[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pudjiadi-and-sons-tbk-dengan-sp-the-jayakarta-jakarta-hotel-spa-sp-paras-indonesia":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":351,"content_type_view":352,"extra_breadcrumbs":353,"body":355,"body_blocks":366,"related_pages":370},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":349,"translations":350},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pudjiadi-and-sons-tbk-dengan-sp-the-jayakarta-jakarta-hotel-spa-sp-paras-indonesia","3ac76b2a-c4b4-11e3-a32c-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pudjiadi-and-sons-tbk-dengan-sp-the-jayakarta-jakarta-hotel-spa-sp-paras-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pudjiadi-and-sons-tbk-dengan-sp-the-jayakarta-jakarta-hotel-spa-sp-paras-indonesia\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Pudjiadi and Sons Tbk Dengan SP The Jayakarta Jakarta Hotel & Spa – SP Paras – Indonesia 2011 - 2013","IDN PT. Pudjiadi and Sons Tbk, The Jayakarta Jakarta Hotel - 2013","Indonesia - IDN PT. Pudjiadi and Sons Tbk, The Jayakarta Jakarta Hotel - 2013","IDN PT. Pudjiadi and Sons Tbk, The Jayakarta Jakarta Hotel - 2013 - Rumah sakit, penyedia makanan, parawisata",{"name":42,"data":43},"11 - PKB The Jayakarta Jakarta Hotel 2011 - 2013.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA :\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PT. PUDJIADI AND SONS Tbk. UNIT THE JAYAKARTA JAKARTA HOTEL\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN :\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>SERIKAT PEKERJA THE JAYAKARTA JAKARTA HOTEL &amp; SPA, SERIKAT PEKERJA\nANGGOTA (SPA) FEDERASI SERIKAT PEKERJA PARIWISATA DAN SEKTORAL INDONESIA (PARAS\n– INDONESIA)\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>TENTANG :\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB) PERIODE TAHUN 2011 S\u002FD 2013\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB I : KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. PUDJIADI AND SONS Tbk. UNIT THE JAYAKARTA JAKARTA HOTEL masing-masing\ndiwakili Direksi dan pengelola dan merupakan yang bergerak dibidang jasa hotel,\nberkedudukan di Jalan Hayam Wuruk Nomor 126 Jakarta Barat untuk selanjutnya\ndisebut “ PENGUSAHA “.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SERIKAT PEKERJA THE JAYAKARTA JAKARTA HOTEL &amp; SPA, SERIKAT PEKERJA\nANGGOTA (SPA) FEDERASI SERIKAT PEKERJA PARIWISATA DAN SEKTORAL INDONESIA (PARAS\n– INDONESIA), yang telah terdaftar pada SUDINAKERTRANS Jakarta Barat dengan\nNomor : 70\u002F11\u002FP\u002FVII\u002F2001 tanggal 7 Agustus 2001, berkedudukan di Jalan Hayam\nWuruk Nomor 126 Jakarta Barat, sebagai Wakil Kuasa dari seluruh anggota yang\ntercantum dalam daftar keanggotaan dan untuk selanjutnya disebut “SERIKAT\nPEKERJA“\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Antara Pengusaha dan Serikat Pekerja masing-masing telah menyetujui membuat\nperjanjian kerja bersama, sehingga saling mengikatkan diri dalam ketentuan\nserta rumusan yang terkandung dalam pasal-pasal serta ayat dibawah ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 1 : TUJUAN DAN DASAR DIADAKANNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a.Menciptakan hubungan kerja yang sehat dan harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menetapkan dan mengatur syarat-syarat kerja yang wajar\u002Flayak dan serasi\ndengan kehendak bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengatur\u002Fmenetapkan kondisi-kondisi dari perusahaan , tunjangan-tunjangan\ndan pembayaran lain\u002Fjaminan sosial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Mengatur cara penyelesaian dalam hal terjadi perbedaan atau\nperselisihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Mewujudkan terciptanya Bipartite yang baik dalam perusahaan sehingga bisa\nterjalin hubungan Industri Pancasila berdasarkan Undang-Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 : MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 ( dua ) tahun terhitung\nsejak Tanggal 25 November 2013 sampai dengan 24 November 2015.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perpanjangan dan\u002Fatau pembaharuan atas Pejanjian Kerja Bersama (PKB) ini\nhanya dapat dilakukan dengan Kesepakatan Para Pihak, dimana pengajuannya\ndilaksanakan dua bulan sebelum masa berakhirnya Pejanjian Kerja Bersama (PKB)\nini . Dan bila tidak ada yang mengajukannya maka Pejanjian Kerja Bersama (PKB)\nini dianggap telah diperpanjang selama 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal Para Pihak sepakat untuk melakukan pembaharuan atas Pejanjian\nKerja Bersama (PKB) ini maka jangka waktu perundingannya paling lama 30 (tiga\npuluh) hari terhitung sejak hari pertama perundingan dilakukan, kecuali\ndisepakati lain oleh Para Pihak dengan ketentuan selama perundingan atas\npembaharuan Pejanjian Kerja Bersama (PKB) dimaksud masih berlangsung dan belum\ntercapai kesepakatan maka ketentuan dalam Pejanjian Kerja Bersama (PKB) yang\nlama masih tetap berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 : LUASNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveroccup1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveroccup3\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku sah bagi seluruh Pekerja dan\npengusaha PT. PUDJIADI AND SONS Tbk. UNIT THE JAYAKARTA JAKARTA HOTEL.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap perubahan nama atau susunan kepengurusan, baik pengusaha maupun\nSerikat Pekerja tidak membatalkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 : PENGAKUAN PENGUSAHA TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja The Jayakarta Jakarta Hotel &amp; Spa Serikat Pekerja\nAnggota (SPA) Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Dan Sektoral Indonesia (Paras\n– Indonesia) adalah satu-satunya Serikat Pekerja yang diakui oleh pengusaha\ndan oleh karena itu pengusaha menghormati dan mendukung kegiatannya yang\npositif untuk kepentingan pekerja dan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha tidak dibenarkan mencampuri urusan internal Serikat Pekerja The\nJayakarta Jakarta Hotel &amp; Spa Serikat Pekerja Anggota (SPA) Federasi\nSerikat Pekerja Pariwisata Dan Sektoral Indonesia (Paras – Indonesia),\nkecuali terhadap tindakan yang berakibat membahayakan kelangsungan hidup\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>3.Pengusaha memberikan jaminan untuk tidak melakukan tekanan-tekanan,\nintimidasi, diskriminasi, baik langsung maupun tidak langsung terhadap anggota\nmaupun pengurus Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam kondisi tertentu sesuai kebutuhannya, Pimpinan Serikat Pekerja The\nJayakarta Jakarta Hotel &amp; Spa Serikat Pekerja Anggota (SPA) Federasi\nSerikat Pekerja Pariwisata Dan Sektoral Indonesia (Paras – Indonesia)\ndibenarkan untuk memanggil atau menemui anggotanya maupun atasan dari\nanggotanya dimaksud melalui Departemen Head yang bersangkutan atau\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja berhak menerima tembusan\nsurat-surat yang berkaitan dengan hubungan industrial antara pekerja dan\npengusaha, seperti : pengumuman, edaran, peraturan-peraturan tambahan,\npenjelasan surat peringatan, penambahan tenaga kerja, pengunduran diri pekerja\ndan pekerja yang pensiun, kecuali demotion harus memberitahukan terlebih dahulu\nsecara tertulis kepada Serikat Pekerja The Jayakarta Jakarta Hotel &amp; Spa\nSerikat Pekerja Anggota (SPA) Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Dan Sektoral\nIndonesia (Paras – Indonesia).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha tidak dibenarkan mengadakan perjanjian, persetujuan, kontrak dan\nlain-lainnya yang merupakan ikatan yang disepakati bersama dengan seorang\npekerja atau lebih yang bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\ndan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 : PENGAKUAN SERIKAT PEKERJA KEPADA PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja mengakui sepenuhnya tentang hak kepemilikan pengusaha, hak\nmengelola modal serta, hak mengembangkan usaha sehingga\nkebijaksanaan-kebijaksanaan yang dijalankan Serikat Pekerja bisa menerima serta\nmembantu secara penuh dan bertanggung jawab bersama-sama seluruh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja tidak dibenarkan mencampuri urusan di dalam Management\nPerusahaan, termasuk struktur organisasi, susunan kepeminpinan, penambahan\npekerja tetapi dapat memberikan saran-saran positif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja adalah mitra kerja \u002F pendukung utama dari perusahaan dan\nkarena itu ikut bertanggung jawab kepada para anggotanya dalam melaksanakan\nkewajibannya, diantaranya ikut berpartisipasi aktif dalam mengangkat derajat\nnama baik perusahaan terhadap pihak-pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat Pekerja mengakui setiap pimpinan yang telah ditetapkan oleh\nperusahaan dan wajib menjaga atau memelihara kewibawaannya serta menghormati\nsikap kepemimpinannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Demi kelancaran kerja, Serikat Pekerja mengakui semua keputusan pengusaha\nyang tidak bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini atau\nketentuan perundang-undangan yang berlaku dan bisa dikeluarkan setiap saat\nsesuai dengan perkembangan dan atau kebutuhannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : FASILITAS DAN BANTUAN BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 : RUANG KANTOR BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk mendukung kegiatan positif Serikat Pekerja The Jayakarta Jakarta\nHotel &amp; Spa Serikat Pekerja Anggota (SPA) Federasi Serikat Pekerja\nPariwisata Dan Sektoral Indonesia (Paras – Indonesia), maka pengusaha\nmeminjamkan ruangan untuk perkantoran beserta peralatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengijinkan kepada Serikat Pekerja untuk menggunakan papan\npengumuman yang telah tersedia untuk menempelkan pengumuman-pengumuman dengan\nketentuan bahwa pengusaha harus diberi tembusannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7 : DANA SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja yang menjadi anggota Serikat Pekerja berkewajiban membayar\niuran anggota sesuai ketentuan dalam AD\u002FART Organisasi, dan pelaksanaan\npembayaran iuran secara kolektif dilakukan oleh Pengusaha sebagaimana dimaksud\ndalam ketentuan Kepmenakertrans RI. No.: 187\u002FMEN\u002FX\u002F2004 Tentang Iuran Anggota\nSerikat Pekerja\u002FSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 : DISPENSASI PENGURUS SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Pemberian dispensasi untuk menghadiri kursus, seminar, kongres, atau\nkonferensi, dapat diberikan setelah memperoleh ijin dari Departement Head dan\ndisetujui oleh Human Resources Manager.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengajuan permohonan dispensasi minimal 2 ( dua ) hari sebelumnya dengan\ndisertai bukti-bukti yang cukup, atau management dapat mempertimbangkan dengan\nmelihat urgentsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Alasan penolakan atau persetujuan diatas harus ditulis secara jelas\ndidalam permohonan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-tradeunleavdays\">\u003Cp>4.Lama waktu dispensasi yang dapat diberikan maximum 6 ( enam ) hari dan\napabila lebih dari ketentuan tersebut dibutuhkan pertimbangan-pertimbangan\nkhusus dari Pengusaha dengan alasan-alasan positif yang dapat diterima.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA ( PERATURAN KERJA )\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 : KEDUDUKAN DAN STATUS PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Struktur organisasi perusahaan diumumkan secara terbuka sehingga pekerja\ndapat memahami dan mengetahui kewajibannya, dan hanya Pengurus Serikat Pekerja\nmendapat tembusan mengenai struktur pengupahan yang ditetapkan oleh Direksi\nsehingga hak pekerja dapat diketahui.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kedudukan pekerja dalam perusahaan ditentukan oleh hal-hal sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kedudukan jabatan dalam susunan organisasi perusahaan dan merupakan\ngolongan\u002Flevel pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang memangku jabatan kepemimpinan, Manager, Supervisor, Kepala\nGroup dan lain-lainnya yang ditetapkan dengan surat pengangkatan formil oleh\npengusaha dan diumumkan, untuk diketahui oleh seluruh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>3. Status pekerja dan pengupahannya dibagi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja tetap adalah pekerja yang pekerjaan dan jabatannya bersifat tetap\nmenurut susunan organisasi dan diberikan upah secara bulanan sesuai dengan\njabatan yang diduduki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ( PKWT ) adalah pekerja yang\nhubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja dimana perjanjian kerja dimaksud\nmerupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja harian lepas dan\u002Fatau Partimer adalah pekerja yang hubungan\nkerjanya terikat dalam perjanjian kerja dimana perjanjian kerja dimaksud\nmerupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dengan Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini, dan pekerja yang bersangkutan menerima upah berdasarkan jumlah\nkehadirannya dalam bekerja. Dalam hal pekerja yang bersangkutan dinilai cakap\ndan memenuhi kriteria yang ditetapkan pengusaha, maka pekerja dimaksud berhak\nditerima sebagai pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-apprenticeships\">\u003Cp>d.Pekerja Magang adalah calon pekerja yang melalui masa Orientasi Pelatihan\nKerja dan menerima upah berdasarkan jumlah kehadirannya dalam bekerja. Dalam\nhal pekerja yang bersangkutan dinyatakan lulus dalam masa orientasi pelatihan\nkerja dan telah melalui masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan, maka pekerja\nyang bersangkutan berhak diangkat menjadi pekerja tetap yang pelaksanaannya\nsesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku;.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hak tenaga kerja dengan status hubungan kerja perjanjian kerja waktu\ntertentu, harian lepas, partimer maupun magang diatur dalam keputusan\ntersendiri, setelah diadakan musyawarah\u002Fperundingan antara Serikat Pekerja dan\nPengusaha berlandaskan kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10 : PENERIMAAN PEKERJA DAN LARANGAN TERHADAP MEREKA YANG MEMPUNYAI\nHUBUNGAN KELUARGA BESERTA PERSYARATANNYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demi kelancaran perusahaan, Serikat Pekerja mengakui bahwa\npersyaratan-persyaratan calon pekerja serta penambahan pekerja adalah hak penuh\npengusaha dengan mengindahkan tata cara yang telah ditetapkan dalam\nundang-undang ketenagakerjaan yang berlaku dan dilaksanakan secara adil tanpa\ndipengaruhi unsur-unsur negatif. Oleh karena itu penerimaan pekerja baru tidak\nboleh dari mereka yang mempunyai ikatan keluarga seperti :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Suami atau istri dari salah satu pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Anak kandung dari salah satu pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Saudara kandung dari salah satu pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Orang tua kandung dari salah satu pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Apabila seorang pekerja telah menjalani pensiun, maka anaknya mendapat\nprioritas untuk diterima, jika memenuhi persyaratan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 : MASA PERCOBAAN DAN PENGANGKATAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Calon pekerja yang dinyatakan lulus testing oleh pengusaha, Serikat\nPekerja menyetujui bahwa perlu diadakan masa percobaan selama 3 ( tiga )\nbulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengertian masa percobaan adalah masa peralihan dimana calon pekerja\ndiberi kesempatan untuk penyesuaian diri dengan situasi maupun sistem kerja\nyang telah ditetapkan dan sebaliknya, pengusaha berhak menetapkan sebagai\npekerja dan atau memutuskan hubungan kerja tanpa alasan maupun pesangon\napapun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12 : PEMINDAHAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk kepentingan pengusaha maupun pekerja bersangkutan, pengusaha berhak\nmemindahkan pekerja dari satu bagian kebagian yang lain dan berpedoman kepada\nketentuan perundang-undangan yang berlaku :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SIFAT PEMINDAHAN DIBAGI SEBAGAI BERIKUT :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PEMINDAHAN KARENA PENGANGKATAN ( PROMOTION )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pekerja dipindahkan dari bagian satu kebagian lain yang lebih tinggi\nsehingga upah disesuaikan dengan golongannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.PEMINDAHAN BIASA ( ROTATION )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karena alasan tertentu pekerja dipindahkan kebagian lain dalam golongan yang\nsama dan upah serta hak-hak yang biasa diterimanya tidak ada perubahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.PEMINDAHAN HUKUMAN ( DEMOTION )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha\u002FManagemen harus menyampaikan pemberitahuan secara tertulis\nterlebih dahulu kepada Serikat Pekerja sebelum melakukan tindakan pemindahan\nkarena hukuman (Demotion) terhadap pekerja yang bersangkutan dan hal tersebut\nwajib dirundingkan secara bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 : KENAIKAN JABATAN DAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_amount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_type\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_period\">\u003Cp>1.Kenaikan jabatan sepenuhnya hak pengusaha yang pelaksanaannya diatur\nmelalui latihan kerja\u002Fmasa percobaan dengan maksimum 3 (tiga) bulan, dan\nmendapatkan kenaikan upah sebesar 50 % dari selisih level upah lama dan level\nupah baru.Apabila tidak mampu dikembalikan kejabatan semula.