[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-skf-indonesia-dengan-serikat-pekerja-automotif-mesin-dan-komponen-fspmi-pt-skf":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":241,"content_type_view":242,"extra_breadcrumbs":243,"body":245,"body_blocks":256,"related_pages":260},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":239,"translations":240},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-skf-indonesia-dengan-serikat-pekerja-automotif-mesin-dan-komponen-fspmi-pt-skf","42d7b704-962b-11e4-824a-001e0bbf9952","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-skf-indonesia-dengan-serikat-pekerja-automotif-mesin-dan-komponen-fspmi-pt-skf\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-skf-indonesia-dengan-serikat-pekerja-automotif-mesin-dan-komponen-fspmi-pt-skf\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. SKF Indonesia Dengan Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen FSPMI PT. SKF 2012 - 2013","ba_ID","IDN PT. SKF Indonesia - 2012","Indonesia - IDN PT. SKF Indonesia - 2012","IDN PT. SKF Indonesia - 2012 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"70 - PKB PT. SKF - KSBSI.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New5\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA PT SKF INDONESIA DENGAN SERIKAT PEKERJA AUTOMOTIF\nMESIN DAN KOMPONEN FEDERASI PEKERJA METAL INDONESIA UNIT KERJA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pihak-Pihak Yang Membuat Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PT SKF Indonesia, yang didirikan di Jakarta berdasarkan Akte Notaris Benny\nKristianto, SH. Tanggal 21 April 2005 No.28 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman\ndan HAM Republik Indonesia No.C-23537 HT.01.04.th.2005, tertanggal 24\nAgustus2005, Serta diumumkan di Supplemen No.965 Tambahan Berita Negara No.8\nTanggal 27 Januari 2006.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja\nMetal Indonesia Unit Kerja PT. SKF Indonesia yang telah terdaftar di Departemen\nTenaga Kerja RI dengan Nomor Keputusan: 137\u002FIV\u002FP\u002FVIII\u002F2001 tertanggal O6\nAgustus 2001.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pengertian Dan Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah PT SKF Indonesia, yang didirikan di Jakarta berdasarkan Akte Notaris\nBenny Kristianto, SH. Tanggal 21 April 2005 No.28 dan disahkan oieh Menteri\nKehakiman dan HAM Republik Indonesia No.C-23537 HT.01.04.th.2005, tertanggal 24\nAgustus 2005, serta diumumkan di Supplemen No.965 Tambahan Berita Negara No.8\nTanggal 27 Januari 2006.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pimpinan Perusahaan atau orang yang diberi kuasa melakukan kegiatan\nuntuk dan atas nama Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja\nMetal Indonesia unit kerja PT. SKF Indonesia Jakarta yang mewakili\nanggota-anggotanya yaitu Pekerja yang bekerja di Perusahaan dengan kuasa penuh\ndan berkedudukan di Jl. Inspeksi Cakung drain Cakung Barat, Cakung Jakarta\nTimur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang terikat secara formal dalam suatu hubungan kerja\ndengan Perusahaan dan oleh karenanya menerima upah atau imbalan sebagaimana\ndiatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Keluarga pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seorang isteri\u002Fsuami pekerja yang sah menurut Peraturan\nPerundang-undangan yang berlaku dan yang tercantum dalam surat\u002Fakta nikah\u002Fakta\ncatatan sipil dan atau anak-anak pekerja yang sah yang disertai dengan surat\nkelahiran\u002Fcacatan sipil dan atau surat keterangan yang sah dari pihak yang\nberwenang yang menjadi tanggungan pekerja sebagaimana terdaftar pada\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Anak pekerja yg menjadi Tanggungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah anak yang sah dari Pekerja yang masih menjadi tanggungan Pekerja serta\nmemenuhi ketentuan dibawah ini, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Berusia sampai batas umur 23 (dua puluh tiga) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Belum menikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Belum mempunyai penghasilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Telah terdaftar di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah isteri\u002Fsuami, anak-anak yang sah dari Pekerja dan terdaftar di\nPerusahaan dan atau orang yang ditunjuk mendapatkan warisan sesuai dengan\nperaturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah masuk kerja dari hari senin sampai dengan jumat atas dasar 8\n(delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu, tidak termasuk hari\nistirahat mingguan dan hari libur resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Jam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jam-jam yang telah ditetapkan pada hari kerja dan Pekerja wajib\nberada ditempat kerja untuk melaksanakan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>10.Hari Istirahat Mingguan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari Sabtu dan Minggu terkecuali untuk jenis pekerjaan yang sifatnya\nkhusus.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>11.Hari Libur Resmi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari-hari libur yang ditentukan Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah bekerja melebihi ketentuan jam kerja menurut Undang-undang atau\nbekerja diluar hari\u002Fjam kerja yang pada dasarnya bersifat sukarela.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pimpinan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah atasan yang mempunyai wewenang memberi perintah kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jangka waktu pekerja bekerja diperusahaan, terhitung sejak tanggal\npertama surat keputusan penerimaan sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Surat Teguran \u002F Peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah surat yang dikeluarkan oleh Perusahaan karena adanya tindakan atau\nperbuatan yang melanggar ketentuan PKB dan atau Peraturan Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tugas dan wewenang yang diberikan oleh perusahaan kepada pekerja\nsesuai dengan fungsi dan tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini terbatas mengenai hal-hal yang umum, tanpa\nmengurangi hak-hak Perusahaan dan Serikat Pekerja sejauh tidak bertentangan\ndengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi semua Pekerja PT. SKF\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Hal-hal yang bersifat teknis yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari\nisi Perjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dalam ketentuan tersendiri\ndenganberlandaskan dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk hal-hal yang tidak tercantum didalam PKB, diatur oleh ketentuan\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Peraturan-peraturan tambahan yang sifatnya untuk memperlancar jalannya\npekerjaan dapat diadakan oleh Perusahaan selama tidak bertentangan dengan\nketentuan-ketentuan yang termasuk dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Kewajiban Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan maupun Serikat Pekerja dan atau pihak-pihak lain yang mempunyai\nkepentingan dengan adanya Perjanjian ini, baik isi maupun maknanya,\nberkewajiban untuk mematuhi dan mentaati semua ketentuan yang telah ditetapkan\ndalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengumuman yang dikeluarkan Serikat Pekerja, tembusannya dikirim ke\nPerusahaan \u002F Human Resource &amp; General Affair.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengumuman untuk seluruh Pekerja yang dikeluarkan Perusahaan \u002F Human\nResource &amp; General Affair tembusannya dikirim ke Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban memelihara dan menjaga\ntegaknya tata tertib Perusahaan dalam meningkatkan produktivitas (hasil guna)\ndan efisiensi (daya guna).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban mensosialisasikan isi PKB\nkepada seluruh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila salah satu pihak tidak menjalankan kewajibannya\u002Flalai maka pihak\nlaindapat menindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Pengakuan Hak-Hak Perusahaan Dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mengakui bahwa Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen\nFederasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Unit Kerja PT. SKF Indonesia adalah\norganisasi yang saat ini sah mewakili, bertindak untuk dan atas nama seiuruh\nPekerja yang diwakilinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja mengakui bahwa Pengusaha adalah pihak yang mempunyai hak\nuntuk memimpin dan melaksanakan kebijaksanaan serta mengelola Perusahaan\nsepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : JAMINAN DAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan tidak akan merintangi perkembangan serta kegiatan Serikat\nPekerja baik langsung maupun tidak langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja Yang dipilih dan ditunjuk sebagai Pengurus Serikat Pekerja dan\natau Untuk mewakili Serikat Pekerja, tidak akan mendapat tekanan dari\nPerusahaan baik langsung maupun tidak langsung ataupun mendapat perlakuan\ndiskriminatif serta tindakan balasan oleh karena fungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan menyadari tindakan penutupan perusahaan (lock out) adalah tidak\nsesuai dengan semangat hubungan industrial pancasila maupun kebijaksanaan\npemerintah maka oleh karena itu akan dihindari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan menjamin bahwa di dalam permusyawaratan antara Perusahaan\ndengan Serikat Pekerja harus dilandasi dengan itikad baik dengan semangat\nkekeluargaan untuk mencapai mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Jaminan Bagi Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja tidak akan menghalang-halangi usaha Pengusaha dalam\nmenegakkan tata tertib dan disiplin, pemberian peringatan\u002Fsanksi atas\nkesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan Pekerja sepanjang tidak bertentangan\ndengan ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan pemogokan atau tindakan yang\ndapat dikategorikan menghambat kelancaran produktivitas kerja adalah tidak\nsesuai dengan semangat hubungan industrial pancasila maupun kebijaksanaan\npemerintah maka oleh karena itu akan dihindarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Pemungutan Iuran Anggota\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Iuran anggota Serikat Pekerja dipotong dari upah Pekerja oleh Perusahaan\nsetelah mendapat Surat Kuasa dari Pekerja dan Serikat Pekerja dan selanjutnya\ndiambil oleh Bendahara SP berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga\nFSPMI dan Peraturan Organisasi SPAMK-FSPMI PT. SKF Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Fasilitas Dan Bantuan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan 1 (satu) ruangan kantor untuk Serikat Pekerja dan\nsarana lainnya untuk kegiatan yang berkaitan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal Pengurus\u002FPerangkat Serikat Pekerja melakukan kegiatan maka\nPerusahaan memberikan bantuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan menyediakan papan pengumuman bagi Serikat Pekerja ditempat yang\nmudah dibaca didalam lingkungan Perusahaan, dan tembusannya disampaikan kepada\npihak HRGA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam rangka pengembangan sarana pendidikan yang berkaitan dengan\nkeorganisasian dalam Serikat Pekerja maka program programnya akan dibicarakan\ndengan HRGA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Dispensasi Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk keperluan Serikat Pekerja, perusahaan memberikan dispensasi tanpa\nmengurangi kondite dan tidak mengurangi hak-haknya sebagai pekerja, kepada\npengurus atau wakil yang ditunjuk oleh Serikat Pekerja dalam hal menjalankan\ntugas-tugas FSPMI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila seorang Pengurus \u002FAnggota Serikat Pekerja dipilih menjadi Anggota\nPengurus Perangkat FSPMI yang lebih tinggi, Perusahaan memberikan dispensasi\nuntuk kegiatan yang berhubungan dengan fungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dispensasi diberikan oleh atasan langsung setelah mendapatkan\npemberitahuan sebelumnya dengan mempertimbangkan kelancaran proses bekerja dan\nberusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : KERJA SAMA BIPARTIT\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Pertemuan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan Serikat Pekerja bertekad untuk terus bekerja sama dalam\nmenciptakan ketenangan kerja dan ketenangan usaha demi terwujudnya Hubungan\nIndustrial Pancasila yaitu memajukan Perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menunjang tekad dlmaksud ayat 1 diatas, maka Perusahaan dan Serikat\nPekerja akan melaksanakan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pertemuan pertemuan secara teratur sedikitnya 3 (tiga) bulan sekali\nkecuali ada hal hal yg bersifat lnsidentil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.LKS bipartit sebagai forum komunikasi dan konsultasi antara Pekerja dan\nPengusaha mengenai ketenagakerjaan diperusahaan yang dilaksanakan secara\nberkala.