[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-universal-kharisma-garment-dengan-federasi-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-2013---2015":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":230,"content_type_view":231,"extra_breadcrumbs":232,"body":234,"body_blocks":245,"related_pages":249},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":228,"translations":229},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-universal-kharisma-garment-dengan-federasi-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-2013---2015","9a15f85a-b916-11e5-9c39-001e0bbf9952","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-universal-kharisma-garment-dengan-federasi-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-2013---2015\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-universal-kharisma-garment-dengan-federasi-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-2013---2015\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Universal Kharisma Garment Dengan Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia 2013 - 2015","ba_ID","IDN PT. Universal Kharisma Garment - 2013","Indonesia - IDN PT. Universal Kharisma Garment - 2013","IDN PT. Universal Kharisma Garment - 2013 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PKB PT. Universal Kharisma Garment.html","\n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. UNIVERSAL KHARISMA GARMENT DENGAN\nFEDERASI SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Istilah - Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam isi kesepakatan ini yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PENGUSAHA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Direksi \u002F Pengurus yang ditunjuk oleh Pemegang Saham untuk memimpin\ndan mengelola perusahaan baik secara sendiri - sendiri maupun secara bersama -\nsama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.PERUSAHAAN :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Perseroan Terbatas UNIVERSAL KHARISMA GARMENT didirikan berdasarkan\nAkta Notaris Raden Santoso No.52 tanggal 31-12- 1986 dan No.2 tanggal 5-7-1991\ndengan SIUP Perdagangan No. 40412005 – P\u002F09 – 02\u002FPB\u002FV\u002F97 tanggal 14 April\n1997. Karawang dengan alamat Jln P.O.J No. 1 Desa Duren Kosambi Kecamatan Klari\nKarawang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.PEKERJAAN :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang yang mengadakan hubungan kerja dengan Perusahaan dan menerima\nupah \u002F gaji dan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.SERIKAT PEKERJA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Serikat Pekerja TSK - Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia\n(SP.TSK-FSPSI) PT. UNIVERSAL KHARISMA GARMENT dengan No 16\u002FPC\u002FSP.TSK -\nSPSI\u002FKrwA\u002F12000 tanggal 06 Mei 2000.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pendaftaran No.Kep. 103\u002FKW9\u002FKD5\u002F2000 tanggal 28 April 2000.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.PENGURUS SERIKAT PEKERJA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anggota Serikat Pekerja yang dipilih oleh anggota dan mendapat\npersetujuan dari pengusaha untuk memimpin Serikat Pekerja sesuai dengan\nUndang-Undang No.21 tahun 2000.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.UPAH\u002FGAJI :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah imbalan jasa yang diterima Pekerja berupa uang atas pekerjaan sebagai\nakibat adanya hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.UPAH LEMBUR :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yang diberikan kepada Pekerja yang melakukan pekerjaan di luar\njam kerja yangtelah di tentukan dengan catatan harus ada perintah tertulis dari\npimpinan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN (THR ) :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan berupa uang yang diberikan kepada pekerja setiap\nkaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak-Pihak Yang Bersepakat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak -pihak yang bersepakat dalam perjanjian kerja sama ini adalah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak pengusaha terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nama\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jabatan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Johan Kustono\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Direktur\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Ahadiat Arifin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Personalia\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Ristianto\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager Produksi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak Unit Kerja terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nama\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jabatan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Ayubbilah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ketua\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>A. Jeje\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Wakil Ketua\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sastro\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sekretaris\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Isi Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan serikat pekerja telah setuju mengadakan perjanjian kerja\nbersama yang isinya meliputi : syarat - syarat kerja dan berbagat masalah\nhubungan kerja antara serikat pekerja dengan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pengusaha dan serikat pekerja mengadakan perubahan-perubahan\nnama, penggabungan nama atau dalam bentuk apapun, maka isi dari pasal-pasal\nperjanjian kerja bersama ini akan tetap berlaku bagi pihak pengusaha dan\nserikat pekerja, terhitung sejak adanya perubahan-perubahan tersebut sampai\ndengan sisa waktu berlakunya perjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Luas Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Disamping Perjanjian Kerja Bersama ini, Pengusaha dan Serikat Pekerja\ntetap mempunyai hak-hak lainnya dan berkewajiban mentaati Perundang - undangan\n\u002F Peraturan - Peraturan Pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dengan adanya Perjanjian Kerja Bersama ini, maka Perjanjian Kerja Bersama\nterdahulu dinyatakan tidak berlaku lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari bahwa apabila dalam pelaksanaan\natau dalam penetapan perjanjian ini, oleh akibat pertumbuhan\u002F perkembangannya\ntidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi sehingga perlu mengadakan\npenyempurnaan, maka kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan penyelesaian\nmelalui musyawarah untuk mencapai mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Hak Dan Kewajiban Yang Bersepakat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja mempunyai hak dan kewajiban memberikan\npenerangan\u002Fpenjelasan tentang makna maupun pengertian Perjanjian Kerja Bersama\nini kepada seluruh Pekerja atau pihak - pihak lain yang berkepentingan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha berhak mengelola tenaga kerja dengan menggunakan sistem\nManagement yang sehat dalam mencapai tujuan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Fungsi Serikat Pekerja disamping partner Pengusaha adalah mewakili,\nmengayomi, dan membina anggota-anggota serta pekerja lainnya baik secara\nindividu maupun secara individu maupun secara kolektif dalam bidang\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap Pekerja berhak menjadi anggota Pekerja, kesempatan untuk maju\nmengembangkan karier, kecakapan serta keterampilan sehingga potensi dan daya\nkreasinya dapat dikembangkan dalam rangka meningkatkan produksi dan\nproduktifitas yang terwujud dalam rangka penghasilan kesejahteraannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Serikat Pekerja berkewajiban menunjang upaya Pengusaha dalam menciptakan\nketenangan usaha dan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGAKUAN JAMINAN DAN FASILITAS UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Terhadap Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui Serikat Pekerja sektor TSK - FSPSI PT. Universal\nKharisma Garment yang menandatangani perjanjian Kerja Bersama ini sebagai satu\n- satunya wadah organlsasi pekerja yang mewakili Seluruh Pekerja yang bekerja\npada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha memberikan keleluasaan bagi kegiatan dan perkembangan Serikat\nPekerja serta pembinaan anggota - anggotanya sepanjang tidak mengganggu\njalannya pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Jaminan Pengusaha Bagi Pengurus\u002FWakilnya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan jaminan kepada setiap pengurus \u002F wakilnya untuk\nmelaksanakan kewajibannya dengan pengertian harus dimusyawarahkan dulu dengan\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Oleh akibat ijin yang diberikan Pengusaha kepada pengurus \u002F wakilnya untuk\nmelaksanakan kewajibannya sehingga meninggalkan pekerjaan, tanpa mengurangi hak\n- haknya sebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Hubungan Serikat Pekerja Dengan Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap perubahan pada Anggaran Dasar \u002F Anggaran Rumah Tangga dan perubahan\npenggantian Susunan Pengurus Harian, Serikat Pekerja berkewajiban\nmemberitahukan kepada Pengusaha dan penggantian susunan Pengurus Harian\ndimaksud harus seijin Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menangani segala persoalan atau hal-hal yang