[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sepatu-bata-tbk-dengan-puk-spai-fspmi-dan-puk-sp-tsk-spsi-pt-sepatu-bata-2018-2020":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":235,"content_type_view":236,"extra_breadcrumbs":237,"body":239,"body_blocks":250,"related_pages":254},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":43,"details":233,"translations":234},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":37,"title":37,"browser_title":38,"browser_description":39,"text":40},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sepatu-bata-tbk-dengan-puk-spai-fspmi-dan-puk-sp-tsk-spsi-pt-sepatu-bata-2018-2020","c973a6ca-d015-11ec-bf57-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sepatu-bata-tbk-dengan-puk-spai-fspmi-dan-puk-sp-tsk-spsi-pt-sepatu-bata-2018-2020\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sepatu-bata-tbk-dengan-puk-spai-fspmi-dan-puk-sp-tsk-spsi-pt-sepatu-bata-2018-2020\u002F","PT. Sepatu Bata Tbk 2018","Indonesia - PT. Sepatu Bata Tbk 2018","PT. Sepatu Bata Tbk 2018 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":41,"data":42},"PT. SEPATU BATA TBK..html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT. SEPATU BATA TBK.\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. SEPATU BATA TBK. DENGAN PUK SPAI FSPMI\nDAN PUK SP TSK SPSI PT. SEPATU BATA TBK. PERIODE 2018 – 2020\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia dengan melaksanakan\npembangunan nasional khususnya pembangunan ekonomi, guna tercapainya masyarakat\nadil dan makmur baik materiil maupun spiritual yang diridhoi oleh Tuhan Yang\nMaha Esa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa dalam negara Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila dan\nUndang-Undang Dasar 1945, Serikat pekerja dan Pengusaha adalah mitra di dalam\npeningkatan produktivitas dan kesejahteraan bersama, dengan berlandaskan\nhubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa sebagai wujud dari pelaksanaan Hubungan Industrial yang harmonis,\ndinamis, dan berkeadilan itu, maka Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat untuk\nmembuat kesepakatan, sehingga timbul rasa saling menghormati, saling\nmenghargai, saling mempercayai, dan saling pengertian yang pada gilirannya\ntercipta ketenangan kerja, dan kelangsungan usaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adapun tujuan dari pembuatan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1) Menetapkan Hak dan Kewajiban Pengusaha dan\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2)Menetapkan syarat-syarat dan kondisi kerja sesuai\nketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3) Mengatur tata cara penyelesaian setiap perbedaan\npendapat dengan baik dan adil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4) Melanjutkan serta meningkatkan hubungan\nKerjasama yang baik antara Pengusaha dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengingat hal-hal tersebut diatas ini, maka kedua belah pihak bersepakat\nselama masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini hanya diberlakukan antara\nPT. Sepatu Bata Tbk Purwakarta dengan seluruh Pekerja PT. Sepatu Bata Tbk\nPurwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>BAB I: HAL – HAL UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) PENGUSAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemilik perusahaan atau orang yang diberi kuasa untuk mengelola\njalannya perusahaan dan melakukan tindakan atas nama pemilik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah PT. SEPATU BATA Tbk. yang merupakan suatu perseroan terbatas yang\ndidirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang\nberkantor pusat di Jl. RA Kartini Kav. 28, Cilandak Barat, Jakarta Selatan\ndengan pusat produksi dan distribusi di Jl. Raya Cibening KM 8, Desa Cibening,\nKecamatan Bungursari, Purwakarta, Jawa Barat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat\nPekerja Metal Indonesia PT. Sepatu Bata Tbk, disingkat PUK SPAI FSPMI PT.\nSepatu Bata Tbk yang disahkan oleh Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Kab. Purwakarta\ndan tercatat pada Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten\nPurwakarta dengan nomor pencatatan: 251\u002F26\u002FPUK-SPAI\u002FFSPMI PT. Sepatu Bata\nTbk.\u002FPWK\u002FIX\u002F2012 dan PUK SP TSK SPSI PT. Sepatu Bata Tbk yang tercatat pada\nDinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta dengan nomor\npencatatan: 251\u002F32\u002FPUK FSP TSK SPSI PT. Sepatu Bata Tbk\u002FPSK\u002FX\u002F2012.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) PIMPINAN UNIT KERJA (PUK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang ditunjuk sebagai Pimpinan Unit Kerja dan perangkat\norganisasi berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga\nOrganisasi Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) ANGGOTA SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja PT. Sepatu Bata Tbk yang terdaftar sebagai anggota Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam\nbentuk lain berdasarkan hubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) PEKERJAAN PEREMPUAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Adalah dianggap sebagai pekerja tanpa menikah atau lajang terkecuali\njanda dengan maksimal 3 (tiga) anak sah yang ditanggungnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pekerja perempuan dengan status janda yang menikah kembali, maka\nstatusnya dianggap sebagai pekerja tanpa menikah atau lajang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) PEKERJAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pekerja berdasarkan tugas dan\ntanggung jawab yang diberikan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9) HARI KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari-hari dimana pekerjaan dilakukan sebagaimana telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10) JAM KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu dimana pekerja bekerja di tempat kerjanya yang telah\nditetapkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11) KERJA LEMBUR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerjaan yang dilakukan diluar jam-jam kerja yang telah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12) HARI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu sehari semalam selama 24 jam, yaitu antara jam 00.00 sampai\ndengan 24.00.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13) SEMINGGU\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu selama 7 (tujuh) hari dimulai hari Senin sampai dengan hari\nMinggu (sesuai dengan UU No. 1\u002F1951).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14) HARI ISTIRAHAT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana tidak dilakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15) HARI LIBUR\u002FBESAR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana tidak dilakukan pekerjaan yang resmi ditetapkan oleh\npemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16) HARI ISTIRAHAT MINGGUAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari Sabtu dan Minggu dimana tidak dilakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17) UPAH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pembayaran yang diperoleh pekerja atas pekerjaan yang\ndilakukannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18) UPAH POKOK MINIMUM SEBULAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jaminan upah atas kehadiran dan bekerjanya seorang pekerja pada hari\nkerja selama sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19) UPAH LEMBUR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yang dibayarkan kepada pekerja yang melakukan kerja lembur.\nUntuk menghitung upah lembur sejam, maka upah sebulan dibagi 173 (serratus\ntujuh puluh tiga) kali persentase yang telah diatur didalam Perjanjian Kerja\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20) TUNJANGAN HARI RAYA\u002FLEBARAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu pemberian berupa uang yang dibayarkan oleh Pengusaha menjelang\nhari-hari Raya\u002FLebaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21) KELUARGA PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seorang istri yang sah dan maksimal 3 orang anak kandung atau anak\ntiri atau anak angkat berdasarkan keputusan penetapan Pengadilan Negeri yang\nsah sampai usia 21 tahun, belum menikah dan belum bekerja sebagaimana terdaftar\ndi Departemen HR perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22) AHLI WARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga atau orang yang ditunjuk oleh Pekerja dengan mendapatkan\nSurat Wasiat pekerja untuk menerima setiap pembayaran dalam hal kematian.\nApabila tidak ada penunjukkan atas ahli warisnya maka ahli waris diatur menurut\nhukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23) BANTUAN UANG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah sejumlah uang yang diberikan oleh Pengusaha kepada Pekerja sesuai\ndengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24) ATASAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang jabatan dan atau pangkatnya lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25) ATASAN LANGSUNG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang jabatannya lebih tinggi secara langsung pada\nbagiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26) TUNJANGAN TETAP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang diberikan kepada Pekerja secara tetap jumlahnya dan\nteratur pembayarannya, yang dikaitkan kepada masa kerja dan jabatan Pekerja\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27) TUNJANGAN TIDAK TETAP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang diberikan kepada Pekerja secara teratur pembayarannya\ndan tidak tetap jumlahnya yang dikaitkan dengan kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28) MASA KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jangka waktu seorang Pekerja di perusahaan secara tidak terputus dan\ndihitung sejak tanggal diterima sebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29) MUTASI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemindahan Pekerja dan suatu Departemen ke Departemen yang lain dalam\nPerusahaan berdasarkan surat keputusan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30) PROMOSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kenaikan pangkat atau jabatan seorang Pekerja yang dilaksanakan\nsesuai aturan HRD di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31) DEMOSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah penurunan pangkat atau jabatan seorang Pekerja yang dilaksanakan\nsesuai aturan HRD di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32) KERJA SHIFT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu kerja bergiliran yang ditentukan dan diatur waktunya oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33) KERJA LEMBUR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kerja yang dilakukan oleh Pekerja diluar jam\u002Fhari kerja yang telah\nditetapkan, atas perintah atasan langsung yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34) KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kecelakaan yang terjadi\u002Ftimbul baik dalam akibat hubungan pekerjaan\nmaupun jalam perjalanan berangkat dan pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>35) SURAT PERINGATAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah surat resmi yang dikeluarkan oleh HRD Perusahaan, karena adanya\ntindak pelanggaran disiplin atau perbuatan yang melanggar ketentuan PKB\ndan\u002Fatau ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya, yang pada dasarnya\nbersifat pembinaan bagi Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>36) DISPENSASI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah izin yang diberikan oleh pengusaha kepada pekerja untuk meninggalkan\ntugas tanpa mengurangi hak-haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>37) LINGKUNGAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seluruh area milik Perusahaan termasuk bangunan, halaman dan jalan\nyang berada di dalamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>38) STRUKTUR DAN SKALA UPAH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah susunan tingkat upah dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi\natau dari yang tertinggi sampai dengan yang terendah yang memuat kisaran nilai\nnominal upah dari yang terkecil sampai dengan yang terbesar untuk setiap\ngolongan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>39) PEKERJA STAFF\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang secara administrasi tercatat di kantor pusat Jakarta\nyang ditugaskan di PT. Sepatu Bata Tbk Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA ADALAH\nANTARA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>I) PT. Sepatu Bata Tbk, yang berkantor pusat di Jl. RA Kartini Kav. 28,\nCilandak Barat, Jakarta Selatan dengan pusat produksi dan distribusi di Jl.