[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panarub-dwikarya-mandiri-spdm-dengan-serikat-pekerja-dwikarya-mandiri-2019-2020":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":338,"content_type_view":339,"extra_breadcrumbs":340,"body":342,"body_blocks":353,"related_pages":357},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":336,"translations":337},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panarub-dwikarya-mandiri-spdm-dengan-serikat-pekerja-dwikarya-mandiri-2019-2020","d5d2f182-dc83-11ea-a1ef-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panarub-dwikarya-mandiri-spdm-dengan-serikat-pekerja-dwikarya-mandiri-2019-2020\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-panarub-dwikarya-mandiri-spdm-dengan-serikat-pekerja-dwikarya-mandiri-2019-2020\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Panarub Dwikarya Mandiri (SPDM) Dengan Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri 2019\u002F2020","ba_ID","IDN PT. Panarub Dwikarya - 2019","Indonesia - IDN PT. Panarub Dwikarya - 2019","IDN PT. Panarub Dwikarya - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"SPN Panarub.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT Panarub Dwi Karya\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">PERJANJIAN KERJA\nBERSAMA ANTARA PT. PANARUB DWIKARYA MANDIRI (SPDM) DENGAN SERIKAT PEKERJA\nDWIKARYA MANDIRI PERIODE 2019-2020\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat secara bersama-sama antara :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT. Panarub Dwikarya berkedudukan di Kabupaten Tangerang, didirikan\ndengan akte notaris tanggal 17 Desember 2005 (tujuh belas desember tahun dua\nribu lima) nomor 24, yang dibuat dihadapan Laurensia Siti Nyoman, Sarjana\nHukum, Notaris di Jakarta, telah memperoleh pengesahan dari Mentri Hukum dan\nHak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 02 Juni 2006 (dua bulan juni tahun\ndua ribu enam) no C-16083.HT.01.01TH.2006, terakhir dirubah dengan akta tanggal\n16 Oktober 2017 (enam belas oktober dua ribu tujuh belas) nomor 73 yang dibuat\ndihadapan Herry Sosiawan, Sarjana Hukum, Magister Hukum, Notaris Kabupaten di\nTangerang, dengan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar yang terakhir dirubah\ndengan akte notaris Perubahan no 56 tanggal 25 juni 2018 (dua puluh lima juni\ndua ribu delapan belas), dengan nomor AHU.01.03-0217444, yang dalam hal ini\ndiwakili oleh :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Idrial\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fitri Dani\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yani\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hendy Rian Kusuma\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fauzi Kamil\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Daniel Nainggolan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Selanjutnya disebut sebagai \u003Cstrong>Pihak Pengusaha\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri (SPDM) PT. Panarub Dwikarya yang telah\nterdaftar pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang dengan nomor pendaftaran\n121\u002FDISNAKERTRANS\u002FIX\u002F2012, yang dalam hal ini diwakili oleh :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Eko Darwanto\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Harni\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jumadi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yangga Pranarianto\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sunardi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Binsar Frenky\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Abdul Rosid\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sulaeman\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Suherman\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 1 : Istilah\n– Istilah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan adalah PT. Panarub Dwikarya berkedudukan di Kabupaten\n    Tangerang, didirikan dengan akte notaris tanggal 17 Desember 2005(tujuh\n    belas bulan desember tahun dua ribu lima) nomor 24 yang dibuat dihadapan\n    Laurensia Siti Nyoman, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, telah memperoleh\n    pengesahan dari Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia\n    tanggal 02 Juni 2006 (dua bulan juni tahun dua ribu enam) no\n    C-16083.HT.01.01TH.2006, terakhir dirubah dengan akta Pernyataan Keputusan\n    Rapat tanggal 04 juli 2017 (empat bulan juli tahun dua ribu tujuh belas)\n    nomor 04, yang dibuat dihadapan Rustianah, Sarjana Hukum, Magister\n    Kenotariatan, Notaris Kabupaten di Tangerang, dengan pemberitahuan\n    perubahan Anggaran Dasar tanggal 07 Juli 2017 (tujuh bulan Juli tahun dua\n    ribu tujuh belas) nomor AHU-AH.01.03.0150857.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>2.Pengusaha adalah : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan\n    hukum yang menjalankan suatu Perusahaan milik sendiri;\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan\n    hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan Perusahaan bukan miliknya;\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan\n    hukum yang berada di Indonesia mewakili Perusahaan sebagaimana dimaksud\n    dalam huruf a dan b yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pimpinan adalah meraka yang dalam struktur organisasi Perusahaan menjabat\n    jabatan tertentu yang mempunyai kewajiban, tanggung jawab dan wewenang\n    untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan Perusahaan dalam usaha mencapai\n    tujuan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah dan atau\n    imbalan dalam bentuk lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>5Serikat pekerja\u002Fserikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari,\n    oleh, dan untuk pekerja baik di Perusahaan maupun di luar Perusahaan, yang\n    bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna\n    memperjuangkan, membela, serta melindungi HAK, dan kepentingan pekerja\n    serta meningkatkan kesejahtraan pekerja dan keluarganya, serta tercatat\n    pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengurus serikat pekerja\u002Fserikat buruh adalah anggota serikat\n    pekerja\u002Fserikat buruh yang di pilih oleh anggota untuk memimpin serikat\n    pekerja \u002F serikat buruhsesuai dengan Anggaran Dasar\u002FAnggran Rumah Tangga\n    (AD\u002FART) organisasi serikat pekerja\u002Fserilkat butuh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah perjanjian yang merupakan hasil\n    perundingan yang dibuat oleh serikat pekerja Dwikarya yang telah tercatat\n    pada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dengan\n    pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluarga Pekerja Adalah : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Orang tua kandung\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mertua dari suami\u002Fistri di daftarkan pada\n    perusahaan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Suami\u002Fistri yang sah yang didaftarkan pada\n    perusahaan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Anak yang sah (termasuk yang disahkan oleh\n    pengadilan atau anak bawaan yang sah dari hasil perwakakilan yang sah\n    sebelumnya).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Saudara kandung\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Anggota keluarga serumah yang tercantum\n    dalam kartu keluarga.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anak yang sah adalah anak pekerja yang sah dari perkawinan yang sah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ahli waris adalah istri atau suami, keturunan sedarah dari pekerja\n    menurut garis lurus kebawah dan garis lurus ke atas dihitung sampai derajat\n    kedua termasuk anak yang disahkan, apabila garis lurus keatas dan kebawah\n    tidak ada maka diambil garis samping dan mertua.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah adalah hak pekerja\u002Fburuh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk\n    uang sebagai imbalan dari pengusaha pemberi kerja kepada pekerja\u002Fburuh yang\n    ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau\n    perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja\u002Fburuh dan keluarganya\n    atas suatu pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan adalah suatu penerimaan atau pemberian dari pengusaha kepada\n    pekerja untuk suatu pekerjaan, jabatan atau jasa dan merupakan pendapatan\n    yang tetap dan atau tidak tetap dalam bentuk uang atau barang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tetap atau pekerja Waktu Tidak Tertentu adalah pekerjaan yang\n    telah melalui masa percobaan selama 3 (tiga) bulan, dimana masa percobaan\n    tersebut dihitung sebagai masa kerja sampai dengan waktu tidak\n  tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja kontrak adalah Pekerja yang diikat dengan Perjanjian Kerja Waktu\n    Tertentu yang menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain untuk waktu\n    tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (PKWT) adalah perjanjian kerja\n    antara pekerja\u002Fburuh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam\n    waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Rotasi Karyawan adalah pemindahan Karyawan dari satu bagian ke bagian\n    yang lain, didalam satu Departement.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi internal Karyawan, yaitu pemindahan Karyawan dari satu Departement\n    ke Departement yang lain, atau satu Divisi ke Divisi yang lain, dalam satu\n    unit usaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi external Karyawan, yaitu pemindahan Karyawan antar unit usaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Promosi adalah pemindahan Karyawan dari satu jabatan atau posisi, ke\n    jabatan atau posisi yang lebih tinggi dengan wewenang dan tanggung jawab\n    yang lebih besar.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demosi adalah pemindahan Karyawan dari satu jabatan atau posisi yang\n    lebih rendah dengan adanya pengurangan wewenang dan tanggung jawab.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Waktu kerja adalah waktu yang ditetapkan untuk bekerja sesuai dengan\n    fungsi kerjanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Waktu istirahat adalah waktu pada saat pekerja dibebaskan dari kewajiban\n    melakukan pekerjaan baik di dalam atau diluar pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari libur adalah hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah\n    Republik Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja lembur adalah pekerjaan yang dilakukan diluar jam kerja yang telah\n    ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja shif adalah waktu kerja yang bergiliran secara teratur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Cuti adalah hak atas waktu dimana pekerja dibebaskan dari pekerjaan\n    dengan mendapatkan upah tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanggungan keluarga adalah : 1 (satu) suami\u002Fistri dan 3 (tiga) anak\n    sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja\n    berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur pekerja, upah dan\n    perintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bipartit adalah pertemuan atau musyawarah antara pengusaha dan serikat\n    pekerja\u002Fserikat buruh untuk melakukan upaya penyelesaian perselisihan\n    hubungan industrial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lembaga kerjasama bipartit adalah forum komunikasi dan konsultasi\n    mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial di satu\n    perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat pekerja yang\n    sudah tercatat di instansi yang sudah tercatat di instansi yang bertanggung\n    jawab di bidang ketenagakerjaan atau unsur pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi akibat hubungan kerja,\n    termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja dan dalam perjalanan\n    berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan pulang kembali kerumah melalui\n    jalan yang biasa atau wajar dilalui.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat peringatan adalah surat resmi untuk pekerja yang dikeluarkan oleh\n    atasan langsung dan atau dari departemen HR yang bersifat mendidik untuk\n    melakukan pembinaan terhadap pelanggaran tata tertib dan disiplin\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir\u002Falpa adalah tidak masuk kerja tanpa memberikan surat keterangn\n    dengan bukti yang sah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan penyedia jasa\u002FOutsourcing adalah perusahaan berbadan hukum\n    yang dalam kegiatan usahanya menyediakan jasa pekerja\u002Fburuh untuk\n    dipekerjakan di perusahaan pemberi kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja Outsourcing adalah setiap orang yang bekerja pada Perusahaan\n    penerima pekerjaan\u002Fborongan dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk\n    lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja golongan A adalah pekerja tetap yang pembayaran upahnya dihitung\n    secara bulanan dan berdasarkan kehadiran yang upahnya dibayarkan setiap\n    bulan paling lambat tanggal 10 pada bulan berikutnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja Golongan B adalah pekerja tetap yang pembayaran upahnya dilakukan\n    secara bulanan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Iuran Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri adalah iuran untuk Serikat Pekerja\n    Dwikarya Mandiri yang dibayarkan oleh anggota setiap bulannya dengan cara\n    pemotongan gaji oleh Perusahaan yang jumlahnya berdasarkan AD\u002FART\n    organisasi Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 2 : Dasar\nHukum Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dibuat berdasarkan Undang-Undang\nKetenagakerjaan N0. 13 Tahun 2003 yang mengatur tentang pembuatan Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) antara pengusaha dan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 3 : Luasnya\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian ini terbatas bagi dan hanya berlaku untuk hal-hal yang\n    tercantum didalamnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Perkerja Dwikarya Mandiri tetap memiliki hak dan\n    kewajiban lain yang diatur atau dilindungi oleh peraturan\n    perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusahan dan Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri menyadari bahwa apabila\n    dalam pelaksanaan atau penerapan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) maupun\n    dalam perkembangannya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang\n    berlaku, maka kedua belah pihak sepakat untuk melakukan penyelesaian sesuai\n    dengan aturan yang berlaku, yang mana dalam pelaksanaannya melalui\n    musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini hanya mengingat antara pengusaha dan\n    seluruh pekerja PT. Panarub Dwikarya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 4 : Tujuan\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini bertujuan untuk menciptakan stabilitas\nhubungan industrial dalam menjalankan hak dan kewajiban serta syarat-syarat\nkerja antara pengusaha dan pekerja dalam rangka memperlancar proses produksi\ndan pengembangan usaha serta terciptanya hubungan industrial Pancasila yang\nselaras dan seimbang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 5 : Bahasa\nYang Digunakan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dibuat dalam bahasa Indonesia dan\nditandatangani oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 6 :\nKewajiban Menyebarluaskan Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pihak pengusaha wajib memperbanyak sertaa menyebarluaskan Perjanjian\n    Kerja Bersama (PKB) kepada seluruh pekerja PT. Panarub Dwikarya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masing-masing pihak wajib mentaati dan memperhatikan isi dari ketentuan\n    dalam PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri wajib menjelaskan kepada\n    seluruh pekerja agar mengetahui dan melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama\n    (PKB) ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 7 : Hak –\nHak Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri mengakui hak pengusaha untuk mengelola di\nsegala bidang secara menyeluruh, antara lain :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Menetapkan jumlah tenaga kerja dan penempatannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menetapkan isi pekerjaan dan waktu kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membuat peraturan prosedur standar oprasional dan keselamatan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menetapkan pendayagunaan tenaga kerja secara efesien dengan berbagai\n    metode, proses, prosedur dan jadwal yang terkait dengan mekanisme kerja\n    operasional.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengadakan pro,osi, demosi, dan mutasi\u002Frotasi sesuai prosedur yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengadakan tindakan disiplin, memberikan surat peringatan, skorsing dalam\n    rangka proses PHK terhadap pekerja yang melakukan pelanggaran sesuai\n    ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dan Peraturan Perundang\n    – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengadakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam rangka efisiensi\n    pendayagunaan tenaga kerja sesuai dengan peraturan perundangan yang\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menentukan upah Karyawan sesuai dengan kebijakan Perusahaan dan tidak\n    bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 8 :\nPengakuan Terhadap Hak Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui keberadaan organisasi Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri\n    yang mempunyai nomor pencatatan dan daftar anggota di PT. Panarub Dwikarya\n    dan bertindak untuk dan atas nama anggotanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui bahwa organisasi Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri\n    mempunyai hak dan kedaulatan sendiri untuk mengatur organisasinya sesuai\n    berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD\u002FART0, serta\n    peraturan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 9 : Fungsi\nSerikat Pekrja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Serikat pekerja\u002Fserikat buruh berfungsi mewakili anggotanya, baik secara\nperorangan maupun secara kolektif dalam organisasi serikat pekerja\u002Fserikat\nburuh atau dalam hal yang bersangkutan dengan hubungan kerja dan syarat\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 10 : Jaminan\nBagi Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui keberadaan organisasi Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri\n    yang mempunyai nomor pencatatan dan daftar anggota di PT. Panarub Dwikarya\n    dan bertindak untuk dan atas nama anggotanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri sebagai organisasi yang mewakili\n    anggotanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak menghalang-halangi kegiatan dan perkembangan Serikat\n    Pekerja Dwikarya Mandiri selama tidak menyimpang dari Anggaran\n    Dasar\u002FAnggaran Rumah Tangga (AD\u002FART) organisasi dan peraturan perundang –\n    undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui bahwa organisasi Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri\n    mempunyai hak dan kedaulatan secara mandiri untuk mengatur organisasinya.\n    Dengan tetap memperhatikan kelangsungan Perusahaan demi menjamin\n    kesejahteraan seluruh pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cli>Setiap Pengurus Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri yang akan melaksanakan\n    tugas dan kewajibannya di dalam jam kerja baik di dalam maupun di luar\n    lingkungan Perusahaan adalah berdasarkan kesepakatan dengan HRD dan seijin\n    serta sepengetahuan atasan langsung (minimal Supervisor) atau atasan lain\n    yang lebih tinggi apabila atasan langsung tidak di tempat.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja yang dipilih dan ditunjuk menjadi Pengurus Serikat Pekerja\n    Dwikarya Mandiri tidak akan mendapat tekanan dari pengusaha, baik langsung\n    maupun tidak langsung atau mendapkan perlakuan diskriminasi serta tindakan\n    pembalasan karena fungsi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 11 :\nDispensasi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahan memberikan Dispensasi kepada Pengurus Serikat Pekerja Dwikarya\n    Mandiri dalam menjalankan tugas dan kewajibannya di dalam jam kerja, baik\n    di dalam maupun diluar lingkungan Perusahaan. Berdasarkan kesepakatan\n    dengan HRD dan seijin serta sepengetahuan atasan langsung (minimal\n    Supervisor) atau atasan lain yang lebih tinggi apabila atasan langsung\n    tidak tempat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengajuan permohonan dispensasi tertulis yang ditunjukan pada HRD\n    dilakukan sebelum pelaksanaan kegiaan dengan mencantumkan identitas (nama,\n    NIK, Departemen dan Nama Atasan) dari peserta yang mengikuti kegiatan\n    tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengurus Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri yang akan menjalankan tugas dan\n    kewajibannya diluar area Perusahaan, terlebih dahulu memberitahukan secara\n    tertulis kepada pengusaha melalui HRD sesuai prosedur ijin keluar yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 12 :\nFasilitas Untuk Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan fasilitas kepada Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri\n    berupa : ruang kantor dengan perlengkapan 2 (dua) meja, 1 (satu) lemari\n    arsip, 1 (satu) set computer, dan 1 (satu) line telepon.