[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sg-wicus-indonesia-dengan-sp-tsi-spsi-pt-sg-wicus-indonesia":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":240,"content_type_view":241,"extra_breadcrumbs":242,"body":244,"body_blocks":255,"related_pages":259},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":238,"translations":239},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sg-wicus-indonesia-dengan-sp-tsi-spsi-pt-sg-wicus-indonesia","22838b68-1da2-11e6-b3ef-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sg-wicus-indonesia-dengan-sp-tsi-spsi-pt-sg-wicus-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sg-wicus-indonesia-dengan-sp-tsi-spsi-pt-sg-wicus-indonesia\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. SG Wicus Indonesia Dengan SP-TSI SPSI PT. SG Wicus Indonesia","ba_ID","PT. Sgwicus Indonesia - 2012","Indonesia - PT. Sgwicus Indonesia - 2012","PT. Sgwicus Indonesia - 2012 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"111 - PKB PT. SG Wicus 2012 - 2014.html","\n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. SG WICUS INDONESIA DENGAN SERIKAT\nPEKERJA SPTK SPSI\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pengertian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Arti dan pengertian yang tercantum dalam isi perjanjian sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah PT. SG Wicus Indonesia yang berkedudukan di Kawasan Kota Bukit Indah\nBlok D II No 22 - 23 Purwakarta dengan Akte Nomor -46-, Notaris Ellisa\nAsmawel\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah para direktur\u002FPejabat yang ditugaskan oleh para\npemegang\u002Fsaham\u002FKomisaris untuk mengatur dan memimpin perusahaan baik secara\nperorangan atau bersama-sama,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Management\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah para Direktur\u002Fpejabat yang ditugaskan sebagaimana diangkat atau\ndiberi kewenangan oleh pemegang saham\u002FKomisaris untuk secara langsung maupun\ntidak langsung mengolah bagian kegiatan - kegiatan perusahaan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Komplek perusahaan\u002FPabrik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seluruh areal tanah, ruangan, gedung pabrik, kantor dan bangunan\nlainnya yang berdiri di area Kota Bukit lndah blok DII No.22- 23 Purwakarta,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seseorang yang terikat dalam suatu hubungan kerja dengan perusahaan\nsetelah menandatangani perjanjian kerja, serta menerima upah\u002Fgaji atau imbalan\ndalam bentuk lain dari perusahaan atas kerja mereka dan diangkat menjadi\npekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah organisasi pekerja PUK SPTSK SPSI PT. Sgwicus Indonesia yang mewakili\nseluruh anggotanya sebagaimana terdaftar di Kantor Dinas Tenaga Kerja\nPurwakarta dengan Nomor : 01\u002FPU\u002FFPS TSK SPSI\u002FSGW\u002FV\u002F2012 dengan nomor pencatatan\n: 251\u002F15\u002FPUK FPS TSK SPSI PT.SGW\u002FPWK\u002FVI\u002F2012.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja anggota unit kerja serikat pekerja yang dipilih atau ditunjuk\noleh para anggota untuk memimpin serikat Pekerja sesuai dengan Anggaran Dasar\ndan Anggaran Rumah Tangga SPT SK SPSI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seorang istri\u002Fsuami dan anak berdasarkan buku yang sah dan sepenuhnya\nmenjadi tanggung jawab serikat pekerja sesuai dengan ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Istri\u002Fsuami pekerja adalah seorang istri\u002Fsuami berdasarkan bukti yang syah\nserta didaflarkan di bagian administrasi perusahaan. Apabila ada perubahan\nstatus harus segera melapor selambat- lambatnya 7 (tujuh) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Anak pekerja adalah anak hasil perkawinan yang syah menjadi tanggung jawab\npekerja atau anak angkat yang ditanggung pekerja serta didafltarkan di bagian\nadministrasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Ahli waris pekerja adalah keluarga pekerja baik yang disebabkan hubungan\nsedarah maupun perkawinan, atau orang lain yang ditunjuk oleh pekerja, atau\nmenurut keputusan pengadilan untuk menerima setiap pembayaran dalam hal\nkematian pekerja yang didaftarkan di bagian administrasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Upah\u002FGaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah imbalan dalam bentuk uang atas pekerjaan yangdilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Upah Lembur\u002F(overtime)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yang diterima pekerja sebagai imbalan hasil kerja yang dilakukan\ndi luar jam kerja wajib,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Jam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu yang ditentukan bagi pekerja saat mulai bekerja sampai dengan\nselesai kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Jam lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu kerja yang dilakukan diluar jam kerja wajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari yang ditentukan bagi pekerja untuk melakukan pekerjaan setelah\nada hubungan kerja antara perusahaan dengan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Hari Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah dimana pekerja tidak diharuskan masuk bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja tidak masuk bekerja pada waktu hari kerja tanpa\nketerangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak-Pihak Yang Mengadakan Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan kesepakatan\u002Fperjanjian kerja bersama adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha PT. SG Wicus Indonesia yang berdomisili di Kawasan Kota Bukit\nIndah Blok D II Nomor 22 - 23 Purwakarta yang selanjutnya disebut Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia, (Unit Kerja) PT.SG Wicus Indonesia yang selanjutnya\ndisebut Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Yang dimaksud Perjanjian Kerja Bersama adalah suatu perjanjian kerja untuk\nmengatur hubungan kerja dan syarat-syarat kerja yang memberikan batasan hak dan\nkewajiban masing-masing pihak secara jelas dan seimbang berdasarkan Hubungan\nIndustrial sebagai pencerminan dari musyawarah dan mufakat antara pengusaha dan\nserikat pekerja dengan tujuan meningkatkan kualitas serta memberikan motivasi\nkerja guna terciptanya iklim hubungan kerja yang harmonis dan serasi menuju\npeningkatan kesejahteraan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cp>2.Ruang lingkup Perjanjian Kerja Bersama mencakup beberapa ketentuan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Perjanjian Kerja Bersama berlaku untuk semua pekerja PT. SG Wicus\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.2 Semua pekerja perusahaan ini harus tunduk dan taat pada isi ketentuan\nyang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dengan penuh rasa tanggung\njawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perjanjian Kerja Bersama ini mengikat kedua belah pihak, jika Pengusaha\natau Serikat Pekerja melakukan pembahan nama, gabungan nama atau dalam bentuk\napapun juga, isi dan pasal-pasal Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku\nsampai saat berakhinya masa berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Antara serikat pekerja dan pengusaha wajib menjalankan kerjasama dalam hal\nmemberikan penerangan atau penjelasan kepada pekerja atau kepada pihak lain\nyang mempunyai kepentingan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini tentang\nini dan makna yang terkandung di dalamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Perundingan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha mengakui 1 (satu) organisasi Serikat Pekerja yaitu PUK SPTSK SPSI\nPT. SG Wicus Indonesia yang merupakan wakil dari pekerja sebagai mitra kerja\nuntuk mengadakan perundingan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hasil kesepakatan Perjanjian Kerja Bersama antara pengusaha dengan Serikat\nPekerja mengenai kondisi-kondisi dan syarat-syarat misalnya mengenai\nperlindungan tenaga kerja, kesejahteraan pekerja, disiplin kerja, loyalitas,\nwaktu istirahat, pengupahan dan lain-lain adalah syah dan tidak bisa diganggu\ngugat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Jaminan Kepada Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja TSK SPSI Unit Kerja PT.SG Wicus\nIndonesia yang menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini adalah suatu\norganisasi pekerja sehingga para fungsionaris yang ada pada organisasi ini\nbertindak untuk dan atas nama segenap anggotanya yang bekerja di PT.SG Wicus\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2.Pengusaha menjamin tidak akan melakukan penekanan dalam bentuk apapun baik\nlangsung maupun tidak langsung dan ataupun diskriminasi serta tindakan lain\nyang tidak wajar terhadap pekerja yang terpilih sebagai fungsionaris Serikat\nPekerja untuk bertindak selaku delegasi karena fungsinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Sejauh tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku, pengusaha tidak merintangi kegiatan serta perkembangan organisasi ini\ndan tidak mencampuri urusan internal organisasi Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Semua bentuk tindakan atau aksi yang berkaitan dengan masalah\nketenagakerjaan yang dilakukan tanpa sepengetahuan