[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pabrik-cambrics-primissima-dan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-dan-kulit-fspsi-unit-kerja-pt-primissima---2018-2020":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":317,"content_type_view":318,"extra_breadcrumbs":319,"body":321,"body_blocks":332,"related_pages":336},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":315,"translations":316},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pabrik-cambrics-primissima-dan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-dan-kulit-fspsi-unit-kerja-pt-primissima---2018-2020","c88432de-b9c5-11e9-86bf-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pabrik-cambrics-primissima-dan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-dan-kulit-fspsi-unit-kerja-pt-primissima---2018-2020\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-pabrik-cambrics-primissima-dan-serikat-pekerja-tekstil-sandang-dan-kulit-fspsi-unit-kerja-pt-primissima---2018-2020\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Pabrik Cambrics Primissima Dan Serikat Pekerja Tekstil, Sandang Dan Kulit FSPSI Unit Kerja PT. Primissima - 2018\u002F2020","ba_ID","IDN PT. Primissima - 2018","Indonesia - IDN PT. Primissima - 2018","IDN PT. Primissima - 2018 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"134 - PKB PT. Primissima.html","\n              \n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1 style=\"text-align:justify;\">Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Pabrik\nCambrics Dengan Primissima Serikat Pekerja Tekstil, Sandang Dan Kulit FSPSI\nUnit Kerja PT. Primissima\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Tujuan diadakannya Perjanjian Kerja Bersama ini\nadalah untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan adanya kepastian hak dan\nkewajiban Pengusaha serta Karyawan yang dilandasi oleh Hubungan Industrial.\nPihak-pihak yang terlibat dalam keseluruhan proses produksi dalam segala sikap\ndan tindakannya harus selalu berpegang pada TRI DARMA :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Merasa ikut memiliki (Rumongso melu\n    handarbeni).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Ikut memelihara dan mempertahankan (Melu\n    hangrukebi).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dan terus menerus mawas diri (Mulat sariro\n    hangroso wani).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pertumbuhan perusahaan dan pengembangan usaha\nharus diusahakan sejalan dengan tujuan Pembangunan Nasional dewasa ini, namun\nperlu disadari bahwa unsur Karyawan tidak dapat dikesampingkan sehingga\nperbaikan Kesejahteraan Karyawan jasmaniah dan rokhaniah merupakan suatu yang\ntidak dapat dipisahkan dari padanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Dengan dijiwai semangat UUD 1945 dan Pancasila\nsemua perbedaan pendapat harus diselesaikan secara musyawarah mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan\nlindungan dan petunjuk kepada kita sekalian sehingga dapat melaksanakan tugas\ndengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pihak - Pihak yang Bersepakat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Kesepakatan Kerja Bersama ini diadakan antara\n:\u003C\u002Fp>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>PT PABRIK CAMBRICS PRIMISSIMA yang berkedudukan di Sleman, Yogyakarta,\n    dalam hal ini diwakili oleh : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Usmansyah, Ak, MM, MSI, CA selaku Direktur Utama\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp>Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PENGUSAHA.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>SERIKAT PEKERJA TEKSTIL, SANDANG DAN KULIT FSPSI UNIT KERJA PT\n    PRIMISSIMA, yang berkedudukan di Sleman, Yogyakarta, dalam hal ini diwakili\n    oleh : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Ruswadi, SH selaku Ketua\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Cahyo Endratmoro selaku Sekretaris\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp>Selanjutnya dalam Kesepakatan ini disebut SERIKAT PEKERJA.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Bahwa setelah kedua belah pihak mengadakan\nperundingan sebagaimana dimaksud Pasal 116 Undang Undang No. 13 Tahun 2003,\nsepakat menetapkan dan menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 2 : Luas Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveragegroup3\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveragegroup1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveroccup3\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveroccup1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-part_time_excluded\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-tempagency\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-minijobs_excluded\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-apprentices_excluded\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha dan Serikat Pekerja sama - sama\n    menyetujui bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini mengikat bagi Pengusaha dan\n    seluruh Karyawan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur hal –\n    hal yang bersifat umum sebagaimana tertera pada perjanjian ini, disamping\n    masih adanya Peraturan Manajemen Perusahaan yang tidak bertentangan dengan\n    Perjanjian Kerja Bersama ini dan Per-Undang Undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 3 : Hak dan Kewajiban\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban\n    memberikan penerangan, pengertian, pengarahan kepada seluruh karyawan atau\n    pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan adanya Perjanjian Kerja\n    Bersama ini sesuai dengan makna, pengertian seperti yang telah ditetapkan\n    dalam perjanjian ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Guna mencapai peningkatan produktifitas dalam\n    rangka pertumbuhan dan pengembangan usaha PT PRIMISSIMA, kedua belah pihak\n    berjanji akan saling menjaga kelancaran jalannya usaha dengan memelihara\n    ketentraman dan kegairahan kerja dalam Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban\n    untuk menunjang tercapainya tujuan Perusahaan seperti yang digariskan dalam\n    Rencana Jangka Panjang, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Serikat Pekerja menyetujui adanya Peraturan\n    Manajemen Perusahaan; Pengusaha dan semua karyawan wajib untuk mentaati dan\n    melaksanakannya sepanjang tidak bertentangan dengan perjanjian ini dan atau\n    Peraturan Perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Ketentuan Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud\ndengan :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cdl style=\"text-align:justify;\">\n    \u003Cdd style=\"margin-left:2em\">Adalah PT. PRIMISSIMA yang didirikan\n      berdasarkan Akta Notaris Raden Soerojo Wongsowidjojo, S.H, dan terakhir\n      dengan Akta Notaris Wahyu Wiryono, S.H. Nomor : 03 tanggal 05 Januari\n      2010 dan berkedudukan di Medari, Sleman, Yogyakarta.\u003C\u002Fdd>\n\u003C\u002Fdl>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cdl style=\"text-align:justify;\">\n    \u003Cdd style=\"margin-left:2em\">Adalah seluruh gedung, bangunan, ruangan,\n      lapangan, halaman, yang merupakan milik Perusahaan dan sekelilingnya.\u003C\u002Fdd>\n\u003C\u002Fdl>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Pengusaha\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cdl style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cdt style=\"margin-left:2em\">Adalah Direksi atau Pejabat yang diberi kuasa\n  olehnya untuk bertindak atas nama PT. PRIMISSIMA.\u003C\u002Fdt>\n\u003C\u002Fdl>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah Serikat Pekerja Tekstil,\nSandang dan Kulit, FSPSI Unit Kerja PT. PRIMISSIMA, yang sudah terdaftar pada\nDinas tenaga Kerja Nomor : 17\u002FIX\u002F2002.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah anggota Serikat Pekerja\nyang dipilih dan ditunjuk oleh anggota untuk memimpin Serikat Pekerja sesuai\ndengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD -ART).\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Karyawan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah orang yang mengadakan\nhubungan kerja dengan Perusahaan dan menerima gaji\u002Fupah dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Keluarga Karyawan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah seorang istri yang syah\ndan anak kandung \u002F tiri \u002F angkat yang syah menurut hukum, berumur 22 tahun,\nbelum menikah, belum bekerja masih menjadi tanggungan karyawan didaftarkan dan\ndiakui oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Gaji \u002F Upah Bruto\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah penerimaan karyawan yang\nterdiri dari gaji \u002Fupah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap \u002F\nInsentif.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Gaji \u002F Upah Pokok\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah imbalan dasar yang\nditerima karyawan akibat adanya hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Tunjangan Tetap\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah pembayaran yang teratur\ndan diberikan secara tetap besarnya kepada karyawan dan pemberiannya tidak\ndikaitkan dengan kehadiran dan atau pencapaian prestasi kerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Tunjangan Sosial\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah pembayaran sebagai\njaminan sosial bagi karyawan yang besarnya ditentukan atas dasar golongan dan\njumlah keluarga karyawan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah pembayaran yang diberikan\nkepada karyawan tertentu yang memangku jabatan struktural \u002F fungsional.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Tunjangan Peralihan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah pembayaran yang diberikan\natas selisih kurang karena \u002F akibat terjadinya mutasi, perubahan peraturan dan\nlain-lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Tunjangan peralihan ini akan\nberkurang setiap kali ada kenaikan gaji \u002F upah baik karena kenaikan skala gaji\n\u002F upah, kenaikan gaji \u002F upah lainnya sampai menjadi nihil.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Tunjangan Transport\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah imbalan yang diberikan\nsebagai bantuan \u002F tambahan atas biaya transport yang selama ini dibayarkan\n\u002Fdikeluarkan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah pembayaran yang diberikan\nsecara tidak tetap besarnya dan pemberiannya dikaitkan dengan kehadiran dan\natau prestasi kerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Insentip\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah pembayaran sebagai\nperangsang yang diberikan berdasarkan kehadiran (Insentif Absensi) atau\nprestasi kerja karyawan (Insentif Produktivitas dan Insentif Mutu).\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Insentip Produksi dan Pemasaran\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Adalah perangsang tahunan berupa uang yang\ndiberikan berdasarkan pencapaian sasaran dan target tertentu yang ditetapkan\ndalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Bonus\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Adalah hadiah tahunan berupa uang yang\npemberiannya dilakukan hanya apabila Perusahaan memperoleh keuntungan dan\nsetelah diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Peraturan Manajemen Perusahaan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;text-align:justify;\">Adalah Peraturan yang dibuat \u002F\nditerbitkan pengusaha dengan tujuan untuk mengatur, mengelola perusahaan dalam\narti luas. Peraturan Manajemen Perusahaan ini selanjutnya disingkat Per. Persh.\nDan dapat berupa Surat Keputusan Direksi, Memorandum Intern, Pengumuman dan\ntidak bertentangan dengan PKB dan Perundang Undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGAKUAN DAN FASILITAS SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Pengakuan Organisasi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit FSPSI Unit\n    Kerja PT. PRIMISSIMA sebagai Organisasi Pekerja yang mewakili Karyawan PT.\n    PRIMISSIMA.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan keleluasaan bagi kegiatan dan perkembangan Serikat\n    Pekerja serta pembinaan anggota-anggotanya dengan tetap memperhatikan tata\n    tertib perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 6 : Fasilitas dan Bantuan Kepada Serikat\nPekerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Setiap Pengurus Serikat Pekerja dapat masuk\n    ke dalam wilayah \u002F daerah kerja perusahaan dalam melaksanakan kewajibannya\n    yang berkaitan dengan masalah kekaryawanan, yang dalam pelaksanaannya harus\n    tetap selalu memperhatikan tata tertib Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha menyediakan \u002F meminjami ruang\n    kantor yang layak beserta perlengkapannya dan Serikat Pekerja akan\n    menggunakan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya sesuai dengan\n    fungsinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam keadaan yang memungkinkan Serikat\n    Pekerja dapat menerima sumbangan yang tidak mengikat dari Perusahaan, baik\n    rutin maupun insidentil.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 7 : Jaminan dan Dispensasi Bagi Pengurus\nSerikat Pekerja dan Wakilnya\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha menjamin tidak akan melakukan\n    tekanan langsung maupun tidak langsung, tindakan diskriminasi dan tindakan\n    lainnya yang merugikan terhadap Pengurus Serikat Pekerja karena kegiatannya\n    sehubungan dengan fungsinya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha akan memberikan jaminan kepada\n    Pengurus Serikat Pekerja dan atau wakilnya untuk melaksanakan kewajibannya\n    tanpa mengurangi hak-haknya sepanjang tidak mengganggu tugas-tugasnya di\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha memberikan dispensasi secukupnya\n    kepada Pengurus, anggota yang ditunjuk pengurus untuk mengikuti kongres,\n    konferensi, lokakarya dll. yang diadakan oleh Pengurus Pusat \u002F Daerah \u002F\n    Cabang Serikat Pekerja sepanjang tidak mengganggu tugas – tugas di\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha akan memberikan kelonggaran dan\n    fasilitas kepada Pengurus Serikat Pekerja atau anggota yang ditunjuk \u002F\n    diangkat menjadi fungsionaris vertikal-nya sepanjang tidak mengganggu\n    tugas-tugasnya di Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Penerimaan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Penerimaan karyawan adalah sepenuhnya\n    wewenang Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Penerimaan karyawan dilaksanakan dengan\n    seleksi dan memenuhi persyaratan sebagai berikut : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Warga Negara Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Berumur sekurang-kurangnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 25 tahun\n        untuk pendidikan SD s\u002Fd SLTA dan 35 tahun untuk pendidikan Sarjana Muda\n        \u002F Sarjana atau menurut kebutuhan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Memiliki ijazah sesuai dengan yang dibutuhkan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari\n        Kepolisian dan bersih diri.