[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sunshine-global-dengan-psp-spn-2020-2022":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":235,"content_type_view":236,"extra_breadcrumbs":237,"body":239,"body_blocks":250,"related_pages":254},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":233,"translations":234},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sunshine-global-dengan-psp-spn-2020-2022","1c578e10-529c-11ee-8ed8-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sunshine-global-dengan-psp-spn-2020-2022\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sunshine-global-dengan-psp-spn-2020-2022\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Sunshine Global Dengan PSP SPN 2020 - 2022","IDN PT. Sunshine Global - 2020","Indonesia - IDN PT. Sunshine Global - 2020","IDN PT. Sunshine Global - 2020 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT SUNSHINE GLOBAL 2020-2022.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT Sunshine\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB) Antara PT. SUNSHINE GLOBAL Dengan PSP SPN\nTahun 2020\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Bahwa ketenangan usaha dan ketenangan bekerja hanya dapat dicapai apabila\nmasing-masing pinak memahami serta menghayati hak-hak dan kewajibannya yang\npada akhirnya akan menumbuhkan rasa saling mengerti, menghargai, menghormati\ndan mempercayai dalam iklim kerjasama yang baik dan hubungan kerja yang\nharmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>LANDASAN HUKUM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. UUD 1945 pasal 28 tentang Hak Berserikat dan Berkumpul.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. UU No. 18 Tahun 1956 tentang Hak Berorganisasi dan Berunding Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Ratifikasi Konvensi ILO No. 98 )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Kep.48\u002FMen\u002FIV\u002F2004\ntentang Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan serta pembuatan\ndan pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Ratifikasi Konvensi ILO No. 87 )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KEDUDUKAN HUKUM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. UU 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Suatu aturan dalam perjanjian kerja antara seorang Pekerja dengan seorang\npengusaha yang bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama yang mengikat kedua\nbelah pihak tidaklah sah, didalam hal itu aturan - aturan Perjanjian Kerja\nBersama lah yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bilamana suatu Perjanjian yang tidak memuat aturan-aturan yang telah\nditetapkan dalam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama yang mengikat Pekerja dan pengusaha, maka\naturan-aturan Perjanjian Kerja Bersama itulah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha dan Pekerja yang terikat oleh Perjanjian Kerja Bersama, wajib\nmelaksanakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama itu sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Suatu Perjanjian Kerja Bersama hanya dapat dijalankan untuk jangka waktu\npaling lama 2 (dua) tahun, dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling\nlama 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Masing-masing pihak yang bersepakat pada Perjanjian Kerja Bersama, karena\nalasan-alasan memaksa dapat meminta pada pengadilan supaya membatalkan sebagian\natau seluruhnya Perjanjian Kerja Bersama itu. Suatu aturan dalam Perjanjian\nKerja Bersama yang mengurangi atau melenyapkan ketentuan pada avat itu adalah\ntidak sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Suatu Serikat Pekerja atau perkumpulan Pengusaha yang menyelenggarakan\nPerjanjian Kerja Bersama, wajib memberikan isi Perjanjian Kerja Bersama itu\nkepada anggotanya. Demikian juga bilamana oleh kedua belah pihak dibuat\nketerangan - keterangan terhadap Perjanjian Kerja Bersama itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tujuan ( dari pada) Perjanjian Kerja Bersama ( PKB) ini adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk memperjelas hak-hak dan kewajiban Perusahaan dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menetapkan syarat-syarat kerja dan kondisi kerja bagi Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Meningkatkan dan memperteguh hubungan kerja dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Mengatur penyelesaian perbedaan-perbedaan pendapat dan perselisihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Menciptakan, memelihara dan meningkatkan disiplin serta hubungan\nindustrial antara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dan para Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka dengan berlandaskan pokok-pokok pikiran seperti tersebut diatas, untuk\nmemahami serta menghayati tugas serta hak dan Kewajiban masing-masing dengan\nrahmat Tuhan Yang Maha Esa, kedua belah pihak telah bersepakat merumuskan\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) seperti tersebut dalam Bab-bab\u002FPasal-pasal\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I Pihak-pihak yang membuat Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama in adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT. Sunshine Global berkedudukan di JI.Madura Blok D-14 B, KBN Cakung\nJakarta Utara yang selanjutnya disebut sebagai Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT. Sunshine\nGlobal yang berkedudukan di JIn. Madura Blok D-14 B,KBN Cakung Jakarta Utara,\nyang disahkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional Kota\nAdministrasi Jakarta Utara. Dengan Surat Keputusan No.266\u002FA\u002FDPC\nSPN\u002FJKT-UT\u002FXII\u002F2016.Dan tercatat di Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nKota Administrasi Jakarta Utara dengan No.2286\u002FXIl\u002FSP\u002FI\u002F2016, Tanggal 01\nDesember 2016 selanjutnya disebut sebagai SERIKAT PEKERJA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 Pengertian dan Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan : lalah PT. Sunshine Global, dimana seorang Direksi atau\nmereka yang diberi kuasa guna bertindak untuk dan atas nama pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja : lalah PSP SPN PT. Sunshine Global yang menduduki\njabatan Komisaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dan Pimpinan di Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja : Ialah setiap orang yang bekerja di PT. Sunshine Global dan\nmenerima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah berdasarkan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Keluarga : lalah Istri Atau suami dan anak kandung dan anak-anak angkat\nyang telah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Disahkan hukum maksimum 21 Tahun sebagaimana yang terdaftar di\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Ahli waris : lalah keluarga atau orang yang ditunjuk Pekerja untuk\nmenerima setiap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran, apabila Pekerja meninggal dunia. Dalam hal tidak ada Penunjukan\nahli warisnya, maka pelaksanaannya diatur hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Orang Tua : lalah ayah dan ibu kandung Pekerja yang terdaftar di\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Mertua Pekerja: lalah ayah dan ibu dari suami atau istri Pekerja\nsebagaimana yang terdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Atasan : lalah Pekerja yang jabatan dan tau pangkatnya lebih tinggi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Atasan langsung: lalah Pekerja yang jabatan dan atau pangkatnya lebih\ntinggi secara di Unit kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Pengusaha jalan : lalah pemilik Perusahaan atau orang yang diberi kuasa\nuntuk mengelola jalannya Perusahaan dan melakukan tindakan atas nama pemilik\nPerusahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Upah ditetapkan : lalah balas jasa yang dinyatakan atau dinilai dalam\nbentuk uang yang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menurut persetujuan atau peraturan Perundang-undangan dan dibayarkan Atas\ndasar Perjanjian Kerja antara Perusahaan dan Pekerja termasuk tunjangan untuk\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Masa Kerja : lalah jangka waktu seseorang bekerja di Perusahaan secara\ntidak terputus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dan Dihitung sejak diangkat menjadi Pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Kerja Lembur : lalah kerja yang dilakukan Pekerja diluar jam kerja\u002Fhari\nyang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Hari Kerja : lalah hari yang telah ditetapkan yaitu hari senin s\u002Fd sabtu\nuntuk melakukan Pekerjaan\u002Fhal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Dispensasi menjalankan : lalah izin yang dikeluarkan oleh Perusahaan\nkepada Pekerja untuk Tugas Organisasi tanpa mengurangi hak-haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Surat peringatan: lalah surat resmi yang dikeluarkan oleh pihak\nPerusahaan karena adanya Pelanggaran disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 Maksud dan Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini diadakan untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Memperjelas hak dan kewajiban pengusaha dan pekerja \u002F Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menetapkan syarat-syarat kerja dan hubungan kerja secara bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mengatur cara-cara penyelesaian keluh kesah dan perbedaan pendapat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Memperteguh dan menciptakan hubungan kerja yang harmonis antara pekerja,\nSerikat Pekerja dan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Mendorong pengusaha dan pekerja untuk disiplin dalam hal hubungan kerja\nguna meningkatkan produktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk Mencapai tujuan tersebut maka didasari, diyakini seta diakui :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bahwa pengelolaan jalannya Perusahaan serta pengaturan terhadap Pekerja\nadalah hak dan tanggung jawab Perusahaan, dimana Perusahaan berhak untuk\nmengharapkan pekerja meningkatkan kemampuan kerja yang sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bahwa tugas dan tanggung jawab Serikat Pekerja adalah : mewakili\nanggota-anggotanya baik secara perorangan maupun bersama-sama dalam bidang\nketenagakerjaan dan setiap keluhan dari anggotanya yang disalurkan melalui\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bahwa kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja\nadalah hak setiap pekerja, dengan demikian kemampuan dan daya kreasi senantiasa\ndapat dikembangkan dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas serta\npenghasilan untuk kesejahteraan pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Telah sama-sama dimengerti dan disepakati oleh Perusahaan dan Serikat\nPekerja bahwa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini terbatas mengenai hal-hal yang bersifat\numum saja seperti tertera dalam perjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hal-hal yang bersifat teknis dan memerlukan penjabaran lebih lanjut akan\ndiatur bersama dengan peraturan tersendiri berlandaskan dan tidak bertentangan\ndengan ketentuan-ketentuan bersama dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>3. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk semua Pekerja PT. Sunshine\nGlobal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 Kewajiban Pihak-pihak\u003C\u002Fh3>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Baik Perusahaan maupun Serikat Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung\njawab untuk menyebarluaskan serta memberikan penjelasan kepada Pekerja tau\npihak-pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan perjanjian, baik isi, makna,\npenafsiran maupun pengertian seperti apa yang telah ditetapkan dalam Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban\u002Fbertanggung jawab untuk\nmenjalankan, melaksanakan serta mentaati sepenuhnya kewajiban yang telah\ndisetujui bersama dalam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III PENGAKUAN DAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 Pengakuan Perusahaan dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan mengakui bahwa Serikat Pekerja sebagai Badan\u002FOrganisasi yang\nsyah, mewakili dan bertindak untuk dan atas nama seluruh anggotanya yang\nmempunyai hubungan kerja dengan Perusahaan dan berfungsi untuk membimbing,\nmembina dan mengarahkan anggotanya sesuai dengan aturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja mengakui bahwa Perusahaan mempunyai hak untuk memimpin\ndan menjalankan usahanya sesuai dengan kebijakan Perusahaan dengan mentaati\nsyarat-syarat kerja yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dan dalam\nperaturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7 Fasilitas dan Bantuan Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Menunjuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SPN dan sesuai dengan\nKeputusan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Kep.187 \u002F Men\u002F X \u002F 2004,maka\nPerusahaan membantu melaksanakan pemotongan iuran anggota Serikat Pekerja\nNasional (SPN).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan menyediakan ruangan \u002F tempat untuk kantor Serikat Pekerja\nbeserta peralatan yang memadai guna mengadakan pertemuan rapat anggotanya. Dan\npengusaha memberikan Dispensasi waktu bagi Serikat Pekerja untuk mengadakan\nrapat pengurus setiap bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>3. Untuk memperlancar jalannya Organisasi Perusahaan memberikan fasilitas\ndispensasi untuk pengurus Serikat Pekerja\u002F anggota yang ditunjuk oleh ketua \u002F\nwakil ketua serikat pekerja untuk menghadiri kongres, seminar yang berhubungan\ndengan kegiatan itu dengan memberikan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan menyediakan fasilitas untuk Serikat Pekerja yang mendapat\ntugas luar sesuai kebijaksanaan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam mensosialisasikan kegiatan dan program-program kerja Serikat\nPekerja,Serikat Pekerja dapat menggunakan papan pengumuman yang tersedia di\nArea Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Serikat Pekerja dapat menggunakan Atribut Serikat Pekerja di Area\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 Dispensasi Untuk Keperluan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusahaan memberikan Dispensasi kepada\npengurus atau wakil-wakil yang ditunjuk Serikat Pekerja dalam melaksanakan\ntugas organisasi atau memenuhi panggilan Pemerintah guna kepentingan organisasi\natau kepentingan Negara dengan tidak mengurangi hak-haknya sebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila seorang pengurus atau anggota Serikat Pekerja dipilih menjadi\npengurus pada. untuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya tersebut dengan\ntidak mengurangi hak hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang dipilih sebagai pengurus Serikat Pekerja atau yang ditunjuk\noleh pengurus untuk menjadi wakil Serikat Pekerja tidak akan mendapat tekanan\nlangsung maupun tidak langsung .dari Perusahaan \u002F atasannya karena menjalankan\nfungsinya. 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan menyelesaikan dengan Serikat Pekerja setiap ada keluhan\nPekerja baik diajukan kepada Perusahaan maupun melalui Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengurus Serikat Pekerja dapat memanggil anggotanya untuk suatu keperluan\ndi dalam jam kerja dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusahaan dapat memberikan keterangan\nyang diperlukan tentang hal-hal tertentu yang menyangkut masalah keadaan\nketenagakerjaan di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10 Jaminan Bagi Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Serikat Pekerja akan membantu Perusahaan dalam menegakkan tata tertib dan\ndisiplin kerja serta meningkatkan produktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.. Serikat Pekerja tidak akan mencampuri. urusan. Perusahaan yang tidak ada\nkaitannya dengan hubungan ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 Tanggung Jawab Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan balas jasa yang layak sesuai dengan jasa yang telah\ndiberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja kepada Perusahaan dengan berpedoman kepada ketentuan-ketentuan yang\ndigariskan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menjamin kesejahteraan Pekerja atas akibat kecelakaan-kecelakaan yang\ndialami dalam hubungan kerja sesuai dengan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Menempatkan Pekerja sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang\ndimiliki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12 Tanggung Jawab Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Melaksanakan perintah yang ditugaskan sesuai dengan kebutuhan\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mencapai suatu prestasi yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mentaati tata tertib Perusahaan dengan memperhatikan ketentuan PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Memberikan keterangan yang lengkap dan benar mengenai pekerjaan kepada\nPerusahaan dalam hubungan dengan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Memelihara dan menjaga barang-barang milik Perusahaan yang digunakan atau\ndipercayakan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Mengemukakan saran-saraan yang bermanfaat bagi Perusahaan kepada atasan\natau orang yang berwenang. Dapat juga melalui cara - cara lain yang tersedia di\ndalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 Penerimaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan akan melaksanakan penerimaan Pekerja baru untuk memenuhi\nkebutuhan tenaga kerja dalam hal sebagai berikut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Meningkatnya Volume pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk mengisi lowongan jabatan yang kosong\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam penerimaan Pekerja baru untuk mengisi lowongan pekerjaan,\nPerusahaan akan memberikan prioritas kepada keluarga Pekerja yang telah\nterputus hubungan kerjanya dengan Perusahaan karena meninggal dunia, lanjut\nusia dan medical unfit dengan ketentuan memenuhi syarat-syarat penerimaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam mengisi lowongan jabatan akan diprioritaskan kepada Pekerja yang\nada dalam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan yang memenuhi kualifikasi jabatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Persyaratan umum yang dipergunakan dalam penerimaan Pekerja baru\nadalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Warga Negara Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Berusia antara 18 s\u002Fd 35 Tahun pada waktu penerimaan kecuali untuk tenaga\nahli.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Surat keterangan berbadan sehat dari dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Memiliki E-KTP yang masih berlaku serta melampirkan foto berwarna.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Berkelakuan baik dinyatakan dengan surat keterangan dari pihak\nkepolisian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Surat-surat pengalaman kerja bila pernah bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Ijazah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Kartu Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Bersedia tunduk dan patuh kepada Peraturan-peraturan yang telah\ndituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14 Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Promosi Pekerja ke jabatan yang lebih tinggi merupakan wewenang\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang dipromosikan adalah Pekerja yang dinilai sesuai dengan\nkebijakan &amp; pertimbangan Perusahaan, yaitu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Prestasi kerja yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mempunyai perilaku\u002Fkemampuan yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pengetahuan\u002Fpemahaman masalah teknis Pekerja yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Mempunyai inisiatif &amp; kreatifitas kerja yang baik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang dipromosikan berhak atas upah yang baru setelah dianggap\nmampu menjalani jabatan baru dalam waktu 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang dipromosikan ditetapkan dengan surat Keputusan\u002Fpenetapan\ndari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 Demosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Demosi adalah penurunan jabatan atau golongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang didemosi ditetapkan dengan Surat Keputusan\u002Fketetapan dari\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16 Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mutasi adalah hak Perusahaan, demi kelancaran kegiatan Perusahaan serta\npendayagunaan tenaga kerja, Perusahaan dapat menempatkan, memutasikan atau\nmemindahkan Pekerja untuk suatu jabatan\u002Fpekerjaan, baik yang bersifat sementara\nmaupun tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mutasi dapat dilakukan dengan alasan-alasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bertambahnya Pekerjaan di suatu tempat dengan memperhatikan kecakapan dan\nkemampuan Pekerja serta mempertimbangkan kariernya di dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Apabila Pekerja menunjukkan prestasi untuk maju sesuai dengan prestasi\ntersebut ia dapat dimutasikan untuk memberikan kesempatan kepadanya memperoleh\npengalaman yang luas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap mutasi \u002F pemindahan ditetapkan dengan Surat Keputusan\u002Fpenetapan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Mutasi\u002Fpemindahan dalam pelaksanaannya tidak akan mengurangi hak-hak\nPekerja termasuk hak untuk mendapatkan promosi dan kenaikan gaji seperti yang\ntelah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mutasi tidak boleh dimaksudkan untuk menghukum dan merugikan Pekerja\nyang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>bersangkutan dengan perkembangan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V WAKTU KERJA DAN LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 17 Hari Kerja, Waktu Kerja &amp; Istirahat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>1. Sesuai dengan Undang-undang 13 Tahun 2003 hari kerja biasa di Perusahaan\nadalah hari Senin s\u002Fd Jumat dengan 7 jam kerja sehari dan 5 jam kerja dihari\nSabtu, 40 jam seminggu, dengan perincian sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Senin s\u002Fd Jum'at: Shift 1 Jam 07.00 s\u002Fd 15.