[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panarub-industry-dengan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":311,"content_type_view":312,"extra_breadcrumbs":313,"body":315,"body_blocks":326,"related_pages":330},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":309,"translations":310},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panarub-industry-dengan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-2019-2021","f1f7f7a4-4e18-11ee-ac00-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panarub-industry-dengan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panarub-industry-dengan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Panarub Industry dengan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional 2019 - 2021","IDN PT. Panarub Industry - Tangerang - 2019","Indonesia - IDN PT. Panarub Industry - Tangerang - 2019","IDN PT. Panarub Industry - Tangerang - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"Panarub Industri.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>Panarub Industri\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA(РКВ) PT Panarub Industry dengan SERIKAT PEKERJA\nSERIKAT PEKERJA NASIONAL\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat secara bersama-sama antara:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT Panarub Industry, Perusahaan yang didirikan berdasarkan akta Notaris\nRidwan Susilo No. 134 tanggal; 20 Januari 1975 di Jakarta, beralamat di Jalan\nMoch. Toha Km. 1 Tangerang, yang dalam hal ini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Esfari Maskawiyah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>FX. Suhartanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Christine Halim\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Edy Suryono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Enny Hidayati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yonathan Andrea\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Arief Destyanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Irvan Kurniady\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sri Winarti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giovanni Dwi Atmaja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya disebut sebagai Pihak Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT Panarub Industry yang telah terdaftar pada\nDepartemen Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan Nomor Pendaftaran:\n560\u002F77-DKK\u002FOp\u002FKota-TNG\u002FX\u002F2001 dengan Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu\n– Gabungan Serikat Buruh Independen (SBGTS-GSBI) PT Panarub Industry dengan\nNomor Pendaftaran: 560\u002F58-DKK-OP\u002FKOTA TNG\u002FVIII\u002F2001, Dan serikat Pekerja\nseluruh Indonesia ( SPSI ) PT. Panarub Industry dengan nomor pendaftaran N0;\n568.4\u002F5000-\u002Fdisnaker\u002F2010 yang dalam hal ini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lina Yusefa, SE\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Saparudin, SH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sunata Supriatna\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dewi Sumanti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>M. Hartoyo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Asep Wijaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Umar Fauzi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Antariksa Wibisono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jaenudin bin Amit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Saroh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Umenah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Inderi Febriani\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>M. Nahwan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hendi Purnomo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anang Kuswoyo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dedi Suryana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jati Wiyoso Argo, SH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Heru Satriyono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bambang Pamungkas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kusnadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Joko Purwanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya disebut Pihak Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan adalah PT Panarub Industry yang berkedudukan di Jalan Moch.\n    Toha Km. 1, Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha adalah:\n    \u003Cp>Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan suatu\n    perusahaan milik sendiri;\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang secara berdiri\n    sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya;\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Orang perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang berada di\n    Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b yang\n    berkedudukan di luar wilayah Indonesia.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pimpinan adalah mereka yang dalam struktur organisasi perusahaan menjabat\n    jabatan tertentu yang mempunyai kewajiban, tanggung jawab dan wewenang\n    untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan perusahaan dalam usaha mencapai\n    tujuan perusahaan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja\u002FBuruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah\n    dan\u002Fatau imbalan dalam bentuk lain;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh\n    dan untuk pekerja\u002Fburuh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang\n    bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab guna\n    memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja\u002Fburuh\n    serta meningkatkan kesejahteraan pekerja\u002Fburuh dan keluarganya serta\n    tercatat pada Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengurus Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh adalah Anggota serikat\n    pekerja\u002Fserikat buruh yang dipilih oleh anggota untuk memimpin serikat\n    pekerja\u002Fserikat buruh sesuai dengan Anggaran Dasar\u002FAnggaran Rumah Tangga\n    (AD\u002FART) Organisasi serikat pekerja\u002Fserikat buruh;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama adalah suatu perjanjian kerja yang dibuat antara\n    serikat pekerja\u002Fserikat buruh dan\u002Fatau gabungan serikat\u002Fserikat buruh\n    dengan pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban kedua\n    belah pihak;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluarga Pekerja\u002FBuruh adalah orang tua kandung, mertua, seorang\n    suami\u002Fistri yang sah dan anak yang sah (termasuk anak yang disahkan oleh\n    Pengadilan atau anak bawaan yang sah dari hasil perkawinan yang sah\n    sebelumnya), saudara kandung, anggota keluarga serumah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Istri\u002FSuami yang Sah adalah istri\u002Fsuami dari perkawinan yang sah menurut\n    hukum dan terdaftar pada perusahaan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anak Sah Pekerja\u002FBuruh adalah anak pekerja\u002Fburuh yang sah dari perkawinan\n    yang sah, termasuk anak yang disahkan oleh Negara melalui Pengadilan\n    dan\u002Fatau anak bawaan yang sah dari hasil perkawinan yang sah\n  sebelumnya;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ahli Waris adalah istri\u002Fsuami, keturunan sedarah dari pekerja\u002Fburuh\n    menurut garis lurus kebawah dan garis lurus ke atas dihitung sampai derajat\n    kedua termasuk anak yang disahkan, apabila garis lurus keatas dan kebawah\n    tidak ada maka diambil garis kesamping dan mertua;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah adalah hak pekerja\u002Fburuh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk\n    uang sebagai imbalan dari pengusaha pemberi kerja kepada pekerja\u002Fburuh yang\n    ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau\n    perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja\u002Fburuh dan keluarganya\n    atas suatu pekerjaan dan\u002Fatau jasa yang telah atau akan dilakukan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan adalah suatu penerimaan atau pemberian dari pengusaha kepada\n    pekerja\u002Fburuh untuk suatu pekerjaan, jabatan atau jasa dan merupakan\n    pendapatan yang tetap dan\u002Fatau tidak tetap dalam bentuk uang atau\n  barang;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja\u002FBuruh Tetap adalah pekerja\u002Fburuh yang telah melalui masa\n    percobaan selama 3 (tiga) bulan, dimana masa percobaan tersebut dihitung\n    sebagai masa kerja sampai dengan waktu tidak tertentu dan perusahaan wajib\n    memberikan Surat Keterangan (SK) sebagai karyawan tetap paling lambat 1\n    (satu) bulan setelah masa pengangkatan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja\u002FBuruh Golongan A adalah pekerja\u002Fburuh tetap yang pembayaran upah\n    dihitung secara bulanan dan berdasarkan kehadiran yang upahnya dibayarkan\n    setiap bulan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja\u002FBuruh Golongan B adalah pekerja\u002Fburuh tetap yang pembayaran upah\n    tetapnya dilakukan secara bulanan dengan tidak berdasarkan kehadiran;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Waktu Kerja adalah waktu yang ditetapkan untuk pekerja\u002Fburuh berada\n    ditempat kerja sesuai dengan fungsi kerjanya;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Waktu Istirahat adalah waktu pada saat pekerja\u002Fburuh dibebaskan dari\n    kewajiban melakukan pekerjaan baik didalam atau diluar perusahaan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari Libur adalah hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah\n    Republik Indonesia;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja Lembur adalah pekerjaan yang dilakukan diluar waktu kerja yang\n    telah ditetapkan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja Shift adalah waktu kerja yang bergiliran secara teratur;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Iuran serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh (Check of System) adalah iuran untuk\n    serikat pekerja\u002Fserikat buruh yang di bayarkan oleh anggota serikat\n    pekerja\u002Fserikat buruh yang bersangkutan berdasarkan AD\u002FART organisasi\n    serikat pekerja\u002Fserikat buruh yang dilakukan setiap bulan berdasarkan surat\n    kuasa kepada serikat pekerja\u002Fserikat buruh untuk memotong upahnya yang\n    pemotongannya di bantu oleh perusahaan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Cuti adalah hak atas waktu dimana pekerja\u002Fburuh dibebaskan dari pekerjaan\n    dengan mendapatkan upah tetap;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanggungan Keluarga adalah suami\u002Fistri dan 3 (tiga) anak sesuai dengan\n    peraturan perundang-undangan yang berlaku;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hubungan Kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja\u002Fburuh\n    berdasarkan perjanjian kerja yang mempunyai unsur pekerjaan, upah dan\n    perintah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fungsionaris Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh adalah pengurus\u002Fanggota\n    serikat pekerja\u002Fserikat buruh yang ditunjuk oleh serikat pekerja\u002Fserikat\n    buruh dengan disertai surat tugas untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan\n    penugasan yang ada;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bipartit adalah pertemuan atau musyawarah antara pengusaha dan serikat\n    pekerja\u002Fserikat buruh untuk melakukan upaya penyelesaian perselisihan\n    hubungan industrial;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lembaga Kerjasama Bipartit adalah forum komunikasi dan konsultasi\n    mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial di satu\n    perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat\n    pekerja\u002Fserikat buruh yang sudah tercatat di instansi yang bertanggung\n    jawab di bidang ketenagakerjaan atau unsur pekerja\u002Fburuh;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan\n    hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi\n    sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas\n    kekeluargaan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sanksi adalah suatu bentuk pembinaan atas pelanggaran tata tertib dan\n    disiplin kerja yang berlaku di perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Dasar Hukum Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini dibuat berdasarkan Undang-Undang\nKetenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 yang mengatur tentang pembuatan Perjanjian\nKerja Bersama antara pengusaha dan pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 Luasnya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian ini terbatas bagi dan hanya berlaku untuk hal-hal yang\n    tercantum didalamnya;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh tetap memiliki hak dan\n    kewajiban lain yang diatur atau dilindungi oleh peraturan\n    perundang-undangan yang berlaku;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh menyadari bahwa apabila dalam\n    pelaksanaan atau penerapan perjanjian kerja bersama maupun dalam\n    perkembangannya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang\n    berlaku, maka kedua belah pihak sepakat untuk melakukan penyesuaian yang\n    mana dalam pelaksanaannya melalui musyawarah untuk mufakat;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cli>Perjanjian kerja bersama ini hanya mengikat antara pengusaha dan seluruh\n    pekerja\u002Fburuh PT Panarub Industry.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini bertujuan untuk menciptakan stabilitas hubungan\nindustrial dalam menjalankan hak dan kewajiban serta syarat-syarat kerja antara\npengusaha dan pekerja\u002Fburuh dalam rangka memperlancar proses produksi dan\npengembangan usaha serta terciptanya hubungan industrial Pancasila yang selaras\ndan seimbang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 Bahasa Yang Dipergunakan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam bahasa Indonesia dan\nditandatangani oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 Kewajiban Menyebarluaskan PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak pengusaha wajib memperbanyak serta menyebarluaskan PKB pada seluruh\npekerja\u002Fburuh PT Panarub Industry;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masing-masing pihak wajib mentaati dan mengindahkan isi dari ketentuan dalam\nPKB ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh wajib menjelaskan kepada seluruh\npekerja\u002Fburuh agar mengetahui dan melaksanakan perjanjian kerja bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 Hak Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat pekerja\u002Fserikat buruh mengakui hak pengusaha untuk mengolah disegala\nbidang secara menyeluruh, antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menetapkan jumlah tenaga kerja dan penempatannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menetapkan isi pekerjaan dan waktu kerja (Catatan dalam penetapan hari kerja\n(5 hari menjadi 6 hari atau 6 hari menjadi 5 hari kerja) akan dirundingkan\nterlebih dahulu dan disepakati oleh pihak manajemen dengan pihak Serikat\nPekerja\u002FSerikat Buruh);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Membuat peraturan prosedur standar operasional dan keselamatan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menetapkan pendayagunaan tenaga kerja secara efisien dengan berbagai metode,\nproses, prosedur dan jadwal yang terkait dengan mekanisme kerja operasional;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengadakan promosi, demosi, mutasi\u002Frotasi sesuai prosedur yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengadakan tindakan disiplin, memberikan surat peringatan, skorsing dalam\nrangka proses PHK dan PHK terhadap pekerja\u002Fburuh yang melakukan pelanggaran\nsesuai ketentuan dalam PKB ini dan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 Pengakuan terhadap Hak Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha mengakui keberadaan organisasi serikat pekerja\u002Fserikat buruh\nmempunyai nomor pencatatan dan daftar anggota di PT Panarub Industry dan\nbertindak untuk dan atas nama anggotanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha mengakui bahwa organisasi serikat pekerja\u002Fserikat buruh punya hak\ndan kedaulatan sendiri untuk mengatur organisasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 Fungsi Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat pekerja\u002Fserikat buruh berfungsi mewakili anggotanya, baik secara\nperorangan maupun kolektif dalam bidang keserikatkerjaan atau dalam hal yang\nbersangkutan dengan hubungan kerja dan syarat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha mengakui keberadaan organisasi serikat pekerja\u002Fserikat buruh yang\npunya nomor pencatatan dan daftar anggota di PT Panarub Industry dan bertindak\nuntuk dan atas nama anggotanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat pekerja\u002Fserikat buruh sebagai badan\u002Fatau organisasi yang mewakili\nanggotanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>Pekerja\u002Fburuh yang dipilih dan ditunjuk menjadi fungsionaris Serikat\npekerja\u002FSerikat Buruh tidak akan mendapat tekanan dari pengusaha, baik langsung\nmaupun tidak langsung atau mendapat perlakuan diskriminatif serta tindakan\npembalasan oleh karena fungsinya;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Pengusaha tidak menghalang-halangi kegiatan dan perkembangan serikat\npekerja\u002Fserikat buruh selama tidak menyimpang dari Anggaran Dasar\u002FAnggaran\nRumah Tangga organisasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha mengakui bahwa organisasi serikat pekerja\u002Fserikat buruh punya hak\ndan kedaulatan sendiri untuk mengatur organisasinya. Dengan tetap