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan 1 (satu) papan pengumuman untuk informasi bagi\n    Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan membantu memotong iuran anggota Serikat Pekerja Dwikarya\n    Mandiri berdasarkan nama dan surat kuasa yang diisi dan di tanda tangani\n    oleh anggota Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menyerahkan uang iuran anggota Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri\n    setiap bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan ruang rapat atau tempat tempat lainnya yang ada di\n    lingkungan Perusahaan untuk pertemuan dan atau rapat – rapat organisasi\n    dengan terlebih dahulu mengajukan ijin tertulis paling lambat 3 (tiga) hari\n    sebelum pelaksanaan kegiatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat menyediakan fasilitas kendaraan untuk kegiatan –\n    kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan organisasi sesuai dengan prosedur\n    pemakaian kendaraan serta ketersediaan kendaraan dengan terlebih dahulu\n    mengajukan ijin tertulis paling lambat 3 (tiga) hari sebelum\n  pelaksanaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 13 :\nHubungan Serikat Pekerja dan Perbedaan Pendapat dengan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri bersama Perusahaan mengutamakan\n    Musyawarah dan Mufakat dalam menyelesaikan persoalan atau hal – hal yang\n    menyangkut hubungan industrial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pertemuan Bipartit dilakukan sebagai agenda rutin baik yang direncanakan\n    atau tidak direncanakan dalam rangka menjalin komunikasi dan atau yang\n    menyangkut perselisihan hubungan industrial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi perbedaan pendapat yang tidak dapat diselesaikan secara\n    Bipartit, maka diselesaikan dengan ketentuan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB II : HUBUNGAN\nKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 14 : Syarat\nKerja dan Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) atau penduduk yang sah dan memenuhi\n    syarat kerja mempunyai hak untuk mengajukan diri sebagai calon pekerja\n    tanpa melihat asal usul daerah, bangsa atau agama\u002Fkepercayaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk dapat diterima sebagai pekerja harus memenuhi syarat – syarat\n    kerja yang telah ditetapkan oleh Perusahaan, lulus dalam ujian atau seleksi\n    yang diadakan baaik test umum maupun test kesehatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cli>Masa percobaan hanya berlaku untuk pekerja dalam Perjanjian Kerja Waktu\n    Tidak Tertentu dengan jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung\n    sejak mulai bekerja di Perusahaan dan tidak dapat diperpanjang.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Selama masa percobaan pekerja dapat mengikuti pelatihan yang diadakan\n    oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama masa percobaan, setiap waktu masing – masing dapat memutuskan\n    hubungan kerja tanpa syarat dan tanpa memberikan penggantiaan kerugian\n    apapun dengan memberitahukan terlebih dahulu alasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja baru, harus membaca, mengerti dan memahami serta\n    menandatangani surat perjanjian kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja yang dinyatakan lulus masa percobaan diangkat sebagai\n    pekerja waktu tidak tertentu sesuai dengan status penggolongannya yang\n    ditetapkan melalui surat keputusan maksimal 1 (satu) bulan susudah masa\n    percobaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 15 :\nPerjanjian Kerja Waktu Tertentu\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Hubungan kerja antara pengusaha dengan pekerja ditentukan berdasarkan\n    perjanjian kerja untuk waktu tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian kerja untuk waktu tertentu dapat dilakukan untuk jangka waktu\n    paling lama 2 (dua) tahun, pengaturan waktu tertentu berdasarkan kebutuhan\n    Perusahaan dan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian kerja untuk waktu tertentu dibuat berdasarkan selesainya\n    pekerjaan tertentu namun karena kondisi tertentu pekerjaan tersebut belum\n    dapat diselesaikan, maka dapat dilakukan perpanjangan Perjanjian Kerja\n    untuk Waktu Tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perpanjangan perjanjian kerja untuk waktu tertentu akan diberitahukan\n    kepada pekerja atau buruh paling lama 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian\n    keraj untuk waktu tertentu berakhir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sesuai kebutuhan pihak Perusahaan dapat menetapkan atau mengangkat\n    pekerja waktu tertentu menjadi pekerja waktu tidak tertentu, maka masa\n    kerja dihitung sejak awal terjadinya hubungan kerja pada waktu\n  tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi penyimpangan dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu maka\n    secara otomatis status Pekerja berubah menjadi Pekerja Waktu tidak\n  Tertentu.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 16 :\nOutsourcing \u002F Alih Daya\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada\n    Perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborong pekerjaan atau penyediaan\n    jasa pekerja\u002Fburuh yang dibuat secara tertulis dengan tetap mengacu pada UU\n    Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Status pekerja yang ditempatkan di Perusahaan pemberi pekerjaan adalah\n    sebagai Karyawan Perusahaan penyedia jasa\u002Foutsourcing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengembalian pekerja kepada Perusahaan penyedia jasa maka segala hak dan\n    kewajiban pekerja sepenuhnya menjadi tanggung jawab Perusahaan penyedia\n    jasa\u002Foutsourcing.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 17 :\nMutasi\u002FRotasi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri mengakui hak pengusaha untuk memindahkan\n    (mutasi\u002Frotasi) pekerja sesuai dengan prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi\u002Frotasi dilakukan Perusahaan dengan mempertimbangkan efesiensi\n    kerja, pengembangan keterampilan pekerja, efektifitas kerja dan kebutuhan\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melaksanakan mutasi yang dilakukan oleh atasannya sepanjang\n    mutasi tersebut melalui prosedur atau peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi\u002FRotasi pekerja tidak mengurangi upah yang diterima pekerja serta\n    mendapatkan tunjangan-tunjangan yang diberlakukan ditempat kerja yang\n  baru.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Proses mutasi\u002Frotasi harus sesuai dengan prosedur yang berlaku, bila\n    terjadi penyimpangan maka akan dilakukan evaluasi dan atau peninjauan\n    kembali oleh Pimpinan terkait.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 18 :\nPromosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat menaikan jabatan seorang pekerja (promosi) sesuai dengan\nkebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penetapan promosi melalui beberapa tahapan, dimulai dengan masa penugasan\n(acting) selama 6 (enam) bulan dengan menerima tunjangan masa penugasan\n(acting) sesuai menerima sesuai prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Karyawan yang dipromosikan tidak lulus dalam masa penugasan (acting)\nselam 6 (enam) bulan maka Manajemen akan menginformasikan kepada pekerja paling\nlama 5 (lima) hari kerja, seta tunjangan masa penugasannya (acting) tidak\nberlaku lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Karyawan yang dinyatakan lulus promosi dan telah melewati masa penugasan\n(acting) selam 6 (enam) bulan maka Perusahaan harus menyertakan perubahan upah,\ntunjangan dan fasilitas sesuai dengan posisi jabatan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Promosi jabatan mengacu kepada prestasi kerja dan hal – hal lain,\nsesuai dengan prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja dapat mengajukan permohonan untuk konsultasi pengembangan karir\ndimana proses pelaksanaannya diatur oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 19 :\nDemosi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat menurunkan jabatan seorang pekerja (demosi) sesuai\n    prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demosi jabatan dilakukan berdasarkan penilaian objektif terhadap pekerja\n    yang tidak kompeten atau tidak mampu terhadap jabatannya saat ini dan bukan\n    merupakan hukuman atau tindakan diskriminasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja harus didemosi, ,maka upah tetapnya tidak berubah, namaun\n    tunjangan dan fasilitasnya disesuaikan dengan posisi yang baru.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demosi dapat dilakukan apabila terjadi perubahan struktur organisasi\n    dalam Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 20 :\nPenilaian Prestasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Diadakan secara periodic dengan tujuan agar Karyawan maupu Perusahaan\n    dapat senantiasa melakukan langkah – langkah perbaikan, sehingga kualitas\n    dan produktifitas Perusahaan tetap terjaga.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penilaian prestasi kerja menggunakan formulir standar yang ditetapkan\n    oleh Perusahaan yang hasilnya diketahui dan ditandatangani oleh pekerja\n    yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila dalam penilaian prestasi kerja dalam hal kedisiplinan dan\n    kehadiran kerja ada ketidaksesuaian maka pekerja dapat menanyakan dan\n    mengajukan klarifikasi dengan pihak HRD.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 21 :\nPelatihan dan Pengembangan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan akan mendorong Karyawan untuk memperbaiki dan meningkatkan\n    mutu, sikap, kemampuan dan kecakapannya supaya menjadi lebih baik dalam\n    melaksanakan tugas-tugas sekarang ataupun mempersiapkan diri untuk tugas\n    dan tanggung jawab yang lebih besar dimasa yang akan dating, yang mana\n    akhirnya dapat meningkatkan efesiensi kepemimpinan dan menjadi lebih\n    professional.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cli>Program dan pelatihan dan pengembangan disusun secara berkala dengan\n    memperhatikan; perkiraan perkembangan Perusahaan, aspek anggaran dan\n    kebutuhan nyata akan meningkatkan keterampilan, sikap dan pengetahuan dari\n    Karyawan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Sejalan dengankondisi di atas dan berdasarkan persetujuan\n    Pimpinan\u002Fpejabat yang berwenang maka Karyawan dapat mengikuti Program\n    antara lain kursus – kursus, seminar, konferensi\u002Fkongres, lokakarya yang\n    diselenggarakan oleh pembicara professional, organisasi kepemimpinan,\n    organisasi profesi, atau lembaga pendidikan lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang mendapat kesempatan mengikuti program pelatihan dan\n    pengembangan tersebut diwajibkan untuk ; membuat laporan dan menyerahkan\n    bahan – bahan pelatikhan ke Departemen HRD, memberikan prestasi pada unit\n    kerja yang bersangkutan serta menerapkan pengetahuan dan Keterampilan yang\n    dipelajari dalam seminar\u002Fpelatiihan dalam pekerjaan sehari – hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan teknis mengenai pelatihan ini ditetapkan dalam Peraturan\n    pelaksanaan tersendiri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 22 : Pekerja\nAsing\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan sepenuhnya dalam penempatan tenaga asing harus\n    dengan peraturan perundang – undangan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja asing harus mentaati dan menghormati budaya kerja dan norma kerja\n    berlaku di Indonesia kehususnya tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama\n    (PKB) PT. Panarub Dwikarya dengan Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri\n  (SPDM).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB II : HARI\nKERJA DAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 23 : Hari\nKerja dan Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cli>Berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku, maka hari kerja di\n    Perusahaan adalah 6 (enam) hari kerja seminggu atau 5 (lima) hari kerja\n    seminggu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Sehubungan industry sepatu selalu mengalami peningkatan order atau\n    penurunan order, untuk meningkatkan efesiensi, efektifitas dan\n    produktifitas Perusahaan, maka manajemen dapat mengubah 6 (enam) hari kerja\n    seminggu menjadi 5 (lima) hari kerja seminggu begitu juga sebaliknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan hari kerja dan jam kerja : \n    \u003Cp>a. Hari – hari kerja bisa ditetapkan dari hari Senin s\u002Fd Sabtu untuk 6\n    (enam) hari Kerja atau hari Senin s\u002Fd Jum’at untuk 5 (lima) hari kerja,\n    kecuali untuk bagian tertentu karena sifat pekerjaannya termasuk ketentuan\n    tersebut.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cp>b. Jam kerja pada hari kerja non shift ditentukan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cul>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cli style=\"margin-left:0em\">7 (tujuh) jam sehari atau 40 (empat puluh)\n        jam seminggu untuk 6 (enam) hari kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"margin-left:0em\">8 (delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh)\n        jam seminggu untuk 5 (lima) hari kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp>c. Jam kerja dan jam istirahat kerja ditentukan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Untuk 6\n            (enam) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>07:00 – 15:00\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Jum’at\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>07:00 – 15:30\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>07:00 – 12:00\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Minggu\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Libur\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Istirahat Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>12:00 – 13:00\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Istirahat Jum’at\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>11:30 – 13:00\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cdl>\n  \u003Cdt>\u003C\u002Fdt>\n    \u003Cdd>\n      \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n        \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n        \u003Ccol>\n        \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Untuk\n              5 (lima) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>07:00 – 16:00\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Jum’at\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>07:00 – 16:30\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>07:00 – 12:00\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Minggu\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>Libur\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Istirahat Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>12:00 – 13:00\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Istirahat Jum’at\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>11:30 – 13:00\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n        \u003C\u002Ftbody>\n      \u003C\u002Ftable>\n    \u003C\u002Fdd>\n\u003C\u002Fdl>\n\u003Cdl>\n  \u003Cdt>4. Dengan bergiliran seminggu sekali ketentuan jam kerja dari jam\n  istirahat kerja biasa dalam bekerja shift ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fdt>\n    \u003Cdd>\n      \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n        \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n        \u003Ccol>\n        \u003Ccol>\n        \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Shift I \u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>hari Senin s\u002Fd Sabtu\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>07:00 – 15:00\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>12:00 – 13:00\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Shift II \u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>hari Senin s\u002Fd Sabtu\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>15:00 – 23:00\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Jam istirahat\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>18:00 – 19:00\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Shift III \u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>hari Senin s\u002Fd Sabtu\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>23:00 – 07:00\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n          \u003Ctr>\n            \u003Ctd>Jam istirahat\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n            \u003Ctd>03:00 – 04:00\u003C\u002Ftd>\n          \u003C\u002Ftr>\n        \u003C\u002Ftbody>\n      \u003C\u002Ftable>\n    \u003C\u002Fdd>\n  \u003Cdt>\n  \n  \n  \u003C\u002Fdt>\n  \u003Cdt>5. Pengaturan jam kerja sewaktu – waktu dapat berubah sesuai kebutuhan\n  Perusahaan.\u003C\u002Fdt>\n  \u003Cdt>\n  \n  \n  \u003C\u002Fdt>\n  \u003Cdt>\n  \n  \n  \u003C\u002Fdt>\n  \u003Cdt>\n  \n  \n  \u003C\u002Fdt>\n  \u003Cdt>\n  \n  \n  \u003C\u002Fdt>\n\u003C\u002Fdl>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 24 : Kerja\nLembur\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kerja lembur adalah sukarela yang waktu pelaksanaanya didasarkan atas\n    kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cli>Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam 1\n    (satu) dari 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu pada hari kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Ketentuan hari kerja lembur sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 (dua)\n    diatas tidak termasuk kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat\n    mingguan atau hari libur resmi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja lembur pada dasarnya bersifat sukarela dari insidentil namun kerja\n    lembur dapat berubah menjadi wajib bilamana : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Dalam keadaan dalurat (force majeur) yang\n    dapat membahayakan keselamatan dari kesehatan orang bila pekerjaan tersebut\n    tidak diselesaikan segera.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Dalam hal ada pekerjaan yang apabila tidak\n    diselesaikan akan merugikan serta mengganggu kelancaran produksi dan\u002F atau\n    jalannya Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c .Bertumpuknya pekerjaan yang apabila tidak\n    diselesaikan pada saat itu mendatangkan bahaya terhadap Perusahaan atau\n    orang.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Terjadi kebakaran, bencana alam, kerusakan\n    mesin.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Penyelesaian pekerjaan yang penting artinya\n    bagi pengembangan Perusahaan dengan tetap memperhatikan kepentingan\n    pekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Karyawan shift\u002Fkerja gilir yang harus tetap\n    bekerja karena penggantinya belum atau tidak hadir.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja lembur dilakukan atas permintaan atasan langsung dan pelaksanaannya\n    dilakukan berdasarkan Surat Perintah Lembur Sukarela (SPLS). Yang\n    ditandatangani oleh karyawan yang bersangkutan, atasan langsung dan atau\n    tidak langsung yang lebih tinggi, serta diketahui oleh Pimpinan department\n    masing – masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan kerja lembur diunit kerja wajib mendapatkan pengawasan dari\n    atasanya, baik langsung maupun tidak langsung.