Sesuai ketentuan peraturan perundang-","1. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, setiap\nPekerja yang diterima dan dipekerjakan untuk waktu tidak tertentu, akan\nmenjalani masa percobaan selama 3 (tiga) bulan.",{"bindId":72,"name":69,"text":70},"contracttrialperiod",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"contractseverancepay","1. Pemberian Uang pesangon, uang penghar","1. Pemberian Uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak\ndibayarkan sekaligus yang dilakukan pada saat pemutusan hubungan kerja yang\nbesarnya diatur pada pasal 73 pada PKB ini.",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"contractseverancepay1","2. Ketentuan besarnya uang pesangon, uan","2. Ketentuan besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan\npenggantian hak sesuai\n\ndengan Undang-Undang Ketenagakerjaan sebagai berikut:\n\na. Besarnya uang pesangon ditetapkan paling sedikit sebagai berikut:\n\nMasa kerja kurang dari 1 tahun\n\n1 kali Upah Sebulan\n\nMasa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun\n\n2 kali Upah Sebulan\n\nMasa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun\n\n3 kali Upah Sebulan\n\nMasa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun\n\n4 kali Upah Sebulan\n\nMasa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\n\n5 kali Upah Sebulan\n\nMasa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\n\n6 kali Upah Sebulan\n\nMasa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun\n\n7 kali Upah Sebulan\n\nMasa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun\n\n8 kali Upah Sebulan\n\nMasa kerja 8 tahun atau lebih\n\n9 kali Upah Sebulan",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"severance_number","Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kur","Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\n\n6 kali Upah Sebulan",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"severance_number_1_tenure","Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kur","Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun\n\n2 kali Upah Sebulan",{"bindId":90,"name":91,"text":92},"maxsicknesspay","2. Apabila Pekerja menderita sakit yang ","2. Apabila Pekerja menderita sakit yang berkepanjangan sehingga tidak dapat\nmelakukan pekerjaannya, maka upah dibayar dengan ketentuan sebagai berikut :\n\n2.1 Untuk empat bulan pertama upah dibayar sebesar\n100%\n\n2.2 Untuk empat bulan kedua dibayar sebesar 75%\n\n2.3 Untuk empat bulan ketiga dibayar sebesar 50%\n\n2.4 Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25%\nsebelum dilakukan pemutusan hubungan kerja",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"sicknessmaxdays","1. Pekerja\u002F buruh yang mengalami sakit b","1. Pekerja\u002F buruh yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat\nakibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\nmelampaui batas 12 (dua belas) bulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja.\nUntuk 4 bulan selanjutnya, perusahaan akan melakukan peninjauan kembali sebelum\ndilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).\n\n2. Pekerja\u002F buruh yang mengalami sakit berkepanjangan bukan karena\nkecelakaan kerja dan belum mampu bekerja kembali, maka masing-masing pihak\nberhak melakukan pemutusan hubungan kerja sesuai dengan peraturan dan\nUndang-Undang Ketenagakerjaan.",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"menstruationleave","3. Pekerja perempuan yang dalam masa hai","3. Pekerja perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada Perusahaan tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua.\nPemberitahuan harus dilakukan segera pada saat merasakan sakit yang harus\ndibuktikan dengan surat keterangan dokter.",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"disabilitypay","3. Apabila Pekerja menderita sakit berke","3. Apabila Pekerja menderita sakit berkepanjangan yang disebabkan oleh\nkecelakaan kerja, maka upah dibayar dengan ketentuan sebagai berikut :\n\na. 6 bulan pertama sebanyak 100% dari upah\n\nb. 6 bulan kedua 100% dari upah\n\nc. 6 bulan ketiga 50%",{"bindId":106,"name":107,"text":108},"healthinsurance","1. Perusahaan mendaftarkan Pekerja sebag","1. Perusahaan mendaftarkan Pekerja sebagai peserta BPJS Kesehatan sesuai\ndengan Undang –Undang No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan\nSosial dan Peraturan Presiden No.12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan dan\nPeraturan Presiden No. 111 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Jaminan\nKesehatan.",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"healthinsurancerelatives","7. Jaminan Kesehatan ini hanya diperuntu","7. Jaminan Kesehatan ini hanya diperuntukkan untuk keluarga dari Pekerja\nyang terdiri dari Suami\u002FIstri dan 3 (tiga) orang anak yang sah secara hukum\n(khusus untuk anak belum berusia 21 tahun\u002Fbelum menikah dan belum bekerja).",{"bindId":114,"name":115,"text":116},"healthcareaccess","2. Perusahaan memberikan pelayanan keseh","2. Perusahaan memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh Pekerja dengan\nmenyediakan fasilitas poliklinik di Perusahaan 24 jam.",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"protectiveclothing","1. Pengusaha wajib menyediakan alat peli","1. Pengusaha wajib menyediakan alat pelindung diri untuk menjamin keamanan\ndan keselamatan Pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya sebagaimana diatur\ndalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi No. Per-08\u002FMEN\u002FVII\u002F2010\ntentang Alat Pelindung Diri, Pengusaha wajib menyediakan alat-alat perlindungan\ndiri sesuai dengan jenis dan sifat pekerjaannya.",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"hivpolicy","9. Perusahaan melakukan pemeriksaan kese","9. Perusahaan melakukan pemeriksaan kesehatan \u002F Medical Check Up (MCU)\nkepada calon Pekerja dan berkala satu tahun sekali atau enam bulan sekali\n(periodik) kepada Pekerja, sesuai kebutuhan, kondisi, dan area pekerjaan.",{"bindId":126,"name":127,"text":128},"paidmaternityleave","1. Pekerja perempuan berhak memperoleh i","1. Pekerja perempuan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan\nsebelum saatnya melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan\nmenurut perkiraan dan dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter kandungan\natau bidan.",{"bindId":130,"name":127,"text":128},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":132,"name":133,"text":134},"jobsecuritymothers","1. Pengusaha dilarang melakukan pemutusa","1. Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan :\n\na. Pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter\nselama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus menerus\n\nb. Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban\nterhadap negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang\nberlaku\n\nc. Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya\n\nd. Pekerja menikah\n\ne. Pekerja perempuan hamil, melahirkan, gugur kandungan, atau menyusui\nbayinya",{"bindId":136,"name":137,"text":138},"maternitydiscrimination","5. Proses seleksi, penerimaan, dan penem","5. Proses seleksi, penerimaan, dan penempatan memberikan dan memberlakukan\nhak yang sama untuk laki-laki dan perempuan dan keputusan pengangkatan tidak\ndibuat berdasarkan Jenis Kelamin, Ras, Agama, Usia, Keterbatasan Fisik,\nOrientasi Seksual, Kehamilan, Status Perkawinan, Kewarganegaraan, Pandangan\nPolitik, Afiliasi Serikat Pekerja, latar belakang sosial atau etnik, atau\nstatus lainnya yang dilindungi oleh undang-undang negara.",{"bindId":140,"name":141,"text":142},"maternityotherclause","2. Pekerja perempuan yang mengalami kegu","2. Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat 1,5 (satu setengah) bulan dimulai dari tanggal kejadian dan\ndibuktikan dengan surat keterangan dari dokterkandungan.",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"breastfeeding_dangerouswork","6. Bagi Pekerja perempuan yang hamil tid","6. Bagi Pekerja perempuan yang hamil tidak diperbolehkan bekerja lembur atau\nbekerja malam.",{"bindId":148,"name":145,"text":146},"alternatives",{"bindId":150,"name":151,"text":152},"timeoff","2. Pekerja wanita hamil diberikan dispen","2. Pekerja wanita hamil diberikan dispensasi 10 (sepuluh) menit lebih awal\nuntuk istirahat dan pulang kerja.",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"paidpaternityleave","1.4 Istri sah pekerja melahirkan\u002Fkegugur","1.4 Istri sah pekerja melahirkan\u002Fkeguguran: 2 hari\nkerja",{"bindId":158,"name":155,"text":156},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":160,"name":161,"text":162},"paidpaternityleavepay","1. Ijin meninggalkan pekerjaan dengan me","1. Ijin meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah (sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku)\n\n1.1 Pernikahan Pekerja: 3 hari kerja\n\n1.2 Pernikahan saudara kandung Pekerja: 1 hari\nkerja\n\n1.3 Pernikahan anak sah Pekerja: 2 hari kerja\n\n1.4 Istri sah pekerja melahirkan\u002Fkeguguran: 2 hari\nkerja",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"deathrelatives","1.6 Kematian keluarga, yaitu a.orang tua","1.6 Kematian keluarga, yaitu\n\na.orang tua atau mertua : 2 hari kerja\n\nb. suami\u002Fistri, anak yang sah: 3 hari kerja",{"bindId":168,"name":169,"text":169},"marriage","1.1 Pernikahan Pekerja: 3 hari kerja",{"bindId":171,"name":169,"text":169},"marriageleave",{"bindId":173,"name":137,"text":138},"discrimination",{"bindId":175,"name":176,"text":177},"sexualhar","c. Pelecehan seksual berupa bahasa tubuh","c. Pelecehan seksual berupa bahasa tubuh dan\u002Fatau\ngerakan tubuh bernada seksual, kerlingan yang dilakukan berulang-ulang, menatap\ntubuh penuh nafsu, isyarat dengan jari tangan, menjilat bibir, bersiul, kedipan\nmata yang ditujukan kepada orang lain.\n\nd. Pelecehan seksual yang memperlihatkan materi\npornografi berupa foto, video, poster, gambar kartun, screensaver, email, SMS\ndan media komunikasi elektronik lainnya.\n\ne. Pelecehan fisik berupa sentuhan yang tidak\ndiinginkan yang mengarah ke perbuatan seksual seperti mencium, memeluk,\nmengelus, menempelkan tubuh atau sentuhan fisik lainnya.\n\nf. Pelecehan seksual berupa ucapan verbal\u002F komentar\nyang tidak diinginkan tentang bagian tubuh atau penampilan seseorang, termasuk\nlelucon dan komentar bermuatan seksual.",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"violence","b. Kekerasan fisik yang membuat seseoran","b. Kekerasan fisik yang membuat seseorang tidak\nterima atau merasa tersakiti, seperti mendorong, menendang, menarik, mencubit,\nmenyentil, menunjuk hingga menyentuh yang tidak menimbulkan cedera, menunjuk ke\narah wajah atau tubuh lainnya dalam keadaan emosi, candaan, atau bersifat\npelecehan seksual.\n\nc. Melakukan tindakan kekerasan secara tidak\nlangsung seperti melempar, menendang, memukul benda sehingga orang lain merasa\nterintimidasi.",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"hourspday_select","1. Penetapan Waktu Kerja didasarkan kepa","1. Penetapan Waktu Kerja didasarkan kepada kebutuhan Perusahaan dengan\nmemperhatikan Pasal 77 Undang-Undang No. 13 tahun 2003. Jumlah jam kerja 40\njam\u002F minggu dengan rincian jika 5 hari kerja adalah 8 (delapan) jam kerja\nsehari sedangkan untuk 6 hari kerja adalah 7 (tujuh) jam kerja pada hari Senin\n– Jum’at dan 5 (lima) jam kerja pada hari Sabtu.",{"bindId":187,"name":184,"text":185},"hourspday",{"bindId":189,"name":184,"text":185},"hourspweek_select",{"bindId":191,"name":184,"text":185},"hourspweek",{"bindId":193,"name":184,"text":185},"dayspweek_select",{"bindId":195,"name":184,"text":185},"dayspweek",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"PAIDLEAV_trigger","1. Jika