[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pratama-abadi-industri-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-pratama-abadi-industri-2022-2024":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":304,"content_type_view":305,"extra_breadcrumbs":306,"body":308,"body_blocks":319,"related_pages":323},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":302,"translations":303},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pratama-abadi-industri-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-pratama-abadi-industri-2022-2024","3a5b89c8-5375-11ee-b9ac-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pratama-abadi-industri-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-pratama-abadi-industri-2022-2024\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pratama-abadi-industri-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-pratama-abadi-industri-2022-2024\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Pratama Abadi Industri dengan PUK SP TSK SPSI PT. Pratama Abadi Industri 2022-2024","IDN PT. Pratama Abadi Industri - Tangerang - 2022","Indonesia - IDN PT. Pratama Abadi Industri - Tangerang - 2022","IDN PT. Pratama Abadi Industri - Tangerang - 2022 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT PRATAMA ABADI (1).html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT PRATAMA ABADI\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PKB PERJANJIAN KERJA BERSAMA KE - IX Pratama PT. PRATAMA ABADI INDUSTRI DAN\nPUK SP TSK SPSI PT. PRATAMA ABADI INDUSTRI SPSI PERIODE\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>TAHUN 2022 - 2024\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH \u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Pengusaha dan Pekerja menyadari\nbahwa dalam mewujudkan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah berdasarkan Hubungan\nIndustrial yang merupakan interaksi kepentingan agar pelaku produksi baik\npekerja maupun sebagai Pengusaha. \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Pekerja menyadari baha didalam hubungan industrial,\nkeharmnisan hubungan kerja kedua belah pihak adalah merupakan unsur pokok yang\ndijunjing tinggi, sehingga setiap perbedaan pendapat yang timbul tidak mengarah\npada suatu pertentangan, tetapi mengarah kepada musyawarah untuk mencapai\nmufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sebagai Komitmen bersama untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis,\nmaka perlu ditumbuhkembangka rasa ikut memiliki, memelihara dan mempertahankan\nkekuatan moral tanpa mengensampingkan kekuatan hukum dari pelaksanaan\nPerjanjian Kerja Bersama yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan pertimbangan aspek hukum dan aspek moral itulah, maka Perjanjian\nKerja Bersama ini disusun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tangerang Selatan, Maret 2022\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;\">\u003Cstrong>\u003Cstrong>PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT SERTA\nYANG\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;\">\u003Cstrong>MENGADAKAN PERUNDINGAN\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;\">\u003Cstrong>PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT. PRATAMA ABADI INDUSTRI yang didirikan berdasarkan akta pendirian No.\n27 tanggal 12 juni 1989 yang dibuat oleh notaris Edison Sianipar, SH. berikut\nakta-akta perubahan lainnya, berkedudukan di Tangerang dan beralamat di Jalan\nRaya Serpong Km. 7 Pakualam, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten serta\nsebagai Perusahaan yang bergerak dalam bidang industri sepatu olahraga dan\nkomponen sepatu olahraga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. YEONG TAE SOHN: Presiden\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. SIGIT T. PRAYITNO : Direktur SMP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang selanjutnya disebut sebagai pihak Pengusaha\u002F Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pimpinan Unit Keria Serikat Pekerja Tekstil Sandans\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kulit Serikat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekeria Seluruh Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PRATAMA ABADI INDUSTRI yang berkedudukan di Tangerang Selatan yang tercatat\npada Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang Selatan dengan surat bukti pencatatan No\n: 560\u002F 383.1-Dinsosnakertrans\u002F 2011, tanggal 02 Mart beralamatkan di Jalar Raya\nSerpong Km. 7 Pakualam, Serpong Utara Tangerang Selatan, Banten.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. RUSDI EFENDI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. NURMAN: Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang selanjutnya disebut pihak Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tim yang melaksanakan perundingan Perjanjiar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Pengusaha\u002F Perusahaan diwakili oleh delegasinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Sigit T. Prayitno\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Popon Baihagi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Iwan Setiawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. MA. Ivan Stiady\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Yusuf Nugraha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Mauludfi Eko Privono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Yustinus Sudiyono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Serikat Pekerja diwakili oleh delegasinya :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Rusdi Efendi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Nurman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Indra Haryadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Nata Suminta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Otang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Gandung Suharyanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Ahmad Abdullah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 Istilah-istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha adalah orang perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang\nmenjalankan Perusahaan milik sendiri, orang perseorangan, persekutuan atau\nbadan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan Perusahaan yang bukan\nmiliknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan adalah PT. Pratama Abadi Industri yang beralamat di Jalan Raya\nSerpong\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7 KM Pakualam, Serpong Utara, Tangerang Selatan Banten, yang berbadan hukum\ndan milik orang perseorangan yang mempekerjakan pekerjanya dengan membayar upah\natau imbalan dalam bentuk lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja adalah Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia, unit Kerja PT. Pratama Abadi Industri. Organisasi\nyang dibentuk dari, oleh dan untuk Pekerja yang bersifat bebas, terbuka,\nmandiri, demokratis dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela seta\nmelindungi hak dan kepentingan Pekerja serta meningkatkan kesejahteraan Pekerja\ndan Keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. PUK SP TSK SPSI adalah Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil,\nSandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau\nimbalan dalam bentuk lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerjaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh Pekerja berdasarkan\ntugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Hari kerja adalah hari yang telah ditetapkan bagi Pekeria untuk melakukan\npekerjaan dalam 1 (satu) minggu atau 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Jam kerja adalah waktu yang telah ditetapkan bagi Pekerja untuk melakukan\npekerjaan dalam 1 (satu) hari atau 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi jam kerja yang\nditetapkan dalam 1 (satu) hari atau 1 (satu) minggu atau waktu kerja pada hari\nistirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan\nPemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Upah adalah hak Pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang\nsebagai imbalan dari Pengusaha kepada Pekerja atas suatu pekerjaan dan\u002F atau\njasa yang telah dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Premi adalah penerimaan atau penghasilan selain dari gaji sebagaimana\nditetapkan dalam ikatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Keluarga adalah keluarga Pekerja yang terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 1 (satu) orang Istri\u002F Suami Pekerja yang sah yang menjadi tanggungan\nPekerja serta terdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Anak Pekerja yang sah yang belum mempunyai pekerjaan atau penghasilan\nsendiri dan belum menikah, maksimal 3 (tiga) orang anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah pengakhiran hubungan kerja karena\nsuatu ha tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara\nPekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Kesejahteraan Pekerja adalah suatu pemenuhan kebutuhan yang bersifat\njasmaniah dan rohaniah baik didalam maupun diluar hubungan kerja yang secara\nlangsung atau tidak langsung dapat meningkatkan produktivitas kerja dalam\nlingkungan kerja yang aman dan sehat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Tenaga Kerja Asing PT. Pratama Abadi Industri untuk selanjutnya disebut\nTKA adalah Warga Negara Asing pemegang visa kerja yang bekerja di PT. Pratama\nAbadi Industri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Lingkungan Perusahaan adalah keseluruhan tempat\u002F wilayah yang menjadi\nmilik Perusahan PT. Pratama Abadi Industri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Peraturan Perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk\noleh Lembaga Negara atau Pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum, yang\nmeliputi Undang-undang dan Peraturan Perundang-undangan di bawahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 Luas Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunionsign\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja mengakui bahwa perjanjian in terbatas serta\nhanya untuk kedua pihak dan pelaksanaannya disesuaikan dengan ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pedoman dan disiplin kerja serta peraturan-peraturan tambahan yang akan\ndibuat oleh kedua belah pihak dimasa yang akan datang dapat diberlakukan\nsepanjang hal tersebut tidak bertentangan dengan perjanjian kerja bersama serta\nketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pada prinsipnya perjanjian kerja bersama ini Pengatur lebih banyak\nhal-hal khusus yang tidak diatur oleh Peraturan Perundang-undangan, Peraturan\nPemerintah dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan apabila terdapat pasal-pasal\ndalam PKB ini yang nilainya lebih rendah dari Perundang-undangan, Peraturan\nPemerintah dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja, maka pasal-pasal dalam PKB ini\ndianggap gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 Kewajiban Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk memberitahukan dan\nmenjelaskan isi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama kepada seluruh pekerja dan\u002F atau anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk mentaati isi Perjanjian\nKerja Bersama dan menertibkan seluruh pekerja dan\u002F atau anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengurus Serikat Pekerja bertanggung jawab baik dalam melaksanakan tugas\nOrganisasi maupun Pekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Membebastugaskan Ketua dan Sekretaris dari pekerjaannya untuk menjalankan\nkegiatan organisasi Serikat Pekerja dan bagi pengurus lain tetap menjalankan\nkewajiban kerjanya sebagai karyawan dengan bekerja di Departemen\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Piket pelayanan karyawan untuk anggota Serikat di ruangan dengan jumlah\npetugas 2 (dua) orang petugas piket atau ditambah dengan pengurus lain apabila\ndibutuhkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 Pengakuan Hak-hak Pengusaha dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha mengakui Serikat Pekerja yang ada didalam Perusahaan sebagai\nSerikat Pekerja yang sah dan telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam\nUndang-undang dan dengan demikian mewakili seluruh Pekerja yang menjadi\nanggotanya, baik secara perseorangan maupun bersama-sama dalam masalah\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja mengakui bahwa Pengusaha mempunyai wewenang penuh dalam\nmengatur dan mengelola jalannya Perusahaan dan para Pekerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja sepenuhnya memberikan bantuan kerjasama terhadap Pimpinan\ndan\u002F atau Petugas-petugas Perusahaan dalam rangka membina, mengatur dan\nmenertibkan para Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam menjalankan tugasnya masing-masing Pengusaha dan Serikat Pekerja\nberusaha menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan masing-masing\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha memberi izin kepada pengurus Serikat Pekerja yang mewakili\nlembaga Serikat Pekerja untuk keluar masuk lingkungan Perusahaan dalam rangka\nmelaksanakan tugas dan fungsi Organisasi dengan menunjukan Surat Tugas atau\nsurat keterangan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila dikemudian hari terdapat hal-hal tertentu yang pelaksanaannya\nperlu dirundingkan bersama oleh Pengusaha dan Pekerja\u002F Serikat Pekerja, maka\nhal-hal yang disepakati melalui musyawarah kedua belah pihak dianggap sah dan\nharus dipatuhi serta dilaksanakan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 Fasilitas Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan dispensasi bagi pengurus Serikat Pekerja dengan\nmendapat upah penuh untuk melaksanakan tugas Organisasi, antara lain :\nmengikuti seminar, pendidikan, kongres, musyawarah. konferensi, rapat-rapat dan\nkonsultasi ke-seperangkat Organisasi SPSI dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk membantu kelancaran kegiatan Serikat Pekerja, maka Perusahaan dapat\nmenyediakan sarana dan fasilitas kerja sebagai berikut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Ruang kantor Serikat Pekerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Lemari arsip,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Meja tulis, kursi serta papan pengumuman,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Perangkat komputer,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Fasilitas lain yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha membantu melakukan pemotongan iuran anggota SPSI terhadap\nPekerja yang menjadi anggota SPSI secara teratur setiap bulan sesuai dengan\npermohonan dari Pekerja yang diajukan melalui pengurus SPSI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 Penerimaan Pekerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Penerimaan Pekerja baru di Perusahaan adalah hak sepenuhnya dari\nPerusahaan dan disesuaikan dengan kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh calon Pekerja adalah\nsebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Surat lamaran pekerjaan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Fotokopi ijazah terakhir,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Daftar riwayat hidup,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Surat keterangan catatan kepolisian,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai dengan aslinya,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pas foto sesuai ukuran yang diminta oleh Perusahaan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. NPWP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Syarat utama calon pekerja\u002F pelamar harus berusia minimum 18 (delapan\nbelas) tahun saat melamar pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tata cara penerimaan pekerja baru diatur dalam Prosedur Penerimaan\nKaryawan Baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang telah diterima wajib mengikuti Pemeriksaan kesehatan di\nPoliklinik yang telah disediakan Perusahaan sebagaimana diatur dalam PerMen No.