[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-semarang-garment-dengan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-kulit-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-pt-semarang-garment-2021-2023":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":309,"content_type_view":310,"extra_breadcrumbs":311,"body":313,"body_blocks":324,"related_pages":328},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":307,"translations":308},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-semarang-garment-dengan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-kulit-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-pt-semarang-garment-2021-2023","f13b41a2-5f28-11ed-b0cc-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-semarang-garment-dengan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-kulit-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-pt-semarang-garment-2021-2023\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-semarang-garment-dengan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-kulit-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-pt-semarang-garment-2021-2023\u002F","PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT SEMARANG GARMENT DENGAN SERIKAT PEKERJA TEKSTIL SANDANG KULIT – SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA PT SEMARANG GARMENT 2021 - 2023","IDN PT. Semarang Garment - 2021","Indonesia - IDN PT. Semarang Garment - 2021","IDN PT. Semarang Garment - 2021 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT Semarang Garment 2021-2023.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT Semarang Garment\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\u003Cscript type=\"text\u002Fjavascript\" src=\"https:\u002F\u002Fgc.kis.v2.scr.kaspersky-labs.com\u002FFD126C42-EBFA-4E12-B309-BB3FDD723AC1\u002Fmain.js?attr=vEXTf1TOxiVf3TXOVYsjfpBgKwxoTsL6xiyKUUPkJVjebEvdiBHoRnv2feJ0sDmbroJVuSiObnilEpSizUhqFsa4XSq7q6SiJKHize3_3t9z960LKuvhuWy3-k62fLECsLxTb02vMCmOlE9XBin2xcLRhfEzmRggDVA9Ptoe-_b8mVUYrfgzdOJN74C35CLwGIJSy8lHGYnCNWByXtXguC4o5ATWUAhMeuP_3NiwY1LB1OUf2ePRX1HHvPK8G8SjDeovvAvxdCB_Wu4zBOH1amN5XzDBVZQKtuTCd67_bphO7KWuOjX-cTWBKkpAYAfqPQrtKIeQpbyejpIlyZeuLuKmXFskHCnHeOJNUWon_8bwqNrwF7dOtrYUuvHvmXH-F3UmaxaG2vMjYNdUbSBXujtxkTFkq-oB-RIJcC53CKV7gO-nXhmZsccbORp070Pvhqb2CpFOhWlOH55qnGgcTXoGOEFuIuT2WQZQrFkIzYAF-FS3vyfKLQri5LO127RSX6MvI3kU8uuCBDwFN3cn3qa8NT5lOGZ36nn3NTnXXXhrNlIbzIRKroSkqYbhB8kcGHCSIcWCpneONj_YAP2EOOJnVePTlRKy1MKFnKuiO8cXtbL-fVgFBktBotFgMmc_qsRk43tZ0E1BEWkABympnC13xm9krwdUj3FkXLuAkxL3A6H99AS5uNWvL6O879PtMQi2HyWVrj8kcl0rYApWUeN8FftHTYrd3dvVUsDZC0wJvLDuyvnmJ66116ABKea4wczpHZBL5hyaXwBIrozMwVojKG1S4M7PJfcWFiAY8Qsq05qKh17oDhMHmw9jOkr2BFDnasMJMz7WZ_tLwOcmZdNmfFB73P5zzsvusXzSH7Ez_QckJOTvkxk1AM5zSteNkifWebMhaJrPZgSRuXJQP08TPxQfJIhOuaptlaCViPCZA9mlBYFHIispf2u2mrcFmVKzl7MNItlfW1mfiOSU8A8wY_4_lO5zTDZchxsiZ7fcxdQwGUvGy-2exnMOeNB0_wiHfqhzEiMSrlZrDN3Y4i89d9_PJxnHfLRVYB4us_lGBsXegIQQvXXUybCYmkBpwxXiagBKJ0KyFth7Z_edouHGe1I0f9mZBC2OhRxFkVBSwtZIP0gFeFnzg0tZPbAtcV8klaPsebkgb09nkxwW-kLw50piuicsXuxrQqclkTByhFr0XSGP-Bj_-vXlYsSXtu6uay_y3sVIJHMFaBtvsv4BDZVYHS4wZRTAPn4m2rIA_RNellBtLB8hafwFsdMZOL8nGAAJhRpnmzRV-7HDWoSuUxx1LUTeag3pToU2IEA\" charset=\"UTF-8\">\u003C\u002Fscript>\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT SEMARANG GARMENT DENGAN SERIKAT PEKERJA\nTEKSTIL SANDANG KULIT – SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA PT SEMARANG GARMENT\nPERIODE 17 MEI 2021 S\u002FD 17 MEI 2023\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa pada dasarnya tujuan diadakannya Perjanjian Kerja Bersama adalah untuk\nmencapai keserasian yang mantap, tenteram dan dinamis untuk menjamin\nkesejahteraan, keselamatan kerja pekerja\u002F tenaga kerja, dan kelangsungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pimpinan Perusahaan dan Serikat Pekerja menyadari sepenuhnya untuk menjalin\nterpeliharanya kerja sama yang baik, terciptanya ketenangan kerja dan kepastian\nusaha diperlukan adanya perjanjian kerja bersama yang mengatur hak-hak dan\nkewajiban-kewajiban masing-masing pihak yang dituangkan dalam bentuk Perjanjian\nKerja Bersama yang secara keseluruhannya harus mendorong kegairahan kerja untuk\nmeningkatkan produksi dan produktifitas kerja serta meningkatkan kesejahteraan\npekerja\u002F tenaga kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menyadari kepentingan bersama dan sesuai dengan anjuran pemerintah, maka\nkedua belah pihak sepakat untuk membuat Perjanjian Kerja Bersama yang\nberpedoman pada:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>UUD 1945 Pasal 27 (2):Tentang Hak untuk Mendapatkan Pekerjaan dan\n    Penghidupan yang Layak bagi Kemanusiaaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UUD 1945 Pasal 28:Tentang Berserikat dan Berkumpul\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No. 1 Tahun 1970:Tentang Keselamatan Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No. 39 Tahun 1999:Tentang Hak Asasi Manusia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No. 21 Tahun 2000: Tentang Serikat Pekerja\u002F Serikat Buruh\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No. 13 Tahun 2003:Tentang Ketenagakerjaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No. 2 Tahun 2004: Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan\n  Industrial\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No. 24 Tahun 2011: Tentang BPJS\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perpres No. 12 Tahun 2013:Tentang Jaminan Kesehatan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>KEP – 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004:Tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja\n  Lembur\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No. 11 Tahun 2020:Tentang Cipta Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PP No. 34 Tahun 2021:Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PP No. 35 Tahun 2021:Tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya,\n    Waktu Kerja Dan Waktu Istirahat, Dan Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PP No. 36 Tahun 2021:Tentang Pengupahan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PP No. 37 Tahun 2021:Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan\n    Pekerjaan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adapun tujuan dari pembuatan PKB ini adalah:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Menjelaskan hak dan kewajiban Pengusaha dan Pekerja;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menetapkan syarat-syarat kerja yang layak;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengatur penyelesaian yang adil atas setiap perbedaan pendapat;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melanjutkan serta meningkatkan hubungan kerja dan kondisi kerja yang baik\n    antara Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa dengan terciptanya tujuan bersama melalui semangat kemitraan yang\ntinggi, maka diharapkan apa yang menjadi cita-cita bersama yaitu terwujudnya\nsuatu Hubungan Industrial yang Harmonis dan Keuntungan Perusahaan dapat\ndinikmati bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pimpinan perusahaan dan Serikat Pekerja mempunyai tanggung jawab yang besar\ndalam memelihara dan memajukan prinsip-prinsip perlakuan yang sama, baik, dan\nadil di dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Didalam perlakuan tidak ada perbedaan melainkan berdasarkan kecakapan,\ntanggung jawab kerja, jabatan, serta keahliannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kedua belah pihak bersepakat, selama berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini\ntidak ada satu pihak pun akan mengajukan permintaan apapun yang dapat melampaui\natau mengurangi makna dari ketentuan-ketentuan yang telah disetujui, kecuali\npihak lainnya menyetujui.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Guna terwujudnya hal-hal tersebut maka semua ketentuan yang ada wajib\ndiketahui, dipatuhi, dan dilaksanakan oleh semua pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : PIHAK – PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 1 : PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>PERUSAHAAN PT SEMARANG GARMENT, yang didirikan berdasarkan Akta Notaris\n    No. 60 dengan Pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia\n    tertanggal 27 Februari 2003 dengan C-UM.02.01.6071 tahun 2003, beralamat di\n    Jalan Soekarno Hatta KM 25 Desa Wujil Kec. Bergas, Kabupaten Semarang, yang\n    selanjutnya dalam Perjanjian Kerjasama ini disebut Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>SERIKAT PEKERJA TEKSTIL SANDANG KULIT – SERIKAT PEKERJA SELURUH\n    INDONERSIA PT SEMARANG GARMENT, tercatat pada Dinas Sosial Tenaga Kerja\n    Kabupaten dengan No. 250\u002F009\u002FSPFTSKSPSI\u002FCAT\u002FPHI\u002FXII\u002F2009 Tanggal 17\n    Desember 2009 dan selanjutnya dalam perjanjian kerja bersama ini disebut\n    “Serikat Pekerja” selaku wakil pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>BAB II : KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 : ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PENGUSAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Direksi\u002F Pengurus yang memimpin dan mengelola perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: PT Semarang Garment yang berdomisili di Jl. Soekarno Hatta KM.25 Ds. Wujil\nKec. Bergas Kab Semarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Orang yang bekerja pada perusahaan dan menanda tangani Surat Perjanjian\nKerja tertulis maupun lisan dengan pengusaha dan mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit – SERIKAT Pekerja Seluruh\nIndonesia PT Semarang Garment yang berkedudukan di Jl. Soekarno Hatta Km. 25\nDesa Wujil Kec. Bergas, Kab. Semarang yang telah tercatat di Kantor Dinas\nSosial Tenaga Kerja Kab. Semarang No. 250\u002F 009\u002F SPFTSKSPSI\u002F CAT\u002F PHI\u002F XII\u002F\n2009.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. UPAH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Hak pekerja\u002F buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai\nimbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja\u002F buruh yang ditetapkan\ndan dibayarkan menurut perjanjian kerja, atau peraturan perundang-undangan,\ntermasuk tunjangan bagi pekerja\u002F buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. PREMI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Tunjangan yang bersifat tidak tetap yang diberikan kepada pekerja dan\ndipengaruhi oleh kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. MANGKIR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Pekerja tidak masuk kerja tanpa memperoleh ijin terlebih dahulu dan tidak\ndiberitahukan dalam waktu 24 jam, kecuali karena sakit atau keadaan darurat\nyang dapat dibuktikan secara tertulis dan dapat dipertanggungjawabkan\nkebenarannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. KELUARGA PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Istri \u002F Suami yang sah, anak kandung\u002Ftiri yang disahkan menurut hukum yang\nterdaftar pada perusahaan, bila mana pekerja tidak mempunyai ahlis waris maka\npenunjukan ahli waris ditetapkan berdasarkan putusan pengadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. ANAK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Setiap orang yang berumur di bawah 18 (delapan belas) tahun. Anak kandung\u002F\nanak angkat yang sah\u002F anak tiri dengan usia maksimum 25 tahun dan belum\nmenikah, tidak mempunyai pekerjaan sendiri dan menjadi tanggungan tenaga\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. AHLI WARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Keluarga atau orang yang menurut UU No. 13 Tahun 2003 berhak menerima\nbayaran atau santunan dalam hal kematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. JAM KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: 8 jam sehari dan 40 jam seminggu dengan hari kerja Senin sampai dengan\nJum’at, selebihnya dihitung lembur. 7 jam sehari dalam seminggu dengan hari\nkerja Senin sampai dengan Sabtu selebihnya dihitung lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. HARI KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Hari Senin sampai Jum’at, yang perhitungan jam kerjanya ditetapkan\nsesuai no 11 (Sebelas).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. LEMBUR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Waktu kerja yang dilakukan di luar jam kerja yang telah ditentukan dan\ntidak bertentangan dengan undang-undang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. JAM KERJA SHIFT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Perusahaan menggunakan jam kerja 3 shift untuk bagian Security.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. JAM ISTIRAHAT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Waktu pekerja beristirahat sebagaimana ketentuan undang-undang\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. 1 (SATU) HARI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Waktu selama 24 (Duapuluh Empat) jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. SEMINGGU\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Waktu selama 7 (Tujuh) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 : LUASNYA PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja mengakui bahwa Perjanjian ini terbatas\n    hanya berlaku untuk hal-hal yang diatur dalam Pasal-Pasal Perjanjian Kerja\n    Bersama dengan pengertian tetap mengindahkan hak-hak dari masing-masing\n    pihak, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pedoman dan disiplin kerja yang berlaku dan peraturan tambahan-tambahan\n    lainnya yang dibuat oleh kedua belah pihak di masa yang akan datang\n    diberlakukan sepanjang hal tersebut tidak bertentangan dengan Perjanjian\n    Kerja Bersama ini, serta peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang bersifat teknis dan memerlukan penjabaran lebih lanjut akan\n    diatur dalam ketentuan tersendiri dengan berdasarkan perjanjian kerja\n    bersama ini dan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 : KEWAJIBAN PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kedua belah pihak wajib melaksanakan ketentuan yang ada dalam Perjanjian\n    Kerja Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja wajib memberitahukan isi Perjanjian Kerja\n    Bersama atau perubahannya kepada seluruh pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha harus mencetak dan membagikan naskah Perjanjian Kerja Bersama\n    kepada setiap pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 : HUBUNGAN PENGUSAHA DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja bertekad untuk terus bekerjasama dalam\n    menciptakan ketenangan kerja dan ketenangan usaha demi terwujudnya Hubungan\n    Industrial yang harmonis dan dinamis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk menunjang tekad tersebut maka Pengusaha dan Serikat Pekerja\n    melaksanakan pembentukan dan penyempurnaan sarana-sarana Hubungan\n    Industrial yang harmonis dan dinamis.