[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pertiwi-indo-mas-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-pertiwi-indo-mas-2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":229,"content_type_view":230,"extra_breadcrumbs":231,"body":233,"body_blocks":244,"related_pages":248},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":227,"translations":228},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pertiwi-indo-mas-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-pertiwi-indo-mas-2019-2021","69fa0d2a-5381-11ed-bb66-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pertiwi-indo-mas-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-pertiwi-indo-mas-2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pertiwi-indo-mas-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-pertiwi-indo-mas-2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Pertiwi Indo Mas dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Pertiwi Indo Mas 2019 - 2021","IDN PT. Pertiwi Indomas - 2019","Indonesia - IDN PT. Pertiwi Indomas - 2019","IDN PT. Pertiwi Indomas - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT. Pertiwi Indomas 2019-2021.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New6\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. PERTIWI INDO MAS DENGAN SERIKAT PEKERJA\nNASIONAL PT. PERTIWI INDO MAS PERIODE 2019 – 2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam setiap Perusahaan selalu terdapat 2 (dua) unsur yang berperan penting\ndalam pengelolaan, kelangsungan hidup dan pengembangan. Kedua unsur tersebut\nadalah Pengusaha dan unsur Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masing-masing mempunyai hubungan timbal balik dalam memelihara kepentingan\ndalam mencapai tujuan Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesadaran tersebut harus diikuti dengan usaha dan Tindakan nyata dari\nPengusaha maupun Pekerja dalam bentuk kerja sama yang tulus dan dijiwai oleh\nsemangat Hubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Pekerja menyadari pentingnya peranan masing-masing pihak dalam\nmelaksanakan perwujudan semangat dan cita-cita yang terkandung dalam Hubungan\nIndustrial Pancasila yang merupakan landasan dan falsafah hubungan antara\nPengusaha dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bertolak dari pandangan dan pendirian tersebut, baik Pengusaha maupun\nPekerja bertekad untuk saling membantu dalam menjalankan kewajiban dan tugas\nkearah terwujudnya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1) Ketenangan Kerja dan Berusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2) Peningkatan Mutu dan Produktivitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3) Peningkatan Kesejahteraan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4) Pemeliharaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5) Menciptakan hubungan yang harmonis antara\nPengusaha dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka dengan ijin serta Ridho Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan\nmelaksanakan pikiran dan pendapat Bersama, maka dibuatlah Perjanjian Kerja\nBersama yang mengatur tentang kewajiban dan hak masing-masing pihak disesuaikan\ndengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku dalam Negara Republik\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam perjanjian ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Perseroan Terbatas PT. PERTIWI INDO MAS, yang didirikan berdasarkan\nakta Notaris Eliawati Hostiadi, SH yang berdomisili di Desa Klepu Kecamatan\nPringapus Kabupaten Dati II Semarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adakah Direksi\u002FPengurus yang ditunjuk oleh Pemegang Saham untuk mengelola\nPerusahaan baik secara sendiri-sendiri maupun secara Bersama-sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang-orang yang mengadakan hubungan kerja dengan Perusahaan,\nmenandatangani Perjanjian Kerja dan menerima gaji pokok\u002Fupah dari\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah organisasi Pekerja yang telah\u002Fsudah terdaftar di Departemen Tenaga\nKerja Republik Indonesia dengan pendaftaran No.\n023\u002FOP.SP.32\u002FDFT\u002F02\u002FXI\u002FVIII\u002F1998 dengan nama: Serikat Pekerja Nasional Unit\nKerja PT. Pertiwi Indo Mas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pengurus Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anggota Serikat Pekerja yang dipilih atau ditunjuk oleh anggota\nmemimpin Serikat Pekerja sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Gaji\u002FGaji Pokok:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah imbalan jasa yang diterima Pekerja berupa uang atas pekerjaannya\nsebagai akibat adanya hubungan kerja yang sifatnya tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Jam Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jam kerja yang telah ditetapkan oleh Perusahaan berdasarkan peraturan\nyang berlaku, 8 jam sehari atau 40 jam dalam seminggu untuk 5 hari kerja dan 7\njam sehari untuk 6 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Hari Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari kerja Pekerja sesuai dengan jadwal hari kerja yang telah\nditentukan yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) 5 hari kerja untuk Bagian Produksi dan Staff.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) 6 hari kerja untuk Satpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9) Hari Libur Nasional:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10) Upah Lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yang diberikan kepada Pekerja yang melakukan pekerjaan melebihi\nwaktu yang telah ditentukan dengan menerima upah lembur sesuai ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: PIHAK – PIHAK YANG BERSEPAKAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) PT. PERTIWI INDO MAS, berkedudukan di Desa Klepu, Kecamatan Pringapus\nKabupaten Dati II Semarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Badan Hukum: \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Akte Notaris Eliawati Hostiadi, SH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor: 91, tanggal 18 Agustus 1995.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Akte Perubahan Notaris Eliawati Hostiadi, SH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor: 96, tanggal 19 Agustus 1995.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Akte Perubahan Notaris Melssie Pholuan, SH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor: 9, tanggal 11 November 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Akte Perubahan Notaris Melssie Pholuan, SH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor: 9, tanggal 8 September 2008.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Akte Perubahan Notaris Mariyantini, SH., MKn\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor: 9, tanggal 26 Desember 2018.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal ini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nama: LIM JONG HAK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan: Direktur Utama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya dalam hal ini bertindak sebagai Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Nama: JASMANTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan: Ketua SPN Unit Kerja PT. PERTIWI INDO MAS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Alamat: Desa Klepu, Kecamatan Pringapus Kab. Dati II Semarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya dalam Perjanjian ini bertindak dan atas nama seluruh Pekerja\natau Serikat Pekerja PT. PERTIWI INDO MAS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kedua belah pihak telah bersepakat dan beritikad baik untuk mengikat\nhubungan kerja serta sepakat untuk melaksanakan dan mematuhi isi Perjanjian\nKerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: ISI PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha dan Serikat Pekerja telah bersepakat mengadakan Perjanjian\nKerja Bersama yang isinya meliputi syarat-syarat kerja dan berbagai aspek dalam\nhubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Dalam hal Pengusaha dan Serikat Pekerja mengadakan perubahan nama atau\npenggabungan nama dalam bentuk apapun maka isi dari pada pasal-pasal Perjanjian\nKerja Bersama ini tetap akan berlaku bagi pihak Pengusaha dan Serikat Pekerja\nterhitung sejak adanya perubahan-perubahan tersebut sampai dengan sisa waktu\nberlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: LUAS PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>1) Pengusaha dan Serikat Pekerja sama-sama menyetujui bahwa Perjanjian Kerja\nBersama ini berlaku dan mengikat secara hukum bagi seluruh Pekerja dan\nPengusaha di PT. PERTIWI INDO MAS.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2) Telah disepakati Bersama oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja bahwa\nPerjanjian Kerja Bersama ini, mengenai hal-hal bersifat umum seperti dalam isi\nperjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: HAK DAN KEWAJIBAN YANG BERSEPAKAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha maupun Pekerja sama-sama mempunyai hak dan kewajiban memberikan\npenerangan pada seluruh Pekerja atau pihak-pihak lainnya yang berkepentingan\ndengan adanya Perjanjian Kerja Bersama ini terhadap makna ataupun pengertian\nseperti yang telah ditetapkan dalam perjanjian kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Dalam mencapai tujuannya, Pengusaha berhak mengelola Tenaga Kerja dan\nhak-hak pengelolaan lainnya berdasarkan kebijaksanaan Perusahaan yang tidak\nbertentangan dengan ketentuan\u002Fperaturan atau undang-undang yang berlaku di\nNegara Republik Indonesia dalam rangka mewujudkan manajemen yang sehat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Fungsi Serikat Pekerja adalah mewakili, melindungi, mengayomi, membela\nanggota-anggotanya baik secara individual atau secara kolektif dalam bidang\nhubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Setiap Pekerja mempunyai pilihan untuk tidak menjadi anggota Serikat\nPekerja atau menjadi anggota Serikat Pekerja, mendapat kesempatan untuk maju,\nmengembangkan karir masing-masing, memperoleh kecakapan atau keterampilan\nsehingga potensi dan daya kreasinya dapat dikembangkan dalam rangka menunjang\npeningkatan produksi dan produktivitas yang terwujud dalam hasil karya dan\npenghasilan atas karyanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Serikat Pekerja dan Pengusaha berkewajiban saling menunjang adanya upaya\nuntuk menciptakan ketenangan bekerja serta bersama-sama memberikan pembinaan\nterhadap seluruh Pekerja dalam pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Pengurus Unit Kerja