[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tuntex-garment-dengan-sptp-dan-kspsi-2013---2015":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":310,"content_type_view":311,"extra_breadcrumbs":312,"body":314,"body_blocks":325,"related_pages":329},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":308,"translations":309},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":37,"title":37,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tuntex-garment-dengan-sptp-dan-kspsi-2013---2015","bb9d0cce-fcb0-11e5-98a7-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tuntex-garment-dengan-sptp-dan-kspsi-2013---2015\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tuntex-garment-dengan-sptp-dan-kspsi-2013---2015\u002F","PT. Tuntex Garment 2013 - 2015","ba_ID","Indonesia - PT. Tuntex Garment 2013 - 2015","PT. Tuntex Garment 2013 - 2015 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"105 - PKB PT. Tuntex Garment 2013 - 2015.html","\n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. TUNTEX GARMENT INDONESIA DENGAN SPTP\nDAN KSPSI 2013 - 2015\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Istilah - Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan : Adalah PT. Tuntex Garment Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha : Adalah Direksi PT. Tuntex Garment Indonesia atau Pejabat yang\ndiberikan kuasa untuk atas nama PT. Tuntex Garment Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja : Adalah setiap orang yang mengadakan hubungan kerja dan telah\nmenandatangani Surat Perjanjian Kerja dengan Pengusaha dan mendapat upah dari\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat Pekerja : Adalah Serikat Pekerja yang terdaftar di kantor Dinas\nTenaga Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengurus Serikat Pekerja : Adalah anggota Serikat Pekerja yang terpilih\noleh anggota-anggotanya untuk duduk didalam kepengurusan Unit Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja Tetap : Adalah Pekerja yang telah menyelesaikan masa berlaku\nPercobaan selama 3 (tiga) bulan sesuai dengan peraturan Perundang-undangan\nketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Anggota Serikat Pekerja : Adalah pekerja - pekerja yang terdaftar di unit\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Keluarga Pekerja : Adalah Istri atau Suami dan anak pekerja yang sah yang\ntelah terdaftar dalam administrasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Ahli Waris : Adalah Keluarga Pekerja (Istri \u002FSuami, anak) apabila Pekerja\nmasih lajang maka sebagai ahli waris yang sah, Ayah\u002FIbu kandung, Kakak dan\nAdik. Apabila Ayah\u002F Ibu kandung, kakak dan Adik tidak ada maka ahli warisnya\nadalah orang yang ditunjuk dan disahkan oleh Hukum (Lurah dan Camat).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Upah \u002F Gaji : Adalah Imbalan Jasa yang diterima oleh Pekerja berupa uang\natas pekerjaannya sebagai akibat adanya hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Upah Lembur : Adalah Upah yang diterima oleh Pekerja yang melaksanakan\npekerjaannya diluar Jam Kerja yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Jam Kerja : Adalah Senin s\u002Fd Jum'at pukul 07.30 s\u002Fd 16.30 wib untuk\nberada dilingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Hari Kerja : Adalah waktu kerja dari Senin s\u002Fd Jum'at dimana Pekerja\nmelakukan kerjanya selama 5 (lima) hari berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Kerja Lembur : Adalah pekerjaan yang dilakukan diluar jam kerja yang\ntelah ditentukan berdasarkan surat perintah kerja lembur baik lisan maupun\ntulisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Hari Libur : Adalah hari Minggu atau hari istirahat Mingguan lainnya dan\nHari Libur Resmi\u002F Nasional yang diatur\u002Fditetapkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Peringatan Adalah teguran kepada Pekerja dari Perusahaan secara lisan\natau tulisan, oleh karena adanya tindakan melanggar disiplin atau perbuatan\nyang melanggar ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Pemutusan Hubungan Kerja : Adalah berakhirnya Hubungan Kerja seseorang\natau kelompok pekerja dengan pengusaha dimana bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Bipartit : Adalah penyelesaian segala macam masalah hubungan industrial\nKetenagakerjaan secara Musyawarah dan Mufakat oleh Pekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.PKB Adalah singkatan dari Perjanjian Kerja Bersama yang isinya Perjanjian\nyang dibuat dan diselenggarakan antara Serikat Pekerja dan Pengusaha yang pada\numumnya berisi syarat - syarat kerja, kondisi kerja yang mengatur hak dan\nkewajiban Pekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Jam \u002F Waktu Istirahat : Adalah jam \u002F waktu dimana pekerja setelah\nmelakukan pekerjaannya selama 4 (empat) jam terus menerus diberikan waktu untuk\ntidak melakukan pekerjaan 60 (enam puluh) menit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Hari Istirahat : Adalah hari dimana pekerja selama 40 (empat puluh) jam\nseminggu atau 5 (lima) hari kerja berturut - turut diberikan waktu selama 2\n(dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Lokasi \u002F Komplek Perusahaan : Adalah dimana Pekerja PT. Tuntex Garment\nIndonesia melakukan aktivitas kerja yang merupakan milik Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Maksud dan Tujuan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Memperjelas hak-hak dan Kewajiban Perusahaan serta Hak-hak dan Kewajiban\nPekerja \u002F Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menetapkan Syarat-syarat Kerja dan kondisi kerja bagi Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mengatur cara-cara baik untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dan\nperselisihan antara Pekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Memperteguh dan menciptakan Hubungan kerja yang harmonis antara Pengusaha\ndengan seluruh Pekerja \u002F Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>5.Mencegah jangan sampai terjadi diskriminasi terhadap Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur tentang hal - hal yang bersifat\numum, disamping itu baik Perusahaan maupun Serikat Pekerja mempunyai hak-hak\nlain yang diatur dalam peraturan Perundang - undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh Pekerja kecuali bagi\nPekerja yang mempunyai Perjanjian Kerja tersendiri dengan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Memberi pengetahuan, membentuk serta menciptakan kecakapan kerja dan\nketerampilan Kerja bagi pekerja sehingga potensi dan daya kreasinya dapat\nberkembang guna mempertinggi Produktivitas dan Kesejahteraan Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Peraturan tambahan yang belum ada dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dapat\ndibuat oleh Perusahaan dengan mengadakan musyawarah dengan Serikat Pekerja,\ndengan catatan isinya tidak boleh bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Hak dan Kewajiban Pihak yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk mengembangkan iklim Kerja\nsama yang baik dengan mengusahakan penyelesalan setiap masalah dengan\nMusyawarah untuk Mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dengan dasar musyawarah untuk mufakat Pengusaha dan Serikat Pekerja tidak\nakan menyampaikan keterangan yang dapat merugikan kedua belah pihak serta\nsaling mencegah kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan isi Perjanjian ini\nmaupun norma-norma dan tata tertib yang dikeluarkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Salah satu hak yang merupakan fungsi dari Serikat Pekerja di Perusahaan\nbaik secara individu maupun kolektif. Pengakuan pada pihak-pihak Pekerja adalah\ntidak berarti sebagai pengurangan hak-hak dan kewajiban Perusahaan terhadap\nPekerjanya secara Perorangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha maupun Serikat Pekerja berkewajiban memberikan penerangan \u002F\npenyuluhan kepada Pekerja secara Kolektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal terjadi penyimpangan terhadap Undang undang yang menyangkut\nKetenagakerjaan Perusahaan terlebih dahulu bermusyawarah dengan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGAKUAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA DAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Pengakuan Terhadap Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengurus Serikat Pekerja adalah Pengurus Harian Unit Kerja yang dipilih\noleh Anggota melalui Rapat Umum Anggota (RUTA).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Anggota Serikat Pekerja adalah semua Pekerja yang mempunyai Ikatan Kerja\nterkecuali untuk level manager.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menjamm tidak akan melakukan tekanan-tekanan langsung maupun\ntidak langsung ataupun tindakan diskriminatif terhadap Pekerja yang dipilih dan\nmemilih untuk menjadi anggota maupun sebagai Fungsionaris dalam Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha menjamin tidak akan melakukan tekanan-tekanan langsung maupun\ntidak langsung ataupun tindakan diskriminatif terhadap Pekerja yang dipilih dan\nmemilih untuk menjadi anggota maupun sebagai Fungsionaris dalam Serikat\nPekerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Terhadap Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja mengakui Perusahaan mempunyai Hak untuk memimpin dan\nmenjalankan usahanya sesuai dengan Kebijaksanaan Perusahaan sepanjang tidak\nbertentangan dengan ketentuan yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama\ndan Undang-undang serta Peraturan Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam melaksanakan fungsinya masing-masing kedua belah Pihak saling\nmenghormati, saling konsultasi \u002F musyawarah dan tidak mencampuri urusan Intern\nmasing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja menyetujui adanya kebijakan Direksi dan semua pekerja\ndiwajibkan untuk mentaati dan melaksanakan apa yang telah tercantum dalam\nkebijakan Direksi sepanjang tidak bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama\nuntuk keperluan - keperluan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Operation (Produksi, Maintenance) dsb.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pedoman dan Standar Kerja (Job Discription )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tata tertib (disiplin kerja) dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Fasilitas Bagi Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan dispensasi dan sarana transportasi kepada Pengurus\natau Anggota Serikat Pekerja dengan tidak mengurangi hak-hak sebagai Pekerja\ndalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memenuhi Undangan \u002FPanggilan dari Perangkat Organisasi Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menghadiri Pendidikan dan Seminar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memenuhi Undangan \u002F Panggilan Instansi Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Perundingan dengan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Rapat - rapat Pengurus Serikat Pekerja \u002F Unit Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Memberikan ijin Dispensasi untuk mengikuti kegiatan Unjuk Rasa Sesuai\nInstruksi Perangkat atas Organisasi atau Aliansi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan ruang kerja untuk Kantor Serikat Pekerja beserta\nPeralatan \u002F perlengkapan kerja yang memadai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan menyediakan Papan Pengumuman yang dapat dipakai oleh Serikat\nPekerja untuk kepentingan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan membantu Serikat Pekerja dalam hal melaksanakan pemotongan\niuran sesuai dengan surat kuasa kolektif Serikat Pekerja. Pengurus Serikat\nPekerja PT. Tuntex Garment Indonesia adalah wakil yang syah serta berhak\nmenandatangani setiap kesepakatan yang dilakukan oleh Perusahaan dengan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Jadwal piket di Sekretariat Serikat Pekerja dimana 1 (satu) orang petugas\npiket dan Ketua serikat Pekerja bersifat fieksibel.