[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-spinmil-indah-industry-dengan-puk-spsi-dan-pk-garteks-sbsi-2014---2016":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":328,"content_type_view":329,"extra_breadcrumbs":330,"body":332,"body_blocks":343,"related_pages":347},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":326,"translations":327},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-spinmil-indah-industry-dengan-puk-spsi-dan-pk-garteks-sbsi-2014---2016","2f139bfc-4c59-11e7-a7cf-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-spinmil-indah-industry-dengan-puk-spsi-dan-pk-garteks-sbsi-2014---2016\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-spinmil-indah-industry-dengan-puk-spsi-dan-pk-garteks-sbsi-2014---2016\u002F","PT. Spinmil Indah Industry - 2014","ba_ID","IDN PT. Spinmill Indah Industry - 2014","Indonesia - IDN PT. Spinmill Indah Industry - 2014","IDN PT. Spinmill Indah Industry - 2014 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"117 - PKB PT. Spinmil Indah Industry.html","\n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. SPINMIL INDAH INDUSTRY DENGAN PUK SPSI\nDAN PK GARTEKS SBSI\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pihak-Pihak Yang Membuat Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.PT. Spinmil Indah Industry yang berkedudukan di Jl. Arya Serikat No. 55\nDesa Pasir Nangka RT.006\u002FRW.002. Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang,\nBanten yang didirikan dengan akte notaries Nomor 14 Tanggal 02 September 2009,\ndibuat dihadapan Notaris Setiawan Sarjana Hukum, yang diwakili oleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Direksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Samsie\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Agus Hartono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Puji Lestari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Rahmat Adran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini disebut PENGUSAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.A. Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT. Spinmil Indah Industry\nyang tercatat pada Kantor Dinas Kerja Kabupaten Tangerang dengan nomor\npencatatan 133\u002FDisnakertrans\u002FIX\u002F2012 tanggal 22 Oktober 2012 dan struktur\nkepengurusannya disahkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja\nSeluruh Indonesia (DPC K-SPSI) Kabupaten Tangerang dengan surat Keputusan nomor\n: 076\u002FDPC K-SPSI\u002FKAB TGR\u002F2014 diwakili oleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Isrowi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Novi Saiful Ridwan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Eko Yuni Haryadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Dwi Koestyanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Aam Amelia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra\nIndustru Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB GARTEKS SBSI) PT. Spinmil Indah\nIndustry yang tercatat pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang\ndengan Nomor Pencatatan 001\u002Fpk-smii\u002Ffsbgarteks\u002Fsbsi\u002FTng\u002FI\u002F2013 tanggal 14\nJanuari 2013 dan struktur kepengurusannya disahkan oleh DPC GARTEKS SBSI\nTangerang Raya dengan Surat Keputusan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh\nGarteks SBSI PT. Spinmil Indah Industry Tangerang Raya\nNo.091\u002FSK\u002FDPC-FSBGARTEKS\u002FXII\u002F2013 yang diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Didik Supriyadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Bahruddin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Sarwoto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Kusnadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Aam Ameli\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini disebut SERIKAT\nPEKERJA\u002FSERIKAT BURUH.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan adalah PT. Spinmil Indah Industry yang bertempat di Jl. Arya\nSentika No.55 Desa Pasir Nangka RT.006\u002FRW.002 Kec. Tigaraksa Kab. Tangerang\nBanten 15720.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha adalah pemilik perusahaan dan atau orang yang diberi kuasa untuk\nmengelola jalannya perusahaan dan melakukan tindakan untuk dan atas nama\npemilik perusahaan, baik didalam maupun di luar lingkungan kerja sesuai dengan\nAnggaran Dasar Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tanah dan bangunan perusahaan adalah seluruh tempat usaha yang dikuasai\nperusahaan dan digunakan untuk menunjang kegiatan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Direksi perusahaan adalah orang yang karena jabatannya ditugaskan untuk\nmengelola perusahaan atau divisi perusahaan atau divisi yang dipersamakan\ndengannya dan berwenang untuk mewakili perusahaan didalam maupun diluar\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Staff dan pimpinan adalah orang yang berdasarkan jabatan dan fungsinya\ndiberikan kewenangan untuk merencanakan, mengatur, menentukan dan melaksanakan\nkebijakan teknis sesuai dengan instruksi dan arahan umum dari direksi\nperusahaan, yaitu Supervisor (Pengawas), Kepala Bagian dan Manager.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Atasan langsung adalah orang yang berdasarkan jabatan dan fungsinya\ndiberikan kewenangan unuk membina atau mengembangkan dan mengawasi secara\nlangsung pekerja pada bagiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Serikat Pekerja adalah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT.\nSpinmil Indah Industry, yang tercatat di Kantor Disnakertras Kabupaten\nTangerang dengan nomor pencatatan 133\u002FDisnakertrans\u002FIX\u002F2012 tanggal 22 Oktober\n2012 dan struktur kepengurusannya disahkan oleh DPC KSPSI Kabupaten Tangerang\ndengan nomor: 076\u002FDPC K-SPSI\u002FKAB TGR\u002F2014 Tangerang Banten\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Serikat Buruh adalah Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil,\nKulit dan Sentra Industri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB GARTEKS SBSI)\nPT. Spinmil Indah Industry yang tercatat pada Kantor Dinas Tenaga Kerja\nKabupaten Tangerang dengan Nomor Pencatatan\n001\u002Fpk-smii\u002Ffsbgarteks\u002Fsbsi\u002FTng\u002FI\u002F2013 tanggal 14 Januari 2013 dan struktur\nkepengurusannya disahkan oleh DPC GARTEKS SBSI Tangerang Raya dengan Surat\nKeputusan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Garteks SBSI PT. Spinmil Indah\nIndustry Tangerang Raya No.091\u002FSK\u002FDPC-FSBGARTEKS\u002FXII\u002F2013.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja\u002FBuruh setiap orang yang mengadakan hubungan kerja dengan\nperusahaan dan menerima upah daripadanya atau tenaga kerja yang bekerja pada\nperusahaan dengan menerima upah dan masih aktif bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Tenaga kerja asing adalah warga Negara asing pemegang visa dengan maksud\nbekerja di wilayah Industry\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup\naspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pekerja\u002FBuruh dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) yaitu\npekerja yang terikat perjanjian kerja dengan pengusaha untuk mengadakan\nhubungan kerja dalam waktu yang tidak tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Anggota Unit Kerja adalah pekerja yang terdaftar pada Serikat Pekerja\nSeluruh Indonesia (PUK-SPSI) Unit Kerja PT. Spinmil Indah Industry.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Anggota Komisariat adalah pekerja yang terdaftar pada Federasi Serikat\nBuruh Garment Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri Serikat Buruh\nSejahtera Indonesia (FSB GARTEKS SBSI) PT. Spinmil Indah Industry.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Pimpinan Unit Kerja adalah anggota unit kerja yang dipilih atau ditunjuk\noleh anggota untuk memimpin unit kerja sesuai dengan AD\u002FART organisasi yang\ndisahkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia\n(SPSI) PT. Spinmil Indah Industry, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK –\nSPSI) Kabupaten Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Pengurus Komisariat adalah anggota Komisariat yang dipilih untuk ditunjuk\noleh anggota untuk memimpin PK sesuai AD\u002FART organisasi yang disahkan oleh\nDewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Kulit dan\nSentra Industri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB GARTEKS SBSI) Tangerang\nRaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Perjanjian Kerja Bersama adalah perjanjian yang merupakan hasil\nperundingan antara Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Unit Kerja PT.\nSpinmil Indah Industry dan Federasi Serikat Buruh Garmen, Tekstil, Kulit dan\nSentra Industri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB GARTEKS SBSI) Pk PT.\nSpinmil Indah Industry dengan pengusaha PT. Spinmil Indah Industry dan yang\nmemuat syarat-syarat kerja, mengatur serta menjelaskan hak dan kewajiban para\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Keluarga pekerja\u002Fburuh adalah suami\u002Fistri dan anak-anak yang sah, dan\nmenjadi tanggungan pekerja\u002Fburuh serta terdaftar di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Suami adalah Pria yang menjadi pasangan hidup resmi pekerja wanita\nmelalui perkawinan yang sah menurut Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974\ndan tercatat di bagian HRD\u002FPersonalia Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Istri adalah Wanita yang menjadi pasangan hidup resmi pekerja pria\nmelalui perkawinan yang sah menurut Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974\ndan tercatat di bagian HRD\u002FPersonalia Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Anak adalah anak pekerja yang sah atau disahkan menurut hukum dan telah\nterdaftar pada perusahaan dengan ketentuan belum bekerja, belum pernah menikah\ndan berusia dibawah 18 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Anak angkat pekerja adalah anak angkat yang ditanggung pekerja yang telah\nmendapatkan warisan menurut Peraturan\u002FHukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Ahli waris adalah keluarga pekerja atau orang yang berhak mendapatkan\nwarisan menurut Peraturan\u002FHukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Gaji\u002Fupah adalah gaji pokok dan tunjangan tetap dalam bentuk uang yang\ndibayar secara teratur kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Upah sundulan adalah besarnya nilai kenaikan upah untuk pekerja dengan\ngaji\u002Fupah diatas Upah Minimum Propinsi\u002FKabupaten yang ditetapkan perusahaan\nbersama dengan Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan\nSentra Industri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB GARTEKS SBSI) PK PT.\nSpinmil Indah Industry dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK – SPSI) PT.\nSpinmil Indah Industry melalui perundingan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Insentive adalah uang yang diberikan kepada pekerja untuk memotivasi\nkinerja karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Premi khusus adalah premi atau uang yang diberikan kepada pekerja\ndikarenakan mempunyai prestasi yang baik dan tidak dipengaruhi kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Tunjangan tetap adalah suatu imbalan yang diterima oleh pekerja secara\ntetap jumlahnya dan teratur pembayaranya tanpa dipengaruhi kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.Tunjangan tidak tetap adalah suatu imbalan yang diterima oleh pekerja\nsecara tidak tetap jumlahnya dan teratur pembayarannya dengan dipengaruhi\nkehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30.Hari kerja adalah hari-hari kerja yang dilakukan oleh pekerja sesuai\ndengan jadwal hari kerja yang ditetapkan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31.Jam kerja adalah jam kerja untuk pekerja biasa atas dasar 5 atau 6 hari\nkerja dan 40 jam seminggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32.Sehari adalah waktu selama 24 (dua puluh empat) jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33.Siang hari adalah waktu antara pukul 06.00 sampai dengan pukul 18.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34.Seminggu adalah waktu selama 7 (tujuh) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>35.Hari libur adalah hari istirahat mingguan atau hari libur resmi yang\nditetapkan oleh pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>36.Perselisihan Hubungan Industrial adalah perbedaan pendapat yang\nmengakibatkan pertentangan antara pengusaha dengan pekerja karena adanya\nperselisihan mengenai hak dan kewajiban, dan atau perselisihan Pemutusan\nHubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>37.Surat peringatan adalah surat resmi yang dikeluarkan perusahaan kepada\npekerja karena adanya tindakan pelanggaran disiplin umum dan atau perbuatan\nyang melanggar Perjanjian Kerja Bersam dan atau ketentuan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>38.Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu\nhal terntentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja\ndan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>39.Lembaga kerjsama bipartite adalah forum komunikasi dan konsultasi\nmengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial yang terjadi dan\nberkembang dalam perusahaan yang anggotanya terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pengusaha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PUK SPSI\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PK GARTEKS SBSI\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>40.Kesejahteraan pekerja adalah suatu pemenuhan kebutuhan dan atau keperluan\nyang bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik didalam maupun diluar hubungan\nkerja, yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempertinggi\nproduktifitas kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>41.BPJS Kesehatan adalah Badan hukum yang dibentuk Pemerintah untuk\nmenyelenggarakan program jaminan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>42.BPJS Ketenagakerjaan adalah Badan hukum yang dibentuk untuk\nmenyelenggarakan program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua dan Jaminan\nKematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>43.Sakit adalah gangguan kesehatan yang memerlukan perawatan dan\u002Fatau\npengobatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>44.Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi akibat hubungan kerja\ntermasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan\nyang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan\npulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>45.P2K3 adalah Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT. Spinmil\nIndah Industry sesuai dengan keputusan Bupati Kabupaten Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Tujuan dan Batas Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tujuan perjanjian ialah untuk mengikat suatu keputusan yang telah\ndisepakati kedua belah pihak, menjelaskan hak dan kewajiban pengusaha, SP\u002FSB,\nanggota dan pekerja\u002Fburuhnya dalam rangka mengatur dan menetapkan syarat-syarat\nkerja yang adil, setara dan seimbang di lingkungan perusahaan serta untuk\nmenciptakan, memelihara, memperbaiki dan mengembangkan kerjasama yang serasi,\ndinamis dan harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pedoman dan disiplin kerja yang dibuat dapat diberlakukan sepanjang tidak\nbertentangan dengan isi Perjanjian Kerja Bersama dan ketetapan peraturan\nperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Pengertian Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dapat dipahami dan disepakati oleh perusahaan dan serikat pekerja\u002Fserikat\nburuh bahwa perjanjian kerja bersama ini terbatan mengenai hal-hal umum,\nseperti yang tertera dalam Perjanjian Kerja Bersama, tanpa mengurangi hak-hak\nperusahaan dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh, sejauh tidak bertentangan dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveragegroup3\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveragegroup1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveroccup3\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveroccup1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama pada dasarnya berlaku untuk semua pekerja\u002Fburuh\nbaik yang menjadi anggota serikat pekerja\u002Fserikat buruh atau bukan anggota dan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku sejauh masa berlakunya masih\nada, walaupun salah satu pihak yang menandatangani perjanjian kerja bersama ini\nsudah tidak ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Kewajiban Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pihak Perusahaan dan pihak pekerja\u002Fburuh baik yang menjadi anggota atau\nbukan anggota yang mempunyai kepentingan dengan adanya perjanjian ini baik isi,\nmakna maupun pengertiannya, berkewajiban untuk mematuhi dan mentaati seperti\nyang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pihak Perusahaan berkewajiban memberikan buku PKB ini kepada setiap\npekerja\u002Fburuh dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh harus memberikan penjelasan\natau penerangan kepada setiap pekerja\u002Fburuh, dan apabila pekerja\u002Fburuh berhenti\nbekerja, maka buku tersebut harus dikembalikan kepada pengurus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan bagi Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Mengakui bahwa Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh yang ada di lingkungan PT.\nSpinmil Indah Industry merupakan dua Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh yang sah\nsebagai wakil buruh\u002Fpekerja, baik secara perorangan maupun kolektif dalam\nmasalah ketenagakerjaan atau dalam hal hubungan kerja dan syarat-syarat\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Tidak akan melakukan tekanan baik langsung maupun tidak langsung\nsehubungan dengan fungsi dan tugasnya sebagai anggota, pengurus maupun\nfungsionaris Serikat Pkerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Mengakui bahwa pengusaha mempunyai wewenang untuk mengatur dan mengelola\njalannya perusahaan dan para pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Akan sepenuhnya memberikan bantuan terhadap pimpinan dan petugas-petugas\nperusahaan dalam membina, mengatur dan menertibkan para pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam menjalankan tugasnya masing-masing Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh dan\npengusaha akan berusaha menghindarkan tindakan-tindakan yang dapat merugikan\nmasing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Jaminan dan Fasilitas bagi Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan ruangan bagi serikat pekerja\u002Fserikat buruh untuk\nmenjalankan aktifitas organisasinya dengan ketentuan ruangan tersebut dapat\ndipindahkan\u002Fdirubah menurut kepentingan perusahaan dan pengusaha akan\nmemberitahukan terlebih dahulu kepada serikat pekerja\u002Fserikat buruh dalam\ntenggang waktu secukupnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal serikat pekerja\u002Fburuh menggunakan fasilitas lain milik\nperusahaan maka sebelumnya mengajukan izin guna mendapatkan persetujuan dari\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jika fasilitas yang disediakan atau dipinjamkan oleh perusahaan kepada\npimpinan serikat pekerja\u002Fburuh mengalami kerusakan atau hilang maka secepatnya\nsetelah kejadian tersebut pihak pimpinan serikat pekerja\u002Fburuh harus melaporkan\nkepada pihak pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>4.Serikat pekerja\u002Fburuh dalam memenuhi panggilan maupun undangan dari\ninstansi pemerintah maupun organisasi serikat pekerja\u002Fburuh lainnya maka\nPimpinan serikat pekerja\u002Fburuh mengajukan izin dan berhak mendapatkan upah\npenuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Serikat pekerja\u002Fburuh baik pengurus maupun anggota yang ditunjuk dalam\nmelaksanakan kegiatau untuk kepentingan organisasi berhak diberikan dispensasi\ndan tidak dikurangi hak-haknya sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha membantu melakukan pemotongan iuran untuk serikat\nPekerja\u002FSerikat Buruh sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kepmenakertrans\nnomor 187\u002FMEN\u002FX\u002F2004 tentang iuran Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Pertemuan Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam membina hubungan Industrial yang harmonis, maka perusahaan dapat\nmengadakan pertemuan berkala dengan serikat pekerja\u002Fserikat buruh yang\ndilaksanakan minimal 2 (dua) bulan sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap akan diadakan pertemuan seperti yang disebut dalam ayat (1) baik\npengusaha maupun serikat pekerja\u002Fserikat buruh harus menyampaikan topik-topik\nyang akan dibahas secara tertulis selambat-lambatnya satu minggu sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk berkonsultasi satu dengan yang lain, kedua belah pihak tidak perlu\nmenyampaikan secara tertulis, dapat saja langsung mencari waktu yang lowong\nguna konsultasi tersebut, apabila ada suatu masalah yang sifatnya mendadak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Yang berhak menghadiri pertemuan berkala :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pengusaha dan atau penjabat yang diberi kuasa untuk itu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pimpinan Unit Kerja dan atau Pengurus Komisariat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Penerimaan Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penerimaan pekerja baru di perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan dan untuk\ndapat diterima menjadi pekerja harus memenuhi syarat-syarat yang telah\nditetapkan oleh pengusaha berdasarkan ketentuan dan peraturan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Penerimaan Calon Pekerja Tetap\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Calon pekerja diterima sebagai pekerja waktu tertentu dengan masa\npercobaan selama-lamanya 3 (tiga) bulan terhitung sejak ia mulai bekerja di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Selama dalam masa percobaan masing-masing pihak dapat memutuskan hubungan\nkerja melalui prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Upah selama masa percobaan sama dengan standar upah yang berlaku di\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja yang memenuhi syarat dan telah menyelesaikan masa percobaan\nyang ditetpkan oleh pengusaha, diangkat sebagai pekerja tetap sesuai dengan\nstatus dan penggolongannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengangkatan calon pekerja sebagai pekerja tetap dilakukan dengan\nmemberikan surat Keputusan yang ditandatangani pimpinan perusahaan atau pejabat\nyang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Sistem Kepangkatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan golongan dan jabatan pekerja yang ada di PT. Spinmil Indah\nIndustry terdiri dari operator, kepala regu, coordinator supervisor, section\nhead, department head manager.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Promosi, Demosi dan Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>I.Promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja dapat dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi baik dalam satu\nbagian\u002Fdepartemen atau bagian\u002Fdepartemen lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan bagian mengajukan secara resmi dan tertulis atas pekerja yang\nakan dipromosikan ke bagian HRD, selanjutnya bagian HRD bersama pimpinan bagian\nmelakukan evaluasi atas pekerja tersebut yang hasilnya akan dikoordinasikan\ndengan top management dengan kriteria :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masih dalam satu jenjang karier\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu bekerjasama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Lulus test sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagian HRD memanggil pekerja yang akan dipromosikan tersebut, setelah ada\nkesepakatan antara pimpinan bagian dengan bagian HRD berdasarkan hasil evaluasi\ntersebut, untuk diberikan surat keputusan promosi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Promosi dilakukan selama 3 (tiga) bulan, sejak dikeluarkan SK tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Promosi akan dicabut bila ternyata setelah 3 (tiga) bulan dinyatakan tidak\nlulus, akan tetapi bila dinyatakan lulus maka akan dikeluarkan SK pengangkatan\njabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II.Demosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bagi pekerja yang menjabat suatu jabatan tertentu, dan dinilai tidak mampu\nmenjalankan fungsi dan tugasnya dapat dilakukan demosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha berhak mendemosikan pekerja dari jabatan yang diembannya ke\ntingkat jabatan yang lebih rendah, atau bahkan dibebaskan dari jabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pimpinan bagian mengajukan demosi atas pekerja sebagaimana tersebut ayat 1\ndan 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang akan di demosikan harus dipanggil terlebih dahulu untuk\ndiberikan surat keputusan (SK) demosi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dengan dilakukan demosi, maka tunjangan jabatan dan izin membawa Handphone\ndicabut terhitung sejak dikeluarkannya surat keputusan demosi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>III.Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha berhak dan berwenang untuk memindahkan seseorang pekerja sesuai\ndengan profesionalisme dan kompetensi kerjanya menurut kebutuhan dan\nkepentingan operasional pengembangan perusahaan, maka dengan kemampuan kerja\nyang dimiliki pekerja dapat dimungkinkan mutasi ke salah satu bagian dalam dan\natau antar grup perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi kerja tidak boleh mengurangi penghasilan dari pekerja yang\nbersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang akan dimutasikan akan dipanggil terlebih dahulu untuk\ndiberitahukan proses pemutasiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mutasi hanya bisa dilakukan dalam satu perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Tenaga Kerja Warga Negara Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penggunaan tenaga kerja warga Negara asing pendatang dilaksanakan secara\nselektif dalam rangka pendayagunaan tenaga kerja Indonesia secara optimal dan\nalih teknologi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam rangka ahli teknologi, pengusaha harus menunjuk tenaga kerja WNI\nsebagai pendamping Tenaga Warga Negara Kerja Asing Pendatang (TKWNAP) yang\ndipekerjakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha wajib melaksanakan pendidikan dan latihan kerja bagi tenaga\nkerja WNI sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) yang sesuai jabatan\nyang diduduki oleh TKWNAP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tenaga kerja warga Negara asing pendatang menjalankan tugasnya sesuai\ndengan jabatan dan fungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Uraian Tugas dan Instruksi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja berkewajiban melaksanakan uraian tugas (\u003Cem>job\ndescribtion\u003C\u002Fem>) dan instruksi kerja yang diberikan kepadanya berkaitan dengan\nposisi dan jabatan yang disandangnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Uraian tugas dan instruksi kerja ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Batas Usia Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Batas usia maksimum bagi pekerja tetap untuk mengakhiri masa kerjanya\nadalah 55 (lima puluh lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila perusahaan memandang perlu maka untuk pekerja yang melampaui batas\nusia 55 (lima puluh lima) tahun masih dapat melanjutkan kerjanya sebagai\npekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu sesuai peraturan perundangan\nyang berlaku. Pelaksanaan ketentuan tersebut berdasarkan hal-hal sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Kesediaan pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Kesehatan dan kemampuannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Ketrampilan dan kompotensi dalam melaksanakan pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Kesepakatan dari kedua belah pihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HARI KERJA DAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Hari Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hari kerja non shift :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cp>Mulai hari senin sampai dengan Sabtu dan hari Minggu ditetapkan sebagai hari\nlibur mingguan, namun dapat ditentukan lain sesuai kebutuhan perusahaan dengan\nmemperhatikan ketentuan waktu kerja 40 jam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Hari kerja shift :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan kebutuhan dan kesinambungan proses produksi maka hari kerja\nshift dan libur mingguan diatur oleh bagian masing-masing dengan ketentuan satu\nminggu tidak melebihi 40 jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>1.Waktu kerja non shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Hari kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Hari Libur\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari I s\u002Fd V \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00-16.