memperhatikan\nkelangsungan perusahaan demi menjamin kesejahteraan seluruh pekerja\u002Fburuh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap Fungsionaris serikat pekerja\u002Fserikat buruh yang akan melaksanakan\ntugas dan kewajibannya di dalam jam kerja baik di dalam maupun di luar\nlingkungan Perusahaanadalah berdasarkan kesepakatan dengan HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 Dispensasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan dispensasi kepada fungsionaris Serikat\nPekerja\u002FSerikat Buruh dalam menjalankan tugas dan kewajibannya di dalam jam\nkerja, baik di dalam maupun di luar lingkungan Perusahaan, berdasarkan\nkesepakatan dengan HR;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengajuan permohonan dispensasi tertulis yang ditujukan pada HR Legal\n&amp; Industrial Relation dilakukan minimal 3 (tiga) hari kerja dan HR Legal\nmemberikan jawaban tertulis sekurang-kurangnya 1 (satu) hari sebelum\npelaksanaan kegiatan dengan mencantumkan identitasnya (nama, NIK dan\ndept\u002Fplant) dari peserta yang mengikuti kegiatan tersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengurus Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh yang akan menjalankan tugas dan\nkewajibannya di luar area perusahaan terlebih dahulu memberitahukan secara\ntertulis kepada pengusaha melalui HRD sesuai prosedur ijin keluar yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 Fasilitas Untuk Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan ruang kantor dengan perlengkapan 1 (satu) meja\nrapat, 1 (satu) meja kerja, 1 (satu) lemari arsip;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan 1 (satu) papan pengumuman untuk informasi Bagi\nmasing-masing Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat menyediakan fasilitas kendaraan untuk kegiatan-kegiatan\nyang berhubungan dengan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh sesuai dengan Prosedur\nPemakaian Kendaraan dan terlebih dahulu mengajukan permohonan tertulis paling\nlambat 3 (tiga) hari kerja sebelum pelaksanaan kegiatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat menyediakan fasilitas ruang rapat perusahaan atau tempat\nlainnya yang ada dilingkungan perusahaan untuk pertemuan dan\u002Fatau rapat-rapat\nSerikat Pekerja\u002FSerikat Buruh dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan ijin\ntertulis paling lambat 3 (tiga) hari kerja sebelum pelaksanaan kegiatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan membantu memotong iuran anggota Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\nberdasarkan nama dan surat kuasa yang diisi dan ditandatangani oleh anggota\nSerikat Pekerja\u002FSerikat Buruh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan daftar nama pekerja\u002Fanggota yang dipotong iurannya\nsetiap bulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyerahkan uang iuran anggota serikat pekerja\u002Fserikat buruh\nsetiap bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 Hubungan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh dengan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam persoalan atau hal-hal yang menyangkut hubungan industrial\nperusahaan dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh akan menyelesaikan secara\nmusyawarah untuk mencapai mufakat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bipartit digunakan sebagai sarana melakukan komunikasi antara pihak\npekerja\u002Fburuh dan pengusaha dalam menyelesaikan persoalan sebagaimana dimaksud\npada ayat (1) tersebut diatas;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bipartit diwujudkan dalam pertemuan rutin yang akan dilakukan setiap 1\n(satu) bulan sekali yang waktunya akan diatur tersendiri, kecuali untuk\nmasalah-masalah yang mendesak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Penyelesaian melalui Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI)\ndapat diwakilkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal penyelesaian Perselisihan Hubungan Kerja melalui Bipartit\napabila karyawan\u002Fti belum menjadi salah satu anggota Serikat Pekerja\u002F Serikat\nBuruh maka karyawan\u002Fti tersebut dapat meminta pendampingan kepada Serikat\nPekerja\u002F Serikat Buruh yang ada, dengan membuat surat Kuasa Khusus bermaterai\nkepada serikat pekerja\u002F serikat buruh yang diminta untuk dapat mendampingi\nperselisihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 Teknis Administrasi Keluar Keanggotaan Serikat Pekerja\u002FSerikat\nBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perpindahan Anggota Serikat pekerja\u002Fserikat buruh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perpindahan anggota dari satu serikat pekerja\u002Fserikat buruh ke serikat\npekerja\u002Fserikat buruh yang lain diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh tersebut terlebih dahulu harus mengajukan permohonan\npengunduran diri ke serikat pekerja\u002Fserikat buruh masing-masing;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengunduran diri dilakukan dengan cara pekerja\u002Fburuh datang sendiri ke\nserikat pekerja\u002Fserikat buruh bersangkutan dengan mengisi formulir pengunduran\ndiri yang disediakan oleh serikat pekerja\u002Fserikat buruh tersebut serta\nditandatangani secara jelas oleh pekerja\u002Fburuh bersangkutan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidak ada intimidasi terhadap pekerja\u002Fburuh yang mengajukan pengunduran\ndiri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Semua perlengkapan atau aset organisasi yang telah diberikan dikembalikan\nkepada organisasi serikat pekerja\u002Fserikat buruh tersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila seseorang pekerja\u002Fburuh keluar mengundurkan diri dari salah satu\nserikat pekerja\u002Fserikat buruh, maka serikat pekerja\u002Fserikat buruh bersangkutan\nmembuat daftar nama pekerja\u002Fburuh yang mengundurkan diri tersebut dan\ndiserahkan kepada departemen HRD dengan dilampiri surat pengunduran diri untuk\ndihentikannya pemotongan iuran keanggotaan serikat pekerja\u002Fserikat buruh\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 Penyelesaian Perbedaan Pendapat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bagi pihak pengusaha maupun serikat pekerja\u002Fserikat buruh sepakat dalam\nmenyelesaikan perbedaan pendapat melalui bipartit dengan dijiwai oleh semangat\nmusyawarah untuk mufakat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Namun dalam hal perbedaan pendapat pada ayat (1) tersebut diatas tidak\ndapat diselesaikan, maka hal yang menjadi perselisihan tersebut dapat\nditeruskan kepada pihak ke-3 (tiga) oleh pengusaha maupun pekerja\u002Fburuh\u002Fserikat\npekerja\u002Fserikat buruh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Perusahaan wajib memberikan perlindungan yang mencakup kesejahteraan,\nkeselamatan dan kesehatan baik mental maupun fisik tenaga kerja sesuai\nperaturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 Syarat Kerja dan Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) atau penduduk yang sah dan memenuhi\nsyarat kerja mempunyai hak untuk mengajukan diri sebagai calon pekerja\u002Fburuh\ntanpa melihat asal usul daerah, bangsa atau agama\u002Fkepercayaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk dapat diterima sebagai pekerja\u002Fburuh harus memenuhi syarat-syarat\nkerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan, lulus dalam ujian atau seleksi\nyang diadakan baik test umum maupun test kesehatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>3.Masa percobaan hanya berlaku untuk pekerja\u002Fburuh tetap dengan jangka waktu\npaling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak mulai bekerja di perusahaan dan\ntidak dapat diperpanjang. Untuk pekerja\u002Fburuh yang tidak lulus masa percobaan 3\n(tiga) bulan, dapat mengikuti proses penerimaan pekerja\u002Fburuh minimal dalam\njangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal berakhirnya masa percobaan\npekerja\u002Fburuh yang bersangkutan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Selama masa percobaan pekerja\u002Fburuh dapat mengikuti pelatihan yang\ndiadakan oleh perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Selama masa percobaan, setiap waktu masing-masing dapat memutuskan\nhubungan kerja tanpa syarat dan tanpa memberikan penggantian kerugian apapun\ndengan memberitahukan terlebih dahulu alasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap pekerja\u002Fburuh baru diharuskan dapat membaca, mengerti dan memahami\nserta menandatangani surat perjanjian kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Seorang pekerja\u002Fburuh yang telah lulus masa percobaan diangkat sebagai\npekerja\u002Fburuh tetap sesuai dengan status penggolongannya yang ditetapkan\nmelalui surat keputusan maksimal 1 (satu) bulan sesudah keputusan menjadi\npekerja\u002Fburuh tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 Mutasi\u002FRotasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat pekerja\u002FSerikat Buruh mengakui hak pengusaha untuk memindahkan\n(mutasi\u002Frotasi) pekerja\u002Fburuh sesuai dengan prosedur yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi\u002Frotasi bukan sebagai bentuk hukuman, hal ini dilakukan perusahaan\ndengan mempertimbangkan efisiensi, pengembangan keterampilan pekerja\u002Fburuh,\nefektifitas kerja dan kebutuhan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja\u002Fburuh wajib melaksanakan mutasi yang dilakukan oleh atasannya\nsepanjang mutasi tersebut melalui prosedur yang benar dan sah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mutasi pekerja\u002Fburuh tidak mengurangi gaji atau upah yang di terima\npekerja\u002Fburuh, serta mendapatkan tunjangan-tunjangan yang diberlakukan ditempat\nkerja yang baru;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja\u002Fburuh dapat mengajukan permohonan untuk konsultasi pengembangan\nkarir dimana proses pelaksanaannya diatur oleh perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila dalam proses mutasi\u002Frotasi terjadi penyimpangan, maka akan\ndilakukan investigasi oleh departemen Legal &amp; Industrial Relation;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila hasil dari investigasi terdapat penyimpangan dari proses\nmutasi\u002Frotasi tersebut maka dapat dilakukan peninjauan kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat menaikkan jabatan seorang pekerja\u002Fburuh (promosi) sesuai\ndengan kebutuhan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal penentuan promosi bagi pekerja\u002Fburuh, perusahaan harus\nmenyertakan perubahan upah, tunjangan dan fasilitas sesuai dengan posisi\njabatan yang baru setelah dinyatakan lulus masa percobaan 3 (tiga) bulan sesuai\ndengan prosedur perusahaan yang berlaku. Namun apabila dinyatakan tidak lulus\natasan langsung memberikan informasi kepada yang bersangkutan\nselambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja, dan apabila melebihi dalam jangka waktu\ntersebut diatas maka fungsi pekerja\u002Fburuh tersebut dikembalikan ke posisi kerja\natau jabatan sebelumya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Promosi jabatan mengacu kepada hasil penilaian prestasi kerja, analisa\nprofil kompetensi dan hasil tes psikologi dari pekerja\u002Fburuh yang akan\ndipromosikan sesuai dengan prosedur yang berlaku serta dibuatkan Surat\nKeputusan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan kepada yang bersangkutan bila\ndinyatakan lulus dalam penilaiannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u002Fburuh dapat mengajukan permohonan untuk konsultasi pengembangan\nkarir dimana proses pelaksanannya diatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 Demosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat menurunkan jabatan seorang pekerja\u002Fburuh (demosi) sesuai\ndengan prosedur yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pekerja\u002Fburuh merasa berkeberatan atau menolak dilakukan demosi\nakan dilakukan investigasi oleh departement terkait (Labour compliance);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Demosi jabatan dilakukan berdasarkan penilaian objektif terhadap\npekerja\u002Fburuh yang tidak kompeten atau tidak mampu terhadap jabatannya saat ini\ndan bukan berdasarkan hukuman dan\u002Fatau diskriminasi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerja\u002Fburuh harus di demosi, maka upah tetapnya tidak berubah.\nNamun tunjangan dan fasilitasnya disesuaikan dengan posisi yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 Penilaian Prestasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Diadakan minimal 1 (satu) kali dalam setahun untuk pekerja\u002Fburuh golongan\nB dilaksanakan setiap bulan Desember dan 2 (dua) kali dalam setahun untuk\npekerja\u002Fburuh golongan A dilaksanakan pada bulan Juni dan Bulan Desember\nberdasarkan kompetensi fungsional, kompetensi kepemimpinan atau perilaku,\nkompetensi umum dan disiplin kerja dimana penilaiannya dilakukan secara\nobyektif dengan formulir standar yang hasilnya diketahui dan ditandatangani\noleh pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Persyaratan dan perbaikan penilaian sesuai kecakapan dan prestasi kerja\nseseorang ditentukan oleh pengusaha dan diketahui serta ditanda tangani oleh\npekerja\u002Fburuh yang bersangkutan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pekerja\u002Fburuh merasa penilaian prestasi kerja tidak sesuai dengan\npenilaian objektif sesuai dengan prosedur yang ada maka pekerja\u002Fburuh dapat\nmeminta investigasi oleh bagian terkait (HRD\u002F labour).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 Pekerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyadari sepenuhnya dalam penempatan tenaga asing haruslah\nmenguasai bahasa indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja asing harus mentaati dan menghormati budaya kerja dan norma kerja\nyang berlaku di Indonesia khususnya tertuang dalam PKB PT Panarub Industry.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal untuk mewujudkan kehidupan yang layak bagi pekerja\u002Fburuh dan\nkeluarganya, perusahaan menyesuaikan upah bagi pekerja\u002Fburuh dengan masa kerja\nO (nol) tahun dan diatas 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1.Kenaikan upah dilaksanakan setiap pada tanggal 1 Januari dengan\ncatatan:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Apabila tidak ada kenaikan upah yang diatur Pemerintah pada bulan\nJanuari;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila terjadi kenaikan revisi upah yang diatur pemerintah dalam setahun,\nmaka perusahaan wajib untuk menjalankannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila kenaikan upah yang ditentukan Perusahaan lebih besar dari kenaikan\nupah yang diatur Pemerintah, maka kenaikan upah yang ditentukan Perusahaan\ntetap berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sebaliknya apabila upah yang ditentukan Perusahaan lebih kecil dari kenaikan\nyang diatur Pemerintah, maka upah yang ditentukan Perusahaan harus\ndisesuaikan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pembayaran upah karyawan Gol.A adalah maksimal tanggal 10 setiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja\u002Fburuh golongan A, upah minimumnya ditetapkan berdasarkan\nketetapan dari Pemerintah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja\u002Fburuh golongan B yang upah tetapnya sama dengan upah minimum\nyang ditetapkan oleh pemerintah, maka kenaikan gaji minimum adalah sebesar\nselisih kenaikan upah minimum yang ditetapkan oleh Pemerintah. Upah dibayarkan\npada akhir bulan untuk golongan B.