[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pan-brothers-tbk-dengan-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-pan-brothers-tbk-2020-2022":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":308,"content_type_view":309,"extra_breadcrumbs":310,"body":312,"body_blocks":323,"related_pages":327},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":306,"translations":307},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pan-brothers-tbk-dengan-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-pan-brothers-tbk-2020-2022","aed9b3f0-eebb-11ea-aef7-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pan-brothers-tbk-dengan-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-pan-brothers-tbk-2020-2022\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pan-brothers-tbk-dengan-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-pan-brothers-tbk-2020-2022\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Pan Brothers Tbk Dengan Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) PT Pan Brothers Tbk 2020\u002F2022","ba_ID","IDN PT. Pan Brothers Tbk - Tangerang - 2020","Indonesia - IDN PT. Pan Brothers Tbk - Tangerang - 2020","IDN PT. Pan Brothers Tbk - Tangerang - 2020 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT Pan Brothers Tbk.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT Pan Brothers Tbk\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Pan Brothers Tbk Dengan Pimpinan\nSerikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) PT Pan Brothers Tbk\n2020-2022\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Menyadari bahwa Hubungan Industrial Pancasila adalah merupakan sikap social\nmencerminkan persatuan dan kesatuan ikut serta membina dan mengembangkan\nkemampuan kerja dalam meningkatkan produksi dan produktifitas kerja demi\nmeningkatkan kesejahteraan bersama dilingkungan perusahaan dalam rangka\npartisipasi masyarakat industry sesuai kebutuhan perusahaan dan pembangunan\nnasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan adanya Hubungan Industrial Pancasila, dapat menciptakan hubungan\nkerja yang serasi selaras, seimbang, aman dan tenteram, kelangsungan hidup\nusaha, kepastian hak dan kewajiban masing-masing serta produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan menyadari sikap diatas, baik pengusaha maupun pekerja untuk saling\nbantu membantu melaksanakan fungsi dan tugas kewajibannya didalam merintis\njalan kearah terciptanya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Ketenangan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Musyawarah sebagai forum komunikasi untuk mencapai kesepakatan serta\nmenyelesaikan permasalahan dalam perbedaan pendapat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan adanya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara pengusaha dan Serikat\nPekerja yang dilandasi oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.UUD tahun 1945 pasal 28 tentang kemerdekaan berserikat dan berkumpul yang\ndijamin oleh undang-undang dalam mengeluarkan pikiran dengan lisan dan\ntulisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.UU no.18 tentang Persetujuan Konvensi Organisasi Peruruhan Internasional\n(ILO) no 98 tahun 1949 mengenai berlakunya dasar dari pada hak untuk\nberorganisasi dan untuk berlindung bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Undang-undang dan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan ridho Tuhan Yang Maha Esa ,semoga kita senantiasa diberkati\ntuntunanNYA untuk dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>ВАВ І PENDAHULUAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 Pihak-pihak Yang Membuat Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini diwakili oleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.ANNE PATRICIA.SUTANTO: DEPUTY DIREKTUR HRM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.NURDIN SETIAWAN: GM HRM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.ISWAR DENI: CORPORATE SECRETARY\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.ADRIANUS SUGIYONO : INDUSTIRAL RELATION MANAGER\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.AGUS HENDARMAN: MANAGER PERSONALIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.HARJANTO: MANAGER ESTATE\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.YULIYANTO: MANAGER IE\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.ABDUL ROKHIM: ASSISTEN MANAGER PERSONALIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.ARDY EDWARD PURBA : SUPERINTENDENT PERSONALIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional di lingkungan PT. PAN\nBROTHERS Tbk Tangerang, yang tercatat pada Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang\ndengan Nomor 568.4\u002F108\u002FDKK\u002FOP\u002FKota-TNG\u002FX\u002F2001 tanggal 5 Oktober 2001. Yang\nberkedudukan di Jalan Siliwangi No. 178 Tangerang, dalam hal ini diwakili\noleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.RUKATI: KETUA PSP-SPN PT PAN BROTHERS Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.JOKO PURNOMO: SEKRETARIS PSP-SPN PT PAN BROTHERS Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.ISANI: WAKIL KETUA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.PRAPTIANI: WAKIL KETUA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.RAHMAN: WAKIL KETUA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.EDI SURYADI: WAKIL KETUA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.NANANG SURYANA: WAKIL KETUA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.RUSNELI EDI SUHARTO: WAKIL SEKRETARIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.MAYA FITRI: BENDAHARA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa Pihak Pengusaha dan Pihak Pekerja secara bersama-sama telah sepakat\nuntuk membuat dan menyusun Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan : Ialah Perseroan Terbatas PT. PAN BROTHERS Tbk beralamat di\nJL. Siliwangi No. 178 Jati Uwung Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha : Ialah Direksi PT. PAN BROTHERS Tbk atau pejabat yang diberi\nkuasa olehnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja : Ialah setiap orang yang mengadakan hubungan kerja dengan\npengusaha PT. PAN BROTHERS Tbk dan menerima upah atau gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja Tetap : Ialah setiap orang yang bekerja dan terdaftar di PT. PAN\nBROTHERS Tbk, yang telah menyelesaikan masa percobaan paling lama 3 (tiga)\nbulan dan diangkat menjadi pekerja tetap oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.PKWT : Pekerja yang hubungan kerjanya dibatasi sampai waktu tertentu untuk\npekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan\nselesai dalam waktu tertentu, melalui perjanjian kerja dibuat secara\ntertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Serikat Pekerja : Ialah Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional\ndilingkungan PT PAN BROTHERS Tbk atau Serikat yang telah tercatat di Dinas\nKetenagakerjaan Kota Tangerang no.568.4\u002F108-\u002FDKK\u002FDP\u002FKota-Tng\u002F2001 tanggal 5\nOktober 2001 dan Dewan Pimpinan Cabang Kota Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengurus Serikat Pekerja : lalah pekerja PT. PAN BROTHERS Tbk yang dipilih\n\u002F ditunjuk oleh anggota untuk memimpin serikat pekerja sesuai dengan AD\u002FART\nOrganisasi yang disyahkan oleh pimpinan cabang SPN Kota Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Anggota SPN: Ialah seluruh karyawan PT. PAN BROTHERS Tbk yang terdaftar\ndan diterima sebagai anggota SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Perjanjian Kerja : Ialah suatu perjanjian antara Serikat pekerja dengan\nPengusaha, sebagaimana termaksud dalam UU No. 13 tahun 2003 jo. KEPMENAKER NO\n28 Tahun 2014 10.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Hari Kerja : Dimana jumlah hari kerja dalam 1 (satu) minggu yang jumlah\nharinya adalah 6 (enam) atau5 (lima) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Jam Kerja : Ialah jam kerja yang wajib dilaksanakan selama 7 (tujuh) jam\nsehari atau 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu, 173 jam\nsebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Waktu Kerja : Ialah waktu yang telah ditentukan, pekerja wajib berada di\ntempat kerja dan melaksanakan pekerjaannya pada hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Hari libur\u002F Hari Istirahat: Ialah Hari Minggu, Hari Libur Resmi, Hari\nIstirahat Mingguan, dimana pekerja setelah melakukan pekerjaan meliputi : 7\n(tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6\n(enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan\n40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu)\nminggu diberikan waktu untuk tidak melakukan pekerjaan selama 1 (satu) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Waktu istirahat : Ialah waktu pada saat pekerja dibebaskan dari kewajiban\nmelakukan pekerjaan sedikit dikitnya 30 (tiga puluh) menit setelah melakukan\npekerjaan selama 4 (empat) jam terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Kerja Shift : Ialah waktu bekerja bagi Pekerja menurut jadwal tetap,\nsecara teratur sesuai dengan kebutuhan operasional Perusahaan maksimal 40 jam\nperminggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Kerja Lembur : Ialah pekerjaan yang dilakukan di luar jam kerja yang\ntelah ditetapkan bagi pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Hubungan Kerja : hubungan antara pengusaha dan pekerja berdasarkan\nperjanjian kerja yang mempunyai unsur pekerjaan, upah dan perintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Hubungan Waktu Kerja : Ialah saat pekerja berangkat dari tempat\ntinggalnya ke Perusahaan sampai saat tiba kembali ketempatnya setelah selesai\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Keluarga pekerja ialah orang tua kandung, istri atau suami dan anak yang\ntelah didaftarkan di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Istri\u002FSuami Pekerja : Ialah seorang Isteri \u002F suami dari perkawinan yang\nsyah dan didaftarkan di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Anak Pekerja : lalah anak Pekerja yang syah menurut hukum dan didaftarkan\ndi Perusahaan dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.1. Belum bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.2. Belum pernah nikah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.3. Usia di bawah 18 (delapan belas) tahun, khusus yang masih bersekolah\nditetapkan batas usia 21 (duapuluh satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.4 Maximal 3 (tiga) orang anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Ahli Waris : Ialah keluarga Pekerja atau yang ditunjuk oleh Pekerja untuk\nmenerima setiap haknya dalam hal Pekerja meninggal dunia. Dalam hal tidak ada\npenunjukan atas ahli warisnya maka penyelesaian dari pada haknya diatur menurut\nhukum yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Upah : Ialah suatu penerimaan sebagai imbalan dari Perusahaan pada\nPekerja untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan yang dinilai dalam\nbentuk uang termasuk tunjangan baik untuk Pekerja sendiri maupun untuk\nkeluarganya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Upah Pokok : Ialah upah yang dibayarkan kepada pekerja berupa uang untuk\npekerjaannya \u002F jabatannya, tidak termasuk tunjangan-tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Upah pekerja bulanan : Ialah jumlah nilai pendapatan pekerja tidak\ndipengaruhi oleh kehadiran kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Upah pekerja harian tetap : Ialah jumlah nilai pendapatan pekerja\ndipengaruhi oleh kehadiran kerja,sesuai hari kalender 30 (tiga puluh ) hari\ndengan jumlah hari kerja sesuai dengan nomor 10\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Upah Borongan : Ialah upah yang diberikan kepada pekerja atau sekelompok\npekerja untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang selesai dalam waktu tertentu,\ndengan persetujuan kedua belah pihak dengan tidak mengacu kepada jam kerja\nresmi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Upah Harian Target : Ialah upah bagi pekerja harian yang mendapat upah\nharian Target, apabila dalam satu periode pengupahan tidak mencapai target maka\npembayarannya akan dihitung menurut upah harian biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.Tunjangan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.1. Tunjangan Tetap : Ialah suatu imbalan yang diterima oleh pekerja\nsecara tetap jumlahnya dan teratur pembayarannya yang tidak dikaitkan dengan\nkehadiran ataupun pencapaian prestasi kerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.2. Tunjangan Tidak Tetap : Ialah suatu imbalan yang diterima oleh pekerja\nsecara tidak tetap yang dikaitkan dengan kehadiran atau pencapaian prestasi\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.3. Tunjangan Jabatan : Ialah tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang\nmenduduki jabatan tertentu minimal setingkat Supervisor \u002F Pengawas. Apabila\ntidak menjabat lagi, maka tunjangan jabatan tidak diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30.ljin: lalah ijin untuk tidak masuk \u002F meninggalkan pekerjaan dengan\nmemberitahukan terlebih dahulu dan disetujui oleh atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31.Perhitungan ijin : Bagi pekerja yang ijin pulang meninggalkan\npekerjaannya atas persetujuan pimpinan yang ditunjuk oleh pengusaha, maka\nperhitungan pembayaran upahnya dihitung secara prorata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32.Mangkir : Ialah tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan atau alasan yang\ndapat diterima oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33.Sakit : Ialah tidak masuk kerja karena sakit yang dibuktikan oleh surat\nketerangan Dokter disertai copy resep obat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34.Dinas Luar: Ialah perjalanan yang dilakukan karyawan untuk melaksanakan\npekerjaan diluar tempat tugasnya sehari-hari berdasarkan penugasan dari\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>35.Cuti Massal: Jalah cuti yang dilakukan secara bersama-sama karena\nkesepakatan, putusan pemerintah atau alasan lain yang akan menggunakan hak cuti\ntahunan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>36.Cuti Diluar Tanggungan: Ialah cuti yang diambil karyawan sesuai dengan\nketentuan-ketentuan yang berlaku dikarenakan hak atas cuti tahunannya telah\nhabis\u002Fbelum ada dan selama cuti diluar tanggungan upah karyawan tidak\ndibayar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 Ruang Lingkup Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama yang telah disetujui antara Pengusaha dan Serikat\nPekerja ini pada umumnya mengatur hal-hal yang tertera dalam perjanjian\nketenagakerjaan. Disamping itu Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari bahwa\napabila didalam pelaksanaan atau penerapan perjanjian ini dalam