\nRaya Cibening KM 8, Desa Cibening, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Jawa\nBarat, yang diwakili oleh delegasinya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>1) AHMAD DANIAL\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>2) ELIAS NGONGO KAKA N.L\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>3) HATTA TUTUKO\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>4) LILIK BUDI S\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>5) RICARDO LUMALESSIL\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>6) RONNY PURBAYA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>7) SUYITNO\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan surat mandat No. 019\u002FSK-HRD\u002FLGL\u002FXII\u002F2017 tanggal 11 Desember 2017\nyang selanjutnya disebut: PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II) (FSPMI dan SPSI) – Unit Kerja PT. Sepatu Bata Tbk. Purwakarta,\nberalamat di Desa Cibening Purwakarta, Jawa Barat, yang terdaftar di kantor PUK\nSPAI FSPMI PT. Sepatu Bata Tbk yang disahkan oleh Pimpinan Cabang SPAI FSPMI\nKab. Purwakarta dan tercatat pada Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi\nKabupaten Purwakarta dengan nomor pencatatan: 251\u002F26\u002FPUK-SPAI\u002FFSPMI PT. Sepatu\nBata Tbk.\u002FPWK\u002FIX\u002F2012 dan PUK SP TSK SPSI PT. Sepatu Bata Tbk yang tercatat\npada Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta dengan\nnomor pencatatan: 251\u002F32\u002FPUK-SPSI PT. Sepatu Bata Tbk\u002FPWK\u002FIX\u002F2012, yang\ndiwakili oleh delegasinya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>1) ALIN KOSASIH\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>2) MEIZAL RAMADHANI\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>3) RENO SUSENO EKO\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>4) ATANG ROHANA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>5) DHANY\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>6) DANI MARDANI\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>7) ENO KARSONO\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan surat mandat No. 01\u002FPKB\u002FPUK-SPAI\u002FFSPMI\u002FBATA\u002FX\u002F2017 tertanggal 03\nOktober 2017 dan surat mandat No.27\u002FPUK SP TSK-SPSI\u002FPT. Sepatu Bata\u002FX\u002F2017\ntertanggal 10 Oktober 2017 yang mewakili anggota-anggotanya selanjutnya\ndisebut: \u003Cstrong>SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fstrong> telah sepakat mengadakan Perjanjian\nKerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: LUASNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>Luasnya Perjanjian Kerja Bersama berlaku untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Hal-hal umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Seluruh Pekerja di PT. Sepatu Bata Tbk\nPurwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Selain dari ketiga hal tersebut diatas, baik\nSerikat Pekerja dan Pengusaha mempunyai hak-hak lain yang diatur\u002Fdilindungi\noleh Undang-Undang, Peraturan Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Hal-hal yang bersifat teknis, antara lain:\npromosi, penempatan, remunerasi, perjalanan dinas bagi Pekerja Staff diatur\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: KEWAJIBAN PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Baik Pengusaha maupun Serikat Pekerja berkewajiban:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1) Melaksanakan sepenuhnya isi dan makna Perjanjian\nKerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2) Memberikan penerangan, penjelasan kepada anggota\nSerikat Pekerja, instansi Pemerintah dan Swasta jika diperlukan mengenai isi\ndan makna dari Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3) Saling menghormati hak, fungsi dan tanggungjawab\ndari kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: HAK, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Hak, fungsi dan tanggungjawab Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Mengelola dan melaksanakan pengamanan jalannya\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Memimpin dan menjalankan usaha sesuai dengan\nkebijakan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Hak, fungsi dan tanggungjawab Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Serikat Pekerja yang bebas dan bertujuan\nmeningkatkan kesejahteraan pekerja dengan melihat dan memperhatikan efisiensi\ndan produktivitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Mewakili pekerja yang menjadi anggota Serikat\nPekerja secara perorangan maupun kolektif dalam hal masalah ketenagakerjaan,\nhubungan kerja\u002Fsyarat-syarat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN DAN JAMINAN BAGI SERIKAT PEKERJA DAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: PENGAKUAN SERIKAT PEKERJA DAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha PT. Sepatu Bata Tbk, mengakui bahwa Serikat Pekerja Unit Kerja\nPT. Sepatu Bata Tbk adalah organisasi yang sah mewakili dan bertindak atas nama\ndan untuk seluruh anggota-anggotanya yang mempunyai hubungan kerja dengan\nPerusahaan PT. Sepatu Bata Tbk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Serikat Pekerja yang tersebut dalam pasal 6 ayat (1) diatas mengakui\nbahwa Pimpinan PT. Sepatu Bata Tbk adalah Pengusaha yang mempunyai hak untuk\nmemimpin dan menjalankan usahanya sesuai dengan kebijakan Perusahaan sepanjang\ntidak bertentangan dengan Undang-Undang\u002FPeraturan-Peraturan Pemerintah Republik\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Berdasarkan pengakuan tersebut diatas, maka kedua belah pihak menyetujui\nketentuan-ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Pengusaha tidak akan menhalang-halangi atau\nmencampuri segala sesuatu berkenaan dengan keorganisasian Serikat Pekerja\nselama kegiatan tersebut mengenai pengembangan Serikat Pekerja dalam Perusahaan\ndan tidak bertentangan dengan Undang-Undang\u002FPeraturan-Peraturan Pemerintah\nRepublik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Serikat Pekerja dan Pengusaha PT. Sepatu Bata\nTbk wajib saling memberitahukan terlebih dahulu apabila akan mengadakan\nperundingan tentang hubungan dan syarat-syarat kerja serta Pengusaha\nmenyediakan fasilitas guna keperluan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Serikat Pekerja Unit Kerja PT. Sepatu Bata Tbk\ndiwajibkan memberitahukan kepada Pimpinan PT. Sepatu Bata Tbk terlebih dahulu,\napabila akan mengadakan peninjauan di lingkungan Perusahaan selama Pekerja\nsedang melakukan tugasnya, dengan didampingi oleh wakil Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: BANTUAN PEMOTONGAN UPAH PEKERJA UNTUK IURAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemotongan upah pekerja untuk Iuran Serikat Pekerja melalui Pengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha membantu untuk melakukan pemotongan upah untuk iuran wajib\nSerikat Pekerja sesuai dengan permintaan Serikat Pekerja Unit Kerja PT. Sepatu\nBata Tbk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pemotongan upah tersebut dilakukan oleh Pengusaha yang dilaksanakan\nsetiap bulan dengan merujuk pada Surat Kuasa Pemotongan Upah yang\nditandatangani oleh anggota Serikat Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Besaran iuran wajib anggota Serikat Pekerja ditetapkan sesuai dengan\nkebijakan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: BANTUAN PERUSAHAAN UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha memberikan ijin untuk pemakaian Balai Serba Guna\u002FPeristirahatan\nPekerja untuk pertemuan internal Serikat Pekerja dengan terlebih dahulu\nmengajukan permohonan tertulis 2 (dua) hari sebelumnya kepada Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Penyalahgunaan penggunaan Balai Serba Guna\u002FBalai Peristirahatan akan\ndianggap sebagai pelanggaran yang akan diberikan sanksi berupa pelarangan\npenggunaan fasilitas tersebut selama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: DISPENSASI BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha memberikan dispensasi penuh pada 4 (empat) orang Serikat\nPekerja yang ditunjuk dengan perbandingan 3 (tiga) orang dari FSPM dan 1 (satu)\norang dari SPSI yang ditunjuk untuk menjalankan tugas harian Serikat Pekerja.\nApabila kegiatan pekerja yang dilakukan diluar lingkungan kerja maka harus\nmendapatkan surat izin keluar terlebih dahulu dari HRD dan memberitahukan\nkegiatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pengusaha memberikan dispensasi bagi Serikat Pekerja untuk Pendidikan dan\npelatihan organisasi maksimum setara dengan 4 (empat) hari kerja per-orang\ndalam 1 (satu) bulan dan tidak mengganggu proses produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pengusaha memberikan penggantian uang transport bagi Serikat Pekerja\napabila mendapat panggilan tertulis dari Instansi Pemerintah sehubungan dengan\nmasalah ketenagakerjaan di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pengerahan masa pekerja pada waktu hari kerja hanya dibenarkan apabila\nada izin dari Instansi Pemerintah yang berwenang untuk hal tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-tradeunleavdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>5) Pengusaha memberikan dispensasi kepada anggota Serikat Pekerja\nberdasarkan persetujuan HR Departemen dan Departemen Head masing-masing\nterlebih dahulu dengan tidak mengganggu proses produksi dengan quota per bulan\n5 (lima) hari kerja per orang. Apabila melebihi ketentuan ini harus mendapatkan\npersetujuan dari Direktur HRD.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: KETENAGAKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: PENERIMAAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Serikat Pekerja mengakui, bahwa penerimaan pekerja adalah hak Pengusaha\ndengan mengingat kepentingan Perusahaan dan sesuai dengan pendayagunaan tenaga\nkerja sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Penambahan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus agar diberikan\npelatihan maksimal 2 (dua) minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Tata hubungan kerja yang dimaksud adalah dalam hal:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Penerimaan pekerja baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Penentuan suatu pembagian pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Pengangkatan dan pemindahan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Serikat Pekerja mengakui dan menyadari perlu adanya tata hubungan kerja\nyang diatur oleh Pengusaha yang isinya tidak bertentangan dengan Perjanjian\nKerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: STATUS PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan mempekerjakan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pekerja Tetap (PKWTT).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pekerja Kontrak (PKWT).