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00-13.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>diatur oleh bagian masing-masing\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari Keenam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00-13.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tanpa Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari Ketujuh\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>off\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>off\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk hari Jumat pekerja\u002Fburuh laki-laki istirahat dimulai jam 11.30 s\u002Fd\n    13.00\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2.Waktu kerja, istirahat dan libur minggu shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Group\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Hari libur\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00-15.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Diatur oleh bagian masing-masing\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Diatur oleh bagian masing-masing\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.00-23.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Diatur oleh bagian masing-masing\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Diatur oleh bagian masing-masing\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23.00-07.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Diatur oleh bagian masing-masing\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Diatur oleh bagian masing-masing\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Waktu kerja shift, 3 (tiga) shift terdapat satu hari 5 (lima) jam kerja\nyang jatuh pada hari kerja sebelum libur mingguannya, kelebihan jam kerjanya\ndiperhitungkan sebagai jam kerja lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Waktu mulai dan berakhirnya jam kerja diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Waktu mulai bekerja, istirahat dan berakhirnya jam kerja ditandai dengan\nbunyi sirene\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pekerja harus mengisi daftar hadir pada mesin pencatat waktu (finger\nprint) dan dilakukan pada waktu masuk dan pulang kerja serta dilakukan oleh\npekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Waktu Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1.Pekerja setelah menjalankan pekerjaan selama 4 (empat) jam terus menerus\ndiberikan waktu istirahat selama 60 (enam puluh) menit dan dalam hal tertentu\ndapat disesuaikan menurut situasi kerja. Kekurangan jam istirahat\ndiperhitungkan sebagai jam kerja lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam jam istirahat semua pekerja diperbolehkan untuk istirahat diluar\narea perusahaan dengan mematuhi mekanisme peraturan yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjalanan dinas adalah perjalanan yang dilakukan oleh pekerja untuk\nmelakukan tugas perusahaan ke suatu tempat diluar lokasi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang diberikan tugas oleh pengusaha untuk melaksanakan perjalanan\ndinas maka kepadanya diberikan uang perjalanan dinas yang memadai (biaya\ntransportasi dan akomodasi)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pekerja dalam melaksanakan perjalanan dinas melebihi jam kerja\nyang telah ditentukan oleh perusahaan maka kelebihan jam kerja tersebut\ndiperhitungkan sebagai jam kerja lembur. Dalam hal pekerja melaksanakan\nperjalanan dinas melebih satu hari satu malam (menginap), maka perhitungan jam\nkerja lemburnya berlaku hanya pada saat dimana pekerja tersebut bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Waktu Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Kerja lembur adalah pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja diluar jam kerja\nyang ditetapkan oleh perusahaan atau yang dilakukan pada hari libur mingguan\natau hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk melakukan kerja lembur harus ada perintah tertulis dari pengusaha\ndan persetujuan tertulis dari pekerja yang bersangkutan (Surat Perintah\nLembur).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pada dasarnya kerja lembur adalah bersifat sukarela bagi pekerja, untuk\nhal-hal tertentu sebagai berikut maka kerja lembur menjadi wajib bagi pekerja\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Apabila pekerjaan yang tidak terselesaikan akan menimbulkan kerusakan\nfatal bagi perusahaan atau dapat mengganggu kelancaran produksi atau\nmembahayakan kesehatan dan keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Apabila pekerjaan harus diselesaikan dengan segera agar tidak\nmengakibatkan kerugian bagi perusahaan atau pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perhitungan upah lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Prinsip dasar perhitungan upah lembur :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan Kepmenakertrans nomor : 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004, prinsip dasar\nperhitungan upah lembur diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii. Tarif upah lembur per jam adalah 1\u002F173 x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iii. Upah sebulan ialah gaji\u002Fupah pokok ditambah dengan tunjangan-tunjangan\ntetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>b) Perhitungan upah lembur adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Pada hari kerja biasa\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk lembur 1 (satu) jam pertama= 1,5 x upah sejam\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk lembur jam kedua dan seterusnya= 2,0 x upah sejam\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp>ii.Pada hari libur resmi pemerintah atau hari libur mingguan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>7 (tujuh) jam pertama= 2,0 x upah sejam\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam ke -8 (delapan)= 3,0 x upah sejam\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam ke-9 (Sembilan) dan seterusnya= 4,0 x upah sejam\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>iii.Pada hari libur resmi sampai pemerintah yang jatuh pada hari kerja\nterpendek :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>5 (lima) jam pertama= 2,0 x upah sejam\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam ke-6 (enam)= 3,0 x upah sejam\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam ke-7 (tujuh) dan seterusnya= 4,0 x upah sejam\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Hari Libur Mingguan dan Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>1.Hari libur mingguan yaitu 1 (satu) atau 2 (dua) hari dimana pekerja\ndiberikan istirahat setelah menjalankan pekerjaan selama 6 (enam) atau 5 (lima)\nhari berturut-turut.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila pergantian libur yang terjadi pada kerja shift terdapat selisih\nyang melebihi hari kerja normal maka kelebihan jam kerjanya dianggap sebagai\njam kerja lembur dan tercatat dalam struktur gaji sebagai lembur masuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>3.Pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah, pekerja dibebaskan\ndari pekerjaannya dengan tetap mendapat upah. Libur resmi yang dimaksud sesuai\ndengan keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Agama dan\nMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22: Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Masa kerja yang telah memiliki masa kerja 12 (dua belas) bulan\nberturut-turut diberikan cuti selama 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapat\nupah penuh sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003 pasal 79 tentang istirahat\ntahunan bagi buruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Cuti tahunan dilaksanakan atas persetujuan atasan langsung dengan\nmengajukan permohonan terlebih dahulu, selambat-lambatnya 1 (satu) minggu\nsebelum waktu pelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan berhak mengatur pengambilan cuti tahunan untuk menjamin\nproduktifitas perusahaan tetap terjaga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hak cuti tahunan tidak dapat diuangkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Jika cuti tidak diambil atau tidak dipergunakan dalam waktu 12 bulan sejak\ntimbulnya hak cuti maka hak cuti tersebut gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Istirahat Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan hari kedua\nwaktu haid dan selama menjalankan istirahat haid upah tetap dibayar. Hal ini\nharus dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter\u002FPetugas Medis\u002FBidan rujukan\ndari klinik rujukan BPJS.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002Fburuh wanita yang bekerja pada hari pertama dan atau hari kedua\nmasa haid merasakan sakit, maka perusahaan menyediakan klinik untuk\nberistirahat\u002Ftidak bekerja dan apabila dalam proses pengobatan dapat sembuh\nrasa sakitnya berkelanjutan, pekerja yang bersangkutan diberikan ijin pulang\ndengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja wanita yang masuk kerja pada hari pertama dan hari kedua masa\nhaid, akan mendapatkan premi haid sebesar Rp. 50.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Cuti Bersalin dan Keguguran Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cp>1.Bagi pekerja wanita yang hamil perusahaan akan menempatkan pekerja\ntersebut pada tempat kerja yang ringan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>2.Pekerja wanita diberi istirahat selama 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan\nsesudah melahirkan berdasarkan keterangan dokter\u002Fbidan dengan mendapat upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3.Pekerja wanita yang mengalami gugur kandungan dan dinyatakan dengan surat\nketerangan dokter\u002Fbidan berhak istirahat selama 1,5 bulan dengan mendapat\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Perpanjangan cuti bersalin atau cuti keguguran, dapat diberikan\nberdasarkan surat keterangan dokter yang merawatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Upah selama cuti hamil atau bersalin dibayarkan sesuai dengan mekanisme\nyang sudah ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Istirahat sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang tidak melakukan pekerjaan karena sakit, menurut surat\nketerangan dokter yang sah maka pekerja tersebut dapat beristirahat dengan\nmendapatkan upah sesuai dengan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang mengalami sakit sehingga memerlukan istirahat panjang sesuai\ndengan surat keterangan dokter yang sah tetap mendapatkan upah sesuai dengan\nperaturan dan atau perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Surat Keterangan Dokter yang sah dimaksud pada ayat 1 dan 2 adalah SKD\ndari klinik atau Dokter yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan &amp; BPJS\nKetenagakerjaan, yang sesuai dengan klinik yang dipilih oleh Pekerja sebagai\nklinik PPK I yang apabila tidak dapat ditangani oleh klinik PPK I akan dirujuk\nke Rumah Sakit yang juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan BPJS\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerja menyerahkan SKD dari RS\u002Fklinik atau Dokter yang bukan\nrujukan atau tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan maka dianggap sebagai\nijin biasa dengan tidak mendapat upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila pekerja dalam tenggang waktu yang diatur dalam perundangan belum\ndapat melakukan pekerjaan, maka pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan\nkerja yang pelaksanaannya sesuai dengan peraturan dan atau perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan dengan Mendapat Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1. Pekerja diberikan ijin meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah penuh\ndalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pekerja menikah diberi ijin selama : 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pekerja menikahkan anak diberi ijin selama : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>c) Anggota keluarga pekerja meninggal dunia (orang tua, mertua, anak,\nmenantu, suami\u002Fistri, saudara kandung) diberi ijin selama : 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>d) Isteri pekerja melahirkan diberi ijin selama : 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e) Isteri pekerja keguguran diberi ijin selama : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Anak bekerja dikhitan diberi ijin selama : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Anak pekerja dibabtiskan diberi ijin selama : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i) Pekerja dipanggil oleh yang berwajib sebagai saksi atau tugas Negara\nselama diperlukan dengan disertai bukti yang otentik dari isntansi terkait\nsepanjang diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j) Pekerja sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan dengan surat\ndokter dari klinik\u002Fdokter