SPN berhak memintakan\nketerangan-keterangan\u002Fpenjelasan-penjelasan dari pihak manajemen melalui Kepala\nPersonalia dalam hal-hal tertentu sepanjang yang menyangkut bagi kemajuan\nPerusahaan dan kepentingan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: PENGAKUAN TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha dan Serikat Pekerja yang menandatangani Perjanjian Kerja\nBersama ini untuk pengusaha mewakili Perusahaan dan Serikat Pekerja mewakili\nseluruh Pekerja yang bekerja pada PT. PERTIWI INDO MAS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pengusaha memberikan keleluasaan bagi kegiatan dan perkembangan Serikat\nPekerja serta pembinaan anggota-anggotanya dalam rangka terwujudnya Hubungan\nIndustrial yang harmonis sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Setiap hal-hal yang diumumkan kepada seluruh Pekerja oleh SPN Unit Kerja\nPT. PERTIWI INDO MAS, supaya dikonsultasikan dengan Pimpinan Perusahaan, begitu\npula sebaliknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: JAMINAN BAGI PENGURUS SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha memberikan izin kepada setiap pengurus Serikat Pekerja untuk\nmelaksanakan kewajiban-kewajiban tanpa mengurangi hak-haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2) Pengusaha tidak akan melakukan penekanan-penekanan baik secara langsung\nmaupun diskriminasi kepada Wakil Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: FASILITAS DAN BANTUAN DARI PENGUSAHA YANG DIBERIKAN TERHADAP\nSERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Setiap saat Serikat Pekerja dapat masuk ke dalam daerah Pengusaha dan\nmelakukan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan masalah-masalah\nKetenagakerjaan secara efektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pengusaha menyediakan ruangan kantor yang layak termasuk peralatan dan\nperlengkapan berikut ruangan untuk pertemuan, sudang, rapat yang disesuaikan\ndengan kemampuan Perusahaan dan Serikat Pekerja akan menggunakan sebaik-baiknya\nsesuai dengan fungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: PERSETUJUAN TERHADAP IURAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha menyetujui untuk dilakukan punguta iuran Serikat Pekerja\nberdasarkan AD\u002FART Pasal 18 Ayat 2 setiap anggota wajib membayar iuran minimal\n0,5% perbulan dari UMK setempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: SELEKSI DAN MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk kelancaran usaha Perusahaan, Serikat Pekerja mengakui hak Pengusaha\nuntuk memenuhi standar manajemen Perusahaan serta formasi Pekerja dalam\nstruktur organisasi Perusahaan dan kebutuhan operasional nya, maka perlu\npenerimaan calon Pekerja yang lebih selektif yang diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Setiap calon Pekerja diwajibkan membuat dan menyampaikan surat lamaran\ndengan kelengkapan standar yang diatur Perusahaan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Umur minimal 18 tahun pada waktu penerimaan dan\nmendapat izin tertulis dari orang tua\u002Fwali atau suami.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Berbadan sehat, diakui oleh dokter perusahaan\natau dokter lain yang ditunjuk oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Berkelakuan baik dengan surat keterangan dari\nkepolisian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Keterangan dan persyaratan lain yang\ndiperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Untuk mencapai tujuan yang tertentu Bagian Personalia akan melakukan tes\ntertulis dan interview seperlunya dan jika diperlukan tes keterampilan oleh\nBagian yang membutuhkan Pekerja baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Calon Pekerja yang telah di test dan dinilai cukup, akan diajukan untuk\nmendapatkan persetujuan Pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Calon Pekerja yang mendapat persetujuan untuk diterima sebagai Pekerja\nakan diberikan orientasi tentang hak dan kewajiban sebagai pekerja dilanjutkan\npenandatanganan Perjanjian Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>5) Setelah ketentuan tersebut diatas telah dilaksanakan, maka calon Pekerja\nakan melalui masa percobaan selama 3 bulan sejak tanggal ditandatangani\nperjanjian kerja dan masa percobaan menjadi masa kerja dari pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: PENILAIAN DAN PEMINDAHAN\u002FMUTASI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kenaikan golongan atau jabatan, mutasi, penangkatan yang sesuai dengan\nkemampuan dan penilaian manajemen, adalah wewenang penuh dari Pengusaha dengan\ndasar antara lain sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Evaluasi penilaian dari atasan Bagian\u002FUnit Kerja yang bersangkutan serta\nPersonalia mengenai prestasi yang menyangkut kriteria sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Absensid) Loyalitasg) Komunikasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Keterampilane) Kerjasamah) Penampilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Disiplinf) Inisiatifi) Senioritas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Walaupun dalam perjanjian kerja pertama waktu mulai masuk kerja\ndicantumkan jabatan yang bersangkutan, tetapi berdasarkan penilaian yang\nobyektif serta kebutuhan manajemen Perusahaan masa ini maupun masa yang akan\ndating perlu diadakan pemindahan\u002Fmutasi Pekerja, pemindahan\u002Fmutasi tersebut\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pemindahan karena ketidakmampuan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemindahan ini disebabkan karena pelanggaran disiplin kerja atau pelanggaran\nteknis pekerjaan, dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku dan akan\ndikonsultasikan\u002Fdiberitahukan kepada Serikat Pekerja, yang mana pemindahan\nPekerja tersebut tidak mengurangi gaji pokok\u002Fgaji yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pemindahan biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemindahan ini dilaksanakan sehubungan dengan kebutuhan manajemen Perusahaan\nuntuk memperlancar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan keterampilan tertentu\ndisetiap bagian\u002Funit kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Pemindahan promosi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemindahan tersebut karena peningkatan prestasi Pekerja dan kebutuhan\nmanajemen dan untuk selanjutnya akan dievaluasi Kembali selama 3 (tiga) bulan\nuntuk mendapatkan Surat Keputusan Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: PENGELOLAAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penerimaan, pengangkatan, pemilihan dan pemindahan Pekerja merupakan\nwewenang Pengusaha, yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan\ndengan tetap memperhatikan Peraturan\u002FUndang-Undang Ketenagakerjaan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: PENGGOLONGAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha berkewajiban Menyusun penggolongan dan kepangkatan Pekerja\nsehingga terwujudnya suasana keteraturan dan kegairahan kerja berdasarkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Syarat-syarat pekerjaan\u002Fjabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Pengalaman\u002Fkeahlian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>Golongan Pekerja yang menurut tingkatan jabatan yang ada di Perusahaan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Direktur Utamag) Asisten Supervisor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Factory Managerh) Senior Staff\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Manageri) Operator\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Kepala Bagianj) Helper\u002Fpetugas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Chief Supervisor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Supervisor\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: PERATURAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>Peraturan kerja PT. PERTIWI INDO MAS yang berlaku berlandaskan kepada\nUndang-Undang No. 13 tahun 2003 pasal 77. Hari kerja Pekerja diatur sesuai\ndengan ketentuan Perundang-undangan tersebut dengan ketentuan 7 (tujuh) dan 8\n(delapan) jam sehari (40 jam seminggu) dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Hari Kerja Biasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Hari Senin s\u002Fd Kamis: Jam 07.00 s\u002Fd 16.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Hari Jumat: Jam 07.00 s\u002Fd 17.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Istirahat: Jam 11.00 s\u002Fd 12.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Istirahat hari Jumat: Jam 11.00 s\u002Fd 12.30, Jam 16.00 s\u002Fd 16.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Istirahat Jam Kerja Lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Istirahat I: Jam 16.00 s\u002Fd 16.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Istirahat II: Jam 18.00 s\u002Fd 18.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Hari Kerja Shift (Satpam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Shift I: Jam 07.00 s\u002Fd 15.00 (Istirahat 1 Jam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Shift II: Jam 15.00 s\u002Fd 23.00 (Istirahat 1 Jam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Shift III: Jam 23.00 s\u002Fd 07.00 (Istirahat 1 Jam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja Shift ini tetap berlaku untuk hari terakhir jam kerja 5 jam dan\nsisa kelebihan jam kerja diperhitungkan sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Jika diperlukan Perusahaan dapat mengatur jam kerja pekerja yang\ndisesuaikan dengan kebutuhan produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang melakukan pekerjaan lebih dari 7 (tujuh) jam kerja sehari (hari\nbiasa) dan lebih dari 5 jam sehari (Hari Pendek\u002FSabtu) untuk 6 hari kerja dan\nlebih dari 8 (delapan) jam untuk 5 hari kerja atau kelebihan jam kerja tersebut\ndiperhitungkan lembur yang diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Upah kerja lembur dibayarkan sekurang-kurangnya sama dengan ketentuan\nyang berlaku dengan perhitungan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>a) Hari Senin sampai dengan Jumat jam kerja dihitung 8 jam kerja, untuk\nlembur pertama dihitung 1,5 kali upah sejam, untuk lembur ke 2 dan seterusnya\ndihitung 2 kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b) Untuk hari kerja shift sesuai yang dimaksud pasal 14 ayat 2, jam kerja\ndihitung 5 jam kerja, selebihnya diberlakukan perhitungan seperti poin a.