[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panasonic-manufacturing-indonesia-dengan-serikat-pekerja-panasonic-gobel":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":238,"content_type_view":239,"extra_breadcrumbs":240,"body":242,"body_blocks":253,"related_pages":257},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":236,"translations":237},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panasonic-manufacturing-indonesia-dengan-serikat-pekerja-panasonic-gobel","99a29a60-043d-11e5-a2ee-001e0bbf9952","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panasonic-manufacturing-indonesia-dengan-serikat-pekerja-panasonic-gobel\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panasonic-manufacturing-indonesia-dengan-serikat-pekerja-panasonic-gobel\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Panasonic Manufacturing Indonesia Dengan Serikat Pekerja Panasonic Gobel 2012 - 2014","ba_ID","IDN PT. Panasonic Manufacturing Indonesia - 2012","Indonesia - IDN PT. Panasonic Manufacturing Indonesia - 2012","IDN PT. Panasonic Manufacturing Indonesia - 2012 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"78 - PKB PT. Panasonic Gobel.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Panasonic Manufacturing Indonesia\nDengan Serikat Pekerja Panasonic Gobel\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB I : PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I. PT. PANASONIC MANUFACTURING INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dalam hal ini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ichiro Suganuma selaku Direktur Utama, dan Heru Santoso selaku Wakil\nDirektur Utama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Alamat : JI. Raya Bogor Km. 29, Rt. 01, Rw. 03, Kel. Pekayon, Kec. Pasar\nRebo, Jakarta Timur, 13710\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Akte Pendirian : No. 46 tanggal 27 Juli 1970\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Notaris : R. Soerojo Wongsowidjojo, SH.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Izin Usaha : No. 191\u002FDJAI\u002FIUT - 05\u002FPMA\u002FV\u002F1988, tanggal 13 Mei 1988\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Izin PMA : Keppres No. B.75\u002FPres\u002F5\u002F70\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini disebut “Pengusaha”).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II.Serikat Pekerja Panasonic Gobel\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dalam hal ini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Djoko Wahyudi selaku Presiden dan Jufrizal selaku Sekretaris Jenderal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Alamat : JI. Raya Bogor Km. 29, Rt. 01, Rw. 03, Kel. Pekayon, Kec. Pasar\nRebo, Jakarta Timur, 13710\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nomor Pencatatan : 718\u002FIV\u002FP\u002FI\u002F2012, tanggal 11 Januari 2012\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Oleh Kantor Sudin Nakertrans Kota Madya Jakarta Timur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini disebut “Serikat\nPekerja”)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Luas Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk karyawan pangkat K dan S\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Kewajiban Pengusaha Dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha bersedia membuat\u002Fmencetak Perjanjian Kerja Bersama ini dalam\nbentuk buku untuk diteruskan kepada seluruh Karyawan agar dipahami, ditaati,\ndipatuhi dan dilaksanakan sepenuhnya oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kedua belah pihak berkewajiban menjelaskan, mengingatkan serta\nmenyebarluaskan Perjanjian Kerja Bersama ini serta perubahannya kepada seluruh\nKaryawan\u002FAnggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Pengakuan Hak-Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui bahwa satu-satunya organisasi Karyawan yang mewakili\nKaryawan pada perusahaan adalah Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja mengakui bahwa yang mengatur para Karyawan dalam\nmenjalankan perusahaan adalah fungsi dan tanggung jawab Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kedua belah pihak saling menghormati dan tidak mencampuri urusan internal\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Fasilitas, Bantuan Dan Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha tidak menghalangi kegiatan dan pengembangan Serikat Pekerja\ndalam perusahaan, sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang dan atau\nPeraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha akan memberikan dispensasi penuh tanpa pengurangan sesuatu hak\nkepada wakil-wakil Serikat Pekerja yang ditunjuk untuk menghadiri rapat,\nseminar, pendidikan dan Iatihan perburuhan baik di dalam maupun di luar\nnegeri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menyediakan ruangan dan perIengkapan kantor tempat kegiatan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat Pekerja diperbolehkan menggunakan papan-papan pengumuman yang\ntelah disediakan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat menempatkan fungsionaris untuk\nmenjalankan kesekretariatan Serikat Pekerja secara penuh dengan menjamin hak\ndan kariernya Fungsionaris dengan jumlah sekurang kurangnya 3 (tiga) orang\nbeserta biaya yang timbul, diatur dan menjadi tanggung jawab bersama perusahaan\nyang karyawannya tergabung dalam Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha dapat memberikan keterangan yang diperlukan kepada Presiden dan\nSekretaris Jenderal Pengurus Serikat Pekerja apabila dianggap penting tentang\nhal-hal yang menyangkut ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Karyawan yang tidak dapat menjadi Pengurus Serikat Pekerja adalah Karyawan\nyang menduduki jabatan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kepala Seksi Payroll\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepala Seksi Legal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kepala Seksi Finance\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Pungutan Iuran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha bersedia untuk melaksanakan pemotongan iuran anggota Serikat\nPekerja melalui upah yang bersangkutan dengan \u003Cem>check of system\u003C\u002Fem> atas\ndasar surat kuasa dari Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Uang Iuran Anggota Serikat Pekerja diserahkan oleh Pengusaha kepada\nPengurus Serikat Pekerja dalam tempo selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari\nsetelah hari pembayaran upah, untuk disetorkan ke rekening Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Penerimaan Karyawan Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam pengembangan perusahaan dan penambahan jumlah karyawan adalah wewenang\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Persyaratan Menjadi Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Warga Negara Indonesia yang berusia 18 (delapan belas) tahun ke atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mengajukan permohonan\u002Flamaran tertulis, yang dilampiri dengan persyaratan\nlainnya yang ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Lulus dari ujian yang diadakan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dinyatakan sehat untuk bekerja oleh dokter yang ditunjuk oleh\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Telah mengikuti masa percobaan dan pendidikan serta dinyatakan lulus,\ndengan diberikan Surat Keputusan pengangkatan oleh Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Karyawan Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Ketentuan masa percobaan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>a.Masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan dalam hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Karyawan yang masih mengikuti masa percobaan mempunyai kewajiban yang sama\ndengan Karyawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Karyawan yang masih mengikuti masa percobaan sewaktu-waktu dapat diangkat\nmenjadi Karyawan tetap oleh Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pengusaha akan melakukan penilaian terhadap Karyawan sebelum masa\npercobaan berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa percobaan ini diperhitungkan sebagai masa kerja apabila pekerja yang\nbersangkutan diangkat sebagai Karyawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Dalam masa orientasi, Pengusaha harus menyediakan waktu bagi Karyawan\nuntuk pengenalan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan masa percobaan tidak berlaku bagi Karyawan baru yang diangkat\ndari Karyawan Waktu Tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Penilaian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha melakukan penilalan terhadap Karyawan berdasarkan sistem\npenilaian yang transparan dan objektif dalam bentuk sistem \u003Cem>Key Perfomance\nIndex\u003C\u002Fem> (KPI) yang diatur dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha membuat laporan penilaian terhadap Karyawan secara berkala.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menyampaikan kepada Serikat Pekerja setiap kali ada perubahan\nisi pada \u003Cem>Key Perfomance Index (\u003C\u002Fem>KPI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Peninjauan Pangkat, Jabatan Dan Alih Tugas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pangkat dan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peninjauan pangkat didasarkan pada prestasi kerja Karyawan yang dilakukan\nmelalui prosedur dan sistem yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pangkat yang dimiliki seorang Karyawan berkaitan secara langsung dengan\nupah pokok dan\u002Fatau tunjangan-tunjangan yang berhak diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Alih Tugas (Mutasi dan Rotasi)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pelaksanaan Mutasi ditetapkan dengan Surat Keputusan yang ditandatangani\noleh pejabat yang berwenang dibagian kepersonaliaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pelaksanaan Rotasi dilakukan oleh Atasan Karyawan dan ditetapkan dengan\nSurat Keputusan yang ditandatangani oleh pimpinan terkait dan ditembuskan\nkepada bagian kepersonaliaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Peninjauan pangkat, jabatan dan alih tugas karyawan adalah wewenang\nPimpinan Perusahaan dan pelaksanaannya diatur lebih lanjut dalam Surat\nKeputusan Pimpinan Perusahaan mempertimbangkan prestasi dan kompetensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Terhadap peninjauan pangkat, jabatan dan alih tugas karyawan yang\ndiputuskan berdasarkan Surat Keputusan Perusahaan serta dirasakan perlu untuk\ndilakukan pergantian yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi perusahaan\nyang dilaksanakan tanpa merugikan karir yang bersangkutan. Khusus untuk\npeninjauan jabatan, karyawan yang tidak memangku jabatan tidak berhak\nmendapatkan tunjangan-tunjangan dan\u002Fatau fasilitas-fasilitas yang melekat\npadajabatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila dirasa perlu, Serikat Pekerja dapat meminta keterangan dan\nmemberikan masukan kepada Pengusaha tentang Peninjauan Pangkat, Jabatan dan\nalih tugas Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ketentuan mengenai perjalanan dinas bagi Karyawan yang bertugas, baik di\ndalam maupun di luar kota atau di luar negeri, ditetapkan dengan Surat\nKeputusan Pimpinan Perusahaan dan ditinjau secara berkala.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Hari Dan Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cp>1.Jumlah jam kerja 40 (empat puluh) jam seminggu untuk kerja siang dan 35\n(tiga puluh lima) jam untuk kerja malam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cp>2.Pada dasamyajumlah hari kerja adalah 5 (lima) atau 6 (enam) hari dalam\nseminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>3.Pengaturan hari kerja, jam kerja dan jam kerja shift disesuaikan dengan\nizin Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, yang diatur sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Hari\n        Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Jam\n        Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Non\n        Shift\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Shift\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Kamis dan\u002Fatau Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">07.00 – 16.00 \n\n        \u003Cp>Istirahat 45 menit\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift I : 07.00 - 15.45\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istirahat 45 menit (Senin s\u002Fd Kamis dan\u002Fatau Sabtu). \n\n        \u003Cp>Istirahat 85 menit (Jum’at)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00-16.00 \n\n        \u003Cp>Istirahat 85 menit\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift II : 15.45 - 23.15 \n\n        \u003Cp>Istirahat 30 menit\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">Shift III : 23.15 – 07.00 \n\n        \u003Cp>Istirahat 45 menit\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd rowspan=\"2\">\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Istirahat mingguan bagi Keamanan dan atau Sistem kerja 3 (tiga) shift 4\n(empat) regu, diatur sesuai dengan jam kerja beregu yang jatuh harinya tidak\nsama dengan bagian produksi dan administrasi lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Kalender Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hari, jam kerja dan libur Perusahaan ditentukan bersama-sama oleh\nPengusaha dan Serikat Pekerja untuk periode bulan Januari sampai bulan Desember\ntahun berikutnya dengan menggunakan formula sebagaimana tercantum pada lampiran\n9.