[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-ricky-sportindo-dengan-psp-serikat-pekerja-nasional-2021-2023":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":339,"content_type_view":340,"extra_breadcrumbs":341,"body":343,"body_blocks":354,"related_pages":358},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":337,"translations":338},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-ricky-sportindo-dengan-psp-serikat-pekerja-nasional-2021-2023","6f8613c4-7a27-11ee-8f12-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-ricky-sportindo-dengan-psp-serikat-pekerja-nasional-2021-2023\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-ricky-sportindo-dengan-psp-serikat-pekerja-nasional-2021-2023\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Ricky Sportindo dengan PSP Serikat Pekerja Nasional 2021-2023","IDN PT. Ricky Sportindo - 2022","Indonesia - IDN PT. Ricky Sportindo - 2022","IDN PT. Ricky Sportindo - 2022 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT Ricky Sportindo.html","\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT Ricky Sportindo\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB) SPN SERIKAT PEKERJA NASIONAL RICKY GROUP\nANTARA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PT. RICKY SPORTINDO JL. INDUSTRI NO. 54 TARIKOLOT CIT BOGOR REUP DENGAN\nSERIKAT PEKERJA NARTPT. RICKY SPORTINDO JL. INDUSTRI NO. 54 TARIKOLOT CITEUREUP\nBOGOR CITEUREUP, 01 JANUARI 2022\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Atas berkat Rahmat Tuhan yang Maha Kuasa dengan disertai keinginan yang\nluhur berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945, serta atas dasar\nsaling hormat menghormati demi terciptanya ketenangan berusaha bagi pengusaha\ndan ketenangan bekerja bagi para pekerjanya, yang pada gilirannya akan\nmenciptakan tingkat produksi dan produktivitas menjadi lebih baik, kedua belah\npihak bersepakat untuk membuat atau mengadakan perjanjian kerja bersama\n(PKB).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa perjanjian kerja bersama in merupakan hasil keleluasaan bersepakat\nantara Serikat Pekerja PT. Ricky Sportindo dan Pihak Pengusaha PT. Ricky\nSportindo yang memuat pengertian hubungan ketenagakerjaan yang mengatur\nsyarat-syarat kerja antara pekerja dan pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tujuan utama Perjanjian kerja Bersama (PKB) ini dibuat adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Menjelaskan hak - hak dan kewajiban Pengusaha dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menetapkan syarat - syarat kerja bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Memperteguh dan menciptakan hubungan kerja yang harmonis di dalam\nperusahaan maupun dalam masyarakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melanjutkan serta meningkatkan hubungan kerja sama yang baik antara\npengusaha dan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mewujudkan kemitraan yang berlandaskan hubungan industrial yang\nharmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Berdasarkan pokok-pokok pikiran diatas, pengusaha dan pekerja berkewajiban\nmenjunjung tings\" isi perjanjian kerja bersama ini dalam melaksanakannya secara\nkonsekuen agar tercipta ketenangan, ketertiban, ketentraman dan kegairahan\nkerja demi kelangsungan dan kelanjutan usaha serta dalam meningkatkan produksi\ndan produktivitas yang akan menjamin kesejahteraan pekerja maupun pengusaha\nsesuai dengan harkat dan martabat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan terciptanya hubungan ketenagakerjaan yang harmonis juga merupakan\nandil keikutsertaan dalam program pembangunan pemerintah dalam menciptakan\nlapangan pekerjaan yang baik dan stabil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional bersama-sama menjunjung lingei\ndan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Intaksanakan dengan konsekuen semua yang tercantum pada pasal pasal dalam\nPerjanjian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB 1 UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 Istilah -istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam peraturan perusahaan ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah perseroan terbatas Ricky Sportindo yang beralamat di JIn. Industri\nNo.54 Tarikolot\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Citeureup, Kab. Bogor, Jawa barat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah orang yang memimpin dan menjalankan perusahaan yaitu Direksi atau\npejabat - pejabat perusahaan yang karena tugas dan tanggung jawabnya ditunjuk\ndan diberikan wewenang untuk mewakili perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Management:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah orang yang ditunjuk untuk mengelola dan mengatur kelangsungan jalannya\nusaha dan perusahaan sesuai dengan fungsi dan jabatannya yakni dari tingkat\nsupervisor ke atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah orang yang bekerja di perusahaan yang menerima upah berdasarkan\nhubungan kerja dan menerima surat pengangkatan atau perjanjian kerja dari PT.\nRicky Sportindo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah Serikat Pekerja Nasional (SPN) perseroan PT. Ricky Sportindo terdaftar\npada departemen tenaga kerja Indonesia dengan No pendaftaran:\n760\u002FSP-SB\u002FSPN\u002FRSP\u002F91200\u002FIII\u002F 2014.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pimpinan Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah pekerja yang dipilih \u002F ditunjuk oleh pekerja melalui pemungutan suara\nyang demokratis untuk memimpin organisasi serikat pekerja di tingkat perusahaan\ndan disah oleh perangkat organisasi DPC SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pengurus Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah pekerja yang pilih \u002F ditunjuk oleh ketua terpilih untuk mengelola\norganisasi serikat pekerja dan dibuatkan Surat Keputusan (SK) oleh PSP SPN PT.\nRicky Sportindo dan ditembuskan ke perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Anggota Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah pekerja PT. Ricky Sportindo dan yang telah mendaftarkan diri sebagai\nanggota organisasi Serikat Pekerja Nasional (SPN).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Keluarga Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah orang istri \u002F suami dan anak-anak dari pekerja berdasarkan perkawinan\nyang sah menurut hukum yang berlaku secara resmi dan telah didaftarkan pada\nbagian personalia perusahan sebagai tanggungan pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Anak:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah anak pekerja yang bersangkutan yang lahir dari perkawinan yang sah\natau anak yang disahkan menurut hukum yang berlaku, anak yang berumur 18 tahun,\nbelum berpenghasilan sendiri, atau belum kawin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Suami:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah seorang suami dari perkawinan yang sah dan terdaftar di bagian\npersonalia Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Isteri:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah seorang istri dari perkawinan yang sah dan terdaftar di bagian\npersonalia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Ahli Waris:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah keluarga atau orang yang ditunjuk oleh pekerja untuk menerima haknya\napàbila pekerja meninggal dunia. Pengalihan atas nama ahli warisnya akan\ndiatur menurut hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Tertanggung:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah orang yang masuk ke dalam anggota keluarganya yang tidak mempunyai\npenghasilan dan jaminan tunjangan kesehatan, menjadi beban tanggung jawab\npekerja berdasarkan hubungan darah dan garis keturunan ke atas menyamping, dan\nke bawah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Upah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari perusahaan kepada pekerja untuk\nsuatu pekerjaan yang telah dilaksanakan, dinyatakan atau dinilai dalam bentuk\nwaktu yang ditetapkan menurut suatu perjanjian atau persetujuan atau peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Gaji Pokok:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah Upah berdasarkan UMK (Upah Minimum Kabupaten) yang ditetapkan\npemerintah dan tunjangan Skala Upah dengan kisaran nilai nominal upah\nkelompok\u002Fjabatan menurut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Hari Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah hari kerja pekerja sesuai dengan jadwal hari kerja yang ditentukan\noleh perusahaan yaitu untuk non shift dari jam 08:30 - 16:30 WIB dari hari\nSenin sampai dengan Jumat dan 08:30 - 14:30 untuk hari Sabtu, dan untuk\nkaryawan produksi diatur 2 shift yaitu shift I jam 06:30 - 14:30 WIB, shift II\njam 14:30 - 22:30 WIB untuk hari Senin sampai dengan hari Jumat, dan shift I\n06:30 - 11:30 WIB, shift II 11:30 - 16:30 untuk hari Sabtu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Hari kerja shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah hari kerja shift yang diatur secara bergiliran menurut pengaturan\nkerja yang ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Istirahat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah waktu yang tidak dipergunakan untuk bekerja setelah 1 (satu) kali\nbekerja selama 4 (empat) jam berturut - turut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Jam Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6 (enam) hari kerja dan atau 40 jam kerja dalam 1 (satu) minggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Jam Kerja Shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ialah jam kerja untuk pekerja shift menurut jadwal waktu yang bergilir\nsecara teratur yang setiap hari lama kerjanya sama yaitu 8 (delapan) jam\ntermasuk 1 (satu) jam istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Jam Kerja Lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) sehari dan 40 (empat puluh) jam\nsatu minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam satu Minggu, atau 8 (delapan) jam\nsehari, dan 40 (empat puluh) jam satu minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1\n(satu) minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan atau pada hari\nlibur resmi yang ditetapkan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Komplek Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ialah seluruh ruangan dan halaman, lapangan, dan sekelilingnya yang\nberhubungan dengan tempat kerja serta merupakan komplek perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Jam Kerja Malam Hari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ialah jam kerja yang dimulai pukul 18.00 WIB petang sampai pukul 06.00\nWIB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Perjanjian Kerja Bersama:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara Serikat Pekerja \u002F\nSerikat Buruh atau beberapa Serikat Pekerja \u002F yang tercatat pada instansi yang\nbertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dengan pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Perselisihan Hubungan Industrial:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha\natau gabungan pengusaha dengan pekerja \u002F buruh atau serikat pekerja \u002F serikat\nburuh karena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihan kepentingan,\nperselisihan pemutusan hubungan kerja serta perselisihan antara serikat pekerja\n\u002F serikat buruh dalam satu perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. Pemutusan Hubungan Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang\nmengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja \u002F buruh dan\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28. Kesejahteraan Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah suatu pemenuhan kebutuhan \u002F keperluan yang bersifat jasmaniah dan\nrohaniah, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja yang secara langsung atau\ntidak langsung dapat mempertinggi produktivitas kerja dalam lingkungan kerja\nyang aman dan sehat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29. Pengawasan Ketenagakerjaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah kegiatan mengawasi dan menegakkan Pelaksanaan peraturan\nPerundang-undangan dibidang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30. Struktur skala upah ialah susunan tingkatan upah dari yang terendah\nsampai yang tertinggi atau dari yang tertinggi sampai yang terendah dan skala\nupah adalah kisaran nilai nominal upah menurut kelompok\u002Fjabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 Pihak-pihak yang Melakukan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama in dibuat antara:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perseroan Terbatas Ricky Sportindo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Berdasarkan Akta Notaris : DESMAN, S.H., M.Hum, M.M\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor: 27\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tanggal: 12 Februari 2013\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor: 02226\u002F10-20\u002FPM\u002FPO\u002FVI1\u002F2013\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Domisili: Jln. Industri No. 54 Ds. Tarikolot Kec. Citeureup - Kab. Bogor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Anggota APINDO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor: 321.03.010.101.131.0214\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tanggal: 14 Februari 2014\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT. Ricky Sportindo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Domisili: Jln. Industri No. 54 Tarikolot, Citeureup Bogor Terdaftar di\nKantor Departemen Tenaga Kerja RI Kabupaten Bogor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor: 760\u002FSP-SB\u002FSPN\u002FRSP\u002F91200\u002F1I1\u002F2014\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tanggal: 13 Maret 2014\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 Maksud dan Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja\nNasional (SPN), PT.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ricky Sportindo dengan tujuan untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Meningkatkan Produktivitas kerja dan Meningkatkan Kesejahteraan Pekerja\ndan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mempertegas dan memperjelas Hak dan Kewajiban Pengusaha dan Pekeria.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Menetapkan secara bersama syarat-syarat kerja, hubungan kerja, dan\nkondisi kerja yang sesuai aturan perundang-undangan ketenagakerjaan dan atau\nyang telah ditetapkan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Memperteguh dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 Ruang Lingkup Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja bersama-sama menyetujui dan melaksanakan\ndengan penuh tanggung jawab bahwa Perjanjian Kerja Bersama in berlaku dan\nmengikat secara hukum bagi kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional mengadakan perubahan\natau mengadakan penggabungan dengan organisasi lain, maka isi pasal-pasal\nPerjanjian Keria Bersama ini tetap berlaku bagi kedua belah pihak, sampai\nberakhirnya Perjanjian Kerja Bersama ini, kecuali ada perubahan atau ketentuan\nyang lebih baik dari Perjanjian kerja bersama yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Undang-Undang dan atau Peraturan ketenagakerjaan yang tidak diatur secara\nkhusus dalam Perjanjian kerja bersama ini, tetap berlaku sebagaimana\nmestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>4. Sesuai dengan undang-undang No. 13 th 2003 Perjanjian Kerja Bersama ini\nberlaku bagi semua pekerja di perusahaan PT. Ricky Sportindo.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Perjanjian Kerja Bersama in mengatur hal-hal khusus sesuai dengan\nundang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila pelaksanaan atau penerapan Perjanjian Kerja bersama ini terjadi\nPerbedaan Penafsiran yang menimbulkan terjadinya perselisihan, maka Pengusaha\ndan serikat Pekerja sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah untuk\nmufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Apabila proses musyawarah tidak ditemukan titik temu atau kesepakatan\npengusaha dan serikat Pekerja, sepakat untuk menyelesaikan melalui prosedur\nhukum sesuai ketentuan yang ada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II PENGAKUAN DAN KEWAJIBAN KEDUA BELAH PIHAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 Pengakuan Serikat Pekerja Terhadap Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk menghindari kesimpangsiuran, maka perlu ditegaskan bahwa yang\nmengatur jalannya perusahaan dan para pekerja adalah wewenang dan tanggung\njawab manajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja mengakui wewenang dan tanggung jawab pengusaha dalam\nmengatur jalannya perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Menerima pekerja baru, membina pada masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menempatkan pekerja sesuai dengan kebutuhan dan pengangkatan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Memberikan pendidikan dan latihan serta keterampilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Memberikan pengupahan dan kesejahteraan yang adil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Membina, memberikan peringatan dan menjatuhkan sanksi sesuai\nperaturan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pemutusan hubungan kerja, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Serikat Pekerja Nasional dan segenap anggotanya memelihara ketenangan dan\nketertiban di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam menjalankan usaha, pengusaha mentaati syarat-syarat yang tercantum\ndalam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama in dan peraturan perundang-undangan yang\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat Pekerja berupaya membantu kelancaran perusahaan dalam\nmeningkatkan produksi dan menegakkan disiplin para pekerja guna memupuk\ntanggung jawab demi kelancaran dan kemajuan serta keselamatan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tanggung jawab Serikat Pekerja Nasional terhadap perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja Nasional segenap anggotanya tetap memelihara ketenangan dan\nketertiban di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 Pengakuan Pengusaha Terhadap Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja Nasional PT. Ricky sportindo\nadalah serikat pekerja yang syah di PT. Ricky Sportindo yang berhak dan\nberwenang untuk mewakili pekerja baik secara individu maupun secara\nbersama-sama (kolektif) dalam hubungan kerja dan ketenagakerjaan dengan pihak\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja berhak dan berwenang untuk\nmenjalankan dan mengatur organisasinya, sesuai AD \u002F ART organisasi SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal berkaitan dengan ketenagakerjaan\u002Fpekerja beserta persoalannya,\nPerusahaan melibatkan serikat pekerja dalam upaya penyelesaiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha memberikan ijin kepada pengurus Serikat Pekerja untuk\nmenjalankan tugas organisasi didalam dan diluar jam keria.