[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-selalu-cinta-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-kspsi-pt-selalu-cinta-indonesia-2020-2022":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":328,"content_type_view":329,"extra_breadcrumbs":330,"body":332,"body_blocks":343,"related_pages":347},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":326,"translations":327},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-selalu-cinta-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-kspsi-pt-selalu-cinta-indonesia-2020-2022","a369e19e-13e4-11ec-9ba5-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-selalu-cinta-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-kspsi-pt-selalu-cinta-indonesia-2020-2022\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-selalu-cinta-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-kspsi-pt-selalu-cinta-indonesia-2020-2022\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Selalu Cinta Indonesia Dengan PUK SP TSK KSPSI PT. Selalu Cinta Indonesia 2020 - 2022","IDN PT. Selalu Cinta Indonesia (SCI) – Salatiga - 2020","Indonesia - IDN PT. Selalu Cinta Indonesia (SCI) – Salatiga - 2020","IDN PT. Selalu Cinta Indonesia (SCI) – Salatiga - 2020 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT Selalu Cinta Indonesia 2019-2021.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PKB PT Selalu Cinta Indonesia (2019-2021)\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\u003Cscript type=\"text\u002Fjavascript\" src=\"https:\u002F\u002Fgc.kis.v2.scr.kaspersky-labs.com\u002FFD126C42-EBFA-4E12-B309-BB3FDD723AC1\u002Fmain.js?attr=dH0j2_iL9uJ9Y5u-Biph3_SeIED7dRg8aRNwQpSk9e69wJEyBAo78Axs5qp8y4ByETxkdg4S1NUkdaOTNKkRqq8ADAsAC1CWH5UVlSMGjFxSuOviwBr6KGCjoH0ITe5JEie8BBdE8eFytkfGJ1tNniKjNvMJUYbLcUwZBJmO_67GIjvI_TmIrI1yoSEyUbIlGBiY-pDO4bfY3yOWXDbXSD525f9tQ02XtYTOttEjwGG7ncu3KqkB5wEkykesD8eCeoznxo5EFjq-F8DVKyXkhHOizIS7322RXj7GBge6_KSJ9HPwuP4J0U4EgZ-gJ2iS0rD1mMZMNWLmedjybyGC-leomtdYGHaFDCoC9XbPCCkuNvs782s5Rhx1vgmqn3eMMNqvxxx9ifdxfGTYU680KoJ_ybvKcLna8FsRkuvIAUNGqY7b_8AT2BIG7xnHiQKWUPfTsh5fEuoJnYnaYW2cfw\" charset=\"UTF-8\">\u003C\u002Fscript>\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. SELALU CINTA INDONESIA DENGAN PUK SP\nTSK KSPSI PT. SELALU CINTA INDONESIA PERIODE 2020 - 2022\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Salam Sejahtera.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tujuan utama diselenggarakannya Perjanjian Kerja Bersama ini adalah untuk\nmewujudkan dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan\nbertanggung jawab dengan cara mengatur dan menetapkan tentang kepastian kerja,\naturan kerja, syarat-syarat kerja, pengupahan, jaminan sosial, kesejahteraan\nsosial dan lain-lain tanpa diskriminatif dengan segala bentuknya yang bertumpu\npada nilai-nilai luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik\nIndonesia Tahun 1945.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan didasari atas iktikad baik dan keyakinan bersama antara Pengusaha dan\nSerikat Pekerja beserta seluruh anggotanya, maka para pihak yang terkait dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini bertekad secara sungguh-sungguh untuk meningkatkan\nharmonisasi hubungan industrial dalam lingkungan perusahaan dengan segala\nbentuk dan manifestasinya agar tercapai peningkatan produksi dan produktivitas\nsecara maksimal yang bermuara pada kemajuan perusahaan dan peningkatan\nkesejahteraan para pekerja beserta keluarganya secara adil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Berdasarkan atas sikap saling hormat-menghormati dan saling\npercaya-mempercayai maka Pengusaha dan Serikat Pekerja meyakini bahwa semua\npihak yang terlibat dalam proses produksi adalah manusia yang memiliki harkat\ndan martabat kemanusiaan yang sama dan sederajat dalam menyongsong hari esok\nyang optimis (lebih baik dari hari kemarin dan hari ini ) dalam keridhaan Tuhan\nYang Maha Esa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : HAL-HAL UMUM\u003C\u002Fh2>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja \u002FSerikat Buruh bersepakat untuk\n    melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila sebagai dasar hukum hubungan\n    kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang belum tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\n    dilaksanakan sesuai dengan undang-undang atau peraturan ketenagakerjaan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 1 : ISTILAH DAN PENGERTIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah PT. Selalu Cinta Indonesia (PT. SCI) sebagai badan hukum berdasarkan\nPeraturan Perundang-undangan Negara Republik Indonesia yang mempekerjakan\nkaryawan dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain yang beralamat di\nJalan Lingkar Selatan Salatiga, Dusun Tetep RT.003 RW.003, Kelurahan Randuacir,\nKecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang perseorangan atau pejabat-pejabat yang ditunjuk dan\u002Fatau\nditugaskan untuk menjalankan dan\u002Fatau mewakili Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha untuk\nmenerima dan menjalankan pekerjaan berdasarkan perjanjian kerja dengan mendapat\nupah atau imbalan dalam bentuk lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah organisasi pekerja yang berada di perusahaan PT. Selalu Cinta\nIndonesia yang memiliki anggota dan pengurus dari kalangan pekerja PT. Selalu\nCinta Indonesia sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FSP-TSK,\ndan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan terdaftar di\ninstansi ketenagakerjaan yang berwenang, dalam hal ini serikat pekerja mewakili\npara pekerja yang menjadi anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anggota keluarga dari pekerja yang terdaftar di perusahaan, terdiri\ndari seorang isteri\u002Fsuami yang sah dan sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang anak\ntanpa memandang anak kandung, anak tiri , anak angkat, dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dalam hal anak kandung adalah berdasarkan surat nikah yang sah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dalam hal anak tiri adalah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dalam hal anak angkat harus memenuhi persyaratan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud 3 (tiga) orang anak adalah anak pertama, kedua, dan ketiga\ndengan maksimum usia 23 tahun atau belum bekerja dan belum menikah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Ahli waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga pekerja sebagaimana dimaksud pada butir 5. Dalam hal pekerja\ntidak mempunyai anggota keluarga, maka ahli waris ditetapkan menurut peraturan\nperundang-undangan yang tidak bertentangan dengan aturan agama yang dianut oleh\npekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Suami atau Isteri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seorang (suami\u002Fisteri) yang diakui secara hukum atau undang-undang\ndan terdaftar pada bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Orang Tua Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah bapak atau ibu kandung dan bapak atau ibu mertua dari pekerja yang\nterdaftar pada bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh pekerja sesuai tugas dan\ntanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang pangkat \u002F jabatannya lebih tinggi dari seorang pekerja\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Atasan Langsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang membawahi langsung beberapa orang pekerja dan mempunyai\nwewenang memberi perintah, pembinaan dan pengawasan kepada pekerja tersebut,\nkecuali untuk hal-hal yang bersifat pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari perusahaan kepada pekerja untuk\nsuatu pekerjaan yang telah atau akan dilaksanakan\u002Fdilakukan, dan dinyatakan\natau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut perjanjian kerja bersama\ntermasuk tunjangan-tunjangan baik untuk pekerja sendiri maupun keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Upah Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yang diterima oleh pekerja karena pekerja tersebut telah\nmelakukan pekerjaan di luar jam \u002F hari kerja yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pembayaran dalam bentuk uang kepada pekerja menjelang hari raya\nkeagamaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Hari dan Jam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu yang ditetapkan perusahaan untuk bekerja hadir di tempat kerja\ndan melakukan pekerjaan dengan didasarkan ketentuan Undang Undang\nKetenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Hari Libur \u002F Hari Besar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam satu tahun\nperiode yang berdasarkan surat keputusan tiga menteri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerjaan yang dilakukan diluar hari dan jam kerja yang telah\ndisepakati dalam Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah jangka waktu pekerja untuk bekerja dimulai sejak pertama kali pekerja\nditerima bekerja sesuai dengan perjanjian kerja yang telah disetujui kedua\nbelah pihak, kecuali pekerja yang mengalami pembaharuan perjanjian kerja maka\ndihitung berdasarkan pekerja tersebut bekerja kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja termasuk kecelakaan yang\nterjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya\n(Permenaker No 11. Th 2016).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah perpindahan pekerja dari satu departemen ke departemen lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Rotasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah perpindahan pekerja dari satu bagian ke bagian lainnya dalam satu\ndepartemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang berhalangan melakukan pekerjaan akibat mengalami gangguan\nkesehatan yang dinyatakan oleh surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja tidak hadir untuk melakukan pekerjaan tanpa ada keterangan\ndari pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari-hari dimana pekerja wajib bekerja selama 5(lima) hari dari 7\n(tujuh) hari dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Waktu kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu yang diwajibkan bagi pekerja untuk menjalankan pekerjaan selama\n8 (delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu yang bekerja pada\nsiang hari ; dan atau 7 (tujuh) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu\nyang bekerja pada malam hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu-waktu yang telah ditetapkan bagi pekerja untuk berada di tempat\nkerja dan melakukan pekerjaan pada hari kerja biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. Siang hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu antara pukul 06.00 sampai dengan pukul 18.00.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28. Malam hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu antara pukul 18.00 sampai dengan pukul 06.00.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29. Kerja Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jam kerja yang diatur secara bergiliran berdasarkan jadwal kerja yang\ntetap dan teratur dalam kisaran waktu 24 (dua puluh empat) jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30. Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu kerja yang dijalankan selebihnya dari 8 (delapan) jam kerja\nsehari dan melebihi 40 (empat puluh) jam kerja seminggu pada siang hari ; atau\nselebihnya dari 7 (tujuh) jam sehari dan melebihi 40 (empat puluh) jam kerja\nseminggu pada malam hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31. Hari Istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari istirahat bagi pekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) hari penuh\nsetelah melaksanakan pekerjaan 5 (lima) hari bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32. K3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keselamatan dan kesehatan kerja yang selanjutnya disingkat K3 adalah segala\nkegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja\nmelalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33. Addendum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tambahan ketentuan atau pasal yang secara fisik terpisah dari\nperjanjian pokok tetapi merupakan suatu kesatuan dan secara hukum melekat pada\nperjanjian pokok dengan merubah, menambah, memperbaiki, atau merinci lebih\nlanjut isi perjanjian pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34. Asusila\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perbuatan atau tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma\nkesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>35. Keluh Kesah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu bentuk situasi apabila seorang pekerja menganggap bahwa\nperlakuan, tindakan, sikap, kondisi terhadap dirinya tidak adil, tidak wajar,\ntidak harus berulang kali dan tidak diinginkan serta bertentangan dengan\nperjanjian kerja bersama yang hal tersebut telah disampaikan pada pihak terkait\ndan dengan pengaduan melalui “tata cara penyelesaian keluh kesah”.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>36. Premi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemberian uang dari pengusaha kepada pekerja sebagai penghargaan atas\nsuatu kondisi kerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 : TUJUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama ini bertujuan untuk :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Menjelaskan hak dan kewajiban bagi pengusaha, Serikat Pekerja dan para\n    pekerja;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menetapkan syarat-syarat kerja dan kondisi kerja bagi pekerja;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memperteguh hubungan kerja di dalam perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengatur penyelesaian yang adil bagi setiap perbedaan pendapat;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mempertahankan serta meningkatkan hubungan kerja yang baik dan harmonis\n    serta kooperatif antara pengusaha dan pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 : PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini ialah :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha PT. Selalu Cinta Indonesia (PT. SCI) yang beralamat di Jalan\n    Lingkar Selatan Salatiga, Dusun Tetep RT.003 RW.003, Kelurahan Randuacir,\n    Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, yang selanjutnya dalam\n    Perjanjian Kerja Bersama ini disebut Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Selalu Cinta Indonesia (PT. SCI)\n    yang beralamat di Jalan Lingkar Selatan Salatiga, Dusun Tetep RT.003\n    RW.003, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa\n    Tengah, yang selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dengan nomer\n    pencatatan 01\u002FSP-SB\u002FXII\u002F2018 disebut Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 : LUAS PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Luasnya Perjanjian Kerja Bersama ini pada prinsipnya meliputi :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cli>Seluruh Pekerja, Serikat Pekerja dan anggotanya, serta Pengusaha kecuali\n    Tenaga Kerja Asing baik spesialis maupun bukan yang akan diatur tersendiri\n    dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Disetujui dan disepakati bersama bahwa perjanjian ini terbatas dan hanya\n    berlaku untuk hal-hal yang secara jelas dimuat didalam Perjanjian Kerja\n    Bersama ini dan bahwa pengusaha, Serikat Pekerja dan pekerja masih tetap\n    memiliki hak-hak dan kewajiban lainnya yang diatur dan dilindungi oleh\n    undang-undang serta peraturan pemerintah yang ada hubungannya dengan\n    ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang bersifat teknis yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari\n    isi Perjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dalam ketentuan tersendiri\n    atas kesepakatan bersama dengan berlandaskan dan tidak bertentangan dengan\n    ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan-peraturan tambahan yang sifatnya untuk memperlancar jalannya\n    pekerjaan dapat diadakan oleh perusahaan dengan syarat tidak bertentangan\n    dengan ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam Perjanjian Kerja Bersama\n    ini, dan dengan mempertimbangkan saran-saran dari Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja ini hanya berlaku di PT. Selalu Cinta Indonesia (PT.\n    SCI) dan mengikat untuk semua pekerja sesuai dengan ketentuan yang\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 : KEWAJIBAN PIHAK-PIHAK YANG MENAGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk mematuhi dan\n    melaksanakan sepenuhnya semua kewajiban yang telah disetujui bersama dalam\n    Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk menyebarluaskan serta\n    memberikan penjelasan kepada pekerja mengenai isi dari Perjanjian Kerja\n    Bersama ini, sehingga pekerja juga mengetahui secara jelas mengenai hak dan\n    kewajibannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 : HUBUNGAN PERUSAHAAN DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja bertekad untuk terus bekerja sama dalam\n    menciptakan suasana kerja yang harmonis dan dinamis demi terwujudnya\n    Hubungan Industrial (memajukan Perusahaan dan Kesejahteraan Pekerja dan\n    keluarganya).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk menunjang tekad tersebut, maka perusahaan dan serikat pekerja akan\n    melaksanakan : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pembentukan dan penyempurnaan sarana-sarana\n    Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pertemuan-pertemuan secara teratur\n    sekurang-kurangnya satu bulan sekali kecuali terdapat hal-hal yang mendesak\n    yang memerlukan pertemuan-pertemuan yang intensif.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sarana Bipartit yang telah ada lebih baik dikembangkan dalam membantu\n    masalah-masalah yang timbul di lingkungan kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7 : TUJUAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tujuan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah untuk mengatur hubungan kerja\n    dan syarat-syarat kerja sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjelaskan dan menegaskan fungsi dan peranan perusahaan dan serikat\n    pekerja dalam lingkup bipartit dan kemitraan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meningkatkan efisiensi, produktifitas dan meningkatkan karier terhadap\n    pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menegaskan dan menjelaskan hubungan kerja, hak dan kewajiban perusahaan,\n    serikat pekerja dan para pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjamin terpeliharanya tata tertib dan kepentingan bersama dalam\n    hubungan kerja, dimana hak dan kewajiban dari masing-masing pihak diatur\n    dan ditetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini sesuai dengan peraturan\n    dan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membina dan mentaati semua prinsip-prinsip Pancasila demi terwujudnya\n    Hubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGAKUAN HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK-PIHAK SERTA JAMINAN BAGI SERIKAT\nPEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 : PENGAKUAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui Serikat Pekerja sebagai satu-satunya badan perundingan\n    yang mewakili seluruh pekerja PT. SCI dan menjamin hak kebebasan berserikat\n    bagi pekerja untuk menjadi anggota Serikat Pekerja tanpa ada tekanan,\n    perlakuan diskriminatif baik secara langsung maupun tidak langsung.