menyangkut Pengusaha\ndan Serikat Pekerja, selalu berpegang pada BIPARTIT melalui musyawarah untuk\nmufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal perbedaan faham dan pendapat sehingga menemui jalan buntu\nmenjadikan perselisihan, maka untuk penyelesaiannya berpegang pada UU No. 2\nTahun 2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Fasilitas Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dengan persetujuan pengusaha, Serikat Pekerja dapat memasuki daerah kerja\npengusaha untuk melakukan kewajiban yang berkaitan dengan masalah - masalah\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengusahakan ruangan Kantor Sekretariat dan perlengkapannya\nuntuk menunjang kegiatan jalannya pertemuan maupun rapat-rapat pengurus\nOrganisasi Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal memenuhi kewajiban atas undangan pemerintah dan atau tugas\nOrganisasi sehingga pengusaha memberikan Dispensi dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Pengumpulan Iuran Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Berdasarkan Peraturan Keputusan\u002F78\u002FMen\u002F03 atas permintaan Serikat Pekerja,\nPengawas Unit Kerja \u002F yang bayar gaji dapat membantu melakukan pemotongan\nupah\u002Fgaji anggota Serikat Pekerja untuk iuran anggota\u002Fdana sokongan, yang hasil\npotongan diserahkan kepada Serikat Pekerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemotongan upah\u002Fgaji seperti dimaksud Ayat 1 diatas manakala menimbulkan\nkesalah pahaman anggota, tidak menjadi beban pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGELOLAAN, PENGGOLONGAN SERTA PENGUPAHAN \u002F PENGGAJIAN\nPEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Pengelolaan Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penarikan, Pemilihan, penempatan dan pemindahan (mutasi) tenaga kerja \u002F\nPekerja, merupakan I wewenang Pengusaha yang akan dilaksanakan sesuai dengan\ndasar - dasar Management Perusahaan yang sehat, berdasarkan Peraturan dan\nperundang- undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Penggolongan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha berkewajiban menyusun penggolongan para pekerja, baik sebagai\npekerja biasa maupun sebagai staff, dilaksanakan sekurang kurangnya\nberdasarkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Status Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Syarat - syarat pekerjaan \u002Fjabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pendidikan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengalaman Kerja \u002F Keahlian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan suasana kompetrif kegairahan\nkerja, dengan status Pekerja Bulanan Tetap sehingga mendapatkan upah \u002F gaji\nyang di bayarkan pada akhir bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Pengangkatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Semua Calon Pekerja harus melalui masa percobaan selama-lamanya 3 (tiga)\nbulan sesuai dengan masa percobaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Untuk bagian -bagian tertentu dalam masa percobaan calon pekerja\ndiharuskan mengikuti teori dalam ruangan training.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selama masa percobaan masing-masing pihak,baik pekerja maupun pengusaha\ndapat memutuskan hubungan kerja seketika tanpa syarat atau tanpa pemberitahuan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masa percobaan terhitung sejak mulai tanggal di tandatanganinya surat\nperjanjian kerja antara pengusaha dengan pekerja percobaan training dengan\nmendapat upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Dasar Pengupahan \u002F Penggajian Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>Upah \u002F Gaji Pekerja terdiri dari komponen-komponen minimal seperti tersebut\ndibawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah \u002F gaji pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan peralihan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan bagi yang bekerja shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Insentif hadir kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tunjangan khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tunjangan prestasi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Penilaian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sistem penilaian diatur dalam ketentuan tersendiri sekurang-kurangnya\nmeliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Disiplin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Prestasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Loyalitas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cp>Pengusaha akan meninjau kenaikan upah \u002F gaji pekerja setiap tahun yang\nselalu dimulai bulan April dengan mempertimbangkan Faktor intern dan ekstrn\nperusahaan, yang berpedoman antara lain kepada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Ketentuan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Prestasi Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Prestasi Kerja Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Kebutuhan dan keputusan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Jam Kerja Dan Upah Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>1.Jam kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu (6 hari kerja).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha berhak memerintahkan kerja lembur sesuai kepentingan perusahaan,\npekerja bersedia kerja lembur berdasarkan Undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Segala akibat kerja lembur dimaksud, upah lembur dibayarkan kepada pekerja\nsesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah tentang dasar perhitungan\nupah lembur (Kepmenaker No. 102\u002FMen\u002FIV\u002F04) dan pembayarannya bersama dengan\npenerimaan upah\u002Fgaji dan melembur apabila ada perintah tertulis dari pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp>A.Hari Kerja Biasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk jam kerja lembur pertama pembayaran upah sebesar : 1 x upah\nsejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya dibayar upah sebesar : 2 x upah\nsejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>B.Kerja lembur pada hari Mingguan dan Hari Raya Resmi adalah sebagai berikut\n;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk setiap jam dalam batas 7 jam atau 5 jam apabila hari raya tersebut\njatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam 6 hari kerja\nseminggu, dibayar upah sebesar 1.2 x Upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk 1 jam kerja selebihnya dari 7 jam atau 5 jam apabila hari raya\ntersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam 6 hari\nkerja seminggu, dibayar upah sebesar 3 x Upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk jam kerja kedua dan seterusnya setelah 7 jam atau 5 jam apabila hari\nraya tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam 6 hari\nkerja seminggu, dibayar upah sebesar 4 x Upah sejam dan seterusnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Upah sejam untuk menghitung Upah Lembur: 1 1\u002F173 x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Perjalanan Dinas Luar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat memerintahkan pekerja untuk melakukan perjalanan Dinas\nsesuai kepentingan Perusahaan, maka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam kaitannya dengan tugas perjalanan dinas luar, Pengusaha berhak\nmenunjuk Pekerja sehingga bekerja harus diluar lokasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila sangat mendesak dan sangat di perlukan, kepada pekerja akan di\nberikan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Uang Transfort\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Uang Penginapan bila harus menginap, kecuali tempat menginap disediakan oleh\nPengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Pajak Pendapatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pajak pendapatan atas upah \u002F gaji pekerja sesuai dengan Undang - Undang\nPerpajakan yang berlaku di Indonesia, sepenuhnya menjadi tanggungan pekerja\nyang barsangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Biaya \u002FGanti Rugi Kecelakaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1.Pekerja yang mendapat kecelakaan dalam hubungan kerja, seluruh biaya\npelayanan kesehatannya ditanggung oleh Perusahaan sesuai Program Jamsostek,\nkecuali kecelakaan yang diakibatkan oleh perbuatan yang melanggar hukum dan\nmengganggu ketertiban umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>2.Dalam hal kecelakaan tersebat mengakibatkan cacat, maka biaya ganti rugi\ndiatur berdasarkan Undang - Undang dan Ketentuan Jamsostek.