rujukan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k) Musibah kebakaran, banjir dan bencana alam lainnya, maka yang\nbersangkutan diberikan ijin selama : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l) Perusahaan mendapatkan halangan sehingga pekerja tidak dapat melaksanakan\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila kejadian-kejadian tersebut diatas terjadi pada hari libur resmi yang\nditetapkan pemerintah, maka ijin yang diberikan tidak mengurangi ijin yang\ndimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ijin meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah penuh sebagaimana\ndimaksud pada ayat 1 disebut juga dispensasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Tanpa Mendapat Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam keadaan tertentu, dimana hak cuti tahuanan pekerja sudah tidak ada,\nmaka pekerja dapat mengajukan ijin meninggalkan pekerjaan kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Atas pengajuan pekerja dan seijin atasannya, pekerja dapat diberikan ijin\nuntuk meninggalkan pekerjaan untuk kepentingan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Ujian akademik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Mengunjungi keluarga yang tertimpa musibah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Mengurus surat surat penting yang tidak dapat diwakilkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk kepentingan kepentingan pada ayat 2 di atas harus diserta dengan\nbukti yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>Upah adalah suatu kewajiban pengusaha yang diterima pekerja sebagai imbalan\nuntuk sesuatu pekerjaan atas jasa yang telah atau akan dilakukan, dinyatakan\natau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan atau\nperaturan perundangan dan dibayarkan atas dasar perjanjian antara pengusaha\ndengan pekerja, termasuk tunjangan baik untuk pekerja sendiri maupun\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Unsur-unsur upah terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Tunjangan tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Tunjangan tidak tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Tunjangan Tetap\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan tetap adalah tunjangan yang tidak dipengaruhi oleh\nketidakhadiran kerja yang bersifat tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan tetap terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Tunjangan jabatan adalah tunjangan yang diberikan oleh perusahaan kepada\npekerja berdasarkan jabatan tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Besarnya tunjangan jabatan yang diberikan kepada pekerja dengan jabatan\npaling rendah karu, coordinator dan Supervisor akan diberitahukan kepada yang\nbersangkutan saat pengangkatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Apabila seorang pekerja yang menduduki jabatan tertentu terkena demosi,\nmaka tunjangan jabatannya akan dibatalkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Besaran tunjangan jabatan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepala Regu : Rp. 100.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Coordinator : Rp. 150.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Supervisor : Rp. 200.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan tidak tetap adalah suatu imbalan yang diterima oleh pekerja secara\ntidak tetap jumlahnya dan teratur pembayarannya dengan dipengaruhi kehadiran,\nyaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>1.Premi malam adalah premi yang diberikan kepada pekerja yang bekerja pada\nshift malam (23.00 – 07.00) sebesar Rp. 6.000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Premi hadir adalah uang yang diberikan kepada pekerja\u002Fburuh apabila hadir\npenuh dalam satu periode pembayaran gaji. Besarnya premi hadir Rp. 25.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Insentif\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Uang yang diberikan kepada pekerja\u002Fburuh yang bersiat tidak tetap, dan\ndiberikan berdasarkan penilaian atasan\u002Fpimpinan atas kerja, loyalitas tanggung\njawab kerja dan prestasi kerja yang baik dari pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Sistem Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Upah pekerja\u002Fburuh dibayarkan pada tanggal akhir bulan setiap bulannya,\napabila akhir bulan bertepatan dengan hari Minggu atau hari libur resmi maka\npembayaran dilaksanakan satu hari sebelumnya. Dalam keadaan tertentu dimana\nperusahaan tidak bisa melakukan pembayaran sebagaimana ketentuan dimaksud, maka\nakan diberitahukan kepada pekerja sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran kekurangan jumlah upah diperhitungkan pada pembayaran upah\nbulan berikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Complain kekurangan pembayaran upah dilakukan setiap tanggal 4 s\u002Fd tanggal\n8 setiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Pemotongan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemotongan langsung terhadap upah pekerja\u002Fburuh dapat dilakukan pengusaha\nberdasarkan peraturan perundangan yang berlaku serta pemotongan yang didasarkan\npada hasil musyawarah antara pengusaha dengan Serikat Pekerja\u002FSerikat buruh,\npemotongan tersebut adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Iuran anggota Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh (COS)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk iuran point 2 diberikan kepada pengurus masing-masing paling lambat\ntanggal 15 setiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Pajak Penghasilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pajak upah pendapatan (income tax) ditangani oleh karyawan sesuai dengan\nperaturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan berkewajiban memberikan bukti pembayaran pajak yang ditanggung\npekerja sesuai dengan peraturan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>1.Pekerja yang sakit dengan surat keterangan dokter untuk waktu yang lama\ndan terus menerus sehingga tidak dapat bekerja, pembayaran upahnya sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu lama dan tidak dapat bekerja yang\ndisertai dengan surat keterangan dokter dan dapat diterima oleh perusahaan maka\nupahnya dibayar sesuai dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) 4 (empat) bulan pertama upah dibayar 100%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) 4 (empat) bulan kedua upah dibayar 75%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) 4 (empat) bulan ketiga upah dibayar 50%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% sebelum PHK dilakukan oleh\nperusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2.Apabila sudah 12 (dua belas) bulan pekerja tersebut tidak mampu melakukan\ntugasnya dikarenakan sakit yang terus menerus dan sesuai dengan surat\nketerangan dokter maka pekerja\u002Fburuh dapat mengajukan pemutusan hubungan\nkerjanya dengan perhitungan disesuaikan\u002Fdisamakan dengan perhitungan pension\nsesuai peraturan yang berlaku Pasal 172 UU No.13\u002F2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Upah Pada Hari Raya\u002FLibur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh tidak wajib bekerja pada hari raya atau libur resmi atau\ncuti bersama seperti dibawah ini yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Tahun Baru 1 Januari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Hari Raya dan cuti bersama Idul Fitri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Hari buruh Nasional 1 Mei\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pekerja bekerja pada hari raya\u002Flibur nasional dan cuti bersama\nIdul Fitri, maka diperhitungkan sebagai jam kerja lembur dan Paket Lebaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Termasuk dalam ketentuan tersebut di atas adalah karyawan all in\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>Besarnya kenaikan upah dirundingkan bersama antara serikat pekerja\u002Fserikat\nburuh dengan pengusaha dan mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku\n(surat Keputusan Gubernur Banten).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan Hari Raya adalah tunjangan yang diberikan oleh perusahaan kepada\npekerja untuk merayakan hari raya\u002Flebaran, diberikan dalam bentuk uang yang\ndibayarkan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sebelum hari raya\u002Flebaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>2.Besarnya tunjangan yang diberikan kepada pekerja diatur berdasarkan masa\nkerjanya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Bagi karyawan\u002Fti yang masa kerjanya 3 bulan atau lebih tetapi kurang dari\n1 tahun akan diberikan secara proporsional, yaitu (Upah : 12) X masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Bagi karyawan\u002Fti yang masa kerjanya satu tahun atau lebih diberikan\nsebesar satu bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Selain tunjangan hari raya, pekerja juga diberikan bingkisan lebaran yang\npemberiannya dilaksanakan sebelum libur hari raya\u002Flebaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitun 30 (tigapuluh) hari sebelum\nhari raya berhak atas Tunjangan Hari Raya yang sesuai dengan Permenaker nomor\n4\u002FMEN\u002F1994.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PENGOBATAN DAN PERAWATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Jaminan Pemeliharaan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>Pengusaha mengikutsertakan seluruh karyawan dan keluarganya ke dalam program\nBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-monitoring\">\u003Cp>1.Panitia Pembina keselamatan dan kesehatan kerja bertugas untuk membina dan\nmengatur pekerja agar memenuhi ketentuan-ketentuan mengenai penyelenggaraan\nkeselamatan dan kesehatan kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>2.Dalam menjalankan tugasnya, panitia Pembina kesehatan dan keselamatan\nkerja melakukan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pendidikan dan penyuluhan kepada pekerja dengan narasumber tenaga ahli\nkeselamatan dan kesehatan kerja maupun dari instansi yang terkait\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pelatihan-pelatihan teknis penanggulangan kebakaran, kecelakaan kerja\nserta pertolongan pertama pada kecelakaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c) Melakukan inspeksi mendadak kepada pekerja berkaitan dengan usaha\npencegahan kecelakaan kerja serat keselamatan dan kesehatan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Menyampaikan informasi-informasi keselamatan dan kesehatan secara\ntertulis melalui media (selebaran, pamphlet, dan atau bulletin)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Seluruh pekerja diwajibkan mengikuti dan mentaati ketentuan ketentuan yang\ndikeluarkan oleh panita Pembina keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Untuk keselamatan dan kesehatan kerja, perusahaan menyediakan sarana yang\nperlu untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan memelihara kesehatan\npekerja dalam perushaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Semua pekerja diwajibkan mentaati peraturan keselamatan kerja dan\nbersamaan dengan itu memperhatikan kesehatannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Bila sedang terjangkit penyakit menular maka perusahaan dapat\nmemerintahkan setiap pekerja untuk mengadakan pencegahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi yang menyatakan keberatan ikut serta dalam pemeriksaan tersebut harus\ndapat mengajukan alasan-alasan yang disetujui oleh dokter perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>5.Dalam hal pelaksanaan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja,\nperusahaan mengacu kepada Undang-Undang nomor 01 tahun 1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Hal-hal Yang wajib Ditaati\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dapat mengambil tindakan yang perlu untuk mencegah terjadinya\nkecelakaan kerja demi keselamatan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang sedang menderita penyakit menular, sakit jiwa atau\nkeadaan penyakitnya akan parah jika ia bekerja, perusahaan dapat memberikan\nlarangan kerja untuk sementara bagi pekerja yang bersangkutan berdasarkan\ndiagnosa dokter yang merawatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>3.Untuk kesehatan dan keselamatan kerja, pekerja diwajibkan mentaati hal-hal\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Tanpa ijin atasan dilarang melepaskan alat pelindung atau mencegah\nkecelakaan kerja atau melakukan perbuatan-perbuatan lain sehingga menyebabkan\nalat-alat tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Tanpa ijin dari atasan dilarang menjalankan mesin atau kendaraan milik\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Diluar ketentuan yang berlak dilarang membersihkan mesin yang sedang\nberjalan atau merubah kecepatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Waktu menjalakan tugas diwajibkan memakai alat pelindung yang telah\nditentukan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e) Tanpa ijin atasan tidak diperkenankan menyalakan api di lingkungan\npabrik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Dilarang merokok di semua area perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Diwajibkan untuk membiasakan diri merapikan tempat kerja, mecegah\nterhalangnya jalan menuju tempat alat-alat pemadam kebakaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Ketika menggunakan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti minyak, karet,\ngas dan lain-lain diwajibkan bertindak berhati hati dalam pemakaian maupun\npenyimpanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i) Terutama keapda pekerja yang bekerja di bagian listrik, las dan sopir\ndiwajibkan mentaati petunjuk-petunjuk mengenai keselamatan kerja yang sudah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Pencegahan Kecelakaan &amp; Keselamatan Kerja, Kebersihan dan\nKeamanan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja diwajibkan ikut menjaga keselamatan kerja, kebersihan,\nkeindahan, ketertiban, keamanan dan ketenangan ditempat kerja masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja wajib memelihara aset milik perusahaan dan dilarang\nmembawa, memindahkan dan meminjamkan barang milik perusahaan tanpa seijin\npimpinan perusahaan atau pihak yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Demi keselamatan kerja setiap pekerja wajib menggunakan alat keselatan\nkerja yang telah disediakan oleh perusahaan serta wajib memeliharanya dengan\nsebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja yang masuk maupun pulang berjalan kaki di area pabrik harus\nmengikuti lajur jalan yang sudah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dilarang membuang sampah atau sisa-sisa makanan dan minuman di sembarang\ntempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap pekerja dilarang menerima tamu tanpa ijin dari pimpinan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap pekerja wajib untuk bersikap sesuai dengan norma-norma social dan\nsopan santun yang berlaku dalam masyarakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja yang membawa kendaraan harap diparkir di tmpat yang sudah\nditentukan kecuali ada ijin dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja yang menggunakan kendaraan bermotor dilarang melawan arah\u002Farus\nyang sudah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pekerja diwajibkan mentaati petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh\natasannya atau oleh pihak-pihak yang mempunyai sangkut paut tugas dengan\npanitia pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Apabila diperlukan maka pekerja diwajibkan mengikuti latihan pencegahan\nkecelakaan dan pemadaman kebakaran dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Ketika terjadi kebakaran atau kecelakaan kerja, pekerja harus mengambil\ntindakan yang cepat dan tepat dan segera melaporkan kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Apabila pekerja\u002Fburuh melihat adanya indikasi akan terjadi kebakaran atau\nkecelakaan kerja wajib melaporkan kepada atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Pencegahan dan Penanggulangan HIV\u002FAIDS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Panitia Pembina keselamatan dan kesehatan kerja dan serikat pekerja\nbekerjasama dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV\u002FAIDS dengan\ncara memberikan informasi dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2.Pengusaha dan serikat pekerja tidak akan melakukan diskriminasi terhadap\npekerja yang terinfeksi HIV\u002FAIDS dalam hal pelayanan kesehatan kerja dan dalam\nhal status hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan dan prosedur penyelesaian hubungan kerja bagi pekerja yang\nterinfeksi HIV\u002FAIDS sama dengan ketentuan dan prosedur penyelesaian hubungan\nkerja bagi pekerja yang sakit terus menerus sehingga tidak bisa melakukan\npekerjaan selama 12 (dua belas) bulan atau lebih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Pakaian Seragam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan satu stel baju seragam setiap tahun dan akan\ndiberikan pada awal Januari setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja berkewajiban menggunakan, menjaga dan memelihara pakaian seragam\nyang diberikan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN DAN BADAN\nPENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.BPJS Kesehatan adalah suatu badan penyelenggara jaminan kesehatan bagi\npekerja\u002Fburuh yang menjadi peserta BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>2.BPJS Ketenagakerjaan adalah suatu badan penyelenggara jaminan social bagi\npekerja\u002Fburuh yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Jaminan Kematian (JKM)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Kesejahteraan pekerja adalah suatu pemenuhan kebutuhan dan atau keperluan\nyang bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik di dalam maupun di luar hubungan\nkerja, yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempertinggi\nproduktifitas kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha wajib mengikutsertakan seluruh karyawan kedalam program BPJS\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan mengacu kepada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) UU nomor 40 Tahun 2004, Tenang Sistem Jaminan Sosial Nasional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) UU Nomor 24 Tahun 2011, Tentang BPJS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) PP nomor 14 tahun 1993 tentang penyelenggaraan program Jaminan Sosial\nTenaga Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Keppres nomor 22 tahun 1993 tentang penyakit yang ditimbulkan akibat\nhubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>3.Ruang lingkup Badan Penyelenggara Jaminan Ketenagakerjaan meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Iuran sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii. Besarnya iuran 0,24% X upah sebulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Iuran ditanggung oleh pekerja dan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii. Besarnya iuran :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja 2% x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Perusahaan 3,7 % x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jaminan kematian :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Iuran sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii.Besarnya iuran 0,3 % x upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>4.Perusahaan wajib membayar terlebih dahulu kepada tenaga kerja tanggungan\nsementara tidak masuk bekerja, sebagai pengganti upah, biaya pengobatan,\nperawatan dan pengangkutan serta pembelian alat-alat bantu\u002Fgantu untuk\nselanjutnya perusahaan akan mendapatkan penggantian dari BPJS berdasarkan\npenetapan jaminan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan berkewajiban menanggung kelebihan biaya pengobatan dan\nperawatan pekerja akibat kecelakaan kerja dari Jaminan kecelakaan kerja yang\ndiberikan BPJS.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Tempat Ibadah Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Peruahaan menyediakan mesjid dan musholla dalam lingkungan perusahaan\nuntuk tempat ibadah dan kegiatan rohani.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penggunaan, perawatan dan pengaturan masjid ditangani oleh dewan\nkemakmuran masjid yang beranggotakan pekerja dari masing-masing bagian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan memberikan kesempatan kepada pekerja yang mampu dalam biaya\nnaik haji untuk menunaikan ibadah haji dengan tidak mengurangi hak-haknya\nsebagai pekerja sesuai dengan ketentuan PP nomor 08 tahun 1981.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja mendapat kebebasan menjalankan ibadah sholat 5 waktu yang\npelaksanaannya diatur oleh pimpinan masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Bantuan Duka\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Segala sesuatu yang menjadi hak pekerja akan diberikan sesuai dengan UU\nNomor 13 tahun 2003 serta mengacu pada peraturan jaminan-jaminan dari BPJS\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Fasilitas-Fasilitas Lain\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan fasilitas antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Fasilitas olahraga yang kegiatannya tidak mengganggu produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Fasilitas air minum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>c) Fasilitas makan atau catering\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan fasilitas makan yang sesuai dengan standar gizi yang\nditentukan Departemen Kesehatan dan tempat makan serta mengatur waktu makan\npekerja. Bagi pekerja yang tidak menggunakan fasilitas makan karena puasa di\nbulan Ramadhan maka pererja tersebut berhak atas uang pengganti yang nilainya\nsesuai dengan harga makan yang berlaku di kantor perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d) Fasilitas rekreasi satu tahun sekali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan tujuan menghilangkan kejenuhan guna memberikan kesegaran kepada\npekerja makan perusahaan memberikan bantuan dalam penyelenggaraan rekreasi\ntahunan yang pelaksanaannya diatur bersama antara pengusaha dan pengurus\nserikat pekerja\u002Fserikat buruh dengan budget Rp. 20.000,- untuk setiap\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Pemberian ekstra fooding untuk shift III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Fasilitas antar jemput untuk karyawan yang masuk pada shift III (pukul\n23.00 s\u002Fd 07.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : TATA TERTIB DAN SANKSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Tata Tertib dan Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sanksi terhadap pelanggaran oleh pekerja dimaksudkan untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Tindakan perbaikan untuk meningkatan kinerja produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Tindakan untuk memperbaiki sikap dan tingkah laku pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Pencegahan masalah sebelum terjadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Penanggulangan masalah yang telah terjadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sanksi harus didasarkan pada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Jenis pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Tingkat kekerapan pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Berat ringannya pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Tata tertib perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Unsur-unsur kesengajaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Berat ringannya pelanggaran tergantung jenis kesalahan yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\" rowspan=\"2\">\u003Cstrong>Jenis kesalahan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"5\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Sanksi\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lisan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ket\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak menggunakan atau mengenakan peralatan dan pakaian pelindung\n        pada waktu melakukan pekerjaan \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak hadir 1 (satu) hari tanpa ada keterangan yang jelas atau masuk\n        akal \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak menjaga kebersihan kerapihak tempat kerja atau peralatan kerja\n        yang menjadi tanggung jawabnya dan membuang sampah atau barang-barang\n        lain secara sembarangan dan tidak pada tempatnya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sudah pernah mendapatkan teguran lisan dari atasan atau pimpinan\n        perusahaan tetapi pekerja mengulangi pelanggaran kembali\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Membawa dan menggunakan handphone di dalam perusahaan tanpa ada ijin\n        dari atasan\u002Fperusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak memakai seragam kerja sesuai standar yang telah ditentukan\n        perusahaan selama berada di lidngkungan perusahaan kecuali ada alasan\n        dan disetujui oleh atasan\u002Fperusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Meninggalkan pekerjaan selama jam kerja tanpa ijin Karu\u002Fatasan yang\n        berwenang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pindah\u002Ftukar shift tanpa ijin tertulis dari atasannya dan tanpa\n        memberitahukan kepada bagian personalia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak memberitahukan dengan segera kepada rekan kerja atasan atau\n        petugas satpam bila mengetahui adanya kecelakaan kerja atau suatu\n        keadaan yang dapat membahayakan terhadap keselamatan kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>10\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mangkir 2 hari berturut-turut atau 3 hari tidak berturut-turut dalam\n        1 periode pembayaran upah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>11\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak menjalankan standar kerja yang telah ditetapkan oleh\n      perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mengulangi perbuatan\u002Fpelanggaran yang sama pada saat Surat peringatan\n        I masih berlaku\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>13\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Merintangi petugas satpam dalam menjalankan tugas mereka untuk\n        memliharan dan menegakkan tata tertib\u002Fperaturan perusahaan di\n        lingkungan perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>14\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Malas dan tidak mau menjalankan instruksi\u002Fperintah yang sesuai dari\n        tugasnya dibagian masing-masing dari atasan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menolak melaksanakan perintah dinas\u002Ftugas luar dari atasan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>16\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Memanjat bangunan pabrik\u002Fmesin tanpa ijin dari atasan pejabat yang\n        berwenang tidak ada hubungannya dengan pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>17\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Memanfaatkan waktu\u002Ffasilitas perusahaan bukan untuk kepentingan\n        perusahaan tanpa ijin dari atasan berwenang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mencoret-coret dan atau\u002Fmerubah semua inventaris\u002Fasset milik\n        perusahaan menjadi bentuk lain yang sesuai dengan standard operasional\n        perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>19\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mangkir 3-4 hari berturut-turut atau 5-6 hari tidak berturut-turut\n        dalam 1 periode pembayaran upah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>20\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Melakukan\u002Fmengulangi pelanggaran yang sama dan atau yang lain pada\n        saat Surat Peringatan 2 masih berlaku\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Membawa rokok, korek api\u002Fpemantik api atau merokok di dalam area\n        perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>22\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mangkir lima hari berturut-turut atau 7 hari tidak berturut-turut\n        dalam 1 periode pembayaran upah diberi SP3 dengan keterangan dianggap\n        mengundurkan diri setelah dipanggil secara patut\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>23\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mengendarai\u002Fmenjalankan mobil\u002Ffasilitas dan alat transport yang lain\n        tanpa wewenang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menolak untuk diperiksa oleh petugas satpam pada saat jam pulang\n        istirahat dan pulang kerja \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>25\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dengan sengaja atau lalai mengakibatkan diriya atau teman sekerja\n        atau pimpinan perusahaan dalam keadaan bahaya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>26\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mengadakan rapat-rapat, pertemuan-pertemuan menghasut teman sekerja,\n        menempel atau mengedarkan pamphlet, selebaran, poster, membuat\n        coret-soret yang berkaitan dengan provokasi tanpa ijin dari\n      perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>27\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Memasuki atau keluar dari lingkungan perusahaan dengan cara tidak\n        melalui pintu yang telah ditentukan kecuali dalam keadaan emergency\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>28\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mempermainkan atau memperlakukannya sacara serampangan atau\n        memindahkan APAR, Hydrant, alarm dari lokasi yang telah ditentukan\n        tanpa ijin atau perintah pimpinan perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>29\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mempermainkan mesin absensi karyawan atau mengubah setelan mesin\n        absensi atau membuat coret coretan pada mesin absen finger\n      perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Merobek, mencoret-soret atau mengambil pengumuman atau sejenisnya\n        yang ditempel pada papan pengumuman, kecuali petugas yang ditunjuk oleh\n        perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>31\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menolak untuk diperiksa kesehatan oleh dokter yang ditunjuk\n      perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>32\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidur di waktu jam kerja\u002Fdalam keadaan dinas dilingkungan perusahaan,\n        kecuali sakit dengan sepengetahuan atasan terkait \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>33\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menggunakan mesin atau alat kerja bukan untuk kepentingan\n      perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>34\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mengoperasikan mesin alat secara tidak benar yang membahayakan diri\n        sendiri\u002Forang lain atau menimbulkan kerugian bagi perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>v\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Keterangan : Masa berlaku surat Peringatan adalah untuk jangka waktu paling\nlama 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan Pekerja yang dapat diberikan skorsing adalah\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang melakukan pelanggaran tata tertib berturut-turut dan tidak\nberusaha memperbaiki diri walaupun sudah diberikan teguran lisan atapun surat\nteguran, surat peringatan I, II, III sehingga dikenai sanksi skorsing untuk\nproses pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemberian upah\u002Fgaji selama masa skorsing mengacu kepada peraturn\nperundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan yang dikenai sanksi skorsing tidak diperkenankan untuk masuk area\nperusahaan kecuali atas ijin dari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Pengusaha wajib melayani dan mencari jalan penyelesaian keluh kesah yang\ndisampaikan pekerja, apabila pekerja yang bersangkutan merasa dirugikan atau\nmendapat perlakukan yang tidak sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang\nberlaku, setiap keluhan harus diselesaikan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya\ndengan jalan musyawarah dan menurut ketentuan peraturan perundangan guna\nmenghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak dan pada\nhakikatnya harus ada saling pengertian yang mendalam sehingga kedua bela pihak\ntidak merasa dirugikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Tata Cara Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap keluhan pekerja pertama kali dibicarakan dengan atasan langsung\npekerja untuk diselesaikan secara musyawarah dengan tata cara yang tertib dalam\njangka waktu maksimal 7 (tujuh) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila keluh kesah pekerja tidak dapat diselesaikan, maka dengan\nsepengetahuan atasannya pekerja dapat mneruskan kepada atasan yang lebih tinggi\ndalam jangka waktu maksimal 7 (tujuh) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sedapat mungkin keluh kesah dapat diselesaikan pada tingkatan ini, tetapi\napabila tidak dapat memuaskan para pihak, maka persoalan tersebut diselesaikan\nsecara bersama sama dengan Serikat Pekerja\u002FSerikat buruh secara bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dan apabila tidak dapat diselesaikan secara bipartit, maka penyelesaiannya\nsesuai dengan prosedur UU No. 02 tahun 2004\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan hubungan kerja dapat terjadi dalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pekerja sendiri meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pekerja sudah mencapai batas usia kerja\u002Fpensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Pekerja mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Pekerja sakit terus menerus lebih dari 12 (dua belas) bulan yang\ndinyatakan dengan surat keterangan dokter rujukan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Perusahaan terpaksa mengurangi tenaga kerja (missal reorganisasi,\nrasionalisasi)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>2.Pemutusan Hubungan kerja dilarang karena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter\nselama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus menerus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban\nterhadap Negara sesuai dengan kententuan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Pekerja menikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Pekerja wanita hamil, melahirkan, gugur kandungan atau menyusui bayi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f) Pekerja mempunyai pertalian darah dan\u002Fatau ikatan perkawinan dengan\npekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Pekerja menjadi anggota dan\u002Fatau pengurus serikat Pekerja, pekerja\nmelakukan kegiatan serikat pekerja diluar jam kerja atau di dalam jam kerja\natas kesepakatan pengusaha atau berdasarkan ketentuan yang diatur dalam\nperjanjian kerja bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Pekerja yang mengadukan pengusaha kepada pihak yang berwajib mengenai\nperbuatan pengusaha yang melakukan tindak pidana kejahatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i) Karena perbedaaan paham, agama, aliran politik, suku, warna kulit,\ngolongan, jenis kelamin, kondisi fisik atau status perkawinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j) Pekerja dalam keadaan cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau\nsakit karena hubungan kerja yang menurut surat keterangan dokter yang jangka\nwaktu penyembuhanannya belum dapat dipastikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang putus ubungan kerjanya, maka pekerja tersebut\nmendapatkan hak-haknya sesuai dengan UU Nomor 13 tahun 2003, yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya setelah terbukti secara sah\nmelakukan kesalahan berat berdasarkan keputusan hakim pidana yang telah\nmempunyai kekuatan hukum tetap sebagaimana diatur dalam UU Nomor 13 tahun 2003\npasal 158, berhak atas uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_dismissal_type\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>b) Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena melakukan kesalahan\ndiluar kesalahan-kesalahan berat, hanya dapat dilakukan setelah pekerja\nmendapatkan surat peringatan pertama, kedua dan ketiga secara berturut-turut,\nberhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian\nhak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c) Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena pengajuan pekerja atas\ntindakan tindakan pengusaha yang tercantum dalam pasal 169 ayat 1 butir a s\u002Fd f\nUU nomor 13 tahun 2003, berhak atas 2 (dua) kali uang pesangon, 1 (satu) kali\nuang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Pekerja yang putus hubungan kerjanya karena mengundurkan diri, berhak\natas uang penggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya bukan karena melakukan\nkesalahan tetapi pekerja tersebut dapat menerima, berhak atas 2 (dua) kali uang\npesangon, 1 (satu) kali uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian\nhak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Pekerja yang putus hubungan kerjanya karena meninggal dunia, ahli\nwarisnya berhak atas 2 (dua) kali uang pesangon, 1 (satu) kali uang penghargaan\nmasa kerja dan uang penggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena sakit terus menerus atau\ncacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\nmelampaui batas 12 (dua belas) bulan, berhak atas 2 (dua) kali uang pesangon, 1\n(satu) kali uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Pekerja yang putus hubungan kerjanya karena pension, berhak atas 2 (dua)\nkali uang pesangon, 1 (satu) kali uang penghargaan masa kerja dan uang\npenggantian hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Tunjangan Untuk Keluarga Pekerja atau Pekerja Yang ditahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja ditahan oleh pihak berwajib karena diduga melakukan\ntindak pidana bukan atas pengaduan pengusaha, tidak wajib membayar upah tetapi\nwajib memberikan bantuan kepada keluarga yang menjadi tanggungannya dengan\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Untuk 1 (satu) orang tanggungan : 25% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Untuk 2 (dua) orang tanggungan : 35% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Untuk 3 (tiga) orang tanggungan : 45% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Untuk 4 (empat) orang tanggungan : 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diberikan untuk paling lama 6\n(enam) bulan takwim terhitung sejak hari pertama pekerja ditahan oleh pihak\nyang berwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja yang\nsetelah 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya\nkarena dalam proses perkara pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal pengadilan memutukan perkara pidana sebelum masa 6 (enam) bulan\nsebagaimana dimaksud pada ayat 3 berakhir dan pekerja dinyatakan tidak\nbersalah, maka pengusaha wajib mempekerjakan pekerja kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam) bulan\nberakhir dan pekerja dinyatakan bersalah, maka pengusaha dapat melakukan\npemutusan hubungan kerja kepada pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam hal pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib karena pengaduan\npengusaha, selama ijin pemutusan hubungan kerja belum mendapatkan penetapan\ndari lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial atau Pengadilan,\nmaka pengusaha tetap berkewajiban membayar upah pekerja dan berlaku paling lama\n6 (enam) bulan takwim terhitung sejak hari pertama pekerja ditahan pihak yang\nberwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Prosedur Pengunduran Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang karena alasan tertentu ingin mengundurkan diri dari\nperusahaan dapat mengajukan surat permohonan resmi kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Surat permohonan harus disampaikan secara tertulis sekurang-kurangnya 1\n(satu) bulan sebelum tanggal pengunduran diri tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian\nHak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>1.Besarnya uang pesangon ditetapkan paling sedikit sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Masa kerja kurang dari 1 tahun : 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun : 2 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun : 3 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun : 4 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun : 5 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun : 6 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun : 7 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun : 8 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i) Masa kerja 8 tahun atau lebih : 9 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya uang penghargaan masa kerja ditetapkan paling sedikit sebagai\nberikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun : 2 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun : 3 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun : 4 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun : 5 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun : 6 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun : 7 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun : 8 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Masa kerja 24 tahun atau lebih : 10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Uang penggantian hak meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ke tempat dimana\npekerja diterima bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan sebesar\n15% (lima belas seperseratus) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa\nkerja apabila masa kerjanya telah memenuhi syarat untuk mendapatkan uang\npenghargaan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Pendidikan dan Latihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>1.Di dalam mewujudkan hubungan Industrial Indonesia, pengusaha\nmenyelenggarakan program peningkatan sikap berfikir, mental spiritual maupun\npengetahuan dan keterampilan pekerja dengan cara sitematis\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>2.Dalam rangka meningkatkan kesadaran berorganisasi untuk memahami masalah\nperburuhan, Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh akan menyelenggarakan pendidikan\nperburuhan, untuk hal tersebut pengusaha membantu sesuai dengan\nkemampuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh mengadakan pendidikan serta\nkegiatan kerohanian guna meningkatkan sikap mental pekerja yang baik dan\nbermanfaat bagi perusahaan dan pekerja itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pendidikan dan latihan kerja diselenggarakan sesuai dengan system pekerja,\nterutama dalam menunjang alih teknologi dan pengetahuan yang diadakan didalam\nmaupun diluar perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha membantu dalam kegiatan kewanitaan yang bermanfaat, terutama\nbagi pekerja wanita.