[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-parigi-laju-sakti-dengan-pengurus-komisariat-serikat-buruh-sejahtera-indonesia---2015-2017":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":223,"content_type_view":224,"extra_breadcrumbs":225,"body":227,"body_blocks":238,"related_pages":242},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":221,"translations":222},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-parigi-laju-sakti-dengan-pengurus-komisariat-serikat-buruh-sejahtera-indonesia---2015-2017","c73a4c2c-af10-11e7-9658-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-parigi-laju-sakti-dengan-pengurus-komisariat-serikat-buruh-sejahtera-indonesia---2015-2017\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-parigi-laju-sakti-dengan-pengurus-komisariat-serikat-buruh-sejahtera-indonesia---2015-2017\u002F","PT. Parigi Laju Sakti - 2015\u002F2017","ba_ID","PT. Parigi Laju Sakti - 2015\u002F2017 - 2015","Indonesia - PT. Parigi Laju Sakti - 2015\u002F2017 - 2015","PT. Parigi Laju Sakti - 2015\u002F2017 - 2015 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"119 - PT. Parigi Laju Sakti - 2015.html","\n              \n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Parigi Laju Sakti Dengan Pengurus\nKomisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 2015 - 2017\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Istilah-Istilah Dalam Perjanjian Kerja Bersama Ini\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan : PT. PARIGI LAJU SAKTI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha : Ialah pimpinan perusahaan\u002Fdireksi atau orang yang ditunjukan\nuntuk melakukan tindakan dan atas nama perusahaan baik diluar maupun didalam\npengadilan sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Buruh : Ialah pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera\nIndonesia (SBSI) PT. PARIGI LAJU SAKTI yang telah terdaftar dan tercatat di\nDepartemen Tenaga Kerja Republik Indonesia dengan nomor pencatatan :\n10\u002FPK.SBSI\u002FPLSI\u002FIV\u002F01.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Buruh : Ialah orang yang bekerja di perusahaan dan menerima upah\nberdasarkan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Keluarga Buruh : Ialah Suami, Istri, dan anak-anak yang syah yang menjadi\ntanggungan buruh yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Ahli waris : Ialah Keluarga atau orang-orang yang ditunjukan untuk\nmendapatkan warisan menurut hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Hari Kerja : ialah jangka waktu yang berjalan dari hari Senin s\u002Fd Sabtu\ntanpa terkecuali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cp>8.Jam Kerja : Ialah jam-jam yang ditentukan pada hari kerja pukul :\n08:00\u002F16:00 WIB. Atau 40 jam kerja dalam satu minggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>9.Kerja Lembur : Ialah pekerjaan yang dilakukan diluar jam kerja yang telah\nditentukan menurut kebutuhan perusahaan, dan wajib dilaksanakan bila ada\nhalangan. Harus diberitahukan kepada kepala regu atau pengawas sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Istirahat Mingguan : Ialah hari minggu dan hari libur yang ditetapkan\noleh pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Hari Libur Resmi : Ialah hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah dan\nburuh tetap mendapatkan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Upah : Ialah suatu penerimaan yang berupa uang sebagai imbalan dari\nperusahaan kepada buruh untuk suatu pekerjaan yang telah dilakukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Sakit : Ialah setiap gangguan kesehatan yang memerlikan perawatan dan\npengobatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Kecelakaan Kerja : Ialah kecelakaan yang terjadi pada buruh di dalam\nhubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Lingkungan Perusahaan : Ialah bangunan termasuk jalan dan halaman yang\ndidalam loksai perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Tempat Kerja : Ialah tempat dimana buruh melakukan pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Dinas Luar : Ialah pekerjaan yang dilakukan buruh diluar lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Peringatan Lisan : Ialah tugas teguran secara lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Peringatan Tertulis : Ialah pemberitahuan\u002Fteguran atas kesalahan,\nkelalaian ringan\u002Fsedang dilakukan buruh yang berulang kesalahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak Yang Mengadakan Perjanjian Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.PT. PARIGI LAJU SAKTI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Berkedudukan : Jl. Raya Serang Km. 62,5 Ds. Parigi Kec. Cikande,\nSerang-Banten\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengurus Komisariat SBSI PT. PARIGI LAJU SAKTI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Berkedudukan : Jl. Raya Serang Km. 62,5 Ds. Parigi Kec. Cikande, Serang\nBanten.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Tujuan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk mengikat suatu keputusan yang telah disepakati kedua belah pihak\nbaik diperusahaan maupun kepada Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menciptakan hubungan yang harmonis diantara kedua belah pihak dan\nmelaksanakan program Hubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Luasnya Perjanjian Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Telah dipahami dan disepakati oleh perusahaan dan serikat buruh bawah\nperjanjian kerja bersama ini terbatas mengenai hal-hal umum saja, seperti yang\ntertera dalam perjanjian kerja bersama, tanpa mengurangi hak-hak perusahaan dan\nserikat buruh sejauh tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian kerja bersama pada dasarnya berlaku untuk semua buruh baik\nanggota SBSI maupun non anggota SBSI dan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perjanjian kerja bersama ini sejauh masa berlakunya masih ada. Walaupun\nsalah satu pihak yang menandatangani perjanjian kerja bersama ini sudah tidak\nada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Kewajiban Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pihak Perusahaan atau serikat buruh yang anggotanya\u002Fnon anggota yang\nmempunyai kepentingan dengan adanya perjanjian ini baik isi, makna maupun\npengertiannya, berkewajiban untuk mematuhi dan mentaati seperti yang telah\nditetapkan dalam perjanjian kerja bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pihak perusahaan berkewajiban mencetak dan memberikan buku PKB (Perjanjian\nKerja Bersama) kepada setiap buruh dan serikat buruh memberikan penjelasan atau\npengertian kepada setiap anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGAKUAN JAMINAN DAN FASILITAS BAGI SERIKAT BURUH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Dan Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan wajib mengakui bahwa Serikat Buruh yang tercantum dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini sebagai badan\u002Forganisasi yang sah mewakili dan\nbertindak atas nama dan untuk seluruh anggotanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Buruh yang tercantu dalam Perjanjian Kerja Bersama ini wajib\nmengakui bahwa pimpinan perusahaan mempunyai hak untuk memimpin dan\nmelaksanakan hak-haknya, sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan sejauh tidak\nbertentangan dengan perjanjian kerja bersama dan peraturan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan dan serikat buruh bersepakat dan bertekad untuk bekerja sama\ndengan mengusahakan ketenangan usaha bagi perusahaan dan ketenangan