[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tuntex-garment-indonesia-dengan-sp-pt-tuntex-garment-indonesia-2018-2020":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":292,"content_type_view":293,"extra_breadcrumbs":294,"body":296,"body_blocks":307,"related_pages":311},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":290,"translations":291},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tuntex-garment-indonesia-dengan-sp-pt-tuntex-garment-indonesia-2018-2020","a8586d50-f027-11eb-b845-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tuntex-garment-indonesia-dengan-sp-pt-tuntex-garment-indonesia-2018-2020\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tuntex-garment-indonesia-dengan-sp-pt-tuntex-garment-indonesia-2018-2020\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Tuntex Garment Indonesia Dengan SP PT Tuntex Garment Indonesia 2018\u002F2020 ","ba_ID","IDN PT. Tuntex Garment II - 2018","Indonesia - IDN PT. Tuntex Garment II - 2018","IDN PT. Tuntex Garment II - 2018 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT TUNTEX GARMENT INDONESIA[2018-2020].html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New3\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">PERJANJIAN KERJA\nBERSAMA ANTARA PT TUNTEX GARMENT INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">DENGAN SP PT\nTUNTEX GARMENT INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">PERIODE 2018 \u002F\n2020\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa Pembangunan Nasional adalah Pembangunan Manusia Indonesia Seutuhnya\nberdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bertujuan menciptakan\nmasyarakat adil dan makmur, material dan spiritual pada hakekatnya Perusahaan\nmerupakan usaha bersama antara Pengusaha dan Pekerja dalam meningkatkan\nProduksi\u002FProduktivitas dan tanggung jawab dan pembagian Keuntungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini sebagai sarana pelaksanaan Hubungan Industrial\nyang Harmonis, Dimanis, Demokratis dan Berkeadilan adalah syarat utama untuk\nmengatur dan menetapkan hak dan kewajiban serta kepentingan Pengusaha dan\nPekerja, guna tercapainya peningkatan Produksi Perusahaan sekaligus peningkatan\nkesejahteraan Pekerja dan Keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hal tersebut diatas diyakini bersama dan menjadi landasan dalam mewujudkan\ntujuan Pembangunan Nasional tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan berdasarkan jiwa dan semangat para pelaku hubungan Industrial dan\nmendalami peraturan perundang-undangan maupun ketentuan-ketentuan\nKetenagakerjaan yang berlaku. Perusahaan dan Serikat Pekerja PT Tuntex Garment\nIndonesia sepakat mengikat diri dalam Perjanjian Kerja Bersama sebagai tersebut\ndalam bab dan pasal terlampir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan demikian akan tercipta hubungan kerja yang saling menghormati dan\npercaya antara kedua belah pihak yang pada akhirnya bersama-sama saling\nmembantu secara berkesinambungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: ISTILAH-ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan : Adalah PT Tuntex Garment Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha: Adalah Direksi PT Tuntex Garment Indonesia atau Pejabat yang\n    diberikan kuasa untuk atas nama PT Tuntex Garment Indonesia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja : Adalah setiap orang yang mengadakan hubungan kerja dan telah\n    menandatangani Surat Perjanjian Kerja dengan Pengusaha dan mendapat upah\n    dari Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja : Adalah Serikat Pekerja PT Tuntex Garment Indonesia yang\n    telah terdaftar di kantor Dinas Tenaga Kerja Kab. Tangerang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengurus Serikat Pekerja: Adalah Anggota Serikat Pekerja yang terpilih\n    oleh anggota-anggotanya untuk duduk di dalam kepengurusan Unit Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja Tetap: Adalah pekerja yang telah menyelesaikan masa Percobaan\n    selama 3 (tiga) bulan sesuai dengan peraturan Perundang-undangan\n    ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota Serikat Pekerja: Adalah Pekerja-pekerja yang terdaftar sebagai\n    anggota di Unit Kerja Serikat Pekerja PT Tuntex Garment Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluarga Pekerja: Adalah seorang Istri atau Suami dan anak Pekerja yang\n    sah yang telah terdaftar dalam administrasi Perusahaan, sebanyak banyaknya\n    3 anak dengan usia maksimum 21 tahun dan masih bersekolah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ahli Waris: Adalah Keluarga Pekerja (Istri\u002FSuami, anak) apabila pekerja\n    masih lajang maka sebagai Ahli Waris yang sah, Ayah\u002FIbu Kandung, Kaka dan\n    adik. Apabila Ayah\u002FIbu Kandung, Kaka dan adik tidak ada maka ahli warisnya\n    adalah orang yang ditunjuk dan disahkan oleh hukum (Lurah dan Camat).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah\u002Fgaji: Adalah Imbalan jasa yang diterima oleh Pekerja berupa uang\n    atas Pekerjaannya sebagai akibat adanya hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah Lembur: Adalah Upah yang diterima oleh Pekerja yang melaksanakan\n    pekerjaannya diluar jam Kerja yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam Kerja : Adalah Senin s\u002Fd Kamis pukul 7.30 s\u002Fd 16. 30 WIB dan Jum’at\n    pukul 07.30 s\u002Fd 17.00 untuk bertugas dan berada dilingkungan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari kerja: Adalah waktu kerja dari Senin s\u002Fd Jum’at dimana Pekerja\n    melakukan kerjanya selama 5 (lima) hari berturut-turut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja Lembur: Adalah Pekerjaan yang dilakukan diluar jam kerja yang telah\n    ditentukan berdasarkan surat perintah kerja lembur baik lisan maupun\n    tulisan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari Libur: Adalah hari Minggu atau hari istirahat Mingguan lainnya dan\n    hari Libur Resmi\u002FNasional yang diatur\u002Fditetapkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peringatan: Adalah teguran kepada Pekerja dari Perusahaan secara lisan\n    atau tulisan oleh karena adanya tindakan melanggar disiplin atau perbuatan\n    yang melanggar ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja: Adalah berakhirnya Hubungan Kerja seseorang\n    atau kelompok Pekerja dengan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bipartit : Adalah Penyelesaian segala macam masalah Hubungan Industrial\n    Ketenagakerjaan secara Musyawarah dan mufakat oleh Pekerja dan\n  Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PKB: Adalah singkatan dari Perjanjian Kerja Bersama yang isinya\n    Perjanjian yang dibuat dan diselenggarakan antara Serikat Pekerja dan\n    Pengusaha yang pada umumnya berisi syarat-syarat Kerja, kondisi kerja yang\n    mengatur hak dan kewajiban Pekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam\u002FWaktu Istirahat: Adalah jam\u002Fwaktu dimana Pekerja setelah melakukan\n    pekerjaannya selama 4 (empat) jam teru menerus diberikan waktu untuk tidak\n    melakukan pekerjaan 60 (enam puluh) menit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari Istirahat: Adalah hari dimana Pekerja selama 40 (empat puluh) jam\n    seminggu atau 5 (lima) hari kerja berturut-turut diberikan waktu istirahat\n    selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lokasi\u002FKomplek Perusahaan : Adalah dimana Pekerja PT Tuntex Garment\n    Indonesia melakukan aktivitas di area disekelilingnya yang berhubungan\n    dengan aktivitas kerja yang merupakan milik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: MAKSUD DAN TUJUAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Memperjelas hak-hak dan kewajiban Perusahaan serta hak-hak dan kewajiban\n    Pekerja\u002FSerikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menetapkan Syarat-syarat Kerja dan kondisi kerja bagi Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengatur cara-cara baik untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dan maupun\n    perselisihan antara Pekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memperteguh dan menciptakan Hubungan Kerja yang harmonis antara Pengusaha\n    dengan seluruh Pekerja\u002FSerikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mencegah diskriminasi terhadap Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: LUASNYA PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur tentang hal-hal yang bersifat umum,\n    disamping itu baik Perusahaan maupun Serikat Pekerja mempunyai hak-hak lain\n    yang diatur dalam peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh Pekerja kecuali bagi\n    Pekerja yang mempunyai Perjanjian Kerja tersendiri dengan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Memberi pengetahuan, membentuk serta menciptakan kecakapan kerja dan\n    keterampilan Kerja bagi Pekerja sehingga potensi dan daya kreasinya dapat\n    berkembang guna mempertinggi Produktivitas dan Kesejahteraan Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan tambahan yang belum ada dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\n    dapat dibuat oleh Perusahaan dengan mengadakan musyawarah dengan Serikat\n    Pekerja dengan catatan isinya tidak boleh bertentangan dengan Perjanjian\n    Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: HAK DAN KEWAJIBAN YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk mengembangkan iklim\n    Kerja sama yang baik dengan mengutamakan penyelesaian setiap masalah dengan\n    Musyawarah untuk Mufakat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan dasar musyawarah untuk mufakat, Pengusaha dan Serikat Pekerja\n    tidak akan menyampaikan keterangan yang dapat merugikan kedua belah pihak\n    serta saling mencegah kegaitan-kegiatan yang bertentangan denga nisi\n    Perjanjian ini maupun norma-norma dan tata tertib yang dikeluarkan oleh\n    Pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Salah satu hak yang merupakan fungsi dari Serikat Pekerja di Perusahaan\n    baik secara individu maupun kolektif. Pengakuan pada pihak-pihak Pekerja\n    adalah tidak berarti sebagai pengurangan hak-hak dan kewajiban Perusahaan\n    terhadap Pekerjaannya secara perorangan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha maupun Serikat Pekerja berkewajiban memberikan\n    penerangan\u002Fpenyuluhan kepada Pekerja Kolektif.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal terjadi penyimpangan terhadap undang-undang yang menyangkut\n    Ketenagakerjaan Perusahaan terlebih dahulu bermusyawarah dengan Serikat\n    Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA DAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: PENGAKUAN TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengurus Serikat Pekerja adalah Pengurus Harian Unit Kerja yang dipilih\n    oleh anggota melalui Rapat Umum Anggota (RUTA).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota Serikat Pekerja adalah semua Pekerja yang sudah terdaftar sebagai\n    anggota di SP PT Tuntex Garment Indonesia dan masih mempunyai Ikatan Kerja\n    dengan PT Tuntex Garment Indonesia terkecuali untuk level manager.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cli>Pengusaha menjamin tidak akan melakukan tekanan-tekanan langsung maupun\n    tidak langsung ataupun tindakan diskriminatif terhadap Pekerja yang dipilih\n    dan memilih untuk menjadi anggota maupun sebagai Fungsionaris dalam Serikat\n    Pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: PENGAKUAN TERHADAP PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja mengakui Perusahaan mempunyai Hak untuk memimpin dan\n    menjalankan usahanya sesuai dengan kebijaksanaan Perusahaan sepanjang tidak\n    bertentangan dengan ketentuan yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja\n    Bersama dan Undang-undang serta Peraturan Pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam melaksanakan Fungsinya masing-masing kedua belah pihak saling\n    menghormati, saling konsultasi\u002Fmusyawarah dan tidak mencampuri urusan\n    intern masing-masing pihak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja menyetujui adanya kebijakan Direksi dan semua pekerja\n    diwajibkan untuk mentaati dan melaksanakan apa yang telah tercantum dalam\n    kebijakan Direksi sepanjangan tidak bertentangan dengan Perjanjian Kerja\n    Bersama untuk keperluan sebagai berikut:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">A. Operation (produksi Maintenance) dsb.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">B. Pedoman dan Standar Kerja (Job\n    Description).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">C. Tata tertib (disiplin kerja) dan\n    sebagainya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">D. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: FASILITAS BAGI PENGGUNA SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">Perusahaan memberikan dispensasi dan sarana transportasi kepada Pengurus\n    atau Anggota Serikat Pekerja dengan tidak mengurangi hak-hak sebagai\n    Pekerja dalam hak:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">A. Memenuhi Undangan\u002FPanggilan dari perangkat\n    B. Organisasi Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">B. Menghadiri Pendidikan dan Seminar\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">C. Memenuhi Undangan\u002FPanggilan Instansi\n    Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">D. Perundingan dengan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">E. Rapat-rapat Pengurus Serikat Pekerja\u002FUnit\n    Kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">F. Memberikan Izin Dispensasi untuk mengikuti\n    kegiatan Unjuk Rasa sesuai Instruksi Perangkat atas Organisasi atau\n    Aliansi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan ruang kerja untuk kantor Serikat Pekerja beserta\n    Peralatan\u002Fperlengkapan kerja yang memadai.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan Papan Pengumuman yang dapat dipakai oleh Serikat\n    Pekerja untuk kepentingan bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan membantu Serikat Pekerja dalam hal melaksanakan pemotongan\n    iuran sesuai dengan surat kuasa kolektif Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengurus (Ketua atau yang diberi mandat oleh ketua) Serikat Pekerja PT\n    Tuntex Garment Indonesia adalah wakil yang syah serta berhak menandatangani\n    setiap kesepakatan yang dilakukan oleh Perusahaan dengan Serikat\n  Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jadwal piket di Sekretariat Serikat Pekerja dimana 1 (satu) orang petugas\n    piket dan ketua Serikat Pekerja bersifat fleksibel.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: PENERIMAAN PEKERJA BARU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penerimaan Pekerja Baru disesuaikan dengan kebutuhan Perusahaan dan\nberdasar pada prosedur yang berlaku di perusahaan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">A. Surat lamaran ditulis tangan sendiri oleh\npelamar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">B. Pelamar berusia minimal 18 Tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">C. Surat lamaran dilengkapi dengan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Daftar riwayat hidup\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Photo Copy SKCK dari polisi yang masih\n  berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Photo Copy KTP yang masih berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Photo Copy ijazah terakhir dan transkip\n  nilai\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Photocopy Surat pengalaman kerja bagi yang\n    mempunyai\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Pas photo ukuran 4x6 = 2 lembar dan 3x4 = 2\n    lembar\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">D. Mengisis formulir isian yang disediakan\nperusahaan secara lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">E. Lulus dalam seleksi test interview atau\npersyaratan lain yang dilakukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Team penerimaan dan penyusunan materi test penerimaan pekerja baru\nsepenuhnya wewenang personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hasil test langsung diberitahukan kepada pelamar atau calon pekerja dan\nsetelah dinyatakan lulus test maka pekerja dapat bekerja dengan status masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal penerimaan Pekerja baru maka Perusahaan dapat menginformasikan\nhal tersebut kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1. A. Masa percobaan dimaksudkan sebagai tempat penyesuaian untuk mengetahui\nkemampuan pekerja yang bersangkutan serta merupakan kesempatan bagi perusahaan\nuntuk lebih jauh mempelajari tingkah laku, sifat dan kemampuan dalam\nmelaksanakan tugas yang diberikan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>B. Lamanya jangka waktu masa percobaan adalah max 3 (tiga) bulan sejak yang\nbersangkutan diterima bekerja dan hanya boleh diadakan untuk satu kali masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hak-hak Pengusaha terhadap pekerja masa percobaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Apabila Pekerja masa percobaan dinilai kurang cakap, kurang disiplin dan\nkurang mampu dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh pengusaha, maka\nperusahaan dapat memutuskan hubungan kerja tanpa syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Pimpinan perusahaan mengangkat pekerja secara otomatis bagi yang lulu\ndalam masa percobaan sebagai pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: STATUS PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja PT Tuntex Garment Indonesia adalah Pekerja yang telah memenuhi\nsyarat yang telah ditentukan, diterima dan dipekerjakan untuk jangka waktu yang\ntidak ditentukan dan yang upahnya dipengaruhi oleh kehadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: MUTASI, DEMOSI DAN PROMOSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Mutasi\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Demi pendayagunaan tenaga kerja serta tercapainya tujuan Operasional\n    Perusahaan secara Efisien, Efektif dan menyeluruh Perusahaan dapat mengatur\n    dan menunjuk setiap Pekerja untuk dipindahkan dari satu bagian ke bagian\n    lain sesuai dengan kebutuhan yang sifatnya bukan merupakan suatu\n  hukuman.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi dilaksanakan setelah dilakukan pertimbangan dengan memperhatikan\n    situasi dan kebutuhan tenaga kerja pada suatu bagian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Terhadap Pekerja yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk\n    melaksanakan Pekerjaannya maka atas dasar argumentasi dan alasan yang jelas\n    serta dapat dipertanggung jawabkan Perusahaan akan memindahkan pada bagian\n    yang sesuai dengan kemampuan Fisiknya agar dapat melaksanakan Pekerjaannya\n    dengan baik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemindahan Pekerja khusus pada Pejabat yang tertera dalam struktur\n    Organisasi akan dikuatkan dengan surat keputusan Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>2. Demosi\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan berwenang untuk menurunkan pangkat atau Jabatan Pekerja lebih\n    rendah dari pangkat Jabatan semula dalam Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demosi atau penurunan Jabatan dapat terjadi beberapa sebab seperti\n    penurunan prestasi, dedikasi, loyalitas, dan sikap yang kesemuanya didasari\n    argumentasi serta alasan yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penurunan Pangkat atau Jabatan dikuatkan dengan surat keputusan yang\n    dikeluarkan oleh Pimpinan Perusahaan dan berpengaruh terhadap Fasilitas\n    Jabatan yang diperoleh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penurunan Pangkat atau Jabatan harus sepengetahuan yang bersangkutan\n    diajukan oleh atasan langsung secara berjenjang keatas dan disetujui oleh\n    Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penurunan Jabatan yang terjadi akibat restrukturisasi Organisasi tidak\n    boleh mengurangi Fasilitas dan Penghasilan yang selama ini didapat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>3. Promosi Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Promosi Pekerja dengan Jabatan yang lebih tinggi merupakan wewenang\nPerusahaan, pekerja-pekerja yang menurut penilaian perusahaan mempunyai:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Prestasi yang baik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kondiute Kerja yang baik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengetahuan\u002Fpemahaman masalah teknik Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Inisiatif.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Loyalitas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kepemimpinan yang baik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanggung Jawab.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Berkemungkinan untuk dipromosikan ke Jabatan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: PENDIDIKAN PENYULUHAN DAN PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cli>Menyadari pentingnya faktor kualitas dalam keberhasilan usaha maka\n    perusahaan mengadakan Pendidikan dan Latihan guna meningkatkan\n    keterampilan, efisiensi dan Produktivitas Kerja Pendidikan dan Latihan\n    KErja tersebut ditunjuk bagi seluruh Pekerja PT Tuntex Garment\n  Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja baru oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja diberikan\n    penyuluhan mengenai hak dan kewajiban.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: HARI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>Hari Kerja di Perusahaan adalah 5 (lima) hari kerja seminggu yaitu Senin\nsampai dengan hari Jum’at.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: JAM KERJA\u002FSHIFT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Jam Kerja,Waktu Istirahat dan Shift Kerja ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Office dan Produksi:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em\">A. Hari Senin s\u002Fd Kamis: Pukul 07.30 s\u002Fd 16.30\n    WIB\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em\">Istirahat: Pukul 11.30 s\u002Fd 12.30 WIB\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em\">B. Hari Jum’at : Pukul 07.30 s\u002Fd 17.00 WIB\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em\">Istirahat: Pukul 11.30 s\u002Fd 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang bekerja pada shift 1 (satu) pada hari Senin s\u002Fd Jum’at\n    disediakan uang makan siang dan udang transport.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang bekerja pada shift 2 (dua) dari hari Senin s\u002Fd Jum’at\n    disediakan makan, uang transport atau kendaraan antar pulang sampai ke\n    tempat tinggal masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang bekerja sampai dengan pukul 22.00 WIB, akan mendapat\n    makan kedua atau ekstra fooding.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila terdapat pekerjaan yang perlu diselesaikan serta mengingat sifat\n    pekerjaan yang mendesak maka pekerja bersedia untuk melakukan kerja\n  lembur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal tersebut diatas perusahaan terlebih dahulu mengkoordinasikan\n    dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerjaan yang dilakukan melebihi 8 (delapan) jam kerja sehari dan 40\n    (empat puluh) jam seminggu atau pekerja yang dilakukan pada hari Istirahat\n    mingguan atau hari libur, resmi diperhitungkan sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja tidak dapat memenuhi kesepakatan dalam ayat 1 (satu)\n    dikarenakan kepentingan yang sangat perlu oleh pekerja maka pekerja tidak\n    dapat dikenakan sanksi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: PERHITUNGAN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>1. Pada Hari Kerja biasa\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk Jam Kerja Lembur Pertama dibayar: 1.5 x (1\u002F173 x upah sebulan)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk Jam Kerja Lembur selanjutnya dibayar: 2 x (1\u002F173 x upah\n  sebulan)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>2. Pada Hari Istirahat Mingguan\u002F Hari Libur Resmi\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk jam kerja Lembur 8 jam ke 1 dibayar: 2 x (1\u002F173 x upah sebulan)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk jam kerja Lembur 1 jam ke 9 dibayar: 3 x (1\u002F173 x upah sebulan)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk jam kerja Lembur 10 dst dibayar: 4 x (1\u002F173 x upah sebulan)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Perhitungan Upah Lembur sejam : 1\u002F173 x upah sebulan (Gaji Pokok +\nTunjangan tetap)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kerja Lembur baru sah jika disetujui\u002Fdiperhitungkan oleh pejabat\nPerusahaan atau Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pembayaran Upah Lembur dilaksanakan bersamaan pembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pembayaran Upah Lembur pekerja bulanan, disertai total jumlah lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: ISTIRAHAT MINGGUAN ATAU HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Pada hari Sabtu atau Minggu pekerja dibebaskan dari pekerja (Hari Istirahat\nMingguan) dan pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: CUTI HAID\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Pekerja Perempuan yang merasakan sakit pada saat haid tidak diwajibkan\nbekerja pada hari pertama dan kedua menerima upah penuh dan terlebih dahulu\nmemberitahukan kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: CUTI HAMIL DAN GUGUR KANDUNGAN\u002FKEGUGURAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cli>Setiap Pekerja Perempuan berhak atas Cuti Hamil salaam 3 (tiga) bulan\n    dengan mendapatkan upah penuh dengan cara pengambilan 1,5 (satu setengah)\n    bulan sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan setelah\n  melahirkan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja perempuan yang mempergunakan Cuti Hamilnya hari mengajukan\n    permohonan terlebih dahulu kepada Perusahaan disertai surat keterangan\n    Dokter atau Bidan yang merawatnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cli>Pekerja yang mengalami Gugur Kandungan berhak atas Cuti selama 1,5 (satu\n    setengah) bulan terhitung mulai keguguran dengan disertai surat keterangan\n    Dokter atau Bidan yang merawatnya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja Perempuan wajib melaporkan kepada perusahaan atas kehamilan pada\n    minggu ke 8 (delapan) dengan mengisi formulir laporan kehamilan yang\n    disahkan oleh Dokter Kandungan atau bidan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli>Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berhak atas\n    Cuti Tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapatkan Upah\n    Penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja yang akan mengambil hak cuti selambat-lambatnya 1 (satu)\n    minggu sebelumnya harus mengajukan permohonan kepada Perusahaan kecuali\n    dalam hal yang sifatnya mendesak atau mendadak dan wajib menunjuki\n    bukti-bukti yang sah dan kuat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Pekerja tidak menggunakan hak Cuti Tahunannya sampai batas waktu\n    12 (dua belas) bulan setelah lahirnya cuti tersebut bukan karena kesalahan\n    perusahaan maka hak cutinya dianggap gugur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cli>Dalam pelaksanaan Cuti Bersama pada saat libur Lebaran\u002FIdul Fitri maka\n    dimusyawarahkan antara Management dan Serikat Pekerja 1 (satu) Minggu\n    sebelum Puasa.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cli>Libur Lebaran sebanyak 6 hari kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perusahaan harus memberitahukan dan atau mengeluarkan Daftar Cuti Tahunan\n    Karyawan bila jatuh tempo.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan ijin meninggalkan pekerjaan pada pekerja dengan\nmendapatkan upah penuh dalam hal:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pernikahan Pekerja: 3 (tiga) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pernikahan Anak Pekerja: 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khitan atau Baptis Anak Pekerja: 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cli>Istri\u002FSuami, Anak, Orang tua\u002FMertua Meninggal Dunia: 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cli>Istri Pekerja Melahirkan\u002FGugur Kandungan: 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Memenuhi Panggilan Instansi Pemerintah: 1 (satu) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menunaikan Ibadah Haji: 3 (tiga) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menunaikan Ibadah Umroh: 10 (sepuluh) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kalender\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota Keluarga Meninggal Dunia dalam 1 (satu) rumah: 1 (satu) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bencana alam dengan surat keterangan RT\u002FRW: 1 (satu) hari hanya dalam 1\n    tahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Pekerja dapat meninggalkan Pekerjaan setelah memperoleh izin dari\nPerusahaan sesuai dengan prosedur yang berlaku di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan menyediakan formulir ijin meninggalkan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: PRINSIP DASAR PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-eqpay\">\u003Cli>Berlaku Adil\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mendorong Prestasi Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjaga Keseimbangan Pertumbuhan Usaha Perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mampu mempertahankan dan mencari Tenaga Kerja yang terampil dan cakap\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: DASAR PENETAPAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cli>Keahlian Pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Prestasi Pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jenis dan macam pekerjaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berat ringan tanggung jawab yang dipikul\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: KOMPONEN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>Kelompok Upah terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Gaji pokok\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang Makan dan Transport\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Target\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Masa Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: ADMINISTRASI UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap tanggal 6 (enam) dan tanggal 21 (dua puluh satu) bagi Pekerja Harian\nPT Tuntex Garment Indonesia Cikupa 2. Setiap Pekerja diberikan slip gaji dalam\nsetiap Penerimaan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: SIFAT PREMI TARGET\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Premi Target diberikan kepada Pekerja yang hasil kerjanya mencapai\nstandar\u002Ftarget yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: UPAH MINIMUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cli>Upah Minimum Pekerja ditetapkan berdasarkan ketetapan Otonomi Daerah\n    masing-masing dimana berdirinya pabrik.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Upah Minimum hanya diberikan kepada Pekerja harian dengan masa kerja 0\n    (nol) sampai dengan kurang dari 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Perusahaan mendapatkan keuntungan dan laju pertumbuhan usaha\n    Perusahaan maka akan dipertimbangkan oleh Direksi mengenai kenaikan Upah\n    Minimum Provinsi.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: KENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp>Kenaikan Upah Pekerja berpedoman:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Lanjut Inflasi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Prestasi dan masa kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kemampuan dan laju pertumbuhan usaha perusahaan\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: UPAH PEKERJA SELAMA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>1. Apabila Pekerja sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan Dokter maka\nupahnya tetap dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>2. Apabila Pekerja sakit berkepanjangan (dalam waktu lama) yang dapat\ndibuktikan dengan surat keterangan Dokter, dan pembayaran upahnya diatur\nsebagai berikut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">A. 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar 100%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">B. 4 (empat) bulan kedua dibayar sebesar 75%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">C. 4 (empat) bulan ketiga dibayar sebesar 50%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">D. Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25%\nsebelum PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">E. Apabila ternyata dalam jangka waktu 12 (dua\nbelas) bulan pekerja belum mampu untuk bekerja maka Perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur UU No. 13 tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cli>Setiap Pekerja diberikan tunjangan Hari Raya (THR) sesuai dengan SK\n    Menteri Tenaga Kerja RI per -04\u002FMEN\u002F1994 tentang tunjangan Hari Raya, bahwa\n    bagi Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun diberikan THR 1\n    (satu) bulan Upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cli>Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan 2 (dua) Minggu sebelum Hari Raya Idul\n    Fitri\u002FLebaran.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Besarnya Basi (THR) diberikan kepada Pekerja Harian dan Bulanan\n    berdasarkan masa kerja sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">A. Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja di\nperusahaan 1 (satu) tahun diberikan THR sebesar 1005 dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">B. Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja di\nperusahaan 1 (satu) tahun lebih s\u002Fd 5 (lima) tahun diberikan THR sebesar 125%\ndari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">C. Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja di\nperusahaan 5 (lima) tahun lebih diberikan THR sebesar 140% dari upah\nsebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">D. Bagi pekerja yang belum mempunyai masa kerja 1\n(satu) tahun akan diberikan secara proporsional sesuai dengan masa kerja yang\nbersangkutan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Untuk masa kerja 3 bulan THR sebesar 3\u002F12 x upah\n    sebulan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Untuk masa kerja 2 bulan THR sebesar 2\u002F12 x upah\n    sebulan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Untuk masa kerja 1 bulan THR sebesar 1\u002F12 x upah\n    sebulan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: BIAYA PERJALANAN DINAS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjalanan Dinas adalah setiap perjalanan yang ditugaskan oleh Perusahaan\n    dan dilakukan dalam rangka tugas Perusahaan, maka kepadanya diberikan biaya\n    meliputi penginapan, uang makan, dan Transport yang berhubungan dinas\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya Uang Perjalanan dinas diatur dalam peraturan pelaksanaan\n    tersendiri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: UPAH SELAMA SKORSING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja dalam Proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pertimbangan\nPerusahaan ada hal-hal yang mungkin akan merugikan baik kepada Pekerja maupun\nPerusahaan, maka Pekerja tersebut dapat dikenakan skorsing sebelum mendapat\nijin Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari Lembang Penyelesaian Perselisihan\nHubungan Industrial (PPHI), dengan tetap memperoleh Upah beserta hak-hak yang\nbiasa diterima Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: UPAH BAGI PEKERJA YANG DITAHAN PIHAK YANG BERWAJIB\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang ditahan oleh pihak yang berwajib bukan karena pengaduan\n    Perusahaan tidak mendapat Upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pihak Keluarga yang ditinggalkan diberikan tunjangan sebagai berikut:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Untuk Istri 25% dari Upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Untuk Istri + 1 (satu) anak 35% dari Upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Untuk Istri + 2 (dua) anak 45% dari Upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Untuk Istri + 3 (tiga) anak 50% dari Upah\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian Bantuan diberikan paling lama 6 (enam) bulan dan setelah\n    melewati masa 6 (enam) bulan hubungan kerja dengan Pekerja yang\n    bersangkutan diputuskan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila penahanan dikarenakan pengaduan Perusahaan, maka upah ditetapkan\n    dan dibayar 75% dari gaji, sampai dengan dijatuhkan Vonis dari Pengadilan\n    Negeri, atau untuk selama-lamanya 6 (enam) bulan. Apabila ternyata tidak\n    terbukti dan Pekerja yang bersangkutan dinyatakan tidak bersalah oleh\n    Pengadilan Negeri, maka Pekerja tersebut mendapatkan haknya dan tetap\n    dipekerjakan kembali sebagaimana semula dan kekurangan Upahnya dibayar\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: TUNJANGAN-TUNJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Bagi Pekerja yang mempunyai Jabatan diberikan\nTunjangan Jabatan besarnya didasarkan pada berat ringannya tanggung jawab yang\ndiperoleh Pekerja yang bersangkutan dan diberikan setiap 1 (satu) bulan\nsekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Besarnya tunjangan jabatan ditentukan oleh\nPimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan kehadiran adalah tunjangan yang diberikan kepada Pekerja apabila\ndalam 1 (satu) bulan bekerja secara terus menerus, atau Pekerja menggunakan\nCuti tahunan dan dispensasi Dinas, diberikan tunjangan sebesar Rp 30.