[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-ricky-garmen-exportindo-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-ricky-garmen-exportindo-2018-2020":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":328,"content_type_view":329,"extra_breadcrumbs":330,"body":332,"body_blocks":343,"related_pages":347},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":326,"translations":327},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-ricky-garmen-exportindo-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-ricky-garmen-exportindo-2018-2020","fc8cc15a-d033-11eb-beca-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-ricky-garmen-exportindo-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-ricky-garmen-exportindo-2018-2020\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-ricky-garmen-exportindo-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-ricky-garmen-exportindo-2018-2020\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Ricky Garmen Exportindo Dengan Serikat Pekerja Nasional PT Ricky Garmen Exportindo 2018\u002F2020","ba_ID","IDN PT. Ricky Garment Eksportindo - 2018","Indonesia - IDN PT. Ricky Garment Eksportindo - 2018","IDN PT. Ricky Garment Eksportindo - 2018 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT RICKY GARMEN EXPORTINDO .html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\u003Cscript type=\"text\u002Fjavascript\" src=\"https:\u002F\u002Fgc.kis.v2.scr.kaspersky-labs.com\u002FFD126C42-EBFA-4E12-B309-BB3FDD723AC1\u002Fmain.js?attr=U5oXNSntOEqWp-TQ0lJvS6wSdTr3AQMCYK_mKqtaQYS1k_eI37bnD_LHfRp2V7ZS6Z8vOKMN_Qplrpm6zTNC9dyMWQYvVgHp1fy2SMVTdWOUZArkePxoo_6mCtr0-XWQl5pJ-vgWKiAy9Ns_pu2W6hSj1_TmibNmu4udEhwVhRi2eTx2nL3DSD3qDSWRLfVpcJu816pxR3wjddSvmgbiN8XbQbmnJFsn4u4oueViWm07p2gQ4a8cZpZ1hpEvtl50MbM7QlCq-sWSjYOf3flz_gGBFw26j00P_5kd79Aqx2bgDlhQrt5qKRITfroaUa-eUa2hQtMC0bT8Z35mIb60sLUdeSi2qBVxosD1B8nBibH-nezPnP4qidnwkNCVTcVJONMu9wbxEspOZvYnN8shmSs6mnGmSWuNIN8qdvSJviPRM6flWXRHQ8i208DXRYydOFx21fp87umUzMBtTDtzjw\" charset=\"UTF-8\">\u003C\u002Fscript>\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT RICKY GARMEN EXPORTINDO\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN SERIKAT PEKERJA NASIONAL PT RICKY GARMEN EXPORTINDO\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERIODE 2018-2020\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dibuat\nberdasarkan kesepakatan antara Pengusaha PT Ricky Garmen Exportindo dengan\nPimpinan Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) PT Ricky Garmen Exportindo.\nPerjanjian Kerja Bersama ini juga merupakan komitmen masing-masing pihak untuk\nsecara bersama-sama mengupayakan cipatanya suasana hubungan kerja yang serasi,\nmantap, aman, tentram, dinamis dan berkeadilan demi terciptanya kesejahteraan\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Disepakatinya Perjanjian Kerja Bersama ini merupakan bukti nyata bahwa kedua\nbelah pihak berupaya menerapkan Hubungan Industrial Pancasila yang dicanangkan\nPemerintah Republik Indonesia. Perjanjian Kerja Bersama ini berisi kesepakatan\nuntuk melaksanakan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku\nsecara konsekuen. Sehingga Perjanjian Kerja Bersama ini tidak terlalu detail\nmengatur kembali hal-hal yang sudah diatur dalam perundang-undangan\nketenagakerjaan. Maka dari itu Perjanjian Kerja Bersama ini lebih menekankan\npada ketentuan yang bersifat teknis dan prosedural, yang disesuaikan dengan\npola (kebiasaan) budaya hubungan industrial PT Ricky Garmen Exportindo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lebih jauh Perjanjian Kerja Bersama ini juga diharapkan mampu menjadi motor\npenggerak untuk memacu perilaku positif dan kedisiplinan pekerja serta\nproduktivitas. Juga diharapkan mampu menggugah motivasi pekerja untuk\nmengembangkan diri dengan meningkatkan keahlian serta keterampilan. Peningkatan\nkeahlian dan keterampilan akan bermanfaat bagi pekerja itu sendiri, juga bagi\nperusahaan secara timbal balik. Jadi Perjanjian Kerja Bersama ini bertujuan\nuntuk memajukan perusahaan dan pekerja secara bersama-sama. Kemajuan Perusahaan\ntentunya akan berbanding lurus dengan kesejahteraan Pekerja. Karena salah satu\ntolak ukur kemajuan perusahaan adalah terwujudnya pekerja yang sejahtera.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: ISTILAH-ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam perjanjian kerja bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Perseroan Terbatas PT Ricky Garmen Exportindo yang berbadan hukum\n0051\u002F10-20\u002FPM\u002FPO\u002FII\u002F2012 dan berkedudukan di Jalan Industri No 54 Desa\nTarikolot Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah orang yang memimpin dan menjalankan perusahaan yaitu Direksi atau\npejabat-pejabat perusahaan yang karena tugas dan tanggung jawabnya ditunjuk dan\ndiberikan wewenang untuk mewakili perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Management:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah orang yang ditunjuk untuk mengelola dan mengatur kelangsungan jalannya\nusaha perusahaan sesuai dengan fungsi dan jabatannya yakni dari tingkat\nSupervisor ke atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Serikat Pekerja Nasional (SPN) Perseroan PT Ricky Garmen Exportindo\nyang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Republik Indonesia dengan nomor\npendaftaran. 597\u002FSP-SB\u002FSPN\u002FRGE\u002F91200\u002FVII\u002F2012.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pimpinan Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang dipilih\u002Fditunjuk oleh pekerja melalui pemungutan suara\nyang demokratis untuk memimpin Organisasi Serikat Pekerja di tingkat perusahaan\ndan disahkan oleh perangkat Organisasi DPC SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengurus Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang dipilih\u002Fditunjuk oleh ketua terpilih untuk mengelola\norganisasi Serikat Pekerja dan disahkan oleh perangkat Organisasi DPC SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Anggota Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja PT Ricky Garmen Exportindo, dan yang telah mendaftarkan diri\nsebagai anggota organisasi Serikat Pekerja Nasional (SPN).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah orang yang bekerja di perusahaan yang menerima upah berdasarkan\nhubungan kerja dan menandatangani perjanjian kerja dengan PT Ricky Garmen\nExportindo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja Dalam Masa Percobaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang mempunyai ikatan pekerjaan dengan PT Ricky Garmen\nExportindo yang sedang menjalani Masa Percobaan selama maksimal 3 (tiga)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pekerja Tetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang telah menjalani masa percobaan dan telah ditetapkan\ndengan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Keluarga Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seorang isteri\u002Fsuami dan anak-anak dari pekerja berdasarkan perkawinan\nyang sah menurut hukum yang berlaku secara resmi dan telah didaftarkan pada\nBagian Personalia perusahaan sebagai tanggungan pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Anak:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah anak pekerja yang bersangkutan yang lahir dari perkawinan yang sah\natau anak yang disahkan menurut hukum yang berlaku, anak yang belum berumur 18\ntahun, belum berpenghasilan sendiri atau belum kawin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Suami:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seorang suami dari perkawinan yang sah dan terdaftar di bagian\npersonalia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Isteri:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seorang isteri dari perkawinan yang sah dan terdaftar di Bagian\nPersonalia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Ahli Waris:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah orang tua, istri\u002Fsuami, dan anak-anak keluarga serta orang yang\nditunjuk, yang terdaftar dan dilaporkan ke Perusahaan untuk menerima setiap\nhaknya apabila pekerja meninggal dunia. Dalam hal ini tidak ada penunjukan ahli\nwarisnya, maka pelaksanaan akan diatur menurut hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Tertanggung:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah orang masuk ke dalam anggota keluarga yang tidak mempunyai penghasilan\ndan jaminan kesehatan menjadi beban tanggung jawab pekerja berdasarkan hubungan\ndarah dari garis keturunan ke atas, menyamping dan ke bawah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Upah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah suatu penerimaan oleh pekerja dari pengusaha sebagai imbalan untuk\nsesuatu pekerjaan atau jasa yang dilaksanakan, dinyatakan atau dinali dalam\nbentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan atau peraturan\nperundang-undangan dan dibayarkan atas dasar suatu kesepakatan kerja antara\npengusaha dan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Gaji Pokok:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah balas jasa berupa uang yang diterima oleh pekerja setiap bulan\nberdasarkan nilai atau harga jabatan dan prestasi kerja serta\npenggolongannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Hari Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah waktu yang ditetapkan perusahaan untuk karyawan hadir ditempat kerja\ndan melakukan pekerjaan dengan berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Jam Kerja Shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah jam kerja untuk pekerja shift menurut jadwal waktu yang bergilir\nsecara teratur yang setiap hari lama kerjanya sama yaitu 8 (delapan) jam\ntermasuk 1 (satu) jam istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Istirahat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah waktu yang tidak dipergunakan untuk bekerja setelah 1 (satu) kali\nbekerja selama 4 (empat) jam berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Jam Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah jam untuk pekerja biasa atas dasar 6 (enam) hari atau 5 (lima) hari\nkerja atau 40 jam kerja 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Jam Lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh)\njam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8\n(delapan) jam sehari, dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima)\nhari kerja dalam 1 (satu) minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan\natau pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Upah Kerja Lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah upah yang diterima pekerja yang melakukan pekerjaan diluar jam kerja\nnormal yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Lokasi Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seluruh ruangan, bangunan, halama, lapangan, dan sekelilingnya yang\nberhubungan dengan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Lokasi Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah lingkungan perusahaan dan tempat lainnya yang digunakan sebagai\nkegiatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Jam Kerja Malam Hari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah jam kerja yang dimulai pukul 18.00 WIB petang sampai pukul 06..00\nWIB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Non-Shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah sistem kerja diluar shift yang dilakukan secara tetap pada hari\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.Premi Hadir:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah suatu imbalan yang diterima oleh pekerja dikaitan dengan kehadiran\nsebagai insentif bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30.Tunjangan Tetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah imbalah yang diberikan oleh perusahaan kepada pekerja secara terus\nmenerus diluar upah\u002Fgaji pokok yang berdiri dari Tunjangan Masa Kerja,\nTunjangan Jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31.Tunjangan Hari Raya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan istimewa tahunan yang diberikan oleh pengusaha kepada\npekerja menjelang hari raya keagamaan, yang pelaksanaan pembayarannya\ndibayarkan paling lambat 2 (dua) minggu sebelum hari raya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32.Perjanjian Kerja Bersama:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara Serikat\nPekerja\u002FSerikat Buruh atau beberapa Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh yang tercatat\npada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dengan\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33.Perselisihan Hubungan Industrial:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha\natau gabungan pengusaha dengan pekerja\u002Fburuh atau serikat pekerja\u002Fserikat buruh\nkarena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihan kepentingan, perselisihan\npemutusan hubungan kerja serta perselisihan antara serikat pekerja\u002Fserikat\nburuh dalam satu perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34.Pemutusan Hubungan Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang\nmengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja\u002Fburuh dan\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>35.Kesejahteraan Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Suatu pemenuhan kebutuhan \u002Fkeperluan yang bersifat Jasmaniah dan\nRohaniah, baik di dalam maupun di luar hubungan kerjanyang secara langsung atau\ntidak langsung dapat mempertinggi produktivitas kerja dalam lingkungan kerja\nyang aman dan sehat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>36.Pengawasan Ketenagakerjaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kegiatan mengawasi dan menegakkan Pelaksanaan peraturan\nPerundang-undangan dibilang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>37.Promosi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kenaikan jabatan\u002Fgolongan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>38.Demosi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah penurunan jabatan\u002Fgolongan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>39.Rotasi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah dipindahkannya pekerja oleh perusahaan dari bagian departemen yang sat\nuke departemen lainnya di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>40.Mutasi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perpindahan pekerja dari satu divisi ke divisi yang lain di dalam perusahaan\natau di dalam group perusahaan dalam satu lokasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>41.Keterangan Yang Sah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah bukti keterangan dari Polisi, Dokter, Instansi Pemerintah atau\nInstansi Lembaga lainnya, yang kompeten mengeluarkan keterangan yang\ndimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>42.Bipartit:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal ketenagakerjaan di\nperusahaan antara Serikat Pekerja dengan Manajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: PIHAK-PIHAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Perjanjian\n  Kerja Bersama ini dibuat antara:\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">1.Perseroan Terbatas Ricky Garmen Exportindo\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>a.Berdasarkan Akte Notaris\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Nomor\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Desman. SH., M.HUM., M.M.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>C.1185.HT.03.02-TH.2002\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b.Surat Izin Usaha Perdagangan \n\n        \u003Cp>Nomor \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Domisili\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>00501\u002F10-20\u002FPM\u002FPO\u002FII\u002F2012\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Jln. Industri No. 54 Ds. Tarikolot Kec.Citeureup Kab. Bogor\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c.Anggota Apindo\n\n        \u003Cp>Nomor\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Tanggal\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>284.03.010.101.132.1112\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1 Desember 2012\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">2.Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT Ricky Garmen\n        Exportindo\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a. Domisili\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jl. Industri No. 54 Tarikolot, Citeureup- Kab. Bogor\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b.Terdaftar\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Nomor\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Tanggal\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kantor Departemen Tenaga Kerja RI. Kabupaten Bogor\n\n        \u003Cp>597\u002FSP-SB\u002FSPN\u002FTGE\u002F91200\u002FVII\u002F2012\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>24 Juli 2012\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">3.Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC\n        SPN) Kabupaten Bogor\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a.Domisili\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jl. Mayor Oking Jaya Atmaja No. 122,\n\n        \u003Cp>Cibinong - Kab. Bogor\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b.Terdaftar\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Nomor\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Tanggal\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kantor Departemen Tenaga Kerja RI\n\n        \u003Cp>Kabupaten Bogor\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>101\u002FOP.DPC SPN\u002F09.93.101\u002FX\u002F2013\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>27 Oktober 2003\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: MAKSUD DAN TUJUAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja\nNasional (SPN), PT Ricky Garmen Exportindo dengan tujuan untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.Meningkatkan produktivitas kerja dan meningkatkan\nkesejahteraan pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.Mempertegas dan memperjelas Hak dan Kewajiban\nPengusaha dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.Menetapkan secara bersama syarat-syarat kerja,\nhubungan kerja, dan kondisi kerja yang sesuai aturan perundang-undangan\nketenagakerjaan dan atau yang telah ditetapkan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.Memperteguh dan menciptakan perilaku hubungan\nindustrial yang harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: RUANG LINGKUP PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja bersama-sama menyetujui dan melaksanakan\ndengan penuh tanggung jawab bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan\nmengikat secara hukum bagi kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional mengadakan perubahan atau\nmengadakan penggabungan dengan organisasi lain, maka ini pasal-pasal Perjanjian\nKerja Bersama ini tetap berlaku bagi kedua belah pihak, sampai berakhirnya\nPerjanjian Kerja Bersama ini kecuali ada perubahan atau ketentuan yang lebih\nbaik dari Perjanjian Kerja Bersama yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Segala peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang bersifat normatif\nyang masih berlaku di Indonesia tidak diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama\nini, tetap berlaku secara konsekuen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sesuai dengan undang-undang No. 13 Th 2003 tentang Ketenagakerjaan\nPerjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi semua pekerja di perusahaan PT Ricky\nGarmen Exportindo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur hal-hal khusus sesuai dengan\nundang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila pelaksanaan atau penerapan Perjanjian Kerja Bersama ini terjadi\nPerbedaan Penafsiran yang menimbulkan terjadinya perselisihan, maka Pengusaha\ndan Serikat Pekerja sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah untuk\nmufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila proses musyawarah tidak ditemukan titik temu atau kesepakatan\npengusaha dan Serikat Pekerja sepakat untuk menyelesaikan melalui prosedur\nhukum sesuai ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN DAN KEWAJIBAN KEDUA BELAH PIHAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: PENGAKUAN SERIKAT PEKERJA TERHADAP PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja mengakui wewenang dan tanggung jawab pengusaha dalam\nmengatur jalannya Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Menerima pekerja baru, membina pada masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Menempatkan pekerja sesuai dengan kebutuhan dan\npengangkatan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Memberikan pendidikan dan latihan serta\nketerampilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Memberikan pengupahan dan kesejahteraan yang\nadil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Membina, memberikan peringatan dan menjatuhkan\nsanksi sesuai peraturan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Pemutusan hubungan kerja, sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Serikat Pekerja Nasional dan segenap anggotanya\nmemelihara ketenangan dan ketertiban di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam menjalankan usaha, pengusaha mentaati syarat-syarat yang tercantum\ndalam Perjanjian Kerja Bersama ini dan peraturan perundang-undangan yang\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja berupaya membantu kelancaran Perusahaan dalam meningkatkan\nProduktivitas dan menegakkan disiplin para Pekerja guna menumpuk tanggung