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam menjalankan hak kebebasan berserikat sebagaimana dimaksud pada ayat\n    1 (satu), Serikat Pekerja memberitahukan kepada pengusaha apabila terjadi:\n    perubahan susunan organisasi, perubahan susunan pengurus dan atau melakukan\n    penggabungan diri atau keluar dari struktur Serikat Pekerja tingkat cabang,\n    daerah dan atau nasional, dan lain-lain yang berhubungan dengan keberadaan\n    Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 : PENGAKUAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja mengakui bahwa memimpin perusahaan, dan pengelolaan\n    pekerja yang meliputi : perencanaan, tata kerja dan semua hal yang\n    menyangkut produksi dan prosesnya; penerimaan, penempatan, pemindahan, dan\n    mutasi pekerja, penetapan jabatan, tindakan disiplin, penghargaan dan\n    promosi dan lain-lain yang terkait dengan kelangsungan dan kelancaran usaha\n    perusahaan adalah wewenang pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam memimpin dan mengelola perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat\n    1(satu) dilaksanakan oleh pengusaha secara profesional dan dengan selalu\n    berpedoman pada syarat-syarat yang telah termuat dalam Perjanjian Kerja\n    Bersama ini serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10 : HAK PERUSAHAAN TERHADAP SERIKAT PEKERJA \u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan berhak meminta kerjasama dari Serikat Pekerja didalam : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Meningkatkan produktivitas perusahaan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Mensosialisasikan peraturan-peraturan yang\n    ditentukan b. oleh perusahaan dan yang sesuai dengan Perjanjian Kerja\n    Bersama.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Membantu perusahaan di dalam mengadakan\n    suatu kegiatan- kegiatan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan berhak melakukan usahanya sesuai dengan perundangan-undangan\n    yang berlaku dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang telah diatur\n    dalam Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 HAK SERIKAT TERHADAP PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja berhak mewakili, bertindak untuk dan atas nama seluruh\n    pekerja yang menjadi anggota Serikat Pekerja untuk bermusyawarah dalam\n    menyelesaikan perselisihan industrial antara Perusahaan dan Serikat\n  Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja berhak melakukan perundingan-perundingan dalam pembuatan\n    Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memimpin dan Menjalankan organisasi sesuai dengan ketentuan-ketentuan\n    dalam AD\u002FART Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan keleluasaan bagi Serikat Pekerja didalam\n    melaksanakan tugas organisasi sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya,\n    dengan tidak mengesampingkan kepentingan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memimpin dan membina pekerja agar patuh dan taat pada ketentuan-ketentuan\n    dalam perjanjian kerja bersama dan peraturan lainnya yang berlaku di\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12 :KEWAJIBAN PARA PIHAK\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk menyebarluaskan,\n    memberikan penerangan serta menjelaskan kepada para pekerja dan anggotanya\n    masing-masing, baik isi, makna dan pengertian yang telah ditetapkan dalam\n    Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini, Pengusaha dan\n    Serikat Pekerja berjanji untuk memenuhi semua ketentuan yang berlaku dalam\n    perjanjian ini dengan sebaik-baiknya dan tidak akan mengajukan suatu\n    permohonan apapun yang dapat melampaui atau mengurangi nilai dari\n    ketentuan-ketentuan yang telah diperjanjikan, kecuali jika disetujui oleh\n    kedua belah pihak sepanjang tidak bertentangan dan atau tidak lebih rendah\n    dari Perjanjian Kerja Bersama ini dan atau peraturan perundang-undangan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masing-masing pihak berkewajiban untuk menertibkan anggota-anggotanya,\n    serta dapat menegur pihak lain apabila tidak mengindahkan dan atau\n    melanggar Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 : JAMINAN BAGI PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja tidak akan menghalangi dan mendukung perusahaan dalam\n    melaksanakan tata tertib perusahaan dan disiplin, seperti pemberian\n    peringatan atas pelanggaran yang dilakukan pekerja selama tidak\n    bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan atau Perjanjian Kerja\n    Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan pemogokan dan memperlambat\n    pekerjaan adalah tidak sesuai dengan semangat hubungan industrial maupun\n    kebijaksanaan pemerintah, maka hal tersebut perlu dihindari.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14 : JAMINAN BAGI SERIKAT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang dipilih untuk menjadi Pimpinan Unit Kerja ( PUK ) atau yang\n    ditunjuk oleh Pimpinan Unit Kerja untuk menjadi wakil Serikat Pekerja tidak\n    mendapat tindakan diskriminatif dan intimidasi secara langsung ataupun\n    tidak langsung dari perusahaan melalui atasan \u002F atasan langsung karena\n    fungsinya tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan akan menyelesaikan bersama dengan Serikat Pekerja mengenai\n    keluhan-keluhan pekerja, baik yang dilakukan secara langsung ataupun tidak\n    langsung.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Secara keperluan Serikat Pekerja dapat berkoordinasi dengan anggotanya\n    untuk suatu keperluan organisasi didalam jam kerja dengan mendapat izin\n    perusahaan melalui atasan \u002F atasan langsung).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan tidak akan menghalangi perkembangan serta kegiatan Serikat\n    Pekerja dan sebaliknya, Serikat Pekerja akan memberikan sesuai kemampuan\n    didalam menjaga dan memelihara tata tertib perusahaan dalam upaya\n    meningkatkan produktifitas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atas permintaan Serikat pekerja, perusahaan dapat mengadakan rapat atau\n    pertemuan dengan Serikat Pekerja atau sebaliknya melalui koordinasi\n    terlebih dahulu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyadari tindakan penutupan perusahaan (Lock Out) adalah\n    tidak sesuai dengan semangat Hubungan Industrial maupun undang-undang yang\n    berlaku, maka perusahaan berusaha menghindari terjadinya hal tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 : FASILITAS DAN BANTUAN BAGI SERIKAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal iuran anggota Serikat Pekerja, dipotong dari upah pekerja oleh\nperusahaan setelah mendapat surat kuasa dari pekerja dan untuk selanjutnya\ndisetorkan ke bank yang ditunjuk oleh Serikat Pekerja, dengan ketentuan sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. sesuai AD\u002FART KSPSI sebesar 1% dari upah\u002Fbasic\nterendah sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. 21 tahun 2000 tentang\npelaksanaan pemungutan iuran bagi Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Atau serendah-rendahnya Rp. 3.000,- per\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan memberikan bantuan fasilitas bagi Serikat Pekerja untuk\nmelaksanakan fungsi dan kegiatannya, berupa: ruangan kantor beserta\nperlengkapan seperlunya seperti meja, kursi, lemari, 1 ( satu ) unit komputer\ndan printer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan menyediakan papan pengumuman sebagai sarana publikasi didalam\nlingkungan perusahaan bagi Serikat Pekerja di tempat yang mudah dibaca dan\nsebelum dipublikasikan harus melalui pemberitahuan kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas permintaan Serikat Pekerja, perusahaan memberikan izin kepada\nSerikat Pekerja untuk mengadakan rapat atau pertemuan didalam lingkungan\nperusahaan dengan memberikan perlengkapan yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Fasilitas alat transportasi atau dalam bentuk lain bagi pengurus dan atau\nanggota Serikat Pekerja yang melakukan tugas organisasi di luar perusahaan\ndengan terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16 : DISPENSASI BAGI SERIKAT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cli>Atas permintaan Serikat Pekerja, perusahaan dapat memberikan dispensasi\n    bagi Serikat Pekerja atau yang ditunjuk oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK)\n    untuk menjadi wakil Serikat Pekerja dalam melaksanakan tugas organisasi\n    atau memenuhi panggilan pemerintah guna kepentingan negara dengan tidak\n    mengurangi hak-haknya sebagai pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Jika pengurus atau anggota Serikat Pekerja dipilih menjadi pengurus pada\n    perangkat organisasi Serikat Pekerja yang lebih tinggi, perusahaan dapat\n    memberikan dispensasi untuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya\n    tersebut dengan tidak mengurangi hak-haknya sebagai pekerja yang sebelumnya\n    hal tersebut dibicarakan dengan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengenai teknis pelaksanaan dispensasi bagi Serikat Pekerja diatur\n    sebagai berikut : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Untuk pemberitahuan atau undangan resmi\n    harus diberitahukan selambat-lambatnya 7 hari sebelum pelaksanaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Jumlah orang yang diberikan dispensasi\n    maksimal 3 orang dan atau sesuai dengan keperluan dispensasi yang ada dalam\n    surat undangan resmi Pimpinan Unit Kerja (PUK)\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 17 : LKS BIPARTIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Lembaga Kerjasama bipartit terdiri dari pengusaha dan pengurus Serikat\n    Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pertemuan rutin, dilakukan minimal satu bulan sekali pada waktu yang\n    telah disepakati bersama, yang pelaksanaanya akan dikoordinir oleh pihak\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pertemuan insidentil, dilakukan sewaktu-waktu untuk membahas\n    masalah-masalah yang mendesak.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 : PENERIMAAN PEKERJA BARU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penerimaan Pekerja baru merupakan wewenang perusahaan yang persyaratannya\n    sesuai dengan ketentuan perusahaan dan tidak bertentangan dengan peraturan\n    perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam penerimaan pekerja, proses seleksi harus obyektif dan tidak\n    diskriminatif untuk menghindari praktek-praktek KKN dengan memperhatikan\n    kepada perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cli>Penerimaan pekerja baru bisa dilakukan melalui masa percobaan paling lama\n    3 (tiga) bulan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila ada pekerja yang terbukti melakukan pungutan liar terhadap calon\n    pekerja baru atau memberikan jaminan dan atau uang untuk proses masuk\n    menjadi pekerja, maka pekerja yang terlibat harus diberikan sanksi\n    pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah diterima, apabila terbukti memberikan data atau\n    dokumen palsu maka dapat dilakukan proses PHK.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19 : PERJANJIAN KERJA BAGI PEKERJA BARU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kesepakatan Kerja ialah perjanjian kerja antara perusahaan dengan pekerja\n    untuk melakukan suatu hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penilaian Prestasi Kerja ( PPK ) dilakukan oleh atasan langsung \u002F atasan\n    di bagian \u002F departemen masing-masing yang dijadikan bahan pertimbangan\n    untuk menetapkan sebagai pekerja tetap atau sebaliknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah pokok yang diatur dalam perjanjian kerja tidak kurang dari ketentuan\n    upah minimum yang berlaku dan tunjangan-tunjangan lainnya sesuai dengan\n    Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20 : STATUS PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan kesepakatan kerja yang ada, klasifikasi Pekerja terbagai 2 (dua)\nyaitu :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja tetap ialah Pekerja yang bekerja di Perusahaan untuk jangka waktu\n    sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku dan upah dihitung atas\n    dasar upah bulanan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja asing ialah pekerja yang bukan Warga Negara Indonesia yang\n    terikat pada hubungan kerja dengan perusahaan secara terbatas karena\n    keahliannya yang kurang dan atau belum dikuasai oleh pekerja Warga Negara\n    Indonesia serta mendapat izin dari Disnaker.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 : HAK DAN KEWAJIBAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hak Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja berhak atas upah sebagai imbalan dari\npekerjaan yang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja berhak atas upah kerja lembur untuk\nkelebihan jam kerja \u002F hari kerja yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja\nBersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja berhak atas cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja berhak mengikuti kegiatan organisasi\nyang ada di lingkungan perusahaan dengan memperhatikan kelancaran operasional\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerja berhak menerima ganti rugi atas gangguan\nkesehatan \u002F cacat badan yang diakibatkan karena melakukan tugas perusahaan\nsesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Ahli waris berhak menerima ganti rugi atas\nmeninggalnya pekerja akibat melakukan tugas perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pekerja berhak mengundurkan diri dari perusahaan\natau memutuskan hubungan kerja dengan perusahaan sesuai peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Pekerja berhak mendapat izin meninggalkan\npekerjaan atas persetujuan atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Pekerja berhak melaporkan kondisi bahaya,\nmengemukakan usul dan saran kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kewajiban pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja wajib melaksanakan ketentuan peraturan\nyang berlaku di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja wajib memberikan keterangan yang\nsebenarnya mengenai dirinya maupun jenis pekerjaannya kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja wajib melakukan pekerjaan dengan baik\ndan penuh tanggung jawab dibawah pimpinan yang ditunjuk oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja wajib untuk melakukan tugas yang\ndiberikan oleh perusahaan yang berhubungan dengan pekerjaan di bagian \u002F\ndepartemen masing masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerja wajib menyimpan segala keterangan yang\ndapat dianggap sebagai rahasia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pekerja wajib menjaga kesopanan dan kesusilaan\nserta norma-norma pergaulan yang berlaku dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pekerja dalam melakukan pekerjaan sehari-hari\nwajib menjaga dan memelihara kebersihan dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Pekerja wajib berusaha mencegah kemungkinan\nhal-hal yang tidak diinginkan yang dapat membahayakan diri sendiri, pekerja\nlain dan aset-aset perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Pekerja wajib untuk saling menghargai dan\nmenghormati kepada sesama pekerja dan atasan langsung \u002Fatasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 : HAK DAN KEWAJIBAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hak Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Memberikan pekerjaan dan perintah yang layak\nkepada pekerja selama waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Meminta pekerja melakukan kerja lembur dengan\nmemperhatikan perundang-undangan atau ketetapan-ketetapan pemerintah yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Menuntut suatu prestasi kerja dari pekerja,\nsesuai dengan yang ditetapkan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Menetapkan tata tertib atau peraturan kerja\ndalam perusahaan dengan memperhatikan perundang-undangan atau ketetapan\npemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Menempatkan pekerja di bagian-bagian tertentu\nyang terdapat di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK )\ndengan mengacu pada perundangan-undangan atau ketetapan pemerintah yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kewajiban perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Membayar upah sesuai perundang-undangan yang berlaku atau Perjanjian\nKerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memperhatikan dan memelihara kesehatan dan keselamatan kerja dari\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Menyediakan tempat kerja yang aman dan higenis serta melakukan monitoring\nK3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Mentaati Undang-Undang Ketenagakerjaan atau ketetapan pemerintah tentang\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Memperhatikan kesejahteraan pekerja sesuai dengan yang ditetapkan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Memberikan hak-hak pekerja sesuai dengan yang ditetapkan dalam Perjanjian\nKerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 :PENILAIAN PRESTASI KERJA (PPK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat melakukan Penilaian Prestasi Kerja ( PPK ) secara\nberkala.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hasil Penilaian Prestasi Pekerja ( PPK ) dapat digunakan sebagai dasar dalam\nmenentukan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Penyesuaian upah kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Promosi jabatan dan golongan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pendidikan dan Latihan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengangkatan Karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengangkatan karyawan sepenuhnya menjadi hak perusahaan dengan\nmempertimbangkan kondisi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan perlu memberitahukan hasil Penilaian Prestasi Kerja kepada\npekerja sebagai tolok ukur agar pekerja dapat meningkatkan prestasi kerja yang\ndimilikinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 : PROMOSI JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat mempromosikan pekerja ke jenjang yang lebih tinggi\n    berdasarkan pertimbangan prestasi kerja, masa kerja dan kebutuhan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk mengisi jabatan yang kosong, perusahaan akan mengutamakan pekerja\n    yang ada dalam perusahaan sepanjang memenuhi kualifikasi jabatan yang\n    dimaksud.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Aturan mengenai promosi jabatan diatur pada ketentuan-ketentuan tentang\n    promosi jabatan secara terpisah dan dilampirkan pada Perjanjian Kerja\n    Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja dipromosikan maka pekerja akan melalui masa percobaan\n    sesuai prosedur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Promosi dilakukan secara obyektif.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama masa percobaan promosi maka segala tunjangan akan diberikan. Gaji\n    pokok jabatan baru akan disesuaikan setelah masa percobaan dilampaui dengan\n    memenuhi syarat dinyatakan dengan surat keputusan dari HR.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Semua bentuk kenaikan jabatan akan ditetapkan dengan surat keputusan (SK)\n    dari HR.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25 MUTASI dan ROTASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Demi kelancaran proses produksi dan kegiatan perusahaan dalam\n    pendayagunaan tenaga kerja, perusahaan dapat menentukan pekerja untuk suatu\n    pekerjaan \u002F jabatan di perusahaan dalam hal-hal sebagai berikut: \n    \u003Cp>a. Meningkat atau menurunnya tingkat produksi di bagian \u002F departemen\n    tertentu dan karenanya memerlukan penambahan atau pengurangan pekerja di\n    bagian \u002F departemen tersebut.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Memberikan kesempatan kepada pekerja agar dapat mengembangkan\n    kemampuan dan karirnya di bagian \u002F departemen pekerja yang bersangkutan.