[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-trimanunggal-komara-dengan-serikat-pekerja-nasional-spn-":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":254,"content_type_view":255,"extra_breadcrumbs":256,"body":258,"body_blocks":269,"related_pages":273},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":252,"translations":253},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-trimanunggal-komara-dengan-serikat-pekerja-nasional-spn-","a358f716-181e-11e6-a623-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-trimanunggal-komara-dengan-serikat-pekerja-nasional-spn-\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-trimanunggal-komara-dengan-serikat-pekerja-nasional-spn-\u002F","PT. Trimanunggal Komara","ba_ID","PT. Trimanunggal Komara -","Indonesia - PT. Trimanunggal Komara -","PT. Trimanunggal Komara - - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"109 - PKB PT. Trimanunggal Komara.html","\n              \n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>\u003C\u002Ftitle>\n\n\n\nperorangan, persekutuan atau badan hukum\n\n\u003Cp>3.Pekerja : Setiap orang yang masih mempunyai hubungan dengan perusahaan\ndengan menerima upah dan yang telah memenuhi syarat-syarat administrasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat pekerja : Organisasi pekerja atas dasar lapangan pekerjaan yang\nbersifat mandiri, demokratis, bebas dan bertanggung jawab, yang dibentuk dari,\noleh dan untuk pekerja, untuk memperjuangkan hak dan kepentingan kaum pekerja\ndan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pimpinan Serikat Pekerja : Anggota Serikat Pekerja yang dipilih \u002F di\ntunjuk oleh anggota untuk memimpin sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran\nrumah tangga yang di sahkan dengan SK DPC.No.Kep.ORG.A.032\u002FDPC.SPN\u002FKB\u002FXI\u002F2012\nNO.PENCATATAN 113\u002FSPN.TNK\u002F 03.32.113\u002F03\u002FX\u002FVII\u002F2005\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.PKB : Suatu kesepakatan antara pekerja yang diwakili oleh SPN dan\nperusahaan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Keluarga Pekerja : Istri dan anak yang menjadi tanggung jawab pekerja\n(usia anak maksimum 21 tahun,belum bekerja dan belum menikah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Istri Pekerja : Seorang istri dari hasil perkawinan yang sah sebagaimana\nterdaftar diperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Suami Pekerja : Seorang suami dari perkawinan yang sah yang terdaftar di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Mertua : Orang tua kandung dari istri\u002Fsuami yang sah dari perkawinan Yang\npertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Anak Sah Pekerja : Anak yang ditanggung pekerja,yaitu semua anak\nsebagaimana terdaftar pada perusahaan yang ditanggung sepenuhnya, belum\nmenikah, belum bekerja dan usia maksimum 21 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila istri tersebut meninggal dunia, maka anak tersebut tetap menjadi\natau sebagai anak-anak yang ditanggung oleh pekerja disamping anak-anak yang\nsah dari istri yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila terjadi perceraian sehingga pekerja tersebut kawin lagi, maka\npekerja harus memilih diantara anak-anak yang sah yang mungkin lahir dari istri\nyang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Apabila pekerja mengangkat anak yang dikuatkan oleh Pengadilan Negeri\ndianggap anak yang menjadi tanggung jawab pekerja yang paling banyak 1 (satu)\norang anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Keluarga Pekerja perempuan : Pekerja perempuan yang telah menikah\ndianggap tidak mempunyai tanggung jawab anak kecuali :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Anak yang sah dari pekerja perempuan, janda yang di tinggal mati suaminya,\nmenjadi tanggungan pekerja perempuan tersebut selama ia belum \u002F tidak menikah\nlagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Anak-anak yang sah dari pekerja perempuan janda yang cerai dari suaminya\ndapat menjadi tanggungan pekerja tersebut apabila ada bukti sah dari Pengadilan\nAgama tentang anak tersebut selama ia tidak menikah lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Ahli Waris Keluarga atau yang di tunjuk pekerja menerima pembayaran dalam\nkematian pekerja. Dalam hal ini apabila tidak ada penunjukan atas ahli waris\nakan diatur menurut hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>14.Pekerja Tetap : Pekerja yang telah memenuhi masa percobaan selama 3\nbulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>15.PekerjaAsing : Apabila tenaga kerja tersebut bukan Warga Negara Indonesia\ndengan pembuktian surat dari kantor imigrasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama PT.Trinunggal Komara berlaku selama 2 ( dua )\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang bertanda tangan dibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT.Trinunggal Komara Garment berkedudukan di Jalan Mayor Oking Jaya atmaja\nNo.168 Cibinong Bogor Jawa Barat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang selanjutnya disebut Pengusaha dalam hal ini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Susanti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Yen Yen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kundi Hartono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Burhan Salim\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Suspardiyo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dan Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT Trinunggal Komara yang terdaftar pada\nDinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia dengan nomor\nSKDPC No. Kep.ORG.A- 066\u002FDPCSPN\u002FKB\u002FV\u002F2011 dan No Pencatatan\n113\u002FSPN.TNK\u002F03.32.113\u002F03\u002FX\u002FVII\u002F2005. Yang selanjutnya disebut Serikat Pekerja\ndalam hal ini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Muhammad Harris.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dwi Siwanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Amin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Nurlia HS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Syamsudin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Siti Asiyah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Atang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Atep Rusmana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Murniati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Luasnya Perjanjian Luasnya Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Telah dipahami dan disepakati bersama oleh pihak pengusaha maupun pihak\nSerikat Pekerja bahwa pada dasarnya Perjanjian Kerja Bersama ini hanya mengatur\nhal-hal yang pokok yang besifat umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Juga pihak pengusaha dan Serikat Pekerja menyetujui, bahwa selama\nberlakunya perjanjian ini dapat diperbaharui dari waktu ke waktu atas\npermintaan tertulis dari Serikat Pekerja dan disetujui oleh pihak pengusaha\natau sebaliknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Maksud dan Tujuan PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Untuk mengatur hubungan kerja dan syarat-syarat kerja antara serikat\nPekerja dan Pengusaha, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No.13 tahun 2003\ntentang PKB dan HIP (Hubungan Industrial Pancasila).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menetapkan syarat-syarat kerja dan keadaan Industrial atau hubungan\nketenaga kerjaan yang belum diatur Perundang-undangan maupun nilai-nilai syarat\nkerja yang sudah diatur dalam perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mempertegas dan memperjelas hak dan kewajiban pekerja atau Serikat Pekerja\ndan Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Memperteguh dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis dalam\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Mengatur tata cara penyelesaian keluh kesah dan perbedaan pendapat antar\npekerja atau Serikat Pekerja dengan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menciptakan ketenangan kerja bagi karyawan dan kepastian usaha bagi\npengusaha, karena adanya pengaturan hak dan kewajiban yang jelas bagi kedua\nbelah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Manfaat PKB \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Pekerja dan pengusaha akan lebih mengetahui dan memahami tentang hak dan\nkewajibannya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mengurangi timbulnya perselisihan industrial atau hubungan ketenaga\nkerjaan sehingga dapat menjamin kelancaran proses produksi,dan peningkatan\nusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Membantu ketenangan kerja pekerja serta mendorong semangat dan kegiatan\nbekerja lebih tekun dan rajin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk menciptakan suasana musyawarah dan kekeluargaan dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Pengakuan Hak-Hak Pengusaha dan Hak-Hak Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja mengakui bahwa Perusahaan mempunyai wewenang dalam\nmengatur dan mengelolai jalannya perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam menjalankan tugasnya masing-masing baik Serikat Pekerja dan\nPengusaha harus menghindarkan tindakan-tindakan yang dapat merugikan kedua\nbelah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha mengakui Serikat Pekerja Nasional (SPN) no pencatatan\n113\u002FSPN.TNK\u002F03.32.113 \u002F03\u002FX\u002FVII 2005 sebagai organisasi resmi yang mewakili\nsegenap anggotanya yang bekerja pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat Pekerja dan Pengusaha bersepakat untuk bekerjasama dan\nmengusahakan ketenangan usaha bagi perusahaan dan ketentraman kerja bagi semua\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : PENGAKUAN FASILITAS-FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Anggota-Anggota Pengurus Serikat Pekerja dan Perwakilan\nSerikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Pengusaha mengakui Serikat Pekerja sebagai organisasi resmi yang mewakili\nanggota-anggotanya yang mempunyai hubungan kerja tetap dengan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pengusaha tidak menghalang-halangi kegiatan dan perkembangan Serikat\nPekerja selama tidak menyimpang dari AD\u002FART organisasi SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>c.Untuk mengurusi masalah-masalah pekerja antara Pemerintah dan Pengusaha\n(TRIPARTIT) maka pekerja yang ditunjuk untuk mewakili Serikat Pekerja diberikan\ndispensasi dan pasilitas penuh untuk menghadiri rapat atau pertemuan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>d.Pengusaha tidak melakukan tekanan-tekanan langsung maupun tidak langsung,\ntindakan-tindakan diskriminasi dan pembalasan terhadap pekerja yang dipilih dan\ndi tunjuk selaku fungsionaris Pekerja atau Perwakilan Anggota (PA) karena\nkegiatan yang berhubungan dengan fungsinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e.Sesuai dengan pengakuan atas hak-hak Serikat Pekerja, maka setiap\nfungsionaris Serikat Pekerja dapat masuk kedalam ruang lingkup manajemen\nperusahaan untuk melaksanakan fungsinya mengenai masalah pekerja dan\norganisasi, dan pengusaha memberikan bantuan yang diperlukan untuk kelancaran\nkepentingan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Memberikan dispensasi kepada Perwakilan Serikat Pekerja untuk mengikuti\nkegiatan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Hubungan Pengusaha dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Dalam setiap masalah \u002F persoalan hal-hal yang menyangkut Pengusaha dan\nSerikat Pekerja, diusahakan tercapainya keseragaman pendapat dengan jalan\nperundingan atau pertemuan antara kedua belah pihak untuk mendapat suatu\nmufakat (sila ke 4 dari pancasila).