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HAK – HAK PERUSAHAAN DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 : PENGAKUAN HAK – HAK PERUSAHAAN DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan mempunyai hak dan kewajiban untuk memberikan pengarahan kepada\n    seluruh pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demi kelancaran usaha dan kemajuan Perusahaan, Pengusaha berhak mengelola\n    tenaga kerja untuk mewujudkan Manajemen yang baik dan sehat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan mengakui Serikat Pekerja Unit Kerja SPTSK-SPSI PT Semarang\n    Garment adalah satu-satunya organisasi yang diakui oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja dan Pengusaha berhak mengajukan keberatan atas tindakan\n    Pengusaha dan Serikat Pekerja yang bertentangan dengan isi PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengatur organisasi dan anggotanya adalah Hak Serikat Pekerja sepanjang\n    tidak bertentangan dengan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam menjalankan tugasnya pihak Serikat Pekerja dan Pengusaha akan\n    berusaha menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan masing-masing\n    pihak.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7 : JAMINAN, DISPENSASI, FASILITAS DAN BANTUAN UNTUK SERIKAT\nPEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jaminan Serikat Pekerja dari Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perusahaan tidak akan menghalang-halangi atau\nmemaksa pekerja\u002Fburuh untuk membentuk atau tidak membentuk, menjadi pengurus\natau tidak menjadi pengurus, menjadi anggota atau tidak menjadi anggota serta\nmenjalankan atau tidak menjalankan kegiatan serikat pekerja\u002Fserikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Setiap pekerja yang menjadi Pengurus Serikat\nPekerja secara sah tidak akan mendapatkan tekanan dari Pengusaha tentang\nkegiatannya baik secara langsung maupun tidak langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pengurus Serikat Pekerja yang menjalankan tugas\norganisasi adalah dikategorikan sama dengan melaksanakan tugas Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dispensasi Serikat Pekerja dari Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pengusaha memberikan ijin kepada Pengurus\nSerikat Pekerja dalam melaksanakan tugas keperluan Serikat Pekerja untuk\nmeninggalkan pekerjaan dengan memperoleh upah penuh (Serikat Pekerja sebelumnya\nmemberikan bukti yang benar).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pengusaha memberikan fasilitas kantor dan alat\n– alat perlengkapannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pengusaha menyediakan papan pengumuman yang\ndibutuhkan Serikat Pekerja dan menempatkan pada tempat yang sudah\ndisepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 : SYARAT-SYARAT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penerimaan pekerja baru di Perusahaan adalah kewenangan Perusahaan dan\ndilaksanakan sesuai dengan prosedur penerimaan pekerja di PT Semarang Garment\nserta dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Calon pekerja harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pria \u002F Wanita.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Umur 18 tahun ke atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Melakukan Medical Check Up oleh dokter\nperusahaan (tidak dipungut biaya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Berkelakuan baik yang dinyatakan oleh instansi\nyang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Berijazah minimal SD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Memiliki Daftar Riwayat Hidup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Memiliki Kartu Pencari Kerja (Kuning) dari\nDisnaker.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Pas Photo 3x4 = 2 lembar, 4x6 = 2 lembar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Photocopy E-KTP\u002F SIM.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Photocopy Akte Kelahiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Surat Lamaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 : PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan buyer requirement, maka Pengusaha tidak memperkerjakan\nkaryawan dengan perjanjian waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: PERJANJIAN KERJA UNTUK WAKTU TIDAK TERTENTU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja atau karyawan dengan perjanjian kerja waktu tidak tertantu dapat\n    menjalani masa percobaan maksimal 3 bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa percobaan dihitung sebagai masa kerja pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam masa percobaan kerja sebagai mana dimaksud pada ayat (1), pekerja\n    menerima upah besarnya minimal sama dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten)\n    Semarang atau sesuai kesepakatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>1 (satu) minggu sebelum masa percobaan berakhir perusahaan akan\n    memberikan penilaian sebagai bahan evaluasi. \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 : HARI KERJA DAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dengan memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku, hari kerja di\n    Perusahaan adalah 5 (lima) hari dalam seminggu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cli>Jam kerja di Perusahaan adalah 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat\n    puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu)\n  minggu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Jam kerja di Perusahaan adalah 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh)\n    jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu untuk\n    disaat tertentu sesuai kesepakatan bersama dan pemberitahuan 1 minggu\n    kepada manajemen.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Waktu kerja di Perusahaan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a) 5 (lima) hari kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Hari Senin sampai Jumat :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jam07.00 – 16.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b) Security\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Dibagi 3 shift dengan ketentuan laki-laki bekerja\nselama 6 hari dalam 1 minggu\u002F 40 jam seminggu dan perempuan bekerja selama 5\nhari dalam 1 minggu\u002F 40 jam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jam kerja untuk security laki-laki 6 hari kerja,\ndiatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Shift I jam kerja: 06.00 – 14.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Shift II jam kerja: 14.00 – 22.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Shift III jam kerja: 22.00 – 06.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c) Jam kerja untuk Security perempuan 5 hari kerja\nSenin-Jum’at diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Shift I jam kerja : 06.00 – 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jam kerja pada Bulan Ramadhan\u002F Puasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Senin – Kamis: 07.00 – 15.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jum’at: 07.00 – 16.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d) Untuk mencegah terjadinya kelebihan jam kerja\npada hari kerja normal, maka dapat dilakukan fleksible on shift dengan\nketentuan diberitahukan minimal 24 jam sebelumnya dan diberikan waktu istirahat\nyang cukup kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Sehubungan dengan Pasal 11 yang mengatur Hari Kerja dan Waktu Kerja, maka\nuntuk waktu istirahat sesuai dengan kesepakatan antara Pengusaha dengan Serikat\nPekerja yaitu diatur 1 (satu) jam istirahat sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5 (lima) hari kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">a) Hari Senin – Kamis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Istirahat : 12:00 – 13:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">b) Hari Jum’at\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Istirahat: 11:45 – 12:45 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jam istirahat pada Bulan Ramadhan\u002F Puasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">a) Hari Senin – Kamis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">istirahat: 12:00 – 12:30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">b) Hari Jum’at\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">istirahat: 11:45 – 12:45 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila perusahaan memerlukan kerja lembur, maka pekerja diharapkan dapat\n    membantu untuk kerja lembur, tetapi sifatnya tidak wajib.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cli>Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 4 (empat) jam\n    dalam 1 (satu) hari dan 18 (delapan belas) jam dalam 1 minggu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Ketentuan waktu kerja lembur sebagaimana dimaksud ayat dua (2) tidak\n    termasuk kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat mingguan\u002F hari\n    libur resmi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada hari-hari libur resmi\u002F Hari Raya yang ditetapkan oleh pemerintah,\n    apabila diperlukan pekerja bekerja lembur dengan mendapat upah lembur hari\n    libur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari Puasa I dan II tidak ada kerja lembur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cli>Penguasaha dilarang mempekerjakan pekerja\u002Fburuh perempuan hamil yang\n    menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan\n    kandungannya maupun dirinya apabila bekerja LEMBUR.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cli>Upah lembur yang dibayarkan adalah berdasarkan intruksi lembur oleh\n    atasan yang berwenang dengan surat perintah lembur.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Ketentuan tunjangan lembur makan dan transport diatur di PKB pasal\n  17.\u003C\u002Fli>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Col>\u003Cli>Perhitungan upah lembur dihitung sesuai dengan PP No. 35 Tahun 2021\n    dengan perhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">a) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja\nbiasa untuk waktu kerja 5 (lima) dan 6 (enam) hari kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">Jam pertama dibayar 1.5 X upah se jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">Jam kedua dan seterusnya dibayar 2 X upah se jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">b) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan atau hari raya resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">8 jam pertama dibayar 2 X upah se jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">1 jam berikutnya dibayar 3 X upah se jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">1 jam berikutnya dan seterusnya dibayar 4 X upah se\njam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:6em\">c) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan atau hari raya resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">7 jam pertama dibayar 2X upah se jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">1 jam berikutnya dibayar 3 X upah se jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">1 jam berikutnya dan seterusnya dibayar 4 X upah se\njam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja\nterpendek, perhitungan upah lembur untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">5 jam pertama dibayar 2 X upah se jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">1 jam berikutnya dibayar 3 X upah se jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">1 jam berikutnya dan seterusnya dibayar 4 X upah se\njam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">d) Perhitungan upah lembur sejam adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Untuk pekerja bulanan = 1 \u002F 173 X upah tetap sebulan\n(Gaji Pokok + tunjangan tetap)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 : STATUS PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cli>Pekerja masa percobaan adalah pekerja yang sedang dalam masa percobaan\n    selama 3 (tiga) bulan dan mendapatkan upah setiap tanggal 5 dan besarnya\n    minimal sama dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten) Semarang atau sesuai\n    kesepakatan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Sesuai dengan buyer requirement, maka Pengusaha tidak memperkerjakan\n    karyawan dengan perjanjian waktu tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tetap adalah pekerja yang telah lulus masa percobaan selama 3\n    (tiga) bulan dan mendapatkan upah setiap tanggal 5 dan besarnya minimal\n    sama dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten) Semarang atau sesuai\n  kesepakatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Calon yang telah memenuhi persyaratan yang telah di tetapkan oleh\n    perusahaan diterima sebagai pekerja dengan masa percobaan paling lama 3\n    (tiga) bulan, terhitung sejak pekerja yang bersangkutan mulai bekerja di\n    Perusahaan, dan adanya masa percobaan harus diberitahukan secara tertulis\n    kepada calon pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Seorang pekerja yang telah menyelesaikan masa percobaan dengan baik,\n    diangkat sebagai pekerja tetap sesuai dengan golongan yang ditetapkan\n    Perusahaan dan diberikan surat keputusan (SK).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: PERUBAHAN JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan dapat mengalih-tugaskan pekerja setelah berkonsultasi dengan\natasan yang bersangkutan dan bagian Personalia ke jabatan lain sesuai dengan\nprestasi kerjanya dan tersedianya posisi dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Ada 4 jenis alasan perubahan Jabatan dikarenakan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Promosi: Proses atau kesempatan yang diberikan\nkepada seseorang pekerja untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi dalam suatu\nstruktur organisasi di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Demosi: Penurunan jabatan seseorang dalam suatu\nstruktur organisasi di perusahaan dikarenakan orang tersebut melakukan\npelanggaran\u002F kesalahan atau dianggap tidak mampu menduduki posisi\u002F jabatan\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">c. Mutasi: Proses pemindahan kerja dari satu bagian\nke bagian lain yang setingkat dalam suatu organisasi di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">d. Termination: Proses pemberhentian pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Dalam hal penentuan tugas, penempatan serta pemindahan (mutasi) pekerja,\nPengusaha akan selalu memperhatikan kemampuan, kecakapan, pengalaman serta\nkeahlian pekerja dengan persetujuan dari pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pengusaha berwenang dan berhak untuk memindahkan seorang pekerja menurut\nkebutuhan dan kepentingan operasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Mutasi bukan maksud merugikan\u002F menghukum pekerja atau dilakukan bukan\nkarena perbedaan agama, keyakinan, politik, urusan-urusan bukan dinas, balas\ndendam karena keanggotaannya dalam Serikat Pekerja atau hal-hal yang lain yang\nbertentangan dengan dengan peraturan perundangan yang berlaku dan tidak\nmengurangi fasilitas yang diterimanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Hak-hak pekerja dalam mutasi karena promosi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mutasi karena promosi adalah kenaikan jenjang \u002F\nkedudukan pekerja yang sifatnya lebih tinggi dari kedudukan semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Perusahaan memberikan tunjangan kebijaksanaan\nkepada pekerja yang telah memenuhi syarat dengan ketentuan senagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- ADM kantor \u002F Staff\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan Kebijaksanaan:Rp. 50.