[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tun-yun-garment-dengan-pk-sbsi-1992---2012-2014":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":270,"content_type_view":271,"extra_breadcrumbs":272,"body":274,"body_blocks":285,"related_pages":289},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":268,"translations":269},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tun-yun-garment-dengan-pk-sbsi-1992---2012-2014","073f70c2-fcc5-11e5-904f-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tun-yun-garment-dengan-pk-sbsi-1992---2012-2014\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-tun-yun-garment-dengan-pk-sbsi-1992---2012-2014\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara  PT. Tun Yun Garment Dengan PK SBSI 1992 - 2012\u002F2014","ba_ID","IDN PT. Tun Yun Garment - 2012","Indonesia - IDN PT. Tun Yun Garment - 2012","IDN PT. Tun Yun Garment - 2012 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"106 - PKB PT. Tun Yun Garment.html","\n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. TUN YUN GARMENT INDONESIA DENGAN PK\nSERIKAT BURUH SEJAHTERA INDONESIA 1992 – 2012 \u002F2014\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pengertian Dan Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang atau badan hukum yang memperkerjakan buruh yang dalam\nperjanjian ini adalah pemilik PT. TUN YUN GARMENT INDONESIA yang berkedudukan\ndi Jl Jawa V Blok C 22 KBN Cakung Cilincing Jakarta Utara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah PT. TUN YUN GARMENT INDONESIA yang beralamat di Jl. Jawa V BIock C 22\nKBN Cakung Jakarta Utara, dengan Surat Persetujuan Penanaman Modal Asing\n(SPPMA) 234\u002FPMA\u002F1997 dan berubah menjadi 1673\u002FIII\u002FPMA\u002F2007 surat Keputusan\nMenteri Kehakiman Republik Indonesia C 13929 HT 01. 01 TH 99 dan berubah\nmenjadi AHU-AH 01.01-5129.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 dengan no pencatatan\n666\u002FI\u002FI\u002FS\u002F2006 tanggal 20 Maret 2006 dengan nama Pengurus Komisariat Serikat\nBuruh Sejahtera Indonesia 1992 (PK SBSI 1992) yang terdaftar di Sudinakertrans\nKodya Jakarta Utara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengurus Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Anggota Serikat Buruh Sejahtera Indonesia yang terpilih oleh anggota\nyang di namakan PK SBSI 1992, untuk memimpin dan menjalankan Serikat Buruh\nsesuai AD\u002FART Organisasi Buruh tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang bekerja pada PT. TUN YUN GARMENT INDONESIA dengan\nmenerima upah dan telah memenuhi persyaratan administrasi, terdiri atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Buruh tetap adalah buruh yang bekerja di Perusahaan untuk jangka waktu\ntidak tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Buruh Masa percobaan adalah Buruh yang bekerja di perusahaan dan sedang\nmenjalani masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Buruh Perjanjian Kerja waktu tertentu adalah buruh yang bekerja\nberdasarkan surat perjanjian kerja oleh para pihak untuk melakukan pekerjaan\ndalam waktu tertentu dengan memenuhi ketentuan peraturan dan perundang -\nundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Keluarga Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Seorang istri\u002Fsuami yang terdaftar di perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Anak Buruh termasuk anak angkat \u002F anak tiri yang telah di sahkan sesuai\ndengan ketentuan yang berlaku berumur di bawah 21 tahun\u002Fbelum menikah dan belum\nbekerja. serta terdaftar di Perusahaan maksimal 3 (tiga) orang anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Orang Tua Buruh ialah Bapak\u002Flbu kandung termasuk Bapak\u002Flbu tiri dari istri\nsuami buruh yang terdaftar di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga atau orang yang di tunjuk oleh buruh yang di anggap sah\nmenurut hukum untuk menerima setiap pembayaran hak dalam hal buruh meninggal\ndunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila tidak ada ahli waris maka yang berhak menerima segala jenis\npembayaran dari Perusahaan adalah mereka yang ditetapkan oleh keputusan\npengadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana buruh wajib melaksanakan suatu pekerjaan yang telah\ndiperjanjikan dalam suatu hubungan kerja selama 5 (lima) hari dalam seminggu\natau 40 (empat puluh) jam dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Waktu Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu kerja yang telah ditetapkan untuk bekerja dan buruh sudah harus\nberada ditempat kerja dan melakukan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kerja yang disepakati untuk melakukan pekerjaan diluar jam kerja\nnormal yang ditetapkan dan bersifat sukarela.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pembayaran yang dibayarkan kepada buruh atas dasar hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mutasi adalah pemindahan buruh dari satu bagian kebagian lain, atau dari\nsuatu jenis pekerjaan ke jenis pekerjaan yang lain dalam lingkungan perusahaan\nsesuai dengan kemampuan dan keahlian buruh terkecuali untuk menghindari\npemutusan hubungan kerja (PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah peningkatan jabatan seorang buruh pada jabatan yang lebih tinggi dan\nmerupakan wewenang Perusahaan, pelaksanaannya didasarkan kepada penilaian dan\nkebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Masa Percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa percobaan adalah masa kerja yang di jalani maximal ketentuannya sesuai\nUndang-undang yang berlaku adalah 3 (tiga) bulan apabila telah memenuhi\npersyaratan akan di angkat menjadi karyawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu imbalan yang di terima oleh buruh secara tetap jumlahnya dan\nteratur pembayarannya yang tidak dikaitkan dengan kehadiran ataupun pencapain\nprestasi tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu imbalan yang diterima oleh buruh secara tidak tetap jumlahnya\ndan teratur pembayarannya yang dikaitkan dengan kehadiran ataupun pencapaian\nprestasi tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Istirahat Mingguan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat mingguan adalah istirahat yang di berikan setelah bekerja selama 5\n(lima) hari kerja berturut-turut akan melakukan pekerjaan selama 40 (empat\npuluh) jam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Jam Istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Waktu istirahat adalah setelah buruh melakukan aktifitas bekerja selama 4\n(empat) jam berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jangka waktu kerja buruh yang dihitung mulai dari saat di terima sebagai\nburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Dispensasi adalah ijin yang diberikan oleh Perusahaan kepada buruh untuk\nmeninggalkan tugasnya baik untuk kepentingan organisasi, kepentingan\nPerusahaan, dan untuk kepentingan pemerintah dan atau untuk kepentingan lainnya\ndan selama meninggalkan tugasnya akan tetap mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Surat Peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat peringatan adalah surat yang di keluarkan oleh perusahaan yang berisi\nteguran kepada buruh yang melakukan kesalahan dengan tujuan agar dapat\nmemperbaiki diri di kemudian hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Fasilitas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sarana\u002Fprasarana yang disediakan oleh Perusahaan untuk buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh buruh untuk pengusaha dalam suatu\nhubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Alasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Seseorang yang jabatan wewenang dan tanggung jawabnya lebih tinggi\ndan ditetapkan oleh pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mangkir adalah buruh yang tidak masuk kerja tanpa ijin secara tertulis atau\nalasan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Maksud Dan Tujuan PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Maksud dan tujuan PKB adalah supaya adanya keseimbangan antara hak dan\nkewajiban antara pihak Perusahaan dan pihak Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada dasarnya Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur tentang hal - hal\npokok yang bersifat umum dan khusus serta mengikat kedua belah pihak dengan\nberdasarkan kepada Undang- Undang dan ketententuan hukum yang berlaku tentang\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Materi-materi\u002Fsyarat-syarat kerja yang diatur Perjanjian Kerja Bersama\nberlaku untuk seluruh Buruh dari semua golongan dan tingkatan yang\nkeberadaannya di PT. Tun Yun Garment Indonesia dan bersifat mengikat kedua\nbelah pihak secara hukum serta tidak bertentangan dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>3.PKB ini mengikat pihak Perusahaan dan pihak Buruh dari PT.Tun Yun Garment\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Apabila yang menandatangani PKB ini telah berhenti bekerja atau meninggal\ndunia, PKB ini tetap berlaku sampai dengan habis masa berlakunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pihak Perusahaan dan serikat buruh menyadari bahwa apabila dalam\npelaksanaan atau penerapan perjanjian ini maupun dalam pertumbuhan dan\nperkembangannya sudah tidak sesuai dengan situasi dan kondisi, yang dalam\nkeadaan mendesak sehingga perlu diadakan penyempurnaan, maka kedua belah pihak\nsepakat untuk mengadakan penyesuaian secara musyawarah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Hak- hak dan kewajiban lain yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini akan mengikuti peraturan dan \u002Fatau perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan perjanjian kerja bersama ini adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PT. TUN YUN GARMENT INDONESIA yang beralamat di Jl. Jawa V blok C 22 KBN\nCakung Jakarta Utara yang dalam hal ini di wakili oleh Ms. Wu Chao Hsien selaku\nFactory Management Perusahaan, serta didampingi oleh Bapak Rachman selaku\npersonalia PT. Tun Yun Garment Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.PK SBSI 1992 PT. TUN YUN GARMENT INDONESIA yang beralamat di Jl. Jawa V\nBlok C No 22 KBN Cakung Jakarta Utara yang dalam hal ini diwakili oleh pengurus\ndan perwakilan SBSI 1992\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Kewajiban Para Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Buruh bertekad untuk terus bekerja sama daam\nmenciptakan ketenangan kerja, dan ketenangan usaha demi terwujudnya hubungan\nindustrial yang harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menunjang tekat tersebut maka Perusahaan dan Serikat Buruh wajib\nmelaksanakan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memberitahukan dan menjelaskan isi PKB ini kepada seluruh Buruhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mentaati seluruh isi PKB dan dapat saling mengingatkan apabila tidak\nmengindahkan isi PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pengusaha wajib membuat PKB ini menjadi buku saku dan diberikan kepada\nsejumlah Buruh atas biaya dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Hak-Hak Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mengakui Serikal Buruh adalah organisasi yang sah yang mewakili\ndan bertindak untuk dan atas nama seluruh buruh\u002Fanggotanya yang mempunyai\nhubungan kerja dengan Perusahaan baik secara perorangan maupun secara bersama\n(collective) dalam masalah ketenagakerjaan atau dalam hal-hal yang berhubungan\ndengan adanya hubungan kerja dan syarat-syarat kerja di PT. Tun Yun Garment\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2.Serikat Buruh mengakui bahwa Pengusaha mempunyai wewenang dalam mengatur\ndan mengelola jalannya Perusahaan dan buruhnya sepanjang tidak merugikan buruh.\nPengusaha tidak melakukan tekanan baik langsung maupun tidak langsung terhadap\nburuh, atau perlakuan diskriminatif atau tindakan balasan lainnya yang\nberhubungan dengan fungsi dan tugasnya sebagai pengurus dan anggota serikat\nBuruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : FASILITAS, JAMINAN DAN DISPENSASI BAGI SERIKAT BURUH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Fasilitas Dan Bantuan Untuk Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sesuai dengan surat kuasa dari buruh, perusahaan melaksanakan pemotongan\nupah untuk iuran anggota Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan ruangan Sekretariat bagi serikat buruh beserta\nperlengkapannya yaitu: komputer, meja dan lemari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan menyediakan papan pengumuman bagi serikat buruh di dalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan mengijinkan serikat buruh mengadakan rapat atau pertemuan di\nlingkungan Perusahaan dan serikat buruh dapat meminjam peralatan yang\ndibutuhkan dengan persetujuan pihak Perusahaan dan diberitahukan minimal satu\nhari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>5.Kepada pengurus organisasi buruh dan anggotanya diberikan dispensasi\napabila ada tugas\u002Fkegiatan organisasi berupa rapat organisasi, kongres,\npendidikan atau panggilan memerintah dalam waktu yang di perlukan dan upah\ntetap di bayar penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha memberikan seperangkat komputer sebagai fasilitas yang dapat\ndipergunakan oleh serikat buruh yang di tempatkan di sekretariat SBSI 1992 di\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengurus serikat buruh dapat memanggil anggotanya untuk suatu keperluan\nmendesak di dalam jam kerja dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada\natasan\u002Fpengawasnya seizin Personalia dengan syarat tidak mengganggu proses\nproduksi dan alasan yang tepat dan bisa diterima kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Penerimaan Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Calon buruh tetap (PKWTT) yang telah memenuhi persyaratan dan telah lulus\ntesting yang diadakan oleh Perusahaan di terima sebagai buruh dengan masa\npercobaan paling lama 3 bulan terhitung sejak buruh mulai bekerja di Perusahaan\ndan adanya masa percobaan harus diberitahukan kepada calon buruh yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Selama masa percobaan masing-masing pihak dapat memutuskan hubungan kerja\nsetiap saat tanpa syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Seorang buruh yang telah menyelesaikan masa percobaan dengan baik dan\nmemenuhi kriteria yang ditentukan oleh perusahaan di angkat sebagai buruh tetap\ndan masa percobaan tersebut dihitung sebagai masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengangkatan sebagai buruh tetap wajib di tuangkan dalam perjanjian kerja\natau ditetapkan dalam surat ketetapan pimpinan perusahaan dengan menyebutkan\njabatan, bagian dan jumlah upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setelah diangkat menjadi buruh tetap, buruh harus menunjukkan kinerja yang\nbaik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Buruh kontrak (PKWT) adalah Buruh yang telah memenuhi persyaratan dan\nmembuat perjanjian kerja waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Buruh yang diterima bekerja di perusahaan diikutsertakan menjadi anggota\nserikat keikutsertaan buruh, menjadi anggota serikat berdasarkan sukarela.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Promosi Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Promosi jabatan adalah peningkatan jabatan seorang buruh pada jabatan yang\nlebih tinggi dan merupakan wewenang Perusahaan. Pelaksanaannya di dasarkan\nkepada penilaian dan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam setiap promosi jabatan, upah buruh yang bersangkutan wajib dinaikkan\nyang besarnya dan pengaturannya di tetapkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam setiap promosi jabatan, Perusahaan dapat melakukan masa percobaan\nselama 1 sampai dengan 3 bulan atau langsung tanpa masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam pelaksanaan promosi jabatan, kepada buruh ynng bersangkutan diberi\nsurat promosi jabatan dan setelah dinyatakan lulus dalam masa percobaan kepada\nburuh yang bersangkutan diberikan surat pengangkatan secara resmi dengan\nmencantumkan nama, bagian jabatan dan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Penempatan Dan Pemindahan (Mutasi)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Mutasi adalah pemindahan buruh dari satu bagian ke bagian lain, alat dari\nsuatu jenis pekerjaan ke jenis pekerjaan lain dalam lingkungan perusahaan\nsesuai dengan kemampuan dan keahlian buruh. Dengan tidak mengurangi hak-haknya\nyang sudah diterima sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi dapat di lakukan dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kebutuhan atau kepentigan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Demi Kelancaran Produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Alasan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Sebagai pembinaan atau untuk meningkatkan keahlian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Efisiensi kerja, untuk kemajuan buruh dan kelangsungan hidup Perusahaan\ndengan tetap mematuhi Undang - undang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mutasi tidak boleh berdasarkan atas hal-hal pribadi karena keanggotaan\nburuh. Dalam serikat buruh ataupun untuk menghukum atau menekan buruh. Tetapi\nsemata-mata untuk meningkatkan keterampilan dan kelancaran produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam melakukan mutasi perusahaan harus memperhatikan latar belakang atau\nmasa depan buruh yang bersangkutan dengan syarat bahwa upah tidak berkurang\nseperti semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pelaksanaan mutasi harus diberitahukan terlebih dahulu kepada buruh yang\nbersangkutan secara tertulis sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum\nmutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Mutasi dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila buruh menolak di mutasi mengacu pada undang-undang no. 13\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Usia Kerja Dan Batas Usia Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan hanya menerima buruh yang sudah berusia sekurang-kurangnya 18\ntahun sewaktu melamar pekerjaannya sesuai ketentuan UU No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh yang sudah mencapai usia pensiun mencapai usia 55 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh yang sudah mencapai usia pensiun masih dapat dipekerjakan apabila\nbenar-benar di butuhkan serta mempertimbangkan kemampuan buruh tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila terjadi sesuatu terhadap buruh atau ada pertimbangan lain bagi\nburuh yang belum mencapai usia pensiun (mendekati usia pensiun) mengajukan\npensiun dini atau berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : WAKTU KERJA, KERJA LEMBUR DAN LIBUR RESMI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1.Hari kerja ditetapkan 5 hari dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>2.Jam kerja di perusahaan adalah 8 jam sehari atau 40 jam seminggu dengan\nketentuan apabila melebihi ketentuan tersebut maka di perhitungkan sebanyak jam\nkerja lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Waktu kerja di perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Senin s\u002Fd Jum'at : 07.15 s\u002Fd 16.