[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-yongjin-javasuka-garment-dengan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-kulit-sp-tsk-spsi-2012---2014":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":291,"content_type_view":292,"extra_breadcrumbs":293,"body":295,"body_blocks":306,"related_pages":310},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":289,"translations":290},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-yongjin-javasuka-garment-dengan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-kulit-sp-tsk-spsi-2012---2014","83f5b2e8-c0b1-11e5-a09d-001e0bbf9952","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-yongjin-javasuka-garment-dengan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-kulit-sp-tsk-spsi-2012---2014_2\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-yongjin-javasuka-garment-dengan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-kulit-sp-tsk-spsi-2012---2014\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Yongjin Javasuka Garment II Dengan Serikat Pekerja Tekstil Sandang & Kulit SP TSK SPSI 2012 - 2014","ba_ID","PT. Yongjin Javasuka Garment 1 & 2 - 2012","Indonesia - PT. Yongjin Javasuka Garment 1 & 2 - 2012","PT. Yongjin Javasuka Garment 1 & 2 - 2012 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"98 - PKB PT. Yongjin Javasuka Garment 2012 - 2014.html","\n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. YONGJIN JAVASUKA GARMENT DENGAN SERIKAT\nPEKERJA TEKSTIL SANDANG &amp; KULIT SP TSK SPSI\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT KESEPAKATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pihak-Pihak Yang Membuat Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pihak-pihak yang membuat kesepakatan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT.Yongjin Javasuka Garment (Factory II), sesuai dengan Akte No. 04 Tanggal\n25 Januari 2006 yang berkedudukan di Cicurug Sukabumi yang selanjutnya dalam\nKKB (Kesepakatan Kerja Bersama) ini disebut Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia (SP.TSK - SPSI) PT. Yongjin Javasuka Garment (Factory II) yang\nberkedudukan di Jalan Raya Siliwangi Km. 35 Kp. Pajagan Kecamatan Cicurug\nKabupaten Sukabumi yang disahkan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi\nKabupaten Sukabumi Dengan surat Keputusan Nomor : 565\u002F6393-PHI\u002F2012 yang\nselanjutnya datam KKB (Kesepakatan Kerja Bersama) ini disebut Pengurus Unit\nKerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia (PUK SP TSK SPSI) PT. Yongjin Javasuka Garment Factory II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam kesepakatan kerja bersama ini yang dimaksud:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah PT. Yongjin Javasuka Garment (Factory II) yang berkedudukan di Jalan\nRaya Siliwangi KM.35 Kp. Pajagan Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Direksi yang secara hukum memiliki otoritas untuk memimpin dan\nmengelola Perusahaan, dan para manajer yang diberi kuasa untuk mengatur\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil sandang Kulit Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia (PUK SP TSK - SPSI) PT. Yongjin Javasuka Garment\n(Factory II) yang disahkan oleh Kantor Departemen Tenaga Kerja Kotamadya\nSukabumi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Anggota Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah karyawan \u002F karyawati PT. Yongjin Javasuka Garment (Factory II) yang\ntelah mendaftarkan diri menjadi anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengurus Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja anggota Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia (PUK SPTSK - SPSI) yang dipilih oleh para anggota\nSerikat Pekerja untuk duduk sebagai Pengurus Unit Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah setiap orang yang mengadakan hubungan kerja dengan perusahaan,\nmenerima upah dan dinyatakan dengan surat keputusan yang dikeluarkan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah suami atau istri, anak kandung yang syah menurut hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Orang tua pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah ayah dan ibu kandung pekerja yang terdaftar di Departemen Personalia\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Mertua Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah ayah dan ibu dari suami atau istri pekerja sebagaimana yang terdaftar\ndi Departemen Personalia Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah keluarga atau orang yang ditunjuk pekerja dan telah terdaftar di\nDepartemen Personalia Perusahaan untuk menerima setiap pembayaran atau santunan\nbila pekerja meninggal dunia dalam hal tidak ada ahli warisnya maka\npelaksanaannya diatur oleh hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Gaji bulanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah balas jasa berupa uang yang diterima oleh pekerja secara tetap setiap\nakhir bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Upah Harian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah balas jasa berupa uang yang diterima oleh pekerja 2 kali dalam satu\nbulan berdasarkan absensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kerja yang dilakukan oleh pekerja di luar jam\u002Fhari kerja yang telah\nditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah jangka waktu pekerja di Perusahaan secara tidak terputus dihitung\nsejak tanggal diterima sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Masa Percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah masa yang harus di jalani selama 3 (tiga) bulan oleh pekerja sebelum\ndiangkat (secara otomatis) menjadi pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kecelakaan yang terjadi\u002Ftimbul dalam akibat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Surat Peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah surat resmi yang dikeluarkan oleh Perusahaan (dalam hal ini Departemen\nPersonalia) karena adanya tindakan pelanggaran disiplin atau\nperbuatan-perbuatan yang melanggar kesepakatan kerja atau peraturan-peraturan\nlain yang dibuat oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pemindahan pekerja dari satu Departemen ke Departemen lain baik dalam\nsatu Divisi maupun bukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Dispensasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah ijin yang dikeluarkan perusahaan kepada pekerja untuk meninggalkan\ntugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Lingkungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seluruh wilayah kerja perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Jam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah jam yang telah ditetapkan untuk melakukan pekerjaan atau hal-hal yang\nberhubungan dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Demosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah penurunan jabatan \u002F level karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Telah disepakati oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja bahwa Kesepakatan\nKerja Bersama ini hanya mencakup hal-hal yang bersifat umum seperti yang\ntertera dalam Kesepakatan Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hal-hal yang bersifat teknis yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari\nkesepakatan Kerja Bersama akan diatur dalam peraturan sendiri atas kesepakatan\nbersama dengan berlandaskan dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan\ndalam kesepakatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>3.Kesepakatan kerja bersama ini berlaku untuk semua karyawan\u002Fkaryawati PT.\nYongjin Javasuka Garment Factory II.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Kewajiban Pihak-Pihak Yang Mengadakan Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk memenuhi atau\nmelaksanakan sepenuhnya semua kewajiban yang telah disetujui bersama dalam\nKesepakatan Kerja Bersama (KKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk menyebarluaskan serta\nmemberikan penjelasan kepada pekerja baik isi maupun pengertian\nketentuan-ketentuan yang tertera dalam Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) agar\ndimengerti dan dipatuhi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Hubungan Perusahaan Dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan Serikat Pekeqa bertekad untuk terus bekerja sama dalam\nmenciptakan ketenangan usaha demi terwujud suasana harmonis dan dinamis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menunjang tekad tersebut, maka perusahaan dan pekerja\nmelaksanakan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pembentukan sarana-sarana Hubungan Industri Pancasila (HIP).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b,Pertemuan-pertemuan secara teratur sedikitnya 1 (satu) bulan sekali untuk\nmembicarakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah teknis pekerjaan serta\nkeluhan perusaaan \u002F pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : PENGAKUAN, JAMINAN, FASILITAS DAN DISPENSASI BAGI SERIKAT PEKERJA\nSERTA PERTEMUAN BERKALA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Hak Dan Kewajiban Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mempunyai hak untuk menjalankan usaha sesuai dengan kebijakan\nyang dianutnya antara lain pnerencanakan, mengatur, mengendalikan serta\nmengelola manajemen perusahaan maupun tenaga kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mempunyai hak penuh untuk menerima, mengangkat, memutasikan,\nmenugaskan ke bagian lain bersifat sementara maupun tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Promosi jabatan atau peningkatan grade\u002Fstatus pekerja adalah berdasarkan\npertimbangan pengusaha setelah diadakan penilaian atas status prestasi kerja,\nkonduite dan kecakapan \u002F keahlian yang atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha berhak mengadakan tindakan disiplin terhadap pekerja yang\nmelakukan pelanggaran sesuai ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama. Dalam\nmelaksanakan tindakan disiplin selain sesuai dengan ketentuan dalam PKB, juga\nberpegang pada ketentuan perundang- undangan yang berlaku dengan semangat dan\njiwa Hubungan Industrial berdasarkan Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha berkewajiban mempertahankan dan berusaha meningkatkan\nkesejahteraan pekerja sesuai dengan kemampuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha tidak akan mencampuri segala usaha yang berkenaan dengan\nkeorganisasian Serikat Pekerja, selama usaha tersebut mengenai pengembangan\nSerikat Pekerja dan dilakukan di luar jam kerja kecuali sudah diijinkan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengusaha berhak melarang Serikat Pekerja dan anggota-anggotanya ikut\nserta melakukan pemogokan diluar ketentuan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pengusaha menyediakan sebuah ruangan untuk kantor berikut peralatannya,\nserta Serikat Pekerja akan menggunakan sebaik-baiknya fasilitas, tersebut\nsesuai dengan fungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Perusahaan menyediakan papan pengumuman bagi Serikat Pekerja di\ntempat-tempat yang mudah dibaca pekerja di dalam lingkungan perusahaan. Sebelum\npengumuman ditempelkan pada papan pengumuman, pengumuman tersebut dibicarakan\nterlebih dahulu dengan pihak perusahaan (HRD Manager).