atau persetujuan Serikat\nPekerja adalah diluar tanggung jawab serikat pekerja dan tindakan tersebut\ndinyatakan aksi liar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Kedua belah pihak sepakat untuk tidak membenarkan segala bentuk aksi liar\nsehingga apabila ini terjadi, kepada yang melakukan tindakan aksi tersebut akan\nditindak tegas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Aktifitas Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyetujui kegiatan-kegiatan serikat pekerja, oleh karena itu\ntidak akan membedakan baik secara langsung maupun tidak langsung, siapapun juga\nkarena penyelenggaranaan kegiatan-kegiatan tersebut, atas nama dan atas\npermintaan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam mengurus masalah ketenagakerjaan baik di dalam perusahaan mauapun\nsecara tripartite antara pememrintah, pengusaha dan Serikat Pekerja, serta\nadanya kepentingan dengan organisasi serikat pekerja yang lebih tinggi (PC,\nDPC, DPD, DPP), maka fungsionaris Serikat Pekerja harus diberi dispensasi untuk\nmenghadiri rapat-rapat ataupun tugas lain yang menyangkut urusan\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila serikat Pekerja akan menyelenggarakan rapat-rapat maupun pertemuan\nyang melibatkan seluruh pengurus maupun anggotanya, dapat dilaksanakan pada jam\nkerja perusahaan dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Terlebih dahulu memberitahukan kepada Pengusaha maksud dan tujuan\nrapat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Bila memerlukan ruang atau tempat lain dilingkungan perusahaan serta\nperalatan untuk kepentingan rapat, Serikat Pekerja. harus mengajukan permohonan\nijin menggunakan terlipat dari peralatan dengan catatan tidak mengganggu\nkelancaran kerja perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Fasilitas Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan ruang kantor PUK SPTTK. SPSI PT.SG Wicus\nIndonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengadakan papan pengumuman untuk memberitahukan kepada\nanggotanya serta membantu menyediakan sarana-sarana yang diperlukan oleh\nserikat Pekerja sesuai dengan kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha membantu kelancaran administrasi Serikat Pekerja dalam\npemungutan Check Off System (COS), serta pemungutan dana lain yang tidak\nbertentangan dengan peraturan apabila diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Saling Hormat-Menghormati Antara Pengusaha Dengan Serikat\nPekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha tidak akan mengadakan kampanye, memasang pamplet atau menghasut\nuntuk memberikan citra buruk atau menimbulkan antipati kepada serikat pekerja,\njuga sebaliknya serikat pekerja tidak akan melakukan hal-hal yang sama kepada\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila teijadi kesalahpahaman, Pengusaha dan Serikat Pekerja akan\nmenjernihkan dan menyelesaikan secara musyawarah dengan penuh pengertian dan\nsaling menghormati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Perubahan Peraturan Organisasi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja harus memberitahukan kepada Pengusaha apabila ada\nperubahan-perubahan peraturan organisasi Serikat Pekerja, ada pergantian antar\nwaktu pengurus Serikat Pekerja dan ada anggota Serikat Pekerja yang berhenti\natau menjadi pengurus Serikat Pekerja yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Tenaga Full Timer Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk kelancaran organisasi Serikat Pekerja, \u002FPengusahamemberikan bantuan\npenempatan 1 (satu) orang tenaga full timer pada secretariat Serikat Pekerja\ndengan status pekerja tetap perusahaan dan Upah dibayar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Pengelolaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penerimaan, penyeleksian, pengangkatan, pengelompokan kembali, pemindahan\n(mutasi) serta kenaikan pangkat pekerja merupakan hak istimewa perusahaan yang\ndilaksanakan berdasarkan perundang- undangan yang berlaku. Perusahaan wajib\nmemberitahukan kepada serikat pekerja sebelum pengelolaan pekerjaan,\npenerimaan, penyeleksian, pengangkatan, pengelompokan kembali, pemindahan serta\nkenaikan pangkat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Penerimaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Penerimaan pekerja dilakukan tanpa memandang suku, ras, agama, dan\nhubungan keluarga melainkan berdasarkan kemampuan dan kebutuhan terhadap\nlowongan atau keperluan lain\\ perusahaan dengan persyaratan yang harus dipenuhi\nsebagai berikut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.1 Pada waktu mengajukan lamaran calon pekerja harus menyerahkan Surat\nPermohonan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.2 Pas photo 3x4 sebanyak 2 lembar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.3 Photo copy Kartu TandaPenduduk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.4 Photo copy ijasah \u002F Diploma\u002F Sarjana serta melampirkan ijasah asli\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.5 Daftar Riwayat hidup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.6 Surat Keterangan Berkelakuan Baik Catatan Kepolisian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.7 Surat Keterangan Dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.8 Photo copy Surat Keterangan Kerja( Pengalaman Kerja)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.9 Photo copy Surat Tanda Terdaftar dari Disnaker AKI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.10 Surat ijin OrangTua\u002FWali\u002Fsuami\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.11 Calon pekerja harus mengisi dengan jujur dan benar Formulir Lamaran\nyang diberikan oleh pengusaha dan menjawab dengan sebenarnya semua pertanyaan\nyang diajukan selama wawancara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.12 Calon pekerja harus memenuhi persyaratan pendidikan \u002F pengalaman untuk\npekerjaan atau jabatan tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Umur pada saat pengajuan lamaran minimal 18 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pendidikan minimal Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau sesuai\ndengan bagian atau lapangan kerja yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Lulus tes dan wawancara yang dilakukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Calon pekerja tidak boleh memberikan uang atau imbalan lainnya kepada\nsiapapun sebelum atau sesudah di terima kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Masa Percobaan \u002F Training\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada saat hubungan kerja di mulai pekerja harus menandatangani suatu\nkesepakatan kerja yang diantaranya menyatakan bahwa dia mengetahui dan memahami\npersyaratan dan pengertian umum tentang peraturan dan tata kerja perusahaan\nserta bersedia mentaatinya dengan baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>2.Seorang calon pekerja yang belum berpengalaman akan diberikan latihan\nkerja dalam masa percobaan selama 3 (tiga) bulan dan diberitahukan secara\ntertulis.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Selama masa percobaan\u002Ftraining masing-masing pihak dapat mengakhiri\nhubungan kerja setiap saat tanpa alasan khusus dan tanpa syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pada masa percobaan bilamana pekerja yang bersangkutan memenuhi\npersyaratan yang diperlukan akan menerima surat pengangkatan dan apabila tidak\nmemenuhi persyaratan, perusahaan akan memutuskan hubungan kerjanya,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Masa percobaan\u002Ftraining tidak termasuk di dalam masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Bagi pekerja yang menjalani masa percobaan\u002Ftraining diwajibkan memakai\nbaju putih dan bawah hitam sampai pekerja itu diangkat menjadi pekerja\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Kenaikan Jabatan\u002F Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Jika terdapat kekosongan jabatan management dapat mempromosikan pekerja\ndari jabatan yang lebih rendah ke jabatan yang lebih tinggi dengan\nmempertimbangkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kecakapan bekerjadan kemampuan memimpin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kehadiran dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Kerjasama dan tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada saat seorang pekerja dipromosikan jabatannya diberlakukan masa\npercobaan paling lama 3 (tiga) bulan dan selama masa percobaan upah yang\nditerima masih upah yang lama dan apabila tidak lulus dalam masa percobaan\njabatan akan dikembalikan ke jabatan semula. Kemudian apabila dinilai mampu\ndengan jabatan yang baru, pengusaha akan mempertimbangkan kenaikan gaji menurut\nkemampuan dan perbandingan antara jabatan yang lama ke jabatan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Status Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang sedang menjalani masa percobaan dengan batas waktu\npaling lama 3 (tiga) bulan sebagai calon pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Waktu Tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja waktu tertentu adalah pekerja yang terikat dalam hubungan\nkerja dengan perusahaan dalam jangka waktu tertentu dan dapat diperpanjang\nsesuai dengan peraturan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja bulanan tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja dengan status bulanan tetap dalam hubungan kerja dengan\nperusahaan dalam waktu yang tidak terbagas dan telah memenuhi persyaratan untuk\nmenjadi pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Atas dasar kebutuhan perusahaan, pekerja dapat dimutasikan dari satu\nbagian ke bagian lainnya untuk melaksanakan tugas barunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi tidak menyebabkan berkurangnya upah yang telah diterima kecuali\nuang jabatan bisa tetap, bertambah berkurang atau hilang sama sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mutasi juga dapat dilakukan karena alasan-alasan sebagi berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memberi kesempatan peningkatan karir bagi pekerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jika menurut keterangan dokter keadaan jasmani pekerja tidak memungkinkan\nuntuk melakukan pekerjaan lama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jika sangat terpaksa mutasi dapat dilakukan kepada pekerja yang dianggap\ntidak cakap dalam melaksanakan pekerjaannya atau telah melakukan\npelanggaran-pelanggaran dan telah mendapat sanksi sesuai dengan ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Pekerja Keluar Sementara\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Jika ada permintaan dari pekerja untuk keluar sementara dengan alasan\nkhusus, pengusaha akan mengadakan musyawarah untuk mengabulkan atau menolak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa keluar sementara paling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selama keluar sementara upah tidak dibayar dan diketahui oleh Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selama keluar sementara status pekerja masih sebagi karyawan PT.SG Wicus\nIndonesia dan apabila telah habis masa keluar sementara tetapi pekerja tidak\nmasuk bekerja pada waktunya dengan tidak disertai alasan- alasan yang dapat\ndipertanggungiawabkan maka dianggap mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>1.Hari kerja di perusahan adalah 5 (lima) hari kerja dan jam kerja adalah 8\n(delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu dan apabila perusahaan\nmemerlukan kerja lembur maka pekerja bersedia melaksanakan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 8 (delapan) jam sehari atau 40 jam\ndalam seminggu dihitung lembur, untuk mengembangkan waktu kerja tersebut sesuai\ndengan Ijin Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Waktu istirahat bagi pekerja diberikan selama 1 (satu) jam penuh di dalam\n8 (delapan) jam kerja yaitu pada pukul 12.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB,\nkecuali hari jumat pukul 11.30 WIB sampai dengan pukul 12.30 WIB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja harus memanfaatkan waktu istirahat pada tempat yang telah\ndisediakan untuk kepentingan sembahyang dan makan siang, apabila pekerja\nmenggunakan waktu istirahat di luar lingkungan pabrik terlebih dahulu minta\nijin atasan dan harus masuk kembali pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila perusahaan akan mengadakan perubahan jam kerja terlebih dahulu\nharus mengadakan kesepakatan dengan Serikat Pekerja dengan catatan tidak\nmerugikan hak-hak pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Pekerja tidak wajib bekerja pada Hari Libur resmi pengusaha,tidak dapat\nmemperkerjakan pekerjanya pada hari libur resmi kecuali berdasarkan kesepakatan\ndengan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit harus disertai dengan surat\nketerangan dokter dan apabila pekerja tidak bisa memberikan bukti yang dimaksud\nmaka dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang akan meninggalkan\u002Fkeluar pabrik pada jam kerja harus meminta\nijin tertulis dari perusahaan kecuali dalam keadaan mendesak (darurat) yang\nharus didukung bukti yang syah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja harus menunjukkan surat ijin keluar kepada petugas keamanan\napabila meninggalkan pabrik pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerja meninggalkan pabrik pada jam kerja tanpa ijin dari\nperusahaan dengan alasan-alasan yang tidak dapat diterima dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Istirahat Sakit Karena Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Pekerja perempuan yang dalam masa haid kesehatannya terganggu berdasarkan\nsurat keterangan dokter, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada\nwaktu haid dengan tetap mendapat upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja perempuan yang tetap bekerja pada hari pertama dan kedua\nhaid, diberikan uang kompensasi Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Pekerja yang bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus,\nberhak mendapatkan cuti tahunan\u002Fistirahat selama 12 (dua belas) hari kerja\ndengan tetap mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pengaturan hak cuti tahunan diberikan tidak melebihi 6 (enam) hari kerja\nberturut-turut dan pekerja harus mengajukan permintaan cuti 7 (tujuh) hari\nsebelum waktu pengambilan cuti terkecuali ada kepentingan mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila ada pekerjaan yang mendesak maka pengusaha dapat menunda\npelaksanaan cuti tahunan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila sampai akhir periode tahun bersangkutan pekerja tidak menggunakan\nhak cutinya karena alasan-alasan yang datang dari perusahaan, maka sisa cutinya\nakan dimusyawarahkan antara Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Cuti Melahirkan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Pekerja perempuan berhak memperoleh istirahat\u002Fcuti selama 1,5 (satu\nsetengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan\nsesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pekerja harus mengajukn permintaan cuti melahirkan dengan disertai surat\nketerangan dokter atau bidan dengan melampirkan surat nikah dan kartu keluarga,\napabila pekerja tidak melampirkan surat tersebut maka hak cuti tidak\ndibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila cuti melahirkan telah berakhir namun pekerja tersebut belum\nmemungkinkan untuk bekerja, maka perpanjangan cuti berdasarkan surat keterangan\ndokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>4.Bagi pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan dengan usia\nkandungan diatas 3 (tiga) bulan dengan bukti surat keterangan dari dokter atau\nbidan, maka berhak mendapatkan istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan. Dan\njika keguguran dengan usia kandungan dibawah 3 (tiga) bulan, istirahat\ndiberikan berdasarkan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Cuti Khusus\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha wajib tetap membayar upah kepada pekerja yang tidak dapat\nmenjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban ibadah menurut agamanya\nselama waktu yang diperlukan tetapi\u002F tidak melebihi 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>2.Sesuai dengan UU RI No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 93 ayat\n4, perusahaan memberikan cuti dengan tetap mendapat upah penuh kepada pekerja\ndalam hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja menikah, dibayar untuk selama 3 (tiga) hari,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menikahkan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengkhitanan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Membaptiskan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>e.Istri melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n(dua)hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>f.Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau menantu meninggal dunia,\ndibayaruntuk selama 2 (dua) hari, dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, dibayar untuk selama 1\n(satu) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dapat memberikan cuti tanpa upah kepada pekerja yang belum\nmemiliki hak cuti tahunan atau hak cuti tahunannya habis sedangkan yang\nbersangkutan membutuhkan cuti dengan alasan yang bisa diterima pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>1.Ketentuan upah minimum pekerja adalah sesuai dengan Peraturan Pemerintah\nyang berlaku yaitu berdasarkan Upah Minimum Kabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam sistem pengupahan pengertian upah adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mangkir pada hari kerja akan menyebabkan pemotongan upah terkecuali\nterjadi kebijakan pengupahan dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembayaran upah dilaksanakan pada tanggal 8 (delapan) setiap bulannya dan\napabila pembayaran upah jatuh pada hari libur resmi maka pembayaran upah\ndilakukan 1 (satu) hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Upah lembur dibayarkan kepada pekerja bersamaan dengan pembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Waktu lembur dan upah kerja lembur diatur sesuai dengan Keputusan Menteri\nTenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP- 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk melakukan kerja lembur harus ada perintah tertulis dari pengusaha\ndan persetujuan tertulis dari pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Cara menghitung upah sejam adalah 1\u002F173 kali upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap maka dasar\nperhitungan upah lembur adalah 100 % (seratus perseratus) dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>5.Cara menghitung upah kerja lembur adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.1 Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu\nsetengah) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya upah sebesar, 2 (dua) kali upah\nsejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>5.2 Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan\u002Fatau\nhari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam\nseminggu maka : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua)\nkali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam\nlembur kesembilan dan sepuluh 4 (empat) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Apabila hari libur resmi jatuh pada han kerja terpendek perhitungan upah\nlembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3\n(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah\nsejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.3 Apabila kerja lembur dilalaikan pada hari istirahat mingguan dan\u002Fatau\nhari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam\nseminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama\ndibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3 (tiga) kali upah\nsejam dan jam kesepuluh dan kesebelas dibayar 4 (empat) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1.Kenaikan upah pekerja setiap tahun ditentukan pada bulan Januari sesuai\ndengan penetapan Upah Minimum Kabupten yang berlaku, sedangkan untuk kenaikan\ngaji sundulan ditentukan berdasarkan musyawarah Pengusaha dengan Serikat\nPekerja dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan serta produktifitas kerja\nsecara keseluruhan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam keadaan tertentu berdasarkan rekomendasi kepala bagian\u002Fchief\nseetion, perusahaan mempertimbangkan kenaikan upah berdasarkan prestasi\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Tunjangan Kehadiran Dan Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja tetap yang hadir penuh dalam 1 (satu) bulan diberikan tunjangan\nkehadiran sebesar Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang memegang jabatan tertentu diberikan tunjangan jabatan sesuai\ndengan keahlian dan tanggung jawab yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Tunjangan Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan sewaktu-waktu dapat memerintahkan pekerja untuk melakukan\nperjalanan dinas dalam kota maupun luar kota sehubungan dengan kepentingan\nperusahaan, dimana tujuan maupun lama dari perjalanan dinas sesuai dengan\nkebutuhan, semua biaya yang dikeluarkan selama perjalanan dinas menjadi\ntannggungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk perjalanan dinas luar kota selain menanggung seluruh biaya\nperjalanan, perusahaan juga memberikan uang perjalanan dinas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan, uang dinas \u002F hari : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Manager : Rp. 30.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Staff \u002F Supervisor\u002F operator : Rp. 15.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud dengan luar kota adalah jarak tempuh melebihi 60 km dari\nkantor\u002F perusahaan ketempat tujuan dan bagi pekerja yang menjalani tugas rutin\nke\u002Fdari kantor Jakarta dan pabrik Purwakarta bukan dianggap perjalanan\ndinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>Pada setiap datangnya Hari Raya Idul Fitri, sesuai dengan Peraturan\nPemerintah No. 4 tahun 1994 maka pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya\nkeagamaan yaitu sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih dibayarkan minimal satu bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 3 (tiga) bulan tetapi kurang dari satu tahun dibayar secara\nproporsional yaitu = (masa kerja x upah satu bulan): 12\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1.Sesuai dengan Undang-Undang No. 3 tahun 1992 tentang penyelenggaraan\nJamsostek, perusahaan mengikutsertakan pekerja dalam program Jamsostek yang\ndiselenggarakan PT. Jamsostek Persero, mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja,\nJaminan Hari Tua, Jaminan Kematian, dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan ayat 1 (satu) pasal ini sesuai dengan peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>3.Untuk pelayanan kesehatan selain mengikutserakan pekerja dalam program\nJaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) PT. .lamsostek Persero, perusahaan\nmenyediakan balai pengobatan (klinik) dan satu tenaga medis lengkap dengan\nperalatan serta obat-obatan yang ditempatkan di dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya melindungi pekerja dan orang\nyang berada di tempat kerja agar selalu dalam keadaan selamat dan sehat serta\nagar setiap peralatan (alat produksi) digunakan dengan aman dan efisien.\nPengusaha membentuk panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja yang\nterdiri dari unsur pengusaha dan pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>2.Panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja berfungsi dan bertugas\nmembina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan penanggulangan\nkebakaran dan bahaya Iainnya yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha mempunyai kewajiban dalam menjalankan Kesehatan dan Keselamatan\nKerja sebagi berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Menjelaskan kepada pekerja tata cara dan sikap yang aman dalam\nbekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Menjelaskan kepada pekerja bahaya yang dapat timbul di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>3.3 Menyediakan alat pelindung dan pengaman sesuai dengan peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>3.4 Memeriksa kesehatan para pekerja secara berkala untuk mencegah timbulnya\npenyakit menular yang membahayakan pekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.5 Membuat dan memasang poster\u002Fslogan tentang keselamatan dan kerja di\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja mempunyai kewajiban dalam menjalankan Kesehatan dan Keselamatan\nKerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1 Mengetahui dan melaksanakan aturan-aturan tantang Keselamatan dan\nKesehatan Kerja di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2 Memberikan keterangan yang benar kepada pegawai pengawas atau panitia\nKesehatan dan Keselamatan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3 Menggunakan alat pelindung kerja yang telah disediakan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4 Melaporkan kepada atasan apabila alat pelindung kerja yang diberikan\noleh perusahaan tidak memenuhi syarat-syarat sesuai peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.5 Melaporkan kepada perusahaan bila mengidap penyakit menular yang\nberakibat dapat membahayakanpekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Para pekerja berkewajiban untuk mencegah dan membantu penanggulangan\nbahaya kebakaran atau bahaya lainnya yang berhubungan dengan keselamatan dan\nkesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Koperasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, Pengusaha dan Serikat Pekerja\nmembantu penyelenggaraan koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Seluruh pekerja dianjurkan untuk menj adi anggota koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota dan pelaksanaan atau\noperasional koperasi disesuaikan dengan AD\u002F ART koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Fasilitas Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan tempat ibadah yang layak bagi pekerja yang\nmelaksanakan kewajibannya sesuai dengan kebutuhan di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Fasilitas Kendaraan Antar Jemput\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan kendaraan untuk antar jemput karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Fasilitas Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan makan kepada pekerja yang melaksanakan over time\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Pakaian Seragam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan pakaian seragam setiap satu tahun sekali kepada\nseluruh pekerja tetap sebanyak 2 (dua) stel untuk dipakai selama bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Fasilitas Olah Raga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk memelihara kesehatan pekerja, perusahaan menyediakan sarana dan\nprasarana olah raga serta membantu penyelenggaraan kegiatan olah raga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Pengembangan Sumber Daya Manusia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pekerja, pengusaha mengadakan\nprogram pendidikan dengan biaya di tanggung penuh pengusaha, antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pendidikan hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pendidikan dalam rangka meningkatkan produktivitas serta disiplin\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : KEWAJIBAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Kewajiban Umum Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja mempunyai kewajiban untuk memenuhi tugas-tugasnya dan melakukan\ndengan seluruh kemampuannya dalam