[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sumatra-tobacco-trading-company-dengan-puk-fsp-rtmm-spsi-pk-f-kamiparho-sbsi-dan-sp-iptm-":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":289,"content_type_view":290,"extra_breadcrumbs":291,"body":293,"body_blocks":304,"related_pages":308},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":287,"translations":288},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sumatra-tobacco-trading-company-dengan-puk-fsp-rtmm-spsi-pk-f-kamiparho-sbsi-dan-sp-iptm-","0e404cba-4dd6-11e4-933a-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sumatra-tobacco-trading-company-dengan-puk-fsp-rtmm-spsi-pk-f-kamiparho-sbsi-dan-sp-iptm-\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sumatra-tobacco-trading-company-dengan-puk-fsp-rtmm-spsi-pk-f-kamiparho-sbsi-dan-sp-iptm-\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Sumatra Tobacco Trading Company Dengan PUK FSP-RTMM-SPSI, PK F-KAMIPARHO SBSI, Dan SP IPTM 2012 - 2014","ba_ID","IDN PT. Sumatra Tobacco Trading Company - 2012","Indonesia - IDN PT. Sumatra Tobacco Trading Company - 2012","IDN PT. Sumatra Tobacco Trading Company - 2012 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"41 - PKB. PT. STTC - KSBSI.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New3\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. SUMATRA TOBACCO TRADING COMPANY\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN PIMPINAN UNIT KERJA FEDERASI SERIKAT PEKERJA ROKOK, TEMBAKAU,\nMAKANAN DAN MINUMAN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA, PENGURUS KOMISARIAT\nFEDERASI MAKANAN, MINUMAN, PARIWISATA, RESTAURAN, HOTEL DAN TEMBAKAU SERIKAT\nBURUH SEJAHTERA INDONESIA, DAN SERIKAT PEKERJA IKATAN PERSAUDARAAN DAN TOLONG\nMENOLONG\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pihak Yang Mengadakan Kesepakatan\u002FPerjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. SUMATRA TOBACCO TRADING COMPANY yang berkedudukan di Pematang Siantar\ndalarn hal ini selanjutnya disebut Pihak Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pimpinan Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan\nMinuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( PUK F-SP-RTMM - SPSI ), Pengurus\nKomisariat Federasi Makanan, Minuman, Pariwisata, Restauran, Hotel dan Tembakau\nSerikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK F-KAMIPARHO SBSI ), dan Serikat Pekerja\nIkatan Persaudaraan Dan Tolong Menolong ( SP IPTM ) yang masing- masing telah\nberdiri secara syah di PT.Sumatra Tobacco Trading Company Pematang Siantar,\nyang dalam hal ini mewakili anggotanya masing-masing, selanjut disebut sebagai\nSerikat Pekerja\u002F Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Istilah – Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan : ialah PT.Sumatra Tobacco Trading Company Pematang\nSiantar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha : ialah Pimpinan Perusahaan PT. Sumatra Tobacco Trading Company\natau unsur manajemen yang mewakilinya dan yang bertindak atas nama pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja\u002FBuruh : ialah PUK F-SP-RTMM –SPSI PT.STTC Pematang\nsiantar, Serikat Buruh PK F-KAMIPARHO SBSI PT. STTC Pematang Siantar, dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SP IPTM PT. STTC Pematang Siantar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityotherclause\">\u003Cp>4. Pekerja\u002FKaryawan : ialah semua Pekerja\u002Fburuh yang berdasarkan\nsyarat-syarat tertentu diterima bekerja di Perusahaan. Pekerja Wanita yang\ntelah diterima bekerja di Perusahaan dianggap\u002Fdipandang sebagai berstatus tidak\nnikah\u002Fsingle, kecuali yang sudah janda dan anaknya menjadi tanggungan, atau\nyang suaminya tidak dapat mencari nafkah karena cacat fisik dan mental.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Istri: Ialah istri pertama yang syah menurut Undang-undang dan telah\ndidaftarkan oleh pekerja \u002F buruh di perusahaan. Apabila istri pertama tersebut\nmeninggal dunia atau bercerai secara syah menurut undang-undang, maka istri\nberikutnya yang syah menurut Undang-undang dan telah didaftarkan di perusahaan\ndianggap sebagai istri pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Suami: ialah Suami pekerja\u002Fburuh yang syah menurut undang-undang dan\ntelah didaftarkan oleh pekerja\u002Fburuh di Perusahaan. Apabila suami meninggal\ndunia atau bercerai secara syah menurut undang-undang, maka suami berikutnya\nyang syah menurut undang-undang dan telah didaftarkan pekerja di Perusahaan\ndianggap sebagai suami.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Anak: ialah anak pekerja\u002Fburuh sendiri yang syah menurut undang-undang,\nyang berumur dibawah 21 (dua puluh satu) tahun, belum berpenghasilan sendiri\ndan belum pernah menikah dan masih menjadi tanggungan pekerja\u002Fburuh dengan\njumlah 3 (tiga) orang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Ahli Waris: ialah Istri atau Suami atau Anak atau orang lain yang\nditunjuk oleh pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan untuk menerima hak warisan berupa\npembayaran akibat pekerja\u002Fburuh tersebut rneninggal dunia dalam hubungan kerja\nsesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Keluarga: ialah suami atau istri dan anak-anak pekerja\u002Fburuh yang\nterdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Hari Kerja: ialah hari-hari kerja biasa yang ditentukan bagi pekerja\nselama 6 (enam ) hari dalam seminggu kecuali hari tersebut ditentukan\nPemerintah sebagai hari Iibur resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Jam Kerja: ialah jam-jam dimana pekerja ditetapkan harus berada di\ntempat kerja dan melaksanakan pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Kerja Lembur: ialah pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja melebihi 7\n(tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu, bekerja pada hari\nistirahat mingguan atau bekerja pada hari libur resmi yang pelaksanaannya\nsesuai dengan prosedur yang berlaku di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Hari libur: ialah hari libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah atau\nditetapkan Perusahaan, dimana pekerja dibebaskan dari kewajiban bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Tempat Kerja: ialah tempat dimana pekerja ditempatkan \u002F ditugaskan di\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Perawatan: ialah penyembuhan penyakit yang memerlukan rawat inap di\nrumah sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Pengobatan : Penyembuhan penyakit yang tidak memerlukan rawat inap di\nrumah sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Penyelenggara Program Jamsostek : PT. Jamsostek dan PT.Inhealth\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Maksud Dan Tujuan Diadakannya PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mewujudkan dan memelihara hubungan kerja yang lebih harmonis dan mantap\ndengan mengatur kepastian hak dan kewajiban masing-masing Pihak, termasuk\nsyarat-syarat kerja, hubungan kerja dan hubungan industrial. Dengan demikian\nketenangan kerja dan ketenangan Perusahaan lebih terjamin untuk meningkatkan\nproduksi dan produktifitas kerja serta peningkatan kesejahteraan pekerja dan\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Meningkatkan pengertian dan kesadaran bersama, bahwa pengaturan hak dan\nkewajiban yang berlaku di Perusahaan bukan semata-mata kehendak satu pihak,\ntetapi merupakan hasil kesepakatan. Oleh karena itu, ketentuan yang telah\ndisepakati dalam Perjanjian Kerja Bersama \u002F Kesepakatan Kerja Bersama ini\nmenjadi ketentuan yang berlaku umum dan harus dipatuhi oleh semua pihak\ntermasuk para pekerja memandang keanggotaan Serikat Pekerja \u002F Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Luasnya Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh menyetujui bahwa PKB\u002FKKB\nterbatas pada hal-hal yang bersifat umum dan berlaku umum seperti tercantum\ndalam PKB \u002F KKB ini. Oleh karena itu, Pengusaha dan Serikat Pekerja \u002F Serikat\nBuruh tetap mempunyai hak-hak lain yang diatur dan dilindungi oleh\nUndang-Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>2.Pengusaha dan Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh sama-sama menyetujui bahwa\nPKB \u002FKKB ini berlaku dan diberlakukan kepada pengusaha dan semua pekerja tetap\n(yang telah lewat masa percobaan), kecuali pekerja yang hubungan kerjanya\ndiatur secara khusus dalam perjanjian tersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Kewajiban Pengusaha Dan Serikat Pekerja \u002F Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh berkewajiban untuk\nmemberitahukan dan menjelaskan isi dari PKB \u002F KKB ini kepada pekerja dalam\nberbagai kesempatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dan Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh berkewajiban untuk mentaati\nisi PKB\u002F KKB ini dan dapat mengingatkan pihak yang melanggar atau tidak\nmengindahkannya. Selanjutnya Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh berkewajiban\nmenertibkan anggotanya agar selalu mematuhi isi PKB \u002F KKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam menjalankan kewajiban masing-masing, Pengusaha dan Serikat Pekerja\n\u002FSerikat Buruh harus bertindak secara adil dan bijaksana dengan berpedoman pada\nisi PKB \u002F KKB ini Serta peraturan Perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Hak Pengusaha Dan Serikat Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja \u002F Buruh mengakui, bahwa Pengusaha mempunyai hak dan\nwewenang penuh untuk mengatur dan mengelola jalannya Perusahaan termasuk\npengaturan para pekerja sesuai kebutuhan Perusahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja \u002F Buruh adalah wadah para pekerja\nyang syah, dalam perusahaan. Dengan demikian akan mewakili seluruh anggotanya\nbaik secara perorangan maupun secara kolektif dalam masalah ketenagakerjaan\ndalam hal-hal yang berhubungan dengan hubungan kerja, syarat-syarat kriteria\nperselisihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja \u002F Buruh wajib membantu pimpinan Perusahaan, atau wakilnya\nmembina, mengatur dan menertibkan para pekerja agar tidak melanggar ketentuan\ndalam PKB \u002F KKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal menjalankan tugasnya masing-masing Serikat Pekerja \u002F Buruh dan\nPengusaha menghindarkan tindakan-tindakan campur tangan \u002Fintervensi yang dapat\nmerugikan pihak lain. \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Pertemuan Pengusaha Dengan Serikat Pekerja \u002F Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh sepakat untuk mengadakan\npertemuan berkala guna, membahas \u002F memusyawarahkan langkah-langkah yang perlu\ndilakukan untuk menjaga dan meningkatkan keharmonisan hubungan kerja sesuai\ndengan kebutuhannya, minimal sekali dalam dua bulan. Pertemuan tersebut\nsifatnya adalah konsultasi atau tukar informasi untuk menyatukan langkah dan\npersepsi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk kelancaran pertemuan\u002Fmusyawarah tersebut Pengusaha dan Serikat\nPekerja \u002FBuruh masing-masing dapat menunjuk wakilnya untuk mengikuti pertemuan\ndimaksud dan selalu berupaya untuk menghasilkan suatu mufakat yang adil dan\nbijaksana dengan memedomani isi Perjanjian Kerja Bersama ini secara\nkeseluruhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Keanggotaan Serikat Pekerja \u002F Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Keanggotaan Serikat Pekerja \u002F Buruh adalah sukarela dan terbuka bagi\nsetiap pekerja di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Para Pekerja yang mengikat perjanjian kerja khusus dapat menjadi anggota\nSerikat Pekerja \u002F Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang menduduki jabatan tertentu dan \u002F atau yang tugas atau\nfungsinya menimbulkan pertentangan kepentingan antara perusahan dan Serikat\nPekerja\u002FBuruh, atau karena posisinya mewakili kepentingan perusahaan, tidak\nboleh menjadi pengurus Serikat Pekerja \u002F Buruh di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Bantuan Dan Fasilitas Bagi Serikat Pekerja \u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan kepada sebanyak-banyaknya 2 (dua) orang pengurus\nSerikat Pekerja \u002F Buruh untuk mengurus pelaksanaan tugas Serikat Pekerja Buruh\n2 (dua) hari dalam sebulan. Untuk pelaksanaannya Serikat Pekerja bermusyawarah\ndengan Pengusaha sebelumnya agar jangan sampai terjadi hambatan dalam pekerjaan\nsehari-hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal menghadiri konferensi\u002Fkongres, Pengusaha memberikan ijin\nsebanyak-banyaknya untuk 2 (dua) orang Pengurus Serikat Pekerja \u002F Buruh untuk\nmeninggalkan pekerjaan dengan pemberian upah saja (upah Pokok + Tunjangan\nTetap) sesuai dengan kebutuhannya paling lama untuk 6 (enam) hari dalam\nsetahun. Untuk pelaksanaannya harus lebih dahulu meminta ijin dari pengusaha\ndengan menyertakan bukti kepesertaan menghadiri konferensi\u002Fkongres dimaksud 7\n(tujuh) hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha meminjamkan ruangan yang memadai untuk digunakan menjadi Kantor\nSerikat Pekerja \u002F Buruh berikut Papan Pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Penempelan Bulletin, Pengumuman, Surat Edaran dan sejenisnya bagi\nkepentingan Serikat Pekerja \u002F Buruh dan anggotanya hanya boleh dilakukan di\npapan pengumuman yang disediakan untuk Serikat Pekerja \u002F Buruh. Isi pengumuman,\nbulletin, Surat edaran dimaksud sepenuhnya menjadi tanggungjawab Serikat\nPekerja \u002F Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dengan seijin Pengusaha, Serikat Pekerja \u002F Buruh dapat menggunakan\nruangan\u002Ftempat untuk rapat anggota beserta, kelengkapannya. berupa meja dan\nkursi yang tersedia di Perusahaan dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan\ntertulis kepada Pengusaha 7 (tujuh) hari sebelumnya dengan mencantumkan\npenanggung jawab pertemuau beserta peserta pertemuan. Dalam hal ijin dari yang\nberwajib diperlukan, Serikat Pekerja \u002F Buruh harus melengkapinya terlebih\ndahulu. Ijin pemakaian ruangan tersebut diberikan Pengusaha secara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengurus Serikat Pekerja \u002F Buruh tetap mempunyai hak dan kewajiban yang\nsama seperti pekerja-pekerja lainnya dalam hal yang berhubungan dengan\nkedudukannya sebagai pekerja di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Bantuan dan fasilitas seperti tersebut pada butir (1 s\u002Fd 5) di atas hanya\nberlaku bagi Serikat Pekerja \u002F Buruh yang telah berdiri secara syah di\nperusahaan pada saat KKB ini ditandatangani.