\n2 Tahun 1980 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Proses seleksi penerimaan pekerja baru harus dilakukan secara objektif,\ntidak diskriminatif dan tanpa ada pungutan apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 Masa Percobaan Pekerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1. Calon pekerja yang telah memenuhi persyaratan untuk diterima oleh\nPerusahaan sebagai Pekerja harus melalui masa percobaan selama 3 (tiga) bulan\nterhitung sejak pekerja yang bersangkutan mulai bekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Dalam masa percobaan kedua belah pihak dapat memutuskan hubungan kerja\ntanpa syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Seorang Pekerja yang telah menyelesaikan masa percobaan dengan baik dapat\ndiangkat menjadi Pekerja Tetap yang ditetapkan dalam surat keputusan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 Pengangkatan Jabatan\u002F Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengangkatan jabatan\u002F promosi adalah pengajuan pengangkatan karyawan\nuntuk mengemban tanggung jawab atau jabatan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengangkatan jabatan\u002F promosi bertujuan untuk mengembangkan sumber daya\nmanusia dan untuk meningkatkan semangat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengangkatan jabatan\u002F promosi adalah wewenang penuh dari Manajemen\nPerusahaan yang pelaksanaannya dilakukan oleh Departemen HRM berdasarkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Usulan Pimpinan Departemen secara tertulis,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pertimbangan Manajemen Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang dipromosikan wajib menjalani masa percobaan untuk jabatan\nbaru secepat-cepatnya selama 3 (tiga) bulan dan selambat-lambatnya 6 (enam)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja dapat mulai menjalani masa percobaan promosi setelah menerima\nsurat keputusan Pertunjukan yang dikeluarkan oleh Departemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dalam masa percobaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 (empat), pekerja\nyang bersangkutan berhak mendapatkan fasilitas dan\u002F atau tunjangan jabatan\nsesuai dengan jabatan yang dipromosikan dan apabila dinilai tidak cakap atau\ngagal, maka pekerja beserta fasilitas dan\u002F atau tunjangan jabatan akan\ndikembalikan pada tingkat jabatan semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja yang telah lulus atau gagal penilaian masa percobaan promosi\ndapat ditetapkan melalui surat keputusan pengangkatan tau gagal promosi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Proses promosi harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 Penurunan Jabatan\u002F Demosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Demosi adalah proses menurunkan jabatan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penurunan jabatan\u002F demosi adalah wewenang penuh dari manajemen Perusahaan\ndan dilaksanakan oleh Departemen HRM berdasarkan usulan Pimpinan Departemen\nsecara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penurunan jabatan\u002F demosi dapat dilakukan terhadap Pekerja karena alasan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Berdasarkan penilaian kinerja yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu\ndan proporsional, dan\u002F atau,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Demosi yang diakibatkan oleh perubahan struktur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Karena melakukan kesalahan \u002F pelanggaran pada saat Pekerja yang\nbersangkutan sedang menjalani sanksi minimal SP2 (dua) atas pelanggaran\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. karena melakukan kesalahan\u002F pelanggaran pada saat bekerja dan\u002F atau g\nbersangkutan sedang menjalani sanksi SP 3 atau kesalahan atau pelanggaran g\ndilakukannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang mengalami penurunan jabatan\u002F demosi tidak mengalami\npengurangan gaji pokok, akan tetapi mengalami perubahan tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. jabatan dan fasilitas sesuai jabatan setelah demosi. Proses demosi harus\ndilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mutasi adalah pemindahan pekerja dari suatu bagian atau suatu Departemen\nke bagian atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Departemen lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mutasi Pekerja adalah wewenang penuh dari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Manajemen Perusahaan yang pelaksanaannya dilakukan oleh Departemen HRM\nberdasarkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Usulan Pimpinan Departemen secara tertulis,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pertimbangan Manajemen Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Proses mutasi harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 Rotasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Rotasi adalah perpindahan tugas kerja dalam 1 (satu) Departemen dengan\ntidak merubah status jabatan dan tidak mengurangi upah yang diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Rotasi adalah wewenang Pimpinan Departemen dengan memberitahukan secara\ntertulis kepada Departemen HRM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Proses rotasi harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III PENETAPAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 Hari Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dengan memperhatikan Undang-undang No. 11 tahun 2020 dan peraturan\npelaksanaannya, hari kerja di PT. Pratama Abadi Industri adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 5 (lima) hari dalam seminggu untuk Non Shift dan 2 Shift,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 6 (enam) hari dalam seminggu untuk yang 3 (tiga) Shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila ada perubahan hari kerja di kemudian hari, maka akan dirundingkan\nsecara bersama-sama oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 Jam Kerja dan Jam Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Jam kerja di Perusahaan adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>a. Non Shift :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>• Hari senin s\u002Fd jumat : 8 jam kerja,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>• Hari sabtu : libur,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cp>• Atau 40 jam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Hari senin s\u002Fd jumat : 7 jam kerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Hari sabtu : 5 jam,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Atau 40 jam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penetapan jam kerja dan jam istirahat di Perusahaan dilaksanakan\nberdasarkan hasil kesepakatan antara Pengusaha dan Serikat Pekerja dengan tetap\nmemperhatikan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jam kerja dan jam istirahat sebagaimana diatur dalam ayat 1 (satu) dapat\nberubah sewaktu-waktu dengan kesepakatan antara Pengusaha dengan Serikat\nPekerja dengan tetap memperhatikan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jam istirahat bagi karyawan\u002Fti adalah setelah bekerja selama 5 (lima) jam\nterus menerus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cp>5. Bagi Pekerja perempuan yang hamil tidak (shift malam). diperbolehkan\ndipekerjakan pada malam hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Jam kerja bagi Pekerja shift malam adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hari senin s\u002Fd jumat : 6 jam kerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Hari sabtu : 5 jam,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Atau 35 jam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perihal jam kerja Satpam diatur tersendiri diluar ketentuan ini atau\nberpedoman kepada Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja RI dan Kepala\nKepolisian RI No. Kep-275\u002FMen\u002F1989 tentang Pengaturan Jam Kerja, Shift dan Jam\nIstirahat serta tentang Pengaturan Kerja Satuan Pengamanan\u002F Satpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 Jam Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jam kerja lembur adalah jam kerja yang melebihi jam kerja pokok dan\u002F atau\nbekerja pada hari libur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>2. Waktu Kerja Lembur dapat dilakukan paling lama 4 (empat) jam dalam 1\n(satu) hari dan 18 (delapan belas) jam dalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Bekerja pada hari libur atau bekerja pada hari istirahat mingguan\nmerupakan kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk melakukan kerja lembur harus ada Surat Perintah Kerja Lembur dari\nPengusaha dan persetujuan tertulis dari Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV KEBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 Istirahat Mingguan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1. Setelah bekerja selama 5 (lima) hari berturut-turut, Pekerja diberikan\nistirahat mingguan selama 2 (dua) hari dan\u002F atau setelah bekerja 6 (enam) hari\nberturut-turut, Pekerja diberikan istirahat mingguan selama 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>2. Pada istirahat mingguan dan\u002F atau hari libur resmi yang ditetapkan\nPemerintah, Pekerja dibebaskan dari pekerjaannya dengan tetap mendapatkan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila pada bagian-bagian tertentu yang karena sifat pekerjaannya\ndiperlukan kerja lembur pada hari istirahat mingguan, maka pelaksanaannya dapat\ndilakukan berdasarkan kesepakatan antara Pengusaha dan Serikat Pekerja seta\natas kesediaan Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus\nmenerus, berhak atas cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang akan menggunakan hak cutinya diharuskan mengisi formulir\nmelalui Tata Usaha Departemen untuk diajukan ke Departemen HRM\nselambat-lambatnya 6 (enam) hari kerja sebelum tanggal pelaksanaan cutinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penggunaan hak cuti tahunan Pekeria dapat ditangguhkan dalam waktu paling\nlama 11 (sebelas) bulan terhitung sejak tanggal jatuh tempo cutinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha wajib memberikan kesempatan bagi seluruh Pekerja untuk\nmenggunakan hak cutinya dalam masa 11 (sebelas) bulan penangguhan cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Teknis pengaturan cuti bagi Pekerja dilaksanakan dengan memperhatikan\nserta mempertimbangkan faktor kepentingan masing-masing pihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila masa cuti 11 (sebelas) bulan akan berakhir namun Pekeria belum\nberkesempatan menggunakan hak cutinya, maka Pengusaha melalui Departemen HRM\nwajib mengingatkan\u002F memberitahukan kepada Pekerja yang bersangkutan\nselambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum masa cuti berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Ketentuan lain perihal pelaksanaan cut akan diatur selanjutnya dalam\nProsedur Cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 Tambahan Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud dengan tambahan cuti tahunan adalah tambahan jumlah hak cuti\nsebanyak 3 (tiga) hari yang diberikan kepada Pekerja yang telah bekerja selama\n6 (enam) tahun terus menerus atau kelipatannya dengan perhitungan : hak cuti\ntahunan + 3 (tiga) hari = 12 (dua belas) hari + 3 (tiga) hari atau total 15\n(lima belas) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 Cuti Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cp>1. Cuti bersama berlaku untuk semua Pekerja yang pelaksanaannya berdasarkan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelaksanaan cuti bersama akan mengurangi jumlah hak cuti tahunan\nPekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 Istirahat Melahirkan dan Istirahat Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1. Pekerja Perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah)\nbulan sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan,\nmenurut perhitungan Dokter Kandungan atau Bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2. Pekerja Perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan\nDokter Kandungan atau Bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pekerja Perempuan yang sedang hamil wajib melaporkan kondisi kehamilannya\nke Klinik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja Perempuan yang akan menggunakan hak istirahat melahirkan harus\nmengajukan surat permohonan terlebih dahulu kepada pihak Perusahaan dengan\ndisertai surat keterangan dari Dokter Kandungan atau Bidan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 Istirahat Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1. Bagi Pekerja Perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\nmemberitahukan kepada Perusahaan tidak wajib bekerja pada hari pertama dan hari\nkedua pada waktu haid.