[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-shangrahadhika-hotel-redtop-jakarta-dengan-sp-hotel-redtop-jakarta-sp-paras-indonesia":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":325,"content_type_view":326,"extra_breadcrumbs":327,"body":329,"body_blocks":340,"related_pages":344},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":323,"translations":324},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-shangrahadhika-hotel-redtop-jakarta-dengan-sp-hotel-redtop-jakarta-sp-paras-indonesia","f86bcc90-c4d5-11e3-a54a-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-shangrahadhika-hotel-redtop-jakarta-dengan-sp-hotel-redtop-jakarta-sp-paras-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-shangrahadhika-hotel-redtop-jakarta-dengan-sp-hotel-redtop-jakarta-sp-paras-indonesia\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Shangrahadhika, Hotel Redtop Jakarta Dengan SP Hotel Redtop Jakarta – SP Paras – Indonesia 2012 - 2014","IDN PT. Shangrahadhika, Hotel Redtop Jakarta - 2012","Indonesia - IDN PT. Shangrahadhika, Hotel Redtop Jakarta - 2012","IDN PT. Shangrahadhika, Hotel Redtop Jakarta - 2012 - Rumah sakit, penyedia makanan, parawisata",{"name":42,"data":43},"12 - PKB Redtop Hotel 2012 - 2014.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA : PT. Shangrahadhika, Hotel Redtop Jakarta\nDENGAN : Serikat Pekerja Hotel Redtop Jakarta - Serikat Pekerja Pariwisata dan\nSektoral Indonesia (Paras – Indonesia) TENTANG : PERJANJIAN KERJA BERSAMA\n(PKB) PERIODE TAHUN 2012 S\u002FD 2014\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : PENGERTIAN ISTILAH-ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang menjalankan\nPerusahaan PT. Sangrahadhika Jakarta (Hotel Redtop Jakarta);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Direksi\u002FManagement\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah nama terhadap jabatan yang diberi kuasa bertindak atas nama PT.\nSangrahadhika Jakarta (Hotel Redtop Jakarta) sesuai dengan AD\u002FART\nPerusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Organisasi Pekerja yang sah sebagai wadah Pekerja dilingkungan\nPerusahaan, dalam hal ini adalah Serikat Pekerja Hotel Redtop Jakarta yang\nberaffiliasi kepada Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Sektoral Indonesia\n(Paras – Indonesia);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang bekerja di Perusahaan PT Sangrahadhika Jakarta\n(Hotel Redtop Jakarta) dengan menerima upah dan beserta hak-hak lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suami dan istri pertama yang sah dari pekerja, dalam hal ini istri\npertama tersebut meninggal dunia atau cerai, maka pengertian istri adalah 1 (\nsatu ) istri yang sah maximum 3 ( tiga ) orang anak yang masi menjadi\ntanggungannya, maximum berusia 21 dan atau 23 tahun bagi yang masih menjalankan\npendidikan disertai surat keterangan dari lembaga pendidikan yang bersangkutan,\nbelum mempunyai penghasilan sendiri dan atau belum menikah dan keseluruhan\nanggota tersebut terdaftar pada bagian Personalia Hotel Redtop Jakarta;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anggota keluarga dari Pekerja yang bertindak untuk dan atas nama\nPekerja yang telah meninggal dunia serta ditetapkan sebagai ahli waris yang\nberhak menerima segala pembayaran hak dari Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari Pengusaha kepada Pekerja untuk\nsuatu pekerjaan yang telah atau akan dilakukan yang dinyatakan dalam bentuk\nuang, dimana besarannya ditetapkan berdasarkan kesepakatan atau ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku atas dasar suatu Perjanjian Kerja termasuk\ntunjangan baik untuk Pekerja yang bersangkutan maupun untuk keluargannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8)Uang Service\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tambahan tarif yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Pengusaha dalam\nrangka jasa pelayanan kepada tamu seperti : kamar, makanan, minuman, laundry,\ndan minibar yang merupakan milik dan menjadi bagian pendapatan bagi pekerja\nyang tidak termasuk sebagai komponen upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9)Tunjangan Service Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah sejumlah pembayaran yang dilakukan secara tetap setiap bulannya\nbersamaan dengan pembayaran upah yang didapat dari uang service;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(10)Kompensasi Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perhitungan sejumlah uang yang harus diterima Pekerja dalam hal\nterjadi pemutusan hubungan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(11)Jam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu dimana Pekerja melaksanakan pekerjaannya sebagaimana yang\nberlaku pada departemen\u002Fbagian dan sesuai dengan jabatannya masing-masing;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(12)Jam Istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu untuk beristirahat ( diantara jam kerja ) paling lama satu jam,\nterkecuali pada hari Jum’at bagi Pekerja yang melaksanakan Sholat Jum’at\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(13)JadwaL Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jadwal kerja yang disusun dan ditetapkan pada masing - masing\ndepartemen\u002Fbagian dengan ketentuan jadwal kerja tersebut tidak boleh lebih dari\n40 (empat puluh) jam seminggu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(14)Cuti Tahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hak istirahat selama 12 (dua belas) hari bagi Pekerja yang telah\nbekerja selama 1 (satu) tahun terus menerus;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(15)Istirahat Panjang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hak istirahat panjang selama 60 (enam puluh) hari bagi Pekerja yang\ntelah bekerja selama 6 (enam) tahun terus menerus dan kelipatannya yang\npelaksanaannya berdasarkan Pasal 79 ayat (2) UU No. 13 Tahun 2003 Jo\nKepmenakertrans No.: Kep-51\u002FMen\u002FIV\u002F2004 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan\nyang bersangkutan lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(16)Kompetensi Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan,\nketerampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(17)Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah lamanya Pekerja bekerja pada Perusahaan yang perhitungannya dimulai\npada hari pertama Pekerja yang bersangkutan melaksanakan pekerjaannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(18)Hari Libur Nasional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia dengan\ntetap mendapat upah dan hak-hak lainnya secara penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(19)Hari Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu hari libur mingguan diluar hari kerja sesuai dengan jadwal\nkerja yang ditetapkan sebelumnya pada departemen\u002Fbagian masing-masing;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(20)Dokter Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seseorang atau lebih yang berprofesi sebagai dokter yang ditunjuk dan\nditetapkan sebagai dokter Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak-Pihak Yang Membuat Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini selanjutnya disebut Perjanjian dibuat,\ndisepakati dan ditanda tangani antara :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)PIHAK PENGUSAHA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hotel Redtop Jakarta, yang berkedudukan di Jalan Pecenongan No. 72 Jakarta\nPusat, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama serta mewakili PT.\nSangrahadhika Jakarta, yang didirikan berdasarkan Akte Notaris Siti Pertiwi\nHeni, S.H., No. : 767, Tanggal : 7 Juni 1991;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)PIHAK SERIKAT PEKERJA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja Hotel Redtop Jakarta yang beraffiliasi kepada Serikat\nPekerja Pariwisata dan Sektoral Indonesia (Paras – Indonesia) yang\nberkedudukan di Jalan Pecenongan No : 72 Jakarta Pusat dalam hal ini bertindak\nuntuk dan atas nama serta mewakili Para Pekerja\u002FAnggotanya, yang tercatat pada\nKantor Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta Pusat\ndengan Nomor Bukti Pencatatan : 497\u002FI\u002FP\u002FVIII\u002F2009, Tanggal : 10 Agustus\n2009.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Maksud dan Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Mempertegas dan memperjelas tentang hak dan kewajiban bagi Pihak\nPengusaha dan Pekerja sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan\nyang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Menetapkan syarat - syarat kerja dan kondisi kerja dalam pelaksanaan\nhubungan industrial yang belum diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Sebagai sarana dan pedoman dalam penyelesaian perbedaan pendapat yang\ndapat mengakibatkan terjadinya pertentangan\u002Fperselisihan antara Pengusaha dan\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Ruang Lingkup Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku bagi Pengusaha dan Pekerja dalam\nruang lingkup hubungan kerja atau hubungan industrial dilingkungan PT.\nSangrahadhika Jakarta (Hotel Redtop Jakarta);\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Masa Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku PT. Sangrahadhika Jakarta (Hotel\nRedtop Jakarta) paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak ditanda tangani oleh\nPara Pihak yang membuatnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Hak Dan Kewajiban Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha dan Serikat Pekerja secara bersama-sama berkewajiban untuk\nmentaati dan melaksanakan seluruh isi Perjanjian Kerja Bersama ini dan\u002Fatau\nketentuan perundang-undangan yang berlaku lainnya secara baik, benar, jujur dan\nbertanggungjawab serta berhak saling mengingatkan satu dengan lainnya untuk\ntidak melakukan tindakan cidera janji dan\u002Fatau melakukan pelanggaran atas\nperjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengusaha dan Serikat Pekerja secara bersama-sama berkewajiban untuk\nmemberi penjelasan yang sejelas jelasnya mengenai isi Perjanjian Kerja Bersama\nini kepada seluruh pihak yang terlibat dalam hubungan industrial di Perusahaan\nPT. Sangrahadhika Jakarta (Hotel Redtop Jakarta);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Pengakuan Pengusaha Terhadap Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Serikat Pekerja Redtop Hotel Jakarta yang beraffiliasi kepada Federasi\nSerikat Pekerja Pariwisata dan Sektoral Indonesia (PARAS – INDONESIA) adalah\nSerikat Pekerja yang diakui oleh Pengusaha dan oleh karena itu Pengusaha\nmenghormati dan mendukung kegiatannya positip yang dilakukan untuk kepentingan\nPekerja dan Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengusaha setuju untuk tidak mencampuri urusan internal Serikat\nPekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pengusaha menjamin untuk tidak melakukan tindakan intimidasi maupun\ntindakan lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap anggota\nmaupun pengurus Serikat Pekerja sebagaimana diatur dalam Pasal 28 UU No. 21\nTahun 2000 Tentang Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Dalam hal diperlukan, sewaktu-waktu Pengurus Serikat Pekerja dibenarkan\nuntuk memanggil atau menemui anggotanya atau pimpinan dalam suatu Departemen\nyang bersangkutan guna melakukan klarifikasi atas kondisi dan situasi yang\nterjadi di Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Pengusaha mengakui bahwa, Serikat Pekerja berhak menerima tembusan\nsurat-surat yang berhubungan dengan sumber daya manusia\u002Femployee seperti :\npengumuman, edaran, peraturan-peraturan tambahan, penjelasan surat peringatan,\npenambahan Pekerja, pengunduran diri Pekerja, Pekerja pensiun, pengumuman\nservice charge, promosi\u002Fkenaikan jabatan Pekerja, kecuali Surat Peringatan\nTerakhir harus memberitahukan terlebih dahulu secara tertulis dan dirundingkan\ndengan Serikat Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Pengusaha dilarang mengadakan perjanjian\u002Fpersetujuan bersama, kontrak\nkerja dan sejenisnya, yang merupakan ikatan yang disepakati bersama antara\nseorang Pekerja atau lebih dengan Pengusaha yang bertentangan dengan PKB\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Pengakuan Serikat Pekerja Terhadap Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Serikat Pekerja mengakui sepenuhnya atas hak kepemilikan, hak mengelola\nmodal serta mengembangkan usaha bagi Pengusaha, sesuai dengan ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku dan Serikat Pekerja bersedia membantu\npelaksanaannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Serikat Pekerja setuju untuk tidak mencampuri urusan internal Pengusaha\nmengenai struktur organisasi dan susunan kepemimpinan Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Sebagai mitra bagi Pengusaha maka Serikat Pekerja turut bertanggung jawab\nkepada para anggotanya dalam melaksanakan kewajibannya, diantaranya ikut\nberpartisipasi aktif dalam mengangkat derajat nama baik Perusahaan terhadap\npihak-pihak terkait;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Serikat Pekerja mengakui setiap Pemimpin yang ditetapkan oleh Pengusaha,\ndan secara bersama-sama berkewajiban untuk saling hormat menghormati;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Pengusaha berhak mendapat tembusan tentang Nomor bukti pencatatan SP\u002FSB,\ndan\u002Fatau daftar anggota dan pengurus Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Jaminan Terhadap Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha memberikan jaminan atas kebebasan berserikat bagi seluruh\nPekerja yang bekerja PT. Sangrahadhika Jakarta (Hotel Redtop Jakarta) sesuai\ndengan Pasal 28 UUD 1945, Konvensi ILO No. : 87 dan 98, UU No. 21 Tahun 2000,\nUU No. : 13 Tahun 2003 dan\u002Fatau ketentuan perundang - undangan yang\nbersdngkutan lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengusaha menjamin untuk tidak melakukan tindakan yang dilarang terhadap\nanggota maupun pengurus Serikat Pekerja yang melakukan aktivitas organisasi\nsesuai dengan ketentuan perundang-undang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Fasilitas Yang Diberikan Kepada Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Serikat Pekerja diberikan fasilitas oleh Pengusaha berupa peminjaman\nruang Sekretariat beserta perlengkapan yang memadai dan layak, dimana atas\nfasilitas tersebut Serikat Pekerja berkewajiban untuk memelihara dan menjaganya\nsecara baik dan bertanggungjawab;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengusaha menyediakan papan pengumuman kepada Serikat Pekerja untuk\ndipergunakan sebagaimana mestinya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Dalam waktu tertentu sesuai keperluannya Pengusaha memberikan ijin kepada\nSerikat Pekerja untuk memakai ruangan rapat yang ada di Perusahaan guna\nmelakukan kegiatan seperti : Rapat, Pertemuan, Diklat dan sejenisnya dengan\nterlebih dahulu memberitahukan secara tertulis kepada Pengusaha paling lambat 1\n(satu) hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Iuran Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sebagai wujud kemitraan antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja, maka\nPengusaha membantu Serikat Pekerja dalam pelaksanaan pungutan iuran anggota\nmelalui pemotongan upah setiap bulan bagi Pekerja yang menjadi anggota Serikat\nPekerja, dimana pelaksanaanya mengacu kepada Kepmenakertrans No. :\nKep-187\u002FMen\u002FX\u002F2004 dan Anggaran Dasar\u002FRumah Tangga Serikat Pekerja dan\u002Fatau\nFederasi Serikat Pekerja yang bersangkutan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Dispensasi Bagi Anggota dan Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha memberikan dispensasi untuk menghadiri berbagai kegiatan, baik\nyang diselenggarakan oleh Organisasi Serikat Pekerja, Instansi Pemerintah\ndan\u002Fatau Instansi yang terkait lainnya, dispensasi dimaksud diberikan atas\nsepengetahuan Departement Headnya atau Personel Manager;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Permohonan dispensasi diajukan minimal 1 (satu) hari sebelumnya disertai\nbukti - bukti yang cukup;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Dispensasi diberikan dalam waktu paling lama 5 (lima) hari kerja, apabila\nlebih dari ketentuan tersebut, dibutuhkan pertimbangan-pertimbangan khusus bagi\nPengusaha dengan alasan positip yang dapat diterima tanpa kehilangan hak\nsebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : HUBUNGAN INDUSTRIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Pelaksanaan Hubungan Industrial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Dalam melaksanakan hubungan industrial Pengusaha mempunyai fungsi untuk\nmenciptakan kemitraan, mengembangkan usaha, memberikan ketenangan bekerja dan\nmeningkatkan kesejahteraan bagi Pekerja dan keluarganya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Dalam melaksanakan hubungan industrial Pekerja dan Serikat Pekerja\nmempunyai fungsi menjalankan pekerjaan sesuai dengan kewajibannya, menjaga\nketertiban demi kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi secara demokratis,\nmengembangkan keterampilan dan keahliannya serta berperan aktif memajukan\nPerusahaan dan memperjuangkan kesejahteraan Pekerja\u002FAnggota beserta\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Penerimaan Pekerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha mempunyai kewenangan untuk menetapkan mekanisme, prosedur dan\nsyarat-syarat dalam penerimaan calon Pekerja baru sesuai dengan kebutuhan\ntenaga kerja di Perusahaan, yang pelaksanaanya berdasarkan pada ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>(2)Setiap calon Pekerja berkewajiban untuk menandatangani Perjanjian Kerja\nyang sekurang - kurangnya memuat tentang status hubungan kerja,\nkedudukan\u002Fjabatan, upah dan hak-hak lain yang diterimanya, kewajiban yang harus\ndilaksanakan dan masa berlakunya Perjanjian Kerja;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Bagi calon Pekerja dimaksud berhak mendapat salinan Perjanjian Kerja\ntersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>(1)Calon Pekerja wajib menjalani masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan,\nsebelum diangkat menjadi Pekerja tetap;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Selama dalam masa percobaan, baik Pengusaha maupun calon Pekerja\nsama-sama berhak untuk melakukan pengakhiran hubungan kerja tanpa syarat\nataupun pembayaran kompensasi dalam bentuk apapun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Pengangkatan Sebagai Pekerja Tetap\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Setiap calon Pekerja yang telah menjalani masa percobaan selama 3 (tiga)\nbulan berhak untuk diangkat menjadi Pekerja tetap dengan mendapat Surat\nKeputusan Pengangkatan serta berhak pula mendapatkan hak - haknya sesuai dengan\nketentuan yang berlaku dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Keterlambatan pemberitahuan kelulusan dan pemberian Surat Keputusan\nPengangkatan dari Pengusaha kepada calon Pekerja sebagai Pekerja tetap tidak\nmenghapus haknya sebagai Pekerja tetap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Masa Kerja dan Batas Usia Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Masa kerja bagi Pekerja dihitung sejak hari pertama Pekerja yang\nbersangkutan melaksanakan pekerjaannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Batas usia bagi Pekerja Pria sekurang-kurangnya 18 (delapan belas) tahunn\nsampai dengan usia 55 (lima puluh lima) tahun dan bagi Pekerja Wanita sampai\ndengan 50 (lima puluh) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Pelatihan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>(1)Pengusaha