[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sansan-saudaratex-jaya-dengan-serikat-pekerja-buruh-pt-sansan-saudaratex-jaya-periode-2021-2024":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":254,"content_type_view":255,"extra_breadcrumbs":256,"body":258,"body_blocks":269,"related_pages":273},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":252,"translations":253},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sansan-saudaratex-jaya-dengan-serikat-pekerja-buruh-pt-sansan-saudaratex-jaya-periode-2021-2024","1446be92-3c94-11f0-bfb8-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sansan-saudaratex-jaya-dengan-serikat-pekerja-buruh-pt-sansan-saudaratex-jaya-periode-2021-2024\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-sansan-saudaratex-jaya-dengan-serikat-pekerja-buruh-pt-sansan-saudaratex-jaya-periode-2021-2024\u002F","Perjanjian Kerja Bersama antara PT. SANSAN SAUDARATEX JAYA dengan Serikat Pekerja\u002FBuruh PT. SANSAN SAUDARATEX JAYA Periode 2021 – 2024","IDN PT. San San Saudaratex Jaya Garment 5 - Jl. Industri, IDN PT. SanSan Saudaratex Jaya Garment 1 - Cimahi - 2021","Indonesia - IDN PT. San San Saudaratex Jaya Garment 5 - Jl. Industri, IDN PT. SanSan Saudaratex Jaya Garment 1 - Cimahi - 2021","IDN PT. San San Saudaratex Jaya Garment 5 - Jl. Industri, IDN PT. SanSan Saudaratex Jaya Garment 1 - Cimahi - 2021 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT. SANSAN SAUDARATEX JAYA Periode 2021-2024.html","\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT. SANSAN SAUDARATEX JAYA\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama antara PT. SANSAN SAUDARATEX JAYA dengan Serikat\nPekerja\u002FBuruh PT. SANSAN SAUDARATEX JAYA Periode 2021 – 2024\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADDIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Bahwa sesungguhnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan\nUndang Undang Dasar 1945 adalah merupakan tujuan pembangunan nasional yang\nmenuntut partisipasi aktif Pengusaha dan Pekerja\u002FBuruh, dalam menunjukan\nperbaikan dan peningkatan taraf hidup bangsa dengan jalan meningkatkan produksi\ndan produktifitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa Perjanjian Kerja Bersama adalah suatu pedoman dasar dalam penentuan\nsyarat-syarat kerja dan kondisi kerja yang paling tepat, dimana hal tersebut\nhanya dapat dicapai apabila masing-masing pihak memahami hak - hak dan\nkewajiban yang akan menumbuhkan rasa saling mengerti, menghargai dan\nmempercayai, karena hal tersebut hasil musyawarah \u002F mufakat sebagai salah satu\nsarana untuk mencapai iklim kerjasama yang harmonis dalam rangka menumbuhkan\ndan mengembangkan Hubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa Perjanjian Kerja Bersama sebagai salah satu sarana dalam mewujudkan\nHubungan Industrial Pancasila merupakan hasil musyawarah untuk mufakat antara\nPengusaha dan Serikat Pekerja\u002FBuruh dengan tujuan untuk :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Memperjelas hak-hak dan kewajiban Pengusaha, Serikat Pekerja\u002FBuruh dan\n    Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menetapkan syarat-syarat kerja dan kondisi kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meningkatkan dan memperteguh hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengatur cara-cara penyelesaian perbedaan pendapat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memelihara dan meningkatkan disiplin.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Dalam mewujudkan tujuan Perjanjian Kerja Bersama tersebut, maka disadari dan\ndiyakini serta diakui bahwa :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja adalah hak\n    setiap Pekerja\u002FBuruh, maka sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, kemampuan dan\n    daya kreasi Pekerja\u002FBuruh senantiasa akan dikembangkan dalam peningkatan\n    produksi dan produktivitas Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Imbalan dan jaminan sosial yang baik dapat mendorong Pekerja\u002FBuruh dalam\n    meningkatkan kemampuan dan gairah kerja guna mencapai suatu yang baik dalam\n    pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kesempatan untuk mengembangkan karir di perusahaan terbuka bagi setiap\n    Pekerja\u002FBuruh yang berprestasi tanpa membedakan suku, agama, ras, umur dan\n    jenis kelamin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memahami dan mentaati hal-hal tersebut diatas dan dengan rahmat Tuhan\n    Yang Maha Esa, Perusahaan dalam hal ini adalah PT. Sansan Saudaratex Jaya\n    dan Forum Komunikasi Serikat Pekerja\u002FBuruh (Serikat Pekerja Seluruh\n    Indonesia, Serikat Buruh Sejahtera Independen 92, Serikat Pekerja Nasional)\n    PT. Sansan Saudaratex Jaya telah sepakat untuk merumuskan Perjanjian Kerja\n    Bersama seperti tersebut dalam Bab-bab\u002FPasal-pasal\u002FAyat-ayat yang\n    dijelaskan pada bagian berikutnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PENGERTIAN DAN ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemilik Perusahaan atau orang yang diberi kuasa untuk mengelola\njalannya Perusahaan dan melakukan tindakan untuk dan atas nama Pemilik\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas bernama PT. Sansan\nSaudaratex Jaya yang didirikan di Cimahi berdasarkan Akta Notaris No. 105,\ntanggal 25 Maret Tahun 1985 dan disahkan dengan keputusan Menteri Kehakiman\nRepublik Indonesia No C2-8157HT.01-01 TH 86 tanggal 22 November Tahun 1986.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang dewasa yang secara resmi terikat dalam suatu hubungan\nkerja dengan perusahaan dan oleh karena itu menerima upah\u002Fgaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pimpinan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja\u002FBuruh yang karena jabatannya mempunyai tugas memimpin\nperusahaan atau bagian perusahaan dan mempunyai wewenang mewakili perusahaan\nbaik kedalam maupun keluar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Serikat Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk Pekerja\u002FBuruh baik di\nperusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri,\ndemokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi\nhak dan kepentingan pekerja\u002Fburuh serta meningkatkan kesejahteraan\npekerja\u002Fburuh dan keluarganya. Serikat Pekerja\u002FBuruh yang diakui di perusahaan\nini bernama:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Serikat Buruh Sejahtera Independen 92 PT. Sansan Saudaratex Jaya yang\n    berkedudukan di jalan Cibaligo No.33, Cimahi 40535, Jawa Barat - Indonesia\n    dan terdaftar di Departemen Tenaga Kerja Kota Cimahi dengan Surat Keputusan\n    Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja Kota Administratif Cimahi nomor\n    Keputusan 02\u002FORG\u002FPK\u002FHIPK\u002FPER\u002FIII\u002F2013,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Buruh Sejahtera Independen 92 PT. Sansan Saudaratex Jaya Unit 5\n    yang berkedudukan di jalan Industri II No. 6, Cimahi 40535, Jawa Barat -\n    Indonesia dan terdaftar di Departemen Tenaga Kerja Kota Cimahi dengan Surat\n    Keputusan Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja Kota Administratif Cimahi\n    nomor Keputusan 12\u002FORG\u002FPK\u002FHIPK\u002F2011,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT. Sansan Saudaratex Jaya yang\n    berkedudukan di jalan Cibaligo No.33, Cimahi 40535, Jawa Barat - Indonesia\n    dan terdaftar di Departemen Tenaga Kerja Kota Cimahi dengan Surat Keputusan\n    Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja Kota Administratif Cimahi nomor\n    keputusan 058\u002FORG\u002FUK\u002FHIPK\u002F2002,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja Nasional PT. Sansan Saudaratex Jaya Unit 5 yang\n    berkedudukan di jalan Industri II No. 6, Cimahi 40535, Jawa Barat -\n    Indonesia dan terdaftar di Departemen Tenaga Kerja Kota Cimahi dengan Surat\n    Keputusan Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja Kota Administratif Cimahi\n    nomor keputusan 12\u002FORG\u002FPSP\u002FHIPK\u002FXI\u002F2008.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>6. Pengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu badan yang terdiri dari Pekerja yang diangkat dan disahkan oleh\nrapat umum anggota, baik secara langsung atau secara perwakilan. Badan ini\ndiberi wewenang bertindak untuk dan atas nama Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Anggota Serikat Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja\u002FBuruh yang bekerja di Perusahaan dan terdaftar dalam serikat\npekerja\u002FBuruh yang teregistrasi dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Keluarga Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seorang istri atau suami dan anak-anak sah Pekerja\u002FBuruh dengan batas\nusia maximum 21 tahun, belum pemah menikah dan belum berpenghasilan sendiri\nsebagaimana yang terdaftar di departemen HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Tanggungan Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seorang istri dan 3 orang anak yang sah dari Pekerja\u002FBuruh dan belum\nmenikah, atau belum memiliki penghasilan sendiri serta berusia maksimum 21\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Pekerja\u002FBuruh Wanita\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002FBuruh Wanita dianggap berstatus lajang. Karena itu Pekerja\u002FBuruh\nWanita dianggap tidak punya tanggungan keluarga kecuali kalau ia seorang janda,\natau kalau ia mempunyai suami yang tidak mempunyai penghasilan tetap, dengan\nbukti surat keterangan dari pihak yang berwenang sampai tingkat kecamatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Orang Tua Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Ibu dan\u002Fatau Bapak kandung, atau Ibu dan\u002Fatau Bapak tiri, atau Ibu\ndan\u002Fatau Bapak angkat yang dibuktikan oleh surat hukum yang berlaku dan Ibu\ndan\u002Fatau Bapak mertua kandung, atau Ibu dan\u002Fatau angkat mertua tiri, atau Ibu\ndan\u002Fatau Bapak mertua angkat yang dibuktikan oleh surat hukum yang berlaku. Hal\ntersebut sebagaimana yang dijelaskan pada Peraturan Pemerintah no. 54 Tahun\n2007 Pasal 1 Ayat 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga Pekerja\u002FBuruh atau orang yang berhak mendapatkan warisan\nberdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari Pengusaha kepada Pekerja\u002FBuruh\nuntuk sesuatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan, dinyatakan\natau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan, atau\nperaturan perundang-undangan, dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja\nantara Pengusaha dengan Pekerja\u002FBuruh, termasuk tunjangan baik untuk\nPekerja\u002FBuruh sendiri maupun keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Penerimaan Gross\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah penerimaan kotor Pekerja\u002FBuruh yang masih harus diperhitungkan\npajaknya sesuai dengan Undang-undang Perpajakan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Penerimaan Netto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah penerimaan bersih Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Masa kerja tetap \n    \u003Cp>Adalah jangka waktu seseorang bekerja di Perusahaan diperhitungkan sejak\n    tanggal awal diangkat sebagai Pekerja\u002FBuruh tetap.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa Kerja Kontrak \n    \u003Cp>Adalah jangka waktu seseorang bekerja di Perusahaan diperhitungkan dari\n    tanggal kontrak terakhir sebagai Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>17. Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tugas yang dijalankan oleh Pekerja\u002FBuruh untuk Perusahaan dalam suatu\nhubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Waktu Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu jangka waktu dimana Pekerja\u002FBuruh melakukan tugas pekerjaan\ndengan waktu tertentu yang ditentukan oleh Perusahaan yang beracuan pada\nperaturan undang - undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Jam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam-jam dimana ditentukan berada di tempat kerja untuk melakukan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Jam Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jam kerja diluar ketentuan Perusahaan dimana Pekerja\u002FBuruh\ndiperintahkan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kecelakaan yang terjadi\u002Ftimbul pada seorang Pekerja\u002FBuruh pada saat\nmelakukan tugas Perusahaan atau akibat hubungan kerja dan saat pulang dan saat\npergi kerja dari\u002Fke alamat tempat tinggal yang terdaftar di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seluruh area Perusahaan termasuk bangunan, jalan dan halaman yang\nberada didalamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kenaikan jabatan Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemindahan Pekerja\u002FBuruh dari satu departemen ke departemen lain baik\ndalam satu divisi maupun bukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Rotasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemindahan Pekerja\u002FBuruh dalam satu departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Demosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah penurunan jabatan Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kedudukan dalam struktur\u002Fjenjang organisasi Perusahaan yang diberikan\nberdasarkan, penunjukan untuk menjalankan wewenang dan tanggung jawab yang\nmelekat pada kedudukannya tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT. Sansan Saudaratex Jaya berkedudukan di jalan Cibaligo No.33 Cimahi,\nJawa Barat - Indonesia, yang selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\ndisebut \"Perusahaan\".\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Forum Komunikasi Serikat Pekerja\u002FBuruh (Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia, Serikat Buruh Sejahtera Independen 92, Serikat Pekerja Nasional) PT.\nSansan Saudaratex Jaya berkedudukan di jalan Cibaligo No.33 Cimahi, Jawa Barat\n- Indonesia, yang selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini disebut\n\"Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\",\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>LUASNYA PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama antara Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh ini\nmencakup hal-hal yang bersifat umum seperti yang tertera dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hal-hal yang bersifat teknis yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari\nisi Perjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dalam ketentuan tersendiri atas\nkesepakatan bersama dengan berlandaskan dan tidak bertentangan dengan\nketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>3. Perjanjian Kerjasama ini berlaku untuk seluruh Pekerja\u002FBuruh untuk hal\ntertentu diatur dengan pasal atau ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>KEWAJIBAN PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh berkewajiban untuk mematuhi dan\nmelaksanakan sepenuhnya semua kewajiban yang telah disetujui bersama dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh berkewajiban untuk menyebarluaskan\nserta memberikan penjelasan kepada Pekerja\u002FBuruh baik isi maupun\nketentuan-ketentuan yang tertera dalam Perjanjian Kerja Bersama ini agar\ndimengerti dan dipatuhi, disamping memberikan penjelasan kepada pihak lain yang\nberkepentingan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>HUBUNGAN PERUSAHAAN DENGAN SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dan serikat Pekerja\u002FBuruh bertekad untuk terus bekerja sama\ndalam menciptakan ketenangan kerja dan ketenangan usaha demi terwujudnya\nHubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk menunjang tekad tersebut Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh akan\nmelaksanakan :\u003C\u002Fp>\n\u003Cdl>\n  \u003Cdt style=\"margin-left:2em;\">a. Pertemuan secara teratur sedikitnya 2 (dua)\n  bulan sekali untuk membicarakan ketenagakerjaan pada umumnya terutama tentang\n  evaluasi pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fdt>\n  \u003Cdt style=\"margin-left:2em;\">b. Berjalannya secara efektif forum Bipartit di\n  perusahaan sebagai sarana informasi dan konsultasi.\u003C\u002Fdt>\n  \u003Cdt style=\"margin-left:2em;\">c. Pembentukan dan pengembangan sarana - sarana\n  Hubungan Industrial Pancasila di Perusahaan.\u003C\u002Fdt>\n\u003C\u002Fdl>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II VISI &amp; MISI PERUSAHAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>VISI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\"To be recognized as a world-class corporation and entrusted for its\ncommitment for buyer satisfaction.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Diakui sebagai sebuah perusahaan kelas dùnia dan dipercaya melalui\nkomitmennya yang tinggi kepada kepuasan pelanggan.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>MISI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\"We are a company that manufactures apparel products of high quality for\nsocieties of the world that wish to enhance their living standards.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Kami adalah sebuah perusahaan yang dapat meningkatkan standar hidup.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>NILAI-NILAI PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Integritas (Integrity)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kepercayaan (Trust)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Berpikir Terbuka (Open Minded)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kebersamaan (Teamwork)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Konsisten (Consistency)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Kualitas\u002FMutu (Qualified Management, Qualified Production, Qualified\nHuman Resources, Qualified Product-Safety)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pemberdayaan (Empowerment).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>COMPANY GOAL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. On Time Shipment99.9%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Cut to Ship Ratio 99%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Efficiency 95%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III PENGAKUAN, FASILITAS, JAMINAN DAN DISPENSASI BAGI SERIKAT\nPEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 10\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PENGAKUAN HAK-HAK PERUSAHAAN DAN SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan mengakui bahwa Serikat Pekerja\u002FBuruh adalah organisasi yang\nsah mewakili dan bertindak untuk dan atas nama seluruh pekerja\u002Fburuh anggotanya\nyang mempunyai hubungan kerja dengan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja\u002FBuruh yang berhak menjalankan organisasinya adalah yang\nterdaftar dan diakui secara resmi dan tertulis oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja\u002FBuruh mengakui bahwa Perusahaan mempunyai hak untuk\nmemimpin dan menjalankan usahanya sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan\nsepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang telah diatur dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini dan Undang-undang serta Peraturan Pemerintah\nRepublik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat Pekerja\u002FBuruh yang ingin membentuk organisasi baru di dalam\nperusahaan maka harus mengikuti peraturan dan prosedur Perusahaan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 11\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>FASILITAS DAN BANTUAN UNTUK SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sesuai dengan Keputusan Menteri nomor KEP.187\u002FMEN IX\u002F 2004 pasal 3 yang\nberbunyi Sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pembayaran iuran anggota dapat dilakukan melalui pemotongan upah setiap\n    bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemotongan upah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh\n    pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan pungutan iuran anggota serikat pekerja\u002Fserikat buruh di luar\n    perusahaan dilakukan oleh pengurus serikat pekerja\u002Fserikat buruh yang\n    bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Perusahaan melaksanakan pemotongan upah untuk iuran anggota Serikat\nPekerja\u002FBuruh dengan berpedoman pada ketentuan petunjuk pelaksanaan Serikat\nPekerja\u002FBuruh dengan dibuktikan dengan data keanggotaan yang terdaftar dan\ndiserahkan ke pihak Perusahaan setiap 1 (satu) tahun sekali yang ditandatangani\noleh Kepala Divisi HR &amp; GA dan Kepala Bagian Industrial &amp; Public\nRelation.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan ruangan kantor bagi Serikat Pekerja\u002FBuruh dengan\nperlengkapan yang memadai di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan menyediakan papan pengumuman bagi Serikat Pekerja\u002FBuruh\nditempat yang mudah dibaca Pekerja\u002FBuruh didalam lingkungan perusahaan. Sebelum\npengumuman ditempelkan pada papan pengumuman maka satu copy pengumuman tersebut\nakan disampaikan kepada Perusahaan oleh Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas permintaan Serikat Pekerja\u002FBuruh, Perusahaan memberi ijin kepada\npengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh sebanyak 2 orang setiap hari dan 2 orang setiap\nminggu untuk dibebaskan dari tugas pekerjaan sehari-hari, yang ditentukan oleh\nmasing - masing ketua serikat melaksanakan tugas organisasi Serikat\nPekerja\u002FBuruh dengan tanpa mengurangi hak-haknya sebagai Pekerja\u002FBuruh. Ijin\ntersebut wajib dilaporkan setiap bulan dalam bentuk jadwal secara detail dengan\nmelampirkan surat ijin bebas tugas yang diketahui oleh Kepala Bagian atau\nKepala Unit atau atasan Pekerja\u002FBuruh itu sendiri. Peraturan mengenai\npembebasan tugas pengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh diatur lebih lanjut dalam\nketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan mengijinkan Serikat Pekerja\u002FBuruh mengadakan rapat\u002Fpertemuan\ndi ruangan milik Perusahaan dan meminjamkan peralatan yang diperlukan dengan\nmengikuti prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk memperlancar aktivitas Serikat Pekerja\u002FBuruh, maka Perusahaan dapat\nmemberikan bantuan fasilitas kepada Serikat Pekerja\u002FBuruh berupa kendaraan dan\nbantuan dana untuk pendidikan bagi pengurus\u002Fanggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 12\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>BANTUAN SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH KEPADA PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja\u002FBuruh akan membantu Perusahaan melaksanakan Hubungan\nIndustrial Pancasila (HIP) bersifat positif dan konstruktif dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Menegakkan disiplin Pekerja\u002FBuruh dengan selalu\nmensosialisasikan peraturan perusahaan kepada Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mengembangkan suasana kerja yang kondusif bagi\npeningkatan produktifitas perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Memberikan petunjuk-petunjuk tentang hak dan\nkewajiban Pekerja\u002FBuruh serta partisipasinya untuk menciptakan suasana kerja\nyang harmonis antara Pekerja\u002FBuruh dan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Membantu menyelesaikan perselisihan antara\nPekerja\u002FBuruh dan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Ikut melakukan pembinaan dan melakukan evaluasi\nkinerja Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Memberikan rencana kerja dan laporan secara\ntertulis mengenai program kerja yang sudah dilaksanakan oleh pihak Serikat\nPekerja\u002FBuruh ke Kepala Unit Produksi, Manager Divisi HR &amp; GA dan\nDireksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 13\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>JAMINAN BAGI SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang dipilih sebagai Pengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh tidak akan\nmendapatkan tindakan diskriminatif atau tekanan langsung maupun tidak langsung\ndari Perusahaan\u002FAtasannya karena fungsinya, sesuai dengan Pasal 3 Undang-undang\nNo.21 tahun 2000 yang berbunyi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Serikat pekerja\u002Fserikat buruh, federasi dan konfederasi serikat\npekerja\u002Fserikat buruh mempunyai sifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan\nbertanggung jawab.