[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-seyang-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-kspsi-pt-seyang-indonesia-2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":261,"content_type_view":262,"extra_breadcrumbs":263,"body":265,"body_blocks":276,"related_pages":280},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":259,"translations":260},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-seyang-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-kspsi-pt-seyang-indonesia-2019-2021","5586c280-ea1d-11eb-bbce-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-seyang-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-kspsi-pt-seyang-indonesia-2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-seyang-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-kspsi-pt-seyang-indonesia-2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Seyang Indonesia Dengan PUK SP TSK KSPSI PT Seyang Indonesia 2019\u002F2021","ba_ID","IDN PT. Seyang Indonesia - 2019","Indonesia - IDN PT. Seyang Indonesia - 2019","IDN PT. Seyang Indonesia - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT SEYANG INDONESIA[2019-2021].html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\u003Cscript type=\"text\u002Fjavascript\" src=\"https:\u002F\u002Fgc.kis.v2.scr.kaspersky-labs.com\u002FFD126C42-EBFA-4E12-B309-BB3FDD723AC1\u002Fmain.js?attr=7oHk8h-TUn3v6yVWadkTx74N5-V2IFfh5N9K5Ri8Rl_XphQpJeaglkYQ7kty23KxFT0q7TDeuip02ueTZvLXmPN_Qr192JeH3Eqi7CmZAWsGif17fSJHzQoeFigL1ki80p9ouexA4YrFp8olAGOGBgaUJUxxIxv4OnWWxYm7RXXRIXw1p74zykGs2k__eH-qYKIEeaYNJ4BST1NM1vXDE8iPR7nXc3BKdp3HtUIhj6RI12B_vMAPibRpbNMqcLXl44JVDQ9XNSm1BdBxmKvu-YFh0SUkq_O9Cza5NYGzxjodGr2Nk9ylnJCGYvvboJfKQ-J-h8XAxvQ0TfaBoLpjg9GBGwJKWMdez-u85TcPDni7HjU2NsZ7L3oVwN71cg-OFlASnShHGO2dZy8exN5zEXYU4SpXEY0kGyhtkBEl84FjyKQwAX7kYM8LxIdWIqwTDhhnhUWlXx8YDogjEeXLJg\" charset=\"UTF-8\">\u003C\u002Fscript>\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT SEYANG INDONESIA DENGAN PUK SP TSK KSPSI\nPT SEYANG INDONESIA PERIODE 2019 - 2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Bismillahirrohmanirrohim…\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah\nmemberikan kekuatan lahir batin sehingga terbentuknya suatu naskah Perjanjian\nKerja Bersama yang telah disepakati bersama oleh pihak perusahaan mauapun pihak\npekerja yang dalam hal ini diwakili oleh unsur serikat pekerja PT Seyang\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kenyaman dan ketenangan dalam dunia usaha merupakan satu hal yang diimpikan\nsetiap pengusaha dimanapun berinvestasi dan begitu juga sebaliknya sebagai\npekerja mempunyai kehidupan yang layak serta kesejahteraan yang seimbang\nmerupakan cita-cita bagi setiap pekerja baik pekerja laki-laki maupun pekerja\nperempuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan demikian pada hakekatnya kepentingan kedua pihak antara perusahaan\ndan pekerja tidak dapat dipisahkan, karena mempunyai tujuan yang sama.\nPerjanjian Kerja Bersama adalah suatu kesepakatan bersama antara pihak\nperusahaan dengan serikat pekerja yang bertujuan untuk membangun hubungan\nindustrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan yang berlandaskan kepada\nPancasila dan undang-undang dasar 1945 serta undang-undang ketenagakerjaan yang\nberlaku saat ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan segala keterbatasan dan kekurangan isi dari materi perjanjian kerja\nbersama ini kami para pihak dengan penuh rasa tanggung jawab akan selalu\nberpedoman kepada Perjanjian Kerja Bersama ini dalam setiap melakukan hubungan\nindustrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan memohon ridho dari Tuhan Yang Maha Esa semoga kita diberkati\ntuntunan-Nya dalam melakukan dan melaksanakan isi dari Perjanjian Kerja Bersama\nini, dan juga mudah-mudahan dengan adanya Perjanjian Kerja Bersama bagi\nperusahaan dan kesejahteraan bagi para pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT KESEPAKATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT KESEPAKATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. PT Seyang Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang beralamat JL. Raya Peusar No. 18A Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang.\nSesuai dengan akte Notaris No:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>No NPWP:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Lee Sun Yeon\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mr Seok Gun Dong\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dwi Nuryani\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dedeh Kurniasih\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khorida\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Supari Adrianik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Rani Nursuciani\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Selanjutnya disebut Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia (PUK SP TSK SPSI) PT Seyang Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang beralamat Jl. Raya Peusar No. 18A Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang,\nBanten dengan Nomor Bukti Pencatatan: 560\u002F976-Disnaker\u002F2018 tanggal 13 Maret\n2018 dan struktur kepengurusannya disahkan oleh Pimpinan Cabang Federasi\nSerikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia\nKabupaten Tangerang dengan Surat Keputusan Nomor: 001\u002FPC F SP TSK\nSPSI\u002FKAB.TGR\u002FII\u002F2018.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tata Wasta\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Moh Asnawi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sri Rohayani\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Haryanto\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Novi Irawan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Siti Sopha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Elo Herwansyah\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Dalam hal ini mewakili para anggotanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya disebut dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: ISTILAH-ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini yang dimaksud:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah PT Seyang Indonesia yang berkedudukan di Jl. Raya Peusar No. 18A\nKecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah dewan direksi dan atau pihak lain yang ditunjuk untuk mewakilinya\nyang diangkat secara sah berdasarkan hukum yang berlaku untuk mewakili\nperusahaan dan atau dewan direksi, untuk mengelola perusahaan,\nberunding\u002Fbermusyawarah dan atau berperkara di pengadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja baik di\nperusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri,\ndemokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi\nhak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Anggota Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja PT SEYANG INDONESIA yang telah mendaftarkan diri menjadi\nanggota Serikat Pekerja secara sukarela.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anggota Serikat Pekerja yang dipilih oleh para anggota Serikat\nPekerja untuk duduk sebagai Pengurus Unit Kerja melalui musyawarah unit\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang bekerja di perusahaan berdasarkan hubungan kerja\n(yang diperjanjikan) dengan menerima upah\u002Fimbalan dalam bentuk uang atau\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suami atau istri, anak kandung yang sah menurut kartu keluarga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Orang Tua Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah ayah dan ibu kandung pekerja yang terdaftar di Departemen Personalia\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Mertua Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah ayah dan ibu dari suami atau istri pekerja sebagaimana yang terdaftar\ndi Departemen Personalia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga (suami, istri, anak, jika masih lajang sebagai ahli waris\nyang sah, ibu\u002Fbapak kandung, adik\u002Fkakak kandung) atau orang yang ditunjuk\npekerja telah terdaftar di Departemen Personalia Perusahaan untuk menerima upah\npembayaran yang belum diterima atau santunan bila pekerja meninggal dunia,\ndalam hal tidak ada ahli warisnya maka pelaksanaannya diatur oleh hukum yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Gaji Bulanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah balas jasa berupa uang yang diterima oleh pekerja secara tetap setiap\ntanggal 10 setiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Upah Harian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah balas jasa uang yang diterima oleh pekerja setiap tanggal 10 setiap\nbulannya berdasarkan absensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Upah Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yang diterima oleh pekerja yang telah melakukan pekerjaan diluar\njam kerja yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kerja yang dilakukan oleh Pekerja di luar jam\u002Fhari kerja yang telah\nditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah masa yang harus dijalani di Perusahaan secara tidak terputus dihitung\nsejak tanggal diterima sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Masa Percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah masa yang harus dijalani selama 3 (tiga) bulan oleh pekerja sebelum\ndiangkat menjadi pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kecelakaan kerja yang terjadi\u002Ftimbul dalam akibat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Surat Peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah surat resmi yang dikeluarkan oleh Perusahaan (dalam hal ini\nDepartemen Personalia) karena adanya tindakan pelanggaran disiplin atau\nperbuatan-perbuatan yang melanggar kesepakatan kerja atau peraturan-peraturan\nlain yang dibuat oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Dispensasi Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah izin yang dikeluarkan perusahaan kepada Pekerja untuk meninggalkan\ntugas pekerjaannya dengan tetap mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seluruh wilayah Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu dari hari senin sampai dengan sabtu dimana pekerja melakukan\nkerja selama 6 (enam) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Hari Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari minggu dan hari libur resmi\u002Fnasional yang telah diatur\n\u002Fditetapkan oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Jam\u002FWaktu Istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jam\u002Fwaktu dimana pekerja setelah melakukan pekerjaannya selama 4\n(empat) jam secara terus menerus diberikan waktu untuk tidak melakukan\npekerjaan selama 60 (enam puluh) menit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Jam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jam yang telah ditetapkan untuk melakukan pekerjaan atau hal-hal yang\nberhubungan dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Perjanjian Kerja Bersama (yang selanjutnya ditulis PKB) yang tertuang\ndalam perjanjian ini dan telah disetujui bersama oleh pihak PERUSAHAAN dengan\nPIMPINAN UNIT KERJA SERIKAT PEKERJA TEKSTIL, SANDANG DAN KULIT SERIKAT PEKERJA\nSELURUH INDONESIA PT SEYANG INDONESIA yang pada umumnya berisi tentang\nsyarat-syarat kerja, kondisi kerja yang mengatur hak dan kewajiban pekerja dan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah berakhirnya hubungan kerja seseorang dengan pengusaha dimana ia\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. Hubungan Industrial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses\nproduksi barang dan\u002Fatau jasa yang terdiri dari unsur PENGUSAHA, PEKERJA dan\nPEMERINTAH yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar\nNegara Republik Indonesia Tahun 1945.