[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-unggulrejo-wasono-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-unggulrejo-wasono-2020-2022":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":283,"content_type_view":284,"extra_breadcrumbs":285,"body":287,"body_blocks":298,"related_pages":302},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":281,"translations":282},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-unggulrejo-wasono-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-unggulrejo-wasono-2020-2022","b2ababbe-eb81-11eb-9782-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-unggulrejo-wasono-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-unggulrejo-wasono-2020-2022\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-unggulrejo-wasono-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-unggulrejo-wasono-2020-2022\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Unggulrejo Wasono Dengan PUK SP TSK SPSI PT. Unggulrejo Wasono 2020\u002F2022","ba_ID","IDN PT.Unggul Rejo Wasono - 2020","Indonesia - IDN PT.Unggul Rejo Wasono - 2020","IDN PT.Unggul Rejo Wasono - 2020 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT. UNGGULREJO WASONO 2020-2022.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT. UNGGULREJO WASONO 2020-2022\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. UNGGULREJO WASONO\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN PUK SP TSK SPSI PT. UNGGULREJO WASONO\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERIODE 2020 – 2022\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang bertanda tangan dibawah ini, kami:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I. Nama: DARMA SETIAWAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan: Direktur PT. Unggulrejo Wasono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal ini bertindak mewakili\u002Fatas nama PT. Unggulrejo Wasono Purworejo\ndan selanjutnya dibuat sebagai Pihak I\u002FPENGUSAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II. Nama: TEGUH SUPRIYANTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan: Ketua PUK SPTSK SPSI PT. Unggulrejo wasono, dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nama: UMAR ISMANTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan: Sekretaris PUK SPTSK SPSI PT. Unggulrejo wasono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masing – masing dalam PKB ini bertindak mewakili\u002F atas nama seluruh\nkaryawan PT. Unggulrejo Wasono dan selanjutnya disebut Pihak II\u002FSERIKAT\nPEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Para pihak telah melakukan perundingan membahas PerJanjian Kerja Bersama\n(PKB) pada tanggal 25 Februari 2020 dan telah sepakat untuk membuat Perjanjlan\nKerja Bersama yang berlaku di PT. UNGGUL REJO WASONO, yang dituangkan dalam\nkesepakatan dan pasal-pasal di bawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Bahwa atas kesadaran bersama antara pengusaha dengan seluruh karyawan PT.\nUNGGULREJO WASONO yang beralamat di Jalan Kutoarjo Km. 4 Purworejo, Jawa\nTengah, dalam rangka menghayati dan mengamalkan Pancasila dan Undang – undang\nDasar 1945 maka kedua belah pihak sepakat untuk mengikat diri dalam suatu\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) guna :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.Memberi kepastian hak dan kewajiban antara\npengusaha dan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.Menciptakan hubungan kerja yang serasi, aman,\nmantap, tentram dan dinamis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.Menciptakan ketenangan kerja, kepastian dan\nkelangsungan usaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.Meningkatkan produksi dan produktifitas kerja\nuntuk menuju kesejahteraan umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1 : PENGERTIAN ISTILAH - ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Perusahaan ialah PT. Unggulrejo Wasono, yang\nberbadan hukum dan berkedudukan \u002F beralamat di Jalan Kutoarjo Km. 4, Purworejo,\nJawa Tengah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Pengusaha ialah pemilik perusahaan dan atau\norang yang diberi kuasa untuk mengelola jalannya perusahaan dan melakukan\ntindakan atas nama pemilik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Keluarga Pengusaha ialah, istri \u002F suami, anak\nkandung dan atau anak angkat yang sah dari pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Karyawan ialah orang yang bekerja pada\nperusahaan dan menerima upah berdasarkan hubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5. Keluarga Karyawan ialah istri \u002F suami, anak\nkandung dan atau anak angkat yang sah sampai usia 21 tahun, belum menikah dan\nbelum bekerja sebagaimana terdaftar di departemen personalia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6. Ahli Waris, ialah keluarga atau orang yang\nditunjuk untuk menerima setiap pembayaran \u002F santunan bila karyawan meninggal\ndunia. Dalam hal tidak ada ahli warisnya, maka diatur menurut aturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7. Atasan, ialah karyawan yang jabatannya dan atau\npangkatnya lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">8. Atasan Langsung, ialah karyawan yang mempunyai\njabatan lebih tinggi sesuai dengan struktur organisasi pada unit kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">9. Upah, ialah pendapatan karyawan terdiri dari\ngaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap yang berhak\nditerimanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">10. Pekerjaan, ialah kegiatan yang dilakukan oleh\nkaryawan untuk pengusaha dalam suatu hubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">11. Kerja lembur, ialah kerja yang dilakukan oleh\nkaryawan untuk pengusaha dalam suatu hubungan kerja dengan menerima upah yang\ndilakukan diluar waktu kerja normal yang telah ditentukan, atau pada hari\nistirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah,\nyang dilakukan atas permintaan dan \u002F atau persetujuan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">12. Masa Kerja, ialah kerja yang dilakukan oleh\nkaryawan di perusahaan secara tidak terputus dan dihitung sejak tanggal\nditerima sebagai karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">13. Masa Percobaan, ialah masa percobaan\nsebagaimana dimaksud dalam pasal 60 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003 yang dijalani\noleh pekrja maksimal 3 bulan, setelah itu diangkat menjadi pekerja tetap \u002F\nkaryawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">14. Kecelakaan Kerja, ialah kecelakaan yang terjadi\n\u002F timbul dalam atau akibat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">15. Surat Peringatan, ialah surat resmi yang\ndikeluarkan oleh perusahaan (departemen personalia), karena adanya tindakan\npelanggaran disiplin atau perbuatan melanggar Perjanjian Kerja Bersama ini,\nyang bersifat mendidik bagi karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">16. Mutasi, adalah hak dasar perusahaan yang tidak\nperlu dipermasalahkan dengan syarat tidak mengurangi hak pokok karyawan yang\nditerimanya dan dipertimbangkan pula kinerjanya selama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">17. Schorsing, ialah sanksi pemberhentian sementara\nterhadap pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">18. Lingkungan Perusahaan, ialah seluruh wilayah\nkerja dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 : PIHAK - PIHAK YANG MENGADAKAN KESEPAKATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian ini dibuat oleh dan antara PT. Unggulrejo Wasono, perseroan\nterbatas yang didirikan berdasarkan Hukum Indonesia, yang berkedudukan dan\nberkantor pusat di Jalan Kutoarjo Km. 4 Purworejo, Jawa Tengah, dengan Serikat\nPekerja Tekstil dan Sandang – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPTSK –\nSPSI) Unit PT. Unggulrejo Wasono, yang mewakili seluruh karyawan \u002F pekerja PT.\nUnggulrejo Wasono.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 : LINGKUP BERLAKUNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku di\nPerusahaan PT. Unggulrejo Wasono.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi seluruh\nkaryawan PT. Unggulrejo Wasono.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.Setiap karyawan wajib bertanggung jawab terhadap\npelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama ini dan wajib menjaga hubungan kerja yang\nserasi, harmonis, aman, tenteram dan dinamis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 : JANGKA WAKTU BERLAKUNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk\njangka waktu 2 (dua) tahun, mulai 31 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2022.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Setelah habis jangka waktu Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini dan belum ada pembaharuan, maka Perjanjian Kerja Bersama ini\ntetap berlaku untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun kedepan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III HAK DAN KEWAJIBAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 : HAK DAN KEWAJIBAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha berhak untuk mendapat prestasi dari karyawan berupa pelaksanaan\npekerjaan dengan baik dan penuh tanggung jawab dari karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha berhak mengatur dan menentukan Waktu Kerja, Waktu Istirahat dan\nUpah Kerja bagi karyawan, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha berhak dan berkewajiban untuk menentukan mekanisme terhadap\nsegala hal yang berhubungan dengan jalannya perusahaan dan mengikat kepada\nsemua karyawan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha berhak memberikan sanksi teguran lisan, sanksi administratif,\nsurat peringatan, dan atau skorsing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha berkewajiban untuk membayar upah sesuai dengan\ndiperjanjikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengusaha berkewajiban memperhatikan kesehatan dan keselamatan karyawan\ndalam karyawan menjalankan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Hak dan kewajiban lain yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 : HAK DAN KEWAJIBAN SERIKAT PEKERJA DAN KARYAWAN\u002FPEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Serikat pekerja berhak untuk mengajukan saran kepada Pengusaha demi\nkesejahteraan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat pekerja berhak untuk mengembangkan hal-hal yang berhubungan\ndengan keorganisasian, Serikat pekerja selama usaha-usaha tersebut tidak\nbertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama, peraturan Perundang-undangan dan\ntidak mengganggu produktifitas perusahaan dan kelangsungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Karyawan berhak untuk mendapatkan gaji sesuai dengan yang\ndiperjanjikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Karyawan berhak mendapatkan kenaikan gaji sesuai mekanisme yang berlaku\ndi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Karyawan berhak diperhatikan tentang kesehatan &amp; keselamatannya dalam\nmenjalankan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Serikat pekerja berkewajiban membimbing, membina, mengawasi dan menegur\nanggotanya dalam pemenuhan kewajibannya kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Serikat pekerja berkewajiban untuk secara bersama-sama dengan Pengusaha\nmenciptakan kondisi kerja yang harmonis, nyaman, tenang dan kondusif sehingga\nproduktifitas kerja selalu meningkat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Karyawan berkewajiban untuk melaksanakan pekerjaannya dengan penuh\ntanggung jawab, jujur dan loyal kepada kepentingan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Karyawan berkewajiban mematuhi seluruh ketentuan dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Hak &amp; Kewajiban lain yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 7 : KANTOR DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan ruangan dalam lingkungan perusahaan kepada Serikat\nPekerja untuk melaksanakan organisasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dapat meminjamkan tempat atau ruangan dengan fasilitas untuk\nkeperluan pertemuan atau rapat Serikat Pekerja dengan ketentuan setelah selesai\nharus dibersihkan dan tempatnya diatur seperti posisi semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal menggunakan ruangan untuk keperluan pertemuan, Serikat Pekerja\nharus mengajukan permohonan pinjam ruangan terlebih dahulu kepada Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 : ORGANISASI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan dispensasi kepada Pengurus Serikat Pekerja TSK SPSI\natau anggota yang diberi mandat oleh pimpinan Serikat Pekerja (SPSI) dalam\nmenjalankan tugas organisasi dengan mendapat upah penuh serta hak-hak lainnya\nsebagai pekerja biasanya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam pemberian dispensasi pekerja, yang bersangkutan harus membawa surat\nmandat dari organisasinya dan harus memberitahukan kepada pengusaha\nselambat-lambatnya 2 (dua) hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pengusaha keberatan berhubungan dengan sifat pekerjaannya terhadap\npekerja yang bersangkutan, maka harus diadakan musyawarah kedua belah pihak\nsupaya masing-masing pihak terpenuhi kepentingannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jika dispensasi digunakan untuk mengikuti kongres, koperasi, rapat yang\ndiselenggarakan oleh serikat pekerja atau organisasi