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>c) Untuk hari Minggu atau hari libur resmi lembur akan dihitung sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1) Untuk tiap jam lembur sampai batas 7 jam dibayar\n2 x gaji pokok per jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2) Untuk jam ke 8 dibayar 3 x gaji pokok per\njam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3) Untuk jam ke 9\u002Fselebihnya dibayar 4 x gaji pokok\nper jam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d) Perhitungan upah per jam: 1\u002F173 x gaji pokok sebulan, pada hari pendek\ndihitung mulai batas 5 jam dst (hari pendek Sabtu).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pekerja hendaknya sukarela\u002Fbersedia untuk bekerja lembur sehubungan\ndengan sifat pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya harus diselesaikan,\nkecuali dengan alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja yang bekerja lembur dari 3 (tiga) jam diberikan makan 1 (satu)\nkali dengan jumlah kalori sekurang-kurangnya 1.400 kalori dan istirahat selama\n30 menit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Untuk melakukan kerja lembur haru ada perintah tertulis dari pengusaha\ndan persetujuan tertulis dari pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: KETENTUAN IJIN TIDAK MASUK KERJA DILUAR CUTI TAHUNAN DENGAN\nMENDAPAT GAJI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cp>Meninggalkan pekerjaan atau tidak masuk kerja aktif di Perusahaan yang\ndiijinka oleh Pimpinan yang berwenang di Perusahaan, dengan menerima gaji\u002Fgaji\npokok penuh, ijin tersebut untuk keperluan seperti tersebut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Izin sakit yang berlaku:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Izin yang dikeluarkan oleh Dokter atau Rumah Sakit yang ditunjuk\nPerusahaan atau BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Diluar ketentuan tersebut diatas, surat keterangan dokter harus dilengkapi\ncopy resep, kwitansi biaya dan diagnosa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Ijin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan memperlihatkan Surat Keterangan yang sah dari Kepala Desa yang\nbersangkutan kepada Pimpinan melalui atasan masing-masing selambat-lambatnya 2\n(dua) hari dimuka untuk keperluan ijin 2 a, c sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Perkawinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp>1) Pekerja sendiri menikah diberikan cuti 3 hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2) Anak pekerja diberikan cuti 2 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Saudara kandung diberikan cuti 1 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>b) Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Suami\u002FIstri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau menantu meninggal dunia\ndiberikan ijin 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia diberikan ijin 1 (satu)\nhari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Khitanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengkhitankan dan membaptiskan anak Pekerja, diberikan izin 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>d) Haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk Pekerja wanita diberikan cuti haid selama 2 hari, apabila merasakan\nsakit dan hal itu dilaporkan kepada Poliklinik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Kelahiran\u002FGugur Kandungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>a) Suami dari Pekerja ijin diberikan 2 hari permohonan ijin dilakukan pada\nsaat kelahiran atau keguguran kandungan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>b) Pekerja wanita yang dalam keadaaan hamil dan menyerahkan Keterangan\nDokter\u002FBidan yang menyatakan perkiraan tanggal kelahiran anak Pekerja\ndiserahkan 10 (sepuluh) hari sebelumnya, pemberian izin ini diatur sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1) 1,5 (satu setengah) bulan sebelum melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2) 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>c) Pekerja wanita yang mengalami gugur kandungan dapat diberikan istirahat\ngugur kandungan selama 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan Keteranga\ndari dokter kandungan\u002Fbidan yang memeriksa.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>4) Cuti Tahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>a) Setiap pekerja berhak atas cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja setiap\ntahunnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b) Cuti tahunan diberikan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) hari, setelah\npekerja yang bersangkutan bekerja selama 12 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Cuti tahunan harus diumumkan pada setiap tahunnya dan diberikan kepada\nyang berhak melalui tahapan-tahapan\u002Fsetiap periode.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Atas dasar pertimbangan kepentingan Perusahaan, pengusaha dapat menunda\natau menentukan hari dimulainya dan diakhirinya cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Cuti tahunan yang tidak diambil sampai dengan batas waktu yang telah\nditentukan (satu setengah tahun terhitung sejak mulai munculnya hak cuti), maka\ndinyatakan hangus.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ADMINISTRATIVE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-administrativedays\">\u003Cp>5) Ijin Khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja dapat diberikan izin khusus untuk kepentingan tugas\nNegara\u002FPemerintah sesuai kebutuhan dengan cara menunjukkan surat keterangan\nyang sah dari Instansi 2 hari sebelum ijin dilakukan kepada Bagian Personalia\nsetelah mendapatkan persetujuan dari Pimpinan bagian yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: TIDAK MASUK KERJA DAN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Kepada pekerja tidak diberi gaji, dalam hal pekerja tidak masuk kerja\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Mangkir (tidak masuk kerja tanpa ijin).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Tidak masuk kerja dengan alasan yang tidak dapat dipertanggung\njawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Izin tidak masuk kerja diluar ijin khusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perhitungan potongan gaji per hari untuk pekerja yang tidak masuk\nberdasarkan 3 poin diatas adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Gaji pokok dibagi 21 (untuk 5 hari kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Gaji pokok dibagi 25 (untuk 6 hari kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Kepada pekerja yang meninggalkan pekerjaan (selain sakit) kurang dari 50%\ndari jam kerja normal akan tetap mendapat gaji dengan perhitungan (Upah:21:8) x\njumlah jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: KEWAJIBAN TATA TERTIB DAN LARANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: KEWAJIBAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kelalaian terhadap kewajiban-kewajiban yang harus diindahkan dan\ndilaksanakan oleh setiap Pekerja akan dikenakan sanksi berupa minimal teguran\nlisan, maksimal peringatan tertulis ke-3 dan dapat dilanjutkan dengan\nmengajukan ijin Pemutusan Hubungan Kerja. Adapun kewajiban-kewajiban yang harus\ndilaksanakan adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Setiap Pekerja diwajibkan untuk memahami, mentaati atau melaksanakan isi\ndan maksud\u002Ftujuan dari Perjanjian Kerja Bersama, Pengumuman dan Peraturan\nlainnya yang berlaku dan yang akan diberlakukan di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Setiap Pekerja diwajibkan untuk ikut memelihara adanya suasana ketenangan\ndilingkungan Perusahaan dan membina\u002Fmemelihara hubungan Kerjasama yang baik\nantara sesame Pekerja maupun\u002Fatasan masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Setiap Pekerja diwajibkan dengan penuh kesadaran untuk mentaati dan\nmelaksanakan peraturan\u002Fketentuan yang ditetapkan Perusahaan mengenai keamanan,\nkeselamatan kerja, pencegahan bahaya kebakaran, kebersihan di tempat pekerjaan\nmasing-masing dan tempat lainnya di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Setiap Pekerja wajib untuk mentaati dan melaksanakan setiap\nperintah\u002Ftugas dan peringatan dari atasan yang berwenang dengan penuh\nkesadaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Setiap Pekerja sanggup diatur oleh atasan masing-masing untuk mengikuti\nLatihan keterampilan dalam bidang pekerjaan dan bidang lainnya seperti\npencegahan dari bahaya kebakaran dan lainnya di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Setiap Pekerja wajib untuk memelihara\u002Fmerawat dengan baik setiap\nalat\u002Fperkakas kerja yang dipakainya\u002Fhati-hati mengoperasikan mesin yang menjadi\npegangannya sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh atasannya masing-masing\nagar tidak cepat rusak atau hilang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari, pekerja diwajibkan menggunakan\nalat pengaman kerja untuk menghindari kecelakaan kerja dan untuk selalu\nbersikap hati-hati dan waspada agar tidak terjadi kerusakan, kebakaran dan atau\nkerugian lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Setiap Pekerja wajib untuk menyimpan\u002Ftidak mengumumkan kegiatan-kegiatan\nPerusahaan yang seharusnya dirahasiakan kepada pihak ketiga yang ada kaitannya\ndengan personil Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9) Setiap Pekerja diwajibkan untuk ikut menjaga mutu produksi, terutama yang\nmenjadi tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10) Setiap kerusakan atau kekurangan yang terdapat pada peralatan\u002Fsarana\nkerja supaya dilaporkan kepada petugas yang berwenang untuk diperbaiki dan\nsegera ditangani dengan sebaik-baiknya oleh pihak yang mempunyai tugas dan\ntanggung jawab untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11) Setiap Pekerja tanpa kecuali tidak boleh merubah alat\u002Fperalatan mesin\nproduksi sehingga mengurangi daya guna dan mengakibatkan produktivitas\nterganggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12) Setiap Pekerja diwajibkan menjaga, memelihara, dan menghindarkan setiap\ncacat atau kerusakan yang dapat terjadi pada bahan atau hasil produksi, agar\nkualitas tidak menurun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13) Setiap Pekerja yang pekerjaannya berkaita langsung dengan bahan dan\nhasil produksi tidak diijinkan berkuku Panjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14) Setiap Pekerja yang sudah menjadi anggoat SPN wajib mengikuti kegiatan\nyang dilaksanakan SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hal-hal lain yang berhubungan dengan kewajiban-kewajiban Pekerja yang belum\ntercantum,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>akan diatur dalam bentuk