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : MASA BERLAKU PKB, PERUBAHAN DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cp>1.Masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama ini adalah 2 (dua) tahun yaitu\ntanggal 27 Oktober 2014 sampai dengan tanggal 27 Oktober 2016\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perubahan atau kesepakatan perpanjangan Perjanjian Kerja Bersama ini dapat\ndilakukan paling cepat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya masa berlaku\nPerjanjian Kerja Bersama. Para pihak memberitahukan keinginan perubahan atau\nperpanjangan tersebut melalui pemberitahuan tertulis kepada pihak lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Larangan Untuk Mengadakan Pembatalan Sepihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha maupun Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh selama berlakunya Perjanjian\nKerja Bersama ini tidak dapat mengadakan pembatalan sepihak terhadap isi\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Peraturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hal-hal yang belum diatur secara jelas dalam Perjanjian Kerja Bersama ini,\nakan dirundingkan antara Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh dengan pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jika dalam masa berlaku perjanjian kerja bersama terdapat\nkesepakatan-kesepakatan lain yang belum diatur dalam PKB. Maka\nkesepakatan-kesepakatan tersebut secara hukum menjadi aturan tambahan\n(addendum) dan\u002Fatau menjadi lampiran-lampiran yang tidak terpisahkan dari isi\nperjanjian kerja bersama ini serta mempunyai kekuatan hukum yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila ada perbedaan pendapat antara kedua belah pihak mengenai\npenafsiran dalam Perjanjian Kerja Bersama ini maka hal itu akan dirundingkan\ndalam musyawarah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini beserta seluruh lampirannya ditandatangani oleh\nkedua belah pihak serta dinyatakan berlaku sejak disahkan oleh Dinas Tenaga\nKerja Kab. Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditetapkan : Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada tanggal: 27 Oktober 2014\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Cp>Pihak Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Spinmil Indah Indsutry\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wiryadi Gunawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Direktur\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-casignemployees\">\u003Cp>Pihak Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PUK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Isrowi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PK Garteks SBSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Didik Supriyadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003Cp>Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>H. BANTENG INDARTO, SH.,M.Si\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembina tk I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP. 195906271988101001\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            ",{"contracttrialperiod":46,"severance_number_1_tenure":50,"alternatives":54,"deathrelativesleave":58,"dayspweek":62,"funeralpay":66,"OVERTIME_trigger":70,"maxsicknesspayperc":74,"wageincreasetype":78,"cbaratified":82,"holidaysweeks":86,"casignemployees":90,"schedulesrestpw":94,"sundayallowancetype1":98,"paidmaternityleaveall":102,"incidentalbonustype2":106,"NOCTPREM_trigger":110,"shiftallowanceamount1":114,"coverunion_trigger":116,"menstruationleave":120,"contractseverancepay1":124,"WAGES_trigger":126,"jobsecuritymothers":130,"hourspday_select":134,"maxsicknesspay":138,"ONCERISE_trigger":140,"paidpaternityleavepayperc":142,"STRUCINCR_trigger":146,"severance":148,"TRAINING_trigger":150,"hourspweek":154,"TRADEUNLEAV_trigger":156,"SICDIS_trigger":160,"cbamemother":164,"code_application":166,"coveroccup1":170,"coveroccup3":172,"mealvouchers":174,"trainingprogrammes":178,"contractseverancepay":182,"paidmaternityleaveduration":186,"overtimeallowanceperc1_general":188,"coveragegroup3":190,"coveragegroup1":192,"pregnancy":194,"discrimination":196,"cbadate_start":200,"holidaysdays":204,"maxsicknesspaytype":206,"shiftallowancetype":208,"healthinsurance":210,"sundayallowancetype":214,"protectiveclothing":216,"healthandsafetypolicy":220,"overtimeallowancetype1":224,"contracttrial":226,"sicknesspay":228,"incidentalbonustype":230,"dayspweek_select":232,"healthinsurancerelatives":234,"paidpaternityleave":236,"cbadate_start_date":240,"sicknessmaxdaysnr":242,"overtimeallowancetype_general":246,"sundayallowanceperc1":248,"cbaratificationdate":250,"overtimeallowancetype":254,"disabilityfund":256,"paidpaternityleaveduration":260,"disabilitypay":262,"cbadate_end":266,"severance_number":268,"wageincreasetype2":270,"hourspweek_select":272,"severance_dismissal_type":274,"hourspday":276,"monitoring":278,"cbadate_end_date":282,"maternityotherclause":284,"incidentalbonusdays1":288,"SOCSEC_trigger":290,"cbasignsinglesignatory":294,"SUNDAY_trigger":298,"healthandsafetytraining":300,"sicknessmaxdays":304,"overtimeallowanceperc1":306,"paidpaternityleavepay":308,"SCHEDULE_trigger":310,"shiftallowancetype1":314,"bankholidays1":316,"paidmaternityleave":320,"PAIDLEAV_trigger":322,"deathrelatives":324},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"contracttrialperiod","1.Calon pekerja diterima sebagai pekerja","1.Calon pekerja diterima sebagai pekerja waktu tertentu dengan masa\npercobaan selama-lamanya 3 (tiga) bulan terhitung sejak ia mulai bekerja di\nperusahaan.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"severance_number_1_tenure","1.Besarnya uang pesangon ditetapkan pali","1.Besarnya uang pesangon ditetapkan paling sedikit sebagai berikut :\n\na) Masa kerja kurang dari 1 tahun : 1 bulan upah\n\nb) Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun : 2 bulan\nupah\n\nc) Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun : 3 bulan\nupah\n\nd) Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun : 4 bulan\nupah\n\ne) Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun : 5 bulan\nupah\n\nf) Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun : 6 bulan\nupah\n\ng) Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun : 7 bulan\nupah\n\nh) Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun : 8 bulan\nupah\n\ni) Masa kerja 8 tahun atau lebih : 9 bulan upah",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"alternatives","1.Bagi pekerja wanita yang hamil perusah","1.Bagi pekerja wanita yang hamil perusahaan akan menempatkan pekerja\ntersebut pada tempat kerja yang ringan.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"deathrelativesleave","c) Anggota keluarga pekerja meninggal du","c) Anggota keluarga pekerja meninggal dunia (orang tua, mertua, anak,\nmenantu, suami\u002Fistri, saudara kandung) diberi ijin selama : 2 hari",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"dayspweek","Mulai hari senin sampai dengan Sabtu dan","Mulai hari senin sampai dengan Sabtu dan hari Minggu ditetapkan sebagai hari\nlibur mingguan, namun dapat ditentukan lain sesuai kebutuhan perusahaan dengan\nmemperhatikan ketentuan waktu kerja 40 jam seminggu.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"funeralpay","2.BPJS Ketenagakerjaan adalah suatu bada","2.BPJS Ketenagakerjaan adalah suatu badan penyelenggara jaminan social bagi\npekerja\u002Fburuh yang meliputi :\n\na) Jaminan Hari Tua (JHT)\n\nb) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n\nc) Jaminan Kematian (JKM)",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"OVERTIME_trigger","b) Perhitungan upah lembur adalah sebaga","b) Perhitungan upah lembur adalah sebagai berikut :\n\ni. Pada hari kerja biasa\n\n  Untuk lembur 1 (satu) jam pertama= 1,5 x upah sejam\n  Untuk lembur jam kedua dan seterusnya= 2,0 x upah sejam",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"maxsicknesspayperc","Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu","Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu lama dan tidak dapat bekerja yang\ndisertai dengan surat keterangan dokter dan dapat diterima oleh perusahaan maka\nupahnya dibayar sesuai dengan ketentuan sebagai berikut :\n\na) 4 (empat) bulan pertama upah dibayar 100%\n\nb) 4 (empat) bulan kedua upah dibayar 75%\n\nc) 4 (empat) bulan ketiga upah dibayar 50%\n\nd) Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% sebelum PHK dilakukan oleh\nperusahaan",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"wageincreasetype","Besarnya kenaikan upah dirundingkan bers","Besarnya kenaikan upah dirundingkan bersama antara serikat pekerja\u002Fserikat\nburuh dengan pengusaha dan mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku\n(surat Keputusan Gubernur Banten).",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"cbaratified","Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigra","Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang\n\n\n\n\n\nH. BANTENG INDARTO, SH.,M.Si\n\nPembina tk I\n\nNIP. 195906271988101001",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"holidaysweeks","1.Masa kerja yang telah memiliki masa ke","1.Masa kerja yang telah memiliki masa kerja 12 (dua belas) bulan\nberturut-turut diberikan cuti selama 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapat\nupah penuh sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003 pasal 79 tentang istirahat\ntahunan bagi buruh.",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"casignemployees","Pihak Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh PUK ","Pihak Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\n\nPUK SPSI\n\nIsrowi\n\nKetua\n\n\n\nPK Garteks SBSI\n\nDidik Supriyadi\n\nKetua",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"schedulesrestpw","1.Hari libur mingguan yaitu 1 (satu) ata","1.Hari libur mingguan yaitu 1 (satu) atau 2 (dua) hari dimana pekerja\ndiberikan istirahat setelah menjalankan pekerjaan selama 6 (enam) atau 5 (lima)\nhari berturut-turut.",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"sundayallowancetype1","ii.Pada hari libur resmi pemerintah atau","ii.Pada hari libur resmi pemerintah atau hari libur mingguan:\n\n  7 (tujuh) jam pertama= 2,0 x upah sejam\n  Jam ke -8 (delapan)= 3,0 x upah sejam\n  Jam ke-9 (Sembilan) dan seterusnya= 4,0 x upah sejam",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"paidmaternityleaveall","2.Pekerja wanita diberi istirahat selama","2.Pekerja wanita diberi istirahat selama 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan\nsesudah melahirkan berdasarkan keterangan dokter\u002Fbidan dengan mendapat upah.",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"incidentalbonustype2","2.Besarnya tunjangan yang diberikan kepa","2.Besarnya tunjangan yang diberikan kepada pekerja diatur berdasarkan masa\nkerjanya sebagai berikut :\n\na) Bagi karyawan\u002Fti yang masa kerjanya 3 bulan atau lebih tetapi kurang dari\n1 tahun akan diberikan secara proporsional, yaitu (Upah : 12) X masa kerja\n\nb) Bagi karyawan\u002Fti yang masa kerjanya satu tahun atau lebih diberikan\nsebesar satu bulan upah.",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"NOCTPREM_trigger","1.Premi malam adalah premi yang diberika","1.Premi malam adalah premi yang diberikan kepada pekerja yang bekerja pada\nshift malam (23.00 – 07.00) sebesar Rp. 6.000,-",{"bindId":115,"name":112,"text":113},"shiftallowanceamount1",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"coverunion_trigger","2.Perjanjian Kerja Bersama pada dasarnya","2.Perjanjian Kerja Bersama pada dasarnya berlaku untuk semua pekerja\u002Fburuh\nbaik yang menjadi anggota serikat pekerja\u002Fserikat buruh atau bukan anggota dan\nperusahaan.",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"menstruationleave","1.Pekerja wanita tidak diwajibkan bekerj","1.Pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan hari kedua\nwaktu haid dan selama menjalankan istirahat haid upah tetap dibayar. Hal ini\nharus dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter\u002FPetugas Medis\u002FBidan rujukan\ndari klinik rujukan BPJS.",{"bindId":125,"name":52,"text":53},"contractseverancepay1",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"WAGES_trigger","Upah adalah suatu kewajiban pengusaha ya","Upah adalah suatu kewajiban pengusaha yang diterima pekerja sebagai imbalan\nuntuk sesuatu pekerjaan atas jasa yang telah atau akan dilakukan, dinyatakan\natau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan atau\nperaturan perundangan dan dibayarkan atas dasar perjanjian antara pengusaha\ndengan pekerja, termasuk tunjangan baik untuk pekerja sendiri maupun\nkeluarganya.",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"jobsecuritymothers","2.Pemutusan Hubungan kerja dilarang kare","2.Pemutusan Hubungan kerja dilarang karena :\n\na) Pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter\nselama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus menerus\n\nb) Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban\nterhadap