\n    Dalam hal ini pekerja dapat mengajukan permohonan kepada atasannya sesuai\n    prosedur dan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Pimpinan departmen harus berkoordinasi terlebih dahulu agar tidak ada\n    penolakan tempat mutasi\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Apabila kondisi pekerja tidak memungkinkan bekerja karena masalah\n    kesehatan pada bagian \u002F departemen tertentu sehingga perlu dimutasikan pada\n    bagian atau departemen tertentu yang sesuai dengan kondisi pekerja\n    tersebut, sesuai rekomendasi dari dokter perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi pekerja ke bagian \u002F departemen tertentu bersifat mendidik dan\n    bukanlah merupakan tindakan hukuman dan mengandung unsur SARA yang dapat\n    merugikan pekerja, dalam pelaksanaannya tidak akan mengurangi hak-hak\n    pekerja termasuk hak untuk mendapatkan promosi jabatan dan golongan serta\n    penyesuaian upah seperti yang diatur dalam prosedur perusahaan yang\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan mutasi terlebih dahulu dibicarakan dengan pekerja oleh\n    atasannya selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelumnya, dan disertai surat\n    penetapan yang ditandatangani oleh HRD Section Head.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melaksanakan mutasi \u002F rotasi yang telah ditetapkan oleh\n    perusahaan, penolakan terhadap mutasi \u002F rotasi adalah pelanggaran.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 : DEMOSI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Demosi \u002F penurunan jabatan adalah tindakan organisasional yang dilakukan\n    oleh managemen kepada pekerja berupa penurunan jabatan yang dikarenakan : \n    \u003Cp>a. Yang bersangkutan dinyatakan secara obyektif tidak cakap \u002F tidak\n    memenuhi kriteria jabatan yang dipersyaratkan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Demosi dilaksanakan dan diatur sesuai dengan prosedur yang berlaku di\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang di demosi karena tidak cakap dan atau atas permintaan\n    sendiri tidak berubah golongannya \u002F gaji pokoknya dan tidak lagi\n    mendapatkan tunjangan jabatan dan atau tunjangan lainnya yang melekat pada\n    jabatan yang lama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila dikemudian hari terbukti adanya penilaian yang tidak obyektif\n    yang dilakukan oleh atasan, maka keputusan akan dibatalkan, dan atasan yang\n    bersangkutan akan diberikan sanksi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 : TENAGA KERJA ASING\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam mempekerjakan Tenaga Kerja Asing, Perusahaan akan memenuhi\n    ketentuan Kep Men No.Kep 20\u002FMen\u002FIII\u002F2004 serta UU No.13 tahun 2003.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tenaga Kerja Asing yang dipekerjakan di perusahaan harus memahami dan\n    menghormati adat istiadat bangsa Indonesia dan bersikap sopan terhadap\n    pekerja serta melaksanakan hubungan industrial.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 : PENDIDIKAN DAN LATIHAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1. UMUM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Menyadari perlunya peningkatan kemampuan kerja\nsebagai prasyarat dalam meningkatkan produktivitas, maka perusahaan akan terus\nmelakukan usaha-usaha peningkatan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan\npekerja melalui pendidikan dan latihan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja yang ditugaskan mengikuti training\n\u002Fpelatihan ke luar negeri, segala biaya dan fasilitas yang berhubungan dengan\ntugas tersebut ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PENDIDIKAN PRAKERJA\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Dalam rangka membekali pekerja baru yang akan memasuki dunia kerja di\nperusahaan, maka perusahaan dan pengurus Serikat Pekerja memberikan pendidikan\nprakerja yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pengetahuan umum perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Isi Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Perangkat organisasi Serikat Pekerja dan\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. PENINGKATAN PRODUKTIVITAS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dan Serikat Pekerja akan terus melaksanakan usaha-usaha\npeningkatan produktivitas dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan\npertumbuhan perusahaan, usaha-usaha yang akan dilaksanakan antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mendorong pekerja untuk selalu meningkatkan\nkualitas dan kuantitas kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mendorong pekerja untuk terus menemukan ide atau\nmetode kerja baru atau perbaikan di lingkungan tempat kerjanya melalui sarana\natau media (ide perbaikan konsep) maupun Quality Control Concept.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mendorong atasan atau pimpinan dalam semua\ntingkatan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas kepemimpinannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 : UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jam kerja perusahaan adalah jam kerja yang dilakukan pekerja pada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. 40 jam dalam 1 ( satu ) minggu untuk 5 ( lima )\nhari kerja pada waktu siang hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Sistem kerja shift dengan 5 ( lima ) hari kerja,\n2 ( dua ) hari libur sesuai jadwal kerja yang ditetapkan perusahaan. Pekerja\nyang melakukan kerja lebih dari 8 ( delapan ) jam dihitung lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 : HARI KERJA, JAM KERJA DAN KALENDER KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Hari kerja dimulai pada hari senin sampai\njum’at, kecuali pada hari-hari tersebut dinyatakan hari libur nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Hari libur mingguan ditetapkan pada hari sabtu\ndan minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Jam Kerja Jam Kerja perusahaan diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Non Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:4em\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin - Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 07.00 wib – jam 16.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Break time pagi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 10.00 wib – jam 10.15 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 12.00 wib – jam 13.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 07.00 wib – jam 16.30 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Break time pagi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 10.00 wib – jam 10.15 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 11.30 wib – jam 13.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">Sistem Kerja Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. 3 (tiga) Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:4em\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Shift I\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin - Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 06.00 wib – jam 14.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istirahat \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 10.00 wib – jam 11.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jumat \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 06.00 wib – jam 14.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 11.30 wib – jam 12.30 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Shift II\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin - Jum’at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 14.00 wib – jam 22.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 18.00 wib – jam 19.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Shift III\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin - Jum’at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 22.00 wib – jam 06.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 02.00 wib – jam 03.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. 2 (Dua) Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%;margin-left:4em\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Shift I\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin - Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 07.00 wib – jam 16.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Break time pagi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 10.00 wib – jam 10.15 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 12.00 wib – jam 13.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 07.00 wib – jam 16.30 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Break time pagi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 10.00 wib – jam 10.15 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 11.30 wib – jam 13.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Shift II\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin - Jum’at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 20.00 wib – jam 05.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam 00.00 wib – jam 01.00 wib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Adapun jika mengalami perubahan-perubahan didalam operasionalnya akan\ndiatur secara terpisah yang sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas Perjanjian Kerja Bersama antara perusahaan dan Serikat Pekerja, hari\ndan jam kerja dapat diubah dengan mempertimbangkan kondisi dan kepentingan\nperusahaan serta pekerja, yang sebelumnya dibicarakan terlebih dahulu kepada\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Kalender Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kalender kerja adalah hari kerja dan hari libur\ndalam jangka waktu 1 (satu) tahun dan pengaturan kalender kerja tersebut akan\nditentukan berdasar surat keputusan dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tentang pengaturan hari kerja dan hari libur\ndalam kalender kerja, perusahaan mengacu kepada SKB tiga menteri yang akan\nterbit menjelang pergantian setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: DISIPLIN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja masuk \u002F keluar melalui pintu gerbang dan wajib diperiksa oleh\n    petugas keamanan dan menunjukkan ID Card.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masuk kerja dan pulang kerja tepat pada waktunya dan wajib melakukan\n    absensi dengan menggunakan ID Card masing-masing pada mesin \u002F terminal\n    absensi yang diletakan pada tempat yang telah ditentukan, dilakukan 2 (dua)\n    kali dalam satu hari kerja yaitu pada awal kerja dan pada akhir kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang mengabsensikan pekerja lain, pekerja yang dengan sengaja\n    melakukannya dianggap sebagai suatu pelanggaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib hadir di tempat kerja sesuai dengan hari kerja dan jam\n    kerja yang berlaku bagi pekerja tersebut. Ketidakhadiran pekerja selain\n    alasan-alasan seperti sakit, cuti, melaksanakan tugas perusahaan atau\n    alasan lain yang telah ditetapkan adalah suatu pelanggaran yang dianggap\n    mangkir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang karena suatu alasan yang mengharuskan pekerja tersebut\n    meninggalkan tempat kerjanya selama jam kerja, harus mendapatkan izin dari\n    atasannya dengan memenuhi cara-cara yang ditetapkan oleh perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak dapat masuk kerja karena alasan sakit, harus segera\n    memberitahukan keadaannya pada hari pertama pekerja tersebut tidak masuk\n    bekerja dan harus membawa surat keterangan dokter pada hari pertama pekerja\n    bekerja. Apabila pekerja tidak masuk dengan alasan sakit tanpa ada\n    pemberitahuan kepada perusahaan \u002F atasan langsung maka akan dianggap\n    mangkir \u002F alpa.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada jam istirahat aktifitas kerja dihentikan sementara waktu dan pekerja\n    diberikan kesempatan untuk beristirahat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada jam istirahat makan, pekerja yang melakukan makan dan minum harus di\n    ruang makan (kantin) yang disediakan. Pekerja tidak dibenarkan berada di\n    ruang makan (kantin) sebelum jam istirahat makan tiba\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang melakukan istirahat rolling wajib menggunakan tanda pengenal\n    (ID) yang telah disediakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 : KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat meminta pekerja untuk melakukan kerja lembur tanpa\n    adanya paksaan guna kepentingan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja lembur harus ada perintah atau seizin dan sepengetahuan atasannya\n    (manager departement) dengan mengetahui jenis pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karena suatu alasan tertentu pekerja tidak dapat melakukan kerja lembur,\n    maka pekerja wajib memberitahukan pada saat itu juga kepada atasannya\n    langsung sehingga pekerja tersebut tidak diikutsertakan dalam kerja\n  lembur.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 : PERHITUNGAN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>1. Perhitungan Upah Lembur diatur dengan berpedoman pada UU Ketenagakerjaan\nNo 13 Th 2003 Pasal 78 dan Kepmenaker No 102 Th 2004 Pasal 11, adalah sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Upah lembur pada hari hari kerja biasa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam pertama : 1,5 x upah \u002F 173\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam kedua : 2,0 x upah \u002F 173\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam ketiga : 2.0 x upah \u002F173\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Upah lembur pada hari libur &amp; libur\nNasional:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Delapan jam pertama : 2,0 x upah \u002F 173\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam Kesembilan : 3.0 x upah \u002F 173\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Jam kesepuluh dst : 4,0 x upah \u002F 173\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Perusahaan meliburkan pekerja pada hari-hari\nRaya Keagamaan yang ditetapkan oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Libur Hari Raya Idul Fitri untuk jam lembur perhitungan upah lemburnya\nadalah : Jam pertama s\u002Fd seterusnya : 3,0 x upah \u002F 173\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : HARI LIBUR NASIONAL, CUTI DAN IZIN TIDAK MASUK KERJA DAN PEMBEBASAN\nDARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 : HARI LIBUR NASIONAL\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cli>Hari libur nasional adalah hari libur umum yang ditetapkan oleh\n    pemerintah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pada hari libur nasional, pekerja berhak untuk mendapatkan upah, jika\n    karena suatu hal yang mendesak sehingga perusahaan meminta pekerja untuk\n    bekerja pada hari libur nasional, maka hal tersebut dianggap kerja lembur\n    yang Tunjangan Upah Lemburnya disesuaikan dengan PKB.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang melakukan perjalanan dinas atau kegiatan dalam rangka\n    pendidikan dan latihan sesuai dengan kepentingan perusahaan mendapat\n    pengecualian dari ayat 2.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 : CUTI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Cuti Tahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja yang bekerja 12 (dua belas) bulan\nterus-menerus berhak mendapatkan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja\ndengan pengertian hari-hari raya atau hari libur nasional tidak diperhitungkan\nsebagai cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Untuk kepentingan pengambilan cuti, pekerja\ndiminta mengajukan permohonan cuti secara tertulis, menggunakan form cuti yang\ntelah disediakan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Setiap pekerja dapat mengetahui hak cuti\ntahunannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Masa pengambilan cuti tahunan adalah 12 (dua\nbelas) bulan sejak timbulnya hak cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Hak cuti tahunan akan gugur apabila dalam masa\npengambilan 12 (dua belas) bulan, pekerja tidak menggunakan hak cutinya atas\nkemauan sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Apabila karena kepentingan perusahaan pekerja\nbelum bisa mengambil hak cuti pada masa pengambilan maka masa pengambilan hak\ncuti dapat diperpanjang 3 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pengusaha melalui staf administrasi per\ndepartemen berkewajiban untuk memberitahukan jatuh tempo hak cuti pekerja\nkepada pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Pimpinan atau atasan wajib mengatur jadwal kerja\nyang memudahkan pekerjanya untuk menjalankan hak cuti dengan semestinya. Pihak\nyang tidak melakukan kewajiban ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Permohonan untuk pengambilan cuti tahunan harus\ndiajukan dan mendapat persetujuan dari atasan langsung sesuai departement dan\nsusunan organisasi yang berwenang, selambat lambatnya 2 (dua) minggu\nsebelumnya, jangka waktu permohonan cuti dapat dikecualikan hanya dalam hal\nyang mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Pekerja dapat mengajukan cuti yang bersifat\nmendadak dan mendesak apabila sedang dalam keadaan duka cita jika keluarga\ndalam satu kartu keluarga baik itu saudara kandung, mertua dan menantu\nmeninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Pekerja mendapatkan upah penuh selama\nmenjalankan cuti.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cp>2. Cuti Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yaitu cuti yang dilakukan secara serentak oleh pengusaha maupun Serikat\nPekerja, Cuti bersama ditetapkan berdasarkan ketetapan pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>3. Istirahat Haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepada pekerja wanita yang sakit pada saat haid dan tidak dapat melaksanakan\ntugas dan kewajibannya, maka perusahaan wajib memberikan istirahat haid pada\nsaat hari pertama dan hari kedua dengan tetap mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak pengusaha menyediakan pelayanan medis khusus kepada pekerja wanita\nyang mengalami kelainan menstruasi pada saat bekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Cuti Melahirkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kepada pekerja wanita hamil akan diberikan cuti\nmelahirkan selama 3 ( tiga ) bulan, dengan perhitungan 1,5 (satu setengah)\nbulan sebelum saatnya melahirkan (menurut perhitungan bidan atau dokter) dan\n1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kepada pekerja wanita yang mengalami gugur\nkandungan diberikan cuti 1,5 ( satu setengah ) bulan dan harus dibuktikan\ndengan surat keterangan dokter. (cuti terhitung pada saat pekerja wanita\nmengalami keguguran).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Perpanjangan cuti dapat diberikan atas\npertimbangan medis yang disertai surat keterangan dokter \u002F bidan yang merawat.\nJika perpanjangan cuti diberikan oleh perusahaan maka perpanjangan cuti\ntersebut dianggap sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 : IZIN TETAP MENDAPATKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>Dengan izin Perusahaan, Pekerja dapat meninggalkan pekerjaan atau perusahaan\ndapat memberikan izin tidak masuk kerja dengan tidak mengurangi hak-haknya\ndalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">a) Izin\n  Terencana\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jenis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"4\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Jumlah Hari\n        Tidak Masuk\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Persyaratan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Batas\n        Waktu Pemberitahuan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Batas\n        Waktu Penyerahan Dokumen\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pernikahan pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Surat Nikah dari KUA\u002FCatatan Sipil \n\n        \u003Cp>- Kartu Keluarga\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 hari sebelumnya melalui atasannya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 minggu setelah masuk kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mengkhitankan anak pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Surat Keterangan Dokter \n\n        \u003Cp>- Kartu Keluarga\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 hari sebelumnya melalui atasannya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 minggu setelah masuk kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Babtisan anak pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Surat Keterangan Gereja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 hari sebelumnya melalui atasannya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 minggu setelah masuk kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pernikahan anak pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Surat Nikah dari KUA\u002FCatatan Sipil \n\n        \u003Cp>Kartu Keluarga\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 hari sebelumnya melalui atasannya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 minggu setelah masuk kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menjadi Wali Nikah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Surat Nikah dari KUA\u002F catatan sipil \n\n        \u003Cp>- Kartu Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Surat Rekom KUA sebagai Wali Nikah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 hari sebelumnya melalui atasannya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 minggu setelah masuk kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menunaikan ibadah haji bagi yang beragama Islam dan ziarah ke tempat\n        suci bagi agama lain. Izin ini diberikan hanya 1 ( satu ) kali selama\n        bekerja di perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Ibadah haji yang pertama.