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Penerimaan, Pemindahan, dan Pengangkatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk kepentingan jalannya Perusahaan, Serikat Pekerja \u002F Buruh mengakui\nsepenuhnya Hak Péngusaha dalam penerimaan pekerja baru, penentuan dan\npembagian pekerjaan, pengangkatan dan pemindahan pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Penerimaan Pekerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha berhak sepenuhnya untuk memilih calon pekerja\u002Fburuh yang akan\ndiseleksi menjadi pekerja di perusahaan berikut persyaratan untuk itu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>2.Pekerja yang telah lulus seleksi diterima menjadi pekerja tetap di\nPerusahaan setelah melalui masa percobaan selama 3 bulan. Dalam masa percobaan\nPengusaha berhak sepenuhnya memutuskan hubungan kerja tanpa syarat, tanpa\nmemberikan ganti rugj dalam bentuk apapun kecuali gaji pekerja yang masih\ntersisa.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>3.Pekerja yang telah lulus masa percobaan diangkat menjadi pekerja tetap di\nPerusahaan sesuai dengan statusnya setelah lebih dahulu menandatangani\npernyataan untuk menerima dan mematuhi ketentuan dalam KKB serta ketentuan\nlainnya yang berlaku di Perusahaan. Masa percobaan tersebut dihitung sebagai\nmasa kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pekerja harus menyediakan data pribadi yang benar yang diperlukan oleh\nPengusaha pada saat masuk kerja atau setiap saat diminta dan dibutuhkan\nPerusahaan termasuk setiap ada perubahan status dan alamat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Pemindahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha berhak untuk memindahkan\u002Fmemutasikan pekerja\u002Fburuh dari satu\npekerjaan ke pekerjaan lainnya di bawah naungan Perusahaan yang berbadan hukum\nsama, sesuai dengan kebutuhan dan kelancaran proses produksi Perusahaan tanpa\nmengurangi haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal mutasi, Pengusaha akan selalu mempertimbangkan kemampuan dan\nkecakapan pekerja\u002F buruh Serta jenjang karir yang bersangkutan, dan\npemberitahuannya disampaikan kepada yang bersangkutan secara tertulis 3 (tiga\nhari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja\u002Fburuh yang mendapat perintah pindah\u002Fmutasi harus segera\nmenyerahkan pekerj aannya kepada penggantinya atau kepada atasannya langsung\nmelaksanakan tugas yang baru sesuai dengan waktu yang ditentukan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u002Fburuh yang menolak perintah mutasi dibawah naungan perusahaan\nberbadan hukum sama, dianggap melawan perintah kerja yang layak dan dapat\ndiberikan Surat Peringatan. Bila setelah diberikan Surat Peringatan yang\nbersangkutan tetap tidak bersedia melaksanakan perintah mutasi, pengusaha dapat\nmemberhentikan sementara (menskorsing) yang bersangkutan untuk kemudian di PHK\ndengan mengikuti prosedur perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Pengangkatan Dan Perubahannya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja \u002F Buruh mengakui bahwa pengangkatan jabatan\u002Ftugas\u002Ffungsi\nseorang pekerja\u002Fburuh sepenuhnya menjadi wewenang pengusaha yang tidak boleh\ndiganggu gugat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengangkatan jabatan\u002Ftugas\u002Ffungsi didasarkan pada penilaian pengusaha yang\nmeliputi sikap,1oyalitas, prestasi kerja, disiplin dan keterampilan\npekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jabatan\u002Ftugas\u002Ffungsi seorang pekerja\u002Fburuh dapat diturunkan atau dicabut\napabila pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan menunjukkan prestasi kerja yang terus\nmenerus menurun, atau pekerja\u002Fburuh tersebut berperilaku yang tercela dan tidak\nterpuji, dengan memberitahukannya lebih dahulu kepada yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jabatan\u002Ftugas\u002Ffungsi dapat juga dicabut atau dihapuskan bila karena\nkebijaksanaan pengusaha, jabatan\u002Ftugas\u002Ffungsi tersebut dihapus atau\ndihilangkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal jabatan\u002Ftugas\u002Ffungsi seorang pekerja\u002Fburuh tersebut pada ayat\n(3) dan (4) diturunkan atau dicabut, maka bila sebelumnya untuk\njabatan\u002Ftugas\u002Ffungsi tersebut diberikan tunjangan, maka tunjangan tersebut\nhapus dan diberlakukanlah ketentuan di tempat baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HARI KERJA, JAM KERJA DAN LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Hari Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1. Dengan memperhatikam peraturan perundangan yang berlaku, hari kerja biasa\ndi Perusahaan adalalh hari Senin sampsi dengan hari Sabtu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dapat mengajukan perobahan hari kerja sesuai dengan keperluan\nperusahaan dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku setelah\nlebih dahulu memusyawarahkannya dengan Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cp>1.Dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku, kerja di\nPerusahaan adalah 7 (tujuh) jam sehari dan atau 40 (empat puluh) jam\nseminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Jam kerja di Perusahaan terdiri dari jam Kerja Non Shift dan jam Kerja\nShift, dengan rincian sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Non Shift ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Senin s\u002Fd Jumat : 08.00 - 17.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(waktu istirahat pukul 12.00.- 14.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Sabtu : 08.00 - 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2. Shift ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Shift I : 07.00 - 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Shift II : 15.00 - 23.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Shift III : 23.00 - 07.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Waktu istirahat setiap shift 1 jam )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.Untuk tertibnya pelaksanaan istirahat, dengan berpedoman pada waktu\nistirahat yang ditentukan, pengusaha dapat membagi istirahat pekerja 'pada\nbeberapa kelompok, sedang bagi pekerja yang melayani mesin dan pekerjaan\nsejenisnya, waktu istirahat dilakukan secara bergilir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha karena kebutuhan yang mendesak untuk mempertahankan pelaksanaan\nproses produksi dapat merubah jam kerja yang telah ditetapkan sesuai dengan\nperaturan perundangan yang berlaku setelah lebih dahulu memusyawarahkannya\ndengan Serikat Pekerja \u002F Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bagi pekerja yang beragama Islam, diberikan kesempatan meninggalkan\npekerjaannya secara bergantian untuk melaksanakan ibadah Sholat, dan bagi\npekerja yang beragama Kristen bila pada hari \u002Fjam kerja mengisyaratkan orang\nKristen untuk beribadah di Gereja, Pengusaha juga memberikan kesempatan untuk\nmelaksanakan ibadah tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kerja lembur ialah pekerjaan yang dilaksanakan lebih dari 7 (tujuh) jam\nsehari dan lebih dari 40 (empat puluh) jam seminggu, atau kerja pada hari\nistirahat mingguan atau hari libur resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kerja Lembur adalah sukarela kecuali:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Dalam hal darurat (\u003Cem>Force Majeur\u003C\u002Fem>) dan apabila ada pekerjaan\nyang jika tidak segera diselesaikan akan membahayakan kesehatan dan keselamatan\norang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2. Dalam hal pekerjaan- pekerjaan yang apabila tidak diselesaikan akan\nmenimbulkan kerugian Perusahaan dan mengganggu kelancaran produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.Dalam hal pekerja Shift harus terus bekerja karena penggantinya tidak\ndatang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>3.Perhitungan upah lembur disesuaikan dengan ketentuan perundangan yang\nberlaku yang ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1. Pada Hari Biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk lembur 1 (satu) jam pertama dibayar 1 1\u002F2 x upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk kerja lembur selebihnya setiap dibayar 2 X upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cp>3.2. Pada Hari Istirahat Mingguan dan Hari Libur Resmi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk setiap jam dalam batas waktu 7 (tujuh) jam dibayar 2 X upah\nsejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk jam ke 8 (delapan) dibayar 3 X upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk selebihnya setiap dibayar 4 X upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>- Dalam hal hari libur resmi tersebut jatuh pada hari pendek (hari dengan 5\njam kerja) maka 5 jam pertama setiap jam dibayar 2 x upah sejam, jam ke 6\n(enam) dibayar 3 X upah sejam dan jam seterusnya setiap jam dibayax 4 X upah\nsejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.3. Upah per jam dalam perhitungan lembur adalah 1\u002F173 kali upah\nsebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4. Upah sebulan adalah Upah Pokok + Tunjangan Tetap (bila ada) + uang\nberas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Terlambat Masuk Kerja Dan Pulang Sebelum Waktunya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang terlambat masuk kerja diadakan pemotongan atas upahnya sesuai\ndengan keterlambatannya dan dianggap serta dicatat sebagai kurang disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang meninggalkan pekerjaannya sebelum Waktu kerja berakhir tampa\nseijin dari atasannya diadakan pemotongan atas uphnya sesuai dengan ketentuan\nyang berlaku, dan dianggap sebagai pelanggaran disipliin kerja yang dikenakan\nsanksi surat peringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Dinas Luar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang ditugaskan Dinas Luar untuk kepentingan Perusahaan diberikan\ndinas luar yang diatur secara tersendiri oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan mengenai dinas luar ini disesuaikan dengan jarak dan lamanya\ndinas luar terse-but.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang tidak hadir bekerja tanpa alasan yang syah dan dapat diterima\nPerusahaan dianggap mangkir dan upahnya dipotong untuk setiap satu hari\nkemangkiran sebesar upah sebulan dibagi 25.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila pekerja mangkir berturut-turut 5 (lima ) hari atau lebih tanpa\nketerangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang syah , dan telah\ndipanggil perusahaan secara tertulis 2 (dua) kali tetapi tetap tidak hadir\nbekerja, diklasifikasikan mengundurkan diri dari Perusahaan atas kehendak\nsendiri dan dapat di Putuskan Hubungan Kerjanya (PHK ) oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang di Putuskan Hubungan Kerjanya karena diklasifikasikan sebagai\nmengundurkan diri hanya berhak untuk mendapat Uang Penggantian Hak dan Uang\nPisah sesuai ketentuan UU. No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Istirahat Mingguan Dan Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1.Pekerja diberikan istirahat mingguan 1 (satu) hari dalam seminggu. Dalam\nhal seorang pekerja ada kalanya harus bekerja pada istirahat mingguan maka\ndalam sebulan istirahat mingguannya tidak boleh kurang dari 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Istirahat Mingguan pada umumnya jatuh pada hari Minggu. Namun karena sifat\npekerjaan pada bagian tertentu seperti bagian keamanan, boiler, genset dan\npekerjaan sejenisnya mengharuskan sebagian pekerja bekerja pada hari Minggu\nsesuai dengan jadwal kerja yang telah disusun oleh Pengusaha maka istirahat\nmingguan tersebut dapat jatuh pada hari lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>3.Pada hari-hari libur resmi yangditetapkan oleh Pemerintah, pekerja\ndibebaskan dari bekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Istirahat Tahunan (Cuti Tahunan)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Setiap pekerja yang telah bekerja 12 (dua belas) bulan terus menerus tampa\nterputus berhak atas istirahat tahunan (cuti tahunan) sebanyak-banyaknya 12\n(dua belas) hari kerja dengan pembayaran upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jumlah hari istirahat tahunan dihitung 1 (satu) hari untuk setiap bulan\ndengan ketentuan pekerja tersebut hadir bekerja atau dianggap hadir bekerja\nminimal 23 (dua puluh tiga) hari dalam sebulan. Dengan demikian, bila hari\nkerja seorang pekerja\u002Fburuh kurang dari 23 hari pada satu bulan tertentu, maka\nperhitungan hak cutinya pada bulan tersebut gugur\u002Fhilang, kecuali dalam setahun\njumlah hari kerja yang bersangkutan mencapai 276 hari atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dapat menunda pemberian istirahat tahunan pekerja yang telah\njatuh tempo karena kepentingan Perusahaan untuk paling lama 6 (enam) bulan, dan\nistirahat tahunan tersebut dapat dibagi dalam beberapa bagian, asal saja ada 1\n(satu) bagian sekurang-kurangnya 6 (enam) hari terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha akan memberitahukan secaratertulis bila istirahat tahunan\npekerja tiba.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bila setelah diberitahukan Pengusaha telah tibanya saat istirahat tahunan\nseorang pekerja dapat digunakan\u002Fdiambil, tetapi pekerja yang bersangkutan tidak\nmenggunakan\u002Ftidak mengambilnya untuk paling lama dalam 6 (enam) bulan bukan\nkarena kepentingan Perusahaan, istirahat tahunan tersebut dengan sendirinya\nakan gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang ingin menggunakan\u002Fmengambil istirahat tahunannya wajib\nmengajukan permohonan tertulis kepada pengusaha 2 (dua) minggu sebelumnya,\nkecuali dalam keadaan mendesak dan tidak dapat ditunda.