[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-poli-contindo-nusa-dengan-sptp-poli-contindo-nusa":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":284,"content_type_view":285,"extra_breadcrumbs":286,"body":288,"body_blocks":299,"related_pages":303},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":282,"translations":283},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-poli-contindo-nusa-dengan-sptp-poli-contindo-nusa","26ccd744-dbf8-11e3-9833-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-poli-contindo-nusa-dengan-sptp-poli-contindo-nusa\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-poli-contindo-nusa-dengan-sptp-poli-contindo-nusa\u002F","PT. Poli Contindo Nusa","PT. Poli Contindo Nusa - 2013","Indonesia - PT. Poli Contindo Nusa - 2013","PT. Poli Contindo Nusa - 2013 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"27 - PKB PT. Poli Contindo Nusa.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. POLI CONTINDO NUSA DENGAN SERIKAT\nPEKERJA TINGKAT PERUSAHAAN (SPTP) POLI CONTINDO NUSA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : PENGERTIAN ISTILAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam buku Perjanjian Kerja Bersama ini, yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah PT. POLI CONTINDO NUSA, berkantor di Jl. Raya Cakung Cilincing No 22,\nJakarta Utara bergerak dibidang Pembuatan Peti Kemas\u002FDrum, didirikan dengan\nakte Notaris Benny Kristianto SH, No 84 tanggal 13 September 1988.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Lingkungan Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keseluruhan tempat yang secara sah berada di bawah penguasaan\nperusahaan dan digunakan untuk menunjang kegiatan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pimpinan Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemilik perusahaan atau orang yang diberi kuasa dan wewenang untuk\nmemimpin dan mengelola jalannya perusahaan dan melkukan tindakan untuk dan atas\nnama pemilik perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Direksi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah sebagaimana tersebut dalam Anggaran Dasar Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) Poli Contindo Nusa yang\nberkedudukan di jalan Raya Cakung Cilincing No. 22 Jakarta Utara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengurus Serikat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang menduduki jabatan pengurus di Serikat Pekerja Tingkat\nPerusahaan (SPTP) Poli Contindo Nusa, dan memenuhi ketentuan yang telah\ndisepakati bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang yang berkerja pada perusahaan dengan menerima gaji \u002F upah\nberdasarkan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Keluarga Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah 1 (satu) orang isteri sah pekerja dan atau anak yang diperoleh dari\npernikahan atau diangkat secara sah menurut hukum maksimal 3 (tiga) anak sampai\nbatas umur 21 thn, dan masih menjadi tanggungan orang tua, belum berekeluarga,\nbelum berpenghasilan serta telah terdaftar pada bagian Personalia Perusahaan.\nPekerja Wanita yang telah kawin dan mempunyai anak dianggap bersetatus lajang,\nkecuali dapat dibuktikan dengan surat keterangan resmi bahwa ditempat suami\nbekerja tidak mendapatkan Jaminan Kesehatan untuk dirinya dan keluarganya atau\npekerja wanita tersebut bersetatus janda dan anak-anaknya menjadi\ntanggungannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Orang Tua Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah ayah dan Ibu dari pekerja dan dari isteri atau suami pekerja\nsebagaimana yang terdaftar di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Ahli Waris :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga atau orang yang ditunjuk pekerja untuk menerima setiap\npembayaran dalam hal pekerja meninggal dunia. Dalam hal tidak ada penunjukan\nahli warisnya, maka pelaksanaanya diatur menurut hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pekerjaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kegiatan yang dijalankan oleh pekerja untuk kepentingan perusahaan\ndalam suatu hubungan kerja dengan mendapat upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Masa Kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jangka waktu seseorang bekerja di PT Poli Contindo Nusa secara tidak\nterputus dan dihitung sejak tanggal diterima sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Cuti :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu tidak bekerja oleh karena pekerja mempergunakan haknya dan\ndiajukan sesuai dengan ketentuan pengambilan cuti yang berlaku dan mendapat\nupah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Ijin :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah waktu tidak bekerja bagi pekerja oleh karena suatu hal yang dapat\nditerima oleh Perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Mangkir :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah bila pekerja tidak masuk bekerja tanpa pemberitahuan tertulis\u002Flisan\natau alasan yang tidak dapat diterima oleh perusahaan, maka pekerja tersebut\ntidak berhak mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Gaji \u002F Upah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah penghasilan pekerja berupa uang yang diterima dari perusahaan pada\ntiap-tiap akhir bulan atas dasar suatu perjanjian kerja antara perusahaan\ndengan pekerja termasuk tunjangan-tunjangan yang bersifat tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dibuat antara : PT . POLI CONTINDO NUSA,\nberkedudukan di Jl. Raya Cakung Cilincing No 22, Jakarta Utara yang selanjutnya\ndisebut PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SPTP POLI CONTINDO NUSA, yang tercatat pada Sudinakertrans Kodya Jakarta\nUtara No. : 120\u002FIII\u002FP\u002FVI\u002F2001 yang selanjutnya disebut SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Ch3>Pasal 2 : Luasnya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>1.Perusahaan dan Serikat Pekerja bersepakat bahwa Perjanjian Kerja Bersama\nini serta mengikat perusahaan dan semua pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Hal-hal yang bersifat khusus akan diatur dalam ketentuan tersendiri,\ndengan berlandaskan kepada undang-undang yang berlaku dan tidak bertentangan\ndengan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Hubungan Serikat Pekerja Dengan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk hal-hal yang menycakup seluruh permasalahan didalam perusahaan serta\nsemua anggota Serikat Pekerja, maka pertemuan\u002Fperundingan akan diselenggarakan\nantara perusahaan dengan pengurus Serikat Pekerja yang diwakili masing-masing 1\ndelegasi yang terdiri dari +\u002F- 6 orang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal perbedaan pendapat yang tidak dapat dipecahkan (bipartite),\nmasalah yang menjadi perselisihan itu dapat diteruskan kepada Lembaga yang\nberwenang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan dan Serikat Pekerja bertekad untuk bekerjasama dalam\nmenciptakan ketenangan bekerja dan ketenangan dalam usaha demi terwujudnya\nhubungan industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pimpinan Perusahaan atau wakilnya yang ditunjuk dengan Pengurus Serikat\nPekerja dapat melaksanakan pertemuan sewaktu-waktu apabila diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Kewajiban Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk menjelaskan dan\nmenyebarluaskan isi Perjanjian Kerja Bersama ini kepada seluruh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk menjaga dan memelihara\nketenangan berusaha dan ketenangan bekerja serta kelancaran jalannya perusahaan\nuntuk meningkatkan produktivitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Hak-Hak Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mengakui bahwa Serikat Pekerja adalah organisasi yang mewakili,\nbertindak untuk dan atas nama pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan\nperusahaan dalam masalah ketenagakerjaan, serta dapat mengajukan keberatan\nterhadap tindakan perusahaan yang dianggap bertentangan dengan\nketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama dan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja mengakui bahwa perusahaan mempunyai hak untuk mengawasi,\nmengelola dan mengamankan jalannya perusahaan serta memimpin dan mengatur\npekerjaannya sesuai kebijaksanaan perusahaan, sepanjang tidak bertentagan\ndengan ketentuan yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama dan\nUndang-undang yang berlaku serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Fasilitas Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan tidak melarang setiap pekerja yang ingin menjadi anggota\nserikat pekerja di PT . Poli Contindo Nusa, sepanjang pekerja yang bersangkutan\ntidak termasuk dalam ketentuan yang telah disepakati bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan membantu pelaksanaan pemotongan upah untuk iuran anggota\nserikat pekerja berdasarkan surat kuasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan menyediakan ruangan kantor dan perlengkapannya bagi serikat\npekerja yang berfungsi sebagai sentral kegiatan organisasi sepanjang hal ini\ndinilai patut oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan memberikan izin kepada pengurus Serikat Pekerja sebanyak 2\n(dua) orang ataupun sesuai kebutuhan yang diperlukan menurut tugasnya\nmasing-masing untuk kepentingan organisasi atau pangilan peerintah tanpa\nmengurangi hak-haknya sebagai pekerja dengan memperlihatkan bukti yang sah.\nPerusahaan akan memberikan bantuan transportasi pulang pergi dengan standard\nkendaraan\u002Fbus umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Serikat Pekerja harus mengajukan permohonan tertulis terlebih dahulu\nkepada Perusahaan untuk mendapatkan persetujuannya, apabila akan mengadakan\nrapat \u002F pertemuan diruang miik Perusahaan dan diajukan minimal 1 hari\nsebelumnya. Apabila hal ini tidak dilakukan, maka perusahaan dapat\nmembatalkan\u002Fmenundanya secara sepihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>1.Pengurus Serikat Pekerja atau anggotanya yang ditunjuk mewakili Serikat\nPekerja, medapatka perlindungan penuh dari Perusahaan terhadap tindakan\npembedaan\u002Fdiskriminatif oleh karena fungsinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal adanya perbedaan pendapat antara pekerja dan Perusahaan, maka\nperusahaan akan menyelesaikan dengan serikat pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengurus Serikat Pekerja harus meminta ijin terlebih dahulu kepada\nPerusahaan dengan sepengetahuan atasanya, apabila akan memanggil anggotanya\nuntuk suatu keperluan di dalam jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Jaminan Bagi Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja wajib mendukung usaha perusahaan dalam menegakan tata\ntertib dan disiplin serta pemberian surat peringatan \u002F sanksi atas\nkesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan pekerja sepanjang tidak bertentangan\ndengan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja tidak akan mencampuri urusan perusahaan yang tidak ada\nkaitannya dengan hubungan ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan pemogokan dan memperlambat kerja\nadalah tidak sesuai dengan semangat hubungan industrial Pancasila maupun\nkebijaksanaan pemerintah, maka oleh karena itu akan dihindarkan sesuai dengan\nUndang-undang yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Setelah pekerja baru lulus seleksi penerimaan, selanjutnya memasuki masa\npercobaan paling lama 3 (tiga) bulan dan adanya masa percobaan diberitahukan\ndidalam surat perjanjian kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam masa percobaan perjanjian kerja perorangan dapat diputuskan oleh\nmasing-masing pihak tanpa berkewajiban untuk memberikan alasan apapun dan\nberlaku seketika itu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setelah masa percobaan selama 3 (tiga) bulan, pekerja akan diangkat\nsebagai pekerja tetap dan masa percobaan tersebut dihitung sebagai masa\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Status Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu kerja yang ada, status kerja dibagi\nmenjadi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja tetap yaitu pekerja yang telah menyelesaikan masa percobaan dan\nterkait hubngan kerja dengan perusahaan dan penetapanya dilakukan secara\ntertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja kontrak yaitu pekerja yang terkait hubungan kerja secara terbatas\ndengan perusahaan atas dasar kontrak\u002Fperjanjian kerja untuk jangka waktu\ntertentu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Penggolongan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>1.Berdasarkan pada macam\u002Fsifat Pekerjaan yang dijabatnya, terbagi dalam 12\n(dua belas) golongan yaitu Gol. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tiap-tiap golongan terperinci sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I.Junior : Office Boy, Kurir, Satpam, Operator, Pengemudi,Receptionist.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Gol 1-2 ) \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II.Senior : Office Boy, Kurir, Senior Operator, Pengemudi, Satpam, Staf\nAdministrasi, Repceptionist, Ware House keeper,Asst. F\u002FM, F\u002FM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Gol 3-5 )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>III.Supervisory : Ka. Satpam, Ware House keeper, Yunior Sekretaris, Asst.\nSPV, Sekretaris GM, Spv, Kasir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Gol 6-7 ) \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>IV.managerial: Sec. Head, Asst. Dept. Mgr, Div. Mgr, GM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Gol 8-12 )\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Golongan pelaksana (gol 1-5) adalah golongan yang berhak mendapat uang\nlembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mutasi adalah pindah pekerjaan dari satu bagian ke bagian lain tanpa harus\nadanya perubahan golongan atau jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Promosi adalah tindakan perusahaan untuk menempatkan pekerja pada jabatan\nyang lebih tinggi dari pada golongan\u002Fjabatan sebelumnya dengan memperhatikan\nkesempatan yang ada sesuai kemampuan pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Demosi adalah tindakan perusahaan untuk menempatkan pekerja pada\ngolongan\u002Fjabatan yang lebih rendah dari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan berhak sepenuhnya dan dapat memindahkan pekerja sewaktu-waktu\ndari suatu bagian ke bagian lain dalam lingkungan perusahaan, dengan\nmemperhatikan antara lain kepentingan perusahaan, kecakapan, kemampuan,\nkejujuran, dan loyalitas pekerja yang bersangkutan guna kepentingan pekerja dan\nperusahaan tanpa mengurangi hak-hak pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap mutasi, promosi, dan demosi, Perusahaan akan memberikan surat\npenetapannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cp>1.Penetapan waktu kerja didasarkan kepada kebutuhan perusahaan dan diatur\nsesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : Per-06\u002FMen\u002F1993 tentang\nwaktu kerja 5 (lima) hari dalam seminggu dan 8 (delapan) jam sehari atau 40\n(empat puluh) jam dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Berdasarkan ketentuan diatas, waktu kerja dalam perusahaan diatur sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A.Kantor\u002FOffice :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s\u002Fd Jum’at : 08.00 – 17.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu : Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : 12.00 – 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Pabrik :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Non Shift :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s\u002Fd Jum’at : 08.00 – 17.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu : Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : 12.00 – 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift I :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s\u002Fd Jum’at : 07.30 – 17.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu : Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : 12.00 – 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift II :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s\u002Fd Jum’at : 16.30 – 01.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu : Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : 18.00 – 18.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja yang akan melaksanakan ibadah pada hari Jum’at, diberikan\ndispensasi waktu 30 menit sebelum jam istirahat dimulai yaitu jam 11.30 –\n13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Diluar ayat 2 A dan 2 B, jam kerjanya diatur tersendiri sesuai dengan\nkebutuhan dengan tetap berpedoman dengan peraturan perundangan-perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jam Istirahat tidak dihitung sebagai jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan ewaktu-waktu dapat mrubah jam kerja kantor\u002Fpabrik sesuai\nkebutuhan perusahan sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-undangan serta\nPeraturan pemerintah yang berlaku dan sebelumnya dirundingkan dengan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pada dasar kerja lembur dilaksanakan adanya persetujuan pekerja. Namun\ndemikian pekerja diharuskan untuk kerja lembur jika diminta oleh perusahaan\nuntuk hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerjaan yang apabila tidak diselesaikan akan menimbulkan kerugian bagi\nperusahaan atau dapat mengganggu jalannya kegiatan produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerjaan yang mendesak dan tidak dapat ditunda.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja shift yang penggantinya tidak hadir dan pekerjaan tersebut tidak\ndapat ditinggalkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Dan keadaan-keadaan lain yang dipertimbangkan membutuhkan kerja lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap kerja lembur harus berdasarkan urat perintah lembur oleh atasannya\n(Dep. Manager) dan dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan dapat memerintahkan lembur kepada pekerja pada hari libur\ndengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memberitahukan kepada pekerja yang bersangkutan terlebih dahulu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mengisi formulir yang telah isediakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp>1.Setiap pekerja dianggap kerja lembur apabila telah bekerja melebihi jam\nkrja normal. Perhitungan tersebut berdasarkan surat Keputusan Menteri Tenaga\nKerja dan Transmigrasi No. Kep 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004, tentang dasar perhitungan\nlembur yaitu :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>a.Lembur pada hari kerja biasa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 1 (satu) jam pertama : 1 ½ (satu setengah) X Upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke-2 (dua) dan seterusnya : 2 (dua) X upah 1 jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>b.Lembur pada hari-hari istirahat mingguan dan atau hari raya resmi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke 1 (satu) sampai 8 (delapan): 2 (dua) X upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke-9 (sembilan): 3 (tiga) X upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke-10 (sepuluh) dan seterusnya : 4 (empat) X upah 1 jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Rumus perhitungan upah lembur satu jam adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1\u002F173 x (Gaji Pokok + Tunj. Tetap)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Upah lembur diberikan kepada golongan tertentu (G 1-5)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perhitungan lembur dimulai tanggal 21 bulan lalu sampai dengan tanggal 20\nbulan yang berlangsung yang perinciannya akan diertakan pada setiap pemberian\ngaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Kerja Bergilir (Shift)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bagi pekerja yang mendapat giliran untuk bekerja pada shift II dan\nmelewati jam 24.00, maka perusahaan akan memberikan tambahan sesuai\nkebijaksanaan Perusahaan, berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Makanan extra\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penyediaan kendaraan untuk membantu pekerja mencapai lokasi terdekat\ndengan tempat tinggal sesuai route kendaraan yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekrja yang bekerja pada shift II dan dilanjutkan dengan kerja\nlembur\u002Flong sift, perusahaan akan memberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Makanan extra\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penyediaan kendaraan untuk membantu pekerja mencapai lokasi terdekat\ndengan tempat tinggal sesuai route kendaraan yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang makan sesuai ketentuan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tambahan seperti tersebut pada ayat 1 a, b dan 2, a b tersebut berupa\nsarana, sehingga tidak dapat diuangkan; terkecuali dalam kondisi yang\nmenyatakan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi pekerja yang bekerja pada shift II dan III akan diberikan tunjangan\nshift yang besarnya diatur dalam ketentuan tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PEMBEBASAN DAN KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Istirahat Mingguan Dan Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1. a. pekerja berhak atas istirahat dengan menerima upah penuh pada hari\nlibur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>b. setelah bekerja 5 (lima) hari berturut-turut kepada pekerja diberikan\nistirahat mingguan selama 2 (dua) hari, dengan tetap berpedoman pada ketentuan\n40 jam kerja seminggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan ini berlaku untuk semua pekerja, kecuali Satpam yang akan\ndiatur tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>Pemberian istirahat \u002F cuti tahunan dilakukan berdasarkan UU No. 13 Tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1.Pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut\nberhak mendapat cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapat\nupah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan akan memberitahukan kepada pekerja bila hak cuti yang\nbersangkutan timbul\u002Fgugur satu bulan sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Cuti tahunan hanya dapat diambil setelah mendapat persetujuan dari yang\nberwenang dengan mengikuti prosedur yang berlaku, dengan mempertimbangkan\nkepentingan produksi\u002Fpekerjaan dan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Permohonan cuti harus diajukan sekurang-kurangnya 2 (dua) hari sebelumnya,\ndiluar ketentuan ini bukan merupakan cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Hak atas cuti tahunan pekerja gugur bilamana dalam waktu 6 (enam) bulan\nsetelah lahirnya hak cuti pekerja tidak mengunakan hak cutinya bukan karena\nditunda oleh perusahaan, kecuali perusahaan setuju untuk menundanya dengan\nalasan-alasan tertentu, untuk paling lama sama dengan 6 (enam) bulan\nberikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Hak cuti pekerja dihitung tiap tahun mulai bulan Januari s\u002Fd Desember\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Cuti tahunan tidak dapat diuangkan, karena wajib dilaksanakan untuk badan;\nkecuali bagi pekerja yang mengalami pmutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Perusahaan bersama Serikat Pekerja akan mengatur jadwal pelaksanaan cuti\ntahunan secara missal 3 (tiga) hari sebelum dan sesudah hari lebaran, dan akan\ndiperhitungkan dengan hak cuti pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Cuti Besar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan cuti besar kepada pekerja yng mempunyai masa kerja 6\n(enam) tahun berturut-turut dan berlaku untuk setiap kelipatan masa kerja 6\n(enam) tahun, sesuai dengan Undang-undang 13\u002F2003, dengan ketentuan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Lamanya cuti besar adalah 2 (dua) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Cuti besar dihitung berdasarkan tanggal masukkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Cuti besar tersebut lahir dan dilaksanakan pada tahun ketujuh dan\nkedelapan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Karyawan tidak berhak lagi atas cuti tahunan pada tahun ketujuh dan\nkedelapan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tehnis pelaksanaan dan pengambilan cuti besar ini akan diatur tersendiri\ndan dituangkan dalam juklak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Cuti Melahirkan Dan Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Cuti melahirkan diberikan selama 3 (tiga) bulan dengan peritungan 1,5\n(satu setengah) bulan sebelum dan 1,5 (satu setengah) sesudah melahirkan dengan\nmendapat upah sesuai dengan Undang-undang nomor 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Cuti gugur kandungan diberikan kepada pekerja wanita yang mengalami gugur\nkandungan yaitu selama 1,5 bulan dan berdasarkan surat keterangan dokter\nkandungan atau bidan yang merawatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perpanjang cuti bersalin dapat diberikan berdasarkan keadaan yang dapat\nmembahayakan pekerja, atas dasar surat keterangan dari dokter dan berlaku\nketentuan-ketentuan cuti sakit biasa.