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Pembinaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk lebih meningkatkan efisiensl dan efektivitas kerja demi tercapainya\ntingkat produktivitas yang optimal, maka Serikat Pekerja dan Perusahaan secara\nbersama-sama bertanggung jawab untuk membina moral kerja, disiplin kerja dan\nmenanamkan rasa tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Penerimaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>1.Penerimaan Pekerja baru merupakan hak Perusahaan yang dilakukan sesuai\ndengan syarat-syarat atau prosedur yang berlaku dan tidak diskriminatif Serta\ntidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Informasi tentang persyaratan penerimaan Pekerja baru, diumumkan dengan\nPengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Masa percobaan ditetapkan paling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam masa percobaan baik perusahaan maupun Pekerja berhak melakukan\npemutusan hubungan kerja tanpa syarat apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan berhak menentukan pengangkatan Pekerja percobaan menjadi\nPekerjatetap berdasarkan hasil evaluasi kerja pekerja secara obyektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Pengangkatan Pekerja Tetap\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang telah menyelesaikan masa percobaan dan atau telah melewati\nhubungan waktu tertentu apabila telah memenuhi kebutuhan\u002Fpersyaratan\u002F kriteria\nyang ditetapkan perusahaan dapat diangkat menjadi Pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengangkatan Pekerja tetap dikukuhkan melalui surat pengangkatan Pekerja\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Status Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu ikatan kerja yang ada, pekerja\nterbagi dalam 3 (tiga) status pekerja, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang telah diangkat sebagai pekerja untuk jangka waktu yang\ntidak ditentukan dan upahnya dihitung atas dasar upah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja Kontrak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang bekerja di perusahaan dan terikat pada hubungan kerja\nsecara terbatas untuk jangka waktu tertentu atas syarat-syarat yang disepakati\nbersama antara perusahaan dan pekerja yang bersangkutan sesuai dengan Peraturan\nPerundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja Harian Lepas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang bekerja di perusahaan untuk jangka waktu kurang dari 20\nhari kerja dalam satu bulan untuk pekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam\nhal waktu dan volume pekerjaan, upahnya dihitung atas dasar upah harian dan\ndibayar menurut hari hadir, sesuai dengan Peraturan Perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Golongan Dan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja pada Perusahaan dibagi mulai Golongan I yang terendah s\u002Fd Golongan\nVII yang tertinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perubahan jabatan yang dipangku seseorang pekerja tidak selalu\nmempengaruhi golongan dan demikian pula sebaliknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Rincian Klasifikasi Jabatan dan Golongan dituangkan dalam peraturan\ntersendiri, dan dapat diketahui oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan berhak memutasikan Pekerja untuk suatu jabatan dalam lingkungan\nPerusahaan, dalam rangka pendayagunaan tenaga kerja dan tercapainya tujuan\norganisasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi bersifat mendidik, membimbing dan tidak didasari pada Suku, Agama,\nRas, dan Antar Golongan serta masalah pribadi yang dapat merugikan Pekerja\nSerta perkembangan Serikat Pekerja dan tidak mengurangi hak-hak Pekerja yang\nditerima sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan Mutasi\u002FPerpindahan terlebih dahulu wajib dibicarakan dengan\nPekerja oleh atasannya tanpa tekanan dan paksaan, selambat-lambatnya 1 (satu)\nminggu sebelum tanggal pelaksanaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Penilaian Prestasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penilaian Prestasi Kerja setiap pekerja dilakukan oleh atasan pekerja\nsetahun dua kali (Januari dan Juli) yang didasarkan atas tujuan penilaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hal-hal yang dinilai dalam penilaian kerja antara lain: menyangkut\nkualitas kerja inisiatif kerja, hubungan kerja serta disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hasil penilaian prestasi kerja diklasifikasikan berdasarkan kriteria yang\nterdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Istimewa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Baik Sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Cukup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Kurang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kenaikan gaji karena Prestasi Kerja berbeda untuk setiap kriteria\npenilaian Atasan pekerja berkewajiban membina bawahannya termasuk performance\nbawahannya sebagai bagian dari upaya pembinaan sumber daya manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tujuan penilaian prestasi kerja adalah dalam rangka menentukan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Besarnya kenaikan gaji karena prestasi kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Promosi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Rencana pengembangan pekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Promosi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Promosi merupakan wewenang Pengusaha yang diatur dengan ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ada dua jenis promosi yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Promosi golongan\u002Fsub golongan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Promosi jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Promosi jabatan akan memprioritaskan pekerja berdasarkan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Catatan prestasi kerja berdasarkan laporan tingkat kecakapan, minimum\ndalam masa 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penilaian kemampuan kerja dan potensinya sehubungan dengan jabatan\nbaru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pendidikan\u002FPelatihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang dipromosikan terlebih dahulu menjalani masa percobaan pada\nJabatan baru selama 6 (enam) bulan, terhitung sejak Pekerja ditugaskan pada\njabatan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjalanan dinas dalam rangka melaksanakan tugas Perusahaan, baik\nperjalanan dinas dalam negeri atau luar negeri, diatur tersendiri mengenai :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Uang saku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang makan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Transport\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penginapan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Asuransi\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang melakukan pekerjaan dinas dalam negeri tanpa menginap,\nkelebihan jam kerjanya pada hari normal\u002Fjam kerjanya pada hari libur dihitung\nlembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang melakukan pekerjaan dinas dalam negeri dengan menginap,\nkelebihan jam kerjanya pada hari normal\u002Fjam kerjanya pada hari libur dihitung\nlembur maksimum 8 (delapan) jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>1.Waktu kerja ialah jangka waktu dimana Pekerja melakukan tugas pekerjaan\nditempat tertentu yang ditunjuk Perusahaan, yaitu 8 (delapan) jam sehari dan 40\n(empat puluh) jam per minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cp>2.Waktu kerja dalam Perusahaan diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.PABRIK:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift I : A Senin s\u002Fd Jumat jam 07.30 -16.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 60 menit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu dan Minggu istirahat mingguan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Shift II: Senin s\u002Fd Jumat jam 16.25 - 24.15\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 60 menit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu dan Minggu istirahat mingguan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift III : Senin s\u002Fd Jumat jam 24.10 - 07.35\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 60 menit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu dan Minggu istirahat mingguan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.KANTOR :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s\u002Fd Jumat jam 07.30 - 16.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 60 menit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu dan Minggu istirahat mingguan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Unit-unit yang karena sifat dan kebutuhannya, dapat menetapkan pengaturan\nwaktu kerja tersendiri selama tidak bertentangan dengan ketentuan pada ayat\n(satu).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bila dipandang perlu atas Perjanjian Perusahaan dengan Serikat Pekerja\nwaktu kerja dapat dirubah sepanjang tidak menyimpang dari Peraturan\nPerundang-Undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Penyimpangan Jam Kerja harus mendapat ijin dari DEPNAKER dan 1 (satu) Copy\ndari ijin tersebut akan disampaikan kepada Serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Kerja lembur dilakukan atas dasar perintah kerja lembur dari Perusahaan\nkarena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Keadaan darurat atau apabila ada pekerjaan-pekerjaan yang jika tidak\nsegera diselesaikan dapat membahayakan perusahaan atau kesehatan dan\nkeselamatan orang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dalam hal pekerjaan-pekerjaan yang apabila tidak diselesaikan dapat\nmenimbulkan kerugian bagi perusahaan atau dapat mengganggu kelancaran proses\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja shift terpaksa terus bekerja karena penggantinya belum atau tidak\ndatang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Ada pekerjaan yang belum selesai dan perlu diselesaikan dengan segera.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal karena suatu alasan pekerja tidak dapat melakukan kerja lembur\nyang ditugaskan baginya, maka pekerja yang bersangkutan memberikan informasi\nkepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Susunan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>Upah yang.berlaku di Perusahaan terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan-tunjangan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah dibayarkan setiap 1 (satu) hari sebelum akhir bulan Bilamana hari\ndimaksud jatuh pada hari Sabtu\u002FMinggu\u002Flibur, pembayaran gaji akan dilaksanakan\npada hari kerja sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bila pembayaran upah tidak dapat dilaksanakan tepat pada waktunya maka\nPerusahaan akan membicarakan dengan Serikat Pekerja dan mengumumkan kepada\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Pajak Penghasilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menghitung dan menyetorkan Pajak Penghasilan Pekerja ke Kas\nNegara, sebesar Pajak Penghasilan yang terhutang sesuai dengan Undang-undang\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja berhak mendapatkan bukti pembayaran Pajak sebagaimana tersebut\npada ayat 1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Kenaikan Gaji Pokok\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cp>1.Kenaikan Gaji Pokok terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kenaikan Massal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menjaga tingkat daya beli pekerja, setiap tahun pada bulan Januari\nGaji Pokok dinaikkan secara massal atas dasar Indeks Harga Konsumen (IHK) DKI,\ndan dibicarakan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kenaikan atas dasar Penilaian Prestasi Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bila ada kenaikan UMP\u002FUMSP yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, untuk\ngaji yang telah berada diatas UMP\u002FUMSP, besar penyesuaian dengan serikat\npekerja dengan mempertimbangkan selisih kenaikan UMP\u002FUMSP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kenaikan Gaji karena Promosi Sub Golongan dan Golongan diberikan kepada\nPekerja tetap yang besarnya ditentukan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1.Perhitungan upah lembur berpedoman pada Peraturan Perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Komponen Upah dalam perhitungan upah lembur terdiri dari Gaji Pokok dan\nTunjangan ( Makan, Transport, dan Insentif ), dengan rumus perhitungan Upah\nLembur (TUL) per Jam sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>1\u002F173 X Upah sebulan bagi yang menerima upah bulanan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>a.Hari kerja biasa:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Jam ke I dan seterusnya, upah Lembur = 2 X TUL\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>b.Hari Iibur\u002Fistirahat mingguan :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Jam ke I s\u002Fd VII upah lembur = 2 X TUL\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam ke VIII upah lembur = 3 X TUL\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam ke IX upah lembur = 4 X TUL\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>c.Bila karyawan bekerja di hari raya Idul Fitri, Idul Adha, dan Natal maka\nakan mendapatkan tambahan selain upah Lembur sebesar Rp.150.000,- (seratus lima\npuluh ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Uang makan untuk proses perhitungan upah lembur ditetapkan sebesar\nRp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah) dan penggantian uang makan pekerja yang\nbekerja lembur senilai harga kantin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tunjangan transport untuk proses perhitungan upah lembur adalah\nRp.17.000,- (tujuh belas ribu rupiah) per hari masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Insentif untuk proses Perhitungan Upah lembur adalah Gol 1 = 110.000,- ,\nGol. 2 = Rp.150.000,- , Gol. 3 = Rp.165.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Upah lembur akan dibayarkan setiap tanggal 15 bulan berikutnya, bilamana\nhari dimaksud jatuh pada hari Sabtu\u002FMinggu maka akan dibayarkan pada hari kerja\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Perhitungan pembulatan jam lembur adalah sbb:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Lebih besar sama dengan 15 menit, menjadi 1\u002F2 jam.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kurang dari 15 menit, tidak diperhitungkan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>i. Perhitungan Upah lembur di atas berlaku bagi Golongan I, II, dan III.