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Penerimaan Pekerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penerimaan Pekerja Baru disesuaikan dengan kebutuhan Perusahaan dan\nberdasar pada prosedur yang berlaku di perusahaan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Surat lamaran ditulis tangan sendiri oleh pelamar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pelamar berusia minimal 18 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Surat lamaran dilengkapi dengan :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Daftar riwayat hidup\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Photo copy SKCK dari polisi yang masih beriaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Photo copy KTP yang masih beriaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Photo copy ijazah terakhir dan transkip nilai\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Photo copy Surat pengalaman kerja bagi yang mempunyai\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pas photo ukuran 4x6 = 2 lembar dan 3x4 = 2 lembar\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>d.Mengisi formulir isian yang disediakan perusahaan secara lengkap dan dapat\ndipertanggungjawabkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Lulus dalam seleksi, test interviu atau persyaratan lain yang diakukan\noleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Team penerimaan dan penyusunan materi test penerimaan pekerja baru\nsepenuhnya wewenang personalia,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hasil test langsung diberitahukan kepada pelamar atau calon pekerja dan\nsetelah dinyatakan lulus test maka pekerja dapat bekerja dengan status masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal penerimaan Pekerja baru maka Perusahaan dapat menginformasikan\nhal tersebut kepada Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.a. Masa percobaan dimaksudkan sebagai tempat penyesuaian untuk mengetahui\nkemampuan pekerjaan yang bersangkutan serta merupakan kesempatan bagi\nperusahaan untuk lebih jauh mempelajari tingkah laku, sifat dan kemampuan dalam\nmelaksanakan tugas yang diberikan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>b. Lamanya jangka waktu masa percobaan adalah max. 3 (tiga) bulan sejak yang\nbersangkutan diterima bekerja dan hanya boleh diadakan untuk satu kali masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Hak - hak Pengusaha terhadap pekerja masa percobaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila Pekerja masa percobaan dinilai kurang cakap, kurang disiplin dan\nkurang mampu dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh pengusaha, maka\nperusahaan da pat memutuskan hubungan kerja tanpa syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pimpinan perusahaan mengangkat pekerja secara otomatis bagi yang lulus\ndalam masa percobaan sebagai pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Status Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja PT.Tuntex Garment Indonesia adalah Pekerja yang telah memenuhi\nSyarat yang telah ditentukan, diterima dan dipekerjakan untuk jangka waktu yang\ntidak ditentukan dan yang upahnya dipengaruhi oleh kehadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Mutasi, Demosi dan Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Demi pendayagunaan tenaga kerja serta tercapainya tujuan Operasional\nPerusahaan secara Efisien, Efektif dan menyeluruh Perusahaan dapat mengatur dan\nmenunjuk setiap Pekerja untuk dipindahkan dari satu bagian ke bagian lain\nsesuai dengan kebutuhan yang sifatnya bukan merupakan suatu hukuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi dilaksanakan setelah dilakukan pertimbangan dengan memperhatikan\nsituasi dan kebutuhan tenaga kerja pada suatu bagian ,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Terhadap Pekerja yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk\nmelaksanakan Pekerjaannya maka atas dasar argumentasi dan alasan yang jelas\nserta dapat dipertanggung jawabkan Perusahaan akan memindahkan pada bagian yang\nsesuai dengan kemampuan Fisiknya agar dapat melaksanakan Pekerjaannya dengan\nbaik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemindahan Pekerja khusus pada Pejabat yang tertera dalam struktur\nOrganisasi akan dikuatkan dengan surat keputusan Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mutasi Pekerja tidak botehmengurangi Fasilitas dan penghasilan yang selama\nini didapat atau diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Demosi\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Perusahaan berwenang untuk menurunkan pangkat atau jabatan Pekerja lebih\n    rendah dari pangkat Jabatan semula dalam Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demosi atau penurunan Jabatan dapat terjadi karena beberapa sebab seperti\n    penurunan prestasi, dedikasi, loyalitas, dan sikap yang kesemuanya didasari\n    argumentasi serta alasan yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penurunan Pangkat atau Jabatan dikuatkan dengan Surat keputusan yang\n    dikeluarkan oleh Pimpinan Perusahaan dan berpengaruh terhadap Fasilitas\n    Jabatan yang diperoleh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penurunan Pangkat atau Jabatan harus sepengetahuan yang bersangkutan\n    diajukan oleh Atasan langsung secara berjenjang keatas dan disetujui oleh\n    Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penurunan Jabatan yang terjadi akibat restrukturisasi Organisasi tidak\n    boleh mengurangi Fasilitas dan Penghasilan yang selama ini didapat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3.Promosi Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Promosi Pekerja dengan Jabatan yang lebih tinggi merupakan wewenang\nPerusahaan, pekerja-pekerja yang menurut penilaian menurut Perusahaan mempunyai\n:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Prestasi yang baik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kondiute Kerja yang baik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengetahuan \u002F pemahaman masalah teknik Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Inisiatif.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Loyalitas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kepemimpinan yang baik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanggung Jawab.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berkemungkinan untuk dipromosikan ke Jabatan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Pendidikan, Latihan dan Penyuluhan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>1.Menyadari pentingnya faktor kualitas dalam keberhasilan usaha maka\nperusahaan mengadakan Pendidikan dan Latihan guna meningkatkan keterampilan,\nefisiensi dan produktifitas Kerja. Pendidikan dan Latihan Kerja tersebut\nditujukan bagi seluruh Pekerja PT.Tuntex Garment Indonesia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi Pekerja baru oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja diberikan penyuluhan\nmengenai hak dan kewajiban.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HARI KERJA \u002F JAM KERJA \u002F SHIFT KERJA \u002F KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Hari Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>Hari Kerja di Perusahaan adalah 5 (lima) hari Kerja seminggu yaitu hari\nSenin sampai dengan hari Jum'at.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Jam Kerja \u002F Shift Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>Jam Kerja, Waktu Kerja, Istirahat dan Shif Kerja ditetapkan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Office dan Produksi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Hari Senin s\u002Fd Kamis : Pukul 07.30 s\u002Fd 16.30wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Pukul 12.00 s\u002Fd 13.00wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hari Jum'at : Pukul 07.30 s\u002Fd 17.00wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Pukul 11.30 s\u002Fd 13.00wib\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang bekerja pada Shift 1 (satu) pada hari Senin s\u002Fd Jum'at\ndisediakan uang makan siang dan uang transport.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang bekerja pada Shift 2 (dua) dari hari Senin s\u002Fd Jum'at\ndisediakan makan, uang transport atau kendaraan antar pulang sampai ketempat\ntinggal masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi Pekerja yang bekerja sampai dengan pukul 22.00 wib, akan mendapat\nmakan kedua atau ekstra fooding.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila terdapat pekerjaan yang perlu diselesaikan serta mengingat sifat\npekerjaan yang mendesak maka pekerja bersedia untuk melakukan kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal tersebut diatas perusahaan terlebih dahulu mengkoordinasikan\ndengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cp>3.Pekerjaan yang dilakukan melebihi 8 (delapan) jam kerja sehari dan 40\n(empat puluh) jam seminggu atau pekerjaan yang dilakukan pada hari Istirahat\nmingguan atau hari libur, resmi diperhitungkan sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerja tidak dapat memenuhi kesepakatan dalam ayat 1 (satu)\ndikarenakan kepentingan yang sangat perlu deh pekerja maka pekerja tidak dapat\ndikenakan sangsi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp>1.Pada Hari Kerja biasa\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk Jam kerja Lembur Pertama dibayar : 1.5 x (1\u002F173 x upah sebulan)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk jam Lembur selanjutnya dibayar : 2 x (1\u002F173 x upah sebulan)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>2.Pada hari Istirahat Mingguan \u002F hari libur resmi\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk jam kerja Lembur 8 jam ke 1 dibayar : 2 x (1\u002F173 x upah\n  sebulan)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk jam kerja Lembur 1 jam ke 9 dibayar : 3 x (1\u002F173 x upah\n  sebulan)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk jam kerja Lembur 10 dst dibayar : 4 x (1\u002F173 x upah sebulan)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3.Perhitungan Upah Lembur sejam : 1 \u002F 173 x upah sebulan (gaji pokok +\nTunjangan tetap + Tunjangan Jabatan )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kerja lembur baru sah jika disetujui \u002F diperhitungkan oleh Pejabat\nPerusahaan atau Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pembayaran Upah Lembur dilaksanakan bersamaan pembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pembayaran Upah Lembur pekerja bulanan, disertai total jam lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Istirahat Mingguan atau Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Pada hari Sabtu atau Minggu pekerja dibebaskan dari pekerjaan (Hari\nIstirahat Mingguan) dan pada hari Libur resmi yang ditetapkan oleh\nPemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Pekerja Perempuan yang merasakan sakit pada saat haid tidak diwajibkan\nbekerja pada hari pertama dan kedua dengan menerima upah penuh dan terlebih\ndahulu memberitahukan kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Cuti Hamil dan Gugur Kandungan \u002F Keguguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Setiap Pekerja Perempuan berhak atas Cuti hamil selama 3 (tiga) bulan\ndengan mendapatkan upah penuh dengan cara pengambilan 1,5 (satu setengah) bulan\nsebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja Perempuan yang mempergunakan Cuti hamilnya harus mengajukan\npermohonan terlebih dahulu kepada Perusahaan disertai surat keterangan Dokter\natau Bidan yang merawatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3.Pekerja yang mengalami Gugur Kandungan berhak atas Cuti selama 1,5 (satu\nsetengah) bulan terhitung mulai keguguran dengan disertai surat keterangan\nDokter atau Bidan yang merawatnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pekerja Perempuan wajib melaporkan kepada perusahaan atas kehamilannya\npada minggu ke 8 (delapan) dengan mengisi formulir laporan kehamilannya yang\ndisahkan oleh Dokter kandungan atau Bidan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Setiap Pekerja yang tetah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berhak atas\nCuti Tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapatkan Upah\nPenuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja yang akan mengambil hak cuti selambat - lambatnya 1 (satu)\nminggu sebelumnya harus