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 minggu sebelumnya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 minggu setelah masuk kerja\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Izin terencana ini harus diambil pada hari-hari kejadiannya, apabila hari\nkejadian jatuh pada hari libur atau istirahat mingguan maka akan diperhitungkan\npada hari kerja pertama berikutnya, kecuali untuk menunaikan ibadah haji dan\nmenjalankan tugas negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Izin tidak terencana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Jenis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"4\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Jumlah Hari\n        Tidak Masuk\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Persyaratan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Batas\n        Waktu Pemberitahuan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Batas\n        Waktu Penyerahan Dokumen\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istri pekerja melahirkan \u002F keguguran\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Surat Keterangan dari Rumah Sakit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 minggu setelah masuk kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keluarga meninggal dunia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Surat Keterangan Instansi berwenang \n\n        \u003Cp>- Kartu Keluarga\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 minggu setelah masuk kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bukan Keluarga meninggal dunia tinggal dalam satu rumah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Surat Keterangan Instansi berwenang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 minggu setelah masuk kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keluarga dirawat inap di Rumah Sakit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Surat Keterangan dokter \u002F bidan (untuk anak yang berumur kurang dari\n        1 tahun) yang asli atau legalisir.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 minggu setelah masuk kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mengalami musibah bencana alam diberikan izin oleh perusahaan dengan\n        mempertimbangkan bencana yang dialami pekerja.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Catatan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dokumen pendukung harus mencantumkan nama pekerja dan keluarga dengan\njelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Izin biasa adalah izin diluar izin sakit dan izin khusus, pekerja yang\nmengajukan izin biasa harus memberikan alasan yang dapat diterima oleh\nperusahaan. Lamanya izin biasa adalah 1 ( satu ) hari dalam 1 ( satu ) bulan\ndan perusahaan tidak wajib membayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan izin meninggalkan pekerjaan pada jam kerja dikarenakan\nsakit, tugas negara, panggilan pengadilan atau pihak berwajib dan tugas dari\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : UPAH DAN TUNJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 : UPAH DAN SISTEM PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Upah adalah hak pekerja yang diterima sebagai imbalan dari pengusaha atau\n    pemberi kerja kepada pekerja yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu\n    perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk\n    tunjangan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah tidak dibayar apabila pekerja tidak melakukan pekerjaan karena\n    mangkir kecuali oleh karena hal-hal tertentu yang telah diatur dalam\n    undang-undang\u002FPeraturan Pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_determined\">\u003Cli>Sistem pengupahan pekerja diatur tersendiri menurut jabatan dan status\n    pekerja yang telah disepakati dalam perjanjian kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pembayaran upah akan dilakukan setiap tanggal 05 setiap bulannya melalui\n    bank (transfer), apabila tanggal 05 tersebut jatuh pada hari libur maka\n    akan dibayar satu hari kerja sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja harus mengetahui komponen upah yang berlaku bagi pekerja\n    itu sendiri dengan rincian upah secara tertulis dalam slip gaji dan\n    tertutup. Maksimal H+1 proses penggajian selesai.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cli>Kenaikan upah pekerja dilaksanakan dalam periode satu kali setahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Dalam keadaan khusus berdasarkan rekomendasi\u002Fusulan dari kepala bagian\n    yang bersangkutan maka perusahaan dapat mempertimbangkan suatu peninjauan\n    kenaikan upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 : UPAH POKOK\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cli>Upah pokok adalah upah yang ditetapkan oleh pengusaha yang\n    serendah-rendahnya sesuai ketentuan keputusan pemerintah yang terbaru.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 : FASILITAS TRANSPORT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib menyediakan angkutan antar jemput bagi pekerja perempuan\n    yang berangkat dan pulang bekerja antara pukul 23.00 – pukul 05.00.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 : FASILITAS MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cli>Perusahaan menyediakan makan di lokasi perusahaan. Bagi pekerja shift 1,\n    shift 2, dan shift 3. Apabila pekerja lembur, maka perusahaan akan\n    menyediakan makan sebesar Rp. 5.500,-. Perusahaan berhak menentukan pilihan\n    diatas disesuaikan dengan jumlah pekerja yang lembur atau situasi pada\n    waktu lembur.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengusaha yang memperkerjakan pekerja antara pukul 23.00 – 07.00 wajib\n    memberikan makanan dan minuman bergizi.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 : TUNJANGAN SHIFT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cli>Uang shift kerja malam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cli>Uang shift malam diberikan sebesar Rp. 2.500,- \u002F hari apabila karyawan\n    telah bekerja minimal 3 jam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 : TUNJANGAN JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan tunjangan jabatan bagi pekerja yang mempunyai\n    jabatan dengan melihat tugas dan tanggung jawab dari pekerja yang mempunyai\n    jabatan tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila ada perubahan organisasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, bagi\n    yang memiliki tunjangan jabatan akan dimasukan kedalam gaji pokok. Sesuai\n    dengan ketetapan dari HRD.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 : TUNJANGAN KEHADIRAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan premi hadir sebesar Rp. 50.000,- kepada pekerja\n    apabila dalam sebulan pekerja dinyatakan hadir terus menerus dalam satu\n    bulan periode absen, dan selebihnya diatur dalam prosedur.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 : IMBALAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cli>Adapun nominal dari IMK adalah kelipatan Rp. 1.000,- pada setiap tahun\n    masa kerja, dimulai dari masa kerja lebih dari 1 tahun dan seterusnya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 45 : PENYESUAIAN \u002F KENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penyesuaian upah bagi pekerja ditetapkan sesuai dengan keputusan\n    pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyesuaian upah bagi pekerja yang standart upahnya sudah melebihi upah\n    minimum, maka penyesuaian upah sundulan berdasarkan selisih antara upah\n    minumum terbaru yang diberlakukan oleh perusahaan sesuai dengan ketetapan\n    pemerintah dengan upah minimum yang berlaku di perusahaan sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46 : UPAH SELAMA PEKERJA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit yang di buktikan dengan surat\nketerangan dokter berhak atas upahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>2. Pekerja yang sakit dan memerlukan perawatan di rumah sakit atau berobat\njalan, maka bagi pekerja yang telah memenuhi tata cara untuk menjalani\nperawatan tersebut berhak atas upahnya dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>LAMA PERAWATAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PEMBAYARAN GAJI\u002F UPAH\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 bulan pertama\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100% dari upah pokok\u002F bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 bulan kedua\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>75% dari upah pokok\u002F bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 bulan ketiga\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50% dari upah pokok\u002F bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Menunggu putusan PHK\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25% dari upah pokok\u002F bulan\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>3. Bila seorang pekerja menderita sakit dan tidak dapat melakukan pekerjan\nterus- menerus sampai jangka waktu 12 (dua belas) bulan, maka pekerja dapat\ndiputuskan hubungan kerjanya dari perusahaan yang akan dilakukan sesuai dengan\nketentuan dalam UU No.13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47 : THR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya ( THR ) kepada pekerja\nmenjelang hari raya Idul Fitri, seperti yang diatur Permenaker No. 06 Tahun\n2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja \u002F Buruh di Perusahaan,\ndengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">a. Pekerja\u002FBuruh yang telah mempunyai masa kerja 1\n(satu) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan,\ndiberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja X 1 (satu) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja\u002FBuruh yang telah mempunyai masa kerja 12\n(dua belas) bulan terus menerus atau lebih, diberikan tunjangan sesuai dengan\nperentase yang telah ditentukan oleh perusahaan, adapun perhitungannya sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>THR\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 1 s\u002Fd kurang 2 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>120 % x upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 2 s\u002Fd kurang 3 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>130 % x upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 3 s\u002Fd kurang 4 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>140 % x upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 4 s\u002Fd kurang 5 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>150 % x upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 5 s\u002Fd kurang 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>160 % x upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 6 s\u002Fd kurang 7 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>170 % x upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 7 s\u002Fd kurang 8 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>180 % x upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 8 s\u002Fd kurang 9 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>190 % x upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 9 s\u002Fd kurang 10 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>200 % x upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 10 s\u002Fd kurang 15 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>230 % x upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 15 s\u002Fd kurang 20 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>240 % x upah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 20 tahun ke atas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>250 % x upah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-incidentalbonusdate_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>2. Pembayaran Tunjangan Hari Raya di lakukan paling lambat 2 ( dua ) minggu\nsebelum hari raya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang mengundurkan diri atau yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja\npaling lama 30 ( tiga puluh ) hari sebelum hari raya berhak atas Tunjangan Hari\nRaya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA, PENGOBATAN, JAMINAN PERAWATAN\nKESEHATAN, JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48 : K3, PENGOBATAN, dan JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetyext\">\u003Cli>Perusahaan berkewajiban menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat,\n    sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk mengupayakan hal tersebut diatas, maka melalui Panitia Pembina\n    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang terdiri dari unsur perusahaan,\n    karyawan dan Serikat Pekerja, perusahaan menetapkan peraturan dan\n    keselamatan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diwajibkan mentaati semua ketentuan mengenai Kesehatan dan\n    Keselamatan Kerja. Mengabaikan ketentuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan\n    Kerja adalah suatu pelanggaran, untuk perbuatan tersebut Pekerja yang\n    bersangkutan dapat dikenakan sanksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli>Perusahaan berkewajiban memberikan alat pelindung diri (APD) secara\n    Cuma-Cuma, sesuai dengan resiko dan jenis pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja diwajibkan menggunakan, merawat dan menyimpan alat pelindung\n    Keselamatan dan Kesehatan Kerja di perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang alat-alat pelindung Keselamatan dan Kesehatan Kerjanya\n    telah rusak atau hilang diharuskan memberitahukan kepada atasannya untuk\n    dapat ditindaklanjuti.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49 : SERAGAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Seragam kerja disediakan oleh perusahaan dengan memperhatikan sifat\n    pekerjaan yang bersangkutan berupa seragam kerja 2 (dua) Pcs, dalam jangka\n    waktu 1 (satu) tahun, kecuali untuk sepatu (Safety Shoes) &amp; Topi kerja\n    diatur dengan ketentuan dalam pasal berbeda dalam Perjanjian Kerja Bersama\n    sesuai dengan kebutuhan departemen atau bagian masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib merawat dan memelihara seragam kerja dan lainnya yang\n    disediakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada dasarnya perusahaan hanya menyediakan seragam kerja dan lainnya\n    seperti ketentuan tersebut diatas, kecuali perlengkapan kerja tersebut\n    rusak karena pekerjaan sehingga tidak memenuhi syarat lagi untuk dipakai\n    sebagai perlengkapan kerja. Penggantian seragam kerja tersebut hanya\n    diberikan atas usul atasan langsung pekerja yang bersangkutan dan disetujui\n    oleh manager departemennya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bilamana pekerja karena sesuatu hal hubungan kerjanya terputus,\n    diwajibkan untuk mengembalikan pakaian kerja kepada perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib mengenakan seragam kerja selama melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50 : ALAT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( P2K3 ) akan mengadakan\n    pemeriksaan secara periodik atas alat - alat pelindung keselamatan\n    kerja,kesehatan kerja dan lingkungan kerja yang digunakan oleh pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal terdapat adanya ketidak sesuaian alat - alat pelindung\n    keselamatan dan kesehatan kerja yang ada, maka perusahaan wajib mengadakan\n    review atau analisa sebelum penggantian alat - alat pelindung keselamatan\n    dan kesehatan kerja tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51 : PEMERIKSAAN ALAT PELINDUNG K3\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( P2K3 ) akan mengadakan\n    pemeriksaan secara periodik atas alat - alat pelindung keselamatan\n    kerja,kesehatan kerja dan lingkungan kerja yang digunakan oleh pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal terdapat adanya ketidak sesuaian alat - alat pelindung\n    keselamatan dan kesehatan kerja yang ada, maka perusahaan wajib mengadakan\n    review atau analisa sebelum penggantian alat - alat pelindung keselamatan\n    dan kesehatan kerja tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 52 : HYGINE PERUSAHAAN DAN KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan akan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja\n    (P2K3) dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cli>Perusahaan akan memenuhi dan melaksanakan semua ketentuan tentang hygiene\n    perusahaan dan kesehatan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cli>Untuk mengevaluasi dan memantapkan kondisi kesehatan pekerja, maka\n    perusahaan menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan umum (General Check Up)\n    yang dilaksanakan secara periodik 1 (satu) kali setiap tahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hiv\">\u003Cli>Bagi pekerja yang telah melalui proses general check up dan dinyatakan\n    positif mengidap penyakit menular yang berbahaya (Paru-paru, TBC, AIDS dan\n    penyakit lainnya) maka perusahaan akan mengambil tindakan-tindakan medis\n    dengan berkonsultasi kepada dokter perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Jika terbukti seorang pekerja menderita sakit akibat hubungan kerja, maka\n    perusahaan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan Perpres no. 07 tahun\n    2019 tentang jenis penyakit akibat kerja dan peraturan perundang-undangan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan ruang dan fasilitas P2K3.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53 : JAMINAN SOSIAL DAN KESEHATAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Jaminan sosial \u002F kesejahteraan Pekerja adalah bantuan yang diberikan\n    perusahaan kepada pekerja dalam rangka perlindungan perawatan melalui\n    asuransi BPJS.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Badan Penyelenggara Jaminan Sosial \n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Sesuai dengan ketentuan peraturan\n    perundang-undangan yang berlaku maka pengusaha wajib mengikutsertakan\n    seluruh pekerja pada program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan sesuai\n    undang-undang No. 24 tahun 2011 (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).\n    Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan dengan\n    besar iuran 0,89% dari gaji tetap\u002Fbulan dibayarkan melalui ansuransi\n    BPJS.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Jika pekerja mengalami kecelakaan kerja maka\n    pihak pekerja dalam waktu 1 x 24 Jam wajib melaporkan ke pihak\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Apabila pekerja mengalami kecelakaan kerja dan biaya perawatan\n    sepenuhnya ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cli>Iuran Jaminan Kematian sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan dengan besar\n    iuran 0,3% dari gaji tetap\u002Fbulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Jaminan Hari Tua (JHT) ditanggung secara bersama oleh perusahaan dan\n    Pekerja. Besarnya iuran yang harus ditanggung oleh masing-masing pihak\n    sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. 