[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pkb-antara-pt-win-textile-dengan-pimpinan-unit-kerja-sp-tsk-spsi-dan-spai-fspmi-pt-win-textile-periode-tahun-2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":322,"content_type_view":323,"extra_breadcrumbs":324,"body":326,"body_blocks":337,"related_pages":341},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":320,"translations":321},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-pkb-antara-pt-win-textile-dengan-pimpinan-unit-kerja-sp-tsk-spsi-dan-spai-fspmi-pt-win-textile-periode-tahun-2019-2021","a42aa13a-e826-11ea-aef7-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pkb-antara-pt-win-textile-dengan-pimpinan-unit-kerja-sp-tsk-spsi-dan-spai-fspmi-pt-win-textile-periode-tahun-2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pkb-antara-pt-win-textile-dengan-pimpinan-unit-kerja-sp-tsk-spsi-dan-spai-fspmi-pt-win-textile-periode-tahun-2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) Antara PT. Win Textile Dengan Pimpinan Unit Kerja SP TSK–SPSI Dan SPAI FSPMI PT. Win Textile Periode Tahun 2019\u002F2021","ba_ID","IDN PT. Win Textile - 2019","Indonesia - IDN PT. Win Textile - 2019","IDN PT. Win Textile - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT Win Textile.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT Win Textile\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) Antara PT. Win Textile Dengan Pimpinan\nUnit Kerja SP TSK–SPSI Dan SPAI FSPMI PT. Win Textile Periode Tahun 2019 -\n2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Atas berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan disertai keinginan yang luhur,\nsesungguhnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945\nmerupakan tujuan Pembangunan Nasional, Pengusaha berjanji mengusahakan “peran\ndiri masing-masing” dalam upaya menuju perbaikan dan peningkatan taraf hidup\nserta kesejahteraan Pekerja dengan peningkatan produktivitas dan memaksimalkan\nkeuntungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja dan Perusahaan berjanji memaksimalkan produktivitas,\nkeuntungan, meningkatkan kesejahteraan Pekerja, menciptakan suasana tempat\nkerja damai berdasarkan Hubungan Industrial yang harmonis, kooperatif,\npemahaman peran diri dan wewenang masing-masing atas dasar saling percaya serta\nhormat menghormati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PKB ini disepakati antara Pekerja \u002F PUK SP-TSK SPSI dan PUK SPAI FSPMI PT.\nWin Textile dengan Pengusaha yang bertujuan untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mempertegas dan memperjelas hak dan kewajiban Pekerja\u002FSerikat Pekerja\ndan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Secara bersama-sama menetapkan pedoman dasar syarat-syarat kerja dan\nkeadaan industrial dan atau hubungan ketenagakerjaan yang belum diatur dalam\nperundang-undangan maupun nilai-nilai syarat kerja yang sudah diatur dalam\nperundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Memberi konstribusi dalam penetapan hubungan Pekerja\u002FSerikat Pekerja dan\nPengusaha yang menciptakan nilai melalui penjagaan kestabilan disiplin,\nperdamaian dan semangat kerja atas dasar Hubungan Industrial yang harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Berdasarkan hubungan yang harmonis dan saling menghormati, saling percaya\nmempercayai, Pengusaha bersama-sama Pekerja \u002F PUK SP-TSK SPSI dan PUK SPAI\nFSPMI PT. Win Textile menyepakati dan bertekad untuk ikut mengembangkan Dharma\nBaktinya dalam program Pembangunan Nasional, dengan cara melaksanakan\nPendidikan dan Latihan secara terus menerus untuk meningkatkan kewibawaan\nPekerja melalui pencapaian tujuan bersama. “THE BEST GLOBAL COMPANY”.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Purwakarta, Mei 2019\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB) Antara PT WIN TEXTILE dengan SERIKAT PEKERJA\nPT WIN TEXTILE:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I. Pihak Pengusaha adalah PT. WIN TEXTILE, yang didirikan berdasarkan akta\npendirian Nomor 01 tanggal 7 Januari 2010 dibuat dihadapan Notaris Rosliana, SH\ndi Bekasi dan telah disyahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi\nManusia Republik Indonesia Nomor AHU-04519.AH.01.01 Tahun 2010 tanggal 27\nJanuari 2010 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 83.TN.32630.tanggal.15\nOktober 2010 dan sebagaimana diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Para\nPemegang Saham PT. Win Textile terakhir Nomor 07 Tanggal 02 Desember 2016\nsebagaimana disyahkan dengan Keputusan Menteri Hukum AHU-AH.01.03-0105887 pada\ntanggal 07 Desember 2016, berkedudukan hukum di Jl. Ir H Juanda, Kp. Cilegong,\nRT 15 RW 04, Ds.Cilegong, Kec. Jatiluhur, Kab.Purwakarta, Jawa Barat 41152,\nselanjutnya disebut “PENGUSAHA”.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II. Pihak Serikat Pekerja adalah Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Textile\nSandang Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP TSK SPSI) PT. WIN\nTEXTILE yang sah dan tercatat di Instansi yang membidangi ketenagakerjaan\nPemerintah Kabupaten Purwakarta No. 251\u002F31\u002FPUK SP TSK SPSI\u002FPT. WIN\nTEXTILE\u002FPWK\u002FX\u002F2012 tanggal 23 Oktober 2012, serta Pimpinan Unit Kerja Serikat\nPekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia ( PUK SPAI\nFSPMI ) PT. WIN TEXTILE yang sah dan tercatat di Instansi yang membidangi\nketenagakerjaan Pemerintah Kabupaten Purwakarta No.251\u002F01\u002FPKTK\u002FPWK\u002FII\u002F2016\nberkedudukan hukum di Jl. Ir. H. Juanda, Kp. Cilegong, RT. 15 RW. 04,\nDs.Cilegong, Kec. Jatiluhur, Kab. Purwakarta, Jawa Barat 41152, selanjutnya\ndisebut “SERIKAT PEKERJA”\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PEMERINTAH KABUPATEN PURWAKARTA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DINAS KETENAGAKERJAAN DAN TRANSMIGRASI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jalan Veteran No. 03 Ciseureuh - Purwakarta 41118 Telp.\u002FFax: (0264) -\n200459\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>E-mail: disnakertranspurwakarta@gmail.com\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PENDAFTARAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor : 578.1\u002F 1949 - HIS\u002FPemb.2\u002FVI\u002F2019\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menimbang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bahwa Perjanjian Kerja Bersama (PKB ) merupakan salah satu sarana dalam\nrangka pelaksanaan hubungan industrial yang serasi, aman, mantap dan\ndinamis;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Bahwa berdasarkan surat Nomor : 165\u002FPRESDIR B\u002FV\u002F2019 tanggal 23 Mei 2019\nperihal Permohonan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB ) antara Pengusaha\nPT. WIN TEXTILE dengan PUK SP TSK SPSI PT. WIN TEXTILE dan PUK SPAI FSPMI PT.\nWIN TEXTILE\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dasar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Undang – Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja\u002FSerikat\nBuruh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor : 28 Tahun 2014 tentang Tata\nCara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan, serta Pembuatan dan\nPendaftaran Perjanjian Kerja Bersama;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan Dinas Daerah\nKabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>TERDAFTAR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Pengusaha PT. WIN TEXTILE dengan\nSerikat Pekerja\u002FSerikat Buruh PUK SP TSK SPSI PT. WIN TEXTILE dan PUK SPAI\nFSPMI PT. WIN TEXTILE yang berlaku terhitung mulai tanggal 20 Mei 2019 sampai\ndengan tanggal 20 Mei 2021, dengan ketentuan apabila dikemudian hari kedua\nbelah pihak melakukan perubahan perubahan, memperpanjang waktu berlakunya, atau\nterdapat kekeliruan harus diselesaikan sesuai peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dikeluarkan di : Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada tanggal : 26 Juni 2019\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepala,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>TITOV FIRMAN H.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP. 19611924 198901 1 002\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tembusan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Yth. Bupati Purwakarta;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PUK SP TSK SPSI PT. WIN TEXTILE.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. PUK SPAI FSPMI PT. WIN TEXTILE\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 Pengertian dan Istilah-istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, istilah - istilah berikut mengandung\nmaksud dan pengertian sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama (selanjutnya disebut “PKB”)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kesepakatan ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang\nNo.13 tahun 2003 Jo. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.28\nTahun 2014 dan merupakan hasil perundingan antara serikat pekerja dengan\npengusaha yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban kedua belah\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah PT. Win Textile, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan\nakta pendirian Nomor 01 tanggal 7 Januari 2010 dibuat dihadapan Notaris\nRosliana, SH di Bekasi dan telah disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan\nHak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-04519.AH.01.01 Tahun 2010\ntanggal 27 Januari 2010 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 83.TN.32630\ntanggal 15 Oktober 2010 dan sebagaimana diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan\nPara Pemegang Saham PT Win Textile Nomor 26 tanggal 20 Oktober 2011 dan Akta\nNomor 34 tanggal 28 Oktober 2011 dan disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum\ndan Hak Asasi Manusia Nomor No. AHU-54451.AH.01.02.2011 tanggal 08 November\n2011, yang berkedudukan hukum di Jl. Ir H Juanda, Kp. Cilegong, RT 15 RW 04,\nDs. Cilegong, Kec. Jatiluhur, Kab. Purwakarta, Jawa Barat 41152.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemilik perusahaan dan atau orang yang diberi kuasa untuk mengelola\njalannya perusahaan dan melakukan tindakan untuk dan atas nama pemilik\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Managemen Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah direksi perusahaan yang terdiri dari presiden direktur dan beberapa\ndirektur perusahaan yang mempunyai kewenangan untuk melakukan tindakan untuk\ndan atas nama perusahaan berdasarkan anggaran dasar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah semua orang yang bekerja pada Perusahaan PT. Win Textile berdasarkan\nSurat Perjanjian Kerja dan menerima upah dari pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah suatu organisasi pekerja PT. Win Textile yang berada di lingkungan PT.\nWin Textile, dalam hal ini yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Serikat Pekerja PUK SP TSK SPSI PT. WIN TEXTILE tercatat di Instansi yang\nmembidangi ketenagakerjaan Pemerintah Kabupaten Purwakarta No. 251\u002F31\u002FPUK SP\nTSK SPSI\u002FPT WIN TEXTILE\u002FPWK\u002FX\u002F2012 tanggal 23 Oktober 2012\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Serikat Pekerja PUK SPAI FSPMI PT. WIN TEXTILE tercatat di Instansi yang\nmembidangi ketenagakerjaan Pemerintah Kabupaten Purwakarta\nNo.251\u002F01\u002FPKTK\u002FPWK\u002FII\u002F2016\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Anggota Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja PT. WIN TEXTILE yang atas kemauannya sendiri bergabung serta\nditerima menjadi anggota serikat pekerja. Keanggotaannya ini akan gugur dengan\nsendirinya apabila pekerja yang bersangkutan menyatakan keluar atau dikeluarkan\ndari keanggotaan serikat pekerja atau mengalami pemutusan hubungan kerja dengan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kegiatan yang dilakukan oleh pekerja untuk pengusaha dalam suatu\nhubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Tenaga Kerja Ahli\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tenaga Kerja Ahli adalah tenaga kerja dalam negeri \u002Fasing yang memiliki\nkeahlian khusus untuk dipekerjakan sesuai kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Pemagangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seseorang yang terikat pada hubungan pemagangan kerja untuk\nmemperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang diarahkan untuk suatu\npekerjaan\u002Fjabatan tertentu melalui jalur pengalaman yang dilaksanakan secara\nsistematis menurut kemampuan kedua belah pihak dan diikat dalam suatu kontrak\npemagangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anggota serikat pekerja yang dipilih dan ditunjuk dalam musyawarah\nsesuai dengan AD\u002FART SP TSK SPSI dan AD\u002FART SPAI FSPMI, bertugas untuk memimpin\nSerikat Pekerja pada PT. Win Textile. Oleh karena itu bertindak untuk dan atas\nnama Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah istri atau suami sah dari pekerja (1 istri\u002Fsuami ), anak kandung,anak\ntiri,anak angkat yang sah menurut undang-undang dan menjadi tanggungan pekerja\nmaksimal 3 orang dengan ketentuan usia maksimal 21(dua puluh satu) tahun serta\nbelum menikah\u002Fbelum bekerja yang terdaftar di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Orang Tua Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Ayah dan lbu kandung \u002Fangkat dari pekerja yang sah menurut\nundang-undang dan telah terdaftar di perusahaan pada saat diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Mertua Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah ayah dan ibu dari suami atau istri pekerja yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Saudara Kandung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah saudara kandung satu ayah\u002Fibu atau saudara kandung satu ibu\u002Fsaudara\nkandung satu ayah yang telah terdaftar di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga pekerja atau orang yang ditunjuk menurut hukum yang berlaku\nuntuk menerima setiap pembayaran\u002Fsantunan bila pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang memiliki jabatan atau pangkat yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Atasan Langsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah atasan yang menurut jenjang jabatan struktur organisasi mempunyai\ntanggung jawab penugasan, pembinaan dan pengawasan secara langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pendapatan pekerja terdiri dari gaji pokok dan tunjangan baik\ntunjangan yang bersifat tetap maupun tunjangan tidak tetap yang berhak\nditerimanya, dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu\npersetujuan atau peraturan perundang- undangan yang berlaku dan dibayarkan\nberdasarkan perjanjian kerja antara pengusaha dengan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah imbalan dasar yang diberikan pengusaha kepada pekerja sesuai dengan\nperundang-undangan yang berlaku secara tetap dan teratur setiap bulan atas\ndasar hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah komponen upah di luar upah pokok yang diterima pekerja secara tetap\ndan teratur serta tidak dipengaruhi oleh kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah komponen upah yang diterima pekerja yang besarnya tidak tetap dan\nwaktunya tidak teratur di luar upah pokok dan tunjangan tetap dan dipengaruhi\noleh kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Upah Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yang diterima pekerja sebagai imbalan hasil kerja pekerja yang\ndilakukan diluar jam kerja wajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerjaan yang dilakukan di luar jam\u002Fhari kerja yang telah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana pekerja diwajibkan untuk masuk bekerja selama 6 (enam)\nhari kerja dalam seminggu, kecuali jika ada diantara hari-hari itu dinyatakan\nhari libur resmi oleh pemerintah atau hari-hari cuti yang telah diatur dalam\nPKB atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Hari Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila Pekerja masuk bekerja pada hari libur atau hari libur\nmingguan atau jam kerja melebihi jam kerja wajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. Waktu Kerja Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pelaksanaan kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan secara\nbergilir berdasarkan jadwal kerja yang tetap dan teratur yang telah ditentukan\noleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28. Hari Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana pekerja tidak diwajibkan masuk bekerja yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hari libur mingguan atau hari-hari dimana pekerja tidak diwajibkan untuk\nbekerja sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh perusahaan kecuali\npekerjaan itu menurut sifatnya atau kepentingannya harus dijalankan terus pada\nhari istirahat mingguan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Hari libur resmi yang telah ditetapkan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hari libur yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan\nserikat pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29. Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Terhitung sejak terjadinya hubungan kerja antara pekerja dan pengusaha atau\nsejak pekerja pertama kali mulai bekerja di perusahaan berdasarkan pada\nPerjanjian Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30. Masa Percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah masa yang dijalani oleh pekerja maksimal 3 (tiga) bulan, setelah itu\ndapat diangkat menjadi pekerja\u002Fkaryawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31. Surat Peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah surat resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan (bagian HRD\u002FPersonalia),\nkarena adanya tindakan pelanggaran disiplin atau perbuatan melanggar PKB ini,\nyang bersifat mendidik bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32. Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemindahan pekerja dari satu bagian\u002Funit kerja ke bagian\u002Funit kerja\nlainnya yang merupakan hak dasar pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33. Skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah sanksi pemberhentian sementara terhadap pekerja dalam proses\npenyelesaian perselisihan yang terjadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34. Dispensasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah ijin yang diberikan oleh pengusaha kepada pekerja untuk meninggalkan\ntugas dengan mendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>35. Lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seluruh wilayah kerja dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>36. Mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja tidak masuk bekerja pada hari kerja tanpa keterangan\nyang dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>37. Izin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja tidak masuk bekerja dengan alasan yang diberitahukan\nterlebih dahulu secara tertulis dan mendapat persetujuan dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>38. Surat Keterangan Dokter (SKD)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah surat keterangan yang diberikan kepada Pekerja yang memerlukan\nistirahat karena sakit oleh dokter yang ditunjuk atau yang bekerjasama dengan\nBPJS Kesehatan serta melampirkan bukti resep dan Diagnosa dari Dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>39. Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kecelakaan yang terjadi\u002Ftimbul dalam atau akibat hubungan kerja di\nLingkungan Perusahaan dan pada saat berangkat ataupun pulang kerja di\nperjalanan yang biasa dilalui.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>40. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upaya perlindungan agar para Pekerja dan orang yang berada di tempat\nkerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 Ruang Lingkup PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PKB adalah Perjanjian kerja yang dibuat bersama oleh Pengusaha dan\nSerikat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal Perusahaan mengadakan perubahan nama, pemilik atau penggabungan\nusaha dengan Perusahaan lain untuk bentuk usaha lain, maka pasal-pasal dari PKB\nini tetap berlaku bagi Pekerja dan Perusahaan pada waktu perubahan tersebut\ndiberlakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal Serikat Pekerja mengadakan perubahan nama, pengurus,\npembubaran, maka pasal-pasal PKB ini tetap berlaku bagi Pekerja dan Perusahaan\npada waktu perubahan tersebut diberlakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 Luasnya Kesepakatan PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja telah sepakat mengadakan PKB yang isinya\nmeliputi syarat-syarat kerja dan berbagai aspek dalam hubungan kerja antara\nSerikat Pekerja dan Pengusaha. 