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Biaya Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Menjadi Tanggungan\nPerusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Biaya dan pelayanan kesehatan tidak diberikan kepada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang menyalahgunakan hak Pelayanan Pemeliharaan Kesehatan\nkepadanya tidak diberikan pelayanan kesehatan paling lama 1 (satu) Tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penyakit kelamin (penyakit kotor) beserta segala akibatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penyakit yang di akibatkan kecanduan narkotik, alkohol dan sejenis\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Segala usaha yang ditujukan untuk menggugurkan kandungan atas permintaan\ndan perlakuan pekerja itu sendiri diluar ketentuan - ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tindakan pengobatan yang ditujukan untuk memperindah diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Tunjangan Kematian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang meninggal dunia dalam hubungan kerja karena kecelakaan,\nPengusaha memberikan kepada Ahli Warisnya Tunjangan Kematian sesuai dengan\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pekerja meninggal dunia diluar ketentuan Ayat 1 diatas, kepada\nahli warisnya diberikan tunjangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>3.Pekerja meninggal dunia, diberikan uang duka cita disertai data penunjang\nyang jumlahnya ditentukan oleh Pengusaha yang sesuai dengan ketentuan peoindang\n- undangan maupun Peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Hari Libur Nasional\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Hari Libur Nasional adalah Hari Resmi, maka Perusahaan dinyatakan tutup\ndengan upah penuh, kecuali:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bila Pabrik dioperasikan, maka Pekerja dinyatakan kerja lembur dengan\nperhitungan sesuai dengan peraturan dan perundang - undangan yang berlaku dan\natau dapat dibicarakan sebelum pelaksanaan kerja lembur tersebut diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Libur Nasional seperti : Idul Fitri, Idul Adha dan hari Proklamasi RI\ntanggal 17 Agustus dinyatakan Perusahaan Tutup Total.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Khusus merayakan Idul Fitri, baik sebelum dan sesudah Idul Fitri,\nPerusahaan memberikan cuti kolektif yang jumlah harinya ditentukan oleh\nperusahaan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Tunjangan Hari Raya Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>Menjelang Hari Raya Keagamaan, perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya\nKeagamaan (THR) kepada karyawan yang besarnya disesuaikan dengan Peraturan\nMenteri Tenaga Kerja Nomor: Per- 04 \u002F Men \u002F 1994 adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>1.Karyawan yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan tetapi kurang dari 1\ntahun diberikan secara Proporsional dengan perhitungan : Masa Kerja dibagi 12\ndikali satu bulan. Yang telah bekerja 12 bulan terus menerus atau lebih\ndiberikan satu bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Upah sebulan adalah Upah Pokok ditambah Tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan tunjangan Hari Raya Keagamaan dibayarkan selambat lambatnya 1\n( satu ) Minggu sebelum Hari Raya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Koperasi Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Koperasi Karyawan PT. UKG dengan Badan Hukum No.55 \u002F BH \u002F KWK.10 \u002F III \u002F\n1996 tanggal 4 Maret 1996 adalah satu satunya wadah bagi pekerja guna menunjang\npeningkatan kesejahteraan Pekerja dibidang ekonomi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk mengelola dan seluruh aktifitas Koperasi Karyawan tersebut hak\nsepenuhnya adalah berdasarkan AD \u002F ART yang berlaku sesuai keinginan anggotanya\nmelalui Rapat Anggota Tahunan dan disetujui oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Olah Raga Dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk menjaga stamina tubuh Pekerja melalui Olahraga dan Kesenian,\nPengusaha memberikan dukungan dan untuk keperluan sarana olahraga dan kesenian\ndimaksud pengusaha memberikan bantuan baik dalam bentuk fasilitas tempat maupun\nalat - alat sesuai kemampuan perusahaan yang pengelolaanya bersama antara\npengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila ada kegiatan sehingga harus melaksanakan pertandingan olahraga\npersahabatan antar perusahaan harus seijin Pengusaha terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Biaya dan bantuan seperti Ayat 2 diatas, akan diberikan Pengusaha sesuai\ndengan kemampuan yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang mendapat fasilitas Mess Khusus bagi Mess wanita disediakan\nalat media informasi dan hiburan berupa TV berwarna yang ditempatkan pada\nruangan khusus, penggunaannya diatur sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh\nperusahaan dan wajib menjaga nya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Tempat Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan tempat Ibadah bagi karyawan \u002F karyawati dan khusus\nbagi pekerja yang akan menjalankan Shalat Jum'at, Perusahaan memberikan waktu\nistirahat pada Shalat Jum'at lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan\n(istirahat dipercepat 30 menit).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PERATURAN TATA TERTIB PERLENGKAPAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Peraturan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Peraturan kerja diiaksanakan berdasarkan kepada Undang-Undang No. 13 Tahun\n2003 Sedangkan jam kerja beregu \u002F shift diatur sesuai dengan ketentuan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setelah bekerja paling lama 6 hari berturut turut kepada Pekerja diberikan\nistirahat mingguan sekurang - kurangnya 1 hari yang waktunya disesuaikan dengan\njadwal kerja masing-masing pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Tata Tertib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja wajib melaksanakan Tata Tertib yang berlaku di Perusahaan Sesuai\ndengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku. Disamping itu bahwa setiap\npekerja wajib mentaati tata tertib melalui surat pemberitahuan, Pengumuman\nPerusahan seperti tersebut dibawah ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja harus melaksanakan tugas \u002F kewajiban yang telah diberikan\ndengan sebaik- baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja shift harus masuk ke tempat kerja 10 menit sebelum waktunya\nbekerja yang telah ditentukan untuk timbang terima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja tidak diperkenankan memasuki \u002F melakukan pekerjaan selain\ndari pada tempat tugas yang telah ditentukan tanpa seijin Atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja wajib mengikuti dan mentaati \u002F mematuhi seluruh petunjuk\natau perintah yang diberikan oleh Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap pekerja dilarang membocorkan rahasia perusahaan dan atau\nbarang-barang hak milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perubahan alamat maupun status pekerja yang bersangkutan harus\nmelaporkannya ke Bagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Seluruh pekerja diwajibkan untuk mengikuti penyuluhan dan pembinaan\nkaitannya dengan efisiensi dan produktifitas serta disiplin kerja secara terus\nmenerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja tidak diperkenankan masuk ke dalam lokasi Produksi diiuar dinas\nkerja, kecuali dengan ijin perusahaan atau yang dikuasakan untuk itu.\n(Pengawas).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja tidak diperbolehkan keluar pada waktu jam kerja dari tempat kerja\nkecuali seijin atasannya, termasuk karyawati yang tinggal ditempat Mess tidak\ndiperkenankan keluar dari lokasi perusahaan kecuali seijin ibu Mess.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Dilarang keras merokok atau membawa barang-barang yang mudah terbakar ke\ndalam lokasi perusahaan atau tempat-tempat terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Tanpa persetujuan \u002F kesepakatan tertulis, seorang pekerja tidak\ndiperkenankan bekerja pada perusahaan \u002F instansi lain (kerja rangkap).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pekerja dilarang memindahkan tabung pemadam kebakaran tanpa seijin Kepala\nRegu Bagian tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Setiap pekerja tidak dibenarkan memasuki kartu absensi \u002F kartu Amano yang\nbukan miliknya \u002F milik pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Pekerja tidak diperkenankan meninggalkan tempat kerja sewaktu tugas tanpa\nseijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Setiap pekerja harus bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan\nkerja masing-masing untuk menjaga mutu produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Pekerja dilarang bermain \u002F bercanda apalagi tidur waktu menjalankan tugas\ndan kewajiban sebagat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Setiap pekerja harus mentaati \u002F mematuhi Peraturan tentang keselamatan\ntugas yang berlaku di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Harus segera melaporkan kepada atasan apabila kehilangan barang - barang\nbaik milik Perusahaan maupun milik pekerja dalam bentuk apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Masuk \u002F keluar lokasi produksi sewaktu dinas kerja harus melalui pintu\nutama yang telah ditentukan yaitu pintu Time Keeper \u002F card.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Perlengkapan Kerja Dan Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>Setiap pekerja wajib menjalankan tugasnya sesuai dengan Peraturan \u002F\nPerundangan tentang Keselamatan Kerja baik untuk dirinya maupun lingkungan\nkerjanya yang berpedoman kepada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perlengkapan Kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perusahaan menyediakan perlengkapan kerja yang diperlukan sesuai dengan\njenis dan sifat pekerjaanya berdasarkan pada UU. No. 1 tahun 1970.