atasannya atau untuk\nmengikuti seminar, lokakarya dan sebagainya, maka lamanya dispensasi\ndisesuaikan dengan lamanya kegiatan yang diikuti tersebut dengan disetujui\nkedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha mengakui dan menerima PUK SPTSK SPSI unit PT. Unggulrejo Wasono\nadalah satu-satunya serikat pekerja yang memiliki segenap pekerja yang bekerja\ndi perusahaan PT. Unggulrejo Wasono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha memberikan fasilitas demi kelancaran organisasi SPSI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengusaha tidak dibenarkan melakukan intimidasi kepada Pengurus Serikat\nPekerja dan pengurus organisasi SPSI dan sewaktu-waktu dapat mengadakan\npembicaraan dengan pengusaha selama demi untuk kemajuan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pengusaha tidak akan merintangi atau menghalangi perkembangan \u002F kegiatan\nSPSI sejauh serikat pekerja itu tidak merugikan perusahaan, dalam memelihara\ndan menjaga tata tertib perusahaan serta usaha meningkatkan produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Jika diperlukan, pengurus SPSI sewaktu-waktu dapat mengadakan rapat dengan\nanggota-anggotanya dalam lingkungan perusahaan diluar jam kerja dengan terlebih\ndahulu meminta ijin tertulis kepada pimpinan perusahaan paling lambat 3 (tiga)\nhari sebelum rapat diadakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Dalam permintaan ijin tersebut dicantumkan waktu\u002Fjam, hari, tanggal,\njumlah peserta yang hadir dan penanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 : PAPAN PENGUMUMAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Papan pengumuman baik untuk kepentingan Pengusaha maupun Serikat Pekerja\ndisediakan oleh Pengusaha ditempat dalam lingkungan perusahaan yang sering\ndilewati karyawan atau di tempat yang mudah dibaca karyawan dengan ketentuan\nuntuk kepentingan Serikat Pekerja dan sebelumnya harus diketahui terlebih\ndahulu oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja bertanggung jawab atas keamanan fasilitas yang disediakan\nPengusaha tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh semua karyawan \u002Fanggota –\nanggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10 : IURAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha membantu serikat pekerja memotong uang iuran dari anggota –\nanggotanya pada setiap gajian baik untuk karyawan bulanan sesuai dengan surat\npermohonan dari Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 : PENERIMAAN KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penerimaan karyawan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan sepenuhnya\nmenjadi wewenang pengusaha \u002F perusahaan. Sebelum diterima menjadi karyawan,\nseorang calon karyawan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pengusaha \u002F\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Syarat – syarat penerimaan karyawan baru :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Calon karyawan mengajukan lamaran tertulis,\ndilampiri persyaratan lainnya yang ditentukan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Usia serendah – rendahnya 18 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Warga Negara Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pernyataan tidak keberatan dari suami\u002Fistri bagi\nyang sudah bersuami\u002Fberistri dan ijin dari orang tua bagi yang belum menikah\ndiketahui RT\u002FRW dan kepala desa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan\nsurat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Bebas atau tidak tersangkut organisasi terlarang\natau tersangkut urusan kepolisian dengan melampirkan surat keterangan catatan\nkepolisian (SKCK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pada saat melamar tidak sedang terikat hubungan\nkerja dengan pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Dinyatakan lulus setelah mengikuti : Tes\nTertulis, Tes Wawancara dan Tes Kesehatan, Psikotes.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Bersedia mentaati Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12 : MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Calon karyawan yang dinyatakan lulus tes tertulis, tes wawancara dan tes\nkesehatan, mengikuti Masa Percobaan selama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Selama masa percobaan pihak pengusaha tanpa pemberitahuan terlebih dahulu\ndapat memutuskan hubungan kerja dan berlaku seketika itu juga, dan pengusaha\ntidak berkewajiban membayar ganti rugi, uang pesangon, dan lain sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan yang telah selesai menjalani masa percobaan selama 3 bulan dengan\nhasil baik, akan diberikan Nomor Induk Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 : PROMOSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi setiap karyawan yang dianggap memiliki dedikasi, loyalitas dan\nkemampuan kerja yang tinggi, maka pengusaha\u002Fperusahaan akan memberikan peluang\nuntuk menempati jabatan \u002F tanggung jawab yang lebih tinggi kepada karyawan\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14 : MUTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sesuai dengan kebutuhan perusahaan, perpindahan karyawan dari suatu\ntugas\u002Ftempat ke tugas atau tempat yang lainnya merupakan wewenang penuh dari\npengusaha, tanpa dapat dicampuri oleh karyawan, maupun pihak lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan yang diperintahkan untuk mutasi harus sudah melepaskan tugas lama\ndan melaksanakan tugas baru pada tanggal yang sudah ditetapkan oleh\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 : DEMOSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Demosi diberikan kepada karyawan karena adanya kesalahan yang dilakukan oleh\nkaryawan atau karena ketidakmampuan karyawan menjalankan tugasnya akibatnya\ndimutasi ke tempat lain yang lebih rendah dari jabatan sebelumnya tanpa\nmengurangi hak – hak yang telah diterima, dengan tetap mempertimbangkan rasa\nkemanusiaan dan etika yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16 : SURAT TEMBUSAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi karyawan yang mendapat promosi, mutasi dan demosi dari pihak pengusaha\nharus memberi surat tembusan kepada PUK SP TSK SPSI PT. Unggulrejo Wasono.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>BAB VI WAKTU BEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17 : HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hari dan jam kerja diatur oleh pengusaha yang disesuaikan dengan kebutuhan\ndan operasional perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>2.Pada prinsipnya hari kerja karyawan 6 (enam) hari dalam 1 (satu) minggu\ndan jam kerja karyawan adalah 7 (tujuh) jam dalam 1 (satu) hari dan\u002Fatau 40\n(empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Jam kerja perusahaan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jenis Karyawan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja &amp; Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Staff Kantor\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>● Jam Kerja dimulai pukul 08:00 – 16:00 WIB \n\n        \u003Cp>● Jam Istirahat dimulai pukul 12:00 – 13:00 WIB\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Karyawan Bagian Produksi dan Security (Satpam)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>● Jam Kerja Non shift = pukul 08:00 – 16.30 WIB \n\n        \u003Cp>● Jam Istirahat Non shift = pukul 12:00 – 13:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>● Jam Kerja shift dibagi 3 (tiga) shift yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">-Shift I : dimulai pukul 06:00 – 14:00\n        WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">-Shift II : dimulai pukul 14:00 – 22:00\n        WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">-Shift III : dimulai pukul 22:00 – 06:00\n        WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>● Jam Istirahat shift menyesuaikan divisi masing - masing\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Karyawan Gudang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>● Jam kerja karyawan gudang : \n\n        \u003Cp>● Jam kerja non shift = pukul 08:00 – 16:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>● Jam istirahat non shift = pukul 12:00 – 13:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>● Shift I : 06:00 WIB – 14:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>● Shift II : 09:00 WIB – 17:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>● Jam istirahat shift menyesuaikan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 : KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Karyawan bersedia bekerja lembur atas permintaan dari pengusaha atau dalam\nhal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Untuk memenuhi rencana kerja perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Jika pada saat tertentu atau berulang kali\nataupun pada waktu-waktu tertentu ada pekerjaan menumpuk dan harus sudah\ndiselesaikan atau tidak dapat ditangguhkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Dalam pekerjaan beregu harus melanjutkan\npekerjaan, karena regu penggantinya tidak hadir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Dalam hal darurat atau mendesak ada pekerjaan\nyang apabila tidak segera diselesaikan akan dapat mengganggu atau membahayakan\nkeselamatan karyawan atau jiwa manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dalam mengatur kerja lembur dengan surat persetujuan kerja\nlembur kepada karyawan melalui atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jika seorang karyawan tidak dapat melakukan kerja lembur, maka harus\nmemberikan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada atasannya dengan\nmemberikan keterangan pada surat persetujuan kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kerja lembur hanya dilakukan atas perintah atasan langsung dimana karyawan\nberada, dan tanpa seijin dan perintah dari atasan langsung, kerja lembur tidak\ndibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>PASAL 19 : SISTEM PENGUPAHAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah diberikan kepada karyawan selama terjadinya hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>2.Penetapan besarnya upah pada dasarnya disesuaikan dengan keahlian,\nkecakapan, prestasi kerja, jabatan serta kondite pekerja yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pengupahan diberikan berdasarkan kehadiran karyawan pada periode tanggal\n26 sampai tanggal 25 bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Penetapan besarnya tunjangan prestasi berdasarkan dari hasil kerja\nkaryawan yang bersangkutan dalam menyelesaikan setiap job description\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>5.Upah minimum di perusahaan berpedoman kepada Peraturan Pemerintah yang\nmengatur tentang upah minimum propinsi yang berlaku di Purworejo, Jawa\nTengah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha\u002FPimpinan dalam keadaan tertentu dapat memberikan kenaikan upah\nseorang karyawan atau lebih, setelah memperhatikan prestasi, kemampuan,\nkecakapan, dan\u002Fatau kerajinan yang ditunjuk karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Karyawan menerima upah yang dibayarkan dalam mata uang rupiah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Upah yang diterima karyawan dipotong untuk Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,\nJaminan Sosial Kesehatan dan Pajak Penghasilan (PPH 21) sesuai ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Atas pembayaran upah, karyawan dapat meminta struk atau slip upah kepada\natasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Karyawan yang tidak hadir dengan alasan yang tidak dapat\ndipertanggungjawabkan akan dipotong upahnya berdasarkan jumlah hari\nketidakhadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20 : PENINJAUAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1. Perusahaan melakukan peninjauan kembali upah karyawan yang dilakukan\nsecara berlaku di bulan Januari dengan didasarkan produktivitas dan kemampuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Peninjauan upah karyawan dilakukan pengusaha \u002F pimpinan sesuai dengan\nperaturan pengupahan yang ada dan didasarkan pada prestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan wajib membuat struktur dan skala upah dengan memperhatikan\nkompetensi, golongan, jabatan, masa kerja dan pendidikan sesuai PP 78 pasal 14\nayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreaseamount1\">\u003Cp>4. Besarnya struktur upah sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Besarnya\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 – 8 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp.15.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.9 – 16 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp.30.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>17 tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp.45.000\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 : PROSEDUR PEMBAYARAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Upah karyawan bulanan dibayarkan pada tanggal 1 awal bulan berikutnya,\nbila karena sesuatu hal maka pembayaran paling lambat pada tanggal 5 bulan yang\nsama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran upah karyawan diberikan lewat ATM Bank Rakyat Indonesia untuk\nkaryawan tetap dan dalam bentuk tunai di Loket pembayaran perusahaan bagi\nkaryawan dalam masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Waktu penandatanganan slip upah \u002F gaji untuk karyawan diatur sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Staff \u002F supervisor \u002F non shift setelah jam kerja\n(pukul 16.00 WIB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Karyawan shift :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">-Shift I : Pukul 14.00 – 14.