[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-bara-jaya-utama-dengan-pk-serikat-buruh-sejahtera-indonesia-teluk-bayur-kabupaten-berau":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":296,"content_type_view":297,"extra_breadcrumbs":298,"body":300,"body_blocks":311,"related_pages":315},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":294,"translations":295},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-pt-bara-jaya-utama-dengan-pk-serikat-buruh-sejahtera-indonesia-teluk-bayur-kabupaten-berau","e2202ff2-7a0c-11e4-b9db-001e0bbf9952","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-bara-jaya-utama-dengan-pk-serikat-buruh-sejahtera-indonesia-teluk-bayur-kabupaten-berau\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pt-bara-jaya-utama-dengan-pk-serikat-buruh-sejahtera-indonesia-teluk-bayur-kabupaten-berau\u002F","Perjanjian Kerja Bersama PT. Bara Jaya Utama dengan PK Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Teluk Bayur Kabupaten Berau 2007 - 2009","ba_ID","IDN PT. Bara Jaya Utama - 2007","Indonesia - IDN PT. Bara Jaya Utama - 2007","IDN PT. Bara Jaya Utama - 2007 - Penggalian, Pertambangan, penggalian batu",{"name":43,"data":44},"48 - PKB PT. Bara Jaya Utama - KSBSI.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama PT Bara Jaya Utama dengan PK Serikat Buruh\nSejahtera Indonesia\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>BAB I: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1: Ketentuan Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.PT. Bara Jaya Utama, yang didirikan di Balikpapan dengan Akta Notaris\nHemaloka, SH No. 05 tanggal 19 Desember 2001 berkedudukan di Site Badiwata\nTeluk Bayur, Kabupaten Berau Kalimantan Timur adalah perusahaan yang bergerak\ndi bidang Pertambangan Batubara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sebagai Badan Usaha \u002F Perusahaan yang mempekerjakan buruh dalam jumlah\nyang banyak, maka Perusahaan melakukan pentingnya pembinaan Hubungan Industrial\nantara Pengusaha dan Buruh sebagaimana diatur dalam:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Undang-Undang No. 18 Tahun 1956 tentang persetujuan Konvensi Organisasi\nPerburuhan Internasional (ILO), No. 98 tahun 1949 tentang berlakunya\ndasar-dasar dari pada hak berorganisasi dan berunding bersama (Lembaran Negara\nNo. 42 Tahun 1954).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per. 01\u002FMEN\u002F1985 tentang pelaksanaan\ntata cara pembuatan Kesepakatan Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5Undang-Undang No. 2 Tahun 2004 tentang PPHI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6Undang-Undang No. 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek. .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7Undang-Undang No. 17 Tahun 2000 tentang Perpajakan pasal 21 (pajak\npenghasilan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.8KEPMENAKER dan PERMENAKER yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dengan dasar hukum di atas, maka pembuatan Perjanjian Kerja Bersama yang\nmemuat persyaratan kerja, tata tertib dan lain-lain bertujuan untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Membina:Adanya suatu kerja sama dan hubungan ketenagakerjaan yang harmonis\ndalam kemitraan yang sejajar dan terpadu antara para pelaku di dalam proses\nproduksi barang atau jasa yang didasarkan atas nilai-nilai yang terkandung\ndalam sila-sila Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mewujudkan: Suatu perlindungan, ketentraman, ketenangan kerja dan\nmembangun sikap memelihara serta mempertahankan kelangsungan usaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mencapai:Peningkatan produksi, produktivitas kerja dan peningkatan\nkesejahteraan buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Persyaratan, tata tertib dan petunjuk serta ketentraman yang mengatur hak\ndan kewajiban secara timbal balik antara Perusahaan dan Buruh merupakan bagian\ndari PERJANJIAN KERJA BERSAMA ini yang harus diketahui dan dipahami oleh kedua\nbelah pihak dan selanjutnya berlaku bagi seluruh buruh PT. Bara Jaya Utama,\nSite Badiwata Teluk Bayur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Persyaratan kerja khusus yang berhubungan dengan sifat dan penggolongannya\nsecara khusus dan tidak diatur secara umum di dalam Perjanjian Kerja, diatur\ntersendiri dalam perjanjian kerja perorangan antara Perusahaan dan Buruh yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Adapun hal-hal lain yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\nkarena sesuatu dan hal dan perlu untuk mengadakan perubahan akan dilaksanakan\nberdasarkan petunjuk dari Departemen Tenaga Kerja lengkap dengan\npersetujuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Dalam hal pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama ini, pemerintah\nmengeluarkan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan\nbelum atau tidak termuat di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, dan selama\nperaturan tersebut tidak bertentangan, maka Perjanjian Kerja Bersama ini dapat\ndiaddendum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2: Pihak-pihak yang Mengadakan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PT. Bara Jaya Utama, adalah sebuah perusahaan pertambangan batubara yang\ndidirikan di Balikpapan dengan Akta Notaris Hemaloka, SH No. 05 tanggai 19\nDesember 2001 berkedudukan di Site Badiwata Teluk Bayur, Kabupaten Berau,\nKalimantan Timur, selanjutnya disebut Pihak Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.PK Serikat Buruh Sejahtera Indonesia adalah badan hukum yang berkedudukan\ndi Teluk Bayur dan telah dikukuhkan dengan Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh\nSejahtera Indonesia (DPC SBSI) Kabupaten Berau dengan surat keputusan No.\n146\u002FDPC-FPE KSBSI\u002FBJU\u002FXV\u002F2005 dan registrasi Dinas Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi Kabupaten Berau No. 001\u002FOP.SB.KEP\u002FDFT\u002F06\u002FXVIII\u002FI\u002F2006, selanjutnya\ndisebut Pihak Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3: Ruang Lingkup Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pemahaman dan Kesepakatan Bersama oleh Pengusaha dan Serikat Buruh bahwa\nkesepakatan ini secara umum menetapkan dan mengatur persyaratan dan ketentuan\ndalam hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini memuat ketentuan tentang tata cara hubungan\nkerja dan persyaratan kerja yang mengikat Pengusaha dengan Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal Pengusaha mengadakan perubahan nama dan atau penggabungan Badan\nUsaha, maka Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku bagi Perusahaan dan\nBuruh selama masa berlakunya belum berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>4.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk semua buruh PT. Bara Jaya Utama\nSite Badiwata.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Anggota satuan pengaman dan jajaran Managerial tidak dapat menjabat\nsebagai pengurus Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4: Istilah-istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan:Adalah PT. Bara Jaya Utama yang didirikan pada tanggal 19\nDesember 2001 yang berkedudukan di Site Badiwata Teluk Bayur, Berau Kalimantan\nTimur dan bergerak di bidang Tambang Batu Bara (Coal Mining).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.PK SBSI:Adalah Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia,\norganisasi buruh yang berbadan hukum, berkedudukan di Site Badiwata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh:Adalah orang yang bekerja di perusahaan berdasarkan SPK \u002F Surat\nKeputusan yang sah dan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Buruh tetap:Adalah buruh yang bekerja di perusahaan dengan jangka waktu\ntidak tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Buruh kontrak:Adalah buruh yang bekerja di perusahaan dengan jangka waktu\ntertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Lembaga Kerja Sama Bipartit:Adalah forum komunikasi, konsultasi dan\nmusyawarah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial yang\nterdiri dari unsur pengusaha dan buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Lembaga Kerja Sama Tripartit: Adalah Forum komunikasi, konsultasi dan\nmusyawarah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Hubungan industrial Pancasila\nyang terdiri dari unsur pengusaha, buruh dan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Hari Kerja:Adalah jangka waktu kerja berjalan dari pukul 06.00 sampai\npukul 06.00 pagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Jam Kerja:Adalah jam-jam yang telah ditetapkan oleh aturan-aturan untuk\nburuh yang harus berada di tempat kerja dan melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Waktu Kerja Biasa:Adalah waktu Kerja yang dijalankan 7 jam sehari dan 40\njam dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Waktu Kerja Giliran (Shift):Adalah waktu buruh bekerja menurut jadwai\nKerja secara bergiliran dan jam kerjanya ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Kerja Lembur:Adalah waktu kerja yang dijalankan melebihi 7 jam sehari\natau lebih dari 40 jam dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Upah: Adalah hak buruh yang diterima dan dibayarkan dalam bentuk uang\nsebagai imbalan dari Perusahaan kepada Buruh atas suatu pekerjaan atau jasa\nyang telah atau akan dilakukan, yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu\nperjanjian Kerja, kesepakatan atau peraturan perundang-undangan termasuk\ntunjangan bagi pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Upah Pokok:Adalah imbalan berupa uang yang ditentukan oleh tingkat\nkedudukan seseorang Buruh pada Perusahaan dengan mengingat masa kerja serta\nprestasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Tunjangan tetap:Adalah tunjangan yang diterima secara tetap setiap bulan\noleh Buruh dan tidak terkait dengan kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Tunjangan tidak tetap:Adalah tunjangan yang sifatnya tidak tetap yang\ndiberikan berdasarkan kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Keluarga Satu Rumah:Adalah lstri\u002FSuami\u002FAnak\u002FPenghuni lainnya yang menjadi\ntanggungan pekerja dan tinggal satu rumah minimal 2 (dua) tahun serta terdaftar\ndalam kartu Keluarga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Keluarga Buruh: Adalah seorang istri\u002Fsuami yang sah dan 3 orang anak\nsampai usia 21 tahun dari perkawinan yang sah dan selama menjadi tanggung jawab\nburuh, belum menikah, belum bekerja\u002Fbelum berpenghasilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Anak Angkat:Adalah anak yang menjadi tanggungan pekerja yang berdasarkan\nkeputusan pengadilan &amp; terdaftar di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Akademik Test:Adalah ujian yang dilakukan perusahaan kepada buruh dan\natau calon buruh baik tertulis maupun tidak tertulis yang meliputi keilmuan dan\nkeahlian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Rasionalisasi:Adalah pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran yang\ndilakukan secara sepihak oleh perusahaan untuk tujuan efesiensi kepada 10 orang\nburuh atau Iebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Masa Kerja Terus Menerus:Adalah Iamanya masa kerja tidak terputus sejak\nburuh memulai hubungan kerja dengan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Promosi: Adalah peningkatan jabatan atau golongan serta hak-hak yang\nmenyertainya sesuai dengan ketentuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Demosi:Adalah penurunan tingkat jabatan dan golongan serta hak-hak yang\nmenyertainya sesuai dengan ketentuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Rotasi:Adalah pemindahan buruh dalam satu departemen pada Iingkup\nperusahaan dalam tingkatan jabatan yang sama\u002Fsetingkat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Mutasi:Adalah pemindahan buruh dari satu jabatan\u002Fpekerjaan yang satu ke\njabatan\u002Fpekerjaan yang Iain dalam kelompok perusahaan dalam jenjang golongan\nyang sama\u002Fsetingkat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Magang Jabatan:Adalah proses Iatihan secara sistematis dan terorganisasi\ndengan jalan bekerja secara langsung pada pekerjaan \u002F jabatan yang telah\ndirencanakan dengan tujuan agar memiliki kualifikasi sesuai dengan persyaratan\njabatan yang dimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Pekerja Manajerial:Adalah yang memangku jabatan tertentu di dalam\nstruktural.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN TERHADAP SERIKAT BURUH DAN FASILITAS-FASILITAS UNTUK\nSERIKAT BURUH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 5: Pengakuan Terhadap Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mengakui adanya PK SBSI sebagai serikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan tidak menghalang-halangi, menghambat kegiatan dan pengembangan\nSerikat buruh sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Secara langsung ataupun tidak langsung perusahaan tidak akan \u002F tidak boleh\nmelakukan tindakan diskriminasi, intimidasi atau tindakan lainnya terhadap para\nfungsionaris dan atau anggota Serikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6: Bantuan Fasilitas Untuk Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan menyiapkan ruangan, peralatan dan kebutuhan lain\nsekretariat buruh sesuai dengan kemampuan perusahaan, berdasarkan permohonan\nsecara tertulis, yang dalam penyerahannya dimuat \u002F dibuatkan berita acara serah\nterima dan kewajiban menjaga serta merawat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk memperlancar jalannya organisasi buruh, maka pengusaha memberikan\nbantuan berupa fasilitas yang diperlukan untuk menghadiri rapat dan Iain-Iain\ndi Iuar Iingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan akan menyediakan papan pengumuman di tempat yang telah\ndisetujui bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bila dipandang perlu pengusaha akan mengijinkan pemakaian gedung, ruangan\natau tempat terbuka dan perlengkapannya untuk kegiatan yang diselenggarakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7: Pungutan Iuran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap anggota serikat buruh wajib membayar iuran sebesar 1% dari Gaji\nPokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mekanisme pemungutan iuran dilakukan melalui Cek Off Sistem (COS) oleh\npihak pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penarikan iuran dilakukan setiap bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hasil iuran anggota ditransfer ke Rekening PK SBSI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.PK SBSI minimal 3 bulan sekali membuat Iaporan keuangan dan akan\nditembuskan ke pengusaha dan anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8: Tata Cara Rapat Antara Pengusaha dan Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk kepentingan rapat antara Pengusaha dan Serikat Buruh, maka rapat dapat\ndiselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.KEANGGOTAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Dari Pengusaha hadir sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang yang ditentukan\noleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Dari Serikat Buruh hadir sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang yang terdiri\ndari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota lainnya yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.MACAM RAPAT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Rapat Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rapat Tetap diselenggarakan minimal 6 (enam) bulan sekali pada minggu\nterakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Rapat Khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rapat Khusus diselenggarakan apabila dipandang perlu atau dalam keadaan\ndarurat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.ACARA RAPAT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1Pada rapat tetap, kedua belah pihak tetap mengadakan persiapan agenda\nrapat masing-masing serta diberikan kepada pihak yang bersangkutan\nselambat-lambatnya seminggu sebelum rapat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2Pada rapat khusus, agenda rapat dipersiapkan oleh pihak yang meminta\npenyelenggaraan rapat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3Pembicaraan rapat tidak menyimpang dari agenda yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.HASIL RAPAT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masing-masing pihak harus mencatat semua hasil rapat yang hasilnya harus\nsama, kemudian disatukan dalam satu notulen dan ditandatangani oleh kedua belah\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 9: Penerimaan, Pengangkatan, Penempatan dan Pemindahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>1.Hubungan kerja antara Pengusaha dan Buruh terikat dalam suatu perjanjian\nkerja secara tertulis.