Pekerja telah mempunyai masa ker","1. Jika Pekerja telah mempunyai masa kerja 12 bulan terus menerus berhak\nmendapat cuti tahunan 12 hari kerja.",{"bindId":201,"name":198,"text":199},"holidaysdays",{"bindId":203,"name":204,"text":205},"bankholidays1","1. Hari-hari libur yang diakui sah oleh ","1. Hari-hari libur yang diakui sah oleh Perusahaan adalah hari-hari libur\nresmi yang ditetapkan oleh pemerintah.",{"bindId":207,"name":208,"text":209},"schedulesrestpw","1. Setelah bekerja selama 5 (lima) hari ","1. Setelah bekerja selama 5 (lima) hari berturut-turut dalam 1 (satu) minggu\nmaka Pekerja diberikan istirahat selama 2 (dua) hari (untuk 5 hari kerja).\n\n2. Setelah bekerja selama 6 (enam) hari berturut-turut dalam 1 (satu) minggu\nmaka Pekerja diberikan istirahat selama 1 (satu) hari (untuk 6 hari kerja).",{"bindId":211,"name":212,"text":213},"hoursovertimemax","2. Jam kerja lembur dapat dilakukan maks","2. Jam kerja lembur dapat dilakukan maksimal 3 jam dalam sehari dan maksimal\n14 jam seminggu.",{"bindId":215,"name":212,"text":213},"MAXHOURS_trigger",{"bindId":217,"name":218,"text":219},"TRADEUNLEAV_trigger","1. Dispensasi Serikat Pekerja a. Penguru","1. Dispensasi Serikat Pekerja\n\na. Pengurus dan\u002Fatau anggota Serikat Pekerja yang akan mengajukan dispensasi\nharus melampirkan data\u002Fdokumen minimal 3 (tiga) hari kerja sebelum kegiatan,\nkecuali keadaan yang bersifat mendadak dan dapat dipertanggungjawabkan.\n\nb. Ketentuan huruf a ditujukan agar Departemen dapat mengatur pekerjaannya\natau jalannya produksi.",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"STRUCINCR_trigger","1. Kenaikan upah Pekerja dilaksanakan da","1. Kenaikan upah Pekerja dilaksanakan dalam periode satu kali setahun.\n\n2. Kenaikan upah karena prestasi waktunya ditetapkan dalam ketentuan\ntersendiri.",{"bindId":225,"name":226,"text":227},"LOWWAGE_trigger","3. Besarnya upah minimum bagi seluruh Pe","3. Besarnya upah minimum bagi seluruh Pekerja PT. Chang Shin Indonesia\ndidasarkan pada penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Karawang\nsetiap tahunnya.",{"bindId":229,"name":230,"text":231},"ONCERISE_trigger","1. Perusahaan wajib memberikan tunjangan","1. Perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya keagamaan berupa uang\nsebesar 1 (satu) bulan upah tetap bagi yang telah bekerja 1 (satu) tahun atau\nlebih.\n\n2. Bagi yang masa kerjanya 1 (satu) bulan atau lebih tapi kurang dari satu\ntahun diberikan secara proporsional (masa kerja12) X Upah tetap sebulan\n\n3. Pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun akan diberikan\ntambahan Tunjangan Hari Raya yang besarannya sesuai kebijakan Perusahaan yang\ndisepakati dengan Serikat Pekerja.\n\n4. Pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhitung 30 (tiga\npuluh hari) hari sebelumhari raya Idul Fitri maka pekerja tetap berhak\nmendapatkan THR sesuai masa kerjanya.\n\n5. Pembayaran THR oleh Perusahaan dibayarkan secepat-cepatnya 2 (dua) minggu\ndan\u002Fatau\n\nselambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum hari raya Idul Fitri.",{"bindId":233,"name":230,"text":234},"oncerise_detail","1. Perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya keagamaan berupa uang\nsebesar 1 (satu) bulan upah tetap bagi yang telah bekerja 1 (satu) tahun atau\nlebih.