2. Dalam hal Pengusaha atau Serikat Pekerja\nmengadakan Perubahan-perubahan terkait PKB yang bersifat fundamental, maka isi\ndari PKB ini akan tetap berlaku bagi pihak Pengusaha dan Serikat Pekerja\nterhitung sejak adanya Perubahan-perubahan tersebut sampai dengan sisa waktu\nberlakunya Perjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila wakil dari Pengusaha dan wakil dari Serikat Pekerja yang telah\nmembuat dan menandatangani PKB ini berhenti\u002Fmeninggal dunia, PKB ini tetap\nberlaku sampai dengan batas waktu berakhirnya dan wakil penggantinya tetap\nmematuhi PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>4. Ketentuan-ketentuan dalam PKB ini berlaku untuk Pengusaha dan seluruh\nPekerja baik Anggota Serikat Pekerja maupun bukan Anggota Serikat Perkerja\nsejak tanggal ditetapkannya PKB ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 Tujuan dan Fungsi PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Menciptakan situasi dan kondisi seoptimal mungkin agar kelancaran\nkegiatan operasional Perusahaan dilaksanakan dengan tata cara yang efektif dan\nefisien demi kemajuan Perusahaan dan Kesejahteraan Pekerja berdasarkan waktu,\nsyarat dan suasana kerja yang baik serta pemberian Upah maupun Tunjangan yang\npantas sesuai dengan taraf hidup yang layak bagi Pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Melaksanakan sepenuhnya ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang\nketenagakerjaan dan peraturan perundang-undangan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Membangun hubungan kerja dalam Perusahaan dengan menjaga keharmonisan,\nketenangan, ketentraman dan ketertiban berdasarkan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Merupakan pedoman untuk menyelesaikan setiap perselisihan\u002Fperbedaan\npendapat menyangkut Hubungan Industrial antara Kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 Hak dan Kewajiban Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk saling menghormati,\nmentaati, melaksanakan, menyebarluaskan serta menjelaskan PKB ini kepada\nPekerja, dan anggota Serikat Pekerja, baik isi, makna maupun pengertian dari\nketentuan-ketentuan yang tertera dalam PKB ini agar dimengerti dan dipatuhi\ndengan berpedoman pada azas kejujuran, keadilan dan serta tidak\ndiskriminatif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha wajib mencetak PKB dalam bentuk buku saku, dan dibagikan kepada\nsetiap karyawan\u002Fpekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha atau Serikat Pekerja berhak menegur dan mengajukan keberatan\nterhadap hal-hal yang bertentangan dengan isi PKB, dan wajib dikembalikan\nsebagaimana mestinya PKB. Serikat Pekerja berkewajiban mewakili, melindungi dan\nmengayomi anggotanya baik secara perorangan maupun secara kelompok dalam bidang\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat Pekerja berkewajiban melakukan pembinaan kepada\nanggota-anggotanya dalam hal kedisiplinan untuk menunjang peningkatan\nproduktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban menciptakan ketenangan usaha\ndan ketenangan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap hak dan kewenangan pengusaha berpedoman pada isi PKB ini dan taat\npada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II PENGAKUAN DAN FASILITAS SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 Luasnya Keanggotaan dan Batasan Kepengurusan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Luas Keanggotaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Seluruh Pekerja dapat menjadi anggota Serikat Pekerja tanpa membedakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>golongan, agama dan ras.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Keanggotaan serikat pekerja dibuktikan dengan kartu tanda anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Setiap pekerja tidak boleh menjadi anggota lebih dari satu serikat\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja dapat berhenti atau diberhentikan dari serikat pekerja, sesuai\ndengan AD\u002FART Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Batas kepengurusan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dapat menjadi pengurus Serikat Pekerja adalah anggota serikat pekerja\nyang dipilih dan ditunjuk dalam musyawarah sesuai dengan AD\u002FART Serikat Pekerja\nyang ada di PT.Win Textile kecuali karena jabatannya tidak dapat menjadi\npengurus yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Manager dan Ast. Manager.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Kepala Shift ke atas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Staf personalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Staf keuangan dan IT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pekerja dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Satpam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 Pengakuan Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja yang berada dalam Lingkungan\nPerusahaan adalah PUK SP TSK SPSI dan PUK SPAI FSPMI yang telah tercatat di\nInstansi yang membidangi ketenagakerjaan Pemerintah Kabupaten Purwakarta\nmerupakan badan atau organisasi yang sah dan mewakili, bertindak untuk dan atas\nnama Karyawan dan Karyawati PT. Win Textile yang mempunyai hubungan kerja\ndengan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja mempunyai kewenangan penuh dalam\nmengatur Organisasi serta anggotanya dan tidak akan melakukan tekanan baik\nlangsung maupun tidak langsung terhadap Pekerja, baik Anggota Serikat Pekerja\nmaupun bukan Anggota Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja mengakui bahwa Pengusaha mempunyai kewenangan untuk\nmengelola Perusahaan dan mengatur para Pekerja dalam bekerja demi meningkatkan\nkualitas kerja dan kemajuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat Pekerja mengakui hak Pengusaha untuk menerima, mengangkat dan\nmemindahkan Pekerja sesuai dengan kebutuhan Perusahaan sepanjang tidak\nbertentangan dengan isi PKB. 5. Pengusaha dan Serikat Pekerja, demi kepentingan\nbersama saling menghormati menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengusaha dan Serikat Pekerja turut serta membina pekerja dan anggotanya\nuntuk bersama-sama berperan serta dalam memajukan dan menjaga nama baik\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Serikat Pekerja mempunyai kebebasan dalam mengembangkan dan membina\norganisasi sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku serta tidak\nberafiliasi pada pihak tertentu maupun organisasi tertentu baik organisasi\npolitik maupun organisasi massa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 Jaminan Pengusaha Terhadap Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha tidak akan membuat kebijakan yang dapat mengakibatkan tidak\nberjalannya program dan fungsi organisasi Serikat Pekerja, kecuali Serikat\nPekerja dan\u002Fatau pengurusnya nyata-nyata terbukti berbuat sesuatu yang\nmerugikan Perusahan dan\u002Fatau menyimpang dari isi PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Terhadap Pekerja yang terpilih menjadi Pengurus Serikat Pekerja,\nPerusahaan menjamin tidak akan melakukan tekanan secara langsung maupun tidak\nlangsung antara lain berupa intimidasi, teror, diskriminasi yang dapat\nmerugikan\u002Fmenghambat karir Pekerja yang bersangkutan karena melaksanakan\nfungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha akan menyelesaikan masalah yang timbul akibat hubungan kerja\ndengan Serikat Pekerja dengan azas musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 Jaminan Serikat Pekerja Terhadap Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Serikat Pekerja menjamin tidak akan menghalangi Pengusaha dalam\nmenegakkan tata tertib dan disiplin kerja serta peningkatan efisiensi serta\nproduktivitas kerja, serta pemberian peringatan\u002Fsanksi secara adil atas\nkesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan Pekerja sepanjang tidak bertentangan\ndengan ketentuan PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja menjamin tidak akan mencampuri Pengusaha dalam mengelola\nPerusahaan, kecuali yang menyangkut ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan mogok adalah tindakan yang tidak\nsesuai dengan semangat hubungan industrial, oleh karena itu akan dihindarkan\ndan semaksimal mungkin masalah yang timbul akan diselesaikan dengan cara\nperundingan. Jika bagaimanapun terjadi pemogokan yang tidak dapat dihindari\noleh Serikat Pekerja maka pemogokan tersebut harus dilakukan sesuai prosedur\nyang benar sebagaimana ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang\nberlaku dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 Kegiatan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Serikat pekerja dapat menempelkan Pengumuman yang dikeluarkan oleh\nSerikat Pekerja sepanjang pengumuman tersebut telah disetujui oleh\nManajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>2. Kegiatan serikat pekerja yang dilaksanakan pada waktu jam kerja, harus\nmendapatkan izin atau ada kesepakatan terlebih dahulu dengan kedua belah pihak\ndan sesuai kesepakatan tersebut, Perusahaan dapat memberikan Dispensasi dengan\nhak penuh kepada wakil-wakil Serikat Pekerjayang ditunjuk untuk melaksanakan\ntugas-tugas Serikat Pekerja yang tidak dapat diselesaikan diluar jam kerja atau\ndi luar lingkungan Perusahaan Tugas tersebut antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perundingan PKB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Rapat Bipartit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Kegiatan-kegiatan Serikat Pekerja lainnya, selama tidak melanggar\nketertiban umum, hukum dan merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja yang mengadakan kegiatan seperti dalam ayat 2 (dua) Pasal\nini, terlebih dahulu membuat surat ijin kepada pengusaha dan telah disetujui\noleh HRD dengan melampirkan undangan resmi dan menyampaikan pemberitahuan\nkepada Perusahaan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelumnya kecuali hal-hal\nyang sifatnya mendesak wajib memberi informasi kepada Atasan. Dispensasi\ndiberikan selama waktu yang dibutuhkan untuk tujuan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam segala kegiatannya, Serikat Pekerja tidak boleh membocorkan\nrahasia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Serikat Pekerja tidak akan menghalangi anggotanya melaksanakan kewajiban\nyang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diatur dalam ketentuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 Perubahan Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pengusaha\napabila terjadi pergantian Pengurus Serikat Pekerja sesuai dengan ketentuan\nperaturan perundang- undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 Fasilitas dan Bantuan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan ruang kantor di lingkungan Perusahaan bagi Serikat\nPekerja dengan perlengkapannya yang memadai sesuai dengan kemampuan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja diperbolehkan menggunakan papan pengumuman yang\ndisediakan oleh Perusahaan sepanjang isi pengumuman disepakati antara Pengusaha\ndan Serikat Pekerja, dan Serikat Pekerja wajib menyerahkan 1 (satu) rangkap\ncopy kepada Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja wajib mendapatkan ijin dari Pengusaha bila ingin\nmempergunakan fasilitas lain Perusahaan untuk melaksanakan kegiatan Serikat\nPekerja .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk keperluan Pungutan Iuran Anggota, Serikat Pekerja harus menerima\nKuasa tertulis dari masing-masing Pekerja yang menjadi anggota serta\nmemberikannya kepada HRD\u002FPersonalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Berdasarkan permintaan tertulis dari Serikat Pekerja, Pengusaha bersedia\nuntuk membantu melaksanakan pemotongan Iuran Anggota Serikat Pekerja dan dana\nlainya yang diperlukan oleh serikat pekerja melalui upah yang bersangkutan yang\nkemudian diserahkan kepada Serikat Pekerja melalui cara transfer setelah\nmendapatkan persetujuan dari Anggota dengan Prosedur dan ketentuan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 Penerimaan Pekerja baru dan syarat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Penerimaan dan seleksi calon Pekerja baru merupakan hak Pengusaha sesuai\ndengan kebutuhan Perusahaan, dengan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh\nPengusaha dan tidak menyimpang dari Undang-undang Ketenagakerjaan serta\nPeraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Persyaratan umum menjadi Pekerja baru di Perusahaan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Berusia 18 tahun keatas;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mengajukan permohonan tertulis dan dilampiri dengan persyaratan lainnya\nyang ditentukan oleh Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Berbadan sehat yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tidak pernah melanggar hukum dan menyerahkan Surat Keterangan Catatan\nKepolisian (SKCK) dari Kepolisian;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Melampirkan Kartu Kuning\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Tidak mempunyai hubungan kerja dengan Perusahaan lain;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Lulus tes seleksi yang diadakan oleh pihak Pengusaha, meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- seleksi Administrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- seleksi Potensi Akademis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- seleksi Dinamika Kepribadian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- seleksi Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- wawancara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Surat ijin dari orang tua\u002Fwali atau suami bagi calon pekerja wanita.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 Tenaga Kerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam mempekerjakan tenaga kerja asing, Pengusaha mematuhi ketentuan dan\npenempatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tenaga kerja asing yang dipekerjakan dapat berkomunikasi, memahami Bahasa\nIndonesia dan menghormati adat istiadat Bangsa Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila diperlukan Serikat Pekerja dapat meminta informasi tentang\nJumlah, Nama dan Jabatan TKA kepada manajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tenaga kerja asing dilarang menduduki jabatan yang mengurusi personalia\ndan atau jabatan-jabatan tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam rangka alih teknologi, tenaga kerja asing wajib memberikan dan atau\nmengajarkan keahliannya melalui program pelatihan yang diadakan oleh manajemen\nperusahaan secara rutin dan berkelanjutan sekurang-kurangnya setiap 6 (enam)\nbulan sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat 5 (lima) diatas, diberikan\nkepada Tenaga Kerja Indonesia Pendamping yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 Tenaga Kerja Ahli\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Pengusaha membutuhkan Tenaga Kerja Ahli namun tidak tersedia\nyang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), Pengusaha dapat menggunakan tenaga\nkerja asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan mempekerjakan Tenaga Kerja Ahli sesuai dengan kebutuhan\nPerusahaan dengan posisi keahlian khususnya pada tempat tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 Status Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Masa Percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>a. Masa kerja 3 (tiga) bulan pertama dalam hubungan kerja dianggap sebagai\nmasa percobaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Pekerja yang masih mengikuti masa percobaan mempunyai kewajiban yang sama\ndengan Pekerja yang sudah diangkat \u002F Pekerja Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hubungan kerja dalam masa percobaan dapat diakhiri setiap saat oleh kedua\nbelah pihak tanpa syarat dan tanpa kewajiban apapun dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa percobaan ini diperhitungkan sebagai masa kerja, apabila ada Pekerja\nyang bersangkutan telah diangkat sebagai Pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja yang telah menyelesaikan masa percobaan dengan baik dapat\ndiangkat sebagai Pekerja tetap dan diberikan Surat Pengangkatan dengan golongan\ndan jabatan yang ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PKWT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) antara Pekerja dengan Perusahaan\ndibuat secara tertulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. PKWT tidak mensyaratkan adanya masa percobaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jangka waktu PKWT diadakan untuk paling lama 2 tahun dan dapat\ndiperpanjang untuk jangka waktu paling lama 1 tahun dan diberitahukan paling\nlambat 7 hari sebelum berakhirnya PKWT.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. PKWT berakhir apabila terjadi peristiwa sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja Meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Berakhirnya jangka waktu perjanjian PKWT.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 Penempatan dan Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Guna meningkatkan kinerja, menjaga jalannya usaha, pengembangan\nketerampilan Pekerja dan Pembinaan Karyawan, Pengusaha berhak menempatkan dan\nmelakukan rotasi Pekerja dilingkungan departemennya dan atau dari satu\nDepartemen ke Departemen yang lain tanpa mengurangi hak pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal penempatan kerja dan mutasi Pekerja, Pengusaha akan selalu\nmemperhatikan kreatifitas, kemampuan, keterampilan Pekerja itu sendiri sesuai\ndengan prosedur yang berlaku untuk mencapai tujuan operasional Perusahaan,\nPerusahaan dapat menempatkan, mengalihtugaskan Pekerja ke bagian lain dalam\nPerusahaan dengan memperhatikan pendidikan dan pengalaman sesuai dengan\nkebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila ada kekosongan disalah satu jabatan, maka Pengusaha akan\nmendahulukan kepada Pekerja Tetap yang telah ada, kecuali tidak memenuhi syarat\ndengan ketentuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk setiap mutasi antar Bagian\u002FDepartement akan diberitahukan dengan\nadanya Surat Keputusan\u002FPenetapan Mutasi oleh Bagian HRD\u002FPersonalia berdasarkan\nrekomendasi dari atasan masing-masing bagian\u002Fdepartemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pemindahan tugas\u002F mutasi internal dalam satu bagian, dapat dilaksanakan\noleh kepala bagian atas persetujuan Manager yang bersangkutan dan memberikan\ntembusan atau pemberitahuan ke bagian HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pemberitahuan mutasi disampaikan kepada pekerja yang bersangkutan\nsekurang-kurangnya 3 (tiga) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dalam kondisi tertentu Pengusaha berhak menempatkan atau menugaskan\nPekerja pada Perusahaan lain dengan status ditugas bantukan, masa kerja selama\npenugasan tetap dihitung sebagai masa kerja di Perusahaan, apabila penugasan\nberakhir maka Pekerja tersebut kembali bekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 Promosi Dan Demosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha berwenang untuk mempromosikan pekerja pada suatu jabatan yang\nlebih tinggi dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Promosi jabatan berpengaruh terhadap golongan dan upah pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja menjalani masa promosi (sebagai pelaksana tugas\u002FPLT)\nselama-lamanya 3 (tiga) bulan dan berhak mendapatkan 50% dari nominal tunjangan\njabatan yang dipromosikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja yang telah melewati masa promosi (sebagai pelaksana tugas\u002FPLT)\ndan telah memenuhi kriteria, maka akan diberikan tunjangan jabatan penuh sesuai\njabatan yang dipromosikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Demosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha menurunkan jabatan pekerja lebih rendah dari pada jabatan\nsemula\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Demosi atau penurunan jabatan dapat terjadi karena penurunan prestasi\u002F\nkinerja, tidak dapat mengatur dan mengelola bawahannya,tidak dapat menjalankan\nS.O.P serta pelanggaran disiplin. hal tersebut harus didasari alasan yang jelas\nserta dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Demosi jabatan berpengaruh terhadap golongan dan upah pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 Golongan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>Golongan Pekerja meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>GOLONGAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>JABATAN PRODUKSI \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>JABATAN OFFICE\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>VIII\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>VII\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ass.Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ass.Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>VI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Bagian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Bagian\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>V\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kashift\u002F Kasie\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Divisi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Regu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Staff Senior\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ass.Karu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mekanik\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Operator \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Staff\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Ch2>BAB IV HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 Hari Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hari Kerja adalah hari yang ditetapkan sebagai kewajiban Pekerja\nmelakukan tugasnya, yaitu 5 (lima) atau 6 (enam) hari kerja dalam seminggu,\nkecuali jika diantara hari-hari tersebut dinyatakan sebagai hari libur resmi\noleh Pemerintah atau hari-hari cuti dan hari pembebasan pekerja dari kewajiban\nbekerja baik yang diatur melalui PKB maupun Peraturan Perundang-undangan yang\nberlaku, dengan rincian sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 5 (lima) Hari Kerja : Hari Senin sampai dengan Hari Jum’at.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 6 (enam) Hari Kerja : Hari Senin sampai dengan Hari Sabtu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk Hari Kerja Sabtu diberlakukan setengah hari kerja atau sesuai\ndengan pengaturan Shift masing-masing departemen oleh Managemen Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk Departemen tertentu yang pekerjaannya bersifat khusus, maka\npenetapan hari libur mingguan akan diatur dan atau ditentukan tersendiri oleh\nmasing-masing Departemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Apabila jadwal libur mingguan bergilir seseorang (bukan hari minggu)\nsebagaimana diatur dalam huruf (d) diatas, bertepatan dengan libur nasional\nmaka bagi yang bersangkutan akan diperhitungkan lembur, walaupun yang\nbersangkutan libur pada hari tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi Pekerja shift dibagi menjadi 3 (tiga) group : Shift 1, Shift 2,\nShift 3 yang diatur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>oleh departemen masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 Waktu Kerja dan Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Waktu kerja adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>A. 7 (tujuh) jam kerja dalam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam kerja\ndalam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>- Shift I : Masuk jam 07.00 WIB, Pulang jam 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Shift II : Masuk jam 15.00 WIB, Pulang jam 23.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Shift III : Masuk jam 23.00 WIB, Pulang jam 07.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. 