Pengumuman dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: TATA TERTIB DAN LARANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pelanggaran terhadap tata tertib dan hal-hal yang dilarang akan diberikan\nsanksi berupa minimal teguran lisan, maksimal berupa peringatan tertulis ke-3\natau Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Tata Tertib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Setiap Pekerja diwajibkan hanya melalui pintu masuk yang telah ditentukan\noleh Perusahaan, 15 menit sebelum jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh perusahaan sebelum jam kerja\ndimulai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Bekerja dengan tertib, berlaku sopan terhadap atasan maupun sesama\nPekerja, menjaga kebersihan mesin dan lingkungan serta mematuhi\npetunjuk-petunjuk mengenai keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Pekerja tidak boleh berjualan di dalam Lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Mendapatkan izin terlebih dahulu apabila hendak meninggalkan pekerjaan\nsesuai dengan ketentuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Tidak meninggalkan pekerjaan untuk bersiap-siap pulang terlebih dahulu\ndan atau beristirahat sebelum waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Tidak membuang pembungkus\u002Fsisa makanan sembarang tempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Dengan tepat Kembali pada pekerjaan setelah istirahat\u002F15 menit sebelumnya\nuntuk persiapan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i) Mengganti alas kaki\u002Fsepatu di pintu masuk dengan sandal khusus untuk\ndigunakan di dalam Pabrik kecuali untuk Pekerja Mekanik karena pertimbangan\nkeselamatan kerja memakai sepatu dalam keadaan bersih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j) Mencuci tangan sebelum masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k) Setiap Pekerja diwajibkan memakai kartu pengenal selama berada di dalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l) Setiap Pekerja diwajibkan memakai pakaian seragam dan atribut yang sesuai\ndengan ketentuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m) Penggunaan Toilet\u002FWC\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Setiap pekerja wajib menjaga kebersihan dengan\nmelakukan tindakan menyiram setelah selesai, membuang sampah pada tempat sampah\nyang telah disediakan, dan tidak mencoret-coret dinding.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Setiap pekerja wajib menjaga keutuhan sarana yang\nada, seperti gayung, kran wastafel, alat pengering tangan, sabun dan\nlain-lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Setiap pekerja tidak diberikan batasan dalam\nkeperluannya ke toilet.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perbuatan – Perbuatan Yang Terlarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Tidak diperbolehkan mengabsenkan kartu absensi pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pekerja (Pria) tidak boleh berambut gondrong demi keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Memakai pakaian yang tidak sopan atau menggaggu pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Membawa makanan ke dalam area produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Membawa tas atau kantong ke dalam area produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Memakai perhiasan telalu mencolok atau membawa barang berharga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Menolak pemeriksaan badan oleh Petugas Satpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Terlambat kerja, tidak masuk kerja tanpa keterangan\u002Fmangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i) Tidur, mandi, dan menyia-nyiakan waktu sambal ngobrol dengan pekerja lain\nyang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j) Berlaku tidak sopan atau membantah atasan tanpa alasan yang dapat\ndibenarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k) Menolak atau melalaikan perintah atasan yang layak walaupun telah\ndiperintahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l) Tidak mau bekerja sama dengan rekan-rekan pekerja dalam melaksanakan\ntugas\u002Fpekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m) Melalaikan atau meninggalkan kewajiban dalam pekerjaan secara tidak\nbertanggung jawab atau serampangan, sehingga menimbulkan kerugian bagi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n) Tidak mengikuti atau tidak mematuhi peraturan keamanan, keselamatan dan\nKesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o) Tidak mengindahkan peringatan dari atasannya untuk bekerja lebih baik\nsehingga kualitas dan kuantitas produksi atau pekerjaan dapat menjadi korban\natau terganggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p) Tidak menempatkan barang-barang milik pribadi pada tempat yang dilarang\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q) Mencoret-coret atau mengotori dinding atau lantai di dalam dan diluar\nruangan Perusahaan\u002FPabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>r) Merokok di dalam ruangan\u002Ftempat yang dilarang untuk merokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>s) Bermain percikan api dan membawa api terbuka dalam ruangan-ruangan yang\ndilarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Larangan Khusus Untuk Pengemudi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Membawa penumpang yang bukan pekerja perusahaan atau barang yang bukan\nmilik perusahaan tanpa seijin Pimpinan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Mengambil bahan bakar, oli dan lainnya yang ada di dalam kendaraan milik\nPerusahaan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Menyimpang dari rute-rute yang ditentukan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Melanggar peraturan lalu lintas dan kelengkapan kendaraan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Larangan Khusus Bagi Satpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Mengijinkan orang luar masuk ke dalam lingkungan perusahaan tanpa\ndiketahui identitasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Mengijinkan pekerja keluar dari lingkungan perusahaan sebelum waktunya\ntanpa surat ijin dari atasan dan pimpinan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Tidak melakukan pemeriksaan atas barang yang dibawa pekerja maupun bukan\npekerja masuk dan keluar lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Mengijinkan pekerja untuk membawa barang-barang milik perusahaan tanpa\nmelengkapi surat yang sah untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Mempersulit pekerja untuk pulang pada waktunya tanpa alasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Tidak memakai seragam, tidak rapi (kerapian pakaian dan kerapian rambut\ndll).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN DAN KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1) Pengusaha memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan dan Kesehatan kepada\npekerja meliputi 4 program:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Jaminan Kecelakaan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Jaminan Kematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Jaminan Hari Tua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Jaminan Pensiun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>2) Pelaksanaan pemberian Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Kesehatan diatur\nsesuai dengan UU\u002FPeraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3) Bagi pekerja yang belum diikutsertakan dalam Program Jaminan Sosial\nKetenagakerjaan dan Kesehatan akan menjadi tanggungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: GAJI DAN TUNJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cp>1) Pengusaha akan melakukan perjanjian gaji pekerja setiap setahun sekali\ndengan kemampuan pengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cp>- Peninjauan gaji terhadap UMK baru.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>- Peninjauan gaji yang berdasarkan prestasi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2) Apabila memungkinkan setiap bulan pengusaha akan memberikan tunjangan\nyang besarnya ditentukan oleh kemampuan pengusaha. Adapun jenis tunjangan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan Skill\u002Fperorangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan Produksi\u002Fkelompok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Premi Hadir\u002Fperorangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan Absen Terbaik\u002Fkelompok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cp>- Tunjangan Masa Kerja untuk karyawan yang telah memiliki masa kerja diatas\nsatu tahun sebesar minimal Rp. 1.500,- tidak berlaku kelipatannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3) Pekerja mendapatkan upah gaji pokok setiap tanggal 5 dan upah gaji lembur\nsetiap tanggal 15 setiap bulannya, melalui payroll Bank Mandiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: FASILITAS POLIKLINIK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>Pengusaha menyediakan fasilitas poliklinik dengan tenaga kerja dokter 1\norang dan perawat 1 orang.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: SAKIT YANG BERKEPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>Pekerja yang sakit berkepanjangan sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan\nmaka diatur ketentuan perhitungan gaji sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayarkan 100% upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayarkan 75% upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayarkan 50% upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah, sebelum Pemutusan Hubungan\nKerja dilakukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: JAMINAN MAKAN MINUM PEKERJA\u002FUANG MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan 1 (satu) kali makan pada jam kerja lembur 3 jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: RUANG TEMPAT MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Guna keperluan tempat makan bagi Pekerja, Perusahaan menyediakan tempat\nkhusus sebagai tempat makan, yang diatur oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: TEMPAT IBADAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha memberikan kesempatan kepada pekerja untuk melakukan ibadah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pengusaha menyediakan tempat ibadah sesuai dengan kemampuan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja diwajibkan menggunakan tempat ibadah dengan sebaik-baiknya sesuai\ndengan fungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail_txt\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1) Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya keagamaan (Hari Raya Idul Fitri)\nkepada setiap pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>2) Besarnya tunjangan dan pelaksanaannya diatur oleh Pengusaha sesuai\nketentuan hukum dan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: REKREASI, OLAHRAGA DAN HIBURAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha memberikan fasilitas untuk kegiatan olahraga dan hiburan kepada\npekerja sesuai dengan batas-batas kemampuan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pengusaha memberikan rekreasi kepada seluruh pekerja sesuai dengan\nbatas-batas kemampuan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: PAKAIAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha memberikan pakaian kerja pada seluruh pekerja sesuai\nbatas-batas kemampuan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Bentuk dan warna seragam ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Bagi pekerja di Bagian keamanan\u002FSatpam akan diatur sesuai dengan petunjuk\ndari pihak Pemerintah dalam hal ini Kepolisian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Para pekerja diharuskan memakai pakaian kerja dengan rapi, baju\ndimasukkan dan tidak boleh dicoret-coret.