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Upah Pekerja Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Selama menjalani masa percobaan, Pekerja menerima upah:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Dalam masa percobaan pekerja menerima upah tidak kurang dari upah minimum\n    sektoral yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan-tunjangan lain, yang ditetapkan baginya, sesuai dengan\n    Perjanjian Kerja Bersama ini, serta mengindahkan ketentuan yang\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Upah Pekerja Dalam Menjalankan Kewajiban Negara\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kepada pekerja yang menjalankan Kewajiban Negara sebagaimana diatur dalam\nPeraturan Pemerintah Nomor 8\u002F1981, maka ketentuan upahnya diatur sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perusahaan wajib membayar upah Pekerja bilamana dalam menjalankan\nkewajiban Negara, Pekerja dimaksud tidak menerima upah, tetapi tidak melebihi 1\n(satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perusahaan berkewajiban membayar selisih upah Pekerja bilamana jumlah upah\nyang diperolehnya kurang dari yang biasanya diterima dari Perusahaan, tetapi\ntidak melebihi 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Perusahaan tidak diwajibkan untuk membayar upah Pekerja, bilamana dalam\nmenjalankan kewajiban Negara tersebut, Pekerja telah memperoleh upah yang\nbesarnya sama atau Iebih dari upah yang biasa ia terima dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Upah Pekerja Selama Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kepada Pekerja yang dikenakan tindakan skorsing, maka selama dalam skorsing\ngajinya ditetapkan dan dibayar 100 % dari gaji dan paling lama 6 (enam)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Upah Pekerja Selama Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Dalam hal Pekerja menderita sakit dan dirawat di Rumah Sakit atau di rumah\ndibawah pengawasan dokter sehingga karena sakitnya ia tidak dapat melakukan\npekerjaannya, Perusahaan akan membayar upah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Karena kecelakaan kerja\u002Fhubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Dibayar penuh 100 % dari upah selama 1 tahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>b.Karena bukan karena kecelakaan kerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk 6 (enam) bulan pertama, dibayar 100 % dari upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk 6 (enam) bulan kedua, dibayar 75 % dari upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Upah\u002FBantuan Untuk Pekerja\u002FKeluarga Selama Pekerja Diperiksa Dan\nDitahan Pihak Yang Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan tidak berkewajiban untuk membayar upah kepada Pekerja selama\nditahan oleh yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila penahanan tersebut berdasarkan pengaduan dari Perusahaan, maka\nkepada keluarganya diberikan Tunjangan sebesar 75% dari upah sampai adanya\nPutusan Pengadilan Negeri, tidak melebihi 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jika penahanan itu berdasarkan laporan dari Perusahaan yang mana secara\nhukum tidak terbukti, maka Perusahaan diwajibkan memberikan selisih antara upah\nyang seharusnya diterima dan dipekerjakan kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila penahanan tersebut bukan berdasarkan pengaduan dari Perusahaan,\nmaka kepada keluarganya diberikan bantuan yang besarnya ditetapkan atas jumlah\nkeluarga Pekerja yang ditentukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Satu anggota keluarga : 25% dari gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dua anggota keluarga : 35% dari gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Anggota keluarga : 45% dari gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Empat anggota keluarga atau lebih : 50% dari gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kewajiban memberikan Bantuan ini akan berakhir bilamana hubungan kerja\ndiputuskan, paling lama 6 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Jika penahanan itu bukan berdasarkan laporan dari Perusahaan yang mana\nsecara Hukum tidak terbukti, maka Perusahaan tidak diwajibkan memberikan\nselisih antara upah yang seharusnya diterima dan dipekerjakan kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Tunjangan Uang Hadir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan tunjangan uang hadir kepada Pekerja Golongan I s\u002Fd\nIII, termasuk kepada Pekerja dalam masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan uang hadir dibayarkan setiap pertengahan bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Besar dan potongan tunjangan uang hadir setiap bulan ialah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Besar tunjangan uang hadir:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Golongan I : Rp. 110.000\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Golongan II : Rp. 150.000\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Golongan III : Rp. 165.000\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>b.Potongan tunjangan uang hadir :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Golongan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>1 (satu) hari \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>2 (satu) hari \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>3 (satu) hari \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 35.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 70.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 110.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 50.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 100.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 150.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 55.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 110.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 165.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Yang dimaksud non produktif adalah tidak masuk kerja, kecuali:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Karena cuti, sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Sakit karena kecelakaan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Karena dispensasi yang diberikan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Karena kontrol setelah rawat inap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Ijin meninggalkan Pekerjaan (IMP) adalah ijin yang diberikan atas\npermintaan Pekerja untuk kepentingan pribadi paling lama 6 (enam) jam kerja\npada hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila dalam sehari menggunakan beberapa kali IMP maka jam-jam IMP akan\ndijumlahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.IMP tiap 1 (satu) jam dihitung 12 ½ % non produktif\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perhitungan satuan menit dibulatkan keatas menjadi satuan Jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Perhitungan tunjangan uang hadir bagi Pekerja yang terlambat masuk\nkerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perhitungan non produktif dimulai dari keterlambatan 11 (sebelas)\nmenit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perhitungan selanjutnya sesuai dengan ketentuan di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Tunjangan Uang Transport\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>1.Pekerja yang bekerja pada hari kerja maupun pada hari libur diberikan\ntunjangan uang transport dan dibayarkan bersama tunjangan uang hadir dengan\nperhitungan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>[ { 2 x (2 x tarip bis kota + 1 x tarip M. Mini ) } x 150 % ] Rp 3.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Berlaku untuk Gol. I, II, III)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan memberikan kebijaksanaan pengadaan kendaraan untuk mengantar\npulang pekerja yang bekerja Shift II (sore) dan penjemputan bagi Shift III\n(malam), dengan route\u002FJalur yang ditentukan Perusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Tunjangan Uang Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan makanan dan minuman kepada Pekerja setiap hari\niamasuk kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Penyediaan makanan\u002Fpengganti uang makan Pekerja yang bekerja lembur\nditentukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Lembur pada hari kerja biasa dengan jam kerja lembur sekurang-kurangnya 3\n(tiga) jam lamanya bagi pekerja yang bekerja lembur lanjutan dan shift I, shift\nII dan Shift III.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Lembur pada hari libur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Jam kerja lembur sekurang-kurangnya 4 (empat) jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Bila lemburnya terpaksa harus diperpanjang, yang jam lemburnya:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>3 (tiga) Jam melewati jam 16.30 (shift I).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>3 (tiga) jam melewati jam 24.15 (shift II).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>3 (tiga) jam melewati jam 07.35 (shift III).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>c.Penggantian uang makan pekerja yang bekerja lembur lanjutan senilai Rp.\n11.500,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.a. Tunjangan uang makan Pekerja yang berdinas luar di dalam kota bagi\nGolongan I, II &amp; III sebesar Rp. 20.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Luar kota DKI (bermalam) selain uang makan juga mendapat akomodasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kepada semua Pekerja yang karena tugasnya secara terus menerus melakukan\ndinas luar sehingga tidak dapat makan di Perusahaan atau karena kesehatannya\nberdasarkan surat Keterangan Dokter yang sah diharuskan diet, akan diberikan\ntunjangan uang makan sesuai dengan golongan pada ayat 3(a) setiap hari\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Kepada Pekerja yang menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan dan\nDzulhijah (tgl. 8 &amp; 9), akan diberikan tunjangan uang makan sesuai dengan\nrincianyang diatur pada ayat 3 (a).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kepada semua Pekerja, Perusahaan menyediakan makanan dan minuman yang\nnilainya sesuau dengan hasil akhir evaluasi mengacu ke HYPERKES.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kepada semua Pekerja Perusahaan menyediakan makanan dan minuman\ntambahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Untuk kelayakan makanan dan minuman di evaluasi setiap 3 bulan oleh team\nMAMI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Team MAMI dibentuk oleh pihak Perusahaan, Serikat Pakerja dan EHS, dengan\nmasa periode selama 3 (tiga) tahun. Dalam pembentukan team MAMI harus\nmenyertakan karyawan yang bekerja pada 3 (tiga) Shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Nilai tunjangan makan kantin ditinjau kenaikannya setiap setahun sekali\npada bulan Januari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>Tunjangan Hari Raya dibayarkan dua minggu menjelang Hari Raya dengan\nketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 1 (satu) tahun dan seterusnya menerima 1 (satu) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 1 (satu) bulan sampai dengan kurang dari 1 (satu) tahun\nmenerima menurut perimbangan bulan masa kerja, dengan perhitungan sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>X \u002F 12 X Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Selain mendapat THR, maka pekerja mendapat tambahan yang bentuk dan\nbesarnya dibicarakan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Utang Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Putusnya hubungan kerja tidak secara otomatis membebaskan sisa utang maka\nPekerja diharapkan menyelesaikan sisa utang-utangnya kepada Perusahaan,\nberdasarkan bukti-bukti yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan akan terus menagih sampai tunas utang Pekerja tersebut\nsebagaimana dimaksud pada ayat 1 (satu), kecuali Pemutusan Hubungan Kerja\nkarena meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Tunjangan Uang Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan tunjangan Uang pengobatan kepada Pekerja dan\nkeluarganya. Bila suami isteri sama-sama bekerja di Perusahaan maka tunjangan\nuang pengobatan diberikan kepada salah satu menurut golongan yang lebih tinggi\ndan golongan yang lebih rendah disamakan dengan lajang.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan uang pengobatan dimaksud, berlaku untuk Pekerja sendiri setelah\nbekerja 1 (satu) bulan dan untuk keluarganya setelah Pekerja melewati masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan uang pengobatan mencakup hal-hal:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Biaya pemeriksaan dokter umum dan spesialis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Biaya pembelian obat berdasarkan resep dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Biaya perawatan gigi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Blaya pengobatan maka.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Biaya laboratorium.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tunjangan uang pengobatan dipergunakan sesuai kebutuhan dan dibatasi dalam\n1 (satu) tahun sebesar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.3,50 (tiga koma lima nol) Kali gaji untuk Pekerja yang berkeluarga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1,50 (satu koma lima nol) kali gaji untuk pekerja lajang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk perhitungan Tunjangan Uang Pengobatan ini ditetapkan batas Gaji\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Gaji minimum Rp. 1.800.000,- (satu juta delapan ratus ribu rupiah)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Gaji maksimum Rp. 2.350.000,- (dua juta tiga ratus lima puluh ribu\n    rupiah).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Fasilitas Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk menyediakan kesejahteraan Pekerja dan Keluarganya, Perusahaan\nmenyediakan beberapa fasilitas kesehatan berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dokter umum dan spesialis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Poliklinik di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Perawatan di Rumah Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Perawatan dan pemeriksaan gigi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pengobatan dan penggantian kaca mata\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Apotik langganan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pengobatan kehamilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Pemeriksaan laboratorium\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Poliklinik Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Poliklinik Perusahaan dan Tenaga Medis dibuka setiap hari kerja pada\njam-jam tertentu untuk Pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pemeriksaan\u002Fkonsultasi di Poliklinik dikenakan biaya Rp. 5.000,- (lima\nribu rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tersedia obat-obatan P 3 K\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dokter Umum dan Spesialis atau Tenaga Medis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja dan keluarganya yang berobat pada Dokter Umum, Spesialis atau Tenaga\nMedis (yang mendapat persetujuan\u002Fterdaftar di DEPKES\u002FIDI\u002FINDOKABU) harus\nmenunjukkan kwitansi yang sah dan benar untuk mendapatkan penggantian\nsepenuhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apotik Langganan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menentukan beberapa Apotik Iangganan untuk melayani Pekerja dan\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perawatan Gigi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kepada Pekerja dan keluarganya diberikan Tunjangan uang\nPengobatan\u002Fperawatan gigi setelah pekerja menjadi Pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pembuatan gigi palsu (prothese) diberikan kepada Pekerja dan keluarganya\nsetelah Pekerja menjadi pekerja tetap dengan penggantian per gigi sebesar Rp.