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Pekerja wanita yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada bag. Personalia pada hari itu atau paling lambat pada hari masuk\nbekerja, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>1.Setiap pekeja dapat diberi ijin untuk meninggalkan pekerjaan dengan\nmendapat upah untuk keperluan seperti tersebut dibawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perkawinan pertama\npekerja....................................................................................................................3\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perkawinan anak\npekerja..........................................................................................................................3\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>c.Istri sah pertama pekerja melahirkan\u002Fgugur\nkandungan.......................................................................2\nhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d.Khitanan\u002Fpembaptisan anak\nsah...............................................................................................................2\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Kematian :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-\nIstri\u002FSuami\u002Fanak..........................................................................................................................................4\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Orang tua\nkandung....................................................................................................................................3\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Ayah\u002FIbu mertua\u002Fkakak\u002Fadik\nkandung.....................................................................................................2\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Keluarga lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anggota keluarga\u002Forang lain yang tinggal\nserumah..............................................................................1\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari ujian kesarjanaan atau erjadi musibah yang dipandang perusahaa\nberalasan..........................1 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Syarat pengambilan ijin sperti dimaksud diatas, harus menunjukan bukti-bukti\nyang sah dan diambil pada hari H atau yang terdekat, bila jatuh pada hari\nlibur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ijin meninggalkan pekerjaan tanpa membayar upah dapat diberikan kepada\npekerja yang karena suatu alasan yang dapat diterima, dan atau tidak masuk\nbekerja tetapi telah mendapat ijin dari Manager yang bersangkutan, dan\ndikategorikan sebagai ijin. Ketidak hadiran tanpa keterangan atau dengan alasan\nyang tidak bisa dipertanggung jawabkan dianggap mangkir, dan berdasarkan PP No\n8 tahun 1981 dapat dipotong upahnya. Dengan perhitungan N\u002F30x Upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan memberikan ijin kepada pekerja dengan biaya sendiri bagi yang\nberagama islam untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah dengan ketentan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mendapat surat ijin dari Dep. Agama RI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menunjukan tiket pesawat terbang\u002Fkapal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Upah\u002Fgaji tetap dibayar sesuai dengan PP 8\u002F81 psl 16 ayat 4\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selain ketentuan diatas, diatur sesuai dengan kepentingannya secara\ntersendiri dengan mendapat persetujuan dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Yang dimaksud dengan upah adalah jumlah gaji pokok yang diterima oleh\npekerja secara rutin sebagai imbalan atas kerja dan usahanya yang diberikan\noleh perusahan termasuk tunjangan yang bersifat tetap\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-COSTLIV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>2.Besarnya upah pekerja baru minimum sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan tetap adalah tunjangan yang diberikan kepada pekerja secara\ntetap jumlahnya dan teratur pembayarannya yang tidak dikaitkan dengan\nkehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembayaran upah dilakukan setiap akhir bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Tunjangan-Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp>1.Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Yang dimaksudkan dengan tunjangan ini adalah tunjangan Transport yng\ndiberikan secara tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Diberikan kepada semua pekerja, kecuali bagi pekerja yang ikut dalam\nkendaraan antar jemput\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bagi pekerja pabrik yang pulang kerja shift II, perusahan menyediakan\nkendaraan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>2.Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk setiap 8 jam kerja pertama pada setiap hari kerja perusahaan\nmemberikan tunjangan makan\u002Fmenyediakan makan 1 kali, minimal setelah bekerja 4\njam berturut-turut atau melampaui jam makan (siang atau malam) yang telah\nditentukan oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila pekerja terpaksa dilemburkan melebihi ketentuan diatas untuk\nsetiap 8 jam berikutnya dan melewati jam makan yang ditentukan, perusahaan\nmenyediakan tambahan makan 1 X\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam makan yang telah ditetapkan adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift I :12.00 – 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift II :18.00 – 18.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift III :01.00 – 02.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Perusahaan memberikan makan yang bersifat natura, apabila diperlukan\nsewaktu-waktu nilai makan dapat ditinjau kembali\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Insentif Hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan insentif hadir kepada pekerja yang masuk bekerja\nselama satu bulan kalender yang besarnya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Gol 1 – 5 Rp. 80,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Gol 6 – 7 Rp. 100.00,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketentuan pemberiannya akan diatur tersendiri dan dituangkan dalam juklak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cp>1.Tunjangan Hari Raya diberikan kepada pekerja tetap dengan masa kerja 1\ntahun keatas yang besarnya diatur sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja Lajang (TK) : 1,15 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja kawin dengan anak (K0): 1,25 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja kawin dengan anak (k1-3) : 1,35 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja dengan status masa percobaan tidak berhak atas THR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja dengan masa kerja 3 bulan lebih tetapi kurang dari 1 tahun\ndibeirkan secara proporsional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hak atas THR timbul 30 hari sebelum hari raya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tunjangan Hari Raya diberikan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum\nhari raya Idul Fitri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja dapat melakukan perjalanan dinas untuk melakukan pekerjaan dalam\nrangka melaksanakan tugas perusahaan yang tata cara pemberianya diatur dalam\nketentuan sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Peninjauan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-skillwagegroups\">\u003Cp>Perusahaan akan mengadakan peninjauan upah tahunan yang besarannya\nditetapkan oleh direksi dengan didasarkan pertimbangan-pertimbangan sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penilaian prestasi kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tingkat inflansi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Kemampuan atau perkembangan perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>1.Apabila pekerja tidak masuk kerja karena sakit dengan surat keterangan\ndokter, maka perusahaan membayar upah penuh kepada pekerja sesuai Peraturan\nPemerintah No 8 tahun 1981\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>2.Apabila sakitnya cukup lama dan terus menerus, berlaku ketentuan sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lamanya sakitUpah yang dibayar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 (empat) bulan pertama =100% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 (empat) bulan kedua =75% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 (empat) bulan ketiga =50% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bulan selanjutnya =25% dari upah sebelum PHK dilakukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>3.Jika melewati masa 1 tahun, pekerja masih tetap dalam perawatan maka dapat\ndinyatakan melalui surat keterangan dokter sebagai pekerja yang tidak mampu\nbekerja karena tidak memenuhi syarat kesehatan dan dapat dilakukan pemutusan\nhubungan kerja berdasarkan peraturan berlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi pekerja yang sakit\u002Fdirawat pengambilan upah dapat dikuasakan kepada\nahli waris pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Upah Pekerja Dalam Masa Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Selama dalam pembebasan tugas sementara, Perusahaan akan memberikan upah\nsesuai ketentuan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila hal tsb. Tidak terbukti, perusahaan wajib memberikan ganti rugi\nkepada pekerja sebanyak-banyaknya sebesar selisih dari gaji yang seharusnya\nditerima setiap bulan dikurangi jumlah yang telah diterima dalam masa\npembebasan tugas sementara serta merehabilitasi nama pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Upah Pekerja Dalam Tahanan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat mengajukan permohonan ijin pemutusan hubungan kerja dengan\nalasan pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib, perusahaan tidak wajib\nmembayar upah tetapi bantuan kepada keluarganya, dengan ketentuan sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 1 orang tanggungan = 25% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk 2 orang tanggungan = 35% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk 3 orang tanggungan = 45% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk 4 orang tanggungan = 50% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setelah pekerja ditahan paling sedikit 6 (enam) bulan, Perusahan dapat\nmengajukan ijin PHK sesuai prosedur yang berlaku, dan lamanya pembayaran upah\ntersebut adalah 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib karena pengaduan\nPerusahaan, maka perusahaan akan melakukan pembayaran upah sesuai upah masa\nskorsing untuk paling lama 6 (enam) bulan, dan apabila selama proses pengadilan\nternyata tidak terbukti melakukan kesalahan, maka perusahaan wajib\nmempekerjakan kembali pada posisi semula dan membayar upah penuh beserta hak\nlainnya yang seharusnya diterima pekerja terhitung sejak pekerja ditahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila yang bersangkutan dijatuhi hukuman oleh pengadilan, Perusahaan dapat\nmemutuskan hubungan kerja sesuai dengan prosedur yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Perusahaan melaksanakan syarat-syarat perlindungan kerja yang aman dan\nsehat untuk memperkecil terjadinya kecelakaan dan penyakit diantara pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja harus mentaati perintah atasannya, mematuhi peraturan-peraturan\ndan tata tertib yang berhubungan dengan keselamatan kerja, serta harus selalu\nberusaha untuk mencegah terjadinya kecelakaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Secara umum, setiap pekerja harus selalu menjaga tempat kerja dalam\nkeadaan aman, bersih, rapid an bebas dari bahaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan menyediakan alat pengaman kerja yang harus dipergunakan oleh\npekerja yang karena tugasnya dipandang memerlukan alat tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Pemeriksaan Berkala \u002F Khusus\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>1.Untuk menjaga kesehatan pekerja di sekitar lokasi perusahaan, pekerja\nwajib bersedia diperiksa secara berkala 2 tahun sekali, khususnya bagian\nPainting dan Internal Coating atau diperiksa secara khusus oleh Dokter dan\nmentaati petunjuk-petunjuk apabila diduga menderita penyakit baik menular\nmaupun tidak menular\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila hasil pemeriksaan seperti yang dimaksud dalam ayat 1 terdapat\nkelainan\u002Fpenyakit akibat hubungan kerja yang dinyatakan oleh dokter, maka\nperusahaan melalui PT Jamsostek akan melakukan tindak lanjut untuk memulihkan\nkondisi kesehatan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Pakaian Dan Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang menurut sifat pekerjaannya dan pertimbangan perusahaan\nmemerlukan pakaian\u002Fperlengkapan kerja, maka perusahaan akan memberikan pakaian\ndan perlengkapan yang harus dipakai selama jam kerja sesuai dengan tata tertib\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Yang berhak mendapatkan pakaian kerja dan sepatu kerja adalah Pekerja\npabrik, Satpam, Pengemudi, Kurir, karyawan Bag. Purchasing dan marketing yang\nbertugas di lapangan yang telah diangkat menjadi pekerja tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bentuk pakaian kerja dan sepatu disesuaikan menurut sifat pekerjaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pakaian dan sepatu kerja adalah milik Perusahaan, dan dipergunakan sewaktu\ndinas\u002Fbekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pemeliharaan dan pemakaian pakaian kerja, sepatu dan peralatan kerja,\nadalah tugas dan kewajiban pekerja, pekerja yang sudah diberikan pakaian kerja\ndan perlengkapan kerja, tetapi tidak mematuhi perintah untuk keharusan memakai\nperalatan tersebut, maka pekerja tersebut akan diberikan sanksi tertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Jamsostek\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>1.Sesuai dengan Undang-undang no 3 tahun 1992 mengenai Jaminan Sosial Tenaga\nKerja, semua pekerja yang berusia dibawah 56 (limapuluh enam) tahun diikut\nsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang diselenggarakan PT\nJamsostek\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>2.Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang diikuti meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Jaminan Pemeliharaan Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Besarnya iuran yang dibayarkan oleh perusahaan dan pekerja sesuai\nketentuan dari PT Jamsostek\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bila pekerja dirawat inap, Perusahaan membantu prosedur administrasinya\ntermasuk apabila pekerja diwajibkan membayar uang jaminan pada hari libur maka\npekerja wajib mengusahakan terlebih dahulu untuk selanjutnya diselesaikan ke\nperusahaan pada hari kerja berikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang sakit dilingkungan perusahaan adalah tanggung jawab\nperusahaan dengan melakukan pertolongan pertama, selanjutnya sesuai engan\nprosedur pengobatan dari ybs.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Sesuai Perda No.07 tahun1989, semua pekerja diikut sertakan dalam program\nAsuransi Diluar Jam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Sarana Dan Prasarana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan sarana dan prasarana dalam rangka mewujudkan\nkenyamanan dalam bekerja, misalnya :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tempat Ibadah\u002FMushola\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kantin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tempat Istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Sarana Olahraga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan kemampuan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja diharuskan ikut merawat dan memelihara sarana dan prasarana\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Rekreasi\u002FCompany Gathering\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk penyegaran dan mempererat rasa kekeluargaan sesame pekerja, maka\nperusahaan mengadakan rekreasi 1 (satu) kali dalam setahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peserta rekreasi ialah pekerja dan atau keluarganya yang terdaftar di\nPerusahaan (suami, Istri, dan anak) dengan memperhatikan kondisi perusahaan dan\ntidak mengganggu kelancaran produksi. Pelaksanaan tentang hal ini akan diatur\nbersama antara Perusahaan dan Serikat Pekerja termasuk didalamnya mengenai\npeserta dan lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja bertanggung jawab atas pelaksanaan acara rekreasi tersebut,\nsehingga tujuan yang diharapkan Perusahaan dan pekerja dapat tercapai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi pekerja yang karena sifat pekerjaannya tidak dapat ditinggalkan,\npekerja tersebut diharuskan masuk bekerja, maka pekerja yang bersangkutan\nmendapat kompensasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Koperasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyadari bahwa koperasi merupakan suatu wadah perekonomian\nyang berwatak sosial dan brazaskan kekeluargaan yang peranannya sangat membantu\nmeningkatkan kesejahteraan anggotanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menunjang kegiatan tersebut, perusahaan akan menyediakan srana dan\nprasarana serta perlengkapanya dan pihak koperasi wajib menjaga, memelihara\nserta memperbaikinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kegiatan atau usaha koperasi dititik beratkan pada pemberian pelayanan\nterhadap anggota dari pada mencari keuntungan semata, sedangkan jenis usaha\ndisesuaikan dengan kebutuhan anggota\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan ikut mendorong kemajuan Koperasi simpan pinjam di PT PCN,\nmembina dan mengawasi perkembangan dan laju pertumbuhannya sesuai dengan\nprogram pemerintah serta mengajurkan kepada seluruh pekerja untuk menjadi\nanggota Koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Koperasi dalam hal ini para pengurusnya wajib bekerja sama dengan\nperusahaan dalam hal melakukan pengawasan pengeluaran untuk anggota-anggotanya\nkhususnya menyangkut batas2 pinjaman barang agar tidak berlebihan, supaya\nkesetabilan kinerjanya tetap terjaga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Tunjangan Kedudukan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan kedudukan adalah tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang\nkeluarganya (istri, suami,anak, orang tua kandung) meninggal dunia yang\nbesarnya Rp; 800,000,- (delapan ratus ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan tidak berkewajiban memberi tunjangan kedudukan kepada pekerja\nyang meninggal, namun apabila pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja,\npada ahli warisnya akan diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pekerja yang sedang berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan kedudukan sesuai dengan ayat 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Santunan dari PT Jamsostek sesuai Undang-undang No. 3 tahun 1992\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Santunan dari asuransi yang diikutsertakan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pekerja meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja kepada ahli\nwarisnya akan diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pekerja dalam bulan yang sedang berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Santunan yang besarnya sesuai dengan peraturan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jaminan Kematian dari PT Jamsostek sesuai Undang-undang No. 3 tahun\n1992\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Santunan dari asuransi yang diikutsertakan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Manfaat Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tunjangan tersebut diberikan kepada pekerja tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Tunjangan Pernikahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memberikan tunjangan pernikahan kepada pekerja yang\nmelaksanakan pernikahan pertama kali yang besarnya diatur dalam ketentuan\ntersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Tunjangan Rawat Jalan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1.Yang dimaksud dengan dana rawat jalan adalah dana yang di peruntukan bagi\npekerja yang mengalami gangguan kesehatan yang membutuhkan pengobatan medis,\nyang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Biaya kosultasi dokter dan obat menurut resep dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Biaya perawatan gigi khusus pengobatan\u002Fperawatan dan penambalan gigi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>2.Dana rawat jalan diberikan kepada pekerja sendiri beserta keluarganya\nyaitu seorang istri yang sah dan anak-anak maksimal 3 (tiga) orang anak yang\nterdaftar di personalia dan sepenuhnya berada dibawah tanggung jawab pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityotherclause\">\u003Cp>3.Pekerja wanita dianggap tidak mempunyai tanggungan kecuali yang bersetatus\njanda atau suami tidak berpenghasilan atau suami tidak mendapat jaminan\nkesehatan di tempat kerjaanya, anaknya yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh\npenggantian dengan memperlihatkan bukti-bukti yang dapat diterima\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.a. Besarnya biaya rawat jalan sesuai dengan ketentuan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.ketentuan Perusahaan yang mengatur batas maksimum besarnya penggantian per\ntahun kalenderini sewaktu-waktu dapat ditinjau kembali oleh Peusahaan\ndisesuaikan dengan situasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bila pemakaian dana rawat jalan ini melebihi dana yang disediakan maka\nselisih tersebut sepenuhnya menjadi beban pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Bila pemakaian dana rawat jalan ini kurang dari dana yang disediakan maka\nselisih tersebut tidak dapat diambil oleh pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Besarnya dana pengobatan umum untuk pekerja yang belum memiliki masa kerja\n1 (satu) tahun, dihitung secara proporsional dan penggantiannya diberikan 1\nbulan kemudian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dana bantuan pengobatan ini tidak diperuntukan bagi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Perawatan penyakit jiwa, penyakit kelamin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Biaya-biaya pengobatan penyakit luka-luka atau cacat sebagai akibat dari\nadanya usaha bunuh diri atau penyakit yang timbul dari kesalahan sendiri akibat\nikut dalam perlombaan\u002Folahraga yang berbahaya, berkelahi atau melakukan\ntindakan kejahatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Penggunaan obat tanpa resep dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pengguguran kandungan secara tidak syah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Penggunaan alkhohol\u002Fpenyalahgunaan obat\u002Fnarkotik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Mengabaikan untuk mematuhi tata tertib keselamatan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Biaya pengobatan gigi untuk pembuatan gigi palsu dan pelapisan gigi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Perawatan kesehatan untuk tujuan kosmeik\u002Fkeindahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Penyakit yang terjadi ataupun bertambah parah oleh karena kesalahan atau\nkelalaian pekerja itu sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Perawatan non konvensional (ahli terapi\u002Ftradisional, sinshe, atau\npengobatan alternative) yang tidak memiliki ijin praktek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Bagi pekerja Gol 1-4, pelaksanaan rawat inap\u002Foperasi, sesuai prosedur JPK\nJamsostek\u002Fketentuan tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Tunjangan Rawat Inap Dan Operasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan rawat inap diperuntukan bagi biaya perawatan di Rumah Sakit baik\nkamar maupun pelayanan medis lainnya dan atau bagi setiap gangguan kesehatan\nyang membutuhkan tindakan lebih lanjut berupa operasi atau rawat inap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Tunjangan Melahirkan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pergantian biaya melahirkan hanya diberikan kepada 1 (satu) istri pekerja\nyang sah yang terdaftar dibagian Personalia dan pekerja wanita dengan suami\ntidak berpenghasilan atau suami tidak mendapat dana melahirkan ditempat suami\nbekerja, maksimum sampai dengan anak ke 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penggantian biaya melahirkan termasuk pula biaya gugur kandungan yang\ntidak disengaja atau atas saran dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.a. besarnya penggantian biaya melahirkan diberikan sesuai dengan\nketentuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.ketentuan Perusahaan yang mengatur batas maksimum besarnya pergantian ini\nsewaktu-waktu dapat ditinjau kembali oleh Perusahaan disesuaikan dengan\nsituasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.bagi pekerja Gol 1-4, sesuai prosedur JPK