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja lembur berpedoman pada KEP.102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan wajib memberikan makan dan minum (sesuai dengan kebutuhan\n    kalori) kepada pekerja yang kerja lembur selama 3 (tiga) jam atau lebih\n    pada hari normal dan tidak boleh diganti dengan uang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal pemanggilan kerja kepada pekerja yang sedang menjalani cuti\n    tahunan diperhitungkan sebagai kerja lembur dan pada hari tersebut pekerja\n    tidak kehilangan hak cutinya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB IV :\nPEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UTUK BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 25 : Hari\nLibur\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cli>Hari libur resmi adalah hari – hari libur resmi berdasarkan ketetapan\n    Pemerintah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Hari libur Perusahaan adalah hari kerja yang ditetapkan oleh Pimpinan\n    Perusahaan sebagai hari libur yang diperhitungkan dengan hak cuti tahunan\n    karyawan, kecuali ditetapkan oleh Direksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari libut kerja adalah hari kerja yang ditetapkan oleh Pimpinan\n    Perusahaan sebagai hari libut kerja bagi karyawan tertentu sesuai kebutuhan\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Perusahaan akan melakukan pergeseran atau pergantian hari kerja\n    maka harus dibicarakan terlebih dahulu dengan pengurus Serikat Pekerja\n    Dwikarya Mandiri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 26 : Hak\nCuti Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>Sesudah bekerja selama 1 (satu) tahun secara terus menerus, Karyawan\nkaryawan berhak mendapatkan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja\ndengan tetap mendapat upah. Pengambilan cuti Karyawan ini diatur sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Perhitungan timbulnya hak cuti tahunan adalah\n    tanggal 1 (satu) Januari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Cuti tahunan tersebut diatas akan berkurang\n    sesuai dengan cuti bersama yang ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan\n    peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Karyawan yang akan mengambil cuti, harus\n    mengajukan permohonan kepada pimpinan selambat–lambatnya 1 (satu) minggu\n    sebelum saat mulaai cuti yang diinginkannya dari atau harus mendapat\n    persetujuan dari pimpinan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Pimpinan berhak menunda cuti seorang Karyawan\n    oleh karena alasan tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Masa berlaku hak cuti adalah 1 (satu) tahun, dan\n    sisa cuti yang belum diambil akan ditambahkan pada tahun berikutnya\n    maksimal 12 hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Selama menjalankan cuti tahunan atau cuti\n    lainnya, Karyawan tidak dibenarkan bekerja pada Perusahaan lain.\n    Pelanggaran terhadap ketentuan ini merupakan tindakan pelanggaran disiplin\n    dan dapat dikenakan sanksi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Apabila dalam cuti tahunan terdapat hari libur\n    yang ditetapkan oleh pemerintah. Maka hari libur tersebut tidak\n    diperhitungkan sebagai cuti tahunan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 27 :\nIstirahat Melahirkan \u002F Keguguran\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cli>Karyawan yang akan melahirkan diberikan istirahat melahirkan selama 1.5 (\n    satu setengah ) bulan sebelum saatnya melahirkan dan 1,5 ( satu setengah )\n    bulan sesudah melahirkan. Perkiraan waktu melahirkan dibuktikan dengan\n    Surat Keterangan Dokter yang sah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cli>Karyawan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat\n    1,5 ( satu setengah ) bulan atau sesuai dengan Surat Keterangan Dokter\n    kandungan atau bidan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Karyawan yang hendak mengambil hak istirahat melahirkan seperti ayat 2\n    pasal ini, wajib menyampaikan surat permohonan istirahat selambat-lambatnya\n    10 (sepuluh) hari sebelum waktu istirahat itu dimulai. Surat permohonan\n    dimaksud harus disertai dengan Surat Keterangan Dokter.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 28 :\nIstirahat Sakit Karena Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Pekerja perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada perusahaan tidak wajib bekerja pada hari pertama dan hari kedua pada\nwaktu haid, pelaksanaan ketentuan ini harus di buktikan dengan surat keterangan\ndokter yang sah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 29 :\nKaryawan Hamil\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-riskassessment\">\u003Cli>Perusahaan dilarang memperkerjakan pekerja perempuan hamil yang bekerja\n    shiff malam.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dilarang memperkerjakan pekerja perempuan hamil yang sifatnya\n    pekerjaanya berhubungan dengan bahan kimia, mengoprasikan mesin\n  berbahaya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dilarang mempekerjakan pekerja perempuan hamil yang sifat\n    pekerjaannya berat\u002Fberesiko yang dapat membahayakan dirinya dan\n    kandungannya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 30 :\nIstirahat Sakit\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Istirahat sakit diberikan berdasarkan keterangan Dokter Perusahaan dan\n    Dokter Lainnya yang direferensikan oleh Dokter Perusahaan untuk Karyawan\n    yang terganggu kesehatannya atau penyakitnya dinyatakan berbahaya bagi\n    kesehatan orang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Karyawan tidak hadir kerja karena sakit, wajib memberiktahuka di\n    hari tidak hadirnya pada kesempatan pertama melalui telpon atau surat atau\n    email atau media elektronik lainnya kepada atasan dan atau Departement HRD\n    serta membawa Surat Keterangan Dokter pada hari pertama ia masuk kerja,\n    bila tidak menyerahkan Surat Keterangan Dokter, maka tidak hadirnya akan\n    dianggap sebagai mangkir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika Karyawan tidak hadir karena sakit selama 3 (tiga) hari\n    berturut-turut atau satu bulan dari 3 (tiga) kali tidak berturut-turut\n    tetapi tidak dapat perawatan di rumah sakit, maka Perusahaan dapat meminta\n    Dokter yang yang ditunjuk oleh Perusahaan untuk memeriksa dan memastikan\n    kondisi kesehatan Karyawan tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyalahgunakan istirahat sakit oleh Karyawan merupakan tindakan\n    pelanggaran disiplin kerja dan dapat dikenakan sanksi Pemutusan Hubungan\n    Kerja (PHK).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 31 : Ijin\nMenunaikan Ibadah Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Ijin ibadah menjalankan ibadah keagamaan adalah ijin yang diberikan oleh\n    Perusahaan untuk menjalankan ibadah yang hukumnya wajib bagi agama\n    bersangkutan, pelaksanaannya diatur sesuai dengan Peraturan Perundang –\n    undangan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi karyawan yang bermaksud menjalankan ibadah keagamaan seperti yang\n    dimaksud ayat 1, perusahaan memberikan ijin menjalankan ibadah keagamaan\n    sebanyak 1 (satu) kali selama Karyawan tersebut bekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lama izin menjalankan ibadah keagamaan harus sesuai dengan jadwal\n    perjalanan yang ditentukan pemerintah melalui Departement Agama ditambah 2\n    (dua) hari sebelum tanggal keberangkatan dan 1 (satu) hari setelah kembali\n    tanpa mengurangi jatah cuti tahunan Karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Permohonan ijin ibadah keagamaan harus diajukan oleh Karyawan yang\n    bersangkutan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum tanggal dimulainya\n    ijin menunaikan ibadah keagamaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 32 : Ijin\nMeninggalkan Pekerjaan Dengan Tetap Menerima Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>Menurut keperluan dan keadaan yang sangan khusus, Karyawan dapat diberikan\nijin untuk meninggalkan kerja dengan tetap menerima upah penuh. Keperluan dan\nkeadaan yang sangan khusus tersebut adalah :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja menikah, dibayar untuk 3 (tiga) hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengkhitankan anak, dibayar untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membaktiskan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menikahkan anak, dibayar untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cli>Suami \u002F, istri atau orang tua \u002F mertua atau anak \u002F menantu meniggal\n    dunia, dibayar untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cli>Istri yang melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n    (dua) hari.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, dibayar untuk selama 2\n    (dua) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaanya harus dibuktikan\n    dengan surat keterangan dokter yang sah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang sakit pada hari pertaman dan kedua masa haidnya sefingga\n    tidak dapat melakukan pekerjaan dengan menunjukan Bukti Surat Keteranga\n    Dokter (SKD) yang sah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak dapat melakukan pekerjaanya karena sedang menjalankan\n    kewajiban terhadap Negara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak da[at melakukan pekerjaanya karena sedang menjalankan\n    ibadah yang diperintahkan agamanya sesuai dengan aturan berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Suami \u002F istri \u002F anak masuk rumah sakit (Opname) dibayar untuk selam 1\n    (satu) hari yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter (SKD) yang\n  sah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja mendapat musigah kebakaran, bencana alam, dan kebanjiran dibayar\n    selama 2 (dua) hari dengan dibuktikan surat keterangan dari pemerintah\n    setempat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja laki-laki, menjadi wali nikah anggota keluarganya dibayarkan\n    untuk selama 1 (satu) hari yang dibuktikan dengan surat penugasan wali\n    nikah dari KUA.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika untuk diperlukan dalam pasal tersebut diatas dibutuhkan waktu yang\n    lebih lama dari yang telah ditetapkan, maka kelebihannya diperhitungkan\n    pada hak cuti tahunan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang menjalankan ijin meninggalkan pekerjaan sesuai dengan\n    ketentuan pasal tersebut diatas, wajib melampirkan bukti tertulis yang\n    dapat menerangkan benar terjadinya peristiwa tersebut setelah Karyawan\n    masuk kembali bekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 33 : Ijin\nMeninggalkan Pekerjaan Pada Waktu Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Atasan dapat memberikan ijin kepada Karyawan yang terlambat datang atau\n    meninggalkan pekerjaan pada waktu jam kerja untuk sesuatu urusan dinas di\n    luar Kantor atau kepentingan pribadi dengan alasan yang dapat diterima oleh\n    Perusahaan dengan telebih dahulu mengisi formulir surat ijin yang diajukan\n    kepada Atasan dan ketahui oleh Departement HRD.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang mengajukan ijin karena terlambat datang atau meninggalkan\n    pekerjaan pada waktu jam kerja denga alasan yang tidak diterima oleh\n    Perusahaan dapat dikenakan sanksi pelanggaran tata tertib kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 34 : Ijin\nMeninggalkan Pekerjaan Tanpa Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat memberikan ijin Karyawan meninggalkan pekerjaan tanpa\nmendapatkan upah dengan syarat :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan tetap dengan masa kerja minimal 3 tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alasan yang diberikan Karyawan untuk menyelesaikan program Pendidikan\n    atau urusan keluarga yang membutuhkan waktu khusu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Diketahui dan dapat persetujuan dari Atasan \u002F Pimpinan Departement dan\n    tidak mengganggu kelancaran kerja \u002F produktifitas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Terhadap ijin ini pengajuan harus dilakukan minimal 2 (dua) minggu \u002F 14\n    (empat belas) hari, sebelum pelaksanaan. Kecuali dalam hal mendesak atau\n    dalurat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan ketentuan diatas akan diatur lebih lanjut oleh\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB V :\nPENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 35 :\nPengupahan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam hal untuk mewujudkan kehidupan yang layak bagi pekerja dan\n    keluarga. Perusahaan menyesuaikan upah bagi pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cli>Peninjau kenaikan upah dilakukan secara berkala dan atau sesuai dengan\n    kenaikan upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Upah Karyawan baik Gol. A atau Gol. B besarnya tidak boleh lebih rendah\n    dari upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cli>Perusahaan akan memberikan upah pekerja minimum sama besarnya dengan\n    ketentuan upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah dan pembayaran upah\n    Karyawan Gol. A dibayarkan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap\n  bulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cli>Kenaikan upah perorangan tidak dilaksanakan secara otomatis tetapi\n    berdasarkan pertimbangan – pertimbangan dan sesuai dengan prestasi kerja\n    dari masing – masing pekerja, serta kondisi Perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Upah tidak dibayar bila Karyawan tidak melakukan pekerjaan. Kecuali oleh\n    hal- hal tertentu yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dan\n    Ketentuan Perundangan Ketenagakerjaan. Perhitungan upah untuk 6 (enam) hari\n    kerja, perhitungan adalah upah dan tunjangan bagi 25 (dua puluh lima)\n    dikali hari ketidak hadiran, untuk 5 (lima) hari kerja perhitungannya\n    adalah upah pokok dan tunjangan tetap dibagi 21 (dua puluh satu) dikali\n    hari ketidak hadiran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Karyawan berhak mendapatkan bukti potongan SPT PPh 21 setiap tahun\n    melalui HRD Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemotongan upah Karyawan oleh Perusahaan untuk kepentingan pihak ketiga,\n    hanya dilakukan bila ada surat kuasa\u002Fpersetujuan dari Karyawan, dan\n    pemotongan lain berdasarkan Peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyesuaian upah Karyawan sepenuhnya berdasarkan Peraturan Pemerintah dan\n    kebijakan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp>Penyesuaian upah Karyawan tersebut mencakup pertimbangan yang terkait dengan\nprestasi kerja Karyawan, tingkat perkembangan biaya hidup dan keadaan keuangan\nserta kemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 36 :\nPerhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Upah lembur tidak diberikan kepada Karyawan yang sedang melakukan\n    perjalanan dinas, dokakarya, pelatihan\u002Ftraining\u002Fworkshop.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">Perhitungan upah kerja lembur untuk waktu kerja 6 (enam) hari krja 40\n    (empat puluh) jam seminggu adalah disesuaikan dengan peraturan\n    ketenagakerjaanyang berlaku tentang waktu kerja lembur dan upah kerja\n    lembur, dengan perincian sebagai berikut : \n    \u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\n    biasa :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n      \u003Cli>Untuk jam kerja lembur pertama : 1,5 X upah sejam.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya : 2 X upah sejam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\n    istirahat mingguan dan atau hari libur resmi, maka :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n      \u003Cli>Untuk setiap kerja (maksimum 7 (tujuh) jama) : 2 X upah sejam.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk jam kerja ke 8 (delapan) : 3 (tiga) upah sejam.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk jam kerja ke 9 (Sembilan) dan seterusnya : 4 (empat) X upah\n        sejam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Apabila kerja lembur jatuh pada hari libur\n    resmi pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n      \u003Cli>Untuk setiap jam ( maksimum 5 (lima) jam) : 2 (dua) X upah sejam.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk jam kerja ke 6 (enam) : 3 (tiga) X upah sejam.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk jam kerja ke 7 (tujuh) dan seterusnya : 4 (empat) upah\n      sejam.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Menghitung upah sejam sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Upah sejam bagi pekerja : 1 X 173 X upah sebulan.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perhitungan upah kerja lembur untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja 40\n    (empat puluh) jam seminggu adalah disesuaikan dengan peraturan\n    ketenagakerjaan yang berlaku tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja\n    Lembur, dengan perincian sebagai berikut : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\n    biasa maka :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Untuk jam kerja lembur pertama : 1,5 X Upah\n        Sejam.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya : 2\n        X Upah Sejam.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\n    istirahat mingguan dan hari libur resmi, maka :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Untuk setiap jam (maksimum 8 jam) : 2 X Upah\n        Sejam.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Untuk jam kerja ke 9 : 3 X Upah Sejam.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Untuk jam kerja ke 10 dan seterusnya : 4 X\n        Upah Sejam.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mengitung upah sejam sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Upah sejam bagi pekerja : 1\u002F173 X Upah Sebulan.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 37 : Upah\nSelama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cli>Istirahat sakit dapat diberikan kepada Karyawan yang menderita sakit\n    sedemikian beratnya sehingga tidak dapat melakukan tugas dengan semestinya\n    berdasarkan Surat Keterangan dari Dokter (SKD).\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">Selama masa istirahat sakit, Perusahaan membayarkan upah sesuai yang\n    diatur dalam Undang – undang \u002F peraturan ketenagakerjaan yang berlaku,\n    yaitu : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar: 100%\n    dari upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar: 75%\n    dari upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Untuk 4 (empat) bulan tiga, dibayar: 50% dari\n    upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Untuk bulan selanjutnya, dibayar: 25% dari\n    upah sebelum pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cli>Apabila setelah lebih dari 12 (dua belas) bulan yang bersangkutan tidak\n    sembuh dari penyakitnya dan dapat dibuktikan dengan keterangan tertulis\n    resmi dari Dokter bahwa penyakitnya tidak dapat disembuhkan atau memerlukan\n    waktu bertahun – tahun maka Karyawan yang bersangkutan dapat\n    diberhentikan atau dilakukan pemutusan hubungan kerja dengan hormat dari\n    pekerjaanya sesuai dengan prosedur Peraturan Perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB VI : TUNJANGAN\n– TUNJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 38 :\nTunjangan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tunjangan jabatan, diberikan setelah masa pecobaan 3 (tiga) bulan\n    berakhir kepada pekerja yang memegang jabatan berdasarkan penetapan\n    tertulis dari Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan jabatan diberikan sehubungan dengan jabatan yang menjadi\n    tanggung jawab Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jabatan-jabatan yang berhak mendapat tunjangan jabatan adalah : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Unit Head\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Section Head\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Manager\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Senior Manager\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.General Manager\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk pekerja yang mengalami demosi jabatan, maka tunjangan jabatan yang\n    telah diberikan disesuaikan dengan jabatan yang baru.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 39 :\nTunjangan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>Tunjangan masa kerja adalah tunjangan yang diberikan perusahaan kepada\nPekerja yang nilainya ditentukan berdasarkan masa kerja dengan jumlah sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tunjanga Rp.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja 1 tahun tapi &lt;5 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.000\u002Fbulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 5 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4.000\u002Fbulan\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 40 :\nTunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cli>Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Karyawan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cli>Besarnya Tunjangan Hari Raya ditetapkan sesuai dengan Peraturan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 41 :\nTunjangan Shift\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>Untuk pekerja shift 2 dan shift 3 diberikan tunjangan uang shift sebesar Rp.