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">-Shift II : Pukul 13.30 – 14.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">-Shift III : Pukul 14.30 – 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Karyawan yang tidak dapat hadir untuk penandatanganan slip upah \u002F gaji\nkarena sakit atau ada keperluan lain dengan seijin pengusaha \u002F pimpinan, dapat\nmewakilkan penandatanganan slip gaji \u002F upah apabila yang mewakili membawa surat\nkuasa khusus dari karyawan yang bersangkutan dan menunjukkan kartu identitas\ndiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 : UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>Perhitungan upah kerja lembur akan diperhitungkan sesuai Kepmen 102 tahun\n2004 dengan rincian perhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jenis Lembur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Definisi &amp; Besarnya Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lembur hari biasa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Adalah lembur yang dilaksanakan pada hari – hari biasa kerja,\n        perhitungan upahnya adalah : \n\n        \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp>-Upah jam pertama adalah 1,5 x upah sejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cp>-Upah jam kedua dan seterusnya adalah 2x upah sejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lembur hari panjang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Adalah lembur yang dilaksanakan setelah melewati 40 jam bekerja dalam\n        satu minggu, perhitungan upahnya adalah : \n\n        \u003Cp>-Upah jam pertama adalah 1,5 x upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Upah jam kedua dan seterusnya adalah 2x upah sejam\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lembur hari libur mingguan dan hari libur resmi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Adalah lembur yang dilakukan pada hari libur mingguan dan hari libur\n        resmi, perhitungan upahnya adalah : \n\n        \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cp>-Upah jam ke-1 sampai dengan jam kee07 adalah 2x upah sejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cp>-Jam istirahat tidak dihitung jam kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Keterangan : upah sejam = 1\u002F173 x upah sebulan, upah sebulan = upah pokok +\ntunjangan tetap\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 : UPAH JIKA KARYAWAN MENINGGALKAN LOKASI PEKERJAAN PADA JAM\nKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bagi karyawan yang meninggalkan pekerjaan pada jam kerja karena keperluan\nkhusus yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dengan seijin\natasan (pengawas\u002Fkabag), perhitungan upahnya adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Jam kerjanya kurang dari 0,5 (setengah) jam,\nupahnya tidak diperhitungkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Jam kerjanya lebih dari 0,5 jam, maka upahnya\nakan diperhitungkan secara proporsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan yang pulang karena sakit akan dilakukan sesuai prosedur, upahnya\ndibayar penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 : JAMINAN SOSIAL DAN TENAGA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>1.Perusahaan mengikutkan karyawan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja\n(Jamsostek) yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">A.BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.Jaminan Kematian (JK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.Jaminan Pensiun (JP)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">B.BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>2.Iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK), iuran jaminan kematian (JK)\nditanggung oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>3.Untuk iuran jaminan hari tua (JHT) sebesar 3,7% ditanggung pengusaha dan\n2% ditanggung karyawan, untuk iuran jaminan pensiun (JP) sebesar 2% pengusaha\nkaryawan 1%.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>4.Iuran BPJS Kesehatan adalah sebesar 4% pengusaha dan karyawan 1%,\nfasilitas BPJS Kesehatan yang diterima sesuai dengan ketentuan BPJS kesehatan\ntermasuk jika dalam kondisi khusus terdapat layanan kesehatan yang tidak\ntercover BPJS maka karyawan bersedia mematuhi ketentuan dari BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>5.Perusahaan memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) secara mandiri\nyaitu dengan adanya Poliklinik di lingkungan perusahaan yang semua biaya dokter\ndan obat ditanggung perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>6.JPK mandiri bisa dimanfaatkan oleh seluruh karyawan PT Unggulrejo Wasono\ndan atau keluarga karyawan sesuai peraturan yang berlaku di perusahan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7.Jika terjadi kecelakaan di lingkungan kerja dan bilamana diperlukan untuk\ndibawa ke rumah sakit, maka perusahaan akan membawa karyawan tersebut ke rumah\nsakit yang ditunjuk, dengan biaya pengobatan ditanggung perusahaan, bagi\nkaryawan yang belum menjadi peserta BPJS TK dan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) akan berlaku setelah 1 (satu) bulan\nkaryawan bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>9.Jaminan BPJS TK dan BPJS Kesehatan berlaku untuk semua karyawan sesuai\ndengan PERMEN No. 5 Th 2016.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX CUTI DAN IJIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 25 : CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Setiap karyawan yang telah bekerja 12 (dua belas) bulan berturut-turut\nberhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapatkan\nupah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan cuti tahunan dibagi dalam 2 (dua) periode :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Cuti bersama yang biasanya digunakan untuk hari\nlebaran selama 7 (tujuh) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Sedangkan sisa cuti 5 (lima) hari bisa diambil\nsendiri untuk kepentingan pribadi, hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan ijin\n(P2).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi karyawan yang masa kerjanya kurang dari 1 (satu) tahun belum\nmendapatkan hak cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Cuti tahunan yang dapat diambil bebas sebagaimana dimaksud di ayat 2 b\nharus dilakukan dengan mengajukan permohonan cuti paling lambat satu minggu\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Cuti tahunan yang tidak diambil sampai dengan akhir tahun berjalan, maka\ncuti tahunannya gugur dan tidak dapat diambil di tahun berikutnya, batas akhir\ncuti tahunan bulan Desember.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dengan adanya sisa cuti tahunan yang untuk kepentingan pribadi dimaksudkan\nuntuk menghilangkan ijin (P2), sehingga untuk kedepannya tidak ada absen P2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Batas akhir pengajuan cuti tanggal 15 Nopember dan cuti dibuka kembali\npada tanggal 5 Januari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 : CUTI HAMIL DAN KEGUGURAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Karyawan wanita yang akan melahirkan berhak untuk mengambil cuti hamil\nselama 1 ½ (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1 ½ (satu setengah)\nbulan sesudah melahirkan sedangkan yang mengalami keguguran dalam usia\nkehamilan minimal 6 (enam) bulan berhak mendapatkan cuti 1 ½ (satu setengah)\nbulan setelah keguguran terjadi dengan mendapat upah penuh dengan memberikan\nsurat keterangan dokter atau bidan. Apabila keguguran pada usia kehamilan di\nbawah 6 (enam) bulan, istirahat yang diberikan sesuai dengan surat dokter\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran cuti melahirkan dibayarkan bersamaan pelaksanaan cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Cuti hamil hanya diberikan kepada karyawan maksimal sampai anak ke 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 : CUTI HAID\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Cuti haid diberikan kepada karyawan perempuan dengan menyerahkan surat\nketerangan dokter yang ditunjuk perusahaan dan membuat surat pernyataan bahwa\nyang bersangkutan benar-benar haid pada waktu tersebut.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 : SAKIT BERKEPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>1.Pekerja yang menderita sakit sehingga tidak mampu melaksanakan\npekerjaannya, upahnya dibayarkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>NoKeteranganBesarnya Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.4 bulan pertama100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.4 bulan kedua75% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.4 bulan ketiga50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Bulan selanjutnya, sebelum PHK dilakukan25% dari\nupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Sakit yang diderita sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tersebut, harus\ndibuktikan dengan surat keterangan dokter dari rumah sakit yang ditunjuk atau\ndokter perusahaan dan disetujui oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jika setelah sembuh, kemudian sakit lagi dan dinyatakan oleh pihak dokter\nmasih sebagai kelanjutan dari sakit yang lama maka perhitungan upahnya tetap\nmelanjutkan perhitungan seperti pada ayat 1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>4.Setelah 12 bulan tersebut dengan surat keterangan dokter, pekerja yang\nbersangkutan masih tidak mampu untuk bekerja lagi maka hubungan kerjanya dapat\ndiputuskan dengan diberikan uang pesangon 2 kali ketentuan pasal 156 ayat 2,\nuang penghargaan masa kerja 1 kali ketentuan pasal 156 ayat 3, dan 1 kali\nketentuan pasal 156 ayat 4 undang-undang No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 : CUTI DAN IJIN TIDAK MASUK KERJA KERJA KARENA HAL - HAL\nKHUSUS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>1.Karyawan dapat mengajukan cuti tidak masuk bekerja karena hal-hal khusus\ndan tetap dibayarkan upahnya, dan ijin tidak masuk bekerja dengan tidak\ndibayarkan upahnya, dalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keterangan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Cuti\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Karyawan yang melaksanakan pernikahan diri sendiri\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Melaksanakan pernikahan \u002F khitanan anak karyawan sendiri\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istri \u002F suami \u002F anak \u002F orang tua \u002F mertua dan menantu karyawan\n        sendiri meninggal dunia.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>d\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istri karyawan melahirkan atau keguguran kandungan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>e\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Membaptis anak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>f\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anggota keluarga dalam satu rumah selain pada huruf c meninggal\n      dunia.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 hari\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2 Untuk huruf a dan b, karyawan diwajibkan melampirkan \u002F menyerahkan surat\nketerangan dari RT, RW dan kelurahan tempat yang bersangkutan berdomisili \u002F\ntinggal atau sesuai dengan KTP, dalam jangka waktu paling lambat 7 hari sebelum\npelaksanaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan yang melaksanakan pernikahan dengan sesama karyawan dalam satu\nperusahaan hanya mendapatkan hak 1 (satu) orang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Khusus untuk huruf a, perusahaan memberikan sumbangan sebesar Rp.150.000\n(seratus lima puluh ribu rupiah) khusus untuk yang nikah I (petama) kali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk huruf c dan f karyawan diwajibkan memberikan keterangan yang\nmenerangkan bahwa yang meninggal adalah suami \u002F istri \u002F anak \u002F orangtua \u002F\nmertua dari karyawan yang diperkuat surat keterangan dari RT dan RW setempat\nmaksimal 3 hari setelah karyawan yang bersangkutan masuk kerja disertai surat\npernyataan dari karyawan tentang kebenaran keterangan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Untuk keperluan yang benar – benar mendesak, karyawan yang belum\nmendapat jatah cuti tahunan diatur tersendiri dengan keputusan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Semua cuti dan \u002F atau ijin tidak masuk kerja sebagaimana dimaksud diatas\nharus dilakukan dengan mengajukan persetujuan (tanda tangan) pengawas (kepala\nbagian).