[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-perhimpunan-st-carolus-dengan-fsp-farkes-refomasi-puk-st-carolus-dan-sp-ikarkes-sc":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":235,"content_type_view":236,"extra_breadcrumbs":237,"body":239,"body_blocks":250,"related_pages":254},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":233,"translations":234},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-perhimpunan-st-carolus-dengan-fsp-farkes-refomasi-puk-st-carolus-dan-sp-ikarkes-sc","138c9176-7b6f-11e4-9954-001e0bbf9952","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-perhimpunan-st-carolus-dengan-fsp-farkes-refomasi-puk-st-carolus-dan-sp-ikarkes-sc\u002Fperjanjian-kerja-bersama-perhimpunan-st-carolus-dengan-fsp-farkes-refomasi-puk-st-carolus-dan-sp-ikarkes-sc\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Perhimpunan St. Carolus dengan FSP Farkes Refomasi PUK St. Carolus dan SP. Ikarkes SC 2012 - 2014","ba_ID","IDN Perhimpunan ST. Carolus - 2012","Indonesia - IDN Perhimpunan ST. Carolus - 2012","IDN Perhimpunan ST. Carolus - 2012 - Kesehatan, Kerja sosial, Layanan umum",{"name":43,"data":44},"50 - PKB Perhimpunan St. Carolus - KSBSI.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama Perhimpunan St. Carolus dengan Federasi Serikat\nPekerja Farkes Reformasi PUK St. Carolus dan Serikat Pekerja Ikarkes SC\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>BAB I: PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>1.Perhimpunan ST. Carolus yang berkedudukan di Jln. Salemba Raya 41, Jakarta\nPusat yang Anggaran Dasarnya telah disahkan dengan Keputusan Gubernur Jenderal\ntertanggal 6 Juli 1917 No. 37, dan telah diumumkan dalam Javasche Courant\ntanggal 31 Juli 1917 No.61, Staadblad van Nederland lndie 1917 No. 346,\ndiwakili oleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dr. Stephanus Indradjaya, NI.Sc. Ph.D., Ketua I;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Sr. Patrisia Tjutjitari, CB, Sekretaris I;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dalam hal ini masing-masing bertindak untuk dan atas nama Perhimpunan\nSt. Carolus, selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini disebut\n“PSC“.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja sesuai dengan Surat Keputusan Forum Bersama\nNo:08\u002Fforbes\u002FPKB\u002FSKN\u002F12 tertanggal 12 April 2012 :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.FSP Farkes Refomasi PUK St. Carolus berdasarkan tanda bukti pencatatan\nDepartemen Tenaga Kerja No.116\u002FI\u002FIX\u002F2001 tanggaI 14 September 2001;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.SP. Ikarkes SC berdasarkan tanda bukti pencatatan Departemen Tenaga Kerja\nNo: 51\u002FI\u002FVI\u002F2001, tanggal 5 Juni 2001;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dalam hal ini secara bersama-sama bertindak untuk dan atas nama Serikat\nPekerja, selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini disebut “Forbes\nSP\".\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PasaI 1: Pengertian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Perhimpunan St. Carolus (selanjutnya disebut PSC) ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Suatu badan hukum yang berkedudukan di Jakarta, yang menyelenggarakan upaya\npelayanan kesehatan bagi masyarakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengurus PSC :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mereka yang dipilih dari antara anggota PSC, untuk memberi arahan dan\nsebagai penanggung jawab tertinggi terselenggaranya pelayanan kesehatan bagi\nmasyarakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pelayanan Kesehatan St. Carolus (selanjutnya disebut PKSC)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Suatu sistem pelayanan kesehatan yang dinamis terbuka serta peka terhadap\nkebutuhan masyarakat meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif dan\nrehabilitatif, yang diselenggarakan dan dikelola oleh PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Direksi PKSC :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pimpinan yang diberi wewenang oleh Pengurus PSC untuk mengelola operasional\npelayanan kesehatan berhak dan berkewajiban atas segala urusan kedinasan\nkaryawan di lingkungan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Serikat Pekerja (selanjutnya disebut SP) :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Organisasi pekerja yang telah terdaftar di Kementerian Tenaga Kerja Dan\nTransmigrasi, yang anggotanya terdiri dan karyawan di PSC dan telah memenuhi\nketentuan keanggotaan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar \u002F Anggaran Rumah\nTangga dari SP yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Pengurus SP:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mereka yang dipilih dari dan oleh anggota SP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Anggota SP:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan di PSC yang telah terdaftar sebagai anggota organisasi SP yang\ndibuktikan dengan kartu keanggotaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8)Pekerja \u002F Karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam\nbentuk lain yang telah menyelesaikan masa percobaan dan telah dltetapkan\nsebagai tenaga Kerja tetap PSC berdasarkan Surat Keputusan Direksi PKSC tentang\nPengangkatan Karyawan Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9)Tenaga Medik:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Dokter Umum, Dokter Gigi dan Dokter Spesialis yang bekerja di PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(10)Balas Jasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Imbalan yang diterima karyawan dari PSC dalam bentuk uang dan dalam bentuk\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(11) Gaji (Upah):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Gaji pokok St. Carolus ditambah Tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(12)Tunjangan Tetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Suatu imbalan yang diterima oleh karyawan secara tetap jumlahnya dan teratur\npembayarannya yang tidak dikaitkan dengan kehadiran ataupun pencapaian prestasi\nkerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(13)Jenjang Fungsi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tingkat jenjang Fungsional yang dimiliki seorang karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(14)Jabatan Struktural:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang\nkaryawan dalam struktur organisasi PSC berdasarkan Surat Keputusan Direksi PKSC\ntentang Pengangkatan Jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(15)Hubungan Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Suatu hubungan yang terjadi karena perjanjian kerja antara Penerima\nPekerjaan dengan Pemberi Pekerjaan, di mana Penerima Pekerjaan mengikatkan diri\nuntuk bekerja dengan menerima balas jasa dari Pemberi Pekerjaan, yang\nmengikatkan diri untuk mempekerjakan dengan memberi balas jasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(16)Pemutusan hubungan Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Berakhirnya Hubungan Kerja antara PSC dengan karyawan sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(17)Istri Sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istri pertama yang teiah diikat dengan perkawinan sah menurut agama atau\nkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan dicatat menurut peraturan yang\nberlaku berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 sesuai dengan\nUndang-undang Nomor 1Tahun 1974.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(18)Anak Sah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah\nberdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(19)Anak Angkat Sah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anak angkat yang diangkat oleh Karyawan yang telah menikah dan telah\ndisahkan menurut hukum melalui Pengadilan Negeri setempat dan memiliki\nkedudukan sama dengan anak kandung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(20)Ahli Waris:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anggota keluarga karyawan yang berhak menerima warisan menurut ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(21)Hubungan Industrial ( Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 ):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku usaha dalam proses\nproduksi barang dan\u002Fatau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja\u002Fburuh,\ndan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-undang\nDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(22)Purnabakti (Pensiunan):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan yang telah mencapai usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2: Maksud dan Tujuan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Mengatur (hubungan kerja, hak dan kewajiban setiap KaryawanPelayanan\nKesehatan St. Carolus (tanpa kecuali) dengan Perhimpunan St. Carolus demi\ntercipta dan terbinanya iklim kerja yang serasi dalam rangka meningkatkan mutu\npelayanan kesehatan kepada masyarakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3: Petunjuk Pelaksanaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam penerapannya, Perjanjian Kerja Bersama Pelayanan Kesehatan St.\nCarolus dilengkapi Petunjuk Pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama Pelayanan\nKesehatan St. Carolus yang disusun dengan melibatkan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) belum tersusun, maka Perjanjian\nKerja Bersama ini tetap berlaku sebagaimana mestinya seperti yang tertera \u002F\ntertulis dalam Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4: Pedoman Pelaksanaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama Pelayanan Kesehatan St. Carolus berpedoman pada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Landasan Idiil:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila dan Undang-undang Dasar\n1945;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Memahami, menghayati dan mengamalkan Piagam Panitia Kepausan Untuk Reksa\nPastoral Kesehatan tentang Masalah-masalah Bio Etika, Etika Kesehatan dan\nPendampingan Orang Sakit;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 Memahami, menghayati dan mengamalkan Pesan-pesan Konferensi Wali Gereja\nIndonesia (KWI) kepada karya-karya kesehatan Katholik serta Pedoman Etis dan\nPastoral Rumah Sakit Katholik;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4 Memahami, menghayati dan mengamalkan maksud dan tujuan serta cita-cita\nPERHIMPUNAN St. Carolus sebagaimana diuraikan dalam Mukadimah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Landasan Profesional:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengamalkan, memelihara, mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan serta\nketrampilan profesional demi peningkatan pelayanan kesehatan kepada\nmasyarakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Landasan Operasional:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai karyawan dengan senantiasa dijiwai\noleh sikap penuh pengabdian kepada sesama manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Landasan Hukum:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peraturan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5: Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Perjanjian ini mengatur hal-hal yang pokok dan bersifat umum baik yang\nsudah maupun yang belum diatur dalam perundang-undangan berdasarkan kesepakatan\nbersama antara PSC dan SP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>(2)Perjanjian ini berlaku untuk Karyawan dari semua golongan yang ada di\nPKSC.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6: Kewajiban Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Kedua belah pihak berkewajiban untuk mentaati dan melaksanakan\nsebaik-baiknya keseluruhan isi dan ketentuan-ketentuan yang telah dituangkan\nserla disepakati di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kedua belah pihak berkewajiban menjaga ketenangan kerja, usaha serta\nkelancaran jalannya pelayanan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kedua belah plhak berkewajiban untuk menjaga, memblna dan meningkatkan\nhubungan kerja yang; harmonis melalui kerjasama yang baik, hormat menghormati,\npercaya-mempercayai sehingga Hubungan Industrial benar-benar terwujud dan\nterpelihara dengan baik sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7: Pengakuan PSC Atas Hak-hak SP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>PSC mengakui bahwa SP merupakan organisasi pekerja yang sah, mandiri,\nmewakili, bertindak untuk dan atas nama Karyawan yang menjadl anggotanya dengan\nsegala akibat hukumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: JAMINAN DAN FASILITAS BAGI SP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PasaL 8: Pengakuan SP Atas Hak-hak PSC\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>SP mengakui hak-hak PSC untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Mengatur dan mengeloia jalannya pelayanan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Membuat keputusan-keputusan strategik untuk pelayanan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Mengadakan hubungan kerjasama \u002F kontraktual dengan pihak luar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Menyusun, menetapkan dan mengelola anggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Mengangkat dan memberhentikan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Meminta prestasi kerja yang baik dan wajar dari karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Menerima dan memindahkan karyawan sesuai dengan kebutuhan PKSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8)Mengangkat dan memberhentikan jabatan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9)Menentukan kebijakan pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9: Jaminan Terhadap SP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>Pengurus SP dan \u002F atau anggota SP mendapat perlindungan dari PSC dan unsur\npimpinan kerja terhadap tindakan pembedaan atau diskriminatif, anti SP oleh\nkarena kegiatannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10: Ijin Dan Bantuan Fasilitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)PSC dapat memberikan dispensasi kepada anggota SP untuk meninggalkan\npekerjaannya atas dasar permohonan tertulis kepada Direksi PKSC dengan tembusan\nkepada Kepala