mengajukan permohonan kepada Perusahaan kecuali dalam\nhal yang sifatnya mendesak atau mendadak dan wajib menunjukan bukti bukti-yang\nsah dan kuat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila Pekerja tidak menggunakan hak Cuti Tahunannya sampai batas waktu\n12 (dua belas) bulan setelah lahirnya cuti tersebut bukan karena kesalahan\nperusahaan maka hak cuti tahunannya dianggap gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam pelaksanaan Cuti Bersama pada saat libur Lebaran\u002FIdul Fitri maka\ndimusyawarahkan antara Management dan Serikat Pekerja 1 (satu) minggu sebelum\nPuasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Libur lebaran sebanyak 6 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perusahaan harus memberitahukan dan atau mengeluarkan Daftar Cuti Tahunan\nKaryawan bila jatuh tempo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Izin Meninggalkan Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan ijin meninggalkan pekerjaan pada pekerja dengan\nmendapatkan upah penuh dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pernikahan Pekerja: 3 (tiga) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pernikahan Anak Pekerja : 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khitan atau Baptis Anak Pekerja : 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cli>Istri \u002F Suami, Anak, Orang tua \u002F Mertua Meninggal Dunia : 2 (dua)\n  hari\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cli>Istri Pekerja Melahirkan \u002F Gugur Kandungan : 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n  \u003Cli>Memenuhi Panggilan Instansi Pemerintah : 1 (satu) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menunaikan Ibadah Haji : 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menunaikan Ibadah Umroh : 15 (lima belas) hari kalender\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota keluarga meninggal dunia dalam 1 (satu ) rumah : 1 (satu)\n  hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bencana alam dengan surat keterangan RT\u002FRW : 1 (satu) hari hanya dalam 1\n    tahun\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2.Pekerja dapat meninggalkan pekerjaan setelah memperoleh ijin dari\nPerusahaan sesuai dengan prosedur yang berlaku di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Prinsip dasar Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Berlaku Adil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mendorong Prestasi Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menjaga Keseimbangan pertumbuhan Usaha Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mampu mempertahankan dan mencari Tenaga Kerja yang Trampil dan cakap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Dasar Penetapan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Keahlian Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Prestasi Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jenis dan macam pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Berat ringan tanggung jawab yang dipikul\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>1.Kelompok Upah terdiri dari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Uang Makan dan Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Target\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tunjangan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Administrasi Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap tanggal 6 (enam) dan tanggal 21 (dua puluh satu) bagi Pekerja\nHarian PT. Tuntex Garment Indonesia Cikupa 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja diberikan slip gaji dalam setiap penerimaan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Sifat Premi Target\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Premi Target diberikan kepada Pekerja yang hasil kerjanya mencapai standar\u002F\ntarget yang telah ditetapkan oleh Perusahaan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Upah Minimum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageamount\">\u003Cp>1.Upah Minimum Pekerja ditetapkan berdasarkan ketetapan Otonomi Daerah\nmasing-masing dimana berdirinya pabrik.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Upah Minimum hanya diberikan kepada Pekerja Harian dengan masa kerja 0\n(nol) sampai dengan kurang dari 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Apabila Perusahaan mendapatkan keuntungan dan laju pertumbuhan usaha\nPerusahaan maka akan dipertimbangkan oieh Direksi mengenai kenaikan Upah\nMinimum Propinsi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp>Kenaikan Upah Pekerja berpedoman pada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Laju Inflasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Prestasi dan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kemampuan dan laju Pertumbuhan Usaha Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Upah Pekerja Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila Pekerja sakit yang dapat dibuktikan dengan surat Keterangan Dokter\nmaka upahnya tetap dibayar penuh,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>2.Apabila Pekerja sakit berkepanjangan (dalam waktu lama) yang dapat\ndibuktikan dengan surat Keterangan Dokter, dan pembayaran upahnya diatur\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar 100%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 4 (empat) bulan kedua dibayar sebesar 75%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. 4 (empat) bulan ketiga dibayar sebesar 50%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25% sebelum PHK (Pemutusan\nHubungan Kerja).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>3.Apabila ternyata dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan pekerja belum\nmampu untuk bekerja maka Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja yang\ndilaksanakan sesuai dengan Prosedur UU No.13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1.Setiap Pekerja diberikan tunjangan Hari Raya (THR) sesuai dengan SK\nMenteri Tenaga Kerja RI per-04 \u002F MEN \u002F 1994 tentang tunjangan Hari Raya bahwa\nbagi Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu ) tahun diberikan THR 1 (satu)\nbulan Upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan 2 (dua) Minggu sebelum Hart Raya Idul\nFitri \u002F Lebaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Besarnya Basic (THR) diberikan kepada Pekerja Harian dan Bulanan\nberdasarkan masa kerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>a.Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja di perusahaan 1 (satu) tahun\ndiberikan THR sebesar 100 % dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja di perusahaan 1 (satu) tahun lebih\ns\u002Fd 5 (lima ) tahun diberikan THR sebesar 125 % dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja di perusahaan 5 (lima) tahun lebih\ndiberikan THR sebesar 140 % dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Bagi pekerja yang belum mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun akan diberikan\nsecara proporsional sesuai dengan masa kerja yang bersangkutan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk masa kerja 3 bulan THR sebesar 3\u002F12 x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk masa kerja 2 bulan THR sebesar 2\u002F12 x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk masa kerja 1 bulan THR sebesar 1\u002F12 x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Biaya Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjalanan Dinas adalah setiap perjalanan yang ditugaskan oleh Perusahaan\ndan dilakukan dalam rangka tugas Perusahaan, maka kepadanya diberikan biaya\nmeliputi, penginapan, uang makan, dan Transport yang berhubungan dinas\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya Uang Perjalanan Dinas diatur dalam Peraturan Pelaksanaan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Upah Selama Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja dalam Proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pertimbangan\nPerusahaan ada hal - hal yang mungkin akan merugikan baik kepada Pekerja maupun\nPerusahaan, maka Pekerja tersebut dapat dikenakan skorsing sebelum mendapatkan\nIjin Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari Lembaga Penyelesaian Perselisihan\nHubungan Industrial (PPHI), dengan tetap memperoleh Upah beserta hak-hak yang\nbiasa diterima Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Upah Pekerja yang Ditahan Oleh Pihak yang Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang ditahan oleh pihak yang berwajib bukan karena pengaduan\nPerusahaan tidak mendapat Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pihak Keluarga yang ditinggalkan diberikan tunjangan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk Istri 25 % dari Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk Istri + 1 (satu) anak 35 % dari Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk Istri + 2 (dua) anak 45 % dari Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk Istri + 3 (tiga) anak 50 % dari Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemberian Bantuan diberikan paling lama 6 (enam) bulan dan setelah\nmelewati masa 6 (enam) bulan hubungan kerja dengan pekerja yang bersangkutan\ndiputuskan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila penahanan dikarenakan pengaduan Perusahaan, maka Upah ditetapkan\ndan dibayar 75 % dari gaji sampsi dengan dijatuhkan vonis dari Pengadilan\nNegeri, atau untuk selama - lamanya 6 (enam) bulan. Apabila ternyata tidak\nterbukti dan Pekerja yang bersangkutan dinyatakan tidak bersalah oleh\nPengadilan Negeri, Maka Pekerja tersebut mendapatkan haknya dan tetap\ndipekerjakan kembali sebagaimana semula dan kekurangan upahnya dibayar\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Tunjangan - Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan Jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bagi Pekerja yang mempunyai Jabatan diberikan Tunjangan Jabatan yang\nbesarnya didasarkan pada berat ringannya tanggungjawab yang dipegang oteh\npekerja yang bersangkutan dan diberikan setiap 1 (satu) bulan sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Besarnya Tunjangan Jabatan ditentukan oleh Pimpinan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan kehadiran adalah tunjangan yang dberikan kepada Pekerja Apabila\ndalam 1 (satu) bulan bekerja secara terus menerus, atau Pekerja mengambi) Cuti\nTahunan dan Dispensasi Dinas, diberikan Tunjangan sebesar Rp.30.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan Masa Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cp>Besarnya tunjangan Masa Kerja untuk Pekerja dalam satu hari diberikan sesuai\nmasa kerja, masing-masing sebesar :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 1 tahun sebesar Rp. 250\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 2 tahun sebesar Rp. 400\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 3 tahun sebesar Rp. 600\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 4 tahun sebesar Rp. 800\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 5 tahun sebesar Rp. 1.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 6 tahun sebesar Rp. 1.300\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 7 tahun sebesar Rp. 1.450\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 8 tahun sebesar Rp. 1.600\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 9 tahun sebesar Rp. 1.750\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 10 tahun sebesar Rp. 1.900\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 11 tahun sebesar Rp. 2.050\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 12 tahun sebesar Rp. 2.200\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 13 tahun sebesar Rp. 2.350\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 14 tahun sebesar Rp. 2.500\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 15 tahun sebesar Rp. 2.700\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 16 tahun sebesar Rp. 2.900\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 17 tahun sebesar Rp. 3.