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 : IJIN MENINGGALKAN LOKASI KERJA KARENA HAL - HAL KHUSUS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Karyawan dapat mengajukan ijin meninggalkan lokasi pekerjaan, jika\nmengalami hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Karyawan pulang karena sakit, karyawan diwajibkan\nmenyerahkan surat keterangan dokter yang menunjukkan dan \u002F atau menerangkan\nbahwa karyawan sedang sakit dan diserahkan pada hari itu juga, upahnya dibayar\npenuh. Bila sudah mendapatkan surat keterangan dari dokter karyawan\ndiperbolehkan pulang. Yang berkewajiban mengantarkan karyawan ke dokter adalah\nleader\u002FKa Shift\u002FSatpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Anak \u002F orang tua \u002F suami \u002F istri sakit, karyawan\ndiwajibkan menyerahkan surat dokter yang menunjukkan bahwa anak \u002F orang tua \u002F\nsuami \u002F istri sakit maximal sehari setelah ijin pulang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Layat kakek \u002F nenek serta saudara kandung orang\ntua dan saudara kandung karyawan, karyawan diwajibkan menyerahkan surat\nketerangan dari RT dan RW yang menerangkan bahwa kakek \u002F nenek serta saudara\nkandung orang tua dan saudara kandung karyawan meninggal disertai surat\npernyataan tentang keterangan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Layat tetangga (satu RT dan tetangga dekat radius\n200 meter), karyawan diwajibkan menyerahkan surat keterangan dari RT dan RW\ndiserahkan maximal sehari setelah ijin pulang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Jika karyawan ijin pulang tetapi kemudian tidak\ndapat menyerahkan surat keterangan maka upahnya tetap diperhitungkan secara\nproporsional tetapi karyawan tersebut terkena sanksi indisipliner.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ijin-ijin di atas harus diajukan secara tertulis dan diketahui oleh atasan\nlangsung, dan ditujukan kepada HRD, dengan disertai membuat surat\npernyataan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X KEAMANAN, KESEHATAN DAN PERLINDUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 31 : KEAMANAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk memperkecil terjadinya kecelakaan kerja, penyakit kerja dan adanya\nrasa aman, Pengusaha \u002F Pimpinan menetapkan syarat – syarat dan ketentuan\ntentang keamanan dan perlindungan kerja. Karyawan diwajibkan mematuhi dan\nmelaksanakan syarat dan ketentuan tersebut, juga menggunakan dan memelihara\nalat-alat keselamatan kerja yang disediakan Pengusaha \u002F Pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 : ALAT - ALAT KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1.Untuk memberikan perlindungan keselamatan kerja dan keselamatan kerja\nkepada karyawan, Perusahaan memberikan alat-alat keselamatan kerja yang\ndianggap perlu yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Masker, diberikan setiap 4 (empat) bulan sekali,\nsebanyak 2 buah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Celemek, diberikan setiap 1 (satu) tahun sekali,\nsebanyak 2 buah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Ear plug (tutup telinga), diberikan setiap 6\n(enam) bulan sekali, sebanyak 1 pasang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Pakaian kerja untuk karyawan berupa hem dan\nbawahan (celana\u002Frok), diberikan setiap 1 (satu) tahun sekali sebanyak 2\nbuah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Untuk divisi tertentu, ada beberapa alat\nkeselamatan kerja, yaitu safety harness, ear muff, powerbelt, sepatu boot dan\nsarung tangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menentukan macam dan jenis peralatan keselamatan kerja yang\ndiperlukan berdasarkan kebutuhan, kondisi dan pekerjaan yang dilakukan\nkaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan wajib menggunakan alat pelindung diri ketika sedang menjalankan\npekerjaannya dan jika tidak menggunakan alat-alat tersebut diberi sanksi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 : KEAMANAN DALAM HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk menjamin adanya keamanan selama dalam hubungan kerja, perusahaan\nsesuai dengan kemampuan yang ada dan menyediakan fasilitas-fasilitas seperlunya\nbagi karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 : KEBERSIHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan berusaha agar tempat-tempat kerja selalu dalam keadaan bersih,\ncukup ventilasi untuk bertukaran udara dan lampu yang cukup terang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan dalam menjalankan pekerjaannya, wajib menjaga kebersihan tempat\nkerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan wajib membudayakan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 : DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap karyawan diharapkan datang ke tempat kerja sebelum jam kerja dan\nmulai bekerja tepat pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan sudah harus masuk ruang produksi 10 (sepuluh) menit sebelum waktu\nkerja dimulai. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan pergantian shift dan serah\nterima tugas sehingga semua alat-alat atau mesin produksi tetap berjalan\nlancar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pada hari kerja, karyawan terlambat lebih dari 5 (lima) menit dari waktu\nkerja yang ditentukan tanpa alasan yang sah, tidak diijinkan masuk dan upahnya\ntidak akan dibayarkan. Karyawan yang bersangkutan dianggap mangkir. Khusus\nuntuk karyawan yang masuk kerja pada shift malam keterlambatan dapat diberikan\ntoleransi dengan memberikan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk\nkaryawan yang terlambat dengan alasan motor rusak \u002F bocor harus menyertakan\nkwitansi \u002F nota bengkel dan membuat surat pernyataan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pakaian kerja dan sepatu yang sudah ditentukan digunakan dalam perusahaan\nsaat mulai bekerja sampai dengan jam kerja selesai termasuk lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Karyawan wajib memeriksa semua peralatan kerja dan sebagainya sebelum\nmemulai dan ketika meninggalkan pekerjaan, sehingga benar-benar tidak\nmenimbulkan bahaya yang mengganggu kelancaran pekerjaan, menurut pekerjaannya\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Karyawan tidak dibenarkan meninggalkan tempat kerja tanpa sepengetahuan\ndan seijin dari departemen personalia dan atau atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pulang atau meninggalkan tempat kerja pada waktu jam kerja hanya dapat\ndiijinkan apabila pekerja yang bersangkutan sakit, mendapat panggilan dari\nNegara, keluarga sakit keras \u002F meninggal atau urusan yang sangat penting \u002F\nmendesak yang dapat diterima alasannya dengan izin atasannya dan diketahui\nDepartemen Personalian \u002F HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja tidak dibenarkan datang terlambat kecuali seizin atasan dan atau\nDepartemen Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Apabila pekerja tidak masuk kerja, yang bersangkutan diwajibkan\nmemberitahukan secara tertulis kepada atasannya dan atau personalia, dan jika\nkeadaan gawat dan mendesak dapat memberitahukannya secara lisan, namun hari\nberikutnya wajib membuat surat pernyataan tertulis tentang alasan tidak masuk\nbekerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Keluar perusahaan karena tugas atau urusan lain diharuskan mengisi surat\ntugas atau ijin keluar yang ditandatangani atasannya dan diketahui oleh\ndepartemen personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pekerja tidak dibenarkan tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan\ntertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 : KEWAJIBAN - KEWAJIBAN KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dari sejak masuk kerja, ditempat kerja dan pulang kerja, karyawan\ndiwajibkan mentaati semua ketentuan aturan tata tertib baik yang bersifat\nlarangan maupun keharusan, juga mentaati semua aturan yang ada di divisi\n(bagian) masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan wajib melaporkan ke bagian personalia secara tertulis bila\nmerubah \u002F ganti nama, pindah alamat \u002F tempat tinggal atau terjadi perubahan\nalamat rumah, status perkawinan (lajang, kawin atau cerai), susunan keluarga\nberubah baik karena kelahiran, kematian, kepergian dan atau kedatangan anggota\nkeluarga, serta perubahan lain mengenai pribadi karyawan, selambat-lambatnya 7\nhari sejak terjadi perubahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan sesuai dengan bidangnya wajib memeriksa alat-alat kerja, mesin\ndan sebagainya baik sebelum maupun sesudah selesai bekerja sehingga tidak\nmenimbulkan bahaya atau mengganggu kelancaran pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Karyawan harus selalu memakai alat-alat keselamatan kerja yang diberikan\npengusaha \u002F pimpinan, terutama pada saat melakukan pekerjaan di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Karyawan wajib memakai pakaian seragam yang sopan dan rapi, dan bagian\nwanita yang berambut panjang wajib diikat \u002F sanggul, sedang bagi pekerja pria\nrambut harus rapi dan tidak boleh gondrong.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Melaksanakan dengan segala kemampuan semua pekerjaan, tugas – tugas dan\npetunjuk dan instruksi kerja yang diberikan oleh Perusahaan melalui atasan\nlangsung dan \u002F atau Standar Operating Procedure (SOP) dengan tetap\nmemperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Mentaati peraturan perusahaan dan atau PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Bekerja dengan giat, jujur, tertib, tepat waktu, teliti dan senantiasa\nmenjaga agar produksi berjalan lancar dan bermutu tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Menjaga dan melindungi dengan baik semua peralatan kerja dan aset\nperusahaan yang dipergunakan dalam bekerja dan atau yang dipercayakan\nkepadanya. Kerusakan dan kehilangan barang dikarenakan kelalaiannya, diberikan\nsanksi dapat berupa Surat Peringatan serta wajib untuk menggantinya jika yang\nbersangkutan terbukti bersalah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Menjaga kesehatan, kebersihan dan kerapihan baik dirinya maupun Tempat\nkerja masing – masing serta Lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Memberikan keterangan yang sebenarnya mengenai pekerjaan kepada\nperusahaan dalam hubungan dengan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Menjaga dan menyimpan semua keterangan dan dokumen yang memang harus\ndirahasiakan karena jabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Mengikuti prosedur keamanan dan keselamatan kerja yang berlaku di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Bersikap sopan di lingkungan perusahaan, baik tutur kata maupun\nperbuatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Berkelakuan baik, baik di dalam maupun di luar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Menjaga nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Menjaga nama baik dan kehormatan diri sendiri, konsumen \u002F calon konsumen,\nrelasi, tamu perusahaan berikut semua pihak yang terkait dengan perusahaan\ndalam melaksanakan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Bersedia sewaktu – waktu diperika di dalam dan di luar perusahaan oleh\npetugas yang ditunjuk perusahaan apabila diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Menjaga suasana kerja yang harmonis di lingkungan kerjanya\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Bertanggung jawab terhadap tugas pekerjaan yang dilakukan, maupun yang\npernah dilakukan dan tanggung jawab tersebut tetap mengikat meskipun karyawan\ntersebut sudah dimutasi ataupun promosi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Melaksanakan pekerjaannya secara mandiri di dalam konteks koordinasi\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Terkait dengan pengelolaan asset dan barang yang menjadi tanggung jawab\nkaryawan baik dalam rangka pengelolaan proses kerja ataupun dalam pengawasannya\ndan apabila terjadi kehilangan dan atau kerusakan dalam kegiatan tersebut maka\nakan menjadi beban karyawan (nota barang hilang) dalam lingkungan kerja masing\n– masing. Ketentuan hal ini dituangkan lebih lanjut dalam Standard Operating\nProcedure (SOP).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Membayar kerugian yang timbul akibat kesalahan \u002F kelalaian \u002F\nketidaktelitian karyawan baik sengaja maupun tidak sengaja yang menyebabkan\nhilangnya barang dan atau rusaknya seluruh dan atau sebagian asset perusahaan\nmaupun kerugian lainnya yang timbul.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Membayar Excess Claim yang timbul akibat rawat inap dan atau rawat jalan\nyang melebihi limit tanggungan rawat inap dan atau rawat jalan karyawan dan\ntanggungannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Memberikan kewenangan, otoritas, hak dan kuasa khusus kepada perusahaan\nuntuk memperhitungkan dan atau memotong upah bulanan dan atau hak-hak finansial\nlainnya yang diterima karyawan sesuai dengan peraturan yang berlaku di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Karyawan wajib menggunakan ID Card\u002Fkartu tanda pengenal selama bekerja\natau berada atau berada di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Karyawan harus menunjukkan kartu identitas karyawan kepada kasir atau\npetugas bila akan mengambil upahnya, tanpa menunjukkan kartu tersebut\npembayaran upah dapat ditangguhkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Harus mengembalikan ID kartu identitas karyawan dan buku perjanjian kerja\nbersama jika karyawan keluar dari PT. Unggulrejo Wasono.