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dalam hal perbedaan pendapat yang tidak dapat di selesaikan hal mana\nmenjadi perselisihan tersebut dapat diselesaikan dan diteruskan kepada jasa\nperantara (Disnakertrans Kab.Bogor) sesuai dengan Undang- Undang no.13 tahun\n2003 oleh Pengusaha maupun Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Fasilitas-Fasilitas Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Untuk mendukung kegiatan Serikat Pekerja,Pengusaha memberikan fasilitas\nruangan kantor beserta perlengkapan untuk dipergunakan sebagai sekretariat,\ndimana sarana tersebut merupakan inventaris perusahaan yang dipinjamkan kepada\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pengusaha menyediakan papan pengumuman kegiatan organisasi dan setiap\npengumuman harus ditempelkan di papan pengumuman sehingga mudah dibaca oleh\npara pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pengusaha membantu memotong upah karyawan untuk iuran organisasi sesuai\ndengan Peraturan Menteri No. 01 tahun 1984 dan AD\u002FARTSPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pengusaha dapat memberikan ijin kepada Serikat Pekerja dengan mendapat\nupah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pengusaha meminjamkan ruangan rapat beserta alat-alat yang diperlukan\nuntuk kegiatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pengusaha memberikan fasilitas transportasi (kendaraan) antar jemput untuk\nmelakukan kegiatan Pengurus Serikat Pekerja dan Perwakilan Serikat Pekerja\n(Perwakilan Anggota).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Pertemuan-Pertemuan Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Demi tercapainya ketenangan kerja dan ketenangan usaha, maka antara\nPengusaha dan Serikat Pekerja mengadakan pertemuan rutin disetiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Yang berhak mewakili Pengusaha untuk menghadiri pertemuan berkala adalah\nfactory Manager atau yang lainnya yang ditunjuk, dan yang dapat mengambil\nkeputusan. Sedangkan untuk pihak Serikat Pekerja adalah seluruh pengurus\nharian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pelaksanaan lembaga BIPARTIT difungsikan sesuai dengan pasal 106 UU No.13\ntahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HUBUNGAN KERJA\u002FMASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Hubungan Kerja dan Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Penerimaan pekerja baru adalah hak pengusaha dengan memperhatikan\nkepentingan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setiap calon pekerja harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.WNI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Usia antara 18 tahun sampai dengan 27 tahun, kecuali tenaga ahli.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menyerahkan SKCK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Berbadan sehat menurut keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Lulus testing keterampilan dan wawancara yang diadakan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>c.Masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja dalam masa percobaan wajibmenandatangani perjanjian\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama masa percobaan masing-masing pihak memutuskan kerja tanpa\nsyarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setelah masa percobaan selesai, apabila perusahaan menilai kondite pekerja\nmemenuhi syarat, harus diangkat menjadi pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan harus memberitahukan Serikat Pekerja mengenai pekerja baru,\ndengan memberikan salinan perjanjian kerja yang dibuat oleh personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Tenaga Kerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Untuk penempatan tenaga kerja asing mengacu kepada Undang-Undang No.13\ntahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tenaga pekerja WNA pendatang adalah yang memiliki visa tinggal terbatas\natau ijin tinggal tetap untuk maksud bekerja didalam wilayah RI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Setiap Keberadaan Tenaga Kerja Asing pihak Serikat Pekerja harus diberikan\ntembusan dengan disertai bukti-bukti surat-surat resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Demi lancarnya kegiatan perusahaan, serikat pekerja mengakui hak pihak\npengusaha dalam menerima pekerja baru, penentuan dan pembagian kerja,\npengangkatan dan pemindahan kerja sesuai dengan kebutuhan operasional\nperusahaan serta sesuai azas dan prosedur personil managemen yang sehat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada pekerja yang berprestasi\nuntuk mengisi lowongan jabatan yang ada, bagi pekerja yang memenuhi persyaratan\nyang ditetapkan oleh perusahaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Perusahaan memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengisi lowongan\njabatan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Setelah pekerja dipromosikan dan dimutasikan diberikan tunjangan sesuai\njabatan yang baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Struktur pengangkatan jabatan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Direksi\u002Fyang setingkat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Manager\u002F yang setingkat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Koordinator\u002F yang setingkat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Supervisor\u002F yang setingkat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Kepala Regu\u002F yang setingkat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Quality Control\u002F yang setingkat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja Bulanan\u002F yang setingkat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja Harian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemindahan\u002FMutasi harus berdasarkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Adanya mutasi tidak mengurangi upah dan tunjangan yang pernah diterima\npekerja sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setiap mutasi yang dilakukan oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan\noperasional perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Apabila terdapat penolakan mutasi terhadap pekerja harus dibicarakan\ndengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Adanya mutasi bukan karena kesalahan \u002F hukuman bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Karena alasan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Setiap pemindahan tugas dalam pasal mutasi ini harus diberitahukan kepada\npekerja paling lambat 6 (enam) hari sebelum masa berlakunya mutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Dalam pelaksanaan mutasi perusahaan harus memberikan tembusan kepada\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Hak Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Memberi perintah \u002F pekerjaan yang layak kepada pekerja selama waktu\nbekerja, membuat rencana kerja yang tepat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memerintah pekerja untuk melaksanakan kerja lembur dengan mengikuti\nperaturan pemerintah apabila ada pekerjaan yang mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Membuat program kerja yang jelas untuk meningkatkan prestasi kerja pegawai\natau pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Memutuskan hubungan kerja sesuai dengan isi PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Kewajiban Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Melaksanakan isi PKB secara konsekuen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberikan tunjangan lain yang layak sesuai dengan tenaga atau jasa yang\ndiberikan oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mematuhi semua peraturan \u002F ketetapan pemerintah yang ada dalam hubungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Memperhatikan dan memberikan kesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>e.Memberikan ganti rugi penuh kepada pekerja atas akibat kecelakaan yang\ndialami dalam hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f.Memperlakukan pekerja secara adil dan bijaksana serta manusiawi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Perusahaan wajib memberikan upah pekerja tepat pada waktunya dan wajib\nmemberikan makanan yang layak bagi pekerja yang melaksanakan lembur 3 jam atau\ndiatas 3 jam sesuai dengan IHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Pengusaha melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam undang-undang\nketenaga kerjaan serta peraturan-peraturan pemerintah yang berlaku secara\nkonsekuen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Dalam hal pekerja \u002F Buruh yang melakukan mogok kerja secara sah di dalam\nmenyampaikan tuntutan hak normative yang sungguh-sungguh dilanggar oleh\npengusaha, Pekerja \u002F Buruh berhak mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Pekerja wajib melakukan pekerjaan yang disepakati dengan\nsebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja wajib mentaati dan melakukan ketentuan \u002F peraturan yang berlaku\ndilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja wajib memberikan keterangan yang sebenarnya, baik mengenai dirinya\nmaupun pekerjaanya kepada yang berwenang dalam hubungan kerja dengan tugas\nkerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja berkewajiban menyimpan segala keterangan yang dianggap rahasia\noleh perusahaan yang didapat karena jabatan maupun pergaulan \u002F hubungan\ndilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pekerja wajib menjaga \u002F memelihara keselamatan milik perusahaan yang\ndipercayakan \u002F dipergunakan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pekerja wajib menghormati atasannya dan sesama pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pekerja yang masuk kerja wajib memakai pakaian kerja dan perlengkapan yang\nditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Pekerja wajib melaksanakan tugasnya secara tertib dan menjunjung tinggi\nkedisiplinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Pekerja wajib memeriksa dan mengatur perlengkapan kerja sebelum mulai\nbekerja dan meninggalkan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Melaksanakan isi PKB secara konsekuen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>A.Jam kerja diatur sesuai dengan izin yang ditetapkan oleh Departemen Tenaga\nKerja dan Transmigrasi Republik Indonesia (Disnakertrans).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Pihak Serikat Pekerja mengakui hak pengusaha untuk memberlakukan kerja\nshift bagi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dalam shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C.Waktu-waktu jam kerja diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>a.Jam kerja normal penggunaan waktu 7 jam kerja selama 6 hari kerja \u002F 40 jam\nseminggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Hari Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 - 15.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 - 13.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jum'at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 - 15.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30 - 13.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 - 12.