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Pekerja Harian Lepas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: PEKERJA TETAP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penerimaan dan pengangkatan pekerja tetap\u002FPKWTT memulai hubungan kerja\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Pekerja baru diterima melalui masa percobaan\npaling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Selama dalam masa percobaan 3 (tiga) bulan dapat\ndiberhentikan\u002Fdiputuskan hubungan kerjanya sewaktu-waktu oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Masa percobaan tersebut dihitung sebagai masa\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Setelah masa percobaan 3 (tiga) bulan dilalui\ndengan memuaskan, selanjutnya dinyatakan dengan tertulis sebagai pekerja tetap\ndan kepadanya diberikan kartu identitas pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: PEKERJA KONTRAK DAN HARIAN LEPAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengaturan mengenai pekerja kontrak PKWT dan harian lepas dilakukan\nsesuai dengan Undang-undang No. 13 Tahun 2003 dan Kepmen No. 100 Tahun 2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Untuk Pekerja Harian Lepas tidak boleh memegang pekerjaan inti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: DISIPLIN KERJA\u002FTATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: DISIPLIN KERJA\u002FTATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Baik Pengusaha maupun Pekerja wajib sepenuhnya melaksanakan disiplin\nkerja agar tercapai produktivitas yang tinggi untuk menuju peningkatan\nkesejahteraan pekerja. Oleh karenanya terhadap pelanggaran-pelanggaran yang\nbersifat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Melalaikan tugas pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Datang terlambat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Pulang kerja sebelum waktunya tanpa alasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Meninggalkan pekerjaan atau tempat kerja tanpa\nizin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f) Membuang-buang waktu dengan merokok di tempat\nkerja, WC dan lain-lain tempat di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g) Pekerja yang pekerjaannya tidak terkait dengan\npihak luar dilarang menggunakan alat komunikasi apapun pada saat jam kerja yang\nberpotensi mengganggu kinerja pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha berhak untuk mengambil tindakan pendisiplinan sesuai dengan\ntingkat pelanggaran yang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pengusaha berhak mengambil tindakan tegas dengan memberikan peringatan\nbaik lisan maupun tertulis, yang sifat dari tindakan itu untuk bimbingan dan\npengarahan. Peringatan yang diberikan terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Peringatan pertama yang berlaku selama 6 (enam)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Peringatan kedua yang berlaku selama 6 (enam)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Peringatan ketiga (terakhir) yang berlaku selama\n6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Peringatan yang diberikan berupa peringatan pertama atau peringatan kedua\ndapat pula dianggap sebagai peringatan terakhir tergantung berat ringannya\nkesalahan menurut pertimbangan yang wajar oleh Pengusaha dengan melibatkan\nperwakilan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peringatan-peringatan tersebut akan gugur setelah masa yang telah ditentukan\ndiatas dan apabila selama masa tersebut pekerja yang bersangkutan tidak\nmelakukan pelanggaran lain. Disamping itu perlu ditegaskan bahwa hal-hal yang\ndapat mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) sesuai dengan\nperaturan\u002Fperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Penipuan, pencurian dan penggelapan barang\u002Fuang\nmilik Pengusaha atau milik teman sekerja atau milik teman Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan\nsehingga merugikan Perusahaan atau kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Mabuk, minum-minuman keras yang memabukkan,\nmadat, memakai obat bius atau menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau\nobat-obatan perangsang lainnya di tempat kerja yang dilarang oleh peraturan\nperundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Melakukan perbuatan asusila atau melakukan\nperjudian di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Melakukan tindak kejahatan misalnya menyerang,\nmengintimidasi atau menipu Pengusaha atau teman sekerja dan memperdagangkan\nbarang terlarang baik dalam lingkungan Perusahaan maupun diluar lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f) Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental,\nmenghina secara kasar Pengusaha atau keluarga Perusahaan atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g) Membujuk Pengusaha atau teman sekerja untuk\nmelakukan sesuatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan\nserta peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h) Dengan ceroboh atau sengaja merusak, merugikan\natau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i) Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau\nmembiarkan diri atau teman sekerjanya dalam keadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j) Membongkar atau membocorkan rahasia Perusahaan\natau mencemarkan nama baik Pengusaha dan atau keluarga Pengusaha yang\nseharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k) Melakukan kesalahan yang bobotnya sama setelah\nmendapat peringatan terakhir yang setelah mendapat peringatan terakhir yang\nmasih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l) Hal-hal lain yang diatur dalam Perjanjian Kerja\natau Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja dan Pengusaha secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama\nakan mengadakan pembinaan disiplin kerja, produktivitas secara periodic\nterhadap seluruh pekerja yang guna meningkarkan ksejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: MANGKIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pekerja yang tidak masuk kerja tanpa ijin (mangkir) tidak mendapat upah\nkecuali karena sakit dengan menunjukkan surat keterangan dokter sesuai\nFasilitas Kesehatan Tkt I (PPK I) dimana pekerja tersebut terdaftar, kecuali\nbila pekerja tersebut berada di luar kota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pekerja yang tidak masuk bekerja (mangkir) 5 (lima) hari kerja dan\u002Fatau\nlebih secara terus menerus, tanpa keterangan tertulis dan telah dipanggil 2\n(dua) kali oleh Pengusaha secara patut dan tertulis, dianggap meninggalkan\npekerjaan (mengundurkan diri) dan akan diberhentikan sesuai dengan prosedur\nyang ditetapkan dalam Undang-Undang Tenaga Kerja dan peraturan serta\nperundangan yang berlaku lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Sanksi mengenai mangkir diatur dalam Lampiran yang disertakan pada\nPerjanjian ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: DATANG TERLAMBAT KE TEMPAT PEKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pada waktu tanda bekerja dibunyikan, pekerja wajib sudah bekerja ditempat\npekerjaannya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pekerja yang setelah tanda waktu bekerjanya dibunyikan belum berada di\ntempat kerja dianggap sebagai terlambat, kecuali bila pekerja tersebut dapat\nmengajukan alasan yang sah dan dapat diterima oleh Pimpinannya. Apabila tidak,\nmaka ia akan diberikan peringatan tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Sanksi mengenai keterlambatan diatur dalam Lampiran yang disertakan pada\nPerjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: MUTASI DAN PROMOSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: KENAIKAN JABATAN\u002FGOLONGAN (PROMOSI)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Kenaikan jabatan\u002Fgolongan dan kesempatan untuk maju diberikan atas\npertimbangan Atasan Langsung pekerja terhadap pekerja yang cakap, mempunyai\nprestasi yang baik dan dengan memperhatikan masa kerja jika ada lowongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Apabila pekerja yang dinaikkan jabatan\u002Fgolongannya menempati pekerjaan\nbaru yang sifatnya lain dari pekerjaan semula, makai a melalui masa pelatihan\nmaksimal selama 6 (enam) bulan dan mendapatkan kompensasi sebesar 50% dari\ntunjangan pada pekerjaan baru tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Setelah masa pelatihan dilampaui dengan baik, maka pekerja tersebut akan\nmenerima surat keputusan dengan upah menurut jabatan\u002Fgolongan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Apabila pekerja dalam masa pelatihan tersebut ternyata tidak dapat\nmelakukan pekerjaan yang baru, maka kepadanya semula jika masih lowong, jika\ntidak ada kepadaya akan ditawarkan suatu pekerjaan dimana ia dapat memperoleh\njabatan\u002Fgolongan pekerjaan dan upahnya yang semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: MUTASI\u002FPEMINDAHAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha berhak untuk memindahkan seseorang Pekerja menurut kebutuhan\nPerusahaan. Mutasi yang bersifat tetap, diberikan kepada pekerja dengan\ndilengkapi formular mutase.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Apabila Pekerja dipindahkan untuk sementara waktu\u002Fditempatkan pada\npekerjaan lain, maka ia menerima upah yang tidak kurang dari upahnya semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Jika seorang Pekerja yang karena kesehatannya menurut Dokter tidak\nmemungkinkan lagi bekerja pada jabatan\u002Fpekerjaannya, maka ia dapat dipindahkan\nke pekerjaan lain dengan menerima upah yang tidak kurang dari upah pokok\nsemua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pengusaha untuk mengambil tindakan tegas dengan memberikan peringatan\nbaik itu secara lisan maupun tertulis (peringatan terakhir) yang diikuti\ntindakan ahli tugas (penomoran jabatan\u002Fposisi) dimana sifat tindakan itu untuk\nbimbingan dan pengarahan. Mutasi tersebut hanya berlaku di sekitar PT. Sepatu\nBata Tbk Purwakarta saja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: PEMINDAHAN ANTAR WILAYAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Atas dasar pertimbangan situasi dan kondisi Perusahaan, pemindahan pekerja\ndi PT. Sepatu Bata Tbk Purwakarta tidak diberlakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: JAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: JAM KERJA DAN WAKTU ISTIRAHAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha melaksanakan jam kerja menurut ketentuan-ketentuan yang telah\nditetapkan dalam peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Penyimpangan jam\nkerja dan waktu kerja hanya dapat dilaksanakan dengan ijin Disnakertrans\nPurwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Waktu jam kerja adalah Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), diatur sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Hari Senin – Kamis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam 07.30 – 12.00 (istirahat 12.00 – 13.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam 13.00 – 16.45\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Hari Jumat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam 07.30 – 11.15 (istirahat 11.15 – 13.15)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam 13.15 – 16.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Hari Sabtu\u002FMinggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Tutup (hari istirahat mingguan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Hal ini tidak berlaku untuk pekerja yang bekerja\nsecara shift\u002F4 grup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja harus bekerja dan berhenti melakukan tugasnya sesuai dengan\nketentuan jam kerja yang diatur dalam ayat 2a dan 2b pasal ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Waktu kerja bagi shift\u002Faplusan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Jam dan waktu kerja bagi pekerja aplusan adalah\n40 (empat puluh) jam seminggu dan sudah termasuk istirahat 30 menit per\nshift.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003Cstrong>Kebijakan 2 Shift:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Shift 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam 06.00 – 14.00 (istirahat 09.30 – 10.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Shift 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam 14.00 – 22.00 (istirahat 17.30 – 18.