[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-multi-terminal-indonesia-dengan-sp-pt-multi-terminal-indonesia":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":276,"content_type_view":277,"extra_breadcrumbs":278,"body":280,"body_blocks":291,"related_pages":295},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":274,"translations":275},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-multi-terminal-indonesia-dengan-sp-pt-multi-terminal-indonesia","e01da4de-d6e0-11e3-814f-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-multi-terminal-indonesia-dengan-sp-pt-multi-terminal-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-multi-terminal-indonesia-dengan-sp-pt-multi-terminal-indonesia\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Multi Terminal Indonesia Dengan SP PT. Multi Terminal Indonesia 2008 - 2010","IDN PT. Multi Terminal Indonesia - 2008","Indonesia - IDN PT. Multi Terminal Indonesia - 2008","IDN PT. Multi Terminal Indonesia - 2008 - Angkutan, logistik, komunikasi",{"name":42,"data":43},"24 - PKB Multi Terminal Indonesia 2008 - 2010.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. MULTI TERMINAL INDONESIA DENGAN SERIKAT\nPEKERJA MULTI TERMINAL INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Maksud dan Tujuan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1)Maksud dibuatnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini adalah untuk\nmenciptakan keserasian, keselarasan dan keseimbangan hubungan kerja antara\npengusaha dengan pekerja dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Tujuan dibuatnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini adalah untuk\nmenjamin kepastian hukum bagi pengusaha dan pekerja didalam hubungan industrial\nsecara proporsional serta menciptakan hubungan yang sinergis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Dasar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Undang-Undang Nomor 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Undang-Undang Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja \u002F serikat\nBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan\nHubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : 328\u002FMen\u002F1986 tentang LKS\nBipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : KEP.48\u002FMen\u002F IV\u002F 2004 tentang Tata\nCara pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan dan\nPendaftaran perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Pengertian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan adalah PT Multi Terminal Indonesia yang didirikan berdasarkan\nAkta pendirian PT Multi Terminal Indonesia No. 15 tanggal 15 Februari 2002 yang\ndibuat oleh dan dihadapan Herdimansyah Chaidirsyah, Sarjana Hukum, Notaris di\nJakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah perjanjian yang merupakan hasil\nperundingan antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja yang mengatur mengenai hak\ndan kewajiban kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha adalah Direksi PT Multi Terminal Indonesia yang bertindak untuk\ndan atas nama PT Multi Terminal Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat Pekerja adalah Serikat Pekerja Multi Terminal Indonesia yang telah\nterdaftar di Unit Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berdasarkan Keputusan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MenteriTenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : KEP-16 \u002F MEN I 2O01 tanggal 15\nFebruari 2001 tentang Tata Cara Pencatatan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh dengan\npendaftaran nomor 645\u002FIII\u002FP\u002FXII\u002F2005 tanggal 13 Desember 2005 pada Kantor Suku\nDinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotamadya Jakarta Utara,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Anggota adalah pekerja yang secara sukarela masuk menjadi anggota Serikat\nPekerja Multi Terminal Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengurus Serikat Pekerja adalah pekerja yang menduduki jabatan unsur\npimpinan Serikat Multi Terminal Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja adalah Pekerja tetap dan Calon Pekerja Perusahaan yang menduduki\njabatan perusahaan yang ditunjukan dengan kelas Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Keluarga Pekerja adalah anggota keluarga pekerja yang terdaftar dan\ntertanggung yang terdiri dar suami \u002F istri 2 ( dua ) orang anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Penghasilan adalah balas jasa atau imbalan yang diberikan perusahaan\nkepada pekerja didasarkan pada yang kelas jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Upah adalah hak \\ pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang\nsebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja uang\nditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau\nperaturan perundang undangan termasuk tunjangan bagi pekerja dan keluarganya\natas suatu pekerjaan dan\u002Fatau jasa yang telah atau akan dilakukan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Cuti adalah hak Pekerja untuk tidak masuk kerja dalam jangka waktu\ntertentu sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Penghargaan adalah pengakuan yang diberikan oleh pengusaha kepada pekerja\natas prestasi tertentu atau hal - hal khusus dari seorang pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pemutusan Hubungan Kerja adalah pengakhiran hubungan kerja antara\npengusaha dengan pekerja berdasarkan peraturan perundangan – undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Penghargaan Masa Bhakti adalah pemberian penghargaan dari pengusaha\nkepada pekerja berupa uang berdasarkan lamanya masa kerja sesuai ketentuan\nperusahaan yang diberikan pada waktu pengakhiran hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Peraturan disiplin pekerja adalah peraturan yang mengatur hak dan\nkewajiban pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Hukuman disiplin adalah hukuman yang dijatuhkan kepada pekerja karena\nmelakukan pelanggaran disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Kegiatan diluar Perusahaan adalah kegiatan di suatu instansi atau lembaga\ndiluar perusahaa yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan\nkepentingan Serikat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Pekerjaan khusus adalah pekerjaan operasional yang dilaksanakan selama 24\n(dua puluh empat) jam untuk melayani pelanggan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Masa Kerja adalah masa kerja yang dihitung sejak 1 Oktober 2005 bagi\npekerja eks. II atau sejak pengangkatan sebagai Calon Pekerja PT Multi Terminal\nIndonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Masa kerja maksimal adalah masa kerja pekerja maksimal yang diasumsikan\nselama 30 (tiga puluh tahun) atau 360 (tiga ratus enam puluh) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Program pelayanan kesehatan pasca kerja adalah program bantuan pelayanan\nkesehatan yang diberikan perusahaan kepada pensiunan dan keluarga yang menjadi\ntanggungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Ruang lingkup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>Ruang lingkup Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini meliputi hak dan\nkewajiban , wewenang serta