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Penerimaan, pengangkatan, penempatan dan pemindahan buruh disesuaikan\ndengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan pengetahuan, ketrampilan,\nkemampuan dan konduite buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10: Penerimaan Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penerimaan buruh merupakan hak pengusaha dengan mengingat kebutuhan dan\nkepentingan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk dapat diangkat sebagai buruh, maka setiap buruh wajib memenuhi\npersyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap calon buruh yang baru diangkat wajib memahami isi dan maksud PKB\nserta mengamalkan Visi, Misi dan Nilai PT. Bara Jaya Utama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11: Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Tiga bulan pertama dari hubungan kerja merupakan masa percobaan dan\nketentuan ini tidak berlaku untuk buruh kontrak dan honorer.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Selama menjalani masa percobaan, calon buruh tidak dapat meninggalkan\ntugas serta kewajibannya kecuali dalam hal-hal yang tidak memungkinkan serta\nmendapat persetujuan dari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selama masa percobaan masing -masing pihak dapat memutuskan hubungan kerja\nsewaktu-waktu tanpa syarat apapun kecuali imbalan jasa \u002F upah yang belum\ndibayarkan selama buruh dipekerjakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila masa percobaan selesai, maka selanjutnya hubungan kerja calon\nburuh dinyatakan sebagai buruh tetap untuk waktu tidak tertentu dan masa kerja\nakan diperhitungkan sejak pertama kali bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12: Status Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-JOBTITLE_trigger\">\u003Cp>1.Status buruh terdiri atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Buruh tetap (hubungan kerja waktu tidak tertentu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Buruh kontrak (hubungan kerja waktu tertentu) yang terdiri atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.1Buruh kontrak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.2Buruh honorer\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Golongan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Staff\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Golongan buruh yang diangkat dengan grade gaji bulanan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Non Staff\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Golongan buruh yang diangkat dengan grade gaji bulanan dan upah lembur atas\nkelebihan jam kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Golongan Direksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Golongan pekerja yang diangkat dan ditunjuk langsung oleh Presdir.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13: Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Promosi merupakan wewenang pengusaha berdasarkan formasi yang ada yang\ndidasarkan atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Prestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Pengetahuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Keterampilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4Kemampuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5Loyalitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.6Perilaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.7Mendapat persetujuan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setelah Iulus penilaian sesuai ayat 1 di atas, buruh diwajibkan\nmenjalankan acting pada jabatan barunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila hasil penilaian tidak memenuhi persyaratan sesuai ayat 1 dan 2\nmaka akan dikembalikan ke jabatannya semula atau jabatan Iain yang\nsetingkat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14: Mutasi dan Rotasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Mutasi \u002F rotasi dilakukan dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Menambah wawasan, pengetahuan dan kebutuhan perusahaan pada jabatan dan\npekerjaan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Memberikan kesempatan kepada buruh yang mempunyai potensi untuk maju agar\ndapat mengembangkan karir pada jabatan pekerjaan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Karena kesehatan pekerja menurut dokter perusahaan tidak memungkinkan\nlagi bekerja dalam jabatan yang diembannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi atau rotasi dilakukan untuk mengisi formasi jabatan yang diperlukan\ntanpa mengurangi hak pekerja yang diterima sebagai penghasilan tetap kecuali\nada kesepakatan atau disesuaikan dengan kondisi di lapangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan mutasi atau rotasi diberitahukan kepada buruh dengan\nmemberikan surat mutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap Mutasi atau Rotasi ditetapkan dengan surat keputusan yang\nditandatangani oleh pejabat yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15: Demosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan\u002Fpengusaha tidak diperbolehkan melakukan demosi\u002Fpemindahan\njabatan yang bersifat diskriminasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Demosi dilakukan Karena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Kinerja\u002Fprestasi buruh di bawah standar dan atau tidak mampu melakukan\ntugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Tidak sesuai dengan persyaratan atau kualifikasi yang diharapkan dan\ndapat membahayakan diri sendiri, orang lain dan atau pemilik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Sikap dan perilaku pekerja yang memperlihatkan kekurangan di bidang\nmental dan moral berakibat terlambatnya penyelesaian tugas pokoknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan pada pasal 2 dapat dilakukan dengan bukti-bukti yang\nseobyektif mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: HAK DAN KEWAJIBAN ANTARA PENGUSAHA DENGAN BURUH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 16: Hak dan Kewajiban Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.HAK PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Pengusaha mempunyai hak prerogative meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.1Menentukan strategi\u002Fkebijakan dan mengelola\u002Fmengatur jalannya\nperusahaan dalam mencapai tujuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.2Membuat aturan atau tata tertib yang dipandang perlu untuk kelancaran\njalannya perusahaan dengan mengacu kepada peraturan yang berlaku\u002FPKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.3Penerimaan, penempatan, mutasi, promosi, demosi, memberikan sanksi\npembinaan dan Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan ketentuan dan perundangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Hak Pengusaha untuk menetapkan Struktur Organisasi termasuk merancang dan\nmenentukan analisa jabatan\u002Fpekerjaan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Memberikan pekerjaan atau perintah yang layak kepada buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4Menugaskan buruh untuk bekerja lembur dengan memperhatikan peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5Menuntut suatu prestasi kerja buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-eqpay\">\u003Cp>2.KEWAJIBAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Memberikan upah\u002Fgaji, upah lembur dan tunjangan-tunjangan lain sesuai\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku\u002Fketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Menghilangkan semua bentuk diskriminasi berdasarkan suku bangsa, golongan\natau agama dalam hal penilaian, penerimaan, pengangkatan, penempatan dan\npemindahan buruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.3Bila dipandang perlu perusahaan dapat memberikan balas jasa kepada buruh\natas prestasi demi kemajuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4Memperhatikan dan memberikan fasilitas yang berkaitan dengan keselamatan\ndan kesehatan kerja (jasmani dan rohani).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>2.5Memberikan pendidikan dan pelatihan kepada buruh yang berhubungan dengan\ntugas dan tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17: Hak dan Kewajiban Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.HAK BURUH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Buruh berhak mendapatkan balas jasa berupa upah yang dinilai berdasarkan\nprestasi kerja dan atau masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Berhak untuk mendapatkan keselamatan, kesehatan dan perlindungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Berhak mendapat perlakuan adil dan wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.KEWAJIBAN BURUH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Setiap buruh berkewajiban melaksanakan pekerjaan yang diberikan\nperusahaan dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Memiliki loyalitas (patuh dan taat) yang tinggi terhadap perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Wajib mematuhi seluruh peraturan, tata tertib kerja, perintah dan atau\npetunjuk yang diberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4Memelihara\u002Fmerawat semua perlengkapan kerja yang diberikan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5Setiap buruh yang bekerja di areal kerja perusahaan wajib memakai baju\nseragam, tanda pengenal, APD dan alat perlengkapan Iainnya yang dikeluarkan\noleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6Setiap buruh wajib memberikan keterangan yang sebenarnya baik mengenai\ndirinya sendiri maupun mengenai pekerjaannya kepada pimpinan yang berwenang\ndalam hubungan dengan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7Setiap pekerj awajib mengetahui isi\u002Fmakna PKB serta Visi, Misi dan Nilai\nPT. BJU.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.8Setiap pekerja wajib menjaga rahasia dan nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.9Setiap pekerja wajib memelihara kebersihan di Iingkungan kerjanya\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: HARI KERJA DAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 18: Hari Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cp>1.Hari kerja untuk buruh bekerja ditetapkan 6 (enam) hari dalam seminggu\nyaitu hari Senin sampai hari Sabtu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>2.Hari Minggu dan hari-hari Libur Nasional tidak termasuk dalam hari kerja\nwajib\u002Freguler.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Apabila buruh masuk kerja pada hari Minggu\u002FLibur Nasional diperhitungkan\nlembur yang berdasarkan SPL (Surat Perintah Lembur).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19: Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Waktu kerja adalah jangka waktu pekerja melaksanakan pekerjaannya di\ntempat kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan sebagai tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>2.Penentuan waktu kerja didasarkan kepada kebutuhan perusahaan dengan\nmemperhatikan UU No 13 tahun 2003, yang menetapkan waktu kerja adalah 7 (tujuh)\njam sehari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu dan 40 (empat puluh)\njam dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Untuk kepentingan jalannya operasi perusahaan, ketentuan jam kerja dan\nhari kerja sewaktu-waktu dapat berubah dikarenakan kebutuhan perusahaan dengan\nterlebih dahulu memberitahukan kepada buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Buruh yang melakukan pekerjaan loading di laut diberikan bonus sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1Untuk operator diberikan Rp. 200.000 per kapal (Mother Vessel) dan selain\noperator Rp.150.000,- per kapal (Mother Vessel)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2Uang perjalanan dinas diberikan kepada karyawan yang bertugas ke laut\nsebesar Rp.30.000,- per hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20: Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal buruh melakukan pekerjaan melebihi waktu kerja yang ditetapkan,\nmaka perusahaan akan membayarkan upah lembur kepada buruh sesuai dengan\nperaturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kerja lembur pada dasarnya dilakukan atas dasar sukarela kecuali dalam\nkeadaan tertentu atau dalam keadaan mendesak antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Keadaan darurat\u002Fapabila pekerjaan tersebut tidak diselesaikan akan\nmembahayakan 1 keselamatan\u002Fproduksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Pekerja gilir (shift) terpaksa terus bekerja karena penggantlnya belum\ndatang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Ada pekerjaan yang perlu diselesaikan dan apabila ditunda dapat\nmengganggu kelancaran perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PEMBEBASAN DARI TUGAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 21: Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>Bagi buruh yang sudah bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus\nmenerus pengusaha memberikan cuti tahunan selama 12 hari kerja kalender.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22: Cuti Periodik\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Selain cuti tahunan perusahaan akan memberikan cuti periodik 2 (dua) kali\ndalam setahun (6 bulan sekali) sebanyak 12 hari kalender tiap cuti periodik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23: Pola\u002FMekanisme Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk kelancaran dan ketertiban administrasi dalam pelaksanaan cuti\ntahunan dan cuti periodik, maka pelaksanaannya diatur\u002Fdiambil setiap 4 (empat)\nbulan sekali yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.14 (empat) bulan pertama untuk cuti periodik I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.24 (empat) bulan kedua untuk cuti periodik ll.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.34 (empat) bulan ketiga untuk cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4Untuk karyawan baru akan diberikan cuti periodik I (pertama) setelah\nbekerja 6 (enam) bulan terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masing-masing cuti diberikan hak cuti selama 12 hari kerja kalender yang\nperhitungannya diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Perhitungan 12 hari termasuk hari kerja dan hari Minggu\u002F Libur\nNasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Cuti periodik I (pertama) dan cuti periodik II (kedua) akan diberikan\ntransport sesuai dengan POH masing-masing dan sesuai Surat Perjanjian Kerja\n(SPK) sedangkan untuk cuti III (tahunan) tidak diberikan transport.