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pengusaha meniberikan kelonggaran kepada pengurus Serikat Pekerja dengan\npersetujuan terlebih dahulu untuk mengikuti tugas-tugas Serikat Pekerja\nberdasarkan keputusan organisasi antara lain menghadiri rapat organisasi,\nkongres, seminar, pendidikan dan lain-lain tanpa mengurangi hak-haknya sebagai\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pengusaha mengaku) PUK SP. TSK. SPSI PT, Yongjin Javasuka Garment Factory\nII adalah organisasi yang sah mewakili dan bertindak untuk dan atas lama\nanggota-anggotanya yang bekerja pada Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pengusaha berkewajiban untuk memberitahukan dan melaksanakan isi PKB ini\nkepada para pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pengusaha mempunyai hak untuk mengingatkan Serikat Pekerja apabila\nmenyimpang dari isi Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Atas permintaan Perusahaan Serikat Pekerja harus memberikan keterangan\nresmi mengenai program kerja dan laporan keuangan organisasi yang harus\ndiumumkan kepada semua anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Pengakuan Hak Dan Kewajiban Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja mempunyai hak untuk mengajukan saran-saran kepada\nPengusaha demi kesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja mempunyai hak untuk mengingatkan Pengusaha apabila\nmenyimpang dari isi Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja mempunyai hak untuk mengembangkan hal-hal yang berhubungan\ndengan keorganisasian Serikat pekerja selama hak tersebut tidak bertentangan\ndengan Perundang-undangan yang berlaku dan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat Pekerja mempunyai kewajiban untuk mentaati, menjelaskan dan\nmenertibkan isi Perjanjian Kerja Bersama kepada anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Serikat Pekerja mempunyai kewajiban membantu usaha-usaha Perusahaan dalam\nmeningkatkan efisiensi dan produktifitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Serikat Pekerja mempunyai kewajiban untuk ikut membina dan menegakkan\ndisiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Serikat Pekerja menyetujui tidak akan mencampuri hak-hak pengusaha \u002F\nperusahaan sebagaimana tercantum dalam pasal 4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Iuran anggota Serikat Pekerja dipotong dari upah Pekerja oleh Perusahaan\nsetelah mendapat Surat Kuasa dari Serikat Pekerja dan untuk selanjutnya\ndisetorkan ke bank yang ditunjuk oleh Serikat Pekerja sebagaimana dimaksud\ndalam:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. KEP.187\u002FMEN\u002FIX\u002F2004 tanggal 4\n0ktober2004, tentang luran anggota Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Untuk memperlancar jalannya organisasi Serikat Pekerja maka Perusahaan\nmenyediakan bantuan fasilitas kepada Serikat Pekerja, selain fasilitas yang\ntelah ada, berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bantuan transportasi\u002Fakomodasi kepada pengurus SPSI dalam melaksanakan\naktivitasnya yang berhubungan dengan urusan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>b.Bantuan biaya pendidikan\u002Fkursus untuk pengurus serikat pekerja bilamana\nkursus tersebut berhubungan dengan pengembangan Perusahaan dan kegiatan serikat\npekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>10.Pekerja yang menjadi Pengurus Serikat Pekerja atau yang ditunjuk untuk\nmewakili Serikat Pekerja tidak akan mendapat tindakan diskriminatif atau\ntekanan langsung maupun tidak langsung dari atasannya \u002F Perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>11.Atas permintaan Sehkat Pekerja, Perusahaan dapat memberikan keterangan\nyang diperlukan tentang hal-hal yang menyangkut ketenagakerjaan. Apabila\nterjadi suatu kondisi Pemutusan Hubungan Kerja massal dikarenakan Perusahaan\npailit, maka Serikat Pekerja berhak meminta dan mendapatkan laporan keuangan\nhasil dari audit yang dilakukan oleh akuntan publik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Pengakuan Perusahaan Terhadap Pengurus Serikat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan tidak menghalang-halangi Serikat Pekerja sepanjang Serikat\nPekerja menjalankan fungsi organisasi serta tidak menyimpang dari anggaran\ndasar dan anggaran rumah tangga organisasi, selama tidak menggangu proses kerja\ndi Perusahaan setelah mendapat ijin atasan\u002Fperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Azas Musyawarah Untuk Mufakat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan pekerja melalui\nSerikat Pekerja baik yang diajukan oleh perusahaan maupun melalui Serikat\nPekerja dalam hal ini sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan\nKetenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengurus Serikat Pekerja dapat memanggil anggotanya untuk suatu keperluan\ndi dalam jam kerja dengan terlebih dahulu seijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Dispensasi Untuk Kegiatan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusahaan dapat memberikan dispensasi\nkepada pengurus atau wakil yang ditunjuk oleh Serikat Pekerja dalam\nmelaksanakan tugas-tugas organisasi\u002Fmemenuhi panggilan pemerintah guna\nkepentingan organisasi atau kepentingan negara dengan tidak mengurangi\nhak-haknya sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pengurus\u002Fanggota Serikat Pekerja dipilih menjadi pengurus pada\nperangkat organisasi Serikat Pekerja, Perusahaan dapat memberikan dispensasi\nuntuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya tersebut dengan tidak mengurangi\nhak-hak sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Pertemuan-Pertemuan Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk mengurangi timbulnya perbedaan pendapat mengenai berbagai masalah\nketenagakerjaan maka untuk meningkatkan mekanisme kontrol kedua belah pihak,\ntelah disepakati bersama antara Perusahaan dan pihak Serikat Pekerja untuk\nmengadakan pertemuan berkala (sebagaimana pasal 5 ayat 2b).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Yang berhak mewakili Perusahaan untuk mengadakan pertemuan berkala adalah\ntingkat kepala pabrik\u002Fpejabat yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Yang berhak mewakili Serikat Pekerja untuk mengadakan pertemuan berkala\nadalah Pengurus Unit Kerja atau Wakil Pekerja yang ditunjuk oleh Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Prosedur Penerimaan Karyawan Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penerimaan Pekerja baru, merupakan wewenang Perusahaan dengan syarat\nsesuai dengan prosedur Perusahaan dan tidak bertentangan dengan Peraturan\nPerundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam penerimaan Pekerja, Perusahaan akan memprioritaskan kepada anak\nPekerja yang terputus hubungan kerja karena meninggal dunia, lanjut usia atau\nmedical unfit untuk mengikuti test penerimaan calon tenaga kerja baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk mengisi lowongan jabatan akan diprioritaskan kepada pekerja yang ada\ndalam Perusahaan yang memenuhi kualifikasi jabatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Persyaratan umum dalam penerimaan Pekerja adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing sesuai dengan peraturan di\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Usia minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani serta tidak buta warna.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memenuhi persyaratan jabatan ketika penerimaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Bersedia mentaati peraturan\u002Fketentuan dan tata tertib yang berlaku dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Berkelakuan baik dan tidak terlibat dalam kegiatan\u002Fkeanggotaan dari\npartai\u002Forganisasi terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Apabila Karyawan bekerja dengan perusahaan atau pihak lain maka Karyawan\ndiharuskan membuat permohonan tertulis kepada Perusahaan bahwa dia bekerja\ndengan pihak lain atau perusahaan lain dan Perusahaan akan\nmempertimbangkan\u002Fmemutuskan apakah permohonan tersebut menyebabkan adanya\nkonflik kepentfngan sebelum menyetujui atau tidak menyetujui.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pelamar harus datang langsung ke PT. Yongjin Javasuka Garment Factory II\ndengan membawa berkas lamaran dan melampirkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Surat lamaran kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Daftar riwayat hidup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Fotocopy ijazah terakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Fotocopy KTP \u002F KTP Sementara yang masih berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Surat keterangan sehat dari dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Foto copy Kartu Keluarga (KK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Surat ijin orang tua \u002F suami\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Foto copy surat pengalaman kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pas foto ukuran 2 x 3 =3 lembar &amp; 3 x 4 = 3 lembar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Syarat-Syarat Kerja Dan Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Semua warga negara atau penduduk yang syah yang mempunyai ijin kerja\n(tidak tersangkut perkara kriminal atau perkara yang lain dengan yang berwajib)\nakan dipertimbangkan untuk diterima sebagai calon pekerja tanpa mengindahkan\nasal usul daerah, suku bangsa dan kepercayaan agama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk dapat diterima sebagai pekerja, maka calon pekerja harus memenuhi\nsyarat-syarat yang telah ditetapkan oleh Perusahaan serta lulus dalam ujian\natau tes kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>3.Calon pekerja yang telah memenuhi persyaratan serta lulus dalam ujian\u002Ftes\nkesehatan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, maka perusahaan dapat\nmempertimbangkan untuk diterima sebagai pekerja dengan masa percobaan maksimal\n3 (tiga) bulan secara tertulis terhitung sejak mulai bekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Selama masa percobaan, masing-masing pihak sewaktu-waktu dapat memutuskan\nhubungan kerja tanpa syarat, tanpa memberitahukan terlebih dahulu serta tanpa\ntuntutan apapun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap pekerja diharuskan untuk mengisi dan menandatangani Surat\nPerjanjian Kerja, Biodata, dan Data-data yang diperlukan untuk Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Hak Dan Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hak Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tiap Pekerja berhak atas upah sebagai imbalan dari kerja yang telah\ndilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tiap Pekerja yang berhak untuk kerja lembur bisa mendapatkan pembayaran\nupah lembur untuk kelebihan jam kerja dari waktu kerja yang telah disetujui\nsebelumnya oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tiap Pekerja berhak atas cuti dengan ketentuan cuti tersebut telah\nmendapatkan persetujuan sebelumnya dari atasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tiap Pekerja dan keluarganya berhak memperoleh bantuan kesehatan sesuai\ndengan Pasal 41 ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tiap Pekerja berhak melakukan\u002F mengikuti kegiatan organisasi Pekerja yang\ntidak bertentangan dengan ketentuan Pemerintah, dengan memperhatikan kelancaran\noperasional Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Ahli waris Pekerja berhak menerima ganti rugi atas meninggalnya Pekerja\npada waktu melakukan tugas Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pekerja diberi kesempatan mengemukakan pendapat, usul dan saran-saran\nkepada atasannya dengan cara yang baik dan sopan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Setiap pekerja berhak mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kewajiban Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tiap Pekerja berkewajiban melaksanakan semua isi yang tertuang dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tiap Pekerja wajib melaksanakan setiap ketentuan peraturan yang berlaku di\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tiap Pekerja wajib untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan penuh\ntanggung jawab dibawah pimpinan yang ditunjuk oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tiap Pekerja berkewajiban melaksanakan semua tugas\u002Fperintnah yang\ndiberikan oleh Perusahaan yang berkenaan dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tiap Pekerja dalam melakukan pekerjaan sehari-hari wajib menjaga dan\nmemelihara kebersihan serta kerapihan dirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Tiap Pekerja wajib menghormati atasan dan sesama Pekerja sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Tiap Pekerja wajib menghormati UU yang berlaku selama melakukan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Tiap pekerja harus memiliki rekening di bank.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Pekerja tidak diijinkan untuk menerima sumbangan apapun dari pihak yang\nsecara langsung maupun tidak langsung mempunyai hubungan dengan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Hak Dan Kewajiban Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hak Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memberikan perintah\u002Fpekerjaan yang layak kepada Pekerja selama waktu\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menugaskan Pekerja melakukan kerja lembur dengan memperhatikan\nperundang-undangan atau ketetapan-ketetapan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mendapat suatu prestasi kerja sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Perusahaan berhak untuk menetapkan tata tertib \u002F aturan kerja dalam\nPerusahaan dengan memperhatikan perundang-undangan atau ketetapan-ketetapan\npemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Menempatkan Pekerja di seluruh lingkungan perusahaan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Perusahaan mempunyai hak untuk menarik kembali semua fasilitas yang\ndiberikan, sebelumnya telah didiskusikan dengan pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kewajiban Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melaksanakan semua isi yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\ndengan komitmen yang sungguh-sungguh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberikan upah sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memimpin, memperhatikan dan memelihara keselamatan serta kesehatan kerja\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Mentaati segala peraturan \u002Fketetapan pemerintah di bidang perburuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Memperhatikan kesejahteraan Pekerja sesuai dengan yang ditetapkan olieh\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Memberikan hak-hak Pekerja sesuai dengan yang ditetapkan oleh Perusahaan\nberdasarkan Perjanjian Kerja Bersama dan Peraturan Perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Pekerja Untuk Waktu Tertentu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tanpa mengurangi ketentuan dalam pasal 13 pada KKB ini untuk\npekerjaan-pekerjaan yang karena sifat dan waktunya sementara, pengusaha dapai\nmenerima pekerja untuk waktu tertentu, sesuai UU No. 13\u002F2 33.