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Shift 2 Jam 15.00 s\u002Fd 23.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Shift 3 Jam 23.00 s\u002Fd 07.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Sabtu: Shift 1 Jam 07.00 s\u002Fd 12.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Shift 2 Jam 12.00 s\u002Fd 17.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Shift 3 Jam 17.00 s\u002Fd 22.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk waktu istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat senin s\u002Fd Jumat: 12.00 s\u002Fd 13.00 \u002F 18.00 s\u002Fd 19.00 \u002F03.00 s\u002Fd\n04.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat Jum'at : Bagi shift 1 yang melaksanakan sholat Jum'at diberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kebijakan untuk istirahat lebih awal mulai, Jam 11.45 s\u002Fd 13.00 WIB *\n(Khusus laki-laki)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Khusus untuk Pekerja keamanan, waktu kerja dan istirahatnya diatur\ntersendiri dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>memperhatikan keperluan serta menurut tuntutan dan sifat Pekerjaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ketentuan jam kerja tersebut diatas ditetapkan dengan ijin dari Dinas\nTenaga Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan jam kerja itu dapat diubah sewaktu-waktu apabila keadaan\npekerjaan di\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dikehendaki. Perubahan jam kerja tersebut sebelumnya\ndiinformasikan dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerjaan yang dilakukan oleh Pekerja melebihi 8 jam sehari dan 40 jam\nseminggu serta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pekerjaan yang dilakukan pada hari istirahat mingguan dan hari libur resmi\nadalah merupakan waktu kerja lembur dengan seizin Disnaker.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kerja lembur pada dasarnya dilakukan Pekerja secara sukarela kecuali\ndalam hal : diss\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Keadaan darurat atau apabila pekerjaan-pekerjaan yang tidak segera\ndiselesaikan akan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan dan customer. ni)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Adanya pekerjaan yang bertumpuk dan perlu diselesaikan dengan segera dan\napabila\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ditunda dapat mengganggu kelancaran Produksi,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja yang lembur melebihi dari 3 (tiga) jam Perusahaan berkewajiban\nmemberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>fasilitas makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja baru dapat melaksanakan keria lembur setelah diperintahkan oleh\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal karena suatu alasan Pekerja tersebut diatas tidak dapat kerja\nlembur, maka Pekerja yang bersangkutan wajib memberitahukan pada saat itu juga\nkepada atasan langsung, maka perintah lemburnya akan dievaluasi kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Yang berhak mendapat upah lembur adalah Pekerja yang sesuai dengan Surat\nPerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lembur (SPL).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19 Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1. Perhitungan upah lembur diatur dengan berpedoman pada Surat Keputusan\nMenteri No. 102\u002FMen\u002F2004\u002Fperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Komponen upah sebagai dasar perhitungan upah lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Upah pokok \u002F gaji pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tarif upah lembur per jam adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Gaji Pokok\u002F173 = Tarif upah lembur per jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perhitungan upah lembur adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Apabila kerja lembur pada hari biasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk jam lembur pertama dibayar upah sebesar 1,5 x upah per jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk jam lembur kedua dibayarkan upah sebesar 2 x upah per jam dan\nseterusnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan atau hari\nraya\u002F libur resmi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk setiap jam kerja lembur dalam batas 7 (tujuh) jam, maka akan\ndibayarkan upah sedikit-dikitnya 2 (dua) x upah per jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk jam kerja lembur pertama selebihnya dari 7 (tujuh) jam, maka akan\ndibayarkan upah sebesar 3 (tiga) x upah per jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk jam kerja lembur kedua setelah dari 7 (tujuh) jam, maka akan\ndibayarkan upah sebesar 4 (empat) x upah per jam dan seterusnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari Raya\u002Flibur resmi jatuh pada hari\nterpendek\u002Fhari sabtu, maka perhitungannya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk jam lembur ke 1 s\u002Fd 5 dibayar upah sebesar 2 x upah periam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk jam lembur ke 6 dibayar upah sebesar 3 x upah lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk jam lembur ke 7 dan ke 8 dibayar upah sebesar 4 x upah lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pembayaran upah lembur dilaksanakan pembayaran setiap tanggal 5 kepada\nseluruh Pekerja yang bekerja lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20 Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>1. Sistem pengupahan diatur menurut status karyawan, yaitu Karyawan harian\ndan Bulanan dengan susunan upah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan-tunjangan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>2. Dasar penetapan upah pokok ditetapkan dengan mengacu kepada upah minimum\nprovinsi DKI Jakarta serta menurut jabatan, keahlian, prestasi kerja, kemampuan\n\u002F skill dan lain sebagainya dari Pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pembayaran upah dilaksanakan paling lambat tanggal 5 setiap bulannya dan\npembayaran dilakukan melalui ATM \u002F Transfer, jika tanggal 5 jatuh pada hari\nsabtu atau minggu maka pembayaran upah akan dibayarkan lebih cepat (\ndimajukan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pajak atas pendapatan adalah menjadi tanggungan Pekerja ( PPH Pasal 21\n).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pemotongan iuran BPJS Ketenagakerjaan 2 % dari gaji pokok menjadi\ntanggungan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pemotongan iuran BPJS Kesehatan 1 % dari gaji pokok menjadi tanggungan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1. Upah yang dibawah UMP disesuaikan dengan UMP yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa kerja diatas 1 (satu) Tahun upahnya di bawah UMP yang berlaku diatur\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Upah disesuaikan dengan UMP yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Ditambah Tunjangan Masa Kerja ( TMK) yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Ditambah Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cp>3. Kenaikan upah berkala bagi pekerja diberlakukan setahun sekali setiap\nbulan januari sekaligus mempertimbangkan kenaikan upah minimum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 Tunjangan-Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan makan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 Biaya Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan wajib mengeluarkan biaya untuk pekerja dalam rangka perjalanan\ndinas demi kepentingan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besarnya biaya perjalanan dinas diatur oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 Pembayaran Upah Selama Pekerja Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan membayar upah (gaji dan tunjangan) Pekerja yang tidak dapat\nmelaksanakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerjaannya karena dalam keadaan sakit berdasarkan surat keterangan\nDokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>2. Dalam hal Pekerja menderita sakit \u002F dirawat dirumah sakit atau dirumah\ndibawah pengawasan Dokter, sehingga karenanya tidak dapat melaksanakan\npekerjaan untuk jangka waktu lama, maka selama it Perusahaan akan tetap\nmembayar upah Pekerja sesuai dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Undang-undang 13 Tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Empat bulan pertama dibayar upah sebesar 100 % x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Empat bulan kedua dibayar upah sebesar 75 % x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Empat bulan ketiga dibayar sebesar 50 % x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25 % x upah sebulan, sebelum\nPemutusan Hubungan Kerja dilakukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25 Pembayaran Upah Selama Pekerja Ditahan Oleh Pihak Yang\nBerwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi penahanan oleh pihak yang berwajib terhadap seseorang\nPekerja dimana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan membayarkan upah (gaji dan tunjangan-tunjangan yang tidak terkait\ndengan kehadiran) kepada Pekerja menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat mengajukan permohonan izin Pemutusan Hubungan Kerja\ndengan alasan Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib karena pengaduan\nPengusaha maupun bukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib bukan atas pengaduan\npengusaha sebagaimana dimaksud ayat 1, permohonan izin PHK dapat diajukan\nsetelah Pekerja ditahan paling sedikit selama 6 ( enam ) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib sebagaimana dimaksud\npada ayat 2, Pengusaha tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan\nbantuan kepada keluarga yang menjadi tanggungannya, dengan ketentuan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 1 orang tanggungan = 50 % dari upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 2 orang tanggungan = 75 % dari upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 3 orang tanggungan = 85 % dari upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk 4 orang tanggungan = 100 % dari upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hal-hal lain yang belum dicantumkan dalam PKB ikut\nUndang-undang\u002FPeraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 Tunjangan Hari Raya (THR)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Setiap tahun, perusahaan diwajibkan memberikan tunjangan hari raya pada\nhari raya keagamaan kepada setiap pekerja yang telah mempunyai masa kerja\nminimal 1 (satu) bulan terus menerus atau lebih.