[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-primissima-persero-dengan-sp-tsk-fspsi-unit-kerja-pt-primissima-2020-2022":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":310,"content_type_view":311,"extra_breadcrumbs":312,"body":314,"body_blocks":325,"related_pages":329},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":308,"translations":309},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-primissima-persero-dengan-sp-tsk-fspsi-unit-kerja-pt-primissima-2020-2022","f593ac24-eaf0-11eb-bbce-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-primissima-persero-dengan-sp-tsk-fspsi-unit-kerja-pt-primissima-2020-2022\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-primissima-persero-dengan-sp-tsk-fspsi-unit-kerja-pt-primissima-2020-2022\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Primissima (PERSERO) Dengan SP TSK FSPSI Unit Kerja PT Primissima 2020\u002F2022","ba_ID","IDN PT. Primissima - 2020","Indonesia - IDN PT. Primissima - 2020","IDN PT. Primissima - 2020 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT PRIMISSIMA [2020-2022].html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT PRIMISSIMA\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT PRIMISSIMA (PERSERO) DENGAN SP TSK FSPSI\nUNIT KERJA PT PRIMISSIMA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERIODE 2020 \u002F 2022\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>MUKADIMAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tujuan diadakannya Perjanjian Kerja Bersama ini adalah untuk menciptakan\nhubungan yang harmonis dan adanya kepastian hak dan kewajiban Pengusaha serta\nKaryawan yang dilandasi oleh Hubungan Industrial. Pihak-pihak yang terlibat\ndalam keseluruhan proses produksi dalam segala sikap dan tindakannya harus\nselalu berpegang pada TRI DARMA:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Merasa ikut memiliki (Rumongso melu handarbeni).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ikut memelihara dan mempertahankan (Melu hangrukebi).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dan terus menerus mawas diri (Mulat sariro hangroso wani).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Pertumbuhan perusahaan dan pengembangan usaha diusahakan sejalan dengan\ntujuan Pembangunan Nasional dewasa ini, namun perlu disadari bahwa unsur\nKaryawan tidak dapat dikesampingkan sehingga perbaikan Kesejahteraan Karyawan\njasmaniah dan rohaniah merupakan suatu yang tidak dapat dipisahkan dari\npadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan dijiwai semangat UUD 1945 dan Pancasila semua perbedaan pendapat\nharus diselesaikan secara musyawarah mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan lindungan dan petunjuk kepada\nkita sekalian sehingga dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: PIHAK-PIHAK YANG BERSEPAKAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesepakatan Kerja Bersama ini diadakan antara:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>PT PRIMISSIMA (Persero) yang berkedudukan di Sleman, Yogyakarta, dalam\n    hal ini diwakili oleh:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Usmansyah, Ak, MM, MSI, CA selaku Direktur Utama\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>SERIKAT PEKERJA TEKSTIL, SANDANG DAN KULIT FSPSI UNIT KERJA PT\n    PRIMISSIMA, yang berkedudukan di Sleman, Yogyakarta, dalam hal ini diwakili\n    oleh:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Cahyo Endratmoro selaku Ketua\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Muamar Hidayat selaku Sekretaris\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp>Selanjutnya dalam Kesepakatan ini disebut SERIKAT PEKERJA.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa setelah kedua belah pihak mengadakan perundingan sebagaimana dimaksud\nPasal 116 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003, sepakat menetapkan dan\nmenandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: LUAS KESEPAKATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja sama-sama menyetujui bahwa Perjanjian Kerja\n    Bersama ini mengikat bagi Pengusaha dan seluruh Karyawan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur hal-hal yang bersifat umum\n    sebagaimana tertera pada perjanjian ini, disamping masih adanya Peraturan\n    Manajemen Perusahaan yang tidak bertentangan dengan Perjanjian Kerja\n    Bersama ini dan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: HAK DAN KEWAJIBAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban memberikan penerangan,\n    pengertian, pengarahan kepada seluruh karyawan atau pihak lain yang\n    mempunyai kepentingan dengan adanya Perjanjian Kerja Bersama ini sesuai\n    dengan makna, pengertian seperti yang telah ditetapkan dalam perjanjian\n  ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Guna mencapai peningkatan produktivitas dalam rangka pertumbuhan dan\n    pengembangan usaha PT PRIMISSIMA, kedua belah pihak berjanji akan saling\n    menjaga kelancaran jalannya usaha dengan memelihara ketentraman dan\n    kegairahan kerja dalam Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk menunjang tercapainya\n    tujuan Perusahaan seperti yang digariskan dalam Rencana Jangka Panjang,\n    Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja menyetujui adanya Peraturan Manajemen Perusahaan;\n    Pengusaha dan semua karyawan wajib untuk mentaati dan melaksanakannya\n    sepanjang tidak bertentangan dengan perjanjian ini dan\u002Fatau Peraturan\n    Perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah PT PRIMISIMA yang didirikan berdasarkan Akta\nNotaris Raden Soerojo Wongsowidjojo, S.H, dan terakhir dengan Akta Notaris\nWahyu Wiryono, S.H. Nomor: 03 tanggal 05 Januari 2010 dan berkedudukan di\nMedari, Sleman, Yogyakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah seluruh gedung, bangunan, ruangan, lapangan,\nhalaman, yang merupakan milik Perusahaan dan sekelilingnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah Direksi atau Pejabat yang diberi kuasa\nolehnya untuk bertindak atas nama PT PRIMISSA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah Serikat Pekerja yang Tekstil, Sandang dan\nKulit, FSPSI Unit Kerja PT PRIMISSIMA, yang sudah terdaftar pada Dinas Tenaga\nKerja Nomor: 17\u002FIX\u002F2002.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah anggota Serikat Pekerja yang dipilih dan\nditunjuk oleh anggota untuk memimpin Serikat Pekerja sesuai dengan Anggaran\nDasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah orang yang mengadakan hubungan kerja dengan\nPerusahaan dan menerima gaji\u002Fupah dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Keluarga Karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah seorang istri yang sah dan anak\nkandung\u002Ftiri\u002Fangkat yang sah menurut hukum, berumur 22 tahun, belum menikah,\nbelum bekerja masih menjadi tanggungan karyawan didaftarkan dan diakui oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Gaji\u002FUpah Bruto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah penerimaan karyawan yang terdiri dari\ngaji\u002Fupah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap\u002FInsentif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Gaji\u002FUpah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Andalan imbalan dasar yang diterima karyawan akibat\nadanya hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah pembayaran yang teratur dan diberikan secara\ntetap besarnya kepada karyawan dan pemberiannya tidak dikaitkan dengan\nkehadiran dan\u002Fatau pencapaian prestasi kerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Tunjangan Sosial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah pembayaran sebagai jaminan sosial bagi\nkaryawan yang besarnya ditentukan atas dasar golongan dan jumlah keluarga\nkaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah pembayaran yang diberikan kepada karyawan\ntertentu yang memangku jabatan struktural\u002Ffungsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Tunjangan Peralihan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah pembayaran yang diberikan atas selisih\nkurang karena\u002Fakibat terjadi mutasi, perubahan peraturan dan lain-lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Tunjangan peralihan ini akan berkurang setiap kali\nada kenaikan gaji\u002Fupah baik karena kenaikan skala gaji\u002Fupah, kenaikan gaji\u002Fupah\nlainnya sampai menjadi nihil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Tunjangan Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah imbalan yang diberikan sebagai\nbantuan\u002Ftambahan atas biaya transport yang selama ini dibayarkan\u002Fdikeluarkan\nkaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o. Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah pembayaran yang diberikan secara tidak tetap\nbesarnya dan pemberiannya dikaitkan dengan kehadiran dan\u002Fatau prestasi kerja\ntertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">p. Insentif\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah pembayaran sebagai perangsang yang diberikan\nberdasarkan kehadiran (insentif absensi) atau prestasi kerja karyawan (Insentif\nProduktivitas dan Insentif Mutu).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">q. Insentif Produksi dan Pemasaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah perangsang tahunan berupa uang yang\ndiberikan berdasarkan pencapaian sasaran dan target tertentu yang ditetapkan\ndalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">r. Bonus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah hadiah tahunan berupa uang yang pemberiannya\ndilakukan hanya apabila Perusahaan memperoleh keuntungan dan setelah diputuskan\noleh Rapat Umum Pemegang Saham.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">s. Peraturan Manajemen Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Adalah peraturan yang dibuat\u002Fditerbitkan pengusaha\ndengan tujuan untuk mengatur, mengelola perusahaan dalam arti luas. Peraturan\nManajemen Perusahaan ini selanjutnya disingkat Per. Persh. Dan dapat berupa\nSurat Keputusan Direksi, Memorandum Intern, Pengumuman dan tidak bertentangan\ndengan PKB dan Perundang-Undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN DAN FASILITAS SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: PENGAKUAN ORGANISASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit FSPSI Unit\n    Kerja PT PRIMISSIMA sebagai Organisasi Pekerja yang mewakili Karyawan PT\n    PRIMISSIMA.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan keleluasaan bagi kegiatan dan perkembangan Serikat\n    Pekerja serta pembinaan anggota-anggotanya dengan tetap memperhatikan tata\n    tertib perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: FASILITAS DAN BANTUAN KEPADA SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap Pengurus Serikat Pekerja dapat masuk ke dalam wilayah\u002Fdaerah kerja\n    perusahaan dalam melaksanakan kewajibannya yang berkaitan dengan masalah\n    kekaryawanan, yang dalam pelaksanaannya harus tetap selalu memperhatikan\n    tata tertib Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan\u002Fmenjamin ruang kantor yang layak beserta\n    perlengkapannya dan Serikat Pekerja akan menggunakan fasilitas tersebut\n    dengan sebaik-baiknya sesuai dengan fungsinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam keadaan yang memungkinkan Serikat Pekerja dapat menerima sumbangan\n    yang tidak mengikat dari Perusahaan, baik rutin maupun insidentil.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: JAMINAN DAN DISPENSASI BAGI PENGURUS SERIKAT PEKERJA DAN\nWAKILNYA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha menjamin tidak akan melakukan tekanan langsung maupun tidak\n    langsung, tindakan diskriminasi dan tindakan lainnya yang merugikan\n    terhadap Pengurus Serikat Pekerja karena kegiatannya sehubungan dengan\n    fungsinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha akan memberikan jaminan kepada Pengurus Serikat Pekerja\n    dan\u002Fatau wakilnya untuk melaksanakan kewajibannya tanpa mengurangi\n    hak-haknya sepanjang tidak mengganggu tugas-tugasnya di Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cli>Pengusaha memberikan dispensasi secukupnya kepada Pengurus, anggota yang\n    ditunjuk pengurus untuk mengikuti kongres, konferensi, lokakarya dll. yang\n    diadakan oleh Pengurus Pusat\u002FDaerah\u002FCabang Serikat Pekerja sepanjang tidak\n    mengganggu tugas-tugas di Perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengusaha akan memberikan kelonggaran dan fasilitas kepada Pengurus\n    Serikat Pekerja atau anggota yang ditunjuk\u002Fdiangkat menjadi fungsionaris\n    vertical-nya sepanjang tidak mengganggu tugas-tugasnya di Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: PENERIMAAN KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penerimaan karyawan adalah sepenuhnya wewenang Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penerimaan karyawan dilaksanakan dengan seleksi dan memenuhi persyaratan\n    sebagai berikut:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Warga Negara Indonesia yang bertaqwa kepada\n    Tuhan Yang Maha Esa.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Berumur sekurang-kurangnya 18 tahun dan\n    setinggi-tingginya 25 tahun untuk Pendidikan SD s\u002Fd SLTA dan 35 tahun untuk\n    Pendidikan Sarjana Muda\u002FSarjana atau menurut kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Memiliki ijazah sesuai dengan yang\n    dibutuhkan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan\n    surat keterangan dari Kepolisian dan bersih diri.