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Diutamakan yang berdomisili dalam radius 5 (lima) km dari tempat\n        kedudukan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Sehat fisik yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dan sehat\n        mental serta bebas narkoba.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Syarat – syarat lain yang ditentukan kemudian.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Lulus seleksi yang diadakan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Calon karyawan yang diterima sebagai\n    karyawan, wajib bersedia ditempatkan pada Urusan \u002F Bagian \u002F Departemen yang\n    ditentukan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Calon Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Calon tenaga kerja yang memenuhi syarat penerimaan akan dikontrak menjadi\n    tenaga kerja waktu tertentu maksimal selama 2 tahun dan dapat diperpanjang\n    1 kali maksimal selama 1 tahun selanjutnya ditetapkan menjadi karyawan\n    tetap atau diberhentikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cli>Tenaga kerja waktu tertentu memperoleh upah sebesar UMK yang akan\n    diperhitungkan dengan hari tidak masuk kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Masa kerja diluar PT PRIMISSIMA dihargai 50%-nya apabila masa kerja\n    tersebut sejenis dan bermanfaat bagi pelaksanaan tugas pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Pangkat \u002F Golongan \u002F Jabatan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pangkat \u002F Golongan \u002F Jabatan karyawan ditentukan\nberdasarkan syarat-syarat pendidikan, pengalaman kerja, kecakapan dan\nketerampilan ( kompetensi ) untuk selanjutnya Pangkat \u002F golongan \u002F jabatan\ndiatur dan ditetapkan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11: Kenaikan dan Penurunan Pangkat \u002F Golongan dan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan yang memiliki masa kerja cukup dan ada lowongan pangkat \u002F\n    golongan atau jabatan serta : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Rajin dan disiplin tinggi\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Memiliki dedikasi dan loyalitas\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Cakap dan trampil (kompetensi)\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang malas dan tidak disiplin, tidak cakap, lalai, curang dan\n    atau berbuat kesalahan \u002F pelanggaran berat, dapat diturunkan pangkat \u002F\n    golongan atau jabatannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Pemindahan Tugas\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila pengusaha membutuhkan \u002F menghendaki untuk kelancaran tugas \u002F\n    pekerjaan atau pertimbangan lain, setiap karyawan sewaktu-waktu dapat\n    dipindah tugaskan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemindahan tugas dapat terjadi dengan alasan–alasan : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Promosi\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Penyesuaian kecakapan\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Penyesuaian jumlah karyawan dalam satu Departemen \u002F Bagian.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Reorganisasi, regenerasi, refreshing\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Hukuman administrasi\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Lain-lain\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Oleh karenanya pemindahan tugas dapat berakibat : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Kenaikan golongan \u002F jabatan, tetap golongan \u002F jabatan atau penurunan\n        golongan\u002F jabatan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Diberi atau tidak diberi tunjangan peralihan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Dinaikkan atau diturunkan skala gaji \u002F upahnya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Disesuaikan tunjangan jabatan dan insentif yang diterimanya.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Yang kesemuanya menurut alasan \u002F sebab pemindahan tugasnya dan hal itu\nsepenuhnya merupakan hak Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>BAB IV : WAKTU KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Hari Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Hari kerja karyawan adalah 6 hari dalam 1\n    minggu dan atau sesuai dengan Peraturan \u002F Perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengaturan hari kerja ditetapkan\n  pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Jam dan Sistem Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cli>Jam kerja adalah waktu yang ditetapkan untuk berada di tempat kerja dan\n    telah melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jumlah jam kerja pada dasarnya adalah 7 (tujuh) jam per hari dan 40\n    (empat puluh) jam seminggu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setiap karyawan bekerja menurut sistem kerja yang berlaku. Jadual untuk\n    mulai dan berakhirnya waktu kerja ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi karyawan yang terlambat ke tempat kerjanya harus melapor kepada\n    atasannya dan dapat dikenai sanksi karena pelanggaran tata tertib yang\n    ditetapkan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 15 : Waktu Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Waktu istirahat diberikan bagi karyawan, yang pelaksanaan selanjutnya\n    diatur oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan mendapat istirahat sekurang-kurangnya setengah jam setelah\n    bekerja 4 (empat) jam terus menerus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Waktu istirahat tidak termasuk jam kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 16 : Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cli>Karyawan tidak wajib bekerja pada hari libur resmi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari libur resmi terdiri dari : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Hari libur mingguan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Hari libur nasional sesuai dengan ketetapan Pemerintah.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Hari libur yang ditetapkan Pengusaha\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003Cli>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 17 : Kerja Lembur \u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Serikat Pekerja menyetujui adanya lembur, baik lembur insidentil,\n    mendadak, routine maupun kolektif. \n    \u003Cp>Dalam pelaksanaannya dilakukan dengan sepengetahuan karyawan yang\n    bersangkutan dan atas dasar surat perintah.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan harus mematuhi perintah kerja lembur, kecuali bila ada alasan\n    yang dapat dipertanggungjawabkan. Lembur dilakukan dengan tujuan : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Gaji \u002F upah lembur dihitung sesuai dengan ketentuan\n        Perundang-undangan yang berlaku. \u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Perhitungan gaji\u002Fupah lembur pada 2 (dua) Hari Raya Idul Fitri\n        ditambah tuslah 10%.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Gaji \u002F upah lembur dibayarkan satu bulan satu kali bersamaan dengan\n        pembayaran gaji \u002F upah setiap bulannya.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi karyawan dengan golongan \u002F jabatan tertentu, karena telah menerima\n    tunjangan jabatan maka tidak berhak mendapat gaji lembur.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 18 : Perubahan Administrasi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Setiap karyawan harus melaporkan kepada Perusahaan bila terjadi hal-hal\n    sebagai berikut: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Perubahan nama, alamat tempat tinggal dan tanda tangan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Perkawinan, kelahiran, kematian dan perceraian.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Perintah dari yang berwajib untuk menjalankan tugas negara.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang timbul dan atau merugikan karyawan, akibat kelalaian melapor\n    adanya perubahan administrasi, diluar tanggung jawab Pengusaha\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 19 : Rangkap Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Setiap karyawan dengan alasan apapun tidak\ndiperkenankan merangkap bekerja di perusahaan \u002F instansi \u002F badan lain, kecuali\ndengan izin tertulis dari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 20 : Batasan Umur dan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Batas usia dan masa kerja tertinggi karyawan adalah 56 tahun dan atau\n    masa kerja 30 tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada umur dan atau masa kerja tersebut, karyawan akan diberhentikan\n    dengan hormat karena purna tugas dengan mendapat pesangon dan jasa.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang diangkat mulai 1 April 2008 dan seterusnya tidak berhak\n    mendapatkan MPPT. \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Lama MPPT : \n        \u003Cul>\n          \u003Cli style=\"margin-left:0em;text-align:justify;\">Masa kerja 3 th &lt;\n            6 th, mendapatkan 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 6 th &lt; 10 th,\n            mendapatkan 2 (dua) bulan.\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 10 th &lt; 20 th,\n            mendapatkan 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 20 th &lt; 25 th,\n            mendapatkan 4 (empat) bulan.\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 25 th keatas, mendapatkan\n            5 (lima) bulan.\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n      \u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pengusaha menghendaki dan karyawan menyetujui atau sebaliknya,\n    maka masa kerja tersebut dapat diperpanjang maksimal 24 bulan, kecuali\n    dalam hal-hal yang bersifat khusus.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 21 : Terlambat Masuk Kerja dan\nMeninggalkan Pekerjaan Sebelum Waktunya\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang terlambat masuk \u002F datang\n    ketempat kerja harus melaporkan diri di Pos SATPAM dan selanjutnya kepada\n    atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang akan meninggalkan pekerjaan\n    pada waktu jam kerja, baik untuk keperluan dinas maupun keperluan lainnya\n    harus mendapat izin tertulis terlebih dahulu dari atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan sebagaimana ayat 1 dan 2 pasal ini\n    (kecuali dinas dan dispensasi) dikenakan denda \u002F potongan gaji \u002F upah dan\n    insentif yang pelaksanaannya diatur dalam peraturan manajemen perusahaan\n    yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan \u002F perundang-undangan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 22 : Absensi \u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Karyawan yang tidak masuk bekerja (absen) baik karena sakit atau karena\n    hal-hal lain yang tidak dapat dihindari, wajib memberitahukan dan meminta\n    ijin kepada atasannya secara tertulis dengan alasan yang dapat\n    dipertanggungjawabkan paling lambat 1 (satu) hari setelah hari tidak masuk\n    kerja (hari kalender).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang absen karena sakit, harus menyerahkan surat keterangan\n    sakit dari dokter. Karyawan yang absen karena melayat atau alasan lainnya\n    harus menyerahkan surat keterangan dari perangkat Desa setempat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang absen dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,\n    dinyatakan sebagai mangkir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang absen dengan alasan selain cuti, dinas dan dispensasi\n    dikenakan denda atau potongan gaji \u002F upah dan insentif yang pelaksanaannya\n    diatur dalam Peraturan Manajemen Perusahaan yang tidak bertentangan dengan\n    peraturan \u002Fper-Undang-Undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB V : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK\nBEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 23 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang telah bekerja satu tahun terus\n    menerus, berhak mendapatkan istirahat \u002F cuti tahunan selama 12 (dua belas)\n    hari kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Hari-hari cuti tahunan dapat dipergunakan\n    sebagian, sedang sebagian lainnya dipergunakan sebagai cuti bersama.\n    Pelaksanaan cuti bersama paling banyak 6 (enam) hari, yaitu pada saat Hari\n    Raya Idul Fitri \u002F Adha dan atau hari-hari lainnya yang akan ditentukan oleh\n    Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Atas dasar kepentingan tugas pekerjaan,\n    Pengusaha dapat mengatur \u002F menentukan waktu kapan cuti tahunan harus\n    dilaksanakan tanpa mengabaikan kepentingan karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Untuk keperluan \u002F bepergian ke pulau\n    seberang, hak cuti tahunan dua tahun dapat digabungkan menjadi satu, yang\n    sebelumnya harus memberitahukan dan disetujui oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Hak cuti tahunan gugur, bilamana dalam waktu\n    12 (dua belas) bulan setelah lahirnya hak itu, karyawan tidak mempergunakan\n    haknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Permohonan cuti tahunan harus diajukan satu\n    minggu sebelumnya untuk mendapat persetujuan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Selama melakukan cuti tahunan karyawan yang\n    bersangkutan tetap menerima gaji \u002F upah dan hak – haknya sebagai\n  karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang diperintahkan untuk\n    melaksanakan tugas \u002F pekerjaan tertentu sehingga pada dua hari Raya Idul\n    Fitri tidak dapat meninggalkan tugas \u002F pekerjaan, kepadanya diberi tambahan\n    hak cuti 1 (satu) hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Periode cuti tahunan dimulai tanggal 1\n    Januari sampai dengan 31 Desember, mulai berlaku pada tanggal 1 Januari\n    2019.