perkembangannya\ntidak sesuai dengan situasi dan kondisi maka kedua belah pihak bersepakat untuk\nselalu mengadakan penyesuaian \u002F penyempurnaan secara musyawarah dan mufakat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunionsign\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>2.Bahwa isi perjanjian kerja bersama ini berlaku untuk anggota Serikat\nPekerja Nasional dari semua tingkatan yang bekerja di perusahaan PT PAN\nBROTHERS Tbk yang beralamat di Jalan Siliwangi 178 Jatiuwung Kota Tangerang dan\njuga bagi pihak pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 Maksud Dan Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk mengatur hubungan kerja dan syarat-syarat kerja sesuai dengan\nUndang-Undang Nomor 13 tahun 2003 dan peraturan pemerintah yang berlaku serta\nbertujuan untuk menciptakan stabilitas Hubungan Industrial dalam menjalankan\nhak dan kewajiban demi terciptanya hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 Pengakuan Hak-Hak Pengusaha Dan Hak-Hak Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hak Pengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kerja\nBersama, Undang-undang Ketenagakerjaan serta Peraturan Pemerintah maka\ndisepakati dan diakui bahwa: Pengawasan, pengelolaan serta pengamanan jalannya\nPerusahaan dan Pekerja sepenuhnya menjadi hak dan tanggung jawab Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hak Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja berhak mewakili anggota yang mempunyai hubungan kerja dengan\nPengusaha baik secara kolektif maupun perorangan dalam bidang Ketenagakerjaan\natau dalam hal yang berhubungan dengan hubungan kerja, syarat kerja serta\njaminan sosial pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 Pengakuan Terhadap Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui Serikat Pekerja yang syah sebagai Organisasi yang\nanggotanya mewakili pekerja untuk mewakili anggota-anggotanya yang mempunyai\nhubungan kerja tetap dengan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha tidak menghalang-halangi kegiatan dan perkembangan Serikat\nPekerja selama tidak menyimpang dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga\nOrganisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk menangani masalah ketenagakerjaan antara Pemerintah, Serikat Pekerja\ndan Pengusaha (Tripartit) maka Pekerja yang ditunjuk untuk mewakili Serikat\nPekerja dapat diberikan dispensasi dan atau fasilitas dengan terlebih dahulu\nmengajukan permohonan ijin kepada Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha menjamin tidak melakukan tekanan langsung maupun tidak langsung\nmaupun tindakan pembalasan terhadap pekerja\u002Fanggota serikat pekerja untuk\nmenjadi delegasi bersama (pengurus PSP, DPC, DPD, DPP) karena kegiatan yang\nberhubungan dengan fungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Sesuai dengan pengakuan atas hak-hak Serikat Pekerja, maka setiap\nfungsionaris Pekerja dapat masuk kedalam lingkungan Perusahaan dengan tetap\nmengindahkan peraturan yang berlaku mengenai kelancaran, ketenangan dan\nkeamanan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Untuk kelancaran tugas sehari-hari, atas permintaan Serikat Pekerja,\nPengusaha akan memperbantukan tenaga administrasi, yang pengaturannya akan\ndilakukan oleh Departemen Personalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Penjadwalan piket harian pengurus SPN dilaksanakan sepengetahuan\nmanajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 Hubungan Serikat Pekerja Dengan Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam segala masalah, persoalan atau hal-hal yang menyangkut Perusahaan\ndengan Serikat Pekerja akan senantiasa diusahakan untuk mencapai keserasian,\nkeselarasan dan keseimbangan dengan jalan berunding atau musyawarah antar kedua\nbelah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila timbul perbedaan pendapat yang tidak dapat diselesaikan, maka hal\nyang menjadi perselisihan tersebut dapat diteruskan kepada pihak ketiga oleh\nPengusaha maupun oleh Serikat Pekerja sesuai Undang-Undang dan peraturan\nketenagakerjaan yang berlaku tentang tata cara penyelesaian perselisihan\nperburuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 Fasilitas-Fasilitas Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus serikat pekerja untuk\nmenjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengurus serikat pekerja dengan\nmendapat upah penuh, dengan syarat bahwa dispensasi itu tidak disalah\ngunakan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal PSP-SPN dipanggil oleh Instansi Pemerintah, Lembaga Negara,\nPimpinan Pusat \u002F Cabang karena suatu urusan ketenagakerjaan dapat diberikan\ndispensasi dan atau fasilitas dengan seijin Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menyediakan papan pengumuman untuk menempelkan pengumuman\nmengenai kegiatan kegiatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Semua korespondensi yang ditujukan kepada seluruh karyawan oleh PSP-SPN\ndan penempelan pengumuman dengan seijin Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha menyediakan ruang kantor dan perlengkapannya serta menyediakan\nruangan rapat beserta alat-alat yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Serikat Pekerja dapat mengadakan rapat \u002F pertemuan di ruang kantor\nPerusahaan dalam waktu kerja seijin Pengusaha namun dengan tetap mengutamakan\nkelancaran kerja dan tercapainya produktivitas yang tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengusaha tidak berkeberatan atas pungutan iuran dari Anggota Serikat\nPekerja dengan dasar surat kuasa dari Pekerja dan apabila dikemudian hari\nterjadi kesalahpahaman hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Pengusaha dan\npengelolaannya dilaksanakan oleh Pengurus Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pengusaha memperbolehkan Pengurus dan atau anggota Serikat Pekerja untuk\nmenjabat di kepengurusan DPC\u002FDPD\u002FDPP dengan ketentuan sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Adanya Surat Keputusan Pengangkatan dari DPC\u002FDPD\u002FDPP dan sepengetahuan\npengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perusahaan memberikan ijin selama 1 (satu) hari kerja dalam satu minggu\ndengan mendapat upah untuk berada di kantor DPC\u002FDPD\u002FDPP - SPN dan apabila ada\nhal – hal yang luar biasa yang diperlukan kehadirannya oleh kantor\nDPC\u002FDPD\u002FDPP-SPN, maka harus memberikan ijin terlebih dahulu ke perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Setiap ijin meninggalkan pekerjaan tersebut wajib mengikuti prosedur yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Apabila ada permasalahan ketenagakerjaan di perusahaan yang bersamaan\nwaktunya dengan jadwal kegiatan di DPC\u002FDPD\u002FDPP SPN, maka kepentingan perusahaan\nyang lebih diutamakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 Pertemuan-pertemuan Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk mengatasi berbagai masalah mengenai ketenagakerjaan telah disepakati\nbersama antara pihak Pengusaha dan Serikat Pekerja akan mengadakan pertemuan\nsecara berkala.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Yang berhak mewakili Pengusaha dalam pertemuan berkala adalah tingkat\nKepala Departemen keatas atau pejabat yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Yang berhak mewakili Serikat Pekerja untuk mengadakan pertemuan adalah\nPSP-SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perwakilan Anggota akan dilibatkan dalam pertemuan khusus apabila\ndipandang perlu oleh kedua belah pihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pertemuan-pertemuan yang melibatkan pengurus dan perwakilan anggota\nserikat pekerja wajib terlebih dahulu dimintakan ijin dari Manager Personalia\ndan atau atasannya masing - masing dalam upaya mempertahankan\u002Fmeningkatkan\nproduktifitas, maka pertemuan tersebut akan dilakukan dengan seefektif dan\nseefisien mungkin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Serikat pekerja akan memberitahukan kepada Manager Personalia bila ada\ndepartemen yang tidak memberikan ijin ke perwakilan anggota untuk menghadiri\npertemuan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 Syarat Kerja dan Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penerimaan Pekerja dapat dipublikasikan secara internal maupun eksternal\ndi Perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan, dan untuk dapat di terima menjadi\npekerja harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh Perusahaan,\nantara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1. Umur sekurang-kurangnya 18 (delapan belas) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Sehat dinyatakan oleh Dokter Perusahaan \u002F keterangan Dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3. Lulus seleksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4. Persyaratan lain yang dianggap perlu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>2.Calon pekerja yang telah memenuhi persyaratan, selanjutnya harus menjalani\nmasa percobaan dan bimbingan kerja yang diadakan oleh Perusahaan paling lama 3\n(tiga) bulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Selama masa percobaan hubungan kerja dapat diputuskan tanpa syarat baik\noleh Pekerja maupun oleh Perusahaan dengan pemberitahuan 24 (dua puluh empat )\njam sebelumnya untuk pekerja Harian dan 1 ( satu ) minggu sebelumnya untuk\npekerja bulanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi Pekerja yang telah menyelesaikan masa percobaan dengan baik, akan\ndiangkat menjadi Pekerja Tetap dan mendapatkan upah sesuai dengan status\ngolongannya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1. Bila pekerja yang telah mempunyai masa kerja minimal 3 tahun dan\nPerusahaan masih mempekerjakan kembali dapat diangkat menjadi pekerja tetap\nsetelah melewati mekanisme atau tahapan yang berlaku seperti :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Adanya usulan dari atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Absensi dan penilaian kondite kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Lulus test kesehatan (MCU)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Lulus masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2 Bila salah satu dari mekanisme ini tidak terpenuhi maka karyawan\nbersangkutan bisa tetap bekerja dengan status pkwt\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja Waktu Tertentu (PKWT) hanya diperuntukkan bagi pekerjaan yang\nmenurut sifat dan jenis serta jangka waktu sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.1. Pekerjaan yang bersifat sementara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.2. Pekerjaan yang selesai dalam waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.3 Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru atau produk\ntambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 Mutasi Dan Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Demi lancarnya kegiatan perusahaan, serikat pekerja mengakui hak\nperusahaan dalam pelaksanaan Mutasi pekerja sesuai dengan azas dan prosedur\nmanagemen yang sehat, disesuaikan dengan keahlian, ketrampilan dan kemampuan\nsesuai dengan kebutuhan perusahaan dan bukan bersifat hukuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pemindahan pekerja secara massal dari unit ke unit yang lain,\nPengusaha akan membicarakannya dengan pihak Pengurus Serikat Pekerja\nNasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha memberikan kesempatan kepada Pekerja untuk mengisi lowongan\njabatan yang ada, bagi Pekerja yang memenuhi persyaratan dengan melalui promosi\nmenurut ketentuan yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi pekerja yang mendapat promosi wajib menjalani masa penilaian minimal\n3 bulan dan maksimal 6 bulan sebagai pejabat sementara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi pekerja sesuai ayat 3 oleh perusahaan ditetapkan secara tertulis\nselambat-lambatnya 7 hari kerja disampaikan kepada pekerja yang bersangkutan\nmengenai:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan fasilitas yang diperoleh setelah lulus dalam penilaian sesuai\ndengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam hal hasil penilaian kurang maka akan dikembalikan keposisi semula\nsebelum promosi jika posisi tersebut masih tersedia atau dimutasikan ke posisi\nsesuai sebelum promosi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Mutasi yang dimaksud diatas berlaku hanya dalam ruang lingkup perusahaan\nPT Pan Brothers Tbk yang beralamatkan di Jalan Siliwangi No. 178 Jati Uwung.\nKota Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 Demosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha berhak dan berwenang untuk menurunkan jabatan \u002F pangkat seorang\npekerja lebih rendah dari jabatan semula (Demosi).