\n700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan pengobatan\u002Fperawatan yang ditanggung oleh Perusahaan ialah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Pengobatan\u002Fperawatan syaraf gigi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Pencabutan gigi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Penambalan dengan amalgam atau yang sejenis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Pembersihan karang gigi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pembuatan gigi palsu\u002Fjacket yang menggunakan logam mulia tidak diganti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Penggantian biaya pembuatan gigi palsu, pembuatan jacket dan operasi gigi,\ndiluar Tunjangan Pengobatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pengobatan\u002FPerawatan syaraf gigi yang diakibatkan kecelakaan diluar\nTunjangan Pengobatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Penggantian kaca mata:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan uang penggantian kaca mata diberikan kepada Pekerja tetap dan\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kaca mata (bingkai + lensa) yang pertama, diberi berdasarkan resep dari\ndokter mata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penggantian lensa kaca mata untuk Mono (Minus) sebesar Rp. 300.000 = (tiga\nratus ribu rupiah) dan untuk Bifocus sebesar Rp. 450.000,- (empat ratus lima\npuluh ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Penggantian lensa berikutnya dapat diberikan setelah melewati jangka waktu\n1 (satu) tahun pemakaian berdasarkan resep dokter, kecuali dalam kecelakaan\nKerja dilingkungan Perusahaan dan sepengetahuan atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Penggantian bingkai kaca mata bagi golongan I, II &amp; III untuk keluarga\nsebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) dan untuk Pekerja sebesarRp.\n650.000,- (Enam Ratus lima puluh ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Penggantian bingkai kaca mata berikutnya dapat diberikan setelah 2 (dua)\ntahun pemakaian sesuai dengan butir e.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Penggantian kaca mata (bingkai + lensa) diluar tunjangan pengobatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Imunisasi Standar untuk Balita.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Biaya dokter dan vaksin untuk imunisasi, diluar tunjangan pengobatan dengan\nrincian sebagai berikut : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Usia\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jenis Imunisasi\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>BCG\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>HEPATITIS 1 &amp; POLIO 1\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>HEPATITIS 2 &amp; POLIO 2\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>DPT 1 &amp; POLIO 3\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>DPT 2 &amp; POLIO 4\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>DPT 3\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8 Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>HEPATITIS 3\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>CAMPAK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>HIBERIK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>DPT 1 &amp; POLIO\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>60 Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>DPT 2\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Ketentuan-ketentuan lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kwitansi-kwitansi pengobatan atau perawatan yang tidak mendapat\npenggantian\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pembelian obat bebas tanpa resep dokter.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengobatan pada Sinshe, Tabib, Dukun dan ahli obat lainnya yang bukan\n    dokter, kecuali yang mendapat lisensi dari DEPKES\u002FIDI\u002FINDOKABU.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perawatan dokter untuk tujuan kosmetik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perawatan\u002Fpengobatan akibat pelanggaran Perjanjian Kerja Bersama atau\n    perbuatan asusila.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengobatan\u002Frehabilitasi penyembuhan narkoba\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>b.Penggantian biaya pengobatan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Kwitansi yang sah, dibubuhi cap, tanggal dan tanda tangan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kwitansi dari Apotik dilengkapi salinan resep\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kwitansi dari Dokter, bilamana memberikan obat harus dilengkapi rincian\n    obat yang diberikan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>c.Kwitansi dari Dokter gigi harus dilengkapi\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Jenis perawatan, misalnya: tambal, cabut dan perawatan lainnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bahan yang dipergunakan dan nomor gigi yang dikerjakan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>d.Kwitansi Dokter\u002FApotik apabila tidak dimintakan penggantiannya selama 2\n(dua) bulan dianggap batal\u002Fhangus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Beberapa jenis obat yang tidak mendapat penggantian yaitu\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Jenis kosmetik: semua jenis kosmetik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jenis minyak angin\u002Fobat gosok: kecuali untuk nyeri sendi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jenis sabun: semua jenis sabun kecuali sabun belerang\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jenis susu: semua jenis susu\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jenis bedak: semua jenis bedak kecuali untuk penyembuhan sakit kulit,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jenis shampo: semua jenis shampoo\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jenis pasta gigi: semua jenis pasta gigi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jenis obat penguat: semua jenis obat penguat\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>f.Penggantian kwitansi dokter\u002Fapotik diganti setiap hari Jumat dengan\nmencantumkan Nama jelas, Npk, Seksi dan Tanda tangan. Apabila pada hari\ntersebut libur maka hari kerja sebelumnya sebagai gantinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Apabila 1 (satu) tahun jatah pengobatannya melebihi jatahnya (limit), maka\nkelebihan tersebut akan dipotong langsung oleh Perusahaan kecuali PHK karena\nmeninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Perawatan Telinga dan pembelian alat bantu pendengaran sesuai dengan\nrekomendasi dokter, diluar tunjangan pengobatan hanya berlaku bagi karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Rawat Inap\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan tunjangan uang perawatan Rumah Sakit kepada Pekerja\ndan keluarganya sampai anak ke 4 (empat).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tunjangan rawat inap diberikan untuk selama-lamanya 12 (dua belas) bulan\nterus menerus, dan tidak terputus-putus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perawatan Rumah Sakit dimaksud berlaku untuk Pekerja sendiri dan untuk\nkeluarganya setelah Pekerja menjadi Pekerja Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perawatan Rumah Sakit diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kelas perawatan di Rumah Sakit diatur sesuai dengan golongan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Golongan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Kelas 1\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Kelas 2\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Kelas 3\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mitra Keluarga Bekasi, Islam Cempaka Putih St. Carolus, Hermina\n        Bekasi (khusus untuk Ibu dan anak)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>lslam Cempaka Putih,\n\n        \u003Cp>St. Carolus, Mitra keluarga\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Bekasi kelas 2B, Hermina\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Bekasi kelas 2A (khusus untuk ibu dan anak\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>RS Islam Grup, RS Karya Medika (Mitra Keluarga Bekasi Grup), RS.\n        St Carolus, RS. Tugu kelas 2A, Hermina Bekasi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>RS. Jayakarta kelas 2 (khusus untuk Ibu dan anak)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Khusus perawatan Balita didasarkan atas kelas II (Balita) RS. Islam\nCempaka Putih\u002FST. Carolus\u002FMitra Keluarga Bekasi\u002FRS Ibu Anak Hermina Bekasi\nberlaku bagi Golongan I dan II, sedangkan untuk Golongan III sesuai dengan\nkelas perawatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Biaya Kelas perawatan Rumah Saklt didasarkan atas biaya Rumah Sakit\nsebagaimana tersebut dalam ayat 3a pasal ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Jika pekerja dan keluarganya dirawat diluar RS yang tertera sebagaimana\npada ayat 3a, maka akan dikomparasikan dengan RS. Mitra Keluarga Bekasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Biaya perawatan Rumah Sakit yang ditanggung oleh Perusahaan adalah biaya:\nperawatan, pemeriksaan Dokter, resep obat yang dikeluarkan Dokter laboratorium\ndan operasi yang memerlukan rawat inap maupun tidak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bila dalam keadaan mendesak seorang pekerja atau keluarganya karena\nkeadaan sakitnya harus segera masuk Rumah Sakit, sedang berdasarkan keterangan\nRumah Sakit kelas kamar yang menjadi haknya telah penuh maka Pekerja\natauKeluarga Pekerja tersebut dapat dirawat pada kelas kamar setingkat lebih\ntinggi, selama-lamanya 3 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam hal menempati kelas kamar pada tingkat yang lebih tinggi tersebut\natas kemauan pekerja atau keluarga pekerja maka selisih dari biaya kamar dan\nbiaya yang terkait dibebankan menjadi tanggungan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Bila pekerja atau keluarganya perlu berobat jalan setelah keluar Rumah\nSakit maka biaya pengobatan tersebut seluruhnya ditanggung perusahaan maksimal\nuntuk tiga kali pengobatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Bila ada penyimpangan dalam masalah Rawat Inap, karyawan diwajibkan\nmelaporkan ke HR&amp;GA sedini mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Kelahiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan kelahiran diberikan kepada Pekerja tetap (termasuk pekerja\nwanita) sampai 3 (tiga) anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila suami lsteri sama-sama bekerja di Perusahaan, maka tunjangan\ndiberikan kepada salah satu, menurut golongan yang paling tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kelahiran bayi kembar dianggap sebagai satu kelahiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Biaya kelahiran termasuk dalam tunjangan rawat inap, sesuai dengan kelas\nRumah Sakit dan Golongan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bila pekerja atau istri pekerja perlu berobat jalan setelah keluar RS\ndikarenakan melahirkan normal ataupun abnormal maka biaya pengobatan tersebut\ntermasuk dalam tunjangan rawat inap maksimal 3 kali pengobatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Hygiene Perusahaan Dan Kesehatan (Hyperkes)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan memenuhi dan melaksanakan semua ketentuan tentang Hyperkes\nsesuai dengan Undang-undang dan Peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>2.Untuk mengetahui sedini mungkin apakah Pekerja menderita suatu penyakit\nmaka Perusahaan mengadakan pemeriksaan kesehatan Pekerja secara massal sesuai\ndengan kebutuhan yang wajib diikuti setiap pekerja dan biayanya ditanggung oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Apabila dari hasil General Check Up (Pemeriksaan Kesehatan Umum) terdapat\nkelainan\u002Fpenyakit maka perlu adanya perawatan lebih lanjut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk mengaga kesehatan pekerja Perusahaan berkewajiban mengadakan\nimunisasi bagi pekerja dengan biaya diluar jatah pengobatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Asuransi Jiwa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>1.Sesuai dengan Undang-undang 3\u002F1992 maka Perusahaan mendaftarkan\u002Fmemasukkan\nsemua Pekerja menjadi peserta Jamsostek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setahun sekali Perusahaan mengusahakan dan kantor JAMSOSTEK data saldo\nJaminan Hari Tua setiap Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>3.Disamping ikut dalam kepesertaan program Jamsostek Pekerja juga\ndiasuransikan pada perusahaan asuransi swasta yang ditetapkan dan preminya\nditanggung sepenuhnya oleh Perusahaan adapun besar kecilnya nilai pertanggungan\nasuransi ditetapkan berdasarkan golongan pekerja dan diatur oleh ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Dana Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>Pekerja diikut sertakan dalam Program Dana Pensiun Astra (DPA) dan berhak\nmendapatkan manfaat pensiun sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Sumbangan Pernikahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja tetap yang melangsungkan pernikahan pertama diberikan sumbangan yang\nbesarnya Rp 1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Sumbangan Kesusahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk meringankan beban pekerja dan orang tua yang mengalami kesusahan\nakibat kebakaran rumah tinggal kerusakan rumah tinggal akibat bencana alam maka\nperusahaan memberikan sumbangan kesusahan yang besarnya ditentukan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk mendapatkan sumbangan kesusahan pekerja harus menyampaikan\nbukti-bukti yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Sumbangan Kedukaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila keluarga pekerja yang telah melewati masa percobaan meninggal dunia,\nmaka Perusahaan memberikan sumbangan uang kedukaan setelah menyerahkan bukti\nyang sah. Besarnya sumbangan kedukaan ditetapkan sebesar Rp 2.600.000 (dua juta\nenam ratus ribu rupiah) dan berlaku untuk semua golongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Hadiah Kerja Akhir Tahun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemberian Hadiah Kerja akhir tahun dirundingkan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Pendidikan Dan Latihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>Perusahaan memberikan biaya Pendidikan dan Latihan yang diharuskan oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Kesenian Dan Olah Raga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk mengembangkan Kesenian dan Olah Raga khususnya dilingkungan\nPerusahaan disediakan biaya dan fasilitas sesuai kemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Adapun pengelolaan pengembangan kegiatan Kesenian dan Olah Raga akan\ndiatur bersama oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja dengan membentuk Komite yang\nterdiri dari perwakilan Perusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk meningkatkan gairah kerja dan menciptakan hubungan yang harmonis\ndiantara sesama keluarga pekerja, Perusahaan mempertimbangkan adanya rekreasi\ntahunan sesuai dengan kondisi yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Waktu dan pelaksanaan rekreasi dibicarakan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Usaha Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan bersama Serikat Pekerja berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan\nPekerja melalui wadah Koperasi Karyawan, untuk mewujudkan hal tersebut\nPerusahaan membantu Koperasi dalam hal:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Fasilitas kantor dan gedung