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28. Bipartit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan\ndengan hubungan industrial di Perusahaan yang terdiri dari Pengusaha dan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: MAKSUD DAN TUJUAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Memperjelas hak-hak dan kewajiban Perusahaan serta hak-hak dan\n    Pekerja\u002FSerikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menetapkan syarat-syarat kerja dan kondisi kerja bagi Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengatur cara-cara baik untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dan\n    perselisihan antara Pekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memperteguh dan menciptakan hubungan kerja yang harmonis antara Pengusaha\n    dengan seluruh Pekerja\u002FSerikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mencegah jangan sampai terjadi diskriminasi terhadap Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: LUASNYA PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Telah disepakati oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja bahwa Perjanjian\n    Kerja Bersama ini hanya mencakup hal-hal yang bersifat umum seperti yang\n    tertera dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang bersifat teknis yang merupakan penjabaran lebih lanjut dalam\n    Perjanjian Kerja Bersama (PKB) akan diatur dalam peraturan sendiri atas\n    kesepakatan bersama dengan berlandaskan dan tidak bertentangan dengan\n    ketentuan-ketentuan dalam perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku untuk semua karyawan\u002Fkaryawati\n    PT SEYANG INDONESIA kecuali bagi pekerja yang mempunyai perjanjian\n    tersendiri dengan perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: KEWAJIBAN PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk memenuhi atau\n    melaksanakan sepenuhnya semua kewajiban yang telah disetujui bersama dalam\n    Perjanjian Kerja Bersama (PKB).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk menyebarluaskan serta\n    memberikan penjelasan kepada pekerja baik dalam bentuk buku atau dengan\n    cara penerangan\u002Fpenyuluhan secara kolektif mengenai ketentuan-ketentuan\n    yang tertera di dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) agar dapat\n  dimengerti.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: HUBUNGAN PERUSAHAAN DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dengan Serikat Pekerja bertekad untuk terus bekerja sama dalam\n    menciptakan ketenangan usaha demi terwujud suasana harmonis dan\n  dinamis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk menunjang tekad tersebut, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) maka\n    perusahaan dan pekerja melaksanakan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Pembentukan sarana-sarana hubungan industrial\nPancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Pertemuan-pertemuan secara teratur sedikitnya 2\n(dua) bulan sekali untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan teknis\npekerjaan serta keluhan terhadap Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: PENGAKUAN, JAMINAN, FASILITAS DAN SERIKAT PEKERJA PEKERJA SERTA\nPERTEMUAN BERKALA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: PENGAKUAN HAK-HAK PERUSAHAAN DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja mengakui hak-hak perusahaan untuk memimpin, mengatur dan\n    menjalankan usahanya sesuai dengan kebijaksanaan pemegang saham dengan\n    mentaati syarat-syarat kerja seperti yang tercantum dalam PKB ini dan\n    peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja mengakui Perusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan\n    ketentuan yang telah diatur dalam PKB ini dan Undang-Undang serta Peraturan\n    Pemerintah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: PENGAKUAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGURUS SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan tidak menghalang-halangi kegiatan Serikat Pekerja sepanjang\nSerikat Pekerja menjalankan fungsi organisasi serta tidak menyimpang dari\nanggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD\u002FART) organisasi, selama tidak\nmengganggu proses kerja di Perusahaan setelah mendapat izin dari\natasan\u002FPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: ASAS MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan pekerja melalui\n    Serikat Pekerja baik yang diajukan oleh Perusahaan maupun melalui Serikat\n    Pekerja, hal ini sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan ketenagakerjaan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengurus Serikat Pekerja dapat memanggil anggotanya untuk suatu keperluan\n    di dalam jam kerja dengan terlebih dahulu memohon izin kepada pimpinan\n    setingkat diatasnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: DISPENSASI UNTUK KEGIATAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cli>Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusahaan dapat memberikan dispensasi\n    kepada pengurus atau wakil yang ditunjuk oleh Serikat Pekerja dalam\n    melaksanakan tugas-tugas organissasi\u002Fmemenuhi panggilan pemerintah guna\n    kepentingan organisasi atau kepentingan negara dengan tidak mengurangi\n    hak-haknya sebagai pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila pengurus\u002Fanggota Serikat Pekerja dipilih menjadi perangkat\n    organisasi Serikat Pekerja, perusahaan dapat memberikan dispensasi untuk\n    kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya tersebut dengan tidak mengurangi\n    hak-haknya sebagai pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk level jaringan ketua dalam menjalankan roda organisasi hendaknya\n    dapat dibebas tugaskan dari pekerjaannya, tanpa harus mengurangi hak-haknya\n    sebagai pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan berakhirnya jabatan Ketua pada Organisasi SPSI karyawan\u002Fkaryawati\n    dapat dipekerjakan kembali pada jabatan\u002Fpekerjaan semua, dan\u002Fatau\n    ditentukan lain oleh Manajemen Perusahaan dengan tetap memperhatikan\n    keahlian pekerja tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: FASILITAS DAN BANTUAN UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sesuai dengan anggaran dasar\u002Fanggaran rumah tangga (AD\u002FART) SPSI dalam\n    hal pelaksanaan pembayaran iuran anggota, perusahaan dapat memfasilitasi\n    pemotongan upah untuk iuran anggota Serikat Pekerja secara payroll dengan\n    berpedoman pada ketentuan petunjuk pelaksanaan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan kantor sekretariat bagi Serikat Pekerja yang layak\n    sesuai dengan yang ada di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja dapat menggunakan papan pengumuman yang tersedia di\n    lingkungan perusahaan atau di personalia dengan seizin perusahaan. Sebelum\n    pengumuman, maka satu copy pengumuman tersebut wajib disampaikan kepada\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: PERTEMUAN-PERTEMUAN BERKALA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk mengurangi timbulnya perbedaan pendapat mengenai berbagai masalah\n    ketenagakerjaan maka untuk meningkatkan control kedua belah pihak, telah\n    disepakati bersama antara pihak Perusahaan dan pihak Serikat Pekerja untuk\n    mengadakan pertemuan berkala (lihat pasal 6 ayat 2 b).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang berhak mewakili Perusahaan untuk mengadakan pertemuan berkala adalah\n    tingkat kepala pabrik\u002Fpejabat yang ditunjuk.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang berhak mewakili Serikat Pekerja untuk mengadakan pertemuan berkala\n    adalah Pengurus Unit Kerja atau Wakil Pekerja yang ditunjuk oleh Serikat\n    Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: HUBUNGAN KERJA DAN SYARAT-SYARAT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hubungan kerja terjadi karena adanya suatu perjanjian kerja antara\npengusaha dan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Semua warga Negara atau penduduk yang sah mempunyai izin kerja (tidak\ntersangkut perkara criminal atau perkara yang terkait dengan pihak yang\nberwajib) akan dipertimbangkan untuk diterima sebagai calon pekerja tanpa\nmengindahkan asal usul daerah, suku banga dan kepercayaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk dapat diterima sebagai pekerja, maka calon pekerja harus memenuhi\nsyarat-syarat yang telah ditetapkan oleh Perusahaan serta lulus dalam ujian\natau tes kesehatan, syarat-syarat kerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pria\u002FWanita\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Umur minimal 18 tahun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membawa surat keterangan sehat\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berkelakuan baik yang dinyatakan oleh instansi yang berwenang\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ijazah minimal SLTP\u002FSederajat\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memiliki daftar riwayat hidup yang baik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memiliki kartu pencari kerja (kuning) dari Disnaker\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pas foto 3x4 = 2 lembar, 4x6 = 2 lembar\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fotocopy E-KTP atau SIM dan NPWP\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat lamaran kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dapat menunjukkan dokumen-dokumen persyaratan lamaran kerja yang asli\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memakai baju atasan kemeja putih dan bawahan hitam\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>4. Calon Pekerja yang telah memenuhi persyaratan lulus dalam ujian\u002Ftes\nkesehatan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan, maka perusahaan dapat\nmempertimbangkan untuk diterima sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: PERJANJIAN KERJA UNTUK WAKTU TERTENTU \u002F PKWT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tanpa mengurangi ketentuan dalam pasal 12 pada PKB ini untuk\n    pekerjaan-pekerjaan yang karena sifat dan waktunya sementaea pengusaha\n    dapat menerima pekerja untuk waktu tertentu sesuai KepMenaker No.\n    100\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 Tahun 2004 tentang pelaksanaan perjanjian kerja waktu\n    tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian kerja waktu tertentu\u002FPKWT hanya dapat dilakukan satu kali\n    penandatanganan kontrak kerja dan perpanjangan satu kali dalam jangka waktu\n    paling lama 2 (dua) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perpanjangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) pengusaha harus\n    memberitahukan kepada pekerja minimal 7 hari sebelum kontrak kerja lama\n    berakhir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian kerja waktu tertentu\u002FPKWT sebagai mana dimaksud dalam ayat (2)\n    dapat dilakukan pembaharuan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pembaharuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) harus melalui masa\n    tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya perjanjian kerja\n    yang lama dan pembaharuan tersebut hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali\n    untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal pelaksanaan perjanjian kerja waktu tertentu\u002FPKWT tidak sesuai\n    dengan ayat (2), (3), (4) dan (5) maka perjanjian kerja waktu tertentu\n    tersebut batal demi hukum dan status karyawan berubah menjadi perjanjian\n    kerja waktu tidak tertentu\u002FPKWTT, terhitung sejak penandatangan kontrak\n    kerja yang pertama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal perjanjian kerja waktu tertentu\u002FPKWT harus dibuat secara\n    tertulis dan dalam perjanjian kerja waktu tertentu\u002FPKWT tidak mensyaratkan\n    adanya masa percobaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: PERJANJIAN UNTUK KERJA WAKTU TIDAK TERTENTU \u002F PKWTT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cli>Perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu\u002FPKWTT dapat mensyaratkan\n    adanya masa percobaan kerja paling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Dalam masa percobaan baik pekerja maupun pengusaha dapat memutus hubungan\n    kerjanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal pelaksanaan masa percobaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)\n    pengusaha dilarang membayar upah di bawah upah minimum yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: PROMOSI DAN MUTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Promosi jabatan pekerja ke jenjang yang lebih tinggi merupakan suatu yang\nwajar dalam sistem kerja. Hal-hal yang perlu ditujukan dalam suatu promosi\nadalah\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Prestasi Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kondisi pekerja yang baik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengetahuan\u002Fpemahaman masalah teknis pekerjaan yang baik\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal “Promosi dan Mutasi”, Perusahaan mengatur sepenuhnya secara\nadministratif kepegawaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal pelaksanaan “Promosi dan Mutasi” pengusaha harus melibatkan\ndan\u002Fatau memberitahukan kepad PUK SPSI PT SEYANG INDONESIA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang dipromosikan\u002Fdimutasikan wajib mematuhi, tanpa harus\nmengurangi upah yang biasa diterimanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila kondisi kesehatan pekerja menurut sarana dokter tidak\nmemungkinkan pada pekerjaan\u002Fjabatan sekarang, sehingga perlu dimutasikan pada\npekerjaan\u002Fjabatan lainnya yang lebih sesuai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap peminjaman pekerja antar bagian line harus mengisi Form yang telah\ndisediakan dan diketahui oleh pengawasnya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Peminjaman pekerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) bersifat\nsementara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Sesuai dengan alih program teknologi, maka tenaga kerja asing yang\nditetapkan di perusahaan wajib berupaya mengalihkan keahliannya dan\npengetahuannya kepada Pekerja Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Tenaga kerja asing tidak berhak memberikan suatu sanksi kepada pekerja\nmenyangkut ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: PENGGOLONGAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cli>Pekerja bulana ialah pekerja yang tetap diangkat dalam formasi dan\n    menerima upah menurut perhitungan upah bulanan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harian ialah pekerja tetap tanpa formasi dan menerima upah\n    menurut perhitungan upah harian berdasarkan absensi.