kerja bagi\nburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kedua belah pihak saling menghormati dan menghargai dan tidak mencampuri\nurusan, masing-masing sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan\nperundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan tidak boleh menghalangi perkembangan serta kegiatan serikat\nburuh dan buruh berkewajiban memelihara dan menjaga tata tertib perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>6.Buruh yang dipilih dan tunjuk sebagai pengurus serikat buruh tidak\nmendapat tekanan dan perubahan langsung dan perubahan tidak langsung, maupun\ntidak langusung ataupun mmendapat perlakuan diskriminatif dari perusahaan dan\ntindakan balasan lainnya oleh karena fungsinya, kecuali yang bersangkutan\nmelanggar peraturan atau Undang-Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7.Untuk membina hubungan timbal balik antara serikat buruh dan perusahaan,\nsetiap fungsionaris serikat buruh dapat menemui bagian Personalia atau pihak\nperusahaan dapam rangka menunaikan tugasnya sehubungan dengan masalah\nketenagakerjaan dengan memberitahukan terlebih dahulu kepada pihak\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Fasilitas Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan wajib menyediakan untuk serikat buruh berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Ruang kantor dengan perlengkapannya yang memadai didalam lingkungan\nperusahaan, dan dapat menggunakan fasilitas perusahaan berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mesin tik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Ruangan yang memadai\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Telepon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Papan pengumuman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Ruangan untuk pertemuan anggota\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk memperlancar jalannya organisasi (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia)\nmaka perusahaan dapat memberikan bantuan seperlunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Pertemuan Periodik (Berkala)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam pembinaan hubungan Bipartit maka perusahaan mengadakan pertemuan\nberkala dengan pengurus serikat buruh yang dilaksanakan 2 bulan sekali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap akan diadakan pertemuan seperti yang disebutkan dalam ayat 1 baik\nperusahaan maupun serikat buruh harus menyampaian topik-topik yang akan dibahas\nsecara tertulis, selambat-lambatnya satu minggu sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk berkonsultasi atau dengan yang lainnya kedua belah pihak tidak perlu\nmenyampaikan secara tertulis, apabila ada suatu masalah yang sifatnya\nmendadak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Dispensasi bagi Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Untuk keperluan serikat buruh perusahaan memberi ijin meninggalkan bagi\npengurus dan wakil wakilnya dalam rangka memenuhi tugas organisasi atau lembaga\npemerintahan sehubungan dengan kegiatan ketenagakerjaan tanpa mengurangi\nkonduite dan tanpa mengurangi haknya sebagai buruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila seorang anggota diangkat menjadi pengurus serikat buruh sejahtera\nIndonesia yang lebih tinggi, perusahaan memberikan dispensasi untuk kegiatan\nyang berkaiatan dan fungsinya dan tidak mempengaruhi konduite dan hak-haknya\nsebagai buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh yang diberikan dispensasi bagai tersebut harus menggunakan waktu\ndengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Pungutan\u002FIuran Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Iuran serikat buruh dilakukan pada saat pembagian gaji (setiap akhir\nbulan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Iuran wajib SBSI dilaksanakan sebulan sekali dan diserahkan kepada\npengurus komisariat seluruhnya untuk mengaturnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Penerimaan Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat buruh mengakui hak perusahaan dalam penerimaan buruh yang\ndidasarkan kepada kebutuhan perusahaan disertai syarat-syarat umum sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Warga Negara Indonesia atau warga Negara asing berusia 18 th keatas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat berkelakuan baik (SKKB) dan kepolisian setempat yang masih\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memiliki kartu tanda penduduk apabila tidak mempunyai KTP setempat, harus\ndilengkapi dengan keterangan domisili dimana calon buruh tinggal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Berbadan sehat, dibuktikan dengan syarat keterangan dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Lulus dalam testing yang diadakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>2.Masa percobaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>a.Calon buruh yang memenuhi syarat diterima sebagai buruh percobaan untuk\nmasa percobaan paling lama 3 bulan sekali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Penerima buruh tersebut dilakukan oleh perusahaan dengan syarat-syarat\nyang memuat pokok-pokok tentang hak dan kewajiban calon buruh serta dibubuhi\ntanda tangan buruh dengan personalia sebagai tanda persetujuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Penempatan Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh ditempatkan atau dipekerjakan sesuai dengan kemampuannya dalam suatu\nfungsi\u002Ftugas atau jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Mutasi Dan Prosedurnya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan berak untuk memutasikan buruhnya kejabatan atau tugas lainnya\nberdasarkan kebutuhan perusahaannya, konduite dan kemampuan buruh tersebut,\nsetelah melalui prosedurnya yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi pada dasarnya bersifat mendidik, membimbin tanpa alasan yang\nmerugikan buruh, dan mutasi dilakukan kejabatan yang masih berhubungan satu\ntingkat dibawahnya. Mutasi dilakukan atas dasar pertimbangannya kesehatan buruh\n(mengatur surat keterangan dari dokter) dan tidak mengurangi hak-haknya sebagai\nburuh dalam jangka waktu 3 bulan sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan mutasi terlebih dahulu dijelaskan kepada buruh yang\nbersangkutan beserta alasannya dan selambat-lambatnya 1 minggu sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap mutasi ditetapkan dengan surat keputusan dari pimpinan dan\ndiberitahukan kepada serikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mutasi pada dasarnya tidak boleh dilakukan berdasarkan diskriminastif\nnamun didasari alasan-alasan yang jelas didapat dan diterima kepada kedua belah\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Promosi Jabatan Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bilamana diperlakukan perusahaan memberikan prioritas kepada buruh yang\nmemenuhi persyaratan untuk mengisi jabatan yang tinggi dan kosong dengan\npertimbangan kepada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Buruh dianggap cakap dalam menunaikan tugasnya dapat diangkat untuk\nkedudukan\u002Fposisi yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perusahaan dapat mengambil tindakan pencabutan jabatan dari buruh. Apabila\nburuh tersebut melakukan perbuatan yang melanggar hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Buruh yang diangkat tidak boleh mempunyai jabatan rangkap. Kecuali ada\npersetuju kepada kedua belah pihak\u002Fapabila buruh tersebut mampu memegang\njabatan rangkapnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : WAKTU