[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pkb-antara-pt-indonesia-libolon-fiber-system-dengan-sp-tsk-spsi-unit-kerja-pt-indonesia-libolon-fiber-system-2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":319,"content_type_view":320,"extra_breadcrumbs":321,"body":323,"body_blocks":334,"related_pages":338},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":317,"translations":318},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-pkb-antara-pt-indonesia-libolon-fiber-system-dengan-sp-tsk-spsi-unit-kerja-pt-indonesia-libolon-fiber-system-2019-2021","627cdb4e-e03e-11ea-a7e9-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pkb-antara-pt-indonesia-libolon-fiber-system-dengan-sp-tsk-spsi-unit-kerja-pt-indonesia-libolon-fiber-system-2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-pkb-antara-pt-indonesia-libolon-fiber-system-dengan-sp-tsk-spsi-unit-kerja-pt-indonesia-libolon-fiber-system-2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) antara PT. Indonesia Libolon Fiber System Dengan SP-TSK SPSI Unit Kerja PT. Indonesia Libolon Fiber System 2019\u002F2021","ba_ID","IDN PT. Indonesia Libolon Fiber System - 2019","Indonesia - IDN PT. Indonesia Libolon Fiber System - 2019","IDN PT. Indonesia Libolon Fiber System - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT Indonesia Libolon Fiber System.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New2\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) antara PT. Indonesia Libolon Fiber System\nDengan SP-TSK SPSI Unit Kerja PT. Indonesia Libolon Fiber System 2019-2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>PENDAHULUAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan luhur agar\ntercipta suasana kondusif serta hubungan kerja yang harmonis antara Pengusaha\ndan Pekerja didalam menjalankan fungsi, tugas, Hak dan kewajibannya\nmasing-masing demi kemajuan perusahaan dalam upaya meningkatkan produktifitas\ndan kesejahteraan bersama, maka PT. Indonesia Libolon Fiber System dan PUK SP\nTSK SPSI PT. Indonesia Libolon Fiber System telah sepakat untuk membuat\nPerjanjian Kerja Bersama ( PKB ) yang merupakan sarana yang sangat penting\ndalam mewujudkan Hubungan Industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan\nyang berasaskan Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur hubungan kerja, syarat-syarat kerja,\nhak dan kewajiban pekerja dan pengusaha, tata tertib dan peraturan perusahaan\nyang didasari kepentingan bersama dalam menjalankan tugas dan fungsi\nmasing-masing untuk mencapai kemajuan dan perkembangan perusahaan demi\nkemakmuran dan kesejahteraan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa Hubungan Industrial merupakan suatu sistem hubungan yang terbentuk\nantara para pelaku dalam proses produksi barang yaitu pekerja, pengusaha dan\npemerintah untuk menumbuh-kembangkan hubungan yang harmonis atas dasar\nkemitraan yang sejajar dan terpadu antara pengusaha dengan pekerja yang\ndidasarkan atas nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila dan UUD\n1945, sehingga pekerja diarahkan untuk mempunyai sikap merasa ikut memiliki\nserta sikap memelihara dan mempertahankan kelangsungan usaha Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atas dasar pengertian tersebut, secara otomatis berlaku prinsip tanggung\njawab bersama baik oleh pengusaha maupun pekerja terhadap tugas, fungsi, hak\ndan kewajibannya untuk berusaha semaksimal mungkin mencapai tujuan bersama\nyaitu kemajuan perusahaan dan kesejahteraan pekerja beserta keluarga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I BAGIAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1: Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat atas dasar musyawarah dan kesepakatan\ndari masing-masing pihak terkait, antara :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I. PIHAK PENGUSAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nama Perusahaan: PT. Indonesia Libolon Fiber System\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Alamat Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Desa Kembang Kuning, Jatiluhur – Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>( Factory )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jl.Cideng Barat No.15 Jakarta ( Business Office)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Akta Pengesahan: AHU – AH.01.03-0135497, 12 Mei 2017\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor Induk Berusaha: 8120119162019\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anggota APINDO: 008.03.010.114.141.0992\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DENGAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II. SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nama Unit Kerja: SP-TSK FSPSI Unit Kerja PT. Indonesia Libolon Fiber\nSystem\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Alamat Sekretariat: Desa Kembang Kuning, Jatiluhur - Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Terdaftar: 28 Mei 2018\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>No. Pencatatan: 251 \u002F 4 \u002F HIS \u002F PWK \u002F V \u002F 2018\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2: Maksud Dan Ruang Lingkup Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini adalah merupakan hasil perundingan Serikat\nPekerja dengan Pengusaha untuk mengatur hubungan kerja yang memuat\nsyarat-syarat kerja, peraturan dan tata tertib perusahaan serta memberikan\nbatasan hak dan kewajiban masing-masing pihak secara jelas dan seimbang sebagai\npencerminan dari musyawarah dan mufakat dengan tujuan meningkatkan kualitas\nserta memberikan motivasi kerja guna terciptanya iklim hubungan kerja yang\nharmonis, dinamis dan berkeadilan menuju peningkatan kesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ruang lingkup Perjanjian Kerja Bersama mencakup beberapa ketentuan sebagai\nberikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>2.1.Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) berlaku untuk semua pekerja PT.\nIndonesia Libolon Fiber System, baik yang ditempatkan diwilayah Purwakarta\nmaupun yang ditempatkan diwilayah Jakarta.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.2.Semua pekerja perusahaan ini mulai tingkat jabatan operator hingga\nmanager atau kepala departemen dan pengusaha harus tunduk dan mentaati serta\nmelaksanakan sepenuhnya isi dari ketentuan yang tertuang dalam Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini dengan penuh rasa tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Antara Serikat Pekerja dengan Pengusaha wajib menjalankan kerjasama dalam\nhal menyebarluaskan dan memberikan penerangan atau penjelasan kepada pekerja,\npimpinan departemen maupun kepada pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan\nPerjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini tentang arti dan makna yang terkandung di\ndalamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II PENGAKUAN, JAMINAN KEPADA PEKERJA DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 3: Pengakuan Dan Jaminan Kepada Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui bahwa status pekerja yang bekerja sebelum peralihan\nkepemilikan dan pergantian nama perusahaan dari PT.Indonesia Taroko Textile\nmenjadi PT.Indonesia Libolon Fiber System adalah tidak berubah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengakui bahwa masa kerja pekerja sesuai SK Pengangkatan sebagai\npekerja tetap sebelum peralihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menjamin dan bertanggung jawab atas kompensasi dan hak pekerja\nsesuai masa kerja terhitung SK pengangkatan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha menjamin semua pekerja yang bekerja sebelum peralihan dan\npergantian nama perusahaan, apabila terjadi pemutusan hubungan kerja akan\ndiberikan kompensasi sesuai pasal 47 ayat 3, kecuali pekerja tersebut\ntersangkut masalah pidana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha menjamin akan mengikuti peraturan perundang undangan\nketenagakerjaan yang berlaku dan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4: Pengakuan Dan Jaminan Kepada Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja TSK SPSI Unit Kerja PT. Indonesia\nLibolon Fiber System yang menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini adalah\norganisasi pekerja yang ada di perusahaan PT. Indonesia Libolon Fiber\nSystem.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja TSK SPSI Unit kerja PT. Indonesia\nLibolon Fiber System dan seluruh pekerja adalah mitra kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>3.Pengusaha menjamin tidak akan melakukan penekanan dalam bentuk apapun baik\nsecara langsung maupun tidak langsung dan ataupun diskriminasi serta tindakan\nlain yang tidak wajar terhadap pekerja yang terpilih sebagai pengurus Serikat\nPekerja TSK SPSI Unit kerja PT. Indonesia Libolon Fiber System untuk bertindak\nselaku delegasi dan atau perwakilan karena tugas dan fungsinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Sejauh tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku, Pengusaha tidak merintangi kegiatan dan perkembangan organisasi ini\nserta tidak mencampuri urusan intern organisasi Serikat Pekerja TSK SPSI mulai\ndari tingkat Unit kerja PT. Indonesia Libolon Fiber System, Pimpina Cabang\nkabupaten, Pimpinan Daerah Jawa barat hingga tingkat Pimpinan Pusat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Atas dasar pengakuan hak-hak Serikat Pekerja maka setiap fungsionaris\nSerikat Pekerja TSK SPSI yang ditunjuk untuk mengurus soal-soal hubungan kerja\nmaupun kepentingan organisasi dapat memasuki ruang kerja bidang lain untuk\nmelakukan tugas organisasi dengan sepengetahuan Pengusaha \u002F Kepala Bagian yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha akan menyelesaikan masalah yang timbul akibat hubungan kerja\nbersama serikat pekerja dengan azas musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Semua bentuk tindakan atau aksi yang berkaitan dengan masalah perburuhan\nyang dilakukan tanpa sepengetahuan atau persetujuan Serikat Pekerja TSK SPSI\nadalah diluar tanggung jawab Serikat Pekerja, dan tindakan tersebut dinyatakan\naksi liar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Kedua belah pihak sepakat untuk tidak membenarkan segala bentuk aksi liar\nsehingga apabila ini terjadi, kepada yang melakukan tindakan aksi tersebut,\nakan ditindak tegas serta diputus hubungan kerjanya secara tidak hormat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5: Fasilitas Dan Bantuan Kepada Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Dalam menjalani tugas dan fungsinya sebagai pengurus Serikat Pekerja, maka\nfungsionaris \u002F pengurus Serikat Pekerja TSK SPSI harus diberikan dispensasi\nuntuk menghadiri rapat-rapat ataupun tugas lain yang menyangkut urusan\nperburuhan dan organisasi baik di dalam lingkungan perusahaan maupun di luar\nperusahaan tanpa mengurangi hak sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Sebagai pelaksanaan tugas pada ayat 1 pasal ini, Serikat Pekerja wajib\nmemberitahukan kepada Pengusaha sekurang-kurangnya 1 ( satu ) hari sebelum\npelaksanaan dispensasi dengan menunjukkan bukti yang dapat dipertanggung\njawabkan kecuali dalam keadaan yang sangat mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk kepentingan rapat atau pertemuan fungsionaris \u002F pengurus serikat\npekerja, pengusaha menyediakan ruang sekertariat PUK SP TSK SPSI di lingkungan\nperusahaan dengan perlengkapan yang memadai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengurus Serikat Pekerja dapat menyelenggarakan rapat atau pertemuan, pada\njam kerja dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1.Terlebih dahulu memberitahukan kepada Pengusaha mengenai maksud dan\nmasalah yang akan dibahas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2.Bila memerlukan ruang atau tempat lain dilingkungan perusahaan untuk\nkepentingan rapat, maka Serikat Pekerja harus mengajukan permohonan ijin\nmenggunakan tempat tersebut dengan catatan tidak mengganggu kelancaran kerja\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3.Segala biaya yang timbul atas penyelenggaraan rapat atau pertemuan\norganisasi ini sepenuhnya ditanggung oleh Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Sebagai upaya peningkatkan kesejahteraan pekerja, maka Pengusaha\nmemberikan kesempatan kepada Serikat Pekerja untuk menyelenggarakan Koperasi\nPekerja dengan memberikan fasilitas ruangan Koperasi dan fasilitas kantor\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha membantu kelancaran administrasi Serikat Pekerja TSK SPSI PT.\nIndonesia Libolon Fiber System dan Koperasi dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.1.Check off System (COS) Serikat Pekerja TSK SPSI PT. Indonesia Libolon\nFiber System atau iuran anggota \u002F bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.2.Potongan dana konsolidasi ( Perjuangan ) K SPSI, di tentukan setahun\nsekali setelah kenaikan UMK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.3.Potongan iuran wajib koperasi \u002F bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III HAK DAN KEWAJIBAN PENGUSAHA DAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6: Hak Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Memimpin dan melaksanakan kebijakan perusahaan sepanjang tidak\nbertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku dan Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Memberikan perintah pada pekerja untuk bekerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menetapkan peraturan tata tertib kerja sepanjang tidak bertentangan dengan\nperaturan perundang-undangan dan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menetapkan hari dan jam kerja sesuai kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Menempatkan pekerja di tempat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Mengatur penggunaan hak cuti pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Memutus hubungan kerja sesuai perundang-undangan yang berlaku dan\nPerjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7: Kewajiban Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Memberikan upah dan tunjangan lainnya sesuai dengan Perjanjian Kerja\nBersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Membayar upah lembur kepada pekerja yang bekerja pada hari libur Nasional\ndan istirahat mingguan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja sesuai yang\nditetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama dengan memperhatikan kemampuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menyediakan dan menyiapkan alat perlindungan dalam hal keselamatan dan\nkesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Memberikan kesempatan kepada pekerja untuk melaksanakan ibadah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Berkordinasi dengan serikat pekerja dalam mengeluarkan peraturan dan\nkebijakan, baik untuk keseluruhan pekerja maupun masing masing bagian \u002F\ndepartemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Mematuhi dan mentaati isi Perjanjian Kerja Bersama ini yang sudah\ndisepakati dan ditandatangani bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8: Hak Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Mendapat upah dan tunjangan lainnya sesuai jabatan atau golongan yang di\ntetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mendapat upah lembur sesuai Undang-Undang yang berlaku apabila bekerja\npada hari libur Nasional dan istirahat mingguan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mendapatkan hak cuti tahunan dan cuti lain-lain sesuai Undang-Undang yang\nberlaku dan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mendapat jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, pensiun, jaminan kematian\ndan tunjangan hari