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003Cstrong>Kebijakan 3 Shift:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Shift 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam 06.00 – 14.00 (istirahat 09.30 – 10.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Shift 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam 14.00 – 22.00 (istirahat 17.30 – 18.00)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Shift 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam 22.00 – 06.00 (istirahat 04.00 – 04.30)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Khusus untuk Pekerja Mould Adjuster diwajibkan\nmasuk 1 (satu) jam lebih awal dari jadwal kerja yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pekerja yang berusaha aplusan tidak diperbolehkan meninggalkan\npekerjaannya sebelum menyerahkan pekerjaan atau tugasnya kepada\npenggantinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pengaturan jadwal kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Dalam keadaan darurat, yaitu pada waktu kebakaran, bencana banjir,\nataupun bencana alam lainnya, atau gangguan listrik dan lain sebagainya yang\nterjadi diluar tanggung jawab Pengusaha, pengaturan atau penyesuaian jam\u002Fwaktu\nkerja dimusyawarahkan dengan Serikat Pekerja atau berpedoman pada syarat-syarat\nyang telah\u002Fakan diatur oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Bila ada keterlambatan komponen\u002Fmaterial penunjang produksi diluar dari\nrencana yang sudah disepakati dengan supplier, maka pengaturan jadwal kerja\ndimusyawarahkan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Setiap Pekerja di registrasi dan berkewajiban untuk melakukan finger\nprint. Seluruh Pekerja harus melakukan proses finger print pada mesin yang\nmemadai yang disediakan oleh Perusahaan pada waktu masuk kerja, pada waktu\nmasuk bekerja setelah istirahat dan pada waktu pulang kerja. Tidak melakukan\nfinger print dianggap sebagai mangkir dan tidak mendapat upah, kecuali apabila\ndapat dibuktikan oleh Pimpinan Bagian bahwa Pekerja tersebut masuk bekerja. Dan\napabila Pekerja telah melakukan finger print tetapi tidak berada di tempat\nkerja maka dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Semua Pekerja hanya diperbolehkan masuk dan\u002Fatau keluar pabrik melalui\npintu depan (pos keamanan). Setiap Pekerja bersedia diperiksa pada waktu\nmasuk\u002Fkeluar pabrik oleh petugas keamanan atau yang ditunjuk oleh Perusahaan\ndengan penuh kesopanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Umumnya bagi Pekerja, kerja lembur dilakukan atas dasar sukarela dan\nbersifat insidentil, kecuali:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Dalam hal darurat dan apabila ada pekerjaan yang\njika tidak segera diselesaikan dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan\norang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Dalam hal pekerjaan yang apabila tidak\ndiselesaikan dapat menimbulkan kerugian Perusahaan atau dapat mengganggunya\nlancarnya produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Dalam hal ada pekerjaan yang harus diselesaikan\ndengan segera.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Pengajuan tertulis kerja lembur dilakukan 1\n(satu) hari sebelum pelaksanaannya dan ditandatangani oleh Pekerja yang\nbersangkutan dan pimpinannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: PERHITUNGAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bahwa dalam memperhitungkan upah Lembur dipergunakan beberapa komponen\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Untuk Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Tunjangan kompetensi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Tunjangan jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Tunjangan Pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Yang dimaksud dengan upah sejam adalah upah tetap sebulan ditambah dengan\nkomponen upah seperti tersebut diatas dibagi dengan 173 (seratus tujuh puluh\ntiga) jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>Pembayaran upah lembur dilakukan dengan merujuk sepenuhnya pada\nUndang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 78 ayat (2), (4)\ndan pasal 85, serta lebih lengkapnya merujuk pada Kepmenakertrans No.\n102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 mengenai Waktu dan Upah Kerja Lembur. Perhitungan Upah Lembur\ndidasarkan upah bulanan dengan cara menghitung upah sejam adalah 1\u002F173 upah\nsebulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Kepmenakertrans No.\n102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004. Rumus perhitungan upah lembur adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PERHITUNGAN\n        UPAH LEMBUR PADA HARI KERJA\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Jam\n        Lembur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Rumus\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Keterangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Jam\n        Pertama\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1,5 x\n        1\u002F173 x Upah Sebulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Upah\n        Sebulan adalah 100% upah bila upah yang berlaku di perusahaan terdiri\n        dari upah pokok dan tunjangan tetap.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pehitungan Upah Lembur Pada Hari Libur\u002FIstirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam Ke-2 &amp; 3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 x 1\u002F173 x Upah Sebulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atau 75% Upah bila upah yang berlaku di perusahaan terdiri dari upah\n        pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Dengan ketentuan upah\n        sebulan tidak boleh lebih rendah dari upah minimum.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PERHITUNGAN\n        UPAH LEMBUR PADA HARI LIBUR\u002FISTIRAHAT\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>JAM LEMBUR\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>KETENTUAN UPAH LEMBUR\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>RUMUS\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">5 Hari\n        Kerja per minggu (40 Jam\u002FMinggu)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">8 Jam\n        Pertama\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cp>2\n        Kali Upah\u002FJam\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">8 jam x\n        2 x 1\u002F173 x upah sebulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke-9\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">3\n        Kali Upah\u002FJam\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1 jam x\n        3 x 1\u002F173 x upah sebulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke-10 s\u002Fd Jam ke-11\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">4 Kali\n        Upah\u002FJam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1 jam x\n        4 x 1\u002F173 x upah sebulan\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB VII:\nSYARAT-SYARAT KEAMANAN\u002FKESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Adalah menjadi tujuan perusahaan untuk mengadakan syarat-syarat keamanan,\nkesehatan dan perlindungan kerja di seluruh lingkungan kerjanya untuk mencegah\nterjadinya kecelakaan dan penyakit di antara para pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">PASAL 25:\nPENGGUNAAN PERALATAN\u002FPERLENGKAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan wajib menyediakan peralatan\u002Fperlengkapan keselamatan dan\nkesehatan kerja atas petunjuk petugas perusahaan\u002Fpanitia Keselamatan dan\nKesehatan Kerja (K3) dan atas saran Disnakertrans Purwakarta. (keterangan\nmengenai alat keselamatan kerja sebagaimana yang terdapat dalam Lampiran I PKB\nini)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Untuk maksud tersebut diatas maka:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Pekerja yang karena sifat pekerjaannya, wajib\nmemakai peralatan\u002Fperlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja yang sudah\ndisediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Pekerja yang antara lain adalah Pekerja\nForklift, Mould Adjuster, Engineer, Dry Blend diberikan sepatu keselamatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Pekerja bersama-sama petugas K3 melakukan\npengamatan dan Analisa atas tempat kerja dan peralatan yang perlu diberikan\npengawasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Pekerja yang tidak memakai\u002Fmelalaikan\nperalatan\u002Fperlengkapan tersebut akan diambil tindakan disiplin (sesuai dengan\nsanksi yang tertera di Lampiran I PKB ini).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Perusahaan bersama dengan Serikat Pekerja membentuk Panitia dan\nmenjalankan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: ALAT-ALAT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan berkewajiban menyediakan alat-alat kerja untuk seluruh pekerja\nyang memerlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Apabila alat tersebut rusak, maka pekerja yang bersangkutan diwajibkan\ndengan segera memberitahukan kepada atasan langsungnya dengan menunjukkan\nalat-alat yang rusak tersebut untuk diperbaiki atau diganti dengan yang\nbaru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Apabila oleh sebab kelalaian pekerja sesuatu alat kerja menjadi\nrusak\u002Fhilang, kepada pekerja yang bersangkutan dapat diajukan ganti kerugian\nseharga 50% dari harga alat tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: PAKAIAN DAN SEPATU PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Semua pekerja wajib mengenakan seragam kerja selama berada di lingkungan\nPT. Sepatu Bata Tbk Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pekerja yang telah bekerja paling sedikit 3 (tiga) bulan diberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Seragam kerja sebanyak 2 (dua) potong polo shirt\n(bahan yang layak) setiap tahun, diberikan pada bulan Januari dan Juli.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) 2 (dua) pasang sepatu kerja diberikan pada bulan\nJanuari dan Juli.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Untuk Pekerja Harian Lepas diberikan 1 (satu)\npolo shirt (bahan yang layak).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja yang mengenakan Sepatu\u002FSandal uji coba, harus didaftarkan ke\nHRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: PRODUKTIVITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: PRODUKTIVITAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Peningkatan produktivitas dapat diwujudkan melalui perbaikan dan\npengawasan mutu secara ketat dengan melakukan program Perbaikan yang\nBerkesinambungan (Continous Improvement\u002FKAIZEN) serta peningkatan moral\npekerja, untuk itu Perusahaan bersama dengan Serikat Pekerja, membentuk Tim\nProduktivitas dan menjalankan system perbaikan yang Berkesinambungan dan\nKAIZEN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Baik Pengusaha maupun Pekerja wajib mengupayakan tercapainya\nproduktivitas yang tinggi tanpa mengabaikan masalah mutu yang dimaksud atau\nbekerja tidak sesuai dengan standar kerja yang sudah ditentukan sehingga\nmenimbulkan kerugian antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Waktu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Barang rusak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Pekerjaan diulangi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pengusaha memberikan penghargaan kepada pekerja yang berprestasi setiap\nbulan yang diseleksi oleh Tim Produktivitas yang bentuk dan besar penghargaan\ntersebit disesuaikan dengan kemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja PT. Sepatu Bata Tbk Purwakarta dalam hal pengupahan dibagi dalam 3\n(tiga) kelompok yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pekerja Permanen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pekerja Kontrak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Pekerja Harian Lepas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-eqpay\">\u003Cp>Pengusaha maupun Serikat Pekerja menyepakati bahwa sasaran mendatang, dalam\nrangka peningkatan produktivitas menuju pada suatu sistem pengupahan yang\nadil.