Satuan Kerja, sekurang-kurangnya 6 (enam) hari Kerja sebelumnya\ntanpa mengurangi hak-hak yang bersangkutan dan tidak mempengaruhi konditenya\nsebagai Karyawan untuk keperluan tersebut di bawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari dan \u002F atau rapat \u002F pertemuan di\nlingkungan PSC, sesuan dengan fungsinya di dalam organisasi, dengan seijin\nKepala Satuan Kerja sejauh tidak mengganggu jalannya pelayanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Dalam hal memenuhi panggilan atau undangan yang sah dari Pemerintah \u002F PSC,\nSP dan Organisasi lain guna memblcarakan \u002F merundingkan masalah-masalah\nketenagakerjaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Mengadakan konsultasi dan menghadiri rapat dengan perangkat Konfederasi sp\n\u002F Kementerian Tenaga Kerja Dan Transmigrasi atau melaksanakan tugasnya sesuai\ndengan fungsinya dalam peringkat organisasi yang lebih tinggi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Mengikuti pendidikan, seminar, konferensi \u002F kongres yang diselenggarakan\noleh Pemerintah, Konfederasi SP, atau lembaga lain di dalam maupun di luar\nnegeri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Dispensasi untuk meninggalkan pekerjaan dimaksud dalam ayat (1) diberikan\noleh PSC\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Pengurus intern, diberikan kepada pengurus inti sebanyak-banyaknya 2 (dua)\nhari kerja dalam 1 (satu) bulan, dilaksanakan di ruang Kantor yang telah\ndisediakan oleh PSC;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Urusan ekstern, diberikan kepada pengurus inti atau anggota\nsebanyak-banyaknya 12 (dua belas) hari kerja per tahun untuk setiap SP dan\nberlaku untuk tahun berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Apabila dispensasi yang dimaksud melebihi jam kerja biasa, pihak PSC\ntidak wajib menanggung suatu pembayaran lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)PSC menyediakan ruangan kantor di dalam lingkungan PSC bagi keperluan\nSP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)SP dapat mempergunakan papan-papan pengumuman yang diatur sesuai dengan\nKeputusan Direksi PKSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)SP dapat mempergunakan fasilitas ruangan rapat yang ada di PKSC sesuai\ndengan ketentuan yang berlaku di PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11: luran Anggota SP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pungutan iuran anggota SP dilaksanakan melalui PSC berpedoman kepada\nperaturan perundang-undangan yang berlaku dan AD\u002FART Serikat Pekenja yang\nbesarnya ditentukan oleh SP yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Uang iuran diserahkan kepada SP melalui Bank di mana SP telah membuka\nrekening banknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 12: Penerimaan Dan Pengangkatan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Tata Cara serta syarat-syarat penerimaan dan pengangkatan Karyawan\nmerupakan hak dan wewenang PKSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)PKSC menerima dan mengangkat Karyawan berdasarkan kebutuhan PKSC sesuai\ndengan kebijakan PKSC dengan memperhatikan semua ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Karyawan sejak pengangkatan dan selama bekerja di PKSC bersedia untuk\nditempatkan di mana saja di lingkungan PKSC sesuai dengan profesi dan\u002Fatau\nkebijakan PSC, demi tercapainya tujuan kegiatan operasional pelayanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13: Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>(1)Masa percobaan dimaksud sebagai masa penilaian bagi calon Karyawan,\nkhususnya dalam rangka menilai kesehatan, kepribadian dan kemampuan intelektual\nserta ketrampilannya sehubungan dengan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>(2)Masa percobaan yang dimaksud pada ayat (1) berjangka waktu 3 (tiga)\nbulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14: Perpindahan Tempat Kerja Dan \u002F Atau Pengalihan Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Demi kelancaran dan kelangsungan penyelenggaraan pelayanan di lingkungan\nPKSC dan sebagai, salah satu upaya untuk memperluas pengalaman dan\nmengembangkan Karyawan, maka kepada setiap Karyawan di lingkungan PKSC dapat\ndilakukan perpindahan tempat kerja dan\u002F atau pengalihan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Perpindahan tempat Kerja dan \u002Fatau pengalihan Karyawan dimaksud pada ayat\n(1) dapat (satu) unit Kerja atau antar satuan Kerja di lingkungan PKSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Perpindahan Karyawan di lingkungan PKSC dapat dilaksanakan bila sudah\ndibicarakan pimpinan satuan Kerja dan Karyawan yang bersangkutan serta dengan\nmempertimbangkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Kebutuhan Satuan Kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Latar Belakang Pendidikan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Penilaian Kinerja (kemampuan dan kapabilitas) Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Setiap Karyawan di Lingkungan PKSC wajib mematuhi dan melaksanakan\nPerpindahan tempat kerja dan \u002F atau pengalihan pekerjaan yang ditetapkan olen\nPSC sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15: Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Masa kerja Karyawan PKSC ada 3 (tiga ) macam:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Masa Kerja Karyawan yang terus menerus yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lamanya Karyawan bekerja berkarya di PKSC, terhitung sejak dimulainya\nperjanjian Kerja yang berlanjut dengan pengangkatan menjadi karyawan secarag\nterus menerus sampai berakhirnya hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Masa Kerja Karyawan Terputus-putus, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lamanya karyawan bekerja di PKSC, yang terputus-putus karena berhenti\nbekerja di PKSC sampai berakhirnya hubungan Kerja sesuai Perjanjian Kerja\nBersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Masa pengalaman kerja Karyawan di luar PKSC yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lamanya Karyawan bekerja di luar PKSC sesuai dengan jenis pekerjaan yang\ndiperlukan di PKSC diperhitungkan setengahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PasaI 16: Kenaikan Jenjang Fungsi Dan \u002F Atau Kenaikan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Kenaikan jenjang fungsi diberikan atas dasar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Dipenuhinya syarat-syarat untuk memiliki jenjang fungsi dari masing-masing\nprofesinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Penilaian Kinerja yang dilakukan oleh atasan langsung dengan melibatkan\nKaryawan yang bersangkutan dan teman sekerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Kenaikan jabatan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Kenaikan jabatan diberikan berdasarkan fondasi yang ada dan sesuai dengan\nkemampuan kerja, prestasi, bakat kepemimpinan, loyalitas aserta kondite dari\nKaryawan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Untuk mempersiapkan Karyawan menduduki Suatu jabatan yang lebih tinggi,\nKaryawan yang bersangkutan diangkat sebagai Pejabat Kepala paling lama 1 (satu)\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Apabila ternyata Karyawan yang bersangkutan dinilai PKSC tidak mampu\nmemegang suatu jabatan tersebut, maka Kenaikan jabatan dimaksud dapat\ndibatalkan, sebelum masa 1 (satu) tahun tersebut berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Berlakunya masa suatu jabatan ditetapkan tersendiri oleh PKSC dalam suatu\nSurat Keputusan Pengangkatan tanpa mengurangi wewenang PKSC untuk setiap waktu\nmembebastugaskan Karyawan tersebut dari jabatannya itu apabila dianggap perlu\ndemi kepentingan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 17: Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pelaksanaan waktu kerja di PKSC diatur dengan memperhatikan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cp>(1) Hari kerja diatur 6 (enam) hari dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>(2) Jam kerja diatur 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu\ntidak termasuk istirahat makan sesuai dengan fungsi pelayanan yang bersifat 24\n(dua puluh empat) jam terus-menerus, maka PSC mewajibkan setiap Karyawan\nmelaksanakan gilir kerja yang terdiri:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a) Gilir Kerja Pagi: Pukul 07.00 - 14,30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) GilirKerja Sore: Pukul 14.30 - 21.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) GilirKerja Malam Pukul 20.30 - 07.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Gilir Kerja lain yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap satuan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18: Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Sesuai dengan fungsi pelayanan di PKSC yang bersifat 24 (dua puluh\nempat) jam terus menerus, maka apabila diperlukan oleh PSC, lembur dilakukan\natas kesediaan Karyawan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Lembur merupakan pekerjaan yang dilakukan atas penugasan pimpinan dan\ndilakukan di luar waktu dinas;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Kerja lembur adalah pekerjaan yang dilakukan lebih dari 7 (tujuh) jam\nsehari atau lebih dari 40 (empat puluh) jam dalam seminggu dan dibayar sesuai\ndengan ketentuan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cp>(4)Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 14 (empat belas)\njam dalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(5) Balas jasa lembur baru diperhitungkan setelah kerja minimal 1 (satu)\njam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6) Balas jasa lembur tidak diberikan kepada Karyawan yang mempunyai jabatan\nsetingkat kepala satuan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PEMBEBASAN DARI TUGAS KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 19: Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>(1)Pada hari yang ditetapkan sebagai hari libur, Karyawan dibebaskan dari\nkewajiban bekerja dengan tidak mengurangi haknya sebagai Karyawan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>(2)Hari-hari yang ditetapkan sebagai hari libur adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Libur mingguan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Hari yang ditetapkan Pemerintah sebagai hari Libur Nasional, kecuali bagi\npetugas gilir kerja, hari libur diganti hari lain.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20: Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Cuti Tahunan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cp>a)Karyawan berhak atas cuti tahunan dan mendapat balas jasa yang dihitung\nberdasarkan tahun takwim;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Karyawan berhak atas cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari Kerja dalam\n1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(2) Cuti Hamil:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>Cuti hamil diberikan selama 3 (tiga) bulan kalender dengan tidak mengurangi\nhaknya sebagai Karyawan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(3)Cuti Keguguran:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>Cuti yang diberikan kepada Karyawan wanita yang mengalami keguguran yang\ndinyatakan oleh dokter yang ditunjuk PKSC dengan tidak mengurangi haknya\nsebagai Karyawan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(4) Cuti panjang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cuti panjang pertama diberikan kepada Karyawan yang telah memiliki masa\nKerja terus menerus selama 6 (enam) tahun, 10 (sepuluh) tahun dan selanjutnya\nsetiap periode 5 (lima) tahun sekali diberikan cuti selama 1 (satu) bulan\nkalender dengan tidak mengurangi haknya sebagai Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>(5) Cuti karena sakit:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cuti karena sakit diberikan kepada Karyawan yang menderita sakit dan \u002F atau\nmemerlukan istirahat karena sakitnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cuti karena sakit baru sah jika disertai surat keterangan sakit dari dokter\nyang ditunjuk oleh PKSC.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Lamanya cuti sakit sesuai dengan yang tercantum pada surat keterangan dokter\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila Karyawan yang sedang menjalani cuti panjang, cuti tahunan, cuti\nhamil, dan cuti keguguran mengalami sakit dan memerlukan rawat inap maka cuti\nyang sedang dijalankan menjadi batal adanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6) Cuti Haid:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Cuti karena haid diberikan kepada Karyawan wanita yang merasakan sakit pada\nwaktu haid hari pertama dan kedua, yang dibuktikan dengan surat keterangan\ndokter yang ditunjuk oleh PKSC.