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja yang dimaksud pada ayat berlanjut, maka setelah jangka\nwaktu yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja waktu tertentu, pekerja dapat\ndiangkat menjadi karyawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Promosi Dan Mutasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Promosi jabatan pekerja ke jenjang yang lebih tinggi merupakan wewenang\nPerusahaan. Pekerja yang menurut penilaian Perusahaan mempunyai:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Prestasi kerja yang baik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Konduite yang baik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengetahuan\u002Fpemahaman masalah teknis pekerja yang baik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Inisiatif\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kreatif\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Disiplin\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanggung Jawab\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan berwenang untuk mengatur pemindahan tugas atau mutasi pekerja\ndari satu bagian ke bagian lain dengan mempertimbangkan bakat dan kemampuan\npekerja yang bersangkutan tanpa mengurangi upah yang biasanya diterima sebelum\nmutasi dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila kondisi kesehatan pekerja menurut saran dokter tidak memungkinkan\npada pekerjaan \u002F jabatan sekarang sehingga perlu dimutasikan pada pekerja \u002F\njabatan lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap mutasi \u002F pemindahan ditetapkan diberitahukan kepada Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Tenaga Kerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tenaga kerja asing yang dipekerjakan di Perusahaan harus memahami dan\nmenghormati adat istiadat bangsa Indonesia dan sikap sopan santun terhadap\npekerja serta melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sesuai dengan alih program teknologi, maka tenaga kerja asing yang\nditetapkan di perusahaan wajib berupaya mengalihkan keahlian dan pengetahuannya\nkepada pekerja Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tenaga kerja asing tidak berhak memberikan suatu sanksi kepada pekerja\nyang menyangkut ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Penggolongan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja Bulanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja tetap yang diangkat dalam formasi dan menerima upah menurut\nperhitungan upah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja Harian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja tetap tanpa formasi dan menerima upah menurut perhitungan upah\nharian berdasarkan absensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja Tetap :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pekerja yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan,\nditerima, dipekerjakan dan terikat pada hubungan kerja dengan Perusahaan tanpa\nbatasan waktu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja Kontrak:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pekerja yang terikat pada hubungan kerja secara terbatas dengan\nPerusahaan atas dasar kontrak \u002F perjanjian kerja waktu tertentu sesuai dengan\nPeraturan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 100\u002FMEN\u002FVI\u002F2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Penilaian Prestasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penilaian prestasi kerja setiap Pekerja dilakukan oleh perusahaan setahun\nminimal 1 satu kali dan akan berlaku untuk semua pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hal-hal yang dinilai dalam penilaian prestasi kerja antara kualitas kerja,\nkuantitas kerja, inisiatif kerja hubungan kerja serta disiplin kerja dan\nprosesnya akan diatur oleh Departemen HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tujuan dari penilaian prestasi kerja yang dilakukan secara obyektif dalam\nmenilai prestasi kerja Karyawan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penentuan jenis kebutuhan pelatihan dan kompetensi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Promosi dan atau demosi jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Peninjauan upah di luar kebiasaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Peninjauan kontrak kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pembayaran insentif untuk level operator, dan bonus untuk level\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Atasan Pekerja perlu memberitahukan hasil penilaian prestasi kerja\ntermasuk unjuk kerjanya kepada bawahannya sebagai bagian dari upaya pembinaan\nsumber daya manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : WAKTU KERJA DAN LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Hari, Waktu Dan Istirahat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1.Sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan, hari kerja biasa di\nPerusahaan dengan perincian waktu sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.5 (lima) hari kerja seminggu \u002F 8 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin - Kamis : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (07.00 -12.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (12.00-13.00) ( istirahat )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (13.00-16.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum'at : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (07.00 -11.30)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (11.30 -13.00) ( istirahat )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (13.00-16.30)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.6 (enam) hari kerja seminggu \u002F 7 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin-Kamis :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (07.00 -12.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (12.00-13.00) ( istirahat )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (13.00- 15.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (07.00- 11.30)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (11.30-13.00) ( istirahat )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (13.00 -15.30)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam (07.00-12.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Khusus staff, pengemudi dan keamanan, waktu kerja dan istirahatnya diatur\nsecara tersendiri dengan memperhatikan kepentingan serta menurut tuntutan dan\nsifat pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan jam kerja diatas ditetapkan sesuai dengan ketetapan Departernen\nTenaga Kerja. Ketentuan jam kerja itu dapat diubah sewaktu- waktu apabila\nkeadaan pekerjaan di Perusahaan menghendakinya. Perusaahan jam kerja itu\nsebelumnya diinformasikan dan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Kerja Lembur Dan Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja melebihi 7 (tujuh) jam kerja sehari\natau 40 (empat puluh) jam kerja seminggu, serta pekerjaan yang dilakukan pada\nistirahat mingguan dan hari libur resmi adalah merupakan waktu kerja lembur dan\ndilakukan seijin Departemen Tenaga Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja melaksanakan kerja lembur setelah menyetujui dan menandatangani\nform lembur dan setelah mendapat persetujuan dari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Istirahat jam kerja lembur, (apabila lembur dilaksanakan lebih dari jam\n18.00) mulai jam 18.00 - 18.30, dan selama jam istirahat lembur tidak\ndibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>4.Perhitungan upah kerja lembur dihitung sesuai dengan peraturan pemerintah\natau peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a.Tarif Upah Lembur (TUL):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk Pekerja bulanan 1\u002F173 x upah pokok (Gaji referensi + tunjangan masa\nkerja) sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>b.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu\nsetengah) kali upah sejam;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2\n(dua) kali upah sejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp>c.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat minggu dan\u002Fatau hari\nlibur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu\nmaka:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perhitungan upah lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama 2 (dua) kali upah\nsejam dan jam kedelapan dibayar 3 kali upah sejam dan lembur kesembilan dan\nkesepuluh dibayar empat kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah\nlembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3\n(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah\nsejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan\u002F atau hari\nlibur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam\nseminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama\ndibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3 (tiga) kali upah\nsejam sesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Hari libur resmi ialah sesuai dengan Per-03\u002FMEN\u002F1987 dan hari-hari libur\nyang ditetapkan setiap tahun oleh Pernerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Cuti Haid adalah cuti yang diperoleh pekerja wanita yang tidak dalam\nkeadaan hamil dan yang belum lanjut usia atau yang belum menopouse.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>2.Pekerja wanita tidak diwajibkan untuk bekerja pada hari pertama dan kedua\nsewaktu haid dan mendapatkan upah, dengan menyertakan\u002Fmenunjukan bukti surat\nketerangan dari Dokter yang sah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Cuti Melahirkan Dan Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>1.Setiap pekerja wanita berhak atas cuti hamil 1 ½ bulan sebelum melahirkan\n1 ½ bulan sesudah melahirkan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Setiap pekerja yang mengalami gugur kandungan berhak menerima cuti 1 ½\nbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja cuti hamil\u002Fgugur kandungan berhak atas upahnya dan pembayarannya\ndiatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a.Pembayaran tahap pertama (I) dibayarkan kepada karyawan yang sudah\nmelahirkan dengan melampirkan surat keterangan melahirkan dari Dokter atau\nBidan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pembayaran tahap kedua (II) akan dibayarkan setelah karyawan tersebut\nmelewati masa cuti bulan kedua (pada saat masuk kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja wanita yang akan mempergunakan hak cuti hamilnya harus\nmengajukan permohonan terlebih dahulu pada perusahaan yang disertai dengan\nsurat keterangan dokter atau bidan yang merawat (sesuai ayat 1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap pekerja wanita yang mendapat cuti hamil diharuskan mengembalikan\nuang cuti haid yang telah diterima, terhitung mulai bulan 1 (pertama) masa\nhamil sampai dengan bulan pengambilan cuti. Pemotongannya dilaksanakan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan\nmendapat upah penuh, dan pengaturan cuti tahunan ini sepenuhnya diatur oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dapat menunda permohonan cuti tahunan pekerja paling lama 6\n(enam) bulan terhitung sejak timbul hak cutinya. Cuti dapat diberikan 2 (dua)\nbagian asalkan satu bagian terdapat sekurang-kurangnya 6 (enam) hari kerja\nterus-menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan dapat membagi 2 (dua) bagian atas cuti tahunan pekerjaan,\ndimana bagian yang satu mengikuti cuti massal dengan upah penuh dan bagian\nlairnya dapat diambil sesuai hak cutinya yang diatur oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan akan memberitahukan kepada pekerja apabila hak atas cuti\ntahunannya timbul.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi pekerja yang akan menggunakan cuti tahunannya, pekerja harus 2 (dua)\nminggu sebelumnya mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Hak atas cuti tahunan gugur apabila setelah 6 (enam) bulan sejak timbulnya\nhak tersebut pekerja ternyata tidak mempergunakan\u002Fhak cutinya bukan karena\nalasan-alasan yang diberikan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Ijin-Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Mendapatkan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan ijin kepada pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya\ndengan mendapat upah dalam hal:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pernikahan pekerja sendiri = 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pernikahan anak pekerja = 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Khitanan atau pembaptisan anak pekerja = 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>d.Istri pekerja melahirkan atau gugur kandungan = 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>e.Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forangtua\u002Fmertua\u002Fsaudara kandung meninggal dunia = 2\nhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f.Berjangkitnya wabah dan bencana alam = selama waktu yang diperlukan dan\nditentukan oleh pejabat setempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Kebakaran = 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Mendapat tugas negara dan dipanggil sebagai oleh yang berwenang =\ndisesuaikan berdasarkan surat tugas dan waktu yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cp>i.Suami\u002Fistri\u002Fanak yang mengalami rawat inap di Rumah sakit = 3 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut baru diperoleh setelah pekerja\nmengajukan Surat Permohonan ijin dan disetujui oleh Perusahaan, terkecuali\ndalam keadaan mendesak (istri melahirkan atau keluarga meninggal dunia) dan\nlain-lain bukti-bukti dapat diajukan 1 hari setelah masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila untuk keperluan tersebut di atas dibutuhkan waktu lebih dari yang\nditetapkan, maka kelebihan harinya diperhitungkan dengan memotong cuti\ntahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>4.Kecelakaan kerja, selama perlu istirahat menurut keterangan dokter,\npelaksanaannya sesuai dengan UU No. 3 tahun 1992 (Jamsostek).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Mangkir \u002F absen adalah tidak masuknya Pekerja pada jadwa wajib kerja tanpa\nketerangan yang sah, yang tidak termasuk cuti tahunan izin resmi dan sakit\ndengan surat keterangan dokter. Perusahaan tidak akan membayar dan tunjangan\ndan akan mengeluarkan Surat Peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN Pfc'RlXNGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja Pekerja, Perusahaan\nmenyediakan alat pelindung keselamatan kerja yang diperlukan untuk\nmasing-masing pekerjaan yang bersangkutan sesuai dengan UU No. 1 \u002F1970\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menunjang hal tersebut pada ayat 1 di atas Perusahaan bersama\nSeriakat Pekerja membentuk Panitia Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja\nserta lingkungan (P2K3L).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan berkewajiban menetapkan Peraturan Kesehatan dan Keselamatan\nKerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja berkewajiban mentaati Peraturan Kesehatan dan Keselamatan\nKerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Setiap pekerja menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan disiptin dan\nmentaati Peraturan Perundang-undangan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)\nsesuai dengan UU No. 1 tahun 1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan alat pelindung keselamatan dan kesehatan kerja\nmenurut macam dan jenis yang telah ditetapkan untuk masing- masing pekerjaan.\nBentuk alat pelindung keselamatan dan kesehatan kerja ditetapkan Perusahaan\ndengan mempertimbangkan usulan dari Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan\nKerja serta Lingkungan (P2K3L)\u002F bagian yang berkewenangan dalam peraturan\nkeselamatan dan kesehatan kerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja wajib memakai alat-alat keselamatan kerja, mematuhi\nketantuan-ketentuan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja diwajibkan merawat seita menyimpan alat pelindung keselamatan dan\nkesehatan kerja pada tempat-tempat yang telah ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Peralatan kerja tidak diijinkan untuk dibawa ke luar dari lokasi\nperusahaan, kecuali atas ijin dari Manajer yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat membahayakan pekerjaan di\ndalam Perusahaan, secepatnya harus melaporkan kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perlengkapan kerja berupa seragam\u002Funiform akan diberikan oleh perusahaan\nsetiap setahun sekali sebanyak 1 Pcs, dan jika seragam rusak dan sudah tidak\nlayak pakai, maka bisa memgajukan penggantian ke perusahaan, tetapi khusus\nuntuk karyawan yang baru masuk mendapatkan 2 Pcs seragam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja diwajibkan memakai perlengkapan tersebut diatas pada waktu\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan ini berlaku untuk semua pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari Perusahaan kepada\nPekerja untuk suatu pekerjaan yang telah atau akan dilaksanakan dinyatakan atau\ndinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu perjanjian \u002F\npersetujuan atau peraturan perundang-undangan dan dibayarkan atas dasar\nkesepakatan, termasuk tunjangan-tunjangan, baik untuk Pekerja sendiri maupun\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran upah dilakukan di lokasi Perusahaan, ditempat yang telah\nditentukan oleh Perusahaan, bagi pembayaran upah langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pembayaran upah jatuh pada hari libur, maka potnbayaran upah\ndilaksanakan pada hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Dasar Penetapah Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Keputusan Pemerintah yang berlaku tentang UMP (Upah Minimal Propinsi)\nsebagai Basis Dasar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Keterampilan dan Kecakapaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Prestasi Kerja\u002F jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Upah Minimum Propinsi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>Upah minimal yang diberikan kepada pekerja disesuaikan dengan penetapan UMK\nyang ditetapkan melalui surat Keputusan Gubernur Jawa Barat.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Waktu Dan Penerimaan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bagi status bulanan akan diberikan setiap akhir bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja harian diberikan 2 (dua) kali dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Administrasi Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp>Setiap pembayaran upah harus disertai dengan struk upah yang\nmencantumkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Insentive\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan transport\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d.Upah lembur hari biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Upah lembur pada hari istirahat dan hari libur resmi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Potongan Jamsostek\u002Fasuransi tenaga kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Potongan koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Potongan pinjaman (jika ada)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Potongan iuran SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Potongan PPh pasal 21.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan jabatan diberikan kepada yang memangku jabatan, besarnya tunjangan\njabatan ditetapkan secara tersendiri oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cp>1.Bagi karyawan harian, kenaikan upah mengikuti keputusan pemerintah tentang\nkenaikan UMP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi Karyawan bulanan, kenaikan upah akan dilakukan sekali setahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cp>Perusahaan rnemberikan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan kepada setiap\npekerja. Besarnya tunjangan hari raya adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang masa kerjanya setelah 3 (tiga) bulan tetapi kurang dari 12\n(dua belas) bulan diberikan secara proporsional dengan perhitungan: Masa Kerja\n\u002F 12x 1 (satu) upah kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang masa kerjanya 1 (satu) tahun keatas, besarnya diatur sesuai\ndengan kemampuan\u002Fkebijaksanaan perusahaan\u002Fminimal 1 (satu) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Pembayarannya dilakukan minimal 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Perusahaan akan rnemberikan tambahan prosentase Tunjangan Hari Raya (THR)\nkepada karyawan yang mampu dan menjaga absensi (tidak ada absensi, ijin, sakit\natau terlambat ) selama 1 tahun, dengan tambahan prosentase sebesar 5% dari\nGaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Tunjangan Kematian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Perusahaan akan memberikan Tunjangan Kematian kepada karyawan\n(kontrak\u002Ftetap) yang meninggal dunia sebesar Rp. 2.000.000 (dua juta\nrupiah).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Upah Pekerja Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja sakit dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan dokter\nPuskesmas, balai pengobatan serta surat keterangan tabib\u002Fsinshe\u002Ftradisional\nyang mendapat ijin resmi dari instansi yang berwenang, maka upah dibayar oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>2.Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu yang berkepanjangan, yang dapat\ndibuktikan dengan surat Keterangan Dokter \u002F Puskesmas dan lelah dilegalisir\noleh dokter perusahaan, maka upahnya dibayar sesuai dengan ketentuan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>4 (tiga) bulan pertama dibayar sebesar 100 %\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>4 (tiga) bulan kedua dibayar sebesar 75%\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>4 (tiga) bulan ketiga dibayar sebesar 50%\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>3 (tiga) bulan keempat dibayar sebesar 25%\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>3.Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan ternyata pekerja yang\nbersangkutan belum mampu bekerja kembali, maka perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Upah Pekerja Selama Ditahan Oleh Pihak Yang Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal Pekerja\u002Fburuh ditahan yang berwajib karena diduga melakukan\ntindak pidana bukan atas pengaduan pengusaha, maka pengusaha tidak wajib\nmembayar upah tetapi wajib memberikan bantuan kepada keluarga Pekerja\u002Fburuh\nyang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.untuk 1 orang tanggungan : 25% upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.untuk 2 orang tanggungan : 35% upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.untuk 3 orang tanggungan: 45% upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.untuk 4 orang tanggungan : 50% upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diberikan paling lama 6 (enam)\nbulan takwin terhitung sejak hari pertama Pekerja\u002Fburuh ditahan oleh pihak yang\nberwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setelah lewat masa penahanan atau setelah jatuhnya vonis pengadilan dan\nbersalah, maka Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerjanya kepada\nPekerja\u002Fburuh yang bersangkutan dan diproses sesuai dengan Undang-Undang no.\n13\u002F2003 Pasal 160 ayat 7.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sesuai dengan Undang-Undang No. 3 tahun 1992 JO PP No. 14 tahun 1993,\nPerusahaan mendaftarkan \u002F memasukkan semua Pekerja menjadi peserta Jaminan\nSosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>2.Jaminan Sosial Tenaga Kerja meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jaminan kecelakaan kerja termasuk penyakit akibat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jaminan Kematian (JKM)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Jaminan pemeliharaan kesehatan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Iuran bulanan untuk keikutsertaan Pekerja PT Yongjin Javasuka Garment\ndalam program JAMSOSTEK sebesar 6.89%, dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.2. 0% x upah pokok ditanggung Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4.89% x upah pokok ditanggung Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>c.Alokasi dari iuran tersebut adalah:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>5.70% iuran Tabungan Hari Tua\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>0.305% iuran Kematian\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>0.89% iuran Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>Prosedur pengobatan dan perawatan akan ditetapkan oleh perusahaan dalam\nperaturan tersendiri dalam prosedur pengobatan karyawan sesuai dengan UU\nNo.3Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Olah Raga Dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk menunjang kegiatan olah raga dan kesenian, Perusahaan menyediakan\nsarana olah raga dan kesenian untuk dipergunakan oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengelola pengembangan kegiatan olah raga dan kesenian diatur bersama oleh\nPerusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Kerohanian \u002F Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk pembinaan keagamaan bagi para pekerja, perusahaan menyediakan\nfasilitas ibadah dan waktu yang memadai di lingkungan perusahaan memungkinkan\npekerja menjalankan kewajibannya menurut agama dan kepercayaannya masing-masing\ndengan baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : TATA TERTIB DAN SANKSI ATAS PELANGGARAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Tata tertib kerja perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap Pekerja wajib mengetahui tugas dan tanggung jawabnya di Perusahaan\ndan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya serta selalu berusaha meningkatkan\nefisiensi kerja dan bersikap hemat serta cermat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja wajib menjaga nama baik Perusahaan serta mencegah hal-hal\nyang dapat merugikan dirinya dan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap Pekerja harus berada \u002F hadir di tempat kerja masing-masing tepat\npada waktu yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap Pekerja diharuskan memakai seragam \u002F pakaian kerja dan memakai