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.Karyawan wajib menitipkan alat komunikasi \u002F HP di loker Satpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 : LARANGAN - LARANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Karyawan dilarang membawa atau menggunakan barang – barang atau alat –\nalat milik perusahaan keluar dari lingkungan perusahaan untuk keperluan pihak\nlain (ketiga) yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi pekerjaan tanpa mendapat\npersetujuan dari atasan \u002F pimpinan. Karyawan yang meninggalkan pekerjaan tanpa\nseijin pengusaha \u002F pimpinan melalui kepala bagian atau orang yang ditunjuk\nuntuk itu, dinyatakan alpa atau mangkir dan diberi surat peringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan dilarang melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugasnya, tidak\nboleh memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya kecuali karena suatu hal\ndiperintahkan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Karyawan dilarang membawa senjata api, senjata tajam atau alat – alat\nyang membahayakan lainnya ke dalam lingkungan perusahaan, kecuali karena sifat\npekerjaannya dan telah mendapat ijin pengusaha \u002F pimpinan atau pihak\nberwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Karyawan dilarang memperdagangkan barang – barang biasa, melakukan\nkegiatan simpan – pinjam atau hutang piutang dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Karyawan dilarang membawa, menyimpan, memperdagangkan barang terlarang\nseperti minuman keras, narkoba atau barang berbahaya lainnya serta barang\narisan kedalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Karyawan dilarang menambah, mengurangi, merubah, memindahkan barang –\nbarang inventaris milik perusahaan tanpa seijin pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dilarang membuat slogan atau plakat, coret – coret atau menempel stiker\nyang bisa mengakibatkan situasi tidak kondusif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Karyawan dilarang bertutur kata kasar terhadap pimpinan dan sesama rekan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Karyawan dilarang berteriak – teriak, menyanyi lagu yel atau lagu yang\ndapat mengganggu ketenangan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Dilarang melakukan atau berbicara yang melanggar asusila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Karyawan dilarang melakukan pekerjaan yang bisa menyebabkan perusahaan\nmengalami kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Karyawan dilarang tidur pada waktu jam kerja dan atau duduk tidak\nditempat yang sudah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Karyawan dilarang mengakibatkan tanda larangan tertulis yang ada dalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 : HAL - HAL LAIN YANG MASUK DALAM KATEGORI PELANGGARAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Termasuk perbuatan pelanggaran jika :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Karyawan masuk tidak tepat waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan pada waktu masuk kerja tidak mengisi daftar hadir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan pada saat tidak masuk kerja tidak memberikan surat keterangan\nyang dapat dipertanggungjawabkan (termasuk surat keterangan untuk ijin tidak\nmasuk kerja \u002F cuti \u002F ijin pulang).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Karyawan menolak perintah yang layak, walaupun telah diperintahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Karyawan melalaikan pekerjaan atau bekerja secara serampangan sehingga\nbarang milik pengusaha atau konsumen menjadi rusak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Karyawan bersenda gurau \u002F berbincang – bincang sehingga mengganggu\npekerjaan atau membahayakan diri sendiri atau teman sekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Karyawan membaca buku, majalah, Koran dan lainnya sebagainya pada waktu\nmenjalankan tugas \u002F jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Karyawan makan makanan di tempat kerja sehingga melalaikan pekerjaan atau\nmembuat bahan baku \u002F hasil produksi menjadi kotor.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Karyawan membawa barang yang tidak diperlukan dalam pekerjaan kecuali alat\n– alat perlengkapan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Karyawan pada waktu kerja dilarang menggunakan Handphone (HP).\nPengecualian untuk leader \u002F kepala shift dan staf tertentu yang diijinkan oleh\nperusahaan diperbolehkan menggunakan HP untuk komunikasi yang berkaitan dengan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII SANKSI DAN PERINGATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 : SANKSI DAN PERINGATAN UNTUK KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap karyawan wajib melaksanakan seluruh ketentuan yang diatur dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Terhadap perbuatan yang merupakan pelanggaran disiplin dikenakan sanksi\nberdasarkan berat ringannya pelanggaran yang dilakukan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jenis – jenis sanksi yang dapat diberikan terkait dengan pelanggaran\nyang telah dilakukan adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Teguran \u002F Peringatan Lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Surat Peringatan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Surat Peringatan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Surat Peringatan III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Pemberhentian Sementara \u002F Skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 : TEGURAN \u002F PERINGATAN LISAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Teguran \u002F Peringatan lisan kepada karyawan dapat diberikan setiap saat\noleh atasan langsung karyawan maupun oleh perusahaan sebagai hukuman disiplin\natas kesalahan dan atau kelalaiannya, dan karyawan yang bersangkutan wajib\nmembuat surat pernyataan bahwa yang bersangkutan sudah melakukan kesalahan dan\natau kelalaian, sudah mendapat teguran dan kesanggupan memperbaiki kesalahan\ndan diserahkan kebagian personalia perusahaan untuk dicatat ke file karyawan\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kesalahan dan atau kelalaian yang dapat dikenakan sanksi teguran \u002F\nperingatan lisan diataranya adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Tidak menjaga ketertiban dalam pemakaian alat\npelindung diri (alat keselamatan kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Terlambat atau tidak ikut melakukan briefing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Tidak ikut training dan atau meeting yang\ndiadakan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Tidak menjaga kerapian pakaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Pekerjaan tidak mencapai target, padahal karyawan\nyang lain bisa mencapainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Tidak ikut menjaga kebersihan lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Karena kelalaiannya telah menimbulkan kerugian\nbagi perusahaan dengan nilai nominal pada saat kejadian adalah Rp. 50.000,-\nsampai dengan Rp. 100.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h.Tidak konsentrasi dan atau mengantuk pada saat\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i.Kelalaian dan kesalahan ringan lainnya yang belum\ndiatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jangka waktu teguran \u002F peringatan lisan, adalah 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 : SURAT PERINGATAN (SP)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Surat Peringatan ke -1 (satu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat memberikan surat peringatan ke-1 (satu) kepada karyawan yang\nmelakukan atau melanggar ketentuan \u002F hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Karyawan yang melanggar aturan disiplin kerja\nkaryawan sebagaimana tercantum dalam pasal 35 Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Tidak mematuhi pengarahan atasan atau perusahaan,\ntanpa alasan yang wajar meskipun sudah diperingatkan secara lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Setelah ditegur atau diingatkan karyawan tetap\nmenolak untuk mentaati perintah atau penugasan yang layak dari atasan atau\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Karyawan tengah mendapat teguran \u002F peringatan\nlisan, dan atau melakukan kesalahan yang sama dan atau pelanggaran lain dengan\nbobot kesalahan sesuai dengan pelanggaran pada Teguran Lisan lagi, dalam jangka\nwaktu 6 bulan sejak peringatan lisan disampaikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Melakukan mangkir kerja 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Terlambat datang lebih dari 5 (lima) menit tanpa\nijin dan atau tanpa alasan yang sah, kecuali untuk shift malam tetapi tidak\nlebih dari 10 menit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Tidak memakai pakaian kerja yang telah\nditetapkan, tanda pengenal dan atau peralatan kerja dan atau alat keselamatan\nkerja yang telah disediakan dengan alasan yang tidak dapat\ndipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h.Pulang kerja atau meninggalkan tempat kerja dalam\njam kerja tanpa seijin atasan dan atau tanpa memberitahukan rekan kerja\nterlebih dahulu dan atau tanpa alasan yang sah dan dapat\ndipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i.Melakukan penukaran shift kerja tanpa\nsepengetahuan dan atau tanpa mendapat persetujuan atasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j.Melakukan kegaduhan pada saat jam kerja dan atau\nmelakukan aktifitas sedemikian rupa sehingga menyebabkan karyawan lain\nterganggu dan atau pekerjaan menjadi terhambat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k.Bersikap tidak sopan terhadap karyawan lain\nmaupun terhadap atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l.Tidak menjaga kesehatan, kebersihan dan kerapihan\ndirinya maupun tempat kerja masing – masing serta lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m.Jika perusahaan menganggap karyawan dalam kondisi\nkurang sehat, karyawan yang bersangkutan menolak untuk diperintahkan melakukan\ncek kesehatan ke dokter yang ditunjuk oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n.Tidak melaporkan adanya perubahan status keadaan\nkeluarga seperti kelahiran, memiliki anak, pernikahan, perceraian, kematian,\nmaupun perubahan tempat tinggal dan atau domisili hukum, atau perubahan lainnya\nyang seharusnya diketahui perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o.Ketika ijin pulang sebagaimana dimaksud dalam\npasal 29, karyawan ternyata tidak bisa memberikan surat keterangan seperti yang\ndimaksudkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">p.Mengikuti rapat atau pertemuan, ceramah, atau\nkegiatan – kegiatan lain yang dapat disamakan dengan itu tanpa ijin dan\npersetujuan dari perusahaan melalui HRD terlebih dahulu di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">q.Menimbulkan kerugian lebih dari Rp. 100.000,-\nkarena kelalaiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Surat Peringatan ke-2 (dua)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat memberikan surat peringatan ke-2 (dua) kepada karyawan yang\nmelakukan atau melanggar ketentuan \u002F hal – hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Karyawan tengah menjalani surat peringatan\npertama dan melakukan pelanggaran yang sama dan atau pelanggaran lain dengan\nbobot kesalahan sesuai dengan pelanggaran pada tingakat surat peringatan\nkesatu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Karyawan melakukan pelanggaran terhadap\nkewajiban-kewajiban karyawan sebagaimana tercantum dalam pasal 36 Perjanjian\nKerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Melakukan mangkir kerja 2 (dua) hari kerja\nberturut-turut dengan ketentuan dan pengertian bahwa hari libur di antara hari\nmangkir tersebut tidak diartikan sebagai terputus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Melakukan mangkir kerja 3 hari tidak\nberturut-turut dalam jangka waktu 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Menyembunyikan atau tidak dengan segera\nmemberitahukan data atau informasi penting atau penyimpangan yang harus\ndiketahui oleh atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Membiarkan anak buahnya dalam keadaan bahaya atau\nmengabaikan kesehatan dan keselamatan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Bertindak kasar atau mengeluarkan kata-kata yang\ntidak senonoh baik sesama karyawan, atasan, tamu perusahaan dan atau\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h.Mengadakan rapat atau pertemuan, ceramah atau\nkegiatan – kegiatan lain yang dapat disamakan dengan itu tanpa ijin dan\npersetujuan dari perusahaan melalui HRD terlebih dahulu di Lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i.Melakukan keteledoran, ceroboh, atau tidak teliti\ndalam bekerja sehingga mengancam keselamatan. Asset perusahaan atau mengarah\nkepada kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j.Melakukan tindakan diluar prosedur kerja yang\ntelah ditentukan tanpa ijin atasan yang berwenang yang dapat membahayakan atau\nberpengaruh negatif terhadap perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k.Menyalahgunakan asset perusahaan untuk\nkepentingan pribadi tanpa ijin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l.Tidur pada saat jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Surat Peringatan ke – 3 (tiga)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat memberikan Surat Peringatan ke – 3 (tiga) kepada karyawan\nyang melakukan atau melanggar ketentuan \u002F hal – hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Karyawan tengah menjalani Surat Peringatan kedua\natau surat Peringatan Pertama dan melakukan pelanggaran yang sama dan atau\npelanggaran lain dengan bobot kesalahan sesuai