tua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan karir sesuai dengan kebutuhan\ndan kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Menyampaikan dan memberikan saran-saran kepada atasan sehubungan dengan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Mengundurkan diri sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Menyatakan pensiun maupun pensiun dini bagi yang telah memenuhi syarat\nsesuai yang disepakati dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Menjadi anggota Serikat Pekerja dan mengikuti kegiatan organisasi Serikat\nPekerja yang ada di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Melaksanakan ibadah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9: Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Mematuhi peraturan, tata tertib dan prosedur kerja yang berlaku\ndiperusahaan yang sudah disepakati dalam Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melakukan pekerjaan sesuai dengan tugasnya dan melaporkan hasil pekerjaan\nkepada atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bekerja sama untuk perkembangan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Segera memberitahukan kepada perusahaan bila ada perubahan data pekerja,\nseperti status pernikahan, jumlah keluarga, alamat dan lain lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV KEBUTUHAN TENAGA KERJA DAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 10: Program Rekruitmen Dan Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja mengakui bahwa program penerimaan pekerja maupun pemutusan\nhubungan kerja karena situasi dan kondisi perusahaan adalah wewenang Pengusaha\nsepanjang tidak melanggar pasal-pasal yang telah disepakati dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha berhak untuk menentukan persyaratan calon pekerja yang sesuai\ndengan jenis pekerjaan yang tersedia dan tidak bertentangan dengan peraturan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal penerimaan pekerja baru, ditentukan persyaratan mendasar sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.Umur minimal 18 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.Telah melalui proses penerimaan dan dinyatakan lulus oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3.Syarat-syarat lain yang diperlukan dan ditentukan saat penerimaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setelah pekerja dinyatakan lulus dalam tes seleksi dan dinyatakan\nditerima, maka calon pekerja yang bersangkutan wajib menanda-tangani surat\nperjanjian kerja yang menjelaskan apakah PKHL,PKWT atau PKWTT dan menyatakan\nbersedia menjalani masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>5.Masa percobaan kerja hanya dapat dilakukan untuk calon karyawan tetap atau\nPKWTT.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Selama menjalani masa percobaan 3 (tiga) bulan, baik perusahaan maupun\npekerja berhak memutuskan hubungan kerja tanpa syarat, serta tidak berhak atas\nsemua tunjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>7.Apabila calon pekerja dinyatakan lulus dalam menjalani masa percobaan 3\n(tiga) bulan berdasarkan penilaian atasannya atau pejabat yang berwenang untuk\nitu, maka calon pekerja tersebut diangkat menjadi pekerja tetap dan dikelurkan\nSK pengangkatan PKWTT, dan mendapatkan hak penuh sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>8. Masa percobaan tidak dapat diperpanjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Masa kerja pekerja dihitung sejak pekerja menjalani masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Pengusaha yang mempekerjakan pekerja dengan kontrak ( PKWT ), hanya\nberlaku paling lama 2 (dua) tahun, dan dapat diperpanjang 1 kali paling lama 1\n(satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Apabila pekerja kontrak ( PKWT ) masih dipekerjakan setelah melebihi\nketentuan ayat 9, maka secara otomatis status pekerja berubah menjadi pekerja\ntetap atau PKWTT dan pengusaha wajib menerbitkan Surat Keputusan Pengangkatan\nPekerja Tetap ( Berdasar Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no 100\ntahun 2004 )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11: Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Atas dasar kebutuhan perusahaan, pekerja dapat dimutasikan secara resmi\nantar departemen maupun antar bagian dalam satu departemen atas persetujuan\natasan masing-masing yang tertulis dalam surat komunikasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi tidak menyebabkan berkurangnya upah yang telah diterima dan juga\nbukan merupakan suatu hukuman bagi pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang mendapat tugas mutasi wajib melaksanakan tugas ditempat yang\nbaru dengan sebaik-baiknya sesuai dengan petunjuk atasannya dan prosedur yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Penempatan mutasi harus setara dengan bidang pekerjaan sebelumnya dan\nsesuai dengan pendidikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila mutasi tidak sesuai pada ayat 4, maka perkerja berhak menolak\nmutasi dan ditempatkan ke semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila pekerja menolak tugas mutasi sesuai ayat 4, maka pengusaha dapat\nmelakukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan konpensasi sesuai pasal 47\nayat 1 untuk pekerja yang masuk sebelum tahun 2018 dan atau ayat 2 untuk\npekerja yang masuk tahun 2018 keatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja yang sudah menerima pemberitahuan mutasi, harus menyelesaikan\ntimbang terima jabatan dan pekerjaannya dalam waktu 10 (sepuluh) hari dan\nmelaporkan diri keatasan tempat kerja baru, terkecuali bagi pekerja tertentu,\njangka waktu timbang terima akan diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12: Berita Acara Timbang Terima\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja yang memegang jabatan atau bagian tertentu, dalam acara timbang\nterima pemindahan jabatan (mutasi), harus sudah siap menyusun laporan secara\nterperinci dalam rangkap 3 ( tiga ) untuk bahan timbang terima kepada pejabat\npengganti ( yang bertanggung jawab ) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Uang kontan, surat-surat deposito, laporan kas beserta buktinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Inventaris, stok barang, perlengkapan kerja, alat-alat kerja, stempel dan\nlain-lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buku-buku, surat-surat perusahaan, gambar-gambar, dan data-data\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Arsip surat-surat penting.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Surat-surat \u002F data-data yang dianggap penting.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila setelah diadakan timbang terima, ternyata pekerja pengganti\nmenemukan keganjilan, kecerobohan, kekhilafan atau kecurangan dan lain-lain,\nharus segera melaporkan dan minta bantuan untuk diperiksa kembali bersama-sama\nmantan pekerja yang bersangkutan dengan diawasi dan disaksikan atasan mereka,\nbersama bagian akunting dalam tempo 3 (tiga) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setelah diadakan perbaikan dan diteliti dengan seksama maka kedua belah\npihak beserta saksi-saksi, masing-masing harus menanda-tangani berita acara dan\ndibuat dalam rangkap 3 (tiga), yang masing-masing untuk mantan pekerja, pekerja\nyang menerima jabatan dan untuk atasan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13: Tindakan Bagi Pekerja Yang Tidak Menyelesaikan Prosedur Timbang\nTerima\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bagi pekerja yang belum dapat menyelesaikan prosedur timbang terima dalam\nwaktu yang telah ditentukan akan diambil tindakan sepantasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pada saat timbang terima ternyata ditemukan keganjilan,\nkecerobohan, kecurangan atau tindakan korupsi, maka pekerja yang bersangkutan\nakan diputus hubungan kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja pada ayat 2 diatas, maka\nberhak atas uang pisah sesuai ayat 47 ayat 1 untuk pekerja yang masuk sebelum\ntahun 2018 dan atau ayat 2 untuk pekerja yang masuk tahun 2018 keatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14: Penentuan Tugas Jabatan, Golongan, Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penentuan tugas jabatan dan golongan di setiap pekerjaan adalah menjadi\nwewenang perusahaan berdasarkan struktur organisai dan kebutuhan perusahaan\nditiap bagian dan departement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Promosi jabatan merupakan penempatan jabatan \u002F posisi \u002F golongan ke\njenjang yang lebih tinggi atas dasar prestasi kerja, kopetensi yang di\npersyaratkan untuk jabatan tersebut, loyalitas terhadap perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila ada kekosongan jabatan tertentu yang ditinggalkan pekerja\nterdahulu karna berakhirnya hubungan kerja, maka pekerja yang mengantikan\ntugasnya wajib diangkat sesuai jabatan yang ditinggalkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang dipromosikan menggantikan jabatan tertentu, pengusaha wajib\nmengeluarkan surat pra jabatan dengan masa percobaan 3 bulan dan ditandatangani\npekerja dan kepala departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang lulus masa percobaan pra jabatan diatas, maka pengusaha wajib\nmenerbitkan surat keputusan pengangkatan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V PERATURAN DAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 15: Peraturan Departement\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk meningkatkan tata laksana kerja dan mekanisme kerja secara efektif,\nmaka departement mempunyai wewenang untuk membuat tambahan peraturan (SOP) ,\nsepanjang tidak menyimpang dari isi Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) yang telah\ndibuat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap peraturan departemen yang akan dikeluarkan dan diberlakukan, harus\nada persetujuan dan stempel serikat pekerja dan wajib dipatuhi serta\ndilaksanakan sesuai dengan maksud dan tujuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila departement tidak melaksanakan sebagaimana pasal 2 ayat ini, maka\nperaturan tersebut tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16: Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja terbukti melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang\ndiatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) atau Peraturan Perusahaan akan\ndiberikan Surat Peringatan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1. Surat peringatan dapat diberikan berupa Peringatan Lisan, Peringatan\nI,II atau langsung Peringatan III, tergantung berat ringannya pelanggaran yang\ndilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Surat Peringatan sebagaimana yang dimaksud pada butir 1.1. diatas,\nmasing-masing berlaku selama :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.1 Peringatan Lisan berlaku selama 1 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.2 Peringatan Iberlaku selama 6 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.3 Peringatan IIberlaku selama 6 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.4 Peringatan IIIberlaku selama 6 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3. Apabila pekerja yang melakukan pelanggaran tidak bersedia\nmenandatangani SP yang diberikan maka SP tersebut tetap dianggap sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4. Apabila jangka waktu surat peringatan 1,2,dan 3 telah berakhir kemudian\nyang bersangkutan melakukan pelanggaran lagi maka diberikan surat peringatan\nsesuai dengan pelanggarannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5. Surat Peringatan diterbitkan oleh Pimpinan Perusahaan Kepala Bagian\nUmum dan Personalia atau Kepala Bagiannya masing-masing dengan sepengetahuan\nKepala Bagian Umum dan Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.6. Surat Peringatan diberikan dimaksudkan agar pekerja yang bersangkutan\ntidak mengulangi lagi kesalahan yang dilakukan terhadap perusahaan, dan apabila\npekerja tidak dapat memperbaiki serta tidak mengindahkannya pada saat surat\nperingatan masih berlaku, maka akan diberilan Surat Peringatan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.7. Setelah diberikan surat peringatan ke 3 ( tiga ), dan masih berlaku,\nternyata pekerja yang bersangkutan masih melakukan pelanggaran lagi, maka\nperusahaan dapat memutus hubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.8.Pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja dengan alasan\nsebagaimana dimaksud dalam ayat 1.7 maka berhak memperoleh Uang Pesangon, Uang\nPenghargaan Masa Kerja dan Uang Pengganti Hak sesuai pasal 47 ayat 6.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Surat Peringatan Tertulis I diberikan kepada pekerja apabila terbukti\nmelakukan pelanggaran sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Mangkir 2 (dua) hari berturut-turut atau 3 (tiga) hari tidak\nberturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.Pemborosan dan atau merusak barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.Mencoret dinding \u002F tembok, mesin-mesin dan sebagainya sehingga mengotori\nkebersihan lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4.Meninggalkan pekerjaan yang sedang dikerjakan tanpa seijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5.Tidak mematuhi perintah atau instruksi atasan yang wajar atau\nmengabaikan atau lalai terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan sesuai\nstandar kerja yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6.Melakukan pelanggaran lainnya yang dapat dipandang setara dengan\npelanggaran-pelanggaran tersebut diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Surat Peringatan Tertulis II diberikan kepada pekerja apabila terbukti\nmelakukan pelanggaran sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1Pekerja yang melakukan kesalahan lagi pada saat surat peringatan I masih\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Mangkir 3 (tiga) hari berturut-turut atau 4 (empat) hari tidak\nberturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3Menolak perintah atasan atau penugasan dari atasan sebagaimana tercantum\ndalam surat perjanjian kerja atau peraturan perusahaan atau Perjanjian Kerja\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4Pulang sebelum pengganti gilirannya hadir ditempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.5Merokok tidak pada tempat yang telah disediakan atau merokok ditempat\nyang dilarang merokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.6Menghina rekan sekerja atau mengganggu pekerjaan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.7Menempel, mengedarkan pamphlet \u002F selebaran dilingkungan perusahaan tanpa\nijin department administrasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.8Memasuki tempat atau area wilayah yang terlarang kecuali atas perintah\natasan atau ijin dari yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Surat Peringatan Tertulis III diberikan kepada pekerja apabila terbukti\nmelakukan pelanggaran sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1. Pekerja yang melakukan kesalahan kembali pada saat surat peringatan II\nmasih berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2. Mangkir 4 (empat) hari berturut-turut atau 5 (lima) hari tidak\nberturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3. Mabuk atau minum minuman keras yang memabukan dalam lokasi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4. Tidur pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.5. Lalai dalam menjalankan tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.6. Terlibat menghasut, menyuruh dan atau mengajak pekerja lain untuk ikut\nmembuat kegaduhan atau keonaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.7. Melakukan perjudian ditempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal pekerja terbukti melakukan pelanggaran terhadap tata tertib\nperusahaan \u002F Perjanjian Kerja Bersama yang berlaku dan apabila perusahaan\nmenghendaki, pekerja yang bersangkutan dapat membuat SURAT PERNYATAAN di atas\nmaterai, maka Surat Pernyataan sebagaimana dimaksud berlaku untuk 12 ( dua\nbelas ) bulan terhitung sejak ditandatanganinya surat pernyataan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila pekerja sebagaimana dimaksud pada ayat 5 tersebut di atas, dalam\n12 (dua belas) bulan berlakunya Surat Pernyataan terbukti melakukan pelanggaran\nlagi, maka pekerja tersebut dapat diputus hubungan kerjanya dikarenakan\npelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja yang diputus hubungan kerjanya dikarenakan Pelanggaran atas Surat\nPernyataan berhak mendapat uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang\npengganti hak sesuai pasal 47 ayat 6.