\n1.500,-\u002F hari kehadiran.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 42 : Subsidi\nUang Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>Subsidi uang makan diberikan kepada pekerja sebesar Rp. 4.500,- setiap hari\nkerja berdasarkan kehadiran.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 43 : Bantuan\nBagi Keluarga Akibat Penahanan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Jika seorang karyawan atas alasan apapun ditahan oleh pihak berwajib maka\n    pelaksanaanya disesuaikan dengan Peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila karyawan ditahan oleh pihak yang berwajib karena diduga melakukan\n    tindakan pidana bukan atas pengaduan Perusahaan mka perusahaan tidak\n    berkewajiban membayar gaji\u002Fupah, tetapi Perusahaan memberikan bantuan\n    kepada keluarga Karyawan tersebut, sebagai berikut : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Untuk satu anggota keluarga: 25% dari\n    upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Untuk dua anggota keluarga: 35% dari upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Untuk tiga anggota keluarga: 45% dari\n    upah.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Untuk empat anggota keluarga atau lebih : 50%\n    dari upah.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bantuan tersebut adalah untuk istri\u002Fsuami dan anak – anaknya yang sah.\n    (belum berumur 21 tahun dan atau belum menikah) dan terdaftar di Perusahaan\n    dengan berpedoman pada Peraturan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lamanya pemberian bantuan paling lama adalah 6 (enam) bulan, terhitung\n    sejak Karyawan yang bersangkkutan ditahan oleh pihak yang berwajib.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 44 : Upah\nBila Terjadi Bencana (Force Majeure)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila perusahaan berhenti\u002Ftidak berproduksi disebabkan bencana yang\nberakibatkan Perusahaan (Force Majeur), atau hal lain yang menyebabkan\nterhentinya proses produksi maka pekerja akan diberikan upah sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Upah tunggu 3 (tiga) bulan pertama: 100% X upah tetap\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah tunggu 3 (tiga) bulan pertama: 75% X upah tetap\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah tunggu 3 (tiga) bulan pertama: 50% X upah tetap\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah tunggu 3 (tiga) bulan pertama: 25% X upah tetap\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 45 : Sarana\nPelayanan Kesehatan dan Pengobatan Pekerja dan Keluarga\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cli>Perusahaan menyedikan poliklinik di komplek Perusahaan khususnya untuk\n    Karyawan dan dilayani oleh tenaga medis yang ditunjuk.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan obat – obatan sesuai standar kesehatan\n    pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan tenaga dokter yang dapat melayani pekerja di\n    Poliklinik Perusahaan pada waktu yang telah ditetapkan. Dalam hal terjadi\n    keadaan dalurat di luar waktu yang telah ditetapkan, pasien akan diantar\n    dari Perusahaan ke klinik atau rumah sakit rujukan terdekat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cli>Apabila pekerja mengalami kecelakaan kerja serta dokter Perusahaan\n    mengeluarkan resep dan atau rujukan tindakan medis yang tidak tersedia di\n    Poliklinik, maka biaya yang terjadi atas hal tersebut ditanggung sepenuhnya\n    oleh Perusahaan, atau sesuai dengan ketentuan BPJS.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan tenaga medis (perawat\u002Fbidan) untuk melayani\n    pekerja hamil.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 46 : Usaha\nKoprasi Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan sesuai dengan kemampuannya ikut mendorong dan membantu kea rah\ntumbuh dan berkembangnya usaha koprasi Karyawan di Perusahaan sesuai dengan\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 47 :\nFasilitas Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan ruangan\u002Ftempat untuk Karyawan beribadah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberi kesempatan kepada Karyawan untuk menjalankan kewajiban\n    menurut agamanya masing – masing tanpa mengganggu kelancaran\n  pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 48 :\nPenghargaan Masa Bakti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan kemampuan Perusahaan dan atas kebijakan Direksi, Perusahaan\ndapat memberikan Penghargaan Masa Bakti kepada Karyawan yang mencapai masa\nkerja tertentu yang bentuknya akan ditetapkan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 49 :\nDarmawisata \u002F Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat mengadakan darmawisata \u002F rekreasi yang dalam pelaksanaanya\ndiatur oleh Perusahaan dengan Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri (SPDM), jika\nmemungkinkan dan sesuai dengan kemapuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 50 :\nSantunan Pekerja dan Keluarga Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cli>Perusahaan memberikan santunan kepada pekerja berupa santunan kematian\n    dan santunan musibah (kebakaran).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Adapun besarnya santunan sebagai berikut : \n    \u003Cul>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cli>Santunan terhadap Karyawan meninggal dunia Rp. 3.000.000,-\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003Cli>Santunan Keluarga Karyawan meninggal dunia Rp. 3.000.000,-\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Santunan tempat tinggal Karyawan meninggal dunia Rp. 3.000.000,-\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>3. Karyawan menyerahkan document pendukung \u002F persyaratan kepada pihak\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 51 : Olah\nRaga, Kesenian, dan Sosial\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk menunjang pemeliharaan kesehatan jiwa dan raga dari Karyawan dan\n    jika memungkinkan, Perusahaan akan menyediakan fasilitas olah raga sesuai\n    dengan kondisi dan kemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri memberikan perhatian\n    sepenuhnya kepada pengembangan atau pembinaan olahraga, kesenian, dan\n    kegiatan social bagi pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri secara bersama – sama\n    membentuk badan pelaksana kegiatan social, olahraga, dan kesenian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan akan membantu menyediakan fasilitas dan biaya yang diperlukan\n    untuk kegiatan tersebut sesuai dengan anggaran yang di tentukan oleh\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 52 : Sarana\nTransportasi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mengingat lokasi Perusahaan yang jauh dari jalan utama maka, perusahaan\n    menyediakan Armada jemputan sesuai standar ketentuan DISHUB.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan wajib menyediakan sarana transportasi antar jemputan bagi\n    pekrja perempuan yang berangkat dan pulang kerja antara pukul 23:00 WIB\n    sampai dengan pukul 05:00 WIB.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kelayakan kondisi transportasi jemputan Karyawan, harus di check secara\n    berkala oleh tim HSE sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja\n  (K3).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 53 :\nPerjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan berwenang menugaskan Karyawan untuk melakukan perjalanan dinas\n    ke luar kota atau keluar daerah atau Negeri berdasarkan Surat Perintah\n    Perjalanan Dinas (SPPD) dari Pimpinan\u002FPejabat yang berwenang dan diketahui\n    oleh HRD. Perjalanan Dinas yang tidak disetai SPPD dianggap tidak sah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tata cara pelaksanaan serta besarnya fasilitas perjalanan dinas diatur\n    dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 54 :\nFasilitas Tempat Untuk Makan dan Minum\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan tempat khusus bagi pekerja untuk makan yang\n    memadai.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan instalasi air minum (yang sehat dan higienis)\n    dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fasilitas tempat untuk makan dan minum hanya digunakan untuk makan dan\n    minum atau istirahat pekerja. Adapun untuk kegiatan lainnya dilaksanakan\n    dengan mendapatkan ijin dari pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 55 :\nFasilitas Parkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan tempat parkir kendaraan bermotor untuk pekerja sesuai\ndengan kapisitas yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB VII :\nKESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 56 :\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cli>Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan\n    disiplin dan melaksanakan aturan K3, sesuai dengan Undang-Undang No. 1\n    Tahun 1970.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah\n    disediakan oleh Perusahaan, serta mengikuti dan mengetahui\n    ketentuan-ketentuan megenai keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan\n    kerja didalam Perusahaan, secepatnya harus melaporkan kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan akan menyediakan alat-alat pengaman yang harus dipakai sewaktu\n    melaksanakan tugas pekerjaan dan sekaligus wajib melakukan pemeriksaan\n    secara berkala tehadap alat pengaman tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-monitoring\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cli>Perusahaan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja\n    (P2K3). Panitia Pembina Keseklamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang telah\n    dikukuhkan oleh departemen tenaga kerja, wajib memberikan penyuluhan,\n    pendidikan dan bertanggung ajwab atas ditaati dan dilaksanakannya ketentuan\n    K3 serta kelayakan alat-alat K3.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 57 : Pakaian\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>Pakaian kerja diberikan kepada Karyawan tertentu yang ditetapkan menurut\nsifat dan jenis pekerjaannya. Karyawan yang mendapatkan pakaian kerja dari\nPerusahaan wajib mengenakannya pada hari kerja dan jam kerja secara lengkap\nserta tidak dibenarkan untuk dipakai diluar waktu kerja atau diluar keperluan\ndinas. Pengaturan mengenai tata cara dan pelaksanaan tentang pakaian kerja\ndiatur dalam Peraturan pelaksanaan tersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 58 :\nPeralatan dan Pelengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan semua peralatan kerja bagi Karyawan dengan jenis\n    dan tipe yang ditentukan untuk masing-masing bagian atau pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peralatan kerja merupakan barang milik Perusahaan dan tidak dibenarkan\n    untuk disalah-gunakan\u002Fdipindah-tangankan kepada yang tidak berhak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Karyawan diwajibkan menjaga dan merawat peralatan kerja tersebut\n    dan menyimpannya pada tempat-tempat yang telah ditentukan. Kehilangan atau\n    kerusakan peralatan kerja harus segera dilaporkan kepada Atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal terjadi kerusakan pada peralatan kerja, seehingga perlu\n    dilakukan penggantian, Karyawan diwajibkan menunjukan peralatan yang\n    lama\u002Frusak kepada petugas yang ditunjuk oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat membebankan ganti kerugian sebagian atau sepenuhnya\n    kepada Karyawan yang bersangkutan yang karena kesengajaan atau kelalaian\n    terjadi kerusakan atau kehilangan peralatan kerja yang disediakan\n  baginya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB VIII :\nPERATURAN TATA TERTIB DAN DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 59 : Tata\nTetib Masuk Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap Karyawan wajib hadir pada waktu kerja yang telah ditetapkan dan\n    mencatatkan kehadirannya dengan alat pencatat waktu (mesin absensi) pada\n    saat masuk kerja dan pulang kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kehadiran dengan alat pencatat waktu (mesin absensi) harus dilakukan\n    sendiri oleh Karyawan yang bersangkutan. Kehadiran dengan alat pencatat\n    waktu (mesin absensi) yang dilakukan oleh orang lain\u002FKaryawan lain\n    merupakan tindakan pelanggaran terhadap tata tertib kerja dan dapat\n    dikenakan sanksi baik kepada Karyawan yang menyuruh dan yang melakukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Karyawan yang datang terlambat atau pulang lebih awal dari waktu\n    kerja yang telah ditentukan, wajib melapor dan mendapatkan persetujuan dari\n    Atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Karyawan berhalangan karena sakit atau kecelakaan atau sebab lain\n    maka Karyawan wajib untuk memberitahukan kepada Atasannya masing-masing,\n    dapat dilakukan secara lisan terlebih dahulu yang selanjutnya akan\n    diberikan keterangan tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang datang terlambat ataupun tidak mencatatkan kehadirannya\n    sebagai dimaksud ayat 1 merupakan tindakan pelanggaran terhadap disiplin\n    kerja. Setiap hal tersebut akan diakumulasikan sehingga dapat berakibat\n    pada penilaian kinerja Karyawan yang bersangkutan dan penjatuhan\n  sanksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Karyawan diberikan Tanda Pengenal Karyawan (ID Card). Kartu tanda\n    pengenal tersebut dikeluarkan oleh Perusahaan dan merupakan milik\n    Perusahaan yang penggunaan dan masa berlakunya diatur dan ditetapkan oleh\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanda pengenal wajib dipakai oleh setiap Karyawan saat masuk atau selama\n    berada dilingkungan Perusahaan. Tanda Pengenal wajib dipakai dan mudah\n    dilihat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal karyawan mengundurkan diri atau tidak bekerja di Perusahaan,\n    maka Tanda Pengenal Karyawan (ID Card) wajib untuk dikembalikan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 60 : Tata\nTertib Registrasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap Karyawan wajib melaporkan secara tertulis dan segera dalam hal\nterjadi perubahaan terhadap data pribadi yang mencakup antara lain:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pergantian\u002Fpembahauan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas pribadi\n    lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pindah\u002Fpergantian alamat domisili.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perubahaan status dan keadaan keluarga (perkawinan, kelahiran dan\n    kematian) dan perubahan data lainnya yang berkaitan dengan data pada\n    Department HRD.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika terdapat perubahan bentuk secara visual (memakai atau melepas hijab,\n    menggunakan kaca mata) wajib melaporkan ke HRD untuk proses perubahan photo\n    ID Card Karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Data terakhir yang terdapat pada Department HRD, Merupakan data yang\n    dianggap sah. Segala sesuatu yang terjadi akibat kelalaian Karyawan dalam\n    melaporkan perubahan data yang dimaksud, merupakan tanggungjawab karyawan\n    yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 61 : Tata\nTertib Keamanan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan harus mentaati tata-tertib dan peraturan keamanan\n    dilingkungan Perusahaan yang ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan tidak diperkenankan baik langsung atau tidak langsung\n    mempergunakan pengetahuan atau informasi Perusahaan utnuk tujuan atau\n    keuntungan pribadi. Setiap Karyawan diwajibkan menjaga segala rahasia\n    Perusahaan, baik semasa bekerja, maupun setelah keluar dari Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Karyawan harus mencegah terjadinya hal-hal yang berhubungan\n    dengan: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Kebakaran.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Pencurian, kehilangan dan pengrusakan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Perkelahian atau hal lainnya yang tidak\n    diperkenankan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk menghidari kebakaran, maka Karyawan dilarang: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Menyalakan api dan atau merokok dimana\n    tedapat larangan merokok.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Meletakan bensin, solar, gas atau\n    barang-barang lainnya yang mudah terbakar, tidak pada tempatnya sehingga\n    dapat menimbulkan kebakaran\u002Fledakan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Merubah, merusak atau menghilangkan fungsi\n    alat pengaman.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Membawa masuk kedalam lingkungan Perusahaan\n    bahan bakar dan bahan peledak yang tidak ada hubungannya dengan tugas dan\n    pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggunakan, memindahkan, menyimpan alat pemadam kebakaran tidak\n    sebagaimana mestinya sehingga meimbulkan kerusakan. Untuk menghindari\n    terjadinya kehilangan dan kerusakan, maka : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Karyawan yang tidak berkepentingan dan tidak\n    mendapat ijin dari Atasannya tidak diperbolehkan memasuki perkarangan\n    kantor\u002Farea kerja diluar jam kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Karyawan dilarang melakukan pekerjaan yang\n    bukan tugasnya dan tidak diperkenankan memasuki ruangan yang bukan area\n    tugasnya, kecuali atas perintah atau ijin Atasannya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Karyawan dilarang memindahkan\u002Fmembawa keluar\n    dari tempat kerja segala barang milik Perusahaan tanpa ijin sesuai prosedur\n    yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Karyawan dilarang keluar\u002Fmasuk lingkungan\n    Perusahaan selain melalui pintu yang telah disediakan dan dengan cara yang\n    telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk menghindari terjadinya perkelahian atau hal lainnya yang tidak\n    diperkenankan maka : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Karayawan dilarang melakukan\n    perkelahian\u002Fpertengkaran dengan sesama Karyawan atau Pimpinan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Karyawan dilarang membawa senjata api atau\n    senjata tajam kedalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Karayawan dilarang melakukan hasutan\n    terhadap sesama Karyawan dan atau menyebabkan terhentinya\u002Ftertundanya\n    pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Karyawan dilarang menyebarkan isu-isu atau\n    kabar bohong dalam bentuk dan cara apapun yang dapat meresahkan sesama\n    Karyawan .\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Karyawan dilarang mengancam Karyawan atau\n    memaksanya utntuk mengikuti sikap dan tindakan sesuai keinginan\n    sipemaksa.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Karyawan dilarang melakukan tindakan\n    asusila.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Karyawan dilarang melakukan segala bentuk\n    perjudian.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em\">h. Karyawan dilarang memperdagangkan\u002Fmenjual\n    barang-barang berpa apapun atau mengedarkan permintaan sumbangan,\n    menempelkan atau mengedarkan poster atau pengumuman yang tidak ada\n    hubungannya dengan pekerjaaan\u002FPerusahaaan tanpa ijin dari Pimpinan\n    Peusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:0;\">Karyawan dilarang menerbitkan tulisan, memberikan\n    ceramah atau keterangan kepada pihak luar terkait dengan hasil produksi\n    ataupun kegiatan Perusahaan, kecuali dalam rangka melaksanakan tugas dan\n    telah mendapat persetujuan dari Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 62 : Etika\nBisnis\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan tidak diperkenankan melakuakan bisnis pribadi dalam lingkungan\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan tidak diperkenankan secara langsung maupun tidak langsung\n    mempunyai hubungan kerja untuk Perusahaan atau pihak lain selama masih ada\n    hubungan kerja dengan Perusahaan, kecuali atas ijin tertulis sebelumnya\n    dari Pimpinan Perusahaan dan Karyawan tidak diperkenankan menerima\n    pemberian dalam bentuk apapun dari seseorang atau organisasi yang ada\n    hubungan dagang\u002Fkerja dengan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 63 : Tata\nTertib Sikap Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Demi terciptanya disiplin dan kerhamonisan kerja dalam Perusahaan, maka\n    setiap Atasan wajib: \n    \u003Cp>a.Memperlakukan Bawahannya sesuai dengan norma kesopanan, kesusilaan,\n    jujur, bertanggungjawab, tidak sewenang-wenang dan dapat menjalin\n    kerjasama, baik dilingkungan kerja maupun dilingkungan luar kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b.Memberikan petunjuk kepada Bawahannya mengenai pekerjaan yang harus\n    dilaksanakan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c.Memberikan bimbingan dan dorongan kepada Bawahannya untuk meningkatkan\n    keterampilan kerja, pengetahuan dan disiplin.