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: PENILAIAN PRESTASI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam rangka mendorong prestasi pekerja, Perusahaan secara periodic\n    melakukan penilaian prestasi kerja pekerja secara objektif dengan meminta\n    laporan dari atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tolak ukur penilaian, formulir penilaian ditetapkan tersendiri oleh\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: WAKTU KERJA DAN LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: HARI, WAKTU DAN LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cp>1. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, hari kerja biasa di\nperusahaan dengan pekerjaan perincian waktu sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Senin – Jumat jam (08.00 – 16.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam istirahat hari senin – kamis (12.00 –\n13.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam istirahat hari jumat khusus pekerja laki-laki\n(11.30 – 13.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Sabtu setengah hari \u002F 5 (lima) jam dari jam\n08.00 – 13.00\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Khusus staff, pengemudi dan keamanan, waktu dan\nistirahatnya diatur secara tersendiri dengan memperhatikan kepentingan serta\nmenurut tuntutan dan sifat pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Ketentuan jam kerja tersebut di atas dapat\ndiubah sewaktu-waktu apabila keadaan pekerjaan di Perusahaan menghendaki.\nPerubahan jam kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, b, dan c,\nsebelumnya di informasikan dan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: KERJA LEMBUR &amp; PERHITUNGAN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja selama dari 7 (tujuh) jam kerja\n    sehari atau 40 (empat puluh) jam kerja seminggu\u002Fpekerjaan yang dilakukan\n    diluar jam kerja yang telah diatur\u002Fditentukan, serta pekerjaan yang\n    dilakukan pada istirahat mingguan dan hari libur resmi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja melaksanakan kerja lembur setelah diperintah atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cli>Perhitungan upah kerja lembur sesuai dengan peraturan pemerintah yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: CUTI HAID\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Cuti haid adalah cuti yang diperoleh bagi pekerja wanita yang tidak dalam\n    keadaan hamil dan yang belum lanjut usia atau yang belum menopause.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cli>Pekerja wanita tidak diwajibkan untuk bekerja pada hari pertama dan kedua\n    sewaktu haid dengan tetap mendapatkan upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pelaksanaan cuti haid sebagaimana dimaksud pada ayat (2), pekerja wanita\n    yang bersangkutan diwajibkan melapor kepada atasannya dan mendapatkan surat\n    keterangan resmi dari suster atau petugas kesehatan (klinik\n  perusahaan).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: CUTI MELAHIRKAN DAN GUGUR KANDUNGAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cli>Setiap pekerja wanita berhak atas cuti hamil 1 ½ bulan sebelum\n    melahirkan dan 1 ½ bulan sesudah melahirkan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cli>Setiap pekerja wanita yang mengalami gugur kandungan berhak menerima cuti\n    1 ½ bulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cli>Pekerja yang cuti hamil\u002Fgugur kandungan berhak atas upah dan pembayaran\n    diatur oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja wanita yang akan dipergunakan hak cuti hamilnya diharuskan\n    mengajukan permohonan terlebih dahulu pada perusahaan yang disertai surat\n    keterangan dokter atau bidan yang merawatnya (sesuai ayat 1).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wanita yang mendapat cuti hamil diharuskan mengembalikan\n    uang cuti haid yang telah diterima (jika ada), terhitung mulai dari tanggal\n    1 (pertama) masa hamil dengan bulan pengembalian cuti. Pemotongan\n    dilaksanakan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli>Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan terus menerus berhak\n    atas cuti tahunan selama 12 hari kerja dengan mendapat upah penuh, dan\n    pengaturan cuti tahunan ini diatur sepenuhnya oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cli>Pelaksanaan cuti tahunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibagi\n    menjadi 2 (dua) bagian, yang pertama 6 hari untuk cuti masal lebaran dan 6\n    hari untuk cuti di hari-hari biasa sesuai keinginan pekerja (diluar cuti\n    massal lebaran).\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat menunda permohonan cuti tahunan pekerja paling lama 6\n    (enam) bulan terhitung sejak timbulnya hak cutinya. Cuti dapat diberikan 2\n    (dua) bagian asalkan satu bagian terdapat sekurang-kurangnya 6 (enam) hari\n    kerja terus menerus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang akan menggunakan hak cuti tahunannya, pekerja harus 1\n    (satu) minggu sebelumnya mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan akan memberitahukan kepada pekerja apabila ha katas cuti\n    tahunannya timbul.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hak atas cuti tahunan gugur apabila setelah 11 bulan sejak timbulnya hak\n    tersebut pekerja ternyata tidak mempergunakan hak cutinya bukan karena\n    alasan-alasan yang diberikan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: IJIN-IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan izin kepada pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya\ndengan mendapat upah dalam hal:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pernikahan pekerja sendiri = 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pernikahan anak pekerja = 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Khitanan atau pembaptisan anak pekerja = 2\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Istri pekerja melahirkan atau gugur kandungan =\n2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua meninggal\ndunia = 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Saudara kandung meninggal dunia = 1 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Terjangkitnya wabah penyakit dan bencana =\nselama waktu yang diperlukan dan ditentukan oleh pejabat setempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Musibah kebakaran = 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Mendapat tugas negara dan dipanggil oleh yang\nberwenang = disesuaikan berdasarkan surat tugas dan waktu yang diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Anggota keluarga yang tinggal 1 rumah meninggal\ndunia = 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Izin meninggalkan pekerjaan selama 1 (satu) jam,\ntetap mendapatkan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Izin meninggalkan pekerjaan yang bertentangan\ndengan pasal (1) huruf l, izin melebihi batas waktu 1 (satu) jam maka akan\ndipotong sesuai dengan lamanya pekerja meninggalkan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut baru diperoleh setelah pekerja\nmengajukan surat permohonan ijin dan disetujui oleh perusahaan, terkecuali\ndalam keadaan mendesak (istri melahirkan atau keluarga meninggal dunia) dan\nlain-lain. Bukti-bukti dapat diajukan 1 hari setelah masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap pekerja yang meninggalkan pekerjaan tanpa seizin Perusahaan\ndianggap mangkir dan upahnya tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: MENUNAIKAN KEWAJIBAN AGAMA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak boleh menghalang-halangi izin bagi pekerja yang ingin\n    menjalankan perintah\u002Fkewajiban pekerja sesuai dengan agamanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ijin sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah seperti menunaikan ibadah\n    Haji dan Umroh bagi yang beragama islam sesuai dengan peraturan pelaksanaan\n    ibadah Haji dan Umroh dan upahnya harus tetap dibayarkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan pengajuan ijin sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) pekerja\n    harus mengajukan permohonan izin tersebut kepada pihak yang terkait\n    selambat-lambatnya satu bulan dilengkapi dengan surat keterangan\n    pelaksanaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dan Serikat Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\ndan kesehatan kerja, karenanya kedua belah pihak berusaha sedapat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit\nakibat hubungan kerja serta kebakaran yang dapat menimpa pekerja dan\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cli>Setiap pekerja menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan disiplin dan\n    mentaati peraturan perundang-undangan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)\n    sesuai dengan UU No. 1 tahun 1970.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib memakai alat-alat keselamatan kerja, mematuhi\n    ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat membahayakan pekerja di\n    dalam Perusahaan, secepatnya harus melaporkan kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan wajib menyediakan alat-alat pengaman yang harus dipakai\n    sewaktu melaksanakan tugas pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja yang tidak mengikuti atau melaksanakan sebagaimana\n    dimaksud dalam ayat (1), (2), (3), dan (4) akan dikenakan surat\n  peringatan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli>Perlengkapan kerja yang diberikan untuk pekerja akan diatur oleh\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diwajibkan memakai perlengkapan kerja sebagaimana dimaksud dalam\n    ayat (1).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan yang dimaksud dalam ayat (1) dan (2) berlaku untuk semua\n    pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: PENGERTIAN PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah adalah hak pekerja\u002Fburuh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang\nsebagai imbalan dari pengusaha atas pekerjaan yang telah dilakukan sesuai\ndengan perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: DASAR PENETAPAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Keputusan Pemerintah yang berlaku tentang UMK (Upah Minimum Kabupaten)\n    sebagai basis dasar setiap tahunnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keterampilan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Prestasi Kerja\u002FJabatan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pendidikan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: UPAH MINIMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>Upah minimum yang diberikan kepada pekerja disesuaikan dengan penetapan\nUMK\u002FUMSK yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Banten.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: WAKTU DAN PENERIMAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib memberikan upah kepada pekerja sesuai dengan perjanjian\n    kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian upah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan secara tunai\n    atau cash.