ID\nCard (kartu Tanda Pengenal) yang telah disediakan baginya, yang selanjutnya ID\nCard tersebut dipakai untuk mesin pencatatan waktu masuk kerja dan pulang\nkerja. Khusus Pekerja yang ketuar tokasi perusahaan pada waktu jam kerja, wajib\nmembawa surat ijin keluar yang ditanda tangani oleh atasan yang bersangkutan\ndan Manager Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap Pekerja harus mengikuti dan mematuhi semua instruksi dan petunjuk\nkerja yang diberikan oleh atasan masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap Pekerja tidak diperbolehkan melaksanakan tugas pekerja lain atau\nmengalihkan tugas yang dibebankan kepadanya, kepada pekerja lain, kecuali atas\nperintah atau persetujuan dari atasan langsung masing- masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Dalam jam kerja, Pekerja tidak diperbolehkan meninggalkan pekerjaan dan\nruangan kerja yang diperuntukkan baginya tanpa persetujuan \u002F ijin atasannya dan\nPersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Para Pekerja tidak diperkenankan menggunakan peralatan atau bahan-bahan\nlain milik Pengusaha untuk kepentingan pribadi kecuali memperoleh persetujuan\ndari supervisor atau pimpinan yang telah ditunjuk oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Para Pekerja dilarang menyalahgunakan peralatan, baju seragam\nbarang-barang lainnya yang diperuntukkan kepadanya oleh pengusaha, untuk\nkepentingan \u002F tujuan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Para Pekerja harus membaca serta mematuhi pengumuman yang dikeluarkan dan\ndipasang pada papan pengumuman Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Setiap Pekerja dilarang menempelkan maklumat, tulisan-tulisan atau\nmembuat corat-coret di dinding, ruangan atau di tempat-tempat lainnya di\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pekerja yang pada saat masuk ke tempat kerja membawa barang diwajibkan\nuntuk melaporkan diri kepada petugas keamanan dan petugas keamanan berhak untuk\nmemeriksanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pekerja dilarang membawa keluar barang-barang milik perusahaan atau\nbarang-barang milik pihak ke-3 yang dipercayakan kepada perusahaan, jika tidak\ndisertai surat pengeluaran barang yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Pekerja dilarang kecuali atas seijin pengusaha untuk menyimpan menjual\natau memperdagangkan barang apapun juga, mengedarkan daftar sumbangan,\nmengumpulkan uang, menempelkan atau mengedarkan kertas-kertas\u002Fposter di dalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Pekerja bertanggung jawab atas kerusakan atau hilangnya barang-barang\nmilik Perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya yang diakibatkan karena\nkelalaiannya tidak mentaati Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>16.Setiap pekerja dilarang berbuat atau bertingkah laku antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Membawa senjata api\u002Ftajam minuman keras dan narkoba ke dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Melakukan pencunan, penggelapan dan penipuan terhadap pengusaha dan\nkeluarganya serta teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bercanda, berteriak-teriak, bernyanyi, bersiul atau menimbulkan suatu\nbunyi yang dapat mengganggu ketenangan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Berlaku kasar\u002FMenganiaya\u002Fmenghina\u002Fmengancam pengusaha daan keluarganya,\nyayasan. bawahan dan sesama pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Melakukan demonstrasi, melakukan pemogokan\u002Funjuk rasa ataupun memperlambat\njalannya pekerjaan tanpa prosedur hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Makan, Minum, Merokok dan Meludah disembarang tempat dan terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Mabuk-mabukan, menggunakan obat bius atau narkoba, berkelahi, berbuat onar\ndan berjudi di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>h.Mengadakan rapat-rapat, pidato-pidato, propaganda atau hasutan-hasutan,\ndan menempel plakat, pamflet-pamflet tanpa ijin dari perusahaan atau pejabat\nyang berwenang, serta coret-coret di tempat yang tidak sepatutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Membujuk pengusaha dan keluarganya atau teman sekerjanya untuk\nmerencanakan\u002Fmelakukan perbuatan yang melanggar hukum dan kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Memberikan keterangan palsu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak pantas\u002Ftidak wajar dan mengganggu\ndan memperlambat pekerjaan pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Mengisi dan memaraf buku hadir untuk\u002Fatas nama pekerja yang tidak masuk\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Tata Tertib Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetyprovisions\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1.Untuk kepentingan Keselamatan dan Kesehatan kerja maka pengusaha\nmenyediakan alat-alat pengaman yang harus dipakai oleh Pekerja sesuai dengan\npetunjuk yang diberikan oleh atasan dan atau orang yang ditunjuk untuk itu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pekerja wajib mentaati dan menjalankan peraturan keselamatan kerja di\ndalam lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pada waktu mulai, selama dan sesudah melakukan pekerjaan setiap Pekerja\nwajib mentaati prosedur dan langkah-langkah keselamatan kerja yang telah ada\ndan ditentukan bagi pekerjaannya masing-masing termasuk dalam menggunakan\nalat-alat pelindung keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Demi terciptanya keselamatan kerja, maka Pekerja dilarang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Menempatkan barang atau alat secara sembarangan sehingga membahayakan\nkeselamatan dirinya atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menghidupkan \u002F menjalankan \u002F menggerakkan mesin-mesin, atau kendaraan yang\nbukan menjadi tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Melepas sepatu pada saat sedang tnenjalankan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Membuat kegaduhan bunyi yang disengaja sehingga membuat konsentrasi\ndirinya atau orang lain hilang sehingga membahayakan keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Bersenda gurau secara berlebihan pada saat melaksanakan tugasnya sehingga\nmembahayakan dirinya atau orang lain.:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang mengetahui Pekerja lain mendapatkan kecelakaan, wajib\nmemberikan pertolongan secepat dan sebatas kemampuannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Tata Tertib Keamanan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja wajib mentaati peraturan keamanan di dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja wajib menjaga serta memelihara semua milik Perusahaan\ndansegera melaporkan kepada pimpinan Perusahaan \u002F atasannya, apabila mengetahui\nhal-hal yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian bagi Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap Pekerja wajib menghindari perbuatan yang dapat menimbulkan\nkebakaran atau ledakan, pencurian, kehilangan dan pengerusakan serta\nperkelahian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Para Pekerja harus segera melapor kepada atasannya, Satpam atau pimpinan\nPerusahaan bila terdapat kehilangan atau rusaknya alat-alat milik pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Para Pekerja dilarang merokok di daerah-daerah yang dipandang membahayakan\ndi lingkungan perusahaan dan di daerah dilarang merokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Tata Tertib Kerapihan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan telah mengatur tata tertib kerapihan Pekerja yang merupakan\nbentuk penampilan Pekerja wanita dan pria yang tertuang dalam peraturan khusus\nyang sebelumnya akan dibicarakan dengan Serikat Pekerja dan akan disebarluaskan\n\u002F diinformasikan di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja wajib menjaga kebersihan tempat\u002Flingkungan kerjanya\nmasing-masing, kebersihan halaman, WC\u002FToilet yang ada di lingkungan perusahaan\nsesuai dengan prinsip 5 R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Tata Tertib Sikap Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Atasan wajib memberlakukan bawahannya dengan sopan, jujur dan wajar sesuai\ndengan tugas yang telah ditentukan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Atasan wajib memberikan petunjuk kepada bawahannya tentang pekerjaan yang\nharus dilakukannya termasuk juga peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atasan wajib memberikan bimbingan dan dorongan kepada bawahannya, untuk\nmeningkatkan keterampilan, pengetahuan dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Atasan wajib menegur bawahannya yang melanggar peraturan yang telah\ndisepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Atasan wajib memberikan penilaian terhadap bawahannya secara jujur dan\nobyektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Atasan wajib menjawab setiap pertanyaan bawahannya sesuai dengan batas\nkewenangan yang dimilikinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap Pekerja diharuskan membina hubungan yang baik dengan sesama\npekerja, bawahan, supervisor dan pimpinan-pimpinan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Tata Tertib Sikap Bawahan Terhadap Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bawahan wajib melaksanakan perintah\u002Fpetunjuk atasannya dengan\nsebaik-baiknya selama tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bawahan wajib bersikap sopan Jujur dan wajar terhadap atasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bawahan wajib menanyakan kepada atasan hal-hat yang betum jelas baginya\ndan berhak memberikan\u002Fmengajukan usul atau saran kepada atasannya demi\nkelancaran pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Semua Pekerja berhak melaporkan secara lisan atau tertulis kepada atasan\natau tingkat diatas atasannya sendiri atau kepada pimpinan Perusahaan apabila\nmengetahui adanya penyimpangan yang dilakukan di dalam Perusahaan dan dijaga\nkerahasiaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Mogok Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Mogok kerja sebagai hak dasar Pekerja\u002FSerikat Pekerja dilakukan secara\nsah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sekurang-kurangnya dalam 7 (tujuh) hari kerja sebelum mogok kerja\ndilaksanakan, Pekerja \u002F Serikat Pekerja harus memberitahukan secara tertulis\nkepada pengusaha dan kepada instansi terkait mengenai rencana tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemberitahuan sebagaimana dimaksud di ayat (2) diatas harus memuat waktu\ndimulai dan diakhirinya mogok, tempat mogok, alasan dan sebab-sebab mogok serta\ntanda tangan ketua dan sekretaris dari penanggung jawab mogok kerja\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal mogok kerja dilakukan dengan alasan pengusaha tidak melaksanakan\nketentuan yang bersifat normatif yang sudah diatur dalam peraturan\nperundang-undangan atau PKB maka pengusaha wajib membayar upah selama pekerja\nmogok sampai pengusaha melaksanakan kewajibannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mogok yang dilakukan tidak sesuai dengan paragraf di atas adalah mogok\nyang tidak sah dan pengusaha tidak diwajibkan membayar upah selama Pekerja\nmogok serta akan mengambil kemungkinan tindakan hukum lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Peringatan Dan Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Peringatan\u002Fsanksi yang diberikan kepada Pekerja adalah merupakan usaha\nkorektif dan pengarahan terhadap tindakan dan tingkah laku Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peringatan\u002Fsanksi kesalahan\u002Fpelanggaran yang akan diberikan kepada Pekerja\ndiperinci sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringatan lisan, dilakukan oleh atasan Pekerja untuk\nkesalahan\u002Fpelanggaran Pekerja yang bersifat umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peringatan tertulis dilakukan oleh atasan Pekerja untuk kesatahan \u002F\npelanggaran yang bersifat khusus yang dikeluarkan menurut ketentuan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Peringatan ke-\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Permintaan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Dikeluarkan dan di tanda tangani melalui \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jangka waktu\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Surat Teguran\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Minimal satu tingkat diatasnya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Supervisor\u002FKabag\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>SP I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager\u002FHRD\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>SP II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager\u002FHRD\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>SP III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager\u002FHRD\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>3.Urutan peringatan tertulis dapat diberikan menurut tahapannya, tetapi\ndapat juga diberikan secara langsung peringatan pertama (1) dan terakhir atau\nperingatan kedua (II) dan terakhir, didasarkan atas pelanggaran\u002Fkesalahan yang\ndilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam setiap pemberian peringatan tertulis, Pekerja yang bersangkutan\nmenandatangani buku tarida terima dari yang memberikan peringatan. Satu\nsalinannya disampaikan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Surat peringatan tertulis dianggap sah bila dikeluarkan oleh atasan\nlangsung, dan diketahui oleh Personalia (kecuali untuk kasus absensi).