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cp>3. Tunjangan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya tunjangan Masa Kerja untuk Pekerja dalam satu hari diberikan selama\nmasa kerja, masing-masing sebesar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 1 tahun sebesar: Rp 30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 2 tahun sebesar: Rp 45\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 3 tahun sebesar: Rp 65\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 4 tahun sebesar: Rp 85\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 5 tahun sebesar: Rp 1.0\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 6 tahun sebesar: Rp 1.3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 7 tahun sebesar: Rp 1.5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 8 tahun sebesar: Rp 1.6\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 9 tahun sebesar: Rp 1.8\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 10 tahun sebesar: Rp 1.9\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 11 tahun sebesar: Rp 2.1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 12 tahun sebesar: Rp 2.2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 13 tahun sebesar: Rp 2.4\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 14 tahun sebesar: Rp 2.5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 15 tahun sebesar: Rp 2.7\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 16 tahun sebesar: Rp 2.9\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 17 tahun sebesar: Rp 3.100\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 18 tahun sebesar: Rp 3.250\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 19 tahun sebesar: Rp 3.400\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 20 tahun sebesar: Rp 3.550\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 21 tahun sebesar: Rp 3.750\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 22 tahun sebesar: Rp 3.900\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 23 tahun sebesar: Rp 4.050\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 24 tahun sebesar: Rp 4.250\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 25 tahun sebesar: Rp 4.550\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 26 tahun sebesar: Rp 4.800\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 27 tahun sebesar: Rp 4.900\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 28 tahun sebesar: Rp 5.100\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 29 tahun sebesar: Rp 5.200\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 30 tahun sebesar: Rp 5.400\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 31 tahun sebesar: Rp 5.600\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 32 tahun sebesar: Rp 5.800\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 33 tahun sebesar: Rp 6.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 34 tahun sebesar: Rp 6.200\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja 35 tahun sebesar: Rp 6.400\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: JAMINAN SOSIAL, KESEJAHTERAAN, PENGOBATAN DAN PERAWATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Berdasarkan Undang-Undang RI no 24 Tahun 2011, maka seluruh Pekerja PT\n    Tuntex Garment Indonesia wajib diikutsertakan ke Badan Penyelenggara\n    Jaminan Sosial Kesehatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">Sesuai dengan Undang-Undang no 24 tahun 2001 bahwa perusahaan wajib\n    mengikutsertakan pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri\n    dari:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Jaminan Kematian (JKM)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Jaminan Pensiun (JP)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fli>\u003Cli>\n  \u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: FASILITAS KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cli>Perusahaan mengikutsertakan seluruh pekerja dalam program BPJS\n  Kesehatan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam rangka memelihara Kesehatan Kerja, maka Perusahaan sarana Politik\n    bekerja sama dengan BPJS (Inhouse Klinik)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: FASILITAS IBADAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap pekerja diberikan kesempatan untuk melakukan ibadah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang akan melakukan ibadah disediakan fasilitas dan tempat\n    ibadah yang layak.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: KOPERASI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan membantu kegiatan pekerja atau serikat pekerja dibidang Koperasi\ndalam bentuk:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Fasilitas Tempat\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fasilitas Peralatan untuk Pengurus\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dispensasi Waktu untuk Pengurus\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemotongan upah untuk Iuran\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pinjaman Modal\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: SANTUNAN KEMATIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Apabila Pekerja Meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan Kerja, maka\nPerusahaan memberikan Hak-hak nya dan tunjangan ahli warisnya sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Upah dalam sebuah yang sedang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pesangon diberikan kepada ahli waris tenaga\nkerja sampai dengan masa kerja sebagaimana ditetapkan dalam Undang-undang No.\n13 tahun 2003 pasal 166.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Biaya Pemakaman sebesar Rp. 1.000.000,- (satu\njuta).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Santunan Kematian dari Perusahaan sebesar 1\n(satu) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: PEKERJA DAN UNIT TELADAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk memotivasi Pekerja maka hendaknya diadakan pemilihan Pekerja dan unit\nteladan\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penilaian Pekerja teladan sebanyak 1 (satu) pekerja dilaksanakan 1 (satu)\n    kali dalam 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penilaian unit\u002FGroup teladan dilaksanakan 1 (satu) kali dalam 3 (tiga)\n    bulan berdasarkan:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Dedikasi \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Disiplin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Loyalitas \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Kejujuran \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Inisiatif\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Kerjasama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Kepemimpinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Inovasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: OLAHRAGA KESENIAN DAN KEROHANIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja memberikan perhatian sepenuhnya untuk\n    pengembangan\u002Fpembinaan Olahraga, Kesenian dan Kerohanian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan fasilitas waktu dan bantuan biaya yang diperlukan\n    untuk:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kegiatan Olahraga, Kesenian dan\n    Kerohanian\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Menyediakan piala dan Hadiah-hadiah untuk\n    pemenang pertandingan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: REKREASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka meningkatkan rasa kekeluargaan di antara pekerja dan Pengusaha\nserta untuk menyegarkan kembali semangat kerja, maka dalam setiap 1 (satu)\ntahun sekali akan dilakukan rekreasi pekerja dengan biaya ditanggung perusahaan\nsesuai dengan kondisi keuangan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: KESELAMATAN KERJA, KESEJAHTERAAN DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>Pengusaha dan pekerja menyadari akan pentingnya masalah Keselamatan dan\nKesehatan Kerja karenanya kedua belah pihak berusaha sedapat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan timbulnya kecelakaan Kerja dan sakit\nakibat hubungan Kerja dan serta Kebakaran yang dapat menimpa Pekerja dan\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: KEAMANAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk menghindari dan mencegah timbulnya Kecelakaan Kerja dan Sakit\n    akibat hubungan Kerja serta Kebakaran, Pengusaha membentuk Panitia Pembina\n    Keselamtan dan Kesehatan Kerja (P2K3)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cli>Pihak Pengusaha dari Pekerja diwajibkan untuk melaksanakan petunjuk\n    mengenai Keselamatan Kerja sesuai dengan Undang-undang No 1 tahun 1970.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila Pekerja menemui hal-hal yang dapat membahayakan Keselamatan\n    Pekerja dan Pengusaha maka Pekerja tersebut harus melaporkan kepada\n    atasannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli>Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan Kerja dan Peralatan serta\n    alat pelindung diri yang disesuaikan dengan sifat pekerjaan masing masing\n    pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib memelihara peralatan kerja tersebut, serta alat pelindung\n    diri yang disediakan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan seragam Kerja sebanyak 2 (dua) pcs dalam 1 (satu)\n    tahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: KEWAJIBAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja diwajibkan untuk melaksanakan tugas, Pekerjaan dengan\n    penuh tanggung jawab dan dilarang meninggalkan Lingkungan Kerja atau\n    melakukan Pekerjaan lain tanpa seizin atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja diwajibkan untuk memelihara peralatan kerja yang\n    disediakan oleh Perusahaan dan barang-barang milik perusahaan dengan\n    sebaik-baiknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja diwajibkan segera melaporkan kepada atasannya langsung\n    atas kehilangan atau kerusakan kelengkapan serta peralatan milik\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang menyalahgunakan dan memindahkan perlengkapan atau\n    peralatan milik perusahaan dari tempat atau lokasi yang telah ditentukan\n    kecuali dalam pemakaian yang digunakan berkenaan dengan tugas dan\n    kewajibannya didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja diwajibkan memberitahukan kepada Perusahaan,\n    selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setiap ada perubahan yang berkenaan\n    dengan:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">A. Alamat Rumah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">B. Status Keluarga (Perkawinan, Kelahiran dan\n    Kematian)\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja wajib menjaga nama baik perusahaan serta senantiasa\n    memperhatikan kepentingan perusahaan menurut kemampuannya, walaupun untuk\n    itu tidak diberikan tugas yang jelas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib mengetahui kewajiban di perusahaan dan\n    melaksanakannya dengan sebaik-baiknya serta berusaha meningkatkan efisiensi\n    kerja, berperilaku sopan, hemat dan cermat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib hadir ditempat kerja dan lingkungan pekerjaan pada waktu\n    yang sudah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak masuk kerja karena alasan sakit diharuskan menyerahkan\n    surat keterangan sakit yang sah dari Dokter.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib meminta izin sebelumnya dalam hal tidak masuk kerja karena\n    sesuatu urusan, kecuali dalam hal yang sifatnya mendesak atau mendadak dan\n    wajib untuk menunjukkan bukti-bukti yang sah dan kuat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak dapat menunjukkan bukti-bukti yang sah dan atau alasan\n    yang kuat sebagaimana pada ayat 9 (Sembilan) dan 10 (sepuluh) digolongkan\n    sebagai mangkir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib meminta ijin terlebih dahulu kepada atasannya yang\n    berwenang apabila akan datang terlambat, dan meninggalkan pekerjaan pada\n    waktu pulang sebelum waktunya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melakukan absensi ditempat yang telah ditentukan pada waktu\n    datang dan pulang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan dirinya dan pekerja lainnya,\n    serta wajib memakai peralatan keselamatan kerja yang disediakan perusahaan\n    serta mengikuti atau mematuhi ketentuan tentang keselamatan kerja dan\n    perlindungan kerja yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\n    keselamatan kerja pekerja dan pengusaha maka diwajibkan segera melapor\n    kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Diluar waktu yang telah ditentukan oleh perusahaan, setiap pekerja tidak\n    diperbolehkan memakai atau menggunakan alat-alat dan kelengkapan kerja\n    milik perusahaan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib memerikasa semua perlatan kerja masing-masing\n    sehingga benar-benar tidak akan menimbulkan kerusakan atau bahaya yang akan\n    mengganggu lingkungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib memelihara kebersihan tempat kerja, alat-alat kerja\n    dan kerapihan lingkungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja diwajibkan mentaati peraturan-peraturan yang berlaku\n    diperusahaan tentang:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kesehatan dan Keselamatan Kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Keamanan diri bagi tenaga kerja harus\n    memakai sepatu.