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan pengaturan dari cuti lama ke cuti baru (dengan berlakunya PKB)\nperlu masa transisi dan akan diatur tersendiri serta diumumkan kepada buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masing-masing cuti mempunyai masa hangus\u002Fgugur selama 2 (dua) bulan\nsetelah jatuh tempo cuti tidak diambil, kecuali ditentukan Iain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Buruh yang menjalani cuti tetap mendapatkan upah pokok dan tunjangan\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24: Waktu Perjalanan Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang menjalankan hak cuti akan diberikan waktu perjalanan\nberdasarkan POH\u002FSPK sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.11 (satu) hari untuk di Iuar wilayah Kabupaten Berau tetapi masih di dalam\nwilayah Propinsi Kalimantan Timur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.22 (dua) hari untuk di Iuar wilayah Propinsi Kalimantan Timur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Waktu perjalanan cuti tidak berlaku untuk cuti yang dikompensasikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Cuti tahunan tidak diberikan tambahan waktu perjalanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25: Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Bagi buruh wanita yang kesehatannya terganggu karena haid, tidak\ndiwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu haid dengan mendapatkan\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan Cuti Haid harus berdasarkan keterangan dokter yang ditunjuk\n(prosedur sama dengan sakit biasa).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26: Cuti Melahirkan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Bagi buruh wanita yang akan melahirkan kepadanya, diberikan cuti 1 1\u002F2\nbulan sebelum melahirkan dan 1 1\u002F2 bulan setelah melahirkan dengan berdasarkan\nsurat keterangan dari bidan atau dokter yang berwenang.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Pelaksanaan cuti melahirkan tidak bisa digabung\u002Fdiambil 3 (tiga) bulan\nsekaligus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat sesuai surat keterangan dokter kandungan atau bidan (apabila\nkandungan telah berusia minimal 3 (tiga) bulan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Keguguran tersebut bukan disengaja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila setelah berakhirnya cuti melahirkan atau gugur kandungan buruh\nwanita masih mengalami sakit, maka istirahat sakit dapat diperpanjang dengan\nsurat keterangan dokter dan dianggap ijin biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila cuti periodik jatuh bersamaan dengan cuti melahirkan\u002Fgugur\nkandungan maka cuti periodiknya gugur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27: Istirahat Karena Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang istirahat karena sakit harus berdasarkan surat keterangan\ndokter yang ditunjuk kecuali darurat karena sakitnya cukup serius, maka surat\nketerangan dokter dapat menyusul segera.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh yang tidak masuk karena sakit yang dinyatakan dengan surat\nketerangan dokter, maka kepadanya tetap diberikan upah pokok dan tunjangan\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila buruh terlalu sering mengalami sakit, maka perusahaan dapat dan\natau mewajibkan buruh untuk memeriksakan dirinya kepada dokter dan hasil\npemeriksaan tersebut akan dijadikan dasar lebih lanjut dalam menentukan\nkebijakan yang akan ditempuh terhadap yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28: Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays2\">\u003Cp>1.Hari-hari yang ditetapkan sebagai hari libur adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Hari raya\u002Fhari besar keagamaan dan hari besar lainnya yang ditetapkan\noleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.2Hari istirahat mingguan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Hari yang ditetapkan atau ditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hari-hari yang dinyatakan pada ayat 1 di atas buruh tetap berhak atas upah\npokok dan tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29: Ijin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1.Atas permohonan tertulis dan disertai keterangan yang dapat\ndibenarkan\u002Fyang sah dari pejabat yang berwenang maka ijin diberikan untuk\nmeninggalkan tugas dengan tetap mendapatkan upah dan tunjangan tetap untuk\nkeperluan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Pernikahan buruh, diberi ijin 3 (tiga) hari kerja (hanya berlaku untuk\npernikahan yang pertama).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Pernikahan anak sah buruh, diberi ijin 2 (dua) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>1.3lstri sah pekerja melahirkan anak atau keguguran kandungan, diberi ijin 3\n(tiga) hari kerja (hanya berlaku untuk istri pertama).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.4Anggota keluarga (yaitu: suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua, anak sah pekerja\nmeninggal dunia) diberi ijin selama 3 (tiga) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5Khitanan\u002Fpembaptisan anak pekerja, diberi ijin 2(dua) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.6Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, diberi ijin 1 (satu)\nhari kerja (melampirkan surat keterangan dari RT\u002FRW dan copy kartu\nkeluarga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cp>1.7lstri\u002Fsuami atau anak buruh sakit keras (opname - dirawat di Rumah Sakit)\ndiberikan ijin 2 (dua) hari kerja (berdasarkan surat dokter yang sah).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.8Saudara kandung pekerja menikah, diberi ijin 1 (satu) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh tertimpa musibah bencana alam, ijin diberikan dengan\nmempertimbangkan tingkat bencana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh yang menjalankan tugas negara kepadanya diberikan ijin berdasarkan\nkepentingannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Buruh yang menjalankan kewajiban ibadah haji kepadanya diberikan ijin\nmaksimum 40 (empat puluh) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Ijin tersebut sah apabila disertai bukti tertulis dari pejabat yang\nberwenang dan apabila tidak dapat menyerahkan\u002Fmelampirkan bukti sah dianggap\nijin biasa di Iuar tanggungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 30: Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Upah merupakan imbalan dalam bentuk uang yang ditentukan berdasarkan\ntingkat kedudukan buruh\u002Fmasa kerja dan prestasinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>2.Upah untuk level pemula\u002Fnon skill besarnya adalah upah minimum yang\nditetapkan pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Upah untuk tenaga skill besarnya di atas UMSK setelah lulus masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila Upah Minimum Sektor Kabupaten\u002FKota (UMSK) belum diputuskan maka\nbesarnya upah diberikan berdasarkan Upah Minimum Sektor Propinsi (UMSP) kecuali\nditetapkan lain oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-COSTLIV_trigger\">\u003Cp>5.Apabila terjadi kenaikan Upah Minimum Sektor Propinsi dan\u002Fatau Upah\nMinimum Sektor Kabupaten\u002FKota yang ditetapkan pemerintah maka upah buruh yang\nupahnya di atas upah minimum mengalami kenaikan disesuaikan dengan kemampuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Sistem pengupahan diatur menurut status kepegawaian buruh yang\nbersangkutan yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.1Buruh tetap diberikan upah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.2Buruh yang terikat dalam hubungan kontrak\u002Fwaktu tertentu sistem\npengupahannya akan diatur secara tersendiri dalam suatu perjanjian yang khusus\ndibuat untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Jatuh tempo pembayaran upah ditetapkan setiap tanggal 3 (tiga) pada setiap\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Jika diperlukan koreksi atas kesalahan administratif dalam proses\npembayaran upah maka pelaksanaannya diatur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.1Jika kesalahan berakibat kelebihan upah maka pemotongan atas kelebihan\ntersebut dilakukan pada upah bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.2Jika kesalahan berakibat kekurangan pembayaran upah kepada buruh maka\npembayarannya dilakukan oleh perusahaan dengan ketentuan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.2.1Jika koreksi sebelum tanggal 5 (lima) akan dibayarkan pada tanggal 10\n(sepuluh) bulan berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.2.2Jika koreksi dilakukan setelah tanggal 5 (lima) bulan berjalan maka\nakan dibayarkan pada gaji bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31: Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>Kenaikan upah buruh dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Karena promosi \u002F kenaikan pangkat atau jabatan berdasarkan tingkat\npengetahuan, ketrampilan, kemampuan, Ioyalitas, perilaku dan masa kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Sebagai akibat kenaikan upah secara umum sesuai ketentuan pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32: Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perhitungan upah lembur untuk 1 jamnya adalah gaji pokok ditambah\ntunjangan tetap dibagi 173.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada buruh yang melakukan kerja lembur dan diberikan upah lembur yang\ndihitung dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>1.1Hari biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.1Untuk jam pertama setelah 7 (tujuh) jam dihitung 1,5 x upah lembur 1\njam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.2Untuk jam kedua dan seterusnya dihitung 2 X upah lembur 1 jam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>1.2Pada hari Iibur\u002Fistirahat mingguan dan hari-hari besar\u002FIibur nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.12 x upah satu jam untuk 7 (tujuh) jam pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.23 x upah satu jam untuk jam ke-8 (delapan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.34 x upah satu jam untuk jam ke-9 (sembilan) dan seterusnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33: Hak Atas Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hak atas upah lembur diberikan kepada buruh yang bekerja melebihi jam\nkerja sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan pada ayat 1 di atas diberikan kepada buruh dengan status Non\nStaff.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi buruh yang memperoleh tunjangan struktural dan fungsional tidak\nmendapat upah lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34: Pembayaran Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang tidak masuk bekerja karena sakit wajib memberltahukan kepada\natasan masing-masing dan disampaikan ke perusahaan secara tertulis dan disertai\nsurat keterangan dokter yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi buruh yang sakit di tempat kerja pada saat melakukan aktivitasnya,\ncukup memberitahukan kepada atasan dan selanjutnya melakukan pemeriksaan medis\noleh tenaga medis yang disediakan perusahaan atau dokter untuk\nditindaklanjuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal buruh sakit, buruh tetap mendapatkan upah dengan kriteria\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1Sakit di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.1Buruh yang jatuh sakit di tempat kerja tetap mendapatkan upah dan\ntunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2Sakit terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>Dalam hal buruh sakit terus menerus, maka kepadanya diberikan upah selama\nsakit dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.16 (enam) bulan pertama diberikan sebesar 100 % (seratus persen) dari\nupah pokok dan tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.26 (enam) bulan berikutnya diberikan sebesar 75 % (tujuh puluh lima\npersen) dari upah pokok dan tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>3.2.3Setelah sakit terus menerus selama 1 tahun akan dipertimbangkan perihal\nhubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35: Pajak Penghasilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pemotongan pajak penghasilan dilakukan dengan mengacu pada peraturan\npemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perubahan pajak penghasilan karena adanya perubahan peraturan pemerintah\ntentang PPH, maka perusahaan akan memberitahukan kepada buruh minimal pada saat\nbulan berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: TATA TERTIB DAN DISPLIN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 36: Peraturan Tata Tertib Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada waktu kerja, buruh dilarang meninggalkan tempat kerja \u002F Iokasi kerja\ntanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh yang tidak masuk kerja tanpa keterangan bukti yang sah dianggap\nmangklr.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bilamana buruh tidak bekerja dalam waktu 5 (lima) hari berturut-turut dan\ntelah dipanggil pengusaha 2 (dua) kali secara tertulis dan tidak dapat\nmempertanggungjawabkan secara tertulis dengan bukti yang sah, maka buruh\ntersebut dinyatakan mengundurkan diri dan dapat diproses Pemutusan Hubungan\nKerjanya sesuai aturan-aturan yang mengatur tentang PHK (dikualifikasikan\nmengundurkan diri).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selama jam kerja dan waktu kerja buruh dilarang bekerja untuk perusahaan\nlain atau melakukan kegiatan komersil Iainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap buruh diwajibkan mencatatkan waktu kehadiran pada mesin pencatat\nwaktu untuk setiap kali hadir yaitu pada saat masuk kerja dan pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap buruh sudah harus berada di tempat kerja masing-masing 5 (lima)\nmenit sebelum jam kerja dimulai (misalnya operator\u002Fdriver sudah berada di\nunitnya masing-masing).