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha wajib memberi izin kepada Pekerja Perempuan yang akan menjalani\nistirahat Haid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja Perempuan yang menjalani Istirahat Haid berhak atas upah dan\npremi hadirnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bagi Pekerja Perempuan yang tidak menjalani Istirahat Haid, Pengusaha\nmemberikan kompensasi sebesar Rp. 55.000,- (lima puluh lima ribu rupiah) atau\nsebesar Rp. 27.500,- (dua puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) per-hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Bagi Pekerja Perempuan yang sedang hamil tidak mendapat kompensasi\nhaid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 Izin Khusus Yang Mendapatkan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan izin khusus kepada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekeria dengan tetap memberikan upah berdasarkan pengajuan tertulis dari\nyang bersangkutan dan\u002F atau surat keterangan lain yang mendukung dari pihak\nyang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Izin khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu) adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp>a. Pekerja melangsungkan pernikahan 3 (tiga) hari,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Menikahkan anak 2 (dua) hari,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Khitanan\u002F baptiskan anak 2 (dua) hari,,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>d. Istri melahirkan\u002F gugur kandungan 2 (dua) hari,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>e. Suami\u002F istri, orangtua kandung\u002F mertua, anak\u002F menantu meninggal dunia 2\n(dua) hari,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Anggota keluarga dalam 1 (satu) rumah meninggal dunia 1 (satu) hari,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g. Pekerja perempuan mengalami haid 2 (dua) hari,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Pekerja yang melaksanakan ibadah Haji diberikan dispensasi meninggalkan\npekerjaan sesuai dengan lamanya waktu yang ditentukan Pemerintah dalam\nmenjalankan ibadah yang dimaksud,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>і. Pekerja yang melaksanakan tugas atau kewajiban Pemerintah dari tingkat\nKabupaten\u002F Kota sampai tingkat Nasional diberikan dispensasi meninggalkan\npekerjaan sesuai dengan lamanya waktu yang ditentukan oleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1. Pengusaha melakukan peninjauan upah Pekerja paling sedikit 1 (satu) tahun\nsekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cp>2. Besarnya upah minimum bagi seluruh Pekerja PT.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\n\n\u003Cp>Pratama Abadi Industri didasarkan pada ketentuan upah minimum yang\nditetapkan ole Pemerintah Daerah setempat, dimana Perusahaan tersebut\nberdomisili (Kota Tangerang Selatan).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Peninjauan dan pelaksanaan kenaikan upah secara massal seluruh Pekerja\nakan ditetapkan melalui Undang-undang yang berlaku sebagaimana diatur dalam\nPeraturan Pemerintah (PP) 36 tahun 2021 atau melalui keputusan Pemerintah\nDaerah dan\u002F atau ditetapkan melalui perundingan antara Pengusaha dan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan akan memberikan kebijakan peninjauan kenaikan upah khusus\nkepada karyawan tertentu yang dinilai mempunyai kinerja terbaik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Sistem pengupahan yang diberlakukan di PT. Pratama Abadi Industri sesuai\ndengan PP 36 tahun 2021 :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Upah per-hari bagi Pekerja harian tetap,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Upah per-bulan bagi Pekerja bulanan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Upah per-bulan bagi Pekerja bulanan All-In.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Komponen upah adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Gaji pokok,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan tetap, yaitu tunjangan yang tidak dipengaruhi oleh\nkehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pembayaran upah oleh Perusahaan dilakukan sebulan sekali, yang diberikan\nsecepatnya pada tanggal 4 (empat) dan\u002F atau selambat-lambatnya tanggal 7\n(tujuh) pada bulan berikutnya melalui\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bank yang ditunjuk oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Apabila Perusahaan mendapatkan kesulitan dalam hal tersebut dibawah\nini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Kekurangan bahan baku, mendapat masalah pada mesin produksi atau tidak\nada tenaga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>listrik,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Keadaan Force Majeure atau keadaan memaksa sehingga tidak memungkinkan\nuntuk menjalankan produksi, maka Pengusaha dapat menghentikan aktivitas\nPerusahaan untuk sementara waktu sampai kesulitan tersebut diatasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Berkenaan dengan hal-hal tersebut diatas, Pengusaha membayar upah kepada\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 Upah Selama Pekeria Sakit 12 Bulan Secara Terus Menerus\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>1. Pekerja yang sakit selama 12 (dua belas) bulan terus menerus mendapat\nupah sesuai dengan ketentuan Undang-undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta\nKerja dan peraturan pelaksanaannya, yakni:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayarkan 100 % dari upah,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayarkan 75 % dari upah,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayarkan 50 % dari upah,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk 4 (empat) bulan keempat, dibayarkan 25 % dari upah,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>2. Bilamana Pekerja sakit melebihi 12 (dua belas)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>bulan terus menerus menurut keterangan Dokter yang ditunjuk oleh Perusahaan,\nmaka Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja dengan memberikan\nhak-haknya, yakni:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a. Uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 40 ayat 2,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 40 ayat 3,\ndan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 40 ayat 4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 Upah Selama Pekerja Ditahan Pihak Yang Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib karena diduga\nmelakukan tindak pidana, maka Pengusaha tidak wajib membayar upah tetapi wajib\nmemberikan bantuan kepada keluarga Pekerja yang menjadi tanggungannya sesuai\ndengan ketentuan pasal 160 Undang-undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja\ndan peraturan pelaksanaannya, yakni sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 1 (satu) orang tanggungan: 25 % dari upah,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 2 (dua) orang tanggungan: 35 % dari upah,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 3 (tiga) orang tanggungan: 45 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk 4 (empat) orang tanggungan: 50 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu) diberikan untuk paling\nlama 6 (enam) bulan, terhitung sejak hari pertama Pekerja ditahan oleh pihak\nyang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1. Perhitungan upah kerja lembur diatur menurut ketentuan Undang-undang No.\n11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan peraturan pelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>2. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp>a. Untuk jam kerja lembur pertama dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah)\nkali upah sejam,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cp>b. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya dibayar upah 2 (dua) kali upah\nsejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cp>3. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan atau hari\nlibur resmi, maka perhitungan upah lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>a. 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2x upah se-jam,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jam ke 8 (delapan) dibayar 3x upah se-jam,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Jam ke 9 (sembilan) dan jam ke 10 (sepuluh) dibayar 4x upah se-jam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Untuk menghitung upah se-jam adalah 1\u002F173 x upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Yang dimaksud upah sebulan adalah gaji pokok ditambah dengan tunjangan\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Pengusaha wajib memberikan tunjangan hari raya keagamaan kepada seluruh\nPekeria 1 (satu) kali dalam setahun sebagaimana ketentuan Peraturan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menteri Ketenagakerjaan RI No. 6 tahun 2016.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Dengan pertimbangan bahwa sebagian besar Pekerja merayakan hari raya\nkeagamaan pada hari raya Idul Fitri, maka pemberian tunjangan hari raya\nkeagamaan diberikan secara menyeluruh\u002F semua Pekerja pada saat menjelang hari\nraya Idul Fitri, termasuk untuk hari raya keagamaan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>3. Besarnya nilai tunjangan hari raya akan ditetapkan melalui perundingan\nantara Pengusaha dan Serikat Pekerja dan nilainya minimal sama dengan ketentuan\nperundang-undangan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>4. Pemberian tunjangan hari raya dibayarkan 7 (tujuh) hari sebelum hari raya\nIdul Fitri kecuali bila terdapat suatu hal tertentu dapat dilaksanakan lain\nmenurut kesepakatan antara pihak Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 Premi dan Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Premi hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Premi hadir diberikan kepada seluruh Pekeria yang berstatus harian dengan\nbesarnya nilai premi sesuai dengan kebijakan Perusahaan yang telah berlaku\nmelalui kesepakatan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Premi hadir tetap diberikan dalam hal Pekeria tidak masuk kerja pada hari\nlibur bersama yang disepakati oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Premi hadir tidak diberikan terhadap Pekerja yang tidak masuk kerja 1\n(satu) hari atau lebih dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp>2. Premi shift diberikan kepada Pekerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekeria yang bekerja pada shift 2 (dua) akan diberikan premi shift\nsebesar Rp. 1.500,-(seribu lima ratus rupiah)\u002F hari berdasarkan jumlah hari\nkehadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja yang bekerja pada shift 3 (tiga) akan diberikan premi shift\nsebesar Rp. 3.000, - (tiga ribu rupiah)\u002F hari berdasarkan jumlah hari\nkehadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja yang bekerja pada shift malam panjang (long shift) akan diberikan\npremi shift sebesar Rp. 2.000, - (dua ribu rupiah)\u002F hari berdasarkan jumlah\nhari kehadirannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tunjangan khusus ditetapkan sebesar Rp. 1.000, - (seribu rupiah) per\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan khusus diberikan kepada Pekerja di bagian Hot\u002F Technical Press,\nCutting Press, Operator mesin laminating, PU Puck, PCC Press, Rubber Press\nserta jenis pekerjaan tertentu lain yang dinilai layak diberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tunjangan khusus diatas diberikan kepada Pekerja untuk tingkat Operator,\nTeam Leader dan Group Leader.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tunjangan khusus yang dimaksud diberikan kepada Pekerja sebagaimana\ndimaksud ayat 3 (b) yang bekerja saat shift siang hari dan malam hari dan\ndihitung berdasarkan jumlah kehadiran Pekeria dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI FASILITAS DAN BANTUAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 Fasilitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>a. Pengusaha menyediakan makan siang di kantin Perusahaan sesuai dengan menu\nyang telah memenuhi syarat kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pengusaha menyediakan makan malam pada jam 00:00 WIB di kantin Perusahaan\nbagi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekeria shift malam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Pengusaha menyediakan makan bagi yang melakukan kerja lembur selama 3\n(tiga) jam atau lebih pada hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Apabila dalam keadaan terpaksa dikarenakan adanya suatu hal mendadak\nsehingga tidak memungkinkan Pengusaha untuk menyediakan makan bagi Pekerja,\nmaka Pengusaha dapat meminta mengganti dengan uang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Besarnya uang kompensasi pengganti makan ditetapkan dalam surat\nkesepakatan antara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Extra Fooding\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja yang bekerja pada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Shift 2 diberikan extra fooding berupa roti dan air mineral kemasan\ngelas,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Shift 3 dan shift panjang (malam) diberikan extra fooding berupa roti dan\nteh kotak\u002F susu kotak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Shift, shift panjang (malam) dar\u002Fatav terpapar bahan Kimia diberikan\nextra fooding\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>berupa 1 (satu) kaleng susu kental manis, (satu) kali dalam seminggu,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Shift 3 dan shift panjang yang bekerja pada jenis pekerjaan berat dan\u002F\natau di area panas diberikan extra fooding berupa 1 (satu) dus mie instan 1\n(satu) kali dalam sebulan dengan memperhatikan kehadiran dalam sebulan (bagi\nPekerja yang tidak hadir tanpa keterangan dan\u002F atau izin tidak masuk bekerja\ntidak diberikan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Seragam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha menyediakan seragam kerja umum bagi seluruh Pekerja yang\ndibagikan sekali dalam 1 (satu) tahun sebanyak 2 (dua) potong.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Selain seragam kerja yang dimaksud pada point (a), Pengusaha juga\nmenyediakan seragam kerja khusus berupa kaos oblong untuk Departemen Mixing,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>O\u002FS Press, Phylon, PU Puck dan wearpack untuk Departemen Engineering.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Seragam kerja dan seragam kerja khusus sebagaimana dimaksud pada point\n(a) dan poin (b) adalah seragam yang diberikan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk meningkatkan kesejahteraan para Pekerja, Pengusaha dan Serikat\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>mendukung kegiatan Koperasi di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus koperasi untuk mengelola\njalannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pengusaha membantu mendukung sarana ruang koperasi dan fasilitas lainnya\nyang diperlukan untuk pengembangan kegiatan koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Mekanisme pengaturan koperasi diatur sesuai dengan Anggaran Dasar\u002F\nAnggaran Rumah Tangga (AD\u002FART) Koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pengusaha membantu pemotongan iuran anggota dan kewajiban lainnya\nterhadap koperasi melalui Payroll.