8 (delapan) jam kerja dalam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam kerja\ndalam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Untuk level dan posisi tertentu jam kerja akan diatur tersendiri antara\npengusaha dan pekerja sesuai kesepakatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Waktu Istirahat adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>a. Pekerja diberi istirahat 1 (satu) jam penuh setelah 4 (empat) dan atau 5\n(lima) jam bekerja dalam batas waktu 7 (tujuh) atau 8 (delapan) jam kerja dalam\n1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Untuk meningkatkan produktivitas, pengambilan jam istirahat untuk bagian\nproduksi sewaktu-waktu bisa berubah, dengan pengaturan 30 menit di pergunakan\nuntuk istirahat, dan 30 menit dihitung lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pada hari Jum’at untuk shift 1 (satu) dan Non Shift\u002FGeneral Shift jam\n11.30 s\u002Fd 13.00 WIB perusahaan memberikan toleransi bagi pekerja laki-laki yang\nberagama Islam untuk melaksanakan ibadah sholat Jum’at termasuk istirahat.\nKhusus untuk bagian tertentu yang kondisi tempat kerjanya tidak bisa\nditinggalkan, maka ketentuan diatas akan diatur oleh Pimpinan di departemen\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang telah melakukan pekerjaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Melebihi 7 (tujuh) jam kerja dalam sehari dan 40 (empat puluh) jam kerja\ndalam 1 (satu) minggu, untuk jam kerja yang lebih mendapat upah lembur sesuai\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Melebihi 8 (delapan) jam kerja dalam sehari dan 40 (empat puluh) jam\nkerja dalam 1 (satu) minggu, untuk jam kerja yang lebih mendapat upah lembur\nsesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk karyawan dengan sistem penggajian tertentu (berdasarkan ketentuan\npasal 94 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003), Jam Kerja sebagaimana dimaksud pada\nayat (1) akan diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Karyawan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 (dua) diatas, berhak\nmendapatkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>insentive apabila jam kerjanya melebihi sebagaimana jam kerja yang telah\ndiatur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Besarnya insentive sebagaimana dimaksud ayat 3 (tiga) dihitung sesuai\nrumusan perhitungan lembur dari UMK sesuai masa kerja masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Ketentuan sebagaimana ayat 3 (tiga) dan 4 (empat) berlaku sejak PKB ini\ndisahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk ketentuan lembur dan insentive Hari Raya Idul Fitri akan dibahas\nsecara terpisah setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Apabila Pengusaha memerlukan Pekerja untuk kerja lembur atau kerja pada\nhari libur disaat keadaan sangat dibutuhkan, pekerja bersedia melaksanakan\nkerja lembur tersebut berdasarkan Surat Perintah Lembur (SPL).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>8. Perhitungan upah lembur diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada\nSurat Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 tentang Waktu\nkerja Lembur (WKL) &amp; Upah Kerja lembur (UKL) per jam adalah :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya upah tiap jam diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1\u002F173 x Upah 1 Bulan = Upah 1 (satu) Jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>a. Hari Kerja Biasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Hari Kerja Biasa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"3\">Hari Libur\u002FIstirahat Mingguan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Ke-1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Ke-2,dst \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Ke 1-7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Ke-8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Selebihnya\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Upah Lembur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1.5 x WKL&amp;UKL \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 x WKL&amp;UKL\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 x WKL&amp;UKL\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 X WKL&amp;UKL\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 x WKL&amp;UKL\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>b. Hari Kerja Terpendek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Hari Kerja Terpendek \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"3\">Hari Libur pada Hari Terpendek\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Ke-6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Ke-7,dst\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Ke 1-5 Jam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ke-6 \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Selebihnya\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Upah Lembur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1.5 x WKL x UKL \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 x WKL x UKL\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 x WKL x UKL \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 x WKL x UKL\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 x WKL x UKL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>9. Setiap jam kerja lembur dibulatkan per 30 (tiga puluh) menit. 10. Pekerja\nyang melaksanakan kerja lembur pada hari Raya \u002F Libur resmi tetap mendapat\nfasilitas makan dan pengganti uang transport dari perusahaan, dan perusahaan\nwajib memberi uang piket\u002Fuang extra besarnya diatur dengan kebijakan perusahaan\ndiluar dari pada PKB ini berdasarkan kesepakatan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 Disiplin Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja wajib mematuhi waktu kerja masing-masing dan wajib\nmelakukan absensi dengan mesin pencatat waktu serta mengisi absensi manual yang\nberlaku di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja wajib berada di lokasi kerja minimal 15 menit sebelum jam kerja\ndan meninggalkan lokasi kerja setelah selesai breafing di departemen\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Breafing yang sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilakukan setelah jam\nkerja berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang terlambat masuk kerja karena alasan apapun wajib melapor\nkepada Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang berhalangan masuk karena sakit, harus segera memberitahukan\nkeadaannya pada hari pertama sakit kepada atasannya dan pada saat karyawan\nmasuk harus membuktikan hal sakitnya dengan Surat Keterangan dari Dokter yang\nbekerjasama dengan BPJS KESEHATAN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja yang tidak masuk kerja tanpa keterangan yang dapat dipertanggung\njawabkan adalah MANGKIR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Apabila Pekerja perlu meninggalkan pekerjaan sementara waktu untuk suatu\nkeperluan di luar lingkungan Perusahaan maka harus mendapatkan izin dari\natasannya serta Pimpinan tertinggi saat itu. Dan setelah Pekerja kembali ke\ntempat kerjanya wajib untuk melapor kembali kepada Atasannya, ketentuan ini\nberlaku pula pada jam istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja dilarang melakukan absensi untuk Pekerja lain, merubah waktu pada\nmesin pencatat waktu, merusak, mengambil dan menyembunyikan Mesin Pencatat\nWaktu dari tempat yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Untuk pekerja yang melakukan pertukaran shift harus memberitahukan kepada\natasannya selambat-lambatnya satu hari sebelum pertukaran shift tersebut dengan\nbukti tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Ketentuan mengenai perjalanan dinas bagi Pekerja yang melakukan\nperjalanan dinas baik didalam\u002Fkeluar kota, dan diluar negeri, ditetapkan dengan\nsurat keputusan tersendiri yang dibuat oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi pekerja yang akan melakukan perjalanan dinas akan diberikan\npenjelasan apa yang menjadi tugas dan kewajibannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi pekerja yang melakukan perjalanan dinas maka kepada Pekerja yang\nbersangkutan diberikan biaya perjalanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jika perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatas lebih\ndari 1 (satu) hari maka besarnya tunjangan tersebut diatas akan dikalikan\nselama hari perjalanan dinasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Besarnya biaya-biaya perjalanan dinas tersebut akan ditetapkan dengan\nsurat keputusan tersendiri yang dibuat oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V HARI LIBUR, CUTI DAN IZIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hari libur mingguan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>a. Diberikan kepada pekerja 1 (Satu) hari setelah 6 (Enam) hari kerja dan 2\nhari setelah 5 (lima) hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Bagi Pekerja yang waktu kerjanya ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan\npersyaratan kerja setempat, hari libur mingguan disesuaikan dengan Jadwal kerja\nyang ditetapkan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>2. Hari Libur Nasional dan Libur Khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Libur Nasional disesuaikan dengan keputusan pemerintah Republik\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Adapun Pergeseran hari libur Nasional dapat dilakukan oleh pengusaha\nberdasarkan kesepakatan dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Libur Khusus diatur oleh Pengusaha berdasarkan kesepakatan dengan Serikat\nPekerja..\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Cuti Tahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>a. Pekerja yang telah bekerja pada Perusahaan selama 12 (dua belas) bulan\nterus menerus berhak mendapat cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja,\ndengan mengajukan permohonan tertulis paling lambat 2 (Dua) hari sebelumnya\nkepada Pengusaha melalui Bagian HRD\u002FPersonalia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Hak Cuti Tahunan dapat diperoleh oleh setiap Pekerja terhitung mulai pada\ntanggal yang sama dengan tanggal mulai bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cp>c. Bagi pekerja yang belum memperoleh hak cuti tahunan atau masa kerja belum\nmencapai 12 (dua belas) bulan sementara harus melaksanakan cuti bersama, maka\nhak cuti tahunan akan dipotong secara otamatis setelah pekerja tersebut\nmemperoleh hak cutinya sesuai dengan jumlah cuti bersama yang telah diperoleh\natau ditetapkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d. Pengusaha wajib memberitahukan kepada Pekerja tentang lahirnya hak cuti\ndan jumlah cuti yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Batas waktu pengambilan cuti tahunan berlaku untuk selama 1 (satu) tahun\nsejak cuti tahunan diperoleh pekerja dan jika masa berlakunya telah gugur maka\nhak sisa cuti tahunan tersebut akan diganti berupa uang sesuai dengan\nperhitungan yang berlaku pada PKB ini dan dibayarkan pada bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Selama Cuti Tahunan, Pekerja tetap menerima upah penuh dan tidak\ndiperbolehkan bekerja di Perusahaan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Apabila cuti dikarenakan ada kepentingan mendadak, maka pekerja yang\nberkepentingan diwajibkan untuk memberitahukan kepada atasan masing-masing dan\napabila sudah masuk kembali bekerja maka wajib mengisi Form cuti yang\ndimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Cuti Melahirkan\u002FKeguguran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>a. Pekerja perempuan yang melahirkan berhak atas cuti melahirkan selama 3\nbulan, yaitu 11⁄2 bulan sebelum dan 11⁄2 bulan setelah melahirkan sesuai\ndengan anjuran medis.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>b. Pekerja perempuan yang mengalami keguguran\u002Fgugur kandungan diberikan\nwaktu istirahat selama 11⁄2 (satu setengah) bulan dengan tetap mendapatkan\nupah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Pekerja perempuan yang hendak mempergunakan cuti melahirkan harus\nmengajukan Surat Permohonan Cuti selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelumnya\ndisertai Surat Keterangan Dokter Kandungan\u002FBidan yang bekerjasama dengan BPJS\nKESEHATAN, kecuali cuti karena keguguran Surat Keterangan Dokter\nKandungan\u002FBidan dapat diajukan pada saat kembali bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Bagi Pekerja Perempuan yang menjalani cuti melahirkan dan keguguran\nmelebihi waktu sebagaimana yang ditentukan pada huruf a dan b Ayat (2) Pasal\nini dikarenakan kondisi pekerja tidak memungkinkan untuk bekerja, maka akan\nditentukan lain berdasarkan Surat Keterangan Dokter (SKD) dari Dokter atau yang\nbekerjasama dengan BPJS KESEHATAN dan telah ditunjuk\u002Fdipilih oleh karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Cuti Haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>a. Pekerja perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada atasannya\u002F pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua\npada waktu haid dengan menyertakan Surat Keterangan Dokter yang bekerjasama\ndengan BPJS KESEHATAN dan telah ditunjuk\u002Fdipilih oleh karyawan serta tidak\nmengurangi haknya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Apabila terjadi kelainan haid lebih dari 2 (dua) hari berturut-turut\nharus di dukung oleh Surat Keterangan Dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Cuti haid tidak mengurangi hak cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Cuti haid tidak mengurangi premi hadir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja yang merasakan sakit haid pada saat bekerja dibawah 4 (empat) jam\nkerja diperbolehkan meninggalkan pekerjaan dengan mendapatkan rujukan dari\nklinik PT. Win Textile dengan menyertakan Surat Keterangan Dokter yang\nbekerjasama dengan BPJS KESEHATAN dan telah ditunjuk\u002Fdipilih oleh karyawan pada\nhari berikutnya serta tidak mengurangi haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>4. Cuti Khusus Adalah Hak yang diperoleh oleh Setiap Pekerja tanpa\nmengurangi Hak Cuti Tahunan dengan tetap mendapatkan upah penuh, dengan rincian\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a. Cuti khusus dengan permohonan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Pernikahan Pekerja: : 3 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pernikahan Anak Pekerja : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Khitanan Anak Pekerja : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Baptis\u002FSidi bagi pekerja dan anak pekerja : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Catatan : Terlebih dahulu harus mengajukan permohonan kepada atasannya 3\n(Tiga) hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>b. Cuti Khusus Tanpa Permohonan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>1) Istri melahirkan : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>2) Istri \u002F Suami meninggal : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3) Anak meninggal : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Bapak \u002F Ibu meninggal : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Saudara Kandung meninggal : 1 hari kerja 6) Mertua meninggal dunia : 2\nhari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7) Istri keguguran : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia mendapatkan cuti 1 hari\nkerja dengan catatan melampirkan surat keterangan yang sah dari Kepala Desa\nSetempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pelaksanaan cuti khusus ini berlaku dalam hitungan hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Bila jatuh pada hari libur yang telah menjadi hak mutlak maka pekerja\ncuti khusus ini dihitung pada hari berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 Izin Meninggalkan Pekerjaan dengan Mendapat Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja dapat meninggalkan pekerjaannya selama jangka waktu yang\nditentukan setelah memperoleh ijin dari Pengusaha tanpa mengurangi hak-haknya.\nDengan mengajukan permohonan secara tertulis 3 (tiga) hari sebelumnya kepada\nPengusaha melalui Atasan Langsung\u002Fbagian HRD (Personalia) dengan alasan dalam\nkeadaan sebagai berikut, kecuali pada ayat (1) huruf (b &amp; f):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja menderita sakit dalam waktu panjang\u002Fterus-menerus mendapat\nistirahat sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja mengalami kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja menjalankan Tugas dari Negara paling lama 12 (dua belas)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Perusahaan wajib memberikan kesempatan bagi seluruh pekerja untuk\nmelaksanakan ibadah menurut agamanya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Perusahaan wajib membayarkan upah penuh kepada pekerja yang tidak dapat\nbekerja karena menjalankan ibadah khusus menunaikan Haji atau melaksanakan\nUmroh untuk yang pertama kali, ibadah menunaikan Haji atau Umroh berikutnya\nakan diberikan izin diluar tanggungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pekerja mengalami musibah bencana alam atau bencana di luar kemampuan\nmanusia, ijin ini diberikan untuk waktu paling lama 2 (dua) hari kerja. Apabila\nmelebihi ketentuan tersebut dipertimbangkan dengan melihat peristiwanya yang\ndilampiri surat-surat pendukung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pekerja tidak dapat bekerja karena melaksanakan hak pilih sebagai\nwarganegara dalam pemilu dan atau sebagai anggota panitia pemilihan diberikan\nizin sesuai keperluan dengan tidak melebihi ketentuan yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja selama meninggalkan tugas dan pekerjaannya sebagaimana dimaksud\ndalam ayat (1) diatas harus mematuhi segala ketentuan dalam PKB ini dan wajib\nmemberitahukan kepada Perusahaan atau bagian HRD\u002FPersonalia jika terjadi\nperubahan tempat tinggal, status dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila jangka waktu Ijin meninggalkan tugas yang diberikan Pengusaha\nberakhir maka Pekerja wajib melakukan tugas dan pekerjaannya kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila Pekerja yang menjalani Ijin meninggalkan tugas atau pekerjaan\ntidak masuk bekerja kembali setelah tanggal seharusnya untuk bekerja selama 5\n(lima) hari kerja atau lebih berturut-turut tanpa keterangan secara ter tulis\nyang dilengkapi dengan bukti yang sah dan telah dipanggil oleh pengusaha 2\n(dua) kali secara patut dan tertulis dapat diputus hubungan kerjanya karena\ndikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 Istirahat Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan istirahat sakit di luar hubungan kerja bilamana\nPekerja mengajukan Surat Keterangan sakit dan Diagnosa penyakit dari\nDokter\u002FRumah Sakit\u002FPuskesmas\u002FPoliklinik yang telah bekerja sama dengan BPJS\nKESEHATAN dan Pekerja wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada Pengusaha\npada hari pertama sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang memberikan Surat Keterangan sakit dan Diagnosa penyakit dari\nDokter\u002FKlinik yang tidak bekerja sama dengan BPJS KESEHATAN,maka\ndikualifikasikan sebagai ijin tidak masuk kerja dan tidak berhak atas upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bilamana Pekerja tidak dapat bekerja selama 5 (lima) hari secara\nberturut-turut karena sakit, maka Pekerja yang bersangkutan wajib memberikan\ninformasi dan\u002Fatau Surat Keterangan Dokter yang telah bekerjasama dengan BPJS\nKESEHATAN dan Pekerja wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada Pengusaha\npada hari pertama sakit. Pekerja yang tidak melakukan pemberitahuan tersebut\nselambat-lambatnya dalam 5 (lima) hari kerja berturut-turut yang bersangkutan\ndapat diputus hubungan kerjanya karena dikualifikasikan mengundurkan diri\nsesuai dengan peraturan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>4. Pekerja sakit terus menerus tanpa putus, dan berdasarkan hasil\npemeriksaan dokter yang bekerjasama dengan BPJS KESEHATAN dan Pekerja wajib\nmemberitahukan terlebih dahulu kepada Pengusaha pada hari pertama sakit\nmengajukan istirahat panjang, maka ditempuh sesuai dengan peraturan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a. Empat bulan pertama : 100% upah\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>b. Empat bulan kedua : 75% upah\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Empat bulan ketiga : 50% upah\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah\u002Fbulan sebelum dilakukan\npemutusan hubungan kerja oleh Pihak pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>5. Pekerja atau buruh yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat\nakibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\nmelampaui batas 12 bulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan\ndiberikan uang pesangon 2 kali ketentuan pasal 156 ayat 2, uang penghargaan\nmasa kerja 2 kali ketentuan pasal 156 ayat 3 dan uang penggantian hak 1 kali\nketentuan pasal 156 ayat 4.