tanggung jawab peserta dan Serikat Pekerja Multi\nTerminal Indonesia terhadap perusahaan dan terhadap para pekerja nya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Kewajiban Dan Hak para pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Kewajiban para pihak :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengusaha dan Serikat Pekerja wajib tunduk dalam melaksanakan Perjanjian\nKerja Bersama ( PKB ) ini dengan sebaik- baiknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pengusaha dan Serikat Pekerja wajib untuk mesosialisasikan isi Perjanjian\nKerja Bersama ( PKB ) ini kepada seluruh pekerja dan wajib mengusahakan agar\nketentuan –ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB ) ini diketahui dan\ndipatuhi oleh seluruh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Kecuali untuk hal - hal yang bersifat prinsip, perubahan organisasi\nperusahaan maupun Serikat Pekerja tidak mengubah atau menghapuskan hak dan\nkewajiban para pihak yang terikat dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\nsampai dibuatnya perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pengusaha dan Serikat Pekerja wajib saling menghormati dan tidak\nmencampuri urusan internal masing - masing pihak sepanjang tidak berkaitan\ndengan isi perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pengusaha dan Serikat Pekerja wajib mematuhi dan melaksanakan etika bisnis\ndan etika kerja sesuai pedoman yang disepakati bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pengusaha wajib memberikan bantuan fasilitas dan pendanaan yang tidak\nmengikat seta perijinan \u002F dispensasi untuk menunjang kegiatan operasional dan\nmelaksanakan program kerja Serikat Pekerja, dengan ketentuan sesuai kemampuan\nperusahaan dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pengusaha wajib berkoordinasi dengan Serikat Pekerja apabila dalam\npengelolaan Perusahaan akan menetapkan kebijakan manajemen yang berdampak\nterhadap kepentingan, hak dan kewajiban serta kesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Pengusaha wajib senantiasa memperhatikan dan berusaha meningkatkan\npenghasilan dan kesejahteraan pekerja sejalan dengan peningkatan kebutuhan\nhidup pekerja dan keluarganya yang pelaksanaannya sesuai kemampuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Serikat Pekerja wajib melaksanakan pembinaan kepada anggotanya dalam\nmematuhi dan melaksanakan peraturan perusahaan serta pembinaan lain yang\nlangsung atau tidak langsung dapat meningkatkan produktivitas kerja dan\nmembantu meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kenaikan penghasilan\ndan kesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Serikat Pekerja wajib melaksanakan pembinaan kepada anggotanya dalam\nmematuhi dan melaksanakan peraturan perusahaan serta dapat meningkatkan\nproduktivitas kerja dan membanlu meningkatkan kemampuan perusahaan dalam\nmemenuhi kenaikan penghasilan dan kesejahteraan pekerja .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2). Hak Para Pihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha berhak :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Melaksanakan hak - hak dan kewenangan sesuai dengan ketentuan hubungan\nkerja sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Mengelola dan mengatur operasional perusahaan, diantaranya :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Membuat keputusan strategis untuk kepentingan dan kemajuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menyusun rencana kerja dan anggaran perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengangkat, mempromosikan, memutasikan pekerja sesuai kebutuhan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) yang sepenuhnya merupakan wewenang dan\ntanggung jawab perusahaan sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Memberikan sanksi kepada pekerja yang melanggar peraturan disiplin\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Serikat Pekerja berhak :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Melaksanakan hak - hak dan kewenangan sesuai ketentuan hubungan kerja\nsebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menyusun dan melaksanakan program kerja Serikat Pekerja sesuai dengan\nanggaran dasar dan Anggaran Tangga Organisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mewakili, melindungi \u002F mengayomi dan membela hak dan kepentingannya\nmemperjuangkan kesejaheraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Mengatur organisasi dan anggotanya serta menjalankan kegiatan organsiasi\nbaik di dalam maupun di luar perusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan isi\nPerjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini dan peraturan perundangan- undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mengajukan keberatan dan\u002Fatau protes atas tindakan dan\u002Fatau kebijakan dari\npengusaha yang bertentangan dengan isi Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini\n.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja Multi Terminal Indonesia adalah\norganisasi pekerja yang didirikan secara sah yang mewakili anggotanya untuk\nmelakukan konsultasi dan negosiasi dengan pengusaha mengenai hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja Multi Terminal Indonesia mengakui bahwa pengusaha\nmempunyai hak dan kewajiban untuk memimpin dan mengelola perusahaan sesuai\nkebijakan perusahaan dengan memperhatikan ketentuan - ketentuan sebagaimana\ndiatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Jaminan Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menjamin untuk tidak melakukan diskriminasi atau tekanan baik\nsecara langsung maupun tidak langsung terhadap pekerja yang dipilih oleh\nSerikat Pekerja atau ditunjuk oleh pengurus menjadi wakil Serikat Pekerja di\ndalam kapasitasnya untuk melaksanakan tugas organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha menjamin kebebasan pekerja dalam kapasitasnya sebagai wakil\nSerikat Pekerja untuk melakukan kegiatan atau menyuarakan kepentingan pekerja\nsepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan didalam Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini serta peraturan perundang - undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menjamin untuk menyelesaikan dengan Serikat Pekerja atas setiap\nkeluhan pekerja, baik yang diajukan secara langsung kepada pengusaha maupun\nmelalui Serikat Pekerja sebagaimana diatur dalam pasal 44.