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh akan menyelesaikan setiap keluhan\nPekerja\u002FBuruh, baik yang diajukan langsung ke Perusahaan atau melalui Serikat\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh dapat memanggil anggotanya untuk suatu\nkeperluan di dalam jam kerja dengan terlebih dahulu berkoordinasi dan\nmendapatkan ijin dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan menjamin bahwa tindakan penutupan perusahaan (lock out) hanya\nakan dilaksanakan sebagai alternatif terakhir apabila kondisi Perusahaan sudah\ntidak memungkinkan untuk beroperasi dan atau telah dinyatakan pailit\nberdasarkan keputusan pengadilan dan pelaksanaannya akan disesuaikan dengan\nPeraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Serikat Pekerja\u002FBuruh harus melaporkan dan memberikan informasi terbaru\nmengenai struktur organisasi Serikat Pekerja\u002FBuruh secara berkala ke pihak\nPerusahaan sebelum dilaporkan ke pihak pemerintah (Dinas Ketenagakerjaan). Jika\nPerusahaan menerima laporan, maka struktur, pengurus, dan anggota Serikat\nPekerja\u002FBuruh tersebut dianggap tidak sah oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>JAMINAN BAGI PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Serikat Pekerja\u002FBuruh tidak akan menghalang-halangi usaha Perusahaan\ndalam menegakan tata tertib dan disiplin serta pemberian peringatan\u002Fsanksi atas\nkesalahan pelanggaran yang dilakukan Pekerja\u002FBuruh sepanjang tidak bertentangan\ndengan ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja\u002FBuruh tidak akan mencampuri urusan Perusahaan yang tidak\nada kaitannya dengan hubungan ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja\u002FBuruh menjamin bahwa tindakan pemogokan dan memperlambat\npekerjaan hanya akan dilaksanakan sebagai alternatif terakhir apabila usaha\nmusyawarah sudah tidak memungkinkan dan pelaksanaannya akan disesuaikan dengan\nKeputusan Menteri nomor KEP.232\u002FMEN\u002F2003 pasal 2 yang berbunyi sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Mogok kerja merupakan hak dasar pekerja\u002Fburuh dan\u002Fatau serikat\npekerja\u002Fserikat buruh yang dilakukan secara sah, tertib dan damai akibat\ngagalnya perundingan.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jika ada tindakan pemogokan atau unjuk rasa akibat dari gagalnya\nperundingan antara pihak Perusahaan dan Pihak Pekerja\u002FBuruh yang dilakukan oleh\nPekerja\u002FBuruh harus melampirkan STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) dari\npihak kepolisian dan surat pemberitahuan kepada pihak perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tindakan pemogokan atau unjuk rasa yang dilakukan oleh Pekerja\u002FBuruh di\ndalam maupun di luar area Perusahaan harus diakomodir oleh Serikat\nPekerja\u002FBuruh dengan jumlah Pekerja\u002FBuruh yang mengikuti kegiatan disesuaikan\nsecara kondisional dan akan dikomunikasikan dengan kepala unit atau kepala\nbagian terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>DISPENSASI UNTUK KEPERLUAN SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Atas permintaan Serikat Pekerja\u002FBuruh, Perusahaan dan Serikat\nPekerja\u002FBuruh sepakat memberi dispensasi kepada pengurus atau wakil yang\nditunjuk Serikat Pekerja\u002FBuruh dalam melaksanakan tugas-tugas organisası atau\nmemenuhi panggilan Pemerintah guna kepentingan organisasi atau kepentingan\nNegara dengan tidak mengurangi hak-haknya sebagai Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Apabila anggota Serikat Pekerja dipilih menjadi Pengurus pada perangkat\norganisasi Serikat Pekerja\u002FBuruh, maka atas persetujuan Pimpinan Perusahaan\ndapat memberikan dispensasi untuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya\ntersebut dengan tidak mengurangi hak-haknya sebagai Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 16\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PENERIMAAN PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan akan melaksanakan penerimaan Pekerja\u002FBuruh Baru menurut\nkebutuhan dan kebijaksanaan perusahaan. Perusahaan akan memberitahukan\npenerimaan Pekerja\u002FBuruh kepada Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Persyaratan umum dalam penerimaan Pekerja\u002FBuruh adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Warga Negara Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Berusia minimal 18 tahun dan maksimal 40 tahun\npada saat penerimaan kecuali tenaga ahli yang dibutuhkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Berbadan dan berjiwa sehat berdasarkan surat\nketerangan dari dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Memenuhi persyaratan jabatan yang dibutuhkan\nperusahaan ketika penerimaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Bersedia mentaati peraturan-peraturan dan tata\ntertib perusahaan yang ditentukan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Tidak terlibat dalam kegiatan\u002Fkeanggotaan dari\npartai atau organisasi terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Mengikuti seluruh prosedur tes dan dinyatakan\nlulus tes sesuai dengan kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Berkelakuan baik dengan Surat Keterangan dari\nKepolisian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Tidak terikat hubungan kerja dengan pihak\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Menerima pekerja disabilitas yang cakap\nmelakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBuruh yang diterima bekerja di perusahaan wajib mengikuti segala\nperaturan, ketentuan dan keputusan Perusahaan sesuai yang tertera pada\nPerjanjian Kerja dan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>STATUS PEKERJA\u002FBURUH &amp; JANGKA WAKTU PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan pada statusnya, maka Pekerja\u002FBuruh dibagi atas 3 (tiga) kelompok\nyaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja\u002FBuruh Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila Pekerja\u002FBuruh dan Pengusaha mengadakan Hubungan Kerja yang bersifat\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002FBuruh Waktu Tertentu (PKWT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Adalah Pekerja\u002FBuruh yang mempunyai hubungan\nkerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu yang telah ditentukan\natas dasar perjanjian dan atau kontrak kerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Hubungan kerja waktu tertentu dilakukan sesuai\ndengan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 Pasal 8 yang dijelaskan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">PKWT berdasarkan jangka waktu sebagaimana\n    dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dapat dibuat untuk paling lama 5 (lima)\n    tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Dalam hal jangka waktu PKWT sebagaimana dimaksud\n    pada ayat (1) akan berakhir dan pekerjaan yang dilaksanakan belum selesai\n    maka dapåt dilakukan perpanjangan PKWT dengan jangka waktu sesuai\n    kesepakatan antara Pengusaha dengan Pekerja\u002FBuruh, dengan ketentuan jangka\n    waktu keseluruhan PKWT beserta perpanjangannya tidak lebih dari 5 (lima)\n    tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Masa kerja Pekerja\u002FBuruh dalam hal perpanjangan\n    jangka waktu PKWT sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tetap dihitung sejak\n    terjadinya Hubungan Kerja berdasarkan PKWT.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBuruh Harian Lepas (PKHL)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja\u002FBuruh yang melalui perjanjian kerja atau kontrak kerja dengan\nkesepakatan kerja waktu tertentu untuk paling lama 20 (dua puluh) hari dalam 1\n(satu) bulan, hanya boleh diperpanjang 2 (dua) kali untuk paling lama dalam\nwaktu yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PERSYARATAN PENERIMAAN PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Persyaratan penerimaan Pekerja\u002FBuruh adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Persyaratan penerimaan Pekerja\u002FBuruh Tidak Tetap melalui perjanjian kerja\natau kontrak kerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesepakatan kerja waktu tertentu yang ditentukan melalui perjanjian atau\nkontrak kerja tertentu dengan memperhatikan jenis pekerjaan sesuai dengan\naturan dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Pasal 59 Ayat 1 yang berbunyi\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan\ntertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai\ndalam waktu tertentu, yaitu sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerjaan yang sekali selesai atau yang\nsementara sifatnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerjaaan yang diperkirakan penyelesaiannya\ndalam waktu yang tidak terlalu lama;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerjaan yang bersifat musiman;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru,\nkegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan;\natau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerjaan yang jenis dan sifat atau kegiatannya\nbersifat tidak tetap.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Praktek kerja lapangan, praktek kerja industri, waktu atau masa kerja\nditentukan atas dasar perjanjian kerja sesuai ketentuan Peraturan Menteri\nTenaga Kerja dan Transmigrasi RI dengan nomor PER-21\u002FMEN\u002FX\u002F2005 pasal 8 ayat\n2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-apprenticeships\">\u003Cp>\"Penyelenggaraan program pemagangan dilaksanakan atas dasar perjanjian\npemagangan\"\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan memberikan kesempatan pendidikan\u002Fpelatihan kerja\u002Fpenelitian\nkepada pelajar\u002Fmahasiswa suatu instansi pendidikan dan persyaratannya serta\nketentuannya tunduk kepada persyaratan dan ketentuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TENAGA KERJA ASING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tenaga Kerja Asing adalah Pekerja\u002FBuruh yang bukan warga negara Republik\nIndonesia tetapi sudah mendapat ijin kerja dari Pemerintah Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tenaga Kerja Asing yang dipekerjakan Perusahaan harus memahami dan\nmenghormati adat istiadat bangsa Indonesia dan bersikap sopan terhadap karyawan\nserta melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila serta wajib mengikuti aturan\nketenagakerjaan dan kedisiplinan di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap tenaga kerja asing yang dipekerjakan harus mengikuti tata tertib\ndan perjanjian kerja bersama yang berjalan di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan dengan diwakili oleh personalia akan memberitahukan keberadaan\nTenaga Kerja Asing kepada Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan akan mempertimbangkan usulan-usulan dan saran dari Serikat\nPekerja\u002FBuruh mengenai keberadaan tenaga Kerja Asing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dalam mempekerjakan Tenaga Kerja Asing Perusahaan akan mematuhi ketentuan\nmengenai penempatan Tenaga Kerja Asing yang diatur dalam Undang - Undang Nomor\n11 Tahun 2020.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Sesuai dengan program alih teknologi maka tenaga kerja asing yang\nditempatkan di Perusahąan wajib berupaya mengalihkan keahlian dan pengetahuan\nkepada Pekerja\u002FBuruh Indonesia dengan maksimal 5 tahun kérja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PENDIDIKAN DAN LATIHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1. Perusahaan menyelenggarakan latihan dan pendidikan agar Pekerja\u002FBuruh\ndapat memperoleh keterampilan teknik, pengetahuan tentang kesehatan dan\nkeselamatan kerja sesuai kebutuhan perkembangan perusahaan dalam meningkatkan\nSumber Daya Manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan menyelenggarakan orientasi pengenalan perusahaan kepada\nsetiap Pekerja\u002FBuruh baru yang meliputi 3T (TEPAT HARGA, TEPAT MUTU, TEPAT\nWAKTU), Safety dan Quality, Sansan Production System (SPS) serta\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PENILAIAN PRESTASI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan melaksanakan Penilaian Prestasi Kerja secara berkala, minimal\nsatu kali dalam setahun yang dilakukan oleh atasan Pekerja\u002FBuruh secara\nberjenjang bertujuan untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mengetahui kualitas Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Dan atau menentukan besarnya kenaikan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Dan atau menentukan promosi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. System dan mekanisme Penilaian Prestasi Kerja dibuat oleh Perusahaan dan\nPerusahaan wajib menjelaskan system dan mekanisme tersebut kepada Serikat\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hal-hal yang dinilai dalam Penilaian Prestasi Kerja meliputi kualitas,\nkuantitas, absensi, kepatuhan terhadap atasan dan tata tertib perusahaan serta\nide perbaikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Seluruh Pekerja\u002FBuruh berhak mengetahui hasil Penilaian Prestasi Kerja\nterhadap dirinya. Dan atasan wajib memberitahukan hasil penilaian Prestasi\nKerja bawahannya dalam rangka pembinaan dan pengembangan sumber daya\nmanusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PERINGKAT JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan disusun berdasarkan atas fungsi Pekerja\u002FBuruh di dalam struktur\norganisasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jika dikemudian hari seorang Pekerja\u002FBuruh mencapai tingkat pendidikan\nlebih tinggi dari yang dicapai sekarang, maka kepadanya akan diberikan\npenyesuaian sesuai dengan pendidikan terakhir yang dicapai dengan mengikuti\npersyaratan tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PROMOSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan mempromosikan Pekerja\u002FBuruh ke jabatan yang lebih tinggi\nberdasarkan atas pertimbangan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pengisian kekosongan jabatan dalam struktur\norganisasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kualitas dan kemampuan kerja yang akan\ndihadapi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Prestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Masa kerja dan masa jabatan bagi yang memiliki\njabatan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Memiliki sikap kepemimpinan (leadership) yang\nbaik, bisa bekerja sama, dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas dan\njabatan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pendidikan yang memadai untuk promosi jabatan\nyang akan diisi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Promosi jabatan tidak harus dilakukan bersamaan dengan penilaian prestasi\nkerja pada saat kenaikan upah\u002Fgaji pada bulan Januari akan tetapi disesuaikan\ndengan kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Promosi jabatan akan berpengaruh terhadap upah Pekerja\u002FBuruh (Tunjangan\nJabatan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan akan memberikan Surat Keputusan kepada Pekerja\u002FBuruh yang\nmendapatkan promosi jabatan dengan tembusan kepada Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>DEMOSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Demosi dilakukan dalam rangka upaya pembinaan, stabilitas kerja,\nmempertahankan efisiensi dan efektifitas kerja serta menjaga kualitas dan\nkuantitas kerja, perusahaan dapat melakukan demosi\u002Fdegradasi terhadap\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Demosi dapat dilakukan terhadap Pekerja\u002FBuruh yang tidak cakap\nmenjalankan kerja berdasarkan penilaian prestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Demosi jabatan akan berpengaruh terhadap tunjangan jabatan Pekerja\u002FBuruh\nyang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tunjangan jabatan terkait demosi dapat diberikan lebih rendah yang\ndisesuaikan dengan jabatan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan akan memberikan Surat Keputusan kepada Pekerja\u002FBuruh yang\ndiberikan demosi jabatan dengan tembusan kepada serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>MUTASI\u002FROTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Demi kelancaran jalannya pekerjaan serta pendayagunaan dan peningkatan\nkemampuan Pekerja\u002FBuruh, maka Perusahaan dapat melakukan pemindahan tugas bagi\nPekerja\u002FBuruh dengan jangka waktu yang sudah disepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan berhak memberikan tugas mutasi kepada Pekerja\u002FBuruh. Jika\nPekerja\u002FBuruh menolak ditugaskan mutasi maka Pekerja\u002FBuruh diberikan sanksi\nsesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan melaksanakan mutasi\u002Frotasi tugas Pekerja\u002FBuruh berdasarkan\npertimbangan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Bertambahnya jenis atau volume pekerjaan di\nsuatu departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kondisi kesehatan Pekerja\u002FBuruh baik fisik atau\npsikologis Pekerja\u002FBuruh berdasarkan Surat Keterangan Dokter tidak memungkinkan\nmelaksanakan Pekerjaan jabatan sehingga perlu dimutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Memberi kesempatan kepada Pekerja\u002FBuruh untuk\ndapat lebih maju dengan memindahkan\u002Fmutasi ke departemen lain sesuai kemampuan\nyang dimiliki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pemindahan tugas Pekerja\u002FBuruh bukan tindakan\nhukuman\u002Fsanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerja\u002FBuruh wajib diberitahu perihal\npemindahan tugas dirinya dengan jelas paling lambat 2 (dua) hari sebelumnya\nyang disesuaikan dengan kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Setiap pemindahan tugas ditetapkan dengan Surat\nKeputusan oleh Perusahaan dan diberitahukan sebelum mutasi dilaksanakan dengan\ntembusan kepada Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Mutasi\u002Frotasi dan tidak mengurangi hak\nPekerja\u002FBuruh untuk mendapatkan promosi jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Mutasi\u002Frotasi dilarang jika dimaksud untuk\nmenghalang-halangi Pekerja\u002FBuruh dalam aktifitas menjalankan fungsi sebagai\nPengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Mutasi\u002Frotasi bagi Pekerja\u002FBuruh yang menempati\nstruktur jabatan tertentu, hak atas jabatan dan tunjangan tetap berlaku kecuali\nmutasi\u002Frotasi karena promosi ke tingkat yang lebih tinggi maka, yang berlaku\nadalah hak atas jabatan serta tunjangan jabatan yang baru. Mutasi dapat\ndilakukan dengan tetap memperhatikan jabatan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Jika dalam pelaksanaan mutasi tidak sesuai\ndengan ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, Pekerja\u002FBuruh dapat\nmengajukan keberatan dengan mengemukakan alasan secara tertulis kepada atasan\nPekerja\u002FBuruh dengan tembusan kepada Serikat Pekerja\u002FBuruh untuk diusahakan\npenyelesaiannya. Selama masa penyelesaian tersebut Pekerja\u002FBuruh wajib\nmenjalankan tugas pekerjaan\u002Fjabatan pada posisi sebelumnya atau posisi sebelum\nmutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 26\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>WAKTU KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan melaksanakan jam kerja menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. 7 jam per hari dan\u002Fatau 40 jam per minggu untuk\n6 hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. 8 jam per hari dan\u002Fatau 40 jam per minggu untuk\n5 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan jam kerja dapat berubah sesuai kebutuhan perusahaan tanpa\nmenyimpang dari ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pergantian shift dilakukan dengan hari yang sama antar setiap bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jika didapati kondisi diluar dari kondisi normal atau kondisi yang\ntertera pada ayat 1,2, &amp; 3 maka akan diatur dengan ketentuan tersendiri\nyang sesuai dengan keadaan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1. Harí kerja di Perusahaan adalah 6 (enam) hari kerja dan hari ketujuh\nsebagai hari istirahat mingguan yang tidak selalu jatuh pada hari Minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk Pekerja\u002FBuruh Satuan Pengamanan (SATPAM), Maintenance, dan\nbagian-bagian lain yang karena pekerjaannya bersifat khusus akan ditentukan\ndengan peraturan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jam kerja dan jam istirahat dalam Perusahaan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Dalam hal menggunakan 4 (empat) shift kerja maka\npengaturannya adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"margin-left:2em;\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Regular\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift I\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift II\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift III\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift IV\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Keterangan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin -Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin -Minggu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin - Minggu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin- Minggu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin- Minggu\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Masuk\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.15\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>21.15\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Istirahat I\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 - 13.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>09.00 - 09.15\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10.15 - 10.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 - 18.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>01.30 - 04.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Istirahat II\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30 - 12.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 - 13.