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Atas persetujuan Pengusaha dengan Serikat Pekerja \u002F Buruh, istirahat\ntahunan pekerja dapat diberikan secara masal khususnya pada Hari Raya Idul\nFitri, Hari Raya Natal, Tahun Baru dan Imlek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja yang tidak hadir 5 (lima) hari berturut-turut setelah masa cuti\nberakhir tanpa alasan tertulis yang syah\u002Fijin , dan sudah dipanggil Perusahaan\n2 (Dua) kali ke alamat yang terdaftar di perusahaan diklasifikasikan sebagai\ntelah mengundurkan diri dari Perusahaan atas kemauan sendiri oleh karena itu\ndapat diputuskan hubungan kerjanya dengan perusahaan ( PHK ) tanpa lebih dahulu\ndiberikan surat peringatan dan tanpa pembayaran uang pesangon dan uang\npenghargaan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Cuti Hamil\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Pekerja wanita yang hamil dan akan melahirkan berhak untuk mendapat cuti\nhamil dan melahirkan 1 1\u002F2 bulan sebelum melahirkan dan 1 1\u002F2 bulan sesudah\nmelahirkan dengan pembayaran upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Pekerja wanita yang akan menggunakan cuti hamil dan melahirkan tersebut\nwajib mengajukan permohonan tertulis kepada Pengusaha minimal 2 (dua) minggu\nsebelumnya dengan melampirkan surat keterangan Dokter atau Bidan yang\nmerawatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila setelah cuti hamil tersebut pada butir (1) di atas telah berakhir,\ntetapi pekerja wanita tersebut belum dapat bekerja karena tidak sehat\u002Fsakit\nsehingga perlu istirahat yang lebih lama, maka untuk itu berlaku\nketentuan-ketentuan cuti sakit biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja wanita yang tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari berturut-turut\ntanpa alasan yang syah setelah masa cuti hamil berakhir dan sudah dipanggil\nsecara tertulis 2 (dua) kali tetap tidak hadir bekerja diklassifikasikan\nmengundurkan diri dari perusahaan atas kemauan sendiri. Oleh karena itu, dapat\ndiputuskan hubungan kerjanya dengan perusahaan ( PHK )tanpa lebih dahulu\ndiberikan Surat peringatan dan tanpa pembanyaran uang pesangon dan uang\npenghargaan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan yang tidak disengaja\nberlaku ketentuan cuti gugur kandungan sesuai dengan keterangan Dokter\nPerusahaan \u002Fdokter yang ditunjuk Perusahaan \u002F Dokter Penyelenggara\njamsostek.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Pekerja wanita yang mengalami haid atau menstruasi tidak diwajibkan untuk\nbekerja pada hari pertama dan hari kedua masa haidnya, asal saja diberitahukan\nkepada Pengusaha melalui atasannya langsung. Bila Perusahaan memerlukan keadaan\nhaid tersebut perlu pembuktian, pekerja yang bersangkutan agar meminta Surat\nketerangan dokter yang ditunjuk perusahaan atau Dokter penyelenggara\nJamsostek.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila dalam waktu 3 (tiga ) bulan terus menerus seorang pekerja wanita\nmengalami cuti haid tidak teratur, pekerja tersebut agar berkonsultasi dengan\ndokter yang ditunjuk Perusahaan atau Dokter yang menangani jaminan kesehatan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila berdasarkan surat keterangan Dokter terbukti yang bersangkutan telah\nhamil tetapi telah mengambil cuti haid untuk kurun waktu lama 2 (dua) bulan\nkehamilannya, maka tindakan tersebut disamakan sebagai tindakan yang dengan\nsengaja merugikan perusahaan sehingga dapat diputuskan hubungan kerjanya oleh\nPerusahaan ( PHK ) tanpa didahuiui pemberian Surat peringatan dan tanpa\npembayaran Uang Pesangon dan Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang yang diterima\noleh yang bersangkutan diperhitungkan kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Cuti Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang tidak dapat bekerja karena sakit berhak mendapat cuti sakit\nberdasarkan Surat Keterangan Dokter Perusahaan , atau Dokter yang ditunjuk\nPerusahaan atau Dokter dalam jaringan Penyelenggara Jamsostek yang\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang tidak hadir bekerja dengan menggunakan Surat Keterangan Sakit\ndari Dokter lain selain dari Dokter tersebut pada butir (1) di atas, upahnya\nselama tidak bekerja tersebut tidak dibayar Perusahaan, kecuali Surat\nKeterangan tersebut telah disyahkan oleh Dokter Perusahaan atau Dokter yang\nditunjuk oleh Perusahaan atau Dokter Jamsostek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila berdasarkan penelitian Perusahaan terdapat bukti-bukti authentik\nbahwa pekerja\u002Fburuh yang tidak hadir bekerja dengan alasan sakit telah\nmenggunakan Surat Keterangan Sakit yang tidak benar (surat keterangan tersebut\ntidak benar dikeluarkan oleh Dokter yang berkompeten untuk itu, atau pekerja \u002F\nburuh dengan sengaja merobah isi Surat keterangan Dokter untuk mendapat\nkeuntungan dan merugikan perusahaan ) dipandang sebagai telah dengan sengaja\ndan iktikad tidak baik merugikan perusahaan, dan karena ini dapat diputuskan\nhubungan kerjanya (PHK) tanpa pemberian Surat peringatan dan tanpa Uang\nPesangon Serta Uang Penghargaan Masa Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Sakit Selama Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002Fburuh yang sakit pada wakru menjalankan cuti (baik cuti tahunan,\ncuti hamil atau melahirkan, cuti haid maupun cuti bersama), maka hari- hari\nsakit selama cuti tersebut tidak dihitung tersendiri lagi sebagai cuti sakit,\ntetapi sudah termasuk di dalamnya tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : IJIN TIDAK MASUK KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Ijin Tidak Masuk Kerja Dengan Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>Pekerja dibenarkan untuk tidak masuk bekerja dengan mendapat upah sesuai\ndengan P.P. No. 08 \u002F 1981 setelah lebih dahulu mengajukan permohonan kepada\npengusaha dalam hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>1. Istri Pekerja melahirkan\n.....................................................................2 hari\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pada Sunatan anak pekerja .......................\n..........................................2 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pada saat membaptiskan anak pekerja\n..................................................2 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pada saat perkawinan pertama pekerja sendiri ..........................\n............3 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pada perkawinan anak pekerja\n............................................................. 2 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Suami\u002FIstri\u002Forang Tua\u002FMertua\u002FAnak\u002FMenantu meninggal ...................\n..2 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Anggota Keluarga dalam satu rumah meninggal dunia\n......................... 1 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Ijin Tidak Masuk Kerja Tanpa Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha akan selalu mempertimbangkan permohonan pekerja yang diajukan\nsecara tertulis untuk tidak masuk bekerja karena alasan yang sangat mendesak\ndan tidak dapat ditunda tanpa pembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ijin baru dianggap syah bila pengusaha telah mengeluarkan tertulis kepada\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bila pekerja telah tidak hadir bekerja sebelum mendapat ijin tertulis\ndari perusahaan, dikategorikan sebagai tidak pernah meminta ijin dan menanggap\nmangkir tanpa beralasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Upah yang dibayar kepada pekerja didasarkan pada upah bulanan, kecuali\nbila ada Pekerja Harian Lepas, upahnya dihitung menurut hari kerjanya, atau\nmenurut hasil kerjanya (Upah Potongan atau Borongan)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besarnya upah bulanan yang dibayar kepada pekerja didasarkan atas\npertimbangan pengusaha mengenai :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Tingkat dan jenis jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2. Jenis pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3. Tanggung-jawab pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4. Pendidikan dan keahlian yang dimiliki pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5. Pengalaman kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6. Masa kerja \u002F Senioritas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7. Loyalitas dan disiplin kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>3.Upah terendah bagi pekerja dengan pengabdian sampai dengan 1 (satu) tahun\ntidak kurang besarnya dari Upah Minimum yang diberlakukan Pernerintah untuk\nPerusahaan ( secara regional atau sektoral ), sedang bagi pekerja dengan masa\nkerja lebih dari 1 (satu) tahun upahnya ditentukan pengusaha dengan\nmempertimbangkan butir (2.1) s.d (2.7) di atas yang dituangkan dalam\ntabel\u002Fskala upah yang berlaku di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hasil penilaian butir (2.1) s.d butir (2.7) di atas adalah kewenangan dari\npengusaha yang tidak dapat diganggu gugat oleh pekerja atau Serikat Pekerja \u002F\nBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pada prinsipnya pembayaran upah dilaksanakan pada setiap akhir bulan\ntakwin dengan ketentuan, bila akhir bulan jatuh pada hari minggu atau hari\nlibur, pembayaran dilakukan pada awal bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang jumlah penghasilannya dalam sebulan melebihi dari penghasilan\ntidak kena pajak, maka pungutan pajak penghasilan (PPH: Pasal 21) pekerja yang\nbersangkutan dilaksanakan Perusahaan pada setiap pembayaran gaji \u002F upah atau\nTHR, kemudian disetor ke Kas Negara sesuai dengan Ketentuan Perundangan\nPerpajakan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Penyesuaian Upah Karena Kenaikan Upah \u002F UMSP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1.Bila terjadi peningkatan Upah Minimum Propinsi ( UMP) atau Upah Minimum\nSektoral Propinsi ( UMSP ) di Propinsi Sumatera Utara, upah minimum\nKabupaten\u002FKota tempat perusahaan berkedudukan, upah pekerja\u002Fburuh yang masih\nberada dibawah ketentuan upah minimum tersebut akan disesuaikan dengan upah\npekerja\u002Fburuh yang sudah sama atau berada di atas upah minimum tersebut\ndisesuaikan sesuai kebijaksanaan dan mekanisme yang ada di perusahaan yang\ntidak dapat digangu gugat.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bila Kabupaten\u002F Kota tempat perusahaan beroperasi tidak ada ditetapkan\nUapah Minimum Kabupaten\u002FKota, atau Uapah -Minimum Sektoral Kabupaten\u002FKota, maka\nperusahaan akan mengacu pada Upah Minimum Propinsi ( UMP ) dan Upah Minimum\nSektoral Propinsi (UMSP ) yang pelaksanaannya sesuai dengan butir (1)\ndiatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp>3.Khusus bagi pekeria yang telah menerima upah jauh di atas upah minimum,\npenyesuaian\u002Fpeninjauan dilakukan kemudian dengan mempertimbangkan kemampuan\nkeuangan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Kenaikan Upah Perorangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kenaikan upah perorangan tidak dilaksanakan secara otomatis pada setiap\ntahun, tetapi didasarkan atas pertimbangan dan kebijaksanaan pimpinan\nPerusahaan atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 prestasi kerja, konduite dan loyalitas pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 kemampuan keuangan dan kemajuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Saat kenaikan upah perorangan ditentukan oleh pimpinan Perusaha dapat\nbersamaan dengan penyesuaian upah pada pasal (29), dapat pula secara\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Catu Beras\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Catu Beras yang diberikan pengusaha kepada pekerja diberikan dalam bentuk\nuang (Uang Beras) sesuai dengan harga pasaran lokal setempat dengan standard\nBeras Sawah lokal II (eceran )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Uang Beras tersebut pada butir (1) di atas adalah bagian dari upah pekerja\nsesuai dengan PP No.8 tahun 1981.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Tunjangan Hari Raya Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>Menjelang hari-hari keagamaan, Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya\nKeagamaan satu kali dalam setahun kepada pekerja sesuai dengan Peraturan\nMenteri Tenaga Kerja No.Per.04\u002FMEN\u002F1994 dengan rincian sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih\ndiberikan 1 (satu) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang masa kerjanya 3 bulan atau lebih tetapi masih kurang\ndari 12 (dua belas) bulan di berikan proposional dengan masa kerjanya yaitu\nsebesar : (Bulan masa kerja) X upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dilaksanakan pengusaha selambat-\nlambatnya 7 (tujuh) hari sebelum tibanya hari raya keagamaan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Besarnya upah sebulan dalam pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan\nadalah Upah pokok termasuk Tunjangan Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformance\">\u003Cp>5.Bila kepada pekerja diberikzm THR melebihi dari ketentuan Per. Men.\nN004\u002FMEN\u002F1994, kelebihan tersebut tidak mutlak sebagai suatu keharusan karena\nkebiasaan yang harus dilaksanakan, tetapi Pengusaha akan berupaya agar jumlah\nnominal THR tidak berkurang dari penerimaan tahun sebelumnya, kecuali kondisi\nperusahaan tidak memungkinkan atau konduite\u002Fprestasi pekerja buruk.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Tunjangan Hari Raya yang diterima pekerja merupakan penghasilan yang\ndikenakan pajak (PPh psl.21) sesuai dengan undang-undang perpajakan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>1.Bila pekerja sakit berkepanjangan sehingga tidak dapat bekerja sesuai\ndengan Surat keterangan Dokter yang merawat ( Dokter Perusahan\u002FDokter yang\nditunjuk oleh Perusahaan atau Dokter Penyelenggara jamsostek ), upahnya dibayar\ndengan rincian sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>1.1. Sakit untuk 4 ( Empat) bulan pertama dibayar : 100 % .