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah yang diberikan kepada pekerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)\n    diberikan setiap tanggal 10 di setiap bulannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika terdapat perubahan dalam pemberian upah sebagaimana dimaksud dalam\n    ayat (3) pengusaha harus memberitahukan selambat-lambatnya satu minggu.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: ADMINISTRATIF UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap pembayaran upah harus disertai dengan bukti struk\u002Fslip upah yang\nmencantumkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Gaji pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Upah lembur hari biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Upah lembur pada hari istirahat dan hari libur\nresmi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Potongan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS\nKesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Potongan Koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Potongan Pinjaman (jika ada)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Potongan Iuran COS SPSI (Cek of Sistem)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Potongan PPh Pasal 21\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: KOMPONEN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Komponen upah terdiri dari upah pokok ditambah tunjangan-tunjangan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan-tunjangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi\n    tunjangan tetap (tunjangan jabatan, tunjangan keahlian, dll) dan tunjangan\n    tidak tetap (premi hadir, prestasi kerja, dll).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diberikan kepada\n    yang memangku jabatan, besarnya tunjangan jabatan ditetapkan secara\n    tersendiri oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: KENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cli>Bagi karyawan harian, kenaikan upah mengikuti keputusan pemerintah\n    tentang kenaikan UMK\u002FUMSK.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi karyawan bulanan, kenaikan upah akan dilakukan sekali setahun sesuai\n    dengan prestasi, kondite serta loyalitas kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: TUNJANGAN WAJIB\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan akan memberikan tunjangan wajib terhadap karyawan yang\n    menjabat sebagai ADM dan Operator mesin potong Cutting.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) untuk besarnya sesuai\n    dengan kemampuan perusahaan yang telah disepakati.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan sebagaimana dimaksud diatas akan hilang jika pekerja tersebut\n    tidak lagi menjabat sebagai ADM dan operator mesin potong cutting.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Pengusaha wajib memberikan tunjangan hari raya keagamaan kepada setiap\npekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>2. Besarnya tunjangan hari raya keagamaan sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1) adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja yang masa kerjanya kurang dari 12 (dua\nbelas) bulan diberikan secara proporsional dengan perhitunhan: (Masa Kerja: 12)\nx 1(satu) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja yang masa kerjanya lebih dari 12 (dua\nbelas) bulan secara terus-menerus, diberikan minimal sesuai dengan upah setiap\nbulannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pembayaran dilakukan sebelum hari raya\nselambat-lambatnya 14 hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: UPAH PEKERJA SELAMA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib memberikan upah kepada pekerja yang sedang sakit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian upah kepada pekerja yang sakit sebagaimana dimaksud dalam ayat\n    (1) dapat dibuktikan dengan adanya surat keterangan dokter (SKD).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat keterangan dokter (SKD) sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus\n    sesuai dengan klinik yang bekerjasama dengan perusahaan atau dalam hal ini\n    adalah klinik OMEGA dan\u002Fatau surat keterangan dokter (SKD) dari BPJS\n    Kesehatan sesuai dengan rujukannya (faskes 1).\u003C\u002Fli>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Col>\u003Cli>Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu yang berkepanjangan, harus\n    diperiksa terlebih dahulu oleh dokter klinik sebagaimana dimaksud dalam\n    ayat (3) akan memberikan surat pada perusahaan, maka upahnya dibayar sesuai\n    dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cul>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cli>4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar 100%\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>4 (empat) bulan kedua dibayar sebesar 75%\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>4 (empat) bulan ketiga dibayar 50%\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk bulan berikutnya dibayar sebesar 25% sebelum di PHK oleh\n  Pengusaha\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>5. Apabila setelah 12 (dua belas) bulan ternyata pekerja yang bersangkutan\nbelum mampu untuk bekerja kembali, maka Perusahaan dapat memutus hubungan kerja\nsesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: UPAH PEKERJA SELAMA DI TAHAN OLEH PIHAK YANG BERWAJIB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Didalam hal terjadi penahanan oleh Pihak yang berwajib terhadap seorang\npekerja, yang pelaporannya bukan dari pengusaha maka Perusahaan membayar upah\npekerja menurut Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: PERJALANAN DINAS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha berhak menunjuk salah satu pekerja untuk melakukan pekerjaan\n    dinas yang sifatnya diluar perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha yang telah menunjuk pekerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)\n    wajib memberikan biaya berupa transport, uang makan, dll sesuai dengan\n    kebutuhan pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha bertanggung jawab penuh kepada pekerja yang telah ditunjuk\n    untuk melakukan pekerjaan dinas\u002Fluar perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: PROGRAM JAMINAN SOSIAL BPJS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Col>\u003Cli>Pengusaha wajib mengikutsertakan seluruh pekerjanya dalam program jaminan\n    sosial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang bekerja selama 3 bulan wajib diikut sertakan dalam program\n    jaminan sosial sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).\u003C\u002Fli>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Col>\u003Cli>Karyawan akan diikutsertakan dalam program jaminan sosial BPJS\n    Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sesuai dengan\n    Undang-undang atau Peraturan Pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ruang lingkup Jaminan Sosial Tenaga Kerja tersebut meliputi:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Jaminan Kematian\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jaminan Pensiun\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: BPJS KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>Perusahaan wajib mengikutsertakan pekerjanya sebagai peserta program jaminan\nkesehatan (BPJS KESEHATAN).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: KOPERASI KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib memfasilitasi dan ikut serta dalam pengembangan koperasi\n    karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja akan mendorong kepada Pekerja untuk\n    menumbuh kembangkan Koperasi Karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja yang telah menjadi karyawan berhak untuk menjadi anggota\n    koperasi karyawan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: FASILITAS MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cli>Pengusaha memberikan uang makan sebesar Rp 5000 kepada karyawan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cli>Pemberian uang makan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan kepada\n    pekerja yang melakukan lembur (overtime) selama tiga jam atau lebih.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: REKREASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan akan menyelenggarakan rekreasi tahunan bagi pekerja sesuai\n    dengan kondisi perusahaan dan situasi keamanan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Biaya rekreasi dan segala hal yang berhubungan dengannya sebagaimana\n    dimaksud dalam ayat (1) menjadi tanggung jawab perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan rekreasi diatur oleh Perusahaan dan bekerja sama dengan PUK\n    SPSI.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: SUMBANGAN KEMATIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cli>Pengusaha akan memberikan bantuan berupa santunan-santunan kepada pekerja\n    yang meninggal dunia.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Santunan-santunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) antara lain sebagai\n    berikut:\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Santunan untuk biaya pemakaman sebesar Rp\n    500.000,00\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Santunan kepada ahli waris sebesar satu\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian santunan kematian sebagaimana yang dimaksud dari ayat (2) harus\n    dilengkapi dengan foto copy Akte Kematian pekerja yang bersangkutan dan\n    pelaksanaannya diatur oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: OLAHRAGA DAN KESENIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk menunjang kegiatan olahraga dan kesenian, Perusahaan menyediakan\n    sarana olahraga dan kesenian untuk dipergunakan oleh Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengelolaan pengembangan kegiatan olahraga dan kesenian sebagaimana\n    dimaksud dalam ayat (1) diatur bersama oleh Perusahaan dan Serikat\n  Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: KEROHANIAN\u002FKEAGAMAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk pembinaan keagamaan bagi para pekerja. Perusahaan menyediakan\n    fasilitas ibadah dan waktu yang memadai di lingkungan Perusahaan sehingga\n    memungkinkan pekerja menjalankan kewajibannya menurut agama dan kepercayaan\n    masing-masing dengan baik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dilarang menghalang-halangi bagi pekerja yang ingin\n    melaksanakan kewajiban agamanya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49: PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam ranga untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas kinerja yang\n    diberikan oleh pekerja terhadap pengusaha, pengusaha dalam hal ini\n    bermaksud ingin memberikan penghargaan kepada pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang berhak mendapatkan penghargaan sebagaimana dimaksud dalam\n    ayat (1) adalah pekerja yang suda bekerja lebih dari 10 tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan dan bentuk pemberian penghargaan tersebut sebagaimana\n    dimaksud dalam ayat (1) dan (2) diatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: TATA TERTIB DAN SANKSI ATAS PELANGGARAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL: 50: KEWAJIBAN UMUM PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja tidak diperkenankan baik langsung maupun tidak langsung bekerja\ndengan perusahaan lain, dan menjalankan suatu usaha sendiri selama\nberlangsungnya hubungan kerja, terkecuali atas sepengetahuan dan ijin dari\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja harus menyadari kewajiban-kewajiban serta melaksanakan tugas\npekerjaannya dengan sebaik-baiknya dan ikut berperan aktif dalam memajukan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja berkewajiban untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Memperlakukan mesin-mesin produksi dan peralatan\nkerja lainnya yang disediakan\u002Fdimiliki oleh perusahaan secara berhati-hati\nserta menghemat penggunaan mesin seefisien mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Memakai dan memelihara barang-barang milik\nperusahaan yang dipinjamkan kepadanya sebagai alat kerja atau fasilitas yang\ndiberikan kepadanya dengan sebaik-baiknya dengan bertanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Menjaga suasana, pemogokan\u002Funjuk rasa, dan\nlain-lain tindakan yang dapat mengganggu kelancaran kehidupan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja dilarang dan tidak diperkenankan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Karena jabatannya menggunakan harta milik\nperusahaan untuk kepentingan pribadinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Karena jabatannya belaku semena-mena terhadap\npekerja lain baik untuk atasan terhadap bawahannya serta kepada pekerja lain\nyang tidak mempunyai hubungan secara hierarki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Menerima hadiah dan pemberian dalam bentuk\napapun dari pihak lain yang mengadakan hubungan transaksi dengan perusahaan\nuntuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Mengabaikan petunjuk dan perintah atasan tentang\nprosedur dan etika kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja diwajibkan setiap saat melaporkan kepada bagian personalia bila\nada perubahan-perubahan mengenai:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Alam rumah\u002Ftempat tinggal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Susunan keluarga (Perkawinan, kelahiran,\nkematian, perceraian)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sudah habis masa\nberlakunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja wajib untuk diperiksa dirinya oleh\npetugas keamanan atau orang yang ditunjuk oleh perusahaan pada saat memasuki,\nistirahat atau pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja wajib menggunakan tanda pengenal (ID CARD) selama berada di\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja wajib masuk kerja, istirahat dan pulang sesuai jadwal yang diatur\noleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Perusahaan wajib memberikan 2 pcs seragam kerja kepada Karyawan\nselambat-lambatnya setiap dua tahun sekali dan karyawan wajib memakai dan\nmenjaga kebersihan seragam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja yang tidak taat dan patuh terhadap peraturan di atas sebagaimana\ndi maksud dalam pasal (49) dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang\nada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja dilarang berbuat atau bertingkah laku antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Membawa senjata api\u002Ftajam, minuman keras dan\nnarkoba ke dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Berlaku kasar, menghina keluarganya, dan juga\nteman sekerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bercanda, berteriak-teriak, bernyanyi, bersiul\natau menimbulkan suatu bunyi yang dapat mengganggu ketenangan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Menganiaya\u002Fmenghina\u002Fmengancam pengusaha dan\nkeluarganya, atasan, bawahan dan sesama pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Melakukan demonstrasi, melakukan pemogokan\u002Funjuk\nrasa ataupun memperlambat jam pekerjaan tanpa prosedur hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Merokok dan meludah di sembarang tempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Makan dan minum di area produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Berkelahi dan membuat onar dan berjudi di\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Mengadakan rapat-rapat, pidato-pidato,\npropaganda atau hasutan-hasutan dan menempel plakat, pamphlet tanpa ijin dari\nperusahaan atau pejabat yang berwenang, serta coret-coret di tempat yang tidak\nsepatutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Berjualan atau berdagang barang-barang di dalam\narea produksi dan area perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Membujuk untuk melakukan perbuatan yang\nmelanggar hukum dan kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Memberikan keterangan palsu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Mabuk-mabukan, menggunakan obat bius yang layak\nwalaupun telah diperingatkan\u002Ftidak bekerja lebih baik walaupun telah\ndiperingati dan ditegur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Tidak mengindahkan perintah kerja yang layak\nwalaupun telah di peringatkan\u002Ftidak bekerja lebih baik walaupun telah\ndiperingatkan dan ditegur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o. Melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak\npantas\u002Ftidak wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">p. Menghentikan pekerjaan tanpa alasan dan izin\ndari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">q. Menghentikan pekerjaan sebelum bel berbunyi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">r. Mengisi dan memaraf buku hadir untuk\u002Fatas nama\npekerja yang tidak masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">s. Mengganggu dan memperlambat pekerjaan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">t. Melakukan pencurian, penggelapan dan penipuan\nterhadap pengusaha dan keluarga serta teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama jam kerja dalam setiap pelaksanaan pekerja, pekerja harus\nmengikuti petunjuk dari atasan dan tidak diperkenankan berbuat\nsewenang-wenangnya ataupun di luar dari tugasnya, misalnya meninggalkan tugas\nsebelum jam kerja berakhir tanpa seijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dengan berakhirnya jam kerja, seluruh pekerja harus meninggalkan tempat\nkerja terkecuali mereka yang ditentukan untuk bekerja lembur\u002Ftugas-tugas lain\nsesuai dengan pekerjaan yang diatur perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: PERINGATAN DAN SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan maupun Serikat Pekerja menyadari sepenuhnya perlunya penegakan\ndisiplin kerja, karenanya terhadap kesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan pekerja\natas peraturan yang telah diatur dalam kesepakatan kerja bersama ini dapat\ndiberikan peringatan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peringatan\u002Fsanksi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yang diberikan\nkepada pekerja adalah merupakan usaha pembinaan dan pengarahan terhadap\ntindakan dan tingkah laku pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Peringatan\u002Fsanksi atas kesalahan\u002Fpelanggaran yang akan diberikan pada\npekerja diperinci sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Peringatan lisan, dilakukan oleh atasan pekerja\nuntuk kesalahan atau pelanggaran tertulis yang bersifat umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Peringatan tertulis dilakukan oleh personalia\nuntuk kesalahan\u002Fpelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Peringatan I diperuntukkan untuk pelanggaran\n    yang bersifat ringan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Peringatan II diperuntukkan untuk pelanggaran\n    yang bersifat sedang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Peringatan III diperuntukkan untuk pelanggaran\n    yang bersifat berat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Urutan peringatan tertulis sebagaimana dimaksud\ndalam ayat (3) huruf b diberikan menurut tahapannya tetapi juga dapat diberikan\nsecara langsung Peringatan I (Pertama) dan kedua atau Peringatan II (Kedua) dan\nterakhir atau peringatan ke III didasarkan atas kesalahan\u002Fpelanggaran yang\ndilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Masa berlakunya masing0masing surat peringatan\nsebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf c ditetapkan selama 6 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Bagi pekerja yang sudah mendapatkan surat\nperingatan ke III selama dua kali berturut-turut selama 6 (enam) bulan atau\nbelum berakhirnya surat peringatan III sebagaimana dimaksud dalam ayat (3)\nhuruf d maka pengusaha dapat memutus hubungan kerjanya tanpa harus memberikan\nhak-hak pekerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Sanksi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang\ndiberikan oleh perusahaan sesuai dengan Peraturan Pemerintah\u002FKetenagakerjaan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam setiap Pemberian peringatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam\nayat (3) huruf b ditandatangani oleh Personalia dan harus diketahui atasan\nlangsung dan atau copy nya dan disampaikan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: PERINGATAN TERTULIS\u002FSANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam memberikan peringatan tertulis\u002Fsanksi kepada pekerja, Perusahaan harus\nmempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Jenis dan berat ringannya kesalahan\u002Fpelanggaran\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Seringnya pengulangan\u002Ffrekuensi kesalahan\u002Fpelanggaran\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ada tidaknya unsur kealpaan\u002Fkesengajaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan\u002Fpelanggaran (dalam\n    batas kemampuan pekerja atau tidak)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jasa-jasa dan loyalitas pekerja pada perusahaan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: KESALAHAN\u002FPELANGGARAN DENGAN SURAT PERINGATAN I\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan peringatan I\n(pertama) adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mangkir selama 2 (dua) hari kerja berturut-turut dalam 1 (satu)\n  bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama jam kerja sering meninggalkan tempat kerja tanpa ijin\u002Fatasan yang\n    sah meskipun telah beberapa kali diperingatkan oleh atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tetap tidak menunjukkan kesungguhan bekerja yang tercermin dari hasil\n    pekerjaannya di bawah kemampuan sebenarnya tanpa alasan jelas meskipun\n    sudah diperingatkan oleh atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak mengenakan pakaian\u002Fseragam kerja dan\u002Fatau tanda pengenal (ID CARD)\n    yang telah diberikan perusahaan pada saat berada di lingkungan perusahaan\n    dan\u002Fatau pada saat melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Terlambat datang kerja 3 (tiga) kali dalam sebulan atau tidak\n    mengabsenkan kartu pencatat atau tidak membuat laporan atas\n    keterlambatannya meskipun telah sering diberikan peringatan lisan oleh\n    atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pulang lebih awal dari waktu yang telah ditetapkan tanpa izin dari\n    atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memakai perlengkapan keselamatan dan perlindungan kerja yang telah\n    ditentukan pada waktu pekerja melakukan pekerjaannya meskipun diberikan\n    peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanpa alasan yang jelas menolak untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan\n    yang diwajibkan perusahaan meskipun telah beberapa kali diperingatkan lisan\n    oleh atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa ijin atau perintah\n    atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluar\u002Fmasuk lingkungan perusahaan melalui jalan yang tidak\n  semestinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kedapatan mencoret-coret tembok\u002Fgedung di dalam lingkungan\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan sengaja membiarkan suatu tindakan\u002Fkejadian yang sifatnya merugikan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penolakan mutasi oleh pekerja yang dilakukan perusahaan meskipun telah\n    beberapa kali diperingatkan secara lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membuat suasana menjadi gaduh di area produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berteriak, marah, berkata kasar\u002Fkotor tanpa ada alasan yang jelas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika pekerja yang sudah mendapatkan surat peringatan yang pertama (1) dan\n    masih mengulanginya kembali maka berlaku surat peringatan yang ke II\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: KESALAHAN\u002FPELANGGARAN DENGAN SURAT PERINGATAN I DAN II\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan surat\nperingatan ke II adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Melakukan kesalahan yang sama pada waktu berlakunya surat peringatan ke 1\n    (satu).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir selama 3 (tiga) hari berturut-turut dan 4 (empat) hari kerja\n    tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan meskipun telah diberikan surat\n    peringatan ke- 1.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bukan menjadi tugasnya, memindahkan alat pemadam kebakaran dari\n    tempatnya\u002Fmempergunakan bukan untuk tujuan semestinya tanpa ijin\u002Falasan\n    yang dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapatkan\u002Fselama masa\n    berlakunya surat peringatan ke- I masih melakukan kesalahan.