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Pulang\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>17.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>22.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>05.15\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Dalam hal menggunakan 2 (dua) shift kerja dan\natau non shift, jam kerja dan jam istirahat akan disusun dalam ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Guna kepentingan penyesuaian dengan kebutuhan\nkegiatan produksi maka dapat dilakukan shift dengan waktu kerja yang tetap\nmemperhatikan ketentuan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>BUKTI HADIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap masuk kerja atau pulang kerja dan ijin meninggalkan tempat kerja,\nPekerja\u002FBuruh harus mengisi Kartu Absensi\u002FFinger Absensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002FBuruh yang tidak mematuhi ketentuan Pasal 28, Ayat 1 dianggap\ntidak hadir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang mengisi data absensi Pekerja\u002FBuruh lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap Pekerja\u002FBuruh yang melanggar ketentuan Pasal 28, Ayat 1, 2, dan 3\ndapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 72 Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jika terdapat permasalahan dalam finger\u002Fabsen yang tidak berhubungan\ndengan kelalaian maka Pekerja\u002FBuruh wajib melapor saat itu juga kepada\nHR-Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Peraturan mengenai pembuktian kehadiran Pekerja\u002FBuruh dilampirkan pada\nketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>KEHADIRAN KERJA DAN IJIN MENINGGALKAN PERUSAHAAN PADA WAKTU KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib hadir pada hari kerja yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Keterlambatan datang dan pelanggaran terhadap waktu kerja yang telah\nditentukan tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan adalah merupakan\npelanggaran dan dapat dikenakan sanksi berupa peringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBuruh yang akan meninggalkan perusahaan dalam jam-jam kerja untuk\nkeperluan apapun (dinas\u002Fpribadi) wajib minta ijin dari atasannya dan diketahui\noleh departemen HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja\u002Fburuh yang meninggalkan tugas kerja tanpa surat ijin yang\ndiketahui oleh atasan langsung, maka Pekerja\u002FBuruh tersebut dianggap mangkir\nselama 1 hari kerja dan tidak dibayar upahnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja\u002FBuruh yang mengajukan ijin meninggalkan area Perusahaan harus\nmengikuti ketentuan tersendiri dan prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja\u002FBuruh yang tidak masuk kerja karena sakit atau karena\nalasan-alasan lain wajib memberitahukan dengan menunjukkan bukti-bukti yang sah\nkepada departemen HRD selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah\nketidakhadirannya (misalnya Surat Keterangan diagnosa Dokter, apabila sakit).\nPekerja\u002FBuruh yang ijin tidak masuk kerja karena sakit tidak memberikan bukti\nsah melebihi 1 hari dari hari Pekerja\u002FBuruh ijin maka tidak akan dibayar\nupahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>MANGKIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila Pekerja\u002FBuruh tidak masuk kerja tanpa alasan yang dapat diterima\noleh Perusahaan, maka Pekerja\u002FBuruh tersebut dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002FBuruh yang mangkir atau melakukan pengunduran diri secara sepihak\nmaka tidak akan menerima Surat Pernyataan Bekerja (Verklaring) dan\nPekerja\u002FBuruh tersebut hanya akan mendapatkan surat keterangan kebutuhan\nPekerja\u002FBuruh berdasarkan data kondite.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBuruh yang sedang terkena sanksi dan mangkir selama 2 hari dalam\n1 bulan tanpa keterangan tertulis maka Pekerja\u002FBuruh akan dianggap mengundurkan\ndiri secara sepihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila Pekerja\u002FBuruh mangkir 5 (lima) hari berturut-turut dalam 1 (satu)\nbulan tanpa keterangan tertulis dengan bukti yang sah dan telah menerima surat\npanggilan oleh perusahaan sebanyak 2 (dua) kali maka Pekerja\u002FBuruh tersebut\ndianggap mengundurkan diri dan akan diproses sesuai dengan pasal 154A ayat 1\nhuruf j Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2020.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pekerja\u002Fburuh mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut\ntanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan\ntelah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan tertulis;\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI UPAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 31\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>SISTEM PENGUPAHAN DAN PENGGAJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>1. Upah ditentukan berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja,\njenis pekerjaan, nilai jabatan, prestasi kerja, produktifitas hasil kerja yang\ndiatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Struktur pendapatan Pekerja\u002FBuruh terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Gaji pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tunjangan tidak tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Yang disebut upah adalah gaji pokok ditambah tunjangan jabatan bagi yang\nmemiliki jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>4. Pembayaran upah minimum disesuaikan ketentuan Pemerintah berdasarkan Upah\nMinimum Kabupaten\u002FKota (UMK).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Pelaksanaan pembayaran upah bagi Pekerja\u002FBuruh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap tanggal 1 ~ 5 setiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pembayaran upah melalui transfer ke rekening bank Pekerja\u002FBuruh melalui\nbank yang sudah ditentukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Hal menyangkut hak dan kewajiban Pekerja\u002FBuruh dan Perusahaan seperti\ntersebut pada ayat 6 akan diatur dengan ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pajak penghasilan (PPH pasal 21) menjadi tanggungan Pekerja\u002FBuruh sesuai\nperaturan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PERHITUNGAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan akan memberikan kenaikan upah Pekerja\u002FBuruh yang dilaksanakan\nsetahun sekali, yang efektif sesuai peraturan pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Upah diberikan dan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun\n2021 Pasal 18 yang dijelaskan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Upah berdasarkan satuan hasil diberikan sesuai\ndengan hasil atau target pekerjaan yang telah disepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kenaikan upah karena promosi Pekerja\u002FBuruh akan diatur dalam ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1. Perhitungan upah lembur diatur dengan berpedoman pada pasal 31 Peraturan\nPemerintah No. 35 Tahun 2021.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Upah lembur untuk Pekerja\u002FBuruh yang melebihi dari jam kerja seminggu\nmaka akan dibayarkan disesuaikan dengan proporsional biaya kerja 1 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Harga satuan hasil yang didapat saat kerja di hari libur resmi dan hari\nlibur perusahaan akan dihitung dengan ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMBAYARAN UPAH SELAMA PEKERJA\u002FBURUH SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila Pekerja\u002FBuruh sakit dan dapat dibuktikan dengan diagnosa penyakit\nyang tertulis pada Surat Keterangan Dokter sesuai dengan kepesertaan BPJS\nKesehatan maka upah\u002Fgaji akan dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>2. Pekerja\u002FBuruh yang tidak masuk kerja karena sakit kronis atau penyakit\nmenular dalam jangka waktu yang lama dan menurut Surat Keterangan Dokter perlu\nistirahat dan perawatan maka pembayaran upah, akan diatur sesuai dengan pasal\n93 ayat 3 Undang - Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lama Pekerja\u002FBuruh sakitPembayaran upah\u002Fgaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Empat bulan pertama 100 % x upah pokok\nsebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Empat bulan kedua 75 % x upah pokok sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Empat bulan ketiga 50 % x upah pokok sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bulan selanjutnya 25 % x upah pokok sebulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>3. Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan ternyata Pekerja\u002FBuruh yang\nbersangkutan belum mampu bekerja kembali maka Perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 154A ayat 1 huruf\nm Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2020 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pemutusan hubungan kerja dapat terjadi karena alasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) m. Pekerja\u002Fburuh mengalami sakit berkepanjangan atau cacat akibat\nkecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas\n12 (dua belas) bulan;\"\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Jenis penyakit yang dijelaskan pada ayat 1,2, dan 3 adalah penyakit\nmenular, penyakit yang mengakibatkan cacat, dan penyakit kronis lainnya yang\ndinyatakan diagnosanya dalam Surat Keterangan dari Dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII TUNJANGAN DAN PREMI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 35\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TUNJANGAN JABATAN (DEMOSI, MUTASI, ROTASI)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Bagi Pekerja\u002FBuruh yang memegang jabatan diberikan Tunjangan Jabatan\nberdasarkan peringkat jabatan yang nilainya ditentukan dalam peraturan\ntersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan jabatan akan berubah disesuaikan dengan posisi jabatan baru\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan jabatan terkait demosi dapat diberikan lebih rendah yang\ndisesuaikan dengan jabatan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TUNJANGAN MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1. Perusahaan akan memberikan tunjangan makan kepada Pekerja\u002FBuruh yang\nhadir dalam bentuk uang yang nominalnya akan ditentukan pada ketentuan\nterpisah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan memberikan kompensasi tunjangan makan kepada\nPekerja\u002FBuruh yang bekerja lembur lebih dari 4 jam dengan nilai tunjangan makan\nsama seperti tunjangan makan siang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan akan memberikan kompensasi tunjangan makan slang kepada\nPekerja\u002FBuruh yang menjalankan tugas perusahaan dengan atas seizin atasannya\ndan pada saat jam makan siang masih berada diluar perusahaan. Nilai kompensasi\nmakan siang besarnya ditetapkan dalam aturan tersendiri dan dibayarkan pada\nhari Pekerja\u002FBuruh ditugaskan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal tugas diluar perusahaan Pekerja\u002FBuruh mendapat makan di\nperusahaan tempat Pekerja\u002FBuruh bertugas sesuai diluar perusahaan.\npemberitahuan perusahaan, maka ketetapan seperti dimaksud Pasal 36 ayat 3 tidak\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan memberikan extra nutrisi terhadap Pekerja\u002FBuruh tertentu\ndengan jenis pekerjaan tertentu jika diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PREMI HADIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Premi diberikan atas kehadiran Pekerja\u002FBuruh untuk bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Premi hadir diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh yang berhak atas perhitungan\nupah lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Besarnya premi hadir ditentukan maksimum 20%\n(dua puluh persen) dari upah pokok dan premi hadir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Apabila Pekerja\u002FBuruh tidak hadir selama 1\n(satu) hari pada hari kerja perusahaan, maka premi hadir hilang sebesar 50% dan\napabila tidak hadir selama 2 (dua) hari maka premi hadir hilang seluruhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII TUNJANGAN PERJALANAN DINAS PENDIDIKAN, DAN PELATIHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 38\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud perjalanan dinas adalah perjalanan yang dilakukan\nPekerja\u002FBuruh dalam rangka melaksanakan tugas perusahaan atau tugas lainnya\nyang dapat dipandang sebagai tugas perusahaan dengan mengacu kepada jarak\ntempat yang akan dituju.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketentuan tentang perjalanan dinas diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja\u002FBuruh yang ditugaskan untuk melakukan\nperjalanan dinas akan diberikan Surat Tugas yang ditandatangani oleh\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Apabila karena alasan tertentu Pekerja\u002FBuruh\nterpaksa tidak dapat melaksanakannya, maka diharuskan mengajukan keberatannya\nkepada atasannya minimal 3 (tiga) hari sebelum keberangkatannya atau lebih\ncepat dari itu karena sifat tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Kepada Pekerja\u002FBuruh yang melakukan perjalanan\ndinas, Perusahaan akan memberikan Tunjangan Perjalanan Dinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tata cara pelaksanaannya diatur dalam ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>BIAYA PERJALANAN DINAS, DINAS PENDIDIKAN, DAN PELATIHAN DI DALAM NEGERI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Biaya-biaya yang dikeluarkan seorang Pekerja\u002FBuruh selama perjalanan dinas\nyang dapat dibebankan kepada perusahaan disebut Biaya Perjalanan Dinas. Adapun\nbiaya-biaya yang dapat dimasukan sebagai Biaya Perjalanan Dinas akan diatur\ndalam keputusan perusahaan. Tunjangan perjalanan dinas didalam negeri dibagi\ndalam 2 kategori :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tunjangan Perjalanan Dinas, Pendidikan dan Pelatihan di dalam kota\u002Fdiluar\nperusahaan adalah perjalanan dinas yang dilakukan seorang Pekerja\u002FBuruh seperti\ndimaksud dalam pasal 38, untuk itu perusahaan akan memberikan kepada\nPekerja\u002FBuruh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kompensasi transport sebesar biaya yang telah\ndikeluarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan makan dan lainnya dijelaskan pada\nketentuan tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Adalah perjalanan dinas yang dilakukan seorang Pekerja\u002FBuruh seperti\ndimaksud dalam pasal 38 dengan ketentuan mengacu kepada jarak tempat yang akan\ndituju minimal 60 km (Enam Puluh Kilometer) dalam sekali jalan akan diberikan\nkompensasi transport, uang makan, dan uang penginapan diatur dalam ketetapan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TUNJANGAN PERJALANAN DINAS PENDIDIKAN, DAN PELATIHAN DI LUAR NEGERI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Adalah perjalanan yang dilakukan seorang Pekerja\u002FBuruh dalam rangka tugas\ndinas, pendidikan dan pelatihan berdasarkan penugasan Perusahaan. Untuk itu\nPerusahaan akan memberikan tunjangan perjalanan dinas, pendidikan dan pelatihan\nyang diatur dalam ketetapan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kurs yang berlaku adalah kurs pada saat perjalanan dinas dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN DAN BONUS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 41\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail\">\u003Cp>1. Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada\nPekerja\u002FBuruh sebesar 1 bulan upah\u002Fproporsional bagi Pekerja\u002FBuruh yang\nmemiliki masa kerja 12 bulan (1 tahun) atau lebih.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Bagi Pekerja\u002FBuruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan (1\ntahun) tetapi lebih dari 1 bulan, maka THR diberikan secara proporsional yaitu\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Masa Kerja\u002F12) x 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>3. Pembayaran THR dilakukan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum\nhari raya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Bagi Pekerja\u002FBuruh yang mengundurkan diri atau terkena Pemutusan Hubungan\nKerja (PHK) 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pembayaran, maka perusahaan\ntetap memberikan Tunjangan Hari Raya tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X PENGOBATAN, PERAWATAN KESEHATAN DAN HIPERKES\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 42\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>BPJS KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pekerja\u002FBuruh adalah aset perusahaan\nyang tak ternilai, demikian pula dengan kesehatan Pekerja\u002FBuruh. Pekerja\u002FBuruh\nyang sehat adalah sumber daya yang mampu meningkatkan produksi dan\nproduktivitas sesuai dengan yang diharapkan. Demikian pula keluarga\nPekerja\u002FBuruh yang sehat akan memberikan semangat dan ketenangan bagi\nPekerja\u002FBuruh yang melakukan tugas-tugasnya di perusahaan. Oleh karena itu\nPerusahaan memberikan perhatian sepenuhnya terhadap kondisi kesehatan\nPekerja\u002FBuruh dan keluarganya dengan didaftarkan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN, PERAWATAN DAN PENGOBATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan, perawatan dan\npengobatan kepada Pekerja\u002FBuruh dan keluarganya apabila sakit dalam bentuk\nrawat inap &amp; rawat jalan, sesuai dengan ketentuan BPJS (Badan Penyelenggara\nJaminan Sosial) Kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Biaya-biaya yang tercakup dalam biaya perawatan dan pengobatan di rumah\nsakit mengacu pada ketentuan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Biaya rumah sakit selama Pekerja\u002FBuruh atau keluarganya dirawat diatur\nberdasarkan standar biaya yang mengacu pada ketentuan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>4. Bila dalam keadaan mendesak seorang Pekerja\u002FBuruh atau keluarganya karena\nkeadaan sakitnya harus dirawat di rumah sakit, sedang berdasarkan keterangan\nrumah sakit kelas kamarnya yang menjadi haknya telah penuh maka Pekerja\u002FBuruh\natau keluarga Pekerja\u002FBuruh tersebut dapat dirawat di kamar yang tarifnya\nsetingkat lebih tinggi dari tarif yang menjadi haknya, disesuaikan dengan\naturan BPJS Kesehatan dan selisih biaya menjadi tanggungan Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal dimaksud ayat 4 tersebut diatas atas permintaan Pekerja\u002FBuruh\natau keluarga Pekerja\u002FBuruh dan atau Pekerja\u002FBuruh memperpanjang hari, biaya\nmenjadi tanggungan Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dalam hal dimaksud ayat 4 tersebut diatas bukan permintaan Pekerja\u002FBuruh,\ntetapi karena ketidak tersediaan kamar atas keterangan pihak rumah sakit secara\ntertulis, maka biaya mengacu kepada aturan dan ketentuan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>HYGIENE PERUSAHAAN DAN KESEHATAN (HIPERKES)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan wajib memenuhi dan melaksanakan semua ketentuan tentang\nhigiene Perusahaan dan kesehatan sesuai dengan ketentuan Undang-undang dan\nPeraturan Pemerintah diantaranya meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kebersihan lingkungan perusahaan dan lingkungan\ndari limbah dan polutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kebersihan, kesehatan dan keselamatan lingkungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Sarana sanitasi dan fasilitasnya (toilet,\nwastafel dan sabun\u002Fhand soap).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Penataan tempat makan kantin\u002Fkafetaria harus\nrapi dan bersih,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk mengetahui sedini mungkin apakah Pekerja\u002FBuruh menderita suatu\npenyakit Perusahaan akan selalu mengadakan General Medical Check-up\n(pemeriksaan kesehatan secara umum) yang wajib bagi para Pekerja\u002FBuruh baik\nsecara berkala 1 (satu) kali dalam satu tahun maupun secara khusus maka biaya\npengobatan mengacu pada pasal 44.