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Sakit untuk 4 (Empat) bulan kedua dibayar : 75 %\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3. sakit untuk 4 (Ernpat) bulan ketiga dibayar : 50%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4. Untuk bulan selanjutnya bila belum diadakan Pemutusan Hubungan Kerja\nupahnya dibayar : 25 %.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2.Bila setelah lewat 12 bulan pekerja yang bersangkutan masih tidak sembuh,\npengusaha dapat mengajukan Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) atas diri pekerja\nyang bersangkutan, dan diproses sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam\nPeraturan Perundangan yang berlaku, setelah lebih dahulu diperiksa oleh\nDokter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang sakit karena mengalami kecelakaan kerja, maka selama\nsementara tidak mampu bekerja, yang bersangkutan mendapat santunan sementara\ntidak mampu bekerja dai PT. Jamsostek tahun sebagai pengganti upahnya sesuai\ndengan Undang Undang No.3 Tahun 1992 dengan rincian sebagai berikut perusahaan\nsesuai dengan Undang - undang No. 3 Tahun 1992 Jo. No. 64 Tahun 2005 dengan\nrincian sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1. 4 (empat) bulan pertama, setiap bulan dibayar 100 % dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2. 4 (empat) bulan kedua setiap bulan dibayar 75 % dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3. Bulan seterusnya dibayar 50 % dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Pemotongan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang mendapat ijin tidak masuk bekerja tanpa upah dan pekerja yang\nmangkir, upahnya pada hari-hari tersebut tidak dibayar sebesar upah sebulan\ndibagi 25 untuk setiap hari tidak masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang terlambat masuk kerja, atau pulang lebih cepat dari\nsemestinya dikenakan pemotongan upah sesuai dengan keterlambatan atau\nkepulangan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang tidak hadir kerja dengan alasan sakit tetapi tidak disertai\nSurat Keterangan Sakit dari Dokter atau yang tidak disyahkan oleh Dokter\nPerusahaan atau Dokter yang ditunjuk Perusahaan atau Dokter penyelenggara\nJamsostek, upahnya tidak dibayar \u002F dipotong pada hari-hari tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : JAMINAN SOSIAL, FASILITAS DAN BANTUAN SOSIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Kepesertaan Jamsostek\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk memberikan kepastian jaminan kepada Pekerja\u002Fburuh dalam hal terjadi\nkecelakaan kerja, kematian, hari tua, dan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi\npekerja dan keluarganya ssuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku, semua\npekerja\u002Fburuh dipertanggungkan pengusaha untuk mengikuti Program jamsostek\nsesuai dengan Undang - Undang No.3Tahun 1992 Jo Peraturan Pemerintah No.l4\nTahun 1993 yang diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah RI No. 64 Tahun\n2005.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>2. Jaminan sosial bagi pekerja seperti tersebut pada butir (1) di atas\nmeliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>2.1. Jaminan Kecelakaan Kerja, preminya ditanggung oleh Pengusaha,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.2. Jaminan Kematian, preminya ditanggung oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>2.3. Jaminan Hari Tua, preminya ditanggung oleh Pengusaha sebesar 3,7 % dari\nupah pekerja, sedang 2 % ditanggung oleh pekerja yang dipotong dari upahnya\nsetiap bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cp>2.4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi pekerja dan keluarganya (Istri +\nmaksimum 3 orang Anak), preminya ditanggung oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jenis dan besarnya jaminan yang diberikan kepada pekerja dan keluarganya\ndisesuaikan dengan ketentuan Perundangan seperti tersebut pada butir (1) di\natas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>4. Dalam hal pekerja mendapat kecelakaan kerja sedang yang bersangkutan\nbelum sempat dipertanggungkan pengusaha untuk mengikuti Program jamsostek,\nkepadanya juga akan diberikan jaminan dan santunan kecelakaan kerja seperti\nandaikan dia sudah dipertanggungkan, termasuk bila kecelakaan tersebut\nmengakibatkan cacat atau meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Untuk kelancaran pelaksanaan Program jamsostek, pekerja diwajibkan untuk\nmematuhi prosedur yang ditentukan oleh penyelenggara program jarnsostek\ndimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Perawatan dan Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1.Pekerja yang sakit dan mernerlukan perawatan dan pengobatan termasuk\nanggota keluarganya (Istri + maksimum 3 orang Anak) dapat menggunakan fasilitas\nperawatan dan pengobatan pada Rumah Sakit atau Dokter yang ditunjuk oleh\npenyelenggara Jamsostek dimaksud. Dalam hal pekerja yang bersangkutan belum\nsempat diikutsertakan dalam program jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) sesuai\ndengan peraturan perundangan yang berlaku, dapat menggunakan Fasilitas Rumah\nSakit \u002F Dokter yang ditunjuk oleh pengusaha atas biaya pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang telah diikutsertakan pada Program jaminan Pemeliharaan\nKesehatan dari penyelenggara Jamsostek yang ditunjuk, tetapi tidak bersedia\nmenggunakan fasilitas Rumah sakit\u002FDokter tersebut menjadi tanggungjawab pekerja\nsendiri termasuk penyakit yang bertambah parah akibat tidak bersedia di rawat\noleh Rumah sakit\u002F dokter yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan pada Butir (2) di atas juga berlaku bagi pekerja yang belum\ndipertanggungkan dalam Program Jamsostek bila yang bersangkutan tidak bersedia\nmenggunakan Fasilitas Dokter\u002FRumah Sakit yang ditunjuk Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perawatan dan Pengobatan oleh Dokter Spesialis harus dilakukan atas\nrujukan Rumah Sakit\u002FDokter penyelengara jamsostek atau Dokter\u002FRumah Sakit yang\nditunjuk pengusaha. Bila tidak segala beban biaya menjadi tanggungan pekerja\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : FASILITAS DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Pakaian Seragam Dan Kartu Pengenal\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan satu buah kartu pengenal bagi setiap pekerja yang\nmerupakan satu-satunya pass memasuki lingkungan Perusahaan dan Wajib\ndisematkan\u002Fdipakai pada posisi yang ditentukan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kartu Pengenal merupakan milik Perusahaan, oleh karena itu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bila terjadi kehilangan Kartu Pengenal, pekerja yang bersangkutan wajib\nsegera melaporkan kepada Perusahaan dan membayar Rp.2.000,- sebagai biaya\npengganti pembuatan kartu pengenal baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kartu Pengenalwajib dikembalikan kepada Perusahaan bila terjadi pemutusan\nhubungan kerja pada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bila terjadi kerusakan tidak Wajar pada, kartu pengenal, pekerja yang\nbersangkutan akan dikenakan tindakan disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pakaian Seragam dan Perlengkapan Kerja.Dalam rangka meningkatkan rasa\nkebersamaan di antara pekerja, Perusahaan’ menyediakan\u002Fmeminjamkan pakaian\nseragam dan perlengkapan kerja pada tetap. Pakaian seragam dan perlengkapan\nWajib dikembalikan kepada Perusahaan terjadi pemutusan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>hubungan kerja pada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Subsidi Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>Dalam rangka menjaga dan mempertahankan stamina dan produktifitas pekerja,\nPerusahaan menyediakan fasilitas makan di kantin Perusahaan secara subsidi\ndengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Besarnya subsidi yang diberikan pengusaha adalah 50% (lima puluh persen)\ndari harga makanan, dan hal ini dapat ditinjau sesuai dengan kemampuan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pengelola kantin perusahaan ditentukan bersama oleh Pengusaha dan Serikat\nPekerja \u002FBuruh, termasuk mengenai menu makanan dan harganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang tidak menggunakan fasilitas makan di kantin perusahaan, tidak\nberhak atas penggantian subsidi uang makan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang karena sifat tugas dan pekerjaannya tidak memungkinkan dia\nmenggunakan fasilitas makan di kantin Perusahaan, kepadanya diberikan uang\npengganti uang subsidi makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Sarana Olah Raga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan fasilitas olah raga untuk kegiatan olah raga bagi\npekerja sebagai salah satu usaha peningkatan kesehatan pekerja, Kegiatan olah\nraga tersebut disesuaikan dengan Waktu dan kondisi setempat, Serta tidak\nmenggangu kegiatan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Sarana Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan sarana transportasi bagi pekerja wanita yang pulang\npada shift II dan antar jemput pada shift III.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Tempat Beribadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan ruangan\u002Ftempat yang layak guna keperluan Sholat, dan\npelaksanaannya diatur bersama dengan itikat baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Koperasi Dan Keluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan senantiasa membantu dan mendorong Pekerja di Perusahaan\ndalam pelaksanaan program Keluarga Berencana bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Pendidikan\u002FLatihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>1.Dalam rangka meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia yang mendorong\npeningkatan produktifitas kerja dan kesejahteraan pekerja serta keluarganya,\nPerusahaan mengadakan Program Pendidikan dan Pelatihan sesuai dengan\nkebutuhannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang ditunjuk untuk mengikuti pendidikan\u002Flatihan tersebut\ndiwajibkan untuk mengikutinya, kecuali atas alasan yang dapat diterirna\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang mengikuti pendidikan\u002Flatihan melebihi dari jam kerja tidak\ndihitung sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Bantuan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan bantuan khusus sukacita kepada pekerja dalam hal\nPernikahan Pekerja yang pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>2.Perusahaan memberikan bantuan khusus dukacita kepada pekerja atau\nkeluarganya dalam hal terjadi peristiwa duka seperti, Suami\u002FIstri\u002FAnak\u002FOrang\nTua\u002FMertua meningga dunia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Besarnya bantuan tersebut pada butir (1) dan (2) di atas ditentukan oleh\nPerusahaan dengan selayaknya, dan diberikan bila pekerja yang bersangkutan\nmemberitahukan secara tertulis kepada Perusahaan melaluiPersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Kerjasama Pekerja\u002FBuruh dan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja \u002F Buruh sepakat untuk mengaktifkan kerjasama\nantara Serikat Pekerja \u002F Buruh dan Perusahaan melalui Lembaga Kerjasama\nBipartit di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Lembaga Kerjasama Bipartit ini berfungsi sebagai Forum Komunikasi dan\nTukar Informasi antara Wakil-wakil pekerja dengan Wakil-wakil dari manajemen\nPerusahaan dari setiap bagian\u002Funit kerja untuk menghasilkan saran-saran yang\nakan disampaikan kepada Manajemen Perusahan dalam hal peningkatan disiplin\nkerja, peningkatan produksi dan produktifitas kerja, peningkatan kesejahteraan\npekerja dan keluarganya Serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pemeliharaan\nkeharmonisan Hubungan Kera di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Saran-saran tersebut pada ayat (2) di atas tidak mutlak mengikat Pcngusaha\ndan Serikat Pekerja \u002F Buruh, tetapi terbatas sebagai hal yang perlu\ndipertimbangkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Agar Lembaga Kerjasama Bipartit ini berfugsi secara maksimal mekanisme\noperasionalnya dimusyawarahkan antara Serikat Pekerja \u002F Buruh dan Perusahaan\nsesuai dengan petunjuk dari Dinas Tenaga Kerja setempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Keselamatan dans Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Pengusaha, Serikat Pekerja \u002F Buruh dan seluruh pekerja selalu berupaya\nmenciptakan dan rnemelihara kondisi kerja yang aman, sehat sesuai dengan\npetunjuk keselamatan dan kesehatan kerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha menyediakan alat perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja\nsesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja wajib untuk menggunakan dan memelihara dengan baik alat\nperlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja yang diserahkan Pengusaha, serta\nWajib mematuhi petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja yang diberlakukan di\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Alat perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja yang disediakan adalah\nmilik pengusaha yang harus dikembalikan bila hubungan kerja putus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja dilarang merokok di tempat-tempat yang rawan kebakaran ataupun di\ntempat-tempat yang ada tanda Dilarang Merokok atau dinyatakanpengusaha dilarang\nmerokok. Bagi Pekerja yang ingin mengisap rokok dapat melakukannya ditempat\nyang sudah disediakan \u002F ditentukan dengan seijin dari Supervisor \u002F kepala\nregu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengingat besarnya resiko terhadap bahaya kebakaran yang terjadi di\nPerusahaan, pelanggaran terhadap dilarang merokok ini diberikan surat\nperingatan I dan II.