berkewajiban untuk menyelenggarakan pelatihan kerja bagi para\nPekerja untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompentensi kerja guna\nmeningkatkan kemampuan, produktivitas dan kesejahteraan bagi Pekerja;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Penyelenggaraan pelatihan kerja yang diselenggarakan ditempat pelatihan\natau di Perusahaan seluruh kebutuhan, fasilitas dan biayanya ditanggung\nsepenuhnya oleh Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Setiap Pekerja berhak untuk meningkatkan dan\u002Fatau mengembangkan\nkompetensi kerja sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya melalui pelatihan\nkerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>(4)Sewaktu-waktu Serikat Pekerja dengan sepengetahuan Pengusaha berhak untuk\nmenyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota dan pengurus Serikat\nPekerja yang pendanaanya dialokasikan dari uang service sebesar 2 % (dua\npersen) untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Tenaga Kerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Bila dipandang perlu berdasarkan kebutuhan operasional Perusahaan, maka\nPengusaha dapat mempekerjakan tenaga kerja asing yang pelaksanaannya harus\nsesuai dengan UU No. 3 Tahun 1958 Jo Bab VIII UU No. 13 Tahun 2003 Jo\nKepmenakertrans No : Kep-228\u002FMen\u002F2003 Jo Kepmenakertrans No. :\nKep-20\u002FMen\u002FIII\u002F2004 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan\nlainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Tenaga kerja asing yang dipekerjakan dimaksud wajib mentaati ketentuan\nperundang-undangan dan menghormati adat istiadat bangsa Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Penilaian dan Apresiasi Terhadap Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha melakukan penilaian terhadap para Pekerja untuk dievaluasi\nsebagai salah satu pedoman dalam melakukan kenaikan upah, adapun faktor-faktor\nyang dinilai antara lain : kehadiran, ketepatan waktu, kerapihan, disiplin,\nkeramahan, kejujuran, inisiatif, kesehatan, kepemimpinan, loyalitas dan\ntanggung jawab kepada Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Selain hal tersebut Pengusaha juga memberikan Penghargaan Anugerah\nPengabdian kepada Pekerja yang telah bekerja selama 5 (lima), 10 (sepuluh), 15\n(lima belas), 20 (dua puluh), 25 (dua puluh lima) tahun atau lebih secara terus\nmenerus;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Anugerah Pengabdian kepada Pekerja diberikan dalam bentuk plakat dan uang\nyang besarnya disesuaikan dengan kebijakan Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Manajemen memberikan Penghargaan khusus kepada Pekerja dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4.1)Berjasa menggagalkan, mencegah \u002F menghindarkan Perusahaan dari\nkebakaran, pencurian ataupun kejadian lain yang dapat mengakibatkan timbulnya\nkerugian bagi Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4.2)Berjasa membawa nama baik Perusahaan atas prestasi disegala bidang yang\ndicapai di luar Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Mutasi\u002FPemindahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Mutasi atau pemindahan dapat dilakukan antar departemen atau antar seksi\ndidalam departemen itu sendiri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pemberitahuan adanya lowongan pada departemen atau seksi pada departemen\ndilakukan secara terbuka pada papan pengumuman oleh departemen HRD;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pelaksanaan Mutasi dilaksanakan berdasarkan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja tetap yang telah bekerja di Perusahaan PT. Sangrahadhika Jakarta\n(Hotel Redto Jakarta) menjadi perioritas utama;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Adanya lowongan tenaga kerja pada suatu departemen atau seksi didalam\ndepartemen yang bersangkutan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pengisian lowongan dimaksud sesuai dengan bakat, minat, kemampuan,\nketerampilan dan keahlian dari Pekerja yang bersangkutan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kepentingan untuk pengembangan jenjang karier bagi Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Terjadinya perkawinan sesama Pekerja pada satu departemen;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Adanya rekomendasi dari dokter Perusahaan atas kesehatan bagi Pekerja yang\nbersangkutan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Penilaian yang berasaskan terbuka, bebas, obyektif, adil tanpa\ndiskriminasi dan\u002Fatau adanya unsur-unsur negatif antara atasan dengan\nbawahannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Tidak adanya pengurangan upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima\nmaupun penurunan jabatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Permohonan mutasi dilakukan berdasarkan rekomendasi dari pimpinan\ndepartemen atau atas permohonan yang diajukan oleh Pekerja yang bersangkutan\nsendiri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Setiap Pekerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk dimutasikan\ndan berhak pula untuk mengajukan keberatan jika tidak sesuai dengan keahlian,\nketerampilan, bakat minat dan kemampuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Promosi Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Promosi jabatan dilakukan dalam satu departemen atau antar departemen;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-eqpromotion\">\u003Cp>(2)Promosi jabatan dilakukan sesuai rekomendasi dari pimpinan departemen\ndengan mempertimbangkan mengenai kebutuhan tenaga kerja pada jabatan tertentu,\npenilaian berdasarkan asas terbuka, bebas, obyektif, adil, setara tanpa\ndiskriminasi dan prestasi kerja;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pimpinan departemen mengajukan promosi jabatan kepada Direktur HRD untuk\nmendapat persetujuan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Direktur HRD memberitahukan secara tertulis kepada Pekerja yang\nbersangkutan dalam rangka pelaksanaan promosi jabatan dimaksud;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Setiap Pekerja yang mendapat kesempatan untuk dipromosikan akan menjalani\nmasa orientasi atas jabatannya yang baru selama 3 (tiga) bulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Selama menjalani masa orientasi promosi jabatan, Pekerja yang\nbersangkutan berhak menerima upah dan hak-hak lainnya sesuai dengan yang\nditerima sebelumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Apabila Pekerja yang dipromosikan jabatannya tersebut dinyatakan cakap\nuntuk menduduki jabatannya yang baru tersebut, maka Pekerja yang bersangkutan\nberhak menerima kenaikan upah, hak-hak lainnya dan fasilitas sesuai dengan\njabatanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8)Dalam hal Pekerja yang bersangkutan dinyatakan belum cakap untuk\nmenduduki jabatannya yang baru, maka Pekerja dimaksud akan dikembalikan pada\nposisi dan jabatannya semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Demosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Demosi atau penurunan jabatan hanya dapat dilakukan jika Pekerja yang\nbersangkutan telah melakukan pelanggaran disiplin kerja dengan katagori\nkesalahan besar dan\u002Fatau telah menerima surat peringatan ketiga yang masih\nberlaku, dimana Pekerja yang bersangkutan kembali melakukan kesalahan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengusaha tidak dibenarkan memberikan sanksi ganda berupa surat\nperingatan, permintaan ganti rugi dan\u002Fatau demosi terhadap Pekerja yang\nmelakukan kesalahan dalam katagori kesalahan apapun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Kesalahan besar sebagaimana dimaksud sesuai dengan katagori kesalahan\nbesar yang termatub di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : WAKTU KERJA DAN LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cp>(1)Pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja bagi para Pekerja,\nyang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 7 (tujuh) jam dalam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu)\nminggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam dalam 1\n(satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Waktu kerja bagi Pekerja yang bekerja non shift ditetapkan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin – Jum’at: 09.00 - 17.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: 09.00 - 14.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dan bagi Pekerja yang bekerja dengan sistem shift ditetapkan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift I(pagi): 07.00 – 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift II(sore): 15.00 – 23.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift III(malam): 23.00 – 07.00 WIB\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Dengan mempertimbangkan kepentingan dan kebutuhan operasional Perusahaan,\nmaka waktu kerja dapat dikecualikan dari waktu kerja sebagaimana dimaksud pada\nayat (2) namun pengaturannya tetap mengacu sebagaimana dimaksud pada ayat (1)\ndiatas;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Ketentuan waktu kerja bagi Pekerja perempuan ditetapkan berdasarkan Pasal\n76 UU No. 13 tahun 2003 Jo Kepmenakertrans No. : Kep-224\u002FMen\u002F2003 dan\u002Fatau\nketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Waktu Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>(1)Setiap Pekerja berhak untuk mendapat waktu istirahat diantara jam kerja\nyang sekurang-kurangnya watu istirahat dimaksud selama 1 (satu) jam setelah\nbekerja selama 4 (empat) jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak\ntermasuk jam kerja;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Demi kelancaran operasional perusahaan, maka waktu istirahat bagi setiap\nPekerja diatur oleh pimpinan pada departemen\u002Fbagian masing-masing;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Kehadiran Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Setiap Pekerja wajib hadir ditempat kerja paling lambat 15 (lima belas)\nmenit sebelum waktu kerjanya dimulai dan kehadirannya tersebut harus dibuktikan\ndengan absensi pada saat masuk maupun pulang kerja pada tempat yang sudah\ndisediakan oleh pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Bagi Pekerja yang tidak melakukan absensi baik saat masuk maupun pulang\nkerja harus memberitahukan kepada atasannya yang selanjutnya disampaikan kepada\ndepartemen HRD;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pekerja yang terlambat hadir atau pulang kerja lebih awal dari waktu\nkerjanya harus memberitahukan dan\u002Fatau mendapat ijin dari atasannya\nmasing-masing;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Untuk meningkatan disiplin kerja, maka setiap Pekerja yang terlambat\nhadir ditempat kerjanya dapat dikenakan sanksi sesuai dengan katagori\npelanggaran dan sanksi yang termatub di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Pengeculian pemberian sanksi atas keterlambat diberikan jika terjadinya\ninsident maupun kondisi tertentu yang terjadi diluar kemampuan dari Pekerja\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha yang bermaksud untuk mempekerjakan Pekerja melebihi dari waktu\nkerjanya (lembur) harus memenuhi syarat :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.ada persetujuan dari Pekerja yang bersangkutan, dan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>b.waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam\n1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>(2)Pengusaha yang mempekerjakan Pekerja untuk bekerja lembur wajib membayar\nupah lembur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Ketentuan mengenai kerja lembur dan perhitungan upah lembur harus sesuai\ndengan Pasal 78 UU No. 13 tahun 2003 Jo Kepmenakertrans No. : Kep-102\u002FMen\u002F2004\ndan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>(1)Pada hari libur resmi baik yang jatuh pada hari minggu atau hari libur\nmingguan semua Pekerja yang bekerja di Perusahaan, berhak mendapatkan libur dan\nPengusaha tetap wajib membayar upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima\noleh Pekerja tanpa membedakan status Pekerja;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Dalam hal pekerjaan menurut sifatnya harus dijalankan pada hari libur\nresmi, maka bagi Pekerja yang bekerja pada harus libur tersebut disamping\nmemperoleh upah, juga dibayarkaan upah lemburnya sesuai dengan ketentuan yang\nberlaku dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Setiap Pekerja mendapat 1 ( satu) hari istirahat mingguan atau “day\noff” setiap kali Pekerja telah bekerja selama 40 (empat puluh) jam\nberturut-turut dalam satu minggu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Bagi Pekerja dengan waktu kerja secara shift, maka hari liburnya tidak\nharus jatuh pada hari minggu, hari istirahat mingguan dapat ditunda atau\ndipercepat sesuai dengan kebutuhan Perusahaan atau kebutuhan Pekerjaan dengan\ntidak mengganggu kelancaran operasional Perusahaan atau kepentingan Pekerja\nyang bersangkutan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Akumulasi penggunaan hari libur tidak boleh lebih dari 2 (dua) hari\nkarena pada dasarnya penggunaan hari libur tidak dapat digabungkan dengan hari\nlibur pada minggu-minggu sebelumnya, terkecuali atas persetujuan dari\natasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Ketentuan mengenai hari libur ditetapkan berdasarkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cp>(1)Bagi Pekerja yang telah bekerja selama 1 (satu) tahun terus menerus\nberhak mendapat cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari dengan tetap menerima\nupah dan hak-hak lainnya yang biasa diterima oleh Pekerja yang bersangkutan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Hak cuti tahunan akan gugur bila tidak dipergunakan dalam waktu 6 (enam)\nbulan sejak timbulnya hak cuti tahunan dimaksud, terkecuali karena pertimbangan\noperasional Perusahaan dan mendapat persetujuan dari atasannya maka hak cuti\ntahunan dimaksud dapat ditunda pelaksanaannya paling lama 6 (enam) bulan\nkemudian dan bila setelah 6 (enam) bulan ternyata hak cuti dimaksud belum juga\ndi pergunakan maka hak cuti tahunan bagi Pekerja yang bersangkutan dinyatakan\ngugur serta tidak dapat dikompensasikan dalam bentuk uang;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Setiap Pekerja yang ingin mengunakan hak cuti tahunannya wajib untuk\nmengisi formulir cuti paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum melaksanakan cuti\ntahunan untuk selanjutnya disetujui terlebih dahulu oleh atasannya\nmasing-masing;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja dengan alasan apapun maka\nPekerja yang bersangkutan berhak atas penggantian hak cuti tahunan atau sisa\ncuti yang belum diambil atau gugur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Istirahat Panjang\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Setiap Pekerja yang telah bekerja selama 6 (enam) tahun terus menerus\ndan\u002Fatau untuk setiap kelipatan 6 (enam) tahun berhak mendapat hak istirahat\npanjang selama 60 (enam puluh) hari sesuai Pasal 79 ayat (2) UU No. 13 Tahun\n2003 Jo Kepmenakertrans No.: Kep-51\u002FMen\u002FIV\u002F2004;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Istirahat panjang dilaksanakan pada tahun ketujuh dan kedelapan\nmasing-masing selama 30 (tiga puluh) hari dan Pengusaha wajib memberitahukan\nsecara tertulis kepada Pekerja yang bersangkutan tentang saat timbulnya hak\nistirahat panjang paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pekerja yang melaksanakan istirahat panjang pada tahun kedelapan berhak\nmenerima kompensasi sebesar ½ (setengah) bulan upah namun tidak berhak atas\ncuti tahunan untuk tahun ketujuh dan kedelapan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Hak istirahat panjang gugur bila dalam waktu 6 (enam) bulan sejak hak\nistirahat panjangnya timbul dan telah diberitahukan oleh Pengusaha secara\ntertulis, namun ternyata Pekerja yang bersangkutan tidak mempergunakan\nhaknya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Penundaan pelaksanaan hak istirahat panjang hanya dapat dilakukan\nberdasarkan pertimbangan opersional Perusahaan dan hal tersebut sepengetahuan\natau permintaan dan\u002Fatau mendapat persetujuan dari Pengusaha, namun bila\nsetelah 3 (tiga) bulan sejak ditundanya pelaksanaan istirahat panjang tersebut\nPekerja yang bersangkutan belum juga mengunakan haknya maka hak istirahat\npanjangnya dinyatakan gugur serta tidak dapat dikompensasikan dalam bentuk\nuang;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Setiap Pekerja yang ingin mengunakan hak istirahat panjangnya wajib untuk\nmengisi formulir istirahat panjang paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum\nmelaksanakan istirahat panjang untuk selanjutnya disetujui terlebih dahulu oleh\natasannya masing-masing;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja dengan alasan apapun maka\nPekerja yang bersangkutan berhak atas penggantian hak istirahat panjang atau\nsisa istirahat panjangnya yang belum diambil atau gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Bagi Pekerja perermpuan yang dalam masa haid merasakan sakit dapat\nmemberitahukan tentang hal tersebut kepada Pengusaha untuk tidak bekerja pada\nhari pertama dan kedua dengan tetap menerima upah berserta hak-hak lainnya\nsebagimana biasa diterima oleh Pekerja dimaksud.