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 50 menit : 12.00 s\u002Fd 12.50\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Catatan : bahwa permintaah dari pihak buruh untuk hari jum'at khusus bagi\nlaki-laki istirahat jam 11.50 karena untuk menunaikan sholat jum’at\nberjamaah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan tidak di perkenankan melakukan kerja long shif pada seluruh\nburuhnya kecuali ada pekerjaan bersifat mendesak pada bagian tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Mekanisme Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Berdasarkan Kepmen 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 kerja lembur di Perusahaan pada\ndasarnya dilakukan buruh secara suka rela tanpa ada paksaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Informasi kerja lembur harus sudah direncanakan dengan waktu yang jelas\ndan suah ditandatangani buruh yang bersangkutan selambat-lambatnya dilaporkan\npukul 15.00 WIB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cp>c.Buruh dalam kondisi hamil tidak di perkenankan lembur malam dalam bekerja\ndi atas pukul 18.00 WiB.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d.Jika jam lembur sebanyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari maka pekerja\nharus mendapatkan makan yang nilai gijinya sekurang-kurangnya 1.400 kalori.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Jika lembur hari libur pa saat bulan puasa maka penggantian makan\ndiberikan berupa uang makan, nilai uang makan sesuai dengan budget yang telah\nditentukan Rp. 3.000, untuk tingkat operator, Rp 3.500 untuk pengawas dan\nsupervisor serta buruh laki-laki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>f.Perhitungan waktu kerja lembur dan perhitungan upah kerja lembur telah di\natur pada Kepmen 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pada jam kerja lembur pukul 20.30 WIB perusahaan wajib menyediakan\ntransportasi yang mengantar sampai dengan alamat masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Masa Bebas Kerja Bagi Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1.Setiap 5 (lima) hari bekerja, buruh mendapat 2 (dua) hari libur yaitu hari\nsabtu dan minggu,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>2.Hari Libur Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari libur\nnasional, akan tetapi dapat digantikan dengan hari yang lain sesuai dengan\nkesepakatan bersama kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Bila ada Pengalihan hari kerja berdasarkan hari libur nasional dapat di\nlakukan dengan kesepakatan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengalihan hari kerja Libur yang dimaksud pada ayat 3 di perhitungkan\nsebagai kerja Lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Istirahat\u002FCuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Setiap buruh yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut\nberhak atas cuti istirahat tahunan selama 12 (dua belas) hari kerin di kurangi\ndengan pelaksanaan cuti bersama.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan wajib memberitahukan kepada buruh apabila hak atas cuti\ntahunannya sudah timbul\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk buruh harian dan bulanan sisa cuti tahunan akan di perhitungkan dan\ndibayarkan sesuai dengan gaji pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembayaran sisa cuti dilaksanakan setelah timbul hak cutinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Cuti Melahirkan, Keguguran Dan Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Bagi buruh wanita yang akan melahirkan berhak alas cuti selama 3 (tiga)\nbulan, yaitu l,5 bulan sebelum saat melahirkan dan 1,5 bulan sesudah melahirkan\ndengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak\nmemperoleh istirahat 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter\nkandungan atau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Bagi buruh yang melahirkan atau keguguran di wajibkan mempergunakan hak\ncutinya secara penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Upah bagi buruh yang sedang menggunakan hak cutinya tetap dibayarkan pada\ntanggal 5 dan 20 untuk tiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Hak Menyusui\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_workingtime\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternity_nursing_breaks_length\">\u003Cp>1.Bila di perlukan kepada buruh wanita yang mempunyai anak bayi (umur 0-1\ntahun) di berikan kesempatan untuk menyusui anaknya pada saat jam kerja tanpa\nmengurangi upahnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternity_nursing_breaks_duration\">\u003Cp>2.Kepada buruh wanita yang akan menyusui anaknya pada saat jam kerja\n(minimal mulai jam 11.00 WIB sampai selesai selama 2 jam) diwajibkan untuk\nmemberitahukan kepada atasannya langsung ke personalia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Izin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dapat memberikan izin kepada buruh untuk meninggalkan pekerjaan\ndengan mendapat upah apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pernikahan buruh : 3 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menikahkan anak : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Khitanan\u002Fmembabtiskan anak : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>d.Istri buruh, mertua meninggal dunia : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e.Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fsaudara kandung mertua meninggal dunia : 3 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f.Pernikahan \u002Fkhitanan saudara kandung : 2 hari kerja disertai salinan surat\nnikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Anggota keluarga satu rumah meninggal dunia : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Korban bencana alam : disesuaikan dengan kebijaksanaan perusahaan dan\nberdasarkan kondisi keadaan yang terjadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila buruh yang melaksanakan izin sesuai ketentuan pada ayat 1 yang\nbertempat tinggal jauh dari perusahaan (di luar kota), maka bagi buruh yang\nbersangkutan dapat meminta izin sesuai dengan keperluan yang bersangkutan tanpa\nmengurangi hak buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila buruh sakit di perusahaan maka buruh wajib untuk di periksa\nkesehatannya untuk di periksa kesehatannya pada klinik yang adil di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila hasil pemeriksaan oleh perawat\u002Fdokter buruh yang bersangkutan\nharus beristirahat sejenak, maka buruh tersebut harus beristirahat di tempat\nyang tetap di tentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila menurut hasil pemeriksaan kesehatan oleh perawat \u002Fdokter ternyata\nburuh yang bersangkutan harus istirahat lanjutan maka buruh tersebut diijinkan\npulang dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Dasar Pokok Administrasi Pengupahan Serta Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sistem pengupahan terhadap buruh adalah mengacu kepada upah bulanan namun\ndalam pelaksanannya di bayarkan dengan 2 (dua) kali sebagai berikut ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bagi buruh staff\u002Fbulanan di bayarkan setiap akhir bulan dengan komponen\nupah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Upah lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Upah sakit\u002Fcuti\u002Fijin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Potongan iuran jamsostek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Penggantian cuti haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bagi buruh harian tetap di bayarkan 2 (dua) kali, yaitu pada tanggal 05\ndan 20 setiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Upah lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Upah sakit\u002Fcuti\u002Fijin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan insentive kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Potongan iuran jamsostek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Potongan iuran SBSI 1992\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Penggantian cuti haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bagi buruh kontrak dibayarkan 2 kali yaitu tanggal 5 dan 20 setiap\nbulannya dengan komponen :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Upah lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Upah sakit\u002Fcuti\u002Fijin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Potongan iuran jamsostek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Penggantian cuti haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Apabila waktu pembayaran upah pada point a, b, dan c jatuh pada hari sabtu\ndan minggu \u002F libur maka pembayaran upahnya dimajukan dari tanggal ketentuan\nyang umumnya berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>2.Upah minimum buruh harus sesuai dengan UMSP yang berlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pajak atas upah buruh ditanggung semua dan di potong dari upah yang\nditerima tiap bulannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bila buruh terpaksa di liburkan sebagian atau seluruhnya dalam hal tidak\nada order maka Upah tetap di bayar penuh oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila ada keterlambatan pembayaran upah terhadap buruh dari jadwal yang\nsudah di tentukan maka, mekanisme selanjutnya mengacu kepada PP No 8 Tahun 198l\ntentang perlindungan upah\u002Ftergantung darimana keterlambatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Kekeliruan pembayaran upah karena kesalahan dari administrasi Perusahaan\nakan dibayarkan secara akumulasi periode pembayaran berikutnya (Rafel).