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Diutamakan yang berdomisili dalam radius 5\n    (lima) km dari tempat kedudukan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Sehat fisik yang dibuktikan dengan surat\n    keterangan dokter dan sehat mental serta bebas narkoba.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Syarat-syarat lain yang ditentukan\n    kemudian.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Lulus seleksi yang diadakan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Calon karyawan yang diterima sebagai karyawan, wajib bersedia ditempatkan\n    pada Urusan\u002FBagian\u002FDepartemen yang ditentukan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: CALON KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Calon tenaga kerja yang memenuhi syarat penerimaan akan dikontrak menjadi\n    tenaga kerja waktu tertentu maksima selama 2 tahun dan dapat diperpanjang 1\n    kali maksimal selama 1 tahun selanjutnya ditetapkan menjadi karyawan tetap\n    atau diberhentikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tenaga kerja waktu tertentu memperoleh upah sebesar UMK yang akan\n    diperhitungkan dengan hari tidak masuk kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja diluar PT PRIMISSIMA dihargai 50%-nya apabila masa kerja\n    tersebut sejenis dan bermanfaat bagi pelaksanaan tugas pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: PANGKAT\u002FGOLONGAN\u002FJABATAN KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>Pangkat\u002FGolongan\u002FJabatan karyawan ditentukan berdasarkan syarat-syarat\nPendidikan, pengalam kerja, kecakapan dan keterampilan (kompetensi) untuk\nselanjutnya Pangkat\u002Fgolongan\u002Fjabatan diatur dan ditetapkan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: KENAIKAN DAN PENURUNAN PANGKAT\u002FGOLONGAN DAN JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>a. Karyawan yang memiliki masa kerja cukup dan ada lowongan\n    pangkat\u002Fgolongan atau jabatan serta:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Rajin dan disiplin tinggi\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Memiliki dedikasi dan loyalitas\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Cakap dan terampil (kompetensi)\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp>Dapat dinaikkan pangkat\u002Fgolongan atau jabatannya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Karyawan yang memiliki kondite cukup baik dan sampai dengan saat\n    purna tugas belum pernah naik golongannya, pada saat purna tugas dapat\n    dinaikkan golongannya satu tingkat (golongan B).\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang malas dan tidak disiplin, tidak capak, lalai, curang\n    dan\u002Fatau berbuat kesalahan\u002Fpelanggaran berat, dapat diturunkan\n    pangkat\u002Fgolongan atau jabatannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: PEMINDAHAN TUGAS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila pengusaha membutuhkan\u002Fmenghendaki untuk kelancaran\n    tugas\u002Fpekerjaan atau pertimbangan lain, setiap karyawan sewaktu-waktu dapat\n    dipindah tugaskan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemindahan tugas dapat terjadi dengan alasan-alasan:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Promosi.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Penyesuaian kecakapan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Penyesuaian jumlah karyawan dalam satu d.\n    Departemen\u002FBagian.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Reorganisasi, regenerasi, refreshing.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Hubungan administrasi.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Lain-lain.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Oleh karenanya pemindahan tugas dapat berakibat:\n    \u003Cp>a. Kenaikan golongan\u002Fjabatan, tetap golongan\u002Fjabatan atau penurunan\n    golongan\u002Fjabatan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Diberi atau tidak diberi tunjangan peralihan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Dinaikkan atau diturunkan skala gaji\u002Fupahnya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Disesuaikan tunjangan jabatan dan insentif yang diterimanya.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang kesemuanya menurut alasan\u002Fsebuah pemindahan tugasnya dan hal itu\n    sepenuhnya merupakan hak Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB IV: WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: HARI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cli>Hari kerja karyawan adalah 6 hari dalam 1 minggu dan\u002Fatau sesuai dengan\n    Peraturan\u002FPerundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengaturan hari kerja ditetapkan pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: JAM DAN SISTEM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Jam kerja adalah waktu yang ditetapkan untuk berada di tempat kerja dan\n    telah melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cli>Jumlah jam kerja pada dasarnya adalah 7 (tujuh) jam per hari dan 40\n    (empat puluh) jam seminggu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setiap karyawan bekerja menurut sistem kerja yang berlaku. Jadwal untuk\n    mulai dan berakhirnya waktu kerja ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi karyawan yang terlambat ke tempat kerjanya harus melapor kepada\n    atasannya dan dapat dikenai sanksi karena pelanggaran tata tertib yang\n    ditetapkan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: WAKTU ISTIRAHAT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cli>Waktu istirahat diberikan bagi karyawan, yang pelaksanaan selanjutnya\n    diatur oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan mendapat istirahat sekurang-kurangnya setengah jam setelah\n    bekerja 4 (empat) jam terus menerus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Waktu istirahat tidak termasuk jam kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan tidak wajib bekerja pada hari libur resmi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">Hari libur resmi terdiri dari:\n    \u003Cp>a. Hari libur mingguan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Hari libur nasional sesuai dengan ketetapan Pemerintah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Hari libur yang ditetapkan Pengusaha\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja menyetujui adanya lembur, baik lembur insidentil,\n    mendadak, routine maupun kolektif.\n    \u003Cp>Dalam pelaksanaannya dilakukan dengan sepengetahuan karyawan yang\n    bersangkutan dan atas dasar surat perintah.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan harus mematuhi perintah kerja lembur, kecuali bila ada alasan\n    yang dapat dipertanggungjawabkan. Lebur dilakukan dengan tujuan:\n    \u003Cp>a. Mencapai target perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Meningkatkan produktivitas.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>a. Gaji\u002FUpah lembur dihitung sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan\n    yang berlaku\n    \u003Cp>b. Perhitungan gaji\u002Fupah lembur pada 2 (dua) Hari Raya Idul Fitri\n    ditambah tuslah 10%\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Gaji\u002Fupah lembur dibayarkan satu bulan satu kali bersamaan dengan\n    pembayaran gaji\u002Fupah setiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi karyawan dengan golongan\u002Fjabatan tertentu, karena telah menerima\n    tunjangan jabatan maka tidak berhak mendapat gaji lembur.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: PERUBAHAN ADMINISTRASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan harus melaporkan kepada Perusahaan bila terjadi hal-hal\n    sebagai berikut:\n    \u003Cp>a. Perubahan nama, alamat tempat tinggak dan tanda tangan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Perkawinan, kelahiran, kematian dan perceraian.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Perintah dari yang berwajib untuk menjalankan tugas negara.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang timbul dan\u002Fatau merugikan karyawan, akibat kelalaian melapor\n    adanya perubahan administrasi, diluar tanggung jawab Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: RANGKAP PEKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap karyawan dengan alasan apapun tidak diperkenankan merangkap bekerja\ndi perusahaan\u002Finstansi\u002Fbadan lain, kecuali dengan izin tertulis dari\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: BATAS UMUR DAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Batas usia dan masa kerja tertinggi karyawan adalah 56 tahun dan\u002Fatau\n    masa kerja 30 tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada umur dan\u002Fatau masa kerja tersebut, karyawan akan diberhentikan\n    dengan hormat karena purna tugas dengan mendapat pesangon dan jasa.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>a. Karyawan yang diangkat mulai 1 April 2008 dan seterusnya tidak berhak\n    mendapatkan MPPT.\n    \u003Cp>b. Lama MPPT:\u003C\u002Fp>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Masa kerja 3 th &lt; 6 th, mendapatkan 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Masa kerja 6 th &lt; 10 th, mendapatkan 2 (dua) bulan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Masa kerja 10 th &lt; 20 th, mendapatkan 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Masa kerja 20 th &lt; 25 th, mendapatkan 4 (empat) bulan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Masa kerja 25 th keatas, mendapatkan 5 (lima) bulan.\n        \u003Cp>c. Pengambilan MPPT dilaksanakan setelah jatuh tempo.\u003C\u002Fp>\n        \u003Cp>d. Komponen gaji\u002Fupah yang diberikan selama menjalani MPPT adalah\n        gaji pokok ditambah tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pengusaha menghendaki dan karyawan menyetujui atau sebaliknya,\n    maka masa kerja tersebut dapat diperpanjang maksimal 24 bulan, kecuali\n    dalam hal-hal yang bersifat khusus.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: TERLAMBAT MASUK KERJA DAN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan yang terlambat masuk\u002Fdatang ke tempat kerja harus melaporkan\n    diri di pos SATPAM dan selanjutnya kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang akan meninggalkan pekerjaan pada waktu jam kerja, baik\n    untuk keperluan dinas maupun keperluan lainnya harus mendapat izin tertulis\n    terlebih dahulu dari atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan sebagaimana ayat 1 dan 2 pasal ini (kecuali dinas dan\n    dispensasi) dikenakan denda\u002Fpotongan gaji\u002Fupah dan insentif yang\n    pelaksanaanya diatur dalam peraturan manajemen perusahaan yang tidak\n    bertentangan dengan ketentuan peraturan\u002Fperundang-undangan yang\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>PASAL 22: ABSENSI\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan yang tidak masuk bekerja (absen) baik karena sakit atau karena\n    hal-hal lain yang tidak dapat dihindari, wajib memberitahukan dan meminta\n    izin kepada atasannya secara tertulis dengan alasan yang dapat\n    dipertanggungjawabkan paling lambat 1 (satu) hari setelah hari tidak masuk\n    kerja (hari kalender).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang absen karena sakit, harus menyerahkan surat keterangan\n    sakit dari dokter. Karyawan yang absen karena melayat atau alasan lainnya\n    harus menyerahkan surat keterangan dari perangkat Desa setempat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang asben dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,\n    dinyatakan sebagai mangkir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang absen dengan alasan selain cuti, dinas dan dispensasi\n    dikenakan denda atau potongan gaji\u002Fupah dan insentif yang pelaksanaannya\n    diatur dalam Peraturan Manajemen Perusahaan yang tidak bertentangan dengan\n    peraturan\u002Fperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli>Karyawan yang telah bekerja satu tahun terus menerus, berhak mendapatkan\n    istirahat\u002Fcuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cli>Hari-hari cuti tahunan dapat dipergunakan sebagian, sedang lainnya\n    dipergunakan sebagai cuti bersama. Pelaksanaan cuti bersama paling banyak 6\n    (enam) hari, yaitu pada saat Hari Raya Idul Fitri\u002FAdha dan atau hari-hati\n    lainnya yang akan ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Atas dasar kepentingan tugas pekerjaan, Pengusaha dapat\n    mengatur\u002Fmenentukan waktu kapan cuti tahunan harus dilaksanakan tanpa\n    mengabaikan kepentingan karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk keperluan\u002Fbepergian ke pulau seberang, hak cuti tahunan dua tahun\n    dapat digabungkan menjadi satu, yang sebelumnya harus memberitahukan dan\n    disetujui oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hak cuti tahunan gugur, bilamana dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah\n    lahirnya hak itu karyawan tidak mempergunakan haknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Permohonan cuti tahunan harus diajukan satu minggu sebelumnya untuk\n    mendapat persetujuan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama melakukan cuti tahunan karyawan yang bersangkutan tetap menerima\n    gaji\u002Fupah dan hak-haknya sebagai karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang diperintahkan untuk melaksanakan tugas\u002Fpekerjaan tertentu\n    sehingga pada dua hari Raya Idul Fitri tidak dapat meninggalkan\n    tugas\u002Fpekerjaan, kepadanya diberi tambahan hak cuti 1 (satu) hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Periode cuti tahunan dimulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember\n    mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2019.