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila dari hasil General Medical Check-up ditemukan kelainan\u002Fpenyakit\nyang memerlukan perawatan lebih lanjut, maka biaya pengobatan mengacu pada pada\npasal 43\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pelaksanaan General Medical Check-up dilakukan 1 x setiap tahun, waktu\npelaksanaan akan ditentukan oleh pihak perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>BANTUAN BIAYA BERSALIN (MELAHIRKAN)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. BPJS Kesehatan akan membayar biaya bersalin (melahirkan) kepada\nPekerja\u002FBuruh atau istri Pekerja\u002FBuruh yang dengan ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Melahirkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Yang dimaksud melahirkan adalah melahirkan bayi\nyang dikandung berumur minimal 7 (tujuh) bulan atau lebih dalam keadaan hidup\natau meninggal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Keguguran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Yang dimaksud keguguran adalah melahirkan bayi yang\ndikandungan tidak cukup umur yaitu 1 (satu) sampai 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bantuan Biaya bersalin hanya terbatas pada\nkelahiran anak ke 1, ke 2 dan kelahiran ke 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Melahirkan anak kembar hanya mendapatkan 1 kali\nbantuan biaya bersalin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Besarnya biaya bersalin yang dibayar sesuai\ndengan ketentuan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal Pekerja\u002FBuruh atau istri Pekerja\u002FBuruh melahirkan melalui cara\noperasi Caesar menurut ketentuan medis dan rekomendasi dari dokter, maka akan\ndiberikan bantuan sesuai peraturan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>BANTUAN PEMBELIAN KACAMATA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>BPJS Kesehatan akan memberikan bantuan pembelian kacamata kepada\nPekerja\u002FBuruh untuk kesehatan mata dan kelancaran tugas dengan ketentuan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Komponen Kacamata \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Penggantian\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Frame\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sesuai Ketentuan BPJS \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lensa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sesuai Ketentuan BPJS\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 47\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>SUMBANGAN KEDUKAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1. Perusahaan akan memberikan sumbangan kedukaan kepada Pekerja\u002FBuruh atau\nkeluarganya. Sumbangan kedukaan akan diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh atau ahli\nwaris yang sah dengan menyerahkan bukti-bukti autentik yang dikeluarkan oleh\nKepala Desa atau Lurah atau pejabat yang berwenang. Pemberian sumbangan\ndijelaskan pada ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Apabila Pekerja\u002FBuruh, meninggal dunia maka\ndiberikan sumbangan kedukaan sebesar 1 x upah pokok per bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Apabila Pekerja\u002FBuruh tetap, meninggal dunia\nmaka kepada keluarga\u002Fahli waris Pekerja\u002FBuruh akan dibayarkan komponen\npembayaran yang berhubungan dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan mengacu\npada Pasal 156 Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Apabila pekerja\u002Fburuh kontrak, meninggal dunia\nmaka kepada keluarga\u002Fahli waris Pekerja\u002FBuruh akan diberikan 1 x upah pokok per\nbulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 48\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>REKREASI\u002FTABLIGH AKBAR\u002FANNUAL PARTY\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan sesama Pekerja\u002FBuruh serta untuk\nmemberikan penyegaran kepada Pekerja\u002FBuruh, maka Perusahaan akan\nmenyelenggarakan acara rekreasi\u002Ftabligh akbar\u002Fannual party, dengan tetap\nmempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sesuai dengan kemampuan, Perusahaan akan menanggung biaya rekreasi untuk\nPekerja\u002FBuruh dengan ketentuan diatur lebih lanjut dengan serikat\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>OLAHRAGA DAN KESENIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk membina semangat kebersamaan, mengembangkan minat dan kemampuan\nPekerja\u002FBuruh di bidang olahraga dan kesenian, serta menjaga kesehatan jasmani,\nmaka perusahaan menyelenggarakan atau menyediakan fasilitas olah raga dan\nkesenian untuk digunakan oleh para Pekerja\u002FBuruh dengan memperhatikan biaya,\njumlah peminat dan manfaat yang diperoleh. Perusahaan akan menetapkan jenis\nfasilitas yang diberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pembinaan dan pengembangan kegiatan olah raga dan kesenian akan diatur\nbersama oleh Perusahaan dengan Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>KEROHANIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk mendukung kerohanian bagi para Pekerja\u002FBuruh, perusahaan\nmenyediakan sarana dan fasilitas ibadah sehingga dapat menyelenggarakan\nkewajiban agamanya dengan baik pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan membantu memberikan dana untuk kegiatan-kegiatan\nkeagamaan yang diadakan oleh para Pekerja\u002FBuruh di lingkungan Perusahaan. Jenis\nkegiatan keagamaan yang akan mendapat bantuan dana akan dimusyawarahkan dengan\nSerikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan akan memberikan ijin kepada Pekerja\u002FBuruh yang beragama Islam\nuntuk menjalankan kewajiban agamanya menunaikan ibadah haji\u002Fumroh ke tanah suci\nMekkah di Saudi Arabia dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perjalanan tersebut atas biaya sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Ijin hanya diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh kepada\nseluruh Pekerja\u002FBuruh tanpa mempertimbangkan masa kērja Pekerja\u002FBuruh yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Perusahaan tetap menjamin hak-hak Pekerja\u002FBuruh\ndan membayar penuh upah yang bersangkutan selama menunaikan ibadah haji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Ijin tidak dapat menunaikan tugas\u002Fpekerjaan\ndiberikan selama-lamanya 45 (empat puluh lima) hari untuk ibadah haji dan 15\n(lima belas) hari untuk ibadah umroh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerja\u002FBuruh harus memberitahukan rencana\nkeberangkatannya kepada atasannya semenjak Pekerja\u002FBuruh mendaftarkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Ijin ibadah haji\u002Fumroh diberikan kembali setelah\n5 (lima) tahun dari keberangkatan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>KOPERASI PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam melaksanakan kesetiakawanan sosial dan peningkatan kesejahteraan\nPekerja\u002FBuruh, dibentuk Koperasi Pekerja\u002FBuruh sebagai wadah kegiatan sosial\nekonomi Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan menyelenggarakan koperasi Pekerja\u002FBuruh antara lain dalam\nbentuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Penyediaan fasilitas ruangan dan prasarana\npenunjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Penagihan piutang dengan jalan memotong\npembayaran upah Pekerja\u002FBuruh untuk mengangsur atau melunası hutang\u002Fpinjaman\nPekerja\u002FBuruh kepada koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Memberikan bantuan keuangan dengan memperhatikan\nkebutuhan, kemampuan dan pengembangan koperasi, pelaksanaannya akan diatur\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan dengan Serikat Pekerja\u002FBuruh akan mengoptimalkan pemasukan dan\nsumber dana non-income Perusahaan untuk mengembangkan koperasi Pekerja\u002FBuruh.\nTeknis pelaksanaannya akan diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sesuai dengan pasal 17 Undang-undang No.3 tahun 1992 Perusahaan wajib\nmendaftarkan\u002Fmemasukan semua Pekerja\u002FBuruh menjadi peserta Jaminan Sosial\nTenaga Kerja (BPJS Ketenagakerjaan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut serta dalam program jaminan sosial\ntenaga kerja\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Program BPJS Ketenagakerjaan meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Jaminan Kecelakaan Kerja, termasuk penyakit\nakibat hubungan kerja sesuai dengan Kepres No.22 tahun 1993.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Ketentuan iuran divisi garmen= 0,24 % x upah\nsebulan ditanggung oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Ketentuan iuran divisi tekstil= 0,89 % x upah\nsebulan ditanggung oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Ketentuan iuran= 0.30 % x upah sebulan, ditanggung\noleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Ketentuan iuran= 3.70 % x upah sebulan, ditanggung\noleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">= 2.00 % x upah sebulan, ditanggung oleh\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Jaminan Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Ketentuan iuran= 2.00 % x upah sebulan, ditanggung\noleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">= 1.00 % x upah sebulan, ditanggung oleh\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Setahun sekali setiap awal tahun Perusahaan akan mengusahakan memberikan\ndata Saldo Jaminan Hari Tua setiap Pekerja\u002FBuruh dari BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII HARI LIBUR RESMI, CUTI DAN IJIN TIDAK MASUK KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 53\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1. Hari libur resmi adalah hari-hari libur umum yang ditetapkan oleh\nPemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pada hari libur resmi Perusahaan memberikan libur kerja kepada\nPekerja\u002FBuruh dengan tetap mendapatkan upah (gaji pokok + tunjangan\njabatan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Setiap Pekerja\u002FBuruh berhak atas Istirahat\u002FCuti Tahunan setelah menjalani\nmasa kerja selama 12 (dua belas) bulan atau 1 (satu) tahun terus menerus.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>2. Lamanya Cuti Tahunan, ditetapkan 12 (dua belas) hari kerja dalam 1 (satu)\ntahun dengan mendapat upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Bagi Pekerja\u002FBuruh yang akan menggunakan Cuti Tahunannya harus terlebih\ndahulu mengajukan permohonan kepada atasannya selambat-lambatnya 1 (satu)\nminggu sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hak Cuti Tahunan akan dibayarkan bilamana dalam 6 (enam) bulan setelah\nberlakunya hak tersebut, Pekerja\u002FBuruh tidak mengambil Hak Cuti Tahunannya\ndikarenakan alasan terkait pekerjaan yang ditugaskan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jika Pekerja\u002FBuruh tidak mengambil Hak Cuti Tahunannya karena keinginan\npribadi atau di luar dari yang disebutkan pada ayat 4 maka Hak Cuti Tahunannya\nakan gugur atau tidak dibayarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Bagi Pekerja\u002FBuruh yang mengakhiri masa kerjanya berdasarkan keinginan\nsendiri maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas pembayaran penggantian istirahat tahunan\nbila pada saat diputuskan hubungan kerja, sudah mempunyai masa kerja\nsedikit-dikitnya 6 (enam) bulan terhitung dari saat ia berhak atas istirahat\ntahunan yang terakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Hari raya nasional sebagaimana ditetapkan Pemerintah yang kebetulan jatuh\npada masa cuti, tidak dianggap bagian dari cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Seorang Pekerja\u002FBuruh yang tanpa ijin mendahului untuk\nmengambil\u002Fmemperpanjang cutinya akan dianggap tidak hadir tanpa alasan yang sah\ndan melanggar peraturan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cp>9. Cuti bersama, hal tersebut harus sudah mendapat kesepakatan dari pihak\nPerusahaan dengan Serikat Pekerja\u002FBuruh dan cuti bersama akan diberikan sesuai\npertimbangan kebutuhan perusahaan. Pada 1 (satu) tahun, minimal 6 (enam) hari\ndan maksimal 8 (delapan) hari yang akan diperhitungkan dengan hak cuti\ntahunannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>CUTI HAMIL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>Pekerja\u002FBuruh Wanita berhak atas istirahat Cuti Hamil selama 1.5 (satu\nsetengah) bulan sebelum melahirkan dan 1.5 (satu setengah) bulan setelah\nmelahirkan atau gugur kandungan dengan tetap mendapat upah\u002Fgaji.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>CUTI HAID\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1. Pekerja\u002FBuruh Wanita yang mengalami masa haid seperti yang dijelaskan\npada Pasal 81 Ayat 1 Undang - Undang no. 13 Tahun 2003 dengan bunyi sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pekerja\u002Fburuh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\nmemberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan\nkedua pada waktu haid.\"\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002FBuruh Wanita untuk dapat menggunakan haknya sesuai ayat 1 diatas\nmaka diharuskan melampirkan surat keterangan sakit dari dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>ISTIRAHAT SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002FBuruh yang sakit dan berdasarkan Surat Keterangan Dokter BPJS harus\nistirahat, maka Pekerja\u002FBuruh berhak untuk istirahat selama waktu yang\ndinasihatkan dokter tersebut. Selama Pekerja\u002FBuruh menjalani cuti sakit ini,\nPekerja\u002FBuruh berhak mendapat upah. Terkait pemberian upah Pekerja\u002FBuruh harus\nmelampirkan surat keterangan dari dokter, resep dokter dan lampiran diagnosa\nsakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>IJIN TIDAK MASUK KERJA DENGAN MENERIMA UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan ijin untuk tidak masuk kerja dengan menerima upah\n(gaji pokok + tunjangan jabatan) kepada Pekerja\u002FBuruh untuk berbagai keperluan\npribadi Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ijin sebagaimana dimaksud ayat 1 tersebut diatas adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">(Keperluan Pekerja\u002FBuruh - Ijin yang diberikan -\nJenis\u002FSyarat Bukti)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pernikahan Pekerja\u002FBuruh - 3 hari - Undangan\nPernikahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mengkhitankan anak Pekerja\u002FBuruh - 2 hari -\nSurat Keterangan Dokter\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Membaptiskan anak Pekerja\u002FBuruh - 2 hari - Surat\nKeterangan Gereja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pernikahan anak Pekerja\u002FBuruh - 2 hari -\nUndangan Pernikahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Kematian suami\u002Fistri\u002Fanak Pekerja\u002FBuruh - 2 hari\n- Surat Kematian\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Kematian orang tua\u002Fmertua\u002Fmenantu Pekerja\u002FBuruh\n- 2 hari - Surat Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Istri melahirkan anak\u002Fkeguguran - 2 hari - Surat\nKeterangan Dokter\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Kematian anggota keluarga dalam satu rumah - 1\nhari - Surat Kematian\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ijin yang disebutkan diatas dianggap sah apabila dilengkapi dengan surat\nketerangan yang membuktikan keperluan ijin benar adanya. Keperluan\nPekerja\u002FBuruh dalam poin a, b, c, dan d harus dilakukan pengajuan 1 minggu\nsebelum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Demikian halnya dalam rangka menjalankan tugas-tugas sebagai saksi di\npengadilan atau pengusutan hukum atau menjalankan tugas\u002Fperintah negara kepada\nPekerja\u002FBuruh akan diberikan ijin sebanyak hari yang diperlukan oleh instansi\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jika pengajuan ijin untuk kejadian khusus maka akan ditentukan oleh\nketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 59\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1. Untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja, Perusahaan mentaati\nperaturan kesehatan dan keselamatan kerja sesuai Undang-undang dan Peraturan\nPemerintah, serta menyediakan pakaian kerja dan alat pelindung keselamatan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib mentaati peraturan kesehatan dan keselamatan\nkerja di Perusahaan serta menggunakan alat keselamatan kerja yang ditetapkan\nsesuai dengan jenis dan resiko tugas masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>3. Dalam hal terjadi kecelakaan kerja, Perusahaan melaksanakan sepenuhnya\nsemua ketentuan dalam Kesepakatan Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>4. Perusahaan akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Keselamatan\nKerja dan Kesehatan Kerja (K3) dan Siaga Tanggap Darurat (STD) secara\nperiodik.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PAKAIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan pakaian kerja dengan ketentuan pelaksanaannya\ndiatur tersendiri dalam kebijakan perusahaan sesuai kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002FBuruh diwajibkan memakai pakaian kerja selama melakukan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBuruh pada bagian tertentu selama berada dilokasi kerja\ndiwajibkan memakai pakaian kerja model dan warna sesuai dengan ketentuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan akan memberikan Tanda Pengenal kepada seluruh Pekerja\u002FBuruh\nsebagai identitas yang harus dipakai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja \u002Fburuh harus memakai sepatu tertutup dan bukan berbahan karet.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja\u002FBuruh Laki - Laki : Rambut rapih diatas leher dan sopan, tidak\ndiperkenankan berambut gondrong, poni lempar, tidak ditindik, tidak bertato,\ntidak diperkenankan memakai perhiasan\u002Faksesoris seperti gelang, cincin, dll\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja\u002FBuruh Perempuan : Tidak diperkenankan memakai perhiasan\u002Faksesoris\nseperti gelang, cincin, kalung, jam tangan, tidak diperkenankan memakai make-up\nberlebihan (lipstik, eye shadow, dil)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PERATURAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Guna menjamin kesehatan dan keselamatan kerja di setiap tempat kerja,\nPerusahaan wajib menetapkan tata tertib keselamatan kerja berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Standard Operation Procedure (SOP) alat \u002F\nperlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Alat-alat pelindung keselamatan dan kesehatan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan berkewajiban menjelaskan seluruh tata tertib keselamatan kerja\nkepada seluruh Pekerja\u002FBuruh sebelum Pekerja\u002FBuruh ditempatkan di tempat\nkerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>ALAT PELINDUNG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan secara cuma-cuma alat pelindung kesehatan dan\nkeselamatan kerja menurut macam dan jenis yang telah ditetapkan untuk\nmasing-masing pekerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002FBuruh wajib menggunakan, merawat serta menyimpan alat pelindung\nkesehatan dan keselamatan kerja di tempat yang telah ditentukan atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi Pekerja\u002FBuruh yang alat pelindung kesehatan dan keselamatan kerjanya\nrusak atau hilang diharuskan melapor kepada atasannya untuk mendapatkan\npenggantian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMERIKSAAN ALAT PELINDUNG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan berkewajiban mengadakan pemeriksaan secara berkala terhadap\nalat pelindung kesehatan dan keselamatan kerja yang telah ditentukan\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal terdapat kurang berfungsinya alat pelindung kesehatan dan\nkeselamatan kerja, maka Perusahaan wajib mengadakan perbaikan dan penggantian\nalat pelindung kesehatan dan keselamatan kerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV PERATURAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 64\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TATA TERTIB UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja\u002FBuruh wajib mentaati ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini, maupun ketentuan peraturan- peraturan pelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002FBuruh wajib mentaati perintah atasannya, dan meminta petunjuk\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBuruh wajib melaksanakan tugas sebaik mungkin dan dengan penuh\ntanggung jawab, dan tidak diperkenankan mengalihkan atau menerima tugasnya\nkepada Pekerja\u002FBuruh lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja\u002FBuruh wajib melaporkan setiap kejadian abnormal kepada atasannya,\nbila dalam jangka waktu 1 x 24 jam tidak ada tanggapan, maka Pekerja\u002FBuruh\nwajib melaporkan hal tersebut kepada atasan yang setingkat lebih tinggi, dan\nbila dalam waktu 1 x 24 jam tidak ada juga tanggapan maka Pekerja\u002FBuruh wajib\nmelaporkan lagi hal tersebut kepada atasan yang dua tingkat lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja\u002FBuruh wajib menjaga ketertiban, kebersihan dan keserasian di\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja\u002FBuruh wajib hadir di tempat kerja pada hari-hari kerja, dengan\npengecualian tertentu yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja\u002FBuruh wajib bertingkah laku sopan sesuai dengan tata krama\npergaulan umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja\u002FBuruh dilarang menggunakan fasilitas atau memanipulasi milik\nperusahaan untuk kepentingan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja\u002FBuruh dilarang mencoret-coret dinding, lantai dan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TATA TERTIB KEAMANAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja\u002FBuruh wajib menggunakan tanda pengenal perusahaan selama berada\ndi dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Satpam perusahaan berhak memeriksa Pekerja\u002FBuruh yang keluar\u002Fmasuk\nperusahaan. Pemeriksaan dimaksud menyangkut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tanda pengenal Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Barang-barang yang dibawa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Surat ijin keluar perusahaan untuk keperluan\npribadi dan dinas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Lemari\u002Flocker Pekerja\u002FBuruh setelah mendapat\nijin perusahaan dan dilakukan oleh dua petugas dari dua bagian yang berbeda\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBuruh dilarang membawa senjata api, senjata tajam, bahan peledak\ndan bahan beracun ke dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja\u002FBuruh dilarang berjudi, bermabuk-mabukan, berbuat asusila,\nmembawa, menggunakan obat-obatan terlarang serta minuman keras ke\u002Fdalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>5. Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang mengancam\u002Fmengintimidasi dengan kata-kata\natau kekerasan terhadap sesama Pekerja\u002FBuruh, atasan atau bawahan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Pekerja\u002FBuruh dilarang membawa handphone\u002Falat komunikasi ke area produksi\nkecuali untuk Pekerja\u002FBuruh tertentu yang diberikan ijin khusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TATA TERTIB SUPIR &amp; KENEK KENDARAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengemudi harus memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi) yang sah, serta\nmenjaga kelengkapan surat-surat dan peralatan yang merupakan standard dalam\nmengemudikan kendaraan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengemudi dalam menjalankan tugasnya WAJIB mematuhi ketentuan keselamatan\ndan kesehatan berkendaraan. TIDAK boleh mengemudi dalam keadaan sakit atau\nsehabis minum alkohol - narkoba dan sejenisnya, atau sehabis minum obat yang\nmenimbulkan kantuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam menjalankan kendaraan, pengemudi harus mematuhi peraturan lalu\nlintas yang sudah ditetapkan oleh pihak berwenang, baik ketika di jalan toll\nmaupun bukan (misalnya; mematuhi batas kecepatan, tempat berhenti, dsb.).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengemudi harus menjaga kondisi mobil dalam keadaan baik dan layak jalan\nserta kebersihan bagian dalam dan luarnya (misalnya: periksa rem, ban, mesin\ndil).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengemudi harus menjaga kebersihan kendaraan yang telah digunakannya dan\npengemudi harus menjaga kebersihan dirinya sendiri termasuk kebersihan tubuh\ndan pakaian yang digunakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengemudi diizinkan hanya membawa penumpang maksimal sebanyak jumlah\nkursi yang tersedia menurut standard masing-masing kendaraan, serta setiap saat\nberlaku ramah dan sopan kepada penumpang dengan tetap memegang peraturan dan\nketepatan jadwal yang telah ditetapkan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pengemudi bertanggung jawab penuh mengantarkan penumpang sampai ke\ntujuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pengemudi harus melaporkan kehadirannya ke bagian satpam dan Kasir\nKendaraan, pada saat kedatangan kerja dan pada saat pulang dinas, guna\nberjalannya fungsi kontrol di bagian kendaraan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Apabila melanggar ketentuan di atas, maka pengemudi akan diberikan sanksi\nsesuai peraturan perusahaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TATA CARA KERJA DAN TATA TERTIB SIKAP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tata Cara Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja\u002FBuruh wajib mengikuti petunjuk tata cara\nkerja SOP (Standard Operation Procedure).