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17: Tata Tertib Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja wajib mematuhi semua pasal-pasal serta aturan yang tertuang\ndidalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja wajib mematuhi semua peraturan perusahaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja wajib menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan apa yang diberikan dan\ndiperintahkan oleh atasan dengan penuh rasa tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja harus bersifat terbuka dengan atasannya maupun dengan sesama rekan\nkerja, saling menghormati dalam usaha untuk menciptakan suasana kerja yang\nharmonis di dalam perusahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja wajib melindungi, menjaga, memelihara dengan sebaik-baiknya semua\nbarang-barang, mesin-mesin maupun alat-alat perlengkapan pabrik untuk\nmenghindari dari segala sesuatu yang bisa menimbulkan efek samping yang\nbersifat negatif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja senantiasa harus selalu menjaga nilai kesopanan pribadi\nsehari-harinya demi menunjang nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja dilarang keras membaca, mempelajari atau memeriksa surat-surat,\ndata-data dan sebagainya yang memang milik perusahaan dan diluar tanggung jawab\nbidang pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja dilarang keras membocorkan sesuatu yang menjadi rahasia perusahaan\nbaik didalam maupun diluar jabatan yang dipegang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Tidak dibenarkan mengatas-namakan perusahaan, selain pekerja ditunjuk\nuntuk mewakili perusahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pekerja yang bertugas dinas luar wajib mendapatkan persetujuan dari\natasannya terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Tanpa ijin tertulis, pekerja tidak dibenarkan membawa barang-barang\nmaupun perlengkapan-perlengkapan perusahaan keluar dari lokasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pekerja tidak dibenarkan membawa masuk barang-barang yang kurang penting,\nobat \u002F barang terlarang dan barang-barang yang mudah terbakar ke dalam\npabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pekerja harus memakai baju seragam yang telah disediakan oleh perusahaan\npada waktu jam kerja demi menjaga kerapian dan kebersihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Pekerja harus selalu mengenakan ID Card yang telah disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Pekerja tidak dibenarkan meninggalkan pekerjaan dalam jam kerja, kecuali\nada sesuatu hal yang sangat penting dan mendadak dan harus dengan sepengetahuan\natasannya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Pekerja wajib menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Pekerja tidak dibenarkan menyerahkan tugas kerjanya kepada orang lain\ntanpa seijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Pekerja wajib melaporkan hasil kerjanya kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.9. Pekerja yang tinggal di dalam mess perusahaan harus mentaati dan\nmematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Jam kerja diatur dan disusun oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Pekerja wajib melaporkan adanya pencurian oleh rekan kerja kepada\natasannya apabila mengetahuinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18: Absensi Elektronik\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja wajib melakukan absen elektronik (sidik jari) setiap kali masuk\nkerja maupun pulang kerja, kecuali pekerja tertentu yang bebas dari ketentuan\nini ( yaitu pekerja yang sedang menjalankan dinas luar dan pengurus PUK SPSI\nyang sedang mengikuti kegiatan organisasi diluar perusahaan dan memperoleh ijin\ndispensasi ). Bagi pekerja yang melanggar ketentuan ini, akan dianggap mangkir\npada hari itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19: Hadir Terlambat Dan Pulang Lebih Awal\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja wajib mentaati jam kerja perusahaan, hadir terlambat sampai 6\nmenit dianggap Hadir Terlambat. Dan pulang 6 menit sebelum jam pulang dianggap\nPulang Lebih Awal. Baik hadir terlambat maupun pulang lebih awal lebih dari 6\nmenit dianggap Ijin Setengah Hari, kecuali bagi pekerja dan pengurus PUK SPSI\nyang dinas luar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20: Surat Keterangan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan menerbitkan Surat Keterangan Kerja kepada setiap pekerja\nyang berakhir hubungan kerjanya dengan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 21: Perselisihan Hubungan Industrial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Yang dimaksud Perselisihan Hubungan Industrial dalam pasal ini, sesuai\nUndang-Undang No 2 tahun 2004 adalah perbedaan pendapat yang mengakibatkan\npertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan pekerja atau\nserikat pekerja karena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihan\nkepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja, dan perselisihan antar\nserikat pekerja dalam satu perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja atau serikat pekerja mengalami Perselisihan dengan\npengusaha yang dimaksud dalam ayat 1, maka harus diselesaikan sesuai dengan\nperaturan undang-undang No 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan\nHubungan Industrial yaitu melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1.Penyelesaian Melalui Bipatrit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah penyelesaian perselisihan antara pekerja atau serikat pekerja dengan\npengusaha melalui perundingan dan musyawarah untuk mencapai mufakat. Dalam hal\ntercapai kesepakatan, kemudian dibuatkan surat perjanjian bersama yang\nditandatangani kedua belah pihak yang sifatnya mengikat dan menjadi hukum yang\nwajib dilaksanakan oleh para pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.Penyelesaian Melalui Mediasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah penyelesaian perselisihan antara pekerja atau serikat pekerja dengan\npengusaha melalui musyawarah yang ditengahi oleh seorang atau lebih Mediator\n(pegawai instansi pemerintah yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan\nkabupaten\u002Fkota) yang netral dan memenuhi syarat. Mediator berkewajiban\nmemberikan anjuran tertulis kepada para pihak yang berselisih untuk\nmenyelesaikan perselisihan hak, perselisihan kepentingan, perselisihan\npemutusan hubungan kerja dan perselisihan antar serikat pekerja dalam satu\nperusahaan. Bila mana tercapai kesepakatan, mediator akan membuat surat\nperjanjian bersama yang ditandatangani oleh para pihak dan didaftar di\nPengadilan Hubungan Industrial untuk mendapatkan akta bukti pendaftaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.Penyelesaian Melalui Konsiliasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah penyelesaian perselisihan antara pekerja atau serikat pekerja dengan\npengusaha melalui musyawarah yang ditengahi oleh seorang atau lebih Konsiliator\n( seorang atau lebih yang ditetapkan oleh Menteri yang terdaftar di kantor\ninstansi pemerintahan yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan kabupaten\n\u002F kota ) yang netral dan memenuhi syarat. Konsiliator bertugas melakukan\nkonsiliasi dan wajib memberikan anjuran tertulis kepada pihak yang berselisih\nuntuk menyelesaikan perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan\nkerja, atau perselisihan antar serikat pekerja dalam satu perusahaan. Bilamana\ntercapai kesepakatan, Konsoliator akan membuat perjanjian bersama yang\nditandatangani para pihak dan didaftarkan di Pengadilan Hubungan Indrustial\nuntuk mendapatkan akta bukti pendaftaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4.Penyelesaian Melalui Pengadilan Hubungan Industrial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pengadilan khusus yang dibentuk dilingkungan pengadilan negeri yang\nberwenang memeriksa, mengadili dan memberi putusan terhadap perselisihan\nhubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII BERAKHIRNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 22: Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Kehendak Sendiri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang mengundurkan diri dari pekerjaannya harus mengajukan\npermohonan tertulis beserta alasannya kepada Pimpinan Perusahaan melalui Atasan\nyang bersangkutan. Untuk pekerja operator, karu &amp; ass supervisor,\nsekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelumnya. Dan untuk pekerja yang mempunyai\njabatan supervisor ke atas, sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila surat permohonan pengunduran diri telah disetujui oleh atasan yang\nbersangkutan, dinyatakan sah dan tidak bisa dibatalkan kecuali atas persetujuan\ndari atasan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang mengundurkan diri wajib melakukan serah terima pekerjaan\nkepada pekerja yang menggantikan atau kepada atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang mangkir selama 5 ( lima ) hari kerja atau lebih\nberturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti\nyang sah dan telah dipanggil oleh Pengusaha 2 ( dua ) kali secara patut dan\ntertulis, dapat diputus hubungan kerjanya karena dikualifikasikan mengundurkan\ndiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Berakhirnya dan atau pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam\npasal ini, pekerja yang masuk sebelum tahun 2018, yang bersangkutan berhak\nmenerima uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai dengan\npasal 47 ayat 1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Berakhirnya dan atau pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam\npasal ini, pekerja yang masuk tahun 2018 keatas, yang bersangkutan berhak\nmendapat uang pisah sesuai pasal 47 ayat 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja yang tidak melakukan serah terima pekerjaan pada ayat 3, maka\nperusahaan berhak menangguhkan hak pekerja pada ayat 5 dan penangguhan\npenerbitan surat pengalaman bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Kehendak Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila perusahaan mengalami kemunduran sehingga harus mengurangi jumlah\nproduksinya, maka pengusaha berhak mengambil kebijaksanaan menyesuaikan jumlah\npekerja dengan mengurangi jumlah pekerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang terkena pasal 23 ayat 1 di atas, berhak mendapatkan uang\npesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai dengan\npasal 47 ayat 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24: Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Usia Lanjut\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang telah berusia 57 tahun berhak mengakhiri hubungan kerjanya\ndengan perusahaan dan dinyatakan pensiun dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang telah berusia 57 tahun, tetapi tenaganya masih dibutuhkan dan\nperusahaan menganggap masih mampu untuk menjalankan tugasnya, maka atas\nkesepakatan kedua pihak hubungan kerjanya dengan perusahaan dapat diperpanjang\nmenjadi PKWT paling lama sampai usia 60 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang menolak melanjutkan hubungan kerja dengan perusahaan diusia\npensiun, pengusaha wajib memutus hubungan kerjanya karena pensiun dan membayar\nhak pekerja sesuai Undang-Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang berusia antara 50 - 57 tahun, tetapi kondisi fisiknya\ndipandang tidak memungkinkan lagi untuk melaksanakan tugas dengan sempurna akan\ndiberlakukan seperti pasal 24 ayat 1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang putus hubungan kerjanya karena usia pensiun seperti pada\npasal 24 ayat 1, 2, 3 dan 4 di atas dinyatakan dipensiunkan, maka pekerja\ntersebut akan diberikan kompensasi uang pesangon , uang penghargaan masa kerja\ndan uang penggantian hak sesuai pasal 47 ayat 4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang mempunyai masa kerja minimal 20 ( dua puluh ) tahun, meskipun\nbelum mencapai usia 57 tahun, dapat mengajukan pensiun dini kepada\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja yang berakhir masa kerjanya karena mengajukan pensiun dini seperti\npada pasal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24 ayat 6, akan diberikan kompensasi uang pesangon , uang penghargaan masa\nkerja dan uang pengantian hak sesuai pasal 47 ayat 4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja yang berhenti bekerja karena menunaikan tugas Negara, akan\ndiberikan perhitungan kompensasi 1,5 x ketentuan pasal 47 ayat 1 untuk pekerja\nyang masuk sebelum tahun 2018, dan kompensasi 1.5 x ketentuan pasal 47 ayat 2\nuntuk pekerja yang masuk setelah tahun 2018.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25: Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja meninggal dunia, maka hubungan kerja dengan perusahaan\nputus dengan sendirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Semua bentuk uang santunan baik dari BPJS Ketenagakerjaan maupun dari\nperusahaan termasuk hak-haknya yang harus diterima oleh pekerja yang\nbersangkutan, akan diberikan kepada ahli warisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang putus hubungan kerja yang dimaksud ayat 1, maka ahli warisnya\nberhak mendapatkan kompensasi sesuai pada pasal 47 ayat 5.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan hubungan kerja karena pelanggaran dapat terjadi karena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila telah mendapat 3 (tiga) kali surat peringatan dalam jangka waktu\nperingatan masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dengan sengaja mengabaikan surat peringatan keras dan terakhir serta\ndengan sengaja mengulangi tindakan pelanggaran yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang diputus hubungan kerjanya karena pelanggaran sebagaimana\ndimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini, maka pekerja tersebut berhak\nmendapatkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak\nsesuai dengan pasal 47 ayat 6.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Kesalahan Berat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pemutusan hubungan kerja karena kesalahan berat dapat diberlakukan karena\npekerja melakukan keasalahan berat seperti berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penipuan, pencurian dan penggelapan barang \u002F uang milik perusahaan, teman\nsekerja ataupun milik teman pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberikan keterangan palsu atau memalsukan sesuatu sehingga merugikan\nperusahaan atau kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>d.Melakukan tindak kejahatan, misalnya : menyerang, berkelahi,\nmengintimidasi atau menipu pengusaha ataupun teman sekerja dan memperdagangkan\nbarang terlarang, baik didalam maupun diluar lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e.Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental, menghina secara kasar\npengusaha atau keluarga pengusaha atau rekan sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Dengan ceroboh atau sengaja merusak, merugikan atau membiarkan dalam\nbahaya barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan hubungan kerja bagi pekerja yang melakukan kesalahan berat\nseperti yang disebut pada ayat 1 diatas, maka pekerja tersebut berhak\nmendapatkan uang penghargaan masa kerja &amp; penggantian hak sesuai pasal 47\nayat 1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pekerja ditahan pihak yang berwajib karena diduga melakukan\ntindak pidana, maka pengusaha tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan\nbantuan kepada keluarga pekerja yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk 1 ( satu ) orang tanggungan: 25 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk 2 ( dua ) orang tanggungan: 35 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk 3 ( tiga ) orang tanggungan: 45 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk 4 ( empat ) orang tanggungan atau lebih: 50 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 diberikan paling lama 6 ( enam )\nbulan terhitung sejak hari pertama pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Bilamana Pengusaha melakukan pemutusan hubungan kerja setelah 6 ( enam )\nbulan sebagaimana dimaksud dalam ayat 4, maka Pengusaha wajib membayar kepada\npekerja yang bersangkutan berupa uang penghargaan masa kerja 1 ( satu ) kali\nsesuai UU No.13\u002F2003 pasal 156 ayat 3 dan uang penggantian hak sesuai pasal 156\nayat 4 UU NO.13\u002F2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII WAKTU KERJA, ISTIRAHAT DAN CUTI KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 28: Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Waktu kerja yang dimaksud pasal ini adalah dimana pekerja melakukan\npekerjaan atau tugas perusahaan sesuai dengan ketentuan jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>2.Sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang berlaku, lamanya waktu kerja\nadalah 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam kerja seminggu untuk\nselama-lamanya 6 (enam) hari kerja seminggu, atau 8 (delapan) jam sehari dan 40\n(empat puluh) jam kerja seminggu untuk 5 (lima) hari kerja seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>3.Jam kerja dan hari kerja diatur menurut kebutuhan dan ketentuan perusahaan\nsesuai dengan Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Jam kerja dan hari kerja General Shift untuk 5 (lima) hari kerja seminggu\ndiatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1.Senin s\u002Fd Jum'at: jam 08.00 s\u002Fd 17.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Jam kerja dan hari kerja Shift untuk 6 (enam) hari kerja seminggu, diatur\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.1.Shift I: jam 07.00 s\u002Fd 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.2.Shift II: jam 15.00 s\u002Fd 23.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.3.Shift III: jam 23.00 s\u002Fd 07.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp>6. Untuk pekerja ( Operator ) yang masuk Shift II dan Shift III, uang shift\nditentukan oleh perusahaan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>JABATAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UANG SHIFT SIANG SHIFT II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UANG SHIFT MALAM SHIFT III\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>OPERATOR\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Rp 2.000\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 3.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>KEPALA REGU\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 3.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 4.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>KEPALA SHIFT \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 4.500\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 8.000\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29: Waktu Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Kerja lembur yang dimaksud dalam pasal ini adalah pekerjaan yang dilakukan\nsesudah 7 (tujuh) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu untuk 6 hari\nkerja atau 8 jam (delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu untuk 5\nhari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penugasan kerja lembur dilakukan apabila benar-benar diperlukan untuk\nmenyelesaikan pekerjaan dengan segera \u002F tidak dapat ditunda atau bila pekerjaan\nmenumpuk atau dalam keadaan mendesak maupun pada Hari Mingguan atau Hari Libur\nNasional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sesuai ayat 1 dan ayat 2 pasal ini, maka pekerja produksi, bagian\nkeamanan, dan operator mesin diatur dalam kerja shift. Dan setiap pekerja yang\ntergabung dalam regu shift diwajibkan melanjutkan pekerjaannya apabila bagian\nshift pengganti berikutnya belum hadir di tempat kerja dan dibayar lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk pekerja dengan jabatan Supervisor bila melakukan kerja diluar jam\nkerja, biasa disebut piket ( minimal 4 jam kerja atau piket ½ hari ), maka\nuang piket ditentukan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1. 4 jam kerja ( piket ½ hari ): Rp 125.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2. 7 jam kerja ( piket 1 hari ): Rp 250.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30: Waktu Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap hari kerja, pekerja diberikan istirahat 1 (satu) jam pada pukul 12:00\ns\u002Fd 13:00, kecuali yang jenis pekerjaannya tidak bisa ditinggalkan ( pekerja\nshift ) diberikan istirahat untuk makan dan beribadah secara bergiliran selama\n30 (tiga puluh ) menit dengan dihitung lembur 1 (satu) jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31: Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1. Hari Sabtu, Minggu dan Hari Besar resmi dari pemerintah ( hari raya\nkeagamaan, hari besar nasional, pelaksanaan pilkada dan pilpres ), perusahaan\ndan pekerja General Shift atau pekerja non shiff dinyatakan libur terkecuali\nbagi mereka yang bekerja shift , libur hari Sabtu, Minggu dan Hari Besar bisa\ndigeser \u002F diganti dengan hari lainnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja shift yang bekerja pada hari libur nasional, dibayar upah lembur\n2 x jam kerja biasa atau 1 x jam kerja biasa dan diberikan tambahan libur 1\nhari kerja biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jam kerja sebagaimana dimaksud pada ayat 2, pengusaha tidak dapat menukar\nlibur 2 hari kerja biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Libur atas kebijakan perusahaan sehubungan dengan stop produksi karena\nsituasi dan kondisi, pengusaha tidak berhak memotong upah lembur yang sudah ada\ndan atau memotong hak cuti pekerja sebagai kompensasi kekurangan jam kerja\ndalam 1 minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32: Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Pekerja yang bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus menerus, berhak\nmendapatkan cuti tahunan \u002F istirahat sebanyak 12 (dua belas) hari dengan\nmendapat upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang telah mencapai masa kerja diatas 5 tahun dan dibawah 10\ntahun, berhak mendapatkan tambahan cuti sebanyak 3 hari kerja \u002F tahunnya dan\ndiberikan mulai tahun ke 6.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang telah mencapai masa kerja diatas 10 tahun, berhak mendapatkan\ntambahan cuti sebanyak 5 hari kerja \u002F tahunnya dan diberikan mulai tahun ke\n11.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengaturan hak cuti tahunan diberikan tidak melebihi 6 hari kerja\nberturut-turut dan harus mengajukan 3 hari sebelum waktu pengambilan cuti\nkepada Kepala Bagian masing-masing terkecuali ada kepentingan yang mendesak\natau dalam situasi yang tidak terduga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila ada pekerjaan yang mendesak dan harus segera diselesaikan pada\nhari dan tanggal cuti yang diajukan maka pengusaha mempunyai wewenang dan hak\nuntuk menunda pelaksanaan cuti pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Penundaan hak cuti pekerja harus disertai alasan tertulis, mengapa hak\ncuti pekerja tersebut harus ditunda.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila sampai akhir periode tahun bersangkutan pekerja tidak menggunakan\nhak cutinya, maka sisa cutinya akan diganti dengan uang yang dibayarkan pada\nawal tahun berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33: Cuti Karena Bersalin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Bagi pekerja wanita yang hamil menjelang kelahiran sampai selesai\nmelahirkan, pekerja yang bersangkutan wajib mengambil cuti persalinan, 1,5\nbulan sebelum persalinan dan 1,5 bulan setelah melahirkan dengan mendapat\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Yang dimaksud ayat 1 pasal ini, bahwa pekerja yang bersangkutan harus\nsudah mengajukan permohonan cuti melahirkan kepada perusahaan\nselambat-lambatnya 2 minggu sebelum cuti melahirkan berdasarkan perhitungan\nmedis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila cuti bersalin telah berakhir, namun pekerja tersebut belum\nmemungkinkan untuk melakukan tugas kerjanya, maka perpanjangan waktu istirahat\ndapat diberikan hanya berdasarkan surat keterangan Dokter atau bidan kandungan\nyang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>4.Bagi pekerja wanita hamil yang menderita keguguran kandungan dengan usia\ndi atas 3 (tiga) bulan, maka berhak mendapatkan istirahat selama 1,5 bulan yang\ndisertai surat bukti keterangan keguguran yang sah. Dan jika keguguran\nkandungan dengan usia dibawah 3 (tiga) bulan, istirahat diberikan berdasarkan\nsurat keterangan dari Dokter atau bidan kandungan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cp>5.Bagi pekerja wanita hamil yang bekerja di shift, apabila usia kandungan\nsudah mencapai 3 (tiga) bulan wajib dipindahkan untuk masuk GS ( General Shift\n) sampai cuti melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34: Ijin Sakit, Ijin Kepentingan Dan Istirahat Sakit Karena Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.IJIN SAKIT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit harus disertai dengan Surat\nKeterangan Dokter atau memberitahukan kepada atasan yang bersangkutan terlebih\ndahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Ijin sakit dianggap sah apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.1 SKD diberikan oleh Dokter sejak yang bersangkutan periksa dan\ndilaporkan ke bagian administrasi departement pada saat hari pertama masuk\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.2 Apabila pekerja mengalami sakit berkepanjangan atau dalam jangka waktu\nyang lama maka SKD harus disampaikan ke bagian administrasi paling lambat 1\nhari setelah SKD terdahulu habis masa berlakunya dan dapat dikirim melalui\nteman atau difoto dan dikirim via WhatsApp.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.3 Apabila pekerja tidak bisa memberikan bukti yang dimaksud, maka\ndianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.IJIN KEPENTINGAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja yang mempunyai kepentingan sehingga tidak dapat masuk kerja\natau harus meninggalkan pekerjaan, harus mengajukan ijin terlebih dahulu baik\ntertulis maupun melalui telepon dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1.Untuk kepentingan yang direncanakan, harus diajukan paling tidak 3 (\ntiga ) hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.Untuk kepentingan mendadak \u002F tidak direncanakan, harus memberitahukan\nkepada perusahaan melalui atasannya ( Karu, Kashift, Kasi ) baik melalui surat\n, telpon atau WatsApp dan hari berikutnya pertama masuk , segera diurus\nadministrasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.Pekerja yang masih mempunyai hak cuti, harus menggunakan hak cutinya dan\ntidak dibenarkan ijin kecuali ijin resmi atau dispensasi yang diatur sesuai\nUndang-Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4.Ijin resmi \u002F Dispensasi sebagaimana dimaksud tidak diperhitungkan dari\ncuti tahunannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5.Untuk pemberian cuti atau ijin diatur oleh Departemen masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6.Apabila hak cuti sudah habis, ijin kepentingan diberikan 3 hari dalam\nsatu tahun, selebihnya dihitung mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.ISTIRAHAT SAKIT KARENA HAID\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, pekerja wanita yang\nmengalami haid tidak diwajibkan masuk kerja pada hari pertama dan hari kedua\npada waktu haid dengan memberitahukan pada perusahaan dan menyertakan bukti\nyang sah dari dokter atau bidan dari rumah sakit atau Puskesmas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>3.2Bagi pekerja wanita yang mengalami kesakitan karena haid pada saat\nbekerja, berhak mendapatkan istirahat haid (dispensasi) pada hari itu, tanpa\nmengurangi hak cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35: Cuti Lain-Lain\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>1.Sesuai UU NO.13\u002F2003 pasal 93 ayat 4, perusahaan dapat memberikan cuti\nkerja dengan tetap mendapat upah penuh (dispensasi) kepada pekerja berstatus\ntetap dalam hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.Melaksanakan kewajiban negara selama waktu yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.Melangsungkan pernikahan (diri pekerja): selama 3 (tiga) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3.Melangsungkan pernikahan anaknya: selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.Pekerja mengkhitankan \u002F membaptiskan anaknya : selama 2 ( dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>1.5.Istri pekerja melahirkan \u002F Keguguran kandungan: selama 2 ( dua) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>1.6.Kematian istri\u002Fsuami, anak, menantu ,orang tua\u002Fmertua: selama 2 ( dua)\nhari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.7. Kematian anggota keluarga dalam satu rumah: selama 1 ( satu ) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Yang dimaksud ayat 1 pasal ini, pekerja yang berkepentingan wajib\nmengajukan permohonan sekurang-kurangnya 6 (enam) hari sebelumnya, kecuali hal\nyang mendesak dan tak terduga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX PENGHARGAAN DAN PENILAIAN PRESTASI KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 36: Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang bekerja secara terus menerus selama periode 1 tahun tanpa ada\nabsen (SKD, izin, mangkir dan hadir terlambat) maka dapat diberikan suatu\npenghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penghargaan yang dimaksud ayat 1 diatas, dapat berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Piagam Penghargaan dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Uang Tunai atau bentuk lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37: Prestasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Prestasi kerja pekerja adalah hasil produktifitas pekerja dalam\nmelaksanakan tugas dan kewajibannya dalam suatu periode tertentu (dalam satu\ntahun).