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 18 tahun sebesar Rp. 3.200\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 19 tahun sebesar Rp. 3.300\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 20 tahun sebesar Rp. 3.500\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 21 tahun sebesar Rp. 3.700\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 22 tahun sebesar Rp. 3.800\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 23 tahun sebesar Rp. 4.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 24 tahun sebesar Rp. 4.200\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 25 tahun sebesar Rp. 4.300\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 25 tahun sebesar Rp. 4.500\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 27 tahun sebesar Rp. 4.600\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 28 tahun sebesar Rp. 4.800\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 29 tahun sebesar Rp. 4.900\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja 30 tahun sebesar Rp. 5.000\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : JAMINAN SOSIAL, KESEJAHTERAAN, PENGOBATAN DAN PERAWATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1.Sesuai dengan Undang-Undang No.3 tahun 1992, tentang Jaminan Sosial Tenaga\nKerja (Jamsostek) dan Peraturan Pemerintah No.14 tahun 1993, tentang\nPenyelenggaraan Program Jamsostek maka pekerja PT. Tuntex Garment Indonesia\ndipertanggungkan dalam Jaminan Sosial Tenaga Kerja PT Jamsostek (Persero).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besar luran dan ketentuan pelaksanaan Program Jamsostek ini dilaksanakan\nsesuai dengan ketentuan PT Jamsostek (Persero), dengan ketentuan Permen No. PER\n-12\u002FMEN \u002F 2007 tentang petunjuk teknis pendaftaran kepesertaan, pembayaran\niuran, pembayaran santunan dan pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Fasilitas Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1.Perusahaan mengikutsertakan seluruh pekerja dalam paket A dan paket B\nprogram Jamsostek\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>2.Dalam rangka pemetiharaan Kesehatan Kerja, maka Perusahaan menyedlakan\nsarana Poliklinik untuk digunakan oleh Klinik yang bekerja sama dengan PT\nJamsostek (Inhouse Klinik)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Fasilitas Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja diberikan kesempatan untuk melakukan ibadah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang akan melakukan ibadah disediakan fasilitas dan tempat\nibadah yang layak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Koperasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan membantu kegiatan pekerja atau serikat pekerja dibidang Koperasi\ndalam bentuk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Fasilitas Tempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Fasilitas Peralatan untuk Pengurus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dispensasi Waktu untuk Pengurus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemotongan upah untuk iuran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pinjaman Modal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Santunan Kematian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Apabila Pekerja meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan Kerja, maka\nPerusahaan memberikan Hak-haknya dan tunjangan ahli warisnya sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah dalam sebulan yang sedang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pesangon diberikan kepada ahli waris tenaga kerja sampai dengan masa kerja\nsebagai mana ditetapkan dalam Undang-undang No 13 tahun 2003 pasal 166.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>c.Biaya Pemakaman sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Juta).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d.Santunan Kematian dari Perusahaan sebesar 1 (satu) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Pekerja dan Unit Teladan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk memotivasi Pekerja maka hendaknya diadakan pemilihan Pekerja dan Unit\nTeladan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Penilaian Pekerja teladan sebanyak 1 (satu) Pekerja dilaksanakan 1 (satu)\nkali dalam 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penilaian unit \u002F Group teladan dilaksanakan l (satu) kali dalam 3 (tiga)\nbulan berdasarkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dedikasie. Inisiatif\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Disiplinf. Kerjasama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Loyalitasg. Kepemimpinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kejujuranh. inovasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Olah Raga Kesenian dan Kerohanian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan Serikat Pekerja memberikan perhatian sepenuhnya untuk\npengembangan\u002F pembinaan Olah Raga, Kesenian dan Kerohanian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan memberikan fasilitas, dispensasi waktu dan bantuan biaya yang\ndiperlukan untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kegiatan Olah Raga, Kesenian dan Kerohanian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menyediakan piala dan hadiah-hadiah untuk pemenang pertandingan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka meningkatkan rasa kekeluargaan diantara pekerja dan pengusaha\nserta untuk menyegarkan kembali semangat kerja, maka dalam setiap 1 (satu)\ntahun sekali akan dilakukan rekreasi pekerja dengan biaya ditanggung perusahaan\nsesuai dengan kondisi keuangan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESELAMATAN KERJA, KESEHATAN KERJA DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetyprovisions\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>Pengusaha dan Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan dan\nKesehatan Kerja karenanya kedua belah pihak berusaha sedapat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan sakit\nakibat hubungan Kerja dan serta Kebakaran yang dapat menimpa Pekerja dan\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Keamanan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-monitoring\">\u003Cp>1.Untuk menghindari dan mencegah timbulnya Kecelakaan Kerja dan Sakit akibat\nhubungan kerja serta kebakaran, Pengusaha membentuk Panitia Pembina Keselamatan\ndan Kesehatan Kerja (P2K3 )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>2.Pihak Pengusaha dan Pekerja diwajibkan untuk melaksanakan petunjuk\nmengenai Keselamatan Kerja sesuai dengan Undang -Undang No.l tahun 1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Apabila Pekerja menemui hal-hal yang dapat membahayakan Keselamatan\nPekerja dan Pengusaha, maka Pekerja tersebut harus melaporkan kepada\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan kerja dan peralatan serta\nslat pelindung diri yang disesuaikan dengan sifat pekerjaan masing- masing\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja wajib memelihara peralatan kerja tersebut, serta memakai alat\npelindung diri yang disediakan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Perusahan memberikan seragam kerja sebanyak 2 (dua) pcs dalam 1 (satu)\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap Pekerja diwajibkan untuk melaksanakan tugas, Pekerjaan dengan penuh\ntanggung jawab dan dilarang meninggalkan Lingkungan Kerja atau melakukan\nPekerjaan lain tanpa seijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja diwajibkan untuk memelihara peralatan kerja yang disediakan\noleh Perusahaan dan barang-barang milik perusahaan dengan sebaik - baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap Pekerja diwajibkan segera melaporkan kepada atasannya langsung atas\nkehilangan atau kerusakan kelengkapan serta peralatan milik Perusahaan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap Pekerja dilarang menyalahgunakan dan memindahkan kelengkapan atau\nperalatan milik perusahaan dari tempat atau lokasi yang telah ditentukan\nkecuali dalam pemakaian yang digunakan berkenaan dengan tugas dan kewajibannya\ndidalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap Pekerja diwajibkan memberitahukan kepada perusahaan, selambat\n-lambatnya 1 (satu) minggu setiap ada perubahan yang berkenaan dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Alamat Rumah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Status Keluarga (Perkawinan Kelahiran dan Kematian).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap Pekerja wajib menjaga nama baik perusahaan serta senantiasa\nmemperhatikan kepentingan perusahaan menurut kemampuannya, walaupun untuk itu\ntidak diberikan tugas yang jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap Pekerja wajib mengetahui kewajiban di perusahaan dan\nmelaksanakannya dengan sebaik-baiknya serta berusaha meningkatkan efisiensi\nkerja, berperilaku sopan, hemat dan cermat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Perkerja wajib hadir ditempat kerja dan lingkungan pekerjaan pada waktu\nyang sudah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja yang tidak masuk kerja karena alasan sakit diharuskan menyerahkan\nsurat keterangan sakit yang sah dari Dokter,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pekerja wajib meminta izin sebeiumnya dalam hal tidak masuk kerja karena\nsesuatu urusan, kecuali dalam hal yang sifatnya mendesak atau mendadak dan\nwajib untuk menunjukan bukti-bukti yang sah dan kuat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pekerja yang tidak dapat menunjukkan bukti-bukti yang sah dan atau alasan\nyang kuat sebagaimana pada ayat 9 (sembilan) dan l0 (sepuluh) digolongkan\nsebagai mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pekerja wajib meminta ijin terlebih dahulu kepada atasannya yang\nberwenang apabila akan datang terlambat, dan meninggalkan pekerjaan pada waktu\npulang sebelum waktunya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pekerja wajib melakukan absensi ditempat yang telah ditentukan pada waktu\ndatang dan pulang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan dirinya dan pekerja lainnya,\nserta wajib memakai peralatan keselamatan kerja yang disediakan perusahaan\nserta mengikuti atau mematuhi ketentuan tentang keselamatan kerja dan\nperlindungan kerja yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\nkeselamatan kerja pekerja dan pengusaha maka diwajibkan segera melapor kepada\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Diluar waktu yang telah ditentukan oleh perusahaan, setiap pekerja tidak\ndiperbolehkan memakai atau menggunakan alat - alat dan kelengkapan kerja milik\nperusahaan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Setiap pekerja wajib memeriksa semua peralatan kerja masing - masing\nsehingga benar-benar tidak akan menimbulkan kerusakan atau bahaya yang akan\nmengganggu pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Setiap pekerja wajib memelihara kebersihan tempat kerja, alat-alat kerja\ndan kerapihan lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Setiap pekerja diwajibkan mentaati peraturan - peraturan yang beriaku\ndiperusahaan tentang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kesehatan dan Keselamatan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Keamanan diri bagi tenaga kerja harus memakai sepatu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Administrasi dan memakai tanda pengenal \u002F ID Card di Iingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Setiap Pekerja diwajibkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bersikap dan memperlakukan bawahannya sesuai dengan tugas yang ditentukan\noleh perusahaan secara wajar, jujur, adil, dan sopan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberikan petunjuk dan bimbingan yang jelas kepada bawahannya mengenai\npekerjaan yang harus dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mendorong atau memotivasi bawahannya agar kualitas dan kuantitas hasil\nkerjanya dapat ditingkatkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Setiap bawahan diwajibkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memenuhi perintah, petunjuk dan bimbingan atasannya yang bersangkutan atau\nberhubungan dengan tugas pekerjaannya secara sungguh-sungguh dengan\nsebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bersikap dan beriaku sopan dan wajar terhadap atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Setiap pekerja diwajibkan menjaga