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Surat peringatan dapat dicabut kembali sebelum habis waktunya apabila\npekerja ternyata dapat menunjukkan perbaikan-perbaikan yang positif dan\nsebaliknya, dalam jangka waktu berlakunya surat peringatan terdahulu, pekerja\nmelakukan pelanggaran\u002Fkesalahan lagi, maka berdasarkan berat ringannya\npelanggaran, kepadanya dapat diajukan Pemutusan Hubungan Kerja menurut prosedur\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Dalam hal kesalahan berat, pemberian sanksi dapat dilakukan tanpa\ndidahului surat peringatan, dan dikoordinasikan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Peringatan Tertulis\u002FSanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam memberikan peringatan tertulis\u002Fsanksi kepada pekerja, Perusahaan harus\nmempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Macam dan berat ringannya kesatahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Seringnya pengulangan\u002Ffrekuensi kesalahan\u002Fpelanggaran,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ada tidaknya unsure kealfaan\u002Fkesenjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan\u002Fpelanggaran (dalam\nbatas kemampuan pekerja atau tidak).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Jasa-jasa dan loyalitas pekerja pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Surat Peringatan I\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan \u002F pelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan peringatan\nke-1 (pertama) adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mangkir selama 2 (dua) hari kerja berturut-turut dalam 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama jam kerja sering meninggalkan tempat kerja tanpa ijin\u002Falasan yang\nsyah meskipun telah beberapa kali diperingatkan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tetap tidak menunjukkan kesungguhan bekerja yang tercermin dari hasil\npekerjaannya dibawah kemampuan sebenarnya tanpa alasan yang jelas meskipun\nsudah diperingatkan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tidak mengenakan pakaian kerja yang sudah diberikan oleh perusahaan pada\nsaat melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Terlambat datang 3 (tiga) kali dalam sebulan atau tidak mengabsenkan kartu\npencatat atau tidak membuat laporan atas keterlambatannya meskipun telah sering\ndiberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pulang lebih awal dan waktu yang telah ditetapkan tanpa ijin dari\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Tidak memakai perlengkapan keselamatan dan perlindungan kerja yang telah\nditentukan oleh perusahaan pada waktu pekerja melakukan pekerjaannya meskipun\ntelah diberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Tanpa alasan yang jelas menolak untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan yang\ndiwajibkan perusahaan meskipun telah beberapa kali diperingatkan lisan oleh\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa ijin atau perintah\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Keluar\u002Fmasuk lingkungan perusahaan melalui jalan \u002F pintu yang tidak\nsemestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Kedapatan mecorat-coret tembok\u002Fgedung didalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Dengan sengaja membiarkan suatu tindakan\u002Fkejadian yang sifatnya merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Penolakan mutasi oleh pekerja yang dilakukan perusahaan meskipun telah\nbeberapa kali diperingatkan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Surat Peringatan II\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan surat\npelanggaran ke-2 adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mangkir selama 3 (tiga) hari berturut-turut dalam 1 (satu) bulan meskipun\ntelah diberikan surat peringatan ke-1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bukan menjadi tugasnya, memindahkan alat pemadam kebakaran dari\ntempatnya\u002Fmempergunakan bukan untuk tujuan semestinya tanpa ijin\u002Falasan yang\ndapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapatkan\u002Fselama masa berlaku\nsurat peringatan ke-1 masih melakukan kesalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tidur dalam waktu kerja di lingkungan perusahaan, meskipun telah\ndiperingatkan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mengendarai kendaraan baru\u002Fkendaraan customer, truk forklif serta\nkendaraan angkutan lainnya yang bukan menjadi tugasnya tanpa ijin\u002Fperintah\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Menolak pemeriksaan yang dijalankan petugas keamanan, dalam menjalankan\ntugas mereka, memelihara keamanan dan ketertiban perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Menjual barang dagangan dalam lingkungan perusahaan pada saat jam\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Kesalahan \u002F Pelanggaran Dengan Surat Peringatan III\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan \u002F pelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan surat\nperingatan ke-3 adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mangkir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut atau 6 (enam) hari kerja\ntidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kedapatan berjudi\u002Fmenjual kupon berhadiah atau sejenisnya pada jam kerja\ndan atau dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menentang penugasan yang disampaikan secara wajar oleh atasannya langsung\ntanpa alasan meskipun beberapa kali diberikan peringatan secara lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan\nkecelakaan bagi dirinya\u002Forang lain atau kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Meminum minuman keras didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Mengabsenkan kartu kerja pekerja lain atau menyuruh mengabsenkan kartunya\nkepada orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Tidak berusaha memperbaiki din setelah mendapatkan atau selama masa\nberlaku surat peringatan ke-2 masih melakukan lagi kesalahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Merokok pada tempat-tempatyang diberikan tanda “dilarang merokok\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya tetapi tidak segera melaporkan\nkepada atasan atau tidak mengambil tindakan pencegahan atas perbuatan\u002Ftindakan\nsesama pekerja atau orang lain yang diketahuinya dapat menimbulkan bahaya bagi\nsesama pekerja merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Mencoret-coret atau merobek-robek pengumuman tanpa ijin\u002Fperintah\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Kesalahan \u002F Pelanggaran Dengan Sanksi PHK (Pemutusan Hubungan\nKerja)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan \u002F pelanggaran dilakukan pekerja yang dapat dikenakan sanksi\npemutusan hubungan kerja adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mangkir setama 6 (enam) hari kerja berturut-turut atau 7 (tujuh) hari\nkerja tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan meskipun telah diberikan\nteguran dalam kunjungan pengecekan ke tempat tinggal pekerja yang\nbersangkutan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melakukan penggelapan, manipulasi dan atau pencurian di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Meminjamkan barang perusahaan dalam bentuk apapun tanpa surat jalan yang\ntelah disetujui oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menganiaya pengusaha, keluarga pengusaha, atasan, bawahan, atau teman\nsekerja yang disebabkan oleh masalah yang ada hubungannya dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Memaksa\u002Fmenghasut pengusaha, keluarga pengusaha, atasan, bawahan, atau\nteman sekerja untuk melakukan tindakan di dalam lingkungan perusahaan yang\nbertentangan dengan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dengan sengaja walaupun telah diberikan peringatan secara lisan oleh\natasannya merusak barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Membawa \u002F menyimpan, mempergunakan\u002Fmabuk obat bius atau narkotika didalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Membongkar, membocorkan rahasia perusahaan yang dipercayakan padanya atau\ndiberitahu kepada pihak lain sehingga mengakibatkan kerugian bagi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Menerima sogokan\u002Fpemberian apapun dari siapa untuk keuntungan diri sendiri\ndengan menggunakan jabatan melakukan hal-hal yang merugikan atau mengurangi\nkeuntungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Melakukan perbuatan asusila didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Melakukan pungutan dan usaha rentenir baru didalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Mengeluarkan ancaman kepada pengusaha keluarga pengusaha atasan bawahan\natau teman sekerja sehingga mengakibatkan ketidaktentraman jiwa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Dengan sengaja membiarkan orang lain terkena kecelakaan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Saling berkelahi dengan sesama pekerja didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Kedapatan membawa senjata api atau senjata tajam kedalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Menyebarkan berita-berita yang tidak benar didalam lingkungan perusahaan\nsehingga menimbulkan keresahan diantara sesama pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Membawa keluar dari lingkungan perusahaan gambar teknik\u002Fdokumen yang\nmenjadi rahasia perusahaan tanpa ijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas tanpa ijin atasan telah\nmemindahkan\u002Fmenyimpan barang milik perusahaan disuatu tempat yang tidak\nsemestinya yang terbukti sebagai usaha atau rnembantu pencurian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Dengan sengaja merusak mesin produksi atau peralatan lainnya sehingga\nmenimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Aturan Tambahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Hal-hal yang belum diatur\u002Fdituangkan (tercakup) dalam pasal 50-56 akan\ndiatur kemudian oleh perusahaan bersama Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Prinsip\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan Serikat Pekerja sepakat untuk mencegah sedapat mungkin\nterjadinya pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap kasus pemutusan hubungan kerja yang terjadi, diproses sesuai dengan\nperaturan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Bentuk-Bentuk Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan hubungan kerja terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pemutusan hubungan kerja dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pemutusan hubungan kerja karena pelanggaran tata tertib kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pemutusan hubungan kerja karena pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pemutusan hubungan kerja karena sakit berkepanjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pemutusan hubungan kerja karena cacat jasmani\u002Fmental\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pemutusan hubungan keija karena usia lanjut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pemutusan hubungan kerja karena rasionalisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Pemutusan hubungan kerja karena perusahaan pindah lokasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bentuk-bentuk pemutusan hubungan kerja tersebut diatas diproses sesuai\ndengan peraturan pemerintah\u002Fketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Pekerja Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Mekanisme pengunduran diri yang dimaksud adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang akan mengundurkan diri dari perusahaan diwajibkan untuk\nmemberitahukan rencana pengunduran dirinya secara tertulis kepada perusahaan 1\n(satu) bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bekerja dengan baik selama masa tunggu 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bagi pekerja yang tidak dapat melaksanakan tugasnya selama masa tunggu\nwajib memberikan alasan yang jelas disertai bukti-bukti yang dapat diterima\noleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Uang Penggantian Hak\u002FUang Pisah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Uang Penggantian Hak\u002FUang Pisah ini akan diberikan kepada Pekerja yang\nberhenti atas permintaan sendiri dengan melihat dari masa kerja Pekerja itu\nsendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jika karyawan yang mengundurkan diri, masih mempunyai sisa hak cuti, maka\nhak cuti tersebut dibayarkan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Masa kerja 3 tahun atau lebih tapi kurang dari 6 tahun, maka kepada\n    Pekerja tiap tahunnya akan diberikan sebesar Rp. 140.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 6 tahun atau lebih tapi kurang dari 9 tahun, maka kepada\n    pekerja tiap tahunnya akan diberikan sebesar Rp. 160.