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Buruh Wajib meminta ijin terlebin dahulu kepada pimpinan kerjanya\u002Fyang\nberwenang apabila datang terlambat, meninggalkan pekerjaan atau pulang sebelum\nwaktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37: Tata Tertib Keamanan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>1.Setiap buruh wajib menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan\nterjadinya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Kebakaran \u002F ledakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Pencurian \u002F kehilangan \u002F kerusakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Perkelahian \u002F penganiayaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Buruh wajib mentaati peraturan keamanan di perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Dilarang memasuki tempat-tempat yang bukan untuknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Dilarang masuk ke lingkungan perusahaan selain melalui pintu (Pos\nSecurity) yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Dilarang menaruh benda berharga di tempat yang tidak terkunci atau\nsembarangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4Dilarang merusak barang inventaris perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5Dilarang melakukan penghasutan terhadap sesama buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6Dilarang menyebarkan isu\u002Fberita bohong dalam bentuk dan cara apapun yang\ndapat menggelisahkan\u002Fmeresahkan sesama buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7Dilarang mengancam buruh Iain\u002Fpengusaha atau memaksa untuk mengikuti\nsikap dan tindakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.8Dilarang membawa senjata tajam\u002Fapi ke Iingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.9Dilarang membawa minuman keras dan psikotropika atau sejenisnya ke dalam\nIingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp>2.10Diarang berbuat pelecehan\u002Fmesum\u002Fasusila di Iokasi kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.11Buruh diwajibkan menggunakan seragam\u002Fpakaian sopan, APD dan ID Card di\nIokasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38: Tata Tertib Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Atasan wajib:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Memperlakukan bawahannya dengan sopan, jujur dan wajar sesuai dengan\ntugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Memberikan petunjuk kepada bawahannya tentang pekerjaan termasuk aspek\nkeselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memberikan bimbingan, motivasi atau dorongan bagi bawahannya yang\nmelakukan pelanggaran sesuai dengan wewenangnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menegur bawahannya yang melakukan pelanggaran sesuai dengan\nkewenangannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan penilaian dan pengembangan terhadap bawahannya secara jujur dan\nobjektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Menjawab setiap pertanyaan bawahannya sesuai dengan batasan\nkewenangannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39: Tata Tertib Sikap Bawahan Terhadap Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap bawahan wajib melaksanakan perintah dan petunjuk atasan sepanjang\ntidak bertentangan dengan ketentuan dalam perjanjian kerja bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bawahan harus bersikap jujur dan loyal terhadap atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mempertanyakan kepada atasan hal-hal yang belum jelas baginya dan\nmengajukan usul atau saran untuk kelancaran pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap buruh harus bersikap sopan santun dalam perkataan dan perbuatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40: Tata Tertib Kerahasiaan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap buruh harus menjaga data dan atau informasi yang menyangkut\nperusahaan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dilarang membocorkan atau membongkar rahasia perusahaan, baik untuk\ndirinya maupun pihak lain kecuali untuk kepentingan negara dengan ijin tertulis\ndari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Wajib menyerahkan semua data\u002Fdokumen\u002Finventaris perusahaan yang ada\npadanya dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41: Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk mengembangkan perasaan saling mengnormatl dan penuh pengertian\nterhadap hak dan kewajiban antara pengusaha dan buruh, maka pengusaha harus\nmemberikan petunjuk, bimbingan dan perintah sesuai dengan tatanan organisasi\ndan prinsip hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tindakan disiplin kerja, sifat dan tujuannya untuk memperbaiki dan\nmendidik bagi buruh yang melanggar peraturan dan diberikan kesempatan untuk\nmemperbaikinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pelanggaran yang dilakukan cukup berat dan terbukti secara hukum,\nmaka perusahaan akan melakukan tindakan PHK berdasarkan peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42: Tata Tertib Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja wajib mentaati dan melaksanakan ketentuan\u002Fprosedur\nkeselamatan kerja di dalam melaksanakan tugasnya, termasuk menggunakan\nperlengkapan kerja (APD) pada waktu mulai kerja dan selama melakukan\npekerjaan\u002Fmasuk ke Iokasi kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menciptakan keselamatan kerja, pekerja dilarang melakukan hal-hal\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Menempatkan barang, alat atau kendaraan secara tidak benar sehingga\ndirinya, orang lain dan Iingkungan Iainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Menghidupkan\u002Fmengoperasikan mesin\u002Funit\u002Fmotor penggerak yang bukan menjadi\ntugas dan wewenangnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Bermain-main di tempat kerja, memperlakukan secara ceroboh perlengkapan\nkeselamatan kerja dan perkakas kerja, sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan\nkerja\u002Fmembahayakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4Melakukan perbuatan\u002Ftindakan terhadap peralatan pengaman menjadi tidak\nberfungsi sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5Memindahkan alat pemadam\u002Fmenggunakan tanpa ijin ataupun dipergunakan\ntidak sesuai perintah\u002Ftugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh yang mengetahui buruh Iain mendapatkan kecelakaan wajib memberikan\npertolongan secepat mungkin dalam batas kemampuan yang ada padanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap buruh yang mengoperasikan unit harus mempunyai SIMPER\u002FKIMPER.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap buruh wajib menjaga kebersihan tempat kerja, termasuk fasilitas\numum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Buruh dilarang membuang sampah yang bukan pada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Buruh wajib menjaga dan berusaha mencegah kemungkinan timbulnya hal-hal\nyang dapat membahayakan dirinya\u002Forang Iain maupun Iingkungannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43: Macam-macam Larangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap buruh dilarang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Karena jabatannya dilarang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1MeIakukan pekerjaan untuk pihak ketiga\u002Forang Iain yang dapat merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan Iapangan usaha perusahaan\nuntuk kepentingan pribadi \u002F pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3MeIakukan tugas yang bukan tugasnya tanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4Menyerahkan tugasnya kepada orang lain yang tidak berhak\u002Fwewenangnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5Menggunakan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi (kecuali atas\nijin tertulis pimpinan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tidur pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menolak perintah kerja berdasarkan tugas dan tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi buruh Iaki-Iaki dilarang berambut gondrong\u002Fpanjang dan memakai\nanting.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan kegiatan yang dapat merusak Iingkungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44: Tindakan Disiplin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pelanggaran yang dilakukan buruh terhadap ketentuan\u002Fperaturan ini\nakan dikenakan tindakan disiplin berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Diberikan peringatan Iisan \u002Fteguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Diberikan peringatan tertulis 1, 2 dan 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Dipindahkan ke tempat pekerjaan Iain (Mutasi\u002FDemosi).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4Skorsing \u002F tidak diberikan pekerjaan untuk waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5Ditunda kenaikan upahnya dan atau pangkatnya untuk jangka waktu\ntertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.6Diputus hubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penentuan berat atau ringannya sanksi didasarkan atas\npertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Jenis pelanggaran \u002F kesalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Frekwensi pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Ada atau tidaknya unsur kesengajaan\u002Fkelalaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5Dampak pelanggaran yang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam pemberian sanksi surat peringatan dapat diberikan secara berurutan\nmaupun tidak berurutan tergantung berat ringan kesalahan yang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45: Teguran Lisan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sanksi peringatan lisan \u002F teguran atas kesalahan \u002F pelanggaran oleh buruh\ndapat dilakukan oleh atasan langsung terkait dengan pertimbangan-pertimbangan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Diberikan oleh atasan langsung dan atau yang lebih tinggi atau HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Tercatat dalam buku yang dibuat untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Merupakan pelanggaran ringan\u002Fawal yang masih dapat diperbaiki\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4Pelanggaran yang dikenakan sanksi teguran Iisan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.1Tidak masuk kerja tanpa ijin\u002Falasan yang sah (mangkir) selama 1 (satu)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.2Terlambat masuk kerja \u002F pulang lebih awal 2 (dua) kali berturut-turut\natau 4 (empat) kali tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.3Tidak mengenakan Kartu Tanda Pengenal selama berada di dalam Iingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.4Tidak mematuhi\u002Fmengikuti perintah atasan yang layak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.5Bercanda\u002Fmain-main pada waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.6Berambut panjang bagi karyawan Iaki-laki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.7Parkir di tempat yang bukan tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.8Tidak memakai APD yang disediakan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.9Malas\u002FIambat\u002Ftidak cakap dalam melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.10Pada saat menjalani masa cuti bekerja di perusahaan Iain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.11Meninggalkan pekerjaan tanpa seijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.12Meninggalkan tempat kerja pada jam kerja tanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.13Tidak melakukan\u002Fmengisi daftar hadir kerja yang diwajibkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.14Dengan sengaja bekerja tidak efisien.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.15Memasuki tempat-tempat terlarang di dalam Iingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.16Tindak tanduk yang tidak sopan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.17Menolak melaksanakan perintah yang patut dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.18Meninggalkan tempat kerja tanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.19Bermalas-malasan dalam bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.20Bekerja tidak efektif dan atau tidak efisien.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.21Melakukan kesalahan\u002Fpelanggaran yang bobotnya setara dengan ayat\ntersebut di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46: Surat Peringatan Pertama (SP I)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Diberikan oleh atasan langsung\u002Flebih tinggi berdasarkan hasil\nrapat\u002Frekomendasi antara departemen terkait dengan HRD yang kemudian\ndibicarakan secara bipartit dengan Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa berlaku 4 (empat) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Merupakan pembinaan berupa tindakan korektif pertama terhadap\npelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pelanggaran yang dapat diberikan sanksi Surat Peringatan Pertama (SP I)\nadalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1Melakukan\u002Fmengulangi pelanggaran sebagaimana yang dimaksud pada teguran\nIisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2Tidak masuk kerja tanpa ijin\u002Fmangkir 2 (dua) hari berturut-turut atau 4\n(empat) hari tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3Terlambat masuk kerja dan atau putang kerja lebih awal 3 (tiga) kali\nberturut-turut atau 5 (lima) kali tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4Menolak untuk diperiksa pada pintu gerbang keluar masuk Iingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.5Menolak pemeriksaan atas kesehatan apabila sakitnya berkelanjutan oleh\ndokter yang ditunjuk oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.6Merokok di tempat yang dilarang perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.7Akibat dari kelalaiannya mengakibatkan pencemaran Iingkungan\u002Fsungai\n(solar, oli dan Iain-Iain).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.8Mengoperasikan kendaraan dengan kecepatan melebihi dari yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.9Mengemudikan kendaraan\u002Funit\u002FA2B tanpa Simper atau tanpa izin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.10Melanggar rambu-rambu di Iokasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.11Berdagang di tingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.12Membawa masuk orang Iain yang bukan buruh ke dalam Iingkungan\u002FIokasi\nperusahaan tanpa ijin terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.13Tidur pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.14Mengoperasikan\u002Fmenyuruh mengoperasikan unit yang bukan tugas dan\ntanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.15Bekerja tidak sesuai SOP (Sistem Operational Prosedur).