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha menjamin untuk memberikan dispensasi kepada pengurus dan atau\nanggota Serikat Pekerja untuk melakukan suatu kegiatan Serikat Pekerja pada jam\nkerja dengan terlebih dahulu diberitahukan oleh Serikat Pekerja baik pada\ntingkat internal, termasuk memenuhi undangan instansi - instansi terkait\nlainnya dengan tidak mengurangi hak – haknya sebagai pekerja dan Calon\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Serikat Pekerja menjamin tidak akan menghalang - halangi pengusaha didalam\nmenegakkan peraturan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Serikat Pekerja menjamin untuk memberitahukan terlebih dahulu kepada\npengusaha atau atasan langsung anggotanya, baik secara lisan maupun tertulis\napabila diperlukan untuk suatu keperluan organisasi pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Serikat Pekerja menjamin penyelesaian setiap permasalahan ketenagakerjaan\nsejauh mungkin dengan musyawarah untuk mufakat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Operasional Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk menunjang kegiatan organisasi Serikat Pekerja, pengusaha sekretariat\nberikut perlengkapan kantor yang memadai dan dapat lainnya untuk kepentingan\noperasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk pemungutan iuran wajib bagi Serikat Pekerja yang besarannya\nditetapkan ketetapan pengurus Serikat Pekerja Multi Terminal Indonesia, sesuai\nketentuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dan pengusaha memfasilitasi pelaksanaannya melalui administrasi pemotongan\npekerja yang menjadi anggota Serikat Pekerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Pengadaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengadaan pekerja merupakan wewenang penuh dari pengusaha yang\npelaksanaannya didasarkan pada kebutuhan perusahaan dan dilaksanakan melalui\nseleksi yang obyektif tanpa membedakan suku, agama\u002F ras dan antar golongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan mengenai pengadaan pekerja sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal\nini, diatur dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengadaan pekerja di perusahaan dapat dilakukan baik melalui iklan atau\ndengan menggunakan jalan lainnya yang dipandang perlu oleh pengusaha sesuai\nurgensinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Persyaratan umum pekerja yang dapat dipertimbangkan untuk diterima bekerja\ndi perusahaan adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Warga Negara Indonesia,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Berumur minimal 18 (delapan belas) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Tidak dipekerjakan oleh pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan oleh dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pengadaan pekerja dilakukan melalui proses seleksi yang meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Seleksi administrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Seleksi kompetensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Seleksi kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pelaksanaan seleksi dengan memperhatikan prinsip - prinsip Good\nCorporate\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Governance (GCG).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk pengadaan pekerja pada jabatan struktural PT Multi Terminal\nIndonesia, diprioritaskan diisi dari pekerja PT Multi Terminal Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Masa Percobaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Sebelum diterbitkannya surat keputusan pengangkatan sebagai pekerja tetap\nperusahaan pengusaha akan memberlakukan masa percobaan paling lama 3 (tiga)\nbulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Calon Pekerja mempunyai kewajiban yang sama dengan pekerja dan berhak\nmenerima hak hak sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penghasilan sebesar 80 % (delapan puluh persen) dari besaran penghasilan\npada jabatan kelas yang didudukinya,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Insentif prestasi sebesar 100% (seratus persen) sesuai dengan standar dan\nbesaran insentif prestasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan perumahan sebesar 100 % (seratus persen) sesuai dengan kelas\njabatan yang didudukinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hak - hak yang terkait dengan pemeliharaan kesehatan calon pekerja\ndipersamakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dengan pekerja sebagaimana diatur dalam pasal 27.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Selama masa percobaan, calon pekerja yang bersangkutan dapat\ndiberhentikan oleh perusahaan apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan pelanggaran disiplin sedang atau disiplin berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Rekomendasi atasan langsung dan\u002Fatau pejabat penilai yang ditunjuk bahwa\nyang bersangkutan tidak memiliki kompetensi sesuai persyaratan yang ditentukan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak masuk kerja karena sakit lebih dari 14 (empat belas) hari kerja\nkarena melaksanakan pekerjaan kedinasan tanpa surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal hubungan kerja diakhiri oleh pengusaha, maka pengusaha tidak\nmempunyai kewajiban untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa bakti\ndan ganti rugi kepada calon pekerja berkaitan dengan penghentian dimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>5. Apabila pada akhir masa percobaan calon pekerja dinilai telah memenuhi\npersyaratan yang ditentukan, maka yang bersangkutan diangkat dengan surat\nkeputusan sebagai Pekerja tetap terhitung sejak berakhirnya masa percobaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : PENGEMBANGAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Pengembangan Karir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan karir\ndalam organisasi perusahaan sesuai potensi dan prestasinya serta kebutuhan\nperusahaan yang pelaksanaannya harus transparan, obyektif dan terukur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan mengenai pengembangan karir pekerja sebagaimana dimaksud ayat\n(1) Pasal ini diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pola karir jabatan pekerja yang bertujuan untuk memberikan kepastian arah\nkarir yang ditempuh pekerja sehingga dapat menumbuhkan sikap dan perilaku kerja\nyang prestatif karena segenap kegiatan promosi dan transfer jabatan dapat\ndiproses berdasarkan persyaratan yang obyektif dan baku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Ruang lingkup pola karir jabatan pekerja mencakup siklus karir individu\npekerja di perusahaan mulai dari proses pengadaan, pengangkatan dan penempatan,\nmutasi sampai dengan pemberhentian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jenjang karir jabatan digunakan sebagai dasar untuk pengaturan kegiatan\npromosi dan transfer jabatan yang merupakan perpaduan antara perencanaan karir\norganisasional dengan perencanaan karir individu pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja dapat memberikan masukan baik secara lisan maupun tertulis\nkepada pengusaha dalam pelaksanaan pengembangan karir pekerja sebagaimana\ndimaksud ayat (1) dan (2) Pasal ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Kelas jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja ditempatkan dalam suatu jabatan dan diberikan kelas jabatan\nsesuai ketentuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja baru pada level staff\u002Fpelaksana ditempatkan pada kelas jabatan\nterendah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja baru pada level jabatan struktural diangkat dan ditempatkan pada\njabatan 1 (satu) kelas lebih rendah dari kelas jabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selanjutnya kelas jabatannya akan disesuaikan secara bertahap sesuai\ndengan jabatan yang didudikainya dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penyusuain kelas jabatan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan hasil\npenilaian selama 2 ( dua) kali