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemberlakuan hari-hari libur resmi nasional mengikuti ketentuan\nPemerintah, termasuk perubahan-perubahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Istirahat Tahunan Bersama ditetapkan oleh Pengusaha dengan mengacu pada\nketentuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dengan mempertimbangkan pendapat\ndari Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila terjadi perubahan kalender kerja maka Para Pihak terlebih dahulu\nmelakukan musyawarah dengan tetap mengacu pada jumlah jam kerja yang telah\ndisepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Karyawan yang diminta bekerja lebih dari ketentuan jam kerja\ndiperhitungkan dengan upah lembur berdasarkan peraturan perundangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pangkat Karyawan yang berhak memperoleh upah lembur dan lamanya lembur\ndiatur dalam Surat Keputusan Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>2.Upah lembur diperhitungkan dari upah, yang diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah lembur pada hari kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam Pertama 1 Upah\u002F173 x 1,5 perjam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam Kedua, dst : Upah\u002F173 x 2 per jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>b.Upah lembur pada hari libur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 7 Jam Pertama 2 Upah\u002F173 x 2 perjam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke-8 : Upah\u002F173 x 3 perjam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam ke-9, dst : Upah\u002F173 x 4 per jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Upah lembur pada hari yang diliburkan oleh Pengusaha perhitungannya sama\ndengan perhitungan upah lembur pada hari libur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Yang dimaksud upah sebagaimana dimaksud pada ayat 2 pasal ini ialah Upah\npokok + Tunjangan Tetap (pasal 20 ayat 2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Yang dimaksud hari yang diliburkan sesuai ayat 2c pasal ini, ialah\nhari-hari kerja pada kalender kerja yang ditetapkan Pengusaha yang oleh karena\nsatu dan lain hal perusahaan diliburkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja melakukan sepenuhnya penegakan disiplin\nkerja guna memelihara lingkungan kerja yang tertib, aman dan nyaman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Disiplin kerja terdiri dari kewajiban Karyawan dan larangan yang harus\ndipatuhi oleh seluruh Karyawan dan diatur lebih lanjut dalam lampiran 8a, 8b\ndan 8c dari Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sanksi akan dikenakan kepada Karyawan\u002FKaryawati yang melanggar\naturan-aturan yang ada dalam Perianjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sanksi dapat berupa Peringatan Lisan, Surat Peringatan Tertulis I, Surat\nPeringatan Tertulis II, Surat Peringatan Tertulis III, schorsing sampai dengan\nPemutusan Hubungan Kerja yang diatur lebih Ianjut dalam Iampiran 8a, 8b, dan 8c\ndari Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Surat Peringatan Tertulis I, Surat Peringatan Tertulis II, Surat\nPeringatan Tertulis III, Schorsing dan Pemutusan Hubungan Kerja dibuat dan\ndikeluarkan oleh Bagian General Affair\u002FHR berdasarkan rekomendasi tertulis dari\nBU\u002FGroup Manager yang bersangkutan setelah mempertimbangkan masukan-masukan\ndari Plant Leader, dan tembusannya disampaikan ke Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mekanisme pemberian sanksi diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pelanggaran terhadap kewajiban dan Iarangan dalam Perjanjian Kerja Bersama\nini dapat dikenakan sanksi berupa dan menurut tingkatan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Peringatan Lisan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peringatan Tertulis I\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peringatan Tertulis II\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peringatan Tertulis III (keras)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberhentian sementara atau schorsing\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>b.Surat Peringatan tertuIis I, II, III masa berlakunya masing-masing 6\n(enam) bulan sejak tanggal Surat Peringatan dikeluarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Apabila dalam masa berlakunya setiap Peringatan Tertulis yang bersangkutan\nmelakukan pelanggaran atas kewajiban dan larangan apapun yang terdapat dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini, maka kepadanya dapat dikenakan sanksi tertulis\nberikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Sanksi kepada karyawan yang telah melakukan pelanggaran terhadap\nPerjanjian Kerja Bersama diberikan oleh Pengusaha melalui Bagian General\nAffair\u002FHR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pemberhentian Sementara atau Schorsing :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila dalam 6 (enam) bulan pada masa Peringatan Tertulis III (Keras)\nKaryawan melakukan pelanggaran lagi atas kewajiban dan larangan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini, maka kepadanya dikenakan sanksi Schorsing dan\natau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Schorsing dilaksanakan selama-lamanya 15 (Iima belas) hari kerja, dan\napabila persoalannya belum dapat diselesaikan, diperpanjang sampai dengan\nadanya keputusan yang definitif\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Schorsing atau Pemutusan Hubungan Kerja sehubungan dengan sanksi yang akan\ndijatuhkan didasarkan atas hasil musyawarah antara Pengusaha dengan Serikat\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Pengertian Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Yang dimaksud dengan upah ialah pendapatan Karyawan terdiri dari upah\npokok dan tunjangan-tunjangan yang berhak diterima.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha membayar upah Karyawan pada tanggal 28 setiap bulan, apabila\ntanggal tersebut jatuh pada hari libur, maka upah dibayarkan pada hari kerja\nsebeIumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>1.Disamping upah pokok, Perusahaan memberikan tunjangan-tunjangan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan Perumahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan Bahasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tunjangan Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tunjangan Khusus, diberikan kepada Karyawan yang berdasarkan kondisi\npekerjaan\u002F tempat kerja atau keahliannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan yang masuk pada perhitungan lembur, THR, Bonus dan Pesangon\u002Fuang\njasa adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Lembur\n        \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Bonus\u002FTHR\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Pesangon\u002FUang\n        Jasa\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Perumahan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">O\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">O\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">O\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Keluarga\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">O\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">O\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">O\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Bahasa \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">O\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">O\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>PSC\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">O\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">O\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengaturan mengenai pelaksanaan tunjangan sebagaimana di maksud dalam ayat\n1 Pasal ini akan diatur lebih lanjut dalam Surat Keputusan Pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Pajak Penghasilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Seluruh pajak atas penghasilan Karyawan di perusahaan ditanggung sepenuhnya\noleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Peninjauan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan peninjauan upah secara berkala terhadap upah\nKaryawan setiap awal tahun buku\u002F takwim\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peninjauan upah Karyawan dapat berupa peninjauan upah pokok dan atau\npeninjauan tunjangan-tunjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>3.Peninjauan upah pokok didasarkan pada tabel kenaikan upah pokok yang\nmcngacu kepada tingkat inflasi 12 bulan (periode tahun buku\u002F takwim) untuk\nwilayah DKI Jakarta yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik dan penilian,\nkinerja perorangan, kondisi perusahaan serta mempertimbangkan kenaikan upah\nminimum yang berlaku di Provinsi DKI Jakarta.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Tabel kenaikan upah pokok berisi rentang kenaikan upah sebesar inflasi +\u002F-\nAlpha, dimana besaran Alpha harus dirundingkan oleh Para Pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam suatu keadaan Force Majeure Peninjauan upah akan dirundingkan secara\nkhusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Upah Selama Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>1.Karyawan yang istirahat\u002F dirawat karena sakit berkepanjanvan baik fisik\nmaupun mental yang disertai dengan surat keterangan dokter, selama 12 (dua\nbelas) bulan upahnya dibayar penuh), dan tahun ke-2 (kedua) upahnya dibayar\ndengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 3 (tiga) bulan pertama ; 100 % x upah terakhir setiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 3 (tiga) bulan kedua ; 80 % x upah terakhir setiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 3 (tiga) bulan ketiga ; 60 % x upah terakhir setiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 3 (tiga) bulan keempat : 40% x upah terakhir setiap bulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>2.Apabila setelah 24 bulan tersebut dengan surat keterangan dokter, Karyawan\nyang bersangkutan tidak mampu untuk bekeja Iagi karena mengalami sakit fisik\nmaupun mental, maka hubungan kerjanya dapat diputuskan dengan pensiun dini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : TUNJANGAN HARI RAYA DAN BONUS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Karyawan yang merayakan\nHari Raya Agamanya sekali setahun\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>2.Besarnya Tunjangan Hari Raya ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bagi Karyawan yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara\nterus menerus atau lebih, besarnya Tunjangan Hari Raya adalah 1 (satu) kali \u002F\nupah sebulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Bagi Karyawan yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan,\nbesarnya Tunjangan Hari Raya adalah proporsional dengan masa kerja yakni dengan\nperhitungan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja\u002F 12 x 1 (satu) kali upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan Hari Raya dibayarkan 20 (dua puluh) hari sebelum Hari Raya Idul\nFitri bagi yang beragama Islam dan 20 (dua puluh) hari sebelum Hari Raya Natal\nbagi yang beragama lain berdasarkan upah terakhir dan hanya diberikan kepada\nKaryawan yang masih terdaftar pada bulan Tunjangan Hari Raya dibayarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Bonus Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Yang dimaksud Bonus Tahunan ialah sebagian keuntungan perusahaan yang\ndibagikan kepada Karyawan setelah tutup tahun buku dan dibayarkan\nselambat-lambatnya tanggal 20 April.