jawab\ndemi kelancaran dan kemajuan serta keselamatan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tanggung jawab Serikat Pekerja Nasional terhadap perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja Nasional dan segenap anggotanya tetap memelihara ketenangan\ndan ketertiban di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: PENGAKUAN PENGUSAHA TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja Nasional PT Ricky Garmen\nExportindo adalah Serikat Pekerja yang sah di PT Ricky Garmen Exportindo yang\nberhak dan berwenang untuk mewakili pekerja baik secara individu maupun secara\nbersama-sama (kolektif) dalam hubungan kerja dan ketenagakerjaan dengan pihak\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja berhak dan berwenang untuk\nmenjalankan dan mengatur organisasinya, sesuai AD\u002FART organisasi SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal berkaitan dengan ketenagakerjaan\u002Fpekerja beserta persoalannya,\nPerusahaan melibatkan serikat pekerja dalam upaya penyelesaiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha memberikan izin kepada pengurus Serikat Pekerja untuk\nmenjalankan tugas dan kegiatan Organisasi baik didalam maupun diluar jam kerja,\ndengan dikomunikasikan terlebih dahulu kepada pihak Manajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: HAK DAN KEWAJIBAN KEDUA PIHAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha berhak mengelola perusahaan dan pekerja termasuk mengatur sistem\npengupahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja Nasional PT Ricky Garmen Exportindo adalah organisasi\npekerja di PT Ricky Garmen Exportindo yang berhak mewakili pekerja\nanggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk menyebarluaskan\nPerjanjian Kerja Bersama ini dan menjelaskan isi yang tercantum didalamnya\nkepada semua pekerja di perusahaan, dengan memberikan Perjanjian Kerja Bersama\nini dengan penyuluhan-penyuluhan kepada semua pekerja dan melaksanakannya\nsecara konsekuen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat, bahwa percetakan dan atau\npenggandaan Perjanjian Kerja Bersama ini menjadi tanggung jawab pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat dalam pendistribusian Perjanjian\nKerja Bersama ini kepada pekerja menjadi tanggung jawab Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha dan Serikat Pekerja menjunjung tinggi sikap saling percaya,\nmenghargai dan menghormati kewenangan masing-masing dan tidak mencampuri urusan\nintern masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengusaha dan Serikat Pekerja mengutamakan musyawarah untuk mufakat\napabila terjadi perselisihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pengusaha memutasikan pekerja kebagian lain sesuai dengan kebutuhan dan\nkemampuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional bersama-sama berupaya meningkatkan\nproduktivitas dengan melaksanakan Pendidikan\u002Fpelatihan untuk meningkatkan\nproduktivitas dan hasil produksi yang lebih baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional sepakat untuk mentaati isi\nPerjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: DISPENSASI DAN FASILITAS UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: DISPENSASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha wajib memberikan dispensasi kepada pengurus, perwakilan dan\nanggota SPN dalam menjalankan tugas organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja wajib memberitahukan kepada Pengusaha dalam hal pengurus,\nperwakilan Anggota, dan anggota dalam menjalankan tugas\u002Fkegiatan-kegiatan\norganisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha wajib memberikan dispensasi kepada seluruh pengurus untuk\nmengurus organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Ketua dan skretaris diberikan hak penuh untuk mengurus organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Atasan atau siapapun dilarang menghalang-halangi kegiatan organisasi\nsesuai Pasal 28 UU No 21 Tahun 2000 tentang Perlindungan Berorganisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: FASILITAS UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sebagai wujud dari hubungan kerja yang harmonis antara Pengusaha dan Serikat\nPekerja sera untuk memudahkan SPN dalam menjalankan tugas organisasi.\nPerusahaan menyediakan fasilitas-fasilitas untuk Serikat Pekerja Nasional\nberupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Ruangan yang layak dan strategis untuk Kantor Serikat Pekerja Nasional\nsebagai tempat kegiatan Serikat Pekerja sehari-hari dalam menjalankan\norganisasi dan melayani anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peralatan dan perlengkapan kantor sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Meja kantor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Kursi untuk pengurus dan tamu organisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Lemari filling cabinet dan lemari biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Papan tulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Lampu penerangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Sarana Photocopy\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Dispenser dan air\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan membantu kegiatan Serikat Pekerja dalam hal, Serikat Pekerja\nmembutuhkan ruangan meeting khusus atau yang lebih besar dan atau peralatan\nperusahaan sesuai dengan kebutuhan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan menyediakan papan pengumuman dengan letak yang ditentukan\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal Serikat Pekerja bermaksud menempelkan sebuah pengumuman,\nbulletin-buletin dan yang lainnya, Serikat Pekerja Wajib memberitahukannya\nterlebih dahulu kepada pimpinan perusahaan melalui personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: KEANGGOTAAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Yang menjadi Anggota Serikat Pekerja SPN PT Ricky Garmen Exportindo\nadalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Pekerja PT Ricky Garmen Exportindo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Warga Negara Indonesia (WNI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang tidak berhak menjadi Pengurus PSP SPN PT Ricky Garmen\nExportindo antara lain adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Pekerja yang menduduki jabatan yang\nkepetningannya mewakili pengusaha dan atau bertindak nama pengusaha. (Eselon 3\nkeatas, Personalia dan Satpam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Pekerja rekaman Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Tenaga kerja asing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Pekerja yang tidak tunduk atau melaksanakan\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: BANTUAN PEMOTONGAN IURAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Berdasarkan Kep-Men Tenaga Kerja Kep. No. 187\u002Fmen\u002F9\u002F2004, pasal 5\nPerusahaan membantu pemotongan iuran anggota Serikat Pekerja Nasional\u002FCheck off\nsystem yang dilaksanakan setiap akhir bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Laporan keuangan hanya dilaporkan 3 (tiga) bulan sekali kepada anggota dan\nditembuskan ke pihak manajemen melalui Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: HARI KERJA, JAM KERJA, ISTIRAHAT KERJA, KERJA LEMBUR, ISTIRAHAT\nMINGGUAN, UPAH LEMBUR, DAN KERJA SHIFT\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: HARI DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1.Dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, hari kerja\ndi perusahaan umumnya adalah hari Senin sampai dengan Sabtu dan untuk beberapa\nbagian karena kondisi pekerjaan maka hari libur diatur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Jam kerja perusahaan diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a.Untuk Shift\n\n        \u003Cp>-Shift I\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Shift II\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Shift III\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>(Senin-Jumat)\n\n        \u003Cp>06.30 – 14.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>14.30 – 22.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>22.30 – 06.30 WIB\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\n\n        \u003Cp>06.30 – 11.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>11.30 – 16.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>16.30 – 21.30 WIB\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b.Untuk Non-Shift\n\n        \u003Cp>-Senin – Jumat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Sabtu\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>08.00 – 16.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>08.30 – 14.30 WIB\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>08.00 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c.Untuk Khusus 5 Hari Kerja\n\n        \u003Cp>-Senin – Jumat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Sabtu\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>08.30 – 17.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Libur\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>d.Untuk bagian-bagian tertentu karena sifat dan jenis pekerjaannya.\n\n        \u003Cp>-Non-Shift A\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Non-Shift B\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>07.00 – 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>10.00 – 18.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\">Catatan:\n\n        \u003Cp>-Untuk jam kerja shift dengan istirahat 1 (satu) jam sehari 40 jam\n        dalam 1 (satu) jam kecuali hari Sabtu tanpa istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Untuk non-shift hari Sabtu tanpa istirahat (08.00 – 13.00\n        WIB).\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>3.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 7 (tujuh) jam sehari dan 40 jam dalam\n1 (satu) minggu adalah sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Khusus bagi pekerja dengan tugas pokok sebagai santuan penga,an (Satpam)\nwaktu kerja diatur tersendiri berdasarkan SK Bersama 3 Menteri. (Menteri Tenaga\nKerja, Menteri Dalam Negeri, Kepala Kepolisian RI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cp>5.Khusus bagi pekerja Wanita yang hamil tidak diperkenankan melaksanakan\nkerja malam hari atau lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Dalam keadaan tertentu, perusahaan dapat merubah waktu kerja asal sesuai\ndengan peraturan tenaga kerja 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu. Dan\nperusahaan dapat merubah jam kerja karena keperluan produksi yang mendesak atau\nterjadinya peristiwa yang mengakibatkan kerugian dan akan diberitahukan\nterlebih dahulu kepada serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: ISTIRAHAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1.Istirahat kerja diberikan selama 1 (satu) jam sekurang-kurangnya setelah\nbekerja 4 (empat) jam berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan perusahaan dapat merubah waktu istirahat dengan pertimbangan\nkondisi yang memaksa untuk kepentingan produksi setelah dibicarakan dengan\nSerikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>3.Istirahat mingguan diberikan 1 (satu) hari setelah 6 (enam) hari kerja\ndalam seminggu bagi pekerja shift maupun non shift. Untuk pekerja staff dan\nbeberapa bagian tertentu yang bekerja 5 (lima) hari kerja, hari libur\nditetapkan pada hari Sabtu dan Minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.pada hakekatnya lembur adalah sukarela namun dalam keadaan dalam keadaan\nterjadinya proses produksinya yang lebih atau mendesak maka perusahaan dapat\nmelaksanakan kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam pelaksanaan kerja lembur, perusahaan wajib memberitahukan sebelumnya\nkepada para pekerja, wajib menandatangani SPKL (Surat perintah kerja\nlembur).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang bekerja 8 jam sehari termasuk istirahat maka kelebihan jam\nkerja dihitung lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Khusus bagi pekerja dengan tugas pokok sebagai Satuan Pengamanan (satpam)\nwaktu kerja diatur tersendiri berdasarkan SK bersama 3 Menteri (Menteri Tenaga\nKerja, Menteri Dalam Negeri, Kepala Kepolisian RI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: PERHITUNGAN UPAH PADA JAM KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>1.Perhitungan upah lembur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku yaitu ditentukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perhitungan upah lembur per-jam: 1\u002F173 x Gaji pokok + tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>b.Hari kerja biasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Jam (1) Pertama: 1,5 x Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Jam ke 2 dan seterusnya : 2 x Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>c.Hari kerja libur minggu atau Nasional:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Jam ke 1 s\u002Fd 7: 2 x Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Jam ke 8: 3 x Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Jam ke 9 dan seterusnya : 4 x Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hari libur nasional jatuh pada hari kerja terpendek:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Jam ke 1 s\u002Fd 5: 2 x Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Jam ke 6: 3 x Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Jam ke 7 dan seterusnya: 4 x Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk Pengajuan lembur harus ada surat yang sudah disetujui oleh atasan\nsetingkat eselon I atau eselon II dan diketahui oleh Manajer atau wakilnya.\nIjin lembur tersebut diuraikan juga pekerjaan-pekerjaan yang akan\ndiselesaikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: PENGATURAN JAM KERJA (SHIFT)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengaturan jam kerja (shift) pekerja diatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk pekerja dengan kondisi tertentu karena kesehatannya kurang\nmemungkinkan dengan menunjukkan surat keterangan dokter akan disesuaikan jam\nkerja (shift-nya) yang sesuai dengan kondisinya kesehatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk pekerja yang mengajukan pindah kerja (shift) untuk kepentingan\npribadi dan organisasi baik bersifat sementar maupun tetap harus mengajukan\nterlebih dahulu kepada atasannya dan keputusannya adalah wewenang\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam melaksanakan pergantian kerja shift, pekerja yang akan meninggalkan\npekerjaan harus mengadakan serah time kepada pekerja shift\nberikutnya\u002Fpenggantinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Serah terima pergantian kerja shift harus dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam hal seorang pekerja mengajukan cuti (perjalanan jauh) dan terbentuk\ndengan tiket, pekerja yang bersangkutan dapat mengajukan pertukaran shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: PENGUPAHAN, PREMI, DAN TUNJANGAN-TUNJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari perusahaan kepada\npekerja untuk suatu pekerjaan yang telah dilaksanakan dinyatakan atau dinilai\ndalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu perjanjian\u002Fpersetujuan atau\nperaturan perundang-undangan yang berlaku yang terdiri dari komponen-komponen\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2. Tunjungan-tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">-Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">-Tunjangan Berkala (masa kerja)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.3.Gaji Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">-Premi Hadir (untuk bagian tertentu sesuai\npengajuan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">-Tunjangan Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">-Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">-Tunjangan Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.4Pendapatan Non Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">-Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Yang dimaksud dengan Gaji pokok adalah balas jasa berupa uang yang\nditerima oleh pekerja setiap bulan\u002Fperiode.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>3.Sistem pengupahan untuk pekerja diatur menurut kelompok status pekerja\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1Upah Bulanan untuk Staff.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.2Upah Bulanan untuk Operator.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan Menyusun suatu sistem dan struktur pengupahan\u002Fpenggajian untuk\nsetiap jabatan\u002Fpenggolongan jabatan dan dilengkapi dengan program pengembangan\npengupahan\u002Fpenggajian.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>4.Dalam rangka merumuskan sistem dan struktur pengupahan sebagaimana\ndimaksud pada ayat (3) diatas, perusahaan juga mempertimbangkan\nfaktor-faktor:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.1Ketentuan Upah Minimum yang ditetapkan\npemerintah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.2Posisi perusahaan dalam struktur industri\nsejenis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.3Kondisi atau keadaan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.4Bobot atau nilai jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: SISTEM UPAH BULANAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sesuai dengan status Pekerja maka sistem pengupahan ditetapkan berdasarkan\nupah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran upah dilakukan setiap akhir bulan melalui Bank.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Upah bulanan dibagi dua kelompok:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">A.Upah bulanan ialah upah yang dibayarkan kepada\npekerja setiap akhir bulan dengan status staff.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Komponen Upahnya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.Tunjangan Jabatan (hanya eselon tertentu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.Tunjangan Makan dan Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">B.Upah bulanan ialah upah yang dibayarkan kepada\npekerja setiap akhir bulan dengan status Operator\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Komponen Upahnya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.Gaji pokok: (Upah Pokok + Tunjangan Masa Kerja)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.Tunjangan Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.Premi Hadir (untuk bagian tertentu sesuai\npengajuan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e.Premi Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f.Tunjangan Jabatan (untuk jabatan tertentu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerja tidak masuk karena izin tidak resmi, mangkir, maka upahnya\npada hari tersebut tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja status Operator menerima upah semenjak dia diterima bekerja sesuai\ndengan tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Standar upah yang tidak berdasarkan masa kerja tetapi berdasarkan tanggak\npengangkatan yang bersangkutan di bagian tersebut, untuk pekerja status harian\ntertentu seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6.1Leader dan HR. Adm Senior\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6.2Harian Administrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6.3Harian Service\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6.4Operator Senior\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: UPAH PEKERJA MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Upah Pekerja Masa Percobaan serendah-rendahnya sebesar upah minimum\nkabupaten\u002Fsektoral yang ditetapkan Gubernur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: TUNJANGAN JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk pekerja pada bagian tertentu karena sifat dan tanggung jawab\npekerjaannya maka perusahaan memberikan Tunjangan Jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya tunjangan jabatan ditentukan oleh perusahaan disesuaikan dengan\nbidang pekerjaan, tanggungjawab dan jabatan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pekerja tidak lagi memangku jabatan tersebut maka tunjangan\njabatan harus dihapus\u002Ftidak diberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tunjangan jabatan besarnya tidak diambil dari gaji tetap pekerja yang\nmemangku jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi pekerja yang memangku jabatan harus diberikan Surat Keputusan\nPengangkatan (SK Pengangkatan) dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tunjangan jabatan tidak diberikan kepada pekerja yang tidak masuk 15 (lima\nbelas) hari kerja berturut-turut untuk upah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: TUNJANGAN SHIFT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>1.Untuk pekerja yang melakukan pekerjaan pada shift II dan II, perusahaan\nmemberikan tunjangan shift sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>NO\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SHIFT\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>OPERATOR\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>LEADER\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>MONTIR, MTC., ASS. Spv &amp; SPV\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 1.000,-\u002Fhari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 2.000,-\u002Fhari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 3.000,-\u002Fhari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 1.500,-\u002Fhari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 2.500,-\u002Fhari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 3.500,-\u002Fhari\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja kontrak mendapat tunjangan shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: TUNJANGAN MAKAN DAN TRANSPORT DAN BBM UNTUK PEKERJA PADA JABATAN\nTERTENTU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan tunjangan uang makan dan transport kepada pekerja\nyang hadir kerja (adapun nilai tunjangan uang makan dan tunjangan uang\ntransport terdapat pada lampiran).