Penilaian Karya Pekerja (PKP ) dengan nilai\nrata- rata baik (B)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kenaikan kelas jabatan maksimal 2 ( dua) tingkat kelas jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Ketentuan mengenal kelas jabatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2)\npasal ini, diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengangkatan setiap pekerja dalam kelas jabatan merupakan wewenang penuh\npengusaha sesuai dengan syarat – syarat yang diatur dalam surat keputusan\npengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pengangkatan pertama didahului dengan penempatan dengan pada jabatan\nperusahaan status calon pekerja perusahain dalam masa percobaan kerja maksimum\nselama 3 (tiga) bulan yang ditunjukkan oleh hasil Penilaian Karya pekerja (PKP)\nselama 3 (tiga) bulan terhtung sejak diangkat sebagai Calon pekerja dengan\nnilai rata- rata baik (B)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Calon pekerja perusahaan yang meninggal dunia, sebagai penghargaan\ndiangkat menjadi pekerja terhitung tanggal awal bulan yang bersangkulan\nmeninggal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Calon pekerja perusahaan yang cacat karena dinas, yang oleh tim penguji\nkesehatan dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan perusahaan,\nsebagai penghargaan diangkat menjadi pekerja terhitung mulai tanggal surat\nketerangan tim penguji kesehatan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Setiap pekerja berhak mendapatkan kenaikan 1 (satu) kelas jabatan 1 (satu)\nbulan sebelum pekerja diberhentikan dengan hak pensiun sebagai penghargaan yang\ndiberikan atas dasar pengabdian pekerja yang bersangkutan terhadap perusahaan\nkecuali bagi pekerja yang telah menduduki kelas jabatan tertinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Penilaian Prestasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Terhadap pekerja dilakukan penilaian prestasi secara periodik dalam bentuk\nPenilaian Karya Pekerja (PKP) dengan periode penilaian sebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penilaian Karya Pekerja Triwulan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Periode Triwulan I : 1 Januari - 31 Maret\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Periode Triwulan II : 1 April - 30 Juni\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Periode Triwulan III: 1 Juli - 30 Sepember\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perideo Triwulan IV : 1 Oktober - 31 Desember\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penilaian Karya Pekerja (PKP ) Tahunan ( Periode 1 Januari – 31 Desember\n) merupakan hasil perhitungan nilai rata- rata dari Penilaian Karya Pekerja (\nPKP) periode triwulan I Sampai dengan Triwulan IV\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penilaian Karya Pekerja (PKP) dimaksudkan,untuk memberi pedoman dalam\nmenilai kinerja setiap pekerja pada tugas jabatan yang didudukinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hasil Penilaian Karya Pekerja (PKP ) merupakan dasar utama bagi pengusaha\nuntuk pengambilan keputusan dibidang pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Ketentuan mengenai Penilaian Karya Pekerja ( PKP ) sebagaimana dimaksud\nayat (1) dan (2) Pasal ini. Diataur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pelaksanaan penilaian dilakukan berdasarkan tata cara sesuai ketentuan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Faktor – faktor Penilaian Karya Pekerja ( PKP) dibobot berdasarkan\nkelompok jabatan dengan nilai bobot faktor sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">Faktor Penilaian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Bobot Penilaian\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Manajerial\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pelaksanaan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hasil Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Upaya Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>40\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Disiplin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>60\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepemimpinan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jumlah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Nilai hasil Penilaian Karya Penilaian Pekerja ( PKP ) dikatagorikan dalam\nrentang angka 0 ( nol ) sampai dengan angka 1000 (seribu) dengan kategori dan\nketerangan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1). 901 – 1000 = A. (sangat baik)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2). 701 – 900 = B. (baik)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3). 501 – 700 = C. (sedang)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4). 301 – 500 = D. (kurang)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5). 0 – 300 = E. (sangat kurang)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hasil Penilaian Karya Pekerja (PKP) bersifat rahasia, yang hanya dapat\ndiketahui oleh penilai, pekerja yang dinilai dan pekerja lain yang karena tugas\ndan kewenangannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Hasil Penilaian Karya Pekerja (PKP) dipergunakan sebagai salah satu dasar\npemberian penghargaan atau hukuman kepada pekerja dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1). Hasil Penilaian Karya Pekerja (PKP) triwulan akan dipergunakan sebagai\nbahan dalam Penilaian Karya Pekerja (PKP) tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2). Hasil Penilaian Karya Pekerja (PKP) tahunan memiliki keterkaitan dengan\nsubsistem pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penghasilan, karir jabatan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Hasil PKP Tahunan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Penghasilan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Karir Jabatan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>A. (Sangat Baik)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kenaikan Istimewa (1 periode penilaian)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kesempatan Promosi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>B. (Baik)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kenaikan Istimewa (1 periode penilaian)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kesempatan Promosi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>C. (Sedang)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kenaikan Periodik (1 periode penilaian)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tetap \u002F Transfer\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>D. (Kurang)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tetap\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tetap \u002F Transfer\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>E. (Kurang Sekali)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tetap\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Demosi (2 periode penilaian)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Terhadap pekerja tidak dilakukan Penilaian Karya Pekerja (PKP),\napabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1).Tidak bekerja karena tugas atau karena alasan yang sah lebih dari\nsetengah bagian waktu periode Penilaian Karya Pekerja (PKP) triwulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2).Tidak aktif bekerja bukan karena tugas perusahaan tetapi dengan seijin\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pekerja yang tidak ada hasil Penilaian Karya Pekerja (PKP) triwulan dalam\n1 (satu) periode penilaian tahunan, maka mendapatkan penghasilan dan karir\njabatan yang tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Penempatan dan Mutasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mempunyai kewenangan penuh untuk melakukan penenpatan dan mutasi\npekerja sesuai kebutuhan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan mutasi jabatan berdasarkan hasil Penilaian Karya Pekerja (PKP)\ndigolongkan ke dalam 3 (tiga) jenis, yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mutasi vertikal yaitu promosi jabatan yang memiliki arah pergerakan mutasi\nsecara vertikal ke kelas jabatan yang lebih tinggi dari kelas jabatan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mutasi horizontal yaitu transfer jabatan yang memiliki arah pergerakan\nmutasi secara horizontal dalam kelas jabatan yang sama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Demosi jabatan yang memiliki arah pergerakan mutasi secara vertikal ke\nkelas jabatan yang lebih rendah dari kelas jabatan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>4.Penempatan dan mutasi pekerja tidak boleh dilaksanakan berdasarkan\ndiskriminasi pada suku, agama, ras dan antar golongan, keadaan fisik,\nperselisihan perburuhan, penyampaian keluh kesah atau pendapat terhadap\nkebijakan pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha melaksanakan rotasi jabatan untuk penyegaran dan pemanfaatan\nkesempatan promosi berdasarkan kebutuhan dan formasi yang ada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Promosi jabatan dapat dilakukan baik dalam bentuk promosi langsung maupun\npromosi dengan syarat mengikuti pelatihan tertentu dan\u002Fatau menambah masa\npengalaman atau dengan memberikan Predikat Pejabat (Pj).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Promosi jabatan pekerja dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Nilai hasil Penilaian Karya Pekerja tahunan selama sekurang-kurangnya 2\n(dua) kali tahun Penilaian Karya Pekerja (PKP) minimal berkatagori Baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memenuhi persyaratan jabatan untuk sasaran promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak sedang dalam menjalani hukuman disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Memiliki potensi untuk melaksanakan tugas yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tersedianya formasi untuk jabatan yang menjadi sasaran promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Promosi jabatan dalam kelas jabatan dilaksanakan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Promosi dari kelas jabatan 6 sampai dengan 3 dapat naik 2 (dua) kelas\nsekaligus dari kelas jabatan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Promosi dari kelas jabatan 10 sampai dengan 6 naik bertahap 1 (satu) kelas\ndari kelas jabatan sebelumnya,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Terhadap mutasi pekerja yang mengakibatkan perubahan posisi, penghasilan,\ninsentif prestasi dan tunjangan – tunjangan lainnya dilaksanakan sesuai\ndengan ketentuan yang berlaku .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Demosi jabatan pekerja dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan tindakan indisipliner berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidak mampu memenuhi target kerja yang telah ditetapkan perusahaan\nberdasarkan Penilaian Karya Pekerja (PKP).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Pendidikan Dan Pelatihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>1.Untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental pekerja,\npengusaha memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pekerja,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>2.Perusahaan merencanakan dan melaksanakan program pendidikan dan pelatihan\nyang efektif bagi pekerja dengan tujuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap mental, dan profesionalisme\npekerja sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja dan daya saing\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mengembangkan kompetensi pekerja agar sesuai dengan jabatan\u002Fpekerjaan yang\nsedang dipangkunya dengan mengikuti di bidang pekerjaan dimaksud\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Meningkatkan kompetensi pekerja agar sesuai dengan (Job Requirement) yang\ndirencanakan akan dipangkunya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan\npelatihan sesuai kebutuhan perusahaan dan pelaksanaannya dikaitkan dengan pola\nkarir sebagaimana di maksud pasal 11\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang memperoleh bantuan beasiswa dari guna institusi lain dengan\npersetujuan perusahaan menempuh pendidikan lanjutan yang perusahaan, diberikan\nhak sebagaimana pekerja aktif dengan status status tugas belajar dan\nselanjutnya diatur dalam ikatan perjanjian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang telah menyelesaikan masa pendidikan sebagaimana dimaksud ayat\n(4) pasal ini, mengundurkan diri sebelum menyelesaikan...masa ikatan perjanjian\nwajib mengembalikan seluruh biaya selama melaksanakan pendidikan tersebut\nsesuai dengan ketentuan dalam ikatan perjanjian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang telah melaksanakan pendidikan atas biaya sendiri di lembaga\npendidikan yang terakreditasi oleh lembaga pemerintah dan sesuai dengan bidang\nstudi yang dibutuhkan, diakui oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Ketentuan mengenai pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud ayat (1)\ndan (2) pasal ini, termasuk uang saku\u002Fbantuan, biaya penunjang pendidikan dan\npelatihan, dilaksanakan sesuai ketentuan surat keputusan pengusaha tentang\nperjalanan dinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Hari dan Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1. Jumlah hari kerja perusahaan adalah 5 (lima) hari dalam 1(satu)\nminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>2. Jumlah jam kerja perusahaan adalah 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari\ndan maksimum 40 (empat puluh ) jam 1 (satu) minggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pelaksanaan waktu hari kerja adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hari Senin sampai Kamis jam 08.00 – 17.00 WIB. Istirahat am 12.00 –\n13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Hari Jumat, jam 07.30 – 16.30 WIB. Istirahat Jam 11.30 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal pekerjaan yang bersifat khusus, pengusaha dapat mengatur hari\ndan jam kerja yang ditentukan lain, selain hari dan jam kerja sebagaimana\ndimaksud ayat (1), (2) dan (3) Pasal ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengetahuan pekerja diluar jam kerja normal yang ditetapkan dengan\npenugasan \u002F perintah atasan atau pejabat yang berwenang, kepada pekerja yang\nbersangkutan diberikan uang lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan mengenai kerja lembur sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini,\ndiatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>a.Kerja lembur dalam pekerjaan administrasi tidak melebihi 60 ( enam puluh )\njam perbulan, kecuali untuk kepentingan pelayanan jasa dengan mempertimbangkan\nkebutuhan perusahaan untuk kelancaran operasional\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Pembayaran uang lembur didasarkan kepada daftar kehadiran pekerja dalam\nmelaksanakan kerja lembur dengan minimal kerja lembur 1 (satu ) jam penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pada hari libur diberikan 200% ( dua ratus persen ) dan besaran uang\nlembur pada hari biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kerja lembur yang melebihi 4 ( empat ) jam menerus maka kepada pekerja\ndiberikan makan 1 (satu ) kali .