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Cuti Besar dan Cuti Diluar Tanggungan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Ketentuan mengenai cuti besar \u002F istirahat panjang diatur sbb : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Karyawan yang diangkat mulai 1 April 2008 tidak berhak memperoleh\n        cuti besar.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Karyawan yang mempunyai masa kerja kurang dari 3 tahun tidak berhak\n        memperoleh cuti besar.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Karyawan yang mempunyai masa kerja 3 tahun atau lebih berhak\n        memperoleh cuti besar 1 (satu) kali pada saat jatuh tempo ( 6 tahun\n        atau 12 tahun ) sebanyak 22 hari dan selanjutnya tidak diberikan\n      lagi.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Pada saat memperoleh cuti besar, maka cuti tahunannya gugur.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang telah memenuhi persyaratan tertentu, diijinkan atasannya\n    dan tidak mengganggu kelancaran perusahaan dapat mengambil cuti diluar\n    tanggungan perusahaan, selanjutnya diatur dalam peraturan manajemen\n    perusahaan Per.Persh. No.382\u002FSK\u002F1998.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 25 : Istirahat Hamil \u002F Melahirkan \u002F Gugur\nKandungan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKFAM_trigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan wanita yang hamil tua sebagaimana\n    dimaksud pasal 39 mendapat istirahat 1,5 bulan sebelum waktu melahirkan dan\n    1,5 bulan sesudah melahirkan \u002F gugur kandungan sesuai dengan surat\n    keterangan dokter kandungan \u002F bidan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Penetapan mulainya istirahat hamil ini harus\n    dengan surat keterangan dokter \u002F poliklinik atau rumah sakit bersalin yang\n    ditunjuk.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Selama menjalani istirahat \u002F cuti hamil\n    sebagaimana ayat 1 di atas karyawan wanita tetap mendapat gaji \u002F upah pokok\n    dan tunjangan tetap, sedang insentipnya tidak dibayarkan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Yang dimaksudkan gugur kandungan dalam\n    ketentuan ini, tidak termasuk usaha-usaha menggugurkan kandungan untuk\n    tujuan pembatasan kelahiran atau tujuan lain yan tidak sesuai dengan\n    ketentuan Pemerintah \u002FAgama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Ketentuan Tentang Haid\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cli>Karyawan perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\n    memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan\n    kedua pada waktu haid.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Dalam pelaksanaannya, karyawan perempuan tersebut wajib memberitahukan\n    secara tertulis dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan akan halnya\n    kepada atasannya. \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Keragu-raguan terhadap kebenaran penggunaan hak sebagaimana ketentuan\n        ayat 1 pasal ini, Pengusaha dapat melakukan pemeriksaan atau langkah\n        lain yang selanjutnya akan diatur dengan Peraturan Manajemen Perusahaan\n        yang tidak bertentangan dengan Peraturan \u002F Perundangan yang\n      berlaku.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang absen sebagaimana ayat 1 pasal ini, tetap mendapatkan\n    gaji\u002Fupah\u002F tunjangan tetap, sedang insentifnya tidak dibayarkan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 27 : Dispensasi Khusus Meninggalkan\nPekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em;text-align:justify;\">Gaji\u002FUpah bruto tetap\n    dibayarkan kepada karyawan yang tidak masuk kerja apabila: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Karyawan sendiri menikah untuk selama 3 (tiga) hari.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menikahkan anak untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Mengkhitankan anak untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Membaptiskan anak untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cli>Istri melahirkan \u002F gugur kandungan untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cli>Suami \u002F istri, orang tua \u002F mertua, anak\u002Fmenantu meninggal dunia untuk\n        selama 2 (dua) hari. Jika diluar kota dalam jarak sekurang-kurangnya\n        300 km ditambah 2 (dua) hari untuk perjalanan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003Cli>Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia untuk selama 1\n        (satu) hari.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Saudara kandung suami \u002F istri (maksimal 4 orang) meninggal untuk\n        selama 1 (satu) hari.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menjalankan ibadah haji\u002Fumroh untuk yang pertama kalinya selama waktu\n        yang diperlukan sesuai dengan ketentuan dari Departemen Agama + 2 (dua)\n        hari sebelum berangkat dan 4 (empat) hari sesudah kedatangan\u002Fkembali\n        dan untuk umroh 1 (satu) hari sebelum berangkat dan 2 (dua) hari\n        sesudah kedatangan \u002F kembali.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp>Yang dimaksud lamanya hari tersebut di atas adalah hari kalender dan\n    bukan hari kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dispensasi khusus dengan alasan tersebut\n    diatas tetap harus dimintakan sebelumnya secara tertulis atau kalau tidak\n    memungkinkan dapat dimintakan kemudian dengan dilengkapi bukti-bukti yang\n    dapat dipertanggung jawabkan serta tidak mempengaruhi penilaian kondite dan\n    point absensi, kecuali penerimaan IPP.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB VI : PENGGAJIAN \u002F PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 28 : Sistem dan Metode Penggajian \u002F\nPengupahan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">Gaji \u002F upah karyawan dibayarkan satu bulan\n    sekali untuk bulan yang sudah berjalan atau setelah melakukan pekerjaan. \n    \u003Cp>Dan gaji \u002F upah tidak dibayarkan apabila karyawan tidak melakukan\n    pekerjaan (Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13 \u002F2003 pasal 93 ayat 1).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">Komponen gaji \u002F upah bruto terdiri dari : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Gaji \u002F Upah Pokok\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tunjangan Tetap \n        \u003Cul>\n          \u003Cli>Tunjangan Tetap \n            \u003Cul>\n              \u003Cli>Tunjangan Sosial .\u003C\u002Fli>\n              \u003Cli>Tunjangan Transport.\u003C\u002Fli>\n              \u003Cli>Tunjangan Jabatan (untuk karyawan tertentu). \n                \u003Cp style=\"margin-left:0em\">Gaji\u002Fupah pokok sedikit-dikitnya 75%\n                (tujuh puluh lima persen) dari jumlah gaji \u002F upah pokok dan\n                tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli>\u003Cul>\u003Cli>\u003Cul>\u003Cli>\n              \u003C\u002Fli>\n            \u003C\u002Ful>\n          \u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n      \u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tunjangan Tidak Tetap \n        \u003Cul>\n          \u003Cli>Insentif Absensi.\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>Insentif Produksi (untuk karyawan tertentu).\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>-Insentif Mutu (untuk karyawan tertentu).\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n      \u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">Perhitungan gaji \u002F upah lembur mengacu pada Kepmenakertrans RI Nomer\n        KEP 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004. \n        \u003Cul>\n          \u003Cli style=\"margin-left:0;\">-Komponen gaji \u002F upah lembur adalah Gaji \u002F\n            Upah Pokok, Tunjangan Sosial untuk diri sendiri, Tunjangan\n            Transport.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\n          \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">Cara penghitungan Gaji\u002FUpah lembur adalah sebagai berikut : \n            \u003Cul>\n              \u003Cli style=\"margin-left:0;\">\u003Col>\n                  \u003Cli>Untuk menghitung Gaji\u002FUpah sejam adalah 1\u002F173 gaji\n                    sebulan.\u003C\u002Fli>\n                  \u003Cli>Apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa : \n                    \u003Cul>\n                      \u003Cli>Untuk jam kerja lembur pertama dibayar 1 ½ (satu\n                        setengah) kali gaji\u002Fupah sejam.\u003C\u002Fli>\n                      \u003Cli>Untuk jam kerja lembur berikutnya dibayar gaji\u002Fupah\n                        sebesar 2 (dua) kali gaji\u002Fupah sejam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli style=\"margin-left:0;\">\u003Col>\u003Cli>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli style=\"margin-left:0;\">\u003Col>\u003Cli>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\u003Cli style=\"margin-left:0;\">\u003Col>\u003Cli>\u003Cul>\n                    \u003C\u002Ful>\n                  \u003C\u002Fli>\n                  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">Apabila kerja lembur dilaksanakan pada hari libur\n                    mingguan dan atau hari libur resmi : \n                    \u003Cul>\n                      \u003Cli>Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau 5\n                        (lima) jam apabila hari libur tersebut jatuh pada hari\n                        terpendek pada satu hari dalam 6 (enam) hari kerja\n                        seminggu dibayar gaji\u002Fupah 2 (dua) kali gaji\u002Fupah\n                      sejam.\u003C\u002Fli>\n                      \u003Cli>Untuk jam kerja pertama selebihnya 7 (tujuh) jam atau\n                        5 (lima) jam, apabila hari kerja tersebut jatuh pada\n                        hari kerja terpendek pada salah satu hari kerja dalam 6\n                        (enam) hari kerja seminggu dibayar gaji\u002Fupah lembur\n                        sebesar 3 (tiga) kali gaji\u002Fupah sejam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n                    \u003C\u002Ful>\n                  \u003C\u002Fli>\n                  \u003Cli>Khusus kerja lembur dilakukan pada 2 (dua) Hari Raya Idul\n                    Fitri diberikan pula tuslah sebesar 10% dari ketentuan\n                    diatas.\u003C\u002Fli>\n                \u003C\u002Fol>\n              \u003C\u002Fli>\n            \u003C\u002Ful>\n          \u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n      \u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Gaji \u002Fupah dibayarkan pada tanggal 1 (satu)\n    setiap bulannya. Apabila pada tanggal tersebut jatuh pada hari libur resmi\n    maka pembayarannya diajukan satu hari atau setidak-tidaknya mengacu pada\n    Peraturan Pemerintah RI Nomor 8 Tahun 1981.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Metode Pengupahan \u002F Penggajian diatur oleh\n    Pengusaha yang dituangkan dalam Peraturan Manajemen Perusahaan. \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 29 : Pendapatan Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang telah bekerja 1 (satu) tahun atau\nlebih diberikan :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tunjangan Hari Raya keagamaan sebesar 1\n    (satu) kali gaji \u002F upah bruto yang pemberiannya dikaitkan dengan saat Hari\n    Raya Idul Fitri.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1sec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2sec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustypesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Insentif Produksi dan Pemasaran sebesar\n    maksimum 1 (satu) kali gaji \u002Fupah bruto, yang pemberiannya dikaitkan dengan\n    pencapaian target-target tertentu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Bonus, yang besar dan pemberiannya dikaitkan\n    dengan keuntungan yang diperoleh serta setelah mendapat Keputusan Rapat\n    Umum Pemegang Saham.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 30 : Kenaikan Gaji \u002F Upah \u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Kenaikan skala gaji \u002F upah dilakukan setiap 2\n    (dua) tahun sekali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Kenaikan skala gaji \u002F upah secara insidentil\n    disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dan tetap mengingat kemampuan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 31 : Gaji \u002F Upah Sewaktu Sakit Lama\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">Karyawan yang karena sakit dan menurut\n    keterangan dokter tidak dapat bekerja dalam waktu yang lama, maka gaji \u002F\n    upahnya diatur sebagai berikut : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus persen) dari :\n        gaji \u002F upah pokok + tunjangan tetap + insentip. (sesuai ketentuan yang\n        berlaku)\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuhpuluh lima persen)\n        dari : gaji \u002F upah pokok + tunjangan tetap.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (limapuluh persen) dari :\n        gaji \u002F upah pokok + tunjangan tetap.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk bulan selanjutnya, dibayar 25% dari : gaji\u002Fupah pokok +\n        tunjangan tetap.