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: CUTI BESAR DAN CUTI DILUAR TANGGUNGAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Ketentuan mengenai cuti besar\u002Fistirahat panjang diatur sbb:\n    \u003Cp>a. Karyawan yang diangkat mulai 1 April 2008 tidak berhak memperoleh\n    cuti besar.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Karyawan yang mempunyai masa kerja kurang dari 3 tahun tidak berhak\n    memperoleh cuti besar.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Karyawan yang mempunyai masa kerja 3 tahun atau lebih berhak\n    memperoleh cuti besar 1 (satu) kali pada saat jatuh tempo (6 bulan atau 12\n    tahun) sebanyak 22 hari dan selanjutnya tidak diberikan lagi.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Pada saat memperoleh cuti besar maka cuti tahunannya gugur.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang telah memenuhi persyaratan tertentu, diijinkan atasannya\n    dan tidak mengganggu kelancaran perusahaan dapat mengambil cuti diluar\n    tanggungan perusahaan, selanjutnya diatur dalam peraturan manajemen\n    perusahaan Per. Persh. No. 382\u002FSK\u002F1998.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: ISTIRAHAT HAMIL\u002FMELAHIRKAN\u002FGUGUR KANDUNGAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cli>Karyawan Wanita yang hamil tua sebagaimana dimaksud pasal 39 mendapat\n    istirahat 1,5 bulan sebelum waktu melahirkan dan 1,5 bulan sesudah\n    melahirkan\u002Fgugur kandungan sesuai dengan surat keterangan dokter\n    kandungan\u002Fbidan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Penerapan mulainya istirahat hamil ini harus dengan surat keterangan\n    dokter\u002Fpoliklinik atau rumah sakit bersalin yang ditunjuk.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cli>Selama menjalani istirahat\u002Fcuti hamil sebagaimana ayat 1 diatas karyawan\n    Wanita tetap mendapat gaji\u002Fupah pokok dan tunjangan tetap, sedang\n    insentifnya tidak dibayarkan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Yang dimaksudkan gugur kandungan dalam ketentuan ini, tidak termasuk\n    usaha-usaha menggugurkan kandungan untuk tujuan pembatasan kelahiran atau\n    tujuan lain yang tidak sesuai dengan ketentuan Pemerintah\u002FAgama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: KETENTUAN TENTANG HAID\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cli>Karyawan perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\n    memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan\n    kedua pada waktu haid.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Dalam pelaksanaanya, karyawan perempuan tersebut wajib memberitahukan\n    secara tertulis dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan akan halnya\n    kepada atasannya. Keragu-raguan terhadap kebenaran penggunaan hak\n    sebagaimana ketentuan ayat 1 pasal ini, Pengusaha dapat melakukan\n    pemeriksaan atau langkah lain yang selanjutnya akan diatur dengan Peraturan\n    Manajemen Perusahaan yang tidak bertentangan dengan Peraturan \u002FPerundangan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang absen sebagaimana ayat 1 pasal ini, tetap mendapatkan\n    gaji\u002Fupah\u002Ftunjangan tetap, sedang insentifnya tidak dibayarkan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: DISPENSASI KHUSUS MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">Gaji\u002FUpah bruto tetap dibayarkan kepada karyawan yang tidak masuk kerja\n    apabila:\n    \u003Cp>a. Karyawan sendiri menikah untuk selama 3 (tiga) hari.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Menikahkan anak untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Mengkhitankan anak untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Membaptiskan anak untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>e. Istri melahirkan\u002Fgugur kandungan untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>f. Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua, anak\u002Fmenantu meninggal dunia untuk\n    selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Jika diluar kota dalam jarak sekurang-kurangnya 300 km ditambah 2 (dua)\n    hari untuk perjalanan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>g. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia untuk selama 1\n    (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>h. Saudara kandung suami\u002Fistri (maksimal 4 orang) meninggal selama 1\n    (satu) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp>i Menjalankan ibadah haji\u002Fumroh untuk yang pertama kalinya selama waktu\n    yang diperlukan sesuai dengan ketentuan dari Departemen Agama + 2 (dua)\n    hari sebelum berangkat dan 4 (empat) hari sesudah kedatangan\u002Fkembali dan\n    untuk umroh 1 (satu) hari sebelum berangkat dan 2 (dua) hari sesudah\n    kedatangan\u002Fkembali.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Yang dimaksud lamanya hari tersebut diatas adalah hari kalender dan\n    bukan hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dispensasi khusus dengan alasan tersebut diatas tetap harus dimintakan\n    sebelumnya secara tertulis atau kalau tidak memungkinkan dapat dimintakan\n    kemudian dengan dilengkapi bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan\n    serta tidak mempengaruhi penilaian kondite dan point absensi, kecuali\n    penerimaan IPP.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PENGGAJIAN\u002FPENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: SISTEM DAN METODE\u002FPENGGAJIAN\u002FPENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Gaji\u002Fupah karyawan dibayarkan satu bulan sekali untuk bulan yang sudah\nberjalan atau setelah melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dan gaji\u002Fupah tidak dibayarkan apabila karyawan tidak melakukan pekerjaan\n(Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13\u002F2003 pasal 93 ayat 1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Komponen gaji\u002Fupah bruto terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Gaji\u002Fupah Pokok,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>b. Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tunjangan Sosial\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Transport\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Jabatan (untuk karyawan tertentu)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Gaji\u002Fupah pokok sedikit-dikitnya 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah\ngaji\u002Fupah pokok dan tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Insentif Absensi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Insentif Produksi (untuk karyawan tertentu)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Insentif Mutu (untuk karyawan tertentu)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>d. Perhitungan gaji\u002Fupah lembur mengacu pada Kepmenakertrans RI Nomor KEP\n102\u002FMen\u002FVI\u002F2004.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Komponen gaji\u002Fupah lembur adalah gaji\u002Fupah pokok, tunjangan sosial untuk\n    diri sendiri, tunjangan transport.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Cara perhitungan gaji\u002Fupah lembur adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1) Untuk menghitung gaji\u002Fupah sejam adalah 1\u002F173\ngaji sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nbiasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Untuk jam kerja lembur pertama dibayar gaji\u002Fupah\nsebesar 1 ½ (satu setengah) kali gaki\u002Fupah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Untuk jam kerja lembur kedua dibayar gaji\u002Fupah\nsebesar 2 (dua) kali gaji\u002Fupah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3) Apabila kerja lembur dilaksanakan pada libur\nmingguan dan\u002Fatau hari libur resmi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau 5\n(lima) jam apabila hari libur tersebut jatuh pada hari terpendek pada satu hari\ndalam 6 (enam) hari kerja semiggu dibayar gaji\u002Fupah 2 (dua) kali gaji\u002Fupah\nsejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Untuk jam kerja pertama selebihnya 7 (tujuh) jam\natau 5 (lima) jam apabila hari kerja tersebut jatuh pada kerja terpendek pada\nsalah satu hari kerja dalam 6 (enam) hari kerja seminggu dibayar gaji\u002Fupah\nlembur sebesar 3 (tiga) kali gaji\u002Fupah sejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4)Khusus kerja lembur dilakukan pada 2 (dua) Hari\nRaya Idul FItri diberikan pula tuslah sebesar 10% dari ketentuan diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Gaji\u002Fupah dibayarkan pada tanggal 1 (satu) setiap bulannya, apabila pada\ntanggal tersebut jatuh pada hari libur resmi maka pembayarannya diajukan satu\nhari atau setidak-tidaknya mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 tahun\n2015.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Metode Pengupahan\u002FPenggajian diatur oleh Pengusaha yang dituangkan dalam\nPeraturan Manajemen Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: PENDAPATAN TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>Karyawan yang telah bekerja 1 (satu) tahun atau lebih diberikan:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cli>Tunjangan Hari Raya Keagamaan sebesar 1 (satu) kali gaji\u002Fupah bruto yang\n    pemberiannya dikaitkan dengan saat Hari Raya Idul Fitri.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n  \u003Cli>Insentif Produksi dan Pemasaran sebesar maksimum 1 (satu) kali gaji\u002Fupah\n    bruto, yang pemberiannya dikaitkan dengan pencapaian target-target\n  tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cli>Bonus, yang besar dan pemberiannya dikaitkan dengan keuntungan yang\n    diperoleh serta setelah mendapat Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: KENAIKAN GAJI\u002FUPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cli>Kenaikan skala gaji\u002Fupah dilakukan setiap 2 (dua) tahun sekali.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cli>Kenaikan skala gaji\u002Fupah secara insidentil disesuaikan dengan ketentuan\n    yang berlaku dan tetap mengingat kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: GAJI\u002FUPAH SEWAKTU SAKIT LAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>1. Karyawan yang karena sakit dan menurut keterangan dokter tidak dapat\nbekerja dalam waktu yang lama, maka gaji\u002Fupahnya diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>a. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap + insentif. (sesuai ketentuan yang\nberlaku)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (lima puluh persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk bulan selanjutnya, dibayar 25% (dua puluh lima persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2. Apabila sesudah 12 bulan, belum sembuh dan tidak dapat masuk kerja, maka\nkaryawan bersangkutan akan diberhentikan dengan hormat, sesuai dengan ketentuan\nUndang-Undang No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Ketentuan ayat 1 pasal ini, tidak berlaku bagi karyawan yang sakit lama\nakibat penyakit sesuai ketentuan pasal 38, karyawan yang menderita sakit akibat\npenyakit sebagaimana tersebut diatas dan tidak dapat bekerja, sesudah 3 (tiga)\nbulan akan diberhentikan dengan hormat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: GAJI\u002FUPAH WAKTU DITAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal karyawan ditahan oleh pihak yang berwajib karena diduga\nmelakukan tindak pidana bukan atas pengaduan Pengusaha, maka Pengusaha tidak\nwajib membayar gaji\u002Fupah tetapi wajib memberikan bantuan kepada keluarga\nkaryawan yang menjadi tanggungannya, dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Untuk 1 (satu) orang tanggungan: 25% dari\ngaji\u002Fupah pokok + tunj. tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Untuk 2 (dua) orang tanggungan: 35% dari\ngaji\u002Fupah pokok + tunj. tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Untuk 3 (tiga) orang tanggungan: 45% dari\ngaji\u002Fupah pokok + tunj. tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Untuk 4 (empat) orang tanggungan\u002Flebih: 50 %\ndari gaji\u002Fupah pokok + tunj. tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 diberikan untuk paling lama 6\n(enam) bulan takwin terhitung sejak hari pertama karaywan ditahan pihak yang\nberwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan yang\nselama 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya\nkarena dalam proses perkara pidana sebagaimana dimaksud ayat 1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal Pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 (tiga) berakhir dan karyawan dinyatakan\ntidak bersalah, maka pengusaha wajib mempekerjakan kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal Pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan berakhir dan karyawan dinyatakan bersalah, maka pengusaha dapat melakukan\npemutusan hubungan kerja terhadap karyawan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: PERCEPATAN\u002FPENANGGUHAN KENAIKAN SKALA GAJI\u002FUPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan yang berprestasi kerja baik, kenaikan skala gaji\u002Fupah, dapat\n    dipercepat atau golongannya dinaikan; sebaliknya apabila prestasi jerjanya\n    tidak baik maka kenaikan skala gaji\u002Fupah dapat ditunda atau golongannya\n    diturunkan kembali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penundaan kenaikan skala gaji\u002Fupah dapat disebabkan karena alasan\n    absensi, peringatan tertulis, pemberhentian sementara atau\n    kesalahan\u002Fpelanggaran lainnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: PAJAK PENGHASILAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pajak Penghasilan atas gaji\u002Fupah dan pendapatan karyawan lainnya, menjadi\n    tanggungan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: PEMOTONGAN GAJI\u002FUPAH KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha setuju membantu memotong gaji\u002Fupah karyawan atas dasar\n    permintaan\u002Fsurat kuasa dari Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat memotong gaji\u002Fupah\u002Fpendapatan lain karyawan untuk:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Pembayaran bagi keperluan Koperasi Karyawan yang\ntelah disetujui karyawan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Uang yang dibayar dahulu oleh Perusahaan,\ndenda\u002Fganti rugi, kelebihan\u002Fkesalahan bayar, denda\u002Fpotongan dan lain-lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: PERAWATAN DAN PENGOBATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: JAMINAN KESEHATAN BAGI KARYAWAN DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada karyawan dan\nkeluarga melalui BPJS Kesehatan berdasarkan ketentuan:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>UU nomor 24 tahun 2011\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perpres 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan Menteri Kesehatan nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan\n    Kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2014 tentang Pedoman\n    Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan BPJS Kesehatan nomor 1 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan\n    Jaminan Kesehatan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Jika BPJS Kesehatan menghentikan pelayanan kesehatan kepada karyawan yang\ndisebabkan oleh Pengusaha, maka pelayanan kesehatan ditanggung oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: PEMERIKSAAN KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Col>\u003Cli>Untuk mengantisipasi timbulnya penyakit akibat kerja, Pengusaha dapat\n    melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala (telinga, paru-paru, dll)\n    yang pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Manajemen\n    Perusahaan yang tidak bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku\n    (Per. Men. No. 02\u002FMEN\u002F1980).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemeriksaan khusus terhadap karyawan yang menderita penyakit\n    menahun\u002Fsering sakit-sakitan dilakukan atas permintaan atasannya dan atau\n    dokter perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n  \u003Cli>Apabila sakitnya disebabkan penyakit akibat kerja maka biayanya\n    ditanggung Pengusaha.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: BIAYA PELAYANAN KESEHATAN YANG TIDAK MENJADI TANGGUNGAN BPJS\nKESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Biaya pelayanan kesehatan tidak diberikan kepada karyawan\u002Fkeluarga karyawan\ndalam hal:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur sebagaimana\n    diatur dalam peraturan yang berlaku, dilakukan di fasilitas kesehatan yang\n    tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan kecuali dalam keadaan darurat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan\n    kerja sampai nilai yang ditanggung oleh program BPJS Ketenagakerjaan &amp;\n    Asuransi Jasa Raharja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik, mengatasi infertilitas,\n    meratakan gigi (ortodonsi).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Gangguan kesehatan\u002Fpenyakit akibat ketergantungan obat dan atau\n  alcohol.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyakit sebagaimana tercantum dalam Permenkes nomor 28 tahun 2014\n    tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: BIAYA DAN SUMBANGAN MELAHIRKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan\u002Fistri karyawan yang melahirkan anak pertama, kedua dan ketiga\n    diberi sumbangan mori cambrics sebagai bayi uitzet.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila karyawan\u002Fistri karyawan yang melahirkan anak pertama, kedua dan\n    ketiga dilakukan dalam kondisi yang tidak memungkinkan digunakannya\n    fasilitas BPJS Kesehatan (dengan melampirkan surat keterangan yang dapat\n    dipertanggungjawabkan) maka Perusahaan memberikan sumbangan kelahiran\n    sebesar Rp 500.000,-\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: KELUARGA BERENCANA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk menunjang program Keluarga Berencana dan kesejahteraan karyawan\nPerusahaan mengikutsertakan karyawan\u002Fistri karyawan pada program tersebut\nmelalui BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: PERALATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk kelancaran, keselamatan dan kesehatan kerja, Pengusaha menyediakan\n    mesin, alat, perlengkapan yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mesin alat, perlengkapan tersebut harus dipelihara dan digunakan dengan\n    sebaik-baiknya. Kerusakan\u002Fkehilangan mesin, alat, perlengkapan kerja yang\n    diakibatkan kecerobohan\u002Fkelalaian, kepada karyawan bersangkutan dapat\n    dibebankan ganti rugi baik sebagian maupun seluruhnya sebagai sanksi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cli>Karyawan harus menjaga lingkungan tempat kerja masing-masing agar tetap\n    bersih, rapih dan teratur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan tidak diperkenankan meletakkan barang\u002Falat\u002Fperlengkapan kerja di\n    dekat pintu, pintu darurat dan sembarang tempat sehingga dapat mengganggu\n    kelancaran pekerjaan dan keselamatan kerja.\n    \u003Cp>Letakkan barang\u002Falat\u002Fperlengakapan kerja pada tempat yang telah\n    ditentukan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang akan menjalankan\u002Fmenggunakan mesin\u002Falat\u002Fperlengkapan kerja\n    harus memeriksa terlebih dahulu dengan teliti.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terdapat kerusakan atau hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya,\n    agar melaporkan kepada atasannya untuk segera diperbaiki\u002Fdiganti.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan dilarang memindahkan alat\u002Fperlengkapan\u002Fpengaman terhadap\n    kecelakaan, alat pemadam api atau melakukan perbuatan yang dapat mengurangi\n    efektivitas alat\u002Fperlengkapan tersebut tanpa izin dari atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan harus selalu memeriksa \u002Fmeneliti alat\u002Fperlengkapan pengaman\n    terhadap kecelakaan, bilamana sudah tidak dipergunakan\u002Ftidak berfungsi\n    harus segera lapor kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selain karyawan petugas, dilarang memasuki tempat-tempat yang berbahaya\n    atau yang berlistrik dengan tegangan listrik tinggi\u002Fgardu listrik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selain karyawan petugas, dilarang menjalankan mesin, panel\u002Finstalasi\n    listrik atau lainnya tanpa izin atau perintah atasan penanggung\n  jawabnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selain karyawan petugas, dilarang memperbaiki, menjalankan mesin, panel\n    instalasi listrik atau lainnya tanpa izin atau perintah atasan penanggung\n    jawabnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selain karyawan petugas, dilarang mempergunakan\u002Fmemakai benda yang mudah\n    terbakar. Karyawan petugas harus berhati-hati dalam bekerja agar terhindar\n    dari kebakaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli>Karyawan yang melaksanakan tugas harus selalu memakai alat\u002Fperlengkapan\n    pengaman\u002Fpelindung untuk menghindar sejauh mungkin terjadinya kecelakaan\n    dan penyakit akibat kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang\n    anggotanya terdiri dari semua unsur departemen dan semua unsur\n  karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fungsi Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah memberikan\n    saran, pertimbangan dan membantu pelaksanaan terciptanya:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Keadaan yang dapat mencegah dan atau\n    mengurangi kecelakaan, kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Keamanan mesin, instalasi, pesawat, alat\n    kerja, bahan baku dan hasil produksi.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Kondisi lingkungan dan tempat kerja yang\n    aman, nyaman dan sehat.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: KEADAAN DARURAT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tiap karyawan berkewajiban mengamankan Perusahaan dari\n    bahaya\u002Fkecelakaan\u002Fbencana.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bilamana mengetahui hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya\u002Fkecelakaan,\n    karyawan harus segera mencegah dan melaporkan kepada atasannya dan\n    memberitahukan kepada atasannya dan memberitahukan kepada karyawan lainnya\n    untuk segera bersama-sama berusaha sekuat tenaga mengatasinya agar tidak\n    menimbulkan kerugian dan perusahaan dapat segera bekerja\u002Fberjalan normal\n    kembali.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: JAMINAN SOSIAL DAN KESEHATAN KARYAWAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">Semua Karyawan diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja\n    pada BPJS Ketenagakerjaan meliputi:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Jaminan Kematian\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Jaminan Pensiun\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Iuran kepesertaan dibayarkan oleh:\n    \u003Cul>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cli>Jaminan Kecelakaan Kerja, ditanggung Pengusaha 0,89%\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003Cli>Jaminan Hari Tua, ditanggung Pengusaha 3,70%, ditanggung Pengusaha\n        2,00%\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Jaminan Kematian, ditanggung Pengusaha 0,30%\u003C\u002Fli>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cli>Jaminan Pensiun, ditanggung Pengusaha 2,00% , ditanggung Pengusaha\n        1,00%\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: SUMBANGAN KEMATIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003Col>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cli>Jika karyawan meninggal dunia, kepada ahli warisnya selain mendapat\n    santunan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan, Pengusaha memberi sumbangan\n    berupa:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>10 yards kain mori untuk kafan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Uang sebesar 2 (dua) kali gaji\u002Fupah bruto.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika istri\u002Fsuami\u002Fanak karyawan meninggal dunia, Perusahaan memberi\n    sumbangan berupa:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>10 yards kain mori untuk kafan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Uang sebesar 1 kali gaji\u002Fupah bruto.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003Cli>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003Cli>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003Cli>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: OLAHRAGA, KESENIAN, REKREASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka pembinaan karyawan, Perusahaan antara lain dapat\nmenyelenggarakan:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kegiatan olahraga dan kesenian di lingkungan karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Rekreasi\u002Fpiknik untuk karyawan diadakan satu tahun sekali.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Pendanaannya diambilkan dari potongan\u002Fdenda atas gaji\u002Fupah, tunjanga,\ninsentif karyawan ditambah dari Anggaran Perusahaan. Namun dalam pelaksanaan\nkegiatan ayat 1 dan 2 diatas, tetap memperhatikan\u002Fdisesuaikan dengan kemampuan\nkeuangan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: PAKAIAN KERJA KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk keperluan kerja, karyawan, setiap tahun mendapat:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>2 (dua) stel pakaian kerja\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>1 (satu) buah topi kerja\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>1 (satu) pasang sepatu\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>1 (satu) buah baju batik\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi karyawan tertentu yang karena sidat pekerjaannya memerlukan pakaian\n    kerja khusus (wearpack, jas laboratorium, sepatu khusus, dll) akan\n    disediakan oleh Pengusaha sesuai dengan kebutuhan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pakaian kerja harus dipakai saat bekerja, dipelihara dengan baik, tidak\n    disalahgunakan dan tidak diperdagangkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan disesuaikan dengan kemampuan Perusahaan dan pembagiannya\n    diatur lebih lanjut oleh Pengusaha .