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 Penahanan Pekerja oleh Pihak yang Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pekerja\u002Fburuh ditahan pihak yang berwajib karena diduga\nmelakukan tindak pidana bukan atas pengaduan pengusaha, maka pengusaha tidak\nwajib membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan kepada keluarga\npekerja\u002Fburuh yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. untuk 1 (satu) orang tanggungan : 25% (dua puluh lima perseratus) dari\nupah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. untuk 2 (dua) orang tanggungan : 35% (tiga puluh lima perseratus)dari\nupah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. untuk 3 (tiga) orang tanggungan : 45%(empat puluh lima perseratus) dari\nupah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. untuk 4 (empat) orang tanggungan atau lebih : 50% (lima puluh\nperseratus)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan untuk paling lama 6\n(enam) bulan takwim ter-hitung sejak hari pertama pekerja\u002Fburuh ditahan oleh\npihak yang berwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\u002Fburuh\nyang setelah 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana\nmestinya karena dalam proses perkara pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) berakhir dan pekerja\u002Fburuh dinyatakan\ntidak bersalah, maka pengusaha wajib mempekerjakan pekerja\u002Fburuh Kembali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan berakhir dan pekerja\u002F buruh dinyatakan bersalah, maka pengusaha dapat\nmelakukan pemutusan hubungan kerja kepada pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (5)\ndilakukan tanpa penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pengusaha wajib membayar kepada pekerja\u002Fburuh yang mengalami pemutusan\nhubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (5), uang\npenghargaan masa kerja 1 kali ketentuan pasal 156 ayat 3 dan uang penggantian\nhak sesuai ketentuan dalam pasal 156 ayat 4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 Dasar Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha kepada\npekerja untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan, dinyatakan atau\ndinilai dalam bentuk uang rupiah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Upah tidak dibayar bila pekerja tidak melakukan pekerjaan, kecuali dalam\nkeadaan tertentu yang telah diatur dalam undang-undang atau peraturan\npemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Sistem upah ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Pengusaha dan\nSerikat Pekerja berdasarkan Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pembayaran Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hak untuk menerima upah timbul saat adanya hubungan kerja dan berakhir\npada saat putus hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Periode penghitungan Upah dari tanggal 1 (satu) sampai dengan akhir\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tanggal 5 (Lima) adalah tanggal pembayaran upah, apabila tanggal tersebut\njatuh pada hari libur upah dibayarkan hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pembayaran upah sebagaimana dimaksud ayat (3) huruf (c) Pekerja baru yang\nhubungan kerjanya terhitung mulai tanggal 21 pembayaran upah pertamanya pada\nperiode bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pada hari libur tertentu periode pembayaran dan perhitungan upah di\nhitung dalam periode tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Upah yang ditentukan bagi pekerja adalah upah kotor yang masih harus\ndiperhitungkan pajaknya (pph 21) sesuai dengan Undang-undang perpajakan yang\nberlaku. Setiap tahun Pengusaha akan memberikan surat pemberitahuan Tahunan\n(SPT PPh 21) kepada seluruh pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemotongan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah pekerja tidak dibayar apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mangkir (Tidak masuk kerja tanpa keterangan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Ijin Sakit tanpa disertai Surat Keterangan Dokter yang bekerja sama\ndengan BPJS KESEHATAN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Izin keperluan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 Upah Selama Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan upah penuh berupa gaji pokok dan tunjangan-tunjangan\nyang berhak diterima Pekerja yang mengambil hak cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 Upah Dalam Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan tindakan skorsing kepada Pekerja yang sedang\nproses pemutusan hubungan kerja dengan tetap wajib membayar upah beserta\nhak-hak lainnya yang biasa diterima oleh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 Penyesuaian Upah Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1. Penyesuaian Upah Berkala dilaksanakan pada tiap tahun yang pelaksanaannya\njatuh pada bulan Januari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp>2. Besarnya penyesuaian upah menurut hasil perundingan antara Pengusaha dan\nSerikat Pekerja atas dasar Inflasi \u002F daya beli, Prestasi, Masa Kerja, Jabatan,\nkemampuan dan perkembangan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-\nundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 Komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Komponen upah terdiri dari 2 jenis:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Komponen upah berdasarkan ketentuan pasal 94 Undang-Undang No. 13 Tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Upah pokok 75 % dari total upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>b. Tunjangan tetap adalah tunjangan yang tidak dipengaruhi oleh kehadiran,\nterdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Tunjangan pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Tunjangan jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Tunjangan Pendidikan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>c. Tunjangan tidak tetap adalah tunjangan yang dipengaruhi oleh kehadiran,\nterdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Premi kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Tunjangan shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Tunjangan makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Tunjangan lain-lain\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>B. Komponen upah berdasarkan ketentuan UMK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan tetap adalah tunjangan yang tidak dipengaruhi oleh kehadiran,\nterdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Tunjangan jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Tunjangan pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Grade\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tunjangan tidak tetap adalah tunjangan yang dipengaruhi oleh kehadiran,\nterdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Premi kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Tunjangan shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Tunjangan makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Tunjangan lain-lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perhitungan upah dalam satu bulan periode kerja ditetapkan 30 (Tiga puluh)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Premi Hadir adalah ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Insentif yang diberikan bagi pekerja atas kehadirannya dalam satu bulan\ntanpa ada absen dan bagi pekerja yang menjalani cuti tahunan, cuti khusus dan\ndispensasi berhak mendapatkan insentif kehadiran atau premi kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk tunjangan makan diberikan apabila Perusahaan tidak menyediakan\nfasilitas makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 Penilaian Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Penilaian prestasi pekerja berdasarkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Absensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Warning.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Kecakapan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Team work\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Komunikasi kerja dengan bagian lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Job operasional masing-masing bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Prestasi kerja pekerja akan dinilai oleh Management berdasarkan\nrekomendasi dari Kepala Regu, Kepala Shift dan Kepala Bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja dapat memberikan pertimbangan, masukan atau saran kepada\nManagement sehubungan dengan prestasi kerja yang dimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 Tunjangan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tunjangan tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang tidak dipengaruhi oleh kehadiran. Tunjangan jabatan\nadalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>GOLONGAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>JABATAN PRODUKSI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>JABATAN OFFICE\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>TUNJANGAN JABATAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>VIII\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>VII \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ass.Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ass.Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>VI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Bagian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Bagian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 500.000,-\u002Fbulan \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>V\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kashift\u002F Kasie\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Divisi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 400.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Regu \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Staff Senior\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 300.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ass.Karu \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 150.000 \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mekanik \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 100.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Operator Staff\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang dipengaruhi oleh kehadiran yaitu sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Premi Kehadiran : Rp 35.000\u002FBulan,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp>b. Tunjangan shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift I : -\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift II : Rp. 1.500\u002FHari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shif III : Rp. 2.000\u002FHari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) Pasal ini akan\nditinjau kembali bersamaan dengan kenaikan Upah Minimum Kabupaten\u002FKota (UMK)\nsetiap tahun berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tunjangan lain-lain Tunjangan lain-lain di maksud adalah seperti\npenggantian bahan bakar\u002Fperawatan bagi pekerja yang dalam melaksanakan\naktifitas kerjanya menggunakan fasilitas pribadi atas permintaan\u002Finstruksi dari\npengusaha dan akan diatur tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>b. Tunjangan Transportasi Bagi Departement tertentu dan bagi karyawan yang\njadwal kerjanya tidak sesuai dengan jadwal Transportasi, maka berhak\nmendapatkan uang pengganti transport sebesar Rp. 10.000\u002Fhari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 Tunjangan Hari Raya Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Dengan dilandasi itikad untuk tidak membedakan Agama yang di anut oleh\nmasing- masing Pekerja, Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan\nkepada Pekerja sekali setahun, sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI\nNomor 06 Tahun 2016, dan pada prinsipnya pembayaran dilakukan\nselambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Idul Fitri (Lebaran).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja lebih dari 1 (satu) bulan tetapi\nkurang dari 1 (satu) tahun akan diberikan secara proporsional. 3. Bagi Karyawan\nyang diinstruksikan masuk kerja pada hari cuti bersama menjelang dan sesudah\nlebaran, maka hak cutinya tidak dipotong dan akan diberikan insentive senilai 1\n(satu) Hari upah pokok untuk setiap harinya dan akan dibayar setelah selesai\ncuti bersama berdasarkan kesepakatan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII FASILITAS PERAWATAN DAN PENGOBATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 Poliklinik\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan Poliklinik dengan Dokter beserta tenaga paramedis\ndi dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Segala hal yang berkaitan dengan pelayanan poliklinik diatur dalam\nketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal pekerja berobat ke Poliklinik dalam lingkungan Perusahaan pada\nhari dan jam kerja harus seijin atasan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII PEMELIHARAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 Pemeliharaan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>1. Pengusaha menjamin pemeliharaan kesehatan Pekerja, Istri dan maksimal\nuntuk 3 orang Anak Kandung\u002F Anak Angkat sah yang belum berusia 21 tahun dan\natau belum kawin terdaftar di Bagian HRD\u002FPersonalia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk memelihara kesehatan Pekerja, Perusahaan melakukan kerjasama dengan\nmengiikutsertakan seluruh Karyawan dalam program JPK sesuai program BPJS\nKesehatan Pasal 19 Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 Pemeriksaan Kesehatan (Medical Check-up)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>1. Perusahaan wajib melaksanakan pemeriksaan kesehatan pada Pekerja secara\nrutin setiap tahun (Pemeriksaan Kesehatan Berkala\u002FMedical Check-up).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga\nkesehatan Pekerja seperti istirahat sakit, mutasi (alih tugas), penyingkatan\nwaktu kerja atas hasil pemeriksaan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja tidak dapat menolak tindakan Perusahaan yang diperlukan demi\nkeselamatan dan kebersihan Pekerja seperti pemeriksaan kesehatan, tes bebas\nnarkoba dan tindakan pencegahan penyakit menular yang dilaksanakan oleh\nPerusahaan berdasarkan rekomendasi dari Dokter spesialis yang bekerjasama\ndengan BPJS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 Kewajiban Perusahaan dalam Rangka Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\n(K3)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1. Perusahaan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja\n(P2K3) untuk menangani Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang keanggotaanya\nterdiri dari unsur-unsur Perusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan wajib menyediakan peralatan dan perlengkapan keselamatan kerja\ndan menetapkan syarat-syarat keamanan, perlindungan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan menyediakan transportasi yang diperlukan untuk pertolongan\nsecepatnya dari tempat kecelakaan menuju poliklinik atau Rumah Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cp>4. Pengusaha dilarang mempekerjakan wanita hamil yang menurut keterangan\ndokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungan maupun diri pekerja\napabila bekerja pada pukul 23.00 s\u002Fd 07.00 wib.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Dalam mempekerjakan system kerja shift, maka Perusahaan wajib menjaga\nkesusilaan dan keamanan di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 Kewajiban Pekerja dalam Rangka Keselamatan, Dan Kesehatan Kerja\n(K3)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap Pekerja dalam menjalankan tugasnya wajib mengikuti ketentuan dan\nperaturan K3LH sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja bertanggung jawab menjaga K3LH untuk kepentingan diri sendiri,\nrekan kerja maupun Perusahaan dengan cara meningkatkan kesadaran mengenai\nsystem managemen keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap Pekerja wajib melaporkan setiap keadaan yang dipandang dapat\nmenimbulkan bahaya atau kerusakan pada fasilitas\u002Faset milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang menggunakan alat-alat kerja atau keselamatan kerja mendapat\npenggantian apabila alat-alat tersebut perlu diganti dan dilarang\nmenyalahgunakan atau memindahtangankan alat-alat tersebut kepada orang lain\nyang tidak berhak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja berkewajiban menggunakan dan memelihara alat-alat keselamatan\nkerja, serta melaksanakan syarat-syarat keamanan, perlindungan dan keselamatan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>5. Apabila Pekerja sudah mendapatkan pendidikan tentang keselamatan kerja,\ntata cara kerja serta tata tertib keselamatan kerja dibagiannya dan pekerja\ntidak mentaati, maka pekerja dapat dikenakan sanksi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Pekerja dilarang membawa pulang peralatan Safety dan diwajibkan untuk\nmenyimpan serta memelihara peralatan safety dengan baik (seperti : sepatu\nsafety, sepatu boot, waish band, masker resfirastor NP 305, sarung tangan las,\nsarung tangan karet, sarung rajut, kaca mata google,safety belt, rompi,\napron,airmuff.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perusahaan menyediakan lemari tempat penyimpanan alat-alat safety\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap Pekerja wajib didaftarkan menjadi peserta BPJS oleh Perusahaan yang\nmeliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Perusahaan memberikan BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Jaminan Kematian (JK)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Jaminan Pensiun (JP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Besarnya iuran BPJS Ketenagakerjaan (dalam %) adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Program\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pengusaha\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0.89%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jaminan Kematian \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0.3%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jaminan Hari Tua\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3.7%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pensiun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 %\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2. BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>Perusahaan memberikan BPJS Kesehatan yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Besarnya iuran BPJS Kesehatan (dalam %) adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Program\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pengusaha\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jaminan Pemeliharaan Kesehatan \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>3. Pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja disesuaikan dengan Peraturan yang\nberlaku dan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan\nSosial (BPJS), peraturan Presiden nomor 3 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan\nNasional (JKN).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan wajib membagikan data saldo Jaminan Hari Tua dari BPJS\nKetenagakerjaan kepada Pekerja setiap tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 Fasilitas Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal Pemeliharaan kesehatan Tenaga Kerja, maka Perusahaan menyediakan\nfasilitas yang antara lain sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Poliklinik didalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dokter atau klinik rujukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Rumah sakit rujukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 Pembinaan Rohani dan Peribadatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam rangka pembinaan kerohanian bagi Pekerja, Perusahaan melaksanakan\nhal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan kesempatan dan menyediakan fasilitas peribadatan\n(Masjid dan Mushola) bagi Pekerja di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja dilarang menyalah gunakan izin waktu sholat untuk kepentingan\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ruang Mushola harus dipelihara dengan baik dan tidak dapat dipergunakan\nuntuk tempat istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pada jam kerja Pekerja harus melaksanakan sholat di mushola yang telah\ndisediakan dan tidak dibenarkan keluar dari area pabrik dan Lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Melaksanakan Peringatan hari besar keagamaan dan kegiatan kerohanian\nlainnya dalam hal pelaksanaanya akan bekerjasama dengan serikat pekerja dan\nDewan Kemakmuran Mesjid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 Kantin dan Fasilitas Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dan Serikat Pekerja membentuk Komite Kantin dalam rangka\nmengawasi kualitas dan kebersihan makanan\u002Ftempat makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan kantin sebagai tempat untuk makan serta\nmenyediakan makanan yang sehat dan bergizi bagi Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>3. Pengusaha memberikan makan bagi setiap pekerja yang masuk kerja, 1 (satu)\nkali sehari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang lembur lebih dari 3 (tiga) jam diberikan makan 1 (satu)\nporsi makan yang berlaku di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pada bulan suci Ramadhan pekerja yang menunaikan ibadah puasa pada shift\n1 dan General Shift \u002F Non Shift diberikan uang makan, senilai 1 (satu) porsi\nmakan yang berlaku di Perusahaan dan pembayarannya diatur didalam ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pada bulan suci ramadhan untuk pekerja shift II dan shift III selain\ndiberikan fasilitas makan, juga diberikan makanan atau minuman tambahan untuk\nberbuka puasa\u002Fsahur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Minuman atau makanan sebagaimana datur dalam ayat 6 Akan ditentukan\nberdasarkan hasil kesepakatan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 Fasilitas Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan sarana transportasi sebagai fasilitas antar jemput\nPekerja, dari tempat penjemputan ke tempat kerja dan begitu pula sebaliknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan bersama Serikat Pekerja selalu mengadakan evaluasi dan\nperbaikan mengenai pengaturan route, jam keberangkatan dan penambahan atau\npenggantian armada sesuai kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengaturan route sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur tersendiri\nsesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dan serikat pekerja yang disesuaikan\ndengan kondisi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 Kegiatan Olahraga, Rekreasi, Sosial dan Budaya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk menunjang kegiatan olahraga, Rekreasi, dan Sosial Budaya Perusahaan\nmenyediakan fasilitas dan sarana penunjang kegiatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan sosial dan budaya sepenuhnya adalah hak dan wewenang\nPerusahaan. Adapun biaya dan prosedur untuk seluruh kegiatan olahraga,\nrekreasi, sosial dan budaya adalah sepenuhnya tanggungjawab perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan juga mengadakan adanya kegiatan peringatan HUT RI setiap Tahun\ndan biayanya ditanggung oleh perusahaan dan untuk waktu pelaksanaanya akan\ndibicarakan antara managemen dan Serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan berusaha memberikan kesempatan rekreasi sekali setahun kepada\nsemua pekerja dan keluarga pekerja atas biaya Perusahaan sesuai dengan\nkemampuan Perusahaan yang pelaksanaannya dimusyawarahkan antara Pengusaha dan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 Pakaian Kerja dan Kelengkapannya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan pakaian seragam 2 (dua) Pcs setahun sekali. Dalam\nhal baju seragam rusak, dapat ditukarkan ke bagian HRD\u002FPersonalia, 1 (satu)\nkali dalam 1(satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. 