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Apabila sesudah 12 bulan, belum sembuh dan\n    tidak dapat masuk kerja, maka karyawan bersangkutan akan diberhentikan\n    dengan hormat, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Ketentuan ayat 1 pasal ini, tidak berlaku\n    bagi karyawan yang sakit lama akibat penyakit sesuai ketentuan pasal 38,\n    karyawan yang menderita sakit akibat penyakit sebagaimana tersebut diatas\n    dan tidak dapat bekerja, sesudah 3 (tiga) bulan akan diberhentikan dengan\n    hormat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 32 : Gaji \u002F Upah Waktu Ditahan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam hal karyawan ditahan oleh pihak yang\n    berwajib karena diduga melakukan tindak pidana bukan atas pengaduan\n    Pengusaha, maka Pengusaha tidak wajib membayar gaji \u002F upah tetapi wajib\n    memberikan bantuan kepada keluarga karyawan yang menjadi tanggungannya,\n    dengan ketentuan sebagai berikut : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Untuk 1 (satu) orang tanggungan: 25% dari gaji\u002Fupah pokok + tunj.\n        Tetap\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk 2 (dua) orang tanggungan: 35% dari gaji\u002Fupah pokok + tunj.\n      Tetap\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk 3 (tiga) orang tanggungan: 45% dari gaji\u002Fupah pokok + tunj.\n        Tetap\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk 4 (empat) orang tanggungan\u002Flebih: 50% dari gaji\u002Fupah pokok +\n        tunj. tetap\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1\n    diberikan untuk paling lama 6 (enam) bulan takwim terhitung sejak hari\n    pertama karyawan ditahan pihak yang berwajib.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan\n    kerja terhadap karyawan yang selama 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan\n    pekerjaan sebagaimana mestinya karena dalam proses perkara pidana\n    sebagaimana dimaksud ayat 1.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam hal Pengadilan memutuskan perkara\n    pidana sebelum masa 6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 (tiga)\n    berakhir dan karyawan dinyatakan tidak bersalah, maka pengusaha wajib\n    mempekerjakan kembali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam hal Pengadilan memutuskan perkara\n    pidana sebelum masa 6 (enam) bulan berakhir dan karyawan dinyatakan\n    bersalah, maka pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap\n    karyawan yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 33 : Percepatan \u002F Penangguhan Kenaikan\nSkala Gaji \u002F Upah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang berprestasi kerja baik,\n    kenaikan skala gaji \u002F upah, dapat dipercepat atau golongannya dinaikan;\n    sebaliknya apabila prestasi kerjanya tidak baik maka kenaikan skala gaji \u002F\n    upah dapat ditunda atau golongannya diturunkan kembali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Penundaan kenaikan skala gaji \u002F upah dapat\n    disebabkan karena alasan absensi, peringatan tertulis, pemberhentian\n    sementara atau kesalahan \u002F pelanggaran lainnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 34 : Pajak Penghasilan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pajak Penghasilan atas gaji \u002F upah dan\n    pendapatan karyawan lainnya, menjadi tanggungan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 35 : Pemotongan Gaji \u002F Upah Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha setuju membantu memotong gaji \u002F\n    upah karyawan atas dasar permintaan \u002F surat kuasa dari Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat memotong gaji \u002F upah \u002F pendapatan lain karyawan untuk : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pembayaran bagi keperluan Koperasi\n        Karyawan yang telah disetujui karyawan sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Uang yang dibayar dahulu oleh Perusahaan,\n        denda\u002Fganti rugi, kelebihan \u002F kesalahan bayar, denda \u002F potongan dan\n        lain-lain.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PERAWATAN DAN PENGOBATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Jaminan Kesehatan Bagi Karyawan dan Keluarga\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">Pengusaha memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada karyawan dan\n    keluarga melalui BPJS Kesehatan berdasarkan ketentuan : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>UU nomor 24 tahun 201.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Perpres 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Peraturan Menteri Kesehatan nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan\n        Kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2014 tentang Pedoman\n        Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Peraturan BPJS Kesehatan nomor 1 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan\n        Jaminan Kesehatan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika BPJS Kesehatan menghentikan pelayanan kesehatan kepada karyawan yang\n    disebabkan oleh Pengusaha, maka pelayanan kesehatan ditanggung oleh\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 37 : Pemeriksaan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Untuk mengantisipasi timbulnya penyakit\n    akibat kerja, Pengusaha dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara\n    berkala (telinga, paru-paru, dll ) yang pelaksanaannya dilakukan sesuai\n    dengan ketentuan Peraturan Manajemen Perusahaan yang tidak bertentangan\n    dengan perundang-undangan yang berlaku (Per. Men. No. 02\u002FMEN\u002F1980).\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pemeriksaan khusus terhadap karyawan yang menderita penyakit menahun \u002F\n    sering sakit-sakitan dilakukan atas permintaan atasannya dan atau dokter\n    perusahaan. \n    \u003Cul>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Apabila sakitnya disebabkan penyakit\n        akibat kerja maka biayanya ditanggung Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Biaya Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Menjadi Tanggungan BPJS\nKesehatan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Biaya pelayanan kesehatan tidak diberikan kepada karyawan \u002F keluarga\n    karyawan dalam hal: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur sebagaimana\n        diatur dalam peraturan yang berlaku, dilakukan di fasilitas kesehatan\n        yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan kecuali dalam keadaan\n        darurat.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan\n        kecelakaan kerja sampai nilai yang ditanggung oleh program BPJS\n        Ketenagakerjaan &amp; Asuransi Jasa Raharja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik, mengatasi invertilitas,\n        meratakan gigi (ortodonsi).\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Gangguan kesehatan\u002Fpenyakit akibat ketergantungan obat dan atau\n        alkohol.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Penyakit sebagaimana tercantum dalam Permenkes nomor 28 tahun 2014\n        tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 39 : Biaya dan Sumbangan Kelahiran\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan \u002F istri karyawan yang melahirkan\n    anak pertama, kedua dan ketiga diberi sumbangan mori cambrics sebagai baby\n    uitzet.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Apabila karyawan \u002F istri karyawan yang\n    melahirkan anak pertama, kedua dan ketiga dilakukan dalam kondisi yang\n    tidak memungkinkan digunakannya fasilitas BPJS Kesehatan ( dengan\n    melampirkan surat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan ) maka\n    Perusahaan memberikan sumbangan kelahiran sebesar Rp. 500.000,-.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Keluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Untuk menunjang program Keluarga Berencana dan\nkesejahteraan karyawan Perusahaan mengikutsertakan karyawan \u002F istri karyawan\npada program tersebut melalui BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB VIII : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 41: Peralatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Untuk kelancaran, keselamatan dan kesehatan\n    kerja, Pengusaha menyediakan mesin, alat, perlengkapan yang dibutuhkan\n    dalam jumlah yang cukup.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Mesin, alat, perlengkapan tersebut harus\n    dipelihara dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Kerusakan \u002F kehilangan\n    mesin, alat, perlengkapan kerja yang diakibatkan kecerobohan \u002F kelalaian,\n    kepada karyawan bersangkutan dapat dibebankan ganti rugi baik sebagian\n    maupun seluruhnya sebagai sanksi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 42 : Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan harus menjaga lingkungan tempat\n    kerja masing-masing agar tetap bersih, rapih dan teratur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan tidak diperkenankan meletakkan\n    barang \u002F alat \u002F perlengkapan kerja di dekat pintu, pintu darurat dan\n    sembarang tempat sehingga dapat menggangu kelancaran pekerjaan dan\n    keselamatan kerja. \n    \u003Cp>Letakkan barang \u002F alat \u002F perlengkapan kerja pada tempat yang telah\n    ditentukan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang akan menjalankan \u002F menggunakan\n    mesin \u002F alat \u002F perlengkapan kerja harus memeriksa terlebih dahulu dengan\n    teliti. \n    \u003Cp>Apabila terdapat kerusakan atau hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya,\n    agar melaporkan kepada atasannya untuk segera diperbaiki \u002F diganti.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan dilarang memindahkan alat \u002F perlengkapan \u002F pengaman terhadap\n    kecelakaan, alat pemadam api atau melakukan perbuatan yang dapat mengurangi\n    efektivitas alat \u002F perlengkapan tesebut tanpa ijin dari atasannya. \n    \u003Cul>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan harus selalu memeriksa \u002F\n        meneliti alat \u002F perlengkapan pengaman terhadap kecelakaan, bilamana\n        sudah tidak dapat dipergunakan \u002F tidak berfungsi harus segera lapor\n        kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Selain karyawan petugas, dilarang\n        memasuki tempat-tempat yang berbahaya atau yang berlistrik dengan\n        tegangan tinggi \u002F gardu lisrtik.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Selain karyawan petugas, dilarang\n        menjalankan mesin, panel \u002F instalasi listrik atau lainnya tanpa izin\n        atau perintah atasan penanggung jawabnya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Selain karyawan petugas, dilarang\n        memperbaiki, menjalankan mesin, panel instalasi listrik atau lainnya\n        tanpa izin atau perintah atasan penanggungjawabnya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Selain karyawan petugas, dilarang\n        mempergunakan \u002F memakai benda yang mudah terbakar. Karyawan petugas\n        harus berhati-hati dalam bekerja agar terhindar dari kebakaran.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang melaksanakan tugas harus\n        selalu memakai alat \u002F perlengkapan pengaman \u002F pelindung untuk\n        menghindari sejauh mungkin terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat\n        kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang\n    anggotanya terdiri dari semua unsur departemen dan semua unsur\n  karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fungsi Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah memberikan\n    saran, pertimbangan dan membantu pelaksanaan terciptanya : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Keadaan yang dapat mencegah dan atau mengurangi kecelakaan,\n        kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Keamanan mesin, instalasi, pesawat, alat kerja, bahan baku dan hasil\n        produksi.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Kondisi lingkungan dan tempat kerja yang aman, nyaman dan sehat.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Keadaan Darurat\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tiap karyawan berkewajiban mengamankan\n    Perusahaan dari bahaya \u002F kecelakaan \u002F bencana.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Bilamana mengetahui hal-hal yang dapat\n    menimbulkan bahaya \u002F kecelakaan, karyawan harus segera mencegah dan\n    melaporkan kepada atasannya dan memberitahukan kepada atasannya dan\n    memberitahukan kepada karyawan lainya untuk segera bersama-sama berusaha\n    sekuat tenaga mengatasinya agar tidak menimbulkan kerugian dan perusahaan\n    dapat segera bekerja \u002F berjalan normal kembali.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB IX : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN\nKARYAWAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 45 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">Semua Karyawan diikutsertakan dalam program\n    Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada BPJS Ketenagakerjaan meliputi : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Jaminan Kecelakaan Kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Jaminan Kematian.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Jaminan Hari Tua.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Jaminan Pensiun\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">Iuran kepesertaan dibayarkan oleh : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Jaminan Kecelakaan Kerja, \n        \u003Cp>ditanggung Pengusaha 0,89 %.