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Transportasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha menyediakan bus antar jemput karyawan sebagai sarana\ntransportasi saat berangkat dan pulang kerja pada siang hari dan\u002F atau malam\nhari, sesuai dengan rute\u002F jalur wilayah yang telah diberlakukan\u002F ditetapkan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Apabila dalam situasi dan kondisi tertentu Pengusaha tidak memungkinkan\nmenyiapkan sarana transportasi atau bus antar jemput sebagaimana dimaksud pada\nayat 5 (a), maka Pengusaha harus menyediakan uang pengganti transport.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bagi Pekerja yang melaksanakan tugas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan diluar lingkungan Perusahaan atau tugas keluar kota namun tidak\ndapat menggunakan fasilitas transportasi milik Perusahaan, maka biaya\nperjalanan yang diperlukan ditanggung oleh Pengusaha. Besarnya biaya perjalanan\nyang dimaksud dapat ditetapkan kemudian menurut jarak serta lamanya\nperjalanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 Beasiswa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>Dalam sekali setahun pada saat kenaikan kelas, Pengusaha menyediakan bantuan\nbeasiswa kepada anak Pekerja yang berprestasi dengan ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Anak Pekerja yang akan menerima beasiswa harus dapat membuktikan hasil\nprestasi yang terbaik\u002F peringkat 1 (satu) di sekolah,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja harus melampirkan fotokopi hasil evaluasi belajar\u002F raport yang\ntelah dilegalisir oleh Sekolah dari anak Pekerja yang bersangkutan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Besar bantuan beasiswa yang disediakan oleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk tingkat SD sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per\norang,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk tingkat SMP sebesar Rp. 450.000,-(empat ratus lima puluh ribu\nrupiah) per orang,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk tingkat SMU sebesar Rp. 550.000,- (lima ratus lima puluh ribu\nrupiah) per orang.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 Bantuan Duka Cita\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Perusahaan memberikan sumbangan berupa uang kepada Pekerja tau keluarga\nPekerja yang meninggal dunia dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>1. Apabila Pekerja meninggal dunia, maka kepada ahli waris Pekerja diberikan\nsumbangan duka cita sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Apabila keluarga Pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Suami\u002F Istri\u002F Anak), maka kepada Pekeria diberikan sumbangan sebesar Rp.\n1.000.000,-(satu juta rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk mendapatkan sumbangan duka cita sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1), maka keluarga Pekerja atau ahli waris Pekerja harus menyerahkan syarat\nadministrasi sebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Surat kematian,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Surat keterangan ahli waris dari instansi yang berwenang,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Fotokopi KTP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk mendapatkan bantuan duka cita sebagaimana dimaksud pada ayat (2),\nmaka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekeria wajib menyerahkan kelengkapan administrasi sebagaimana disyariatkan\npada ayat (3) kecuali poin 2 (dua).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Selain mendapatkan sumbangan yang diberikan oleh pihak Pengusaha, apabila\nPekerja meninggal dunia kepada ahli warisnya juga diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hak uang pesangon, uang penghargaan masa kerja serta uang penggantian\nhak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Upah penuh sebulan pada bulan Pekeria meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hak Jamsostek Pekerja (Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Jaminan Pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 Pengobatan dan Perawatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja PT. Pratama Abadi Industri diikutsertakan ke dalam Program\nJaminan Kesehatan (BPJS Kesehatan) sesuai dengan peraturan perundangan tentang\nBPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Premi BPJS Kesehatan ditanggung bersama oleh Pengusaha dan Pekerja, yakni\ndengan perincian masing-masing:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 4 % upah sebulan ditanggung oleh Pengusaha,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 1 % upah sebulan ditanggung oleh Pekerja, yang dipotong setiap bulan dari\ngaji masing-masing Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>3. Perusahaan menyediakan Poliklinik dan Dokter didalam lingkungan\nPerusahaan untuk memberikan pelayanan kesehatan\u002F pengobatan bagi Pekeria dan\nKeluarga Pekerja sesuai dengan ketentuan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Pelayanan Dokter selama 1×24 jam setiap hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>5. Perusahaan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan menyediakan fasilitas\nkesehatan kepada karyawan yang, bersangkutan beserta dengan keluarga melalui\nklinik-klinik yang ditunjuk oleh BPJS Kesehatan yang tercantum dalam kartu\npeserta.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Peraturan lain mengenai pelaksanaan pelayanan kesehatan diatur dalam\npetunjuk pelaksanaan (juklak) jaminan pemeliharaan kesehatan sesuai dengan\nketentuan BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pembayaran premi BPJS Kesehatan disetorkan oleh Pengusaha kepada BPJS\nKesehatan setiap bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII KEAMANAN, KESELAMATAN DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 Keamanan dan Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1. Pengusaha dan Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\nkerja, oleh karena itu kedua belah pihak akan berusaha untuk mencegah dan\nmenghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk menghindari dan mencegah timbulnya kecelakaan kerja serta sakit\nakibat hubungan kerja, Pekerja dan Pengusaha perlu mengoptimalkan kinerja dari\nPanitia Pembina Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (P2K3L).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1. Pengusaha wajib menyediakan alat-alat perlengkapan keselamatan kerja\nuntuk menjamin keamanan\u002Fkeselamatan Pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya\nsebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.05 \u002F\nMen\u002F1996.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja wajib menggunakan perlengkapan kerja yang telah disediakan oleh\nPengusaha dan bilamana tidak digunakan oleh Pekerja, maka Pekerja yang\nbersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku\ndiperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wajib memelihara perlengkapan keria disediakan oleh Pengusaha\ndan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>bilamana hilang atau rusak akibat kelalaian Pekerja, maka Pekerja yang\nbersangkutan akan dikenakan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha wajib mengganti alat perlengkapan keselamatan kerja yang sudah\ntidak layak pakai atau sudah berakhir masa penggunaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Ketenagakerjaan)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Sesuai ketentuan Undang-undang No. 24 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, maka Pekerja PT. Pratama\nAbadi Industri diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Program BPJS Ketenagakerjaan yang dimaksud pada ayat 1 (satu)\nmeliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jaminan Kematian (JK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Jaminan Pensiun (JP).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>3. Premi JK dan JKK sebagaimana disebutkan pada ayat 2 (dua) ditanggung\nsepenuhnya oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Premi Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun ditanggung bersama oleh\nPengusaha dan Pekerja, yakni dengan perincian masing-masing :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 3,7 % x upah sebulan ditanggung oleh Pengusaha,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 2 % × upah sebulan ditanggung oleh Pekerja yang dipotong setiap bulan\ndari gaji masing-masing Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>b. Jaminan Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 2 % × upah sebulan ditanggung oleh Pengusaha,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 1 % x upah sebulan ditanggung oleh Pekerja yang dipotong setiap bulan dari\ngaji masing-masing Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Pembayaran premi JK, JKK, JHT dan JP disetorkan oleh Pengusaha kepada\nBPJS Ketenagakerjaan setiap bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>1. Apabila Pekerja mengalami kecelakaan kerja dapat menggunakan fasilitas\nRumah Sakit Trauma Centre yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kecelakaan kerja yang dimaksud adalah kecelakaan masih hubungan kerja\nyakni Kecelakaan pada waktu bekerja atau dalam perjalanan berangkat maupun\npulang kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 Peribadatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan kesempatan beribadah di dalam lingkungan Perusahaan\nkepada semua Pekeria sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk melaksanakan kewajiban agama, Pengusaha menyediakan sarana\nperibadatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi Pekerja yang beragama Islam, Pengusaha bekerjasama dengan Serikat\nPekerja mengadakan program Umroh 1 (satu) tahun sekali untuk 2 (dua) orang,\ndimana seluruh biayanya ditanggung oleh Pengusaha dan pelaksanaannya dilakukan\noleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DKM Al Ikhwan PT. Pratama Abadi Industri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 Olahraga dan Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Olahraga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk menciptakan Pekerja yang sehat secara jasmani maupun rohani perlu\ndilakukan pembinaan yang berkesinambungan di bidang olahraga di kalangan\nPekerja PT. Pratama Abadi Industri sehingga dapat menunjang prestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Guna menunjang kegiatan olahraga, Pengusaha menyediakan sarana dan\nprasarana yang dibutuhkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Rekreasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha memberikan kesempatan rekreasi kepada Pekerja 1 (satu) tahun\nsekali diluar hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dalam rangka pelaksanaan program rekreasi,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan sarana transportasi serta membantu biaya masuk lokasi\nsebesar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rp. 8.000, - (delapan ribu rupiah) per-orang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Perihal waktu dan teknis pelaksanaan rekreasi dapat diatur Departemen\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Lokasi tujuan rekreasi yang dapat difasilitasi serta dibantu oleh\nPengusaha adalah wilayah Provinsi Banten, Jakarta, Bogor, Bekasi dan\nCianjur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 Pendidikan dan Pelatihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka Pengusaha\nmenyediakan fasilitas serta menyelenggarakan program pendidikan dan latihan\nkerja tertentu yang dilaksanakan sendiri oleh Perusahaan atau bekerjasama\ndengan badan-badan\u002F instansi terkait.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>2. Pekerja wajib mengikuti Pendidikan, Pelatihan atau Training yang\ndiselenggarakan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 Kewajiban Pekeria\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mengenakan pakaian seragam kerja, sepatu dan kartu tanda pengenal (ID\nCard) pada saat keluar\u002F masuk pintu gerbang pabrik dan selama melaksanakan\naktivitas di dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memasukan kartu pengenal\u002F kartu absensinya sendiri pada mesin absensi\nyang telah disediakan oleh Pengusaha pada saat masuk dan pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Berada di tempat kerja masing-masing tepat pada waktu yang telah\nditentukan, demikian sebaliknya pada waktu pulang meninggalkan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melaporkan kepada Pimpinan apabila lupa memasukan kartu absensi pada\nmesin absensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mentaati petunjuk-petunjuk atau instruksi yang berhubungan dengan tugas\ndan tanggung jawab yang diberikan oleh Pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Menjaga dan memelihara dengan baik semua barang dan\u002F atau fasilitas milik\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Menjaga rahasia Perusahaan terhadap siapapun mengenai segala sesuatu yang\ndiketahui di dalam Perusahaan, kecuali demi kepentingan hukum dan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Melaporkan segala ke Departemen Personalia apabila ada\nperubahan-perubahan terhadap status diri Pekerja, susunan keluarga dan\nperubahan alamat melalui Pimpinan Departemen yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Memeriksa alat-alat kelengkapan kerja serta mesin-mesin yang akan\ndigunakan pada saat sebelum dan selesai bekerja, sehingga benar-benar tidak\nakan menimbulkan kerusakan yang akan mengganggu pekerjaan maupun hal yang\nmembahayakan Pekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Memelihara keutuhan hubungan kerjasama didalam lingkungan Perusahaan\nbaik terhadap sesama Pekerja maupun dengan pihak Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang aman, nyaman dan harmonis\nserta bebas dari segala bentuk kekerasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Menghormati dan menghargai sesama Pekerja yang memeluk agama dan\nkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Menjadi teladan bagi Pekerja lainnya di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Mengembalikan fasilitas milik Perusahaan yang dipergunakan selama\nbekerja jika berhenti bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Bekerja jujur, teliti, tertib, disiplin dan bersemangat serta mendukung\nsetiap upaya dalam mencapai kemajuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Menjaga dan menciptakan lingkungan Perusahaan yang bersih, indah dan\nsehat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Meminta izin kepada Pimpinan\u002F Atasan Langsung apabila akan meninggalkan\narea Perusahaan pada saat jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Mentaati semua tata tertib yang berlaku diperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 Tanggung Jawab Pengawasan Oleh Pimpinan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pimpinan Bagian atau Atasan Langsung bertanggung jawab atas\nberlakunya tata tertib Perusahaan serta menjaga tegaknya kedisiplinan Pekerja\nyang berada dibawah pengawasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap Pimpinan Bagian atau Atasan Langsung dapat memberikan peringatan\nlisan terhadap bawahan apabila terdapat alasan yang menurut Ketentuan yang\nberlaku di perusahaan memerlukan tindakan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 Pelanggaran Disiplin dan Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sanksi yang diberikan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Pekerja\ndimaksudkan sebagai tindakan pembinaan untuk perbaikan dan pengarahan sikap\nserta perilaku Pekerja yang tidak sesuai dengan aturan maupun tata tertib yang\nberlaku di Perusahaan. Masa berlaku surat peringatan adalah 6 (enam) bulan\nsejak dikeluarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat peringatan yang sah dikeluarkan dan ditandatangani oleh Departemen HRM\ntanpa harus ditandatangani oleh karyawan yang bersangkutan (pelanggar)\u002F\nPimpinan Departemennya dan berlaku sepanjang terbukti bersalah (melakukan\npelanggaran).