kerahasiaan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Bagi pekerja yang ketahuan\u002Ftertangkap mencuri akan dilaporkan ke Polisi\n\u002Fpihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Aturan Kedisiplinan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari bahwa dalam rangka pembinaan moral\nkerja serta disiplin kerja yang baik serta demi terciptanya efisiensi Kerja,\ndibutuhkan adanya aturan kedisiplinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dengan adanya aturan kedisiplinan ini dimaksud agar Pekerja dapat memenuhi\ndan memahami ketentuan yang berlaku di Perusahaan yang apabila dilanggar\ndikenakan sangsi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selain tata tertib yang sudah ada pada Perjanjian Kerja Bersama ini maka\nsiapapun Pekerja atau Pengusaha tidak berhak membuat tata tertib sendiri atau\nsepihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap sangsi mempunyai tingkatan yang berbeda sesuai dengan jenis atau\nberat ringannya pelanggaran yang dilakukan tingkat masa berlakunya setiap\nsangsi adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringatan Lisan : 2 (dua) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat Peringatan Pertama : 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Surat Peringatan Kedua : 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Surat Peringatan Ketiga : 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Peringatan Karena Absen Terlambat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pedoman dalam Pemberian Sangsi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemberian sangsi tidak berarti harus berurutan, melainkan tergantung pada\nfaktor - faktor sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Macam pelanggaran yang terjadi didasarkan pada penilaian berat ringan\npelanggaran tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Frekuensi (seringnya \u002F pengulangan) Pelanggaran,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Situasi dan kondisi Pekerja pada saat melakukan pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tata tertib peraturan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Unsur kesengajaan atau kelalaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Bukti dan sangsi yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Macam - Macam Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sanksi dapat dikenakan kepada yang dilakukan pelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Teguran Lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Menggunakan Mesin, peralatan bahan - bahan lainnya milik perusahaan secara\npemborosan atau bahaya bagi dirinya dan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tidak mencegah atau memberitahukan kepada Perusahaan perihal adanya\npenyalahgunaan penyimpangan dari ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mengganggu ketenangan dan ketertiban dalam lingkungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Beristirahat tidak pada tempat-tempat yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pada waktu melakukan Pekerjaan, lalai menjaga keselamatan dirinya\u002Forang\nlain serta tidak memberikan pertolongan terhadap rekan kerjanya yang mengalami\nkecelakaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Masuk atau keluar dari Lingkungan Perusahaan tidak melalui pintu yang\ntelah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Bekerja tanpa mentaati prosedur Kerja yang telah ditentukan perusahaan dan\natau langkah-langkah keselamatan dan kesehatan Kerja (K3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Menerima tamu pribadi bukan ditempat yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Menghilangkan alat \u002F perlengkapan kerja yang telah diberikan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Tidak memakai seragam kerja selama dilingkungan Perusahaan sesuai dengan\njadwal pemakaian seragam yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Tidak memakai sepatu pada saat bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat Peringatan Pertama (SP.l)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tidak mengenakan Kartu Tanda Pengenai selama berada di lingkungan\nPerusahaan tanpa alasan yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mengabsenkan absen orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Membuat coretan dan atau mencoret coret lingkungan tempat kerja selain\nuntuk kepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Meninggalkan tempat kerja atau pulang lebih awal tanpa ada ijin dari\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan kegiatan untuk kepentingan pribadi dalam jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Melakukan pekerjaan secara serampangan atau tidak teliti sehingga\nmengalami kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Melaksanakan \u002F melakukan pekerjaan yang bukan pekerjaannya, kecuali atas\nperintah atasannya atau pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Membawa makanan dan minuman yang berwama ke dalam ruang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Tukar shift tanpa seijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Tenaga kerja tidak memakai alat pelindung diri (APD) yang telah\nditentukan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Membawa HP \u002F kamera ke ruang Produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pada saat keluar istirahat\u002Fpulang kerja tidak tertib atau mengikuti\nantrian yang telah ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pengulangan atas pelanggaran dari peringatan lisan yang telah\ndiberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Surat Peringatan ke Dua (SP.2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tidur dalam jam kerja ditempat atau Ruang Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Marah, mengkritik dengan menggunakan kata-kata kasar atau tidak senonoh\nterhadap sesama Pekerja Indonesia atau pun Pekerja Asing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memperdebatkan atau mempertentangkan hal-hal yang bersifat politik, Agama,\nRas, Suku atau golongan sehingga menimbulkan keresahan di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Melakukan atau tindakan yang bertentangan dengan hak asasi manusia \u002F\nmerendahkan martabat Manusia atau yang sifatnya pelecehan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan kecerobohan atau kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan kerja\natau mengakibatkan kerusakan barang-barang milik perusahaan dan atau merugikan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Telah menyalah gunakan Surat Keterangan Dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Menolak mentaati perintah atau penugasan yang diberikan oleh Pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Berjualan didalam pabrik atau tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Menolak untuk dimutasikan atau dipindahkan kebagian orang lain,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pengulangan atas pelanggaran dari ketentuan Peringatan Pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Surat Peringatan ke Tiga (SP 3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Melakukan Rsmalsuan data atau memberikan keterangan tidak benar atau\ndipalsukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melakukan perbuatan asusila atau melakukan sesuatu yang bertentangan\ndengan norma-norma kesusilaan ditempat Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Membujuk Pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu yang\nbertentangan dengan hukum kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menghasut, mengadu domba dan atau menebarkan permusuhan kepada pemilik,\npemimpin Perusahaan atau teman kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Membocorkan atau membongkar rahasia Perusahaan atau mencemarkan nama baik\nPimpinan dan Keluarganya yang seharusnya dirahasiakan, untuk kepentingan\nNegara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perjudian dalam bentuk apapun yang dilakukan dilingkungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Sengaja berbuat onar dan atau merusak suasana Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Menyalah gunakan Fasilitas Perusahaan dan atau menyalah gunakan Jabatan\ntugas, dan wewenang yang ada padanya untuk kepentingan dan keuntungan pribadi\natau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Memindahkan\u002Fmeminjamkan barang-barang Perusahaan tanpa ijin tertulis dari\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Merusak dan atau menghifangkan dengan sengaja barang-barang atau benda\nmilik di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Merokok tidak pada tempatnya \u002F di tempat terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Melakukan atau melaksanakan kegiatan Rentenir atau membungakan uang\nkepada Pekerja lain di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pengulangan atas Pelanggaran dari ketentuan Peringatan Kedua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.PELANGGARAN BERAT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>Pelanggaran yang dapat mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengulangan atas pelanggaran dari Peringatan Ketiga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melakukan tindakan kejahatan misalnya mencuri, menggelapkan Barang\nPerusahaan dan milik Rekan Kerja, memperdagangkan barang terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai dan atau mengedarkan\nNarkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya dilingkungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi Pengusaha dan teman\nSekerja dilingkungan Kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Membawa Senjata api, senjata tajam, dan benda-benda yang dapat\nmembahayakan jiwa manusia dan benda yang menimbulkan api dan kebakaran ditempat\nKerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Mangkir selama 5 (lima) hari berturut-turut tanpa disertai surat\nketerangan secara tertulis dan telah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali\nsecara tertulis maka pengusaha dapat memproses PHK (sesuai dengan UU no.13\ntahun 2003) yang bermaksud dengan berturut-turut adalah hari kerja, tanpa\nmenghitung hari Istirahat Kerja, atau hari Libur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Melakukan pungutan terhadap calon Pekerja pada saat penerimaan dan atau\nPengangkatan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Peringatan Karena Absen Terlambat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A.Datang terlambat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang datang terlambat atau pulang sebelum waktunya tanpa ijin,\ndikenakan sanksi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) minggu, dikenakan peringatan Lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. 5 (lima) kali dalam 1 (satu) bulan, dikenakan surat peringatan\nPertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. 10 (sepuluh) kali dalam 1 (satu) bulan dikenakan surat peringatan\nKedua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. 