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tanpa Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.15 - 23.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 - 18.45\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jum'at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.15 - 23.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 - 18.45\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.15 - 17.45\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tanpa Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jum'at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23.15 - 07.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>03.00 - 03.45\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 - 23.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tanpa Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>b.Apabila pekerja terlambat masuk kerja lewat dari jam 07.00 WIB tanpa izin\ntidak diprkenankam masuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Kerja Lembur \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp>a.Lembur dikerjakan pada hari biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk lembur pada jam pertama harus dibayar upah sebesar 1 Â½ x upah\nlembur perjam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Untuk setiap kerja lembur berikutnya harus dibayar sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Jam 16:00 s\u002F d 20:30 WIB sebesar 2x upah perjam.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam 20:30 dan seterusnya sebesar 3x upah perjam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>b.Pekerja diminta kesediaannya untuk bekerja lembur pada hari biasa, minggu,\nhari libur resmi dengan tidak ada unsur paksaan sesuai dengan ketentuan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila pada waktu tertentu ada pekerjaan yang mendesak yang harus\ndikerjakan tanpa ada waktu penundaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam keadaan darurat seperti kebakaran, peledakan, banjir, dan sebagainya\natau Dalam pekerjaan bilamana tidak segera dilaksanakan dapat membahayakan\nkeselamatan dan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam giliran kerja shift bila penggantinya tidak datang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jika seorang pekerja setelah tanda tangan lembur karena sesuatu sebab yang\nwajar tidak dapat bekerja lembur, harus mendapat izin terlebih dahulu dari\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Upah lembur terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah lembur diberikan kepada pekerja yang tingkat pelaksanaannya yaitu\nharian dan bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya upah lembur diatur menurut ketentuan peraturan undang-undang\nno.13 tahun 2003 dan KEPMEN No. 102 \u002FMen\u002F 2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Cara menghitung upah lembur perjam:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1\u002F173 x upah sebulan + Tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi pekerja yang melaksanakan kerja lembur sampai dengan jam 18.00 atau\ndiatas jam 18:00 WIB diberikan makan dan minum sesuai dengan 1400 kalori atau\nsetara dengan nilai uang di bawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>No\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Lembur\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Uang Makan Harian\u002FKontrak\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Lembur Bulanan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Keterangan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.00 - 17.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 - 20.45\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 3.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 4.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 - 22.45\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 4.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 5.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 - di atas jam 22.45\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 5.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 6.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ditambah extra pudding dan transport Rp. 10.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"5\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Shift yang\n        melaksanakan lembur untuk shift ke : II\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24.00 - 05.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 6.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp.7.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"5\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Kerja long\n        shift untuk shift ke : II\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>03.00 - 06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 5.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 6.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"5\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Kerja shift\n        ke III diberikan uang kalori sebesar Rp.4.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>e.Lembur pada hari istirahat mingguan atau hari raya resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk setiap jam dalam batas 7 jam atau 5 jam apabila hari raya tersebut\njatuh pada hari kerja terpendek pada 1 hari dalam 6 hari kerja seminggu harus\ndibayar upah 2x upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Untuk jam kerja pertama selebihnya 7 jam atau 5 jam apabila hari raya\ntersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada 1 hari dalam seminggu harus\ndibayar upah sebesar 3x upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Untuk jam kerja kedua setelah 7 jam atau 5 jam apabila Hari Raya tersebut\njatuh pada hari kerja terpendek dalam seminggu dan seterusnya harus dibayar\nupah sebesar 4x upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Khusus bagi pekerja yang melaksanakan kerja lembur pada bulan puasa\ndiberikan uang kolak sebesar Rp. 10.000,- ( sepuluh ribu rupiah ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Diadakan ketentuan tata tertib dan kedisiplinan tersebut adalah untuk maksud\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Barang siapa melanggar ketentuan tata tertib disiplin kerja yang dimaksud\nberarti mengundang sangsi bagi yang melakukannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang mematuhi dan tidak melanggar, berarti ikut mendukung\nterciptanya keamanan dan ketenangan lingkungan kerja demi kepentingan semua\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Larangan-Larangan Bagi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Pulang tanpa seijin atasan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Sering datang terlambat \u002F pulang mendahului waktu-waktu yang telah\nditentukan termasuk waktu-waktu istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak mematuhi keselamatan kerja \u002F petunjuk-petunjuk atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tidak memakai perlengkapan kerja \u002F pengaman kerja dan tanda pengenal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pekerja dilarang merusak fasilitas yang disediakan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : SANGSI-SANGSI TERHADAP PELANGGARAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Pelanggaran - Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang tidak memenuhi tata tertib , aturan-aturan serta melanggar\nlarangan-larangan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak akan diberikan\nsangsi menurut tingkat pelanggaranya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I.PERINGATAN LISAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peringatan lisan diberikan atau di lakukan oleh atasan langsung atau pejabat\nyang berwenang di bagian \u002F department masing masing atas kesalahan kesalahan\nyang bersifat ringan, masih dapat di arahkan untuk perbaikannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II.PERINGATAN TERTULIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peringatan tertulis diberikan setelah pekerja yang bersangkutan tidak\nmengindahkan peringatan secara lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A.Pemberian Peringatan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Terlambat masuk bekerja empat kali dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Meninggalkan pekerjaan tanpa seijin dari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidak masuk bekerja dua hari berturut-turut atau tiga hari (mangkir) dalam\nsatu bulan tanpa ada surat keterangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Segala tingkah laku yang dianggap mengganggu dan merugikan pekerjaan orang\nLain atau perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tidak memakai atau memelihara alat keselamatankerja yang diberikan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Mencoret-coret mengotori dan membuang sampah sembarangan dilingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Melakukan kegiatan jual beli barang atau meminjamkan uang dengan bunga\n(rentenir) secara ilegal dilingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Menolak untuk diperiksa badan oleh petugas yang ditunjuk oleh pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Prestasi kerjanya dibawah prestasi normal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Meminjam atau meminjamkan tanda pengenal (kartu karyawan) atau surat\npribadi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kepentingan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Tidak memakai pakaian seragam kerja atau tidak mengenakan tanda pengenal\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Membaca buku, majalah, surat kabar , komik atau mendengarkan radio dan\nmain hand pone (HP) yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan pada jam\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pada saat datang atau pulang tidak Time Card kecuali menjalankan tugas\ndari perusahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Membawa masuk makanan,minuman berwarna dan alatkecantikan ke ruang\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Makan ditempat kerj a pada saat j am kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Surat Peringatan ke 1 berlaku 3 (tiga) bulan sejak tanggal ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Pemberian Peringatan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Menyalahgunakan wewenang dan tanggung jawab yang diberikan oleh\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tidak masuk kerja 3 (tiga) hari berturut-turut atau 4 (empat) hari dalam\nsatu bulan tanpa memberikan keterangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dengan sengaja memasukan Time Card orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tidur pada jam kerja dilokasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mencoret-coret merobek atau mengambil pengumuman yang ditempel secara\nresmi dipapan pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat surat peringatan ke-1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Surat peringatan II berlaku 6 bulan sejak tanggal ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C.Pemberian peringatan III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dengan sengaja \u002F lalai yang mengakibatkan bagi dirinya atau orang lain\natau barang milik perusahaan dalam keadaan bahaya .