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya Bonus Tahunan akan dibayarkan sesuai dengan Formula Bonus Tahunan\nyang diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Matriks Angka Dasar perhitungan bonus dengan pencapaian Operating Profit\ndan Operating Profit\u002F Head adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Angka Dasar\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>K\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.0\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>S\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.5\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>b.Matriks Indeks Bonus dengan pencapaian Operating Profit dan Operating\nProfit\u002F Head adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Bobot\n        \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Pencapaian\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Indeks\n        Bonus \u003C\u002Fstrong> \n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>(Bobot x Pencapaian)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Operating Profit (60%) \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>vs BP (60%) A\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0.36 x A\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>vs LY (40%) B\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0.24 X B\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Operating Profit\u002F Head (40%)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>vs BP (60%) C\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0.24 x C\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>vs LY (40%) D\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0.16 X D\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>* Keterangan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• A adalah pencapaian Operating Profit vs BP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• B adalah pencapaian Operating Profit vs LY\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• C adalah pencapaian Operating Profit\u002FHead vs BP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• D adalah pencapaian Operating Profit\u002F Head vs LY\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan rate nilai sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Grade\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>G7\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>G6\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>G5\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>G4\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>G3\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>G2\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>G1\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>K\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>85%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>90% \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>95%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>103%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>110%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>115%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>S\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>80%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>87% \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>93%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>105%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>112%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>120%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Sehingga perhitungan bonus adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>K = Angka Dasar x Indeks Bonus x upah x rate nilai x Y\u002FI2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>S = Angka Dasar x Indeks Bonus x upah x rate nilai x Y\u002FI2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keterangan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Y = Jumlah bulan kerja periode bulan April s\u002Fd Maret ( Tahun Fiskal)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah = Upah April Tahun Buku Perhitungan Bonus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Contoh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran bonus tahunan tahun buku 2007 yang jatuh pada bulan April 2008\ndidasarkan pada upah April 2007.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bonus Tahunan hanya diberikan kepada Karvawan yang masih terdaftar pada\nakhir tahun buku Bagi Karyawan yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua\nbelas) bulan dari suatu periode perhitungan Bonus Tahunan, maka Bonus Tahunan\nakan dibayarkan secara proporsional dengan masa kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Insentif Produktivitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Insentif Produktivitas adalah insentif yang diberikan berdasarkan kinerja\nkaryawan yang jumlahnya bersifat tidak tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Insentif Produktivitas tidak dikategorikan sebagai tunjangan sehingga\nbukan merupakan bagian dari perhitungan upah yang berkaitan dengan hak-hak\nKaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Insentif Produktivitas dapat diberikan berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bonus Produktivitas (P-Bonus)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bonus untuk Leader (L-Bonus)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Besarnya Insentif Produktifitas dievaluasi setiap tahun oleh Pengusaha dan\nSerikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : IZIN TIDAK BEKERJA &amp; ISTIRAHAT\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Izin Tidak Bekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengizinkan Karyawan untuk tidak bekerja, karena hal-hal sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- SakIt dengan pemberitahuan (1 hari)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Sakit dengan Surat Keterangan Dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Sakit dirawat di Rumah Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Sakit karena Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cp>b.Cuti khusus diberikan karena hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Uraian\n        Keperluan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Cuti\n        Khusus Yang Diberikan\u003C\u002Fstrong> \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keluarga dirawat di Rumah Sakit :\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk Istri\u002FSuami\u002FAnak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk Bapak\u002FIbu\u002FMertua\u002FSaudara Kandung\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk Kakek\u002FNenek\u002FOrang Serumah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keluarga Meninggal Dunia :\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk Istri\u002FSuami\u002FAnak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 (tiga) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk Bapak\u002FIbu\u002FMertua\u002FSaudara Kandung\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk Kakek\u002FNenek\u002FOrang Serumah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Melaksanakan Perkawinan sendiri\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 (tiga) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mengkhitankan anak kandung\u002Ftiri\u002Fangkat sah \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Membaptiskan anak kandung\u002Ftiri\u002Fangkat sah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mengawinkan anak kandung \u002Ftiri\u002Fangkat sah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istri melahirkan atau Keguguran Kandungan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kakek\u002Fnenek dan atau saudara kandung dari suami\u002Fistri meninggal\n      dunia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istri\u002Fsuami\u002Fanak sakit serius (gawat\u002Fdarurat) yang memerlukan\n        pengurusan khusus dengan surat keterangan dokter tetapi tidak dirawat\n        di rumah sakit.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengalami musibah bencana alam, diberikan dengan mempertimbangkan\nperistiwanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melaksanakan hak pilih sebagai warga negara dalam pemilihan umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Menjalankan kewajiban terhadap negara yang telah diatur dengan peraturan\npcrundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bagi Karyawan yang mengikuti ujian sekolah diberikan izin tidak bekerja\nsesuai dengan waktu yang diperlukan dengan memperlihatkan bukti yang sah\nmaksimum 3 (tiga) hari, selebihnya diperhitungkan sebagai istirahat tahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Yang di maksud dengan ujian sebagaimana di maksud dalam ayat 2 (dua) a\npasal ini ialah ujian negara bagi Perguruan Tinggi Swasta atau ujian akhir bagi\nPerguruan Tinggi Negeri\u002FSwasta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk ujian kenaikan tingkat dan\u002Fatau kursus dapat mengambil istirahat\ntahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.ISTIRAHAT TAHUNAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pada dasarnya hak istirahat tahunan Karyawan wajib dilaksanakan. Dalam\npelaksanaannya dibicarakan dengan atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>b. Istirahat tahunan diberikan selama 12 (dua belas) hari kerja setelah\nkaryawan bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut dengan mengajukan\npermohonan terlebih dahulu dan mendapat persetujuan dan atasannya\nselambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum tanggal pelaksanaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Istirahat tahunan dapat digunakan pada awal tahun berikutnya setelah\ntahun berjalan, kecuali untuk suatu kepentingan yang tak dapat ditangguhkan\ndengan seizin Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Istirahat tahunan tidak dapat ditimbun, kecuali untuk perjalanan antar\npulau atau ke luar negeri dengan seizin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Berdasarkan pertimbangan dan sifat kondisi kerja, ditetapkan\nsebanyak-banyaknya 3 (tiga) hari kerja dari istirahat tahunan sebagai istirahat\ntahunan bersama, dengan pedoman pengaturan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Sesudah tahun baru : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Sebelum dan sesudah Natal : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Sebelum dan sesudah Idul Adha : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Sebelum dan sesudah Idul Fitri : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Istirahat (cuti) tahunan yang tidak dilaksanakan dapat diberikan\nkompensasi uang sebagai ganti istirahat (cuti) tahunan sesuai yang diatur dalam\nBerita Acara Kesepakatan dengan perhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat (cuti) tahunan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah\u002F 21 x 200% x (12-X)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>X = Jumlah hari istirahat (cuti) tahunan yang sudah diambil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud dengan upah dalam memperhitungkan uang ganti istirahat (cuti)\ntahunan dan istirahat panjang adalah sesuai dengan Pasal 19 ayat 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.ISTIRAHAT PANJANG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Istirahat Panjang diberikan selama 3 (tiga) bulan penuh setelah karyawan\nbekerja selama 6 (enam) tahun berturut-turut tanpa terputus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hak lstirahat Panjang selama 2 (dua) bulan sudah dikompensasikan ke dalam\ngaji pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Sisa hak Istirahat Panjang selama 1 (satu) bulan yang tidak digunakan oleh\nkaryawan dapat diberikan kompensasi uang ganti istirahat panjang dengan\nperhitungan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Uang ganti istirahat panjang : Upah\u002F30 x 180% x (30 - X)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>X = Jumlah hari istirahat panjang yang sudah diambil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Karyawan yang akan menggunakan istirahat panjang harus mengajukan\npermohonan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum istirahat panjangnya\ndimulai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.ISTIRAHAT HAMIL\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>a.Istirahat hamil diberikan selama 45 (empat puluh lima) hari sebelum dan 45\n(empat puluh lima) hari sesudah melahirkan dan tidak dapat diperpanjang kecuali\ndengan rekomendasi dokter yang ditunjuk oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>b.Istirahat hamil diberikan setelah dokter perusahaan\u002Fbidan yang ditunjuk\noleh perusahaan memperkirakan waktu kelahiran bayinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Istirahat hamil diberikan maksimum 60 (enam puluh) hari sesuai dengan\nketerangan dokter\u002F bidan yang ditunjuk oleh Perusahaan, apabila yang\nbersangkutan melahirkan sebelum waktunya atau keguguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Apabila 60 (enam puluh) hari setelah melahirkan temyata belum bisa masuk\nbekerja, maka hal ini harus ditunjang dengan surat keterangan dokter yang\nditunjuk oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.ISTIRAHAT HAID :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Istirahat Haid dapat diberikan pada hari pertama dan kedua haid, selebihnya\nharus dengan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN &amp; JAMINAN KECELAKAAN DILUAR\nJAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1.Pengusaha mengasuransikan Karyawan, meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), dengan jenis dan besar iurannya\nditanggung oleh masing-masing pihak sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Program Pengusaha Karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 0,89% -\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Jaminan Kematian (JK) 0,3% -\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Jaminan Hari Tua (JHT) 3,7% 2%\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Iuran Program Jamsostek didasarkan dari Upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Asuransi Kecelakaan di Luar Jam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha membantu pengurusan jaminan kecelakaan kerja bagi mantan\nkaryawan yang mengalami \"penyakit akibat hubungan kerja\" apabila penyakit\ntersebut timbul paling Iama 3 (tiga) tahun sejak hubungan kerja berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Jaminan Pemeliharaan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1.Pengusaha menjamin pemeliharaan kesehatan Karyawan, istri\u002F suami dan anak\nyang terdaftar di bagian General Affair &amp; HR.