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.16Tidak memasang tanda-tanda\u002Frambu-rambu\u002Fperbaikan mesin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.17Karena kelalaian\u002Fkecerobohannya mengakibatkan barang\u002Funit\nmengalamikerusakan\u002Fkerugian \u002Fmembahayakan diri\u002Frekan kerja\u002Fpengusaha yang\nsifatnya ringan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.18Melakukan pelanggaran\u002Fkerusakan Iain yang bobotnya setara dengan pasal\ndi atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47: Surat Peringatan Kedua (SP ll)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Diberikan oleh atasan Iangsung\u002Flebih tinggi berdasarkan hasil\nrapat\u002Frekomendasi antara departemen terkait dengan HRD yang kemudian\ndibicarakan bipartit dengan Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa berlaku 5 (lima) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Merupakan pembinaan berupa tindakan korektif kedua terhadap pelanggaran\nagar memperbaiki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pelanggaran yang dapat diberikan sanksi Surat Peringatan Kedua (SP II)\nadalah buruh yang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1.Mengulangi pelanggaran sebagaimana yang dimaksud pada Surat Peringatan\nKesatu (SP I) dalam masa berlakunya Surat Peringatan Kesatu tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2.Tidak masuk kerja tanpa ijin (mangkir) 3 (tiga) hari berturut-turut atau\n5 (lima) hari tidak berturut-turut dalam I (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3.Mencatatkan\u002Fmenyuruh mencatatkan Kartu Presensi orang Iain pada Mesin\nPresensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4.Terlambat masuk kerja\u002Fpulang kerja lebih awal tanpa ijin sebanyak 4\n(empat) kali berturut-turut atau 6 (enam) kali tidak berturut turut dalam 1\n(satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.5.Tidak mengikuti prosedur kerja yang aman, sehingga membahayakan\nkeselamatan diri maupun orang Iain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.6.Karena kelalaiannya\u002Fkecerobohan menyebabkan barang\u002Funit mengalami\nkerusakan \u002Fkerugian\u002Fmembahayakan diri\u002Forang Iain\u002Fpengusaha yang sifatnya\nsedang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.7.Mencoret-coret, merobek-robek dan mengambil surat pengumuman pada papan\npengumuman perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.8.Melakukan pelanggaran\u002Fkesalahan Iain yang bobotnya setara dengan pasal\ndi atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48: Surat Peringatan Ketiga (SP III)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Diberikan oleh atasan langsung\u002Flebih tinggi berdasarkan hasil\nrapat\u002Frekomendasi antara departemen terkait dengan HRD. Kemudian dibicarakan\nsecara bipartit dengan Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa berlaku 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Merupakan pembinaan kedisiplinan yang terakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pelanggaran \u002F kesalahan yang dapat diberikan sanksi Surat Peringatan\nKetiga (III) adalah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1Melakukan\u002Fmengulangi pelanggaran sebagaimana yang dimaksud pada surat\nperingatan sebelumnya dan\u002Fatau merupakan peningkatan dari surat peringatan\npertama atau kedua yang masih berlaku masanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2Menolak penugasan yang disampaikan secara wajar tanpa alasan yang dapat\nditerima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan\nkerugian\u002Fkecelakaan\u002Fmenghambat produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4Membawa keluar Iokasi perusahaan dokumen\u002Fsurat yang menjadi rahasia\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.5Tidak masuk kerja 4 (empat) hari berturut - turut atau 7 (tujuh) hari\ntidak berturut –turut dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.6Terlambat masuk kerja\u002Fpulang lebih awal 5 (lima) kali berturut-turut atau\n7 (tujuh) kali tidak berturut turut dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.7Karena kelalaiannya\u002Fkecerobohan menyebabkan barang\u002Funit mengalami\nrusak\u002Fkerugian\u002Fmembahayakan diri\u002Forang Iain\u002Fpengusaha yang sifatnya cukup\nberat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.8Melakukan pelanggaran\u002Fkesalahan Iain yang bobotnya setara dengan pasal\ntersebut di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49: Menolak Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang menolak Surat Peringatan (SP), maka pengusaha tetap akan\nmengeluarkan Surat Peringatan (SP) tersebut secara sepinak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh yang mendapat Surat Peringatan (SP) tertutup untuk promosi dan\nkenaikan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50: Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Diberikan oleh HRD dan dibicarakan secara bipartit berdasarkan hasil\nrapat\u002Frekomendasi antara departemen terkait dengan HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama skorsing upah yang dibayar hanya upah pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh yang masih dalam menjalani masa Surat Peringatan Ill tersebut\ndan\u002Fatau mengulangi kesalahan dapat diberikan sanksi skorsing\u002Fpemberhentian\nuntuk sementara waktu dan\u002Fatau PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bilamana buruh mengulangi melakukan kesalahan Iain pada saat Surat\nPeringatan ke III masih berlaku, maka kepadanya dapat diberikan sanksi\ndiberhentikan sementara waktu sambil menunggu proses PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Selama dalam pemberhentian sementara buruh tetap mendapatkan upah 100%\ndari upah pokok untuk jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan, kecuali PPHI\nmenentukan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Karena pengaduan dari pihak perusahaan ke pihak berwajib dan apabila\ndinyatakan tidak bersalah oleh yang berwajib, perusahaan akan mengganti\nkerugian (upah dan tunjangan tetap) yang timbul akibat proses tersebut serta\nmengembalikan nama baik yang bersangkutan dalam bentuk pemberitahuan dan\npengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila bukan pengaduan perusahaan ke pihak berwajib, maka perusahaan\ntidak berkewajiban untuk membayar upahnya selama yang bersangkutan ditahan dan\ntidak berkewajiban untuk menempatkan kembali ke tempat semula. Namun perusahaan\nakan memberikan bantuan kepada keluarga pekerja tersebut selama 6 (enam) bulan\nsebanyak:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.150 % untuk 2 orang tanggungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.275 % untuk 3 orang tanggungan atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Apabila ternyata buruh tersebut pada ayat 7 di atas yang ditahan tersebut\ntidak terbukti bersalah, maka perusahaan berkewajiban mempekerjakan kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Apabila ternyata buruh terbukti bersalah dan telah mendapat vonis dari\nhakim pidana\u002Fpengadilan, maka akan di-Putus Hubungan Kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51: Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>1.Buruh yang diberhentikan dan dinyatakan berhak atas uang pesangon, uang\npenghargaan masa kerja dan\u002Fatau ganti kerugian Iainnya sekurang-kurangnya\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>1.1Uang Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Pesangon\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Kurang dari 1 tahun\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 tahun lebih tetapi Kurang dari 2 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 tahun lebih tetapi Kurang dari 3 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 tahun lebih tetapi Kurang dari 4 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>4 tahun lebih tetapi kurang dari 5 tahun\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 tahun lebih tetapi Kurang dari 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 tahun lebih tetapi Kurang dari 7 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 tahun lebih tetapi Kurang dari 8 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8 tahun sampai seterusnya\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n      \u003Ctd>9bulan upah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>1.2Uang penghargaan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 tahun lebih tetapi Kurang dari 2 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Minimum 250.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 tahun lebih tetapi Kurang dari 3 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Minimum 400.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 tahun lebih tetapi Kurang dari 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 tahun lebih tetapi Kurang dari 9 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 tahun lebih tetapi kurang dari 12 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 tahun lebih tetapi Kurang dari 15 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 tahun lebih tetapi Kurang dari 18 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 tahun lebih tetapi kurang dari 21 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 tahun lebih tetapi Kurang dari 24 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24 tahun sampai seterusnya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bulan upah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Uang penggantian Hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3.1Sisa cuti yang belum diambil dan belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3.2Transport kembali ke tempat di mana buruh diterima bekerja (sesuai\ndengan POH masing-masing).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3.3Penggantian perumahan, pengobatan dan perawatan 15% (lima belas persen)\ndari pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi\nsyarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Upah sebagai dasar pembayaran uang pesangon yang dimaksud, uang\npenghargaan masa kerja dan uang ganti kerugian lainnya adalah upah pokok +\ntunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pembayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang ganti\nkerugian dan pembayaran Iainnya yang diterima buruh diperhitungkan utang buruh\nkepada perusahaan dan koperasi karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 52: Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan Hubungan Kerja oleh perusahaan terhadap buruh dapat dilakukan\ndengan alasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Buruh mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh melakukan kesalahan ringan\u002Fberulang - ulang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Buruh mencapai usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan melakukan efesiensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perusahaan melakukan rasionalisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Perubahan kepemilikan saham.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Berakhirnya masa kontrak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Buruh tidak mampu bekerja dengan alasan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Buruh sakit berkepanjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Buruh melakukan kesalahan berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Perusahaan tutup\u002Fpailit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Mengundurkan diri secara sukarela:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mengundurkan diri merupakan hak buruh dan harus disampaikan secara\ntertulis oleh buruh kepada perusahaan dengan ketentuan sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Untuk staff pengajuan secara tertulis sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Untuk Non staff pengajuan secara tertulis sekurang-kurangnya 2 (dua)\nminggu sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh yang mengundurkan diri sebagaimana ayat 1 di atas diberikan uang\npisah sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Masa kerja 1 s\u002Fd Kurang dari 2 tahun diberikan minimal sebesar Rp.\n250.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Masa kerja 2 s\u002Fd kurang dari 3 tahun diberikan minimal sebesar Rp.\n400.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Masa kerja 3 tahun ke atas mengacu pada pasal 51 ayat 1.2 di atas (uang\npenghargaan masa kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemberian uang pisah akan diberikan apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1Kondite selama bekerja baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2Untuk staff pengajuan secara tertulis sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3Untuk Non staff pengajuan secara tertulis sekurang-kurangnya 2 (dua)\nminggu sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54: Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak oleh Perusahaan Karena Kesalahan\nRingan\u002FMengulangi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan Hubungan Kerja sepihak oleh perusahaan, apabila dalam kondisi\ntertentu akibat kesalahan buruh setelah mendapatkan SP III (terakhir), maka\nperusahaan dapat memutuskan hubungan kerja dengan buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila buruh sesuai Undang-Undang mendapatkan hak uang pesangon, uang\npenghargaan masa kerja dan penggantian hak, maka besarnya adalah sesuai UU No.\n13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang meninggal dunia maka secara otomatis putus hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada ahli warisnya yang sah diberikan haknya sebesar sebagaimana diatur\ndalam UU no. 13 tahun 2003 dan uang duka 1 x ketentuan UU No. 13 tahun 2003\nmaksimum:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) untuk meninggal karena kecelakaan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Rp. 3.000.000 (tigajuta rupiah) untuk meninggal biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Mencapai Usia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal buruh telah memasuki usia pensiun (55 tahun) maka pengusaha\ndapat memutuskan hubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh yang diputuskan hubungan kerjanya karena mencapai usia pensiun, maka\nburuh tersebut berhak mendapat uang pesangon dan uang penghargaan masa keja\nserta penggantian hak sesuai diatur dalam UU No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Efisiensi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bila dipandang perlu dalam rangka pengurangan jumlah buruh, maka perusahaan\ndapat menawarkan kepada buruh pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa\nkerja dan uang ganti kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Rasionalisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal perusahaan melaksanakan Rasionalisasi Karena mempertimbangkan\nkondisi perusahaan baik pemberhentian secara bertahap atau seluruhnya, maka\nburuh berhak mendapat uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja serta\npenggantian hak sesuai UU No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Perubahan Kepemilikan Saham\nPerusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila terjadi perubahan kepemilikan perusahaan, maka buruh dan atau\npengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besar uang pesangon dan masa kerja serta penggantian hak sesuai yang\ndiatur dalam UU No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Berakhirnya Masa Kontrak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tanggal berakhirnya masa kontrak kerja adalah sesuai dengan syarat-syarat\nyang dinyatakan dalam surat perjanjian kerja waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan tidak berkewajiban memberikan pesangon\u002Fjasa masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Tidak Mampu Bekerja Dengan Alasan\nKesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal pekerjaan dipandang tidak mampu bekerja karena alasan kesehatan\natas pertimbangan dokter, maka hubungan kerja dapat diputus dengan pemberian\npesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai undang-undang\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal buruh mengalami sakit yang berkepanjangan yaitu selama 12 (dua\nbelas) bulan terus menerus, hubungan kerja dapat diputuskan dengan pemberian\npesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai undang-undang\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pelanggaran\u002FKesalahan Berat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal buruh melakukan kesalahan\u002Fpelanggaran yang dikategorikan berat,\nmaka pekerja dapat di-PHK dan dirundingkan terlebih dahulu dengan Serikat\nBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) belum selesai, pengusaha\ndapat menskorsing (pemberhentian sementara) terhadap buruh dan selama\ndiskorsing dibayar upah pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh yang dikenakan skorsing tidak diperbolehkan masuk kerja\u002Fmasuk ke\nIokasi\u002FIingkup perusahaan tanpa mendapat ijin terlebih dahulu dari\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pelanggaran yang dikategorikan kesalahan\u002Fpelanggaran berat antara Iain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1Melakukan penipuan, pencurian\u002Fpercobaan pencurian, penggelapan barang\ndan\u002Fatau milik teman sesama