\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 49: PROGRAM PENDIDIKAN KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cli>Pendidikan\u002Fpelatihan kerja diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali,\n    meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan\n    dan produktivitas kerja karyawan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pendidikan\u002Fpelatihan kerja dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan\n    masing-masing Departemen\u002FBagian dan mengacu pada standar kompetensi\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pendidikan\u002Fpelatihan kerja dilaksanakan didalam.diluar perusahaan,\n    didalam\u002Fdiluar negeri dan dalam penyelenggaraannya dapat dilaksanakan oleh\n    pengusaha secara mandiri, bekerja sama dengan pihak ketiga maupun bekerja\n    sama dengan Serikat Pekerja\u002FKoperasi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 50: PENGHARGAAN PENDIDIKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan yang telah bekerja 3 (tiga) tahun dan memperoleh tambahan ijazah\n    yang lebih tinggi dari syarat pendidikan yang ditentukan dan bermanfaat\n    bagi pelaksanaan tugas pekerjaannya, akan mendapatkan kenaikan skala dua\n    tingkat, dengan catatan bahwa proses memperoleh ijazah tersebut tidak\n    menanggung tugas pekerjaan di perusahaan dan kondite\u002Fabsensinya baik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang telah bekerja 3 (tiga) tahun dan memperoleh tambahan\n    ijazah, tetapi sebelumnya telah menduduki jabatan yang lebih tinggi dari\n    syarat Pendidikan yang ditentukan, maka yang bersangkutan tidak mendapat\n    tambahan kenaikan skala.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: PENGGANTIAN KERUGIAN AKIBAT KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cli>Apabila karyawan mendapat kecelakaan kerja sebagaimana dimaksud\n    Undang-Undang Kecelakaan Kerja, akan mendapatkan jaminan pelayanan\n    kesehatan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal kecelakaan tersebut mengakibatkan cacat akan mendapatkan\n    santunan atau ganti rugi sesuai Peraturan Perundang-Undangan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: TATA TERTIB PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: KEWAJIBAN UMUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan PT. PRIMISSIMA WAJIB mentaati ketentuan Perjanjian Kerja\n    Bersama (PKB), Peraturan Manajemen Perusahaan, yang dibuat oleh Pengusaha\n    dalam rangka melaksanakan tugas kewajibannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan wajib menjunjung tinggi kepercayaan dan nama baik\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan wajib mengamankan perusahaan dari hal-hal yang merugikan,\n    kemungkinan timbulnya kecelakaan, bencana, dll. yang dapat menghambat\n    jalannya Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bila terjadi sesuatu kecelakaan\u002Fbencana atau keadaan yang dapat\n    menimbulkan bahaya, karyawan harus bekerja sama sehingga kerugian yang\n    diderita seminimal mungkin dan berusaha agar Perusahaan dapat\n    bekerja\u002Fberjalan normal kembali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan wajib untuk datang ke tempat kerja lebih awal dari jam kerja\n    yang ditentukan untuk melakukan persiapan seperlunya dan mengikuti\n  apel.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan wajib mulai bekerja tepat pada waktunya dan tidak diperkenankan\n    meninggalkan tempat kerja\u002Fmendahului pulang sebelum jam kerja berakhir\n    tanpa seizin atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan wajib mulai melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan uraian\n    tugas dan petunjuk atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan wajib bekerja melaksanakan instruksi yang layak baik lisan\n    maupun tertulis dari atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan wajib bekerja sebaik-baiknya dan seefisien mungkin, baik\n    terhadap peralatan\u002Fmesin yang digunakan, maupun terhadap bahan-bahan dan\n    hasil produksinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan harus selalu mengindahkan peraturan\u002Fketentuan tentang\n    keselamatan dan kesehatan kerja,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan wajib menjaga hubungan baik antara sesama karyawan di dalam\n    melaksanakan tugas pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan dalam menjalankan tugas\u002Fdinas harus berpakaian seragam lengkap.\n    Bagia karyawan yang tidak mengenakan seragam lengkap tidak diperkenankan\n    masuk lingkungan\u002Fkompleks perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: LARANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Karyawan dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Melakukan penipuan, pencurian dan penggelapan barang dan atau uang milik\n    perusahaan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\n    perusahaan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mabuk, minum-minuman keras yang memabukkan, memakai dan atau mengedarkan\n    narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violenceleave\">\u003Cli>Menyerang, menganiaya, mengancam dan atau mengintimidasi teman kerja dan\n    atau Pengusaha lingkungan kerja;\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Membujuk teman sekerja atau Pengusaha untuk melakukan sesuatu perbuatan\n    yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan ceroboh atau sengaja merusak, merugikan atau memberikan dalam\n    keadaan bahaya barang milik Pengusaha, yang menimbulkan kerugian bagi\n    perusahaan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan diri atau teman Sekerja dan\n    Pengusaha dalam keadaan bahaya ditempat kerja;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\n    dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana\n    penjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merokok dan atau menggunakan api, karyawan yang tugasnya berhubungan\n    dengan api dalam melaksanakan pekerjaanya tidak memperhatikan prosedur yang\n    ditetapkan; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karena kecerobohannya mengakibatkan kerusakan mesin\u002Fperalatan\u002Fbarang\n    milik perusahaan, pemborosan bahan baku dan bahan lainnya; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak perintah yang layak dari atasannya dan atau melalaikan tugas\n    pekerjaannya; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengadakan rapat\u002Fpertemuan\u002Fkegiatan yang tidak ada hubungannya dengan\n    tugas pekerjaannya; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyebarkan pamlet\u002Ftulisan, coret-coret yang bersifat propaganda atau\n    menghasut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: KEAMANAN BARANG PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan wajib menjaga dan memelihara dengan baik semua mesin, peralatan\n    kerja dan semua bahan dan barang milik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan harus bekerja secara hati-hati, tidak ceroboh\u002Flalai sehingga\n    tidak terjadi kerusakan mesin, peralatan kerja, barang dan bahan milik\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan wajib bertindak cermat dan hati-hati dalam menggunakan mesin,\n    peralatan kerja dan barang-barang milik perusahaan yang menjadi tanggung\n    jawabnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan harus menggunakan peralatan\u002Fbarang milik perusahaan hanya untuk\n    kepentingan perusahaan serta tidak dibenarkan menggunakan untuk kepentingan\n    pribadi kecuali atas izin Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan dilarang membawa keluar lingkungan\u002Fkompleks Perusahaan peralatan\n    kerja, barang atau bahan milik perusahaan tanpa izin Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hilang atau rusaknya peralatan, barang atau bahan milik perusahaan harus\n    segera dilaporkan ke atasannya langsung.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: RAHASIA PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan diwajibkan memegang teguh rahasia perusahaan dalam arti\n    luas misalnya tentang keadaan\u002Fhal yang ada di lingkungan Perusahaan :\n    mesin, produksi dan jenis produksi, stock barang, keuangan kekaryawanan dan\n    lain-lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran terhadap ketentuan di atas atau pembocoran rahasia perusahaan\n    dapat dituntut membayar ganti rugi, hukuman dan atau pemberhentian sebagai\n    karyawan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 56: KARTU PENGENAL KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap karyawan harus memiliki dan selalu memakai Kartu Tanda Pengenal\nKaryawan serta tidak dibenarkan dipinjamkan kepada orang lain. Pelanggaran\nterhadap ketentuan ini akan dikenakan sanksi dan terhadap semua kerugian yang\ndiakibatkannya menjadi tanggungan karyawan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57: PEMERIKSAAN BADAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka menjaga keamanan dan tata tertib perusahaan, petugas\nkeamanan\u002FSATPAM dapat mengadakan pemeriksaan badang\u002Fpenggeledahan dengan cara\nyang sesuai dengan norma kesopanan dan kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 58: MASUK KELUAR KOMPLEKS PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan yang masuk\u002Fkeluar kompleks Perusahaan harus melalui pintu\n    yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan harus memakai pakaian seragam yang telah ditetapkan,\n    termasuk pada saat kerja lembur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila karyawan meninggalkan pekerjaan dan meninggalkan kompleks\n    perusahaan harus memberikan surat izin kepada Satpam.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 59: HUKUMAN\u002FSANKSI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pelanggaran terhadap kewajiban dan larangan umum, tata tertib\u002Fdisiplin\n    akan diberikan sanksi peringatan tertulis bahkan skorsing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berat ringannya sanksi\u002Fhukuman yang diberikan tergantung dari berat\n    ringannya kesalahan yang dilakukan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 60: PERINGATAN TERTULIS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sanksi peringatan tertulis terdiri dari 3 (tiga) tingkat\u002Ftahap:\n    \u003Cp>a. Peringatan pertama\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Peringatan kedua\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Peringatan ketiga\u002Fterakhir\u002Fpemberian sementara atau skorsing.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada dasarnya sanksi peringatan tertulis diberikan secara bertahap atau\n    berurutan, namun menyimpang dari ketentuan ini karyawan dapat pula langsung\n    diberikan prosedur yang ditetapkan.\n    \u003Cp>a. Karyawan yang tidak berhati-hati dengan api. Karyawan yang tugasnya\n    berhubungan dengan api, dalam melakukan pekerjaannya tidak memperhatikan\n    prosedur yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Karyawan yang karena kecerobohannya mengakibatkan kerusakan\n    mesin\u002Fperalatan produksi\u002Fbarang milik perusahaan, pemborosan bahan baku dan\n    atau bahan-bahan lainnya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Karyawan yang membawa senjata api, senjata tajam yang bukan alat\n    kerja atau bahan\u002Fbarang yang berbahaya ke dalam kompleks Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Karyawan yang menolak perintah yang layak dari atasannya dan atau\n    melalaikan tugas pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e. Melakukan tindakan-tindakan yang tercela.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>f. Ditahan oleh yang berwajib karena melakukan perbuatan kriminal.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: MASA BERLAKUNYA PERINGATAN TERTULIS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Masa Berlakunya Peringatan\n    \u003Cp>Masa berlakunya peringatan pertama, kedua dan ketiga masing-masing 6\n    bulan terhitung mulai tanggal saat peringatan tertulis diberikan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jatuh Tempo\n    \u003Cp>Apabila dalam masa berlakunya peringatan tertulis tersebut di atas,\n    karyawan bersangkutan tidak melakukan pelanggaran, maka peringatan tersebut\n    berakhir pada saat jatuh tempo.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Sebaliknya apabila karyawan bersangkutan melakukan pelanggaran, maka\n    kepadanya akan dikenakan sanksi lebih lanjut.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Dalam hal setelah mendapat Peringatan terakhir\u002Fschorsing, karyawan\n    bersangkutan melakukan pelanggaran kembali, kepada bersangkutan dapat\n    dikenakan Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Persyaratan Kesanggupan\n    \u003Cp>Dalam setiap tahap pemberian peringatan tertulis, karyawan bersangkutan\n    wajib membuat pernyataan tertulis yang menyatakan kesadaran atas\n    pelanggaran\u002Fkesalahan yang diperbuat dan kesanggupan untuk tidak mengulangi\n    atau memperbaiki diri.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengampunan\n    \u003Cp>Dalam masa berlakunya surat peringatan tertulis tersebut di atas,\n    karyawan bersangkutan yang telah betul-betul sadar dan telah menunjukkan\n    prestasi yang baik, dengan persetujuan Ka.Bag.