Jamsostek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Tunjangan Kaca Mata\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.penggantian kaca mata hanya diberikan kepada pekerja tetap dan telah\nmempunyai masa kerja 1 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.perusahaan menyediakan dana kacamata termasuk untuk soft\u002Fcontact lens yang\nberlaku hanya bagi pekerja sendiri, tidak termasuk keluarganya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.besarnya dana kacamata sesuai dengan ketentuan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Biaya-biaya pembelian hanya akan diganti berdasarkan resep\u002Frekomendasi\ndokter mata bagi yang pertama menggunakan kacamata dan untuk pergantian\nselanjutnya dapat menggunakan jasa optikal. Biaya pemeriksaan dokter mata\ndiperhitungkan dengan dana pengobatan rawat jalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi pekerja Gol 1-4, penggantian kaca mata sesuai prosedur JPK\nJamsostek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Gratifikasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Gratifikasi adalah suatu pemberian dari perusahaan kepada pekerja sebagai\nhadiah setahun sekali dan besarnya ditentukan oleh Direksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengaturan mengenai pemberian gratifikasi ini akan ditetapkan oleh\nDireksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Gratifikasi tersebut diberikan kepada pekerja tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Program Manfaat Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyadari bahwa pada hakekatnya usaha perusahaan merupakan\nupaya bersama antara perusahaan dan pekerja, karena itu perusahaan mengupayakan\npemberian Jminan Hari Tua bagi pekerja dan keluarganya berupa manfaat\npension\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sesuai Undang-Undang No. 11 Ttahun 1992 tentang Dana Pensiun, perusahaan\nmengikut sertakan semua pekerja tetap kedalam Dana Pensiun Lembaga Keuangan\nINDOLIFE PENSIONTAMA disingkat DPLK INDOLIFE PENSIONTAMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pekerja telah mencapai usia pension normal yaitu 56 (lima puluh\nenam) tahun, maka pekerja tersebut akan dibebaskan dari tugasnya dan berhak\nuntuk menerima manfaat pension dan sesuai dengan peraturan Dana Pensiun dari\nDPLK INDOLIFE PENSIONTAMA dan juga Jaminan Hari Tua dari PT JAMSOSTEK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Iuran Pensiun sebagaimana ditetapkan oleh peraturan Dana Pensiun DPLK\nINDOLIFE PENSIONTAMA berasal dari perusahaan dan pekerja sendiri. Besarnya\niuran dari perusahaan adalah 5 % dan dari pekerja 3% yang dipotong langsung\ndari upah pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Hal lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan dana pension, disesuaikan\ndengan ketentuan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Pendidikan Dan Latihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>1.Perusahaan mempunyai kepentingan untuk meningkatkan keterampilan atau\nkeahlian pekerja agar dapat menciptakan pekerja yng mempunyai Sumber Daya\nManusia (SDM) yang memadai\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja yang berdasarkan penilaian kerja, kwalifikasi pribadinya\nbaik, dapat ikut sertakan dalam program peningkatan pendidikan dan keterampilan\nyang diselenggarakan baik oleh perusahaan maupun dari pihak luar yang\nditentukan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>3.Semua biaya yang berkaitan dengan program peningkatan pendidikan dan\nketerampilan tersebut ditanggung oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi pekerja yang menolak mengikuti program penngkatan pendidikan dan\nlatihan dengan alsan yang tidak dapat diterima oleh perusahaan maka dapat\ndikenakan sanksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada dasarnya segenap pekerja secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama\nbertekad melaksanakan tugas yang diberikan oleh Perusahaan dengan setulus hati\ndan sebaik-bikna, epanjang kepada ybs. Diberitahukan dan diberipetunjuk secara\njelas mengenai ruang lingkup beban pekerjaan yang diserahkan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Kewajiban-Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja harus hadir ditempat tugas masing-masing sesuai dengan jam kerja\nyang ditentukan, kecuali atas ijin\u002Fperintah atasan langsung\u002FDireksi karena\nmelaksanakan tugas diluar tempat kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja wajib melaksanakan tugas dan mematuhi seluruh petunjuk\u002Finstruksi\nyang diberikan oleh atasannya atau pimpinan Perusahaan yang berwenang\nmemberikan hal tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja wajib memelihara dan memegang rahasia perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja wajib melaporkan kepada pimpinan Perusahaan apabila ada\nperubahan-perubahan mengenai status diri, susunan keluarga, perubahan alamat\ndsb.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja wajib menjaga dan memelihara dengan baik semua milik perusahaan\ndan segera melaporkan kepada pimpinan Perusahaan\u002Fatasannya apabila mengetahui\nhal-hal yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja wajib memeriksa alat-alat kerja sebelum mulai bekerja dan\nmerapihkannya bila akan meninggalkan pekerjaan sehingga benar-benar tidak akan\nmenimbulkan kerusakan\u002Fbahaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja wajib memberitahukan kepada atasannya secara tertulis\u002Flisan,\napabila pekerja tidak dapat hadir dengan alasan apapun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja wajib mencacahkan “Kartu Hadir” nya pada waktu hadir dan\npulang bekerja serta harus dilakukan oleh pekerja ybs.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja wajib bersikap sopan dan dapat bekerja sama dengan atasan atau\npekerja lainnya dalam melaksanakan tugas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : SANKSI TERHADAP PELANGGARAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Tindakan Disiplin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan maupun Serikat Pekerja menyadari sepenuhnya perlu adanya\npenegakan disiplin kerja, oleh karena itu terhadap pelanggaran yang dilakukan\npekerja atas peraturan yang telah diatur dalam PKB, dapat diberikan\nsanksi\u002Fperingatan tertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peringatan atau sanksi yang diberikan kepada pekerja yang secara nyata\nmelanggar aturan adalah merupakan tindakan korektif dalam usaha untuk mendidik\ndan mengarahkan pekerja kepada tindakan dan perilaku yang lebih baik. Surat\nperingatan seperti yang dimaksud tersebut tetap berlaku walaupun pekerja tidak\nbersedia menandatangani\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sanksi\u002Fperingatan seperti tersebut dalam ayat 1 terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringatan Lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat Peringatan I, II, III secara tertulis (bila sudah memenuhi syarat\nsecara aturan yang ada, dan dapat dilakukan langsung oleh\nPerusahaan\u002FPersonalia)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pembebasan Tugas (scorching)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sanksi terhadap tindakan indispliner tidak harus diberikan secara\nberurutan seperti tersebut dalam ayat 3, akan tetapi berdasarkan berat\nringannya pelanggaran yang dilakukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Masing-masing surat peringatan mempunyai masa berlaku 6 (enam) bulan\nsebagaimana apa yang telah diatur dalam perundang-undangan ketenagakerjaan dan\nPKB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Jenis-Jenis Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Surat peringatan I dapat diberikan kepada pekerja dalam kasus-kasus sbb\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja datang terlambat selama 3 x berturut-turut tau absent 2 x dalam\nsebulan tanpa alasan yang dapat diterima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja meninggalkan pekerjaan\u002Fpulang lebih awal 3 x dalam sebulan untuk\nkeperluan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja yang tidak dapat mematuhi pengaraha atasan nya tanpa alasan yang\nwajar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja yang tidak memperhatikan uraian pelaksanaan tugas nya dengan\ntepat, sehingga menyebabkan tempat kerja tidak teratur yang dapat menyebabkan\nkecelakaan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja yang mencacahkan kartu absent orang lain, termasuk pekerja yang\nkartu absennya dicacahkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja dalam melaksanakan tugasnya tidak menggunakan alat-alat\nkeselamatan\u002Fkesehatan kerja meskipun sudah diperingatkan lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja merokok diarea “Dilarang Merokok” yang tidak berbahaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja tidak menggunakan seragam, sepatu tidak dengan semestinya dalam\njam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja tidak menunjukan kesungguhan dalam bekerja atau menggunakan jam\nkerjanya bukan untuk keperluan tugas dan sering kali tidak berada di tempat\nkerjanya walaupun sudah diperingatkan lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja menukar tugas kerja dalam shift tanpa seijin atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pelanggaran yang sifatnya setara dengan pelanggaran tersebut diatas dengan\nmelihat dari tingkat keseringannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Surat Peringatan II dapat diberikan kepada pekerja dalam kasus-kasus sb\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja yang absen 3 x dalam sebulan tanpa member laporan atau karena\nalasan palsu\u002Ftidak dapat diterima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja yang tidak berminat (tidak antusias) terhadap tugasnnya, yang\nseringkali datang terlambat (5 X dalam sebulan). Pulang lebih awal\u002Fmeninggalkan\ntugasnya untuk keperluan pribadi (5 X dalam sebulan). Bagi pekerja yang sudah\npernah diberikan sanksi ini, akan dibatasi hanya 3 x dalam sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja yang menyebabkan kecelakaan (mesin, peralatan &amp; pekerja lain)\nkarena kurang berhati-hati atau kelalaiannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja yang tidak mematuhi pengarahan atasan, pengarahan mana dimaksudkan\nuntuk mencegah kerugian bagi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja yang mempergunakan barang-barang milik perusahaan untuk\nkepentingan pribadi, juga memperbaiki atau membuat barang-barang pribadi\nditempat kerja sehingga mengganggu pekerjaanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Mengulangi pelanggaran tingkat I bagi pekerja yang SP I masih berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Mencoret\u002Fmerobek\u002Fmenghilangkan pengumuman resmi perusahaan yang masih\ndipasang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja tidur pada jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pelanggaran yang sifatnya setara dengan pelanggaran seperti tersebut\ndiatas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Surat peringatan III dapat diberikan kepada pekerja dalam kasus-kasus\nsbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Mengulangi pelanggaran tingkat I\u002FII bagi yang SP I atau SP II masih\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Melakukan pelanggaran yang lebih berat dari pelanggaran tingkat I\u002FII\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja menolak perintah yang layak dari atasan dalam hubungannya dengan\ntugas, meskipun sudah diperingatkan oleh atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Merokok ditempat-tempat yang terlarang atau tempat-tempat lain yang mudah\nterbakar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Dengan sengaja atau karena lalai mengakibatkan dirinya dala keadaan tidak\ndapat menjalankan pekerjaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tidak cakap dalam melakukan pekerjaan walaupun telah dicoba diberbagai\nbidang tugas yang ada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Membuat laporan\u002Fketerangan palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi\nmisalnya upah lembur, uang pengobatan, ataupun tunjangan lainnya secara\nsengaja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Membawa keluar barang-barang milik perusahaan tanpa ijin dari\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Bekerja sebagaian atau seluruh waktu pada perusahaan lain didalam jam\nkerjanya tanpa ijin tertulis sebelumnya dari perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja menyelenggarakan kegiatan politik dilingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja menerima\u002Fmemberikan