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: PENETAPAN UPAH POKOK MINIMUM BAGI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cp>Kenaikan upah pokok tahunan bagi Pekerja yang bekerja dibawah 1 (satu) tahun\nmengikuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah Minimum yang ditetapkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: STRUKTUR DAN SKALA UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>1) Struktur dan skala upah disusun berdasarkan upah minimum yang ditetapkan\noleh Pemerintah dengan mempertimbangkan masa kerja jabatan, Pendidikan dan\nkeahlian.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Upah pokok pekerja ditetapkan berdasarkan upah minimum yang berlaku\ndengan memperhitungkan masa kerja dan tingkat Pendidikan. Upah pokok yang\nberlaku untuk tahun 2018 dapat dilihat pada Lampiran II dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Adapun tunjangan-tunjangan yang diberikan kepada pekerja antara lain\nadalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Tunjangan makan atau catering\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Tunjangan transport\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Tunjangan kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Tunjangan jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Tunjangan keahlian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besaran tunjangan-tunjangan yang diberikan dapat dilihat pada Lampiran III\ndalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Formula upah pokok baru diperhitungkan berdasarkan upah pokok lama\nditambah selisih kenaikan upah minimum yang ditetapkan pemerintah dan kenaikan\ntunjangan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp>5)Kenaikan tunjangan masa kerja akan disepakati setiap tahunnya dengan\nmempertimbangkan kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: PENYESUAIAN\u002FKENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1) Penyesuaian\u002Fkenaikan upah dilakukan dengan merujuk pada Upah Minimum yang\nditetapkan Pemerintah dengan memasukkan struktur atau skala upah yang\ndimusyawarahkan antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Apabila salah satu pihak mengajukan permohonan evaluasi pengupahan diluar\nskala uapah yang ada, maka Pengusaha dan Serikat Pekerja dapat membentuk tim\nperunding untuk melakukan evaluasi dan membahas hal-hal yang terkait dengan\npengupahan tersebut setiap 6 (enam) bulan sekali yang disesuaikan dengan\nkondisi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sebagai bentuk tanggung jawab sosial Pengusaha maka pengusaha\nmengikutsertakan pekerja dalam program Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS)\nyang meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) BPJS Ketenagakerjaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Jaminan Pensiun\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>2) BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: BANTUAN UANG PEMAKAMAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Pengusaha memberikan bantuan pemakaman sebesar Rp. 2.000.000 untuk pekerja\ndan\u002Fatau keluarganya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: PEMBELIAN SEPATU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Fasilitas pembelian sepatu diberikan kepada Pekerja berupa kartu diskon yang\ndiberikan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: TEMPAT IBADAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha menyediakan tempat ibadah yang memenuhi syarat-syarat\nperibadatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Didalam melaksanakan ibadahnya harus dilaksanakan hanya pada tempat\nibadah tersebut dan tidak mengganggu proses produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Setiap Pekerja berkewajiban menjaga ketertiban ibadah tersebut sehingga\nbagi mereka yang tidak melaksanakan ibadahnya sesuai dengan ayat (2) tersebut\ndiatas, Pengurus Peribadatan dapat mengusulkan atau Pengusaha secara langsung\nmengambil tindakan tegas berupa peringatan lisan maupun tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: PERUMAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha bersedia membantu memberikan referensi\u002Fsurat keterangan kerja pada\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>untuk mendapatkan fasilitas kredit perumahan dari pihak ketiga yang diatur\noleh Pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>atau Lembaga lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: REKREASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha melalui Bagian HRD bersama Serikat Pekerja Unit Kerja PT. Sepatu\nBata Tbk Purwakarta mengkoordinir dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan di\nbidang olahraga, kesenian dan rekreasi lainnya yang waktu serta pelaksanaannya\ndisepakati bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB XI: PERATURAN\nPENGOBATAN\u002FPERAWATAN KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: PENGADAAN POLIKLINIK DAN OBAT-OBATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1) Semua pekerja mendapatkan perawatan\u002Fpengobatan dengan baik di Poliklinik\nPerusahaan tanpa dikenakan biaya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2) Poliklinik Perusahaan hanya diperuntukkan bagi kegiatan pertolongan\npertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>3) Perusahaan memberikan pelayanan evakuasi medis dan kecelakaan kerja yang\nmenimpa Pekerja dalam lingkungan pabrik yang diatur oleh HRD.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4) Perusahaan menyediakan kotak P3K lengkap beserta dengan isinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: PEMBAYARAN UPAH SELAMA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pekerja yang menderita sakit karena kecelakaan kerja maka selama sakit\ntersebut kepadanya tetap diberikan upah sesuai perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>2) Pekerja atau pekerja yang menderita sakit bukan karena kecelakaan kerja\ndan memerlukan perawatan yang lama atau atas petunjuk Dokter Perusahaan\nmendapatkan cuti sakit dan selama cuti sakit tersebut mendapat pembayaran upah\nmenurut ketentuan-ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Untuk empat bulan pertama dibayar 100% (seratus\npersen) dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Untuk empat bulan kedua dibayar 75% (tujuh puluh\nlima persen) dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Untuk empat bulan ketiga dibayar 50% (lima puluh\npersen) dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluh\nlima persen) dari upah sebelum dilakukan PHK oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Masa sakit yang dimulai dalam 1 (satu) bulan setelah suatu masa sakit\nyang terdahulu berakhir dalam hal sakit yang sama, dianggap bersambungan dengan\nmasa sakit yang terdahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>4) Apabila setelah 12 (dua belas) bulan pekerja tersebut masih belum sembuh\nkembali dan belum dapat menjalankan tugasnya, maka berdasarkan pertimbangan\nDokter, Pekerja tersebut dapat dinyatakan tidak mampu bekerja lagi karena tidak\nmemenuhi syarat-syatay kesehatan dan hubungan kerjanya dapat diputuskan menurut\nketentuan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Apabila Pekerja sakit dengan diketahui oleh Pengusaha dan tidak dapat\nmenjalankan tugas pekerjaannya, maka ia mendapat gaji menurut ketentuan yang\nberlaku, sesudah memperlihatkan surat keterangan Dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: HARI-HARI LIBUR DAN CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: HARI-HARI BESAR RESMI DAN ISTIRAHAT MINGGUAN SERTA PERHITUNGAN\nUPAHNYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1) Pekerja mendapat istirahat mingguan sesuai dengan Undang-Undang No. 13\nTahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 79 ayat (2) sub b yang berbunyi\n“istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu)\nminggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.”\nIstirahat mingguan tersebut untuk PT. Sepatu Bata Tbk Purwakarta ditetapkan\njatuh pada hari-hari Sabtu dan Minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Berdasarkan mufakat antara Pengusaha dan Serikat Pekerja, hari istirahat\nmingguan yang ditetapkan pada pasal 41 ayat 1 tersebut diatas dapat diubah dan\ndiganti dengan hari-hari lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>3) Pekerja mendapat istirahat pada hari-hari besar resmi yang ditetapkan\noleh Pemerintah Republik Indonesia dengan mendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Apabila hari-hari libur tersebut pada pasal 41 ayat 3 jatuh pada\nhari-hari Sabtu dan Minggu maka pekerja mendapat pembayaran upah penuh untuk\nhari-hari tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: CUTI UNTUK MENUNAIKAN IBADAH AGAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha memberikan kesempatan kepada pekerja yang beragama Islam untuk\nmenunaikan ibadah haji selama maksimal 40 (empat puluh) hari dengan ketentuan\nyang dikeluarkan oleh Departemen Agama RI dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pengusaha memberikan kesempatan kepada pekerja yang beragama non-islam\nuntuk menunaikan ibadahnya dengan memberikan cuti sesuai dengan kebutuhan\nibadah agamanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Berkaitan dengan nomor 1 dan 2 jika dikaitkan dengan tour perjalanan\nlain, maka pengusaha hanya memberikan cuti sesuai dengan kebutuhan ibadahnya\nsaja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: PENEMPATAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pekerja yang kembali dari cuti yang diberikan kepadanya, ditempatkan\nkembali pada tempat dan tugas pekerjaannya semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Apabila Pekerja tersebut dalam masa cutinya terjadi suatu perubahan di\ntempat kerjanya, maka kepadanya ditawarkan pekerjaan lain dengan tidak\nmengurangi hak-hak yang sudah diterima sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja yang tidak memberikan alasan jelas kepada Pengusaha atas\nketidakhadirannya bekerja setelah cuti akan diberikan peringatan tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: CUTI HAID DAN CUTI HAMIL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1) Pekerja perempuan diberikan cuti haid yaitu pada hari pertama dan hari\nkedua waktu haid.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>2) Pekerja perempuan diberi cuti selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum\nsaatnya menurut perhitungan melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan\nsetelah melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3) Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter\nkandungan atau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4) Waktu istirahat sebelum saat bekerja menurut perhitungan akan melahirkan\nanak, dapat diperpanjang sampai selama-lamanya 3 (tiga) bulan jikalau dalam\nsurat keterangan dokter dinyatakan bahwa hal itu perlu untuk menjaga\nkesehatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cp>5) Pekerja perempuan yang mendapat cuti termaksud dalam pasal 44 ayat 1, 2,\n3, dan 4 tersebut diatas diberikan upah penuh dan hak-hak lainnya oleh\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>Pekerja mendapat cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja setiap tahun\ndengan pengertian bahwa hari-hari Raya tidak diperhitungkan sebagai cuti\ntahunan. Waktu untuk cuti tahunan, hari-hari istirahat dan hari-hari pengganti\nkerja ditetapkan sesuai dengan kalender kerja perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN MENDAPAT UPAH PENUH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN MENDAPAT UPAH PENUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>Dalam keadaan memaksa pekerja atas permintaannya dapat diiizinkan\nmeninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah penuh menurut ketentuan tersebut\ndibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) 2 (dua) hari bila istri melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) 2 (dua) hari bila yang meninggal dunia adalah:\nistri, anak, ibu, bapak, mertua, saudara kandung, nenek dan kakek dari\npekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) 3 (tiga) hari bagi yang meninggal di luar kota\nadalah: istri, anak, ibu, bapak, mertua, saudara kandung, nenek dan kakek dari\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) 2 (dua) hari bila membaptis anaknya (sebelumnya\nharus memberitahukan kepada Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) 2 (dua) hari bila mengkhitankan anaknya\n(sebelumnya harus memberitahukan kepada Pengusaha).