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Periode yang dimaksud pada ayat 1 dalam pasal ini adalah berpedoman pada 1\n(satu) bulan sebelum jatuhnya Hari Raya Idul Fitri sampai 12 (dua belas) bulan\nke depannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penilaian Prestasi Kerja Pekerja adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kelas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Nilai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Nilai Prestasi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Memuaskan\n\n        \u003Cp>Cukup Memuaskan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sedang\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Kurang\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>80 – 89\n\n        \u003Cp>70 – 79\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>60 – 69\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>&lt; 59\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>A\n\n        \u003Cp>B\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>C\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>D\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang tidak dapat diikut-sertakan dalam sistem penilaian prestasi\nkerja adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bekerja belum genap 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja Kontrak Harian Lepas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 38: Upah Minimum Dan Waktu Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penetapan upah pekerja oleh perusahaan mengacu pada Peraturan Menteri\nKetenagakerjaan No 1 tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah dengan\nmemperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, kompetensi dan\nprestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>2.Ketentuan upah minimum pekerja adalah upah minimal sesuai dengan Peraturan\nPemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Periode upah adalah tanggal 16 (enam belas) bulan berjalan sampai dengan\ntanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembayaran upah seluruh pekerja PKWTT, diberikan setiap bulan dan\npembayarannya ditetapkan pada tanggal 5 bulan berjalan, Pembayaran upah seluruh\npekerja PKWT dan PKHL, diberikan setiap bulan dan pembayarannya ditetapkan pada\ntanggal 6 bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila tanggal 5 dan 6 jatuh pada hari libur, maka pengusaha wajib\nmemajukan tanggal pembayarannya sebelum hari libur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila pengusaha karena kesengajaan dan atau kelalaiannya mengakibatkan\nketerlambatan pembayaran upah, maka dikenakan denda sesuai dengan prosentase\ntertentu dari upah pokok pekerja. ( UU no 3 tahun 2003 pasal 95 ayat 2 ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Prosentasi tertentu pada ayat 6 diatas disepakati bersama sebesar 1% per\nhari dari upah pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39: Kenaikan Upah Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwagetxt\">\u003Cp>1.Upah pekerja 0 – 1 tahun ditetapkan berdasarkan UMK wilayah\nmasing-masing (UMK Purwakarta dan UMK Jakarta) sesuai penempatannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila terjadi perubahan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Upah\nMinimum yang baru, maka perusahaan akan menyesuaikan dengan Peraturan\nPemerintah yang berlaku tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>3. Kenaikan upah berkala pekerja yang masa kerjanya diatas 1 tahun, kenaikan\nupah minimumnya disesuaikan dengan selisih kenaikan UMK, ditambah masa kerja\ndan prestasi kerja yang besarnya diputuskan berdasarkan perundingan dan\nkesepakatan serikat pekerja dengan pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40: Komponen Upah Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Komponen upah bagi pekerja terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Penempatan Wilayah Purwakarta :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1. Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Tunjangan Tetap, terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.1. Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.2. Tunjangan Perumahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>2.Upah tidak tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1.1. Tunjangan Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1.2. Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1.3. Tunjangan Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1.4. Bonus Produksi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Penempatan Wilayah Jakarta :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.Tunjangan Tetap, terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.1.Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Upah Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Tunjangan Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Bonus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4.Tunjangan Daerah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41: Tunjangan Perumahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja dan keluarganya, Pengusaha\nmemberikan bantuan berupa Tunjangan Perumahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Perumahan ditentukan oleh Pengusaha dengan klasifikasi sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>JABATAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UANG PERUMAHAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Operator ( Karyawan Biasa )\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 30.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kepala Regu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 40.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kepala Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 50.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Supervisor\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 100.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Kepala Seksi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 150.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42: Perhitungan Upah Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>Perhitungan upah kerja lembur akan dihitung berdasarkan Keputusan\nMenakertrans No Kep – 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dasar perhitungan lembur adalah 1 (satu) jam lembur, yang kurang dari 1\njam lembur tidak akan dihitung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Yang dimaksud upah untuk perhitungan upah lembur adalah sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>c.Upah lembur pada hari kerja biasa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah lembur jam pertama adalah 1,5 kali upah satu jam kerja biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Upah lembur jam ke-2 dan berikutnya adalah 2 kali upah satu jam kerja\nbiasa.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>d.Lembur Hari Raya Resmi dan Hari Libur Mingguan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah kerja lembur pada hari libur resmi 7 ( tujuh ) jam kerja pertama atau 5\n( lima ) jam kerja hari pendek, dibayar 2 ( dua ) kali upah perjam, jam ke 8\n(delapan) atau jam ke 6 (enam) hari kerja pendek dibayar 3 (tiga) kali upah\nsejam, dan jam ke 9 ( Sembilan) dan ke 10 (sepuluh) atau jam ke 7 (tujuh) dan 8\n(delapan) hari kerja pendek dibayar 4 (empat) kali upah sejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e.Dasar penghitung upah biasa 1 jam adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Upah pekerja bulanan \u002F harian tetap: 1\u002F173 upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cara perhitungan lembur untuk pekerja tetap adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>( Gaji Pokok + Tunjangan Jabatan ) x Total jam lembur \u002F 173\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Karyawan yang dipanggil kembali untuk bekerja diluar jam kerja biasa (\npanggilan darurat ) untuk mengatasi gangguan mesin atau hal-hal lain yang dapat\nmengganggu kelancaran proses produksi akan diperhitungkan sebagai lembur kerja\ndan akan mendapatkan insentif ( tunjangan khusus ) yang besarnya ditetapkan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Jam 16.00 s\u002Fd 22.00 uang insensif sebesar Rp 50.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jam 22.00 s\u002Fd 06.00 uang insentif sebesar Rp 100.000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43: Prosedur Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang akan bekerja lembur atau yang diperintah atasan untuk kerja\nlembur, wajib mengisi formulir permohonan lembur dan ditandatangani oleh atasan\nmasing masing sebelum kerja lembur tersebut dilakukan dan selanjutnya\nditeruskan ke bagian personalia sebagai dasar perhitungan uang lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kerja lembur sebagaimana dimaksud di atas dapat dimusyawarahkan agar tidak\nmengganggu ceremony ritual keagamaan dengan bergiliran bilamana pekerjaan tidak\ndapat ditinggal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang tidak melaksanakan ayat 1 diatas, maka perusahaan tidak wajib\nmembayar upah lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44: Bonus Produksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk meningkatkan semangat kerja, pengusaha memberikan bonus produksi\ndengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja masuk kerja terus menerus selama 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pekerja tidak masuk kerja, Bonus Produksi dipotong sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1.1 (satu) hari sakit dengan dibuktikan Surat Keterangan dari Dokter\nperusahaan \u002F Pemerintah dipotong 20% dari jumlah bonus produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.1 (satu) hari ijin tidak masuk kerja dipotong 33,3% dari jumlah bonus\nproduksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.1 (satu) kali mangkir dipotong 50% dari jumlah bonus produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang ditugaskan oleh perusahaan dan pekerja atau pengurus PUK\nSPSI yang menjalankan tugas organisasi ( Dinas luar \u002F Dispensasi ) , maka\npekerja tersebut tetap mendapatkan bonus produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45: Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>1.Pekerja yang tidak bisa melakukan tugas karena sakit, maka upah diberikan\nmenurut lamanya tidak dapat melakukan pekerjaan, sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.Selama 4 ( empat ) bulan pertama, diberikan upah sebesar 100% dari upah\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.Selama 4 ( empat ) bulan kedua, diberikan upah sebesar 75% dari upah\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3.Selama 4 ( empat ) bulan ketiga, diberikan upah sebesar 50% dari upah\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.Untuk bulan selanjutnya, diberikan upah sebesar 25% dari upah tetap\nsebelum PHK dilakukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang sakit berkepanjangan akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat\nmelaksanakan pekerjaan, maka pengusaha wajib membayar upah 100 % sampai pekerja\ntersebut sembuh total.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>3.Pekerja yang sakit berkepanjangan dan tidak dapat melaksanakan\npekerjaannya selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut dan oleh dokter\ndinyatakan tidak memungkinkan lagi untuk melakukan pekerjaan, maka perusahaan\ndapat memutus hubungan kerja karena alasan sakit dan pekerja berhak mendapatkan\nuang pesangon dan penghargaan masa kerja sesuai pasal 47 ayat 3.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46: Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada setiap Hari Raya Idul Fitri, pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya\nkepada pekerja sesuai dengan PERMENAKER No. 06\u002FMEN\u002F2016, dimana ditetapkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1.1.Pengusaha wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja yang\ntelah mempunyai masa kerja lebih dari 1 (satu) bulan secara terus menerus.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>1.2.Besarnya THR bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan terus\nmenerus adalah 1 (satu) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.3.Bagi pekerja yang masa kerjanya kurang dari 12 bulan tetapi lebih dari 1\n(satu) bulan, besarnya THR diberikan dengan perhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>( Masa kerjax 1 bulan upah tetap ) \u002F 12\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>2.Pembayaran THR dilaksanakan sekurang-kurangnya 15 (lima belas) hari\nsebelum tanggal Idul Fitri menurut kalender nasional.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cp>3.THR diberikan kepada semua pekerja tanpa membedakan agama dan suku, yang\ndiberikan bersamaan pada setiap datangnya hari Raya Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.THR wajib dibayar oleh pengusaha kepada pekerja yang akan putus hubungan\nkerjanya minimal 30 (tiga puluh) hari sebelum hari raya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Komponen upah perhitungan Tunjangan Hari Raya adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Gaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan Jabatan ( bagi yang mempunyai jabatan ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan Perumahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Bilamana perusahaan memperoleh keuntungan tertentu, melalui musyawarah\nantara pengusaha dengan serikat pekerja, perhitungan besarnya Tunjangan Hari\nRaya dapat diberikan kepada Pekerja sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kelas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Nilai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Nilai Prestasi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>JUMLAH THR\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sangat Memuaskan\n\n        \u003Cp>Memuaskan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Cukup Memuaskan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sedang\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Kurang\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>90 – 100\n\n        \u003Cp>80 – 89\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>70 – 79\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>60 – 69\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>&lt; 59\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>A+\n\n        \u003Cp>A\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>B\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>C\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>D\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1.5 + 0.5 kali upah\n\n        \u003Cp>1.2 + 0.3 kali upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1.0 + 0.2 kali upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1.0 kali upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1.0 kali upah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>7.Perusahaan akan memberikan uang perangsang \u002F insentif kepada pekerja yang\nmasuk pada Hari Raya Idul Fitri,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Besarnya uang perangsang \u002F insentif tersebut ditetapkan melalui musyawarah\nantara pihak Pengusaha dengan Serikat Pekerja setiap tahunnya dan pemberiannya\ndiberikan pada waktu pekerja selesai menjalankan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47: Kompensasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang terkena pasal 22 ( Berakhirnya Hubungan Kerja karena Kehendak\nSendiri \u002F Mengundurkan Diri ), maka Pekerja berhak mendapatkan uang Kompensasi\nyang berupa Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak dengan\nperhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Pisah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 th s\u002Fd kurang dari 6 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 th s\u002Fd kurang dari 9 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 th s\u002Fd kurang dari 12 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 th s\u002Fd kurang dari 15 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 