3,7% X gaji tetap\u002Fbulan menjadi tanggungan\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. 2,0% X gaji tetap\u002Fbulan, menjadi tanggung\n    jawab pekerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cli>Perusahaan mendaftarkan program pensiun untuk seluruh pekerja berdasarkan\n    amanat Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2015 tentang jaminan pensiun yaitu\n    2% dikali gaji pokok ditanggung perusahaan dan 1% dikali gaji pokok\n    ditanggung oleh pekerja serta dipotong dan disetorkan setiap bulan ke\n    kantor BPJS.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cli>Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan ditanggung oleh\n    perusahaan sebesar 4% dan 1% ditanggung oleh pekerja di kali gaji\u002Fbulan\n    berlaku mulai bulan Juli tahun 2015.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cli>Untuk menjamin kesehatan pekerja, perusahaan menyediakan klinik di\n    perusahaan dan klinik di luar yang ditunjuk oleh perusahaan dan bekerjasama\n    dengan pihak BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perusahaan mengharapkan kepada seluruh pekerja untuk dapat melakukan\n    pemeriksaan\u002Fpengobatan pada klinik atau rumah sakit yang dipilih oleh\n    perusahaan sesuai dengan kebijakan BPJS yang bekerja sama dengan\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 54 : SUMBANGAN KEMATIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan sumbangan kematian kepada pekerja atau ahli\nwarisnya dalam hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">a. Pekerja meninggal dunia : Sesuai dengan UU No. 13\ntahun 2003 pasal 166 kepada ahli warisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">b. Perusahaan memberikan santunan kematian kepada\npekerja yang meninggal dunia sebesar Rp. 500.000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55 : FASILITAS PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan fasilitas sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Ruang Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tempat istirahat bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tempat Ibadah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Sarana Olahraga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 56 : KOPERASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan kesempatan kepada pekerja untuk membentuk dan\n    menjadi anggota serta pengurus, guna mengelola koperasi dengan tujuan untuk\n    meningkatkan kesejahteraan bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan serikat pekerja secara bersama-sama mengusahakan akan\n    meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui koperasi pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha bersama-sama serikat pekerja berusaha membentuk tim badan\n    pengawas koperasi pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib memberikan kesempatan kepada pengurus koperasi untuk\n    mengembangkan usaha koperasi dan bekerjasama dengan pihak lain.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : PERATURAN &amp; TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57 : PERATURAN &amp; TATIB KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak perusahaan dan serikat pekerja menyadari perlunya ditegakkan\nkedisiplinan dan ketertiban dilingkungan perusahaan sehingga terhadap pekerja\nyang melanggar peraturan tata tertib dan disiplin yang telah diatur dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini perlu diberikan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 58 : TATA TERTIB UMUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja dan perusahaan wajib mentaati ketentuan-ketentuan dalam\n    Perjanjian Kerja Bersama ini, maupun peraturan-peraturan\n  pelaksanaannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib mentaati perintah atasannya sesuai dengan tugas dan\n    pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melaksanakan tugas sebaik-baiknya dengan penuh tanggung\n    jawab.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib menjaga ketertiban, kebersihan dan keharmonisan di\n    lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib bertingkah laku sopan selama berada di lingkungan\n  perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib hadir ditempat kerja pada hari dan jam kerja yang telah di\n    tentukan, kecuali mempunyai alasan yang sah untuk tidak hadir dan\n    disebabkan oleh : \n    \u003Cp>a. Sakit yang di sertai dengan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Mempunyai izin yang sah dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak dapat hadir di tempat kerja dan tidak dapat memberikan\n    keterangan di hari tersebut, maka keterangan dapat menyusul di hari pertama\n    pekerja yang bersangkutan masuk kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang menggunakan fasilitas perusahaan atau memanipulasi milik\n    perusahaan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang bekerja rangkap di 2 ( dua ) perusahaan dalam waktu\n    bersamaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang melakukan kegiatan pribadi diluar perusahaan pada saat\n    jam kerja dan pada saat bukan jam istirahat. Jika didapati maka pekerja\n    tersebut akan dikenakan sanksi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 59 : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja wajib absen sebelum dan sesudah bekerja pada mesin cekroll yang\n    telah disediakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama jam kerja, pekerja dilarang meninggalkan tempat kerjanya tanpa\n    izin dari atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja bertanggung jawab atas peralatan kerja yang diinventariskan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang menjalankan atau menggunakan mesin \u002F peralatan yang\n    bukan wewenangnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib menggunakan seragam kerja pada saat hari kerja dan jam\n    kerja lembur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang menggunakan aksesoris perlengkapan diri pribadi yang\n    bukan sebagai penunjang pekerjaan dan yang bukan merupakan kelengkapan\n    seragam kerja. Seperti topi dan kacamata (untuk fashion).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang melakukan kegiatan jual beli dalam bentuk apapun di\n    lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 60 : TATA TERTIB KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja wajib menggunakan alat-alat pelindung kerja bila ketentuannya\n    mengharuskan demikian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus mengerjakan pekerjaannya ataupun peralatan sesuai dengan\n    tata cara yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus memperhatikan keselamatan diri dan pekerja yang berada\n    disekitarnya pada saat melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang merokok di dalam area perusahaan dan di tempat yang\n    bertuliskan rambu larangan merokok.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang membuang sampah yang bukan pada tempatnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang membawa makanan berlebih dari bekal pribadi ke area\n    kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: TATA TERTIB ADMINISTRASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap calon pekerja wajib memberikan data diri yang\n  sebenar-benarnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melaporkan perubahan yang berhubungan dengan keterangan\n    pribadinya, yaitu: \n    \u003Cp>a. Perubahan tempat tinggal\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Perubahan atau tambahan susunan keluarga pekerja\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Perubahan status pekerja\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Perubahan ahli waris\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Laporan perubahan tersebut harus diinformasikan paling lambat 2 (dua)\n    minggu kepada bagian personalia. Jika tidak maka tunjangan yang berkaitan\n    dengan hal tersebut tidak diberikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika terdapat calon pekerja yang diterima kemudian telah bekerja\n    memalsukan data-data pribadinya, maka perusahaan akan menindaklanjuti\n    sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 62 : TATA TERTIB KEAMANAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja wajib mentaati peraturan keamanan di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang mengetahui keadaan atau benda yang dapat menimbulkan bahaya\nseperti : kebakaran, pencurian, gangguan terhadap keselamatan dan ketentraman\ndi lingkungan perusahaan, maka pekerja wajib segera memberitahukan Satuan\nPengaman atau atasannya langsung \u002F atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wajib menghindari hal-hal yang menyebabkan timbulnya :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Kebakaran atau ledakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pencurian, kehilangan dan merusak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Perkelahian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan, maka pekerja tidak\ndibenarkan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Menyalakan api atau merokok di tempat yang terdapat bensin \u002F solar \u002F gas\ndan barang lainnya yang mudah terbakar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mendekatkan bensin, solar atau barang lain yang mudah terbakar dengan\nsumber api.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Merokok di dalam pabrik dan di tempat-tempat terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Membuang puntung rokok di sembarang tempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Merusak \u002F merubah dan menghilangkan alat pengaman secara sengaja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Membawa ke dalam lingkungan perusahaan : bahan bakar, bahan peledak,\nsenjata api yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan pekerja, menggunakan\nalat pemadam api tidak sesuai fungsinya, memindahkan barang dari tempatnya\nuntuk tujuan mencuri dan atau memperlakukan secara ceroboh hingga menimbulkan\nkerusakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Melakukan pekerjaan pengelasan bukan pada area yang ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Semua pekerja dilarang mengkonsumsi dan dalam pengaruh minuman keras atau\nberalkohol, narkotik, dan zat terlarang lainnya selama bekerja di lingkungan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk menjaga terjadinya pencurian dan pengerusakan, maka pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Wajib membawa dan memelihara barang yang di inventariskan kepada pekerja\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dilarang memasuki tempat - tempat yang bukan atau tidak ada hubungan\ndengan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dilarang keluar masuk lingkungan perusahaan tanpa melalui pintu yang\ntelah di sediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Dilarang meletakkan atau menyimpan benda - benda berharga milik\nperusahaan yang bukan pada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk mencegah perkelahian atau keresahan maka pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Menghasut atau memfitnah terhadap sesama pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menyebarkan isu-isu atau kabar bohong dalam bentuk dan cara apapun yang\nmeresahkan sesama pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mengancam atau memaksa pekerja untuk mengikuti sikap dan tindakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Membawa senjata tajam atau senjata api ke dalam lingkungan perusahaan\nyang tidak ada hubungan dengan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63 : SANKSI SANKSI TERHADAP PELANGGARAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Prinsip dasar :\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang melakukan pelanggaran peraturan tata tertib maupun peraturan\nlainnya yang telah disepakati dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dapat\ndikenakan sanksi. Jenis sanksi yang dijatuhkan tergantung besar atau kecilnya\npelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tingkatan dan masa berlakunya sanksi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Peringatan lisan tercatat : 3 (tiga) Bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Surat Peringatan I : 6 (enam) Bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Surat Peringatan II : 6 (enam) Bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Surat Peringatan III : 6 (enam) Bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pemutusan Hubungan Kerja : Pelanggaran Berat\n(sesuai UU No 13 th 2003 dan PKB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. \u003Cstrong>SANKSI PERINGATAN LISAN TERCATAT\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk pelanggaran ringan, maka seorang pekerja dapat dikenakan sanksi\nperingatan lisan tercatat oleh atasannya. Sanksi peringatan lisan tercatat ini\nlebih bersifat saran-saran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adapun kesalahan yang bisa dikenakan sanksi peringatan lisan tercatat adalah\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Memasuki pabrik tanpa memakai ID Card \u002F perlengkapan kerja yang telah\n    ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alpha atau tidak masuk kerja tanpa alasan yang dapat dipertanggung\n    jawabkan 1 ( satu ) hari dalam sebulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meninggalkan pekerjaan tanpa izin atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak absen in\u002Fout dan tidak memberitahukan kepada atasan langsung \u002F\n    atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Terlambat masuk kerja atau pulang sebelum waktunya tanpa ijin kepada\n    atasan 2 ( dua ) kali dalam sebulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengganggu ketenangan dan ketertiban di dalam lingkungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Makan di area kerja, mengotori lingkungan perusahaan seperti membuang\n    sampah tidak pada tempatnya, menulis di dinding dan sejenisnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melanggar rambu larangan \u002F peringatan yang telah ditentukan oleh\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggunakan\u002Fmengajukan cuti tahunan yang tidak sesuai dengan\n  prosedur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak mengikuti senam atau ketentuan short break dari perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Parkir di area ibu hamil bagi karyawan yang tidak hamil.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melaporkan kondisi kehamilan kepada HRD.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan sengaja tidak melaporkan perubahan data diri yang secara langsung\n    berdampak kepada diri sendiri setelah ada pemberitahuan sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak menghadiri kegiatan perusahaan yang sudah diagendakan dan sudah\n    mendapatkan pemberitahuan secara formal.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. \u003Cstrong>DASAR PEMBERIAN SANKSI PERINGATAN TERTULIS\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam memberikan peringatan tertulis kepada pekerja, perusahaan akan\nmempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Jenis dan berat ringannya kesalahan \u002F\npelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Seringnya melakukan frekuensi kesalahan atau\npelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Faktor - faktor yang mempengaruhi atau\nmenyebabkan terjadinya kesalahan \u002F pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. SANKSI PERINGATAN TERTULIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Sanksi surat peringatan tertulis bersifat hukuman\natas pelanggaran yang dilakukan oleh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Dalam surat peringatan harus dijelaskan apa jenis\npekerjaannya dan kapan hal tersebut terjadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Surat Peringatan dikeluarkan oleh HRD dan\ndiketahui oleh atasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Surat Peringatan di buat dalam rangkap 3 ( Tiga\n).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">i. 1 ( Satu ) untuk bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">ii. 1 ( Satu ) untuk pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">iii. 1 (satu) untuk serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Berdasarkan berat dan ringannya pelanggaran, maka\nsurat peringatan terbagi dalam 3 ( tiga ) tingkat yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Surat Peringatan I ( satu)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Surat peringatan I ( satu ) diberikan kepada\npekerja bila telah menerima peringatan lisan tercatat dan masih mengulangi\npelanggaran yang sama atau melakukan pelanggaran yang lebih berat sifatnya,\nseperti :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Alpha 2 (dua) hari kerja secara berturut-turut\ndan atau 3 (tiga) hari kerja secara tidak berturut-turut dalam 1 (satu)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. 3 (tiga) kali dalam sebulan datang terlambat\nmasuk kerja tanpa alasan dan keterangan yang jelas kepada atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Tidak absen pada mesin pencatat waktu 3 (tiga)\nkali berturut - turut atau 5 (lima) kali tidak berturut – turut dalam 1\n(satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Tidak memakai perlengkapan keselamatan,kesehatan\ndan perlindungan kerja yang telah disediakan oleh perusahaan untuk pekerjaannya\npada waktu melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa\nizin atau perintah dari atasannya yang mengakibatkan kerugian bagi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Tidur pada waktu jam kerja tanpa izin atasan\nlangsung\u002Fatasan dan dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Mengulangi pelanggaran tercatat yang sudah\ndiberikan pada pelanggaran yang terdapat pada sanksi peringatan lisan\ntercatat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Keluar lingkungan perusahaan tanpa izin dari\natasan \u002F atasan langsung selama waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">j. Membuang puntung rokok\u002Fsampah sembarangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">k. Melakukan perbuatan corat-coret dilingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">l. Menolak perintah atasan langsung sesuai dengan\njalur komando pekerjaan tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">m. Mengerjakan sesuatu untuk kepentingan pribadi\nselama jam kerja di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">n. Tidak mengembalikan tray makanan\u002Fompreng dan atau\nmembuang bungkus makanan dan minuman setelah selesai makan pada tempatnya yang\ntelah disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">o. Melepas alat pengaman pada mesin yang menimbulkan\npotensi berbahaya kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">p. Mengenakan perhiasan atau aksesoris lainnya\nterlalu berlebih yang secara fungsi tidak ada kaitannya dengan pekerjaan dan\ndapat mengakibatkan potensi kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">q. Tidak menggunakan dan merawat alat pelindung diri\nyang telah diberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">o. Melakukan kegiatan jual beli dalam bentuk apapun\ndi dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Surat Peringatan II ( dua )\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan II ( dua ) diberikan jika pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Alpha 3 ( tiga ) hari kerja secara\nberturut-turut dan atau 4 (empat) hari kerja tidak berturut-turut dalam 1 (\nsatu ) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Terlambat masuk kerja atau pulang sebelum\nwaktunya 5 ( lima ) kali dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tidak absen pada mesin pencatat waktu 4 ( Empat\n) kali berturut turut atau 6 ( Enam ) kali tidak berturut – turut dalam 1\n(satu ) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pulang lebih cepat tanpa ijin dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Menempel, mengotori, merusak dan menghilangkan\npengumuman atau pesan pada papan pengumuman tanpa izin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Menjalankan forklift atau kendaraan lain milik\nperusahaan yang bukan menjadi tugas dan wewenangnya tanpa memiliki SIM dan izin\ndari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Melarang anggota satuan pengaman untuk menjaga\nkeamanan dan ketertiban perusahaan serta pemeriksaan pekerja sebatas tidak\nmelanggar proses pekerjaan, susila dan norma yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Menolak pemeriksaan kesehatan \u002F medical check up\nyang diselenggarakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Melakukan pelanggaran \u002F kesalahan dengan sanksi\nSurat Peringatan I ( satu ) sedang yang bersangkutan masih dalam masa sanksi\nSurat Peringatan I ( satu ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Makan ditempat kerja pada saat jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Menggunakan dan menjalankan kendaraan, mesin dan\nperlengkapan lain yang bukan merupakan tanggung jawab pekerja tersebut tanpa\nijin dari atasan dan atau penanggung jawab mesin \u002F kendaraan\u002F perlengkapan\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Menolak pemeriksaan atau penggeledahan dari\npihak berwenang saat meninggalkan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Melanggar kewajiban dan tata tertib yang\nterdapat dalam perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Surat Peringatan III ( tiga )\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan III ( tiga ) diberikan jika pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Alpha 4 ( empat ) hari kerja berturut-turut dan\natau 5 (lima) hari kerja tidak berturut-turut dalam 1 ( satu ) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Terlambat masuk kerja atau pulang sebelum\nwaktunya 7 ( Tujuh ) kali dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tidak absen pada mesin pencatat waktu 6 ( Enam )\nkali berturut turut atau 7 ( Tujuh ) kali tidak berturut – turut dalam 1\n(satu ) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Memindahkan atau menyimpan harta perusahaan\ndalam gudang \u002F tempat yang tidak semestinya tanpa izin terlebih dahulu dari\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan\npribadi yang dapat merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Tidak memperlihatkan kinerja ( performance )\nyang baik meskipun sudah ditempatkan dibeberapa tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Melakukan pelanggaran \u002F kesalahan dengan sanksi\nSurat Peringatan II sedangkan yang bersangkutan masih dalam sanksi Surat\nPeringatan II.