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Jaminan Hari Tua, \n        \u003Cp>ditanggung Pengusaha 3,70 %\u003C\u002Fp>\n        \u003Cp>ditanggung Karyawan 2,00 %\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Jaminan Kematian \n        \u003Cp>ditanggung Pengusaha 0,30 %\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">Jaminan Pensiun \n        \u003Cp style=\"text-align:justify;\">ditanggung Pengusaha 2,00 %\u003C\u002Fp>\n        \u003Cp style=\"text-align:justify;\">ditanggung Karyawan 1,00 %\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli>\n      \u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 46 : Sumbangan Kematian\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytxt\">Jika karyawan meninggal dunia, kepada ahli warisnya selain mendapat\n    santunan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan, Perusahaan memberi\n    sumbangan berupa : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>10 yards kain mori untuk kafan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Uang sebesar 2 (dua) kali gaji \u002F upah bruto\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika istri \u002F suami \u002F anak karyawan meninggal dunia, Perusahaan memberi\n    sumbangan berupa: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>10 yards kain mori untuk kafan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Uang sebesar 1 kali gaji \u002F upah bruto\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 47 : Olah Raga, Kesenian, Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Dalam rangka pembinaan karyawan, Perusahaan\nantara lain dapat menyelenggarakan :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Kegiatan olah raga dan kesenian di lingkungan\n    karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>style=\"text-align:justify;\"Rekreasi \u002F piknik untuk karyawan diadakan satu\n    tahun sekali. \n    \u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pendanaannya diambilkan dari potongan \u002F\n    denda atas gaji \u002F upah, tunjangan, insentif karyawan ditambah dari Anggaran\n    Perusahaan. Namun dalam pelaksanaan kegiatan ayat 1 dan 2 diatas, tetap\n    memperhatikan \u002F disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan keuangan\n    Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 48 : Pakaian Kerja Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Untuk keperluan kerja, karyawan setiap tahun\n    mendapatkan : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>2 (dua) stel pakaian kerja\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>1 (satu) buah topi kerja\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>1 (satu) pasang sepatu\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>1 (satu) buah baju batik\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Bagi karyawan tertentu yang karena sifat\n    pekerjaannya memerlukan pakaian kerja khusus (wearpack, jas laboratorium,\n    sepatu khusus, dll) akan disediakan oleh Pengusaha sesuai dengan\n  kebutuhan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pakaian kerja harus dipakai saat bekerja,\n    dipelihara dengan baik, tidak disalahgunakan dan tidak diperdagangkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pelaksanaan disesuaikan dengan kemampuan\n    Perusahaan dan pembagiannya diatur lebih lanjut oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 49 : Program Pendidikan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pendidikan \u002F pelatihan kerja diselenggarakan\n    dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi\n    kerja guna meningkatkan kemampuan dan produktivitas kerja karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pendidikan \u002F pelatihan kerja dilaksanakan\n    dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing Departemen \u002F Bagian dan\n    mengacu pada standar kompetensi kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pendidikan\u002F pelatihan kerja dilaksanakan\n    didalam \u002F diluar perusahaan, didalam \u002F diluar negeri dan dalam\n    penyelenggaraannya dapat dilaksanakan oleh pengusaha secara mandiri,\n    bekerja sama dengan pihak ketiga maupun bekerja sama dengan Serikat Pekerja\n    \u002F Koperasi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Penghargaan Pendidikan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan yang telah bekerja 3 (tiga) tahun dan memperoleh tambahan ijasah\n    yang lebih tinggi dari syarat pendidikan yang ditentukan dan bermanfaat\n    bagi pelaksanaan tugas pekerjaannya, akan mendapatkan kenaikan skala dua\n    tingkat, dengan catatan bahwa proses memperoleh ijazah tersebut tidak\n    mengganggu tugas pekerjaan di perusahaan dan kondite \u002F absensinya baik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang telah bekerja 3 (tiga) tahun dan memperoleh tambahan\n    ijasah, tetapi sebelumnya telah menduduki jabatan yang lebih tinggi dari\n    syarat pendidikan yang ditentukan, maka yang bersangkutan tidak mendapat\n    tambahan kenaikan skala.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Penggantian Kerugian Akibat Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila karyawan mendapat kecelakaan kerja sebagaimana dimaksud\n    Undang-Undang Kecelakaan Kerja, akan mendapatkan jaminan pelayanan\n    kesehatan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal kecelakaan tersebut mengakibatkan cacat akan mendapatkan\n    santunan atau ganti rugi sesuai Peraturan Perundang-Undangan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB X : TATA TERTIB PENYELESAIAN KELUH\nKESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 52 : Kewajiban Umum\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Setiap karyawan PT PRIMISSIMA wajib mentaati\n    ketentuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), Peraturan Manajemen Perusahaan,\n    yang dibuat oleh Pengusaha dalam rangka melaksanakan tugas\n  kewajibannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Setiap karyawan wajib menjunjung tinggi\n    kepercayaan dan nama baik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Setiap karyawan wajib mengamankan perusahaan\n    dari hal-hal yang merugikan, kemungkinan timbulnya kecelakaan, bencana dll.\n    yang dapat menghambat jalannya Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Bila terjadi sesuatu kecelakaan \u002F bencana\n    ataupun keadaan yang dapat menimbulkan bahaya, karyawan harus bekerja sama\n    sehingga kerugian yang diderita seminimal mungkin dan berusaha agar\n    Perusahaan dapat bekerja \u002F berjalan normal kembali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan wajib untuk datang ke tempat kerja\n    lebih awal dari jam kerja yang ditentukan untuk melakukan persiapan\n    seperlunya dan mengikuti apel.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan wajib mulai bekerja tepat pada\n    waktunya dan tidak diperkenankan meninggalkan tempat kerja \u002F mendahului\n    pulang sebelum jam kerja berakhir tanpa seizin atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan wajib mulai melaksanakan tugas\n    pekerjaan sesuai dengan uraian tugas dan petunjuk atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan wajib melaksanakan instruksi yang\n    layak baik lesan maupun tertulis dari atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan wajib bekerja sebaik-baiknya dan\n    seefisien mungkin, baik terhadap peralatan \u002F mesin yang digunakan, maupun\n    terhadap bahan-bahan dan hasil produksinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan harus selalu mengindahkan peraturan\n    \u002F ketentuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan wajib menjaga hubungan baik antara\n    sesama karyawan di dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan dalam menjalankan tugas \u002F dinas\n    harus berpakaian seragam lengkap. Bagi karyawan yang tidak mengenakan\n    seragam lengkap tidak diperkenankan masuk lingkungan \u002F kompleks\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 53 : Larangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Karyawan dilarang melakukan hal-hal sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Melakukan penipuan, pencurian dan penggelapan\n    barang dan atau uang milik perusahaan ;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Memberikan keterangan palsu atau yang\n    dipalsukan sehingga merugikan perusahaan ;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Mabuk, minum-minuman keras yang memabukkan,\n    memakai dan atau mengedarkan narkoba, psikotropika dan zat aditip lainnya\n    dilingkungan kerja ;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di\n    lingkungan kerja ;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menyerang, menganiaya, mengancam dan atau\n    mengintimidasi teman sekerja dan atau Pengusaha lingkungan kerja ;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Membujuk teman sekerja atau Pengusaha untuk\n    melakukan sesuatu perbuatan yang bertentangan dengan peraturan\n    perundang-undangan ;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dengan ceroboh atau sengaja merusak,\n    merugikan atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik Pengusaha, yang\n    menimbulkan kerugian bagi perusahaan ;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan diri\n    atau teman Sekerja atau Pengusaha dalam keadaan bahaya ditempat kerja ;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Membongkar atau membocorkan rahasia\n    perusahaan yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara ;\n    atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan\n    perusahaan yang diancam pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Merokok dan atau menggunakan api, karyawan\n    yang tugasnya berhubungan dengan api dalam melaksanakan pekerjaannya tidak\n    memperhatikan prosedur yang ditetapkan ; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karena kecerobohannya mengakibatkan kerusakan\n    mesin \u002F peralatan \u002F barang milik perusahaan, pemborosan bahan baku dan\n    bahan lainnya ; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menolak perintah yang layak dari atasannya\n    dan atau melalaikan tugas pekerjaannya ; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Mengadakan rapat \u002F pertemuan \u002F kegiatan yang\n    tidak ada hubungannya dengan tugas pekerjaannya ; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menyebarkan pamlet \u002F tulisan, coret-coret\n    yang bersifat propaganda atau menghasut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Keamanan Barang Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan wajib menjaga dan memelihara dengan baik semua mesin, peralatan\n    kerja dan semua bahan dan barang milik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan harus bekerja secara hati-hati, tidak ceroboh \u002F lalai sehingga\n    tidak terjadi kerusakan mesin, peralatan kerja, barang dan bahan milik\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan wajib bertindak cermat dan hati-hati dalam menggunakan mesin,\n    peralatan kerja dan barang – barang milik perusahaan yang menjadi\n    tanggung jawabnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan harus menggunakan peralatan \u002F barang milik perusahaan hanya\n    untuk kepentingan perusahaan serta tidak dibenarkan menggunakan untuk\n    kepentingan pribadi kecuali atas ijin Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan dilarang membawa keluar lingkungan \u002F kompleks Perusahaan\n    peralatan kerja, barang atau bahan milik perusahaan tanpa ijin\n  Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hilang atau rusaknya peralatan, barang atau bahan milik perusahaan harus\n    segera dilaporkan ke atasannya langsung.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Rahasia Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan diwajibkan memegang teguh rahasia perusahaan dalam arti\n    luas misalnya tentang keadaan \u002F hal yang ada di lingkungan Perusahaan :\n    mesin, produksi dan jenis produksi, stock barang, keuangan kekaryawanan dan\n    lain–lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran terhadap ketentuan di atas atau pembocoran rahasia perusahaan\n    dapat dituntut membayar ganti rugi, hukuman dan atau pemberhentian sebagai\n    karyawan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Kartu Pengenal Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Setiap karyawan harus memiliki dan selalu\nmemakai Kartu Pengenal Karyawan serta tidak dibenarkan dipinjamkan kepada orang\nlain. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenakan sanksi dan terhadap\nsemua kerugian yang diakibatkannya menjadi tanggungan karyawan yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Pemeriksaan Badan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Dalam rangka menjaga keamanan dan tata tertib\nperusahaan, petugas keamanan \u002F SATPAM dapat mengadakan pemeriksaan badan \u002F\npenggeledahan dengan cara yang sesuai dengan norma kesopanan dan kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Masuk Keluar Kompleks Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan yang masuk \u002F keluar kompleks Perusahaan harus melalui\n    pintu yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan harus memakai pakaian seragam yang telah ditetapkan,\n    termasuk pada saat kerja lembur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila karyawan meninggalkan pekerjaan dan meninggalkan kompleks\n    perusahaan harus memberikan surat ijin kepada Satpam.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 59 : Hukuman \u002F Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Pelanggaran terhadap kewajiban dan larangan umum, tata tertib \u002Fdisiplin\n    akan diberikan sanksi peringatan tertulis bahkan schorsing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berat ringannya sanksi \u002F hukuman yang diberikan tergantung dari berat\n    ringannya kesalahan yang dilakukan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 60 : Peringatan Tertulis\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Sanksi peringatan tertulis terdiri dari 3\n    (tiga) tingkat \u002F tahap : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Peringatan pertama\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Peringatan kedua\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Peringatan ketiga \u002F terakhir \u002F pemberhatian sementara atau\n      schorsing.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada dasarnya sanksi peringatan tertulis diberikan secara bertahap atau\n    berurutan, namun menyimpang dari ketentuan ini karyawan dapat pula langsung\n    diberikan peringatan kedua atau peringatan terakhir : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang tidak berhati-hati dengan\n        api. Karyawan yang tugasnya berhubungan dengan api, dalam melakukan\n        pekerjaannya tidak memperhatikan prosedur yang ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang karena kecerobohannya\n        mengakibatkan kerusakan mesin \u002F peralatan produksi \u002F barang milik\n        perusahaan, pemborosan bahan baku dan atau bahan-bahan lainnya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang membawa senjata api,\n        senjata tajam yang bukan alat kerja atau bahan \u002F barang yang berbahaya\n        ke dalam kompleks Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang menolak perintah yang layak\n        dari atasannya dan atau melalaikan tugas pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Melakukan tindakan-tindakan yang\n      tercela.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Ditahan oleh yang berwajib karena\n        melakukan perbuatan kriminal.