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Untuk pekerja yang tidak hadir dengan alasan apapun maka tunjangan makan,\ntransport dan premi hadir pada hari itu tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp>3.Untuk pekerja pada posisi tertentu (Manajer, Chief, Kepala Bagian, atau\nEselon I dan II) tidak diberikan tunjangan makan, transport, dan premi\nhadir.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: TEKNIS PEMBAYARAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk pekerja bulanan, gaji pokok dan tunjangan jabatan dibayarkan pada\nsetiap akhir bulan melalui Bank, apabila akhir bulan jatuh pada saatu hari\nistirahat mingguan atau hari libur maka pemabayrannya dimajukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Uang lembur pekerja bulanan dibayarkan setiap tanggal 9, apabila tanggal 9\njatuh pada hari libur maka akan dibayar sehari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: PEMBAYARAN UPAH SELAMA SAKIT BERKEPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja sakit dan dapat dibuktikan dengan surat dokter, ama\nupahnya dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pekerja sakit dan tidak bisa dibuktikan dengan surat dokter dan\ndiagnosa dokter, maka masalh tersebut dimusyawarahkan antara pihak atasan,\npersonalia, dan Serikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>3.Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan mendapatkan upah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.4 bulan pertama dibayar100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.4 bulan kedua dibayar 75% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.4 bulan ketiga dibayar 50% dari upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Selanjutnya dalam hal pekerja dimaksud masih belum bisa menjalankan\ntugasnya, pengusaha dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dengan\nmembicarakan terlebih dahulu kepada SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: UPAH DALAM STATUS TAHANAN YANG BERWAJIB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan untuk keluarga pekerja yang di tahan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang ditahan oleh pihak yang berwajib bukan oleh pengaduan\nperusahaan tidak mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib bukan atas pengaduan\npengusaha, pengusaha tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan\nkepada keluarga yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Untuk 1 orang tanggungan 25% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Untuk 2 orang tanggungan 35% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Untuk 3 orang tanggungan 45% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Untuk 4 orang tanggungan 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 diatas diberikan untuk paling\nlama 6 bulan takwin terhitung sejak hari pertama pekerja ditahan pihak yang\nberwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal pekerja ditahan oleh pihak berwajib karena pengaduan pengusaha\ndan selama ijin pemutusan ubungan kerja belum diberikan maka pengusaha wajib\nmembayar upah pekerja sekurang-kurangnya 75% (tujuh puluh lima persen) dan\nberlaku paling lama 6 bulan takwin terhitung sejak hari pertama ditahan pihak\nyang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal setelah proses peradilan dilakukan, ternyata pekerja yang\nbersangkutan tidak terbukti bersalah, maka pengusaha wajib memberikan upah\npekerja tersebut secara penuh dan mempekerjakan kembali pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: PENGUNDURAN DIRI DAN PEMBAYARAN UPAH TERAKHIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha wajib segera memproses pengunduran diri yang diajukan oleh\npekerja sesuai dengan tanggal pengunduran dirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk pekerja yang permohonan pengunduran dirinya telah disetujui oleh\nperusahaan, maka upah dibayar sampai dengan hari terakhir yang bersangkutan\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang mengundurkan diri dari perusahaan dapat mengajukan surat\npermohonan secara resmi kepada perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Untuk pekerja dengan jabatan operator\nselambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Untuk pekerja dengan jabatan ketua line\u002Fleader,\nstaff, selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Bahwa segala konsekuensi atas pengunduran diri\ntersebut, Pengusaha membayarkan hak pekerja pada hari terakhir kerja secara\ntunai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Apabila diperlukan untuk pengambilan uang\ntersebut, pekerja berhak didampingi Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk pekerja kontrak yang habis masa kontraknya, harus diselesaikan semua\nadministrasinya di hari terakhir bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PENGHARGAAN KEPADA PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: PENGHARGAAN KEPADA PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan penghargaan kepada pekerja dalam hal:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja mengabdikan diri secara luar biasa kepada perusahaan atau\nmasyarakat sehingga meningkatkan nama baik perusahaan dan berguna bagi\nmasyarakat dan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja berhasil menemukan\u002Fmenciptakan suatu penemuan yang sangat berarti\nbagi efisiensi atau dapat meningkatkan kualitas produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja berhasil mencegah, menghindari atau mengurangi suatu bencana atau\nkerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: BPJS KETENAGAKERJAAN DAN BPJS KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan mengikuti sertakan semua program Badan Penyelenggara Jaminan\nSosial sesuai dengan Undang-undang No. 24 Tahun 2011 jo. Undang-Undang No. 13\nTahun 2003 Pasal 99 yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Program-program BPJS Ketenagakerjaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.Program BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jaminan Kecelakaan Kerja memberikan kompensasi dan\nrehabilitas bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan pada saat mulai\nberangkat sampai tiba kembali dirumah atau menderita penyakit akibat hubungan\nkerja dan diatur dalam PP No. 44 Tahun 2015.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.Program Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">—Program Jaminan Hari Tua diselenggarakan dengan\nsistem Tabungan Hari Tua yang iurannya ditanggung pengusaha dan tenaga kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">—Kemanfaatan Jaminan Hari Tua sebagai iuran yang\nterkumpul ditambah hasil pengembangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">—Diatur dalam PP No. 60 Tahun 2015\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.Program Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jaminan Kematian dibayarkan kepad ahli waris tenaga\nkerja dan peserta yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja sebagai\ntambahan bagi Jaminan Hari Tua yang jumlahnya belum optimal dan diatur dalam PP\nNo. 44 Tahun 2015.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.Program Jaminan Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan\nderajat kehidupan yang layak bagi peserta dan\u002Fatau ahli warisnya dengan\nmemberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat\ntotal tetap, atau meninggal dunia dan diatur dalam PP No. 45 Tahun 2015.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.Program BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.Jaminan Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Pelayanan Medis Rawat – Jalan Tingkat Pertama,\nRawat-Jalan Tingkat Lanjutan Rawat-Inap, Pemeriksaan Kehamilan dan\nPersalinan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perhitungan Iuran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Iuran BPJS dihitung berdasarkan persentase dari Gaji Pokok dan Tunjangan\nJabatan sebulan yang diterima tenaga kerja kecuali perhitungan iuran BPJS\nKesehatan ditetapkan atas dasar upah sebulan yang diterima tenaga kerja\nsetinggi-tingginya Rp 8.000.000.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Iuran\n        Program BPJS (% Upah Bulanan)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">PROGRAM\n      BPJS-TK\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">IURAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Tanggungan\n        Perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Tanggungan\n        Tenaga Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Jaminan\n        Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">0,24\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Jaminan\n        Kematian (JK)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">0,30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Jaminan Hari\n        Tua (JHT)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">3,70\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">2,00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Jaminan\n        Pensiun (JP)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">2,00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1,00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Program BPJS\n        – Kesehatan Jaminan Kesehatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">4,00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1,00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: STATUS HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: STATUS HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penerimaan Calon Pekerja, Pengangkatan\u002FPengesahan Hubungan dan Data\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja Nasional mengakui bahwa Penerimaan, Penempatan, dan Mutasi\nKerja serta jalannya perusahaan adalah Hak Pengusaha sesuai dengan pengaturan\nundang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penerimaan Pekerja di perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Syarat-syarat penerimaan pekerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Warga Negara Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Umur minimal 18 Tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Sehat Jasmani dan Rohani yang dinyatakan dengan\nSurat Dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Berkelakuan Baik yang dinyatakan dengan Surat\ndari Kepolisian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Mempunyai Kartu Tanda Penduduk atau Surat\nKeterangan Domisili\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Mempunyai Pendidikan\u002FPengalaman Kerja sesuai\ndengan jabatan atau lowongan pekerjaan yang akan diisi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Melengkapi persyaratan administrasi yang\ndiperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h.Lulus Tes Interview yang diselenggarakan oleh\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Yang mempunyai salah satu masalah seperti dibawah, tidak dapat diterima\nsebagai karyawan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Umur belum mencapai 18 Tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Menjadi Buronan Aparat Keamanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Sedang dalam masa menjalani hukuman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Cacat Mental\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Menderita Penyakit Menular (yang membahayakan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Pecandu Narkoba\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Pada waktu mengisi surat perjanjian kerja dan\natau wawancara memberikan keterangan palsu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Calon yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan yang telah lulus\ntes selesksi dapat diterima sebagai pekerja dengan menjalani masa percobaan\nselama 3 (tiga) bulan, kecuali untuk yang belum berpengalaman akan menjalani\nmasa training maksimal 2 (dua) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang sudah diterima pada masa training dan mas percobaan ternyata\ndiketahui telah melanggar Pasal 29 ayat 4 (g) tersebut diatas dilakukan proses\nsesuai Undang-Undang No. 13 Pasal 158 tahun 2003 tentang penyelesaian hubungan\nindustrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: STATUS DAN PENGGOLONGAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan Sifat dan Jangka Waktu Ikatan Kerja Pekerja digolongkan 2 (dua)\nStatus:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja Staff\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang terkait pada hubungan kerja pada waktu yang tidak\ntertentu dan tertentu dengan perusahaan dan yang telah memenuhi persyaratan\npenerimaan pekerja yang telah ditetapkan berdasarkan surat keputusan perusahaan\natau yang ditunjuk oleh perusahaan dengan pendapatan upah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1_txt\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PANGKAT\u002FGOLONGAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">NAMA JABATAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Eselon I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-Direktur\n\n        \u003Cp>-General Manager\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Eselon II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-Ka. Produksi\n\n        \u003Cp>-Chief\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-MD senior\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Eselon III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-Supervisor senior\n\n        \u003Cp>-Supervisor\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Merchandiser\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Eselon IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-Ass. Supervisor\n\n        \u003Cp>-Mini Marker\u002FStaff Pola\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Marker\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Administrasi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Staff Accounting\u002FFinance\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Maintenance\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Montir\n\n        \u003Cp>-Supir\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Anggota Satpam\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Staff Follow Up\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja Operator:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.PKWTT adalah Perjanjian Kerja Waktu Tidak\nTertentu yang dimana Pekerja yang terkait pada hubungan kerja dengan perusahaan\nuntuk waktu yang tidak tertentu dan yang telah memenuhi persyaratan penerimaan\npekerja yang telah ditetapkan berdasarkan surat keputusan pengusaha dengan\nmendapat upah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.PKWTT adalah Perjanjian Kerja Waktu Tidak\nTertentu yang dimana Pekerja yang terkait pada hubungan kerja dengan perusahaan\nuntuk waktu yang telah ditentukan oleh Perusahaan dan yang telah memenuhi\npersyaratan penerimaan pekerja yang telah ditetapkan berdasarkan surat\nkeputusan pengusaha dengan mendapat upah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Setiap penerimaan pekerja dalam perusahaan dilakukan melalui masa\npercobaan untuk waktu 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Tanggal masuk pekerja adalah hari pertama masuk masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selama masa percobaan perusahaan melakukan penilaian atas sikap, kondisi\nkesehatan, penguasaan kerja dan hasil kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selama dalam masa percobaan perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja\napabila pekerja tidak dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi calon pekerja yang telah dinyatakan baik dan memenuhi syarat kerja\nperusahaan selama masa percobaan, maka perusahan menetapkan pekerja tersebut\nsebagai pekerja tetap, dengan status dan jabatan yang ditentukan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Serikat Pekerja Nasional untuk menjelaskan tentang hubungan industrial\nPancasila, Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan dan Organisasi Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: KERJA RANGKAP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang bekerja di perusahaan tidak diperkenankan bekerja di\nperusahaan lain, bekerja sambilan atau berdagang sambilan di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam keadaan tertentu pengusaha dapat menugaskan atau menunjuk pekerja\nuntuk melakukan tugas\u002Fpekerjaan yang sama atau berbeda dari tugas pekerja\nsebelumnya, baik di dalam perusahaan maupun di grup\u002Fkelompok perusahaan dengan\nmelakukan perjanjian kesepakatan dengan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: PEMINDAHAN TUGAS\u002FJABATAN (MUTASI)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengertian pemindahan tugas\u002Fjabatan ialah perpindahan pekerja dari satu\nbagian\u002Fseksi\u002Fdivisi ke bagian\u002Fseksi\u002Fdivisi yang lain di dalam perusahaan atau\ndi dalam group perusahaan dalam satu lokasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan hanya dapat melakukan pemindahan tugas\u002Fjabatan pekerja dengan\nmemperhatikan hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Pengalaman kerja dari pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Volume pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Pertimbangan kesehatan dan keadaan fisik\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Lingkungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Untuk meningkatkan\u002Fmenambah pengetahuan\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Karena pembubaran bagian\u002Fseksi\u002Fdivisi tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Karena pekerja melakukan kesalahan atau kerugian\nperusahaan dengan melihat besarnya tingkat kesalahan dan kerugian yang\nditimbulkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemindahan tugas dan rotasi jabatan yang bersifat permanen dilakukan\nsecara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hak pekerja yang dipindahkan disesuaikan dengan bagian\u002Ftugas yang baru,\ntetapi tidak boleh lebih rendah dari hak yang telah didapat pekerja\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan dilarang untuk memindahkan pekerja dalam hal pekerjaan tersebut\ndapat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Merugikan keselamatan dan kesehatan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Adanya unsur diskriminasi, contoh: ada konflik\npribadi dengan atasan ybs.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tata cara pemindahan atau mutasi sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Perusahaan memanggil pekerja dan menjelaskan\nalasan pemindahan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Dalam hal pekerja berkeberatan atas pemindahannya\nkarena alasan-alasan yang diajukan perusahaan tidak masuk akal, pengusaha tidak\nboleh memaksa untuk memindahkan orang yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Apabila dalam proses penyelesain tsb. di atas\nsudah dilakukan tetapi ybs. menghendaki ke posisi semula, sedangkan posisi\nsemua tidak ada maka ybs. dapat dipindahkan ke tempat lain sesuai keahliannya\ntanpa ada tekanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: KENAIKAN PANGKAT\u002FJABATAN ATAU PROMOSI DAN PENURUNAN\nPANGKAT\u002FJABATAN ATAU DEMOSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal adanya posisi yang baru atau jabatan yang kosong, maka sebelum\npengusaha melakukan penerimaan orang baru pada posisi tsb, pengusaha wajib\nmemberikan kesempatan terlebih dahulu kepada pekerja di lingkup bagian-bagian\ntersebut. Penilaian posisi tsb disesuaikan dengan ketentuan tata personalia\nyaitu melalui tes dan seleksi yang ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan berwenang untuk melakukan promosi kepada pekerja yang telah\nmembuktikan prestasi, untu kemajuan pekerja yang bersangkutan dan kepentingan\npekerjaan\u002Fpeusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pekerja ditetapkan oleh pengusaha untuk mengisi lowongan jabatan\nyang lebih tinggi dari pekerjaannya semula, maka ybs dapat memulai dengan on\nthe job training yaitu masa training dan masa percobaan selama 3 (tiga)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila selama menjalani on the job training (training dalam masa\npercobaan) tidak memenuhi syarat, akan dikembalikan ke jabatan semula atau\ndipindahkan ke seksi\u002Fdivisi\u002Fbagian lain yang tepat setelah ada kesepakatan\ndengan pekerja ybs.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal kemampuan prestasi dan kondite pekerja dinilai menurun dan tidak\nsesuai dengan jabatan dan tanggung jawabnya atau kondisi, maka perusahaan\nmemungkinkan untuk melakukan mutasi kepada pekerja dengan dimusyawarahkan\ndengan pekerja yang bersangkutan dan didampingi oleh Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Untuk pekerja yang dilakukan penurunan jabatan (demosi) maka gaji pokok\ntidak diturunkan, tetapi tunjangan atau fasilitas lainnya disesuaikan dengan\njabatan sesuai dengan posisi penempatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: LIBUR, CUTI, IJIN, DAN PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1.Pada hari libur resmi (hari raya yang ditetapkan oleh pemerintah), pekerja\ndibebaskan untuk tidak bekerja dan tetap mendapat upah pokok.