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cp>(7) Cuti Khusus:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan tetap dibenarkan mengambil cuti dengan mendapat gaji untuk\nkeperluan:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a)Karyawan yang bersangkutan menikah pertama kali, diberikan cuti 3 (tiga)\nhari Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Karyawan menikahkan anaknya diberikan cuti 2 (dua) hari kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Karyawan mengkhitankan anaknya diberikan cuti 2 (dua) hari kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Karyawan membaptiskan anaknya diberikan cuti 2 (dua) hari kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>e)Persalinan\u002Fkeguguran istri sah Karyawan diberikan 2 (dua) hari Kerja:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cp>f)Potong gigi karyawan yang bersangkutan, suami\u002Fisteri, anak kandung (bagi\nyang beragama Hindu) diberikan cuti 2 (dua) hari kerja;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g)Suami\u002Flstri, anak kandung, anak angkat sah karyawan yang bersangkutan\nmeninggal dunia diberikan cuti 7 (tujuh) hari termasuk waktu perjalanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h)Orang tua, mertua, menantu, saudara seayah \u002F seibu, kakek \u002F nenek kandung\nKaryawan yang bersangkutan meninggal dunia diberikan 2 (tiga) hari kerja\nditambah waktu perjalanan untuk di luar Jabodetabek maksimal 3 (tiga) hari;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i)Anggota keluarga dalam 1 (satu) rumah Karyawan yang bersangkutan meninggal\ndunia, diberikan cuti 1 (satu) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8) Cuti di luar tanggungan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9) Cuti diberikan kepada Karyawan yang pelaksanaannya berdasarkan\npersetujuan Kepala Satuan Kepala dan kebijakan Direksi PKSC dengan\nmempertimbangkan kebutuhan pelayanan dan kepentingan Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: BALAS JASA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 21: Unsur Balas Jasa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Karyawan mendapat balas jasa sebagaimana diatur dalam peraturan balas\njasa sesuai dengan UU Ketenagakerjaan dan UU Perpajakan serta peraturan\npelaksanaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Unsur-unsur balas jasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Gaji Pokok St. Carolus;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Balas Jasa Lembur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)lnsentif Hari Libur Nasional;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)lnsentif Dinas Malam;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e)Tunjangan terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.1 Tunjangan Ketrampilan \u002F Tunjangan Fungsional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.2. TunjanganTransport;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.3. Tunjangan Perumahan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.4. Tunjangan Jabatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.5. Tunjangan Hari Raya Keagamaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.6. Tunjangan Khusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f)Kesejahteraan terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.1. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.3. Jaminan Sosial Tenaga Kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.4. Jaminan Makan Selama Kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.5 Jaminan Pensiun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.6. Pakaian Kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.7. Sumbangan Perkawinan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.8. Subsidi Biaya Pembelian Kaca Mata;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.9. Subsidi Biaya Rekreasi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.10. Sumbangan Purnabakti;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.11. Penghargaan Pengabdian;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.12. Sumbangan Untuk Kematian Karyawan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.13. Sumbangan Untuk Kematian Anggota Keluarga Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Khusus umum dokter ahli yang berstatus Karyawan, balas, jasa, dan\nunsur-unsurnya ditetapkan tersendiri dalam Surat Keputusan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22: Gaji Pokok St. Carolus 1\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>(1) Gaji Pokok St. Carolus adalah balas jasa yang diberikan kepada Karyawan\nsesuai dengan struktur gaji yang disusun sesuai peraturan ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(2) Struktur gaji merupakan jenjang imbalan yang ditentukan berdasarkan\nlatar belakang pendidikan formal dan masa kerja yang diakui oleh PSC serta\nditetapkan berdasarkan ketentuan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23: Insentif Hari Libur Nasional\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Insentif Hari Libur Nasional merupakan penghargaan yang diberikan kepada\nkaryawan yang bekerja pada Hari Libur Nasional yang besarnya berdasarkan\nketentuan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24: Insentif Dinas Malam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>Insentif Dinas Malam merupakan penghargaan yang diberikan kepada karyawan\nyang bekerja pada malam hari yang besarnya berdasarkan ketentuan PSC.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25: Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Tunjangan Keterampilan\u002FTunjangan Fungsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Keterampilan\u002FTunjangan Fungsional merupakan tunjangan yang\ndiberikan sesuai dengan kemampuan\u002Fketrampilan dari masing-masing profesi, yang\nbesarnya diatur tersendiri dengan kemampuan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Tunjangan Transport.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>Tunjangan Transport merupakan tunjangan yang diberikan kepada Karyawan\nsebagai tunjangan tetap yang besarnya diatur berdasarkan kemampuan PSC.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(3) Tunjangan Perumahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan perumahan merupakan subsidi yang diberikan kepada Karyawan yang\nbesarnya diatur berdasarkan kemampuan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Tunjangan Jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Tunjangan jabatan adalah penghargaan yang diberikan kepada Karyawan yang\nmemangku suatu jabatan struktural;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Tunjangan jabatan melekat pada fungsinya maka jika pemangku jabatan tidak\nmelaksanakan tugasnya selama 1 (satu) bulan atau lebih, tidak diberikan\ntunjangan jabatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Besarnya tunjangan jabatan diatur dengan ketentuan PSC;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>(5) Tunjangan Hari Raya Keagamaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Tunjangan yang diberikan PSC kepada Karyawan dalam rangka menyambut Hari\nRaya Keagamaan, diberikan 1 (satu) kali dalam setahun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>b)Besarnya Tunjangan Hari Raya Keagamaan, sesuai dengan perundang-undangan\nTenaga Kerja yang berlaku, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1 Karyawan yang telah mempunyai masakerja 12 (dua belas) bulan secara\nterus-menerus atau lebih diberikan sebesar 1 (satu) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.2 Karyawan yang telah mempunyai masa Kerja 3 (tiga) bulan secara terus\nmenerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan diberikan secara proporsional\ndengan masa kerjanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Pemberian tunjangan Hari Raya Keagamaan wajib dibayarkan kepada Karyawan\noleh PSC lambatnya 10 (sepuluh) hari sebelum Hari Raya Keagamaannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Karyawan yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak 30 (tiga puluh) hari\nsebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaannya berhak atas tunjangan Hari Raya\nKeagamaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6) Tunjangan khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Khusus merupakan tunjangan yang diberikan kepada Karyawan Tetap\nyang sudah diangkat sama dengan atau lebih dari 1 (satu) tahun pada bulan\nDesember tahun sebelumnya yang diberikan pada bulan Mei tahun berjalan, sesuai\nkemampuan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26: Kenaikan Gaji\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>Kenaikan gaji Karyawan secara reguler diberikan setiap tahun berdasarkan\nketentuan PSC.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27: Pajak Penghasilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penghasilan Karyawan dikenakan pajak penghasilan untuk negara yang\npelaksanaan pemungutannya dilakukan oleh PSC sesuai ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28: Perawatan Dan Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (selanjutnya disebut JPK):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) PSC memberikan JPK bagi Karyawan dan keluarga yang menjadi tanggungannya\nsecara komprehensif, yang meliputi pelayanan kesehatan preventif, promotif,\nkuratif dan rehabilitatif, yang diberikan melalui rawat jalan dan\u002Fatau rawat\ninap sesuai ketentuan PSC.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Tanggungan Karyawan yang berhak memperoleh JPK:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Bagi Karyawan Pria adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.1 lstri sah sebagaimana diatur dalam Bab II Perjanjian Kerja Bersama\nini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.2 Anak sah termasuk anak angkat sah sampai ulang tahun ke-21 (duapuluh\nsatu) atau belum mempunyaipenghasilan sendiri dan ada di bawah perwalian\nKaryawan tersebut atau belum pernah melangsungkan perkawinan, terbatas pada 3\n(tiga) orang anak saja dan tidak dapat digantikan (tanpa hak subtitusi).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Bagi Karyawan Wanita adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anak sah termasuk anak angkat sah terbatas 3 (tiga) orang anak dan tidak\ndapat digantikan (tanpa hak subtitusi) dengan ketentuan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1 Rawat jalan diberikan sampai ulang tahun ke-12 (dua belas)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.2Rawatinap diberikan sampai ulang tahun ke-21 (duapuluh satu) atau belum\npernah melangsungkan perkawinan atau belum mempunyai penghasilan sendiri dan\nada di bawah perwalian karyawan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Bagi Karyawan wanita Janda adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anak sah termasuk anak angkat sah sampai ulang tahun ke-21 (duapuluh satu)\natau belum mempunyai penghasilan sendiri dan ada di bawah perwalian Karyawan\ntersebut atau belum pernah melangsungkan perkawinan terbatas pada 3 (tiga)\norang anak saja, dan tidak dapat digantikan (tanpa hak subtitusi).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Pelaksanaan JPK diatur dalam petunjuk pelaksanaan yang disusun bersama\ndengan SP dan wajib disosialisasikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29: Kesejahteraan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>(1) Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jaminan Sosial Tenaga Kerja diberikan kepada Karyawan sesuai dengan\nketentuan Perundang-undangan yang berlaku, berupa:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>a) Jaminan Kecelakaan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi \u002F timbul karena berhubungan\ndengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan Kerja,\ndemikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah\nmenuju tempat Kerja,dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar\ndilalui;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b) Jaminan Hari Tua;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Jaminan Kematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>(2) Jaminan Makan Selama Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Untuk menjamin kesehatan selama menjalankan kerja, Karyawan diberikan\njaminan makan oleh PSC;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Pelaksanaan makan disediakan oleh PSC di ruang makan Karyawan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Pengadaan makanan dilaksanakan oleh Tim Kriteria dengan melibatkan SP dan\nTim Pemasok yang dibentuk oleh PSC tanpa melibatkan SP.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>(3) Jaminan Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Sasuai ketentuan perundang-undangan dana pensiun yang berlaku, Karyawan\ntidak diwajlbkan menjadi peserta Dana Pensiun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Jaminan Pensiun diberikan kepada Karyawan peserta Dana Pensiun sesuai\nketentuan perundang-undangan Dana Pensiun yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Pakaian Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Pakaian Kerja diberikan kepada Karyawan setiap tahun sebanyak 2 (dua)\npasang;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Jenis dan model pakaian disesuaikan dengan bidang kerjanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Penyediaan pakaian Kerja diatur dengan anggaran yang telah ditentukan oleh\nPSC;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Pengadaan pakaian Kerja dilaksanakan oleh Panitia Pakaian Kerja yang\ndibentuk oleh PSC dengan melibatkan SP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Sumbangan Perkawinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sumbangan perkawinan diberikan kepada karyawan yang melangsungkan perkawinan\nsah yang pertama sesuai ketentuan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6) Subsidi Biaya Pembelian Kaca Mata\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSC memberikan subsidi biaya pembelian kaca mata untuk Karyawan berdasarkan\nresep dokter ahli mata yang ditunjuk PSC yang besamya sesuai dengan ketentuan\nPSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7) Subsidi Biaya Rekreasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSC memberikan subsidi biaya rekreasi bagi Karyawan yang besarnya sesuai\ndengan ketentuan PSC. Pelaksanaan rekreasi dikelola oleh SP bekerja sama dengan\nPSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8) Sumbangan Purnabakti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sumbangan Purnabakti diberikan kepada Karyawan yang mencapai usia genap 56\n(limapuluh enam) tahun, khusus untuk tenaga medik mencapai usia 60 (enam puluh)\ntahun sesuai dengan ketentuan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9) Penghargaan Pengabdian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengenghargaan pengabdian kepada Karyawan yang telah berkarya secara\nterus-menerus selama 6 (enam) tahun, 10 (sepuluh) tahun, dan selanjutnya\ndiberikan setiap periode 5 (lima) tahun dengan diberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Piagam Penghargaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Medan Penghargaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Uang Penghargaan Pengabdian yang diberikan melalui gaji bulanan pada bulan\nlahirnya cuti panjang besarnya diatur dengan ketentuan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>(10) Sumbangan Untuk Kematian Anggota Keluarga Karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sumbangan untuk kematian anggota keluarga Karyawan (suami\u002Fistri, anak, orang\ntua dan mertua) diberikan kepada setiap Karyawan yang mengalaminya sesuai\ndenganketentuan PSC.