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja wajib menggunakan perlengkapan kerja yang diperlukan selama\nmelakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetyprovisions\">\u003Cp>2.Keselamatan Kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja wajib mentaati dan melaksanakan semua peraturan dan tata tertib\npekerja yang berhubungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang tidak memakai alat keselamatan kerja dikenakan sanksi\nperingatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Rambu, poster dan spanduk keselamatan kerja merupakan petunjuk yang harus\ndijalankan dan dipatuhi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Terhadap pekerja yang mengetahui adanya kerusakan mesin yang dapat\nmengakibatkan bahaya, maka berkewajiban untuk melaporkan hal tersebut kepada\npengawas atau kepada kepala bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-monitoring\">\u003Cp>e.Perusahaan membentuk Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasarkan\nUU. No. 1 tahun 1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Kebakaran dan Kebersihan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dalam hal terjadi kebakaran semua pihak yang terkait wajib bekerja sama\nuntuk memadamkannya dan menjaga \u002F merawat barang-barang disekitarnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penggunaan alat pemadam kebakaran waktu terjadi kebakaran seperti tabung\nHydrant, Water Pump dan lain-lain, hanya dilakukan pekerja yang sudah dilatih\nkhusus untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Seluruh pekerja wajib menjaga kerapihan dan merawat barang - barang milik\nperusahaan dilingkungan tempat bekerja masing-masing terutama dalam bahaya\nkebakaran agar tidak rusak apalagi sampai hilang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Sanksi dan Penerapannya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sanksi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang melanggar peraturan dapat dikenakan sanksi dengan tingkatan,\nyakni:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dipulangkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peringatan lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pencabutan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Penurunan golongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Skorsing (Pemutusan Hubungan Kerja sementara)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setelah memperhatikan pendapat Pimpinan terkait, peringatan tertulis dapat\ndiberikan secara bertingkat maksimal 3 kali dengan masa berlaku sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Peringatan I maksimal selama 6 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peringatan II maksimal selama 6 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Peringatan III maksimal selama 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sanksi dijatuhkan oleh Pengusaha kepada pekerja semata-mata bukan tujuan\nhukuman melainkan pemberian pendidikan agar yang bersangkutan tidak mengulangi\nlagi kesalahannya, kecuali bila sangat terpaksa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Dipulangkannya Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang dipulangkan bilamana salah satu dibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Akan melakukan tindakan yang membabayakan teman sekerja, Pimpinan \u002F Atasan\natau barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Datang terlambat setelah waktu yang ditentukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam keadaan mabuk \u002F pengarah obat terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Membawa senjata tajam atu dipandang sebagai sesuatu yang membahayakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dengan alasan dan pertimbangan yang layak serta masuk akal, maka\npelanggarannya dipandang perlu untuk dipulangkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Peringatan Lisan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Peringatan lisan dapat dikenakan kepada pekerja walaupun baru pertama kali\nmelakukan salah satu pelanggaran dibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tidak mematuhi disiplin jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mangkir 1 hari dalam satu periode penutupan buku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Terlambat masuk ketempat tugas atau mendahului waktu yang ditentukan\ntermasuk waktu istirahat maupun waktu kerja lembur atau waktu pulang yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Melakukan pelanggaran atau kewajiban lainnya yang bersifat ringan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dengan alasan dan pertimbangan yang layak serta masuk akal, maka\nberdasarkan macam pelanggarannya dipandang perlu untuk diberikan teguran\nlisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Peringatan Tertulis Pertama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Peringatan tertulis pertama dapat dikenakan kepada pekerja bila melakukan\nsalah satu pelanggaran dibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Melakukan salah satu kesalahan pada Bab V Pasal 31 Ayat 1 s\u002Fd 19.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mangkir 2 hari berturut - turut dalam satu periode penutupan buku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menolak diperiksa oleh petugas keamanan waktu keluar dari lokasi produksi\n\u002F lokasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perbuatan yang mengarah untuk mencari keuntungan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dengan alasan dan pertimbangan yang layak dan serta masuk akal, maka\nberdasarkan pelanggarannya dipandang perlu diberikan sanksi Peringatan Tertulis\nPertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Peringatan Tertulis Kedua\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Peringatan tertulis kedua dapat dikenakan kepada pekerja bila meiakukan\nsalah satu pelanggaran dibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mengulangi kesalahan, padahal Peringatan tertulis Pertama belum\nkadaluarsa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mangkir 2 hari berturut - turut dalam satu periode penutupan buku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidur dalam waktu jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masuk kerja terlambat, melebihi waktu istirahat atau keluar kerja belum\nwaktunya tanpa ijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bersifat malas dalam melaksanakan perintah atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Membuat gambar \u002Fmencoret dilingkungan perusahaan tanpa seijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Membawa makanan atau bentuk lainnya kedalam lokasi produksi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dengan alasan dan pertimbangan yang layak serta masuk akal, maka\nberdasarkan pelanggarannya dipandang perlu dijatuhi sanksi Peringatan Tertulis\nKedua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Peringatan Tertulis Ketiga (Terakhir)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Peringatan tertulis Ketiga dapat dikenakan kepada pekerja bila melakukan\nsalah satu pelanggaran dibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Melakukan kesalahan padahal peringatan tertulis kedua belum kadaluarsa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mangkir 4 hari berturut - turut atau 5 hari terputus-putus dalam satu\nperiode penutupan buku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menyalahgunakan tugas dan kewenangan yang diberikan oleh pengusaha untuk\nkepentingan pribadi tanpa seijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Merokok atau membuang puntung rokok ketempat terlarang atau ketempat yang\ndianggap membahayakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Merokok di ruangan kerja pabrik, melanggar atau melalaikan perintah yang\nlayak walaupun telah sering diperingatkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Melalaikan tugas dan kewajiban secara serampangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Skorsing dapat dikenakan kepada pekerja bila melakukan pelanggaran tergolong\nsedang, atau kasus - kasus fatal dengan kategori :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Skorsing tetapi belum mengarah kepada Pemutusan Hubungan Kerja dikenakan\npada pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mencegah lebih buruknya kadaaan oleh karena tindakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mencegah terjadinya kesalahan berulang-ulang yang bila dibiarkan bisa\nmenimbulkan kerugian lebih besar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Atas kesalahannya sambil menunggu keputusan pengusaha untuk di pekerjakan\nkembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Lamanya skorsing paling lama 2 minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Akibat skorsing Pasal 42 ayat 1 selama skorsing kepadanya diberikan\nsebesar seperti biasa yang diterima pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Oleh akibat pelanggaran yang dilakukan pekerja sehingga harus di skorsing\nyang mengarah pada pemutusan Hubungan kerja, maka:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Setiap pekerja yang karena tindakannya tidak diperkenankan untuk bekerja\ndemi keamanan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila pekerja karena perbuatannya melanggar hukum baik didalam maupun\ndiluar dinas sehingga harus di proses oleh yang berwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Lamanya skorsing tergantung keputusan dari pihak-pihak yang menangani\ndengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masalah ketenagakerjaan sesuai anjuran dari Disnaker atau keputusan\npengadilan Hubungan Industrial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Menyangkut masalah hukum sesuai keputusan kepolisian atau pengadilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Selama