KERJA, ISTIRAHAT KERJA, DAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Waktu dan Kehadiran Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang datang terlambat tidak diijinkan bekerja, kecuali ada izin dari\npimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh diwajibkan masuk dan keluar tempat kerja melalui pintu yang telah\ndisediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Tanda Pengenal Peralatan\u002FPerlindungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh diwajibkan menjaga dan memelihara peralatan kerja yang diberikan\noleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan wajib memberikan perlindungan atau pencegahan atau resiko\nakibat jenis pekerjaan yang bersangkutan baik langsung maupun tidak langsung\nberupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masker\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Susu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Alat perlindungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan wajib memberikan kartu tanda pengenal (KPK) kepada seluruh\nburuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Lembur dan Perhitungannya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Komponen upah sebagai perhitungan lembur adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan lain yang bersifat tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Jumlah nilai yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan upah lembur tidak\nboleh kurang dari 75% dari keseluruhan upah yang dibayarkan dalam satuan waktu\nyang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>2.Cara perhitungan upah lembur pada hari biasa adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk jam pertama diberikan upah 1,5 x upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk jam kedua diberikan 2 x upah 1 jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp>3.Apabila kerja lembur dilaksanakan pada hari libur Mingguan atau hari raya\nresmi maka perhitungannya adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk setiap jam dalam batas 7 jam pada salah satu hari kerja seminggu\nharus dibayar 2x upah 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk jam pertama selebihnya 7 jam apabila hari raya tersebut jatuh pada\nhari terpendek didalam hari kerja dalam seminggu maka upahnya dibayar 3x upah 1\njam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk jam kedua setelah 7 jam apabila hari raya tersebut jatu pada hari\nterpendek didalam 6 hari kerja dalam seminggu maka, upahnya dibayar 4x upah 1\njam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Untuk perhitungan upah lembur dalam 1 jam adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah kerja lembur bagi buruh bulanan 1\u002F173 x upah 1 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perhitungan upah lembur yang menyimpang harus ijin persetujuan dari DIRJEN\nBina Hubungan Ketenagakerjaan dan Pengawasan Norma Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Disiplin Dan Tata Tertib Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh diwajibkan menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya yang\ndiberikan oleh atasannya\u002FPimpinan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh wajib melaporkan segera kepada atasannya atas kerusakan dan\nkehilangan peralatan\u002Fperlengkapan kerja yang menjadi tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh wajib menjaga kebersihan\u002Fkerapihan tempat dan lingkungan kerja\ntermasuk dilarang merokok di tempat terlarang ditempat yang ditentukan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Buruh wajib mengambil tindakan penyelamatan apabila mengetahui sesuatu\nkejadian yang dapat merugikan orang lain atau perusahaan dan segera melapor\nkepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Buruh diberikan ijin menerima tamunya pada jam kerja untuk kepentingan\nyang medesak (Urjen)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Buruh wajib melaporkan kepada pimpinan Perusahaan atau bagian Personalia\napabila terjadi perubahan status dirinya atau susunan keluarganya dan tempat\ntinggalnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Buruh dilarang membawa\u002Fmenggunakan barang perusahaan di luar lingkungan\nperusahaan tanpa seijin atasannya atau Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Buruh dilarang membawa barang terlarang kedalam lingkungan perusahaan dan\nmasuk kerja dalam keadaan mabuk dam membawa senjata tajam atau senjata api.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Halangan Bagi Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang tidak masuk kerja diwajibkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Menyampaikan pemberitahuan secara tertulis atau telepon kepada pihak\nperusahaan pada hari pertama tidak masuk kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bagi buruh yang tidak masuk kerja karena sakit wajib memberitaukan kepada\npihak perusahaan pada hari pertama sakit. Kemudian membawa surat keterangan\ndari dokter yang di tunjuk dan disampaiak kepada bagian personalia pada saat\nmasuk kerja kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Buruh yang dengan terpaksa meninggalkan pekerjaannya harus ijin dengan\natasannya atau bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Sangsi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dalam mengambil tindakan terhadap buruh yang melanggar tata\ntertib. Disiplin kerja yang diatur dalam perjanjian kerja bersama (PKB) ini\nharus diketahui secara tertulis oleh pengurus komisariat SBSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jenis-jenis sangsi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringatan lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peringatan tertulis (I,II,III)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sesuai dengan prosedur undang-undang yang\nberlaku UU No. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan memberikan peringatan lisan pada buruh yang melakukan\npelanggaran ringan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Peringatan tertulis :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringatan pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tidak masuk kerja selama 2 hari berturut-turut tanpa keterangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pulang lebih awal dari jam yang telah ditentukan tanpa alasan yang\njelas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Menolak perintah atasan tanpa keterangan yang jelas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa berlakunya surat peringatan pertama 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Surat peringatan kedua dapat diberikan kepada buruh apabila melakukan\npelanggaran selagi masa berlakunya surat peringatan pertama masih berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa berlakunya surat peringatan kedua 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peringatan Ketiga :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Surat peringatan ketiga dapat diberikan kepada buruh apabila melakukan\npelanggaran kembali atas perbuatannya dalam kurun waktu berlakunya surat\nperingatan kedua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari berturut-turut tanpa keterangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Merokok di tempat terlarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tidur dalam waktu jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa berlakunya surat peringatan ketiga 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Skorsing dapat diberikan kepada buruh yang melanggar tata tertib atau\nhukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Di tahan sementara oleh pihak berwajib karena terlibat tindakan criminal\ndan kejahatan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Sebelum ijin PHK belum diberikan oleh instansi yang berwenang dan apabila\ndiadakan tindakan Skorsing maka buruh mendapat upah serendah-rendahnya 75% dan\nberlaku paling lama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dapat di PHK dengan alasan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila buruh telah mendapat surat peringatan terakhir dan skorsing, dan\nburuh tersebut tidak memperbaiki keselahannya dan sikapnya dengan demikian\nkeputusan hubungan kerjanya melalui prosedur UU No. 13 Th 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bila terbukti efisensi produktfitasi kerja buruh tersebut sangat buruk.