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Jika pada ayat 6 mencakup banyak buruh, maka akan di keluarkan\npemberitahuan sesuai kesepakatan antara Perusahaan dengan serikat buruh dan\nakan di keluarkan pemberitahuan secara resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dalam hal buruh ditahan pihak yang berwajib karena dalam kasus tindak\npidana, maka pihak Perusahaan membayar upah buruh beserta hak-haknya\nberdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku Pasal l60 UU no 13 tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Dalam hal terjadinya keadaan\" FORCE MAJEUR yang mengakibatkan tertundanya\npembayaran upah, maka pihak perusahaan akan memberikan uang pinjaman sementara\nberdasarkan kemampuan Perusahaan sampai dengan penghitungan gaji selesai\ndilaksanakan, pihak Perusahaan akan memprioritaskan proses penghitungan bila\nsituasi sudah memungkinkan atau berdasarkan kesepakatan bersama secara\nbipartite.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Tunjangan Masa Kerja (Grade)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Grade gaji adalah tunjangan masa kerja yang diberikan oleh perusahaan yang\nbersifat tetap :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceamount1\">\u003Cp>2.Besarnya grade gaji yang diberikan Perusahaan adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 1 tahun kurang dari 2 tahun Rp. 150,00\u002Fhari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 2 tahun kurang dari 3 tahun Rp. 250,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 3 tahun kurang dari 4 tahun Rp. 350,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 4 tahun kurang dari 5 tahunRp. 450,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 5 tahun kurang dari 6 tahun Rp. 550,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 6 tahun kurang dari 7 tahun Rp. 650,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 7 tahun kurang dari 8 tahun Rp. 750,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 8 tahun kurang dari 9 tahun Rp. 850,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Masa kerja 9 lahun kurang dari 10 tahun Rp. 950,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Masa kerja 10 tahun kurang dari 11 tahun Rp. 1.050,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Masa kerja 11 tahun kurang dari 12 tahun Rp. 1.150,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Masa kerja 12 tahun kurang dari 13 tahun Rp. 1.250,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Masa kerja 13 tahun kurang dari 14 tahun Rp. 1.350,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Masa kerja 14 tahun kurang dari 15 tahun Rp. 1.450,00\u002F hari kehadiran\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>o.Dan seterusnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Tunjangan Makan Dan Transport\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>1.Perusahaan wajib memberikan tunjangan makan kepada buruh perharinya\nsenilai Rp3.000, (Rp 3.500 untuk Asst Supervisor, Supervisor, Chief dan\nlaki-laki).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>2.Perusahaan wajib memberikan tunjangan transport kepada buruh perharinya\nsenilai Rp.2.000,00.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Tunjangan Insentive Kehadiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang terus menerus masuk kerja selama satu bulan akan diberikan uang\nkerajinan yag dibagi menjadi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Untuk karyawan harian mendapat uang kerajinan sebesar Rp 80.000\u002F Bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Tunjangan Hari Raya Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cp>Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya keagamaan dengan ketentuan masa\nkerja sbb ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 3 bulan lebih letapi kurang dari 1 tahun, pemberian THR sesuai\nketentuan yang diatur Permen No. 04 Tahun 1994.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 1 tahun telapi kurang dari 2 tahun 1 bulan Gp + Rp. 4.500\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 2 tahun tetapi kurang dari 3 tahun 1,05 bulan Gp + Rp. 7.500\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 3 tn teahun tetapi kurang dari 4 tahun 1,l bulan Gp + Rp.\n10.500.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 4 tahun tetapi kurang dari 5 tahun 1,15 bulan Gp + Rp. 3.500\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 5 tahun tetapi kurang dari 6 tahun 1,20 bulan Gp + Rp.\n16.500\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 6 tahun tetapi kurang dari 7 tahun 1,25 bulan Gp + Rp.\n19.500\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 7 tahun tetapi kurang dari 8 tahun 1,25 bulan Gp + Rp.22.500\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Masa kerja 8 tahun tetapi kurang dari 9 tahun 1,25 bulan Gp +Rp.25.500\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Dan seterusnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Door Prize dan Tour\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.DOOR PRIZE dan TOUR akan diadakan sekali dalam (satu) tahun dan seluruhnya\ndibiayai perusahaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan DOOR PRIZE dan TOUR diatur dan dilaksanakan oleh pihak\nPerusahaan, pelaksanaannya akan dibahas bersama antara pihak perusahaan dan\npihak buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan DOOR PRIZE dan TOUR diadakan sebulan sebelum bulan puasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Sumbangan Kematian (Uang Duka Cita)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1.Apabila buruh tetap meninggal dunia, maka berhak atas uang duka dari\nPerusahaan sebesar Rp.l.500.000,00.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila keluarga buruh yang meninggal dunia (sesuai dengan Bab I Pasal 1\nayat 6) yang tercantum dalam kartu keluarga maka Perusahaan memberikan\nsumbangan duka cita senilai Rp. 100.000.00 disertai dengan salinan kartu\nkeluarga dan surat kematian.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Pernikahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan sumbangan uang pernikahan kepada karyawan\u002Fti baik\nlajang janda, maupun duda yang melaksanakan pernikahan dengan menunjukkan surat\natau bukti buku nikah sebesar Rp.50.000,00.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGOBATAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) FASILITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan pada yang bersangkutan\n(buruh) beserta keluarga maksimal 3 anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha menunjuk\u002Fmenetapkan poliklinik dan praktek dokter serta rumah\nsakit di luar lokasi perusahaan untluk memberikan jaminan pemeliharaan\nkesehatan untuk buruh dengan mengingat lokasi yang relative dekat dengan tempat\ntinggal buruh, yaitu rumah sakit\u002Fklinik Indosehat.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Kunjungan berobat pada poliklinik sebagaimana dimaksud ayat l dan 2 buruh\ndan atau harus membawa serta menunjukan kartu JPK yang dikeluarkan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Seluruh biaya JPK sebagaimana dalam pasal ini ditanggung oleh\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Keselamatan Dan Kesehatan Kerja K3\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetyprovisions\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Kesehatan dan keselamatan adalah hak setiap buruh dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kesehatan dan keselamatan bisa dipelihara dengan menciptakan cara kerja\nyang nyaman.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan tidak mempekerjakan buruh untuk berdiri secara terus menerus\nselama 7 jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Penerangan pada saat jam lembur disesuaikan dengan kebutuhan demi\npenghematan energi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap buruh wajib untuk menjaga dan meningkatkan kesadaran akan\nkeselamatan dan keselamatan kerja baik untuk dirinya sendiri maupun dengan\nrekan sekerja\u002Flainnya dengan cara mematuhi prosedur keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-monitoring\">\u003Cp>6.Perusahaan dengan serikat buruh membentuk tim Penulis Pembina Keselamatan\nKerja (P2K3) guna mengkoordinasi terlaksananya keselamatan dan kesehatan kerja\ndi lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7.Perusahaan akan memperhatikan kondisi tempat kerja yang nyaman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dalam penyediaan air minum yang disediakan oleh Perusahaan akan\ndisesuaikan dengan standarisasi yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diperiksa\nsecara periodik oleh lembaga laboratorium yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Aliran listrik harus ada pengontrolan untuk mencegah terjadinya kecelakaan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>10.Peralatan kerja harus dengan perlengkapan yang baik dan buruh harus\nmempergunakan alat- alat keselamatan yang telah disediakan oleh Perusahaan\ndalam melaksanakan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Buruh wajib memelihara dan merawat perlengkapan dan peralatan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Fasilitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan toilet yang memadai bagi buruh laki-laki dan\nperempuan di Perusahaan dengan menyediakan air bersih yang tersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan beberapa kran air bersih yang memadai untuk\nwudhu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk menunjang pelaksanaan ibadah di lingkungan Perusahaan dengan baik,\nmaka Perusahaan menyediakan fasilitas ibadah (mushola, mukena, sajadah) yang\nlayak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan memberikan seragam buruh sebanyak 2 pcs per tahun \u002F bulan\njuli.