1 (satu) pasang sepatu Safety bagi departemen tertentu sesuai\nkebutuhan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Kartu Tanda Pengenal (ID CARD) akan dibagikan Perusahaan saat Pekerja\nditerima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perlengkapan kerja dan alat keselamatan kerja diberikan Perusahaan sesuai\ndengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja wajib memelihara seragam kerja agar selalu rapih dan bersih dan\ntidak dibenarkan untuk merubah atau menambah tanda lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja wajib menjaga seragam kerja jangan sampai hilang, dipinjamkan,\ndijual, atau disalah gunakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Bagi pekerja yang putus hubungan kerja dengan perusahaan berkewajiban\nuntuk mengembalikan semua fasilitas perusahaan yang telah diterimanya selama\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Setiap hari kerja (Alat kelengkapan kerja, seperti seragam, alat safety\ndan ID Card) dalam area perusahaan wajib dipakai atau dikenakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Untuk bagian tertentu karena sifat pekerjaannya, Pengusaha menyediakan\ncelana seragam khusus sesuai kebijaksanaan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Pekerja, Perusahaan membentuk\nKoperasi Pekerja PT. WIN TEXTILE\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Koperasi sebagaimana di maksud akan di atur dalam peraturan tersendiri\nantara Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha menyediakan ruangan kerja untuk kegiatan koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 Bantuan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan bantuan uang duka kepada pekerja sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Istri\u002Fsuami meninggal dunia : Rp. 500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Anak meninggal dunia : Rp 500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Orangtua \u002F mertua meninggal dunia : Rp 500.000-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d. Karyawan yang mengalami musibah karena bencana alam seperti : longsor,\nkebakaran, kebanjiran gempa bumi yang besarnya menurut kebijakan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketentuan tersebut hanya berlaku bagi satu orang anggota keluarga yang\nbekerja di PT. Win Textile.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 Beasiswa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>Perusahaan mengadakan Beasiswa sesuai dengan ketentuan BPJS\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X PENDIDIKAN dan PELATIHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 Pendidikan dan Pelatihan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1. Untuk peningkatan dan kemajuan Perusahaan serta untuk meningkatkan\nkemampuan Pekerja dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya, maka Perusahaan\nterus melakukan usaha-usaha peningkatan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan\nPekerja melalui Pendidikan dan Pelatihan Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja wajib mengikuti Pendidikan dan Pelatihan yang diadakan oleh\nPerusahaan secara sungguh-sungguh dan selalu berusaha mengembangkan diri\nmenjadi orang yang berprestasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pendidikan dan pelatihan bagi Pekerja, meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pendidikan Prakerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pendidikan Dasar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pendidikan Fungsional keterampilan dan pengetahuan khusus yang sesuai\ndengan bidang\u002Fpekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>4. Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Pasal ini baik penunjukan,\npenetapan, persyaratan serta biayanya adalah tanggung jawab dan wewenang\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Serikat Pekerja ikut serta didalam pengawasan dan evaluasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 Pendidikan Pra-Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyelanggarakan Pendidikan Pra-Kerja bagi Pekerja baru guna\nmembekali pekerja dengan pengetahuan umum mengenai Perusahaan, Cara Kerja,\nSerikat Pekerja, Nilai-nilai dan Norma-norma kerja yang berlaku serta isi\nketentuan-ketentuan dalam PKB ini sebelum Pekerja tersebut ditempatkan pada\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 Pendidikan Dasar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyelenggarakan Pendidikan umum dasar bagi Pekerja dalam\nrangka membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan kebutuhan Perusahaan\ndalam mengemban serta melaksanakan tugas-tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Isi Pendidikan Umum Dasar ini antara lain; Filosofi Perusahaan, Keserikat\nPekerjaan, HIP PKB, Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L),\nPeningkatan Mutu Terpadu, Pengetahuan Produk dan Pengetahuan-pengetahuan Dasar\nLainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 Pendidikan Fungsional\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan Pendidikan Fungsional bagi Pekerja untuk\nmeningkatkan kemampuannya dalam satu bidang pekerjaan sesuai dengan tugas atau\njabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penentuan Pekerja dan jenis pendidikan yang diikuti didasarkan kepada\nkebutuhan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 Penilaian &amp; Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha melakukan penilaian terhadap kinerja Pekerja berdasarkan sistem\npenilaian yang berlaku di Perusahaan dalam rangka meningkatkan produktivitas\nPerusahaan dan karir Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan dapat memberikan penghargaan kepada Pekerja yang memenuhi\nsyarat- syarat tersebut dibawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mendapat prestasi tinggi dalam kegiatan dasar Perusahaan (Produksi,\nPenjualan, dan Pengembangan Perusahaan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Berjasa mencegah \u002F menghindari Perusahaan dari kecelakaan atau\nbencana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Melakukan sesuatu jasa yang ternyata mendatangkan keuntungan bagi\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tingkah laku dan sikapnya baik, jujur, kreatif, tekniknya tinggi sehingga\npantas dijadikan sebagai teladan bagi Pekerja yang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Memperoleh prestasi luar biasa dengan menyumbangkan dirinya untuk\nkemajuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Macam-macam penghargaan dan penghargaan diberikan oleh Perusahaan dapat\nberupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Piagam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Uang tunai atau barang berharga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pemberian lainnya sesuai dengan hasil kesepakatan antara Pengusaha\nbersama Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Penghargaan tersebut diberikan satu tahun sekali sesuai dengan kemampuan\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 Kenaikan Jabatan\u002FGolongan dan Alih Tugas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Kenaikan jabatan\u002Fgolongan dilaksanakan sesuai dengan sistem yang\nditetapkan di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kenaikan jabatan\u002Fgolongan didasarkan pada masa kerja dan prestasi kerja\ndan dilakukan melalui prosedur dan sistem yang ada\u002Fkebijakan Pimpinan\nPerusahaan. Apabila terjadi kekosongan jabatan dalam bagian tertentu, maka\ndiutamakan posisi tersebut diisi dari bagian bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kenaikan jabatan\u002Fgolongan seseorang Pekerja secara langsung disertakan SK\njabatan diikuti dengan kenaikan gaji pokok dan tunjangan jabatan yang berhak\nditerimanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Alih tugas Pekerja dapat dilakukan dengan mempertimbangkan hak-hak\nPekerja dan tidak akan merugikan karir Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Alih tugas dapat dilakukan dengan alasan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bertambah\u002Fberkurangnya pekerjaan pada bagian\u002Fdivisi kerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja tidak mampu menjalankan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Memberikan kesempatan pada pekerja yang berpotensi untuk maju.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Kesehatan dan lain-lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap alih tugas diinformasikan dan dijelaskan kepada Pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 Hak Paten\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Apabila Pekerja memperoleh hak paten atas suatu hasil penemuan yang\nberhubungan dengan pekerjaannya, maka hal tersebut harus diserahkan kepada\nPerusahaan dan dikembangkan untuk kepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila Perusahaan memperoleh hak paten dari Pekerja sebagaimana dimaksud\npada ayat (1) diatas, maka Pengusaha memberikan penghargaan kepada pekerja yang\nbersangkutan disesuaikan dengan ketentuan Pasal 60 dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI DISIPLIN DAN TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 Tata Tertib Registrasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja wajib memberitahukan kepada Perusahaan melalui Bagian\nHRD\u002FPersonalia apabila ada perubahan data pribadi atau keluarganya, seperti\nperubahan nama, alamat\u002Ftempat tinggal, status Pekerja (nikah\u002Fcerai), kematian\nanggota keluarga, kelahiran anak serta perubahan data lainnya yang diperlukan\nPerusahaan selambat- lambatnya 7 x 24 jam sejak terjadi perubahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan wajib mengeluarkan lembaran data pribadi \u002F keluarga pada\nsetiap bulan Desember guna diisi oleh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 Pergantian Shift\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam melaksanakan pergantian shift dengan shift berikutnya, pekerja yang\nakan meninggalkan Pekerjaan harus memberitahukan kepada Pekerja penggantinya\nmengenai pekerjaan (melakukan serah terima tugas) dan segala sesuatu yang dapat\nmenimbulkan bahaya serta kerusakan mesin-mesin atau alat-alat lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila Pekerja pengganti ternyata belum datang di tempat kerja pada\nwaktu yang telah ditentukan, maka hal tersebut harus terlebih dahulu dilaporkan\nkepada Atasan. Dan jika atasan menganggap perlu, yang bersangkutan dapat\ndiperintahkan untuk meneruskan pekerjaannya dengan perhitungan lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 Penyerahan Tugas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Jika Pekerja tidak dapat melakukan pekerjaannya dengan ijin meninggalkan\ntugas dan atau terjadi perubahan tugas\u002Fpenempatan dan atau dalam proses\nPemutusan Hubungan Kerja maka Pekerja yang bersangkutan wajib melaporkan dan\nmelaksanakan serah terima tugas dan kewajibannya kepada Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Laporan serah terima tugas tersebut sekurang-kurangnya mencakup tugas\nyang belum tuntas atau sedang berjalan dan tindakan selanjutnya, termasuk\ndokumen yang bersangkutan dan barang yang dikerjakan oleh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang bertugas di bagian pembayaran penerimaan uang\u002Fbarang dan\nperhitungan lain harus membuat laporan perhitungan atau membuat buku laporan\nuntuk bahan pembuktian kebenaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Laporan serah terima tugas tersebut harus mendapat pengesahan dari Atasan\natau Penanggung jawab atas Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 Tugas Jaga (Piket)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang diperintahkan Tugas Jaga (piket) oleh Perusahaan harus\nmelaksanakan Tugas Jaga (Piket) dan setelah selesai Tugas Jaga (Piket) harus\nmengisi Buku Harian Tugas Jaga (Piket).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 Tidak Masuk Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang berhalangan masuk bekerja diwajibkan memberitahukan\nsebelumnya kepada Perusahaan\u002FAtasan, kecuali yang sifatnya mendadak wajib\nmenginformasikan kepada Atasan pada hari yang sama Jika hal tersebut tidak\ndilakukan maka ketidak hadirannya dianggap mangkir untuk sementara waktu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pertanggung jawaban absensi harus dilakukan pada saat hari pertama masuk\nbekerja dengan menyerahkan dokumen yang sah, jika hal ini tidak dilakukan maka\nketidak hadirannya tersebut dinyatakan mangkir dan dapat dikenakan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang Mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih secara\nberturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti\nyang sah dan telah dipanggil oleh Pengusaha sebanyak 2 (dua) kali secara patut\ndan tertulis dapat diputus hubungan kerjanya karena dikualifikasikan\nmengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 Terlambat Masuk Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja wajib mentaati jam kerja perusahaan, Jika pekerja melakukan\nakses\u002FFinger absensi setelah jam kerja dimulai dianggap terlambat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja pulang sebelum jam pulang dianggap pulang sebelum pada waktunya,\nbaik hadir terlambat maupun pulang lebih awal dianggap pulang lebih cepat,\nkecuali bagi pekerja yang melakukan perjalanan dinas luar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wajib memberikan informasi atas keterlambatannya kepada Atasan di\nmasing-masing departemen dan boleh masuk bekerja setelah mendapatkan izin dari\nAtasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila dalam 1 bulan terdapat 3 (tiga) kali terlambat, maka akan\ndiberikan sanksi sesuai ketentuan dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Keterlambatan yang disebabkan karena terjadinya gangguan atau\nketerlambatan pada fasilitas transportasi jemputan dianggap tidak terlambat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila terjadi keterlambatan yang diakibatkan oleh transportasi\njemputan, maka Karyawan shift sebelumnya diharuskan melanjutkan pekerjaan\nsampai Karyawan shift berikutnya tiba dilokasi kerja masing-masing dan\nkelebihan jam kerja tersebut akan diperhitungkan sebagai kerja Lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 Meninggalkan Tempat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja tidak dapat meninggalkan pekerjaannya pada waktu jam kerja, dan\napabila bermaksud meninggalkan tempat kerja pada waktu jam kerja baik untuk\nkeperluan dinas maupun untuk keperluan pribadi dengan alasan-alasan yang dapat\nditerima Perusahaan, maka Pekerja harus mendapat ijin tertulis terlebih dahulu\ndari Atasannya dan ijin tertulis dari Atasan tertinggi pada saat itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pulang dapat dilakukan oleh Pekerja setelah melaksanakan pekerjaan\nminimal selama 4 (empat) jam kerja dan mendapat persetujuan dari Atasan\ntermasuk ijin dari Atasan tertinggi pada saat itu,maka upah kerja akan dibayar\nfull dengan 1 (satu) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang pulang dibawah 4 (empat) jam kerja dikarenakan sakit serta\ntelah mendapatkan pengantar dari klinik inhouse untuk dirujuk ke klinik\u002Frumah\nsakit dan mendapatkan SKD, maka upah kerja akan dibayar full dengan 1 (satu)\nhari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 Pengaruh Absen, Terlambat Dan Ijin Pulang\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bagi Pekerja yang mangkir 1 kali atau lebih, terlambat 3 kali atau lebih\ndalam 1 (satu) bulan periode absen tanpa alasan dan bukti yang nyata diberikan\nsanksi sesuai ketentuan dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jika dalam kondite terdapat mangkir, Istirahat Sakit, Terlambat, Ijin\nPulang, maka pekerja yang bersangkutan mengalami kerugian dalam hal\nPenilaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 Penerimaan Tamu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja hanya diijinkan menerima tamu pada waktu jam istirahat di tempat\nyang ditentukan oleh Perusahaan. Sedangkan pekerja yang mempunyai alasan khusus\ndapat menerima tamu pada saat jam kerja dengan mendapat ijin terlebih dahulu\ndari Atasannya dan bagian HRD\u002FPersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 Tata Tertib Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja dilarang masuk ke daerah berbahaya atau ke bagian lain selain\ndari tempatnya bertugas dengan tujuan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja wajib memelihara barang-barang milik Perusahaan dan dilarang\nmembawa, memindahkan dan atau meminjamkan barang Perusahaan tersebut dengan\ntujuan pribadi tanpa seijin yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja harus memeriksa mesin-mesin atau alat-alat lainnya dengan teliti\ndan tidak diperkenankan menyentuh, menjalankan dan memberhentikan mesin-mesin\nserta alat-alat lainya diluar tugasnya sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila terjadi keganjilan pada mesin\u002Fperalatan yang diperkirakan\nmembahayakan keselamatan kerja, harus segera melaporkan kepada atasan yang\nberwenang. Untuk memperbaiki atau mengambil langkah-langkah penanggulangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja DILARANG MEROKOK di area pabrik atau mempergunakan api, selain\npada tempat-tempat yang ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja diwajibkan untuk mencegah terjadinya kebakaran. Apabila terjadi\nsuatu keadaan darurat, Pekerja harus bekerjasama untuk berusaha mengamankannya\ndengan mengatasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja yang mengetahui Pekerja lain mendapat kecelakaan, wajib memberi\nbantuan pertolongan secepat mungkin dalam batas kemampuan yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja diwajibkan untuk mengamankan diri sendiri maupun Perusahaan dan\nwajib mentaati peraturan-peraturan keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja dilarang menempatkan barang atau alat secara sembarangan sehingga\nmembahayakan keselamatan dirinya ataupun orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Pada Waktu Mulai, Selama dan sesudah melakukan pekerjaan, Karyawan wajib\nmentaati prosedur dan langkah-langkah keselamatan kerja yang ada dan ditentukan\nbagi pekerjaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Setelah selesai bekerja, Pekerja wajib membereskan barang-barang yang\nmudah terbakar, mematikan listrik, memadamkan api, menutup saluran gas dan\nlain-lain serta memeriksa keselamatan di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Pekerja wajib mengikuti pendidikan dan latihan yang berkaitan dengan\nkeselamatan dan kesehatan kerja, serta wajib berusaha menjaga keselamatan diri\nPekerja dan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Pekerja wajib memakai peralatan kerja dan alat keselamatan kerja yang\ntelah disediakan Perusahaan pada waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Untuk menunjang kesehatan Pekerja, Pengusaha bersama-sama Pekerja wajib\nmenjaga kebersihan tempat kerja dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Untuk menunjang kesehatan lingkungan Pekerja bersama-sama Perusahaan\nwajib menjaga kebersihan lingkungan perusahaan dengan membuang sampah di tempat\nyang telah disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 Tata Tertib Keamanan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja wajib mentaati Peraturan Keamanan di dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang mengetahui adanya keadaan\u002Fkejadian atau benda yang dapat\nmenimbulkan bahaya kebakaran, Pencurian, ganguan terhadap keselamatan, keamanan\ndan ketentraman di lingkungan Perusahaan wajib segera memberitahukan Satpam\natau Atasannya langsung\u002FPejabat Pengusaha atau siapa saja yang dapat dihubungi\nsecara cepat untuk meminta pertolongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap Pekerja wajib menghindari hal-hal yang menyebabkan timbulnya :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Kebakaran atau Ledakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pencurian, kehilangan dan pengrusakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Perkelahian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang mengetahui adanya kebakaran wajib memadamkan api dengan cara\napapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk mencegah terjadinya pengrusakan dan kebakaran maka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja wajib menjaga dan memelihara barang yang dipertanggung jawabkan\npadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja dilarang menyalakan api atau merokok di tempat dimana terdapat\nbarang-barang yang mudah terbakar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja dilarang Merokok di tempat yang dilarang, seperti di lingkungan\nproduksi dan gudang. d. Pekerja dilarang Membuang puntung rokok disembarang\ntempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja dilarang memainkan, merusak, mengubah, memindahkan, atau\nmenghilangkan alat pemadam kebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pekerja dilarang membawa masuk kedalam lingkungan Perusahaan bahan bakar,\nbahan peledak, petasan, senjata api atau benda lain yang mudah menimbulkan\npercikan api, kecuali yang ada kaitanya dengan tugas dan tanggungjawab\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk mencegah terjadinya Pencurian maka Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Wajib menjaga, memelihara serta menyimpan barang-barang perusahaan yang\nmenjadi tanggungjawabnya ditempat yang aman sesuai dengan instruksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tidak diperkenankan memasuki tempat-tempat yang membutuhkan izin khusus\nuntuk orang-orang tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dilarang keluar masuk lingkungan perusahaan selain melalui pintu gerbang\nyang tersedia dengan cara yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Dilarang membawa masuk pihak lain di dalam lingkungan perusahaan diluar\njam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Harus bersedia digeledah\u002Fdiperiksa badan\u002Ftas dan barang bawaan oleh\npetugas yang ditunjuk pada waktu meninggalkan ruang produksi maupun lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Dilarang meletakkan benda berharga ditempat yang tidak terkunci atau\ntidak diawasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Untuk mencegah perkelahian atau hal lain yang dapat mengganggu ketenangan\nbekerja, Pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Melakukan hasutan atau fitnah kepada sesama pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menyebarkan desas–desus atau kabar bohong dalam bentuk dan cara apapun\nyang menggelisahkan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mengancam atau mengintimidasi atau memaksa pekerja lain untuk