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f) 2 (dua) hari bila mengawinkan anaknya\n(sebelumnya harus memberitahukan kepada Pengusaha).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g) 3 (tiga) hari bila menikah (sebelumnya harus\nmemberitahukan kepada Pengusaha).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h) 1 (satu) hari bila saudara kandung menikah\ndengan menunjukkan surat keterangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i) 1 (satu) hari bila melawat keluarga sedarah yang\nsakit keras dengan menunjukkan surat keterangan dokter ketika kembali bekerja\n(sebelumnya harus memberitahukan kepada Pengusaha).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j) 2 (dua) hari bila akan melawat keluarga yang\nsakit keras diluar kota dengan menunjukkan surat keterangan dokter ketika\nkembali bekerja (sebelumnya harus memberitahukan kepada Pengusaha).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k) 1 (satu) hari bila sedang memenuhi panggilan\ndari instansi pemerintah (sebelum dan sesudahnya harus memberikan\u002Fmenunjukkan\nsurat keterangan yang sah dari instansi yang bersangkutan). Apabila karena\npanggilan Instansi Pemerintah ternyata diperlukan lebih daripada yang diatur,\nmaka ketentuannya diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l) 1 (satu) hari bila mendapat musibah kebakaran\ndengan menunjukkan surat keterangan dari instansi terkait pada saat kembali\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m) 1 (satu) hari bila mendapat musibah kebanjiran\ndengan menunjukkan surat keterangan dari instansi terkait pada saat kembali\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n) 1 (satu) hari bila mendapat musibah kena gusuran\ndengan menunjukkan surat keterangan dari instansi terkait pada saat kembali\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: TUNJANGAN HARI RAYA\u002FLEBARAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1) Pengusaha memberikan kepada pekerja yang masih bekerja 1 (satu) bulan\nmenjelang hari Raya\u002FLebaran, tunjangan Hari Raya\u002FLebaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pembayaran Tunjangan Hari Raya selambat-lambatnya 1 (satu) minggu\nmenjelang libur Lebaran\u002FHari Raya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV: PENDIDIKAN DAN PELATIHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: PENDIDIKAN DAN PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>Pengusaha melaksanakan program Pendidikan dan pelatihan kerja menurut\nkebutuhan yang dipandang perlu untuk meningkatkan kompetensi Pekerja dan\npengembangan Perusahaan serta pelaksanaannya diatur oleh HRD.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 49: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila seorang pekerja menganggap bahwa perlakuan terhadap dirinya tidak\nadil dan tidak wajar serta bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama, maka\nPekerja dapat menyampaikan pengaduan dan keluh kesahnya untuk segera\ndiselesaikan melalui Tata Cara Penyelesaian Keluh Kesah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50: TATA CARA PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Apabila seorang pekerja hendak menyampaikan pengaduan atau keluh\nkesahnya, maka terlebih dahulu ia akan membicarakan persoalannya dengan atasan\nlangsungnya sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Apabila atasan langsungnya tidak dapat menyelesaikan persoalan itu dalam\nwaktu 1 (satu) minggu, maka pengaduan itu dianggap Keluh Kesah dan selanjutnya\ndiselesaikan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Keluh kesah seorang pekerja harus dilakukan\nsecara tertulis oleh pekerja yang bersangkutan dan diteruskan ke Bagian HRD\ndengan tembusan kepada Serikat Pekerja dalam waktu 3 (tiga) hari, setelah\natasan langsungnya tidak dapat menyelesaikan permasalahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Setelah menerima keluh kesah itu, Bagian HRD\nsegera membicarakan persoalan tersebut dengan pekerja beserta Pimpinan\nBagiannya kemudian menyampaikan keputusan penyelesaiannya dalam waktu\nselambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah terjadi keluh kesah itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Apabila keputusan itu tidak memuaskan pekerja\nyang bersangkutan, maka setelah menerima keputusan tersebut, Pimpinan Serikat\nPekerja dapat membicarakan persoalannya dengan Bagian HRD untuk\npenyelesaiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Apabila setiap usaha dari Bagian HRD dan Serikat\nPekerja tidak mencapai penyelesaian yang dimaksud pada sub (c) dalam waktu 1\n(satu) bulan maka salah satu pihak dapat mengajukan persoalan tersebut kepada\npihak ketiga sesuai Undang-Undang No. 02 Tahun 2004 tentang Penyelesaian\nPerselisihan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: PEMBAYARAN UPAH\u002FGAJI SELAMA PEKERJA DITAHAN OLEH PIHAK YANG\nBERWAJIB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal pekerja ditahan oleh Pihak yang berwajib bukan atas pengaduan\nPengusaha, Pengusaha tidak wajib membayar upah, tetapi wajib memberikan bantuan\nkepada keluarganya yang menjadi tanggungannya untuk paling lama 6 (enam) bulan\ntakwim sejak hari pertama pekerja ditahan yang berwajib, dengan ketentuan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Untuk 1 orang tanggungan: 25% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Untuk 2 orang tanggungan: 35% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Untuk 3 orang tanggungan: 45% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Untuk 4 orang tanggungan atau lebih: 50% dari\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">(sesuai dengan perundangan\u002Fperaturan yang\nberlaku).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan Hubungan Kerja dilakukan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang\ntelah diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 dan Undang-Undang No. 02\nTahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial serta\nperaturan perundangan yang lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha memberikan hak-hak pensiun kepada pekerja sesuai dengan\nundang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pekerja yang telah mencapai usia 50-55 tahun, dapat mengajukan pensiun\ndini apabila disetujui oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: PENGUNDURAN DIRI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri dengan mengajukan surat\npermohonan pengunduran diri selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender\nsebelum tanggal mulai pengunduran diri, memperoleh uang pisah yang besarnya\nsesuai dengan UU 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Uang Pisah yang diberikan oleh pengusaha besarannya adalah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Masa kerja kurang dari 3 (tiga) tahun tidak\nmendapatkan uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih, tetapi\nkurang dari 5 (lima) tahun; 0,5 (setengah) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi\nkurang dari 7 (tujuh) tahun; 1 (satu) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih; 1,5 (satu\nsetengah) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: PESANGON\u002FUANG JASA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Pekerja yang diberhentikan akan mendapatkan hak-haknya (pesangon dan atau\nuang jasa\u002Fpenghargaan masa kerja dan ganti kerugian) sesuai dengan yang diatur\ndalam UU No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1) Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, pengusaha diwajibkan membayar\nuang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak\nyang seharusnya diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>2) Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling\nsedikit sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu)\nbulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 3 (tiga) tahun, 3 (tiga) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 4 (empat) tahun, 4 (empat) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 5 (lima) tahun, 5 (lima) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f) Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 6 (enam) tahun, 6 (enam) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g) Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h) Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 8 (delapan) tahun, 8 (delapan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i) Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9\n(sembilan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Perhitungan uang penghargaan masa kerja sebagaimana dimaksud pada ayat\n(1) ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 6 (enam) tahun, 2 (dua) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 9 (sembilan) tahun, 3 (tiga) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 12 (dua belas) tahun, 4 (empat) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih\ntetapi kurang dari 15 (lima belas) tahun, 5 (lima) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih\ntetapi kurang dari 18 (delapan belas) tahun, 6 (enam) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f) Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih\ntetapi kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g) Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih\ntetapi kurang dari 24 (dua puluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h) Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau\nlebih, 10 (sepuluh) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Uang penggantian hak yang seharusnya diterima sebagaimana dimaksud pada\nayat (1) meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Cuti tahunan yang belum diambil dan belum\ngugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja\u002Fburuh dan\nkeluarganya ketempat dimana pekerja\u002Fburuh diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Penggantian perumahan serta pengobatan dan\nperawatan ditetapkan 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan atau\nuang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian\nkerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Perubahan perhitungan uang pesangon, perhitungan yang penghargaan masa\nkerja, dan uang penggantian hak sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3)\ndan ayat (4) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVIII: PERTEMUAN BERKALA (PERIODIK)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 56: PERTEMUAN BERKALA (PERIODIK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Wakil Pengusaha dan Wakil Serikat Pekerja mengadakan pertemuan didalam\nkelembagaan BIPARTIT.