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Gaji Pokok:Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- ADM dipromosi menjadi Ass. Supervisor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan Jabatan:Rp. 50.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan Kebijaksanaan:Rp. 100.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Gaji Pokok:Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Ass. Supervisor dipromosi menjadi Supervisor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan jabatan:Rp. 50.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan Kebijaksanaan:Rp. 300.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Gaji Pokok: Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Supervisor dipromosi menjadi Ass. Chief\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan jabatan:Rp. 150.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan Kebijaksanaan:Rp. 550.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Gaji Pokok: Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Ass. Chief dipromosi menjadi Chief\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan jabatan:Rp. 250.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan Kebijaksanaan:Rp. 800.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Gaji Pokok: Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Chief dipromosi menjadi Ass. Senior Chief\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan jabatan:Rp. 350.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan Kebijaksanaan:Rp. 1.100.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Gaji Pokok: Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Ass. Senior Chief dipromosi menjadi Senior\nChief\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan jabatan:Rp. 350.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Tunjangan Kebijaksanaan:Rp. 1.600.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Gaji Pokok: Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Apabila tidak menjabat posisi tersebut lagi,\nmaka tunjangan tersebut akan hilang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tunjangan jabatan tidak dipengaruhi kehadiran\ndan tidak akan berpengaruh pada tunjangan lain dan akan diberikan pada setiap\nbulan dengan pembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tunjangan kebijaksanaan sebagai tunjangan\ntambahan yang diberikan kepada pekerja yang apabila tidak masuk kerja maka akan\ndipotong dengan rumus:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">=\u003Cmath xmlns=\"http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002F1998\u002FMath\u002FMathML\">\n  \u003Cmfrac>\n    \u003Cmrow>\n      \u003Cmi>Total\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>_\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>hari\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>_\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>tidak\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>_\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>masuk\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>_\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>kerja\u003C\u002Fmi>\n    \u003C\u002Fmrow>\n    \u003Cmn>30\u003C\u002Fmn>\n  \u003C\u002Fmfrac>\n\u003C\u002Fmath> X total tunjangan kebijaksanaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>BAB V : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 : STRUKTUR UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>Sistem pengupahan meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah pokok di tambah tunjangan-tunjangan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Kenaikan upah atau peninjauan yang dilakukan setiap setahun sekali pada awal\ntahun didasarkan pada perbandingan antara UMK lama dan UMK yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>Kenaikan upah berdasarkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 0 - 12 bulan sesuai UMK (Upah Minimum Kabupaten Semarang) yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cp>Masa kerja 1 tahun sampai dengan 5 tahun selisih UMK lama dan UMK baru\nkenaikan Rp. 1.000,- setiap tahun pada awal tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Masa kerja 6 tahun ke atas selisih UMK lama dan UMK baru kenaikan Rp.\n2.000,- setiap tahun pada awal tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>3. Kenaikan upah sebagaimana ayat (2) angka 2 dan 3 menjadi Tunjangan masa\nkerja bagi pekerja yang sudah memenuhi masa kerja dimaksud.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16 : PEMBAYARAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Upah pekerja diberikan setelah dipotong BPJS dan Pajak yang pemotongannya\n    ditetapkan sesuai dengan peraturan BPJS dan perpajakan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan pembayaran upah yang dilaksanakan secara bulanan setiap\n    tanggal 5 (Lima).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 17 : TUNJANGAN – TUNJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Tunjangan Hari Raya (THR).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. THR diberikan dalam bentuk uang selambat-lambatnya tujuh (7) hari sebelum\nHari Raya Keagamaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pajak THR menjadi tanggung jawab pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>c. Pembayaran THR ditentukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Masa kerja 1 bulan atau lebih tetapi kurang dari 12 bulan, secara\n    proporsional dengan rumus = Masa Kerja X Upah Sebulan 12\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja lebih dari 12 bulan = Upah sebulan\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Keterangan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Upah sebulan dalam perhitungan THR ini adalah upah\npokok ditambah tunjangan tetap ditambah tunjangan kebijaksanaan dengan\nketentuan tidak dibawah ketentuan UMK yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Denda atas keterlambatan pembayaran THR dikelola oleh perusahaan untuk\nkesejahteraan pekerja\u002F buruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>2. Tunjangan Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila pekerja meninggal dunia bukan\u002F oleh karena kecelakaan kerja, maka\nperusahaan akan memberikan sumbangan kepada ahli warisnya dengan ketentuan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Upah dalam bulan yang sedang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Sumbangan ongkos penguburan sebesar Rp.\n500.000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan karena telah\nmenjadi anggota BPJS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja\nmeninggal dunia, kepada ahli warisnya diberikan sejumlah uang yang besar\nperhitungannya sama dengan uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan pasal\n40 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal\n40 ayat (3), uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 40 ayat (4) PP No.35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan Transport (ADENDUM)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Pengusaha menyediakan angkutan antar jemput bagi\npekerja yang berangkat dan pulang bekerja antara pukul 23.00 sampai dengan\npukul 05.00 atau uang transport senilai Rp 4.000,- bagi pekerja yang tidak\nmemanfaatkan fasilitas antar jemput.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Tunjangan Kehadiran\u002F Premi hadir yang dikaitkan dengan kehadiran\ndiberikan kepada pekerja setiap bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Contoh: Pekerja tanpa absen dalam 1 bulan akan\nmendapat premi hadir dengan perhitungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">= \u003Cmath xmlns=\"http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002F1998\u002FMath\u002FMathML\">\n  \u003Cmfrac>\n    \u003Cmrow>\n      \u003Cmi>Gaji\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>_\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>Pokok\u003C\u002Fmi>\n    \u003C\u002Fmrow>\n    \u003Cmn>30\u003C\u002Fmn>\n  \u003C\u002Fmfrac>\n\u003C\u002Fmath>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dan jika tidak masuk, baik dengan alasan yang sah maupun tidak sah selama\nsatu hari atau lebih maka yang bersangkutan tidak mendapatkan premi hadir\n(0%).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>5. Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers_remote\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Perusahaan memberikan tunjangan berupa makan\nsebesar Rp 3.000,-\u002F hari (apabila tidak hadir maka pekerja tidak mendapatkan\ntunjangan tersebut).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Pekerja akan mendapat makanan dan minuman\nsekurang-kurangnya 1.400 kalori senilai Rp 4.000,- apabila lembur dilakukan\nselama minimal 3 (tiga) jam (diluar jam istirahat).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Bonus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan bonus berupa barang setiap tahun sesuai dengan\nkemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Contoh: - Bonus Parcel untuk Hari Raya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Tunjangan Dinas Luar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Biaya transport dan biaya makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Tunjangan Pensiun sesuai dengan PP No.35 tahun 2021 pasal 56\npekerja\u002Fburuh berhak atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">- Uang pesangon sebesar 1,75\n(satu koma tujuh puluh lima) kali ketentuan pasal 40 ayat (2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">- Uang penghargaan masa kerja\nsebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 40 ayat (3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">- Uang penggantian hak sesuai\nketentuan pasal 40 ayat (4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Tabel\n        Perhitungan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Uang\n        Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggatian Hak\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">(PP\n        No.35 Tahun 2021)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Uang\n        Pesangon \n\n        \u003Cp>Pasal 40 ayat (2)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua)\n      tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga)\n      tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>3 (tiga) bulan Upah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 (empat) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 (lima) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 (enam) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 (tujuh) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 (delapan) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9 (sembilan) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Uang Penghargaan Masa Kerja \n\n        \u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pasal\n        40 ayat (3)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 (tiga) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua\n        belas) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 (empat) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15\n        (lima belas) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>5 (lima) bulan Upah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n        (delapan belas) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>6 (enam) bulanUpah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21\n        (dua puluh satu) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 (tujuh) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24\n        (dua puluh empat) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 (delapan) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 (sepuluh) bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Uang\n        penggantian hak Pasal 40 ayat (4)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a.cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b.biaya atau ongkos pulang untuk Pekerja\u002FBuruh dan keluarganya ke\n        tempat dimana Pekerja\u002F Buruh diterima bekerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c.hal-hal lain yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja, Peraturan\n        Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 : TUNJANGAN UNTUK KELUARGA PEKERJA YANG DITAHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat mengajukan permohonan ijin PHK dengan alasan pekerja\n    ditahan oleh yang berwajib bukan atau oleh karena pengaduan dari perusahaan\n    sebagai mana diatur dalam UU No. 11 Tahun 2020.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang ditahan oleh pihak yang berwajib, maka Pengusaha tidak wajib\n    membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan kepada keluarga yang menjadi\n    tanggungannya sesuai PP No. 35 Tahun 2021 Pasal 53.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan bantuan sebagai berikut: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Untuk satu orang tanggungan25% dari upah\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk dua orang tanggungan 35% dari upah\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk tiga orang tanggungan 45% dari upah\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk empat orang tanggungan atau lebih 50% dari upah\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lamanya pemberian bantuan paling lama 6 (enam) bulan, terhitung sejak\n    hari pertama pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang ditahan oleh pihak yang berwajib secara prosedur diatur\n    lebih lanjut dalam Undang – Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta\n  Kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19 : UPAH SELAMA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila pekerja sakit, surat ijin yang berlaku dan dibayar adalah surat\n    keterangan sakit dari Rumah Sakit, Surat keterangan sakit dari Puskesmas,\n    surat keterangan sakit dari Dr PPK1 (dokter BPJS), dan keterangan sakit\n    dari Bidan\u002F Dokter Spesialis Kandungan Rumah Sakit bagi pekerja hamil.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">Apabila Pekerja sakit dalam jangka waktu lama yang dibuktikan dengan\n    surat dokter (dirawat di Rumah Sakit) maka upahnya akan dibayar dengan\n    ketentuan sebagai berikut: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Empat bulan pertama dibayar 100%\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Empat bulan kedua dibayar 75%\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Empat bulan ketiga dibayar50%\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Empat bulan keempat dibayar25%\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">Apabila pekerja\u002F buruh mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat\n    akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\n    melampaui batas 12 (dua belas) bulan, dapat mengajukan Pemutusan Hubungan\n    Kerja dan diberikan: \n    \u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n      \u003Cli>Uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n      (3);\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4) sesuai PP No.