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 61 : Masa Berkalunya Peringatan Tertulis\n\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa Berlakunya Peringatan \n    \u003Cp>Masa berlakunya peringatan pertama, kedua dan ketiga masing-masing 6\n    bulan terhitung mulai tanggal saat peringatan tertulis diberikan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Jatuh Tempo \n    \u003Cp>Apabila dalam masa berlakunya peringatan tertulis tersebut di atas,\n    karyawan bersangkutan tidak melakukan pelanggaran, maka peringatan tersebut\n    berakhir pada saat jatuh tempo.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Sebaliknya apabila karyawan bersangkutan melakukan pelanggaran, maka\n    kepadanya akan dikenakan sanksi lebih lanjut.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Dalam hal setelah mendapat Peringatan terakhir \u002F schorsing, karyawan\n    bersangkutan melakukan pelanggaran kembali, kepada bersangkutan dapat\n    dikenakan Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Persyaratan Kesanggupan \n    \u003Cp>Dalam setiap tahap pemberian peringatan tertulis, karyawan bersangkutan\n    wajib membuat pernyataan tertulis yang menyatakan kesadaran atas\n    pelanggaran \u002F kesalahan yang diperbuat dan kesanggupan untuk tidak\n    mengulangi atau memperbaiki diri.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengampunan \n    \u003Cp style=\"text-align:justify;\">Dalam masa berlakunya surat peringatan\n    tertulis tersebut di atas, karyawan bersangkutan yang telah betul-betul\n    sadar dan telah menunjukkan prestasi yang baik, dengan persetujuan\n    Ka.Bag.\u002FKa.Dept. atasan langsungnya, dapat mengajukan pengampunan kepada\n    Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 62 : Pemutusan Hubungan Kerja Sementara \u002F\nSchorsing\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pemutusan Hubungan Kerja Sementara \u002F\n    schorsing dapat diberikan paling lama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Selama menjalani masa schorsing, gaji \u002F\n    upahnya dibayarkan 75% dari gaji \u002F upah pokok + tunjangan tetap, sedang\n    insentif tidak dibayarkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pemutusan hubungan kerja sementara \u002F\n    schorsing tetap diperhitungkan sebagai masa kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 63 : Cara Menyelesaikan Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat bahwa\n    setiap keluh kesah Karyawan harus diselesaikan dengan cepat, baik dan\n    seadil-adilnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tata cara penyampaian dan penyelesaian keluh kesah dilakukan sebagai\n    berikut : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tahap pertama. Keluh kesah agar\n        disampaikan dan diselesaikan dengan atasannya. Apabila tidak\n        terselesaikan agar disampaikan dan diselesaikan dengan atasan yang\n        lebih \u002F tertinggi pada Departemen yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tahap kedua. Apabila pada tahap pertama\n        tidak juga terselesaikan. Karyawan dan atasannya menyampaikan kepada\n        Pimpinan perusahaan untuk diupayakan penyelesaiannya secara adil dengan\n        melibatkan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tahap ketiga. Dalam hal tahap-tahap\n        tersebut diatas tidak juga mendapatkan penyelesaian, Pengusaha dan\n        Serikat Pekerja akan menyerahkan penyelesaiannya kepada pihak ketiga\n        sebagai penengah, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan KB,\n        Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat berdasarkan ketentuan\n        Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 64 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pada dasarnya Pemutusan Hubungan Kerja harus\ndihindarkan, bila setelah dilakukan segala upaya Pemutusan Hubungan Kerja tidak\ndapat dihindarkan, Pengusaha akan merundingkan maksudnya untuk memutuskan\nhubungan kerja dengan Serikat Pekerja dan atau dengan karyawan sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 65 : Pemutusan Hubungan Kerja dengan\nHormat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pemutusan hubungan kerja dengan hormat dapat\ndilakukan dengan alasan :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan telah memasuki masa purna tugas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang bersangkutan meninggal\n  dunia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha perlu mengadakan pengurangan\n    karyawan (efisiensi), atau pailit dilakukan sesuai dengan peraturan\n    perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan mengundurkan dengan alasan perubahan\n    status, penggabungan, peleburan perusahaan, perubahan kepemilikan dan atau\n    alasan lainnya yang disetujui pengusaha :\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan karena sesuatu hal mengalami cacat\n    sehingga tidak lagi mampu bekerja dan tidak ada lagi pekerjaan yang sesuai\n    baginya. \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Karyawan yang memutuskan hubungan kerja atas permintaan sendiri,\n        harus mengajukan permohonan tertulis 14 (empat belas) hari\n      sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Walaupun surat permohonan tersebut telah diajukan, karyawan\n        bersangkutan harus tetap bekerja dengan baik dan penuh tanggung\n      jawab.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menderita penyakit menular yang menurut\n    keterangan dokter harus diisolir, sakit-sakitan yang berkepanjangan\n    sehingga tidak produktif dan menderita sakit jiwa yang membahayakan dirinya\n    maupun lingkungannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Pemutusan Hubungan Kerja Dengan Tidak Hormat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pemutusan hubungan kerja dengan tidak hormat\ndapat dilakukan dengan alasan apabila karyawan melakukan kesalahan berat\nsebagaimana tercantum pada pasal 53 ayat 1 s\u002Fd ayat 10 Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Hal - Hal Lain\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang tidak dapat melaksanakan tugas\n    pekerjaannya karena sakit lama setelah melebihi 12 (dua belas) bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang mangkir selama 5 (lima) hari\n    berturut-turut tanpa keterangan tertulis yang dilengkapi bukti yang syah\n    dan telah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan\n  tertulis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Melakukan pelanggaran sebagaimana tercantum\n    pada Pasal 53 ayat 11 sampai dengan ayat 15 Perjanjian Kerja Bersama\n  ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Pesangon, Jasa Dan Penggantian Hak\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_dismissal_type\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja,\n    pengusaha diwajibkan membayar pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja\n    dan uang pengganti hak yang seharusnya diterima.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Besarnya uang pesangon : \n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja kurang dari 1 tahun\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 1 thn atau lebih tetapi kurang dari 2 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>2 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 2 thn atau lebih tetapi kurang dari 3 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>3 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 3 thn atau lebih tetapi kurang dari 4 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>4 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 4 thn atau lebih tetapi kurang dari 5 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>5 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 5 thn atau lebih tetapi kurang dari 6 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>6 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 6 thn atau lebih tetapi kurang dari 7 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>7 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 7 thn atau lebih tetapi kurang dari 8 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>8 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 8 thn atau lebih\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>9 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja : \n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 3 thn atau lebih tetapi kurang dari 6 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>2 bulan gaji\u002Fupah \u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 6 thn atau lebih tetapi kurang dari 9 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>3 bulan gaji\u002Fupah \u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 9 thn atau lebih tetapi kurang dari 12 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>4 bulan gaji\u002Fupah \u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 12 thn atau lebih tetapi kurang dari 15 thn \u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>5 bulan gaji\u002Fupah \u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 15 thn atau lebih tetapi kurang dari 18 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>6 bulan gaji\u002Fupah \u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 18 thn atau lebih tetapi kurang dari 21 thn\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>7 bulan gaji\u002Fupah \u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 21 thn atau lebih tetapi kurang dari 24 thn \u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>8 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Masa kerja 24 thn atau lebih \u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>10 bulan gaji\u002Fupah\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Uang penggantian hak meliputi : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Sisa cuti tahunan\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Ongkos pulang kampung, penggantian perumahan, pengobatan dan\n        perawatan ditetapkan sebesar 15 % dari uang pesangon dan atau uang\n        penghargaan masa kerja.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Komponen gaji \u002F upah yang digunakan sebagai\n    dasar perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang\n    penggantian hak, terdiri atas : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Gaji \u002F upah pokok.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tunjangan tetap, termasuk harga pembelian catu yang diberikan kepada\n        karyawan\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian\n    hak, bagi karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja dengan alasan: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Purna tugas, meninggal dunia, perubahan\n        status perusahaan tetapi pengusaha tidak menghendaki, pengusaha perlu\n        mengurangi karyawan (efisiensi) :\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang pesangon\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>2 x ayat 2\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang penghargaan masa kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 x ayat 3\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang penggantian hak\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 x ayat 4\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat kecelakaan kerja dan\n        tidak mampu melaksanakan pekerjaan setelah 12 bulan :\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang pesangon\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>2 x ayat 2\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang penghargaan masa kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>2 x ayat 3\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang penggantian hak\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 x ayat 4\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Pelanggaran apa yang tercantum pada Perjanjian Kerja Bersama,\n        perubahan status perusahaan dan karyawan mengundurkan diri, perusahaan\n        tutup karena mengalami kerugian 2 (dua) tahun terus-menerus atau\n        keadaan memaksa (force majeur), perusahaan pailit :\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang pesangon\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 x ayat 2\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang penghargaan masa kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 x ayat 3\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang penggantian hak\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 x ayat 4\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Enam bulan absen karena proses pidana bukan atas pengaduan\n      pengusaha\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang pesangon\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>0 x ayat 2\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang penghargaan masa kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 x ayat 3\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang penggantian hak\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 x ayat 4\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Melakukan kesalahan berat, mangkir 5 (lima) hari berturut-turut :\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang penggantian hak\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 x ayat 4\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang pisah\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>⅓ x ayat 4 \u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Mengundurkan diri atas kemauan sendiri yang disetujui oleh pengusaha\n      :\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang penggantian hak\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 x ayat 4\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Uang pisah\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1 x ayat 4\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB XII : Lain-Lain\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 69 : Pemberian Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pengusaha akan memberikan penghargaan kepada\nKaryawan yang memenuhi ketentuan \u002F persyaratan antara lain :\u003C\u002Fp>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Bersikap dan bertingkah laku baik, bersemangat tinggi dan patut menjadi\n    teladan bagi karyawan lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menemukan \u002F menciptakan sesuatu yang berharga bagi perusahaan yang dapat\n    meningkatkan daya kerja, kualitas dan kuantitas produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berjasa mencegah \u002F menghindarkan Perusahaan dari bahaya\u002Fkerugian yang\n    besar.