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV HARI KERJA DAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 Hari Kerja dan Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan pekerja\u002Fburuh wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cp>a.7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk\n6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu\nuntuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kerja lembur adalah sukarela, namun dalam hal pengusaha membutuhkan kerja\n    lembur, pengusaha menanyakan terlebih dahulu kepada pekerja\u002Fburuh yang\n    ditunjuk untuk melakukan kerja lembur;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cli>Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam satu\n    hari dan\u002Fatau 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu pada hari\n  kerja;\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Ketentuan waktu kerja lembur sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 (dua) di\n    atas tidak termasuk kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat\n    mingguan atau hari libur resmi;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan wajib memberikan makan dan minuman sekurang-kurangnya 1400\n    kalori, kepada pekerja\u002Fburuh yang kerja lembur selama 3 (tiga) jam atau\n    lebih pada hari kerja normal dan tidak boleh diganti dengan uang;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian makan dan minum untuk pekerja\u002Fburuh yang lembur sebagaimana\n    dimaksud pada ayat (4), waktu pemberiannya pada pukul 18.00 WIB;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">Pengusaha wajib membayar upah lembur pekerja\u002Fburuh yang ditugaskan kerja\n    lembur sebagai berikut:\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>1. Kerja lembur pada hari kerja:\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp>a. Jam I: 1\u002F173 x upah sebulan x 1.5\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cp>b. Jam II: 1\u002F173 x upah sebulan x 2\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp>2. Kerja lembur pada hari raya Idul Fitri: 300% sehari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V TUNJANGAN-TUNJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 Tunjangan Tetap\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan tetap adalah tunjangan masa kerja atau seniority yang nilainya\nditentukan berdasarkan masa kerja dengan jumlah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Operator\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>QC, DEV, STAFF ADMIN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SECURITY, MANDOR&lt; TEHNIK, TECHNICAL\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>TAHUN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1&lt;2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2&lt;3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3&lt;4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>27000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>36000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4&lt;5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>36000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>48000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5&lt;6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>30000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>45000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>60000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6&lt;7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>36000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>54000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>72000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7&lt;8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>42000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>63000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>84000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8&lt;9\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>48000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>72000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>96000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9&lt;10\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>54000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>81000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>108000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>10&lt;11\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>60000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>90000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>120000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>11&lt;12\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>66000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>99000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>132000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12&lt;13\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>72000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>108000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>144000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>13&lt;14\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>78000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>117000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>156000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>14&lt;15\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>84000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>126000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>168000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15&lt;16\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>90000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>135000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>180000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>16&lt;17\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>96000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>144000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>192000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>17&lt;18\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>102000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>153000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>204000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18&lt;19\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>108000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>162000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>216000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>19&lt;20\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>144000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>216000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>288000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>20&lt;21\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>120000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>180000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>240000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21&lt;22\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>126000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>189000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>252000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>22&lt;23\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>132000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>198000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>264000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>23&lt;24\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>138000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>207000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>276000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24&lt;25\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>144000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>216000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>288000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>25&lt;26\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>150000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>225000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>300000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>26&lt;27\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>156000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>234000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>312000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>27&lt;28\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>162000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>243000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>324000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>28&lt;29\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>168000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>252000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>336000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>29&lt;30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>174000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>261000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>348000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>30&lt;31\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>180000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>270000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>360000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>31&lt;32\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>186000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>279000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>372000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>32&lt;33\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>192000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>288000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>384000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>33&lt;34\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>198000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>297000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>369000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>34&lt;35\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>204000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>306000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>408000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>35&lt;36\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>210000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>315000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>420000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>36&lt;37\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>216000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>324000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>432000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>37&lt;38\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>222000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>333000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>444000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>38&lt;39\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>228000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>342000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>456000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>39&lt;40\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>234000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>351000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>468000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>40&lt;41\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>240000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>360000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>480000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>41&lt;41\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>246000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>369000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>492000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>42&lt;43\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>252000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>378000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>504000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>43&lt;44\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>258000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>387000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>516000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>44&lt;45\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>264000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>396000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>528000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>45&lt;46\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>270000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>405000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>540000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan Jabatan, diberikan setelah masa percobaan 3 (tiga) bulan\nberakhir kepada pekerja\u002Fburuh yang memegang jabatan berdasarkan penetapan\ntertulis dari Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan jabatan diberikan sehubungan dengan jabatan yang menjadi\ntanggung jawab Pekerja\u002Fburuh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jabatan-jabatan yang berhak mendapat tunjangan jabatan adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Unit Head;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Section Head;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Manager;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senior Manager.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk pekerja\u002Fburuh yang mengalami demosi jabatan, maka tunjangan jabatan\nyang telah diberikan disesuaikan dengan jabatan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 Tunjangan Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Transport diberikan berupa sarana antar jemput dengan rute yang\ntelah ditentukan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk pekerja\u002Fburuh shift II dan shift III diberikan transportasi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>Untuk pekerja\u002Fburuh shift II dan shift III diberikan tunjangan shift sebesar\nRp3.500,- (tiga ribu lima ratus rupiah) per hari dan diberikan\nextra-fooding.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail\">\u003Cp>1. Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan oleh perusahaan sesuai dengan\nPermenaker No. 06 Tahun 2016 diberikan dalam bentuk uang selambat-lambatnya 10\n(sepuluh) hari sebelum Hari Raya dengan ketentuan:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Hari Raya adalah diberikan sebesar 1 (satu)\nbulan gaji untuk pekerja\u002Fburuh golongan B yang telah melewati masa kerja 1\n(satu) tahun;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Perhitungan THR untuk pekerja\u002Fburuh golongan A\ndiberikan sesuai kesepakatan dengan serikat pekerja\u002Fserikat buruh;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Masa kerja 1 bulan s\u002Fd 1 tahun kurang 1 (satu)\nhari dari hari pertama hari raya diberikan secara proporsional, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cmath xmlns=\"http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002F1998\u002FMath\u002FMathML\">\n  \u003Cmfrac>\n    \u003Cmrow>\n      \u003Cmo>(\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>Masa\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmi>Kerja\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>)\u003C\u002Fmo>\n    \u003C\u002Fmrow>\n    \u003Cmn>12\u003C\u002Fmn>\n  \u003C\u002Fmfrac>\n\u003C\u002Fmath>×1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besarnya Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan ditetapkan tidak kurang\ndari ketentuan pelaksanaan pemberian THR tahun sebelumnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 Subsidi Uang Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>Perusahaan memberikan subsidi uang makan kepada seluruh pekerja\u002Fburuh\nsebesar Rp5.500 (lima ribu lima ratus rupiah).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 Jasa Produksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jasa produksi di berikan kepada pekerja\u002Fburuh golongan A yang diberikan\nbersamaan dengan pemberian THR dimana besaran nominal jasa produksi disepakati\ndengan serikat pekerja\u002Fserikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 Tunjangan Keluarga Bagi Pekerja\u002FBuruh Yang Ditahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja\u002Fburuh yang ditahan oleh pihak yang berwajib baik karena pengaduan\nperusahaan atau bukan karena pengaduan perusahaan tidak berhak mendapatkan upah\ntetapi keluarga yang ditinggalkan berhak mendapatkan tunjangan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk 1 (satu) orang tanggungan: 35% (tiga puluh lima perseratus) dari\nupah tetap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk 2 (dua) orang tanggungan: 45% (empat puluh lima perseratus) dari\nupah tetap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk 3 (tiga) orang tanggungan: 60% (enam puluh perseratus) dari upah\ntetap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk 4 (empat) orang tanggungan atau lebih: 75% (tujuh puluh lima\nperseratus) dari upah tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Lama pemberian tunjangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 Santunan Pekerja\u002FBuruh dan Keluarga Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan santunan kepada pekerja\u002Fburuh berupa santunan\nkematian, santunan pernikahan, dan santunan musibah kebakaran;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Santunan pernikahan diberikan kepada pekerja\u002Fburuh untuk pernikahan yang I\n(pertama) sebesar Rp350.000,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) dan\npekerja\u002Fburuh yang bersangkutan wajib menunjukkan bukti pernikahannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>Dalam hal pekerja\u002Fburuh meninggal dunia, pengusaha wajib memberikan\ntunjangan kematian kepada keluarga pekerja\u002Fburuh atau ahli waris yang meninggal\ndunia sebesar Rp3.000.000,- (tiga juta rupiah);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cp>Dalam hal keluarga pekerja\u002Fburuh meninggal dunia, perusahaan wajib\nmemberikan tunjangan duka sebesar Rp1.000.000,- (satu juta rupiah). Dan\npekerja\u002Fburuh yang bersangkutan wajib menunjukkan surat keterangan kematian\ndari RT setempat;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud keluarga pekerja\u002Fburuh adalah suami\u002Fistri, anak dan orang tua\nkandung pekerja\u002Fburuh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan santunan musibah kebakaran kepada pekerja\u002Fburuh yang\nrumahnya atau tempat tinggal pekerja\u002Fburuh mengalami kebakaran yang\nmengakibatkan kerugian serius sebesar Rp3.000.000,- (tiga juta rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 Premi Produksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Premi produksi (GIS) diberikan kepada pekerja\u002Fburuh pada bagian tertentu\nyang diatur sendiri dan disosialisasikan terlebih dahulu kepada serikat\npekerja\u002Fserikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 Upah Bila Terjadi Bencana (Force Majeure)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila perusahaan berhenti\u002Ftidak berproduksi disebabkan bencana yang\nberakibat kerusakan Perusahaan (Force Majeure), atau hal lain yang menyebabkan\nterhentinya proses produksi maka pekerja\u002Fburuh akan diberikan upah tetap\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Uang tunggu 3 (tiga) bulan pertama 100% x Upah tetap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Uang tunggu 3 (tiga) bulan kedua 75% x Upah tetap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Uang tunggu 3 (tiga) bulan ketiga 50% x Upah tetap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Uang tunggu 3 (tiga) bulan keempat 25% x Upah tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 Kewajiban Membayar Pajak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan peraturan pemerintah, perusahaan memberlakukan ketentuan\npembayaran pajak