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 Kewajiban Kedua Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dan Serikat Pekerja sepakat untuk menyebarluaskan Perjanjian\nKerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bersama ini dan menjelaskan isi yang tercantum didalamnya kepada semua\npekerja perusahaan, dengan memberikan Perjanjian Kerja Bersama ini dengan\npenyuluhan-penyuluhan kepada semua pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat, bahwa percetakan dan atau\npenggandaan Perjanjian Kerja Bersama ini menjadi tanggung jawab pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat dalam pendistribusian Perianiian\nKeria Bersama ini kepada pekerja menjadi tanggung jawab Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha dan Serikat Pekerja bersepakat untuk menciptakan ketenangan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha dan Serikat Pekerja menjunjung tinggi sikap saling percaya,\nmenghargai dan menghormati kewenangan masing - masing dan tidak mencampuri\nurusan intern masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengusaha dan Serikat Pekerja mengutamakan musyawarah untuk mufakat\napabila terjadi perselisihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pengusaha memutasikan pekerja kebagian lain sesuai dengan kebutuhan dan\nkemampuan serta dengan memberikan kesempatan belajar, tanpa mengurangi\nhaknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional bersama-sama berupaya meningkatkan\nproduktivitas dengan melaksanakan pendidikan \u002F pelatihan untuk meningkatkan\nproduktivitas dan hasil produksi yang lebih baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pengusaha dan Serikat Pekerja Sepakat untuk menjalankan atau melaksanakan\nisi dari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III DISPENSASI DAN FASILITAS UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 Dispensasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Pengusaha wajib memberikan dispensasi kepada pengurus, perwakilan dan\nanggota SPN dalam menjalankan tugas organisasi Serikat Pekerja wajib\nmemberitahukan kepada Pengusaha dalam hal pengurus, perwakilan anggota, dan\nanggota dalam menjalankan tugas \u002F kegiatan - kegiatan organisasi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha wajib memberikan dispensasi kepada seluruh pengurus untuk\nmengurus organisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ketua dan sekretaris diberikan hak penuh untuk mengurus organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atasan dilarang menghalang- halangi kegiatan organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 Fasilitas untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sebagai wujud dari hubungan kerja yang harmonis antara Pengusaha dan Serikat\nPekerja serta untuk memudahkan SPN dalam menjalankan tugas organisasi,\nPerusahaan menyediakan fasilitas-fasilitas untuk Serikat Pekerja Nasional\nberupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Ruangan yang layak untuk kantor Serikat Pekerja Nasional sebagai tempat\nkegiatan Serikat Pekerja Nasional sehari-hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peralatan dan perlengkapan kantor sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Meja kantor,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Kursi untuk pengurus dan tamu organisasi,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Lemari filling kabinet dan lemari biasa,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Papan tulis,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Lampu penerangan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Kipas angin\u002F AC,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Dispenser dan air,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Komputer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahan membantu kegiatan Serikat Pekerja dalam hal, Serikat Pekerja\nmembutuhkan ruangan meeting khusus atau yang lebih besar dan tau peralatan\nperusahaan sesuai dengan kebutuhan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh\nSerikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan menyediakan papan pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal Serikat Pekerja bermaksud menempelkan sebuah pengumuman,\nbuletin - buletin dan yang lainnya, Serikat Pekerja wajib memberitahukannya\nterlebih dahulu kepada pimpinan perusahaan melalui Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 Keanggotaan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Yang menjadi Anggota PSP Serikat Pekerja SPN PT. Ricky Sportindo adalah\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Setiap Pekerja PT. Ricky Sportindo,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Warga Negara Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang tidak berhak menjadi Pengurus PSP SPN PT. Ricky Sportindo\nantara lain adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang menduduki jabatan yang kepentingannya mewakili pengusaha dan\natau bertindak atas nama pengusaha (Supervisor keatas).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja rekanan Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tenaga kerja asing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja yang tidak tunduk atau melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 Bantuan Pemotongan Iuran Anggota Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Berdasarkan peraturan kep-men No. 187 \u002F men\u002F 10\u002F2004 pasal 5, perusahaan\nmembantu pemotongan iuran anggota SPN \u002F check off sistem yang dilaksanakan di\nsetiap akhir bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Laporan keuangan dilaporkan setiap 3 bulan sekali kepada anggota dan\nditembuskan ke pihak manajemen melalui Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV HARI KERJA, JAM KERJA, ISTIRAHAT KERJA, KERJA LEMBUR, PERHITUNGAN\nUPAH LEMBUR DAN PENGATURAN KERJA SHIFT\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 Hari dan Jam kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1. Dengan memperhatikan perundangan yang berlaku, hari kerja di perusahaan\nadalah 6 (enam) hari kerja dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>2. lam kerja di perusahaan adalah 7 (tujuh) jam sehari dan 40 jam seminggu,\nkecuali ditentukan jadwal tersendiri karena sifat kerjanya. Untuk kepentingan\nperusahaan, dengan persetujuan Serikat Pekerja, hari kerja dan hari libur dapat\ndiubah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Waktu kerja di perusahaan diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Senin - Jum'at )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Untuk Shift: (Senin – Jum’at)(Sabtu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 1: Jam 07.00 - 15.00 WIBjam 07.00 - 12.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Non Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Jumat: Jam 08.30 - 16:30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Jam 12.00 - 13:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Non shift (Finance, Accounting, HRD, Exim)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin sampai Jumat: Jam 08:30 - 17:30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Jam 12:00 - 13:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jadwal jam kerja tersebut dapat diubah atas persetujuan kedua belah\npihak, jam keria tersebut tidak berlaku bagi pekerja khusus yang diatur\ntersendiri oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan sejauh tidak bertentangan\ndengan peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Istirahat kerja diberikan selama 1 (satu) jam sekurang - kurangnya\nsetelah bekerja 4 (empat) jam berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pimpinan perusahaan dapat merubah waktu istirahat dengan pertimbangan\nkondisi yang memaksa untuk kepentingan perusahaan setelah dibicarakan dengan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>3. Istirahat mingguan diberikan 1 (Satu) hari setelah 6 (enam) hari kerja\ndalam seminggu bagi pekerja shift maupun non shift. Untuk pekerja staf dan\nbeberapa bagian tertentu yang bekerja 5 (lima) hari kerja, hari libur\nditetapkan pada hari Sabtu dan Minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pada dasarnya lembur adalah sukarela namun dalam keadaan terjadinya\nproses produksi yang lebih atau mendesak maka perusahaan dapat melaksanakan\nkerja lembur dan diketahui oleh pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam pelaksanaan kerja lembur, perusahaan wajib memberitahukan\nsebelumnya kepada para pekerja, wajib menandatangani SPKL (Surat perintah kerja\nlembur) minimal satu hari sebelum pelaksanaan kerja lembur dan ditembuskan\nkepada serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-riskassessment\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cp>3. Bagi pekerja wanita yang hamil tidak diperkenankan masuk kerja malam hari\natau kerja lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Kerja lembur boleh dilakukan selama 4 jam per-hari atau lebih dengan\nmenyiapkan makanan dan minuman sekurang-kurangnya 1400 kalori (pasal 29, PP\nno.35).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 Perhitungan Upah pada Jam Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cp>1. Perhitungan upah lembur sesuai dengan Kepmen 102 th 2004 pasal 11 sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perhitungan upah lembur per-jam: 1\u002F173 X Gaji pokok + tunjangan tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>b. Hari kerja biasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam (1) Pertama:1,5 X Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam ke 2 dan seterusnya: 2 X Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>c. Hari kerja libur minggu atau Nasional:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke 1 s\u002Fd 7: 2 x Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke 8: 3 X Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke 9 dan seterusnya: 4 X Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d. Hari libur nasional jatuh pada hari kerja terpendek :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke 1 s\u002Fd 5:2 x Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke 6:3 X Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke 7 dan seterusnya: 4 X Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk pengajuan lembur harus ada surat yang sudah disetujui oleh atasan\nsetingkat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Manager dan ijin lembur tersebut diuraikan juga pekerjaan - pekerjaan yang\nakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diselesaikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 Pengaturan Jam Kerja (Shift)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengaturan jam kerja (shift) pekerja diatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk pekerja dengan kondisi tertentu karena kesehatannya kurang\nmemungkinkan dengan menunjukkan surat keterangan dokter akan disesuaikan jam\nkerja shift-nya yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk pekerja yang mengajukan pindah kerja (shift) untuk kepentingan\npribadi dan organisasi baik bersifat sementara maupun tetap harus mengajukan\nterlebih dahulu kepada atasan dan keputusannya adalah wewenang perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam melaksanakan pergantian kerja shift, pekerja yang akan meninggalkan\npekerjaan harus mengadakan serah terima kepada pekerja shift berikutnya \u002F\npenggantinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Serah terima pergantian kerja shift harus dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dalam hal seorang pekerja mengajukan cuti (perjalanan jauh) dan terbentur\ndengan tiket, pekerja yang bersangkutan dapat mengajukan pertukaran shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V PENGUPAHAN, KOMPONEN UPAH DAN TUNJANGAN-TUNJANGAN DAN BPJS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>1. Perusahaan Menyusun suatu sistem pengupahan dengan menggunakan struktur\nskala upah berpedoman pada Permenaker No.1 thn 2017 dan tetap mengacu pada\nUndang-Undang No, 13 tahun 2013, UU No. 11\u002F2020 tentang Cipta Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam rangka merumuskan struktur skala upah sebagaimana dimaksud pada\nayat: 1 diatas menjadi tanggung jawab perusahaan dan tetap mempertimbangkan\nsaran-saran atau masukan dari Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>3. Penyusunan Struktur skala Upah dimaksudkan sebagai pedoman penetapan upah\ndi perusahaan sehingga terdapat kepastian tingkat upah, struktur skala upah g\nberlaku untuk semua pekerja di perusahaan PT Ricky Sportindo terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Jabatan \u002F golongan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tunjangan Pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Tunjangan Kompetensi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tunjangan tidak tetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Premi Shift\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja menerima upah semenjak dia diterima bekerja sesuai dengan\ntanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Standar upah yang tidak berdasarkan masa kerja tetapi berdasarkan tanggal\npengangkatan yang bersangkutan di bagian tersebut, untuk pekerja non-eselon\ntertentu seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.1. Leader\u002F kepala operator\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.2. Harian Administrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>63. Harian Service\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.4. Harian sample room.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 Komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>Komponen upah karyawan PT Ricky Sportindo ialah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Gaji pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Skala upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan makan dan transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tunjangan shift\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>1.Setiap 1 (satu) tahun sekali, perusahaan selalu mengikuti kenaikan Upah\nminimum Kabupaten (UMK) yang ditetapkan oleh pemerintah, dan kenaikan upah ini\nberlaku untuk pekerja di PT Ricky Sportindo.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>2. Untuk pekerja yang upahnya sudah diatas UMK, perusahaan akan melakukan\npenyesuaian upah tanpa mengurangi dari komponen upah yang sudah ada dan\ndirundingkan terlebih dahulu &amp; dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 Teknis Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk pekerja bulanan, gaji pokok dan tunjangan jabatan dibayarkan pada\nsetiap akhir bulan melalui Bank, apabila akhir bulan jatuh pada saat hari\nistirahat mingguan atau hari libur malca pembayarannya dimajukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk Pekerja Status Staff, tunjangan uang makan dan tunjangan uang\ntransport dibayarkan setiap tanggal 9, apabila tanggal 9 jatuh pada hari libur\nmaka akan dibayar sehari sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk Pekerja Status Operator gaji pokok, tunjangan skala upah, tunjangan\nuang makan, tunjangan uang transport dibayarkan bersamaan dengan gaji setiap\nakhir bulan melalui Bank\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengambilan gaji yang dikuasakan harus ada hubungan keluarga seperti\nayah, ibu, kakak, adik, suami\u002Fisteri, dengan menunjukkan identitas diri ( kartu\ntanda penduduk, kartu keluarga) dan diketahui oleh supervisor\u002F atasan\ntertinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila pekerja tidak mempunyai keluarga, pengambilan gaji dapat\ndikuasakan kepada orang lain dengan menunjukkan identitas diri kedua belah\npihak dengan membawa surat kuasa yang bersangkutan dan diketahui oleh pengurus\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengambilan Gail yang dikuasakan harus membuat surat kuasa diatas\nmaterai\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Surat kuasa dibuat dengan diketahui dataran tertinggi ai bagiannya\n(Supervisor) untuk disetujui oleh manajer operasional \u002Fwakilnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk pekerja pada bagian tertentu karena silat dan tanggung jawab\npekerjaannya maka perusahaan memberikan tunjangan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besarnya tunjangan jabatan ditentukan oleh perusahaan disesuaikan dengan\nbidang. pekerjaan, tanggung jawab dan jabatan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila pekerja tidak lagi memangku jabatan tersebut mala tunjangan\njabatan harus di hapus \u002F tidak diberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tunjangan jabatan tidak diterima apabila karyawan bulanan tidak masuk 15\n(lima belas hari kerja) dalam sebulan, dengan alasan sakit, cuti, atau hal lain\nyang tidak berhubungan dengan tugas keria.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Bagi pekerja yang memangku jabatan harus diberikan Surat Keputusan\nPengangkatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(SK Pengangkatan) dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 Tunjangan Makan, Transport dan Premi Hadir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan tunjangan uang makan, tunjangan transport dan\ntunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Premi hadir kepada pekerja yang hadir kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk pekerja yang tidak hadir dengan alasan apapun maka tunjangan makan,\ntransport dan premi hadir pada hari itu tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp>3. Untuk pekerja pada posisi tertentu (manager, chief \u002F kepala bagian) tidak\ndiberikan tunjangan makan, transport.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 Pembayaran Upah Selama Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Apabila pekerja sakit dan dapat dibuktikan dengan surat dokter, maka\nupahnya dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila pekerja sakit dan tidak bisa dibuktikan dengan surat dokter dan\ndiagnosa dokter, maka masalah tersebut dimusyawarahkan antara pihak atasan,\npersonalia, dan Serikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>3. Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan mendapatkan upah sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 4 (empat) bulan pertama di bayar 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 4 (empat) bulan ke kedua di bayar 75% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. 