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Administrasi dan memakai tanda pengenal\u002FID\n    Card di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja diwajibkan:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Bersikap dan memperlakukan bawahannya sesuai\n    dengan tugas yang ditentukan oleh perusahaan secara wajar, jujur, adil, dan\n    sopan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Memberikan petunjuk dan bimbingan yang jelas\n    kepada bawahnnya mengenai pekerjaan yang harus dilakukan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mendorong atau memotivasi bawahannya agar\n    kualitas dan kuantitas hasil kerjanya dapat ditingkatkan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap bawahan diwajibkan:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Memenuhi perintah, petunjuk dan bimbingan\n    atasannya yang bersangkutan atau berhubungan dengan tugas pekerjaannya\n    secara sungguh-sungguh dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Bersikap dan berlaku sopan dan wajar\n    terhadap atasannya.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja diwajibkan menjaga kerahasiaan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang ketahuan\u002Ftertangkap mencuri akan dilaporkan\u002Fpihak yang\n    berwajib.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: ATURAN KEDISIPLINAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari bahwa dalam rangka pembinaan\n    moral kerja serta disiplin Kerja yang baik serta demi tercapainya efisiensi\n    kerja, dibutuhkan adanya aturan kedisiplinan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan adanya aturan kedisiplinan ini dimaksud agar Pekerja dapat\n    memenuhi dan memahami ketentuan yang berlaku di Perusahaan yang apabila\n    dilanggar dikenakan sanksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selain tata tertib yang sudah ada pada Perjanjian Kerja Bersama ini maka\n    siapapun Pekerja atau Pengusaha tidak berhak membuat tata tertib sendiri\n    atau sepihak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap sanksi mempunyai tingkatan yang berbeda sesuai dengan jenis atau\n    berat ringannya pelanggaran yang dilakukan tingkat masa berlakunya setiap\n    sanksi adalah sebagai berikut:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Peringatan Lisan: 2 (dua) bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Surat Peringtatan Pertama: 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Surat Peringatan Kedua: 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Surat Peringatan Ketiga: 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Peringatan Karena Absen Terlambat.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk sanksi yang termasuk pelanggaran berat tindak kejahatan pencurian\n    hasil produksi perusahaan dan pembocoran rahasia perusahaan dengan disertai\n    barang bukti maka proses penyelesaiannya melalui jalur hukum.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pedoman dalam Pemberian Sanksi\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemberian sanksi tidak berarti harus berurutan, melainkan tergantung pada\nfaktor-faktor sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Macam pelanggara yang terjadi didasarkan pada penilaian berat ringan\n    pelanggaran tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Frekuensi (seringnya\u002Fpengulangan) pelanggaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Situasi dan kondisi Pekerja pada saat melakukan pelanggaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tata tertib peraturan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Unsur kesengajaan atau kelalaian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bukti dan sanksi yang diperlukan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: MACAM-MACAM SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sanksi dapat dikenakan kepada yang dilakukan pelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>A. Teguran Lisan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Menggunakan Mesin, peralatan bahan-bahan lainnya milik Perusahaan secara\n    pemborosan atau bahaya bagi dirinya dan orang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak mencegah atau memberitahukan kepada Perusahaan perihal adanya\n    penyalahgunaan, penyimpangan dari ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengganggu ketenangan dan ketertiban dalam lingkungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berisirahata tidak pada tempat-tempat yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada waktu melakukan Pekerjaan, laali menjaga keselamatan dirinya\u002Forang\n    lain serta tidak memberikan Pertolongan terhadap rekan kerjanya yang\n    mengalami kecelakaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masuk atau keluar dari lingkungan Perusahaan tidak melalui pintu yang\n    telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bekerja tanpa mentaati prosedur Kerja yang telah ditentukan perusahaan\n    dan atau Langkah-langkah keselamatan dan kesehatan Kerja (K3)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menerima tamu pribadi bukan di tempat yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menghilangkan alat\u002Fperlengkapan kerja yang telah diberikan\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memakai seragam kerja selama di lingkungan Perusahaan sesuai dengan\n    jadwal pemakaian Seragam yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memakai sepatu pada saat bekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>B. Surat Peringatan Pertama (SP.1)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tidak mengenakan Kartu tanda pengenal selama berada lingkungan Perusahaan\n    tanpa alasan yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengabsenkan absen Orang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membuat coretan dan atau mencoret-coret Lingkungan tempat Kerja selain\n    untuk kepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meninggalkan tempat Kerja atau pulang lebih awal tanpa ada izin dari\n    atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan kegiatan untuk kepentingan pribadi dalam jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pekerjaan secara serampangan atau tidak teliti sehingga\n    mengalami kerugian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melaksanakan.melakukan pekerjaan yang bukan pekerjaannya, kecuali atas\n    perintah atasannya atau pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membawa makanan dan minuman yang berwarna ke dalam ruang kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tukar shift tanpa seizin atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tenaga kerja tidak memakai alat pelindung diri (APD) yang telah\n    ditentukan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membawa HP\u002FKamera ke ruang Produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada saat keluar istirahat\u002Fpulang kerja tidak tertib atau mengikuti\n    antrian yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengulangan atasa pelanggaran dari peringatan lisan yang telah\n  diberikan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>C. Surat Peringatan ke Dua (SP.2)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tidur dalam jam kerja di tempat atau Ruang Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Marah, mengkritik dengan menggunakan kata-kata kasar atau tidak senor\n    terhadap sesama Pekerja Indonesia ataupun Pekerja Asing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memperdebatkan atau mempertentangkan hal-hal yang bersifat politik, agar\n    Ras, Suku atau golongan sehingga menimbulkan keresahan ditempat kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cli>Melakukan atau tindakan yang bertentangan dengan hak asasi Manusia\n    merendahkan martabat Manusia atau yang sifatnya pelecehan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Melakukan kecerobohan atau kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan kerja\n    atau mengakibatkan kerusakan barang-barang milik perusahaan dan atau\n    merugikan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Telah menyalahgunakan Surat Keterangan Dokter.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak mentaati perintah atau penugasan yang diberikan oleh Pimpinan\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berjualan di dalam Pabrik atau Tempat Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak untuk dimutasikan atau dipindahkan kebagian Orang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengulangan atas pelanggaran dan ketentuan Peringatan Pertama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>D. Surat Peringatan ke Tiga (SP.3)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Melakukan Pemalsuan data atau memberikan keterangan tidak benar\n    dipalsukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan asusila atau melakukan sesuatu yang bertentangan\n    dengan Norma-norma kesusilaan di tempat kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membujuk Pengusaha atau teman Sekerja untuk melakukan sesuatu yang\n    bertentangan dengan hukum keasusilaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menghasut, mengadu domba dan atau menebarkan permusuhan kepada\n    pemimpin-pemimpin Perusahaan atau teman kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membocorkan atau membongkar rahasia Perusahaan atau mencemarkan nama baik\n    Pimpinan dan keluarganya yang seharusnya dirahasiakan, kecuali untuk\n    kepentingan Negara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjudian dalam bentuk apapun yang dilakukan dilingkungan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sengaja berbuat onar dan atau merusak suasana Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyalahgunakan fasilitas perusahaan dan atau menyalahgunakan jabatan\n    tugas, dan wewenang yang ada padanya untuk kepentingan dan keuntungan\n    pribadi atau orang lain\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memindahkan\u002Fmeminjamkan barang-barang Perusahaan tanpa izin tertulis dari\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merusak dan atau menghilangkan dengan sengaja barang-barang atau\n    benda-benda milik Perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merokok tidak pada tempatnya\u002Fdi tempat terlarang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan atau melaksanakan kegiatan Rentenir atau membungakan uang\n    kepada Pekerja lain di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengulangan atas Pelanggaran dari ketentuan Peringatan Kedua.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>E. PELANGGARAN BERAT\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pelanggaran yang dapat mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja\n(PHK):\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengulangan atas pelanggaran dari peringatan Ketiga.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan tindakan kejahatan misalnya mencuri, menggelapkan Barang milik\n    Perusahaan dan milik Rekan Kerja, memperdagangkan barang terlarang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mabuk, meminum minuman keras yang memabukan, memakai dan atau mengedarkan\n    Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di lingkungan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cli>Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi Pengusaha dan teman\n    Sekerja di lingkungan Kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Membawa Senjata Api, senjata tajam dan benda-benda yang dapat membahaykab\n    jiwa Manusia dan bedna yang menimbulkan api dan kebakara ditempat\n  Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir selama 5 (lima) hari berturut-turut tanpa disertai surang\n    keterangan secara tertulis dan telah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali\n    secara tertulis maka pengusaha dapat memproses PHK (sesuai dengan UU no. 13\n    tahun 2003) yang bermaksdu dengan berturut-turut adalah hari Kerja, tanpa\n    menghitung hari Istirahat Kerja, atau hari libur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pungutan terhadap calon Pekerja pada saat penerimaan dan atau\n    Pengangkatan Karyawan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>F. Peringatan Karena Absen Terlambat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>A. Datang terlambat:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang datang terlambat atau pulang sebelum waktunya tanpa izin\ndikenakan sanksi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>3 (tiga) kali dalam 1 (satu) minggu, dikenakan peringatan lisan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>5 (lima) kali dalam 1 (satu) bulan, dikenakan surat peringatan\n  pertama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>10 (sepuluh) kali dalam 1 (satu) bulan, dikenakan surat peringatan\n  Kedua.