yang memadai untuk\nkegiatan\u002Fpengembangannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pemotongan upah pekerja berupa iuran anggota Koperasi dan atau angsuran\npinjaman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memberikan kesempatan untuk mengembangkan jalannya usaha Koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Fasilitas dan dispensasi untuk Pengurus Koperasi diberikan sebatas\nkemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Fasilitas Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memperhatikan pembinaan mental Pekerja dengan menyediakan\nfasilitas ibadah berupa tempat ibadah yang memadai bagi pekerja untuk\nmelaksanakan ibadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada hari Jumat bagi pengurus mesjid atau orang yang ditunjuk oleh\npengurus diberikan dispensasi dari jam 11.00 s\u002Fd 13.30. Perusahaan memberikan\nbantuan\u002Fpinjaman kendaraan untuk keperluan antar jemput penceramah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Pekerja Terbaik Dan Teladan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan setahun sekali melaksanakan pemilihan Pekerja Terbaik diantara\npara pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan pemilihan pekerja terbaik dilakukan oleh panitia yg terdiri\ndari unsur Perusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kriteria Pekerja Terbaik dan Teladan disepakati bersama antara Perusahaan\n&amp;Serikat Pekerja, selanjutnya disampaikan kepada Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja Terbaik dan Teladan yang terpilih diberikan Penghargaan oleh\nPerusahaan, yang dirundingkan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja Teladan di Perusahaan dapat diikut sertakan dalam Group Astra,\nmaupun pemilihan Pekerja Teladan Tingkat Daerah\u002FWilayah\u002FNasional yang\ndiselenggarakan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan Penghargaan kepada Pekerja yang telah bekerja secara\nterus menerus selama jangka waktu 10 tahun dan kelipatan 5 tahun berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi Pekerja yang telah bermasa kerja 10 tahun dan kelipatan lima tahun\nberikutnya, diberikan penghargaan berupa perhiasan emas 23 karat seperti yang\ntercantum dibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 10 tahun, mendapat:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Piagam penghargaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perhiasan cincin emas seberat 10 gram\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 15 tahun, mendapat:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Piagam penghargaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perhiasan gelang emas seberat 15 gram\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 20 tahun, mendapat:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Piagam penghargaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perhiasan gelang emas seberat 25 gram\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 25 tahun, mendapat:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Piagam penghargaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perhiasan gelang emas seberat 25 gram\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang sebesar Rp.500.000,-\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 30 tahun, mendapat:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Piagam penghargaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perhiasan gelang emas seberat 25 gram\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang sebesar Rp.500.000,-\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>f.Pemberian penghargaan diberikan tepat pada pertengahan dan akhir tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Bantuan Beasiswa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>1.Dalam rangka turut serta melaksanakan upaya mencerdaskan bangsa,\nperusahaan memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan pemilihan penerima bantuan beasiswa dilakukan oleh panitia\nyang terdiri dari unsur Perusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dasar untuk mendapatkan beasiswa tersebut mengacu kepada nilai\nraport\u002Ftranskrip nilai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Besar bantuan dan persyratan beasiswa dirundingkan dengan serikat\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESELAMATAN DAN KESEJAHTERAAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>Untuk menjaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Perusahaan menyediakan\nalat-alat perlindungan\u002Fproteksi, dimana Pekerja diwajibkan memakai alat-alat\ntersebut, mematuhi peraturan dan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Lingkungan Keselematanan Dan Kesehatan Kerja (LK3)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam rangka Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Perusahaan bersama\nSerikat Pekerja membentuk Komite Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja\n(LK3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Komite LK3 terdiri dari wakil-wakil Perusahaan dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Komite LK3 bertugas menyusun Peraturan dan Program Keselamatan dan\nKesehatan Kerja, juga tentang pengawasan pelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perlengkapan kerja yang diberikan kepada Pekerja merupkan inventaris\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jenis dan Keperluan Perlengkapan Kerja dibicarakan antara Perusahaan, P2K3\ndan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja diwajibkan memakai perlengkapan kerja setiap hari kerja termasuk\nbekerja pada waktu Lembur dan memelihara kebersihan serta kerapihannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perlengkapan kerja karena rusak dan tidak layak dipakai lagi dapat ditukar\ndengan mengembalikan perlengkapan yang lama atas sepengetahuan Pimpinan\nKerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap Pekerja mendapat minimal 3 (tiga) stel pakaian setiap tahun, yang\npenggantiannya sesuai dengan ayat 4 diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-1 stel dibulan Oktober\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-2 stel dibulan April\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : CUTI DAN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN MENDAPAT GAJI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1.Setiap tahun Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Cuti tahunan dilaksanakan secara massal minimal dalam dua tahap dengan\nmempertimbangkan kelancaran Perusahaan dan dimusyawarahkan bersama antara\nPerusahaan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Cuti Besar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang telah bermasa kerja 5 (lima) tahun berturut-turut atau\nkelipatan 5 (lima) tahun masa kerja, memperoleh cuti besar 1 (satu) bulan yang\nberarti 22 (dua puluh dua) hari kerja. Pengaturannya dilakukan oleh Pimpinan\nKerja dandiberikan uang cuti sebesar sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>5 tahun : 1 (satu) bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>10 tahun : 1,15 (satu koma satu lima) bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>15 tahun : 1,5 (satu koma lima) bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>20 tahun : 2 (dua) bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>25 tahun : 2,15 (dua koma satu lima ) bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>30 tahun : 2,15 (dua koma satu lima ) bulan upah\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2.Pemberian uang cuti diberikan tepat pada saat jatuh tempo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu\nhaid.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Cuti haid diberikan kepada Pekerja wanita yang pada masa haid merasakan\nsakit, dengan memberitahukan pada Pimpinan Kerja secara tertulis melalui\nformulir yang tersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Cuti Hamil\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Kepada Pekerja wanita yang hamil diberikan hak cuti 3 (tiga) bulan,\npelaksanaannya diatur 1 (satu) bulan sebelum saatnya menurut perhitungan Dokter\nakan melahirkan dan 2 (dua) bulan setelah melahirkan atau gugur kandungan,\ndengan memberikan surat keterangan dari Dokter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Cuti hamil ini dapat diperpanjang apabila Dokter memandang perlu Pekerja\nwanita yang bersangkutan masih harus dirawat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila hak cuti hamil tersebut bertepatan dengan cuti tahunan, maka hak\natas cuti tahunan tetap berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Tidak Masuk Kerja Dengan Mendapat Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>Pekerja berhak mendapat ijin tidak masuk kerja dengan mendapat upah dengan\nketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja sendiri melangsungkan pernikahan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>untuk daerah JABODETABEK : 3 hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>untuk daerah diluar JABODETABEK (dipulau Jawa) : 4 hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jawa Timur : 5 hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>untuk diluar pulau Jawa : 6 hari kerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>b.Anak pekerja melangsungkan nikah : 3 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Saudara sekandung Pekerja melangsungkan nikah:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>untuk daerah JABODETABEK : 1 hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>untuk daerah diluar JABODETABEK : 2 hari kerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>d.Anggota keluarga Pekerja yaitu : suami\u002Fisteri, orang tua\u002Fmertua, anak sah,\nsaudara sekandung meninggal dunia:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk daerah JABODETABEK : 3 hari kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk daerah diluar JABODETABEK (dipulau Jawa) : 4 hari kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk diluar pulau Jawa : 6 hari kerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>e.Saudara sekandung istri\u002Fsuami pekerja meninggal dunia:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk daerah JABODETABEK : 1 hari kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk daerah diluar JABODETABEK (dipulau Jawa) : 2 hari kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>f.Isteri pekerja melahirkan 2 hari kerja, gugur kandungan : 4 hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g.Pembaptisan atau khitanan anak pekerja : 2 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Orang yang tinggal serumah meninggaldunia : 1 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Selama mengikuti ujian sekolah dan Wisuda dengan pembuktian yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Mendapat musibah\u002Fbencana alam dapat diberikan sesuai dengan waktu yang\ndianggap perlu dengan mendapat bukti\u002Fketerangan minimal dari RT setempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Menjalankan\u002Fmenunaikan ibadah haji yang pertama diberikan sesuai dengan\nwaktu yang dibutuhkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Memenuhi panggilan Pengadilan atau Pihak yang berwajib, dapat diberikan\nsesuai waktu yang dibutuhkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah, Pekerja berhak tidak\nmasuk kerja dengan menerima gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : TATA TERTIB KERJA\u002FKEDISIPLINAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Kewajiban Dan Tanggung Jawab Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tumbuhnya moral kerja ditentukan oleh kesadaran seluruh Pekerja akan\ntegaknya disiplin. Oleh karena itu setiap Pekerja wajib memahami dan\nmelaksanakan aturan tata tertib yang berlaku di Perusahaan, antara lain sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Setiap menjalankan tugas, Pekerja harus mengenakan pakaian kerja\nyangdisediakan oleh Perusahaan dengan tanda-tanda pengenal dan perlengkapan\nlain yang diperlukan\u002Fditentukan baginya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja diwajibkan \"menggesek\" sendiri \"ID card\" nya pada saat datang,\nserta \"menggesek\" kembali pada saat pulang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja wajib meminta ijin terlebih dahulu kepada Pimpinan Kerjanya yang\nberwenang, apabila ia akan datang terlambat, meninggalkan pekerjaan atau pulang\nsebelum waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja wajib “menggesek ID card\" nya saat meninggalkan pekerjaan maupun\nmasuk kembali dalam hal Pekerja diberikan ijin meninggalkan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja wajib hadir di tempat kerja dan meninggalkan lingkungan pekerjaan\npada waktu yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja yang tidak masuk karena alasan sakit diharuskan memberitahu kepada\nPimpinan Kerja\u002FHR&amp;GA dan menyerahkan surat keterangan sakit yang sah dari\nDokter paling lambat 2 (dua) hari setelah berobat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal tidak masuk kerja, Pekerja wajib memberitahukan secara tertulis\natau lisan kepada Pimpinan Kerja\u002FHR&amp;GA sebelum atau pada hari kerja yang\nbersangkutan dengan menyebutkan alasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang tidak dapat menunjukkan bukti yang sah atau alasan yang kuat\nsebagaimana ketentuan diatas digolongkan sebagai “mangkir”.