\\\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidur dalam waktu kerja di lingkungan perusahaan, meskipun telah\n    diperingatkan oleh atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengendarai kendaraan perusahaan\u002Fkendaraan customer serta kendaraan\n    angkutan lainnya yang bukan menjadi tugasnya tanpa izin\u002Fperintah\n  atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak pemeriksaan yang dijalankan petugas keamanan, dalam menjalankan\n    tugas mereka, memelihara keamanan dan ketertiban perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjual barang dagangan dalam lingkungan Perusahaan pada saat jam\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang telah menerima surat peringatan ke II dan masih\n    mengulanginya kembali maka akan diberikan surat peringatan ke III.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 56: KESALAHAN\u002FPELANGGARAN DENGAN SURAT PERINGATAN KE I S\u002FD KE III\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan surat\nperingatan III adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Melakukan pelanggaran yang sama pada saat masih berlakunya masa\n  waktu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Oemberian surat peringatan ke-2 (kedua).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut atau 6 (enam) hari\n    kerja tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kedapatan berjudi\u002Fmenjual kupon berhadiah atau sejenisnya pada jam kerja\n    dan\u002Fatau di dalam perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menentang penguasaan yang disampaikan secara wajar oleh atasan langsung\n    tanpa alasan meskipun beberapa kali diberikan peringatan secara lisan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawab sehingga menimbulkan\n    kecelakaan bagi dirinya\u002Forang lain atau kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meminum minuman keras di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengabsenkan kartu kerja pekerja lain atau menyuruh mengabsenkan kartunya\n    kepada orang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapatkan atau selama masa\n    berlakunya surat peringatan ke- 2 masih melakukan lagi\n    kesalahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merokok pada tempat-tempat yang diberikan tanda “Dilarang\n  Merokok”.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab tetapi tidak segera melaporkan\n    kepada atasan atau tidak mengambil tindakan pencegahan atas\n    perbuatan\u002Ftindakan sesama pekerja atau orang lain yang diketahuinya dapat\n    menimbulkan bahaya bagi sesama pekerja atau orang lain yang diketahuinya\n    dapat menimbulkan bahaya bagi sesama pekerja\u002Fmerugikan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mencoret-coret atau merobek-robek pengumuman tanpa izin\u002Fperintah\n  atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Saling bertengkar mulut dengan sesama pekerja di dalam lingkungan\n    perusahaan meskipun kedua belah pihak telah berdamai.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang sudah mendapatkan surat peringatan ke III dan masih\n    melakukannya kembali maka berlaku surat peringatan ke III untuk kedua\n    kalinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang telah mendapatkan surat peringatan ke III selama 2\n    (dua) kali dan kedua surat peringatan tersebut masih berlaku maka pengusaha\n    berhak untuk memutus hubungan kerjanya tanpa harus memberikan hak-hak\n    pekerja (PHK TANPA PESANGON).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan proses PHK sebagaimana dimaksud dalam ayat (14) pengusaha\n    tidak perlu melaporkan kepada pihak yang bersangkutan atau dinas terkait\n    untuk melakukan tindakan PHK.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57: KESALAHAN\u002FPELANGGARAN DENGAN SANKSI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat memutus hubungan kerja terhadap pekerja dengan\n    kesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sebagaimana\n    dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan tanpa syarat\u002Fpesangon adalah\n    sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Melakukan penggelapan, memanipulasi data\ndan\u002Fatau pencurian di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Meminjamkan barang perusahaan dalam bentuk\napapun tanpa surat jalan yang telah disetujui oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Menganiaya pengusaha, keluarga pengusaha, atasan\nbawahan atau teman sekerja yang disebabkan oleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Memaksa\u002Fmenghasut pengusaha, keluarga pengusaha,\natasan, bawahan atau teman sekerja untuk melakukan tindakan di dalam lingkungan\nperusahaan yang bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Dengan sengaja walaupun telah diberikan\nperingatan secara lisan oleh atasannya merusak barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Membawa, menyimpan, mempergunakan mabuk obat\nbius atau narkotika atau sejenisnya di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Membongkar, membocorkan rahasia perusahaan yang\ndipercayakan padanya atau diberitahu kepada pihak lain sehingga mengakibatkan\nkerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Menerima sogokan\u002Fpemberian apapun dari siapapun\ndari siapa saja untuk keuntungan diri sendiri dengan menggunakan jabatan\nmelakukan hal-hal yang merugikan atau mengurangi keuntungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Melakukan perbuatan asusila di dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Melakukan pungutan liar di dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Melakukan usaha rentenir di dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Mengeluarkan ancaman kepada pengusaha, keluarga\npengusaha, atasan, bawahan, atau teman sekerja sehingga mengakibatkan\nketidaktentraman jiwa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Dengan sengaja membiarkan orang lain\nterkena\u002Fterjadi kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Saling berkelahi dengan sesama pekerja dalam\nlingkungan perusahaan, salah satu pihak menggunakan alat, meskipun atau kedua\nbelah pihak telah damai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o. Kedapatan membawa senjata api atau senjata tajam\nke dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">p. Menyebarluaskan berita-berita yang tidak benar\ndi dalam lingkungan perusahaan sehingga menimbulkan keresahan di antara sesama\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">q. Membawa keluar dari lingkungan perusahaan gambar\nteknik\u002Fdesain produk\u002Fdokumen yang menjadi rahasia perusahaan tanpa ijin atasan\natau perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">r. Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas atau ijin\natasan telah memindahkan\u002Fmenyimpan barang milik perusahaan di suatu tempat yang\ntidak semestinya yang terbukti sebagai usaha membantu pencurian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">s. Dengan sengaja merusak mesin produksi atau\nperalatan lainnya sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">t. PHK dengan alasan antara lain butir a s\u002Fd s yang\ntermasuk Delik Pidana akan diproses sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 58: ATURAN TAMBAHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Uang pisah tidak diberikan bagi pekerja yang di PHK karena pelanggaran\n    berat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang pisah bagi pekerja yang dikualifikasikan mengundurkan diri atas\n    kemauan sendiri diatur dalam PKB ini (pasal 62).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 59: PRINSIP\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja sepakat untuk mencegah sedapat mungkin\n    untuk tidak terjadinya pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap kasus pemutusan hubungan kerja yang terjadi, diproses sesuai\n    dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan mengenai ayat (2) tidak berlaku bagi pekerja yang telah\n    melanggar tata tertib yang telah ditentukan dan pekerja yang telah\n    melakukan pelanggaran-pelanggaran berat yang berpotensi terjadinya\n    pemutusan hubungan kerja\u002FPHK tanpa pesangon sesuai yang tertera dalam\n  PKB.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 60: BENTUK-BENTUK PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pemutusan hubungan kerja terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pemutusan Hubungan Kerja karena habis masa\nkontrak kerjanya (bagi pekerja PKWT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pemutusan Hubungan Kerja karena pelanggaran tata\ntertib kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pemutusan Hubungan Kerja karena pekerja\nmeninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pemutusan Hubungan Kerja karena sakit\nberkepanjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pemutusan Hubungan Kerja karena cacat\njasmani\u002Fmental\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pemutusan Hubungan Kerja karena Usia Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pemutusan Hubungan Kerja karena rasionalisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Pemutusan Hubungan Kerja karena perusahaan\npindah lokasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bentuk-bentuk pemutusan hubungan kerja tersebut diatas sebagaimana\ndimaksud dalam ayat (1) diproses sesuai dengan peraturan-peraturan pemerintah\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Proses atau pelaksanaan pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud\ndalam ayat (2) tidak berlaku untuk ayat (1) huruf b\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena Pensiun:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan\nKerja (PHK) kepada pekerja yang telah mencapai usia 57 tahun (PERMEN No. 2\nTahun 1995).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kepada Pekerja yang telah terkena Pemutusan\nHubungan Kerja (PHK) karena usia lanjut\u002Fpensiun sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(4) huruf a, Perusahaan memberikan pesangon sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003\nuang pensiun sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bagi pekerja yang sudah memasuki usia pensiun\ndapat mengajukan pensiunnya melalui bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Perusahaan melalui Bagian Personalia dapat\nmemberitahukan kepada pekerja yang telah memasuki usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Mekanisme Pembayaran uang “pensiun” dapat\ndilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan dengan\nperhitungan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1) 50% dari total uang “pensiun” dibayarkan\ndimuka\u002Fdibulan pertama pada saat pekerja di pensiunkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2) Dan sisanya akan dibayarkan secara periodic\ndengan hitungan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">20% dibayarkan di akhir bulan pertama setelah\n    uang pensiun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">20% dibayarkan di akhir bulan berikutnya dan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">10% dilunasi di akhir bulan berikutnya\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>5. Apabila pekerja setelah dipensiunkan, tetapi perusahaan masih\nmenginginkan untuk dipekerjakan kembali, maka dapat diatur tersendiri antara\nperusahaan dengan pekerja yang bersangkutan sesuai dengan kesepakatan kedua\nbelah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: PEKERJA MENGUNDURKAN DIRI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja berhak untuk mengajukan surat pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal pekerja mengundurkan diri atas kemauan sendiri sebagaimana\ndimaksud dalam ayat (1) maka pekerja yang memenuhi kriteria dalam kerja akan\nmenerima uang pisah yang besarnya sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Masa kerja 5 tahun s\u002Fd kurang dari 10 tahun = 1\nkuli bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Masa kerja 10 tahun s\u002Fd kurang dari 15 tahun = 2\nkali bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Masa kerja 15 tahun dan seterusnya 3 kali bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Cuti yang belum diambil dan penggantian\ntransport bagi pekerja dan keluarganya untuk pulang ke kampung halaman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Penghitungannya (masa kerja + cuti yang belum\ndiambil + uang transport).