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 30: Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>Keselamatan dan Kesehatan Kerja diberikan kepada Karyawan sesuai dengan\nketentuan undang-undang Nomor 1 Tahun 1970, mencakup:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Uji Kesehatan Berkala;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Uji Kesehatan bagi Karyawan sebelum ditempatkan di satuan Kerja\ntertentu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Uji Kesehatan Khusus bagi Karyawan yang menghadapi resiko sebagai akibat\njenis pekerjaan tertentu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31: Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>PSC menyediakan perlengkapan kerja dalam bentuk pakaian kerja dan peralatan\nkerja yang dibutuhkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: PEMBINAAN, PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 32: Pembinaan Sumber Daya Manusia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Pembinaan adalah usaha untuk memperbaiki kinerja seorang Karyawan\nberkaitan dengan kesalahan\u002Fpelanggaran yang telah dilakukan Karyawan yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pembinaan diberikan oleh PSC kepada Karyawan yang mendapat Teguran\ndan\u002Fatau Peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pembinaan diberikan oleh PSC bersama SP bagi karyawan yang menjadi\nanggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33: Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>(1)Pelatihan dan Pengembangan adalah usaha untuk meningkatkan kualitas\nSumber Daya Manusia PSC yang dilakukan secara bertahap dan teratur sesuai\nkebutuhan dan kemampuan PSC.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>(2)Setiap Karyawan mendapat kesempatan yang sama di dalam pengembangan\npengetahuan, ketrampilan dan kesejahteraan rohani sesuai dengan nilai-nilai\nVisi dan Misi di lingkungan PSC untuk bekerja keras, belajar dan mengembangkan\ndiri di bidang karya masing-masing.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(3)Karyawan Tugas Belajar adalah karyawan yang mendapat kesempatan mengikuti\npendidikan formal \u002F non formal yang seluruhnya atau sebagian dibiayai oleh PSC\nsesuai dengan perjanjian tertulis dengan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan formal,\nwajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Kebutuhan institusi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Prestasi Kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Masa Kerja minimal 5 (lima) tahun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Usia dengan memperhatikan kecukupan waktu pasca pendidikan untuk\nmengabdikan keahliannya bagi kepentingan institusi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: TATA TERTIB DAN DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 34: Etika Dan Moral\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Karyawan wajlb menjaga dan menjunjung tinggi nama baik PSC baik di dalam\nmaupun di luar PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Karyawan wajib menjaga dan memegang teguh rahasia PSC yang\ndiketahuinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Karyawan wajib menjalankan, mematuhi dan menjunjung tinggi kode etik\nprofesi sesuai dengan profesi masing-masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Karyawan wajib melaksanakan tugas pekerjaannya dengan penuh rasa tanggung\njawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Karyawan wajlb menjaga serta memelihara dengan baik semua milik PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Karyawan wajlb memelihara hubungan kerja yang harmonis, serasi, saling\nmendukung, tenggang rasa, saling menghormati dan menghargai atasan, bawahan dan\nteman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Karyawan dilarang memberi keterangan palsu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8)Karyawan dilarang menyalahgunakan wewenang yang dimilikinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9)Karyawan yang oleh karena tugas dan jabatannya dilarang meminta atau\nmenerima hadiah dari siapapun sebagai imbalan jasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(10)Karyawan dilarang mempengaruhi pimpinan \u002Fbawahan, atau teman sekerja\nuntuk berbuat sesuatu yang melanggar hukum dan\u002Fatau tata susila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(11)Karyawan dilarang menghina atau mengancam pelanggan, pimpinan \u002F bawahan\natau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35: Penampilan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Pakaian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Bagi Karyawan yang mendapatkan pakaian kerja dari PSC, pada waktu Kerja\ndiwajibkan memakai pakaian Kerja lengkap dan rapi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Bagi Karyawan yang tidak mendapat pakaian kerja, diwajibkan memakai\npakaian yang telah ditentukan oleh PSC;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Pada waktu Kerja lengan baju pakaian kerja Karyawan tidak diperbolehkan\ndigulung;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Bagi karyawan wanita, panjang rok pakaian kerja minimal setinggi lutut,\nmaksimal 10 (sepuluh) centimeter di bawah lutut dan tidak ketat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Rambut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Bagi Karyawan Pria panjang rambut tidak boleh melebihi leher baju dan\nharus disisir rapi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Bagi Karyawan Pria yang memiliki kumis, jambang dan jenggot harus pendek\ndan terawat rapi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Bagi Karyawan Wanita rambut harus disisir rapi dan bagi yang berambut\npanjang tidak diurai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Alas Kaki\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Pada waktu kerja, Karyawan wajib memakai sepatu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Pada waktu kerja, Karyawan tidak diperbolehkan memakai sandal, kecuali\nuntuk tempat kerja tertentu yang telah ditetapkan oleh PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Kartu Karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada waktu kerja, Karyawan diwajibkan memakai kartu Karyawan di dada sebelah\nKiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Lencana PKSC\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Perawat Wanita diwajibkan memakai lencana PKSC yang ditempatkan pada Kap\nsebelah kiri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Perawat pria diwajibkan memakai lencana PKSC yang ditempatkan di dada\nsebelah kiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Perhiasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menjaga Keselamatan dan kelancaran kerja, pada waktu kerja Karyawan\ntidak diperbolehkan memakai perhiasan yang berlebihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Sikap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam bertugas, Karyawan wajib menjaga sikap tubuh yang baik, bersikap\ntanggap, ramah dan selalu siap melayani.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36: Pendataan \u002F Registrasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Demi tertibnya administrasi dan keiengkapan data Karyawan maka seluruh\nKaryawan wajib melaporkan secara tertulis segala perubahan yang menyangkut data\npribadinya ke Sumber Daya Manusia sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Perubahan status Karyawan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Perubahan alamat Karyawan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Perubahan data keluarga karyawan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Perubahan data pendidikan dan Training.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37: Pelaksanaan Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Karyawan wajib mentaati waktu dan jadwal kerja yang telah ditentukan oleh\nPSC untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Karyawan yang tidak masuk kerja wajib memberitahukan\u002Fminta ijin secara\ntertulis sebelum pelaksanaan ketidakhadirannya kepada atasan-yang-bemenang\nkecuali halangan di luar rencana (misalnya sakit, terkena musibah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Karyawan wajib mencatatkan kehadiran dan kepulangannya pada alat pencatat\nkehadiran yang telah disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Karyawan yang terpaksa meninggalkan tempat dinas pada waktu jam kerja,\nwajib memberitahukan atau minta ijin kepada atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38: Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Karyawan wajib mentaati peraturan Keselamatan kerja di lingkungan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Sebelum dan sesudah bekerja Karyawan wajib melakukan\npengecekan\u002Fpenelitian terhadap lingkungan\u002Ftempa tkerja untuk memastikan bahwa\nkondisinya benar-benar aman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Demi terciptanya keselamatan kerja, lingkungan kerja yang aman dan\nnyaman, maka Karyawan dilarang melakukan hal-hal seperti tersebut dibawah\nini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Menempatkan alat\u002Fbarang tidak pada tempatnya sehingga dapat membahayakan\ndirinya atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Menghidupkan\u002Fmenjalankan\u002Fmenggerakkan\u002Fmengoperasikan alat-alat,\nmesin-mesin, kendaraan yang bukan menjadi tugas dan tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Karyawan yang mengetahui karyawan lain mendapatkan kecelakaan, wajib\nmemberi pertolongan secepat mungkin dalam batas kemampuan yang dimiliki dan\nmelaporkan kepada kepala satuan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39: Kesehatan dan Kebersihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Karyawan wajib mentaati peraturan kesehatan dan kebersihan di lingkungan\nPSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Demi terciptanya kesehatan dan kebersihan, karyawan diwajibkan untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Membuang sampah dan kotoran di tempat yang telah disediakan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Mengambil sampah dan kotoran yang terbuang tidak pada tempatnya untuk\ndibuang ke tempat yang semestinya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Segera melaporkan kepada atasan atau yang berwenang bila menjumpai hal-hal\nyang tidak semestinya yang berkaitan dengan masalah kesehatan dan\nkebersihan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Tidak membawa masuk, menggunakan dan memperjualbelikan barang-barang\nterlarang seperti minuman keras, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif\nlainnya ke dalam lingkungan PSC di luar kepentingan pengobatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Karyawan dilarang merokok di lingkungan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40: Keamanan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Karyawan wajib mentaati peraturan keamanan di lingkungan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Karyawan yang mengetahui adanya keadaan\u002Fkejadian atau benda yang dapat\nmenimbulkan bahaya kebakaran, pencurian, gangguan terhadap Keselamatan dan\nketentraman di lingkungan PSC wajib segera memberitahu Kepada Satuan Pengamanan\natau atasannya langsung atau yang berwenang dengan segera.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Karyawan dilarang melakukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan atau\nmembahayakan diri sendiri, teman sekerja, atasan \u002F bawahan, pelanggan, pasien \u002F\nkeluarga pasien.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Karyawan yang mengetahui adanya kebakaran wajib memadamkan api sesuai\ndengan prosedur tetap yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Untuk mencegah terjadinya kebakaran atau Iedakan, maka karyawan\ndilarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Menyalakan api di tempat yang tidak semestinya, dekat dengan bensin \u002F\nsolar \u002F gas dan barang-barang lain yang mudah terbakar;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Mendekatkan barang yang mudah terbakar, bensin \u002F gas \u002F solar pada sumber\napi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Merusak \u002F mengubah atau menghilangkan alat pengamanan yang potensial\nmenimbulkan kebakaran \u002Fledakan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Membawa masuk ke dalam lingkungan PSC barang-barang yang bukan menjadi\ntanggung jawabnya atau tidak ada hubungan dengan pekerjaannya seperti bahan\npeledak, bahan bakar, senjata api dan sejenisnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e)Memindahkan tempat atau mempergunakan secara ceroboh alat-alat,\nbarang-barang milik PSC sehingga menimbulkan kerusakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Untuk mencegah terjadinya pencurian dan kerusakan, maka karyawan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Wajib menjaga barang-barang \u002F alat-alat yang menjadi tanggung jawabnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Tidak diperkenankan memasuki lokasi tertentu tanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Untuk mencegah terjadinya pertengkaran dan perkelahian atau hal lainnya\nyang tidak diharapkan maka karyawan dilarang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Melakukan hasutan \u002Ffitnah terhadap sesama karyawan, pimpinan dan\nbawahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Menyebarkan desas desus atau kabar bohong dalam bentuk dan cara apapun\nyang meresahkan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Mempengaruhi \u002F memaksa \u002F mengancam karyawan lain untuk mengikuti sikap\nkemauannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Berlaku tidak bersahabat, tidak ramah dan bertutur kata kasar terhadap\nsesama karyawan lain untuk mengikuti sikap kemauannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41: Sikap Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Atasan wajib memperlakukan bawahannya dengan hormat, sopan, jujur, adil\ndan wajar sesuai dengan tugas yang telah ditentukan oleh PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Atasan wajib memberikan petunjuk baik lisan maupun tulisan kepada\nbawahannya tentang pekerjaannya yang harus dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Atasan wajib memberikan bimbingan dan dorongan kepada bawahannya untuk\nmeningkatkan keterampilan, pengetahuan dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Atasan wajib memberikan teguran kepada bawahannya yang melakukan\npelanggaran terhadap peraturan dan memberikan pujian