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pekerja wajib untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan penuh rasa\ntanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Dilarang meninggalkan lingkungan kerja maupun melakukan pekerjaan lain\ntanpa seijin Pimpinan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pekerja wajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Mematuhi perintah, petunjuk dan bimbingan atasannya yang berhubungan dengan\ntugas pekerjaannya secara bersungguh-sungguh dan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Bersikap serta berlaku sopan dan wajar terhadap sesama Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Pimpinan Kerja wajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Bersikap dan memperlakukan bawahannya secara wajar, jujur, adil dan\nsopan,sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Memberikan petunjuk dan bimbingan yang jelas kepada bawahannya mengenai\npekerjaan yang harus dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Mengarahkan bawahannya yang menyalahi peraturan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Pekerja wajib memelihara peralatan kerja yang disediakan dan harta lain\nmilik Perusahaan dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Pekerja wajib Segera melaporkan kepada Pimpinan Kerjanya atas kehilangan\natau kerusakan Perlengkapan\u002Fperalatan kerja dan harta milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Pekerja dilarang menyalah gunakan dan memindahkan perlengkapan\u002Fperalatan\nkerja dan harta milik Perusahaan dari tempat\u002Flokasi yang telah ditentukan,\nkecuali dalam pemakaian yang berkenaan dengan tugas dan kewajibannya didalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Pekerja wajib mentaati segala peraturan dan usaha Perusahaan dalam\nmencegah timbulnya bahaya, dengan mematuhi ketentuan sesuai standar prosedur\nyangdikeluarkan Perusahaan\u002FP2K3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Pekerja wajib menjaga kerahasiaan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Pekerja wajib mentaati peraturan yang berlaku di Perusahaan tentang:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keamanan\u002FPengamanan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Administrasi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>o.Pekerja wajib memberitahukan kepada Perusahaan selambat-lambatnya 1 (satu)\nminggu setiap ada perubahan yang berkenaan dengan Alamat (tempat tinggal)\nStatus keluarga (kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Pekerja wajib mengetahui kewajibannya di Perusahaan dan melaksanakannya\ndengan sebaik-baiknya serta berusaha meningkatkan efisiensi kerja, berperilaku\nsopan, hemat dan cermat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Sanksi Pelanggaran Tata Tertib Kerja \u002F Kedisiplinan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dan Serikat Pekerja menyadari bahwa disiplin kerja perlu\nditegakkan. Maka pelanggaran terhadap Tata Tertib Kerja\u002FAturan Kedisiplinan\ndapat dikenakan sanksi. Dalam menentukan sanksi akan dipertimbangkan berat\nringannya kesalahan\u002Fpelanggaran tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tingkat dan masa berlakunya setiap sanksi adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Teguran : 1 (satu) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat Teguran : 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan I (SP-I) : 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan II (SP-II) : 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan III (SP-III): 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Skorsing: 1 (satu) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jenis pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi tersebut di atas diatur\nmenurut ayat-ayat sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.TEGURAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diberikan oleh atasan langsung\u002FPimpinan Kerja yang dicatat dalam data\npribadi yang bersangkutan sesaat setelah diberikan teguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelanggaran yang dikenakan teguran:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tidak masuk kerja tanpa alasan (mangkir) 1 (satu) kali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Terlambat masuk kerja 2 (dua) kali dalam 1 (satu) bulan tanpa alasan yang\ndapat dipertanggunjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Meninggalkan tempat kerjanya ke tempat lain dalam lingkungan Perusahaan\nuntuk keperluan yang tidak ada hubungan dengan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Makan\u002Fistirahat tidak pada waktu yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Keluar\u002Fmasuk tempat kerja tidak melalui pintu yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Membuang sampah tidak pada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.SURAT TEGURAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Terlambat masuk kerja 5 (lima) kali dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mangkir 2 (dua) hari dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Peningkatan sanksi pelanggaran dari Teguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pada waktu bekerja, tidak mengenakan pakaian kerja dan perlengkapan\nlainnya yang ditentukan baginya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Beristirahat pada tempat-tempat yang dilarang untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menerima tamu pribadi bukan di tempat yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.SURAT PERINGATAN I (SP-I)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Terlambat masuk kerja 10 (sepuluh) kali dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mangkir 3 (tiga) hari dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Peningkatan sanksi pelanggaran dari Surat Teguran yang jenis dan atau\nberat pelanggarannya sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menggesekan ID Card orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugasnya diluar persetujuan\nPimpinan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Meninggalkan Perusahaan lebih cepat tanpa seijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Meninggalkan pekerjaan yang dapat mengakibatkan bahaya tanpa seijin\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Bekerja tidak sesuai dengan tugas dan standar operasi yang ditentukan\nbaginya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Tidak melaporkan kepada atasannya tentang adanya gangguan keamanan yang\ndiketahuinya dan dapat merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Tidak mematuhi aturan tentang kebersihan dan kerapian tempat kerja,\nalat-alat kerja dan lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Melakukan perbuatan yang dapat digolongkan sebagai perbuatan tidak\npatut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Tidak mencegah\u002Fmemberitahukan kepada Pimpinan Kerjanya perihal adanya\npenyalahgunaan\u002Fpenyimpangan dari ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Bekerja tanpa mentaati prosedur dan langkah-langkah Keselamatan dan\nKesehatan Kerja yang telah ditentukan baginya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Mengganggu ketenangan dan ketertiban dalam lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Masuk\u002Fkeluar Perusahaan tidak melalui pintu yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Melakukan perbuatan yang dapat merugikan orang lain berdasarkan laporan\ndan bukti yang kuat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.SURAT PERINGATAN II (SP-II)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Terlambat masuk kerja 15 (lima belas) kali dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peningkatan sanksi pelanggaran dari Surat Peringatan I (SP-I) yang jenis\ndan atau berat pelanggarannya sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.SURAT PERINGATAN III (SP-III)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Terlambat masuk kerja setiap hari kerja dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mangkir 4 (empat) hari dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Peningkatan sanksi pelanggaran dari Surat Peringatan II (SP-II) yang jenis\ndan atau berat pelanggarannya sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Membawa senjata api\u002Fsenjata tajam ke dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Melakukan tindakan yang dapat menimbulkan keonaran dan dapat merugikan\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Tidur pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Merokok dan menyalakan api di tempat yang ada tanda larangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Melakukan perbuatan yang dapat merugikan nama baik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Ceroboh melakukan pekerjaan yang dapat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Menimbulkan kecelakaan bagi dirinya dan atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Merugikan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Tidak mentaati perintah yang layak dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Melakukan perkelahian di lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.SKORSING\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sebelum Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) diajukan maka Perusahaan terlebih\ndahulu memberikan skorsing kepada Pekerja selama 1 (satu) bulan, dan kepada\nPekerja tersebut mendapatkan gaji sebesar seperti yang biasa diterima oleh\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>7.PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mangkir 5 (lima) hari kerja berturut-turut dengan pengertian hari-hari\nlibur diantara hari mangkir, tidak terhitung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mangkir 7 (tujuh) hari tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Peningkatan sanksi pelanggaran dari Surat Peringatan III (SP-III).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Penggelapan, pencurian, penipuan, pemalsuan dan lain sejenisnya yang dapat\nmerugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Menganiaya, mengancam Pengusaha atau Pekerja lainnya beserta\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Merusak barang milik Perusahaan baik sengaja maupun karena kecerobohan,\nsehingga menimbulkan kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Memberi keterangan palsu atau menyebarluaskan berita-berita yang tidak\nbenar atau memutar balikkan fakta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Membongkar dan membocorkan rahasia Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Meminum minuman keras, mabuk dan atau mengedarkan obat-obatan\nterlarang\u002Fnarkotika atau menggunakannya di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Menerima pemberian imbalan jasa dari siapapun untuk melakukan hal-hal yang\nmerugikan atau mengurangi keuntungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Melakukan tindak kekerasan, menghina secara kasar kepada atasan, bawahan\ndan teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Melakukan perjudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Menyalahgunakan tugas dan tanggung jawabnya untuk keuntungan pribadi yang\nmerugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Menyuruh, membujuk atau ikut serta melakukan perbuatan yang melanggar\nhukum, kesusilaan terhadap Pengusaha, teman sekerja atau keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Melakukan intimidasi dan atau menggunakan unsur-unsur paksaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Pelaksanaan Dan Prosedur Pemberian Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pelaksanaan Pemberian Sanksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Terhadap Pekerja yang sedang menjalani sanksi tindakan disiplin tetapi\nmelakukan kembali suatu pelanggaran terhadap Tata Tertib Kerja\u002FKedisiplinan,\nmaka kepada Pekerja tersebut dikenakan sanksi yang tingkatannya lebih\ntinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dalam hal masa berlaku suatu sanksi belum habis, masih terjadi pelanggaran\nterhadap Tata Tertib\u002FKedisiplinan, maka masa berlaku sanksi yang baru dihitung\nsejak tanggal dikeluarkannya sanksi baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Prosedur Pemberian Sanksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Teguran dibuat dan ditanda tanani oleh Foreman\u002FKepala Seksi dalam personal\ndata yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat Teguran dibuat dan ditanda tangani oleh Foreman\u002FKepala Seksi,\ntembusan ke Dept. IR&amp;GA dan Serikat Pekerja. Diberikan oleh Kepala Seksi\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Surat Peringatan I (SP-I) dibuat oleh Kepala Seksi dan ditanda tangani\noleh Kepala Seksi, Kepala Dept. yang bersangkutan, Dept. HR&amp;GA, tembusan ke\nSerikat Pekerja. Diberikan oleh Kepala Seksi yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Surat Peringatan II (SP-II) dibuat oleh Dept. HR&amp;GA ditanda tangani\noleh Kepala Dept. yang bersangkutan, tembusan ke Dept. yang bersangkutan dan\nSerikat Pekerja. Diberikan oleh Kepala Dept. yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Surat Peringatan III (SP-III) dibuat oleh Dept. HR&amp;GA ditanda tangani\noleh Kepala Dept. yang bersangkutan dan Kepala Dept. HR&amp;GA, tembusan ke\nDept. yang bersangkutan dan Serikat Pekerja. Diberikan oleh Kepala Dept.\nHR&amp;GA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PUTUSNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Putusnya Hubungan Kerja adalah tindakan yang dilakukan oleh Perusahaan\natau Pekerja untuk memutuskan\u002Fmengakhiri hubungan kerja, baik putus karena\nHukum dan atau akibat pelanggaran peraturan-peraturan yang ditentukan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama dan atau Peraturan Perundang-undangan, dan\ndilaksanakan sesuai dengan Ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Putusnya Hubungan Kerja dapat terjadi karena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Berakhirnya jangka waktu yang diperjanjikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Sakit berkepanjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidak mampu bekerja (Medical Unfit)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Mencapai batas usia kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Pelanggaran tata tertib kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Putusan Pengadilan Negri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Rasionalisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Tidak cakap bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Perusahaan pailit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Perubahan kepemilikan Perusahaan\u002Fpindah lokasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Dalam Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam masa percobaan kedua belah pihak sewaktu-waktu dapat melakukan\nPemutusan Hubungan Kerja tanpa kewajiban memberitahukan sebelumnya dan\nPerusahaan tidak berkewajiban membayar pesangon, uang penghargaan masa kerja\ndan ganti rugi kecuali menerima apa yang menjadi haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja yang akan mengundurkan diri wajib memberitahukan minimum\nsebulan sebelumnya secara tertulis kepada Perusahaan. Pekerja akan mendapat\nhaknya sesuai dengan Peraturan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Berakhirnya Jangka Waktu Yang Diperjanjikan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu pada suatu pekerjaan\ntertentu berakhirnya hubungan kerja terhitung sejak tanggal berakhirnya jangka\nwaktu yang diperjanjikan, dan dilaksanakan sesuai dengan Perundang-undangan\nyang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Dalam hal Pekerja mengalami sakit berkepanjangan sebagaimana dimaksud pasal\n32 selama 12 (dua belas) bulan terus menerus, hubungan kerjanya dapat\ndiputuskan dengan memberikan pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti\nrugi sesuai dengan, peraturan yang berlaku ditambah dengan kebijaksanaan dari\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Tidak Mampu Bekerja (Medical Unfit)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal Pekerja dipandang tidak mampu bekerja karena alasan kesehatan\n(Medical Unit) dengan pertimbangan dokter, hubungan kerjanya dapat diputuskan\ndengan pemberian pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti rugi sesuai\ndengan peraturan yang berlaku di tambah dengan kebijaksanaan dari Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 : Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Dalam hal Pekerja meninggal dunia, kepada ahli warisnya yang sah diberikan\nhak-haksebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pertanggungan Asuransi sebagaimana ditentukan dalam pasal 44\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang duka dan pemakaman sebesar Rp 4.000.000 (empatjuta rupiah)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Upah bulan berjalan yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Uang pesangon uang penghargaan masa kerja dan ganti rugi sesuai dengan\nperaturan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Ditambah dengan kebijaksanaan dan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 : Masa Persiapan Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Masa Persiapan Pensiun (MPP) diberikan kepada Pekerja tetap untuk\nmempersiapkan diri memasuki usia pension.