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Demosi dapat dilakukan karena penurunan Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan\nkinerja dengan didasari argumentasi dan bukti yang jelas serta dapat\ndipertanggung jawabkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Demosi dilakukan harus sepengetahuan pekerja dan diajukan oleh atasannya\ndengan persetujuan pejabat yang berwenang di bagian terkait dan HRM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Demosi dibuatkan surat keputusan yang ditandatangani oleh pejabat\nberwenang di HRM dan ditembuskan ke atasannya serta Departemen yang terkait dan\nserikat pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Demosi yang terjadi seperti ayat 1 dan akibat Restrukturisasi Organisasi\ntidak berpengaruh terhadap upah pokok yang selama ini diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Masa demosi dapat berakhir, jika yang bersangkutan dapat memperbaiki\nprestasi, dedikasi, dan loyalitas dengan bukti dan alasan yang jelas, diajukan\noleh atasannya dengan persetujuan pejabat yang berwenang dibagian terkait dan\nHRM, maka yang bersangkutan kembali pada posisi semula atau yang sederajat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 Rotasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Rotasi adalah suatu perpindahan jabatan\u002Ftugas seorang karyawan dari suatu\nposisi\u002Fjabatan\u002Ftugas ke posisi\u002Fjabatan\u002Ftugas yang lain, yang memiliki status,\nperan dan tanggung jawab yang sederajat atau sama tingkatnya dengan\nposisi\u002Fjabatan\u002Ftugas semula didalam Departemen dan Perusahaan yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 Penggabungan \u002F Merger atau Peleburan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi perubahan status,penggabungan atau peleburan harus\ndiselesaikan berdasar mekanisme Undang-Undang yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 Pekerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyadari sepenuhnya dalam penempatan tenaga asing haruslah sesuai\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja asing wajib mematuhi peraturan yang diberlakukan Pemerintah\ndan sesuai dengan pedoman perilaku (Code of conduct) serta seluruh\npetunjuk-petunjuk dan instruksi-instruksi yang diberikan oleh atasannya atau\npimpinan yang tidak melanggar norma-norma kesusilaan dan ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 Dinas Luar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sesuai dengan kebutuhan bila dianggap perlu, Perusahaan berwenang untuk\nmengeluarkan perintah perjalanan dinas kepada pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk melaksanakan perjalanan tersebut (tugas untuk pendidikan diatur\ntersendiri) dengan mempertimbangkan tingkat jabatan, sifat dan lokasi kerja,\npekerja mendapatkan uang perjalanan dinas yang akan diatur secara lebih rinci\ndalam Surat Keputusan Perusahaan tentang perjalanan dinas dan dikoordinasikan\ndengan Serikat. Secara garis besar mengatur hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Fasilitas transportasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan wajib memberikan fasilitas transportasi ( pulang - pergi ),\nkepada pekerja yang melakukan perjalanan dinas luar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Fasilitas penginapan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika terdapat mess\u002Fwisma perusahaan\u002Ftempat kost yang memiliki fasilitas\nmemadai, maka prioritas wajib memanfaatkan fasilitas ini, jika tidak ada\nmess\u002Fwisma\u002Ftempat kost maka menggunakan hotel atau penginapan sesuai dengan\npengaturan pada surat keputusan tentang perjalanan dinas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Fasilitas makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan fasilitas makan 3 x sehari atau penggantian uang\nmakan yang rinciannya diatur terpisah pada surat keputusan dinas luar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 Perubahan Administrasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja harus melaporkan kepada Perusahaan apabila terjadi hal-hal\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perubahan nama, alamat dengan disertai keterangan dari pihak yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kelahiran, perkawinan, perceraian dan kematian disertai bukti yang sah\ndari instansi yang berwenang,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perubahan-perubahan lain yang perlu diketahui untuk administrasi\nPersonalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 Batas Umur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Batas usia kerja bagi pekerja adalah 55 (lima puluh lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pensiun:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Pekerja yang telah mencapai usia pensiun kepadanya akan dibayarkan uang\npensiun sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2. Pekerja yang telah mencapai masa kerja diatas 25 (dua puluh lima)\ntahun, dapat mengajukan pensiun dini sesuai dengan kesepakatan bersama dan atas\nijin pimpinan Perusahaan yang diatur dalam Surat Keputusan Direksi sesuai\ndengan wewenangnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3. Pekerja yang memasuki usia pensiun dapat dipekerjakan kembali setelah\nhak atas pensiun dibayarkan, dalam status pekerja untuk jangka waktu tertentu \u002F\npekerja humorer\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4. Dengan dibayarkan uang pensiun sesuai dengan ketentuan yang berlaku,\nmaka tidak ada lagi pembayaran lainnya yang dapat diberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV KEWAJIBAN PENGUSAHA DAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 Kewajiban\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Pekerja wajib melakukan ketentuan-ketentuan seperti diatur\ndalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 Disiplin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja bersepakat menegakkan disiplin kerja yang\ndiatur dalam Perjanjian Kerja Bersama dalam upaya mencapai tingkat\nproduktivitas yang tinggi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 Kerja Shift\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja wajib mengakui hak pengusaha untuk mengatur kerja secara\nbergiliran (Shift) yang sesuai dengan ketentuan serta perundang-undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 Kewajiban Dan Larangan Bagi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja wajib melakukan ketentuan seperti diatur dalam PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja wajib mentaati tata tertib dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Setiap pekerja harus berada atau hadir ditempat kerja masing-masing\ntepat pada waktunya, demikian pula pada waktu pulang atau meninggalkan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2. Setiap pekerja wajib mencetak kartu absensi masing-masing baik pada\nsaat masuk maupun pulang kerja oleh pekerja itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3. Setiap pekerja wajib melaksanakan pekerjaannya dengan penuh rasa\ntanggung jawab dan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan dan mengembangkan\nkemampuan kerja guna mendukung perkembangan demi kemajuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4 Setiap pekerja wajib mematuhi peraturan yang diberlakukan Pemerintah dan\nsesuai dengan pedoman perilaku (Code of Conduct) serta seluruh\npetunjuk-petunjuk dan instruksi-instruksi yang diberikan oleh atasannya atau\npimpinan yang tidak melanggar norma-norma kesusilaan dan ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5. Setiap pekerja wajib menjaga dan memelihara dengan baik semua\nbarang-barang lainnya yang berada di lingkungan Perusahaan dan memberitahukan\napabila mengetahui hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6. Setiap pekerja wajib menjaga nama baik dan memegang teguh rahasia\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7. Setiap pekerja wajib memeriksa dan membersihkan semua alat-alat kerja,\nmesin-mesin dan sebagainya, sebelum mulai bekerja atau pada waktu meninggalkan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.8. Setiap pekerja wajib memakai perlengkapan kerja yang telah disediakan\noleh Perusahaan seperti : Seragam Kerja, Kerudung, Masker, Kartu Pengenal,\ndll.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.9. Setiap pekerja bersedia untuk diadakan pemeriksaan badan atau\npenggeledahan pada waktu meninggalkan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.10. Setiap pekerja bersedia bekerja secara sukarela di luar jam kerja yang\ntelah ditentukan (lembur), baik pada hari kerja biasa maupun pada hari libur\napabila pihak Perusahaan menganggap sangat dibutuhkan sesuai dengan\nketentuan\u002Faturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.11. Setiap pekerja wajib bersedia bekerja secara bergiliran (Shift).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.12. Setiap pekerja wajib mengganti kerusakan hilangnya perlengkapan\nkerja\u002Fbarang-barang inventaris milik Perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya\nkarena disengaja atau karena kelalaiannya sesuai ketentuan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.13. Setiap pekerja wajib berorientasi pada efisiensi dan efektivitas kerja\nguna mendukung dan memperlancar proses peningkatan produksi yang\nberkesinambungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.14. Setiap pekerja wajib mendukung sepenuhnya semua rencana\u002F program\npeningkatan produktivitas kerja yang dicanangkan oleh Pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.15. Setiap pekerja wajib meningkatkan loyalitas dan rasa memiliki akan\nkeberadaan Perusahaan sebagai wadah\u002Ftempat bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.16 Khusus untuk pekerja pria tidak diperkenankan berambut panjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja dilarang menggunakan alat-alat, sarana dan prasarana\nPerusahaan diluar jam kerja tanpa seijin atasan atau yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 Mogok Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Mogok kerja adalah sebagai hak dasar pekerja\u002Fburuh dan Serikat Pekerja \u002F\nSerikat Buruh secara sah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan,\ndalam hal ini diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dan peraturan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 Penutupan perusahaan \u002F Lock out\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penutupan perusahaan \u002F Lock Out merupakan hak dasar pengusaha untuk menolak\npekerja \u002F buruh sebagian atau seluruhnya untuk menjalankan pekerjaan sebagai\nakibat gagalnya perundingan, dalam hal ini diatur sesuai ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V SURAT PERINGATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 Ketentuan Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Kepada pekerja yang melakukan pelanggaran tata tertib Perusahaan dapat\ndiberikan peringatan secara tertulis, surat peringatan tersebut mempunyai masa\nberlaku sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Surat Peringatan Pertama=3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Surat Peringatan Kedua = 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Surat Peringatan Ketiga = 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Surat Peringatan tidak perlu diberikan menurut urutan-urutannya tetapi\ndapat dinilai menurut besar kecilnya kesalahan yang dilakukan oleh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila dalam masa berlakunya peringatan ketiga yang bersangkutan masih\nmelakukan pelanggaran, maka Perusahaan dapat memberikan skorsing sesuai pasal\n26 PKB ini dan atau pemutusan hubungan kerja sesuai dengan peraturan\nperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Di dalam memberikan Surat Peringatan kepada Pekerja, agar sebelumnya\ndikoordinasikan kepada PSP SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Hal-hal lain yang belum diatur mengacu kepada ketentuan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Skorsing dapat dikenakan pada setiap pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1. Yang melakukan pelanggaran tata tertib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Tidak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3. Tindakan yang merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jangka waktu skorsing disesuaikan dengan berat ringannya pelanggaran yang\ndilakukan, dan atau dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Di dalam memberikan Surat Skorsing kepada Pekerja, agar sebelumnya\ndikoordinasikan kepada PSP-SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan Peraturan Pemerintah karena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Peningkatan\u002Fpengulangan pelanggaran dalam masa berlakunya sanksi\npelanggaran yang sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Berakhirnya hubungan kerja waktu tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dijatuhi hukuman oleh Pengadilan karena pelanggaran pidana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mencapai batas usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Perusahaan dalam keadaan tidak dapat melanjutkan aktivitas produksi yang\ndikarenakan bangkrut atau ada hubungan rasionalisasi dari Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Hal lain yang dapat dipandang setara dengan yang disebutkan diatas. Di\ndalam memberikan Surat Pemutusan Hubungan Kerja kepada pekerja, agar sebelumnya\ndikoordinasikan kepada PSP-SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 Pemutusan Hubungan Kerja Dengan Kesalahan Berat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja terhadap pekerja\u002Fburuh dengan\nalasan pekerja\u002Fburuh telah melakukan kesalahan berat sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Melakukan penipuan, pencurian dan penggelapan barang dan atau uang milik\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga menimbulkan\nkerugian Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai dan atau\nmengedarkan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya dilingkungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Melakukan perbuatan asusila atau perjudian dilingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>e. Menyerang menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman sekerja atau\npengusaha dilingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\nbertentangan dengan peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik Perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam\nkeadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Membongkar atau membocorkan rahasia Perusahaan yang seharusnya\ndirahasiakan kecuali untuk kepentingan negera atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Melakukan perbuatan lainnya dilingkungan Perusahaan yang diancam pidana\npenjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kesalahan berat sebagaimana dimaksud ayat i harus di dukung dengan bukti\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja \u002F buruh tertangkap tangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Ada pengakuan dari pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan, atau Bukti lain\nberupa laporan kejadian yang dibuat oleh pihak yang berwenang di Perusahaan\nyang bersangkutan dan di dukung oleh sekurang kurangnya 2 (dua ) orang\nsaksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI KLASIFIKASI PUTUSNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 Mengundurkan Diri Melalui Prosedur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang hendak berhenti atas permintaan sendiri, harus mengajukan\npermohonan berhenti yang disertai alasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1. Untuk Pekerja Harian mengajukan permohonan 15 (lima belas) hari\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Untuk Pekerja Bulanan mengajukan permohonan 30 (tiga puluh) hari\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi Pekerja yang telah mengajukan permohonan pengunduran diri tetapi\nbelum disetujui, tetap bekerja seperti biasa maksimal 2 (dua) minggu untuk\nHarian dan 1 (satu) bulan untuk Bulanan terhitung dari tanggal surat\npengunduran diri diterima oleh Personalia dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang mengundurkan diri melalui prosedur, mendapatkan Uang Pisah\ndengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1. Masa kerja 3-5 tahun = 80%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2. Masa kerja 5-10 tahun = 100%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3. Masa kerja 10-15 tahun = 125%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4. Masa kerja 15-20 tahun = 150%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.5. Masa kerja 20 tahun keatas = 200%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 Mengundurkan Diri Tanpa Prosedur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bagi Pekerja yang mengundurkan diri secara mendadak \u002F tidak memberitahukan\nterlebih