\n        35 Tahun 2021.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Fol>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PENGOBATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: PERAWATAN DAN PENGOBATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cli>Guna memelihara kesehatan para pekerja, Perusahaan menyediakan fasilitas\n    pengobatan yang ditentukan oleh Perusahaan berpedoman kepada ketentuan UU\n    No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS beserta Peraturan Pelaksanaannya (PP No. 12\n    Tahun 2013).\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fol>\u003Col>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cli>Untuk menjaga kesehatan pekerja setiap setahun sekali oleh dokter\n    perusahaan dilakukan pemeriksaan Medical Check Up secara masal kepada\n    pekerja\u002F ti PT. Semarang Garment.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB VII : JAMINAN SOSIAL \u002F KESEHATAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 : KESELAMATAN DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli>Perusahaan wajib memberikan alat-alat perlindungan keselamatan dan\n    kesehatan berupa Alat Pelindung Diri (APD), fasiltas kedaruratan, dan\n    perlengkapan keselamatan lain.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hiv\">\u003Cli>Perusahaan wajib melakukan edukasi mengenai norma keselamatan dan\n    kesehatan kerja kepada seluruh pekerja, norma ketenagakerjaan, dan\n    melakukan pencegahan dan penggulangan HIV\u002FAIDS serta melakukan safety\n    induction kepada setiap tamu yang datang.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cli>Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan dirinya dan pekerja lainnya dan\n    wajib memakai alat-alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang telah\n    disediakan oleh Perusahaan serta mengikuti\u002F mematuhi ketentuan-ketentuan\n    mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan perlindungan kerja yang\n    berlaku sesuai dengan Undang-Undang No.1 Tahun 1970.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-riskassessment\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cli>Pekerja hamil tidak diperbolehkan bekerja dengan Bahan Berbahaya dan\n    Beracun (B3) baik dalam kegiatan penyimpanan, pemanfaatan ataupun\n    pembuangan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila pekerja menemui Hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\n    Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pekerja dan Perusahaan, harus segera\n    melaporkan kepada Pimpinan (atasannya).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib memelihara alat-alat\u002F perlengkapan kerja dengan baik\n    dan teliti.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Diluar waktu kerja yang telah ditentukan oleh Perusahaan, Pekerja\n    dilarang memakai\u002F menggunakan alat-alat perlengkapan kerja milik Perusahaan\n    untuk keperluan pribadi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Semua perlengkapan kerja tersebut menjadi tanggung jawab pekerja yang\n    menggunakannya: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Setiap pekerja diberikan pakaian seragam (2)\n    dua set per (2) dua tahun.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Pakaian kerja disediakan oleh Perusahaan\n    wajib dipakai oleh setiap pekerja pada waktu kerja yaitu Hari Senin s\u002Fd\n    Kamis dan Baju Batik pada Hari Jumat untuk yang menggunakan jam kerja 5\n    hari dalam seminggu. Sedang yang menggunakan jam kerja 6 hari dalam\n    seminggu, Hari Sabtu menggunakan baju bebas, sopan, rapi, serta tetap\n    menggunakan ID card\u002F identitas pekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Setiap pekerja diwajibkan memakai celana\n    panjang demi menjaga keselamatan selama bekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Setiap pekerja diwajibkan memakai sepatu\n    yang tingginya kurang dari 3cm di area produksi untuk menjaga keselamatan\n    selama bekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Bagi pekerja yang tidak memakai seragam\n    kerja tidak diperbolehkan masuk lingkungan kerja kecuali hari sabtu.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dalam masa percobaan (probation) wajib memakai kemeja\n    putih dan bawahan hitam\u002F gelap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Semua Pekerja diwajibkan memakai ID Card\u002F tanda pengenal untuk identitas\n    sebagai pekerja PT Semarang Garment.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja baru yang belum mendapatkan ID Card (pada hari pertama masuk\n    kerja) harus memakai kartu pengenal sebagai pekerja baru yang diketahui\n    oleh personalia.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 : FASILITAS - FASILITAS PENUNJANG\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tempat Ibadah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam rangka memberikan kesempatan kepada pekerja yang beragama Islam untuk\nmenjalankan ibadah sholat, maka perusahaan menyediakan Musholla yang memenuhi\nsyarat-syarat peribadatan dengan memperhatikan lokasi atau tempat serta ruangan\nyang tersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Locker Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Perusahaan menyediakan locker untuk pekerja\nsebagai tempat untuk menaruh tas pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Tas dan barang-barang milik pekerja tidak boleh\ndibawa ke area pabrik (ruangan produksi).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tempat Parkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan sementara tidak menyediakan tempat parkir kendaraan untuk\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Air minum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan air minum untuk pekerja secara gratis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tempat makan dan tempat istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Dalam rangka memberikan rasa nyaman kepada\npekerja, maka Perusahaan menyediakan tempat untuk makan dan tempat istirahat\nyang cukup untuk pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Pekerja tidak diperkenankan membawa makanan dan\nminuman ke ruang pabrik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingfacilities\">\u003Cp>6. Tempat laktasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan tempat untuk memerah ASI dan fasiltas penunjang lain\nbagi ibu menyusui agar anaknya mendapat ASI Ekslusif dan cukup gizi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 : ISTIRAHAT MINGGUAN DAN HARI LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Col>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cli>Istirahat mingguan bagi pekerja (1) satu hari untuk yang (6) enam hari\n    kerja seminggu dan (2) dua hari untuk yang (5) hari kerja seminggu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 : ISTIRAHAT TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cli>Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan secara terus menerus\n    berhak atas istirahat tahunan selama 12 hari kerja dengan mendapat upah\n    penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat menunda permohonan istirahat tahunan paling lama 6\n    (enam) bulan terhitung sejak lahirnya hak istirahat tahunan tersebut, hak\n    istirahat tahunan dapat dibagi pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan,\n    asalkan satu bagian terdapat sekurang-kurangnya 6 (enam) hari kerja\n    terus-menerus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi karyawan yang akan mempergunakan hak cutinya maka 1 (satu) minggu\n    sebelumnya harus mengajukan permohonan tertulis kepada Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Saat dimulainya istirahat\u002F cuti tahunan dapat ditentukan oleh pekerja\n    maupun Perusahaan dengan memperhatikan kepentingan kedua belah pihak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan memperhatikan kepentingan pekerja dan Perusahaan maka cuti tahunan\n    dalam pengambilannya diatur sebagai berikut: \n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) 6 hari diambil secara masal pada saat\n    lebaran\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) 6 hari dapat diambil secara terus menerus\n    atau dapat dibagi dalam beberapa hari.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sisa Cuti Tahunan tidak dapat diuangkan dan harus diambil, kecuali bagi\n    karyawan keluar (resign) akan dibayarkan sisa cuti tahunan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika hak cuti seseorang sudah diambil, kemudian pekerja tersebut ada\n    keperluan mendesak maka atas persetujuan kedua belah pihak Perusahaan dapat\n    memberikan ijin sesuai dengan keperluannya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25 : IJIN HAID\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Bagi pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua\npada waktu haid apabila merasakan sakit dengan tetap mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja wanita yang tidak dapat bekerja karena haid, maka harus melapor\nterlebih dahulu kepada pihak Perusahaan atau menyerahkan surat keterangan\nDokter dari Poliklinik Perusahaan\u002F Puskesmas\u002F Rumah Sakit Umum\u002F Rumah Sakit\nFaskes (1) yang dipilih pekerja sesuai dalam BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja wanita yang sedang haid tetap diperlukan bekerja, perusahaan\nmemberikan insentif kepada pekerja tersebut dengan perhitungan Gaji Pokok : 30\nhari X 1 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila pekerja belum genap satu bulan bekerja, cuti hamil, cuti keguguran,\ndan karyawan all in maka insentif haid tidak diberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 : CUTI HAMIL ATAU KEGUGURAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cli>Bagi pekerja wanita yang melahirkan berhak atas cuti selama 1,5 (satu\n    setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan\n    sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan BPJS\n    dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cli>Apabila kelahiran bayi tidak sesuai dengan HPL (Hari Perkiraan Lahir),\n    maka perhitungan cuti hamil dan melahirkan tetap 3 bulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cli>Pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan memperoleh istirahat\n    1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter\n    kandungan atau bidan BPJS dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang akan menggunakan cuti hamil tersebut harus mengajukan\n    permohonan terlebih dahulu kepada pimpinan perusahaan dengan disertai surat\n    keterangan dokter atau bidan yang merawat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 : MEMENUHI KEWAJIBAN BERIBADAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja\u002F\n    buruh untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya (seperti naik\n    haji, umroh) sesuai UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 80.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal pekerja menjalankan ibadah menurut agamanya (seperti ibadah\n    haji, umroh), lebih dari 3 (tiga) bulan atau dalam menjalankan ibadah\n    tersebut lebih dari 1 (satu) kali maka Perusahaan tidak wajib membayar upah\n    (penjelasan Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2015 pasal 28).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 : PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan mengikutsertakan seluruh pekerja ke dalam program Jaminan\n    Sosial Tenaga Kerja sesuai dengan ketentuan UU No. 24 Tahun 2011, PP No. 12\n    Tahun 2013 dan PP No. 37 tahun 2021 serta peraturan pelaksanaannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ruang lingkup Jaminan Sosial Tenaga Kerja meliputi: \n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">Iuran sebesar 0.24% dari upah dibebankan kepada\n    Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Jaminan Kematian (JKM)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">Iuran sebesar 0.3% dari upah dibebankan kepada\n    Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">Iuran sebesar 2% dari upah dibebankan kepada\n    pekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">Iuran sebesar 3.7% dari upah dibebankan kepada\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Jaminan Pensiun (JP)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">Iuran sebesar 1% dari upah dibebankan kepada\n    pekerja\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">Iuran sebesar 2% dari upah dibebankan kepada\n    perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-unemploymentfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">Iuran sebesar 0.22% dari upah dibebankan kepada\n    pemerintah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">Iuran sebesar 0.14% dari upah merupakan\n    rekomposisi JKK\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">Iuran sebesar 0.10% dari upah merupakan\n    rekomposisi JKM\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003Col>\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f) Jaminan Kesehatan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">1. Apabila ada perubahan status pekerja, pekerja\n    wajib memberitahukan perubahan status tersebut kepada pihak perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">2. Iuran sebesar 1% dari upah dibebankan kepada\n    pekerja (perubahan iuran sesuai dengan peraturan BPJS yang berlaku).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">3. Iuran sebesar 4% dari upah dibebankan kepada\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">4. Untuk pekerja yang berstatus nikah, Jaminan\n    Kesehatan ini berlaku untuk suami\u002F istri beserta 3 orang anak (anak\n    kandung\u002F anak angkat yang sah\u002F anak tiri) dengan usia maksimum 25 tahun dan\n    belum menikah, belum bekerja dan menjadi tanggungan tenaga kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 : PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pekerja yang mencapai usia 55 tahun sesuai dengan tanggal lahir\ndiputuskan hubungan kerjanya dengan hak pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pengajuan klaim jaminan pensiun dapat dilakukan oleh pekerja atau ahli\nwarisnya sesuai PP No.45 Tahun 2015.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : SANKSI – SANKSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 : MANGKIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila pekerja tidak masuk kerja tanpa alasan yang tidak dapat\n    dipertanggung jawabkan, maka pekerja tersebut dianggap mangkir dan upahnya\n    tidak dibayar.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja mangkir atau tidak masuk bekerja tanpa alasan yang bisa\n    dipertanggung jawabkan selama 5 (lima) hari berturut-turut dan sudah\n    dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan tertulis, dapat\n    diputus hubungan kerjanya dengan dikualifikasikan mengundurkan diri.