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan membicarakan dengan Serikat Pekerja Nasional apabila akan\nmelakukan perubahan hari libur nasional dengan hari lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN MENDAPATKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1.Sesuai dengan UU No. 13\u002F2003 pengusaha memberikan ijin kepada pekerja\nuntuk meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah dalam hal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Ctd>a.Pernikahan Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 hari\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b.Khitanan Anak Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c.Pernikahan Anak Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>d.Suami\u002FIstri\u002FAnak\u002FOrang Tua\u002FMertua Pekerja meninggal dunia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>e.Istri Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran kandungan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>f.Membaptiskan Anak Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>g.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>h.Bencana alam\n\n        \u003Cp>(Harus memakai rincian yang jelas jenis musibahnya)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">i.Untuk point a-h tidak dihitung pada hari libur\n        melainkan pada hari kerja.\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut diajukan terlebih dahulu kepada\nperusahaan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu, kecuali dalam keadaan mendesak,\nbukti-bukti tersebut dapat diajukan kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atas pertimbangan-pertimbangan pengusaha, ijin meninggalkan pekerjaan\ndiluar ketentuan-ketentuan tersebut diatas dapat diberikan tanpa upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja yang meninggalkan pekerjaan tanpa ijin perusahaan atau\nsurat-surat keterangan atau alasan yang tidak dapat diterima oleh perusahaan,\ndianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila pekerja bekerja setengah hari (dengan izin perusahaan) karena ada\nurusan yang sangat penting, maka upah pokok dan tunjangan, uang makan dan\ntransport tetap di bayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang tidak melakukan pekerjaan karena perintah pengusaha berhak\natas upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja yang tidak melakukan pekerjaan karena menjalankan tugas\nnegara\u002Fperusahaan dengan mendapat ijin perusahaan, berhak atas upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja yang tidak melakukan pekerjaan karena menjalankan ibadah sesuai\nsyariat agamanya, berak atas upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>9.Pekerja karena menjadi anggota\u002Fpengurus Serikat Pekerja Nasional tidak\nmelakukan pekerjaan karena tugas organisasi, berhak atas upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>10.Perusahaan memberikan dispensasi kepada pekerja yang ditunjuk untuk\nmengantarkan jenazah karyawan pulang ke kampung asalnya, baik dari Serikat\nPekerja maupun perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: CUTI\u002FISTIRAHAT TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Pekerja setelah bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus\nberhak atas istirahat\u002Fcuti tahunan sebanyak-banyaknya 12 (dua belas) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Mekanisme pengambilan cuti bisa diakumulasikan selama satu tahun, yaitu 12\n(dua belas) hari kerja, dengan catatan maksimal 6 (enam) hari kerja diatur\nperusahaan (cuti bersama) dan selebihnya hak pekerja untuk mengaturnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan akan memberitahukan bilamana ha katas istirahat\u002Fcuti tahunan\npekerja telah tiba saatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang mengambil atau menjalankan cuti tahunan harus mengajukan\npermohonan tertulis dengan ketentuan sebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.1Permohonan tertulis harus diketahui atasannya\nlangsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.2Permohonan cuti tersebut harus diajukan\nselambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum cuti dijalankan kecuali keadaan\nurgent\u002Fmendadak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.3Cuti dapat dijalankan setelah di ketahui oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan dapat mengizinkan kepada pekerja untuk menggabungkan\npengambilan cuti tahunan dengan ijin resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Hak atas cuti tahunan bilamana dalam waktu sampai dengan tanggal 31\nDesember setelah lahirnya hak cuti tsb, pekerja tidak mengambil\u002Fmenggunakan\nhaknya bukan karena alasan yang diberikan perusahaan, maka cuti yang tidak\ndiambil akan diakumulasikan di tahun berikutnya sampai dengan 31 Desember dan\nditambah sampai bulan Maret (3 bulan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Selama menjalankan cuti tahunan gaji\u002Fupah pokok dan tunjangan jabatan\ntetap bayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: CUTI BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cp>1.Demi ketertiban dan kelancaran jalannya perusahaan maka perlu diatur\nmekanisme pengambilan cuti bersama yaitu sebagai berikut: 2 (dua) hari sebelum\ndan 2 (dua) hari setelah hari Raya Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Untuk keadaan tertentu yang tidak dapat ditunda maka pekerja pada beberapa\nbagian dapat melakukan pekerjaan pada waktu cuti bersama dan merupakan hari\nkerja biasa (upah dihitung) lembur, sehingga cuti bersamanya sama dengan\npekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Cuti tahunan yang belum terbit tetapi sudah dijalankan (cuti bersama\nlebaran) dibayar pada periode gaji berikutnya dan apabila yang bersangkutan,\nberhenti bekerja sebelum tanggal 31 Desember maka upah cuti bersama yang sudah\ndibayarkan akan dipotong dari gaji yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk pekerja yang karena sifat dan jenis pekerjaannya seperti satpam,\nmaka cuti bersama diatur disesuaikan situasi dan kondisi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk pekerja kontrak, berhak atas cuti tahunan (bersama), dan upah\ndibayar penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: CUTI HAMIL\u002FMELAHIRKAN DAN GUGUR KANDUNGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Pekerja Wanita, berhak atas cuti hamil dan melahirkan\u002Fbersalin dan gugur\nkandungan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>2.Bagi pekerja Wanita yang hendak melahirkan berhak atas cuti melahirkan\nselama 1 ½ bulan sebelum melahirkan 1 ½ bulan setelah melahirkan dengan\nmendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pekerja Wanita yang telah melahirkan namun belum mengambil cuti sebelum\nmelahirkan dan atau yang sudah mengambil cuti tapi kurang dari 1 ½ bulan,\npekerja yang bersangkutan tetap berhak atas cuti 3 (tiga) bulan dan berhak atas\nupah penih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja Wanita yang hendak menjalankan cuti melahirkan, wajib mengajukan\npermohonan cuti kepada perusahaan melalui personalia dan di ketahui oleh atasan\ndi bagian yang bersangkutan, paling lambat 2 (dua) minggu sebelum menjalankan\ncuti dengan melengkapi surat keterangan dari dokter\u002Fbidan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk pekerja Wanita yang mengambil cuti melahirkan, dalam hal sudah\nmelahirkan harus menyerahkan bukti kelahiran anak yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pembayaran uang cuti melahirkan dibayarkan sebulan sekali dalam kurun\nwaktu 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>7.Apabila pekerja Wanita mengalami gugur kandungan memperoleh hak cuti 1 ½\nbulan atau sesuai dengan keterangan dokter kandungan atau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: ISTIRRAHAT HAID\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Pekerja Wanita tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu\nhaid, dan memberitahukan kepada atasan yang terdekat dengan menyerahkan surat\nkepada Personalia dengan diketahui atasan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan memberikan izin kepada pekerja Wanita yang hendak mengambil\nistirahat haid dengan memberitahukan lewat surat\u002Ftelephone.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pekerja Wanita tidak masuk kerja karena haid pada hari pertama dan\nkedua tanpa pemberitahuan, dinyatakan mangkir, dan upah tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: IZIN KARENA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang tidak masuk karena sakit, wajib memberitahukan kepada\nperusahaan secara tertulis maupun tidak tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2.Pekerja yang sakit berkepanjangan dan tidak lebih dari 1 (satu) tahun\nharus menyerahkan Surat Keterangan Dokter yang memeriksa secara rutin\ndisesuaikan dengan hasil pemeriksaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang tidak bekerja karena sakit dengan Surat Keterangan Dokter,\ntidak diperkenankan surat izin sakit dari Bidan, kecuali dalam kondisi\nhamil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: IJIN MENINGGALKAN KERJA DENGAN TIDAK MENDAPATKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja dapat mengajukan permohonan tidak bekerja untuk sewaktu-waktu\ntertentu dalam hal pekerja mempunyai urusan kepentingan pribadi yang sangat\nmendesak, dnegan tidak mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang tidak melakukan pekerjaan karena sakit dan tidak bisa\ndibuktikan dengan keterangan dari dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: IJIN BIASA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang tidak dapat melakukan kerja pada jam kerja harus mengajukan\npermohonan izin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang akan meminta izin biasa karena keadaan darurat wajib\nmemberitahukan secara tertulis atau lewat telepon dengan menjelaskan alasannya\n(pada saat yang bersangkutan masuk tetap harus memberikan surat bukti).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja dapat meninggalkan kerja pada jam kerja atau jam kerja lembur\nkarena sakit setelah mendapat izin dari atasannya dan memberitahukan kepada\nbagian personalia dan upah dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: MANGKIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja tidak masuk tanpa izin atau alasan yang tidak dapat\nditerima oleh pengusaha, maka pekerja tersebut dianggap mangkir dan kepadanya\npada hari tidak masuk kerja, upahnya tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih\nberturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti\nyang sah dan telah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan\ntertulis dapat diputus hubungan kerjanya karena dikualifikasikan mengundurkan\ndiri dan akan mendapatkan hak-haknya sesuai dengan peraturan yang berlaku serta\nuang pisa sebagaimana tercantum dalam pasal 72.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: SKORSING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Skorsing dapat dilakukan kepada setiap pekerja yang melakukan pelanggaran\ntata tertib atau tidak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya atau tindakan\nyang merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jangka waktu skorsing paling lama adalah 1 (satu) bulan, kecuali menunggu\nkeputusan PPHI sampai permasalahan selesai, dan selama masa skorsing upah\ndibayar sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: PENINGKATAN KETERAMPILAN, KOPERASI, SARANA IBADAH, DAN REKREASI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: PENDIDIKAN, LATIHAN, DAN PENGEMBANGAN KARIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bahwa untuk meningkatkan produktivitas kerja diperlukan peningkatan\nkemampuan dan keterampilan para pekerja. Adapun pengetahuan dan keterampilan\npara pekerja ditingkatkan dengan cara memberikan Latihan dalam suatu program\npeningkatan keterampilan atas pengetahuan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.Pengusaha melakukan Program Training atau\npelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.Program training yang dilaksanakan ditentukan\noleh pengusaha sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.Dalam hal diperlukan karena biaya latihan cukup\ntinggi, maka pengusaha mengadakan perjanjian dengan pekerja yang mengikuti\ntraining.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.Untuk pekerja yang memangku jabatan tertentu\nperusahaan menetapkan untuk mengikuti training atau pelatihan sebagai syarat\njabatan atau posisi tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5.Perusahaan memberikan kesempatan kepada semua\npekerja untuk meningkatkan Kemampuan dan prestasi kerjanya sehingga dapat\nmenduduki jabatan tertinggi di perusahaan tanpa meilhat suku, agama, warna\nkulit dan golongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: KOPERASI KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.Koperasi karyawan ilaha suatu wadah ekonomi yang\nberdasarkan kekeluargaan dan gotong royong untuk mewujudkan perekonomian\nkaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.Bahwa salah satu sarana penunjang kearah\npeningkatan kesejahteraan anggota koperasi dapat mengembangkan usaha bersama\nmelalui koperasi karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.Dalam pada itu pengusaha dengan kemampuan yang\nada berusaha untuk mendorong ke arah tumbuh dan berkembangnya kehidupan\nkoperasi karyawan di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.Setiap pekerja yang telah selesai menjalani masa\npercobaan dan pekerja kontrak yang telah ikut jamsostek, secara sukarela\ndiberikan kesempatan untuk menjadi anggota koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5.Pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional\nbersama-sama harus senantiasa melindungi, mendorong dan memajukan usaha\nkoperasi tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6.Sehubungan sebagian besar anggota koperasi adalah\nAnggota Serikat Pekerja maka Serikat Pekerja Nasional dapat membantu\nmenyampaikan aspirasi anggota koperasi kepada koperasi secara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7.Setiap 3 (tiga) bulan koperasi memberikan laporan\nkeuangan dan perkembangan koperasi kepada anggota melalui masing-masing\nlokal\u002Fdivisi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">8.Pengurus setiap waktu dapat di pilih dan di\nberhentikan oleh rapat anggota sesuai dengan Anggaran Dasar Koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">9.Setiap anggota berhak mendapat laporan saldi\nsetiap saat dan kartu saldo\u002Fbuku tabungan anggota harus dipegang dan menjadi\ntanggung jawab anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">10.Koperasi memberikan bingkisan lebaran kepada\nseluruh anggota setelah Rapat anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">11.Setiap RAT koperasi mengundang pengurus Serikat\nPekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: SARAN IBADAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja diberikan kebebasan untuk melaksanakanan ibadahnya sesuai\ndengan agama dan kepercayaannya masing-masing yang tercantum dalam pasal 29 UUD\n1945.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam upaya memberikan kesempatan kepada pekerja, pengusaha menyediakan\nsarana\u002Ftempat beribadah di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk memelihara dan membina kegiatan keorhanian, pekerja membentuk wadah\nDewan Kesejahteraan Masjid (DKM) dan Perseutuan Do’a (PD).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk kesempatan ibadah yang dilaksanakan oleh pekerja mendapat toleransi\ndari pemeluk agama lain da antar pekerja yang mempunyai kepercayaan yang\nberbeda dan selalu menghindari hal-hal yang akan mengarah kepada SARA (Suku,\nAgama, Ras, Antar Golongan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk pekerja laki-laki yang akan melakukan Shalat Jum’at di lingkungan\nperusahaan diberikan kesempatan untuk meninggalkan pekerjaan selama 1 ¼ jam\u002F75\nmenit, disesuaikan dengan waktu shalat Jum’at yang diajukan oleh DKM.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perusahaan memberikan perlengkapan sarana ibadah setahun sekali sesuai\ndengan kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Perusahaan, Koperasi dan Serikat Pekerja Nasional memberikan subsidi dana\nuntuk perayaan hari-hari besar keagamaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49: SARANA OLAHRAGA DAN KESENIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam rangka ikut menunjang pemeliharaan tubuh yang sehat dan pengembangan\nbakat dalam bidang olahraga dan kesenian, maka perusahaan menanggung biaya\nsarana olahraga dan kesenian disesuaikan dengan kondisi\u002Fkeadaan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja membentuk kepengurusan Olahraga dan Kesenian yang bertugas\nmenangani urusan-urusan olahraga dan kesenian dan bertanggung jawab terhadap\nsarana olahraga dan kesenian tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan, Koperasi, dan Serikat Pekerja Nasional akan membicarakan biaya\nbagi kegiatan olahraga dan kesenian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Semua kegiatan olahraga dispensasi kepada pekerja untuk kegiatan ORKES\ndengan upah dibayar penuh (harus ada ijin dari atasan dan personalia).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap pekerja PT Ricky Garmen Exportindo berhak melakukan kegiatan\norkes.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50: REKREASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Minimal satu tahun sekali pekerja dan keluarganya diperkenankan mengadakan\nrekreasi bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Rekreasi diberikan Subsidi oleh Perusahaan dan diadakan pada saat\npekerjaan tidak padat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Rekreasi diadakan dengan ketentuan disetujui oleh 60% dari karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1.Menjelang Hari Raya, perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR)\nkepada pekerja yang telah selesai masa percobaan yang besarnya disesuaikan\ndengan peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 02\u002FMEN\u002F2018.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>2.Bagi pekerja yang masa kerjanya di bawah 1 (satu) tahun cara menghitungnya\nadalah: (masa kerja x gaji pokok) \u002F 12\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>3.Pembayaran THR tersebut dilakukan paling lambat 2 (dua) minggu sebelum\nhari raya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Bagi pekerja yang mengundurkan diri satu bulan sebelum hari raya\nmendapatkan THR penuh sesuai ketentuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: TUNJANGAN KECELAKAAN DAN KEMATIAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: BANTUAN\u002FTUNJANGAN KEMATIAN BUKAN OLEH KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja tetap meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka\nperusahaan memberikan sumbangan kepada ahli warisnya dengan ketentuan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Upah dalam bulan yang sedang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Sumbangan ongkos penguburan sebesar Rp 600.000,-\n(Enam ratus ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Uang duka yang besarnya serendah-rendahnya sesuai\ndengan ketentuan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>2.Dan apabila keluarga pekerja yang meninggal dunia, maka perusahaan\nmemberikan sumbangan berupa uang. Keluarga disini adalah Ayah\u002FIbu Kandung,\nSuami\u002FIstri, Anak Kandung sesuai dengan data yang dilaporkan kepada\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cp>3.Dalam hal keluarga pekerja tetap yang meninggal dunia sumbangan diberikan\nkepada pekerja yang bersangkutan sebesar Rp 250.000,- (Dua ratus lima puluh\nribu rupiah) dan ada tembusan ke Serikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Surat edaran duka cita diedarkan di seluruh bagian tanpa memandang\njabatan, dan hasil sumbangan diketahui oleh Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: DAFTAR HADIR\u002FTIMECARD DAN PAKAIAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: DAFTAR HADIR\u002FCATATAN WAKTU KERJA\u002FFINGER SCAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Catatan waktu kerja adalah semua bentuk catatan dan rekaman secara\ntertulis dan merupakan bukti otentik atas pelaksanaan waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan membuat rekaman\u002Fcatatan waktu kerja untuk setiap pekerja dan\nmenjadi milik perusahaan untuk kepentingan penelitian, penilaian, pembayaran\nupah dan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja berkewajiban untuk menggunakan rekaman waktu kerja atau\nfinger scan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja masuk dan pulang diharuskan finger scan, jika tidak harus\nsegera melapor ke bagian personalia. Dalam hal tidak melapor dianggap tidak\nmasuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan wajib memeriksa data finger scan dan memberitahukan kepada\npekerja yang bersangkutan apabila data tidak masuk komputerisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Jumlah mesin finger scan disesuaikan dengan jumlah karyawan di\nmasing-masing lokal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: PAKAIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang sudah selesai masa percobaan diwajibkan memakai seragam yang\nwarna dan modelnya ditentukan oleh perusahaan dari hari Senin s\u002Fd Sabtu, untuk\nstaff kantor hari Senin s\u002Fd Jum’at.