jasa\u002Fkomisi berupa uang \u002Fbarang yang sifatnya\nmerugikan perusahaan secara langsung\u002Ftidak langsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pelanggaran yang sifatnya setara dengan pelanggaran seperti tersebut\ndiatas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembebasan tugas\u002Fscorching\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembebasan tugas (scorching) dapat diberikan kepada pekerja yang karena\ntindakannya dianggap telah melakukan pelanggaran tata tertib perusahaan yang\ndapat mengakibatkan dikenakannya pemutusan hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Tata Cara Penyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sesuai dengan makna HIP semua persoalan yang tidak menyenangkan Pekerja,\nmaka penyelesaiannya dilakukan secara musyawarah untuk mencapai mufakat antara\nSerikat Pekerja dengan pihak Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila suatu persoalan timbul atau adanya keluhan dalam hubungan kerja maka\ntata cara penyelesaiannya dapat ditempuh sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tingkat Pertama :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Antara Pekerja dengan atasan langsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tingkat kedua :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika tidak ada penyelesaian pada tingkat pertama dapat dimusyawarahkan\ndengan kepala bagian\u002Fmanajer yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tingkat ketiga :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika penyelesaian pada tingkat ke dua juga belum mencapai mufakat maka\nPekerja dapat meminta pengurus Serikat Pekerja untuk mendampingi guna\nmenyelesaikan masalah tersebut engan pihak perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila usaha pendekatan secara HIP tidak juga mencapai kesepakatan, maka\npermasalahannya dapat dilimpahkan ke Lembaga yang berwenang sesuai peraturan\nperundang-perundangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap keluh kesah yang disampaikan, baik secara tertulis maupun lisan\nharus dilengkapi dengan identitas diri yang jelas beserta bukti-bukti yang\nsah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap penyelesaian keluh kesah harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh\ndan diupayakan sejauh mungkin tidak melibatkan pihak ke tiga di luar\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pada prinsipnya Perusahaan berusaha menghindari adanya PHK terhadap\nPekerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja yang melakukan pelanggaran tata tertib Perusahaan ataupun\ntindakan disiplin baik kesalahan berat maupun pelanggaran hkum lainnya atau\ntelah diberi surat peringatan kesatu, kedua dan ketiga, seperti tertera dalam\nPasal 49, 50, Pasal 54 PKB ini, maka kepadanya dapat dikenakan sanksi PHK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemutusan hubungan kerja lainnya juga dapat dilakukan seperti tertera\ndalam Pasal 55, Pasal 56, Pasal 57, Pasal 58, Pasal 59, Pasal 60, Pasal 61\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal keputusan dari lembaga yang berwenang sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku menolak ijin PHK dan menyatakan hubungan kerja\ntidak terputus, maka kepada pekerja dibayar upah penuh beserta hak-hak lain\nyang seharusnya diterima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Kesalahan Berat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan karena pekerja melakukan\nkesalahan berat sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Penipuan, pencurian dan penggelapan barang\u002Fuang milik perusahaan atau\nteman sekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memberikan keterangan palsu atau dipalsukan sehingga merugikan perusahaan\natau kepentingan Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mabok, minum-minuman keras, madat, memakai obat bius atau menyalahgunakan\nobat-obatan terlarang atau obat-obatan perangsang lainnya yang dilarang oleh\nperaturan perundangan-undangan diseluruh lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian di tempat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Menyerang, mengintimidasi atau menipu pengusaha atau teman sekerja dan\nmemperdagangkan barang terlarang baik dalam lingkungan perusahaan maupun diluar\nlingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Menganiaya, mengancam secara physic atau mental, menghina secara kasar\npengusaha atau keluarga Pemgusaha atau teman sekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Membujuk pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu perbuatan\nyang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan serta peraturan perundangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Dengan ceroboh atau sengaja merusak, merugikan atau membiarkan dalam\nkeadaan bahaya barang milik perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan diri atau teman\nsekerjanya dalam keadaan bahaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik\nperusahaan dan atau keluarga pimpinan perusahaan yang seharusnya dirahasiakan\nkecuali untuk kepentingan keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Melakukan pungutan liar dilingkungan perusahaan atau terbukti menerima\nsogokan, sehingga dapat mengakibatkan kerugian perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Membawa senjata api, senjata tajam, bahan peledak atau barang-barang yang\nmembahayakan dalam lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Melakukan perbuatan yang memenuhi unsure pidana kejahatan lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n. Melakukan kesalahan yang bobot sama setelah mendapat peringatan terakhir\nyang masih berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o. Telah mendapat Sp I, II, III secara berturut-turut dan masih melakukan\nkesalahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan hubungan kerja seperti tersebut diatas akan diberikan uang pisah\nyang besarnya akan diatur dalam ketentuan tersendiri dan proses sesuai\nPeraturan Perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Atas Kemauan Sendiri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang mengundurkan diri atas kemauannya sendiri harus\nmemberitahukan secara tertulis 30 (tiga puluh) hari sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja wajib menjalankan tugasnya sampai hari terakhir mengundurkan\ndiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja wajib melakukan serah terima dengan atasan\u002Fyang ditunjuk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja telah mendapat persetujuan dari Pimpinan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari berturut-turut dan\ntelah dipanggil secara tertulis oleh perusahaan sebanyak 2X, dan pekerja tidak\ndapat memberikan keterangan yang dapat diterima perusahaan; maka pekerja\ntersebut dapat dikwalifikasikan sebagai mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Bagi pekerja tersebut akan diberikan uang pisah yang besarnya akan diatur\ndalam ketentuan tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Atas Kemauan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan perusahaan bukan karena kesalahan\npekerja, tetapi pekerja dapat menerima PHK tersebut, maka pekerja akan\ndiberikan hak-haknya sesuai Peraturan Pemerintah yang berlaku; kecuali atas\npersetujuan kedua belah pihak ditentukan lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Pemutusan Hubungan Kerja Masal\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pemutusan hubungan kerja masal karena perusahaan tutup akibat\nmengalami kerugian terus menerus disertai dengan bukti laporan keuangan yang\ntelah diaudit oleh akuntan publik paling sedikit 2 (dua) tahun terakhir, atau\nkeadaan memaksa (force majeur); maka penyelesaiannya akan dilakukan sesuai\ndengan peraturan pemerintah yang berlaku atau atas persetujuan keduabelah\npihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dan apabila PHK masal karena perusahaan melakukan reorganisasi atau\nefesiensi, maka penyelesaiannya akan dilakukan sesuai dengan peraturan\npemerintah yang berlaku atau atas persetujuan keduabelah pihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Perubahan Status\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal terjadi PHK karena perubahan status perusahaan atau perubahan\nkepemilikan perusahaan sebagian atau seluruhnya atau perusahaan pindah lokasi\ndan perusahaan tidak bersedia menerima pekerja di perusahaannya dengan alasan\napapun, maka perusahaan akan menyelesaikan sesuai peraturan pemerintah yang\nberlaku, kecuali atas persetujuan keduabelah pihak ditentukan lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila PHK seperti tersebut diatas dilakukan namun pekerja tidak bersedia\nuntuk melanjutkan hubungan kerjanya dengan syarat-syarat kerja baru sama dengan\nsyarat-syarat kerja lama, maka perusahaan akan meyelesaikan sesuai peraturan\npemerintah yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kewajiban untuk membayar hak-hak pekerja dimaksud dibebankan kepada\npemilik perusahaan yang baru kecuali diperjanjikan lain antara pemilik\nperusahaan lama dengan pemilik perusahaan baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Karena Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dapat melakukan PHK kepada pekerja yang menderita sakit terus\nmenerus setelah lewat dari 12 (dua belas) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Yang dimaksud sakit terus menerus adalah sakit menahun atau berkepanjangan\nyang setelah sakit terus menerus kemudian terputus dan bekerja kembali, tetapi\ndalam tenggang waktu kurang dari 4 (empat) minggu sakit kembali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pemutusan hubungan kerja seperti ini perusahaan akan berpedoman\npada peraturan pemerintah yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Usia Lanjut\u002FPensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan berwenang untuk memberhentikan dengan hormat bagi pekerja yang\ntelah berusia lanjut yaitu usia 56 tahun, kecuali perusahaan masih membutuhkan\ntenaganya dan pekerja tersebut dinilai masih mampu menjalankan tugas yang\ndibebankan kepadanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang berusia lanjut 56 (lima puluh enam) tahun, Perusahaan\nmemberikan Manfaat Pensiun dari DPLK Indolife\u002Fhak-haknya sesuai peraturan\npemerintah yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 25 tahun terus menerus dapat\nmengajukan pension muda, dengan mendapatkan hak-haknya sesuai dengan peraturan\npemerintah yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Pekerja Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal pekerja meninggal dunia, maka hubungan kerja dengan Perusahaan\nputus dengan sendirinya, dan akan diberikan hak-haknya sesuai peraturan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Penyelesaian Hutang Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sehubungan dengan terputusnya hubungan kerja antara pekerja dengan\nPerusahaan, maka hutang-hutang pekerja pada Perusahaan dengan bukti yang sah\nakan diperhitungkan sekaligus dengan upah pekerja dan atau uang\njasa\u002Fpesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila ternyata upah dan atau uang jasa\u002Fuang pesangon tidak cukup untuk\nmelunasi hutangnya kepada Perusahaan, maka pemutusan hubungan kerja ini tidak\nsecara otomatis membebaskan pekerja dari sisa-sisa hutangnya kepada\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal ini mantan pekerja wajib melunasi hutangnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam UU No.13 tahun 2003 telah diatur adanya Uang Pisah, dan besarnya uang\npisah akan diatur dalam ketentuan tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : MASA BERLAKUNYA PERUBAHAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Masa Berlakunya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.Perjanjian ini berlaku dan mengikat Perusahaan dan Serikat Pekerja untuk\njangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal pendaftaran dari Dinas Tenaga Kerja\nDan Transmigrasi Propinsi DKI Jakarta\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk perundingan pembuatan PKB berikutnya kedua belah pihak sepakat untuk\nmembicarakan hal tersebut paling lambat 90 (Sembilan puluh) hari sebelum\nberakhirnya masa berlaku PKB ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemberitahuan mengenai perubahan\u002Ftambahan atas perjanjian ini harus\ndisampaikan kepada salah satu pihak dengan disertai catatan lengkap mengenai\nperubahan\u002Ftambahan yang dikehendaki untuk masa berikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sebelum diberlakukan perjanjian kerja yang baru, maka ketentuan-ketentuan\ndalam perjanjian kerja ini tetap berlaku sampai