mengikuti\nsikap dan tindakanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Membawa senjata dalam Lingkungan Perusahaan kecuali dalam rangka\ndinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 Pemeriksaan, Larangan Masuk dan Meninggalkan Tempat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha, bila diperlukan dapat memeriksa barang milik Pekerja disertai\npemberitahuan kepada Pekerja dan Pekerja harus bersedia terhadap pemeriksaan\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dapat melarang masuk\u002Fmemerintahkan Pekerja untuk meninggalkan\nPerusahaan jika :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja membawa masuk ke dalam Lingkungan Perusahaan segala jenis\nsenjata, benda-benda lain yang dapat menimbulkan bahaya dan binatang yang tidak\ndiperlukan untuk pekerjaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja mabuk, memakai obat bius dan\u002Fatau narkotika dan sebagainya yang\nmengakibatkan daya ingatannya terganggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja membawa masuk ke Lingkungan Perusahaan barang-barang cetakan atau\nselebaran yang sifatnya menghasut dan menghina Perusahaan dan Pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja tanpa seijin Perusahaan membujuk kawan sekerjanya untuk melakukan\npertemuan tersembunyi untuk melakukan anarki, pembangkangan, demonstarasi,\nmogok masal yang berdampak mengganggu jalannya kegiatan usaha dan merugikan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 Larangan Bagi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap Pekerja dilarang untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Melanggar atau tidak mengindahkan PKB ini, Peraturan Perusahaan serta\nSurat Peraturan Direksi atau ketentuan-ketentuan lainnya sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Melakukan tindakan dan\u002Fatau perbuatan pelanggaran sebagaimana dimaksud\ndalam Pasal 78 PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Menyalahgunakan wewenang\u002Fjabatan dan\u002Fatau tindakan manipulasi untuk\nkepentingan pribadi, golongan ataupun pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Mengalihkan hak, meminjamkan barang dan\u002Fatau uang milik Perusahaan secara\ntidak sah kepada siapapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Melakukan tindakan kejahatan\u002F Kriminal, mencuri, menggelapkan, menipu,\nmemperdagangkan barang barang terlarang baik dalam lingkungan perusahaan maupun\ndiluar lingkungan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Mempertengkarkan masalah ideologi, agama, adat kesukuan diantara sesama\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Menghina, mencemooh yang keterlaluan yang sifatnya membakar emosi atau\nmenghasut terhadap Pekerja lain dan menyebabkan perkelahian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Menyebarkan isu atau kabar bohong yang menggelisahkan Pekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Mengancam pekerja lain atau memaksanya untuk mengikuti sikap atau\ntindakannya yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Melakukan perdagangan didalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Membantah perintah Atasan dalam rangka melaksanakan tugas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Tidur pada waktu kerja di Lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Tidur di dalam mushola, area kerja atau area mesin pada jam\nistirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Membawa masuk Kendaraan ke area Pabrik tanpa izin dari Manajemen atau\ntidak menyimpan Kendaraan ditempat parkir Pos Utama yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Membawa masuk barang-barang pribadi yang sejenis hasil produksi\u002Fkegiatan\nPerusahaan, kecuali atas sepengetahuan atau ijin dari Atasan atau Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Mengucapkan\u002F menuliskan kata-kata tidak sopan atau menulis sesuatu yang\ntidak pada tempatnya di Lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Merokok di tempat-tempat yang diberi tanda “Dilarang Merokok” atau\ndi tempat lain yang mudah menimbulkan bahaya kebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nperusahaan kecuali dengan alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Membawa senjata api, senjata tajam, minuman keras, ganja, morfin, heroin\natau barang sejenis ke dalam Lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Membawa\u002Fmengambil barang-barang milik perusahaan dan teman sekerja\nsecara tidak sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>21. Berkelahi, memukul orang lain, menganiaya dan mengancam pekerja lain.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>22. Melakukan perbuatan asusila dan atau tindak pidana di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Mengambil bagian atau menganjurkan setiap penghentian kerja, mogok atau\nmemperlambat pekerjaan dan atau setidaknya menghambat kelancaran kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Mengajak\u002F menghasut atau membantu Pekerja lain untuk melakukan\npelanggaran terhadap PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Dilarang membawa alat electronic (HP), rokok \u002F korek api, makanan, dan\nminuman berwarna ke area produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Dilarang membuat dan menyebarkan berita bohong\u002Fhoax melalui media sosial\natau media lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 Sikap Atasan Kepada Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atasan berkewajiban untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bersikap dan berperilaku sebagai panutan, yang dapat diteladani\nbawahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memperlakukan bawahan dengan sopan, jujur dan wajar sesuai dengan tugas\nyang ditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Memberikan petunjuk kepada bawahan tentang pekerjaan yang harus dilakukan\ntermasuk peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Memberikan bimbingan dan dorongan kepada bawahan untuk meningkatkan\nketerampilan, pengetahuan dan disiplin kerja dan produktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Menegur bawahan yang melakukan pelanggaran sesuai peraturan yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Mengatur bawahan dengan jujur dan objektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Memberikan jawaban dan atau penjelasan dari setiap pertanyaan bawahan\nsesuai dengan batas kewenangan yang dimiliki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 Sikap Bawahan Terhadap Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bawahan wajib melaksanakan perintah dan petunjuk atasannya dengan sebaik-\nbaiknya selama tidak bertentangan dengan ketentuan dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bawahan wajib bersifat sopan, jujur dan wajar terhadap Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bawahan dapat bertanya kepada Atasannya hal-hal yang belum atau kurang\njelas baginya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bawahan dapat mengajukan usul atau saran kepada Atasannya demi kelancaran\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII SANKSI TERHADAP PELANGGARAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 Tata Tertib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengecualian bagi Pekerja yang sedang menjalani Surat Peringatan (SP III)\nnamun masih melakukan Pelanggaran maka akan dikenakan Pembinaan, akan tetapi\nuntuk tindakan dalam melakukan pembinaan selanjutnya akan dibicarakan dengan\nSerikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tindakan pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat diatas pasal ini dapat\nberupa Surat Pernyataan diatas materai, Mutasi, atau Skorsing bahkan dapat\ndilakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dan Apabila dalam kurun waktu masa berlakunya suatu Surat peringatan,\nPekerja yang bersangkutan tidak melakukan pelanggaran, maka Surat Peringatan\ntersebut tidak berlaku untuk masa kerja berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Surat Teguran atau Surat Peringatan tetap berlaku sebagaimana mestinya\nwalaupun yang bersangkutan tidak bersedia membubuhkan tanda tangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Peringatan Tertulis berupa Pemberian Surat Peringatan dilakukan menurut\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Tingkat Pelanggaran \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tingkat Sanksi \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Yang Berwenang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Berlaku\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Surat Teguran\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>HRD\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 Bulan \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>HRD\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 Bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>HRD \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 Bulan \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP III \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>HRD\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 Bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>V\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>HR\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Urutan peringatan tertulis dapat diberikan secara bertahap akan tetapi dapat\njuga di berikan secara langsung di dasarkan atas kesalahan \u002F pelanggaran yang\ndilakukan sesuai PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pimpinan Perusahaan berwenang memberikan Sanksi kepada Atasan Langsung\nPekerja atau Bagian HRD\u002FPersonalia yang tidak melakukan fungsi sebagaimana\nmestinya dalam pemberian sanksi kepada Pekerja yang melakukan pelanggaran\ndisiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 Kategori dan Tingkat Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Kategori Pelanggaran Jenis Pelanggaran pada prinsipnya dibagi menjadi 2\n(dua) kelompok atau kategori sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Kategori Pelanggaran terhadap Kedisiplinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Kategori Pelanggaran karena Kelalaian\u002F kecerobohan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila dalam masa berlakunya suatu sanksi atau peringatan, Pekerja kembali\nmelakukan pelanggaran yang kategori Pelanggaranya sama, maka kepada pekerja\nyang bersangkutan diberikan sanksi atau peringatan yang lebih berat sampai\ndengan PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tingkat Pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pelanggaran Tingkat I (Surat Teguran Tertulis)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) 1 (satu) kali mangkir atau 3 (tiga) kali terlambat atau 3 (tiga) kali\ntidak akses\u002FFinger masuk\u002Fpulang dalam periode 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Tidak memakai atau memakai secara tidak rapi pakaian seragam atau tanda\npengenal lainnya yang telah diberikan Perusahaan, sejak mulai bekerja sampai\njam kerja selesai termasuk kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Merubah bentuk atau model Seragam yang telah diberikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Memakai atau membawa jaket, sweeter, membawa tas dan sejenisnya atau\nbenda lain yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan produksi ke Ruang\nProduksi tanpa seijin Pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Karyawan Laki-laki dengan rambut panjang\u002Fgondrong (melebihi kerah\nbaju)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Tidak memakai Sepatu tertutup di Ruang Produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Tidak mentaati peraturan keselamatan kerja dan tidak menggunakan\nperalatan keselamatan kerja yang disediakan berdasarkan ketentuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Meninggalkan tempat kerja pada waktu jam kerja tanpa ijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9) Istirahat melebihi waktu yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10) Tidak membawa tanda pengenal\u002FID Card dan tidak melapor kepada Security\npada saat memasuki perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11) Tidak melaporkan perubahan data pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12) Tidak mengikuti breafing sebelum masuk dan pulang kerja tanpa seijin\npimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13) Tidak mengikuti\u002F menolak instruksi Training \u002Fpelatihan yang\ndiselenggarakan oleh Perusahaan tanpa alasan yang jelas dan tidak diketahui\noleh atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14) Membawa Makanan atau membawa Minuman berwarna di area produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15) Membawa masuk Kendaraan ke area Perusahaan tanpa memiliki fasilitas Free\nPass Parkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Parkir sembarangan atau menyimpan Sepeda Motor bukan pada tempatnya bagi\nyang memiliki fasilitas Free Pass Parkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17) Mengendarai kendaraan dengan melebihi kecepatan yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18) Bermalas – malasan, bergurau yang keterlaluan saat jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pelanggaran Tingkat II (Surat Peringatan I)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Melakukan pelanggaran lagi setelah diberikan surat teguran tetapi masih\nmelakukan kesalahan yang dilakukan pada waktu masih berlaku teguran belum habis\natau;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) 4 (empat) kali terlambat atau 2 (dua) kali mangkir dalam periode satu\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pulang sebelum jam kerja berakhir tanpa ijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Tidur atau istirahat pada saat jam kerja tanpa ijin atasan yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Tidur di dalam mushola, area kerja atau area mesin pada jam istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Tidak mematuhi \u002F menolak perintah atasan dalam rangka melaksanakan Tugas\n\u002F dinas, tanpa alasan yang wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Menggunakan barang-barang atau dokumen-dokumen milik perusahaan untuk\nkepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Memotret instalasi penting perusahaan tanpa ijin atasan yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9) Memotret atau mengambil video area produksi dan area lainnya yang\ndilarang tanpa seijin pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10) Bertingkah laku tidak sopan kepada pekerja lain atau atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11) Melanggar tata-tertib kerja, sehingga menimbulkan kecelakan kerja bagi\ndirinya sendiri atau pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12) Mencorat-coret di log book, dinding perusahaan, toilet dan di\ntempat-tempat lain dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13) Melakukan kegiatan yang mengarah ke politik praktis di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14) Mengakses \u002F menitip akses ID card orang lain baik pada saat kedatangan\natau kepulangan ataupun jam makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15) Menolak pemerikasaan kesehatan seperti medical chek up atau penyuntikan\nimunisasi dan atau vaksinasi, yang diberikan oleh perusahaan tanpa alasan yang\nwajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16) Melakukan praktek kegiatan rentenir di dalam perusahaan. 17) Melakukan\nkegiatan jual beli di dalam lingkungan perusahaan tanpa seijin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18) Membawa rokok atau korek Api atau Handphone atau alat elektronik lainnya\nke dalam area Produksi yang dilarang atau ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19) Tidak mengikuti SOP (Standar Operasional Prosedur) atau karena\nkelalaiannya menyebabkan terganggunya kegiatan operasional atau mengakibatkan\nreject, kwalitas dan kuantitas hasil produksi menurun sehingga menimbulkan\nkerugian Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20) Mengopersaikan mesin-mesin atau peralatan kerja yang bukan tugas dan\ntanggung jawabnya tanpa seijin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21) Atasan keliru atau tidak teliti sehingga terjadi kesalahan dalam\nmemberikan instruksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22) Atasan kurang melakukan pengawasan terhadap bawahannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23) Melakukan aktivitas makan di area kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24) Bekerja untuk perusahaan lain tanpa seijin perusahaan selama jam\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pelanggaran tingkat III (Surat Peringangatan II)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Melakukan pelanggaran lagi setelah diberikan Surat Peringatan I tetapi\nmasih melakukan kesalahan yang dilakukan pada waktu masih berlaku SP.I belum\nhabis atau,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) 5 (lima) kali terlambat atau 3 (tiga) kali mangkir dalam satu bulan tanpa\nalasan yang jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Memberi laporan palsu kepada perusahaan sehubungan dengan\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Menerima imbalan yang tidak sah sehubungan dengan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Masuk dan keluar perusahaan tidak melalui pintu utama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Membagikan barang-barang cetakan\u002Fselebaran kepada kawan sekerja atau\nmemasang spanduk yang sifatnya menghasut, tanpa ijin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Menyalahgunakan hak dan jabatan untuk kepentingan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Membujuk atau memikat teman sekerja untuk berbuat sesuatu yang melanggar\nperaturan tata tertib perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9) Menggunakan alat elektronik berupa HP di dalam area Produksi yang\ndilarang atau ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10) Dengan sengaja menyembunyikan penyakit menular yang bisa membahayakan\npekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pelanggaran tingkat IV (Surat Peringatan III)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Melakukan pelanggaran lagi setelah diberikan Surat Peringatan II tetapi\nmasih melakukan kesalahan yang dilakukan pada waktu masih berlaku SP.II belum\nhabis atau;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) 6 (enam) kali terlambat, 4(empat) kali mangkir atau lebih dalam satu\nbulan tanpa alasan yang jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Membawa atau berusaha membawa ke dalam lingkungan perusahaan jenis\nsenjata api, senjata tajam yang bukan peralatan kerja, benda-benda yang mudah\nterbakar dan benda-benda berbahaya lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pekerja melakukan pengoperasian install program IT tanpa seijin oleh\npihak IT departemen atau Perusahaan, sehingga menimbulkan kerugian bagi\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Merokok di tempat yang dilarang di dalam lingkungan produksi atau\ndilingkungan perusahaan, kecuali pada tempat yang telah ditentukan pada jam\nistirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Dengan sengaja memainkan, merusak, mengubah atau memindahkan tanpa ijin\ndari Bagian HRD-GA alat pemadam kebakaran termasuk alarm.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Menghina, mencemooh yang keterlaluan sehingga menimbulkan perselisihan\natau perkelahian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Membuat dan menyebarkan isu atau kabar bohong\u002Fhoax terkait pekerjaan dan\nperusahaan yang menimbulkan kegelisahan pekerja lainnya baik melalui media\nsosial, selebaran atau secara lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pelangaran tingkat V \u002F kesalahan berat ( PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Membahayakan dan menimbulkan kerugian perusahaan dalam skala besar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Merugikan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung karena\nkesalahan berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Melakukan tindak kejahatan, misalnya melakukan pencurian, penggelapan,\nmembawa barang perusahaan keluar tanpa ijin dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Dengan ceroboh atau sengaja merusak, merugikan atau membiarkan dalam\nkeadaan bahaya teman sekerja, atau barang milik perusahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Menyerahkan dokumen-dokumen milik perusahaan kepada orang lain dengan\nmenerima suatu imbalan dalam bentuk uang, barang maupun jasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Menyerang, menganiaya, mengancam secara physic atau mental,\nmengintimidasi atau menipu pengusaha atau teman sekerja atau, menghina secara\nkasar pengusaha\u002Fatasan\u002Fpekerja atau keluarga pengusaha\u002Fatasan\u002Fpekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Membujuk pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu perbuatan\nyang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan serta peraturan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Mabuk, minum-minuman keras yang memabukan, madat\u002Fnarkoba, memakai obat\nbius atau menyalahgunakan obat-obatan perangsang lainnya di tempat kerja yang\ndilarang oleh peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9) Membocorkan rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik\nperusahaan\u002Fatasan dan keluarga perusahaan yang seharusnya dirahasiakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10) Divonis bersalah oleh instansi berwenang karena tindak kejahatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11) Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12) Dengan sengaja menghambat kelancaran produksi atau merencanakan dan\nmelaksanakan sabotase.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13) Memberikan atau menjanjikan imbalan dalam bentuk apapun kepada orang\nlain berhubungan dengan pelaksanaan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14) Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nperusahaan dan atau kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15) Memperdagangkan barang terlarang baik dalam lingkungan perusahaan maupun\ndiluar lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16) Melakukan perkelahian di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17) Bekerja rangkap dengan perusahaan lain atau melakukan aktivitas yang\nmengganggu efisiensi atau efek kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18) Mengadakan agitasi (menghasut), propaganda, menyebar pamphlet dan\nbrosur-brosur serta mengadakan rapat-rapat baik di pabrik maupun diluar pabrik\ndengan maksud merugikan perusahaan tanpa izin pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19) Memberikan keterangan palsu atau Memalsukan Dokumen-dokumen\u002Fsurat\nketerangan yang dikeluarkan Perusahaan untuk kepentingan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20) Memalsukan atau merubah Surat atau Dokumen dari Instansi lain untuk\nkepentingan pribadi. 