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pertemuan berkala antara Wakil Pengusaha dan Wakil Serikat Pekerja\ndiadakan sekali sebulan pada hari Kamis kedua (apabila hari tersebut jatuh pada\nhari besar maka pertemuan tersebut diundurkan sampai hari Kamis berikutnya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57: ACARA PERTEMUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Persoalan-persoalan yang dibahas pada pertemuan tersebut adalah mengenai\nhal-hal yang menyangkut kepentingan bersama, antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Ikhtiar untuk meningkatkan kemajuan yang menguntungkan kedua belah\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pembinaan daya kerja dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Memelihara Kerjasama dan hubungan baik antara Pimpinan dan Pekerja. Acara\npertemuan supaya disusun bersama sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 58: PENGHARGAAN MASA BAKTI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Sebagai tanda penghargaan untuk loyalitas pekerja, perusahaan memberikan\npenghargaan pada pekerja yang telah melewati masa bakti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Masa Bakti 5 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Masa Bakti 10 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Masa Bakti 15 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Masa Bakti 20 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Masa Bakti 25 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Penghargaan diberikan dalam bentuk plakat dan piagam serta bentuk lainnya\nyang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIX: PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 59: DASAR HUKUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja ini dibuat berdasarkan undang-undang dan peraturan yang\nterkait dengan permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 60: PEMBAGIAN DAN PEMAHAMAN BUKU PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Buku Perjanjian Kerja Bersama dibagikan kepada Serikat Pekerja dan\nanggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Buku Perjanjian Kerja Bersama harus dikembalikan kepada Perusahaan\napabila Pekerja tersebut sudah tidak menjadi anggota Serikat Pekerja dan atau\ntidak bekerja lagi pada PT. Sepatu Bata Tbk Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pengusaha tidak berkewajiban untuk mengganti Buku Perjanjian Kerja\nBersama yang hilang atau rusak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pekerja wajib menjaga, membaca, memahami dan mematuhi isi dari Perjanjian\nKerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pengusaha dan Serikat Pekerja secara bersama-sama berkewajiban\nmensosialisasikan isi dari Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XX: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: WAKTU BERLAKUNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk 2 (dua) tahun terhitung dari\ntanggal 01 Januari 2018 sampai dengan 31 Desember 2020. Apabila tidak ada\npermintaan dari salah satu pihak untuk membuka perundingan kembali maka\nPerjanjian Kerja Bersama ini dianggap diperpanjang 1 (satu) tahun.\nPemberitahuan untuk membuka perundingan kembali harus disampaikan secara\ntertulis kepada pihak lainnya paling sedikit 90 (Sembilan puluh) hari sebelum\nberakhirnya masa Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Selama belum ada Perjanjian Kerja Bersama yang baru oleh karena\nberakhirnya Perjanjian Kerja Bersama ini maka ketentuan-ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku sampai tercapainya Perjanjian Kerja\nBersama yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Setelah Perjanjian Kerja Bersama ini diberlakukan maka Peraturan\nPerusahaan yang berlaku untuk PT. Sepatu Bata Tbk Purwakarta tidak diberlakukan\nlagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini telah disetujui dan ditandatangani bersama pada\nhari Selasa tanggal 22 Mei 2018 oleh Tim Perunding PT. Sepatu Bata Tbk\nPurwakarta dengan Tim Perunding PUK SPAI FSPMI dan PUK SP-TSK SPSI PT. Sepatu\nBata Tbk Purwakarta.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>PIHAK-PIHAK\nYANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA PERIODE 2018-2020\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pimpinan\n        Serikat Pekerja\n\n        \u003Cp>PT. Sepatu Bata Tbk Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ALIN KOSASIH\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua PUK SPAI FSPMI\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pengusaha\n\n        \u003Cp>PT. Sepatu Bata Tbk\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>BHATIA INDERPREET S.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Presiden Direktur\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">DHANY\n\n        \u003Cp>Ketua PUK SP-TSK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">RICARDO\n        LUMALESSIL\n\n        \u003Cp>Human Resources Direktur\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">TIM\n        PERUNDING PERJANJIAN KERJA BERSAMA 2018-2020\n\n        \u003Cp>PT. SEPATU BATA TBK PURWAKARTA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Untuk\n        dan nama atas PUK SPAI FSPMI\u002FPUK SP-TSK SPSI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Untuk\n        dan atas nama\n\n        \u003Cp>Pengusaha PT. Sepatu\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Bata Tbk\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>ALIN KOSASIH\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>RICARDO LUMALESSIL\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>DHANY\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>AHMAD DANIAL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>ENO KARSONO\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SUYITNO\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MEIZAL RAMADHANI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>RONNY PURBAYA\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>DANI MARDANI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>ELIAS NGONGO KAKA N.L\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>RENO SUSENO EKO\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>HATTA TUTUKO\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>ATANG ROHANA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>LILIK BUDI S\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"LAMPIRAN\" src=\"..\u002F..\u002F..\u002F..\u002FDownloads\u002FSEPATU BATA 1.png\" width=\"500\" height=\"757\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"LAMPIRAN\" src=\"..\u002F..\u002F..\u002F..\u002FDownloads\u002FSEPATU BATA 2.png\" width=\"504\" height=\"769\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"\" src=\"..\u002F..\u002F..\u002F..\u002FDownloads\u002FSEPATU BATA 3.png\" width=\"520\" height=\"755\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"\" src=\"..\u002F..\u002F..\u002F..\u002FDownloads\u002FSEPATU BATA 4.png\" width=\"510\" height=\"764\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"\" src=\"..\u002F..\u002F..\u002F..\u002FDownloads\u002FSEPATU BATA 5.png\" width=\"493\" height=\"749\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"\" src=\"..\u002F..\u002F..\u002F..\u002FDownloads\u002FSEPATU BATA 6.png\" width=\"499\" height=\"758\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"\" src=\"..\u002F..\u002F..\u002F..\u002FDownloads\u002FSEPATU BATA 7.png\" width=\"512\" height=\"765\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"\" src=\"..\u002F..\u002F..\u002F..\u002FDownloads\u002FSEPATU BATA 8.png\" width=\"594\" height=\"737\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"\" src=\"..\u002F..\u002F..\u002F..\u002FDownloads\u002FSEPATU BATA 9.png\" width=\"566\" height=\"506\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":44,"cbadate_start_date":48,"cbadate_end":50,"cbadate_end_date":52,"cbaratificationdate":54,"trainingprogrammes":58,"pensionfund":62,"disabilityfund":65,"contracttrialperiod":68,"contracttrial":72,"contractseverancepay":75,"severance":79,"severance_number":83,"severance_number_1_tenure":87,"maxsicknesspay":91,"maxsicknesspayperc":95,"sicknessmaxdays":97,"menstruationleave":101,"disabilitypay":105,"healthcareaccess":109,"healthinsurance":113,"protectiveclothing":116,"paidmaternityleave":120,"paidmaternityleaveduration":124,"paidmaternityleavepay":126,"paidmaternityleavepayperc":130,"maternityotherclause":132,"paidpaternityleave":136,"paidpaternityleaveduration":140,"deathrelatives":143,"marriage":147,"marriageleave":151,"funeralpay":153,"funeralpaytype":157,"eqpay":159,"violence":163,"hourspweek_select":167,"PAIDLEAV_trigger":171,"holidaysdays":175,"holidaysweeks":177,"bankholidays1":179,"SCHEDULE_trigger":183,"schedulesrestpw":187,"TRADEUNLEAV_trigger":189,"tradeunleavdays":193,"PAYSCALES_trigger":195,"LOWWAGE_trigger":199,"LOWWAGE_government":203,"STRUCINCR_trigger":205,"wageincreasefirmperformance":209,"ONCERISE_trigger":213,"overtimeallowancetype_general":217,"overtimeallowancetype":221,"COMMUTE_trigger":223,"MEALALL_trigger":226,"coverunion_trigger":229},{"bindId":45,"name":46,"text":47},"cbadate_start","1) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku ","1) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk 2 (dua) tahun terhitung dari\ntanggal 01 Januari 2018 sampai dengan 31 Desember 2020. Apabila tidak ada\npermintaan dari salah satu pihak untuk membuka perundingan kembali maka\nPerjanjian Kerja Bersama ini dianggap diperpanjang 1 (satu) tahun.\nPemberitahuan untuk membuka perundingan kembali harus disampaikan secara\ntertulis kepada pihak lainnya paling sedikit 90 (Sembilan puluh) hari sebelum\nberakhirnya masa Perjanjian Kerja Bersama ini.",{"bindId":49,"name":46,"text":47},"cbadate_start_date",{"bindId":51,"name":46,"text":47},"cbadate_end",{"bindId":53,"name":46,"text":47},"cbadate_end_date",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"cbaratificationdate","Perjanjian Kerja Bersama ini telah diset","Perjanjian Kerja Bersama ini telah disetujui dan ditandatangani bersama pada\nhari Selasa tanggal 22 Mei 2018 oleh Tim Perunding PT. Sepatu Bata Tbk\nPurwakarta dengan Tim Perunding PUK SPAI FSPMI dan PUK SP-TSK SPSI PT. Sepatu\nBata Tbk Purwakarta.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"trainingprogrammes","Pengusaha melaksanakan program Pendidika","Pengusaha melaksanakan program Pendidikan dan pelatihan kerja menurut\nkebutuhan yang dipandang perlu untuk meningkatkan kompetensi Pekerja dan\npengembangan Perusahaan serta pelaksanaannya diatur oleh HRD.",{"bindId":63,"name":64,"text":64},"pensionfund","d) Jaminan Pensiun",{"bindId":66,"name":67,"text":67},"disabilityfund","b) Jaminan Kecelakaan Kerja",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"contracttrialperiod","a) Pekerja baru diterima melalui masa pe","a) Pekerja baru diterima melalui masa percobaan\npaling lama 3 (tiga) bulan.",{"bindId":73,"name":70,"text":74},"contracttrial","a) Pekerja baru diterima melalui masa percobaan\npaling lama 3 (tiga) bulan.\n\nb) Selama dalam masa percobaan 3 (tiga) bulan dapat\ndiberhentikan\u002Fdiputuskan hubungan kerjanya sewaktu-waktu oleh Pengusaha.\n\nc) Masa percobaan tersebut dihitung sebagai masa\nkerja.\n\nd) Setelah masa percobaan 3 (tiga) bulan dilalui\ndengan memuaskan, selanjutnya dinyatakan dengan tertulis sebagai pekerja tetap\ndan kepadanya diberikan kartu identitas pekerja.",{"bindId":76,"name":77,"text":78},"contractseverancepay","Pekerja yang diberhentikan akan mendapat","Pekerja yang diberhentikan akan mendapatkan hak-haknya (pesangon dan atau\nuang jasa\u002Fpenghargaan masa kerja dan ganti kerugian) sesuai dengan yang diatur\ndalam UU No. 13 Tahun 2003.",{"bindId":80,"name":81,"text":82},"severance","2) Perhitungan uang pesangon sebagaimana","2) Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling\nsedikit sebagai berikut:\n\na) Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu)\nbulan upah.\n\nb) Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua) bulan upah.\n\nc) Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 3 (tiga) tahun, 3 (tiga) bulan upah.\n\nd) Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 4 (empat) tahun, 4 (empat) bulan upah.\n\ne) Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 5 (lima) tahun, 5 (lima) bulan upah\n\nf) Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 6 (enam) tahun, 6 (enam) bulan upah.\n\ng) Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) bulan upah.\n\nh) Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 8 (delapan) tahun, 8 (delapan) bulan upah.