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>2. Besarnya THR ditetapkan sebagai berikut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan\ndiberikan secara proporsional dengan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>b. Masa kerja 1 tahun tetapi kurang dari 10 tahun adalah 1 (satu) bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 10 (sepuluh) lebih adalah 1,5 (satu setengah) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d. Selain THR, pekerja juga mendapatkan bingkisan. Dan pemberian berbarengan\ndengan penerimaan THR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>e. Pelaksanaan pembayaran THR dilaksanakan 7 hari sebelum hari raya\nkeagamaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 Pembayaran Upah Selama Menjalankan Kewajiban Agama Dan Negara\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Bagi pekerja yang akan memenuhi kewajiban ibadah menurut agamanya,\nperusahaan juga memberikan izin meninggalkan pekerjaan sesuai dengan ketentuan\nyang diatur. Peraturan pemerintah nomor 8 tahun 1981 dalam kurung pasal 6 ayat\n4,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan membayar upah kepada pekerja yang sedang menjalankan\nkewajiban negara jika dalam menjalankan kewajiban negara tersebut pekerja tidak\nmendapat upah dari pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan akan membayar kekurangan atas upah yang biasa dibayarkan\nkepada pekerja dalam menjalankan kewajiban negara dalam kurung menerima upah\nkurang dari biasa diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 Pendidikan Keterampilan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1. Perusahaan bersama-sama serikat pekerja akan melakukan usaha-usaha\npeningkatan produktivitas dalam rangka meningkatkan perekonomian perusahaan dan\nkesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Usaha-usaha yang dilakukan antara lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mendorong para pekerja untuk senantiasa meningkatkan disiplin, kualitas,\ndan kuantitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mendorong para pekerja untuk menjalankan QCC, QCP sesuai dengan sistem\nManajement Total Quality control atau TQC yang dijalankan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mendorong para pekerja untuk menemukan gagasan\u002Fide atau, atau metode\nkerja baru, improvement di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Mendorong para pekerja untuk memiliki dan meningkatkan kemampuan atau\nketerampilan dalam berbagai bidang pekerjaan yang ada di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 36 Tahun 1995, Pengusaha wajib\nmengikutsertakan Pekerja dalam kepesertaan BPJS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>2. Kepesertaan diatur melalui Undang-undang No. 40 Tahun 2004, tentang BPJS\nKetenagakerjaan dan kesehatan, sedangkan pelaksanaannya dituangkan dalam\nPeraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993 dan Keputusan Presiden No.22 Tahun\n1993\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Program BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>a. Jaminan kecelakaan kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Jaminan kematian (JK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jaminan hari tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>d. Jaminan Pensiun (JP)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Program BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 OlahRaga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk menunjang kegiatan olah raga dan kesenian, Perusahaan membantu\ndengan menyediakan sarana olah raga dan kesenian dalam bentuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Fasilitas tempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dispensasi waktu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan memberikan anggaran sesuai dengan kebijaksanaan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31 Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. 1 (satu) kali dalam 2 (dua) tahun Perusahaan menyelenggarakan rekreasi\nbagi para Pekerja dan Keluarganya (Suami\u002FIstri dan 2 (dua)orang anak)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Rekreasi dilaksanakan pada hari libur Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Biaya, Tempat dan Waktu Rekreasi dimusyawarahkan dengan Serikat\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 Usaha Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan tempat dan peralatan yang memadai bagi Pekerja dalam\nrangka untuk mengelola usaha koperasi dan perusahaan bersedia membantu\npemotongan iuran koperasi melalui bagian Payroll.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 Kerohanian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menunjang pembinaan rohani bagi para pekerja, Perusahaan melaksanakan\nhal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Menyediakan fasilitas ibadah yang memadai di lingkungan Perusahaan\nsehingga memungkinkan Pekerja menjalankan kewajiban menurut agama dan\nkepercayaannya masing. masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberikan dana untuk kegiatan-kegiatan keagamaan yang diadakan oleh para\nPekerja di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk keperluan istirahat dan keperluan-keperluan khusus, Perusahaan\nmemberikan kesempatan kepada pekerja untuk menggunakan hak cuti dengan menerima\nupah(gaji beserta tunjangan-tunjangannya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah, Pekerja dibebaskan\ndari Pekerjaannya dengan menerima upah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Setiap Pekerja yang telah bekerja yang telah bekerja selama 12 (dua\nbelas) bulan secara terus menerus berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua\nbelas) hari kerja dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Cuti Tahunan dapat digunakan oleh Pekerja dengan membuat surat cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila ada sisa cuti yang tersisa Bagi karyawan yang tidak mengambil\ncuti tahunan, maka sisa cuti tersebut tidak dapat diuangkan dan wajib diambil\nseluruhnya sebelum masa berlakunya habis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 Izin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>Perusahaan memberikan izin kepada Pekerja untuk meninggalkan pekerjaan\ndengan mendapatkan upah penuh dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp>1. Pernikahan Pekerja sendiri= 3 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pernikahan anak Pekerja= 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>3. Istri Pekerja melahirkan= 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>4. Suami\u002FIstri\u002Fanak\u002Forang tua Pekerja meninggal = 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mertua Pekerja meninggal= 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Menghitankan\u002Fmembaptiskan anak= 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal = 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja dapat diberikan izin meninggalkan pekerjaannya untuk melaksanakan\nkewajiban ibadah haji dalam musim haji(bukan Umroh) dengan ketentuan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pemberian izin hanya satu kali dan lamanya harus sesuai dengan jadwal\nperjalanan yang ditetapkan Pemerintah dan Departemen Agama(izin khusus ini\nhanya berlaku bagi Pekerja warga Negara Indonesia)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Selama meninggalkan pekerjaannya Pekerja berhak menerima upah sesuai\ndengan Peraturan Pemerintah No.8 Tahun 1981.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Izin tidak masuk karena sakit harus disertai dengan Surat Keterangan\nDokter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 CUTI HAID\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Cuti haid adalah Cut yang diperoleh wanita yang tidak dalam keadaan hamil\ndan yang belum lanjut usia atau yang belum menopause.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>2. Pekerja wanita yang dalam masa haid merasakan sakit dengan surat\nketerangan dokter dan memberitahukan kepada perusahaan, tidak wajib bekerja\npada hari pertama dan kedua pada waktu haid dengan mendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Untuk pekerja wanita yang tidak mengambil cuti haid dalam 1(satu) bulan,\nmaka perusahaan akan memberikan uang pengganti senilai sama dengan 2 (dua) hari\nkerja. Yaitu dengan perhitungan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah Pokok : 30 X 2 hari = ……\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap pekerja wanita yang telah menopause dan dalam keadaan hamil harus\nmelapor ke pihak perusahaan dan hak cuti haidnya akan dibatalkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 CUTI MELAHIRKAN DAN KEGUGURAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setelah dinyatakan positif hamil oleh dokter\u002FBidan, pekerja bersangkutan\nharus melaporkan kehamilannya ke perusahaan disertai surat dokter\u002Fbidan yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila tidak melaporkan kehamilannya maka karyawan bersangkutan akan\ndiperlakukan sama dengan karyawan yang tidak hamil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>3. Istirahat\u002Fcuti melahirkan adalah 3 (tiga) bulan terhitung sejak pengajuan\ncuti dan mendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Mengingat keadaan yang dapat membahayakan pekerja, lamanya istirahat\u002Fcuti\nmelahirkan dapat diperpanjang berdasarkan Surat Keterangan Dokter Kandungan\natau Bidan baik sebelum maupun setelah melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap pekerja yang akan mempergunakan hak cuti hamilnya harus mengajukan\npermohonan terlebih dahulu pada perusahaan yang disertai dengan surat\nketerangan dokter\u002Fbidan yang merawat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Perusahaan wajib memberikan upah terhadap perpanjangan istirahat\u002Fcuti\nmelahirkan seperti yang disebut dalam ayat 4 (empat) pasal ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>7. Istirahat\u002Fcuti gugur kandungan diberikan kepada pekerja wanita yang\nmengalami gugur kandungan, waktu istirahat\u002Fcuti gugur kandungan diberikan\nselama 1,5 (satu setengah) bulan, dan upahnya dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>8. Setiap pekerja yang mendapatkan cuti hamil diharuskan mengembalikan uang\ncuti haid yang telah diterima, terhitung mulai 1 (satu) bulan masa hamil sampai\ndengan bulan pengambilan cuti. Pemotongan dilakukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cp>9. Setiap pekerja yang mulai hamil perusahaan wajib membebaskan lembur untuk\nmenghindari hal-hal yang tidak diinginkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X Keselamatan, Kesehatan, Perlengkapan Kerja Dan Pakaian Kerja\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\ndan kesehatan kerja. Karena kedua belah pihak berusaha sedapat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan\nsakit akibat hubungan kerja serta kebakaran yang dapat menimpa Pekerja dan\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 Keamanan Dalam Hubungan. Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk menghindari dan mencegah timbulnya kecelakaan kerja, sakit akibat\nhubungan kerja dan kebakaran, Pengusaha dan Serikat Pekerja membentuk panitia\nP2K3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>2. Pekerja diwajibkan untuk melaksanakan petunjuk-petuniük mengenai\nkeselamatan kerja dengan mengacu kepada UU No.1 Tahun 1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Apabila Pekerja menemui hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan\nPekerja dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha, harus segera melapor pada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan kerja secukupnya dan alat\nkeselamatan kerja( alat pelindung diri) yang disesuaikan dengan sifat pekerjaan\nmasing-masing Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja wajib memelihara peralatan kerja serta memakai alat pelindung\ndiri yang telah disediakan oleh Perusahaan. casd envened siam sunnsanens\nseshonslem\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 Pakaian Kerja dan Sepatu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja diwajibkan memakai pakaian kerja selama melakukan pekerjaan di\nlingkungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan wajib memberikan pakaian kerja 2 Pcs setiap 1 (satu) tahun\nsekali untuk masing-masing Pekerja dengan memperhatikan sifat pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan menyediakan bagi para Pekerja sepatu safety dengan\nmemperhatikan sifat dan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI PERATURAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 Kewajiban Umum Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja harus menyadari kewajiban-kewajibannya serta melaksanakan tugas\npekerjaan dengan sebaik-baiknya dan aktif memajukan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja berkewajiban untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mempertahankan mesin-mesin produksi dan peralatan keria lainnya yang\ndisediakan oleh Perusahaan. Memakai barang-barang milik Perusahaan yang\ndipinjamkan kepadanya sebagai alat kerja atau fasilitas lain yang diberikan\nkepadanya dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menjaga suasana tertib dan tentram dan menghindarkan diri dari hal-hal\nyang bertentangan dengan isi dari PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja dilarang dan tidak diperkenankan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Karena jabatannya, menggunakan harta milik Perusahaan secara tidak sah\nuntuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Karena jabatannya berlaku semena-mena terhadap Pekerja lain, baik untuk\natasan terhadap bawahan maupun bawahan terhadap atasan seta kepada Pekerja lain\nyang tidak mempunyai hubungan secara hirarki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Menerima hadiah dan pemberian dalam bentuk apapun dari pihak lain yang\nmengadakan hubungan transaksi dengan Perusahaan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja berkewajiban memberikan keterangan kepada bagian Personalia\ntentang perubahan mengenai:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Alamat rumah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perubahan KTP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Susunan keluarga Perkawinan, kelahiran, kematian, perceraian)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja diwajibkan untuk memeriksa dirinya atau diperiksa oleh keamanan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja diwajibkan menggunakan tanda pengenal selama pekerjaan\nberlangsung dan tidak menyalahgunakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja wajib masuk kerja, istirahat kerja dan pulang kerja sesuai dengan\njadwal kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45 Tata Tertib Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja dilarang berbuat atau bertingkah laku antara lain dalam\nhal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Membawa senjata api\u002Ftajam ke dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Berlaku kasar, menghina pengusaha dan keluarganya dan juga teman\nsekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bercanda, berteriak-teriak, bernyanyi, bersiul atau bersiul atau\nmenimbulkan suatu bunyi yang dapat mengganggu ketenangan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Menganiaya\u002Fmenghina, mengancam pengusaha dan keluarganya, atasan, bawahan\ndan sesama teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Melakukan pemogokan ataupun memperlambat jalannya pekerjaan tanpa ada\nizin resmi dari pihak terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Merokok dan meludah disembarang tempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Makan dan minum di tempat terlarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Berkelahi, berbuat onar dan berjudi dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Berjualan atau memperdagangkan barang-barang terlarang ataupun\nobat-obatan terlarang atau sejenisnya dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Berjudi pada waktu jam kerja maupun istirahat di lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Memberikan keterangan palsu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Mabuk-mabukan, minum-minuman keras,obat bius dan narkotika dalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Tidak mengindahkan perintah kerja yang layak walaupun telah diperingatkan\natau tidak bekerja lebih baik walau telah diperingatkan dan ditegur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n. Melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak pantas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o. Menghentikan pekerjaan tanpa alasan yang jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p. Melakukan pencurian, penggelapan dan penipuan terhadap Pengusaha dan\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama jam kerja dalam setiap pelaksanaan pekerjaan, Pekerja harus\nmengikuti petunjuk dari atasannya dan tidak diperkenankan berbuat\nsewenang-wenang ataupun melalaikan tugas sebelum jam kerja berakhir tanpa izin\ndari atasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dengan berakhirnya jam kerja, seluruh Pekerja harus meninggalkan tempat\nkerja kecuali mereka yang ditentukan untuk lembur atau tugas-tugas lain sesuai\ndengan sifat pekerjaan yang diatur oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46 Tata Tertib Sikap Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demi terciptanya disiplin dan keharmonisan kerja dalam Perusahaan, maka\natasan wajib :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Memperlakukan Pekerjanya dengan sopan, jujur dan sesuai dengan tugas yang\nditentukan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberikan bimbingan kepada Pekerjanya mengenai pekerjaan yang harus\ndilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Memberikan bimbingan dan dorongan kepada Pekerjanya untuk meningkatkan\nketerampilan kerja, pengetahuan dan disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Menegur Pekerjanya yang menyalahi peraturan yang telah ditentukan secara\nwajar dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>sopan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Atasan wajib melakukan penilaian terhadap Pekerjanya sesuai dengan batas\nkewenangan yang dimilikinya secara jujur dan obyektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Atasan wajib menjawab setiap pertanyaan Pekerja sesuai dengan batas\nkewenangan yang dimilikinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Atasan wajib merealisasikan dan melaksanakan ide-ide para pekerja demi\nkemajuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dan Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47 Tata Tertib Sikap Pekerja Terhadap Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja wajib melaksanakan perintah dan petunjuk atasan dengan\nsebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja wajib bersikap sopan, jujur dan wajar terhadap atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wajib menanyakan kepada atasannya mengenai hal-hal yang belum\natau kurang jelas baginya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja berhak mengajukan usul atau saran pada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII SANKSI-SANKSI TERHADAP PELANGGARAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 48 Peringatan\u002FSanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan maupun Serikat Pekerja menyadari sepenuhnya perlunya penegakan\ndisiplin kerja, karenanya terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh\nPekerja atas peraturan yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\ndapat diberikan Peringatan\u002FSanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peringatan\u002FSanksi yang diberikan kepada Pekerja adalah merupakan usaha\nkorektif dan pengarahan terhadap tindakan tingkah laku Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Peringatan\u002FSanksi atas pelanggaran akan diberikan kepada Pekerja\ndiperinci sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Peringatan Lisan, dilakukan oleh atasan Pekerja untuk pelanggaran yang\nbersifat umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Peringatan Tertulis, dilakukan oleh atasan Pekerja Untuk pelanggaran yang\nbersifat khusus yang dikeluarkan menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan : Jangka Waktu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I : 6 Bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II : 6 Bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>III: 3 Bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Urutan teguran tertulis \u002F Peringatan tertulis dapat diberikan menurut\ntahapannya, tetapi. dapat juga diberikan secara langsung dengan tidak mengikuti\nurutan (Pertama, Kedua, Ketiga) dengan didasarkan atas kesalahan\u002Fpelanggaran\nyang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam setiap memberikan peringatan tertulis, satu copynya disampaikan\nkepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Surat peringatan tertulis dikeluarkan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari\nsetelah terjadinya kesalahan\u002Fpelanggaran. Pengaturan lebih lanjut tentang\nbentuk peringatan tertulis ditetapkan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Sanksi Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) dikenakan terhadap Pekerja yang\nmasih melakukan kesalahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49 Peringatan Tertulis\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam memberikan peringatan\u002Fsanksi kepada Pekerja, Perusahaan\nmempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Macam dan berat ringannya kesalahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Seringnya pengulangan\u002Ffrekuensi kesalahan \u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ada tidaknya unsur kesengajaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan\u002Fpelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50 Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Surat Peringatan I\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan \u002F pelanggaran dilakukan Pekerja yang dapat diberikan surat\nperingatan Ke-I (pertama) setelah dilakukan tindakan-tindakan adalah sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mangkir selama 4 (empat) hari kerja berturut-turut atau 5 (lima) hari\nkerja tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama jam kerja sering meninggalkan tempat kerja tanpa izin atau tanpa\nalasan yang syah, meskipun telah beberapa kali diberikan peringatan lisan oleh\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tetap tidak menunjukan kesungguhan bekerja yang tercermin dari hasil\nkerjanya di bawah kemampuan sebenarnya tanpa alasan yang jelas meskipun sudah\ndiberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tidak mengenakan pakaian kerja yang sudah diberikan oleh Perusahaan pada\nwaktu bekerja, walaupun sudah pernah diberikan teguran oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Terlambat datang dari waktu yang telah ditentukan tanpa izin sebanyaknya\nLima kali dalam sebulan atau tidak mengabsenkan kart pencatat atau tidak\nmembuat laporan atas keterlambatannya meskipun telah sering diberikan\nperingatan lisan oleh atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pulang lebih awal dari waktu yang telah ditentukan tanpa izin ataupun\ntanpa alasan yang jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Tidak memakai perlengkapan keselamatan, kesehatan dan pelindung kerja\nyang telah ditentukan untuk pekerjaannya pada waktu melakukan pekerjaan\nmeskipun telah diberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Menjual kupon berhadiah atau sejenisnya di dalam lingkungan Perusahaan\nmeskipun sudah diberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Tanpa alasan yang jelas menolak untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan\nyang diwajibkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan meskipun telah beberapa kali diberikan peringatan lisan oleh\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa izin\u002Fperintah atasannya\nsehingga pekerjaan utamanya terbengkalai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Keluar masuk lingkungan Perusahaan melalui jalan\u002Fpintu yang tidak\nsemestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Kedapatan mencoret-coret tembok\u002Fgedung di dalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Dengan sengaja membiarkan suatu tindakan\u002Fkejadian yang sifatnya dapat\nmerugikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Penolakan mutasi oleh Pekerja yang dilakukan oleh Perusahaan, meskipun\ntelah beberapa kali diberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51 Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Surat Peringatan II\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002FPelanggaran dilakukan Pekerja yang dapat diberikan surat\nperingatan ke-II (dua) adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mangkir selama 4 (empat) hari kerja berturut-turut atau 5 (lima) hari\ntidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan meskipun telah diberikan surat\nperingatan ke-I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bukan menjadi tugasnya memindahkan alat pemadam kebakaran dari tempatnya\natau mempergunakan bukan untuk tujuan yang semestinya tanpa izin\u002Falasan yang\ndapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapatkan atau selama masa\nberlaku surat peringatan ke-| mash melakukan lagi kesalahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Mengendarai kendaraan Perusahaan atau customer, truck, Forklift dan\nkendaraan angkutan lainnya yang bukan menjadi tugasnya tanpa izin\u002Fperintah\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Menolak pemeriksaan yang dijalankan petugas keamanan dalam menjalankan\ntugas mereka memelihara keamanan dan ketertiban lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 52 Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Surat Peringatan Ke-III\u002FTerakhir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002FPelanggaran dilakukan Pekerja yang dapat diberikan surat\nperingatan ke-III (ketiga) adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mangkir selama 4 (empat) hari kerja tidak berturut-turut dalam 1 (satu)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menyebarkan berita-berita yang tidak benar di dalam lingkungan Perusahaan\nsehingga menimbulkan keresahan di antara sesama Pekerja dan mengakibatkan\npekerjaan mereka terganggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kedapatan berjudi pada jam kerja dan atau di dalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Menentang penugasan yang disampaikan secara wajar oleh atasannya langsung\ntanpa alasan meskipun telah beberapa kali diberikan peringatan secara lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan\nkecelakaan bagi dirinya\u002Forang lain atau kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Minum-minuman keras di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Membawa keluar dari lingkungan Perusahaan gambar teknik atau dokumen yang\nmenjadi rahasia Perusahaan tanpa izin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Merokok pada tempat-tempat yang diberikan tanda \" dilarang Merokok \"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas atau tanpa izin atasan telah\nmemindahkan\u002Fmenyimpan barang milik Perusahaan di suatu tempat yang tidak\nsemestinya yang terbukti sebagai saha atau membantu pencurian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Mencoret-coret atau merobek-robek pengumuman\u002Fpemberitahuan yang baru\nditempel pada papan pengumuman tanpa izin atau perintah atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53 Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Sanksi PHK (Pemutusan Hubungan\nKerja)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan Pekerja yang dapat dikenakan sanksi\nPemutusan Hubungan Kerja adalah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Melakukan penipuan\u002Fpencurian atau penggelapan barang atau uang milik\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mabuk, Minum-minuman keras yang memabukkan, memakai dan atau mengedarkan\nnarkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melakukan perbuatan asusila tau melakukan perjudian di lingkungan\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>5. Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman kerja atau\npengusaha di lingkungan kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan sesuatu perbuatan\nyang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik Perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam\nkeadaan bahaya ditempat keria\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Menerima sogokan\u002Fpemberian apapun dari siapa saja untuk kepentingan diri\nsendiri dengan menggunakan jabatan, melakukan hal-hal yang merugikan atau\nmengurangi keuntungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Kedapatan membawa senjata api atau senjata tajam ke dalam lingkungan\nPerusahaan tanpa izin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII Bentuk-bentuk Pemutusan Hubungan Kerja di Perusahaan\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 54 Pemutusan Hubungan Kerja Atas Kehendak Sendiri (Mengundurkan\nDiri)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Jika Pekerja ingin berhenti bekerja dari Perusahaan, maka diharuskan\nmengajukan permohonan secara tertulis 1 (satu) bulan sebelumnya kepada divisi\nPersonalia dengan melalui atasanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal ini Pekerja berhak atas uang penggantian hak sesuai dengan\nUndang-undang 13 Tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2003 dan uang pisah\u002Fpenghargaan masa kerja sebesar sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun= 50% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun= 75% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun= 100 % upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun= 125% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun= 150% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun= 175% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun= 200% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 12 tahun atau lebih= 225% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55 Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>1) Perhitungan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang\nPenggantian Hak sesuai dengan ketentuan UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 adalah\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>A. Uang pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja kurang dari 1 tahun…1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>- Masa keria 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun....2 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>- Masa keria 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun.....3 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa keria 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun.....4 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun.....5 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>- Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun.....6 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun.....7 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>- Masa keria 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun.....8 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa keria 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun....2 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun.....3 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa keria 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun....4 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun....5 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa keria 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun....6 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun....7 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun…8 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa keria 24 tahun atau lebih.....10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Uang Penggantian Hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Cuti Tahunan yang belum diambil dan belum gugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Penggantian pengobatan serta perawatan yang ditetapkan sebesar 15% dari\nuang pesangon dan uang penghargaan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 56 Pemutusan Hubungan Kerja Karena Usia Lanjut\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja kepada Pekerja yang\ntelah mencapai usia 55 ( lima puluh lima ) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi Pekerja yang mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun(usia lanjut )\npekerja tersebut dapat mengajukan Pensiun\u002FPemutusan Hubungan Kerja karena Usia\nLanjut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan hubungan kerja dilakukan pada bulan takwim, dan sebagai dasar\nmenentukan usia Pekerja adalah tanggal lahir yang tercatat di Divisi\nPersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kepada Pekerja tetap yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja karena usia\nlanjut, Perusahaan memberikan uang Pensiun sebesar 2 (dua) kali pasal 156\nUndang-Undang No. 13 Tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57 Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pensiun dini\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Bagi Pekerja yang telah mempunyai masa kerja selama 25 (dua puluh lima)\ntahun atau lebih dapat mengajukan Pemutusan hubungan Kerja (Pensiun Dini)\nkepada pihak Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang telah mencapai masa kerja sesuai dengan ayat 1 diatas, maka\nberhak mendapatkan uang pesangon sebesar 2 (dua) kali pasal 156 Undang-Undang\nNo. 13 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja karena Pekerja telah\nmemasuki usia pensiun sesuai UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 167\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 58 Pemutusan Hubungan Kerja Karena Sakit Atau Cacat\nJasmani\u002FMental\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>1. Dalam Hal seorang Pekerja tidak mampu bekerja karena sakit atau cacat\njasmani\u002Fmental melebihi 12 (dua belas) bulan berturut-turut maka kepadanya\ndapat dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja dengan mengindahkan Undang-undang\nNo.13 Tahun 2003\u002Fperaturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Kepada Pekerja tetap akan diberikan uang pesangon, uang penghargaan masa\nkerja, penggantian hak sesuai dengan Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tau\nperaturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 59 Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pekerja Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Pekerja meninggal dunia, maka hubungan kerjanya dengan\nPerusahaan puts dengan sendirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan memberikan kepada ahli waris yang tercatat di Divisi\nPersonalia dan diketahui oleh Serikat Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, penggantian hak sesuai dengan\nUndang-undang 13 Tahun 2003\u002Fperaturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Gaji yang berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>c. Uang duka yang besarnya ditentukan oleh Perusahaan sebesar Rp.2.000.000\n(Dua Juta Rupiah)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 60 Pemberhentian Sementara (Schorsing)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Berdasarkan pertimbangan bersama (Perusahaan dan Serikat Pekerja), maka\ndemi ketenangan dan kelancaran dalam Perusahaan terhadap seorang Pekerja yang\nsedang dalam proses Pemutusan Hubungan Kerja dapat dikenakan pemberhentian\nsementara (schorsing).