\n    Perusahaan berkewajiban memberikan uang penggantian hak sesuai ketentuan\n    pasal 40 ayat (4) PP No. 35 Tahun 2021 dan diberikan uang pisah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang mengundurkan diri dapat kembali bekerja di perusahaan jika\n    sudah melewati batas 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi unjuk rasa atau mogok kerja dari pekerja dan dalam hal\n    akan mengadakan unjuk rasa\u002F mogok kerja tersebut tidak melalui prusedur\n    yang ditentukan dalam Perundang-Undangan yang berlaku, maka selama unjuk\n    rasa\u002F mogok kerja tersebut, Perusahaan tidak ada kewajiban untuk mambayar\n    Upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31 : KETENTUAN SURAT PERINGATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Kepada pekerja yang melakukan pelanggaran tata tertib Perusahaan akan\ndiberikan surat peringatan yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Teguran lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Surat Peringatan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Surat Peringatan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Surat Peringatan III (terakhir)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Surat Peringatan tidak harus sesuai urutannya, tetapi dapat dinilai dari\nbesar kecilnya kesalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masing-masing Surat Peringatan mempunyai masa berlaku selama (6) enam\nbulan dan apabila yang bersangkutan masih melakukan pelanggaran di masa berlaku\nSP yang diterimanya maka ketentuan SP dapat ditingkatkan, dan perusahaan dapat\nmemutuskan hubungan kerjanya sesuai PP No. 35 Tahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan Surat Peringatan I (pertama)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Memberikan data\u002F informasi palsu atau berbohong\nkepada perusahaan yang dapat mengakibatkan jadwal final inspection dan atau\njadwal export terganggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Tidak memakai pakaian seragam, celana panjang,\ndan kartu pengenal (ID Card) miliknya di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Menggunakan sepatu yang tingginya lebih dari 3cm\ndi area produksi yang dapat membahayakan keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Menyalahgunakan tanda pengenal\u002F ID Card dan\ntidak dapat menunjukkan kartu tanda pengenal kepada petugas keamanan\u002F petugas\nlain yang ditunjuk untuk itu, sewaktu hendak masuk ke lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Tidak masuk kerja tanpa surat keterangan selama\n2 kali dalam 1 bulan, dan sudah pernah diberikan teguran secara lisan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f) Mengganggu pekerja lain hingga menyebabkan\nkerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g) Melakukan pekerjaan dengan alat-alat yang bukan\nhak, wewenang dan tanggung jawabnya tanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h) Pindah atau tukar shift atau mengganti hari\nliburnya tanpa ijin dari atasannya yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i) Menggunakan atau meletakkan barang\u002F alat kerja\nsecara serampangan yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j) Sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya,\ntetapi tidak memberi tahu dengan segera kepada rekan sekerjanya, atasannya atau\npetugas keamanan bila mengetahui adanya kecelakaan kerja atau keadaan yang\nmembahayakan dirinya atau orang lain, atau merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k) Tidur pada waktu jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l) Terlambat datang dari waktu yang telah\nditentukan tanpa ijin atau tanpa ada alasan yang sah selama 3 (tiga) kali dalam\n1 (satu) bulan atau tidak mencetak\u002F mengeprint kartu absensinya atau tidak\nmembuat laporan atas keterlambatannya meskipun sudah diberikan surat peringatan\nlisan dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m) Pulang lebih awal dari waktu yang telah\nditentukan tanpa ijin\u002F alasan yang sah sebanyak dua kali dalam satu bulan\nmeskipun telah diperingatkan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n) Mengendarai mobil perusahaan yang bukan menjadi\ntugasnya tanpa ijin\u002F perintah atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o) Tanpa alasan yang jelas menolak untuk mengikuti\npemeriksaan kesehatan yang diwajibkan oleh Perusahaan meskipun telah diberikan\nperingatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">p) Membawa makanan dan minuman berwarna ke area\nproduksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">q) Menghidupkan handphone di ruang produksi kecuali\nMechanic, Chief, Supervisor, Manager, Direktur yang digunakan untuk kepentingan\nyang berhubungan dengan produksi\u002F kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">r) Melakukan jual-beli di area perusahaan dalam\nbentuk apapun baik sebelum masuk kerja, jam istirahat, jam kerja dan saat\nmenjelang pulang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">s) Memelihara kuku panjang meskipun telah diberi\nperingatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">t) Tidak mematuhi ketentuan keselamatan kerja\u002F\npetunjuk atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">u) Menolak perintah yang layak dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">v) Tidak cakap melakukan pekerjaan, walaupun telah\ndicoba dimana-mana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">w) Tidak mengikuti atau mematuhi seluruh petunjuk\natau instruksi kerja yang diberikan oleh atasannya\u002F Pimpinan perusahaan yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">x) Sebagai peningkatan sanksi bilamana pekerja yang\ntelah mendapat Surat Peringatan atau Teguran lisan pertama dan surat itu masih\nberlaku tetapi masih melakukan pelanggaran yang sama atau pelanggaran yang lain\nyang dapat dikenakan sanksi Surat Peringatan Pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Ketentuan Surat Peringatan II (kedua)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mangkir atau tidak masuk kerja tanpa ijin selama\n4 (empat) hari kerja dalam 6 (enam) bulan meskipun telah diberikan Surat\nPeringatan Pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Terlambat masuk kerja ke 4 kali dalam 6\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mengoperasikan peralatan mesin atau menggunakan\nbahan yang tidak sesuai dengan S.O.P (Standard Operational Procedure) sehingga\nmembahayakan dirinya\u002F orang lain, atau menimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bukan menjadi tugasnya memindahkan alat pemadam\nkebakaran dari tempatnya, atau mempergunakan bukan untuk tujuan yang\nsemestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat\njam kerja pada bagian tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Merintangi petugas keamanan dalam menjalankan\ntugasnya untuk memelihara tata tertib dan pengamanan di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Menolak diberikannya Surat Peringatan pertama\natas dasar kesalahan yang terbukti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Sebagai peningkatan sanksi bilamana pekerja yang\ntelah mendapat Surat Peringatan atau teguran lisan kedua dan surat itu masih\nberlaku tetapi masih melakukan pelanggaran yang sama atau pelanggaran yang lain\nyang dapat dikenakan sanksi Surat Peringatan kedua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Ketentuan Surat Peringatan III (ketiga)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Menolak diberikannya Surat Peringatan kedua atas\ndasar kesalahan yang terbukti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Meninggalkan lingkungan perusahaan sewaktu jam\nkerja, kecuali atas perintah atau dengan seijin atasannya yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Membawa keluar dari lingkungan perusahaan gambar\nteknik atau dokumen yang menjadi rahasia Perusahaan tanpa seijin atasan\u002F\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas atau\ntanpa ijin atasan telah memindahkan\u002F menyimpan barang milik perusahaan di suatu\ntempat yang tidak semestinya yang terbukti sebagai usaha untuk membantu\npencurian atau tidak melapor kepada pengusaha meskipun mengetahui hal-hal\nseperti itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Melakukan usaha Rentener (meminjamkan uang\ndengan bunga tinggi) di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Merokok di dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Dengan sengaja tidak menggunakan alat pengaman\nmesin atau peralatan lainnya sehingga mengakibatkan kecelakaan kerja, ledakan\natau kebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Memasuki atau keluar dari lingkungan perusahaan\ndengan cara tidak melalui pintu yang sudah ditentukan atau dengan cara yang\ntidak wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Pekerja yang tidak melakukan absensi berangkat\ndan atau pulang selama 5x dalam 1 bulan tanpa keterangan \u002F ijin dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Peringatan Ketiga dapat diberikan setelah\nmendapat peringatan atau teguran lisan ketiga dan tergantung tingkatan\nkesalahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Sebagai peningkatan sanksi bilamana pekerja yang\ntelah mendapat surat Peringatan atau Teguran lisan ketiga dan surat itu masih\nberlaku tetapi masih melakukan pelanggaran yang sama atau pelanggaran yang lain\nyang dapat dikenakan sanksi Surat peringatan Ketiga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Menyerang, menganiaya, mengancam, kekerasan\nseksual atau mengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Karena kelalaian dalam melakukan Pekerjaan,\nsehingga menimbulkan Kerugian material dan inmateriil Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 : SCHORSING\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Yang dimaksud schorsing dalam hal ini adalah menon-aktifkan sementara\n    kepada pekerja karena kesalahan yang dibuatnya untuk memberikan kesempatan\n    serta berdisiplin diri, merubah sikap dan kelakuan serta menginsafi\n    kesalahan\u002F pelanggaran yang diperbuatnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam memberikan schorsing kepada pekerja diberitahukan secara\n  tertulis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Schorsing yang diberikan bersifat mendidik dan diberikan kepada pekerja\n    yang sedang dalam proses pemutusan hubungan kerja dengan tetap wajib\n    membayar upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 : PELANGGARAN TATA TERTIB YANG DAPAT MENGAKIBATKAN PEMUTUSAN\nHUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja terhadap pekerja\u002F buruh dengan\nalasan pekerja\u002F buruh telah melakukan kesalahan berat oleh karena adanya\nkeputusan dari pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Melakukan pencurian\u002F penggelapan dan\npemalsuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Berkelahi, penganiayaan, menghina secara kasar\natau mengancam pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mabuk, minum-minuman keras, berjudi, madat\nmemakai obat bius atau narkotika dan berkelahi ditempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Melakukan perbuatan asusila di lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahan\natau mencemarkan nama baik pengusaha dan atau keluarga pengusaha yang\nseharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk\nmelakukan sesuatu yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Melakukan konspirasi (permufakatan antara dua\natau lebih orang untuk melakukan sebuah kejahatan atau dalam rangka memenuhi\ntujuan legal melalui tindakan kejahatan) di dalam perusahaan yang menyebabkan\nancaman\u002F kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Dengan sengaja atau kecerobohannya merusak atau\nmembiarkan milik Perusahaan dalam keadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Dengan sengaja atau kecerobohannya merusak atau\nmembiarkan diri atau teman sekerja dalam keadaan berbahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Melakukan kesalahan yang bobotnya sama setelah\nmendapat peringatan terakhir yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Mengkhina secara kasar atau mengancam Pengusaha,\nkeluarga pengusaha, atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Dengan sengaja merusak hasil produksi, bahan\nbaku, bahan-bahan atau bentuk-bentuk peralatan kerja yang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Menyerang mengintimidasi\u002F menipu pengusaha atau\nteman sekerja dan memperdagangkan barang terlarang dalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002F buruh yang diputus hubungan kerjanya berdasarkan alasan\nsebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dapat memperoleh uang penggantian hak\nsebagaimana dimaksud dalam PP No.35 tahun 2021 dan uang pisah sebagaimana\ndiatur dalam PKB pasal 34.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang telah melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam\n    perjanjian kerja bersama dan telah menerima Surat Peringatan Pertama dengan\n    masa jeda 6 bulan, apabila pekerja masih melakukan kesalahan yang sama,maka\n    perusahaan memberikan Surat Peringatan Kedua dengan jeda waktu 6 bulan,\n    apabila pekerja masih melakukan kesalahan yang sama maka perusahaan\n    memberikan Surat Peringatan Ketiga dan perusahaan dapat melakukan pemutusan\n    hubungan kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku\n  .\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja pengusaha diwajibkan membayar\n    uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak\n    yang seharusnya diterima sesuai dengan PP No. 35 Tahun 2021 ayat 2,ayat 3\n    dan ayat 4.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 : UANG PISAH \u002F UANG TALI ASIH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Bagi pekerja atau buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri,\nmemperoleh uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 40 ayat 4 PP No. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002F buruh yang mengundurkan diri sebagaimana dimaksud harus memenuhi\nsyarat :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Mengajukan permohonan pengunduran diri secara\ntertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai\npengunduran diri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Tidak terikat dalam ikatan dinas; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal\nmulai pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Uang pisah untuk pekerja yang mengundurkan diri sesuai dengan ketentuan\nayat 2 berhak mendapakan tanda terima kasih yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Masa kerja 0 – 3 tahun akan mendapatkan\npergantian Rp. 0,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Masa kerja 3 – 10 tahun akan mendapat\npergantian Rp. 100.000,- per tahun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Masa kerja diatas 10 tahun akan mendapatkan\npenggantian maximal Rp 1.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Ketentuan mengikuti peraturan PP No.35 tahun\n2021 Pasal 50.