dahulu, sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelumnya untuk\nPekerja Bulanan dan 15 (lima belas) hari sebelumnya untuk Pekerja Harian,\ndinyatakan keluar secara sepihak dengan tetap mendapatkan surat keterangan\nkerja dari Perusahaan PT. PAN BROTHERS Tbk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang mengundurkan diri tanpa prosedur diberikan surat pengalaman\nkerja bila si pekerja datang ke perusahaan maksimal 1 bulan sejak hari terakhir\nkerja dan tidak berhak atas uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sisa hak Pekerja yang mengundurkan diri secara sepihak, akan dibayarkan\nsampai hari terakhir bekerja dengan memperhatikan \u002F mempertimbangkan terlebih\ndahulu laporan tentang pekerjaan yang ditinggalkan dari Superintendent \u002F\nManager Pekerja yang bersangkutan. Berlaku untuk pekerja Bulanan dan Harian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Gaji pekerja yang mengundurkan diri tanpa prosedur akan diperhitungkan\nsampai hari terakhir bekerja dan akan diproses serta akan dibayarkan 10\n(sepuluh) hari setelah hubungan kerja berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 Pemberhentian Karena Alasan Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>1.Pekerja yang tidak dapat menjalankan tugasnya selama jangka waktu yang\nlama karena alasan kesehatan, sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter\nperusahaan\u002Fdokter yang ditunjuk oleh perusahaan maka pekerja tersebut akan\nmendapatkan upah berdasarkan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 pasal 93 sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>1.1. Upah selama 4 (empat) bulan pertama =100% X upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Upah selama 4 (empat) bulan kedua = 75% X upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3. Upah selama 4 (empat) bulan ketiga = 50% X upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4. Bulan selanjutnya divayar 25% (dua puluh lima persen) dari upah sebelum\npemutusan hubungan kerja oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2.Setelah lewat 12 (dua belas) bulan ternyata Pekerja masih belum mampu\nbekerja kembali, maka Pengusaha dan Pekerja dapat memutuskan hubungan kerja\nsesuai perundang undangan yang berlaku dan dikoordinasikan dengan PSP SPN PT.\nPAN BROTHERS Tbk terlebih dahulu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dasar-dasar pemberhentian mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sebelum salah satu pihak mencatatkan perselisihan ke Instansi dibidang\nketenagakerjaan, maka perselisihan hubungan industrial wajib dimusyawarahkan\nterlebih dahulu dengan Pimpinan Serikat Pekerja-Serikat Pekerja Nasional sesuai\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila musyawarah tidak tercapai, maka salah satu pihak dapat mencatatkan\nperselisihannya ke Instansi di bidang ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII UANG PESANGON, PENGHARGAAN MASA KERJA DAN PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 Uang Pesangon\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja pengusaha diwajibkan membayar\nuang pesangon paling sedikit sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>a. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2\n(dua) bulan upah;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun , 3\n(tiga) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\n4 (empat) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun,\n5 (lima) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6\n(enam) bulan upah:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\n7 (tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun, 8 (delapan) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perhitungan uang penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2\n(dua) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun, 3 (tiga) bulan upah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas\ntahun, 4 (empat) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 12 (dua belas tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun, 5 (lima) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan\nbelas) tahun, 6 (enam) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua\npuluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua\npuluh empat) tahun. 8 (delapan) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 (sepuluh) bulan\nupah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 Penggantian Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Uang penggantian hak yang seharusnya diterima meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja\u002Fburuh dan keluarganya ke tempat\ndimana pekerja\u002Fburuh diterima bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima\nbelas perseratus) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi\nyang memenuhi syarat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusanaan\natau perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 Hari Kerja Dan Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dengan memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku, hari kerja biasa\ndi Perusahaan adalah hari Senin sampai dengan hari Jum'at dan atau Sabtu.\nDisesuaikan dengan ketentuan perusahaan mengenai sistim hari kerja kecuali hari\nlibur\u002Fhari raya resmi yang ditetapkan pemerintah bagian Satuan Pengaman\n(Satpam) diatur secara khusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>2.Jam kerja normal di perusahaan adalah 8 (delapan)\u002F7 (tujuh) jam sehari\n(disesuaikan dengan sistim hari kerja) dan tidak melebihi 40 (empat puluh) jam\nseminggu. Dengan ketentuan apabila perusahaan memerlukan kerja lembur baik pada\nhari kerja biasa, hari libur resmi, maupun hari kerja shift maka pekerja dapat\ndiminta untuk melaksanakan kerja lembur secara sukarela dengan mengacu kepada\nketentuan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Sistim hari kerja dan jam kerja diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.Jam kerja untuk di Kantor Pusat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Kamis : jam 08.30 - 16.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 12.00 - 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Jum'at : Jam 08.30 - 17.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : 11.30 - 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : Jam 08.30 - 14.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 12.00 - 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2Jam kerja untuk Pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Kamis : jam 07.00 - 15.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 11.00 - 12.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Jum'at : Jam 07.00 - 15.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 11.30 - 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : Jam 07.00 - 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : jam 11.00 - 12.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3.Bagian kerja shift Jam kerja shift diatur sesuai dengan jam kerja yang\ntelah ditentukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Shift I:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Kamis : Jam 07.00 - 15.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 11.00 - 12.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Jum'at : Jam 07.00 - 15.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 11.30 - 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : Jam 07.00 - 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 11.00 - 12.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Shift II :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Kamis : jam 15.00 - 23.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 18.00 - 19.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Jum'at : Jam 15.30 - 23.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 18.00 - 19.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : Jam 12.00 - 18.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 16.00 - 17.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Shift III :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Kamis : Jam 23.00 - 07.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 02.00 - 03.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Jum'at : Jam 23.00 - 07.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 02.00-03.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : jam 17.00 - 23.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 21.00 - 22.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atau diatur lain namun jam kerja satu minggu tidak melebihi 40 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sistem 5 (lima) hari kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1.Jam kerja untuk di Kantor Pusat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Kamis : Jam 08.30 - 17.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : jam 12.00 - 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Jum'at : Jam 08.30 - 17.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 12.00 - 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : LIBUR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2.Jam kerja untuk Pabrik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Kamis : Jam 07.30 - 16.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 11.30 - 12.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Jum'at : Jam 07.30 - 17.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : jam 11.30 - 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : LIBUR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk kelebihan jam kerja (lebih dari 40 jam kerja dalam seminggu) dan\nshift panjang (pengganti shift yang libur) dihitung lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengaturan kerja shift dan istirahat shift diatur secara bergiliran sesuai\ndengan peraturan perundangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila sewaktu-waktu ada perubahan sesuai dengan kebutuhan, maka akan\ndikoordinasikan dengan serikat pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pada dasarnya unsur pengupahan terdiri dari Gaji pokok tunjangan Tetap,\nTunjangan tidak Tetap dan insentif dimana tiap golongan menerima unsur-unsur\npengupahan yang berbeda.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Jenis Pengupahan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1. Upah Harian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Upah Bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Unsur Pengupahan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada dasarnya unsur pengupahan terdiri dari upah pokok, tunjangan-tunjangan\ndan insentif dimana tiap golongan menerima unsur-unsur pengupahan yang\nberbeda.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Upah Minimum:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwagetxt\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>Upah minimum Pekerja adalah tidak kurang dari upah minimum yang telah\nditetapkan oleh Pemerintah. dimana pelaksanaannya sesuai dengan\nketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Komponen Upah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Komponen upah yang dibayarkan Perusahaan kepada Pekerja diluar tunjangan dan\ninsentif lainnya, terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1. Gaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2. Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pembayaran dilaksanakan di lokasi Perusahaan di tempat yang ditentukan\noleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Upah pekerja dibayarkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Sebulan sekali untuk pekerja harian, yang dibayarkan tiap tanggal 30\nbulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2. Sebulan sekali untuk Pekerja Bulanan, yang dibayarkan tiap awal bulan,\nuntuk bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila waktu pembayaran upah bertepatan dengan hari Minggu\u002F Libur\nNasional, maka pembayaran upahnya dimajukan pada hari kerja terakhir sebelum\nhari Minggu\u002F libur Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Yang berhak mendapatkan upah ialah pekerja yang bersangkutan. Apabila yang\nbersangkutan berhalangan, upah dapat diterima orang lain dengan surat kuasa\ndari yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 Peninjauan Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1.Peninjauan kenaikan upah dan kenaikan prestasi dillakukan 1 (satu) tahun\nsekali secara berkala dan besarnya kenaikan berdasarkan kemampuan Perusahaan,\nyang dirundingkan dengan Serikat Pekerja. Perundingan tentang kenaikan upah\nberkala dapat dilakukan sebelum pemberlakuan perubahan Upah Minimum oleh\npemerintah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp>2.Apabila terjadi perubahan situasi ekonomi maka Serikat Pekerja dengan\nPerusahaan bersepakat untuk mengadakan penyesuaian upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 Upah Pada Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang tidak melakukan pekerjaan pada hari libur resmi mendapat upah\npenuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi Pekerja yang bertugas pengamanan, pengawasan asrama dan Pekerja yang\nditugaskan oleh Perusahaan pada Libur Massal Hari Raya Idul Fitri, pengaturan\nkerja dan insentifnya disesuaikan dengan kondisi atas dasar Perjanjian Kerja\nBersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 Upah Bila Terjadi Bencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila Perusahaan berhenti atau mengalami hal-hal yang menyebabkan\nPerusahaan tidak berproduksi misalnya karena force majeur misalnya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Bencana alam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Huru Hara, Peperangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Maka pekerja akan mendapat uang tunggu sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Uang tunggu triwulan Pertama : 100% x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Uang tunggu triwulan Kedua : 75% x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Uang tunggu triwulan Ketiga : 50% X upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4Uang tunggu triwulan Keempat : 25% x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya akan disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 Pemotongan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemotongan terhadap upah pekerja dapat dilakukan oleh Perusahaan secara\nlangsung berdasarkan ketentuan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pajak Penghasilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Iuran Jaminan Sosial Tenaga Kerja ( BPJS)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Iuran Keanggotaan SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Iuran Keanggotaan Koperasi Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Yang harus dibayarkan oleh Pekerja yang bersangkutan karena perjanjian\nyang