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Cuti Hamil, Melahirkan\u002FKeguguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>(1)Setiap Pekerja perempuan berhak memperoleh cuti\u002Fistirahat pada masa\nkehamilan menjelang melahirkan selama 1,5 (satu setengah) bulan dan 1,5 (satu\nsetengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan\u002Fbidan\nyang memeriksanya;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>(2)Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\ncuti\u002Fistirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat\nketerangan dokter kandungan atau bidan yang memeriksanya;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Bagi Pekerja perempuan yang ingin mengunakan hak cuti\u002Fistirahat\nmelahirkan wajib mengisi formulir cuti paling lambat 7 (hari) hari sebelumnya\ndan bagi Pekerja perempuan yang mengalami keguguran pemberitahuan dan\u002Fatau\nsurat keterangan dokternya paling lambat diserahkan pada hari pertama Pekerja\ndimaksud masuk bekerja kembali;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cp>(4)Setiap Pekerja perempuan yang sedang menggunakan hak cuti\u002Fistirahatnya\nsebagaimana dimaksud berhak mendapat upah beserta hak-hak lainnya yang biasa\nditerima oleh Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Cuti Menunaikan Ibadah Haji\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha memberikan kesempatan 1 (satu) kali kepada seluruh Pekerja yang\nberagama Islam untuk menunaikan Ibadah Haji dalam waktu 40 (empat puluh) hari\ndan\u002Fatau sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh Departemen Agama\nRepublik Indonesia;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Bagi Pekerja yang bermaksud ingin menunaikan Ibadah Haji wajib\nmemberitahukan maksudnya tersebut kepada Pengusaha dengan melampirkan\nbukti-bukti yang cukup dalam waktu paling lambat 1 (satu) bulan sebelumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Setiap Pekerja yang sedang menggunakan hak cuti menunaikan haji\nsebagaimana dimaksud berhak mendapat upah beserta hak-hak lainnya yang biasa\nditerima oleh Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Cuti Diluar Tanggungan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Setiap Pekerja yang telah mempunyai masa kerja paling sedikit 3 (tiga)\ntahun dapat mengajukan cuti di luar tanggungan Perusahaan sebanyak-banyaknya 30\n(tiga puluh) hari untuk hal - hal yang mendesak atau sesuai kebutuhan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pekerja yang akan menggunakan cuti diluar tanggungan perusahaan wajib\nmengajukan permohonan beserta alasannya kepada atasannya\u002FPengusaha paling\nlambat 30 (tiga puluh) hari sebelumnya dan pelaksanaan cuti diluar tanggungan\nperusahaan dimaksud hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari\natasan dan\u002Fatau Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Bagi Pekerja yang sedang menggunakan cuti diluar tanggungan Perusahaan\ndimaksud, maka selama masa cuti tersebut Pekerja yang bersangkutan tidak berhak\nmemperoleh upah beserta hak-hak lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PENGUPAHAN DAN TUNJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Prinsip Dasar Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Berdasarkan bagian kedua UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Jo\nKepmenakertrans No. : Kep-49\u002FMen\u002FIV\u002F2004 Tentang Ketentuan Struktur dan Skal\nUpah Jo Peraturan Pemerintah No. : 8 Tahun 1981 Tentang Perlindungan Upah Jo\nPermenaker No. : Per-01\u002FMen\u002F1999 Tentang Upah Minimum Jo Peraturan Daerah No. 6\nTahun 2004 Tentang Ketenagakerjaan mengenai Penetapan Upah Minimum Sektoral\nProvinsi (UMSP) oleh Gubernur, maka prinsif dasar pengupahan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>(1)Setiap Pekerja berhak memperoleh upah\u002Fpenghasilan yang layak untuk\nmemenuhi kebutuhan hidup bagi Pekerja sendiri dan keluarganya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengaturan pengupahan ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Pengusaha\ndan Pekerja yang tidak menjadi anggota Serikat Pekerja atau Serikat Pekerja\nyang mewakili Pekerja sebagai anggotannya, dimana besarannya tidak boleh lebih\nrendah dari ketentuan pengupahaan yang ditetapkan peraturan perundang-unadangan\nyang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Dalam menyusun struktur dan skala upah Pengusaha wajib memperhatikan\nserta mempertimbangkan mengenai golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan dan\nkompetensi dari masing-masing Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>(4)Bagi Pekerja yang berstatus tetap, tidak tetap dan dalam masa percobaan,\nmaka upahnya diberikan oleh Pengusaha serendah-rendahnya sebesar upah minimum\ndalam hal ini adalah Upah Minimun Sektoral Provinsi (UMSP) yang berlaku di\nProvinsi DKI Jakarta saat itu;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cp>(5)Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) sebagaimana dimaksud ayat (4) hanya\nberlaku bagi Pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun dan\npeninjauan upah bagi Pekerja yang mempunyai masa kerja lebih dar 1 (satu) tahun\ndilakukan atas kesepakatan tertulis antara Pekerja yang tidak menjadi anggota\nSerikat Pekerja atau Serikat Pekerja yang mewakili Pekerja sebagai anggotannya\ndengan Pengusaha;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Dalam hal Perusahaan mengalami pailit dan dapat membuktikan\npenetapan\u002Fputusan dari lembaga peradilan tentang kepailitan dimaksud, maka upah\ndan hak-hak lain yang biasa diterima Pekerja merupakan hutang yang harus\ndidahulukan pembayarannya oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Komponen upah terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah Pokok;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan Tetap, dan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Upah pokok merupakan upah dasar bagi Pekerja, dimana Pengusaha dalam\nmenetapkan upah pokok bagi Pekerja ditetapkan serendah-rendahnya sebesar Upah\nMinimum Provinsi (UMSP) yang berlaku di Provinsi DKI Jakarta;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Tunjangan tetap terdiri dari : Tunjangan jabatan, Tunjangan masa kerja,\ndan Uang service charge tetap, dimana tunjangan tetap dimaksud diterima Pekerja\nsecara tetap setiap bulannya dan tidak terpengaruh dari kehadiran Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Tunjangan tidak tetap terdiri dari : Tunjangan split shift, Tunjangan\nmakan, dan Tunjangan pengganti makan di bulan puasa, dimana tunjangan tidak\ntetap dimaksud hanya diberikan kepada Pekerja yang hadir bekerja dan\nmelaksanakan hal tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Waktu Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pembayaran upah dilaksanakan pada tanggal 25 (dua puluh lima) setiap\nbulannya, namun jika pada tanggal dimaksud jatuh di hari libur resmi\u002Fhari\nMinggu, maka pembayarannya dilaksanakan 1 (satu) hari setelahnya dan jika\ntanggal dimaksud jatuh di hari Sabtu maka pembayaraanya dilaksanakan 1 (satu)\nhari sebelumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Setiap kali Pekerja menerima pembayaran upah, maka Pengusaha akan\nmelakukan pemotongan upah untuk pajak (Pph 21) yang selanjutnya disetorkan ke\nkantor pajak setempat dan Pengusaha wajib memberikan bukti setoran pajak\ndimaksud kepada Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Dalam hal upah terlambat dibayar, maka mulai hari keempat dan seterusnya\nmendapat penambahan yang besarnya sesuai Pasal 19 Peraturan Pemerintah No. : 8\ntahun 1981 Tentang Perlindungan Upah dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang\nbersangkutan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Penyesuaian dan Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-COSTLIV_trigger\">\u003Cp>(1)Pengusaha melaksanakan penyesuaian upah Pekerja setiap 1 (satu) tahun\nsekali dan\u002Fatau setiap terjadinya perubahan yang berdampak bagi pengupahan\nPekerja yang ditetapkan oleh Pemerintah seperti halnya : penetapan tentang Upah\nMinimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP);\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Penyesuaian upah atas Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum\nSektoral Provinsi (UMSP) dilaksanakan terhadap seluruh Pekerja tanpa membedakan\nstatus hubungan kerja;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Besarnya penyesuaian upah ditetapkan berdasarkan Peraturan Gubernur\nProvinsi DKI Jakarta Tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum\nSektoral Provinsi (UMSP) yang berlaku saat itu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_period\">\u003Cp>(4)Pengusaha melakukan peninjauan kenaikan upah Pekerja setiap 1 (satu)\ntahun sekali dengan memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Golongan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jabatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa Kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pendidikan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Kompetensi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Inflasi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Kenaikan harga bahan pokok;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Kemampuan Perusahaan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroupsperiod\">\u003Cp>(5)Kenaikan upah dilaksanakan terhadap Pekerja yang telah bekerja\nsekurang-kurangnya selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus terhitung\nsejak Pekerja yang bersangkutan menjalani masa percobaan dan diangkat menjadi\nPekerja tetap;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Besarnya nilai kenaikan upah paling sedikit diperhitungkan dari selisih\nantara Upah Minimum Provinsi) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) pada\ntahun berjalan dengan tahun sebelumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Dalam hal Pengusaha menetapkan kenaikan upah nilainya kurang dari selisih\nantara Upah Minimum Provinsi) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) pada\ntahun berjalan dengan tahun sebelumnya, maka Pengusaha wajib melakukan\npenambahan, namun jika penetapan upah dimaksud lebih besar Pengusaha tidak akan\nmelakukan pengurangan\u002Fmerubah keputusannya dimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Imbalan Atas Pretasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>(1)Penilaian atas prestasi kerja (Employee Performance Appraisal) dilakukan\noleh pimpinan departemen\u002Fbagian terhadap Pekerja secara obyektif tanpa adanya\nunsur-unsur diskriminasi yang selanjutnya hasil dari penilaian dimaksud\ndilaporkan kepada pimpinan HRD, dimana penilaian atas prestasi kerja dimaksud\ndilaksanakan setiap 1 (satu) tahun sekali;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pekerja berhak menyampaikan keluhannya atau rasa ketidak puasannya atas\npenilaian prestasi kerja yang dilakukan atasannya kepada pimpinan HRD untuk\nselanjutnya dilakukan pengkajian dan klarifikasi tentang permasalahan\ndimaksud;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Penilaian atas prestasi kerja guna memperoleh imbalan atas prestasi kerja\ndilakukan Pengusaha terhadap Pekerja yang telah bekerja sekurang-kurangnya\nselama 12 (dua belas) bulan terus menerus;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Bagi Pekerja yang memenuhi standar penilaian prestasi kerja yang\nditetapkan Pengusaha berhak memperoleh imbalan atas prestasi kerja, dimana\nperhitungannya berkisar antara 0% (nol persen) sampai dengan 15% (lima belas\npersen) yang dikalkulasikan dari upah pokok;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Upah Yang Tetap Dibayar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>(1)Pengusaha berkewajiban untuk tetap membayar upah kepada Pekerja yang\ntidak masuk bekerja, dengan alasan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perkawinan Pekerja \u002F anak Pekerja 4 (empat) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perkawinan kakak kandung \u002F adik kandung Pekerja 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Khitanan \u002F pembaptisan anak Pekerja 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Istri Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran 3 (tiga) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Kematian keluarga Pekerja (suami\u002Fisteri, anak, orang tua\u002Fmertua\u002Fadik\u002Fkakak\nkandung) 4 (empat) hari \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Suami \u002F istri \u002F anak sakit keras \u002F opname 4 (empat) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Orang tua kandung \u002F mertua sakit keras \u002F opname 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Musibah kebakaran dan bencana alam 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Bagi Pekerja yang tidak dapat masuk bekerja dengan alasan sebagaimana\ndimaksud ayat (1) huruf a, b, dan c harus mengajukan permohonan kepada\natasannya paling lambat 1 (satu) minggu sebelumnya, dan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Untuk alasan pada huruf d sampai dengan h harus menyampaikan bukti yang\ncukup kepada Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Upah Bagi Pekerja Yang Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>(1)Setiap Pekerja yang tidak dapat bekerja karena alasan sakit berhak untuk\ntetap menerima upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima dengan\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar sebesar 100% (seratus persen);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar sebesar 90% (sembilan puluh\npersen);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar sebesar 75% (tujuh puluh lima\npersen) dan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 50% (lima puluh persen) sampai\nadanya kesepakatan atau putusan\u002Fpenetapan tentang Pemutusan Hubungan Kerja;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Bagi Pekerja yang tidak masuk bekerja karena alasan sakit harus\nmemberitahukan kepada Pengusaha paling lambat 2 (dua) jam sebelum dimulainya\njam kerja baik melalui telpon maupun surat, kemudian selambat-lambatnya pada\nhari Pekerja tersebut kembali masuk kerja menyerahkan surat keterangan sakit\nyang sah dari Dokter disertai dengan kwitansi pembayaran jasa dokter dan\npembelian obat serta copy resepnya kepada Pengusaha melalui pimpinan\nDepartemen\u002F Section Headnya untuk ditandatangani dan diserahkan kepada\nPersonalia;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Dalam hal Pekerja yang mengalami sakit dan tidak memungkinkan untuk\nmendapat surat keterangan sakit dari dokter seperti halnya : pengobatan\nalternative (keseleo, patah tulang), ijin sakit diberikan oleh\nDepartement\u002FSection Head dan Personalia dan apabila diperlukan dapat meminta\npendapat dokter Perusahaan \u002F Dokter yang ditunjuk oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Upah Selama Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha yang melakukan tindakan skorsing terhadap Pekerja dengan alasan\nPekerja dimaksud melakukan pelanggaran baik dalam bentuk skorsing pembinaan\nmaupun skorsing menuju Pemutusan Hubungan Kerja, maka Pengusaha tetap wajib\nmembayar upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima pekerja sesuai\nketentuan dalam Pasal 155 ayat (3) UU No. 13 Tahun 2003;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengeculian hak-hak yang tidak dapat diterima oleh Pekerja yang\nbersangkutan adalah hanya berkaitan dengan uang service charge;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pembayaran upah selama Skorsing dalam rangka pembinaan dilakukan sesuai\ndengan masa Skorsing yang diputuskan oleh Pengusaha dan untuk Skorsing dalam\nproses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) diberikan sampai dengan adanya\npenetapan\u002Fputusan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial\nyang berkekuatan hukum tetap (inkracht).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Upah Selama Ditahan Pihak Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Dalam hal Pekerja ditahan oleh pihak berwajib karena diduga melakukan\ntindak pidana, maka Pekerja yang bersangkutan tidak berhak menerima upah tetapi\nPengusaha wajib memberikan bantuan kepada keluarga Pekerja yang menjadi\ntanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.untuk 1 (satu) orang tanggungan 40 % (empat puluh persen) dari upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.untuk 2 (dua) orang tanggungan 50 % (lima puluh persen) dari upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.untuk 3 (tiga) orang tanggungan 60 % (enam puluh persen) dari upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.untuk 4 (empat) orang tanggungan 75 % (tujuh puluh lima persen) dari\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Selama ditahan oleh pihak yang berwajib Pekerja tidak berhak mendapatkan\nuang service charge;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan untuk waktu paling\nlama 6 (enam) bulan takwin terhitung sejak hari pertama Pekerja ditahan oleh\npihak yang berwajib;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap Pekerja yang\nbersangkutan setelah selama 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan\nsebagaimana mestinya karena sedang dalam proses perkara pidana;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Dalam hal pengadilan atau hakim pidana telah memutus perkara pidana\ndimaksud sebelum masa 6 (enam) bulan dan ternyata hakim pidana memberi putusan\nbahwa Pekerja dinyatakan tidak bersalah (bebas murni), maka Pengusaha wajib\nmempekerjakan kembali Pekerja pada posisi dan jabatan semula serta tidak\nmengurangi upah beserta hak-hak yang biasa diterima Pekerja sebelum ditahan\noleh pihak yang berwajib;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Apabila pengadilan atau hakim pidana telah memutus perkara pidana\ndimaksud sebelum masa 6 (enam) bulan dan ternyata hakim pidana memberi putusan\nbahwa Pekerja dinyatakan bersalah, maka Pengusaha dapat melakukan pemutusan\nhubungan kerja tanpa penetapan\u002Fputusan dari lembaga penyelesaian perselisihan\nhubungan industrial dengan kompensasi pemutusah hubungan kerja sesuai Pasal 160\nayat (7) UU No. 13 Tahun 2003 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang\nbersangkutan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>(1)Pengusaha wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan kepada\nseluruh Pekerja yang mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan secara terus menerus\natau lebih setiap tahun menjelang hari raya keagamaan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>(2)Besarnya Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan ditetapkan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.untuk Pekerja dengan masa kerja 1 (satu) tahun sampai dengan kurang 5\n(lima) tahun terus menrus berhak menerima sebesar 1 (satu) bulan upah;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.untuk Pekerja dengan masa kerja 5 (lima) tahun sampai dengan 10 (sepuluh)\ntahun terus menerus berhak menerima sebesar 1,5 (satu setengah) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.untuk Pekerja dengan masa kerja 10 (sepuluh) tahun terus menerus atau\nlebih berhak menerima sebesar 2 (dua) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.untuk Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan secara\nterus-menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan diberikan secara\nproposional dengan perhitungan : masa kerja X 1 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan wajib dilaksanakan oleh\nPengusaha paling lambat 2 (dua) minggu sebelum Hari Raya Keagmaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 (tiga\npuluh) hari sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan, berhak atas Tunjangan Hari\nRaya secara penuh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Pajak atas Tunjangan Hari Raya (THR) Keagama ditanggung oleh Pihak\nPengusaha,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Tunjangan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>(1)Pemberian tunjangan masa kerja kepada Pekerja dalam rangka untuk\nmenghindari terjadinya kesejangan sosial bagi Pekerja yang telah lama bekerja\ndengan Pekerja yang baru bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Tunjangan masa kerja hanya diberikan kepada Pekerja yang telah mempunyai\nmasa kerja selama 1 (satu) tahun atau lebih;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cp>(3)Besarnya tunjangan masa kerja ditetapkan sebesar Rp. 15. 