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 : PERIJINAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Ijin meninggalkan pekerjaan untuk suatu keperluan dalam lingkungan pabrik\n    harus seijin kepala bagiannya masing-masing, atau atasan yang\n  ditunjuknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meninggalkan lingkungan pabrik karena suatu hal harus seijin dari kapala\n    bagian Personalia, atau atasan atau yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 : IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN MENDAPAT UPAH\u002F TANPA UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>1. Perusahaan dapat memberikan ijin kepada pekerja meninggalkan pekerjaan\ndengan mendapat upah, apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pernikahan pekerja sendiri\n……………………………………….3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mengkhitankan\u002F membabtiskan anak\n………..………...................2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Menikahkan anak\n……………………………...……………………..2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Anggota keluarga (Suami\u002F Istri\u002F Anak\u002F Menantu\u002F\nOrang Tua\u002F Mertua\u002F Saudara Kandung) dari pekerja yang\nmeninggal………………………………………………2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Anggota keluarga dalam 1 rumah meninggal\ndunia………………1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Istri pekerja melahirkan\u002F gugur\nkandungan………………………2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut harus diperoleh dahulu dari\nPerusahaan, kecuali dalam keadaan mendesak dengan bukti-bukti tersebut dapat\ndiajukan kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Atas pertimbangan-pertimbangan perusahaan, ijin meninggalkan pekerjaan\ndiluar ketentuan tersebut di atas dapat diberikan tanpa upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap pekerja yang meninggalkan tanpa ijin dari perusahaan atau surat\nketerangan tanpa alasan yang tidak dapat diterima oleh perusahaan dianggap\nmangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 : KEWAJIBAN DAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Keselamatan dan Kesehatan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Moral dan kesusilaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat\nmanusia serta nilai-nilai agama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan\nkerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan memiliki team P2K3 yang beranggotakan manajemen dan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk melindungi keselamatan pekerja guna mewujudkan produktivitas kerja\nyang optimal, Kepala Bagian atau Chief ikut serta upaya keselamatan dan\nkesehatan kerja atau berperan aktif untuk mengingatkan penggunaan alat\npelindung diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap pekerja yang tidak menerapkan sistem K3 maka akan diberikan sanksi\nberupa surat peringatan II dan kepala Bagian atau Chief akan menerima sanksi\nyang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 : KEWAJIBAN KEWAJIBAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap pekerja harus memperlakukan semua orang seadil-adilnya berdasarkan\n    ketentuan hukum yang berlaku, tanpa memandang gender (jenis kelamin), warna\n    kulit, umur, agama, status perkawinan, orientasi seksual, identitas dan\n    ekspresi gender, status veteran, disabilitas, kasta, latar belakang sosial\n    dan etnik, kewarganegaraan, keyakinan politik, serta faktor-faktor lainnya\n    yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja harus sudah berada\u002F hadir 10 menit sebelum bekerja dan\n    setiap pekerja sudah berada di tempat tugas masing-masing tepat pada waktu\n    yang telah ditetapkan dan demikian pula pada waktu pulang meninggalkan\n    pekerjaan harus tepat pada waktunya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib mengisi daftar absensi\u002F melakukan absensi pada\n    tempat yang sudah disediakan dan menyerahkan kartu kerja pada tempat yang\n    telah ditetapkan baik pada waktu masuk atau pulang bekerja dan harus\n    diserahkan\u002F diisi oleh pekerja sendiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib mengikuti dan mematuhi seluruh petunjuk-petunjuk\n    atau instruksi-instruksi yang diberikan oleh atasannya atau Pimpinan\n    Perusahaan yang berwenang memberi petunjuk\u002F instruksi tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib melaksanakan tugas pekerjaan yang telah ditentukan\n    oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib menjaga serta memelihara dengan baik semua milik\n    Perusahaan, dan segera melaporkan kepada pimpinan Perusahaan\u002F atasannya\n    apabila mengetahui hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib memelihara dan memegang teguh rahasia Perusahaan\n    terhadap siapapun mengenai segala hal yang diketahuinya mengenai Perusahaan\n    kecuali demi kepentingan Negara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib melaporkan kepada Pimpinan Perusahaan apabila ada\n    perubahan-perubahan atas status dirinya, susunan keluarganya, perubahan\n    alamat dan lain sebagainya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib memeriksa semua alat-alat kerja masing-masing\n    sebelum bekerja atau akan meninggalkan pekerjaan, sehingga benar-benar\n    tidak akan menimbulkan kerusakan atau bahaya yang akan mengganggu\n  pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib memelihara semua alat-alat kerja, inventaris kantor,\n    dan dokumen yang disediakan oleh Perusahaan. Dan apabila pekerja\n    mengundurkan diri, maka pekerja harus mengembalikan barang-barang tersebut\n    kepada perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada waktu mulai masuk kerja: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Setiap pekerja tidak boleh datang terlambat,\n    kecuali karena alasan-alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Apabila\n    pekerja datang terlambat maka kepadanya dikenakan sanksi, pertama teguran\n    secara Lisan dan diteruskan dengan Surat Peringatan Tertulis.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Waktu saat pulang sebelumnya pekerja harus\n    merapikan tempat kerjanya masing-masing apabila pekerja pulang atau\n    meninggalkan pekerjaan sebelum jam kerjanya usai tanpa ijin maka pada hari\n    itu kepada pekerja yang bersangkutan diberikan sanksi Surat Peringatan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Setiap pekerja tidak diperkenankan masuk\n    tanpa ID Card\u002F timecard dan diwakilkan atau juga mewakilkan timecard milik\n    orang lain.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pada saat memasuki ruangan pabrik setiap\n    pekerja diwajibkan memakai sepatu yang tingginya kurang dari 3cm.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tidak boleh membawa tas atau kosmetik.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Tidak boleh membawa makanan ke dalam area\n    produksi.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Tidak boleh membawa minuman yang ada zat\n    pewarnanya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Dilarang membawa rokok dan merokok di dalam\n    area pabrik.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Dilarang membawa senjata sajam dan minuman\n    keras.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada jam-jam kerja \n    \u003Cp>a. Posisi duduk harus tertib dan menghadap ke depan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Berbicara sebatas komunikasi kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Tidak boleh meninggalkan tempat kerja baik untuk keperluan dinas\n    ataupun keperluan lainnya tanpa ijin dari Supervisor\u002F group leader\n    masing-masing.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Menimbulkan kekacauan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e. Pekerja supaya membantu yang lain (khusus yang keteter).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>f. Tidak boleh melakukan kegiatan jual beli dalam bentuk apapun di dalam\n    pabrik.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>g. Dilarang merokok di dalam area perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada jam Istirahat\n    \u003Cp>a. Mesin harus dalam keadaan mati.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Pekerjaan (yang masih dalam proses) harus dirapikan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Pada waktu jam istirahat setiap pekerja tidak boleh berada di dalam\n    ruang kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Setiap pekerja tidak boleh makan di dalam pabrik.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e. Setiap pekerja tidak boleh duduk atau tidur di atas meja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>f. Bagi yang sholat dhuhur pada jam istirahat.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>g. Setiap pekerja agar memanfaatkan waktu istirahat dengan\n    sebaik-baiknya, diciptakan suasana aman tertib pada waktu keluar dan masuk\n    pabrik.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>h. Setiap pekerja tidak diperkenankan melakukan jual beli barang dalam\n    bentuk apapun di dalam pabrik.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada waktu pulang\n    \u003Cp>a. Mesin harus dalam keadaan mati.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Pekerjaan (yang masih dalam proses) harus dirapikan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Absen pulang sendiri (dengan time card).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Tertib antri dan tidak boleh berteriak.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lain-lain\n    \u003Cp>a. Tidak boleh berkuku panjang.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Bersedia mengikuti lembur bila diperlukan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Tunduk dan patuh kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Mentaati atau mematuhi semua peraturan-peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e. Berpakaian rapi, jujur, disiplin, bertanggung jawab serta menjalin\n    hubungan yang baik dengan sesama teman sekerja maupun atasan atau pimpinan\n    perusahaan dengan memperhatikan norma-norma atau azas Hubungan Industrial\n    Pancasila.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 : LARANGAN – LARANGAN BAGI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap pekerja tidak boleh melanggar isi PKB (Perjanjian Kerja Bersama)\n    baik disengaja maupun tidak disengaja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan dengan masa percobaan yang tidak lulus training tidak boleh\n    mendaftar kembali sebagai karyawan sampai dengan masa jeda 6 bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang membawa\u002F menggunakan barang-barang\u002F alat-alat\n    milik perusahaan keluar dari lingkungan perusahaan tanpa ijin dari pimpinan\n    perusahaan atau yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak\n    diperkenankan memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya kecuali atas\n    perintah\u002F ijin atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang menjual\u002F memperdagangkan barang-barang berupa\n    apapun atau mengedarkan daftar katalog atau daftar harga barang,\n    menempelkan atau mengedarkan poster yang tidak ada hubungannya dengan\n    pekerjaan tanpa ijin dari pimpinan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang minum minuman keras, mabuk di tempat kerja,\n    membawa, menyimpan, menyalahgunakan obat-obat terlarang atau narkotika dan\n    sejenisnya, melakukan segala macam perjudian dan bertengkar\u002F berkelahi\n    dengan sesama pekerja\u002F Pimpinan dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setia pekerja dilarang membawa senjata api\u002F tajam ke dalam lingkungan\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang melakukan tindakan asusila di dalam\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 : PENYAMPAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila terjadi keluh kesah\u002F kekurangpuasan dari pekerja atas hubungan\n    kerja, syarat-syarat kerja dan keadaan perburuhan akan diselesaikan melalui\n    Team Penanganan Aksi Kekerasan di dalam Perusahaan (TPAKP). Dan apabila\n    belum terselesaikan dengan baik maka dapat diteruskan kepada pimpinan yang\n    lebih tinggi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama penyelesaian masalah berlangsung kedua belah pihak melaksanakan\n    kewajibannya masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi kerusakan atau kerugian yang dialami oleh perusahaan yang\n    disebabkan oleh tindakan pribadi atau kelompok, maka perwakilan kelompok\n    tersebut harus membayar ganti rugi sebesar jumlah kerugian yang akan\n    dituntut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sesuai UU No. 13 tahun 2003 maka permasalan\u002F perselisihan dapat\n    diselesaikan melalui musyawarah antara Pimpinan Serikat Pekerja dengan\n    Pimpinan Perusahaan dan apabila benar-benar tidak dapat diselesaikan secara\n    internal di Perusahaan, baru dimintakan bantuan ke dinas Sosial Tenaga\n    Kerja Kabupaten Semarang untuk dapat diselesaikan lebih lanjut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 : MOGOK KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-strikes_trigger\">\u003Cp>1. Mogok kerja merupakan hak dasar pekerja atau serikat pekerja yang\ndilakukan secara sah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mogok kerja tidak sah apabila dilakukan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Bukan akibat gagalnya perundingan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tanpa pemberitahuan kepada pengusaha dan\ninstansi yang bertanggung jawab dibidang ketenaga kerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pemberitahuan kurang dari 3 (tiga) hari sebelum\npelaksanaan mogok kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Isi pemberitahuan tidak memuat atau mencantumkan\n:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Waktu (Hari, Tanggal dan Jam) dimulai dan\n    diakhirinya mogok kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tempat mogok kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Alasan dan sebab-sebab mengapa harus melakukan\n    mogok kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tanda tangan ketua dan sekretaris Serikat\n    Pekerja sebagai penanggung jawab Mogok Kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">3. Mogok kerja yang dilakukan secara tidak sah\nsebagaimana dimaksud dalam No. 2 di atas dikualifikasikan sebagai mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pemanggilan untuk kembali bekerja bagi pelaku mogok kerja dilakukan oleh\npengusaha dalam bentuk pemanggilan secara patut dan tertulis.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 : LARANGAN – LARANGAN BAGI PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak boleh melanggar isi PKB (Perjanjian Kerja Bersama) baik\n    disengaja maupun tidak disengaja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dilarang mempekerjakan pekerja\u002Fburuh yang berumur kurang dari\n    18 tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cli>Pengusaha memperlakukan semua orang seadil-adilnya berdasarkan ketentuan\n    hukum yang berlaku, tanpa memandang gender (jenis kelamin), warna kulit,\n    umur, agama, status perkawinan, orientasi seksual, identitas dan ekspresi\n    gender, status veteran, disabilitas, kasta, latar belakang sosial dan\n    etnik, kewarganegaraan, keyakinan politik, serta faktor-faktor lainnya yang\n    tidak berhubungan dengan pekerjaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengusaha dilarang melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tanpa melalui\n    prosedur UU No. 13 Tahun 2003 atau Perundang-Undangan Ketenagakerjaan yang\n    berlaku serta dilarang melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) kepada\n    Pengurus PUK SPTSK SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) PT Semarang\n    Garment, dan anggotanya dalam hal hubungannya dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dilarang bersikap tidak manusiawi (menendang, melempar, dll.)