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Membuat \u002F menyebarkan berita yang tidak benar sehingga menimbulkan\nkeresahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Membawa cermin, benda-benda metal yang tidak ada hubungannya dengan\nproduksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat surat peringatan ke II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Surat peringatan ke III berlaku 9 bulan sejak tanggal ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila pekerja tidak masuk kerja tanpa ijin atau alasan yang dapat\ndipertanggung jawabkan maka pekerja tersebut dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Setiap pekerja yang dianggap oleh perusahaan telah berbuat kesalahan dan\nmelanggar peraturan tersebut seperti diatas dalam tata tertib perusahaan, dapat\ndiskors dari pekerjaannya dan harus diberitahukan terlebih dahulu serta\ndiberikan upah 75 % selama masa skorsing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Selama masa proses skorsing yang menjurus ke PHK dan tidak disepakati oleh\nkedua belah pihak, pekerja yang bersangkutan harus dibayar 100% dari\nupahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Setiap pemutusan hubungan kerja harus disesuaikan dengan undang-undang\nno.13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Pelanggaran Tata Tertib Yang Dapat Mengakibatkan Pemutusan\nHubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Melakukan pencurian dan penggelapan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melakukan perbuatan asusila ditempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bermain judi dan sejenisnya di komplek perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Melakukan penipuan pada waktu kerja dengan memberikan keterangan yang\ntidak benar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>5.Melakukan penganiayaan terhadap pengusaha, keluarga pengusaha atasannya\natau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Memikat pengusaha, keluarga pengusaha atasan atau teman sekerja untuk\nberbuat sesuatu yang melanggar hukum atau kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Meminum minuman keras \u002F mabuk, memakai,dan mengedarkan narkoba atau\nsejenisnya dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Menghina secara kasar atau mengancam pengusaha,keluarga pengusaha atasan\natau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Melindungi membantu atau membiarkan orang lain berbuat hal yang merugikan\nperusahaan atau pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Membawa senjata api atau senjata tajam kedalam lingkungan perusahaan\ntanpa adanya hubungan dengan jabatan \u002Ftugas perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Merokok di ruang kerja dan di areal yang dapat menimbulkan kebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>A.Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Putusnya hubungan kerja antara pekerja dan perusahaan dapat disebabkan\noleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kematian (pekerja meninggal dunia).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja tidak mampu kerja, usia lanjut 55 tahun untuk pria dan 50 tahun\nuntuk wanita \u002F usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemberhentian massal \u002F umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Ditahan yang berwajib selama 4 bulan berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tidak masuk kerja tanpa keterangan atau izin 5 hari berturut-turut dalam 1\nbulan atau 8 hari tidak berturut-turut dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Melakukan tindakan provokasi diluar ketentuan undang-undang \u002F peraturan\npemerintah yang sah, isi PKB , yang menyebabkan keresahan diperusahaan dan\nkaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja tidak mencapai prestasi pada masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Putusnya hubungan kerja karena pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja meninggal dunia, kepada\nahli warisnya diberikan uang santunan sebesar 1 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Pekerja yang putus hubungan kerja atas permintaan sendiri atau\nmengundurkan diri tidak mendapatkan pesangon,tetapi diberikan uang pisah dan\npenggantian hak lainnya yang besarnya tidak lebih rendah dari ketentuan uang\njasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C.Pembayaran uang pisah dan penggantian hak lainnya, sebagaimana tercantum\ndalam ayat B, di berikan oleh perusahaan selambat lambatnya 14 hari setelah\ntanggal pengunduran diri ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>D.Jika kesalahan diperbuat seperti tersebut dibawah ini, yang mana telah\ndiberikan peringatan terakhir, yang bersangkutan masih melakukan kesalahan,\nmaka terhadap pekerja tersebut dapat dilaksanakan Pemutusan Hubungan Kerja\n(PHK) dengan memberi uang pesangon, uang pisa dan penggantian hak lainnya.:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mangkir selama 3 (tiga) hari berturut-turut atau 5 (lima) hari terputus\ndalam 1 (satu) bulan atau 12 hari dalam 1 (satu) tahun setelah diberikan\nperingatan ke tiga \u002Fterakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menolak perintah yang layak dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak cakap melakukan pekerjaannya walaupun sudah dicoba dimana-mana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melalaikan kewajiban secara serampang yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Sering datang terlambat ditempat kerja walaupun sudah diperingatkan untuk\ndi PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tidak mengikuti peraturan keamanan kerja atau keselamatan kerja dan\nkesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>E.Pembayaran uang pesangon, uang pisah, dan penggantian hak lainnya ,\nsebagaimana dimaksud ayat D, diberikan oleh perusahaan selambat lambatnya 14\nhari dari tanggal ditetapkannya Putus Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>F.Apabila pekerja tidak masuk kerja, dalam waktu 5 (lima) hari kerja secara\nterus menerus tanpa disertai surat keterangan yang sah maka pekerja tersebut\ndinyatakan telah mengundurkan diri secara sepihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>G.Ketentuan uang pisah sebagaimana dimaksud ayat B pasal ini adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun :\n2 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun : 3 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 12 (dua\nbelas) tahun : 4 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun : 5 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 18\n(delapan belas) tahun : 6 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 18(delapan belas) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 21 (dua\npuluh satu) tahun : 7 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 24\n(dua puluh empat) tahun : 8 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun dan seterusnya : 10 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Tidak Mampu Bekerja (Medically\nUnfit)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>Apabila pekerja tidak mampu bekerja karena sakit lebih dari 12 bulan\nberdasarkan keterangan dokter maka akan diputuskan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Rasionalisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal karena terpaksa perusahaan melaksanakan suatu program\nReorganisasi,Rasionalisasi atau perubahan sistem kerja sehingga sebagian\npekerja akan kehilangan pekerjaannya, maka Pemutusam Hubungan kerja akan\ndilaksanakan dengan mengikuti undang-undang no.13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya uang pesangon, uang jasa dan uang ganti kerugian lainnya akan\nditetapkan berdasarkan persetujuan bersama antara perusahaan dan Serikat\nPekerja dengan memperhatikan ketentuan peraturan Mentri Tenaga Kerja Republik\nIndinesia No. Per 03\u002FMEN\u002F1996 dan undang-undang No.13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Surat Keterangan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada saat berakhirnya hubungan kerja, perusahaan akan memberikan Surat\nKeterangan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karena satu hal sesuai dengan hukum yang berlaku, surat keterangan hanya\nakan diberikan kepada pekerja yang telah selesai masa percobaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : HAK-HAK PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Yang dimaksud dengan upah ialah penghasilan dalam bentuk uang, yang\nditerima pekerja dengan teratur tidak termasuk didalamnya bonus atau hadiah\ndari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Sistem pengupahan untuk pekerja diatur berdasarkan status dan jabatan\npekerja itu sendiri yang terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan-tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SKILLEVEL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-skillwagegroups\">\u003Cp>c.Penetapan upah ditetapkan berdasarkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Keahlian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kecakapan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Prestasi kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kondite pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Masa kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d.Sistim upah dibagi atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Upah dalam pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Kepada pekerja yang diperintahkan tugas luar (dinas) diberikan uang\nperjalanan dinas dengan perincian:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Uang transportasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Uang penginapan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Uang makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Jenis Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Jenis upah yang berlaku di perusahaan adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah harian tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Upah bulanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Upah bulanan All in\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jenis-jenis pemotongan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pemotongan Jamsostek 2 % dari upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemotongan iuran wajib anggota SPN sebesar 0,5 % dari UMK yang berlaku\nsesuai dengan AD\u002FART.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemotongan wajib keanggotaan koperasi bagi yang menjadi anggota\nkoperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>a.Kenaikan upah dilakukan satu kali dalam satu tahun dan diberikan dalam\nbentuk berkala berdasarkan prestasi kerja dan masa kerja diberikan setiap jatuh\ntempo masa kerja masing masing.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Hasil kenaikan upah berkala harus dimusyawarahkan dengan SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Pembayaran Upah \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Upah pekerja dibayar secara periodik yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah harian dibayarkan pada setiap 2 minggu dalam 1 bulan jatuh pada\ntanggal 12 dan tanggal 28.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila tanggal 12 dan tanggal 28 jatuh pada hari libur resmi atau libur\nmingguan, maka upah harus dibayarkan pada hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Upah bulanan dibayarkan pada setiap akhir bulan, jatuh pada tanggal 28.