\n\ni) Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9\n(sembilan) bulan upah.",{"bindId":84,"name":85,"text":86},"severance_number","f) Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih ","f) Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 6 (enam) tahun, 6 (enam) bulan upah.\n\ng) Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) bulan upah.",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"severance_number_1_tenure","b) Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih ","b) Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi\nkurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua) bulan upah.",{"bindId":92,"name":93,"text":94},"maxsicknesspay","2) Pekerja atau pekerja yang menderita s","2) Pekerja atau pekerja yang menderita sakit bukan karena kecelakaan kerja\ndan memerlukan perawatan yang lama atau atas petunjuk Dokter Perusahaan\nmendapatkan cuti sakit dan selama cuti sakit tersebut mendapat pembayaran upah\nmenurut ketentuan-ketentuan sebagai berikut:\n\na) Untuk empat bulan pertama dibayar 100% (seratus\npersen) dari upah.\n\nb) Untuk empat bulan kedua dibayar 75% (tujuh puluh\nlima persen) dari upah.\n\nc) Untuk empat bulan ketiga dibayar 50% (lima puluh\npersen) dari upah.\n\nd) Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluh\nlima persen) dari upah sebelum dilakukan PHK oleh Pengusaha.",{"bindId":96,"name":93,"text":94},"maxsicknesspayperc",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"sicknessmaxdays","4) Apabila setelah 12 (dua belas) bulan ","4) Apabila setelah 12 (dua belas) bulan pekerja tersebut masih belum sembuh\nkembali dan belum dapat menjalankan tugasnya, maka berdasarkan pertimbangan\nDokter, Pekerja tersebut dapat dinyatakan tidak mampu bekerja lagi karena tidak\nmemenuhi syarat-syatay kesehatan dan hubungan kerjanya dapat diputuskan menurut\nketentuan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku.",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"menstruationleave","1) Pekerja perempuan diberikan cuti haid","1) Pekerja perempuan diberikan cuti haid yaitu pada hari pertama dan hari\nkedua waktu haid.",{"bindId":106,"name":107,"text":108},"disabilitypay","3) Perusahaan memberikan pelayanan evaku","3) Perusahaan memberikan pelayanan evakuasi medis dan kecelakaan kerja yang\nmenimpa Pekerja dalam lingkungan pabrik yang diatur oleh HRD.",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"healthcareaccess","1) Semua pekerja mendapatkan perawatan\u002Fp","1) Semua pekerja mendapatkan perawatan\u002Fpengobatan dengan baik di Poliklinik\nPerusahaan tanpa dikenakan biaya.",{"bindId":114,"name":115,"text":115},"healthinsurance","2) BPJS Kesehatan",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"protectiveclothing","b) Pekerja yang antara lain adalah Peker","b) Pekerja yang antara lain adalah Pekerja\nForklift, Mould Adjuster, Engineer, Dry Blend diberikan sepatu keselamatan.",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"paidmaternityleave","2) Pekerja perempuan diberi cuti selama ","2) Pekerja perempuan diberi cuti selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum\nsaatnya menurut perhitungan melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan\nsetelah melahirkan.",{"bindId":125,"name":122,"text":123},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"paidmaternityleavepay","5) Pekerja perempuan yang mendapat cuti ","5) Pekerja perempuan yang mendapat cuti termaksud dalam pasal 44 ayat 1, 2,\n3, dan 4 tersebut diatas diberikan upah penuh dan hak-hak lainnya oleh\nPengusaha.",{"bindId":131,"name":128,"text":129},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"maternityotherclause","3) Pekerja perempuan yang mengalami kegu","3) Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter\nkandungan atau bidan.",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"paidpaternityleave","Dalam keadaan memaksa pekerja atas permi","Dalam keadaan memaksa pekerja atas permintaannya dapat diiizinkan\nmeninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah penuh menurut ketentuan tersebut\ndibawah ini:\n\na) 2 (dua) hari bila istri melahirkan.",{"bindId":141,"name":142,"text":142},"paidpaternityleaveduration","a) 2 (dua) hari bila istri melahirkan.",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"deathrelatives","b) 2 (dua) hari bila yang meninggal duni","b) 2 (dua) hari bila yang meninggal dunia adalah:\nistri, anak, ibu, bapak, mertua, saudara kandung, nenek dan kakek dari\npekerja.",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"marriage","g) 3 (tiga) hari bila menikah (sebelumny","g) 3 (tiga) hari bila menikah (sebelumnya harus\nmemberitahukan kepada Pengusaha).",{"bindId":152,"name":149,"text":150},"marriageleave",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"funeralpay","Pengusaha memberikan bantuan pemakaman s","Pengusaha memberikan bantuan pemakaman sebesar Rp. 2.000.000 untuk pekerja\ndan\u002Fatau keluarganya.",{"bindId":158,"name":155,"text":156},"funeralpaytype",{"bindId":160,"name":161,"text":162},"eqpay","Pengusaha maupun Serikat Pekerja menyepa","Pengusaha maupun Serikat Pekerja menyepakati bahwa sasaran mendatang, dalam\nrangka peningkatan produktivitas menuju pada suatu sistem pengupahan yang\nadil.",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"violence","e) Melakukan tindak kejahatan misalnya m","e) Melakukan tindak kejahatan misalnya menyerang,\nmengintimidasi atau menipu Pengusaha atau teman sekerja dan memperdagangkan\nbarang terlarang baik dalam lingkungan Perusahaan maupun diluar lingkungan\nPerusahaan.\n\nf) Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental,\nmenghina secara kasar Pengusaha atau keluarga Perusahaan atau teman sekerja.",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"hourspweek_select","a) Jam dan waktu kerja bagi pekerja aplu","a) Jam dan waktu kerja bagi pekerja aplusan adalah\n40 (empat puluh) jam seminggu dan sudah termasuk istirahat 30 menit per\nshift.",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"PAIDLEAV_trigger","Pekerja mendapat cuti tahunan selama 12 ","Pekerja mendapat cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja setiap tahun\ndengan pengertian bahwa hari-hari Raya tidak diperhitungkan sebagai cuti\ntahunan. Waktu untuk cuti tahunan, hari-hari istirahat dan hari-hari pengganti\nkerja ditetapkan sesuai dengan kalender kerja perusahaan.",{"bindId":176,"name":173,"text":174},"holidaysdays",{"bindId":178,"name":173,"text":174},"holidaysweeks",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"bankholidays1","3) Pekerja mendapat istirahat pada hari-","3) Pekerja mendapat istirahat pada hari-hari besar resmi yang ditetapkan\noleh Pemerintah Republik Indonesia dengan mendapatkan upah penuh.",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"SCHEDULE_trigger","1) Pekerja mendapat istirahat mingguan s","1) Pekerja mendapat istirahat mingguan sesuai dengan Undang-Undang No. 13\nTahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 79 ayat (2) sub b yang berbunyi\n“istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu)\nminggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.”\nIstirahat mingguan tersebut untuk PT. Sepatu Bata Tbk Purwakarta ditetapkan\njatuh pada hari-hari Sabtu dan Minggu.",{"bindId":188,"name":185,"text":186},"schedulesrestpw",{"bindId":190,"name":191,"text":192},"TRADEUNLEAV_trigger","5) Pengusaha memberikan dispensasi kepad","5) Pengusaha memberikan dispensasi kepada anggota Serikat Pekerja\nberdasarkan persetujuan HR Departemen dan Departemen Head masing-masing\nterlebih dahulu dengan tidak mengganggu proses produksi dengan quota per bulan\n5 (lima) hari kerja per orang. Apabila melebihi ketentuan ini harus mendapatkan\npersetujuan dari Direktur HRD.",{"bindId":194,"name":191,"text":192},"tradeunleavdays",{"bindId":196,"name":197,"text":198},"PAYSCALES_trigger","1) Struktur dan skala upah disusun berda","1) Struktur dan skala upah disusun berdasarkan upah minimum yang ditetapkan\noleh Pemerintah dengan mempertimbangkan masa kerja jabatan, Pendidikan dan\nkeahlian.",{"bindId":200,"name":201,"text":202},"LOWWAGE_trigger","Kenaikan upah pokok tahunan bagi Pekerja","Kenaikan upah pokok tahunan bagi Pekerja yang bekerja dibawah 1 (satu) tahun\nmengikuti\n\nUpah Minimum yang ditetapkan oleh Pemerintah.",{"bindId":204,"name":201,"text":202},"LOWWAGE_government",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"STRUCINCR_trigger","1) Penyesuaian\u002Fkenaikan upah dilakukan d","1) Penyesuaian\u002Fkenaikan upah dilakukan dengan merujuk pada Upah Minimum yang\nditetapkan Pemerintah dengan memasukkan struktur atau skala upah yang\ndimusyawarahkan antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja.",{"bindId":210,"name":211,"text":212},"wageincreasefirmperformance","5)Kenaikan tunjangan masa kerja akan dis","5)Kenaikan tunjangan masa kerja akan disepakati setiap tahunnya dengan\nmempertimbangkan kemampuan perusahaan.",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"ONCERISE_trigger","1) Pengusaha memberikan kepada pekerja y","1) Pengusaha memberikan kepada pekerja yang masih bekerja 1 (satu) bulan\nmenjelang hari Raya\u002FLebaran, tunjangan Hari Raya\u002FLebaran.\n\n2) Pembayaran Tunjangan Hari Raya selambat-lambatnya 1 (satu) minggu\nmenjelang libur Lebaran\u002FHari Raya.",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"overtimeallowancetype_general","Pembayaran upah lembur dilakukan dengan ","Pembayaran upah lembur dilakukan dengan merujuk sepenuhnya pada\nUndang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 78 ayat (2), (4)\ndan pasal 85, serta lebih lengkapnya merujuk pada Kepmenakertrans No.\n102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 mengenai Waktu dan Upah Kerja Lembur. Perhitungan Upah Lembur\ndidasarkan upah bulanan dengan cara menghitung upah sejam adalah 1\u002F173 upah\nsebulan.",{"bindId":222,"name":219,"text":220},"overtimeallowancetype",{"bindId":224,"name":225,"text":225},"COMMUTE_trigger","b) Tunjangan transport",{"bindId":227,"name":228,"text":228},"MEALALL_trigger","a) Tunjangan makan atau catering",{"bindId":230,"name":231,"text":232},"coverunion_trigger","Luasnya Perjanjian Kerja Bersama berlaku","Luasnya Perjanjian Kerja Bersama berlaku untuk:\n\na) Hal-hal umum.\n\nb) Seluruh Pekerja di PT. Sepatu Bata Tbk\nPurwakarta.\n\nc) Pengusaha.\n\nd) Selain dari ketiga hal tersebut diatas, baik\nSerikat Pekerja dan Pengusaha mempunyai hak-hak lain yang diatur\u002Fdilindungi\noleh Undang-Undang, Peraturan Pemerintah.\n\ne) Hal-hal yang bersifat teknis, antara lain:\npromosi, penempatan, remunerasi, perjalanan dinas bagi Pekerja Staff diatur\ntersendiri.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>PT. Sepatu Bata Tbk 2018\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2018-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-12-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2018-05-22\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Sepatu, Produk Kulit dan Karet\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        None\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                    \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI, SPMI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Alin Kosasih dan Dhany\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;2000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n         \u003Cdiv id=\"display-gender\">\n                Referensi khusus untuk gender dalam kesetaraan upah: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp;5.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[238],{"title":37,"slug":34},[240],{"type":241,"data":242},"call_to_action_body_block",{"title":243,"description":244,"variant":245,"link":246},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":243,"url":247,"description":243,"rel":248,"type":249},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[251],{"type":241,"data":252},{"title":243,"description":244,"variant":245,"link":253},{"title":243,"url":247,"description":243,"rel":248,"type":249},[]]