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Yang dimaksud istri\u002F suami adalah seorang istri\u002F suami yang sah, yang\ntidak ada satu pihak pun menanggung pemeliharaan kesehatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Yang di maksud anak adalah anak kandung\u002Fangkat sah\u002Fanak tiri sampai\nberusia 21 (dua puluh satu) tahun (21 tahun 11 bulan 29 hari atau sebelum\nberulang tahun yang ke-22), belum menikah, belum bekerja, maksimum 3 (tiga)\norang anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>3.Pelaksanaan jaminan pemeliharaan kesehatan dirundingkan dan disepakati\ndengan berita acara tertulis bersama Serikat Pekerja yang merupakan lampiran\ndari Perjanjian Kerja Bersama ini dan berlaku sesuai dengan berlakunya\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Setiap penggantian kerja sama perusahaan dengan pihak penyelenggara\npelayanan kesehatan, diberitahukan dan dijelaskan kepada Serikat Pekerja\nsebelumnya, dan memiliki mutu pelayanan minimal sama dengan penyelenggara\npelayanan kesehatan yang telah ditetapkan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan, Pengusaha melakukan pengawasan\npemberian pelayanan yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan kesehatan\ndengan mengutamakan kepentingan pesena.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Karyawan yang dirawat akibat kecelakaan kerja, biaya perawatan\u002F pengobatan\ndan transportasi yang dikeluarkan dibayar lebih dahulu oleh Pengusaha sebelum\nmemperoleh santunan Jamsostek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>2.Karyawan yang mengalami kecelakaan kerja memperoleh santunan Jamsostek\nmeliputi:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tunjangan cacat\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan sementara tidak mampu bekerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)\nuntuk menangani keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>2.Pengusaha berkewajiban menyediakan alat-alat keselamatan kerja dan\nmenetapkan syarat-syarat keamanan, perlindungan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan berkewajiban menggunakan dan memelihara alat-alat keselamatan\nkerja serta melaksanakan syarat-syarat keamanan, perlindungan dan kesehatan\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Apabila Karyawan yang bersangkutan tidak menggunakan dan memelihara alat\nkeselamatan kerja yang diberikan\u002F disediakan, kepadanya dapat dikenakan sanksi\nberupa peringatan tertulis. (lampiran 8a No. 1p tentang kewajiban).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Karyawan berhak menolak bekerj jika alat keselamatan kerja yang dibutuhkan\ndi tempat kerja tidak disediakan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat bekerja sama melaksanakan ketentuan\nUndang-Undang tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Pemeriksaan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>1.Pengusaha melakukan pemeriksaan kesehatan Karyawan secara berkala yang\npelaksanaannya diatur sebagai berikut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>No\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Kategori\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Waktu \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Klasifikasi\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Usia : s\u002Fd 39 thn; 41 thn s\u002Fd 44 thn; 46 thn s\u002Fd 49 thn;dan 51 thn\n        s\u002Fd 53 thn \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x \u002F tahun \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Check-Up\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Usia : 40 thn; dan 45 thn \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Check-Up Plus\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Usia; 50 thn; dan 54 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>General check-up\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">Tempat Kerja Khusus\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x\u002F tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Check-Up Plus\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 x \u002F 6 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Check-Up Khusus\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal-hal tertentu Pimpinan Perusahaan dapat mewajibkan Karyawan untuk\nmemeriksakan kesehatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan yang menolak pemeriksaan di maksud pada ayat 2 pasal ini dapat\ndikenakan surat peringaian tertulis. (lampiran 8 a. No. 1n tentang\nKewajiban).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Pakaian Dan Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan bagi Karyawan 3 (tiga) pasang pakaian kerja untuk\ntahun pertama masa kerja dan 2 (dua) pasang untuk setiap tahunnya serta dapat\nmengajukan penggantian sebelum 1 (satu) tahun jika pakaian tersebut\nlusuh\u002Frusak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha menyediakan pakaian dan perlengkapan khusus bagi Karyawan yang\nbekerja pada tempat-tempat tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengusaha menyediakan 2 (dua) pasang sepatu kerja dan kaos kaki untuk\nKaryawan produksi serta 1 (satu) pasang untuk Karyawan non produksi setiap\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Khusus untuk Karyawan yang bekerja di tempat tertentu, mendapatkan 2 (dua)\npasang kaos kaki setiap tahunnya dan sepasang sepatu safety khusus dengan\npenggantian apabila rusak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Kesempatan Membeli Hasil Produksi Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan kesempatan kepada Karyawan untuk membeli hasil produksi\nperusahaan dengan harga atau penawaran khusus yang diatur dan ditetapkan dengan\nSurat Keputusan Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Masa Persiapan Pensiun (MPP)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Karyawan yang telah mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun diputuskan\nhubungan kerjanya dengan hak pensiun, didahului Masa Persiapan Pensiun (MPP)\nselama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) dibebaskan dari\nkewajiban tugas dan jabatannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) dapat mengajukan\npermohonan pengambiian uang muka pensiun maksimum 50% (lima puluh per seratus)\ndari jumlah uang pensiun yang akan diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Peribadatan Dan Ziarah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan kesempatan dan menyediakan fasilitas beribadat bagi\nKaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha memberikan kesempatan menunaikan ibadah haji kepada Karyawan\nyang beragama Islam dengan tanggungan sepenuhnya dari perusahaan sesuai Surat\nKeputusan Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan beragama Kristen, Budha dan Hindu dapat diberikan kesempatan\nberziarah ke tempat yang dipandang suci menurut agamanya masing-masing, sesuai\ndengan Surat Keputusan Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Persyaratan hagi Karvawan untuk mendanatkan kesemnatan menunaikan ibadah\nhaji atau berziarah ke tempat yang dipandang suci menurut agamanya\nmasing-masing dengan tanggungan sepenuhnya dari perusahaan adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja minimum 5 (lima) tahun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Nilai prestasi kerja selama 2 (dua) tahun berturut-turut G4 ke atas untuk\nkesempatan pertama kali mengikuti tes, untuk kesempatan tes selanjutnya cukup\ndengan memenuhi persyaratan nilai prestasi G4, dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Lulus tes yang diadakan oleh panitia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menandatangani Surat lkatan Dinas selama 1 (satu) tahun, jika dinyatakan\nlulus seleksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Karyawan yang bermasa kerja minimal 3 (tiga) tahun dapat diberikan izin\nuntuk meninggalkan pekerjaan tanpa mengurangi hak apapun untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Menunaikan ibadah haji pertama kali atas biaya dan tanggungan sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Karyawan beragama selain Islam yang berziarah ke tempat-tempat suci untuk\npertama kali atas biaya dan tanggungan sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Karyawan yang melaksanakan ibadah haji yang ke-2 (kedua) dan seterusnya,\nziarah yang ke-2 (kedua) dan seterusnya, umroh yang pertama dan seterusnya\ndiberikan izin mengambil istirahat tahunan atau istirahat panjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Olahraga, Kesenian Dan Rekreasi \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan fasilitas olahraga dan kesenian bagi Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dapat memberikan dispensasi kepada Karyawan yang melakukan\npenandingan atas nama perusahaan dengan pihak luar dan harus memberitahukan\nterlebih dahulu kepada Pengusaha 1 (satu) bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha memberikan kesempatan rekreasi secara berombongan sekali setahun\nbagi Karyawan beserta 1 (satu) orang istri\u002F suami dan maksimum 3 (tiga) orang\nanak sesuai kondisi perusahaan pada saat itu, dengan mempertimbangkan saran\ndari Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Bantuan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan bantuan kepada Karyawan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>No.\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Bantuan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Jumlah\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Melaksanakan perkawinan sekali selama bekerja di Perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 600.000,- (Enam ratus ribu rupiah) \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bantuan uang duka atas kematian istri\u002F suami, anak kandung\u002Fangkat sah\n        dan orang tua kandung\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 650.000.- (Enam ratus lima puluh ribu rupiah)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bantuan uang duka diberikan kepada salah seorang, apabila Karyawan\nmempunyai hubungan saudara kandung\u002Ftiri yang sah, suami\u002Fistri dalam\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bantuan bagi Karyawan yang mengalami musibah bencana alam, kebakaran\nditetapkan dengan kebijaksanaan Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Santunan Kematian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Karyawan yang meninggal dunia, biaya pengurusan jenazah dan pemakamannya\nditanggung perusahaan sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dengan\nperincian ditanggung perusahaan sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah)\nditambah Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) manfaat santunan kematian dari\nprogram Asuransi Kecelakaan Diri Diluar Jam Kerja (AKDHK) atau sesuai dengan\nketentuan yang berlaku saat itu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Pinjaman\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan pinjaman kepada Karyawan yang telah bermasa kerja\nminimum 3 (tiga) tahun, untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengobatan keluarga yang tidak diatur dalam pasal 30 Perjanjian Kerja\nBersama (PKB).