penghasilan (Pph 21) yang sepenuhnya ditanggung oleh\npekerja\u002Fburuh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Contoh Perhitungan Pajak Penghasilan (Pph 21) terlampir;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Foto copy penyetoran pajak yang disetorkan perusahaan ke Departemen\nPerpajakan wajib di informasikan kepada pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI JAMINAN PERAWATAN DAN PENGOBATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Baik perusahaan maupun serikat pekerja\u002Fserikat buruh berkeyakinan bahwa\npekerja\u002Fburuh yang sehat dan sejahtera akan lebih mampu memberikan prestasi\nkerja yang diinginkan Perusahaan daripada Pekerja\u002Fburuh yang tidak sehat dan\ntidak sejahtera. Pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan BPJS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 Sarana Pelayanan Kesehatan dan Pengobatan Pekerja\u002FBuruh dan\nKeluarga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan poliklinik di komplek perusahaan dan dilayani oleh\ntenaga medis yang ditunjuk;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan obat-obatan yang lengkap untuk standar Poliklinik\nsesuai dengan standar IDI (Ikatan Dokter Indonesia);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Poliklinik perusahaan dibuka dan melayani selama 24 (dua puluh empat) jam\natau selama adanya kegiatan produksi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan menyediakan tenaga dokter yang dapat melayani pekerja\u002Fburuh di\nPoliklinik perusahaan pada waktu yang telah ditetapkan. Dalam hal terjadi kasus\nemergensi di luar waktu yang telah ditetapkan, kendaraan ambulans dan tenaga\nmedis disiagakan untuk mengantar pasien dari perusahaan ke klinik atau rumah\nsakit rujukan terdekat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila pekerja\u002Fburuh mengalami sakit serta dokter perusahaan mengeluarkan\nresep dan\u002Fatau rujukan tindakan medis yang tidak tersedia di poliklinik, maka\nbiaya yang terjadi atas hal tersebut ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan\nsesuai dengan ketentuan BPJS;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perusahaan menyediakan sarana kendaraan ambulance serta tenaga medis\nPoliklinik selama 24 jam untuk mengantar pasien dari Poliklinik perusahaan ke\nrumah sakit atau sarana pelayanan kesehatan yang menjadi rujukan dalam hal\nkeadaan gawat darurat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Perusahaan menyediakan tenaga medis (Bidan) untuk melayani pekerja\u002Fburuh\nhamil;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap klinik dan rumah sakit rujukan wajib memberikan pelayanan yang\nterbaik;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Apabila klinik dan rumah sakit rujukan tidak memberikan pelayanan terbaik\nmaka perusahaan wajib memberikan teguran secara tertulis dan ditembuskan kepada\nserikat pekerja\u002Fserikat buruh atau memutuskan kerja sama dengan klinik atau\nrumah sakit tersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Apabila pekerja\u002Fburuh atau keluarga pekerja\u002Fburuh sakit berobat di\npoliklinik rujukan perlu dirujuk kerumah sakit maka poliklinik rujukan tersebut\ndapat memberikan surat rujukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 Pembayaran Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Pekerja\u002Fburuh yang tidak mampu melakukan pekerjaan karena sakit sebagai\nakibat dari kecelakaan dalam hubungan kerja maka berlaku ketentuan UU Nomor 03\nTahun 1992\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ijin bagi pekerja\u002Fburuh yang sakit lebih dari 1 (satu) bulan diberikan\nberdasarkan surat keterangan dokter poliklinik perusahaan atau klinik rujukan\nyang ditunjuk perusahaan, dan apabila sakit berkepanjangan maka pekerja\u002Fburuh\nharus melaporkan kondisi kesehatannya setiap bulan pada perusahaan yang\ndibuktikan dengan surat persetujuan dokter perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>Upah yang dibayarkan kepada pekerja\u002Fburuh yang sakit adalah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus perseratus) dari upah\ntetap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk 5 (lima) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari\nupah tetap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk 3 (tiga) bulan ketiga, dibayar 50% (lima puluh perseratus) dari upah\ntetap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluh lima perseratus) dari upah\ntetap sebelum pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002Fburuh yang diberikan ijin sakit sebagaimana ayat 2 diatas,\ndiwajibkan menginformasikan kondisi kesehatannya ke Perusahaan pada akhir masa\nrekomendasi yang ditentukan oleh Dokter Perusahaan yang ditunjuk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 Pelayanan Keluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan membantu dan menyediakan sarana keikutsertaan pengadaan program\nkeluarga berencana bagi para pekerja\u002Fburuh untuk menjadi akseptor lestari\ndengan memilih salah satu alternatif sesuai dengan peraturan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1.Perusahaan berkewajiban mengikutsertakan semua pekerja\u002Fburuh dalam program\nUndang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\n(BPJS), dalam hal ini program:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.BPJS Kesehatan menyelenggarakan Program jaminan Kesehatan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan program :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jaminan Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya iuran jaminan sosial tersebut diatas adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk Premi Jaminan Kesehatan ditanggung bersama oleh perusahaan dan\npekerja\u002Fburuh yakni dengan perincian masing-masing:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 % x upah sebulan ditanggung oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1 % x Upah sebulan ditanggung oleh pekerja, yang dipotong setiap bulan dari\ngaji masing-masing Pekerja\u002Fburuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk Premi Jaminan Hari Tua ditanggung bersama oleh Perusahaan dan\npekerja\u002Fburuh yakni dengan perincian masing-masing:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.7 % upah ditanggung oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 % upah sebulan ditanggung oleh pekerja, yang dipotong setiap bulan dari\ngaji masing-masing Pekerja\u002Fburuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian ditanggung sepenuhnya oleh\nPerusahaan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>Untuk Premi Jaminan Pensiun ditanggung bersama oleh Perusahaan dan\npekerja\u002Fburuh yakni dengan perincian masing-masing:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. 2 % upah ditanggung oleh Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. 1 % Upah sebulan ditanggung oleh pekerja, yang dipotong setiap bulan dari\ngaji masing-masing Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Perusahaan membagikan catatan saldo BPJS-JHT pada pekerja\u002Fburuh setiap tahun\nsekali setelah mendapat catatan saldo tersebut dari BPJS-JHT yang diberikan\npaling lambat pada bulan Juli;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan wajib mendaftarkan setiap pekerja\u002Fburuh menjadi peserta BPJS\nsejak terjadinya hubungan kerja dan berkewajiban memberikan kartu BPJS pada\npekerja\u002Fburuh setelah mendapatkan Kartu KPJ Ketenagakerjaan dari BPJS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 Jaminan Kesejahteraan Rohani\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan fasilitas ruangan atau tempat beribadah di dalam\nlokasi Perusahaan. Perusahaan berkewajiban memberi izin kepada Pekerja\u002Fburuh\nuntuk melaksanakan ibadahnya menurut kepercayaan agama masing-masing dengan\ntetap membayar upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 Koperasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja\u002Fburuh, dibentuk koperasi pekerja\ndan usaha-usaha produktif di perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemerintah, pengusaha, dan pekerja\u002Fburuh atau Serikat Pekerja\u002Fserikat\nburuh berupaya menumbuhkembangkan koperasi pekerja\u002Fburuh, dan mengembangkan\nusaha produktif sebagaimana dimaksud pada ayat (1);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pembentukan koperasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan\nsesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Upaya-upaya untuk menumbuhkembangkan koperasi pekerja\u002Fburuh sebagaimana\ndimaksud pada ayat (2), diatur dengan Peraturan Pemerintah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan memberikan fasilitas berupa ruangan, sarana dan prasarana\nlainnya yang layak sehubungan dengan kegiatan operasional Koperasi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Koperasi wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan kepada\nseluruh anggota dan perusahaan serta Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 Darmawisata atau Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mengadakan darmawisata atau rekreasi setiap 1 (satu) tahun\nsekali;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan memberikan subsidi biaya rekreasi tahunan berdasarkan jumlah\npekerja\u002Fburuh di PT Panarub Industry dimana besarannya per pekerja\u002Fburuh adalah\nmeningkat 7% (tujuh perseratus) dari budget tahun sebelumnya. Distribusi budget\nuntuk setiap pekerja\u002Fburuh ditentukan oleh Panitia;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Panitia pelaksana dikoordinir oleh Perusahaan dan pembentukannya dilakukan\nsecara bersama-sama oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Panitia Darmawisata yang terbentuk dapat melaksanakan tugasnya secara\nindependen dan transparan tanpa dipersulit dari pihak manapun demi kelancaran\nDarmawisata tersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan bersama-sama dengan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh melakukan\nfungsi kontrol terhadap kinerja Panitia Darmawisata;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Panitia Darmawisata bertanggungjawab kepada Perusahaan dan Serikat\nPekerja\u002FSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 Olah Raga, Kesenian dan Sosial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh memberikan perhatian\nsepenuhnya kepada pengembangan atau pembinaan olah raga, kesenian dan kegiatan\nsosial bagi pekerja\u002Fburuh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh secara bersama-sama membentuk\nbadan pelaksana kegiatan sosial, olah raga dan kesenian;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan akan membantu menyediakan fasilitas dan biaya yang diperlukan\nuntuk kegiatan tersebut sesuai dengan anggaran yang ditentukan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 Sarana Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan Armada jemputan yang standar dengan ketentuan\nDISHUB dan memiliki ijin operasional di wilayah Tangerang serta memiliki\nkelayakan sebagai armada antar Jemput;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan sarana transportasi antar jemput sesuai dengan\nroute yang telah ada (route terlampir dalam penjelasan) dengan memperhatikan\nrasio jumlah pekerja\u002Fburuh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan menyediakan sarana transportasi untuk wilayah\u002Fjalur baru sesuai\ndengan batas jarak yang ditentukan oleh perusahaan dengan perhitungan rasio\nminimal 40 orang pekerja\u002Fburuh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha wajib menyediakan sarana transportasi antar jemput bagi\npekerja\u002Fburuh perempuan yang berangkat dan pulang bekerja antara pukul 23.00\nsampai dengan pukul 05.00;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Batas jarak yang ditentukan oleh perusahaan tidak melebihi jarak terjauh\n(lampiran pada penjelasan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 Penghargaan Pekerja\u002FBuruh Teladan dan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Demi mempertinggi semangat kerja serta rasa tanggung jawab terhadap\npekerjaan dan untuk meningkatkan rasa kesetiaan terhadap perusahaan, maka\nperusahaan memberikan penghargaan terhadap para pekerja\u002Fburuh yang memenuhi\nkriteria yang akan ditentukan oleh perusahaan dalam ketentuan tersendiri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan penghargaan tersebut dilakukan satu tahun sekali pada bulan\nJuli;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penghargaan diberikan kepada 15 (lima belas) terbaik dari masing-masing\nkelompok masa kerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.Masa kerja 1 thn s\u002Fd 5 thn kurang 1 hari sebanyak 3 orang;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.Masa kerja 5 thn s\u002Fd 10 th kurang 1 hari sebanyak 3 orang;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3.Masa kerja 10 thn s\u002Fd 15 th kurang 1 hari sebanyak 3 orang;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4.Masa kerja 15 thn s\u002Fd 20 th kurang 1 hari sebanyak 3 orang;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.5.Masa kerja 20 th dan ke atas sebanyak 3 orang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bentuk Penghargaan adalah berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1.Masa kerja 1 thn s\u002Fd 5 thn kurang 1 hari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringkat 1 (Pertama): Piagam dan Uang Tunai Rp1.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peringkat 2 (Kedua): Piagam dan Uang Tunai Rp1.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Peringkat 3 (Ketiga): Piagam dan Uang Tunai Rp750.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2.Masa kerja 5 thn s\u002Fd 10 thn kurang 1 hari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringkat 1 (Pertama): Piagam dan Uang Tunai Rp1.750.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peringkat 2 (Kedua): Piagam dan Uang Tunai Rp1.250.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Peringkat 3 (Ketiga): Piagam dan Uang Tunai Rp1.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3.Masa kerja 10 thn s\u002Fd 15 thn kurang 1 hari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringkat1 (Pertama): Piagam dan Uang Tunai Rp2.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peringkat 2 (Kedua): Piagam dan Uang Tunai Rp1.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Peringkat 3 (Ketiga): Piagam dan Uang Tunai Rp1.250.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4.Masa kerja 15 thn s\u002Fd 20 thn kurang 1 hari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringkat 1 (Pertama): Piagam dan Uang Tunai Rp2.250.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peringkat 2 (Kedua): Piagam dan Uang Tunai Rp. 1.750.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Peringkat 3 (Ketiga): Piagam dan Uang Tunai Rp1.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.5.Masa kerja diatas 20 tahun:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringkat 1 (Pertama): Piagam dan Uang Tunai Rp2.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peringkat 2 (Kedua): Piagam dan Uang Tunai Rp2.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Peringkat 3 (Ketiga): Piagam dan Uang Tunai Rp1.750.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 Fasilitas Tempat Untuk Makan dan Minum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan tempat khusus bagi pekerja\u002Fburuh untuk makan yang\nmemadai menurut standar kesehatan di dalam lingkungan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan instalasi air minum (yang sehat dan higienis)\ndilingkungan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Fasilitas tempat untuk makan dan minum hanya digunakan untuk makan dan\nminum atau istirahat pekerja\u002Fburuh. Adapun untuk kegiatan lainnya dilaksanakan\ndengan mendapatkan ijin dari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 Fasilitas Parkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan tempat parkir kendaraan bermotor untuk pekerja\u002Fburuh\ndengan fasilitas yang layak dan aman sesuai dengan kapasitas yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>1.Setiap pekerja\u002Fburuh wajib menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan\ndisiplin dan aturan Perundang-undangan K3 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1\nTahun 1970;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja\u002Fburuh wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah\ndisediakan oleh Perusahaan, serta mengikuti dan mematuhi ketentuan-ketentuan\nmengenai keselamatan dan kesehatan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pekerja\u002Fburuh menemukan hal-hal yang dapat membahayakan\nkeselamatan kerja di dalam Perusahaan, secepatnya harus melaporkan kepada\natasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>4.Perusahaan wajib menyediakan alat-alat pengaman yang harus dipakai sewaktu\nmelaksanakan tugas pekerjaan dan sekaligus wajib melakukan pemeriksaan secara\nberkala terhadap alat pengaman tersebut;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>5.Perusahaan dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh membentuk panitia pembina\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). Panitia Pembina Keselamatan dan\nKesehatan Kerja (P2K3) yang telah dikukuhkan oleh Departemen Tenaga Kerja,\nwajib memberikan penyuluhan, pendidikan dan bertanggung jawab atas ditaati dan\ndilaksanakannya ketentuan K3 serta kelayakan alat-alat K3;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Bagi pekerja\u002Fburuh yang bekerja dibagian yang sifat pekerjaannya\nmengandung bahan kimia, maka perusahaan memberikan susu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kepada pekerja\u002Fburuh yang karena tugasnya diwajibkan untuk memakai pakaian\nkerja khusus di luar pakaian seragam, maka pengusaha akan memberikan sesuai\ndengan kebutuhan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pakaian seragam