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Pelaporan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bila terjadi kecelakaan kerja kepada pekerja, maka pekerja yang bersangkutan\natau kepala kelompok kerja atau salah seorang anggota kelompok kerjanya harus\nsegera melaporkan kecelakaan tersebut kepada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Larangan Bagi Pekerja Yang Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang menderita penyakit yang berbahaya atau dapat membahayakan tidak\ndiijinkan un tuk bekerja. Penyakit tersebut meliputi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang menderita penyakit menular atau diduga dapat menular.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang menderita penyakit jiwa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang dinyatakan Dokter menderita penyakit yang berbahaya atau\ndapat membahayakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Makanan Ekstra\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang bekerja pada malam hari (shift III) diberikan makanan ekstra\nberupa Ekstra Fooding sesuai dengan ketentuau perundangan yang berlaku.\nPemberian makanan extraini juga dapat berlaku pada pekerja yang dinyatakan oleh\nUndang-Undang wajar mendapat Fooding.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : ATURAN DISIPLIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja diwajipkan untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Memperhatikan kewajibannya dan kepentingan Perusahaan dengan\nsebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melaksanakan tugas pekerjaan dengan baik, sesuai dengan petunjuk atau\nperintah kerja yang diberikan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memahami dan mematuhi semua ketentuan-ketentuan yang diatur dalam\nKesepakatan Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bertingkah laku dan bersikap sopan serta tertib di dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Menjaga nama baik pengusaha\u002FPerusahaan, Serikat Pekerja \u002F Buruh dan rekan\nsesama pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Memelihara dan memegang teguh rahasia pengusaha atau perusahaan yang\ndiketahuinya kecuali atas seijin dari pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Mensukseskan pelaksanaan program 5 K dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Tata Tertib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja diharuskan mernelihara dan mematuhi tata tertib kerja sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sudah berada di tempat kerja dan siap untuk bekerja tepat pada\nwaktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Merekam kartu absensinya pada saat masuk kerja dan pada saat pulang kerja\natau saat istirahat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menyimpan dan memelihara dengan baik semua pakaian kerja, sepatu kerja\natau barang milik pribadi lainnya ditempat penyimpanan pakaian\u002Flocker yang\ntelah disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Memeriksa semua alat-alat kerja, mesin dan sebagainya sebelum bekerja atau\nsaat akan meninggalkan pekerjaan, sehingga semuanya berada dalam keadaan aman\ndan baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Memakai pakaian seragam kerja beserta perlengkapannya pada jam dinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Memarkirkan kendaraan pribadi dengan baik di tempat telah disediakan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Memasuki dan meninggalkan pekerjaan melalui pintu-pintu yang ditentukan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Mematuhi ketentuan yang berhubungan dengan program 5 K sesuai dengan\npetunjuk Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Larangan Bagi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Membawa dan mengunakan barang milik Perusahaan keluluar dari lingkungan\nPerusahaan tampa seijin dari pengusaha atau pimpinan yang berwenang untuk\nitu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya, atau memasuki ruangan yang bukan\nruang kerjanya, kecuali atas perintah atau seijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menjual atau memperdagangkan barang-barang berupa apapun, mengedarkan\ndaftar sokongan, menempel atau mengedarkan selebaran atau poster yang tidak ada\nhubungannya dengan pekerjaan tanpa seijin pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Minum-minuman keras, mabuk-mabukan di tempat kerja, membawa\u002Fmenyimpan dan\nmenggunakan narkotika, melakukan segala macam perjudian, bertengkar, berkelahi\ndengan sesama pekerja atau unsur pimpinan di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Membawa senjata api\u002Fsenjata tajam dan bahan peledak lainnya ke dalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Melakukan perbuatan asusila di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Merekam kartu absensi yang bukan atas namanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Merokok pada saat bekerja, atau rnerokok diternpat-tempat yang ada tanda\ndilarang merokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Mencuri, menggelapkan, manipulasi, korupsi dan mengkomersilkan kedudukan\natau jabatan serta melanggar ketentuan hukum lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Menggunakan peralatan atau fasilitas Perusahaan untuk kepentingan pribadi\ntanpa seijin Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Mernbuang sampah sembarangan\u002Ftidak pada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Membocorkan rahasia Perusahaan yang diketahuinya atau yang dipercayakan\nkepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Tidur pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Mengobrol dengan teman sekerja sehingga pekerjaan terganggu, membuat\nkegaduhan dan berteriak-teriak dalam lingkungan perusahaan selama jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Dilarang membawa rokok saingan ke dalam lingkungan Perusahaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Sanksi Terhadap Pelanggaran Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang melakukan pelanggaran displin kerja, lalai atau malas bekerja,\nsering mangkir dan perbuatan tidak displin lainnya dapat dikenakan sanksi\nberupa teguran, pemberian Surat peringatan, schorsing dan pemutusan hubungan\nkerja, yang disesuaikan dengan berat ringannya kesalahan atau pelanggaran yang\ndilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Teguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Teguran diberikan kepada pekerja yang melakukan pelanggaran tata tertib\natau pelanggaran lainnya terhadap pelanggaran mana belum diberikan Surat\nPeringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Teguran diberikan secara lisan oleh atasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Pemberian Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Surat peringatan diberikan secara tertulis atas pelanggaran tata tertib\nyang dilakukan oleh pekerja, lalai dan sembarangan melaksanakan tugas dan\npelanggaran displin lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Surat peringatan dapat diberikan secara bertingkat yang meliputi\nPeringatan Pertama, Peringatan Kedua dan Peringatan Terakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Surat Peringatan tidak mesti diberikan secara berurutan, tetapi\ndisesuaikan dengan berat ringannya pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap Surat Peringatan berlaku untuk 6 (enam) bulan dan setiap Surat\nPeringatan yang diterbitkan oleh pengusaha dibertikan tindasannya kepada\nSerikat Pekerja \u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Surat Peringatan Pertama sekaligus sebagai Surat Peringatan Terakhir\ndiberikan kepada pekerja yang melakukan kesalahan\u002Fpelanggaran sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.1 Menolak perintah kerja yang layak berturut 3 (kali) dalam kurun waktu 6\n(enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.2 Menolak perintah Mutasi Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.3 Dengan sengaja atau karena lalai mengakibatkan dirinya tidak melakukan\npekerjaan yang diberikan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.4 Tidak cakap melakukan pekerjaan Walaupun telah dicoba dibidang tugas\nyang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.5 Bertingkah laku merusak nama baik pengusaha, Pérusahaan dan teman\nsekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.6 Tidak melaksanakan tugasnya dengan tidur di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.7 Bekerja di Perusahaan lain tanpa seijin dari pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.8 Terbukti menghasut pekerja lain untuk mengundurkan diri dari Perusahaan\natau untuk menolak perintah kerja yang layak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.9 Menyalakan api di lingkungan Perusahaan tanpa diperintahkan oleh\npimpinan Perusahaan\u002Fatasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.10 Tidak melaporkan kepada pimpinan Perusahaan atau atasannya tentang\nkecelakaan yang terjadi yang mengakibatkan rusaknya atau hilangnya barang\u002Falat\nperalatan milik Perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.11 Mangkir kerja tanpa pemberitahuan \u002F alasan yang syah yang dapat\nditerima pengusaha lebih dari 10 (sepuluh) hari dalam satu triwulan. (Tidak\ntermasuk karena sakit, permisi, ijin dan alasan syah lainnya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Schorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Schorsing (pembebasan tugas sementara) dapat dikenakan kepada setiap\npekerja yang melakukan pelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1. Pekerja telah mendapat Surat Peringatan Terakhir, tetapi yang\nbersangkutan masih melakukan pelanggaran dalam kurun Waktu berlakunya Surat\nperingatan tersebut, tetapi pengusaha masih mempertimbangkannya untuk\ndiputuskan hubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Telah ditemui bukti permulaan yang cukup kuat pekerja melakukan\nkesalahan berat, tetapi masih diperlukan pernbuktian \u002F pengumpulan bukti lebih\nlanjut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3. Menunggu putusan Pengadilan Negeri atau Pengadilan Hubungan Industrial\ndan Pengadilan kasasi \u002F Mahkamah Agung atau perselisihan pemutusan kerja yang\ntidak dapat diselesaikan secara bipartit atau mediator konsiliator pemutusan\nhubungan kerja yang diajukan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jangka Waktu Schorsing paling lama 1 (satu) bulan, kecuali menunggu\nPutusan Pengadilan Hubungan Industrial \u002F Mahkamah Agung dapat mencapai 140\n(seratus empat puluh hari) sesuai Undang - Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Upah selama Schorsing dibayar 100 % ( seratus persen) sesuai dengan\nperaturan perundangan yang berlaku. Sedang dalam rangka menunggu putusan\nPengadilan Hubungan Industrial \u002FMahkamah Agung, besarnya upah schoorsing sesuai\nisi putusan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setelah masa Schorsing berakhir, pengusaha akan memberitahukan apakah\nhubungan kerja diteruskan atau diputuskan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila hubungan kerja diteruskan maka Apengusaha tidak berkewajiban\nmembayar kekurangan upah pekerja, sedang bila diputuskan, akan ditempuh\nprosedur sesui dengan prosedur perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja kepada pekerja yang melakukan\npelanggaran tata tertib atau kesalahan-kesalahan lainnya dengan menempuh\nprosedur Undang-Undang N0. 13 Tahun 2003 dengan rincian sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>1.1. Pekerja yang melakukan kesalahan berat dapat di PHK tanpa lebih dahulu\ndiberi Surat Peringatan, Serta tidak berhak atas uang pesangon dan Uang\nPenghargaan Masa Kerja seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan penipuan, pencurian, penggelapan barang\u002Fuang milik Pengusaha,\nteman pengusaha atau milik teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehinga merugikan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mabuk, minum minuman keras yang dapat memabukkan, madat, memakai atau\nmengedarkan Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di tempat\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melakukan Perbuatan asusila dan segala macam perjudian di lingkungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental, menghina secara kasar\npengusaha atau keluarga pengusaha atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Membujuk pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan suatu perbuatan yang\nbertentangan dengan hukum atau kesusilaan Serta peraturan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Dengan sengaja atau ceroboh merusak atau membiarkan diri, pengusaha atau\nteman sekerja dalam keadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>h.Dengan sengaja atau ceroboh merusak atau membiarkan barang milik\nPerusahaan dalam keadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Membongkar atau membocorkan rahasia Perusahaan, atau mencemarkan nama baik\npengusaha dan atau keluarga pengusaha yang seharusnya dirahasiakan, kecuali\nuntuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Melakukan kesalahan yang bobotnya sama setelah mendapat peringatan\nterakhir yang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan kata lain, pekerja yang telah diberikan Surat Peringatan Terakhir\nmasih tetap melakukan kesalahan-kesalahan yang sama dalam masa berlakunya Surat\nPeringatan Terakhir tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Misalnya : seorang pekerja telah diberikan Surat Peringatan Terakhir karena\nmangkir, tetapi dalam Waktu berlakunya Surat Peringatan Terakhir tersebut,\npekerja yang bersangkutan masih mangkir lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Memalsukan Surat-surat dokumen, kartu hadir, Surat keterangan dokter\nkwitansi atau data Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Menyabot atau membatasi dengan sengaja atau mengurangi produksi atau mutu\nproduksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Menyalah-gunakan jabatan, wewenang atau kepercayaan yang diberikan\nPerusahaan dengan menerima suap atau komisi dalam bentuk uang, barang, jasa\natau keuntungan lainnya untuk memperkaya diri dan mengakibatkan kerugian\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana\nperjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Untuk objektifitas kesalahan yang dimaksud sebagai kesalahan berat\nberarti seperti tersebut pada ayat ( 1.1 ) di atas, maka kesalahan tersebut\ndiselidiki oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja\u002Fburuh tertangkap tangan melakukan kesalahan \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Ada pengakuan dari pekerja\u002Fburuh yang bersangkufana \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bukti lain berupa laporan kejadian yang dibuat oleh yang berwewenang di\nperusahaan dan didukungi oleh sekurang - kurangnya 2 (dua) orang saksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3. Bila kesalahan seperti tersebut pada ayat ( 1.1 ) di atas merupakan\npelanggaran yang diancam dengan sanksi pidana, maka bila ketentuan pad ayat (\n1.2) telah dipenuhi, pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan tidak menerima pemutusan\nhubungan kerja ( PHK ) tanpa pembayaran Uang Pesangon dan Penghargaan Masa\nKerja yang dilakukan perusahaan kepadanya, maka. perusahaan akan lebih dahulu\nmenunggu putusan dari Hakim Pidana yang mempunyai kekuatan Hukum tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4. Apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja dan pekerja\u002Fburuh yang\nbersangkutan berhak untuk mendapat uang pesangon, uang penghargaan masa kerja,\nmaka besarnya pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian yang\nmenjadi hak pekerja berpedoman pada Undang undang No.13 Tahun 2003 sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>a.Uang Pesangon.