kepada bawahannya yang\ntelah melakukan hal-hal yang berprestasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Atasan wajib melakukan penilaian terhadap bawahannya secara jujur dan\nobyektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Atasan wajib menjawab setiap pertanyaan bawahannya sesuai dengan batas\nkewenanganyang dimilikinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Atasan wajib memberikan pembinaan kepada bawahannya untuk memperbaiki\nperilaku dan\u002Fatau prestasi kerja bawahannya tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42: Sikap Bawahan Terhadap Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Bawahan wajib melaksanakan dengan sebaik-baiknya penugasan dan petunjuk\natasannya, selama penugasan tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan yang\nberlaku di PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Bawahan wajib bersikap sopan, jujur dan menghormati atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Bawahan berhak secara aktif mengajukan usul\u002Fsaran kepada atasannya dan\nberhak melakukan penilaian terhadap pimpinannya demi kelancaran serta\npeningkatan tugas pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: SANKSI TERHADAP PELANGGARAN TATA TERTIB DAN DISIPLIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 43: Pengertian Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja, PSC dan SP menyadari\nperlunya dilakukan penegakan tata tertib serta disiplin kerja. Oleh karena itu,\nsetiap karyawan yang melakukan pelanggaran atas tata tertib dan disiplin kena\ndapat dikenakan sanksi dengan tembusan kepada SP bagi yang menjadi anggota SP\nterkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Maksud pemberian sanksi kepada karyawan yang melakukan pelanggaran yaitu\nsebagai usaha korektif yang dilanjutkan dengan pembinaan dan pengarahan untuk\nmemperbaiki perilaku dan\u002Fatau kinerja karyawan tersebut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Pembinaan terutama dilakukan oleh atasan langsung;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Pembinaan juga dilakukan oleh SP kepada anggotanya yang mendapat teguran\ndan\u002Fatau peringatan dari PSC;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Lamanya pembinaan sesuai dengan masa berlaku Teguran dan\u002Fatau\nPeringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Sanksi merupakan tindakan pembinaan dari PSC terhadap setiap karyawan\nyang melakukan pelanggaran dan\u002Fatau tidak mentaati ketentuan tata tertib dan\ndisiplin kerja sebagaimana telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44: Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Sanksi terhadap pelanggaran tata tertib dan disiplin kerja yang diberikan\nkepada karyawan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Teguran terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.1. Teguran Lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.2. Teguran Tertulis;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Peringatan terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1. Surat Peringatan I;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.2. Surat Peringatan II;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3. Surat Peringatan III;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Pemotongan Tunjangan Khusus;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Dipindahkan ke satuan kerja lain;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e)Penundaan kenaikan gaji berkala;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f)Penundaan kenaikan jenjang fungsi dan\u002Fatau golongan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g)Pemberhentian dari jabatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h)Pengalihan pekerjaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i)Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Setiap tindakan sanksi terhadap pelanggaran Tata Tertib dan Disiplin\nkerja sesuai dengan bobot pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Di samping sanksi seperti tersebut pada ayat (1) pasal ini, PSC berhak\nmenuntut ganti rugi yang timbul akibat pelanggaran yang dilakukan oleh\nkaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45: Teguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Teguran dapat berupa Teguran Lisan atau Teguran Tertulis yang dikeluarkan\noleh atasan langsung, dan diberikan kepada karyawan yang melakukan\npelanggaran\u002Fkesalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Terhadap karyawan yang mendapat Teguran Tertulis dikenakan sanksi\ntambahan berupa pemotongan Tunjangan Khusus menurut ketentuan yang berlaku di\nPSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46: Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Surat Peringatan adalah peringatan yang diberikan secara tertulis dengan\nbobot lebih berat dari teguran tertulis, dikeluarkan oleh Direktur terkait atas\nnama Direksi PKSC, diberikan kepada Karyawan yang melakukan\npelanggaran\u002Fkesalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Proses pemberian Surat Peringatan, didahului dengan Teguran Tertulis\ndari Kepala satuan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Dalam memberikan Surat Peringatan kepada Karyawan, PSC akan\nmempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Macam dan berat ringannya kesalahan\u002Fpelanggaran;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Frekuensi kesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan oleh karyawan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Ada tidaknya unsur kesengajaan\u002Fkealpaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Urutan Surat Peringatan dapat diberikan menurut tahapannya, tetapi dapat\njuga diberikan secara langsung sebagai peringatan pertama dan terakhir, atau\nkedua dan terakhir, dengan didasarkan pada tingkatan atau bobot besar dan\nkecilnya pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Masing-masing Surat Peringatan berlaku selama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47: Pelanggaran\u002FKesalahan Yang Dapat Diberikan Surat Peringatan I\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Mendapat Teguran Tertulis lebih dari 3 (tiga) kali dalam kurun waktu 6\n(enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Tidak masuk kerja tanpa ijin yang sah\u002Fmangkir selama 1 (satu) hari tanpa\npemberitahuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Selama jam kerja meninggalkan tempat kerja dan\u002Fatau pulang lebih awal\ntanpa ijin atasannya, sebanyak 3 (tiga) kali atau lebih dalam 6 (enam)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Kedapatan tidur di dalam waktu kerja di lingkungan PKSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Ikut terlibat di dalam pengungkapan data rahasia PSC yang bukan menjadi\nkewenangannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Menolak penugasan yang diberikan oleh atasannya untuk kepentingan PSC\ntanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Bersikap kasar terhadap atasan, teman sekerja, pasien dan\u002Fatau\npengunjung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48: Pelanggaran \u002F Kesalahan Yang dapat diberikan Surat Peringatan\nII\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Tidak masuk kerja selama 2 (dua) hari berturut-turut atau 3 (tiga) hari\ntidak berturut-turut dalam waktu 6 (enam) bulan tanpa pemberitahuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Melakukan tukar dinas dengan karyawan lain tanpa seijin atasan\u002FPenanggung\njawab yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Tidak menunjukkan kesungguhan bekerja yang tercermin dari penilaian\nkinerja di bawah standar meskipun sudah diberikan petunjuk kerja dan pembinaan\noleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Mencoret-coret dan\u002Fatau merobek pengumuman\u002Fpemberitahuan dari PSC yang\nsedang dipasang di papan pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Membuat keributan yang dapat mengganggu ketenangan dan kelancaran kerja,\nserta ketenangan pasien dan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Melakukan perkelahian di lingkungan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Tidak memakai pakaian kerja beserta atributnya selama jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8)Menggunakan fasilitas milik PSC dan\u002Fatau pasien untuk kepentingan pribadi\ntanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9)Karyawan yang menerima Surat Peringatan I yang masa berlakunya belum\nberakhir melakukan pelanggaran lain apapun jenisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49: Pelanggaran\u002FKesalahan Yang Dapat Diberikan Surat Peringatan\nlll\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Tidak masuk kerja selama 3 (tiga) hari berturut-turut atau 4 (empat) hari\ntidak berturut-turut dalam 6 (enam) bulan tanpa pemberitahuan kepada\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Tidak menjalankan prosedur kerja dengan benar dan\u002Fatau tidak berhati-hati\nmenjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga dapat membahayakan keselamatan\npasien, teman sekerja dan\u002Fatau orang lain dan\u002Fatau mengakibatkan kerugian bagi\nPSC, pasien, teman sekerja dan\u002Fatau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugas dan tanggung jawabnya tanpa\nsepengetahuan dan\u002Fatau seijin Kepala Satuan kerja ybs sehingga merugikan\nPSC\u002Fpihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Menghasut karyawan di lingkungan PSC sehingga menimbulkan keresahan di\nantara sesama karyawan dan mengakibatkan pekerjaan mereka menjadi terganggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Memasuki tempat kerja tertentu yang sudah diberi tanda peringatan\nkhusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Membawa senjata api dan\u002Fatau senjata tajam secara tidak sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Meminta dan\u002Fatau menerima uang dan\u002Fatau hadiah dalam bentuk apapun dari\npihak lain yang berkaitan dengan tugas\u002Fjabatannya untuk kepentingan\npribadi\u002Fkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8)Terbukti berselingkuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9)Melakukan pemogokan kerja tanpa melalui prosedur yang diatur menurut\nketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(10)Merusak fasilitas milik PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(11)Kedapatan merokok di lingkungan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(12)Karyawan yang menerima Surat Peringatan II yang masa berlakunya belum\nberakhir, melakukan pelanggaran lagi apapun jenisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50: Pelanggaran \u002F Kesalahan Yang Dapat Diberikan Sanksi Pemutusan\nHubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>Pelanggaran\u002Fkesalahan yang dilakukan oleh karyawan yang dapat dikenakan\nsanksi Hubungan Kerja yang pelaksanaannya didasarkan pada ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Penipuan, pencurian dan penggelapan barang\u002Fuang milik PSC atau milik\nteman sekerja atau milik pelanggan PSC (pasien\u002Fkeluarga\u002Fpengunjung).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Terbukti merugikan PSC secara finansial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Terbukti merujuk pasien keluar PSC dengan melanggar ketentuan tentang\nrujukan yang berlaku di PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan PSC\natau kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Mabuk akibat minum minuman keras, madat memakai obat bius, atau\nmenyalahgunakan obat-obatan perangsang lainnya yang dilarang oleh peraturan\nperundang-undangan dan\u002Fatau terdeteksi positif sebagai pengguna NAPZA melalui\npemeriksaan laboratorium.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Melakukan perbuatan asusila di lingkungan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Melakukan perjudian di lingkungan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8)Menyerang, mengintimidasi atau menipu PSC, pimpinan, bawahan dan\u002Fatau\nteman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9)Memperdagangkan barang terlarang baik dalam lingkungan PSC maupun di luar\nPSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(10)Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental, menghina pimpinan PSC\natau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(11)Membujuk pimpinan PSC atau teman sekerja untuk melakukan suatu perbuatan\nyang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan serta peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(12)Secara sengaja atau lalai sehingga merusak, merugikan atau membiarkan\ndalam keadaan bahaya terhadap fasilitas PSC, diri sendiri dan teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(13)Membongkar atau membocorkan rahasia PSC dan\u002Fatau mencemarkan nama baik,\nPSC dan\u002Fatau pimpinan PSC yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk pentingan\nnegara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(14)Melakukan malpraktek di lingkungan PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(15)Karyawan yang mendapat sanksi hukum berupa tahanan berdasarkan keputusan\npengadilan yang telah bersifat tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(16)Menyalahgunakan wewenang, kesempatan dan\u002Fatau sarana yang ada padanya\nkarena jabatan kedudukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(17)Terbukti menyadap pembicaraan melalui telepon atau alat perekam lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(18)Memanipulasi data dan\u002Fatau dokumen milik PSC untuk kepentingan\npribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(19)Karyawan yang menerima Surat Peringatan III yang masa berlakunya belum\nberakhir melakukan pelanggaran lagi apapun jenisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PENYELESAIAN PENGADUAN, KELUHAN DAN PERSELISIHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 51: Penyelesaian Pengaduan Dan Keluhan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penyelesaian Pengaduan Keluhan, diatur melalui tata cara sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Setiap keluhan\u002Fpengaduan karyawan terlebih dahulu dibicarakan dan\ndiselesaikan dengan atasan yang bersangkutan didasarkan prinsip musyawarah\nuntuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Bila penyelesaian belum mencapai hasil, maka dengan sepengetahuan atau\ntanpa sepengetahuan atasan tersebut, karyawan dapat meneruskan keluhan dan\npengaduannya ke Sumber Daya Manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Bila penyelesaian keluhan dan\u002Fatau masalah hubungan kerja menurut tata\ncara sebagaimana diatur pada ayat (1) dan (2) belum memuaskan, maka karyawan\nanggota SP dapat meneruskannya kepada SP untuk diselesaikan secara bipartit.