000 (lima belas\nribu) untuk setiap kelipatan masa kerja terhitung dari masa kerja 1 (satu)\ntahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Tunjangan jabatan diberikan kepada Pekerja yang menduduki jabatan mulai\ndari Supervisor sampai dengan Direktur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Besarnya tunjangan jabatan ditetapkan sesuai dengan kesepakatan antara\nPengusaha dengan Serikat Pekerja dan peninjauan atas besarnya tunjangan jabatan\ndilakukan setiap 2 (dua) tahun sekali pada bulan April;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Bagi Pekerja yang menerima tunjangan jabatan tidak berhak menerima upah\nlembur dengan kelebihan jam kerja kurang dari 2 (dua) jam, dan untuk kelebihan\n2 (dua) jam kerja berikutnya diperhitungkan sesuai dengan kesepakatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Tunjangan Split Shift\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Tunjangan split shift adalah jadwal shift yang dilakukan menjadi dua\nbagian waktu kerja dan diselingi dengan jam istirahat selama 3 (tiga) sampai 5\n(lima) jam;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>(2)Bagi Pekerja yang bekerja dengan split shift berhak menerima Tunjangan\nSplit Shift sebesar Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) setiap bekerja split\nshift yang pembayaranya dilakukan bersamaan dengan pembayaran upah;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Peninjauan atas besarnnya Tunjangan Split Shift dilakukan setiap setahun\nsekali paling lambat pada bulan Maret\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Pengusaha menyediakan ruangan istirahat bagi Pekerja yang bertugas Split\nShift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Tunjangan Pengganti Makan Dibulan Puasa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap bulan puasa (Ramadhan) Pengusaha memberikan tunjangan pengganti makan\nkepada setiap Pekerja yang menjalani ibadah puasa (beragama Islam) dan bekerja\npada shift I (satu) sebesar Rp. 15.000 (lima belas ribu rupiah) dan\npembayarannya dilakukan bersamaan dengan pembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Tunjangan Kelahiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memasukan tunjangan kelahiran kedalam asuransi kesehatan yang\nbesarnya diberikan sesuai dengan tingkat jabatan Pekerja kepada istri Pekerja\nyang melahirkan anak pertama sampai dengan anak ketiga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Bonus Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Dalam hal Pengusaha mendapat income rata-rata sebesar 5 (lima) milyard\nrupiah setiap bulannya selama 1 (satu) tahun sesuai dengan hasil eksternal\naudit (akuntan publik), maka Pekerja berhak mendapatkan bonus tahunan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Penetapan pembagian bonus tahunan dilakukan berdasarkan kesepakatan\nantara Pengusaha dengan Serikat Pekerja atau sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan\nupah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Bagi Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih berhak\nmenerima bonus tahunan secara penuh dan untuk Pekerja yang masa kerjanya kurang\ndari 1 (satu) tahun pada saat pemberian bonus tahunan diberikan secara\nproposional dengan perhitungan : masa kerja X nilai bonus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pembayaran bonus tahunan Digabung dengan slip gaji bulan Mei.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : UANG JASA PELAYANAN (SERVICE CHARGE)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Pembagian dan Penggunaan Uang Jasa Pelayanan (Service\nCharge)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Service Charge yang dikumpulkan dari Pembayaran tamu sebesar 10%\ndari Nett Income Hotel Per-bulan adalah hak Pekerja dan digunakan dengan\nsepengetahuan Serikat Pekerja dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Sebesar 4% dari service charge untuk Lost &amp; Breakage, yang\npelaksanannya diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dibuat Account tersendiri di Bank, dimana pemasukan dan pengeluaran dana\ntersebut harus ditandatangani oleh Pihak Perusahaan dan Serikat Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pengawasan dan Penggunaannya dilakukan secara Bipartite antara Perusahaan\ndan Serikat Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dana Lost &amp; Breakage digunakan untuk Pembelian barang yang hilang dan\nrusak yang berhubungan dengan tamu seperti glassware, chinaware , linen dan\nlain – lain yang disetujui oleh Perusahaan dan serikat pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Yang tidak termasuk dalam penggunaan Dana Lost &amp; Breakage : bila sudah\nada pengantian dari tamu, untuk penambahan stok, penggatian akibat usia ( out\nof date );\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Prosentase penggunaan Dana Lost &amp; Breakage, 50% ditanggung oleh\nPerusahaan dan 50% ditanggung oleh Dana Lost &amp; Breakage;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Laporan penggunaan Dana Lost &amp; Breakage setiap satu bulan sekali;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pembagian sisa Dana Lost &amp; Breakage kepada Pekerja setiap 6 bulan\nsekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Sebesar 3% dari service charge untuk SDM, dengan perincian sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dana Koperasi sebesar 1 % (satu persen);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dana Kesejahteraan dan Olah raga 1%, Pengawasan dan Penggunaannya\ndilakukan secara Bipartit oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dana kegiatan \u002F aktivitas Serikat Pekerja 1%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Sebesar 90% dari service charge untuk dibagikan kepada seluruh Pekerja\ndengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Uang sevice tetap : Uang service tetap diberikan kepada Pekerja dengan\nmelihat tingkat kepegawaian;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang service tidak tetap : dibagikan secara prorate kepada seluruh\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Bagi Pekerja yang tidak melaksanakan kewajiban karena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Sakit dengan surat keterangan Dokter , maksimum 3 ( tiga ) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Cuti tahunan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Ijin yang disepakati dalam Perjanjian Kerja bersama tetap mendapat hak\npenuh atas Uang Service.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Pengawasan Internal atas Pengumpulan, Pengelolaan Administrasi dan\nPembagian Uang Service dilakukan oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja\ndilaksanakan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Per menaker No : Per-\n02\u002FMEN \u002F 1999.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Perlindungan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>(1)Setiap Pekerja mempunyai hak untuk mendapat perlindungan atas ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.keselamatan dan kesehatan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.kecelakaan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.penyakit akibat hubungan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.moral dan kesusilaan serta perlakuan yang sesuai dengan harkat dan\nmartabat manusia serta nilai nilai agama;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengusaha wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan\nkerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Perlengkapan dan pelindung diri selama bekerja disediakan oleh Pengusaha\ndan Pekerja wajib menggunakan perlengkapan dan pelindung diri dimaksud\nsebagaimana mestinya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Dalam hal Pekerja sakit yang menurut diagnosa dokter penyakitnya\nmerupakan akibat hubungan kerja, maka biaya pemeriksaan, pengobatan dan\nperawatan sampai sembuh ditanggung sepenuhnya oleh Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>(5)Ketentuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja dilaksanakan\nberdasarkan UU No. 3 Tahun 1969 Tentang Konvensi ILO No. 120, Jo UU No. 1 Tahun\n1970 Tentang Keselatan dan Kesehatan Kerja, Jo Keppres No. 22 Tahun 1993\nTentang Penyakit Yang timbul Karena Hubungan Kerja, Jo UU No. 13 Tahun 2003\nTentang Ketenagakerjaan dan\u002Fatau ketentuan peraturan perundang-undangan yang\nbersangkutan lainnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : PEMERIKSAAN, PENGOBATAN DAN PERAWATAN KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Pemeriksaan Kesehatan Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>(1)Pengusaha menyediakan pemeriksaan kesehatan berkala kepada seluruh\nPekerja setiap 1 (satu) tahun sekali yang pembiayaannya di tanggung oleh\nPegusaha;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pemeriksaan kesehatan secara berkala harus dilaksanakan bagi para Pekerja\ndi tempat-tempat kerja sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Yang mengadakan kontak langsung dengan makanan dan minuman;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Engineering;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bagian Laundry.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Pengobatan Dan Perawatan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>(1)Pengusaha menyediakan fasilitas pemeriksaan, pengobatan dan perawatan\nkesehatan bagi Pekerja beserta tanggungannya yang terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Klinik dan dokter Perusahaan selama 24 Jam;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perawatan Rumah Sakit;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pelayanan keluarga berencana;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pemerisaan kesehatan atas rujukan dokter Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Persalinan yang tidak dapat dilakukan secara normal dan diperlukan\ntindakan melalui operasi caesar atau vacuum yang pelaksanaannya atas\najuran\u002Frujukan dari dokter\u002Fbidan yang menanganinya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pengguguran kandungan karena faktor medis atau keselamatan jiwa ibu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Keguguran kandungan akibat kecelakaan atau faktor medis;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Suntikan imunisasi yang dilakukan atas sepengetahuan dokter Perusahaan,\nseperti : DPT, BCG, Polio, Campak dan Hepatitis;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Pemberian obat dan vitamin berdasarkan resep dokter serta atas persetujuan\ndokter Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Dalam keadaan darurat yang memerlukan pengobatan dan perawatan dokter\nseketika, maka pekerja dan keluarganya di perbolehkan menggunakan pengobatan\nseorang dokter luar terdekat, dengan ketentuan Pekerja harus menyerahkan surat\nketerangan dokter (diagnosa) dan resep kepada departemen HRD untuk mendapat\npersetujuan dokter Perusahaan mengenai penggantian biaya pemeriksaan,\npengobatan dan perawatan kesehatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>(3)Dalam hal Pekerja dan keluarganya memerlukan konsultasi\u002Fpengobatan oleh\ndokter spesialis wajib diketahui oleh Personalia dan Pembiayaan ditanggung\nsepenuhnya oleh Pengusaha;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Rawat inap di Rumah Sakit dilaksanakan atas anjuran\u002Frujukan dokter\nPerusahaan kecuali dalam keadaan darurat, dimana biayanya ditanggung oleh\nPengusaha atau Asuransi yang ditunjuk oleh Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Rumah Sakit dan kelas rawat inap yang digunakan Pekerja dan keluarganya\nsesuai dengan provider pihak Asuransi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Penggantian Kacamata\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang telah bekerja selama 1 ( satu ) tahun dan perlu memakai\nkacamata atas anjuran Dokter, maka Pengusaha memberikan bantuan biaya untuk\npembelian kacamata maksimal sebesar Rp. 200,000,- (dua ratus ribu rupiah)\nsetahun sejak pembelian sebelumnya dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penggatian kacamata terdiri dari Lensa kacamata dan rangka kacamata;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja dapat mengganti kacamata dengan menggunakan lensa kontak ( soft\nlens ) denganaturan yang sama diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Pemeriksaan Dan Perawatan Gigi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan bantuan biaya pemeriksaan gigi kepada Pekerja sepanjang\nbukan untuk estetika maksimal sebesar Rp. 300,000,- (tiga ratus ribu) dalam\nkurun waktu selama 1 (satu) tahun yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pencabutan gigi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penambalan gigi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pembersihan karang gigi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Biaya pemeriksaan dokter gigi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>(1)Pengusaha wajib mengikut sertakan seluruh Pekerja dalam program Jaminan\nSosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jaminan Kematian (JKM)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Pengusaha dapat mengadakan\nsendiri atau bekerjasama dengan lembaga kesehatan atau asuransi kesehatan\ndengan ketentuan manfaat lebih baik dari program Jamsostek sesuai Permanaker\nNo. : Per-01\u002FMen\u002F1998 Tentang Penyelenggaraan Pemeliharaan Kesehatan Bagi\nTenaga Kerja Dengan Manfaat Lebih Baik Dari Paket Jaminan Pemeliharaan\nKesehatan Dasar JAMSOSTEK;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pelaksanaan dan iuran Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)\ndilaksanakan sesuai dengan UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga\nKerja dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>(1)Pengusaha wajib memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja bagi seluruh Pekerja\nsesuai Permenaker No. : 04\u002FMen\u002F1993 Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan\u002Fatau\nketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya, dan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pekerja berhak mendapatkan Jaminan Kecelakaan Diluar Jam Kerja sesuai\nPeraturan Daerah (PERDA) Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 06 Tahun\n2004;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : FASILITAS KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Fasilitas Seragam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha menyediakan seragam kerja bagi seluruh Pekerja sesuai dengan\njenis pekerjaannya masing-masing yang wajib dipakai oleh Pekerja setiap\nmenjalankan tugasnya sehari-hari;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Seragam kerja dipinjamkan kepada Pekerja secara cuma-cuma dan merupakan\nmilik Pengusaha dimana seragam kerja dimaksud harus dikembalikan jika Pekerja\nsudah tidak lagi bekerja di Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pekerja wajib menjaga kebersihan dan kerapihan pakaian seragam selama\ndipergunakan sewaktu bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Peninjauan untuk mengganti pakaian seragam lama dengan yang baru\ndilakukan selambat-lambatnya 1,5 (satu setengah) tahun sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Fasilitas Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha wajib menyediakan fasilitas ruang makan (kantin) dan makanan\nserta minuman bagi Pekerja dengan ketentuan menu makanan\u002Fminuman dimaksud\nmemenuhi standar 4 (empat) sehat 5 (lima) sempurna;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pekerja yang berhak mendapatkan makan hanya bagi Pekerja yang sedang\nbekerja pada saat itu sesuai dengan jadwal kerjanya masing-masing;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Khusus bagi Pekerja yang bekerja pada waktu malam hari atau shift III\n(tiga) selain mendapat makan seperti biasa berhak juga untuk mendapatkan\nmakanan tambahan (extra fooding) sekurang-kurangnya berupa telur, kacang hijau,\nsusu dan lain-lain;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Besarnya nilai catu makan ditetapkan paling rendah harus sesuai dengan\nharga makanan\u002Fminuman yang berlaku saat itu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Fasilitas Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha wajib menyediakan fasilitas transportasi bagi Pekerja wanita\nyang bekerja hingga jam 22.00 atau lebih;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Setiap Pekerja wanita yang bekerja hingga jam 22.00 atau lebih dimaksud\nberhak mendapat antaran sampai pada lokasi yang terdekat dengan tempat tinggal\nPekerja dimaksud;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Penggunaan jenis transportasi ditetapkan oleh Pengusaha dengan ketentuan\nkondisinya layak dan harus terdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Fasilitas Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha wajib menyediakan fasilitas ibadah (mushollah) dan\nperlengkapannya yang berada dilingkungan Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengusaha senantiasa membantu pendanaan setiap diselenggarakannya\nkegiatan keagamaan di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Fasilitas Olah Raga dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha menyediakan alokasi biaya untuk keperluan olah raga dan\nkesenian bagi Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengaturan jenis dan besarnya biaya untuk keperluan olah raga dan\nkesenian ditetapkan secara bersama antara Pengusaha dan Serikat Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Rekreasi \u002F Staff Party\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha menyelenggarakan kegiatan rekreasi bersama\u002Fstaff party dengan\nPekerja beserta keluarganya setiap 1 (satu) tahun sekali, dalam rangka\nmempererat hubungan industrial dan program penyegaraan dari kesibukan rutinitas\ndalam bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pelaksanaan rekreasi\u002Fstaff party dirundingkan antara Pengusaha dengan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Koperasi Pekerja Dan Fasilitas Simpan Pinjam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha dan Serikat Pekerja secara bersama-sama mendorong untuk\npeningkatan kesejahteraan bagi Pekerja dan keluarganya melalui pendirian\nKoperasi dilingkungan Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Sarana dan prasana yang layak untuk operasional Koperasi disediakan oleh\nPengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pengusaha dan Serikat Pekerja berperan aktif untuk memajukan Koperasi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pendirian Koperasi dan menjadikan Koperasi berbadan hukum dilaksanakan\nsesuai dengan ketentuan yang berlaku tentang per-koperasian;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Dalam hal Koperasi belum dapat berdiri jika dalam kondisi tertentu yang\nbersifat mendesak, maka Pengusaha menyediakan fasilitas simpan pinjam bagi\nPekerja yang memerlukannya, dimana ketentuannya ditetapkan secara bersama\nantara Pengusaha dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : TATA TERTIB DALAM HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha dan Serikat Pekerja secara bersama-sama berupaya semaksimal\nmungkin untuk menerapkan disiplin kerja dilingkungan Perusahaan sesuai dengan\nketentuan yang berlaku dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Bagi Pekerja yang melakukan pelanggaran dispilin kerja (indispliner),\nmaka terhadap Pekerja yang bersangkutan diberikan sanksi sesuai dengan\nperbuatan dan\u002Fatau kesalahan yang dilakukannya serta klasifikasi\npelanggarannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Klasifikasi sanksi atas pelanggaran disiplin kerja terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a) Teguran Lisan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b) Teguran Tertulis;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c) Surat Peringatan 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d) Skorsing Pembinaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e) Skorsing dalam proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(f ) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Pelanggaran Terhadap Tata Tertib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh Pekerja wajib\ndiupayakan penyelesaiannya secara musyawarah Pekerja secara musyawarah untuk\nmufakat melalui perundingan bipartit antara Pengusaha, Pekerja dan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Klasifikasi Pelanggaran Dan Sanksinya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Klasifikasi pelanggaran dan sanksinya ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)TEGURAN LISAN,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diberikan kepada Pekerja yang baru pertama kali melakukan pelanggaran\nterhadap Tata Tertib Kerja, adapun klasifikasi pelanggaran dengan sanksi\nTeguran Lisan sebagai berikut ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Lalai melakukan absen masuk atau pulang sesuai jadwal kerjanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Datang terlambat tidak lebih dari 30 (tiga puluh) menit dari jadwal\nkerjanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Tidak mentaati aturan berpenampilan dan berseragam dalam bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Bermalas-malasan