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>15 (lima belas) kali dalam 1 (satu) bulan, dikenakan surat peringatan\n    Ketiga.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>B. Absen:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja dalam waktu 1 (satu) bulan mangkir tanpa keterangan selama:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>2 (dua) hari dikenakan sanksi peringatan Lisan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>3 (tiga) hari dikenakan sanksi surat peringatan Pertama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>5 (lima) hari berturut-turut dikenakan sanksi surat peringatan Kedua.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>7 (tujuh) hari berturut-turut dikenakan sanksi surat peringatan\n  Ketiga.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49: PELAKSANAAN PEMBERIAN SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Terhadap pekerja yang sedang menjalani sanksi tindak disiplin tetapi\n    masih melakukan kembali suatu pelanggaran terhadap tata tertib Kerja, maka\n    kepada Pekerja tersebut dikenakan sanksi yang tingkatnya lebih tinggi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal masa berlakunya sanksi belum habis, terjadi pelanggaran\n    terhadap tata tertib kerja, maka masa berlakunya sanksi yang baru dihitung\n    sejak tanggal dikeluarkannya sanksi yang baru.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 50: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pada dasarnya perusahaan tidak menghendaki adanya pemutusan Hubungan\n    Kerja karena perusahaan sedapat mungkin untuk mencegah terjadinya Pemutusan\n    Hubungan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam keadaan memaksa dan tidak dapat dihindari sehingga terjadi\n    pemutusan hubungan kerja Perusahaan akan melakukan sesuai dengan peraturan\n    Ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: TATA CARA MENGUNDURKAN DIRI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja yang akan mengundurkan diri dari Perusahaan wajib\nmemberitahukan minimal 1 (satu) bulan sebelumnya secara tertulis kepada\nPerusahaan, dan Perusahaan memberikan uang penggantian hak sesuai dengan UU No.\n13 tahun 2003 pasal 162 ayat dengan pasal 156 ayat 4 dengan rincian sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">A. Cuti Tahunan yang belum diambil dan belum\nGugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">B. Biaya atau Ongkos pulang pekerja dan Keluarganya\nketempat dimana pekerja diterima Bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">C. Penggantian Perumahan serta Pengobatan dan\nPerawatan ditetapkan 15% dari Uang Pesangon dan Penghargaan Masa Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">D. Hal-hal lain yang harus diterima Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepada Pekerja diberikan Uang Pisah:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang tugas dan Fungsinya tidak mewakili kepentingan\n    Perusahaan secara langsung, selain uang penggantian hak juga diberikan uang\n    pisah yang besarnya sesuai dengan pasal 53 PKB PT. Tuntex Garment\n  Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengundurkan diri (UU No. 13 tahun 2003 pasal 162 ayat 2)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut\n    tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan\n    telah dipanggil oleh Perusahaan sebanyak 2 (dua) kali secara patut dan\n    tertulis hubungan kerjanya dapat dikualifikasikan sebagai mengundurkan diri\n    (UU No. 13 tahun 2003 pasal 168 ayat 1).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya Uang Pisah ditetapkan sebagai berikut:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Masa Kerja 3 (tiga) tahun s\u002Fd kurang dari 6\n    (enam) tahun sebesar RP 500.000,-\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Masa Kerja 6 (enam) tahun s\u002Fd kurang dari 9\n    (sembilan) tahun sebesar RP 750.000,-\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Masa Kerja 9 (sembilan) tahun s\u002Fd kurang\n    dari 12 (dua belas) tahun sebesar RP 1.000.000,-\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Masa Kerja 12 (dua belas) tahun s\u002Fd kurang\n    dari 15 (lima belas) tahun sebesar RP 1.250.000,-\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Masa Kerja 15 (lima belas) tahun s\u002Fd kurang\n    dari 18 (delapan belas) tahun sebesar RP 2.000.000,-\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Masa Kerja 18 (delapan belas) tahun s\u002Fd\n    kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun sebesar RP 2.500.000,-\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Masa Kerja 21 (dua puluh satu) tahun s\u002Fd\n    kurang dari 24 (dua puluh empat) tahun sebesar RP 3.000.000,-\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Masa Kerja 24 (dua puluh empat) tahun dan\n    seterusnya sebesar RP 3.500.000,- \u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: PELANGGARAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal Pekerja melakukan Kesalahan atau melanggar tata tertib Kerja\nsebagaimana yang tersebut dalam Bab IX tentang Tata tertib Kerja, maka hubungan\nKerjanya dapat diputuskan oleh Perusahan sesuai dengan Prosedur dan mekanisme\nUU No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: BESARNYA UANG PESANGON DAN UANG PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>A. Uang Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya Uang Pesangon sesuai dengan Undang-undang No. 13 tahun 2003. Pasal\n156 ayat 2 sebesar.\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Masa Kerja Kurang dari 1 (satu) tahun 1 (satu) bulan Upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cli>Masa Kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun\n    sebesar 2 (dua) bulan Upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Masa Kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun\n    sebesar 3 (tiga) bulan Upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa Kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun\n    sebesar 4 (empat) bulan Upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa Kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\n    sebesar 5 (lima) bulan Upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cli>Masa Kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\n    sebesar 6 (enam) bulan Upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Masa Kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun\n    sebesar 7 (tujuh) bulan Upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa Kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\n    tahun sebesar 8 (delapan) bulan Upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 8 (delapan) tahun dan seterusnya 9 (Sembilan) bulan upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>B. Uang Penghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya Uang Penghargaan ditetapkan sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003\npasal 156 ayat 3 sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun 2\n    (dua) bulan Upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\n    tahun 3 (tiga) bulan Upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua\n    belas) tahun 4 (empat) bulan Upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\n    belas) tahun 5 (lima) bulan Upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n    (delapan belas) tahun 6 (enam) bulan Upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua\n    puluh satu) tahun 7 (tujuh) bulan Upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24\n    (dua puluh empat) tahun 8 (delapan) bulan Upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih 10 (sepuluh) bulan\n  Upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: PENGERTIAN UPAH, DALAM HAL PEMUTUSAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan Uang Pesangon, Uang\nPenghargaan masa Kerja, dan ganti rugi lainnya diartikan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. a. Upah Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Segala macam tunjangan yang diberikan kepada Pekerja secara berkala\nsecara teratur dan yang bersifat tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Harga pembelian catu yang diberikan kepada Pekerja dengam cuma-cuma\nbilamana harus dibayar oleh Pekerja dengan harga Subsidi maka sebagai Pekerja\ndianggap selisih antara harga Pembelian dengan harga dibayar oleh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Upah sebulan adalah sama dengan 30 kali Upah sehari 173 x upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: PHK KARENA USIA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada Pekerja\n    yang mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah dipensiunkan dari perusahaan masih membutuhkan tenaga\n    dan pikirannya maka pekerja tersebut dapat dipekerjakan kembali dengan\n    mendapat fasilitas yang sama dengan dibuatkan perjanjian kerja baru.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 56: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sudah menjadi keinginan Perusahaan dan Serikat Pekerja, bahwa setiap keluh\nkesah bekerja diselesaikan dengan seadil-adilnya dalam waktu secepat mungkin,\nkarenanya apabila seseorang Pekerja atau kelompok Pekerja menganggap bahwa\nterhadapnya diperlakukan tidak adil atau tidak wajar serta bertentangan dengan\nisi dan jiwa Perjanjian Kerja Bersama ini, maka Pekerja yang bersangkutan dapat\nmenyampaikan keluh kesah atau pengaduannya melalui tata cara penyampaian Keluh\nKesah Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57: LEMBAGA KERJA SAMA BIPARTIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja bersama-sama membentuk Lembaga Kerjasama\nBipartit dalam rangka menyempurnakan materi kepentingan Bersama sesuai dengan\npedoman yang ada, Pengusaha dan Serikat Pekerja bersama-sama berusaha untuk\nselalu menumbuhkan semangat dan upaya kemitraan dalam rangka:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pembinaan dan Keselamatan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengendalian mutu secara terpadu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pembinaan Kerohanian\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perkoperasian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lain-lain yang sifatnya membangun.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 58: PELAKSANAAN PEMBUATAN PKB\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini disesuaikan dengan UU No. 13 tahun 2003\n    tentang Perjanjian Perubahan dan berlaku syah, terkecuali ada ketentuan\n    dalam Perjanjian Kerja Bersama ini batal demi Hukum.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini menggantikan peraturan, perjanjian\n    persetujuan terdahulu yang pernah diadakan antara Perusahaan dengan Pekerja\n    atau Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memperbanyak dan membagikan buku Perjanjian Kerja Bersama\n    kepada seluruh Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demi pelaksanaan yang sebaik-baiknya daripada Perjanjian Kerja Bersama\n    ini, maka pada waktu-waktu tertentu diadakan pertemuan antara Perusahaan\n    dengan Serikat Pekerja untuk mengadakan Konsultasi, dan apabila tidak ada\n    permasalah mengenai pelaksanaannya maka dibentuk suatu panitia Kerja\n    terdiri dari wakil-wakil kedua belah pihak untuk mengadakan pengecekan\n    selanjutnya mengusahakan penyelesaiannya secara musyawarah untuk\n  mufakat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bila ada keinginan dari salah satu pihak untuk mengubah atau menambahkan\n    Perjanjian Kerja Bersama ini harus diberitahukan serta dimusyawarahkan\n    antara kedua belah pihak.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 59: MASA BERLAKU PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun,\n    terhitung sejak tanggal 10 Desember 2018 dan mengikat kedua belah pihak\n    sampai 10 Desember 2020.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (satu)\n    diperpanjang masa berlakunya paling lama 1 (satu) tahun berdasarkan\n    kesepakatan tertulis antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perundingan Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama berikutnya dapat dimulai\n    paling cepat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya Perjanjian Kerja bersama\n    (PKB) yang sedang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal Perundingan sebagai mana dimaksud pada ayat 3 (tiga) tidak\n    menentu kesepakatan maka Perjanjian Kerja Bersama yang sedang berlaku,\n    tetap bertahan paling lama 1 (satu) tahun .