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mekanisme pengunduran diri yang dimaksud dalam ayat (2) adalah sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja yang akan mengundurkan diri dari\nperusahaan diwajibkan untuk memberitahukan rencana pengunduran dirinya secara\ntertulis kepada perusahaan minimal 1 (satu) bulan\u002F30 (tiga puluh) hari sebelum\ntanggal akhir pekerja berakhir bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Bekerja dengan baik selama masa tunggu 1 (satu)\nbulan\u002F30 (tiga puluh) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Dalam proses pengunduran diri sebagaimana\ndimaksud dalam ayat (3) huruf a pekerja tetap harus bekerja dengan baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bagi pekerja yang tidak mampu menjalankan masa\ntunggu sebagaimana dimaksud pasal 3 (a) karena sakit, wajib menunjukkan Surat\nKeterangan Dokter dari Klinik yang ditunjuk oleh Pihak Perusahaan dan berhak\natas uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Bagi pekerja yang tidak melaksanakan proses\ndalam hal pengunduran dirinya sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf b maka\ntida berhak atas uang pisah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 62: UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA DAN GANTI KERUGIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Ketentuan pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang\npengganti kerugian di perusahaan diatur sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63: PENGERTIAN UPAH DALAM PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengertian upah untuk keperluan pemberian uang pesangon, uang Penghargaan\nMasa Kerja dan uang pengganti kerugian ditetapkan sesuai dengan peraturan\nketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 64: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sudah menjadi tekad perusahaan bahwa setiap keluhan dan pengaduan seorang\n    pekerja atau lebih, akan diselesaikan secara adil dan secepat mungkin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal seseorang atau beberapa pekerja menganggap bahwa terhadapnya\n    diperlakukan tidak adil atau tidak wajar serta bertentangan dengan isi dan\n    jiwa PKB maka pekerja dapat menyampaikan pengaduan atau keluhan melalui\n    saluran yang ditetapkan sebagai saluran cara penyelesaian dan pengaduan\n    pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 65: CARA PENYELESAIAN KELUHAN DAN PENGADUAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap keluhan dan pengaduan seorang pekerja pertama-tama diselesaikan\n    dan dibicarakan dengan atasannya langsung.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bila penyelesaian belum mencapai hasil yang memuaskan, maka dengan\n    sepengetahuan atasannya, pekerja dapat meneruskan keluhan dan pengaduannya\n    kepada atasannya yang lebih tinggi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bila prosedur telah dijalankan tanpa memberikan hasil yang memuaskan,\n    maka pekerja dapat meneruskan keluhan dan pengaduannya kepada Serikat\n    Pekerja dalam tingkatan ini keluhan dan pengaduan pekerja tersebut akan\n    diselesaikan, antara perusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal tidak tercapai kata sepakat antara Perusahaan dan Serikat\n    Pekerja, maka penyelesaiannya akan dilakukan sesuai dengan peraturan\n    pemerintah\u002Fketenagakerjaan yang berlaku dan dicatatkan perkaranya ke Sudin\n    Nakertrans setempat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: PERATURAN PERALIHAN DAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 66: PERATURAN PERALIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk perundingan PKB yang akan datang, kedua belah pihak akan sepakat\n    akan memulai selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berlakunya PKB\n  ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal perundingan ternyata menurut PKB yang baru selesai setelah masa\n    berlaku. PKB ini dapat diperpanjang menurut kebutuhan untuk paling lama 1\n    (satu) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal ini karena beberapa ketentuan dalam kesepakatan ini dinyatakan\n    batal (tidak berlaku) oleh pengadilan atau ternyata tidak sesuai dengan\n    perundang-undangan yang baru, maka PKB ini disesuaikan dengan putusan\n    pengadilan dan undang-undang yang baru.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal ini Perusahaan merubah nama atau menggabungkan diri dengan\n    Perusahaan lain, maka untuk sisa waktu berlakunya PKB ini tetap berlaku\n    bagi Perusahaan dan Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 67: PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kesepakatan ini didaftarkan oleh Perusahaan pada Dinas tenaga kerja dan\n    Transmigrasi Kabupaten Tangerang dan diperbanyak atau dibukukan oleh\n    Perusahaan untuk disosialisasikan kepada seluruh pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan-ketentuan yang merupakan peraturan teknis maupun penjabaran\n    lebih lanjut dari kesepakatan akan diatur dan ditandatangani bersama dan\n    menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cli>PKB ini berlaku selama 2 (dua) tahun sejak tanggal pendaftaran dari Dinas\n    Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>PKB ini dibuat dalam Bahasa Indonesia dan disetujui, serta\n    disaksikan\u002Fdiketahui oleh Pejabat dari Sudin Tenaga Kerja dan Trasnmigrasi\n    Kabupaten Tangerang kemudian ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam\n    rangkap 2 (dua) yang sama bunyinya dan kekuatan hukum.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal terjadi perselisihan, maka perusahaan dan Serikat Pekerja\n    sepakat memilih domisili pada wilayah Pengadilan Hubungan Industrial\n    Provinsi Banten.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PKB ini hanya dapat diubah setelah ada persetujuan bersama secara\n    tertulis antara Perusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">\u003Cp style=\"text-align:left;margin-right:auto;margin-left:0em\">PKB ini\n        ditandatangani di: PT SEYANG INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"2\">\u003Cp style=\"text-align:left;margin-right:auto;margin-left:0em\">Pada\n        tanggal: 19 Juni 2019\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-casignemployees\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"2\">\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pihak-pihak\n        yang mengadakan perjanjian\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>PT SEYANG INDONESIA\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>LEE SUN YEON\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>PRESIDEN DIREKTUR\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SEOK GUN DONG\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>DIREKTUR\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>DWI NURYANI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>MGR HRD\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PUK SP TSK SPSI PT SEYANG INDO\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>TATA WASTA \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>MOH ASNAWI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sektetaris\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Mengetahui\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PIMPINAN\n        CABANG FEDERASI SERIKAT PEKERJA TEKSTIL SANDANG DAN KULIT SERIKAT\n        PEKERJA SELURUH INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">KABUPATEN\n        TANGERANG\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>RUSTAM EFFENDI, SH\n\n        \u003Cp>KETUA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMES\n\n        \u003Cp>SEKRETARIS\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":56,"casignemployees":58,"jobclassifaction1":62,"pensionfund":66,"disabilityfund":70,"contracttrial":72,"contracttrialperiod":76,"contractseverancepay":78,"contractseverancepay1":82,"maxsicknesspay":84,"maxsicknesspayperc":88,"sicknessmaxdays":92,"sicknessmaxdaysnr":96,"menstruationleave":98,"disabilitypay":102,"healthcareaccess":106,"healthinsurance":110,"healthandsafetypolicy":112,"protectiveclothing":116,"code_application":120,"funeralpay":123,"funeralpaytype":127,"funeralpayamount":131,"paidmaternityleave":133,"paidmaternityleaveduration":137,"paidmaternityleavepay":139,"paidmaternityleavepayperc":143,"maternityotherclause":145,"paidpaternityleave":149,"paidpaternityleaveduration":153,"paidpaternityleavepay":155,"paidpaternityleavepayperc":159,"deathrelatives":161,"deathrelativesleave":165,"violence":167,"hourspday_select":171,"dayspweek_select":175,"dayspweek":177,"PAIDLEAV_trigger":179,"holidaysdays":183,"holidaysweeks":185,"holidaysfixed":187,"holidaysfixeddays":191,"TRADEUNLEAV_trigger":193,"LOWWAGE_trigger":197,"LOWWAGE_government":201,"LOWWAGE_provision":203,"STRUCINCR_trigger":205,"wageincreasetype2":209,"wageincreasefirmperformance":211,"ONCERISE_trigger":213,"incidentalbonustype":217,"incidentalbonustype2":219,"incidentalbonusperc1":223,"incidentalbonusdate":227,"OVERTIME_trigger":231,"overtimeallowancetype_general":235,"overtimeallowancetype":237,"SUNDAY_trigger":239,"sundayallowancetype":241,"SENIOR_trigger":243,"longserviceallowancetype":245,"mealvoucherstype1":247,"mealvouchersamount":251,"coverunion_trigger":255},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","Pada tanggal: 19 Juni 2019","Pada\n        tanggal: 19 Juni 2019",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":54,"text":55},"cbadate_end","PKB ini berlaku selama 2 (dua) tahun sej","PKB ini berlaku selama 2 (dua) tahun sejak tanggal pendaftaran dari Dinas\n    Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang.",{"bindId":57,"name":54,"text":55},"cbadate_end_date",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"casignemployees","Pihak-pihak yang mengadakan perjanjian P","Pihak-pihak\n        yang mengadakan perjanjian\n    \n    \n      PT SEYANG INDONESIA\n\n        \n\n        LEE SUN YEON\n\n        PRESIDEN DIREKTUR\n\n        \n\n        SEOK GUN DONG\n\n        DIREKTUR\n\n        \n\n        DWI NURYANI\n\n        MGR HRD\n\n        \n      \n      PUK SP TSK SPSI PT SEYANG INDO\n\n        \n\n        TATA WASTA \n\n        Ketua\n\n        \n\n        MOH ASNAWI\n\n        Sektetaris",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"jobclassifaction1","Pekerja bulana ialah pekerja yang tetap ","Pekerja bulana ialah pekerja yang tetap diangkat dalam formasi dan\n    menerima upah menurut perhitungan upah bulanan.\n  Pekerja harian ialah pekerja tetap tanpa formasi dan menerima upah\n    menurut perhitungan upah harian berdasarkan absensi.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"pensionfund","Pengusaha wajib mengikutsertakan seluruh","Pengusaha wajib mengikutsertakan seluruh pekerjanya dalam program jaminan\n    sosial.\n  Pekerja yang bekerja selama 3 bulan wajib diikut sertakan dalam program\n    jaminan sosial sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).\n  Karyawan akan diikutsertakan dalam program jaminan sosial BPJS\n    Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sesuai dengan\n    Undang-undang atau Peraturan Pemerintah yang berlaku.\n\n\nRuang lingkup Jaminan Sosial Tenaga Kerja tersebut meliputi:\n\n  Jaminan Kematian\n  Jaminan Kecelakaan Kerja\n  Jaminan Hari Tua\n  Jaminan Pensiun",{"bindId":71,"name":68,"text":69},"disabilityfund",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"contracttrial","Perjanjian kerja untuk waktu tidak terte","Perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu\u002FPKWTT dapat mensyaratkan\n    adanya masa percobaan kerja paling lama 3 (tiga) bulan.",{"bindId":77,"name":74,"text":75},"contracttrialperiod",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"contractseverancepay","Ketentuan pemberian uang pesangon, uang ","Ketentuan pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang\npengganti kerugian di perusahaan diatur sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.",{"bindId":83,"name":80,"text":81},"contractseverancepay1",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"maxsicknesspay","Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu","Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu yang berkepanjangan, harus\n    diperiksa terlebih dahulu oleh dokter klinik sebagaimana dimaksud dalam\n    ayat (3) akan memberikan surat pada perusahaan, maka upahnya dibayar sesuai\n    dengan ketentuan sebagai berikut:\n\n\n  4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar 100%\n  4 (empat) bulan kedua dibayar sebesar 75%\n  4 (empat) bulan ketiga dibayar 50%\n  Untuk bulan berikutnya dibayar sebesar 25% sebelum di PHK oleh\n  Pengusaha",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"maxsicknesspayperc","4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar ","4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar 100%\n  4 (empat) bulan kedua dibayar sebesar 75%\n  4 (empat) bulan ketiga dibayar 50%\n  Untuk bulan berikutnya dibayar sebesar 25% sebelum di PHK oleh\n  Pengusaha",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"sicknessmaxdays","5. Apabila setelah 12 (dua belas) bulan ","5. Apabila setelah 12 (dua belas) bulan ternyata pekerja yang bersangkutan\nbelum mampu untuk bekerja kembali, maka Perusahaan dapat memutus hubungan kerja\nsesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku.",{"bindId":97,"name":94,"text":95},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"menstruationleave","Pekerja wanita tidak diwajibkan untuk be","Pekerja wanita tidak diwajibkan untuk bekerja pada hari pertama dan kedua\n    sewaktu haid dengan tetap mendapatkan upah.",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"disabilitypay","Karyawan akan diikutsertakan dalam progr","Karyawan akan diikutsertakan dalam program jaminan sosial BPJS\n    Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sesuai dengan\n    Undang-undang atau Peraturan Pemerintah yang berlaku.