akan diberikan kepada pekerja\u002Fburuh tetap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja\u002Fburuh tetap akan mendapatkan penggantian baju sebanyak 2 (dua)\npotong dalam setahun yang pelaksanaannya dilaksanakan pada bulan Juni dan\nDesember;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja\u002Fburuh diberikan Kartu Tanda Pengenal Pekerja\u002FBuruh lengkap\ndengan fotonya untuk dipergunakan di dalam lingkungan Perusahaan dan di tempat\nkerja, kecuali apabila dalam waktu kerja tidak dimungkinkan untuk memakai kartu\ntanda pengenal tersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja\u002Fburuh yang telah mendapatkan seragam kerja atau pakaian kerja dan\nperlengkapan lainnya harus memakai perlengkapan-perlengkapan tersebut selama\nberada dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX PROGRAM PENINGKATAN PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 Program Pelatihan dan Pengembangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>Untuk Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, maka Perusahaan mengadakan\nprogram-program pelatihan dan pengembangan yang mana dalam pelaksanaannya\ndiselenggarakan sendiri atau dengan melalui lembaga pendidikan lain baik di\ndalam maupun di luar negeri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>BAB X PEMBEBASAN KEWAJIBAN UNTUK TIDAK BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 Istirahat\u002FLibur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>1.Pada hari-hari libur resmi atau libur yang ditetapkan oleh pemerintah\nuntuk tidak bekerja baik pada hari kerja, hari minggu atau istirahat mingguan,\npekerja\u002Fburuh mendapatkan upah tetap;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila dipandang perlu perusahaan akan menetapkan pergeseran atau\npenggantian hari libur yang mana dibicarakan secara resmi terlebih dahulu\ndengan pengurus serikat pekerja\u002Fserikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh berhak atas cuti tahunan yaitu sekurang-kurangnya 12 (dua\nbelas) hari kerja setelah pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan bekerja selama 12\n(dua belas) bulan secara terus-menerus;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>2.Lamanya waktu cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hari sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penetapan waktu dimulainya cuti tahunan dengan memperhatikan kepentingan\npekerja\u002Fburuh;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cp>4.Perusahaan dapat memberikan cuti massal yang diambil dari cuti tahunan\nyang pelaksanaannya dibagi dalam beberapa periode dimana waktu pelaksanaannya\nterlebih dahulu dimusyawarahkan dan di sepakati dengan serikat pekerja\u002Fserikat\nburuh;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Pekerja\u002Fburuh yang bermaksud untuk menggunakan hak cuti tahunannya, wajib\nmengajukan pada pimpinan dibagiannya minimal 5 (lima) hari sebelum cuti\ndilakukan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengambilan hak cuti tahunan dapat dilakukan dalam waktu 12 (dua belas)\nbulan sejak pekerja\u002Fburuh tersebut berhak atas hak cutinya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila hak cuti tahunan sampai dengan waktu yang ditentukan sebagaimana\nayat (6) belum dapat dilaksanakan untuk hak cuti tahunan dapat diakumulasikan\nketahun berikutnya sebanyak maksimal 6 (enam) hari;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Apabila hak cuti yang dimaksud ayat (7) melebihi yang bisa diakumulasikan\nketahun berikutnya, maka sisa hak cuti dari akumulasi tersebut diuangkan\nmaksimal 2 (dua) hari;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja\u002Fburuh dapat mengambil hak cuti di tahun berikutnya apabila hak\ncuti tahunannya sudah habis atau belum muncul sesuai dengan kebutuhan\npekerja\u002Fburuh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Dalam keadaan mendesak dan hal-hal lain yang bersifat mendadak dan tidak\ndiketahui sebelumnya cuti dapat dilakukan dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memberitahukan baik secara lisan atau tulisan ke atasan langsung atau\natasan yang lebih tinggi apabila atasan langsung tidak dapat dihubungi atau ke\nHRD\u002FAdmin\u002FSekretaris Departemen\u002FPlant apabila atasan yang lebih tinggi tersebut\ntidak dapat dihubungi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pada hari pertama pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan masuk bekerja kembali,\nmaka harus segera mengisi formulir terkait sesuai dengan prosedur yang berlaku\ndan melampirkan surat atau bukti pendukung;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Perusahaan hanya dapat menunda hak cuti pekerja\u002Fburuh sebanyak 1 (satu)\nkali dan pelaksanaan cuti yang bersangkutan adalah maksimal 3 (tiga) minggu\nsejak penundaan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 Istirahat Sakit Karena Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\nmemberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan hari\nkedua pada waktu haid;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan ketentuan sebagaimana ayat (1) harus dibuktikan dengan surat\nketerangan dokter yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 Pekerja\u002FBuruh Perempuan Hamil\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-riskassessment\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cp>1.Perusahaan dilarang mempekerjakan pekerja\u002Fburuh perempuan hamil yang\nbekerja shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dilarang mempekerjakan pekerja\u002Fburuh perempuan hamil yang sifat\npekerjaannya berhubungan dengan bahan kimia,mengoperasikan mesin berbahaya dan\nposisi kerja dengan berdiri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan dilarang mempekerjakan pekerja\u002Fburuh perempuan hamil yang sifat\npekerjaannya berat\u002Fberesiko yang dapat membahayakan dirinya dan\nkandungannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 Cuti Melahirkan\u002FGugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh perempuan berhak memperoleh cuti melahirkan selama 1.5 (satu\nsetengah) bulan sebelum melahirkan dan 1.5 (satu setengah) bulan sesudah\nmelahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan dengan mendapat\nupah;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila pekerja\u002Fburuh perempuan memperoleh cuti melahirkan 1.5 (satu\nsetengah) bulan sebelum melahirkan dan 1.5 (satu setengah) bulan sesudah\nmelahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan, namun pada saat\nyang ditentukan belum melahirkan pekerja\u002Fburuh perempuan tetap mendapatkan hak\ncutinya selama 1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_workingtime\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cp>3.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang anaknya masih menyusu harus di berikan\nkesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus di lakukan\nselama waktu kerja;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>4.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalami gugur kandungan berhak memperoleh\nistirahat sebanyak 1.5 bulan atau sesuai dengan Surat Keterangan dokter atau\nbidan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalami gugur kandungan melampirkan Surat\nKeterangan Dokter atau Bidan yang merawatnya setelah mengalami gugur\nkandungan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang akan menggunakan hak cuti melahirkan harus\nmengajukan permohonan tertulis dan disertai dengan Surat Keterangan Dokter,\nBidan\u002Fatau Poliklinik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 Hari-hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Pada hari-hari libur resmi atau hari raya yang ditetapkan oleh pemerintah,\npekerja\u002Fburuh dibebaskan dari bekerja dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 Izin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Upah Tetap\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>Perusahaan dapat memberikan izin dengan upah penuh apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp>1.Menikah, dibayar untuk selama 4 (empat) hari dan 2 (dua) hari izin\nkhusus;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Mengkhitankan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Membaptiskan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menikahkan anak dan saudara kandung, dibayar untuk selama 2 (dua) hari;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>5.Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau menantu meninggal dunia\ndibayar untuk selama 2 (dua) hari;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>6.Istri sah melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n(dua) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, dibayar untuk selama 2\n(dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cp>8.Suami\u002Fistri\u002Fanak masuk rumah sakit (opname) dibayar untuk selama 1 (satu)\nhari yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter yang sah;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>9.Pekerja\u002Fburuh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan, dengan\ndibuktikan Surat Keterangan Istirahat Sakit dari Dokter yang sah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa\nhaidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pekerja\u002Fburuh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena sedang\nmenjalankan kewajiban terhadap Negara;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pekerja\u002Fburuh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena sedang\nmenjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pekerja\u002Fburuh bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi\npengusaha tidak mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri maupun halangan\nyang seharusnya dapat dihindari pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Pekerja\u002Fburuh melaksanakan hak istirahat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Pekerja\u002Fburuh melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Pekerja\u002Fburuh melaksanakan tugas dari serikat pekerja\u002Fserikat buruh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Pekerja\u002Fburuh mendapat musibah kebakaran, bencana alam dan kebanjiran\ndibayar selama 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 Izin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Upah Penuh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atas pertimbangan dokter\u002Ftenaga medis perusahaan, izin meninggalkan\npekerjaan karena sakit maka pada Pekerja\u002Fburuh tersebut diberikan upah\npenuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 Prosedur Izin Meninggalkan Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Izin meninggalkan pekerjaan pada pasal 56 dan 57 harus diperoleh dahulu dari\nPerusahaan dengan menunjukkan keterangan tertulis yang sah dan harus diserahkan\npaling lambat pada hari pertama pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan masuk kerja,\nkecuali dalam keadaan mendesak diketahui oleh perusahaan sehingga bukti-bukti\ntersebut dapat diajukan kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI TATA TERTIB DAN DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 Tata Tertib Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dilarang memasuki areal kerja dan wilayah tertentu yang telah ditentukan\npada hari libur tanpa ijin;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dilarang menerima suap baik uang maupun barang dari sesama pekerja\u002Fburuh,\nsupplier, subcontractor baik secara langsung maupun tidak langsung;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dilarang menyalahgunakan jabatan, kedudukan maupun kekuasaan yang dimiliki\natau diberikan oleh perusahaan untuk kepentingan pribadi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dilarang mengerjakan tugas pekerjaan orang lain (yang bukan pekerjaannya)\ntanpa ijin atasan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Menggunakan peralatan yang dilarang pada tempat-tempat yang telah\nditentukan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dilarang menggunakan atau menjalankan mesin atau perlengkapan lain yang\nbukan menjadi tanggung jawabnya, kecuali dengan seijin atasan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Dilarang merusak pengumuman milik perusahaan atau pengumuman milik serikat\npekerja\u002Fserikat buruh yang telah diijinkan oleh perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dilarang tidur di waktu kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Dilarang memberikan Surat Keterangan Dokter yang dibuat berdasarkan\npermintaan pribadi yang tidak sesuai dengan hasil diagnosa dokter yang\nbersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Dilarang membawa senjata tajam, senjata api atau benda-benda sejenis\ndalam lingkungan perusahaan yang membahayakan bagi pekerja\u002Fburuh itu sendiri,\nrekan sekerja maupun perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Dilarang membawa minuman keras, obat terlarang, mabuk, membawa dan\nmenyimpan serta menggunakan narkoba setelah dilakukan tes medis atau tes\nkesehatan, melakukan segala bentuk perjudian, bertengkar atau berkelahi dengan\nsesama pekerja\u002Fburuh, pimpinan di dalam lingkungan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Dilarang menempelkan atau mengedarkan poster atau selebaran yang tidak\nada hubungannya dengan pekerjaan tanpa izin dari perusahaan dan serikat\npekerja\u002Fserikat buruh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp>13.Dilarang melakukan tindakan asusila, pelecehan seksual dan perbuatan\ntidak sopan lainnya didalam lingkungan perusahaan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>14.Dilarang merokok atau menyalakan api di lingkungan perusahaan, kecuali di\ntempat-tempat yang telah ditentukan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Dilarang merusak dengan sengaja yang menyebabkan rusaknya milik\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>16.Dilarang menganiaya atau melukai, menghina secara kasar atau mengacam\nbaik itu dengan menggunakan kekerasan secara fisik maupun perkataan yang tidak\nsopan yang merendahkan martabat manusia terhadap pengusaha dan sesama\npekerja;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>17.Wajib mematuhi ketentuan keselamatan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Wajib memakai peralatan dan perlengkapan kerja yang telah ditetapkan oleh\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Apabila tidak masuk kerja harus memberikan keterangan tertulis yang dapat\ndipertanggungjawabkan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Dilarang terlambat masuk kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Dilarang membuang sampah sembarangan tidak pada tempatnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Mematuhi ketentuan untuk diperiksa pada pintu gerbang masuk atau\nkeluar;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Dilarang menghasut atau membujuk, provokasi teman sekerja untuk melakukan\nsesuatu yang bertentangan dengan hukum dan kesusilaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak diperkenankan\nmemasuki ruangan lain yang bukan bagiannya, kecuali atas perintah atau izin\natasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Dilarang meninggalkan pekerjaan tanpa izin atasan atau berhenti bekerja\nsebelum waktunya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Wajib mengikuti pemeriksaan atas kesehatannya oleh dokter atau tenaga\nmedis perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Dilarang membawa, menggunakan barang dan alat milik perusahaan keluar\ndari lingkungan perusahaan tanpa izin dari pimpinan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Dilarang dengan sengaja atau ceroboh memberikan perintah yang\nmembahayakan orang lain;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.Dilarang melakukan aktivitas atau transaksi peminjaman atau penggandaan\ndalam bentuk uang maupun barang yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan\ndengan cara memberikan bunga atau melakukan praktek bank gelap (praktek\nrentenir) di dalam lingkungan PT Panarub Industry;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30.Dilarang menahan atau mengambil gaji atau slip gaji milik pekerja\u002Fburuh\nlain dengan alasan apapun tanpa surat kuasa yang sah dari pemiliknya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31.Dilarang mengadakan transaksi jual beli barang apapun di dalam lingkungan\nPerusahaan kecuali yang di bawah pengelolaan Koperasi Pekerja PT Panarub\nIndustry;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32.Wajib memakai Kartu Karyawan dalam lingkungan perusahaan, kecuali di\ntempat tertentu yang telah ditentukan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33.Dilarang merusak atau menghilangkan Kartu Karyawan sebanyak 2 (dua) kali\ndalam kurun waktu 6 (enam) bulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34.Dilarang memasuki tempat terlarang tanpa seizin yang berwenang;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>35.Wajib memenuhi panggilan secara tertulis dari atasan atau manajemen dalam\nhubungan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>36.Dilarang melakukan tindakan kejahatan, seperti: menggelapkan, menipu,\nmanipulasi, memperdagangkan barang terlarang di dalam lingkungan Perusahaan\n(Proses sesuai PPHI);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>37.Dilarang melakukan tindakan kejahatan, seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mengambil barang hasil produksi perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mengambil bahan baku produksi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengambil spare part mesin produksi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Mengambil barang atau asset perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Mengambil milik teman sekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>38.Dilarang