masa skorsing, upah pekerja pembayarannya berdasarkan Undang-Undang\nNo. 13 tahun 2003 tentang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Perbuatan Pekerja Yang Dapat Sanksi Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp>Pekerja dapat diputuskan hubungan kerjanya apabila melakukan\nperbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan perusahaan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mengulangi kesalahan \u002F pelanggaran, padahal peringatan tertulis ketiga\n(terakhir) belum kadaluarsa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. a. Pencurian, Penggelapan, Penipuan atau kejahatan yang lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Adanya tindakan berbentuk korupsi dan gratifikasi dengan bentuk apapun\ntidak bisa diterima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penganiayaan terhadap pengusaha atau teman sekerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bujukan terhadap pengusaha atau teman sekerjanya untuk berbuat sesuatu\nyang melanggar hukum dan kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengerusakan barang-barag milik perusahaan dengan sengaja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Memberikan keterangan palsu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Mabuk di tempat kerja sebagai akibat minuman keras dan narkotika\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Menghina secara kasar atau mengancam pengusaha\u002Fteman sekerja lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Membocorkan rahasia perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Tidak masuk kerja 5 hari berturut-turut dan telah di lakukan 2 kali\npemanggilan secara tertulis dan 8 hari terputus- putus dalam satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Menolak perintah yang layak walaupun telah diperingatkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Di jatuhi hukuman oleh pengadilan karena melakukan kejahatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Membawa\u002Fmenggunakan barang-barang alat-alat milik perusahaan tanpa seijin\natasan sehingga merugikan baik terhadap perusahaan maupun terhadap teman\nsekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Menggangu ketenangan kerja, tindak penghasutan, subversi di lokasi\nkerja\u002FPerusahaan termasuk Mess dan Kantor.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Membawa senjata tajam, bahan peledak, barang-barang berbahaya lainnya\nyang bukan milik perusahaan ke dalam lokasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.a. Melakukan tindak\u002Fperbuatan Asusila ditempat area Perusahaan dan\npelecehan seksual\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.berkelahi di dalam lokasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memukul, menyakiti dan lain sebagainya rekan sekerjanya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>17.Dengan ceroboh atau dengan sengaja merusak, merugikan atau membiarkan\ndalam keadaan bahaya barang\u002Fbenda milik Perusahaan atau milik rekan sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Membongkar rahasia-rahasia atau mencemarkan nama baik perusahaan maupun\npimpinan dan keluarganya yang seharusnya di rahasiakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Bertindak kurang hati-hati dalam menjalankan tugas serta mengabaikan\nkeselamatan kerja sehingga mengakibatkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Mengadakan pertemuan rapat di dalam lingkungan perusahaan maupun di luar\nperusahaan tanpa seijin tertulis dari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa seijin atasannya, sehingga\nmengakibatkan kerugian perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Membuat api ditempat terlarang atau dianggap membahayakan tanpa seijin\npimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Hilangnya kepercayaan perusahaan berdasarkan tingkah laku maupun tindakan\ndari pekerja tersebut baik didalam maupun diluar lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Melakukan agitasi, adu domba dan melakukan kegiatan politik di dalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Dengan alasan dan pertimbangan yang layak serta masuk akal, maka\nberdasarkan macam pelanggaran dipandang perlu dilakukan Pemutusan Hubungan\nKerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemutusan Hubungan Kerja seperti tersebut diatas adalah tanpa uang pesangon\nnamun berhak uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DAN CUTI \u002FISTIRAHAT\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Upah Penuh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dapat memberikan ijin kepada karyawan meninggalkan pekerjaan\ndengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>mendapat upah apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pernikahan karyawan sendiri = 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mengkhitankan anaknya = 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Membaptiskan anaknya = 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Mengawinkan anaknya = 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>e.Suami \u002F Istri \u002F Orang Tua \u002F Mertua \u002F Anak meninggal = 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>f.Isteri karyawan melahirkan = 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g.Anggota keluarga dalam 1 (satu) rumah meninggal dunia = 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut harus di peroleh terlebih dahulu dari\nperusahaan, kecuali dalam keadaan mendesak dan bukti-bukti tersebut dapat\ndiajukan kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atas pertimbangan pertimbangan perusahaan, ijin meninggalkan pekerjaan\ndiluar ketentuan tersebut diatas dapat di berikan tanpa upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap karyawan meninggalkan pekerjaan tanpa ijin perusahaan atau\nsurat-surat keterangan \u002F alasan yang tidak dapat diterima oleh perusahaan\ndianggap mangkir dan upah tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Hak Cuti \u002F Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja mendapat hak cuti \u002F istirahat sesuai dengan Peraturan Pemerintah\nyang berlaku dan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>a.Pekerja berhak mendapat cuti \u002F istirahat tahunan selama 12 hari kerja\nsetelah bekerja selama 12 bulan berturut - turut.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Pekerja mengambil sebagian hak cuti tahunan sebagai cuti kolektif yang\nditetapkan oleh Pengusaha terutama dalam pelaksanaan secara bersamaan dengan\nlibur resmi Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pelaksanaan istirahat dengan mengambil cuti tahunannya harus melalui\npengajuan terliebih dahulu paling lambat 1 (satu) minggu sebelum hari H dan\natas persetujuan Pengusaha sehingga tidak mengganggu kegiatan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Cuti berlaku sesuai dengan tahun berjalan, dan apabila jangka waktu 6\nbulan setelah timbul hak cutinya tidak diambil, maka hak cutinya gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja wanita berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>a.Cuti \u002F istirahat haid hari pertama dan kedua waktu haid.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>b.Cuti \u002F istirahat hamil selama 1 ½ bulan sebelum melahirkan dan 1 ½\nsesudah melahirkan \u002F gugur kandungan dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>c.Gugur kandungan karena di sengaja tidak berhak atas cuti \u002F istirahat gugur\nkandungan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Hak cuti \u002F istirahat pada point 2 diatas harus dengan ketentuan menyerahkan\nSurat Keterangan Dokter Ahli Kandungan \u002F Bidan upahnya dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Putusnya Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja sependapat, hubungan kerja dapat berakhir\napabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja meninggal dinia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang bersangkutan mengundurkan diri atas permintaan sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atas pertimbangan Pengusaha, sesuai Peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja telah mencapai usia 55 tahun, kecuali bila Pengusaha menentukan\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi karyawan yang akan mengundurkan diri dari perusahaan dapat mengajukan\npermohonan secara resmi sekurang kurangnya 1 (satu) bulan sebelumnya kepada\npimpinan perusahaan, dalam hal ini perusahaan tidak berkewajiban untuk\nmemberikan uang pesangon namun memberikan uang pisah yang besamya diatur\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 1 tahun lebih tetapi kurang dari 3 tahun= Rp.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 3 tahun lebih tetapi kurang dari 5 tahun= Rp.1.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 5 tahun lebih tetapi kurang dari 8 tahun= Rp.2.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 8 tahun lebih tetapi kurang dari 10 tahun= Rp.3.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 10 tahun keatas atau lebih= Rp.5.