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat peringatan dapat dilakukan dalam bentuk tertulis ataupun surat\nelektronik (surel).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelanggaran tindakan disiplin dapat digolongkan atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pelanggaran tingkat I dengan sanksi Surat Peringatan 1 (satu).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tidak mengenakan pakaian seragam dan tanda pengenal Pekerja selama di\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Makan pada saat jam kerja dan\u002F atau di tempat kerja yang dilarang\u002F area\ntertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Menggunakan fasilitas milik Perusahaan tanpa seizin Pimpinan Perusahaan\natau Pimpinan Departemen yang berwenang untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan\u002F atau memasuki area kerja\nlain yang tidak ada hubungan dengan pekerjaannya, kecuali atas permintaan atau\nperintah atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Datang terlambat 3 (tiga) kali tanpa alasan yang jelas dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Tidak hadir 2 (dua) hari dalam sebulan tanpa keterangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Tidak memberikan informasi kepada Pimpinan atas segala kemungkinan yang\ndapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan dan\u002Fatau keselamatan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Meninggalkan pekerjaan pada saat jam kerja tanpa pemberitahuan kepada\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Menolak perintah kerja yang layak dari Pimpinan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Atau pelanggaran lain yang setara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelanggaran tingkat II dengan sanksi Surat Peringatan 2 (dua).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mengulang\u002F melakukan kembali pelanggaran yang diatur di dalam PKB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan selama 2 (dua) hari\nberturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tidak menggunakan alat perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tidak mengikuti prosedur operasional kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Berjualan dan\u002F atau turut membantu berjualan di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Meminjamkan fasilitas Perusahaan kepada pihak lain tanpa seizin Pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Menghilangkan kartu tanda pengenal dan\u002F atau proxy card.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Tidur di area lingkungan perusahaan dan\u002F atau di klinik tanpa rekomendasi\ndokter pada saat jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Merokok pada saat jam kerja dan\u002F atau bukan pada tempat yang\ndiperbolehkan merokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Dengan sengaja merusak dan\u002F atau menghilangkan alat pengaman mesin,\nsafety guarding atau barang milik Perusahaan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Tidak hadir 3 (tiga) hari atau lebih dalam sebulan tanpa keterangan yang\njelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I. Datang terlambat 6 (enam) kali atau lebih dalam sebulan tanpa alasan yang\njelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. menempelkan, menyebarluaskan stiker, brosur dan lain sebagainya dari\nbrand competitor dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n. Pulang lebih awal dan\u002F atau meninggalkan area perusahaan selama jam kerja\ntanpa izin Pimpinan Departemen yang bersangkutan dan Departemen HRM.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o. Tidak melakukan Clock In ataupun Clock Out.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p. Membuang sampah sembarangan\u002F tidak pada tempat yang sudah disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q. Tidak melaksanakan peraturan yang disampaikan pada Interkomunikasi\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>r. Memperdebatkan atau mempertentangkan hal-hal yang berhubungan dengan\npolitik, agama, ras, suku dan golongan sehingga menimbulkan keresahan di tempat\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>s. Atau pelanggaran lain yang setara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pelanggaran tingkat III dengan sanksi Surat Peringatan 3 (tiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mengulang\u002F melakukan kembali pelanggaran yang diatur didalam PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Melakukan perbuatan yang tidak layak kepada atasan, bawahan dan\u002F atau\nsesama Pekerja, berupa : perlakuan, ucapan dan tulisan yang kasar\u002F tidak\nsenonoh sehingga mengakibatkan tekanan fisik maupun mental.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Meminjam uang dengan bunga riba kepada rentenir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Melakukan kelalaian atau kecerobohan dalam pekerjaan baik yang\nberhubungan dengan diri sendiri ataupun orang lain di lingkungan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Melakukan kelalaian atau kecerobohan dalam pekerjaan yang membahayakan\nkeselamatan diri sendiri atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Menyalahgunakan wewenang atau jabatan untuk kepentingan pribadi sehingga\nmerugikan pihak lain didalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Menyalahgunakan atau memalsukan Surat Keterangan Dokter, memalsukan tanda\ntangan dan\u002F atau memalsukan dokumen milik Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Tidak hadir selama 3 (tiga) dan\u002F atau 4 (empat) hari secara\nberturut-turut tanpa keterangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Mencekrolkan\u002F menggesek Proxy Card orang lain pada saat masuk kerja,\npulang kerja dan\u002F atau makan dikantin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Tidak bersedia diperiksa oleh petugas satpam perusahaan pada waktu keluar\nmasuk pintu gedung produksi dan\u002F atau pintu gerbang perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Melakukan pengambilan\u002F mendokumentasikan hasil produksi dan\u002F atau\nmenyebarluaskan hasil produksi Perusahaan ke media elektronik ataupun media\nlainnya yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Atau pelanggaran lain yang setara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pelanggaran tingkat IV dengan sanksi Surat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemutusan Hubungan Kerja yaitu karyawan melakukan pelanggaran dan masih\nmenjalani sanksi SP 3 (tiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 Pelanggaran Yang Mengakibatkan Pengakhiran Hubungan Kerja\n(Bersifat Mendesak)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Pekerja\nyang melakukan perbuatan\u002F tindakan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Segala tindakan yang merugikan Perusahaan dan\u002F atau pihak lain di\nlingkungan Perusahaan baik secara material atau material.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menggelapkan barang milik Perusahaan berupa barang ataupun uang dan\u002F atau\ntidak dapat mempertanggung: jawabkan barang ataupun uang milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Perbuatan yang melanggar norma susila dan asusila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Menjalankan atau meminjamkan uang dengan bunga riba (rentenir).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Menjadi anggota\u002F pengurus organisasi politik atau organisasi massa dari\npartai politik yang dilarang oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Menyuruh, ikut serta dan\u002F atau menempelkan, poster menyebarluaskan,\nmembentangkan spanduk, atau kegiatan lain Perusahaan di lingkungan yang\nbersifat provokatif menimbulkan keresahan dan dapat mengganggu aktivitas\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Melakukan tindakan provokasi antara lain pengumpulan tanda tangan dan\u002F\natau Kegiatan lain yang bertujuan menghasut dan\u002F atau menentang kebijakan\nPerusahaan serta mengganggu aktivitas Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Mengambil atau membawa barang milik Perusahaan yang tertangkap tangan\noleh Security atau Pihak Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Rekomendasi hasil dari investigasi Tim Penanganan Kasus Kekerasan dan\nPelecehan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(A&amp;H Team).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Menerima imbalan dalam bentuk apapun baik langsung ataupun tidak langsung\nyang berdampak mempengaruhi objektivitas pekerjaannya baik sudah melakukannya\nataupun merencanakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perbuatan atau tindakan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu) didukung\ndengan bukti sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja tertangkap tangan, atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Ada pengakuan dari Pekerja yang bersangkutan baik secara lisan maupun\ntertulis atau berdasarkan laporan kejadian dan\u002F atau hasil investigasi yang\ndibuat oleh pihak yang berwenang di perusahaan dan didukung oleh\nsekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi Pekerja yang diakhiri hubungan kerjanya karena melakukan perbuatan\natau tindakan sebagaimana dimaksud dalam, ayat 1 satu diberikan haknya yaitu :\nUang Penggantian Hak dan Gantungan Gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII PRODUKTIVITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 Produktivitas Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Baik Pengusaha maupun Serikat Pekerja wajib mengusahakan tercapainya\nproduktivitas yang tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peningkatan produktivitas dapat diwujudkan melalui perbaikan dan\npengawasan mutu secara ketat berdasarkan standar mutu yang ditentukan oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi Pekerja yang dinilai berprestasi dalam meningkatkan produktivitas\nkerja diberikan penilaian khusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII PENYAMPAIAN DAN PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_trigger\">\u003Cp>1. Setiap Pekerja dapat menyampaikan dan meminta penyelesaian keluh kesah\nmengenai hubungan kerja didalam Perusahaan kepada Pimpinan Departemen atau\nManajemen Perusahaan pada setiap waktu dengan tidak mengganggu kegiatan kerja\nuntuk diselesaikan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Apabila keluh kesah yang dimaksud belum dapat dapat terselesaikan, maka\nPekerja yang bersangkutan Pimpinan Serikat mengkonsultasikannya kepada Pekerja\nuntuk selanjutnya dimusyawarahkan dengan Pengusaha dan\u002F pihak terkait\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp>3. Setiap pekerja dapat menyampaikan permasalahan atau melaporkan kejadian\nyang dialami yang berkaitan dengan tindak kekerasan dan pelecehan melalui\nDepartemen HRM dan PUK SP TSK SPSI (Tim Penanganan Kasus Kekerasan dan\nPelecehan)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Untuk penyelesaian kasus tindak kekerasan dan pelecehan ditangani ole Tim\nPenanganan Kasus Kekerasan dan Pelecehan yang telah ditunjuk secara sah oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap Pekerja juga dapat menyampaikan keluh kesah secara tertulis yang\ndimasukan kedalam kotak keluhan yang tersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV PEKERJA TELADAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 Pemilihan Pekerja Teladan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pemilihan Pekerja Teladan dilakukan 1 (satu) kali dalam setahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kriteria pemilihan Pekerja Teladan adalah sebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja minimal 1 (satu) tahun,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Prestasi,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Skor penilaian kinerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi Pekerja yang terpilih menjadi Pekerja Teladan diberikan tambahan\nupah sebesar :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Rp. 40.000, - (empat puluh ribu rupiah) untuk operator\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) untuk Team Leader.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Rp. 60.000,- (enam puluh ribu rupiah) untuk Group Leader.