bekerja tidak efisien, seperti: membaca majalah atau menulis\nsurat pribadi dan tidur pada waktu jam kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>39.Dilarang manipulasi absen dan\u002Fatau mengabsenkan atau diabsenkan oleh\norang lain baik untuk kepentingan diri sendiri ataupun rekan sekerja, termasuk\ndalam hal mana pekerja\u002Fburuh yang diabsenkan berada maupun tidak berada di\ntempat kerja atau di dalam lingkungan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>40.Pekerja\u002Fburuh dilarang tidur, tidur-tiduran, istirahat ataupun makan di\nmasjid\u002Fmushala\u002Ftempat shalat pada waktu kerja maupun waktu istirahat kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>41.Dilarang menyalahgunakan tempat shalat ataupun izin shalat untuk\nistirahat atau kepentingan lain di dalam jam kerja kecuali untuk shalat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>42.Pekerja\u002Fburuh diwajibkan menjaga kebersihan dan kesucian tempat\nibadah\u002Fmasjid\u002Fmushala dan tidak menggunakannya untuk keperluan selain\nberibadah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>43.Dilarang mengkoordinir pemungutan dalam bentuk apapun di dalam area\nperusahaan dan termasuk di atas Bus Jemputan Karyawan tanpa persetujuan dari\natasan dan\u002Fatau HRD;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>44.Dilarang melakukan pertemuan atau rapat produksi diluar jam kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>45.Pimpinan diharuskan menginformasikan mengenai hak cuti tahunan kepada\npekerjanya dan dilarang menolak pengajuan cuti untuk yang ke 2 (dua) kalinya\ndalam kurun waktu 3 (tiga) minggu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>46.Pekerja\u002Fburuh wajib melaporkan setiap perubahan data karyawan (alamat,\nstatus dan identitas pribadi lainnya) kepada pihak perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 Penegakan Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dapat mengambil tindakan disiplin terhadap setiap pekerja\u002Fburuh\nyang melakukan pelanggaran peraturan disiplin kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sanksi dan tindakan disiplin untuk pelanggaran tata tertib dan disiplin\nadalah berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Teguran Lisan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal pekerja\u002Fburuh melakukan pelanggaran tata tertib yang termasuk\ndalam kategori diberikannya Surat Peringatan 1 (pertama), terlebih dahulu\npekerja\u002Fburuh tersebut diberikan teguran lisan tercatat sebanyak 1 (satu) kali\nsebagai pembinaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat Peringatan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Surat peringatan pertama, dengan jangka waktu berlaku 6 (enam) bulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Surat peringatan kedua, dengan jangka waktu berlaku 6 (enam) bulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Surat peringatan ketiga, dengan jangka waktu berlaku 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Proses dalam rangka PHK:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Surat peringatan tersebut diberikan tidak perlu menurut urutannya tetapi\nsesuai nilai besar\u002Fkecilnya atau kategori kesalahan atau pelanggaran yang\ndilakukan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemberian Surat peringatan adalah hak dan wewenang perusahaan yang dalam\nhal ini diwakili oleh atasan atau HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 Sanksi-sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Beberapa pelanggaran disiplin dan tindakan disiplin yang diberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pelanggaran dengan diberikan surat peringatan PERTAMA:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan pelanggaran ulang setelah diberikannya teguran lisan\ntercatat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja\u002Fburuh terlambat masuk kerja sebanyak 4 (empat) kali dalam satu\nbulan, tanpa alasan yang jelas;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja\u002Fburuh mangkir\u002Falpha sebanyak 3 (tiga) kali dalam 1 (satu)\nbulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Meninggalkan pekerjaan tanpa izin atasan atau berhenti bekerja sebelum\nwaktunya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidak memakai Kartu Tanda Pengenal dalam lingkungan perusahaan, kecuali\nditempat tertentu yang telah ditentukan setelah mendapatkan teguran lisan\ntercatat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Bekerja tidak efisien, seperti: membaca majalah atau menulis surat pribadi\npada waktu jam kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Tidak memakai peralatan dan perlengkapan kerja yang telah ditetapkan oleh\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Membuang sampah secara sembarangan tidak pada tempatnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Menolak pemeriksaan atas kesehatannya oleh dokter\u002Ftenaga medis\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Meludah disembarangan tempat seperti di lantai tempat kerja, ruangan\nkantor, setelah diberikan teguran lisan tercatat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Menolak untuk diperiksa pada pintu gerbang masuk\u002Fkeluar;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Tidak mematuhi ketentuan keselamatan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Memasuki tempat terlarang tanpa seizin yang berwenang;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pekerja\u002Fburuh dan diketahui oleh\natasannya, tetapi tidak diambil tindakan maka atasan pekerja\u002Fburuh tersebut\nterkena tindakan disiplin;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Menerima kunjungan pribadi dalam jam kerja, tanpa seizin atasan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Dilarang memasuki areal kerja dan wilayah tertentu yang telah ditentukan\npada hari libur tanpa izin;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q.Membawa pulang peralatan kerja yang biasa digunakan di tempat kerja atau\nperalatan kerja yang hanya dapat digunakan di tempat kerjanya tanpa izin\ntertulis dari atasan, sesuai dengan aturan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>r.Membatasi\u002Fmenghambat pekerjaan dengan sengaja yang mengakibatkan kurangnya\nhasil produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>s.Menolak panggilan secara tertulis dari atasan atau manajemen dalam\nhubungan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>t.Mengadakan transaksi jual beli barang apapun di dalam lingkungan\nPerusahaan kecuali yang di bawah pengelolaan Koperasi Pekerja PT Panarub\nIndustry;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>u.Secara tidak sengaja atau karena kecerobohannya menyebabkan timbulnya\nresiko terkena bahaya bagi milik perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>v.Di luar jam atau hari kerja berada di lingkungan perusahaan (dengan\nbatasan sampai dengan POS Pemeriksaan) tanpa izin, setelah mendapatkan teguran\nlisan tercatat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>w.Melakukan pemungutan dalam bentuk apapun di dalam area perusahaan dan\ntermasuk di atas Bus Jemputan Karyawan tanpa persetujuan dari atasan dan\u002Fatau\nHRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelanggaran dengan diberikan surat peringatan KEDUA:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan pelanggaran ulang untuk kategori yang sama pada ayat (1) dalam\nmasa berlakunya surat Peringatan pertama;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4 (empat) kali mangkir\u002Falpha dalam sebulan baik secara berturut-turut\nmaupun tidak berturut-turut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Manipulasi absen dan\u002Fatau mengabsenkan atau diabsenkan oleh orang lain\nbaik untuk kepentingan diri sendiri ataupun rekan sekerja, dalam hal\npekerja\u002Fburuh yang diabsenkan berada maupun tidak berada di tempat kerja atau\ndi dalam lingkungan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menggunakan\u002Fmenjalankan mesin atau perlengkapan lain yang bukan menjadi\ntanggung jawabnya, kecuali dengan seizin atasan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Melanggar prosedur (SOP\u002FStandard Operation Procedure) yang berlaku di\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menyebarkan\u002Fmengedarkan pamflet\u002Fbulletin, selebaran dan lain-lain tanpa\nizin perusahaan dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh atau coret-coret di dalam\nlingkungan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelanggaran dengan diberikan surat peringatan KETIGA:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan pelanggaran ulang kategori Pelanggaran Surat Peringatan 1\n(pertama) dan Surat Peringatan 2 (kedua);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.6 (enam) kali atau lebih mangkir\u002Falpha secara tidak berturut-turut dalam 1\n(satu) bulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Merusak pengumuman milik perusahaan atau pengumuman milik serikat\npekerja\u002Fserikat buruh yang telah diizinkan oleh perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Membawa kendaraan perusahaan tanpa izin resmi mengendarai kendaraan\ntersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Mengerjakan tugas pekerjaan orang lain (yang bukan pekerjaannya) tanpa\nizin atasan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Tidur pada waktu jam kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Menggunakan peralatan yang dilarang pada tempat-tempat yang telah\nditentukan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Menahan atau mengambil gaji\u002Fslip gaji, kartu ATM (yang merupakan alat\npembayaran upah pekerja\u002Fburuh) milik pekerja\u002Fburuh lain dengan alasan apapun\ntanpa surat kuasa yang sah dari pemiliknya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pelanggaran berat dengan diberikan tindakan Pemutusan Hubungan Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memberikan Surat Keterangan Dokter yang dibuat berdasarkan permintaan\npribadi dengan menggunakan ancaman dan tidak sesuai dengan penilaian medis\ndokter, dengan dibuktikan oleh Pernyataan Tertulis dari dokter yang\nmemeriksanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Melakukan tindakan asusila, pelecehan seksual secara fisik dan perbuatan\ntidak sopan lainnya di dalam lingkungan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Membawa minuman keras, obat terlarang, mabuk dan membawa, menyimpan,\nmemperdagangkan serta menggunakan narkoba setelah dilakukan tes medis atau tes\nkesehatan, melakukan segala bentuk perjudian, berkelahi dengan sesama\npekerja\u002Fburuh, pimpinan di dalam lingkungan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melakukan tindakan kejahatan, seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Mengambil hasil produksi perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Mengambil bahan baku produksi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Mengambil spare part mesin produksi.Mengambil barang\u002Fasset perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Mengambil milik teman sekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Menganiaya\u002Fmelukai, menghina secara kasar atau mengancam baik itu dengan\nmenggunakan kekerasan secara fisik maupun perkataan yang tidak sopan yang\nmerendahkan martabat manusia terhadap pengusaha, pimpinan perusahaan dan teman\nsekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menghasut\u002Fmembujuk, provokasi teman sekerja untuk melakukan sesuatu yang\nbertentangan dengan hukum dan kesusilaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\ndirahasiakan atau mencemarkan nama baik perusahaan atau Pimpinan Perusahaan dan\nkeluarganya yang seharusnya dirahasiakan, kecuali untuk kepentingan Negara;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Merusak dengan sengaja yang menyebabkan rusaknya milik perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Dengan sengaja memberikan perintah, yang membahayakan orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Merokok pada tempat yang dilarang merokok;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Menyalakan api yang tidak berhubungan dengan pekerjaan didalam lingkungan\nperusahaan, kecuali di tempat-tempat yang telah ditentukan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Melakukan tindakan yang merugikan, seperti: menggelapkan, menipu,\nmanipulasi, memperdagangkan barang terlarang di dalam lingkungan Perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Menerima dan memberi suap baik uang maupun barang dari sesama\npekerja\u002Fburuh, supplier, subcontractor baik secara langsung maupun tidak\nlangsung;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Menyalahgunakan jabatan, kedudukan maupun kekuasaan yang\ndimiliki\u002Fdiberikan oleh perusahaan untuk kepentingan pribadi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Melakukan aktivitas atau transaksi peminjaman atau penggandaan dalam\nbentuk uang maupun barang yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dengan\ncara memberikan bunga atau melakukan praktek bank gelap (praktek rentenir) di\ndalam lingkungan PT Panarub Industry;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Membawa senjata tajam, senjata api atau benda-benda sejenis dalam\nlingkungan perusahaan yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selama proses pemutusan hubungan kerja belum diputuskan\u002Fbelum\nselesai\u002Fmempunyai kekuatan hukum tetap, pengusaha tetap membayar hak-hak\npekerja\u002Fburuh sebagaimana diterima sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII KLASIFIKASI PUTUSNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada prinsipnya pengusaha dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh berupaya\nsemaksimal mungkin untuk mencegah terjadinya PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal segala upaya telah dilakukan, tetapi Pemutusan Hubungan Kerja\ntidak dapat dihindari ,maka maksud pemutusan hubungan kerja wajib dirundingkan\noleh pengusaha dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh atau dengan pekerja\u002Fburuh\napabila pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan tidak menjadi anggota serikat\npekerja\u002Fserikat buruh dan pelaksanaannya tetap berpedoman pada peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 Hubungan Kerja Putus Karena Hukum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan kerja dianggap putus karena hukum dalam hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh masih dalam masa percobaan kerja, bilamana telah\ndipersyaratkan secara tertulis sebelumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja\u002Fburuh mengajukan permintaan pengunduran diri secara tertulis atas\nkemauan sendiri tanpa ada indikasi adanya tekanan\u002Fintimidasi dari pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja\u002Fburuh mencapai usia pensiun sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u002Fburuh meninggal dunia;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja\u002Fburuh yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih\nberturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti\nyang sah dan telah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan\ntertulis dapat diputus hubungan kerjanya karena dikualifikasikan mengundurkan\ndiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 Pengunduran Diri Dari Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bagi pekerja\u002Fburuh yang akan mengundurkan diri dari perusahaan harus\nmemberitahukan secara tertulis pada perusahaan sekurang-kurangnya 1 (satu)\nminggu bagi pekerja\u002Fburuh golongan A dan 1 (satu) bulan sebelumnya untuk\npekerja\u002Fburuh golongan B;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja\u002Fburuh golongan B yang berhak mendapatkan uang pisah sesuai pasal\n71 adalah untuk level jabatan Staff sampai dengan Section Head;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja\u002Fburuh yang mengundurkan diri dan memberitahukan sebelumnya\nsebagaimana disebut ayat (1), berhak menerima uang pisah sebesar 60% (enam\npuluh perseratus) dari perhitungan uang penghargaan masa kerja seperti yang\ndimaksud pada Pasal 69;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembayaran uang pisah kepada pekerja\u002Fburuh yang mengundurkan diri paling\nlambat 14 (empat belas ) hari setelah pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 Pengunduran Diri Karena Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja\u002Fburuh telah berusia 55 tahun, maka pekerja\u002Fburuh dapat\ndipensiunkan oleh perusahaan atau pekerja\u002Fburuh yang masa kerjanya 25 tahun\natau lebih atau minimal usia 50 tahun dapat mengajukan pensiun dini dan\nperusahaan dapat mengabulkan permohonan tersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dengan putusnya hubungan kerja seperti dimaksud pada ayat 1 maka\nPerusahaan wajib memberikan hak pekerja\u002Fburuh sesuai dengan PKB yang besarannya\n2 (dua) kali pasal 68, 1 (satu) kali ketentun pasal 69 dan ketentuan pasal\n70;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha wajib memberitahukan kepada pekerja\u002Fburuh atas timbulnya masa\npensiun paling lambat 1 (satu) bulan sebelum pekerja\u002Fburuh memasuki masa\npensiun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembayaran uang pensiun dilakukan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan pada\nsaat pekerja\u002Fburuh memasuki usia pensiun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila pekerja\u002Fburuh masih diperlukan oleh perusahaan maka perusahaan\ndapat memperpanjang kembali dengan perjanjian kerja baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pekerja\u002FBuruh Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal putus hubungan kerja karena pekerja\u002Fburuh meninggal dunia\nperusahaan wajib membayar hak-hak pekerja\u002Fburuh sesuai dengan PKB yang\nbesarannya 2 (dua) kali pasal 68, (satu) kali ketentuan pasal 69 dan ketentuan\npasal 70;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran hak-hak pekerja\u002Fburuh kepada ahli warisnya dilakukan paling\nlambat 15 (lima belas) hari setelah persyaratan administrasi telah lengkap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 Pemutusan Hubungan Kerja Atas Permohonan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal perusahaan bermaksud memutuskan hubungan kerja atas kesalahan\nyang dilakukan oleh pekerja\u002Fburuh, Perusahaan wajib merundingkannya terlebih\ndahulu dengan pekerja\u002Fburuh yang didampingi oleh serikat pekerja\u002Fserikat buruh\ndalam hal pekerja\u002Fburuh tersebut adalah anggota salah satu serikat\npekerja\u002Fserikat buruh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal perundingan dengan pekerja\u002Fburuh yang didampingi serikat\npekerja\u002Fserikat buruh tidak ada kesepakatan kedua belah pihak, maka kedua belah\npihak setuju untuk menempuh jalur penyelesaian sesuai dengan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA DAN UANG PENGGANTIAN\nHAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Penetapan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang ganti kerugian\nini didasarkan pada peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 Klasifikasi Pemberian Uang Pesangon\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Perhitungan uang pesangon adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun: 1 (satu) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>b.