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d.Melakukan penilaian terhadap Bawahannya secara jujur dan obyektif.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e.Terbuka menanggapi setiap pertanyaan\u002Frespon Bawahannya sesuai dengan\n    batas kewenangan yang dimilikinya.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Atasan bertanggungjawab untuk secepat mungkin melakukan peneguran,\n    memberikan peringatan, dan tindakan kepada Karyawan dibawah Koordinasinya,\n    perihal pelanggaran atau kesalahan terhadap Peraturan-Peraturan dan tata\n    tertib kerja yang dilakukan Bawahannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 64 : Tata\nTertib Sikap Bawahan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Demi terciptanya disiplin dan keharmonisan kerja dalam Perusahaan, maka\n    setiap Karyawan : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Wajib memperlihatkan sikap kerja yang baik,\n    kerja sama, menghargai rekan sekerja, dan Atasannya sesuai dengan norma\n    kesopanan, kesusilaan, jujur da wajar, baik dilingkungan kerja maupun\n    dilingkungan luar kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Dilarang melakukan tindakan yang\n    membahayakan teman sekerja, Atasan dan atau Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Setiap Karyawan wajib mematuhi dan\n    melaksanakan semua tugas, instruksi, dan petunjuk yang diberikan oleh\n    Atasan, dengan berpedoman pada Peraturan yang berlaku. Setiap Karyawan\n    wajib menanyakan kepada Atasannya hal-hal yang belum ataupun kurang jelas\n    baginya.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Bawahan berhak untuk mengajukan usulan dan atau saran, dalam hal\n    inisiatif kerja dan wajib menyampaikannya terlebih dahulu kepada\n  Atasannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 65 :\nTanggung Jawab dan Pengawasan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan harus menjalankan tugasnya sebaik mungkin sesuai dengan\n    fungsi dan uraian pekerjaan yang telah ditentukan oleh Atasannya dengan\n    penuh tanggung jawab.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal terjadi kejadian yang bersifat diluar normal (timbulnya\n    kecelakaan dan atau kerugian pada perusahaan) yang diakibatkan oleh adanya\n    pelanggaran (naik kelalaian maupun kesengajaan) maka akan dilakukan\n    investigasi dan pembuatan berita acara oleh petugas yang berwenang dan atau\n    Panitia Pembina Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup\n    (P2K3LH)\u002FKomite Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan atau petugas yang\n    ditunjuk oleh Pimpinan Perusahaan untuk memberikan rekomendasi penjatuhan\n    sanksi atas pelanggaran tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demi tegaknya disiplin kerja di Perusahaan, seluruh Karyawan bertanggung\n    jawab atas pelaksanaan tata tertib Perusahaan dan tegaknya disiplin kerja\n    di Perusahaan dibawah pengawasan Atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Atasan langsung dapat menjatuhkan sanksi atau hukuman atas\n    tindakan indisipliner Karyawan yang telah melanggar tata tertib dan\n    Perjanjian Kerja Bersama (PKB).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB IX :\nSANKSI-SANKSI TERHADAP PELANGGARAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 66 :\nKetentuan Umum Pemberian Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Karyawan menyadari sepenuhnya tentang perlunya penegakkan\n    displin kerja. Oleh karena itu, setiap ucapan, tulisan atau perbuatan\n    Karyawan beik berupa kelalaian maupun kesengajaan yang melanggar ketentuan\n    yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja dan Perjanjan Kerja Bersama serta\n    Peraturan pelaksana lainnya dapat dibeikan sanksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tindakan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dimaksudkan sebagai tindakan\n    korektif yang bersifat pengarahan dan pembinaan terhadap tindakan,\n    sikap\u002Ftingkah laku Karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tindakan penjtuhan sanksi tergantung besar-kecilnya pelanggaran, dan\n    dapat dperinci sebagai berikut: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Teguran lisan tecatat\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Teguran lisan tercatat diberikan kepada\n    Karyawan yang melakukan pelanggaran tat tetib ringan dan atau melakukan\n    pelanggaran tata tertib kerja Perusahaan dan dibuktikan dengan sebuah surat\n    teguran secara tertulis yang bertujuan utntuk memberikan pembinaan agar\n    pelanggaran tersebut tidak berlanjut pada pelanggaran yang berakibat Surat\n    Peringatan tertulismasa berlaku selama 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Surat Peringatan Tertulis (SP I\u002FII\u002FIII).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Peringatan tertulis diberikan kepada Karyawan\n    yang melakukan pelanggaran tata tertib atau Karyawan yang yang sudah penah\n    mendapat surat teguran tetapi melakukan pelanggaan lagi dan dibuktikan\n    dengan surat peringatan secara tertulis. Surat peringatan dikelompokkan\n    menjadi 3 (tiga) Surat Peringatan pertama (SP I), Surat Peringatan kedua\n    (SP II), Surat Peringatan ketiga (SP III) dan masing-masing peringatan\n    dapat diberikan secara berurutan atau tidak berurutan tegantung kepada\n    berat ringannya pelanggaran. Mas berlaku suran peringatan ini adalah 6\n    bulan kalender, terhitung sejak terjadinya pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Demmosi\u002Fpenurnan jabatan pemindahan tugas,\n    dan atau\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pencabutan semua atau sebagian fasilitas\n    yang diberikan oleh perusahaan, dan atau\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Kewajiban membayar ganti rugi atas kerugian\n    Perusahaan yang diperhitungkan langsung dari upahnya, dan atau\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Penundaaan kenaikan upah dan pemberian\n    tunjangan lainnya selama berlaku masa sansksi, dan atau\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pembebasan tugas untuk sementara (skorsing),\n    dan atau\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Penghentian kenaikan upah dan dapat\n    diberikan kepada Karyawan yang sedang menjalani Proses PHK yang pada saat\n    itu bersamaan dengan waktu kenaikkan upah Karyawan. Penghentian kenaikan\n    upah tersebut minimal sama dengan UMK yang ditetapkan Pemerintah, dan\n    autau\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Pemutusan Hubungan Kerja Berdasarkan UU\n    ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja akibat tindakan pelanggaran berat dapat\n    dilakukan seketika sesuai Peraturan Perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 67 :\nPertimbangan Pemberian Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam memberikan peringatan tertulis atau penjatuhan sanksi kepada Karyawan,\nPerusahaan akan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Jenis dan berat-ringannya kesalahan atau pelanggaran;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dampak dari kesalahan atau pelanggaran;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Seringnya pengulangan atau frekuensi kesalahan atau pelanggaran;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ada atau tidaknya unsur kealpaan atau kesengajaan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan atau pelanggaran;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jasa-jasa dan dedikasi Karyawan pada Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 68 : Teguran\nLisan Tercatat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Teguran lisan tercatat diberikan pada pekerja yang melakukan pelanggaran\nringan yang mana pihak Perusahaan dengan teguran tersebut pekerja dapat\nmenyadari kesalahan. Teguran lisan tercatat diberikan kepada pekerja tidak\nlebih dari satu kali atas pelanggaran ringan yang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelanggaran yang diberikan teguran lisan tercatat adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tidak menjalankan pekerjaannya pada waktu jam kerja dimulai.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak merawat dan mengembalikan pada tempatnya semua peralalatan kerja\n    milik Perusahaan setelah digunakan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak berpakaian rapi dan sopan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang datang terlambat harus memberitahukan atasan atau\n    departement HRD.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir\u002FAlpha 1 (satu) hari dalam sebulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak dapat bekerja sama dengan sesama teman kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak mampum menjalankan tugasnya setelah mendapatkan\n    pengarahan\u002Fpembinaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak antri pada barisan atau mendahului ketika melakukan cek body oleh\n    security.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memberitahukan kepada departement HRD, jika terjadi perubahan yang\n    menyangkut data diri seperti: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Perubahan nama, alamat, rumah atau tempat tinggal.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Perkawinan, kelahiran, perceraian dan kematian dari keluarga yang\n        menjadi tanggungannya.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 69 :\nKesalahan atau Pelanggaran Dengan Sanksi Surat Peringatan pertama (SP I)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan Karyawan yang dapat diberikan\nSurat Peringatan Pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(SP I) adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Melakukan pelanggaran ulang setelah diberikan teguran lisan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja terlambat datang dari waktu jam kerja Yang telah dilakukan tanpa\n    ijin atau alasan yang dapat diterima, sebanyak 4 (empat) kali dalam 1\n    (satu) bulan kalender, meskipun telah diberikan peringatan lisan oleh\n    Atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja mangkir selam 2 (dua) hari berturut-turut atau selama 3 (tiga)\n    hari kerja tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan kalender berjalan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meninggalkan pekerjaan tidak ijin atasan atau berhenti bekerja sebelum\n    waktunya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memakai tanda pengenal dalam lingkungan Perusahaaan, kecuali\n    ditempat tertentu yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bekerja tidak efesien, seperti; membaca majalah atau menulis surat\n    pribadi, bermain games, chatting, dan kegiatan pribadi lainnya pada waktu\n    jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memakai peralatan dan perlengkapan kerja yang telah ditetapkan oleh\n    Perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membuang samoah secara sembarangan tidak pada tempatnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak pemeriksaan atas kesehatannya oleh dokter\u002Ftenaga medis yang\n    ditunjuk Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meludah disembarangan tempat seperti dilantai tempat kerja, ruangan\n    kantor, dan ara pabrik lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak untuk diperiksa pada pintu gerbang masuk\u002Fkeluar.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak mematuhi ketentuan keselamatan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja memasuki ruangan yang ada tanda “Dilarang Masuk”.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh setiap pekerja dan diketahui oleh\n    atasannya, tetapi tidak diambil tindakan maka atasan pekerja tersebut\n    dikenakan tidak disiplin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menerima kunjungan pribadi dalam jam kerja, tanpa seijin HRD\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Diluar jam atau hari kerja berada dilingkungan Perusahaan (dengan batasan\n    sampai dengan POS pemeriksaan) tanpa ijin Pimpinan atau HRD.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melaksanakan perintah kerja sesuai dengan SOP mauoun perintah kerja\n    yang layak dari atasan dan atau pimpinan walaupun telah\n    diberitahu\u002Fdiingatkan oleh atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja\u002Fintruksi\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dilarang memasuki area kerja dan wilayah tertentu yang telah ditentukan\n    pada hari libur tanpa ijin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja menolak perintah yang layak dari atasan atau pimpinan\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan tidak masuk kerja karena sakit dan tidak memberikan surat\n    keterangan dokter pada waktu masuk kerja kembali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tetap tidak menunjukan kemampuan dan kesungguhan bekerja, walaupun sudah\n    diberikan peringatan lisan oleh Atasannya langsung.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melaksanakan Pemeliharaan Perlengkapan Harian (P2H) untuk peralatan\n    kerja yang mengharuskan pelaksanaan P2H sebelum menggunakan\n    peralatan\u002Fmesin\u002Fsarana\u002F lainnya tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melapor kepada Atasannya atau tidak mengambil tindakan pencegahan\n    atas perbuatan\u002Ftindakan sesama Karyawan atau orang lain yang diketahuinya\n    didalam lingkungan Perusahaan yang dapat menimbulkan bahaya bagi sesama\n    Karyawan atau merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluar-masuk ruangan atau gedung dalam lingkungan pekerjaan yang bukan\n    merupakan kewenangannya tanpa ijin atau prosedur yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak segera melaporkan kecelakaan kerja yang terjadi di area\n  kerjanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan sengaja memperlambat pekerjaan walaupun sudah diberi peringatan\n    lisan oleh Atasan langsung.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pelanggaran yang setara dengan pelanggaran yang bersanksi Surat\n    Peringatan Pertama (SP I).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 70 :\nKesalahan atau Pelanggaran Dengan Sanksi Surat Peringatan Kedua (SP II)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan Karyawan yang dapat diberikan\nSurat Peringatan Kedua (SP II) sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Melakukan pengulangan pelanggaran yang setara dengan pelanggaran yang\n    diatur dalam Surat Peringatan Pertama (SP I) pada periode Surat Peringatan\n    Pertama (SP I) masih berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak pemberian sanksi Surat Peringatan Pertama (SP I) yang harus\n    diterimanya tanpa alasan berserta bukti yang jelas dan dapat\n    dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir selama 3 (tiga) hari kerja secara berturut-turut atau 4 (empat)\n    hari kerja secara tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan kalender\n    berjalan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memasang tanda bahaya atau alat pengaman sesuai dengan prosedur\n    yang ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memindahkan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja dari tempatnya atau\n    mempergunakannya bukan untuk tujuan yang semestinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan jual belli didalam lingkungan Perusahaan untuk kepentingan\n    pribadi dan menggangu aktivitas pekerjaan, walaupun sudah diberikan\n    peringatan oleh Atasannya langsung.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memaksa memberikan tugas\u002Fpekerjaan yang seharusnya dilakukan sendiri\n    kepada orang lan atau melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa ijin\n    atau perintah langsung dari Atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berpindah sift kerja tanpa pemberitahuan dan ijin Atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidur tanpa ijin di lingkungan Perusahaan pada waktu kerja atau dalam\n    menjalankan pekerjaan atau tugas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggunakan\u002Fmenjalankan mesin atau pelengkapan lain yang bukan menjadi\n    tanggungjawabnya, kecuali dengn seijin Atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyebarkan\u002Fmengedarkan pamplet\u002Fbulletin, selembaran dan lain-lain tanpa\n    ijin Perusahaan atau mencoret-coret didalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak panggilan secara tertulis dari atasan atau manajement dalam\n    hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menempelkan atau mengedarkan poster atau selembaran yang tidak ada\n    hubungan pekerjaan tanpa ijin dari Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Secara tidak sengaja atau ceroboh yang menyebabkan timbulnya resiko\n    terkena bahaya atau merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak mencegah melaporkan terjadinya tindakan-tindakan atau\n    perbuatan-perbuatan yang dapat Merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pelanggaran yang setara dengan pelanggaran yang bersanksi Surat\n    Peringatan Kedua (SP II).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 71 :\nKesalahan atau Pelanggaran Dengan Sanksi Surat Peringatan Ketiga (SP III)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan Karyawan yang dapat diberikan\nSurat Peringatan Kedua (SP II) sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Melakukan pengulangan pelanggaran yang setara dengan pelanggaran yang\n    diatur dalam Surat Peringatan Pertama atau Kedua (SP I\u002F SP II) pada periode\n    Surat Peringatan Kedua (SP II) masih berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak pemberian sanksi Surat Peringatan Kedua (SP II) yang harus\n    diterimanya tanpa alasan berserta bukti yang jelas dan dapat\n    dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir selama 4 (empat) hari kerja secara berturut-turut atau 5 (lima)\n    hari kerja secara tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan kalender\n    berjalan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama jam kerja meninggalkan tempat kerja tanpa ijin atau alasan yang\n    tidak dapat diterima, sebanyak 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) bulan kalender\n    meskipun telah diberi peringatan oleh Atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mempergunakan baran-barang\u002Fperalatan milik Perusahaan untuk hal-hal yang\n    bersifat pribadi tanpa seijin pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mencoret-coret, merobek, atau mengambil surat pengumuman atau\n    pemberitahuan dari Perusahaan yang ditempel pada papan pengumuman.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak untuk mengikuti program pemeriksaan kesehatan, Medical Check Up\n    (MCU), mauoun tidak lanjut dari program MCU yang diselenggarakan oleh\n    Perusahaan jika ada program tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menghilangkan dengan sengaja atu tidak sengaja surat-surat penting\n    termasuk dokumen kendaraan milik Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak mengikuti prosedur kerja yang aman atau Standar. Prosedur Operasi\n    (Standart Operating Prosedure\u002FSOP), sehingga membahayakan diri sendiri dan\n    orang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berpindah tugas dan atau mengalihkan tugas dan atau melaksanakan tugas\n    orang lain yang bukan tanggungjawabnya tanpa seijin dari Atasan\n  kerjanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memberi informasi\u002Ftidak segara memberikan laporan kepada Atasannya\n    atas segala kemungkinan mengenai kondisi\u002Fsituasi yang dapat\n    menimbulkan\u002Fmengakibatkan kecelakan\u002Fcedera terhadap dirinya maupun orang\n    lain dan ataupun kerusakan material terhadap barang milik dan atau kerugian\n    bagi Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membuang limbah Bahan Kimia Berbahaya\u002FB3 (Oli, Grease, Aki, dll) yang\n    bukan tempatnya dan atau tidak sesuai prosedur sehigga mencemari\n  lingkungan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyebarkan berita-berita yang tidak benar didalam lingkungan Perusahaan\n    senhingga menimbulkan keresahan diantara sesama Karyawan dan mengakibatkan\n    pekerjaan terganggu atau suasana kerja yang tidak kondusif.