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap kenaikan jabatan akan diikuti dengan kenaikan upah pokok sesuai\ndengan golongan baru yang diduduki dan diberitahukan dalam Surat Keputusan oleh\nPengusaha kepada pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-COSTLIV_trigger\">\u003Cp>3.Pengusaha dan Pengurus The Jayakarta Jakarta Hotel &amp; Spa Serikat\nPekerja Anggota (SPA) Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Dan Sektoral\nIndonesia (Paras – Indonesia), meninjau kembali secara musyawarah seluruh\nupah dan tunjangan apabila terjadi hal-hal tersebut dibawah ini dengan\nmemperhatikan kemampuan keuangan perusahaan serta berlandaskan kepada hubungan\nkemitraan. Peninjauan upah dilakukan dengan mempertimbangan hal-hal sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perubahan kenaikan harga dari Index Biaya Hidup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peraturan-peraturan Pemerintah tentang pelaksanaan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tingkat inflasi yang cukup tinggi dan untuk penyesuaian pendapatan bagi\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Biaya transportasi berdasarkan peraturan pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 14 : PENUNDAAN KENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Terhadap pekerja yang sedang menjalani masa skorsing, maka pengusaha berhak\nmenunda sementara atas kenaikan upah sampai selesainya masa skorsing\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : JAM KERJA, HARI KERJA, DAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 : JAM KERJA DAN WAKTU KERJA DALAM SHIFT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>1.a. Jam kerja adalah 40 jam seminggu dengan ketentuan bahwa hari pertama\nsampai dengan hari kelima masing-masing 7 ( tujuh ) jam ditambah 1 ( satu ) jam\nistirahat, sedangkan ketentuannya diatur pada ayat (2).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Setiap hari Jum’at bagi pekerja yang beragama islam diberikan ijin\nmeninggalkan pekerjaan untuk menjalankan Sholat Jum’at dalam waktu antara :\npukul 11.30s\u002Fd13.00 WIB;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-standbyallowancetype2\">\u003Cp>2. Mengingat operasional perusahaan berlangsung selama 24 (dua puluh empat)\njam terus menerus, maka waktu kerja para pekerja diatur berdasarkan Shift\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift I: Jam 07.00 s\u002Fd 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift II: Jam 15.00 s\u002Fd 23.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift III: Jam 23.00 s\u002Fd 07.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Khusus tenaga Staff Office waktu kerjanya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s\u002Fd Jum’at: 08.30 s\u002Fd 17.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu Minggu 1 &amp; 3: 08.30 s\u002Fd 14.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu Minggu 2 &amp; 4 : Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada bulan puasa waktu kerja diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s\u002Fd Jum’at: 08.00 s\u002Fd 16.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SabtuMinggu 1 &amp; 3: 08.30 s\u002Fd 14.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu Minggu 2 &amp; 4 : Libur\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Demi kelancaran operasional perusahaan, maka pengusaha dapat merubah\nwaktu kerja sebagaimana dimaksud dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16 : KEHADIRAN PEKERJA SAAT TUGAS DAN TIME SCHEDULE\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kedua belah pihak setuju bahwa seluruh pekerja harus berada ditempat kerja\nsesuai dengan Time Schedule yang telah ditetapkan dan oleh karena itu\ndiharapkan untuk bisa hadir 15 menit sebelum jam kerja dimulai, dan\nmeninggalkan tugas 15 menit sesudah jam kerja selesai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jam tugas pekerja diatur dalam time schedule yang dibuat oleh Department\nHead bersangkutan, untuk hal ini pekerja tidak dapat bekerja diluar time\nschedule yang telah ditetapkan, kecuali memberitahukan tiga hari sebelumnya\nkepada Department Head yang bersangkutan karena suatu keperluan tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja laki-laki bersedia untuk bekerja dalam waktu tiga shift,\nsedangkan untuk pekerja wanita hanya bekerja dalam waktu shift I (pagi) atau II\n(sore).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja yang berhalangan hadir wajib memberikan kabar pada hari\nyang sama dan memberitahukan alasan-alasannya secara tertulis kepada Department\nHead yang bersangkutan pada saat kehadirannya ditempat kerja sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sakit: Surat keterangan dokter harus dilampirkan copy resep dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dan diketahui oleh dokter perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hal-hal khusus: Surat keterangan yang disyahkan Rukun Tetangga ( RT )\nbila\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diperlukan untuk penguatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hal-hal lain: Keterangan yang bisa dipertanggung jawabkan untuk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17 : MENINGGALKAN PEKERJAAN PADA WAKTU JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam jam kerja, pekerja tidak dibenarkan meninggalkan tugasnya, kecuali\nsudah mendapat ijin sebelumnya dari Supervisor dan Department Head \u002F Asst.\nManager On Duty sehingga tidak mengganggu jalannya operasi kerja, dan apabila\nterjadi pelanggaran, akan dikenakan sangsi sesuai ketentuan di dalam Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) ini..\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : ISTIRAHAT KERJA DAN TIDAK MASUK BEKERJA YANG DIIJINKAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 : TIDAK MASUK KERJA YANG DIIJINKAN &amp; CUTI HAMIL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>1.Pengusaha mengijinkan pekerja tidak masuk kerja dengan tetap menerima upah\ndalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Cuti Tahunan:12 hari kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>b. Sakit: Sesuai dengan surat keterangan dokter dan diketahui oleh dokter\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>c. Menstruasi: Sesuai dengan ketentuan Pasal 93 UU No. 13 Tahun 2003;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d. Perkawinan Pekerja: 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekawinan anak\u002Fsaudara kandung: 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>f. Pekerja wanita hamil atau melahirkan: 1,5 (satu setengah) bulan sebelum\ndan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter\nkandungan atau bidan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>g. Istri pekerja melahirkan: 2 hari dan dalam jangka waktu paling lama 14\nhari kemudian diberi ijin 1 hari dengan persetujuan Dept. Head untuk mengurus\nlegalitas kelahiran anaknya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>h. Pekerja wanita keguguran kandungan: 1,5 bulan atau sesuai surat\nketerangan dokter\u002Fbidan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (2) UU No. 13\nTahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>i. Naik Haji: Sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan diberikan\nhanya untuk satu kali saja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Khitan\u002FBaptis anak pekerja: 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>k. Kematian anak\u002Fistri\u002Fsuami pekerja:Jabodetabek : 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jawa, Madura, Lampung : 4 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Luar (Jawa, Madura, Lampung) : 5 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>l. Kematian orang tua\u002Fmertua\u002Fmenantu:Jabodetabek : 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jawa, Madura, Lampung : 4 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Luar (Jawa, Madura, Lampung) : 5 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Kematian saudara kandung:Jabodetabek : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jawa, Madura, Lampung : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Luar (Jawa, Madura, Lampung) : 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n. Kematian anggota keluarga dalam satu rumah:2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pekerja sudah memasuki masa cuti, maka Human Resources Department\nmemberitahukan kepada pekerja bersangkutan 2 ( dua ) minggu sebelumnya dengan\nsepengetahuan Dept.Headnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sesuai dengan PP. RI.No. 8\u002F1981 Pasal 4, maka pekerja yang tidak melakukan\npekerjaan diluar ketentuan tersebut diatas pada ayat (1) Pasal ini, tidak\ndiadakan pembayaran upah yaitu, upah pokok, tunjangan-tunjangan dan uang\nservice.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19 : HARI LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>1.Mengingat sifat operasional Perusahaan, maka manajemen memberikan libur\nkepada seluruh pekerja satu hari pada hari ketujuh setiap minggunya dan tidak\nharus jatuh pada hari Minggu, tetapi bila dimungkinkan dalam penyusunan Time\nSchedule akan diatur jatuh hari Minggu dua kali dalam setiap bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perubahan hari libur \u002F istirahat, tukar shift dan lain-lainnya dari\nschedule yang telah ditetapkan, dapat diijinkan dengan ketentuan bahwa pekerja\nbersangkutan harus mengajukan permohonan tertulis 3 ( tiga ) hari sebelumnya\nkepada Department Head masing-masing. Pekerja bekerja diluar time schedule\nmerupakan pelanggaran dengan diberi sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>3.Hari libur yang telah ditetapkan oleh pemerintah seperti (Hari Raya\nKeagamaan, Peringatan Hari Besar keagamaan, dan Peringatan Hari Besar Nasional)\nmerupakan hari libur resmi bagi pekerja, namun demikian mengingat waktu\noperasional perusahaan selama 24 (dua puluh empat) jam terus menerus, maka\npengusaha dapat mempekerjakan pekerja pada hari libur resmi dimaksud dengan\nketentuan pengusaha wajib membayarkan upah lembur dan\u002Fatau dengan persetujuan\ndapat diberikan pengganti hari libur (day off) kepada pekerja yang bersangkutan\nselama 2 (dua) hari kerja pada hari kerja biasa.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 20 : CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1.Pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut\ndiberikan cuti selama 12 (dua belas) hari kerja. Pelaksanaan cuti diatur sesuai\ndengan procedure Human Resources Department yang telah ditetapkan dan\ndisesuaikan dengan Undang-undang Perburuhan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Cuti tahunan wajib diambil terhitung sejak hak cuti sebagaimana dimaksud\ndalam ayat 1 diatas timbul, dan bila dalam jangka waktu 6 (enam) bulan hak cuti\ndimaksud tidak diambil oleh pekerja yang bersangkutan maka hak cuti dimaksud\ndinyatakan gugur\u002Fkadaluarsa, kecuali sebelumnya telah mengajukan permohonan\nsecara tertulis kepada Human Resources Department, yang disetujui oleh\nDepartment Head yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dan\u002Fatau Manajemen berhak menunda permohonan cuti pekerja jika\nhal itu dapat mengganggu operasional kerja perusahaan yang disebabkan belum\nadanya pengganti pekerja yang lainnya. Penundaan cuti dimaksud harus\ndiberitahukan secara tertulis oleh Dept.Head atau Human Resources Department,\nkepada pekerja yang bersangkutan paling lama 4 (empat) hari sebelum cuti\ndilaksanakan. Penundaan pelaksanaan cuti dimaksud dilakukan paling lama 6\n(enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap mengambil hak cuti tahunan harus diajukan 7 ( tujuh ) hari\nsebelumnya kecuali cuti mendadak karena keluarga pekerja sakit keras atau\nmeninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal pekerja tidak masuk bekerja setelah masa cutinya berakhir maka\npekerja dimaksud dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam rangka menjaga kelancaran operasioanl perusahaan, maka atas\npersetujuan antara management dan pekerja bersangkutan hak cuti dapat diganti\ndengan pembayaran sejumlah uang dengan perhitungan : 12\u002F26 X take home pay.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 : CUTI DILUAR TANGGUNGAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang telah bekerja selama 1 ( satu ) tahun berturut-turut, selain\nberhak atas cuti tahunan resmi, maka dapat mengambil cuti diluar tanggungan\nperusahaan paling banyak 30 (tiga puluh) hari kerja dalam satu tahun, untuk\nberbagai keperluan, misalnya melanjutkan pendidikan dan bukan untuk bekerja\natau mencoba bekerja di perusahaan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama cuti diluar tanggungan tersebut pekerja bersangkutan tidak berhak\natas pengupahan, tunjangan-tunjangan, jatah makan, uang service dan\nsebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Cuti diluar tanggungan perusahaan wajib mendapat ijin dari General Manager\ndan Rekomendasi Departement Head bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN DAN TUNJANGAN-TUNJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Bagi pekerja tetap, komponen upahnya terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah Pokok ( Basic Salary )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan Masa Kerja ( Working Period Allowance )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tunjangan Jabatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Yang dimaksud dengan upah pokok ( Basic Salary ) adalah upah yang besarnya\nditentukan sesuai dengan jabatan dan golongan \u002F level yang diduduki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>3.Bagi pekerja baru selama masa percobaan upahnya dibayarkan sebesar 80 %\ndari upah pokok pada level yang diduduki, kecuali jika nilai tersebut lebih\nkecil dari ketentuan UMSP, maka upahnya dibayarkan sebesar UMSP. Semua pekerja\nselama masa percobaan tidak mendapatkan uang service.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cp>4.Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) hanya berlaku bagi pekerja yang\nmempunyai masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun dan berlaku efektif sejak\nditetapkan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Pemeritah Daerah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroups\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-skillwagegroups\">\u003Cp>5.Peninjauan upah dan penyusunan struktur atau skala upah dilakukan bagi\npekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun lebih dengan\nmemperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, kompetensi dan\nproduktivitas kerja, yang pelaksanaanya secara obyektif tanpa adanya unsur suka\ntidak suka (like is dislike) antara pengusaha dengan pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 : UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>1.Pelaksanaan kerja lembur dan perhitungan upah lembur dilaksanakan sesuai\ndengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 78 UU No. 13 Tahun 2003 Jo\nKepmenakertrans No.: Kep. 102 \u002F MEN \u002F VI \u002F 2004.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tata cara pelaksanaan kerja lembur dengan menggunakan perintah tertulis\ndari Dept.Head dan mendapatkan kontra sign terlebih dahulu General Manager,\nkepada pekerja yang bersangkutan. Dalam keadaan darurat dapat ditanda tangani\nDuty Manager.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kompensasi kerja lembur yang berantai pada hari biasa dapat diambil dengan\nExtra Off 1(Satu) Hari apabila telah mencapai 7 (Tujuh) jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 : TUNJANGAN - TUNJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>1.TUNJANGAN MASA KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Masa Kerja ( Working Period Allowance ) adalah bagian dari upah\npokok yang besarnya ditentukan dengan masa kerja yang telah dilampaui pada\nperusahaan yang besarnya seperti tersebut pada lampiran Perjanjian Kerja\nBersama ( PKB ) ini\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.TUNJANGAN JABATAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan jabatan adalah tunjangan tetap yang diberikan bagi pekerja yang\nmenduduki jabatan tertentu ( mensupervisi setiap departemen ), adapun besarnya\nTunjangan Jabatan adalah sebagai berikut :- Un Level: Rp. 500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Level I: Rp. 400.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Level II : Rp 300.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Level III : Rp 200.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Level IV : Rp 100.000.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp>3.TUNJANGAN TRANSPORT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Transport adalah tunjangan tidak tetap yang nilainya sebesar Rp.\n250.000,- (dua ratus lima puluh ribu) per bulan. Diberikan berdasarkan jumlah\nhari kehadiran pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>4.TUNJANGAN HARI RAYA (THR) KEAGAMAAN)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan adalah tunjangan yang diberikan 1 (satu)\nkali dalam setahun kepada pekerja yang pelaksanaanya paling lambat 2 (dua)\nminggu menjelang hari raya, dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>4.1.Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun secara terus\nmenerus atau lebih berhak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan sebesar\n1 (satu) bulan upah dan bagi pekerja yang telah bekerja kurang dari 1 (satu)\ntahun sejak mulai bekerja diberikan secara proposional (sesuai Pasal 3 ayat (1)\nPermenaker No. : 04\u002FMEN\u002F1994) dengan perhitungan : masa kerja x 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2.Dalam hal pekerja putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 (tiga\npuluh) hari sebelum jatuh tempo hari raya Keagamaan berhak atas THR Keagamaan\nsebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1 Permenakerj No : 04\u002FMEN\u002F1994.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3.Dasar dalam perhitungan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan adalah Upah\nsebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25 : UANG SERVICE CHARGE\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Uang service adalah milik pekerja dan dibagikan secara merata kepada\npekerja yang termasuk dalam struktur organisasi operation Hotel dimulai dari\nposisi General Manager kebawah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perhitungan dalam pembagian uang service setelah dilakukan pemotongan dari\njumlah pendapatan sebulan sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Loss \u002F breakage sebesar 2 % ( dua persen )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dana Aktifitas sebesar 1.5 % ( satu setengah persen )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dana Serikat Pekerja. Sebesar 1.5 % ( satu setengah persen )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Loss \u002F Breakage dikelola oleh perusahaan dan memberikan tembusan kepada\nSerikat Pekerja The Jayakarta Jakarta Hotel &amp; Spa Serikat Pekerja Anggota\n(SPA) Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Dan Sektoral Indonesia (Paras –\nIndonesia).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dana aktivitas digunakan untuk kegiatan – kegiatan antara lain :\nSantunan kematian anggota keluarga, pendidikan, pembinaan jasmani dan rohani,\nkesenian dan kegiatan seminar Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dana Serikat Pekerja merupakan iuran anggota serikat pekerja yang\npengunaanya sesuai dengan ketentuan dalam AD\u002FART Organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perhitungan pembagian uang service dilakukan oleh pengusaha diketahui oleh\nPengurus Serikat Pekerja dan diumumkan untuk seluruh pekerja, serta dibayarkan\nselambat-lambatnya tanggal 15 setiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja yang tidak masuk bekerja tanpa keterangan (mangkir) Uang service\ntidak dibayar sejumlah hari mangkirnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : BONUS TAHUNAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 : BONUS TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustypesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cp>Pengusaha memberikan bonus tahunan kepada pekerja setiap tahun setelah\ndiadakannya perhitungan income perusahaan dalam periode 1 (satu) tahun melalui\nRapat Umum Pemegang Saham (RUPS).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : PERATURAN TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 : UNIFORM, NAME TAG\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan Uniform sesuai dengan Department masing-masing yang\nharus dipakai saat menjalankan tugas dengan status :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Uniform merupakan milik perusahaan yang dipinjamkan kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja berkewajiban untuk menjaga kebersihan serta perawatan-perawatan\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Setiap pengunduran diri dan lainnya pekerja berkewajiban untuk\nmengembalikan Uniform kepada pengusaha termasuk saat penggantian Uniform yang\nbaru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha menyediakan name tag yang wajib dipasang selama menjalankan\ntugas\u002Fdinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 : KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN DI TEMPAT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja diwajibkan memakai Uniform\u002Fpakaian seragam lengkap yang\ndisediakan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja diwajibkan untuk menjaga kerapihan dan kebersihan tempat\nkerja masing-masing termasuk peralatan-peralatan sesuai dengan fasilitas yang\ndiberikan oleh pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja harus menjaga dan menghindari kemungkinan bahaya\nkecelakaan, terutama menggunakan peralatan-peralatan yang berhubungan dengan\nlistrik dan lain-lainnya sedang pengusaha melengkapi sarana-sarana untuk usaha\npencegahan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 : PERATURAN DISIPLIN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja secara bersama-sama mengusahakan ketertiban\ndan disiplin kerja dalam area perusahaan dan oleh karena itu terhadap\npelanggaran-pelanggaran yang terjadi perlu diambil tindakan-tindakan secara\nlisan maupun tertulis, schorsing, dan atau pemutusan kerja. Adapun\npelanggaran-pelanggaran dan atau larangan dapat dikelompokkan pelanggaran\nRingan, Sedang, dan Berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Terhadap pelanggaran – pelanggaran ringan, diambil tindakan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.TEGURAN LISAN \u002F TERTULIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Teguran Lisan ataupun tertulis diberikan kepada pekerja yang bersangkutan\njika melakukan pelanggaran ringan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.REPRIMAND I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika setelah ditegur lisan ataupun tertulis pekerja yang bersangkutan\nmelakukan pelanggaran ringan, maka dikenakan sanksi Reprimand I yang berlaku\nselama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.REPRIMAND II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika selama periode Reprimand I masih berlaku, pekerja yang bersangkutan\nmelakukan pelanggaran ringan, maka dikenakan sanksi hukuman Reprimand II yang\nberlaku untuk 6 ( enam ) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.REPRIMAND III ( TERAKHIR )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika selama periode Reprimand II, pekerja yang bersangkutan melakukan\npelanggaran ringan kembali, maka dikenakan sanksi berupa Reprimand III dan yang\nterakhir berlaku untuk selama 6 ( enam ) bulan dengan scorching selama 12 (dua\nbelas) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Terhadap pelanggaran-pelanggaran sedang, diambil tindakan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.REPRIMAND II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika pekerja melakukan pelanggaran sedang diberikan sanksi Reprimand II yang\nberlaku selama 6 (enam) bulan dan tanpa harus melalui teguran maupun Reprimand\nI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.REPRIMAND III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika selama berlaku Reprimand II, pekerja yang bersangkutan melakukan\npelanggaran ringan, diberikan Reprimand III yang berlaku 6 (enam) bulan dengan\nskorsing 12 (dua belas) hari kerja, akan tetapi jika melakukan pelanggaran\nsedang lagi sanksinya berupa pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jika pekerja telah mendapat Reprimand III (terakhir) dan selama masa\nReprimand masih berlaku, kembali melakukan pelanggaran ringan, sedang, apalagi\nbesar, dberikan sanksi pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemberian sanksi berupa Pemutusan Hubungan Kerja terhadap pekerja yang\nmelakukan kesalahan berat (eks Pasal 158 ayat 1 UU No. 13 Tahun 2003),\npelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Putusan\nMahkamah Konstitusi No. : 012\u002FPUU-I\u002F2003, tanggal 28 Oktober 2004 Jo Surat\nEdaran Menakertrans No. : SE.13\u002FMEN\u002FSJ-HK\u002FI\u002F2005, tanggal 07 Januari 2005\ndan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal pengusaha bermaksud ingin melakukan pemutusan hubungan kerja\nterhadap pekerja yang bersangkutan, maka terlebih dahulu harus melakukan\nperundingan bipartit dengan pekerja dan\u002Fatau Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perundingan bipartit sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) diatas, dapat\nmengambil keputusan berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pemberian sanksi berupa Surat Peringatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pemindahan Hukuman (Demotion);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Skorsing pembinaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Skorsing menuju pemutusan hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pembatalan skorsing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pelaksanaan sanksi berupa Skorsing menuju pemutusan hubungan kerja\ndilakukan berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155 ayat (3)\nUU No. 13 Tahun 2003, dimana pekerja yang bersangkutan tetap berhak menerima\nupah sesuai Pasal 22 ayat (1) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dan berhak\npula atas jaminan sosial yang biasa diterima kecuali uang service serta jatah\nmakan sampai adanya penetapan\u002Fputusan dari lembaga penyelesaian perselisihan\nhubungan industrial yang berkekuatan hukum tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap pekerja yang mendapat sanksi apapun dari pengusaha berhak membela\ndiri dan mendapat perlindungan serta pembelaan dari serikat pekerja, dengan\npengertian perlindungan dan pembelaan dimaksud dilakukan terhadap hal-hal yang\nterkait dengan hak serta kepentingan pekerja yang bersangkutan bukan terhadap\nkesalahan atau tindakan pelanggaran yang dilakukannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 : MACAM-MACAM PELANGGARAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud dengan pelanggaran Ringan, Sedang, dan Berat adalah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. PELANGGARAN RINGAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tidak ramah kepada teman sekerja maupun atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Berpakaian kurang rapih, tidak memakai Name tag, rambut gondrong, kumis\ntebal, dan jenggot yang menimbulkan tidak pantas dipandang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Menggunakan Lift tamu tanpa suatu tugas apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Menggunakan peralatan- peralatan Hotel tanpa ijin atasan dan atau orang\nyang berwewenang untuk kepentingan pribadi: Telephone local, memakai alat-alat\ntulis hotel dan sejenisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Menerima tamu Pribadi ditempat ruang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Mengadakan perdagangan dan atau hal-hal yang bersifat mencari keuntungan\npribadi selama jam dinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Mencoret-coret Papan Pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Tidak dapat menjaga, memlihara ruangan atau lingkungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Kurang mampu \u002F tekun \u002F rajin, maupun tidak cakap melaksanakan\npetunjuk-petunjuk dan atau tugasnya sehari-hari yang telah diberikan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Tidak bisa bekerjasama dalam melaksanakan tugas dengan kawan sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Berada di tempat kerja pada waktu tidak dinas dan tanpa izin dari atasan\nlasung yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Terlambat datang kerja dan atau meninggalkan tempat kerja tidak pada\nwaktu istirahat atau tanpa izin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Absent selama satu hari tanpa alasan apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Masuk \u002F pulang kerja tanpa melalui pintu masuk \u002F keluar yang telah\nditentukan untuk pegawai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Menolak perintah atasan untuk melakukan kerja lembur, terutama dalam\npekerjaan yang sifatnya mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. PELANGGARAN SEDANG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mendahului pulang dari jam kerja yang telah ditentukan tanpa ijin\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memasukkan Time Card orang lain dan atau bekerja sama dalam hal Time\nCard.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tidur-tiduran atau tidur pada waktu bertugas, tanpa ijin \u002F sepengetahuan\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melakukan permainan dalam bentuk apapun dilingkungan Hotel yaitu : catur,\nbridge, pingpong, halma dilingkungan hotel, kecuali pada jam istirahat dan\ntempatnya di canteen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Melawan perintah atasan yang telah diketahui bahwa hal tersebut\nbenar-benar merupakan kewajibannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Corat-coret tembok, maupun tempat-tempat dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Absent tidak masuk selama 2 ( dua ) hari s\u002Fd 3 ( tiga ) hari\nberturut-turut tanpa memberitahukan atau alasan secara tertulis yang bisa\nditerima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Berjalan\u002Fberada ditempat-tempat yang terlarang ( masuk kamar hotel tanpa\ntujuan dinas ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Mandi dan buang air besar dikamar tamu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Mengubah time schedule tanpa persetujuan terlebih dahulu dengan\nSupervisor atau Departement Head yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Menggunakan peralatan-peralatan Hotel tanpa izin atasan dan atau orang\nyang berwenang untuk kepentingan pribadi : telephone keluar kota, alat-alat\nservice Food &amp; Beverage, room amenities yang untuk tamu dan sejenisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Keterlambatan masuk kerja atau pulang kerja sebelum waktunya yang\ndilakukan berulang kali dengan alasan yang kurang dapat\ndipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Makan, minum, merokok atau istirahat diluar tempat yang sudah ditentukan\nuntuk itu, misal : locker, canteen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Memberi bahan makanan mentah \u002F sudah dimasak kepada seorang pegawai atau\norang lain, menerima bahan itu dari seorang pegawai atau orang lain tanpa izin\ndari atasan langsung yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Menggunakan perlengkapan milik perusahaan untuk keperluan pribadi\nseperti menggunakan tempat dan lain-lain fasilitas tamu dan semacamnya tanpa\nizin management.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Tidak mampu melaksanakan petunjuk-petunjuk atasannya langsung mengenai\ntugas-tugas yang dikerjakan atau mengembalikan tugas-tugas yang diberikan\nkepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Tidak mengembalikan uniform lama pada saat mendapat uniform baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Meludah dan buang air kecil tidak pada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>C.PELANGGARAN BERAT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal pekerja diduga melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Merusak atau karena kelalaian menimbulkan kerusakan milik perusahaan\nsecara fatal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Membuat suatu tindakan yang bersifat menghasut, memikat karyawan lain\nuntuk tindakan negative \u002F provokator.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melakukan tindakan-tindakan yang memberikan kesempatan perbuatan asusila\ndilingkungan perusahaan seperti halnya :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masuk, mengintip tamu dalam kamar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Membawa, membantu, melindungi atau memberikan kesempatan wanita “P”\nmasuk ke area perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Melakukan perbuatan mesum dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Membawa obat-obat terlarang : bius, morphin ( narkoba ) kecuali seizin\ndokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bertindak sesuatu yang menyebabkan perkelahian karyawan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perkelahian\u002Fperselisihan yang terjadi dilingkungan Perusahaan dan diluar\nperusahaan akan tetapi masih menyangkut mengenai hubungan industrial dengan\nPerusahaan dan melaporkan kepada yang berwajib tanpa persetujuan Management dan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Membawa\u002Fmenyimpan senjata api, senjata tajam dan sejenisnya kecuali bila\ntelah mendapat ijin oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Menyimpan barang-barang milik Perusahan dilocker tanpa ijin\nManagement..\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Terhadap pelanggaran tersebut diatas disepakati menyelesaiannya harus\nterlebih dahulu melalui perundingan bipartit antara pekerja yang bersangkutan,\nSerikat Pekerja dan Pengusaha, selanjutnya bila upaya penyelesaian melalui\nperundingan bipartit gagal,maka pengusaha hanya dapat melakukan pemutusan\nhubungan kerja setelah adanya putusan hakim pidana yang telah mempunyai\nkekuatan hukum tetap sebagaimana dimaksud dalam Putusan Mahkamah Konstitusi No.