th s\u002Fd kurang dari 18 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 th s\u002Fd kurang dari 21 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>21 th s\u002Fd kurang dari 24 th\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24 tahun lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang masuk tahun 2018 keatas dan terkena pasal 22 ( Berakhirnya\nHubungan Kerja karena Kehendak Sendiri \u002F Mengundurkan Diri ), maka Pekerja\nberhak mendapatkan uang Kompensasi yang berupa Uang Penghargaan Masa Kerja dan\nUang Penggantian Hak dengan perhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Pisah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Lebih dari 3 th s\u002Fd kurang dari 6 th\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 th s\u002Fd kurang dari 9 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 th s\u002Fd kurang dari 12 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 th s\u002Fd kurang dari 15 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 th ke atas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>3.Pekerja yang terkena pasal 23 ( Pemutusan Hubungan Kerja karena Kehendak\nPerusahaan ), maka Pekerja berhak mendapatkan kompensasi uang pesangon, uang\npenghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai dengan pasal 164 UU\nno.13\u002F2003 ayat 3, dengan perhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cp>Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Pesangon\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kurang dr 1 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 th s\u002Fd krg dr 2 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 th s\u002Fd krg dr 3 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 th s\u002Fd krg dr 4 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 th s\u002Fd krg dr 5 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 th s\u002Fd krg dr 6 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 th s\u002Fd krg dr 7 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 th s\u002Fd krg dr 8 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lbh dr 8 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18 bln upah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Penghargaan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 s\u002Fd krg dr 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 s\u002Fd kurang dr 9 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 s\u002Fd kurang dr 12 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 s\u002Fd kurang dr 15 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 s\u002Fd kurang dr 18 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 s\u002Fd kurang dr 21 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 s\u002Fd kurang dr 24 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24 tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang terkena pasal 24 (Berakhirnya Hubungan Kerja karena Usia\nLanjut \u002F Usia Pensiun ), maka Pekerja berhak mendapatkan kompensasi uang\nPesangon, uang Penghargaan Masa Kerja, dan Uang Penggantian Hak sesuai UU\nno.13\u002F2003 pasal 167 ayat 5, dengan perhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Pesangon\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kurang dr 1 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 th s\u002Fd krg dr 2 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 th s\u002Fd krg dr 3 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 th s\u002Fd krg dr 4 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 th s\u002Fd krg dr 5 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 th s\u002Fd krg dr 6 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 th s\u002Fd krg dr 7 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 th s\u002Fd krg dr 8 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lbh dr 8 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Penghargaan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>3 s\u002Fd krg dr 6 tahun\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 s\u002Fd kurang dr 9 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 s\u002Fd kurang dr 12 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 s\u002Fd kurang dr 15 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 s\u002Fd kurang dr 18 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>18 s\u002Fd kurang dr 21 th\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 s\u002Fd kurang dr 24 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24 tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang terkena pasal 25 (Berakhirnya Hubungan Kerja karena Meninggal\nDunia), maka Pekerja berhak mendapatkan kompensasi uang Pesangon, uang\nPenghargaan Masa Kerja, dan Uang Penggantian Hak sesuai UU no.13\u002F2003 pasal\n166,dengan perhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Pesangon\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kurang dr 1 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 th s\u002Fd krg dr 2 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 th s\u002Fd krg dr 3 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 th s\u002Fd krg dr 4 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 th s\u002Fd krg dr 5 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 th s\u002Fd krg dr 6 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 th s\u002Fd krg dr 7 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 th s\u002Fd krg dr 8 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8 tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Penghargaan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 s\u002Fd krg dr 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>6 s\u002Fd kurang dr 9 th\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 s\u002Fd kurang dr 12 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 s\u002Fd kurang dr 15 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>15 s\u002Fd kurang dr 18 th\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 s\u002Fd kurang dr 21 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 s\u002Fd kurang dr 24 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24 tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang terkena pasal 26 ( Pemutusan Hubungan Kerja karena\nPelanggaran),maka Pekerja Berhak mendapatkan kompensasi uang pesangon, uang\npenghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai pasal 161 UU 13 Th 2003\nsebagai berikut : ( harus ada keputusan pengadilan )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Pesangon\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kurang dr 1 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 th s\u002Fd krg dr 2 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 th s\u002Fd krg dr 3 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 th s\u002Fd krg dr 4 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 th s\u002Fd krg dr 5 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 th s\u002Fd krg dr 6 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 th s\u002Fd krg dr 7 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 th s\u002Fd krg dr 8 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bln upah&nbsp;\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8 tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Penghargaan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 s\u002Fd krg dr 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 s\u002Fd kurang dr 9 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 s\u002Fd kurang dr 12 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 s\u002Fd kurang dr 15 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 s\u002Fd kurang dr 18 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 s\u002Fd kurang dr 21 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 s\u002Fd kurang dr 24 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24 tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>7.Pekerja yang terkena pasal 27 ( Pemutusan Hubungan Kerja karena Kesalahan\nBerat ), maka akan diproses sesuai peraturan perundangan-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Uang penggantian hak yang dimaksud pasal 47 ayat 1, 2, 3, 4, 5, dan 6\nmeliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sisa cuti yang belum di ambil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penggantian perumahan serta perawatan dan pengobatan ditetapkan 15 % dari\nhasil perhitungan uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja ( Undang-Undang\n13 tahun 2003 pasal 156 ayat 3 )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 48: Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>1.Sesuai peraturan pemerintah, perusahaan mengikut-sertakan pekerja dalam\nprogram BPJS kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan\nKecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun bagi\npekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan ayat 1 pasal ini dilaksanakan oleh perusahaan sesuai peraturan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>3.Bagi pekerja, apabila mengalami kecelakaan kerja (sakit karena kecelakaan\nkerja), maka biaya pengobatan, perawatan dan atau rawat inap ditanggung oleh\nPihak BPJS Ketenagakerjaan dengan standart kelas II dan atau kelas I sesuai\npenghasilannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Apabila biaya pengobatan dan atau rawat inap melebihi limit plafon BPJS\nKetenagakerjaan, maka kekurangannya ditanggung oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49: Pelayanan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1.Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, perusahaan mengikutsertakan\npekerja dalam program BPJS Kesehatan untuk pelayanan kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>2.Pelayanan kesehatan yang dilayani didalam program sebagaimana disebut pada\nayat 1, diperuntukkan bagi para pekerja dan keluarganya (istri dan 3 orang\nanak).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50: Tahapan Dan Biaya Pengobatan Atau Rawat Inap\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pelayanan kesehatan dan rawat jalan tingkat pertama dilakukan di klinik\nyang telah terdaftar di BPJS \u002F puskesmas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila Pelayanan kesehatan tingkat pertama tidak dapat menangani akan\ndirujuk ke Rumah Sakit yang ditentukan dokter PPK tingkat pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam keadaan darurat atau emergency, tanpa surat rujukan dapat langsung\nke UGD Rumah Sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pelayanan kesehatan rawat inap ditentukan oleh RS rujukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pelayanan Persalinan dapat dilakukan diklinik atau bidan yang bekerja sama\ndengan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Ketentuan biaya terhadap semua pelayanan pada ayat 1,2,3,4 dan 5\nditetapkan sesuai dengan ketentuan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pelayanan Kesehatan yang tidak sesuai prosedur yang sudah ditetapkan BPJS\nKesehatan, maka segala biaya yang dikeluarkan tidak ditanggung BPJS\nKesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.BPJS Kesehatan tidak mengakomodir system Reimburstment terhadap pelayanan\nkesehatan apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51: Tunjangan Pernikahan Dan Melahirkan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan Pernikahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.Apabila pekerja melangsungkan pernikahan, maka perusahaan memberikan\ntunjangan pernikahan yang berlaku hanya satu kali pernikahan selama bekerja di\nperusahaan ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.Besarnya tunjangan sesuai ayat 1.1 pasal ini diberikan sebesar Rp.\n150.000 ( se ratus lima puluh ribu rupiah ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1.Tunjangan melahirkan diberikan kepada pekerja untuk kelahiran anak ke-1\nsampai dengan anak ke-3 dari perkawinan yang sah sebesar Rp 300.000 ( tiga\nratus ribu rupiah ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52: Santunan Uang Duka ( Meninggal Dunia )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>1.Apabila pekerja meninggal dunia, selain adanya jaminan kematian dari BPJS\nKetenagakerjaan, perusahaan juga memberikan uang duka kepada ahli warisnya\nsebesar Rp 1.000.000 ( satu juta rupiah ).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang berakhir hubungan kerjanya karena meninggal dunia, ahli\nwarisnya berhak mendapatkan kompensasi sesuai pasal 47 ayat 5 atau UU no 13\ntahun 2003 pasal 166.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila keluarga pekerja ( anak, istri\u002Fsuami, orang tua\u002Fmertua ) yang\nmeninggal dunia, maka santunan uang duka diberikan sebesar Rp. 200.000 ( dua\nratus ribu rupiah ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketentuan yang dimaksud pada pasal 51 dan 52 ini, apabila suami\u002Fistri\nkedua-duanya bekerja di perusahaan ini, maka semua tunjangan yang dimaksud\nhanya diberikan kepada salah satu pekerja tersebut ( suami atau istrinya ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53: Fasilitas Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan mushola untuk pekerja ditempat atau ruangan\ntertentu di lingkungan perusahaan dan ditiap department sebagai tempat\nberibadah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dapat memberikan ijin kepada pekerja yang akan melaksanakan\nibadah Sholat Jum’at pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan dapat memberikan ijin atas terbentuknya Majelis Ta’lim\nbeserta kegiatan-kegiatan \u002F aktifitas sosial dari Majelis Ta’lim.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi Pekerja yang melaksanakan Ibadah Haji atau Umroh, maka perusahaan\nberkewajiban memberikan Dispensasi tidak wajib masuk kerja selama pekerja\ntersebut melakukan proses Ibadah Haji atau Umroh dengan tetap mendapatkan upah\npenuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang melaksanakan Ibadah Haji, dispensasi diberikan selama 40\nhari, sedangkan pekerja yang melaksanakan Ibadah Umroh, dispensasi diberikan\nselama 12 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dispensasi umroh dan haji diberikan perusahaan 1 ( satu ) kali selama\nbekerja di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila pekerja yang melaksanakan Haji dan Umroh yang ke 2, maka\ndispensasi diluar tanggungan perusahaan dan upah tidak dibayar ( standby ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54: Fasilitas Makan Dan Minum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1.Kepada pekerja yang bekerja terus menerus selama 7 (tujuh) jam kerja,\nperusahaan memberikan makan 1 (satu) kali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Untuk pekerja yang tinggal di Mess Perusahaan, akan diberikan fasilitas\nmakan 3 (tiga) kali sehari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selain fasilitas pada ayat 1 dan 2 pasal ini, perusahaan juga menyediakan\nair minum kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55: Fasilitas Olah Raga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan sarana dan prasarana oleh raga sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sepak Bola.