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan wajib menyediakan looker yang dapat dipakai buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perusahaan mengadakan dan melaksanakan acara hiburan HUT RI (Panggung\nHiburan) secara rutin setiap tahunnya, pelaksanaan di atur sesuai kesepakatan\ndengan serikat buruh dengan fasilitas dan biaya di tanggung sepenuhnya oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Agar buruh makan dengan nyaman dan tenang, Perusahaan wajib menyediakan\nsarana tempat makan yang memadai dan sekaligus tempat istirahat bagi buruh\nsewaktu jam istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA, PENGUNDURAN DIRI DAN DANA PENSIUN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydiscrimination\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>1.Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Selama buruh berhalangan menjalankan pekerjaannya karena sakit terus\nmenerus memirut keterangan dokter selama waktu 1 (satu) 1 tahun atau 12 (dua\nbelas) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Karena alasan menikah, hamil, melahirkan, keguguran, atau melaksanakan\nkewajiban menyusui bayinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Menjalankan \u002F Mengikuti kegiatan \u002F tugas organisasi baik sebagai pengurus\nataupun anggota serikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melaksanakan ibadah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila dengan berbagai usaha Pemutusan Hubungan Kerja tidak dapat\ndihindarkan maka Buruh berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja,\ndan uang penggantian hak berdasarkan Undang-undang No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>3.Besarnya uang pesangon disesuaikan dengan ketentuan Undang-undang No.13\ntahun 2003 dan ketentuan hukum yang berlaku pada saat itu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Pengunduran Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal buruh mengundurkan diri atas kemauan sendiri, maka buruh\ntersebut harus mengajukan surat pengunduran diri terlebih dahulu\nselambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal pengunduran diri dan berhak menerima\nuang penggantian hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada buruh yang mengundurkan diri, perusahaan tidak ada kewajiban\nmemberikan uang pesangon dalam bentuk apapun juga kecuali uang penggantian hak\nberdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku yaitu pasal 162 sesuai\nketentuan pasal 156 ayat (4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pada waktu berakhirnya hubungan kerja pengusaha memberikan surat\nketerangan kerja kepada buruh yang putus hubungan karena mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pelaksanaan sebagaimana dimaksud ayat 2 dan 3 dilaksanakan apabila pekerja\ntelah menyerahkan segala inentaris perusahaan, serah terima dokumen dan barang\nmilik Perusahaan lainnya yang telah diterima buruh kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Dana Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan tidak mengikutkan buruh dalam program dana pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>2.Bagi buruh yang telah memasuki usia pensiun, maka pengusaha wajib\nmemberikan kepada buruh sesuai pasal 167 ayat ( 5 ) Undung-Undang No. 13 tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : TATA TERTIB KERJA DAN KEDISIPLINAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Kewajiban Dan Larangan Bagi Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tumbuhnya moral kerja ditentukan oleh kesadaran seluruh buruh akan tegaknya\ndisiplin. Oleh karena itu setiap buruh wajib memahami dan melaksanakan tata\ntertib kerja dan kedisiplinan yang telah ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap buruh wajib berada \u002F hadir ditempat kerja masing masing pada waktu\nyang telah di tetapkan, demikian pula pada waktu pulang meninggalkan pekerjaan,\nsedikit-dikitnya sesuai batas waktu yang ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap buruh wajib mengisi daftar absen \u002F kartu absen ditempat yang telah\nditetapkan, baik padu waktu masuk kerja atau pulang kerja dan harus dilakukan\noleh buruh sendiri secara langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap buruh wajib mengikuti dan mematuhi seluruh petunjuk - petunjuk dan\nintruksi yang diberikan oleh atasannya atau pimpinan perusahaan yang berwenang\nmemberikan petunjuk atau intruksi tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap buruh wajib menjaga serta memelihara dengan baik semua barang milik\nperusahaan dan segera melaporkan kepada pimpinan apabila mengetahui hal-hal\nyang dapat menimbulkan bahaya dan merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap buruh wajib memberitahukan kepada pimpinan apabila terdapat\nperubahan mengenai status susunan keluarga serta tempat tinggal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap buruh wajib memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan kerja\ndengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap buruh dilarang membawa \u002F menggunakan barang-barang milik perusahaan\nkeluar dari lingkungan perusahaan tanpa ijin pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap buruh dalam waktu kerja perusahann dilarang melakukan pckcijaan\nuntuk pihak lain yang bukan tugasnya kecuali atas perintah atasan \u002F pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Setiap buruh dilarang menyalahgunakan nama Perusahaan dan atau jabatan\nuntuk kepentingan diri sendiri atau orang lain dengan menerima atau menuntut\nsuatu imbalan atau menjanjikan sesuatu untuk mencari kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Setiap buruh dilarang meminum minuman keras mabuk di tempat kerja\nmembawa, menyimpan, menjual, menyalahgunakan obat-obatan terlarang narkotika\ndan sejenisnya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Setiap buruh dilarang melakukan segala macam perjudian pertengkaran, atau\nperkelahian dengan sesama buruh di lingkungan perusahaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Setiap buruh dilarang melakukan perbuatan yang melanggar asusila\ndilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Setiap buruh dilarang membawa senjata tajam dan atau senjata api\nkelingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Setiap karyawan dilarang keras membawa\u002Fmenggunakan barang-barang milik\nperusahaan yang bukan hak miliknya. Kecuali baju seragam yang sudah menjadi hak\nmiliknya yang sudah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Sanksi Administratif\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam rangka pembinaan setiap buruh yang melakukan pelanggaran terhadap,\nisi perjanjian kerjasama atau ketentuan yang disepakati bersama \u002F sesuai\nperaturan yang berlaku suat ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Macam dan jenis sanksi administratif sesuai dengan ayat 1 antara lain\nsebagai berikut:,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.teguran lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii.surat teguran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iii.peringatan tertulis (tingkat pertama, kedua dan ketiga) dan skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Teguran Lisan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada dasarnya peringatan diberikan kepada buruh adalah rangka pembinaan,\ntujuan teguran lisan bersifat memberitau mendidik membina agar buruh tidak\nmengurangi kekeliruan \u002F kesalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Teguran lisan dapat diberikan perusahaan yang melakukan kesalahan ringan\natau akibat ketidaktahuannya antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tidak masuk kerja tanpa keterangan dan bukti-bukti yang dapat diterima\noleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Melalaikan kewajiban untuk memberitahukan dan menyerahkan surat dokter\npada saat kesempatan pertama masuk kerja sesudah istirahat sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memberikan teguran lisan dilakukan oleh personalia pada buruh yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Surat Teguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Surat Teguran dibuat oleh HRD dan diketahui juga oleh PK SBSI 92,\npengawas, supervisor, chief, kabag, manager, diberikan kepada buruh yang\nbersangkutan dan masa berlakunya 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelanggaran yang dikenakan sanksi surat teguran antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Terlambat masuk kerja 5 (lima) kali dalam sebulan tanpa atasan yang dapat\ndipertanggung jawabkan dan atau tanpa izin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mangkir 2 (dua) hari tidak berturut-turut dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Menggangu ketenangan dan ketertiban dalam lingkungan kerja, tidak mematuhi\npengarahan atasannya tanpa alasan yang dapat diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Surat Teguran Dan Teguran Lisan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sebagaimana yang dimaksud pasal 34 dan 35 wajib di tembuskan atau diketahui\nPengurus Komisariat (PK) SBSI 92.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pemberitahuan surat peringatan tertulis kepada buruh yang\nmelakukan pelanggaran atau ketentuan yang di atur dalam perjanjian kerja\nbersama maupun ketentuan perusahaan lainnya dilaksanakan sebanyak-banyaknya 3\nkali yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Surat peringatan pertama (SP I) dengan masa berlaku 6 bulan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii.Surat peringatan kedua (SP 2) dengan masa berlaku 6 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iii.Surat peringatan Ketiga (SP 3) \u002F terakhir dengan masa berlaku 6 bulan\n.