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sedangkan untuk dikualifikasikan mengundurkan diri atau tidak sesuai\nprosedur, diberikan sebesar 50% dari nilai uang pisah diatas, sedangkan yang\nmelakukan kesalahan berat diberikan uang pisah yang besarnya 25 % dari nilai\ntersebut diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat melaksanakan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap pekerja\nyang melakukan pelanggaran berat, Pemutusan hubungan kerja tersebut dilakukan\nsesuai dengan peraturan dan perundang - undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal Perusahaan mengatami kesulitan usahanya sehingga perusahaan\nmenjadi tutup total yang berakibat Pemutusan Hubungan Kerja secara Massal, maka\npenyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja tersebut dapat dirundingkannya secara\nBipartit dengan Pengurus Serikat Pekerja dan atau dilimpahkan melalui Instansi\nyang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan setempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Tunjangan Tanggungan Keluarga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja Yang Ditahan Pihak Berwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila karyawan yang ditahan oleh pihak berwajib karena diduga melakukan\ntindak pidana bukan atas pengaduan pengusaha, maka pengusaha tidak wajib\nmembayar upah, tetapi wajib memberikan tunjangan kepada keluarga karyawan yang\nmenjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk 1 ( satu) orang tanggungan : 25 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk 2 (dua) orang tanggungan : 35 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk 3 (tiga) orang tanggungan : 45 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemberian bantuan tersebut paling lama 6 (enam) bulan takwim terhitung\nsejak hari pertama karyawan ditahan pihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Uang Pesangon Dan Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_dismissal_type\">\u003Cp>1.Sesuai dengan ketentuan Perundang - undangan yang berlaku Pemutusan\nHubungan Kerja terhadap karyawan, penetapan Uang Pesangon dan penghargaan masa\nkerja dan hak lainnya bagi karyawan yang diberhentikan oleh perusahaan apabila\nkaryawan tersebut berhak mendapatkan atas pemberian tersebut, maka perusahaan\nmemberikan kepada karyawan yang bersangkutan sesuai dengan aturan yang berlaku\n.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>2.Besarnya uang pesangon dan penghargaan masa kerja adalah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A.Besarnya Uang Pesangon :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja kurang dari 1 tahun =1 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 1 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 2 tahun = 2 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 2 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 3 tahun = 3 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 3 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 4 tahun = 4 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 4 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 5 tahun = 5 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 5 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 6 tahun = 6 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 6 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 7 tahun = 7 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 7 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 8 tahun = 8 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 8 tahun \u002F lebih = 9 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>B.Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 3 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 6 tahun = 2 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 6 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 9 tahun = 3 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 9 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 12 tahun = 4 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 12 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 15 tahun = 5 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 15 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 18 tahun = 6 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 18 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 21 tahun = 7 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 21 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 24 tahun = 8 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa Kerja 24 tahun atau lebih = 10 Bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C.Ganti kerugian dan Hak - hak lainnya diberikan kepada karyawan yang\nbersangkutan yang berpedoman pada Undang - undang No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 46\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang merasa dirugikan akibat tindakan Pengusaha sehubungan dengan\npelaksanaan hubungan kerja, berhak mengajukan keluhannya dan Pengusaha wajib\nmemperhatikan keluhan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Tata Cara Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap keluhan diselesaikan oleh atasan dalam lingkungan Unit Kerja masing\n- masing berdasarkan asas musyawarah mufakat yang dilandasi dengan semangat\nkekeluargaan dalam hal ini atasan maupun Pekerja yang bersangkutan wajib\nberusaha sebaik-baiknya untuk menyelesaikan keluhan tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila usaha pada ayat (1) diatas tidak diperoleh penyelesaian, keluhan\ntersebut akan diselesaikan bersama oleh Pengusaha dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pada ayat ( 2 ) diatas juga belum terselesaikan, maka salah satu\natau kedua belah pihak melimpahkan melalui instansi yang bertanggung jawab di\nbidang ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PEMBINAAN TERHADAP KARYAWAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Pendidikan Dan Latihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1.a. Dalam rangka mencapai produktifitas optimum, Perusahaan\nmenyelenggarakan pendidikan dan latihan kerja sesuai dengan kebutuhan\nPerusahaan dan Pekerja wajib menjalaninya dengan sungguh - sungguh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Usaha - usaha Pendidikan dan latihan kerja tersebut dilaksanakan didalam\nmaupun diluar Perusahaan dan atau di tempat lain.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>c.Sesuai dengan asas Hubungan Industrial, disamping tujuan tersebut,\npendidikan dan latihan diarahkan untuk terciptanya sikap watak, dan kepribadian\nsehingga tercipta Sumber Daya Manusia yang handal, kreatif dan produktif yang\npada gilirannya menunjang kemajuan perusahaan dah kesejahteraan Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja berkewajiban mensosialisasikan segala isi Perjanjian Kerja\nBersama ini kepada anggota - anggotanya guna meningkatkan kesadaran para\nPekerja akan hak dan kewajiban. Dalam hal ini Perusahaan wajib membantunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Usaha - Usaha Memupuk Hubungan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka memupuk dan melaksanakan hubungan yang baik antara Pengusaha\ndan Serikat Pekerja, maka Pengusaha dengan Serikat Pekerja sepakat saling bahu\nmembahu dan selalu optimis serta menjunjung tinggi Policy Perusahaan guna\nkemajuan Perusahaan, sehingga tercipta ketenangan bekerja dan ketenangan\nberusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak ditandatangani untuk jangka waktu\n2 ( dua ) tahun. Apabila Perjanjian Kerja Bersama ini telah habis masa\nberlakunya, dan ada kehendak untuk merubah baik sebagian maupun keseluruhan isi\nPerjanjian Kerja Bersama ini, harus dilakukan secara tertulis kepada pihak\nlainnya paling lambat 90 (sembilan puluh) hari dimuka. Apabila salah satu pihak\ntidak mengajukan usul perubahan setelah berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama\nini, maka masa berlakunya dianggap diperpanjang selama 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Peraturan Tambahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Oleh akibat keadaan dan didesak oleh situasi dan kondisi, sehingga harus\nmembuat Peraturan Tambahan, Karena belum diatur dalam Perjanjan Kerja Bersama\nini, akan dirundingkan kemudian secara bersama- sama antara Pengusaha dan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Peraturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hal-hal yang tidak diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, tetapi\ntertuang dalam pengumuman, instruksi - instruksi dan kerja perorangan\ndinyatakan tetap berlaku selama tidak bertentangan dengan peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila dikemudian hari Serikat Pekerja \u002F Anggota Serikat Pekerja dan atau\nPengusaha yang menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini tidak bekerja di PT.