diberlakukannya perjanjian\nkerja yang baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila terjadi suatu penafsiran yang lain terhadap isi PKB ini, maka\nmasing-masing pihak sewaktu-waktu dapat mengadakan pertemuan untuk pembahasan\nlebih lanjut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV : KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Perjanjian Keseluruhan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian ini memuat dan mengatur seluruh ketentuan dan persyaratan antara\nkedua belah pihak, dan bersepakat untuk meniadakan \u002F membatalkan semua\npersetujuan, komitmen dan keterangan tertulis maupun lisan sebelumnya yang ada\nhubungannya dengan Perjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Kewajiban Untuk Mengetahui Isi Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja wajib untuk mengetahui dan mematuhi Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tidak seorang pekerja dapat mengelakkan tugas dan tanggung jawabnya dengan\nalasan tidak mengetahui isi Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahan wajib membagikan kepada semua pekerja masing-masing sebuah buku\nPerjanjian Kerja Bersama ini secepatnya setelah penandatanganan dilakukan dan\ntelah dianggap dapat dibaca, diketahui dan dimengerti kemudian dilaksanakan\nsebagaimana mestinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hal-hal yang belum diatur dalam PKB ini diatur tersendiri dalam peraturan\nkhusus yang apabila menyangkut syarat kerja akan dirundingkan dan ditentukan\nkemudian oleh keduabelah pihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tambahan \u002F perubahan yang bersifat mendesak dapat diusulkan oleh\nmasing-masing pihak dalam Lembaga Bipartit dengan menyebutkan hal-hal yang\nditambah\u002Fdirubah, rencana perubahan\u002Ftambahan beserta alasan-alasannya untuk\ndibicarakan bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. PKB ini didaftarkan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi DKI\nJakarta dan dibukukan serta diperbanyak oleh Perusahaan untuk dibagikan kepada\nseluruh pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. PKB ini di tanda tangani di Jakarta dan mengikat kedua belah pihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Semua ketentuan mengenai pemutusan hubungan kerja yang tidak diterangkan\ndidalam PKB ini akan mengacu kepada ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. PKB ini dibuat dan disepakati serta ditandatangani oleh keduabelah pihak\ndalam rangkap 6 (enam) yang sama bunyinya dan ketentuan hukumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dengan berlakunya PKB ini, maka PKB yang terdahulu dinyatakan tidak\nberlaku lagi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Demikian Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat di Jakarta untuk dilaksanakan\noleh masing-masing pihak dengan penuh tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jakarta, 30 Agustus 2013\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":45,"hourspday_select":49,"lowwageamount":53,"maternitydifferenttrigger":57,"contracttrialperiod":61,"maxsicknesspay":65,"cbadate_end":69,"ONCERISE_trigger":73,"maternityexcludedtrigger":77,"dayspweek":79,"hourspweek_select":81,"maxsicknesspaytype":83,"WORKHOURS_trigger":85,"equalityotherclause":87,"hourspday":91,"funeralpay":93,"trainingfund":95,"paidmaternityleaveduration":99,"maternityotherclause":103,"overtimeallowancetypeperiod":107,"discrimination":111,"maxsicknesspayperc":115,"cbadate_start":117,"TRAINING_trigger":119,"OVERTIME_trigger":123,"overtimeallowancetype1":127,"holidaysdays":130,"holidaysweeks":134,"jobclassifaction1":136,"sundayallowanceperc1":140,"COSTLIV_trigger":144,"healthcareaccess":146,"healthinsurance":150,"COMMUTE_trigger":152,"SUNDAY_trigger":156,"childcaredifferenttrigger":158,"EMPCONTR_trigger":162,"trainingprogrammes":166,"sundayallowancetype":168,"MEDICAL_trigger":170,"healthandsafetypolicy":173,"lowwageperiod":177,"LOWWAGE_government":179,"disabilityfund":181,"overtimeallowanceperc1":183,"childcareexcludedtrigger":185,"hourspweek":187,"commutingallowancetype1":189,"sicknesspay":191,"sundayallowancetype1":193,"skillwagegroups":196,"dayspweek_select":200,"incidentalbonusperc1":202,"paidmaternityleaveall":204,"pensionfund":206,"SCHEDULE_trigger":208,"contracttrial":212,"paidpaternityleave":214,"SICDIS_trigger":218,"incidentalbonustype2":222,"schedulesrestpw":224,"sicknessmaxdaysnr":226,"healthcareaccessrelatives":230,"cbaratificationdate":234,"menstruationleave":238,"SOCSEC_trigger":242,"bankholidays1":246,"overtimeallowancetype":250,"LOWWAGE_trigger":252,"hivpolicy":254,"paidmaternityleavepay":258,"mealvouchers":260,"sicknessmaxdays":264,"paidmaternityleave":266,"WAGES_trigger":268,"PAIDLEAV_trigger":272,"paidpaternityleaveduration":276,"paidmaternityleavepayperc":280},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"disabilitypay","2.Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja ya","2.Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang diikuti meliputi :\n\na.Jaminan Kecelakaan Kerja\n\nb.Jaminan Kematian\n\nc.Jaminan Hari Tua\n\nd.Jaminan Pemeliharaan Kesehatan\n\n\n\n3.Besarnya iuran yang dibayarkan oleh perusahaan dan pekerja sesuai\nketentuan dari PT Jamsostek",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"hourspday_select","1.Penetapan waktu kerja didasarkan kepad","1.Penetapan waktu kerja didasarkan kepada kebutuhan perusahaan dan diatur\nsesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : Per-06\u002FMen\u002F1993 tentang\nwaktu kerja 5 (lima) hari dalam seminggu dan 8 (delapan) jam sehari atau 40\n(empat puluh) jam dalam seminggu.",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"lowwageamount","2.Besarnya upah pekerja baru minimum ses","2.Besarnya upah pekerja baru minimum sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang\nberlaku.",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"maternitydifferenttrigger","1.Perusahaan dan Serikat Pekerja bersepa","1.Perusahaan dan Serikat Pekerja bersepakat bahwa Perjanjian Kerja Bersama\nini serta mengikat perusahaan dan semua pekerja.",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"contracttrialperiod","1.Setelah pekerja baru lulus seleksi pen","1.Setelah pekerja baru lulus seleksi penerimaan, selanjutnya memasuki masa\npercobaan paling lama 3 (tiga) bulan dan adanya masa percobaan diberitahukan\ndidalam surat perjanjian kerja",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"maxsicknesspay","2.Apabila sakitnya cukup lama dan terus ","2.Apabila sakitnya cukup lama dan terus menerus, berlaku ketentuan sbb :\n\nLamanya sakitUpah yang dibayar\n\n4 (empat) bulan pertama =100% upah\n\n4 (empat) bulan kedua =75% upah\n\n4 (empat) bulan ketiga =50% upah\n\nBulan selanjutnya =25% dari upah sebelum PHK dilakukan\n\noleh perusahaan",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"cbadate_end","1.Perjanjian ini berlaku dan mengikat Pe","1.Perjanjian ini berlaku dan mengikat Perusahaan dan Serikat Pekerja untuk\njangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal pendaftaran dari Dinas Tenaga Kerja\nDan Transmigrasi Propinsi DKI Jakarta",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"ONCERISE_trigger","1.Tunjangan Hari Raya diberikan kepada p","1.Tunjangan Hari Raya diberikan kepada pekerja tetap dengan masa kerja 1\ntahun keatas yang besarnya diatur sbb :\n\nPekerja Lajang (TK) : 1,15 bulan upah\n\nPekerja kawin dengan anak (K0): 1,25 bulan upah\n\nPekerja kawin dengan anak (k1-3) : 1,35 bulan upah",{"bindId":78,"name":59,"text":60},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":80,"name":51,"text":52},"dayspweek",{"bindId":82,"name":51,"text":52},"hourspweek_select",{"bindId":84,"name":67,"text":68},"maxsicknesspaytype",{"bindId":86,"name":51,"text":52},"WORKHOURS_trigger",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"equalityotherclause","3.Pekerja wanita dianggap tidak mempunya","3.Pekerja wanita dianggap tidak mempunyai tanggungan kecuali yang bersetatus\njanda atau suami tidak berpenghasilan atau suami tidak mendapat jaminan\nkesehatan di tempat kerjaanya, anaknya yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh\npenggantian dengan memperlihatkan bukti-bukti yang dapat diterima",{"bindId":92,"name":51,"text":52},"hourspday",{"bindId":94,"name":47,"text":48},"funeralpay",{"bindId":96,"name":97,"text":98},"trainingfund","3.Semua biaya yang berkaitan dengan prog","3.Semua biaya yang berkaitan dengan program peningkatan pendidikan dan\nketerampilan tersebut ditanggung oleh perusahaan",{"bindId":100,"name":101,"text":102},"paidmaternityleaveduration","1.Cuti melahirkan diberikan selama 3 (ti","1.Cuti melahirkan diberikan selama 3 (tiga) bulan dengan peritungan 1,5\n(satu setengah) bulan sebelum dan 1,5 (satu setengah) sesudah melahirkan dengan\nmendapat upah sesuai dengan Undang-undang nomor 13 tahun 2003.",{"bindId":104,"name":105,"text":106},"maternityotherclause","2.Cuti gugur kandungan diberikan kepada ","2.Cuti gugur kandungan diberikan kepada pekerja wanita yang mengalami gugur\nkandungan yaitu selama 1,5 bulan dan berdasarkan surat keterangan dokter\nkandungan atau bidan yang merawatnya\n\n\n\n3.Perpanjang cuti bersalin dapat diberikan berdasarkan keadaan yang dapat\nmembahayakan pekerja, atas dasar surat keterangan dari dokter dan berlaku\nketentuan-ketentuan cuti sakit biasa.",{"bindId":108,"name":109,"text":110},"overtimeallowancetypeperiod","a.Lembur pada hari kerja biasa : - 1 (sa","a.Lembur pada hari kerja biasa :\n\n- 1 (satu) jam pertama : 1 ½ (satu setengah) X Upah 1 jam\n\n- Jam ke-2 (dua) dan seterusnya : 2 (dua) X upah 1 jam",{"bindId":112,"name":113,"text":114},"discrimination","1.Pengurus Serikat Pekerja atau anggotan","1.Pengurus Serikat Pekerja atau anggotanya yang ditunjuk mewakili Serikat\nPekerja, medapatka perlindungan penuh dari Perusahaan terhadap tindakan\npembedaan\u002Fdiskriminatif oleh karena fungsinya.",{"bindId":116,"name":67,"text":68},"maxsicknesspayperc",{"bindId":118,"name":71,"text":72},"cbadate_start",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"TRAINING_trigger","1.Perusahaan mempunyai kepentingan untuk","1.Perusahaan mempunyai kepentingan untuk meningkatkan keterampilan atau\nkeahlian pekerja agar dapat menciptakan pekerja yng mempunyai Sumber Daya\nManusia (SDM) yang memadai",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"OVERTIME_trigger","1.Setiap pekerja dianggap kerja lembur a","1.Setiap pekerja dianggap kerja lembur apabila telah bekerja melebihi jam\nkrja normal. Perhitungan tersebut berdasarkan surat Keputusan Menteri Tenaga\nKerja dan Transmigrasi No. Kep 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004, tentang dasar perhitungan\nlembur yaitu :\n\na.Lembur pada hari kerja biasa :\n\n- 1 (satu) jam pertama : 1 ½ (satu setengah) X Upah 1 jam\n\n- Jam ke-2 (dua) dan seterusnya : 2 (dua) X upah 1 jam\n\nb.Lembur pada hari-hari istirahat mingguan dan atau hari raya resmi :\n\n- Jam ke 1 (satu) sampai 8 (delapan): 2 (dua) X upah 1 jam\n\n- Jam ke-9 (sembilan): 3 (tiga) X upah 1 jam\n\n- Jam ke-10 (sepuluh) dan seterusnya : 4 (empat) X upah 1 jam",{"bindId":128,"name":125,"text":129},"overtimeallowancetype1","1.Setiap pekerja dianggap kerja lembur apabila telah bekerja melebihi jam\nkrja normal. Perhitungan tersebut berdasarkan surat Keputusan Menteri Tenaga\nKerja dan Transmigrasi No. Kep 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004, tentang dasar perhitungan\nlembur yaitu :\n\na.Lembur pada hari kerja biasa :\n\n- 1 (satu) jam pertama : 1 ½ (satu setengah) X Upah 1 jam\n\n- Jam ke-2 (dua) dan seterusnya : 2 (dua) X upah 1 jam",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"holidaysdays","1.Pekerja yang telah bekerja selama 12 (","1.Pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut\nberhak mendapat cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapat\nupah penuh",{"bindId":135,"name":132,"text":133},"holidaysweeks",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"jobclassifaction1","1.Berdasarkan pada macam\u002Fsifat Pekerjaan","1.Berdasarkan pada macam\u002Fsifat Pekerjaan yang dijabatnya, terbagi dalam 12\n(dua belas) golongan yaitu Gol. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12.\n\n\n\n2.Tiap-tiap golongan terperinci sebagai berikut :\n\nI.Junior : Office Boy, Kurir, Satpam, Operator, Pengemudi,Receptionist.\n\n(Gol 1-2 ) \n\n\n\nII.Senior : Office Boy, Kurir, Senior Operator, Pengemudi, Satpam, Staf\nAdministrasi, Repceptionist, Ware House keeper,Asst. F\u002FM, F\u002FM\n\n(Gol 3-5 )\n\n\n\nIII.Supervisory : Ka. Satpam, Ware House keeper, Yunior Sekretaris, Asst.