menunjang kegiatan perusahaan seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Meningkatkan disiplin kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Meningkatkan produktifitas kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja harus mematuhi peraturan dan mentaati tata tertib perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja harus menghargai rekan kerja, memperlakukan rekan usaha atau tamu\nperusahaan dengan baik serta harus menjunjung tinggi nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja harus menjaga harta milik perusahaan dengan baik, hati-hati dan\nhemat tanpa menyebabkan kerusakan, pemborosan atau menggunakan untuk maksud\nselain yang sudah ditentukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja tidak boleh melakukan apapun yang dapat mengakibatkan kerugian\nterhadap perusahaan seperti membocorkan rahasia perusahaan sehingga dapat\nmenghancurkan nama baik perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Tata Tertib Waktu Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja harus datang dan meninggalkan kerja sesuai dengan waktu yang telah\nditentukan, kehadiran pekerja diperhitungkan atas dasar time card atau\nmengadakan pemeriksaan di tempat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Pekerja harus hadir 10 (sepuluh) menit sebelum jam kerja untuk melakukan\npersiapan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Pekerja tidak boleh berhenti bekerja sebelum waktu yang ditetapkan\nberakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 Pekerja tidak boleh melewati batas waktu yang disediakan untuk istirahat\nmakan siang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Keterlambatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Pekerja yang datang terlambat sebelum l (satu) jam, maka upah dibayar\npenuh tetapi akan diberikan peringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Pekerja yang datang terlambat lebih dari 1 (satu) jam tetapi kurang dari\n2 (dua) jam maka upah dihitung ketika pekerja mulai bekerja dan akan diberikan\nperingatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 Pekerja yang datang terlambat lebih dari 2 (dua) jam., maka perusahaan\ndapat menolak kehadiran pekerja dan dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4 Pekerja yang ijin keluar pabrik dan terlambat datang tanpa keterangan\ndari jam yang telah ditentukan maka berlaku ketentuan seperti ayat (2,1), ayat\n(2,2), ayat (2,3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja harus melakukan kerja shift apabila diperintahkan oleh perusahaan\nsesuai dengan tugas dan tanggung jawab pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Tata Tertib Sholat Pada Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dengan memperhatikan keterbatasan daya tampung mushola serta kelancaran\nproduksi, maka pekerja dapat melaksakan sholat secara bergiliran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja dilarang mensyalah gunakan ijin sholat untuk kepentingan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja dilarang istirahat\u002Ftidur dalam mushola.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Tata Tertib Organisasi Dan Perusahaan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja harus mengikuti cara dan standar kerja dalam bidang pekerjaannya\nyang telah ditentukan dengan tidak menutup kemungkinan pengembangan kreatifitas\nyang bersifat positif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja harus mengenakan seragam dan memakai tanda pengenal perusahaan\nsetiap hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja harus mengijinkan petugas keamanan untuk memeriksa pekerja pada\nsetiap saat selama jam kerja, khususnya saat memasuki dan meninggalkan\npabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Memiliki surat ijin bagi pekerja yang membawa benda\u002Fbarang keluar atau\nkedalam pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pada saat pemutusan hubungan kerja, semua milik perusahaan yang digunakan\ndan dipinjamkan sehubungan dengan keperluan tugas-tugas pekerja pada perusahaan\nharus dikembalikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Tata Tertib Hukum Moral Dan Etika\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>Pekerja dilarang keras melakukan hal-hal berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Terlibat pelanggaraan pidana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Berkelahi atau menggunakan kekerasan terhadap pekerja lain atau\natasannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Mencuri, menipu, atau menggelapkan harta milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menganiaya, mengancam atau menghina terhadap pengusaha atau rekan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Membujuk atasan atau rekan kerja untuk melakukan pelanggaran hukum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menggunakan uang perusahaan tanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Merusak dan menghamburkan dengan sengaja atau ceroboh terhadap barang\nmilik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Membujuk atau menghasut dan mengancam rekan sekerja untuk melakukan\nsesuatu yang dapat mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Membujuk pengusaha atau rekan kerja untuk menentang pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Merusak barang milik perusahaan dengan sengaja atau kelalaian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Memberi keterangan \u002Fkesaksian yang tidak benar atau palsu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Membuat tuduhan palsu, merendahkan atau merusak nama baik atasan, rekan\nsekerja yang dapat menghancurkan semangat \u002F kondisi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : PEMBINAAN\u002FSANKSI ATAS TINDAKAN PELANGGARAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Pembinaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari tanpa disiplin kerja tidak mungkin\ntercapai produktivitas demi kemajuan bersama sehingga perlu dilakukan\nlangkah-langkah pembinaan pekerja atas pelanggaran disiplin dan peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembinaan yang dirnaksud yaitu melalui Teguran Lisan dan Surat Peringatan\ndengan harapan pekerja yang bersangkutan dapat merubah sikap dan perilaku\nkerjanya serta tidak mengulangi lagi pelanggarannya,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Adapun tingkat pembinaan dan massa berlakunya adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Teguran Lisan : 1 Bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Surat Peringatan Pertama( SP 3): 3 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3 Surat Peringatan Kedua (SP 2): 4 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4 Surat Peringatan Ketiga(SP 3): 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Surat Peringatan tersebut tidak harus diberikan menuntut urut-urutannya\ntetapi disesuaikan dengan tingkat pelanggaran (berat-ringannya) yang dilakukan\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Prosedur Pemberian Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pembinaan melalui Surat Peringatan dikeluarkan oleh Bagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Surat Peringatan akan disampaikan kepada pekerja yang bersangkutan dan\npekerja harus memberikan tanda tangan untuk menyatakan persetujuan atas Surat\nPeringatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tembusan Surat Peringatan akan disampaikan kepada Serikat Pekerja yang\njuga berkewajiban melakukan pembinaan terhadap anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Pelanggaran Yang Dikenakan Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Teguran Lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Teguran Lisan diberikan oleh atasan langsung dengan adanya tindakan\u002Fperilaku\ndi tempat kerja yang menyangkut prestasi kerja, kerja sama dan tata tertib\nkerja yang belum sepatutnya diberikan Surat Peringatan tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tindakan\u002Fpelanggaran yang dikenakan Surat Peringatan Pertama (SP-I).