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pekerja yang dengan sengaja merusak\u002Fmenghilangkan pakaian kerja\ndiharuskan mengganti sendiri sesuai yang ditetapkan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PERLENGKAPAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>1) Untuk melindungi keselamatan dan Kesehatan kerja dalam pekerjaan di\ntempat-tempat atau selama dalam keadaan yang dianggap perlu oleh Perusahaan,\nPengusaha akan menyediakan alat-alat keselamatan kerja sesuai Undang-Undang No.\n1 Tahun 1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>2) Penggunaan alat keselamatan kerja telah ditetapkan dan diberikan oleh\nPerusahaan melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3) Pekerja diwajibkan memelihara alat-alat keselamatan kerja yang disediakan\ndan menggunakan dengan tepat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pekerja yang dengan sengaja merusak\u002Fmenghilangkan perlengkapan kerja\ndiharuskan mengganti sesuai dengan yang ditetapkan pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (P2 K3)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu panitia yang\nbertugas untuk membantu pengusaha meringankan beban dalam menentukan kebijakan\nuntuk mengambil tindakan-tindakan atau langkah yang pasti dalam memperbaiki\nkondisi keselamatan kerja dan Kesehatan kerja antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Keadaan bangunan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Alat Produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Instalasi Listrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Keadaan lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sehingga dapat diadakan pencegahan awal terjadinya kecelakaan kerja di\nperusahaan dan terhadap pengelolaan bahan yang dapat mengganggu Kesehatan\npekerja da;a, melaksanakan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: PEMBINAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: PENDIDIKAN DAN PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha memberikan kesempatan kepada Pekerja untuk mengembangkan\nprofesionalisme keterampilan serta menguasai pengetahuan di bidang pekerjaan\nyang menjadi pegangannya, sehingga karir Pekerja dapat berkembang dan menempati\nposisi yang lebih tinggi dari posisinya sekarang di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>2) Pengusaha di dalam mempekerjakan untuk mencapai produktivitas optimal dan\nakan memberikan pelatihan kerja melalui departemen masing-masing sesuai dengan\nkebutuhan pengusaha dan kondisi kerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3) Dalam rangka melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila, Pengusaha\nmelaksanakan usaha-usaha Pendidikan ke arah tercapainya moral, mental dan watak\npekerja yang baik sebagai pekerja, warga masyarakat maupun sebagai warga\nnegara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pengusaha mengakui bahwa dalam rangka meningkatkan kesadaran berserikat\nPekerja dan memahami masalah-masalah ketenagakerjaan, Serikat Pekerja akan\nmenyelenggarakan Pendidikan kerja serta pembinaan disiplin kerja dan pengusaha\nberkewajiban turut membantu penyelenggaraannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: USAHA – USAHA MEMUPUK HUBUNGAN INDUSTRIAL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_hrs\">\u003Cp>1) Dalam rangka melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila, Pengusaha dan\nSerikat Pekerja akan mengadakan pertemuan bilaman dirasakan perlu atau secara\nberkala sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sekali, untuk membahas dan mencari\njalan keluar\u002Fpenyelesaian masalah-masalah ketenagakerjaan yang mungkin\ntimbul.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2) Dalam rangka meningkatkan Hubungan Industrial Pancasila (HIP) Pengusaha\ndan Serikat Pekerja membentuk Lembaga Kerjasama Bipartit yang anggotanya\nperwakilan dari seluruh departemen dan bagian serta wakil dari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: PENGADUAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Pekerja wajib melayani keluh kesah yang disampaikan melalui\nprosedur yang ditentukan dalam hal masing-masing merasa dirugikan sehubungan\ndengan pekerjaan atau isi Perjanjian Kerja Bersama atau hal lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: KOTAK SARAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Setiap pekerja diberikan hak dan dibebaskan untuk memberikan saran\nmelalui kotak saran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Saran yang disampaikan bebas dan sopan tentang lingkup Perusahaan baik\nkepada atasan maupun manajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Surat-surat yang dimasukkan kotak saran akan diambil satu bulan sekali\noleh tim manajemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Setiap surat yang masuk akan dibahas atau ditangani dengan baik oleh tim\nmanajemen dan jika dipandang perlu akan dibentuk tim khusus untuk tugas\npenyelidikan tentang kebenaran informasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Jawaban terhadap surat yang masuk, yang bersifat umum akan disampaikan\nsecara terbuka atau melalui surat tertulis yang ditempel pada papan pengumuman\ndan yang bersifat khusus akan disampaikan secara proporsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Kepada pekerja yang memberikan saran terbaik akan diberikan penghargaan\ndari manajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Setiap pekerja yang menyampaikan saran akan dilindungi, dirahasiakan dan\ntidak akan mempengaruhi kinerja dari pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: TATA CARA PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tata cara penyampaian dan penyelesaian keluh kesah baik secara individu\nmaupun kolektif dilakukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Dalam tahap pertama keluh kesah disampaikan antara Pekerja yang\nbersangkutan dengan atasannya langsung dan pengurus Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Apabila tidak ada penyelesaian dalam tahap tersebut dilanjutkan ke\ntingkat Kepala Bagian bersama Pekerja yang bersangkutan dengan Ketua Serikat\nPekerja dan Pihak Pengusaha atau wakilnya yang ditunjuk, pada tahap ini harus\nberupaya untuk menyelesaikannya yang merupakan upaya penyelesaian secara\nMusyawarah Bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Jika pada tahap tersebut diatas tidak memberikan penyelesaian, keluh\nkesah tersebut dapat diselesaikan secara Tripartit yaitu diselesaikan secara\nmusyawarah antara pihak Pengusaha dan Serikat Pekerja dan Dinas Tenaga Kerja\nsetempat berdasarkan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: SANKSI – SANKSI DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: SANKSI – SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Teguran Lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Meliputi pelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Tidak memakai seragam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Membuang sampah tidak pada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Datang terlambat ditempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Kesalahan ringan tentang hasil kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Berjualan atau berdagang di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Menolak diperiksa satpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Memakai pakaian tidak sopan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Pekerja pria dilarang berambut gondrong.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i) Berkuku Panjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j) Menyia-nyiakan waktu yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan pada jam\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k) Bersikap tidak sopan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l) Memakai perhiasaan yang terlalu mencolok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m) Tidak pakai pengenal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n) Melontarkan kata-kata kasar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o) Tidak memakai atribut kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Surat Peringatan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Meliputi pelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pelanggaran yang pernah diberikan teguran lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Menolak perintah atasan yang terkait dengan bidang pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Meninggalkan pekerjaan tanpa ijin pimpinan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Membawa makanan ke dalam area produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Menghilangkan\u002Fmengambil jarum operator lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Membawa jarum dari luar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Surat Peringatan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Meliputi pelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pelanggaran yang sudah diberikan surat peringatan I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Surat Peringatan III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Meliputi pelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pelanggaran yang pernah diberikan surat peringatan II.