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun: 2\n(dua) bulan upah;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun: 3\n(tiga) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun: 4\n(empat) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun: 5\n(lima) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>f.Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun: 6\n(enam) bulan upah;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun: 7\n(tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun: 8 (delapan) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih: 9 (sembilan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perhitungan uang penghargaan masa kerja adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2\n(dua) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun, 3 (tiga) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas)\ntahun, 4 (empat) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun, 5 (lima) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n(delapan) tahun, 6 (enam) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua\npuluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua\npuluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 (sepuluh) bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 Penggantian Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Uang penggantian kerugian hak seharusnya diterima pekerja\u002Fburuh,\nmeliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja\u002Fburuh dan keluarganya ketempat\ndimana pekerja\u002Fburuh diterima kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima\nbelas perseratus) dari uang pesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja bagi\nyang memenuhi syarat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hal-hal lain ditetapkan dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan\natau perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Uang Pisah diberikan kepada pekerja\u002Fburuh yang tidak mewakili kepentingan\nperusahaan dan diputus hubungan kerjanya yang dikualifikasikan mengundurkan\ndiri, mengundurkan diri atas kemauan sendiri dan pelanggaran berat, besarnya\nseperti diatur dalam pasal 64 ayat (3) Perjanjian Kerja Bersama ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan Hubungan Kerja karena ketentuan yang berkaitan dengan\npelanggaran berat tanpa diberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja\ntetapi berhak atas uang pisah dan uang ganti kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 Bipartit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk mempermudah komunikasi antara serikat pekerja\u002Fserikat buruh dengan\npengusaha, maka secara sadar dan bertanggung jawab, pihak pengusaha dan serikat\npekerja\u002Fserikat buruh atau pekerja\u002Fburuh melakukan bipartit dalam upaya mencari\npenyelesaian masalah bersama;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bipartit diwujudkan dalam pertemuan rutin yang akan dilakukan setiap 1\n(satu) bulan sekali yang waktunya akan diatur tersendiri, kecuali untuk\nmasalah-masalah yang mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 Lembaga Kerjasama Bipartit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Lembaga Kerjasama Bipartit dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 Penyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan kebebasan kepada pekerja\u002Fburuh untuk menyampaikan\nkeluh kesah dalam hubungan kerja, sepanjang penyampaian keluh kesah tersebut\ntidak melanggar ketentuan dalam PKB ini, peraturan dan perundang-undangan yang\nberlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Prosedur penyampaian keluh kesah adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pada tahap awal, pekerja\u002Fburuh dapat menyampaikan keluh kesah kepada\natasan langsung untuk dimohonkan penyelesaian dengan berdasarkan pada prinsip\nmusyawarah untuk mufakat secara kekeluargaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dalam hal atasan langsung tidak dapat menyelesaikan atau pekerja\u002Fburuh\ntidak puas atas penyelesaian tersebut, pekerja\u002Fburuh dapat mengajukan\nmasalahnya pada atasannya yang lebih tinggi dapat didampingi oleh 1 (satu)\norang korlap\u002Fperwakilan anggota, anggota serikat pekerja\u002Fserikat buruh ditempat\nsi pekerja\u002Fburuh bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dalam hal atasannya yang lebih tinggi tidak dapat menyelesaikan atau\npekerja\u002Fburuh tidak puas dengan penyelesaian tersebut, pekerja\u002Fburuh dapat\nmeminta bantuan kepada serikat pekerja\u002Fserikat buruh untuk dapat mewakilinya\ndan\u002Fataupun mendampinginya dalam menyelesaikan keluh kesahnya lebih lanjut ke\nHRD;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Apabila masih juga tidak dapat diselesaikan secara intern maka kedua belah\npihak sepakat untuk menyelesaikannya melalui ketentuan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 Masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan sah setelah ditandatangani oleh\nkedua belah pihak;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cp>2.Masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama paling lama 2 (dua) tahun;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat\ndiperpanjang masa berlakunya paling lama 1 (satu) tahun berdasarkan kesepakatan\ntertulis antara pengusaha dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perundingan pembuatan perjanjian kerja bersama berikutnya dapat dimulai\npaling cepat 4 (empat) bulan sebelum berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama yang\nsedang berlaku, Apabila adanya penyimpangan yang sudah ditentukan pada ayat (3)\ndiatas maka harus disepakati dengan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh dan\npengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal ini perundingan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) tidak\nmencapai kesepakatan maka perjanjian kerja bersama yang sedang berlaku, tetap\nberlaku untuk paling lama 1 (satu) tahun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat rangkap 3 (tiga) dimana masing-masing\nmempunyai kekuatan hukum yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 Aturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hal-hal yang belum diatur secara jelas dan tertulis didalam PKB ini, akan\ndirundingkan dan disepakati antara perusahaan dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh\ndengan merujuk kepada peraturan yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini dinyatakan berlaku dan sah kecuali adanya\nketentuan didalamnya yang dinyatakan tidak sah oleh pengadilan atau\nbertentangan dengan peraturan pemerintah dan undang-undang yang baru dikemudian\nhari;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini berlaku untuk pekerja\u002Fburuh dan pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masing-masing pihak dapat menegur apabila melanggar isi PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditetapkan di Tangerang,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Pada tanggal 01 Agustus 2019\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>PIHAK PENGUSAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. PANARUB INDUSTRY\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>BudiartoEsfari Maskawiyah FX. Suhartanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DirekturHR &amp; Sustainability Deputy DirectorHR &amp; Sustainability\nSenior Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. PANARUB INDUSTRY\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIMPINAN SERIKAT PEKERJA SERIKAT PEKERJA NASIONAL\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(PSP SPN)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ARIS PURWANTO, SKomLINA YUSEFA, SE\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUASEKRETARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIMPINAN UNIT KERJA SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(PUK SPSI)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HENDI PURNOMO, STDEDI SURYANA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUASEKRETARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIMPINAN TINGKAT PERUSAHAAN SERIKAT BURUH GARMEN TEKSTIL &amp; SEPATU -\nGABUNGAN SERIKAT BURUH INDEPENDEN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(PTP. SBGTS-GSBI)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>AMIN MUSTOLIH, SHJATI WIYOSO ARGO, SH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA UMUMSEKRETARIS UMUM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_end":48,"trainingprogrammes":52,"pensionfund":56,"disabilityfund":60,"contracttrial":64,"contracttrialperiod":68,"contractseverancepay":70,"severance_number":74,"severance_number_1_tenure":78,"sicknesspay":82,"maxsicknesspayperc":86,"maxsicknesspay":88,"menstruationleave":90,"disabilitypay":94,"healthcareaccess":98,"healthinsurancerelatives":102,"healthinsurance":106,"healthandsafetypolicy":108,"protectiveclothing":112,"code_application":116,"healthandsafetytraining":119,"funeralpay":123,"funeralpaytype":127,"funeralpayamount":129,"paidmaternityleave":133,"paidmaternityleaveduration":137,"paidmaternityleavepay":139,"paidmaternityleavepayperc":141,"breastfeeding_dangerouswork":143,"pregnancy":147,"riskassessment":149,"alternatives":151,"paidpaternityleave":153,"paidpaternityleaveduration":157,"paidpaternityleavepay":159,"paidpaternityleavepayperc":163,"deathrelatives":165,"deathrelativesleave":169,"childcare":172,"childcareleave":176,"marriage":178,"marriageleave":182,"nursingmothers":184,"maternityotherclause":188,"breastfeeding_workingtime":192,"discrimination":194,"sexualhar":198,"violence":202,"hourspday_select":206,"hourspday":210,"hourspweek_select":212,"hourspweek":214,"dayspweek_select":217,"dayspweek":219,"MAXHOURS_trigger":221,"hoursovertimemax":225,"PAIDLEAV_trigger":227,"holidaysdays":231,"bankholidays1":235,"holidaysfixed":239,"schedulesrestpw":243,"TRADEUNLEAV_trigger":247,"coverunion_trigger":251,"STRUCINCR_trigger":255,"wageincreasedate":259,"wageincreasedate_date":261,"ONCERISE_trigger":263,"oncerise_detail":267,"incidentalbonustype2":270,"incidentalbonusdays1":274,"incidentalbonusdate":277,"incidentalbonusdate_date":279,"NOCTPREM_trigger":281,"shiftallowancetype":285,"shiftallowanceamount1":287,"OVERTIME_trigger":289,"overtimeallowancetype_general":293,"overtimeallowanceperc1_general":297,"overtimeallowancetype":300,"overtimeallowanceperc1":303,"MEALALL_trigger":305},{"bindId":46,"name":47,"text":47},"cbadate_start","Pada tanggal 01 Agustus 2019",{"bindId":49,"name":50,"text":51},"cbadate_end","2.Masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersa","2.Masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama paling lama 2 (dua) tahun;",{"bindId":53,"name":54,"text":55},"trainingprogrammes","Untuk Peningkatan kualitas Sumber Daya M","Untuk Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, maka Perusahaan mengadakan\nprogram-program pelatihan dan pengembangan yang mana dalam pelaksanaannya\ndiselenggarakan sendiri atau dengan melalui lembaga pendidikan lain baik di\ndalam maupun di luar negeri.",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"pensionfund","Untuk Premi Jaminan Pensiun ditanggung b","Untuk Premi Jaminan Pensiun ditanggung bersama oleh Perusahaan dan\npekerja\u002Fburuh yakni dengan perincian masing-masing:\n\n1. 2 % upah ditanggung oleh Perusahaan;\n\n2. 1 % Upah sebulan ditanggung oleh pekerja, yang dipotong setiap bulan dari\ngaji masing-masing Pekerja\u002FBuruh.",{"bindId":61,"name":62,"text":63},"disabilityfund","Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kem","Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian ditanggung sepenuhnya oleh\nPerusahaan;",{"bindId":65,"name":66,"text":67},"contracttrial","3.Masa percobaan hanya berlaku untuk pek","3.Masa percobaan hanya berlaku untuk pekerja\u002Fburuh tetap dengan jangka waktu\npaling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak mulai bekerja di perusahaan dan\ntidak dapat diperpanjang. Untuk pekerja\u002Fburuh yang tidak lulus masa percobaan 3\n(tiga) bulan, dapat mengikuti proses penerimaan pekerja\u002Fburuh minimal dalam\njangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal berakhirnya masa percobaan\npekerja\u002Fburuh yang bersangkutan;",{"bindId":69,"name":66,"text":67},"contracttrialperiod",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"contractseverancepay","Perhitungan uang pesangon adalah sebagai","Perhitungan uang pesangon adalah sebagai berikut:\n\na.Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun: 1 (satu) bulan upah;\n\nb.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun: 2\n(dua) bulan upah;\n\nc.Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun: 3\n(tiga) bulan upah;\n\nd.Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun: 4\n(empat) bulan upah;\n\ne.Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun: 5\n(lima) bulan upah;\n\nf.Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun: 6\n(enam) bulan upah;\n\ng.Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun: 7\n(tujuh) bulan upah;\n\nh.Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun: 8 (delapan) bulan upah;\n\ni.Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih: 9 (sembilan) bulan upah.",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"severance_number","f.Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih t","f.Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun: 6\n(enam) bulan upah;",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"severance_number_1_tenure","b.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih t","b.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun: 2\n(dua) bulan upah;",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"sicknesspay","Upah yang dibayarkan kepada pekerja\u002Fburu","Upah yang dibayarkan kepada pekerja\u002Fburuh yang sakit adalah sebagai\nberikut:\n\nUntuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus perseratus) dari upah\ntetap;\n\nUntuk 5 (lima) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari\nupah tetap;\n\nUntuk 3 (tiga) bulan ketiga, dibayar 50% (lima puluh perseratus) dari upah\ntetap;\n\nUntuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluh lima perseratus) dari upah\ntetap sebelum pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh pengusaha.",{"bindId":87,"name":84,"text":85},"maxsicknesspayperc",{"bindId":89,"name":84,"text":85},"maxsicknesspay",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"menstruationleave","1.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang dalam mas","1.