\u002FKa.Dept. atasan langsungnya,\n    dapat mengajukan pengampunan kepada Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 62: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA SEMENTARA\u002FSKORSING\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja Sementara\u002Fschorsing dapat diberikan paling lama\n    6 (enam) bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama menjalani masa schorsing, gaji\u002Fupahnya dibayarkan 75% dari\n    gaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap, sedang insentif tidak dibayarkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja sementara\u002Fschorsing tetap diperhitungkan sebagai\n    masa kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63: CARA MENYELESAIKAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat bahwa setiap keluh kesah Karyawan\n    harus diselesaikan dengan cepat, baik dan seadil-adilnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tata cara penyampaian dan penyelesaian keluh kesah dilakukan sebagai\n    berikut\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tahap pertama. Keluh kesah agar disampaikan\n    dan diselesaikan dengan atasannya. Apabila tidak terselesaikan agar\n    disampaikan dan diselesaikan dengan atasan yang lebih\u002Ftertinggi pada\n    Departemen yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tahap kedua. Apabila pada tahap pertama\n    tidak juga terselesaikan. Karyawan dan atasannya menyampaikan kepada\n    Pimpinan perusahaan untuk diupayakan penyelesaiannya secara adil dengan\n    melibatkan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tahap ketiga. Dalam hal tahap-tahap tersebut\n    diatas tidak juga mendapatkan penyelesaian, Pengusaha dan Serikat Pekerja\n    akan menyerahkan penyelesaiannya kepada pihak ketiga sebagai penengah,\n    dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman berdasarkan ketentuan\n    Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 64: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pada dasarnya Pemutusan Hubungan Kerja harus dihindarkan, bila setelah\ndilakukan segala upaya Pemutusan Hubungan Kerja tidak dapat dihindarkan,\nPengusaha akan merundingkan maksudnya untuk memutuskan hubungan kerja dengan\nSerikat Pekerja dan atau dengan karyawan sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 65: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DENGAN HORMAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan hubungan kerja dengan hormat dapat dilakukan dengan alasan:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan telah memasuki masa purna tugas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang bersangkutan meninggal dunia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha perlu mengadakan pengurangan karyawan (efisiensi), atau pailit\n    dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan mengundurkan dengan alasan perubahan status, penggabungan,\n    peleburan perusahaan, perubahan kepemilikan dan atau alasan lain yang\n    disetujui pengusaha:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Karyawan yang memutuskan hubungan kerja atas\n    permintaan sendiri, harus mengajukan permohonan tertulis 14 (empat belas)\n    hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Walaupun surat permohonan tersebut telah\n    diajukan, karyawan bersangkutan harus tetap bekerja dengan baik dan penuh\n    tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan karena sesuatu hal mengalami cacat sehingga tidak lagi mampu\n    bekerja dan tidak ada lagi pekerjaan yang sesuai baginya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menderita penyakit menular yang menurut keterangan dokter harus diisolir,\n    sakit sakitan yang berkepanjangan sehingga tidak produktif dan menderita\n    sakit jiwa yang membahayakan dirinya maupun lingkungannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 66: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DENGAN TIDAK HORMAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan hubungan kerja dengan tidak hormat dapat dilakukan dengan alasan\napabila karyawan melakukan kesalahan berat sebagaimana tercantum pada pasal 53\nayat 1 s\u002Fd ayat 10 Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 67: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA HAL-HAL LAIN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan yang tidak dapat melaksanakan tugas pekerjaannya karena sakit\n    lama setelah melebihi 12 (dua belas) bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang mangkir selama 5 (lima) hari berturut-turut tanpa\n    keterangan tertulis yang dilengkapi bukti yang syah dan telah dipanggil\n    oleh pengusaha 2 (dau) kali secaara patut dan tertulis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pelanggaran sebagaimana tercantum pada Pasal 53 ayat 11 sampai\n    dengan ayat 15 Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 68: PESANGON, JASA DAN PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, pengusaha diwajibkan membayar\n    pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak yang\n    seharusnya diterima.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">Besarnya uang pesangon:\n    \u003Cp>a. Masa kerja kurang dari 1 tahun1 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp>c. Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun3 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun 4 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e. Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun5 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun6 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp>g. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun7 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>h. Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun 8 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>i. Masa kerja 8 tahun atau lebih 9 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja\n    \u003Cp>a. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 2 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun 3 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun4 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun5 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e. Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun6 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>f. Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun7 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>g. Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun 8 bulan\n    gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>h. Masa kerja 24 tahun atau lebih 10 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang penggantian hak meliputi:\n    \u003Cp>a. Sisa cuti tahunan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Ongkos pulang kampung, penggantian perumahan, pengobatan dan\n    perawatan ditetapkan sebesar 15% dari uang pesangon atau uang penghargaan\n    masa kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Komponen gaji\u002Fupah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang\n    pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak, terdiri\n    atas:\n    \u003Cp>a. Gaji\u002Fupah pokok\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Tunjangan tetap, termasuk harga pembelian catu yang diberikan kepada\n    karyawan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian\n    hak, bagi karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja dengan alasan:\n    \u003Cp>a. Purna tugas, meninggal dunia, perubahan status perusahaan tetapi\n    pengusaha tidak menghendaki, pengusaha perlu mengurangi karyawan\n    (efisiensi) :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang pesangon2 x ayat 2\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang penghargaan masa kerja1 x ayat 3\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang penggantian hak1 x ayat4\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat kecelakaan kerja dan\n    tidak mampu melaksanakan pekerjaan setelah 12 bulan:\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang pesangon2 x ayat 2\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang penghargaan masa kerja2 x ayat 3\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang penggantian hak1 x ayat 4\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Pelanggaran apa yang tercantum pada Perjanjian Kerja Bersama,\n    perubahan status perusahaan dan karyawan mengundurkan diri, perusahaan\n    tutup karena mengalami kerugian 2 (dua) tahun terus-meneru atau keadaan\n    memaksa (force majeure), perusahaan pailit:\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang pesangon1 x ayat 2\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang penghargaan masa kerja1 x ayat 3\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang penggantian hak1 x ayat 4\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Enam bulan absen karena proses pidana bukan atas pengaduan\n    pengusaha\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang pesangon0 x ayat 2\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang penghargaan masa kerja1 x ayat 3\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang penggantian hak1 x ayat 4\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e. Melakukan kesalahan berat, mangkir 5 (lima) hari berturut-turut:\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang penggantian hak1 x ayat 4\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang pisah1\\3 x ayat 4\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>f. Mengundurkan diri atas kemauan sendiri yang disetujui oleh\n    pengusaha:\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang penggantian hak1 x ayat 4\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Uang pisah 1 x ayat 4\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: LAIN-LAIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 69: PEMBERIAN PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha akan memberikan penghargaan kepada Karyawan yang memenuhi\nketentuan\u002Fpersyaratan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bersikap dan bertingkah laku baik, bersemangat tinggi dan patut menjadi\n    teladan bagi karayawan lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menemukan\u002Fmenciptakan sesuatu yang berharga bagi perusahaan yang dapat\n    meningkatkan daya kerja, kualitas dan kuantitas produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berjasa mencegah\u002Fmenghindarkan Perusahaan dari bahaya\u002Fkerugian yang\n  besar.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 70: MACAM\u002FJENIS DAN SIFAT PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Jenis dan macam penghargaan tersebut akan ditentukan secara khusus oleh\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 71: PERJALANAN DINAS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan yang dinas keluar kota atas perintah Pengusaha, maka biaya\n    transport, hotel, uang saku dan lain-lain ditanggung oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang dinas keluar kota hanya berhak memperoleh biaya perjalanan\n    dinas sebagaimana ketentuan ayat 1 di atas dan tidak berhak atas uang\n    lembur, meskipun tugas yang dilakukan sampai melampaui jam kerja atau hari\n    Minggu\u002Flibur.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 72: TEMPAT PERIBADATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pada dasarnya Karyawan yang beragama Islam harus menunaikan sholat di\n    luar jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyimpang dari ayat 1 di atas, apabila sholat terpaksa dilaksanakan di\n    dalam jama kerja, maka harus dilakukan di tempat dan waktu tertentu\n    sebagaimana diatur oleh atasan masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 73: KOPERASI DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan PT PRIMISSIMA dianjurkan menjadi anggota Serikat Pekerja\n    Unit Kerja PT PRIMISSIMA.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan dianjurkan menjadi\n    anggota Koperasi Karyawan PT PRIMISSIMA.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 74: LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk meningkatkan komunikasi dan konsultasi\u002Fmengenai hal ketenagakerjaan\n    di perusahaan dibentuk Lembaga Kerjasama Bipartit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Susunan keanggotaan Lembaga Kerjasama Bipartit terdiri dari Pengusaha dan\n    karyawan (Permenakertrans nomor PER.32\u002FMEN\u002FXII\u002F2008).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 75: KETENTUAN PERALIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Hal-hal yang telah dan akan diatur dalam Ketentuan\u002FPeraturan Manajemen\n    Perusahaan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Perjanjian\n    Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sah, kecuali jika terdapat\n    ketentuan-ketentuan yang tidak sesuai dan atau bertentangan dengan\n    Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku mengikat bagi Pengusaha, Serikat\n    Pekerja dan semua karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 76: KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku tanggal 1 April 2020 sampai\n    dengan tanggal 31 Maret 2022.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan\u002Fkekurangan\u002Fbeda\n    penafsiran dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, maka akan\n    dibetulkan\u002Fditambahkan sebagaimana mestinya dengan cara musyawarah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Disepakati di: Sleman, Yogyakarta\n\n        \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Pada tanggal: 1 April 2020\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>PIMPINAN SPTSK FSPSI\n\n        \u003Cp>Unit Kerja PT PRIMISSIMA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Cahyo Endratmoro\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PIMPINAN PERUSAHAAN\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Usmansyah Ak, MM, MSI, CA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur Uta,a\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n      \u003Ctd colspan=\"2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">Menyaksikan\n\n        \u003Cp>Kepala Dinas\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Kepala Bidang Tenaga Kerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Kabupaten Sleman\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sutiasih, S.P\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>NIP. 19670405 199803 2 007\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PERJANJIAN BERSAMA\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setelah kedua belah pihak yang bertanda tangan dibawah ini bermusyawarah,\n    disepakati hal-hal sebagai berikut:\n    \u003Cp>a. Dalam hal terdapat keragu-raguan terhadap kebenaran penggunaan cuti\n    haid, pengusaha dapat minta surat keterangan Bidan\u002FDokter.