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Kedisiplinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tambahan upah sebagaimana dimaksud pada ayat 3 (tiga) diberlakukan efektif\nsejak bulan berikutnya setelah dilakukan pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Teknis pelaksanaan pemilihan Pekerja Teladan diatur dalam prosedur yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA, UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA\nKERJA DAN UANG PISAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 Pengakhiran Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Prosedur Pengakhiran Hubungan Kerja (PHK) oleh Perusahaan dilaksanakan\nsesuai dengan ketentuan Undang-undang No. 11 Tahun 2020 dan Peraturan\nPelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengakhiran Hubungan Kerja dapat terjadi karena alasan-alasan atau\nhal-hal apabila Pekeria:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 41\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan melakukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>penggabungan, peleburan atau pemisahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dan Pekerja\u002FBuruh tidak bersedia melanjutkan Hubungan Kerja atau\nPengusaha tidak bersedia menerima Pekerja\u002F Buruh maka Pekeria Buruh berhak atas\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 42\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekeria\u002FBuruh karena alasan pengambilalihan Perusahaan maka Pekerja\u002FBuruh\nberhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Dalam hal terjadi pengambilalihan Perusahaan teriadinva yang\nmengakibatkan perubahan syarat kerja dan Pekeria Buruh tidak bersedia\nmelanjutkan Hubungan Kerja, Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja\ndan Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 43\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekerja\u002FBuruh karena alasan Perusahaan melakukan efisiensi yang disebabkan\nPerusahaan mengalami kerugian maka Pekeria\u002F Buruh berhak atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekerja\u002FBuruh karena alasan Perusahaan melakukan efisiensi untuk mencegah\nterjadinya kerugian maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 44\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekeria\u002FBuruh karena alasan Perusahaan tutup yang disebabkan Perusahaan\nmengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun atau mengalami\nkerugian tidak secara terus menerus selama 2 (dua) tahun maka Pekerja\u002F Buruh\nberhak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekerja\u002FBuruh karena alasan Perusahaan tutup yang disebabkan bukan karena\nPerusahaan mengalami kerugian maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 45\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekerja\u002FBuruh karena alasan Perusahaan tutup yang disebabkan keadaan memaksa\n(force majeure) maka Pekerja\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekerja\u002FBuruh karena alasan keadaan memaksa (force majeure) yang tidak\nmengakibatkan Perusahaan tutup maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 0,75 (nol koma tujuh puluh lima) kali ketentuan\nPasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 46\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekeria\u002F\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Buruh karena alasan Perusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran\nutang yang disebabkan Perusahaan mengalami kerugian maka Pekeria\u002FBuruh berhak\natas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>40 ayat (3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002F\nBuruh karena alasan Perusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran\nutang bukan karena Perusahaan mengalami kerugian maka Pekeria\u002FBuruh berhak\natas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 47 Pemutusan Hubungan Kerja karena\nalasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan pailit maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1(satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.8 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 48 Pengusaha dapat Hubungan\nmelakukan Pemutusan Kerja terhadap Pekeria\u002FBuruh karena alasan adanya\npermohonan Pemutusan Hubungan Kerja yang diajukan oleh Pekerja\u002FBuruh dengan\nalasan Pengusaha melakukan perbuatan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 36\nhuruf g maka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.9 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 49 Pengusaha dapat melakukan\nPemutusan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh karena alasan adanya putusan lembaga\npenyelesaian perselisihan hubungan industrial yang menyatakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha tidak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 hurt\ng terhadap permohonan yang diajukan oleh Pekerja\u002F Buruh maka Pekeria\u002F Buruh\nberhak atas : a.uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang pisah yang besarannya diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan\nPerusahaan, atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.10 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 50 Pekeria\u002FBuruh yang\nmengundurkan diri atas kemauan sendiri dan memenuhi syarat sebagaimana dimaksud\ndalam Pasal 36 huruf\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. berhak atas: a.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang pisah yang besarannya diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan\nPerusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.11 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 51 Pengusaha dapat melakukan\nPemutusan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh karena alasan Pekerja\u002FBuruh mangkir\nselama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut tanpa keterangan secara\ntertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan telah dipanggil oleh\nPengusaha 2 (dua) kali secara patut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dan tertulis maka Pekerja\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang pisah yang besarannya diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan\nPerusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.12 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 52\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002F\nBuruh karena alasan Pekerja\u002FBuruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur\ndalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama dan\nsebelumnya telah diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara\nberturut-turut maka Pekeria\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 0,5 (nol koma lima) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. wang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekerja\u002FBuruh karena alasan Pekerja\u002F Buruh melakukan pelanggaran bersifat\nmendesak yang diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau\nPerjanjian Kerja Bersama maka Pekerja\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang pisan yang besarannya diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan\nPerusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud\npada ayat (2), tanpa pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat\n(2).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.13 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 53\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Dalam hal Pekerja\u002FBuruh ditahan pihak yang berwajib karena diduga\nmelakukan tindak pidana maka Pengusaha tidak wajib membayar Upah, tetapi wajib\nmemberikan bantuan kepada keluarga Pekerja\u002FBuruh yang menjadi tanggungannya\ndengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a, untuk 1 (satu) orang tanggungan, 25 % (dua puluh lima persen) dari\nUpah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. untuk 2 (dua) orang tanggungan, upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. untuk 3 (tiga) orang tanggungan, 45 % (empat puluh lima persen) dari\nUpah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. untuk 4 (empat) orang tanggungan atau lebih, 50 % (lima puluh persen)\ndari Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan untuk paling lama 6\n(enam) bulan terhitung sejak hari pertama Pekerja\u002FBuruh ditahan oleh pihak yang\nberwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.14 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 54\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekeria\u002FBuruh karena alasan Pekeria\u002F Buruh tidak dapat melakukan pekerjaan\nselama 6 (enam) bulan akibat ditahan pihak yang berwajib karena diduga\nmelakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf I yang\nmenyebabkan kerugian Perusahaan maka Pekeria\u002FBuruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang pisah yang besarannya diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan\nPerusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap\nPekerja\u002FBuruh karena alasan Pekerja\u002F Buruh tidak dapat melakukan pekerjaan\nselama 6 (enam) bulan akibat ditahan pihak yang berwajib karena diduga\nmelakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf 1 kerugian\nkarena alasan Pekerja\u002FBuruh memasuki usia pensiun maka Pekerja\u002FBuruh berhak\natas a.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>uang pesangon sebesar 1,75 (satu koma tujuh puluh lima) kali ketentuan Pasal\n40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4) Perusahaan maka\nPekeria\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum berakhirnya masa\n6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan Pekeria\u002F Buruh dinyatakan\ntidak bersalah maka Pengusaha mempekerjakan Pekerja\u002F Buruh kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum berakhirnya masa\n6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan Pekeria\u002F Buruh dinyatakan\nbersalah maka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan Pemutusan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan Kerja dan Pekeria\u002F Buruh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang pisah yang besarannya diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan\nPerusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum berakhirnya masa\n6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan Pekerja\u002F Buruh dinyatakan\nbersalah maka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja dan Pekerja\u002F Buruh berhak\natas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.15 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 55\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Pengusaha dapat melakukan Pemutusan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002F Buruh karena alasan Pekerja\u002FBuruh mengalami\nsakit berkepanjangan atau cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat\nmelakukan pekerjaannya setelah melampaui batas 12 (dua belas) bulan maka\nPekerja\u002FBuruh berhak atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pekeria\u002FBuruh dapat mengajukan Pemutusan Hubungan Kerja kepada Pengusaha\nkarena alasan Pekerja\u002FBuruh mengalami sakit berkepanjangan atau cacat akibat\nkecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas\n12 (dua belas) bulan maka Pekeria\u002FBuruh berhak atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.16 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 56\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.17 Sesuai dengan PP 35 Tahun 2021, Pasal 57 Pemutusan Hubungan Kerja\nkarena alasan Pekerja\u002FBuruh meninggal dunia maka kepada ahli warisnya diberikan\nsejumlah uang yang perhitungannya sama dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat\n(3); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>3. Pengakhiran hubungan kerja tidak dapat dilakukan bila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena keadaan sakit menurut\nSurat Keterangan Dokter selama waktu tidak melebihi 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Selama Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaan karena Pekeria memenuhi\nkewajiban terhadap Negara yang ditetapkan atau sejalan dengan peraturan\nperundang-undangan atau karena menjalankan ibadah yang lazim dan diperintahkan\noleh agamanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja yang sedang menjalani cuti melahirkan, gugur kandungan atau\nmenyusui bayinya atau hal-hal lain sebagaimana diatur dalam Ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 Uang Pesangon dan Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Penetapan uang pesangon dan uang penghargaan masa Kerja diatur dalam\nUndang-undang NO. 11 tahun 2020\u002F PP No. 35 tahun 2021, yaitu sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>2. Besarnya hak pesangon ditetapkan sebagai berikut: a.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja kurang dari 1 tahun, 1 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun, 2 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun, 3 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun, 4 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun, 5 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 6 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun, 7 bulan\nupan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun, 8 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Masa kerja 8 tahun atau lebih, 9 bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Besarnya uang penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 2 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun, 3 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun, 4 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun, 5 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun, 6 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun, 7 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa Kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang kurang dari 24 tahun, 8\nbulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 24 tahun atau lebih, 10 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 Mengundurkan Diri Dari Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bagi Pekerja yang mengundurkan diri dari Perusahaan atas kemauan sendiri\nharus memenuhi persyaratan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya\n30 (tiga puluh) hari kerja sebelum tanggal pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Diketahui oleh Pimpinan Departemen yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja dapat mengundurkan diri secara langsung dengan dasar pertimbangan\ntertentu dan disetujui oleh Departemen HRM.