\nBagi karyawan bukan anggota SP dapat menyelesaikan sendiri atau memberi kuasa\nkepada salah satu SP yang ada di PSC, untuk menyelesaikan secara Bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52: Penyelesaian Perselisihan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)PSC maupun SP berusaha agar perselisihan hubungan kerja yang timbul\nantara Karyawan dengan PSC, semaksimal mungkin dapat diselesaikan atau\ndiatasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Apabila penyelesaian tidak tercapai, kedua belah pihak akan menyelesaikan\ndengan jalan musyawarah untuk mufakat guna menghasikan kesepakatan bersama\nmelalui tata cara 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Bipartit (Pengurus SP dan PSC)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Tripartit (Pengurus SP, PSC dan Pihak Pemerintah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53: Lembaga Kerjasama Bipartit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)PSC mendukung terbentuknya Lembaga Kerjasama Bipartit St. Carolus sesuai\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Lembaga Kerjasama Bipartit St. Carolus berfungsi sebagai forum komunikasi\ndan konsultasi mengenai hal ketenagakerjaan di PSC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 54: Pengertian Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)PSC berusaha untuk mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja, tetapi\napabila segala upaya telah dilakukan, Pemutusan Hubungan Kerja tidak dapat\ndihindarkan, maka penyelesaian dilakukan sesuai dengan ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Bentuk-bentuk Pemutusan Hubungan Kerja terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Pemutusan Hubungan Kerja Atas Kehendak Sendiri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Pemutusan Hubungan Kerja Karena Alasan Kesehatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Pemutusan Hubungan Kerja Bukan Karena Kesalahan Karyawan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Pemutusan Hubungan Kerja Karena Melanggar Ketentuan Yang Diatur Dalam\nPerjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e)Pemutusan Hubungan Kerja Karena Mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f)Pemutusan Hubungan Kerja Karena Melakukan Pelanggaran sebagaimana diatur\ndalam pasal 49.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g)Pemutusan Hubungan Kerja Karena Karyawan Ditahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h)Pemutusan Hubungan Kerja Karena Mencapai Usia Pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i)Pemutusan Hubungan Kerja Karena Rasionalisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j)Pemutusan Hubungan Kerja Karena PSC Bubar\u002FDibubarkan dan menghentikan\nkegiatannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55: Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja Dan Uang Penggantian\nHak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, PSC diwajibkan membayar uang\npesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak\nsebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>(2)Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, diberikan 1 (satu) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun\ndiberikan 2 (dua) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun\ndiberikan 3 (tiga) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Masa Kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\ndiberikan 4 (empat) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e)Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\ndiberikan 5 (lima) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f)Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun,\ndiberikan 6 (enam) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g)Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\ndiberikan 7 (tujuh) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h)Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun, diberikan 8 bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i)Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, diberikan 9 (sembilan) bulan\ngaji.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Perhitungan uang penghargaan masa kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1) diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun,\ndiberikan 2 (dua) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Masa Kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun, diberikan 3 (tiga) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas)\ntahun, diberikan 4 (empat) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun, diberikan 5 (lima) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e)Masa kerja 15 (lima balas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan\nbelas) tahun, diberikan 6 (enam) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f)Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua\npuluh satu) tahun, diberikan 7 (tujuh) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g)Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dan 24 (dua\npuluh empat) tahun, diberikan 8 (delapan) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h)Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, diberikan 10 (sepuluh)\nbulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Uang penggantian hak yang seharusnya diterima sebagaimana dimaksud dalam\nayat (1) meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15 % (lima\nbelas per seratus) dari uang pesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja bagi\nyang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56: Pemutusan Hubungan Kerja Atas Kehendak Sendiri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Karyawan mengundurkan diri secara baik atas kemauan sendiri, maka kepada\nkaryawan yang bersangkutan baik peserta DPC diberikan uang penggantian hak dan\nuang pisah dikurangi pajak penghasilan untuk negara sesuai ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Uang penggantian perumahan, pengobatan dan perawatan ditambah uang pisah\ndikurangi pajak penghasilan untuk negara sesuai ketentuan perundang-undangan\nyang\u002Fberlaku, diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Karyawan tidak masuk kerja dalam waktu sedikit-dikitnya 5 (lima) hari\nkerja berturut-turut atau lebih tanpa keterangan secara tertulis dengan bukti\nyang sah dan secara resmi telah dipanggil oleh PSC secara patut dan tertulis\nsebanyak 2 (dua) kali, karyawan yang bersangkutan dikualifikasikan mengundurkan\ndiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Keterangan tertulis dengan bukti yang sah sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1) harus diserahkan paling lambat pada hari pertama karyawan masuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pada pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)\ntersebut di atas, maka karyawan yang bersangkutan berhak menerima penggantian\nhak dan uang pisah dikurangi pajak penghasilan untuk negara sesuai ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku, diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Uang penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditambah uang\npisah, ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1 Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\ndiberikan sebesar 1 (satu) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.2 Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 10 (sepuluh)\ntahun diberikan sebesar 2 (dua) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3 Masa kerja 10 (sepuluh) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun diberikan sebesar 4 (empat) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4 Masa kerja 15 (lima belas) tahun ke atas diberikan sebesar 6 (enam)\nbulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Karyawan Melakukan\nPelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Karyawan yang melakukan pelanggaran atas tata tertib dan disiplin kerja\natau merugikan PSC, diberhentikan dengan tidak hormat melalui prosedur\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pelanggaran yang dapat mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja adalah\nseperti yang tersebut dalam Pasal 50 Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Karyawan yang diputus hubungan kerjanya karena melakukan pelanggaran\nsebagaimana dimaksud dalam ayat (2) di atas, diberikan uang penggantian hak dan\nuang pisah, dikurangi pajak penghasilan untuk negara sesuai ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku, diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang penggantian perumahan, pengobatan, dan perawatan ditambah uang pisah,\ndiatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\ndiberikan sebesar 1 (satu) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.2. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 10 (sepuluh)\ntahun diberikan sebesar 2 (dua) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3. Masa kerja 10 (sepuluh) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun diberikan sebesar 4 (empat) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4. Masa kerja 15 (lima belas) tahun ke atas diberikan sebesar 6 (enam)\nbulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Apabila karyawan yang bersangkutan tidak dapat menerima pemutusan\nhubungan kerja tersebut, maka karyawan tersebut dapat mengajukan gugatan ke\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan kerja dalam waktu paling lama 1\n(satu) tahun sejak tanggal dilakukan pemutusan hubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)PSC dapat melakukan tindakan skorsing kepada karyawan yang sedang dalam\nproses pemutusan hubungan kerja sesuai dengan prosedur undang-undang yang\nberlaku dengan tetap diberikan gaji dan hak-hak lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Karyawan Ditahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Karyawan ditahan oleh pihak yang bervvajlb karena diduga melakukan tindak\npidana bukan atas pengaduan PSC, maka PSC tidak wajib membayar gaji tetapi\nwajib memberi bantuan kepada keluarga yang menjadi tanggungan dengan ketentuan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Untuk 1 (satu) orang tanggungan: 25 % (dua puluh lima per seratus) dari\ngaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Untuk 2 (dua) orang tanggungan: 35 % (tiga puluh lima per seratus) dari\ngaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Untuk 3 (tiga) orang tanggungan: 45 % (empat puluh lima per seratus) dari\ngaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Untuk 4 (empat) orang tanggungan: 50 % (lima puluh per seratus) dari\ngaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas diberikan untuk paling\nlama 6 (enam) bulan takwin terhitung sejak hari pertama karyawan ditahan pihak\nyang berwajlb.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)PSC dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan yang\nsetelah lewat 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana\nmestinya karena dalam proses perkara pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1,\ntanpa penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan berakhir dan karyawan dinyatakan bersalah, maka PSC dapat melakukan\npemutusan hubungan kerja kepada karyawan yang bersangkutan, tanpa penetapan\nlembaga perselisihan hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan berakhir dan karyawan dinyatakan tidak bersalah, maka PSC wajib\nmempekerjakan kembali karyawan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam\nayat (3) dan ayat (4) PSC wajib membayar kepada Karyawan yang bersangkutan Uang\nPenghargaan Masa Kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 55 ayat (3) dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan Pasal 55 ayat (4), dikurangi pajak penghasilan\nuntuk negara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Mencapai Usia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Karyawan Non Medik yang telah genap berusia 56 (lima puluh enam) tahun\ndan Karyawan Medik yang telah genap berusia 60 (enam puluh) tahun, akan diputus\nhubungan kerjanya pada akhir bulan berjalan, karena telah mencapai usia\npurnabakti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)PSC memberitahukan secara tertulis mengenai awal pensiun kepada karyawan,\nsekurang-kurangnya setahun di muka dan pemberitahuan tersebut diulangi sebulan\nsebelum karyawan mencapai usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)PSC memberitahukan secara tertulis mengenai awal pensiun kepada Karyawan,\nsekurang-kurangnya setahun di muka dan pemberitahuan tersebut diulangi sebulan\nsebelum karyawan mencapai usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Bagi Karyawan peserta dana pensiun St. Carolus, dalam hal besarnya\nmanfaat pensiun sekaligus yang preminya dibayar PSC sama dengan atau lebih\nbesar dari jumlah uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan Pasal 55 ayat (2) dan\nuang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 55 ayat (3) serta\nuang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 55 ayat (4), maka PSC memberikan\nuang jasa sebesar 1,5 (satu setengah) kali ketentuan di bawah ini dikurangi\npajak penghasilan untuk negara sesuai ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku, diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 10 (sepuluh)\ntahun diberikan 2 (dua) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Masa kerja 10 (sepuluh) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun diberikan 3 (tiga) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 20 (dua\npuluh) tahun diberikan 4 (empat) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Masa kerja 20 (dua puluh) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 25 (dua\npuluh lima) tahun diberikan 5 (lima) bulan gaji;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e)Masa kerja 25 (dua puluh lima) tahun atau lebih, diberikan 6 (enam) bulan\ngaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Dalam hal besarnya manfaat pensiun sekaligus yang preminya dibayar