Negara sesuai dengan kententuan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\n\nc) Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya\n\nd) Pekerja menikah\n\ne) Pekerja wanita hamil, melahirkan, gugur kandungan atau menyusui bayi",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"hourspday_select","1.Waktu kerja non shift Hari kerja Jam K","1.Waktu kerja non shift\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Hari kerja\n      Jam Kerja\n      Istirahat\n      Hari Libur\n    \n    \n      Hari I s\u002Fd V \n      08.00-16.00\n      12.00-13.00\n      diatur oleh bagian masing-masing\n    \n    \n      Hari Keenam\n      08.00-13.00\n      Tanpa Istirahat\n      \n    \n    \n      Hari Ketujuh\n      off\n      off\n      \n    \n  \n\n\n  Untuk hari Jumat pekerja\u002Fburuh laki-laki istirahat dimulai jam 11.30 s\u002Fd\n    13.00",{"bindId":139,"name":76,"text":77},"maxsicknesspay",{"bindId":141,"name":108,"text":109},"ONCERISE_trigger",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"paidpaternityleavepayperc","1. Pekerja diberikan ijin meninggalkan p","1. Pekerja diberikan ijin meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah penuh\ndalam hal-hal sebagai berikut :\n\na) Pekerja menikah diberi ijin selama : 3 hari\n\nb) Pekerja menikahkan anak diberi ijin selama : 2 hari\n\nc) Anggota keluarga pekerja meninggal dunia (orang tua, mertua, anak,\nmenantu, suami\u002Fistri, saudara kandung) diberi ijin selama : 2 hari\n\nd) Isteri pekerja melahirkan diberi ijin selama : 2 hari",{"bindId":147,"name":80,"text":81},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":149,"name":52,"text":53},"severance",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"TRAINING_trigger","1.Di dalam mewujudkan hubungan Industria","1.Di dalam mewujudkan hubungan Industrial Indonesia, pengusaha\nmenyelenggarakan program peningkatan sikap berfikir, mental spiritual maupun\npengetahuan dan keterampilan pekerja dengan cara sitematis",{"bindId":155,"name":64,"text":65},"hourspweek",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"TRADEUNLEAV_trigger","4.Serikat pekerja\u002Fburuh dalam memenuhi p","4.Serikat pekerja\u002Fburuh dalam memenuhi panggilan maupun undangan dari\ninstansi pemerintah maupun organisasi serikat pekerja\u002Fburuh lainnya maka\nPimpinan serikat pekerja\u002Fburuh mengajukan izin dan berhak mendapatkan upah\npenuh.",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"SICDIS_trigger","1.Pekerja yang sakit dengan surat ketera","1.Pekerja yang sakit dengan surat keterangan dokter untuk waktu yang lama\ndan terus menerus sehingga tidak dapat bekerja, pembayaran upahnya sebagai\nberikut :",{"bindId":165,"name":92,"text":93},"cbamemother",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"code_application","5.Dalam hal pelaksanaan syarat-syarat ke","5.Dalam hal pelaksanaan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja,\nperusahaan mengacu kepada Undang-Undang nomor 01 tahun 1970.",{"bindId":171,"name":118,"text":119},"coveroccup1",{"bindId":173,"name":118,"text":119},"coveroccup3",{"bindId":175,"name":176,"text":177},"mealvouchers","c) Fasilitas makan atau catering Perusah","c) Fasilitas makan atau catering\n\nPerusahaan menyediakan fasilitas makan yang sesuai dengan standar gizi yang\nditentukan Departemen Kesehatan dan tempat makan serta mengatur waktu makan\npekerja. Bagi pekerja yang tidak menggunakan fasilitas makan karena puasa di\nbulan Ramadhan maka pererja tersebut berhak atas uang pengganti yang nilainya\nsesuai dengan harga makan yang berlaku di kantor perusahaan",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"trainingprogrammes","2.Dalam rangka meningkatkan kesadaran be","2.Dalam rangka meningkatkan kesadaran berorganisasi untuk memahami masalah\nperburuhan, Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh akan menyelenggarakan pendidikan\nperburuhan, untuk hal tersebut pengusaha membantu sesuai dengan\nkemampuannya.\n\n3.Pengusaha dan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh mengadakan pendidikan serta\nkegiatan kerohanian guna meningkatkan sikap mental pekerja yang baik dan\nbermanfaat bagi perusahaan dan pekerja itu sendiri.\n\n4.Pendidikan dan latihan kerja diselenggarakan sesuai dengan system pekerja,\nterutama dalam menunjang alih teknologi dan pengetahuan yang diadakan didalam\nmaupun diluar perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"contractseverancepay","b) Pekerja yang diputuskan hubungan kerj","b) Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena melakukan kesalahan\ndiluar kesalahan-kesalahan berat, hanya dapat dilakukan setelah pekerja\nmendapatkan surat peringatan pertama, kedua dan ketiga secara berturut-turut,\nberhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian\nhak.",{"bindId":187,"name":104,"text":105},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":189,"name":72,"text":73},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":191,"name":118,"text":119},"coveragegroup3",{"bindId":193,"name":118,"text":119},"coveragegroup1",{"bindId":195,"name":56,"text":57},"pregnancy",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"discrimination","2.Pengusaha dan serikat pekerja tidak ak","2.Pengusaha dan serikat pekerja tidak akan melakukan diskriminasi terhadap\npekerja yang terinfeksi HIV\u002FAIDS dalam hal pelayanan kesehatan kerja dan dalam\nhal status hubungan kerja.",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"cbadate_start","1.Masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama ","1.Masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama ini adalah 2 (dua) tahun yaitu\ntanggal 27 Oktober 2014 sampai dengan tanggal 27 Oktober 2016",{"bindId":205,"name":88,"text":89},"holidaysdays",{"bindId":207,"name":76,"text":77},"maxsicknesspaytype",{"bindId":209,"name":112,"text":113},"shiftallowancetype",{"bindId":211,"name":212,"text":213},"healthinsurance","Pengusaha mengikutsertakan seluruh karya","Pengusaha mengikutsertakan seluruh karyawan dan keluarganya ke dalam program\nBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).",{"bindId":215,"name":100,"text":101},"sundayallowancetype",{"bindId":217,"name":218,"text":219},"protectiveclothing","3.Untuk kesehatan dan keselamatan kerja,","3.Untuk kesehatan dan keselamatan kerja, pekerja diwajibkan mentaati hal-hal\nsebagai berikut :\n\na) Tanpa ijin atasan dilarang melepaskan alat pelindung atau mencegah\nkecelakaan kerja atau melakukan perbuatan-perbuatan lain sehingga menyebabkan\nalat-alat tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya.\n\nb) Tanpa ijin dari atasan dilarang menjalankan mesin atau kendaraan milik\nperusahaan\n\nc) Diluar ketentuan yang berlak dilarang membersihkan mesin yang sedang\nberjalan atau merubah kecepatan.\n\nd) Waktu menjalakan tugas diwajibkan memakai alat pelindung yang telah\nditentukan",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"healthandsafetypolicy","1.Untuk keselamatan dan kesehatan kerja,","1.Untuk keselamatan dan kesehatan kerja, perusahaan menyediakan sarana yang\nperlu untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan memelihara kesehatan\npekerja dalam perushaan.\n\n2.Semua pekerja diwajibkan mentaati peraturan keselamatan kerja dan\nbersamaan dengan itu memperhatikan kesehatannya.",{"bindId":225,"name":72,"text":73},"overtimeallowancetype1",{"bindId":227,"name":48,"text":49},"contracttrial",{"bindId":229,"name":76,"text":77},"sicknesspay",{"bindId":231,"name":108,"text":109},"incidentalbonustype",{"bindId":233,"name":64,"text":65},"dayspweek_select",{"bindId":235,"name":212,"text":213},"healthinsurancerelatives",{"bindId":237,"name":238,"text":239},"paidpaternityleave","d) Isteri pekerja melahirkan diberi ijin","d) Isteri pekerja melahirkan diberi ijin selama : 2 hari",{"bindId":241,"name":202,"text":203},"cbadate_start_date",{"bindId":243,"name":244,"text":245},"sicknessmaxdaysnr","2.Apabila sudah 12 (dua belas) bulan pek","2.Apabila sudah 12 (dua belas) bulan pekerja tersebut tidak mampu melakukan\ntugasnya dikarenakan sakit yang terus menerus dan sesuai dengan surat\nketerangan dokter maka pekerja\u002Fburuh dapat mengajukan pemutusan hubungan\nkerjanya dengan perhitungan disesuaikan\u002Fdisamakan dengan perhitungan pension\nsesuai peraturan yang berlaku Pasal 172 UU No.13\u002F2003.",{"bindId":247,"name":72,"text":73},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":249,"name":100,"text":101},"sundayallowanceperc1",{"bindId":251,"name":252,"text":253},"cbaratificationdate","Perjanjian Kerja Bersama ini beserta sel","Perjanjian Kerja Bersama ini beserta seluruh lampirannya ditandatangani oleh\nkedua belah pihak serta dinyatakan berlaku sejak disahkan oleh Dinas Tenaga\nKerja Kab. Tangerang\n\n\n\nDitetapkan : Tangerang\n\nPada tanggal: 27 Oktober 2014",{"bindId":255,"name":72,"text":73},"overtimeallowancetype",{"bindId":257,"name":258,"text":259},"disabilityfund","3.Ruang lingkup Badan Penyelenggara Jami","3.Ruang lingkup Badan Penyelenggara Jaminan Ketenagakerjaan meliputi :\n\na.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n\ni. Iuran sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan\n\nii. Besarnya iuran 0,24% X upah sebulan",{"bindId":261,"name":238,"text":239},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"disabilitypay","4.Perusahaan wajib membayar terlebih dah","4.Perusahaan wajib membayar terlebih dahulu kepada tenaga kerja tanggungan\nsementara tidak masuk bekerja, sebagai pengganti upah, biaya pengobatan,\nperawatan dan pengangkutan serta pembelian alat-alat bantu\u002Fgantu untuk\nselanjutnya perusahaan akan mendapatkan penggantian dari BPJS berdasarkan\npenetapan jaminan.\n\n5.Perusahaan berkewajiban menanggung kelebihan biaya pengobatan dan\nperawatan pekerja akibat kecelakaan kerja dari Jaminan kecelakaan kerja yang\ndiberikan BPJS.",{"bindId":267,"name":202,"text":203},"cbadate_end",{"bindId":269,"name":52,"text":53},"severance_number",{"bindId":271,"name":80,"text":81},"wageincreasetype2",{"bindId":273,"name":64,"text":65},"hourspweek_select",{"bindId":275,"name":184,"text":185},"severance_dismissal_type",{"bindId":277,"name":136,"text":137},"hourspday",{"bindId":279,"name":280,"text":281},"monitoring","1.Panitia Pembina keselamatan dan keseha","1.Panitia Pembina keselamatan dan kesehatan kerja bertugas untuk membina dan\nmengatur pekerja agar memenuhi ketentuan-ketentuan mengenai penyelenggaraan\nkeselamatan dan kesehatan kerja",{"bindId":283,"name":202,"text":203},"cbadate_end_date",{"bindId":285,"name":286,"text":287},"maternityotherclause","3.Pekerja wanita yang mengalami gugur ka","3.Pekerja wanita yang mengalami gugur kandungan dan dinyatakan dengan surat\nketerangan dokter\u002Fbidan berhak istirahat selama 1,5 bulan dengan mendapat\nupah.",{"bindId":289,"name":108,"text":109},"incidentalbonusdays1",{"bindId":291,"name":292,"text":293},"SOCSEC_trigger","1.Pengusaha wajib mengikutsertakan selur","1.Pengusaha wajib mengikutsertakan seluruh karyawan kedalam program BPJS",{"bindId":295,"name":296,"text":297},"cbasignsinglesignatory","Pihak Pengusaha PT. Spinmil Indah Indsut","Pihak Pengusaha\n\nPT. Spinmil Indah Indsutry\n\nWiryadi Gunawan\n\nDirektur",{"bindId":299,"name":100,"text":101},"SUNDAY_trigger",{"bindId":301,"name":302,"text":303},"healthandsafetytraining","2.Dalam menjalankan tugasnya, panitia Pe","2.Dalam menjalankan tugasnya, panitia Pembina kesehatan dan keselamatan\nkerja melakukan hal-hal sebagai berikut :\n\na) Pendidikan dan penyuluhan kepada pekerja dengan narasumber tenaga ahli\nkeselamatan dan kesehatan kerja maupun dari instansi yang terkait\n\nb) Pelatihan-pelatihan teknis penanggulangan kebakaran, kecelakaan kerja\nserta pertolongan pertama pada kecelakaan.",{"bindId":305,"name":244,"text":245},"sicknessmaxdays",{"bindId":307,"name":72,"text":73},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":309,"name":144,"text":145},"paidpaternityleavepay",{"bindId":311,"name":312,"text":313},"SCHEDULE_trigger","1.Pekerja setelah menjalankan pekerjaan ","1.Pekerja setelah menjalankan pekerjaan selama 4 (empat) jam terus menerus\ndiberikan waktu istirahat selama 60 (enam puluh) menit dan dalam hal tertentu\ndapat disesuaikan menurut situasi kerja. Kekurangan jam istirahat\ndiperhitungkan sebagai jam kerja lembur.",{"bindId":315,"name":112,"text":113},"shiftallowancetype1",{"bindId":317,"name":318,"text":319},"bankholidays1","3.Pada hari libur resmi yang ditetapkan ","3.Pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah, pekerja dibebaskan\ndari pekerjaannya dengan tetap mendapat upah. Libur resmi yang dimaksud sesuai\ndengan keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Agama dan\nMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara.",{"bindId":321,"name":104,"text":105},"paidmaternityleave",{"bindId":323,"name":88,"text":89},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":325,"name":60,"text":61},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Spinmill Indah Industry - 2014\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-10-27\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2016-10-27\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2014-10-27\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Spinmill Indah Industry\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        TSK, KSBSI - Federation of Garment, Crafting, Textile, Leather and Shoes\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Isrowi, Didik Supriyadi\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;91&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;1.7 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;6000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[331],{"title":39,"slug":34},[333],{"type":334,"data":335},"call_to_action_body_block",{"title":336,"description":337,"variant":338,"link":339},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":336,"url":340,"description":336,"rel":341,"type":342},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[344],{"type":334,"data":345},{"title":336,"description":337,"variant":338,"link":346},{"title":336,"url":340,"description":336,"rel":341,"type":342},[]]