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\nmemberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan hari\nkedua pada waktu haid;",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"disabilitypay","Pekerja\u002Fburuh yang tidak mampu melakukan","Pekerja\u002Fburuh yang tidak mampu melakukan pekerjaan karena sakit sebagai\nakibat dari kecelakaan dalam hubungan kerja maka berlaku ketentuan UU Nomor 03\nTahun 1992",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"healthcareaccess","1.Perusahaan menyediakan poliklinik di k","1.Perusahaan menyediakan poliklinik di komplek perusahaan dan dilayani oleh\ntenaga medis yang ditunjuk;",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"healthinsurancerelatives","1.Perusahaan berkewajiban mengikutsertak","1.Perusahaan berkewajiban mengikutsertakan semua pekerja\u002Fburuh dalam program\nUndang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\n(BPJS), dalam hal ini program:\n\na.BPJS Kesehatan menyelenggarakan Program jaminan Kesehatan",{"bindId":107,"name":104,"text":105},"healthinsurance",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"healthandsafetypolicy","1.Setiap pekerja\u002Fburuh wajib menjaga kes","1.Setiap pekerja\u002Fburuh wajib menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan\ndisiplin dan aturan Perundang-undangan K3 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1\nTahun 1970;\n\n2.Setiap pekerja\u002Fburuh wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah\ndisediakan oleh Perusahaan, serta mengikuti dan mematuhi ketentuan-ketentuan\nmengenai keselamatan dan kesehatan kerja;\n\n3.Apabila pekerja\u002Fburuh menemukan hal-hal yang dapat membahayakan\nkeselamatan kerja di dalam Perusahaan, secepatnya harus melaporkan kepada\natasannya;\n\n4.Perusahaan wajib menyediakan alat-alat pengaman yang harus dipakai sewaktu\nmelaksanakan tugas pekerjaan dan sekaligus wajib melakukan pemeriksaan secara\nberkala terhadap alat pengaman tersebut;\n\n5.Perusahaan dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh membentuk panitia pembina\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). Panitia Pembina Keselamatan dan\nKesehatan Kerja (P2K3) yang telah dikukuhkan oleh Departemen Tenaga Kerja,\nwajib memberikan penyuluhan, pendidikan dan bertanggung jawab atas ditaati dan\ndilaksanakannya ketentuan K3 serta kelayakan alat-alat K3;\n\n6.Bagi pekerja\u002Fburuh yang bekerja dibagian yang sifat pekerjaannya\nmengandung bahan kimia, maka perusahaan memberikan susu.",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"protectiveclothing","4.Perusahaan wajib menyediakan alat-alat","4.Perusahaan wajib menyediakan alat-alat pengaman yang harus dipakai sewaktu\nmelaksanakan tugas pekerjaan dan sekaligus wajib melakukan pemeriksaan secara\nberkala terhadap alat pengaman tersebut;",{"bindId":117,"name":110,"text":118},"code_application","1.Setiap pekerja\u002Fburuh wajib menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan\ndisiplin dan aturan Perundang-undangan K3 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1\nTahun 1970;",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"healthandsafetytraining","5.Perusahaan dan serikat pekerja\u002Fserikat","5.Perusahaan dan serikat pekerja\u002Fserikat buruh membentuk panitia pembina\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). Panitia Pembina Keselamatan dan\nKesehatan Kerja (P2K3) yang telah dikukuhkan oleh Departemen Tenaga Kerja,\nwajib memberikan penyuluhan, pendidikan dan bertanggung jawab atas ditaati dan\ndilaksanakannya ketentuan K3 serta kelayakan alat-alat K3;",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"funeralpay","Dalam hal pekerja\u002Fburuh meninggal dunia,","Dalam hal pekerja\u002Fburuh meninggal dunia, pengusaha wajib memberikan\ntunjangan kematian kepada keluarga pekerja\u002Fburuh atau ahli waris yang meninggal\ndunia sebesar Rp3.000.000,- (tiga juta rupiah);\n\nDalam hal keluarga pekerja\u002Fburuh meninggal dunia, perusahaan wajib\nmemberikan tunjangan duka sebesar Rp1.000.000,- (satu juta rupiah). Dan\npekerja\u002Fburuh yang bersangkutan wajib menunjukkan surat keterangan kematian\ndari RT setempat;",{"bindId":128,"name":125,"text":126},"funeralpaytype",{"bindId":130,"name":131,"text":132},"funeralpayamount","Dalam hal keluarga pekerja\u002Fburuh meningg","Dalam hal keluarga pekerja\u002Fburuh meninggal dunia, perusahaan wajib\nmemberikan tunjangan duka sebesar Rp1.000.000,- (satu juta rupiah). Dan\npekerja\u002Fburuh yang bersangkutan wajib menunjukkan surat keterangan kematian\ndari RT setempat;",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"paidmaternityleave","1.Pekerja\u002Fburuh perempuan berhak mempero","1.Pekerja\u002Fburuh perempuan berhak memperoleh cuti melahirkan selama 1.5 (satu\nsetengah) bulan sebelum melahirkan dan 1.5 (satu setengah) bulan sesudah\nmelahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan dengan mendapat\nupah;",{"bindId":138,"name":135,"text":136},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":140,"name":135,"text":136},"paidmaternityleavepay",{"bindId":142,"name":135,"text":136},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"breastfeeding_dangerouswork","1.Perusahaan dilarang mempekerjakan peke","1.Perusahaan dilarang mempekerjakan pekerja\u002Fburuh perempuan hamil yang\nbekerja shift:\n\n2.Perusahaan dilarang mempekerjakan pekerja\u002Fburuh perempuan hamil yang sifat\npekerjaannya berhubungan dengan bahan kimia,mengoperasikan mesin berbahaya dan\nposisi kerja dengan berdiri;\n\n3.Perusahaan dilarang mempekerjakan pekerja\u002Fburuh perempuan hamil yang sifat\npekerjaannya berat\u002Fberesiko yang dapat membahayakan dirinya dan\nkandungannya.",{"bindId":148,"name":145,"text":146},"pregnancy",{"bindId":150,"name":145,"text":146},"riskassessment",{"bindId":152,"name":145,"text":146},"alternatives",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"paidpaternityleave","6.Istri sah melahirkan atau keguguran ka","6.Istri sah melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n(dua) hari",{"bindId":158,"name":155,"text":156},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":160,"name":161,"text":162},"paidpaternityleavepay","Perusahaan dapat memberikan izin dengan ","Perusahaan dapat memberikan izin dengan upah penuh apabila:\n\n1.Menikah, dibayar untuk selama 4 (empat) hari dan 2 (dua) hari izin\nkhusus;\n\n2.Mengkhitankan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari;\n\n3.Membaptiskan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari;\n\n4.Menikahkan anak dan saudara kandung, dibayar untuk selama 2 (dua) hari;\n\n5.Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau menantu meninggal dunia\ndibayar untuk selama 2 (dua) hari;\n\n6.Istri sah melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n(dua) hari\n\n7.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, dibayar untuk selama 2\n(dua) hari.\n\n8.Suami\u002Fistri\u002Fanak masuk rumah sakit (opname) dibayar untuk selama 1 (satu)\nhari yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter yang sah;\n\n9.Pekerja\u002Fburuh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan, dengan\ndibuktikan Surat Keterangan Istirahat Sakit dari Dokter yang sah;\n\n10.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa\nhaidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan;\n\n11.Pekerja\u002Fburuh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena sedang\nmenjalankan kewajiban terhadap Negara;\n\n12.Pekerja\u002Fburuh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena sedang\nmenjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya;\n\n13.Pekerja\u002Fburuh bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi\npengusaha tidak mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri maupun halangan\nyang seharusnya dapat dihindari pengusaha;\n\n14.Pekerja\u002Fburuh melaksanakan hak istirahat;\n\n15.Pekerja\u002Fburuh melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan;\n\n16.Pekerja\u002Fburuh melaksanakan tugas dari serikat pekerja\u002Fserikat buruh;\n\n17.Pekerja\u002Fburuh mendapat musibah kebakaran, bencana alam dan kebanjiran\ndibayar selama 1 (satu) hari.",{"bindId":164,"name":161,"text":162},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"deathrelatives","5.Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau ana","5.Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau menantu meninggal dunia\ndibayar untuk selama 2 (dua) hari;\n\n6.Istri sah melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n(dua) hari",{"bindId":170,"name":167,"text":171},"deathrelativesleave","5.Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua atau anak atau menantu meninggal dunia\ndibayar untuk selama 2 (dua) hari;",{"bindId":173,"name":174,"text":175},"childcare","8.Suami\u002Fistri\u002Fanak masuk rumah sakit (op","8.Suami\u002Fistri\u002Fanak masuk rumah sakit (opname) dibayar untuk selama 1 (satu)\nhari yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter yang sah;",{"bindId":177,"name":174,"text":175},"childcareleave",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"marriage","1.Menikah, dibayar untuk selama 4 (empat","1.Menikah, dibayar untuk selama 4 (empat) hari dan 2 (dua) hari izin\nkhusus;",{"bindId":183,"name":180,"text":181},"marriageleave",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"nursingmothers","3.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang anaknya m","3.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang anaknya masih menyusu harus di berikan\nkesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus di lakukan\nselama waktu kerja;",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"maternityotherclause","4.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalami","4.Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalami gugur kandungan berhak memperoleh\nistirahat sebanyak 1.5 bulan atau sesuai dengan Surat Keterangan dokter atau\nbidan;",{"bindId":193,"name":186,"text":187},"breastfeeding_workingtime",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"discrimination","Pekerja\u002Fburuh yang dipilih dan ditunjuk ","Pekerja\u002Fburuh yang dipilih dan ditunjuk menjadi fungsionaris Serikat\npekerja\u002FSerikat Buruh tidak akan mendapat tekanan dari pengusaha, baik langsung\nmaupun tidak langsung atau mendapat perlakuan diskriminatif serta tindakan\npembalasan oleh karena fungsinya;",{"bindId":199,"name":200,"text":201},"sexualhar","13.Dilarang melakukan tindakan asusila, ","13.Dilarang melakukan tindakan asusila, pelecehan seksual dan perbuatan\ntidak sopan lainnya didalam lingkungan perusahaan;",{"bindId":203,"name":204,"text":205},"violence","16.Dilarang menganiaya atau melukai, men","16.Dilarang menganiaya atau melukai, menghina secara kasar atau mengacam\nbaik itu dengan menggunakan kekerasan secara fisik maupun perkataan yang tidak\nsopan yang merendahkan martabat manusia terhadap pengusaha dan sesama\npekerja;",{"bindId":207,"name":208,"text":209},"hourspday_select","a.7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (em","a.7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk\n6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau\n\nb.8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu\nuntuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.",{"bindId":211,"name":208,"text":209},"hourspday",{"bindId":213,"name":208,"text":209},"hourspweek_select",{"bindId":215,"name":208,"text":216},"hourspweek","a.7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk\n6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau",{"bindId":218,"name":208,"text":209},"dayspweek_select",{"bindId":220,"name":208,"text":209},"dayspweek",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"MAXHOURS_trigger","Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan","Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam satu\n    hari dan\u002Fatau 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu pada hari\n  kerja;",{"bindId":226,"name":223,"text":224},"hoursovertimemax",{"bindId":228,"name":229,"text":230},"PAIDLEAV_trigger","1.Pekerja\u002Fburuh berhak atas cuti tahunan","1.Pekerja\u002Fburuh berhak atas cuti tahunan yaitu sekurang-kurangnya 12 (dua\nbelas) hari kerja setelah pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan bekerja selama 12\n(dua belas) bulan secara terus-menerus;",{"bindId":232,"name":233,"text":234},"holidaysdays","2.Lamanya waktu cuti tahunan adalah 12 (","2.Lamanya waktu cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hari sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku;\n\n3.Penetapan waktu dimulainya cuti tahunan dengan memperhatikan kepentingan\npekerja\u002Fburuh;",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"bankholidays1","Pada hari-hari libur resmi atau hari ray","Pada hari-hari libur resmi atau hari raya yang ditetapkan oleh pemerintah,\npekerja\u002Fburuh dibebaskan dari bekerja dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":240,"name":241,"text":242},"holidaysfixed","4.Perusahaan dapat memberikan cuti massa","4.Perusahaan dapat memberikan cuti massal yang diambil dari cuti tahunan\nyang pelaksanaannya dibagi dalam beberapa periode dimana waktu pelaksanaannya\nterlebih dahulu dimusyawarahkan dan di sepakati dengan serikat pekerja\u002Fserikat\nburuh;",{"bindId":244,"name":245,"text":246},"schedulesrestpw","1.Pada hari-hari libur resmi atau libur ","1.Pada hari-hari libur resmi atau libur yang ditetapkan oleh pemerintah\nuntuk tidak bekerja baik pada hari kerja, hari minggu atau istirahat mingguan,\npekerja\u002Fburuh mendapatkan upah tetap;",{"bindId":248,"name":249,"text":250},"TRADEUNLEAV_trigger","1.Perusahaan memberikan dispensasi kepad","1.Perusahaan memberikan dispensasi kepada fungsionaris Serikat\nPekerja\u002FSerikat Buruh dalam menjalankan tugas dan kewajibannya di dalam jam\nkerja, baik di dalam maupun di luar lingkungan Perusahaan, berdasarkan\nkesepakatan dengan HR;\n\n2.Pengajuan permohonan dispensasi tertulis yang ditujukan pada HR Legal\n& Industrial Relation dilakukan minimal 3 (tiga) hari kerja dan HR Legal\nmemberikan jawaban tertulis sekurang-kurangnya 1 (satu) hari sebelum\npelaksanaan kegiatan dengan mencantumkan identitasnya (nama, NIK dan\ndept\u002Fplant) dari peserta yang mengikuti kegiatan tersebut;\n\n3.Pengurus Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh yang akan menjalankan tugas dan\nkewajibannya di luar area perusahaan terlebih dahulu memberitahukan secara\ntertulis kepada pengusaha melalui HRD sesuai prosedur ijin keluar yang\nberlaku.",{"bindId":252,"name":253,"text":254},"coverunion_trigger","Perjanjian kerja bersama ini hanya mengi","Perjanjian kerja bersama ini hanya mengikat antara pengusaha dan seluruh\n    pekerja\u002Fburuh PT Panarub Industry.",{"bindId":256,"name":257,"text":258},"STRUCINCR_trigger","1.Kenaikan upah dilaksanakan setiap pada","1.Kenaikan upah dilaksanakan setiap pada tanggal 1 Januari dengan\ncatatan:",{"bindId":260,"name":257,"text":258},"wageincreasedate",{"bindId":262,"name":257,"text":258},"wageincreasedate_date",{"bindId":264,"name":265,"text":266},"ONCERISE_trigger","1. Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan o","1. Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan oleh perusahaan sesuai dengan\nPermenaker No. 06 Tahun 2016 diberikan dalam bentuk uang selambat-lambatnya 10\n(sepuluh) hari sebelum Hari Raya dengan ketentuan:\n\na. Hari Raya adalah diberikan sebesar 1 (satu)\nbulan gaji untuk pekerja\u002Fburuh golongan B yang telah melewati masa kerja 1\n(satu) tahun;\n\nb. Perhitungan THR untuk pekerja\u002Fburuh golongan A\ndiberikan sesuai kesepakatan dengan serikat pekerja\u002Fserikat buruh;\n\nc. Masa kerja 1 bulan s\u002Fd 1 tahun kurang 1 (satu)\nhari dari hari pertama hari raya diberikan secara proporsional, yaitu:\n\n\n\n\n  \n    \n      (\n      Masa\n      Kerja\n      )\n    \n    12\n  \n×1 bulan upah\n\n\n\n2. Besarnya Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan ditetapkan tidak kurang\ndari ketentuan pelaksanaan pemberian THR tahun sebelumnya.",{"bindId":268,"name":265,"text":269},"oncerise_detail","1. Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan oleh perusahaan sesuai dengan\nPermenaker No. 06 Tahun 2016 diberikan dalam bentuk uang selambat-lambatnya 10\n(sepuluh) hari sebelum Hari Raya dengan ketentuan:",{"bindId":271,"name":272,"text":273},"incidentalbonustype2","a. Hari Raya adalah diberikan sebesar 1 ","a. Hari Raya adalah diberikan sebesar 1 (satu)\nbulan gaji untuk pekerja\u002Fburuh golongan B yang telah melewati masa kerja 1\n(satu) tahun;\n\nb. Perhitungan THR untuk pekerja\u002Fburuh golongan A\ndiberikan sesuai kesepakatan dengan serikat pekerja\u002Fserikat buruh;",{"bindId":275,"name":272,"text":276},"incidentalbonusdays1","a. Hari Raya adalah diberikan sebesar 1 (satu)\nbulan gaji untuk pekerja\u002Fburuh golongan B yang telah melewati masa kerja 1\n(satu) tahun;",{"bindId":278,"name":265,"text":269},"incidentalbonusdate",{"bindId":280,"name":265,"text":269},"incidentalbonusdate_date",{"bindId":282,"name":283,"text":284},"NOCTPREM_trigger","Untuk pekerja\u002Fburuh shift II dan shift I","Untuk pekerja\u002Fburuh shift II dan shift III diberikan tunjangan shift sebesar\nRp3.500,- (tiga ribu lima ratus rupiah) per hari dan diberikan\nextra-fooding.",{"bindId":286,"name":283,"text":284},"shiftallowancetype",{"bindId":288,"name":283,"text":284},"shiftallowanceamount1",{"bindId":290,"name":291,"text":292},"OVERTIME_trigger","Pengusaha wajib membayar upah lembur pek","Pengusaha wajib membayar upah lembur pekerja\u002Fburuh yang ditugaskan kerja\n    lembur sebagai berikut:\n    1. Kerja lembur pada hari kerja:\n    a. Jam I: 1\u002F173 x upah sebulan x 1.5\n    b. Jam II: 1\u002F173 x upah sebulan x 2\n    2. Kerja lembur pada hari raya Idul Fitri: 300% sehari.",{"bindId":294,"name":295,"text":296},"overtimeallowancetype_general","1. Kerja lembur pada hari kerja: a. Jam ","1. Kerja lembur pada hari kerja:\n    a. Jam I: 1\u002F173 x upah sebulan x 1.5\n    b. Jam II: 1\u002F173 x upah sebulan x 2",{"bindId":298,"name":299,"text":299},"overtimeallowanceperc1_general","a. Jam I: 1\u002F173 x upah sebulan x 1.5",{"bindId":301,"name":302,"text":302},"overtimeallowancetype","b. Jam II: 1\u002F173 x upah sebulan x 2",{"bindId":304,"name":302,"text":302},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":306,"name":307,"text":308},"MEALALL_trigger","Perusahaan memberikan subsidi uang makan","Perusahaan memberikan subsidi uang makan kepada seluruh pekerja\u002Fburuh\nsebesar Rp5.500 (lima ribu lima ratus rupiah).","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Panarub Industry - Tangerang - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-08-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-08-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Sepatu, Produk Kulit dan Karet\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Panarub Industry - Tangerang\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        SPN - Serikat Pekerja Nasional, Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI, GSBI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;1000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;1 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;70000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;5500.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[314],{"title":38,"slug":34},[316],{"type":317,"data":318},"call_to_action_body_block",{"title":319,"description":320,"variant":321,"link":322},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":319,"url":323,"description":319,"rel":324,"type":325},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[327],{"type":317,"data":328},{"title":319,"description":320,"variant":321,"link":329},{"title":319,"url":323,"description":319,"rel":324,"type":325},[]]