\napabila tanggal 28 jatuh pada hari libur resmi atau libur mingguan maka upah\nharus dibayarkan pada hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Cara pembayaran upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap pembayaran upah harus dilampirkan slip gaji untuk seluruh\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Yang berhak menerima upah ialah pekerja yang bersangkutan, kecuali yang\nbersangkutan berhalangan dapat diterimakan oleh orang lain dengan menunjukan\nsurat kuasa oleh pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tempat pembayaran di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Bencana (Force Majeure)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Apabila perusahaan berhenti dikarenakan bencana yang menyebabkan kerusakan\npabrik (force majeure) maka pekerja yang diliburkan mendapat uang tunggu dengan\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Uang tunggu truwulan ke 1 sebesar 100 % x upah + tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Uang tunggu triwulan ke 2 sebesar 75 % x upah + tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Uang tunggu triwulan ke 3 sebesar 60 % x upah + tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Uang tunggu triwulan ke 4 sebesar 50 % x upah + tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dalam hal perusahaan, terkena bencana (force majeure) berdasarkan\nperaturan UU yang berlaku, maka upah pekerja merupakan utang yang harus\ndidahulukan untuk dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dalam hal perusahaan tertimpa pailit, maka upah pekerja merupakan utang\nyang harus didahulukan untuk dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Premi hadir, Uang Transport dan Uang Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>Premi hadir, uang transport dan uang makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk setip pekerja tetap diberikan premi hadir dalam bentuk uang yang\ndiberikan berdasarkan hari masuk kerja yang dimasukan dalam daftar gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>b.Untuk setiap pekerja tetap, diberikan uang transport dan uang makan untuk\nsetiap harinya sebesar Rp. 3.000,- yang dimasukan kedalam daftar gaji.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Bagi pekerja yang melaksanakan kerja shift dan kerja lembur, diberikan\nextra pudding sesuai IHK ( pasal 18.ayat d.4.)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>d.Bagi pekerja yang melaksanakan kerja shift diberikan uang shift menurut\nsifat kerjanya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Tunjangan-Tunjangan dan Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>A.Tunjangan hari raya keagamaan\u002F THR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Diberikan dalam bentuk uang selambat-lambatnya 15 hari menjelang Hari\nRaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jumlah yang diberikan lebih besar dari yang diterima tahun sebelumnya\u002F\ntahun lalu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>B.Ketentuan-ketentuan pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Batas umur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Batas umur 55 tahun bagi laki-laki, 50 tahun bagi wanita kecuali bagi\njabatan tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setelah mencapai umur maksimum diatas maka pekerja tersebut secara\notomatis masuk masa pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pemberitahuan masa pensiun dimaksud dalam ayat b1 point b. harus\ndiberitahukan kepada yang bersangkutan secara tertulis, selambat-lambatnya 3\n(tiga) bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Sebelum mencapai usia pensiun bisa ditawarkan untuk pensiun dini,\ndipertimbangkan dari faktor kondisi tenaga kerja\u002F kesehatannya atau hal lain\nyang berhubungan dengan tenaga kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan-tunjangan pensiun ketentuan pelaksanaannya sebagaimana diatur\ndalam undang- undang ketenagakerjaan UU No.13 tahun 2003, pasal 167.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah\u002F gaji yang sedang berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang pesangon sesuai ketentuan UU No.13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang pisa sesuai ketentuan UU No.13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Penggantian hak sesuai dengan ketentuan UU No.13 tahun 2003 ( 15 %)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Bagi pekerja yang belum mencapai usia pensiun bisa ditawarkan pensiun dini\ndengan diberikan pesangon sesuai undang-undang no.13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pembayaran pesangon, dan tunjangan tunjangan pension sebagaimana dimaksud\nayat B point 2 diberikan oleh perusahaan selambat lambatnya 14 hari dari\ntanggal ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Istirahat\u002FLibur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>a.Setelah bekerja 6 hari berturut-turut untuk 7 jam\u002Fhari atau 40 jam\u002Fminggu\nkepada pekerja diberikan libur\u002Fistirahat mingguan selama 1 hari.dan 5 hari\nkerja berturut- turut untuk 8 jam\u002Fhari atau 40 jam\u002Fminggu maka pekerja di\nberikan istirahatselama 2 hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>b.Pada hari-hari libur resmi \u002F hari raya yang ditetapkan pemerintah\ndibebaskan untuk tidak bekerja dengan mendapat upah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cp>a.Pekerja yang telah melaksanakan kerja selama 12 bulan berhak atas cuti\ntahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Lamanya cuti tahunan ditetapkan 12 hari kerja dengan upah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Cuti tahunan diatur sesuai kebutuhan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hari Raya, hari minggu dan hari besar lainnya tidak termasuk bagian dari\ncuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Apabila hak cuti tidak diambil setelah lewat 12 bulan dari haknya harus\ndiberitahukan kepada pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Selama menjalankan cuti haknya dibayar penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Bila cuti tahunan yang tidak dipergunakan sampai dengan jatuh tempo cuti\nyang baru untuk tahun berikutnya,maka dinyatakan gugur\u002Ftidak berlaku\npenundaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Sisa cuti tahunan yang belum dipergunakan tidak dapat ditukar dengan\nuang,harus di ambil sebelum jatuh tempo cuti tahun berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>a.Bagi pekerja wanita dalam satu bulan berhak atas cuti haid yang akan\ndibayarkan setiap tanggal 15 berikutnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Bagi pekerja wanita hamil , segera mendaftar ke poliklinik dan tidak\nberhak atas cuti haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bagi pekerja perempuan yang monupouse segera mendaftar ke personalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Cuti Hamil\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>a.Bagi pekerja wanita yang sedang hamil berhak atas cuti hamil selama 1 \u002F\nbulan sebelum melahirkan dan 1 \u002F bulan setelah melahirkan sesuai dengan UU no.\n13 tahun 2003 pasal 82.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cp>b.Dalam hal melahirkan, kepada pekerja perempuan, perusahaan wajib\nmemberikan gajinya 1 \u002F bulan ditambah dengan tunjangan-tunjangan sebelum\nmelahirkan dan gajinya 1.1\u002F2 bulan dibayarkan sesudah pekerja masuk kembali\nbekerja ditambah dengan tunjangan-tunjangan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cp>c.Khusus pekerja perempuan yang sedang hamil, diberikan dispensasi untuk\nistirahat dan pulang 5 menit sebelum waktunya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_workingtime\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternity_nursing_breaks_duration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cp>d.Untuk pekerja perempuan yang sedang menyusui diberikan dispensasi\nistirahat \u002F jam sebelum waktunya dengan surat keterangan dari personalia (UU\nno.13 tahun 2003 pasal 83).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>e.Apabila pengajuan cuti, hari dan tanggal cutinya jatuh setelah hari dan\ntanggal kelahiran, maka hanya berhak atas cuti melahirkan saja 1 Â½ bulan.dan\ntidak berhak mendapat cuti hamil yang 1 Â½ bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Cuti Keguguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Bagi pekerja yang mengalami keguguran diberikan istirahat selama dibayar\ngaji pokok 1 \u002F bulan penuh ditambah tunjangan-tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bagi pekerja yang mengalami keguguran ditempat kerja diberikan pengobatan\npenuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longtermillness\">\u003Cp>A.Apabila pekerja mengalami sakit berkepanjangan dan tidak dapat\nmelaksanakan tugas kerja sampai dengan 12 bulan lamanya berdasarkansurat\nketerangan\u002F resume dokter,maka diberikan perlindungan Upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>B.Upah yang dimaksud pada ayat A diberikan sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4 (empat) bulan I : 100% X Upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4 (empat) bulan II : 75% X Upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4 (empat) bulan III : 50% X Upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebulan sebelum pemutusan\nhubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Upah Penuh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>a.Seluruh pekerja diberikan ijin khusus yang tidak dipotong dari cuti\ntahunannya antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perkawinan pekerja : 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perkawinan anak pekerja : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>3.Istri melahirkan atau keguguran : 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>4.Kematian istri\u002F suami\u002F anak pekerja : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Khitanan\u002F pempabtisan anak pekerja : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Kematian orang tua pekerja \u002F mertua : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Kematian dalam satu rumah : 1 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Ijin dokter apabila pekerja tidak hadir karena sakit harus dapat\nmenunjukan bukti istirahat dari rumah sakit, puskesmas, yayasan kesehatan dan\nbidan, maka upah dibayar penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Apabila pekerja telah melaksanakan keija selama 4 jam, upah diberikan\u002F\ndibayar 2 hari, dan uang makan + transport dibayar penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila telah melaksanakan keija selama 5 jam, upah dan uang makan +\ntransport dibayar penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Prosedur Meninggalkan Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ijin meninggalkan pekerjaan berdasarkan pasal 38 dan pasal 39 harus\ndiperoleh dahulu dari perusahaan, kecuali dalam keadaan mendesak bukti-bukti\ntersebut dapat diajukan kemudian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>A.Seluruh pekerja diberikan pakaian kerja menurut sifat kerjanya, maka\nperusahaan memberikan 3 stel pakaian setiap bulan September\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Perlengkapan kerja menurut sifat kerjanya berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Sepatu kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Topi Seragam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masker\u002Ftutup pengaman hidung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kartu tanda pengenal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tutup