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kontrak rumah, perbaikan rumah sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pendidikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Maksimal total cicilan untuk pinjaman dari perusahaan dan koperasi adalah\n35% dari upah sebulan dengan angsuran pengembalian maksimal 12 kali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha memberikan pinjaman kepada Karyawan yang mengalami musibah\nbencana alam, kebakaran yang besarnya ditetapkan atas kebijaksanaan Pimpinan\nPerusahaan dengan mempertimbangkan agar tidak menjadi beban berat bagi Karyawan\nuntuk mengembalikan pinjaman tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Karyawan yang masih mempunyai pinjaman tidak dibenarkan mengajukan\npinjaman baru, terkecuali atas keputusan Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Koperasi Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha menunjang pengembangan koperasi karyawan di perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Menyediakan kantor\u002Ftoko dan tempat kegiatan koperasi karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Membantu pemotongan simpanan dan hutang anggota koperasi melalui\npemotongan upah dengan surat kuasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memberikan kesempatan menggunakan papan-papan pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Memberi kesempatan\u002Fdispenasasi kepada anggota perwakilan pengurus untuk\nkegiatan koperasi baik di dalam maupun di luar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Pendidikan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>1.Untuk menjaga kelancaran peningkatan kegiatan atau kemajuan\u002F keterampilan\nKaryawan itu sendiri dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya, maka\nPengusaha dapat memberikan\u002F mewajibkan Karyawan untuk mengikuti pendidikan di\ndalam atau di luar negeri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi Karyawan yang diwajibkan mengikuti pendidikan di luar jam kerja,\ndiperhitungkan upah lembur bagi yang berhak sesuai ketentuan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>3.Pendidikan sepeni di maksud pada ayat 1 (satu) pasal ini antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pendidikan Dasar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pendidikan Promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pendidikan ketrampilan dan pengetahuan khusus yang sesuai dengan bidang\ntugas\u002F pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pendidikan sebagaimana di maksud pada ayat 1 dan 3 pasal ini penunjukkan,\npenetapan, persyaratan serta biayanya adalah tanggung jawab dan wewenang\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Transport\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemberian uang transport diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan penggantian uang transport perjalanan pulang pergi\nsekurang-kurangnya sesuai dengan tarif bus kota\u002Fangkutan umum yang sejenis dari\ntempat tinggal ke tempat kerja, dengan mempertimbangkan pendapat Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Jarak tempuh antara rumah dan tempat kerja yang kurang dari 1 (satu) km\ntidak memperoleh penggantian uang transport.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Maksimum penggantian uang transport ditetapkan lebih lanjut dengan Surat\nKeputusan Pimpinan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Uang transport tidak diberikan kepada Karyawan yang tidak masuk\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pemberian uang transport dapat bertambah\u002Fberkurang atau dihentikan sesuai\ndengan peruhahan tempat tinggal yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1.Sesuai dengan persyaratan gizi kerja, Pengusaha menyediakan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Sarapan pagi, bagi Karyawan yang hadir di perusahaan selambat-lambatnya 15\n(lima belas) menit sebelum jam kerja dimulai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Makan siang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Makan malam, apabila melakukan kerja lembur sampai jam 18.00 waktu\nsetempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Makanan tambahan diberikan kepada Karyawan yang bekerja pada Shift II dan\nIII serta yang bekerja pada tempat kerja khusus.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pada bulan puasa bagi Karyawan yang beragama Islam, penyediaan sarapan\npagi dan makan siang ditiadakan dan diganti uang sesuai dengan Surat Keputusan\nPimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Besarnya nilai uang makan yang disediakan oleh pihak ketiga akan\ndisampaikan oleh Pengusaha kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan penghargaan kepada Karyawan berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Piagam dan produk Perusahaan, bagi Karyawan yang mencapai masa kerja 30\n(tiga puluh) tahun, atau yang telah mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun\natau yang mengambil Pensiun Muda dan belum pernah menerima penghargaan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kenaikan pangkat 1 (satu) tingkat dengan diikuti kenaikan upah\nsekurang-kurangnya 10% (sepuluh per seratus) dari upah pokok, bagi Karyawan\nyang diputuskan hubungan kerjanya karena :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Cacat total\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meninggal dunia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3.Pendidikan Karyawan berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bagi Karyawan yang berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan yang lebih\ntinggi dari pendidikan pada saat diterima sebagai Karyawan, Pengusaha\nmemberikan penyesuaian pangkat\u002Fupah sesuai standar jenjang pangkat yang telah\nditetapkan oleh perusahaan apabila pendidikan Karyawan yang di maksud sesuai\ndengan spesifikasi tugas yang diembannya dan atau kebutuhan perusahaan dan\ntelah lulus mengikuti ujian yang ditetapkan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Ayat 3a pasal ini dilaksanakan apabila ijazah yang diperoleh mempunyai\nstatus disamakan atau lulus ujian negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Apabila Karyawan tersebut temyata tidak lulus ujian penyesuaian, maka\nposisi Karyawan yang bersangkutan kembali ke posisi semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PENYELESAIAN PENGADUAN DAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Penyelesaian Pengaduan Dan Keluh Kesah \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja berusaha menciptakan suasana dan hubungan\nkerja yang dinamis dan harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap Karyawan dapat dengan bebas menyampaikan pengaduan dan keluh kesah\nserta ketidakpuasannya atas hal-hal yang dianggap kurang sesuai dengan isi\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dan Serikat Pekerja membentuk Lembaga Kerjasama Bipartit untuk\nmengawasi pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama ini serta menampung dan\nmenyelesaikan keluh kesah Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Lembaga Kerjasama Bipartit ini terdiri dari minimal 6 (enam) orang wakil\nPengusaha dan 6 (enam) orang wakil Serikat Pekerja atau disesuaikan dengan\nkebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Lembaga Kerjasama Bipartit mengadakan rapat 1 (satu) kali dalam 1 (satu)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Tata Cara Penyampaian Pengaduan Dan Keluh Kesah \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penyampaian keluh kesah Karyawan dilaksanakan dengan terlebih dahulu\nmengisi formulir Keluh Kesah Karyawan. Karyawan yang tidak mengisi formulir\ntersebut tidak atau ditindaklanjuti keluh kesahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tata cara penyampaian pengaduan dan keluh kesah diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tingkat Pertama:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Disampaikan pada atasan langsung dan atuu melalui Serikat Pekeria\n(koordinator plant leader atau plant leader) tingkat bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tingkat Kedua:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat pertama, maka pengaduan\nditeruskan pada Lembaga Kerjasama Bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tingkat Ketiga:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat kedua, maka pengaduan\nditeruskan Serikat Pekerja untuk menyelesaikan dengan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tingkat Keempat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat ketiga, maka pengaduan\ndisampaikan oleh salah satu pihak, Serikat Pekerja atau Pengusaha kepada pihak\nPemerintah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penyelesaian pengaduan dan keluh kesah disetiap tingkat sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tingkat Pertama:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diselesaikan selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tingkat Kedua:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diselesaikan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tingkat Ketiga:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditanggapi selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja dan diselesaikan dalam 30\n(tiga puluh) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan Hubungan Kerja dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan kerja dalam masa percobaan dapat diputuskan setiap saat oleh\nPengusaha dan\u002Fatau Karyawan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tanpa\nkewajiban apapun dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan Hubungan Kerja karena mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pemutusan Hubungan Kerja karena mengundurkan diri atas kehendak sendiri,\ndilaksanakan setelah Karyawan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Mengajukan pennohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-Iambatnya\n15 (lima belas) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Apabila Karyawan terikat dalam ikatan dinas, maka berlaku ketentuan\nsebagaimana tercantum dalam Surat Perjanjian Ikatan Dinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Karyawan yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut\ntanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan\ntelah dipanggil oleh perusahaan sebanyak 2 (dua) kali secara patut dan tertulis\ndapat diputuskan hubungan kerjanya karena dikualifikasikan mengundurkan\ndiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemutusan Hubungan Kerja karena pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pensiun Normal (usia 55 tahun)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Karyawan yang telah mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun baik pria\nmaupun wanita diputuskan hubungan kerjanya karena pensiun normal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Bagi Karyawan yang mempunyai spesifikasi atau spesialisasi jabatan\ntertentu dengan pertimbangan Pimpinan Perusahaan dan atas kesediaan Karyawan\nyang bersangkutan setelah pensiun (usia 55 tahun) dapat diperpanjang sampai\nusia maksimum 60 (enam puluh) tahun sesuai Surat Keputusan Pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pensiun Dipercepat (Pensiun Muda)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi Karyawan yang mempunyai masa kerja 15 (lima belas) tahun atau usia 40\n(empat puluh) tahun dapat mengajukan pensiun muda. Pelaksanaan ayat ini\ndilakukan setelah mendengar pendapat Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pensiun karena Cacat Total\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan yang oleh karena kondisi tlsik atau mental tidak memungkinkan\nmelaksanakan tugas, Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja dengan hak\npensiun muda, disertai rekomendasi dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha atas\nkesepakatan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pensiun karena Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila setelah 24 (dua puluh empat) bulan tersebut dengan atau tanpa surat\nketerangan dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha, Karyawan yang bersangkutan\ntidak mampu untuk bekerja lagi, maka hubungan kerjanya dapat diputuskan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemutusan Hubungan Kerja karena Karyawan meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan meninggal dunia, maka akan diputuskan hubungan kerjanya karena\nPensiun dan kepada ahli warisnya diberikan hak pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pemutusan Hubungan Kerja karena melakukan tindakan indisipliner\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.lndisipliner Ringan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan yang diputuskan hubungan kerjanya setelah mendapatkan sanksi\nperingatan tertulis I, II, III dan Schorsing secara berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Indispliner Berat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan yang diputuskan hubungan kerjanya karena melakukan pelanggaran\nsebagaimana ditentukan dalam lampiran 8b (2.12 sampai dengan 2.24),\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pemutusan Hubungan Kerja karena penahanan karyawan oleh pihak yang\nberwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila Karyawan ditahan oleh pihak yang berwajib atas pengaduan\nPengusaha, maka yang bersangkutan dapat diberhentikan sementara sampai ada\nkeputusan lebih lanjut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dalam masa pemberhentian sementara\u002Fschorsing, Karyawan tetap memperoleh\nupahnya (upah pokok + tunjangan tetap).