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 70 : Macan \u002F Jenis dan Sifat\nPenghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Jenis dan macam penghargaan tersebut akan\nditentukan secara khusus oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang dinas keluar kota atas perintah\n    Pengusaha, maka biaya transport, hotel, uang saku dan lain – lain\n    ditanggung oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Karyawan yang dinas keluar kota hanya berhak\n    memperoleh biaya perjalanan dinas sebagaimana ketentuan ayat 1 di atas dan\n    tidak berhak atas uang lembur, meskipun tugas yang dilakukan sampai\n    melampaui jam kerja atau hari Minggu \u002F libur.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Tempat Peribadatan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pada dasarnya Karyawan yang beragama Islam\n    harus menunaikan sholat di luar jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menyimpang dari ayat 1 di atas, apabila\n    sholat terpaksa dilaksanakan di dalam jam kerja, maka harus dilakukan di\n    tempat dan waktu tertentu sebagaimana diatur oleh atasan\n  masing–masing.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Koperasi dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Setiap karyawan PT PRIMISSIMA dianjurkan\n    menjadi anggota Serikat Pekerja Unit Kerja PT PRIMISSIMA.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Untuk membantu meningkatkan kesejahteraan\n    karyawan dianjurkan menjadi anggota Koperasi Karyawan PT PRIMISSIMA.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Lembaga Kerjasama Bipartit\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Untuk meningkatkan komunikasi dan konsultasi\n    \u002F mengenai hal ketenagakerjaan di perusahaan dibentuk Lembaga Kerjasama\n    Bipartit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Susunan keanggotaan Lembaga Kerjasama\n    Bipartit terdiri dari Pengusaha dan karyawan (Permenakertrans nomor\n    PER.32\u002FMEN\u002FXII\u002F2008).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Ketentuan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Hal – hal yang telah dan akan diatur dalam Ketentuan \u002F Peraturan\n    Manajemen Perusahaan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan\n    Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sah, kecuali jika terdapat ketentuan\n    – ketentuan yang tidak sesuai dan atau bertentangan dengan Undang –\n    Undang atau Peraturan Pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku mengikat bagi Pengusaha, Serikat\n    Pekerja dan semua karyawan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 : Ketentuan Penutup\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku tanggal 1 April 2018 sampai\n    dengan tanggal 31 Maret 2020.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan \u002F kekurangan \u002F beda\n    penafsiran dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, maka akan dibetulkan \u002F\n    ditambahkan sebagaimana mestinya dengan cara musyawarah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Disepakati di : Sleman, Yogyakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada tanggal : 1 April 2018\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PIMPINAN\n        SPTSK FSPSI \n\n        \u003Cp>Unit Kerja PT PRIMISSIMA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PIMPINAN\n        PT PRIMISSIMA\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ruswadi,SH\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Usmansyah, Ak, MM, MSI, CA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur Utama\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Menyaksikan\n\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">a\u002Fn Kepala\nDinas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Kepala Bidang\nTenaga Kerja \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Kabupaten\nSleman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sumarini ,SH\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>NIP. 19600727 199103 002\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PERJANJIAN\nBERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Setelah kedua belah pihak yang bertandatangan\ndibawah ini bermusyawarah, disepakati hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>\u003Cul>\n      \u003Cli>Dalam hal terdapat keragu-raguan terhadap kebenaran penggunaan cuti\n        haid, pengusaha dapat minta surat keterangan Bidan \u002F Dokter.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Absen cuti haid segala sesuatunya disamakan perlakuannya dengan\n        karyawan sakit dengan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cul>\n      \u003Cli>Memajukan dan menunda kenaikan skala gaji\u002Fupah dilakukan 2 (dua)\n        tahun sekali, dengan memperhitungkan kondite absensi karyawan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Memajukan skala gaji \u002F upah maksimum 3 bulan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Penundaan skala gaji \u002F upah akan diatur dalam peraturan manajemen\n        perusahaan.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anak karyawan yang telah berumur lebih dari 22 tahun dan masih kuliah,\n    tetap menjadi tanggungan perusahaan hingga umur 23 tahun, dengan\n    menunjukkan surat keterangan dari perguruan tinggi dari anak karyawan yang\n    bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Demikian Perjanjian Bersama ini dibuat dan\nditandatangani oleh kedua belah pihak dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan\ndari siapapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>PIMPINAN SP TSK-FSPSI \n\n        \u003Cp>Unit Kerja PT PRIMISSIMA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sleman, 1 April 2018 \n\n        \u003Cp>PIMPINAN PT PRIMISSIMA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ruswadi,SH\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Usmansyah, Ak, MM, MSI, CA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur Utama\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            ",{"severance_number_1_tenure":46,"incidentalbonustype2sec":50,"deathrelativesleave":54,"dayspweek":58,"OVERTIME_trigger":62,"LOWWAGE_provision":66,"maxsicknesspayperc":70,"wageincreasetype":74,"funeralpayamount":78,"funeralpaytype":82,"schedulesrestpw":84,"sundayallowancetype1":86,"paidmaternityleaveall":90,"incidentalbonustype2":94,"coverunion_trigger":98,"sundayallowanceperc1":102,"contractseverancepay1":104,"cbaratificationdate":106,"WAGES_trigger":110,"hourspday_select":114,"maternitydifferenttrigger":118,"maxsicknesspay":120,"ONCERISE_trigger":122,"maternityexcludedtrigger":124,"equalitydifferenttrigger":126,"STRUCINCR_trigger":128,"incidentalbonusdays1sec":130,"severance":132,"hivpolicy":134,"LOWWAGE_government":138,"hourspweek":140,"minijobs_excluded":142,"equalityexcludedtrigger":144,"TRADEUNLEAV_trigger":146,"SICDIS_trigger":150,"coveroccup1":152,"coveroccup3":154,"wageincreasefirmperformance":156,"sicknessmaxdays":158,"contractseverancepay":162,"ONCERISE2_trigger":164,"paidmaternityleaveduration":166,"overtimeallowanceperc1_general":168,"coveragegroup3":172,"coveragegroup1":174,"maxsicknesspaytype":176,"discrimination":178,"cbadate_start":182,"commutingallowancetype":186,"holidaysdays":190,"holidaysweeks":194,"apprentices_excluded":196,"healthinsurancerelatives":198,"COMMUTE_trigger":202,"sundayallowancetype":204,"protectiveclothing":206,"overtimeallowancetype1":210,"sicknesspay":212,"incidentalbonustype":214,"dayspweek_select":216,"healthinsurance":218,"paidpaternityleave":221,"tempagency":225,"cbadate_start_date":227,"sicknessmaxdaysnr":229,"overtimeallowancetype_general":231,"menstruationleave":233,"LOWWAGE_trigger":237,"overtimeallowancetype":239,"funeralpaytxt":241,"paidmaternityleavepay":243,"disabilityfund":247,"paidpaternityleaveduration":251,"disabilitypay":253,"lowwageamount":255,"cbadate_end":257,"severance_number":259,"severance_dismissal_type":261,"hourspweek_select":263,"wageincreasetype2":265,"hourspday":267,"WORKFAM_trigger":269,"cbadate_end_date":271,"incidentalbonusdays1":273,"SOCSEC_trigger":275,"healthcareaccess":279,"SUNDAY_trigger":281,"trainingprogrammes":283,"part_time_excluded":287,"overtimeallowanceperc1":289,"commutingallowancetype1":291,"SCHEDULE_trigger":293,"incidentalbonustypesec":295,"extrapayfirmperformancesec":297,"healthcareaccessrelatives":299,"bankholidays1":301,"paidmaternityleave":305,"PAIDLEAV_trigger":307,"TRAINING_trigger":309,"pensionfund":311},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"severance_number_1_tenure","Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Ker","Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja,\n    pengusaha diwajibkan membayar pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja\n    dan uang pengganti hak yang seharusnya diterima.\n  Besarnya uang pesangon : \n\n    \n      \n      \n      \n        \n          Masa kerja kurang dari 1 tahun\n          1 bulan gaji\u002Fupah\n        \n        \n          Masa kerja 1 thn atau lebih tetapi kurang dari 2 thn\n          2 bulan gaji\u002Fupah\n        \n        \n          Masa kerja 2 thn atau lebih tetapi kurang dari 3 thn\n          3 bulan gaji\u002Fupah\n        \n        \n          Masa kerja 3 thn atau lebih tetapi kurang dari 4 thn\n          4 bulan gaji\u002Fupah\n        \n        \n          Masa kerja 4 thn atau lebih tetapi kurang dari 5 thn\n          5 bulan gaji\u002Fupah\n        \n        \n          Masa kerja 5 thn atau lebih tetapi kurang dari 6 thn\n          6 bulan gaji\u002Fupah\n        \n        \n          Masa kerja 6 thn atau lebih tetapi kurang dari 7 thn\n          7 bulan gaji\u002Fupah\n        \n        \n          Masa kerja 7 thn atau lebih tetapi kurang dari 8 thn\n          8 bulan gaji\u002Fupah\n        \n        \n          Masa kerja 8 thn atau lebih\n          9 bulan gaji\u002Fupah",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"incidentalbonustype2sec","Insentif Produksi dan Pemasaran sebesar ","Insentif Produksi dan Pemasaran sebesar\n    maksimum 1 (satu) kali gaji \u002Fupah bruto, yang pemberiannya dikaitkan dengan\n    pencapaian target-target tertentu.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"deathrelativesleave","Suami \u002F istri, orang tua \u002F mertua, anak\u002F","Suami \u002F istri, orang tua \u002F mertua, anak\u002Fmenantu meninggal dunia untuk\n        selama 2 (dua) hari. Jika diluar kota dalam jarak sekurang-kurangnya\n        300 km ditambah 2 (dua) hari untuk perjalanan.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"dayspweek","Hari kerja karyawan adalah 6 hari dalam ","Hari kerja karyawan adalah 6 hari dalam 1\n    minggu dan atau sesuai dengan Peraturan \u002F Perundangan yang berlaku.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"OVERTIME_trigger","Perhitungan gaji \u002F upah lembur mengacu p","Perhitungan gaji \u002F upah lembur mengacu pada Kepmenakertrans RI Nomer\n        KEP 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004. \n        \n          -Komponen gaji \u002F upah lembur adalah Gaji \u002F\n            Upah Pokok, Tunjangan Sosial untuk diri sendiri, Tunjangan\n            Transport.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"LOWWAGE_provision","Tenaga kerja waktu tertentu memperoleh u","Tenaga kerja waktu tertentu memperoleh upah sebesar UMK yang akan\n    diperhitungkan dengan hari tidak masuk kerja.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"maxsicknesspayperc","Karyawan yang karena sakit dan menurut k","Karyawan yang karena sakit dan menurut\n    keterangan dokter tidak dapat bekerja dalam waktu yang lama, maka gaji \u002F\n    upahnya diatur sebagai berikut : \n    \n      Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus persen) dari :\n        gaji \u002F upah pokok + tunjangan tetap + insentip. (sesuai ketentuan yang\n        berlaku)\n      Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuhpuluh lima persen)\n        dari : gaji \u002F upah pokok + tunjangan tetap.\n      Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (limapuluh persen) dari :\n        gaji \u002F upah pokok + tunjangan tetap.\n      Untuk bulan selanjutnya, dibayar 25% dari : gaji\u002Fupah pokok +\n        tunjangan tetap.",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"wageincreasetype","Kenaikan skala gaji \u002F upah dilakukan set","Kenaikan skala gaji \u002F upah dilakukan setiap 2\n    (dua) tahun sekali.\n  Kenaikan skala gaji \u002F upah secara insidentil\n    disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dan tetap mengingat kemampuan\n    perusahaan.",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"funeralpayamount","Jika karyawan meninggal dunia, kepada ah","Jika karyawan meninggal dunia, kepada ahli warisnya selain mendapat\n    santunan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan, Perusahaan memberi\n    sumbangan berupa : \n    \n      10 yards kain mori untuk kafan.\n      Uang sebesar 2 (dua) kali gaji \u002F upah bruto",{"bindId":83,"name":80,"text":81},"funeralpaytype",{"bindId":85,"name":60,"text":61},"schedulesrestpw",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"sundayallowancetype1","Apabila kerja lembur dilaksanakan pada h","Apabila kerja lembur dilaksanakan pada hari libur\n                    mingguan dan atau hari libur resmi : \n                    \n                      Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau 5\n                        (lima) jam apabila hari libur tersebut jatuh pada hari\n                        terpendek pada satu hari dalam 6 (enam) hari kerja\n                        seminggu dibayar gaji\u002Fupah 2 (dua) kali gaji\u002Fupah\n                      sejam.