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>3. Besaran upah lembur diatur berdasarkan Ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1.Hari libur perusahaan adalah hari minggu dan hari libur resmi yang\npemerintah ditetapkan oleh sedangkan hari sabtu adalah hari tidak masuk\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerjaan yang bersifat khusus, pengusaha dapat mengatur hari\nlibur selain hari libur sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk memberikan kesegaran jasmani dan rohani kepada setiap pekerja\ndiberikan hak cuti\u002Ftidak masuk kerja dengan jenis-jenis sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Cuti besar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Cuti sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Cuti bersalin dan gugur kandungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Cuti karena alasan penting.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Cuti diluar tanggungan perusahaan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Cuti massal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Cuti masa haid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada pekerja atas persetujuan atasannya diberikan izin tidak masuk kerja\nuntuk keperluan pribadi, diperhitungkan dalam cuti tahunan yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan mengenai cuti sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2) pasal ini,\ndiatur sebagai :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>a.Cuti tahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Diberikan kepada pekerja yang telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu)\ntahun sacara terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>2.Lamanya cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hari kerja dengan minimal cuti\nyang diambil adalah 3 (tiga) hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Kepada pekerja yang melaksanakan cuti tahunan diberikan bantuan biaya cuti\ntahunan sebesar 1 (satu) kali upah sebulan pada posisi jabatan terakhir saat\nmengajukan cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Cuti tahunan. dapat ditangguhkan pelaksanaannya untuk kepentingan\nperusahaan dan dapat diambil pada kesempatan berikutnya pada tahun berjalan\natau pada tahun berikutnya,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Cuti tahunan yang ditangguhkan dan tidak diambil pada tahun berikutnya\natau tidak diajukan permohonon cutinya tidak dapat diambil pada tahun\nberikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Cuti besar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Diberikan kepada pekerja yang telah bekerja sekurang - kurangnya 6 (enam)\ntahun secara terus menerus sejak diangkat menjadi pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Lamanya cuti besar adalah 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Cuti besar dapat ditangguhkan pelaksanaannya untuk kepentingan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>c.Cuti sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Diberikan kepada pekerja yang sakit..minimal selama selama 1 (satu) hari\ndan maksimal 1 (satu) tahun serta dapat diberikan perpanjangan paling lama 6\n(enam) bulan berdasarkan surat keterangan dokter\u002F dokter ahli\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila berdasarkan hasil pengujian kesehatan yang ditunjuk oleh\nperusahaan, kepada Pekerja yang telah diberikan cuti sakit dan perpanjangannya\ndinyatakan belum sembuh dari penyakitnya , maka ia diberhentikan dengan hormat\ndari jabatannya karena sakit\u002F uzur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Cuti bersalin dan Gugur Kandungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cp>1.Cuti bersalin diberikan kepada pekerja wanita yang melahirkan anak pertama\ndan kedua, sedangkan untuk anak ketiga dan seterusnya diberikan . cuti karena\nalasan penting\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>2.Lamanya cuti bersalin adalah 3 (tiga) bulan dengan ketentuan 1 (satu)\nbulan sebelum dan 2 (dua) bulan sesudah persalinan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3.Cuti gugur kandungan diberikan kepada pekerja wanita paling lama 172 (satu\nsetengah) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>e.Cuti karena alasan penting\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Diberikan kepada pekerja dengan alasan-alasan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Ibu, bapak, istri\u002Fsuami, anak, saudara kandung, mertua atau menantu sakit\nkeras atau meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Melangsungkan perkawinan yang pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Persalinan anak ketiga dan seterusnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Mengurus harta warisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Alasan penting lainnya yang ditetapkan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Lamanya cuti karena alasan penting diberikan paling lama 1 (satu) bulan\nkecuali melaksanakan ibadah Haji diberikan cuti paling rama 2 (dua) bulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Cuti diluar tanggungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Diberikan kepada pekerja yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 (rlma)\ntahun secara terus menerus karena arasan, pribadi yang penting dan mendesak\ntanpa diberikan penghasilan dan fasilitas pekerja dari perusahaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Lamanya cuti diluar tanggungan perusahaan adalah paling lama 3 (tiga)\ntahun dan dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selama cuti diuar perusahaan tidak diperhitungkan sebagai masa kerja\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>4.Terhadap pekerja yang cuti diluar tanggungan perusahaan di bebaskan dari\njabatannya, kecuali cuti melahirkan anak ketiga dan seterusnya .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang tidak melaporkan diri setelah habis menjalani masa cutinya\ndiluar tanggungan perusahaan diberhentikan dengan hormat sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Cuti masal mengikuti ketentuan pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>h.Pekerja perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan pada waktu haid.