\n: 012\u002FPUU-I\u002F2003, tanggal 28 Oktober 2004 Jo Surat Edaran Menakertrans No. :\nSE.13\u002FMEN\u002FSJ-HK\u002FI\u002F2005, tanggal 07 Januari 2005 dan\u002Fatau ketentuan perundang -\nundangan yang bersangkutan lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>D. PELANGGARAN-PELANGGARAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Melanggar dari ketentuan-ketentuan lain yang tidak tertulis dalam\npelanggaran ringan tetapi telah tertulis dalam Papan Pengumuman, Policies &amp;\nProcedure atau Peraturan Perusahaan tetap diambil tindakan dan dimasukkan\ndidalam kategori pelanggaran berdasarkan akibat yang ditimbulkan, dengan\nketentuan sebelum diambil tindakan terhadap pekerja yang bersangkutan harus\nterlebih dahulu dilakukan perundingan bipartit antara Pekerja, Serikat Pekerja\ndengan Pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Alasan-alasan kelalaian, lupa, belum mengerti dan lainnya dari ketentuan\nyang telah dipasang dipapan Pengumuman tidak bisa diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Terhadap pelanggaran yang bersifat kriminal dan lainnya dapat diambil\ntindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan\u002Fatau diserahkan kepada\npihak yang berwajib, dengan ketentuan sebelumnya harus dilakukan perundingan\nbipartit antara Pekerja, Serikat Pekerja dengan Pengusaha dalam waktu\nsecepat-cepatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal pekerja mendapat panggilan dari pihak\nKepolisian\u002FSecurity\u002FManagement dalam rangka pemeriksaan dalam suatu perkara,\nmaka atas hal tersebut Pengurus Serikat Pekerja berhak mendapat pemberitahuan\nguna mendampingi pekerja yang bersangkutan. Dan jika pemeriksaan dilakukan\nlebih dari jam makan, pekerja tersebut agar diberikan uang makan serta\nsecepatnya diberitahukan kepada Human Resources Manager \u002F Duty Manager dan\nChief Security. Namun bila pemeriksaan ternyata lebih dari 6 (enam) jam diluar\njam kerja dan ternyata pekerja dimaksud tidak bersalah, maka pekerja dimaksud\nberhak mendapatkan libur 1 ( satu ) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : JAMINAN PEMELIHARAAN, PENGOBATAN DAN PERAWATAN KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31 : JAMINAN PEMELIHARAN, PENGOBATAN DAN PERAWATAN KESEHATAN BAGI\nPEKERJA DAN KELUARGANYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>A.PERAWATAN KESEHATAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perawatan kesehatan bagi pekerja, istri dan anak yang bersifat Out Patient\n(berobat jalan) diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Berobat jalan melalui dokter perusahaan untuk pekerja istri dan anak\ndiganti 100 % dari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>kwitansi yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Berobat jalan melalui dokter luar dan sebelumnya mendapat rekomendasi\ndokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>perusahaan, dibayar 100 % dari jumlah kwitansi yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Berobat jalan melalui dokter luar dak tidak mendapat rekomendasi dokter\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dibayar 75 % bagi pekerja, istri dan anak dengan ketentuan kwitansi\ndisertai\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>keterangan penyakit dan copy resepnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Berobat jalan melalui dokter Spesialis baik pekerja, istri dan anak\ndengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>mendapatkan rekomendasi dokter perusahaan mendapatkan penggantian 100 %,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>sedangkan tanpa rekomendasi dokter perusahaan mendapatkan penggantian 75 %\ndari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>jumlah kwitansi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pengobatan tradisional \u002F alternative, seperti patah tulang, mendapatkan\npenggantian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>100 % dari jumlah kwitansi dengan pemberitahuan dan izin tertulis terlebih\ndahulu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dari Human Resources Department.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Biaya perawatan kesehatan bagi pekerja, istri dan anak yang bersifat Out\nPatient (berobat jalan) pertahun dari 1 Januari s\u002Fd 31 Desember diatur sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja lajang maksimum Rp 750.000.-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja kawin maksimum Rp. 1.300.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja kawin + Anak 1 maksimum Rp. 1.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja kawin + Anak 2 maksimum Rp. 1.700.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja kawin + Anal 3 maksimum Rp. 1.850.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Apabila melebihi batas maksimal, maka pekerja harus bayar sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila dipakai atau tidak dipakai sama sekali dalam periode 1 (satu)\ntahun, mendapatkan uang kompensasi 100 % dari sisa nilai uang pengobatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Uang kompensasi pengobatan dibayar pada bulan januari tahun penggantian,\nsetelah dicek oleh perusahaan \u002F HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Untuk biaya Out Patient ini, tidak termasuk pengobatan kanker, jantung,\nliver, gigi palsu dan perawatan rawat inap\u002F lanjutan dan operasi ringan \u002F\nsedang \u002F berat serta kecelakaan dalam jam kerja dan diluar jam kerja serta\nmedical check up atau rontgen atau rekomendasi tertulis dokter perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>3. Dalam hal pekerja, istri dan anak harus dirawat di Rumah Ssakit (in\npatient) diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Ketentuan dalam pelaksanaan rawat inap di Rumah Sakit harus mendapat\nrekomendasi dari dokter perusahaan sebelumnya, diluar ketentuan dimaksud tidak\ndapat dibenarkan dan perusahaan tidak menanggung seluruh biaya atas hal ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Khusus untuk sakit keras \u002F accut dan pasien harus segera mendapat\nperawatan di Rumah Sakit, maka kepada pekerja atau keluarganya wajib\nmemberitahukan kepada Human Resources Department dalam waktu 2 x hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Biaya perawatan di Rumah Sakit baik pekerja, istri dan anak yang\nterdaftar pada Dept. HRD mendapat pengantian sebesar 100 % dengan standard\nkelas III.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Setiap pekerja berhak mendapat perawatan dapat memilih Rumah Sakit yang\nterdekat dari tempat tinggalnya, baik rumah sakit pemerintah atau swasta, atau\nmemilih dikelas yang lebih tinggi, akan tetapi penggantian tetap seperti pada\nPasal 31 angka 3c.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pengusaha membantu membayar uang muka untuk pembayaran biaya kamar selama\nperawatan minimal untuk 10 (sepuluh) hari, bilamana pekerja menderita sakit\nkeras\u002Faccut dan terjadi pada malam hari atau pada hari libur, maka Duty Manager\nberwenang melakukan pembayaran uang muka untuk biaya perawatan yang dananya\nsesuai dengan kondisi keuangan yang ada pada FO.Cashier.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Biaya operasi ringan \u002F sedang \u002F berat maupun khusus bagi pekerja, istri\ndan anak dilakukan dengan sepengetahuan Human Resources Department mendapatkan\npenggantian 100 %, dan bila tanpa sepengetahuan Human Resources Department\nmendapatkan penggantian 50%, kecuali untuk operasi jantung, ginjal, lever,\nharus mendapat rekomendasi tertulis terlebih dahulu dari dokter Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityotherclause\">\u003Cp>4. Fasilitas pengobatan baik In patient maupun Out patient tidak berlaku\nbagi pekerja dalam masa percobaan, tenaga magang, dan suami serta anak pekerja\nwanita, kecuali terdapat hal-hal dibawah ini ditanggung sesuai Pasal 31 huruf A\nangka 1 (satu) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Anak pekerja wanita yang berstatus janda.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Anak pekerja wanita yang suaminya cacat tidak dapat mencari pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Anak pekerja wanita yang suaminya belum mempunyai penghasilan \u002F dimana\nsuami bekerja tidak mendapat penggantian pengobatan untuk anak seperti Pasal 31\nangka 2a dalam PKB ini anaknya dengan umur maximum 25 tahun (belum menikah),\npenggantian pengobatannya ditanggung perusahaan yang terdaftar di Human\nResources Departement.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang tidak dapat menjalankan tugas bekerja akibat sakit\nberkepanjangan sesuai keterangan dokter yang telah disahkan dokter perusahaan,\ntetap diberikan fasilitas dan biaya perawatan sebagaimana diatur yang\ntertanggung. Setelah selama janga waktu tersebut diatas tetap belum mampu\nmenjalankan tugas, dapat dilakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan sakit\nberkepanjangan yang pelaksanaan harus sesuai dengan ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>6.Pekerja yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit akibat dari kecelakaan dalam\njam kerja semua biaya diatur melalui “JAMSOSTEK”, sesuai dengan ketentuan\nyang berlaku, sedangkan biaya selebihnya diganti Pengusaha. Jika pada saat\nkecelakaan terjadi belum terdaftar pada “JAMSOSTEK”, merupakan tanggung\njawab Pengusaha sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengobatan sakit akibat kecelakaan di luar jam kerja bagi pekerja di\ntanggung oleh pengusaha ( PERDA. 06 TAHUN 2004 ).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.PENGOBATAN GIGI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Fasilitas pengobatan gigi, hanya berlaku bagi pekerja yang telah bekerja\nminimum 1 ( satu ) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengobatan gigi bagi pekerja harus mendapat rekomendasi dokter perusahaan\natau hanya boleh langsung kepada dokter gigi yang telah ditunjuk secara\ntertulis oleh dokter perusahaan, jenis penambalan yang disetujui jenis\n(Amalgam).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penggantian gigi palsu yang bisa dicopot tapi bukan ditanam bagi pekerja\nyang mempunyai masa kerja 10 tahun keatas diganti pengusaha 100 %\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Biaya operasi gigi ringan, sedang, berat maupun khusus bagi pekerja, istri\ndan anak diatur seperti Pasal 31 huruf (A) angka 2e.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 : BANTUAN PEMBELIAN DAN PENGGANTIAN KACAMATA UNTUK PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Fasilitas penggantian kaca mata berlaku bagi pekerja yang telah mempunyai\nmasa kerja minimum 1 ( satu ) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penggantian kaca mata yang ditanggung Pengusaha adalah akibat pecah dalam\njam kerja dan telah diketahui oleh Dept. Head yang bersangkutan atau\nberdasarkan resep dokter yang sebelumnya dikonsultasikan dengan dokter\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pembelian dan penggantian kacamata sambung ( baca ) diatur sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Terhadap pekerja yang pertama melakukan penggantian dan pembelian kaca\nmata sambung (baca) max. Rp. 650.000,- setelah masa kerja 2 (dua) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Terhadap pekerja yang mengganti kacamata sambung (baca) kedua dan\nseterusnya, bantuan pembelian diatur sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk frame ( rangka ) yang patah \u002F rusak dibantu maksimum Rp.\n450.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Disebabkan karena perubahan ukuran lensa, penggantian lensa cekung,\ncembung \u002F kombinasi, dibantu maksimum Rp. 350.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Diluar ketentuan Pasal 31 angka 3.b. 1.2, berlaku minimal setelah 2 ( dua\n) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 : TATA CARA PENGGANTIAN BIAYA PENGOBATAN DAN SURAT KETERANGAN\nDOKTER\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Semua kwitansi obat harus ditulis copy resep, dan tanpa copy resep akan\nditolak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Semua biaya pengobatan baik biaya atas berobat jalan maupun opname di\nRumah Sakit, di inventarisir oleh Human Resources Departement dan selanjutnya\ndilakukan proses sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Menganalisa tentang kebenaran nama pasiennya serta ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menganalisa tentang kebenarannya obatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pelaksanaan pembayaran oleh accounting Department paling lambat 10\n(sepuluh) hari dari kwitansi yang telah masuk secara reimbursement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Surat keterangan sakit dari dokter harus disertai copy resep yang\nselanjtnya disahkan oleh dokter perusahaan dan diketahui oleh Dept.Head,\nkecuali dari dokter puskesmas bisa menggunakan keterangan obat sebagai\npengganti copy resep.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bagi pekerja yang sampai 5 ( lima ) kali dalam 3 ( tiga ) bulan tidak\nmasuk kerja karena sertifikat dokter, pekerja tersebut harus Medical Check Up,\njika hasilnya baik \u002F sehat, maka dikenakan Reprimand 1 ( satu ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Surat keterangan sakit dari dokter harus diserahkan kepada Dept.Head pada\nhari pertama pekerja yang bersangkutan masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 : BANTUAN KELAHIRAN DAN SANTUNAN KEMATIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam menunjang program Pemerintah tentang Keluarga Berencana, maka biaya\nkelahiran anak dibantu sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kelahiran anak 1 (pertama) dari istri sah yang telah terdaftar di Human\nResources Department maksimum sebesar Rp. 1.200.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kelahiran anak ke 2 (kedua) dari istri sah yang telah terdaftar di Human\nResources Department maksimum sebesar Rp.1.200.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Kelahiran anak ketiga dan seterusnya tidak mendapatkan bantuan dalam hal\nkelahiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Jika pada kelahiran anak pertama dan anak kedua tersebut diatas adalah\nkembar dua, tiga dan seterusnya dibantu maksimum Rp. 1.100.000,- untuk setiap\nanak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang sejak masuk kerja sudah mempunyai anak, hak atas bantuan\nkelahiran dikurangi berdasarkan urutan anak yang sudah ada. Jika pada saat\nmasuk bekerja pekerja telah mempunyai anak satu, maka pekerja yang bersangkutan\nhanya berhak mendapat batuan untuk kelahiran anak kedua. Jika telah mempunyai\nanak kedua maka pekerja dimaksud tidak berhak mendapat bantuan kelahiran\nsebagaimana tersebut diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.a. Untuk keguguran kandungan (tidak disengaja) biaya diganti 100 %, dengan\nketentuan wajib memberitahukan kepada pengusaha maximum 7 x 24 jam hari kerja,\nuntuk kelahiran anak pertama dan kedua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Sedangkan kelahiran Caesar untuk anak pertama dan kedua, biaya dibantu\nseperti Pasal 31 huruf A3f dan wajib memberitahukan ke pengusaha 7 x 24 jam\nhari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bantuan kelahiran tersebut diatas sudah termasuk semua biaya yang\nmenyangkut masalah kelahiran seperti biaya pemeriksaan sebelum lahir, biaya\nkelahiran, pengobatan dan biaya-biaya lainnya dan diberikan kepada pekerja yang\ndiangkat minimum 2 (dua) tahun dari sejak pengangkatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Semua pembayaran biaya kelahiran harus menunjukkan kwitansi asli dan surat\nkelahiran dari kelurahan setempat dan oleh karena itu kelahiran melalui Dukun\nBeranak tidak berhak atas bantuan tersebut diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Bagi pekerja wanita yang melahirkan tidak berhak atas bantuan kelahiran\nseperti tersebut diatas, kecuali suaminya cacat dan tak dapat mencari nafkah\n(sesuai Pasal 31 angka (4b). Dimana pekerja dimaksud mempunyai masa kerja\nminimal 1 ( satu ) tahun dengan melampirkan surat keterangan dari kantor suami,\nyang direvisi setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 : KESELAMATAN KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>1.Demi keselamatan kerja bagi seluruh pekerja, pengusaha berkewajiban\nmenyediakan peralatan-peralatan dan perlengkapan yang berhubungan dengan tindak\npencegahan tentang keselamatan kerja seperti tersebut pada Undang-Undang No.1\ntahun 1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>2.Pekerja wajib menggunakan alat-alat perlengkapan dan perlindungan kerja\nyang telah disediakan oleh pengusaha, demikian pula wajib memelihara sarana\npenggunaan tersebut. Kepada pekerja kerja yang tidak mematuhi hal ini dianggap\npelanggaran disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>3.a. Untuk kepentingan pekerja, pengusaha diwajibkan mendaftarkan pekerja\nuntuk menjadi peserta ‘JAMSOSTEK’, dan aturan pelaksanaannya didasarkan\npada tata cara yang ditetapkan sesuai dengan UU No. 03 Tahun 1992.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b Pengusaha diwajibkan mengasuransikan pekerja didalam asuransi kecelakaan\ndiri diluar jam kerja \u002F hubungan kerja Perda No.6 Tahun 2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>4.Bagi pekerja tetap, pekerja magang, training dan tenaga kerja lainnya yang\nternyata pada saat terjadi kecelakaan belum menjadi anggota ‘JAMSOSTEK’,\npenggantian biaya kecelakaan dan\u002Fatau santunan dilakukan oleh pengusaha sesuai\ndengan UU No.03 Tahun 1992 Jo Permenaker No. : PER-04\u002FMEN\u002F1993 Jo lampiran II\n(dua romawi) huruf A dan angka 2 (dua) Peraturan Pemerintah No. : 84 Tahun 2010\nTentang Perubahan Ketujuh Atas Pertauran Pemerintanh No. 14 Tahun 1993 Tentang\nPenyelenggaraan Program JAMSOSTEK.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Yang dimaksud jam kerja untuk hal tersebut diatas adalah selama\nmenjalankan dinas kerja di perusahaan termasuk keberangkatan maupun pulang\nkerja dalam jurusan yang setiap hari dilalui.