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menghalangi petugas keamanan\u002Fkesekamatan Perusahaan dalam menjalankan\n    tugas pengamanan atau menolak diperiksa oleh petugas keamanan\u002Fkeselamatan\n    (K3) Perusahaan pada waktu sedang diadakan pemeriksaan\u002Finvestigasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggunakan peralatan\u002Fkendaraan\u002Fmesin\u002Falat angkut\u002F yang tidak aman untuk\n    digunakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan atau orang lain dan atau\n    mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan kanibalisasi pada peralatan\u002Fkendaraan\u002Fmesin\u002F sarana lainnya\n    tanpa ijin atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merubah standar peralatan\u002Fmesin\u002Falat angkut\u002F yang dapat membahyakan diri\n    sendiri dan atau orang lain dan atau mengakibatkan kerugian bagi\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memakirkan kendaraan\u002Falat angkut\u002Falat-berat\u002Fsarana lainnya pada kondisi\n    yang berbahaya atau memarkirkan tidak sesuai prosedur, terkecuali\n    darurat\u002Femergency sebagaimana tercantum dalam SOP.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melepaskan\u002Fmerusak alat peringatan\u002Ftanda bahaya pada alat yang bukan\n    wewenangnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menempatkan barang atau peralatan kerja tidak pada tempatnya,\n    bermain-main dengan peralatan kerja dan atu perlengkapan keselamatan kerja\n    atau memperlakukannya secara sembrono\u002Fceroboh dan tidak semestinya sehingga\n    dapat membahayakan diri sendiri dan atau orang lain dan atau menimbulkan\n    kecelakaan\u002Fcedera terhadap dirinya maupun orang lain dan atau kerusakan\n    material terhadap barang milik dan atau kerugiaan bagi Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masih tetap tidak cakap dalam melakukan pekerjaannya meskipun telah\n    dicoba ditempatkan pada beberapa jenis pekerjaan yang dianggap sesua\n    kemampuannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggungjawabnya sehingga dapat\n    membahayakan diri sendiri dan atau orang lain dan atau menimbulkan\n    kecelakaan\u002Fcedera terhadap dirinya maupun orang lain dan atau kerusakan\n    material terhadap barang milik dan atau kerugiaan bagi Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memasang tanda bahaya dan atau alat pengaman keselamatan kerja atau\n    melepaskan\u002Fmemindahkan\u002Fmengabaikan tanda bahaya dan atau alat pengaman\n    keselamatan kerja yang telah dipasang orang lain tanpa ijin dan prosedur\n    yang ditetapkan, sehingga dapat membahayakan diri sendiri dan atau orang\n    lain dan atau menimbulkan kecelakaan\u002Fcedera terhadap dirinya maupun orang\n    lain dan atau kerusakan material terhadap barang milik dan atau kerugiaan\n    bagi Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memakai perlengkapan keselamatan, kesehatan kerja dan perlindungan\n    kerja pada waktu melakukan pekerjaan dimana perlengkapan tersebut\n    harus\u002Fwajib dipakai sehinggamengakibatkan kecelakaan kerja sehinnga dapat\n    membahayakan diri sendiri dan atau orang lain dan atau menimbulkan\n    kecelakaan\u002Fcedera terhadap dirinya maupun orang lain dan atau kerusakan\n    material terhadap barang milik dan atau kerugiaan bagi Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menahan atau mengambil slip gaji milik pekerja lain dengan alasan apapun\n    tanpa surat kuasa yang sah dari pemiliknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membatasi\u002Fmenganbat pekerjaan dengan sengaja yang mengakibatkan kurangnya\n    hasil produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Manipulasi absen dan atau mengabsenkan atau diabsenkan oleh orang lain\n    baik untuk kepentingan diri sendiri ataupun rekan sekerja, termasuk dalam\n    hal mana pekerja yang diabsenkan berada ditempat kerja atau didalam\n    lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pelanggaran yang setara dengan pelanggaran yang bersanksi Surat\n    Peringatan Ketiga (SP III).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 72 :\nKesalahan atau Pelanggaran dengan Sanksi PHK\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan Karyawan yang dapat dikenakan\n    sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) berlaku untuk kategori sebagai\n    sebagai berikut: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Merokok dan atau menyalakan api di\n    tempat-tempat yang mudah meledak dan atau tempat-tempat yang “Dilarang\n    Merokok\u002FMenyalakan Api” dan atau oleh karena pelanggaran tersebut\n    mengakibatkan kecelakaan\u002Fcedera terhadap dirinya maupun orang lain dan atau\n    kerusakan material terhadap barang milik dan atau kerugiaan bagi\n    Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Menyalahgunakan kedudukannya\u002Fjabatan didalam\n    Perusahaan baik langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh keuntungan\n    pribadi maupun memperkaya diri sendiri.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mempunyai hubungan kerja pada Perusahaan\n    lain baik secara langsung ataupun tidak langsung atau mempunyai usaha lain\n    yang dapat mengganggu pelaksanaan tugasnya, sehingga dapat menimbulkan\n    pertentangan kepentingan (conflict of interest) dan oleh karena pelanggaran\n    tersebut mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Mengoperasikan peralatan\u002Fmesin\u002Falat angkut\u002F\n    sarana lainnya secara sengaja\u002Fsembrono\u002F ceroboh dan atau tidak aman, dan\n    atau tidak sesuai prosedur, yang ditetapkan, dan oleh karena pelanggaran\n    tersebut mengakibatkan kecelakaan\u002Fcedera terhadap dirinya maupun orang lain\n    dan atau kerusakan material terhadap barang milik dan atau kerugian bagi\n    Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Mengoperasikan atau memerintahkan\n    pengoperasian peralatan\u002Fmesin\u002Falat angkut\u002Fsarana lainnya yang rusak atau\n    tidak layak\u002Faman dan oleh karena pelanggaran tersebut mengakibatkan\n    kecelakaan\u002Fcedera terhadap dinnya maupun orang lain dan atau kerusakan\n    material terhadap barang milik dan atau kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Berkelahi secara fisik dan atau memukul dan\n    atau melakukan tindakan sewenang-wenang menyakiti\u002Fmelukai\u002Fmenyiksa secara\n    fisik terhadap Bawahan, rekan sekerja, Atasan baik langsung maupun tidak\n    langsung, Pimpinan Perusahaan di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Melakukan sabotase atau perbuatan lain dalam\n    bentuk apapun dan oleh karena pelanggaran tersebut mengakibatkan\n    kecelakaan\u002Fcedera terhadap dirinya maupun orang lain dan atau kerusakan\n    material terhadap barang milik dan atau kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Membawa senjata tajam, senjata api, bahan\n    peledak ke dalam lingkungan Perusahaan tanpa ijin dari Pimpinan Perusahaan\n    dan atau pihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Melakukan penipuan, pencurian, atau\n    penggelapan barang dan atau uang milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Melakukan pemalsuan apapun bentuknya dan\n    atau memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan baik dalam hal\n    berkaitan dengan dokumen maupun pada saat investigasi atas kejadian atau\n    kecelakaan sehingga merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Bermain-main atau bercanda pada waktu\n    bekerja dan oleh karena pelanggaran tersebut mengakibatkan\n    kecelakaan\u002Fcedera terhadap dirinya maupun orang lain dan atau Kerusakan\n    material terhadap barang milik dan atau kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Meminum minuman keras yang memabukkan,\n    memakai dan atau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif\n    lainnya di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Melakukan perbuatan asusila dan atau\n    pelecehan seksual terhadap orang lain dan atau perjudian di lingkungan\n    kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Menyerang, menganiaya, mengancam atau\n    mengintimidasi teman sekerja atau Pimpinan Perusahaan di lingkungan\n    kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o. Membujuk teman sekerja\u002FAtasan untuk\n    melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Peraturan\n    perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">p. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau\n    membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik Perusahaan yang menimbulkan\n    kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">q. Membongkar atau membocorkan rahasia\n    Perusahaan yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan\n    Negara.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">r. Memalsukan surat-surat dokumen, surat\n    keterangan dokter, resep dokter, kwitansi, surat-surat atau data-data yang\n    berhubungan dengan Perusahaan lainnya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">s. Mengadakan rapat. pidato, propaganda, atau\n    menempelkan selebaran yang menggangu ketertiban dan keamanan di lingkungan\n    Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">t. Dengan sengaja tanpa alasan yang dapat\n    diterima atau tanpa ijin Atasan langsungnya memindahkan atau menyimpan\n    barang milik Perusahaan di suatu tempat y ang tidak semestinya sebagai\n    usaha pencunan\u002Fpenggelapan dan atau membantu pencurian\u002F penggelapan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">u. Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan\n    Perusahaan yang diancam pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">v. Menyalakan api yang tidak berhubungan dengan\n    pekerjaan didalam ligkungan Perusahaan kecuali ditempat-tempat yang telah\n    ditentukan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">w. Menerima dan memberi suap baik uang maupun\n    barang dari sesama pekerja, Sub-contractor baik secara langsung maupun\n    tidak langsung.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">x. Melakukan aktvitas atau transaksi pinjaman\n    atau pengadaan dalam bentuk uang ataupun barang yang bertujuan untuk\n    memperoleh keuntungan dengan cara memberikan bunga atau melakukan praktek\n    bank gelap Praktek Rentenir ) didalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">y. Membawa pulang peralatan kerja yang biasa\n    digunakan ditempat kerja atau peralatan kerja yang hanya dana digunakan\n    ditempat keranya tanpa izin tertulis dan atasan. sesual dengan aturan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kesalahan atau pelanggaran berat sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal\n    ini harus didukung dengan bukti sebagai berikut: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Karyawan tertangkap tangan, dan atau\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Ada pengakuan dan Karyawan yang bersangkutan\n    dan atau \u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bukti lain berupa laporan kejadian yang\n    dibuat oleh pihak yang berwenang di Perusahaan dan didukung oleh\n    sekurang-kurangnya 2 (dua) orang sanksi.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 73 :\nPemutusan Hubungan Kerja Demi Hukum\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>PHK dalam Masa Percobaan \n    \u003Cp>a. PHK dalam Masa Percobaandapat dilakukan setiap saat baik atas\n    permintan Karyawan ataupun Perusahaan tanpa menimbulkan tuntutan ganti rugi\n    dalam bentuk apapun kepada salah satu pihak.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Karyawan tidak berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa\n    kerja, uang pisah dan uang penggantian hak lainnya, kecuali biaya\n    perjalanan untuk kembali ketempat asal penerimaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PHK karena Berakhirnya Masa Kontrak Kerja\u002FPerjanjian Kena Waktu Tertentu\n    (PKWT). \n    \u003Cp>a. PHK dengan sendirinya\u002Fdemi hukum terjadi apabila jangka waktu kontrak\n    kerja berakhir, sesuai peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Karyawan tidak berhak atas uang pesangon, uay penghargaan masa kerja.\n    uang pisah dan uang penggantian hak lainnya, kecuali biaya perjalanan untuk\n    kembali ketempat asal penerimaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PHK karena Meninggal Dunia. \n    \u003Cp>a. Hubungan kerja antara Karyawan dan Perusahaan dengan sendirinya\n    berakhir\u002Fdemi hukum pada saat Karyawan meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Kepada ahli waris dari Karyawan berhak atas sejumlah uang yang besar\n    perhitungannya sama dengan perhitungan 2 (dua) kali Uang Pesangon, 1 (satu)\n    kali Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak sesuai dengan\n    Pasal 166 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakernaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PHK karena Mencapai Usia Pensiun. \n    \u003Cp>a. Hubungan kerja Karyawan dengan Perusahaan dengan sendirinya\n    berakhir\u002Fdemi hukum setelah Karyawan mencapai batas usia pensiun normal\n    yaitu 55 (lima puluh lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Pemberitahuan atau pengajuan permohonan PHK berdasarkan usia pensiun\n    dapat dilakukan 3 (tiga) bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Perhitungan masa kerja didasarkan pada tanggal efektif Karyawan mulai\n    bekerja sampai dengan tanggal hubungan kerja berakhir.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Perhitungan usia Karyawan didasarkan pada tanggal lahirnya terdaftar\n    pada Perusahaan sampai dengan tanggal hubungan kerja berakhir.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>e. Bagi Karyawan yang hubungan kerjanya berakhir karena usia pensiun\n    yaitu 55 (lima puluh lima) tahun, maka Perusahaan memberikan Uang Pesangon,\n    Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak sesuai Pasal 167\n    Undang-Undang Nomor 13 Tahun Tentang Ketenagakerjaan, disamping pemberian\n    hak-hak dan BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 74 :\nPemutusan Hubungan Kerja Atas Kehendak Sendiri\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>PHK atas Kehendak Sendiri adalah putusnya hubungan kerja karena\n    pengunduran diri atas permintaan Karyawan sendiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan terhadap ketentuan ini wajib dilakukan oleh Karyawan dengan\n    mengajukan permohonan pengunduran din Karyawan dibuat secara tertulis\n    disertai alasannya dan ditujukan kepada Atasannya paling lambat 30 (tiga\n    puluh) har sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan wajib bekerja sampai tanggal pengunduran diri dan wajib\n    menyelesaikan tanggungan atau kewajiban kepada pihak Perusahaan, termasuk\n    serah terima tugas dan inventaris Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang mengundurkan diri tidak berhak atas Uang Pesangon. Namun\n    yang bersangkutan berhak atas Uang Penggantian Hak sesuai Peraturan\n    perundangan yang berlaku dan Uang Pisah sebagaimana telah diatur dalam\n    Pasal 162 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan\n    Besarnya uang pisah adalah:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Masa\n      Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PHK\n        &amp; Besarnya Uang Pisah \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Karyawan\n        Mengundurkan Diri(UU No. 13\u002F2003 Pasal 162) \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 3 tahun tapi &lt; 5 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 1.000.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 5 tahun tapi &lt; 8 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 1.500.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 8 tahun tapi &lt; 11 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 2.500.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 11 tahun tapi &lt; 14 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 3.000.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 14 tahun tapi &lt; 17 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 3.500.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 17 tahun tapi &lt; 20 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 4.000.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 20 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 4.500.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PHK atas kemauan sendiri termasuk perbuatan yang dimana karyawan masih\ndalam hubungan kerja dengan perusahaan ternyata terbukti memiliki hubungan\nkerja dengan perusahaan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 75 : PHK\nInisiatif Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>PHK karena Alasan Kesehatan. \n    \u003Cp>a. Perusahan dapat melakukan PHK kepada Karyawan sakit yang\n    berkepanjangan dan atau yang telah mendapat cuti sakit sampai batas\n    maksimum tetapi tetap belum dapat menjalankan tugas atau berdasarkan\n    keterangan dokter dinyatakan penyakitnya tidak dapat sembuh atau akan\n    memerlukan bertahun-tahun dan dianggap membahayakan kesehatan lingkungan\n    kerja setelah mendapat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Pemutusan hubungan kerja dengan alasan tersebut di atas maka Karyawan\n    berhak mendapatkan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang\n    Penggantian Hak sesuai pasal 172 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang\n    Ketenagakerjaan, disamping pemberian hak-hak dari BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PHK karena Pelanggaran Tata Tertib (Indispliner) \n    \u003Cp>a. PHK karena pelanggaran tata tertib (Indispliner). Pelanggaran\n    Peraturan harus didahului dengan adanya surat-surat peringatan sampai\n    dengan Surat Peringatan Ketiga (SP III). Apabila selama berlakunya Surat\n    Peringatan III (SP III) tersebut Karyawan masih melakukan pelanggaran maka\n    PHK dapat dilakukan sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang\n    Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Pemutusan hubungan kerja dengan alasan tersebut di atas maka Karyawan\n    berhak mendapatkan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang\n    Penggantian Hak sesuai pasal 161 ayat 3 Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2003\n    Tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PHK karena melakukan Pelanggaran Berat dengan alasan mendesak dan\n    pelaksanaannya berpedoman sesuai Peraturan Perundang-undangan yang\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PHK karena Ditahan Bukan Atas Pengaduan Perusahaan. \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perusahaan berhak melakukan pemutusan\n    hubungan kerja terhadap Karyawan karena ditahan oleh pihak yang berwajib\n    dan sedang dalam proses hukum akibat tindak pidana yang dilakukannya, namun\n    bukan atas pengaduan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. PHK ini dapat dilakukan setelah 6 (enam)\n    bulan yang bersangkutan tidak menjalankan kewajban bekerja akibat menjalani\n    proses pidana, terhitung sejak yang bersangkutan ditahan oleh pihak yang\n    berwajib.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara\n    pidana sebelum masa 6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat 4.b\n    berakhir dan Karyawan dinyatakan tidak bersalah, maka Perusahaan akan\n    mempekerjakan Karyawan kembali.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara\n    pidana sebelum masa 6 (enam) bulan berakhir dan Karyawan dinyatakan\n    bersalah, maka Perusahaan dapat melakukan pemutusan hubungan kerja kepada\n    Karyawan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>PHK karena Mangkir. \n    \u003Cp>a. Karyawan yang mangkir selama 5 (lima) harı kerja atau lebih\n    berturut-turut atau 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) bulan atau lebih\n    secara tidak berturut turut tanpa keterangan secara tertulis yang\n    dilengkapi dengan bukt yang sah dan telah dipanggil oleh Perusahaan 2 (dua)\n    kali secara patut dan tertulis dapat diputus hubungan kerjanya karena\n    dikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Keterangan tertulis dengan bukti yang sah sebagaimana dimaksud dalam\n    ayat 5.a. harus diserahkan paling lambat pada hari pertama Karyawan masuk\n    bekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Terhadap hal pada ayat 5.a. dan 5.b. dapat dilakukan pemutusan\n    hubungan kerja, sesuai dengan Pasal 168- Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003\n    Tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Karyawan yang bersangkutan berhak mendapatkan uang pandgantuan hak dan\n    uang pisah Besanya uang pisah adalah :\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">No.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Masa\n      Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Alasan\n        PHK &amp; Besarnya Uang Pisah \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Karyawan\n        Mangkir \n\n        \u003Cp>(UU No. 13\u002F2003 Pasal 168)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 5 tahun tapi &lt; 8 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 1.000.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 8 tahun tapi &lt; 11 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 1.500.