\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 60: PERATURAN PERALIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila Pengurus Serikat Pekerja PT Tuntex Garment Indonesia dan Pejabat\n    yang ditunjuk mewakili Perusahaan yang membuat dan menandatangani\n    Perjanjian Kerja Bersama ini mengundurkan diri, maka Perjanjian Kerja\n    Bersama ini tetap berlaku sampai dengan jangka waktu yang ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang tidak diatur didalam Perjanjian Kerja Bersama, ini tetapi\n    sudah ada di dalam Perjanjian Perorangan yang berlaku, asalkan tidak\n    bertentangan dengan isi Perjanjian, maka dinyatakan tetap berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini akan\n    dirundingkan kemudian antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: SUBJEK PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi semua golongan Pekerja yang\n    tercantum dalam Perjanjian ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga) yang sama\n    isinya dan mempunyai kekuatan Hukum yang sama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka perjanjian ini:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditandatangani Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Di : Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada Tanggal : 10 Desember 2018\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>PIHAK KEDUA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PIHAK KESATU\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Serikat Pekerja\n\n        \u003Cp>PT Tuntex Garment Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Cikupa II\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Aliyudin\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua SPSI\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perusahaan\n\n        \u003Cp>PT Tuntex Garment Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Cikupa II\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Hsieh Ming Shin\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Nurdin\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Chiu Kuan Chan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Manager\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Chien Lien Ting\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Factory Manager\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Didi Abdurohman\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ka. Personalia\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":54,"cbasignsinglesignatory":56,"cbamemother":60,"trainingprogrammes":62,"pensionfund":66,"disabilityfund":70,"contracttrial":73,"contracttrialperiod":77,"contractseverancepay":81,"severance":85,"severance_number":87,"severance_number_1_tenure":91,"sicknesspay":95,"maxsicknesspay":99,"maxsicknesspayperc":103,"sicknessmaxdays":105,"sicknessmaxdaysnr":109,"menstruationleave":111,"disabilitypay":115,"healthcareaccess":117,"healthinsurance":121,"healthandsafetypolicy":123,"protectiveclothing":127,"code_application":131,"funeralpay":135,"funeralpaytype":139,"paidmaternityleave":143,"paidmaternityleaveduration":147,"paidmaternityleavepay":149,"paidmaternityleavepayperc":151,"maternityotherclause":153,"paidpaternityleave":157,"paidpaternityleaveduration":161,"paidpaternityleavepay":165,"paidpaternityleavepayperc":167,"deathrelatives":169,"deathrelativesleave":173,"eqpay":175,"discrimination":179,"sexualhar":183,"violence":187,"dayspweek_select":191,"dayspweek":195,"PAIDLEAV_trigger":197,"holidaysdays":201,"holidaysweeks":203,"bankholidays1":205,"holidaysfixed":209,"holidaysfixeddays":213,"SCHEDULE_trigger":216,"schedulesrestpw":218,"TRADEUNLEAV_trigger":220,"PAYSCALES_trigger":224,"LOWWAGE_trigger":228,"LOWWAGE_government":232,"STRUCINCR_trigger":235,"wageincreasetype2":239,"wageincreasefirmperformance":241,"ONCERISE_trigger":243,"incidentalbonustype2":247,"incidentalbonusperc1":251,"incidentalbonusdate":253,"overtimeallowancetype_general":257,"overtimeallowanceperc1_general":261,"overtimeallowancetype":263,"overtimeallowanceperc1":265,"SUNDAY_trigger":267,"sundayallowancetype":271,"sundayallowanceperc1":273,"SENIOR_trigger":275,"longserviceallowancetype":279,"COMMUTE_trigger":281,"MEALALL_trigger":285,"coverunion_trigger":287},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku unt","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun,\n    terhitung sejak tanggal 10 Desember 2018 dan mengikat kedua belah pihak\n    sampai 10 Desember 2020.",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":48,"text":49},"cbadate_end",{"bindId":55,"name":48,"text":49},"cbadate_end_date",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"cbasignsinglesignatory"," PIHAK KEDUA PIHAK KESATU Serikat Pekerj","\n  \n  \n  \n  \n    \n      PIHAK KEDUA\n      PIHAK KESATU\n    \n    \n      Serikat Pekerja\n\n        PT Tuntex Garment Indonesia\n\n        Cikupa II\n\n        \n\n        Aliyudin\n\n        Ketua SPSI\n      \n      Perusahaan\n\n        PT Tuntex Garment Indonesia\n\n        Cikupa II\n\n        \n\n        Hsieh Ming Shin\n\n        Direktur\n      \n    \n    \n      \n\n        \n\n        Nurdin\n\n        Sekretaris\n      \n      \n        \n\n        Chiu Kuan Chan\n\n        Manager\n      \n    \n    \n      \n      \n        \n\n        Chien Lien Ting\n\n        Factory Manager\n      \n    \n    \n      \n      \n\n        Didi Abdurohman\n\n        Ka. Personalia",{"bindId":61,"name":58,"text":59},"cbamemother",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"trainingprogrammes","Menyadari pentingnya faktor kualitas dal","Menyadari pentingnya faktor kualitas dalam keberhasilan usaha maka\n    perusahaan mengadakan Pendidikan dan Latihan guna meningkatkan\n    keterampilan, efisiensi dan Produktivitas Kerja Pendidikan dan Latihan\n    KErja tersebut ditunjuk bagi seluruh Pekerja PT Tuntex Garment\n  Indonesia.\n  Bagi pekerja baru oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja diberikan\n    penyuluhan mengenai hak dan kewajiban.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"pensionfund","Sesuai dengan Undang-Undang no 24 tahun ","Sesuai dengan Undang-Undang no 24 tahun 2001 bahwa perusahaan wajib\n    mengikutsertakan pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri\n    dari:\n    a. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n    b. Jaminan Kematian (JKM)\n    c. Jaminan Hari Tua (JHT)\n    d. Jaminan Pensiun (JP)\n  ",{"bindId":71,"name":68,"text":72},"disabilityfund","Sesuai dengan Undang-Undang no 24 tahun 2001 bahwa perusahaan wajib\n    mengikutsertakan pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri\n    dari:\n    a. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n    b. Jaminan Kematian (JKM)\n    c. Jaminan Hari Tua (JHT)\n    d. Jaminan Pensiun (JP)",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"contracttrial","1. A. Masa percobaan dimaksudkan sebagai","1. A. Masa percobaan dimaksudkan sebagai tempat penyesuaian untuk mengetahui\nkemampuan pekerja yang bersangkutan serta merupakan kesempatan bagi perusahaan\nuntuk lebih jauh mempelajari tingkah laku, sifat dan kemampuan dalam\nmelaksanakan tugas yang diberikan",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"contracttrialperiod","B. Lamanya jangka waktu masa percobaan a","B. Lamanya jangka waktu masa percobaan adalah max 3 (tiga) bulan sejak yang\nbersangkutan diterima bekerja dan hanya boleh diadakan untuk satu kali masa\npercobaan.",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"contractseverancepay","A. Uang Pesangon Besarnya Uang Pesangon ","A. Uang Pesangon\n\nBesarnya Uang Pesangon sesuai dengan Undang-undang No. 13 tahun 2003. Pasal\n156 ayat 2 sebesar.\n\n  Masa Kerja Kurang dari 1 (satu) tahun 1 (satu) bulan Upah.\n  Masa Kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun\n    sebesar 2 (dua) bulan Upah.\n  Masa Kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun\n    sebesar 3 (tiga) bulan Upah.\n  Masa Kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun\n    sebesar 4 (empat) bulan Upah.\n  Masa Kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\n    sebesar 5 (lima) bulan Upah.\n  Masa Kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\n    sebesar 6 (enam) bulan Upah.\n  Masa Kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun\n    sebesar 7 (tujuh) bulan Upah.\n  Masa Kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\n    tahun sebesar 8 (delapan) bulan Upah.\n  Masa kerja 8 (delapan) tahun dan seterusnya 9 (Sembilan) bulan upah.",{"bindId":86,"name":83,"text":84},"severance",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"severance_number","Masa Kerja 5 (lima) tahun atau lebih tet","Masa Kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\n    sebesar 6 (enam) bulan Upah.",{"bindId":92,"name":93,"text":94},"severance_number_1_tenure","Masa Kerja 1 (satu) tahun atau lebih tet","Masa Kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun\n    sebesar 2 (dua) bulan Upah.",{"bindId":96,"name":97,"text":98},"sicknesspay","1. Apabila Pekerja sakit yang dibuktikan","1. Apabila Pekerja sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan Dokter maka\nupahnya tetap dibayar penuh.\n\n2. Apabila Pekerja sakit berkepanjangan (dalam waktu lama) yang dapat\ndibuktikan dengan surat keterangan Dokter, dan pembayaran upahnya diatur\nsebagai berikut.\n\nA. 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar 100%\n\nB. 4 (empat) bulan kedua dibayar sebesar 75%\n\nC. 4 (empat) bulan ketiga dibayar sebesar 50%\n\nD. Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25%\nsebelum PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).\n\nE. Apabila ternyata dalam jangka waktu 12 (dua\nbelas) bulan pekerja belum mampu untuk bekerja maka Perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur UU No. 13 tahun\n2003.",{"bindId":100,"name":101,"text":102},"maxsicknesspay","2. Apabila Pekerja sakit berkepanjangan ","2. Apabila Pekerja sakit berkepanjangan (dalam waktu lama) yang dapat\ndibuktikan dengan surat keterangan Dokter, dan pembayaran upahnya diatur\nsebagai berikut.\n\nA. 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar 100%\n\nB. 4 (empat) bulan kedua dibayar sebesar 75%\n\nC. 4 (empat) bulan ketiga dibayar sebesar 50%\n\nD. Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25%\nsebelum PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).",{"bindId":104,"name":101,"text":102},"maxsicknesspayperc",{"bindId":106,"name":107,"text":108},"sicknessmaxdays","E. Apabila ternyata dalam jangka waktu 1","E. Apabila ternyata dalam jangka waktu 12 (dua\nbelas) bulan pekerja belum mampu untuk bekerja maka Perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur UU No. 13 tahun\n2003.",{"bindId":110,"name":107,"text":108},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":112,"name":113,"text":114},"menstruationleave","Pekerja Perempuan yang merasakan sakit p","Pekerja Perempuan yang merasakan sakit pada saat haid tidak diwajibkan\nbekerja pada hari pertama dan kedua menerima upah penuh dan terlebih dahulu\nmemberitahukan kepada perusahaan.",{"bindId":116,"name":68,"text":72},"disabilitypay",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"healthcareaccess","Perusahaan mengikutsertakan seluruh peke","Perusahaan mengikutsertakan seluruh pekerja dalam program BPJS\n  Kesehatan\n  Dalam rangka memelihara Kesehatan Kerja, maka Perusahaan sarana Politik\n    bekerja sama dengan BPJS (Inhouse Klinik)",{"bindId":122,"name":119,"text":120},"healthinsurance",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"healthandsafetypolicy","Pengusaha dan pekerja menyadari akan pen","Pengusaha dan pekerja menyadari akan pentingnya masalah Keselamatan dan\nKesehatan Kerja karenanya kedua belah pihak berusaha sedapat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan timbulnya kecelakaan Kerja dan sakit\nakibat hubungan Kerja dan serta Kebakaran yang dapat menimpa Pekerja dan\nPengusaha.",{"bindId":128,"name":129,"text":130},"protectiveclothing","Perusahaan menyediakan alat-alat perleng","Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan Kerja dan Peralatan serta\n    alat pelindung diri yang disesuaikan dengan sifat pekerjaan masing masing\n    pekerja.\n  Pekerja wajib memelihara peralatan kerja tersebut, serta alat pelindung\n    diri yang disediakan oleh Perusahaan.\n  Perusahaan memberikan seragam Kerja sebanyak 2 (dua) pcs dalam 1 (satu)\n    tahun.",{"bindId":132,"name":133,"text":134},"code_application","Pihak Pengusaha dari Pekerja diwajibkan ","Pihak Pengusaha dari Pekerja diwajibkan untuk melaksanakan petunjuk\n    mengenai Keselamatan Kerja sesuai dengan Undang-undang No 1 tahun 1970.",{"bindId":136,"name":137,"text":138},"funeralpay","Apabila Pekerja Meninggal Dunia bukan ka","Apabila Pekerja Meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan Kerja, maka\nPerusahaan memberikan Hak-hak nya dan tunjangan ahli warisnya sebagai\nberikut:\n\na. Upah dalam sebuah yang sedang berjalan.