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja\u002FBuruh bertanggung jawab atas peralatan\nkerja yang dipergunakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja\u002FBuruh dilarang melakukan pekerjaan yang\nbukan tugasnya kecuali atas perintah atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja\u002FBuruh dilarang mengoperasikan mesin,\nkendaraan (mobil, forklift), crane dan sejenisnya tanpa surat ijin mengemudi\natau perintah atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerja\u002FBuruh yang diberikan tanggung jawab\nmengemudikan forklift wajib memakai identitas (badge mengemudi) yang\ndiberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tata tertib sikap atasan terhadap bawahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Atasan wajib memperlakukan bawahannya dengan\nsopan, jujur dan wajar sesuai dengan tugas pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Atasan wajib memberikan petunjuk kepada\nbawahannya tentang pekerjaan yang harus dilakukan termasuk peraturan tentang\nkesehatan dan keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Atasan wajib memberikan bimbingan, arahan,\ndorongan\u002Fmotivasi kepada bawahannya untuk meningkatkan keterampilan,\npengetahuan dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Atasan wajib melakukan penilaian terhadap\nbawahannya secara jujur dan obyektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Atasan wajib menegur bawahannya yang melakukan\nkesalahan\u002Fpelanggaran tata tertib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Atasan wajib menjawab pertanyaan yang diajukan\nbawahannya tentang pekerjaan dan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Atasan wajib untuk bersikap tidak diskriminatif\ndan intimidatif secara langsung atau tidak langsung dalam hal pekerjaan atau\nmenjalankan fungsi organisasi Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Tata tertib sikap bawahan terhadap atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Bawahan wajib menjalankan perintah dan petunjuk\natasannya dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Bawahan wajib bersikap sopan, jujur, dan wajar\nterhadap atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Bawahan wajib menanyakan kepada atasannya\ntentang pekerjaan atau hubungan kerja yang belum dimengerti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TATA TERTIB KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja\u002FBuruh wajib memakai alat pelindung kesehatan dan keselamatan\nkerja jika ketentuan mengharuskan demikian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002FBuruh wajib membuang sampah pada tempat-tempat yang telah\ndisediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBuruh dilarang merokok di tempat kerja, di dalam area pabrik\nkecuali ditempat yang telah disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja\u002FBuruh dilarang memasuki atau berada di tempat-tempat terlarang\nkarena berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan Pekerja\u002FBuruh, kecuali\nPekerja\u002FBuruh yang karena tugasnya diijinkan oleh atasannya, seperti : gardu\nlistrik dan penyimpanan bahan bakar, bahan kimia beracun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja\u002FBuruh wajib mengikuti SOP ketika mengoperasikan mesin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja\u002FBuruh wajib mengikuti batas kecepatan dan batas beban ketika\nmengemudikan\u002Fmenggunakan kendaraan, forklift, crane atau alat tuas\nangkat\u002Fangkut lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja\u002FBuruh wajib bertindak hati-hati bila bekerja pada tempat\nketinggian dan kedalaman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja\u002FBuruh wajib bertindak hati-hati bila bekerja menggunakan\nbahan-bahan yang berbahaya, beracun, mudah terbakar dan mudah meledak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja\u002FBuruh wajib melaporkan keadaan yang membahayakan kesehatan dan\nkeselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Pekerja\u002FBuruh dilarang membawa anak dibawah umur ke area perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV SANKSI TERHADAP PELANGGARAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 69\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh menyadari perlunya penegakan\ndisiplin kerja, karenanya terhadap kesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan oleh\nPekerja\u002FBuruh atas peraturan yang telah ditentukan dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini dapat diberikan peringatan\u002Fsanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peringatan\u002Fsanksi yang diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh adalah merupakan\nusaha koreksi, edukasi dan yudikasi terhadap kesalahan\u002Fpelanggaran ketentuan\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jenis sanksi yang diberikan berdasarkan tahapan-tahapan atau tidak\nmengikuti tahapan-tahapan tergantung kuantitas dan bobot\nkesalahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap pemberian peringatan tertulis oleh HRD\u002FPersonalia, satu copynya\ndisampaikan kepada Serikat Pekerja\u002FBuruh dan apabila dirasakan Pekerja\u002FBuruh,\nperingatan tertulis yang diterima dirasakan tidak sesuai Perjanjian Kerja\nBersama ini, maka Pekerja\u002FBuruh dapat berkonsultasi dengan Serikat\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK) diberikan jika telah memenuhi\ntahapan-tahapan pemberian peringatan\u002Fsanksi, atau tidak mengikuti\ntahapan-tahapan peringatan\u002Fsanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pemberian peringatan\u002Fsanksi kepada Pekerja\u002FBuruh diberikan berdasarkan\nkesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan, dengan mempertimbangkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Macam bobot kesalahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kuantitas\u002Fpengulangan kesalahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tidak ditemukannya unsur kesengajaan atau\nsebaliknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Unsur-unsur yang menyebabkan terjadinya\nkesalahan\u002Fpelanggaran (alat\u002Fmesin, lingkungan\u002F tempat kerja, batas kemampuan\nPekerja\u002FBuruh).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Jasa-jasa, dedikasi, responsibilitas dan\nloyalitas Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Penyidikan atas kesalahan\u002Fpelanggaran tetap menjunjung atas asas praduga\ntak bersalah, dan perusahaan wajib merehabilitasi nama\u002Fhak-hak Pekerja\u002FBuruh\njika tidak ditemukan kesalahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Apabila Pekerja\u002FBuruh terbukti tidak bersalah maka upah selama proses\npenyidikan, perusahaan tetap diberikan dan menjadi hak Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja\u002FBuruh yang melakukan tindak pidana di area perusahaan akan\ndilaporkan ke pihak berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMBERIAN SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tahapan pemberian sanksi dimulai dari usaha untuk koreksi, edukasi dan\nyudikasi kepada Pekerja\u002FBuruh dengan urutan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sanksi administratif\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sanksi lisan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sanksi tertulis\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sanksi skorsing\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sanksi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>2. Segala sanksi hanya bisa diberikan oleh HRD\u002FPersonalia kepada\nPekerja\u002FBuruh dengan mempertimbangkan terhadap hal - hal yang dijelaskan pada\npasal 69 ayat 6.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Sanksi yang diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh harus tercatat dengan baik dan\njelas sebagai bahan untuk pemberian sanksi selanjutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 71\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PERINGATAN\u002FSANKSI LISAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Peringatan sanksi\u002Flisan diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh karena\nkesalahan\u002Fpelanggaran bersifat umum. Peringatan lisan diberikan sebagai upaya\nkoreksi dan edukasi atas kesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PERINGATAN\u002FSANKSI TERTULIS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Peringatan\u002Fsanksi tertulis selanjutnya disebut Surat Peringatan Tertulis,\nterdiri atas 3 :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Surat Peringatan Tertulis (SPT 1), berlaku 3\n(tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Surat Peringatan Tertulis 1 (satu) diberikan jika\nsetelah menerima peringatan\u002Fsanksi lisan, Pekerja\u002FBuruh masih melakukan\nkesalahan\u002Fpelanggaran yang sama atau yang lebih berat sifatnya. Jenis\nkesalahan\u002Fpelanggaran yang dapat diberikan SPT 1 adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Mangkir sebanyak 1 (satu) kali dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Meninggalkan Pekerjaan dalam jam kerja tanpa ijin\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Terlambat datang 5 (lima) kali berturut-turut\natau lebih dari 30 (tiga puluh) menit dalam 1 (satu) bulan bagi Pekerja\u002FBuruh\nmembawa fasilitas kendaraan pribadi, tanpa alasan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Terlambat 5 (lima) kali berturut-turut atau lebih\ndari 150 (seratus lima puluh menit) dalam 1 (satu) bulan, bagi Pekerja\u002FBuruh\nyang tertinggal kendaraan\u002Fbis penjemput sebagai fasilitas transportasinya,\ntanpa alasan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Tidak menunjukan kesungguhan bekerja atau bekerja\ntidak efisien atau hasil kerjanya dibawah kemampuan sebenarnya walaupun telah\ndiberi petunjuk kerja atau pelatihan atau peringatan\u002Fteguran lisan oleh\natasannya, tanpa alasan yang jelas dan benar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Tidak mengenakan pakaian kerja yang sudah\ndiberikan oleh Perusahaan pada waktu melakukan Pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Tidak memakai atau menggunakan alat perlengkapan\nkesehatan, keselamatan dan perlindungan kerja yang telah ditentukan untuk\nPekerjaanya pada waktu melakukan Pekerjaan meskipun telah diberikan\nperingatan\u002Fteguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Menolak, mengabaikan, tidak melaksanakan perintah\natasan tanpa alasan yang jelas dan benar walaupun telah diberikan teguran\u002F\nperingatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Menolak pemeriksaan oleh petugas keamanan\nperusahaan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan menegakan\nketertiban.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">j. Menolak atau tetap tidak mengikuti pemeriksaan\nkesehatan yang diwajibkan perusahaan meskipun telah diberikan surat panggilan\npemeriksaan atau peringatan\u002Fteguran lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">k. Mengemudikan kendaraan perusahaan (mobil, truck,\nforklift atau kendaraan customer\u002F pelanggan) tanpa ijin mengemudi \u002F ijin\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">l. Kedapatan mencoret-coret sarana dan prasarana\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">m. Melakukan Pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa\nijin\u002Fperintah atasannya atau alasan yang jeias dan wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">n. Menggunakan fasilitas perusahaan atau fungsi\njabatan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">o. Membuang sampah sembarangan atau perbuatan yang\nmengakibatkan lingkungan perusahaan kotor.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">p. Makan dan atau minum (minuman berwarna) di area\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">q. Menggunakan handphone atau memainkan handphone\nselama jam kerja yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Surat Peringatan Tertulis 2 (SPT 2) berlaku 6\n(enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Surat Peringatan Tertulis 2 (SPT 2) diberikan jika\ndalam masa pemberian Surat Peringatan Tertulis 1 (SPT 1) Pekerja\u002FBuruh\nmelakukan kesalahan\u002Fpelanggaran dalam ayat 1, butir a sampai dengan s, atau\nmelakukan pelanggaran sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Mangkir selama 2 (dua) hari kerja secara berturut\n- turut dan tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Mengoperasikan mesin, peralatan tidak sesuai SOP\n(Standard Operation Procedure) atau menggunakan bahan berbahaya (mudah\nterbakar\u002Fmeledak) tidak pada takaran\u002Fukuran atau tempatnya sehingga\nmembahayakan diri sendiri atau orang lain atau menimbulkan kerugian bagi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Tidak menjalankan proses sesuai SOP (Standard\nOperation Procedure).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Memberikan penugasan atau memerintahkan\nbawahannya untuk melaksanakan Pekerjaan tanpa mengikuti SOP (Standard Operation\nProcedure) dan tidak memperhatikan bahaya yang dapat terjadi pada bawahannya\ndan atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Tidur dalam jam kerja, kecuali sakit setelah\nmendapat ijin dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Tidak melaporkan kepada atasannya terhadap\nkeadaan, perbuatan\u002Ftindakan sesama Pekerja\u002FBuruh atau orang lain yang\nmembahayakan kesehatan, keselamatan, keamanan bagi orang lain dan atau\nmerugikan perusahaan, sedangkan hal itu menjadi tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Merokok di area yang dilarang kecuali\nditempat-tempat yang sudah disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Surat Peringatan Tertulis 3 (SPT 3), berlaku 6\n(enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Surat Peringatan Tertulis 3 (SPT3) diberikan jika\ndalam masa pemberian Surat Peringatan Tertulis 2 (SPT 2) Pekerja\u002FBuruh\nmelakukan kesalahan\u002Fpelanggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, butir a\nsampai dengan s dan ayat 2, butir a sampai dengan h, atau melakukan\nkesalahan\u002Fpelanggaran sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Mangkir selama 3 (tiga) hari kerja secara\nberturut - turut dan tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Berjudi atau mengedarkan kupon judi didalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Dengan sengaja atau karena lalai mengakibatkan\nkerusakan berat atas barang-barang atau perusahaan mengeluarkan biaya besar\nkarenanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Membawa senjata api\u002Ftajam tanpa hak dan tanpa\nijin di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Berkelahi dengan atasan atau bawahan atau sesama\nPekerja\u002FBuruh didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Memberikan perintah atau melaksanakan Pekerjaan\nyang tidak berhubungan dengan tugas perusahaan atau organisasi Serikat\nPekerja\u002FBuruh tanpa seijin Pimpinan Perusahaan\u002F Serikat Pekerja\u002FBuruh dan untuk\nkepentingan pribadi baik di dalam jam kerja atau diluar jam kerja dilingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Membuat, menyebarkan, menempelkan informasi dalam\nbentuk pengumuman, poster dan sejenisnya di tempat kerja yang tidak ada\nberkaitan dengan Pekerjaan atau organisasi Serikat Pekerja\u002FBuruh tanpa ijin\npimpinan kedua belah pihak. Dalam hal diijinkan hanya Perusahaan dan Serikat\nPekerja\u002FBuruh yang boleh melakukannya dengan ditandatangani kedua pimpinan\ntersebut atau disampaikan copy (tembusannya) kepada pimpinan masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Ikut serta dalam sabotase\u002Fmata-mata dengan\nsengaja merusak mesin-mesin milik perusahaan, barang-barang perusahaan atau\nsegala inventaris milik perusahaan yang dapat mengganggu jalannya\noperasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Melakukan aktivitas peminjaman uang atau\nmenawarkan uang atau meminjamkan uang atau menerima peminjaman uang (rentenir)\nkepada Pekerja\u002FBuruh di area perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>SANKSI ADMINISTRATIF\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat memberikan sanksi administratif kepada Pekerja\u002FBuruh yang\nmelakukan kesalahan\u002Fpelanggaran, sanksi administratif berupa ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mutasi tugas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pencabutan fasilitas yang diberikan oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Penggantian biaya atas hilang atau rusaknya\nbarang milik Perusahaan karena kesengajaan Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>SANKSI SKORSING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Skorsing dapat dikenakan kepada setiap Pekerja\u002FBuruh yang melakukan\npelanggaran terhadap tata tertib kerja atau tidak menjalankan kewajiban\nsebagaimana mestinya dan merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jangka waktu skorsing yang bersifat mendidik, paling lama 1 (satu) bulan\nkecuali menunggu keputusan dari Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial\n(PPHI) Daerah\u002FPusat dan selama ijin PHK belum diberikan, maka skorsing dapat\ndiperpanjang paling lama 6 (enam) bulan. Dan selama masa skorsing upah\u002Fgaji\ndibayar 100 % (seratus persen) dari upah\u002Fgaji Pekerja\u002FBuruh yang dikenakan\nsanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>SANKSI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002FBuruh yang melakukan pelanggaran berat atau mendesak akan dilakukan\nsanksi pemutusan hubungan kerja. Berikut dibawah ini adalah bentuk pelanggaran\nberat atau mendesak :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mangkir 6 (enam) hari tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan, meskipun\ntelah diberikan Surat Peringatan Tertulis 1 dan 2 (SPT 1 dan SPT 2) maka\ndianggap mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penipuan, pencurian dan penggelapan barang\u002Fuang milik Perusahaan atau\nmilik Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBuruh yang melakukan praktik rentenir menggunakan uang dan\u002Fatau\nbarang berharga (seperti perhiasan atau logam mulia) di lingkungan sekitar\nperusahaan, maka Pekerja\u002FBuruh yang berperan sebagai rentenir, penghubung\nrentenir, peminjam dan penerima uang dan barang berharga kepada rentenir\ntersebut akan diberikan sanksi PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nperusahaan atau kepentingan negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mabuk, minum minuman keras yang memabukan, madat, memakai obat bius atau\nmenyalahgunakan obat-obatan terlarang atau obat-obatan perangsang lainnya atau\nNAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, Zat Adiktif) ditempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Melakukan perbuatan asusila dengan sesama Pekerja\u002FBuruh didalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Menyelenggarakan perjudian di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Melakukan tindakan kejahatan misalnya menyerang, mengintimidasi, menipu\nPengusaha atau sesama Pekerja\u002FBuruh dan memperdagangkan barang terlarang baik\ndidalam lingkungan Perusahaan maupun diluar lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Membujuk Pengusaha atau sesama Pekerja\u002FBuruh untuk melakukan suatu\nperbuatan yang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan serta\nPerundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan diri atau teman\nkerja\u002Fsesama Pekerja\u002FBuruh dalam keadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Membongkar atau membocorkan rahasia Perusahaan, Pengusaha atau\nkeluarganya kecuali untuk kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Melakukan perbuatan korupsi, menyalahgunakan dana perusahaan atau\nmanipulasi keuangan Perusahaan atau Pekerja\u002FBuruh (organisasi Serikat\nPekerja\u002FBuruh\u002Fkesejahteraan Pekerja\u002FBuruh) sehingga merugikan Perusahaan dan\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Membawa keluar atau menjual barang milik perusahaan secara tidak sah\natau tanpa ijin perusahaan untuk kepentingan pribadi\u002Fkelompok baik dalam jam\nkerja atau diluar jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Melakukan pelanggaran\u002Fkesalahan yang bobotnya sama sebagaimana dimaksud\npasal 79 selama masa berlakunya Surat Peringatan Tertulis 3 (SPT 3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Ikut serta dalam sabotase\u002Fmata-mata dengan sengaja merusak mesin-mesin\nmilik perusahaan, barang-barang perusahaan atau segala aset milik perusahaan\nyang dapat mengganggu jalannya operasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Melakukan tindakan penyebaran hoax (berita bohong) mengenai kondisi\nperusahaan yang meresahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 76\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan Hubungan Kerja dapat terjadi karena beberapa hal seperti dibawah\nini :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja dalam rangka hubungan kerja untuk waktu\n  tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena Pekerja\u002FBuruh meninggal dunia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena kemauan Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena Pekerja\u002FBuruh terkena sanksi pemutusan\n    hubungan kerja (PHK).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena Pekerja\u002FBuruh sudah tidak mampu lagi\n    bertugas atau mengalami sakit yang berkepanjangan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena Pekerja\u002FBuruh menjalani hukuman\n  penjara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena Pekerja\u002FBuruh mencapai usia pensiun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena rasionalisasi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena penggabungan, peleburan, pengambilalihan,\n    atau pemisahan Perusahaan dan Pekerja\u002FBuruh tidak bersedia melanjutkan\n    Hubungan Kerja atau Pengusaha tidak bersedia menerima Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena perubahan status dan atau perubahan\n    kepemilikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena perusahaan mengalami kerugian secara\n    terus menerus selama 2 (dua) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena perusahaan tutup yang disebabkan keadaan\n    memaksa (force majeure).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena perusahaan dalam keadaan penundaan\n    kewajiban pembayaran utang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja karena perusahaan pailit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja yang diajukan oleh Pekerja\u002FBuruh dengan alasan\n    Pengusaha melakukan perbuatan yang mengabaikan kesejahteraan\n  Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DALAM RANGKA HUBUNGAN KERJA UNTUK WAKTU\nTERTENTU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>(PKWT)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dapat melakukan pemutusan hubungan kerja dengan Pekerja\u002FBuruh\nyang memiliki ikatan hubungan kerja atau kontrak kerja untuk waktu tertentu.\nPemutusan hubungan kerja dikarenakan Perusahaan tidak akan melanjutkan lagi,\nmaka kepada Pekerja\u002FBuruh akan diberikan haknya sesuai dengan Pasal 15 ayat 1\nPeraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pengusaha wajib memberikan uang kompensasi kepada Pekerja\u002FBuruh yang\nhubungan kerjanya berdasarkan PKWT.