\nDan untuk masa depanpun tidak ada harapan lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bilamana tanpa alasan yang kuat buruh absen. Terlambat, pulang sebelum\nwaktunya lebih dari 4 kali dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Bilamana buruh tidak masuk kerja secara berturut-turut selam 5 hali tanpa\nizin dari perusahaan atau keterangan yang syah. Walaupun perusahaan telah\nmelakukan pemanggilan dan buruh tersebut tidak mengindahkannya (pemanggilan\ndilaksanakan sebelum hari ke-5).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Perusahaan mengalami keadaan yang sulit yang tidak dapat dihindari\n(proses penyelesaian melalui UU No. 13 Th 2003 dan dibuktikan oleh akuntan\npublic.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Dapat di PHK tanpa pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Buruh yang bekerja di perusahaan lain pada jam kerja yang sama tanpa ijin\ndari perusahaan yang sama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Melakukan penipuan, pencurian dan penggelapan uang atau barang milik dari\npengusaha, milik teman buruh dan milik teman pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memberikan keterangan palsu untuk kepentingan Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Mabuk, minum-minuman keras yang memabukkan atau madat dan menyalahgunakan\nbarang terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Melakukan kejahatan misalnya: menyerang, mengintimidasi atau menipu\npengusaha atau teman buruh di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menganiaya kejahatan misalnya : menyerang, mengintimidasi atau menipu\npengusaha atau keluarga pengusaha atau teman buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Membujuk pengusaha atau teman buruh yang bertentangan dengan Hukum yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Melakukan kesalahan yang bobotnya sama setelah mendapat surat peringatan\nterakhir yang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Melakukan perbuatan asusila ditempat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Point A sampai point 1 harus dapat dibuktikan perusahaan sesuai dengan\nHukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Mengundurkan diri atas kehendak sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Buruh yang akan mengundurkan diri dari perusahaan harus mengajukan surat\npermohonan secara resmi sekurang-kurangnya 2 minggu sebelumnya kepada pihak\nperusahaan kecuali hal-hal yang sifatnya mendadak dalam hal demikian pada\ndasarnya perusahaan tidak memberikan pesangon namun mengingat pengabdian buruh\nyang telah bekerja perusahaan tersebut. Maka perusahaan memberikan uang\npengabdian atau uang pisah sesuai dengan UU No. 13 Th 2003 dengan komposisi\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Masa kerja 03 tahun tetapi kurang dari 06 tahun ………….. 2 bulan\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 06 tahun tetapi kurang dari 09 tahun ………….. 3 bulan\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 09 tahun tetapi kurang dari 12 tahun ………….. 4 bulan\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 12 tahun tetapi kurang dari 15 tahun ………….. 5 bulan\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 15 tahun tetapi kurang dari 18 tahun ………….. 6 bulan\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 18 tahun tetapi kurang dari 21 tahun ………….. 7 bulan\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 21 tahun tetapi kurang dari 24 tahun ………….. 8 bulan\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 24 tahun atau lebih ………….. 10 bulan upah\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cp>9.Pemutusan hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Selama buruh berhalangan menjalankan pekerjaannya Karena sakit menurut\nketerangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan atau 1\n(satu) hari yaitu pada hari minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Selama buruh berlangganan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi tugas\nNegara yang ditetapkan undang-undang atau menjalankan yang diperintahkan oleh\nagamanya dan yang disetujui oleh pemerintah UU No. 13 Th 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Karena alasan menikah, hamil, melahirkan, dan gugur kandungan, UU. No. 13\nTh 2003\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d.Mendapat tugas dari organisasi SBSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : HARI LIBUR, CUTI DAN IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1.Setelah 6 (enam) hari kerja berturut-turut kepada buruh diberikan\nistirahat selama 1 (satu) hari yaitu pada hari minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Untuk menjaga kelancaran kerja supaya tidak terganggu perusahaan berhak\nuntuk mengatur pengambilan dan pembagian cuti tersebut, perusahaan dapat\nmenunda permohonan cutinya dan cuti tersebut dapat dibagi menjadi beberapa\nbagian, salah satu bagian diberikan 6 hari kerja berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi buruh yang akan menggunakan hak cutinya, dua minggu sebelumnya harus\nmengajukan permohonan kepada perusahaan (bagian personalia) kecuali hal-hal\nyang sifatnya mendadak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Cuti tersebut tidak dapat digantikan dengan uang kecuali tidak ada dalam\nmelaksanakan tugasnya atau kedua belah pihak ada kesepakatan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Buruh yang bersifat kerjanya langsung berhubungan dengan pabrik akan\ndiperlakukan cuti masal yang waktunya akan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Enam hari untuk Hari Raya Idul Fitir (Lebaran) dan enam hari kerja untuk\nHari Raya Natal (Akhir Tahun)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk mengaturnya akan diatur dengan kondisi harinya atau disesuaikan\ndengan Hari Raya tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Cuti Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang menderita sakit pada hari\u002Fjam kerja yang sedang berjalan dan\nterpaksa pulang\u002Fmeninggalkan pekerjaan harus menerima upah penuh untuk hari itu\ndengan surat keterangan Dokter kecuali dengan kondisi tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2.Buruh yang menderita sakit berkepanjangan akan mendapat cuti atau\nistirahat asalkan tidak melebih satu tahun dengan dibuktikan surat keterangan\ndokter sesuai dengan UU No. 13 Th 2003 (Instansi yang ditunjuk perusahaan).