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa persiapan pensiun lamanya 3 (tiga) bulan dan dilaksanakan pada saat\nPekerja berusia 55 (lima puluh lima) tahun kurang 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi Pekerja yang memasuki Masa Persiapan Pensiun Perusahaan memberikan\npelatihan keterampilan 1 (satu) tahun sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selama menjalani Masa Persiapan Pensiun Pekerja diberikan ijin untuk\nmeninggalkan pekerjaan dengan sepengetahuan atasan dengan tetap mendapatkan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 : Mencapai Batas Usia Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Batas usia bekerja dr Perusahaan ditetapkan pada saat dicapainya usia 55\n(lima puluh lima) tahun berdasarkan data yang ada di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Atas pertimbangan tertentu Perusahaan dapat meminta kepada Pekerja yang\ntelah mencapaiusia sebagaimana ayat 1 (satu) untuk tetap bekerja yang\npengaturannya dimuat dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang telah mencapai usia sebagaimana pada ayat 1 (satu) berhak\nmendapat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Asuransi Jamsostek Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang pensiun (DPA)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Upah bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Uang kebijaksanaan dari Perusahaan sebesar Rp 2.000.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Mendapat Cindera Mata dari Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79 : Pelanggaran Tata Tertib Kerja\u002FKedisiplinan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal Pekerja melakukan kesalahan atau pelanggaran terhadap Tata\nTertib Kerja\u002Fkedisiplinan yang dapat dikenakan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja,\nhubungan kerjanya dapat diputuskan sesuai dengan Perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dengan mempertimbangkan ketenangan dan kelancaran kerja dalam Perusahaan\nmaka tindakan Pemberhentian Sementara (Skorsing) dapat dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Skorsing dapat dikenakan kepada setiap Pekerja yang melakukan pelanggaran\nterhadap tata tertib kerja atau tidak menjalankan kewajiban sebagaimana\nmestinya atau tindakan yang merugikan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jangka waktu skorsing paling Iama 1 (satu) bulan kecuali menunggu\nkeputusan dari PHI (Pengadilan Hubungan Industrial) selama ijin PHK belum\ndiberikan maka skorsing dapat diperpanjang paling lama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80 : Putusan Pengadilan Negeri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal Pekerja dinyatakan bersalan oleh Pengadilan Negeri dan menjalani\nhukuman di Lembaga Pemasyarakatan hubungan kerjanya dapat diputuskan sesuai\nPerundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 81 : Rasionalisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>RasionaIisasi merupakan pilihan terakhir yang akan dilakukan oleh perusahaan\nkarena keadaan memaksa yang tidak dapat dihindarkan sehingga mengakibatkan\nPerusahaan harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja yang pelaksanaannya\ndimusyawarahkan bersama antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja sesuai dengan\nperaturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82 : Tidak Cakap Bekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal Pekerja dinyatakan tidak cakap bekerja, walaupun sudah dicoba 4\n(empat) kali di beberapa bagian dan telah mendapat peringatan terakhir untuk\nhal itu, maka hubungan kerjanya dapat diputuskan sesuai dengan\nPerundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83 : Perusahaan Pailit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila Perusahaan dinyatakan pailit maka Pekerja akan menerima haknya\nsesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 84 : Perubahan Kepemilikan Perusahaan\u002FPindah Lokasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila terjadi Perubahan Kepemilikan Perusahaan\u002FPindah Lokasi maka Pekerja\nakan menerima haknya sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dirundingkan\ndengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 85 : Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bagi pekerja yang mengundurkan diri dengan memenuhi syarat sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya\n30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidak terikat dalam ikatan dinas; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya uang pisah adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2\n(dua) kali Gaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun, 3 (tiga) kali Gaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas\ntahun), 4 (empat) kali Gaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.masa kerja 12 (dua belas tahun) atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas tahun), 5 (lima) kali Gaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.masa kerja 15 (iima belas tahun) atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan\nbelas tahun), 6 (enam) kali Gaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.masa kerja 18 (delapan belas tahun) atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua\npuluh satu tahun), 7 (tujuh) kali Gaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.masa kerja 21 (dua puluh satu tahun) atau lebih tetapi kurang dari 24\n(duapuluh empat tahun), 8 (delapan) kali Gaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.masa kerja 24 (dua Duluh empat tahun) atau lebih, 10 (sepuluh) kali Gaji\nPokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja dengan masa kerja minimal 3 tahun yang putus hubungan kerja karena\nmelakukan pelanggaran berat dan atau pelanggaran yang dapat Iangsung dikenakan\nsanksi pemutusan hubungan kerja, besar uang pisah adalah : 1 x Gaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja dengan masa kerja minimal 3 tahun yang putus hubungan kema karena\nmangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut turut tanpa keterangan\nsecara tertulus yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan telah dipanggil oleh\nPerusahaan 2 (dua) kali secara patut dan tertulis besar uang pisah adalah : 1 x\nGaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 86 : Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Adalah tugas dan tanggung Jawab Perusahaan dan Serikat Pekerja untuk\nmenanggapi dan menyelesaikan keluh kesah Pekerja yang dinilai wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 87 : Tata Cara Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap keluhan atau pengaduan Pekerja diusahakan terlebih dahulu\ndibicarakan dan diselesaikan dengan atasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila Iangkah pada ayat 1 (satu) tidak dapat diselesaikan maka dengan\nsepengetahuan atasannya Pekerja yang bersangkutan dapat menyampaikan keluhan\natau pengaduannya kepada atasannya yang lebih tinggi secara lisan\u002Ftertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila Iangkah pada ayat 2 (dua) menjalani Jalan buntu Pekerja yang\nbersangkutan dapat meneruskan keluhan atau pengaduannya kepada Serikat Pekerja\nuntuk menyelesaikannya bersama dengan Ind Relation &amp; Gen Affair\nFunction.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setelah dirundingkan dengan sungguh-sungguh ternyata masih terdapat\nperbedaan pendapat yang tidak dapat diselesaikan secara mufakat perbedaan\npendapat ini dianggap sebagai perselisihan Perburuhan dan penyelesaiannya dapat\nditempuh dengan berpedoman kepada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Selama dalam proses penyelesaian kedua belah pihak wajib menjaga supaya\nkegiatan Perusahaan tetap berlangsung dengan lancar dan aman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Penyampaian penyelesaian keluh kesah dilaksanakan dengan menggunakan\nformulir keluh kesah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : MASA BERLAKU, PERUBAHAN DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 88 : Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Jangka waktu berlakunya Perjanyan Kerja Bersama ini adalah 2 (dua)\ntahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk musyawarah Perjanjian Kerja Bersama berikutnya kedua belah pjhak\nsepakat untuk membicarakan keinginan tersebut paling lambat 3 (tiga) bulan\nsebelum berakhir masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 89 : Perubahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila Selama masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini ada\nketentuan-ketentuan yang oleh salah satu pihak dianggap perlu untuk\ndiperbaiki\u002Fdiubah maka hal tersebut dapat dilakukan atas dasar Perjanjian kedua\nbelah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 90 : Perpanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sebelum masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama ini berakhir, Serikat Pekerja\ndan Perusahaan bersama menyusun Perjanjian Kerja Bersama yang baru. Apabila\nPerjanjian Kerja Bersama yang baru belum selesai pada waktunya, Perjanjian\nKerja Bersama yang lama dianggap sebagai telah diperpanjang secara langsung\nuntuk paling lama 1 (satu) tahun, kecuali yang telah disepakati dalam pembuatan\nPKB baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 91 : Adendum 9\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dilengkapi dengan Adendum yang isinya telah\ndisepakati bersama oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak\nterpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 92 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini didaftarkan pada Suku Dinas Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi Kota Madya Jakarta Timur dan dibukukan serta diperbanyak oleh\nPerusahaan untuk dibagikan kepada Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini ditanda tangani di Jakarta dan mengikat bagi\nkedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila terjadi salah penafsiran terhadap isi Perjanjian Kerja Bersama\nini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dengan jalan musyawarah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dan disepakati serta ditanda tangani\noleh kedua belah pihak dalam rangkap 6 (enam) yang sama bunyi dan kekuatan\nhukumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>5.Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku 1 Januari 2012 Sampai dengan 31\nDesember 2013.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Perjanjian Kerja Bersama ini disepakati oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"sexualhar":50,"menstruationleave":54,"maternitydifferenttrigger":58,"paidmaternityleaveduration":62,"maxsicknesspay":66,"severance_number_1_tenure":69,"severance_number":73,"ONCERISE_trigger":75,"maternityexcludedtrigger":79,"dayspweek":81,"wageincreasetype2":85,"equalitydifferenttrigger":89,"STRUCINCR_trigger":91,"hourspday":93,"funeralpay":97,"OVERTIME_trigger":101,"contracttrialperiod":105,"maternityotherclause":109,"severance":113,"discrimination":115,"maxsicknesspayperc":119,"pensionfund":121,"TRAINING_trigger":125,"incidentalbonusdays1":129,"holidaysdays":131,"jobclassifaction1":135,"cbadate_end":139,"holidaysweeks":143,"COMMUTE_trigger":145,"SUNDAY_trigger":149,"childcaredifferenttrigger":153,"trainingprogrammes":155,"sundayallowancetype":157,"healthandsafetypolicy":159,"healthcareaccessrelatives":163,"overtimeallowanceperc1":167,"healthcareaccess":171,"hourspweek":173,"maxsicknesspaytype":175,"contracttrial":177,"schedulesrestpw":179,"sundayallowanceperc1":183,"equalityexcludedtrigger":185,"paidmaternityleaveall":187,"paidpaternityleave":189,"educationtuition":193,"incidentalbonustype2":197,"sicknessmaxdaysnr":199,"childcareexcludedtrigger":201,"violence":203,"contractseverancepay1":205,"paidpaternityleaveduration":207,"overtimeallowancetype":211,"hivpolicy":213,"mealvouchers":217,"disabilityfund":221,"paidmaternityleave":225,"cbadate_start":227,"contractseverancepay":229,"WAGES_trigger":231,"SOCSEC_trigger":235},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","Dalam hal Pekerja menderita sakit dan di","Dalam hal Pekerja menderita sakit dan dirawat di Rumah Sakit atau di rumah\ndibawah pengawasan dokter sehingga karena sakitnya ia tidak dapat melakukan\npekerjaannya, Perusahaan akan membayar upah sebagai berikut:\n\na.Karena kecelakaan kerja\u002Fhubungan kerja\n\n  Dibayar penuh 100 % dari upah selama 1 tahun.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"sexualhar","7.PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) a.Mangk","7.PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)\n\na.Mangkir 5 (lima) hari kerja berturut-turut dengan pengertian hari-hari\nlibur diantara hari mangkir, tidak terhitung.\n\nb.Mangkir 7 (tujuh) hari tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\n\nc.Peningkatan sanksi pelanggaran dari Surat Peringatan III (SP-III).\n\nd.Penggelapan, pencurian, penipuan, pemalsuan dan lain sejenisnya yang dapat\nmerugikan Perusahaan.\n\ne.Menganiaya, mengancam Pengusaha atau Pekerja lainnya beserta\nkeluarganya.\n\nf.Merusak barang milik Perusahaan baik sengaja maupun karena kecerobohan,\nsehingga menimbulkan kerugian bagi Perusahaan.\n\ng.Memberi keterangan palsu atau menyebarluaskan berita-berita yang tidak\nbenar atau memutar balikkan fakta.\n\nh.Membongkar dan membocorkan rahasia Perusahaan.\n\ni.Meminum minuman keras, mabuk dan atau mengedarkan obat-obatan\nterlarang\u002Fnarkotika atau menggunakannya di lingkungan Perusahaan.\n\nj.Menerima pemberian imbalan jasa dari siapapun untuk melakukan hal-hal yang\nmerugikan atau mengurangi keuntungan Perusahaan.\n\nk.Melakukan tindak kekerasan, menghina secara kasar kepada atasan, bawahan\ndan teman sekerja.\n\nl.Melakukan perjudian.\n\nm.Menyalahgunakan tugas dan tanggung jawabnya untuk keuntungan pribadi yang\nmerugikan Perusahaan.\n\nn.Menyuruh, membujuk atau ikut serta melakukan perbuatan yang melanggar\nhukum, kesusilaan terhadap Pengusaha, teman sekerja atau keluarganya.