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Berdasarkan kebutuhan perusahaan, pengusaha dapat memerintahkan pekerja\nuntuk melaksanakan perjalanan dinas baik ke luar kota maupun ke luar negeri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan mengenai perjalanan dinas sebagaimana dimaksud ayat ( 1) Pasal\nini, diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perjalanan dinas meliputi perjalanan dinas dalam negeri dan perjalanan\ndinas luar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>negeri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Biaya perjalanan dinas dalam negeri ditanggung oleh perusahaan, sedangkan\nuntuk perjalanan dinas luar negeri selain ditanggung oleh perusahaan dapat juga\nditanggung oleh proyek atau atas bantuan lembaga\u002Finstansi lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Besaran biaya perjalanan dinas digolongkan sesuai dengan tingkatan kelas\njabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tidak diperkenankan pembayaran rangkap untuk perjalanan dinas dalam waktu\natau tempat tujuan yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Waktu perjalanan dinas dapat dilakukan perpanjangan apabila sifat\npekerjaannya memerlukan waktu lebih lama dari waktu yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Komponen Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Setiap pekerja berhak memperoleh upah dan tunjangan yang memadai sesuai\ndengan kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroups\">\u003Cp>2.Kepada Pekerja diberikan upah sesuai kelas jabatan yang diduduki sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penghasilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Insentif prestasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan perumahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tunjangan jabatan untuk pejabat tertentu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Kepada calon pekerja diberikan penghasilan sebesar 80% (delapan puluh\npersen) dari besaran penghasilan pada kelas jabatan yang diduduki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>4.Besaran gaji atau penghasilan pekerja dapat mengalami perubahan sebagai\nakibat promosi jabatan, demosi jabatan, hukuman disiplin, terjadinya kenaikan\npenghasilan berkala setiap 2 (dua) tahun atau kebijakan perusahaan untuk\nmenyesuaikan penghasilan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Besaran penghasilan dapat mengalami kenaikan berkala sebagai akibat\nterpenuhinya masa kerja untuk pekerja yang menduduki kelas jabatan 6 s\u002Fd 10\ndan\u002Fatau masa kelas jabatan untuk pekerja yang menduduki kelas jabatan 3 s\u002Fd\n5.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Kenaikan berkala dalam pangkat\u002Fgolongan tidak mengakibatkan perubahan pada\npenghasilan kecuali terhadap besaran iuran dana pensiun, iuran Taspen dan iuran\npemeliharaan kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7.Pekerja yang menduduki jabatan tertentu di samping diberikan pengupahan\njuga diberikan tunjangan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Kepada pekerja dikenakan potongan iuran wajib berupa iuran dana pensiun,\n(khusus iuran taspen untuk pekerja eks. PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II),\nJamsostek, iuran pemeliharaan kesehatan dan iuran bulanan anggota Serikat\nPekerja sesuai ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pengusaha wajib melakukan peninjauan kembali penghasilan pekerja secara\nberkala mengacu pada tingkat laju inflasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Insentif prestasi dibayarkan kepada pekerja setiap tanggal 15 bulan\nberikutnya berdasarkan daftar kehadiran pekerja, dengan ketentuah sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang melaksanakan cuti (cuti bersalin, cuti alasan penting, cuti\nbesar) lebih dari 30 (tiga puluh).hari, insentif prestasi dibayarkan 50 % (lima\npuluh persen) dari besaran standar prestasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit tanpa Keterangan Dokter\npribadi (SKTD), ijin dan mangkir jumlahnya mencapai 15 (lima belas) hari dalam\nbulan terakhir maka kepada pekerja tersebut tidak diberikan insentif\nprestasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja yang melaksanakan cuti di luar tanggungan perusahaan tidak\ndiberikan insentif prestasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pekerja yang tidak mogok kerja dengan alasan tugas belajar yang dilandasi\noleh surat perintah kedinasan atau ijin belajar yang telah disetujui\nperusahaan, cuti sakit, melakukan tugas dinas luar dan melaksanakan surat\nperintah perjalanan dinas diberikan insentif prestasi sesuai dengan besaran\nstandar prestasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Hukuman disiplin yang dijatuhkan kepada Pekerja tidak mempengaruhi\nbesaran insentif prestasi yang diterimanya, kecuali terkait dengan kehadiran\npekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Pajak Penghasilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pajak atas penghasilan yang meliputi : gaji, insentif prestasi, tunjangan\njabatan, tunjangan perumahan, gaji ke-13, tunjangan keagamaan, penghargaan masa\nbhakti dan tunjangan cuti, ditanggung dan dibayarkan oleh pengusaha .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penerimaan selain ayat 1 (satu) diatas, pajak menjadi beban pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Kesejahteraan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha bertanggung jawab untuk memberikan kesejahteraan kepada\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kesejahteraan pekerja yang diberikan oreh pengusaha meriputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan-tunjangan yang terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cli>Tunjangan hari raya keagamaan diberikan sebesar 1 (satu) kali upah yang\n    dibayarkan paling lambat 2 (dua) minggu sebelum hari raya keagamaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Gaji ke-13 (tiga belas) diberikan sebesar 1 (satu) kali upah yang\n    diberikan 1 (satu) tahun sekali yang dibayarkan paling lambat minggu ke\n    tiga pada bulan Desember tahun berjalan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-annleaveallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-annleaveallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-annleaveallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ANNLEAVE_trigger\">\u003Cp>b.Bantuan biaya cuti tahunan diberikan sebesar 1 (satu) kali upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan perumahan diberikan per bulan dengan besaran yang diatur dengan\nsurat keputusan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>d.Uang duka dan bantuan musibah kematian, sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tewas dalam melaksanakan tugas : sebanyak 10 (sepuluh) kali penghasilan\n    sebulan diluar manfaat Jamsostek.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Wafat (tidak sedang melaksanakan tugas) sebanyak 5 (lima) kali\n    penghasilan sebulan diluar manfaat Jamsostek.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kematian keluarga pekerja dibantu sebagai berikut :\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>a) Kematian istri\u002Fsuami pekerja sebesar 2 (dua) kali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Kematian anak pekerja yang menjadi tanggungan sebesar 1 (satu) kali\npenghasilan sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Biaya pengurusan jenazah pekerja dan anggota keluarga tertanggung\nditanggung oleh perusahaan, dengan pengaturan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jabodetabek.................................................. Rp.