buruh atau pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3Membawa masuk minuman keras yang memabukkan, memakai atau mengedarkan\nnarkotika psikotropika dan zat aditif Iainnya di Iingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4Melakukan perbuatan asusila\u002Fpelecehan asusila dan\u002Fatau perjudian di\nIingkungan kerja\u002Fperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.5Berkelahi, menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi sesama\nburuh atau pengusaha di Iingkungan kerja\u002Fperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.6Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\nbertentangan dengan peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.7Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.8Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam\nkeadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.9Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\ndirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara dengan ijin tertulis\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.10Mengendarai dan\u002Fatau mengoperasikan kendaraan\u002Funit yang bukan\nwewenangnya tanpa simper dan mengakibatkan kecelakaan terhadap diri\u002Fteman\nsekerja\u002Fpengusaha dan kerusakan\u002Fkerugian terhadap perusahaan yang sifatnya\nberat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.11Menyebarkan berita-berita yang tidak benar di dalam Iingkungan\nperusahaan, sehingga menimbulkan keresahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.12Melakukan penghinaan secara kasar terhadap teman atau pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.13Melakukan tindakan pemogokan\u002Funjuk rasa yang tidak sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.14Melakukan perbuatan yang sifatnya menghasut teman sekerja atau atasan\natau pengusaha untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.15Menerima suap\u002Fkomisi berupa uang atau barang yang berhubungan dengan\ntugas dan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.16Mengadakan kegiatan politik atau kegiatan lain yang bersifat menentang\natau tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan\u002Fketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.17Melakukan pungutan liar di Iingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.18Membawa senjata tajam atau bahan berbahaya Iainnya ke dalam Iingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.19Membawa senjata api ke dalam Iingkungan perusahaan kecuali berijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.20Karena kelalaian\u002Fkecerobohannya dalam melakukan pekerjaan menimbulkan\nkecelakaan\u002Fkerusakan\u002Fbahaya\u002Fkerugian perusahaan yang sifatnya berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.21Pekerja sedang diproses\u002Fdihukum karena kasus pidana atas pengaduan\npengusaha atau karyawan atau pihak Iain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.22Menyalahgunakan wewenang\u002Fjabatan\u002Fkepercayaan yang dapat merugikan atau\nmencemarkan nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.23Melakukan pelanggaran\u002Fkesalahan lain yang bobotnya sama dengan yang\ntercantum di pasal di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal buruh diputus hubungan kerjanya (PHK) karena kesalahan berat,\npengusaha tidak berkewajiban memberikan uang pesangon dan masa kerja, dan buruh\nhanya berhak uang penggantian hak apabila memenuhi syarat dan sisa upah yang\nbelum dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64: PHK Karena Perusahaan Tutup\u002FPailit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja karena\nmengalami kerugian terus menerus selama 2 (dua) tahun dan atau pailit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja akan diberikan uang\npesangon, uang penghargaan masa kerja sebagaimana diatur dalam UU No 13 tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: TUNJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 65: Tunjangan Tetap\u002FTunjangan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan jabatan diberikan kepada buruh dengan jabatan tertentu berhubungan\ndengan sifat dan kekhususan tertentu yang nampak dalam struktur organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66: Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Perusahaan memberikan fasilitas makan 1 (satu) kali bagi buruh yang\ntinggal di Iuar mes\u002Fperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>1.2Perusahaan memberikan uang makan sebagai tunjangan tidak tetap sebesar\nRp. 5.000 sebanyak 2 (dua) kali per hari bagi yang tinggal di Iuar mess\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1.3Bagi buruh yang berdomisili di Iokasi mess perusahaan diberikan dalam\nbentuk makanan (natura) sebanyak 3 (tiga) kali makan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.4Bagi buruh yang menerima tunjangan uang makan dilarang menerima dan atau\nmengambil bahan makanan dari ruang makan kantin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>2.Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Hari Raya Keagamaan diberikan kepada buruh berdasarkan gaji pokok\n+tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Besarnya THR sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.1Buruh yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih akan\ndiberikan 1 (satu) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.2.2Buruh yang mempunyai masa kerja lebih dari 3 (tiga) bulan tetapi kurang\ndari 1 (satu) tahun akan dihitung secara proposional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.3Buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 3 bulan akan\ndiberikan uang kebijaksanaan dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan Perjalanan Dinas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1Biaya Perjalanan Dinas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.1Perusahaan akan memberikan biaya perjalanan dinas yang besarnya\ntergantung pada jabatan buruh, tenggang waktu dan daerah tempat melakukan\nperjalanan dinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.2Semua biaya yang dikeluarkan oleh buruh selama melakukan perjalanan\ndinas akan dipertanggungjawabkan dengan bukti-bukti yang sah dan dapat\ndipertanggungjawabkan oleh buruh selambat-Iambatnya 5 (lima) hari setelah\nkembali dari perjalanan dinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.3Biaya-biaya yang tidak mendapat penggantian:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.3.1Minuman beralkohol\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.3.2Lain-lain yang berbau kosmetik dan tidak ada hubungan dengan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2Tunjangan perjalanan dinas diperhitungkan mulai tanggal keberangkatan\nsampai dengan tanggal kembali yang besarnya ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Insentif Operator\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1Rangsangan uang diterima Operator dalam bentuk uang berdasarkan hasil\nyang dicapai dalam satu periode tertentu dengan mengacu kepada Hour Meter\n(HM).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2Insentif ini diberikan dalam setiap bulan dan besarnya diatur dengan\nperaturan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Insentif Driver.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.1Rangsangan yang diterima Driver dalam bentuk uang berdasarkan hasil yang\ndicapai dalam satu periode tertentu dengan mengacu kepada Retasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.2Insentif ini diberikan dalam setiap bulan dan besarnya diatur dengan\nperaturan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cp>6.Tunjangan Transport.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.1Pengusaha memberikan tunjangan transport kepada buruh yang tinggal di\nIuar mess.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.2Besar tunjangan adalah Rp. 11.000\u002Fhari untuk buruh yang tinggal di\nTanjung redeb dan Rp. 6.000\u002Fhari untuk buruh yang tinggal di Teluk Bayur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.3Pemberian tunjangan tersebut berdasarkan kehadiran dan wilayah tempat\ntinggal didasarkan atas alamat KTP\u002F sesuai SPK (Surat Perjanjian Kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA (JAMSOSTEK) DAN DANA PENSIUN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PasaI 67: Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>Perusahaan mendaftarkan\u002Fmemasukan buruh menjadi peserta jamsostek\nmeliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jaminan Kematian (JK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>1.Buruh yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan santunan sesuai\nketentuan PT. Jamsostek.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bila dipandang perlu apabila buruh yang mengalami kecelakaan tidak ada\nkeluarga yang menunggu, maka perusahaan akan memberikan kebijakan kepada\npetugas perusahaan untuk membantu di rumah sakit.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Jaminan Kecelakaan ini akan gugur apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1Kecelakaan yang terjadi akibat kesengajaan pekerja sendiri atau karena\npercobaan bunuh diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2Penolakan atau keengganan pekerja dan atau keluarganya untuk diobati dan\natau dirawat dan\u002Fatau tidak mentaati petunjuk dokter yang mengobati atau\nmerawatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69: Jaminan Kematian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Buruh yang meninggal dunia, kepada ahli warisnya diberikan jaminan kematian\nyang jumlahnya sesuai penetapan PT. Jamsostek.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70: Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>Jaminan hari tua diberikan kepada buruh dengan ketentuan\u002Fperaturan serta\npersyaratan yang ditentukan oleh PT. Jamsostek.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71: Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1.Seluruh buruh dan keluarga PT. Bara Jaya Utama akan diikutsertakan dalam\nJaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) program Jamsostek.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>2.Jaminan Perawatan Kesehatan dan Pengobatan berlaku untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Semua buruh PT. Bara Jaya Utama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Keluarga buruh yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.1Istri\u002FSuami buruh yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.2Anak kandung atau anak yang sah sebanyak 3 (tiga) orang menjadi\ntanggungan buruh sampai umur 21 tahun yang belum bekerja dan belum menikah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 72: Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja maka perusahaan dan pekerja\nwajib:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mentaati ketentuan-ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja untuk\nmencegah timbuInya kecelakaan kerja dan sakit akibat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dan buruh wajib mentaati petunjuk keseIamatan dan kesehatan\nkerja untuk mencegah timbulnya kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73: Alat Perlengkapan Kerja dan Alat Pelindung Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Alat perlengkapan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Berdasarkan pertimbangan teknis, perusahaan wajib menyediakan alat\nperlengkapan kerja sesuai dengan jenis pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Alat perlengkapan kerja merupakan inventaris perusahaan, maka buruh wajib\nmemelihara alat perlengkapan kerja dengan penuh rasa tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Alat perlengkapan kerja yang rusak bukan karena kelalaian\u002Fkesengajaan\npekerja dapat diganti dengan ketentuan alat yang rusak ditunjukkan sebagai\nbukti dan dibuat berita acara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4Buruh yang menjalankan tugasnya dan atau pekerjaannya dan karena jenis,\ntempat dan Iingkungan pekerjaannya yang dianggap memerlukan alat pelindung\ndiri, maka perusahaan wajib memberikan alat perlindungan diri untuk keselamatan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5Selama melaksanakan tugasnya, alat pelindung diri harus dipakai oleh\nburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.6Kecerobohan buruh atas kelalaian atau kesengajaan tidak\nmengenakan\u002Fmemakai alat pelindung diri tersebut dikenakan sanksi\u002Ftindakan\ndisiplin berupa: dipulangkan\u002Ftidak boleh bekerja dalam jangka waktu\ntertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.7Bagi buruh yang mengabaikan ketentuan di atas, maka segala resiko yang\ntimbul karenanya menjadi tanggung jawab buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.8Perusahaan memberikan Alat Pelindung Diri (APD) dalam 1 (satu) tahun\nsbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.8.12 (dua) baju seragam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.8.21 (satu) Celana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.8.31 (satu) sepatu Safety, dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.8.41 (satu) helm diberikan 1 kali selama bekerja kecuali rusak dapat\ndiganti dengan membawa bukti kerusakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi buruh yang merusak dan atau menghilangkan alat perlengkapan kerja\ndikenakan sanksi mengganti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Paramedis harus berada di tempat selama 24 jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan menyediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: KESEJAHTERAAN DAN JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dalam menjalankan usahanya, perusahaan berupaya untuk membina hubungan kerja\nsecara harmonis mewujudkan perlindungan dan keamanan kerja guna peningkatan\nproduktivitas dan produksi dalam memacu kemajuan perusahaan sesuai sasaran\ntujuan perusahaan pada khususnya dan pertumbuhan ekonomi nasional pada umumnya,\nmaka perusahaan perlu memberikan peningkatan kesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PasaI 74: Nutrisi Tambahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk menjaga keseimbangan energi yang dikeluarkan pada saat beraktivitas,\nmaka perusahaan akan memberikan gizi tambahan berupa susu kental manis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Susu tersebut pada ayat 1 di atas diberikan 1 kaIi dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75: Kewajiban Ibadah dan Tempat Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan kesempatan kepada buruh untuk melakukan kewajiban\nibadah menurut agamanya selama waktu yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76: Kantin\u002FRuangan Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang tinggal di asrama \u002Fmess perusahaan disediakan makan di ruang\nmakan 3 x dalam sehari pada jam-jam makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada saat jam kerja buruh dilarang berada di ruang makan kecuali saat\nistirahat makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77: Bantuan Sosial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>DaIam hal bantuan sosial, perusahaan memandang periu untuk melakukan bantuan\nsosial sebagai wujud kepedulian terhadap buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>1.Biaya sekolah anak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memberikan bantuan biaya\u002Fbeasiswa sekolah anak buruh yang\nberprestasi sesuai kemampuan pengusaha dan dengan kriteria\u002Fkondite buruh serta\nakan diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan memberikan sumbangan\u002Fbantuan untuk pernikahan pertama buruh\nyang telah bekerja yang mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun\nsebesar Rp.500.000,- dan apabila keduanya adalah karyawan maka yang berlaku\nadalah salah satu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal keluarga buruh (istri, anak yang sah atau orang tua) meninggal\ndunia, kepada buruh tersebut diberikan sumbangan\u002Fbantuan dari perusahaan\nsebesar Rp. 500.000,- dan apabila keduanya adalah karyawan maka yang berlaku\nadalah salah satu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78: Tanda Jasa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap buruh yang telah bekerja selama 5 tahun dan menunjukkan Ioyalitas\ntinggi kepada perusahaan pada periode tertentu diberikan tanda jasa berupa\nsertifikat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi seluruh buruh yang dalam melaksanakan aktivitasnya selama 1 tahun\ntidak terjadi accident akan diberikan cinderamata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Macam dan bentuk tanda jasa atau cinderamata tersebut ditentukan sesuai\nkemampuan dan kebijakan perusahaan dan akan diberikan bertepatan dengan ulang\ntahun PT. Bara Jaya Utama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79: Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap buruh yang telah lulus dari masa percobaan dianjurkan menjadi\nanggota koperasi karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sisa hasil usaha (SHU) dibagikan kepada anggota pada akhir tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Anggota koperasi dapat menyimpan kembali laba tersebut sebagai simpanan\nsukarela.