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembagian seragam secara gratis dilaksanakan setiap bulan April\ndisesuaikan dengan masa kerja dan jabatan atau posisi pekerja dengan ketentuan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Pekerja yang sudah lepas masa percobaan, pekerja\nmenerima 2 stell seragam. Terdiri dari 2 kemeja dan 2 bahan celana dengan\ndesign yang sudah ditentukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Dalam hal pekerja dalam waktu kurang dari 4\n(empat) bulan setelah menerima seragam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Tersebut mengundurkan diri\u002Fberhenti dari perusahaan\nkarena kemauan sendiri maka diwajibkan mengembalikan seragam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Pekerja yang telah mendapatkan pembagian seragam\nbaru 2 (dua) stell seragam lama tidak harus dikembalikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang tidak memakai seragam sesuai dengan ketentuan perusahaan\ntidak akan diperkenankan masuk area perusahaan pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang masih masa training, pekerja kontrak dan masa percobaan yang\nbelum mendapat seragam himbau untuk memakai busana hitam putih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk pekerja perempuan (staff, harian) diperbolehkan memakai busana\nmuslim, dengan ketentuan bahan, warna dan model ditentukan dari perusahaan\ndengan mengajukan ijin terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Proses jahit busana muslim dilakukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN SARANA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap keselamatan dan kesehatan\nkerja pekerja maka dibentuk organisasi yaitu Panitia Pembina Keselamatan dan\nKesehatan Kerja (P2K3).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Untuk membantu tugas-tugas P2K3 di perusahaan maka di setiap bagian\ndibentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja di bagiannya di bawah\nPemimpin Kepala Bagian\u002FSupervisornya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selain P2K3 perusahaan juga membentuk Team Pemadam Kebakaran dan Team\nPertolongan pertama (Team PP).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja harus bersedia ditunjuk, dipilih sebagai pengurus atau\nanggota P2K3 Team Pemadam Kebakaran dan PP karena merupakan bagian dari\ntugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) mengadakan\npemeriksaan secara periodik atas alat-alat pelindung Keselamatan dan Kesehatan\nKerja yang digunakan oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian pekerja terhadap masalah\nKeselamatan Kerja maka pengusaha akan menyusun buku pedoman mengenai\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 56: KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan pekerja menyadari pentingnya keselamatan kerja, karenanya\nkedua belah pihak mencegah dan menghindari kemungkinan timbulnya kecelakaan dan\nsakit akibat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan perlindungan Keselamatan Kerja seperti: Masker,\nKerudung, Safety Shoes, Tangga, Kacamata Las, Alat Kerja yang bukan penghantar\nlistrik dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>3.Untuk mencegah terjadinya kecelakan kerja, semua pekerja harus mentaati\nseluruh peraturan dan tata cara pemakaian alat kerja serta ketentuan kerja yang\ndikeluarkan perusahaan dengan berpendoman pada Undang-undang No. 1 tahun\n1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pekerja berhak menolak bekerja terhadap pekerjaan yang tidak memenuhi\nsyarat keselamatan kerja dan kesehatan serta tidak adanya alat-alat\nperlindungan diri yang diwajibkan (UU No. 1\u002F1970 pasal 12 huruf e).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Alat-alat pemadam kebakaran harus ditempatkan di tempat yang mudah\nterlihat dan terjangkau serta diberi cat berwarna merah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Semua pekerja harus mengetahui tempat alat-alat pemadam kebakaran dan\nmengetahui cara penggunaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Benda-benda yang mudah terbakar harus diperhatikan keamanannya serta\ndilakukan tindakan pencegahan terhadap bahaya kebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Bila terjadi kebakaran, pekerja harus memberitahukan tanda bahaya tersebut\nkepada petugas pemadam\u002Fpenanggulangan kebakaran harus berusaha memadamkan dan\npara pekerja lainnya supaya ikut membantu bilamana diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>9.Secara periodik akan dilaksanakan latihan pemadam kebakaran dan pembinaan\nterhadap regu pemadam kebakaran yang telah dibentuk.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>10.Perusahaan dapat memberikan sanksi kepada pekerja yang melanggar\nketentuan dari Keselamatan dan Kesehatan (K-3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57: KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tempat bekerja dipelihara kebersihan dan kerapihan dan untuk menjaga\nkesehatan bersama dilarang meludah di lantai dan membuang sampah di sembarang\ntempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja harus memenuhi dan melaksanakan instruksi tentang pemakaian\nalat-alat perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang disediakan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja yang mengetahui pekerja lain menderita penyakit menular\nseperti: Lerpa, Syphilis, Kolera, TBC, Demam Berdarah, Muntaber, dan sebagainya\nharus melapor kepada atasannya tentang penyakit tersebut untuk melakukan\ntindakan pencegahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 58: ALAT-ALAT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan wajib menyediakan dan memberikan alat-alat kerja bagi pekerja\nmenurut macam dan jenis sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan untuk\nmasing-masing pekerjaan dan pekerja wajib untuk menggunakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja diwajibkan merawat alat-alat kerja tersebut dan menyimpannya pada\ntempat yang telah ditentukan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal terjadi kerusakan pada alat-alat kerja dan karenanya perlu\ndilakukan penukaran, maka pekerja (diwajibkan) menunjukkan alat-alat kerja yang\nlama dan rusak pada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 59: SARANA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan wajib menyediakan dan memberikan sarana kerja sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Kaos kerja (6 bulan sekali 2 pc) tetapi untuk\nbagian tertentu Bulan Juni dan Desember\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Topi (ditentukan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Wearpack\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Otto dan kerudung (1 tahun sekali di Bulan\nDesember)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Masker (tiap 4 bulan diganti)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Safety Shoes (bagian tertentu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sarana kerja tersebut disesuaikan dengan (kebutuhan) masing-masing\nbagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal terjadi kerusakan atau tidak layak dipakai perlu adanya\npenukaran dengan sepengetahuan atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV: TATA TERTIB PERUSAHAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 60: KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja harus berada di tempat tugas masing-masing tepat waktu yang\ntelah ditentukan dan demikian pula pada waktu pulang meninggalkan pekerjaan\nharus pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja harus mengikuti seluruh petunjuk-petunjuk atau\ninstruksi-instruksi yang diberikan oleh atasannya atau pemimpin perusahaan\nberwenang sepanjang tidak bertentang dengan norma ketenagakerjaan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja harus melaksanakan seluruh tugas dan kewajiban yang\ndiberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja harus menjaga serta memelihara dengan baik semua barang\nmilik perusahaan dan agara melaporkan kepada pimpinan perusahaan\u002Fatasannya\napabila mengetahui hal-hal yang menimbulkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap pekerja harus memelihara dan memegang teguh rahasia perusahaan\nterhadap siapapun mengenai hal yang diketahui mengenai perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap pekerja harus melaporkan kepada pimpinan perusahaan apabila ada\nperubahn-perubahan akan status dirinya, susunan keluarganya, perubahan alamat\nsebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap pekerja wajib memeriksa semua alat-alat kerja masing-masing dan\nsebagainya sebelum bekerja atau akan meninggalkan pekerjaan, sehingga\nbenar-benar tidak akan menimbulkan kerusakan atau bahaya yang akan mengganggu\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap pekerja diharuskan membantu dan menjaga keamanan dan keselamatan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Setiap pekerja bersedia menjalani pemeriksaan rutin atau sewaktu-waktu\nyang dilaksanakan oleh atasan yang ditunjuk atau satpam perusahaan dengan\nmengindahkan norma-norma sopan santun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Setiap pekerja berkewajiban untuk membantu secara positif dalam\nmeningkatkan efisiensi dan penghematan penggunaan bahan-bahan milik\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Setiap pekerja berkewajiban untuk bertanya kembali kepada atasannya\napabila instruksi yang diberikan tidak dimengerti atau kurang jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Setiap pekerja membantu untuk mencegah perbuatan orang lain di dalam\nmaupun di luar perusahaan yang dapat mengakibatkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Setiap pekerja harus menjaga kebersihan, kerapian, kesehatan, dan\nkeasrian lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Setiap pekerja harus memberitahukan kepada atasannya atau perusahaan\napabila datang masuk kerja terlambat dan atau pulang cepat dengan\nmemberitahukan alasannya secara benar dan bertanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Pekerja yang tidak bisa masuk kerja karena keperluan pribadi, ijin biasa,\nijin resmi harus memberitahukan kepada atasannya atau perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Pekerja yang tidak bisa masuk kerja karena sakit harus menunjukkan surat\ndokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Pekerja yang melaksanakan tugas luar karena tugas dari perusahaan atau\nkarena melaksanakan tugas organisasinya serikat pekerja harus memberitahukan\nkepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Setiap pekerja harus bersikap sopan, ramah terhadap sesama pekerja,\natasan maupun tamu perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Setiap pekerja berkewajiban untuk memakai pakaian seragam selama berada\ndi pabrik, yang belum mendapat\u002Ftidak mendapat pakaian seragam, harus memakai\npakaian hitam putih, sopan, bersih dan rapi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Pekerja yang dimutasi karena kenaikan pangkat atau penurunan atau\ndipindah tugasakan dalam waktu yang ditentukan setelah menerima surat perintah\ndari pihak yang mengadakan mutasi untuk menempati jabatan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Pekerja harus memperhatikan prinsip-prinsip K-3:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Setiap pekerja berhak mendapat perlindungan atas\nkeselamatan dalam melakukan pekerjaannya untuk kesejahteraan hidup dan\nmeningkatkan produksi serta produktivitas nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Setiap pekerja lainnya yang berada di tempat\nkerja perlu dijamin pula keselamatan dan kesehatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Setiap pekerja berkewajiban untuk memenuhi perjanjian kerja perjanjian\nkerja bersama dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Dalam rangka pemberantasan pengedaran dan penggunaan narkotika dan obat\nterlarang (NARKOBA) atau hal-hal yang berkaitan dengan obat terlarang atau\npsikotropika maka perusahaan mengadakan pemeriksaan air seni kepada\nkaryawan\u002Fkaryawati secara acak dan apabila ditemukan memakai obat terlarang\ntersebut diputuskan hubungan kerjanya secara tidak hormat (PHK) sesuai dengan\nUU yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: LARANGAN-LARANGAN BAGI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja dilarang membawa atau menggunakan barang-barang milik\nperusahaan keluar dari lingkungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak\ndiperkenankan memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya kecuali atas perintah\nizin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja dilarang menjual\u002Fmemperdagangkan barang-barang berupa\napapun atau mengedarkan daftar sokongan, menempatkan atau mengedarkan poster\nyang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan tanpa ijin pimpinan di dalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja dilarang minum minuman keras, mabuk ditempat kerja\nmembawa\u002Fmenyimpan dan menyalahgunakan bahan narkotika, melakukan segala macam\nperjudian, dan berkelahi dengan sesama pekerja\u002Fpimpinan di dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap pekerja dilarang membawa senjata api\u002Ftajam ke dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap pekerja dilarang membocorkan rahasia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap pekerja dilarang membawa makanan dari luar ke ruangan kerja\u002Ftempat\nkerja khususnya areal produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap pekerja dilarang membawa barang-barang\u002Falat-alat dari luar yang\ntidak ada hubungannya dengan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Setiap pekerja dilarang merokok di ruangan produksi, warehouse\u002Fgudang,\npower house, workshop, serta tempat-tempat lain yang dilarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Setiap pekerja dilarang melakukan perbuatan asusila di lingkungan\nperusahaan, membujuk, merayu, atau memancing serta mengajak pekerja lain untuk\nmelaksanakan perbuatan amoral yang melanggar kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Setiap pekerja dilarang menolak perintah kerja yang sesuai dengan\nperusahaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Setiap pekerja dilarang memberikan keterangan yang tidak benar mengenai\ndirinya maupun hasil pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>13.Setiap pekerja dilarang menganiaya, menghina secara kasar atau melakukan\nancaman yang membahayakan pekerja lain, pihak pimpinan perusahaan\u002Fpengusaha\nataupun keluarganya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>14.Setiap pekerja dilarang bertindak sembrono\u002Fserampangan, merusak alat\nkerja, hasil kerja dan barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Setiap pekerja dilarang membuang sampah di sembarang tempat dan meludah\ndi lantai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Setiap pekerja dilarang untuk mendirikan perkumpulan yang tidak ada\nhubungannya dengan kegiatan perusahaan, meminta sumbangan tanpa izin dari\npemimpin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Setiap pekerja dilarang mengganggu, mengajak beberapa pekerja lainnya\nyang sedang bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Setiap pekerja dilarang bersenda gurau, mondar mandir pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Setiap pekerja dilarang mengeluarkan mengeluarkan kata-kata yang tidak\nsopan, kasar, menjerit-jerit, berteriak-teriak membuat kegaduhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Setiap pekerja dilarang merubah bentuk pakaian kerja yang diberikan tanpa\nijin dari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Setiap pekerja dilarang merubah atau mencoret-coret dokumen perusahaan\natau pengumuman perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Setiap pekerja dilarang meminjamkan pakaian kerja maupun kartu pengenal\npekerja kepada pekerja lain atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Setiap pekerja dilarang mencoret-coret dinding, tembok gedung\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Setiap pekerja dilarang memasuki areal Perusahaan tanpa memiliki kartu\ntanda pengenal karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Setiap pekerja dilarang mengajak masuk ke dalam lokasi perusahaan\nkeluarga, teman\u002Frelasinya atau tamu tanpa seijin perusahaan terkecuali tamu\ndinas yang berhubungan dengan Organisasi serikat pekerja dengan menggunakan\nkartu tamu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Setiap pekerja dilarang meninggalkan pekerjaannya sebelum jam kerja\nselesai\u002Fistirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Setiap pekerja dilarang membuat barang-barang dari perusahaan untuk\ndipakai sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Setiap pekerja dilarang menjadi anggota organisasi terlarang atau\norganisasi yang dapat meresahkan\u002Fmembuat ketidak-tenangan dan kerugian\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.Atasan tidak boleh meminta pekerja untuk membuat surat pernyataan yang\nberbentuk pengunduran diri dengan alasan produktivitas si pekerja menurun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30.Atasan dilarang melanggar prosedur kerja yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 62: KEWAJIBAN ATASAN TERHADAP BAWAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Memperlakukan bawahannya dengan sopan, jujur, dan wajar sesuai dengan\ntugas dan tanggung jawab yang telah ditentukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Memberikan petunjuk kepada bawahan tentang pekerjaan yang harus dilakukan\ntermasuk juga peraturan keselamtan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memberikan bimbingan dan dorongan kepada bawahannya untuk meningkatkan\nketerampilan, pengetahuan dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menegur bawahannya yang melanggar peraturan yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan penilaian secara jujur dan obyektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Menjawab setiap pertanyaan bawahannya sesuai dengan batas kewenangan yang\ndimilikinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63: TATA TERTIB SIKAP BAWAHAN TERHADAP ATASAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bawahan melaksanakan perintah dan petunjuk atasannya dengan sebaik-baiknya\nselama tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bawahan bersikap sopan, jujur dan wajar terhadap atasannya serta loyalitas\ndan dedikasi yang tinggi dalam mengemban tugas-tugasnya yang diberikan oleh\nperusahaan melalui atasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bawahan menanyakan kepada atasannya mengenai hal-hal yang belum atau\nkurang jelas baginya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bawahan dapat mengajukan usul atau saran kepada atasannya demi kelancaran\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 64: TATA CARA PEMBINAAN DAN SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan maupun Serikat Pekerja menyadari sepenuhnya perlunya menegakkan\ndisiplin kerja, karenanya terhadap kesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan oleh\nbawahan\u002Fatasan atas peraturan yang telah diatur dapat diberikan\npembinaan\u002Fsanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembinaan atau sanksi yang diberikan kepada bawahan\u002Fatasan adalah\nmerupakan usaha korektif dan pengarahan terhadap tindakan dan tingkah laku\natasan\u002Fbawahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bawahan\u002Fatasan yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan\u002Fdisiplin\nkerja dan lalai terhadap kewajibannya makan dikenakan hukuman\u002Fsanksi sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Teguran Lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Surat Teguran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Surat Peringatan Pertama, Kedua, dan\nKetiga\u002FTerakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Surat peringatan diberikan berdasarkan urutan-urutannya tetapi dapat\ndinilai menurut besar kecilnya kesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Masing-masing Surat Teguran dan Surat Peringatan mempunyai masa berlaku\nyang berbeda yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Surat Teguran masa berlakunya 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Surat Peringatan Pertama masa berlakunya 2 (dua)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Surat Peringatan Kedua masa berlakunya 2 (dua)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Surat Peringatan Ketiga masa berlakunya 3 (tiga)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang telah diberikan pembinaan dan sanksi surat peringatan ke\n3\u002Fterakhir maka perusahaan akan memberikan tembusan surat peringatan terakhir\ndan waktu serta kesempatan kepada serikat pekerja nasional untuk memberikan\npembinaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 65: PELANGGARAN DENGAN TEGURAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memberikan Surat Teguran untuk kesalahan\u002Fpelanggaran yang\ndilakukan bawahan\u002Fatasan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk pekerja bulanan: apabila tidak masuk kerja tanpa kabar\u002Fmangkir 1\n(satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Petugas piket yang tidak teliti\u002Flalai dalam melakukan pemeriksaan pada\nsaat karyawan keluar ruangan atau pulang kerja sehingga ditemukan oleh satpam,\nanak buahnya membawa barang milik perusahaan, akan disesuaikan dengan kasus\nyang terjadinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atasan yang anak buahnya melakukan kesalahan kerja yang masih dapat\nditolerir disesuaikan dengan kasus yang terjadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Ditemukan tidak memakai perlengkapan kerja seperti masker, kerudung, yang\nsesuai dengan ketentuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tidak membersihkan tempat kerja sehingga berantakan dan kotor, sesuai\nkerja dan langsung meninggalkan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tidak berada di tempat kerja pada waktu jam kerja tanpa pemberitahuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Memasang tulisan pamflet, pengumuman, atau slogan-slogan tanpa ijin yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Membawa anak kecil dalam jam kerja tanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Tidak melaporkan perubahan data diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Perilaku tidak sopan pada sesama pekerja dan tidak tertib di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Bekerja tidak memperhatikan keselamatan dirinya atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Makan, minum sambil berjalan atau di luar tempat dan waktu yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Keluar masuk tempat kerja tanpa melalui pintu yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Tidak cakap melakukan pekerjaan walaupun sudah dicoba di bidang tugas\nyang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 66: PELANGGARAN DENGAN SURAT PERINGATAN PERTAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memberikan Surat Peringatan Pertama untuk\nkesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan pekerja\u002Fatasan management sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila pelanggaran yang sama seperti pada pasal 65 diatas tetap dilakukan\noleh pekerja dalam waktu 2 (dua) bulan atau melakukan pelanggaran\u002Fkesalahan\nlain dan yang bersangkutan sudah pernah mendapat surat teguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Terlambat masuk kerja 5 (lima) kali dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidak masuk setelah gajian, sebelum atau sesudah liburan resmi\u002Fhari besar,\ndengan alasan yang tidak dapat diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tidak masuk sebelum dan sesudah cuti yang diberikan perusahaan tanpa\nmemberikan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tidak mengambil surat cuti yang telah diberikan\u002Fdisarankan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tidak masuk 2 (dua) kali dalam 1 (satu) bulan tanpa alasan yang\njelas\u002Fmangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Tidak memakai seragam\u002Fpakaian kerja yang sesuai dengan ketentuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Tidak mematuhi ketentuan-ketentuan keselamatan kerja, petunjuk-petunjuk\natasan dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Meninggalkan pekerjaan tanpa ijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Meludah di depan banyak orang\u002Fpimpinan, membuang sampah yang berbahaya di\nsembarang tempat atau tidak ditempat sampah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Membuat gaduh dan atau mengganggu ketenangan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Tidak mematikan listrik dan mesin produksi atau merapikan barang-barang\npekerjaan setelah selesai jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Menolak untuk diperiksa oleh satpam saat meninggalkan areal kerja\n(istirahat\u002Fpulang).