dalam bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)Makan diluar waktunya atau tidak pada tempatnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(f)Istirahat tidak sesuai dengan waktu dn tempatnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(g)Masuk atau keluar Perusahaan tidak pada pintu yang telah disediakan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(h)Mengabaikan kebersihan seragam kerja dan penampilan pribadi selama\nbekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)TEGURAN TERTULIS,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diberikan kepada Pekerja yang melakukan pelanggaran terhadap Tata Tertib\nKerja masih dalam tenggang waktu berlakunya sanksi Teguran Lisan dan\u002Fatau\nmelakukan pelanggaran lainnya, adapun klasifikasi pelanggaran dengan sanksi\nTeguran Tertulis sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Melakukan penggulangan pelanggaran yang pernah dilakukan sebelumnya yang\ntenggang waktu sanksi sebelumnya dimaksud masih berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Merubah jadwal kerja atas kehendaknya sendiri tanpa persetujuan\natasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Bekerja tidak optimal sebagaimana standar operasional yang telah\nditetapkan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Datang terlambat melebihi 45 (empat puluh lima) menit dari jadwal\nkerjanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)Berada ditempat kerja orang lain;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(f)Membaca koran atau menonton TV saat bekerja bukan pada waktu dan\ntempatnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(g)Tidur saat bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(h)Membuang sampah tidak pada tempatnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(i)Memakai handphone saat melayanani tamu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)SURAT PERINGATAN I (Pertama),\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diberikan kepada Pekerja yang melakukan pelanggaran Tata Tertib Kerja masih\ndalam tenggang waktu berlakunya sanksi Teguran Tertulis dan\u002Fatau melakukan\npelanggaran lainnya, adapun klasifikasi pelanggaran dengan sanksi Surat\nPeringatan I (Pertama) sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Melakukan penggulangan pelanggaran yang pernah dilakukan sebelumnya yang\ntenggang waktu sanksi sebelumnya dimaksud masih berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Menggunakan peralatan dan perlengkapan milik Perusahaan tanpa ijin;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Menggunakan fasilitas untuk tamu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Berada diarea kerja (ruang kerja) tanpa ijin atasan pada saat tidak\nbertugas (libur\u002Fcuti);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)Tanpa alasan yang jelas berada diluar tempat kerjanya pada waktu jam\nkerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(f)Bertingkah laku tidak sopan saat bekerja, seperti : tertawa\nterbahak-bahak, berteriak keras dan berlari-lari dilingkungan Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(g)Merokok ditempat yang dilarang;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(h)Tidak masuk bekerja tanpa keterangan tertulis atau alasan yang kuat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(i)Meninggalkan pekerjaan sebelum waktunya tanpa sepengetahuan atau ijin\natasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(j)Menolak dilakukannya pemeriksaan (body checking) saat jam pulang kerja\noleh Security;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(k)Memakai seragam kerja diluar lingkungan Perusahaan tanpa sepengetahuan\natau ijin atasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)SURAT PERINGATAN II (Kedua),\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diberikan kepada Pekerja yang melakukan pelanggaran Tata Tertib Kerja masih\ndalam tenggang waktu berlakunya sanksi Surat Peringatan I (Pertama) dan\u002Fatau\nmelakukan pelanggaran lainnya, adapun klasifikasi pelanggaran dengan sanksi\nSurat Peringatan II (Kedua) sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Melakukan penggulangan pelanggaran yang pernah dilakukan sebelumnya yang\ntenggang waktu sanksi sebelumnya dimaksud masih berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Tidak masuk bekerja selama 3 (tiga) hari berturut-turut tanpa ijin dan\nketerangan tertulis atau alasan yang kuat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Bertingkah laku tidak sopan kepada atasan atau rekan sekerja seperti :\nmemaki-maki dengan perkataan kotor atau tidak pantas, menantang berkelahi, dan\nmeludahi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Berpenampilan diluar standar yang telah ditetapkan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)Bertingkah laku tidak sopan terhadap tamu dan tamu dimaksud membuat\nlaporan tertulis kepada Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(f)Memberi pelayanan yang kurang optimal sehingga tamu mengeluh (complaint)\nkepada Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(g)Membuat kegaduhan yang mengakibatkan kenyamanan tamu dan Pekerja lainnya\nterganggu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(h)Menggunakan sarana milik Perusahaan tanpa ijin dari atasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(i)Terbukti membawa makanan sisa tamu tanpa ijin dari atasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(j)Tidak memakai standar keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana\nmestinya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(k)Mengabsenkan kartu absen milik Pekerja lain dengan alasan apapun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(l)Dengan sengaja membuat ruang kerja atau lingkungan Perusahaan menjadi\nkotor;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)SURAT PERINGATAN III (Ketiga),\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diberikan kepada Pekerja yang melakukan pelanggaran Tata Tertib Kerja masih\ndalam tenggang waktu berlakunya sanksi Surat Peringatan II (Kedua) dan\u002Fatau\nmelakukan pelanggaran lainnya, adapun klasifikasi pelanggaran dengan sanksi\nSurat Peringatan III (Ketiga) sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Melakukan penggulangan pelanggaran yang pernah dilakukan sebelumnya yang\ntenggang waktu sanksi sebelumnya dimaksud masih berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Membawa perlengkapan kerja atau barang milik Perusahaan keluar area\nPerusahaan tanpa sepengetahuan atau ijin tertulis dari atasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Membiarkan diri sendiri atau Pekerja lain dalam keadaan bahaya dan\u002Fatau\nmengakibatkan kecelakaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Terbukti terikat hubungan kerja dengan Perusahaan lain;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)Meminta imbalan (tips) kepada tamu baik secara langsung maupun tidak\nlangsung;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(f)Menyebarkan atau memperlihatkan gambar porno kepada Pekerja lain\ndilingkungan Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(g)Mempengaruhi Pekerja lain untuk berbuat kriminal atau asusila;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>(6)SKORSING PEMBINAAN,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diberlakukan terhadap Pekerja yang melakukan pelanggaran Tata Tertib Kerja\nmasih dalam tenggang waktu berlakunya sanksi Surat Peringatan III (Ketiga)\ndan\u002Fatau melakukan pelanggaran lainnya, adapun klasifikasi pelanggaran dengan\nsanksi Skorsing Pembinaan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Melakukan penggulangan pelanggaran yang pernah dilakukan sebelumnya yang\ntenggang waktu sanksi sebelumnya dimaksud masih berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Lalai membuat laporan atau tidak melakukan serah terima keuangan kepada\nPekerja lain yang bertugas pada jadwal kerja berikutnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Membawa pulang uang hasil pembayaran (laundry\u002Frestaurant) dari tamu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Dengan sengaja memperlihatkan anggota tubuh yang vital kepada Pekerja\nlain;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)Merusak barang milik tamu dengan sengaja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(f)Memberikan keterangan palsu kepada atasan atau Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(g)Melecehkan Pekerja perempuan dengan sengaja memegang bagian tubuh yang\nvital;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(h)Membuat kericuhan atau keonaran di lingkungan Perusahaan seperti :\nmembanting, menendang atau melempar barang mliki Perusahaan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)SKORSING DALAM PROSES PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Skorsing dalam proses Pemutusan Hubungan Kerja diberlakukan dengan ketentuan\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Pekerja dimaksud telah melakukan pelanggaran Tata Tertib Kerja dan\nkepadanya telah diberikan Surat Peringatan I (Pertama), II (Kedua) dan III\n(Ketiga) secara berturut-turut yang tenggang waktu masih berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Perselisihan hubungan industrial antara Pekerja atau Serikat Pekerja\ndengan Pengusaha tidak dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat melalui\nperundingan bipartit;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Perkara perselisihan hubungan industrial dimaksud sedang dalam proses\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial baik pada tingkat\nMediasi, Pengadilan Hubungan Industrial atau Mahkamah Agung R.I.\n(Kasasi\u002FPeninjauan Kembali);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Selama Skorsing dalam proses pemutusan hubungan kerja Pengusaha tetap\nwajib membayar upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima pekerja yaitu\nUpah (Upah pokok + Tunjangan Tetap) dan Uang Service;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)Sewaktu-waktu Pengusaha dapat memanggil Pekerja dimaksud untuk datang ke\nPerusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(f)Bagi Pekerja yang dipanggil oleh Pengusaha pada masa Skorsing dalam\nproses pemutusan hubungan kerja berhak didampingi oleh Kuasa Hukumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8)PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelanggaran yang dapat mengakibatkan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja\n(PHK) adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Pekerja melakukan pelanggaran Tata Tertib Kerja dan kepadanya telah\ndiberikan Surat Peringatan I (Pertama), II (Kedua) dan III (Ketiga) secara\nberturut-turut yang tenggang waktu masih berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Dengan sengaja atau ceroboh merusak atau membiarkan diri sendiri, Pekerja\nlain atau dalam bahaya yang dapat berakibat hilangnya nyawa;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Terbukti melakukan tindakan yang mencemarkan nama baik Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Berkelahi atau membuat luka-luka Pekerja lain dan\u002Fatau tamu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)Membuat surat keterangan dokter palsu atau dipalsukan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(f)Melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan timbulnya kerugian materiil\nbagi Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(g)Membawa, memakai, mengedarkan segala jenis minuman keras atau\nnarkotika\u002Fpsikotropika dilingkungan Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(h)Divonis bersalah oleh Hakim Pidana karena terbukti melakukan tindak\npidana;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Masa Berlakunya Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)TEGURAN LISAN;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>masa berlakunya selama 3 (tiga) bulan terhitung sejak diberikannya sanksi\ntersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)TEGURAN TERTULIS;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>masa berlakunya selama 3 (tiga) bulan terhitung sejak diterbitkanya sanksi\ntersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)SURAT PERINGATAN;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>masing-masing Surat Peringatan masa berlakunya selama 3 (tiga) bulan\nterhitung sejak diterbitkannya sanksi tersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)SKORSING PEMBINAAN:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>masa berlakunya selama 1 (satu) bulan terhitung sejak diterbitkannya sanksi\ntersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)SKORSING DALAM PROSES PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>masa berlakunya terhitung sejak diterbitkannya sanksi tersebut sampai adanya\nputusan\u002Fpenetapan yang berkekuatan hukum tetap dari lembaga penyelesaian\nperselisihan hubungan industrial;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Dalam hal masa berlakunya sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), (2),\n(3) dan (4) telah berakhir, dan Pekerja yang bersangkutan melakukan kembali\npelanggaran terhadap Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, maka sanksi yang\nditerbitkan oleh Pengusaha adalah kembali pada awal;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PENYELESAIAN KELUH KESAH DAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Dalam hal adanya keluh kesah dari Pekerja karena Pekerja dimaksud merasa\ndiperlakukan tidak wajar, tidak adil, atau bertentangan dengan Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini, maka keluh kesah dimaksud terlebih dahulu harus\ndiselesaiakan secara langsung antara Pekerja yang bersangkutan dengan atasannya\ndalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari terhitung sejak diterimanya laporan\nkeluh kesah tersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Apabila keluh kesah tersebut tidak dapat diselesai sesuai ketentuan\ndiatas, maka atasan langsung dimaksud atau Pekerja yang bersangkutan dengan\nijin atasannya segera melimpahkan keluh kesah tersebut kepada Pimpinan\nDepartemen\u002FBagian yang bersangkutan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pimpinan Departemen\u002FBagian dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari\nterhitung sejak diterimanya pelimpahan keluh kesah dimaksud harus sudah\nmemberikan jawaban atau solusinya kepada Pekerja yang bersangkutan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Dalam hal Pekerja dimaksud merasa tidak puas dengan jawaban atau solusi\nyang diberikan oleh Pimpinan Departemen\u002FBagiannya, maka Pekerja dimaksud berhak\nmeminta bantuan penyelesaian kepada Serikat Pekerja guna melanjutkan keluh\nkesah tersebut kepada Pimpinan HRD untuk dirundingkan secara bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Pengusaha dan Serikat Pekerja saling setuju dan sepakat jika keluh kesah\nPekerja berkembang menjadi perselisihan hubungan industrial, maka prosedur dan\nmekanismenya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Surat pemanggilan terhadap Pekerja yang bersangkutan harus diketahui oleh\nPimpinan Departemen\u002FBagian dan ditembuskan kepada Serikat Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Sewaktu dipanggil oleh Pimpinan HRD atau General Manager dan\u002Fatau pihak\nyang diperintahkan oleh Pengusaha untuk dimintain keterangan, maka Pekerja yang\nbersangkutan berhak didampingi oleh atasannya langsung dan Serikat Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Pemanggilan keterangan terhadap Pekerja yang bersangkutan dinyatakan\nbatal demi hukum jika dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana\ndimaksud huruf (b) diatas;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Seluruh hasil dari pengambilan keterangan sebagaimana dimaksud diberikan\nkepada Pekerja yang bersangkutan, Pimpinan Departemennya dan Serikat\nPekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)Penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang terjadi antara\nPengusaha dan Pekerja harus sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003 Tentang\nKetenagakerjaan Jo UU No. 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisiahan\nHubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Dalam rangka memperkecil terjadinya perselisihan hubungan industrial dan\nguna memperteguh hubungan kemitraan antara Pengusaha dan Serikat Pekerja, maka\ndisepakati untuk melaksanakan pertemuan bipartit secara berkala paling sedikit\n1 (satu) bulan sekali, yang pelaksanaannya sesuai kesepakatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Prinsip Dasar Dalam Penyelesaian Perselisihan Pemutusan Hubungan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha, Pekerja, dan Serikat Pekerja dengan segala upaya harus\nberupaya secara maksimal agar tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Penyelesaian perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) wajib\ndiselesaikan melalui perundingan bipartit oleh Pengusaha, Pekerja, dan Serikat\nPekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Setiap kesepakatan dalam penyelesaian perselisihan Pemutusan Hubungan\nKerja (PHK) harus dibuat Perjanjian Bersama;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Dalam hal perundingan bipartit tidak menghasilkan kesepakatan, maka\nPengusaha hanya dapat memutuskan hubungan kerja terhadap Pekerja yang\nbersangkutan setelah memperoleh putusan\u002Fpenetapan dari lembaga penyelesaian\nperselisihan hubungan industrial;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan terhadap Pekerja tanpa\nadanya putusan\u002Fpenetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial dinyatakan batal demi hukum;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6)Selama putusan\u002Fpenetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial belum diputuskan\u002Fditetapkan, baik Pengusaha maupun Pekerja yang\nbersangkutan harus tetap melaksanakan kewajiban sebagaimana biasanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7)Pelaksanaan penyelesaian perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang\ntidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini dan\u002Fatau UU\nNo. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Jo UU No. 2 Tahun 2004 Tentang\nPenyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dinyatakan tidak sah atau batal\ndemi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Perhitungan Kompensasi Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>(1)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja Pengusaha diwajibkan\nmembayarkan kompensasi berupa uang pesangon, dan\u002Fatau uang penghargaan masa\nkerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima Pekerja yang\nbersangkutan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>(2)Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) paling\nsedikit sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun memperoleh 1 (satu) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun\nmemperoleh 2 (dua) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. masa kerja 2 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun\nmemperoleh 3 (tiga) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun\nmemperoleh 4 (empat) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\nmemperoleh 5 (lima) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\nmemperoleh 6 (tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun\nmemperoleh 7 (tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun memperoleh 8 (delapan) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. masa kerja 8 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun memperoleh 9 (sembilan) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih memperoleh 10 (sepuluh) bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Perhitungan uang penghargan masa kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1) paling sedikit sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. masa kerja kurang dari 3 (tiga) tahun memperoleh 1 (satu) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\nmemperoleh 2 (dua) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. masa kerja 6 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun memperoleh 3 (tiga) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua\nbelas) tahun memperoleh 4 (empat) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun memperoleh 5 (lima) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n(delapan belas) tahun memperoleh 6 (tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua\npuluh satu) tahun memperoleh 7 (tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24\n(delapan) tahun memperoleh 8 (delapan) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih memperoleh 10 (sepuluh)\nbulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Uang penggantian hak yang seharusnya diterima Pekerja sebagaimana\ndimaksud dalam ayat (1) terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. cuti tahunan yang belum diambil dan\u002Fatau belum gugur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. biaya atau ongkos pulang Pekerja dan keluarganya ketempat dimana Pekerja\nditerima bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. penggantian perumahan, pengobatan dan perawatan kesehatan ditetapkan\nsebesar 15 % (lima belas persen) dari perhitungan uang pesangon dan\u002Fatau uang\npenghargaan masa kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. uang jatah makan Pekerja yang diberikan secara cuma-cuma, yang nilainya\nsesuai dengan perhitungan makan yang ditetapkan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Komponen Upah Dalam Perhitungan Kompensasi Pemutusan Hubungan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan kompensasi pemutusan\nhubungan kerja, meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan yang bersifat tetap yang diberikan kepada Pekerja dan\nkeluarganya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang service tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Katagori Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemutusan Hubungan Kerja terjadi dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Calon Pekerja tidak lulus dalam masa percobaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Pekerja mengundurkan diri atas kemauannya sendiri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Pekerja mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat kecelakaan\nkerja dan tidak dapat bekerja setelah melampaui batas 1 (satu) tahun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Pensiun dini atau memasuki usia pensiun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)Pekerja meninggal dunia;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(f)Pekerja melanggar ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(g)Pelanggaran yang dilakukan Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(h)Terjadinya rasionalisasi atau effisiensi yang dilakukan oleh\nPengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(i)Perusahaan mengalami kerugian terus menerus selama 2 (dua) tahun terakhir\ndengan bukti hasil audit dari akuntan publik;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(j)Terjadinya perubahan status, penggabungan, peleburan atau perubahan\nkepemilikan Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(k)Perusahaan tutup karena keadaan memaksa (force majeur) seperti : bencana\nalam, kebakaran, sabotase dan huru hara atau sejenisnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(l)Perusahaan tutup karena pailit dengan penetapan Pengadilan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Pemutusan Hubungan Kerja Yang Dilarang\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>(1)Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap Pekerja\ndengan alasan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Pekerja berhalangan masuk kerja karena sedang sakit sesuai keterangan\ndokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus –\nmenerus;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban\nnegara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Pekerja sedang menjalankan ibadah sesuai perintah agamanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Pekerja menikah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)Pekerja perempuan hamil, melahirkan,gugur kandungan atau menyusui\nbayinya;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(f)Pekerja mempunyai pertalian darah dan\u002Fatau ikatan perkawinan dengan\nPekerja lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(g)Pekerja mendirikan, menjadi anggota dan\u002Fatau pengurus Serikat Pekerja,\nPekerja melakukan kegiatan Serikat Pekerja diluar atau didalam jam kerja dengan\nsepengetahuan Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(h)Pekerja yang mengadukan Pengusaha kepada pihak yang berwajib mengenai\nperbuatan Pengusaha yang melakukan tindak pidana kejahatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(i)Karena perbedaan paham, agama, aliran politik, suku, warna kulit,\ngolongan, jenis kelamin, kondisi fisik, atau status perkawinan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(j)Pekerja dalam keadaan cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau\nsakit karena hubungan kerja, dimana menurut surat keterangan dokter jangka\nwaktu penyembuhannya belum dapat dipastikan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan dengan alasan sebagaimana\ndimaksud ayat (1) batal demi hukum dan pengusaha wajib mempekerjakan kembali\nPekerja yang bersangkutan pada posisi dan jabatannya semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 : Pemutusan Hubungan Kerja Dalam Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selama dalam masa percobaan, Pengusaha dan Calon Pekerja tetap sama-sama\nmempunyai hak untuk mengakhiri hubungan kerja tanpa penetapan dari lembaga\npenyelesaian perselisihan hubungan industrial dan tanpa adanya kewajiban apapun\nbagi kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pekerja berhak mengundurkan diri dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis kepada Pengusaha\npaling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Tetap melaksanakan pekerjaan sampai akhir masa pengunduran dirinya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Mengembalikan seluruh inventaris milik Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Bagi Pekerja yang mengundurkan diri memenuhi ketentuan dalam ayat (1)\ndiatas dan masa kerjanya sekurang-kurangnya dari 3 (tiga) tahun berhak\nmemperoleh kompensasi berupa 1 (satu) kali uang penghargaan masa kerja sesuai\nketentuan Pasal 72 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 72\nayat (4) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini beserta hak-hak lainnya yang biasa\nditerimanya dan surat keterangan bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Bagi Pekerja yang mengundurkan diri memenuhi ketentuan dalam ayat (1)\ndiatas dan masa kerjanya kurang dari 3 (tiga) tahun berhak memperoleh\nkompensasi berupa uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 72 ayat (3) dan\nuang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 72 ayat (4) Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini dan uang pisah paling sedikit 1 (satu) bulan upah beserta\nhak-hak lainnya yang biasa diterimanya dan surat keterangan bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pemutusan hubungan kerja karena mengundurkan diri atas kemauan sendiri\ndilakukan tanpa penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Dalam hal terjadi pengunduran diri atas desakan, perintah atau keinginan\ndari Pengusaha, maka pengunduran diri dimaksud batal demi hukum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>Bagi Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\nkecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas\n12 (dua belas) bulan berhak mengajukan pemutusan hubungan kerja dengan\nmemperoleh kompensasi 4 (dua) kali ketentuan Pasal 72 ayat (3) dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan Pasal 72 ayat (4) Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini beserta hak-hak lainnya yang biasa diterimanya dan surat keterangan\nbekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pensiun Dini\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Bagi Pekerja yang telah bekerja sekurang-kurangnya selama 12 (dua belas)\ntahun terus menerus berhak mengajukan pensiun dini kepada Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengajuan pensiun dini dimaksud harus sudah disampaikan paling lambat 3\n(tiga) bulan sebelumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pengusaha wajib memenuhi keinginan Pekerja yang bermaksud mengajukan\npensiun dini yang dilakukan sesuai ketentuan dalam ayat (1) dan (2) diatas;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Kompensasi atas pemutusan hubungan kerja karena pensiun dini diberikan\nPengusaha kepada Pekerja yang bersangkutan paling sedikit 2 (dua) kali\nketentuan Pasal 72 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 72\nayat (4) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini beserta hak-hak lainnya yang biasa\nditerimanya dan surat keterangan bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Usia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Setiap Pekerja pria yang telah berusia 55 (lima puluh lima) tahun dan\nPekerja perempuan yang telah berusia 40 (empat puluh) tahun berhak pensiun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengusaha wajib memberikan Kompensasi atas pemutusan hubungan kerja\nkarena usia pensiun kepada Pekerja yang bersangkutan paling sedikit 4 (empat)\nkali ketentuan Pasal 72 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan\nPasal 72 ayat (4) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini beserta hak-hak lainnya\nyang biasa diterimanya dan surat keterangan bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 81 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>(1)Dalam hal hubungan kerja berakhir karena Pekerja meninggal dunia, kepada\nahli warisnya yang sah berhak memperoleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)Sejumlah uang paling sedikit 4 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2),\n(3) dan (4) UU No. 13 Tahun 2003 beserta hak-hak lainnya yang biasa\nditerimanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)Santunan kematian serendah-rendahnya Rp. 5.000.000,- (lima juta\nrupiah);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)Santunan biaya pendidikan bagi anak almarhum sampai dengan Sekolah\nMenengah Umum (SMU);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) sesuai ketentuan PT.\nJamsostek (Persero);\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengusaha wajib memberikan hak Pekerja yang meninggal dunia kepada ahli\nwarisnya yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf (a), dan (b) paling\nlambat 1 X 24 jam dari hari kematian dimaksud;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pemberian santunan biaya pendidikan bagi anak almarhum sebagaimana\ndimaksud pada ayat (1) huruf (c) diberikan Pengusaha paling lambat terhitung 1\n(satu) bulan berjalan sejak hari kematian dimaksud;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pembayaran Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) Jaminan\nKematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) sebagaimana dimaksud pada ayat (1)\nhuruf (c) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf (d) dilakukan sesuai dengan\nketentuan perundang-undangan tentang Jamsostek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Dalam hal Pekerja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dan kepada Pekerja yang bersangkutan telah\ndiberikan Surat Peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut,\nmaka Pengusaha dapat mengajukan perselisihan pemutusan hubungan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Prosedur dan mekanisme dalam penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan\nkerja dengan alasan dimaksud wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini Jo UU No. 13 tahun 2003 Jo UU No. 2 Tahun\n2004 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pelaksanaan pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan\nsebagaimana dimaksud pada ayat (2) batal demi hukum;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Dalam hal terjadinya kesepakatan dalam penyelesaian perselisihan\npemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud disepakati tentang pembayaran\nkompensasi, maka kompensasi tersebut paling sedikit 2 (dua) kali ketentuan\nPasal 72 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 72 ayat (4)\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini beserta hak-hak lainnya yang biasa\nditerimanya dan surat keterangan bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pelanggaran Yang Dilakukan\nPengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Setiap Pekerja berhak mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja\nkepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal\nPengusaha melakukan perbuatan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(a)menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(b)membujuk dan\u002Fatau menyuruh Pekerja untuk melakukan perbuatan yang\nbertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(c)tidak membayar upah tepat waktu sebagaimana biasanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(d)tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana yang dijanjikan kepada\nPekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(e)memerintahkan Pekerja untuk melaksanakan pekerjaan diluar kemampuan,\nketerampilan dan\u002Fatau tugas rutin Pekerja sedangkan pekerjaan tersebut tidak\ntercantum dalam perjanjian kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(f)tidak melaksanakan ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(g)memberikan pekerjaan yang membahayakan jiwa, keselamatan, kesehatan dan\nkesusilaan Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pemutusan hubungan kerja dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1) diatas Pekerja berhak memperoleh kompensasi pemutusan hubungan kerja paling\nsedikit 3 (tiga) kali ketentuan Pasal 72 ayat (3) dan uang penggantian hak\nsesuai ketentuan Pasal 72 ayat (4) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini beserta\nhak-hak lainnya yang biasa diterimanya dan surat keterangan bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Prosedur dan mekanisme dalam penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan\nkerja dengan alasan dimaksud wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini Jo UU No. 13 tahun 2003 Jo UU No. 2 Tahun\n2004 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pelaksanaan pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan\nsebagaimana dimaksud pada ayat (3) batal demi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 84 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Rasionalisasi\u002FEffisiensi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dengan alasan\nrasionalisasi atau effisiensi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja dengan alasan rasionalisasi\natau effisiensi dimaksud, maka Pengusaha wajib membayarkan kompensasi kepada\nPekerja yang bersangkutan paling sedikit 3 (tiga) kali ketentuan Pasal 72 ayat\n(2), dan 2 (dua) kali ketentuan Pasal 72 ayat (3) Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini beserta hak-hak lainnya yang biasa diterimanya dan surat keterangan\nbekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Prosedur dan mekanisme dalam penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan\nkerja dengan alasan dimaksud wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini Jo UU No. 13 tahun 2003 Jo UU No. 2 Tahun\n2004 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pelaksanaan pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan\nsebagaimana dimaksud pada ayat (3) batal demi hukum;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 85 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Perusahaan Mengalami\nKerugian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal mengalami\nkerugian secara terus menerus selama 3 (tiga) tahun terakhir;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja dengan alasan Perusahaan\nmengalami kerugian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatas, maka Pengusaha\nwajib membayarkan kompensasi kepada Pekerja yang bersangkutan paling sedikit 2\n(dua) kali ketentuan Pasal 72 ayat (2), dan 2 (dua) kali ketentuan Pasal 72\nayat (3) dan (4) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini beserta hak-hak lainnya\nyang biasa diterimanya dan surat keterangan bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Prosedur dan mekanisme dalam penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan\nkerja dengan alasan dimaksud wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini Jo UU No. 13 tahun 2003 Jo UU No. 2 Tahun\n2004 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pelaksanaan pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan\nsebagaimana dimaksud pada ayat (3) batal demi hukum;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 86 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Perubahan Status\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal terjadinya\nperubahan status, penggabungan, peleburan atau perubahan kepemilikan\nPerusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pemutusan hubungan kerja dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1) diatas, maka Pengusaha wajib membayarkan kompensasi kepada Pekerja yang\nbersangkutan paling sedikit 4 (empat) kali ketentuan Pasal 72 ayat (2), dan 2\n(dua) kali ketentuan Pasal 72 ayat (3) dan (4) Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nini beserta hak-hak lainnya yang biasa diterimanya dan surat keterangan\nbekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Prosedur dan mekanisme dalam penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan\nkerja dengan alasan dimaksud wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini Jo UU No. 13 tahun 2003 Jo UU No. 2 Tahun\n2004 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pelaksanaan pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan\nsebagaimana dimaksud pada ayat (3) batal demi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 87 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Keadaan Memaksa (Force\nMajeur)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal Perusahaan\ntutup karena keadaan memaksa (force majeur) seperti : bencana alam, kebakaran,\nsabotase dan huru-hara dan sejenisnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pemutusan hubungan kerja dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1) diatas, maka Pengusaha wajib membayarkan kompensasi kepada Pekerja yang\nbersangkutan paling sedikit 3 (tiga) kali ketentuan Pasal 72 ayat (2), dan 1\n(satu) kali ketentuan Pasal 72 ayat (3) dan (4) Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nbeserta hak-hak lainnya yang biasa diterimanya dan surat keterangan bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Prosedur dan mekanisme dalam penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan\nkerja dengan alasan dimaksud wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini Jo UU No. 13 tahun 2003 Jo UU No. 2 Tahun\n2004 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 88 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Perusahaan