dengan pelanggaran pada tingkat\nsurat peringatan kedua atau surat peringatan pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Karyawan melakukan pelanggaran terhadap larangan\n– larangan karyawan sebagaimana tercantum dalam pasal 37 Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Dengan sengaja melakukan perbuatan yang\nmenyebabkan dirinya sendiri atau karyawan lain berada didalam keadaan tidak\nmampu melaksanakan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Tidak menjaga nama baik perusahaan berikut semua\npihak yang terkait dengan perusahaan dalam menjalankan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Melakukan mangkir kerja selama 3 (tiga) hari\nkerja berturut – turut dengan ketentuan dan pengertian bahwa hari libur di\nantara hari mangkir tersebut tidak diartikan sebagai terputus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Melakukan mangkir kerja 4 hari kerja tidak\nberturut – turut dalam waktu 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Melakukan tindakan provokatif dan sebagainya\nsehingga mengganggu operasional perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h.Menolak atau sengaja menghindar pemeriksaan\npetugas keamanan atau petugas lain yang diberi wewenang oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i.Mengisi tanda hadir karyawan lainnya atau\nmenyuruh karyawan lain mengisikan tanda hadirnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j.Membawah senjata api atau senjata tajam di\nlingkungan perusahaan, kecuali karena jabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k.Menyembunyikan penyakit yang diderita yang dapat\nmembahayakan dirinya maupun orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l.Merokok di area pabrik, kecuali tempat yang telah\ndisediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masing – masing surat peringatan (SP) berlaku selama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pemberian sanksi tersebut tidak harus berurutan tetapi tergantung dari\nsifat dan klasifikasi pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setelah mendapatkan surat peringatan terakhir (surat peringatan ke-3)\nkaryawan masih melakukan pelanggaran lagi, maka karyawan yang bersangkutan\ndapat diproses PHK-nya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 : SKORSING \u002F PEMBERHENTIAN SEMENTARA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Skorsing atau pemberhentian sementara dapat dikenakan kepada karyawan\ndalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Pengusutan suatu kejadian yang melibatkan atau\nterkait dengan karyawan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Menunggu putusan hukum dari pihak yang berwenang\nyang mengarah ke pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Karyawan yang dalam masa Surat Peringatan III\n(ketiga) dan melakukan pelanggaran lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Lamanya pemberhentian sementara (schorsing) sebagaimana dimaksud pada ayat\n(1) di atas ditentukan oleh perusahaan, dan apabila persoalannya belum dapat\ndiselesaikan, dapat diperpanjang sampai dengan adanya keputusan definitive.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selama karyawan diskorsing, upahnya tetap dibayarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 : MANGKIR \u002F ALPA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Karyawan yang tidak masuk tanpa seijin atau tidak masuk kerja karena\nalasan yang tidak dapat diterima pengusaha \u002F pimpinan dinyatakan mangkir \u002F alpa\ndan upahnya tidak dibayarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan yang tidak masuk kerja dalam waktu sedikit – dikitnya 5 (lima)\nhari berturut –turut dalam 1 (satu) bulan tanpa keterangan tertulis dan bukti\nyang sah, dan telah dipanggil secara tertulis 2 (dua) kali oleh perusahaan.\nSurat panggilan pertama setelah 2 hari pertama karyawan tidak hadir dan surat\npanggilan kedua setelah dua hari dari surat panggilan pertama, maka karyawan\ndianggap mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Terhadap hal seperti ini, walaupun dikualifikasikan mengundurkan diri,\nnamun terhadap karyawan yang bersangkutan tidak diberikan uang penggantian hak\nsebagaimana dimaksud dalam pasal 156 ayat (4) UU No. 13 tahun 2003 tentang\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 : SEBAB - SEBAB PUTUSNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Putusnya hubungan kerja antara pengusaha dan karyawan dapat disebabkan oleh\nhal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Karyawan meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan mengundurkan diri atau dikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemutusan hubungan kerja oleh pengusaha, yang disebabkan oleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Karyawan melakukan kesalahan berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Karyawan ditahan oleh pihak berwajib selama lebih\ndari 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Karyawan diputus bersalah melakukan perbuatan\npidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Karyawan telah mendapat surat peringatan sampai\ntingkat terakhir (SP ke-3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Karyawan menderita sakit yang berkepanjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan\natau perubahan kepemilikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Penutupan perusahaan disebabkan perusahaan\nmengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun, atau keadaan\nmemaksa (force majeur).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h.Perusahaan Pailit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i.Karyawan telah memasuki usia pensiun yang\nditentukan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j.Karena hal yang tidak dapat dihindari, diadakan\nrasionalisasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45 : KESALAHAN BERAT YANG DAPAT MENYEBABKAN DILAKUKANNYA PEMUTUSAN\nHUBUNGAN KERJA (PHK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Karyawan yang melakukan kesalahan berat di bawah ini akan dilakukan\nPemutusan Hubungan Kerja. Kesalahan berat tersebut adalah meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang dan atau uang milik\nperusahaan dan atau karyawan lain di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melakukan usaha – usaha dan atau tindakan yang bertujuan untuk\nmemperoleh atau mendapatkan keuntungan dan atau kepentingan pribadi dan atau\norang lain di dalam menjalankan tugas dan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menerima dari siapapun hadiah, pemberian atau balas jasa dalam bentuk\napapun untuk melakukan hal – hal yang dapat merugikan, mengurangi keuntungan\ndan atau menambah biaya, ongkos atau pengeluaran perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menyalahgunakan wewenang dan atau jabatan untuk kepentingan dan atau\nkeuntungan diri pribadi dan atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan satu atau beberapa tindak pidana kejahatan baik di dalam maupun\ndi luar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Membuat, memberikan dan atau menggunakan keterangan dan atau dokumen palsu\natau yang dipalsukan sehingga dapat merugikan perusahaan, teman sekerja atau\nNegara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Mabuk, meminum-minuman keras yang memabukkan, memakai, mengedarkan dan\natau memperdagangkan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya yang\ndilarang oleh peraturan perundang – undangan di Lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Melakukan perbuatan asusila atau segala bentuk perjudian (taruhan, togel,\ndsb) di Lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>9.Berkelahi, menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi baik fisik\nmaupun mental karyawan lainnya, menghina secara kasar, rekan kerja, pengusaha \u002F\npimpinan dan keluarga pengusaha \u002F pimpinan di Lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>10.Menyalahgunakan kartu pengenal, cap stempel, kertas dan amplop surat\nberlogo atau atribut lainnya yang mewakili perusahaan untuk kepentingan\ntertentu yang dapat mencemarkan nama baik perusahaan dan atau merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Melakukan kolusi, korupsi, menerima uang atau barang atau komisi untuk\nkepentingan pribadi dilakukan atas nama perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Mempunyai keterikatan hubungan kerja dengan pihak luar atau pihak ketiga\ntanpa ijin atasan langsung atau perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Dengan sengaja dan untuk tujuan tertentu melanggar ketentuan peraturan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Karyawan membujuk pengusaha \u002F pimpinan atau teman sekerja untuk melakukan\nsuatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan serta peraturan\nperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Karyawan dengan ceroboh atau sengaja merusak, merugikan atau membiarkan\nbarang milik pengusaha \u002F pimpinan dalam keadaan bahaya dan dengan sengaja juga\nmerusak atau membiarkan diri atau teman sekerja dalam bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Karyawan membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan atau mencemarkan\nnama baik pengusaha \u002F pimpinan atau keluarga pengusaha \u002F pimpinan yang\nseharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Karyawan dengan sengaja melakukan pelanggaran di luar pekerjaan dan\ntanggung jawabnya tanpa seijin pimpinan perusahaan dan berakibat fatal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Membuat, memakai dan atau menggunakan dokumen palsu atau yang dipalsukan\nbaik dokumen pribadi atau perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46 : PENGUNDURAN DIRI KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Selama masa kerja, karyawan berhak untuk mengajukan pengunduran diri\ndengan mengikuti prosedur \u002F ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Prosedur pengunduran diri karyawan ditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kepada karyawan yang mengundurkan diri dengan mengikuti prosedur\npengunduran diri yang ditentukan, diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Uang penggantian hak, yang besarnya sesuai dengan\nketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Uang pisah, dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Besar Uang Pisah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 – 3 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 150.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 – 5 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 200.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 – 7 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 300.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 – 9 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 350.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 – 11 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 450.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>&gt;11 tahunRp. 550.000,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Karyawan yang mengundurkan diri tidak mengikuti\nprosedur pengunduran diri dalam perjanjian kerja bersama ini, tidak mendapatkan\nuang pisah, dan tidak mendapatkan uang penggantian hak sebagaimana dimaksud\ndalam ayat 3 huruf a diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47 : USIA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Usia pensiun karyawan sesuai dengan PP 45 Perundangan BPJS\nKetenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>2.Apabila karyawan dalam usia pensiun dan perusahaan masih membutuhkannya,\nmaka karyawan tersebut masih tetap dipekerjakan dan perusahaan juga dapat\nmelakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan yang mencapai usia pensiun\ndan kepada yang bersangkutan diberikan penghargaan dan uang pesangon sesuai\ndengan pasal 167 UU No. 13 tahun 2004 yang ditetapkan dalam surat keputusan\ndirektur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 48 : HUTAN DAN KEWAJIBAN KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Semua hutang dan kewajiban karyawan yang diputuskan hubungan kerjanya,\natau mengundurkan diri, akan dipotong dari uang pesangon \u002F uang penggantian hak\n\u002F uang pisah yang seharusnya diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Seandainya hutang – hutangnya tidak mencukupi setelah diperhitungkan\ndengan uang pesangon, uang jasa dan sumber dana lain milik karyawan yang\nbersangkutan, maka hutang – hutang tersebut masih menjadi tanggung jawab yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV TUNJANGAN &amp; SUMBANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 49 : TUNJANGAN MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>Perusahaan memberikan tunjangan makan sebesar Rp. 500,- (lima ratus rupiah(\nper hari kerja dan bagi karyawan yang masuk malam mendapatkan tunjangan extra\nfooding sebesar Rp. 500,- (lima ratus rupiah) per hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 50 : TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1.Pada menjelang hari raya perusahaan memberikan tunjangan hari raya\nkeagamaan kepada semua karyawan yang telah memenuhi ketentuan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>2.Besarnya tunjangan hari raya yang diberikan sesuai dengan ketentuan\npemerintah (Permenaker No. 6 Th 2016) yang mengatur tentang tunjangan hari\nraya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang masa kerjanya antara 3 (tiga) sampai 