21) Selain dari pada itu kesalahan terlebih dahulu akan\ndidiskusikan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 Denda\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Karena kelalaiannya sehingga menimbulkan kerugian, maka bagi Pekerja\ntersebut dapat diberikan sanksi berupa denda sebagaimana diatur dalam\nUndang-undang nomor 13 tahun 2003 Pasal 95.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sanksi berupa Denda tersebut dapat diterapkan setelah melalui proses\ninvestigasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>bersama Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Adapun nilai dan tata cara dari Denda tersebut akan dimusyawarahkan\nantara Pengusaha, Pekerja dan Pihak Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79 Perlindungan Saksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan wajib memberikan perlindungan dan\u002Fatau merahasiakan Pekerja\nyang melaporkan dan\u002Fatau menjadi saksi atas tindakan pelanggaran disiplin dan\ntata tertib serta tindak pidana yang dilakukan oleh Pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja berhak memperoleh informasi atau data yang diperlukan\nuntuk upaya penyelesaian permasalahan Hubungan Industrial di Perusahaan sesuai\nprosedur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80 Bantuan Hukum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan wajib memberikan fasilitas bantuan hukum apabila ada gugatan\ndari pihak ketiga (selain Perusahaan dan Pekerja\u002FSerikat Pekerja) kepada\nPekerja dalam hal terjadi tindakan\u002Fperbuatan yang berkaitan dengan\nmaksud\u002Ftujuan serta kegiatan usaha dan masalah Perusahaan sesuai dengan\ntanggung jawab pekerjaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi Pekerja yang melakukan perbuatan melawan hukum atas inisiatif\nsendiri tanpa ada persetujuan dari Pihak perusahaan, maka baginya tidak berhak\natas fasilitas bantuan Hukum sebagaimana pada Ayat (1) di atas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII PENGADUAN DAN PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 81 Pengaduan Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Keluh kesah Pekerja adalah pernyataan ketidakpuasan dari Pekerja terhadap\nsuatu tindakan\u002Fkebijakan Perusahaan mengenai hubungan kerja, syarat-syarat\nkerja atau peraturan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila ada keluh kesah akibat dari kebijakan\u002Fpenerapan aturan yang\nbertentangan dengan aturan yang ada dan\u002Fatau PKB, maka Pekerja menyampaikan\nkeluhan tersebut kepada Serikat Pekerja yang diselesaikan secara bipartit\ndengan pihak pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap atasan atau wakil Perusahaan harus secara penuh memperhatikan atas\npengaduan Karyawan atau bawahannya dan berupaya untuk menyelesaikannya dengan\nmusyawarah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82 Tata Cara Pengaduan dan Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bila pekerja mempunyai keluh kesah yang menyangkut masalah\nketenagakerjaan harus segera menyampaikan masalah tersebut secara tertulis\nkepada atasan langsung \u002Fkepala group masing-masing dalam waktu 2 x 24 jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bila persoalan sebagaimana pada ayat (1) pasal ini tidak dapat\ndiselesaikan maka persoalan tersebut disampaikan kepada kepala bagian\u002F\npersonalia untuk diselesaikan dan melibatkan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila pada ayat (2) masih belum bisa diselesaikan maka persoalan ini\nakan diselesaikan antara yang bersangkutan, kepala bagiannya, serikat pekerja\ndan pengusaha. Dalam hal ini baik serikat pekerja maupun pengusaha berusaha\nmenyelesaikan secara bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bila persoalan masih belum bisa diselesaikan melalui ketiga tahap diatas,\nmaka persoalan tersebut diselesaikan melalui lembaga penyelesaian perselisihan\nhubungan industrial sesuai dengan UU No. 2 tahun 2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83 Lembaga Kerjasama Bipartit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam rangka membina hubungan kerja antara Pekerja dengan Pengusaha,\ndibentuk Lembaga Kerjasama Bipartit sebagai forum komunikasi dan konsultasi\nmengenai berbagai hal yang menyangkut kepentingan Pengusaha dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Susunan keanggotaan Lembaga Kerjasama Bipartit terdiri dari wakil\nPengusaha atau perusahaan, wakil Serikat Pekerja dan unsur karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Lembaga Kerjasama Bipartit akan mengadakan pertemuan rutin, dilakukan\nminimal satu bulan sekali pada waktu yang telah disepakati bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 84 Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang\nmengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban Pekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PHK dapat terjadi apabila Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mencapai Usia Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Berhenti atas pemintaan sendiri atau mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Melakukan pelanggaran kembali yang kategorinya sama sebagaimana dimaksud\nPasal 78, ayat (1) disaat menjalankan Surat Peringatan III yang belum habis\nmasa berlakunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. PHK Karena Pelanggaran Tingkat V \u002F Kesalahan Berat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Mangkir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut atau lebih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Sakit berkepanjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Terkena Rasionalisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Ditahan\u002Fdipidana berdasarkan Putusan Pengadilan j. Berakhirnya jangka\nwaktu Perjanjian Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan Hubungan Kerja dapat dilakukan setelah melalui perundingan yang\ntidak menghasilkan persetujuan kedua belah pihak dan memperoleh penetapan dari\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PHI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 85 PHK Karena Mencapai Usia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Batas usia pensiun normal Pekerja Tetap adalah 56 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam kondisi tertentu, Perusahaan dan Pekerja dapat mengajukan pensiun\ndini setelah Pekerja berusia 50 (lima puluh) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang mengajukan PHK karena mencapai usia pensiun sebagaimana\ndimaksud dalam ayat (1) dan (2) diatas memperoleh kompensasi sesuai dengan UU\nKetenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 pasal 167 Ayat (5):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 2 (dua) kali Uang Pesangon.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 1 (satu) kali Uang Penghargaan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Uang Penggantian Hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal Pengusaha telah mengikutsertakan Pekerja pada program pensiun\nmaka Pekerja tidak berhak mendapatkan kompensasi sebagaimana dimaksud dalam\nayat (3) diatas, kecuali ada ketentuan lain yang diatur dalam\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 86 PHK Karena Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PHK atas permintaan Pekerja sendiri terjadi karena adanya surat\npengunduran diri dari Pekerja yang bersangkutan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Diajukan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelumnya secara tertulis\nkepada Perusahaan melalui bagian HRD\u002FPersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Diajukan dibawah 1 (satu) bulan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari\nsebelumnya secara tertulis kepada Perusahaan melalui bagian HRD\u002FPersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang mengalami PHK atas permintaan sendiri berhak memperoleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Sisa Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Sisa Cuti Tahunan yang belum diambil dan belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Penggantian Perumahan dan pengobatan sebesar 15% dari uang pesangon dan\nuang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Uang pisah bagi pekerja sebagaimana dimaksud ayat 1 (satu) huruf (a) yang\nbesarnya :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Masa Kerja 3 Tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 1 (satu) Bulan\nUpah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Masa kerja 6 Tahun atau lebih, tetapi kurang dari 9 tahun, 2 (dua) Bulan\nUpah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Masa kerja 9 tahun atau lebih, 3 (tiga) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Uang pisah bagi pekerja sebagaimana dimaksud ayat 1 (satu) huruf (b) yang\nbesarnya :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Masa Kerja 3 Tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 50% dari 1\n(satu) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Masa kerja 6 Tahun atau lebih, tetapi kurang dari 9 tahun, 75% dari 2\n(dua) Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Masa kerja 9 tahun atau lebih, 85% dari 3 (tiga) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Surat Pengalaman Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Bagi pekerja yang mengundurkan diri secara baik-baik dan pekerja tersebut\ntermasuk pekerja yang sangat berjasa terhadap Perusahaan, selain memperoleh hak\nsesuai Ayat 2 (dua), maka atas pengajuan dan persetujuan Pimpinan\ndirekomendasikan mendapat Uang Kompensasi yang besarnya akan ditentukan oleh\nManagement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 87 PHK Karena Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut atau lebih\ntanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi bukti yang sah dan telah\ndipanggil oleh Perusahaan 2 (dua) kali secara patut dan tertulis, maka\nPerusahaan dapat memutus hubungan kerja terhadap Pekerja yang bersangkutan,\nsesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Keterangan tertulis dengan bukti yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat\n(1) harus diserahkan palinsg lambat pada hari pertama Pekerja masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagaimana dimaksud pada ayat (1),\npekerja\u002Fburuh yang bersangkutan berhak mendapatkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Sisa Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Sisa Cuti Tahunan yang belum diambil dan belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Penggantian Perumahan dan pengobatan sebesar 15% dari uang pesangon dan\nuang penghargaan bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Uang pisah yang besarannya ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Masa Kerja 3 Tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 15% dari 1\n(satu) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Masa kerja 6 Tahun atau lebih, tetapi kurang dari 9 tahun, 30% dari 2\n(dua) Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Masa kerja 9 tahun atau lebih, 45% dari 3 (tiga) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 88 PHK Karena Pelanggaran Tingkat V \u002F Kesalahan Berat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat dibenarkan memutuskan Hubungan Kerja kepada Pekerja yang\nterbukti melakukan pelanggaran tingkat V atau Kesalahan berat sebagaimana\ndimaksud pasal 78 huruf e setelah adanya putusan pengadilan yang tetap dan yang\nbersangkutan mendapatkan uang penggantian hak atas PHK tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 89 PHK Karena Melakukan Pelanggaran Dalam Masa Berlaku SP III\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila Pekerja setelah mendapat Peringatan Tertulis III, masih melakukan\npelanggaran kembali yang kategorinya sama sebagaimana dimaksud Pasal 78, ayat\n(1) disaat menjalankan Surat Peringatan III yang belum habis masa berlakunya,\nmaka Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja terhadap Pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang di PHK karena melakukan pelanggaran sebagaimana yang\ntertuang pada ayat (1) pasal ini mendapatkan hak-haknya sesuai\nperundang-undangan Nomor 13 tahun 2003 Pasal 161 Ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 90 PHK Karena Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal Pekerja mengalami sakit berkepanjangan selama 12 (dua belas) bulan\nterus menerus atau menurut surat keterangan dokter yang ditunjuk oleh\nPerusahaan tidak dapat bekerja kembali, maka kepada Pekerja yang bersangkutan\ndapat dikenakan Pemutusan Hubungan Kerja dengan memperoleh hak-haknya sesuai\ndengan UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun. 2003 Pasal 172 adalah sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 2 (dua) kali Uang Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 2 (dua) kali Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. 1 (Satu) kali Uang Penggantian Hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 91 PHK Karena Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Pekerja meninggal dunia maka hubungan kerjanya dengan Pengusaha\nberakhir dengan sendirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jika Pekerja meninggal dunia maka kepada Ahli Waris Pekerja yang\nbersangkutan akan diberikan hak-hak sesuai dengan UU Ketengakerjaan No. 13 Th.\n2003 pasal 166.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 2 (dua) kali Uang Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 1 (satu) kali Uang Penghargaan Masa Kerja c. Uang Penggantian Hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 92 PHK Karena Rasionalisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Rasionalisasi merupakan pilihan terakhir yang akan dilakukan oleh\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>karena keadaan memaksa yang tidak dapat dihindarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>2. Kepada Pekerja Tetap yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja diberikan uang\npesangon, uang jasa, uang pengganti lainnya serta uang ganti rugi sesuai dengan\nUU Ketenagakerjaan No. 13 Th. 2003 pasal 164 ayat 3 (tiga) :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a. 2 (dua) kali Uang Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 1 (satu kali Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Uang Penggantian Hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kepada Pekerja tidak tetap mendapatkan hak-haknya sesuai dengan apa yang\ntelah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>disepakati dalam surat perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 93 PHK Karena Ditahan\u002FDipidana Berdasarkan Putusan Pengadilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Pekerja ditahan atau dipidana oleh pihak berwajib berdasarkan\nPutusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap sehingga Pekerja yang\nbersangkutan tidak dapat melakukan pekerjaan maka Pengusaha dapat memutuskan\nhubungan kerja terhadap Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal Pekerja dibebaskan dari tahanan karena ternyata tidak terbukti\nmelakukan kesalahan, sebelum masa 6 bulan maka Pekerja yang bersangkutan dapat\ndipekerjakan kembali di Perusahaan sebagaimana diatur dalam UU No.13 Tahun 2003\nPasal 160.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kepadanya diberikan hak sebagaimana tertuang dalam Pasal 29 PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 94 PHK Karena Berakhirnya Jangka Waktu Perjanjian Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Kesepakatan kerja waktu tertentu berakhir demi hukum dengan berakhirnya\nwaktu yang ditentukan dalam kesepakatan kerja. Dalam hal ini perusahaan tidak\nberkewajiban membayar uang pesangon atau uang pengganti lainnya, kecuali yang\nditetapkan dalam kontrak kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal pemutusan hubungan kerja terjadi sebelum waktu yang\ndiperjanjikan bukan karena kesalahan pekerja, maka Perusahaan wajib membayar\nsisa waktu kerja dan hak-haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 95 Keadaan Memaksa\u002FForce Majeure\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam keadaan tertentu yang bersifat memaksa yang disebabkan oleh hal-hal\nyang berada diluar kekuasaan dan tidak dapat diduga sebelumnya (Force Majeure)\nseperti: bencana alam, epidemic, kebakaran, pemogokan massal, perang, huru\nhara, revolusi, kekacauan yang disebabkan keadaan ekonomi, politik, sosial,\npemberontakan, perubahan pemerintah secara inkonstitusional, perubahan\nperaturan perundang- undangan dan perubahan kebijakan Pemerintah di bidang\nekonomi dan moneter yang membahayakan Perusahaan, maka Perusahaan dapat\nmengambil tindakan-tindakan untuk menyelamatkan Perusahaan dengan\nmengesampingkan PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila keadaan sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini dapat teratasi\nmaka Perusahaan berkewajiban menjelaskan kepada Pekerja\u002FSerikat Pekerja dan\nberkewajiban untuk melaksanakan kembali ketentuan-ketentuan PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila terjadi kebakaran atau keadaan memaksa atau force majeure\nsebagaimana dimaksud ayat (1) diatas, Pengusaha dan Serikat Pekerja akan\nmelakukan musyawarah untuk permasalahan status pekerja dan hak-haknya dan\nkelangsungan hidup dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV KETENTUAN PERALIHAN DAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 96 Masa Berlaku dan Ketentuan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cp>1. PKB ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal, bulan dan\ntahun ditetapkan dan ditandatangani bersama oleh pihak Perusahaan dan oleh\npihak Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Dengan berlakunya PKB ini maka ketentuan dan peraturan\u002Fkebijakan\nPerusahaan yang bertentangan dengan PKB ini dinyatakan tidak berlaku lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bilamana terjadi perubahan dalam peraturan perundang-undangan di bidang\nketenagakerjaan serta kebijakan-kebijakan baru Perusahaan yang dapat\nmempengaruhi terhadap berlakunya ketentuan dalam PKB ini, maka PKB akan\nditinjau kembali bersama-sama antara Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Sebelum berakhirnya masa berlakunya PKB ini, Serikat pekerja dan\nPengusaha bersama-sama akan menyusun PKB yang baru. Apabila PKB yang baru belum\nselesai pada waktunya, PKB yang lama dianggap telah diperpanjang secara\nlangsung dan berlaku sampai disepakati PKB yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 97 Perubahan dan Perpanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dan Serikat Pekerja menyadari bahwa apabila dalam\npelaksanaan\u002Fpenerapan kesepakatan ini maupun dalam pertumbuhan dan\nperkembangannya sesuai dengan situasi serta kondisi perlu adanya penyempurnaan,\nmaka kedua belah pihak bersepakat untuk selalu mengadakan penyesuaian isi PKB\nsecara musyawarah untuk mencapai mufakat atas dasar kekeluargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila jangka waktu PKB ini berakhir dan tidak ada masalah yang timbul,\nPKB ini diperpanjang secara langsung untuk jangka waktu 2 (dua) tahun, kecuali\nbila salah satu pihak memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya\ntentang keinginan untuk melakukan perubahan isi PKB ini, usulan perubahan PKB\ndisampaikan selambat-lambatnya 90 hari sebelum berakhirnya PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 98 Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hal-hal yang belum cukup diatur dalam PKB ini, akan diatur lebih lanjut\nberdasarkan kesepakatan antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja yang\ndituangkan dalam ketentuan tambahan yang merupakan bagian yang tidak\nterpisahkan dari PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PKB ini didaftarkan pada Instansi yang membidangi ketenagakerjaan\nRepublik Indonesia dan diperbanyak \u002Fdibukukan oleh Perusahaan untuk dibagikan\nkepada seluruh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. PKB ini berlaku dan mengikat kedua belah pihak sejak PKB ini\nditandatangani oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal Pengusaha mengubah nama atau menggabungkan diri dengan\nPerusahaan lain, maka untuk sisa waktu berlakunya PKB ini tetap berlaku bagi\nPengusaha dan Pekerja terhadap siapa saja waktu terjadi perubahan nama atau\npenggabungan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal terjadi perselisihan antara Perusahaan dan Serikat Pekerja baik\ndalam penafsiran maupun dalam proses PKB ini, maka kedua belah pihak untuk\nmenyelesaikannya dengan jalan musyawarah untuk mufakat dan jika tidak diperoleh\nkesepakatan maka akan diselesaikan melalui cara-cara yang diatur sebagaimana\ndalam Peraturan Perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap asli,\nmasing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama, satu untuk perusahaan dan\nsatu untuk Serikat Pekerja, diberi materai secukupnya dan ditandatangani serta\ndibubuhi cap oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lembar Persetujuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Ditandatangani di : Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cp>Pada Tanggal: 21 Mei 2019\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cp>Serikat Pekerja PUK SP TSK SPSI PT Win Textile\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Agung Muslim Ginanjar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja PUK SPAI FSPMI PT Win Textile\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hadi Hermawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Cp>Pimpinan Perusahaan PT Win Textile\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lee Bang Sik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Presiden Direktur\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>TIM PERUNDING PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB) PT WIN TEXTILE PERIODE\n2019-2021\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PERUSAHAAN PT Win Textile\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hong Hee Jun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dede