4 (empat) bulan ke tiga di bayar 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk bulan selanjutnya di bayar 25% dari upah, sebelum pemutusan\nhubungan kerja yang dilakukan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Selanjutnya dalam hal pekerja dimaksud masih belum bisa menjalankan\ntugasnya, pengusaha dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja sesuai dengan\nketentuan undang undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 Upah dalam Status Tahanan yang Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan untuk keluarga pekerja yang ditahan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang ditahan oleh pihak yang berwajib bukan oleh pengaduan\nperusahaan tidak mendapat upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib bukan atas pengaduan\npengusaha, pengusaha tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan\nkepada keluarga yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a untuk 1 orang tanggungan 25% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. untuk 2 orang tanggungan 35% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. untuk 3 orang tanggungan 45% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. untuk 4 orang tanggungan atau lebih 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 diatas diberikan untuk paling\nlama 6 bulan takwim terhitung sejak hari pertama pekerja ditahan pihak yang\nberwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal setelah proses peradilan dilakukan, ternyata pekerja yang\nbersangkutan tidak terbukti bersalah, maka pengusaha wajib membayar upah\npekerja tersebut secara penuh dan mempekerjakan kembali pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal pekerja ditahan oleh pihak berwajib karena pengaduan pengusaha\ndan selama ijin pemutusan hubungan kerja belum diberikan maka pengusaha wajib\nmembayar upah pekerja sekurang-kurangnya 75% (tujuh puluh lima persen) dan\nberlaku paling lama 6 bulan takwim terhitung sejak hari pertama ditahan pihak\nyang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 Pengunduran Diri dan Pembayaran Upah Terakhir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha wajib segera memproses pengunduran yang diajukan oleh pekerja\napabila pengajuan sesuai dengan aturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi pekerja yang mengundurkan diri dari perusahaan dapat mengajukan\nsurat permohonan secara resmi kepada pimpinan perusahaan dan diketahui oleh\natasan, selambat - lambatnya 1 (satu) bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk pekerja yang permohonan pengunduran dirinya telah disetujui oleh\nperusahan, maka upah dibayar sampai dengan hari terakhir yang bersangkutan\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>Perusahaan telah mengikutsertakan semua pekerja PT. Ricky Sportindo menjadi\nanggota BPIS. sestal dengan instruksi dari undang-undang UU No. 24 th 2011\ntentang Badan Penyelenggara jaminan Sosial (BPJS). Program BPJS kepesertaannya\ndiatur secara wajib melalui undang-undang No. 24 th 2011, pelaksanaannya\ndituangkan dalam Perpres No. 111 th 2013 tentang Perubahan Perpres No. 12 th\n2013 Tentang Jaminan Kesehatan, Perpres. No 109 th 2013 Tentang Penahapan\nKepesertaan Jaminan Sosial, Peraturan Pemerintah (PP) No. 44 Tentang Program\njaminan Kecelakaan kerja dan Jaminan Kematian, PP. No. 45 Tentang\nPenyelenggaraan Program Jaminan Pensiun (JP), PP. No. 60 Tentang Perubahan atas\nPP No. 46 Tentang Jaminan Hari Tua, Permenaker No. 19 \u002F2015 tentang Tata cara\ndan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Implementasi dari UU No 24 th 2011 (BPJS) menjadi 2 (dua) Program jaminan\nsosial yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Program BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Jaminan Kecelakaan Kerja (KK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Jaminan Hari Tua (HT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Jaminan Kematian (JK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Jaminan Pensiun (JP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>a. Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jaminan Kecelakaan Kerja memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga\nkerja yang mengalami kecelakaan pada saat mulai berangkat sampai tiba kembali\ndirumah, atau menderita penyakit akibat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Program Jaminan Hari Tua diselenggarakan dengan sistem tabungan untuk hari\ntua yang iurannya ditanggung pengusaha dan tenaga kerja Kemanfaatan Jaminan\nHari Tua sebagai iuran yang terkumpul ditambah hasil pengembangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jaminan Kematian dibayarkan kepada ahli waris tenaga kerja dan peserta yang\nmeninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja sebagai tambahan dari jaminan\nHari Tua dan jaminan Pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Jaminan Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah Program tambahan setelah peralihan dari Jamsostek ke BPJS\nKetenagakerjaan dengan manfaat jaminan pensiun diberikan setelah pekerja sudah\nmencapai usia pensiun dengan kepesertaan setelah mencapai 15 th atau pekerja\nmeninggal dunia diberikan kepada ahli warisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>2. Program BPJS Kesehatan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>a. jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Program jaminan pemeliharaan kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Manfaat dan Fasilitas Kesehatan terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Fasilitas kesehatan tingkat pertama meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Puskesmas atau yang setara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Praktek Dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Praktek Dokter gigi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Klinik atau yang setara dengan fasilitas tingkat pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Fasilitas kesehatan Tingkat lanjutan meliputi:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a. Rumah sakit umum \u002Fswasta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Rumah sakit RSUD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Fasilitas kesehatan Tingkat lanjutan meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Laboratorium Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Instalasi Farmasi Rumah Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apotek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Unit Transfusi Darah \u002F Palang Merah Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Optik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Praktek Bidan yang setara\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perhitungan iuran:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Iuran BPJS dihitung berdasarkan dari upah pokok + tunjangan tetap\nkeseluruhan setiap bulan yang diterima tenaga kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\">Iuaran Program Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">BPJS Ketenagakerjaan\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">IURAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Tanggungan\n\n        \u003Cp>Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tanggungan\n\n        \u003Cp>Tenaga Kerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0,24-1,74\n\n        \u003Cp>(5 tarif)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jaminan Kematian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0,30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jaminan Hari Tua\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,7%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jaminan Pensiun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>BPJS Kesehatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4%\n\n        \u003Cp>(lajang)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>4%\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>(keluarga)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1%\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1%\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI REKREASI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam kondisi memungkinkan perusahaan memantau kegiatan rekreasi minimal 1\ntahun sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII STATUS HUBUNGAN KERJA, PROMOSI, MUTASI, DAN DEMOSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 Penerimaan Calon Pekerja, Pengangkatan \u002F Pengesahan Hubungan\nKerja, dan Data Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja mengakui bahwa penerimaan, penempatan, dan mutasi kerja serta\njalannya perusahaan adalah hak pengusaha sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penerimaan pekerja di perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Syarat - syarat penerimaan pekerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Warga Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Umur 18 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan keterangan surat\nDokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Berkelakuan baik yang dinyatakan dengan surat keterangan dari polisi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Mempunyai kartu tanda penduduk atau surat keterangan domisili\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Mempunyai pendidikan \u002F pengalaman kerja sesuai dengan jabatan \u002F lowongan\npekerjaan yang akan diisi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Melengkapi persyaratan administrasi yang diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Lulus tes, interview dan seleksi yang diselenggarakan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Yang mempunyai salah satu masalah seperti di bawah ini, tidak dapat\nditerima sebagai karyawan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Umur belum mencapai 18 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menjadi buronan aparat keamanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Sedang dalam masa menjalani hukuman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Cacat mental\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Menderita penyakit menular (yang membahayakan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pecandu narkoba\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pada waktu mengisi surat perjanjian kerja atau wawancara memberikan\nketerangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>palsu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Calon yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan yang telah lulus tes\nseleksi dapat diterima sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja yang sudah diterima bekerja, ternyata diketahui telah melanggar\nketentuan pasal 28 ayat 4 tersebut di atas dapat dilakukan PHK tanpa ganti\nrugi, kecuali upah yang untuk pekerjaan yang sudah di jalaninya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 Status dan Penggolongan Pekerja Berdasarkan Sifat dan Jangka Waktu\nIkatan Kerja Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>1. Pekerja Bulanan Staff\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah pekerja yang terikat pada hubungan kerja pada waktu yang tidak\ntertentu dengan perusahaan dan yang telah memenuhi persyaratan penerimaan\npekerja yang telah di tetapkan berdasarkan surat keputusan perusahaan atau yang\nditunjuk oleh perusahaan dengan mendapatkan upah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang termasuk dalam kelompok bulanan staf lini adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pangkat\u002FGolongan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Nama Jabatan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Eslon I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Eslon II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Chief Finance &amp; ACC\n\n        \u003Cp>Ka, Produksi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Eslon III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Supervisor\n\n        \u003Cp>Merchandiser\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Translator\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Eslon IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ass Supervisor\n\n        \u003Cp>Staff Accounting\u002FFinance\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>PPIC\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Staff Sample\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Mandor\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Montir\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Maintenance\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sopir\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja bulanan status operator adalah pekerja yang melaksanakan tugasnya\nsesuai dengan proses produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pembagian Grade untuk pekerja Bulanan status operator disesuaikan dengan\ntanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1. Setiap penerimaan pekerja untuk waktu tidak tertentu dalam perusahaan\ndilakukan melalui masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Tanggal masuk pekerja adalah hari pertama Masa Percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Selama Masa Percobaan perusahaan akan melakukan penilaian atas sikap,\nkondisi kesehatan, penguasaan tugas dan hasil kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Selama dalam masa percobaan perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja\napabila pekerja tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Bagi calon pekerja yang telah dinyatakan baik dan memenuhi syarat kerja\nperusahaan selama masa percobaan, mala perusahaan menetapkan pekerja tersebut\nsebagai pekerja tetap dengan status dan jabatan yang ditentukan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 Pemindahan Tugas \u002F Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengertian Pemindahan tugas\u002Fjabatan ialah perpindahan pekerja dari satu\nbagian\u002F seksi\u002Fdivisi kebagian\u002Fseksi\u002Fdivisi lainnya di dalam perusahaan atau di\ngrup perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan hanya dapat melakukan pemindahan tugas\u002Fjabatan pekerja dengan\nmemperhatikan hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengalaman kerja dari pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Volume pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pertimbangan kesehatan dan keadaan fisik pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Lingkungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Untuk meningkatkan\u002F menambah pengetahuan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Karena pembubaran bagian\u002Fseksi\u002Fdivisi tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Karena pekerja melakukan kesalahan atau kerugian perusahaan dengan\nmelihat Besarnya tingkat kesalahan dan kerugian yang ditimbulkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemindahan tugas dan rotasi jabatan yang bersifat permanen dilakukan\nsecara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hak pekerja yang dipindahkan disesuaikan dengan \u002Ftugas yang baru, akan\ntetapi tidak boleh lebih rendah dari hak yang telah didapat pekerja\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tata cara pemindahan atau mutasi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perusahaan memanggil pekerja dan menjelaskan alasan pemindahan yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dalam hal pekerja berkeberatan atas pemindahannya karena alasan-alasan\nyang diajukan perusahaan tidak masuk akal, pengusaha tidak boleh memaksa untuk\nmemindahkan orang yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila dalam proses penyelesain tsb. di atas sudah dilakukan tetapi ybs,\nmenghendaki ke posisi semula, sedangkan posisi semula tidak ada maka ybs, dapat\ndipindahkan ke tempat lain sesuai keahlianya tanpa ada tekanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 Kenalkan Pangkat \u002F Jabatan atau Promosi Penurunan Pangkat \u002F\nJabatan atau Demosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal adanya posisi yang baru atau jabatan yang kosong, maka sebelum\npengusaha melakukan penerimaan orang baru pada posisi tsb, pengusaha wajib\nmemberikan kesempatan terlebih dahulu kepada pekerja di lingkup bagian - bagian\ntersebut. pengisian posisi tsb disesuaikan dengan ketentuan tata personalia\nyaitu melalui tes dan seleksi yang ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan berwenang untuk melakukan promosi kepada pekerja yang telah\nmembuktikan prestasi, untuk kemajuan pekerja yang bersangkutan dan kepentingan\npekerjaan \u002F perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal pekerjaan ditetapkan oleh pengusaha untuk mengisi lowongan\njabatan yang lebih tinggi dari pekerjaan seperti semula, maka ybs dapat memulai\ndengan on the job training yaitu masa training dan masa percobaan selama 3\n(tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila selama training on the job training (training dalam masa\npercobaan) tidak memenuhi syarat, akan dikembalikan ke jabatan seperti semula\natau di pindahkan ke seksi \u002F divisi \u002F bagian lain yang tepat jika memungkinkan\ndan setelah ada kesepakatan dengan pekerja ybs.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal kemampuan, prestasi dan kondite pekerja dinilai menurun dan\ntidak sesuai dengan jabatan dan tanggung jawabnya atau kondisi, maka perusahaan\ntertulis, dengan ketentuan sebelum dilakukan mutasi harus ada pembinaan\nterlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk pekerja yang dilakukan penurunan jabatan (demosi) maka upah dan\ntunjangan atau fasilitas lainnya akan disesuaikan dengan jabatan sesuai dengan\nposisi penempatanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII ISTIRAHAT, LIBUR, CUTI, IJIN, DAN PEMBAHASAN DARI KEWAJIBAN\nKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 Istirahat Mingguan dan Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1. Pada hari libur resmi (hari raya yang ditetapkan oleh pemerintah),\npekerja dibebaskan untuk tidak bekerja dengan mendapat upah pokok.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan membicarakan terlebih dahulu dengan Serikat Pekerja apabila\nakan melakukan perubahan hari libur nasional dengan hari lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 Ijin Meninggalkan Pekerjaan dengan Mendapatkan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1. Sesuai dengan UU. No 13 tahun 2003, pasal 93 ayat 4 pengusaha memberikan\njin kepada pekerja untuk meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah dalam\nhal:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp>a) Pernikahan pekerja\n..................................................................................................................3\nhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b) Khitanan anak pekerja.\n............................................................................................................2\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Pernikahan anak pekerja.\n........................................................................................................\n2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>d) Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua\u002Fmenantu pekerja meninggal dunia\n….…………………………2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>e) Istri pekerja melahirkan \u002F keguguran\nkandungan.....................................................................2\nhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f) Membaptiskan anak pekerja\n....................................................................................................