PSC\nternyata lebih kecil dari jumlah uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan Pasal 55\nayat (2) dan uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 55 ayat\n(3) serta uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 55 ayat (4), maka diatur\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)PSC memberikan Uang Jasa, bila ternyata hasil selisih antara manfaat\npensiun sekaligus yang preminya dibayar PSC dengan jumlah uang pesangon 2 (dua)\nkali ketentuan Pasal 55 ayat (2) dan uang penghargaan masa kerja 1 (satu kali)\nketentuan Pasal 55 ayat (3) serta uang pangganti hak sesuai ketentuan Pasal 55\nayat (4), lebih kecil dari uang jasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)PSC memberikan hasil selisih, bila ternyata hasil selisih antara manfaat\npensiun sekaligus yang preminya dibayar PSC dengan jumlah uang pesangon 2 ( dua\n) kali ketentuan Pasal 55 ayat (3) serta uang penggantian hak sesuai ketentuan\nPasal 55 ayat (4), lebih besar dari uang jasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6) Bagi Karyawan bukan peserta Dana Pensiun St. Carolus, diberikan uang\npesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 55 ayat (2), uang penghargaan\nmasa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 55 ayat (3) serta uang penggantian hak\nsesuai ketentuan Pasal 55 ayat(4), dikurangi pajak penghasilan untuk negara\nsesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Rasionalisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Apabila pada suatu waktu terjadi penyederhanaan organisasi yang\nmengakibatkan kelebihan karyawan sehingga terpaksa dilakukan Pemutusan Hubungan\nKerja maka pelaksanaannya akan mengindahkan ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Kepada Karyawan tetap yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja akan\ndiberikan uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 55 ayat (2), uang\npenghargaan masa Kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 55 ayat (3) dan\nuang penggantian hak 1 (satu) kali ketentuan Pasal 55 ayat (4), dikurangi pajak\npenghasilan untuk negara sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65: Pemutusan Hubungan Kerja Karena PSC bubar\u002FDibubarkan Dan\nMenghentikan Kegiatannya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Apabila pada suatu waktu PSC bubar\u002Fdibubarkan dan\u002Fatau PKSC menghentikan\nkegiatannya yang mengakibatkan karyawan terpaksa dilakukan Pemutusan Hubungan\nKerja, maka pelaksanaanya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Kepada Karyawan tetap yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja akan\ndiberikan uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 55 ayat (2), uang\npenghargaan masa kerja sebesar 1 ( satu ) kali ketentuan Pasal 55 ayat (3), dan\nuang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 55 ayat (4), dikurangi pajak\npenghasilan untuk negara sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Karyawan Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Apabila Karyawan meninggal dunia maka Hubungan Kerja dengan PSC putus\ndemi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Kepada ahli waris Karyawan yang meninggal dunia, PSC memberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Gaji dalam bulan yang sedang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 55 ayat (2), uang\npenghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 55 ayat (3) dan\nuang penggantian hak 1 (satu) kali ketentuan Pasal 55 ayat (4), dikurangi pajak\npenghasilan untuk Negara sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Biaya pemakaman dan santunan kematian diberikan melalui Jaminan Sosial\nTenaga Kerja sesuai dengan ketentuan Undang Undang nomor 3 Tahun 1992 berupa\nbiaya pemakaman dan santunan kematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d)Sumbangan kematian untuk karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: KETENTUAN LAIN-LAIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 67: Mogok Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan sifat pelayanan kesehatan yang mengutamakan kepentingan\npasien, mogok kerja harus memenuhi ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68: Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)PSC mendukung terselenggaranya Koperasi Karyawan yaitu Koperasi Karyawan\nUsaha Bersama (KKUB) St. Carolus yang berdiri sejak tanggal 15 Juli 1973 dan\nberbadan hukum sejak tanggal 7 April 1976 dengan Nomor 1146\u002FBH\u002F1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Keanggotaan Koperasi Karyawan Usaha Bersama St. Carolus diatur dalam\nAnggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi Karyawan Usaha Bersama St.\nCarolus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69: Perpustakaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>PSC menyediakan perpustakaan yang berorientasi keilmuan yang dapat digunakan\noleh seluruh Karyawan sebagai sarana penunjang untuk meningkatkan\npengetahuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV: KETENTUAN PERALIHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 70: Ketentuan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama ini 2 (dua) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat\ndiperpanjang masa berlakunya paling lama 1 (satu) tahun berdasarkan kesepakatan\ntertulis antara PSC dengan SP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Perundingan pembuatan Perjanjian Kerja Bersama berikutnya dapat dimulai\npaling cepat 3 (tiga) bulan sebelum Perjanjian Kerja Bersama ini berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Sebelum ada peraturan pelaksanaan yang baru dari Perjanjian Kerja Bersama\nini, maka peraturan pelaksanaan yang ada tetap dapat berlaku sepanjang tidak\nbertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71: Addendum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Apabila sebelum masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama ini berakhir,\nterdapat ketentuan\u002Fperaturan perundang-undangan baru di bidang ketenagakerjaan\nmaka PSC bersama-sama SP akan meninjau dan mempertimbangkan kembali\nketentuan\u002Fperaturan yang berkaitan dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Apabila PSC bersama sama SP memandang perlu untuk memberlakukan\nketentuan\u002Fperaturan perundang-undangan baru sebagaimana yang dimaksud pada ayat\n(1) di atas, maka hal tersebut akan diatur dalam addendum yang merupakan bagian\nyang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI: KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 72: Kebijakan Di Luar Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Demi kepentingan penyelenggaraan pelayanan di lingkungan PSC, maka PSC dapat\nmenetapkan kebijakan tertentu di bidang kekaryawanan yang tidak bertentangan\ndengan Perjanjian Kerja Bersama dan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73: Pelimpahan Wewenang Untuk Mengatur dan Mengawasi Pelaksanaan\nPerjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)PSC melimpahkan wewenang penuh kepada Direksi PKSC untuk mengatur dan\nmengawasi pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama ini, supaya dapat berlaku\nsebagaimana mestinya di setiap satuan kerja, termasuk membuat surat keputusan\nyang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)PSC memberikan wewenang kepada Direksi PKSC untuk menyusun peraturan\npelaksanaan yang diperlukan, supaya Perjanjian Kerja Bersama ini dapat berlaku\nsebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Peraturan Pelaksanaan yang disusun oleh Direksi PKSC tidak boleh\nbertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Penyusunan peraturan pelaksanaan yang menyangkut kepentingan sebagian\nbesar Karyawan, dilakukan bersama oleh Direksi dan SP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74: Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Agar semua Karyawan mengetahui, maka Perjanjian Kerja Bersama ini akan\ndiperbanyak dalam bentuk buku dan dibagikan kepada Karyawan Tetap secara\ncuma-cuma, untuk dipahami dan ditaati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pelaksanaan sosialisasi dilakukan bersama-sama oleh Direksi PKSC dan\nSP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Tata cara pelaksanaan sosialisasi diatur bersama-sama oleh Direksi PKSC\ndan SP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75: Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\nterhitung sejak tanggal 1 Agustus 2012 sampai dengan tanggal 31 Juli 2014,\ndiberi materai secukupnya dan dibuat rangkap 2 (dua), yang masing-masing pihak\nmendapat 1 (satu) rangkap yang memiliki kekuatan hukum yang sama.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini ditandatangani pada tanggal: 28 Juli 2012\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perhimpunan St. Carolus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dr. Stephanus lndradiaya, M.Sc. Ph.D Sr. Patri a Tiutiitari, CB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua I Sekretaris I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>F.S.P FARKES REFORMASI P.U.K. SINT CAROLUS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yohanes Supratikto Lamria Siahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SERIKAT PEKERJA IKARKES SINT CAROLUS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Joko Sulistiono Yulistiowati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DAFTAR NAMA TIM PERUNDING\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PERJANJIAN KERJA BERSAMA PELAYANAN KESEHATAN St. Carolus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Periode 21 Agustus 2012 - 31 Juli 2014\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tim Perunding Perwakilan MANAJEMEN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua: Emirita Rokhani Hastuti, SH. MH.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anggota: Ign. Endra Andaru Puranta, SH.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Agustinus Abun, S.Kom.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dre. Meitini, Apt.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dr. Florentine Setiati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ns. Anna E.R.W_, S.Kep.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Fadda Gultom, SKM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serli Diana, SE.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Roberta Fifin A, MM.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tim Perunding Perwakilan Serikat Pekerja I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SP2 IKARKES SINT CAROLUS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua: Joko Sulistyono, A. Nid.Kom.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anggota: Wahyu Budiman T.K., SH.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>FX.Sudirman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tim Perunding Perwakilan Serikat Pekerja 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>FSP FARKES REFORMASI PUK SINT CAROLUS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua: Yohanes Supratikto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anggota: B. Jarot Widodo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>N u r m a n\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lamria Siahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Heribertus Bambang Muliawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"menstruationleave":50,"maternitydifferenttrigger":54,"paidmaternityleaveduration":58,"childcareleave":62,"cbadate_end":66,"severance_number":70,"ONCERISE_trigger":74,"maternityexcludedtrigger":78,"dayspweek":80,"childcare":84,"equalitydifferenttrigger":88,"STRUCINCR_trigger":90,"hourspday":94,"funeralpay":98,"pensionfund":102,"contracttrialperiod":106,"maternityotherclause":110,"severance":114,"discrimination":116,"cbadate_start":120,"TRAINING_trigger":122,"incidentalbonusdays1":126,"holidaysdays":130,"holidaysweeks":134,"severance_number_1_tenure":136,"healthinsurance":138,"COMMUTE_trigger":142,"childcaredifferenttrigger":146,"disabilityfund":148,"healthandsafetypolicy":150,"hourspweek":154,"contracttrial":156,"schedulesrestpw":160,"equalityexcludedtrigger":164,"healthinsurancerelatives":166,"paidmaternityleaveall":168,"shiftallowancetype1":170,"paidpaternityleave":174,"incidentalbonustype2":177,"sicknesspay":179,"NOCTPREM_trigger":183,"hoursovertimemax":185,"childcareexcludedtrigger":189,"cbaratificationdate":191,"violence":195,"SOCSEC_trigger":199,"contractseverancepay1":203,"bankholidays1":205,"wageincreasefirmperformance":209,"hivpolicy":211,"mealvouchers":213,"trainingprogrammes":217,"paidmaternityleave":221,"WAGES_trigger":223,"contractseverancepay":227,"paidpaternityleaveduration":229},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","a) Jaminan Kecelakaan Kerja. Kecelakaan ","a) Jaminan Kecelakaan Kerja.\n\nKecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi \u002F timbul karena berhubungan\ndengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan Kerja,\ndemikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah\nmenuju tempat Kerja,dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar\ndilalui;",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"menstruationleave","Cuti karena haid diberikan kepada Karyaw","Cuti karena haid diberikan kepada Karyawan wanita yang merasakan sakit pada\nwaktu haid hari pertama dan kedua, yang dibuktikan dengan surat keterangan\ndokter yang ditunjuk oleh PKSC.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"maternitydifferenttrigger","(2)Perjanjian ini berlaku untuk Karyawan","(2)Perjanjian ini berlaku untuk Karyawan dari semua golongan yang ada di\nPKSC.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"paidmaternityleaveduration","Cuti hamil diberikan selama 3 (tiga) bul","Cuti hamil diberikan selama 3 (tiga) bulan kalender dengan tidak mengurangi\nhaknya sebagai Karyawan.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"childcareleave","f)Potong gigi karyawan yang bersangkutan","f)Potong gigi karyawan yang bersangkutan, suami\u002Fisteri, anak kandung (bagi\nyang beragama Hindu) diberikan cuti 2 (dua) hari kerja;",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"cbadate_end","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku unt","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\nterhitung sejak tanggal 1 Agustus 2012 sampai dengan tanggal 31 Juli 2014,\ndiberi materai secukupnya dan dibuat rangkap 2 (dua), yang masing-masing pihak\nmendapat 1 (satu) rangkap yang memiliki kekuatan hukum yang sama.