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Menggunakan barang milik perusahaan keluar\nlingkungan perusahaan tanpa adanya izin dari atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Menyalahgunakan keperluan peminjaman dan\npemakaian kendaraan milik perusahaan diluar kepentingan perusahaan dan atau\ndinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Menyebarkan pamflet, brosur, atau lainnya yang\nbersifat provokatif dan memicu keributan bagi kondisi kondusif lingkungan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Melakukan tindakan diskriminasi baik dalam\npromosi, mutasi, dan rotasi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Menolak keputusan mutasi, rotasi yang telah\nditetapkan oleh perusahaan sesuai dengan prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Melakukan tindakan kekerasan psikis (meneror,\nmenghina, pelabelan negatif, dan merendahkan) kepada rekan kerja di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Melakukan tindakan intimidasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o. Menghalang-halangi istirahat yang sewajarnya\u002F\nibadah yang wajib\u002F mengambil air minum\u002F ke klinik\u002F dan ke toilet.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">p. Melakukan tindakan kekerasan verbal (mencaci,\nmemaki, berkata kasar, atau kotor, berteriak) kepada bawahan atau rekan kerja\ndi lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">q. Melakukan pelecehan melalui media elektronik,\ncetak, dan sosial media yang berisi muatan kekerasan baik ditujukan untuk\npengusaha, perusahaan, dan atau rekan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">r. Menyalahi aturan prosedur keamanan dengan cara\nmengambil foto atau video proses produksi dan alur pekerjaan di lingkungan\nperusahaan menggunakan handphone atau alat perekam lainnya yang sama sekali\ntidak berkaitan dengan fungsi dan tugas pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">s. Mengabsenkan ID card yang bukan miliknya\n(termasuk yang diabsenkan atau dichekrolkan) apabila pemilik kartu tidak hadir\natau hadir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">t. Meminjamkan uang atau barang dengan imbalan\nbunga melebihi standar (rentenir) yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau\nyang meminjam kepada rentenir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">u. Membawa senjata tajam dan senjata api kedalam\nlingkungan perusahaan kecuali dalam keadaan darurat keamanan untuk yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">v. Menyimpan cairan kimia berbahaya dan beracun\ndidalam botol air minum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">w. Merokok di lingkungan perusahaan, di luar tempat\nyang disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Sanksi Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sanksi Pemutusan Hubungan kerja dikenakan jika pekerja dalam masa sanksi\nSurat peringatan III ( tiga ) masih melakukan pelanggaran pelanggaran atau\nmelakukan pelanggaran sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja tidak masuk bekerja dalam waktu 5 ( lima\n) hari kerja berturut -turut dalam satu bulan tanpa keterangan secara tertulis\ndengan bukti yang sah dan telah dipanggil oleh perusahaan, maka pekerja\ndianggap mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Menerima suap, melakukan kolusi, korupsi atau\nmencari keuntungan untuk diri sendiri dengan memanfaatkan jabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Membawa dokumen rahasia, komponen \u002F material,\nkeluar dari lingkungan perusahaan tanpa izin dari atasan \u002F atasan langsung yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Membawa uang atau barang milik perusahaan untuk\nkepentingan pribadi tanpa izin dari atasan \u002F atasan langsung yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Melakukan mogok kerja tanpa mengindahkan\nketentuan undang-undang \u002F peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Terbukti bekerja pada 2 ( dua ) perusahaan dalam\nwaktu bersamaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan\nbarang dan\u002Fatau uang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan\nsehingga merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan,\nmemakai dan\u002Fatau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya\ndi lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di\nlingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Menyerang, menganiaya, mengancam, atau\nmengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk\nmelakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau\nmembiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan\nkerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman\nsekerja atau pengusaha dalam keadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan\nyang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">q. Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan\nperusahaan yang diancam pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 64 : UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Komponen Upah sebagai dasar perhitungan Uang Pesangon, Uang Penghargaan\nMasa Kerja dan Uang Penggantian Hak terdiri atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Segala macam bentuk tunjangan yang bersifat\ntetap yang diterima pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemutusan Hubungan Kerja wajib dirundingkan oleh pengusaha dan serikat\npekerja, apabila yang bersangkutan bukan anggota serikat pekerja maka harus\ndisertai surat kuasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan Hubungan Kerja dapat terjadi karena beberapa alasan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pemutusan Hubungan Kerja dalam masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pemutusan Hubungan Kerja karena berakhirnya masa\nKesepakatan Kerja untuk waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pemutusan Hubungan Kerja atas kehendak pekerja\nsendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pemutusan Hubungan Kerja karena\nrasionalisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pemutusan Hubungan Kerja karena usia lanjut\u002F\npensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pemutusan Hubungan Kerja karena sakit atau cacat\njasmani \u002F Rohani.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pemutusan Hubungan Kerja karena pekerja\nmeninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Pemutusan Hubungan Kerja karena kesalahan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Pemutusan Hubungan Kerja karena kesalahan\nberat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Pemutusan Hubungan Kerja karena pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Pemutusan Hubungan Kerja karena pekerja ditahan\npihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 65 : Perhitungan Uang Pesangon, Penghargaan Masa Kerja, Uang\nPenggantian Hak Dan Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>Uang Pesangon, ditetapkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003,\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>KETERANGAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kurang dari 1 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8 tahun atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9 bulan upah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cp>MASA\n        KERJA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cp>KETERANGAN\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24 tahun atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Uang Penggantian Hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Cuti tahunan yang belum diambil dan yang belum\ngugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Biaya ongkos pulang pekerja &amp; keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Penggantian Perumahan, pengobatan &amp;\nperawatan ditetapkan 15% dari Uang Pesangon dan atau uang penghargaan Masa\nKerja bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Hal lain yang diatur dalam perjanjian kerja,\nperaturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Uang Pisah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mengundurkan diri (UU Pasal 162)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mangkir (UU Pasal 168)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pelanggaran Berat (UU Pasal 158)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 66 : PENGUNDURAN DIRI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bagi pekerja yang mengundurkan diri mengikuti prosedur sesuai dengan\nketentuan UU Ketenagakerjaan pasal 162, harus memenuhi syarat yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mengajukan permohonan pengunduran diri secara\ntertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai\npengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal\nmulai pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Diketahui oleh pimpinan departemen yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Surat pengunduran diri yang diajukan ke HRD\ntidak dapat dicabut lagi kecuali ada surat rekomendasi dari direktur atau\nkepala divisi yang berwenang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Berkas pengunduran diri harus sudah diserahkan\nke department HRD selambat-lambatnya 10 hari kerja sebagaimana tercantum dalam\nsurat pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi pekerja yang mengundurkan diri atas kemauannya sendiri tidak berhak\natas uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja, tetapi berhak memperoleh\nuang penggantian hak sesuai dengan pasal 65 ayat 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Selain mendapat penggantian uang penggantian hak sebagaimana ayat 2\ndiatas, pekerja juga berhak mendapatkan uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Keterangan :\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Mengundurkan diri adalah mengajukan surat pengunduran diri minimal 30\n    (tiga puluh) hari sebelum hari H-nya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir adalah tidak masuk kerja 5 (lima) hari atau lebih secara\n    berturut-turut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kesalahan berat adalah kesalahan pekerja yang sudah diatur di UU no.13\n    tahun 2003 pasal 158 ayat 1 – 4.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 67 : PHK DALAM MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja dalam masa percobaan dapat dilakukan baik atas\n    permintaan pekerja atau perusahaan. Perusahaan tidak memberikan uang\n    pesangon, uang jasa atau uang ganti rugi lainnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 68 : PHK KARENA PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja antara perusahaan dan pekerja untuk waktu\n    tertentu terjadi jika masa Kesepakatan Kerja Waktu Tertentu telah\n  berakhir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan tidak memberikan uang pesangon, uang jasa atau uang ganti rugi\n    lainnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 69 : PHK KARENA RASIONALISASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam hal terpaksa dilakukan rasionalisasi yang disebabkan oleh\n    efisiensi, pindah lokasi, ganti pemilik, perusahaan tutup sehingga harus\n    dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja, maka perusahaan akan memberlakukan\n    Undang-Undang No.13 Tahun 2003.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tata cara pelaksanaan dan kompensasinya dimusyawarahkan secara Bipartit\n    antara pihak perusahaan dengan serikat pekerja. Besarnya kompensasi\n    sekurang-kurangnya mengacu pada Undang-Undang No.13 Tahun 2003, uang\n    pesangon dan uang penggantian hak\u002F ganti rugi lainnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 70 : PHK KARENA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Batas usia pensiun bagi pekerja ditetapkan maksimum 57 ( lima puluh Tujuh\n    ) tahun sesuai dengan data yang terdapat di perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kepada pekerja tersebut diberikan pesangon 2 kali dan uang penghargaan\n    masa kerja 1 kali serta uang penggantian hak sesuai dengan Undang-Undang\n    No.13 tahun 2003 Pasal 167.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atas dasar kebutuhan, perusahaan dapat meminta kepada pekerja yang telah\n    mencapai usia pensiun untuk tetap bekerja dengan status hubungan kerja\n    berdasarkan Kesepakatan Kerja Waktu Tertentu dan pengaturannya disesuaikan\n    dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 02 \u002F tahun 1993.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 71: PHK KARENA SAKIT BERKEPANJANGAN, CACAT JASMANI DAN ROHANI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam hal pekerja tidak mampu bekerja karena sakit berkepanjangan,\n    kecelakaan kerja dan telah dirawat di Rumah Sakit lebih dari 12 ( dua belas\n    ) bulan dan jika menurut keterangan dokter menyatakan bahwa, penyakit yang\n    dideritanya tidak dapat disembuhkan dalam waktu 1 ( satu ) tahun, maka\n    perusahaan dapat mengadakan Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan uang pesangon 2 kali sesuai dengan Undang-Undang\n    No.13 tahun 2003, uang penghargaan masa kerja 2 kali dan uang penggantian\n    hak, serta uang pisah sesuai Perjanjian Kerja Bersama ini serta pembayaran\n    upah selama sakit berkepanjangan secara sekaligus dengan hak-hak lainnya\n    pada saat itu.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 72 : PHK KARENA MENINGGAL DUNIA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam hal pekerja meninggal dunia, maka hubungan kerjanya dengan\n    perusahaan putus secara otomatis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan kepada ahli warisnya uang pesangon 2 kali sesuai\n    dengan Undang-Undang No.13 Tahun 2003, uang penghargaan masa kerja 1 kali,\n    uang penggantian hak dan uang pisah sesuai Perjanjian Kerja Bersama\n  ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 73 : PHK KARENA KESALAHAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja karena kesalahan\n    berat yang tata cara pelaksanaannya sesuai dengan Undang-Undang nomor 13\n    tahun 2003, Pekerja berhak mendapatkan uang penggantian hak dan uang pisah.\n    (Pasal 158 UU no.13 tahun 2003).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja karena pelanggaran,\n    setelah melalui proses pada (pasal 63 Point C sanksi pemutusan hubungan\n    kerja). Pengusaha wajib memberi uang pesangon 1 kali , uang penghargaan\n    masa kerja 1 kali dan uang penggantian hak. (pasal 161, UU No.13 Tahun\n    2003).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 74 : PHK KARENA DITAHAN PIHAK BERWAJIB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak wajib membayar upah kepada pekerja selama proses tetapi\n    wajib memberikan bantuan kepada keluarga pekerja untuk paling lama 6 (enam)\n    bulan terhitung sejak hari pertama pekerja ditahan oleh pihak yang\n    berwajib, ketentuan bantuan sebagai berikut :\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Untuk 1 (satu) orang tanggungan 25 % dari\n    upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Untuk 2 (dua) orang tanggungan 35 % dari\n    upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Untuk 3 (tiga) orang tanggungan 45 % dari\n    upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Untuk 4 (empat) orang tanggungan 50 % dari\n    upah.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila sebelum 6 (enam) bulan pekerja tersebut tidak bersalah maka\n    pengusaha wajib mempekerjakan pekerja kembali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap pekerja yang\n    setelah 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan dan masih dalam\n    proses perkara pidana dan Pengusaha wajib membayar uang penghargaan masa\n    kerja 1 (satu) kali ketentuan dan uang penggantian hak sesuai dengan\n    ketentuan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 75 : AKIBAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, maka pekerja wajib\n    mengembalikan :\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Alat-alat kerja\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tanda pengenal\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Buku Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Alat-alat milik perusahaan\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan membayar kepada pekerja atau keluarganya mengenai semua\n    kewajiban perusahaan yang telah diatur didalam Perjanjian Kerja Bersama ini\n    paling lambat pada tanggal pembayaran upah bulan berikutnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan surat pengalaman kerja (Paklaring) bagi karyawan\n    yang mengundurkan diri sesuai syarat dan aturan untuk mengurusi segala\n    klaim BPJS.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 76 : UMUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila seorang Pekerja menganggap bahwa perlakuan terhadap dirinya tidak\n    adil dan tidak wajar serta bertentangan dengan Perjanjian Kerja dan\n    Perjanjian Kerja Bersama maka ia dapat menyampaikan pengaduan atau keluh\n    kesahnya untuk segera diselesaikan melalui “tata cara penyelesaian keluh\n    kesah”.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 77 : PENANGANAN TINDAK KEKERASAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk menciptakan dan memelihara lingkungan kerja yang sehat dan\n    produktif, segala bentuk kekerasan di lingkungan kerja (didalam perusahaan)\n    selama jam kerja tidak dapat ditolerir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib menginformasikan tindakan kekerasan yang terjadi\n    kepada Tim Penanganan Kasus Kekerasan (TPKK). Tidakan kekerasan yang dapat\n    dilaporkan meliputi: kekerasan verbal, fisik, psikologi, ekonomi dan\n    seksual.