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 11 tahun tapi &lt; 14 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 2.000.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 14 tahun tapi &lt; 17 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 2.500.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 17 tahun tapi &lt; 20 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 3.000.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja &gt; 20 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 3.500.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 76 :\nPemutusan Hubungan Kerja Berdasarkan Keadaan Tertentu\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap Karyawan\n    dalam hal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan, atau perubahan\n    kepemilikan Perusahaan dan Karyawan tidak bersedia melanjutkan hubungan\n    kerja, maka Karyawan berhak atas Uang Pesangon sebesar 1 (satu) kali sesuai\n    ketentuan pasal 156 ayat 2, Uang Perhargaan Masa Kerja 1 (satu) kali\n    ketentuan pasal 156 ayat 3 dan Uang Penggantian Hak sesuai ketentuan dalam\n    pasal 156 ayat 4 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang\n  Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap Karyawan\n    karena perubahan status. penggabungan, atau peleburan Perusahaan, dan\n    Perusahaan tidak bersedia menerima Karyawan di Perusahaannya, maka Karyawan\n    berhak atas Uang Pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat 2,\n    Uang Penghargaan Masa Kerja 1 (satu) kali ketentuan dalam pasal 156 ayat 3\n    dan Uang Penggantian Hak sesuai ketentuan dalam pasal 156 ayat 4\n    Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap Karyawan\n    karena Perusahaan tutup yang disebabkan Perusahaan mengalami kerugian\n    secara terus menerus selama 2 (dua) tahun, atau keadaan memaksa (force\n    majeur), dengan ketentuan Karyawan berhak atas Uang Pesangon sebesar 1\n    (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat 2, Uang Penghargaan Masa Kerja sebesar\n    1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat 3 dan Uang Penggantian Hak sesuai\n    ketentuan pasal 156 ayat 4Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang\n    Ketenagakerjaan. Kerugian Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1\n    (satu) harus dibuktikan dengan laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir yang\n    telah diaudit oleh akuntan publik. Pengusaha dapat melakukan pemutusan\n    hubungan kerja terhadap pekerja\u002Fburuh karena Perusahaan pailit, dengan\n    ketentuan Karyawan berhak atas Uang Pesangon sebesar 1 (satu) kali\n    ketentuan pasal 156 ayat 2, Uang Penghargaan Masa Kerja sebesar 1 (satu)\n    kali ketentuan pasal 156 ayat 3 dan Uang Penggantian Hak sesuai ketentuan\n    pasal 156 ayat 4Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang\n  Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerugian Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu) harus\n    dibuktikan dengan laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir yang telah\n    diaudit oleh akuntan publik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\u002Fburuh\n    karena Perusahaan pailit, dengan ketentuan Karyawan berhak atas Uang\n    Pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat 2, Uang Penghargaan\n    Masa Kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat 3 dan Uang\n    Penggantian Hak sesuai ketentuan pasal 156 ayat 4Undang-Undang Nomor 13\n    Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Perusahaan dapat melakukan pemutusan\n    hubungan kerja terhadap Karyawan dalam hal terjadi perubahan status,\n    penggabungan, peleburan, atau perubahan kepemilikan Perusahaan dan Karyawan\n    tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 77 :\nPemberhentian Sementara (Skorsing)\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Berdasarkan pertimbangan bersama antara Perusahaan dan Karyawan, maka\n    demi ketenangan dan kelancaran kerja dalam Perusahaan terhadap seorang\n    Karyawan yang sedang dalam proses PHK dapat dikenakan pemberhentian\n    sementara atau skorsing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jangka waktu skorsing sampai adanya keputusan yang mempunyai kekuatan\n    hukum tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama menjalani skorsing karyawan menerima upah dan tunjangan lainnya\n    yang tidak terkait dengan kehadiran secara penuh.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 78 : Uang\nPesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak\nditentukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang\nKetenagakerjaan, yaitu:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_perc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">Uang Pesangon sekurang-kurangnya sebagai berikut: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Masa kerja sampai kurang dari 1 tahun:1 bulan\n    upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Masa kerja &gt; 1 tahun tapi &lt; 2 tahun: 2\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Masa kerja &gt; 2 tahun tapi &lt; 3 tahun: 3\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Masa kerja &gt; 3 tahun tapi &lt; 4 tahun : 4\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Masa kerja &gt; 4 tahun tapi &lt; 5 tahun: 5\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Masa kerja &gt; 5 tahun tapi &lt; 6 tahun : 6\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Masa kerja&gt; 6 tahun tapi &lt; 7 tahun: 7\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h.Masa kerja &gt; 7 tahun tapi &lt; 8 tahun : 8\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i.Masa kerja 8 tahun atau lebih: 9 bulan\n    upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang Penghargaan Masa Kerja sekurang-kurangnya sebagai berikut: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Masa kerja &gt; 3 tahun tapi &lt; 6 tahun: 2\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Masa kerja &gt; 6 tahun tapi &lt; 9 tahun: 3\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Masa kerja &gt; 9 tahun tapi &lt; 12 tahun: 4\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Masa kerja &gt; 12 tahun tapi &lt; 15 tahun:\n    5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Masa kerja &gt; 15 tahun tapi &lt; 18 tahun:\n    6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f.Masa kerja&gt; 18 tahun tapi&lt; 21 tahun: 7\n    bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g.Masa kerja &gt; 21 tahun tapi &lt; 24 tahun:\n    8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h.Masa kerja 24 tahun atau lebih: 10 bulan\n    upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fli>\u003Cli>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang Penggantian Hak sesuai dengan pasal 156 ayat 4 Undang-Undang Nomor\n    Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan Uang Pesangon,\n    Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak terdiri atas upah\n    pokok dan tunjangan tetap sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 157 ayat 1\n    Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal penghasilan Karyawan dibayarkan atas dasar perhitungan harian,\n    maka penghasilan sebulan adalah sama dengan 30 kali penghasilan sehari.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB X : HUBUNGAN\nINDUSTRIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 79 :\nPenyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sudah menjadi kehendak Perusahaan dan Karyawan yang menyadan betapa\n    pentingnya arti komunikasi dan kerjasama dalam menciptakan hubungan kerja\n    yang harmonis diantara kedua belah pihak, maka setiap permasalahan\u002Fkeluh\n    kesah atau pengaduan seorang karyawan yang timbul dapat diselesaikan secara\n    musyawarah untuk mufakat dengan segera mungkin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk itu hendaknya Karyawan segera menyampaikan masalah yang dihadapinya\n    melalui Atasan langsungnya, baik secara lisan maupun tertulis agar sedapat\n    mungkin dapat diselesaikan oleh Atasan langsung dari Karyawan yang\n    bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika penyelesaian belum memuaskan baginya, maka Karyawan tersebut dengan\n    sepengetahuan Atasannya dapat meneruskan keluhan\u002Fpengaduannya kepada Atasan\n    yang lebih tinggi dan apabila penyelesaian belum memuaskan baginya, maka\n    Karyawan tersebut dapat meneruskan keluhan\u002Fpengaduannya kepada Kepala\n    Department HRD yang dalam hal ini mewakili Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila masalah\u002Fkeluh kesah tersebut ternyata tidak dapat diselesaikan\n    secara musyawarah untuk mufakat, maka akan dimintakan bantuan penyelesaian\n    kepada intansi ketenagakerjaan setempat sesuai dengan Peraturan\n    perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 80 :\nBIPARTIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk mempermudah komunikasi antara Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri\n    dengan Pengusaha, maka secara sadar dan bertanggung jawab pihak Pengusaha\n    dan Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri melakukan BIPARTIT dalam upaya mencari\n    penyelesaian masalah bersama\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>BIPARTIT diwujudkan dalam pertemuan rutin yang akan dilakukan setiap 1\n    (satu) bulan sekali dan waktunya diatur tersendiri, kecuali untuk\n    masalah-masalah yang mendesak\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 81 : Lembaga\nKerjasama BIPARTIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:auto;margin-right:auto;text-align:justify;\">Lembaga\nKerjasama BIPARTIT dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 82 : Mogok\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mogok Kerja merupakan hak dasar pekerja\u002Fserikat pekerja yang dilakukan\n    secara sah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mogok Kerja tidak sah apabila dilakukan: \n    \u003Cp>a. Bukan akibat gagalnya perundingan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Tanpa pemberitahuan kepada pengusaha dan instansi yang bertanggung\n    jawab Dengan pemberitahuan kurang dari 7 (tujuh) hari kerja sebelum\n    pelaksanaan mogok kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Apabila terjadi mogok kerja tidak sah dan Perusahaan mengalami\n    kerugian akibat mogok baik secara materi maupun keuangan maka pekerja wajib\n    mengganti dari jumlah kerugian tersebut.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Mogok kerja yang dilakukan secara tidak sah seperti ayat 2 dianggap\n    sebagai mangkir\u002Falpa.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB XI : MASA\nBERLAKUNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 83 : Masa\nBerlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratification\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung dari\ntanggal disahkannya oleh Dinas KetenagaKerjaan Kabupaten Tangerang dan dapat\ndiperpanjang dengan masa tenggang waktu 1 (satu) tahun dalam masa perundingan\nPKB selanjutnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 84 : Aturan\nPeralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Hal-hal yang belum diatur secara jelas dan tertulis dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini akan dirundingkan dan disepakati antara Perusahaan dan Serikat\nPekerja Dwikarya Mandiri dengan merujuk kepada peraturan perundang undangan\nyang berlaku. Perjanjian kerjasama ini dinyatakan berlaku dan sah kecuali;\nadanya penentuan bertentangan dengan peraturan Pemerintah dan Undang Undang\nyang baru dikemudian hari maka akan disesuaikan dengan peraturan perundang\nundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini dinyatakan berlaku dan sah kecuali; adanya\npenentuan bertentangan dengan peraturan pemerintah dan undang undang yang baru\ndikemudian hari maka akan disesuaikan dengan peraturan perundang undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Ditandatangani di : Tangerang \n\n        \u003Cp>Tanggal : 16 Juli 2018\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-casignemployees\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003C\u002Fdiv>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003Ctd>Pihak Pengusaha \n\n        \u003Cp>PT Panarub DWIKARYA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IDRIAL \n\n        \u003Cp>HR Senior Manager\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ESFARI MASKAWIYAH\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>HR Direktur\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>PRIHATINI RATNA DEWI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Deputi Direktur\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SIMANDI HALIM\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n      \u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Dan, \n\n        \u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003Cp>PIHAK SERIKAT PEKERJA\u002FSERIKAT BURUH, SERIKAT PEKERJA DWIKARYA\n        MANDIRI PT.PANARUB DWIKARYA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">EKO DARWANTO \n\n        \u003Cp>KETUA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>JUMADI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SEKRETARIS\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Ditandatangani di : Tangerang \n\n        \u003Cp>Har\u002FTanggal : Senin, 16 Juli 2018\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama \n\n        \u003Cp>Tim Perunding\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Serikat Pekerja Mandiri\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PT Panarub Dwikarya\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1. Eko Darwanto \n\n        \u003Cp>2. Harni\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3. Jumadi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>4. Yangga P\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>5. Sunardi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>6. Binsar Frengki\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>7. Abdul Rosid\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>8. Sulaeman\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>9. Suherman\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1. Idrial \n\n        \u003Cp>2. Fitri Dani\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3. Yani\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>4. Hendy Rian K\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>5. Fauzi Kamil\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>6. Daniel P.N\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbaratification":46,"cbaratified":50,"cbadate_start":52,"cbadate_end":54,"cbasignsinglesignatory":56,"casignemployees":60,"cbamemother":64,"trainingprogrammes":66,"pensionfund":70,"contracttrial":74,"contracttrialperiod":78,"contractseverancepay":80,"contractseverancepay1":84,"severance_perc":88,"severance":90,"severance_number_1_tenure":92,"severance_number":96,"sicknesspay":100,"maxsicknesspay":104,"maxsicknesspayperc":108,"sicknessmaxdays":112,"sicknessmaxdaysnr":116,"menstruationleave":118,"disabilitypay":122,"healthcareaccess":126,"healthinsurance":130,"healthandsafetypolicy":132,"protectiveclothing":136,"code_application":140,"healthandsafetytraining":143,"monitoring":147,"funeralpaytype":149,"funeralpayamount":153,"paidmaternityleave":157,"paidmaternityleaveduration":161,"maternityotherclause":163,"pregnancy":167,"breastfeeding_dangerouswork":171,"riskassessment":173,"paidpaternityleave":175,"paidpaternityleavepay":179,"paidpaternityleaveduration":183,"deathrelatives":185,"deathrelativesleave":189,"sexualhar":191,"violence":195,"hourspday_select":199,"hourspweek_select":203,"hourspday":205,"hourspweek":209,"dayspweek_select":211,"dayspweek":215,"MAXHOURS_trigger":217,"hoursovertimemax":221,"PAIDLEAV_trigger":223,"holidaysdays":227,"holidaysweeks":229,"bankholidays1":231,"holidaysfixed":235,"schedulesrestpw":239,"TRADEUNLEAV_trigger":241,"LOWWAGE_trigger":245,"LOWWAGE_government":249,"lowwageperiod":251,"LOWWAGE_provision":253,"STRUCINCR_trigger":255,"wageincreasefirmperformance":259,"wageincreasetype2":263,"ONCERISE_trigger":267,"incidentalbonustype":271,"incidentalbonustype2":274,"NOCTPREM_trigger":278,"shiftallowancetype":282,"shiftallowanceamount1":284,"shiftallowancetype1":286,"OVERTIME_trigger":288,"overtimeallowancetype_general":292,"overtimeallowanceperc1_general":296,"overtimeallowancetype":298,"overtimeallowanceperc1":300,"SUNDAY_trigger":302,"sundayallowancetype":306,"sundayallowanceperc1":308,"SENIOR_trigger":310,"longserviceallowancetype":314,"longserviceallowancetype1":318,"mealvouchers":322,"MEALALL_trigger":326,"mealvouchersamount":328,"mealvoucherstype1":330,"coverunion_trigger":332},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbaratification","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sel","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung dari\ntanggal disahkannya oleh Dinas KetenagaKerjaan Kabupaten Tangerang dan dapat\ndiperpanjang dengan masa tenggang waktu 1 (satu) tahun dalam masa perundingan\nPKB selanjutnya.",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbaratified",{"bindId":53,"name":48,"text":49},"cbadate_start",{"bindId":55,"name":48,"text":49},"cbadate_end",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"cbasignsinglesignatory","Pihak Pengusaha PT Panarub DWIKARYA IDRI","Pihak Pengusaha \n\n        PT Panarub DWIKARYA\n      \n    \n    \n      IDRIAL \n\n        HR Senior Manager\n\n        \n\n        ESFARI MASKAWIYAH\n\n        HR Direktur\n\n        \n\n        PRIHATINI RATNA DEWI\n\n        Deputi Direktur\n\n        \n\n        SIMANDI HALIM\n\n        Direktur",{"bindId":61,"name":62,"text":63},"casignemployees","PIHAK SERIKAT PEKERJA\u002FSERIKAT BURUH, SER","PIHAK SERIKAT PEKERJA\u002FSERIKAT BURUH, SERIKAT PEKERJA DWIKARYA\n        MANDIRI PT.PANARUB DWIKARYA\n      \n    \n    \n      EKO DARWANTO \n\n        KETUA\n\n        \n\n        JUMADI\n\n        SEKRETARIS",{"bindId":65,"name":62,"text":63},"cbamemother",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"trainingprogrammes","Program dan pelatihan dan pengembangan d","Program dan pelatihan dan pengembangan disusun secara berkala dengan\n    memperhatikan; perkiraan perkembangan Perusahaan, aspek anggaran dan\n    kebutuhan nyata akan meningkatkan keterampilan, sikap dan pengetahuan dari\n    Karyawan.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"pensionfund","e. Bagi Karyawan yang hubungan kerjanya ","e. Bagi Karyawan yang hubungan kerjanya berakhir karena usia pensiun\n    yaitu 55 (lima puluh lima) tahun, maka Perusahaan memberikan Uang Pesangon,\n    Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak sesuai Pasal 167\n    Undang-Undang Nomor 13 Tahun Tentang Ketenagakerjaan, disamping pemberian\n    hak-hak dan BPJS Ketenagakerjaan.",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"contracttrial","Masa percobaan hanya berlaku untuk peker","Masa percobaan hanya berlaku untuk pekerja dalam Perjanjian Kerja Waktu\n    Tidak Tertentu dengan jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung\n    sejak mulai bekerja di Perusahaan dan tidak dapat diperpanjang.",{"bindId":79,"name":76,"text":77},"contracttrialperiod",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"contractseverancepay","Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Ker","Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak\nditentukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang\nKetenagakerjaan, yaitu:",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"contractseverancepay1","Uang Pesangon sekurang-kurangnya sebagai","Uang Pesangon sekurang-kurangnya sebagai berikut: \n    a.Masa kerja sampai kurang dari 1 tahun:1 bulan\n    upah\n    b.Masa kerja > 1 tahun tapi \u003C 2 tahun: 2\n    bulan upah\n    c.Masa kerja > 2 tahun tapi \u003C 3 tahun: 3\n    bulan upah\n    d.Masa kerja > 3 tahun tapi \u003C 4 tahun : 4\n    bulan upah\n    e.Masa kerja > 4 tahun tapi \u003C 5 tahun: 5\n    bulan upah\n    f.Masa kerja > 5 tahun tapi \u003C 6 tahun : 6\n    bulan upah\n    g.Masa kerja> 6 tahun tapi \u003C 7 tahun: 7\n    bulan upah\n    h.Masa kerja > 7 tahun tapi \u003C 8 tahun : 8\n    bulan upah\n    i.Masa kerja 8 tahun atau lebih: 9 bulan\n    upah",{"bindId":89,"name":86,"text":87},"severance_perc",{"bindId":91,"name":86,"text":87},"severance",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"severance_number_1_tenure","b.Masa kerja > 1 tahun tapi \u003C 2 tahun: 2","b.Masa kerja > 1 tahun tapi \u003C 2 tahun: 2\n    bulan upah",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"severance_number","f.Masa kerja > 5 tahun tapi \u003C 6 tahun : ","f.Masa kerja > 5 tahun tapi \u003C 6 tahun : 6\n    bulan upah",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"sicknesspay","Istirahat sakit dapat diberikan kepada K","Istirahat sakit dapat diberikan kepada Karyawan yang menderita sakit\n    sedemikian beratnya sehingga tidak dapat melakukan tugas dengan semestinya\n    berdasarkan Surat Keterangan dari Dokter (SKD).",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"maxsicknesspay","Selama masa istirahat sakit, Perusahaan ","Selama masa istirahat sakit, Perusahaan membayarkan upah sesuai yang\n    diatur dalam Undang – undang \u002F peraturan ketenagakerjaan yang berlaku,\n    yaitu : \n    a.Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar: 100%\n    dari upah.\n    b.Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar: 75%\n    dari upah.\n    c.Untuk 4 (empat) bulan tiga, dibayar: 50% dari\n    upah.\n    d.Untuk bulan selanjutnya, dibayar: 25% dari\n    upah sebelum pemutusan hubungan kerja.",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"maxsicknesspayperc","b.Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar: ","b.Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar: 75%\n    dari upah.",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"sicknessmaxdays","Apabila setelah lebih dari 12 (dua belas","Apabila setelah lebih dari 12 (dua belas) bulan yang bersangkutan tidak\n    sembuh dari penyakitnya dan dapat dibuktikan dengan keterangan tertulis\n    resmi dari Dokter bahwa penyakitnya tidak dapat disembuhkan atau memerlukan\n    waktu bertahun – tahun maka Karyawan yang bersangkutan dapat\n    diberhentikan atau dilakukan pemutusan hubungan kerja dengan hormat dari\n    pekerjaanya sesuai dengan prosedur Peraturan Perundangan yang berlaku.",{"bindId":117,"name":114,"text":115},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"menstruationleave","Pekerja perempuan yang dalam masa haid m","Pekerja perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada perusahaan tidak wajib bekerja pada hari pertama dan hari kedua pada\nwaktu haid, pelaksanaan ketentuan ini harus di buktikan dengan surat keterangan\ndokter yang sah.",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"disabilitypay","Apabila pekerja mengalami kecelakaan ker","Apabila pekerja mengalami kecelakaan kerja serta dokter Perusahaan\n    mengeluarkan resep dan atau rujukan tindakan medis yang tidak tersedia di\n    Poliklinik, maka biaya yang terjadi atas hal tersebut ditanggung sepenuhnya\n    oleh Perusahaan, atau sesuai dengan ketentuan BPJS.",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"healthcareaccess","Perusahaan menyedikan poliklinik di komp","Perusahaan menyedikan poliklinik di komplek Perusahaan khususnya untuk\n    Karyawan dan dilayani oleh tenaga medis yang ditunjuk.\n  Perusahaan menyediakan obat – obatan sesuai standar kesehatan\n    pemerintah.\n  Perusahaan menyediakan tenaga dokter yang dapat melayani pekerja di\n    Poliklinik Perusahaan pada waktu yang telah ditetapkan. Dalam hal terjadi\n    keadaan dalurat di luar waktu yang telah ditetapkan, pasien akan diantar\n    dari Perusahaan ke klinik atau rumah sakit rujukan terdekat.\n  Apabila pekerja mengalami kecelakaan kerja serta dokter Perusahaan\n    mengeluarkan resep dan atau rujukan tindakan medis yang tidak tersedia di\n    Poliklinik, maka biaya yang terjadi atas hal tersebut ditanggung sepenuhnya\n    oleh Perusahaan, atau sesuai dengan ketentuan BPJS.\n  Perusahaan menyediakan tenaga medis (perawat\u002Fbidan) untuk melayani\n    pekerja hamil.",{"bindId":131,"name":124,"text":125},"healthinsurance",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"healthandsafetypolicy","Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan","Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan\n    disiplin dan melaksanakan aturan K3, sesuai dengan Undang-Undang No. 1\n    Tahun 1970.\n  Setiap pekerja wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah\n    disediakan oleh Perusahaan, serta mengikuti dan mengetahui\n    ketentuan-ketentuan megenai keselamatan dan kesehatan kerja.\n  Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan\n    kerja didalam Perusahaan, secepatnya harus melaporkan kepada atasannya.\n  Perusahaan akan menyediakan alat-alat pengaman yang harus dipakai sewaktu\n    melaksanakan tugas pekerjaan dan sekaligus wajib melakukan pemeriksaan\n    secara berkala tehadap alat pengaman tersebut.\n  Perusahaan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja\n    (P2K3). Panitia Pembina Keseklamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang telah\n    dikukuhkan oleh departemen tenaga kerja, wajib memberikan penyuluhan,\n    pendidikan dan bertanggung ajwab atas ditaati dan dilaksanakannya ketentuan\n    K3 serta kelayakan alat-alat K3.",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"protectiveclothing","Pakaian kerja diberikan kepada Karyawan ","Pakaian kerja diberikan kepada Karyawan tertentu yang ditetapkan menurut\nsifat dan jenis pekerjaannya. Karyawan yang mendapatkan pakaian kerja dari\nPerusahaan wajib mengenakannya pada hari kerja dan jam kerja secara lengkap\nserta tidak dibenarkan untuk dipakai diluar waktu kerja atau diluar keperluan\ndinas. Pengaturan mengenai tata cara dan pelaksanaan tentang pakaian kerja\ndiatur dalam Peraturan pelaksanaan tersendiri.",{"bindId":141,"name":134,"text":142},"code_application","Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan\n    disiplin dan melaksanakan aturan K3, sesuai dengan Undang-Undang No. 1\n    Tahun 1970.",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"healthandsafetytraining","Perusahaan membentuk Panitia Pembina Kes","Perusahaan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja\n    (P2K3). Panitia Pembina Keseklamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang telah\n    dikukuhkan oleh departemen tenaga kerja, wajib memberikan penyuluhan,\n    pendidikan dan bertanggung ajwab atas ditaati dan dilaksanakannya ketentuan\n    K3 serta kelayakan alat-alat K3.",{"bindId":148,"name":145,"text":146},"monitoring",{"bindId":150,"name":151,"text":152},"funeralpaytype","Perusahaan memberikan santunan kepada pe","Perusahaan memberikan santunan kepada pekerja berupa santunan kematian\n    dan santunan musibah (kebakaran).\n  Adapun besarnya santunan sebagai berikut : \n    \n      Santunan terhadap Karyawan meninggal dunia Rp. 3.000.000,-\n      Santunan Keluarga Karyawan meninggal dunia Rp. 3.000.000,-\n      Santunan tempat tinggal Karyawan meninggal dunia Rp. 3.000.000,-\n    \n  \n  3. Karyawan menyerahkan document pendukung \u002F persyaratan kepada pihak\n    Perusahaan.",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"funeralpayamount","Santunan terhadap Karyawan meninggal dun","Santunan terhadap Karyawan meninggal dunia Rp. 3.000.000,-",{"bindId":158,"name":159,"text":160},"paidmaternityleave","Karyawan yang akan melahirkan diberikan ","Karyawan yang akan melahirkan diberikan istirahat melahirkan selama 1.5 (\n    satu setengah ) bulan sebelum saatnya melahirkan dan 1,5 ( satu setengah )\n    bulan sesudah melahirkan. Perkiraan waktu melahirkan dibuktikan dengan\n    Surat Keterangan Dokter yang sah.",{"bindId":162,"name":159,"text":160},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"maternityotherclause","Karyawan yang mengalami keguguran kandun","Karyawan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat\n    1,5 ( satu setengah ) bulan atau sesuai dengan Surat Keterangan Dokter\n    kandungan atau bidan.",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"pregnancy","Perusahaan dilarang memperkerjakan peker","Perusahaan dilarang memperkerjakan pekerja perempuan hamil yang bekerja\n    shiff malam.\n  Perusahaan dilarang memperkerjakan pekerja perempuan hamil yang sifatnya\n    pekerjaanya berhubungan dengan bahan kimia, mengoprasikan mesin\n  berbahaya.\n  Perusahaan dilarang mempekerjakan pekerja perempuan hamil yang sifat\n    pekerjaannya berat\u002Fberesiko yang dapat membahayakan dirinya dan\n    kandungannya.",{"bindId":172,"name":169,"text":170},"breastfeeding_dangerouswork",{"bindId":174,"name":169,"text":170},"riskassessment",{"bindId":176,"name":177,"text":178},"paidpaternityleave","Istri yang melahirkan atau keguguran kan","Istri yang melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n    (dua) hari.",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"paidpaternityleavepay","Menurut keperluan dan keadaan yang sanga","Menurut keperluan dan keadaan yang sangan khusus, Karyawan dapat diberikan\nijin untuk meninggalkan kerja dengan tetap menerima upah penuh. Keperluan dan\nkeadaan yang sangan khusus tersebut adalah :\n\n  Pekerja menikah, dibayar untuk 3 (tiga) hari.\n  Mengkhitankan anak, dibayar untuk selama 2 (dua) hari.\n  Membaktiskan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari.\n  Menikahkan anak, dibayar untuk selama 2 (dua) hari.\n  Suami \u002F, istri atau orang tua \u002F mertua atau anak \u002F menantu meniggal\n    dunia, dibayar untuk selama 2 (dua) hari.\n  Istri yang melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n    (dua) hari.\n  Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, dibayar untuk selama 2\n    (dua) hari\n  Pekerja sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaanya harus dibuktikan\n    dengan surat keterangan dokter yang sah.\n  Pekerja yang sakit pada hari pertaman dan kedua masa haidnya sefingga\n    tidak dapat melakukan pekerjaan dengan menunjukan Bukti Surat Keteranga\n    Dokter (SKD) yang sah.\n  Pekerja tidak dapat melakukan pekerjaanya karena sedang menjalankan\n    kewajiban terhadap Negara.\n  Pekerja tidak da[at melakukan pekerjaanya karena sedang menjalankan\n    ibadah yang diperintahkan agamanya sesuai dengan aturan berlaku.\n  Suami \u002F istri \u002F anak masuk rumah sakit (Opname) dibayar untuk selam 1\n    (satu) hari yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter (SKD) yang\n  sah.\n  Pekerja mendapat musigah kebakaran, bencana alam, dan kebanjiran dibayar\n    selama 2 (dua) hari dengan dibuktikan surat keterangan dari pemerintah\n    setempat.\n  Pekerja laki-laki, menjadi wali nikah anggota keluarganya dibayarkan\n    untuk selama 1 (satu) hari yang dibuktikan dengan surat penugasan wali\n    nikah dari KUA.\n  Jika untuk diperlukan dalam pasal tersebut diatas dibutuhkan waktu yang\n    lebih lama dari yang telah ditetapkan, maka kelebihannya diperhitungkan\n    pada hak cuti tahunan.\n  Karyawan yang menjalankan ijin meninggalkan pekerjaan sesuai dengan\n    ketentuan pasal tersebut diatas, wajib melampirkan bukti tertulis yang\n    dapat menerangkan benar terjadinya peristiwa tersebut setelah Karyawan\n    masuk kembali bekerja.",{"bindId":184,"name":177,"text":178},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":186,"name":187,"text":188},"deathrelatives","Suami \u002F, istri atau orang tua \u002F mertua a","Suami \u002F, istri atau orang tua \u002F mertua atau anak \u002F menantu meniggal\n    dunia, dibayar untuk selama 2 (dua) hari.",{"bindId":190,"name":187,"text":188},"deathrelativesleave",{"bindId":192,"name":193,"text":194},"sexualhar","m. Melakukan perbuatan asusila dan atau ","m. Melakukan perbuatan asusila dan atau\n    pelecehan seksual terhadap orang lain dan atau perjudian di lingkungan\n    kerja.",{"bindId":196,"name":197,"text":198},"violence","f. Berkelahi secara fisik dan atau memuk","f. Berkelahi secara fisik dan atau memukul dan\n    atau melakukan tindakan sewenang-wenang menyakiti\u002Fmelukai\u002Fmenyiksa secara\n    fisik terhadap Bawahan, rekan sekerja, Atasan baik langsung maupun tidak\n    langsung, Pimpinan Perusahaan di lingkungan Perusahaan.",{"bindId":200,"name":201,"text":202},"hourspday_select","b. Jam kerja pada hari kerja non shift d","b. Jam kerja pada hari kerja non shift ditentukan sebagai berikut :\n    \n      7 (tujuh) jam sehari atau 40 (empat puluh)\n        jam seminggu untuk 6 (enam) hari kerja.\n      8 (delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh)\n        jam seminggu untuk 5 (lima) hari kerja.",{"bindId":204,"name":201,"text":202},"hourspweek_select",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"hourspday","7 (tujuh) jam sehari atau 40 (empat pulu","7 (tujuh) jam sehari atau 40 (empat puluh)\n        jam seminggu untuk 6 (enam) hari kerja.\n      8 (delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh)\n        jam seminggu untuk 5 (lima) hari kerja.",{"bindId":210,"name":207,"text":208},"hourspweek",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"dayspweek_select","Berdasarkan ketentuan perundangan yang b","Berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku, maka hari kerja di\n    Perusahaan adalah 6 (enam) hari kerja seminggu atau 5 (lima) hari kerja\n    seminggu.",{"bindId":216,"name":213,"text":214},"dayspweek",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"MAXHOURS_trigger","Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan","Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam 1\n    (satu) dari 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu pada hari kerja.",{"bindId":222,"name":219,"text":220},"hoursovertimemax",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"PAIDLEAV_trigger","Sesudah bekerja selama 1 (satu) tahun se","Sesudah bekerja selama 1 (satu) tahun secara terus menerus, Karyawan\nkaryawan berhak mendapatkan cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja\ndengan tetap mendapat upah. Pengambilan cuti Karyawan ini diatur sebagai\nberikut :",{"bindId":228,"name":225,"text":226},"holidaysdays",{"bindId":230,"name":225,"text":226},"holidaysweeks",{"bindId":232,"name":233,"text":234},"bankholidays1","Hari libur resmi adalah hari – hari libu","Hari libur resmi adalah hari – hari libur resmi berdasarkan ketetapan\n    Pemerintah.",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"holidaysfixed","Cuti tahunan tersebut diatas akan berkur","Cuti tahunan tersebut diatas akan berkurang\n    sesuai dengan cuti bersama yang ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan\n    peraturan yang berlaku.",{"bindId":240,"name":213,"text":214},"schedulesrestpw",{"bindId":242,"name":243,"text":244},"TRADEUNLEAV_trigger","Setiap Pengurus Serikat Pekerja Dwikarya","Setiap Pengurus Serikat Pekerja Dwikarya Mandiri yang akan melaksanakan\n    tugas dan kewajibannya di dalam jam kerja baik di dalam maupun di luar\n    lingkungan Perusahaan adalah berdasarkan kesepakatan dengan HRD dan seijin\n    serta sepengetahuan atasan langsung (minimal Supervisor) atau atasan lain\n    yang lebih tinggi apabila atasan langsung tidak di tempat.",{"bindId":246,"name":247,"text":248},"LOWWAGE_trigger","Perusahaan akan memberikan upah pekerja ","Perusahaan akan memberikan upah pekerja minimum sama besarnya dengan\n    ketentuan upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah dan pembayaran upah\n    Karyawan Gol. A dibayarkan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap\n  bulan.",{"bindId":250,"name":247,"text":248},"LOWWAGE_government",{"bindId":252,"name":247,"text":248},"lowwageperiod",{"bindId":254,"name":247,"text":248},"LOWWAGE_provision",{"bindId":256,"name":257,"text":258},"STRUCINCR_trigger","Peninjau kenaikan upah dilakukan secara ","Peninjau kenaikan upah dilakukan secara berkala dan atau sesuai dengan\n    kenaikan upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah",{"bindId":260,"name":261,"text":262},"wageincreasefirmperformance","Penyesuaian upah Karyawan tersebut menca","Penyesuaian upah Karyawan tersebut mencakup pertimbangan yang terkait dengan\nprestasi kerja Karyawan, tingkat perkembangan biaya hidup dan keadaan keuangan\nserta kemampuan Perusahaan.",{"bindId":264,"name":265,"text":266},"wageincreasetype2","Kenaikan upah perorangan tidak dilaksana","Kenaikan upah perorangan tidak dilaksanakan secara otomatis tetapi\n    berdasarkan pertimbangan – pertimbangan dan sesuai dengan prestasi kerja\n    dari masing – masing pekerja, serta kondisi Perusahaan.",{"bindId":268,"name":269,"text":270},"ONCERISE_trigger","Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Ray","Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Karyawan.\n  Besarnya Tunjangan Hari Raya ditetapkan sesuai dengan Peraturan yang\n    berlaku.",{"bindId":272,"name":269,"text":273},"incidentalbonustype","Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Karyawan.",{"bindId":275,"name":276,"text":277},"incidentalbonustype2","Besarnya Tunjangan Hari Raya ditetapkan ","Besarnya Tunjangan Hari Raya ditetapkan sesuai dengan Peraturan yang\n    berlaku.",{"bindId":279,"name":280,"text":281},"NOCTPREM_trigger","Untuk pekerja shift 2 dan shift 3 diberi","Untuk pekerja shift 2 dan shift 3 diberikan tunjangan uang shift sebesar Rp.\n1.500,-\u002F hari kehadiran.",{"bindId":283,"name":280,"text":281},"shiftallowancetype",{"bindId":285,"name":280,"text":281},"shiftallowanceamount1",{"bindId":287,"name":280,"text":281},"shiftallowancetype1",{"bindId":289,"name":290,"text":291},"OVERTIME_trigger","Perhitungan upah kerja lembur untuk wakt","Perhitungan upah kerja lembur untuk waktu kerja 6 (enam) hari krja 40\n    (empat puluh) jam seminggu adalah disesuaikan dengan peraturan\n    ketenagakerjaanyang berlaku tentang waktu kerja lembur dan upah kerja\n    lembur, dengan perincian sebagai berikut : \n    ",{"bindId":293,"name":294,"text":295},"overtimeallowancetype_general","a. Apabila kerja lembur dilakukan pada h","a. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\n    biasa :\n    \n      Untuk jam kerja lembur pertama : 1,5 X upah sejam.\n      Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya : 2 X upah sejam.",{"bindId":297,"name":294,"text":295},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":299,"name":294,"text":295},"overtimeallowancetype",{"bindId":301,"name":294,"text":295},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":303,"name":304,"text":305},"SUNDAY_trigger","b. Apabila kerja lembur dilakukan pada h","b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\n    istirahat mingguan dan atau hari libur resmi, maka :\n    \n      Untuk setiap kerja (maksimum 7 (tujuh) jama) : 2 X upah sejam.\n      Untuk jam kerja ke 8 (delapan) : 3 (tiga) upah sejam.\n      Untuk jam kerja ke 9 (Sembilan) dan seterusnya : 4 (empat) X upah\n        sejam.",{"bindId":307,"name":304,"text":305},"sundayallowancetype",{"bindId":309,"name":304,"text":305},"sundayallowanceperc1",{"bindId":311,"name":312,"text":313},"SENIOR_trigger","Tunjangan masa kerja adalah tunjangan ya","Tunjangan masa kerja adalah tunjangan yang diberikan perusahaan kepada\nPekerja yang nilainya ditentukan berdasarkan masa kerja dengan jumlah sebagai\nberikut :\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Masa Kerja\n      Tunjanga Rp.\n    \n    \n      1\n      Masa Kerja 1 tahun tapi \u003C5 tahun\n      2.000\u002Fbulan\n    \n    \n      2\n      Masa Kerja > 5 tahun\n      4.000\u002Fbulan",{"bindId":315,"name":316,"text":317},"longserviceallowancetype"," No Masa Kerja Tunjanga Rp. 1 Masa Kerja","\n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Masa Kerja\n      Tunjanga Rp.\n    \n    \n      1\n      Masa Kerja 1 tahun tapi \u003C5 tahun\n      2.000\u002Fbulan\n    \n    \n      2\n      Masa Kerja > 5 tahun\n      4.000\u002Fbulan",{"bindId":319,"name":320,"text":321},"longserviceallowancetype1","No Masa Kerja Tunjanga Rp. 1 Masa Kerja ","No\n      Masa Kerja\n      Tunjanga Rp.\n    \n    \n      1\n      Masa Kerja 1 tahun tapi \u003C5 tahun\n      2.000\u002Fbulan\n    \n    \n      2\n      Masa Kerja > 5 tahun\n      4.000\u002Fbulan",{"bindId":323,"name":324,"text":325},"mealvouchers","Subsidi uang makan diberikan kepada peke","Subsidi uang makan diberikan kepada pekerja sebesar Rp. 4.500,- setiap hari\nkerja berdasarkan kehadiran.",{"bindId":327,"name":324,"text":325},"MEALALL_trigger",{"bindId":329,"name":324,"text":325},"mealvouchersamount",{"bindId":331,"name":324,"text":325},"mealvoucherstype1",{"bindId":333,"name":334,"text":335},"coverunion_trigger","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini hanya","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini hanya mengingat antara pengusaha dan\n    seluruh pekerja PT. Panarub Dwikarya.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Panarub Dwikarya - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Sepatu, Produk Kulit dan Karet\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Panarub Dwikarya\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Eko Darwanto, Jumadi\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Not specified\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;-9.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;31500.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;2000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;4500.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[341],{"title":39,"slug":34},[343],{"type":344,"data":345},"call_to_action_body_block",{"title":346,"description":347,"variant":348,"link":349},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":346,"url":350,"description":346,"rel":351,"type":352},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[354],{"type":344,"data":355},{"title":346,"description":347,"variant":348,"link":356},{"title":346,"url":350,"description":346,"rel":351,"type":352},[]]