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Apabila Karyawan yang bersangkutan dibebaskan dari tuduhan, Pengusaha\nmerehabilitir Karyawan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Dalam hal pengadilan memutuskan bahwa Karyawan dinyatakan bersalah, maka\nPengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja kepada Karyawan yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pemutusan Hubungan Kerja karena Penetapan Lembaga Penyelesaian\nPerselisihan Hubungan Industrial dan atau putusan institusi hukum lain yang\nterkait dengan masalah hubungan Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pemutusan Hubungan Kerja karena alih tugas atas permintaan Pengusaha dan\ndengan persetujuan Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Hak Karyawan Akibat Pemutusan Hubungan Kerja \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sebelum Usia Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Jenis\n      PHK\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Uang\n        Pesangon\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Uang\n        Penghargaan masa kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Uang\n        Penggantian Hak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">THR Yang\n        Belum Diterima Pada Tahun Berjalan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">6 Bulan\n      Upah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Uang Pisah\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Istirahat\n        Tahunan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Istirahat\n        Panjang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">15%\n        Perumahan dan Pengobatan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dalam masa Percobaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Karena Mengundurkan diri : \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a. Atas Kehendak Sendiri\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">− \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\n        (Pasal 51 ayat 5.a)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b. 5 Hari Mangkir\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\n        (Pasal 51 ayat 5.b)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Karena Melakukan tindakan indispliner : \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a. Indisipliner ringan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√ (1x\n        ketentuan Pasal 51 (2))\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√ (1x\n        ketentuan Pasal 51 (3))\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>b. Indispliner berat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">−\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\n        Pasal 51 (3)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>c. Karena penahanan Karyawan oleh pihak yang berwajib\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√ (1x\n        ketentuan Pasal 51 (3))\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">X\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Usia Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Jenis\n      PHK\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Uang\n        Pesangon **\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Uang\n        Penghargaan masa kerja **\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Uang\n        Penggantian Hak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">THR Yang\n        Belum Diterima Pada Tahun Berjalan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">6 Bulan\n      Upah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Uang Pisah\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Istirahat\n        Tahunan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Istirahat\n        Panjang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">15%\n        Perumahan dan Pengobatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pensiun Normal (usia 55 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√ *\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pensiun muda\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√ *\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pensiun cacat total\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√ *\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pensiun sakit berkepanjangan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√ *\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Karena meninggal dunia (Pensiun Janda Duda)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√ *\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>√\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>X\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keterangan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>X = Tidak Berhak\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>√ = Berhak\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>√ * = THR dibayar proposional pada tahun berjalan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>MK = Masa Kerja (dalam tahun)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>THR = Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>**FormuIa = Uang Pesangon + Penghargaan Masa Kerja = 1,2 x MK x Upah\n    Terakhir ; atau = Uang Pesangon + Penghargaan Masa Kerja = (2 x Pasal 51\n    ayat 2) + Pasal 51 ayat 3\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, Uang Penggantian Hak\nDan Uang Pisah \u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>1.Perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang\npenggantian hak bagi karyawan yang diputuskan hubungan kerjanya disesuaikan\ndengan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya uang Pesangon ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja Uang Pesangon \u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>kurang dari 1 (satu) tahun 1 (satu) bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun 2 (dua) bulan\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun 3 (tiga) bulan\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun 4 (empat)\n    bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun 5 (lima)\n    bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun 6 (enam)\n    bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun 7 (tujuh)\n    bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun 8\n    (delapan) bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>8 (delapan) tahun atau lebih 9 (sembilan) bulan upah\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3.Besarnya uang penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun 2 bulan\n  upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun 3 bulan\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>9 (sembilan) tahun atau lebih tetag kurang dari 12 (dua belas) tahun 4\n    bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima beIas) tahun\n    5 bulani upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan belas)\n    tahun 6 bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua puluh\n    satu) tahun 7 bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua puluh\n    empat) tahun 8 bulan upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>24 (dua puluh empat) tahun atau lebih 10 bulan upah\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>4.Besarnya uang penggantian hak ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Istirahat tahunan yang belum diambil dan belum gugur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah\u002F30 x 200 %x (12-X)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>X = Jumlah cuti yang telah diambil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Istirahat panjang yang belum diambil dan belum gugur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah\u002F30 x 180 %x (30-X)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>X = Jumlah cuti yang telah diambil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Biaya atau ongkos pulang untuk Karyawan dan keluarganya ketempat dimana\nkaryawan diterima bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15 % (lima\nbelas perseratus) dari uang pesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja bagi\nyang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Besarnya uang pisah karena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mengundurkan diri atas kehendak sendiri atau karena Indisipliner Berat\nditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja Uang Pisah\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>3 (tiga) atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun 2,3 x upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>6 (enam) atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun 3,45 x upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>9 (sembilan) atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas) tahun 4,60 x\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>12 (dua belas) atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima belas) tahun 5,75 x\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>15 (lima belas) atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan belas) tahun\n    6,90 x upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>18 (delapan belas) atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua puluh satu)\n    tahun 8,05 x upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>21 (dua puluh satu) atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua puluh empat)\n    tahun 9,20 x upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>24 (dua puluh empat) tahun atau lebih 11,50 x upah\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>b.5 (lima) Hari Mangkir ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa Kerja Uang Pisah\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>3 (tiga) atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun 1 x upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>6 (enam) atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun 1,5 x upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>9 (sembilan) atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas) tahun 2 x\n  upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>12 (dua belas) atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima belas) tahun 2,5 x\n    upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>15 (lima belas) atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan belas) tahun 3\n    x upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>18 (delapan belas) atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua puluh satu)\n    tahun 3,5 x upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>21 (dua puluh satu) atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua puluh empat)\n    tahun 4 x upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>24 (dua puluh empat) tahun atau lebih 5 x upah\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Pengertian Upah Dalam Hal Pemberian Uang Pesangon, Uang\nPenghargaan Masa Kerja, Uang Penggantian Hak, Uang Pisah Dan Hak Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Yang di maksud dengan upah dalam hal pemberian uang pesangon, uang\npenghargaan masa kerja, uang penggantian hak dan hak pensiun adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan tetap yang berhak diterima sesuai dengan pasal 20.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Nilai uang dari pakaian kerja dan makan yang diterima Karyawan secara\nteratur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Akibat Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, maka Karyawan diwajibkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mengembalikan inventaris perusahaan yang meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Alat-alat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii. Kartu Tanda Karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iii. Pakaian Kerja dan Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iv. Alat Pelindung Diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>v. Kunci Locker\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vi. Kartu Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Karyawan dan Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vii. Dokumen-dokumen yang menjadi milik dan\u002Fatau yang seharusnya bemda dalam\npenguasaan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menyelesaikan kewajiban berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Hutang-piutang Karyawan kepada perusahaan dengan bukti yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii. Hutang-piutang Karyawan kepada Koperasi Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Menandatangani Perjanjian Kerahasiaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengembalian inventaris perusahaan dan penyelesaian kewajiban adalah pada\ntanggal pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, uang\npisah atau hak pensiun tidak akan dibayarkan sebelum yang bersangkutan\nmelaksanakan kewajibannya berdasarkan ketentuan ayat 1 Pasal ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengembahan mventans perusahaan dan penyelesalan kewajiban akibat karyawan\nmeninggal dunia ditentukan selambat-lambatnya 1 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Landasan Hukum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dengan landasan hukum sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Undang-Undang No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan\n    Industrial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Undang-Undang No, 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan hidup\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Undang-Undang No. 