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masa kerja kurang 1 tahun ............................................... 1\nbulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masa kerja 1 tahun s\u002Fd kurang 2 tahun.............................2 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 2 tahun s\u002Fd kurang 3 tahun ...........................3 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 3 tahun s \u002F d kurang 4 tahun.......................... 4 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 4 tahun s\u002F d kurang 5 tahun........................... 5 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 5 tahun s\u002Fd kurang 6 tahun............................ 6 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 6 tahun s\u002F d kurang 7 tahun........................... 7 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 7 tahun s\u002Fd kurang 8 tahun............................ 8 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 8 tahun atau lebih...................................... .....\n9 bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masa kerja 3 tahun atau lebih tapi kurang dari 6 tahun ........... 2 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masa kerja 6 tahun atau lebih tapi kurang dari 9 tahun ............3 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun........4 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun......5 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun......6 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun......7 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun......8 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masa kerja 24 tahun atau lebih\n....................................................10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Ganti kerugian meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Ganti kerugian untuk istirahat tahunan yang belum diambil atau belum\ngugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Penggantian biaya pengobatan sebesar 15% ( limabelas persen )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5. Besamya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti rugi bagi\npekerja\u002Fburuh yang diputuskan hubungan kerjanya oleh pengugaha bukan karena\nkesalahan Pekerja disesuaikan dengan ketentuan Undmg undang No. 13 tahun 2003\natau dimusyawarahkan dengan pekerjaan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Sanksi Administratif \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang melakukan kesalahan dalam melaksanakan tugas atau melakukan\npelanggaran aturan displin kerja yang cukup berat tetapi belum dikenakan\nPemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat dikenakan sanksi administratif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sanksi administratif dapat berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Pemindahan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Penurunan pzmgkat\u002Fjabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 Pencabutan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4 Penundaan kenaikan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemberian sanksi administratif tersebut pada butir (2) di atas tidak\nmenghalangi diberikannya Surat Peringatan, tetapi dapat diberikan secara\nbersamaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Ganti Rugi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat menuntut ganti rugi dari pekerja sesuai dengan PP No.8 Tahun\n1981 dalam hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang karena kesengajaannya atau kelalaiannya atau tindakannya yang\nserampangan atau tindakannya yang melanggar hukum mengakibatkan kerugian atau\nrusaknya barang milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya ganti kerugian tersebut ditentukan oleh pengusaha sebesar tidak\nlebih dari nilai kerugian dimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ganti tersebut dibebankan kepada pekerja dan akan dipotong dari upahnya\nmaksimal 50 % (lima puluh persen) pada setiap bulan hingga lunas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Ditahan Oleh Pihak Yang Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang ditahan oleh pihak Yang berwajib bukan atas pengaduan\nPengusaha upahnya tidak dibayar, tetapi bila pekerja yang bersangkutan telah\nmenjadi kepala keluarga dan mempunyai tanggungan, kepadanya diberikan bantuan\nkeluarga sebesar :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.Untuk 1 (satu) orang tanggungan: .....................25 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.Untuk 2 (dua) orang tanggungan :.................... 35 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3.Untuk 3 (tiga) orang tanggungan : ...................45 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4.Untuk 4 (empat) orang tanggungan atau lebih : 50 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bantuan tersebut pada butir ( 1 ) di atas diberikan untuk paling lama 6\n(enam) bulan terhitung sejak hari pertama pekerja di tahan dengan syarat yang\nbersangkutan atau keluarganya memberitahukan secara resmi dan tertulis kepada\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila pekerja tersebut di atas telah ditahan 60 ( enam puluh ) hari,\npengusaha akan memutuskan hubungan kerja dengan yang bersangkutan dengan\nmengikuti prosedur oleh peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang ditahan oleh yang berwajib atas pengaduan pengusaha karena\nperbuatannya yang melawan hukum atau, yang merugikan Perusahaan dianggap\nsebagai dikenakan skorsing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bila penahanan pekerja tersebut pada ayat 4 tidak diteruskan dengan vonis\nPengadilan, Perusahaan tidak berkewajiban untuk membayar ganti rugi. Dan bila\nVonis Pengadilan mernbebaskan pekerja dari tuduhan, pengusaha juga tidak\nmemberikan ganti rugi kepada pekerja, tetapi Pekerja diperkerjakan kernbali\nsebagai semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pemutusan Hubungan Kerja akibat ditahan oleh pihak yang berwajib\ndilaksanakan sesuai dengan UU No, 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Kesempatan Untuk Meminta Penjelasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menegakkan displin kerja yang baik sekaligus untuk menghilangkan\nprasangka yang negatif dalam pelaksanaan sanksi pelanggaran displin kera,\nPerusahaan dan Serikat Pekerja\u002F Buruh sepakat, pekerja dapat meminta penjelasan\ndengan prosedur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bila pekerja masih belum puas terhadap sanksi yang dikenakan kepadanya\natas pelanggaran yang dilakukan, pekerja dapat meminta penjelasan dari atasan\nlangsung pada saat menerima sanksi tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila masih merasa belum cukup penjelasan atasan langsung pekerja dapat\nmenyampaikan kepada Pengurus Serikat Pekerja \u002F Buruh Selanjutnya serikat\npekerja\u002F Buruh akan berhubungan dengan perusahaan melalui Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penjelasan juga dapat diminta oleh pekerja mengenai pelaksanaan Tatatertib\ndan sanksi pelanggaran yang masih kurang jelas atau kurang dipahami kepada\natasan langsung atau Pengurus Serikat Pekerja \u002F Bufuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PENYELESAIAN KELUH KESAH DAN PERSELISIHAN INDUSTRIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha terbuka untuk menyelesaikan setiap keluhan atas kekurang puasan\npekerja yang wajar sesegera mungkin melalui musyawarah dan kekeluargaan dengan\nprosedur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap keluhan pekerja disampaikan dan diselesaikan dengan atasannya\nlangsung secara musyawarah dan kekeluargaan paling lama dalam 7 ( tujuh)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila dalam waktu 7 ( tujuh ) hari tidak dicapai mufakat penyelesaian, dan\npekerja masih merasa kurang puas, pekerja dapat menyampaikan keluhannya kepada\natasan setingkat lebih tinggi untuk dimusyawarahkan paling lama 7 ( tujuh)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila dalam waktu 7 ( tujuh ) hari keluhan pekerja tersebut tidak juga\nterselesaikan, pekerja dapat menyampaikannya kepada Serikat Pekerja \u002F Buruh\nuntuk dimusyawarahkan dengan Pimpinan Perusahaan melalui Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bila dengan Personalia selama 14 ( empat belas ) hari tidak diperoleh\npenyelesaian, Serikat Pekerja \u002F Buruh atau Perusahaan Wajib menyampaikan\npermasalahan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja setempat untuk mendapatkan jasa\npemerantaraan sesuai dengan Peraturan Perundangan Ketenagakerjaan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bila setelah ditempuh langkahlangkah seperti tersebut pada butir ( 1 ) s\u002F\nd ( 4) di atas juga belum dicapai penyelesaian tuntas, atau pekerja melalui\nSerikat Pekerja \u002F Buruh tidak merasa puas dan ingin melanjutkannya menjadi\nperselisihan, Serikat Pekerja \u002FBuruh wajib menempuh prosedur sebagaimana\ndimaksud Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku tentang Penyelesaian\nPerselisihan Perburuhan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam hal terjadi seperti tersebut pada butir (5) di atas, Serikat\nPekerja\u002FBuruh berupaya secara sungguh-sungguh untuk membina, mengarahkan dan\nmenertibkan anggotanya agar tidak bertindak sendiri-sendiri di luar prosedur\nperaturan Perundangan dimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Khusus mengenai kemungkinan terjadinya Perselisihan yang diangkat\nkepermukaan oleh sebagian pekerja yang mengatasnamakan semua pekerja atau\nsebagian besar pekerja, atau yang diangkat ke permukaan oleh Serikat Pekerja \u002F\nBuruh di luar Serikat Pekerja \u002F Buruh seperti tersebut pada pasal (I) di muka,\nhanya akan dilayani perusahaan bila perselisihan tersebut disampaikan melalui\nSerikat Pekerja \u002F Buruh tersebut pada pasa (1) di muka.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dalam hal pekerja atau anggota. Serikat Pekerja \u002F Buruh tidak bekerja\nsebagaimana mestinya (melakukan pemogokan atau unjuk rasa, memperlambat\njalannya pekerjaan dengan duduk-duduk atau menghentikan pekerjaan sebelum\nwaktunya) akibat rasa tidak puas atau tuntutan di luar hak normatif pekerja ,\natau tuntutan perbaikan kesejahteraan yang belum disepakati sebelumnya, upahnya\ntidak dibayar oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Dalam hal pekerja\u002Fburuh, Serikat Pekerja\u002FBuruh sebagaimana dimaksud pada\nbutir (8) di atas, maka hal tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur\nperundangan ketenagakerjaan yang berlaku. Bila tidak, maka pemogokan tersebut\ndianggap tidak syah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pemogokan yang dilakukan pekerja\u002Fburuh atau serikat pekerja\u002Fburuh secara\ntidak syah sesuai peraturan perundangan yang berlaku, pengusaha dapat mengambil\nsanksi hukum sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi RI No .