11 (sebelas) bulan\ndiberikan THR secara proporsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sebagai contoh : Masa kerja 6 bulan maka perhitungan THRnya = 6 \u002F 12 x\nupah 1 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51 : SUMBANGAN KEMATIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>1.Bila yang meninggal adalah keluarga inti karyawan, pengusaha memberikan\nsumbangan sejumlah Rp. 200.000,- dan bila yang meninggal adalah keluarga tidak\ninti sejumlah Rp. 100.000,- keluarga inti adalah apabila karyawan belum\nberkeluarga, maka keluarga inti karyawan tersebut adalah kedua orang tuanya,\nsedangkan bila karyawan sudah berkeluarga, maka keluarga inti karyawan adalah\nsuami \u002F istri \u002F anaknya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Jika dibutuhkan, perusahaan memberikan sumbangan untuk kain kafan dengan\npanjang kain sesuai kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV FASILITAS – FASILITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 52 : TEMPAT IBADAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Didalam lingkungan perusahaan, pengusaha \u002F pimpinan menyediakan tempat –\ntempat ibadah dari perlengkapan ibadah serta waktu sepantasnya untuk keperluan\nibadah bagi yang beragama islam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Demi ketertiban maka untuk karyawan yang melaksanakan ibadah shalat harus\npada waktu dan tempat yang telah ditentukan pengusaha \u002F pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53 : ANTAR JEMPUT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan kendaraan antar jemput bagi karyawan PT. Unggulrejo\nWasono dan khusus tiap tanggal 5 dan 20 antar jemput diliburkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 54 : SERAGAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap karyawan yang sudah ber masa kerja minimal 1 (satu) tahun,\nperusahaan wajib memberikan seragam 2 stel per tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan yang baru menyelesaikan masa percobaan, diberikan 1 (satu) buah\nseragam atasan (baju\u002Fhem) dan satu buah bawahan (celana \u002F rok) dan wajib\nmembeli minimal satu buah seragam lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55 : KOPERASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan fasilitas tempat untuk perkoperasian dan membantu\nkegiatan – kegiatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap karyawan tidak wajib menjadi anggota koperasi dan membantu kegiatan\n– kegiatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.SHU diberikan dalam waktu 3 – 5 tahun sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 56 : TATA CARA MENYAMPAIKAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bila terjadi perbedaan penafsiran dan ketidakpuasan terhadap ketentuan yang\nditetapkan Pengusaha \u002F Pimpinan maka diselesaikan secara musyawarah dengan\nmemperhatikan prosedur yang ada, maka tentang keluh kesah diatur sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Keluhan atau ketidakpuasan disampaikan atau dibicarakan lebih dulu dengan\natasan langsung untuk memperoleh penjelasan dan sekaligus penyelesaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila setelah dibicarakan tidak dapat diselesaikan, permasalahan oleh\natasan karyawan diajukan kepada tingkatan yang lebih atas atau bila perlu\nsampai kepada pengusaha \u002F pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila setelah dibicarakan dengan pimpinan paling atas tidak dapat\ndiselesaikan, permasalahan diajukan kepada SPTSK SPSI dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bila terjadi perselisihan antara pengusaha \u002F pimpinan dan karyawan yang\nbelum terselesaikan sampai ada keputusan yang berlaku, karyawan wajib\nmenjalankan tugas perusahaan seperti biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila ayat 1 s\u002Fd 3 tidak dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak, maka\nakan diserahkan kepada dinas tenaga kerja dan transmigrasi setempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Keluhan juga bisa disampaikan melalui surat yang dimasukkan ke dalam kotak\nsaran yang kemudian akan dibahas dalam rapat rutin bipartite tiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 57 : ATURAN TAMBAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Segala sesuatu yang belum diatur di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\ndiatur secara khusus oleh direksi \u002F pengusaha bersama serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila kemudian hari terdapat kesalahan dan atau kekurangan tentang bunti\ndan isi Perjanjian Kerja Bersama ini maka diberlakukan perubahan dalam bentuk\nsurat keputusan direktur, yang disetujui oleh serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hal – hal yang belum diatur dalam perjanjian kerja bersama ini akan\nditentukan di kemudian hari asal tidak bertentangan dengan undang –\nundang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 58 : ATURAN PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha &amp; serikat pekerja wajib bersama – sama untuk membagikan\ndan memberikan penerangan terhadap isi Perjanjian Kerja Bersama ini kepada\nseluruh karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Semua karyawan dianggap mengetahui dan memahami perjanjian kerja bersama\nini sejak tanggal ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>3.PKB ini berlaku 2 tahun terhitung sejak ditetapkan tanggal 1 April 2020\ndan disetujui \u002F ditandatangani oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Demikian perjanjian kerja bersama ini dibuat atas kesadaran dan itikad baik\ndari kedua belah pihak, untuk menjadi pedoman bagi hubungan kerja antara\npengusaha dan karyawan di PT. Unggulrejo Wasono.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Dibuat\ndi : Purworejo\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Pada\ntanggal : Maret 2020\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">SERIKAT\n        PEKERJA \n\n        \u003Cp>PUK SPTS – SPSI \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>Teguh Supriyanto\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PENGUSAHA\n\n        \u003Cp>PT. Unggulrejo Wasono\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>Darma Setiawan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>Umar Ismanto\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n      \u003Ctd colspan=\"2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">\u003Cstrong>Mengetahui,\u003C\u002Fstrong>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>Kepala Dinsosnakertrans Kab. Purworejo\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>Slamet, S.I.P\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":54,"cbaratified":56,"cbaactorratified":60,"cbaratificationdate":62,"pensionfund":66,"disabilityfund":70,"contracttrial":74,"contracttrialperiod":78,"contractseverancepay":80,"sicknesspay":84,"maxsicknesspay":88,"maxsicknesspayperc":92,"sicknessmaxdays":94,"sicknessmaxdaysnr":98,"menstruationleave":100,"disabilitypay":104,"healthcareaccess":108,"healthcareaccessrelatives":112,"healthinsurance":116,"healthinsurancerelatives":120,"protectiveclothing":124,"funeralpay":128,"funeralpaytype":130,"funeralpayamount":134,"paidmaternityleave":136,"paidmaternityleaveduration":140,"paidmaternityleavepay":142,"paidmaternityleavepayperc":144,"maternityotherclause":146,"paidpaternityleave":148,"paidpaternityleaveduration":152,"paidpaternityleavepay":156,"paidpaternityleavepayperc":159,"deathrelatives":161,"deathrelativesleave":165,"violence":167,"hourspday_select":171,"hourspday":175,"hourspweek_select":177,"hourspweek":179,"dayspweek_select":181,"dayspweek":183,"PAIDLEAV_trigger":185,"holidaysdays":189,"holidaysweeks":191,"holidaysfixed":193,"holidaysfixeddays":197,"SCHEDULE_trigger":199,"schedulesrestpw":201,"TRADEUNLEAV_trigger":203,"PAYSCALES_trigger":207,"LOWWAGE_trigger":211,"LOWWAGE_government":215,"LOWWAGE_provision":217,"STRUCINCR_trigger":219,"wageincreasetype2":223,"wageincreaseamount1":227,"wageincreasefirmperformance":229,"wageincreasedate":231,"ONCERISE_trigger":233,"incidentalbonustype2":237,"incidentalbonusperc1":241,"OVERTIME_trigger":243,"overtimeallowancetype_general":247,"overtimeallowanceperc1_general":251,"overtimeallowancetype":255,"overtimeallowanceperc1":259,"SUNDAY_trigger":261,"sundayallowancetype":265,"mealvouchers":269,"MEALALL_trigger":273,"mealvouchersamount":275,"coverunion_trigger":277},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","3.PKB ini berlaku 2 tahun terhitung seja","3.PKB ini berlaku 2 tahun terhitung sejak ditetapkan tanggal 1 April 2020\ndan disetujui \u002F ditandatangani oleh kedua belah pihak.",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":48,"text":49},"cbadate_end",{"bindId":55,"name":48,"text":49},"cbadate_end_date",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"cbaratified","Mengetahui, Kepala Dinsosnakertrans Kab.","Mengetahui,\n\n        Kepala Dinsosnakertrans Kab. Purworejo\n\n        \n\n        \n\n        Slamet, S.I.P",{"bindId":61,"name":58,"text":59},"cbaactorratified",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"cbaratificationdate","Pada tanggal : Maret 2020","Pada\ntanggal : Maret 2020",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"pensionfund","3.Untuk iuran jaminan hari tua (JHT) seb","3.Untuk iuran jaminan hari tua (JHT) sebesar 3,7% ditanggung pengusaha dan\n2% ditanggung karyawan, untuk iuran jaminan pensiun (JP) sebesar 2% pengusaha\nkaryawan 1%.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"disabilityfund","2.Iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK), ","2.Iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK), iuran jaminan kematian (JK)\nditanggung oleh pengusaha.",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"contracttrial","1.Calon karyawan yang dinyatakan lulus t","1.Calon karyawan yang dinyatakan lulus tes tertulis, tes wawancara dan tes\nkesehatan, mengikuti Masa Percobaan selama 3 (tiga) bulan.",{"bindId":79,"name":76,"text":77},"contracttrialperiod",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"contractseverancepay","2.Apabila karyawan dalam usia pensiun da","2.Apabila karyawan dalam usia pensiun dan perusahaan masih membutuhkannya,\nmaka karyawan tersebut masih tetap dipekerjakan dan perusahaan juga dapat\nmelakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan yang mencapai usia pensiun\ndan kepada yang bersangkutan diberikan penghargaan dan uang pesangon sesuai\ndengan pasal 167 UU No. 13 tahun 2004 yang ditetapkan dalam surat keputusan\ndirektur.",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"sicknesspay","1.Pekerja yang menderita sakit sehingga ","1.Pekerja yang menderita sakit sehingga tidak mampu melaksanakan\npekerjaannya, upahnya dibayarkan sebagai berikut :\n\nNoKeteranganBesarnya Upah\n\na.4 bulan pertama100% dari upah\n\nb.4 bulan kedua75% dari upah\n\nc.4 bulan ketiga50% dari upah\n\nd.Bulan selanjutnya, sebelum PHK dilakukan25% dari\nupah",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"maxsicknesspay","NoKeteranganBesarnya Upah a.4 bulan pert","NoKeteranganBesarnya Upah\n\na.4 bulan pertama100% dari upah\n\nb.4 bulan kedua75% dari upah\n\nc.4 bulan ketiga50% dari upah\n\nd.Bulan selanjutnya, sebelum PHK dilakukan25% dari\nupah",{"bindId":93,"name":90,"text":91},"maxsicknesspayperc",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"sicknessmaxdays","4.Setelah 12 bulan tersebut dengan surat","4.Setelah 12 bulan tersebut dengan surat keterangan dokter, pekerja yang\nbersangkutan masih tidak mampu untuk bekerja lagi maka hubungan kerjanya dapat\ndiputuskan dengan diberikan uang pesangon 2 kali ketentuan pasal 156 ayat 2,\nuang penghargaan masa kerja 1 kali ketentuan pasal 156 ayat 3, dan 1 kali\nketentuan pasal 156 ayat 4 undang-undang No. 13 tahun 2003.",{"bindId":99,"name":96,"text":97},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"menstruationleave","Cuti haid diberikan kepada karyawan pere","Cuti haid diberikan kepada karyawan perempuan dengan menyerahkan surat\nketerangan dokter yang ditunjuk perusahaan dan membuat surat pernyataan bahwa\nyang bersangkutan benar-benar haid pada waktu tersebut.",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"disabilitypay","1.Perusahaan mengikutkan karyawan dalam ","1.Perusahaan mengikutkan karyawan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja\n(Jamsostek) yang meliputi :\n\nA.BPJS Ketenagakerjaan\n\na.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n\nb.Jaminan Kematian (JK)\n\nc.Jaminan Hari Tua (JHT)\n\nd.Jaminan Pensiun (JP)",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"healthcareaccess","5.Perusahaan memberikan jaminan pemeliha","5.Perusahaan memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) secara mandiri\nyaitu dengan adanya Poliklinik di lingkungan perusahaan yang semua biaya dokter\ndan obat ditanggung perusahaan.",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"healthcareaccessrelatives","6.JPK mandiri bisa dimanfaatkan oleh sel","6.JPK mandiri bisa dimanfaatkan oleh seluruh karyawan PT Unggulrejo Wasono\ndan atau keluarga karyawan sesuai peraturan yang berlaku di perusahan.",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"healthinsurance","4.Iuran BPJS Kesehatan adalah sebesar 4%","4.Iuran BPJS Kesehatan adalah sebesar 4% pengusaha dan karyawan 1%,\nfasilitas BPJS Kesehatan yang diterima sesuai dengan ketentuan BPJS kesehatan\ntermasuk jika dalam kondisi khusus terdapat layanan kesehatan yang tidak\ntercover BPJS maka karyawan bersedia mematuhi ketentuan dari BPJS Kesehatan.",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"healthinsurancerelatives","9.Jaminan BPJS TK dan BPJS Kesehatan ber","9.Jaminan BPJS TK dan BPJS Kesehatan berlaku untuk semua karyawan sesuai\ndengan PERMEN No. 5 Th 2016.",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"protectiveclothing","1.Untuk memberikan perlindungan keselama","1.Untuk memberikan perlindungan keselamatan kerja dan keselamatan kerja\nkepada karyawan, Perusahaan memberikan alat-alat keselamatan kerja yang\ndianggap perlu yaitu :\n\na.Masker, diberikan setiap 4 (empat) bulan sekali,\nsebanyak 2 buah.