\n\n\nRuang lingkup Jaminan Sosial Tenaga Kerja tersebut meliputi:\n\n  Jaminan Kematian\n  Jaminan Kecelakaan Kerja\n  Jaminan Hari Tua\n  Jaminan Pensiun",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"healthcareaccess","Perusahaan wajib mengikutsertakan pekerj","Perusahaan wajib mengikutsertakan pekerjanya sebagai peserta program jaminan\nkesehatan (BPJS KESEHATAN).",{"bindId":111,"name":108,"text":109},"healthinsurance",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"healthandsafetypolicy","Setiap pekerja menjaga keselamatan diri ","Setiap pekerja menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan disiplin dan\n    mentaati peraturan perundang-undangan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)\n    sesuai dengan UU No. 1 tahun 1970.\n  Setiap pekerja wajib memakai alat-alat keselamatan kerja, mematuhi\n    ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja.\n  Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat membahayakan pekerja di\n    dalam Perusahaan, secepatnya harus melaporkan kepada atasannya.\n  Perusahaan wajib menyediakan alat-alat pengaman yang harus dipakai\n    sewaktu melaksanakan tugas pekerjaan.\n  Setiap pekerja yang tidak mengikuti atau melaksanakan sebagaimana\n    dimaksud dalam ayat (1), (2), (3), dan (4) akan dikenakan surat\n  peringatan.",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"protectiveclothing","Perlengkapan kerja yang diberikan untuk ","Perlengkapan kerja yang diberikan untuk pekerja akan diatur oleh\n    perusahaan.\n  Pekerja diwajibkan memakai perlengkapan kerja sebagaimana dimaksud dalam\n    ayat (1).\n  Ketentuan yang dimaksud dalam ayat (1) dan (2) berlaku untuk semua\n    pekerja.",{"bindId":121,"name":114,"text":122},"code_application","Setiap pekerja menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan disiplin dan\n    mentaati peraturan perundang-undangan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)\n    sesuai dengan UU No. 1 tahun 1970.",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"funeralpay","Pengusaha akan memberikan bantuan berupa","Pengusaha akan memberikan bantuan berupa santunan-santunan kepada pekerja\n    yang meninggal dunia.",{"bindId":128,"name":129,"text":130},"funeralpaytype","a. Santunan untuk biaya pemakaman sebesa","a. Santunan untuk biaya pemakaman sebesar Rp\n    500.000,00",{"bindId":132,"name":129,"text":130},"funeralpayamount",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"paidmaternityleave","Setiap pekerja wanita berhak atas cuti h","Setiap pekerja wanita berhak atas cuti hamil 1 ½ bulan sebelum\n    melahirkan dan 1 ½ bulan sesudah melahirkan.",{"bindId":138,"name":135,"text":136},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":140,"name":141,"text":142},"paidmaternityleavepay","Pekerja yang cuti hamil\u002Fgugur kandungan ","Pekerja yang cuti hamil\u002Fgugur kandungan berhak atas upah dan pembayaran\n    diatur oleh Perusahaan.",{"bindId":144,"name":141,"text":142},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":146,"name":147,"text":148},"maternityotherclause","Setiap pekerja wanita yang mengalami gug","Setiap pekerja wanita yang mengalami gugur kandungan berhak menerima cuti\n    1 ½ bulan.",{"bindId":150,"name":151,"text":152},"paidpaternityleave","d. Istri pekerja melahirkan atau gugur k","d. Istri pekerja melahirkan atau gugur kandungan =\n2 hari",{"bindId":154,"name":151,"text":152},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":156,"name":157,"text":158},"paidpaternityleavepay","1. Perusahaan memberikan izin kepada pek","1. Perusahaan memberikan izin kepada pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya\ndengan mendapat upah dalam hal:\n\na. Pernikahan pekerja sendiri = 3 hari\n\nb. Pernikahan anak pekerja = 2 hari\n\nc. Khitanan atau pembaptisan anak pekerja = 2\nhari\n\nd. Istri pekerja melahirkan atau gugur kandungan =\n2 hari\n\ne. Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua meninggal\ndunia = 2 hari\n\nf. Saudara kandung meninggal dunia = 1 hari\n\ng. Terjangkitnya wabah penyakit dan bencana =\nselama waktu yang diperlukan dan ditentukan oleh pejabat setempat\n\nh. Musibah kebakaran = 2 hari\n\ni. Mendapat tugas negara dan dipanggil oleh yang\nberwenang = disesuaikan berdasarkan surat tugas dan waktu yang diperlukan\n\nj. Anggota keluarga yang tinggal 1 rumah meninggal\ndunia = 1 hari\n\nk. Izin meninggalkan pekerjaan selama 1 (satu) jam,\ntetap mendapatkan upah\n\nl. Izin meninggalkan pekerjaan yang bertentangan\ndengan pasal (1) huruf l, izin melebihi batas waktu 1 (satu) jam maka akan\ndipotong sesuai dengan lamanya pekerja meninggalkan pekerjaan.",{"bindId":160,"name":157,"text":158},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":162,"name":163,"text":164},"deathrelatives","e. Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua men","e. Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua meninggal\ndunia = 2 hari\n\nf. Saudara kandung meninggal dunia = 1 hari",{"bindId":166,"name":163,"text":164},"deathrelativesleave",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"violence","d. Menganiaya\u002Fmenghina\u002Fmengancam pengusa","d. Menganiaya\u002Fmenghina\u002Fmengancam pengusaha dan\nkeluarganya, atasan, bawahan dan sesama pekerja.",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"hourspday_select","1. Sesuai dengan ketentuan peraturan per","1. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, hari kerja biasa di\nperusahaan dengan pekerjaan perincian waktu sebagai berikut:\n\na. Senin – Jumat jam (08.00 – 16.00)\n\nJam istirahat hari senin – kamis (12.00 –\n13.00)\n\nJam istirahat hari jumat khusus pekerja laki-laki\n(11.30 – 13.00)\n\nb. Sabtu setengah hari \u002F 5 (lima) jam dari jam\n08.00 – 13.00",{"bindId":176,"name":173,"text":174},"dayspweek_select",{"bindId":178,"name":173,"text":174},"dayspweek",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"PAIDLEAV_trigger","Setiap pekerja yang telah bekerja selama","Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan terus menerus berhak\n    atas cuti tahunan selama 12 hari kerja dengan mendapat upah penuh, dan\n    pengaturan cuti tahunan ini diatur sepenuhnya oleh perusahaan.",{"bindId":184,"name":181,"text":182},"holidaysdays",{"bindId":186,"name":181,"text":182},"holidaysweeks",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"holidaysfixed","Pelaksanaan cuti tahunan sebagaimana dim","Pelaksanaan cuti tahunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibagi\n    menjadi 2 (dua) bagian, yang pertama 6 hari untuk cuti masal lebaran dan 6\n    hari untuk cuti di hari-hari biasa sesuai keinginan pekerja (diluar cuti\n    massal lebaran).",{"bindId":192,"name":189,"text":190},"holidaysfixeddays",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"TRADEUNLEAV_trigger","Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusah","Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusahaan dapat memberikan dispensasi\n    kepada pengurus atau wakil yang ditunjuk oleh Serikat Pekerja dalam\n    melaksanakan tugas-tugas organissasi\u002Fmemenuhi panggilan pemerintah guna\n    kepentingan organisasi atau kepentingan negara dengan tidak mengurangi\n    hak-haknya sebagai pekerja.",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"LOWWAGE_trigger","Upah minimum yang diberikan kepada peker","Upah minimum yang diberikan kepada pekerja disesuaikan dengan penetapan\nUMK\u002FUMSK yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Banten.",{"bindId":202,"name":199,"text":200},"LOWWAGE_government",{"bindId":204,"name":199,"text":200},"LOWWAGE_provision",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"STRUCINCR_trigger","Bagi karyawan harian, kenaikan upah meng","Bagi karyawan harian, kenaikan upah mengikuti keputusan pemerintah\n    tentang kenaikan UMK\u002FUMSK.\n  Bagi karyawan bulanan, kenaikan upah akan dilakukan sekali setahun sesuai\n    dengan prestasi, kondite serta loyalitas kerja.",{"bindId":210,"name":207,"text":208},"wageincreasetype2",{"bindId":212,"name":207,"text":208},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"ONCERISE_trigger","1. Pengusaha wajib memberikan tunjangan ","1. Pengusaha wajib memberikan tunjangan hari raya keagamaan kepada setiap\npekerja.",{"bindId":218,"name":215,"text":216},"incidentalbonustype",{"bindId":220,"name":221,"text":222},"incidentalbonustype2","2. Besarnya tunjangan hari raya keagamaa","2. Besarnya tunjangan hari raya keagamaan sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1) adalah sebagai berikut:\n\na. Pekerja yang masa kerjanya kurang dari 12 (dua\nbelas) bulan diberikan secara proporsional dengan perhitunhan: (Masa Kerja: 12)\nx 1(satu) bulan upah.\n\nb. Pekerja yang masa kerjanya lebih dari 12 (dua\nbelas) bulan secara terus-menerus, diberikan minimal sesuai dengan upah setiap\nbulannya.",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"incidentalbonusperc1","b. Pekerja yang masa kerjanya lebih dari","b. Pekerja yang masa kerjanya lebih dari 12 (dua\nbelas) bulan secara terus-menerus, diberikan minimal sesuai dengan upah setiap\nbulannya.",{"bindId":228,"name":229,"text":230},"incidentalbonusdate","c. Pembayaran dilakukan sebelum hari ray","c. Pembayaran dilakukan sebelum hari raya\nselambat-lambatnya 14 hari kerja.",{"bindId":232,"name":233,"text":234},"OVERTIME_trigger","Perhitungan upah kerja lembur sesuai den","Perhitungan upah kerja lembur sesuai dengan peraturan pemerintah yang\n    berlaku.",{"bindId":236,"name":233,"text":234},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":238,"name":233,"text":234},"overtimeallowancetype",{"bindId":240,"name":233,"text":234},"SUNDAY_trigger",{"bindId":242,"name":233,"text":234},"sundayallowancetype",{"bindId":244,"name":80,"text":81},"SENIOR_trigger",{"bindId":246,"name":80,"text":81},"longserviceallowancetype",{"bindId":248,"name":249,"text":250},"mealvoucherstype1","Pemberian uang makan sebagaimana dimaksu","Pemberian uang makan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan kepada\n    pekerja yang melakukan lembur (overtime) selama tiga jam atau lebih.",{"bindId":252,"name":253,"text":254},"mealvouchersamount","Pengusaha memberikan uang makan sebesar ","Pengusaha memberikan uang makan sebesar Rp 5000 kepada karyawan.",{"bindId":256,"name":257,"text":258},"coverunion_trigger","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berla","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku untuk semua karyawan\u002Fkaryawati\n    PT SEYANG INDONESIA kecuali bagi pekerja yang mempunyai perjanjian\n    tersendiri dengan perusahaan.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Seyang Indonesia - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-06-19\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-06-19\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Seyang Indonesia\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        TSK\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Tata Wasta, Moh Asnawi\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;500000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk:  % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;6.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp; masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;5000.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[264],{"title":39,"slug":34},[266],{"type":267,"data":268},"call_to_action_body_block",{"title":269,"description":270,"variant":271,"link":272},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":269,"url":273,"description":269,"rel":274,"type":275},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[277],{"type":267,"data":278},{"title":269,"description":270,"variant":271,"link":279},{"title":269,"url":273,"description":269,"rel":274,"type":275},[]]