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Aturan tentang kecelakaan kerja ini tidak berlaku bagi keluarga pekerja\ndan kecelakaan diluar kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : FASILITAS – FASILITAS KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 : FASILITAS-FASILITAS KESEJAHTERAAN BAGI PEKERJA DAN\nKELUARGANYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja dan keluarganya, pengusaha\nwajib menyediakan fasilitas kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan\nPasal 100 ayat 1 UU No. 13 Tahun 2003 beserta penjelasannya, fasilitas\nsebagaimana dimaksud adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Fasilitas Ibadah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan sarana dan prasarana untuk beribadah bagi para pekerja\nyang memadai dan layak sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Fasilitas Koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja secara bersama-sama mendirikan Koperasi dalam\nrangka untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja dan keluarganya dan oleh\nkarenanya pengusaha menyediakan sarana dan prasarana untuk Koperasi yang berada\ndilingkungan perusahaan, dimana ketentuan mengenai Koperasi ditetapkan antara\nlain sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Setiap pekerja tetap berhak menjadi anggota Koperasi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Sumber keuangan Koperasi selain dari simpanan pokok\u002Fwajib\u002Fsukarela juga\nbersumber dari perusahaan sebagai dana abadi Koperasi sebagaimana dimaksud\ndalam Kesepakatan Bersama tertanggal 11 Juli 2000;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dana abadi Koperasi dimaksud tidak dapat ditarik kembali oleh Pengusaha\nmaupun pekerja terkecuali hasil dari pengembangannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Dalam hal terjadi penyimpangan dan\u002Fatau penyalahgunaan keuangan oleh\npengurus Koperasi ataupun pengurus badan pengawas koperasi, maka atas tindakan\ndimaksud dapat diproses dan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dan\u002Fatau AD\u002FART Koperasi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Fasilitas Kantin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha berkewajiban menyediakan fasilitas makan di kantin bagi pekerja\nyang bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>untuk setiap waktu kerja ”shift’, dengan ketentuan fasiltas makan\ndimaksud harus memenuhi standar kecukupan gizi 4 sehat 5 sempurna termasuk\nsarana penunjang makan lainnya yang memenuhi kelayakan bagi kesehatan dan\nkemanusiaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Fasilitas Rekreasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap setahun sekali pengusaha menyelenggarakan rekreasi bagi pekerja dan\nkeluarganya yang biayanya ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha, dimana\npelaksanaan rekreasi dimaksud dirundingkan bersama antara Pengusaha dan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA ( PHK )\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 : PRINSIP DASAR DALAM PENYELESAIAN PERSELISIHAN PEMUTUSAN HUBUNGAN\nKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha, Pekerja, dan Serikat Pekerja dengan segala upaya harus\nberupaya secara maksimal agar tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penyelesaian perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) wajib\ndiselesaikan melalui perundingan bipartit oleh Pengusaha, Pekerja, dan Serikat\nPekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan terhadap Pekerja tanpa\nadanya putusan\u002Fpenetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial dinyatakan batal demi hukum;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Selama putusan\u002Fpenetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial belum diputuskan\u002Fditetapkan, baik Pengusaha maupun Pekerja yang\nbersangkutan harus tetap melaksanakan kewajiban sebagaimana biasanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pelaksanaan penyelesaian perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang\ntidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini dan\u002Fatau UU\nNo. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Jo UU No. 2 Tahun 2004 Tentang\nPenyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dinyatakan tidak sah atau batal\ndemi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 : PHK DALAM MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan hubungan kerja dalam masa percobaan sebagaimana dimaksud Pasal 11\nayat (2) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dapat dilaksanakan setiap waktu\noleh kedua belah pihak tanpa penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan\nhubungan indsutrial dan tidak ada kewajiban apapun bagi kedua belah pihak atas\nhal dimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 : PHK KARENA MENGUNDURKAN DIRI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang bermaksud ingin mengundurkan diri atas kemauan sendiri harus\nmengajukan permohonan secara tertulis kepada pengusaha dalam jangka waktu 30\n(tiga puluh) hari sebelumnya, dan pekerja dimaksud tetap wajib melakukan\npekerjaan sampai dengan hari terakhir pengunduran dirinya, dengan ketentuan\npekerja dimaksud berhak atas uang pisah sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal\n156 ayat (2) dan Pasal 156 ayat (3) serta Pasal 156 ayat (4) UU No. 13 Tahun\n2003;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.a. Pekerja yang tidak masuk bekerja tanpa keterangan yang sah (mangkir)\nselama 5 (lima) hari kerja secara berturut-turut dan telah dilakukan\npemanggilan tertulis untuk bekerja kembali sebanyak 2 (dua) kali secara patut\nnamun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut maka dikualifikasi\nmengundurkan diri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 UU No. 13 Tahun 2003,\ndan pekerja dimaksud mendapatkan hak sesuai ketentuan ayat (1) diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja yang terbukti melakukan pekerjaan rangkap (double job)\ndiperusahaan lain dan tidak mendapatkan ijin dari pengusaha dapat dikualifikasi\nmengundurkan diri dan pekerja dimaksud mendapatkan hak sesuai ketentuan ayat\n(1) diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 : PHK KARENA PELANGGARAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang diatur\ndalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, pengusaha hanya dapat melakukan\npemutusan hubungan kerja setelah kepada pekerja yang bersangkutan diberikan\nsurat peringatan (Reprimand) pertama, kedua dan ketiga secara berturut-turut\nyang pelaksanaannya sesuai ketentuan Pasal 29 Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nini Jo Pasal 161 UU No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya dengan alasan sebagaiamana\ndimaksud ayat (1) diatas berhak mendapatkan uang pesangon 1 (satu) kali\nketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali\nketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal\n156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 dan\u002Fatau ketentuan perundang-perundangan yang\nberlaku,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 : PHK, KARENA SAKIT, PERTIMBANGAN MEDIS ATAU CACAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>1.Dalam hal pekerja mengalami sakit berkepanjangan dan dapat membuktikannya\ndengan surat keterangan dokter, maka upah yang dibayarkan kepada pekerja yang\nbersangkutan sebaga berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 4 (empat) bulan pertama, menerima upah + uang service 100%;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 4 (empat) bulan kedua, menerima upah + uang service 75%;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. 4 (empat) bulan ketiga, menerima upah + uang service 50%;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah + uang service, sebelum\ndilakukan Pemutusan hubungan kerja dengan alasan sakit.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan hubungan kerja dengan alasan sakit berkepanjangan dapat\ndilakukan pengusaha setelah melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam\nPasal 31 ayat (A) angka 5 (lima) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemutusan hubungan kerja karena pertimbangan medis dapat dilakukan\nterhadap pekerja yang karena penyakitnya dapat menular kepada pekerja\u002Forang\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang mengalami cacat akibat kecelakaan kerja berhak mendapatkan\nsantunan sebagaimana dimaksud dalam lampiran II (dua romawi) huruf A dan angka\n2 (dua) Peraturan Pemerintah No. : 84 Tahun 2010 Tentang Perubahan Ketujuh Atas\nPertauran Pemerintanh No. 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program\nJAMSOSTEK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi pekerja yang diputus hubungan kerjanya karena sakit, pertimbangan\nmedis dan cacat berhak mendapat kompensasi pemutusan hubungan kerja yang\nperhitungan sama dengan pelaksanaan pensiun dipercepat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 : PHK KARENA PENSIUN DIPERCEPAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal pekerja telah mencapai usia 45 tahun dan atau mempunyai masa kerja\n15 tahun secara terus menerus berhak mengajukan permohonan pemutusan hubungan\nkerja karena pensiun dipercepat dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Permohonan pensiun dipercepat diajukan secara tertulis kepada pengusaha\ndalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja sebelumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang putus hubungan kerjanya dengan alasan dimaksud berhak\nmenerima kompensasi pemutusan hubungan kerja berupa uang pesangon 1 (satu) kali\nketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali\nketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal\n156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku lalu jumlah dimaksud dikalikan 2 (dua);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dasar perhitungan kompensasi dimaksud adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan makan\u002Fnilai catu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan masa kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Uang service charge (ditanggung pengusaha sebesar rata-rata sevice charge\ndalam setahun).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang meninggal dunia \u002F cacat tidak dapat bekerja lagi, kepada\nkeluarga pekerja diberikan santunan \u002F tunjangan pensiun sesuai dengan ketentuan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 : MASA PERSIAPAN PENSIUN ( MPP )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>1. Dalam pelaksanaan pensiun dan berkaitan dengan cuti panjang maka diatur\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha pada dasarnya tidak memberikan cuti panjang (Pasal 79 ayat (2)\nhuruf d UU No. 13 Tahun 2003) tetapi mengambil kebijaksanaan dengan memberikan\nMasa Persiapan Pensiun (MPP) atau ganti kerugian;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Setiap pekerja mencapai masa kerja 6 (enam) tahun dan kelipatannya,\ndiberikan MPP atau ganti kerugian masing-masing 3 (tiga) bulan upah dalam\nperhitungan pensiun, dikurangi 12 (dua belas) hari kerja (cuti tahunan) bila\ncuti tahunan sudah diambil sebelumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dana masa persiapan pensiun dan uang service dibayarkan sekaligus secara\ntunai bersama uang pensiun kepada pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang telah pensiun, tetapi masih aktif bekerja pada tahun\ntakwin berhak mendapat bonus tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 : PHK KARENA USIA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal usia pekerja telah mencapai 55 (lima puluh lima) tahun berhak\natas pensiun, tetapi bagi pekerja wanita dapat mengajukan pensiun pada usia 40\n(empat puluh) tahun atau lebih dengan ketentuan tidak boleh lebih dari usia 50\n(lima puluh) tahun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang putus hubungan kerjanya karena usia pensiun berhak\nmenerima kompensasi pemutusan hubungan kerja berupa uang pesangon 1 (satu) kali\nketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali\nketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal\n156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku. lalu jumlah dimaksud dikalikan 2 (dua);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Yang dimaksud upah didalam perhitungan pensiun ini adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan makan \u002F nilai catu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Uang service charge (ditanggung pengusaha sebesar rata-rata service dalam\nsetahun)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jika telah dikeluarkan peraturan pensiun baik oleh pemerintah maupun\npengusaha melalui dana pensiun, maka ketentuan tentang pensiun tersebut diatas\ndinyatakan tidak berlaku lagi dan yang berlaku ketentuan peraturan pensiun yang\nbaru sepanjang nilainya lebih baik tetapi jika nilainya lebih rendah maka yang\nberlaku tetap ketentuan pensiun sebagaimana tersebut diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45 : PHK KARENA MENINGGAL DUNIA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1.Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja meninggal dunia, kepada\nahli warisnya berhak menerima sejumlah uang yang nilainya paling sedikit uang\npesangon 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa\nkerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak\nsesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 dan\u002Fatau ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku lalu jumlah dimaksud dikalikan 2 (dua);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ahli waris pekerja juga berhak menerima santunan kematian dari Pengusaha\nsebesar Rp. 3.300.000,- ( tiga juta tiga ratus ribu ) dan Jaminan Kematian\n(JKM) dari PT. JAMSOSTEK (Persero) lampiran II (dua romawi) huruf A dan angka 3\n(tiga) Peraturan Pemerintah No. : 84 Tahun 2010 Tentang Perubahan Ketujuh Atas\nPeraturan Pemerintanh No. 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program\nJAMSOSTEK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Santunan kematian untuk istri \u002F suami \u002F anak pekerja yang terdaftar di\nHRD. (25 tahun\u002F belum menikah) ditanggung pengusaha sebesar Rp.1.700.000,-(satu\njuta tujuh ratus ribu ).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46 : PHK KARENA KONDISI PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.PERUBAHAN STATUS, PELEBURAN DAN PERUBAHAN KEPEMILIKAN PERUSAHAAN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja dala\nhal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan, atau perubahan\nkepemilikan perusahaan dan pekerja tidak bersedia melanjutkan hubungan hubungan\nkerja, maka pekerja berhak atas uang pesangon 2 (satu) kali ketentuan Pasal 156\nayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat\n(3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) UU No. 13\nTahun 2003 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dalam hal pengusaha\u002Fmanagement yang baru tidak bersedia menerima pekerja\nbekerja diperusahaannya, maka pekerja berhak atas kompensasi pemutusan hubungan\nkerja yang perhitungan sama dengan ketentuan pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.PERUSAHAAN TUTUP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. KARENA MENGALAMI KERUGIAN (FORCE MAJEUR)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\nkarena perusahaan tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian selama 2\n(dua) tahun terus menerus atau keadaan memaksa (force majeur), dengan ketentuan\npekerja berhak atas uang pesangon 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2),\nuang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan\nuang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003\ndan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang berlaku, lalu jumlah dimaksud\ndikalikan 2 (dua)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Alasan kerugian sebagaimana dimaksud harus dibuktikan dalam bentuk\nlaporan keuangan perusahaan selama 2 (dua) tahun terakhir yang telah diaudit\noleh akuntan publik dan umumkan secara terbuka.