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Absen cuti haid segala sesuatunya disamakan perlakuannya dengan\n    karyawan sakit dengan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>a. Memajukan dan menunda kenaikan skala gaji\u002Fupah dilakukan 2 (dua) tahun\n    sekali, dengan memperhitungkan kondite absensi karyawan.\n    \u003Cp>b. Memajukan skala gaji\u002Fupah maksimum 3 bulan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Penundaan skala gaji\u002Fupah akan diatur dalam peraturan manajemen\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anak karyawan yang telah berumur lebih dari 22 tahun dan masih kuliah,\n    tetap menjadi tanggungan perusahaan hingga umur 23, dengan menunjukkan\n    surat keterangan dari perguruan tinggi dari anak karyawan yang\n  bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demikian Perjanjian Bersama ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah\npihak dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"margin-left:2em;\">Sleman, 1 April 2020\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>PIMPINAN SP TSK-FSPSI\n\n        \u003Cp>Unit Kerja PT PRIMISSIMA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Cahyo Endratmoro\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PIMPINAN PT PRIMISSIMA\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Usmansyah Ak, MM, MSI, CA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur Utama\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":54,"cbaratified":56,"cbaactorratified":60,"cbaratificationdate":62,"cbamemother":65,"jobclassifaction1":69,"trainingprogrammes":73,"pensionfund":77,"disabilityfund":81,"contractseverancepay":85,"severance":89,"severance_number":91,"severance_number_1_tenure":95,"sicknesspay":99,"maxsicknesspay":103,"maxsicknesspayperc":107,"sicknessmaxdays":109,"sicknessmaxdaysnr":113,"menstruationleave":115,"disabilitypay":119,"healthcareaccess":123,"healthcareaccessrelatives":127,"healthinsurance":129,"healthinsurancerelatives":132,"healthandsafetypolicy":134,"protectiveclothing":138,"hivpolicy":142,"funeralpay":146,"paidmaternityleave":150,"paidmaternityleaveduration":154,"paidmaternityleavepay":156,"paidmaternityleavepayperc":160,"maternityotherclause":162,"paidpaternityleave":164,"paidpaternityleaveduration":168,"paidpaternityleavepay":170,"paidpaternityleavepayperc":174,"deathrelatives":176,"deathrelativesleave":180,"funeralpaytype":182,"funeralpayamount":186,"violenceleave":188,"hourspday_select":192,"hourspday":196,"hourspweek_select":198,"hourspweek":200,"dayspweek_select":202,"dayspweek":206,"PAIDLEAV_trigger":208,"holidaysdays":212,"holidaysweeks":214,"bankholidays1":216,"holidaysfixed":220,"holidaysfixeddays":224,"SCHEDULE_trigger":226,"TRADEUNLEAV_trigger":230,"STRUCINCR_trigger":234,"wageincreasetype2":238,"wageincreasefirmperformance":242,"ONCERISE_trigger":244,"incidentalbonusperc1":248,"incidentalbonustype2":252,"ONCERISE2_trigger":254,"extrapayfirmperformancesec":258,"OVERTIME_trigger":260,"overtimeallowancetype_general":264,"overtimeallowanceperc1_general":268,"overtimeallowancetype":272,"overtimeallowanceperc1":276,"SUNDAY_trigger":278,"sundayallowancetype":282,"sundayallowanceperc1":286,"COMMUTE_trigger":288,"SENIOR_trigger":292,"longserviceallowancetype":296,"longserviceallowanceperc1":298,"longserviceallowancetype1":300,"longserviceallowancetype2":302,"coverunion_trigger":304},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berla","Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku tanggal 1 April 2020 sampai\n    dengan tanggal 31 Maret 2022.",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":48,"text":49},"cbadate_end",{"bindId":55,"name":48,"text":49},"cbadate_end_date",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"cbaratified","Menyaksikan Kepala Dinas Kepala Bidang T","Menyaksikan\n\n        Kepala Dinas\n\n        Kepala Bidang Tenaga Kerja\n\n        Kabupaten Sleman\n\n        \n\n        \n\n        Sutiasih, S.P\n\n        NIP. 19670405 199803 2 007",{"bindId":61,"name":58,"text":59},"cbaactorratified",{"bindId":63,"name":64,"text":64},"cbaratificationdate","Pada tanggal: 1 April 2020",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"cbamemother","PIMPINAN SPTSK FSPSI Unit Kerja PT PRIMI","PIMPINAN SPTSK FSPSI\n\n        Unit Kerja PT PRIMISSIMA\n\n        \n\n        Cahyo Endratmoro\n\n        Ketua\n      \n      PIMPINAN PERUSAHAAN\n\n        \n\n        \n\n        Usmansyah Ak, MM, MSI, CA\n\n        Direktur Uta,a",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"jobclassifaction1","Pangkat\u002FGolongan\u002FJabatan karyawan ditent","Pangkat\u002FGolongan\u002FJabatan karyawan ditentukan berdasarkan syarat-syarat\nPendidikan, pengalam kerja, kecakapan dan keterampilan (kompetensi) untuk\nselanjutnya Pangkat\u002Fgolongan\u002Fjabatan diatur dan ditetapkan oleh Pengusaha.",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"trainingprogrammes","Pendidikan\u002Fpelatihan kerja diselenggarak","Pendidikan\u002Fpelatihan kerja diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali,\n    meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan\n    dan produktivitas kerja karyawan.",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"pensionfund","Jaminan Pensiun, ditanggung Pengusaha 2,","Jaminan Pensiun, ditanggung Pengusaha 2,00% , ditanggung Pengusaha\n        1,00%",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"disabilityfund","Jaminan Kecelakaan Kerja, ditanggung Pen","Jaminan Kecelakaan Kerja, ditanggung Pengusaha 0,89%",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"contractseverancepay","Besarnya uang pesangon: a. Masa kerja ku","Besarnya uang pesangon:\n    a. Masa kerja kurang dari 1 tahun1 bulan gaji\u002Fupah\n    b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    c. Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun3 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    d. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun 4 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    e. Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun5 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun6 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    g. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun7 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    h. Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun 8 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    i. Masa kerja 8 tahun atau lebih 9 bulan gaji\u002Fupah",{"bindId":90,"name":87,"text":88},"severance",{"bindId":92,"name":93,"text":94},"severance_number","f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi ","f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun6 bulan\n    gaji\u002Fupah",{"bindId":96,"name":97,"text":98},"severance_number_1_tenure","b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi ","b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan\n    gaji\u002Fupah",{"bindId":100,"name":101,"text":102},"sicknesspay","1. Karyawan yang karena sakit dan menuru","1. Karyawan yang karena sakit dan menurut keterangan dokter tidak dapat\nbekerja dalam waktu yang lama, maka gaji\u002Fupahnya diatur sebagai berikut:\n\na. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap + insentif. (sesuai ketentuan yang\nberlaku)\n\nb. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap.\n\nc. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (lima puluh persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap.\n\nd. Untuk bulan selanjutnya, dibayar 25% (dua puluh lima persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap.",{"bindId":104,"name":105,"text":106},"maxsicknesspay","a. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibaya","a. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap + insentif. (sesuai ketentuan yang\nberlaku)\n\nb. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap.\n\nc. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (lima puluh persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap.\n\nd. Untuk bulan selanjutnya, dibayar 25% (dua puluh lima persen) dari :\ngaji\u002Fupah pokok + tunjangan tetap.",{"bindId":108,"name":101,"text":102},"maxsicknesspayperc",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"sicknessmaxdays","2. Apabila sesudah 12 bulan, belum sembu","2. Apabila sesudah 12 bulan, belum sembuh dan tidak dapat masuk kerja, maka\nkaryawan bersangkutan akan diberhentikan dengan hormat, sesuai dengan ketentuan\nUndang-Undang No. 13 tahun 2003.",{"bindId":114,"name":111,"text":112},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":116,"name":117,"text":118},"menstruationleave","Karyawan perempuan yang dalam masa haid ","Karyawan perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\n    memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan\n    kedua pada waktu haid.",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"disabilitypay","Apabila karyawan mendapat kecelakaan ker","Apabila karyawan mendapat kecelakaan kerja sebagaimana dimaksud\n    Undang-Undang Kecelakaan Kerja, akan mendapatkan jaminan pelayanan\n    kesehatan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah\n    yang berlaku.\n  Dalam hal kecelakaan tersebut mengakibatkan cacat akan mendapatkan\n    santunan atau ganti rugi sesuai Peraturan Perundang-Undangan.",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"healthcareaccess","1. Pengusaha memberikan jaminan pelayana","1. Pengusaha memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada karyawan dan\nkeluarga melalui BPJS Kesehatan berdasarkan ketentuan:\n\n  UU nomor 24 tahun 2011\n  Perpres 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan\n  Peraturan Menteri Kesehatan nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan\n    Kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional\n  Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2014 tentang Pedoman\n    Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional\n  Peraturan BPJS Kesehatan nomor 1 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan\n    Jaminan Kesehatan\n\n\n2. Jika BPJS Kesehatan menghentikan pelayanan kesehatan kepada karyawan yang\ndisebabkan oleh Pengusaha, maka pelayanan kesehatan ditanggung oleh\nPerusahaan.",{"bindId":128,"name":125,"text":126},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":130,"name":125,"text":131},"healthinsurance","1. Pengusaha memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada karyawan dan\nkeluarga melalui BPJS Kesehatan berdasarkan ketentuan:",{"bindId":133,"name":125,"text":131},"healthinsurancerelatives",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"healthandsafetypolicy","Karyawan harus menjaga lingkungan tempat","Karyawan harus menjaga lingkungan tempat kerja masing-masing agar tetap\n    bersih, rapih dan teratur.\n  Karyawan tidak diperkenankan meletakkan barang\u002Falat\u002Fperlengkapan kerja di\n    dekat pintu, pintu darurat dan sembarang tempat sehingga dapat mengganggu\n    kelancaran pekerjaan dan keselamatan kerja.\n    Letakkan barang\u002Falat\u002Fperlengakapan kerja pada tempat yang telah\n    ditentukan.\n  \n  Karyawan yang akan menjalankan\u002Fmenggunakan mesin\u002Falat\u002Fperlengkapan kerja\n    harus memeriksa terlebih dahulu dengan teliti.\n  Apabila terdapat kerusakan atau hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya,\n    agar melaporkan kepada atasannya untuk segera diperbaiki\u002Fdiganti.\n  Karyawan dilarang memindahkan alat\u002Fperlengkapan\u002Fpengaman terhadap\n    kecelakaan, alat pemadam api atau melakukan perbuatan yang dapat mengurangi\n    efektivitas alat\u002Fperlengkapan tersebut tanpa izin dari atasannya.\n  Karyawan harus selalu memeriksa \u002Fmeneliti alat\u002Fperlengkapan pengaman\n    terhadap kecelakaan, bilamana sudah tidak dipergunakan\u002Ftidak berfungsi\n    harus segera lapor kepada atasannya.\n  Selain karyawan petugas, dilarang memasuki tempat-tempat yang berbahaya\n    atau yang berlistrik dengan tegangan listrik tinggi\u002Fgardu listrik.\n  Selain karyawan petugas, dilarang menjalankan mesin, panel\u002Finstalasi\n    listrik atau lainnya tanpa izin atau perintah atasan penanggung\n  jawabnya.\n  Selain karyawan petugas, dilarang memperbaiki, menjalankan mesin, panel\n    instalasi listrik atau lainnya tanpa izin atau perintah atasan penanggung\n    jawabnya.\n  Selain karyawan petugas, dilarang mempergunakan\u002Fmemakai benda yang mudah\n    terbakar. Karyawan petugas harus berhati-hati dalam bekerja agar terhindar\n    dari kebakaran.\n  Karyawan yang melaksanakan tugas harus selalu memakai alat\u002Fperlengkapan\n    pengaman\u002Fpelindung untuk menghindar sejauh mungkin terjadinya kecelakaan\n    dan penyakit akibat kerja.",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"protectiveclothing","Karyawan yang melaksanakan tugas harus s","Karyawan yang melaksanakan tugas harus selalu memakai alat\u002Fperlengkapan\n    pengaman\u002Fpelindung untuk menghindar sejauh mungkin terjadinya kecelakaan\n    dan penyakit akibat kerja.",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"hivpolicy","Untuk mengantisipasi timbulnya penyakit ","Untuk mengantisipasi timbulnya penyakit akibat kerja, Pengusaha dapat\n    melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala (telinga, paru-paru, dll)\n    yang pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Manajemen\n    Perusahaan yang tidak bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku\n    (Per. Men. No. 02\u002FMEN\u002F1980).