\n                      Untuk jam kerja pertama selebihnya 7 (tujuh) jam atau\n                        5 (lima) jam, apabila hari kerja tersebut jatuh pada\n                        hari kerja terpendek pada salah satu hari kerja dalam 6\n                        (enam) hari kerja seminggu dibayar gaji\u002Fupah lembur\n                        sebesar 3 (tiga) kali gaji\u002Fupah sejam.",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"paidmaternityleaveall","Karyawan wanita yang hamil tua sebagaima","Karyawan wanita yang hamil tua sebagaimana\n    dimaksud pasal 39 mendapat istirahat 1,5 bulan sebelum waktu melahirkan dan\n    1,5 bulan sesudah melahirkan \u002F gugur kandungan sesuai dengan surat\n    keterangan dokter kandungan \u002F bidan.",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"incidentalbonustype2","Tunjangan Hari Raya keagamaan sebesar 1 ","Tunjangan Hari Raya keagamaan sebesar 1\n    (satu) kali gaji \u002F upah bruto yang pemberiannya dikaitkan dengan saat Hari\n    Raya Idul Fitri.",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"coverunion_trigger","Pengusaha dan Serikat Pekerja sama - sam","Pengusaha dan Serikat Pekerja sama - sama\n    menyetujui bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini mengikat bagi Pengusaha dan\n    seluruh Karyawan.",{"bindId":103,"name":88,"text":89},"sundayallowanceperc1",{"bindId":105,"name":48,"text":49},"contractseverancepay1",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"cbaratificationdate","Disepakati di : Sleman, Yogyakarta Pada ","Disepakati di : Sleman, Yogyakarta\n\nPada tanggal : 1 April 2018",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"WAGES_trigger","Gaji \u002F upah karyawan dibayarkan satu bul","Gaji \u002F upah karyawan dibayarkan satu bulan\n    sekali untuk bulan yang sudah berjalan atau setelah melakukan pekerjaan. \n    Dan gaji \u002F upah tidak dibayarkan apabila karyawan tidak melakukan\n    pekerjaan (Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13 \u002F2003 pasal 93 ayat 1).",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"hourspday_select","Jam kerja adalah waktu yang ditetapkan u","Jam kerja adalah waktu yang ditetapkan untuk berada di tempat kerja dan\n    telah melakukan pekerjaan.\n  Jumlah jam kerja pada dasarnya adalah 7 (tujuh) jam per hari dan 40\n    (empat puluh) jam seminggu.",{"bindId":119,"name":100,"text":101},"maternitydifferenttrigger",{"bindId":121,"name":72,"text":73},"maxsicknesspay",{"bindId":123,"name":96,"text":97},"ONCERISE_trigger",{"bindId":125,"name":100,"text":101},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":127,"name":100,"text":101},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":129,"name":76,"text":77},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":131,"name":52,"text":53},"incidentalbonusdays1sec",{"bindId":133,"name":48,"text":49},"severance",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"hivpolicy","Untuk mengantisipasi timbulnya penyakit ","Untuk mengantisipasi timbulnya penyakit\n    akibat kerja, Pengusaha dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara\n    berkala (telinga, paru-paru, dll ) yang pelaksanaannya dilakukan sesuai\n    dengan ketentuan Peraturan Manajemen Perusahaan yang tidak bertentangan\n    dengan perundang-undangan yang berlaku (Per. Men. No. 02\u002FMEN\u002F1980).",{"bindId":139,"name":68,"text":69},"LOWWAGE_government",{"bindId":141,"name":116,"text":117},"hourspweek",{"bindId":143,"name":100,"text":101},"minijobs_excluded",{"bindId":145,"name":100,"text":101},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"TRADEUNLEAV_trigger","Pengusaha memberikan dispensasi secukupn","Pengusaha memberikan dispensasi secukupnya\n    kepada Pengurus, anggota yang ditunjuk pengurus untuk mengikuti kongres,\n    konferensi, lokakarya dll. yang diadakan oleh Pengurus Pusat \u002F Daerah \u002F\n    Cabang Serikat Pekerja sepanjang tidak mengganggu tugas – tugas di\n    Perusahaan.",{"bindId":151,"name":72,"text":73},"SICDIS_trigger",{"bindId":153,"name":100,"text":101},"coveroccup1",{"bindId":155,"name":100,"text":101},"coveroccup3",{"bindId":157,"name":76,"text":77},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"sicknessmaxdays","Apabila sesudah 12 bulan, belum sembuh d","Apabila sesudah 12 bulan, belum sembuh dan\n    tidak dapat masuk kerja, maka karyawan bersangkutan akan diberhentikan\n    dengan hormat, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 13 tahun 2003.",{"bindId":163,"name":48,"text":49},"contractseverancepay",{"bindId":165,"name":52,"text":53},"ONCERISE2_trigger",{"bindId":167,"name":92,"text":93},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":169,"name":170,"text":171},"overtimeallowanceperc1_general","Cara penghitungan Gaji\u002FUpah lembur adala","Cara penghitungan Gaji\u002FUpah lembur adalah sebagai berikut : \n            \n              \n                  Untuk menghitung Gaji\u002FUpah sejam adalah 1\u002F173 gaji\n                    sebulan.\n                  Apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa : \n                    \n                      Untuk jam kerja lembur pertama dibayar 1 ½ (satu\n                        setengah) kali gaji\u002Fupah sejam.\n                      Untuk jam kerja lembur berikutnya dibayar gaji\u002Fupah\n                        sebesar 2 (dua) kali gaji\u002Fupah sejam.",{"bindId":173,"name":100,"text":101},"coveragegroup3",{"bindId":175,"name":100,"text":101},"coveragegroup1",{"bindId":177,"name":72,"text":73},"maxsicknesspaytype",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"discrimination","Pengusaha menjamin tidak akan melakukan ","Pengusaha menjamin tidak akan melakukan\n    tekanan langsung maupun tidak langsung, tindakan diskriminasi dan tindakan\n    lainnya yang merugikan terhadap Pengurus Serikat Pekerja karena kegiatannya\n    sehubungan dengan fungsinya.",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"cbadate_start","Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berla","Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku tanggal 1 April 2018 sampai\n    dengan tanggal 31 Maret 2020.",{"bindId":187,"name":188,"text":189},"commutingallowancetype","Komponen gaji \u002F upah bruto terdiri dari ","Komponen gaji \u002F upah bruto terdiri dari : \n    \n      Gaji \u002F Upah Pokok\n      Tunjangan Tetap \n        \n          Tunjangan Tetap \n            \n              Tunjangan Sosial .\n              Tunjangan Transport.\n              Tunjangan Jabatan (untuk karyawan tertentu). \n                Gaji\u002Fupah pokok sedikit-dikitnya 75%\n                (tujuh puluh lima persen) dari jumlah gaji \u002F upah pokok dan\n                tunjangan tetap.",{"bindId":191,"name":192,"text":193},"holidaysdays","Karyawan yang telah bekerja satu tahun t","Karyawan yang telah bekerja satu tahun terus\n    menerus, berhak mendapatkan istirahat \u002F cuti tahunan selama 12 (dua belas)\n    hari kerja.",{"bindId":195,"name":192,"text":193},"holidaysweeks",{"bindId":197,"name":100,"text":101},"apprentices_excluded",{"bindId":199,"name":200,"text":201},"healthinsurancerelatives","Pengusaha memberikan jaminan pelayanan k","Pengusaha memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada karyawan dan\n    keluarga melalui BPJS Kesehatan berdasarkan ketentuan : \n    \n      UU nomor 24 tahun 201.\n      Perpres 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.\n      Peraturan Menteri Kesehatan nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan\n        Kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional.\n      Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2014 tentang Pedoman\n        Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.\n      Peraturan BPJS Kesehatan nomor 1 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan\n        Jaminan Kesehatan.\n    \n  \n  Jika BPJS Kesehatan menghentikan pelayanan kesehatan kepada karyawan yang\n    disebabkan oleh Pengusaha, maka pelayanan kesehatan ditanggung oleh\n    Perusahaan.",{"bindId":203,"name":188,"text":189},"COMMUTE_trigger",{"bindId":205,"name":88,"text":89},"sundayallowancetype",{"bindId":207,"name":208,"text":209},"protectiveclothing","Karyawan yang melaksanakan tugas harus s","Karyawan yang melaksanakan tugas harus\n        selalu memakai alat \u002F perlengkapan pengaman \u002F pelindung untuk\n        menghindari sejauh mungkin terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat\n        kerja.",{"bindId":211,"name":170,"text":171},"overtimeallowancetype1",{"bindId":213,"name":72,"text":73},"sicknesspay",{"bindId":215,"name":96,"text":97},"incidentalbonustype",{"bindId":217,"name":60,"text":61},"dayspweek_select",{"bindId":219,"name":200,"text":220},"healthinsurance","Pengusaha memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada karyawan dan\n    keluarga melalui BPJS Kesehatan berdasarkan ketentuan : \n    \n      UU nomor 24 tahun 201.\n      Perpres 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.\n      Peraturan Menteri Kesehatan nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan\n        Kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional.\n      Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2014 tentang Pedoman\n        Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.\n      Peraturan BPJS Kesehatan nomor 1 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan\n        Jaminan Kesehatan.",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"paidpaternityleave","Istri melahirkan \u002F gugur kandungan untuk","Istri melahirkan \u002F gugur kandungan untuk selama 2 (dua) hari.",{"bindId":226,"name":100,"text":101},"tempagency",{"bindId":228,"name":184,"text":185},"cbadate_start_date",{"bindId":230,"name":160,"text":161},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":232,"name":170,"text":171},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"menstruationleave","Karyawan perempuan yang dalam masa haid ","Karyawan perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\n    memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan\n    kedua pada waktu haid.",{"bindId":238,"name":68,"text":69},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":240,"name":170,"text":171},"overtimeallowancetype",{"bindId":242,"name":80,"text":81},"funeralpaytxt",{"bindId":244,"name":245,"text":246},"paidmaternityleavepay","Selama menjalani istirahat \u002F cuti hamil ","Selama menjalani istirahat \u002F cuti hamil\n    sebagaimana ayat 1 di atas karyawan wanita tetap mendapat gaji \u002F upah pokok\n    dan tunjangan tetap, sedang insentipnya tidak dibayarkan.",{"bindId":248,"name":249,"text":250},"disabilityfund","Iuran kepesertaan dibayarkan oleh : Jami","Iuran kepesertaan dibayarkan oleh : \n    \n      Jaminan Kecelakaan Kerja, \n        ditanggung Pengusaha 0,89 %.\n      \n      Jaminan Hari Tua, \n        ditanggung Pengusaha 3,70 %\n        ditanggung Karyawan 2,00 %\n      \n      Jaminan Kematian \n        ditanggung Pengusaha 0,30 %\n      \n      Jaminan Pensiun \n        ditanggung Pengusaha 2,00 %\n        ditanggung Karyawan 1,00 %",{"bindId":252,"name":223,"text":224},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":254,"name":249,"text":250},"disabilitypay",{"bindId":256,"name":68,"text":69},"lowwageamount",{"bindId":258,"name":184,"text":185},"cbadate_end",{"bindId":260,"name":48,"text":49},"severance_number",{"bindId":262,"name":48,"text":49},"severance_dismissal_type",{"bindId":264,"name":116,"text":117},"hourspweek_select",{"bindId":266,"name":76,"text":77},"wageincreasetype2",{"bindId":268,"name":116,"text":117},"hourspday",{"bindId":270,"name":92,"text":93},"WORKFAM_trigger",{"bindId":272,"name":184,"text":185},"cbadate_end_date",{"bindId":274,"name":96,"text":97},"incidentalbonusdays1",{"bindId":276,"name":277,"text":278},"SOCSEC_trigger","Semua Karyawan diikutsertakan dalam prog","Semua Karyawan diikutsertakan dalam program\n    Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada BPJS Ketenagakerjaan meliputi : \n    \n      Jaminan Kecelakaan Kerja.\n      Jaminan Kematian.\n      Jaminan Hari Tua.\n      Jaminan Pensiun",{"bindId":280,"name":200,"text":201},"healthcareaccess",{"bindId":282,"name":88,"text":89},"SUNDAY_trigger",{"bindId":284,"name":285,"text":286},"trainingprogrammes","Pendidikan \u002F pelatihan kerja diselenggar","Pendidikan \u002F pelatihan kerja diselenggarakan\n    dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi\n    kerja guna meningkatkan kemampuan dan produktivitas kerja karyawan.\n  Pendidikan \u002F pelatihan kerja dilaksanakan\n    dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing Departemen \u002F Bagian dan\n    mengacu pada standar kompetensi kerja.",{"bindId":288,"name":100,"text":101},"part_time_excluded",{"bindId":290,"name":170,"text":171},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":292,"name":188,"text":189},"commutingallowancetype1",{"bindId":294,"name":60,"text":61},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":296,"name":52,"text":53},"incidentalbonustypesec",{"bindId":298,"name":52,"text":53},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":300,"name":200,"text":201},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":302,"name":303,"text":304},"bankholidays1","Karyawan tidak wajib bekerja pada hari l","Karyawan tidak wajib bekerja pada hari libur resmi.\n  Hari libur resmi terdiri dari : \n    \n      Hari libur mingguan.\n      Hari libur nasional sesuai dengan ketetapan Pemerintah.\n      Hari libur yang ditetapkan Pengusaha",{"bindId":306,"name":92,"text":93},"paidmaternityleave",{"bindId":308,"name":192,"text":193},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":310,"name":285,"text":286},"TRAINING_trigger",{"bindId":312,"name":313,"text":314},"pensionfund","Jaminan Pensiun ditanggung Pengusaha 2,0","Jaminan Pensiun \n        ditanggung Pengusaha 2,00 %\n        ditanggung Karyawan 1,00 %","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Primissima - 2018\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2018-04-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-03-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Primissima\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        FSPSI Reform\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;2 x monthly wages\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;Applicable Minimum Wages for Sleman regency\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[320],{"title":39,"slug":34},[322],{"type":323,"data":324},"call_to_action_body_block",{"title":325,"description":326,"variant":327,"link":328},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":325,"url":329,"description":325,"rel":330,"type":331},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[333],{"type":323,"data":334},{"title":325,"description":326,"variant":327,"link":335},{"title":325,"url":329,"description":325,"rel":330,"type":331},[]]