disepakati dengan Perusahaan atau dengan Serikat Pekerja atau dengan\nKoperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Iuran BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan wajib memberikan bukti pembayaran (pajak penghasilan &amp; iuran\nBPJS setiap tahunnya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Mendapat Upah Penuh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>1.Pekerja dapat meninggalkan pekerjaan dengan ijin Perusahaan dengan\nmendapat upah dalam hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Pekerja Menikah: 3 (tiga) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Keluarga Pekerja Sakit Berat termasuk orang tua pekerja: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>1.3 Isteri Pekerja Melahirkan dan atau keguguran: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.4 Anak Pekerja dikhitan \u002F baptis\u002Fnikah: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5 Upacara Mepandes: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>1.6 Keluarga Pekerja dan Orang Tua \u002F Mertua meninggal dunia: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>1.8Saudara kandung meninggal dunia: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.8 Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia: 1 (satu) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.9. Bencana alam dapat diijinkan untuk tidak masuk kerja selama waktu yang\nditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.10 Pekerja melaksanakan Ujian Negara (ujian menjadi pegawai negeri\nsipil)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.11 Pekerja mendapat panggilan negara dengan menunjukan dokumen yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.12 Menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut harus diperoleh terlebih dahulu dari\nPerusahaan kecuali dalam keadaan mendesak, bukti tersebut dapat diajukan\nkemudian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 Upah Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal Perusahaan memerlukan kerja lembur, maka Perusahaan dapat\nmempekerjakan Pekerjanya untuk melakukan kerja lembur (diluar jam kerja biasa\natau pada hari libur resmi)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>2.Pekerja yang melakukan kerja lembur, berhak atas pembayaran upah lembur\ndengan peraturan atau undang-undang yang berlaku kecuali untuk jabatan tertentu\nditentukan lain oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>3.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa 3.1. Untuk 1 (satu) jam\npertama dibayar = 1,5 x upah sejam 3.2. Untuk setiap jam berikutnya dibayar = 2\nx upah sejam 3.3. Pekerja yang lembur diatas 5 (lima) jam kepadanya diberikan\nextra fooding dan atau susu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cp>4.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan atau pada hari\nlibur resmi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1. Sistem 6 hari kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>4.1.1. Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2\n(dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan\njam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.1.2 Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan\nupah lembur 5 (lima) pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3\n(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah\nsejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2. Sistim 5 hari kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2.1. Untuk setiap jam dalam batas 8 (delapan) jam pertama dibayar = 2 X\nUpah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2.2. Untuk setiap jam pertama selebihnya dari 8 (delapan) jam dibayar = 3\nX Upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2.3. Untuk jam kedua setelah 8 (delapan) jam dan seterusnya dibayar = 4 X\nUpah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perhitungan Upah Lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.1. Upah sejam bagi Pekerja Bulanan\u002FHarian = 1\u002F173 x Upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.2. Upah sejam bagi Pekerja yang masih dalam masa percobaan didasarkan pada\nupah yang diterima pada masa percobaan tersebut (upah harian atau bulanan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.3. Jumlah nilai komponen upah lembur yang dipergunakan sebagai dasar\nperhitungan upah lembur, tidak boleh kurang dari 75% (tujuh puluh lima persen)\ndari jumlah keseluruhan upah yang dibayarkan didalam satuan waktu yang sama,\nsesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X JAMINAN SOSIAL \u002F KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan kepada Pekerja berupa piagam atau penghargaan, lencana\ndan disertai dengan pemberian hadiah berupa barang ataupun uang antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bertingkah laku baik, bersemangat tinggi dan menjadi tauladan bagi pekerja\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menemukan, menciptakan, merencanakan sesuatu yang berharga bagi Perusahaan\nsehingga dapat meningkatkan daya kerja dan kualitas produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengabdian diri pada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Berjasa mencegah \u002F menghindarkan Perusahaan dari kecelakaan \u002F\nkerugian\u002Fbencana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 Bonus\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cp>Bonus diberikan Perusahaan maximal bulan juli tahun berikutnya jika unit\nkerja tersebut mendapatkan keuntungan profit setelah pajak untuk tahun buku\nunit kerja yang ditutup per 31 Desember)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 Tunjangan-tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menetapkan tunjangan tunjangan kepada Pekerja diluar komponen\nupah dengan pengaturan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>1.Tunjangan Masa Kerja untuk Harian Rp. 1.000,-\u002Ftahun dan Bulanan Rp.\n1.500,-\u002Ftahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Premi Hadir diberikan untuk Harian maupun Bulanan dengan\nbesarnya Rp. 150.000,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan Kematian dan Kecelakaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>3.1 Dalam hal pekerja mendapatkan musibah kecelakaan kerja maka tunjangan\nkematian dan kecelakaan adalah sesuai penggantian dari BPJS KETENAGAKERJAAN\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>3.2 Dalam hal pekerja meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka\nperusahaan akan memberikan kepada ahli warisnya sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.1 Upah dalam bulan sedang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cp>3.2.2 Sumbangan ongkos penguburan Rp. 200.000,- (duaratus ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.2.3 Besaran uang duka ada dalam Kebijakan Direksi (KD)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3. Apabila keluarga Pekerja meninggal dunia (Isteri, Suami, Anak) dan\nOrang Tua (Bapak,Ibu) untuk satu orang pekerja, Perusahaan memberikan tunjangan\nberupa uang yang besarnya diatur dalam Kebijakan Direksi (KD)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>4.Tunjangan Hari Raya (THR)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1.Diberikan kepada Pekerja dalam bentuk uang, menjelang Hari Raya dan\nsebelumnya dikoordinasikan dengan PSP-SPN.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.2.Besarnya pemberian THR sesuai dengan Permenaker No. Per 04\u002FMEN\u002F1994\ntentang Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan pasal 3 ayat 1, ayat 2\ndan Pasal 4 ayat 2 sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>4.2.1 Pasal 3 ayat 1: Besarnya THR sebagaimana dimaksud ditetapkan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cp>4.2.1.1. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus\nmenerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.2.1.2. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus\nmenerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa\nkerja yakni dengan perhitungan: Masa kerja 12 x 1 (satu) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2.2. Pasal 3 ayat 2: Upah satu bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(4.2.1.) adalah upah pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>4.2.3. Pasal 4 ayat 2: Pembayaran THR sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(4.2.1.) wajib dibayarkan oleh Pengusaha selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari\nsebelum Hari Raya Keagamaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Tunjangan Bea siswa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.1Perusahaan membentuk Komite Bea siswa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>5.2Perusahaan akan mengalokasikan dana untuk program Bea siswa SMA\u002Fsederajat\ndan atau Universitas bagi putra-putri dan atau keturunan pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Dimana program bea siswa akan dikelola oleh Komite Bea siswa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 Istirahat Mingguan Dan Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1.Setelah bekerja 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empatpuluh) jam 1\n(satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan)\njam 1 (satu) hari dalam 40 (empatpuluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari\nkerja dalam 1 (satu) minggu kepada Pekerja diberikan istirahat mingguan selama\n1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari\nuntuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>2.Pada hari libur resmi \u002F nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah, Pekerja\ndibebaskan dari pekerjaan dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 Istirahat Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Setiap Pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus, berhak atas istirahat tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan\nmendapat upah, tanpa memperhitungkan ijin yang telah tertuang dalam Pasal\n43.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dapat menunda permohonan istirahat tahunan (apabila kondisi\npekerjaan si pemohon tidak memungkinkan untuk ditinggalkan) paling lama 6\n(enam) bulan sejak cuti tersebut lahir dan istirahat tahunan tersebut dapat\ndibagi beberapa bagian asal dalam satu bagian sekurang-kurangnya 6 (enam) hari\nkerja terus menerus. Setelah 6 (enam) bulan hak cuti lahir namun Perusahaan\nbelum dapat memberikan cutinya, maka sisa cuti dapat diperpanjang 6 (enam)\nbulan lagi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang akan menggunakan hak cuti tahunannya harus seminggu\nsebelumnya mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada pimpinan Perusahaan\nkecuali dalam kondisi mendesak\u002Fdarurat dapat dilakukan dengan pertelephon\nkepada bagian Personalia dan atasan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan akan memberitahukan bilamana hak atas istirahat tahunannya\nlahir kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Jika Pekerja yang bersangkutan belum mempunyai hak cuti tetapi terdapat\nkeperluan yang mendesak sesuai dengan pendapat Pejabat yang berwenang maka\nketidak-hadirannya akan diperhitungkan sebagai cuti diluar tanggungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Hak atas cuti tahunan menjadi gugur apabila tidak dipergunakan oleh\npekerja selama 12 (dua belas) bulan setelah periode cuti tahunan berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Periode untuk perhitungan cuti tahunan dihitung mulai tanggal 1 Januari\nsampai tanggal 31 Desember setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 Cuti Hamil\u002FKeguguran \u002F Istirahat Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>1.Bagi pekerja wanita yang akan melahirkan berhak atas cuti hamil 1 12 bulan\nsebelum dan 1 7 bulan sesudah melahirkan dengan ketentuan bahwa upah dibayar\npenuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Dalam hal terjadi keguguran, cuti dimulai pada hari masuk rumah\nsakit\u002Fperawatan dan berakhir selambat lambatnya 1 bulan dengan mempertimbangkan\nusia kandungan atau sesuai nasehat Dokter dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang akan menggunakan cuti hamil tersebut harus mengajukan\npermohonan terlebih dahulu kepada Perusahaan dengan disertai surat dokter atau\nbidan yang merawatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>4.Setiap pekerja wanita, tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan\nkedua haid apabila memberitahukan kepada atasannya langsung dengan mengajukan\nsurat keterangan Dokter dengan upah dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>Perusahaan menyediakan dan memberikan perlengkapan kerja kepada seluruh\npekerja tetap (lepas dari masa percobaan) secara cuma-cuma berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kartu Pengenal: 1 (satu) buah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pakaian Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Untuk Harian Baju: 3 (tiga) buah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Untuk Bulanan diberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.1.Baju: 3 (tiga) buah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.2.Celana\u002FRok diberikan setelah di jahit sebanyak: 2 (dua) buah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Masker untuk bagian tertentu: 4 (empat) buah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sarung tangan untuk bagian tertetentu: 4 (empat) buah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Sepatu untuk bagian tertentu: 1 (satu) pasang.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Perlengkapan kerja yang dibutuhkan khusus, wear pack dan sepatu untuk bagian\nmaintenance, perlengkapan security (satpam) diberikan secara cuma-cuma yang\njumlahnya berdasarkan pada rekomendasi Manager Departemen yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perlengkapan kerja seperti yang diterangkan pada butir 2 diberikan pada\nsetiap bulan Mei. Perlengkapan kerja yang dibutuhkan khusus untuk departemen\ntertentu diberikan secara cuma-cuma sesuai dengan standar K3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 Pendidikan Dan Pelatihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1.Dalam rangka pembinaan dan peningkatan terhadap kualitas pekerja,\nPerusahaan mengadakan pendidikan dan pelatihan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan diselenggarakan di luar atau di dalam\nPerusahaan sesuai dengan kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Perusahaan dilaksanakan\nsecara periodik dan berlanjut guna pengembangan pengetahuan, ketrampilan dan\nperilaku pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang telah mendapatkan perlengkapan kerja yang telah diberikan\noleh Perusahaan harus dipakai selama melakukan pekerjaan apabila pekerja keluar\nmaka harus mengembalikan fasilitas yang telah diberikan (kartu pengenal dan\nbaju).