\n\n2. Bagi yang masa kerjanya 1 (satu) bulan atau lebih tapi kurang dari satu\ntahun diberikan secara proporsional (masa kerja12) X Upah tetap sebulan",{"bindId":236,"name":230,"text":237},"incidentalbonustype2","1. Perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya keagamaan berupa uang\nsebesar 1 (satu) bulan upah tetap bagi yang telah bekerja 1 (satu) tahun atau\nlebih.",{"bindId":239,"name":230,"text":237},"incidentalbonusperc1",{"bindId":241,"name":242,"text":243},"NOCTPREM_trigger","3. Tunjangan shift diberikan kepada Peke","3. Tunjangan shift diberikan kepada Pekerja yang bekerja shift 2 dan shift\n3.",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"OVERTIME_trigger","1. Perhitungan upah lembur adalah sesuai","1. Perhitungan upah lembur adalah sesuai dengan ketentuan yang termuat pada\nKeputusan Menakertrans No. Kep 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004.\n\na. Untuk menghitung upah sejam adalah: 1\u002F173 x\n(gaji pokok + tunjangan tetap)\n\nb. 5 (lima) hari kerja\n\n1. Pada Hari Kerja Biasa\n\n150 % Upah sejam untuk jam pertama\n\n200 % Upah sejam untuk jam-jam selebihnya\n\n2. Pada hari-hari libur dan Istirahat Mingguan\n\n200 % Upah sejam untuk 8 jam pertama\n\n300 % Upah sejam untuk jam ke 9 perhari\n\n400 % Upah sejam untuk jam ke 10 dan selebihnya\nperhari\n\nc. 6 (enam) hari kerja\n\n1. Pada Hari Kerja Biasa\n\n150 % Upah sejam untuk jam pertama\n\n200 % Upah sejam untuk jam-jam selebihnya\n\n2. Pada hari-hari libur dan Istirahat Mingguan\n\n200 % Upah sejam untuk 7 jam pertama\n\n300 % Upah sejam untuk jam ke 8 perhari\n\n400 % Upah sejam untuk jam ke 9 dan selebihnya\nperhari\n\n3. Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja\nterpendek\n\n200 % upah sejam untuk 5 jam pertama\n\n300 % upah sejam untuk jam ke 6 per hari\n\n400 % upah sejam untuk jam ke 7 dan ke 8 per hari\n\n2. Hal-hal yang tidak termasuk kerja lembur adalah kegiatan yang berhubungan\ndengan usaha pembelaan, keamanan negara, dan keadaan darurat.",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"overtimeallowanceperc1_general","150 % Upah sejam untuk jam pertama 200 %","150 % Upah sejam untuk jam pertama\n\n200 % Upah sejam untuk jam-jam selebihnya",{"bindId":253,"name":250,"text":251},"overtimeallowancetype",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"overtimeallowanceperc1","1. Pada Hari Kerja Biasa 150 % Upah seja","1. Pada Hari Kerja Biasa\n\n150 % Upah sejam untuk jam pertama\n\n200 % Upah sejam untuk jam-jam selebihnya",{"bindId":259,"name":260,"text":261},"sundayallowancetype","2. Pada hari-hari libur dan Istirahat Mi","2. Pada hari-hari libur dan Istirahat Mingguan\n\n200 % Upah sejam untuk 8 jam pertama\n\n300 % Upah sejam untuk jam ke 9 perhari\n\n400 % Upah sejam untuk jam ke 10 dan selebihnya\nperhari",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"sundayallowanceperc1","200 % Upah sejam untuk 8 jam pertama 300","200 % Upah sejam untuk 8 jam pertama\n\n300 % Upah sejam untuk jam ke 9 perhari",{"bindId":267,"name":268,"text":269},"SENIOR_trigger","1. Tunjangan Masa Kerja diberikan kepada","1. Tunjangan Masa Kerja diberikan kepada semua Pekerja yang memiliki masa\nkerja yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.",{"bindId":271,"name":272,"text":273},"mealvouchers","a. Pengusaha menyediakan makan untuk sel","a. Pengusaha menyediakan makan untuk seluruh Pekerja di kantin Perusahaan\npada saat jam istirahat.",{"bindId":275,"name":276,"text":277},"strikes_trigger","1. Mogok kerja adalah tindakan Pekerja\u002F ","1. Mogok kerja adalah tindakan Pekerja\u002F buruh yang direncanakan dan\ndilaksanakan secara bersama- sama dan\u002F atau oleh serikat pekerja\u002Fserikat buruh\nuntuk menghentikan atau memperlambat pekerjaan.\n\n2. Mogok kerja harus dilakukan secara sah, tertib, dan damai\n\n3. Sekurang-kurangnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sebelum mogok kerja\ndilaksanakan, Pekerja\u002Fburuh dan Serikat Pekerja\u002F Serikat buruh wajib\nmemberitahukan secara tertulis kepada pengusaha dan instansi yang bertanggung\njawab di bidang ketenagakerjaan setempat.\n\n4. Dalam hal mogok kerja akan dilakukan oleh Pekerja yang tidak menjadi\nanggota Serikat Pekerja\u002FSerikat buruh, maka pemberitahuan ditandatangani oleh\nperwakilan Pekerja\u002F buruh yang ditunjuksebagai koordinator dan\u002F atau penanggung\njawab mogok kerja.