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Izin meninggalkan Pekerjaan Dengan Mendapat Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1.Buruh diberikan izin tidak masuk kerja\u002Fmeninggalkan pekerjaan dengan\nmendapat upah penuh untuk hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pernikahan buruh sendiri selama : 3 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pernikahan anak buruh selama : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>c.Istri buruh melahirkan selama : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>d.Kematian suami\u002Fistri, anak kandung, orang tua atau mertua dan saudar\nkandung selama : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e.Menunaikan ibada Haji yang diperintahkan oleh agamnya selama jangka waktu\nyang ditentukan oleh pemerintah, SP No. 21 th 1981\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Buruh yang tertimpa musibah bencana alam selama : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Kakak\u002Fadik meninggal : 1 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia : 1 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Khitanan anak selama : 1 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Izin meninggalkan Pekerjaan Tanpa Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan izin kepada buruh yang meninggalkan pekerjaan tanpa\nmemberikan upah kecuali seperti yang telah tercantum pada pasal 24. Atau kedua\nbelah pihak ada perjanjian tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh yang dikenakan SCORSING karena ditahan sementara oleh isntansi\npemerinntah bukan atas tuduhan perusahaan, tetap wajib membayar atau memberikan\nbantuan kepada keluarganya yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk satu orang tanggungan diberikan ……………. 25% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk dua orang tanggungan diberikan …………….. 35% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk tiga orang taggungan diberikan ……………….. 45% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk empat orang tanggungan diberikan ………… 50% dari upah sesuai\ndengan UU No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Dasar Penerapan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Penetapan Upah pada dasarnya ditetapkan menurut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jabatan yang dipegang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jenis dan sifat pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Keahlian, kecakapan dan prestasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pengalaman kerja dan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Kondisi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Komponen upah terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan tidak tetap\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Upah pokok adalah Upah yang berupa Uang dan diterima oleh Buruh secara\n    tetap setiap bulan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan adalah berupa Upah atau bentuk lain yang diterima oleh Buruh di\n    luar gaji pokok\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2.Waktu pembayaran upah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran upah dilakukan satu kali dalam satu bulan, yaitu pada akhir bulan\napabila pembayaran tersebut jatuh pada hari libur maka pelaksanaan\npembayarannya dilakukan maju atau mundur satu hari berdasarkan kesepakatan\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>3.Upah paling rendah tidak boleh kurang dari Upah minimum Regional\u002FUMR yang\nditetapkan oleh pemerintah. Pembayaran Upah sebulan sekali dan dibayarkan atas\ndasar perhitungan hari kerja upah sebulan sama dengan 30 hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Administrasi\u002FPemotongan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Iuran BPJS Ketenagakerjaan 2% dari upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Iuran anggota serikat buruh sejahtera Indonesia dipotong dari upah pekerja\noleh pengusaha setelah mendapat Surat Kuasa dari anggota Serikat Buruh dan\nuntuk selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada pengurus untuk pengelolaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Besarnya iuran anggota Serikat Buruh berdasarkan Anggaran Dasar dan\nAnggaran Rumah Tangga (AD\u002FART) SBSI adalah Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Tunjangan-Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp>1.Tunjangan transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan transport diberikan oleh perusahaan kepada buruh sebesar Rp. 2.000\n(dua ribu) per hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>2.Tunjangan makan diberikan oleh perusahaan kepada buruh sebesar 4000 (empat\nribu) dalam bentuk catering dengan menu giji yang bergiji.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan jabatan diberikan perusahaan kepada buruh yang mempunyai jabatan\ntertentu dan disesuaikan dengan jabatan yang dipegang (kecuali kedua belah\npihak ada perjanjian lain).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>4.Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan oleh perusahaan kepada buruh\nselambat-lambatnya satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri (bagi yang beragama\nIslam) dan hari Natal (bagi yang beragama non Islam) dan besarnya tunjangan\nhari raya tersebut disesuaikan dengan masa kerja buruh yang bersangkutan dan\nmenilai produktifitas buruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Upah selama sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perusahaan membayar upah buruh yang tidak masuk karena sakit, jika dapat\ndibuktikan dengan surat keterangan Dokter. Yang telah ditunjuk oleh perusahaan\nberdasarkan peraturan pemerintah No. 98 Tahun 1981.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>b.Apabila buruh sakit berkepanjangan, maka Upahnya diatur sebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.4 bulan pertama dibayar 100%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.4 bulan kedua dibayar 75%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.4 bulan ketiga dibayar 50%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Untuk bulan selanjutnya upah …….. 25%\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Sebelum perusahaan melakukan PHK sesuai dengan UU Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pengambilan upah tersebut dilakukan oleh keluarga buruh yang\nbersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila buruh mengalami sakit yang berkepanjangan lebih dari satu tahun\ndapat di PHK sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>7.Buruh yang bekerja shift tiga (3) mendapatkan uang shift sebesar Rp.\n1000,- untuk satu kali shift.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : BPJS KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cp>Kepesatan BPJS kesehatan adalah bantuan yang diberikan oleh perusahaan\nkepada buruh dalam rangka perlindungan\u002Fperawatan dan kesejahteraan buruh serta\nkeluarga buruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1.Berdasarkan undang-undang No. 40 tahun 2004 dan peraturan pemerintah No.