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Mengabsenkan kartu absen milik orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Tidak memakai kelengkapan keamanan kerja atau APD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Denda\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pekerja akan diberikan sanksi denda apabila karena\nkelalaian\u002Fkecerobohan\u002Fkesengajaan sehingga mengakibatkan rusak atau hilangnya\nbarang atau fasilitas milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Besarnya denda disesuaikan dengan taksiran harga barang\u002Ffasilitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Pembayaran denda dilakukan dengan potong gaji sesuai ketentuan peraturan\npemerintah No. 8 Tahun 1981 tentang perlindungan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: MENGUNDURKAN DIRI ATAS PERMINTAAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang mengundurkan diri terlebih dahulu harus memberitahukan secara\ntertulis kepada Perusahaan sekurang-kurangnya 30 hari sebelumnya dan tetap\nmelaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri, selanjutnya\nakan diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepada pekerja yang bersangkutan diberikan haknya sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Cuti tahunan yang belum diambil dan belum dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ketempat dimana\npekerja diterima kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Uang pisah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 1 TH - &lt; 3 TH = 50% dari Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 3 TH - &lt; 6 TH = 1 x Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 6 TH - &lt; 9 TH = 2 x Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 9 TH ~ keatas = 3 x Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA SEMENTARA (SKORSING)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan tindakan skorsing kepada pekerja yang sedang dalam\nproses Pemutusan Hubungan Kerja dengan tetap wajib membayar gaji pokok serta\nhak-hak lainnya yang biasa diterima pekerja. Kategori Pemutusan Hubungan Kerja\n(PHK) sementara untuk kasus sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perbuatan pelanggaran yang dinilai berat menurut hasil pemeriksaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pekerja yang sudah mendapat Surat Peringatan tertulis yang ke III (tiga)\nterakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja yang menunggu keputusan Pemutusan Hubungan Kerja dari Pengadilan\nHubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Pekerja yang kasusnya masih dalam pemeriksaan yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal pekerja yang mendapatkan rehabilitasi oleh karena tidak kuatnya\nbukti-bukti dengan alasan hukum, tidak dapat diputuskan hubungan kerjanya\nsehingga pengusaha wajib mempekerjakan Kembali dan segala haknya dipulihkan\nkembali dan dibayar sekaligus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja tanpa meminta izin kepada\nLembaga Perselisihan Hubungan Industrial apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Pekerja dalam masa percobaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Pekerja mengundurkan diri secara tertulis atau\nkemauan sendiri tanpa mengajukan syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Pekerja telah mencapai usia pensiun (55 tahun),\nkecuali bagi pekerja yang dinilai masih dibutuhkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Dalam hal terdapat “alasan mendesak” yang mengakibatkan tidak\nmemungkinkan hubungan kerja dilanjutkan, maka harus memenuhi proses yang\nditetapkan sesuai dengan surat edaran Menakertrans RI Nomor\nSE-12\u002FMen\u002FSJ-HK\u002FI\u002F2005 Perihal Putusan Mahkamah Konstitusi atas hak uji materi\nUU No. 13 Thn. 2003 mengenai Ketenagakerjaan dan UU Nomor 2 Tahun 2004 tentang\nPHI, adapun dalam hal ini pengusaha harus menunggu keputusan dari proses\npengadilan sebelum melakukan pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Alasan-alasan mendesak antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Memberikan riwayat hidup atau keterangan lain yang tidak sebenarnya atau\ndipalsukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Melakukan penipuan, penggelapan, pencurian atau terlibat pelanggaran\npencurian barang milik Perusahaan atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Merusak barang milik perusahaan dengan sengaja atau kecerobohan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>d) Berkelahi atau terlibat perkelahian atau memukul kawan sekerja, atasan,\npimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e) Menghina secara kasar, mengancam melakukan intimidasi atau melakukan\npenganiayaan terhadap kawan sekerja, terhadap atasan ataupun pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Membongkar\u002Fmembocorkan rahasia perusahaan atau rahasia rumah tangga\npimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Menyalahgunakan wewenangnya, mempergunakan kesempatan atau sarana yang\npadanya karena kedudukan atau jabatannya yang langsung atau tidak langsung\ndapat merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Bertingkah laku yang sifatnya tidak dapat dipertanggungjawabkan dan\nmembahayakan perusahaan atau kawan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i) Mabuk-mabukan akibat minuman keras atau bahan-bahan terlarang seperti\nnarkotika dan sejenisnya di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j) Berjudi atau segala jenis bentuk perjudian di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k) Membujuk atau menghasut teman sekerja untuk melakukan pemogokan liar dan\natau perbuatan lain yang melanggar hukum atau peraturan perusahaan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l) Bertindak atau melakukan perbuatan asusila di lingkungan perusahaan\n(berselingkuh dengan sesama pekerja\u002Fmengganggu rumah tangga teman sekerja\ndll).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m) Memalsukan tanda tangan orang lain untuk mengambil gaji atau gaji pokok\natau barang lainya yang bukan haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n) Membuat, menyebarkan dan mengumumkan surat edaran di dalam lingkungan\nperusahaan tanpa izin Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o) Tidak cakap melakukan pekerjaan, walaupun telah dicoba di segala\nbagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p) Telah dijatuhi hukuman oleh yang berwajib karena telah melakukan\npelanggaran hukum yang berlaku di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q) Membawa senjata api atau senjata tajam atau bahan-bahan\u002Fbenda-benda\nberbahaya yang tidak ada hubungannya dengan tugas dan pekerjaannya, kedalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja yang telah mendapatkan Ijin Pemutusan Kerja seperti yang dimaksud\npada ayat (2) yang tugas dan fungsinya tidak mewakili perusahaan secara\nlangsung selain yang penggantian hak sesuai dengan ketentuan pasal 156 ayat (4)\nUU No. 13 Tahun 2003 diberikan uang pisah yang besarnya sesuai ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 1 TH - &lt; 3 TH = 50% dari Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 3 TH - &lt; 6 TH = 1 x Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 6 TH - &lt; 9 TH = 2 x Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 9 TH ~ keatas = 3 x Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>4) Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar\nuang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak\nyang seharusnya diterima. Perhitungan uang pesangon sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2\n(dua) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3\n(tiga) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\n4 (empat) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e) Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun,\n5 (lima) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f) Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6\n(enam) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g) Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\n7 (tujuh) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h) Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun, 8 (delapan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i) Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: DISTRIBUSI PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: DISTRIBUSI PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dan disampaikan kepada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pihak Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Serikat Pekerja dan seluruh pekerja PT. PERTIWI INDO MAS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Dinas Tenaga Kerja Kab. Semarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Segala biaya untuk memperbanyak dan penyebaran Perjanjian Kerja Bersama\nini ditanggung sepenuhnya oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Penyebaran Perjanjian Kerja Bersama ini hari se ijin Pengusaha dan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak ditandatangani oleh kedua\nbelah pihak, untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan PKB ini berlaku mulai tanggal\n14 Juni 2019 s\u002Fd tanggal 13 Juni 2021.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Tiga bulan sebelum habis masa berlakunya PKB ini, kedua belah pihak\nsegera mengadakan perundingan untuk mengajukan perpanjangan atau\npembaharuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Perjanjian Kerja Bersama ini habis masa berlakunya, perundingan belum ada\nkata sepakat, maka PKB lama masih tetap berlaku sampai terbentuknya PKB baru.\n(Paling lama 1 (satu) tahun).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, akan\ndirundingkan oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Adapun hal-hal yang belum terdapat di dalam PKB ini akan diatur\ntersendiri dalam Peraturan khusus yang harus dipatuhi oleh seluruh pekerja\nsejauh tidak bertentangan dengan PKB atau undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Isi Perjanjian Kerja Bersama ini mengikat secara hukum bagi kedua belah\npihak dan bilamana salah satu pihak menyimpang atau melanggar isi PKB yang\nsudah disepakati, maka salah satu pihak dibenarkan untuk menuntut sesuai dengan\nprosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Segala sesuatu yang tercantum dalam PKB ini, apabila nyata-nyata\nbertentangan dengan Peraturan Perundang-Undangan\u002FHukum\u002FAdat Istiadat pada\nlazimnya yang berlaku di Negara Republik Indonesia dinyatakan batal demi\nhukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>PIHAK\n– PIHAK YANG MENANDATANGANI PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>PT.