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 9 tahun atau lebih tapi kurang dari 12 tahun, maka kepada\n    pekerja tiap tahunnya akan diberikan sebesar Rp. 190.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 12 tahun atau lebih tapi kurang dari 15 tahun maka kepada\n    pekerja tiap tahunnya akan diberikan sebesar Rp. 210.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 15 tahun atau lebih, maka kepada pekerja tiap tahunnya akan\n    diberikan sebesar Rp. 250.000,-\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja Dan Ganti\nKerugian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepaytxt\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_dismissal_type\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Ketentuan pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti\nkerugian di perusahaan sesuai diatur dengan peraturan ketenagakerjaan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Pengertian Upah Dalam Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengertian upah untuk keperluan pemberian uang Pesangon, uang Penghargaan\nMasa Kerja dan ganti kerugian ditetapkan sesuai dengan peraturan\nketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Metalui Kotak-Kotak Saran yang telah disediakan (grievance procedure).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sudah menjadi tekad Perusahaan bahwa setiap keluhan dan pengaduan seorang\npekerja atau lebih akan diselesaikan secara adil dan secepat mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal seorang atau beberapa pekerja menganggap bahwa terhadapnya\ndiperlakukan tidak adil atau tidak wajar serta bertentangan dengan isi dan jiwa\nKKB, maka pekerja dapat menyampaikan pengaduan atau keluhan melalui saluran\nyang ditetapkan sebagai saluran \"cara penyelesaian dan pengaduan pekerja\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Cara Penyelesaian Keluhan Dan Pengaduan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap keluhan dan pengaduan seorang pekerja pertama-tama diselesaikan dan\ndibicarakan dengan atasannya langsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila penyelesaian belum mencapai hasil yang memuaskan, maka dengan\nsepengetahuan atasannya langsung, pekerja dapat meneruskan keluhan dan\npengaduannya kepada atasannya yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila prosedur tersebut telah dijalankan tanpa memberikan hasil yang\nmemuaskan, maka dengan pekerja dapat meneruskan Keluhan dan pengaduannya kepada\nSerikat Pekerja. Dalam tingkatan ini keluhan dan pengaduan pekerja tersebut\nakan diselesaikan antara Perusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal tidak tercapai kata sepakat antara Perusahaan dan Serikat\nPekerja, maka penyelesaiannya akan dilakukan sesuai dengan peraturan\npemerintah\u002Fketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : PERATURAN PERALIHAN DAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Peraturan-Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk perundingan KKB yang akan datang, kedua belah pihak sepakat akan\nmemulai selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum akhir masa berlakunya KKB\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal perundingan ternyata menurut KKB yang baru belum selesai masa\nberlaku, KKB ini dapat diperpanjang menurut kebutuhan untuk paling lama 1\n(satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal karena beberapa ketentuan dalam kesepakatan ini dinyatakan batal\n(tidak berlaku) oleh pengadilan atau ternyata tidak sesuai dengan undang-undang\nyang baru, maka KKB ini disesuaikan dengan putusan pengadilan dan undang-undang\nyang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal Perusahaan merubah nama atau menggabungkan diri dengan\nPerusahaan lain, maka untuk sisa waktu berlakunya KKB ini tetap berlaku bagi\nPerusahaan dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Kesepakatan ini didaftarkan oleh Perusahaan pada Dinas Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi Sukabumi dan diperbanyak atau dibukukan oleh perusahaan untuk\ndisosialisasikan kepada seluruh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan-ketentuan yang merupakan peraturan maupun penjabaran lebih\nlanjut dan kesepakatan akan diatur dan ditandatangani bersama dan menjadi\nbagian yang tidak terpisahkan dari KKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cp>3.KKB ini mulai berlaku selama 2 (dua) tahun sejak tanggal pendaftaran dari\nDinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sukabumi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.KKB ini dibuat dalam bahasa Indonesia dan disetujui, serta\ndisaksikan\u002Fdiketahui oleh pejabat dari Dinas Tenaga Kerja ian Transmigrasi\nKab.Sukabumi kemudian ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam rangkap 2\n(dua) yang sama bunyi dan kekuatan hukumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal terjadi perselisihan, maka Perusahaan dan Serikat Pekerja\nsepakat memilih domisili pada wilayah Pengadilan Negeri Sukabumi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.KKB ini hanya dapat dirubah setelah ada persetujuan bersama secara\ntertulis antara Perusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Penandatanganan Kesepakatan Kerjasama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Kesepakatan Kerja sama ini ditanda tangani bersama oleh, PT. Vongjin\nJavasuka Garment Factory 11 dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Serikat\nPekerja Sandang Tekstil &amp; Kulit (PUK SP TSK SPSI) PT. Yongjin Javasuka\nGarment Factory II.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditanda tangani di : Cicurug\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PadaTanggal: 30 Desember 2012\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK-PIHAK YANG MFNGADAKAN KESEPAKATAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SP TSK SPSI PIMPINAN \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. YONGJIN JAVASUKA GARMENT FACTORY \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ujang Suherma\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. YONGJIN JAVASUKA GARMENT FACTORY\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Chae Soohan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Direktur Utama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menyaksikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesepakatan Kerja Bersama ini ditanda tangani dihadapan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratification\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003Cp>DINAS KETENAGAKERJAAN DAN TRANSMIGRASI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KABUPATEN SUKABUMI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Drs.AAM AMMAR HALIM.M.Si\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP : 19630411 1990101001\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"hourspday_select":50,"menstruationleave":54,"maternitydifferenttrigger":58,"paidmaternityleaveduration":62,"maxsicknesspay":66,"childcareleave":70,"cbadate_end":74,"severance_number":78,"WAGES_trigger":82,"ONCERISE_trigger":86,"maternityexcludedtrigger":90,"dayspweek":92,"hourspweek_select":94,"childcare":96,"severance_dismissal_type":98,"equalitydifferenttrigger":100,"STRUCINCR_trigger":102,"hourspday":106,"childcaredifferenttrigger":108,"OVERTIME_trigger":110,"severance_number_1_tenure":114,"contracttrialperiod":116,"maternityotherclause":120,"severance":124,"discrimination":126,"maxsicknesspayperc":130,"pensionfund":132,"cbaratified":136,"TRAINING_trigger":140,"incidentalbonusdays1":144,"overtimeallowanceperc1":146,"holidaysdays":150,"holidaysweeks":154,"sundayallowanceperc1":156,"overtimeallowanceperc1_general":160,"healthinsurance":162,"COMMUTE_trigger":166,"funeralpay":170,"wageincreasetype":174,"sundayallowancetype":176,"cbadate_end_date":178,"protectiveclothing":180,"healthandsafetypolicy":184,"paidmaternityleave":188,"LOWWAGE_government":190,"overtimeallowancetype1":194,"healthcareaccess":196,"commutingallowancetype1":200,"hourspweek":202,"schedulesrestpw":204,"incidentalbonustype":206,"sundayallowancetype1":208,"equalityexcludedtrigger":210,"dayspweek_select":212,"paidmaternityleaveall":214,"SCHEDULE_trigger":216,"contracttrial":218,"paidpaternityleave":220,"contractseverancepaytxt":224,"incidentalbonustype2":226,"sicknesspay":228,"cbadate_start_date":230,"sicknessmaxdaysnr":234,"overtimeallowancetype_general":238,"childcareexcludedtrigger":240,"cbaratificationdate":242,"coverunion_trigger":244,"trainingprogrammes":246,"violence":248,"sicknessmaxdays":252,"contractseverancepay1":254,"bankholidays1":256,"cbaratification":260,"LOWWAGE_trigger":262,"overtimeallowancetype":264,"deathrelativesleave":266,"disabilityfund":270,"healthandsafetyprovisions":272,"cbadate_start":275,"contractseverancepay":277,"PAIDLEAV_trigger":279,"SUNDAY_trigger":281,"paidpaternityleaveduration":283,"deathrelatives":287},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","4.Kecelakaan kerja, selama perlu istirah","4.Kecelakaan kerja, selama perlu istirahat menurut keterangan dokter,\npelaksanaannya sesuai dengan UU No. 3 tahun 1992 (Jamsostek).",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"hourspday_select","1.Sesuai dengan ketentuan peraturan peru","1.Sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan, hari kerja biasa di\nPerusahaan dengan perincian waktu sebagai berikut:\n\na.5 (lima) hari kerja seminggu \u002F 8 jam\n\nSenin - Kamis : \n\nJam (07.00 -12.00)\n\nJam (12.00-13.00) ( istirahat )\n\nJam (13.00-16.00)\n\nJum'at : \n\nJam (07.00 -11.30)\n\nJam (11.30 -13.00) ( istirahat )\n\nJam (13.00-16.30)",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"menstruationleave","2.Pekerja wanita tidak diwajibkan untuk ","2.Pekerja wanita tidak diwajibkan untuk bekerja pada hari pertama dan kedua\nsewaktu haid dan mendapatkan upah, dengan menyertakan\u002Fmenunjukan bukti surat\nketerangan dari Dokter yang sah.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"maternitydifferenttrigger","3.Kesepakatan kerja bersama ini berlaku ","3.Kesepakatan kerja bersama ini berlaku untuk semua karyawan\u002Fkaryawati PT.\nYongjin Javasuka Garment Factory II.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"paidmaternityleaveduration","1.Setiap pekerja wanita berhak atas cuti","1.Setiap pekerja wanita berhak atas cuti hamil 1 ½ bulan sebelum melahirkan\n1 ½ bulan sesudah melahirkan",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"maxsicknesspay","2.Apabila pekerja sakit dalam jangka wak","2.Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu yang berkepanjangan, yang dapat\ndibuktikan dengan surat Keterangan Dokter \u002F Puskesmas dan lelah dilegalisir\noleh dokter perusahaan, maka upahnya dibayar sesuai dengan ketentuan sebagai\nberikut:\n\n  4 (tiga) bulan pertama dibayar sebesar 100 %\n  4 (tiga) bulan kedua dibayar sebesar 75%\n  4 (tiga) bulan ketiga dibayar sebesar 50%\n  3 (tiga) bulan keempat dibayar sebesar 25%",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"childcareleave","i.Suami\u002Fistri\u002Fanak yang mengalami rawat ","i.Suami\u002Fistri\u002Fanak yang mengalami rawat inap di Rumah sakit = 3 hari",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"cbadate_end","3.KKB ini mulai berlaku selama 2 (dua) t","3.KKB ini mulai berlaku selama 2 (dua) tahun sejak tanggal pendaftaran dari\nDinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sukabumi.",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"severance_number","Ketentuan pemberian uang pesangon, uang ","Ketentuan pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti\nkerugian di perusahaan sesuai diatur dengan peraturan ketenagakerjaan yang\nberlaku.",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"WAGES_trigger","1.Upah adalah suatu penerimaan sebagai i","1.Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari Perusahaan kepada\nPekerja untuk suatu pekerjaan yang telah atau akan dilaksanakan dinyatakan atau\ndinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu perjanjian \u002F\npersetujuan atau peraturan perundang-undangan dan dibayarkan atas dasar\nkesepakatan, termasuk tunjangan-tunjangan, baik untuk Pekerja sendiri maupun\nkeluarganya.",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"ONCERISE_trigger","Perusahaan rnemberikan Tunjangan Hari Ra","Perusahaan rnemberikan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan kepada setiap\npekerja. Besarnya tunjangan hari raya adalah sebagai berikut:\n\na.Pekerja yang masa kerjanya setelah 3 (tiga) bulan tetapi kurang dari 12\n(dua belas) bulan diberikan secara proporsional dengan perhitungan: Masa Kerja\n\u002F 12x 1 (satu) upah kerja.\n\nb.Pekerja yang masa kerjanya 1 (satu) tahun keatas, besarnya diatur sesuai\ndengan kemampuan\u002Fkebijaksanaan perusahaan\u002Fminimal 1 (satu) bulan upah.",{"bindId":91,"name":60,"text":61},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":93,"name":52,"text":53},"dayspweek",{"bindId":95,"name":52,"text":53},"hourspweek_select",{"bindId":97,"name":72,"text":73},"childcare",{"bindId":99,"name":80,"text":81},"severance_dismissal_type",{"bindId":101,"name":60,"text":61},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"STRUCINCR_trigger","1.Bagi karyawan harian, kenaikan upah me","1.Bagi karyawan harian, kenaikan upah mengikuti keputusan pemerintah tentang\nkenaikan UMP.