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Terlepas dari ketentuan ayat 1, sanksi atas pelanggaran yang dilakukan\nsesuai dengan bobot pelanggaran dengan memperhitungkan pula tingkat tanggung\njawab buruh yang bersangkutan. Maka seorang buruh dapat langsung diberikan\nsurat peringatan kedua atau surat peringatan ketiga tanpa memperhatikan surat\nperingatan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan akan memberikan surat peringatan pertama (I) kepada yang\nmelakukan pelanggaran tata tertib kerja dan melalaikan kewajibannya antara lain\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tidak masuk kerja selama 2 hari berturut-turut atau 4 hari kerja dalam\nsebulan tanpa keterangan atau bukti-bukti tertulis yang syah dan dapat diterima\noleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidak melaksanakan tugas atau perintah yang diberikan oleh pimpinan dengan\nsebaik-baiknya sehingga mengakibatkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Meninggalkan pekerjaan untuk kepentingan pribadi tanpa ijin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tidak melaporkan adanya kehilangan maupun kerusakan alat-alat kerja maupun\nbarang-barang milik perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Makan \u002F membawa makanan &amp; minimum yang dapat merusak hasil produksi di\narea produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menggunakan jam istirahat diluar jadwal yang telah ditentukan perusahaan\ntanpa seijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Tidak memakai seragam kerja atau tidak mengenakan tanda pengenal yang\nditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Dengan sengaja tidak mengisi daftar \u002F kartu absen sewaktu mulai kerja dan\npulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Berkata tidak senonoh atau tidak sopan kepada pengusaha pimpinan atau\npekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Memasuki tempat kerja diluar hari kerja yang ditetapkan bagi yang\nbersangkutan tanpa alasan yang dapat diterima kecuali atas seijin pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Buruh yang karena kelalaiannya membuat kotor tempat kerja atau lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Menolak untuk diperiksa badan (body checking) oleh petugas yang ditunjuk\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Memasukan kartu absensi milik buruh lain pada mesin pencatat waktu atau\nmenyuruh buruh lain memasukan kartu absen yang bukan miliknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Merusak dan merubah dakumen milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Berdagang dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Surat peringatan kedua (2) akan diberikan kepada pekerja yang melakukan\npelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan pelanggaran kembali selama surat peringatan 1 masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidak masuk kerja selama 5 hari berturut-turut atau 5 hari kerja\nterputus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Menolak untuk melaksanakan perintah yang layak dari atasan atau pimpinan\ntanpa alasan atau dengan alasan yang tidak dapat diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menolak melaksanakan mutasi rotasi yang ditetapkan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidur pada waktu jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Tidak cakap melakukan pekerjaan yang walaupun telah di coba berkali-kali\ndi bagian lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Dengan ceroboh atau sengaja merusak dan atau membiarkan teman kerja atau\npemberi sanksi skorsing bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Tindakan atau pelanggaran lainnya yang dianggap sama dengan pelanggaran\npada butir - butir tersebut diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>Pelanggaran yang dikenakan sanksi Pemutusan hubungan kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Peningkatan sanksi pelanggaran dari surat peringatan ketiga (SP-III) yang\nsejenis dan atau berat pelanggarannya sama dan atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penipuan, pencurian, dan penggelapan barang\u002Fuang milik Perusahaan,\npengusaha atau milik teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan yang dapat merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai dan atau mengedarkan\nnarkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya dilingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian dilingkungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman sekerja atau\npengusaha dilingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Memperdagangkan barang terlarang atau yang dilarang oleh pemerintah baik\ndalam lingkungan perusahaan maupun diluar lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Mengancam, menganiaya, secara fisik atau mental, menghina secara kasar\nPengusaha atau pekerja beserta keluarga.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>9.Membongkar, membocorkan, menjual, memberikan meminjamkan dokumen rahasia\nPerusahaan atau mencemarkan nama baik Perusahaan\u002F Pengusaha yang seharusnya\ndirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik Perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Melakukan perkelahian dan atau pemukulan di dalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Tanpa wewenang membawa senjata api\u002F tajam\u002Fpetasan\u002Fbahan peledak lainnya\nkedalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Dengan sengaja atau karena lalai mengakibatkan dirinya dalam keadaan\nbahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Terhadap pelanggaran yang di lakukan dan menyangkut perkara tindak pidana\nmaka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat dilakukan setelah adanya putusan\npengadilan yang berkekuatan hukum tetap (melalui prosedur hukum yang\nberlaku).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Pekerja\u002Fburuh yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut\nturut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah,\nsesuai pasal 168 UU No 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PENYAMPAIAN ASPIRASI, MASA BERLAKU PKB DAN ATURAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Penyampaian Aspirasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penyampaian aspirasi adalah Pengusaha dan serikat buruh bersepakat bahwa\nsetiap keluhan dan pengaduan buruh akan secepatnya untuk ditindak lanjuti\nsecara adil dan bijaksana dengan selalu mungangkat nilai kejujuran dan\nkebenaran data serta fakta yang ada sesuai dengan ketentuan hukum dan\nUndang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Cara Penyelesaian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Setiap Keluh kesah di upayakan untuk diselesaikan secara musyawarah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setiap hasil musyawarah dibuat secara tertulis yang di tanda tangani\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sarana Pendukung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perusahan menyediakan kotak saran sebagai tempat penyampaian kritik, saran\ndan aspirasi buruh secara jujur dan sopan serta bertanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setiap pengirim surat dijamin kerahasiaannya serta dilindungi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dan Apabila tidak tercapai kesepakatan dalam penyelesaian permasalahan\nmaka ditempuh prosedur hukum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Masa Berlaku PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Isi PKB ini dibuat dan disepakati oleh kedua belah piliak serta dinyatakan\nsyah setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah\ndinyatakan sah oleh Disnakertrans.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setelah 2 tahun masa berlaku PKB ini habis, maka 3 bulan sebelumnya kedua\nbelah pihak harus sudah mengadakan pertemuan untuk melakukan\nperbaikan\u002Fpembaharuan PKB yang baru apabila diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dengan berlakunya PKB ini maka Peraturan Perusahaan dinyatakan sudah tidak\nberlaku lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Aturan Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini ditanda tangai pada tanggal April 2012 s\u002Fd\nApril 2014\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pihak penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama ini telah diberi wewenang\nsecara hukum oleh pihak masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila terjadi salah penafsiran atas isi Perjanjian Kerja Bersama ini,\nmaka akan di selesaikan secara musyawarah untuk mufakat, dan bila tidak ada\nkesepakatan akan diselesaikan sesuai dengan Undang Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila ada kekeliruan atau kesalahan dalam pembuatan PKB ini maka di\nadakan perbaikan seperlunya melalui musyawarah dengan itikad baik dari kedua\nbelah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jakarta,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Tun Yun Garment Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ms. Who Chao Ilsien\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Factory Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak PK SBSI 1992\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Tun Yun Garment Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nurul Komat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua PK SBSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sarwotimah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengetahui\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta\nUtara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Drs. Robert B Tarigan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP. 19560707l983031015\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            ",{"severance_number_1_tenure":46,"hourspday_select":50,"violence":54,"contracttrialperiod":58,"cbadate_end":62,"severance_number":66,"maternity_nursing_breaks_length":68,"alternatives":72,"ONCERISE_trigger":76,"maternity_nursing_breaks_duration":80,"dayspweek":84,"longserviceallowanceamount1":88,"cbadate_start":92,"nursingmothers":94,"PAIDLEAV_trigger":97,"hourspday":101,"funeralpay":103,"MEALALL_trigger":107,"overtimeallowancetype":111,"monitoring":115,"paidmaternityleaveduration":119,"maternityotherclause":123,"severance":127,"paidmaternityleavepay":129,"discrimination":131,"paidmaternityleavepayperc":135,"pensionfund":137,"mealvouchersamount":141,"commutingallowancetype":143,"OVERTIME_trigger":147,"overtimeallowanceperc1":149,"holidaysdays":151,"holidaysweeks":153,"maternitydiscrimination":155,"COMMUTE_trigger":157,"commutingallowanceamount1":159,"sundayallowancetype":161,"protectiveclothing":163,"healthandsafetypolicy":167,"healthandsafetyprovisions":171,"LOWWAGE_government":174,"healthcareaccessrelatives":178,"overtimeallowancetype1":182,"healthcareaccess":184,"breastfeeding_dangerouswork":186,"hourspweek":190,"incidentalbonusamount1":192,"schedulesrestpw":194,"incidentalbonustype":198,"sundayallowancetype1":200,"dayspweek_select":202,"incidentalbonusperc1":204,"TRADEUNLEAV_trigger":206,"SCHEDULE_trigger":210,"contracttrial":212,"breastfeeding_workingtime":214,"incidentalbonustype2":216,"LOWWAGE_provision":218,"cbadate_start_date":220,"sicknessmaxdaysnr":222,"overtimeallowancetype_general":225,"sundayallowanceperc1":227,"LOWWAGE_trigger":229,"cbadate_end_date":231,"longserviceallowancetype":233,"contractseverancepay1":235,"bankholidays1":237,"overtimeallowanceperc1_general":241,"lowwageperiod":243,"SUNDAY_trigger":245,"hourspweek_select":247,"deathrelativesleave":249,"sicknessmaxdays":253,"paidmaternityleave":255,"coverunion_trigger":257,"contractseverancepay":261,"jobsecuritymothers":263,"deathrelatives":265},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"severance_number_1_tenure","3.Besarnya uang pesangon disesuaikan den","3.Besarnya uang pesangon disesuaikan dengan ketentuan Undang-undang No.13\ntahun 2003 dan ketentuan hukum yang berlaku pada saat itu.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"hourspday_select","2.Jam kerja di perusahaan adalah 8 jam s","2.Jam kerja di perusahaan adalah 8 jam sehari atau 40 jam seminggu dengan\nketentuan apabila melebihi ketentuan tersebut maka di perhitungkan sebanyak jam\nkerja lembur.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"violence","Pelanggaran yang dikenakan sanksi Pemutu","Pelanggaran yang dikenakan sanksi Pemutusan hubungan kerja :\n\n1.Peningkatan sanksi pelanggaran dari surat peringatan ketiga (SP-III) yang\nsejenis dan atau berat pelanggarannya sama dan atau lebih.\n\n2.Penipuan, pencurian, dan penggelapan barang\u002Fuang milik Perusahaan,\npengusaha atau milik teman sekerja.\n\n3.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan yang dapat merugikan\nperusahaan.\n\n4.Mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai dan atau mengedarkan\nnarkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya dilingkungan kerja.\n\n5.Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian dilingkungan\nkerja.\n\n6.Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman sekerja atau\npengusaha dilingkungan kerja.\n\n7.Memperdagangkan barang terlarang atau yang dilarang oleh pemerintah baik\ndalam lingkungan perusahaan maupun diluar lingkungan Perusahaan.\n\n8.Mengancam, menganiaya, secara fisik atau mental, menghina secara kasar\nPengusaha atau pekerja beserta keluarga.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"contracttrialperiod","1.Calon buruh tetap (PKWTT) yang telah m","1.Calon buruh tetap (PKWTT) yang telah memenuhi persyaratan dan telah lulus\ntesting yang diadakan oleh Perusahaan di terima sebagai buruh dengan masa\npercobaan paling lama 3 bulan terhitung sejak buruh mulai bekerja di Perusahaan\ndan adanya masa percobaan harus diberitahukan kepada calon buruh yang\nbersangkutan.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"cbadate_end","1.Perjanjian Kerja Bersama ini ditanda t","1.Perjanjian Kerja Bersama ini ditanda tangai pada tanggal April 2012 s\u002Fd\nApril 2014",{"bindId":67,"name":48,"text":49},"severance_number",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"maternity_nursing_breaks_length","1.Bila di perlukan kepada buruh wanita y","1.Bila di perlukan kepada buruh wanita yang mempunyai anak bayi (umur 0-1\ntahun) di berikan kesempatan untuk menyusui anaknya pada saat jam kerja tanpa\nmengurangi upahnya.",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"alternatives","1.Pengusaha dilarang melakukan pemutusan","1.Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dalam hal :\n\na.Selama buruh berhalangan menjalankan pekerjaannya karena sakit terus\nmenerus memirut keterangan dokter selama waktu 1 (satu) 1 tahun atau 12 (dua\nbelas) bulan.\n\nb.Karena alasan menikah, hamil, melahirkan, keguguran, atau melaksanakan\nkewajiban menyusui bayinya.",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"ONCERISE_trigger","Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Ray","Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya keagamaan dengan ketentuan masa\nkerja sbb ;\n\na.Masa kerja 3 bulan lebih letapi kurang dari 1 tahun, pemberian THR sesuai\nketentuan yang diatur Permen No. 04 Tahun 1994.\n\nb.Masa kerja 1 tahun telapi kurang dari 2 tahun 1 bulan Gp + Rp. 4.500",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"maternity_nursing_breaks_duration","2.Kepada buruh wanita yang akan menyusui","2.Kepada buruh wanita yang akan menyusui anaknya pada saat jam kerja\n(minimal mulai jam 11.00 WIB sampai selesai selama 2 jam) diwajibkan untuk\nmemberitahukan kepada atasannya langsung ke personalia.",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"dayspweek","1.Hari kerja ditetapkan 5 hari dalam sem","1.Hari kerja ditetapkan 5 hari dalam seminggu.",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"longserviceallowanceamount1","2.Besarnya grade gaji yang diberikan Per","2.Besarnya grade gaji yang diberikan Perusahaan adalah sebagai berikut:\n\na.Masa kerja 1 tahun kurang dari 2 tahun Rp. 150,00\u002Fhari kehadiran\n\nb.Masa kerja 2 tahun kurang dari 3 tahun Rp. 250,00\u002F hari kehadiran\n\nc.Masa kerja 3 tahun kurang dari 4 tahun Rp. 350,00\u002F hari kehadiran\n\nd.Masa kerja 4 tahun kurang dari 5 tahunRp. 450,00\u002F hari kehadiran\n\ne.Masa kerja 5 tahun kurang dari 6 tahun Rp. 550,00\u002F hari kehadiran\n\nf.Masa kerja 6 tahun kurang dari 7 tahun Rp. 650,00\u002F hari kehadiran\n\ng.Masa kerja 7 tahun kurang dari 8 tahun Rp. 750,00\u002F hari kehadiran\n\nh.Masa kerja 8 tahun kurang dari 9 tahun Rp. 850,00\u002F hari kehadiran\n\ni.Masa kerja 9 lahun kurang dari 10 tahun Rp. 950,00\u002F hari kehadiran\n\nj.Masa kerja 10 tahun kurang dari 11 tahun Rp. 1.050,00\u002F hari kehadiran\n\nk.Masa kerja 11 tahun kurang dari 12 tahun Rp. 1.150,00\u002F hari kehadiran\n\nl.Masa kerja 12 tahun kurang dari 13 tahun Rp. 1.250,00\u002F hari kehadiran\n\nm.Masa kerja 13 tahun kurang dari 14 tahun Rp. 1.350,00\u002F hari kehadiran\n\nn.Masa kerja 14 tahun kurang dari 15 tahun Rp. 1.450,00\u002F hari kehadiran",{"bindId":93,"name":64,"text":65},"cbadate_start",{"bindId":95,"name":70,"text":96},"nursingmothers","1.Bila di perlukan kepada buruh wanita yang mempunyai anak bayi (umur 0-1\ntahun) di berikan kesempatan untuk menyusui anaknya pada saat jam kerja tanpa\nmengurangi upahnya.\n\n2.Kepada buruh wanita yang akan menyusui anaknya pada saat jam kerja\n(minimal mulai jam 11.00 WIB sampai selesai selama 2 jam) diwajibkan untuk\nmemberitahukan kepada atasannya langsung ke personalia.",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"PAIDLEAV_trigger","1.Setiap buruh yang telah bekerja selama","1.Setiap buruh yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut\nberhak atas cuti istirahat tahunan selama 12 (dua belas) hari kerin di kurangi\ndengan pelaksanaan cuti bersama.",{"bindId":102,"name":52,"text":53},"hourspday",{"bindId":104,"name":105,"text":106},"funeralpay","1.Apabila buruh tetap meninggal dunia, m","1.Apabila buruh tetap meninggal dunia, maka berhak atas uang duka dari\nPerusahaan sebesar Rp.l.500.000,00.\n\n2.Apabila keluarga buruh yang meninggal dunia (sesuai dengan Bab I Pasal 1\nayat 6) yang tercantum dalam kartu keluarga maka Perusahaan memberikan\nsumbangan duka cita senilai Rp. 100.000.00 disertai dengan salinan kartu\nkeluarga dan surat kematian.",{"bindId":108,"name":109,"text":110},"MEALALL_trigger","1.Perusahaan wajib memberikan tunjangan ","1.Perusahaan wajib memberikan tunjangan makan kepada buruh perharinya\nsenilai Rp3.000, (Rp 3.500 untuk Asst Supervisor, Supervisor, Chief dan\nlaki-laki).",{"bindId":112,"name":113,"text":114},"overtimeallowancetype","f.Perhitungan waktu kerja lembur dan per","f.Perhitungan waktu kerja lembur dan perhitungan upah kerja lembur telah di\natur pada Kepmen 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004.",{"bindId":116,"name":117,"text":118},"monitoring","6.Perusahaan dengan serikat buruh memben","6.Perusahaan dengan serikat buruh membentuk tim Penulis Pembina Keselamatan\nKerja (P2K3) guna mengkoordinasi terlaksananya keselamatan dan kesehatan kerja\ndi lingkungan kerja.",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"paidmaternityleaveduration","1.Bagi buruh wanita yang akan melahirkan","1.Bagi buruh wanita yang akan melahirkan berhak alas cuti selama 3 (tiga)\nbulan, yaitu l,5 bulan sebelum saat melahirkan dan 1,5 bulan sesudah melahirkan\ndengan mendapat upah penuh.",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"maternityotherclause","2.