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80: Keluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sesuai program pemerintah, maka setiap buruh yang sudah berkeluarga\ndianjurkan mengikuti program Keluarga berencana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Segala sesuatu yang menyangkut mekanisme biaya dan program keluarga\nberencana diatur dalam sebuah kesepakatan melalui lembaga kerja sama\nbipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 81: Donor Darah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi buruh yang melakukan donor darah pada jam kerja diberikan istirahat\npada hari itu juga dengan tetap diberikan upah pokok dan tunjangan tetap\nsedangkan buruh yang melakukan donor darah di Iuar jam kerja diperbolehkan\ntidak masuk bekerja selama (menunjukkan surat permohonan dari keluarga yang\ndidonor dan mendapat ijin dari pengusaha) dengan tetap diberikan upah pokok dan\ntunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82: Bantuan Sarana Olah Raga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan sarana\u002Ffasilitas olah raga berupa Iapangan (sesuai\nkemampuan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: PENYAMPAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 83: Penyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bagi setiap buruh dapat mengemukakan keluhannya mengenai hal-hal yang\nmenurutnya harus mendapat perhatian dan penyelesaian dari pimpinan perusahaan\ndengan berpedoman pada prinsip Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dengan Serikat Buruh bersama-sama berusaha untuk menyelesaikan\nkeluh kesah dengan secepatnya dan seadil-adilnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bilamana buruh menganggap diperlakukan tidak adil atau tidak wajar serta\nbertentangan dengan isi dan jiwa perjanjian kerja bersama, maka buruh dapat\nmenyampaikan pengaduan keluhannya melalui atasan yang lebih tinggi dan atau\nHRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 84: Tata Cara Penyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap persoalan atau pengaduan pertama-tama disampaikan dan dibicarakan\ndengan atasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila belum ada penyelesaian dan\u002Fatau tidak memuaskan baginya, maka\nburuh dapat meneruskan persoalan atau pengaduannya kepada atasan yang lebih\ntinggi dan atasan tersebut harus bersedia menerima dan menyelesaikan persoalan\natau pengaduan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bilamana ternyata penyelesaiannya masih belum dan\u002Fatau tidak memuaskan\nyang bersangkutan, maka upaya penyelesaian selanjutnya disampaikan kepada HRD\natau diselesaikan melalui lembaga kerjasama bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bilamana ternyata penyelesaiannya masih belum, maka keluhan dapat\ndisampaikan kepada Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV: KETENTUAN PERALIHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 85: Ketentuan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dengan memperhatikan kondisi dan kemampuan perusahaan, maka beberapa\nsubstansi dalam perjanjian kerja bersama ini yang berkenaan dangan keseimbangan\nhak dan kewajiban perusahaan maupun buruh akan diperbaharui melalui mekanisme\ntata cara rapat antara pengusaha dan serikat buruh sesuai ketentuan dalam\npasal-pasal perjanjian kerja bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hal-hal Iain yang mengenai pasal-pasal dalam perjanjian kerja bersama ini\nyang bilamana tidak relevan dengan adanya peraturan-peraturan dan atau\nkeputusan-keputusan Pemerintah yang berkenaan dengan ketenagakerjaan yang\npenetapannya setelah perjanjian kerja bersama ini, maka pasal-pasal dalam\nperjanjian kerja bersama ini dapat direvisi atau addendum dan atau secara\notomatis mengikuti kebijakan pemerintah yang baru ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 86: Ketentuan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini didaftarkan pada Dinas Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi Kabupaten Berau dan akan diperbanyak oleh Perusahaan untuk\ndibagikan kepada seluruh buruh sebagai salah satu sarana sosialisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini ditandatangani di Site Badiwata Teluk\nBayur dan mengikat bagi kedua belah pihak (seluruh buruh PT. Bara Jaya\nUtama)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila terjadi salah penafsiran terhadap isi Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dengan jalan\nmusyawarah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dibuat dan disepakati serta\nditandatangani oleh kedua belah pihak dalam rangkap 5 (lima) yang sama bunyi\ndan kekuatan hukumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Ketentuan yang merupakan pengaturan teknis dan penjabaran lebih lanjut\ndalam PKB ini akan diatur tersendiri dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan\ndari PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cp>6.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku paling lama 2 (dua) tahun dan\nmengikat kedua belah pihak serta dapat diperpanjang untuk masa 1 (satu) tahun\natas kesepakatan kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku terhitung tanggal 1 Oktober 2007\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini disepakati dan ditandatangani oleh kedua belah\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Di: Site Badiwata,Teluk Bayur, Berau Kaltim\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada tanggal: 17 September 2007\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Buruh PT. Bara Jaya Utama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sejahtera Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>GOFRI, CHHARIYANTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua General Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menyaksikan penandatanganan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kabupaten Berau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Drs. H.M. Muchlis Dahrie\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP: 070 003 765\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"sexualhar":50,"violence":54,"maternitydifferenttrigger":58,"paidmaternityleaveduration":62,"maxsicknesspay":66,"childcareleave":70,"cbadate_end":74,"severance_number":78,"ONCERISE_trigger":82,"maternityexcludedtrigger":86,"dayspweek":88,"childcare":92,"wageincreasetype2":96,"equalitydifferenttrigger":100,"paidpaternityleavepayperc":102,"STRUCINCR_trigger":105,"hourspday":108,"funeralpay":112,"MEALALL_trigger":116,"OVERTIME_trigger":120,"pensionfund":124,"contracttrialperiod":128,"maternityotherclause":132,"severance":136,"discrimination":138,"maxsicknesspayperc":142,"cbadate_start":144,"TRAINING_trigger":146,"incidentalbonusdays1":150,"commutingallowancetype":152,"holidaysdays":156,"maxsicknesspaytype":160,"COSTLIV_trigger":162,"severance_number_1_tenure":166,"holidaysweeks":169,"COMMUTE_trigger":171,"SUNDAY_trigger":173,"childcaredifferenttrigger":177,"EMPCONTR_trigger":179,"trainingprogrammes":183,"sundayallowancetype":185,"healthandsafetypolicy":187,"SOCSEC_trigger":191,"LOWWAGE_government":195,"disabilityfund":199,"overtimeallowanceperc1":202,"childcareexcludedtrigger":204,"hourspweek":206,"paidpaternityleavepay":208,"contracttrial":210,"schedulesrestpw":212,"commutingallowanceamount1":216,"equalityexcludedtrigger":218,"healthinsurance":220,"paidmaternityleaveall":224,"paidpaternityleave":226,"educationtuition":228,"incidentalbonustype2":232,"eqpay":234,"sicknessmaxdaysnr":236,"menstruationleave":240,"LOWWAGE_trigger":244,"sundayallowanceperc1":246,"bankholidays2":248,"healthinsurancerelatives":252,"contractseverancepay1":256,"overtimeallowancetype":258,"cbaratificationdate":260,"SENIOR_trigger":264,"mealvouchers":268,"sicknessmaxdays":272,"paidmaternityleave":274,"WAGES_trigger":276,"JOBTITLE_trigger":280,"contractseverancepay":284,"paidpaternityleaveduration":288,"wageincreasefirmperformance":292},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","1.Buruh yang mengalami kecelakaan kerja ","1.Buruh yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan santunan sesuai\nketentuan PT. Jamsostek.\n\n2.Bila dipandang perlu apabila buruh yang mengalami kecelakaan tidak ada\nkeluarga yang menunggu, maka perusahaan akan memberikan kebijakan kepada\npetugas perusahaan untuk membantu di rumah sakit.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"sexualhar","2.10Diarang berbuat pelecehan\u002Fmesum\u002Fasus","2.10Diarang berbuat pelecehan\u002Fmesum\u002Fasusila di Iokasi kerja.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"violence","1.Setiap buruh wajib menghindari hal-hal","1.Setiap buruh wajib menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan\nterjadinya:\n\n1.1Kebakaran \u002F ledakan.\n\n1.2Pencurian \u002F kehilangan \u002F kerusakan\n\n1.3Perkelahian \u002F penganiayaan.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"maternitydifferenttrigger","4.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku u","4.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk semua buruh PT. Bara Jaya Utama\nSite Badiwata.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"paidmaternityleaveduration","1.Bagi buruh wanita yang akan melahirkan","1.Bagi buruh wanita yang akan melahirkan kepadanya, diberikan cuti 1 1\u002F2\nbulan sebelum melahirkan dan 1 1\u002F2 bulan setelah melahirkan dengan berdasarkan\nsurat keterangan dari bidan atau dokter yang berwenang.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"maxsicknesspay","Dalam hal buruh sakit terus menerus, mak","Dalam hal buruh sakit terus menerus, maka kepadanya diberikan upah selama\nsakit dengan ketentuan sebagai berikut:\n\n3.2.16 (enam) bulan pertama diberikan sebesar 100 % (seratus persen) dari\nupah pokok dan tunjangan tetap.\n\n3.2.26 (enam) bulan berikutnya diberikan sebesar 75 % (tujuh puluh lima\npersen) dari upah pokok dan tunjangan tetap.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"childcareleave","1.7lstri\u002Fsuami atau anak buruh sakit ker","1.7lstri\u002Fsuami atau anak buruh sakit keras (opname - dirawat di Rumah Sakit)\ndiberikan ijin 2 (dua) hari kerja (berdasarkan surat dokter yang sah).",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"cbadate_end","6.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku p","6.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku paling lama 2 (dua) tahun dan\nmengikat kedua belah pihak serta dapat diperpanjang untuk masa 1 (satu) tahun\natas kesepakatan kedua belah pihak.\n\n7.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku terhitung tanggal 1 Oktober 2007",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"severance_number","1.1Uang Pesangon Masa Kerja Uang Pesango","1.1Uang Pesangon\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Masa Kerja\n      Uang Pesangon\n    \n    \n      Kurang dari 1 tahun\n      \n      1 bulan upah\n    \n    \n      1 tahun lebih tetapi Kurang dari 2 tahun\n      2 bulan upah\n    \n    \n      2 tahun lebih tetapi Kurang dari 3 tahun\n      3 bulan upah\n    \n    \n      3 tahun lebih tetapi Kurang dari 4 tahun\n      4 bulan upah\n    \n    \n      4 tahun lebih tetapi kurang dari 5 tahun\n      \n      5 bulan upah\n    \n    \n      5 tahun lebih tetapi Kurang dari 6 tahun\n      6 bulan upah\n    \n    \n      6 tahun lebih tetapi Kurang dari 7 tahun\n      7 bulan upah\n    \n    \n      7 tahun lebih tetapi Kurang dari 8 tahun\n      8 bulan upah\n    \n    \n      8 tahun sampai seterusnya\n      9bulan upah",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"ONCERISE_trigger","2.Tunjangan Hari Raya 2.1Hari Raya Keaga","2.Tunjangan Hari Raya\n\n2.1Hari Raya Keagamaan diberikan kepada buruh berdasarkan gaji pokok\n+tunjangan tetap.\n\n2.2Besarnya THR sebagai berikut:\n\n2.2.1Buruh yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih akan\ndiberikan 1 (satu) bulan upah.",{"bindId":87,"name":60,"text":61},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"dayspweek","1.Hari kerja untuk buruh bekerja ditetap","1.Hari kerja untuk buruh bekerja ditetapkan 6 (enam) hari dalam seminggu\nyaitu hari Senin sampai hari Sabtu.",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"childcare","1.Atas permohonan tertulis dan disertai ","1.Atas permohonan tertulis dan disertai keterangan yang dapat\ndibenarkan\u002Fyang sah dari pejabat yang berwenang maka ijin diberikan untuk\nmeninggalkan tugas dengan tetap mendapatkan upah dan tunjangan tetap untuk\nkeperluan:\n\n1.1Pernikahan buruh, diberi ijin 3 (tiga) hari kerja (hanya berlaku untuk\npernikahan yang pertama).\n\n1.2Pernikahan anak sah buruh, diberi ijin 2 (dua) hari kerja.\n\n1.3lstri sah pekerja melahirkan anak atau keguguran kandungan, diberi ijin 3\n(tiga) hari kerja (hanya berlaku untuk istri pertama).\n\n1.4Anggota keluarga (yaitu: suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua, anak sah pekerja\nmeninggal dunia) diberi ijin selama 3 (tiga) hari kerja.\n\n1.5Khitanan\u002Fpembaptisan anak pekerja, diberi ijin 2(dua) hari kerja.\n\n1.6Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, diberi ijin 1 (satu)\nhari kerja (melampirkan surat keterangan dari RT\u002FRW dan copy kartu\nkeluarga).\n\n1.7lstri\u002Fsuami atau anak buruh sakit keras (opname - dirawat di Rumah Sakit)\ndiberikan ijin 2 (dua) hari kerja (berdasarkan surat dokter yang sah).",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"wageincreasetype2","Kenaikan upah buruh dilakukan dengan ket","Kenaikan upah buruh dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:\n\n1.Karena promosi \u002F kenaikan pangkat atau jabatan berdasarkan tingkat\npengetahuan, ketrampilan, kemampuan, Ioyalitas, perilaku dan masa kerja.\n\n2.Sebagai akibat kenaikan upah secara umum sesuai ketentuan pemerintah.",{"bindId":101,"name":60,"text":61},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":103,"name":94,"text":104},"paidpaternityleavepayperc","1.Atas permohonan tertulis dan disertai keterangan yang dapat\ndibenarkan\u002Fyang sah dari pejabat yang berwenang maka ijin diberikan untuk\nmeninggalkan tugas dengan tetap mendapatkan upah dan tunjangan tetap untuk\nkeperluan:\n\n1.1Pernikahan buruh, diberi ijin 3 (tiga) hari kerja (hanya berlaku untuk\npernikahan yang pertama).