\nKep. 232\u002FMEN \u002F2003 tentang Akibat Hukurn Mogok Kerja yang tidak Syah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Penguduran Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja \u002F Buruh yang bermaksud untuk mengundurkan diri atas kemauan\nsendiri harus mengajukan permohonan tertulis kepada perusahaan 30 hari\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengunduran diri dianggap syah bila telah dilakukan serah terima sesuai\ndengan prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja \u002F Buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri tidak berhak\nuntuk mendapat Uang Pesangon dan Uang Penghargaan Masa Kerja, tetapi hanya\nberhak mendapat uang Penggantian Hak dan Uang Pisah sesuai ketentuan UU.No. 13\nTahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Besarnya Uang Penggantian Hak adalah sebesar sisa cuti yang masih\ntertmggal dan penggantian pengobatan dan perumahan sebesar 15% (lima belas\npersen) dari besarnya uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Uang pisah diberikan sesuai kesepakatan antara perusahaan dengan serikat\npekerja? Serikat Buruh seperti tersebut pada pasal berikut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Uang Pisah diberikan kepada Pekerja \u002F Buruh yang berhak dan telah\nmempunyai masa kerja paling sedikit 5 ( lima tahun ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya Uang Pisah dibedakan sesuai dengan kejadiannya yang dirinci\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Bagi Pekerja \u002F Buruh yang melakukan kesalahan berat diberikan 1 (satu)\nbulan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2. Bagi Pekerja yang diklasifikasikan sebagai mengundurkan diri karena\ntidak datang bekerja ( mangkir ) 5 hari berturut-turut tanpa alasan\n\u002Fpemberitahuan, yang walaupun telah dipanggil perusahaan secara layak tetap\ntidak datang bekerja diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa Kerja 5 ( lima tahun ) s\u002Fd 10 Tahun diberikan 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa Kerja lebihdari 10 tahun diberikan 2 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3. Bagi Pekerja \u002F Buruh yang mengajukan permohonan mengundurkan diri\nsecara baik-baik dan tertulis dengan memenuhi ketentuan pasal 65 ayat (1) dan\n(2) diberikan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa Kerja 5 tahun s\u002Fd 10 Tahun diberikan 2 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa Kerja lebih 11 tahun S\u002Fd 15 tahun diberikan 3 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa Kerja lebih dari 15 tahun diberikan 4 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Pengunduran Diri atas dasar Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Atas dasar pertimbangan \u002F keadaan tertentu, untuk kepentingan pengusaha\ndan pekerja buruh, pengusaha dapat menawarkan \u002F meminta kesediaan pekerja untuk\nmengajukan permintaan mengundurkan diri \u002F berhenti dari perusahaan dengan\npemberian uang pisah \u002F good will.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2. Besarnya uang pisah \u002F good will pada butir (2.1) di atas adalah sesuai\ndengan hasil kesepakatan bersama, tidak dapat dipaksakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Berakhirnya Hubungan Kerja Demi Hukum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja berakhir demi hukum dalam hal\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepada Keluarga yang ditinggalkan (Ahli Waris) diberikan sejumlah uang\nsesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa berlaku Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) telah berakhir dan\ntidak diperpanjang lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : MASA BERLAKU, PERUBAHAN DAN PEMBAHARUAN PERSETUJUAN KERJA\nBERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat pekerja\u002FSerikat Pekerja\n\u002F Buruh dan Pengusaha untuk 2 (dua) tahun sejak ditanda-tangani.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Atas persetujuan tertulis antara Pengusaha dan Serikat Pekerja \u002F Buruh,\nPerjanjian Kerja Bersama ini dapat diperpanjang masa berlakunya selama 1 (satu)\ntahun kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Perubahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bila dalam Perjanjian Kerja Bersama ini ada terdapat hal-hal atau\nketentuan yang belum cukup diatur atau kurang lengkap diatur, hal tersebut\ndapat diatur kemudian melalui musyawarah dan mufakat, asalkan tidak\nbertentangan dan mengurangi isi perjanjian kerja bersama ini, tetapi bersifat\nmelengkapi dan menyempurnakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasai 69 : Pembaharuan \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk pembaharuan Perjanjian Kerja Bersama ini, masing-masing pihak baik\npengusaha, maupun Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh dapat mengajukan usulannya\nberupa konsep tertulis yang disampaikan pada pihak lain 90 (sembilan puluh)\nhari sebelum berakhirnya masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal Perjanjian Kerja Bersama yang baru belum ditanda-tangani oleh\nkedua belah pihak, Perjanjian Kerja Bersama yang lama masih tetap berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini mengikat Perusahaan dan seluruh Pekerja yang\ndiwakili oleh Serikat Pekerja\u002F Buruh PT. STTC Pematang Siantar selama tenggang\nwaktu berlakunya KKB \u002F PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila dalam Perjanjian Kerja Bersama ini terdapat hal-hal yang bertentangan\ndengan peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku, maka ketentuan\ntersebut akan batal demi hukum dan akan diperbaiki melalui musyawarah antara\nPengusaha dan Serikat Pekerja \u002F Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>3.Perjanjian keerja Bersama ini ditandatangani di Pematang Siantar pada\nTanggal 23 Nopember 2012\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"hourspday_select":50,"maxsicknesspayperc":54,"WORKHOURS_trigger":58,"maternitydifferenttrigger":60,"paidmaternityleaveduration":64,"maxsicknesspay":68,"cbadate_end":70,"severance_number":74,"ONCERISE_trigger":78,"maternityexcludedtrigger":82,"dayspweek":84,"hourspweek_select":88,"wageincreasetype2":90,"equalitydifferenttrigger":94,"paidpaternityleavepayperc":96,"STRUCINCR_trigger":100,"equalityotherclause":102,"hourspday":106,"funeralpay":108,"incidentalbonusdays1":112,"severance_number_1_tenure":114,"contracttrialperiod":116,"maternityotherclause":120,"severance":124,"wageincreasefirmperformance":126,"paidmaternityleavepayperc":130,"pensionfund":132,"TRAINING_trigger":136,"OVERTIME_trigger":140,"holidaysdays":144,"maxsicknesspaytype":148,"extrapayfirmperformance":152,"healthinsurance":156,"paidpaternityleaveduration":160,"SUNDAY_trigger":164,"childcaredifferenttrigger":168,"EMPCONTR_trigger":170,"menstruationleave":174,"sundayallowancetype":178,"MEDICAL_trigger":180,"healthandsafetypolicy":182,"LOWWAGE_government":186,"healthcareaccessrelatives":190,"overtimeallowanceperc1":192,"disabilityfund":194,"healthcareaccess":198,"hourspweek":202,"paidpaternityleavepay":204,"holidaysweeks":206,"schedulesrestpw":208,"equalityexcludedtrigger":212,"dayspweek_select":214,"healthinsurancerelatives":216,"paidmaternityleaveall":218,"SCHEDULE_trigger":220,"contracttrial":222,"paidpaternityleave":224,"SICDIS_trigger":227,"incidentalbonustype2":230,"sicknesspay":232,"WAGES_trigger":234,"sicknessmaxdaysnr":238,"childcareexcludedtrigger":242,"LOWWAGE_trigger":244,"trainingprogrammes":246,"sundayallowanceperc1":248,"contractseverancepay1":251,"bankholidays1":253,"overtimeallowancetype":257,"cbaratificationdate":259,"paidmaternityleavepay":263,"mealvouchers":265,"sicknessmaxdays":269,"paidmaternityleave":271,"cbadate_start":273,"contractseverancepay":275,"PAIDLEAV_trigger":277,"SOCSEC_trigger":279,"violence":283},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","4. Dalam hal pekerja mendapat kecelakaan","4. Dalam hal pekerja mendapat kecelakaan kerja sedang yang bersangkutan\nbelum sempat dipertanggungkan pengusaha untuk mengikuti Program jamsostek,\nkepadanya juga akan diberikan jaminan dan santunan kecelakaan kerja seperti\nandaikan dia sudah dipertanggungkan, termasuk bila kecelakaan tersebut\nmengakibatkan cacat atau meninggal dunia.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"hourspday_select","1.Dengan memperhatikan peraturan perunda","1.Dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku, kerja di\nPerusahaan adalah 7 (tujuh) jam sehari dan atau 40 (empat puluh) jam\nseminggu.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"maxsicknesspayperc","1.1. Sakit untuk 4 ( Empat) bulan pertam","1.1. Sakit untuk 4 ( Empat) bulan pertama dibayar : 100 % .\n\n1.2. Sakit untuk 4 (Empat) bulan kedua dibayar : 75 %\n\n1.3. sakit untuk 4 (Ernpat) bulan ketiga dibayar : 50%\n\n1.4. Untuk bulan selanjutnya bila belum diadakan Pemutusan Hubungan Kerja\nupahnya dibayar : 25 %.",{"bindId":59,"name":52,"text":53},"WORKHOURS_trigger",{"bindId":61,"name":62,"text":63},"maternitydifferenttrigger","2.Pengusaha dan Serikat Pekerja \u002F Serika","2.Pengusaha dan Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh sama-sama menyetujui bahwa\nPKB \u002FKKB ini berlaku dan diberlakukan kepada pengusaha dan semua pekerja tetap\n(yang telah lewat masa percobaan), kecuali pekerja yang hubungan kerjanya\ndiatur secara khusus dalam perjanjian tersendiri.",{"bindId":65,"name":66,"text":67},"paidmaternityleaveduration","1.Pekerja wanita yang hamil dan akan mel","1.Pekerja wanita yang hamil dan akan melahirkan berhak untuk mendapat cuti\nhamil dan melahirkan 1 1\u002F2 bulan sebelum melahirkan dan 1 1\u002F2 bulan sesudah\nmelahirkan dengan pembayaran upah penuh.",{"bindId":69,"name":56,"text":57},"maxsicknesspay",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"cbadate_end","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku d","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat pekerja\u002FSerikat Pekerja\n\u002F Buruh dan Pengusaha untuk 2 (dua) tahun sejak ditanda-tangani.",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"severance_number","a.Uang Pesangon. -Masa kerja kurang 1 ta","a.Uang Pesangon.\n\n-Masa kerja kurang 1 tahun ............................................... 1\nbulan upah.\n\n-Masa kerja 1 tahun s\u002Fd kurang 2 tahun.............................2 bulan\nupah.\n\n- Masa kerja 2 tahun s\u002Fd kurang 3 tahun ...........................3 bulan\nupah.\n\n- Masa kerja 3 tahun s \u002F d kurang 4 tahun.......................... 4 bulan\nupah.\n\n- Masa kerja 4 tahun s\u002F d kurang 5 tahun........................... 5 bulan\nupah.\n\n- Masa kerja 5 tahun s\u002Fd kurang 6 tahun............................ 6 bulan\nupah\n\n- Masa kerja 6 tahun s\u002F d kurang 7 tahun........................... 7 bulan\nupah\n\n- Masa kerja 7 tahun s\u002Fd kurang 8 tahun............................ 8 bulan\nupah\n\n- Masa kerja 8 tahun atau lebih...................................... .....\n9 bulan upah.",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"ONCERISE_trigger","Menjelang hari-hari keagamaan, Pengusaha","Menjelang hari-hari keagamaan, Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya\nKeagamaan satu kali dalam setahun kepada pekerja sesuai dengan Peraturan\nMenteri Tenaga Kerja No.Per.04\u002FMEN\u002F1994 dengan rincian sebagai berikut:\n\n1.Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih\ndiberikan 1 (satu) bulan upah.",{"bindId":83,"name":62,"text":63},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"dayspweek","1. Dengan memperhatikam peraturan perund","1. Dengan memperhatikam peraturan perundangan yang berlaku, hari kerja biasa\ndi Perusahaan adalalh hari Senin sampsi dengan hari Sabtu.",{"bindId":89,"name":52,"text":53},"hourspweek_select",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"wageincreasetype2","1.Bila terjadi peningkatan Upah Minimum ","1.Bila terjadi peningkatan Upah Minimum Propinsi ( UMP) atau Upah Minimum\nSektoral Propinsi ( UMSP ) di Propinsi Sumatera Utara, upah minimum\nKabupaten\u002FKota tempat perusahaan berkedudukan, upah pekerja\u002Fburuh yang masih\nberada dibawah ketentuan upah minimum tersebut akan disesuaikan dengan upah\npekerja\u002Fburuh yang sudah sama atau berada di atas upah minimum tersebut\ndisesuaikan sesuai kebijaksanaan dan mekanisme yang ada di perusahaan yang\ntidak dapat digangu gugat.",{"bindId":95,"name":62,"text":63},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"paidpaternityleavepayperc","Pekerja dibenarkan untuk tidak masuk bek","Pekerja dibenarkan untuk tidak masuk bekerja dengan mendapat upah sesuai\ndengan P.P. No. 08 \u002F 1981 setelah lebih dahulu mengajukan permohonan kepada\npengusaha dalam hal sebagai berikut :\n\n1. Istri Pekerja melahirkan\n.....................................................................2 hari\nkerja.",{"bindId":101,"name":92,"text":93},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"equalityotherclause","4. Pekerja\u002FKaryawan : ialah semua Pekerj","4. Pekerja\u002FKaryawan : ialah semua Pekerja\u002Fburuh yang berdasarkan\nsyarat-syarat tertentu diterima bekerja di Perusahaan. Pekerja Wanita yang\ntelah diterima bekerja di Perusahaan dianggap\u002Fdipandang sebagai berstatus tidak\nnikah\u002Fsingle, kecuali yang sudah janda dan anaknya menjadi tanggungan, atau\nyang suaminya tidak dapat mencari nafkah karena cacat fisik dan mental.",{"bindId":107,"name":52,"text":53},"hourspday",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"funeralpay","2.Perusahaan memberikan bantuan khusus d","2.Perusahaan memberikan bantuan khusus dukacita kepada pekerja atau\nkeluarganya dalam hal terjadi peristiwa duka seperti, Suami\u002FIstri\u002FAnak\u002FOrang\nTua\u002FMertua meningga dunia.",{"bindId":113,"name":80,"text":81},"incidentalbonusdays1",{"bindId":115,"name":76,"text":77},"severance_number_1_tenure",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"contracttrialperiod","2.Pekerja yang telah lulus seleksi diter","2.Pekerja yang telah lulus seleksi diterima menjadi pekerja tetap di\nPerusahaan setelah melalui masa percobaan selama 3 bulan. Dalam masa percobaan\nPengusaha berhak sepenuhnya memutuskan hubungan kerja tanpa syarat, tanpa\nmemberikan ganti rugj dalam bentuk apapun kecuali gaji pekerja yang masih\ntersisa.",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"maternityotherclause","2.Pekerja wanita yang akan menggunakan c","2.Pekerja wanita yang akan menggunakan cuti hamil dan melahirkan tersebut\nwajib mengajukan permohonan tertulis kepada Pengusaha minimal 2 (dua) minggu\nsebelumnya dengan melampirkan surat keterangan Dokter atau Bidan yang\nmerawatnya.\n\n\n\n3.Bila setelah cuti hamil tersebut pada butir (1) di atas telah berakhir,\ntetapi pekerja wanita tersebut belum dapat bekerja karena tidak sehat\u002Fsakit\nsehingga perlu istirahat yang lebih lama, maka untuk itu berlaku\nketentuan-ketentuan cuti sakit biasa.\n\n\n\n4.Pekerja wanita yang tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari berturut-turut\ntanpa alasan yang syah setelah masa cuti hamil berakhir dan sudah dipanggil\nsecara tertulis 2 (dua) kali tetap tidak hadir bekerja diklassifikasikan\nmengundurkan diri dari perusahaan atas kemauan sendiri. Oleh karena itu, dapat\ndiputuskan hubungan kerjanya dengan perusahaan ( PHK )tanpa lebih dahulu\ndiberikan Surat peringatan dan tanpa pembanyaran uang pesangon dan uang\npenghargaan masa kerja.