telinga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Jas hujan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Kaca mata Sandal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C.Perlengkapan kerja tersebut harus dipelihara dengan sebaik-baiknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>D.Khusus anggota satpam untuk tahun pertama diberikan 3 stel pakaian lengkap\ndengan atribut- atributnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>E.Pekerja wajib memakai perlengkapan kerja tersebut diatas pada waktu\nbekerja dan lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Kesejahteraan Pekerja \u002F Jaminan Sosial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>A.Bantuan suka cita, pekerja yang melangsungkan akad nikah mendapat bantuan\nsuka cita dari perusahaan sebesar 11 % dari upah sebulan setelah menunjukan\nbuku pernikahan paling lambat 2 bulan setelah hari H nya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Apabila pekerja mengalami musibah dikarenakan bencana alam, perusahaan\nmemberikan bantuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>C.Bantuan musibah kematian orang tua kandung istri, suami, anak dan mertua,\nperusahaan harus memberikan bantuan 15 %. Dari upah sebulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>D.Untuk pembayaran dana bantuan suka cita dan dana bantuan musibah kematian\nsebagai mana dimaksud ayat a dan c, diberikan oleh perusahaan selambat\nlambatnya 7 hari dari tanggal di ajukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>E.Koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam rangka menunjang kesejahteraan karyawan atau pekerja beserta\nkeluarganya, perusahaan membantu kegiatan usaha koperasi, yakni:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bantuan Modal Awal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Ruangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Fasilitas-fasilitas lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menjamin keterbukaan manajemen koperasi secara berkala diumumkan\nmelalui pengumuman tentang perkembangan maupun kegiatannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Koperasi dilaksanakan sebagaimana diatur didalam anggaran Dasar dan\nAnggaran Rumah Tangga (ART) tentang perkoperasian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Jamsostek\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>a.Perusahaan menyertakan seluruh pekerjaannya sebagai peserta jamsostek\nsesuai dengan UU No. 03\u002F 1992 JOPP 14 \u002F 1993\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bagi pekerja yang belum menjadi peserta jamsostek \u002F anggota jamsostek\ndiberlakukan UU No. 03\u002F1992\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bagi pekerja yang belum menjadi karyawan tetap (masa percobaan) apabila\nmendapat kecelakaan diberlakukan UU No. 03\u002F 1992 (jamsostek)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d.Bagi pekerja yang belum menjadi anggota Jamsostek (JPK) perusahaan\nharusmemberikanbiaya pengobatan penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>e.Bagi pekerja yang belum menjadi anggota Jamsostek (JPK) perusahaan harus\nmemberikan penggantian biaya pengobatan keluarga (anak,istri,suami) secara\npenuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Fasilitas - Fasilitas Lainnya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Perusahaan wajib menyediakan tempat beribadah musholah \u002F mesjid beserta\nperlengkapannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kewajiban perusahaan untuk mengijinkan pekerjanya untuk melaksanakan\nibadah menurut agamanya masing-masing dengan tetap membayar upah sesuai dengan\nperaturan pemerintah (PP) No.08 tahun 1981\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Perusahaan memberikan sarana olah raga berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Lapangan sepak bola\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Lapangan volley ball\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Lap angan bulu tangkis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Lapangan tennis meja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Perusahaan memberikan sarana hiburan dan rekreasi minimal satu tahun\nsekali pada setiap akhir tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Perusahaan menyediakan kantin dan tempat makan siang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Perusahaan menyediakan locker \u002F tempat menaruh tas untuk seluruh\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Perusahaan menyediakan tempat parker kendaraan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Perusahaan menyediakan Kotak Saran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Perusahaan menyediakan Kotak P 3 K\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PELAKSANAAN KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Sarana Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>a.Perusahaan menyediakan poliklinik lengkap dengan tenaga medis berserta\nperlengkapannya selama masih ada aktivitas kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perusahaan menyediakan tenaga dokter tiga hari dalam satu minggu 7 jam\ndalam 1 hari disesuaikan dengan keadaan pasien yang ada\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Perusahaan menyediakan obat-obatan yang sesuai dengan jenis\npenyakitnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Perusahaan memberikan jaminan rawat inap kesehatan bagi pekerja yang sakit\n\u002F mendapat kecelakaan dilingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pekerja yang sakit dan tidak dapat diobati di poliklinik perusahaan\ndiberikan surat pengantar berobat dari perusahaan kerumah sakit yang ditunjuk\nbiaya pengobatan sepenuhnya ditanggung perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Apabila poliklinik tutup, ada pekerja yang sakit pada saat bekerja , maka\npekerja tersebut diberi surat pengantar kerumah sakit yang ditunjuk oleh\nperusahaan, surat pengantar berobat didapat dari Kepala Bagian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Yang Berhak Mendapat Pelayanan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Yang Berhak Mendapat Pelayanan Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Oleh dokter poliklinik adalah semua pekerja yang masih mempunyai hubungan\nkerja dengan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Oleh dokter spesialis yakni semua pekerja yang mempunyai penyakit karena\nsifat kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Perawatan Di Rumah Sakit Dengan Tanggungan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang mengalami kecelakaan dengan hubungan kerja atau karena\npenyakitnya akibat dari sifat kerjanya dan diharuskan dirawat \u002F diopname\ndirumah sakit terdekat, kelas III atau yang setingkat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perusahaan menunjuk salah satu rumah sakit untuk melayani pekerja yang\nmengalami sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : UANG PESANGON DAN UANG JASA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Uang Pesangon Uang Pesangon\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>a.Dasar perhitungan uang pesangon diberikan sesuai pasal 156 UU No. 13 Tahun\n2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>2.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun : 2\nbulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun : 3\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun :\n4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun :\n5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>6.Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun : 6\nbulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7.Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun :\n7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun\n: 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih : 9 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Juga diberikan ganti rugi berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Ganti rugi cuti tahunan yang belum diambil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ganti rugi untuk biaya pengobatan sebesar 100% upah sebulan berupa uang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang di PHK diberikan uang transport pulang ke kampung dimana\nia tinggal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pembayaran uang pesangon perhitungannya dihitung menurut jenis pemutusan\nhubungan kerjanya masing masing mengacu kepada peraturan perundangan (UU No: 13\ntahun 2003)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Uang Jasa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>A.Uang jasa diberikan kepada karyawan yang putus hubungan kerjanya karena\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Diberhentikan karena melakukan kesalahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Perhitungan uang jasa masa kerja sebagaimana diatur dalam ayat 3 pasal 156\nUU No.13 tahun 2003,sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Masa kerja lebih dari 3 tahun, tetapi kurang dari 6 tahun : 2 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa kerja lebih dari 6 tahun, tetapi kurang dari 9 tahun : 3 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Masa kerja lebih dari 9 tahun, tetapi kurang dari 12 tahun : 4 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masa kerja lebih dari 12 tahun, tetapi kurang dari 15 tahun : 5 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Masa kerja lebih dari 15 tahun, tetapi kurang dari 18 tahun : 6 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Masa kerja lebih dari 18 tahun, tetapi kurang dari 21 tahun : 7 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Masa kerja lebih dari 21 tahun, tetapi kurang dari 24 tahun : 8 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Masa kerja 24 tahun \u002F lebih : 10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Bagi pekerja \u002Fburuh yang mengundurkan diri ata keamauan sendiri yang tugas\ndan fungsinya tidak mewakili kepentingan pengusaha secara langsung, selain\nmenerima uang penggantian hak sesuai keentuan pasal 156 ayat (4) UU No 13.\nTahun 2003 diberikan uang pisah yang besarnya dan pelaksanaanya diatur dalam\nperjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pembayaran uang pisah dan uang penggantian hak lainnya 30 (tiga puluh)\nhari setelah ditetapkannya surat pengunduran diri yang dibuat oleh pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang pisah diberikan nilainnya tidak lebih rendah dari ketentuan uang\njasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PENYAMPAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Prosedur Penyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Pengusaha dan serikat pekerja bersepakat bahwa setiap keluh kesah pekerja\nakan diselesaikanseadil-adilnya dan secepat mungkin,yakni antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila terjadi keluh kesah dari pekeja maka sedapat mungkin akan\ndiselesaikan dengan cara musyawarah mufakat dengan prosedur yang tertib dalam\npenyampaian jika belum dapat diselesaikan pada tingkat yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila tidak dapat diselesaikan oleh pekerja sendiri, maka persoalan akan\ndiselesaikan bersama Serikat Pekerja dan apabila masih tidak dapat diselesaikan\nsecara intern,baru dibenarkan meminta bantuan Disnaker.