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalami","2.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak\nmemperoleh istirahat 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter\nkandungan atau bidan.",{"bindId":128,"name":48,"text":49},"severance",{"bindId":130,"name":121,"text":122},"paidmaternityleavepay",{"bindId":132,"name":133,"text":134},"discrimination","2.Serikat Buruh mengakui bahwa Pengusaha","2.Serikat Buruh mengakui bahwa Pengusaha mempunyai wewenang dalam mengatur\ndan mengelola jalannya Perusahaan dan buruhnya sepanjang tidak merugikan buruh.\nPengusaha tidak melakukan tekanan baik langsung maupun tidak langsung terhadap\nburuh, atau perlakuan diskriminatif atau tindakan balasan lainnya yang\nberhubungan dengan fungsi dan tugasnya sebagai pengurus dan anggota serikat\nBuruh.",{"bindId":136,"name":121,"text":122},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"pensionfund","2.Bagi buruh yang telah memasuki usia pe","2.Bagi buruh yang telah memasuki usia pensiun, maka pengusaha wajib\nmemberikan kepada buruh sesuai pasal 167 ayat ( 5 ) Undung-Undang No. 13 tahun\n2003.",{"bindId":142,"name":109,"text":110},"mealvouchersamount",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"commutingallowancetype","2.Perusahaan wajib memberikan tunjangan ","2.Perusahaan wajib memberikan tunjangan transport kepada buruh perharinya\nsenilai Rp.2.000,00.",{"bindId":148,"name":113,"text":114},"OVERTIME_trigger",{"bindId":150,"name":113,"text":114},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":152,"name":99,"text":100},"holidaysdays",{"bindId":154,"name":99,"text":100},"holidaysweeks",{"bindId":156,"name":74,"text":75},"maternitydiscrimination",{"bindId":158,"name":145,"text":146},"COMMUTE_trigger",{"bindId":160,"name":145,"text":146},"commutingallowanceamount1",{"bindId":162,"name":113,"text":114},"sundayallowancetype",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"protectiveclothing","10.Peralatan kerja harus dengan perlengk","10.Peralatan kerja harus dengan perlengkapan yang baik dan buruh harus\nmempergunakan alat- alat keselamatan yang telah disediakan oleh Perusahaan\ndalam melaksanakan pekerjaannya.\n\n11.Buruh wajib memelihara dan merawat perlengkapan dan peralatan kerja.",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"healthandsafetypolicy","1.Kesehatan dan keselamatan adalah hak s","1.Kesehatan dan keselamatan adalah hak setiap buruh dan Pengusaha.\n\n2.Kesehatan dan keselamatan bisa dipelihara dengan menciptakan cara kerja\nyang nyaman.",{"bindId":172,"name":169,"text":173},"healthandsafetyprovisions","1.Kesehatan dan keselamatan adalah hak setiap buruh dan Pengusaha.\n\n2.Kesehatan dan keselamatan bisa dipelihara dengan menciptakan cara kerja\nyang nyaman.\n\n3.Perusahaan tidak mempekerjakan buruh untuk berdiri secara terus menerus\nselama 7 jam.\n\n4.Penerangan pada saat jam lembur disesuaikan dengan kebutuhan demi\npenghematan energi.\n\n5.Setiap buruh wajib untuk menjaga dan meningkatkan kesadaran akan\nkeselamatan dan keselamatan kerja baik untuk dirinya sendiri maupun dengan\nrekan sekerja\u002Flainnya dengan cara mematuhi prosedur keselamatan kerja.\n\n6.Perusahaan dengan serikat buruh membentuk tim Penulis Pembina Keselamatan\nKerja (P2K3) guna mengkoordinasi terlaksananya keselamatan dan kesehatan kerja\ndi lingkungan kerja.\n\n7.Perusahaan akan memperhatikan kondisi tempat kerja yang nyaman.\n\n8.Dalam penyediaan air minum yang disediakan oleh Perusahaan akan\ndisesuaikan dengan standarisasi yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diperiksa\nsecara periodik oleh lembaga laboratorium yang berwenang.\n\n9.Aliran listrik harus ada pengontrolan untuk mencegah terjadinya kecelakaan\nkerja.\n\n10.Peralatan kerja harus dengan perlengkapan yang baik dan buruh harus\nmempergunakan alat- alat keselamatan yang telah disediakan oleh Perusahaan\ndalam melaksanakan pekerjaannya.\n\n11.Buruh wajib memelihara dan merawat perlengkapan dan peralatan kerja.",{"bindId":175,"name":176,"text":177},"LOWWAGE_government","2.Upah minimum buruh harus sesuai dengan","2.Upah minimum buruh harus sesuai dengan UMSP yang berlaku",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"healthcareaccessrelatives","1.Pengusaha memberikan jaminan pemelihar","1.Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan pada yang bersangkutan\n(buruh) beserta keluarga maksimal 3 anak.\n\n2.Pengusaha menunjuk\u002Fmenetapkan poliklinik dan praktek dokter serta rumah\nsakit di luar lokasi perusahaan untluk memberikan jaminan pemeliharaan\nkesehatan untuk buruh dengan mengingat lokasi yang relative dekat dengan tempat\ntinggal buruh, yaitu rumah sakit\u002Fklinik Indosehat.",{"bindId":183,"name":113,"text":114},"overtimeallowancetype1",{"bindId":185,"name":180,"text":181},"healthcareaccess",{"bindId":187,"name":188,"text":189},"breastfeeding_dangerouswork","c.Buruh dalam kondisi hamil tidak di per","c.Buruh dalam kondisi hamil tidak di perkenankan lembur malam dalam bekerja\ndi atas pukul 18.00 WiB.",{"bindId":191,"name":52,"text":53},"hourspweek",{"bindId":193,"name":78,"text":79},"incidentalbonusamount1",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"schedulesrestpw","1.Setiap 5 (lima) hari bekerja, buruh me","1.Setiap 5 (lima) hari bekerja, buruh mendapat 2 (dua) hari libur yaitu hari\nsabtu dan minggu,",{"bindId":199,"name":78,"text":79},"incidentalbonustype",{"bindId":201,"name":113,"text":114},"sundayallowancetype1",{"bindId":203,"name":86,"text":87},"dayspweek_select",{"bindId":205,"name":78,"text":79},"incidentalbonusperc1",{"bindId":207,"name":208,"text":209},"TRADEUNLEAV_trigger","5.Kepada pengurus organisasi buruh dan a","5.Kepada pengurus organisasi buruh dan anggotanya diberikan dispensasi\napabila ada tugas\u002Fkegiatan organisasi berupa rapat organisasi, kongres,\npendidikan atau panggilan memerintah dalam waktu yang di perlukan dan upah\ntetap di bayar penuh.",{"bindId":211,"name":196,"text":197},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":213,"name":60,"text":61},"contracttrial",{"bindId":215,"name":70,"text":71},"breastfeeding_workingtime",{"bindId":217,"name":78,"text":79},"incidentalbonustype2",{"bindId":219,"name":176,"text":177},"LOWWAGE_provision",{"bindId":221,"name":64,"text":65},"cbadate_start_date",{"bindId":223,"name":74,"text":224},"sicknessmaxdaysnr","1.Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dalam hal :\n\na.Selama buruh berhalangan menjalankan pekerjaannya karena sakit terus\nmenerus memirut keterangan dokter selama waktu 1 (satu) 1 tahun atau 12 (dua\nbelas) bulan.",{"bindId":226,"name":113,"text":114},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":228,"name":113,"text":114},"sundayallowanceperc1",{"bindId":230,"name":176,"text":177},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":232,"name":64,"text":65},"cbadate_end_date",{"bindId":234,"name":90,"text":91},"longserviceallowancetype",{"bindId":236,"name":48,"text":49},"contractseverancepay1",{"bindId":238,"name":239,"text":240},"bankholidays1","2.Hari Libur Nasional yang ditetapkan ol","2.Hari Libur Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari libur\nnasional, akan tetapi dapat digantikan dengan hari yang lain sesuai dengan\nkesepakatan bersama kedua belah pihak.",{"bindId":242,"name":113,"text":114},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":244,"name":176,"text":177},"lowwageperiod",{"bindId":246,"name":113,"text":114},"SUNDAY_trigger",{"bindId":248,"name":52,"text":53},"hourspweek_select",{"bindId":250,"name":251,"text":252},"deathrelativesleave","d.Istri buruh, mertua meninggal dunia : ","d.Istri buruh, mertua meninggal dunia : 2 hari kerja\n\ne.Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fsaudara kandung mertua meninggal dunia : 3 hari\nkerja",{"bindId":254,"name":74,"text":224},"sicknessmaxdays",{"bindId":256,"name":121,"text":122},"paidmaternityleave",{"bindId":258,"name":259,"text":260},"coverunion_trigger","3.PKB ini mengikat pihak Perusahaan dan ","3.PKB ini mengikat pihak Perusahaan dan pihak Buruh dari PT.Tun Yun Garment\nIndonesia.",{"bindId":262,"name":48,"text":49},"contractseverancepay",{"bindId":264,"name":74,"text":75},"jobsecuritymothers",{"bindId":266,"name":251,"text":267},"deathrelatives","d.Istri buruh, mertua meninggal dunia : 2 hari kerja","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Tun Yun Garment - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-04-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-04-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-04-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Tun Yun Garment\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 2010\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Nurul Komat, Sarwotimah\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;3 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;1.7 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;Sectoral Minimum Wage\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusamount1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;4500.0&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;2000\u002Fday per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3600.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;3000.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[273],{"title":39,"slug":34},[275],{"type":276,"data":277},"call_to_action_body_block",{"title":278,"description":279,"variant":280,"link":281},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":278,"url":282,"description":278,"rel":283,"type":284},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[286],{"type":276,"data":287},{"title":278,"description":279,"variant":280,"link":288},{"title":278,"url":282,"description":278,"rel":283,"type":284},[]]