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Uang Kompensasi diberikan pada saat berakhirnya kontrak kerja atau sudah\ntidak ada perpanjangan dengan perhitungan UMK yang berlaku pada saat kontrak\nberakhir. Berikut ini perhitungan uang kompensasi yang diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Masa Kerja \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Uang Kompensasi \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 (dua belas) Bulan terus menerus\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu) bulan upah \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lebih dari 1 (satu) Bulan namun kurang dari 12 (dua belas) Bulan \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>(Masa Kerja\u002F12) x 1 bulan upah \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lebih dari 12 (dua belas) Bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>(Masa Kerja\u002F12) x 1 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>3. Jika Pekerja\u002FBuruh berakhir masa kontraknya maka uang jaminan Kesehatan,\nuang jaminan ketenagakerjaan, dan uang kompensasi akan diberikan setiap\nberakhirnya kontrak kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Uang kompensasi akan diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh setiap kali kontrak\nberakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk Pekerja\u002FBuruh PKWT yang sudah memiliki masa kerja sebelum Peraturan\nPemerintah No. 35 Tahun 2021 diterbitkan, maka akan uang kompensasi akan\ndisesuaikan dengan ketentuan perusahaan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk Pekerja\u002FBuruh PKWT yang masa kerjanya berakhir setelah Peraturan\nPemerintah No. 35 Tahun 2021 diterbitkan, maka akan mengikuti ketentuan uang\nkompensasi sesuai penjelasan pada ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 dan peraturan pemerintah no. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PEKERJA\u002FBURUH MENINGGAL DUNIA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Pekerja\u002FBuruh meninggal dunia maka hubungan kerjanya dengan\nPerusahaan terputus dengan sendirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan membayar uang pesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa\nkerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima kepada ahli waris yang\nsah dari Pekerja\u002FBuruh sesuai pasal 156 ayat 1 Undang - Undang No. 11 tahun\n2020.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang\npesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan akan membayar santunan kepada ahli waris yang sah dari\nPekerja\u002FBuruh sesuai ketentuan pada Pasal 57 Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun\n2021 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pemutusan Hubungan Kerja karena alasan Pekerja\u002FBuruh meninggal dunia maka\nkepada ahli warisnya diberikan sejumlah uang yang perhitungannya sama\ndengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan\nPasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan ketentuan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak dengan\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 2 (dua) kali sebagaimana\ntercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bantuan pengganti biaya pengobatan sesuai pasal\n43.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tunjangan hari raya (THR) keagamaan jika\nhubungan kerjanya terputus 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo hari raya\nkeagamaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 dan peraturan pemerintah no. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA ATAS KEMAUAN PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila Pekerja\u002FBuruh ingin berhenti bekerja atau mengundurkan diri dari\nPerusahaan maka diharuskan mengajukan surat permohonan, bagi staff office\nholding menyerahkan kepada Kepala Divisi HR &amp; GA dan bagi operator kepada\nkepala HR Personalia dalam waktu 1 (satu) bulan sebelumnya atau 30 (tiga puluh)\nhari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan memberikan hak Pekerja\u002FBuruh sesuai dengan pasal 50\nPeraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pekerja\u002FBuruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri dan memenuhi\nsyarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf i, berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang pisah yang besarannya diatur dalam\nPerjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang pisah sesuai yang tercantum pada pasal\n95\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBuruh yang melakukan pengunduran diri atas kemauan pekerja\u002Fburuh\nsendiri maka wajib melakukan serah terima pekerjaan secara tertulis dan\ntercatat kepada kepala bagian atau rekan kerjanya selambat-lambatnya 1 bulan\nsebelum pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 dan peraturan pemerintah no. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PEKERJA\u002FBURUH TERKENA SANKSI PEMUTUSAN\nHUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja\u002FBuruh yang terkena sanksi pemutusan hubungan kerja karena\nmelakukan kesalahan\u002Fpelanggaran sebagaimana dimaksud pasal 71, maka proses\npemutusan hubungan kerja dilakukan sesuai dengan ketentuan pasal 154A ayat 1\nhuruf k Undang - Undang Nomor 11 tahun 2020 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"(1) Pemutusan hubungan kerja dapat terjadi karena alasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Pekerja\u002Fburuh melakukan pelanggaran ketentuan\nyang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja\nbersama dan sebelumnya telah diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan\nketiga secara berturut-turut masing-masing berlaku untuk paling lama 6 (enam)\nbulan kecuali ditetapkan lain dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan,\natau perjanjian kerja bersama;\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002FBuruh yang diputuskan hubungan kerjanya karena melakukan\nkesalahan \u002F pelanggaran, sebagaimana dimaksud ayat 1 akan diberikan hak sesuai\ndengan Peraturan Pemerintah No. 35 pasal 52 ayat 1 tahun 2021 yáng berbunyi\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Pekerja\u002FBuruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam\nPerjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama dan\nsebelumnya telah diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara\nberturut-turut maka Pekerja\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jika pemutusan hubungan kerja karena Pekerja\u002FBuruh melakukan sanksi\npelanggaran yang bersifat mendesak sebagaimana dimaksud pasal 74 ayat 1 sampai\ndengan 15 maka Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sesuai dengan Peraturan\nPemerintah No. 35 pasal 52 ayat 2 tahun 2021 yang berbunyi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Pekerja\u002FBuruh melakukan pelanggaran bersifat mendesak yang diatur\ndalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama\nmaka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang pisah yang besarannya diatur dalam\nPerjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang pisah sesuai yang tercantum pada pasal\n95\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 dan peraturan pemerintah no. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 81\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PEKERJA\u002FBURUH TIDAK MAMPU LAGI BERTUGAS\nKARENA MENGALAMI SAKIT BERKEPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Pekerja\u002FBuruh tidak mampu lagi bertugas\u002Fbekerja karena sakit,\ncacat jasmani\u002Frohani atau sakit berkepanjangan setelah melampaui 12 (dua belas)\nbulan berdasarkan Surat Keterangan Dokter dinyatakan tidak mampu lagi melakukan\ntugas pekerjaan dengan sebagaimana mestinya maka perusahaan akan melakukan\npemutusan hubungan kerja berdasarkan ketentuan Pasal 154A ayat 1 huruf m Undang\n- Undang Nomor 11 Tahun 2020 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pemutusan hubungan kerja dapat terjadi karena alasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Pekerja\u002Fburuh mengalami sakit berkepanjangan atau cacat akibat kecelakaan\nkerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas 12 (dua\nbelas) bulan\".\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha atau Pekerja\u002FBuruh dapat mengajukan Pemutusan Hubungan Kerja\nkarena mengalami sakit yang berkepanjangan atau cacat karena kecelakaan kerja\ndan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas 12 (dua belas)\nbulan maka Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sesuai dengan pasal 55 ayat 1 dan 2\nPeraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 yang berbunyi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"(1) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekerja\u002FBuruh karena alasan Pekerja\u002FBuruh mengalami sakit berkepanjangan atau\ncacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\nmelampaui batas 12 (dua belas) bulan maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan\nPasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pekerja\u002FBuruh dapat mengajukan Pemutusan Hubungan Kerja kepada Pengusaha\nkarena alasan Pekerja\u002FBuruh mengalami sakit berkepanjangan atau cacat akibat\nkecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas\n12 (dua belas) bulan maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan\nPasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan\nsebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 dan peraturan pemerintah no. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PEKERJA\u002FBURUH MENGALAMI HUKUMAN PENJARA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Pekerja\u002FBuruh ditahan oleh pihak yang berwajib bukan atas\npengaduan Pengusaha, maka Perusahaan dapat mengajukan permohonan ijin pemutusan\nhubungan kerja kepada Panitia Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial\n(PPHI) setelah Pekerja\u002FBuruh ditahan sedikit-dikitnya 60 (enam puluh) hari\ntakwim.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal dimaksud ayat 1 perusahaan tidak wajib membayar upah, tetapi\nwajib memberikan bantuan kepáda keluarga yang menjadi tanggungannya dengan\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Untuk 1 orang tanggungan : 25 % x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Untuk 2 orang tanggungan : 35 % x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Untuk 3 orang tanggungan : 45 % x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Untuk 4 orang tanggungan atau lebih : 50 % x\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 diberikan untuk jangka waktu\npaling lama 6 (enam) bulan takwim terhitung dari mulai hari pertama\nPekerja\u002FBuruh ditahan pihak berwajib dan Pekerja\u002FBuruh tersebut akan di PHK\nsesuai Pasal 160 ayat 2 Undang - Undang Nomor 11 tahun 2020 yang berbunyi\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan untuk paling lama 6\n(enam) bulan terhitung sejak hari pertama pekerja\u002Fburuh ditahan oleh pihak yang\nberwajib.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal Pekerja\u002FBuruh ditahan oleh yang berwajib karena pengaduan\nPerusahaan, selama ijin Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) belum diberikan oleh\nPPHI, maka Perusahaan wajib membayar upah Pekerja\u002FBuruh sekurang-kurangnya 75%\n(tujuh puluh lima persen) dan berlaku paling lama 6 (enam) bulan takwim\nterhitung sejak hari pertama Pekerja\u002FBuruh ditahan pihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja\u002FBuruh yang dilakukan pemutusan hubungan kerja dikarenakan ditahan\npihak berwajib yang diduga melakukan tindak pidana yang menyebabkan kerugian\nperusahaan maka tetap mendapat haknya sesuai dengan pasal 54 ayat 1 Peraturan\nPemerintah Tahun 2021 yang berbunyi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"(1) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekerja\u002FBuruh karena alasan Pekerja\u002FBuruh tidak dapat melakukan pekerjaan\nselama 6 (enam) bulan akibat ditahan pihak yang berwajib karena diduga\nmelakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf I yang\nmenyebabkan kerugian Perusahaan maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang pisah yang besarannya diatur dalam\nPerjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan hal tersebut Pekerja\u002FBuruh akan mendapatkan haknya sesuai\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 94;\ndan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang pisah sesuai ketentuan Pasal 95.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Jika putusan pengadilan menyatakan Pekerja\u002FBuruh terbukti bersalah\nsebagaimana yang dimaksud pada ayat 5, maka Pekerja\u002FBuruh akan mendapatkan\nhaknya sesuai dengan ketentuan pada Pasal 54 ayat 4 Peraturan Pemerintah Tahun\n2021 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"(4) Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum berakhirnya masa\n6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan Pekerja\u002FBuruh dinyatakan\nbersalah maka Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja dan Pekerja\u002F\nBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang pisah yang besarannya diatur dalam\nPerjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan hal tersebut Pekerja\u002FBuruh akan mendapatkan haknya sesuai\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 94;\ndan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang pisah sesuai ketentuan pasal 95.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Jika Pekerja\u002FBuruh ditahan oleh pihak berwajib karena diduga melakukan\ntindak pidana yang tidak merugikan perusahaan, maka dilakukan pemutusan\nhubungan kerja dan tetap mendapatkan haknya sesuai dengan pasal 54 ayat 2\nPeraturan Pemerintah Tahun 2021 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"(2) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekerja\u002FBuruh karena alasan Pekerja\u002FBuruh tidak dapat melakukan pekerjaan\nselama 6 (enam) bulan akibat ditahan pihak yang berwajib karena diduga\nmelakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf I yang tidak\nmenyebabkan kerugian Perusahaan maka Pekerja\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan hal tersebut Pekerja\u002FBuruh akan mendapatkan haknya sesuai\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan pasal 93; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal\n94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Dalam hal Pekerja\u002FBuruh dimaksud, diputuskan pada ayat 7 oleh Pengadilan\nterbukti melakukan kesalahan, maka Perusahaan dapat melakukan pemutusan\nhubungan kerja dan memberikan hak Pekerja\u002FBuruh sesuai dengan Pasal 54 ayat 5\nPeraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"(5) Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum berakhirnya masa\n6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan Pekerja\u002FBuruh dinyatakan\nbersalah maka Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja dan Pekerja\u002F\nBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan hal tersebut Pekerja\u002FBuruh akan mendapatkan haknya sesuai\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan pasal 93; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal\n94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Dalam hal Pekerja\u002FBuruh dibebaskan dari tahanan karena pengaduan\nPerusahaan dan ternyata tidak terbukti melakukan kesalahan, maka Perusahaan\nwajib mempekerjakan kembali Pekerja\u002FBuruh tersebut dengan membayar upah penuh\nbeserta unsur-unsur lainnya yang seharusnya diterima Pekerja\u002FBuruh, terhitung\nsejak Pekerja\u002FBuruh ditahan serta merehabilitasi nama baik Pekerja\u002FBuruh yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PEKERJA\u002FBURUH MENCAPAI USIA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dan Pekerja\u002FBuruh dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja,\nbila seorang Pekerja\u002FBuruh telah mencapai, usia 55 (lima puluh lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kepada Pekerja\u002FBuruh sebagaimana dimaksud ayat 1 akan diberikan Masa\nPersiapan Pensiun (MPP) 1 (satu) bulan sebelum datangnya usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Dalam hal ini Pekerja\u002FBuruh yang bersangkutan\ntidak lagi diwajibkan bekerja, tetapi berhak atas upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kepada Pekerja\u002FBuruh akan diberikan uang muka\npesangon atau hak atas dana pensiunnya sebesar 50% (lima puluh persen), sebagai\npersiapan berwiraswasta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Kepada Pekerja\u002FBuruh wajib melapor ke bagian HRD\nmelalui atasan langsung dan tembusan kepada Serikat Pekerja\u002FBuruh, dalam hal\npengajuan permohonan sesuai ayat 2 butir a dan b.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kepada Pekerja\u002FBuruh yang mencapai usia pensiun akan diberikan haknya\nsesuai dengan pasal 156 ayat 1 Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2020 sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>“Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang\npesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kepada Pekerja\u002FBuruh sebagaimana dimaksud ayat 1 akan diberikan haknya\nsesuai dengan Pasal 56 Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 yang berbunyi\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>“Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Pekerja\u002FBuruh memasuki usia pensiun maka Pekerja\u002FBuruh berhak\natas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 1,75 (satu koma tujuh\npuluh lima) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 1,75 (satu koma tujuh\npuluh lima) kali sesuai pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Kepada Pekerja\u002FBuruh yang dilakukan PHK karena pensiun akan diberikan\nuang kebijaksanaan sebagai tanda untuk menghargai masa kerja Pekerja\u002FBuruh\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 dan peraturan pemerintah no. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 84\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DALAM RANGKA RASIONALISASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pemutusan hubungan kerja massal karena rasionalisasi dan\u002Fatau\nefisiensi yang dilakukan Perusahaan yang disebabkan perusahaan mengalami\nkerugian, maka Perusahaan akan memberikan hak Pekerja\u002FBuruh sesuai dengan pasal\n156 ayat 1 Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2020 sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang\npesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kepada Pekerja\u002FBuruh sebagaimana dimaksud ayat 1 akan diberikan hak\nsesuai yang tercantum pada Pasal 43 ayat 1 Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun\n2021 yang berbunyi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Perusahaan melakukan efisiensi yang disebabkan Perusahaan\nmengalami kerugian maka Pekerja\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jika pemutusan hubungan kerja dilakukan karena efisiensi untuk mencegah\nterjadinya kerugian Pekerja\u002FBuruh maka akan diberikan hak sesuai yang tercantum\npada Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 pasal 43 ayat 2 yang berbunyi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Perusahaan melakukan efisiensi untuk mencegah terjadinya kerugian\nmaka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nPasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nsebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 dan peraturan pemerintah no. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 85\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DALAM RANGKA PENGGABUNGAN, PELEBURAN ATAU\nPEMISAHAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pemutusan hubungan kerja massal karena Perusahaan melakukan\npenggabungan, peleburan atau pemisahan Perusahaan dan Pekerja\u002FBuruh tidak\nbersedia melanjutkan Hubungan Kerja atau Pengusaha tidak bersedia menerima\nPekerja\u002F Buruh, maka Perusahaan akan memberikan hak Pekerja\u002FBuruh sesuai dengan\npasal 156 ayat 1 Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2020 sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang\npesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kepada Pekerja\u002FBuruh sebagaimana dimaksud ayat 1 akan diberikan haknya\nsesuai dengan pasal 41 Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 yang berbunyi\nsebagai berikut sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Perusahaan melakukan Penggabungan, peleburan atau pemisahan\nPerusahaan dan Pekerja\u002FBuruh tidak bersedia melanjutkan Hubungan Kerja atau\nPengusaha tidak bersedia menerima Pekerja\u002F Buruh maka Pekerja\u002FBuruh berhak\natas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nPasal 40 ayat (2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nsebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3· Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 dan peraturan pemerintah no. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 86\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PERUBAHAN STATUS ATAU PERUBAHAN KEPEMILIKAN\nPERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja karena perubahan status atau\nperubahan kepemilikan perusahaan sebagian atau seluruhnya atau Perusahaan\npindah lokasi dengan syarat-syarat kerja baru yang sama dengan syarat-syarat\nkerja lama dan Pekerja\u002FBuruh tidak bersedia untuk melanjutkan hubungan kerja,\nmaka kepada Pekerja\u002FBuruh dibayarkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja\ndan pengganti hak sesuai ketentuan pasal 156 ayat 1 Undang - Undang Nomor 11\nTahun 2020 sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang\npesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja karena perubahan status atau\nperubahan kepemilikan perusahaan sebagian atau seluruhnya atau Perusahaan\npindah lokasi dan Pengusaha tidak bersedia menerima Pekerja\u002FBuruh di\nPerusahaannya dengan alasan apapun, Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sesuai\ndengan Pasal 42 ayat 1 Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 yang berbunyi\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan pengambilalihan Perusahaan maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nPasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (41)\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nsebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jika dalam hal perubahan status atau perubahan kepemilikan perusahaan\nyang mengakibatkan terjadinya perubahan syarat kerja dan Pekerja\u002FBuruh tidak\nbersedia melanjutkan Hubungan Kerja, Pengusaha dapat melakukan Pemutusan\nHubungan Kerja dan Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sesuai dengan Pasal 42 ayat\n2 Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Dalam hal terjadi pengambilalihan Perusahaan yang mengakibatkan terjadinya\nperubahan syarat kerja dan Pekerja\u002FBuruh tidak bersedia melanjutkan Hubungan\nKerja, Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja dan Pekerja\u002FBuruh\nberhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 dan peraturan pemerintah no. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 87\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PERUSAHAAN MENGALAMI KERUGIAN SECARA TERUS\nMENERUS SELAMA 2 (DUA) TAHUN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pemutusan hubungan kerja perusahaan mengalami kerugian secara\nterus menerus selama 2 (dua) tahun yang mengharuskan perusahaan tutup, maka\nPerusahaan akan memberikan hak Pekerja\u002FBuruh sesuai dengan pasal 156 ayat 1\nUndang - Undang Nomor 11 Tahun 2020 sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang\npesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kepada Pekerja\u002FBuruh sebagaimana dimaksud ayat 1 akan diberikan hak\nsesuai dengan peraturan pemerintah No. 35 pasal 44 ayat 1 tahun 2021 yang\nberbunyi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Perusahaan tutup yang disebabkan Perusahaan mengalami kerugian\nsecara terus menerus selama 2 (dua) tahun atau mengalami kerugian tidak secara\nterus menerus selama 2 (dua) tahun maka Pekerja\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002FBurun sebagaimana dimaksud ayat 1 akan diberikan hak sesuai\ndengan peraturan pemerintah No. 35 pasal 45 ayat 1 tahun 2021 yang berbunyi\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>“Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Perusahaan tutup yang disebabkan keadaan memaksa (force majeure)\nmaka Pekerja\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jika dalam pemutusan hubungan kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh karena alasan\nPerusahaan tutup yang disebabkan bukan karena Perusahaan mengalami kerugian\nmaka Pekerja\u002FBuruh berhak atas haknya sesuai dengan peraturan pemerintah no. 35\npasal 44 ayat 2 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>“pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Perusahaan tutup yang disebabkan bukan karena Perusahaan\nmengalami kerugian maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nPasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nsebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal dimaksud ayat 1 penutupan perusahaan sebagai akibat kerugian\nterus menerus, perusahaan harus menyertakan laporan keuangan yang telah diaudit\noleh akuntan publik paling singkat 2 (dua) tahun terakhir. Atau dalam keadaan\nmemaksa (force majeure) besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan\nuang ganti kerugian ditetapkan berdasarkan ketentuan pasal 156 Undang-undang\nNomor 11 Tahun 2020, kecuali atas persetujuan perusahaan dan Serikat\nPekerja\u002FBuruh ditetapkan lain dan lebih baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 dan peraturan pemerintah no. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 88\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA ALASAN PERUSAHAAN TUTUP YANG DISEBABKAN\nKEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pemutusan hubungan kerja adanya kondisi yang memaksa (force\nmajeure) pada perusahaan, maka Perusahaan akan memberikan hak Pekerja\u002FBuruh\nsesuai dengan pasal 156 ayat 1 Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2020 sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang\npesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kepada Pekerja\u002FBuruh sebagaimana dimaksud ayat 1 akan diberikan hak\nsesuai dengan peraturan pemerintah No. 35 pasal 45 ayat 1 tahun 2021 yang\nberbunyi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Perusahaan tutup yang disebabkan keadaan memaksa (force majeure)\nmaka Pekerja\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jika dalam pemutusan hubungan kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh karena alasan\nPerusahaan tutup yang disebabkan karena alasan keadaan memaksa (force majeure)\nyang tidak mengakibatkan perusahaan tutup maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas haknya\nsesuai dengan peraturan pemerintah no. 35 pasal 45 ayat 2 yang berbunyi sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan keadaan memaksa (force majeure) yang tidak mengakibatkan\nPerusahaan tutup maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,75 (nol koma tujuh puluh\nlima) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 0,75 (nol koma tujuh lima)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal dimaksud ayat 1 penutupan perusahaan sebagai dalam keadaan\nmemaksa (force majeure) besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan\nuang ganti kerugian ditetapkan berdasarkan ketentuan pasal 156 Undang-undang\nNomor 11 Tahun 2020, kecuali atas persetujuan perusahaan dan Serikat\nPekerja\u002FBuruh ditetapkan lain dan lebih baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 89\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PERUSAHAAN DALAM KEADAAN PENUNDAAN\nKEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pemutusan hubungan kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh karena alasan\nPerusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang yang disebabkan\nPerusahaan mengalami kerugian maka Perusahaan akan memberikan hak Pekerja\u002FBuruh\nsesuai dengan pasal 156 ayat 1 Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2020 sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang\npesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kepada Pekerja\u002FBuruh sebagaimana dimaksud ayat 1 akan diberikan hak\nsesuai dengan peraturan pemerintah No. 35 pasal 46 ayat 1 tahun 2021 yang\nberbunyi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Perusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang\nyang disebabkan Perusahaan mengalami kerugian maka Pekerja\u002FBuruh berhak\natas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jika dalam pemutusan hubungan kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh karena alasan\nPerusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang bukan karena\nPerusahaan mengalami kerugia maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas haknya sesuai\ndengan peraturan pemerintah no. 35 pasal 46 ayat 2 yang berbunyi sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Perusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang\nbukan karena Perusahaan mengalami kerugian maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nPasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali\nketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nsebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35\ntahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 90\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PERUSAHAAN PAILIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pemutusan hubungan kerja massal karena Perusahaan dalam kondisi\npailit, maka Perusahaan akan memberikan hak Pekerja\u002FBuruh sesuai dengan pasal\n156 ayat 1 Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2020 sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang\npesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kepada Pekerja\u002FBuruh sebagaimana dimaksud ayat 1 akan diberikan hak\nsesuai dengan peraturan pemerintah No. 35 pasal 47 ayat 1 tahun 2021 yang\nberbunyi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pemutusan Hubungan Kerja karena alasan Perusahaan pailit maka Pekerja\u002FBuruh\nberhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali\nketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35\nTahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kepada Pekerja\u002FBuruh sebagaimana dimaksud ayat 1 akan diberikan hak\nsesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 35 pasal 48 ayat 1 tahun 2021 yang\nberbunyi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan adanya permohonan Pemutusan Hubungan Kerja yang diajukan oleh\nPekerja\u002FBuruh dengan alasan Pengusāha melakukan perbuatan sebagaimana yang\ndimaksud dalam Pasal 36 huruf g maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nPasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4).\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\nsebagaimana tercantum dalam pasal 92\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal 93\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jika Perusahaan tidak terbukti melakukan perbuatan sebagaimana tercantum\npada ayat 1 yang dibuktikan dari putusan Lembaga penyelesaian perselisihan\nhubungan industrial, maka Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja\nterhadap Pekerja\u002FBuruh dan memberikan hak sesuai pasal 49 Peraturan Pemerintah\nNo. 35 Tahun 2021 yang berbunyi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\"Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan adanya putusan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial yang menyatakan Pengusaha tidak melakukan perbuatan sebagaimana\ndimaksud dalam Pasal 36 huruf g terhadap permohonan yang diajukan oleh\nPekerja\u002FBuruh maka Pekerja\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40\nayat (4); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. uang pisah yang besarannya diatur dalam\nPerjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka berdasarkan peraturan tersebut Pekerja\u002FBuruh akan diberikan hak sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang penggantian hak sebagaimana tercantum dalam\npasal 94\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang pisah sesuai yang tercantum pada pasal\n95\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Atas persetujuan kedua belah pihak dapat ditentukan lain dan bila lebih\nbaik dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35\nTahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 92\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>UANG PESANGON\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Uang pesangon diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh dengan status Perjanjian\nKerja Waktu Tidak Tertentu. Uang pesangon akan diberikan sesuai dengan\nketentuan pada Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 Pasal 40 Ayat 2. Uang\npesangon diberikan sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Masa Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Uang Pesangon\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua)\n      tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga)\n      tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 (tiga) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>d.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 (empat) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>e.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 (lima) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>f.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 (enam) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>g.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 (tujuh) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>h.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\n        tahun \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 (delapan) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>i.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9 (sembilan) bulan upah \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2. Untuk Pekerja\u002FBuruh dengan status tetap (Perjanjian Kerja Waktu Tidak\nTertentu) akan diberikan uang pesangon berdasarkan Upah Pokok (Upah Minimum\nKota) dan tunjangan tetap (tunjangan jabatan, tunjangan khusus) atau tunjangan\nyang tidak dipengaruhi dengan kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Besaran uang yang akan diberikan akan mengikuti besar UMK (Upah Minimum\nKota) tahun berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 93\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>UANG PENGHARGAAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Uang penghargaan masa kerja diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh dengan status\nPerjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu. Uang penghargaan masa kerja diberikan\nsesuai dengan ketentuan pada Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 Pasal 40\nAyat 3. Perhitungan uang penghargaan masa kerja adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Masa Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Uang Penghargaan Masa Kerja \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam)\n      tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 (tiga) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua\n        belas) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 (empat) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>d.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15\n        (lima belas) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 (lima) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>e.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n        (delapan belas) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 (enam) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>f.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21\n        (dua puluh satu) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 (tujuh) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>g.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 21 (dua puluh satu).tahun atau lebih tetapi kurang dari 24\n        (dua puluh empat) tahun \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 (delapan) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>h.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 (sepuluh) bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2. Untuk Pekerja\u002FBuruh dengan status tetap (Perjanjian Kerja Waktu Tidak\nTertentu) akan diberikan uang penghargaan masa kerja berdasarkan Upah Pokok\n(Upah Minimum Kota) dan tunjangan tetap (tunjangan jabatan, tunjangan khusus)\natau tunjangan yang tidak dipengaruhi dengan kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Besaran uang yang akan diberikan akan mengikuti besar UMK (Upah Minimum\nKota) tahun berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 94\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>UANG PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Uang penggantian hak diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh dengan status\nPerjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu. Uang Penggantian Hak diberikan kepada\nPekerja\u002FBuruh sesuai dengan ketentuan pada pasal 156 ayat 4 undang – undang\nNomor 11 tahun 2020. Perhitungan uang penggantian hak adalah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>. Biaya atau ongkos pulang untuk Pekerja\u002FBuruh dan keluarganya ketempat\ndimana Pekerja\u002FBuruh diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>· Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan\natau Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 95\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>UANG PISAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Uang pisah diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh berstatus kontrak dan tetap\nyang mengundurkan diri akan diberikan uang pisah sesuai dengan ketentuan\ntersendiri pada lampiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Uang pisah diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh berstatus kontrak dan tetap\nyang dilakukan pemutusan hubungan kerja uang pisah sesuai dengan ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII PENYAMPAIAN DAN PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 96\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sudah menjadi tekad bersama antara Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh\nuntuk menciptakan harmonisasi Hubungan Industrial (HI) dengan mengakomodir\nsetiap keluh kesah Pekerja\u002FBuruh dalam aturan atau tata cara penyampaian dan\npenyelesaian pengaduan yang baik, adil dan segera, sehingga sikap saling\npengertian antara Pekerja\u002FBuruh dan Perusahaan dapat terjalin dengan baik\ndengan komunikasi yang lancar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal seseorang atau beberapa Pekerja\u002FBuruh mendapatkan perlakuan\ntidak adil atau tidak wajar sesuai isi Perjanjian Kerja Bersama ini, maka\nPekerja\u002FBuruh dapat menyampaikan pengaduan atau keluhannya dengan mengikuti\naturan atau tata cara penyampaian dan penyelesaian keluhan dan pengaduan\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 97\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TATA CARA PENYAMPAIAN DAN PENYELESAIAN KELUHAN DAN PENGADUAN PEKERJA\u002FBURUH\nLANGSUNG PADA PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_hrs\">\u003Cp>1. Pekerja\u002FBuruh yang bersangkutan pertama kali harus menyampaikan keluh\nkesah kepada atasannya langsung. Dalam hal penyampaian keluh kesah atau\npengaduan tersebut tidak memuaskan Pekerja\u002FBuruh, maka ia berhak mengulangi\nuntuk menyampaikan hal yang sama kepada atasannya yang lebih tinggi dalam garis\nhirarki.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Penyampaian keluh kesah atau pengaduan kepada atasan yang lebih tinggi\nharus dilakukan secara tertulis oleh Pekerja\u002FBuruh, maka Pekerja\u002FBuruh dapat\nmeneruskan keluhan dan pengaduannya kepada Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 98\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>TATA CARA PENYAMPAIAN KELUHAN DAN PENGADUAN PEKERJA\u002FBURUH MELALUI\nPERWAKILAN SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penyampaian keluh-kesah atau pengaduan melalui Serikat Pekerja\u002FBuruh\nharus dilakukan secara tertulis. Setelah mempelajari dengan seksama Serikat\nPekerja\u002FBuruh akan menetapkan untuk meneruskan\u002Fmenolak keluhan dan pengaduan\nPekerja\u002FBuruh kepada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pimpinan Perusahaan dan pimpinan Serikat Pekerja\u002FBuruh akan menyelesaikan\nhal keluhan dan pengaduan Pekerja\u002FBuruh tersebut secara musyawarah dalam forum\nbipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kesepakatan yang tercapai dalam musyawarah tersebut bersifat mengikat\nkedua belah pihak yaitu Pimpinan Perusahaan dan Pimpinan Serikat Pekerja\u002FBuruh\nyang bertindak atas nama Pekerja\u002FBuruh yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVIII HAK CIPTA, PERATURAN PERALIHAN DAN PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 99\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>HAK CIPTA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hak Cipta atas suatu penemuan yang dihasilkan Pekerja\u002FBuruh dalam\npekerjaannya sebagai pelaksana tugas perusahaan dan menggunakan fasilitas\nperusahaan menjadi hak milik perusahaan dan kepada Pekerja\u002FBuruh diberikan\nimbalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk mengetahui autentisitas, penemuan tersebut akan dipresentasikan\ndalam sebuah komite yang dibentuk perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 100\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PERATURAN PERALIHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk perundingan Perjanjian Kerja Bersama yang akan datang kedua pihak\nsepakat akan dimulai selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum akhir masa\nberlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama ini baik secara sebagian atau keseluruhan akan\nbatal (tidak berlaku) bila dinyatakan dengan keputusan pengadilan atau tidak\nsesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang baru, maka Perjanjian Kerja\nBersama ini akan mengikuti atau disesuaikan dengan keputusan Pengadilan atau\nketentuan Peraturan Perundang-undangan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal ayat 2 diatas, maka proses pembatalan dan pelaksanaannya akan\ndibahas bersama antara perusahaan dengan Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 101\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PERATURAN PELAKSANAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama ini, apabila dipandang perlu\nmaka Perusahaan dapat membuat peraturan pelaksanaan dengan sepengetahuan atau\npersetujuan Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 102\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>MASA BERLAKU KESEPAKATAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat kedua belah pihak\nselama 3 (tiga) tahun sejak ditetapkan tanggal 23 September 2021 dan berakhir\ntanggal 23 September 2024\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Jika setelah masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini berakhir dan\ndipandang perlu oleh kedua belah pihak untuk melakukan perpanjangan, maka\nperpanjangan masa berlaku dilakukan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 103\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini didaftarkan pada Kantor Dinas Tenaga Kerja\ndan Transmigrasi Kota Cimahi, dan akan dibukukan selanjutnya digandakan untuk\ndibagikan kepada seluruh cabang perusahaan dan seluruh Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan-ketentuan yang merupakan pengaturan secara teknis atau\npenjelasan lebih lanjut isi Perjanjian Kerja Bersama ini, akan diatur dan\nditandatangani bersama dan menjadi bagian tak terpisahkan dari Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal terjadi perselisihan maka Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh\nmemilih domisili pada wilayah Pengadilan Negeri Bandung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>LAMPIRAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Total perhitungan harga piece rate per Pekerja\u002FBuruh yang didapatkan per\nbulan harus mencapai\u002Fsetara dengan UMK yang berlaku dengan formula yang\nditetapkan berdasarkan UMK, waktu proses dan skill. Formula tersebut dijelaskan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Klasifikasi\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Cost\u002FMin \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Presentase\u002FUMK \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Grade\u002FSkill\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">A\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">110%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">B\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">105%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">C\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">UMK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Helper\u002FSkill \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">HL-A\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">UMK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">HL-B\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">95%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">HL-C\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">90%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2. Uang Pisah Untuk Status Kepegawaian Sebagai Operator\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Nilai UMK x Formula, dengan dasar interval masa\nkerja dilihat dari uang penghargaan masa kerja seperti dalam ilustrasi sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"margin-left:2em;\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>MASA\n        KERJA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>FORMULA\u003C\u002Fstrong> \n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>(dikalikan UMK)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>UANG\n        KEBIJAKAN\u003C\u002Fstrong> \n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>YANG DITERIMA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam)\n      tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">0.6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1,945,157\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\n        tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">0.8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">2,593,543\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua\n        belas) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1.1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">3,566,122\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15\n        (lima belas) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1.3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">4,214,508\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n        (delapan belas) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1.6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">5,192,086\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21\n        (dua puluh satu) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1.8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">5,835,472\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24\n        (dua puluh empat) tahun \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">2.1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">6,808,051\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">2.3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">7,456,437\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Catatan : ilustrasi tersebut menggunakan UMK Kota\nCimahi tahun 2021 sehingga dalam pelaksanaannya dapat mengikuti ketentuan kota\nunit produksi masing - masing dan disesuaikan dengan UMK tahun berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Besarnya persentase merupakan hasil kesepakatan\nantara pihak Pekerja\u002FBuruh dengan pihak Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditetapkan dan ditandatangani di : Cimahi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Pada tanggal : 23 September 2021\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Serikat Pekerja\u002FBuruh Tim Perunding\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PT. Sansan Saudaratex Jaya Tim Perunding\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1. Darwis Susanto\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1. Mahdalela\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2. Jukarsa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2. Hasanudin\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3. Rokhilin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3. Srie Mulyaningsih\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4. Tahya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4. Arysta Restu Firdaus\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5. Hendriawan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5. Hermawan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6. Rosmana\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6. Eva Iskandar\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7. Risna\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7. Miranti Putri Yuniar\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA TIM PERUNDING PT. SANSAN SAUDARATEX JAYA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MAHDALELA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DIREKSI PT. SANSAN SAUDARATEX JAYA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>BUDI DANUBRATA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA TIM PERUNDING SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DARWIS SUSANTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DARWIS SUSANTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">\u003Cp>Menyaksikan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KEPALA DINAS TENAGA KERJA KOTA CIMAHI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DRS. YANUAR TAUFIK, M.M.