\n86 tahun 2013 tentang BPJS Ketenagakerjaan. Bahwa semua buruh yang berusia\ndibawah 56 tahun wajib diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Program BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Program BPJS Ketenagakerjaan pada dasarnya memuat :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Hak dan kewajiban peserta dan badan penyelenggara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tugas, tanggung jawab dan wewenang Disnakertrans\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Sangsi atau hukum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Program BPJS Ketenagakerjaan memberikan jaminan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Berupa uang yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jaminan Kematian (JK)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>b.Berupa pelayanan yaitu\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>BPJS Kesehatan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Kecelakaan kerja berhubungan dengan hubungan kerja termasuk penyakit yang\ntimbul karena hbungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi didalam\nperjalanan dari rumah menuju tempat kerja dan pulang ke rumah melalui jalan\nyang wajar dan biasa dilalui buruh yang bersangkutan pada hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Keluarga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ialah : Suami\u002FIstri yang syah yang menjadi tanggungan buruh dan terdaftar\npada Badan Penyelenggaraaan dan Anak Kandung, Anak angkat, dan anak tiri yang\nbelum berusia 21 tahun belum menikah, belum mempunyai pekerjaa yang menjadi\ntanggungan buruh dan terdaftar pada badan penyelenggaraan, maksimal 3\nanak\u002Fdibuktikan dengan surat keterangan yang syah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Kewajiban Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Menyampaikan pada pengusaha daftar susunan keluarga termasuk\nperubahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melaporkan kepesertaan nya kepada perusahaan yang baru apabila buruh\npindah tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Pembayaran Iuran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1.Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), menjadi\ntanggung jawab Pihak Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Iuran Jaminan Hari Tua (JHT) 3,70% ditanggunng oleh perusahaan dan 2%\nditanggung oleh Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hak buruh yang mendapat Kecelakaan Kerja memperoleh pergantian biaya\nmeliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Biaya Pengangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Biaya Pemeriksaan, Pengobatan dan Perawatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Biaya Rehabilitasi berupa alat bantu dan alat ganti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>2.Santunan berupa uang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Santunan sementara tidak mampu bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Santunan cacat sebagian selama-lamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Santunan cacat total untuk selama-lamanya baik fisik maupun mental\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Santunan kematian\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Santunan uang tersebut akan diatur oleh peraturan perundang-undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Kewajiban Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melaporkan setiap kecelakaan buruh kepada Disnakertrans dan Badan\nPenyelenggara Setempat atau terdekat dalam 2x24 jam sebagai laopran kecelakaan\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melaporkan akibat kecelakaan kerja kepada Disnakertrans dan badan\npenyelenggara setempat atau terdekat sebagai laporan tahap kedua dalam waktu 2\nx 24 jam setelah ada surat keterangan dokter pemeriksa atau penasehat yang\ndinyatakan bahwa buruh tersebut memerlukan seperti yang tertera dalam pasal 37\nmembayar terlebih dahulu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Biaya pengangkutan buruh terhadap kecelakaan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Biaya pemeriksaan, pengobatan dan perawatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Membayar upah buruh selama belum mampu bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Mengurus hak buruh yang tertimpa kecelakaan kerja kepada badan\npenyelenggara sampai memperoleh haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Hak Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hak buruh memperoleh jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan akibat penyakit\nyang timbul karena hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masih dalam hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setelah hubungan kerja berakhir dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Apabila menurut hasil diagnosis dokter yang merawat penyakit tersebut\n    diakibatkan oleh pekerjaan selama buruh tersebut masih dalam hubungan\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyakit tersebut timbul di dalam waktu paling lama 3 tahun sejak\n    hubungan kerja tersebut berakhir.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Fasilitas Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Disamping perusahaan menyediakan tunjangan makan. Perusahaan juga\nmenyediakan tempat\u002Fsarana (kantin)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Sumbangan Pernikahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sumbangan pernikahan diberikan oleh perusahaan kepada buruh yang\nmelaksanakan pernikahan, besar sumbangan pernikahan tersebut disesuaikan dengan\nmasa kerja dan prestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Sumbangan Kematian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1.Sumbangan kematian diberikan oleh perusahaan kepada buruh yang keluarganya\n(suami\u002Fistri, orang tua anak dan Mertua) meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Sumbangan Bencana Alam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang tertimpa bencana alam mendapat sumbangan dari perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Rekreasi Hiburan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk menghilangkan ketegangan selama dalam satu tahun bekerja terus\nmenerus maka perusahaan mengadakan Rekreasi\u002FTour yang melaksakannya diatur oleh\nperusahaan dan serikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Sarana Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan tempat ibadah bagi buruh yang melaksanakan sholat 5\nwaktu lengkap dengan peralatannya dan buruh harus menjaga atau merawat\nperalatan tersebut dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan memberikan waktu kepada buruh yang melaksanakan sholat pada jam\nkerja, namun demikian buruh tidak boleh menyalahgunakan waktu tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk melaksanakan sholat jumat waktunya akan diatur oleh kepala\nbagian\u002Fkepala regu dengan diberikan waktu (satu) jam bagi yang akan\nmelaksanakan sholat Jum,at. Istirahat berlaku seperti biasa (1\u002F2 jam) atau\nsesuai dengan kebutuhan perusahaan dengan ketentuan kelebihan jam kerja akan\ndihitung lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Penyelesaian Keluh Kesah Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila terjadi keluhan\u002Fkekurangpuasan dari buruh atas kejadian tertentu\nmaka sedapat mungkin akan diselesaikan secara musyawarah dengan prosedur yang\ntertib. Dan menyampaikan atau membicarakan melalui atasannya dan apabila belum\ndapat diselesaikan dapat diajukan melalui pimpinan yang lebih tinggi dan untuk\nselanjutnya bilamana kepada pimpinan yang lebih tinggi belum dapat di\nmufakatkan. Maka akan minta bantuan penyelesaian kepada serikat buruh. Dan\napabila tidak dapat diselesaikan oleh serikat buruh. Baru akan minta bantuan\nkepada perantara atau Disnakertrans Kab. Serang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila ada hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian kerja bersama\nini akan diatur kemudian dengan memperhatikan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila undang-undang yang baru yang berhubungan PKB (Perjanjian Kerja\nBersama) ini maka harus mengacu kepada undang-undang yang baru tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cp>3.Perjanjian kerja bersama (PKB) ini berlaku selama 2 tahun sejak ditanda\ntangani oleh kedua belah pihak dan dicatatkan ke disnaker setempat.