\n\nb. Pesangon diberikan kepada ahli waris tenaga\nkerja sampai dengan masa kerja sebagaimana ditetapkan dalam Undang-undang No.\n13 tahun 2003 pasal 166.\n\nc. Biaya Pemakaman sebesar Rp. 1.000.000,- (satu\njuta).\n\nd. Santunan Kematian dari Perusahaan sebesar 1\n(satu) bulan Upah.",{"bindId":140,"name":141,"text":142},"funeralpaytype","c. Biaya Pemakaman sebesar Rp. 1.000.000","c. Biaya Pemakaman sebesar Rp. 1.000.000,- (satu\njuta).",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"paidmaternityleave","Setiap Pekerja Perempuan berhak atas Cut","Setiap Pekerja Perempuan berhak atas Cuti Hamil salaam 3 (tiga) bulan\n    dengan mendapatkan upah penuh dengan cara pengambilan 1,5 (satu setengah)\n    bulan sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan setelah\n  melahirkan.",{"bindId":148,"name":145,"text":146},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":150,"name":145,"text":146},"paidmaternityleavepay",{"bindId":152,"name":145,"text":146},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"maternityotherclause","Pekerja yang mengalami Gugur Kandungan b","Pekerja yang mengalami Gugur Kandungan berhak atas Cuti selama 1,5 (satu\n    setengah) bulan terhitung mulai keguguran dengan disertai surat keterangan\n    Dokter atau Bidan yang merawatnya.",{"bindId":158,"name":159,"text":160},"paidpaternityleave","1. Perusahaan memberikan ijin meninggalk","1. Perusahaan memberikan ijin meninggalkan pekerjaan pada pekerja dengan\nmendapatkan upah penuh dalam hal:\n\n  Pernikahan Pekerja: 3 (tiga) hari\n  Pernikahan Anak Pekerja: 2 (dua) hari\n  Khitan atau Baptis Anak Pekerja: 2 (dua) hari\n  Istri\u002FSuami, Anak, Orang tua\u002FMertua Meninggal Dunia: 2 (dua) hari\n  Istri Pekerja Melahirkan\u002FGugur Kandungan: 2 (dua) hari\n  Memenuhi Panggilan Instansi Pemerintah: 1 (satu) hari\n  Menunaikan Ibadah Haji: 3 (tiga) hari\n  Menunaikan Ibadah Umroh: 10 (sepuluh) hari\n  Kalender\n  Anggota Keluarga Meninggal Dunia dalam 1 (satu) rumah: 1 (satu) hari\n  Bencana alam dengan surat keterangan RT\u002FRW: 1 (satu) hari hanya dalam 1\n    tahun.",{"bindId":162,"name":163,"text":164},"paidpaternityleaveduration","Istri Pekerja Melahirkan\u002FGugur Kandungan","Istri Pekerja Melahirkan\u002FGugur Kandungan: 2 (dua) hari",{"bindId":166,"name":159,"text":160},"paidpaternityleavepay",{"bindId":168,"name":159,"text":160},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"deathrelatives","Istri\u002FSuami, Anak, Orang tua\u002FMertua Meni","Istri\u002FSuami, Anak, Orang tua\u002FMertua Meninggal Dunia: 2 (dua) hari",{"bindId":174,"name":171,"text":172},"deathrelativesleave",{"bindId":176,"name":177,"text":178},"eqpay","Berlaku Adil Mendorong Prestasi Kerja Me","Berlaku Adil\n  Mendorong Prestasi Kerja\n  Menjaga Keseimbangan Pertumbuhan Usaha Perusahaan\n  Mampu mempertahankan dan mencari Tenaga Kerja yang terampil dan cakap",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"discrimination","Pengusaha menjamin tidak akan melakukan ","Pengusaha menjamin tidak akan melakukan tekanan-tekanan langsung maupun\n    tidak langsung ataupun tindakan diskriminatif terhadap Pekerja yang dipilih\n    dan memilih untuk menjadi anggota maupun sebagai Fungsionaris dalam Serikat\n    Pekerja.",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"sexualhar","Melakukan atau tindakan yang bertentanga","Melakukan atau tindakan yang bertentangan dengan hak asasi Manusia\n    merendahkan martabat Manusia atau yang sifatnya pelecehan.",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"violence","Menyerang, menganiaya, mengancam atau me","Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi Pengusaha dan teman\n    Sekerja di lingkungan Kerja.",{"bindId":192,"name":193,"text":194},"dayspweek_select","Hari Kerja di Perusahaan adalah 5 (lima)","Hari Kerja di Perusahaan adalah 5 (lima) hari kerja seminggu yaitu Senin\nsampai dengan hari Jum’at.",{"bindId":196,"name":193,"text":194},"dayspweek",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"PAIDLEAV_trigger","Setiap pekerja yang telah bekerja selama","Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berhak atas\n    Cuti Tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapatkan Upah\n    Penuh.",{"bindId":202,"name":199,"text":200},"holidaysdays",{"bindId":204,"name":199,"text":200},"holidaysweeks",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"bankholidays1","Pada hari Sabtu atau Minggu pekerja dibe","Pada hari Sabtu atau Minggu pekerja dibebaskan dari pekerja (Hari Istirahat\nMingguan) dan pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah.",{"bindId":210,"name":211,"text":212},"holidaysfixed","Dalam pelaksanaan Cuti Bersama pada saat","Dalam pelaksanaan Cuti Bersama pada saat libur Lebaran\u002FIdul Fitri maka\n    dimusyawarahkan antara Management dan Serikat Pekerja 1 (satu) Minggu\n    sebelum Puasa.\n  Libur Lebaran sebanyak 6 hari kerja.",{"bindId":214,"name":215,"text":215},"holidaysfixeddays","Libur Lebaran sebanyak 6 hari kerja.",{"bindId":217,"name":207,"text":208},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":219,"name":207,"text":208},"schedulesrestpw",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"TRADEUNLEAV_trigger","Perusahaan memberikan dispensasi dan sar","Perusahaan memberikan dispensasi dan sarana transportasi kepada Pengurus\n    atau Anggota Serikat Pekerja dengan tidak mengurangi hak-hak sebagai\n    Pekerja dalam hak:\n    A. Memenuhi Undangan\u002FPanggilan dari perangkat\n    B. Organisasi Serikat Pekerja.\n    B. Menghadiri Pendidikan dan Seminar\n    C. Memenuhi Undangan\u002FPanggilan Instansi\n    Pemerintah.\n    D. Perundingan dengan Perusahaan.\n    E. Rapat-rapat Pengurus Serikat Pekerja\u002FUnit\n    Kerja.\n    F. Memberikan Izin Dispensasi untuk mengikuti\n    kegiatan Unjuk Rasa sesuai Instruksi Perangkat atas Organisasi atau\n    Aliansi.",{"bindId":225,"name":226,"text":227},"PAYSCALES_trigger","Keahlian Pekerja Prestasi Pekerja Jenis ","Keahlian Pekerja\n  Prestasi Pekerja\n  Jenis dan macam pekerjaan\n  Berat ringan tanggung jawab yang dipikul\n  Masa kerja",{"bindId":229,"name":230,"text":231},"LOWWAGE_trigger","Upah Minimum Pekerja ditetapkan berdasar","Upah Minimum Pekerja ditetapkan berdasarkan ketetapan Otonomi Daerah\n    masing-masing dimana berdirinya pabrik.\n  Upah Minimum hanya diberikan kepada Pekerja harian dengan masa kerja 0\n    (nol) sampai dengan kurang dari 1 (satu) tahun.\n  Apabila Perusahaan mendapatkan keuntungan dan laju pertumbuhan usaha\n    Perusahaan maka akan dipertimbangkan oleh Direksi mengenai kenaikan Upah\n    Minimum Provinsi.",{"bindId":233,"name":230,"text":234},"LOWWAGE_government","Upah Minimum Pekerja ditetapkan berdasarkan ketetapan Otonomi Daerah\n    masing-masing dimana berdirinya pabrik.",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"STRUCINCR_trigger","Kenaikan Upah Pekerja berpedoman: Lanjut","Kenaikan Upah Pekerja berpedoman:\n\n  Lanjut Inflasi\n  Prestasi dan masa kerja\n  Kemampuan dan laju pertumbuhan usaha perusahaan",{"bindId":240,"name":237,"text":238},"wageincreasetype2",{"bindId":242,"name":237,"text":238},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":244,"name":245,"text":246},"ONCERISE_trigger","Setiap Pekerja diberikan tunjangan Hari ","Setiap Pekerja diberikan tunjangan Hari Raya (THR) sesuai dengan SK\n    Menteri Tenaga Kerja RI per -04\u002FMEN\u002F1994 tentang tunjangan Hari Raya, bahwa\n    bagi Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun diberikan THR 1\n    (satu) bulan Upah.",{"bindId":248,"name":249,"text":250},"incidentalbonustype2","A. Bagi pekerja yang mempunyai masa kerj","A. Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja di\nperusahaan 1 (satu) tahun diberikan THR sebesar 1005 dari upah sebulan.",{"bindId":252,"name":249,"text":250},"incidentalbonusperc1",{"bindId":254,"name":255,"text":256},"incidentalbonusdate","Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan 2 (d","Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan 2 (dua) Minggu sebelum Hari Raya Idul\n    Fitri\u002FLebaran.",{"bindId":258,"name":259,"text":260},"overtimeallowancetype_general","1. Pada Hari Kerja biasa Untuk Jam Kerja","1. Pada Hari Kerja biasa\n\n  Untuk Jam Kerja Lembur Pertama dibayar: 1.5 x (1\u002F173 x upah sebulan)\n  Untuk Jam Kerja Lembur selanjutnya dibayar: 2 x (1\u002F173 x upah\n  sebulan)",{"bindId":262,"name":259,"text":260},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":264,"name":259,"text":260},"overtimeallowancetype",{"bindId":266,"name":259,"text":260},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":268,"name":269,"text":270},"SUNDAY_trigger","2. Pada Hari Istirahat Mingguan\u002F Hari Li","2. Pada Hari Istirahat Mingguan\u002F Hari Libur Resmi\n\n  Untuk jam kerja Lembur 8 jam ke 1 dibayar: 2 x (1\u002F173 x upah sebulan)\n  Untuk jam kerja Lembur 1 jam ke 9 dibayar: 3 x (1\u002F173 x upah sebulan)\n  Untuk jam kerja Lembur 10 dst dibayar: 4 x (1\u002F173 x upah sebulan)",{"bindId":272,"name":269,"text":270},"sundayallowancetype",{"bindId":274,"name":269,"text":270},"sundayallowanceperc1",{"bindId":276,"name":277,"text":278},"SENIOR_trigger","3. Tunjangan Masa Kerja Besarnya tunjang","3. Tunjangan Masa Kerja\n\nBesarnya tunjangan Masa Kerja untuk Pekerja dalam satu hari diberikan selama\nmasa kerja, masing-masing sebesar:\n\nMasa Kerja 1 tahun sebesar: Rp 30\n\nMasa Kerja 2 tahun sebesar: Rp 45\n\nMasa Kerja 3 tahun sebesar: Rp 65\n\nMasa Kerja 4 tahun sebesar: Rp 85\n\nMasa Kerja 5 tahun sebesar: Rp 1.0\n\nMasa Kerja 6 tahun sebesar: Rp 1.3\n\nMasa Kerja 7 tahun sebesar: Rp 1.5\n\nMasa Kerja 8 tahun sebesar: Rp 1.6\n\nMasa Kerja 9 tahun sebesar: Rp 1.8\n\nMasa Kerja 10 tahun sebesar: Rp 1.9\n\nMasa Kerja 11 tahun sebesar: Rp 2.1\n\nMasa Kerja 12 tahun sebesar: Rp 2.2\n\nMasa Kerja 13 tahun sebesar: Rp 2.4\n\nMasa Kerja 14 tahun sebesar: Rp 2.5\n\nMasa Kerja 15 tahun sebesar: Rp 2.7\n\nMasa Kerja 16 tahun sebesar: Rp 2.9\n\nMasa Kerja 17 tahun sebesar: Rp 3.100\n\nMasa Kerja 18 tahun sebesar: Rp 3.250\n\nMasa Kerja 19 tahun sebesar: Rp 3.400\n\nMasa Kerja 20 tahun sebesar: Rp 3.550\n\nMasa Kerja 21 tahun sebesar: Rp 3.750\n\nMasa Kerja 22 tahun sebesar: Rp 3.900\n\nMasa Kerja 23 tahun sebesar: Rp 4.050\n\nMasa Kerja 24 tahun sebesar: Rp 4.250\n\nMasa Kerja 25 tahun sebesar: Rp 4.550\n\nMasa Kerja 26 tahun sebesar: Rp 4.800\n\nMasa Kerja 27 tahun sebesar: Rp 4.900\n\nMasa Kerja 28 tahun sebesar: Rp 5.100\n\nMasa Kerja 29 tahun sebesar: Rp 5.200\n\nMasa Kerja 30 tahun sebesar: Rp 5.400\n\nMasa Kerja 31 tahun sebesar: Rp 5.600\n\nMasa Kerja 32 tahun sebesar: Rp 5.800\n\nMasa Kerja 33 tahun sebesar: Rp 6.00\n\nMasa Kerja 34 tahun sebesar: Rp 6.200\n\nMasa Kerja 35 tahun sebesar: Rp 6.400",{"bindId":280,"name":277,"text":278},"longserviceallowancetype",{"bindId":282,"name":283,"text":284},"COMMUTE_trigger","Kelompok Upah terdiri dari: Gaji pokok U","Kelompok Upah terdiri dari:\n\n  Gaji pokok\n  Uang Makan dan Transport\n  Tunjangan Jabatan\n  Target\n  Tunjangan Masa Kerja\n  Tunjangan Kehadiran",{"bindId":286,"name":283,"text":284},"MEALALL_trigger",{"bindId":288,"name":48,"text":289},"coverunion_trigger","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh Pekerja kecuali bagi\n    Pekerja yang mempunyai Perjanjian Kerja tersendiri dengan Perusahaan.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Tuntex Garment II - 2018\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2018-12-10\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-12-10\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Tuntex Garment II\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja SPTSK SPSI PT. Tuntex Garment Indonesia Cikupa II\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Aliyudin, Nurdin\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Employee involvement in the monitoring, The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;1000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n         \u003Cdiv id=\"display-gender\">\n                Referensi khusus untuk gender dalam kesetaraan upah: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;6.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;105&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;30.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[295],{"title":39,"slug":34},[297],{"type":298,"data":299},"call_to_action_body_block",{"title":300,"description":301,"variant":302,"link":303},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":300,"url":304,"description":300,"rel":305,"type":306},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[308],{"type":298,"data":309},{"title":300,"description":301,"variant":302,"link":310},{"title":300,"url":304,"description":300,"rel":305,"type":306},[]]