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2. KARENA EFISIENSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal pengusaha melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\nkarena perusahaan tutup bukan karena mengalami kerugian selama 2 (dua) tahun\nsecara terus atau bukan keadaan memaksa (force majeur), tetapi perusahaan\nmelakukan efisiensi, maka terhadap pekerja yang diefisiensikan berhak atas uang\npesangon 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa\nkerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak\nsesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 dan\u002Fatau ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku, lalu jumlah dimaksud dikalikan 2 (dua)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.KARENA PAILIT \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja karena\nperusahaan pailit, dengan ketentuan pekerja berhak atas uang pesangon 1 (satu)\nkali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali\nketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal\n156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku, lalu jumlah dimaksud dikalikan 2 (dua)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47 : PERHITUNGAN BESARNYA UANG PESANGON, UANG PERHARGAAN MASA KERJA\nDAN UANG PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>A. Perhitungan besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang\npenggantian hak berdasarkan Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) UU No. 13\nTahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Yang dimaksud upah dalam perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa\nkerja dan uang penggantian hak adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan masa kerja ( W.P.A )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Nilai jatah makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Service Charge rata-rata dalam setahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : KETENTUAN-KETENTUAN LAIN DAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 48 : HAK DAN KEWAJIBAN PEKERJA SELAMA DITAHAN PIHAK BERWAJIB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja yang ditahan oleh Kepolisian karena sesuatu hal, maka\ndalam jangka waktu penahanan diadakan skorsing, dan upah diberikan 75 % tanpa\nuang service, maupun jatah makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Berdasarkan keputusan hakim dan yang bersabgkutan dinyatakan bersalah maka\ndiadakan peninjauan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Terlibat kasus yang bersangkutan dengan perusahaan diadakan pemutusan\nhubungan kerja tidak dengan hormat tetapi mendapatkan uang penghargaan masa\nkerja dan penggantian hak sesuai pasal 156 ayat (3) dan (4) UU No.13 \u002F 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Terlibat kasus diluar hubungan perusahaan, maka keputusan selanjutnya\ndisesuaikan dengan hasil musyawarah antara Serikat pekerja dengan pengusaha,\nkecuali tersangkut kriminil diadakan pemutusan hubungan kerja dengan\nmemperhatikan peraturan-peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang telah mendapatkan hasil penyidikan\u002Fpeyelidikan atau\nputusan pengadilan, maka kepada yang bersangkutan atau keluarganya diwajibkan\nmelapor kepada Human Resources Manager dan menyerahkan semua bukti-bukti yang\nsaah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal penyidikan\u002Fpeyelidikan atau putusan pengadilan menyatakan bahwa\npekerja yang bersangkutan tidak bersalah, maka pekerja dimaksud wajib\ndipekerjakan kembali pada posisi dan jabatan semula, sedang semua potongan upah\ntersebut pada ayat (1) dalam Pasal ini harus dibayarkan oleh pengusaha, kecuali\nuang transport dan makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49 : TATA CARA PENYELESAIAN MASALAH HUBUNGAN INDUSTRIAL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Berdasarkan asas kemitraan dalam hubungan industrial, dimana pengusaha dan\nSerikat Pekerja bersama-sama menghendaki adanya kelancaran kerja terus-menerus,\nmaka dalam hal terjadi perselisihan hubungan industrial harus diselesaikan\nsecara adil, obyektif dan dalam waktu yang secepat mungkin, dengan ketentuan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Diselesaikan dengan atasan bersangkutan terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila belum terselesaikan bisa ditingkatkan kepada atasan yang tinggi\ndan berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bila prosedur kedua ternyata tetap belum memperoleh kata sepakat, maka\npenyelesaiannya diserahkan kepada serikat pekerja dan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Dalam tingkat selanjutnya apabila belum mendapat kata sepakat antara\nserikat pekerja dan pengusaha, diserahkan ke Sudinakertrans untuk di\nperantarai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal perselisihan dimaksud dapat diselesaikan secara musyawarah untuk\nmufakat dan tercapai kesepakatan antara pekerja, management dan Serikat\nPekerja, maka kesepakatan\u002Fperjanjian sebagaimana dimaksud bersifat mengikat dan\nsah berlaku sebagai undang – undang bagi Para Pihak yang membuatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam setiap penyelesaian perselisihan hubungan industrial, maka pengurus\nSerikat Pekerja yang mewakili, maupun pekerja bersangkutan diberikan dispensasi\nuntuk meninggalkan kerja tanpa dihitung lembur apabila dibutuhkan waktu yang\nmelebihi dari jam kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50 : PAJAK PENGHASILAN ( PPH 21 )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Penghasilan pekerja, sesuai ketentuan Undang-Undang No.7 \u002F 1993 antara\nlain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok, Nilai uang makan, Biaya pengobatan \u002F perawatan, uang lembur,\npremi asuransi, tunjangan hari tua, uang pensiun, uang service dan\ntunjangan-tunjangan lain yang merupakan unsur penghasilan pekerja, pajaknya\nditanggung oleh pekerja bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam teknis pelaksanaannya, pungutan PPH 21 tersebut, diatas diatur\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pajak atas uang service sepenuhnya dibayar oleh pekerja yang dihitung dan\ndipotong pada masing-masing pekerja setiap bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50 : PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dengan diberlakukannya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, maka segala\nperaturan terdahulu yang bertentangan baik isi maupun maksudnya dinyatakan\ndicabut dan tidak berlaku lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hal-hal yang belum diatur maupun belum cukup diatur dalam PKB ini termasuk\nkeputusan Rapat Umum pemegang Saham ( RUPS ) tahunan, akan ditinjau kembali\nsetelah diadakan persetujuan antara Serikat Pekerja dan pengusaha dengan\nberpedoman pada ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>LAMPIRAN I : ISTILAH-ISTILAH DALAM PERJANJIAN KERJA BERSAMA ( PKB )\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>1.PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap tenaga kerja yang bekerja di perusahaan PT. PUDJIADI AND SONS\nTbk. THE JAYAKARTA JAKARTA HOTEL &amp; SPA. dengan menerima upah dan hak-hak\nlainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.ISTRI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah istri pekerja ( laki-laki ) yang syah dan telah tercatat di Human\nResources Department jika terdapat istri lebih dari satu, maka pengertian istri\nadalah istri pertama yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.ANAK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anak yang syah dari pekerja yang bersangkutan dengan jumlah maksimum\n3 ( tiga ) anak yang terdaftar di Human Resources Department dengan umur\nmaximum 25 tahun dan belum menikah, serta belum ada ikatan kerja. Tidak\ntermasuk anak disini adalah anak dari karyawati (pekerja wanita), kecuali sudah\nada pengesahan dari Human Resources Department.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.DOKTER PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Dokter yang ditetapkan oleh Management atau pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.KECELAKAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kecelakaan yang diderita pekerja dalam jam kerja, dan diluar jam\nkerja tidak termasuk kecelakaan yang diderita istri dan anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.JAM KERJA DALAM KECELAKAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diatur dalam Jamsostek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.BIAYA PENGOBATAN OUT PATIENT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah biaya untuk pembelian obat karena sakit, termsuk : vitamin, obat\nkulit, keluarga berencana, susu bayi, obat-obatan yang diperlukan dalam hal\nhubungan dengan kelahiran, kecelakaan istri dan anak serta segala pengobatan\npenyakit kelamin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.PENGUSAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Adalah pemberi kerja dan pihak yang membayarkan upah atas suatu pekerjaan,\ndalam hal ini adalah PT. PUDJIADI AND SONS Tbk. THE JAYAKARTA JAKARTA HOTEL\n&amp; SPA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Adalah mereka yang karena jabatannya mempunyai tugas perusahaan atau\nbagian perusahaan baik kedalam maupun keluar sesuai dengan batasan-batasan\ntugas dan tanggung jawab yang ditetapkan oleh perusahaan. Yang menduduki Asst\nDept. Head level ke atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Serikat Pekerja The Jayakarta Jakarta Hotel &amp; Spa, Serikat\nPekerja Anggota (SPA) Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Dan Sektoral\nIndonesia (Paras - Indonesia) sebagai wakil pekerja dan bertindak atas nama\nanggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>LAMPIRAN II : WORKING PERIOD ALLOWENCE WILL BE INCREASED EVERY 1 ( ONE )\nYEAR WORKING EXFERIENCE IN HOTEL JAYAKARTA JAKARTA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceamount1\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>LEVEL\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>&gt; 1- 2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>&gt; 2 - 3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>&gt; 3 - 4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>&gt; 4 - 5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>&gt; 5 - 6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dan Seterusnya\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>VI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>22.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>28.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>34.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>DST\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>V\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>17.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>29.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>35.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>DST\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>30.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>36.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>DST\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>19.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>31.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>37.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>DST\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>26.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>32.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>38.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>DST\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>21.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>27.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>33.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>39.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>DST\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SPECIAL DUTY ALLOWANCE :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. FRONT OFFICE CASHIER : Rp. 50.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. BILL COLLECTOR : Rp. 50.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. FOOD &amp; BEVERAGE CASHIER: Rp. 50.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. CARPARK TICKET SELLER: Rp. 50.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. LAUNDRY CASHIER: Rp. 50.000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>LAMPIRAN III : PENETAPAN UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA DAN\nPENGGANTIAN HAK SESUAI UU. No. 13 TAHUN 2003\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 156 Ayat (2)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>Besarnya uang pesangon ditetapkan paling sedikit sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa Kerja kurang dari 1 tahun1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 1 tahun atau lebih kurang dari 2 tahun 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 2 tahun atau lebih kurang dari 3 tahun 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 3 tahun atau lebih kurang dari 4 tahun 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 4 tahun atau lebih kurang dari 5 tahun 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 5 tahun atau lebih kurang dari 6 tahun 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 6 tahun atau lebih kurang dari 7 tahun 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 7 tahun atau lebih kurang dari 8 tahun 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Masa kerja 8 tahun atau lebih………………….9 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 156 Ayat ( 3)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya uang penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa Kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa Kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa Kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa Kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa Kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa Kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa Kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa Kerja 24 tahun atau lebih 10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 156 Ayat ( 4)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Uang penggantian hak yang seharusnya diterima oleh Pekerja meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Cuti tahunan yang berlum diambil atau belum gugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan sebesar 15\n% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa\nkerja bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya uang masa persiapan pensiun sebagaimana dimaksud dalam pasal 36\nayat 1b ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 6 tahun atau lebih kurang dari 12 tahun……………3 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun……6 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun……9 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 24 tahun atau lebih tetapi kurang dari 30 tahun……12 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 30 tahun atau\nlebih…………………………………...........15 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>CONTOH PERHITUNGAN PENSIUN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 17 tahun, 9 bulan, dengan perhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah Pokok Rp. 616.300,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Working Period Allowance Rp. 92.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan makan Rp. 52.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Service Charge ( Rata 2 ) bulan ini Rp. 376.250,- +\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jumlah pendapatan………………………….Rp. 1.136.550,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I. Uang pesangon 9 ( sembilan ) kali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9 x Rp. 1.136.550 = Rp. 10.228.950,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II. Uang penghargaan Masa kerja 6 ( enam ) kali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6 x Rp.1.136.550 =Rp. 6.819.300,-+\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jumlah……………………………………….Rp. 17.048.250,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>III. Uang penggantian perumahan, pengobatan, dan perawatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15 % x Rp. 17.048.250,-……………………. =Rp. 2.557.238,-+\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jumlah……………………………………………..Rp.\n19.605.488,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan pensiun dibayar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 x Rp. 19.605.488……………………………. = Rp. 39.210.976,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>IV.Sesuai pasal 36 ayat 1b, diberikan masa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Persiapan pensiun \u002F MPP selama 6 bulan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6 x Rp. 1.136.550Rp. 6.819.300,-+\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jumlah penerimaan……………………………..Rp. 46.030.276,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>( Empat Puluh Enam Juta Tiga Puluh Ribu Dua Ratus Tujuh Puluh Enam Rupiah\n)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"childcaredifferenttrigger":45,"contracttrialperiod":49,"severance_number_1_tenure":53,"deathrelativesleave":57,"funeralpay":61,"incidentalbonusdays1":65,"longserviceallowancetype":69,"maxsicknesspayperc":73,"jobwagegroups":77,"holidaysweeks":81,"EMPCONTR_trigger":85,"cbadate_start_date":89,"schedulesrestpw":93,"longserviceallowancetype1":97,"longserviceallowancetype2":99,"paidmaternityleaveall":101,"incidentalbonustype2":105,"hoursovertimemax":107,"coverunion_trigger":111,"sundayallowanceperc1":113,"contractseverancepay1":115,"WAGES_trigger":117,"PAYSCALES_type":121,"hourspday_select":125,"maternitydifferenttrigger":129,"maxsicknesspay":131,"ONCERISE_trigger":133,"maternityexcludedtrigger":137,"longserviceallowanceamount1":139,"equalitydifferenttrigger":141,"STRUCINCR_trigger":143,"PAYSCALES_period":145,"severance":147,"pensionfund":149,"TRAINING_trigger":153,"COSTLIV_trigger":155,"WORKHOURS_trigger":159,"LOWWAGE_government":163,"skillwagegroups":167,"equalityexcludedtrigger":169,"TRADEUNLEAV_trigger":171,"SICDIS_trigger":175,"MAXHOURS_trigger":177,"violence":179,"code_application":183,"coveroccup1":187,"coveroccup3":189,"trainingprogrammes":191,"contractseverancepay":193,"ONCERISE2_trigger":197,"paidmaternityleaveduration":201,"overtimeallowanceperc1_general":203,"childcareexcludedtrigger":205,"equalityotherclause":207,"discrimination":211,"cbadate_start":215,"commutingallowancetype":217,"holidaysdays":221,"maxsicknesspaytype":223,"apprenticeships":225,"COMMUTE_trigger":229,"protectiveclothing":231,"healthandsafetypolicy":235,"contracttrial":238,"sicknesspay":241,"healthinsurance":243,"paidpaternityleave":247,"standbyallowancetype2":251,"sicknessmaxdaysnr":254,"overtimeallowancetype_general":258,"menstruationleave":260,"LOWWAGE_trigger":264,"overtimeallowancetype":268,"SENIOR_trigger":270,"paidpaternityleaveduration":274,"disabilitypay":278,"lowwageamount":282,"cbadate_end":284,"severance_number":286,"hourspweek_select":288,"wageincreasetype2":291,"tradeunleavdays":293,"hourspday":297,"commutingallowanceamount1":299,"cbadate_end_date":301,"maternityotherclause":303,"OVERTIME_trigger":307,"SOCSEC_trigger":309,"healthcareaccess":313,"SUNDAY_trigger":317,"overtimeallowanceperc1":319,"commutingallowancetype1":321,"PAYSCALES_amount":323,"SCHEDULE_trigger":326,"incidentalbonustypesec":329,"extrapayfirmperformancesec":331,"healthcareaccessrelatives":333,"lowwageperiod":335,"bankholidays1":338,"paidmaternityleave":342,"PAIDLEAV_trigger":344,"deathrelatives":347},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"childcaredifferenttrigger","1.