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.PKB (Perjanjian Kerja Bersama) ini hais masa berlakunya dan tidak ada\nperubahan didalamnya. Maka masa berlakunya ditambah atau diperpanjang satu\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perjanjian kerja bersama ini berlaku sejak tanggal ditandatangani atai\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditetapkan di : Serang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Pada tanggal : 1 Oktober 2015\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Team perunding Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Buruh Sejahtera Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. PARIGI LAJU SAKTI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Masri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan : Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Suwardiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan : Wakil Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Soleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan : Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Syahroni\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan : Bendahara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Nuriman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan : Anggota 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.M. Rozim\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabatan : Anggota 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Team perunding Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. PARIGI LAJU SAKTI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HARTONO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DIREKTUR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. PARIGI LAJU SAKTI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PERSONALIA HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MENGETAHUI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KEPALA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN TANGERANG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ABDULLAH, S.Sos., M.Si\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIK. 86342091985031010\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"hourspday_select":50,"lowwageamount":54,"contracttrialperiod":58,"maxsicknesspay":62,"cbadate_end":66,"alternatives":70,"ONCERISE_trigger":74,"deathrelativesleave":78,"MEDICAL_trigger":82,"paidpaternityleavepayperc":86,"hourspday":90,"funeralpay":92,"cbadate_end_date":96,"LOWWAGE_provision":98,"LOWWAGE_trigger":100,"discrimination":102,"maxsicknesspayperc":106,"cbadate_start":108,"commutingallowancetype":111,"OVERTIME_trigger":115,"maxsicknesspaytype":119,"overtimeallowanceperc1_general":121,"shiftallowancetype":123,"healthinsurance":127,"COMMUTE_trigger":131,"SUNDAY_trigger":133,"disabilityfund":137,"sundayallowancetype":141,"funeralpaytype":143,"WORKHOURS_trigger":145,"LOWWAGE_government":147,"overtimeallowanceperc1":149,"commutingallowancetype1":151,"paidpaternityleavepay":153,"hourspweek":155,"sicknesspay":157,"incidentalbonustype":159,"sundayallowancetype1":161,"commutingallowanceamount1":163,"TRADEUNLEAV_trigger":165,"SCHEDULE_trigger":169,"contracttrial":173,"shiftallowancetype1":177,"paidpaternityleave":179,"shiftallowanceamount2":181,"schedulesrestpw":183,"cbadate_start_date":185,"sicknessmaxdaysnr":187,"NOCTPREM_trigger":191,"overtimeallowancetype_general":193,"cbaratificationdate":195,"sundayallowanceperc1":197,"overtimeallowancetype":199,"lowwageperiod":201,"hourspweek_select":203,"mealvouchers":205,"sicknessmaxdays":209,"WAGES_trigger":211,"paidpaternityleaveduration":215,"deathrelatives":219},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","2.Santunan berupa uang meliputi : a.Sant","2.Santunan berupa uang meliputi :\n\na.Santunan sementara tidak mampu bekerja\n\nb.Santunan cacat sebagian selama-lamanya\n\nc.Santunan cacat total untuk selama-lamanya baik fisik maupun mental\n\nd.Santunan kematian",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"hourspday_select","8.Jam Kerja : Ialah jam-jam yang ditentu","8.Jam Kerja : Ialah jam-jam yang ditentukan pada hari kerja pukul :\n08:00\u002F16:00 WIB. Atau 40 jam kerja dalam satu minggu",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"lowwageamount","3.Upah paling rendah tidak boleh kurang ","3.Upah paling rendah tidak boleh kurang dari Upah minimum Regional\u002FUMR yang\nditetapkan oleh pemerintah. Pembayaran Upah sebulan sekali dan dibayarkan atas\ndasar perhitungan hari kerja upah sebulan sama dengan 30 hari.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"contracttrialperiod","a.Calon buruh yang memenuhi syarat diter","a.Calon buruh yang memenuhi syarat diterima sebagai buruh percobaan untuk\nmasa percobaan paling lama 3 bulan sekali.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"maxsicknesspay","b.Apabila buruh sakit berkepanjangan, ma","b.Apabila buruh sakit berkepanjangan, maka Upahnya diatur sebagai berikut\n\nc.4 bulan pertama dibayar 100%\n\nd.4 bulan kedua dibayar 75%\n\ne.4 bulan ketiga dibayar 50%\n\nf.Untuk bulan selanjutnya upah …….. 25%",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"cbadate_end","3.Perjanjian kerja bersama (PKB) ini ber","3.Perjanjian kerja bersama (PKB) ini berlaku selama 2 tahun sejak ditanda\ntangani oleh kedua belah pihak dan dicatatkan ke disnaker setempat.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"alternatives","9.Pemutusan hubungan kerja a.Selama buru","9.Pemutusan hubungan kerja\n\na.Selama buruh berhalangan menjalankan pekerjaannya Karena sakit menurut\nketerangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan atau 1\n(satu) hari yaitu pada hari minggu.\n\nb.Selama buruh berlangganan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi tugas\nNegara yang ditetapkan undang-undang atau menjalankan yang diperintahkan oleh\nagamanya dan yang disetujui oleh pemerintah UU No. 13 Th 2003\n\nc.Karena alasan menikah, hamil, melahirkan, dan gugur kandungan, UU. No. 13\nTh 2003",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"ONCERISE_trigger","4.Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan ol","4.Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan oleh perusahaan kepada buruh\nselambat-lambatnya satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri (bagi yang beragama\nIslam) dan hari Natal (bagi yang beragama non Islam) dan besarnya tunjangan\nhari raya tersebut disesuaikan dengan masa kerja buruh yang bersangkutan dan\nmenilai produktifitas buruh.",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"deathrelativesleave","d.Kematian suami\u002Fistri, anak kandung, or","d.Kematian suami\u002Fistri, anak kandung, orang tua atau mertua dan saudar\nkandung selama : 2 hari kerja",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"MEDICAL_trigger","Kepesatan BPJS kesehatan adalah bantuan ","Kepesatan BPJS kesehatan adalah bantuan yang diberikan oleh perusahaan\nkepada buruh dalam rangka perlindungan\u002Fperawatan dan kesejahteraan buruh serta\nkeluarga buruh.",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"paidpaternityleavepayperc","1.Buruh diberikan izin tidak masuk kerja","1.Buruh diberikan izin tidak masuk kerja\u002Fmeninggalkan pekerjaan dengan\nmendapat upah penuh untuk hal-hal sebagai berikut:\n\na.Pernikahan buruh sendiri selama : 3 hari kerja\n\nb.Pernikahan anak buruh selama : 2 hari kerja\n\nc.Istri buruh melahirkan selama : 2 hari kerja",{"bindId":91,"name":52,"text":53},"hourspday",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"funeralpay","1.Sumbangan kematian diberikan oleh peru","1.Sumbangan kematian diberikan oleh perusahaan kepada buruh yang