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 Fasilitas - Fasilitas Bagi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1.Setiap Pekerja bulanan yang masuk bekerja minimum 3 (tiga) jam, berhak\nmendapatkan 1 (satu) kali makan di kantin Perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan memberikan sarana kepada pekerja untuk mengadakan tour\u002Frekreasi\nbersama minimal 1 (satu) tahun sekali, dengan anggaran yang disesuaikan\nditetapkan berdasarkan saran dan pertimbangan PSP SPN dan disetujui oleh\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan memberikan kesempatan dan sarana kepada Pekerja untuk\nmengadakan peringatan dan perayaan setiap tahun antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1. Hari Proklamasi Kemerdekaan RI (17 Agustus 1945).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2. Hari Raya Idul Fitri (halal bihalal)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3. Hari Raya Idul Adha (Idul Qurban).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4. Maulid Nabi Muhammad SAW.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.5. Hari Natal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.6. Hari Raya Nyepi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.7. Hari Raya Waisak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.8. Ulang Tahun Perusahaan (21 Agustus).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.9. Ulang Tahun SPN (14 Juli).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.10. Ketentuan yang sudah ditentukan (mengacu kepada Undang-undang yang\nberlaku).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan memberikan kesempatan untuk mengadakan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1. Penilaian Pekerja Teladan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2. Menyediakan sarana dan prasarana olah raga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3. Menyediakan sarana dan prasarana untuk berkembangnya Koperasi\nKaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4. Menyediakan tempat peribadatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.5. Menyediakan sarana dan prasarana kesenian\u002Fband.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan kemampuan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI BPJS KETENAGAKERJAAN DAN BPJS KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1.Sesuai dengan Undang-Undang SJSN No. 40 tahun 2004 dan Undang-undang BPJS\nNo.24 tahun 2011 maka perusahaan wajib mengikut sertakan Pekerjanya dalam\nprogram:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1. Jaminan Kecelakaan kerja (JKK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Jaminan Kematian (JK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3. Jaminan Hari Tua (JHT).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4. Jaminan Dana Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Besarnya iuran yang harus dibayar sesuai dengan ayat 1 mengikuti ketentuan\nyang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan wajib membayar terlebih dahulu Jaminan Kecelakaan kerja kepada\nPekerja, tanggungan sementara tidak bekerja sebagai pengganti upah. biaya\npengobatan\u002Fperawatan dan pengangkutan serta pembelian alat alat bantu ganti,\nuntuk selanjutnya Perusahaan akan mendapat penggantian dari BPJS\nKetenagakerjaan berdasarkan penetapan jaminan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 Kewajiban Perusahaan Tentang Kecelakaan kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan wajib melaksanakan administrasi kecelakaan sesuai ketentuan\nUndang-Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melaporkan setiap kecelakaan yang terjadi, yang menimpa Tenaga Kerja dalam\nbatas waktu 2 x 24 jam ke Dinas Ketenagakerjaan setempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melaporkan kepada Badan Penyelenggara \u002F Kantor Departemen Tenaga Kerja\ndalam batas waktu 2 x 24 jam, jika pekerja yang mendapat musibah kecelakaan\nkerja telah selesai dari perawatan (pengobatan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>4.Perusahaan wajib melaksanakan pembayaran tunjangan kecelakaan kerja kepada\npekerja yang mendapat musibah kecelakaan kerja atau ahli warisnya untuk\nselanjutnya akan mendapatkan penggantian dari BPJS KETENAGA KERJAAN berdasarkan\npenetapan jaminan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 BPJS Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>Untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan karyawan semua mengacu kepada ketentuan\nBPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3 )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan sarana dan prasarana untuk kesehatan dan\nkeselamatan kerja dengan biaya sepenuhnya oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja wajib menggunakan sarana dan prasarana tersebut dengan baik dan\nbenar.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII PENYAMPAIAN KELUHAN-KELUHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 Prosedur Penyelesaian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan Serikat Pekerja bersepakat bahwa setiap keluhan pekerja\nakan diselesaikan seadil-adilnya dan secepat mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila ada keluhan-keluhan dari Pekerja, maka sedapat mungkin\ndiselesaikan secara musyawarah dengan tata cara pelayanan keluhan yang tertib\nmenyampaikan langsung dan apabila belum dapat diselesaikan atas persetujuan\natasannya dapat disalurkan pada pejabat lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila tidak dapat diselesaikan oleh Pekerja, maka persoalan tersebut\ndiselesaikan bersama-sama dengan Serikat Pekerja. Dan apabila tidak dapat\ndiselesaikan secara intern (Bipartit) baru dibenarkan minta bantuan mediasi ke\nDinas Ketenagakerjaan setempat untuk diselesaikan lebih lanjut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Semua keluhan dapat disampaikan kepada Pimpinan setiap waktu, dengan\npersetujuan Superintendent.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 Lembaga Kerja Sama Bipartit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Lembaga Kerja Sama Bipartit merupakan forum konsultasi dan musyawarah\nuntuk memberikan pertimbangan, saran dan pendapat kepada Perusahaan dalam\nmenyusun kebijakan dan pemecahan masalah ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Lembaga Bipartit dibentuk dari unsur Manajemen, Serikat Pekerja dan\nperwakilan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII SANKSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 Sanksi Dan Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.PELANGGARAN DENGAN DIBERI PERINGATAN LISAN:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Satu kali datang terlambat dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. Keluar-masuk ruangan\u002Ftempat di lingkungan Perusahaan melalui\npintu\u002Fjalan yang bukan seharusnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3. Tidak menjaga kebersihan, kerapihan atau keutuhan pakaian, perlengkapan\nkerja yang diberikan atau memakainya secara tidak wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4. Tidak memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah ditetapkan pada\nwaktu melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5. Tidak mentaati \u002F melaksanakan Produktivitas dan Mutu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.6. Berada di ruangan produksi pada waktu istirahat, kecuali seijin\npimpinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.7. Melakukan pelanggaran yang dapat dipandang setara dengan yang\ndisebutkan di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.PELANGGARAN DENGAN DIBERI SANKSI SURAT PERINGATAN PERTAMA:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Peningkatan\u002Fpengulangan pelanggaran dari pelanggaran lisan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2. Dua kali datang terlambat dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3. Memasuki tempat kerja pada waktu dinas kerja tanpa memakai pakaian\nkerja\u002F perlengkapan yang diharuskan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4. Meninggalkan pekerjaan tanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5. Bekerja tidak efisien.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6. Kedapatan tidak memakai Kartu Pengenal di lingkungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7. Menjalankan usaha pribadi di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.8. Menjual atau memperdagangkan barang-barang berupa apapun atau\nmengedarkan daftar sokongan pekerjaan tanpa seijin Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.9. Tidak mengisi kartu hadir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.10. Memasuki tempat terlarang tanpa ijin dari yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.11. Tidak melaksanakan kerja lembur sesuai dengan keperluan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.12. Membawa makanan dan minuman kecuali air putih ke dalam ruangan\nproduksi\u002Fpabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.13. Makan pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.14. Satu kali mangkir dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.15. Menolak pemeriksaan atas kesehatannya oleh Dokter Perusahaan atau\nPenasehat Medis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.16. Melakukan peningkatan pelanggaran terhadap salah satu ayat atau butir\npada pasal 18.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.17. Melakukan pelanggaran lain yang dipandang setara dengan disebutkan di\natas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.18. Mencetak kartu absensi orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.19. Tidak melaporkan kepada Perusahaan perubahan data pekerja seperti\nalamat, status perkawinan dan sebagainya sesuai prosedur yang telah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.PELANGGARAN DENGAN DIBERI SANKSI SURAT PERINGATAN KEDUA:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1. Peningkatan\u002Fpengulangan pelanggaran dalam masa berlakunya sanksi\npelanggaran yang sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2. Dua kali menerima peringatan pertama dalam waktu 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3. Tidak mengisi Kartu Hadir lebih dari 4 (empat) kali dalam satu\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4. Mengisi kartu hadir kepunyaan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.5. Tidur diwaktu jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.6. Tidak mengindahkan peraturan keselamatan kerja dan tidak menggunakan\nfasilitas perlengkapan keselamatan kerja yang tersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.7. Dua kali mangkir dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.8. Pulang meninggalkan pekerjaan tanpa seijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.9. Melakukan pelanggaran lain yang dipandang setara dengan yang disebutkan\ndi atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.PELANGGARAN YANG DIBERI SANKSI SURAT PERINGATAN KETIGA:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1. Peningkatan\u002Fpengulangan pelanggaran dalam masa berlakunya sanksi\npelanggaran yang sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2. Tiga kali mangkir dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3. Pelaksanaan tugas yang gagal hingga merugikan personil dan atau milik\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4. Menolak melaksanakan perintah yang patut dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.5. Kelalaian yang mengakibatkan kerugian Perusahaan dan atau terhentinya\nproduksi dan atau mencelakakan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.6. Merokok di ruangan produksi atau di tempat yang berbahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.7. Melakukan pelanggaran lain yang dapat dipandang setara dengan yang\ndisebutkan di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 Masa Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan sah setelah ditanda tangani oleh\nkedua belah pihak, dan berlaku sampai habis periodenya serta sepanjang\nManajemen Perusahaan ini berdiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setelah 2 (dua) tahun masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini, maka 6\n(enam) bulan sebelum berakhirnya PKB ini kedua belah pihak sudah mengadakan\nperbaikan pada bab, pasal. ayat dianggap perlu. Apabila setelah 6 (enam) bulan\ndianggap kedua belah pihak telah sepakat untuk memperpanjang pemberlakuan PKB\nuntuk paling lama 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Berlakunya PKB yang baru tepat pada saat berakhirnya PKB yang lama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pencetakan buku Perjanjian Kerja Bersama ditanggung sepenuhnya oleh\nPerusahaan, tetapi apabila mengalami perbaikan bentuk dan corak dapat\ndirundingkan oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengawasan PKB ini dilakukan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan pada\nDinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 Aturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Jika dikemudian hari pengurus Serikat Pekerja dan Perusahaan yang membuat\nhingga menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini mengundurkan diri\u002Fmeninggal\ndunia, maka Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku untuk waktu yang telah\ndisetujui\u002Fdisepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setelah terwujudnya Perjanjian Kerja Bersama ini, segala perjanjian kerja\nyang bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini tidak berlaku lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hal-hal yang belum diatur secara jelas dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\nakan dirundingkan antara Serikat Pekerja dengan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku dan sah kecuali, apabila\nketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan tidak sah\noleh pengadilan dan atau bertentangan dengan Undang-undang atau peraturan\npemerintah baru dikemudian hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat terhadap Pekerja dan\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perusahaan menyediakan buku Perjanjian Kerja Bersama ini untuk dibagikan\nkepada Pekerja secepatnya setelah ditandatangani.