\n    karena bertentangan dengan PANCASILA (sila ke -2).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak boleh menekan upah pekerja dengan alasan pribadi (benci,\n    sakit hati, dendam, pekerja tidak mau melakukan overtime).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dilarang untuk memberlakukan perubahan baru yang bertentangan\n    dengan PKB (Perjanjian Kerja Bersama), tanpa persetujuan dari Serikat\n    Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dilarang untuk mengintimidasi pekerja wanita Muslim yang\n    memakai jilbab di lingkungan PT Semarang Garment.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 : PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila ada hal-hal yang belum tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama\n    ini, maka akan diatur sesuai dengan memperhatikan ketentuan\n    Perundang-Undangan maupun Peraturan Pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berkaku dan sah kecuali\n    ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan tidak sah\n    oleh pengadilan dan atau nilainya lebih rendah dari Undang-Undang baru\n    dikemudian hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk Pekerja, Pengurus Serikat\n    Pekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak ditandatangani oleh kedua\n    belah pihak untuk masa 2 (dua) tahun terhitung sejak 17 Mei 2021 sampai\n    dengan 17 Mei 2023.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila satu pihak menginginkan perubahan, maka wajib memberitahukan\n    kepada pihak yang lain (Serikat Pekerja) secara tertulis minimal 90 hari\n    sebelum berakhirnya PKB (Perjanjian Kerja Bersama) ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pembahasan pembaharuan perjanjian kerja bersama tidak menemui\n    kesepakatan maka PKB lama tetap berlaku\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemtrad\">\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Perjanjian\nKerja Bersama ini telah disepakati dan ditandatangani oleh masing-masing pihak\nantara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PT Semarang\nGarment dan PUK TSK SPSI PT Semarang Garment\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Ditetapkan di\nUngaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pada Tanggal\n17 Mei 2021\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">KETUA\n\n        \u003Cp>PUK TSK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PT\n        SEMARANG GARMENT\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>TURYANA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">DIREKTUR\n\n        \u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PT\n        SEMARANG GARMENT\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>MR KIM YOUNG KI\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">SEKRETARIS\n\n        \u003Cp>PUK TSK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>PT. SEMARANG GARMENT\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ABDUL RAKHMAD R.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_start_date":49,"cbadate_end":51,"cbadate_end_date":53,"cbamemtrad":55,"pensionfund":59,"disabilityfund":63,"contracttrial":67,"contracttrialperiod":71,"contractseverancepay1":73,"contractseverancepay":77,"severance_number":79,"severance_number_1_tenure":83,"maxsicknesspay":87,"maxsicknesspayperc":91,"sicknessmaxdays":93,"menstruationleave":97,"disabilitypay":101,"unemploymentfund":103,"healthinsurance":107,"healthinsurancerelatives":111,"protectiveclothing":113,"code_application":117,"healthcareaccess":121,"hiv":125,"hivpolicy":129,"funeralpay":133,"funeralpaytype":137,"paidmaternityleaveduration":141,"paidmaternityleave":145,"paidmaternityleavepay":149,"paidmaternityleavepayperc":151,"maternityotherclause":153,"breastfeeding_dangerouswork":157,"riskassessment":161,"alternatives":163,"paidpaternityleave":167,"paidpaternityleaveduration":171,"paidpaternityleavepay":173,"deathrelatives":177,"marriage":181,"nursingmothers":185,"nursingfacilities":189,"violence":191,"sexualhar":195,"hourspday_select":197,"hourspday":201,"hourspweek_select":203,"hourspweek":205,"dayspweek":207,"MAXHOURS_trigger":209,"hoursovertimemax":213,"PAIDLEAV_trigger":215,"holidaysdays":219,"holidaysweeks":222,"holidaysfixed":224,"holidaysfixeddays":228,"SCHEDULE_trigger":230,"schedulesrestpw":234,"TRADEUNLEAV_trigger":237,"PAYSCALES_trigger":241,"STRUCINCR_trigger":245,"wageincreasetype2":249,"ONCERISE_trigger":253,"incidentalbonustype2":257,"OVERTIME_trigger":261,"overtimeallowancetype":265,"overtimeallowancetype_general":269,"sundayallowancetype":271,"sundayallowanceperc1":275,"COMMUTE_trigger":277,"commutingallowancetype":281,"SENIOR_trigger":283,"mealvouchers":287,"mealvouchersamount":291,"mealvouchers_remote":295,"discrimination":297,"strikes_trigger":301,"healthandsafetytraining":305},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"cbadate_start","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sej","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak ditandatangani oleh kedua\n    belah pihak untuk masa 2 (dua) tahun terhitung sejak 17 Mei 2021 sampai\n    dengan 17 Mei 2023.",{"bindId":50,"name":47,"text":48},"cbadate_start_date",{"bindId":52,"name":47,"text":48},"cbadate_end",{"bindId":54,"name":47,"text":48},"cbadate_end_date",{"bindId":56,"name":57,"text":58},"cbamemtrad","Perjanjian Kerja Bersama ini telah disep","Perjanjian\nKerja Bersama ini telah disepakati dan ditandatangani oleh masing-masing pihak\nantara\n\nPT Semarang\nGarment dan PUK TSK SPSI PT Semarang Garment",{"bindId":60,"name":61,"text":62},"pensionfund","d) Jaminan Pensiun (JP) Iuran sebesar 1%","d) Jaminan Pensiun (JP)\n    Iuran sebesar 1% dari upah dibebankan kepada\n    pekerja\n    Iuran sebesar 2% dari upah dibebankan kepada\n    perusahaan",{"bindId":64,"name":65,"text":66},"disabilityfund","a) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Iuran ","a) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n    Iuran sebesar 0.24% dari upah dibebankan kepada\n    Perusahaan.",{"bindId":68,"name":69,"text":70},"contracttrial","Pekerja masa percobaan adalah pekerja ya","Pekerja masa percobaan adalah pekerja yang sedang dalam masa percobaan\n    selama 3 (tiga) bulan dan mendapatkan upah setiap tanggal 5 dan besarnya\n    minimal sama dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten) Semarang atau sesuai\n    kesepakatan.",{"bindId":72,"name":69,"text":70},"contracttrialperiod",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"contractseverancepay1","Uang Pesangon Pasal 40 ayat (2) masa ker","Uang\n        Pesangon \n\n        Pasal 40 ayat (2)\n      \n    \n    \n      masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun\n      1 (satu) bulan Upah\n    \n    \n      masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua)\n      tahun\n      2 (dua) bulan Upah\n    \n    \n      masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga)\n      tahun\n      3 (tiga) bulan Upah\n      \n    \n    \n      masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat)\n        tahun\n      4 (empat) bulan Upah\n    \n    \n      masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima)\n        tahun\n      5 (lima) bulan Upah\n    \n    \n      masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam)\n        tahun\n      6 (enam) bulan Upah\n    \n    \n      masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh)\n        tahun\n      7 (tujuh) bulan Upah\n    \n    \n      masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\n        tahun\n      8 (delapan) bulan Upah\n    \n    \n      masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih\n      9 (sembilan) bulan Upah",{"bindId":78,"name":75,"text":76},"contractseverancepay",{"bindId":80,"name":81,"text":82},"severance_number","masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, te","masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam)\n        tahun\n      6 (enam) bulan Upah",{"bindId":84,"name":85,"text":86},"severance_number_1_tenure","masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tet","masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua)\n      tahun\n      2 (dua) bulan Upah",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"maxsicknesspay","Apabila Pekerja sakit dalam jangka waktu","Apabila Pekerja sakit dalam jangka waktu lama yang dibuktikan dengan\n    surat dokter (dirawat di Rumah Sakit) maka upahnya akan dibayar dengan\n    ketentuan sebagai berikut: \n    \n      Empat bulan pertama dibayar 100%\n      Empat bulan kedua dibayar 75%\n      Empat bulan ketiga dibayar50%\n      Empat bulan keempat dibayar25%",{"bindId":92,"name":89,"text":90},"maxsicknesspayperc",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"sicknessmaxdays","Apabila pekerja\u002F buruh mengalami sakit b","Apabila pekerja\u002F buruh mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat\n    akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\n    melampaui batas 12 (dua belas) bulan, dapat mengajukan Pemutusan Hubungan\n    Kerja dan diberikan: \n    ",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"menstruationleave","Bagi pekerja wanita tidak diwajibkan bek","Bagi pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua\npada waktu haid apabila merasakan sakit dengan tetap mendapatkan upah.",{"bindId":102,"name":65,"text":66},"disabilitypay",{"bindId":104,"name":105,"text":106},"unemploymentfund","e) Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Iu","e) Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)\n    Iuran sebesar 0.22% dari upah dibebankan kepada\n    pemerintah\n    Iuran sebesar 0.14% dari upah merupakan\n    rekomposisi JKK\n    Iuran sebesar 0.10% dari upah merupakan\n    rekomposisi JKM",{"bindId":108,"name":109,"text":110},"healthinsurance","f) Jaminan Kesehatan 1. Apabila ada peru","f) Jaminan Kesehatan\n    1. Apabila ada perubahan status pekerja, pekerja\n    wajib memberitahukan perubahan status tersebut kepada pihak perusahaan.\n    2. Iuran sebesar 1% dari upah dibebankan kepada\n    pekerja (perubahan iuran sesuai dengan peraturan BPJS yang berlaku).\n    3. Iuran sebesar 4% dari upah dibebankan kepada\n    perusahaan.\n    4. Untuk pekerja yang berstatus nikah, Jaminan\n    Kesehatan ini berlaku untuk suami\u002F istri beserta 3 orang anak (anak\n    kandung\u002F anak angkat yang sah\u002F anak tiri) dengan usia maksimum 25 tahun dan\n    belum menikah, belum bekerja dan menjadi tanggungan tenaga kerja.",{"bindId":112,"name":109,"text":110},"healthinsurancerelatives",{"bindId":114,"name":115,"text":116},"protectiveclothing","Perusahaan wajib memberikan alat-alat pe","Perusahaan wajib memberikan alat-alat perlindungan keselamatan dan\n    kesehatan berupa Alat Pelindung Diri (APD), fasiltas kedaruratan, dan\n    perlengkapan keselamatan lain.",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"code_application","Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan","Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan dirinya dan pekerja lainnya dan\n    wajib memakai alat-alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang telah\n    disediakan oleh Perusahaan serta mengikuti\u002F mematuhi ketentuan-ketentuan\n    mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan perlindungan kerja yang\n    berlaku sesuai dengan Undang-Undang No.1 Tahun 1970.",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"healthcareaccess","Guna memelihara kesehatan para pekerja, ","Guna memelihara kesehatan para pekerja, Perusahaan menyediakan fasilitas\n    pengobatan yang ditentukan oleh Perusahaan berpedoman kepada ketentuan UU\n    No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS beserta Peraturan Pelaksanaannya (PP No. 12\n    Tahun 2013).",{"bindId":126,"name":127,"text":128},"hiv","Perusahaan wajib melakukan edukasi menge","Perusahaan wajib melakukan edukasi mengenai norma keselamatan dan\n    kesehatan kerja kepada seluruh pekerja, norma ketenagakerjaan, dan\n    melakukan pencegahan dan penggulangan HIV\u002FAIDS serta melakukan safety\n    induction kepada setiap tamu yang datang.",{"bindId":130,"name":131,"text":132},"hivpolicy","Untuk menjaga kesehatan pekerja setiap s","Untuk menjaga kesehatan pekerja setiap setahun sekali oleh dokter\n    perusahaan dilakukan pemeriksaan Medical Check Up secara masal kepada\n    pekerja\u002F ti PT. Semarang Garment.",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"funeralpay","2. Tunjangan Kematian Apabila pekerja me","2. Tunjangan Kematian\n\nApabila pekerja meninggal dunia bukan\u002F oleh karena kecelakaan kerja, maka\nperusahaan akan memberikan sumbangan kepada ahli warisnya dengan ketentuan\nsebagai berikut :\n\na. Upah dalam bulan yang sedang berjalan.\n\nb. Sumbangan ongkos penguburan sebesar Rp.\n500.000,-\n\nc. Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan karena telah\nmenjadi anggota BPJS.\n\nd. Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja\nmeninggal dunia, kepada ahli warisnya diberikan sejumlah uang yang besar\nperhitungannya sama dengan uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan pasal\n40 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal\n40 ayat (3), uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 40 ayat (4) PP No.35\ntahun 2021.",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"funeralpaytype","b. Sumbangan ongkos penguburan sebesar R","b. Sumbangan ongkos penguburan sebesar Rp.\n500.000,-",{"bindId":142,"name":143,"text":144},"paidmaternityleaveduration","Apabila kelahiran bayi tidak sesuai deng","Apabila kelahiran bayi tidak sesuai dengan HPL (Hari Perkiraan Lahir),\n    maka perhitungan cuti hamil dan melahirkan tetap 3 bulan.",{"bindId":146,"name":147,"text":148},"paidmaternityleave","Bagi pekerja wanita yang melahirkan berh","Bagi pekerja wanita yang melahirkan berhak atas cuti selama 1,5 (satu\n    setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan\n    sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan BPJS\n    dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":150,"name":147,"text":148},"paidmaternityleavepay",{"bindId":152,"name":147,"text":148},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"maternityotherclause","Pekerja wanita yang mengalami keguguran ","Pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan memperoleh istirahat\n    1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter\n    kandungan atau bidan BPJS dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":158,"name":159,"text":160},"breastfeeding_dangerouswork","Pekerja hamil tidak diperbolehkan bekerj","Pekerja hamil tidak diperbolehkan bekerja dengan Bahan Berbahaya dan\n    Beracun (B3) baik dalam kegiatan penyimpanan, pemanfaatan ataupun\n    pembuangan.",{"bindId":162,"name":159,"text":160},"riskassessment",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"alternatives","Penguasaha dilarang mempekerjakan pekerj","Penguasaha dilarang mempekerjakan pekerja\u002Fburuh perempuan hamil yang\n    menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan\n    kandungannya maupun dirinya apabila bekerja LEMBUR.",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"paidpaternityleave","f. Istri pekerja melahirkan\u002F gugur kandu","f. Istri pekerja melahirkan\u002F gugur\nkandungan………………………2 hari",{"bindId":172,"name":169,"text":170},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"paidpaternityleavepay","1. Perusahaan dapat memberikan ijin kepa","1. Perusahaan dapat memberikan ijin kepada pekerja meninggalkan pekerjaan\ndengan mendapat upah, apabila:\n\na. Pernikahan pekerja sendiri\n……………………………………….3 hari\n\nb. Mengkhitankan\u002F membabtiskan anak\n………..