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Melanggar tata tertib kerja atau tidak mengikuti aturan kerja yang\ndiberikan atasan sehingga hasil kerja rusak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Membuat keributan dan bertengkar mulut di tempat kerja dan tidak mau\nmenurut setelah dinasehati oleh atasan\u002Fperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Terbukti mencari-cari alasan untuk meminta ijin meninggalkan kerja pada\nwaktu kerja belum selesai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Mengajak masuk saudara, teman, yang bukan karyawan ke lokasi perusahaan\ntanpa seijin petugas atau perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Melanggar standar\u002Fpedoman\u002Fmanual kerja atau lainnya yang telah ditetapkan\nuntuk dipatuhi dengan mempertimbangkan tingkat kesalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Menolak menjalankan perintah atasan yang layak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Memindahkan alat-alat pemadam kebakaran, alat-alat perlengkapan atau\ntanda-tanda keselamatan kerja tanpa ijin dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Mencoret-coret atau merobek pengumuman\u002Fpemberitahuan yang baru di tempel\npada papan pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 67: PELANGGARAN DENGAN SURAT PERINGATAN KEDUA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memberikan Surat Peringatan Kedua untuk\nkesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan pekerja\u002Fatasan management sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila pelanggaran yang sama seperti pada pasal 66 di atas tetp dilakukan\noleh bawahan\u002Fatasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melalaikan kewajiban secara serampangan sehingga merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mencorat-coret tembok\u002FGedung di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pelanggaran yang merugikan perusahaan dengan memperhatikan kasus yang\nterjadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mangkir selama 3 (tiga) hari berturut-turut dalam 1 (satu) bulan kalender\ntanpa memberikan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Petugas satpam yang sedang jaga\u002Ftugas tidak mengetahui di daerah\npengawasannya terjadi pencurian\u002Ftindak kejahatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Terbukti atasan memaki-maki bawahan dengan ucapan yang bertentangan dengan\nhak asasi manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Tidak melaporkan adanya bahaya kepada atasan\u002Fperusahaan yang dapat\nmerugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Melakukan pekerjaan secara kasar sehingga berakibat rusaknya peralatan dan\nmesin-mesin karena kelalaian menyebabkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Menggunakan peralatan kerja dan fasilitas perusahaan lainnya untuk\nkepentingan sendiri tanpa ijin yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Tidak melaporkan kerusakan peralatan kerja, kerusakan hasil kerja, dan\nkesalahan proses kerja dengan mempertimbangkan hal-hal yang meringankan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 68: PELANGGARAN DENGAN SURAT PERINGATAN KETIGA\u002FTERAKHIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk pelanggaran-pelanggaran di bawah ini akan memberikan Surat Peringatan\nKetiga (Terakhir) sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila melakukan kesalahan yang sama dengan menerima Surat Peringatan\nKedua dan masih dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan yang diketeukan berjualan di sekitar areal perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan\nkecelakaan bagi dirinya\u002Forang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Melakukan usaha rentenir (meminjamkan uang dengan bunga tinggi) di dalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mengoperasikan mesin atau peralatan kerja yang buka menjadi tugasnya tanpa\nizin\u002Fperintah atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Merokok sambil berjalan atau diluar dari tempat yang telah ditentukan, dan\nmembuang puntung rokok tidak pada tempatnya yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Menyebarkan berita-berita yang tidak benar di dalam lingkungan perusahaan\nsehingga menimbulkan keresahan di antara sesame pekerja dan mengakibatkan\npekerja menjadi terganggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Tidak masuk setelah cuti massal dengan alasan yang tidak dapat\ndipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Petugas satpam\u002Fpekerja terbukti tidur pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Dengan sengaja menjelekkan nama baik atasannya sehingga mempengaruhi\nkewibawaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Mangkir 4 (empat) hari berturut-turut atau 5 (lima) hari tidak\nberturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Terbukti anggota satpam meninggalkan pos\u002Ftempat kerja sebelum waktunya\nsehingga perusahaan kehilangan barang\u002Fmenderita kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Karyawan mengedarkan surat yang berbentuk ajakan atau provokasi yang\nmenjelekkan nama perusahaan\u002FSerikat Pekerja Nasional atau menuntut kepada\nperusahaan tanpa memberitahukan kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Karyawan yang menyebarkan isu atau keterangan yang tidak benar mengenai\nperusahaan baik secara lisan maupun secara tertulis kepada karyawan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Atasan yang tidak menjalankan kewajiban sesuai dengan jabatan dan\ntanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Merusak dan berusaha merusak barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Berlaku kurang ajar kepada pimpinan perusahaan atau keluarganya, sesame\npekerja, atasan atau tamu perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 69: PELANGGARAN TATA TERTIB YANG DAPAT MENGAKIBATKAN PEMUTUSAN\nHUBUNGAN KERJA SESUAI DENGAN UU NO 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap bawahan atasan yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib\nperusahaan, pelanggaran hukum atau merugikan perusahaan, dapat dikenakan sanksi\nPemutusan Hubungan Kerja dan dilaksanakan sesuai dengan undang-undang yang\nberlaku, antara lain yang termasuk pelanggaran berat sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap bawahan\u002Fatasan yang melakukan pelanggaran PKB, pelanggaran hukum\nyang merugikan perusahaan dapat dikenakan sanksi PHK dan disesuaikan dengan\nundang-undang No. 13 Tahun 2003 ketenagakerjaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melakukan pencurian\u002Fpenggelapan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melakukan penganiayaan terhadap pengusaha, keluarga pengusaha atau sesama\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masuk berjudi dan berkelahi di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Terbukti merusak barang milik perusahaan dengan sengaja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Terbukti mengadu domba, menghasut, mengumpulkan massa secara tidak sah\nuntuk mengganggu kelancaran produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Terbukti mengancam teman kerja, atasan atau pengusaha dan keluarganya\nsehingga keselamatannya terancam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Terbukti secara terang-terangan menolak pembinaan yang dilakukan oleh\natasan dan dibuktikan dengan menentang secara kasar dan terang-terangan\nsehingga kewibawaan pimpinan tidak ada\u002Fdilecehkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Dengan sengaja menghilangkan dokumen, barang-barang inventaris penting\nmilik perusahaan, sehingga merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Terbukti memalsukan tanda tangan atasan, menggunakan stempel perusahaan\nuntuk kepentingan pribadi\u002Fkelompok sehingga merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Terbukti dengan sengaja menyuruh orang lain untuk mengancam, mencelakai,\nmenyakiti secara fisik\u002Fmental atasan atau sesama pekerja atau perusahaan dan\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Terbukti memberikan keterangan\u002Fkesaksian palsu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Terbukti tidak dapat bekerja baik akibat minum minuman keras atau\nobat-obatan terlarang yang dilakukan diluar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas atau tanpa ijin atasan telah\nmemindahkan\u002Fmenyimpan barang milik perusahaan di suatu tempat yang tidak\nsemestinya yang terbukti sebagai usaha atau membantu pencurian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Melakukan perbuatan asusila di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Terbukti meminta hadiah atau perjamuan makan pada rekanan perusahaan\nuntuk kepentingan pribadi, sehingga mencemarkan nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Terbukti menjelekkan\u002Fmencemarkan nama baik sesame pekerja, atasa, bawahan\nsehingga mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Terbukti memberikan jasa dan meminta imbalan, karena memasukkan calon\npekerja baru dan diterima sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Petugas satpam memergoki pelaku pencurian, penipuan, kejahatan,\npenganiayaan, penggelapan, tindakan asusila, tetapi tidak melakukan penangkapan\nuntuk diambil tindakan\u002Fdiproses sesuai ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Melakukan manipulasi\u002Fkorupsi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 70: PENYELESAIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bipartite.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal tidak ada kesepakatan penyelesaian di tingkat Bipartite maka\nSerikat Pekerja maupun pengusahan menyelesaikan dengan mekanisme sebagaimana\ndiatur didalam undang-undang No. 2 tahun 2004 PPHI (Penyelesaian Perselisihan\nHukum Industrial).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI: PEMBINAAN DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 71: PRINSIP-PRINSIP PEMBINAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan Serikat Pekerja dengan segala upaya harus mengusahakan agar\ntidak terjadi adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dengan melakukan\nLangkah-langkah efisiensi untuk penyelamatan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembinaan diberikan kepada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang akan menerima\u002Fdiberikan Surat Peringatan Ketiga\u002FTerakhir dan\natau akan dikenakan ditandakan skorsing\u002Fpemecatan sementara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja dari semua tingkatan dibina mengenai isi dari PKB,\nPerundang-undangan ketenagakerjaan, norma kerja, efisiensi, Jaminan Sosial\nTenaga Kerja, keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pembinaan kepada pekerja dilakukan oleh pihak Personalia dan Serikat\nPekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 72: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Berdasarkan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan\nundang-undang No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan\nIndustrial:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perusahaan, pekerja, Serikat Pekerja, Pemerintah dengan segala upaya harus\nmengusahakan agar jangan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>b.Pemutusan Hubungan Kerja dilarang antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">—Keterangan dokter selama waktu tidak melampaui\n12 (dua belas) bulan terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">—Selama pekerja berhalangan menjalankan\npekerjaannya karena tugas kewajiban negara sesuai dengan ketentuan peraturan\nundang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">—Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan\nagamanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">—Pekerja menikah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">—Pekerja perempuan hamil, melahirkan, gugur\nkandungan, atau menyusui bayinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang melakukan pelanggaran berat atau telah diberikan Surat\nPeringatan setelah tiga kali masih melakukan pelanggaran yang sama, maka\nperusahaan dapat memutuskan hubungan kerja yang dilaksanakan sesuai dengan\nketentuan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang mengundurkan diri dari perusahaan dapat mengajukan surat\npermohonan secara resmi kepada perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Untuk pekerja dengan jabatan operator\nselambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Untuk pekerja dengan jabatan ketua line\u002FLeader,\nstaff, selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal demikian perusahaan tidak berkewajiban untuk memberikan uang\npesangon dan jasa berupa apapun, kecuali apabila pekerja telah bekerja sekurang\nkurangnya 5 (lima) tahun akan diberikan upah\u002Fpisah penghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja yang dihitung besarnya sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n8 tahun sebesar 1 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Masa kerja 8 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n10 tahun sebesar 2 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Masa kerja 10 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n13 tahun sebesar 3 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Masa kerja 13 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n15 tahun sebesar 4 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n18 tahun sebesar 5 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n21 tahun sebesar 6 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Masa kerja 21 tahun keatas 7 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>4.Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, perusahaan diwajibkan membayar\nuang pesangon dan uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima sekurang-kurangnya sesuai dengan undang-undang\nketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>5.Ketentuan memberikan uang pesangon berpedoman pada ketentuan undang-undang\nketenagakerjaan yang berlaku sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Masa kerja kurang dari 1 tahun sebesar 1 bulan\ngaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n2 tahun sebesar 2 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n3 tahun sebesar 3 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n4 tahun sebesar 4 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n5 tahun sebesar 5 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n6 tahun sebesar 6 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n7 tahun sebesar 7 bulan gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h.Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n8 tahun sebesar 8 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i.Masa kerja 8 tahun atau lebih sebesar 9 bulan\ngaji\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Perhitungan uang penghargaan masa kerja atau tunjangan pengobatan dan\nperumahan (15%) dihitung dari ketentuan undang-undang ketenagakerjaan yang\nberlaku sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n6 tahun 2 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n9 tahun 3 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n12 tahun 4 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n15 tahun 5 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n18 tahun 6 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n21 tahun 7 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n24 tahun 8 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h.Masa kerja 24 tahun atau lebih 10 bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Uang penggantian hak yang seharusnya diterima sebagaimana yang dimaksud di\natas meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Cuti tahunan yang diambil dan belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Biaya atau ongkos pulang untuk perjalanan\nkeluarganya ke tempat di mana pekerja diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Penggantian untuk perumahan serta pengobatan dan\nperawatan ditetapkan sebesar 15% (lima belas persen) dari udang pesangon dan\natau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Upah sebulan adalah sama dengan 25 kali upah sehari atau 173 kali upah\nsejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 73: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA MENINGGAL DUNIA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang dinyatakan Pemutusan Hubungan Kerja karena meninggal dunia,\nkepada ahli waris yang sah akan diberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Sisa hak pekerja yang mmasih ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Santunan kematian melalui BPJS\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Tabungan Hari Tua melalui BPJS\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Biaya pemakaman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Uang pesangon dan yang jasa sesuai dengan\nketentuan undang-undang yang berlaku (Undang-undang No. 13 Tahun 2003) tentang\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk penerimaan uang pesangon kepada ahli waris pekerja harus didampingi\noleh Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja berhak mendapatkan 2 (dua) kali uang pesangon sesuai pasal 156\nayat (2), uang penghargaan masa kerja sesuai ketentuan pasal 156 ayat (3) dan\nganti kerugian sesuai ketentuan pasal 156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 tentang\nKetenagakerjaan serta diberikan uang kebijaksanaan, dengan catatan sesuai\ndengan Pasal 72 ayat 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 74: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA SAKIT YANG BERKEPANJANGAN DAN\nCACAT TOTAL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang telah bekerja dan belum mencapai usia 55 tahun dan menderita\nsakit berkepanjangan atau cacat total, perusahaan dapat mengajukan PHK sesuai\ndengan UU No. 21 Tahun 2004 (PPHI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena sakit berkepanjangan atau\ncacat total maka perusahaan wajib memberikan haknya sesuai dengan undang-undang\nketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja berhak mendapatkan 2 (dua) kali uang pesangon sesuai pasal 156\nayat (2), uang penghargaan masa kerja sesuai ketentuan pasal 156 ayat (3) dan\nganti kerugian sesuai ketentuan pasal 156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 tentang\nKetenagakerjaan serta diberikan uang kebijakan, dengan catatan sesuai dengan\nPasal 72 ayat 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 75: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang telah bekerja dan telah mencapai usia 55 (lima puluh lima)\ntahun berhak atas pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena pensiun, perusahaan wajib\nmemberikan haknya dengan ketentuan UU No.13 Tahun 2002 Pasal 167 ayat 5.