\nPERTIWI INDO MAS\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Unit Kerja SPN PT. PERTIWI INDO MAS\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>JASMANTO \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PT. PERTIWI INDO MAS\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>LIM JONG HAK\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur Utama\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Pihak Pekerja:\u003Cbr>\n        \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cbr>\n        1) JOKO PRAYITNO\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>2) WIGATI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3) SUMARNO\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>4) DANI ARIYATI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>5) RENDI A\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pihak Pengusaha:\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1) ARIS KURNIAWAN\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>2) UNARTO\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3) TITIN S\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>4) DINA ARIYANTI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>5) TRIMO ISTI\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_start_date":49,"cbadate_end":51,"cbadate_end_date":53,"cbasignsinglesignatory":55,"cbamemother":59,"jobclassifaction1":61,"trainingprogrammes":65,"disabilityfund":69,"sicknesspay":73,"maxsicknesspayperc":77,"disabilitypay":79,"menstruationleave":81,"healthcareaccess":85,"healthinsurance":89,"healthinsurancerelatives":91,"healthandsafetypolicy":95,"code_application":99,"healthandsafetytraining":102,"paidmaternityleave":106,"paidmaternityleaveduration":110,"paidmaternityleavepay":112,"maternityotherclause":116,"paidpaternityleave":120,"paidpaternityleaveduration":124,"deathrelatives":126,"marriage":130,"discrimination":134,"violence":138,"hourspday_select":142,"hourspweek_select":146,"PAIDLEAV_trigger":148,"holidaysdays":152,"holidaysweeks":156,"LOWWAGE_government":158,"STRUCINCR_trigger":161,"wageincreasefirmperformance":165,"ONCERISE_trigger":167,"oncerise_detail_txt":171,"incidentalbonustype2":173,"overtimeallowancetype_general":177,"sundayallowancetype":181,"sundayallowanceperc1":185,"longserviceallowancetype":187,"longserviceallowancetype2":191,"direct_participation_hrs":193,"coverunion_trigger":197,"contracttrialperiod":201,"contractseverancepay":205,"pensionfund":209,"protectiveclothing":212,"ADMINISTRATIVE_trigger":214,"administrativedays":218,"LOWWAGE_provision":220,"overtimeallowancetype":222,"overtimeallowanceperc1":224},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"cbadate_start","1) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku ","1) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak ditandatangani oleh kedua\nbelah pihak, untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan PKB ini berlaku mulai tanggal\n14 Juni 2019 s\u002Fd tanggal 13 Juni 2021.",{"bindId":50,"name":47,"text":48},"cbadate_start_date",{"bindId":52,"name":47,"text":48},"cbadate_end",{"bindId":54,"name":47,"text":48},"cbadate_end_date",{"bindId":56,"name":57,"text":58},"cbasignsinglesignatory","PIHAK – PIHAK YANG MENANDATANGANI PERJAN","PIHAK\n– PIHAK YANG MENANDATANGANI PERJANJIAN KERJA BERSAMA\n\nPT.\nPERTIWI INDO MAS\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Unit Kerja SPN PT. PERTIWI INDO MAS\n\n        \n\n        JASMANTO \n\n        Ketua\n      \n      PT. PERTIWI INDO MAS\n\n        \n\n        LIM JONG HAK\n\n        Direktur Utama\n      \n    \n    \n      Pihak Pekerja:\n        \n\n        \n        1) JOKO PRAYITNO\n\n        2) WIGATI\n\n        3) SUMARNO\n\n        4) DANI ARIYATI\n\n        5) RENDI A\n      \n      Pihak Pengusaha:\n\n        \n\n        1) ARIS KURNIAWAN\n\n        2) UNARTO\n\n        3) TITIN S\n\n        4) DINA ARIYANTI\n\n        5) TRIMO ISTI",{"bindId":60,"name":57,"text":58},"cbamemother",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"jobclassifaction1","Golongan Pekerja yang menurut tingkatan ","Golongan Pekerja yang menurut tingkatan jabatan yang ada di Perusahaan\nsebagai berikut:\n\na) Direktur Utamag) Asisten Supervisor\n\nb) Factory Managerh) Senior Staff\n\nc) Manageri) Operator\n\nd) Kepala Bagianj) Helper\u002Fpetugas\n\ne) Chief Supervisor\n\nf) Supervisor",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"trainingprogrammes","2) Pengusaha di dalam mempekerjakan untu","2) Pengusaha di dalam mempekerjakan untuk mencapai produktivitas optimal dan\nakan memberikan pelatihan kerja melalui departemen masing-masing sesuai dengan\nkebutuhan pengusaha dan kondisi kerja yang bersangkutan.",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"disabilityfund","1) Pengusaha memberikan jaminan sosial k","1) Pengusaha memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan dan Kesehatan kepada\npekerja meliputi 4 program:\n\n- Jaminan Kecelakaan Kerja.\n\n- Jaminan Kematian.\n\n- Jaminan Hari Tua.\n\n- Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.\n\n- Jaminan Pensiun.",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"sicknesspay","Pekerja yang sakit berkepanjangan sehing","Pekerja yang sakit berkepanjangan sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan\nmaka diatur ketentuan perhitungan gaji sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003\nsebagai berikut:\n\n1) Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayarkan 100% upah.\n\n2) Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayarkan 75% upah.\n\n3) Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayarkan 50% upah.\n\n4) Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah, sebelum Pemutusan Hubungan\nKerja dilakukan oleh Pengusaha.",{"bindId":78,"name":75,"text":76},"maxsicknesspayperc",{"bindId":80,"name":71,"text":72},"disabilitypay",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"menstruationleave","d) Haid Untuk Pekerja wanita diberikan c","d) Haid\n\nUntuk Pekerja wanita diberikan cuti haid selama 2 hari, apabila merasakan\nsakit dan hal itu dilaporkan kepada Poliklinik Perusahaan.",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"healthcareaccess","Pengusaha menyediakan fasilitas poliklin","Pengusaha menyediakan fasilitas poliklinik dengan tenaga kerja dokter 1\norang dan perawat 1 orang.",{"bindId":90,"name":71,"text":72},"healthinsurance",{"bindId":92,"name":93,"text":94},"healthinsurancerelatives","2) Pelaksanaan pemberian Jaminan Sosial ","2) Pelaksanaan pemberian Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Kesehatan diatur\nsesuai dengan UU\u002FPeraturan yang berlaku.",{"bindId":96,"name":97,"text":98},"healthandsafetypolicy","1) Untuk melindungi keselamatan dan Kese","1) Untuk melindungi keselamatan dan Kesehatan kerja dalam pekerjaan di\ntempat-tempat atau selama dalam keadaan yang dianggap perlu oleh Perusahaan,\nPengusaha akan menyediakan alat-alat keselamatan kerja sesuai Undang-Undang No.\n1 Tahun 1970.\n\n2) Penggunaan alat keselamatan kerja telah ditetapkan dan diberikan oleh\nPerusahaan melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh Perusahaan.\n\n3) Pekerja diwajibkan memelihara alat-alat keselamatan kerja yang disediakan\ndan menggunakan dengan tepat.\n\n4) Pekerja yang dengan sengaja merusak\u002Fmenghilangkan perlengkapan kerja\ndiharuskan mengganti sesuai dengan yang ditetapkan pengusaha.",{"bindId":100,"name":97,"text":101},"code_application","1) Untuk melindungi keselamatan dan Kesehatan kerja dalam pekerjaan di\ntempat-tempat atau selama dalam keadaan yang dianggap perlu oleh Perusahaan,\nPengusaha akan menyediakan alat-alat keselamatan kerja sesuai Undang-Undang No.\n1 Tahun 1970.",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"healthandsafetytraining","2) Penggunaan alat keselamatan kerja tel","2) Penggunaan alat keselamatan kerja telah ditetapkan dan diberikan oleh\nPerusahaan melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh Perusahaan.",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"paidmaternityleave","b) Pekerja wanita yang dalam keadaaan ha","b) Pekerja wanita yang dalam keadaaan hamil dan menyerahkan Keterangan\nDokter\u002FBidan yang menyatakan perkiraan tanggal kelahiran anak Pekerja\ndiserahkan 10 (sepuluh) hari sebelumnya, pemberian izin ini diatur sebagai\nberikut:\n\n1) 1,5 (satu setengah) bulan sebelum melahirkan.\n\n2) 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan.",{"bindId":111,"name":108,"text":109},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"paidmaternityleavepay","Meninggalkan pekerjaan atau tidak masuk ","Meninggalkan pekerjaan atau tidak masuk kerja aktif di Perusahaan yang\ndiijinka oleh Pimpinan yang berwenang di Perusahaan, dengan menerima gaji\u002Fgaji\npokok penuh, ijin tersebut untuk keperluan seperti tersebut:\n\n1) Sakit\n\nIzin sakit yang berlaku:\n\n- Izin yang dikeluarkan oleh Dokter atau Rumah Sakit yang ditunjuk\nPerusahaan atau BPJS Kesehatan.\n\n- Diluar ketentuan tersebut diatas, surat keterangan dokter harus dilengkapi\ncopy resep, kwitansi biaya dan diagnosa.\n\n\n\n2) Ijin\n\nDengan memperlihatkan Surat Keterangan yang sah dari Kepala Desa yang\nbersangkutan kepada Pimpinan melalui atasan masing-masing selambat-lambatnya 2\n(dua) hari dimuka untuk keperluan ijin 2 a, c sebagai berikut:\n\na) Perkawinan\n\n1) Pekerja sendiri menikah diberikan cuti 3 hari.\n\n2) Anak pekerja diberikan cuti 2 hari.\n\n3) Saudara kandung diberikan cuti 1 hari.\n\n\n\nb) Kematian\n\n1) Suami\u002FIstri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau menantu meninggal dunia\ndiberikan ijin 2 (dua) hari.\n\n2) Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia diberikan ijin 1 (satu)\nhari.\n\n\n\nc) Khitanan\n\nMengkhitankan dan membaptiskan anak Pekerja, diberikan izin 2 (dua) hari.\n\n\n\nd) Haid\n\nUntuk Pekerja wanita diberikan cuti haid selama 2 hari, apabila merasakan\nsakit dan hal itu dilaporkan kepada Poliklinik Perusahaan.\n\n\n\n3) Kelahiran\u002FGugur Kandungan\n\na) Suami dari Pekerja ijin diberikan 2 hari permohonan ijin dilakukan pada\nsaat kelahiran atau keguguran kandungan.\n\nb) Pekerja wanita yang dalam keadaaan hamil dan menyerahkan Keterangan\nDokter\u002FBidan yang menyatakan perkiraan tanggal kelahiran anak Pekerja\ndiserahkan 10 (sepuluh) hari sebelumnya, pemberian izin ini diatur sebagai\nberikut:\n\n1) 1,5 (satu setengah) bulan sebelum melahirkan.\n\n2) 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan.\n\nc) Pekerja wanita yang mengalami gugur kandungan dapat diberikan istirahat\ngugur kandungan selama 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan Keteranga\ndari dokter kandungan\u002Fbidan yang memeriksa.\n\n\n\n4) Cuti Tahunan\n\na) Setiap pekerja berhak atas cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja setiap\ntahunnya.