15 (lima belas) kali dalam 1 (satu) bulan dikenakan surat peringatan\nKetiga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Absen :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja dalam waktu 1 (satu) bulan mangkir tanpa keterangan selama :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 (dua) hari dikenakan sanksi peringatan Lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 (tiga) hari dikenakan sanksi surat peringatan Pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.5 (lima) hari dikenakan sanksi surat peringatan Kedua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.7 (tujuh) hari dikenakan sanksi surat peringatan Ketiga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Pelaksanaan Pemberian Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Terhadap Pekerja yang sedang menjalani sangsi tindak disiplin tetapi masih\nmelakukan kembali suatu pelanggaran terhadap tata tertib kerja, maka kepada\nPekerja tersebut dikenakan sangsi yang tingkatannya lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal masa berlakunya sangsi belum habis, terjadi pelanggaran terhadap\ntata tertib kerja, maka masa berlakunya sangsi yang baru dihitung sejak tanggal\ndikeluarkannya sangsi yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada dasarnya perusahaan tidak menghendaki adanya pemutusan Hubungan Kerja\nkarena perusahaan sedapat mungkin untuk mencegah terjadinya pemutusan Hubungan\nKerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam keadaan memaksa dan tidak dapat dihindari sehingga terjadi pemutusan\nHubungan Kerja Perusahaan akan melakukan sesuai dengan peraturan\nKetenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Tata Cara Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja yang akan mengundurkan diri dari Perusahaan wajib\nmemberitahukan minimal 1 (satu) bulan sebelumnya secara tertulis kepada\nPerusahaan, dan Perusahaan memberikan uang penggantian hak sesuai dengan UU No\n13 tahun 2003 pasal 162 ayat 2 dan pasal 156 ayat 4 dengan perincian sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Cuti Tahunan yang belum diambil dan belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Biaya atau ongkos pulang pekerja dan keluarganya ketempat dimana pekerja\nditerima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15 % dari\nuang Pesangon dan Penghargaan masa Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hal-hal lain yang harus diterima Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepada Pekerja diberikan Uang Pisah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bagi Pekerja yang tugas dan fungsinya tidak mewakili kepentingan\nPerusahaan secara langsung, selain uang penggantian hak juga diberikan uang\npisah yang besarannya sesuai dengan pasal 53 PKB PT. Tuntex Garment\nIndonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mengundurkan diri (UU No.13 tahun 2003 pasal 162 ayat 2 )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut\ntanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan\ntelah dipanggil oleh Perusahaan sebanyak 2 (dua) kali secara patut dan tertulis\nhubungan kerjanya dapat dikualifikasikan sebagai mengundurkan diri (UU No.13\ntahun 2003 pasal 168 ayat 1),\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Besarnya Uang Pisah ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 3 (tiga) tahun s\u002Fd kurang dari 6 (enam) tahun sebesar Rp.\n250.000,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 6 (enam) tahun s\u002Fd kurang dari 9 (sembilan) tahun sebesar Rp.\n500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 9 (sembilan) tahun s\u002Fd kurang dari 12 (dua belas) tahun sebesar\nRp. 750.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 12 (dua belas) tahun s\u002Fd kurang dari 15 (lima belas) tahun\nsebesar Rp. 1.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 15 (lima belas) tahun s\u002Fd kurang dari 18 (delapan belas) tahun\nsebesar Rp. 1.250.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 18 (delapan belas) tahun s\u002Fd kurang dari 21 (dua puluh satu)\ntahun sebesar Rp. 1.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun s\u002Fd kurang dari 24 (dua puluh empat)\ntahun sebesar Rp. 1.750.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun dan seterusnya sebesar Rp.\n2.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Pelanggaran Tata Tertib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal Pekerja melakukan kesalahan atau melanggar tata tertib Kerja\nsebagaimana yang tersebut dalam Bab IX tentang Tata Tertib Kerja, maka hubungan\nkerjanya dapat diputuskan oleh Perusahaan sesuai dengan Prosedur dan mekanisme\nUU No.13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Besarnya Uang Pesangon dan Uang Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>A.Uang Pesangon.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya Uang Pesangon sesuai dengan Undang-Undang No.13 tahun 2003 pasal\n156 ayat 2 sebesar :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Masa Kerja kurang dari 1 (satu) tahun 1 (satu) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa Kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun\nsebesar 2 (dua) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Masa Kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun\nsebesar 3 (tiga) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masa Kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun\nsebesar 4 (empat) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Masa Kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\nsebesar 5 (lima) bulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Masa Kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\nsebesar 6 (enam) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Masa Kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun\nsebesar 7 (tujuh) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Masa Kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun\nsebesar 8 (delapan) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Masa Kerja 8 (delapan) tahun dan seterusnya 9 (Sembilan) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Uang Penghargaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya Uang Penghargaan ditetapkan sesuai dengan UU No.13 tahun 2003 pasal\n156 ayat 3 sebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Masa Kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun 2\n(dua) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa Kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 sembilan tahun 3\n(tiga) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Masa Kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua betas)\ntahun 4 (empat) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masa Kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun 5 (lima) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Masa Kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dart 18 (delapan\nbelas) tahun 6 (enam) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Masa Kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua\npuluh satu) tahun 7 (tujuh) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Masa Kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua\npuluh empat) tahun 8 (delapan) bulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Masa Kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih 10 (sepuluh) bulan\nUpah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_dismissal_type\">\u003Ch3>Pasal 54 : Pengertian Upah Dalam Hal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan Uang Pesangon, Uang\nPenghargaan masa kerja, dan ganti rugi lainnya diartikan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.a.Upah Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Segala macam tunjangan yang diberikan kepada Pekerja secara berkala dan\nsecara teratur dan yang bersifat tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Harga pembelian catu yang diberikan kepada pekerja dengan cuma-cuma\nbilamana harus dibayar oleh pekerja dengan harga subsidi maka sebagai Upah\ndianggap selisih antara harga Pembelian dengan harga dibayar oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Upah sebulan adalah sama dengan 30 kali Upah sehari 173 x upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : PHK Karena Usia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada Pekerja\nyang mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang telah dipensiunkan dan Perusahaan masih membutuhkan tenaga\ndan pikirannya maka pekerja tersebut dapat dipekerjakan dengan mendapat\nfasilitas yang sama dengan dibuatkan perjanjian kerja yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sudah menjadi keinginan Perusahaan dan Serikat Pekerja, bahwa setiap keluh\nkesah Pekerja diselesaikan dengan seadil-adilnya dalam waktu secepat mungkin,\nKarenanya apabila seseorang Pekerja atau kelompok Pekerja menganggap bahwa\nterhadapnya diperlakukan tidak adil atau tidak wajar serta bertentangan dengan\nisi dan jiwa Perjanjian Kerja Bersama ini, maka Pekerja yang bersangkutan dapat\nmenyampaikan keluh kesah atau pengaduannya melalui tata cara penyampaian keluh\nkesah Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Lembaga Kerja Sama Bipartit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan serikat pekerja bersama-sama membentuk lembaga kerja sama\nbipartit dalam rangka menyempurnakan materi kepentingan bersama sesuai dengan\npedoman yang ada, pengusaha dan Serikat Pekerja bersama-sama berusaha untuk\nselalu menumbuhkan semangat dan upaya kemitraan dalam rangka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pembinaan dan Keselamatan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengendalian mutu secara terpadu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pembinaan Olah Raga dan Kesenian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembinaan Kerohanian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perkoperasian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Lain-lain yang sifatnya membangun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Pelaksanaan Pembuatan PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini disesuaikan dengan UU No.13 tahun 2003\ntentang Perjanjian Perubahan dan berlaku syah, terkecuali ada ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini batal demi Hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini menggantikan peraturan, perjanjian\npersetujuan yang terdahulu yang pernah diadakan antara Perusahaan dengan\nPekerja atau Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan memperbanyak dan membagikan buku Perjanjian Kerja Bersama\nkepada seluruh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Demi pelaksanaan yang sebaik-baiknya dari pada Perjanjian Kerja Bersama\nini, maka pada waktu-waktu tertentu diadakan pertemuan antara Perusahaan dengan\nSerikat Pekerja untuk mengadakan konsultasi, dan apabila timbul permasalahan\nmengenai pelaksanaannya maka dibentuk suatu Panitia Kerja yang terdiri dari\nwakil-wakii kedua belah pihak untuk mengadakan pengecekan dan selanjutnya\nmengusahakan penyelesaiannya secara musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bila ada keinginan dari salah satu pihak untuk mengubah atau menambahkan\nisi Perjanjian Kerja Bersama ini harus diberitahukan serta dimusyawarahkan\nantara kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Masa Berlaku Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini beriaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun,\nterhitung sejak tanggal: 01 Nopember 2013 dan mengikat kedua belah pihak sampai\ndengan tanggal 31 Oktober 2015\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini sebagai mana dimaksud pada ayat 1 (satu)\ndapat diperpanjang masa berlakunya paling lama 1 (satu) tahun berdasarkan\nKesepakatan tertulis antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perundingan Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama berikutnya dapat dimulai\npaling cepat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nyang sedang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal Perundingan sebagai mana dimaksud pada ayat 3 (tiga) tidak\nmencapai kesepakatan maka Perjanjian Kerja Bersama yang sedang berlaku, tetap\nberlaku paling lama 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Peraturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila Pengurus Serikat Pekerja PT. Tuntex Garment Indonesia dan Pejabat\nyang ditunjuk mewakili perusahaan yang membuat dan menanda tangani Perjanjian\nKerja Bersama ini mengundurkan diri, maka Perjanjian Kerja Bersama ini tetap\nberlaku sampai dengan jangka waktu yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hal-hal yang tidak diatur didalam Perjanjian Kerja Bersama ini tetapi\nsudah ada didalam Perjanjian Perorangan yang berlaku, asalkan tidak\nbertentangan dengan isi Perjanjian, maka dinyatakan tetap berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hal - hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini akan\ndirundingkan kemudian antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Subjek Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini beriaku bagi semua galongan Pekerja yang\ntercantum dalam Perjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat datam rangkap 3 (tiga) yang sama\nisinya dan mempunyai kekuatan Hukum yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dengan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka Perjanjian ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Ditanda tangani di Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada Tanggal 01 Nopember 2013\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK KESATU\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT.Tuntex Garment Indonesia Cikupa 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>STAND LIN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>STEVEN HUNG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>LIU CHIE JEN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Factory Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK KEDUA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT.Tuntex Garment Indonesia Cikupa 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ISMAN JAKA \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua SPTK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MURTININGSIH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua SPTP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NUR’ASIYAH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ASMAT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SUPRIYATNAH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SRI RAHAYU\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menyaksikan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratification\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">\u003Cp>Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kabupaten Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>H. JANTENG SUDARTO, SH.M.S\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP.105506271908101041\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            ",{"childcaredifferenttrigger":45,"contracttrialperiod":49,"severance_number_1_tenure":53,"deathrelativesleave":57,"dayspweek":61,"funeralpay":65,"LOWWAGE_provision":69,"paidmaternityleavepayperc":73,"wageincreasetype":77,"funeralpaytype":81,"schedulesrestpw":85,"longserviceallowancetype2":89,"paidmaternityleaveall":93,"incidentalbonustype2":95,"funeralpayamount":99,"menstruationleave":101,"contractseverancepay1":105,"LOWWAGE_trigger":107,"coverunion_trigger":109,"hourspday_select":111,"maternitydifferenttrigger":115,"maxsicknesspay":117,"ONCERISE_trigger":121,"maternityexcludedtrigger":125,"equalitydifferenttrigger":127,"paidpaternityleavepayperc":129,"STRUCINCR_trigger":133,"overtimeallowancetype":135,"severance":139,"pensionfund":141,"TRAINING_trigger":145,"paidmaternityleavepay":149,"cbaactorratified":151,"LOWWAGE_government":155,"hourspweek":157,"equalityexcludedtrigger":161,"TRADEUNLEAV_trigger":163,"violence":167,"code_application":171,"wageincreasefirmperformance":175,"sicknessmaxdays":177,"healthandsafetyprovisions":181,"contractseverancepay":185,"paidmaternityleaveduration":187,"overtimeallowanceperc1_general":189,"childcareexcludedtrigger":191,"discrimination":193,"holidaysdays":197,"holidaysweeks":201,"healthinsurance":203,"COMMUTE_trigger":207,"sundayallowancetype":211,"protectiveclothing":215,"healthandsafetypolicy":219,"contracttrial":221,"sicknesspay":225,"dayspweek_select":227,"incidentalbonusperc1":229,"paidpaternityleave":231,"cbadate_start_date":235,"sicknessmaxdaysnr":239,"overtimeallowancetype_general":241,"sundayallowanceperc1":243,"cbaratificationdate":245,"cbaratification":249,"SENIOR_trigger":251,"disabilityfund":253,"paidpaternityleaveduration":255,"disabilitypay":257,"lowwageamount":259,"severance_number":262,"hourspweek_select":264,"severance_dismissal_type":266,"hourspday":270,"MEALALL_trigger":272,"monitoring":274,"cbadate_end_date":278,"maternityotherclause":280,"OVERTIME_trigger":284,"healthcareaccess":286,"SUNDAY_trigger":290,"trainingprogrammes":292,"overtimeallowanceperc1":294,"paidpaternityleavepay":296,"lowwageperiod":298,"bankholidays1":300,"paidmaternityleave":302,"PAIDLEAV_trigger":304,"deathrelatives":306},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"childcaredifferenttrigger","2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku u","2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh Pekerja kecuali bagi\nPekerja yang mempunyai Perjanjian Kerja tersendiri dengan Perusahaan.",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"contracttrialperiod","b. Lamanya jangka waktu masa percobaan a","b. Lamanya jangka waktu masa percobaan adalah max. 3 (tiga) bulan sejak yang\nbersangkutan diterima bekerja dan hanya boleh diadakan untuk satu kali masa\npercobaan.",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"severance_number_1_tenure","A.Uang Pesangon. Besarnya Uang Pesangon ","A.Uang Pesangon.\n\nBesarnya Uang Pesangon sesuai dengan Undang-Undang No.13 tahun 2003 pasal\n156 ayat 2 sebesar :\n\n1.Masa Kerja kurang dari 1 (satu) tahun 1 (satu) bulan Upah.\n\n2.Masa Kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun\nsebesar 2 (dua) bulan Upah.\n\n3.Masa Kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun\nsebesar 3 (tiga) bulan Upah.\n\n4.Masa Kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun\nsebesar 4 (empat) bulan Upah.\n\n5.Masa Kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\nsebesar 5 (lima) bulan Upah\n\n6.Masa Kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\nsebesar 6 (enam) bulan Upah.\n\n7.Masa Kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun\nsebesar 7 (tujuh) bulan Upah.\n\n8.Masa Kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun\nsebesar 8 (delapan) bulan Upah.\n\n9.Masa Kerja 8 (delapan) tahun dan seterusnya 9 (Sembilan) bulan Upah.",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"deathrelativesleave","Istri \u002F Suami, Anak, Orang tua \u002F Mertua ","Istri \u002F Suami, Anak, Orang tua \u002F Mertua Meninggal Dunia : 2 (dua)\n  hari",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"dayspweek","Hari Kerja di Perusahaan adalah 5 (lima)","Hari Kerja di Perusahaan adalah 5 (lima) hari Kerja seminggu yaitu hari\nSenin sampai dengan hari Jum'at.",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"funeralpay","Apabila Pekerja meninggal Dunia bukan ka","Apabila Pekerja meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan Kerja, maka\nPerusahaan memberikan Hak-haknya dan tunjangan ahli warisnya sebagai\nberikut:\n\na.Upah dalam sebulan yang sedang berjalan.\n\nb.Pesangon diberikan kepada ahli waris tenaga kerja sampai dengan masa kerja\nsebagai mana ditetapkan dalam Undang-undang No 13 tahun 2003 pasal 166.\n\nc.Biaya Pemakaman sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Juta).\n\nd.Santunan Kematian dari Perusahaan sebesar 1 (satu) bulan Upah.",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"LOWWAGE_provision","1.Upah Minimum Pekerja ditetapkan berdas","1.Upah Minimum Pekerja ditetapkan berdasarkan ketetapan Otonomi Daerah\nmasing-masing dimana berdirinya pabrik.\n\n2.Upah Minimum hanya diberikan kepada Pekerja Harian dengan masa kerja 0\n(nol) sampai dengan kurang dari 1 (satu) tahun.",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"paidmaternityleavepayperc","1.Setiap Pekerja Perempuan berhak atas C","1.Setiap Pekerja Perempuan berhak atas Cuti hamil selama 3 (tiga) bulan\ndengan mendapatkan upah penuh dengan cara pengambilan 1,5 (satu setengah) bulan\nsebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan.",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"wageincreasetype","Kenaikan Upah Pekerja berpedoman pada : ","Kenaikan Upah Pekerja berpedoman pada :\n\n1.Laju Inflasi.\n\n2.Prestasi dan masa kerja.\n\n3.Kemampuan dan laju Pertumbuhan Usaha Perusahaan.",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"funeralpaytype","c.Biaya Pemakaman sebesar Rp. 1.000.000,","c.Biaya Pemakaman sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Juta).",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"schedulesrestpw","Pada hari Sabtu atau Minggu pekerja dibe","Pada hari Sabtu atau Minggu pekerja dibebaskan dari pekerjaan (Hari\nIstirahat Mingguan) dan pada hari Libur resmi yang ditetapkan oleh\nPemerintah.",{"bindId":90,"name":91,"text":92},"longserviceallowancetype2","Besarnya tunjangan Masa Kerja untuk Peke","Besarnya tunjangan Masa Kerja untuk Pekerja dalam satu hari diberikan sesuai\nmasa kerja, masing-masing sebesar :\n\nMasa Kerja 1 tahun sebesar Rp. 250\n\nMasa Kerja 2 tahun sebesar Rp. 400\n\nMasa Kerja 3 tahun sebesar Rp. 600\n\nMasa Kerja 4 tahun sebesar Rp. 800\n\nMasa Kerja 5 tahun sebesar Rp. 1.000\n\nMasa Kerja 6 tahun sebesar Rp. 1.300\n\nMasa Kerja 7 tahun sebesar Rp. 1.450\n\nMasa Kerja 8 tahun sebesar Rp. 1.600\n\nMasa Kerja 9 tahun sebesar Rp. 1.750\n\nMasa Kerja 10 tahun sebesar Rp. 1.900\n\nMasa Kerja 11 tahun sebesar Rp. 2.050\n\nMasa Kerja 12 tahun sebesar Rp. 2.200\n\nMasa Kerja 13 tahun sebesar Rp. 2.350\n\nMasa Kerja 14 tahun sebesar Rp. 2.500\n\nMasa Kerja 15 tahun sebesar Rp. 2.700\n\nMasa Kerja 16 tahun sebesar Rp. 2.900\n\nMasa Kerja 17 tahun sebesar Rp. 3.000\n\nMasa Kerja 18 tahun sebesar Rp. 3.200\n\nMasa Kerja 19 tahun sebesar Rp. 3.300\n\nMasa Kerja 20 tahun sebesar Rp. 3.500\n\nMasa Kerja 21 tahun sebesar Rp. 3.700\n\nMasa Kerja 22 tahun sebesar Rp. 3.800\n\nMasa Kerja 23 tahun sebesar Rp. 4.000\n\nMasa Kerja 24 tahun sebesar Rp. 4.200\n\nMasa Kerja 25 tahun sebesar Rp. 4.300\n\nMasa Kerja 25 tahun sebesar Rp. 4.500\n\nMasa Kerja 27 tahun sebesar Rp. 4.600\n\nMasa Kerja 28 tahun sebesar Rp. 4.800\n\nMasa Kerja 29 tahun sebesar Rp. 4.900\n\nMasa Kerja 30 tahun sebesar Rp. 5.000",{"bindId":94,"name":75,"text":76},"paidmaternityleaveall",{"bindId":96,"name":97,"text":98},"incidentalbonustype2","a.Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja","a.Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja di perusahaan 1 (satu) tahun\ndiberikan THR sebesar 100 % dari upah sebulan.",{"bindId":100,"name":83,"text":84},"funeralpayamount",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"menstruationleave","Pekerja Perempuan yang merasakan sakit p","Pekerja Perempuan yang merasakan sakit pada saat haid tidak diwajibkan\nbekerja pada hari pertama dan kedua dengan menerima upah penuh dan terlebih\ndahulu memberitahukan kepada perusahaan.",{"bindId":106,"name":55,"text":56},"contractseverancepay1",{"bindId":108,"name":71,"text":72},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":110,"name":47,"text":48},"coverunion_trigger",{"bindId":112,"name":113,"text":114},"hourspday_select","Jam Kerja, Waktu Kerja, Istirahat dan Sh","Jam Kerja, Waktu Kerja, Istirahat dan Shif Kerja ditetapkan sebagai\nberikut:\n\n1.Office dan Produksi:\n\na.Hari Senin s\u002Fd Kamis : Pukul 07.30 s\u002Fd 16.30wib\n\nIstirahat : Pukul 12.00 s\u002Fd 13.00wib\n\nb.Hari Jum'at : Pukul 07.30 s\u002Fd 17.00wib\n\nIstirahat : Pukul 11.30 s\u002Fd 13.00wib",{"bindId":116,"name":47,"text":48},"maternitydifferenttrigger",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"maxsicknesspay","2.Apabila Pekerja sakit berkepanjangan (","2.Apabila Pekerja sakit berkepanjangan (dalam waktu lama) yang dapat\ndibuktikan dengan surat Keterangan Dokter, dan pembayaran upahnya diatur\nsebagai berikut:\n\na. 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar 100%\n\nb. 4 (empat) bulan kedua dibayar sebesar 75%\n\nc. 4 (empat) bulan ketiga dibayar sebesar 50%\n\nd.Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25% sebelum PHK (Pemutusan\nHubungan Kerja).",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"ONCERISE_trigger","1.Setiap Pekerja diberikan tunjangan Har","1.Setiap Pekerja diberikan tunjangan Hari Raya (THR) sesuai dengan SK\nMenteri Tenaga Kerja RI per-04 \u002F MEN \u002F 1994 tentang tunjangan Hari Raya bahwa\nbagi Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu ) tahun diberikan THR 1 (satu)\nbulan Upah.",{"bindId":126,"name":47,"text":48},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":128,"name":47,"text":48},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":130,"name":131,"text":132},"paidpaternityleavepayperc","1.Perusahaan memberikan ijin meninggalka","1.Perusahaan memberikan ijin meninggalkan pekerjaan pada pekerja dengan\nmendapatkan upah penuh dalam hal :\n\n  Pernikahan Pekerja: 3 (tiga) hari\n  Pernikahan Anak Pekerja : 2 (dua) hari\n  Khitan atau Baptis Anak Pekerja : 2 (dua) hari\n  Istri \u002F Suami, Anak, Orang tua \u002F Mertua Meninggal Dunia : 2 (dua)\n  hari\n  Istri Pekerja Melahirkan \u002F Gugur Kandungan : 2 (dua) hari",{"bindId":134,"name":79,"text":80},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":136,"name":137,"text":138},"overtimeallowancetype","1.Pada Hari Kerja biasa Untuk Jam kerja ","1.Pada Hari Kerja biasa\n\n  Untuk Jam kerja Lembur Pertama dibayar : 1.5 x (1\u002F173 x upah sebulan)\n  Untuk jam Lembur selanjutnya dibayar : 2 x (1\u002F173 x upah sebulan)",{"bindId":140,"name":55,"text":56},"severance",{"bindId":142,"name":143,"text":144},"pensionfund","1.Sesuai dengan Undang-Undang No.3 tahun","1.Sesuai dengan Undang-Undang No.3 tahun 1992, tentang Jaminan Sosial Tenaga\nKerja (Jamsostek) dan Peraturan Pemerintah No.14 tahun 1993, tentang\nPenyelenggaraan Program Jamsostek maka pekerja PT. Tuntex Garment Indonesia\ndipertanggungkan dalam Jaminan Sosial Tenaga Kerja PT Jamsostek (Persero).