\n2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\ndunia.............................................................1 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut diajukan terlebih dahulu kepada\nperusahaan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu, kecuali dalam keadaan mendesak,\nbukti - bukti tersebut dapat diajukan kemudian hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Atas pertimbangan - pertimbangan pengusaha ijin meninggalkan pekerjaan\ndiluar ketentuan-ketentuan tersebut diatas dapat diberikan tanpa upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap pekerja yang meninggalkan pekerjaan tanpa ijin perusahaan atau\nsurat-surat keterangan atau alasan yang tidak dapat diterima oleh perusahaan,\ndianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila pekerja bekerja setengah hari (sakit dengan ijin perusahaan) dan\ndibuktikan dengan surat dokter karena urusan yang sangat penting, maka upah\npokok dan tunjangan, uang makan dan transport tetap dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk pekerja staff, karena upahnya dibayar penuh dalam satu bulan maka\nketidak hadirannya ijin\u002Fmangkir) akan mengurangi cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja yang tidak melakukan pekerjaan karena perintah pengusaha berhak\natas upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja yang tidak melakukan pekerjaan karena menjalankan tugas negara \u002F\nperusahaan dengan mendapatkan izin perusahaan, berhak atas upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja yang tidak melakukan pekerjaan karena menjalankan ibadah sesuai\nsyariat agamanya, berhak atas upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 Cuti \u002F Istirahat Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Pekerja setelah bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus\nberhak atas istirahat\u002F cuti tahunan sebanyak- banyaknya 12 (dua belas) hari\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Mekanisme pengambilan cuti bisa diakumulasi selama satu tahun, yaitu 12\n(dua belas) hari dengan catatan maksimal 4 (empat) hari kerja diatur perusahaan\n(cuti masal) dan selebihnya hak pekerja untuk mengaturnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan akan memberitahukan hak atas istirahat \u002Fcuti tahunan pekerja\npada bulan januari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang mengambil atau menjalankan cuti tahunan harus mengajukan\npermohonan tertulis kepada pimpinan perusahaan melalui personalia dengan\nketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1 Permohonan tertulis harus diketahui atau disetujui oleh atasannya\nlangsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2 Permohonan cuti tersebut harus diajukan selambat-lambatnya 1 (satu)\nminggu sebelum cuti dijalankan kecuali keadaan penting\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3 Cuti dapat dijalankan setelah mendapatkan persetujuan dari\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal keadaan tertentu\u002Fdarurat dan dengan pertimbangan khusus dari\natasan terkait, kepada seorang pekerja dapat diberikan cuti mendadak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Perusahaan dapat mengizinkan kepada pekerja untuk menggabungkan\npengambilan cuti dengan izin resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Hak atas cuti tahunan bilamana dalam dalam waktu sampai dengan tanggal 31\nDesember setelah lahirnya hak cuti tsb, pekerja tidak mengambil \u002F menggunakan,\nmaka hak cuti diakumulasikan dan jika tidak diambil dalam 2 (dua) tahun maka\ndianggap hangus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Selama menjalankan cuti tahunan gaji \u002F upah pokok skala upah tetap\ndibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 Cuti Massal\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cp>1. Demi ketertiban dan kelancaran jalannya perusahaan maka cuti massal pada\nHari Raya Idul Fitri alan ditentukan oleh pimpinan perusahaan yaitu 2 hari\nsebelum hari raya dan 2 hari sesudah hari raya Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk keadaan tertentu yang tidak dapat ditunda maka pekerja pada\nbeberapa bagian dapat melakukan pekerjaan pada waktu cuti massal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk pekerja yang karena sifat dan jenis pekerjaan, maka cuti massal\ndiatur disesuaikan situasi dan kondisi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk pekerja yang alasannya dapat dipertanggung jawakan dapat mengajukan\ncuti tambahan di gabungkan dengan cut masal. Asalkan dengan izin atasan dan\nkondisi pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Cuti tahunan yang belum terbit tetapi sudah dijalankan (cuti massal\nlebaran) dibayar pada periode gaji berikutnya dan apabila yang bersangkutan,\nberhenti bekerja sebelum tanggal 31 Desember maka upah cut massal yang sudah\ndibayarkan akan dipotong dari gaji yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 Istirahat Hamil \u002F Melahirkan dan Guguran Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja wanita, berhak atas istirahat melahirkan \u002F bersalin dan gugur\nkandungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>2. Bagi pekerja wanita yang berhak istirahat melahirkan berhak atas\nistirahat melahirkan selama 1 ½ bulan sebelum melahirkan dan 1 ½ bulan\nsetelah melahirkan dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wanita yang hendak menjalankan istirahat melahirkan, wajib\nmengajukan permohonan cuti kepada perusahaan melalui personalia dan diketahui\noleh atasan di bagian yang bersangkutan, paling lambat 2 (dua) minggu sebelum\nmenjalankan cuti dengan dengan melengkapi surat keterangan dokter \u002F bidan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk karyawati yang mengambil istirahat melahirkan, apabila sudah\nmelahirkan harus menyerahkan bukti kelahiran anak yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pembayaran cuti melahirkan di lakukan setiap akhir bulan (tidak di bayar\nsekaligus).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>6. Apabila pekerja wanita mengalami gugur kandungan memperoleh hak cuti\nsesuai dengan keterangan dokter kandungan atau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 Istirahat Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1. Pekerja wanita tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu\nhaid, Apabila Haid, memberitahukan kepada atasan yang bersangkutan, dan\nmenyerahkan surat dokter kepada personalia dengan diketahui oleh atasan yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan memberikan ijin kepada pekerja wanita yang berhak mengambil\nistirahat haid dengan memberitahukan lewat surat \u002F telephone.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila karyawati tidak masuk kerja karena haid pada hari pertama dan\nkedua tanpa pemberitahuan, dinyatakan mangkir, dan upah tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 Ijin Karena Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang tidak masuk karena sakit, wajib memberitahukan kepada\nperusahaan secara tertulis maupun tidak tertulis, dan harus menyerahkan surat\ndokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang sakit berkepanjangan dan tidak lebih dari 1 (satu) tahun\nharus menyerahkan surat keterangan dokter yang memeriksa secara rutin\ndisesuaikan dengan hasil pemeriksaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja tidak bekerja karena sakit dengan surat keterangan dokter ,\nberhak atas upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 Ijin Meninggalkan Kerja Dengan Tidak Mendapat Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja dapat mengajukan permohonan tidak bekerja untuk waktu-waktu\ntertentu dalam hal mempunyai urusan kepentingan pribadi yang sangat mendesak\ndengan tidak mendapatkan upah, jika hak cuti tahunan sudah habis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja tidak dapat melakukan pekerjaan karena sakit dan tidak bisa\ndibuktikan dengan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 Ijin Biasa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang tidak dapat melakukan kerja harus mengajukan permohonan ijin\nkepada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang akan meminta ijin biasa karena keadaan darurat wajib\nmemberitahukan secara tertulis atau lewat telepon dengan menjelaskan alasannya\n(pada saat yang bersangkutan masuk tetap harus memberikan surat bukti).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pekerja tidak masuk tanpa ijin atau alasan yang tidak dapat\nditerima oleh pengusaha, maka pekerja tersebut dianggap mangkir dan kepadanya\npada hari tidak masuk kerja, upahnya tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hai pekerja mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih\nberturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti\nyang syah dan telah dipanggil pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan tertulis\ndapat diputus hubungan kerjanya karena di lonalifikasi mengendalikan diri\nsesuai UU No. 13\u002F2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Skorsing dapat dilakukan kepada setiap pekerja yang melakukan pelanggaran\ntata tertib atau tidak menjalankan kewajiban sebagai mestinya atau tindakan\nyang merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jangka waktu skorsing paling lama adalah 1 (satu) bulan, kecuali menunggu\nkeputusan lembaga PPHI sampai permasalah selesai, dan selama masa skorsing upah\ndibayar sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX PENINGKATAN KETERAMPILAN, SARAN IBADAH DAN KOPERASI KARYAWAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 Pendidikan, Latihan, Dan Pengembangan Karir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa untuk meningkatkan produktivitas kerja diperlukan peningkatan\nkemampuan dan keterampilan para pekerja. adapun pengetahuan dan keterampilan\npara pekerja ditingkatkan dengan cara memberikan latihan dalam suatu program\npeningkatan keterampilan atau pengetahuan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1. Pengusaha melakukan program Training atau pelatihan untuk meningkatkan\nkualitas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sumber Daya manusia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Program Training yang dilaksanakan ditentukan oleh pengusaha sesuai\ndengan kebutuhan dan kondisi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>3. Dalam hal diperlukan, karena biaya latihan cukup tinggi, maka pengusaha\nmengadakan perjanjian dengan pekerja yang mengikuti Training.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Untuk pekerja yang memangku jabatan tertentu perusahaan menetapkan untuk\nmengikuti training atau pelatihan sebagai syarat jabatan atau posisi\ntertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan memberikan kesempatan kepada semua pekerja untuk meningkatkan\nkemampuan dan prestasi kerjanya sehingga dapat menduduki jabatan tertinggi di\nperusahaan tanpa melihat suku, agama, warna kulit dan golongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 Koperasi Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Koperasi karyawan ialah suatu wadah ekonomi yang berdasarkan kekeluargaan\ndan gotong royong, juga salah satu sarana penunjang ke arah peningkatan\nkesejahteraan anggota koperasi dan dapat mengembangkan usaha bersama melalui\nkoperasi karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam pada itu pengusaha dengan Kemampuan yang ada berusaha untuk\nmendorong ke arah tumbuh dan berkembangnya kehidupan koperasi karyawan di\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap pekerja PT. Ricky Sportindo secara sukarela diberikan kesempatan\nuntuk menjadi anggota koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional bersama-sama harus senantiasa\nmelindungi, mendorong untuk memajukan usaha koperasi tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap anggota berhak mendapat laporan saldo setiap saat dan kartu saldo\n(buku tabungan) anggota harus dipegang dan menjadi tanggung jawab anggota\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Koperasi memberikan bingkisan lebaran kepada seluruh anggota setelah\nRapat anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 Sarana Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja diberikan kebebasan untuk melaksanakan ibadahnya sesuai\ndengan agamanya masing-masing yang tercantum dalam pasal 29 UUD 1945.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk kesempatan ibadah yang dilaksanakan oleh pekerja mendapat toleransi\ndari pemeluk agama lain dan dan antar pekerja yang mempunyai kepercayaan yang\nberbeda dan selalu menghindari hal-hal yang akan mengarah kepada SARA (Suku,\nAgama, Ras, Antar golongan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan memberikan perlengkapan sarana ibadah setahun sekali sesuai\ndengan kebutuhan dan diajukan ke pihak perusahaan terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk pekerja laki-laki yang akan melakukan Shalat Jum'at di lingkungan\nperusahaan diberikan kesempatan untuk meninggalkan pekerjaan selama 1 jam\u002F75\nmenit, disesuaikan dengan waktu Shalat Jum'at.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>1. Menjelang hari raya perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR)\nkepada pekerja yang besarnya minimal disesuaikan permenaker No. 6 \u002F Men \u002F\n2016.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi pekerja yang masa kerjanya dibawah 1 (satu) tahun mendapatkan secara\nproporsional, yaitu : ( masa kerja × gaji pokok) \u002F 12.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>3. Pembayaran THR dilakukan paling lambat 2 minggu sebelum hari raya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja tetap yang mengundurkan diri satu bulan sebelum hari raya\nmendapatkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>THR penuh sesuai ketentuan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI UANG DUKA CITA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 Santunan Uang Duka Cita\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cp>1. Apabila pekerja meninggal perusahaan memberikan santunan uang duka cita\nkepada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ahli warisnya sebesar Rp. 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Dan apabila keluarga pekerja yang meninggal dunia, mala perusahaan\nmemberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>sumbangan duka cita berupa wang. Keluarga disini adalah Ayah \u002F Ibu kandung,\nSuami \u002F\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istri, Anak kandung sesuai dengan data yang dilaporkan kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Surat edaran duka cita diedarkan ke semua bagian untuk dimintai sumbangan\nduka cita\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>seikhlasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cp>4.Dalam hal keluarga pekerja yang meninggal dunia sumbangan duka cita dari\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diberikan kepada pekerja yang bersangkutan sebesar Rp.200.000,- (Dua ratus\nribu rupiah).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII DAFTAR HADIR \u002F FINGER SCAN DAN PAKAIAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 Daftar Hadir \u002F Catatan Waktu Kerja \u002F Finger Scan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Catatan waktu kerja adalah semua bentuk catatan dan rekaman secara\ntertulis dan merupakan bukti otentik atas pelaksanaan waktu keria.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja masuk dan pulang diharuskan finger scan, ilka tidak, harus\nsegera melapor ke bagian personalia, dalam hai tidak melapor dianggap tidak\nmasuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan membuat rekaman\u002F catatan waktu kerja untuk setiap pekerja dan\nmenjadi milik perusahaan untuk kepentingan penelitian, penilaian, pembayaran\nupah dan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap pekerja berkewajiban untuk menggunakan rekaman waktu kerja alat\nfinger scan miliknya sendiri dan tidak dibenarkan dipergunakan oleh orang lain\natau milik orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jumlah mesin finger scan disesuaikan dengan jumlah karyawan di masing\nmasing lokal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 Pakaian Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang sudah masa percobaan diwajibkan memakai seragam yang warna\ndan modelnya ditentukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pembagian seragam dilaksanakan setiap disesuaikan dengan masa kerja dan\njabatan atau posisi pekerja dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang sudah lepas masa percobaan menerima 2 Stell seragam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja dalam waktu kurang dari 4 (empat) bulan setelah menerima seragara\nmengundurkan diri\u002Fberhenti dari perusahaan diwajibkan mengembalikan seragam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pada saat pembagian seragam berikut, pekerja yang telah mendapatkan\npembagian seragam baru 2 stell seragam lama harus di kembalikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang tidak memakai seragam sesuai dengan ketentuan perusahaan\ntidak akan diperkenankan masuk areal perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja kontrak dan masa percobaan yang belum mendapatkan seragam di\nsarankan memakai busana hitam putih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk pekerja perempuan, diperbolehkan memakai busana muslim, dengan\nketentuan bahan, warna, dan model ditentukan dari perusahaan dengan mengajukan\nijin terlebih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN SARANA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Keria\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap keselamatan dan\nkesehatan kerja pekeria maka dibentuk organisasi yaitu Panitia Pembina\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk membantu tugas-tugas P2K3 di perusahaan maka di setiap bagian\ndibentuk Panitia Pembina Keselamatan dan kesehatan Kerja di bagiannya di bawah\nPimpinan Kepala Bagian\u002FSupervisornya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Selain P2K3 perusahaan juga membentuk Team Pemadam Kebakaran dan Team\nPertolongan Pertama (Team PP).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap pekerja harus bersedia ditunjuk, dipilih sebagai pengurus atau\nanggota P2K3 Team Pemadam Kebakaran dan PP karena merupakan bagian dari\ntugasnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) mengadakan\npemeriksaan secara periodik atas alat-alat pelindung Keselamatan dan Kesehatan\nKerja yang digunakan oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian pekerja terhadap masalah\nKeselamatan Kerja maka pengusaha akan menyusun buku pedoman mengenai\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1. Perusahaan dan pekerja menyadari pentingnya keselamatan kerja, karenanya\nkedua belah pihak mencegah dan menghindari kemungkinan timbulnya kecelakaan dan\nsakit akibat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>2. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja kerja, semua pekerja harus\nmentaati seluruh peraturan dan tata cara pemakaian alat kerja serta ketentuan\nkerja yang dikeluarkan perusahaan dengan berpedoman pada Undang - Undang No. 01\ntahun 1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Alat-alat pemadam kebakaran harus ke tempatkan di tempat yang mudah\nterlihat dan terjangkau serta diberi cat berwarna merah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Semua pekerja harus mengetahui tempat alat-alat pemadam kebakaran dan\nmengetahui\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>cara penggunaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Benda - benda yang mudah terbakar harus diperhatikan ke amannya serta\ndilakukan tindakan pencegahan terhadap bahaya kebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Bila terjadi kebakaran, pekerja harus memberitahukan tanda bahaya\ntersebut kepada petugas pemadam \u002F penanggulangan kebakaran harus berusaha\nmemadamkan dan para pekerja lainnya supaya ikut membantu bilamana\ndiperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>7. Perusahaan menyediakan perlindungan Keselamatan Kerja seperti: Masker,\nKerudung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Safety Shoes, Tangga, Kacamata Las, Alat kerja yang bukan penghantar listrik\ndan sebagainya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>8. Pekerja berhak menolak bekerja terhadap pekerjaan yang tidak memenuhi\nsyarat keselamatan kerja dan kesehatan kerja serta tidak adanya alat-alat\nperlindungan diri yang diwajibkan (UU No.01\u002F1970 pasal 12 huruf e).