\n\n5. Pengusaha dapat mengambil tindakan sementara demi menyelamatkan alat\nproduksi dan aset perusahaan, dengan cara melarang Pekerja yang mogok kerja\nberada di lokasi kegiatan proses produksi.\n\n6. Sebelum dan selama mogok kerja berlangsung, instansi yang bertanggung\njawab di bidang ketenagakerjaan wajib menyelesaikan masalah yang menyebabkan\ntimbulnya pemogokan dengan mempertemukan dan merundingkan dengan para pihak\nyang berselisih, dan para pihak dan pegawai dari instansi sebagai saksi.\n\n7. Dalam hal perundingan tidak menghasilkan kesepakatan, maka penyelesaian\nperselisihan hubungan industrial diselesaikan secara tripartit.\n\n8. Mogok kerja yang dilakukan tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud\ndalam Pasal 139 dan Pasal 140 Undang-Undang Ketenagakerjaan adalah mogok kerja\ntidak sah.\n\n9. Siapapun tidak dapat menghalang-halangi, melakukan penangkapan dan\u002F atau\npenahanan terhadap Pekerja\u002F buruh dan Serikat Pekerja\u002F Serikat buruh untuk\nmenggunakan hak mogok kerja yang dilakukan secara sah, tertib, dan damai sesuai\ndengan peraturan perundangundangan yang berlaku.\n\n10. Terhadap mogok kerja yang dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagaimana\ndimaksud dalam Pasal 140, pengusaha dilarang:\n\na. mengganti Pekerja\u002F buruh yang mogok kerja dengan Pekerja\u002F buruh lain dari\nluar perusahaan; atau\n\nb. memberikan sanksi atau tindakan balasan dalam bentuk apapun kepada\nPekerja\u002F buruh dan pengurus Serikat Pekerja\u002F Serikat buruh selama dan sesudah\nmelakukan mogok kerja.\n\n11. Dalam hal Pekerja\u002F buruh yang melakukan mogok kerja secara sah dalam\nmelakukan tuntutan hak normatif yang sungguh-sungguh dilanggar oleh pengusaha,\nPekerja\u002F buruh berhak mendapatkan upah.",{"bindId":279,"name":280,"text":281},"direct_participation_trigger","2. Setiap Pekerja berhak untuk menyampai","2. Setiap Pekerja berhak untuk menyampaikan pendapat, saran, keterangan dan\nkeluhan mengenai pekerjaannya serta hubungan kerja di dalam Perusahaan kepada\natasan langsung atau kepada bagian yang berwenang untuk itu, melalui saluran\nkomunikasi antara lain :\n\na. Kotak saran\u002Fkeluhan (Grievance Box)\n\nb. Kontak keluhan (Hotline number)\n\nc. Suara Pekerja (Voice of Employee\u002F VoE)\n\nd. Komite Pencegahan Penanggulangan Kekerasan dan\nPelecehan (P2KP)\n\ne. Serikat Pekerja",{"bindId":283,"name":284,"text":285},"coverunion_trigger","3. PKB berlaku untuk seluruh Pekerja PT.","3. PKB berlaku untuk seluruh Pekerja PT. Chang Shin Indonesia (Klari dan\nCikampek).","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Chang Shin Indonesia - 2020\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-04-16\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2022-04-15\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2020-04-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Sepatu, Produk Kulit dan Karet\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Chang Shin Indonesia\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI, KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia)\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp; minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp; masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[291],{"title":38,"slug":34},[293],{"type":294,"data":295},"call_to_action_body_block",{"title":296,"description":297,"variant":298,"link":299},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":296,"url":300,"description":296,"rel":301,"type":302},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[304],{"type":294,"data":305},{"title":296,"description":297,"variant":298,"link":306},{"title":296,"url":300,"description":296,"rel":301,"type":302},[]]