Ica Wijaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dudi A Sirojudin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SERIKAT PEKERJA PT Win Textile\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Cahya Sehabudin Malik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Richyans Kustiana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Doni Purnama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Burhan Wibowo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Arif Muhammad Saleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":53,"cbadate_end_date":57,"cbasignsinglesignatory":59,"cbamemother":63,"jobclassifaction1":67,"trainingprogrammes":71,"trainingfund":75,"pensionfund":79,"disabilityfund":83,"contracttrial":87,"contracttrialperiod":91,"contractseverancepay":93,"contractseverancepay1":97,"maxsicknesspayperc":99,"maxsicknesspay":102,"sicknesspay":106,"sicknessmaxdays":109,"sicknessmaxdaysnr":113,"menstruationleave":115,"disabilitypay":119,"healthcareaccess":123,"healthinsurance":127,"healthinsurancerelatives":131,"healthandsafetypolicy":135,"protectiveclothing":139,"healthandsafetytraining":143,"hivpolicy":147,"funeralpay":151,"funeralpaytype":154,"funeralpayamount":158,"paidmaternityleave":160,"paidmaternityleaveduration":164,"maternityotherclause":166,"pregnancy":170,"breastfeeding_dangerouswork":174,"paidpaternityleave":176,"paidpaternityleaveduration":180,"paidpaternityleavepay":183,"paidpaternityleavepayperc":187,"deathrelatives":189,"deathrelativesleave":192,"educationtuition":196,"violence":200,"hourspday_select":204,"hourspday":208,"hourspweek_select":210,"hourspweek":212,"dayspweek_select":214,"dayspweek":216,"PAIDLEAV_trigger":218,"holidaysdays":222,"holidaysweeks":224,"holidaysfixed":226,"TRADEUNLEAV_trigger":230,"STRUCINCR_trigger":234,"wageincreasefirmperformance":238,"ONCERISE_trigger":242,"incidentalbonustype2":246,"incidentalbonusperc1":248,"incidentalbonusdate":250,"bankholidays1":252,"SCHEDULE_trigger":256,"schedulesrestpw":260,"NOCTPREM_trigger":264,"shiftallowancetype":268,"shiftallowanceamount1":270,"shiftallowancetype1":272,"OVERTIME_trigger":274,"overtimeallowancetype_general":278,"overtimeallowanceperc1_general":282,"overtimeallowancetype":284,"overtimeallowanceperc1":286,"SUNDAY_trigger":288,"sundayallowancetype":290,"sundayallowanceperc1":292,"COMMUTE_trigger":294,"commutingallowancetype":298,"commutingallowanceamount1":300,"commutingallowancetype1":302,"SENIOR_trigger":304,"mealvouchers":308,"MEALALL_trigger":312,"coverunion_trigger":316},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","Ditandatangani di : Purwakarta Pada Tang","Ditandatangani di : Purwakarta\n\nPada Tanggal: 21 Mei 2019",{"bindId":51,"name":52,"text":52},"cbadate_start_date","Pada Tanggal: 21 Mei 2019",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"cbadate_end","1. PKB ini berlaku untuk jangka waktu 2 ","1. PKB ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal, bulan dan\ntahun ditetapkan dan ditandatangani bersama oleh pihak Perusahaan dan oleh\npihak Serikat Pekerja.",{"bindId":58,"name":55,"text":56},"cbadate_end_date",{"bindId":60,"name":61,"text":62},"cbasignsinglesignatory","Pimpinan Perusahaan PT Win Textile Lee B","Pimpinan Perusahaan PT Win Textile\n\n\n\nLee Bang Sik\n\nPresiden Direktur",{"bindId":64,"name":65,"text":66},"cbamemother","Serikat Pekerja PUK SP TSK SPSI PT Win T","Serikat Pekerja PUK SP TSK SPSI PT Win Textile\n\n\n\nAgung Muslim Ginanjar\n\nKetua\n\n\n\nSerikat Pekerja PUK SPAI FSPMI PT Win Textile\n\n\n\nHadi Hermawan\n\nKetua",{"bindId":68,"name":69,"text":70},"jobclassifaction1","Golongan Pekerja meliputi : GOLONGAN JAB","Golongan Pekerja meliputi :\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      GOLONGAN\n      JABATAN PRODUKSI \n      JABATAN OFFICE\n    \n    \n      VIII\n      Manager \n      Manager\n    \n    \n      VII\n      Ass.Manager\n      Ass.Manager\n    \n    \n      VI\n      Kepala Bagian\n      Kepala Bagian\n    \n    \n      V\n      Kashift\u002F Kasie\n      Kepala Divisi\n    \n    \n      IV\n      Kepala Regu\n      Staff Senior\n    \n    \n      III\n      Ass.Karu\n      \n    \n    \n      II\n      Mekanik\n      \n    \n    \n      I\n      Operator \n      Staff",{"bindId":72,"name":73,"text":74},"trainingprogrammes","1. Untuk peningkatan dan kemajuan Perusa","1. Untuk peningkatan dan kemajuan Perusahaan serta untuk meningkatkan\nkemampuan Pekerja dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya, maka Perusahaan\nterus melakukan usaha-usaha peningkatan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan\nPekerja melalui Pendidikan dan Pelatihan Pekerja.",{"bindId":76,"name":77,"text":78},"trainingfund","4. Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ","4. Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Pasal ini baik penunjukan,\npenetapan, persyaratan serta biayanya adalah tanggung jawab dan wewenang\nPengusaha.",{"bindId":80,"name":81,"text":82},"pensionfund","4 Pensiun 2 % 1%","4 \n      Pensiun\n      2 %\n      1%",{"bindId":84,"name":85,"text":86},"disabilityfund","1 Jaminan Kecelakaan Kerja 0.89% - ","1\n      Jaminan Kecelakaan Kerja\n      0.89%\n      - ",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"contracttrial","a. Masa kerja 3 (tiga) bulan pertama dal","a. Masa kerja 3 (tiga) bulan pertama dalam hubungan kerja dianggap sebagai\nmasa percobaan.",{"bindId":92,"name":89,"text":90},"contracttrialperiod",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"contractseverancepay","2. Kepada Pekerja Tetap yang terkena Pem","2. Kepada Pekerja Tetap yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja diberikan uang\npesangon, uang jasa, uang pengganti lainnya serta uang ganti rugi sesuai dengan\nUU Ketenagakerjaan No. 13 Th. 2003 pasal 164 ayat 3 (tiga) :",{"bindId":98,"name":95,"text":96},"contractseverancepay1",{"bindId":100,"name":101,"text":101},"maxsicknesspayperc","b. Empat bulan kedua : 75% upah\u002Fbulan",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"maxsicknesspay","4. Pekerja sakit terus menerus tanpa put","4. Pekerja sakit terus menerus tanpa putus, dan berdasarkan hasil\npemeriksaan dokter yang bekerjasama dengan BPJS KESEHATAN dan Pekerja wajib\nmemberitahukan terlebih dahulu kepada Pengusaha pada hari pertama sakit\nmengajukan istirahat panjang, maka ditempuh sesuai dengan peraturan sebagai\nberikut :\n\na. Empat bulan pertama : 100% upah\u002Fbulan\n\nb. Empat bulan kedua : 75% upah\u002Fbulan\n\nc. Empat bulan ketiga : 50% upah\u002Fbulan\n\nd. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah\u002Fbulan sebelum dilakukan\npemutusan hubungan kerja oleh Pihak pengusaha.",{"bindId":107,"name":104,"text":108},"sicknesspay","4. Pekerja sakit terus menerus tanpa putus, dan berdasarkan hasil\npemeriksaan dokter yang bekerjasama dengan BPJS KESEHATAN dan Pekerja wajib\nmemberitahukan terlebih dahulu kepada Pengusaha pada hari pertama sakit\nmengajukan istirahat panjang, maka ditempuh sesuai dengan peraturan sebagai\nberikut :",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"sicknessmaxdays","5. Pekerja atau buruh yang mengalami sak","5. Pekerja atau buruh yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat\nakibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\nmelampaui batas 12 bulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan\ndiberikan uang pesangon 2 kali ketentuan pasal 156 ayat 2, uang penghargaan\nmasa kerja 2 kali ketentuan pasal 156 ayat 3 dan uang penggantian hak 1 kali\nketentuan pasal 156 ayat 4.",{"bindId":114,"name":111,"text":112},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":116,"name":117,"text":118},"menstruationleave","a. Pekerja perempuan yang dalam masa hai","a. Pekerja perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada atasannya\u002F pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua\npada waktu haid dengan menyertakan Surat Keterangan Dokter yang bekerjasama\ndengan BPJS KESEHATAN dan telah ditunjuk\u002Fdipilih oleh karyawan serta tidak\nmengurangi haknya.",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"disabilitypay","Perusahaan memberikan BPJS Ketenagakerja","Perusahaan memberikan BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi :\n\na. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"healthcareaccess","1. Perusahaan menyediakan Poliklinik den","1. Perusahaan menyediakan Poliklinik dengan Dokter beserta tenaga paramedis\ndi dalam lingkungan Perusahaan.",{"bindId":128,"name":129,"text":130},"healthinsurance","Perusahaan memberikan BPJS Kesehatan yan","Perusahaan memberikan BPJS Kesehatan yang meliputi :\n\na. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan",{"bindId":132,"name":133,"text":134},"healthinsurancerelatives","1. Pengusaha menjamin pemeliharaan keseh","1. Pengusaha menjamin pemeliharaan kesehatan Pekerja, Istri dan maksimal\nuntuk 3 orang Anak Kandung\u002F Anak Angkat sah yang belum berusia 21 tahun dan\natau belum kawin terdaftar di Bagian HRD\u002FPersonalia.",{"bindId":136,"name":137,"text":138},"healthandsafetypolicy","1. Perusahaan membentuk Panitia Pembina ","1. Perusahaan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja\n(P2K3) untuk menangani Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang keanggotaanya\nterdiri dari unsur-unsur Perusahaan dan Serikat Pekerja.\n\n2. Perusahaan wajib menyediakan peralatan dan perlengkapan keselamatan kerja\ndan menetapkan syarat-syarat keamanan, perlindungan dan kesehatan kerja.\n\n3. Perusahaan menyediakan transportasi yang diperlukan untuk pertolongan\nsecepatnya dari tempat kecelakaan menuju poliklinik atau Rumah Sakit\n\n4. Pengusaha dilarang mempekerjakan wanita hamil yang menurut keterangan\ndokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungan maupun diri pekerja\napabila bekerja pada pukul 23.00 s\u002Fd 07.00 wib.\n\n5. Dalam mempekerjakan system kerja shift, maka Perusahaan wajib menjaga\nkesusilaan dan keamanan di tempat kerja.",{"bindId":140,"name":141,"text":142},"protectiveclothing","1. Pengusaha memberikan pakaian seragam ","1. Pengusaha memberikan pakaian seragam 2 (dua) Pcs setahun sekali. Dalam\nhal baju seragam rusak, dapat ditukarkan ke bagian HRD\u002FPersonalia, 1 (satu)\nkali dalam 1(satu) tahun.\n\n2. 1 (satu) pasang sepatu Safety bagi departemen tertentu sesuai\nkebutuhan.",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"healthandsafetytraining","5. Apabila Pekerja sudah mendapatkan pen","5. Apabila Pekerja sudah mendapatkan pendidikan tentang keselamatan kerja,\ntata cara kerja serta tata tertib keselamatan kerja dibagiannya dan pekerja\ntidak mentaati, maka pekerja dapat dikenakan sanksi.",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"hivpolicy","1. Perusahaan wajib melaksanakan pemerik","1. Perusahaan wajib melaksanakan pemeriksaan kesehatan pada Pekerja secara\nrutin setiap tahun (Pemeriksaan Kesehatan Berkala\u002FMedical Check-up).",{"bindId":152,"name":121,"text":153},"funeralpay","Perusahaan memberikan BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi :\n\na. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n\nb. Jaminan Kematian (JK)",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"funeralpaytype","1. Perusahaan memberikan bantuan uang du","1. Perusahaan memberikan bantuan uang duka kepada pekerja sebagai berikut\n:\n\na. Istri\u002Fsuami meninggal dunia : Rp. 500.000,-\n\nb. Anak meninggal dunia : Rp 500.000,-\n\nc. Orangtua \u002F mertua meninggal dunia : Rp 500.000-",{"bindId":159,"name":156,"text":157},"funeralpayamount",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"paidmaternityleave","a. Pekerja perempuan yang melahirkan ber","a. Pekerja perempuan yang melahirkan berhak atas cuti melahirkan selama 3\nbulan, yaitu 11⁄2 bulan sebelum dan 11⁄2 bulan setelah melahirkan sesuai\ndengan anjuran medis.",{"bindId":165,"name":162,"text":163},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"maternityotherclause","b. Pekerja perempuan yang mengalami kegu","b. Pekerja perempuan yang mengalami keguguran\u002Fgugur kandungan diberikan\nwaktu istirahat selama 11⁄2 (satu setengah) bulan dengan tetap mendapatkan\nupah penuh.",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"pregnancy","4. Pengusaha dilarang mempekerjakan wani","4. Pengusaha dilarang mempekerjakan wanita hamil yang menurut keterangan\ndokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungan maupun diri pekerja\napabila bekerja pada pukul 23.00 s\u002Fd 07.00 wib.",{"bindId":175,"name":172,"text":173},"breastfeeding_dangerouswork",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"paidpaternityleave","b. Cuti Khusus Tanpa Permohonan 1) Istri","b. Cuti Khusus Tanpa Permohonan\n\n1) Istri melahirkan : 2 hari kerja",{"bindId":181,"name":182,"text":182},"paidpaternityleaveduration","1) Istri melahirkan : 2 hari kerja",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"paidpaternityleavepay","4. Cuti Khusus Adalah Hak yang diperoleh","4. Cuti Khusus Adalah Hak yang diperoleh oleh Setiap Pekerja tanpa\nmengurangi Hak Cuti Tahunan dengan tetap mendapatkan upah penuh, dengan rincian\nsebagai berikut :",{"bindId":188,"name":185,"text":186},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":190,"name":178,"text":191},"deathrelatives","b. Cuti Khusus Tanpa Permohonan\n\n1) Istri melahirkan : 2 hari kerja\n\n2) Istri \u002F Suami meninggal : 2 hari kerja\n\n3) Anak meninggal : 2 hari kerja\n\n4) Bapak \u002F Ibu meninggal : 2 hari kerja\n\n5) Saudara Kandung meninggal : 1 hari kerja 6) Mertua meninggal dunia : 2\nhari kerja",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"deathrelativesleave","2) Istri \u002F Suami meninggal : 2 hari kerj","2) Istri \u002F Suami meninggal : 2 hari kerja",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"educationtuition","Perusahaan mengadakan Beasiswa sesuai de","Perusahaan mengadakan Beasiswa sesuai dengan ketentuan BPJS\nketenagakerjaan.",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"violence","21. Berkelahi, memukul orang lain, menga","21. Berkelahi, memukul orang lain, menganiaya dan mengancam pekerja lain.",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"hourspday_select","A. 7 (tujuh) jam kerja dalam 1 (satu) ha","A. 7 (tujuh) jam kerja dalam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam kerja\ndalam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.",{"bindId":209,"name":206,"text":207},"hourspday",{"bindId":211,"name":206,"text":207},"hourspweek_select",{"bindId":213,"name":206,"text":207},"hourspweek",{"bindId":215,"name":206,"text":207},"dayspweek_select",{"bindId":217,"name":206,"text":207},"dayspweek",{"bindId":219,"name":220,"text":221},"PAIDLEAV_trigger","a. Pekerja yang telah bekerja pada Perus","a. Pekerja yang telah bekerja pada Perusahaan selama 12 (dua belas) bulan\nterus menerus berhak mendapat cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja,\ndengan mengajukan permohonan tertulis paling lambat 2 (Dua) hari sebelumnya\nkepada Pengusaha melalui Bagian HRD\u002FPersonalia.",{"bindId":223,"name":220,"text":221},"holidaysdays",{"bindId":225,"name":220,"text":221},"holidaysweeks",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"holidaysfixed","c. Bagi pekerja yang belum memperoleh ha","c. Bagi pekerja yang belum memperoleh hak cuti tahunan atau masa kerja belum\nmencapai 12 (dua belas) bulan sementara harus melaksanakan cuti bersama, maka\nhak cuti tahunan akan dipotong secara otamatis setelah pekerja tersebut\nmemperoleh hak cutinya sesuai dengan jumlah cuti bersama yang telah diperoleh\natau ditetapkan.",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"TRADEUNLEAV_trigger","2. Kegiatan serikat pekerja yang dilaksa","2. Kegiatan serikat pekerja yang dilaksanakan pada waktu jam kerja, harus\nmendapatkan izin atau ada kesepakatan terlebih dahulu dengan kedua belah pihak\ndan sesuai kesepakatan tersebut, Perusahaan dapat memberikan Dispensasi dengan\nhak penuh kepada wakil-wakil Serikat Pekerjayang ditunjuk untuk melaksanakan\ntugas-tugas Serikat Pekerja yang tidak dapat diselesaikan diluar jam kerja atau\ndi luar lingkungan Perusahaan Tugas tersebut antara lain:\n\na. Perundingan PKB\n\nb. Rapat Bipartit\n\nc. Kegiatan-kegiatan Serikat Pekerja lainnya, selama tidak melanggar\nketertiban umum, hukum dan merugikan perusahaan.",{"bindId":235,"name":236,"text":237},"STRUCINCR_trigger","1. Penyesuaian Upah Berkala dilaksanakan","1. Penyesuaian Upah Berkala dilaksanakan pada tiap tahun yang pelaksanaannya\njatuh pada bulan Januari.",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"wageincreasefirmperformance","2. Besarnya penyesuaian upah menurut has","2. Besarnya penyesuaian upah menurut hasil perundingan antara Pengusaha dan\nSerikat Pekerja atas dasar Inflasi \u002F daya beli, Prestasi, Masa Kerja, Jabatan,\nkemampuan dan perkembangan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-\nundangan yang berlaku.",{"bindId":243,"name":244,"text":245},"ONCERISE_trigger","1. Dengan dilandasi itikad untuk tidak m","1. Dengan dilandasi itikad untuk tidak membedakan Agama yang di anut oleh\nmasing- masing Pekerja, Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan\nkepada Pekerja sekali setahun, sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI\nNomor 06 Tahun 2016, dan pada prinsipnya pembayaran dilakukan\nselambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Idul Fitri (Lebaran).",{"bindId":247,"name":244,"text":245},"incidentalbonustype2",{"bindId":249,"name":244,"text":245},"incidentalbonusperc1",{"bindId":251,"name":244,"text":245},"incidentalbonusdate",{"bindId":253,"name":254,"text":255},"bankholidays1","2. Hari Libur Nasional dan Libur Khusus ","2. Hari Libur Nasional dan Libur Khusus\n\na. Libur Nasional disesuaikan dengan keputusan pemerintah Republik\nIndonesia.",{"bindId":257,"name":258,"text":259},"SCHEDULE_trigger","a. Pekerja diberi istirahat 1 (satu) jam","a. Pekerja diberi istirahat 1 (satu) jam penuh setelah 4 (empat) dan atau 5\n(lima) jam bekerja dalam batas waktu 7 (tujuh) atau 8 (delapan) jam kerja dalam\n1 (satu) hari.",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"schedulesrestpw","a. Diberikan kepada pekerja 1 (Satu) har","a. Diberikan kepada pekerja 1 (Satu) hari setelah 6 (Enam) hari kerja dan 2\nhari setelah 5 (lima) hari kerja.",{"bindId":265,"name":266,"text":267},"NOCTPREM_trigger","b. Tunjangan shift: Shift I : - Shift II","b. Tunjangan shift:\n\nShift I : -\n\nShift II : Rp. 1.500\u002FHari\n\nShif III : Rp. 2.000\u002FHari",{"bindId":269,"name":266,"text":267},"shiftallowancetype",{"bindId":271,"name":266,"text":267},"shiftallowanceamount1",{"bindId":273,"name":266,"text":267},"shiftallowancetype1",{"bindId":275,"name":276,"text":277},"OVERTIME_trigger","8. Perhitungan upah lembur diatur sesuai","8. Perhitungan upah lembur diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada\nSurat Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 tentang Waktu\nkerja Lembur (WKL) & Upah Kerja lembur (UKL) per jam adalah :",{"bindId":279,"name":280,"text":281},"overtimeallowancetype_general","a. Hari Kerja Biasa: Hari Hari Kerja Bia","a. Hari Kerja Biasa:\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Hari\n      Hari Kerja Biasa\n      Hari Libur\u002FIstirahat Mingguan\n    \n    \n      Jam\n      Jam Ke-1\n      Jam Ke-2,dst \n      Jam Ke 1-7\n      Jam Ke-8\n      Selebihnya\n    \n    \n      Upah Lembur\n      1.5 x WKL&UKL \n      2 x WKL&UKL\n      2 x WKL&UKL\n      3 X WKL&UKL\n      4 x WKL&UKL",{"bindId":283,"name":280,"text":281},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":285,"name":280,"text":281},"overtimeallowancetype",{"bindId":287,"name":280,"text":281},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":289,"name":280,"text":281},"SUNDAY_trigger",{"bindId":291,"name":280,"text":281},"sundayallowancetype",{"bindId":293,"name":280,"text":281},"sundayallowanceperc1",{"bindId":295,"name":296,"text":297},"COMMUTE_trigger","b. Tunjangan Transportasi Bagi Departeme","b. Tunjangan Transportasi Bagi Departement tertentu dan bagi karyawan yang\njadwal kerjanya tidak sesuai dengan jadwal Transportasi, maka berhak\nmendapatkan uang pengganti transport sebesar Rp. 10.000\u002Fhari.",{"bindId":299,"name":296,"text":297},"commutingallowancetype",{"bindId":301,"name":296,"text":297},"commutingallowanceamount1",{"bindId":303,"name":296,"text":297},"commutingallowancetype1",{"bindId":305,"name":306,"text":307},"SENIOR_trigger","b. Tunjangan tetap adalah tunjangan yang","b. Tunjangan tetap adalah tunjangan yang tidak dipengaruhi oleh kehadiran,\nterdiri dari :\n\n1) Tunjangan pokok\n\n2) Tunjangan jabatan\n\n3) Tunjangan masa kerja\n\n4) Tunjangan Pendidikan",{"bindId":309,"name":310,"text":311},"mealvouchers","3. Pengusaha memberikan makan bagi setia","3. Pengusaha memberikan makan bagi setiap pekerja yang masuk kerja, 1 (satu)\nkali sehari.",{"bindId":313,"name":314,"text":315},"MEALALL_trigger","c. Tunjangan tidak tetap adalah tunjanga","c. Tunjangan tidak tetap adalah tunjangan yang dipengaruhi oleh kehadiran,\nterdiri dari :\n\n1) Premi kehadiran\n\n2) Tunjangan shift\n\n3) Transport\n\n4) Tunjangan makan\n\n5) Tunjangan lain-lain",{"bindId":317,"name":318,"text":319},"coverunion_trigger","4. Ketentuan-ketentuan dalam PKB ini ber","4. Ketentuan-ketentuan dalam PKB ini berlaku untuk Pengusaha dan seluruh\nPekerja baik Anggota Serikat Pekerja maupun bukan Anggota Serikat Perkerja\nsejak tanggal ditetapkannya PKB ini.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Win Textile - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-05-21\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-05-20\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Win Textile\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Agung Muslim Ginanjar, Hadi Hermawan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Employee involvement in the monitoring, The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;500000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;31500.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;210000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp; masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[325],{"title":39,"slug":34},[327],{"type":328,"data":329},"call_to_action_body_block",{"title":330,"description":331,"variant":332,"link":333},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":330,"url":334,"description":330,"rel":335,"type":336},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[338],{"type":328,"data":339},{"title":330,"description":331,"variant":332,"link":340},{"title":330,"url":334,"description":330,"rel":335,"type":336},[]]