Pailit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal Perusahaan\ntutup karena Perusahaan pailit;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Alasan Perusahaan pailit harus dibuktikan dengan penetapan Pengadilan\nyang amarnya berbunyi : menyatakan Perusahaan tutup karena pailit;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pemutusan hubungan kerja dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1) diatas, maka Pengusaha wajib membayarkan kompensasi kepada Pekerja yang\nbersangkutan paling sedikit 3 (tiga) kali ketentuan Pasal 72 ayat (2), dan 1\n(satu) kali ketentuan Pasal 72 ayat (3) dan (4) Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nini beserta hak-hak lainnya yang biasa diterimanya dan surat keterangan\nbekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Pembayaran kompensasi pemutusan hubungan kerja beserta hak - hak lainnya\nyang biasa diterima Pekerja wajib didahulukan oleh Pengusaha dari pada\nkewajiban - kewajiban lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Prosedur dan mekanisme dalam penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan\nkerja dengan alasan dimaksud wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini Jo UU No. 13 tahun 2003 Jo UU No. 2 Tahun\n2004 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 89 : Pemutusan Hubungan Kerja Bukan Karena Kesalahan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Dalam hal ini pemutusan hubungan kerja bukan karena kesalahan Pekerja\ntetapi Pekerja menerima pemutusan hubungan kerja, maka Pekerja yang\nbersangkutan berhak memperoleh kompensasi paling sedikit 4 (empat) kali\nketentuan Pasal 72 ayat (2), dan 2 (dua) kali ketentuan Pasal 72 ayat (3) dan\n(4) UU No. 13 Tahun 2003 beserta hak-hak lainnya yang biasa diterimanya dan\nsurat keterangan bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Prosedur dan mekanisme dalam penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan\nkerja dengan alasan dimaksud wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini Jo UU No. 13 tahun 2003 Jo UU No. 2 Tahun\n2004 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Pelaksanaan pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan\nsebagaimana dimaksud pada ayat (2) batal demi hukum;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : MOGOK KERJA DAN PENUTUPAN PERUSAHAN (LOCK OUT)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 90 : Mogok Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mogok kerja merupakan hak dasar bagi Pekerja dan\u002Fatau Serikat Pekerja yang\nterjadi akibat gagalnya perundingan dalam penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial antara Pengusaha, Pekerja, dan Serikat Pekerja, yang pelaksanaannya\nharus sesuai dengan ketentuan dalam UU No. 13 Tahun 2003 Tentang\nKetenagakerjaan dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 91 : Penutupan Perusahaan (Lock Out)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penutupan Perusahaan (lock out) merupakan hak dasar bagi Pengusaha yang\nterjadi akibat gagalnya perundingan dalam penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial antara Pengusaha, Pekerja, dan Serikat Pekerja, yang pelaksanaannya\nharus sesuai dengan ketentuan dalam UU No. 13 Tahun 2003 Tentang\nKetenagakerjaan dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV : KETENTUAN PERALIHAN, KEABSAHAN DAN PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 92 : Ketentuan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Semua ketentuan dan\u002Fatau peraturan pelaksana dalam hubungan industrial\npada PT. Sangrahadhika Jakarta (Hotel Redtop Jakarta) dinyatakan tidak berlaku\nlagi terhitung sejak berlakunya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Dalam hal terjadinya perubahan ketentuan perundang-undangan yang berlaku\ndan perubahan dimaksud lebih rendah kualitas maupun kuantitasnya dari ketentuan\ndalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, maka yang berlaku adalah ketentuan\nyang berlaku dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Dalam hal terjadinya perubahan ketentuan perundang-undangan yang berlaku\ndan perubahan dimaksud lebih baik kualitas maupun kuantitasnya dari ketentuan\ndalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, maka yang berlaku adalah ketentuan\nperundang-undangan yang baru dimaksud;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 93 : Keabsahan Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini mulai berlaku terhitung sejak ditanda\ntanganinya oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja sampai dengan masa berlakunya\nberakhir;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah ditanda tangani oleh Pengusaha\ndan Serikat Pekerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) selanjutnya wajib\ndidaftarkan oleh Pengusaha kepada Kantor Suku Dinas Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi Kota Administrasi Jakarta Pusat ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini tetap berlaku secara sah sampai\nberakhir jangka waktunya, meskipun terjadinya perubahan kepengurusan atau\npembubaran Serikat Pekerja dan\u002Fatau terjadinya perubahan struktur Pengusaha\natau pengalihan kepemilikan Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4)Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dapat diperpanjang atas Kesepakatan\nantara Pengusaha dan Serikat Pekerja dan pelaksanaan perundingan Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) berikutnya harus sudah dilakukan 3 (tiga) bulan sebelum\nberakhirnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5)Dalam hal perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) berikutnya belum\nselesai dilakukan sedangkan masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\ntelah berakhir, maka Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini tetap berlaku sampai\ndengan terbitnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 94 : Pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Pengusaha dan Serikat Pekerja wajib melaksanakan seluruh ketentuan yang\nada dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dan memberitahukan isinya kepada\nseluruh Pekerja dilingkungan Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Pengusaha berkewajiban untuk mencetak dan membagikan buku Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) ini kepada setiap Pekerja atas biaya Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3)Perubahan atas ketentuan yang ada dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nini hanya dapat dilakukan jika disepakati oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja\ndan perubahan dimaksud merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI : KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 95 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini sah berlaku terhitung sejak tanggal 20\nNopember 2012 sampai dengan 19 Nopember 2014 dan menjadi hukum bagi Para Pihak\nyang membuatnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha, Serikat Pekerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Shangrahadhika PT. Shangrahadhika\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Hotel Redtop Jakarta) (Hotel Redtop Jakarta)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>_____________________________________________\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>_____________________________________________\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Penandatangan Perjanjian Kerja Bersama ini disaksikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KANTOR SUKU DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"childcaredifferenttrigger":45,"contracttrialperiod":49,"severance_number_1_tenure":53,"dayspweek":57,"funeralpay":61,"OVERTIME_trigger":65,"eqpromotion":69,"longserviceallowancetype":73,"maxsicknesspayperc":77,"holidaysweeks":81,"EMPCONTR_trigger":85,"schedulesrestpw":89,"longserviceallowancetype1":93,"longserviceallowancetype2":95,"paidmaternityleaveall":97,"incidentalbonustype2":101,"NOCTPREM_trigger":105,"shiftallowanceamount1":109,"coverunion_trigger":111,"menstruationleave":113,"contractseverancepay1":117,"WAGES_trigger":119,"jobsecuritymothers":123,"hourspday_select":127,"maternitydifferenttrigger":130,"maxsicknesspay":132,"ONCERISE_trigger":134,"maternityexcludedtrigger":138,"longserviceallowanceamount1":140,"equalitydifferenttrigger":142,"STRUCINCR_trigger":144,"trainingfund":148,"PAYSCALES_period":152,"severance":156,"pensionfund":158,"TRAINING_trigger":162,"COSTLIV_trigger":166,"WORKHOURS_trigger":169,"LOWWAGE_government":172,"hourspweek":176,"equalityexcludedtrigger":178,"SICDIS_trigger":180,"MAXHOURS_trigger":184,"violence":188,"trainingprogrammes":192,"jobwagegroupsperiod":194,"contractseverancepay":198,"sexualhar":202,"paidmaternityleaveduration":204,"childcareleave":208,"childcareexcludedtrigger":212,"discrimination":214,"cbadate_start":218,"holidaysdays":222,"maxsicknesspaytype":225,"shiftallowancetype":227,"healthinsurance":229,"healthandsafetypolicy":231,"contracttrial":235,"sicknesspay":238,"dayspweek_select":240,"paidpaternityleave":242,"sundayallowanceperc1":244,"LOWWAGE_trigger":246,"overtimeallowancetype":250,"hivpolicy":252,"SENIOR_trigger":256,"disabilityfund":260,"paidpaternityleaveduration":264,"disabilitypay":266,"lowwageamount":269,"cbadate_end":271,"severance_number":273,"hourspweek_select":275,"childcare":277,"wageincreasetype2":279,"hourspday":281,"maternityotherclause":283,"incidentalbonusdays1":287,"SOCSEC_trigger":289,"healthcareaccess":292,"SUNDAY_trigger":296,"healthandsafetytraining":298,"sicknessmaxdays":302,"MEDICAL_trigger":304,"overtimeallowanceperc1":306,"SCHEDULE_trigger":308,"healthcareaccessrelatives":312,"hoursovertimemax":316,"paidmaternityleave":318,"PAIDLEAV_trigger":321},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"childcaredifferenttrigger","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berla","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku bagi Pengusaha dan Pekerja dalam\nruang lingkup hubungan kerja atau hubungan industrial dilingkungan PT.\nSangrahadhika Jakarta (Hotel Redtop Jakarta);",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"contracttrialperiod","(1)Calon Pekerja wajib menjalani masa pe","(1)Calon Pekerja wajib menjalani masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan,\nsebelum diangkat menjadi Pekerja tetap;",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"severance_number_1_tenure","(2)Perhitungan uang pesangon sebagaimana","(2)Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) paling\nsedikit sebagai berikut :\n\na. masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun memperoleh 1 (satu) bulan upah;\n\nb. masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun\nmemperoleh 2 (dua) bulan upah;\n\nc. masa kerja 2 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun\nmemperoleh 3 (tiga) bulan upah;\n\nd. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun\nmemperoleh 4 (empat) bulan upah;\n\ne. masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\nmemperoleh 5 (lima) bulan upah;\n\nf. masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\nmemperoleh 6 (tujuh) bulan upah;\n\ng. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun\nmemperoleh 7 (tujuh) bulan upah;\n\nh. masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun memperoleh 8 (delapan) bulan upah;\n\ni. masa kerja 8 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun memperoleh 9 (sembilan) bulan upah;\n\nj. masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih memperoleh 10 (sepuluh) bulan\nupah.",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"dayspweek","(1)Pengusaha wajib melaksanakan ketentua","(1)Pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja bagi para Pekerja,\nyang meliputi :\n\na. 7 (tujuh) jam dalam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu)\nminggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau;",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"funeralpay","(1)Dalam hal hubungan kerja berakhir kar","(1)Dalam hal hubungan kerja berakhir karena Pekerja meninggal dunia, kepada\nahli warisnya yang sah berhak memperoleh :\n\n(a)Sejumlah uang paling sedikit 4 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2),\n(3) dan (4) UU No. 13 Tahun 2003 beserta hak-hak lainnya yang biasa\nditerimanya;\n\n(b)Santunan kematian serendah-rendahnya Rp. 5.000.000,- (lima juta\nrupiah);\n\n(c)Santunan biaya pendidikan bagi anak almarhum sampai dengan Sekolah\nMenengah Umum (SMU);\n\n(d)Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) sesuai ketentuan PT.\nJamsostek (Persero);",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"OVERTIME_trigger","(2)Pengusaha yang mempekerjakan Pekerja ","(2)Pengusaha yang mempekerjakan Pekerja untuk bekerja lembur wajib membayar\nupah lembur;\n\n\n\n(3)Ketentuan mengenai kerja lembur dan perhitungan upah lembur harus sesuai\ndengan Pasal 78 UU No. 13 tahun 2003 Jo Kepmenakertrans No. : Kep-102\u002FMen\u002F2004\ndan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya.",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"eqpromotion","(2)Promosi jabatan dilakukan sesuai reko","(2)Promosi jabatan dilakukan sesuai rekomendasi dari pimpinan departemen\ndengan mempertimbangkan mengenai kebutuhan tenaga kerja pada jabatan tertentu,\npenilaian berdasarkan asas terbuka, bebas, obyektif, adil, setara tanpa\ndiskriminasi dan prestasi kerja;",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"longserviceallowancetype","(3)Besarnya tunjangan masa kerja ditetap","(3)Besarnya tunjangan masa kerja ditetapkan sebesar Rp. 15. 000 (lima belas\nribu) untuk setiap kelipatan masa kerja terhitung dari masa kerja 1 (satu)\ntahun atau lebih.",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"maxsicknesspayperc","(1)Setiap Pekerja yang tidak dapat beker","(1)Setiap Pekerja yang tidak dapat bekerja karena alasan sakit berhak untuk\ntetap menerima upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima dengan\nketentuan sebagai berikut :\n\na.untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar sebesar 100% (seratus persen);\n\nb.untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar sebesar 90% (sembilan puluh\npersen);\n\nc.untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar sebesar 75% (tujuh puluh lima\npersen) dan;\n\nd.untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 50% (lima puluh persen) sampai\nadanya kesepakatan atau putusan\u002Fpenetapan tentang Pemutusan Hubungan Kerja;",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"holidaysweeks","(1)Bagi Pekerja yang telah bekerja selam","(1)Bagi Pekerja yang telah bekerja selama 1 (satu) tahun terus menerus\nberhak mendapat cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari dengan tetap menerima\nupah dan hak-hak lainnya yang biasa diterima oleh Pekerja yang bersangkutan;",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"EMPCONTR_trigger","(2)Setiap calon Pekerja berkewajiban unt","(2)Setiap calon Pekerja berkewajiban untuk menandatangani Perjanjian Kerja\nyang sekurang - kurangnya memuat tentang status hubungan kerja,\nkedudukan\u002Fjabatan, upah dan hak-hak lain yang diterimanya, kewajiban yang harus\ndilaksanakan dan masa berlakunya Perjanjian Kerja;",{"bindId":90,"name":91,"text":92},"schedulesrestpw","(1)Setiap Pekerja berhak untuk mendapat ","(1)Setiap Pekerja berhak untuk mendapat waktu istirahat diantara jam kerja\nyang sekurang-kurangnya watu istirahat dimaksud selama 1 (satu) jam setelah\nbekerja selama 4 (empat) jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak\ntermasuk jam kerja;",{"bindId":94,"name":75,"text":76},"longserviceallowancetype1",{"bindId":96,"name":75,"text":76},"longserviceallowancetype2",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"paidmaternityleaveall","(4)Setiap Pekerja perempuan yang sedang ","(4)Setiap Pekerja perempuan yang sedang menggunakan hak cuti\u002Fistirahatnya\nsebagaimana dimaksud berhak mendapat upah beserta hak-hak lainnya yang biasa\nditerima oleh Pekerja yang bersangkutan.",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"incidentalbonustype2","(2)Besarnya Tunjangan Hari Raya (THR) Ke","(2)Besarnya Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan ditetapkan sebagai berikut\n:\n\na.untuk Pekerja dengan masa kerja 1 (satu) tahun sampai dengan kurang 5\n(lima) tahun terus menrus berhak menerima sebesar 1 (satu) bulan upah;",{"bindId":106,"name":107,"text":108},"NOCTPREM_trigger","(2)Bagi Pekerja yang bekerja dengan spli","(2)Bagi Pekerja yang bekerja dengan split shift berhak menerima Tunjangan\nSplit Shift sebesar Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) setiap bekerja split\nshift yang pembayaranya dilakukan bersamaan dengan pembayaran upah;",{"bindId":110,"name":107,"text":108},"shiftallowanceamount1",{"bindId":112,"name":47,"text":48},"coverunion_trigger",{"bindId":114,"name":115,"text":116},"menstruationleave","Bagi Pekerja perermpuan yang dalam masa ","Bagi Pekerja perermpuan yang dalam masa haid merasakan sakit dapat\nmemberitahukan tentang hal tersebut kepada Pengusaha untuk tidak bekerja pada\nhari pertama dan kedua dengan tetap menerima upah berserta hak-hak lainnya\nsebagimana biasa diterima oleh Pekerja dimaksud.",{"bindId":118,"name":55,"text":56},"contractseverancepay1",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"WAGES_trigger","(1)Setiap Pekerja berhak memperoleh upah","(1)Setiap Pekerja berhak memperoleh upah\u002Fpenghasilan yang layak untuk\nmemenuhi kebutuhan hidup bagi Pekerja sendiri dan keluarganya;\n\n\n\n(2)Pengaturan pengupahan ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Pengusaha\ndan Pekerja yang tidak menjadi anggota Serikat Pekerja atau Serikat Pekerja\nyang mewakili Pekerja sebagai anggotannya, dimana besarannya tidak boleh lebih\nrendah dari ketentuan pengupahaan yang ditetapkan peraturan perundang-unadangan\nyang berlaku;\n\n\n\n(3)Dalam menyusun struktur dan skala upah Pengusaha wajib memperhatikan\nserta mempertimbangkan mengenai golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan dan\nkompetensi dari masing-masing Pekerja;\n\n\n\n(4)Bagi Pekerja yang berstatus tetap, tidak tetap dan dalam masa percobaan,\nmaka upahnya diberikan oleh Pengusaha serendah-rendahnya sebesar upah minimum\ndalam hal ini adalah Upah Minimun Sektoral Provinsi (UMSP) yang berlaku di\nProvinsi DKI Jakarta saat itu;\n\n\n\n(5)Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) sebagaimana dimaksud ayat (4) hanya\nberlaku bagi Pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun dan\npeninjauan upah bagi Pekerja yang mempunyai masa kerja lebih dar 1 (satu) tahun\ndilakukan atas kesepakatan tertulis antara Pekerja yang tidak menjadi anggota\nSerikat Pekerja atau Serikat Pekerja yang mewakili Pekerja sebagai anggotannya\ndengan Pengusaha;",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"jobsecuritymothers","(1)Pengusaha dilarang melakukan pemutusa","(1)Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap Pekerja\ndengan alasan :\n\n(a)Pekerja berhalangan masuk kerja karena sedang sakit sesuai keterangan\ndokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus –\nmenerus;\n\n(b)Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban\nnegara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;\n\n(c)Pekerja sedang menjalankan ibadah sesuai perintah agamanya;\n\n(d)Pekerja menikah;\n\n(e)Pekerja perempuan hamil, melahirkan,gugur kandungan atau menyusui\nbayinya;",{"bindId":128,"name":59,"text":129},"hourspday_select","(1)Pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja bagi para Pekerja,\nyang meliputi :\n\na. 7 (tujuh) jam dalam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu)\nminggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau;\n\nb. 