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Undang-Undang No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan Pemerintah No. 83 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Peraturan\n    Pemerintah No.14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja sebagaimana telah diubah dengan\n    Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 1998.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Peraturan\n    Pemerintah No.14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial\n    Tenaga Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program\n    Jaminan Sosial Tenaga Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 Tentang Penyakit Yang Timbul Karena\n    Hubungan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan Menteri Tenaga Kerja Rl. No.Per-02\u002FMEN\u002F 1995 tentang Usia\n    Pensiun Normal dan Batas Usia Pensiun Maksimum bagi peserta Peraturan Dana\n    Pensiun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per-04\u002FMEN\u002F1994 tentang Tunjangan Hari\n    Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 Tahun 1993 tentang Petunjuk Teknis\n    Pendaharan Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan dan Pelayanan\n    Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No. Per-02\u002FMEN\u002F80 tahun\n    1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan\n    Keselamatan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 tentang Waktu\n    Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-68\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 tentang Pencegahan\n    dan Penanggulan HIV AIDS ditempat kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-51\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 tentang Istirahat\n    Panjang pada Perusahaan Tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-48\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 tentang Tata Cara\n    Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan dan\n    Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP255\u002FMEN\u002F2003 tentang Tata Cara\n    Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Lembaga Kerjasama Bipartit.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Semua ketentuan tentang peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku,\nselain yang sudah dicantumkan di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Lampiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dilengkapi dengan lampiran-lampiran yang isinya\ntelah disepakati bersama oleh Para Pihak dan merupakan bagian yang tidak\nterpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Masa Berlaku, Perubahan Dan Perpanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung sejak\ntanggal 01 Agustus 2012.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila dalam jangka waktu tersebut di atas tidak ada masalah yang timbul,\nmaka Perjanjian Kerja Bersama ini dapat diperpanjang 1 (satu) tahun, kecuali\nbila salah satu pihak memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya\ntentang keinginan untuk melakukan perubahan isi Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemberitahuan di maksud pada ayat 2 pasal ini disampaikan\nselambat-Iambatnya 90 (sembilan puluh) hari sebelum masa berlaku Perjanjian\nKerja Bersama ini berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selama belum ada Perjanjian Kerja Bersama yang baru setelah masa\nberlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini berakhir, maka Perjanjian Kerja Bersama\nini tetap sah dan berlaku sampai tercapainya penandatanganan Perjanjian Kerja\nBersama yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila di kemudian hari dalam pasal-pasal Perjanjian Kerja Bersama ini\natau lampiran-lampiran ada hal-hal yang tidak sesuai Iagi dengan situasi dan\nkondisi, maka Para Pihak dapat mengajukan permintaan untuk membuka perundingan,\nmeskipun masa berlakunya belum berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila di kemudian hari dalam Perjanjian Kerja Bersama ini terdapat\nsesuatu yang dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan karena bertentangan dengan\nundang-undang yang baru, maka Perjanjian Kerja Bersama ini tetap sah dan\nberlaku, kecuali bagian yang tidak sah tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini akan\ndibicarakan kemudian dan akan dituangkun dalam Berita Acara tersendiri yang\nmempunyai kekuatan hukum yang sama dengan Perjanjian Kerja Bersama ini,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Ketentuan Tambahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Berita Acara Kesepakatan atau Perjanjian-Perjanjian lain antara Pengusaha\ndengan Serikat Pekerja yang telah ada sebelum Perjanjian Kerja Bersama ini\ntetap berlaku selama tidak bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Surat-Surat Keputusan Pimpman Perusahaan atau Peraturan lnternal lainnya\nyang telah ada sebelum Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku, tetap berlaku\nselama tidak bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>BERITA ACARA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Periode 2012-2014\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada hari ini Rabu tanggal 01 bulan Agustus tahun 2012 bertempat di PT\nPanasonic Manufacturing Indonesia, Jakarta telah diadakan penandatanganan\nPerjanjran Kerja Bersama (PKB) antara:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>I.Pihak Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nama Perusahaan : PT Panasonic Manufacturing Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II.Pihak Serikat Pekerja\u002FBuruh .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nama Serikat Pekerja\u002FBuruh : Serikat Pekerja Panasonic - GOBEL\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Alamat Serikat Pekerja\u002FBuruh : JI.Raya Bogor Km. 29, Rt. 001\u002F003, Kel.\nPekayon, Kec. Pasar Rebo, Jakarta Timur 13710\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demikian Berita acara ini dibuat dengan sebenarnya pada hari dan tanggal\ntersebut di atas untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"maternitydifferenttrigger":50,"paidmaternityleaveduration":54,"maxsicknesspay":58,"childcareleave":62,"severance_number_1_tenure":66,"severance_number":70,"ONCERISE_trigger":72,"maternityexcludedtrigger":76,"dayspweek":78,"childcare":82,"wageincreasetype2":84,"cbadate_start":88,"STRUCINCR_trigger":92,"hourspday":94,"childcaredifferenttrigger":98,"OVERTIME_trigger":100,"contracttrialperiod":104,"maternityotherclause":108,"severance":112,"maxsicknesspayperc":114,"pensionfund":116,"TRAINING_trigger":120,"incidentalbonusdays1":124,"commutingallowancetype":128,"holidaysdays":132,"maxsicknesspaytype":136,"cbadate_end":138,"holidaysweeks":140,"COMMUTE_trigger":142,"funeralpay":144,"childcareexcludedtrigger":148,"trainingprogrammes":150,"sundayallowancetype":154,"healthandsafetypolicy":158,"healthcareaccessrelatives":162,"overtimeallowanceperc1":166,"healthcareaccess":168,"hourspweek":170,"contracttrial":174,"schedulesrestpw":176,"healthinsurance":178,"paidmaternityleaveall":182,"paidpaternityleave":184,"incidentalbonustype2":186,"sicknessmaxdaysnr":188,"NOCTPREM_trigger":192,"menstruationleave":196,"cbaratificationdate":200,"sundayallowanceperc1":204,"contractseverancepay1":206,"paidpaternityleaveduration":208,"overtimeallowancetype":210,"wageincreasefirmperformance":212,"hivpolicy":214,"mealvouchers":218,"disabilityfund":222,"paidmaternityleave":224,"WAGES_trigger":226,"contractseverancepay":230,"SUNDAY_trigger":232,"SOCSEC_trigger":234},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","2.Karyawan yang mengalami kecelakaan ker","2.Karyawan yang mengalami kecelakaan kerja memperoleh santunan Jamsostek\nmeliputi:\n\n  Tunjangan cacat\n  Tunjangan sementara tidak mampu bekerja",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"maternitydifferenttrigger","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku unt","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk karyawan pangkat K dan S",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"paidmaternityleaveduration","a.Istirahat hamil diberikan selama 45 (e","a.Istirahat hamil diberikan selama 45 (empat puluh lima) hari sebelum dan 45\n(empat puluh lima) hari sesudah melahirkan dan tidak dapat diperpanjang kecuali\ndengan rekomendasi dokter yang ditunjuk oleh Perusahaan.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"maxsicknesspay","1.Karyawan yang istirahat\u002F dirawat karen","1.Karyawan yang istirahat\u002F dirawat karena sakit berkepanjanvan baik fisik\nmaupun mental yang disertai dengan surat keterangan dokter, selama 12 (dua\nbelas) bulan upahnya dibayar penuh), dan tahun ke-2 (kedua) upahnya dibayar\ndengan ketentuan sebagai berikut :\n\n- 3 (tiga) bulan pertama ; 100 % x upah terakhir setiap bulan\n\n- 3 (tiga) bulan kedua ; 80 % x upah terakhir setiap bulan\n\n- 3 (tiga) bulan ketiga ; 60 % x upah terakhir setiap bulan\n\n- 3 (tiga) bulan keempat : 40% x upah terakhir setiap bulan",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"childcareleave","b.Cuti khusus diberikan karena hal-hal s","b.Cuti khusus diberikan karena hal-hal sebagai berikut :\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No.\n      Uraian\n        Keperluan\n      Cuti\n        Khusus Yang Diberikan \n    \n    \n      1\n      Keluarga dirawat di Rumah Sakit :\n      \n    \n    \n      \n      Untuk Istri\u002FSuami\u002FAnak\n      2 (dua) hari kerja\n    \n    \n      \n      Untuk Bapak\u002FIbu\u002FMertua\u002FSaudara Kandung\n      1 (satu) hari kerja\n    \n    \n      \n      Untuk Kakek\u002FNenek\u002FOrang Serumah\n      1 (satu) hari kerja\n    \n    \n      2\n      Keluarga Meninggal Dunia :\n      \n    \n    \n      \n      Untuk Istri\u002FSuami\u002FAnak\n      3 (tiga) hari kerja\n    \n    \n      \n      Untuk Bapak\u002FIbu\u002FMertua\u002FSaudara Kandung\n      2 (dua) hari kerja\n    \n    \n      \n      Untuk Kakek\u002FNenek\u002FOrang Serumah\n      1 (satu) hari kerja\n    \n    \n      3\n      Melaksanakan Perkawinan sendiri\n      3 (tiga) hari kerja\n    \n    \n      4\n      Mengkhitankan anak kandung\u002Ftiri\u002Fangkat sah \n      2 (dua) hari kerja\n    \n    \n      5\n      Membaptiskan anak kandung\u002Ftiri\u002Fangkat sah\n      2 (dua) hari kerja\n    \n    \n      6\n      Mengawinkan anak kandung \u002Ftiri\u002Fangkat sah\n      2 (dua) hari kerja\n    \n    \n      7\n      Istri melahirkan atau Keguguran Kandungan\n      2 (dua) hari kerja\n    \n    \n      8\n      Kakek\u002Fnenek dan atau saudara kandung dari suami\u002Fistri meninggal\n      dunia\n      1 (satu) hari kerja\n    \n    \n      9\n      Istri\u002Fsuami\u002Fanak sakit serius (gawat\u002Fdarurat) yang memerlukan\n        pengurusan khusus dengan surat keterangan dokter tetapi tidak dirawat\n        di rumah sakit.\n      1 (satu) hari kerja\n    \n  \n",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"severance_number_1_tenure","1.Perhitungan uang pesangon, uang pengha","1.Perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang\npenggantian hak bagi karyawan yang diputuskan hubungan kerjanya disesuaikan\ndengan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan\n\n2.Besarnya uang Pesangon ditetapkan sebagai berikut:\n\nMasa Kerja Uang Pesangon \n\n  kurang dari 1 (satu) tahun 1 (satu) bulan upah\n  1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun 2 (dua) bulan\n    upah\n  2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun 3 (tiga) bulan\n    upah\n  3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun 4 (empat)\n    bulan upah\n  4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun 5 (lima)\n    bulan upah\n  5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun 6 (enam)\n    bulan upah\n  6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun 7 (tujuh)\n    bulan upah\n  7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun 8\n    (delapan) bulan upah\n  8 (delapan) tahun atau lebih 9 (sembilan) bulan upah",{"bindId":71,"name":68,"text":69},"severance_number",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"ONCERISE_trigger","1.Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Ra","1.Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Karyawan yang merayakan\nHari Raya Agamanya sekali setahun",{"bindId":77,"name":52,"text":53},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"dayspweek","2.Pada dasamyajumlah hari kerja adalah 5","2.Pada dasamyajumlah hari kerja adalah 5 (lima) atau 6 (enam) hari dalam\nseminggu.",{"bindId":83,"name":64,"text":65},"childcare",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"wageincreasetype2","3.Peninjauan upah pokok didasarkan pada ","3.Peninjauan upah pokok didasarkan pada tabel kenaikan upah pokok yang\nmcngacu kepada tingkat inflasi 12 bulan (periode tahun buku\u002F takwim) untuk\nwilayah DKI Jakarta yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik dan penilian,\nkinerja perorangan, kondisi perusahaan serta mempertimbangkan kenaikan upah\nminimum yang berlaku di Provinsi DKI Jakarta.",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"cbadate_start","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku s","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung sejak\ntanggal 01 Agustus 2012.",{"bindId":93,"name":86,"text":87},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"hourspday","3.Pengaturan hari kerja, jam kerja dan j","3.Pengaturan hari kerja, jam kerja dan jam kerja shift disesuaikan dengan\nizin Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, yang diatur sebagai berikut\n:\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Hari\n        Kerja\n      Jam\n        Kerja\n    \n    \n      \n      Non\n        Shift\n      Shift\n    \n    \n      Senin s\u002Fd Kamis dan\u002Fatau Sabtu\n      07.00 – 16.00 \n\n        Istirahat 45 menit\n      \n      Shift I : 07.00 - 15.45\n    \n    \n      \n      Istirahat 45 menit (Senin s\u002Fd Kamis dan\u002Fatau Sabtu). \n\n        Istirahat 85 menit (Jum’at)\n      \n    \n    \n      Jumat\n      07.00-16.00 \n\n        Istirahat 85 menit\n      \n      Shift II : 15.45 - 23.15 \n\n        Istirahat 30 menit\n      \n    \n    \n      \n      Shift III : 23.15 – 07.00 \n\n        Istirahat 45 menit\n      \n    \n    \n      ",{"bindId":99,"name":52,"text":53},"childcaredifferenttrigger",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"OVERTIME_trigger","2.Upah lembur diperhitungkan dari upah, ","2.Upah lembur diperhitungkan dari upah, yang diatur sebagai berikut:\n\na.Upah lembur pada hari kerja:\n\n- Jam Pertama 1 Upah\u002F173 x 1,5 perjam\n\n- Jam Kedua, dst : Upah\u002F173 x 2 per jam",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"contracttrialperiod","a.Masa percobaan paling lama 3 (tiga) bu","a.Masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan dalam hubungan kerja.",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"maternityotherclause","b.Istirahat hamil diberikan setelah dokt","b.Istirahat hamil diberikan setelah dokter perusahaan\u002Fbidan yang ditunjuk\noleh perusahaan memperkirakan waktu kelahiran bayinya.\n\nc.Istirahat hamil diberikan maksimum 60 (enam puluh) hari sesuai dengan\nketerangan dokter\u002F bidan yang ditunjuk oleh Perusahaan, apabila yang\nbersangkutan melahirkan sebelum waktunya atau keguguran.\n\nd.Apabila 60 (enam puluh) hari setelah melahirkan temyata belum bisa masuk\nbekerja, maka hal ini harus ditunjang dengan surat keterangan dokter yang\nditunjuk oleh Perusahaan.",{"bindId":113,"name":68,"text":69},"severance",{"bindId":115,"name":60,"text":61},"maxsicknesspayperc",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"pensionfund","1.Pengusaha mengasuransikan Karyawan, me","1.Pengusaha mengasuransikan Karyawan, meliputi :\n\na.Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), dengan jenis dan besar iurannya\nditanggung oleh masing-masing pihak sebagai berikut :\n\nProgram Pengusaha Karyawan\n\na) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 0,89% -\n\nb) Jaminan Kematian (JK) 0,3% -\n\nc) Jaminan Hari Tua (JHT) 3,7% 2%",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"TRAINING_trigger","1.Untuk menjaga kelancaran peningkatan k","1.Untuk menjaga kelancaran peningkatan kegiatan atau kemajuan\u002F keterampilan\nKaryawan itu sendiri dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya, maka\nPengusaha dapat memberikan\u002F mewajibkan Karyawan untuk mengikuti pendidikan di\ndalam atau di luar negeri.",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"incidentalbonusdays1","2.Besarnya Tunjangan Hari Raya ditetapka","2.Besarnya Tunjangan Hari Raya ditetapkan sebagai berikut :\n\na.Bagi Karyawan yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara\nterus menerus atau lebih, besarnya Tunjangan Hari Raya adalah 1 (satu) kali \u002F\nupah sebulan.",{"bindId":129,"name":130,"text":131},"commutingallowancetype","1.Pengusaha memberikan penggantian uang ","1.Pengusaha memberikan penggantian uang transport perjalanan pulang pergi\nsekurang-kurangnya sesuai dengan tarif bus kota\u002Fangkutan umum yang sejenis dari\ntempat tinggal ke tempat kerja, dengan mempertimbangkan pendapat Serikat\nPekerja.",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"holidaysdays","b. Istirahat tahunan diberikan selama 12","b. Istirahat tahunan diberikan selama 12 (dua belas) hari kerja setelah\nkaryawan bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut dengan mengajukan\npermohonan terlebih dahulu dan mendapat persetujuan dan atasannya\nselambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum tanggal pelaksanaan.",{"bindId":137,"name":60,"text":61},"maxsicknesspaytype",{"bindId":139,"name":90,"text":91},"cbadate_end",{"bindId":141,"name":134,"text":135},"holidaysweeks",{"bindId":143,"name":130,"text":131},"COMMUTE_trigger",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"funeralpay","Karyawan yang meninggal dunia, biaya pen","Karyawan yang meninggal dunia, biaya pengurusan jenazah dan pemakamannya\nditanggung perusahaan sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dengan\nperincian ditanggung perusahaan sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah)\nditambah Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) manfaat santunan kematian dari\nprogram Asuransi Kecelakaan Diri Diluar Jam Kerja (AKDHK) atau sesuai dengan\nketentuan yang berlaku saat itu.",{"bindId":149,"name":52,"text":53},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"trainingprogrammes","3.Pendidikan sepeni di maksud pada ayat ","3.Pendidikan sepeni di maksud pada ayat 1 (satu) pasal ini antara lain:\n\na.Pendidikan Dasar\n\nb.Pendidikan Promosi\n\nc.Pendidikan ketrampilan dan pengetahuan khusus yang sesuai dengan bidang\ntugas\u002F pekerjaannya.",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"sundayallowancetype","b.Upah lembur pada hari libur: - 7 Jam P","b.Upah lembur pada hari libur:\n\n- 7 Jam Pertama 2 Upah\u002F173 x 2 perjam\n\n- Jam ke-8 : Upah\u002F173 x 3 perjam\n\n- Jam ke-9, dst : Upah\u002F173 x 4 per jam",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"healthandsafetypolicy","2.Pengusaha berkewajiban menyediakan ala","2.Pengusaha berkewajiban menyediakan alat-alat keselamatan kerja dan\nmenetapkan syarat-syarat keamanan, perlindungan dan kesehatan kerja.\n\n3.Karyawan berkewajiban menggunakan dan memelihara alat-alat keselamatan\nkerja serta melaksanakan syarat-syarat keamanan, perlindungan dan kesehatan\nkerja.",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"healthcareaccessrelatives","1.Pengusaha menjamin pemeliharaan keseha","1.Pengusaha menjamin pemeliharaan kesehatan Karyawan, istri\u002F suami dan anak\nyang terdaftar di bagian General Affair & HR.",{"bindId":167,"name":102,"text":103},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":169,"name":164,"text":165},"healthcareaccess",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"hourspweek","1.Jumlah jam kerja 40 (empat puluh) jam ","1.Jumlah jam kerja 40 (empat puluh) jam seminggu untuk kerja siang dan 35\n(tiga puluh lima) jam untuk kerja malam.",{"bindId":175,"name":106,"text":107},"contracttrial",{"bindId":177,"name":80,"text":81},"schedulesrestpw",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"healthinsurance","3.Pelaksanaan jaminan pemeliharaan keseh","3.Pelaksanaan jaminan pemeliharaan kesehatan dirundingkan dan disepakati\ndengan berita acara tertulis bersama Serikat Pekerja yang merupakan lampiran\ndari Perjanjian Kerja Bersama ini dan berlaku sesuai dengan berlakunya\nPerjanjian Kerja Bersama ini.",{"bindId":183,"name":56,"text":57},"paidmaternityleaveall",{"bindId":185,"name":64,"text":65},"paidpaternityleave",{"bindId":187,"name":126,"text":127},"incidentalbonustype2",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"sicknessmaxdaysnr","2.Apabila setelah 24 bulan tersebut deng","2.Apabila setelah 24 bulan tersebut dengan surat keterangan dokter, Karyawan\nyang bersangkutan tidak mampu untuk bekeja Iagi karena mengalami sakit fisik\nmaupun mental, maka hubungan kerjanya dapat diputuskan dengan pensiun dini.",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"NOCTPREM_trigger","1.Disamping upah pokok, Perusahaan membe","1.Disamping upah pokok, Perusahaan memberikan tunjangan-tunjangan sebagai\nberikut:\n\na.Tunjangan Keluarga\n\nb.Tunjangan Perumahan\n\nc.Tunjangan Bahasa\n\nd.Tunjangan Shift\n\ne.Tunjangan Khusus, diberikan kepada Karyawan yang berdasarkan kondisi\npekerjaan\u002F tempat kerja atau keahliannya.",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"menstruationleave","Istirahat Haid dapat diberikan pada hari","Istirahat Haid dapat diberikan pada hari pertama dan kedua haid, selebihnya\nharus dengan surat keterangan dokter.",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"cbaratificationdate","PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA","PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)\n\nPeriode 2012-2014\n\nPada hari ini Rabu tanggal 01 bulan Agustus tahun 2012 bertempat di PT\nPanasonic Manufacturing Indonesia, Jakarta telah diadakan penandatanganan\nPerjanjran Kerja Bersama (PKB) antara:",{"bindId":205,"name":156,"text":157},"sundayallowanceperc1",{"bindId":207,"name":68,"text":69},"contractseverancepay1",{"bindId":209,"name":64,"text":65},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":211,"name":102,"text":103},"overtimeallowancetype",{"bindId":213,"name":86,"text":87},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":215,"name":216,"text":217},"hivpolicy","1.Pengusaha melakukan pemeriksaan keseha","1.Pengusaha melakukan pemeriksaan kesehatan Karyawan secara berkala yang\npelaksanaannya diatur sebagai berikut;\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Kategori\n      Waktu \n      Klasifikasi\n    \n    \n      1\n      Usia : s\u002Fd 39 thn; 41 thn s\u002Fd 44 thn; 46 thn s\u002Fd 49 thn;dan 51 thn\n        s\u002Fd 53 thn \n      1 x \u002F tahun \n      Check-Up\n    \n    \n      2\n      Usia : 40 thn; dan 45 thn \n      -\n      Check-Up Plus\n    \n    \n      3\n      Usia; 50 thn; dan 54 thn\n      -\n      General check-up\n    \n    \n      4\n      Tempat Kerja Khusus\n      1 x\u002F tahun\n      Check-Up Plus\n    \n    \n      1 x \u002F 6 bulan\n      Check-Up Khusus",{"bindId":219,"name":220,"text":221},"mealvouchers","1.Sesuai dengan persyaratan gizi kerja, ","1.Sesuai dengan persyaratan gizi kerja, Pengusaha menyediakan:\n\na.Sarapan pagi, bagi Karyawan yang hadir di perusahaan selambat-lambatnya 15\n(lima belas) menit sebelum jam kerja dimulai.\n\nb.Makan siang.\n\nc.Makan malam, apabila melakukan kerja lembur sampai jam 18.00 waktu\nsetempat.\n\nd.Makanan tambahan diberikan kepada Karyawan yang bekerja pada Shift II dan\nIII serta yang bekerja pada tempat kerja khusus.",{"bindId":223,"name":118,"text":119},"disabilityfund",{"bindId":225,"name":56,"text":57},"paidmaternityleave",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"WAGES_trigger","1.Yang dimaksud dengan upah ialah pendap","1.Yang dimaksud dengan upah ialah pendapatan Karyawan terdiri dari upah\npokok dan tunjangan-tunjangan yang berhak diterima.",{"bindId":231,"name":68,"text":69},"contractseverancepay",{"bindId":233,"name":156,"text":157},"SUNDAY_trigger",{"bindId":235,"name":118,"text":119},"SOCSEC_trigger","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Panasonic Manufacturing Indonesia - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-08-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-07-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-08-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur produk komputer, elektronik dan optik\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Panasonic Manufacturing Indonesia\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Wahyu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;90&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;730 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;1 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Hari Raya Idul Adha\u002FHari Raya Kurban, Hari Raya Idul Fitri\u002FHari Raya Kemenangan, Army Day \u002F Feast of the Sacred Heart\u002F St. Peter &amp; Paul’s Day (30th June), John Chilembwe Day (15th January)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;0\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Insufficient data\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[241],{"title":39,"slug":34},[243],{"type":244,"data":245},"call_to_action_body_block",{"title":246,"description":247,"variant":248,"link":249},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":246,"url":250,"description":246,"rel":251,"type":252},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[254],{"type":244,"data":255},{"title":246,"description":247,"variant":248,"link":256},{"title":246,"url":250,"description":246,"rel":251,"type":252},[]]