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"severance_number","(2)Perhitungan uang pesangon sebagaimana","(2)Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur\nsebagai berikut:\n\na)Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, diberikan 1 (satu) bulan gaji;\n\nb)Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun\ndiberikan 2 (dua) bulan gaji;\n\nc)Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun\ndiberikan 3 (tiga) bulan gaji;\n\nd)Masa Kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\ndiberikan 4 (empat) bulan gaji;\n\ne)Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\ndiberikan 5 (lima) bulan gaji;\n\nf)Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun,\ndiberikan 6 (enam) bulan gaji;\n\ng)Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\ndiberikan 7 (tujuh) bulan gaji;\n\nh)Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun, diberikan 8 bulan gaji;\n\ni)Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, diberikan 9 (sembilan) bulan\ngaji.",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"ONCERISE_trigger","(5) Tunjangan Hari Raya Keagamaan. a)Tun","(5) Tunjangan Hari Raya Keagamaan.\n\na)Tunjangan yang diberikan PSC kepada Karyawan dalam rangka menyambut Hari\nRaya Keagamaan, diberikan 1 (satu) kali dalam setahun;\n\nb)Besarnya Tunjangan Hari Raya Keagamaan, sesuai dengan perundang-undangan\nTenaga Kerja yang berlaku, yaitu:\n\nb.1 Karyawan yang telah mempunyai masakerja 12 (dua belas) bulan secara\nterus-menerus atau lebih diberikan sebesar 1 (satu) bulan gaji;",{"bindId":79,"name":56,"text":57},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"dayspweek","(1) Hari kerja diatur 6 (enam) hari dala","(1) Hari kerja diatur 6 (enam) hari dalam seminggu.",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"childcare","(7) Cuti Khusus: Karyawan tetap dibenark","(7) Cuti Khusus:\n\nKaryawan tetap dibenarkan mengambil cuti dengan mendapat gaji untuk\nkeperluan:",{"bindId":89,"name":56,"text":57},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"STRUCINCR_trigger","Kenaikan gaji Karyawan secara reguler di","Kenaikan gaji Karyawan secara reguler diberikan setiap tahun berdasarkan\nketentuan PSC.",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"hourspday","(2) Jam kerja diatur 7 (tujuh) jam sehar","(2) Jam kerja diatur 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu\ntidak termasuk istirahat makan sesuai dengan fungsi pelayanan yang bersifat 24\n(dua puluh empat) jam terus-menerus, maka PSC mewajibkan setiap Karyawan\nmelaksanakan gilir kerja yang terdiri:",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"funeralpay","(10) Sumbangan Untuk Kematian Anggota Ke","(10) Sumbangan Untuk Kematian Anggota Keluarga Karyawan\n\nSumbangan untuk kematian anggota keluarga Karyawan (suami\u002Fistri, anak, orang\ntua dan mertua) diberikan kepada setiap Karyawan yang mengalaminya sesuai\ndenganketentuan PSC.",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"pensionfund","(3) Jaminan Pensiun a)Sasuai ketentuan p","(3) Jaminan Pensiun\n\na)Sasuai ketentuan perundang-undangan dana pensiun yang berlaku, Karyawan\ntidak diwajlbkan menjadi peserta Dana Pensiun;\n\nb)Jaminan Pensiun diberikan kepada Karyawan peserta Dana Pensiun sesuai\nketentuan perundang-undangan Dana Pensiun yang berlaku.",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"contracttrialperiod","(2)Masa percobaan yang dimaksud pada aya","(2)Masa percobaan yang dimaksud pada ayat (1) berjangka waktu 3 (tiga)\nbulan.",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"maternityotherclause","Cuti yang diberikan kepada Karyawan wani","Cuti yang diberikan kepada Karyawan wanita yang mengalami keguguran yang\ndinyatakan oleh dokter yang ditunjuk PKSC dengan tidak mengurangi haknya\nsebagai Karyawan.",{"bindId":115,"name":72,"text":73},"severance",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"discrimination","Pengurus SP dan \u002F atau anggota SP mendap","Pengurus SP dan \u002F atau anggota SP mendapat perlindungan dari PSC dan unsur\npimpinan kerja terhadap tindakan pembedaan atau diskriminatif, anti SP oleh\nkarena kegiatannya.",{"bindId":121,"name":68,"text":69},"cbadate_start",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"TRAINING_trigger","(1)Pelatihan dan Pengembangan adalah usa","(1)Pelatihan dan Pengembangan adalah usaha untuk meningkatkan kualitas\nSumber Daya Manusia PSC yang dilakukan secara bertahap dan teratur sesuai\nkebutuhan dan kemampuan PSC.",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"incidentalbonusdays1","b)Besarnya Tunjangan Hari Raya Keagamaan","b)Besarnya Tunjangan Hari Raya Keagamaan, sesuai dengan perundang-undangan\nTenaga Kerja yang berlaku, yaitu:\n\nb.1 Karyawan yang telah mempunyai masakerja 12 (dua belas) bulan secara\nterus-menerus atau lebih diberikan sebesar 1 (satu) bulan gaji;",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"holidaysdays","a)Karyawan berhak atas cuti tahunan dan ","a)Karyawan berhak atas cuti tahunan dan mendapat balas jasa yang dihitung\nberdasarkan tahun takwim;\n\nb)Karyawan berhak atas cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari Kerja dalam\n1 (satu) tahun.",{"bindId":135,"name":132,"text":133},"holidaysweeks",{"bindId":137,"name":72,"text":73},"severance_number_1_tenure",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"healthinsurance","Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (selanjut","Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (selanjutnya disebut JPK):\n\n(1) PSC memberikan JPK bagi Karyawan dan keluarga yang menjadi tanggungannya\nsecara komprehensif, yang meliputi pelayanan kesehatan preventif, promotif,\nkuratif dan rehabilitatif, yang diberikan melalui rawat jalan dan\u002Fatau rawat\ninap sesuai ketentuan PSC.",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"COMMUTE_trigger","Tunjangan Transport merupakan tunjangan ","Tunjangan Transport merupakan tunjangan yang diberikan kepada Karyawan\nsebagai tunjangan tetap yang besarnya diatur berdasarkan kemampuan PSC.",{"bindId":147,"name":56,"text":57},"childcaredifferenttrigger",{"bindId":149,"name":48,"text":49},"disabilityfund",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"healthandsafetypolicy","Keselamatan dan Kesehatan Kerja diberika","Keselamatan dan Kesehatan Kerja diberikan kepada Karyawan sesuai dengan\nketentuan undang-undang Nomor 1 Tahun 1970, mencakup:\n\na) Uji Kesehatan Berkala;\n\nb) Uji Kesehatan bagi Karyawan sebelum ditempatkan di satuan Kerja\ntertentu;\n\nc) Uji Kesehatan Khusus bagi Karyawan yang menghadapi resiko sebagai akibat\njenis pekerjaan tertentu.",{"bindId":155,"name":96,"text":97},"hourspweek",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"contracttrial","(1)Masa percobaan dimaksud sebagai masa ","(1)Masa percobaan dimaksud sebagai masa penilaian bagi calon Karyawan,\nkhususnya dalam rangka menilai kesehatan, kepribadian dan kemampuan intelektual\nserta ketrampilannya sehubungan dengan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"schedulesrestpw","(1)Pada hari yang ditetapkan sebagai har","(1)Pada hari yang ditetapkan sebagai hari libur, Karyawan dibebaskan dari\nkewajiban bekerja dengan tidak mengurangi haknya sebagai Karyawan.",{"bindId":165,"name":56,"text":57},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":167,"name":140,"text":141},"healthinsurancerelatives",{"bindId":169,"name":60,"text":61},"paidmaternityleaveall",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"shiftallowancetype1","Insentif Dinas Malam merupakan pengharga","Insentif Dinas Malam merupakan penghargaan yang diberikan kepada karyawan\nyang bekerja pada malam hari yang besarnya berdasarkan ketentuan PSC.",{"bindId":175,"name":86,"text":176},"paidpaternityleave","(7) Cuti Khusus:\n\nKaryawan tetap dibenarkan mengambil cuti dengan mendapat gaji untuk\nkeperluan:\n\na)Karyawan yang bersangkutan menikah pertama kali, diberikan cuti 3 (tiga)\nhari Kerja.\n\nb)Karyawan menikahkan anaknya diberikan cuti 2 (dua) hari kerja;\n\nc)Karyawan mengkhitankan anaknya diberikan cuti 2 (dua) hari kerja;\n\nd)Karyawan membaptiskan anaknya diberikan cuti 2 (dua) hari kerja;\n\ne)Persalinan\u002Fkeguguran istri sah Karyawan diberikan 2 (dua) hari Kerja:\n\nf)Potong gigi karyawan yang bersangkutan, suami\u002Fisteri, anak kandung (bagi\nyang beragama Hindu) diberikan cuti 2 (dua) hari kerja;",{"bindId":178,"name":128,"text":129},"incidentalbonustype2",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"sicknesspay","(5) Cuti karena sakit: Cuti karena sakit","(5) Cuti karena sakit:\n\nCuti karena sakit diberikan kepada Karyawan yang menderita sakit dan \u002F atau\nmemerlukan istirahat karena sakitnya.\n\nCuti karena sakit baru sah jika disertai surat keterangan sakit dari dokter\nyang ditunjuk oleh PKSC.",{"bindId":184,"name":172,"text":173},"NOCTPREM_trigger",{"bindId":186,"name":187,"text":188},"hoursovertimemax","(4)Waktu kerja lembur hanya dapat dilaku","(4)Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 14 (empat belas)\njam dalam 1 (satu) minggu.",{"bindId":190,"name":56,"text":57},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":192,"name":193,"text":194},"cbaratificationdate","Perjanjian Kerja Bersama ini ditandatang","Perjanjian Kerja Bersama ini ditandatangani pada tanggal: 28 Juli 2012",{"bindId":196,"name":197,"text":198},"violence","Pelanggaran\u002Fkesalahan yang dilakukan ole","Pelanggaran\u002Fkesalahan yang dilakukan oleh karyawan yang dapat dikenakan\nsanksi Hubungan Kerja yang pelaksanaannya didasarkan pada ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku adalah sebagai berikut:\n\n(1)Penipuan, pencurian dan penggelapan barang\u002Fuang milik PSC atau milik\nteman sekerja atau milik pelanggan PSC (pasien\u002Fkeluarga\u002Fpengunjung).\n\n(2)Terbukti merugikan PSC secara finansial.\n\n(3)Terbukti merujuk pasien keluar PSC dengan melanggar ketentuan tentang\nrujukan yang berlaku di PSC.\n\n(4)Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan PSC\natau kepentingan negara.\n\n(5)Mabuk akibat minum minuman keras, madat memakai obat bius, atau\nmenyalahgunakan obat-obatan perangsang lainnya yang dilarang oleh peraturan\nperundang-undangan dan\u002Fatau terdeteksi positif sebagai pengguna NAPZA melalui\npemeriksaan laboratorium.\n\n(6)Melakukan perbuatan asusila di lingkungan PSC.\n\n(7)Melakukan perjudian di lingkungan PSC.\n\n(8)Menyerang, mengintimidasi atau menipu PSC, pimpinan, bawahan dan\u002Fatau\nteman sekerja.\n\n(9)Memperdagangkan barang terlarang baik dalam lingkungan PSC maupun di luar\nPSC.\n\n(10)Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental, menghina pimpinan PSC\natau teman sekerja.",{"bindId":200,"name":201,"text":202},"SOCSEC_trigger","(1) Jaminan Sosial Tenaga Kerja Jaminan ","(1) Jaminan Sosial Tenaga Kerja\n\nJaminan Sosial Tenaga Kerja diberikan kepada Karyawan sesuai dengan\nketentuan Perundang-undangan yang berlaku, berupa:",{"bindId":204,"name":72,"text":73},"contractseverancepay1",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"bankholidays1","(2)Hari-hari yang ditetapkan sebagai har","(2)Hari-hari yang ditetapkan sebagai hari libur adalah:\n\na)Libur mingguan;\n\nb)Hari yang ditetapkan Pemerintah sebagai hari Libur Nasional, kecuali bagi\npetugas gilir kerja, hari libur diganti hari lain.",{"bindId":210,"name":92,"text":93},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":212,"name":152,"text":153},"hivpolicy",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"mealvouchers","(2) Jaminan Makan Selama Kerja a)Untuk m","(2) Jaminan Makan Selama Kerja\n\na)Untuk menjamin kesehatan selama menjalankan kerja, Karyawan diberikan\njaminan makan oleh PSC;\n\nb)Pelaksanaan makan disediakan oleh PSC di ruang makan Karyawan;\n\nc)Pengadaan makanan dilaksanakan oleh Tim Kriteria dengan melibatkan SP dan\nTim Pemasok yang dibentuk oleh PSC tanpa melibatkan SP.",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"trainingprogrammes","(2)Setiap Karyawan mendapat kesempatan y","(2)Setiap Karyawan mendapat kesempatan yang sama di dalam pengembangan\npengetahuan, ketrampilan dan kesejahteraan rohani sesuai dengan nilai-nilai\nVisi dan Misi di lingkungan PSC untuk bekerja keras, belajar dan mengembangkan\ndiri di bidang karya masing-masing.",{"bindId":222,"name":60,"text":61},"paidmaternityleave",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"WAGES_trigger","(1) Gaji Pokok St. Carolus adalah balas ","(1) Gaji Pokok St. Carolus adalah balas jasa yang diberikan kepada Karyawan\nsesuai dengan struktur gaji yang disusun sesuai peraturan ketenagakerjaan.",{"bindId":228,"name":72,"text":73},"contractseverancepay",{"bindId":230,"name":231,"text":232},"paidpaternityleaveduration","e)Persalinan\u002Fkeguguran istri sah Karyawa","e)Persalinan\u002Fkeguguran istri sah Karyawan diberikan 2 (dua) hari Kerja:","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN Perhimpunan ST. Carolus - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-08-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-07-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-07-28\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Kesehatan, Kerja sosial, Layanan umum\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Kegiatan Rumah Sakit\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Perhimpunan ST. Carolus\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        FARKES - FSP Farkes Refomasi PUK Saint Carolus dan SP. Ikarkes SC\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Joko Sulistyono, A. Nid.Kom, Yohanes Supratikto\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Hari Raya Idul Fitri\u002FHari Raya Kemenangan, Rwandan Liberation Day (4th July), Umuganura Day (first Friday of August)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;0\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[238],{"title":39,"slug":34},[240],{"type":241,"data":242},"call_to_action_body_block",{"title":243,"description":244,"variant":245,"link":246},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":243,"url":247,"description":243,"rel":248,"type":249},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[251],{"type":241,"data":252},{"title":243,"description":244,"variant":245,"link":253},{"title":243,"url":247,"description":243,"rel":248,"type":249},[]]