\nUniversal Kharisma Garment maka PKB ini tetap berlaku sampai batas waktu yang\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditetapkan di Karawanci\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada tanggal 26 April 2013\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak Pengusaha PT. UNIVERSAL KHARISMA GARMENT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Johan Kustono - Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A.Arifin - Kepala Bagian Personalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak Unit Kerja TSK - FSPSI PT. UNIVERSAL KHARISMA GARMENT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayubillah - Ketua PUK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A.Zeje - Wakil Ketua PUK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengetahui\u002Fmenyaksikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KEPALA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KARAWANG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DRS. H. RAMON WIBAWA LAKSAMA M.Si\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembina Tingkat I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nip. 19600713 198607 1001\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"sexualhar":50,"violence":54,"contracttrialperiod":57,"cbadate_end":61,"severance_number":65,"severance_dismissal_type":69,"hourspday_select":73,"deathrelativesleave":77,"dayspweek":81,"hourspweek_select":83,"wageincreasetype2":85,"STRUCINCR_trigger":89,"hourspday":91,"funeralpay":93,"incidentalbonusdays1":97,"monitoring":101,"paidmaternityleaveduration":105,"maternityotherclause":109,"severance":113,"paidmaternityleavepayperc":115,"cbadate_start":117,"TRAINING_trigger":119,"OVERTIME_trigger":123,"holidaysdays":127,"holidaysweeks":131,"overtimeallowanceperc1_general":133,"funeralpaytype":135,"SUNDAY_trigger":137,"wageincreasetype":141,"sundayallowancetype":143,"protectiveclothing":145,"healthandsafetypolicy":149,"healthandsafetyprovisions":151,"disabilityfund":155,"overtimeallowanceperc1":159,"hourspweek":161,"ONCERISE_trigger":163,"schedulesrestpw":167,"incidentalbonustype":169,"dayspweek_select":171,"paidmaternityleaveall":173,"SCHEDULE_trigger":175,"contracttrial":177,"severance_number_1_tenure":179,"paidpaternityleave":181,"NOCTPREM_trigger":184,"incidentalbonustype2":188,"overtimeallowancetype_general":190,"menstruationleave":192,"sundayallowanceperc1":196,"code_application":198,"contractseverancepay1":200,"bankholidays1":202,"overtimeallowancetype":206,"wageincreasefirmperformance":208,"paidmaternityleavepay":210,"trainingprogrammes":212,"paidmaternityleave":216,"WAGES_trigger":218,"contractseverancepay":220,"PAIDLEAV_trigger":222,"paidpaternityleaveduration":224,"deathrelatives":226},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","2.Dalam hal kecelakaan tersebat mengakib","2.Dalam hal kecelakaan tersebat mengakibatkan cacat, maka biaya ganti rugi\ndiatur berdasarkan Undang - Undang dan Ketentuan Jamsostek.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"sexualhar","Pekerja dapat diputuskan hubungan kerjan","Pekerja dapat diputuskan hubungan kerjanya apabila melakukan\nperbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan perusahaan sebagai\nberikut:\n\n1.Mengulangi kesalahan \u002F pelanggaran, padahal peringatan tertulis ketiga\n(terakhir) belum kadaluarsa\n\n2. a. Pencurian, Penggelapan, Penipuan atau kejahatan yang lainnya\n\nb. Adanya tindakan berbentuk korupsi dan gratifikasi dengan bentuk apapun\ntidak bisa diterima\n\n3.Penganiayaan terhadap pengusaha atau teman sekerjanya\n\n4.Bujukan terhadap pengusaha atau teman sekerjanya untuk berbuat sesuatu\nyang melanggar hukum dan kesusilaan.\n\n5.Pengerusakan barang-barag milik perusahaan dengan sengaja\n\n6.Memberikan keterangan palsu\n\n7.Mabuk di tempat kerja sebagai akibat minuman keras dan narkotika\n\n8.Menghina secara kasar atau mengancam pengusaha\u002Fteman sekerja lainnya\n\n9.Membocorkan rahasia perusahaan\n\n10.Tidak masuk kerja 5 hari berturut-turut dan telah di lakukan 2 kali\npemanggilan secara tertulis dan 8 hari terputus- putus dalam satu bulan\n\n11.Menolak perintah yang layak walaupun telah diperingatkan\n\n12.Di jatuhi hukuman oleh pengadilan karena melakukan kejahatan.\n\n13.Membawa\u002Fmenggunakan barang-barang alat-alat milik perusahaan tanpa seijin\natasan sehingga merugikan baik terhadap perusahaan maupun terhadap teman\nsekerja.\n\n14.Menggangu ketenangan kerja, tindak penghasutan, subversi di lokasi\nkerja\u002FPerusahaan termasuk Mess dan Kantor.\n\n15.Membawa senjata tajam, bahan peledak, barang-barang berbahaya lainnya\nyang bukan milik perusahaan ke dalam lokasi Perusahaan.\n\n16.a. Melakukan tindak\u002Fperbuatan Asusila ditempat area Perusahaan dan\npelecehan seksual",{"bindId":55,"name":52,"text":56},"violence","Pekerja dapat diputuskan hubungan kerjanya apabila melakukan\nperbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan perusahaan sebagai\nberikut:\n\n1.Mengulangi kesalahan \u002F pelanggaran, padahal peringatan tertulis ketiga\n(terakhir) belum kadaluarsa\n\n2. a. Pencurian, Penggelapan, Penipuan atau kejahatan yang lainnya\n\nb. Adanya tindakan berbentuk korupsi dan gratifikasi dengan bentuk apapun\ntidak bisa diterima\n\n3.Penganiayaan terhadap pengusaha atau teman sekerjanya\n\n4.Bujukan terhadap pengusaha atau teman sekerjanya untuk berbuat sesuatu\nyang melanggar hukum dan kesusilaan.\n\n5.Pengerusakan barang-barag milik perusahaan dengan sengaja\n\n6.Memberikan keterangan palsu\n\n7.Mabuk di tempat kerja sebagai akibat minuman keras dan narkotika\n\n8.Menghina secara kasar atau mengancam pengusaha\u002Fteman sekerja lainnya\n\n9.Membocorkan rahasia perusahaan\n\n10.Tidak masuk kerja 5 hari berturut-turut dan telah di lakukan 2 kali\npemanggilan secara tertulis dan 8 hari terputus- putus dalam satu bulan\n\n11.Menolak perintah yang layak walaupun telah diperingatkan\n\n12.Di jatuhi hukuman oleh pengadilan karena melakukan kejahatan.\n\n13.Membawa\u002Fmenggunakan barang-barang alat-alat milik perusahaan tanpa seijin\natasan sehingga merugikan baik terhadap perusahaan maupun terhadap teman\nsekerja.\n\n14.Menggangu ketenangan kerja, tindak penghasutan, subversi di lokasi\nkerja\u002FPerusahaan termasuk Mess dan Kantor.\n\n15.Membawa senjata tajam, bahan peledak, barang-barang berbahaya lainnya\nyang bukan milik perusahaan ke dalam lokasi Perusahaan.\n\n16.a. Melakukan tindak\u002Fperbuatan Asusila ditempat area Perusahaan dan\npelecehan seksual\n\nb.berkelahi di dalam lokasi Perusahaan.\n\nc.Memukul, menyakiti dan lain sebagainya rekan sekerjanya.",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"contracttrialperiod","1.Semua Calon Pekerja harus melalui masa","1.Semua Calon Pekerja harus melalui masa percobaan selama-lamanya 3 (tiga)\nbulan sesuai dengan masa percobaan yang berlaku.",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"cbadate_end","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sej","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak ditandatangani untuk jangka waktu\n2 ( dua ) tahun. Apabila Perjanjian Kerja Bersama ini telah habis masa\nberlakunya, dan ada kehendak untuk merubah baik sebagian maupun keseluruhan isi\nPerjanjian Kerja Bersama ini, harus dilakukan secara tertulis kepada pihak\nlainnya paling lambat 90 (sembilan puluh) hari dimuka. Apabila salah satu pihak\ntidak mengajukan usul perubahan setelah berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama\nini, maka masa berlakunya dianggap diperpanjang selama 1 (satu) tahun.",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"severance_number","2.Besarnya uang pesangon dan penghargaan","2.Besarnya uang pesangon dan penghargaan masa kerja adalah sebagai\nberikut:\n\nA.Besarnya Uang Pesangon :\n\n- Masa Kerja kurang dari 1 tahun =1 Bulan Upah\n\n- Masa Kerja 1 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 2 tahun = 2 Bulan Upah\n\n- Masa Kerja 2 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 3 tahun = 3 Bulan Upah\n\n- Masa Kerja 3 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 4 tahun = 4 Bulan Upah\n\n- Masa Kerja 4 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 5 tahun = 5 Bulan Upah\n\n- Masa Kerja 5 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 6 tahun = 6 Bulan Upah\n\n- Masa Kerja 6 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 7 tahun = 7 Bulan Upah\n\n- Masa Kerja 7 tahun \u002F lebih tetapi kurang dari 8 tahun = 8 Bulan Upah\n\n- Masa Kerja 8 tahun \u002F lebih = 9 Bulan Upah",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"severance_dismissal_type","1.Sesuai dengan ketentuan Perundang - un","1.Sesuai dengan ketentuan Perundang - undangan yang berlaku Pemutusan\nHubungan Kerja terhadap karyawan, penetapan Uang Pesangon dan penghargaan masa\nkerja dan hak lainnya bagi karyawan yang diberhentikan oleh perusahaan apabila\nkaryawan tersebut berhak mendapatkan atas pemberian tersebut, maka perusahaan\nmemberikan kepada karyawan yang bersangkutan sesuai dengan aturan yang berlaku\n.",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"hourspday_select","1.Jam kerja adalah 7 jam sehari dan 40 j","1.Jam kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu (6 hari kerja).",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"deathrelativesleave","e.Suami \u002F Istri \u002F Orang Tua \u002F Mertua \u002F A","e.Suami \u002F Istri \u002F Orang Tua \u002F Mertua \u002F Anak meninggal = 2 hari",{"bindId":82,"name":75,"text":76},"dayspweek",{"bindId":84,"name":75,"text":76},"hourspweek_select",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"wageincreasetype2","Pengusaha akan meninjau kenaikan upah \u002F ","Pengusaha akan meninjau kenaikan upah \u002F gaji pekerja setiap tahun yang\nselalu dimulai bulan April dengan mempertimbangkan Faktor intern dan ekstrn\nperusahaan, yang berpedoman antara lain kepada :\n\n1.Ketentuan pemerintah.\n\n2.Kemampuan Perusahaan.