\n\n1.2Pernikahan anak sah buruh, diberi ijin 2 (dua) hari kerja.\n\n1.3lstri sah pekerja melahirkan anak atau keguguran kandungan, diberi ijin 3\n(tiga) hari kerja (hanya berlaku untuk istri pertama).",{"bindId":106,"name":98,"text":107},"STRUCINCR_trigger","Kenaikan upah buruh dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:\n\n1.Karena promosi \u002F kenaikan pangkat atau jabatan berdasarkan tingkat\npengetahuan, ketrampilan, kemampuan, Ioyalitas, perilaku dan masa kerja.",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"hourspday","2.Penentuan waktu kerja didasarkan kepad","2.Penentuan waktu kerja didasarkan kepada kebutuhan perusahaan dengan\nmemperhatikan UU No 13 tahun 2003, yang menetapkan waktu kerja adalah 7 (tujuh)\njam sehari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu dan 40 (empat puluh)\njam dalam seminggu.",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"funeralpay","Buruh yang meninggal dunia, kepada ahli ","Buruh yang meninggal dunia, kepada ahli warisnya diberikan jaminan kematian\nyang jumlahnya sesuai penetapan PT. Jamsostek.",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"MEALALL_trigger","1.2Perusahaan memberikan uang makan seba","1.2Perusahaan memberikan uang makan sebagai tunjangan tidak tetap sebesar\nRp. 5.000 sebanyak 2 (dua) kali per hari bagi yang tinggal di Iuar mess\nperusahaan.",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"OVERTIME_trigger","1.1Hari biasa. 1.1.1Untuk jam pertama se","1.1Hari biasa.\n\n1.1.1Untuk jam pertama setelah 7 (tujuh) jam dihitung 1,5 x upah lembur 1\njam.\n\n1.1.2Untuk jam kedua dan seterusnya dihitung 2 X upah lembur 1 jam.",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"pensionfund","Jaminan hari tua diberikan kepada buruh ","Jaminan hari tua diberikan kepada buruh dengan ketentuan\u002Fperaturan serta\npersyaratan yang ditentukan oleh PT. Jamsostek.",{"bindId":129,"name":130,"text":131},"contracttrialperiod","1.Tiga bulan pertama dari hubungan kerja","1.Tiga bulan pertama dari hubungan kerja merupakan masa percobaan dan\nketentuan ini tidak berlaku untuk buruh kontrak dan honorer.",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"maternityotherclause","2.Pelaksanaan cuti melahirkan tidak bisa","2.Pelaksanaan cuti melahirkan tidak bisa digabung\u002Fdiambil 3 (tiga) bulan\nsekaligus.\n\n3.Bagi pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat sesuai surat keterangan dokter kandungan atau bidan (apabila\nkandungan telah berusia minimal 3 (tiga) bulan)\n\n4.Keguguran tersebut bukan disengaja.\n\n5.Apabila setelah berakhirnya cuti melahirkan atau gugur kandungan buruh\nwanita masih mengalami sakit, maka istirahat sakit dapat diperpanjang dengan\nsurat keterangan dokter dan dianggap ijin biasa.\n\n6.Apabila cuti periodik jatuh bersamaan dengan cuti melahirkan\u002Fgugur\nkandungan maka cuti periodiknya gugur.",{"bindId":137,"name":80,"text":81},"severance",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"discrimination","2.KEWAJIBAN PERUSAHAAN 2.1Memberikan upa","2.KEWAJIBAN PERUSAHAAN\n\n2.1Memberikan upah\u002Fgaji, upah lembur dan tunjangan-tunjangan lain sesuai\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku\u002Fketentuan yang berlaku.\n\n2.2Menghilangkan semua bentuk diskriminasi berdasarkan suku bangsa, golongan\natau agama dalam hal penilaian, penerimaan, pengangkatan, penempatan dan\npemindahan buruh.",{"bindId":143,"name":68,"text":69},"maxsicknesspayperc",{"bindId":145,"name":76,"text":77},"cbadate_start",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"TRAINING_trigger","2.5Memberikan pendidikan dan pelatihan k","2.5Memberikan pendidikan dan pelatihan kepada buruh yang berhubungan dengan\ntugas dan tanggung jawabnya.",{"bindId":151,"name":84,"text":85},"incidentalbonusdays1",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"commutingallowancetype","6.Tunjangan Transport. 6.1Pengusaha memb","6.Tunjangan Transport.\n\n6.1Pengusaha memberikan tunjangan transport kepada buruh yang tinggal di\nIuar mess.\n\n6.2Besar tunjangan adalah Rp. 11.000\u002Fhari untuk buruh yang tinggal di\nTanjung redeb dan Rp. 6.000\u002Fhari untuk buruh yang tinggal di Teluk Bayur.",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"holidaysdays","Bagi buruh yang sudah bekerja selama 12 ","Bagi buruh yang sudah bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus\nmenerus pengusaha memberikan cuti tahunan selama 12 hari kerja kalender.",{"bindId":161,"name":68,"text":69},"maxsicknesspaytype",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"COSTLIV_trigger","5.Apabila terjadi kenaikan Upah Minimum ","5.Apabila terjadi kenaikan Upah Minimum Sektor Propinsi dan\u002Fatau Upah\nMinimum Sektor Kabupaten\u002FKota yang ditetapkan pemerintah maka upah buruh yang\nupahnya di atas upah minimum mengalami kenaikan disesuaikan dengan kemampuan\nperusahaan.",{"bindId":167,"name":80,"text":168},"severance_number_1_tenure","1.1Uang Pesangon\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Masa Kerja\n      Uang Pesangon\n    \n    \n      Kurang dari 1 tahun\n      \n      1 bulan upah\n    \n    \n      1 tahun lebih tetapi Kurang dari 2 tahun\n      2 bulan upah\n    \n    \n      2 tahun lebih tetapi Kurang dari 3 tahun\n      3 bulan upah\n    \n    \n      3 tahun lebih tetapi Kurang dari 4 tahun\n      4 bulan upah\n    \n    \n      4 tahun lebih tetapi kurang dari 5 tahun\n      \n      5 bulan upah\n    \n    \n      5 tahun lebih tetapi Kurang dari 6 tahun\n      6 bulan upah\n    \n    \n      6 tahun lebih tetapi Kurang dari 7 tahun\n      7 bulan upah\n    \n    \n      7 tahun lebih tetapi Kurang dari 8 tahun\n      8 bulan upah\n    \n    \n      8 tahun sampai seterusnya",{"bindId":170,"name":158,"text":159},"holidaysweeks",{"bindId":172,"name":154,"text":155},"COMMUTE_trigger",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"SUNDAY_trigger","1.2Pada hari Iibur\u002Fistirahat mingguan da","1.2Pada hari Iibur\u002Fistirahat mingguan dan hari-hari besar\u002FIibur nasional.\n\n1.2.12 x upah satu jam untuk 7 (tujuh) jam pertama.\n\n1.2.23 x upah satu jam untuk jam ke-8 (delapan).\n\n1.2.34 x upah satu jam untuk jam ke-9 (sembilan) dan seterusnya.",{"bindId":178,"name":60,"text":61},"childcaredifferenttrigger",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"EMPCONTR_trigger","1.Hubungan kerja antara Pengusaha dan Bu","1.Hubungan kerja antara Pengusaha dan Buruh terikat dalam suatu perjanjian\nkerja secara tertulis.",{"bindId":184,"name":148,"text":149},"trainingprogrammes",{"bindId":186,"name":175,"text":176},"sundayallowancetype",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"healthandsafetypolicy","Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan ","Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja maka perusahaan dan pekerja\nwajib:\n\n1.Mentaati ketentuan-ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja untuk\nmencegah timbuInya kecelakaan kerja dan sakit akibat hubungan kerja.",{"bindId":192,"name":193,"text":194},"SOCSEC_trigger","Perusahaan mendaftarkan\u002Fmemasukan buruh ","Perusahaan mendaftarkan\u002Fmemasukan buruh menjadi peserta jamsostek\nmeliputi:\n\n1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n\n2. Jaminan Kematian (JK)\n\n3. Jaminan Hari Tua (JHT)\n\n4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)",{"bindId":196,"name":197,"text":198},"LOWWAGE_government","2.Upah untuk level pemula\u002Fnon skill besa","2.Upah untuk level pemula\u002Fnon skill besarnya adalah upah minimum yang\nditetapkan pemerintah.",{"bindId":200,"name":48,"text":201},"disabilityfund","1.Buruh yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan santunan sesuai\nketentuan PT. Jamsostek.",{"bindId":203,"name":122,"text":123},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":205,"name":60,"text":61},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":207,"name":110,"text":111},"hourspweek",{"bindId":209,"name":94,"text":104},"paidpaternityleavepay",{"bindId":211,"name":130,"text":131},"contracttrial",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"schedulesrestpw","2.Hari Minggu dan hari-hari Libur Nasion","2.Hari Minggu dan hari-hari Libur Nasional tidak termasuk dalam hari kerja\nwajib\u002Freguler.",{"bindId":217,"name":154,"text":155},"commutingallowanceamount1",{"bindId":219,"name":60,"text":61},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"healthinsurance","1.Seluruh buruh dan keluarga PT. Bara Ja","1.Seluruh buruh dan keluarga PT. Bara Jaya Utama akan diikutsertakan dalam\nJaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) program Jamsostek.",{"bindId":225,"name":64,"text":65},"paidmaternityleaveall",{"bindId":227,"name":94,"text":104},"paidpaternityleave",{"bindId":229,"name":230,"text":231},"educationtuition","1.Biaya sekolah anak Perusahaan akan mem","1.Biaya sekolah anak\n\nPerusahaan akan memberikan bantuan biaya\u002Fbeasiswa sekolah anak buruh yang\nberprestasi sesuai kemampuan pengusaha dan dengan kriteria\u002Fkondite buruh serta\nakan diatur tersendiri.",{"bindId":233,"name":84,"text":85},"incidentalbonustype2",{"bindId":235,"name":140,"text":141},"eqpay",{"bindId":237,"name":238,"text":239},"sicknessmaxdaysnr","3.2.3Setelah sakit terus menerus selama ","3.2.3Setelah sakit terus menerus selama 1 tahun akan dipertimbangkan perihal\nhubungan kerjanya.",{"bindId":241,"name":242,"text":243},"menstruationleave","1.Bagi buruh wanita yang kesehatannya te","1.Bagi buruh wanita yang kesehatannya terganggu karena haid, tidak\ndiwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu haid dengan mendapatkan\nupah.",{"bindId":245,"name":197,"text":198},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":247,"name":175,"text":176},"sundayallowanceperc1",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"bankholidays2","1.Hari-hari yang ditetapkan sebagai hari","1.Hari-hari yang ditetapkan sebagai hari libur adalah:\n\n1.1Hari raya\u002Fhari besar keagamaan dan hari besar lainnya yang ditetapkan\noleh pemerintah.",{"bindId":253,"name":254,"text":255},"healthinsurancerelatives","2.Jaminan Perawatan Kesehatan dan Pengob","2.Jaminan Perawatan Kesehatan dan Pengobatan berlaku untuk:\n\n2.1Semua buruh PT. Bara Jaya Utama.\n\n2.2Keluarga buruh yaitu:\n\n2.2.1Istri\u002FSuami buruh yang sah.\n\n2.2.2Anak kandung atau anak yang sah sebanyak 3 (tiga) orang menjadi\ntanggungan buruh sampai umur 21 tahun yang belum bekerja dan belum menikah.",{"bindId":257,"name":80,"text":81},"contractseverancepay1",{"bindId":259,"name":122,"text":123},"overtimeallowancetype",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"cbaratificationdate","Perjanjian Kerja Bersama ini disepakati ","Perjanjian Kerja Bersama ini disepakati dan ditandatangani oleh kedua belah\npihak.\n\n\n\nDi: Site Badiwata,Teluk Bayur, Berau Kaltim\n\nPada tanggal: 17 September 2007",{"bindId":265,"name":266,"text":267},"SENIOR_trigger","1.2Uang penghargaan masa kerja Masa Kerj","1.2Uang penghargaan masa kerja\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Masa Kerja\n      Uang Penghargaan Masa Kerja\n    \n    \n      1 tahun lebih tetapi Kurang dari 2 tahun\n      Minimum 250.000\n    \n    \n      2 tahun lebih tetapi Kurang dari 3 tahun\n      Minimum 400.000\n    \n    \n      3 tahun lebih tetapi Kurang dari 6 tahun\n      2 bulan upah\n    \n    \n      6 tahun lebih tetapi Kurang dari 9 tahun\n      3 bulan upah\n    \n    \n      9 tahun lebih tetapi kurang dari 12 tahun\n      4 bulan upah\n    \n    \n      12 tahun lebih tetapi Kurang dari 15 tahun\n      5 bulan upah\n    \n    \n      15 tahun lebih tetapi Kurang dari 18 tahun\n      6 bulan upah\n    \n    \n      18 tahun lebih tetapi kurang dari 21 tahun\n      7 bulan upah\n    \n    \n      21 tahun lebih tetapi Kurang dari 24 tahun\n      8 bulan upah\n    \n    \n      24 tahun sampai seterusnya\n      10 bulan upah",{"bindId":269,"name":270,"text":271},"mealvouchers","1.3Bagi buruh yang berdomisili di Iokasi","1.3Bagi buruh yang berdomisili di Iokasi mess perusahaan diberikan dalam\nbentuk makanan (natura) sebanyak 3 (tiga) kali makan.",{"bindId":273,"name":238,"text":239},"sicknessmaxdays",{"bindId":275,"name":64,"text":65},"paidmaternityleave",{"bindId":277,"name":278,"text":279},"WAGES_trigger","1.Upah merupakan imbalan dalam bentuk ua","1.Upah merupakan imbalan dalam bentuk uang yang ditentukan berdasarkan\ntingkat kedudukan buruh\u002Fmasa kerja dan prestasinya.",{"bindId":281,"name":282,"text":283},"JOBTITLE_trigger","1.Status buruh terdiri atas: 1.1Buruh te","1.Status buruh terdiri atas:\n\n1.1Buruh tetap (hubungan kerja waktu tidak tertentu)\n\n1.2Buruh kontrak (hubungan kerja waktu tertentu) yang terdiri atas:\n\n1.2.1Buruh kontrak\n\n1.2.2Buruh honorer\n\n2.Golongan\n\n2.1Staff\n\nGolongan buruh yang diangkat dengan grade gaji bulanan tetap.\n\n2.2Non Staff\n\nGolongan buruh yang diangkat dengan grade gaji bulanan dan upah lembur atas\nkelebihan jam kerjanya.\n\n2.3Golongan Direksi\n\nGolongan pekerja yang diangkat dan ditunjuk langsung oleh Presdir.",{"bindId":285,"name":286,"text":287},"contractseverancepay","1.Buruh yang diberhentikan dan dinyataka","1.Buruh yang diberhentikan dan dinyatakan berhak atas uang pesangon, uang\npenghargaan masa kerja dan\u002Fatau ganti kerugian Iainnya sekurang-kurangnya\nsebagai berikut:",{"bindId":289,"name":290,"text":291},"paidpaternityleaveduration","1.3lstri sah pekerja melahirkan anak ata","1.3lstri sah pekerja melahirkan anak atau keguguran kandungan, diberi ijin 3\n(tiga) hari kerja (hanya berlaku untuk istri pertama).",{"bindId":293,"name":164,"text":165},"wageincreasefirmperformance","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Bara Jaya Utama - 2007\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2007-10-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2009-09-30\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2007-09-17\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Penggalian, Pertambangan, penggalian batu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pertambangan Batu Bara\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Bara Jaya Utama\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Gofri. CH\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n         \u003Cdiv id=\"display-gender\">\n                Referensi khusus untuk gender dalam kesetaraan upah: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Hari Raya Idul Fitri\u002FHari Raya Kemenangan, Army Day \u002F Feast of the Sacred Heart\u002F St. Peter &amp; Paul’s Day (30th June), Rwandan Liberation Day (4th July), Umuganura Day (first Friday of August)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;1\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;11000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;Minimum 250000 - 10 months wages per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;10000.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[299],{"title":39,"slug":34},[301],{"type":302,"data":303},"call_to_action_body_block",{"title":304,"description":305,"variant":306,"link":307},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":304,"url":308,"description":304,"rel":309,"type":310},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[312],{"type":302,"data":313},{"title":304,"description":305,"variant":306,"link":314},{"title":304,"url":308,"description":304,"rel":309,"type":310},[]]