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembina Utama Muda\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP 19640121 199102 1 003\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_end":49,"cbadate_start_date":51,"cbadate_end_date":53,"cbaactorratified":55,"cbaratificationdate":59,"trainingprogrammes":62,"apprenticeships":66,"pensionfund":70,"disabilityfund":74,"sicknesspay":78,"maxsicknesspay":82,"maxsicknesspayperc":84,"sicknessmaxdays":86,"menstruationleave":90,"disabilitypay":94,"healthcareaccess":98,"healthcareaccessrelatives":102,"healthinsurance":106,"healthinsurancerelatives":110,"paidmaternityleave":112,"paidmaternityleaveduration":116,"paidmaternityleavepay":118,"maternityotherclause":120,"paidpaternityleave":122,"paidpaternityleavepay":126,"deathrelatives":130,"deathrelativesleave":134,"marriage":136,"marriageleave":140,"discrimination":142,"healthandsafetypolicy":146,"protectiveclothing":150,"healthandsafetytraining":154,"funeralpay":158,"violence":162,"hourspday_select":166,"hourspday":170,"hourspweek_select":172,"hourspweek":174,"dayspweek_select":176,"dayspweek":178,"holidaysdays":180,"PAIDLEAV_trigger":184,"holidaysweeks":188,"bankholidays1":190,"holidaysfixed":194,"holidaysfixeddays":198,"SCHEDULE_trigger":200,"TRADEUNLEAV_trigger":204,"PAYSCALES_trigger":208,"LOWWAGE_trigger":212,"LOWWAGE_government":216,"oncerise_detail":218,"incidentalbonustype2":222,"incidentalbonusperc1":224,"incidentalbonusdate":226,"OVERTIME_trigger":230,"overtimeallowancetype_general":234,"overtimeallowancetype":236,"mealvouchers":238,"MEALALL_trigger":242,"direct_participation_hrs":244,"coverunion_trigger":248},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"cbadate_start","1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku ","1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat kedua belah pihak\nselama 3 (tiga) tahun sejak ditetapkan tanggal 23 September 2021 dan berakhir\ntanggal 23 September 2024",{"bindId":50,"name":47,"text":48},"cbadate_end",{"bindId":52,"name":47,"text":48},"cbadate_start_date",{"bindId":54,"name":47,"text":48},"cbadate_end_date",{"bindId":56,"name":57,"text":58},"cbaactorratified","Menyaksikan, KEPALA DINAS TENAGA KERJA K","Menyaksikan,\n\nKEPALA DINAS TENAGA KERJA KOTA CIMAHI\n\nDRS. YANUAR TAUFIK, M.M.\n\nPembina Utama Muda\n\nNIP 19640121 199102 1 003",{"bindId":60,"name":61,"text":61},"cbaratificationdate","Pada tanggal : 23 September 2021",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"trainingprogrammes","1. Perusahaan menyelenggarakan latihan d","1. Perusahaan menyelenggarakan latihan dan pendidikan agar Pekerja\u002FBuruh\ndapat memperoleh keterampilan teknik, pengetahuan tentang kesehatan dan\nkeselamatan kerja sesuai kebutuhan perkembangan perusahaan dalam meningkatkan\nSumber Daya Manusia.\n\n2. Perusahaan akan menyelenggarakan orientasi pengenalan perusahaan kepada\nsetiap Pekerja\u002FBuruh baru yang meliputi 3T (TEPAT HARGA, TEPAT MUTU, TEPAT\nWAKTU), Safety dan Quality, Sansan Production System (SPS) serta\nKetenagakerjaan.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"apprenticeships","\"Penyelenggaraan program pemagangan dila","\"Penyelenggaraan program pemagangan dilaksanakan atas dasar perjanjian\npemagangan\"",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"pensionfund","d. Jaminan Pensiun - Ketentuan iuran= 2.","d. Jaminan Pensiun\n\n- Ketentuan iuran= 2.00 % x upah sebulan, ditanggung\noleh Perusahaan\n\n= 1.00 % x upah sebulan, ditanggung oleh\nPekerja\u002FBuruh.",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"disabilityfund","a. Jaminan Kecelakaan Kerja, termasuk pe","a. Jaminan Kecelakaan Kerja, termasuk penyakit\nakibat hubungan kerja sesuai dengan Kepres No.22 tahun 1993.\n\n- Ketentuan iuran divisi garmen= 0,24 % x upah\nsebulan ditanggung oleh Perusahaan.\n\n- Ketentuan iuran divisi tekstil= 0,89 % x upah\nsebulan ditanggung oleh Perusahaan.",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"sicknesspay","2. Pekerja\u002FBuruh yang tidak masuk kerja ","2. Pekerja\u002FBuruh yang tidak masuk kerja karena sakit kronis atau penyakit\nmenular dalam jangka waktu yang lama dan menurut Surat Keterangan Dokter perlu\nistirahat dan perawatan maka pembayaran upah, akan diatur sesuai dengan pasal\n93 ayat 3 Undang - Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 yaitu :\n\nLama Pekerja\u002FBuruh sakitPembayaran upah\u002Fgaji\n\na. Empat bulan pertama 100 % x upah pokok\nsebulan\n\nb. Empat bulan kedua 75 % x upah pokok sebulan\n\nc. Empat bulan ketiga 50 % x upah pokok sebulan\n\nd. Bulan selanjutnya 25 % x upah pokok sebulan",{"bindId":83,"name":80,"text":81},"maxsicknesspay",{"bindId":85,"name":80,"text":81},"maxsicknesspayperc",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"sicknessmaxdays","3. Apabila setelah lewat 12 (dua belas) ","3. Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan ternyata Pekerja\u002FBuruh yang\nbersangkutan belum mampu bekerja kembali maka Perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 154A ayat 1 huruf\nm Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2020 yang berbunyi sebagai berikut :\n\n\"Pemutusan hubungan kerja dapat terjadi karena alasan:\n\n(1) m. Pekerja\u002Fburuh mengalami sakit berkepanjangan atau cacat akibat\nkecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas\n12 (dua belas) bulan;\"",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"menstruationleave","1. Pekerja\u002FBuruh Wanita yang mengalami m","1. Pekerja\u002FBuruh Wanita yang mengalami masa haid seperti yang dijelaskan\npada Pasal 81 Ayat 1 Undang - Undang no. 13 Tahun 2003 dengan bunyi sebagai\nberikut:\n\n\"Pekerja\u002Fburuh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\nmemberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan\nkedua pada waktu haid.\"",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"disabilitypay","3. Dalam hal terjadi kecelakaan kerja, P","3. Dalam hal terjadi kecelakaan kerja, Perusahaan melaksanakan sepenuhnya\nsemua ketentuan dalam Kesepakatan Kerja Bersama ini.",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"healthcareaccess","1. Perusahaan memberikan jaminan pemelih","1. Perusahaan memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan, perawatan dan\npengobatan kepada Pekerja\u002FBuruh dan keluarganya apabila sakit dalam bentuk\nrawat inap & rawat jalan, sesuai dengan ketentuan BPJS (Badan Penyelenggara\nJaminan Sosial) Kesehatan.",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"healthcareaccessrelatives","4. Bila dalam keadaan mendesak seorang P","4. Bila dalam keadaan mendesak seorang Pekerja\u002FBuruh atau keluarganya karena\nkeadaan sakitnya harus dirawat di rumah sakit, sedang berdasarkan keterangan\nrumah sakit kelas kamarnya yang menjadi haknya telah penuh maka Pekerja\u002FBuruh\natau keluarga Pekerja\u002FBuruh tersebut dapat dirawat di kamar yang tarifnya\nsetingkat lebih tinggi dari tarif yang menjadi haknya, disesuaikan dengan\naturan BPJS Kesehatan dan selisih biaya menjadi tanggungan Pekerja\u002FBuruh.",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"healthinsurance","Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pe","Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pekerja\u002FBuruh adalah aset perusahaan\nyang tak ternilai, demikian pula dengan kesehatan Pekerja\u002FBuruh. Pekerja\u002FBuruh\nyang sehat adalah sumber daya yang mampu meningkatkan produksi dan\nproduktivitas sesuai dengan yang diharapkan. Demikian pula keluarga\nPekerja\u002FBuruh yang sehat akan memberikan semangat dan ketenangan bagi\nPekerja\u002FBuruh yang melakukan tugas-tugasnya di perusahaan. Oleh karena itu\nPerusahaan memberikan perhatian sepenuhnya terhadap kondisi kesehatan\nPekerja\u002FBuruh dan keluarganya dengan didaftarkan BPJS Kesehatan.",{"bindId":111,"name":108,"text":109},"healthinsurancerelatives",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"paidmaternityleave","Pekerja\u002FBuruh Wanita berhak atas istirah","Pekerja\u002FBuruh Wanita berhak atas istirahat Cuti Hamil selama 1.5 (satu\nsetengah) bulan sebelum melahirkan dan 1.5 (satu setengah) bulan setelah\nmelahirkan atau gugur kandungan dengan tetap mendapat upah\u002Fgaji.",{"bindId":117,"name":114,"text":115},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":119,"name":114,"text":115},"paidmaternityleavepay",{"bindId":121,"name":114,"text":115},"maternityotherclause",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"paidpaternityleave","g. Istri melahirkan anak\u002Fkeguguran - 2 h","g. Istri melahirkan anak\u002Fkeguguran - 2 hari - Surat\nKeterangan Dokter",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"paidpaternityleavepay","1. Perusahaan memberikan ijin untuk tida","1. Perusahaan memberikan ijin untuk tidak masuk kerja dengan menerima upah\n(gaji pokok + tunjangan jabatan) kepada Pekerja\u002FBuruh untuk berbagai keperluan\npribadi Pekerja\u002FBuruh.\n\n2. Ijin sebagaimana dimaksud ayat 1 tersebut diatas adalah :\n\n(Keperluan Pekerja\u002FBuruh - Ijin yang diberikan -\nJenis\u002FSyarat Bukti)\n\na. Pernikahan Pekerja\u002FBuruh - 3 hari - Undangan\nPernikahan\n\nb. Mengkhitankan anak Pekerja\u002FBuruh - 2 hari -\nSurat Keterangan Dokter\n\nc. Membaptiskan anak Pekerja\u002FBuruh - 2 hari - Surat\nKeterangan Gereja\n\nd. Pernikahan anak Pekerja\u002FBuruh - 2 hari -\nUndangan Pernikahan\n\ne. Kematian suami\u002Fistri\u002Fanak Pekerja\u002FBuruh - 2 hari\n- Surat Kematian\n\nf. Kematian orang tua\u002Fmertua\u002Fmenantu Pekerja\u002FBuruh\n- 2 hari - Surat Kematian\n\ng. Istri melahirkan anak\u002Fkeguguran - 2 hari - Surat\nKeterangan Dokter\n\nh. Kematian anggota keluarga dalam satu rumah - 1\nhari - Surat Kematian",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"deathrelatives","e. Kematian suami\u002Fistri\u002Fanak Pekerja\u002FBur","e. Kematian suami\u002Fistri\u002Fanak Pekerja\u002FBuruh - 2 hari\n- Surat Kematian",{"bindId":135,"name":132,"text":133},"deathrelativesleave",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"marriage","a. Pernikahan Pekerja\u002FBuruh - 3 hari - U","a. Pernikahan Pekerja\u002FBuruh - 3 hari - Undangan\nPernikahan\n\nb. Mengkhitankan anak Pekerja\u002FBuruh - 2 hari -\nSurat Keterangan Dokter",{"bindId":141,"name":138,"text":139},"marriageleave",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"discrimination","g. Atasan wajib untuk bersikap tidak dis","g. Atasan wajib untuk bersikap tidak diskriminatif\ndan intimidatif secara langsung atau tidak langsung dalam hal pekerjaan atau\nmenjalankan fungsi organisasi Serikat Pekerja\u002FBuruh.",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"healthandsafetypolicy","1. Untuk menjamin kesehatan dan keselama","1. Untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja, Perusahaan mentaati\nperaturan kesehatan dan keselamatan kerja sesuai Undang-undang dan Peraturan\nPemerintah, serta menyediakan pakaian kerja dan alat pelindung keselamatan\nkerja.\n\n2. Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib mentaati peraturan kesehatan dan keselamatan\nkerja di Perusahaan serta menggunakan alat keselamatan kerja yang ditetapkan\nsesuai dengan jenis dan resiko tugas masing-masing.\n\n3. Dalam hal terjadi kecelakaan kerja, Perusahaan melaksanakan sepenuhnya\nsemua ketentuan dalam Kesepakatan Kerja Bersama ini.\n\n4. Perusahaan akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Keselamatan\nKerja dan Kesehatan Kerja (K3) dan Siaga Tanggap Darurat (STD) secara\nperiodik.",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"protectiveclothing","1. Perusahaan memberikan secara cuma-cum","1. Perusahaan memberikan secara cuma-cuma alat pelindung kesehatan dan\nkeselamatan kerja menurut macam dan jenis yang telah ditetapkan untuk\nmasing-masing pekerjaan.",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"healthandsafetytraining","4. Perusahaan akan menyelenggarakan pend","4. Perusahaan akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Keselamatan\nKerja dan Kesehatan Kerja (K3) dan Siaga Tanggap Darurat (STD) secara\nperiodik.",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"funeralpay","1. Perusahaan akan memberikan sumbangan ","1. Perusahaan akan memberikan sumbangan kedukaan kepada Pekerja\u002FBuruh atau\nkeluarganya. Sumbangan kedukaan akan diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh atau ahli\nwaris yang sah dengan menyerahkan bukti-bukti autentik yang dikeluarkan oleh\nKepala Desa atau Lurah atau pejabat yang berwenang. Pemberian sumbangan\ndijelaskan pada ketentuan sebagai berikut :\n\na. Apabila Pekerja\u002FBuruh, meninggal dunia maka\ndiberikan sumbangan kedukaan sebesar 1 x upah pokok per bulan.\n\nb. Apabila Pekerja\u002FBuruh tetap, meninggal dunia\nmaka kepada keluarga\u002Fahli waris Pekerja\u002FBuruh akan dibayarkan komponen\npembayaran yang berhubungan dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan mengacu\npada Pasal 156 Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020\n\nc. Apabila pekerja\u002Fburuh kontrak, meninggal dunia\nmaka kepada keluarga\u002Fahli waris Pekerja\u002FBuruh akan diberikan 1 x upah pokok per\nbulan.",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"violence","5. Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang menganc","5. Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang mengancam\u002Fmengintimidasi dengan kata-kata\natau kekerasan terhadap sesama Pekerja\u002FBuruh, atasan atau bawahan.",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"hourspday_select","a. 7 jam per hari dan\u002Fatau 40 jam per mi","a. 7 jam per hari dan\u002Fatau 40 jam per minggu untuk\n6 hari kerja.",{"bindId":171,"name":168,"text":169},"hourspday",{"bindId":173,"name":168,"text":169},"hourspweek_select",{"bindId":175,"name":168,"text":169},"hourspweek",{"bindId":177,"name":168,"text":169},"dayspweek_select",{"bindId":179,"name":168,"text":169},"dayspweek",{"bindId":181,"name":182,"text":183},"holidaysdays","2. Lamanya Cuti Tahunan, ditetapkan 12 (","2. Lamanya Cuti Tahunan, ditetapkan 12 (dua belas) hari kerja dalam 1 (satu)\ntahun dengan mendapat upah.",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"PAIDLEAV_trigger","1. Setiap Pekerja\u002FBuruh berhak atas Isti","1. Setiap Pekerja\u002FBuruh berhak atas Istirahat\u002FCuti Tahunan setelah menjalani\nmasa kerja selama 12 (dua belas) bulan atau 1 (satu) tahun terus menerus.",{"bindId":189,"name":182,"text":183},"holidaysweeks",{"bindId":191,"name":192,"text":193},"bankholidays1","1. Hari libur resmi adalah hari-hari lib","1. Hari libur resmi adalah hari-hari libur umum yang ditetapkan oleh\nPemerintah.",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"holidaysfixed","9. Cuti bersama, hal tersebut harus suda","9. Cuti bersama, hal tersebut harus sudah mendapat kesepakatan dari pihak\nPerusahaan dengan Serikat Pekerja\u002FBuruh dan cuti bersama akan diberikan sesuai\npertimbangan kebutuhan perusahaan. Pada 1 (satu) tahun, minimal 6 (enam) hari\ndan maksimal 8 (delapan) hari yang akan diperhitungkan dengan hak cuti\ntahunannya.",{"bindId":199,"name":196,"text":197},"holidaysfixeddays",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"SCHEDULE_trigger","1. Harí kerja di Perusahaan adalah 6 (en","1. Harí kerja di Perusahaan adalah 6 (enam) hari kerja dan hari ketujuh\nsebagai hari istirahat mingguan yang tidak selalu jatuh pada hari Minggu.",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"TRADEUNLEAV_trigger","1. Atas permintaan Serikat Pekerja\u002FBuruh","1. Atas permintaan Serikat Pekerja\u002FBuruh, Perusahaan dan Serikat\nPekerja\u002FBuruh sepakat memberi dispensasi kepada pengurus atau wakil yang\nditunjuk Serikat Pekerja\u002FBuruh dalam melaksanakan tugas-tugas organisası atau\nmemenuhi panggilan Pemerintah guna kepentingan organisasi atau kepentingan\nNegara dengan tidak mengurangi hak-haknya sebagai Pekerja\u002FBuruh.",{"bindId":209,"name":210,"text":211},"PAYSCALES_trigger","1. Upah ditentukan berdasarkan latar bel","1. Upah ditentukan berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja,\njenis pekerjaan, nilai jabatan, prestasi kerja, produktifitas hasil kerja yang\ndiatur tersendiri.",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"LOWWAGE_trigger","4. Pembayaran upah minimum disesuaikan k","4. Pembayaran upah minimum disesuaikan ketentuan Pemerintah berdasarkan Upah\nMinimum Kabupaten\u002FKota (UMK).",{"bindId":217,"name":214,"text":215},"LOWWAGE_government",{"bindId":219,"name":220,"text":221},"oncerise_detail","1. Setiap tahun Perusahaan memberikan Tu","1. Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada\nPekerja\u002FBuruh sebesar 1 bulan upah\u002Fproporsional bagi Pekerja\u002FBuruh yang\nmemiliki masa kerja 12 bulan (1 tahun) atau lebih.",{"bindId":223,"name":220,"text":221},"incidentalbonustype2",{"bindId":225,"name":220,"text":221},"incidentalbonusperc1",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"incidentalbonusdate","3. Pembayaran THR dilakukan selambat-lam","3. Pembayaran THR dilakukan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum\nhari raya.",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"OVERTIME_trigger","1. Perhitungan upah lembur diatur dengan","1. Perhitungan upah lembur diatur dengan berpedoman pada pasal 31 Peraturan\nPemerintah No. 35 Tahun 2021.",{"bindId":235,"name":232,"text":233},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":237,"name":232,"text":233},"overtimeallowancetype",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"mealvouchers","1. Perusahaan akan memberikan tunjangan ","1. Perusahaan akan memberikan tunjangan makan kepada Pekerja\u002FBuruh yang\nhadir dalam bentuk uang yang nominalnya akan ditentukan pada ketentuan\nterpisah.",{"bindId":243,"name":240,"text":241},"MEALALL_trigger",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"direct_participation_hrs","1. Pekerja\u002FBuruh yang bersangkutan perta","1. Pekerja\u002FBuruh yang bersangkutan pertama kali harus menyampaikan keluh\nkesah kepada atasannya langsung. Dalam hal penyampaian keluh kesah atau\npengaduan tersebut tidak memuaskan Pekerja\u002FBuruh, maka ia berhak mengulangi\nuntuk menyampaikan hal yang sama kepada atasannya yang lebih tinggi dalam garis\nhirarki.",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"coverunion_trigger","3. Perjanjian Kerjasama ini berlaku untu","3. Perjanjian Kerjasama ini berlaku untuk seluruh Pekerja\u002FBuruh untuk hal\ntertentu diatur dengan pasal atau ketentuan tersendiri.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. San San Saudaratex Jaya Garment 5 - Jl. Industri, IDN PT. SanSan Saudaratex Jaya Garment 1 - Cimahi - 2021\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-09-23\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2024-09-23\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Ministry\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2021-09-23\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi), Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        San San Saudaratex Jaya Garment 5 - Jl. Industri, SanSan Saudaratex Jaya Garment 1 - Cimahi\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        SBSI 1992 (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992), Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI, SPN - Serikat Pekerja Nasional\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Insufficient data\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk:  % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;6.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[257],{"title":38,"slug":34},[259],{"type":260,"data":261},"call_to_action_body_block",{"title":262,"description":263,"variant":264,"link":265},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":262,"url":266,"description":262,"rel":267,"type":268},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[270],{"type":260,"data":271},{"title":262,"description":263,"variant":264,"link":272},{"title":262,"url":266,"description":262,"rel":267,"type":268},[]]