\n\n2.Bagi Karyawan bulanan, kenaikan upah akan dilakukan sekali setahun.",{"bindId":107,"name":52,"text":53},"hourspday",{"bindId":109,"name":60,"text":61},"childcaredifferenttrigger",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"OVERTIME_trigger","4.Perhitungan upah kerja lembur dihitung","4.Perhitungan upah kerja lembur dihitung sesuai dengan peraturan pemerintah\natau peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.",{"bindId":115,"name":80,"text":81},"severance_number_1_tenure",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"contracttrialperiod","3.Calon pekerja yang telah memenuhi pers","3.Calon pekerja yang telah memenuhi persyaratan serta lulus dalam ujian\u002Ftes\nkesehatan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, maka perusahaan dapat\nmempertimbangkan untuk diterima sebagai pekerja dengan masa percobaan maksimal\n3 (tiga) bulan secara tertulis terhitung sejak mulai bekerja di Perusahaan.",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"maternityotherclause","2.Setiap pekerja yang mengalami gugur ka","2.Setiap pekerja yang mengalami gugur kandungan berhak menerima cuti 1 ½\nbulan\n\n3.Pekerja cuti hamil\u002Fgugur kandungan berhak atas upahnya dan pembayarannya\ndiatur oleh perusahaan.",{"bindId":125,"name":80,"text":81},"severance",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"discrimination","10.Pekerja yang menjadi Pengurus Serikat","10.Pekerja yang menjadi Pengurus Serikat Pekerja atau yang ditunjuk untuk\nmewakili Serikat Pekerja tidak akan mendapat tindakan diskriminatif atau\ntekanan langsung maupun tidak langsung dari atasannya \u002F Perusahaan",{"bindId":131,"name":68,"text":69},"maxsicknesspayperc",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"pensionfund","c.Alokasi dari iuran tersebut adalah: 5.","c.Alokasi dari iuran tersebut adalah:\n\n  5.70% iuran Tabungan Hari Tua\n  0.305% iuran Kematian\n  0.89% iuran Kecelakaan Kerja",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"cbaratified","DINAS KETENAGAKERJAAN DAN TRANSMIGRASI K","DINAS KETENAGAKERJAAN DAN TRANSMIGRASI\n\nKABUPATEN SUKABUMI\n\n\n\nDrs.AAM AMMAR HALIM.M.Si\n\nNIP : 19630411 1990101001",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"TRAINING_trigger","b.Bantuan biaya pendidikan\u002Fkursus untuk ","b.Bantuan biaya pendidikan\u002Fkursus untuk pengurus serikat pekerja bilamana\nkursus tersebut berhubungan dengan pengembangan Perusahaan dan kegiatan serikat\npekerja.",{"bindId":145,"name":88,"text":89},"incidentalbonusdays1",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"overtimeallowanceperc1","b.Apabila kerja lembur dilakukan pada ha","b.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja:\n\n1.Untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu\nsetengah) kali upah sejam;\n\n2.Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2\n(dua) kali upah sejam",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"holidaysdays","1.Setiap pekerja yang telah bekerja sela","1.Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan\nmendapat upah penuh, dan pengaturan cuti tahunan ini sepenuhnya diatur oleh\nPerusahaan.",{"bindId":155,"name":152,"text":153},"holidaysweeks",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"sundayallowanceperc1","c.Apabila kerja lembur dilakukan pada ha","c.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat minggu dan\u002Fatau hari\nlibur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu\nmaka:\n\n1.Perhitungan upah lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama 2 (dua) kali upah\nsejam dan jam kedelapan dibayar 3 kali upah sejam dan lembur kesembilan dan\nkesepuluh dibayar empat kali upah sejam.\n\n2.Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah\nlembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3\n(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah\nsejam",{"bindId":161,"name":148,"text":149},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"healthinsurance","2.Jaminan Sosial Tenaga Kerja meliputi: ","2.Jaminan Sosial Tenaga Kerja meliputi:\n\na.Jaminan kecelakaan kerja termasuk penyakit akibat hubungan kerja.\n\nb.Jaminan Kematian (JKM)\n\nc.Jaminan Hari Tua (JHT)\n\nd.Jaminan pemeliharaan kesehatan",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"COMMUTE_trigger","Setiap pembayaran upah harus disertai de","Setiap pembayaran upah harus disertai dengan struk upah yang\nmencantumkan:\n\na.Gaji Pokok\n\nb.Insentive\n\nc.Tunjangan transport",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"funeralpay","Perusahaan akan memberikan Tunjangan Kem","Perusahaan akan memberikan Tunjangan Kematian kepada karyawan\n(kontrak\u002Ftetap) yang meninggal dunia sebesar Rp. 2.000.000 (dua juta\nrupiah).",{"bindId":175,"name":104,"text":105},"wageincreasetype",{"bindId":177,"name":158,"text":159},"sundayallowancetype",{"bindId":179,"name":76,"text":77},"cbadate_end_date",{"bindId":181,"name":182,"text":183},"protectiveclothing","1.Untuk kepentingan Keselamatan dan Kese","1.Untuk kepentingan Keselamatan dan Kesehatan kerja maka pengusaha\nmenyediakan alat-alat pengaman yang harus dipakai oleh Pekerja sesuai dengan\npetunjuk yang diberikan oleh atasan dan atau orang yang ditunjuk untuk itu.",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"healthandsafetypolicy","1.Setiap pekerja menjaga keselamatan dir","1.Setiap pekerja menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan disiptin dan\nmentaati Peraturan Perundang-undangan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)\nsesuai dengan UU No. 1 tahun 1970.",{"bindId":189,"name":64,"text":65},"paidmaternityleave",{"bindId":191,"name":192,"text":193},"LOWWAGE_government","Upah minimal yang diberikan kepada peker","Upah minimal yang diberikan kepada pekerja disesuaikan dengan penetapan UMK\nyang ditetapkan melalui surat Keputusan Gubernur Jawa Barat.",{"bindId":195,"name":148,"text":149},"overtimeallowancetype1",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"healthcareaccess","Prosedur pengobatan dan perawatan akan d","Prosedur pengobatan dan perawatan akan ditetapkan oleh perusahaan dalam\nperaturan tersendiri dalam prosedur pengobatan karyawan sesuai dengan UU\nNo.3Tahun 2003.",{"bindId":201,"name":168,"text":169},"commutingallowancetype1",{"bindId":203,"name":52,"text":53},"hourspweek",{"bindId":205,"name":52,"text":53},"schedulesrestpw",{"bindId":207,"name":88,"text":89},"incidentalbonustype",{"bindId":209,"name":158,"text":159},"sundayallowancetype1",{"bindId":211,"name":60,"text":61},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":213,"name":52,"text":53},"dayspweek_select",{"bindId":215,"name":64,"text":65},"paidmaternityleaveall",{"bindId":217,"name":52,"text":53},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":219,"name":118,"text":119},"contracttrial",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"paidpaternityleave","1.Perusahaan memberikan ijin kepada peke","1.Perusahaan memberikan ijin kepada pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya\ndengan mendapat upah dalam hal:\n\na.Pernikahan pekerja sendiri = 3 hari\n\nb.Pernikahan anak pekerja = 2 hari\n\nc.Khitanan atau pembaptisan anak pekerja = 2 hari\n\nd.Istri pekerja melahirkan atau gugur kandungan = 2 hari",{"bindId":225,"name":80,"text":81},"contractseverancepaytxt",{"bindId":227,"name":88,"text":89},"incidentalbonustype2",{"bindId":229,"name":68,"text":69},"sicknesspay",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"cbadate_start_date","Kesepakatan Kerja sama ini ditanda tanga","Kesepakatan Kerja sama ini ditanda tangani bersama oleh, PT. Vongjin\nJavasuka Garment Factory 11 dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Serikat\nPekerja Sandang Tekstil & Kulit (PUK SP TSK SPSI) PT. Yongjin Javasuka\nGarment Factory II.\n\n\n\nDitanda tangani di : Cicurug\n\nPadaTanggal: 30 Desember 2012",{"bindId":235,"name":236,"text":237},"sicknessmaxdaysnr","3.Apabila setelah lewat 12 (dua belas) b","3.Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan ternyata pekerja yang\nbersangkutan belum mampu bekerja kembali, maka perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.",{"bindId":239,"name":148,"text":149},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":241,"name":60,"text":61},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":243,"name":232,"text":233},"cbaratificationdate",{"bindId":245,"name":60,"text":61},"coverunion_trigger",{"bindId":247,"name":142,"text":143},"trainingprogrammes",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"violence","16.Setiap pekerja dilarang berbuat atau ","16.Setiap pekerja dilarang berbuat atau bertingkah laku antara lain:\n\na.Membawa senjata api\u002Ftajam minuman keras dan narkoba ke dalam lingkungan\nperusahaan.\n\nb.Melakukan pencunan, penggelapan dan penipuan terhadap pengusaha dan\nkeluarganya serta teman sekerja.\n\nc.Bercanda, berteriak-teriak, bernyanyi, bersiul atau menimbulkan suatu\nbunyi yang dapat mengganggu ketenangan kerja.\n\nd.Berlaku kasar\u002FMenganiaya\u002Fmenghina\u002Fmengancam pengusaha daan keluarganya,\nyayasan. bawahan dan sesama pekerja.\n\ne.Melakukan demonstrasi, melakukan pemogokan\u002Funjuk rasa ataupun memperlambat\njalannya pekerjaan tanpa prosedur hukum yang berlaku.\n\nf.Makan, Minum, Merokok dan Meludah disembarang tempat dan terlarang.\n\ng.Mabuk-mabukan, menggunakan obat bius atau narkoba, berkelahi, berbuat onar\ndan berjudi di lingkungan perusahaan.",{"bindId":253,"name":236,"text":237},"sicknessmaxdays",{"bindId":255,"name":80,"text":81},"contractseverancepay1",{"bindId":257,"name":258,"text":259},"bankholidays1","Hari libur resmi ialah sesuai dengan Per","Hari libur resmi ialah sesuai dengan Per-03\u002FMEN\u002F1987 dan hari-hari libur\nyang ditetapkan setiap tahun oleh Pernerintah.",{"bindId":261,"name":138,"text":139},"cbaratification",{"bindId":263,"name":192,"text":193},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":265,"name":148,"text":149},"overtimeallowancetype",{"bindId":267,"name":268,"text":269},"deathrelativesleave","e.Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forangtua\u002Fmertua\u002Fsauda","e.Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forangtua\u002Fmertua\u002Fsaudara kandung meninggal dunia = 2\nhari",{"bindId":271,"name":134,"text":135},"disabilityfund",{"bindId":273,"name":182,"text":274},"healthandsafetyprovisions","1.Untuk kepentingan Keselamatan dan Kesehatan kerja maka pengusaha\nmenyediakan alat-alat pengaman yang harus dipakai oleh Pekerja sesuai dengan\npetunjuk yang diberikan oleh atasan dan atau orang yang ditunjuk untuk itu.\n\n2.Pekerja wajib mentaati dan menjalankan peraturan keselamatan kerja di\ndalam lingkungan perusahaan\n\n3.Pada waktu mulai, selama dan sesudah melakukan pekerjaan setiap Pekerja\nwajib mentaati prosedur dan langkah-langkah keselamatan kerja yang telah ada\ndan ditentukan bagi pekerjaannya masing-masing termasuk dalam menggunakan\nalat-alat pelindung keselamatan kerja.\n\n4.Demi terciptanya keselamatan kerja, maka Pekerja dilarang:\n\na.Menempatkan barang atau alat secara sembarangan sehingga membahayakan\nkeselamatan dirinya atau orang lain.\n\nb.Menghidupkan \u002F menjalankan \u002F menggerakkan mesin-mesin, atau kendaraan yang\nbukan menjadi tugasnya.\n\nc.Melepas sepatu pada saat sedang tnenjalankan tugasnya.\n\nd.Membuat kegaduhan bunyi yang disengaja sehingga membuat konsentrasi\ndirinya atau orang lain hilang sehingga membahayakan keselamatan kerja.\n\ne.Bersenda gurau secara berlebihan pada saat melaksanakan tugasnya sehingga\nmembahayakan dirinya atau orang lain.:\n\n5.Pekerja yang mengetahui Pekerja lain mendapatkan kecelakaan, wajib\nmemberikan pertolongan secepat dan sebatas kemampuannya.",{"bindId":276,"name":232,"text":233},"cbadate_start",{"bindId":278,"name":80,"text":81},"contractseverancepay",{"bindId":280,"name":152,"text":153},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":282,"name":158,"text":159},"SUNDAY_trigger",{"bindId":284,"name":285,"text":286},"paidpaternityleaveduration","d.Istri pekerja melahirkan atau gugur ka","d.Istri pekerja melahirkan atau gugur kandungan = 2 hari",{"bindId":288,"name":268,"text":269},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>PT. Yongjin Javasuka Garment 1 &amp; 2 - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-12-30\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-12-29\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-12-30\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        PT. Yongjin Javasuka Garment 1 &amp; 2\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Ujang Suherma\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Insufficient data\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;3 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[294],{"title":39,"slug":34},[296],{"type":297,"data":298},"call_to_action_body_block",{"title":299,"description":300,"variant":301,"link":302},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":299,"url":303,"description":299,"rel":304,"type":305},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[307],{"type":297,"data":308},{"title":299,"description":300,"variant":301,"link":309},{"title":299,"url":303,"description":299,"rel":304,"type":305},[]]