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Secara periodik akan dilaksanakan latihan pemadam kebakaran dan pembinaan\nterhadap regu pemadam kebakaran yang telah dibentuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Perusahaan dapat memberikan sanksi kepada pekerja yang melanggar\nketentuan dari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tempat bekerja dipelihara kebersihannya dan kerapihannya dan untuk\nmenjaga kesehatan bersama dilarang meludah di lantai dan membuang sampah di\nsembarang tempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja yang mengetahui pekerja lain menderita penyakit menular\nseperti: Lepra, Syphilis, kolera, TBC, Demam Berdarah, dan sebagainya harus\nmelapor kepada atasannya tentang penyakit tersebut untuk melakukan tindakan\npencegahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap pekerja harus mematuhi dan melaksanakan instruksi tentang\npemakaian alat-alat perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang\ndisediakan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bagi pekerja yang dengan resiko kerjanya tinggi (Zat kimia &amp; benang)\nPerusahaan memberikan susu\u002Fsuplemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 Alat-alat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan wajib menyediakan dan memberikan alat-alat kerja bagi pekerja\nmenurut macam dan jenis sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan untuk\nmasing- masing pekerjaan dan pekerja wajib untuk menggunakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja diwajibkan merawat alat-alat kerja tersebut dan menyimpanya pada\ntempat yang telah ditentukan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal terjadi kerusakan pada alat-alat kerja dan karenanya perlu\ndilakukan penukaran, maka pekerja diwajibkan menunjukan alat-alat kerja yang\nlama dan rusak pada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 Sarana Keria\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan wajib menyediakan dan memberikan sarana kerja sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Kaos kerja (1 tahun sekali 2 pcs) tetapi untuk bagian tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Topi (ditentukan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Wearpack\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Otto dan kerudung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masker (tiap 4 bulan diganti)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Safety Shoes (untuk bagian tertentu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sarana kerja tersebut disesuaikan dengan (kebutuhan) masing-masing\nbagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal terjadi kerusakan atau tidak layak pakai perlu adanya penukaran\ndengan sepengetahuan atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV TATA TERTIB PERUSAHAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 Kewajiban - Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja harus berada di tempat tugas masing-masing sebelum waktu\nyang telah ditentukan dan pada waktu pulang meninggalkan pekerjaan harus pada\nwaktunya, apabila melewati waktu harus seijin atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja harus mengikuti seluruh petunjuk-petunjuk atau intruksi-\nintruksi yang diberikan oleh atasannya atau pemimpin perusahaan yang berwenang\nsepanjang tidak bertentangan dengan norma ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap pekerja harus melaksanakan seluruh tugas dan kewajiban yang\ndiberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap pekerja harus memelihara dan memegang teguh rahasia perusahaan\nterhadap siapapun mengenai hal yang diketahui mengenai perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap pekerja harus melaporkan kepada pimpinan perusahaan apabila ada\nperubahan- perubahan akan status dirinya, susunan keluarganya, perubahan alamat\ndan sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap pekerja wajib menjaga dan memeriksa semua alat-alat kerja\nmasing-masing dan sebagainya sebelum bekerja atau akan meninggalkan\npekerjaannya, sehingga benar- benar tidak akan menimbulkan kerusakan, kerugian\natau bahaya yang akan mengganggu pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Setiap pekerja diharuskan membantu dan menjaga keamanan dan keselamatan\nperusahaan dan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Setiap pekerja bersedia menjalani pemeriksaan rutin atau sewaktu-waktu\nyang dilaksanakan oleh atasan yang ditunjuk atau satpam perusahaan dengan\nmengindahkan norma-norma sopan santun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Setiap pekerja berkewajiban untuk membantu secara positif dalam\nmeningkatkan efisiensi dan penghematan penggunaan bahan-bahan milik\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Setiap pekerja berkewajiban untuk bertanya kembali pada atasannya\napabila intruksi yang diberikan tidak dimengerti atau kurang jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Setiap pekerja membantu untuk mencegah perbuatan orang lain di dalam\nmaupun di luar perusahaan yang dapat mengakibatkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Setiap pekerja harus menjaga kebersihan, kerapian, kesehatan dan\nkeasrian lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Setiap pekerjaan harus memberitahukan kepada atasannya dan perusahaan\napabila datang masuk kerja terlambat atau pulang cepat dengan memberitahukan\nalasannya secara benar dan bertanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Pekerja yang tidak bisa masuk kerja karena keperluan pribadi, ijin\nbiasa, harus memberitahukan kepada atasannya dan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit harus memberikan surat\ndokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Pekerja yang melaksanakan tugas luar karena tugas dari perusahaan harus\nmemberitahukan kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Setiap pekerja harus bersikap sopan, ramah terhadap sesama pekerja,\natasan maupun tamu perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Setiap pekerja berkewajiban untuk memakai pakaian seragam selama berada\ndi lokasi kerja, yang belum mendapat \u002F tidak mendapat pakaian seragam, harus\nmemakai pakaian sopan, bersih dan rapi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Pekerja yang dimutasi karena kenaikan pangkat atau penurunan atau\ndipindahkan tugaskan harus menyelesaikan prosedur serah terima tugas dalam\nwaktu yang ditentukan setelah menerima surat perintah dari pihak yang\nmengadakan mutasi untuk menempati jabatan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Setiap pekerja berkewajiban untuk mematuhi perjanjian kerja, peraturan\nperusahaan dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Dalam rangka pemberantasan pengedaran dan penggunaan narkotika dan obat\nterlarang (NARKOBA) atau hal-hal yang berkaitan dengan obat terlarang atau\npsikotropika maka perusahaan mengadakan pemeriksaan air seni kepada\nkaryawan\u002Fkaryawati secara acak dan apabila ditemukan memakai obat terlarang\ntersebut diputuskan hubungan kerjanya secara tidak hormat (PHK) Sesuai dengan\nUU yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Setiap pekerja harus menjaga serta memelihara dengan baik sema barang\nmilik perusahaan dan agar melaporkan kepada pimpinan perusahaan\u002Fatasannya\napabila mengetahui hal-hal yang menimbulkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Pekerja harus memperhatikan prinsip-prinsip K-3:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Setiap pekerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam\nmelakukan pekerjaannya untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi\nserta produktivitas nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Setiap pekerja lainnya yang berada di tempat kerja perlu dijamin pula\nkeselamatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dan kesehatannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan, maka setiap pekerja\nwajib mencapai target yang sudah ditentukan oleh perusahaan sesuai dengan\nbagiannya masing - masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 Larangan - Larangan Bagi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja dilarang membawa atau menggunakan barang - barang milik\nperusahaan keluar dari lingkungan perusahaan tanpa ijin pimpinan perusahaan\nyang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak\ndiperkenankan memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya kecuali atas perintah\natau jin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap pekerja dilarang menjual \u002F memperdagangkan barang-barang berupa\napapun atau mengedarkan daftar sokongan, menempatkan atau mengedarkan poster\nyang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan tanpa ijin pemimpin di dalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap pekerja dilarang minum minuman keras, mabuk ditempat kerja,\nmembawa\u002F menyimpan dan menyalahgunakan bahan narkotika, melakukan segala macam\nperjudian dan berkelahi dengan sesama pekerja \u002F pimpinan di dalam lingkungan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap pekerja dilarang membawa senjata api \u002F tajam ke dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap pekerja dilarang membocorkan rahasia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Setiap pekerja dilarang membawa barang- barang \u002F alat-alat dari luar yang\ntidak ada hubungannya dengan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Setiap pekerja dilarang merokok di ruangan yang bertuliskan \"Dilarang\nMerokok\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Setiap pekerja dilarang melakukan perbuatan asusila di lingkungan\nperusahaan, membujuk, merayu, atau memancing serta mengajak pekerja lain untuk\nmelaksanakan perbuatan amoral yang melanggar kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Setiap pekerja dilarang menolak perintah yang sesuai dengan peraturan\nperusahaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Setiap pekerja dilarang memberikan keterangan yang tidak benar mengenai\ndirinya maupun hasil pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>12. Setiap pekerja dilarang menganiaya, menghina secara kasar, atau\nmelakukan ancaman yang membahayakan pekerja lain, pihak pimpinan perusahaan\u002F\npengusaha ataupun keluarganya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>13. Setiap pekerja dilarang bertindak sembrono \u002F serampangan, merusak alat\nkerja, hasil kerja dan barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Setiap pekerja dilarang membuang sampah di sembarang tempat dan meludah\ndi lantai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Setiap pekerja dilarang untuk mendirikan perkumpulan yang tidak ada\nhubungannya dengan kegiatan perusahaan, meminta sumbangan tanpa ijin dari\npimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Setiap pekerja dilarang bersenda gurau, mondar mandir tanpa tujuan yang\ntidak ada hubungan dengan pekerjaannya pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Setiap pekerja dilarang mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, kasar,\nmenjerit - jerit, berteriak-teriak membuat kegaduhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Setiap pekerja dilarang merubah bentuk pakaian kerja yang diberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Setiap pekerja dilarang merubah atau mencoret-coret dokumen perusahaan\natau pengumuman perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Setiap pekerja dilarang meminjamkan pakaian kerja maupun kartu pengenal\npekerja kepada pekerja lain atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Setiap pekerja dilarang mencoret - coret dinding, tembok gedung\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Setiap pekerja dilarang memasuki area perusahaan tanpa memakai kartu\ntanda pengenal karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Setiap pekerja dilarang mengajak masuk ke dalam lokasi perusahaan\nkeluarga, teman\u002F realisasinya atau tamu tanpa seijin perusahaan kecuali tamu\ndinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Setiap pekerja dilarang meninggalkan pekerjaannya sebelum jam kerja\nselesai\u002F istirahat kecuali seijin atasan \u002F perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Setiap pekerja dilarang menjadi anggota organisasi terlarang atau\norganisasi yang dapat meresahkan\u002F membuat ketidak tenangan dan kerugian\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Setiap pekerja dilarang membawa makanan \u002F minuman ke lokasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. Dilarang menggunakan aksesoris seperti cincin, gelang, jam tangan, dan\nsebagainya (sehubungan dengan jenis pekerjaan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28. Setiap pekerja dilarang mengganggu, mengajak beberapa pekerja lainnya\nyang sedang bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29. Setiap pekerja dilarang membuat barang- barang dari perusahaan untuk\ndipakai sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30. Setiap pekerja dilarang mengaktifkan Handphone pada saat jam kerja,\nkecuali bagian tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 Tata Tertib Sikap Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Memperlakukan bawahannya dengan sopan, jujur dan wajar sesuai dengan\ntugas dan tanggung jawab yang telah ditentukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberikan petunjuk kepada bawahan tentang pekerjaan yang harus dilakukan\ntermasuk juga peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Memberikan bimbingan dan dorongan kepada bawahannya untuk meningkatkan\nketerampilan, pengetahuan, dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Menegur bawahannya yang melanggar peraturan yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Melakukan penilaian secara jujur dan objektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Menjawab setiap pertanyaan bawahannya sesuai dengan batas kewenangan yang\ndimilikinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Alasan tidak boleh meminta pekerja untuk membuat surat pernyataan yang\nberbentuk pengunduran diri dengan alasan produktivitas si pekerja menurun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Atasan dilarang melanggar prosedur kerja yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 Tata Tertib Sikap Bawahan Terhadap Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bawahan wajib melaksanakan perintah dan petunjuk atasannya dengan\nsebaik-baiknya selama tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Perjanjian\nKerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bawahan wajib bersikap sopan, jujur dan wajar terhadap atasannya serta\nloyalitas dan dedikasi yang tinggi dalam mengemban tugas-tugas yang diberikan\noleh perusahaan melalui atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bawahan wajib menanyakan kepada atasannya mengenai hal -hal yang belum\natau kurang jelas baginya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bawahan dapat mengajukan usul atau saran kepada atasannya demi kelancaran\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 Pembinaan dan Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan maupun serikat pekeria menyadari sepenuhnya perlunya\nmenegakkan disiplin keria, karenanya terhadap kesalahan \u002F pelanggaran yang\ndilakukan oleh pekerja atas peraturan yang telah di atur dapat diberikan\npembinaan \u002F sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pembinaan tau sanksi yang diberikan kepada pekerja adalah merupakan usaha\nkorektif dan pengarahan terhadap tindakan dan tingkah laku pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan \u002F disiplin kerja\ndan yang lalai terhadap kewajibannya sebagai pekerja akan dikenakan hukuman tau\nsanksi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Teguran lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Surat teguran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Surat peringatan pertama, kedua dan ketiga \u002F terakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Pemutusan hubungan kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang telah mengakui berbuat kesalahan atau lalai atas\nkewajibannya harus membubuhkan tanda tangannya sebagai tanda menyetujui \u002F\nmenerima surat peringatan yang diberikan dan disetujui oleh kedua belah pihak\nantara manajemen dan serikat pekerja (Khusus Anggota SPN)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Surat peringatan tidak diberikan berdasarkan urutan-urutannya tetapi\ndapat dinilai menurut besar kecilnya kesalahan \u002F pelanggaran yang dilakukan\noleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Masing-masing surat teguran dan surat peringatan mempunyai masa berlaku\nyang berbeda yaitu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Surat teguran masa berlakunya 2 (Dua) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Surat peringatan pertama masa berlakunya 3 (Tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Surat peringatan kedua masa berlakunya 3 (Tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Surat peringatan ketiga atau terakhir 3 (Tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja yang telah diberikan pembinaan dan sanksi surat peringatan ke\n3\u002Fterakhir maka perusahaan akan memberikan tembusan surat peringatan terakhir\ndan waktu serta kesempatan kepada serikat pekerja nasional untuk memberikan\npembinaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8 Pembinaan pekerja yang berhubungan dengan target kerja dan permasalahan\npekerja adalah tanggung jawab Management dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 Teguran Lisan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Teguran yang diberikan oleh atasan langsung karena kesalahan yang bersifat\nringan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 Kesalahan \u002F Pelanggaran dengan Teguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memberikan Surat Teguran untuk kesalahan \u002F pelanggaran yang\ndilakukan pekerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk seluruh pekerja: apabila tidak masuk kerja tanpa kabar \u002F mangkir 1\n(satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Lupa mewaktukan Time Card (Finger Scan) dua kali dalam satu periode\ngaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Petugas piket yang tidak teliti \u002F lalai dalam melakukan pemeriksaan pada\nsaat karyawan keluar ruangan atau pulang kerja sehingga ditemukan oleh satpam,\nanak buahnya membawa barang milik perusahaan (akan disesuaikan dengan kasus\nyang terjadi)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atasan yang anak buahnya melakukan kesalahan kerja yang masih dapat\nditolerir disesuaikan dengan kasus yang terjadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Ditemukan tidak memakai perlengkapan kerja seperti: Masker, kerudung,\nyang sesuai dengan ketentuan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Tidak membersihkan tempat kerja sehingga berantakan dan kotor, sesuai\nkerja dan langsung meninggalkan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Setiap pekerja pria dilarang berambut panjang (Gondrong).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Setiap pekerja dilarang memasuki area perusahaan tanpa memakai Kartu\nTanda\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengenal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 Kesalahan \u002F Pelanggaran dengan Surat Peringatan Pertama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memberikan Surat Peringatan Pertama untuk kesalahan \u002F\npelanggaran yang dilakukan pekerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Apabila pelanggaran yang sama seperti pada pasal 62 di atas tetap\ndilakukan oleh pekerja dalam waktu 3 (tiga) bulan atau melakukan pelanggaran \u002F\nkesalahan lain dan yang bersangkutan sudah pernah mendapatkan surat teguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Terlambat masuk kerja 5 (lima) kali dan 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tidak masult sebelum dan sesudah cuti yang diberikan oleh perusahaan\ntanpa memberi keterangan yang dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tidak mengambil surat cuti yang telah diberikan \u002F disahkan oleh\nperusahaan. Tidak masuk 2 (dua) kali dalam 1 (satu) bulan tanpa alasan yang\njelas\u002F mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Tidak memakai seragam\u002F pakaian kerja yang sesuai dengan ketentuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Meninggalkan pekerjaan tanpa ijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Meludah didepan banyak orang \u002F pimpinan, membuang sampah yang berbahaya\ndi sembarangan tempat atau tidak ditempat sampah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Membuat gaduh dan atau mengganggu ketenangan keria.