\n  Pemeriksaan khusus terhadap karyawan yang menderita penyakit\n    menahun\u002Fsering sakit-sakitan dilakukan atas permintaan atasannya dan atau\n    dokter perusahaan.\n\n\n  Apabila sakitnya disebabkan penyakit akibat kerja maka biayanya\n    ditanggung Pengusaha.",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"funeralpay","Semua Karyawan diikutsertakan dalam prog","Semua Karyawan diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja\n    pada BPJS Ketenagakerjaan meliputi:\n    \n      Jaminan Kecelakaan Kerja\n      Jaminan Kematian\n      Jaminan Hari Tua\n      Jaminan Pensiun",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"paidmaternityleave","Karyawan Wanita yang hamil tua sebagaima","Karyawan Wanita yang hamil tua sebagaimana dimaksud pasal 39 mendapat\n    istirahat 1,5 bulan sebelum waktu melahirkan dan 1,5 bulan sesudah\n    melahirkan\u002Fgugur kandungan sesuai dengan surat keterangan dokter\n    kandungan\u002Fbidan.",{"bindId":155,"name":152,"text":153},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"paidmaternityleavepay","Selama menjalani istirahat\u002Fcuti hamil se","Selama menjalani istirahat\u002Fcuti hamil sebagaimana ayat 1 diatas karyawan\n    Wanita tetap mendapat gaji\u002Fupah pokok dan tunjangan tetap, sedang\n    insentifnya tidak dibayarkan.",{"bindId":161,"name":158,"text":159},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":163,"name":152,"text":153},"maternityotherclause",{"bindId":165,"name":166,"text":167},"paidpaternityleave","e. Istri melahirkan\u002Fgugur kandungan untu","e. Istri melahirkan\u002Fgugur kandungan untuk selama 2 (dua) hari.",{"bindId":169,"name":166,"text":167},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"paidpaternityleavepay","Gaji\u002FUpah bruto tetap dibayarkan kepada ","Gaji\u002FUpah bruto tetap dibayarkan kepada karyawan yang tidak masuk kerja\n    apabila:\n    a. Karyawan sendiri menikah untuk selama 3 (tiga) hari.\n    b. Menikahkan anak untuk selama 2 (dua) hari.\n    c. Mengkhitankan anak untuk selama 2 (dua) hari.\n    d. Membaptiskan anak untuk selama 2 (dua) hari.\n    e. Istri melahirkan\u002Fgugur kandungan untuk selama 2 (dua) hari.\n    f. Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua, anak\u002Fmenantu meninggal dunia untuk\n    selama 2 (dua) hari.\n    Jika diluar kota dalam jarak sekurang-kurangnya 300 km ditambah 2 (dua)\n    hari untuk perjalanan.\n    g. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia untuk selama 1\n    (satu) hari.\n    h. Saudara kandung suami\u002Fistri (maksimal 4 orang) meninggal selama 1\n    (satu) hari.\n    i Menjalankan ibadah haji\u002Fumroh untuk yang pertama kalinya selama waktu\n    yang diperlukan sesuai dengan ketentuan dari Departemen Agama + 2 (dua)\n    hari sebelum berangkat dan 4 (empat) hari sesudah kedatangan\u002Fkembali dan\n    untuk umroh 1 (satu) hari sebelum berangkat dan 2 (dua) hari sesudah\n    kedatangan\u002Fkembali.\n    Yang dimaksud lamanya hari tersebut diatas adalah hari kalender dan\n    bukan hari kerja.",{"bindId":175,"name":172,"text":173},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"deathrelatives","f. Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua, anak\u002Fm","f. Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua, anak\u002Fmenantu meninggal dunia untuk\n    selama 2 (dua) hari.\n    Jika diluar kota dalam jarak sekurang-kurangnya 300 km ditambah 2 (dua)\n    hari untuk perjalanan.\n    g. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia untuk selama 1\n    (satu) hari.\n    h. Saudara kandung suami\u002Fistri (maksimal 4 orang) meninggal selama 1\n    (satu) hari.",{"bindId":181,"name":178,"text":179},"deathrelativesleave",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"funeralpaytype","Jika karyawan meninggal dunia, kepada ah","Jika karyawan meninggal dunia, kepada ahli warisnya selain mendapat\n    santunan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan, Pengusaha memberi sumbangan\n    berupa:\n    \n      10 yards kain mori untuk kafan.\n      Uang sebesar 2 (dua) kali gaji\u002Fupah bruto.\n    \n  \n  Jika istri\u002Fsuami\u002Fanak karyawan meninggal dunia, Perusahaan memberi\n    sumbangan berupa:\n    \n      10 yards kain mori untuk kafan.\n      Uang sebesar 1 kali gaji\u002Fupah bruto.",{"bindId":187,"name":184,"text":185},"funeralpayamount",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"violenceleave","Menyerang, menganiaya, mengancam dan ata","Menyerang, menganiaya, mengancam dan atau mengintimidasi teman kerja dan\n    atau Pengusaha lingkungan kerja;",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"hourspday_select","Jumlah jam kerja pada dasarnya adalah 7 ","Jumlah jam kerja pada dasarnya adalah 7 (tujuh) jam per hari dan 40\n    (empat puluh) jam seminggu.",{"bindId":197,"name":194,"text":195},"hourspday",{"bindId":199,"name":194,"text":195},"hourspweek_select",{"bindId":201,"name":194,"text":195},"hourspweek",{"bindId":203,"name":204,"text":205},"dayspweek_select","Hari kerja karyawan adalah 6 hari dalam ","Hari kerja karyawan adalah 6 hari dalam 1 minggu dan\u002Fatau sesuai dengan\n    Peraturan\u002FPerundangan yang berlaku.",{"bindId":207,"name":204,"text":205},"dayspweek",{"bindId":209,"name":210,"text":211},"PAIDLEAV_trigger","Karyawan yang telah bekerja satu tahun t","Karyawan yang telah bekerja satu tahun terus menerus, berhak mendapatkan\n    istirahat\u002Fcuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja.",{"bindId":213,"name":210,"text":211},"holidaysdays",{"bindId":215,"name":210,"text":211},"holidaysweeks",{"bindId":217,"name":218,"text":219},"bankholidays1","Hari libur resmi terdiri dari: a. Hari l","Hari libur resmi terdiri dari:\n    a. Hari libur mingguan\n    b. Hari libur nasional sesuai dengan ketetapan Pemerintah\n    c. Hari libur yang ditetapkan Pengusaha",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"holidaysfixed","Hari-hari cuti tahunan dapat dipergunaka","Hari-hari cuti tahunan dapat dipergunakan sebagian, sedang lainnya\n    dipergunakan sebagai cuti bersama. Pelaksanaan cuti bersama paling banyak 6\n    (enam) hari, yaitu pada saat Hari Raya Idul Fitri\u002FAdha dan atau hari-hati\n    lainnya yang akan ditentukan oleh Pengusaha.",{"bindId":225,"name":222,"text":223},"holidaysfixeddays",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"SCHEDULE_trigger","Waktu istirahat diberikan bagi karyawan,","Waktu istirahat diberikan bagi karyawan, yang pelaksanaan selanjutnya\n    diatur oleh Pengusaha.\n  Karyawan mendapat istirahat sekurang-kurangnya setengah jam setelah\n    bekerja 4 (empat) jam terus menerus.\n  Waktu istirahat tidak termasuk jam kerja.",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"TRADEUNLEAV_trigger","Pengusaha memberikan dispensasi secukupn","Pengusaha memberikan dispensasi secukupnya kepada Pengurus, anggota yang\n    ditunjuk pengurus untuk mengikuti kongres, konferensi, lokakarya dll. yang\n    diadakan oleh Pengurus Pusat\u002FDaerah\u002FCabang Serikat Pekerja sepanjang tidak\n    mengganggu tugas-tugas di Perusahaan.",{"bindId":235,"name":236,"text":237},"STRUCINCR_trigger","Kenaikan skala gaji\u002Fupah dilakukan setia","Kenaikan skala gaji\u002Fupah dilakukan setiap 2 (dua) tahun sekali.",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"wageincreasetype2","Kenaikan skala gaji\u002Fupah secara insident","Kenaikan skala gaji\u002Fupah secara insidentil disesuaikan dengan ketentuan\n    yang berlaku dan tetap mengingat kemampuan perusahaan.",{"bindId":243,"name":240,"text":241},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"ONCERISE_trigger","Tunjangan Hari Raya Keagamaan sebesar 1 ","Tunjangan Hari Raya Keagamaan sebesar 1 (satu) kali gaji\u002Fupah bruto yang\n    pemberiannya dikaitkan dengan saat Hari Raya Idul Fitri.",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"incidentalbonusperc1","Karyawan yang telah bekerja 1 (satu) tah","Karyawan yang telah bekerja 1 (satu) tahun atau lebih diberikan:\n\n  Tunjangan Hari Raya Keagamaan sebesar 1 (satu) kali gaji\u002Fupah bruto yang\n    pemberiannya dikaitkan dengan saat Hari Raya Idul Fitri.",{"bindId":253,"name":250,"text":251},"incidentalbonustype2",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"ONCERISE2_trigger","Bonus, yang besar dan pemberiannya dikai","Bonus, yang besar dan pemberiannya dikaitkan dengan keuntungan yang\n    diperoleh serta setelah mendapat Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.",{"bindId":259,"name":256,"text":257},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"OVERTIME_trigger","d. Perhitungan gaji\u002Fupah lembur mengacu ","d. Perhitungan gaji\u002Fupah lembur mengacu pada Kepmenakertrans RI Nomor KEP\n102\u002FMen\u002FVI\u002F2004.",{"bindId":265,"name":266,"text":267},"overtimeallowancetype_general","2) Apabila kerja lembur dilakukan pada h","2) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nbiasa:\n\na. Untuk jam kerja lembur pertama dibayar gaji\u002Fupah\nsebesar 1 ½ (satu setengah) kali gaki\u002Fupah sejam.\n\nb. Untuk jam kerja lembur kedua dibayar gaji\u002Fupah\nsebesar 2 (dua) kali gaji\u002Fupah sejam.",{"bindId":269,"name":270,"text":271},"overtimeallowanceperc1_general","a. Untuk jam kerja lembur pertama dibaya","a. Untuk jam kerja lembur pertama dibayar gaji\u002Fupah\nsebesar 1 ½ (satu setengah) kali gaki\u002Fupah sejam.",{"bindId":273,"name":274,"text":275},"overtimeallowancetype","b. Untuk jam kerja lembur kedua dibayar ","b. Untuk jam kerja lembur kedua dibayar gaji\u002Fupah\nsebesar 2 (dua) kali gaji\u002Fupah sejam.",{"bindId":277,"name":274,"text":275},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":279,"name":280,"text":281},"SUNDAY_trigger","3) Apabila kerja lembur dilaksanakan pad","3) Apabila kerja lembur dilaksanakan pada libur\nmingguan dan\u002Fatau hari libur resmi:\n\na. Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau 5\n(lima) jam apabila hari libur tersebut jatuh pada hari terpendek pada satu hari\ndalam 6 (enam) hari kerja semiggu dibayar gaji\u002Fupah 2 (dua) kali gaji\u002Fupah\nsejam.\n\nb. Untuk jam kerja pertama selebihnya 7 (tujuh) jam\natau 5 (lima) jam apabila hari kerja tersebut jatuh pada kerja terpendek pada\nsalah satu hari kerja dalam 6 (enam) hari kerja seminggu dibayar gaji\u002Fupah\nlembur sebesar 3 (tiga) kali gaji\u002Fupah sejam",{"bindId":283,"name":284,"text":285},"sundayallowancetype","a. Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh","a. Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau 5\n(lima) jam apabila hari libur tersebut jatuh pada hari terpendek pada satu hari\ndalam 6 (enam) hari kerja semiggu dibayar gaji\u002Fupah 2 (dua) kali gaji\u002Fupah\nsejam.",{"bindId":287,"name":284,"text":285},"sundayallowanceperc1",{"bindId":289,"name":290,"text":291},"COMMUTE_trigger","b. Tunjangan Tetap Tunjangan Sosial Tunj","b. Tunjangan Tetap\n\n  Tunjangan Sosial\n  Tunjangan Transport\n  Tunjangan Jabatan (untuk karyawan tertentu)",{"bindId":293,"name":294,"text":295},"SENIOR_trigger","Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja a. ","Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja\n    a. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 2 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    b. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun 3 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    c. Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun4 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    d. Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun5 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    e. Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun6 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    f. Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun7 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    g. Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun 8 bulan\n    gaji\u002Fupah\n    h. Masa kerja 24 tahun atau lebih 10 bulan gaji\u002Fupah",{"bindId":297,"name":294,"text":295},"longserviceallowancetype",{"bindId":299,"name":294,"text":295},"longserviceallowanceperc1",{"bindId":301,"name":294,"text":295},"longserviceallowancetype1",{"bindId":303,"name":294,"text":295},"longserviceallowancetype2",{"bindId":305,"name":306,"text":307},"coverunion_trigger","Pengusaha dan Serikat Pekerja sama-sama ","Pengusaha dan Serikat Pekerja sama-sama menyetujui bahwa Perjanjian Kerja\n    Bersama ini mengikat bagi Pengusaha dan seluruh Karyawan.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Primissima - 2020\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-04-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2022-03-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2020-04-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Primissima\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        TSK\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Cahyo Endratmoro\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;6.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceperc1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;200.0 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;3 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[313],{"title":39,"slug":34},[315],{"type":316,"data":317},"call_to_action_body_block",{"title":318,"description":319,"variant":320,"link":321},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":318,"url":322,"description":318,"rel":323,"type":324},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[326],{"type":316,"data":327},{"title":318,"description":319,"variant":320,"link":328},{"title":318,"url":322,"description":318,"rel":323,"type":324},[]]