\n\n3.Prestasi Perusahaan\n\n4.Prestasi Kerja Pekerja\n\n5.Kebutuhan dan keputusan perusahaan.",{"bindId":90,"name":87,"text":88},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":92,"name":75,"text":76},"hourspday",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"funeralpay","3.Pekerja meninggal dunia, diberikan uan","3.Pekerja meninggal dunia, diberikan uang duka cita disertai data penunjang\nyang jumlahnya ditentukan oleh Pengusaha yang sesuai dengan ketentuan peoindang\n- undangan maupun Peraturan yang berlaku.",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"incidentalbonusdays1","1.Karyawan yang telah mempunyai masa ker","1.Karyawan yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan tetapi kurang dari 1\ntahun diberikan secara Proporsional dengan perhitungan : Masa Kerja dibagi 12\ndikali satu bulan. Yang telah bekerja 12 bulan terus menerus atau lebih\ndiberikan satu bulan upah.",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"monitoring","e.Perusahaan membentuk Panitia Keselamat","e.Perusahaan membentuk Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasarkan\nUU. No. 1 tahun 1970.",{"bindId":106,"name":107,"text":108},"paidmaternityleaveduration","b.Cuti \u002F istirahat hamil selama 1 ½ bula","b.Cuti \u002F istirahat hamil selama 1 ½ bulan sebelum melahirkan dan 1 ½\nsesudah melahirkan \u002F gugur kandungan dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"maternityotherclause","c.Gugur kandungan karena di sengaja tida","c.Gugur kandungan karena di sengaja tidak berhak atas cuti \u002F istirahat gugur\nkandungan.",{"bindId":114,"name":67,"text":68},"severance",{"bindId":116,"name":107,"text":108},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":118,"name":63,"text":64},"cbadate_start",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"TRAINING_trigger","c.Sesuai dengan asas Hubungan Industrial","c.Sesuai dengan asas Hubungan Industrial, disamping tujuan tersebut,\npendidikan dan latihan diarahkan untuk terciptanya sikap watak, dan kepribadian\nsehingga tercipta Sumber Daya Manusia yang handal, kreatif dan produktif yang\npada gilirannya menunjang kemajuan perusahaan dah kesejahteraan Pekerja.",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"OVERTIME_trigger","A.Hari Kerja Biasa: 1.Untuk jam kerja le","A.Hari Kerja Biasa:\n\n1.Untuk jam kerja lembur pertama pembayaran upah sebesar : 1 x upah\nsejam.\n\n2.Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya dibayar upah sebesar : 2 x upah\nsejam.",{"bindId":128,"name":129,"text":130},"holidaysdays","a.Pekerja berhak mendapat cuti \u002F istirah","a.Pekerja berhak mendapat cuti \u002F istirahat tahunan selama 12 hari kerja\nsetelah bekerja selama 12 bulan berturut - turut.",{"bindId":132,"name":129,"text":130},"holidaysweeks",{"bindId":134,"name":125,"text":126},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":136,"name":95,"text":96},"funeralpaytype",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"SUNDAY_trigger","B.Kerja lembur pada hari Mingguan dan Ha","B.Kerja lembur pada hari Mingguan dan Hari Raya Resmi adalah sebagai berikut\n;\n\nUntuk setiap jam dalam batas 7 jam atau 5 jam apabila hari raya tersebut\njatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam 6 hari kerja\nseminggu, dibayar upah sebesar 1.2 x Upah sejam.\n\n2.Untuk 1 jam kerja selebihnya dari 7 jam atau 5 jam apabila hari raya\ntersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam 6 hari\nkerja seminggu, dibayar upah sebesar 3 x Upah sejam.\n\n3.Untuk jam kerja kedua dan seterusnya setelah 7 jam atau 5 jam apabila hari\nraya tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam 6 hari\nkerja seminggu, dibayar upah sebesar 4 x Upah sejam dan seterusnya.",{"bindId":142,"name":87,"text":88},"wageincreasetype",{"bindId":144,"name":139,"text":140},"sundayallowancetype",{"bindId":146,"name":147,"text":148},"protectiveclothing","Setiap pekerja wajib menjalankan tugasny","Setiap pekerja wajib menjalankan tugasnya sesuai dengan Peraturan \u002F\nPerundangan tentang Keselamatan Kerja baik untuk dirinya maupun lingkungan\nkerjanya yang berpedoman kepada:\n\n1.Perlengkapan Kerja :\n\na.Perusahaan menyediakan perlengkapan kerja yang diperlukan sesuai dengan\njenis dan sifat pekerjaanya berdasarkan pada UU. No. 1 tahun 1970.\n\nb.Pekerja wajib menggunakan perlengkapan kerja yang diperlukan selama\nmelakukan pekerjaan.",{"bindId":150,"name":147,"text":148},"healthandsafetypolicy",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"healthandsafetyprovisions","2.Keselamatan Kerja : a.Pekerja wajib me","2.Keselamatan Kerja :\n\na.Pekerja wajib mentaati dan melaksanakan semua peraturan dan tata tertib\npekerja yang berhubungan.\n\nb.Pekerja yang tidak memakai alat keselamatan kerja dikenakan sanksi\nperingatan\n\nc.Rambu, poster dan spanduk keselamatan kerja merupakan petunjuk yang harus\ndijalankan dan dipatuhi.\n\nd.Terhadap pekerja yang mengetahui adanya kerusakan mesin yang dapat\nmengakibatkan bahaya, maka berkewajiban untuk melaporkan hal tersebut kepada\npengawas atau kepada kepala bagian.\n\ne.Perusahaan membentuk Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasarkan\nUU. No. 1 tahun 1970.",{"bindId":156,"name":157,"text":158},"disabilityfund","1.Pekerja yang mendapat kecelakaan dalam","1.Pekerja yang mendapat kecelakaan dalam hubungan kerja, seluruh biaya\npelayanan kesehatannya ditanggung oleh Perusahaan sesuai Program Jamsostek,\nkecuali kecelakaan yang diakibatkan oleh perbuatan yang melanggar hukum dan\nmengganggu ketertiban umum.\n\n2.Dalam hal kecelakaan tersebat mengakibatkan cacat, maka biaya ganti rugi\ndiatur berdasarkan Undang - Undang dan Ketentuan Jamsostek.",{"bindId":160,"name":125,"text":126},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":162,"name":75,"text":76},"hourspweek",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"ONCERISE_trigger","Menjelang Hari Raya Keagamaan, perusahaa","Menjelang Hari Raya Keagamaan, perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya\nKeagamaan (THR) kepada karyawan yang besarnya disesuaikan dengan Peraturan\nMenteri Tenaga Kerja Nomor: Per- 04 \u002F Men \u002F 1994 adalah sebagai berikut:\n\n1.Karyawan yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan tetapi kurang dari 1\ntahun diberikan secara Proporsional dengan perhitungan : Masa Kerja dibagi 12\ndikali satu bulan. Yang telah bekerja 12 bulan terus menerus atau lebih\ndiberikan satu bulan upah.",{"bindId":168,"name":75,"text":76},"schedulesrestpw",{"bindId":170,"name":99,"text":100},"incidentalbonustype",{"bindId":172,"name":75,"text":76},"dayspweek_select",{"bindId":174,"name":107,"text":108},"paidmaternityleaveall",{"bindId":176,"name":75,"text":76},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":178,"name":59,"text":60},"contracttrial",{"bindId":180,"name":67,"text":68},"severance_number_1_tenure",{"bindId":182,"name":183,"text":183},"paidpaternityleave","f.Isteri karyawan melahirkan = 2 hari",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"NOCTPREM_trigger","Upah \u002F Gaji Pekerja terdiri dari kompone","Upah \u002F Gaji Pekerja terdiri dari komponen-komponen minimal seperti tersebut\ndibawah ini :\n\n1.Upah \u002F gaji pokok\n\n2.Tunjangan peralihan\n\n3.Tunjangan bagi yang bekerja shift\n\n4.Insentif hadir kerja\n\n5.Tunjangan khusus\n\n6.Tunjangan prestasi",{"bindId":189,"name":99,"text":100},"incidentalbonustype2",{"bindId":191,"name":125,"text":126},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"menstruationleave","a.Cuti \u002F istirahat haid hari pertama dan","a.Cuti \u002F istirahat haid hari pertama dan kedua waktu haid.",{"bindId":197,"name":139,"text":140},"sundayallowanceperc1",{"bindId":199,"name":147,"text":148},"code_application",{"bindId":201,"name":67,"text":68},"contractseverancepay1",{"bindId":203,"name":204,"text":205},"bankholidays1","Hari Libur Nasional adalah Hari Resmi, m","Hari Libur Nasional adalah Hari Resmi, maka Perusahaan dinyatakan tutup\ndengan upah penuh, kecuali:\n\n1.Bila Pabrik dioperasikan, maka Pekerja dinyatakan kerja lembur dengan\nperhitungan sesuai dengan peraturan dan perundang - undangan yang berlaku dan\natau dapat dibicarakan sebelum pelaksanaan kerja lembur tersebut diatas.\n\n2.Libur Nasional seperti : Idul Fitri, Idul Adha dan hari Proklamasi RI\ntanggal 17 Agustus dinyatakan Perusahaan Tutup Total.",{"bindId":207,"name":125,"text":126},"overtimeallowancetype",{"bindId":209,"name":87,"text":88},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":211,"name":107,"text":108},"paidmaternityleavepay",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"trainingprogrammes","1.a. Dalam rangka mencapai produktifitas","1.a. Dalam rangka mencapai produktifitas optimum, Perusahaan\nmenyelenggarakan pendidikan dan latihan kerja sesuai dengan kebutuhan\nPerusahaan dan Pekerja wajib menjalaninya dengan sungguh - sungguh.\n\nb.Usaha - usaha Pendidikan dan latihan kerja tersebut dilaksanakan didalam\nmaupun diluar Perusahaan dan atau di tempat lain.",{"bindId":217,"name":107,"text":108},"paidmaternityleave",{"bindId":219,"name":186,"text":187},"WAGES_trigger",{"bindId":221,"name":67,"text":68},"contractseverancepay",{"bindId":223,"name":129,"text":130},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":225,"name":183,"text":183},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":227,"name":79,"text":80},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Universal Kharisma Garment - 2013\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2013-04-26\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2015-04-26\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2013-04-26\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Universal Kharisma Garment\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Ayubillah\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Insufficient data\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[233],{"title":39,"slug":34},[235],{"type":236,"data":237},"call_to_action_body_block",{"title":238,"description":239,"variant":240,"link":241},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":238,"url":242,"description":238,"rel":243,"type":244},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[246],{"type":236,"data":247},{"title":238,"description":239,"variant":240,"link":248},{"title":238,"url":242,"description":238,"rel":243,"type":244},[]]