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Tidak mematikan listrik dan komputer atau merapikan barang- barang\npekerjaan setelah selesai jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Menolak untuk diperiksa oleh satpam saat meninggalkan areal kerja\n(istirahat \u002F pulang)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Melanggar tata tertib kerja atau tidak mengikuti aturan kerja yang\ndiberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Membuat keributan dan bertengkar mulut di tempat kerja dan tidak mau\nmenuruti setelah dinasehati oleh atasan \u002F perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Terbukti mencari-cari alasan untuk meminta ijin meninggalkan kerja pada\nwaktu kerja belum selesai\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Mengajak masuk saudara, teman, yang bukan karyawan ke lokasi perusahaan\ntanpa seijin petugas atau perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Tidak masuk setelah gajian, sebelum atau sesudah libur resmi\u002Fhari besar,\ndengan alasan yang tidak dapat diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Tidak mematuhi ketentuan-ketentuan keselamatan kerja,petunjuk-petunjuk\natasan dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Tanpa seijin petugas \u002F perusahaan masuk ke lokasi \u002F kamar mess\nperusahaan, pekerja yang berlainan jenis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 Kesalahan \u002F Pelanggaran dengan Surat Peringatan Kedua\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memberikan Surat Peringatan kedua untuk\nkesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan pekerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Apabila pelanggaran yang sama seperti pada pasal 63 di atas tetap\ndilakukan oleh pekeria dalam waktu 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mencoret-coret atau merobek pengumuman \u002F pemberitahuan yang baru di\ntemple pada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>papan pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melawan perintah yang layak dari atasan \u002F perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melalaikan kewajiban secara serampangan sehingga merugikan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mencorat-coret tembok \u002F gedung di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pelanggaran yang merugikan perusahaan dengan memperhatikan kasus yang\nterjadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Mangkir selama 3 (tiga) hari berturut-turut dalam 1 (satu) bulan kalender\ntanpa memberikan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Petugas satpam yang sedang jaga\u002Ftugas tidak mengetahui di daerah\npengawasannya terjadi pencurian \u002F tindak kejahatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Terbukti atasan memaki-maki bawahan dengan ucapan yang bertentangan\ndengan hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>asasi manusia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Tidak melaporkan adanya bahaya kepada atasan \u002F perusahaan yang dapat\nmerugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 Kesalahan \u002F Pelanggaran dengan Surat Peringatan Ketiga \u002F Akhir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk pelanggaran-pelanggaran di bawah ini perusahaan akan memberikan Surat\nPeringatan Ketiga (Terakhir) sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Apabila melakukan kesalahan yang sama dengan menerima Surat Peringatan\nKedua dan masih dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Karyawan yang ditemukan berjualan di sekitar areal perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan\nkecelakaan bagi dirinya \u002F orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melakukan usaha rentenir (meminjamkan uang dengan bunga tinggi) di dalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Merokok pada tempat-tempat yang diberikan tanda \"DILARANG MEROKOK\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Menyebarkan berita-berita yang tidak benar di dalam lingkungan perusahaan\nsehingga menimbulkan keresahan di antara sesama pekerja dan mengakibatkan\npekerja menjadi terganggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Tidak masuk setelah cuti massal dengan alasan yang tidak dapat\ndipertanggung jawabkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja terbukti tidur pada jam keria.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Dengan sengaja menjelekkan nama baik atasannya sehingga mempengaruhi\nkewibawaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Mangkir 4 (empat) hari berturut-turut atau 5 (lima) hari tidak\nberturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Terbukti anggota satpam meninggalkan pos \u002F tempat kerja sebelum waktunya\nsehingga perusahaan kehilangan barang \u002F menderita kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Karyawan mengedarkan surat yang berbentuk ajakan tau provokasi yang\nmenjelekan nama perusahaan tau menuntut kepada perusahaan tanpa memberitahukan\nkepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Karyawan yang menyebarkan is atau keterangan yang tidak benar mengenai\nperusahaan baik secara lisan maupun secara tulisan kepada karyawan lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Atasan yang tidak menjalankan kewajiban sesuai dengan jabatan dan\ntanggung jawabnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Mengoperasikan mesin atau peralatan kerja yang bukan menjadi tugasnya\ntanpa ijin\u002Fperintah atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 Pelanggaran Tata Tertib yang Dapat Mengakibatkan Pemutusan\nHubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib perusahaan,\npelanggaran hukum atau merugikan perusahaan, dapat dikenakan sanksi pemutusan\nhubungan kerja dan dilaksanakan sesuai dengan undang-undang yang berlaku,\nantara lain yang termasuk didalamnya adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang dan \u002F atau uang\nmilik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberikan keterangan palsu tau yang dipalsukan sehingga merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mabuk minum minuman keras yang memabukkan memakai dan atau mengedarkan\nnarkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Menyerang, menganiaya mengancam atau mengintimidasi teman sekerja atau\npengusaha di lingkungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\nbertentangan dengan peraturan perundang- undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja tau pengusaha dalam\nkeadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Membongkar tau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\ndirahasiakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas atau tanpa ijin atasan telah\nmemindahkan \u002F menyimpan barang milik perusahaan di suatu tempat yang tidak\nsemestinya yang terbukti sebagai usaha tahu membantu pencurian.,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Melakukan perbuatan asusila dan perjudian di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Terbukti meminta hadiah atau perjamuan makan pada rekanan perusahaan\nuntuk kepentingan pribadi, sehingga mencemarkan nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Terbukti menjelekkan \u002F mencemarkan nama baik sesama pekerja, atasan,\nbawahan sehingga mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Terbukti memberikan jasa dan meminta imbalan, karena memasukkan calon\npekerja baru dan diterima sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Setiap bawahan \u002Fatasan yang melakukan pelanggaran PKB, pelanggaran hukum\nyang merugikan perusahaan dapat dikenakan sanksi PHK dan disesuaikan dengan\nundang-undang No. 13 Tahun 2003 ketenagakerjaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Terbukti merusak barang milik perusahaan dengan sengaja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Terbukti mengadu domba, menghasut, mengumpulkan massa secara tidak sah\nuntuk mengganggu kelancaran produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Terbukti mengancam teman kerja, atasan tau pengusaha dan keluarganya\nsehingga keselamatannya terancam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Terbukti secara terang-terangan menolak pembinaan yang dilakukan oleh\natasan dan dibuktikan dengan menentang secara kasar dan terang-terangan\nsehingga kewibawaan pimpinan tidak ada\u002Fdilecehkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Dengan sengaja menghilangkan dokumen, barang-barang inventaris penting\nrailik perusahaan, sehingga merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Terbukti memalsukan tanda tangan atasan, menggunakan stempel perusahaan\nuntuk kepentingan pribadi\u002Fkelompok sehingga merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Terbukti dengan sengaja menyuruh orang lain untuk mengancam, mencelakai,\nmenyakiti secara fisik\u002F mental atasan atau sesama pekerja atau perusahaan dan\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana tercantum dalam Undang -\nUndang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 Proses Penyelesaian PHK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bipartit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal tidak ada kesepakatan penyelesaian di tingkat Bipartit maka\npengusaha menyelesaikan ke PPHI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV PEMBINAAN DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 Prinsip-prinsip Pembinaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dan Serikat Pekerja dengan segala upaya harus mengusahakan\nagar tidak terjadi adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dengan melakukan\nlangkah-langkah efisiensi untuk penyelamatan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pembinaan diberikan kepada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja yang akan menerima\u002F diberikan Surat Peringatan Ketiga\u002F Terakhir\ndan atam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>akan dikenakan tindakan skorsing \u002F pemecatan sementara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja dari semua tingkatan dibina mengenal isi dari PKB, Perundang-\nundangan ketenagakerjaan, norma kerja, efisiensi, jaminan Sosial Tenaga Kerja,\nkeselamatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pembinaan kepada pekerja dilakukan oleh pihak Personalia dan Serikat\nPekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Berdasarkan UU No. 13 tahun 2003 dan UU No. 11 \u002F2020 tentang Pemutusan\nHubungan Kerja dan petunjuk pelaksanaan peraturan perundang-undangan\nketenagakerjaan, tentang tata cara pemutusan hubungan kerja dan penetapan uang\npesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a Perusahaan, serikat pekerja dan pemerintah dengan segala upaya harus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>mengusahakan agar jangan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>b. Pemutusan hubungan kerja dilarang antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>Selama bekerja berhalangan menjalankan pekerjaan karena sakit menurut\nketerangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>• Selama pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena tugas\nkewajiban Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Pekerja menikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Pekerja perempuan hamil, melahirkan, gugur kandungan atau menyusui\nbayinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal perundingan Bipartit tidak mendapatkan kesepakatan, PHK\ndilakukan melalui tahap berikutnya sesuai dengan mekanisme penyelesaian\nperselisihan hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi pekerja yang melakukan pelanggaran berat atau telah diberikan Surat\nPeringatan setelah tiga kali masih melakukan pelanggaran yang sama, maka\nperusahaan dapat memutuskan hubungan kerja yang dilaksanakan sesuai dengan\nketentuan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bagi pekerja yang mengundurkan diri dari perusahaan wajib mengajukan\nsurat permohonan secara resmi kepada perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk Pekerja dengan jabatan operator selambat-lambatnya 2 minggu\nsebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk Pekerja dengan dengan jabatan kepala operator dan staff\nselambat-lambatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>satu bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal demikian perusahaan tidak berkewajiban untuk memberikan uang\npesangon dan jasa berupa apapun kecuali apabila pekerja telah bekerja\nsekurang-kurangnya 5 (lima) tahun, akan diberikan upah pisah\u002Fpenghargaan. Masa\nkeria yang dihitung besarnya sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun sebesar 1 bulan\ngaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 8 tahun atau lebih tetapi kurang dari 10 tahun sebesar 2 bulan\ngaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Masa kerja 10 tahun atau lebih tetapi kurang dari 13 tahun sebesar 3\nbulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 13 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun sebesar 4\nbulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun sebesar 5\nbulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun sebesar 6\nbulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 21 tahun ke atas sebesar 7 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, perusahaan diwajibkan\nmembayar uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak\nyang seharusnya diterima sesuai undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku atau\nsesuai dengan isi dari Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>d. Ketentuan memberikan uang pesangon berpedoman pada ketentuan\nUndang-Undang ketenagakerjaan yang berlaku, sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a Masa kerja kurang dari 1 tahun sebesar 1 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun 3 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun 4 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun 5 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 6 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun 7 bulan gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun 8 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Masa kerja 8 tahun atau lebih 9 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e. Perhitungan uang penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 2 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun 3 bulan gaji. c\nMasa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun 4 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun 5 bulan\ngaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun 6 bulan\ngaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun 7 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun 8 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa 24 tahun atau lebih 10 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Uang penggantian hak yang seharusnya diterima sebagaimana maksud di atas\nmeliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a Cuti tahunan yang tidak diambil dan belum gugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Biaya atau ongkos pulang untuk perjalanan keluarganya ke tempat di mana\npekerja diterima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Untuk karyawan pensiun menerima 15% dari uang penghargaan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Upah sebulan adalah sama dengan gali pokok yang diterima oleh karyawan\ndalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 Pemutusan Hubungan Kerja karena Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang dinyatakan pemutusan hubungan kerja karena meninggal dunia,\nkepada ahli waris yang sah akan diberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Sisa hak pekerja yang masih ada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Santunan kematian melalui BPJS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tabungan hari tua melalui BPJS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Uang pesangon dan uang jasa sesuai dengan pasal 57, PP no.35\u002F2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk penerimaan uang pesangon kepada ahli waris pekerja harus didampingi\noleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 Pemutusan Hubungan Kerja Karena Sakit Yang Berkepanjangan dan\nCacat Total\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang telah bekerja dan belum mencapai umur 55 (lima puluh lima)\ntahun dan menderita sakit berkepanjangan atau cacat total, perusahaan dapat\nmengajukan PHK sesuai dengan UU No. 2 Tahun 2004 (PPHI)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena sakit berkepanjangan\natau cacat total, perusahaan wajib memberikan haknya sesuai dengan\nundang-undang ketenagakerjaan yang berlaku (Pasal 55, ayat 1 dan 2, PP\nno.35\u002F2021).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 Pemutusan Hubungan Kerja karena Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang telah bekerja dan telah mencapai usia 55 (lima puluh lima)\ntahun berhak atas pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena pensiun, perusahaan\nwajib memberikan haknya sesuai dengan ketentuan UU, Pasal 56, PP no.\n35\u002F2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 Pemutusan Hubungan Kerja Karena Efisiensi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang telah bekerja dan belum mencapai usia 55 (lima puluh lira)\ntahun, tetapi kondisi perusahaan yang tidak dapat melangsungkan kegiatannya\ndengan baik dan terpaksa melakukan pengurangan jumlah pekerja \u002F efisiensi,\nperusahaan dapat melakukan PHK secara massal dan dimusyawarahkan secara\nBipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena efisiensi, perusahaan\nwajib memberikan haknya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang pasal 43 PP no.