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>TPKK bertugas menginvestigasi kasus kekerasan dan merekomendasikan\n    penyelesaian kasus-kasus yang timbul kepada HRD. HR manager bertugas untuk\n    membuat keputusan yang tepat dan sesuai dengan Peraturan Perusahaan dan\n    Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 78 : TATA CARA PENYELESAIAN PERSELISIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila seorang pekerja hendak menyampaikan pengaduan atau keluh kesah\n    gunakan sarana yang telah disediakan dan atau terlebih dahulu ia akan\n    membicarakan persoalannya dengan atasan\u002Fpimpinannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tata Cara Penyelesaian Perselisihan:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Keluh kesah seorang pekerja harus dilakukan\n    secara tertulis\u002Flisan oleh pekerja itu sendiri dan diteruskan ke perwakilan\n    Lembaga Kerja Sama Bipartit atau kebagian HRD.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Setelah menerima keluh kesah itu perwakilan\n    Lembaga Kerja Sama Bipartit dan pihak HRD membicarakan persoalan tersebut\n    dengan pekerja beserta atasan\u002Fpimpinan kemudian menyampaikan keputusan\n    penyelesaian dalam waktu satu (1) minggu setelah terjadi keluh kesah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Apabila keputusan itu tidak memuaskan\n    pekerja yang bersangkutan maka pekerja yang bersangkutan membicarakan\n    permasalahan ke pimpinan Lembaga Kerja Sama Bipartit, kemudian pimpinan\n    Lembaga Kerja Sama Bipartit membicarakan persoalan dengan pihak HRD dan\n    Kepala bagian departemen yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila setiap usaha dari pimpinan bagian kepegawaian dan Lembaga Kerja\n    Sama Bipartit tidak mencapai penyelesaian yang dimaksud pada ayat (c) dalam\n    waktu 1 bulan maka salah satu pihak dapat mengajukan persoalan tersebut\n    kepada pihak ketiga sesuai dengan Undang-undang yang berlaku tentang\n    Perselisihan Hubungan Industrial (PHI).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 79 : TATA CARA PENYAMPAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Keluh kesah dapat disampaikan melalui sarana yang sudah disediakan antara\n    lain: kotak saran, email maupun hotline.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tata cara penyampaian keluh kesah diatur dalam prosedur keluh kesah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 80 : PENYELESAIAN SECARA BIPARTIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam hal perselisihan tidak dapat dihindari, maka perusahaan dan pekerja\n    yang bersangkutan atau dengan Serikat Pekerja wajib memusyawarahkan secara\n    bipartit untuk mendapatkan kesepakatan penyelesaian mengenai perselisihan\n    tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam merundingkan penyelesaian mengenai perselisihan terhadap pekerja\n    yang bukan anggota Serikat Pekerja, serikat pekerja harus mendapat kuasa\n    secara tertulis dari pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PERATURAN PERALIHAN DAN PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 81 KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 ( dua ) tahun, mulai\n    tanggal 18 Mei 2020\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini baik secara keseluruhan maupun secara\n    sebagian akan batal dengan sendirinya jika hal – hal tersebut\n    bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini merupakan tanggung jawab perusahaan dan\n    Serikat Pekerja untuk mensosialisasikannya kepada Seluruh Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini wajib diperbanyak dan diberikan kepada\n    seluruh pekerja. Untuk proses pembuatan dan penggandaan menjadi tanggung\n    jawab Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peninjauan terhadap Perjanjian Kerja Bersama ini dapat dilaksanakan\n    selambat-lambatnya 6 ( enam ) bulan sebelum berakhirnya masa berlaku\n    Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dapat\n    diselesaikan antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja secara musyawarah\n    dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika dalam pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama ini terdapat\n    ketidaksepahaman dalam penafsiran suatu pasal, maka dapat diselesaikan\n    secara musyawarah dan jika tidak tercapai kesepakatan, maka dapat\n    diteruskan ke jenjang berikutnya sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 2 \u002F\n    Tahun 2004.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 82 : PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam rangka melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama ini jika dipandang\n    perlu, maka pimpinan perusahaan dapat menerbitkan peraturan pelaksanaannya\n    dan ditandatangani bersama serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari\n    Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal perusahaan mengubah namanya dan penggabungan diri dengan\n    perusahaan lain, maka untuk sisa waktu berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\n    ini diusahakan bagi perusahaan dan pekerja terhadap siapa saja waktu\n    terjadi perubahan nama atau penggabungan diri berlaku kesepakatan dengan\n    penyesuaian seperlunya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dan disetujui serta ditandatangani\n    oleh kedua belah pihak dalam rangkap 3 ( tiga ) yang mempunyai bunyi dan\n    kekuatan hukum yang sama.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku setelah ditandatangani oleh pimpinan\n    perusahaan dan pimpinan serikat pekerja serta disaksikan oleh Dinas Tenaga\n    Kerja setempat.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_end":49,"cbadate_end_date":51,"cbaratified":53,"cbaactorratified":57,"cbasignsinglesignatory":59,"cbamemother":63,"trainingprogrammes":65,"trainingfund":69,"pensionfund":73,"disabilityfund":77,"contracttrial":81,"contracttrialperiod":85,"contractseverancepay":87,"contractseverancepay1":91,"severance_number":93,"severance_number_1_tenure":97,"sicknesspay":101,"maxsicknesspay":105,"maxsicknesspayperc":107,"sicknessmaxdays":109,"sicknessmaxdaysnr":113,"menstruationleave":115,"disabilitypay":119,"healthcareaccess":123,"healthinsurance":127,"healthinsurancerelatives":131,"healthandsafetypolicy":133,"protectiveclothing":137,"healthandsafetyext":141,"code_application":143,"hivpolicy":147,"hiv":151,"funeralpay":155,"funeralpaytype":159,"paidmaternityleave":163,"paidmaternityleaveduration":167,"maternityotherclause":169,"paidpaternityleave":173,"paidpaternityleaveduration":177,"paidpaternityleavepay":181,"deathrelatives":185,"sexualhar":189,"discrimination":193,"violence":197,"hourspweek_select":201,"hourspweek":205,"dayspweek_select":207,"dayspweek":209,"PAIDLEAV_trigger":211,"holidaysdays":215,"holidaysweeks":219,"bankholidays1":221,"holidaysfixed":225,"SCHEDULE_trigger":229,"schedulesrestpw":233,"TRADEUNLEAV_trigger":235,"WAGES_determined":239,"PAYSCALES_trigger":243,"LOWWAGE_trigger":245,"LOWWAGE_government":249,"STRUCINCR_trigger":251,"ONCERISE_trigger":255,"incidentalbonustype2":259,"incidentalbonusperc1":263,"incidentalbonusdate":267,"incidentalbonusdate_date":271,"NOCTPREM_trigger":273,"shiftallowancetype":277,"shiftallowancetype1":281,"shiftallowanceamount1":284,"OVERTIME_trigger":286,"overtimeallowancetype_general":290,"overtimeallowancetype":293,"SUNDAY_trigger":295,"sundayallowancetype":299,"sundayallowanceperc1":301,"SENIOR_trigger":303,"longserviceallowancetype":307,"longserviceallowanceamount1":309,"longserviceallowancetype2":311,"mealvouchers":313,"MEALALL_trigger":317,"mealvoucherstype1":320,"coverunion_trigger":322},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"cbadate_start","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sel","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 ( dua ) tahun, mulai\n    tanggal 18 Mei 2020",{"bindId":50,"name":47,"text":48},"cbadate_end",{"bindId":52,"name":47,"text":48},"cbadate_end_date",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"cbaratified","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku set","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku setelah ditandatangani oleh pimpinan\n    perusahaan dan pimpinan serikat pekerja serta disaksikan oleh Dinas Tenaga\n    Kerja setempat.",{"bindId":58,"name":55,"text":56},"cbaactorratified",{"bindId":60,"name":61,"text":62},"cbasignsinglesignatory","Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dan ","Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dan disetujui serta ditandatangani\n    oleh kedua belah pihak dalam rangkap 3 ( tiga ) yang mempunyai bunyi dan\n    kekuatan hukum yang sama.",{"bindId":64,"name":61,"text":62},"cbamemother",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"trainingprogrammes","1. UMUM a. Menyadari perlunya peningkata","1. UMUM\n\na. Menyadari perlunya peningkatan kemampuan kerja\nsebagai prasyarat dalam meningkatkan produktivitas, maka perusahaan akan terus\nmelakukan usaha-usaha peningkatan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan\npekerja melalui pendidikan dan latihan kerja.\n\nb. Pekerja yang ditugaskan mengikuti training\n\u002Fpelatihan ke luar negeri, segala biaya dan fasilitas yang berhubungan dengan\ntugas tersebut ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.\n\n2. PENDIDIKAN PRAKERJA\n\nDalam rangka membekali pekerja baru yang akan memasuki dunia kerja di\nperusahaan, maka perusahaan dan pengurus Serikat Pekerja memberikan pendidikan\nprakerja yang meliputi :\n\na. Pengetahuan umum perusahaan\n\nb. Isi Perjanjian Kerja Bersama\n\nc. Perangkat organisasi Serikat Pekerja dan\nPerusahaan",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"trainingfund","b. Pekerja yang ditugaskan mengikuti tra","b. Pekerja yang ditugaskan mengikuti training\n\u002Fpelatihan ke luar negeri, segala biaya dan fasilitas yang berhubungan dengan\ntugas tersebut ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.\n\n2. PENDIDIKAN PRAKERJA",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"pensionfund","Perusahaan mendaftarkan program pensiun ","Perusahaan mendaftarkan program pensiun untuk seluruh pekerja berdasarkan\n    amanat Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2015 tentang jaminan pensiun yaitu\n    2% dikali gaji pokok ditanggung perusahaan dan 1% dikali gaji pokok\n    ditanggung oleh pekerja serta dipotong dan disetorkan setiap bulan ke\n    kantor BPJS.",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"disabilityfund","a. Sesuai dengan ketentuan peraturan per","a. Sesuai dengan ketentuan peraturan\n    perundang-undangan yang berlaku maka pengusaha wajib mengikutsertakan\n    seluruh pekerja pada program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan sesuai\n    undang-undang No. 24 tahun 2011 (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).\n    Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan dengan\n    besar iuran 0,89% dari gaji tetap\u002Fbulan dibayarkan melalui ansuransi\n    BPJS.",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"contracttrial","Penerimaan pekerja baru bisa dilakukan m","Penerimaan pekerja baru bisa dilakukan melalui masa percobaan paling lama\n    3 (tiga) bulan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":86,"name":83,"text":84},"contracttrialperiod",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"contractseverancepay","Uang Pesangon, ditetapkan sesuai dengan ","Uang Pesangon, ditetapkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003,\nsebagai berikut :\n\n\n  \n  \n  \n    \n      \n      KETERANGAN\n    \n    \n      Kurang dari 1 tahun\n      1 bulan upah\n    \n    \n      1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun\n      2 bulan upah\n    \n    \n      2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun\n      3 bulan upah\n    \n    \n      3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun\n      4 bulan upah\n    \n    \n      4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\n      5 bulan upah\n    \n    \n      5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\n      6 bulan upah\n    \n    \n      6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun\n      7 bulan upah\n    \n    \n      7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun\n      8 bulan upah\n    \n    \n      8 tahun atau lebih\n      9 bulan upah",{"bindId":92,"name":89,"text":90},"contractseverancepay1",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"severance_number","5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 ","5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\n      6 bulan upah",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"severance_number_1_tenure","1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 ","1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun\n      2 bulan upah",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"sicknesspay","2. Pekerja yang sakit dan memerlukan per","2. Pekerja yang sakit dan memerlukan perawatan di rumah sakit atau berobat\njalan, maka bagi pekerja yang telah memenuhi tata cara untuk menjalani\nperawatan tersebut berhak atas upahnya dengan ketentuan sebagai berikut:\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      LAMA PERAWATAN\n      PEMBAYARAN GAJI\u002F UPAH\n    \n    \n      4 bulan pertama\n      100% dari upah pokok\u002F bulan\n    \n    \n      4 bulan kedua\n      75% dari upah pokok\u002F bulan\n    \n    \n      4 bulan ketiga\n      50% dari upah pokok\u002F bulan\n    \n    \n      Menunggu putusan PHK\n      25% dari upah pokok\u002F bulan",{"bindId":106,"name":103,"text":104},"maxsicknesspay",{"bindId":108,"name":103,"text":104},"maxsicknesspayperc",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"sicknessmaxdays","3. Bila seorang pekerja menderita sakit ","3. Bila seorang pekerja menderita sakit dan tidak dapat melakukan pekerjan\nterus- menerus sampai jangka waktu 12 (dua belas) bulan, maka pekerja dapat\ndiputuskan hubungan kerjanya dari perusahaan yang akan dilakukan sesuai dengan\nketentuan dalam UU No.13 tahun 2003.",{"bindId":114,"name":111,"text":112},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":116,"name":117,"text":118},"menstruationleave","3. Istirahat Haid Kepada pekerja wanita ","3. Istirahat Haid\n\nKepada pekerja wanita yang sakit pada saat haid dan tidak dapat melaksanakan\ntugas dan kewajibannya, maka perusahaan wajib memberikan istirahat haid pada\nsaat hari pertama dan hari kedua dengan tetap mendapatkan upah.\n\nPihak pengusaha menyediakan pelayanan medis khusus kepada pekerja wanita\nyang mengalami kelainan menstruasi pada saat bekerja.",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"disabilitypay","Apabila pekerja mengalami kecelakaan ker","Apabila pekerja mengalami kecelakaan kerja dan biaya perawatan\n    sepenuhnya ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"healthcareaccess","Untuk menjamin kesehatan pekerja, perusa","Untuk menjamin kesehatan pekerja, perusahaan menyediakan klinik di\n    perusahaan dan klinik di luar yang ditunjuk oleh perusahaan dan bekerjasama\n    dengan pihak BPJS Kesehatan.",{"bindId":128,"name":129,"text":130},"healthinsurance","Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS","Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan ditanggung oleh\n    perusahaan sebesar 4% dan 1% ditanggung oleh pekerja di kali gaji\u002Fbulan\n    berlaku mulai bulan Juli tahun 2015.",{"bindId":132,"name":79,"text":80},"healthinsurancerelatives",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"healthandsafetypolicy","Perusahaan berkewajiban menyediakan temp","Perusahaan berkewajiban menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat,\n    sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.\n  Untuk mengupayakan hal tersebut diatas, maka melalui Panitia Pembina\n    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang terdiri dari unsur perusahaan,\n    karyawan dan Serikat Pekerja, perusahaan menetapkan peraturan dan\n    keselamatan kerja.\n  Pekerja diwajibkan mentaati semua ketentuan mengenai Kesehatan dan\n    Keselamatan Kerja. Mengabaikan ketentuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan\n    Kerja adalah suatu pelanggaran, untuk perbuatan tersebut Pekerja yang\n    bersangkutan dapat dikenakan sanksi.\n  Perusahaan berkewajiban memberikan alat pelindung diri (APD) secara\n    Cuma-Cuma, sesuai dengan resiko dan jenis pekerjaannya.\n  Pekerja diwajibkan menggunakan, merawat dan menyimpan alat pelindung\n    Keselamatan dan Kesehatan Kerja di perusahaan.\n  Bagi pekerja yang alat-alat pelindung Keselamatan dan Kesehatan Kerjanya\n    telah rusak atau hilang diharuskan memberitahukan kepada atasannya untuk\n    dapat ditindaklanjuti.",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"protectiveclothing","Perusahaan berkewajiban memberikan alat ","Perusahaan berkewajiban memberikan alat pelindung diri (APD) secara\n    Cuma-Cuma, sesuai dengan resiko dan jenis pekerjaannya.",{"bindId":142,"name":135,"text":136},"healthandsafetyext",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"code_application","Perusahaan akan memenuhi dan melaksanaka","Perusahaan akan memenuhi dan melaksanakan semua ketentuan tentang hygiene\n    perusahaan dan kesehatan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang\n    berlaku.",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"hivpolicy","Untuk mengevaluasi dan memantapkan kondi","Untuk mengevaluasi dan memantapkan kondisi kesehatan pekerja, maka\n    perusahaan menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan umum (General Check Up)\n    yang dilaksanakan secara periodik 1 (satu) kali setiap tahun.",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"hiv","Bagi pekerja yang telah melalui proses g","Bagi pekerja yang telah melalui proses general check up dan dinyatakan\n    positif mengidap penyakit menular yang berbahaya (Paru-paru, TBC, AIDS dan\n    penyakit lainnya) maka perusahaan akan mengambil tindakan-tindakan medis\n    dengan berkonsultasi kepada dokter perusahaan.",{"bindId":156,"name":157,"text":158},"funeralpay","Iuran Jaminan Kematian sepenuhnya ditang","Iuran Jaminan Kematian sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan dengan besar\n    iuran 0,3% dari gaji tetap\u002Fbulan.",{"bindId":160,"name":161,"text":162},"funeralpaytype","1. Perusahaan memberikan sumbangan kemat","1. Perusahaan memberikan sumbangan kematian kepada pekerja atau ahli\nwarisnya dalam hal sebagai berikut :\n\na. Pekerja meninggal dunia : Sesuai dengan UU No. 13\ntahun 2003 pasal 166 kepada ahli warisnya.\n\nb. Perusahaan memberikan santunan kematian kepada\npekerja yang meninggal dunia sebesar Rp. 500.000,-",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"paidmaternityleave","a. Kepada pekerja wanita hamil akan dibe","a. Kepada pekerja wanita hamil akan diberikan cuti\nmelahirkan selama 3 ( tiga ) bulan, dengan perhitungan 1,5 (satu setengah)\nbulan sebelum saatnya melahirkan (menurut perhitungan bidan atau dokter) dan\n1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan.",{"bindId":168,"name":165,"text":166},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"maternityotherclause","b. Kepada pekerja wanita yang mengalami ","b. Kepada pekerja wanita yang mengalami gugur\nkandungan diberikan cuti 1,5 ( satu setengah ) bulan dan harus dibuktikan\ndengan surat keterangan dokter. (cuti terhitung pada saat pekerja wanita\nmengalami keguguran).",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"paidpaternityleave"," No Jenis Jumlah Hari Tidak Masuk Hari P","\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Jenis\n      Jumlah Hari\n        Tidak Masuk\n    \n    \n      \n      \n      Hari\n      Persyaratan\n      Batas\n        Waktu Pemberitahuan\n      Batas\n        Waktu Penyerahan Dokumen\n    \n    \n      1.\n      Istri pekerja melahirkan \u002F keguguran\n      2\n      - Surat Keterangan dari Rumah Sakit\n      Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      2.