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila ada hal-hal yang belum tercantum atau belum sesuai di dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini akan diatur kemudian hari, dengan memperhatikan\nketentuan-ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku pada tanggal Januari 2020 untuk\nselama 2 (dua) tahun dan berakhir pada tanggal Januari 2022\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Setelah masa berlakunya PKB ini berakhir, dapat diperpanjang sesuai dengan\npasal 62 butir 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam Bahasa Indonesia, dan\nditandatangani oleh kedua belah pihak yang sama bunyinya dan mempunyai kekuatan\nhukum penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditetapkan : Di Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada Tanggal : Januari 2020\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tangerang,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Januari 2020\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Cp>Pihak Pengusaha,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ANNE PATRICIA SUTANTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Deputy Direktur HRM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NURDIN SETIAWAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>GM HRM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ISWARDENI. SE.MBA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Corporate Secretary\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ADRIANUS SUGIYONO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Industrial Relation Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>AGUS HENDARMAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Manager Personalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HARJANTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Manager Estate\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>YULIYANTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Manager IE\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ABDUL ROKHIM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Asst. Manager Personalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ARDY EDWARD PURBA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Superintendent Personalia\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cp>Pihak Serikat Pekerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>RUKATI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua SPN PT. Pan Brothers Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>JOKO PURNOMO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris SPN PT. Pan Brothers Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ISANI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Ketua SPN PT. Pan Brothers Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PRAPTIANI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Ketua SPN PT. Pan Brothers Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>RAHMAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Ketua SPN PT. Pan Brothers Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>EDI SURYADI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Ketua SPN PT. Pan Brothers Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NANANG SURYANA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Ketua SPN PT. Pan Brothers Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>RUSNELI EDI SUHARTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Sekretaris SPN PT. Pan Brothers Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MAYA FITRI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bendahara SPN PT. Pan Brothers Tbk\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PROSEDUR PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL MENURUT UU NO. 2\nTAHUN 2004\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PERSELISIHAN (KEPENTINGAN, SP\u002FSB, HAK, PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DILAKUKAN BIPARTIT JIKA BELUM BERTEMU KESEPAKATAN BERSAMA DIAJUKAN KE DINAS\nYANG BERTANGGUNG JAWAB DIBIDANG KETENAGAKERJAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DILAKUKAN 3 CARA ARBITER, KONSILIASI, DAN MEDIASI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>JIKA BELUM JUGA MENEMUKAN KESEPAKATAN BERSAMA DIAJUKAN KE PENGADILAN PPHI,\nYANG KEMUDIAN DIAJUKAN KE MAHKAMAH AGUNG (KASASI)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PENYELESAIAN MELALUI ARBITRASE\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PERSELISIHAN KEPENTINGAN DAN PERSELISIHAN ANTAR SP\u002FSB DILAKUKAN BIPARTIT\nTERJADI KESEPAKATAN 2 PIHAK, MELAKUKAN ARBITER MENGHASILKAN KEPUTUSAN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PENINJAUAN KEMBALI APABILA KEPUTUSAN MENGANDUNG UNSUR-UNSUR:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Surat atau dokumen diakui atau dinyatakan palsu setelah keputusan\ndijatuhkan atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Setelah keputusan diambil diketemukan dokumen yang bersifat menentukan,\nyang disembunyikan oleh pihak lawan, atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Keputusan diambil dari tipu muslihat yang dilakukan oleh salah satu pihak\ndalam pemeriksaan perselisihan, atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Keputusan melampaui kekuasaan arbiter Ketenagakerjaan, atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Keputusan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MAKA AKAN DIAJUKAN KE MAHKAMAH AGUNG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PENYELESAIAN MELALUI KONSILIASI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KONSILIASI KARENA:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PERSELISIHAN KEPENTINGAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PERSELISIHAN SP\u002FSB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. PERSELISIHAN PHK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MELAKUKAN KONSILIASI DENGAN KONSILIATOR UNTUK MENEMUKAN KESEPAKATAN, JIKA\nTETAP TIDAK ADA KESEPAKATAN DI BUAT ANJURAN TERTULIS DARI SALAH SATU PIHAK, DAN\nPIHAK LAINNYA AKAN MENJAWAB ANJURAN TERSEBUT, APABILA SETUJU MAKA MENERIMA,\nJIKA TIDAK SETUJU\u002F TIDAK MENERIMA MAKA PERSELIHAN AKAN DIBAWA KE PENGADILAN\nNEGERI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PENYELESAIAN MELALUI MEDIASI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KONSILIASI KARENA:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PERSELISIHAN KEPENTINGAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PERSELISIHAN SP\u002FSB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. PERSELISIHAN HAK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. PERSELISIHAN PHK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MELAKUKAN MEDIASI DENGAN MEDIATOR UNTUK MENEMUKAN KESEPAKATAN, JIKA TETAP\nTIDAK ADA KESEPAKATAN DI BUAT ANJURAN TERTULIS DARI SALAH SATU PIHAK, DAN PIHAK\nLAINNYA AKAN MENJAWAB ANJURAN TERSEBUT, APABILA SETUJU MAKA MENERIMA, JIKA\nTIDAK SETUJU\u002F TIDAK MENERIMA MAKA PERSELIHAN AKAN DIBAWA KE PENGADILAN\nNEGERI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":54,"cbasignsinglesignatory":56,"cbamemother":60,"trainingprogrammes":64,"trainingfund":68,"pensionfund":70,"disabilityfund":74,"contracttrial":76,"contracttrialperiod":80,"contractseverancepay":82,"contractseverancepay1":86,"severance":88,"severance_number":92,"severance_number_1_tenure":96,"sicknesspay":100,"maxsicknesspay":104,"maxsicknesspayperc":108,"sicknessmaxdays":110,"sicknessmaxdaysnr":114,"menstruationleave":116,"disabilitypay":120,"healthcareaccess":124,"healthinsurance":128,"healthandsafetypolicy":130,"protectiveclothing":134,"funeralpay":138,"funeralpaytype":142,"funeralpayamount":146,"paidmaternityleaveduration":150,"paidmaternityleave":154,"paidmaternityleavepay":156,"paidmaternityleavepayperc":158,"maternityotherclause":160,"paidpaternityleave":164,"paidpaternityleaveduration":168,"paidpaternityleavepay":172,"deathrelatives":174,"deathrelativesleave":178,"educationtuition":182,"violence":186,"hourspday_select":190,"hourspday":194,"hourspweek_select":196,"hourspweek":198,"dayspweek_select":200,"dayspweek":202,"PAIDLEAV_trigger":204,"holidaysdays":208,"holidaysweeks":210,"bankholidays1":212,"SCHEDULE_trigger":216,"schedulesrestpw":220,"TRADEUNLEAV_trigger":222,"LOWWAGE_trigger":226,"LOWWAGE_government":230,"LOWWAGE_provision":232,"lowwageperiod":234,"lowwagetxt":236,"STRUCINCR_trigger":238,"wageincreasefirmperformance":242,"ONCERISE_trigger":246,"incidentalbonustype2":250,"incidentalbonusperc1":254,"incidentalbonusdate":258,"ONCERISE2_trigger":262,"extrapayfirmperformancesec":266,"OVERTIME_trigger":268,"overtimeallowancetype_general":272,"overtimeallowanceperc1_general":276,"overtimeallowancetype":278,"overtimeallowanceperc1":280,"sundayallowancetype":282,"sundayallowanceperc1":286,"SENIOR_trigger":290,"longserviceallowanceamount1":294,"mealvouchers":296,"coverunion_trigger":300,"coverunionsign":304},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","2.Perjanjian Kerja Bersama ini mulai ber","2.Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku pada tanggal Januari 2020 untuk\nselama 2 (dua) tahun dan berakhir pada tanggal Januari 2022",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":48,"text":49},"cbadate_end",{"bindId":55,"name":48,"text":49},"cbadate_end_date",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"cbasignsinglesignatory","Pihak Pengusaha, ANNE PATRICIA SUTANTO D","Pihak Pengusaha,\n\n\n\nANNE PATRICIA SUTANTO\n\nDeputy Direktur HRM\n\nNURDIN SETIAWAN\n\nGM HRM\n\nISWARDENI. SE.MBA\n\nCorporate Secretary\n\nADRIANUS SUGIYONO\n\nIndustrial Relation Manager\n\nAGUS HENDARMAN\n\nManager Personalia\n\nHARJANTO\n\nManager Estate\n\nYULIYANTO\n\nManager IE\n\nABDUL ROKHIM\n\nAsst. Manager Personalia\n\nARDY EDWARD PURBA\n\nSuperintendent Personalia",{"bindId":61,"name":62,"text":63},"cbamemother","Pihak Serikat Pekerja, RUKATI Ketua SPN ","Pihak Serikat Pekerja,\n\nRUKATI\n\nKetua SPN PT. Pan Brothers Tbk\n\nJOKO PURNOMO\n\nSekretaris SPN PT. Pan Brothers Tbk\n\nISANI\n\nWakil Ketua SPN PT. Pan Brothers Tbk\n\nPRAPTIANI\n\nWakil Ketua SPN PT. Pan Brothers Tbk\n\nRAHMAN\n\nWakil Ketua SPN PT. Pan Brothers Tbk\n\nEDI SURYADI\n\nWakil Ketua SPN PT. Pan Brothers Tbk\n\nNANANG SURYANA\n\nWakil Ketua SPN PT. Pan Brothers Tbk\n\nRUSNELI EDI SUHARTO\n\nWakil Sekretaris SPN PT. Pan Brothers Tbk\n\nMAYA FITRI\n\nBendahara SPN PT. Pan Brothers Tbk",{"bindId":65,"name":66,"text":67},"trainingprogrammes","1.Dalam rangka pembinaan dan peningkatan","1.Dalam rangka pembinaan dan peningkatan terhadap kualitas pekerja,\nPerusahaan mengadakan pendidikan dan pelatihan.",{"bindId":69,"name":66,"text":67},"trainingfund",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"pensionfund","1.Sesuai dengan Undang-Undang SJSN No. 4","1.Sesuai dengan Undang-Undang SJSN No. 40 tahun 2004 dan Undang-undang BPJS\nNo.24 tahun 2011 maka perusahaan wajib mengikut sertakan Pekerjanya dalam\nprogram:\n\n1.1. Jaminan Kecelakaan kerja (JKK).\n\n1.2. Jaminan Kematian (JK).\n\n1.3. Jaminan Hari Tua (JHT).\n\n1.4. Jaminan Dana Pensiun\n\n1.5. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan",{"bindId":75,"name":72,"text":73},"disabilityfund",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"contracttrial","2.Calon pekerja yang telah memenuhi pers","2.Calon pekerja yang telah memenuhi persyaratan, selanjutnya harus menjalani\nmasa percobaan dan bimbingan kerja yang diadakan oleh Perusahaan paling lama 3\n(tiga) bulan",{"bindId":81,"name":78,"text":79},"contracttrialperiod",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"contractseverancepay","Dalam hal terjadi pemutusan hubungan ker","Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja pengusaha diwajibkan membayar\nuang pesangon paling sedikit sebagai berikut :\n\na. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;\n\nb. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2\n(dua) bulan upah;\n\nc. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun , 3\n(tiga) bulan upah;\n\nd. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\n4 (empat) bulan upah;\n\ne. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun,\n5 (lima) bulan upah;\n\nf. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6\n(enam) bulan upah:\n\ng. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\n7 (tujuh) bulan upah;\n\nh. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun, 8 (delapan) bulan upah;\n\ni. Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.",{"bindId":87,"name":84,"text":85},"contractseverancepay1",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"severance","a. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun","a. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;\n\nb. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2\n(dua) bulan upah;\n\nc. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun , 3\n(tiga) bulan upah;\n\nd. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\n4 (empat) bulan upah;\n\ne. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun,\n5 (lima) bulan upah;\n\nf. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6\n(enam) bulan upah:\n\ng. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\n7 (tujuh) bulan upah;\n\nh. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun, 8 (delapan) bulan upah;\n\ni. Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"severance_number","f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih ","f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6\n(enam) bulan upah:",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"severance_number_1_tenure","b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih ","b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2\n(dua) bulan upah;",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"sicknesspay","1.Pekerja yang tidak dapat menjalankan t","1.Pekerja yang tidak dapat menjalankan tugasnya selama jangka waktu yang\nlama karena alasan kesehatan, sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter\nperusahaan\u002Fdokter yang ditunjuk oleh perusahaan maka pekerja tersebut akan\nmendapatkan upah berdasarkan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 pasal 93 sebagai\nberikut:",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"maxsicknesspay","1.1. Upah selama 4 (empat) bulan pertama","1.1. Upah selama 4 (empat) bulan pertama =100% X upah sebulan.\n\n1.2. Upah selama 4 (empat) bulan kedua = 75% X upah sebulan.\n\n1.3. Upah selama 4 (empat) bulan ketiga = 50% X upah sebulan.\n\n1.4. Bulan selanjutnya divayar 25% (dua puluh lima persen) dari upah sebelum\npemutusan hubungan kerja oleh pengusaha.",{"bindId":109,"name":106,"text":107},"maxsicknesspayperc",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"sicknessmaxdays","2.Setelah lewat 12 (dua belas) bulan ter","2.Setelah lewat 12 (dua belas) bulan ternyata Pekerja masih belum mampu\nbekerja kembali, maka Pengusaha dan Pekerja dapat memutuskan hubungan kerja\nsesuai perundang undangan yang berlaku dan dikoordinasikan dengan PSP SPN PT.