\n35\u002F2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 Pemutusan Hubungan Kerja karena Alih Manajemen\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang telah terkena PHK karena perubahan status atau kepemilikan\nperusahaan atau perusahaan pindah lokasi dengan syarat-syarat kerja baru yang\nsama dengan syarat-syarat kerja lama dan pekerja tidak bersedia untuk\nmelanjutkan hubungan kerja, maka kepada pekerja diberikan haknya sesuai dengan\nUndang-Undang ketenagakerjaan yang berlaku Pasal 42, PP no.35\u002F2021)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kewajiban pengusaha untuk membayar secara tunai semua hak yang diterima\npekerja, kecuali perjanjian lain antara pengusaha lama dengan pengusaha\nbaru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 Akibat dari Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Akibat dari Pemutusan Hubungan Kerja \u002F pengunduran diri pekerja dari\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja \u002F pengunduran diri, maka\npekerja diwajibkan mengembalikan kepada perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Kartu tanda pengenal pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Buku peraturan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Perlengkapan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Seragam dan kaos kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk penyelesaian administrasi pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya\n\u002F PH harus dilakukan sendiri oleh pekerja yang bersangkutan (tidak dapat\ndiwakilkan) kepada orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk pekerja yang berhenti \u002F mengundurkan diri yang tidak sanggup\nmenyelesaikan administrasinya sendiri karena keadaan seperti sakit dalam jangka\nwaktu yang lama, ditahan pihak yang berwajib, menjalankan tugas negara, maka\ndapat memberikan kuasa kepada keluarga terdekat (suami, istri, anak, bapak,\nibu) dengan membuat surat kuasa diatas materai yang cukup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan akan memberikan surat keterangan kerja bagi pekerja yang\nberhenti\u002F mengundurkan diri dari perusahaan dengan masa kerja minimal 3 (tiga)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk pekerja yang berhenti \u002F mengundurkan diri tapa surat permohonan\npengunduran diri, maka perusahaan tidak berkewajiban \u002F tidak akan memberikan\nsurat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.keterangan kerja dan penyelesaian administrasinya tidak dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila pekerja mempunyai hutang ke perusahaan maka akan dilakukan penagihan\ndengan ketentuan utang piutang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>BAB XVI KELUH KESAH PEKERJA DAN BIPARTIT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 Penyelesaian Keluh Kesah Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwasanya perusahaan dan Serikat Pekerja sama-sama berkepentingan untuk\nmengadakan penyelesaian sebaik-baiknya atas keluhan dan pengaduan dari anggota\nserikat Pekerja. Karena it bila seorang pekerja akan menyampaikan keluhan atau\npengaduan agar sesuai prosedur sebagaimana yang ditetapkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_hrs\">\u003Cp>1. Keluhan-keluhan dari pekerja atas keadaan tertentu, diselesaikan secara\nmusyawarah dengan prosedur yang tertib, dengan menyampaikan atau\nmembicarakannya melalui atasannya langsung dan dalam hal belum dapat\ndiselesaikan diteruskan kepada pimpinan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Keluhan yang tidak dapat diselesaikan oleh pekerja sendiri, maka\npersoalannya diselesallcan bersama-sama dengan Serikat Pekerja dalam hal ini\nkeluhan atau pengaduan diselesaikan secara Bipartit antara Serikat Pekerja\ndengan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara intern (Bipartit) maka\ndiselesaikan melalui mekanisme sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang No.\n2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 Bipartit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_trigger\">\u003Cp>1. Untuk membina kerjasama dan pengertian yang baik, pengusaha dan Serikat\nPekerja saling mengadakan Pertemuan tau Bipartit minimal sekali dalam\nsebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk kepentingan bersama, hal-hal yang bersifat rahasia, Perusahaan dan\nSerikat Pekerja akan saling menjaga kerahasiaan tersebut.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII PELAKSANAAN PK, PENDISTRIBUSIAN PKB DAN PERATURAN PERALIHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 Perundingan Musyawarah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Jika salah satu pihak ingin mengadakan perundingan masalah-masalah\nhubungan kerja, baik yang telah tercantum dalam PKB maupun yang belum maka\npihak yang satu perl menyampaikan terlebih dahulu kepada pihak yang lain secara\nlisan atau tertulis selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelumnya kecuali untuk\nhal-hal yang mendesak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam perundingan pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional setiap masalah\ndiselesaikan dengan jalan musyawarah dan mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila perundingan tersebut kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan\nmaka diselesaikan dengan melalui mekanisme sebagaimana yang diatur dalam\nUndang- undang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Industrial (PPHI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79 Pelaksanaan PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan Undang - Undang No. 13 th 2003 Jo. Kepmenakertrans no.48 \u002F\nMen\u002F2004:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian kerja bersama ini tetap berlaku dan syah kecuali ada undang-\nundang baru yang nilainya lebih baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian kerja bersama ini berlaku untuk semua pekerja yang ada di PT.\nRicky Sportindo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80 Pendistribusian \u002F Pembagian PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat rangkap 3 (tiga) yang sama bunyinya\ndan mempunyai kekuatan hukum penuh yang disampaikan kepada pihak Serikat\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nasional dan Dinas Tenaga Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha wajib memperbanyak dan membagikan copy dari Perjanjian Kerja\nBersama ini pada semua pekerja di PT. Ricky Sportindo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 81 Peraturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila di kemudian hari anggota-anggota Serikat Pekerja Nasional dan\nPengusaha yang membuat dan Menandatangani Perjanjian Kerja Bersama in\nmengundurkan diri atau meninggal dunia. Perjanjian Kerja Bersama ini tetap\nberlaku sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVIII MASA BERLAKU, PERUBAHAN DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82 Pernyataan Hukum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dengan berlakunya Perjanjian Kerja Bersama in semua ketentuan -ketentuan\nyang dibuat sebelumnya dan atau peraturan-peraturan lainnya yang bertentangan\ndengan Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan batal demi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama in tetap tunduk pada ketentuan-ketentuan\nperaturan perundangan-undangan di bidang ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hal-hal) yang belum diatur dalam isi perjanjian kerja bersama ini akan\ndimusyawarahkan antara Pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional, Dituangkan\nsecara tertulis sehingga mempunyai kekuatan hukum dan berlaku di PT. Ricky\nSportindo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83 Masa Berlaku dan Perubahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama in berlaku untuk jangka waktu paling lama 2\n(dua) tahun terhitung sejak tanggal 01 Januari 2022 sampai dengan tanggal 01\nJanuari 2024.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama in berlaku setelah Perjanjian Kerja Bersama\ndidaftarkan di Dinas Tenaga Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 84 Perubahan dan Perpanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setelah periode 2 (dua) tahun, dengan tidak mengurangi ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku Perjanjian Kerja Bersama in dapat diperpanjang\nselama 1 (satu) tahun kecuali fika salah satu pihak menghendaki adanya\nperubahan\u002Fpembaharuan dimana keinginan tersebut harus diberitahukan secara\ntertulis dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum berakhirnya masa\nberlaku Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIX KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 85 Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini ditandatangani bersama oleh kedua belah pihak\ndi Bogor dengan disaksikan oleh Kepala Kantor Dinas Tenaga Kerja pada tanggal:\n30 Desember 2021. Dalam hal terdapat hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian\nKerja Bersama maka hal itu akan dimusyawarahkan lebih lanjut antara Serikat\nPekerja Nasional dan Pengusaha, yang kemudian dituangkan secara tertulis dan\nmenjadi tambahan bagi Perjanjian Kerja Bersama ini. Setelah Perjanjian Kerja\nBersama ini diberlakukan dan pemerintah menerbitkan ketentuan-ketentuan yang\nbaru di mana nilai-nilainya lebih baik dan lebih tinggi dan isi Perjanjian\nKerja Bersama in maka dengan sendirinya Perjanjian Kerja Bersama ini perlu\ndisesuaikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PENANDATANGANAN PKB Antara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MANAJEMEN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Ricky Sportindo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SERIKAT PEKERJA NASIONAL (SPN)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Ricky Sportindo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengetahui\u002F Menyaksikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">\u003Cp>Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Zaenal Ashari, S..Sos, MM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembina Utama Muda\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP. 196605121986031011\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Disepakati di: Citeureup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Tanggal: 30 Desember 2021\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK SPNPIHAK PENGUSAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Ricky SportindoPT. Ricky Sportindo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KamaladinH. Asep Subendar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua SPN Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ibnu Dinar L Paniaitan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Ketua I HRD Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SarmadiDede Andreas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Ketua 2Megfandiser Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Engkos KosasibMasludi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Ketua 3Supervisor HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NanaRizky Franuary SP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Ketua IVSupervisor Cutting\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Younasti S\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ulfa Alfana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tabita\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wiwik Dariyah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bendahara I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tati Hariyati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bendahara II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_start_date":49,"cbadate_end":51,"cbadate_end_date":53,"cbaactorratified":55,"cbaratificationdate":59,"PAYSCALES_trigger":62,"LOWWAGE_trigger":66,"LOWWAGE_government":70,"LOWWAGE_provision":72,"lowwageperiod":74,"STRUCINCR_trigger":76,"wageincreasetype":80,"wageincreasetype2":82,"ONCERISE_trigger":84,"oncerise_detail":88,"incidentalbonustype2":90,"incidentalbonusdays1":92,"incidentalbonusdate":94,"NOCTPREM_trigger":98,"OVERTIME_trigger":102,"overtimeallowancetype_general":106,"overtimeallowanceperc1_general":108,"overtimeallowancetype":112,"overtimeallowanceperc1":114,"SUNDAY_trigger":116,"sundayallowancetype":118,"sundayallowanceperc1":122,"SENIOR_trigger":124,"COMMUTE_trigger":128,"MEALALL_trigger":132,"commutingallowancetype1":134,"mealvoucherstype1":138,"jobclassifaction1":140,"trainingprogrammes":144,"trainingfund":148,"pensionfund":152,"disabilityfund":156,"contracttrial":160,"contracttrialperiod":164,"contractseverancepay":166,"contractseverancepay1":170,"severance_number":172,"severance_number_1_tenure":176,"sicknesspay":180,"sicknessmaxdays":184,"menstruationleave":188,"disabilitypay":192,"healthcareaccess":196,"healthinsurance":200,"healthinsurancerelatives":204,"healthandsafetypolicy":208,"code_application":212,"protectiveclothing":216,"paidmaternityleave":220,"paidmaternityleaveduration":224,"paidmaternityleavepay":226,"paidmaternityleavepayperc":228,"jobsecuritymothers":230,"maternityotherclause":234,"breastfeeding_dangerouswork":238,"riskassessment":242,"paidpaternityleave":244,"paidpaternityleaveduration":248,"paidpaternityleavepay":250,"paidpaternityleavepayperc":254,"deathrelatives":257,"marriage":261,"marriageleave":265,"funeralpay":267,"funeralpayamount":271,"funeralpaytype":275,"hourspday_select":277,"hourspday":281,"hourspweek_select":283,"hourspweek":285,"dayspweek_select":287,"dayspweek":291,"PAIDLEAV_trigger":293,"holidaysdays":297,"holidaysweeks":299,"bankholidays1":301,"holidaysfixeddays":305,"holidaysfixed":309,"SCHEDULE_trigger":311,"schedulesrestpw":315,"TRADEUNLEAV_trigger":317,"coverunion_trigger":321,"direct_participation_trigger":325,"direct_participation_hrs":329,"violence":333},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"cbadate_start","1. Perjanjian Kerja Bersama in berlaku u","1. Perjanjian Kerja Bersama in berlaku untuk jangka waktu paling lama 2\n(dua) tahun terhitung sejak tanggal 01 Januari 2022 sampai dengan tanggal 01\nJanuari 2024.",{"bindId":50,"name":47,"text":48},"cbadate_start_date",{"bindId":52,"name":47,"text":48},"cbadate_end",{"bindId":54,"name":47,"text":48},"cbadate_end_date",{"bindId":56,"name":57,"text":58},"cbaactorratified","Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogo","Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor",{"bindId":60,"name":61,"text":61},"cbaratificationdate","Tanggal: 30 Desember 2021",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"PAYSCALES_trigger","1. Perusahaan Menyusun suatu sistem peng","1. Perusahaan Menyusun suatu sistem pengupahan dengan menggunakan struktur\nskala upah berpedoman pada Permenaker No.1 thn 2017 dan tetap mengacu pada\nUndang-Undang No, 13 tahun 2013, UU No. 11\u002F2020 tentang Cipta Kerja\n\n2. Dalam rangka merumuskan struktur skala upah sebagaimana dimaksud pada\nayat: 1 diatas menjadi tanggung jawab perusahaan dan tetap mempertimbangkan\nsaran-saran atau masukan dari Serikat Pekerja.\n\n3. Penyusunan Struktur skala Upah dimaksudkan sebagai pedoman penetapan upah\ndi perusahaan sehingga terdapat kepastian tingkat upah, struktur skala upah g\nberlaku untuk semua pekerja di perusahaan PT Ricky Sportindo terdiri dari:\n\na Upah Pokok\n\nb. Tunjangan masa kerja\n\nTunjangan Jabatan \u002F golongan\n\nd. Tunjangan Pendidikan\n\ne. Tunjangan Kompetensi\n\n\n\n4. Tunjangan tidak tetap:\n\na. Tunjangan Makan\n\nb. Tunjangan Transport\n\nc. Premi Shift",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"LOWWAGE_trigger","1.Setiap 1 (satu) tahun sekali, perusaha","1.Setiap 1 (satu) tahun sekali, perusahaan selalu mengikuti kenaikan Upah\nminimum Kabupaten (UMK) yang ditetapkan oleh pemerintah, dan kenaikan upah ini\nberlaku untuk pekerja di PT Ricky Sportindo.",{"bindId":71,"name":68,"text":69},"LOWWAGE_government",{"bindId":73,"name":68,"text":69},"LOWWAGE_provision",{"bindId":75,"name":68,"text":69},"lowwageperiod",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"STRUCINCR_trigger","2. Untuk pekerja yang upahnya sudah diat","2. Untuk pekerja yang upahnya sudah diatas UMK, perusahaan akan melakukan\npenyesuaian upah tanpa mengurangi dari komponen upah yang sudah ada dan\ndirundingkan terlebih dahulu & dengan Serikat Pekerja.",{"bindId":81,"name":78,"text":79},"wageincreasetype",{"bindId":83,"name":78,"text":79},"wageincreasetype2",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"ONCERISE_trigger","1. Menjelang hari raya perusahaan member","1. Menjelang hari raya perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR)\nkepada pekerja yang besarnya minimal disesuaikan permenaker No. 6 \u002F Men \u002F\n2016.\n\n2. Bagi pekerja yang masa kerjanya dibawah 1 (satu) tahun mendapatkan secara\nproporsional, yaitu : ( masa kerja × gaji pokok) \u002F 12.\n\n3. Pembayaran THR dilakukan paling lambat 2 minggu sebelum hari raya.\n\nBagi pekerja tetap yang mengundurkan diri satu bulan sebelum hari raya\nmendapatkan\n\nTHR penuh sesuai ketentuan",{"bindId":89,"name":86,"text":87},"oncerise_detail",{"bindId":91,"name":86,"text":87},"incidentalbonustype2",{"bindId":93,"name":86,"text":87},"incidentalbonusdays1",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"incidentalbonusdate","3. Pembayaran THR dilakukan paling lamba","3. Pembayaran THR dilakukan paling lambat 2 minggu sebelum hari raya.",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"NOCTPREM_trigger","Komponen upah karyawan PT Ricky Sportind","Komponen upah karyawan PT Ricky Sportindo ialah sebagai berikut:\n\n1. Gaji pokok\n\n2.Tunjangan Skala upah\n\n3. Tunjangan makan dan transport\n\n4.Tunjangan shift",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"OVERTIME_trigger","1. Perhitungan upah lembur sesuai dengan","1. Perhitungan upah lembur sesuai dengan Kepmen 102 th 2004 pasal 11 sebagai\nberikut :\n\na. Perhitungan upah lembur per-jam: 1\u002F173 X Gaji pokok + tunjangan tetap\n\nb. Hari kerja biasa:\n\n- Jam (1) Pertama:1,5 X Upah 1 jam\n\nJam ke 2 dan seterusnya: 2 X Upah 1 jam\n\nc. Hari kerja libur minggu atau Nasional:\n\n- Jam ke 1 s\u002Fd 7: 2 x Upah 1 jam\n\n- Jam ke 8: 3 X Upah 1 jam\n\n- Jam ke 9 dan seterusnya: 4 X Upah 1 jam\n\nd. Hari libur nasional jatuh pada hari kerja terpendek :\n\n- Jam ke 1 s\u002Fd 5:2 x Upah 1 jam\n\n- Jam ke 6:3 X Upah 1 jam\n\n- Jam ke 7 dan seterusnya: 4 X Upah 1 jam",{"bindId":107,"name":104,"text":105},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"overtimeallowanceperc1_general","b. Hari kerja biasa: - Jam (1) Pertama:1","b. Hari kerja biasa:\n\n- Jam (1) Pertama:1,5 X Upah 1 jam\n\nJam ke 2 dan seterusnya: 2 X Upah 1 jam",{"bindId":113,"name":104,"text":105},"overtimeallowancetype",{"bindId":115,"name":110,"text":111},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":117,"name":104,"text":105},"SUNDAY_trigger",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"sundayallowancetype","c. Hari kerja libur minggu atau Nasional","c. Hari kerja libur minggu atau Nasional:\n\n- Jam ke 1 s\u002Fd 7: 2 x Upah 1 jam\n\n- Jam ke 8: 3 X Upah 1 jam\n\n- Jam ke 9 dan seterusnya: 4 X Upah 1 jam",{"bindId":123,"name":120,"text":121},"sundayallowanceperc1",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"SENIOR_trigger","3. Penyusunan Struktur skala Upah dimaks","3. Penyusunan Struktur skala Upah dimaksudkan sebagai pedoman penetapan upah\ndi perusahaan sehingga terdapat kepastian tingkat upah, struktur skala upah g\nberlaku untuk semua pekerja di perusahaan PT Ricky Sportindo terdiri dari:\n\na Upah Pokok\n\nb. Tunjangan masa kerja\n\nTunjangan Jabatan \u002F golongan\n\nd. Tunjangan Pendidikan\n\ne. Tunjangan Kompetensi\n\n\n\n4. Tunjangan tidak tetap:\n\na. Tunjangan Makan\n\nb. Tunjangan Transport\n\nc. Premi Shift",{"bindId":129,"name":130,"text":131},"COMMUTE_trigger","1. Perusahaan memberikan tunjangan uang ","1. Perusahaan memberikan tunjangan uang makan, tunjangan transport dan\ntunjangan\n\nPremi hadir kepada pekerja yang hadir kerja.",{"bindId":133,"name":130,"text":131},"MEALALL_trigger",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"commutingallowancetype1","3. Untuk pekerja pada posisi tertentu (m","3. Untuk pekerja pada posisi tertentu (manager, chief \u002F kepala bagian) tidak\ndiberikan tunjangan makan, transport.",{"bindId":139,"name":136,"text":137},"mealvoucherstype1",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"jobclassifaction1","1. Pekerja Bulanan Staff lalah pekerja y","1. Pekerja Bulanan Staff\n\nlalah pekerja yang terikat pada hubungan kerja pada waktu yang tidak\ntertentu dengan perusahaan dan yang telah memenuhi persyaratan penerimaan\npekerja yang telah di tetapkan berdasarkan surat keputusan perusahaan atau yang\nditunjuk oleh perusahaan dengan mendapatkan upah bulanan.