\n      Keluarga meninggal dunia\n      2\n      - Surat Keterangan Instansi berwenang \n\n        - Kartu Keluarga\n      \n      Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      3.\n      Bukan Keluarga meninggal dunia tinggal dalam satu rumah\n      1\n      Surat Keterangan Instansi berwenang\n      Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      4.\n      Keluarga dirawat inap di Rumah Sakit\n      1\n      Surat Keterangan dokter \u002F bidan (untuk anak yang berumur kurang dari\n        1 tahun) yang asli atau legalisir.\n      Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      5.\n      Mengalami musibah bencana alam diberikan izin oleh perusahaan dengan\n        mempertimbangkan bencana yang dialami pekerja.\n      \n      \n      \n      ",{"bindId":178,"name":179,"text":180},"paidpaternityleaveduration","1. Istri pekerja melahirkan \u002F keguguran ","1.\n      Istri pekerja melahirkan \u002F keguguran\n      2\n      - Surat Keterangan dari Rumah Sakit\n      Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\n      1 minggu setelah masuk kerja",{"bindId":182,"name":183,"text":184},"paidpaternityleavepay","Dengan izin Perusahaan, Pekerja dapat me","Dengan izin Perusahaan, Pekerja dapat meninggalkan pekerjaan atau perusahaan\ndapat memberikan izin tidak masuk kerja dengan tidak mengurangi hak-haknya\ndalam hal-hal sebagai berikut :\n\n\n  a) Izin\n  Terencana\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Jenis\n      Jumlah Hari\n        Tidak Masuk\n    \n    \n      \n      \n      Hari\n      Persyaratan\n      Batas\n        Waktu Pemberitahuan\n      Batas\n        Waktu Penyerahan Dokumen\n    \n    \n      1.\n      Pernikahan pekerja\n      3\n      - Surat Nikah dari KUA\u002FCatatan Sipil \n\n        - Kartu Keluarga\n      \n      3 hari sebelumnya melalui atasannya\n      2 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      2.\n      Mengkhitankan anak pekerja\n      2\n      - Surat Keterangan Dokter \n\n        - Kartu Keluarga\n      \n      3 hari sebelumnya melalui atasannya\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      3.\n      Babtisan anak pekerja\n      2\n      - Surat Keterangan Gereja\n      3 hari sebelumnya melalui atasannya\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      4.\n      Pernikahan anak pekerja\n      2\n      - Surat Nikah dari KUA\u002FCatatan Sipil \n\n        Kartu Keluarga\n      \n      3 hari sebelumnya melalui atasannya\n      2 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      5.\n      Menjadi Wali Nikah\n      1\n      - Surat Nikah dari KUA\u002F catatan sipil \n\n        - Kartu Keluarga\n\n        - Surat Rekom KUA sebagai Wali Nikah\n      \n      3 hari sebelumnya melalui atasannya\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      6.\n      Menunaikan ibadah haji bagi yang beragama Islam dan ziarah ke tempat\n        suci bagi agama lain. Izin ini diberikan hanya 1 ( satu ) kali selama\n        bekerja di perusahaan.\n      \n      - Ibadah haji yang pertama.\n      1 minggu sebelumnya\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n  \n\n\nIzin terencana ini harus diambil pada hari-hari kejadiannya, apabila hari\nkejadian jatuh pada hari libur atau istirahat mingguan maka akan diperhitungkan\npada hari kerja pertama berikutnya, kecuali untuk menunaikan ibadah haji dan\nmenjalankan tugas negara.\n\n\n\nb) Izin tidak terencana\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Jenis\n      Jumlah Hari\n        Tidak Masuk\n    \n    \n      \n      \n      Hari\n      Persyaratan\n      Batas\n        Waktu Pemberitahuan\n      Batas\n        Waktu Penyerahan Dokumen\n    \n    \n      1.\n      Istri pekerja melahirkan \u002F keguguran\n      2\n      - Surat Keterangan dari Rumah Sakit\n      Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      2.\n      Keluarga meninggal dunia\n      2\n      - Surat Keterangan Instansi berwenang \n\n        - Kartu Keluarga\n      \n      Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      3.\n      Bukan Keluarga meninggal dunia tinggal dalam satu rumah\n      1\n      Surat Keterangan Instansi berwenang\n      Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      4.\n      Keluarga dirawat inap di Rumah Sakit\n      1\n      Surat Keterangan dokter \u002F bidan (untuk anak yang berumur kurang dari\n        1 tahun) yang asli atau legalisir.\n      Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\n      1 minggu setelah masuk kerja\n    \n    \n      5.\n      Mengalami musibah bencana alam diberikan izin oleh perusahaan dengan\n        mempertimbangkan bencana yang dialami pekerja.\n      \n      \n      \n      \n    \n  \n\n\n\n\nCatatan :\n\nDokumen pendukung harus mencantumkan nama pekerja dan keluarga dengan\njelas.\n\nIzin biasa adalah izin diluar izin sakit dan izin khusus, pekerja yang\nmengajukan izin biasa harus memberikan alasan yang dapat diterima oleh\nperusahaan. Lamanya izin biasa adalah 1 ( satu ) hari dalam 1 ( satu ) bulan\ndan perusahaan tidak wajib membayar.\n\nPerusahaan memberikan izin meninggalkan pekerjaan pada jam kerja dikarenakan\nsakit, tugas negara, panggilan pengadilan atau pihak berwajib dan tugas dari\nSerikat Pekerja.",{"bindId":186,"name":187,"text":188},"deathrelatives","2. Keluarga meninggal dunia 2 - Surat Ke","2.\n      Keluarga meninggal dunia\n      2\n      - Surat Keterangan Instansi berwenang \n\n        - Kartu Keluarga\n      \n      Pekerja memberitahukan dengan cara apapun kepada atasannnya.\n      1 minggu setelah masuk kerja",{"bindId":190,"name":191,"text":192},"sexualhar","q. Melakukan pelecehan melalui media ele","q. Melakukan pelecehan melalui media elektronik,\ncetak, dan sosial media yang berisi muatan kekerasan baik ditujukan untuk\npengusaha, perusahaan, dan atau rekan kerja.",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"discrimination","k. Melakukan tindakan diskriminasi baik ","k. Melakukan tindakan diskriminasi baik dalam\npromosi, mutasi, dan rotasi.",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"violence","m. Melakukan tindakan kekerasan psikis (","m. Melakukan tindakan kekerasan psikis (meneror,\nmenghina, pelabelan negatif, dan merendahkan) kepada rekan kerja di lingkungan\nperusahaan.",{"bindId":202,"name":203,"text":204},"hourspweek_select","a. 40 jam dalam 1 ( satu ) minggu untuk ","a. 40 jam dalam 1 ( satu ) minggu untuk 5 ( lima )\nhari kerja pada waktu siang hari.",{"bindId":206,"name":203,"text":204},"hourspweek",{"bindId":208,"name":203,"text":204},"dayspweek_select",{"bindId":210,"name":203,"text":204},"dayspweek",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"PAIDLEAV_trigger","1. Cuti Tahunan a. Pekerja yang bekerja ","1. Cuti Tahunan\n\na. Pekerja yang bekerja 12 (dua belas) bulan\nterus-menerus berhak mendapatkan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja\ndengan pengertian hari-hari raya atau hari libur nasional tidak diperhitungkan\nsebagai cuti tahunan.\n\nb. Untuk kepentingan pengambilan cuti, pekerja\ndiminta mengajukan permohonan cuti secara tertulis, menggunakan form cuti yang\ntelah disediakan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelumnya.\n\nc. Setiap pekerja dapat mengetahui hak cuti\ntahunannya.\n\nd. Masa pengambilan cuti tahunan adalah 12 (dua\nbelas) bulan sejak timbulnya hak cuti.\n\ne. Hak cuti tahunan akan gugur apabila dalam masa\npengambilan 12 (dua belas) bulan, pekerja tidak menggunakan hak cutinya atas\nkemauan sendiri.\n\nf. Apabila karena kepentingan perusahaan pekerja\nbelum bisa mengambil hak cuti pada masa pengambilan maka masa pengambilan hak\ncuti dapat diperpanjang 3 bulan.\n\ng. Pengusaha melalui staf administrasi per\ndepartemen berkewajiban untuk memberitahukan jatuh tempo hak cuti pekerja\nkepada pekerja yang bersangkutan.\n\nh. Pimpinan atau atasan wajib mengatur jadwal kerja\nyang memudahkan pekerjanya untuk menjalankan hak cuti dengan semestinya. Pihak\nyang tidak melakukan kewajiban ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan\nyang berlaku.\n\ni. Permohonan untuk pengambilan cuti tahunan harus\ndiajukan dan mendapat persetujuan dari atasan langsung sesuai departement dan\nsusunan organisasi yang berwenang, selambat lambatnya 2 (dua) minggu\nsebelumnya, jangka waktu permohonan cuti dapat dikecualikan hanya dalam hal\nyang mendesak.\n\nj. Pekerja dapat mengajukan cuti yang bersifat\nmendadak dan mendesak apabila sedang dalam keadaan duka cita jika keluarga\ndalam satu kartu keluarga baik itu saudara kandung, mertua dan menantu\nmeninggal dunia.\n\nk. Pekerja mendapatkan upah penuh selama\nmenjalankan cuti.",{"bindId":216,"name":217,"text":218},"holidaysdays","a. Pekerja yang bekerja 12 (dua belas) b","a. Pekerja yang bekerja 12 (dua belas) bulan\nterus-menerus berhak mendapatkan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja\ndengan pengertian hari-hari raya atau hari libur nasional tidak diperhitungkan\nsebagai cuti tahunan.",{"bindId":220,"name":217,"text":218},"holidaysweeks",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"bankholidays1","Hari libur nasional adalah hari libur um","Hari libur nasional adalah hari libur umum yang ditetapkan oleh\n    pemerintah.",{"bindId":226,"name":227,"text":228},"holidaysfixed","2. Cuti Bersama Yaitu cuti yang dilakuka","2. Cuti Bersama\n\nYaitu cuti yang dilakukan secara serentak oleh pengusaha maupun Serikat\nPekerja, Cuti bersama ditetapkan berdasarkan ketetapan pemerintah.",{"bindId":230,"name":231,"text":232},"SCHEDULE_trigger","b. Hari libur mingguan ditetapkan pada h","b. Hari libur mingguan ditetapkan pada hari sabtu\ndan minggu.",{"bindId":234,"name":231,"text":232},"schedulesrestpw",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"TRADEUNLEAV_trigger","Atas permintaan Serikat Pekerja, perusah","Atas permintaan Serikat Pekerja, perusahaan dapat memberikan dispensasi\n    bagi Serikat Pekerja atau yang ditunjuk oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK)\n    untuk menjadi wakil Serikat Pekerja dalam melaksanakan tugas organisasi\n    atau memenuhi panggilan pemerintah guna kepentingan negara dengan tidak\n    mengurangi hak-haknya sebagai pekerja.",{"bindId":240,"name":241,"text":242},"WAGES_determined","Sistem pengupahan pekerja diatur tersend","Sistem pengupahan pekerja diatur tersendiri menurut jabatan dan status\n    pekerja yang telah disepakati dalam perjanjian kerja.",{"bindId":244,"name":241,"text":242},"PAYSCALES_trigger",{"bindId":246,"name":247,"text":248},"LOWWAGE_trigger","Upah pokok adalah upah yang ditetapkan o","Upah pokok adalah upah yang ditetapkan oleh pengusaha yang\n    serendah-rendahnya sesuai ketentuan keputusan pemerintah yang terbaru.",{"bindId":250,"name":247,"text":248},"LOWWAGE_government",{"bindId":252,"name":253,"text":254},"STRUCINCR_trigger","Kenaikan upah pekerja dilaksanakan dalam","Kenaikan upah pekerja dilaksanakan dalam periode satu kali setahun.",{"bindId":256,"name":257,"text":258},"ONCERISE_trigger","1. Perusahaan memberikan Tunjangan Hari ","1. Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya ( THR ) kepada pekerja\nmenjelang hari raya Idul Fitri, seperti yang diatur Permenaker No. 06 Tahun\n2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja \u002F Buruh di Perusahaan,\ndengan ketentuan sebagai berikut :\n\na. Pekerja\u002FBuruh yang telah mempunyai masa kerja 1\n(satu) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan,\ndiberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan :\n\nMasa kerja X 1 (satu) bulan upah\n\n12\n\nb. Pekerja\u002FBuruh yang telah mempunyai masa kerja 12\n(dua belas) bulan terus menerus atau lebih, diberikan tunjangan sesuai dengan\nperentase yang telah ditentukan oleh perusahaan, adapun perhitungannya sebagai\nberikut :\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Masa Kerja\n      THR\n    \n    \n      Masa kerja 1 s\u002Fd kurang 2 tahun\n      120 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 2 s\u002Fd kurang 3 tahun\n      130 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 3 s\u002Fd kurang 4 tahun\n      140 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 4 s\u002Fd kurang 5 tahun\n      150 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 5 s\u002Fd kurang 6 tahun\n      160 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 6 s\u002Fd kurang 7 tahun\n      170 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 7 s\u002Fd kurang 8 tahun\n      180 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 8 s\u002Fd kurang 9 tahun\n      190 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 9 s\u002Fd kurang 10 tahun\n      200 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 10 s\u002Fd kurang 15 tahun\n      230 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 15 s\u002Fd kurang 20 tahun\n      240 % x upah\n      \n    \n    \n      Masa kerja 20 tahun ke atas\n      250 % x upah\n    \n  \n\n\n\n\n2. Pembayaran Tunjangan Hari Raya di lakukan paling lambat 2 ( dua ) minggu\nsebelum hari raya.\n\n3. Pekerja yang mengundurkan diri atau yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja\npaling lama 30 ( tiga puluh ) hari sebelum hari raya berhak atas Tunjangan Hari\nRaya.",{"bindId":260,"name":261,"text":262},"incidentalbonustype2","b. Pekerja\u002FBuruh yang telah mempunyai ma","b. Pekerja\u002FBuruh yang telah mempunyai masa kerja 12\n(dua belas) bulan terus menerus atau lebih, diberikan tunjangan sesuai dengan\nperentase yang telah ditentukan oleh perusahaan, adapun perhitungannya sebagai\nberikut :\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Masa Kerja\n      THR\n    \n    \n      Masa kerja 1 s\u002Fd kurang 2 tahun\n      120 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 2 s\u002Fd kurang 3 tahun\n      130 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 3 s\u002Fd kurang 4 tahun\n      140 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 4 s\u002Fd kurang 5 tahun\n      150 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 5 s\u002Fd kurang 6 tahun\n      160 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 6 s\u002Fd kurang 7 tahun\n      170 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 7 s\u002Fd kurang 8 tahun\n      180 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 8 s\u002Fd kurang 9 tahun\n      190 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 9 s\u002Fd kurang 10 tahun\n      200 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 10 s\u002Fd kurang 15 tahun\n      230 % x upah\n    \n    \n      Masa kerja 15 s\u002Fd kurang 20 tahun\n      240 % x upah\n      \n    \n    \n      Masa kerja 20 tahun ke atas\n      250 % x upah",{"bindId":264,"name":265,"text":266},"incidentalbonusperc1","Masa kerja 1 s\u002Fd kurang 2 tahun 120 % x ","Masa kerja 1 s\u002Fd kurang 2 tahun\n      120 % x upah",{"bindId":268,"name":269,"text":270},"incidentalbonusdate","2. Pembayaran Tunjangan Hari Raya di lak","2. Pembayaran Tunjangan Hari Raya di lakukan paling lambat 2 ( dua ) minggu\nsebelum hari raya.",{"bindId":272,"name":269,"text":270},"incidentalbonusdate_date",{"bindId":274,"name":275,"text":276},"NOCTPREM_trigger","Uang shift kerja malam. Uang shift malam","Uang shift kerja malam.\n  Uang shift malam diberikan sebesar Rp. 2.500,- \u002F hari apabila karyawan\n    telah bekerja minimal 3 jam.",{"bindId":278,"name":279,"text":280},"shiftallowancetype","Uang shift malam diberikan sebesar Rp. 2","Uang shift malam diberikan sebesar Rp. 2.500,- \u002F hari apabila karyawan\n    telah bekerja minimal 3 jam.",{"bindId":282,"name":283,"text":283},"shiftallowancetype1","Uang shift kerja malam.",{"bindId":285,"name":279,"text":280},"shiftallowanceamount1",{"bindId":287,"name":288,"text":289},"OVERTIME_trigger","1. Perhitungan Upah Lembur diatur dengan","1. Perhitungan Upah Lembur diatur dengan berpedoman pada UU Ketenagakerjaan\nNo 13 Th 2003 Pasal 78 dan Kepmenaker No 102 Th 2004 Pasal 11, adalah sebagai\nberikut :\n\na. Upah lembur pada hari hari kerja biasa :\n\nJam pertama : 1,5 x upah \u002F 173\n\nJam kedua : 2,0 x upah \u002F 173\n\nJam ketiga : 2.0 x upah \u002F173\n\n\n\nb. Upah lembur pada hari libur & libur\nNasional:\n\nDelapan jam pertama : 2,0 x upah \u002F 173\n\nJam Kesembilan : 3.0 x upah \u002F 173\n\nJam kesepuluh dst : 4,0 x upah \u002F 173\n\n\n\nc. Perusahaan meliburkan pekerja pada hari-hari\nRaya Keagamaan yang ditetapkan oleh pemerintah.\n\n\n\n2. Libur Hari Raya Idul Fitri untuk jam lembur perhitungan upah lemburnya\nadalah : Jam pertama s\u002Fd seterusnya : 3,0 x upah \u002F 173",{"bindId":291,"name":288,"text":292},"overtimeallowancetype_general","1. Perhitungan Upah Lembur diatur dengan berpedoman pada UU Ketenagakerjaan\nNo 13 Th 2003 Pasal 78 dan Kepmenaker No 102 Th 2004 Pasal 11, adalah sebagai\nberikut :",{"bindId":294,"name":288,"text":292},"overtimeallowancetype",{"bindId":296,"name":297,"text":298},"SUNDAY_trigger","b. Upah lembur pada hari libur & libur N","b. Upah lembur pada hari libur & libur\nNasional:\n\nDelapan jam pertama : 2,0 x upah \u002F 173\n\nJam Kesembilan : 3.0 x upah \u002F 173\n\nJam kesepuluh dst : 4,0 x upah \u002F 173",{"bindId":300,"name":297,"text":298},"sundayallowancetype",{"bindId":302,"name":297,"text":298},"sundayallowanceperc1",{"bindId":304,"name":305,"text":306},"SENIOR_trigger","Adapun nominal dari IMK adalah kelipatan","Adapun nominal dari IMK adalah kelipatan Rp. 1.000,- pada setiap tahun\n    masa kerja, dimulai dari masa kerja lebih dari 1 tahun dan seterusnya.",{"bindId":308,"name":305,"text":306},"longserviceallowancetype",{"bindId":310,"name":305,"text":306},"longserviceallowanceamount1",{"bindId":312,"name":305,"text":306},"longserviceallowancetype2",{"bindId":314,"name":315,"text":316},"mealvouchers","Perusahaan menyediakan makan di lokasi p","Perusahaan menyediakan makan di lokasi perusahaan. Bagi pekerja shift 1,\n    shift 2, dan shift 3. Apabila pekerja lembur, maka perusahaan akan\n    menyediakan makan sebesar Rp. 5.500,-. Perusahaan berhak menentukan pilihan\n    diatas disesuaikan dengan jumlah pekerja yang lembur atau situasi pada\n    waktu lembur.\n  Pengusaha yang memperkerjakan pekerja antara pukul 23.00 – 07.00 wajib\n    memberikan makanan dan minuman bergizi.",{"bindId":318,"name":315,"text":319},"MEALALL_trigger","Perusahaan menyediakan makan di lokasi perusahaan. Bagi pekerja shift 1,\n    shift 2, dan shift 3. Apabila pekerja lembur, maka perusahaan akan\n    menyediakan makan sebesar Rp. 5.500,-. Perusahaan berhak menentukan pilihan\n    diatas disesuaikan dengan jumlah pekerja yang lembur atau situasi pada\n    waktu lembur.",{"bindId":321,"name":315,"text":319},"mealvoucherstype1",{"bindId":323,"name":324,"text":325},"coverunion_trigger","Seluruh Pekerja, Serikat Pekerja dan ang","Seluruh Pekerja, Serikat Pekerja dan anggotanya, serta Pengusaha kecuali\n    Tenaga Kerja Asing baik spesialis maupun bukan yang akan diatur tersendiri\n    dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Selalu Cinta Indonesia (SCI) – Salatiga - 2020\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-05-18\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2022-05-17\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Sepatu, Produk Kulit dan Karet\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Selalu Cinta Indonesia (SCI) – Salatiga\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        TSK\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;500000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;120&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;55000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;1000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;5500.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[331],{"title":38,"slug":34},[333],{"type":334,"data":335},"call_to_action_body_block",{"title":336,"description":337,"variant":338,"link":339},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":336,"url":340,"description":336,"rel":341,"type":342},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[344],{"type":334,"data":345},{"title":336,"description":337,"variant":338,"link":346},{"title":336,"url":340,"description":336,"rel":341,"type":342},[]]