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini ber","1.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku sah bagi seluruh Pekerja dan\npengusaha PT. PUDJIADI AND SONS Tbk. UNIT THE JAYAKARTA JAKARTA HOTEL.",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"contracttrialperiod","1.Calon pekerja yang dinyatakan lulus te","1.Calon pekerja yang dinyatakan lulus testing oleh pengusaha, Serikat\nPekerja menyetujui bahwa perlu diadakan masa percobaan selama 3 ( tiga )\nbulan.\n\n\n\n2.Pengertian masa percobaan adalah masa peralihan dimana calon pekerja\ndiberi kesempatan untuk penyesuaian diri dengan situasi maupun sistem kerja\nyang telah ditetapkan dan sebaliknya, pengusaha berhak menetapkan sebagai\npekerja dan atau memutuskan hubungan kerja tanpa alasan maupun pesangon\napapun.",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"severance_number_1_tenure","Besarnya uang pesangon ditetapkan paling","Besarnya uang pesangon ditetapkan paling sedikit sebagai berikut :\n\na.Masa Kerja kurang dari 1 tahun1 bulan upah\n\nb.Masa kerja 1 tahun atau lebih kurang dari 2 tahun 2 bulan upah\n\nc.Masa kerja 2 tahun atau lebih kurang dari 3 tahun 3 bulan upah\n\nd.Masa kerja 3 tahun atau lebih kurang dari 4 tahun 4 bulan upah\n\ne.Masa kerja 4 tahun atau lebih kurang dari 5 tahun 5 bulan upah\n\nf.Masa kerja 5 tahun atau lebih kurang dari 6 tahun 6 bulan upah\n\ng.Masa kerja 6 tahun atau lebih kurang dari 7 tahun 7 bulan upah\n\nh.Masa kerja 7 tahun atau lebih kurang dari 8 tahun 8 bulan upah\n\ni.Masa kerja 8 tahun atau lebih………………….9 bulan upah",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"deathrelativesleave","k. Kematian anak\u002Fistri\u002Fsuami pekerja:Jab","k. Kematian anak\u002Fistri\u002Fsuami pekerja:Jabodetabek : 3 hari\n\nJawa, Madura, Lampung : 4 hari\n\nLuar (Jawa, Madura, Lampung) : 5 hari",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"funeralpay","1.Dalam hal hubungan kerja berakhir kare","1.Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja meninggal dunia, kepada\nahli warisnya berhak menerima sejumlah uang yang nilainya paling sedikit uang\npesangon 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa\nkerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak\nsesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 dan\u002Fatau ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku lalu jumlah dimaksud dikalikan 2 (dua);\n\n\n\n2.Ahli waris pekerja juga berhak menerima santunan kematian dari Pengusaha\nsebesar Rp. 3.300.000,- ( tiga juta tiga ratus ribu ) dan Jaminan Kematian\n(JKM) dari PT. JAMSOSTEK (Persero) lampiran II (dua romawi) huruf A dan angka 3\n(tiga) Peraturan Pemerintah No. : 84 Tahun 2010 Tentang Perubahan Ketujuh Atas\nPeraturan Pemerintanh No. 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program\nJAMSOSTEK.\n\n\n\n3.Santunan kematian untuk istri \u002F suami \u002F anak pekerja yang terdaftar di\nHRD. (25 tahun\u002F belum menikah) ditanggung pengusaha sebesar Rp.1.700.000,-(satu\njuta tujuh ratus ribu ).",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"incidentalbonusdays1","4.1.Bagi pekerja yang telah mempunyai ma","4.1.Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun secara terus\nmenerus atau lebih berhak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan sebesar\n1 (satu) bulan upah dan bagi pekerja yang telah bekerja kurang dari 1 (satu)\ntahun sejak mulai bekerja diberikan secara proposional (sesuai Pasal 3 ayat (1)\nPermenaker No. : 04\u002FMEN\u002F1994) dengan perhitungan : masa kerja x 1 bulan upah\n\n12",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"longserviceallowancetype","LEVEL > 1- 2 > 2 - 3 > 3 - 4 > 4 - 5 > 5","LEVEL\n      > 1- 2\n      > 2 - 3\n      > 3 - 4\n      > 4 - 5\n      > 5 - 6\n      Dan Seterusnya\n    \n    \n      \n      Rp\n      Rp\n      Rp\n      Rp\n      Rp\n      \n    \n    \n      VI\n      10.000\n      16.000\n      22.000\n      28.000\n      34.000\n      DST\n    \n    \n      V\n      11.000\n      17.000\n      23.000\n      29.000\n      35.000\n      DST\n    \n    \n      IV\n      12.000\n      18.000\n      24.000\n      30.000\n      36.000\n      DST\n    \n    \n      III\n      13.000\n      19.000\n      25.000\n      31.000\n      37.000\n      DST\n    \n    \n      II\n      14.000\n      20.000\n      26.000\n      32.000\n      38.000\n      DST\n    \n    \n      I\n      15.000\n      21.000\n      27.000\n      33.000\n      39.000\n      DST\n    \n  \n\n\n\n\n\n\nSPECIAL DUTY ALLOWANCE :\n\n\n\n1. FRONT OFFICE CASHIER : Rp. 50.000,-\n\n2. BILL COLLECTOR : Rp. 50.000,-\n\n3. FOOD & BEVERAGE CASHIER: Rp. 50.000,-\n\n4. CARPARK TICKET SELLER: Rp. 50.000,-\n\n5. LAUNDRY CASHIER: Rp. 50.000,-",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"maxsicknesspayperc","1.Dalam hal pekerja mengalami sakit berk","1.Dalam hal pekerja mengalami sakit berkepanjangan dan dapat membuktikannya\ndengan surat keterangan dokter, maka upah yang dibayarkan kepada pekerja yang\nbersangkutan sebaga berikut :\n\na. 4 (empat) bulan pertama, menerima upah + uang service 100%;\n\nb. 4 (empat) bulan kedua, menerima upah + uang service 75%;\n\nc. 4 (empat) bulan ketiga, menerima upah + uang service 50%;\n\nd. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah + uang service, sebelum\ndilakukan Pemutusan hubungan kerja dengan alasan sakit.",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"jobwagegroups","5.Peninjauan upah dan penyusunan struktu","5.Peninjauan upah dan penyusunan struktur atau skala upah dilakukan bagi\npekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun lebih dengan\nmemperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, kompetensi dan\nproduktivitas kerja, yang pelaksanaanya secara obyektif tanpa adanya unsur suka\ntidak suka (like is dislike) antara pengusaha dengan pekerja yang\nbersangkutan.",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"holidaysweeks","1.Pekerja yang telah bekerja selama 12 (","1.Pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut\ndiberikan cuti selama 12 (dua belas) hari kerja. Pelaksanaan cuti diatur sesuai\ndengan procedure Human Resources Department yang telah ditetapkan dan\ndisesuaikan dengan Undang-undang Perburuhan yang berlaku.",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"EMPCONTR_trigger","3. Status pekerja dan pengupahannya diba","3. Status pekerja dan pengupahannya dibagi sebagai berikut :\n\na.Pekerja tetap adalah pekerja yang pekerjaan dan jabatannya bersifat tetap\nmenurut susunan organisasi dan diberikan upah secara bulanan sesuai dengan\njabatan yang diduduki.\n\nb.Pekerja dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ( PKWT ) adalah pekerja yang\nhubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja dimana perjanjian kerja dimaksud\nmerupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku.\n\nc.Pekerja harian lepas dan\u002Fatau Partimer adalah pekerja yang hubungan\nkerjanya terikat dalam perjanjian kerja dimana perjanjian kerja dimaksud\nmerupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dengan Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini, dan pekerja yang bersangkutan menerima upah berdasarkan jumlah\nkehadirannya dalam bekerja. Dalam hal pekerja yang bersangkutan dinilai cakap\ndan memenuhi kriteria yang ditetapkan pengusaha, maka pekerja dimaksud berhak\nditerima sebagai pekerja tetap.",{"bindId":90,"name":91,"text":92},"cbadate_start_date","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku s","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 ( dua ) tahun terhitung\nsejak Tanggal 25 November 2013 sampai dengan 24 November 2015.",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"schedulesrestpw","1.Mengingat sifat operasional Perusahaan","1.Mengingat sifat operasional Perusahaan, maka manajemen memberikan libur\nkepada seluruh pekerja satu hari pada hari ketujuh setiap minggunya dan tidak\nharus jatuh pada hari Minggu, tetapi bila dimungkinkan dalam penyusunan Time\nSchedule akan diatur jatuh hari Minggu dua kali dalam setiap bulan.",{"bindId":98,"name":71,"text":72},"longserviceallowancetype1",{"bindId":100,"name":71,"text":72},"longserviceallowancetype2",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"paidmaternityleaveall","f. Pekerja wanita hamil atau melahirkan:","f. Pekerja wanita hamil atau melahirkan: 1,5 (satu setengah) bulan sebelum\ndan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter\nkandungan atau bidan",{"bindId":106,"name":67,"text":68},"incidentalbonustype2",{"bindId":108,"name":109,"text":110},"hoursovertimemax","1.Pelaksanaan kerja lembur dan perhitung","1.Pelaksanaan kerja lembur dan perhitungan upah lembur dilaksanakan sesuai\ndengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 78 UU No. 13 Tahun 2003 Jo\nKepmenakertrans No.: Kep. 102 \u002F MEN \u002F VI \u002F 2004.",{"bindId":112,"name":47,"text":48},"coverunion_trigger",{"bindId":114,"name":109,"text":110},"sundayallowanceperc1",{"bindId":116,"name":55,"text":56},"contractseverancepay1",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"WAGES_trigger","1.Bagi pekerja tetap, komponen upahnya t","1.Bagi pekerja tetap, komponen upahnya terdiri dari :\n\na.Upah Pokok ( Basic Salary )\n\nb.Tunjangan Masa Kerja ( Working Period Allowance )\n\nc.Tunjangan Transport\n\nd.Tunjangan Jabatan.",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"PAYSCALES_type","1.Kenaikan jabatan sepenuhnya hak pengus","1.Kenaikan jabatan sepenuhnya hak pengusaha yang pelaksanaannya diatur\nmelalui latihan kerja\u002Fmasa percobaan dengan maksimum 3 (tiga) bulan, dan\nmendapatkan kenaikan upah sebesar 50 % dari selisih level upah lama dan level\nupah baru.Apabila tidak mampu dikembalikan kejabatan semula.",{"bindId":126,"name":127,"text":128},"hourspday_select","2. Mengingat operasional perusahaan berl","2. Mengingat operasional perusahaan berlangsung selama 24 (dua puluh empat)\njam terus menerus, maka waktu kerja para pekerja diatur berdasarkan Shift\nsebagai berikut :\n\nShift I: Jam 07.00 s\u002Fd 15.00 WIB\n\nShift II: Jam 15.00 s\u002Fd 23.00 WIB\n\nShift III: Jam 23.00 s\u002Fd 07.00 WIB\n\n3. Khusus tenaga Staff Office waktu kerjanya sebagai berikut :\n\nSenin s\u002Fd Jum’at: 08.30 s\u002Fd 17.00\n\nSabtu Minggu 1 & 3: 08.30 s\u002Fd 14.00\n\nSabtu Minggu 2 & 4 : Libur\n\nPada bulan puasa waktu kerja diatur sebagai berikut :\n\nSenin s\u002Fd Jum’at: 08.00 s\u002Fd 16.30\n\nSabtuMinggu 1 & 3: 08.30 s\u002Fd 14.00\n\nSabtu Minggu 2 & 4 : Libur\n\n4. Demi kelancaran operasional perusahaan, maka pengusaha dapat merubah\nwaktu kerja sebagaimana dimaksud dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada\nSerikat Pekerja.",{"bindId":130,"name":47,"text":48},"maternitydifferenttrigger",{"bindId":132,"name":75,"text":76},"maxsicknesspay",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"ONCERISE_trigger","4.TUNJANGAN HARI RAYA (THR) KEAGAMAAN) T","4.TUNJANGAN HARI RAYA (THR) KEAGAMAAN)\n\nTunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan adalah tunjangan yang diberikan 1 (satu)\nkali dalam setahun kepada pekerja yang pelaksanaanya paling lambat 2 (dua)\nminggu menjelang hari raya, dengan ketentuan sebagai berikut :\n\n\n\n4.1.Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun secara terus\nmenerus atau lebih berhak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan sebesar\n1 (satu) bulan upah dan bagi pekerja yang telah bekerja kurang dari 1 (satu)\ntahun sejak mulai bekerja diberikan secara proposional (sesuai Pasal 3 ayat (1)\nPermenaker No. : 04\u002FMEN\u002F1994) dengan perhitungan : masa kerja x 1 bulan upah\n\n12",{"bindId":138,"name":47,"text":48},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":140,"name":71,"text":72},"longserviceallowanceamount1",{"bindId":142,"name":47,"text":48},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":144,"name":79,"text":80},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":146,"name":123,"text":124},"PAYSCALES_period",{"bindId":148,"name":55,"text":56},"severance",{"bindId":150,"name":151,"text":152},"pensionfund","1. Dalam pelaksanaan pensiun dan berkait","1. Dalam pelaksanaan pensiun dan berkaitan dengan cuti panjang maka diatur\nsebagai berikut :\n\na. Pengusaha pada dasarnya tidak memberikan cuti panjang (Pasal 79 ayat (2)\nhuruf d UU No. 13 Tahun 2003) tetapi mengambil kebijaksanaan dengan memberikan\nMasa Persiapan Pensiun (MPP) atau ganti kerugian;\n\nb. Setiap pekerja mencapai masa kerja 6 (enam) tahun dan kelipatannya,\ndiberikan MPP atau ganti kerugian masing-masing 3 (tiga) bulan upah dalam\nperhitungan pensiun, dikurangi 12 (dua belas) hari kerja (cuti tahunan) bila\ncuti tahunan sudah diambil sebelumnya;\n\n\n\n2.Dana masa persiapan pensiun dan uang service dibayarkan sekaligus secara\ntunai bersama uang pensiun kepada pekerja yang bersangkutan.",{"bindId":154,"name":51,"text":52},"TRAINING_trigger",{"bindId":156,"name":157,"text":158},"COSTLIV_trigger","3.Pengusaha dan Pengurus The Jayakarta J","3.Pengusaha dan Pengurus The Jayakarta Jakarta Hotel & Spa Serikat\nPekerja Anggota (SPA) Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Dan Sektoral\nIndonesia (Paras – Indonesia), meninjau kembali secara musyawarah seluruh\nupah dan tunjangan apabila terjadi hal-hal tersebut dibawah ini dengan\nmemperhatikan kemampuan keuangan perusahaan serta berlandaskan kepada hubungan\nkemitraan. Peninjauan upah dilakukan dengan mempertimbangan hal-hal sebagai\nberikut :\n\na.Perubahan kenaikan harga dari Index Biaya Hidup.\n\nb.Peraturan-peraturan Pemerintah tentang pelaksanaan upah.\n\nc.Tingkat inflasi yang cukup tinggi dan untuk penyesuaian pendapatan bagi\npekerja.\n\nd.Biaya transportasi berdasarkan peraturan pemerintah.",{"bindId":160,"name":161,"text":162},"WORKHOURS_trigger","1.a. Jam kerja adalah 40 jam seminggu de","1.a. Jam kerja adalah 40 jam seminggu dengan ketentuan bahwa hari pertama\nsampai dengan hari kelima masing-masing 7 ( tujuh ) jam ditambah 1 ( satu ) jam\nistirahat, sedangkan ketentuannya diatur pada ayat (2).\n\nb.Setiap hari Jum’at bagi pekerja yang beragama islam diberikan ijin\nmeninggalkan pekerjaan untuk menjalankan Sholat Jum’at dalam waktu antara :\npukul 11.30s\u002Fd13.00 WIB;",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"LOWWAGE_government","4.Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) ","4.Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) hanya berlaku bagi pekerja yang\nmempunyai masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun dan berlaku efektif sejak\nditetapkan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Pemeritah Daerah.",{"bindId":168,"name":79,"text":80},"skillwagegroups",{"bindId":170,"name":47,"text":48},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"TRADEUNLEAV_trigger","1.Pemberian dispensasi untuk menghadiri ","1.Pemberian dispensasi untuk menghadiri kursus, seminar, kongres, atau\nkonferensi, dapat diberikan setelah memperoleh ijin dari Departement Head dan\ndisetujui oleh Human Resources Manager.",{"bindId":176,"name":75,"text":76},"SICDIS_trigger",{"bindId":178,"name":109,"text":110},"MAXHOURS_trigger",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"violence","C.PELANGGARAN BERAT Dalam hal pekerja di","C.PELANGGARAN BERAT\n\nDalam hal pekerja diduga melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut\n:\n\n1. Merusak atau karena kelalaian menimbulkan kerusakan milik perusahaan\nsecara fatal.\n\n2. Membuat suatu tindakan yang bersifat menghasut, memikat karyawan lain\nuntuk tindakan negative \u002F provokator.\n\n3. Melakukan tindakan-tindakan yang memberikan kesempatan perbuatan asusila\ndilingkungan perusahaan seperti halnya :\n\na. Masuk, mengintip tamu dalam kamar.\n\nb. Membawa, membantu, melindungi atau memberikan kesempatan wanita “P”\nmasuk ke area perusahaan.\n\nc. Melakukan perbuatan mesum dilingkungan perusahaan.\n\nd. Membawa obat-obat terlarang : bius, morphin ( narkoba ) kecuali seizin\ndokter.\n\n4. Bertindak sesuatu yang menyebabkan perkelahian karyawan lain.\n\n5. Perkelahian\u002Fperselisihan yang terjadi dilingkungan Perusahaan dan diluar\nperusahaan akan tetapi masih menyangkut mengenai hubungan industrial dengan\nPerusahaan dan melaporkan kepada yang berwajib tanpa persetujuan Management dan\nSerikat Pekerja.",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"code_application","1.Demi keselamatan kerja bagi seluruh pe","1.Demi keselamatan kerja bagi seluruh pekerja, pengusaha berkewajiban\nmenyediakan peralatan-peralatan dan perlengkapan yang berhubungan dengan tindak\npencegahan tentang keselamatan kerja seperti tersebut pada Undang-Undang No.1\ntahun 1970.",{"bindId":188,"name":47,"text":48},"coveroccup1",{"bindId":190,"name":47,"text":48},"coveroccup3",{"bindId":192,"name":51,"text":52},"trainingprogrammes",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"contractseverancepay","A. Perhitungan besarnya uang pesangon, u","A. Perhitungan besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang\npenggantian hak berdasarkan Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) UU No. 13\nTahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku.\n\nB. Yang dimaksud upah dalam perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa\nkerja dan uang penggantian hak adalah :\n\na.Upah pokok\n\nb.Tunjangan masa kerja ( W.P.A )\n\nc.Nilai jatah makan\n\nd.Service Charge rata-rata dalam setahun.",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"ONCERISE2_trigger","Pengusaha memberikan bonus tahunan kepad","Pengusaha memberikan bonus tahunan kepada pekerja setiap tahun setelah\ndiadakannya perhitungan income perusahaan dalam periode 1 (satu) tahun melalui\nRapat Umum Pemegang Saham (RUPS).",{"bindId":202,"name":103,"text":104},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":204,"name":109,"text":110},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":206,"name":47,"text":48},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":208,"name":209,"text":210},"equalityotherclause","4. Fasilitas pengobatan baik In patient ","4. Fasilitas pengobatan baik In patient maupun Out patient tidak berlaku\nbagi pekerja dalam masa percobaan, tenaga magang, dan suami serta anak pekerja\nwanita, kecuali terdapat hal-hal dibawah ini ditanggung sesuai Pasal 31 huruf A\nangka 1 (satu) antara lain :\n\na. Anak pekerja wanita yang berstatus janda.\n\nb. Anak pekerja wanita yang suaminya cacat tidak dapat mencari pekerjaan.\n\nc. Anak pekerja wanita yang suaminya belum mempunyai penghasilan \u002F dimana\nsuami bekerja tidak mendapat penggantian pengobatan untuk anak seperti Pasal 31\nangka 2a dalam PKB ini anaknya dengan umur maximum 25 tahun (belum menikah),\npenggantian pengobatannya ditanggung perusahaan yang terdaftar di Human\nResources Departement.",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"discrimination","3.Pengusaha memberikan jaminan untuk tid","3.Pengusaha memberikan jaminan untuk tidak melakukan tekanan-tekanan,\nintimidasi, diskriminasi, baik langsung maupun tidak langsung terhadap anggota\nmaupun pengurus Serikat Pekerja.",{"bindId":216,"name":91,"text":92},"cbadate_start",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"commutingallowancetype","3.TUNJANGAN TRANSPORT Tunjangan Transpor","3.TUNJANGAN TRANSPORT\n\nTunjangan Transport adalah tunjangan tidak tetap yang nilainya sebesar Rp.\n250.000,- (dua ratus lima puluh ribu) per bulan. Diberikan berdasarkan jumlah\nhari kehadiran pekerja.",{"bindId":222,"name":83,"text":84},"holidaysdays",{"bindId":224,"name":75,"text":76},"maxsicknesspaytype",{"bindId":226,"name":227,"text":228},"apprenticeships","d.Pekerja Magang adalah calon pekerja ya","d.Pekerja Magang adalah calon pekerja yang melalui masa Orientasi Pelatihan\nKerja dan menerima upah berdasarkan jumlah kehadirannya dalam bekerja. Dalam\nhal pekerja yang bersangkutan dinyatakan lulus dalam masa orientasi pelatihan\nkerja dan telah melalui masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan, maka pekerja\nyang bersangkutan berhak diangkat menjadi pekerja tetap yang pelaksanaannya\nsesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku;.",{"bindId":230,"name":219,"text":220},"COMMUTE_trigger",{"bindId":232,"name":233,"text":234},"protectiveclothing","2.Pekerja wajib menggunakan alat-alat pe","2.Pekerja wajib menggunakan alat-alat perlengkapan dan perlindungan kerja\nyang telah disediakan oleh pengusaha, demikian pula wajib memelihara sarana\npenggunaan tersebut. Kepada pekerja kerja yang tidak mematuhi hal ini dianggap\npelanggaran disiplin kerja.",{"bindId":236,"name":185,"text":237},"healthandsafetypolicy","1.Demi keselamatan kerja bagi seluruh pekerja, pengusaha berkewajiban\nmenyediakan peralatan-peralatan dan perlengkapan yang berhubungan dengan tindak\npencegahan tentang keselamatan kerja seperti tersebut pada Undang-Undang No.1\ntahun 1970.\n\n\n\n2.Pekerja wajib menggunakan alat-alat perlengkapan dan perlindungan kerja\nyang telah disediakan oleh pengusaha, demikian pula wajib memelihara sarana\npenggunaan tersebut. Kepada pekerja kerja yang tidak mematuhi hal ini dianggap\npelanggaran disiplin kerja.",{"bindId":239,"name":51,"text":240},"contracttrial","1.Calon pekerja yang dinyatakan lulus testing oleh pengusaha, Serikat\nPekerja menyetujui bahwa perlu diadakan masa percobaan selama 3 ( tiga )\nbulan.",{"bindId":242,"name":75,"text":76},"sicknesspay",{"bindId":244,"name":245,"text":246},"healthinsurance","6.Pekerja yang sakit dan dirawat di Ruma","6.Pekerja yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit akibat dari kecelakaan dalam\njam kerja semua biaya diatur melalui “JAMSOSTEK”, sesuai dengan ketentuan\nyang berlaku, sedangkan biaya selebihnya diganti Pengusaha. Jika pada saat\nkecelakaan terjadi belum terdaftar pada “JAMSOSTEK”, merupakan tanggung\njawab Pengusaha sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\n\n\n\n7.Pengobatan sakit akibat kecelakaan di luar jam kerja bagi pekerja di\ntanggung oleh pengusaha ( PERDA. 06 TAHUN 2004 ).",{"bindId":248,"name":249,"text":250},"paidpaternityleave","1.Pengusaha mengijinkan pekerja tidak ma","1.Pengusaha mengijinkan pekerja tidak masuk kerja dengan tetap menerima upah\ndalam hal-hal sebagai berikut :\n\na. Cuti Tahunan:12 hari kerja;\n\nb. Sakit: Sesuai dengan surat keterangan dokter dan diketahui oleh dokter\nperusahaan;\n\nc. Menstruasi: Sesuai dengan ketentuan Pasal 93 UU No. 13 Tahun 2003;\n\nd. Perkawinan Pekerja: 3 hari\n\ne. Pekawinan anak\u002Fsaudara kandung: 2 hari\n\nf. Pekerja wanita hamil atau melahirkan: 1,5 (satu setengah) bulan sebelum\ndan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter\nkandungan atau bidan\n\ng. Istri pekerja melahirkan: 2 hari dan dalam jangka waktu paling lama 14\nhari kemudian diberi ijin 1 hari dengan persetujuan Dept. Head untuk mengurus\nlegalitas kelahiran anaknya.",{"bindId":252,"name":127,"text":253},"standbyallowancetype2","2. Mengingat operasional perusahaan berlangsung selama 24 (dua puluh empat)\njam terus menerus, maka waktu kerja para pekerja diatur berdasarkan Shift\nsebagai berikut :\n\nShift I: Jam 07.00 s\u002Fd 15.00 WIB\n\nShift II: Jam 15.00 s\u002Fd 23.00 WIB\n\nShift III: Jam 23.00 s\u002Fd 07.00 WIB\n\n3. Khusus tenaga Staff Office waktu kerjanya sebagai berikut :\n\nSenin s\u002Fd Jum’at: 08.30 s\u002Fd 17.00\n\nSabtu Minggu 1 & 3: 08.30 s\u002Fd 14.00\n\nSabtu Minggu 2 & 4 : Libur\n\nPada bulan puasa waktu kerja diatur sebagai berikut :\n\nSenin s\u002Fd Jum’at: 08.00 s\u002Fd 16.30\n\nSabtuMinggu 1 & 3: 08.30 s\u002Fd 14.00\n\nSabtu Minggu 2 & 4 : Libur",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"sicknessmaxdaysnr","b. Sakit: Sesuai dengan surat keterangan","b. Sakit: Sesuai dengan surat keterangan dokter dan diketahui oleh dokter\nperusahaan;",{"bindId":259,"name":109,"text":110},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"menstruationleave","c. Menstruasi: Sesuai dengan ketentuan P","c. Menstruasi: Sesuai dengan ketentuan Pasal 93 UU No. 13 Tahun 2003;",{"bindId":265,"name":266,"text":267},"LOWWAGE_trigger","3.Bagi pekerja baru selama masa percobaa","3.Bagi pekerja baru selama masa percobaan upahnya dibayarkan sebesar 80 %\ndari upah pokok pada level yang diduduki, kecuali jika nilai tersebut lebih\nkecil dari ketentuan UMSP, maka upahnya dibayarkan sebesar UMSP. Semua pekerja\nselama masa percobaan tidak mendapatkan uang service.",{"bindId":269,"name":109,"text":110},"overtimeallowancetype",{"bindId":271,"name":272,"text":273},"SENIOR_trigger","1.TUNJANGAN MASA KERJA Tunjangan Masa Ke","1.TUNJANGAN MASA KERJA\n\nTunjangan Masa Kerja ( Working Period Allowance ) adalah bagian dari upah\npokok yang besarnya ditentukan dengan masa kerja yang telah dilampaui pada\nperusahaan yang besarnya seperti tersebut pada lampiran Perjanjian Kerja\nBersama ( PKB ) ini",{"bindId":275,"name":276,"text":277},"paidpaternityleaveduration","g. Istri pekerja melahirkan: 2 hari dan ","g. Istri pekerja melahirkan: 2 hari dan dalam jangka waktu paling lama 14\nhari kemudian diberi ijin 1 hari dengan persetujuan Dept. Head untuk mengurus\nlegalitas kelahiran anaknya.",{"bindId":279,"name":280,"text":281},"disabilitypay","4.Bagi pekerja tetap, pekerja magang, tr","4.Bagi pekerja tetap, pekerja magang, training dan tenaga kerja lainnya yang\nternyata pada saat terjadi kecelakaan belum menjadi anggota ‘JAMSOSTEK’,\npenggantian biaya kecelakaan dan\u002Fatau santunan dilakukan oleh pengusaha sesuai\ndengan UU No.03 Tahun 1992 Jo Permenaker No. : PER-04\u002FMEN\u002F1993 Jo lampiran II\n(dua romawi) huruf A dan angka 2 (dua) Peraturan Pemerintah No. : 84 Tahun 2010\nTentang Perubahan Ketujuh Atas Pertauran Pemerintanh No. 14 Tahun 1993 Tentang\nPenyelenggaraan Program JAMSOSTEK.",{"bindId":283,"name":266,"text":267},"lowwageamount",{"bindId":285,"name":91,"text":92},"cbadate_end",{"bindId":287,"name":55,"text":56},"severance_number",{"bindId":289,"name":161,"text":290},"hourspweek_select","1.a. Jam kerja adalah 40 jam seminggu dengan ketentuan bahwa hari pertama\nsampai dengan hari kelima masing-masing 7 ( tujuh ) jam ditambah 1 ( satu ) jam\nistirahat, sedangkan ketentuannya diatur pada ayat (2).",{"bindId":292,"name":79,"text":80},"wageincreasetype2",{"bindId":294,"name":295,"text":296},"tradeunleavdays","4.Lama waktu dispensasi yang dapat diber","4.Lama waktu dispensasi yang dapat diberikan maximum 6 ( enam ) hari dan\napabila lebih dari ketentuan tersebut dibutuhkan pertimbangan-pertimbangan\nkhusus dari Pengusaha dengan alasan-alasan positif yang dapat diterima.",{"bindId":298,"name":161,"text":290},"hourspday",{"bindId":300,"name":219,"text":220},"commutingallowanceamount1",{"bindId":302,"name":91,"text":92},"cbadate_end_date",{"bindId":304,"name":305,"text":306},"maternityotherclause","h. Pekerja wanita keguguran kandungan: 1","h. Pekerja wanita keguguran kandungan: 1,5 bulan atau sesuai surat\nketerangan dokter\u002Fbidan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (2) UU No. 13\nTahun 2003.",{"bindId":308,"name":109,"text":110},"OVERTIME_trigger",{"bindId":310,"name":311,"text":312},"SOCSEC_trigger","3.a. Untuk kepentingan pekerja, pengusah","3.a. Untuk kepentingan pekerja, pengusaha diwajibkan mendaftarkan pekerja\nuntuk menjadi peserta ‘JAMSOSTEK’, dan aturan pelaksanaannya didasarkan\npada tata cara yang ditetapkan sesuai dengan UU No. 03 Tahun 1992.",{"bindId":314,"name":315,"text":316},"healthcareaccess","3. Dalam hal pekerja, istri dan anak har","3. Dalam hal pekerja, istri dan anak harus dirawat di Rumah Ssakit (in\npatient) diatur sebagai berikut :\n\na. Ketentuan dalam pelaksanaan rawat inap di Rumah Sakit harus mendapat\nrekomendasi dari dokter perusahaan sebelumnya, diluar ketentuan dimaksud tidak\ndapat dibenarkan dan perusahaan tidak menanggung seluruh biaya atas hal ini.\n\nb. Khusus untuk sakit keras \u002F accut dan pasien harus segera mendapat\nperawatan di Rumah Sakit, maka kepada pekerja atau keluarganya wajib\nmemberitahukan kepada Human Resources Department dalam waktu 2 x hari kerja.\n\nc. Biaya perawatan di Rumah Sakit baik pekerja, istri dan anak yang\nterdaftar pada Dept. HRD mendapat pengantian sebesar 100 % dengan standard\nkelas III.\n\nd. Setiap pekerja berhak mendapat perawatan dapat memilih Rumah Sakit yang\nterdekat dari tempat tinggalnya, baik rumah sakit pemerintah atau swasta, atau\nmemilih dikelas yang lebih tinggi, akan tetapi penggantian tetap seperti pada\nPasal 31 angka 3c.\n\ne. Pengusaha membantu membayar uang muka untuk pembayaran biaya kamar selama\nperawatan minimal untuk 10 (sepuluh) hari, bilamana pekerja menderita sakit\nkeras\u002Faccut dan terjadi pada malam hari atau pada hari libur, maka Duty Manager\nberwenang melakukan pembayaran uang muka untuk biaya perawatan yang dananya\nsesuai dengan kondisi keuangan yang ada pada FO.Cashier.\n\nf. Biaya operasi ringan \u002F sedang \u002F berat maupun khusus bagi pekerja, istri\ndan anak dilakukan dengan sepengetahuan Human Resources Department mendapatkan\npenggantian 100 %, dan bila tanpa sepengetahuan Human Resources Department\nmendapatkan penggantian 50%, kecuali untuk operasi jantung, ginjal, lever,\nharus mendapat rekomendasi tertulis terlebih dahulu dari dokter Perusahaan.",{"bindId":318,"name":109,"text":110},"SUNDAY_trigger",{"bindId":320,"name":109,"text":110},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":322,"name":219,"text":220},"commutingallowancetype1",{"bindId":324,"name":123,"text":325},"PAYSCALES_amount","1.Kenaikan jabatan sepenuhnya hak pengusaha yang pelaksanaannya diatur\nmelalui latihan kerja\u002Fmasa percobaan dengan maksimum 3 (tiga) bulan, dan\nmendapatkan kenaikan upah sebesar 50 % dari selisih level upah lama dan level\nupah baru.Apabila tidak mampu dikembalikan kejabatan semula.\n\n\n\n2.Setiap kenaikan jabatan akan diikuti dengan kenaikan upah pokok sesuai\ndengan golongan baru yang diduduki dan diberitahukan dalam Surat Keputusan oleh\nPengusaha kepada pekerja yang bersangkutan.",{"bindId":327,"name":95,"text":328},"SCHEDULE_trigger","1.Mengingat sifat operasional Perusahaan, maka manajemen memberikan libur\nkepada seluruh pekerja satu hari pada hari ketujuh setiap minggunya dan tidak\nharus jatuh pada hari Minggu, tetapi bila dimungkinkan dalam penyusunan Time\nSchedule akan diatur jatuh hari Minggu dua kali dalam setiap bulan.\n\n\n\n2.Perubahan hari libur \u002F istirahat, tukar shift dan lain-lainnya dari\nschedule yang telah ditetapkan, dapat diijinkan dengan ketentuan bahwa pekerja\nbersangkutan harus mengajukan permohonan tertulis 3 ( tiga ) hari sebelumnya\nkepada Department Head masing-masing. Pekerja bekerja diluar time schedule\nmerupakan pelanggaran dengan diberi sanksi.\n\n\n\n3.Hari libur yang telah ditetapkan oleh pemerintah seperti (Hari Raya\nKeagamaan, Peringatan Hari Besar keagamaan, dan Peringatan Hari Besar Nasional)\nmerupakan hari libur resmi bagi pekerja, namun demikian mengingat waktu\noperasional perusahaan selama 24 (dua puluh empat) jam terus menerus, maka\npengusaha dapat mempekerjakan pekerja pada hari libur resmi dimaksud dengan\nketentuan pengusaha wajib membayarkan upah lembur dan\u002Fatau dengan persetujuan\ndapat diberikan pengganti hari libur (day off) kepada pekerja yang bersangkutan\nselama 2 (dua) hari kerja pada hari kerja biasa.",{"bindId":330,"name":199,"text":200},"incidentalbonustypesec",{"bindId":332,"name":199,"text":200},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":334,"name":315,"text":316},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":336,"name":266,"text":337},"lowwageperiod","3.Bagi pekerja baru selama masa percobaan upahnya dibayarkan sebesar 80 %\ndari upah pokok pada level yang diduduki, kecuali jika nilai tersebut lebih\nkecil dari ketentuan UMSP, maka upahnya dibayarkan sebesar UMSP. Semua pekerja\nselama masa percobaan tidak mendapatkan uang service.\n\n\n\n4.Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) hanya berlaku bagi pekerja yang\nmempunyai masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun dan berlaku efektif sejak\nditetapkan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Pemeritah Daerah.",{"bindId":339,"name":340,"text":341},"bankholidays1","3.Hari libur yang telah ditetapkan oleh ","3.Hari libur yang telah ditetapkan oleh pemerintah seperti (Hari Raya\nKeagamaan, Peringatan Hari Besar keagamaan, dan Peringatan Hari Besar Nasional)\nmerupakan hari libur resmi bagi pekerja, namun demikian mengingat waktu\noperasional perusahaan selama 24 (dua puluh empat) jam terus menerus, maka\npengusaha dapat mempekerjakan pekerja pada hari libur resmi dimaksud dengan\nketentuan pengusaha wajib membayarkan upah lembur dan\u002Fatau dengan persetujuan\ndapat diberikan pengganti hari libur (day off) kepada pekerja yang bersangkutan\nselama 2 (dua) hari kerja pada hari kerja biasa.",{"bindId":343,"name":103,"text":104},"paidmaternityleave",{"bindId":345,"name":83,"text":346},"PAIDLEAV_trigger","1.Pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut\ndiberikan cuti selama 12 (dua belas) hari kerja. Pelaksanaan cuti diatur sesuai\ndengan procedure Human Resources Department yang telah ditetapkan dan\ndisesuaikan dengan Undang-undang Perburuhan yang berlaku.\n\n\n\n2.Cuti tahunan wajib diambil terhitung sejak hak cuti sebagaimana dimaksud\ndalam ayat 1 diatas timbul, dan bila dalam jangka waktu 6 (enam) bulan hak cuti\ndimaksud tidak diambil oleh pekerja yang bersangkutan maka hak cuti dimaksud\ndinyatakan gugur\u002Fkadaluarsa, kecuali sebelumnya telah mengajukan permohonan\nsecara tertulis kepada Human Resources Department, yang disetujui oleh\nDepartment Head yang bersangkutan.",{"bindId":348,"name":59,"text":60},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Pudjiadi and Sons Tbk, The Jayakarta Jakarta Hotel - 2013\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2013-11-25\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2015-11-24\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2013-11-25\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Rumah sakit, penyedia makanan, parawisata\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Hotel dan jenis akomodasi serupa lainnya\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Pudjiadi and Sons Tbk, The Jayakarta Jakarta Hotel\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        PARAS - Serikat Pekerja The Jayakarta Jakarta Hotel &amp; Spa SPA Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Sektoral Indonesia\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;3 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;1.7 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp;6.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;1\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;250000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp; per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[354],{"title":38,"slug":34},[356],{"type":357,"data":358},"call_to_action_body_block",{"title":359,"description":360,"variant":361,"link":362},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":359,"url":363,"description":359,"rel":364,"type":365},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[367],{"type":357,"data":368},{"title":359,"description":360,"variant":361,"link":369},{"title":359,"url":363,"description":359,"rel":364,"type":365},[]]