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam dalam 1\n(satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu;",{"bindId":131,"name":47,"text":48},"maternitydifferenttrigger",{"bindId":133,"name":79,"text":80},"maxsicknesspay",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"ONCERISE_trigger","(1)Pengusaha wajib memberikan Tunjangan ","(1)Pengusaha wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan kepada\nseluruh Pekerja yang mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan secara terus menerus\natau lebih setiap tahun menjelang hari raya keagamaan;",{"bindId":139,"name":47,"text":48},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":141,"name":75,"text":76},"longserviceallowanceamount1",{"bindId":143,"name":47,"text":48},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"STRUCINCR_trigger","(1)Pengusaha melaksanakan penyesuaian up","(1)Pengusaha melaksanakan penyesuaian upah Pekerja setiap 1 (satu) tahun\nsekali dan\u002Fatau setiap terjadinya perubahan yang berdampak bagi pengupahan\nPekerja yang ditetapkan oleh Pemerintah seperti halnya : penetapan tentang Upah\nMinimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP);\n\n\n\n(2)Penyesuaian upah atas Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum\nSektoral Provinsi (UMSP) dilaksanakan terhadap seluruh Pekerja tanpa membedakan\nstatus hubungan kerja;",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"trainingfund","(4)Sewaktu-waktu Serikat Pekerja dengan ","(4)Sewaktu-waktu Serikat Pekerja dengan sepengetahuan Pengusaha berhak untuk\nmenyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota dan pengurus Serikat\nPekerja yang pendanaanya dialokasikan dari uang service sebesar 2 % (dua\npersen) untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia;",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"PAYSCALES_period","(4)Pengusaha melakukan peninjauan kenaik","(4)Pengusaha melakukan peninjauan kenaikan upah Pekerja setiap 1 (satu)\ntahun sekali dengan memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut\n:\n\na. Golongan;\n\nb. Jabatan;\n\nc. Masa Kerja;\n\nd. Pendidikan;\n\ne. Kompetensi;\n\nf. Inflasi;\n\ng. Kenaikan harga bahan pokok;\n\nh. Kemampuan Perusahaan;",{"bindId":157,"name":55,"text":56},"severance",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"pensionfund","(1)Pengusaha wajib mengikut sertakan sel","(1)Pengusaha wajib mengikut sertakan seluruh Pekerja dalam program Jaminan\nSosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) yang meliputi :\n\na.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n\nb.Jaminan Hari Tua (JHT)\n\nc.Jaminan Kematian (JKM)\n\n\n\n(2)Untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Pengusaha dapat mengadakan\nsendiri atau bekerjasama dengan lembaga kesehatan atau asuransi kesehatan\ndengan ketentuan manfaat lebih baik dari program Jamsostek sesuai Permanaker\nNo. : Per-01\u002FMen\u002F1998 Tentang Penyelenggaraan Pemeliharaan Kesehatan Bagi\nTenaga Kerja Dengan Manfaat Lebih Baik Dari Paket Jaminan Pemeliharaan\nKesehatan Dasar JAMSOSTEK;",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"TRAINING_trigger","(1)Pengusaha berkewajiban untuk menyelen","(1)Pengusaha berkewajiban untuk menyelenggarakan pelatihan kerja bagi para\nPekerja untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompentensi kerja guna\nmeningkatkan kemampuan, produktivitas dan kesejahteraan bagi Pekerja;",{"bindId":167,"name":146,"text":168},"COSTLIV_trigger","(1)Pengusaha melaksanakan penyesuaian upah Pekerja setiap 1 (satu) tahun\nsekali dan\u002Fatau setiap terjadinya perubahan yang berdampak bagi pengupahan\nPekerja yang ditetapkan oleh Pemerintah seperti halnya : penetapan tentang Upah\nMinimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP);",{"bindId":170,"name":59,"text":171},"WORKHOURS_trigger","(1)Pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja bagi para Pekerja,\nyang meliputi :\n\na. 7 (tujuh) jam dalam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu)\nminggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau;\n\nb. 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam dalam 1\n(satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu;\n\n\n\n(2)Waktu kerja bagi Pekerja yang bekerja non shift ditetapkan sebagai\nberikut :\n\nSenin – Jum’at: 09.00 - 17.00 WIB\n\nSabtu: 09.00 - 14.00 WIB\n\n\n\nDan bagi Pekerja yang bekerja dengan sistem shift ditetapkan sebagai berikut\n:\n\nShift I(pagi): 07.00 – 15.00 WIB\n\nShift II(sore): 15.00 – 23.00 WIB\n\nShift III(malam): 23.00 – 07.00 WIB",{"bindId":173,"name":174,"text":175},"LOWWAGE_government","(5)Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP)","(5)Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) sebagaimana dimaksud ayat (4) hanya\nberlaku bagi Pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun dan\npeninjauan upah bagi Pekerja yang mempunyai masa kerja lebih dar 1 (satu) tahun\ndilakukan atas kesepakatan tertulis antara Pekerja yang tidak menjadi anggota\nSerikat Pekerja atau Serikat Pekerja yang mewakili Pekerja sebagai anggotannya\ndengan Pengusaha;",{"bindId":177,"name":59,"text":129},"hourspweek",{"bindId":179,"name":47,"text":48},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":181,"name":182,"text":183},"SICDIS_trigger","Bagi Pekerja yang mengalami sakit berkep","Bagi Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\nkecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas\n12 (dua belas) bulan berhak mengajukan pemutusan hubungan kerja dengan\nmemperoleh kompensasi 4 (dua) kali ketentuan Pasal 72 ayat (3) dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan Pasal 72 ayat (4) Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini beserta hak-hak lainnya yang biasa diterimanya dan surat keterangan\nbekerja.",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"MAXHOURS_trigger","b.waktu kerja lembur hanya dapat dilakuk","b.waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam\n1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu;",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"violence","(6)SKORSING PEMBINAAN, diberlakukan terh","(6)SKORSING PEMBINAAN,\n\ndiberlakukan terhadap Pekerja yang melakukan pelanggaran Tata Tertib Kerja\nmasih dalam tenggang waktu berlakunya sanksi Surat Peringatan III (Ketiga)\ndan\u002Fatau melakukan pelanggaran lainnya, adapun klasifikasi pelanggaran dengan\nsanksi Skorsing Pembinaan sebagai berikut :\n\n(a)Melakukan penggulangan pelanggaran yang pernah dilakukan sebelumnya yang\ntenggang waktu sanksi sebelumnya dimaksud masih berlaku;\n\n(b)Lalai membuat laporan atau tidak melakukan serah terima keuangan kepada\nPekerja lain yang bertugas pada jadwal kerja berikutnya;\n\n(c)Membawa pulang uang hasil pembayaran (laundry\u002Frestaurant) dari tamu;\n\n(d)Dengan sengaja memperlihatkan anggota tubuh yang vital kepada Pekerja\nlain;\n\n(e)Merusak barang milik tamu dengan sengaja;\n\n(f)Memberikan keterangan palsu kepada atasan atau Pengusaha;\n\n(g)Melecehkan Pekerja perempuan dengan sengaja memegang bagian tubuh yang\nvital;\n\n(h)Membuat kericuhan atau keonaran di lingkungan Perusahaan seperti :\nmembanting, menendang atau melempar barang mliki Perusahaan;",{"bindId":193,"name":150,"text":151},"trainingprogrammes",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"jobwagegroupsperiod","(5)Kenaikan upah dilaksanakan terhadap P","(5)Kenaikan upah dilaksanakan terhadap Pekerja yang telah bekerja\nsekurang-kurangnya selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus terhitung\nsejak Pekerja yang bersangkutan menjalani masa percobaan dan diangkat menjadi\nPekerja tetap;",{"bindId":199,"name":200,"text":201},"contractseverancepay","(1)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan ","(1)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja Pengusaha diwajibkan\nmembayarkan kompensasi berupa uang pesangon, dan\u002Fatau uang penghargaan masa\nkerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima Pekerja yang\nbersangkutan;",{"bindId":203,"name":190,"text":191},"sexualhar",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"paidmaternityleaveduration","(1)Setiap Pekerja perempuan berhak mempe","(1)Setiap Pekerja perempuan berhak memperoleh cuti\u002Fistirahat pada masa\nkehamilan menjelang melahirkan selama 1,5 (satu setengah) bulan dan 1,5 (satu\nsetengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan\u002Fbidan\nyang memeriksanya;",{"bindId":209,"name":210,"text":211},"childcareleave","(1)Pengusaha berkewajiban untuk tetap me","(1)Pengusaha berkewajiban untuk tetap membayar upah kepada Pekerja yang\ntidak masuk bekerja, dengan alasan sebagai berikut :\n\na.Perkawinan Pekerja \u002F anak Pekerja 4 (empat) hari\n\nb.Perkawinan kakak kandung \u002F adik kandung Pekerja 2 (dua) hari\n\nc.Khitanan \u002F pembaptisan anak Pekerja 2 (dua) hari\n\nd.Istri Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran 3 (tiga) hari\n\ne.Kematian keluarga Pekerja (suami\u002Fisteri, anak, orang tua\u002Fmertua\u002Fadik\u002Fkakak\nkandung) 4 (empat) hari \n\nf.Suami \u002F istri \u002F anak sakit keras \u002F opname 4 (empat) hari\n\ng.Orang tua kandung \u002F mertua sakit keras \u002F opname 2 (dua) hari\n\nh.Musibah kebakaran dan bencana alam 2 (dua) hari",{"bindId":213,"name":47,"text":48},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":215,"name":216,"text":217},"discrimination","(1)Penilaian atas prestasi kerja (Employ","(1)Penilaian atas prestasi kerja (Employee Performance Appraisal) dilakukan\noleh pimpinan departemen\u002Fbagian terhadap Pekerja secara obyektif tanpa adanya\nunsur-unsur diskriminasi yang selanjutnya hasil dari penilaian dimaksud\ndilaporkan kepada pimpinan HRD, dimana penilaian atas prestasi kerja dimaksud\ndilaksanakan setiap 1 (satu) tahun sekali;",{"bindId":219,"name":220,"text":221},"cbadate_start","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini sah b","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini sah berlaku terhitung sejak tanggal 20\nNopember 2012 sampai dengan 19 Nopember 2014 dan menjadi hukum bagi Para Pihak\nyang membuatnya.",{"bindId":223,"name":83,"text":224},"holidaysdays","(1)Bagi Pekerja yang telah bekerja selama 1 (satu) tahun terus menerus\nberhak mendapat cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari dengan tetap menerima\nupah dan hak-hak lainnya yang biasa diterima oleh Pekerja yang bersangkutan;\n\n\n\n(2)Hak cuti tahunan akan gugur bila tidak dipergunakan dalam waktu 6 (enam)\nbulan sejak timbulnya hak cuti tahunan dimaksud, terkecuali karena pertimbangan\noperasional Perusahaan dan mendapat persetujuan dari atasannya maka hak cuti\ntahunan dimaksud dapat ditunda pelaksanaannya paling lama 6 (enam) bulan\nkemudian dan bila setelah 6 (enam) bulan ternyata hak cuti dimaksud belum juga\ndi pergunakan maka hak cuti tahunan bagi Pekerja yang bersangkutan dinyatakan\ngugur serta tidak dapat dikompensasikan dalam bentuk uang;",{"bindId":226,"name":79,"text":80},"maxsicknesspaytype",{"bindId":228,"name":107,"text":108},"shiftallowancetype",{"bindId":230,"name":160,"text":161},"healthinsurance",{"bindId":232,"name":233,"text":234},"healthandsafetypolicy","(1)Setiap Pekerja mempunyai hak untuk me","(1)Setiap Pekerja mempunyai hak untuk mendapat perlindungan atas ;\n\na.keselamatan dan kesehatan kerja;\n\nb.kecelakaan kerja;\n\nc.penyakit akibat hubungan kerja;\n\nd.moral dan kesusilaan serta perlakuan yang sesuai dengan harkat dan\nmartabat manusia serta nilai nilai agama;",{"bindId":236,"name":51,"text":237},"contracttrial","(1)Calon Pekerja wajib menjalani masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan,\nsebelum diangkat menjadi Pekerja tetap;\n\n\n\n(2)Selama dalam masa percobaan, baik Pengusaha maupun calon Pekerja\nsama-sama berhak untuk melakukan pengakhiran hubungan kerja tanpa syarat\nataupun pembayaran kompensasi dalam bentuk apapun.",{"bindId":239,"name":79,"text":80},"sicknesspay",{"bindId":241,"name":59,"text":129},"dayspweek_select",{"bindId":243,"name":210,"text":211},"paidpaternityleave",{"bindId":245,"name":67,"text":68},"sundayallowanceperc1",{"bindId":247,"name":248,"text":249},"LOWWAGE_trigger","(4)Bagi Pekerja yang berstatus tetap, ti","(4)Bagi Pekerja yang berstatus tetap, tidak tetap dan dalam masa percobaan,\nmaka upahnya diberikan oleh Pengusaha serendah-rendahnya sebesar upah minimum\ndalam hal ini adalah Upah Minimun Sektoral Provinsi (UMSP) yang berlaku di\nProvinsi DKI Jakarta saat itu;",{"bindId":251,"name":67,"text":68},"overtimeallowancetype",{"bindId":253,"name":254,"text":255},"hivpolicy","(1)Pengusaha menyediakan pemeriksaan kes","(1)Pengusaha menyediakan pemeriksaan kesehatan berkala kepada seluruh\nPekerja setiap 1 (satu) tahun sekali yang pembiayaannya di tanggung oleh\nPegusaha;",{"bindId":257,"name":258,"text":259},"SENIOR_trigger","(1)Pemberian tunjangan masa kerja kepada","(1)Pemberian tunjangan masa kerja kepada Pekerja dalam rangka untuk\nmenghindari terjadinya kesejangan sosial bagi Pekerja yang telah lama bekerja\ndengan Pekerja yang baru bekerja;\n\n\n\n(2)Tunjangan masa kerja hanya diberikan kepada Pekerja yang telah mempunyai\nmasa kerja selama 1 (satu) tahun atau lebih;",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"disabilityfund","(1)Pengusaha wajib memberikan Jaminan Ke","(1)Pengusaha wajib memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja bagi seluruh Pekerja\nsesuai Permenaker No. : 04\u002FMen\u002F1993 Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan\u002Fatau\nketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya, dan;",{"bindId":265,"name":210,"text":211},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":267,"name":262,"text":268},"disabilitypay","(1)Pengusaha wajib memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja bagi seluruh Pekerja\nsesuai Permenaker No. : 04\u002FMen\u002F1993 Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan\u002Fatau\nketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya, dan;\n\n\n\n(2)Pekerja berhak mendapatkan Jaminan Kecelakaan Diluar Jam Kerja sesuai\nPeraturan Daerah (PERDA) Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 06 Tahun\n2004;",{"bindId":270,"name":248,"text":249},"lowwageamount",{"bindId":272,"name":220,"text":221},"cbadate_end",{"bindId":274,"name":55,"text":56},"severance_number",{"bindId":276,"name":59,"text":129},"hourspweek_select",{"bindId":278,"name":210,"text":211},"childcare",{"bindId":280,"name":146,"text":168},"wageincreasetype2",{"bindId":282,"name":59,"text":129},"hourspday",{"bindId":284,"name":285,"text":286},"maternityotherclause","(2)Pekerja perempuan yang mengalami kegu","(2)Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\ncuti\u002Fistirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat\nketerangan dokter kandungan atau bidan yang memeriksanya;",{"bindId":288,"name":103,"text":104},"incidentalbonusdays1",{"bindId":290,"name":160,"text":291},"SOCSEC_trigger","(1)Pengusaha wajib mengikut sertakan seluruh Pekerja dalam program Jaminan\nSosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) yang meliputi :\n\na.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n\nb.Jaminan Hari Tua (JHT)\n\nc.Jaminan Kematian (JKM)",{"bindId":293,"name":294,"text":295},"healthcareaccess","(1)Pengusaha menyediakan fasilitas pemer","(1)Pengusaha menyediakan fasilitas pemeriksaan, pengobatan dan perawatan\nkesehatan bagi Pekerja beserta tanggungannya yang terdiri dari :\n\na.Klinik dan dokter Perusahaan selama 24 Jam;\n\nb.Perawatan Rumah Sakit;\n\nc.Pelayanan keluarga berencana;\n\nd.Pemerisaan kesehatan atas rujukan dokter Perusahaan;\n\ne.Pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan;\n\nf.Persalinan yang tidak dapat dilakukan secara normal dan diperlukan\ntindakan melalui operasi caesar atau vacuum yang pelaksanaannya atas\najuran\u002Frujukan dari dokter\u002Fbidan yang menanganinya;\n\ng.Pengguguran kandungan karena faktor medis atau keselamatan jiwa ibu;\n\nh.Keguguran kandungan akibat kecelakaan atau faktor medis;\n\ni.Suntikan imunisasi yang dilakukan atas sepengetahuan dokter Perusahaan,\nseperti : DPT, BCG, Polio, Campak dan Hepatitis;\n\nj.Pemberian obat dan vitamin berdasarkan resep dokter serta atas persetujuan\ndokter Perusahaan.",{"bindId":297,"name":67,"text":68},"SUNDAY_trigger",{"bindId":299,"name":300,"text":301},"healthandsafetytraining","(5)Ketentuan mengenai Keselamatan dan Ke","(5)Ketentuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja dilaksanakan\nberdasarkan UU No. 3 Tahun 1969 Tentang Konvensi ILO No. 120, Jo UU No. 1 Tahun\n1970 Tentang Keselatan dan Kesehatan Kerja, Jo Keppres No. 22 Tahun 1993\nTentang Penyakit Yang timbul Karena Hubungan Kerja, Jo UU No. 13 Tahun 2003\nTentang Ketenagakerjaan dan\u002Fatau ketentuan peraturan perundang-undangan yang\nbersangkutan lainnya.",{"bindId":303,"name":182,"text":183},"sicknessmaxdays",{"bindId":305,"name":294,"text":295},"MEDICAL_trigger",{"bindId":307,"name":67,"text":68},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":309,"name":310,"text":311},"SCHEDULE_trigger","(1)Pada hari libur resmi baik yang jatuh","(1)Pada hari libur resmi baik yang jatuh pada hari minggu atau hari libur\nmingguan semua Pekerja yang bekerja di Perusahaan, berhak mendapatkan libur dan\nPengusaha tetap wajib membayar upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima\noleh Pekerja tanpa membedakan status Pekerja;",{"bindId":313,"name":314,"text":315},"healthcareaccessrelatives","(3)Dalam hal Pekerja dan keluarganya mem","(3)Dalam hal Pekerja dan keluarganya memerlukan konsultasi\u002Fpengobatan oleh\ndokter spesialis wajib diketahui oleh Personalia dan Pembiayaan ditanggung\nsepenuhnya oleh Pengusaha;",{"bindId":317,"name":186,"text":187},"hoursovertimemax",{"bindId":319,"name":206,"text":320},"paidmaternityleave","(1)Setiap Pekerja perempuan berhak memperoleh cuti\u002Fistirahat pada masa\nkehamilan menjelang melahirkan selama 1,5 (satu setengah) bulan dan 1,5 (satu\nsetengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan\u002Fbidan\nyang memeriksanya;\n\n\n\n(2)Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\ncuti\u002Fistirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat\nketerangan dokter kandungan atau bidan yang memeriksanya;",{"bindId":322,"name":83,"text":224},"PAIDLEAV_trigger","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Shangrahadhika, Hotel Redtop Jakarta - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-11-20\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-11-19\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-11-20\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Rumah sakit, penyedia makanan, parawisata\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Hotel dan jenis akomodasi serupa lainnya\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Shangrahadhika, Hotel Redtop Jakarta\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Hotel Redtop Jakarta - Serikat Pekerja Pariwisata dan Sektoral Indonesia (Paras – Indonesia)\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;4 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;1\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;15000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;15000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[328],{"title":38,"slug":34},[330],{"type":331,"data":332},"call_to_action_body_block",{"title":333,"description":334,"variant":335,"link":336},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":333,"url":337,"description":333,"rel":338,"type":339},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[341],{"type":331,"data":342},{"title":333,"description":334,"variant":335,"link":343},{"title":333,"url":337,"description":333,"rel":338,"type":339},[]]