keluarganya\n(suami\u002Fistri, orang tua anak dan Mertua) meninggal dunia.",{"bindId":97,"name":68,"text":69},"cbadate_end_date",{"bindId":99,"name":56,"text":57},"LOWWAGE_provision",{"bindId":101,"name":56,"text":57},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"discrimination","6.Buruh yang dipilih dan tunjuk sebagai ","6.Buruh yang dipilih dan tunjuk sebagai pengurus serikat buruh tidak\nmendapat tekanan dan perubahan langsung dan perubahan tidak langsung, maupun\ntidak langusung ataupun mmendapat perlakuan diskriminatif dari perusahaan dan\ntindakan balasan lainnya oleh karena fungsinya, kecuali yang bersangkutan\nmelanggar peraturan atau Undang-Undang yang berlaku.",{"bindId":107,"name":64,"text":65},"maxsicknesspayperc",{"bindId":109,"name":110,"text":110},"cbadate_start","Pada tanggal : 1 Oktober 2015",{"bindId":112,"name":113,"text":114},"commutingallowancetype","1.Tunjangan transport Tunjangan transpor","1.Tunjangan transport\n\nTunjangan transport diberikan oleh perusahaan kepada buruh sebesar Rp. 2.000\n(dua ribu) per hari",{"bindId":116,"name":117,"text":118},"OVERTIME_trigger","2.Cara perhitungan upah lembur pada hari","2.Cara perhitungan upah lembur pada hari biasa adalah sebagai berikut :\n\na.Untuk jam pertama diberikan upah 1,5 x upah 1 jam\n\nb.Untuk jam kedua diberikan 2 x upah 1 jam",{"bindId":120,"name":64,"text":65},"maxsicknesspaytype",{"bindId":122,"name":117,"text":118},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"shiftallowancetype","7.Buruh yang bekerja shift tiga (3) mend","7.Buruh yang bekerja shift tiga (3) mendapatkan uang shift sebesar Rp.\n1000,- untuk satu kali shift.",{"bindId":128,"name":129,"text":130},"healthinsurance","1.Berdasarkan undang-undang No. 40 tahun","1.Berdasarkan undang-undang No. 40 tahun 2004 dan peraturan pemerintah No.\n86 tahun 2013 tentang BPJS Ketenagakerjaan. Bahwa semua buruh yang berusia\ndibawah 56 tahun wajib diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.",{"bindId":132,"name":113,"text":114},"COMMUTE_trigger",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"SUNDAY_trigger","3.Apabila kerja lembur dilaksanakan pada","3.Apabila kerja lembur dilaksanakan pada hari libur Mingguan atau hari raya\nresmi maka perhitungannya adalah :\n\na.Untuk setiap jam dalam batas 7 jam pada salah satu hari kerja seminggu\nharus dibayar 2x upah 1 jam\n\nb.Untuk jam pertama selebihnya 7 jam apabila hari raya tersebut jatuh pada\nhari terpendek didalam hari kerja dalam seminggu maka upahnya dibayar 3x upah 1\njam\n\nc.Untuk jam kedua setelah 7 jam apabila hari raya tersebut jatu pada hari\nterpendek didalam 6 hari kerja dalam seminggu maka, upahnya dibayar 4x upah 1\njam.",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"disabilityfund","1.Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), ","1.Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), menjadi\ntanggung jawab Pihak Perusahaan.",{"bindId":142,"name":135,"text":136},"sundayallowancetype",{"bindId":144,"name":94,"text":95},"funeralpaytype",{"bindId":146,"name":52,"text":53},"WORKHOURS_trigger",{"bindId":148,"name":56,"text":57},"LOWWAGE_government",{"bindId":150,"name":117,"text":118},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":152,"name":113,"text":114},"commutingallowancetype1",{"bindId":154,"name":88,"text":89},"paidpaternityleavepay",{"bindId":156,"name":52,"text":53},"hourspweek",{"bindId":158,"name":64,"text":65},"sicknesspay",{"bindId":160,"name":76,"text":77},"incidentalbonustype",{"bindId":162,"name":135,"text":136},"sundayallowancetype1",{"bindId":164,"name":113,"text":114},"commutingallowanceamount1",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"TRADEUNLEAV_trigger","1.Untuk keperluan serikat buruh perusaha","1.Untuk keperluan serikat buruh perusahaan memberi ijin meninggalkan bagi\npengurus dan wakil wakilnya dalam rangka memenuhi tugas organisasi atau lembaga\npemerintahan sehubungan dengan kegiatan ketenagakerjaan tanpa mengurangi\nkonduite dan tanpa mengurangi haknya sebagai buruh.",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"SCHEDULE_trigger","1.Setelah 6 (enam) hari kerja berturut-t","1.Setelah 6 (enam) hari kerja berturut-turut kepada buruh diberikan\nistirahat selama 1 (satu) hari yaitu pada hari minggu.",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"contracttrial","2.Masa percobaan : a.Calon buruh yang me","2.Masa percobaan :\n\na.Calon buruh yang memenuhi syarat diterima sebagai buruh percobaan untuk\nmasa percobaan paling lama 3 bulan sekali.",{"bindId":178,"name":125,"text":126},"shiftallowancetype1",{"bindId":180,"name":88,"text":89},"paidpaternityleave",{"bindId":182,"name":125,"text":126},"shiftallowanceamount2",{"bindId":184,"name":171,"text":172},"schedulesrestpw",{"bindId":186,"name":110,"text":110},"cbadate_start_date",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"sicknessmaxdaysnr","2.Buruh yang menderita sakit berkepanjan","2.Buruh yang menderita sakit berkepanjangan akan mendapat cuti atau\nistirahat asalkan tidak melebih satu tahun dengan dibuktikan surat keterangan\ndokter sesuai dengan UU No. 13 Th 2003 (Instansi yang ditunjuk perusahaan).",{"bindId":192,"name":125,"text":126},"NOCTPREM_trigger",{"bindId":194,"name":117,"text":118},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":196,"name":110,"text":110},"cbaratificationdate",{"bindId":198,"name":135,"text":136},"sundayallowanceperc1",{"bindId":200,"name":117,"text":118},"overtimeallowancetype",{"bindId":202,"name":56,"text":57},"lowwageperiod",{"bindId":204,"name":52,"text":53},"hourspweek_select",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"mealvouchers","2.Tunjangan makan diberikan oleh perusah","2.Tunjangan makan diberikan oleh perusahaan kepada buruh sebesar 4000 (empat\nribu) dalam bentuk catering dengan menu giji yang bergiji.",{"bindId":210,"name":189,"text":190},"sicknessmaxdays",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"WAGES_trigger","1.Penetapan Upah pada dasarnya ditetapka","1.Penetapan Upah pada dasarnya ditetapkan menurut :\n\na.Jabatan yang dipegang\n\nb.Jenis dan sifat pekerjaan\n\nc.Keahlian, kecakapan dan prestasi\n\nd.Pengalaman kerja dan masa kerja\n\ne.Kondisi",{"bindId":216,"name":217,"text":218},"paidpaternityleaveduration","c.Istri buruh melahirkan selama : 2 hari","c.Istri buruh melahirkan selama : 2 hari kerja",{"bindId":220,"name":80,"text":81},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>PT. Parigi Laju Sakti - 2015\u002F2017 - 2015\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2015-10-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2017-09-30\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2015-10-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Sepatu, Produk Kulit dan Karet\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Masri, Suwardiri\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;No provision&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;Serang Regency Minimum Wage\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp; per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;2000\u002Fday per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[226],{"title":39,"slug":34},[228],{"type":229,"data":230},"call_to_action_body_block",{"title":231,"description":232,"variant":233,"link":234},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":231,"url":235,"description":231,"rel":236,"type":237},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[239],{"type":229,"data":240},{"title":231,"description":232,"variant":233,"link":241},{"title":231,"url":235,"description":231,"rel":236,"type":237},[]]