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Secara pribadi keluh kesah pekerja dapat disampaikan oleh staff pimpinan,\nsetiap saat dengan sepengetahuan atasan langsung atau kepala bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pihak pengusaha lebih proaktif dalam menindak lanjuti keluh kesah yang\ndisampaikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dalam penyampaian keluh kesah masal diatur oleh UU No. 22 tahun 1957.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Penyesuaian Undang-Undang No.13 Tahun 2003\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini disesuaikan dengan Undang-undang no.13\ntahun 2003 Lembaran Negara No.39\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini akan tetap berlaku dan sah kecuali\napabila ada ketentuan-ketentuan dalam perjanjian kerja ini yang dinyatakan\ntidak sah oleh pengadilan atau bertentangan dengan Undang-undang baru\ndikemudian hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku untuk semua pekerja yang masih\nada hubungan kerjanya dengan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Perusahaan menyediakan buku perjanjian ini untuk dibagikan kepada semua\npekerja secepatnya setelah ditanda tangani.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja yang sudah diangkat menjadi karyawan tetap harus mendapatkan\nbuku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Jangka Waktu Berlakunya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Buku Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku sejak di tanda tangani\noleh pihak pengusaha dan pihak serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setelah dua tahun berlakunya buku Perjanjian Kerja Bersama ini, salah satu\npihak dapat mengajukan usul secara tertulis sebelum hari perundingan untuk\nmengadakan perbaikan pasal yang dimaksud\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Setelah habis masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini, dapat\ndiperpanjang masa berlakunya paling lama 1 (satu) tahun berdasarkan kesepakatan\ntertulis antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja. (UU No: 13 tahun 2003 pasal\n123 ayat 2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pencetakan Buku Perjanjian Kerja Bersama ini jika dalam kurun waktu\nberlakunya dianggap perlu ada perubahan-perubahan dapat dirundingkan oleh kedua\nbelah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Peraturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Setelah terwujudnya Perjanjian Kerja Bersama ini , maka segala perjanjian\nkerja yang bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini tidak berlaku\nlagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hal-hal yang belum diatur dengan jelas dalam perjanjian kerja ini mengacu\nkepada Undang-undang dan peraturan yang berlaku, dan akan dirundingkan antara\nSerikat Pekerja dengan pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Apabila terjadi pembubaran Serikat Pekerja \u002F peralihan kepemilikan\nperusahaan maka Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku sampai berakhirnya\nPerjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Bila akibat peralihan manajemen \u002F peralihan saham \u002F perusahaan, sehingga\nmenyangkut ketenaga kerjaan, maka ditempuh jalan sebagai berikut ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang terus \u002F bekerja melanjutkan hubungan kerjanya dengan\nperusahaan, maka syarat kerja dan masa kerja yang berlaku tetap berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila salah satu pihak tidak menghendaki melanjutkan hubungan kerja, maka\ndiberlakukan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan perjanjian bersama :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT.TRINUNGGAL KOMARA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor Akte Pendirian: 226 tanggal 19 Februari 1996\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Alamat: Jalan Mayor Oking Jaya Atmaja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>No. 168 Cibinong, Bogor, Jawa Barat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Telepon: 8753702-05 fax. 8752595\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Organisasi Serikat Pekerja Nasional PT. TRINUNGGAL KOMARA Nomor pencatatan\nKantor Disnaker Kabupaten Bogor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>No pencatatan : 113 \u002F SPN. TNK \u002F03.32.113 \u002F 03 \u002F X \u002F VII \u002F 2005\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK YANG MENGADAKAN KESEPAKATAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Muhamad Harris)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Dwi Siswanto)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(A m i n)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Nurlia HS)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Syamsudin)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Siti Asiyah)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(A t a n g)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(A t e p)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Murniati)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PENGUSAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Susanti)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Yen Yen)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Kundi Hartono)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Syamsudin)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Burhan Salim)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Suspardiyo HS)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MENYAKSIKAN KEPALA DINAS TENAGA KERJA DT II Kabupaten Bogor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            ",{"disabilitypay":46,"hourspday_select":50,"violence":54,"paidmaternityleaveduration":58,"maxsicknesspay":62,"severance_number_1_tenure":66,"severance_number":70,"alternatives":74,"ONCERISE_trigger":78,"maternity_nursing_breaks_duration":82,"dayspweek":86,"hourspweek_select":88,"wageincreasetype2":90,"pregnancy":94,"STRUCINCR_trigger":96,"nursingmothers":98,"hourspday":100,"funeralpay":102,"MEALALL_trigger":106,"contracttrialperiod":110,"maternityotherclause":114,"discrimination":118,"paidmaternityleavepayperc":122,"pensionfund":126,"OVERTIME_trigger":130,"holidaysdays":134,"holidaysweeks":138,"healthcareaccess":140,"shiftallowancetype":144,"healthinsurance":148,"COMMUTE_trigger":151,"breastfeeding_workingtime":155,"sicknessmaxdays":157,"funeralpaytype":161,"overtimeallowanceperc1":163,"hourspweek":166,"contracttrial":168,"schedulesrestpw":172,"sundayallowanceperc1":176,"skillwagegroups":180,"dayspweek_select":184,"paidmaternityleaveall":186,"TRADEUNLEAV_trigger":188,"SCHEDULE_trigger":192,"shiftallowancetype1":194,"paidpaternityleave":196,"longtermillness":200,"sicknessmaxdaysnr":203,"NOCTPREM_trigger":205,"menstruationleave":207,"funeralpayamount":211,"healthcareaccessrelatives":213,"contractseverancepay1":217,"bankholidays1":221,"overtimeallowanceperc1_general":225,"SUNDAY_trigger":227,"paidmaternityleavepay":230,"deathrelativesleave":232,"disabilityfund":236,"paidmaternityleave":238,"SKILLEVEL_trigger":240,"contractseverancepay":242,"PAIDLEAV_trigger":244,"paidpaternityleaveduration":246,"deathrelatives":250},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","e.Memberikan ganti rugi penuh kepada pek","e.Memberikan ganti rugi penuh kepada pekerja atas akibat kecelakaan yang\ndialami dalam hubungan kerja.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"hourspday_select","a.Jam kerja normal penggunaan waktu 7 ja","a.Jam kerja normal penggunaan waktu 7 jam kerja selama 6 hari kerja \u002F 40 jam\nseminggu",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"violence","5.Melakukan penganiayaan terhadap pengus","5.Melakukan penganiayaan terhadap pengusaha, keluarga pengusaha atasannya\natau teman sekerja.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"paidmaternityleaveduration","a.Bagi pekerja wanita yang sedang hamil ","a.Bagi pekerja wanita yang sedang hamil berhak atas cuti hamil selama 1 \u002F\nbulan sebelum melahirkan dan 1 \u002F bulan setelah melahirkan sesuai dengan UU no.\n13 tahun 2003 pasal 82.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"maxsicknesspay","A.Apabila pekerja mengalami sakit berkep","A.Apabila pekerja mengalami sakit berkepanjangan dan tidak dapat\nmelaksanakan tugas kerja sampai dengan 12 bulan lamanya berdasarkansurat\nketerangan\u002F resume dokter,maka diberikan perlindungan Upah.\n\nB.Upah yang dimaksud pada ayat A diberikan sbb:\n\n1.4 (empat) bulan I : 100% X Upah sebulan.\n\n2.4 (empat) bulan II : 75% X Upah sebulan.\n\n3.4 (empat) bulan III : 50% X Upah sebulan.\n\n4.Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebulan sebelum pemutusan\nhubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"severance_number_1_tenure","2.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih t","2.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun : 2\nbulan upah",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"severance_number","6.Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih t","6.Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun : 6\nbulan upah",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"alternatives","c.Khusus pekerja perempuan yang sedang h","c.Khusus pekerja perempuan yang sedang hamil, diberikan dispensasi untuk\nistirahat dan pulang 5 menit sebelum waktunya",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"ONCERISE_trigger","A.Tunjangan hari raya keagamaan\u002F THR 1.D","A.Tunjangan hari raya keagamaan\u002F THR\n\n1.Diberikan dalam bentuk uang selambat-lambatnya 15 hari menjelang Hari\nRaya\n\n2.Jumlah yang diberikan lebih besar dari yang diterima tahun sebelumnya\u002F\ntahun lalu",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"maternity_nursing_breaks_duration","d.Untuk pekerja perempuan yang sedang me","d.Untuk pekerja perempuan yang sedang menyusui diberikan dispensasi\nistirahat \u002F jam sebelum waktunya dengan surat keterangan dari personalia (UU\nno.13 tahun 2003 pasal 83).",{"bindId":87,"name":52,"text":53},"dayspweek",{"bindId":89,"name":52,"text":53},"hourspweek_select",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"wageincreasetype2","a.Kenaikan upah dilakukan satu kali dala","a.Kenaikan upah dilakukan satu kali dalam satu tahun dan diberikan dalam\nbentuk berkala berdasarkan prestasi kerja dan masa kerja diberikan setiap jatuh\ntempo masa kerja masing masing.",{"bindId":95,"name":76,"text":77},"pregnancy",{"bindId":97,"name":92,"text":93},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":99,"name":84,"text":85},"nursingmothers",{"bindId":101,"name":52,"text":53},"hourspday",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"funeralpay","C.Bantuan musibah kematian orang tua kan","C.Bantuan musibah kematian orang tua kandung istri, suami, anak dan mertua,\nperusahaan harus memberikan bantuan 15 %. Dari upah sebulan",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"MEALALL_trigger","b.Untuk setiap pekerja tetap, diberikan ","b.Untuk setiap pekerja tetap, diberikan uang transport dan uang makan untuk\nsetiap harinya sebesar Rp. 3.000,- yang dimasukan kedalam daftar gaji.",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"contracttrialperiod","14.Pekerja Tetap : Pekerja yang telah me","14.Pekerja Tetap : Pekerja yang telah memenuhi masa percobaan selama 3\nbulan.",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"maternityotherclause","e.Apabila pengajuan cuti, hari dan tangg","e.Apabila pengajuan cuti, hari dan tanggal cutinya jatuh setelah hari dan\ntanggal kelahiran, maka hanya berhak atas cuti melahirkan saja 1 Â½ bulan.dan\ntidak berhak mendapat cuti hamil yang 1 Â½ bulan.",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"discrimination","d.Pengusaha tidak melakukan tekanan-teka","d.Pengusaha tidak melakukan tekanan-tekanan langsung maupun tidak langsung,\ntindakan-tindakan diskriminasi dan pembalasan terhadap pekerja yang dipilih dan\ndi tunjuk selaku fungsionaris Pekerja atau Perwakilan Anggota (PA) karena\nkegiatan yang berhubungan dengan fungsinya.",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"paidmaternityleavepayperc","b.Dalam hal melahirkan, kepada pekerja p","b.Dalam hal melahirkan, kepada pekerja perempuan, perusahaan wajib\nmemberikan gajinya 1 \u002F bulan ditambah dengan tunjangan-tunjangan sebelum\nmelahirkan dan gajinya 1.1\u002F2 bulan dibayarkan sesudah pekerja masuk kembali\nbekerja ditambah dengan tunjangan-tunjangan.",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"pensionfund","a.Perusahaan menyertakan seluruh pekerja","a.Perusahaan menyertakan seluruh pekerjaannya sebagai peserta jamsostek\nsesuai dengan UU No. 03\u002F 1992 JOPP 14 \u002F 1993\n\nb.Bagi pekerja yang belum menjadi peserta jamsostek \u002F anggota jamsostek\ndiberlakukan UU No. 03\u002F1992\n\nc.Bagi pekerja yang belum menjadi karyawan tetap (masa percobaan) apabila\nmendapat kecelakaan diberlakukan UU No. 03\u002F 1992 (jamsostek)",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"OVERTIME_trigger","a.Lembur dikerjakan pada hari biasa 1.Un","a.Lembur dikerjakan pada hari biasa\n\n1.Untuk lembur pada jam pertama harus dibayar upah sebesar 1 Â½ x upah\nlembur perjam.",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"holidaysdays","a.Pekerja yang telah melaksanakan kerja ","a.Pekerja yang telah melaksanakan kerja selama 12 bulan berhak atas cuti\ntahunan\n\nb.Lamanya cuti tahunan ditetapkan 12 hari kerja dengan upah penuh",{"bindId":139,"name":136,"text":137},"holidaysweeks",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"healthcareaccess","a.Perusahaan menyediakan poliklinik leng","a.Perusahaan menyediakan poliklinik lengkap dengan tenaga medis berserta\nperlengkapannya selama masih ada aktivitas kerja\n\nb.Perusahaan menyediakan tenaga dokter tiga hari dalam satu minggu 7 jam\ndalam 1 hari disesuaikan dengan keadaan pasien yang ada",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"shiftallowancetype","d.Bagi pekerja yang melaksanakan kerja s","d.Bagi pekerja yang melaksanakan kerja shift diberikan uang shift menurut\nsifat kerjanya.",{"bindId":149,"name":128,"text":150},"healthinsurance","a.Perusahaan menyertakan seluruh pekerjaannya sebagai peserta jamsostek\nsesuai dengan UU No. 03\u002F 1992 JOPP 14 \u002F 1993\n\nb.Bagi pekerja yang belum menjadi peserta jamsostek \u002F anggota jamsostek\ndiberlakukan UU No. 03\u002F1992\n\nc.Bagi pekerja yang belum menjadi karyawan tetap (masa percobaan) apabila\nmendapat kecelakaan diberlakukan UU No. 03\u002F 1992 (jamsostek)\n\nd.Bagi pekerja yang belum menjadi anggota Jamsostek (JPK) perusahaan\nharusmemberikanbiaya pengobatan penuh\n\ne.Bagi pekerja yang belum menjadi anggota Jamsostek (JPK) perusahaan harus\nmemberikan penggantian biaya pengobatan keluarga (anak,istri,suami) secara\npenuh",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"COMMUTE_trigger","Premi hadir, uang transport dan uang mak","Premi hadir, uang transport dan uang makan\n\na.Untuk setip pekerja tetap diberikan premi hadir dalam bentuk uang yang\ndiberikan berdasarkan hari masuk kerja yang dimasukan dalam daftar gaji.\n\nb.Untuk setiap pekerja tetap, diberikan uang transport dan uang makan untuk\nsetiap harinya sebesar Rp. 3.000,- yang dimasukan kedalam daftar gaji.",{"bindId":156,"name":84,"text":85},"breastfeeding_workingtime",{"bindId":158,"name":159,"text":160},"sicknessmaxdays","Apabila pekerja tidak mampu bekerja kare","Apabila pekerja tidak mampu bekerja karena sakit lebih dari 12 bulan\nberdasarkan keterangan dokter maka akan diputuskan Hubungan Kerja.",{"bindId":162,"name":104,"text":105},"funeralpaytype",{"bindId":164,"name":132,"text":165},"overtimeallowanceperc1","a.Lembur dikerjakan pada hari biasa\n\n1.Untuk lembur pada jam pertama harus dibayar upah sebesar 1 Â½ x upah\nlembur perjam.\n\n2.Untuk setiap kerja lembur berikutnya harus dibayar sebagai berikut :\n\n  Jam 16:00 s\u002F d 20:30 WIB sebesar 2x upah perjam.\n  Jam 20:30 dan seterusnya sebesar 3x upah perjam.",{"bindId":167,"name":52,"text":53},"hourspweek",{"bindId":169,"name":170,"text":171},"contracttrial","c.Masa percobaan 1.Setiap pekerja dalam ","c.Masa percobaan\n\n1.Setiap pekerja dalam masa percobaan wajibmenandatangani perjanjian\nkerja.\n\n2.Selama masa percobaan masing-masing pihak memutuskan kerja tanpa\nsyarat.\n\n3.Setelah masa percobaan selesai, apabila perusahaan menilai kondite pekerja\nmemenuhi syarat, harus diangkat menjadi pekerja tetap.",{"bindId":173,"name":174,"text":175},"schedulesrestpw","a.Setelah bekerja 6 hari berturut-turut ","a.Setelah bekerja 6 hari berturut-turut untuk 7 jam\u002Fhari atau 40 jam\u002Fminggu\nkepada pekerja diberikan libur\u002Fistirahat mingguan selama 1 hari.dan 5 hari\nkerja berturut- turut untuk 8 jam\u002Fhari atau 40 jam\u002Fminggu maka pekerja di\nberikan istirahatselama 2 hari.",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"sundayallowanceperc1","e.Lembur pada hari istirahat mingguan at","e.Lembur pada hari istirahat mingguan atau hari raya resmi.\n\n1.Untuk setiap jam dalam batas 7 jam atau 5 jam apabila hari raya tersebut\njatuh pada hari kerja terpendek pada 1 hari dalam 6 hari kerja seminggu harus\ndibayar upah 2x upah sejam.",{"bindId":181,"name":182,"text":183},"skillwagegroups","c.Penetapan upah ditetapkan berdasarkan:","c.Penetapan upah ditetapkan berdasarkan:\n\n1.Keahlian\n\n2.Kecakapan\n\n3.Prestasi kerja\n\n4.Kondite pekerja\n\n5.Pendidikan\n\n6.Masa kerja",{"bindId":185,"name":52,"text":53},"dayspweek_select",{"bindId":187,"name":60,"text":61},"paidmaternityleaveall",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"TRADEUNLEAV_trigger","c.Untuk mengurusi masalah-masalah pekerj","c.Untuk mengurusi masalah-masalah pekerja antara Pemerintah dan Pengusaha\n(TRIPARTIT) maka pekerja yang ditunjuk untuk mewakili Serikat Pekerja diberikan\ndispensasi dan pasilitas penuh untuk menghadiri rapat atau pertemuan.",{"bindId":193,"name":174,"text":175},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":195,"name":146,"text":147},"shiftallowancetype1",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"paidpaternityleave","a.Seluruh pekerja diberikan ijin khusus ","a.Seluruh pekerja diberikan ijin khusus yang tidak dipotong dari cuti\ntahunannya antara lain:\n\n1.Perkawinan pekerja : 3 hari\n\n2.Perkawinan anak pekerja : 2 hari\n\n3.Istri melahirkan atau keguguran : 2 hari",{"bindId":201,"name":64,"text":202},"longtermillness","A.Apabila pekerja mengalami sakit berkepanjangan dan tidak dapat\nmelaksanakan tugas kerja sampai dengan 12 bulan lamanya berdasarkansurat\nketerangan\u002F resume dokter,maka diberikan perlindungan Upah.",{"bindId":204,"name":159,"text":160},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":206,"name":146,"text":147},"NOCTPREM_trigger",{"bindId":208,"name":209,"text":210},"menstruationleave","a.Bagi pekerja wanita dalam satu bulan b","a.Bagi pekerja wanita dalam satu bulan berhak atas cuti haid yang akan\ndibayarkan setiap tanggal 15 berikutnya.",{"bindId":212,"name":104,"text":105},"funeralpayamount",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"healthcareaccessrelatives","e.Bagi pekerja yang belum menjadi anggot","e.Bagi pekerja yang belum menjadi anggota Jamsostek (JPK) perusahaan harus\nmemberikan penggantian biaya pengobatan keluarga (anak,istri,suami) secara\npenuh",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"contractseverancepay1","a.Dasar perhitungan uang pesangon diberi","a.Dasar perhitungan uang pesangon diberikan sesuai pasal 156 UU No. 13 Tahun\n2003\n\n1.Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun1 bulan upah\n\n2.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun : 2\nbulan upah\n\n3.Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun : 3\nbulan upah\n\n4.Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun :\n4 bulan upah\n\n5.Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun :\n5 bulan upah\n\n6.Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun : 6\nbulan upah\n\n7.Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun :\n7 bulan upah\n\n8.Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun\n: 8 bulan upah\n\n9.Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih : 9 bulan upah",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"bankholidays1","b.Pada hari-hari libur resmi \u002F hari raya","b.Pada hari-hari libur resmi \u002F hari raya yang ditetapkan pemerintah\ndibebaskan untuk tidak bekerja dengan mendapat upah penuh",{"bindId":226,"name":132,"text":133},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":228,"name":178,"text":229},"SUNDAY_trigger","e.Lembur pada hari istirahat mingguan atau hari raya resmi.\n\n1.Untuk setiap jam dalam batas 7 jam atau 5 jam apabila hari raya tersebut\njatuh pada hari kerja terpendek pada 1 hari dalam 6 hari kerja seminggu harus\ndibayar upah 2x upah sejam.\n\n2.Untuk jam kerja pertama selebihnya 7 jam atau 5 jam apabila hari raya\ntersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada 1 hari dalam seminggu harus\ndibayar upah sebesar 3x upah sejam.",{"bindId":231,"name":124,"text":125},"paidmaternityleavepay",{"bindId":233,"name":234,"text":235},"deathrelativesleave","4.Kematian istri\u002F suami\u002F anak pekerja : ","4.Kematian istri\u002F suami\u002F anak pekerja : 2 hari\n\n5.Khitanan\u002F pempabtisan anak pekerja : 2 hari\n\n6.Kematian orang tua pekerja \u002F mertua : 2 hari\n\n7.Kematian dalam satu rumah : 1 hari",{"bindId":237,"name":128,"text":129},"disabilityfund",{"bindId":239,"name":60,"text":61},"paidmaternityleave",{"bindId":241,"name":182,"text":183},"SKILLEVEL_trigger",{"bindId":243,"name":219,"text":220},"contractseverancepay",{"bindId":245,"name":136,"text":137},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":247,"name":248,"text":249},"paidpaternityleaveduration","3.Istri melahirkan atau keguguran : 2 ha","3.Istri melahirkan atau keguguran : 2 hari",{"bindId":251,"name":234,"text":235},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>PT. Trimanunggal Komara -\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;Tidak ditentukan\u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;Tidak ditentukan\u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil, Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Muhammad Haris, Dwi Siswanto, Amin\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;91&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;15% of wages\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;1.7 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Insufficient data\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3000\u002Fday per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;3000\u002Fday per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[257],{"title":39,"slug":34},[259],{"type":260,"data":261},"call_to_action_body_block",{"title":262,"description":263,"variant":264,"link":265},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":262,"url":266,"description":262,"rel":267,"type":268},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[270],{"type":260,"data":271},{"title":262,"description":263,"variant":264,"link":272},{"title":262,"url":266,"description":262,"rel":267,"type":268},[]]