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bola Volley\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bola basket\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bulu Tangkis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56: Rekreasi Dan Hiburan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan fasilitas rekreasi bagi pekerja dan keluarga (\nsuami\u002Fistri + anak ) satu kali dalam setiap tahunnya dengan ketentuan waktu\npelaksanaan dan tujuan disepakati oleh pengusaha dan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII PERLENGKAPAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 57: Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1.Pakaian Seragam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.Pekerja diberikan 2 (dua) stel pakaian seragam dan 1 (satu ) buah jaket\nsetiap tahunnya dan harus dipakai bila masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.Kecuali pekerja teknik dan produksi yang tugasnya menghadapi mesin\ndiberikan 3 (tiga) stel dengan warna pakaian yang sama. Sedangkan petugas\nkeamanan (SATPAM) diberikan 2 (dua) stel seragam Satpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3.Bagi pekerja wanita yang berjilbab diberikan pakaian seragam yang telah\ndisesuaikan dengan sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.Setiap pekerja diwajibkan mengenakan seragam yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Kartu Tanda Pengenal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Setiap pekerja diberikan ID card dan wajib dipakai saat bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.Tamu perusahaan dan pekerja borongan, apabila memasuki lingkungan pabrik\ndiwajibkan memakai tanda pengenal khusus yang telah disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Alat Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.Perusahaan menyediakan alat perlengkapan kerja pada pekerja menurut\njenis dan kebutuhan masing-masing pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.Alat kerja yang dimaksud pada ayat 3 pasal ini adalah merupakan\ninventaris milik perusahaan, sehingga setiap pekerja yang menggunakannya\ndiwajibkan merawat dan menggunakan secara baik dan benar agar tidak cepat rusak\natau hilang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3.Apabila alat kerja yang digunakan tidak memenuhi syarat atau rusak,\ndapat ditukar dengan alat kerja yang baru. Tetapi bilamana alat kerja yang\ndimaksud hilang atau rusak karena kelalaian pekerja, maka menjadi\ntanggung-jawab pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58: Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Mengingat pentingnya faktor perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja,\nmaka sesuai dengan Undang-undang No. 1\u002F1970 dibentuk Team Kerja khusus yang\nmenangani Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 )\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Fungsi K3 dalam ayat 1 pasal ini adalah memantau, memonitoring syarat\nperlindungan dan keselamatan kerja serta mengembangkan kerja sama yang efektif\ndibidangnya untuk memberikan motivasi dan memasyarakatkan keselamatan dan\nkesehatan kerja dengan pembinaan secara berkala kepada pekerja dan juga\nmemberikan bahan masukan\u002F usulan kepada pimpinan perusahaan dibidang\nkeselamatan dan kesehatan kerja baik diminta maupun tidak, guna menciptakan\nsuasana kerja yang aman dan sehat bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>3.Team Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) yang dibentuk di\nperusahaan ini diberikan wewenang untuk memberikan pengarahan dan mengadakan\nlatihan-latihan bagi pekerja dalam hal keselamatan menghadapi kebakaran serta\ncara-cara penanggulangannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pekerja diwajibkan memakai alat-alat perlindungan kerja dan senantiasa\nmemperhatikan ketentuan-ketentuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja di\nluar maupun dalam tugas kerja, wajib menjaga keselamatan kerja baik terhadap\ndirinya maupun rekan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja wajib untuk segera melaporkan tentang mesin-mesin pabrik yang\nkurang normal untuk menghindari dan mengantisipasi kemungkinan timbulnya bahaya\nkecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja wajib menjaga semua mesin-mesin, alat-alat maupun perlengkapan\nkerja dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Perusahaan menyediakan 1 ( satu ) unit mobil pemadam kebakaran dan alat\npemadam kebakaran. Alat-alat pemadam kebakaran ini ditempatkan disetiap\ndepartment dan diletakkan ditempat yang aman dan mudah dijangkau agar dapat\ndigunakan setiap saat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja yang mengidap penyakit menular dilarang masuk di lingkungan\nperusahaan. Siapapun yang menjumpai atau mengetahui pekerja yang mengidap\npenyakit menular ini harus segera melaporkan untuk menghindari wabah penyakit\nserta melindungi satu sama lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja yang ditunjuk dan tergabung dalam Tim Kerja K3, akan diberikan\nkompensasi berupa tunjangan yang besarnya disepakati pengusaha dengan Team\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 59: Masa Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ( PKB )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.Sesuai dengan kesepakatan, Perjanjian Kerja Bersama antara Pengusaha\ndengan Serikat Pekerja Unit Kerja PT. Indonesia Libolon Fiber System telah\ndiambil keputusan bahwa PKB ini berlaku untuk masa 2 (dua) tahun terhitung\ntanggal 01 Juli 2019 sampai dengan 30 Juni 2021.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila sampai batas 6 (enam) bulan sejak berakhir masa berlakunya PKB\nini, salah satu pihak tidak mengajukan perubahan \u002F pembaharuan yang dianggap\nperlu, maka ketentuan dalam PKB ini masih diberlakukan selama-lamanya tidak\nmelebihi jangka waktu 1 (satu) tahun berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sebelum berakhir masa berlakunya PKB ini, masing-masing pihak berkewajiban\nuntuk memberitahukan kepada pihak lainnya untuk musyawarah dalam rangka\nmenyusun pembaharuan PKB periode berikutnya sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan\nsebelumnya sudah diajukan kepada pihak-pihak yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60: Lain-Lain\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila terjadi salah penafsiran \u002F persepsi antara kedua belah pihak yang\nberkaitan dengan semua ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini,\nakan diselesaikan bersama secara musyawarah sesuai dengan peraturan\nPerundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama dalam kurun waktu berlakunya pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (\nPKB ) ini terdapat hal-hal yang dinilai perlu diadakan penyesuaian atau\nperubahan, maka harus dengan persetujuan kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Biaya pengadaan dan penyusunan Buku Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini\nditanggung sepenuhnya oleh pihak pengusaha PT. Indonesia Libolon Fiber System\nsesuai dengan UU No 13 tahun 2003 pasal 126 ayat 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61: Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Cp>Atas segala hikmah serta Ridho Tuhan Yang Maha Esa, maka SP-TSK SPSI\nPT.Indonesia Libolon Fiber System dan pihak Pengusaha PT.Indonesia Libolon\nFiber System masing-masing menanda-tangani naskah Perjanjian Kerja Bersama (\nPKB ) ini yang merupakan perwujudan kesepakatan dari masing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Perjanjian ini ditanda-tangani oleh pejabat yang bersangkutan karena\njabatannya pada saat perjanjian ini dibuat, oleh karena itu kedua belah pihak\nsepakat untuk menghormati dan melaksanakan sepenuhnya sesuai isi perjanjian ini\nsampai Perjanjian Kerja Bersama ini habis masa berlakunya, agar tercapai suatu\ntujuan untuk menciptakan iklim hubungan kerja yang harmonis dan seimbang guna\nmeningkatkan motivasi serta produktivitas yang tinggi menuju peningkatan\nkesejahteraan pekerja yang berasaskan Hubungan Industrial yang berkeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":54,"cbasignsinglesignatory":56,"cbamemother":60,"pensionfund":62,"disabilityfund":66,"contracttrial":70,"contracttrialperiod":74,"contractseverancepay":78,"contractseverancepay1":82,"severance":86,"severance_number":88,"severance_number_1_tenure":92,"sicknesspay":96,"maxsicknesspay":100,"maxsicknesspayperc":104,"sicknessmaxdays":106,"sicknessmaxdaysnr":108,"menstruationleave":110,"disabilitypay":114,"healthcareaccess":116,"healthcareaccessrelatives":120,"healthinsurance":124,"healthinsurancerelatives":127,"healthandsafetypolicy":129,"protectiveclothing":133,"code_application":137,"healthandsafetytraining":139,"funeralpay":143,"funeralpaytype":145,"funeralpayamount":149,"paidmaternityleave":151,"paidmaternityleaveduration":155,"paidmaternityleavepay":157,"paidmaternityleavepayperc":159,"maternityotherclause":161,"pregnancy":165,"alternatives":169,"paidpaternityleave":171,"paidpaternityleaveduration":175,"paidpaternityleavepay":179,"paidpaternityleavepayperc":181,"deathrelatives":183,"deathrelativesleave":185,"discrimination":189,"violence":193,"hourspday_select":197,"hourspday":201,"hourspweek_select":203,"hourspweek":205,"dayspweek_select":207,"dayspweek":209,"PAIDLEAV_trigger":211,"holidaysdays":215,"holidaysweeks":217,"bankholidays1":219,"SCHEDULE_trigger":223,"schedulesrestpw":227,"TRADEUNLEAV_trigger":229,"LOWWAGE_trigger":233,"LOWWAGE_government":237,"LOWWAGE_provision":239,"lowwageperiod":241,"lowwagetxt":243,"STRUCINCR_trigger":247,"wageincreasetype2":251,"wageincreasefirmperformance":253,"ONCERISE_trigger":255,"incidentalbonustype2":259,"incidentalbonusperc1":263,"incidentalbonustype":265,"incidentalbonusdate":269,"NOCTPREM_trigger":273,"shiftallowancetype":277,"shiftallowanceamount1":279,"shiftallowancetype1":281,"OVERTIME_trigger":283,"overtimeallowancetype_general":287,"overtimeallowanceperc1_general":291,"overtimeallowancetype":293,"overtimeallowanceperc1":295,"SUNDAY_trigger":297,"sundayallowancetype":301,"sundayallowanceperc1":303,"mealvouchers":305,"MEALALL_trigger":309,"coverunion_trigger":313},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","1.Sesuai dengan kesepakatan, Perjanjian ","1.Sesuai dengan kesepakatan, Perjanjian Kerja Bersama antara Pengusaha\ndengan Serikat Pekerja Unit Kerja PT. Indonesia Libolon Fiber System telah\ndiambil keputusan bahwa PKB ini berlaku untuk masa 2 (dua) tahun terhitung\ntanggal 01 Juli 2019 sampai dengan 30 Juni 2021.",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":48,"text":49},"cbadate_end",{"bindId":55,"name":48,"text":49},"cbadate_end_date",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"cbasignsinglesignatory","Atas segala hikmah serta Ridho Tuhan Yan","Atas segala hikmah serta Ridho Tuhan Yang Maha Esa, maka SP-TSK SPSI\nPT.Indonesia Libolon Fiber System dan pihak Pengusaha PT.Indonesia Libolon\nFiber System masing-masing menanda-tangani naskah Perjanjian Kerja Bersama (\nPKB ) ini yang merupakan perwujudan kesepakatan dari masing-masing pihak.",{"bindId":61,"name":58,"text":59},"cbamemother",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"pensionfund","1.Sesuai peraturan pemerintah, perusahaa","1.Sesuai peraturan pemerintah, perusahaan mengikut-sertakan pekerja dalam\nprogram BPJS kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan\nKecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun bagi\npekerja.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"disabilityfund","3.Bagi pekerja, apabila mengalami kecela","3.Bagi pekerja, apabila mengalami kecelakaan kerja (sakit karena kecelakaan\nkerja), maka biaya pengobatan, perawatan dan atau rawat inap ditanggung oleh\nPihak BPJS Ketenagakerjaan dengan standart kelas II dan atau kelas I sesuai\npenghasilannya.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"contracttrial","5.Masa percobaan kerja hanya dapat dilak","5.Masa percobaan kerja hanya dapat dilakukan untuk calon karyawan tetap atau\nPKWTT.",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"contracttrialperiod","7.Apabila calon pekerja dinyatakan lulus","7.Apabila calon pekerja dinyatakan lulus dalam menjalani masa percobaan 3\n(tiga) bulan berdasarkan penilaian atasannya atau pejabat yang berwenang untuk\nitu, maka calon pekerja tersebut diangkat menjadi pekerja tetap dan dikelurkan\nSK pengangkatan PKWTT, dan mendapatkan hak penuh sebagai pekerja.",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"contractseverancepay","3.Pekerja yang terkena pasal 23 ( Pemutu","3.Pekerja yang terkena pasal 23 ( Pemutusan Hubungan Kerja karena Kehendak\nPerusahaan ), maka Pekerja berhak mendapatkan kompensasi uang pesangon, uang\npenghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai dengan pasal 164 UU\nno.13\u002F2003 ayat 3, dengan perhitungan sebagai berikut :",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"contractseverancepay1","Masa Kerja Uang Pesangon Kurang dr 1 th ","Masa Kerja\n      \n      Uang Pesangon\n    \n    \n      Kurang dr 1 th\n      2 bln upah\n    \n    \n      1 th s\u002Fd krg dr 2 th\n      4 bln upah\n    \n    \n      2 th s\u002Fd krg dr 3 th\n      6 bln upah\n    \n    \n      3 th s\u002Fd krg dr 4 th\n      8 bln upah\n    \n    \n      4 th s\u002Fd krg dr 5 th\n      10 bln upah\n    \n    \n      5 th s\u002Fd krg dr 6 th\n      12 bln upah\n    \n    \n      6 th s\u002Fd krg dr 7 th\n      14 bln upah\n    \n    \n      7 th s\u002Fd krg dr 8 th\n      16 bln upah\n    \n    \n      Lbh dr 8 tahun\n      18 bln upah",{"bindId":87,"name":84,"text":85},"severance",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"severance_number","5 th s\u002Fd krg dr 6 th 12 bln upah","5 th s\u002Fd krg dr 6 th\n      12 bln upah",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"severance_number_1_tenure","1 th s\u002Fd krg dr 2 th 4 bln upah","1 th s\u002Fd krg dr 2 th\n      4 bln upah",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"sicknesspay","3.Pekerja yang sakit berkepanjangan dan ","3.Pekerja yang sakit berkepanjangan dan tidak dapat melaksanakan\npekerjaannya selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut dan oleh dokter\ndinyatakan tidak memungkinkan lagi untuk melakukan pekerjaan, maka perusahaan\ndapat memutus hubungan kerja karena alasan sakit dan pekerja berhak mendapatkan\nuang pesangon dan penghargaan masa kerja sesuai pasal 47 ayat 3.",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"maxsicknesspay","1.Pekerja yang tidak bisa melakukan tuga","1.Pekerja yang tidak bisa melakukan tugas karena sakit, maka upah diberikan\nmenurut lamanya tidak dapat melakukan pekerjaan, sebagai berikut :\n\n1.1.Selama 4 ( empat ) bulan pertama, diberikan upah sebesar 100% dari upah\ntetap.\n\n1.2.Selama 4 ( empat ) bulan kedua, diberikan upah sebesar 75% dari upah\ntetap.\n\n1.3.Selama 4 ( empat ) bulan ketiga, diberikan upah sebesar 50% dari upah\ntetap.\n\n1.4.Untuk bulan selanjutnya, diberikan upah sebesar 25% dari upah tetap\nsebelum PHK dilakukan perusahaan.",{"bindId":105,"name":102,"text":103},"maxsicknesspayperc",{"bindId":107,"name":98,"text":99},"sicknessmaxdays",{"bindId":109,"name":98,"text":99},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"menstruationleave","3.2Bagi pekerja wanita yang mengalami ke","3.2Bagi pekerja wanita yang mengalami kesakitan karena haid pada saat\nbekerja, berhak mendapatkan istirahat haid (dispensasi) pada hari itu, tanpa\nmengurangi hak cuti tahunan.",{"bindId":115,"name":68,"text":69},"disabilitypay",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"healthcareaccess","1.Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan","1.Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, perusahaan mengikutsertakan\npekerja dalam program BPJS Kesehatan untuk pelayanan kesehatan.",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"healthcareaccessrelatives","2.Pelayanan kesehatan yang dilayani dida","2.Pelayanan kesehatan yang dilayani didalam program sebagaimana disebut pada\nayat 1, diperuntukkan bagi para pekerja dan keluarganya (istri dan 3 orang\nanak).",{"bindId":125,"name":64,"text":126},"healthinsurance","1.Sesuai peraturan pemerintah, perusahaan mengikut-sertakan pekerja dalam\nprogram BPJS kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan\nKecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun bagi\npekerja.