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Lamanya schorsing adalah paling lama selama 6 (enam) bulan dengan\nmendapat upah sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi Pekerja yang masih dalam status schorsing tidak dibenarkan bekerja\ndi Perusahaan atau instansi lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61 Akibat Berakhirnya Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja, maka Pekerja yang\nbersangkutan diwajibkan mengembalikan kepada Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Alat-alat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Hutang Pekerja kepada Perusahaan dan koperasi dengan bukti syah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya, besarnya uang pesangon,\nuang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai dengan Undang-undang 13\ntahun 2003\u002Fperaturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 62 Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Sudah menjadi tekad Perusahaan dan Serikat Pekerja bahwa setiap keluhan\ndan pengaduan seorang Pekeria diselesaikan secara adil dan secepat mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal seorang atau beberapa Pekerja menganggap diperlakukan tidak\nadil atau tidak wajar serta bertentangan dengan isi dari Perjanjian Kerja\nBersama ini, maka dapat menyampaikan pengaduan atau keluhan melalui saluran\nyang telah ditetapkan sebagai saluran \"Cara Penyelesaian Keluhan Dan\nPengaduan\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63 Cara Penyelesaian Keluhan Dan Pengaduan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap keluhan dan pengaduan seorang Pekerja, pertama-tama diselesaikan\ndan dibicarakan dengan atasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bila penyelesaian belum mencapai hasil yang memuaskan, maka dengan\nsepengetahuan atasannya langsung Pekerja dapat meneruskan keluhan dan pengaduan\nkepada atasannya yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bila prosedur tersebut sudah dijalankan tanpa memberikan hasil yang\nmemuaskan, maka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja dapat meneruskan keluhan dan pengaduan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal tidak mencapai kata sepakat antara Perusahaan dan Serikat\nPekerja, maka penyelesaian dilakukan dengan ketentuan dalam\nUndang-undang\u002Fperaturan yang berlaku tentang perselisihan perburuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV Peraturan Peralihan Dan Pelaksanaan\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 64 Peraturan Peralihan Dan Pelaksanaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam Hal karena beberapa ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama in\ndinyatakan batal (tidak berlaku) oleh pengadilan atau ternyata tidak sesuai\ndengan peraturan perundang-undangan baru, maka Perjanjian Kerja Bersama in\ndisesuaikan dengan keputusan pengadilan dan atau peraturan perundang-undangan\nyang baru tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila terdapat perbedaan\u002Fperselisihan pendapat baik mengenai makna,\npenafsiran maupun pengertian dalam Perjanjian Kerja Bersama ini kedua belah\npihak sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara musyawarah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila cara musyawarah telah dilakukan tetapi belum menghasilkan\nkemufakatan, maka masalahnya akan dilimpahkan kepada pihak yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 65 Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini didaftarkan oleh Perusahaan &amp; dan\nSerikat Pekeria pada Dinas Tenaga Kerja &amp; Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta\ndan diperbanyak\u002Fdibukukan oleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan untuk dibagikan dan disosialisasikan kepada seluruh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan-ketentuan yang merupakan pengaturan teknis maupun penjabaran\nlebih lanjut dari Perjanjian Kerja Bersama in akan diatur dan ditandatangani\nbersama dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku dari ditetapkan dan berakhir\npada tanggal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak - Pihak yang mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Management Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hwang Seon Rim \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Maryana.L \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Lenni Diana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hamdan A \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Management Serikat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Ruslan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Heri Kusaeri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Anggi Frianto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Agung Abrianto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pihak Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nama Perusahaan : PT. Sunshine Global\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Alamat Perusahaan : Jl.Madura Blok D-14 B, KBN Cakung, Jakarta Utara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pihak Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nama Serikat Pekerja: Serikat Pekeria Nasional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Alamat SP \u002F SB : JL.Madura Blok D-14 B, KBN Cakung, KBN Cakung, Jakarta\nUtara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dapat\ndipergunakan sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Jakarta,........... .November 2020\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pimpinan Perusahaan ((Hwang Seon Rim))\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua Serikat ((Ruslan))\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"trainingprogrammes":48,"pensionfund":52,"disabilityfund":55,"contractseverancepay":58,"contractseverancepay1":62,"severance_number":66,"severance_number_1_tenure":70,"sicknesspay":74,"maxsicknesspay":78,"sicknessmaxdays":80,"sicknessmaxdaysnr":84,"menstruationleave":86,"disabilitypay":90,"healthinsurance":92,"healthandsafetypolicy":96,"protectiveclothing":100,"code_application":104,"funeralpay":108,"funeralpayamount":112,"paidmaternityleave":114,"paidmaternityleaveduration":118,"paidmaternityleavepay":120,"maternityotherclause":122,"breastfeeding_dangerouswork":126,"paidpaternityleave":130,"paidpaternityleavepay":133,"deathrelatives":137,"deathrelativesleave":141,"marriage":143,"marriageleave":146,"violence":148,"hourspday_select":152,"hourspweek_select":156,"dayspweek_select":158,"dayspweek":160,"TRADEUNLEAV_trigger":162,"PAYSCALES_trigger":166,"LOWWAGE_trigger":170,"LOWWAGE_government":174,"LOWWAGE_provision":176,"STRUCINCR_trigger":178,"wageincreasedate":182,"ONCERISE_trigger":186,"oncerise_detail":190,"incidentalbonustype2":192,"incidentalbonusdays1":196,"incidentalbonusdate":200,"PAIDLEAV_trigger":204,"holidaysdays":208,"holidaysweeks":210,"bankholidays1":212,"OVERTIME_trigger":216,"overtimeallowancetype_general":220,"overtimeallowancetype":222,"sundayallowancetype":224,"mealvouchers":226,"coverunion_trigger":229},{"bindId":46,"name":47,"text":47},"cbadate_start","Jakarta,........... .November 2020",{"bindId":49,"name":50,"text":51},"trainingprogrammes","1. Perusahaan bersama-sama serikat peker","1. Perusahaan bersama-sama serikat pekerja akan melakukan usaha-usaha\npeningkatan produktivitas dalam rangka meningkatkan perekonomian perusahaan dan\nkesejahteraan pekerja.",{"bindId":53,"name":54,"text":54},"pensionfund","d. Jaminan Pensiun (JP)",{"bindId":56,"name":57,"text":57},"disabilityfund","a. Jaminan kecelakaan kerja (JKK)",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"contractseverancepay","1) Perhitungan Uang Pesangon, Uang Pengh","1) Perhitungan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang\nPenggantian Hak sesuai dengan ketentuan UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 adalah\nsebagai berikut :",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"contractseverancepay1","A. Uang pesangon - Masa kerja kurang dar","A. Uang pesangon\n\n- Masa kerja kurang dari 1 tahun…1 bulan upah\n\n- Masa keria 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun....2 bulan\nupah\n\n- Masa keria 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun.....3 bulan\nupah\n\n- Masa keria 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun.....4 bulan\nupah\n\n- Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun.....5 bulan\nupah\n\n- Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun.....6 bulan\nupah\n\n- Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun.....7 bulan\nupah\n\n- Masa keria 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun.....8 bulan\nupah",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"severance_number","- Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi k","- Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun.....6 bulan\nupah\n\n- Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun.....7 bulan\nupah",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"severance_number_1_tenure","- Masa keria 1 tahun atau lebih tetapi k","- Masa keria 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun....2 bulan\nupah",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"sicknesspay","2. Dalam hal Pekerja menderita sakit \u002F d","2. Dalam hal Pekerja menderita sakit \u002F dirawat dirumah sakit atau dirumah\ndibawah pengawasan Dokter, sehingga karenanya tidak dapat melaksanakan\npekerjaan untuk jangka waktu lama, maka selama it Perusahaan akan tetap\nmembayar upah Pekerja sesuai dengan\n\nUndang-undang 13 Tahun 2003\n\na. Empat bulan pertama dibayar upah sebesar 100 % x upah sebulan\n\nb. Empat bulan kedua dibayar upah sebesar 75 % x upah sebulan\n\nc. Empat bulan ketiga dibayar sebesar 50 % x upah sebulan\n\nd. Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25 % x upah sebulan, sebelum\nPemutusan Hubungan Kerja dilakukan oleh Pengusaha.",{"bindId":79,"name":76,"text":77},"maxsicknesspay",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"sicknessmaxdays","1. Dalam Hal seorang Pekerja tidak mampu","1. Dalam Hal seorang Pekerja tidak mampu bekerja karena sakit atau cacat\njasmani\u002Fmental melebihi 12 (dua belas) bulan berturut-turut maka kepadanya\ndapat dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja dengan mengindahkan Undang-undang\nNo.13 Tahun 2003\u002Fperaturan yang berlaku.",{"bindId":85,"name":82,"text":83},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"menstruationleave","2. Pekerja wanita yang dalam masa haid m","2. Pekerja wanita yang dalam masa haid merasakan sakit dengan surat\nketerangan dokter dan memberitahukan kepada perusahaan, tidak wajib bekerja\npada hari pertama dan kedua pada waktu haid dengan mendapatkan upah penuh.",{"bindId":91,"name":57,"text":57},"disabilitypay",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"healthinsurance","2. Kepesertaan diatur melalui Undang-und","2. Kepesertaan diatur melalui Undang-undang No. 40 Tahun 2004, tentang BPJS\nKetenagakerjaan dan kesehatan, sedangkan pelaksanaannya dituangkan dalam\nPeraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993 dan Keputusan Presiden No.22 Tahun\n1993",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"healthandsafetypolicy","Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari ","Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\ndan kesehatan kerja. Karena kedua belah pihak berusaha sedapat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan\nsakit akibat hubungan kerja serta kebakaran yang dapat menimpa Pekerja dan\nPengusaha.",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"protectiveclothing","1. Perusahaan menyediakan alat-alat perl","1. Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan kerja secukupnya dan alat\nkeselamatan kerja( alat pelindung diri) yang disesuaikan dengan sifat pekerjaan\nmasing-masing Pekerja.",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"code_application","2. Pekerja diwajibkan untuk melaksanakan","2. Pekerja diwajibkan untuk melaksanakan petunjuk-petuniük mengenai\nkeselamatan kerja dengan mengacu kepada UU No.1 Tahun 1970.",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"funeralpay","c. Uang duka yang besarnya ditentukan ol","c. Uang duka yang besarnya ditentukan oleh Perusahaan sebesar Rp.2.000.000\n(Dua Juta Rupiah)",{"bindId":113,"name":110,"text":111},"funeralpayamount",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"paidmaternityleave","3. Istirahat\u002Fcuti melahirkan adalah 3 (t","3. Istirahat\u002Fcuti melahirkan adalah 3 (tiga) bulan terhitung sejak pengajuan\ncuti dan mendapatkan upah penuh.",{"bindId":119,"name":116,"text":117},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":121,"name":116,"text":117},"paidmaternityleavepay",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"maternityotherclause","7. Istirahat\u002Fcuti gugur kandungan diberi","7. Istirahat\u002Fcuti gugur kandungan diberikan kepada pekerja wanita yang\nmengalami gugur kandungan, waktu istirahat\u002Fcuti gugur kandungan diberikan\nselama 1,5 (satu setengah) bulan, dan upahnya dibayar penuh.",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"breastfeeding_dangerouswork","9. Setiap pekerja yang mulai hamil perus","9. Setiap pekerja yang mulai hamil perusahaan wajib membebaskan lembur untuk\nmenghindari hal-hal yang tidak diinginkan.",{"bindId":131,"name":132,"text":132},"paidpaternityleave","3. Istri Pekerja melahirkan= 2 hari",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"paidpaternityleavepay","Perusahaan memberikan izin kepada Pekerj","Perusahaan memberikan izin kepada Pekerja untuk meninggalkan pekerjaan\ndengan mendapatkan upah penuh dalam hal :\n\n1. Pernikahan Pekerja sendiri= 3 hari\n\n2. Pernikahan anak Pekerja= 2 hari\n\n3. Istri Pekerja melahirkan= 2 hari\n\n4. Suami\u002FIstri\u002Fanak\u002Forang tua Pekerja meninggal = 2 hari\n\n5. Mertua Pekerja meninggal= 2 hari\n\n6. Menghitankan\u002Fmembaptiskan anak= 2 hari\n\n7. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal = 1 hari\n\n8. Pekerja dapat diberikan izin meninggalkan pekerjaannya untuk melaksanakan\nkewajiban ibadah haji dalam musim haji(bukan Umroh) dengan ketentuan:\n\na. Pemberian izin hanya satu kali dan lamanya harus sesuai dengan jadwal\nperjalanan yang ditetapkan Pemerintah dan Departemen Agama(izin khusus ini\nhanya berlaku bagi Pekerja warga Negara Indonesia)\n\nb. Selama meninggalkan pekerjaannya Pekerja berhak menerima upah sesuai\ndengan Peraturan Pemerintah No.8 Tahun 1981.\n\n9. Izin tidak masuk karena sakit harus disertai dengan Surat Keterangan\nDokter.",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"deathrelatives","4. Suami\u002FIstri\u002Fanak\u002Forang tua Pekerja me","4. Suami\u002FIstri\u002Fanak\u002Forang tua Pekerja meninggal = 2 hari\n\n5. Mertua Pekerja meninggal= 2 hari",{"bindId":142,"name":139,"text":140},"deathrelativesleave",{"bindId":144,"name":145,"text":145},"marriage","1. Pernikahan Pekerja sendiri= 3 hari",{"bindId":147,"name":145,"text":145},"marriageleave",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"violence","5. Menyerang, menganiaya, mengancam atau","5. Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman kerja atau\npengusaha di lingkungan kerja",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"hourspday_select","1. Sesuai dengan Undang-undang 13 Tahun ","1. Sesuai dengan Undang-undang 13 Tahun 2003 hari kerja biasa di Perusahaan\nadalah hari Senin s\u002Fd Jumat dengan 7 jam kerja sehari dan 5 jam kerja dihari\nSabtu, 40 jam seminggu, dengan perincian sebagai berikut :",{"bindId":157,"name":154,"text":155},"hourspweek_select",{"bindId":159,"name":154,"text":155},"dayspweek_select",{"bindId":161,"name":154,"text":155},"dayspweek",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"TRADEUNLEAV_trigger","3. Untuk memperlancar jalannya Organisas","3. Untuk memperlancar jalannya Organisasi Perusahaan memberikan fasilitas\ndispensasi untuk pengurus Serikat Pekerja\u002F anggota yang ditunjuk oleh ketua \u002F\nwakil ketua serikat pekerja untuk menghadiri kongres, seminar yang berhubungan\ndengan kegiatan itu dengan memberikan upah penuh.",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"PAYSCALES_trigger","1. Sistem pengupahan diatur menurut stat","1. Sistem pengupahan diatur menurut status karyawan, yaitu Karyawan harian\ndan Bulanan dengan susunan upah sebagai berikut :\n\na. Upah Pokok\n\nb. Tunjangan-tunjangan",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"LOWWAGE_trigger","2. Dasar penetapan upah pokok ditetapkan","2. Dasar penetapan upah pokok ditetapkan dengan mengacu kepada upah minimum\nprovinsi DKI Jakarta serta menurut jabatan, keahlian, prestasi kerja, kemampuan\n\u002F skill dan lain sebagainya dari Pekerja yang bersangkutan",{"bindId":175,"name":172,"text":173},"LOWWAGE_government",{"bindId":177,"name":172,"text":173},"LOWWAGE_provision",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"STRUCINCR_trigger","1. Upah yang dibawah UMP disesuaikan den","1. Upah yang dibawah UMP disesuaikan dengan UMP yang berlaku\n\n2. Masa kerja diatas 1 (satu) Tahun upahnya di bawah UMP yang berlaku diatur\nsebagai berikut :\n\na. Upah disesuaikan dengan UMP yang berlaku\n\nb. Ditambah Tunjangan Masa Kerja ( TMK) yang berlaku\n\nc. Ditambah Tunjangan Jabatan\n\n3. Kenaikan upah berkala bagi pekerja diberlakukan setahun sekali setiap\nbulan januari sekaligus mempertimbangkan kenaikan upah minimum yang berlaku.",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"wageincreasedate","3. Kenaikan upah berkala bagi pekerja di","3. Kenaikan upah berkala bagi pekerja diberlakukan setahun sekali setiap\nbulan januari sekaligus mempertimbangkan kenaikan upah minimum yang berlaku.",{"bindId":187,"name":188,"text":189},"ONCERISE_trigger","1. Setiap tahun, perusahaan diwajibkan m","1. Setiap tahun, perusahaan diwajibkan memberikan tunjangan hari raya pada\nhari raya keagamaan kepada setiap pekerja yang telah mempunyai masa kerja\nminimal 1 (satu) bulan terus menerus atau lebih.",{"bindId":191,"name":188,"text":189},"oncerise_detail",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"incidentalbonustype2","2. Besarnya THR ditetapkan sebagai berik","2. Besarnya THR ditetapkan sebagai berikut.\n\na. Masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan\ndiberikan secara proporsional dengan masa kerja.\n\nb. Masa kerja 1 tahun tetapi kurang dari 10 tahun adalah 1 (satu) bulan\nupah.\n\nc. Masa kerja 10 (sepuluh) lebih adalah 1,5 (satu setengah) bulan upah.",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"incidentalbonusdays1","b. Masa kerja 1 tahun tetapi kurang dari","b. Masa kerja 1 tahun tetapi kurang dari 10 tahun adalah 1 (satu) bulan\nupah.\n\nc. Masa kerja 10 (sepuluh) lebih adalah 1,5 (satu setengah) bulan upah.",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"incidentalbonusdate","e. Pelaksanaan pembayaran THR dilaksanak","e. Pelaksanaan pembayaran THR dilaksanakan 7 hari sebelum hari raya\nkeagamaan.",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"PAIDLEAV_trigger","1. Setiap Pekerja yang telah bekerja yan","1. Setiap Pekerja yang telah bekerja yang telah bekerja selama 12 (dua\nbelas) bulan secara terus menerus berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua\nbelas) hari kerja dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":209,"name":206,"text":207},"holidaysdays",{"bindId":211,"name":206,"text":207},"holidaysweeks",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"bankholidays1","Pada hari libur resmi yang ditetapkan ol","Pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah, Pekerja dibebaskan\ndari Pekerjaannya dengan menerima upah penuh",{"bindId":217,"name":218,"text":219},"OVERTIME_trigger","1. Perhitungan upah lembur diatur dengan","1. Perhitungan upah lembur diatur dengan berpedoman pada Surat Keputusan\nMenteri No. 102\u002FMen\u002F2004\u002Fperaturan perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":221,"name":218,"text":219},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":223,"name":218,"text":219},"overtimeallowancetype",{"bindId":225,"name":218,"text":219},"sundayallowancetype",{"bindId":227,"name":228,"text":228},"mealvouchers","1. Perusahaan memberikan makan",{"bindId":230,"name":231,"text":232},"coverunion_trigger","3. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku ","3. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk semua Pekerja PT. Sunshine\nGlobal.\n\n\n\nPASAL 5 Kewajiban Pihak-pihak","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Sunshine Global - 2020\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-11-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;Tidak ditentukan\u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Sunshine Global\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        SPN - Serikat Pekerja Nasional\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;2000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[238],{"title":38,"slug":34},[240],{"type":241,"data":242},"call_to_action_body_block",{"title":243,"description":244,"variant":245,"link":246},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":243,"url":247,"description":243,"rel":248,"type":249},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[251],{"type":241,"data":252},{"title":243,"description":244,"variant":245,"link":253},{"title":243,"url":247,"description":243,"rel":248,"type":249},[]]