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Telah melakukan pengulangan atas tindakan yang dikenakan Teguran Lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mangkir selama 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak memakai seragam, kartu identitas dan atat keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Terlambat masuk kerja atau pulang sebelum waktunya 3 (tiga) kali dalam\nkurun waktu 30 (tiga puluh) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Bercanda, bersenda gurau atau mengganggu pekerja lain pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Melakukan kegiatan bisnis di tempat kerja yang mempunyai dampak langsung\npada perusahaan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Makan sebelum jam makan yang ditentukan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Tidak menceklok time card, membawa puiang atau menyimpan kartu time card\nbukan pada tempatnya, mewakilkan menceklok time card kecuali ada ijin dinas\nluar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Melakukan tindakan-tindakan lain yang belum diatur secara rinci dalam PKB\nini yang menurut pertimbangan patut dikenakan Surat Peringatan Pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tindakan\u002Fpelanggaran yang dikenakan sanksi Surat Peringatan Kedua\n(SP-2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan tindakan yang patut dikenakan SPl sementara yang bersangkutan\ntelah mendapat SP -I yang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mangkir selama 2 (dua) hari kerja beturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Melakukan tindakan yang menimbulkan keonaran di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melakukan intimidasi terhadap pengusaha, rekan kerja atau tamu\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Melakukan tindakan lain yang patut dikenakan SP-2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tindakan \u002Fpelanggaran dengan sanksi Surat Peringatan ketiga (SP - 3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan pelanggaran kembali yang patut dikenakan SP-1 atau SP-2\nsedangkan yang bersangkutan telah mendapatkan SP-2 yang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mangkir selama 3 (tiga) hari berturut-turut atau 7 (tujuh) hari tidak\nberturut-turut dalam kurun waktu 30 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Terlambat masuk kerja atau pulang sebelum waktunya sebanyak 7 (tujuh) kali\ndalam kurun waktu 30 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melakukan perbuatan yang menimbulkan kerugian pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Bersikap kasar atau melawan kepada perintah atasan yang layak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menghasut rekan kerja untuk melakukan perbutan yang merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Tidak dapat meningkatkan keterampilan dalam bekerja walaupun sudah diberi\nkesempatan untuk memperbaiki diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Tidur pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Melakukan tindakan lain yang patut dikenakan SP-3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Tata Cara Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang mempunyai keluhan atas situasi dan kondisi kerja dapat\nmenyampaikan melalui atasan langsung dan untuk itu atasan langsung wajib\nmemperhatikan serta menyelesaikan secepat mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jika belum terselesaikan, maka dengan sepengetahuan atasannya tersebut\npekerja dapat meneruskan kejenjang yang lebih tinggi atau kepada pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal perselisihan tidak dapat dihindarkan, maka pengusaha dan pekerja\natau serikat pekerja wajib memusyawarahkan secara bipartit untuk mendapatkan\npenyelesaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jika seluruh langkah telah ditempuh tapi penyelesaian internal di dalam\nperusahaan belum didapat kata sepakat, maka salah satu pihak, baik pihak\npekerja maupun pihak pengusaha berhak mencari penyelesaian menurut ketentuan UU\nRI. No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial\n(PPHI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>BAB X : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Pemberhentian Sementara\u002FSkorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada dasamya dalam proses PHK sebelum ada ijin dari instansi yang\nberwenang, pengusaha dan pekerja tetap melaksanakan kewajiban masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Atas dasar pertimbangan untuk menjaga ketenangan kerja maka pengusaha\ndapat mengambil tindakan skorsing terhadap pekerja yang dimohonkan ijin PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selama menjalani skorsing upah dibayar sesuai dengan ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masa skorsing paling lama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha, pekerja dan atau serikat pekerja dengan segala upaya harus\nmengusahakan agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal segala upaya telah dilakukan, tetapi pemutusan hubungan kerja\ntidak dapat dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja wajib dirundingkan\noleh Pengusaha dan pekerja atau Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud ayat (2) benar- benar tidak\nmenghasilkan persetujuan, Pengusaha hanya dapat memutuskan hubungan kerja\ndengan pekerja setelah mendapat penetapan dari lembaga penyelesaian\nperselisihan hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Kehendak Sendiri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang mengundurkan diri dari pekerjaannya atas kemauan sendiri\nharus mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambamya\n30 (tiga puluh) hari sebelum tanggai pengunduran diri dan tetap melaksanakan\nkewajibannya sampai tanggai mulai pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila surat permohonan pengunduran diri telah disetujui oleh pimpinan\nperusahaan, dinyatakan syah dan tidak bisa dibatalkan kecuali atas persetujuan\nkedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Berakhirnya hubungan kerja sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 (satu)\npasal ini maka pekerja yang telah bekerja selama 3 (tiga) tahun - 6 tahun\nberhak mendapatkan uang pisah sebesar 1 (satu) bulan upah serta uang\npenggantian hak sesuai dengan ketentuan Pasal 156 ayat (4). UU RI No. 13 tahun\n2003 Tentang keenaga kerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang telah berusia 55 tahun akan berakhir hubungan kerjanya dengan\nperusahaan dan dinyatakan dipensiunkan dan diberi surat, resmi dari\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang telah berusia 55 tahun tetapi tenaganya masih dibutuhkan dan\nperusahaan menganggap masih mampu untuk menjalankan tugasnya, maka hubungan\nkerjanya dengan perusahaan dapat diperpanjang paling lama sampai usia 60 tahun\nsetelah hak pensiunnya diberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang berusia antara 50 - 55 tahun, tetapi kondisi fisiknya tidak\nmemungkinkan lagi untuk melaksanakan tugas dengan sempuma diberlakukan seperti\npasal 52 ayat (1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>4.Pekerja yang putus hubungan kerjanya karena usia lanjut seperti pada pasal\n52 ayat (1),(2) dan (3) di atas tahun tentang ketenaga kerjaan, maka sesuai\ndengan UU RI No. 13\u002F2003 Pasal 167 ayat (5) pekerja tersebut akan diberikan\nuang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang\npenghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat(3),dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja meninggal dunia, maka hubungan kerja dengan perusahaan\nputus dengan sendirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja meninggal dunia, sesuai\ndengan UU RI No. 13 \u002F2003 Tahun ketenaga kerjaan pasal 166, kepada ahli\nwarisnya diberikan sejumlah uang yang besar perhitungannya 2 (dua) kali uang\npesangon sesuai ketentuan pasal 156 ayat (2), 1 (satu) kali uang penghargaan\nmasa kerja sesuai dengan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai\nketentuan pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja telah mendapatkan Surat Peringatan Ketiga (SP-3) dalam\nwaktu 6 (enam) bulan ternyata pekerja yang bersangkutan melakukan lagi\npelanggaran maka perusahaan dapat memutus hubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja dengan alasan sebagaimana\nayat (1) , sesuai dengan UU No. 13 \u002F 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 161\nayat (3) memperoleh uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156\nayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156\nayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Kesalahan Berat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan apabila pekerja melakukan\nkesalahan berat seperti berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang atau uang milik\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 Mabuk, minum minuman keras yang memabukkan, memakai atau mengedarkan\nnarkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya dilingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4 Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian di lingkungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5 Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman sekerja atau\npengusaha di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.6 Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan sesuatu perbuatan\nyang bertentangan dengan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.7 Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.8 Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja- atau pengusaha\ndalam keadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.9 Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\ndirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.10 Melakukan kegiatan rentenir di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.11 Melakukan perbuatan lain di lingkungan perusahaan yang diancam pidana\npenjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pengusaha melakukan Pemutusan Hubungan Kerja dengan alasan\nsebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, harus menyertakan bukti dalam\npermohonan ijin Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang diputus hubungan kerjanya berdasarkan alasan sebagimana\ndimaksud pada ayat (l), tidak berhak atas uang pesangon dan penghargaan masa\nkerja tetapi berhak atas uang penggantian hak sesuai ketentuan UU RI No.13\u002F2003\nTahun ketenaga kerjaan pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Pendistribusian Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini selanjumya diperbanyak untuk diberikan kepada\nPengusaha, Serikat Pekerja, instansi terkait dan seluruh pekerja PT. SG Wicus\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Segala biaya yang timbul dalam pembuatan serta pendistribusian Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) ini ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Masa Berlaku Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.PKB ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sejak ditanda tangani\ntanggal 15 Desember 2012 sampai dengan 14 Desember 2014.