\nSPV, Sekretaris GM, Spv, Kasir\n\n(Gol 6-7 ) \n\n\n\nIV.managerial: Sec. Head, Asst. Dept. Mgr, Div. Mgr, GM\n\n(Gol 8-12 )",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"sundayallowanceperc1","b.Lembur pada hari-hari istirahat minggu","b.Lembur pada hari-hari istirahat mingguan dan atau hari raya resmi :\n\n- Jam ke 1 (satu) sampai 8 (delapan): 2 (dua) X upah 1 jam\n\n- Jam ke-9 (sembilan): 3 (tiga) X upah 1 jam\n\n- Jam ke-10 (sepuluh) dan seterusnya : 4 (empat) X upah 1 jam",{"bindId":145,"name":55,"text":56},"COSTLIV_trigger",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"healthcareaccess","1.Yang dimaksud dengan dana rawat jalan ","1.Yang dimaksud dengan dana rawat jalan adalah dana yang di peruntukan bagi\npekerja yang mengalami gangguan kesehatan yang membutuhkan pengobatan medis,\nyang meliputi :\n\n-Biaya kosultasi dokter dan obat menurut resep dokter\n\n-Biaya perawatan gigi khusus pengobatan\u002Fperawatan dan penambalan gigi",{"bindId":151,"name":47,"text":48},"healthinsurance",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"COMMUTE_trigger","1.Tunjangan Tetap a.Yang dimaksudkan den","1.Tunjangan Tetap\n\na.Yang dimaksudkan dengan tunjangan ini adalah tunjangan Transport yng\ndiberikan secara tetap\n\nb.Diberikan kepada semua pekerja, kecuali bagi pekerja yang ikut dalam\nkendaraan antar jemput\n\nc.Bagi pekerja pabrik yang pulang kerja shift II, perusahan menyediakan\nkendaraan",{"bindId":157,"name":142,"text":143},"SUNDAY_trigger",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"childcaredifferenttrigger","Pasal 2 : Luasnya Perjanjian Kerja Bersa","Pasal 2 : Luasnya Perjanjian Kerja Bersama\n\n\n\n1.Perusahaan dan Serikat Pekerja bersepakat bahwa Perjanjian Kerja Bersama\nini serta mengikat perusahaan dan semua pekerja.",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"EMPCONTR_trigger","Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu ","Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu kerja yang ada, status kerja dibagi\nmenjadi :\n\n1.Pekerja tetap yaitu pekerja yang telah menyelesaikan masa percobaan dan\nterkait hubngan kerja dengan perusahaan dan penetapanya dilakukan secara\ntertulis.\n\n\n\n2.Pekerja kontrak yaitu pekerja yang terkait hubungan kerja secara terbatas\ndengan perusahaan atas dasar kontrak\u002Fperjanjian kerja untuk jangka waktu\ntertentu",{"bindId":167,"name":121,"text":122},"trainingprogrammes",{"bindId":169,"name":142,"text":143},"sundayallowancetype",{"bindId":171,"name":148,"text":172},"MEDICAL_trigger","1.Yang dimaksud dengan dana rawat jalan adalah dana yang di peruntukan bagi\npekerja yang mengalami gangguan kesehatan yang membutuhkan pengobatan medis,\nyang meliputi :\n\n-Biaya kosultasi dokter dan obat menurut resep dokter\n\n-Biaya perawatan gigi khusus pengobatan\u002Fperawatan dan penambalan gigi\n\n\n\n2.Dana rawat jalan diberikan kepada pekerja sendiri beserta keluarganya\nyaitu seorang istri yang sah dan anak-anak maksimal 3 (tiga) orang anak yang\nterdaftar di personalia dan sepenuhnya berada dibawah tanggung jawab pekerja",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"healthandsafetypolicy","1.Perusahaan melaksanakan syarat-syarat ","1.Perusahaan melaksanakan syarat-syarat perlindungan kerja yang aman dan\nsehat untuk memperkecil terjadinya kecelakaan dan penyakit diantara pekerja\n\n2.Pekerja harus mentaati perintah atasannya, mematuhi peraturan-peraturan\ndan tata tertib yang berhubungan dengan keselamatan kerja, serta harus selalu\nberusaha untuk mencegah terjadinya kecelakaan",{"bindId":178,"name":55,"text":56},"lowwageperiod",{"bindId":180,"name":55,"text":56},"LOWWAGE_government",{"bindId":182,"name":47,"text":48},"disabilityfund",{"bindId":184,"name":109,"text":110},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":186,"name":59,"text":60},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":188,"name":51,"text":52},"hourspweek",{"bindId":190,"name":154,"text":155},"commutingallowancetype1",{"bindId":192,"name":67,"text":68},"sicknesspay",{"bindId":194,"name":125,"text":195},"sundayallowancetype1","1.Setiap pekerja dianggap kerja lembur apabila telah bekerja melebihi jam\nkrja normal. Perhitungan tersebut berdasarkan surat Keputusan Menteri Tenaga\nKerja dan Transmigrasi No. Kep 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004, tentang dasar perhitungan\nlembur yaitu :",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"skillwagegroups","Perusahaan akan mengadakan peninjauan up","Perusahaan akan mengadakan peninjauan upah tahunan yang besarannya\nditetapkan oleh direksi dengan didasarkan pertimbangan-pertimbangan sbb :\n\na.Penilaian prestasi kerja\n\nb.Tingkat inflansi\n\nc.Kemampuan atau perkembangan perusahaan",{"bindId":201,"name":51,"text":52},"dayspweek_select",{"bindId":203,"name":75,"text":76},"incidentalbonusperc1",{"bindId":205,"name":101,"text":102},"paidmaternityleaveall",{"bindId":207,"name":47,"text":48},"pensionfund",{"bindId":209,"name":210,"text":211},"SCHEDULE_trigger","b. setelah bekerja 5 (lima) hari berturu","b. setelah bekerja 5 (lima) hari berturut-turut kepada pekerja diberikan\nistirahat mingguan selama 2 (dua) hari, dengan tetap berpedoman pada ketentuan\n40 jam kerja seminggu",{"bindId":213,"name":63,"text":64},"contracttrial",{"bindId":215,"name":216,"text":217},"paidpaternityleave","1.Setiap pekeja dapat diberi ijin untuk ","1.Setiap pekeja dapat diberi ijin untuk meninggalkan pekerjaan dengan\nmendapat upah untuk keperluan seperti tersebut dibawah ini :\n\na.Perkawinan pertama\npekerja....................................................................................................................3\nhari\n\nb.Perkawinan anak\npekerja..........................................................................................................................3\nhari\n\nc.Istri sah pertama pekerja melahirkan\u002Fgugur\nkandungan.......................................................................2\nhari\n\nd.Khitanan\u002Fpembaptisan anak\nsah...............................................................................................................2\nhari\n\ne.Kematian :\n\n-\nIstri\u002FSuami\u002Fanak..........................................................................................................................................4\nhari\n\n- Orang tua\nkandung....................................................................................................................................3\nhari\n\n- Ayah\u002FIbu mertua\u002Fkakak\u002Fadik\nkandung.....................................................................................................2\nhari\n\n- Keluarga lain\n\nAnggota keluarga\u002Forang lain yang tinggal\nserumah..............................................................................1\nhari\n\nHari ujian kesarjanaan atau erjadi musibah yang dipandang perusahaa\nberalasan..........................1 hari",{"bindId":219,"name":220,"text":221},"SICDIS_trigger","1.Apabila pekerja tidak masuk kerja kare","1.Apabila pekerja tidak masuk kerja karena sakit dengan surat keterangan\ndokter, maka perusahaan membayar upah penuh kepada pekerja sesuai Peraturan\nPemerintah No 8 tahun 1981",{"bindId":223,"name":75,"text":76},"incidentalbonustype2",{"bindId":225,"name":210,"text":211},"schedulesrestpw",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"sicknessmaxdaysnr","3.Jika melewati masa 1 tahun, pekerja ma","3.Jika melewati masa 1 tahun, pekerja masih tetap dalam perawatan maka dapat\ndinyatakan melalui surat keterangan dokter sebagai pekerja yang tidak mampu\nbekerja karena tidak memenuhi syarat kesehatan dan dapat dilakukan pemutusan\nhubungan kerja berdasarkan peraturan berlaku",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"healthcareaccessrelatives","2.Dana rawat jalan diberikan kepada peke","2.Dana rawat jalan diberikan kepada pekerja sendiri beserta keluarganya\nyaitu seorang istri yang sah dan anak-anak maksimal 3 (tiga) orang anak yang\nterdaftar di personalia dan sepenuhnya berada dibawah tanggung jawab pekerja",{"bindId":235,"name":236,"text":237},"cbaratificationdate","Demikian Perjanjian Kerja Bersama ini di","Demikian Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat di Jakarta untuk dilaksanakan\noleh masing-masing pihak dengan penuh tanggung jawab.\n\n\n\nJakarta, 30 Agustus 2013",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"menstruationleave","Pekerja wanita yang dalam masa haid mera","Pekerja wanita yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada bag. Personalia pada hari itu atau paling lambat pada hari masuk\nbekerja, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid",{"bindId":243,"name":244,"text":245},"SOCSEC_trigger","1.Sesuai dengan Undang-undang no 3 tahun","1.Sesuai dengan Undang-undang no 3 tahun 1992 mengenai Jaminan Sosial Tenaga\nKerja, semua pekerja yang berusia dibawah 56 (limapuluh enam) tahun diikut\nsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang diselenggarakan PT\nJamsostek",{"bindId":247,"name":248,"text":249},"bankholidays1","1. a. pekerja berhak atas istirahat deng","1. a. pekerja berhak atas istirahat dengan menerima upah penuh pada hari\nlibur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah",{"bindId":251,"name":109,"text":110},"overtimeallowancetype",{"bindId":253,"name":55,"text":56},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"hivpolicy","1.Untuk menjaga kesehatan pekerja di sek","1.Untuk menjaga kesehatan pekerja di sekitar lokasi perusahaan, pekerja\nwajib bersedia diperiksa secara berkala 2 tahun sekali, khususnya bagian\nPainting dan Internal Coating atau diperiksa secara khusus oleh Dokter dan\nmentaati petunjuk-petunjuk apabila diduga menderita penyakit baik menular\nmaupun tidak menular",{"bindId":259,"name":101,"text":102},"paidmaternityleavepay",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"mealvouchers","2.Tunjangan Makan a.Untuk setiap 8 jam k","2.Tunjangan Makan\n\na.Untuk setiap 8 jam kerja pertama pada setiap hari kerja perusahaan\nmemberikan tunjangan makan\u002Fmenyediakan makan 1 kali, minimal setelah bekerja 4\njam berturut-turut atau melampaui jam makan (siang atau malam) yang telah\nditentukan oleh Perusahaan\n\nb.Apabila pekerja terpaksa dilemburkan melebihi ketentuan diatas untuk\nsetiap 8 jam berikutnya dan melewati jam makan yang ditentukan, perusahaan\nmenyediakan tambahan makan 1 X\n\nJam makan yang telah ditetapkan adalah :\n\nShift I :12.00 – 13.00\n\nShift II :18.00 – 18.30\n\nShift III :01.00 – 02.00\n\nc.Perusahaan memberikan makan yang bersifat natura, apabila diperlukan\nsewaktu-waktu nilai makan dapat ditinjau kembali",{"bindId":265,"name":228,"text":229},"sicknessmaxdays",{"bindId":267,"name":101,"text":102},"paidmaternityleave",{"bindId":269,"name":270,"text":271},"WAGES_trigger","1.Yang dimaksud dengan upah adalah jumla","1.Yang dimaksud dengan upah adalah jumlah gaji pokok yang diterima oleh\npekerja secara rutin sebagai imbalan atas kerja dan usahanya yang diberikan\noleh perusahan termasuk tunjangan yang bersifat tetap",{"bindId":273,"name":274,"text":275},"PAIDLEAV_trigger","Pemberian istirahat \u002F cuti tahunan dilak","Pemberian istirahat \u002F cuti tahunan dilakukan berdasarkan UU No. 13 Tahun\n2003.\n\n1.Pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut\nberhak mendapat cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapat\nupah penuh",{"bindId":277,"name":278,"text":279},"paidpaternityleaveduration","c.Istri sah pertama pekerja melahirkan\u002Fg","c.Istri sah pertama pekerja melahirkan\u002Fgugur\nkandungan.......................................................................2\nhari",{"bindId":281,"name":101,"text":102},"paidmaternityleavepayperc","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>PT. Poli Contindo Nusa - 2013\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2013-08-30\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2015-08-29\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2013-08-30\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur produk logam, kecuali mesin dan perlengkapannya\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Wafat Isa Almasih, John Chilembwe Day (15th January), Rwandan Liberation Day (4th July), Umuganura Day (first Friday of August)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;0\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[287],{"title":38,"slug":34},[289],{"type":290,"data":291},"call_to_action_body_block",{"title":292,"description":293,"variant":294,"link":295},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":292,"url":296,"description":292,"rel":297,"type":298},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[300],{"type":290,"data":301},{"title":292,"description":293,"variant":294,"link":302},{"title":292,"url":296,"description":292,"rel":297,"type":298},[]]