\n\nb.Celemek, diberikan setiap 1 (satu) tahun sekali,\nsebanyak 2 buah.\n\nc.Ear plug (tutup telinga), diberikan setiap 6\n(enam) bulan sekali, sebanyak 1 pasang.\n\nd.Pakaian kerja untuk karyawan berupa hem dan\nbawahan (celana\u002Frok), diberikan setiap 1 (satu) tahun sekali sebanyak 2\nbuah.\n\ne.Untuk divisi tertentu, ada beberapa alat\nkeselamatan kerja, yaitu safety harness, ear muff, powerbelt, sepatu boot dan\nsarung tangan.\n\n2.Perusahaan menentukan macam dan jenis peralatan keselamatan kerja yang\ndiperlukan berdasarkan kebutuhan, kondisi dan pekerjaan yang dilakukan\nkaryawan.\n\n3.Karyawan wajib menggunakan alat pelindung diri ketika sedang menjalankan\npekerjaannya dan jika tidak menggunakan alat-alat tersebut diberi sanksi.",{"bindId":129,"name":72,"text":73},"funeralpay",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"funeralpaytype","1.Bila yang meninggal adalah keluarga in","1.Bila yang meninggal adalah keluarga inti karyawan, pengusaha memberikan\nsumbangan sejumlah Rp. 200.000,- dan bila yang meninggal adalah keluarga tidak\ninti sejumlah Rp. 100.000,- keluarga inti adalah apabila karyawan belum\nberkeluarga, maka keluarga inti karyawan tersebut adalah kedua orang tuanya,\nsedangkan bila karyawan sudah berkeluarga, maka keluarga inti karyawan adalah\nsuami \u002F istri \u002F anaknya.",{"bindId":135,"name":132,"text":133},"funeralpayamount",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"paidmaternityleave","1.Karyawan wanita yang akan melahirkan b","1.Karyawan wanita yang akan melahirkan berhak untuk mengambil cuti hamil\nselama 1 ½ (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1 ½ (satu setengah)\nbulan sesudah melahirkan sedangkan yang mengalami keguguran dalam usia\nkehamilan minimal 6 (enam) bulan berhak mendapatkan cuti 1 ½ (satu setengah)\nbulan setelah keguguran terjadi dengan mendapat upah penuh dengan memberikan\nsurat keterangan dokter atau bidan. Apabila keguguran pada usia kehamilan di\nbawah 6 (enam) bulan, istirahat yang diberikan sesuai dengan surat dokter\nperusahaan.",{"bindId":141,"name":138,"text":139},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":143,"name":138,"text":139},"paidmaternityleavepay",{"bindId":145,"name":138,"text":139},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":147,"name":138,"text":139},"maternityotherclause",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"paidpaternityleave","1.Karyawan dapat mengajukan cuti tidak m","1.Karyawan dapat mengajukan cuti tidak masuk bekerja karena hal-hal khusus\ndan tetap dibayarkan upahnya, dan ijin tidak masuk bekerja dengan tidak\ndibayarkan upahnya, dalam hal-hal sebagai berikut :\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Keterangan\n      Cuti\n    \n    \n      a\n      Karyawan yang melaksanakan pernikahan diri sendiri\n      3 hari\n    \n    \n      b\n      Melaksanakan pernikahan \u002F khitanan anak karyawan sendiri\n      2 hari\n    \n    \n      c\n      Istri \u002F suami \u002F anak \u002F orang tua \u002F mertua dan menantu karyawan\n        sendiri meninggal dunia.\n      2 hari\n    \n    \n      d\n      Istri karyawan melahirkan atau keguguran kandungan\n      2 hari\n    \n    \n      e\n      Membaptis anak\n      2 hari\n    \n    \n      f\n      Anggota keluarga dalam satu rumah selain pada huruf c meninggal\n      dunia.\n      1 hari",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"paidpaternityleaveduration","d Istri karyawan melahirkan atau kegugur","d\n      Istri karyawan melahirkan atau keguguran kandungan\n      2 hari",{"bindId":157,"name":150,"text":158},"paidpaternityleavepay","1.Karyawan dapat mengajukan cuti tidak masuk bekerja karena hal-hal khusus\ndan tetap dibayarkan upahnya, dan ijin tidak masuk bekerja dengan tidak\ndibayarkan upahnya, dalam hal-hal sebagai berikut :",{"bindId":160,"name":150,"text":158},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":162,"name":163,"text":164},"deathrelatives","Istri \u002F suami \u002F anak \u002F orang tua \u002F mertu","Istri \u002F suami \u002F anak \u002F orang tua \u002F mertua dan menantu karyawan\n        sendiri meninggal dunia.\n      2 hari",{"bindId":166,"name":163,"text":164},"deathrelativesleave",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"violence","9.Berkelahi, menyerang, menganiaya, meng","9.Berkelahi, menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi baik fisik\nmaupun mental karyawan lainnya, menghina secara kasar, rekan kerja, pengusaha \u002F\npimpinan dan keluarga pengusaha \u002F pimpinan di Lingkungan Perusahaan.",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"hourspday_select","2.Pada prinsipnya hari kerja karyawan 6 ","2.Pada prinsipnya hari kerja karyawan 6 (enam) hari dalam 1 (satu) minggu\ndan jam kerja karyawan adalah 7 (tujuh) jam dalam 1 (satu) hari dan\u002Fatau 40\n(empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu.",{"bindId":176,"name":173,"text":174},"hourspday",{"bindId":178,"name":173,"text":174},"hourspweek_select",{"bindId":180,"name":173,"text":174},"hourspweek",{"bindId":182,"name":173,"text":174},"dayspweek_select",{"bindId":184,"name":173,"text":174},"dayspweek",{"bindId":186,"name":187,"text":188},"PAIDLEAV_trigger","1.Setiap karyawan yang telah bekerja 12 ","1.Setiap karyawan yang telah bekerja 12 (dua belas) bulan berturut-turut\nberhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapatkan\nupah penuh.",{"bindId":190,"name":187,"text":188},"holidaysdays",{"bindId":192,"name":187,"text":188},"holidaysweeks",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"holidaysfixed","a.Cuti bersama yang biasanya digunakan u","a.Cuti bersama yang biasanya digunakan untuk hari\nlebaran selama 7 (tujuh) hari.",{"bindId":198,"name":195,"text":196},"holidaysfixeddays",{"bindId":200,"name":173,"text":174},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":202,"name":173,"text":174},"schedulesrestpw",{"bindId":204,"name":205,"text":206},"TRADEUNLEAV_trigger","1.Pengusaha memberikan dispensasi kepada","1.Pengusaha memberikan dispensasi kepada Pengurus Serikat Pekerja TSK SPSI\natau anggota yang diberi mandat oleh pimpinan Serikat Pekerja (SPSI) dalam\nmenjalankan tugas organisasi dengan mendapat upah penuh serta hak-hak lainnya\nsebagai pekerja biasanya.",{"bindId":208,"name":209,"text":210},"PAYSCALES_trigger","2.Penetapan besarnya upah pada dasarnya ","2.Penetapan besarnya upah pada dasarnya disesuaikan dengan keahlian,\nkecakapan, prestasi kerja, jabatan serta kondite pekerja yang berlaku.",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"LOWWAGE_trigger","5.Upah minimum di perusahaan berpedoman ","5.Upah minimum di perusahaan berpedoman kepada Peraturan Pemerintah yang\nmengatur tentang upah minimum propinsi yang berlaku di Purworejo, Jawa\nTengah.",{"bindId":216,"name":213,"text":214},"LOWWAGE_government",{"bindId":218,"name":213,"text":214},"LOWWAGE_provision",{"bindId":220,"name":221,"text":222},"STRUCINCR_trigger","1. Perusahaan melakukan peninjauan kemba","1. Perusahaan melakukan peninjauan kembali upah karyawan yang dilakukan\nsecara berlaku di bulan Januari dengan didasarkan produktivitas dan kemampuan\nperusahaan.",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"wageincreasetype2","4. Besarnya struktur upah sbb : No Masa ","4. Besarnya struktur upah sbb :\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Masa Kerja\n      Besarnya\n    \n    \n      1\n      1 – 8 tahun\n      Rp.15.000\n    \n    \n      2\n      2.9 – 16 tahun\n      Rp.30.000\n    \n    \n      3\n      17 tahun keatas\n      Rp.45.000",{"bindId":228,"name":225,"text":226},"wageincreaseamount1",{"bindId":230,"name":221,"text":222},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":232,"name":221,"text":222},"wageincreasedate",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"ONCERISE_trigger","1.Pada menjelang hari raya perusahaan me","1.Pada menjelang hari raya perusahaan memberikan tunjangan hari raya\nkeagamaan kepada semua karyawan yang telah memenuhi ketentuan.",{"bindId":238,"name":239,"text":240},"incidentalbonustype2","2.Besarnya tunjangan hari raya yang dibe","2.Besarnya tunjangan hari raya yang diberikan sesuai dengan ketentuan\npemerintah (Permenaker No. 6 Th 2016) yang mengatur tentang tunjangan hari\nraya.",{"bindId":242,"name":239,"text":240},"incidentalbonusperc1",{"bindId":244,"name":245,"text":246},"OVERTIME_trigger","Perhitungan upah kerja lembur akan diper","Perhitungan upah kerja lembur akan diperhitungkan sesuai Kepmen 102 tahun\n2004 dengan rincian perhitungan sebagai berikut :\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Jenis Lembur\n      Definisi & Besarnya Upah\n    \n    \n      a\n      Lembur hari biasa\n      Adalah lembur yang dilaksanakan pada hari – hari biasa kerja,\n        perhitungan upahnya adalah : \n\n        -Upah jam pertama adalah 1,5 x upah sejam\n\n        -Upah jam kedua dan seterusnya adalah 2x upah sejam\n      \n    \n    \n      b\n      Lembur hari panjang\n      Adalah lembur yang dilaksanakan setelah melewati 40 jam bekerja dalam\n        satu minggu, perhitungan upahnya adalah : \n\n        -Upah jam pertama adalah 1,5 x upah sejam\n\n        -Upah jam kedua dan seterusnya adalah 2x upah sejam\n      \n    \n    \n      c\n      Lembur hari libur mingguan dan hari libur resmi\n      Adalah lembur yang dilakukan pada hari libur mingguan dan hari libur\n        resmi, perhitungan upahnya adalah : \n\n        -Upah jam ke-1 sampai dengan jam kee07 adalah 2x upah sejam\n\n        -Jam istirahat tidak dihitung jam kerja\n\n        \n      \n    \n  \n\n\nKeterangan : upah sejam = 1\u002F173 x upah sebulan, upah sebulan = upah pokok +\ntunjangan tetap",{"bindId":248,"name":249,"text":250},"overtimeallowancetype_general","No Jenis Lembur Definisi & Besarnya Upah","No\n      Jenis Lembur\n      Definisi & Besarnya Upah\n    \n    \n      a\n      Lembur hari biasa\n      Adalah lembur yang dilaksanakan pada hari – hari biasa kerja,\n        perhitungan upahnya adalah : \n\n        -Upah jam pertama adalah 1,5 x upah sejam\n\n        -Upah jam kedua dan seterusnya adalah 2x upah sejam",{"bindId":252,"name":253,"text":254},"overtimeallowanceperc1_general","-Upah jam pertama adalah 1,5 x upah seja","-Upah jam pertama adalah 1,5 x upah sejam",{"bindId":256,"name":257,"text":258},"overtimeallowancetype","-Upah jam kedua dan seterusnya adalah 2x","-Upah jam kedua dan seterusnya adalah 2x upah sejam",{"bindId":260,"name":257,"text":258},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":262,"name":263,"text":264},"SUNDAY_trigger","Lembur hari libur mingguan dan hari libu","Lembur hari libur mingguan dan hari libur resmi\n      Adalah lembur yang dilakukan pada hari libur mingguan dan hari libur\n        resmi, perhitungan upahnya adalah : \n\n        -Upah jam ke-1 sampai dengan jam kee07 adalah 2x upah sejam\n\n        -Jam istirahat tidak dihitung jam kerja",{"bindId":266,"name":267,"text":268},"sundayallowancetype","-Upah jam ke-1 sampai dengan jam kee07 a","-Upah jam ke-1 sampai dengan jam kee07 adalah 2x upah sejam",{"bindId":270,"name":271,"text":272},"mealvouchers","Perusahaan memberikan tunjangan makan se","Perusahaan memberikan tunjangan makan sebesar Rp. 500,- (lima ratus rupiah(\nper hari kerja dan bagi karyawan yang masuk malam mendapatkan tunjangan extra\nfooding sebesar Rp. 500,- (lima ratus rupiah) per hari kerja.",{"bindId":274,"name":271,"text":272},"MEALALL_trigger",{"bindId":276,"name":271,"text":272},"mealvouchersamount",{"bindId":278,"name":279,"text":280},"coverunion_trigger","2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku b","2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi seluruh\nkaryawan PT. Unggulrejo Wasono.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT.Unggul Rejo Wasono - 2020\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-04-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2022-03-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Unggul Rejo Wasono\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;200000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;7.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-wageincreaseamount1\">\n                    Kenaikan upah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;15000.0\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;500.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[286],{"title":39,"slug":34},[288],{"type":289,"data":290},"call_to_action_body_block",{"title":291,"description":292,"variant":293,"link":294},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":291,"url":295,"description":291,"rel":296,"type":297},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[299],{"type":289,"data":300},{"title":291,"description":292,"variant":293,"link":301},{"title":291,"url":295,"description":291,"rel":296,"type":297},[]]