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila PKB ini habis masa berlakunya, maka 3 (tiga) bulan sebelumnya\npengusaha dan serikat pekerja akan bermusyawarah untuk menentukan apakah akan\ndibuat PKB baru atau akan memperpanjang PKB ini untuk jangka waktu 1 (satu)\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Lain-Lain\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hal-hal yang belum diatur dalam PKB ini akan dibicarakan bersama antara\npengusaha dan serikat pekerja dan akan dituangkan dalam aturan tambahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila tetjadi salah penafsiran antara kedua belah pihak yang berkaitan\ndengan semua ketentuan dalam PKB ini, akan diselesaikan bersama secara\nmusyawarah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selama dalam kurun waktu berlakunya PKB ini terdapat hal-hal yang dinilai\nperlu diadakan penyesuaian atau perubahan, maka harus dengan persetujuan kedua\nbelah pihak serta diberitahukan kepada semua pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila terdapat pasal-pasal dalam PKB ini yang bertentangan dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku, maka pasal tersebut batal demi\nhukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Semua ketentuan dalam bab dan Pasal-pasal dalam PKB ini disusun atas dasar\nnilai kewajaran dan saling pengertian serta tanggungjawab untuk dilaksanakan\nbersama dengan sebaik-baiknya dalam mencapai suatu tujuan menciptakan iklim\nhubungan kerja yang harmonis, seimbang dan berkeadilan menuju peningkatan\nkesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atas segala Rahmat dan Ridho ALLAH Yang Maha Esa, maka PUK SP TSK SPSI PT.\nSGWICUS INDONESIA dan pihak Pengusaha PT. SGWICUS INDONESIA masing-masing\nmenandatangani naskah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini yang merupakan\nperwujudan kesepakatan dari masing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Dibuat di : Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada tanggal : 15 Desember 2012\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. SPTSK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT.SG Wicus Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Heru Masrudi, SS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Komarudin Bahtiar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. SG Wicus Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seung Won Roh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Presiden Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yayah Jonatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>General Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratification\">\u003Cp>Mengetahui Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kabupaten Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Titov Firman H. S. H.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP: 196118841989011002\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"cbaratification":50,"menstruationleave":54,"maternitydifferenttrigger":58,"paidmaternityleaveduration":62,"cbadate_end":66,"severance_number":70,"ONCERISE_trigger":74,"childcareexcludedtrigger":78,"dayspweek":80,"equalitydifferenttrigger":84,"paidpaternityleavepayperc":86,"STRUCINCR_trigger":90,"hourspday":94,"funeralpay":96,"incidentalbonusdays1":98,"pensionfund":100,"severance_number_1_tenure":102,"contracttrialperiod":104,"maternityotherclause":108,"LOWWAGE_provision":112,"discrimination":116,"cbadate_start":120,"cbaratified":122,"OVERTIME_trigger":124,"holidaysdays":128,"holidaysweeks":132,"overtimeallowanceperc1_general":134,"healthinsurancerelatives":136,"SUNDAY_trigger":138,"childcaredifferenttrigger":142,"healthandsafetytraining":144,"disabilityfund":148,"sundayallowancetype":150,"protectiveclothing":152,"healthandsafetypolicy":156,"LOWWAGE_government":160,"overtimeallowanceperc1":162,"healthcareaccess":164,"hourspweek":168,"paidpaternityleavepay":170,"schedulesrestpw":172,"LOWWAGE_trigger":174,"sundayallowanceperc1":176,"equalityexcludedtrigger":178,"healthinsurance":180,"paidpaternityleave":182,"cbadate_end_date":184,"incidentalbonustype2":186,"cbadate_start_date":188,"overtimeallowancetype_general":190,"maternityexcludedtrigger":192,"cbaratificationdate":194,"violence":198,"contractseverancepay1":202,"bankholidays1":204,"overtimeallowancetype":208,"wageincreasefirmperformance":210,"hivpolicy":212,"deathrelativesleave":216,"trainingprogrammes":220,"paidmaternityleave":224,"contractseverancepay":226,"PAIDLEAV_trigger":228,"paidpaternityleaveduration":230,"severance":234,"deathrelatives":236},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","1.Sesuai dengan Undang-Undang No. 3 tahu","1.Sesuai dengan Undang-Undang No. 3 tahun 1992 tentang penyelenggaraan\nJamsostek, perusahaan mengikutsertakan pekerja dalam program Jamsostek yang\ndiselenggarakan PT. Jamsostek Persero, mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja,\nJaminan Hari Tua, Jaminan Kematian, dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"cbaratification","Mengetahui Kepala Dinas Tenaga Kerja Sos","Mengetahui Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi\n\nKabupaten Purwakarta\n\n\n\n\n\nTitov Firman H. S. H.\n\nNIP: 196118841989011002",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"menstruationleave","1.Pekerja perempuan yang dalam masa haid","1.Pekerja perempuan yang dalam masa haid kesehatannya terganggu berdasarkan\nsurat keterangan dokter, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada\nwaktu haid dengan tetap mendapat upah",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"maternitydifferenttrigger","2.Ruang lingkup Perjanjian Kerja Bersama","2.Ruang lingkup Perjanjian Kerja Bersama mencakup beberapa ketentuan sebagai\nberikut:\n\n2.1 Perjanjian Kerja Bersama berlaku untuk semua pekerja PT. SG Wicus\nIndonesia.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"paidmaternityleaveduration","1.Pekerja perempuan berhak memperoleh is","1.Pekerja perempuan berhak memperoleh istirahat\u002Fcuti selama 1,5 (satu\nsetengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan\nsesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"cbadate_end","1.PKB ini berlaku untuk jangka waktu 2 (","1.PKB ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sejak ditanda tangani\ntanggal 15 Desember 2012 sampai dengan 14 Desember 2014.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"severance_number","4.Pekerja yang putus hubungan kerjanya k","4.Pekerja yang putus hubungan kerjanya karena usia lanjut seperti pada pasal\n52 ayat (1),(2) dan (3) di atas tahun tentang ketenaga kerjaan, maka sesuai\ndengan UU RI No. 13\u002F2003 Pasal 167 ayat (5) pekerja tersebut akan diberikan\nuang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang\npenghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat(3),dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"ONCERISE_trigger","Pada setiap datangnya Hari Raya Idul Fit","Pada setiap datangnya Hari Raya Idul Fitri, sesuai dengan Peraturan\nPemerintah No. 4 tahun 1994 maka pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya\nkeagamaan yaitu sebagai berikut:\n\na.Masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih dibayarkan minimal satu bulan\nupah.",{"bindId":79,"name":60,"text":61},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"dayspweek","1.Hari kerja di perusahan adalah 5 (lima","1.Hari kerja di perusahan adalah 5 (lima) hari kerja dan jam kerja adalah 8\n(delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu dan apabila perusahaan\nmemerlukan kerja lembur maka pekerja bersedia melaksanakan.",{"bindId":85,"name":60,"text":61},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"paidpaternityleavepayperc","2.Sesuai dengan UU RI No.13 tahun 2003 t","2.Sesuai dengan UU RI No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 93 ayat\n4, perusahaan memberikan cuti dengan tetap mendapat upah penuh kepada pekerja\ndalam hal sebagai berikut:\n\na.Pekerja menikah, dibayar untuk selama 3 (tiga) hari,\n\nb.Menikahkan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari,\n\nc.Mengkhitanan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari,\n\nd.Membaptiskan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari,\n\ne.Istri melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n(dua)hari.",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"STRUCINCR_trigger","1.Kenaikan upah pekerja setiap tahun dit","1.Kenaikan upah pekerja setiap tahun ditentukan pada bulan Januari sesuai\ndengan penetapan Upah Minimum Kabupten yang berlaku, sedangkan untuk kenaikan\ngaji sundulan ditentukan berdasarkan musyawarah Pengusaha dengan Serikat\nPekerja dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan serta produktifitas