\nPAN BROTHERS Tbk terlebih dahulu",{"bindId":115,"name":112,"text":113},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"menstruationleave","4.Setiap pekerja wanita, tidak diwajibka","4.Setiap pekerja wanita, tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan\nkedua haid apabila memberitahukan kepada atasannya langsung dengan mengajukan\nsurat keterangan Dokter dengan upah dibayar penuh.",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"disabilitypay","4.Perusahaan wajib melaksanakan pembayar","4.Perusahaan wajib melaksanakan pembayaran tunjangan kecelakaan kerja kepada\npekerja yang mendapat musibah kecelakaan kerja atau ahli warisnya untuk\nselanjutnya akan mendapatkan penggantian dari BPJS KETENAGA KERJAAN berdasarkan\npenetapan jaminan.",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"healthcareaccess","Untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan kar","Untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan karyawan semua mengacu kepada ketentuan\nBPJS Kesehatan",{"bindId":129,"name":126,"text":127},"healthinsurance",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"healthandsafetypolicy","1.Perusahaan menyediakan sarana dan pras","1.Perusahaan menyediakan sarana dan prasarana untuk kesehatan dan\nkeselamatan kerja dengan biaya sepenuhnya oleh perusahaan.\n\n2.Pekerja wajib menggunakan sarana dan prasarana tersebut dengan baik dan\nbenar.",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"protectiveclothing","Perusahaan menyediakan dan memberikan pe","Perusahaan menyediakan dan memberikan perlengkapan kerja kepada seluruh\npekerja tetap (lepas dari masa percobaan) secara cuma-cuma berupa :\n\n1.Kartu Pengenal: 1 (satu) buah.\n\n2.Pakaian Kerja:\n\n2.1Untuk Harian Baju: 3 (tiga) buah.\n\n2.2Untuk Bulanan diberikan:\n\n2.2.1.Baju: 3 (tiga) buah.\n\n2.2.2.Celana\u002FRok diberikan setelah di jahit sebanyak: 2 (dua) buah.\n\n3.Masker untuk bagian tertentu: 4 (empat) buah.\n\n4.Sarung tangan untuk bagian tertetentu: 4 (empat) buah.\n\n5.Sepatu untuk bagian tertentu: 1 (satu) pasang.",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"funeralpay","3.1 Dalam hal pekerja mendapatkan musiba","3.1 Dalam hal pekerja mendapatkan musibah kecelakaan kerja maka tunjangan\nkematian dan kecelakaan adalah sesuai penggantian dari BPJS KETENAGAKERJAAN",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"funeralpaytype","3.2 Dalam hal pekerja meninggal dunia bu","3.2 Dalam hal pekerja meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka\nperusahaan akan memberikan kepada ahli warisnya sebagai berikut:\n\n3.2.1 Upah dalam bulan sedang berjalan.\n\n3.2.2 Sumbangan ongkos penguburan Rp. 200.000,- (duaratus ribu rupiah)\n\n3.2.3 Besaran uang duka ada dalam Kebijakan Direksi (KD)\n\n3.3. Apabila keluarga Pekerja meninggal dunia (Isteri, Suami, Anak) dan\nOrang Tua (Bapak,Ibu) untuk satu orang pekerja, Perusahaan memberikan tunjangan\nberupa uang yang besarnya diatur dalam Kebijakan Direksi (KD)",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"funeralpayamount","3.2.2 Sumbangan ongkos penguburan Rp. 20","3.2.2 Sumbangan ongkos penguburan Rp. 200.000,- (duaratus ribu rupiah)",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"paidmaternityleaveduration","1.Bagi pekerja wanita yang akan melahirk","1.Bagi pekerja wanita yang akan melahirkan berhak atas cuti hamil 1 12 bulan\nsebelum dan 1 7 bulan sesudah melahirkan dengan ketentuan bahwa upah dibayar\npenuh.",{"bindId":155,"name":152,"text":153},"paidmaternityleave",{"bindId":157,"name":152,"text":153},"paidmaternityleavepay",{"bindId":159,"name":152,"text":153},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"maternityotherclause","2.Dalam hal terjadi keguguran, cuti dimu","2.Dalam hal terjadi keguguran, cuti dimulai pada hari masuk rumah\nsakit\u002Fperawatan dan berakhir selambat lambatnya 1 bulan dengan mempertimbangkan\nusia kandungan atau sesuai nasehat Dokter dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":165,"name":166,"text":167},"paidpaternityleave","1.Pekerja dapat meninggalkan pekerjaan d","1.Pekerja dapat meninggalkan pekerjaan dengan ijin Perusahaan dengan\nmendapat upah dalam hal-hal sebagai berikut:\n\n1.1 Pekerja Menikah: 3 (tiga) hari\n\n1.2 Keluarga Pekerja Sakit Berat termasuk orang tua pekerja: 2 (dua) hari\n\n1.3 Isteri Pekerja Melahirkan dan atau keguguran: 2 (dua) hari\n\n1.4 Anak Pekerja dikhitan \u002F baptis\u002Fnikah: 2 (dua) hari\n\n1.5 Upacara Mepandes: 2 (dua) hari\n\n1.6 Keluarga Pekerja dan Orang Tua \u002F Mertua meninggal dunia: 2 (dua) hari\n\n1.8Saudara kandung meninggal dunia: 2 (dua) hari\n\n1.8 Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia: 1 (satu) hari\n\n1.9. Bencana alam dapat diijinkan untuk tidak masuk kerja selama waktu yang\nditentukan oleh Perusahaan.\n\n1.10 Pekerja melaksanakan Ujian Negara (ujian menjadi pegawai negeri\nsipil)\n\n1.11 Pekerja mendapat panggilan negara dengan menunjukan dokumen yang sah\n\n1.12 Menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya.",{"bindId":169,"name":170,"text":171},"paidpaternityleaveduration","1.3 Isteri Pekerja Melahirkan dan atau k","1.3 Isteri Pekerja Melahirkan dan atau keguguran: 2 (dua) hari",{"bindId":173,"name":166,"text":167},"paidpaternityleavepay",{"bindId":175,"name":176,"text":177},"deathrelatives","1.6 Keluarga Pekerja dan Orang Tua \u002F Mer","1.6 Keluarga Pekerja dan Orang Tua \u002F Mertua meninggal dunia: 2 (dua) hari\n\n1.8Saudara kandung meninggal dunia: 2 (dua) hari\n\n1.8 Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia: 1 (satu) hari",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"deathrelativesleave","1.8Saudara kandung meninggal dunia: 2 (d","1.8Saudara kandung meninggal dunia: 2 (dua) hari",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"educationtuition","5.2Perusahaan akan mengalokasikan dana u","5.2Perusahaan akan mengalokasikan dana untuk program Bea siswa SMA\u002Fsederajat\ndan atau Universitas bagi putra-putri dan atau keturunan pekerja",{"bindId":187,"name":188,"text":189},"violence","e. Menyerang menganiaya, mengancam atau ","e. Menyerang menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman sekerja atau\npengusaha dilingkungan kerja.",{"bindId":191,"name":192,"text":193},"hourspday_select","2.Jam kerja normal di perusahaan adalah ","2.Jam kerja normal di perusahaan adalah 8 (delapan)\u002F7 (tujuh) jam sehari\n(disesuaikan dengan sistim hari kerja) dan tidak melebihi 40 (empat puluh) jam\nseminggu. Dengan ketentuan apabila perusahaan memerlukan kerja lembur baik pada\nhari kerja biasa, hari libur resmi, maupun hari kerja shift maka pekerja dapat\ndiminta untuk melaksanakan kerja lembur secara sukarela dengan mengacu kepada\nketentuan peraturan yang berlaku.",{"bindId":195,"name":192,"text":193},"hourspday",{"bindId":197,"name":192,"text":193},"hourspweek_select",{"bindId":199,"name":192,"text":193},"hourspweek",{"bindId":201,"name":192,"text":193},"dayspweek_select",{"bindId":203,"name":192,"text":193},"dayspweek",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"PAIDLEAV_trigger","1.Setiap Pekerja yang telah bekerja sela","1.Setiap Pekerja yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus, berhak atas istirahat tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan\nmendapat upah, tanpa memperhitungkan ijin yang telah tertuang dalam Pasal\n43.",{"bindId":209,"name":206,"text":207},"holidaysdays",{"bindId":211,"name":206,"text":207},"holidaysweeks",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"bankholidays1","2.Pada hari libur resmi \u002F nasional yang ","2.Pada hari libur resmi \u002F nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah, Pekerja\ndibebaskan dari pekerjaan dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":217,"name":218,"text":219},"SCHEDULE_trigger","1.Setelah bekerja 7 (tujuh) jam 1 (satu)","1.Setelah bekerja 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empatpuluh) jam 1\n(satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan)\njam 1 (satu) hari dalam 40 (empatpuluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari\nkerja dalam 1 (satu) minggu kepada Pekerja diberikan istirahat mingguan selama\n1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari\nuntuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.",{"bindId":221,"name":218,"text":219},"schedulesrestpw",{"bindId":223,"name":224,"text":225},"TRADEUNLEAV_trigger","1.Pengusaha memberikan dispensasi kepada","1.Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus serikat pekerja untuk\nmenjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengurus serikat pekerja dengan\nmendapat upah penuh, dengan syarat bahwa dispensasi itu tidak disalah\ngunakan.",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"LOWWAGE_trigger","Upah minimum Pekerja adalah tidak kurang","Upah minimum Pekerja adalah tidak kurang dari upah minimum yang telah\nditetapkan oleh Pemerintah. dimana pelaksanaannya sesuai dengan\nketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.",{"bindId":231,"name":228,"text":229},"LOWWAGE_government",{"bindId":233,"name":228,"text":229},"LOWWAGE_provision",{"bindId":235,"name":228,"text":229},"lowwageperiod",{"bindId":237,"name":228,"text":229},"lowwagetxt",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"STRUCINCR_trigger","1.Peninjauan kenaikan upah dan kenaikan ","1.Peninjauan kenaikan upah dan kenaikan prestasi dillakukan 1 (satu) tahun\nsekali secara berkala dan besarnya kenaikan berdasarkan kemampuan Perusahaan,\nyang dirundingkan dengan Serikat Pekerja. Perundingan tentang kenaikan upah\nberkala dapat dilakukan sebelum pemberlakuan perubahan Upah Minimum oleh\npemerintah",{"bindId":243,"name":244,"text":245},"wageincreasefirmperformance","2.Apabila terjadi perubahan situasi ekon","2.Apabila terjadi perubahan situasi ekonomi maka Serikat Pekerja dengan\nPerusahaan bersepakat untuk mengadakan penyesuaian upah.",{"bindId":247,"name":248,"text":249},"ONCERISE_trigger","4.Tunjangan Hari Raya (THR) 4.1.Diberika","4.Tunjangan Hari Raya (THR)\n\n4.1.Diberikan kepada Pekerja dalam bentuk uang, menjelang Hari Raya dan\nsebelumnya dikoordinasikan dengan PSP-SPN.",{"bindId":251,"name":252,"text":253},"incidentalbonustype2","4.2.1 Pasal 3 ayat 1: Besarnya THR sebag","4.2.1 Pasal 3 ayat 1: Besarnya THR sebagaimana dimaksud ditetapkan sebagai\nberikut:\n\n4.2.1.1. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus\nmenerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan.\n\n4.2.1.2. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus\nmenerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa\nkerja yakni dengan perhitungan: Masa kerja 12 x 1 (satu) bulan upah\n\n4.2.2. Pasal 3 ayat 2: Upah satu bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(4.2.1.) adalah upah pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap.",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"incidentalbonusperc1","4.2.1.1. Pekerja yang telah mempunyai ma","4.2.1.1. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus\nmenerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan.",{"bindId":259,"name":260,"text":261},"incidentalbonusdate","4.2.3. Pasal 4 ayat 2: Pembayaran THR se","4.2.3. Pasal 4 ayat 2: Pembayaran THR sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(4.2.1.) wajib dibayarkan oleh Pengusaha selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari\nsebelum Hari Raya Keagamaan",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"ONCERISE2_trigger","Bonus diberikan Perusahaan maximal bulan","Bonus diberikan Perusahaan maximal bulan juli tahun berikutnya jika unit\nkerja tersebut mendapatkan keuntungan profit setelah pajak untuk tahun buku\nunit kerja yang ditutup per 31 Desember)",{"bindId":267,"name":264,"text":265},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":269,"name":270,"text":271},"OVERTIME_trigger","2.Pekerja yang melakukan kerja lembur, b","2.Pekerja yang melakukan kerja lembur, berhak atas pembayaran upah lembur\ndengan peraturan atau undang-undang yang berlaku kecuali untuk jabatan tertentu\nditentukan lain oleh perusahaan.",{"bindId":273,"name":274,"text":275},"overtimeallowancetype_general","3.Apabila kerja lembur dilakukan pada ha","3.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa 3.1. Untuk 1 (satu) jam\npertama dibayar = 1,5 x upah sejam 3.2. Untuk setiap jam berikutnya dibayar = 2\nx upah sejam 3.3. Pekerja yang lembur diatas 5 (lima) jam kepadanya diberikan\nextra fooding dan atau susu.",{"bindId":277,"name":274,"text":275},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":279,"name":274,"text":275},"overtimeallowancetype",{"bindId":281,"name":274,"text":275},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":283,"name":284,"text":285},"sundayallowancetype","4.Apabila kerja lembur dilakukan pada ha","4.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan atau pada hari\nlibur resmi:\n\n4.1. Sistem 6 hari kerja:\n\n4.1.1. Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2\n(dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan\njam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam",{"bindId":287,"name":288,"text":289},"sundayallowanceperc1","4.1.1. Perhitungan upah kerja lembur unt","4.1.1. Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2\n(dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan\njam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam",{"bindId":291,"name":292,"text":293},"SENIOR_trigger","1.Tunjangan Masa Kerja untuk Harian Rp. ","1.Tunjangan Masa Kerja untuk Harian Rp. 1.000,-\u002Ftahun dan Bulanan Rp.\n1.500,-\u002Ftahun.",{"bindId":295,"name":292,"text":293},"longserviceallowanceamount1",{"bindId":297,"name":298,"text":299},"mealvouchers","1.Setiap Pekerja bulanan yang masuk beke","1.Setiap Pekerja bulanan yang masuk bekerja minimum 3 (tiga) jam, berhak\nmendapatkan 1 (satu) kali makan di kantin Perusahaan",{"bindId":301,"name":302,"text":303},"coverunion_trigger","2.Bahwa isi perjanjian kerja bersama ini","2.Bahwa isi perjanjian kerja bersama ini berlaku untuk anggota Serikat\nPekerja Nasional dari semua tingkatan yang bekerja di perusahaan PT PAN\nBROTHERS Tbk yang beralamat di Jalan Siliwangi 178 Jatiuwung Kota Tangerang dan\njuga bagi pihak pengusaha.",{"bindId":305,"name":302,"text":303},"coverunionsign","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Pan Brothers Tbk - Tangerang - 2020\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-01-02\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2022-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Pan Brothers Tbk - Tangerang\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Rukati, Joko Purnomo, Isani, Praptiani, Rahman, Edi, Nanang, Rusneli, Maya FItri\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;200000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp; per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[311],{"title":39,"slug":34},[313],{"type":314,"data":315},"call_to_action_body_block",{"title":316,"description":317,"variant":318,"link":319},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":316,"url":320,"description":316,"rel":321,"type":322},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[324],{"type":314,"data":325},{"title":316,"description":317,"variant":318,"link":326},{"title":316,"url":320,"description":316,"rel":321,"type":322},[]]