\n\n\n\n5.Pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan yang tidak disengaja\nberlaku ketentuan cuti gugur kandungan sesuai dengan keterangan Dokter\nPerusahaan \u002Fdokter yang ditunjuk Perusahaan \u002F Dokter Penyelenggara\njamsostek.",{"bindId":125,"name":76,"text":77},"severance",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"wageincreasefirmperformance","3.Khusus bagi pekeria yang telah menerim","3.Khusus bagi pekeria yang telah menerima upah jauh di atas upah minimum,\npenyesuaian\u002Fpeninjauan dilakukan kemudian dengan mempertimbangkan kemampuan\nkeuangan Perusahaan.",{"bindId":131,"name":66,"text":67},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"pensionfund","2.3. Jaminan Hari Tua, preminya ditanggu","2.3. Jaminan Hari Tua, preminya ditanggung oleh Pengusaha sebesar 3,7 % dari\nupah pekerja, sedang 2 % ditanggung oleh pekerja yang dipotong dari upahnya\nsetiap bulan.",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"TRAINING_trigger","1.Dalam rangka meningkatkan mutu Sumber ","1.Dalam rangka meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia yang mendorong\npeningkatan produktifitas kerja dan kesejahteraan pekerja serta keluarganya,\nPerusahaan mengadakan Program Pendidikan dan Pelatihan sesuai dengan\nkebutuhannya.",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"OVERTIME_trigger","3.Perhitungan upah lembur disesuaikan de","3.Perhitungan upah lembur disesuaikan dengan ketentuan perundangan yang\nberlaku yang ditetapkan sebagai berikut :\n\n3.1. Pada Hari Biasa.\n\n- Untuk lembur 1 (satu) jam pertama dibayar 1 1\u002F2 x upah sejam.\n\n- Untuk kerja lembur selebihnya setiap dibayar 2 X upah sejam.",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"holidaysdays","1.Setiap pekerja yang telah bekerja 12 (","1.Setiap pekerja yang telah bekerja 12 (dua belas) bulan terus menerus tampa\nterputus berhak atas istirahat tahunan (cuti tahunan) sebanyak-banyaknya 12\n(dua belas) hari kerja dengan pembayaran upah penuh.",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"maxsicknesspaytype","1.Bila pekerja sakit berkepanjangan sehi","1.Bila pekerja sakit berkepanjangan sehingga tidak dapat bekerja sesuai\ndengan Surat keterangan Dokter yang merawat ( Dokter Perusahan\u002FDokter yang\nditunjuk oleh Perusahaan atau Dokter Penyelenggara jamsostek ), upahnya dibayar\ndengan rincian sebagai berikut :",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"extrapayfirmperformance","5.Bila kepada pekerja diberikzm THR mele","5.Bila kepada pekerja diberikzm THR melebihi dari ketentuan Per. Men.\nN004\u002FMEN\u002F1994, kelebihan tersebut tidak mutlak sebagai suatu keharusan karena\nkebiasaan yang harus dilaksanakan, tetapi Pengusaha akan berupaya agar jumlah\nnominal THR tidak berkurang dari penerimaan tahun sebelumnya, kecuali kondisi\nperusahaan tidak memungkinkan atau konduite\u002Fprestasi pekerja buruk.",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"healthinsurance","2.4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi","2.4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi pekerja dan keluarganya (Istri +\nmaksimum 3 orang Anak), preminya ditanggung oleh Perusahaan.",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"paidpaternityleaveduration","1. Istri Pekerja melahirkan ............","1. Istri Pekerja melahirkan\n.....................................................................2 hari\nkerja.",{"bindId":165,"name":166,"text":167},"SUNDAY_trigger","3.2. Pada Hari Istirahat Mingguan dan Ha","3.2. Pada Hari Istirahat Mingguan dan Hari Libur Resmi :\n\n- Untuk setiap jam dalam batas waktu 7 (tujuh) jam dibayar 2 X upah\nsejam.\n\n- Untuk jam ke 8 (delapan) dibayar 3 X upah sejam.\n\n- Untuk selebihnya setiap dibayar 4 X upah sejam.",{"bindId":169,"name":62,"text":63},"childcaredifferenttrigger",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"EMPCONTR_trigger","3.Pekerja yang telah lulus masa percobaa","3.Pekerja yang telah lulus masa percobaan diangkat menjadi pekerja tetap di\nPerusahaan sesuai dengan statusnya setelah lebih dahulu menandatangani\npernyataan untuk menerima dan mematuhi ketentuan dalam KKB serta ketentuan\nlainnya yang berlaku di Perusahaan. Masa percobaan tersebut dihitung sebagai\nmasa kerja.",{"bindId":175,"name":176,"text":177},"menstruationleave","1.Pekerja wanita yang mengalami haid ata","1.Pekerja wanita yang mengalami haid atau menstruasi tidak diwajibkan untuk\nbekerja pada hari pertama dan hari kedua masa haidnya, asal saja diberitahukan\nkepada Pengusaha melalui atasannya langsung. Bila Perusahaan memerlukan keadaan\nhaid tersebut perlu pembuktian, pekerja yang bersangkutan agar meminta Surat\nketerangan dokter yang ditunjuk perusahaan atau Dokter penyelenggara\nJamsostek.",{"bindId":179,"name":166,"text":167},"sundayallowancetype",{"bindId":181,"name":158,"text":159},"MEDICAL_trigger",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"healthandsafetypolicy","1.Pengusaha, Serikat Pekerja \u002F Buruh dan","1.Pengusaha, Serikat Pekerja \u002F Buruh dan seluruh pekerja selalu berupaya\nmenciptakan dan rnemelihara kondisi kerja yang aman, sehat sesuai dengan\npetunjuk keselamatan dan kesehatan kerja di Perusahaan.",{"bindId":187,"name":188,"text":189},"LOWWAGE_government","3.Upah terendah bagi pekerja dengan peng","3.Upah terendah bagi pekerja dengan pengabdian sampai dengan 1 (satu) tahun\ntidak kurang besarnya dari Upah Minimum yang diberlakukan Pernerintah untuk\nPerusahaan ( secara regional atau sektoral ), sedang bagi pekerja dengan masa\nkerja lebih dari 1 (satu) tahun upahnya ditentukan pengusaha dengan\nmempertimbangkan butir (2.1) s.d (2.7) di atas yang dituangkan dalam\ntabel\u002Fskala upah yang berlaku di Perusahaan.",{"bindId":191,"name":158,"text":159},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":193,"name":142,"text":143},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"disabilityfund","2.1. Jaminan Kecelakaan Kerja, preminya ","2.1. Jaminan Kecelakaan Kerja, preminya ditanggung oleh Pengusaha,",{"bindId":199,"name":200,"text":201},"healthcareaccess","1.Pekerja yang sakit dan mernerlukan per","1.Pekerja yang sakit dan mernerlukan perawatan dan pengobatan termasuk\nanggota keluarganya (Istri + maksimum 3 orang Anak) dapat menggunakan fasilitas\nperawatan dan pengobatan pada Rumah Sakit atau Dokter yang ditunjuk oleh\npenyelenggara Jamsostek dimaksud. Dalam hal pekerja yang bersangkutan belum\nsempat diikutsertakan dalam program jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) sesuai\ndengan peraturan perundangan yang berlaku, dapat menggunakan Fasilitas Rumah\nSakit \u002F Dokter yang ditunjuk oleh pengusaha atas biaya pengusaha.",{"bindId":203,"name":52,"text":53},"hourspweek",{"bindId":205,"name":98,"text":99},"paidpaternityleavepay",{"bindId":207,"name":146,"text":147},"holidaysweeks",{"bindId":209,"name":210,"text":211},"schedulesrestpw","1.Pekerja diberikan istirahat mingguan 1","1.Pekerja diberikan istirahat mingguan 1 (satu) hari dalam seminggu. Dalam\nhal seorang pekerja ada kalanya harus bekerja pada istirahat mingguan maka\ndalam sebulan istirahat mingguannya tidak boleh kurang dari 2 (dua) hari.",{"bindId":213,"name":62,"text":63},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":215,"name":86,"text":87},"dayspweek_select",{"bindId":217,"name":158,"text":159},"healthinsurancerelatives",{"bindId":219,"name":66,"text":67},"paidmaternityleaveall",{"bindId":221,"name":210,"text":211},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":223,"name":118,"text":119},"contracttrial",{"bindId":225,"name":98,"text":226},"paidpaternityleave","Pekerja dibenarkan untuk tidak masuk bekerja dengan mendapat upah sesuai\ndengan P.P. No. 08 \u002F 1981 setelah lebih dahulu mengajukan permohonan kepada\npengusaha dalam hal sebagai berikut :",{"bindId":228,"name":150,"text":229},"SICDIS_trigger","1.Bila pekerja sakit berkepanjangan sehingga tidak dapat bekerja sesuai\ndengan Surat keterangan Dokter yang merawat ( Dokter Perusahan\u002FDokter yang\nditunjuk oleh Perusahaan atau Dokter Penyelenggara jamsostek ), upahnya dibayar\ndengan rincian sebagai berikut :\n\n1.1. Sakit untuk 4 ( Empat) bulan pertama dibayar : 100 % .\n\n1.2. Sakit untuk 4 (Empat) bulan kedua dibayar : 75 %\n\n1.3. sakit untuk 4 (Ernpat) bulan ketiga dibayar : 50%\n\n1.4. Untuk bulan selanjutnya bila belum diadakan Pemutusan Hubungan Kerja\nupahnya dibayar : 25 %.",{"bindId":231,"name":80,"text":81},"incidentalbonustype2",{"bindId":233,"name":56,"text":57},"sicknesspay",{"bindId":235,"name":236,"text":237},"WAGES_trigger","1.Upah yang dibayar kepada pekerja didas","1.Upah yang dibayar kepada pekerja didasarkan pada upah bulanan, kecuali\nbila ada Pekerja Harian Lepas, upahnya dihitung menurut hari kerjanya, atau\nmenurut hasil kerjanya (Upah Potongan atau Borongan)",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"sicknessmaxdaysnr","2.Bila setelah lewat 12 bulan pekerja ya","2.Bila setelah lewat 12 bulan pekerja yang bersangkutan masih tidak sembuh,\npengusaha dapat mengajukan Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) atas diri pekerja\nyang bersangkutan, dan diproses sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam\nPeraturan Perundangan yang berlaku, setelah lebih dahulu diperiksa oleh\nDokter.",{"bindId":243,"name":62,"text":63},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":245,"name":188,"text":189},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":247,"name":138,"text":139},"trainingprogrammes",{"bindId":249,"name":166,"text":250},"sundayallowanceperc1","3.2. Pada Hari Istirahat Mingguan dan Hari Libur Resmi :\n\n- Untuk setiap jam dalam batas waktu 7 (tujuh) jam dibayar 2 X upah\nsejam.\n\n- Untuk jam ke 8 (delapan) dibayar 3 X upah sejam.\n\n- Untuk selebihnya setiap dibayar 4 X upah sejam.\n\n- Dalam hal hari libur resmi tersebut jatuh pada hari pendek (hari dengan 5\njam kerja) maka 5 jam pertama setiap jam dibayar 2 x upah sejam, jam ke 6\n(enam) dibayar 3 X upah sejam dan jam seterusnya setiap jam dibayax 4 X upah\nsejam.",{"bindId":252,"name":76,"text":77},"contractseverancepay1",{"bindId":254,"name":255,"text":256},"bankholidays1","3.Pada hari-hari libur resmi yangditetap","3.Pada hari-hari libur resmi yangditetapkan oleh Pemerintah, pekerja\ndibebaskan dari bekerja.",{"bindId":258,"name":142,"text":143},"overtimeallowancetype",{"bindId":260,"name":261,"text":262},"cbaratificationdate","3.Perjanjian keerja Bersama ini ditandat","3.Perjanjian keerja Bersama ini ditandatangani di Pematang Siantar pada\nTanggal 23 Nopember 2012",{"bindId":264,"name":66,"text":67},"paidmaternityleavepay",{"bindId":266,"name":267,"text":268},"mealvouchers","Dalam rangka menjaga dan mempertahankan ","Dalam rangka menjaga dan mempertahankan stamina dan produktifitas pekerja,\nPerusahaan menyediakan fasilitas makan di kantin Perusahaan secara subsidi\ndengan ketentuan sebagai berikut :\n\n1.Besarnya subsidi yang diberikan pengusaha adalah 50% (lima puluh persen)\ndari harga makanan, dan hal ini dapat ditinjau sesuai dengan kemampuan\nPerusahaan.",{"bindId":270,"name":240,"text":241},"sicknessmaxdays",{"bindId":272,"name":66,"text":67},"paidmaternityleave",{"bindId":274,"name":72,"text":73},"cbadate_start",{"bindId":276,"name":76,"text":77},"contractseverancepay",{"bindId":278,"name":146,"text":147},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":280,"name":281,"text":282},"SOCSEC_trigger","2. Jaminan sosial bagi pekerja seperti t","2. Jaminan sosial bagi pekerja seperti tersebut pada butir (1) di atas\nmeliputi :\n\n2.1. Jaminan Kecelakaan Kerja, preminya ditanggung oleh Pengusaha,\n\n2.2. Jaminan Kematian, preminya ditanggung oleh Pengusaha.\n\n2.3. Jaminan Hari Tua, preminya ditanggung oleh Pengusaha sebesar 3,7 % dari\nupah pekerja, sedang 2 % ditanggung oleh pekerja yang dipotong dari upahnya\nsetiap bulan.",{"bindId":284,"name":285,"text":286},"violence","1.1. Pekerja yang melakukan kesalahan be","1.1. Pekerja yang melakukan kesalahan berat dapat di PHK tanpa lebih dahulu\ndiberi Surat Peringatan, Serta tidak berhak atas uang pesangon dan Uang\nPenghargaan Masa Kerja seperti:\n\na.Melakukan penipuan, pencurian, penggelapan barang\u002Fuang milik Pengusaha,\nteman pengusaha atau milik teman sekerja.\n\nb.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehinga merugikan\nPerusahaan.\n\nc.Mabuk, minum minuman keras yang dapat memabukkan, madat, memakai atau\nmengedarkan Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di tempat\nkerja.\n\nd.Melakukan Perbuatan asusila dan segala macam perjudian di lingkungan\nkerja.\n\ne.Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental, menghina secara kasar\npengusaha atau keluarga pengusaha atau teman sekerja.\n\nf.Membujuk pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan suatu perbuatan yang\nbertentangan dengan hukum atau kesusilaan Serta peraturan perundangan yang\nberlaku.\n\ng.Dengan sengaja atau ceroboh merusak atau membiarkan diri, pengusaha atau\nteman sekerja dalam keadaan bahaya.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Sumatra Tobacco Trading Company - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-11-23\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-11-22\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-11-23\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Produk Rokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Sumatra Tobacco Trading Company\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Heston Panjaitan, Parulian Purba, Maruak Sijabat\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Hari Raya Idul Fitri\u002FHari Raya Kemenangan, Army Day \u002F Feast of the Sacred Heart\u002F St. Peter &amp; Paul’s Day (30th June), Rwandan Liberation Day (4th July), Umuganura Day (first Friday of August)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[292],{"title":39,"slug":34},[294],{"type":295,"data":296},"call_to_action_body_block",{"title":297,"description":298,"variant":299,"link":300},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":297,"url":301,"description":297,"rel":302,"type":303},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[305],{"type":295,"data":306},{"title":297,"description":298,"variant":299,"link":307},{"title":297,"url":301,"description":297,"rel":302,"type":303},[]]