\n\no.Melakukan intimidasi dan atau menggunakan unsur-unsur paksaan.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"menstruationleave","1.Pekerja wanita tidak diwajibkan bekerj","1.Pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu\nhaid.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"maternitydifferenttrigger","2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku b","2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi semua Pekerja PT. SKF\nIndonesia.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"paidmaternityleaveduration","1.Kepada Pekerja wanita yang hamil diber","1.Kepada Pekerja wanita yang hamil diberikan hak cuti 3 (tiga) bulan,\npelaksanaannya diatur 1 (satu) bulan sebelum saatnya menurut perhitungan Dokter\nakan melahirkan dan 2 (dua) bulan setelah melahirkan atau gugur kandungan,\ndengan memberikan surat keterangan dari Dokter.",{"bindId":67,"name":48,"text":68},"maxsicknesspay","Dalam hal Pekerja menderita sakit dan dirawat di Rumah Sakit atau di rumah\ndibawah pengawasan dokter sehingga karena sakitnya ia tidak dapat melakukan\npekerjaannya, Perusahaan akan membayar upah sebagai berikut:\n\na.Karena kecelakaan kerja\u002Fhubungan kerja\n\n  Dibayar penuh 100 % dari upah selama 1 tahun.\n\n\nb.Karena bukan karena kecelakaan kerja:\n\n  Untuk 6 (enam) bulan pertama, dibayar 100 % dari upah.\n  Untuk 6 (enam) bulan kedua, dibayar 75 % dari upah.",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"severance_number_1_tenure","Dalam hal Pekerja mengalami sakit berkep","Dalam hal Pekerja mengalami sakit berkepanjangan sebagaimana dimaksud pasal\n32 selama 12 (dua belas) bulan terus menerus, hubungan kerjanya dapat\ndiputuskan dengan memberikan pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti\nrugi sesuai dengan, peraturan yang berlaku ditambah dengan kebijaksanaan dari\nPerusahaan",{"bindId":74,"name":71,"text":72},"severance_number",{"bindId":76,"name":77,"text":78},"ONCERISE_trigger","Tunjangan Hari Raya dibayarkan dua mingg","Tunjangan Hari Raya dibayarkan dua minggu menjelang Hari Raya dengan\nketentuan sebagai berikut:\n\na.Masa kerja 1 (satu) tahun dan seterusnya menerima 1 (satu) bulan upah.",{"bindId":80,"name":60,"text":61},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"dayspweek","2.Waktu kerja dalam Perusahaan diatur se","2.Waktu kerja dalam Perusahaan diatur sebagai berikut:\n\na.PABRIK:\n\nShift I : A Senin s\u002Fd Jumat jam 07.30 -16.30\n\nIstirahat 60 menit\n\nSabtu dan Minggu istirahat mingguan",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"wageincreasetype2","1.Kenaikan Gaji Pokok terdiri dari: a.Ke","1.Kenaikan Gaji Pokok terdiri dari:\n\na.Kenaikan Massal\n\nUntuk menjaga tingkat daya beli pekerja, setiap tahun pada bulan Januari\nGaji Pokok dinaikkan secara massal atas dasar Indeks Harga Konsumen (IHK) DKI,\ndan dibicarakan dengan Serikat Pekerja.\n\nb.Kenaikan atas dasar Penilaian Prestasi Kerja.\n\nc.Bila ada kenaikan UMP\u002FUMSP yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, untuk\ngaji yang telah berada diatas UMP\u002FUMSP, besar penyesuaian dengan serikat\npekerja dengan mempertimbangkan selisih kenaikan UMP\u002FUMSP.\n\n2.Kenaikan Gaji karena Promosi Sub Golongan dan Golongan diberikan kepada\nPekerja tetap yang besarnya ditentukan Perusahaan.",{"bindId":90,"name":60,"text":61},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":92,"name":87,"text":88},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"hourspday","1.Waktu kerja ialah jangka waktu dimana ","1.Waktu kerja ialah jangka waktu dimana Pekerja melakukan tugas pekerjaan\nditempat tertentu yang ditunjuk Perusahaan, yaitu 8 (delapan) jam sehari dan 40\n(empat puluh) jam per minggu.",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"funeralpay","Dalam hal Pekerja meninggal dunia, kepad","Dalam hal Pekerja meninggal dunia, kepada ahli warisnya yang sah diberikan\nhak-haksebagai berikut\n\na.Pertanggungan Asuransi sebagaimana ditentukan dalam pasal 44\n\nb.Uang duka dan pemakaman sebesar Rp 4.000.000 (empatjuta rupiah)",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"OVERTIME_trigger","1.Perhitungan upah lembur berpedoman pad","1.Perhitungan upah lembur berpedoman pada Peraturan Perundangan yang\nberlaku.",{"bindId":106,"name":107,"text":108},"contracttrialperiod","1.Masa percobaan ditetapkan paling lama ","1.Masa percobaan ditetapkan paling lama 3 (tiga) bulan.",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"maternityotherclause","2.Cuti hamil ini dapat diperpanjang apab","2.Cuti hamil ini dapat diperpanjang apabila Dokter memandang perlu Pekerja\nwanita yang bersangkutan masih harus dirawat.\n\n3.Apabila hak cuti hamil tersebut bertepatan dengan cuti tahunan, maka hak\natas cuti tahunan tetap berlaku.",{"bindId":114,"name":71,"text":72},"severance",{"bindId":116,"name":117,"text":118},"discrimination","1.Penerimaan Pekerja baru merupakan hak ","1.Penerimaan Pekerja baru merupakan hak Perusahaan yang dilakukan sesuai\ndengan syarat-syarat atau prosedur yang berlaku dan tidak diskriminatif Serta\ntidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":120,"name":48,"text":68},"maxsicknesspayperc",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"pensionfund","Pekerja diikut sertakan dalam Program Da","Pekerja diikut sertakan dalam Program Dana Pensiun Astra (DPA) dan berhak\nmendapatkan manfaat pensiun sesuai dengan ketentuan yang berlaku.",{"bindId":126,"name":127,"text":128},"TRAINING_trigger","Perusahaan memberikan biaya Pendidikan d","Perusahaan memberikan biaya Pendidikan dan Latihan yang diharuskan oleh\nPerusahaan.",{"bindId":130,"name":77,"text":78},"incidentalbonusdays1",{"bindId":132,"name":133,"text":134},"holidaysdays","1.Setiap tahun Pekerja berhak atas cuti ","1.Setiap tahun Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari\nkerja.",{"bindId":136,"name":137,"text":138},"jobclassifaction1","Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu ","Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu ikatan kerja yang ada, pekerja\nterbagi dalam 3 (tiga) status pekerja, yaitu:\n\na.Pekerja Tetap\n\nAdalah pekerja yang telah diangkat sebagai pekerja untuk jangka waktu yang\ntidak ditentukan dan upahnya dihitung atas dasar upah bulanan.\n\nb.Pekerja Kontrak\n\nAdalah pekerja yang bekerja di perusahaan dan terikat pada hubungan kerja\nsecara terbatas untuk jangka waktu tertentu atas syarat-syarat yang disepakati\nbersama antara perusahaan dan pekerja yang bersangkutan sesuai dengan Peraturan\nPerundangan yang berlaku.\n\nc.Pekerja Harian Lepas\n\nAdalah pekerja yang bekerja di perusahaan untuk jangka waktu kurang dari 20\nhari kerja dalam satu bulan untuk pekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam\nhal waktu dan volume pekerjaan, upahnya dihitung atas dasar upah harian dan\ndibayar menurut hari hadir, sesuai dengan Peraturan Perundangan yang\nberlaku.",{"bindId":140,"name":141,"text":142},"cbadate_end","5.Perjanjian Kerja Bersama ini mulai ber","5.Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku 1 Januari 2012 Sampai dengan 31\nDesember 2013.",{"bindId":144,"name":133,"text":134},"holidaysweeks",{"bindId":146,"name":147,"text":148},"COMMUTE_trigger","1.Pekerja yang bekerja pada hari kerja m","1.Pekerja yang bekerja pada hari kerja maupun pada hari libur diberikan\ntunjangan uang transport dan dibayarkan bersama tunjangan uang hadir dengan\nperhitungan sebagai berikut:\n\n[ { 2 x (2 x tarip bis kota + 1 x tarip M. Mini ) } x 150 % ] Rp 3.000,-\n\n(Berlaku untuk Gol. I, II, III)",{"bindId":150,"name":151,"text":152},"SUNDAY_trigger","b.Hari Iibur\u002Fistirahat mingguan : Jam ke","b.Hari Iibur\u002Fistirahat mingguan :\n\n  Jam ke I s\u002Fd VII upah lembur = 2 X TUL\n  Jam ke VIII upah lembur = 3 X TUL\n  Jam ke IX upah lembur = 4 X TUL",{"bindId":154,"name":60,"text":61},"childcaredifferenttrigger",{"bindId":156,"name":127,"text":128},"trainingprogrammes",{"bindId":158,"name":151,"text":152},"sundayallowancetype",{"bindId":160,"name":161,"text":162},"healthandsafetypolicy","Untuk menjaga Keselamatan dan Kesehatan ","Untuk menjaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Perusahaan menyediakan\nalat-alat perlindungan\u002Fproteksi, dimana Pekerja diwajibkan memakai alat-alat\ntersebut, mematuhi peraturan dan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja.",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"healthcareaccessrelatives","1.Perusahaan memberikan tunjangan Uang p","1.Perusahaan memberikan tunjangan Uang pengobatan kepada Pekerja dan\nkeluarganya. Bila suami isteri sama-sama bekerja di Perusahaan maka tunjangan\nuang pengobatan diberikan kepada salah satu menurut golongan yang lebih tinggi\ndan golongan yang lebih rendah disamakan dengan lajang.",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"overtimeallowanceperc1","a.Hari kerja biasa: Jam ke I dan seterus","a.Hari kerja biasa:\n\n  Jam ke I dan seterusnya, upah Lembur = 2 X TUL",{"bindId":172,"name":165,"text":166},"healthcareaccess",{"bindId":174,"name":95,"text":96},"hourspweek",{"bindId":176,"name":48,"text":68},"maxsicknesspaytype",{"bindId":178,"name":107,"text":108},"contracttrial",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"schedulesrestpw","10.Hari Istirahat Mingguan Adalah hari S","10.Hari Istirahat Mingguan\n\nAdalah hari Sabtu dan Minggu terkecuali untuk jenis pekerjaan yang sifatnya\nkhusus.",{"bindId":184,"name":151,"text":152},"sundayallowanceperc1",{"bindId":186,"name":60,"text":61},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":188,"name":64,"text":65},"paidmaternityleaveall",{"bindId":190,"name":191,"text":192},"paidpaternityleave","Pekerja berhak mendapat ijin tidak masuk","Pekerja berhak mendapat ijin tidak masuk kerja dengan mendapat upah dengan\nketentuan sebagai berikut:\n\na.Pekerja sendiri melangsungkan pernikahan:\n\n  untuk daerah JABODETABEK : 3 hari kerja\n  untuk daerah diluar JABODETABEK (dipulau Jawa) : 4 hari kerja\n  Jawa Timur : 5 hari kerja\n  untuk diluar pulau Jawa : 6 hari kerja\n\n\nb.Anak pekerja melangsungkan nikah : 3 hari kerja.\n\nc.Saudara sekandung Pekerja melangsungkan nikah:\n\n  untuk daerah JABODETABEK : 1 hari kerja\n  untuk daerah diluar JABODETABEK : 2 hari kerja\n\n\nd.Anggota keluarga Pekerja yaitu : suami\u002Fisteri, orang tua\u002Fmertua, anak sah,\nsaudara sekandung meninggal dunia:\n\n  Untuk daerah JABODETABEK : 3 hari kerja.\n  Untuk daerah diluar JABODETABEK (dipulau Jawa) : 4 hari kerja.\n  Untuk diluar pulau Jawa : 6 hari kerja\n\n\ne.Saudara sekandung istri\u002Fsuami pekerja meninggal dunia:\n\n  Untuk daerah JABODETABEK : 1 hari kerja.\n  Untuk daerah diluar JABODETABEK (dipulau Jawa) : 2 hari kerja.\n\n\nf.Isteri pekerja melahirkan 2 hari kerja, gugur kandungan : 4 hari kerja.",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"educationtuition","1.Dalam rangka turut serta melaksanakan ","1.Dalam rangka turut serta melaksanakan upaya mencerdaskan bangsa,\nperusahaan memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak pekerja.",{"bindId":198,"name":77,"text":78},"incidentalbonustype2",{"bindId":200,"name":48,"text":68},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":202,"name":60,"text":61},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":204,"name":52,"text":53},"violence",{"bindId":206,"name":71,"text":72},"contractseverancepay1",{"bindId":208,"name":209,"text":210},"paidpaternityleaveduration","f.Isteri pekerja melahirkan 2 hari kerja","f.Isteri pekerja melahirkan 2 hari kerja, gugur kandungan : 4 hari kerja.",{"bindId":212,"name":169,"text":170},"overtimeallowancetype",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"hivpolicy","2.Untuk mengetahui sedini mungkin apakah","2.Untuk mengetahui sedini mungkin apakah Pekerja menderita suatu penyakit\nmaka Perusahaan mengadakan pemeriksaan kesehatan Pekerja secara massal sesuai\ndengan kebutuhan yang wajib diikuti setiap pekerja dan biayanya ditanggung oleh\nPerusahaan.",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"mealvouchers","1.Perusahaan menyediakan makanan dan min","1.Perusahaan menyediakan makanan dan minuman kepada Pekerja setiap hari\niamasuk kerja.",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"disabilityfund","3.Disamping ikut dalam kepesertaan progr","3.Disamping ikut dalam kepesertaan program Jamsostek Pekerja juga\ndiasuransikan pada perusahaan asuransi swasta yang ditetapkan dan preminya\nditanggung sepenuhnya oleh Perusahaan adapun besar kecilnya nilai pertanggungan\nasuransi ditetapkan berdasarkan golongan pekerja dan diatur oleh ketentuan\ntersendiri.",{"bindId":226,"name":64,"text":65},"paidmaternityleave",{"bindId":228,"name":141,"text":142},"cbadate_start",{"bindId":230,"name":71,"text":72},"contractseverancepay",{"bindId":232,"name":233,"text":234},"WAGES_trigger","Upah yang.berlaku di Perusahaan terdiri ","Upah yang.berlaku di Perusahaan terdiri dari:\n\na.Gaji Pokok\n\nb.Tunjangan-tunjangan",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"SOCSEC_trigger","1.Sesuai dengan Undang-undang 3\u002F1992 mak","1.Sesuai dengan Undang-undang 3\u002F1992 maka Perusahaan mendaftarkan\u002Fmemasukkan\nsemua Pekerja menjadi peserta Jamsostek.\n\n2.Setahun sekali Perusahaan mengusahakan dan kantor JAMSOSTEK data saldo\nJaminan Hari Tua setiap Pekerja.\n\n3.Disamping ikut dalam kepesertaan program Jamsostek Pekerja juga\ndiasuransikan pada perusahaan asuransi swasta yang ditetapkan dan preminya\nditanggung sepenuhnya oleh Perusahaan adapun besar kecilnya nilai pertanggungan\nasuransi ditetapkan berdasarkan golongan pekerja dan diatur oleh ketentuan\ntersendiri.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. SKF Indonesia - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2013-12-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-06-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur produk logam, kecuali mesin dan perlengkapannya, Pabrik Manufaktur kendaraan bermotor dan karavan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        SKF Indonesia\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen FSPMI PT. SKF\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Heriyanto\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Hari Raya Idul Fitri\u002FHari Raya Kemenangan, Army Day \u002F Feast of the Sacred Heart\u002F St. Peter &amp; Paul’s Day (30th June), Rwandan Liberation Day (4th July), Umuganura Day (first Friday of August)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;0\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp; per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[244],{"title":39,"slug":34},[246],{"type":247,"data":248},"call_to_action_body_block",{"title":249,"description":250,"variant":251,"link":252},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":249,"url":253,"description":249,"rel":254,"type":255},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[257],{"type":247,"data":258},{"title":249,"description":250,"variant":251,"link":259},{"title":249,"url":253,"description":249,"rel":254,"type":255},[]]