\n\n\n\nPekerja yang termasuk dalam kelompok bulanan staf lini adalah:\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Pangkat\u002FGolongan\n      Nama Jabatan\n    \n    \n      1\n      Eslon I\n      Manager\n    \n    \n      2\n      Eslon II\n      Chief Finance & ACC\n\n        Ka, Produksi\n      \n    \n    \n      3\n      Eslon III\n      Supervisor\n\n        Merchandiser\n\n        Translator\n      \n    \n    \n      4\n      Eslon IV\n      Ass Supervisor\n\n        Staff Accounting\u002FFinance\n\n        PPIC\n\n        Staff Sample\n\n        Mandor\n\n        Montir\n\n        Maintenance\n\n        Sopir",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"trainingprogrammes","1. Pengusaha melakukan program Training ","1. Pengusaha melakukan program Training atau pelatihan untuk meningkatkan\nkualitas\n\nSumber Daya manusia.",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"trainingfund","3. Dalam hal diperlukan, karena biaya la","3. Dalam hal diperlukan, karena biaya latihan cukup tinggi, maka pengusaha\nmengadakan perjanjian dengan pekerja yang mengikuti Training.",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"pensionfund","Jaminan Pensiun 2% 1%","Jaminan Pensiun\n      2%\n      1%",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"disabilityfund","Jaminan Kecelakaan Kerja 0,24-1,74 (5 ta","Jaminan Kecelakaan Kerja\n      0,24-1,74\n\n        (5 tarif)\n      \n      -",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"contracttrial","1. Setiap penerimaan pekerja untuk waktu","1. Setiap penerimaan pekerja untuk waktu tidak tertentu dalam perusahaan\ndilakukan melalui masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan.",{"bindId":165,"name":162,"text":163},"contracttrialperiod",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"contractseverancepay","d. Ketentuan memberikan uang pesangon be","d. Ketentuan memberikan uang pesangon berpedoman pada ketentuan\nUndang-Undang ketenagakerjaan yang berlaku, sebagai berikut:\n\na Masa kerja kurang dari 1 tahun sebesar 1 bulan gaji.\n\nb. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan gaji.\n\nc. Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun 3 bulan gaji.\n\nd. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun 4 bulan gaji.\n\ne. Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun 5 bulan gaji.\n\nf. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 6 bulan gaji.\n\ng. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun 7 bulan gaji\n\nh. Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun 8 bulan gaji.\n\ni. Masa kerja 8 tahun atau lebih 9 bulan gaji.",{"bindId":171,"name":168,"text":169},"contractseverancepay1",{"bindId":173,"name":174,"text":175},"severance_number","f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi ","f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 6 bulan gaji.",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"severance_number_1_tenure","b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi ","b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan gaji.",{"bindId":181,"name":182,"text":183},"sicknesspay","3. Pekerja yang mengalami sakit berkepan","3. Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan mendapatkan upah sebagai\nberikut :\n\na. 4 (empat) bulan pertama di bayar 100% dari upah\n\nb. 4 (empat) bulan ke kedua di bayar 75% dari upah\n\nc. 4 (empat) bulan ke tiga di bayar 50% dari upah\n\nd. Untuk bulan selanjutnya di bayar 25% dari upah, sebelum pemutusan\nhubungan kerja yang dilakukan oleh pengusaha.",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"sicknessmaxdays","Selama bekerja berhalangan menjalankan p","Selama bekerja berhalangan menjalankan pekerjaan karena sakit menurut\nketerangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus.",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"menstruationleave","1. Pekerja wanita tidak wajib bekerja pa","1. Pekerja wanita tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu\nhaid, Apabila Haid, memberitahukan kepada atasan yang bersangkutan, dan\nmenyerahkan surat dokter kepada personalia dengan diketahui oleh atasan yang\nbersangkutan.",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"disabilitypay","a. Jaminan Kecelakaan Kerja Jaminan Kece","a. Jaminan Kecelakaan Kerja\n\nJaminan Kecelakaan Kerja memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga\nkerja yang mengalami kecelakaan pada saat mulai berangkat sampai tiba kembali\ndirumah, atau menderita penyakit akibat hubungan kerja.",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"healthcareaccess","a. jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) ","a. jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)\n\nProgram jaminan pemeliharaan kesehatan\n\nManfaat dan Fasilitas Kesehatan terdiri dari :\n\n• Fasilitas kesehatan tingkat pertama meliputi :\n\na. Puskesmas atau yang setara\n\nb. Praktek Dokter\n\nc. Praktek Dokter gigi\n\nd. Klinik atau yang setara dengan fasilitas tingkat pertama.\n\n• Fasilitas kesehatan Tingkat lanjutan meliputi:",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"healthinsurance","2. Program BPJS Kesehatan: a. jaminan Pe","2. Program BPJS Kesehatan:\n\na. jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)\n\nProgram jaminan pemeliharaan kesehatan\n\nManfaat dan Fasilitas Kesehatan terdiri dari :\n\n• Fasilitas kesehatan tingkat pertama meliputi :\n\na. Puskesmas atau yang setara\n\nb. Praktek Dokter\n\nc. Praktek Dokter gigi\n\nd. Klinik atau yang setara dengan fasilitas tingkat pertama.\n\n• Fasilitas kesehatan Tingkat lanjutan meliputi:\n\na. Rumah sakit umum \u002Fswasta\n\nb. Rumah sakit RSUD\n\n• Fasilitas kesehatan Tingkat lanjutan meliputi :\n\na. Laboratorium Kesehatan\n\nb. Instalasi Farmasi Rumah Sakit\n\nc. Apotek\n\nd. Unit Transfusi Darah \u002F Palang Merah Indonesia\n\ne. Optik\n\nf. Praktek Bidan yang setara",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"healthinsurancerelatives","Perusahaan telah mengikutsertakan semua ","Perusahaan telah mengikutsertakan semua pekerja PT. Ricky Sportindo menjadi\nanggota BPIS. sestal dengan instruksi dari undang-undang UU No. 24 th 2011\ntentang Badan Penyelenggara jaminan Sosial (BPJS). Program BPJS kepesertaannya\ndiatur secara wajib melalui undang-undang No. 24 th 2011, pelaksanaannya\ndituangkan dalam Perpres No. 111 th 2013 tentang Perubahan Perpres No. 12 th\n2013 Tentang Jaminan Kesehatan, Perpres. No 109 th 2013 Tentang Penahapan\nKepesertaan Jaminan Sosial, Peraturan Pemerintah (PP) No. 44 Tentang Program\njaminan Kecelakaan kerja dan Jaminan Kematian, PP. No. 45 Tentang\nPenyelenggaraan Program Jaminan Pensiun (JP), PP. No. 60 Tentang Perubahan atas\nPP No. 46 Tentang Jaminan Hari Tua, Permenaker No. 19 \u002F2015 tentang Tata cara\ndan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).",{"bindId":209,"name":210,"text":211},"healthandsafetypolicy","1. Perusahaan dan pekerja menyadari pent","1. Perusahaan dan pekerja menyadari pentingnya keselamatan kerja, karenanya\nkedua belah pihak mencegah dan menghindari kemungkinan timbulnya kecelakaan dan\nsakit akibat hubungan kerja.\n\n2. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja kerja, semua pekerja harus\nmentaati seluruh peraturan dan tata cara pemakaian alat kerja serta ketentuan\nkerja yang dikeluarkan perusahaan dengan berpedoman pada Undang - Undang No. 01\ntahun 1970.\n\n3. Alat-alat pemadam kebakaran harus ke tempatkan di tempat yang mudah\nterlihat dan terjangkau serta diberi cat berwarna merah.\n\n4. Semua pekerja harus mengetahui tempat alat-alat pemadam kebakaran dan\nmengetahui\n\ncara penggunaannya.\n\n5. Benda - benda yang mudah terbakar harus diperhatikan ke amannya serta\ndilakukan tindakan pencegahan terhadap bahaya kebakaran.\n\n6. Bila terjadi kebakaran, pekerja harus memberitahukan tanda bahaya\ntersebut kepada petugas pemadam \u002F penanggulangan kebakaran harus berusaha\nmemadamkan dan para pekerja lainnya supaya ikut membantu bilamana\ndiperlukan.\n\n7. Perusahaan menyediakan perlindungan Keselamatan Kerja seperti: Masker,\nKerudung.\n\nSafety Shoes, Tangga, Kacamata Las, Alat kerja yang bukan penghantar listrik\ndan sebagainya\n\n8. Pekerja berhak menolak bekerja terhadap pekerjaan yang tidak memenuhi\nsyarat keselamatan kerja dan kesehatan kerja serta tidak adanya alat-alat\nperlindungan diri yang diwajibkan (UU No.01\u002F1970 pasal 12 huruf e).\n\n9. Secara periodik akan dilaksanakan latihan pemadam kebakaran dan pembinaan\nterhadap regu pemadam kebakaran yang telah dibentuk.\n\n10. Perusahaan dapat memberikan sanksi kepada pekerja yang melanggar\nketentuan dari\n\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3).",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"code_application","2. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan ","2. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja kerja, semua pekerja harus\nmentaati seluruh peraturan dan tata cara pemakaian alat kerja serta ketentuan\nkerja yang dikeluarkan perusahaan dengan berpedoman pada Undang - Undang No. 01\ntahun 1970.",{"bindId":217,"name":218,"text":219},"protectiveclothing","7. Perusahaan menyediakan perlindungan K","7. Perusahaan menyediakan perlindungan Keselamatan Kerja seperti: Masker,\nKerudung.\n\nSafety Shoes, Tangga, Kacamata Las, Alat kerja yang bukan penghantar listrik\ndan sebagainya",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"paidmaternityleave","2. Bagi pekerja wanita yang berhak istir","2. Bagi pekerja wanita yang berhak istirahat melahirkan berhak atas\nistirahat melahirkan selama 1 ½ bulan sebelum melahirkan dan 1 ½ bulan\nsetelah melahirkan dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":225,"name":222,"text":223},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":227,"name":222,"text":223},"paidmaternityleavepay",{"bindId":229,"name":222,"text":223},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"jobsecuritymothers","b. Pemutusan hubungan kerja dilarang ant","b. Pemutusan hubungan kerja dilarang antara lain:\n\nSelama bekerja berhalangan menjalankan pekerjaan karena sakit menurut\nketerangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus.\n\n• Selama pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena tugas\nkewajiban Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\n\n• Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya\n\n• Pekerja menikah\n\n• Pekerja perempuan hamil, melahirkan, gugur kandungan atau menyusui\nbayinya.",{"bindId":235,"name":236,"text":237},"maternityotherclause","6. Apabila pekerja wanita mengalami gugu","6. Apabila pekerja wanita mengalami gugur kandungan memperoleh hak cuti\nsesuai dengan keterangan dokter kandungan atau bidan.",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"breastfeeding_dangerouswork","3. Bagi pekerja wanita yang hamil tidak ","3. Bagi pekerja wanita yang hamil tidak diperkenankan masuk kerja malam hari\natau kerja lembur.",{"bindId":243,"name":240,"text":241},"riskassessment",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"paidpaternityleave","e) Istri pekerja melahirkan \u002F keguguran ","e) Istri pekerja melahirkan \u002F keguguran\nkandungan.....................................................................2\nhari",{"bindId":249,"name":246,"text":247},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":251,"name":252,"text":253},"paidpaternityleavepay","1. Sesuai dengan UU. No 13 tahun 2003, p","1. Sesuai dengan UU. No 13 tahun 2003, pasal 93 ayat 4 pengusaha memberikan\njin kepada pekerja untuk meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah dalam\nhal:\n\na) Pernikahan pekerja\n..................................................................................................................3\nhari\n\nb) Khitanan anak pekerja.\n............................................................................................................2\nhari\n\nc) Pernikahan anak pekerja.\n........................................................................................................\n2 hari\n\nd) Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua\u002Fmenantu pekerja meninggal dunia\n….…………………………2 hari\n\ne) Istri pekerja melahirkan \u002F keguguran\nkandungan.....................................................................2\nhari\n\nf) Membaptiskan anak pekerja\n....................................................................................................\n2 hari\n\ng) Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\ndunia.............................................................1 hari",{"bindId":255,"name":252,"text":256},"paidpaternityleavepayperc","1. Sesuai dengan UU. No 13 tahun 2003, pasal 93 ayat 4 pengusaha memberikan\njin kepada pekerja untuk meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah dalam\nhal:",{"bindId":258,"name":259,"text":260},"deathrelatives","d) Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua\u002Fmen","d) Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua\u002Fmenantu pekerja meninggal dunia\n….…………………………2 hari",{"bindId":262,"name":263,"text":264},"marriage","a) Pernikahan pekerja ..................","a) Pernikahan pekerja\n..................................................................................................................3\nhari",{"bindId":266,"name":263,"text":264},"marriageleave",{"bindId":268,"name":269,"text":270},"funeralpay","1. Apabila pekerja meninggal perusahaan ","1. Apabila pekerja meninggal perusahaan memberikan santunan uang duka cita\nkepada\n\nahli warisnya sebesar Rp. 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah).\n\n2. Dan apabila keluarga pekerja yang meninggal dunia, mala perusahaan\nmemberikan\n\nsumbangan duka cita berupa wang. Keluarga disini adalah Ayah \u002F Ibu kandung,\nSuami \u002F\n\nIstri, Anak kandung sesuai dengan data yang dilaporkan kepada perusahaan.\n\n3. Surat edaran duka cita diedarkan ke semua bagian untuk dimintai sumbangan\nduka cita\n\nseikhlasnya.\n\n4.Dalam hal keluarga pekerja yang meninggal dunia sumbangan duka cita dari\nperusahaan\n\ndiberikan kepada pekerja yang bersangkutan sebesar Rp.200.000,- (Dua ratus\nribu rupiah).",{"bindId":272,"name":273,"text":274},"funeralpayamount","4.Dalam hal keluarga pekerja yang mening","4.Dalam hal keluarga pekerja yang meninggal dunia sumbangan duka cita dari\nperusahaan\n\ndiberikan kepada pekerja yang bersangkutan sebesar Rp.200.000,- (Dua ratus\nribu rupiah).",{"bindId":276,"name":269,"text":270},"funeralpaytype",{"bindId":278,"name":279,"text":280},"hourspday_select","2. lam kerja di perusahaan adalah 7 (tuj","2. lam kerja di perusahaan adalah 7 (tujuh) jam sehari dan 40 jam seminggu,\nkecuali ditentukan jadwal tersendiri karena sifat kerjanya. Untuk kepentingan\nperusahaan, dengan persetujuan Serikat Pekerja, hari kerja dan hari libur dapat\ndiubah",{"bindId":282,"name":279,"text":280},"hourspday",{"bindId":284,"name":279,"text":280},"hourspweek_select",{"bindId":286,"name":279,"text":280},"hourspweek",{"bindId":288,"name":289,"text":290},"dayspweek_select","1. Dengan memperhatikan perundangan yang","1. Dengan memperhatikan perundangan yang berlaku, hari kerja di perusahaan\nadalah 6 (enam) hari kerja dalam seminggu.",{"bindId":292,"name":289,"text":290},"dayspweek",{"bindId":294,"name":295,"text":296},"PAIDLEAV_trigger","1. Pekerja setelah bekerja selama 12 (du","1. Pekerja setelah bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus\nberhak atas istirahat\u002F cuti tahunan sebanyak- banyaknya 12 (dua belas) hari\nkerja.",{"bindId":298,"name":295,"text":296},"holidaysdays",{"bindId":300,"name":295,"text":296},"holidaysweeks",{"bindId":302,"name":303,"text":304},"bankholidays1","1. Pada hari libur resmi (hari raya yang","1. Pada hari libur resmi (hari raya yang ditetapkan oleh pemerintah),\npekerja dibebaskan untuk tidak bekerja dengan mendapat upah pokok.",{"bindId":306,"name":307,"text":308},"holidaysfixeddays","1. Demi ketertiban dan kelancaran jalann","1. Demi ketertiban dan kelancaran jalannya perusahaan maka cuti massal pada\nHari Raya Idul Fitri alan ditentukan oleh pimpinan perusahaan yaitu 2 hari\nsebelum hari raya dan 2 hari sesudah hari raya Idul Fitri.",{"bindId":310,"name":307,"text":308},"holidaysfixed",{"bindId":312,"name":313,"text":314},"SCHEDULE_trigger","3. Istirahat mingguan diberikan 1 (Satu)","3. Istirahat mingguan diberikan 1 (Satu) hari setelah 6 (enam) hari kerja\ndalam seminggu bagi pekerja shift maupun non shift. Untuk pekerja staf dan\nbeberapa bagian tertentu yang bekerja 5 (lima) hari kerja, hari libur\nditetapkan pada hari Sabtu dan Minggu.",{"bindId":316,"name":313,"text":314},"schedulesrestpw",{"bindId":318,"name":319,"text":320},"TRADEUNLEAV_trigger","1. Pengusaha wajib memberikan dispensasi","1. Pengusaha wajib memberikan dispensasi kepada pengurus, perwakilan dan\nanggota SPN dalam menjalankan tugas organisasi Serikat Pekerja wajib\nmemberitahukan kepada Pengusaha dalam hal pengurus, perwakilan anggota, dan\nanggota dalam menjalankan tugas \u002F kegiatan - kegiatan organisasi.",{"bindId":322,"name":323,"text":324},"coverunion_trigger","4. Sesuai dengan undang-undang No. 13 th","4. Sesuai dengan undang-undang No. 13 th 2003 Perjanjian Kerja Bersama ini\nberlaku bagi semua pekerja di perusahaan PT. Ricky Sportindo.",{"bindId":326,"name":327,"text":328},"direct_participation_trigger","1. Untuk membina kerjasama dan pengertia","1. Untuk membina kerjasama dan pengertian yang baik, pengusaha dan Serikat\nPekerja saling mengadakan Pertemuan tau Bipartit minimal sekali dalam\nsebulan.\n\n2. Untuk kepentingan bersama, hal-hal yang bersifat rahasia, Perusahaan dan\nSerikat Pekerja akan saling menjaga kerahasiaan tersebut.",{"bindId":330,"name":331,"text":332},"direct_participation_hrs","1. Keluhan-keluhan dari pekerja atas kea","1. Keluhan-keluhan dari pekerja atas keadaan tertentu, diselesaikan secara\nmusyawarah dengan prosedur yang tertib, dengan menyampaikan atau\nmembicarakannya melalui atasannya langsung dan dalam hal belum dapat\ndiselesaikan diteruskan kepada pimpinan yang lebih tinggi.",{"bindId":334,"name":335,"text":336},"violence","12. Setiap pekerja dilarang menganiaya, ","12. Setiap pekerja dilarang menganiaya, menghina secara kasar, atau\nmelakukan ancaman yang membahayakan pekerja lain, pihak pimpinan perusahaan\u002F\npengusaha ataupun keluarganya.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Ricky Sportindo - 2022\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2022-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2024-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2021-12-30\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Ricky Sportindo\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        SPN - Serikat Pekerja Nasional\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes, but only if the employer wishes to\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;200000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;4.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Insufficient data\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \n\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[342],{"title":38,"slug":34},[344],{"type":345,"data":346},"call_to_action_body_block",{"title":347,"description":348,"variant":349,"link":350},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":347,"url":351,"description":347,"rel":352,"type":353},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[355],{"type":345,"data":356},{"title":347,"description":348,"variant":349,"link":357},{"title":347,"url":351,"description":347,"rel":352,"type":353},[]]