………...................2 hari\n\nc. Menikahkan anak\n……………………………...……………………..2 hari\n\nd. Anggota keluarga (Suami\u002F Istri\u002F Anak\u002F Menantu\u002F\nOrang Tua\u002F Mertua\u002F Saudara Kandung) dari pekerja yang\nmeninggal………………………………………………2 hari\n\ne. Anggota keluarga dalam 1 rumah meninggal\ndunia………………1 hari\n\nf. Istri pekerja melahirkan\u002F gugur\nkandungan………………………2 hari",{"bindId":178,"name":179,"text":180},"deathrelatives","d. Anggota keluarga (Suami\u002F Istri\u002F Anak\u002F","d. Anggota keluarga (Suami\u002F Istri\u002F Anak\u002F Menantu\u002F\nOrang Tua\u002F Mertua\u002F Saudara Kandung) dari pekerja yang\nmeninggal………………………………………………2 hari",{"bindId":182,"name":183,"text":184},"marriage","a. Pernikahan pekerja sendiri …………………………","a. Pernikahan pekerja sendiri\n……………………………………….3 hari\n\nb. Mengkhitankan\u002F membabtiskan anak\n………..………...................2 hari",{"bindId":186,"name":187,"text":188},"nursingmothers","6. Tempat laktasi Perusahaan menyediakan","6. Tempat laktasi\n\nPerusahaan menyediakan tempat untuk memerah ASI dan fasiltas penunjang lain\nbagi ibu menyusui agar anaknya mendapat ASI Ekslusif dan cukup gizi.",{"bindId":190,"name":187,"text":188},"nursingfacilities",{"bindId":192,"name":193,"text":194},"violence","l. Menyerang, menganiaya, mengancam, kek","l. Menyerang, menganiaya, mengancam, kekerasan\nseksual atau mengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan\nkerja.",{"bindId":196,"name":193,"text":194},"sexualhar",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"hourspday_select","Jam kerja di Perusahaan adalah 8 (delapa","Jam kerja di Perusahaan adalah 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat\n    puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu)\n  minggu.",{"bindId":202,"name":199,"text":200},"hourspday",{"bindId":204,"name":199,"text":200},"hourspweek_select",{"bindId":206,"name":199,"text":200},"hourspweek",{"bindId":208,"name":199,"text":200},"dayspweek",{"bindId":210,"name":211,"text":212},"MAXHOURS_trigger","Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan","Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 4 (empat) jam\n    dalam 1 (satu) hari dan 18 (delapan belas) jam dalam 1 minggu.",{"bindId":214,"name":211,"text":212},"hoursovertimemax",{"bindId":216,"name":217,"text":218},"PAIDLEAV_trigger","Setiap pekerja yang telah bekerja selama","Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan secara terus menerus\n    berhak atas istirahat tahunan selama 12 hari kerja dengan mendapat upah\n    penuh.\n  Perusahaan dapat menunda permohonan istirahat tahunan paling lama 6\n    (enam) bulan terhitung sejak lahirnya hak istirahat tahunan tersebut, hak\n    istirahat tahunan dapat dibagi pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan,\n    asalkan satu bagian terdapat sekurang-kurangnya 6 (enam) hari kerja\n    terus-menerus.\n  Bagi karyawan yang akan mempergunakan hak cutinya maka 1 (satu) minggu\n    sebelumnya harus mengajukan permohonan tertulis kepada Perusahaan.\n  Saat dimulainya istirahat\u002F cuti tahunan dapat ditentukan oleh pekerja\n    maupun Perusahaan dengan memperhatikan kepentingan kedua belah pihak.\n  Dengan memperhatikan kepentingan pekerja dan Perusahaan maka cuti tahunan\n    dalam pengambilannya diatur sebagai berikut: \n    a) 6 hari diambil secara masal pada saat\n    lebaran\n    b) 6 hari dapat diambil secara terus menerus\n    atau dapat dibagi dalam beberapa hari.\n  \n  Sisa Cuti Tahunan tidak dapat diuangkan dan harus diambil, kecuali bagi\n    karyawan keluar (resign) akan dibayarkan sisa cuti tahunan.\n  Jika hak cuti seseorang sudah diambil, kemudian pekerja tersebut ada\n    keperluan mendesak maka atas persetujuan kedua belah pihak Perusahaan dapat\n    memberikan ijin sesuai dengan keperluannya.",{"bindId":220,"name":217,"text":221},"holidaysdays","Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan secara terus menerus\n    berhak atas istirahat tahunan selama 12 hari kerja dengan mendapat upah\n    penuh.",{"bindId":223,"name":217,"text":221},"holidaysweeks",{"bindId":225,"name":226,"text":227},"holidaysfixed","a) 6 hari diambil secara masal pada saat","a) 6 hari diambil secara masal pada saat\n    lebaran",{"bindId":229,"name":226,"text":227},"holidaysfixeddays",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"SCHEDULE_trigger","Istirahat mingguan bagi pekerja (1) satu","Istirahat mingguan bagi pekerja (1) satu hari untuk yang (6) enam hari\n    kerja seminggu dan (2) dua hari untuk yang (5) hari kerja seminggu.",{"bindId":235,"name":232,"text":236},"schedulesrestpw","Istirahat mingguan bagi pekerja (1) satu hari untuk yang (6) enam hari\n    kerja seminggu dan (2) dua hari untuk yang (5) hari kerja seminggu.\n\n\nPASAL 24 : ISTIRAHAT TAHUNAN",{"bindId":238,"name":239,"text":240},"TRADEUNLEAV_trigger","a. Pengusaha memberikan ijin kepada Peng","a. Pengusaha memberikan ijin kepada Pengurus\nSerikat Pekerja dalam melaksanakan tugas keperluan Serikat Pekerja untuk\nmeninggalkan pekerjaan dengan memperoleh upah penuh (Serikat Pekerja sebelumnya\nmemberikan bukti yang benar).",{"bindId":242,"name":243,"text":244},"PAYSCALES_trigger","Sistem pengupahan meliputi : Upah pokok ","Sistem pengupahan meliputi :\n\nUpah pokok di tambah tunjangan-tunjangan.",{"bindId":246,"name":247,"text":248},"STRUCINCR_trigger","Kenaikan upah berdasarkan : Masa kerja 0","Kenaikan upah berdasarkan :\n\nMasa kerja 0 - 12 bulan sesuai UMK (Upah Minimum Kabupaten Semarang) yang\nberlaku.\n\nMasa kerja 1 tahun sampai dengan 5 tahun selisih UMK lama dan UMK baru\nkenaikan Rp. 1.000,- setiap tahun pada awal tahun.\n\nMasa kerja 6 tahun ke atas selisih UMK lama dan UMK baru kenaikan Rp.\n2.000,- setiap tahun pada awal tahun.",{"bindId":250,"name":251,"text":252},"wageincreasetype2","Masa kerja 1 tahun sampai dengan 5 tahun","Masa kerja 1 tahun sampai dengan 5 tahun selisih UMK lama dan UMK baru\nkenaikan Rp. 1.000,- setiap tahun pada awal tahun.",{"bindId":254,"name":255,"text":256},"ONCERISE_trigger","1. Tunjangan Hari Raya (THR). a. THR dib","1. Tunjangan Hari Raya (THR).\n\na. THR diberikan dalam bentuk uang selambat-lambatnya tujuh (7) hari sebelum\nHari Raya Keagamaan.\n\nb. Pajak THR menjadi tanggung jawab pekerja.\n\nc. Pembayaran THR ditentukan sebagai berikut:\n\n  Masa kerja 1 bulan atau lebih tetapi kurang dari 12 bulan, secara\n    proporsional dengan rumus = Masa Kerja X Upah Sebulan 12\n  Masa kerja lebih dari 12 bulan = Upah sebulan\n\n\nKeterangan :\n\nUpah sebulan dalam perhitungan THR ini adalah upah\npokok ditambah tunjangan tetap ditambah tunjangan kebijaksanaan dengan\nketentuan tidak dibawah ketentuan UMK yang berlaku.\n\nd.Denda atas keterlambatan pembayaran THR dikelola oleh perusahaan untuk\nkesejahteraan pekerja\u002F buruh.",{"bindId":258,"name":259,"text":260},"incidentalbonustype2","c. Pembayaran THR ditentukan sebagai ber","c. Pembayaran THR ditentukan sebagai berikut:\n\n  Masa kerja 1 bulan atau lebih tetapi kurang dari 12 bulan, secara\n    proporsional dengan rumus = Masa Kerja X Upah Sebulan 12\n  Masa kerja lebih dari 12 bulan = Upah sebulan",{"bindId":262,"name":263,"text":264},"OVERTIME_trigger","Upah lembur yang dibayarkan adalah berda","Upah lembur yang dibayarkan adalah berdasarkan intruksi lembur oleh\n    atasan yang berwenang dengan surat perintah lembur.",{"bindId":266,"name":267,"text":268},"overtimeallowancetype","Perhitungan upah lembur dihitung sesuai ","Perhitungan upah lembur dihitung sesuai dengan PP No. 35 Tahun 2021\n    dengan perhitungan sebagai berikut :\n\n\na) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja\nbiasa untuk waktu kerja 5 (lima) dan 6 (enam) hari kerja :\n\nJam pertama dibayar 1.5 X upah se jam\n\nJam kedua dan seterusnya dibayar 2 X upah se jam\n\nb) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan atau hari raya resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja\n:\n\n8 jam pertama dibayar 2 X upah se jam\n\n1 jam berikutnya dibayar 3 X upah se jam\n\n1 jam berikutnya dan seterusnya dibayar 4 X upah se\njam\n\nc) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan atau hari raya resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja\n:\n\n7 jam pertama dibayar 2X upah se jam\n\n1 jam berikutnya dibayar 3 X upah se jam\n\n1 jam berikutnya dan seterusnya dibayar 4 X upah se\njam\n\nApabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja\nterpendek, perhitungan upah lembur untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja :\n\n5 jam pertama dibayar 2 X upah se jam\n\n1 jam berikutnya dibayar 3 X upah se jam\n\n1 jam berikutnya dan seterusnya dibayar 4 X upah se\njam\n\n\n\nd) Perhitungan upah lembur sejam adalah:\n\nUntuk pekerja bulanan = 1 \u002F 173 X upah tetap sebulan\n(Gaji Pokok + tunjangan tetap)",{"bindId":270,"name":267,"text":268},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":272,"name":273,"text":274},"sundayallowancetype","c) Apabila kerja lembur dilakukan pada h","c) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan atau hari raya resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja\n:\n\n7 jam pertama dibayar 2X upah se jam\n\n1 jam berikutnya dibayar 3 X upah se jam\n\n1 jam berikutnya dan seterusnya dibayar 4 X upah se\njam\n\nApabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja\nterpendek, perhitungan upah lembur untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja :\n\n5 jam pertama dibayar 2 X upah se jam\n\n1 jam berikutnya dibayar 3 X upah se jam\n\n1 jam berikutnya dan seterusnya dibayar 4 X upah se\njam\n\n\n\nd) Perhitungan upah lembur sejam adalah:\n\nUntuk pekerja bulanan = 1 \u002F 173 X upah tetap sebulan\n(Gaji Pokok + tunjangan tetap)",{"bindId":276,"name":273,"text":274},"sundayallowanceperc1",{"bindId":278,"name":279,"text":280},"COMMUTE_trigger","- Pengusaha menyediakan angkutan antar j","- Pengusaha menyediakan angkutan antar jemput bagi\npekerja yang berangkat dan pulang bekerja antara pukul 23.00 sampai dengan\npukul 05.00 atau uang transport senilai Rp 4.000,- bagi pekerja yang tidak\nmemanfaatkan fasilitas antar jemput.",{"bindId":282,"name":279,"text":280},"commutingallowancetype",{"bindId":284,"name":285,"text":286},"SENIOR_trigger","3. Kenaikan upah sebagaimana ayat (2) an","3. Kenaikan upah sebagaimana ayat (2) angka 2 dan 3 menjadi Tunjangan masa\nkerja bagi pekerja yang sudah memenuhi masa kerja dimaksud.",{"bindId":288,"name":289,"text":290},"mealvouchers","5. Tunjangan Makan - Perusahaan memberik","5. Tunjangan Makan\n\n- Perusahaan memberikan tunjangan berupa makan\nsebesar Rp 3.000,-\u002F hari (apabila tidak hadir maka pekerja tidak mendapatkan\ntunjangan tersebut).\n\n- Pekerja akan mendapat makanan dan minuman\nsekurang-kurangnya 1.400 kalori senilai Rp 4.000,- apabila lembur dilakukan\nselama minimal 3 (tiga) jam (diluar jam istirahat).",{"bindId":292,"name":293,"text":294},"mealvouchersamount","- Perusahaan memberikan tunjangan berupa","- Perusahaan memberikan tunjangan berupa makan\nsebesar Rp 3.000,-\u002F hari (apabila tidak hadir maka pekerja tidak mendapatkan\ntunjangan tersebut).",{"bindId":296,"name":293,"text":294},"mealvouchers_remote",{"bindId":298,"name":299,"text":300},"discrimination","Pengusaha memperlakukan semua orang sead","Pengusaha memperlakukan semua orang seadil-adilnya berdasarkan ketentuan\n    hukum yang berlaku, tanpa memandang gender (jenis kelamin), warna kulit,\n    umur, agama, status perkawinan, orientasi seksual, identitas dan ekspresi\n    gender, status veteran, disabilitas, kasta, latar belakang sosial dan\n    etnik, kewarganegaraan, keyakinan politik, serta faktor-faktor lainnya yang\n    tidak berhubungan dengan pekerjaan.",{"bindId":302,"name":303,"text":304},"strikes_trigger","1. Mogok kerja merupakan hak dasar peker","1. Mogok kerja merupakan hak dasar pekerja atau serikat pekerja yang\ndilakukan secara sah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan.\n\n2. Mogok kerja tidak sah apabila dilakukan :\n\na. Bukan akibat gagalnya perundingan.\n\nb. Tanpa pemberitahuan kepada pengusaha dan\ninstansi yang bertanggung jawab dibidang ketenaga kerjaan.\n\nc. Pemberitahuan kurang dari 3 (tiga) hari sebelum\npelaksanaan mogok kerja\n\nIsi pemberitahuan tidak memuat atau mencantumkan\n:\n\n  Waktu (Hari, Tanggal dan Jam) dimulai dan\n    diakhirinya mogok kerja.\n  Tempat mogok kerja.\n  Alasan dan sebab-sebab mengapa harus melakukan\n    mogok kerja.\n  Tanda tangan ketua dan sekretaris Serikat\n    Pekerja sebagai penanggung jawab Mogok Kerja.\n\n\n3. Mogok kerja yang dilakukan secara tidak sah\nsebagaimana dimaksud dalam No. 2 di atas dikualifikasikan sebagai mangkir.\n\n4. Pemanggilan untuk kembali bekerja bagi pelaku mogok kerja dilakukan oleh\npengusaha dalam bentuk pemanggilan secara patut dan tertulis.",{"bindId":306,"name":127,"text":128},"healthandsafetytraining","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Semarang Garment - 2021\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-05-17\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2023-05-17\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Semarang Garment\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        TSK\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;500000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;18.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;6.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-wageincreaseamount1\">\n                    Kenaikan upah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;106000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;1000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;3000.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[312],{"title":38,"slug":34},[314],{"type":315,"data":316},"call_to_action_body_block",{"title":317,"description":318,"variant":319,"link":320},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":317,"url":321,"description":317,"rel":322,"type":323},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[325],{"type":315,"data":326},{"title":317,"description":318,"variant":319,"link":327},{"title":317,"url":321,"description":317,"rel":322,"type":323},[]]