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja berhak mendapatkan 2 (dua) kali uang pesangon sesuai pasal 156\nayat (2), uang penghargaan masa kerja sesuai ketentuan pasal 156 ayat (3) dan\nganti kerugian sesuai ketentuan pasal 156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 tentang\nKetenagakerjaan serta diberikan uang kebijaksanaan, dengan catatan sesuai\ndengan Pasal 72 ayat 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 76: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA EFISIENSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang telah bekerja dan belum mencapai usia 55 (lima puluh lima)\ntahun tetapi kondisi perusahaan yang tidak dapat melangsungkan yang tidak dapat\nmelangsungkan kegiatannya dengan baik dan terpaksa melakukan pengurangan jumlah\npekerja\u002Fefisiensi, perusahaan dapat melakukan PHK secara massal dan\ndimusyawarahkan dulu dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena efisiensi, perusahaan\nwajib memberikan haknya sesuai dengan ketentuan undang-undang No. 13 Tahun 2003\ntentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\u002Fburuh\nkarena perusahaan tutup bukan karena mengalami kerugian 2 (dua) tahun\nberturut-turut atau bukan karena keadaan (force majeure) tetapi perusahaan\nmelakukan efisiensi, dengan ketentuan pekerja\u002Fburuh berhak atas uang pesangon\nsebesar 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat (2), yang penghargaan masa kerja\nsebesar 1 (satu) kaku ketentuan pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak\nsesuai ketentuan pasal 156 ayat (4). Sesuai dengan Pasal 164 ayat (3) UU No. 13\nTahun 2003 tentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 77: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PERUSAHAAN TUTUP KARENA\nKERUGIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\u002Fburuh\nkarena perusahaan pailit, dengan ketentuan pekerja\u002Fburuh berhak atas uang\npesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (2), uang penghargaan\nmasa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (3), dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan pasal 156 ayat (4), sesuai dengan Pasal 165 UU\nNo. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 78: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA ALIH MANAGEMENT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang tekah terkena PHK karena perubahan status atau pemilikan\nperusahaan atau perusahaan pindah lokasi dengan syarat-syarat kerja baru yang\nsama dengan syarat-syarat kerja lama dan pekerja tidak bersedia untuk\nmelanjutkan hubungan kerja, maka kepada pekerja diberikan haknya sesuai dengan\nundang-undang ketenagakerjaan yang berlaku yaitu Pasal 163 UU No. 13 Tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kewajiban pengusaha untuk membayar secara tunai semua hak yang diterima\npekerja kecuali ada perjanjian lain antara pengusaha lama dan pengusaha\nbaru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja dalam\nhal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan, atau perubahan\nkepemilikan perusahan dan pekerja tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja,\nmaka pekerja berhak atas uang uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\npasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan\npasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 156 ayat\n(4), sesuai dengan Pasal 165 UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja karena\nperubahan status, penggabungan, peleburan perusahaan, dan pengusaha tidak\nbersedia menerima pekerja di perusahaan, maka pekerja berhak atas uang uang\npesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat (2), uang penghargaan\nmasa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (3), dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan pasal 156 ayat (4), sesuai dengan Pasal 165 UU\nNo. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 79: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA MELAKUKAN KEJAHATAN\u002FPELANGGARAN\nBERAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang melakukan kejahatan (tindak) pidana dan sudah mempunyai\nkekuatan hukum mengikat (inkrah) tidak berhak mendapatkan uang pesangon tetapi\nberhak mendapatkan uang perhargaan masa kerja sesuai ketentuan Pasal 156 ayat\n(3) dan ganti kerugian sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003\ntentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 80: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KEPADA PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal pengusaha\nmelakukan perbuatan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Membujuk dan\u002Fatau menyuruh pekerja untuk\nmelakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Tidak membayar upah tepat waktu pada waktu yang\ntelah ditentukan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Tidak melakukan kewajiban yang telah dijanjikan\nkepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Memerintahkan pekerja untuk melaksanakan\npekerjaan di luar yang diperjanjikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Memberikan pekerjaan yang membahayakan jiwa,\nkeselamatan, kesehatan, dan kesusilaan pekerja sedangkan pekerjaan tersebut\ntidak dicantumkan pada perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan hubungan kerja dengan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)\npekerja berhak atas uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat\n(2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat\n(3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 156 ayat (4), sesuai\ndengan pasal 169 UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pengusaha dinyatakan tidak melakukan perbuatan sebagaiman\ndimaksud dalam ayat 1 oleh lembaga penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial maka pengusaha dapat melakukan pemutusan hubunga kerja tanpa\npenatapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan pekerja\nyang bersangkutan tidak berhak atas uang pesangon sesuai ketentuan pasal 156\nayat (2) dan uang penghargaan masa kerja sesuai ketentuan pasal 156 ayat (3),\nUU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 81: AKIBAT DARI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Akibat dari Pemutusan Hubungan Kerja\u002FPengunduran Diri pekerja dari\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja\u002FPengunduran Diri, maka pekerja\ndiwajibkan mengembalikan kepada perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1 Kartu Tanda Pengenal Pekerja dan Kartu Tanda\nAnggota Serikat Pekerja Nasional (KTA SPN)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2Alat-alat kerja berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.Kaos kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.Topi (ditentukan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.Wearpack\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.Otto dan kerudung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e.Masker\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f.Safety Shoes\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk penyelesaian administrasi pekerja yang diputuskan hubungan\nkerjanya\u002FPHK harus dilakukan sendiri oleh pekerja yang bersangkutan (tidak\ndapat diwakilkan) kepada orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk pekerja yang berhenti\u002Fmengundurkan diri yang tidak sanggup\nmenyelesaikan administrasinya sendiri karena keadaan seperti sakit dalam jangka\nwaktu yang lama, ditahan pihak yang berwajib, menjalankan tugas negara, maka\ndapat memberikan kuasa kepada keluarga terdekat (suami, isteri, anak, bapak,\nibu) dengan membuat surat kuasa diatas materai yang cukup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerjaan mempunyai hutang maka akan dilakukan penagihan,penyitaan\nbarang sesuai dengan ketentuan (ketentuan hutang-piutang).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan akan memberikan surat keterangan kerja bagi pekerja yang\nberhenti\u002Fmengundurkan diri dari perusahaan, dan pekerja yang\nberhenti\u002Fmengundurkan diri tanpa surat permohonan pengundurkan diri, maka\nperusahaan tidak berkewajiban\u002Ftidak akan memberikan surat keterangan kerja dan\npenyelesaian administrasinya tidak dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang telah mendapat keputusan Pemutusan Hubungan Kerja diberi\nsurat keputusan Pemutusan Hubungan Kerja yang ditandatangani oleh yang\nbersangkutan, Pimpinan Departemen HRD dan Pimpinan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Surat Keputusan Pemutusan Hubungan Kerja antara lain menyebutkan alasan\nadanya Pemutusan Hubungan Kerja dan segala konsekuensi keuangannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Surat Keputusan Pemutusan Hubungan Kerja mulai berlaku pada saat\nditandatangani, kecuali pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 82: PENYESELASAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bahwasanya perusahaan dan SPN sama-sama berkepntingan untuk mengadakan\npenyelesaian dengan cepat dan sebaik-baiknya atas keluhan dan pengaduan\npekerja. Karena itu bila seorang pekerja akan menyampaikan keluhan atau\npengaduan agar sesuai prosedur sebagaimana yang ditetapkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Keluhan-luhan\u002Fkekurang-kurangan dari pekerja atas keadaan tertentu,\ndiselesaikan secara musyawarah dengan prosedur yang tertib, dengan menyampaikan\natau membicarakannya melalui atasannya langsung dan dalam hal belum dapat\ndiselesaikan, diteruskan kepada pimpinan yang lebih tinggi\u002Fbagian personalia\ndan HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Keluhan yang tidak dapat diselesaikan oleh pekerja sendiri, maka\npersoalannya diselesaikan bersama-sama dengan serikat pekerja. Dalam tingkat\nini keluhan atau pengaduan diselesaikan antara Serikat Pekerja Nasional dengan\nperusahaan (Bipartite).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap keluhan dapat disampaikan melalui kotak saran yang disediakan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara intern (Bipartite) maka\ndiselesaikan melalui mekanisme sebagaimana yang diatur didalam undang-undang\nNo. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVIII: BIPARTIT, PERUNDINGAN, DAN MUSYAWARAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 83: BIPARTIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk membina kerjasama dan pengertian yang baik, pengusaha dan Serikat\nPekerja Nasional saling mengadakan konsultasi dan mengemukakan usul dan saran\nmengenai hal-hal menyangkut kepentingan bersama minimal sekali dalam sebulan,\nsesuai pasal 106 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk kepentingan bersama hal-hal yang bersifat rahasia, perusahaan dan\nSerikat Pekerja Nasional akan saling menjaga kerahasiaan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 84: PERUNDINGAN DAN MUSYAWARAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Jika salah satu pihak ingin mengadakan perundingan masalah-masalah\nhubungan kerja, baik yang telah tercantym dalam PKB maupun yang belum maka\npihak yang satu perlu menyampaikan terlebih dahulu kepada pihak yang lain\nsecara lisan atau tertulis selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelumnya kecuali\nuntuk hal-hal yang mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam perundingan pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional setiap masalah\ndiselesaikan dengan jalan musyawarah dan mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila perundingan tersebut kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan\nmaka diselesaikan dengan melalui mekanisme sebagaimana yang diatur dalam\nUndang-undang No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Industrial\n(PPHI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIX: PELAKSANAAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 85: PELAKSANAAN PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>Sesuai dengan Undang-undang Nomor: 13 Tahun 2003 Jo. Kepmenakertrans No.\n48\u002FMEN\u002F2004, Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku dan sah kecuali ada\nundang-undang baru yang nilainya lebih tinggi dan lebih baik. Perjanjian Kerja\nBersama ini berlaku bagi semua pekerja PT Ricky Garmen Exportindo.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 86: PENDISTRIBUSIAN\u002FPEMBAGIAN PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini di buat rangkap 3 (tiga) yang sama bunyi dan\nmempunyai kekuatan hukum penuh yang disampaikan kepada pihak Serikat Pekerja\nNasional dan Dinas Tenaga Kerja dan Trasnmigrasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha wajib memperbanyak dan membagikan copy dari Perjanjian Kerja\nBersama pada semua pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 87: PERATURAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila di kemudian hari anggota-anggota Serikat Pekerja Nasional dan\nPengusaha yang membuat dan Menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini\nmengundurkan diri, meninggal dunia, atau tidak lagi berada di perusahaan, maka\nPerjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku sampai dengan batas waktu yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 88: PERNYATAAN HUKUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dengan berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini semua ketentuan-ketentuan\nyang dibuat sebelumnya dan atau peraturan-peraturan lainnya yang betentangan\ndengan Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan batal demi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini tetap tunduk pada ketentuan-ketentuan\nperaturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hal-hal yang belum diatur dalam isi perjanjian kerja bersama ini akan\ndimusyawarahkan Pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional, Dituangkan secara\ntertulis sehingga mempunyai kekuatan hukum dan berlaku di PT Ricky Garmen\nExportindo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XX: MASA BERLAKU, PERUBAHAN, DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 89: MASA BERLAKU DAN PERUBAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu paling lama 2\n(dua) tahun terhitung sejak tanggal 01 Agustus 2018 sampai dengan tanggal 31\nJuli 2020.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku sampai Perjanjian Kerja Bersama\nyang baru tercapai dan didaftarkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XXI: KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 90: PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini ditandatangani bersama oleh kedua belah pihak\ndi Bogor dengan disaksikan oleh Kepala Kantor Tenaga Kerja pada tanggal: 01\nAgustus 2018. Dalam hal terdapat hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian\nKerja Bersama maka hal itu akan di musyawarahkan lebih lanut antara Serikat\nPekerja Nasional dan Pengusaha, yang kemudian dituangkan secara tertulis dan\nmenjadi tambahan bagi Perjanjian Kejra Bersama ini. Setelah Perjanjian Kerja\nBersama ini diberlakukan dan pemerintah menerbitkan ketentuan-ketentuan yang\nbaru di mana nilai-nilainya lebih baik dan lebih tinggi dan isi Perjanjian\nKerja Bersama ini maka dengan sendirinya Perjanjian Kerja Bersama ini perlu\ndisesuaikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PIHAK-PIHAK\n        YANG MELAKUKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\n\n        \u003Cp>DARI PIHAK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>PSP SPN PT RICKY GARMEN EXPORTINDO\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1.Rusmini\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ketua\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2.Hendra Abdulah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Wakil Ketua\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3.Santi Yuniar\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4.Enik Winarni\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5.Fans Ghifarie\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6.Sumaryati\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7.Titi Nurhayati\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8.Aam Aminah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9.Nasirin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">DARI PIHAK\n        PENGUSAHA PT RICKY GARMEN EXPORTINDO\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Dinar L. Pandjaitan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>HRD Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Muhammaf Kahfi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager Produksi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sentot Rujihandoko\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senior MD.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sukesi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Spv. Produksi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Yudi Darmanto\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Spv. Cutting\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Irawan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Spv. Sr. Produksi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Yuniar Agustina\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Asst. Spv. Personalia\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:right;margin-left:auto;margin-right:0;\">Disepakati di:\nCiteureup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp style=\"text-align:right;margin-left:auto;margin-right:0;\">Tanggal: 01\nAgustus 2018\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>PIHAK\n        SPN\u003C\u002Fstrong>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>PT Ricky Garmen Exportindo\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>PIHAK\n        PENGUSAHA\u003C\u002Fstrong>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>PT Ricky Garmen Exportindo\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Rusmini\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>H. Asep Suhendar\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Hendra Abdulah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Wk. Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>Dinar L. Pandjaitan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>HRD Manager\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Santi Yuniar\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Anggota\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>Muhammad Kahfi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Manager Produksi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>Enik Winarmi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Anggota\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>Sentot Rujihandoko\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Senior MD\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>Fans Ghifarie\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Anggota\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>Sukesi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Spv. Produksi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Sumaryati\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Anggota\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>Yudi Darmanto\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Spv. Cutting\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>Titi Nurhayati\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Anggota\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>Irawan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Spv. Sr. Produksi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>Aam Aminah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Anggota\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>Yuniar Agustina\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Asst. Spv. Personalia\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nasirin\n\n        \u003Cp>Anggota\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":54,"cbaratificationdate":56,"jobclassifaction1":60,"jobclassifaction1_txt":64,"trainingprogrammes":68,"trainingfund":72,"pensionfund":76,"disabilityfund":80,"contracttrial":84,"contracttrialperiod":88,"contractseverancepay":90,"contractseverancepay1":94,"severance_number":98,"severance_number_1_tenure":102,"maxsicknesspay":106,"maxsicknesspayperc":110,"sicknessmaxdays":112,"sicknessmaxdaysnr":116,"menstruationleave":118,"disabilitypay":122,"healthandsafetypolicy":126,"protectiveclothing":130,"code_application":134,"healthandsafetytraining":138,"healthcareaccess":142,"healthinsurance":146,"funeralpay":150,"funeralpayamount":154,"funeralpaytype":158,"paidmaternityleave":162,"paidmaternityleaveduration":166,"paidmaternityleavepayperc":170,"paidmaternityleavepay":172,"jobsecuritymothers":174,"maternityotherclause":178,"breastfeeding_dangerouswork":182,"paidpaternityleave":186,"paidpaternityleaveduration":190,"paidpaternityleavepayperc":194,"deathrelativesleave":196,"violence":200,"hourspday_select":204,"hourspday":208,"hourspweek_select":210,"hourspweek":212,"dayspweek_select":214,"PAIDLEAV_trigger":218,"holidaysdays":222,"holidaysweeks":224,"bankholidays1":226,"holidaysfixed":230,"holidaysfixeddays":234,"schedulesrestpw":236,"SCHEDULE_trigger":240,"TRADEUNLEAV_trigger":244,"PAYSCALES_trigger":248,"LOWWAGE_trigger":252,"LOWWAGE_government":256,"ONCERISE_trigger":260,"incidentalbonustype2":264,"incidentalbonusperc1":268,"incidentalbonusdate":270,"NOCTPREM_trigger":274,"shiftallowancetype1":278,"overtimeallowanceperc1_general":280,"overtimeallowancetype":284,"overtimeallowancetype_general":286,"overtimeallowanceperc1":290,"SUNDAY_trigger":292,"sundayallowancetype":296,"sundayallowanceperc1":298,"COMMUTE_trigger":300,"commutingallowancetype1":304,"SENIOR_trigger":308,"mealvouchers":312,"MEALALL_trigger":314,"mealvoucherstype1":316,"coverunion_trigger":318,"marriage":322},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku u","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu paling lama 2\n(dua) tahun terhitung sejak tanggal 01 Agustus 2018 sampai dengan tanggal 31\nJuli 2020.",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":48,"text":49},"cbadate_end",{"bindId":55,"name":48,"text":49},"cbadate_end_date",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"cbaratificationdate","Tanggal: 01 Agustus 2018","Tanggal: 01\nAgustus 2018",{"bindId":61,"name":62,"text":63},"jobclassifaction1"," No PANGKAT\u002FGOLONGAN NAMA JABATAN 1 Esel","\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      PANGKAT\u002FGOLONGAN\n      NAMA JABATAN\n    \n    \n      1\n      Eselon I\n      -Direktur\n\n        -General Manager\n      \n      -Manager\n    \n    \n      2\n      Eselon II\n      -Ka. Produksi\n\n        -Chief\n\n        -MD senior\n      \n      \n    \n    \n      3\n      Eselon III\n      -Supervisor senior\n\n        -Supervisor\n\n        -Merchandiser\n      \n      \n    \n    \n      4\n      Eselon IV\n      -Ass. Supervisor\n\n        -Mini Marker\u002FStaff Pola\n\n        -Marker\n\n        -Administrasi\n\n        -Staff Accounting\u002FFinance\n\n        -Maintenance\n\n        \n      \n      Montir\n\n        -Supir\n\n        -Anggota Satpam\n\n        -Staff Follow Up",{"bindId":65,"name":66,"text":67},"jobclassifaction1_txt","No PANGKAT\u002FGOLONGAN NAMA JABATAN 1 Eselo","No\n      PANGKAT\u002FGOLONGAN\n      NAMA JABATAN\n    \n    \n      1\n      Eselon I\n      -Direktur\n\n        -General Manager\n      \n      -Manager\n    \n    \n      2\n      Eselon II\n      -Ka. Produksi\n\n        -Chief\n\n        -MD senior\n      \n      \n    \n    \n      3\n      Eselon III\n      -Supervisor senior\n\n        -Supervisor\n\n        -Merchandiser\n      \n      \n    \n    \n      4\n      Eselon IV\n      -Ass. Supervisor\n\n        -Mini Marker\u002FStaff Pola\n\n        -Marker\n\n        -Administrasi\n\n        -Staff Accounting\u002FFinance\n\n        -Maintenance\n\n        \n      \n      Montir\n\n        -Supir\n\n        -Anggota Satpam\n\n        -Staff Follow Up",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"trainingprogrammes","1.Pengusaha melakukan Program Training a","1.Pengusaha melakukan Program Training atau\npelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"trainingfund","3.Dalam hal diperlukan karena biaya lati","3.Dalam hal diperlukan karena biaya latihan cukup\ntinggi, maka pengusaha mengadakan perjanjian dengan pekerja yang mengikuti\ntraining.",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"pensionfund","Jaminan Pensiun (JP) 2,00 1,00","Jaminan\n        Pensiun (JP)\n      2,00\n      1,00",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"disabilityfund","Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 0,24 -","Jaminan\n        Kecelakaan Kerja (JKK)\n      0,24\n      -",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"contracttrial","1.Setiap penerimaan pekerja dalam perusa","1.Setiap penerimaan pekerja dalam perusahaan dilakukan melalui masa\npercobaan untuk waktu 3 (tiga) bulan.",{"bindId":89,"name":86,"text":87},"contracttrialperiod",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"contractseverancepay","4.Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan K","4.Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, perusahaan diwajibkan membayar\nuang pesangon dan uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima sekurang-kurangnya sesuai dengan undang-undang\nketenagakerjaan yang berlaku.",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"contractseverancepay1","5.Ketentuan memberikan uang pesangon ber","5.Ketentuan memberikan uang pesangon berpedoman pada ketentuan undang-undang\nketenagakerjaan yang berlaku sebagai berikut:\n\na.Masa kerja kurang dari 1 tahun sebesar 1 bulan\ngaji.\n\nb.Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n2 tahun sebesar 2 bulan gaji.\n\nc.Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n3 tahun sebesar 3 bulan gaji.\n\nd.Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n4 tahun sebesar 4 bulan gaji.\n\ne.Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n5 tahun sebesar 5 bulan gaji.\n\nf.Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n6 tahun sebesar 6 bulan gaji.\n\ng.Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n7 tahun sebesar 7 bulan gaji\n\nh.Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n8 tahun sebesar 8 bulan gaji.\n\ni.Masa kerja 8 tahun atau lebih sebesar 9 bulan\ngaji",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"severance_number","f.Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi k","f.Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n6 tahun sebesar 6 bulan gaji.",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"severance_number_1_tenure","b.Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi k","b.Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari\n2 tahun sebesar 2 bulan gaji.",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"maxsicknesspay","3.Pekerja yang mengalami sakit berkepanj","3.Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan mendapatkan upah sebagai\nberikut:\n\na.4 bulan pertama dibayar100% dari upah\n\nb.4 bulan kedua dibayar 75% dari upah\n\nc.4 bulan ketiga dibayar 50% dari upah",{"bindId":111,"name":108,"text":109},"maxsicknesspayperc",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"sicknessmaxdays","2.Pekerja yang sakit berkepanjangan dan ","2.Pekerja yang sakit berkepanjangan dan tidak lebih dari 1 (satu) tahun\nharus menyerahkan Surat Keterangan Dokter yang memeriksa secara rutin\ndisesuaikan dengan hasil pemeriksaan.",{"bindId":117,"name":114,"text":115},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"menstruationleave","1.Pekerja Wanita tidak wajib bekerja pad","1.Pekerja Wanita tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu\nhaid, dan memberitahukan kepada atasan yang terdekat dengan menyerahkan surat\nkepada Personalia dengan diketahui atasan.",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"disabilitypay","Jaminan Kecelakaan Kerja memberikan komp","Jaminan Kecelakaan Kerja memberikan kompensasi dan\nrehabilitas bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan pada saat mulai\nberangkat sampai tiba kembali dirumah atau menderita penyakit akibat hubungan\nkerja dan diatur dalam PP No. 44 Tahun 2015.",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"healthandsafetypolicy","1.Untuk melakukan pengawasan dan evaluas","1.Untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap keselamatan dan kesehatan\nkerja pekerja maka dibentuk organisasi yaitu Panitia Pembina Keselamatan dan\nKesehatan Kerja (P2K3).",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"protectiveclothing","2.Perusahaan menyediakan perlindungan Ke","2.Perusahaan menyediakan perlindungan Keselamatan Kerja seperti: Masker,\nKerudung, Safety Shoes, Tangga, Kacamata Las, Alat Kerja yang bukan penghantar\nlistrik dan sebagainya.",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"code_application","3.Untuk mencegah terjadinya kecelakan ke","3.Untuk mencegah terjadinya kecelakan kerja, semua pekerja harus mentaati\nseluruh peraturan dan tata cara pemakaian alat kerja serta ketentuan kerja yang\ndikeluarkan perusahaan dengan berpendoman pada Undang-undang No. 1 tahun\n1970.",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"healthandsafetytraining","9.Secara periodik akan dilaksanakan lati","9.Secara periodik akan dilaksanakan latihan pemadam kebakaran dan pembinaan\nterhadap regu pemadam kebakaran yang telah dibentuk.",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"healthcareaccess","2.Program BPJS Kesehatan a.Jaminan Keseh","2.Program BPJS Kesehatan\n\na.Jaminan Kesehatan\n\nPelayanan Medis Rawat – Jalan Tingkat Pertama,\nRawat-Jalan Tingkat Lanjutan Rawat-Inap, Pemeriksaan Kehamilan dan\nPersalinan.",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"healthinsurance","Program BPJS – Kesehatan Jaminan Kesehat","Program BPJS\n        – Kesehatan Jaminan Kesehatan\n      4,00\n      1,00",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"funeralpay","c.Program Jaminan Kematian Jaminan Kemat","c.Program Jaminan Kematian\n\nJaminan Kematian dibayarkan kepad ahli waris tenaga\nkerja dan peserta yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja sebagai\ntambahan bagi Jaminan Hari Tua yang jumlahnya belum optimal dan diatur dalam PP\nNo. 44 Tahun 2015.",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"funeralpayamount","3.Dalam hal keluarga pekerja tetap yang ","3.Dalam hal keluarga pekerja tetap yang meninggal dunia sumbangan diberikan\nkepada pekerja yang bersangkutan sebesar Rp 250.000,- (Dua ratus lima puluh\nribu rupiah) dan ada tembusan ke Serikat Pekerja Nasional.",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"funeralpaytype","2.Dan apabila keluarga pekerja yang meni","2.Dan apabila keluarga pekerja yang meninggal dunia, maka perusahaan\nmemberikan sumbangan berupa uang. Keluarga disini adalah Ayah\u002FIbu Kandung,\nSuami\u002FIstri, Anak Kandung sesuai dengan data yang dilaporkan kepada\nperusahaan.",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"paidmaternityleave","1.Pekerja Wanita, berhak atas cuti hamil","1.Pekerja Wanita, berhak atas cuti hamil dan melahirkan\u002Fbersalin dan gugur\nkandungan.",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"paidmaternityleaveduration","2.Bagi pekerja Wanita yang hendak melahi","2.Bagi pekerja Wanita yang hendak melahirkan berhak atas cuti melahirkan\nselama 1 ½ bulan sebelum melahirkan 1 ½ bulan setelah melahirkan dengan\nmendapat upah penuh.",{"bindId":171,"name":168,"text":169},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":173,"name":168,"text":169},"paidmaternityleavepay",{"bindId":175,"name":176,"text":177},"jobsecuritymothers","b.Pemutusan Hubungan Kerja dilarang anta","b.Pemutusan Hubungan Kerja dilarang antara lain:\n\n—Keterangan dokter selama waktu tidak melampaui\n12 (dua belas) bulan terus menerus.\n\n—Selama pekerja berhalangan menjalankan\npekerjaannya karena tugas kewajiban negara sesuai dengan ketentuan peraturan\nundang-undang yang berlaku.\n\n—Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan\nagamanya.\n\n—Pekerja menikah.\n\n—Pekerja perempuan hamil, melahirkan, gugur\nkandungan, atau menyusui bayinya.",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"maternityotherclause","7.Apabila pekerja Wanita mengalami gugur","7.Apabila pekerja Wanita mengalami gugur kandungan memperoleh hak cuti 1 ½\nbulan atau sesuai dengan keterangan dokter kandungan atau bidan.",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"breastfeeding_dangerouswork","5.Khusus bagi pekerja Wanita yang hamil ","5.Khusus bagi pekerja Wanita yang hamil tidak diperkenankan melaksanakan\nkerja malam hari atau lembur.",{"bindId":187,"name":188,"text":189},"paidpaternityleave","1.Sesuai dengan UU No. 13\u002F2003 pengusaha","1.Sesuai dengan UU No. 13\u002F2003 pengusaha memberikan ijin kepada pekerja\nuntuk meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah dalam hal.\n\n\n  \n  \n  \n    \n      a.Pernikahan Pekerja\n      3 hari\n    \n    \n      b.Khitanan Anak Pekerja\n      2 hari\n    \n    \n      c.Pernikahan Anak Pekerja\n      2 hari\n    \n    \n      d.Suami\u002FIstri\u002FAnak\u002FOrang Tua\u002FMertua Pekerja meninggal dunia\n      2 hari\n    \n    \n      e.Istri Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran kandungan\n      2 hari\n    \n    \n      f.Membaptiskan Anak Pekerja\n      2 hari\n    \n    \n      g.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia\n      1 hari\n    \n    \n      h.Bencana alam\n\n        (Harus memakai rincian yang jelas jenis musibahnya)\n      \n      1 hari\n    \n    \n      i.Untuk point a-h tidak dihitung pada hari libur\n        melainkan pada hari kerja.",{"bindId":191,"name":192,"text":193},"paidpaternityleaveduration","e.Istri Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran kan","e.Istri Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran kandungan\n      2 hari",{"bindId":195,"name":188,"text":189},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"deathrelativesleave","d.Suami\u002FIstri\u002FAnak\u002FOrang Tua\u002FMertua Peke","d.Suami\u002FIstri\u002FAnak\u002FOrang Tua\u002FMertua Pekerja meninggal dunia\n      2 hari",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"violence","13.Setiap pekerja dilarang menganiaya, m","13.Setiap pekerja dilarang menganiaya, menghina secara kasar atau melakukan\nancaman yang membahayakan pekerja lain, pihak pimpinan perusahaan\u002Fpengusaha\nataupun keluarganya.",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"hourspday_select","3.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 7 ","3.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 7 (tujuh) jam sehari dan 40 jam dalam\n1 (satu) minggu adalah sebagai kerja lembur.",{"bindId":209,"name":206,"text":207},"hourspday",{"bindId":211,"name":206,"text":207},"hourspweek_select",{"bindId":213,"name":206,"text":207},"hourspweek",{"bindId":215,"name":216,"text":217},"dayspweek_select","1.Dengan memperhatikan ketentuan perunda","1.Dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, hari kerja\ndi perusahaan umumnya adalah hari Senin sampai dengan Sabtu dan untuk beberapa\nbagian karena kondisi pekerjaan maka hari libur diatur.",{"bindId":219,"name":220,"text":221},"PAIDLEAV_trigger","1.Pekerja setelah bekerja selama 12 (dua","1.Pekerja setelah bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus\nberhak atas istirahat\u002Fcuti tahunan sebanyak-banyaknya 12 (dua belas) hari.",{"bindId":223,"name":220,"text":221},"holidaysdays",{"bindId":225,"name":220,"text":221},"holidaysweeks",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"bankholidays1","1.Pada hari libur resmi (hari raya yang ","1.Pada hari libur resmi (hari raya yang ditetapkan oleh pemerintah), pekerja\ndibebaskan untuk tidak bekerja dan tetap mendapat upah pokok.",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"holidaysfixed","1.Demi ketertiban dan kelancaran jalanny","1.Demi ketertiban dan kelancaran jalannya perusahaan maka perlu diatur\nmekanisme pengambilan cuti bersama yaitu sebagai berikut: 2 (dua) hari sebelum\ndan 2 (dua) hari setelah hari Raya Idul Fitri.",{"bindId":235,"name":232,"text":233},"holidaysfixeddays",{"bindId":237,"name":238,"text":239},"schedulesrestpw","3.Istirahat mingguan diberikan 1 (satu) ","3.Istirahat mingguan diberikan 1 (satu) hari setelah 6 (enam) hari kerja\ndalam seminggu bagi pekerja shift maupun non shift. Untuk pekerja staff dan\nbeberapa bagian tertentu yang bekerja 5 (lima) hari kerja, hari libur\nditetapkan pada hari Sabtu dan Minggu.",{"bindId":241,"name":242,"text":243},"SCHEDULE_trigger","1.Istirahat kerja diberikan selama 1 (sa","1.Istirahat kerja diberikan selama 1 (satu) jam sekurang-kurangnya setelah\nbekerja 4 (empat) jam berturut-turut.\n\n2.Pimpinan perusahaan dapat merubah waktu istirahat dengan pertimbangan\nkondisi yang memaksa untuk kepentingan produksi setelah dibicarakan dengan\nSerikat Pekerja Nasional.\n\n3.Istirahat mingguan diberikan 1 (satu) hari setelah 6 (enam) hari kerja\ndalam seminggu bagi pekerja shift maupun non shift. Untuk pekerja staff dan\nbeberapa bagian tertentu yang bekerja 5 (lima) hari kerja, hari libur\nditetapkan pada hari Sabtu dan Minggu.",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"TRADEUNLEAV_trigger","9.Pekerja karena menjadi anggota\u002Fpenguru","9.Pekerja karena menjadi anggota\u002Fpengurus Serikat Pekerja Nasional tidak\nmelakukan pekerjaan karena tugas organisasi, berhak atas upah penuh.",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"PAYSCALES_trigger","3.Sistem pengupahan untuk pekerja diatur","3.Sistem pengupahan untuk pekerja diatur menurut kelompok status pekerja\nsebagai berikut:\n\n3.1Upah Bulanan untuk Staff.\n\n3.2Upah Bulanan untuk Operator.\n\n\n\nPerusahaan Menyusun suatu sistem dan struktur pengupahan\u002Fpenggajian untuk\nsetiap jabatan\u002Fpenggolongan jabatan dan dilengkapi dengan program pengembangan\npengupahan\u002Fpenggajian.",{"bindId":253,"name":254,"text":255},"LOWWAGE_trigger","4.Dalam rangka merumuskan sistem dan str","4.Dalam rangka merumuskan sistem dan struktur pengupahan sebagaimana\ndimaksud pada ayat (3) diatas, perusahaan juga mempertimbangkan\nfaktor-faktor:\n\n4.1Ketentuan Upah Minimum yang ditetapkan\npemerintah",{"bindId":257,"name":258,"text":259},"LOWWAGE_government","4.1Ketentuan Upah Minimum yang ditetapka","4.1Ketentuan Upah Minimum yang ditetapkan\npemerintah",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"ONCERISE_trigger","1.Menjelang Hari Raya, perusahaan member","1.Menjelang Hari Raya, perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR)\nkepada pekerja yang telah selesai masa percobaan yang besarnya disesuaikan\ndengan peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 02\u002FMEN\u002F2018.",{"bindId":265,"name":266,"text":267},"incidentalbonustype2","2.Bagi pekerja yang masa kerjanya di baw","2.Bagi pekerja yang masa kerjanya di bawah 1 (satu) tahun cara menghitungnya\nadalah: (masa kerja x gaji pokok) \u002F 12",{"bindId":269,"name":266,"text":267},"incidentalbonusperc1",{"bindId":271,"name":272,"text":273},"incidentalbonusdate","3.Pembayaran THR tersebut dilakukan pali","3.Pembayaran THR tersebut dilakukan paling lambat 2 (dua) minggu sebelum\nhari raya.",{"bindId":275,"name":276,"text":277},"NOCTPREM_trigger","1.Untuk pekerja yang melakukan pekerjaan","1.Untuk pekerja yang melakukan pekerjaan pada shift II dan II, perusahaan\nmemberikan tunjangan shift sebagai berikut:",{"bindId":279,"name":276,"text":277},"shiftallowancetype1",{"bindId":281,"name":282,"text":283},"overtimeallowanceperc1_general","b.Hari kerja biasa: -Jam (1) Pertama: 1,","b.Hari kerja biasa:\n\n-Jam (1) Pertama: 1,5 x Upah 1 jam\n\n-Jam ke 2 dan seterusnya : 2 x Upah 1 jam",{"bindId":285,"name":282,"text":283},"overtimeallowancetype",{"bindId":287,"name":288,"text":289},"overtimeallowancetype_general","1.Perhitungan upah lembur sesuai dengan ","1.Perhitungan upah lembur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku yaitu ditentukan sebagai berikut:\n\na.Perhitungan upah lembur per-jam: 1\u002F173 x Gaji pokok + tunjangan tetap.\n\n\n\nb.Hari kerja biasa:\n\n-Jam (1) Pertama: 1,5 x Upah 1 jam\n\n-Jam ke 2 dan seterusnya : 2 x Upah 1 jam",{"bindId":291,"name":282,"text":283},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":293,"name":294,"text":295},"SUNDAY_trigger","c.Hari kerja libur minggu atau Nasional:","c.Hari kerja libur minggu atau Nasional:\n\n-Jam ke 1 s\u002Fd 7: 2 x Upah 1 jam\n\n-Jam ke 8: 3 x Upah 1 jam\n\n-Jam ke 9 dan seterusnya : 4 x Upah 1 jam",{"bindId":297,"name":294,"text":295},"sundayallowancetype",{"bindId":299,"name":294,"text":295},"sundayallowanceperc1",{"bindId":301,"name":302,"text":303},"COMMUTE_trigger","1.Perusahaan memberikan tunjangan uang m","1.Perusahaan memberikan tunjangan uang makan dan transport kepada pekerja\nyang hadir kerja (adapun nilai tunjangan uang makan dan tunjangan uang\ntransport terdapat pada lampiran).",{"bindId":305,"name":306,"text":307},"commutingallowancetype1","3.Untuk pekerja pada posisi tertentu (Ma","3.Untuk pekerja pada posisi tertentu (Manajer, Chief, Kepala Bagian, atau\nEselon I dan II) tidak diberikan tunjangan makan, transport, dan premi\nhadir.",{"bindId":309,"name":310,"text":311},"SENIOR_trigger","1.2. Tunjungan-tunjangan -Tunjangan Jaba","1.2. Tunjungan-tunjangan\n\n-Tunjangan Jabatan\n\n-Tunjangan Berkala (masa kerja)",{"bindId":313,"name":302,"text":303},"mealvouchers",{"bindId":315,"name":302,"text":303},"MEALALL_trigger",{"bindId":317,"name":306,"text":307},"mealvoucherstype1",{"bindId":319,"name":320,"text":321},"coverunion_trigger","Sesuai dengan Undang-undang Nomor: 13 Ta","Sesuai dengan Undang-undang Nomor: 13 Tahun 2003 Jo. Kepmenakertrans No.\n48\u002FMEN\u002F2004, Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku dan sah kecuali ada\nundang-undang baru yang nilainya lebih tinggi dan lebih baik. Perjanjian Kerja\nBersama ini berlaku bagi semua pekerja PT Ricky Garmen Exportindo.",{"bindId":323,"name":324,"text":325},"marriage","a.Pernikahan Pekerja 3 hari","a.Pernikahan Pekerja\n      3 hari","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Ricky Garment Eksportindo - 2018\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2018-08-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-07-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Ricky Garment Eksportindo\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        SPN - Serikat Pekerja Nasional\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Rusmini, Hendra A, Santi Yuniar, Enik Winarmi, Fans Ghifarie\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;250000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;4.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \n\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[331],{"title":39,"slug":34},[333],{"type":334,"data":335},"call_to_action_body_block",{"title":336,"description":337,"variant":338,"link":339},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":336,"url":340,"description":336,"rel":341,"type":342},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[344],{"type":334,"data":345},{"title":336,"description":337,"variant":338,"link":346},{"title":336,"url":340,"description":336,"rel":341,"type":342},[]]