\n\n2.Pelaksanaan ayat 1 pasal ini dilaksanakan oleh perusahaan sesuai peraturan\nyang berlaku.",{"bindId":128,"name":122,"text":123},"healthinsurancerelatives",{"bindId":130,"name":131,"text":132},"healthandsafetypolicy","1.Mengingat pentingnya faktor perlindung","1.Mengingat pentingnya faktor perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja,\nmaka sesuai dengan Undang-undang No. 1\u002F1970 dibentuk Team Kerja khusus yang\nmenangani Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 )",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"protectiveclothing","1.Pakaian Seragam 1.1.Pekerja diberikan ","1.Pakaian Seragam\n\n1.1.Pekerja diberikan 2 (dua) stel pakaian seragam dan 1 (satu ) buah jaket\nsetiap tahunnya dan harus dipakai bila masuk kerja.\n\n1.2.Kecuali pekerja teknik dan produksi yang tugasnya menghadapi mesin\ndiberikan 3 (tiga) stel dengan warna pakaian yang sama. Sedangkan petugas\nkeamanan (SATPAM) diberikan 2 (dua) stel seragam Satpam.\n\n1.3.Bagi pekerja wanita yang berjilbab diberikan pakaian seragam yang telah\ndisesuaikan dengan sebagaimana mestinya.\n\n1.4.Setiap pekerja diwajibkan mengenakan seragam yang telah ditentukan.",{"bindId":138,"name":131,"text":132},"code_application",{"bindId":140,"name":141,"text":142},"healthandsafetytraining","3.Team Kerja Keselamatan dan Kesehatan K","3.Team Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) yang dibentuk di\nperusahaan ini diberikan wewenang untuk memberikan pengarahan dan mengadakan\nlatihan-latihan bagi pekerja dalam hal keselamatan menghadapi kebakaran serta\ncara-cara penanggulangannya.",{"bindId":144,"name":64,"text":65},"funeralpay",{"bindId":146,"name":147,"text":148},"funeralpaytype","1.Apabila pekerja meninggal dunia, selai","1.Apabila pekerja meninggal dunia, selain adanya jaminan kematian dari BPJS\nKetenagakerjaan, perusahaan juga memberikan uang duka kepada ahli warisnya\nsebesar Rp 1.000.000 ( satu juta rupiah ).",{"bindId":150,"name":147,"text":148},"funeralpayamount",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"paidmaternityleave","1.Bagi pekerja wanita yang hamil menjela","1.Bagi pekerja wanita yang hamil menjelang kelahiran sampai selesai\nmelahirkan, pekerja yang bersangkutan wajib mengambil cuti persalinan, 1,5\nbulan sebelum persalinan dan 1,5 bulan setelah melahirkan dengan mendapat\nupah.",{"bindId":156,"name":153,"text":154},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":158,"name":153,"text":154},"paidmaternityleavepay",{"bindId":160,"name":153,"text":154},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":162,"name":163,"text":164},"maternityotherclause","4.Bagi pekerja wanita hamil yang menderi","4.Bagi pekerja wanita hamil yang menderita keguguran kandungan dengan usia\ndi atas 3 (tiga) bulan, maka berhak mendapatkan istirahat selama 1,5 bulan yang\ndisertai surat bukti keterangan keguguran yang sah. Dan jika keguguran\nkandungan dengan usia dibawah 3 (tiga) bulan, istirahat diberikan berdasarkan\nsurat keterangan dari Dokter atau bidan kandungan.",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"pregnancy","5.Bagi pekerja wanita hamil yang bekerja","5.Bagi pekerja wanita hamil yang bekerja di shift, apabila usia kandungan\nsudah mencapai 3 (tiga) bulan wajib dipindahkan untuk masuk GS ( General Shift\n) sampai cuti melahirkan.",{"bindId":170,"name":167,"text":168},"alternatives",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"paidpaternityleave","1.Sesuai UU NO.13\u002F2003 pasal 93 ayat 4, ","1.Sesuai UU NO.13\u002F2003 pasal 93 ayat 4, perusahaan dapat memberikan cuti\nkerja dengan tetap mendapat upah penuh (dispensasi) kepada pekerja berstatus\ntetap dalam hal sebagai berikut :\n\n1.1.Melaksanakan kewajiban negara selama waktu yang diperlukan.\n\n1.2.Melangsungkan pernikahan (diri pekerja): selama 3 (tiga) hari.\n\n1.3.Melangsungkan pernikahan anaknya: selama 2 (dua) hari.\n\n1.4.Pekerja mengkhitankan \u002F membaptiskan anaknya : selama 2 ( dua) hari.\n\n1.5.Istri pekerja melahirkan \u002F Keguguran kandungan: selama 2 ( dua) hari.\n\n1.6.Kematian istri\u002Fsuami, anak, menantu ,orang tua\u002Fmertua: selama 2 ( dua)\nhari.\n\n1.7. Kematian anggota keluarga dalam satu rumah: selama 1 ( satu ) hari",{"bindId":176,"name":177,"text":178},"paidpaternityleaveduration","1.5.Istri pekerja melahirkan \u002F Keguguran","1.5.Istri pekerja melahirkan \u002F Keguguran kandungan: selama 2 ( dua) hari.",{"bindId":180,"name":173,"text":174},"paidpaternityleavepay",{"bindId":182,"name":173,"text":174},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":184,"name":173,"text":174},"deathrelatives",{"bindId":186,"name":187,"text":188},"deathrelativesleave","1.6.Kematian istri\u002Fsuami, anak, menantu ","1.6.Kematian istri\u002Fsuami, anak, menantu ,orang tua\u002Fmertua: selama 2 ( dua)\nhari.",{"bindId":190,"name":191,"text":192},"discrimination","3.Pengusaha menjamin tidak akan melakuka","3.Pengusaha menjamin tidak akan melakukan penekanan dalam bentuk apapun baik\nsecara langsung maupun tidak langsung dan ataupun diskriminasi serta tindakan\nlain yang tidak wajar terhadap pekerja yang terpilih sebagai pengurus Serikat\nPekerja TSK SPSI Unit kerja PT. Indonesia Libolon Fiber System untuk bertindak\nselaku delegasi dan atau perwakilan karena tugas dan fungsinya.",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"violence","d.Melakukan tindak kejahatan, misalnya :","d.Melakukan tindak kejahatan, misalnya : menyerang, berkelahi,\nmengintimidasi atau menipu pengusaha ataupun teman sekerja dan memperdagangkan\nbarang terlarang, baik didalam maupun diluar lingkungan perusahaan.",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"hourspday_select","2.Sesuai dengan Peraturan Pemerintah yan","2.Sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang berlaku, lamanya waktu kerja\nadalah 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam kerja seminggu untuk\nselama-lamanya 6 (enam) hari kerja seminggu, atau 8 (delapan) jam sehari dan 40\n(empat puluh) jam kerja seminggu untuk 5 (lima) hari kerja seminggu.",{"bindId":202,"name":199,"text":200},"hourspday",{"bindId":204,"name":199,"text":200},"hourspweek_select",{"bindId":206,"name":199,"text":200},"hourspweek",{"bindId":208,"name":199,"text":200},"dayspweek_select",{"bindId":210,"name":199,"text":200},"dayspweek",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"PAIDLEAV_trigger","1.Pekerja yang bekerja selama 12 (dua be","1.Pekerja yang bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus menerus, berhak\nmendapatkan cuti tahunan \u002F istirahat sebanyak 12 (dua belas) hari dengan\nmendapat upah.",{"bindId":216,"name":213,"text":214},"holidaysdays",{"bindId":218,"name":213,"text":214},"holidaysweeks",{"bindId":220,"name":221,"text":222},"bankholidays1","1. Hari Sabtu, Minggu dan Hari Besar res","1. Hari Sabtu, Minggu dan Hari Besar resmi dari pemerintah ( hari raya\nkeagamaan, hari besar nasional, pelaksanaan pilkada dan pilpres ), perusahaan\ndan pekerja General Shift atau pekerja non shiff dinyatakan libur terkecuali\nbagi mereka yang bekerja shift , libur hari Sabtu, Minggu dan Hari Besar bisa\ndigeser \u002F diganti dengan hari lainnya.",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"SCHEDULE_trigger","3.Jam kerja dan hari kerja diatur menuru","3.Jam kerja dan hari kerja diatur menurut kebutuhan dan ketentuan perusahaan\nsesuai dengan Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang berlaku.",{"bindId":228,"name":225,"text":226},"schedulesrestpw",{"bindId":230,"name":231,"text":232},"TRADEUNLEAV_trigger","1.Dalam menjalani tugas dan fungsinya se","1.Dalam menjalani tugas dan fungsinya sebagai pengurus Serikat Pekerja, maka\nfungsionaris \u002F pengurus Serikat Pekerja TSK SPSI harus diberikan dispensasi\nuntuk menghadiri rapat-rapat ataupun tugas lain yang menyangkut urusan\nperburuhan dan organisasi baik di dalam lingkungan perusahaan maupun di luar\nperusahaan tanpa mengurangi hak sebagai pekerja.",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"LOWWAGE_trigger","2.Ketentuan upah minimum pekerja adalah ","2.Ketentuan upah minimum pekerja adalah upah minimal sesuai dengan Peraturan\nPemerintah yang berlaku.",{"bindId":238,"name":235,"text":236},"LOWWAGE_government",{"bindId":240,"name":235,"text":236},"LOWWAGE_provision",{"bindId":242,"name":235,"text":236},"lowwageperiod",{"bindId":244,"name":245,"text":246},"lowwagetxt","1.Upah pekerja 0 – 1 tahun ditetapkan be","1.Upah pekerja 0 – 1 tahun ditetapkan berdasarkan UMK wilayah\nmasing-masing (UMK Purwakarta dan UMK Jakarta) sesuai penempatannya.",{"bindId":248,"name":249,"text":250},"STRUCINCR_trigger","3. Kenaikan upah berkala pekerja yang ma","3. Kenaikan upah berkala pekerja yang masa kerjanya diatas 1 tahun, kenaikan\nupah minimumnya disesuaikan dengan selisih kenaikan UMK, ditambah masa kerja\ndan prestasi kerja yang besarnya diputuskan berdasarkan perundingan dan\nkesepakatan serikat pekerja dengan pengusaha.",{"bindId":252,"name":249,"text":250},"wageincreasetype2",{"bindId":254,"name":249,"text":250},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":256,"name":257,"text":258},"ONCERISE_trigger","1.1.Pengusaha wajib memberikan Tunjangan","1.1.Pengusaha wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja yang\ntelah mempunyai masa kerja lebih dari 1 (satu) bulan secara terus menerus.",{"bindId":260,"name":261,"text":262},"incidentalbonustype2","1.2.Besarnya THR bagi pekerja yang telah","1.2.Besarnya THR bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan terus\nmenerus adalah 1 (satu) bulan upah.",{"bindId":264,"name":257,"text":258},"incidentalbonusperc1",{"bindId":266,"name":267,"text":268},"incidentalbonustype","3.THR diberikan kepada semua pekerja tan","3.THR diberikan kepada semua pekerja tanpa membedakan agama dan suku, yang\ndiberikan bersamaan pada setiap datangnya hari Raya Idul Fitri.",{"bindId":270,"name":271,"text":272},"incidentalbonusdate","2.Pembayaran THR dilaksanakan sekurang-k","2.Pembayaran THR dilaksanakan sekurang-kurangnya 15 (lima belas) hari\nsebelum tanggal Idul Fitri menurut kalender nasional.",{"bindId":274,"name":275,"text":276},"NOCTPREM_trigger","6. Untuk pekerja ( Operator ) yang masuk","6. Untuk pekerja ( Operator ) yang masuk Shift II dan Shift III, uang shift\nditentukan oleh perusahaan sebagai berikut:\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      JABATAN\n      UANG SHIFT SIANG SHIFT II\n      UANG SHIFT MALAM SHIFT III\n    \n    \n      OPERATOR\n      Rp 2.000\n      \n      Rp 3.000\n    \n    \n      KEPALA REGU\n      \n      Rp 3.000\n      Rp 4.000\n    \n    \n      KEPALA SHIFT \n      Rp 4.500\n      Rp 8.000",{"bindId":278,"name":275,"text":276},"shiftallowancetype",{"bindId":280,"name":275,"text":276},"shiftallowanceamount1",{"bindId":282,"name":275,"text":276},"shiftallowancetype1",{"bindId":284,"name":285,"text":286},"OVERTIME_trigger","Perhitungan upah kerja lembur akan dihit","Perhitungan upah kerja lembur akan dihitung berdasarkan Keputusan\nMenakertrans No Kep – 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 sebagai berikut :\n\na.Dasar perhitungan lembur adalah 1 (satu) jam lembur, yang kurang dari 1\njam lembur tidak akan dihitung.\n\nb.Yang dimaksud upah untuk perhitungan upah lembur adalah sebagai berikut\n:\n\n1.Gaji Pokok\n\n2.Tunjangan Tetap\n\nc.Upah lembur pada hari kerja biasa :\n\n1.Upah lembur jam pertama adalah 1,5 kali upah satu jam kerja biasa.\n\n2.Upah lembur jam ke-2 dan berikutnya adalah 2 kali upah satu jam kerja\nbiasa.\n\nd.Lembur Hari Raya Resmi dan Hari Libur Mingguan.\n\nUpah kerja lembur pada hari libur resmi 7 ( tujuh ) jam kerja pertama atau 5\n( lima ) jam kerja hari pendek, dibayar 2 ( dua ) kali upah perjam, jam ke 8\n(delapan) atau jam ke 6 (enam) hari kerja pendek dibayar 3 (tiga) kali upah\nsejam, dan jam ke 9 ( Sembilan) dan ke 10 (sepuluh) atau jam ke 7 (tujuh) dan 8\n(delapan) hari kerja pendek dibayar 4 (empat) kali upah sejam\n\ne.Dasar penghitung upah biasa 1 jam adalah sebagai berikut :\n\n- Upah pekerja bulanan \u002F harian tetap: 1\u002F173 upah sebulan\n\nCara perhitungan lembur untuk pekerja tetap adalah sebagai berikut :\n\n( Gaji Pokok + Tunjangan Jabatan ) x Total jam lembur \u002F 173\n\nf.Karyawan yang dipanggil kembali untuk bekerja diluar jam kerja biasa (\npanggilan darurat ) untuk mengatasi gangguan mesin atau hal-hal lain yang dapat\nmengganggu kelancaran proses produksi akan diperhitungkan sebagai lembur kerja\ndan akan mendapatkan insentif ( tunjangan khusus ) yang besarnya ditetapkan\nsebagai berikut :\n\n1.Jam 16.00 s\u002Fd 22.00 uang insensif sebesar Rp 50.000,-\n\n2.Jam 22.00 s\u002Fd 06.00 uang insentif sebesar Rp 100.000,-",{"bindId":288,"name":289,"text":290},"overtimeallowancetype_general","c.Upah lembur pada hari kerja biasa : 1.","c.Upah lembur pada hari kerja biasa :\n\n1.Upah lembur jam pertama adalah 1,5 kali upah satu jam kerja biasa.\n\n2.Upah lembur jam ke-2 dan berikutnya adalah 2 kali upah satu jam kerja\nbiasa.",{"bindId":292,"name":289,"text":290},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":294,"name":289,"text":290},"overtimeallowancetype",{"bindId":296,"name":289,"text":290},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":298,"name":299,"text":300},"SUNDAY_trigger","d.Lembur Hari Raya Resmi dan Hari Libur ","d.Lembur Hari Raya Resmi dan Hari Libur Mingguan.\n\nUpah kerja lembur pada hari libur resmi 7 ( tujuh ) jam kerja pertama atau 5\n( lima ) jam kerja hari pendek, dibayar 2 ( dua ) kali upah perjam, jam ke 8\n(delapan) atau jam ke 6 (enam) hari kerja pendek dibayar 3 (tiga) kali upah\nsejam, dan jam ke 9 ( Sembilan) dan ke 10 (sepuluh) atau jam ke 7 (tujuh) dan 8\n(delapan) hari kerja pendek dibayar 4 (empat) kali upah sejam",{"bindId":302,"name":299,"text":300},"sundayallowancetype",{"bindId":304,"name":299,"text":300},"sundayallowanceperc1",{"bindId":306,"name":307,"text":308},"mealvouchers","1.Kepada pekerja yang bekerja terus mene","1.Kepada pekerja yang bekerja terus menerus selama 7 (tujuh) jam kerja,\nperusahaan memberikan makan 1 (satu) kali.",{"bindId":310,"name":311,"text":312},"MEALALL_trigger","2.Upah tidak tetap 2.1 Tunjangan Tidak T","2.Upah tidak tetap\n\n2.1 Tunjangan Tidak Tetap\n\n2.1.1. Tunjangan Lembur\n\n2.1.2. Tunjangan Makan\n\n2.1.3. Tunjangan Shift\n\n2.1.4. Bonus Produksi",{"bindId":314,"name":315,"text":316},"coverunion_trigger","2.1.Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ber","2.1.Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) berlaku untuk semua pekerja PT.\nIndonesia Libolon Fiber System, baik yang ditempatkan diwilayah Purwakarta\nmaupun yang ditempatkan diwilayah Jakarta.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Indonesia Libolon Fiber System - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-07-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-06-30\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Indonesia Libolon Fiber System\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;1000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;365&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;120&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;72000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[322],{"title":39,"slug":34},[324],{"type":325,"data":326},"call_to_action_body_block",{"title":327,"description":328,"variant":329,"link":330},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":327,"url":331,"description":327,"rel":332,"type":333},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[335],{"type":325,"data":336},{"title":327,"description":328,"variant":329,"link":337},{"title":327,"url":331,"description":327,"rel":332,"type":333},[]]