\n\n2.Besar luran dan ketentuan pelaksanaan Program Jamsostek ini dilaksanakan\nsesuai dengan ketentuan PT Jamsostek (Persero), dengan ketentuan Permen No. PER\n-12\u002FMEN \u002F 2007 tentang petunjuk teknis pendaftaran kepesertaan, pembayaran\niuran, pembayaran santunan dan pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.",{"bindId":146,"name":147,"text":148},"TRAINING_trigger","1.Menyadari pentingnya faktor kualitas d","1.Menyadari pentingnya faktor kualitas dalam keberhasilan usaha maka\nperusahaan mengadakan Pendidikan dan Latihan guna meningkatkan keterampilan,\nefisiensi dan produktifitas Kerja. Pendidikan dan Latihan Kerja tersebut\nditujukan bagi seluruh Pekerja PT.Tuntex Garment Indonesia.",{"bindId":150,"name":75,"text":76},"paidmaternityleavepay",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"cbaactorratified","Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigra","Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\n\nKabupaten Tangerang\n\n\n\n\n\nH. JANTENG SUDARTO, SH.M.S\n\nNIP.105506271908101041",{"bindId":156,"name":71,"text":72},"LOWWAGE_government",{"bindId":158,"name":159,"text":160},"hourspweek","3.Pekerjaan yang dilakukan melebihi 8 (d","3.Pekerjaan yang dilakukan melebihi 8 (delapan) jam kerja sehari dan 40\n(empat puluh) jam seminggu atau pekerjaan yang dilakukan pada hari Istirahat\nmingguan atau hari libur, resmi diperhitungkan sebagai kerja lembur.",{"bindId":162,"name":47,"text":48},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"TRADEUNLEAV_trigger","1.Perusahaan memberikan dispensasi dan s","1.Perusahaan memberikan dispensasi dan sarana transportasi kepada Pengurus\natau Anggota Serikat Pekerja dengan tidak mengurangi hak-hak sebagai Pekerja\ndalam hal :\n\na.Memenuhi Undangan \u002FPanggilan dari Perangkat Organisasi Serikat Pekerja.\n\nb.Menghadiri Pendidikan dan Seminar.\n\nc.Memenuhi Undangan \u002F Panggilan Instansi Pemerintah.\n\nd.Perundingan dengan Perusahaan.\n\ne.Rapat - rapat Pengurus Serikat Pekerja \u002F Unit Kerja.\n\nf.Memberikan ijin Dispensasi untuk mengikuti kegiatan Unjuk Rasa Sesuai\nInstruksi Perangkat atas Organisasi atau Aliansi.",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"violence","Pelanggaran yang dapat mengakibatkan Pem","Pelanggaran yang dapat mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\n\n1.Pengulangan atas pelanggaran dari Peringatan Ketiga.\n\n2.Melakukan tindakan kejahatan misalnya mencuri, menggelapkan Barang\nPerusahaan dan milik Rekan Kerja, memperdagangkan barang terlarang.\n\n3.Mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai dan atau mengedarkan\nNarkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya dilingkungan Kerja.\n\n4.Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi Pengusaha dan teman\nSekerja dilingkungan Kerja.",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"code_application","2.Pihak Pengusaha dan Pekerja diwajibkan","2.Pihak Pengusaha dan Pekerja diwajibkan untuk melaksanakan petunjuk\nmengenai Keselamatan Kerja sesuai dengan Undang -Undang No.l tahun 1970.",{"bindId":176,"name":79,"text":80},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":178,"name":179,"text":180},"sicknessmaxdays","3.Apabila ternyata dalam jangka waktu 12","3.Apabila ternyata dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan pekerja belum\nmampu untuk bekerja maka Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja yang\ndilaksanakan sesuai dengan Prosedur UU No.13 tahun 2003.",{"bindId":182,"name":183,"text":184},"healthandsafetyprovisions","Pengusaha dan Pekerja menyadari akan pen","Pengusaha dan Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan dan\nKesehatan Kerja karenanya kedua belah pihak berusaha sedapat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan sakit\nakibat hubungan Kerja dan serta Kebakaran yang dapat menimpa Pekerja dan\nPengusaha.",{"bindId":186,"name":55,"text":56},"contractseverancepay",{"bindId":188,"name":75,"text":76},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":190,"name":137,"text":138},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":192,"name":47,"text":48},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"discrimination","5.Mencegah jangan sampai terjadi diskrim","5.Mencegah jangan sampai terjadi diskriminasi terhadap Pekerja.",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"holidaysdays","1.Setiap Pekerja yang tetah bekerja sela","1.Setiap Pekerja yang tetah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berhak atas\nCuti Tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapatkan Upah\nPenuh.",{"bindId":202,"name":199,"text":200},"holidaysweeks",{"bindId":204,"name":205,"text":206},"healthinsurance","1.Perusahaan mengikutsertakan seluruh pe","1.Perusahaan mengikutsertakan seluruh pekerja dalam paket A dan paket B\nprogram Jamsostek",{"bindId":208,"name":209,"text":210},"COMMUTE_trigger","1.Kelompok Upah terdiri dari 2.Gaji Poko","1.Kelompok Upah terdiri dari\n\n2.Gaji Pokok\n\n3.Uang Makan dan Transport\n\n4.Tunjangan Jabatan\n\n5.Target\n\n6.Tunjangan Masa Kerja\n\n7.Tunjangan Kehadiran",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"sundayallowancetype","2.Pada hari Istirahat Mingguan \u002F hari li","2.Pada hari Istirahat Mingguan \u002F hari libur resmi\n\n  Untuk jam kerja Lembur 8 jam ke 1 dibayar : 2 x (1\u002F173 x upah\n  sebulan)\n  Untuk jam kerja Lembur 1 jam ke 9 dibayar : 3 x (1\u002F173 x upah\n  sebulan)\n  Untuk jam kerja Lembur 10 dst dibayar : 4 x (1\u002F173 x upah sebulan)",{"bindId":216,"name":217,"text":218},"protectiveclothing","1.Perusahaan menyediakan alat-alat perle","1.Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan kerja dan peralatan serta\nslat pelindung diri yang disesuaikan dengan sifat pekerjaan masing- masing\npekerja.\n\n2.Pekerja wajib memelihara peralatan kerja tersebut, serta memakai alat\npelindung diri yang disediakan oleh Perusahaan.",{"bindId":220,"name":183,"text":184},"healthandsafetypolicy",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"contracttrial","1.a. Masa percobaan dimaksudkan sebagai ","1.a. Masa percobaan dimaksudkan sebagai tempat penyesuaian untuk mengetahui\nkemampuan pekerjaan yang bersangkutan serta merupakan kesempatan bagi\nperusahaan untuk lebih jauh mempelajari tingkah laku, sifat dan kemampuan dalam\nmelaksanakan tugas yang diberikan.",{"bindId":226,"name":119,"text":120},"sicknesspay",{"bindId":228,"name":63,"text":64},"dayspweek_select",{"bindId":230,"name":97,"text":98},"incidentalbonusperc1",{"bindId":232,"name":233,"text":234},"paidpaternityleave","Istri Pekerja Melahirkan \u002F Gugur Kandung","Istri Pekerja Melahirkan \u002F Gugur Kandungan : 2 (dua) hari",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"cbadate_start_date","1.Perjanjian Kerja Bersama ini beriaku u","1.Perjanjian Kerja Bersama ini beriaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun,\nterhitung sejak tanggal: 01 Nopember 2013 dan mengikat kedua belah pihak sampai\ndengan tanggal 31 Oktober 2015",{"bindId":240,"name":179,"text":180},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":242,"name":137,"text":138},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":244,"name":213,"text":214},"sundayallowanceperc1",{"bindId":246,"name":247,"text":248},"cbaratificationdate","Ditanda tangani di Tangerang Pada Tangga","Ditanda tangani di Tangerang\n\nPada Tanggal 01 Nopember 2013",{"bindId":250,"name":153,"text":154},"cbaratification",{"bindId":252,"name":91,"text":92},"SENIOR_trigger",{"bindId":254,"name":143,"text":144},"disabilityfund",{"bindId":256,"name":233,"text":234},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":258,"name":143,"text":144},"disabilitypay",{"bindId":260,"name":71,"text":261},"lowwageamount","1.Upah Minimum Pekerja ditetapkan berdasarkan ketetapan Otonomi Daerah\nmasing-masing dimana berdirinya pabrik.",{"bindId":263,"name":55,"text":56},"severance_number",{"bindId":265,"name":159,"text":160},"hourspweek_select",{"bindId":267,"name":268,"text":269},"severance_dismissal_type","Pasal 54 : Pengertian Upah Dalam Hal Pem","Pasal 54 : Pengertian Upah Dalam Hal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\n\nUpah yang digunakan sebagai dasar perhitungan Uang Pesangon, Uang\nPenghargaan masa kerja, dan ganti rugi lainnya diartikan sebagai berikut:",{"bindId":271,"name":113,"text":114},"hourspday",{"bindId":273,"name":209,"text":210},"MEALALL_trigger",{"bindId":275,"name":276,"text":277},"monitoring","1.Untuk menghindari dan mencegah timbuln","1.Untuk menghindari dan mencegah timbulnya Kecelakaan Kerja dan Sakit akibat\nhubungan kerja serta kebakaran, Pengusaha membentuk Panitia Pembina Keselamatan\ndan Kesehatan Kerja (P2K3 )\n\n2.Pihak Pengusaha dan Pekerja diwajibkan untuk melaksanakan petunjuk\nmengenai Keselamatan Kerja sesuai dengan Undang -Undang No.l tahun 1970.",{"bindId":279,"name":237,"text":238},"cbadate_end_date",{"bindId":281,"name":282,"text":283},"maternityotherclause","3.Pekerja yang mengalami Gugur Kandungan","3.Pekerja yang mengalami Gugur Kandungan berhak atas Cuti selama 1,5 (satu\nsetengah) bulan terhitung mulai keguguran dengan disertai surat keterangan\nDokter atau Bidan yang merawatnya.",{"bindId":285,"name":137,"text":138},"OVERTIME_trigger",{"bindId":287,"name":288,"text":289},"healthcareaccess","2.Dalam rangka pemetiharaan Kesehatan Ke","2.Dalam rangka pemetiharaan Kesehatan Kerja, maka Perusahaan menyedlakan\nsarana Poliklinik untuk digunakan oleh Klinik yang bekerja sama dengan PT\nJamsostek (Inhouse Klinik)",{"bindId":291,"name":213,"text":214},"SUNDAY_trigger",{"bindId":293,"name":147,"text":148},"trainingprogrammes",{"bindId":295,"name":137,"text":138},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":297,"name":131,"text":132},"paidpaternityleavepay",{"bindId":299,"name":71,"text":72},"lowwageperiod",{"bindId":301,"name":87,"text":88},"bankholidays1",{"bindId":303,"name":75,"text":76},"paidmaternityleave",{"bindId":305,"name":199,"text":200},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":307,"name":59,"text":60},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>PT. Tuntex Garment 2013 - 2015\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2013-11-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2015-10-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2013-11-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        None\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                    \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan PT. Tuntex Garment dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT. Tuntex Garment\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Isman Jaka, Murtiningsih\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;1000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;Provincial\u002FDistrict Minimum Wage\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;250.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[313],{"title":37,"slug":34},[315],{"type":316,"data":317},"call_to_action_body_block",{"title":318,"description":319,"variant":320,"link":321},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":318,"url":322,"description":318,"rel":323,"type":324},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[326],{"type":316,"data":327},{"title":318,"description":319,"variant":320,"link":328},{"title":318,"url":322,"description":318,"rel":323,"type":324},[]]