\n\nb) Cuti tahunan diberikan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) hari, setelah\npekerja yang bersangkutan bekerja selama 12 tahun.\n\nc) Cuti tahunan harus diumumkan pada setiap tahunnya dan diberikan kepada\nyang berhak melalui tahapan-tahapan\u002Fsetiap periode.\n\nd) Atas dasar pertimbangan kepentingan Perusahaan, pengusaha dapat menunda\natau menentukan hari dimulainya dan diakhirinya cuti tahunan.\n\ne) Cuti tahunan yang tidak diambil sampai dengan batas waktu yang telah\nditentukan (satu setengah tahun terhitung sejak mulai munculnya hak cuti), maka\ndinyatakan hangus.\n\n\n\n5) Ijin Khusus\n\nPekerja dapat diberikan izin khusus untuk kepentingan tugas\nNegara\u002FPemerintah sesuai kebutuhan dengan cara menunjukkan surat keterangan\nyang sah dari Instansi 2 hari sebelum ijin dilakukan kepada Bagian Personalia\nsetelah mendapatkan persetujuan dari Pimpinan bagian yang bersangkutan.",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"maternityotherclause","c) Pekerja wanita yang mengalami gugur k","c) Pekerja wanita yang mengalami gugur kandungan dapat diberikan istirahat\ngugur kandungan selama 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan Keteranga\ndari dokter kandungan\u002Fbidan yang memeriksa.",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"paidpaternityleave","a) Suami dari Pekerja ijin diberikan 2 h","a) Suami dari Pekerja ijin diberikan 2 hari permohonan ijin dilakukan pada\nsaat kelahiran atau keguguran kandungan.",{"bindId":125,"name":122,"text":123},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"deathrelatives","b) Kematian 1) Suami\u002FIstri, orang tua\u002Fme","b) Kematian\n\n1) Suami\u002FIstri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau menantu meninggal dunia\ndiberikan ijin 2 (dua) hari.\n\n2) Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia diberikan ijin 1 (satu)\nhari.",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"marriage","1) Pekerja sendiri menikah diberikan cut","1) Pekerja sendiri menikah diberikan cuti 3 hari.",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"discrimination","2) Pengusaha tidak akan melakukan peneka","2) Pengusaha tidak akan melakukan penekanan-penekanan baik secara langsung\nmaupun diskriminasi kepada Wakil Serikat Pekerja.",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"violence","d) Berkelahi atau terlibat perkelahian a","d) Berkelahi atau terlibat perkelahian atau memukul kawan sekerja, atasan,\npimpinan perusahaan.",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"hourspday_select","Peraturan kerja PT. PERTIWI INDO MAS yan","Peraturan kerja PT. PERTIWI INDO MAS yang berlaku berlandaskan kepada\nUndang-Undang No. 13 tahun 2003 pasal 77. Hari kerja Pekerja diatur sesuai\ndengan ketentuan Perundang-undangan tersebut dengan ketentuan 7 (tujuh) dan 8\n(delapan) jam sehari (40 jam seminggu) dengan ketentuan sebagai berikut:",{"bindId":147,"name":144,"text":145},"hourspweek_select",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"PAIDLEAV_trigger","4) Cuti Tahunan a) Setiap pekerja berhak","4) Cuti Tahunan\n\na) Setiap pekerja berhak atas cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja setiap\ntahunnya.\n\nb) Cuti tahunan diberikan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) hari, setelah\npekerja yang bersangkutan bekerja selama 12 tahun.\n\nc) Cuti tahunan harus diumumkan pada setiap tahunnya dan diberikan kepada\nyang berhak melalui tahapan-tahapan\u002Fsetiap periode.\n\nd) Atas dasar pertimbangan kepentingan Perusahaan, pengusaha dapat menunda\natau menentukan hari dimulainya dan diakhirinya cuti tahunan.\n\ne) Cuti tahunan yang tidak diambil sampai dengan batas waktu yang telah\nditentukan (satu setengah tahun terhitung sejak mulai munculnya hak cuti), maka\ndinyatakan hangus.",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"holidaysdays","a) Setiap pekerja berhak atas cuti tahun","a) Setiap pekerja berhak atas cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja setiap\ntahunnya.",{"bindId":157,"name":154,"text":155},"holidaysweeks",{"bindId":159,"name":160,"text":160},"LOWWAGE_government","- Peninjauan gaji terhadap UMK baru.",{"bindId":162,"name":163,"text":164},"STRUCINCR_trigger","1) Pengusaha akan melakukan perjanjian g","1) Pengusaha akan melakukan perjanjian gaji pekerja setiap setahun sekali\ndengan kemampuan pengusaha:\n\n- Peninjauan gaji terhadap UMK baru.\n\n- Peninjauan gaji yang berdasarkan prestasi.",{"bindId":166,"name":163,"text":164},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"ONCERISE_trigger","1) Pengusaha memberikan Tunjangan Hari R","1) Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya keagamaan (Hari Raya Idul Fitri)\nkepada setiap pekerja.",{"bindId":172,"name":169,"text":170},"oncerise_detail_txt",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"incidentalbonustype2","2) Besarnya tunjangan dan pelaksanaannya","2) Besarnya tunjangan dan pelaksanaannya diatur oleh Pengusaha sesuai\nketentuan hukum dan perundangan yang berlaku.",{"bindId":178,"name":179,"text":180},"overtimeallowancetype_general","a) Hari Senin sampai dengan Jumat jam ke","a) Hari Senin sampai dengan Jumat jam kerja dihitung 8 jam kerja, untuk\nlembur pertama dihitung 1,5 kali upah sejam, untuk lembur ke 2 dan seterusnya\ndihitung 2 kali upah sejam.\n\nb) Untuk hari kerja shift sesuai yang dimaksud pasal 14 ayat 2, jam kerja\ndihitung 5 jam kerja, selebihnya diberlakukan perhitungan seperti poin a.",{"bindId":182,"name":183,"text":184},"sundayallowancetype","c) Untuk hari Minggu atau hari libur res","c) Untuk hari Minggu atau hari libur resmi lembur akan dihitung sebagai\nberikut:\n\n1) Untuk tiap jam lembur sampai batas 7 jam dibayar\n2 x gaji pokok per jam.\n\n2) Untuk jam ke 8 dibayar 3 x gaji pokok per\njam.\n\n3) Untuk jam ke 9\u002Fselebihnya dibayar 4 x gaji pokok\nper jam.",{"bindId":186,"name":183,"text":184},"sundayallowanceperc1",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"longserviceallowancetype","- Tunjangan Masa Kerja untuk karyawan ya","- Tunjangan Masa Kerja untuk karyawan yang telah memiliki masa kerja diatas\nsatu tahun sebesar minimal Rp. 1.500,- tidak berlaku kelipatannya.",{"bindId":192,"name":189,"text":190},"longserviceallowancetype2",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"direct_participation_hrs","1) Dalam rangka melaksanakan Hubungan In","1) Dalam rangka melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila, Pengusaha dan\nSerikat Pekerja akan mengadakan pertemuan bilaman dirasakan perlu atau secara\nberkala sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sekali, untuk membahas dan mencari\njalan keluar\u002Fpenyelesaian masalah-masalah ketenagakerjaan yang mungkin\ntimbul.",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"coverunion_trigger","1) Pengusaha dan Serikat Pekerja sama-sa","1) Pengusaha dan Serikat Pekerja sama-sama menyetujui bahwa Perjanjian Kerja\nBersama ini berlaku dan mengikat secara hukum bagi seluruh Pekerja dan\nPengusaha di PT. PERTIWI INDO MAS.",{"bindId":202,"name":203,"text":204},"contracttrialperiod","5) Setelah ketentuan tersebut diatas tel","5) Setelah ketentuan tersebut diatas telah dilaksanakan, maka calon Pekerja\nakan melalui masa percobaan selama 3 bulan sejak tanggal ditandatangani\nperjanjian kerja dan masa percobaan menjadi masa kerja dari pekerja.",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"contractseverancepay","4) Dalam hal terjadi pemutusan hubungan ","4) Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar\nuang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak\nyang seharusnya diterima. Perhitungan uang pesangon sebagai berikut:\n\na) Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah.\n\nb) Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2\n(dua) bulan upah.\n\nc) Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3\n(tiga) bulan upah.\n\nd) Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\n4 (empat) bulan upah.\n\ne) Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun,\n5 (lima) bulan upah.\n\nf) Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6\n(enam) bulan upah.\n\ng) Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\n7 (tujuh) bulan upah.\n\nh) Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun, 8 (delapan) bulan upah.\n\ni) Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.",{"bindId":210,"name":211,"text":211},"pensionfund","- Jaminan Pensiun.",{"bindId":213,"name":104,"text":105},"protectiveclothing",{"bindId":215,"name":216,"text":217},"ADMINISTRATIVE_trigger","5) Ijin Khusus Pekerja dapat diberikan i","5) Ijin Khusus\n\nPekerja dapat diberikan izin khusus untuk kepentingan tugas\nNegara\u002FPemerintah sesuai kebutuhan dengan cara menunjukkan surat keterangan\nyang sah dari Instansi 2 hari sebelum ijin dilakukan kepada Bagian Personalia\nsetelah mendapatkan persetujuan dari Pimpinan bagian yang bersangkutan.",{"bindId":219,"name":216,"text":217},"administrativedays",{"bindId":221,"name":163,"text":164},"LOWWAGE_provision",{"bindId":223,"name":179,"text":180},"overtimeallowancetype",{"bindId":225,"name":179,"text":226},"overtimeallowanceperc1","a) Hari Senin sampai dengan Jumat jam kerja dihitung 8 jam kerja, untuk\nlembur pertama dihitung 1,5 kali upah sejam, untuk lembur ke 2 dan seterusnya\ndihitung 2 kali upah sejam.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Pertiwi Indomas - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-06-14\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-06-13\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Pertiwi Indomas\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        SPN - Serikat Pekerja Nasional\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Musculoskeletal solicitation of workstations, The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-administrativedays\">\n                Cuti berbayar untuk menghadiri persidangan atau tugas administratif: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;Applicable Regency\u002FCity Minimum Wages\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;39000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[232],{"title":38,"slug":34},[234],{"type":235,"data":236},"call_to_action_body_block",{"title":237,"description":238,"variant":239,"link":240},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":237,"url":241,"description":237,"rel":242,"type":243},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[245],{"type":235,"data":246},{"title":237,"description":238,"variant":239,"link":247},{"title":237,"url":241,"description":237,"rel":242,"type":243},[]]