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi Pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, tidak berhak\natas uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja. Tetapi berhak memperoleh\nuang penggantian hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Selain mendapat uang penggantian hak sebagaimana dimaksud dalam ayat 2\n(Dua) diatas, Pekerja juga berhak mendapatkan uang pisah yang besarnya\nditetapkan selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Ketentuan mengenai uang pisah adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 10 tahun, diberikan 2\n(dua) kali upah sebulan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 10 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun, diberikan 4\n(empat) kali upah sebulan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 15 tahun keatas, diberikan sebesar 5 (lima) kali upah\nsebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekeria yang mengundurkan diri tanpa memenuhi Ketentuan pasal 49 ayat 1\ntidak mendapatkan uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekeria yang tidak masuk kerja selama 2 (dua) hari atau lebih tanpa\nKeterangan pada masa 1 (satu) bulan proses pengunduran diri tidak mendapatkan\nuang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit berdasarkan surat keterangan\nDokter dalam masa proses pengunduran dir tetap mendapatkan uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang tidak masuk kerja karena menggunakan hak cuti tahunannya\ndalam masa proses pengunduran dir tetap mendapatkan uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI PENSIUN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 Ketentuan Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja memasuki masa pensiun saat berusia 56 (lima puluh enam) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi Pekerja yang telah memasuki usia pensiun, pengakhiran hubungan kerja\ndapat dilakukan atas pengajuan pihak Pekerja tau pihak Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengakhiran hubungan kerja yang terjadi sebagaimana dimaksud dalam ayat 2\n(dua), Pengusaha wajib memberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja\nseta uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 56 Undang-undang No. 11 Tahun\n2020\u002F Pasal 56 PP No. 35 Tahun 2021.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bilamana dianggap perlu dengan persetujuan para pihak, hubungan kerja\ndapat diperpanjang kembali menurut waktu yang telah disepakati bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII SKORSING DAN MANGKIR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan tindakan skorsing kepada pekerja yang sedang dalam\nproses Pengakhiran Hubungan Kerja sebagaimana diatur Perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah selama skorsing tetap dibayar penuh sampai dengan adanya keputusan\nhukum tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang mangkir atau tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari kerja\natau lebih berturut-turut tanpa keterangan tertulis yang sah dan telah\ndipanggil secara patut dan tertulis sebanyak 2 (dua) kali oleh Pengusaha\u002F\nPerusahaan dapat diputuskan hubungan kerjanya karena dikualifikasikan\nmengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Yang dimaksud dengan dipanggil secara patut sebagaimana dalam ayat 1\n(satu) adalah Pekeria dipanggil oleh Pengusaha secara tertulis melalui surat\npanggilan yang dikeluarkan oleh Departemen HRM dan ditujukan serta disampaikan\nlangsung kepada yang bersangkutan atau melalui keluarganya serumah atau melalui\norang lain yang tinggal serumah atau Pemerintahan Desa dilingkungan tempat\ntinggal Pekerja (ketua RT\u002F RW setempat) atau Pimpinannya dengan disertai tanda\nbukti terima surat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVIII HUBUNGAN INDUSTRIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 Pengertian Hubungan Industrial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hubungan Industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara\npara pelaku dalam proses produksi barang dan\u002F jasa yang terdiri dari unsur\nPengusaha, Pekeria dan Pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila\ndan Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dan Pekerja\u002F Serikat Pekerja sepakat untuk melaksanakan\nhubungan Kerja yang harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 Pengertian Perselisihan Hubungan Industrial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sebagaimana dimaksud Undang-undang No. 2 tahun 2004, perselisihan hubungan\nindustrial adalah perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara\nPengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dan Pekeria\u002F Serikat Pekerja dikarenakan adanya perselisihan hak,\nperselisihan kepentingan, perselisihan PHK, perselisihan antar Serikat Pekerja\ndi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIX PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 Perjanjian Kerja Bersama dan Ketentuan Terdahulu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama in menggantikan Perjanjian Kerja Bersama\nterdahulu yang telah habis masa berlakunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga) yang sama\nbunyinya dan mempunyai kekuatan hukum penuh untuk disampaikan kepada pihak\nPengusaha\u002F Perusahaan, Serikat Pekerja dan Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang\nSelatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 Jangka Waktu Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak tanggal ditandatangani dan\nmengikat Pekerja dan Pengusaha selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang atas\nkesepakatan secara tertulis antara Pengusaha dan Serikat Pekeria selama 1\n(satu) tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama\nini, kedua belah pihak atau salah satu pihak harus mengajukan permohonan secara\ntertulis untuk merundingkan Perjanjian Kerja Bersama yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep. 48\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 Pasal 9\nbahwa: \"Ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Perusahaan\u002F PB yang telah berakhir\nmasa berlakunya tetap berlaku sampai ditandatanganinya Perjanjian Kerja Bersama\natau disahkannya Peraturan Perusahaan yang baru\".\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 Ketentuan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, tetapi\nsudah diatur dalam Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Perorangan,\nsepanjang tidak bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan\ntetap berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penjabaran dari Perjanjian Kerja Bersama ini akan dituangkan dalam\nperaturan pelaksanaan yang berpedoman kepada Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap perubahan pelaksanaan isi Perjanjian Kerja Bersama ini harus\ndimusyawarahkan oleh Pengusaha dengan Serikat Pekerja dan selanjutnya\ndituangkan dalam addendum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DITANDA TANGANI DI TANGERANG SELATAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>PADA: MARET 2022\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang Membuat Kesepakatan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Yeong Tae Sohn)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Presiden \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Sigit T. Prayitno, SE)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Direktur SMP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak Serikat Pekerja (PUK SPTSK SPSI)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Rusdi Efendi) \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Nurman)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menyaksikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PC SP TSK SPSI Kota Tangerang Selatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Hari Mardiyanto)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_end":48,"trainingprogrammes":52,"trainingfund":56,"pensionfund":60,"disabilityfund":64,"contracttrial":68,"contracttrialperiod":72,"contractseverancepay":74,"contractseverancepay1":78,"severance_number":80,"severance_number_1_tenure":84,"sicknesspay":88,"maxsicknesspay":92,"maxsicknesspayperc":94,"sicknessmaxdays":96,"sicknessmaxdaysnr":100,"menstruationleave":102,"disabilitypay":106,"healthcareaccess":110,"healthcareaccessrelatives":114,"healthinsurance":116,"healthinsurancerelatives":120,"healthandsafetypolicy":122,"protectiveclothing":126,"funeralpay":130,"funeralpaytype":134,"paidmaternityleave":138,"paidmaternityleaveduration":142,"jobsecuritymothers":144,"maternityotherclause":148,"pregnancy":152,"breastfeeding_dangerouswork":156,"paidpaternityleave":158,"paidpaternityleaveduration":162,"deathrelatives":164,"marriage":168,"marriageleave":172,"educationtuition":174,"sexualhar":178,"violence":182,"hourspday":184,"hourspday_select":187,"hourspweek_select":191,"hourspweek":194,"dayspweek_select":196,"MAXHOURS_trigger":198,"hoursovertimemax":202,"PAIDLEAV_trigger":204,"holidaysdays":208,"holidaysweeks":210,"bankholidays1":212,"holidaysfixed":216,"SCHEDULE_trigger":220,"schedulesrestpw":224,"TRADEUNLEAV_trigger":226,"LOWWAGE_trigger":230,"LOWWAGE_government":234,"LOWWAGE_provision":236,"STRUCINCR_trigger":238,"ONCERISE_trigger":242,"incidentalbonustype2":246,"incidentalbonusdate":250,"NOCTPREM_trigger":254,"shiftallowancetype":258,"shiftallowancetype1":260,"OVERTIME_trigger":262,"overtimeallowancetype_general":266,"overtimeallowanceperc1_general":270,"overtimeallowancetype":274,"overtimeallowanceperc1":278,"sundayallowancetype":280,"sundayallowanceperc1":284,"mealvouchers":288,"direct_participation_trigger":292,"coverunion_trigger":296,"coverunionsign":300},{"bindId":46,"name":47,"text":47},"cbadate_start","PADA: MARET 2022",{"bindId":49,"name":50,"text":51},"cbadate_end","1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku ","1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak tanggal ditandatangani dan\nmengikat Pekerja dan Pengusaha selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang atas\nkesepakatan secara tertulis antara Pengusaha dan Serikat Pekeria selama 1\n(satu) tahun.",{"bindId":53,"name":54,"text":55},"trainingprogrammes","1. Untuk meningkatkan kualitas sumber da","1. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka Pengusaha\nmenyediakan fasilitas serta menyelenggarakan program pendidikan dan latihan\nkerja tertentu yang dilaksanakan sendiri oleh Perusahaan atau bekerjasama\ndengan badan-badan\u002F instansi terkait.",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"trainingfund","2. Pekerja wajib mengikuti Pendidikan, P","2. Pekerja wajib mengikuti Pendidikan, Pelatihan atau Training yang\ndiselenggarakan oleh Pengusaha.",{"bindId":61,"name":62,"text":63},"pensionfund","b. Jaminan Pensiun - 2 % × upah sebulan ","b. Jaminan Pensiun\n\n- 2 % × upah sebulan ditanggung oleh Pengusaha,\n\n- 1 % x upah sebulan ditanggung oleh Pekerja yang dipotong setiap bulan dari\ngaji masing-masing Pekerja.",{"bindId":65,"name":66,"text":67},"disabilityfund","3. Premi JK dan JKK sebagaimana disebutk","3. Premi JK dan JKK sebagaimana disebutkan pada ayat 2 (dua) ditanggung\nsepenuhnya oleh Pengusaha.",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"contracttrial","1. Calon pekerja yang telah memenuhi per","1. Calon pekerja yang telah memenuhi persyaratan untuk diterima oleh\nPerusahaan sebagai Pekerja harus melalui masa percobaan selama 3 (tiga) bulan\nterhitung sejak pekerja yang bersangkutan mulai bekerja di Perusahaan.",{"bindId":73,"name":70,"text":71},"contracttrialperiod",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"contractseverancepay","2. Besarnya hak pesangon ditetapkan seba","2. Besarnya hak pesangon ditetapkan sebagai berikut: a.\n\na. Masa kerja kurang dari 1 tahun, 1 bulan upah.\n\nb. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun, 2 bulan\nupah.\n\nc. Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun, 3 bulan\nupah.\n\nd. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun, 4 bulan\nupah.\n\ne. Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun, 5 bulan\nupah.\n\nf. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 6 bulan\nupah.\n\ng. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun, 7 bulan\nupan.\n\nh. Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun, 8 bulan\nupah.\n\ni. Masa kerja 8 tahun atau lebih, 9 bulan upah.",{"bindId":79,"name":76,"text":77},"contractseverancepay1",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"severance_number","f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi ","f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 6 bulan\nupah.",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"severance_number_1_tenure","b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi ","b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun, 2 bulan\nupah.",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"sicknesspay","1. Pekerja yang sakit selama 12 (dua bel","1. Pekerja yang sakit selama 12 (dua belas) bulan terus menerus mendapat\nupah sesuai dengan ketentuan Undang-undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta\nKerja dan peraturan pelaksanaannya, yakni:\n\na. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayarkan 100 % dari upah,\n\nb. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayarkan 75 % dari upah,\n\nc. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayarkan 50 % dari upah,\n\nd. Untuk 4 (empat) bulan keempat, dibayarkan 25 % dari upah,",{"bindId":93,"name":90,"text":91},"maxsicknesspay",{"bindId":95,"name":90,"text":91},"maxsicknesspayperc",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"sicknessmaxdays","2. Bilamana Pekerja sakit melebihi 12 (d","2. Bilamana Pekerja sakit melebihi 12 (dua belas)\n\nbulan terus menerus menurut keterangan Dokter yang ditunjuk oleh Perusahaan,\nmaka Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja dengan memberikan\nhak-haknya, yakni:",{"bindId":101,"name":98,"text":99},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"menstruationleave","1. Bagi Pekerja Perempuan yang dalam mas","1. Bagi Pekerja Perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\nmemberitahukan kepada Perusahaan tidak wajib bekerja pada hari pertama dan hari\nkedua pada waktu haid.",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"disabilitypay","1. Apabila Pekerja mengalami kecelakaan ","1. Apabila Pekerja mengalami kecelakaan kerja dapat menggunakan fasilitas\nRumah Sakit Trauma Centre yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.\n\n2. Kecelakaan kerja yang dimaksud adalah kecelakaan masih hubungan kerja\nyakni Kecelakaan pada waktu bekerja atau dalam perjalanan berangkat maupun\npulang kerja.",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"healthcareaccess","3. Perusahaan menyediakan Poliklinik dan","3. Perusahaan menyediakan Poliklinik dan Dokter didalam lingkungan\nPerusahaan untuk memberikan pelayanan kesehatan\u002F pengobatan bagi Pekeria dan\nKeluarga Pekerja sesuai dengan ketentuan BPJS Kesehatan.",{"bindId":115,"name":112,"text":113},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"healthinsurance","5. Perusahaan bekerjasama dengan BPJS Ke","5. Perusahaan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan menyediakan fasilitas\nkesehatan kepada karyawan yang, bersangkutan beserta dengan keluarga melalui\nklinik-klinik yang ditunjuk oleh BPJS Kesehatan yang tercantum dalam kartu\npeserta.",{"bindId":121,"name":118,"text":119},"healthinsurancerelatives",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"healthandsafetypolicy","1. Pengusaha dan Pekerja menyadari akan ","1. Pengusaha dan Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\nkerja, oleh karena itu kedua belah pihak akan berusaha untuk mencegah dan\nmenghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja.\n\n2. Untuk menghindari dan mencegah timbulnya kecelakaan kerja serta sakit\nakibat hubungan kerja, Pekerja dan Pengusaha perlu mengoptimalkan kinerja dari\nPanitia Pembina Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (P2K3L).",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"protectiveclothing","1. Pengusaha wajib menyediakan alat-alat","1. Pengusaha wajib menyediakan alat-alat perlengkapan keselamatan kerja\nuntuk menjamin keamanan\u002Fkeselamatan Pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya\nsebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.05 \u002F\nMen\u002F1996.\n\n2. Pekerja wajib menggunakan perlengkapan kerja yang telah disediakan oleh\nPengusaha dan bilamana tidak digunakan oleh Pekerja, maka Pekerja yang\nbersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku\ndiperusahaan.",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"funeralpay","Perusahaan memberikan sumbangan berupa u","Perusahaan memberikan sumbangan berupa uang kepada Pekerja tau keluarga\nPekerja yang meninggal dunia dengan ketentuan sebagai berikut :\n\n1. Apabila Pekerja meninggal dunia, maka kepada ahli waris Pekerja diberikan\nsumbangan duka cita sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"funeralpaytype","1. Apabila Pekerja meninggal dunia, maka","1. Apabila Pekerja meninggal dunia, maka kepada ahli waris Pekerja diberikan\nsumbangan duka cita sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"paidmaternityleave","1. Pekerja Perempuan berhak memperoleh i","1. Pekerja Perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah)\nbulan sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan,\nmenurut perhitungan Dokter Kandungan atau Bidan.",{"bindId":143,"name":140,"text":141},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"jobsecuritymothers","3. Pengakhiran hubungan kerja tidak dapa","3. Pengakhiran hubungan kerja tidak dapat dilakukan bila:\n\na.Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena keadaan sakit menurut\nSurat Keterangan Dokter selama waktu tidak melebihi 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus.\n\nb. Selama Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaan karena Pekeria memenuhi\nkewajiban terhadap Negara yang ditetapkan atau sejalan dengan peraturan\nperundang-undangan atau karena menjalankan ibadah yang lazim dan diperintahkan\noleh agamanya.\n\nc. Pekerja yang sedang menjalani cuti melahirkan, gugur kandungan atau\nmenyusui bayinya atau hal-hal lain sebagaimana diatur dalam Ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"maternityotherclause","2. Pekerja Perempuan yang mengalami kegu","2. Pekerja Perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan\nDokter Kandungan atau Bidan.",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"pregnancy","5. Bagi Pekerja perempuan yang hamil tid","5. Bagi Pekerja perempuan yang hamil tidak (shift malam). diperbolehkan\ndipekerjakan pada malam hari",{"bindId":157,"name":154,"text":155},"breastfeeding_dangerouswork",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"paidpaternityleave","d. Istri melahirkan\u002F gugur kandungan 2 (","d. Istri melahirkan\u002F gugur kandungan 2 (dua) hari,",{"bindId":163,"name":160,"text":161},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":165,"name":166,"text":167},"deathrelatives","e. Suami\u002F istri, orangtua kandung\u002F mertu","e. Suami\u002F istri, orangtua kandung\u002F mertua, anak\u002F menantu meninggal dunia 2\n(dua) hari,\n\nf. Anggota keluarga dalam 1 (satu) rumah meninggal dunia 1 (satu) hari,",{"bindId":169,"name":170,"text":171},"marriage","a. Pekerja melangsungkan pernikahan 3 (t","a. Pekerja melangsungkan pernikahan 3 (tiga) hari,",{"bindId":173,"name":170,"text":171},"marriageleave",{"bindId":175,"name":176,"text":177},"educationtuition","Dalam sekali setahun pada saat kenaikan ","Dalam sekali setahun pada saat kenaikan kelas, Pengusaha menyediakan bantuan\nbeasiswa kepada anak Pekerja yang berprestasi dengan ketentuan sebagai berikut\n:\n\n1. Anak Pekerja yang akan menerima beasiswa harus dapat membuktikan hasil\nprestasi yang terbaik\u002F peringkat 1 (satu) di sekolah,\n\n2. Pekerja harus melampirkan fotokopi hasil evaluasi belajar\u002F raport yang\ntelah dilegalisir oleh Sekolah dari anak Pekerja yang bersangkutan,\n\n3. Besar bantuan beasiswa yang disediakan oleh\n\nPerusahaan adalah :\n\na. Untuk tingkat SD sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per\norang,\n\nb. Untuk tingkat SMP sebesar Rp. 450.000,-(empat ratus lima puluh ribu\nrupiah) per orang,\n\nc. Untuk tingkat SMU sebesar Rp. 550.000,- (lima ratus lima puluh ribu\nrupiah) per orang.",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"sexualhar","3. Setiap pekerja dapat menyampaikan per","3. Setiap pekerja dapat menyampaikan permasalahan atau melaporkan kejadian\nyang dialami yang berkaitan dengan tindak kekerasan dan pelecehan melalui\nDepartemen HRM dan PUK SP TSK SPSI (Tim Penanganan Kasus Kekerasan dan\nPelecehan)",{"bindId":183,"name":180,"text":181},"violence",{"bindId":185,"name":186,"text":186},"hourspday","• Hari senin s\u002Fd jumat : 8 jam kerja,",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"hourspday_select","a. Non Shift : • Hari senin s\u002Fd jumat : ","a. Non Shift :\n\n• Hari senin s\u002Fd jumat : 8 jam kerja,\n\n• Hari sabtu : libur,\n\n• Atau 40 jam seminggu.",{"bindId":192,"name":193,"text":193},"hourspweek_select","• Atau 40 jam seminggu.",{"bindId":195,"name":193,"text":193},"hourspweek",{"bindId":197,"name":189,"text":190},"dayspweek_select",{"bindId":199,"name":200,"text":201},"MAXHOURS_trigger","2. Waktu Kerja Lembur dapat dilakukan pa","2. Waktu Kerja Lembur dapat dilakukan paling lama 4 (empat) jam dalam 1\n(satu) hari dan 18 (delapan belas) jam dalam 1 (satu) minggu.",{"bindId":203,"name":200,"text":201},"hoursovertimemax",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"PAIDLEAV_trigger","1. Pekerja yang telah bekerja selama 12 ","1. Pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus\nmenerus, berhak atas cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja.",{"bindId":209,"name":206,"text":207},"holidaysdays",{"bindId":211,"name":206,"text":207},"holidaysweeks",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"bankholidays1","2. Pada istirahat mingguan dan\u002F atau har","2. Pada istirahat mingguan dan\u002F atau hari libur resmi yang ditetapkan\nPemerintah, Pekerja dibebaskan dari pekerjaannya dengan tetap mendapatkan\nupah.\n\n3. Apabila pada bagian-bagian tertentu yang karena sifat pekerjaannya\ndiperlukan kerja lembur pada hari istirahat mingguan, maka pelaksanaannya dapat\ndilakukan berdasarkan kesepakatan antara Pengusaha dan Serikat Pekerja seta\natas kesediaan Pekerja yang bersangkutan.",{"bindId":217,"name":218,"text":219},"holidaysfixed","1. Cuti bersama berlaku untuk semua Peke","1. Cuti bersama berlaku untuk semua Pekerja yang pelaksanaannya berdasarkan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\n\n2. Pelaksanaan cuti bersama akan mengurangi jumlah hak cuti tahunan\nPekerja.",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"SCHEDULE_trigger","1. Setelah bekerja selama 5 (lima) hari ","1. Setelah bekerja selama 5 (lima) hari berturut-turut, Pekerja diberikan\nistirahat mingguan selama 2 (dua) hari dan\u002F atau setelah bekerja 6 (enam) hari\nberturut-turut, Pekerja diberikan istirahat mingguan selama 1 (satu) hari.",{"bindId":225,"name":222,"text":223},"schedulesrestpw",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"TRADEUNLEAV_trigger","1. Pengusaha memberikan dispensasi bagi ","1. Pengusaha memberikan dispensasi bagi pengurus Serikat Pekerja dengan\nmendapat upah penuh untuk melaksanakan tugas Organisasi, antara lain :\nmengikuti seminar, pendidikan, kongres, musyawarah. konferensi, rapat-rapat dan\nkonsultasi ke-seperangkat Organisasi SPSI dan sebagainya.",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"LOWWAGE_trigger","2. Besarnya upah minimum bagi seluruh Pe","2. Besarnya upah minimum bagi seluruh Pekerja PT.\n\nPratama Abadi Industri didasarkan pada ketentuan upah minimum yang\nditetapkan ole Pemerintah Daerah setempat, dimana Perusahaan tersebut\nberdomisili (Kota Tangerang Selatan).",{"bindId":235,"name":232,"text":233},"LOWWAGE_government",{"bindId":237,"name":232,"text":233},"LOWWAGE_provision",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"STRUCINCR_trigger","1. Pengusaha melakukan peninjauan upah P","1. Pengusaha melakukan peninjauan upah Pekerja paling sedikit 1 (satu) tahun\nsekali.\n\n2. Besarnya upah minimum bagi seluruh Pekerja PT.",{"bindId":243,"name":244,"text":245},"ONCERISE_trigger","1. Pengusaha wajib memberikan tunjangan ","1. Pengusaha wajib memberikan tunjangan hari raya keagamaan kepada seluruh\nPekeria 1 (satu) kali dalam setahun sebagaimana ketentuan Peraturan\n\nMenteri Ketenagakerjaan RI No. 6 tahun 2016.",{"bindId":247,"name":248,"text":249},"incidentalbonustype2","3. Besarnya nilai tunjangan hari raya ak","3. Besarnya nilai tunjangan hari raya akan ditetapkan melalui perundingan\nantara Pengusaha dan Serikat Pekerja dan nilainya minimal sama dengan ketentuan\nperundang-undangan.",{"bindId":251,"name":252,"text":253},"incidentalbonusdate","4. Pemberian tunjangan hari raya dibayar","4. Pemberian tunjangan hari raya dibayarkan 7 (tujuh) hari sebelum hari raya\nIdul Fitri kecuali bila terdapat suatu hal tertentu dapat dilaksanakan lain\nmenurut kesepakatan antara pihak Pengusaha dan Serikat Pekerja.",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"NOCTPREM_trigger","2. Premi shift diberikan kepada Pekerja ","2. Premi shift diberikan kepada Pekerja sebagai berikut:\n\na. Pekeria yang bekerja pada shift 2 (dua) akan diberikan premi shift\nsebesar Rp. 1.500,-(seribu lima ratus rupiah)\u002F hari berdasarkan jumlah hari\nkehadirannya.\n\nb. Pekerja yang bekerja pada shift 3 (tiga) akan diberikan premi shift\nsebesar Rp. 3.000, - (tiga ribu rupiah)\u002F hari berdasarkan jumlah hari\nkehadirannya.\n\nc. Pekerja yang bekerja pada shift malam panjang (long shift) akan diberikan\npremi shift sebesar Rp. 2.000, - (dua ribu rupiah)\u002F hari berdasarkan jumlah\nhari kehadirannya.",{"bindId":259,"name":256,"text":257},"shiftallowancetype",{"bindId":261,"name":256,"text":257},"shiftallowancetype1",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"OVERTIME_trigger","1. Perhitungan upah kerja lembur diatur ","1. Perhitungan upah kerja lembur diatur menurut ketentuan Undang-undang No.\n11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan peraturan pelaksanaannya.",{"bindId":267,"name":268,"text":269},"overtimeallowancetype_general","2. Apabila kerja lembur dilakukan pada h","2. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja :\n\na. Untuk jam kerja lembur pertama dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah)\nkali upah sejam,\n\nb. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya dibayar upah 2 (dua) kali upah\nsejam.",{"bindId":271,"name":272,"text":273},"overtimeallowanceperc1_general","a. Untuk jam kerja lembur pertama dibaya","a. Untuk jam kerja lembur pertama dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah)\nkali upah sejam,",{"bindId":275,"name":276,"text":277},"overtimeallowancetype","b. Untuk setiap jam kerja lembur berikut","b. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya dibayar upah 2 (dua) kali upah\nsejam.",{"bindId":279,"name":276,"text":277},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":281,"name":282,"text":283},"sundayallowancetype","3. Apabila kerja lembur dilakukan pada h","3. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan atau hari\nlibur resmi, maka perhitungan upah lembur:\n\na. 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2x upah se-jam,\n\nb. Jam ke 8 (delapan) dibayar 3x upah se-jam,\n\nc. Jam ke 9 (sembilan) dan jam ke 10 (sepuluh) dibayar 4x upah se-jam.",{"bindId":285,"name":286,"text":287},"sundayallowanceperc1","a. 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2x upah","a. 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2x upah se-jam,\n\nb. Jam ke 8 (delapan) dibayar 3x upah se-jam,",{"bindId":289,"name":290,"text":291},"mealvouchers","a. Pengusaha menyediakan makan siang di ","a. Pengusaha menyediakan makan siang di kantin Perusahaan sesuai dengan menu\nyang telah memenuhi syarat kesehatan.\n\nb. Pengusaha menyediakan makan malam pada jam 00:00 WIB di kantin Perusahaan\nbagi\n\nPekeria shift malam.",{"bindId":293,"name":294,"text":295},"direct_participation_trigger","1. Setiap Pekerja dapat menyampaikan dan","1. Setiap Pekerja dapat menyampaikan dan meminta penyelesaian keluh kesah\nmengenai hubungan kerja didalam Perusahaan kepada Pimpinan Departemen atau\nManajemen Perusahaan pada setiap waktu dengan tidak mengganggu kegiatan kerja\nuntuk diselesaikan.",{"bindId":297,"name":298,"text":299},"coverunion_trigger","1. Pengusaha dan Serikat Pekerja mengaku","1. Pengusaha dan Serikat Pekerja mengakui bahwa perjanjian in terbatas serta\nhanya untuk kedua pihak dan pelaksanaannya disesuaikan dengan ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":301,"name":298,"text":299},"coverunionsign","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Pratama Abadi Industri - Tangerang - 2022\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2022-03-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2024-03-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Sepatu, Produk Kulit dan Karet\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Pratama Abadi Industri - Tangerang\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Employee involvement in the monitoring, The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;18.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;33000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[307],{"title":38,"slug":34},[309],{"type":310,"data":311},"call_to_action_body_block",{"title":312,"description":313,"variant":314,"link":315},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":312,"url":316,"description":312,"rel":317,"type":318},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[320],{"type":310,"data":321},{"title":312,"description":313,"variant":314,"link":322},{"title":312,"url":316,"description":312,"rel":317,"type":318},[]]