kerja\nsecara keseluruhan.",{"bindId":95,"name":82,"text":83},"hourspday",{"bindId":97,"name":48,"text":49},"funeralpay",{"bindId":99,"name":76,"text":77},"incidentalbonusdays1",{"bindId":101,"name":48,"text":49},"pensionfund",{"bindId":103,"name":72,"text":73},"severance_number_1_tenure",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"contracttrialperiod","2.Seorang calon pekerja yang belum berpe","2.Seorang calon pekerja yang belum berpengalaman akan diberikan latihan\nkerja dalam masa percobaan selama 3 (tiga) bulan dan diberitahukan secara\ntertulis.",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"maternityotherclause","4.Bagi pekerja wanita yang mengalami keg","4.Bagi pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan dengan usia\nkandungan diatas 3 (tiga) bulan dengan bukti surat keterangan dari dokter atau\nbidan, maka berhak mendapatkan istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan. Dan\njika keguguran dengan usia kandungan dibawah 3 (tiga) bulan, istirahat\ndiberikan berdasarkan surat keterangan dokter.",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"LOWWAGE_provision","1.Ketentuan upah minimum pekerja adalah ","1.Ketentuan upah minimum pekerja adalah sesuai dengan Peraturan Pemerintah\nyang berlaku yaitu berdasarkan Upah Minimum Kabupaten Purwakarta.",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"discrimination","2.Pengusaha menjamin tidak akan melakuka","2.Pengusaha menjamin tidak akan melakukan penekanan dalam bentuk apapun baik\nlangsung maupun tidak langsung dan ataupun diskriminasi serta tindakan lain\nyang tidak wajar terhadap pekerja yang terpilih sebagai fungsionaris Serikat\nPekerja untuk bertindak selaku delegasi karena fungsinya.",{"bindId":121,"name":68,"text":69},"cbadate_start",{"bindId":123,"name":52,"text":53},"cbaratified",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"OVERTIME_trigger","5.Cara menghitung upah kerja lembur adal","5.Cara menghitung upah kerja lembur adalah sebagai berikut:\n\n5.1 Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja : \n\na.Untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu\nsetengah) kali upah sejam.\n\nb.Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya upah sebesar, 2 (dua) kali upah\nsejam.",{"bindId":129,"name":130,"text":131},"holidaysdays","1.Pekerja yang bekerja selama 12 (dua be","1.Pekerja yang bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus,\nberhak mendapatkan cuti tahunan\u002Fistirahat selama 12 (dua belas) hari kerja\ndengan tetap mendapatkan upah.",{"bindId":133,"name":130,"text":131},"holidaysweeks",{"bindId":135,"name":126,"text":127},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":137,"name":48,"text":49},"healthinsurancerelatives",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"SUNDAY_trigger","5.2 Apabila kerja lembur dilakukan pada ","5.2 Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan\u002Fatau\nhari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam\nseminggu maka : \n\na.Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua)\nkali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam\nlembur kesembilan dan sepuluh 4 (empat) kali upah sejam.",{"bindId":143,"name":60,"text":61},"childcaredifferenttrigger",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"healthandsafetytraining","2.Panitia pembina keselamatan dan keseha","2.Panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja berfungsi dan bertugas\nmembina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan penanggulangan\nkebakaran dan bahaya Iainnya yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan\nkerja.",{"bindId":149,"name":48,"text":49},"disabilityfund",{"bindId":151,"name":140,"text":141},"sundayallowancetype",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"protectiveclothing","3.3 Menyediakan alat pelindung dan penga","3.3 Menyediakan alat pelindung dan pengaman sesuai dengan peraturan yang\nberlaku.",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"healthandsafetypolicy","1.Keselamatan dan kesehatan kerja adalah","1.Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya melindungi pekerja dan orang\nyang berada di tempat kerja agar selalu dalam keadaan selamat dan sehat serta\nagar setiap peralatan (alat produksi) digunakan dengan aman dan efisien.\nPengusaha membentuk panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja yang\nterdiri dari unsur pengusaha dan pekerja.",{"bindId":161,"name":114,"text":115},"LOWWAGE_government",{"bindId":163,"name":126,"text":127},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":165,"name":166,"text":167},"healthcareaccess","3.Untuk pelayanan kesehatan selain mengi","3.Untuk pelayanan kesehatan selain mengikutserakan pekerja dalam program\nJaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) PT. .lamsostek Persero, perusahaan\nmenyediakan balai pengobatan (klinik) dan satu tenaga medis lengkap dengan\nperalatan serta obat-obatan yang ditempatkan di dalam perusahaan.",{"bindId":169,"name":82,"text":83},"hourspweek",{"bindId":171,"name":88,"text":89},"paidpaternityleavepay",{"bindId":173,"name":82,"text":83},"schedulesrestpw",{"bindId":175,"name":114,"text":115},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":177,"name":140,"text":141},"sundayallowanceperc1",{"bindId":179,"name":60,"text":61},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":181,"name":48,"text":49},"healthinsurance",{"bindId":183,"name":88,"text":89},"paidpaternityleave",{"bindId":185,"name":68,"text":69},"cbadate_end_date",{"bindId":187,"name":76,"text":77},"incidentalbonustype2",{"bindId":189,"name":68,"text":69},"cbadate_start_date",{"bindId":191,"name":126,"text":127},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":193,"name":60,"text":61},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"cbaratificationdate","Dibuat di : Purwakarta Pada tanggal : 15","Dibuat di : Purwakarta\n\nPada tanggal : 15 Desember 2012",{"bindId":199,"name":200,"text":201},"violence","Pekerja dilarang keras melakukan hal-hal","Pekerja dilarang keras melakukan hal-hal berikut :\n\na.Terlibat pelanggaraan pidana\n\nb.Berkelahi atau menggunakan kekerasan terhadap pekerja lain atau\natasannya.",{"bindId":203,"name":72,"text":73},"contractseverancepay1",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"bankholidays1","Pekerja tidak wajib bekerja pada Hari Li","Pekerja tidak wajib bekerja pada Hari Libur resmi pengusaha,tidak dapat\nmemperkerjakan pekerjanya pada hari libur resmi kecuali berdasarkan kesepakatan\ndengan serikat pekerja.",{"bindId":209,"name":126,"text":127},"overtimeallowancetype",{"bindId":211,"name":92,"text":93},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"hivpolicy","3.4 Memeriksa kesehatan para pekerja sec","3.4 Memeriksa kesehatan para pekerja secara berkala untuk mencegah timbulnya\npenyakit menular yang membahayakan pekerja lainnya.",{"bindId":217,"name":218,"text":219},"deathrelativesleave","f.Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau ana","f.Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau menantu meninggal dunia,\ndibayaruntuk selama 2 (dua) hari, dan\n\ng.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, dibayar untuk selama 1\n(satu) hari.",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"trainingprogrammes","Untuk menambah pengetahuan dan keterampi","Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pekerja, pengusaha mengadakan\nprogram pendidikan dengan biaya di tanggung penuh pengusaha, antara lain :\n\na.Pendidikan hubungan industrial.\n\nb.Pendidikan dalam rangka meningkatkan produktivitas serta disiplin\nkerja.",{"bindId":225,"name":64,"text":65},"paidmaternityleave",{"bindId":227,"name":72,"text":73},"contractseverancepay",{"bindId":229,"name":130,"text":131},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"paidpaternityleaveduration","e.Istri melahirkan atau keguguran kandun","e.Istri melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n(dua)hari.",{"bindId":235,"name":72,"text":73},"severance",{"bindId":237,"name":218,"text":219},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>PT. Sgwicus Indonesia - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-12-15\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-12-14\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-12-15\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        PT. Sgwicus Indonesia\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil, Sandang Dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP-TSI SPSI) PT. Sgwicus Indonesia\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Heru Masrudi, Komarudin Bahtiar\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;365&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;120&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;Purwakarta District Minimum Wage\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[243],{"title":39,"slug":34},[245],{"type":246,"data":247},"call_to_action_body_block",{"title":248,"description":249,"variant":250,"link":251},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":248,"url":252,"description":248,"rel":253,"type":254},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[256],{"type":246,"data":257},{"title":248,"description":249,"variant":250,"link":258},{"title":248,"url":252,"description":248,"rel":253,"type":254},[]]