\n10.000.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Luar Jabodetabek .........................................Rp. 7.500.000\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Kepada ahli waris Pekerja yang meninggal dunia diberikan bulan santunan\nselama 6 (enam) sebesar selisih penghasilan terakhir pekerja dengan besaran\npensiun yang diterima per bulan dari Dp4, Taspen dan Asuransi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Uang pindah pensiun, sebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Kelas jabatan 3 sebesar Rp. 12.000.000\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kelas jabatan 4 - 5 sebesar Rp. 11.000.000\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kelas jabatan 6 - B sebesar Rp. 10.000.000\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kelas jabatan 9 - 10 sebesar Rp. 9.000.000\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>g.Pekerja operasional tertentu diberikan jatah makan dan ekstra puding.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>h.Pekerja yang dialih tugaskan ke daerah lain diberikan bantuan uang\ntransport pindah, uang sewa rumah dan uang pindah sekolah anak pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengadaan fasilitas sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini pengaturannya\ndengan surat keputusan pengusaha dengan memperhatikan kemampuan keuangan\nperusahaan. untuk meningkatkan kesejahteraan pensiun pekerja, pengusaha\nmengikutsertakan pekerja pada program pensiun yang diselenggarakan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Lembaga Keuangan\u002FAsuransi untuk pekerja yang diangkat mulai tanggal 1\noktober 2005\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>b.Tabungan Asuransi pensiun\u002FTaspen ( Hanya berlaku bagi Pekerja eks PT (\nPersero ) Pelabuhan Indonesia II )\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tabungan Hari Tua\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tabungan Hari Tua Multiguna\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>c.Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK ) yang terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jaminan Kematian\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>6. Untuk kepedulian sosial, pengusaha memberikan bantuan musibah bencana\nalam mengadakan kegiatan rekreasi keluarga, olah raga, kesenian kegiatan sosial\nlainnya,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Untuk terciptanya ketertiban, kerapian serta kedisiplinan pekerja dalam\nmelaksanakan tugas, pengusaha memberikan pakaian dinas dan kelengkapan yang\npenggunaannya diatur dengan surat keputusan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Bonus Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bonus diberikan dengan mempertimbangkan kinerja keuangan perusahaan dan\nyang ditetapkan berdasarkan rumusan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Laba setelah pajak tahun berjalan x Bonus tahun lalu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Laba setelah pajak tahun lalu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pembayaran bonus dilakukan dalam 2 (dua) tahap, yaitu pembayaran tahap I\n(pertama) pada bulan Mei dan\u002Fatau pada tahun ajaran baru tahun berjalan dan\ndiperhitungkan sebagai uang muka yang besarannya akan ditetapkan dengan surat\nkeputusan pengusaha, sedangkan, tahap II (kedua) dibayarkan paling lambat 2\n(dua) minggu setelah laporan resmi dari Kantor Akuntan Publik yang diterima\npada tahun berikutnya disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Multi\nTerminal lndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Penghargaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk menghargai pekerja yang telah menunjukkan keteladanan dalam\nmelaksanakan kewajibannya sebagai pekerja, perusahaan akan memberikan\npenghargaan (Reward) kepada pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kriteria keteladanan dan bentuk penghargaan (Reward) akan diatur\ntersendiri dalam surat keputusan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Kepemilikan Saham Bagi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila perusahaan akan menjual sahamnya kepada masyarakat (Go Public),\nmaka Pekerja diberikan kesempatan untuk memiliki saham perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan mengenai kepemilikan saham sesuai dengan ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Pelayanan Kesehatan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cp>1.Untuk tercapainya tingkat kesehatan pekerja dan keluarganya yang memadai\nsecara berdaya guna dan berhasil guna, pengusaha menyediakan pelayanan\nkesehatan berupa fasilitas rumah sakit atau menunjuk lembaga kesehatan lainnya\ndan memberikan fasilitas alat bantu kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Untuk pelayanan kesehatan pekerja dikenakan iuran dana kesehatan yang\nbesarannya sesuai dengan kelas jabatan berdasarkan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>3.Yang berhak memperoleh fasilitas kesehatan adalah pekerja dan keluarga\npekerja yang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>menjadi tanggungannya yaitu istri\u002Fsuami dan 2 (dua) orang anak yang\nterdaftar dalam tanggungan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Anak pekerja sebagaimana dimaksud ayat (3) Pasal ini yang memperoleh\nfasilitas kesehatan adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Anak yang belum mencapai usia 21 tahun, belum menikah, dan tidak mempunyai\npenghasilan sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk anak yang masih melaksanakan pendidikan\u002Fkuliah, batas usia untuk\nmendapat fasilitas kesehatan dapat diperpanjang sampai dengan usia 25 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Jika salah seorang anak sudah tidak lagi menjadi tanggungan perusahaan\nkarena peraturan yang berlaku, maka hak pelayanan kesehatan dapat digantikan\noleh anak berikutnya dan seterusnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>6.Ketentuan mengenai pelayanan kesehatan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja dan keluarga pekerja tertanggung dapat menggunakan fasilitas\npelayanan kesehatan yang disediakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan lain selain yang ditentukan butir\na, hanya diperbolehkan dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pekerja yang sedang melakukan perjalanan dinas\u002Fcuti ke dalam negeri atau\n    ke luar negeri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tempat tinggal pekerja dan keluarga jauh dari lokasi fasilitas pelayanan\n    kesehatan yang ditentukan,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keadaan darurat dimana pekerja atau keluarga pekerja memerlukan pelayanan\n    kesehatan segera dan tidak memungkinkan pergi ke rumah sakit\u002F puskesmas\u002F\n    dokter yang ditentukan,\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>c.Fasilitas kesehatan yang diberikan kepada pekerja dan keluarga pekerja\nditetapkan berdasarkan kelas jabatan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Rujukan di luar fasilitas kesehatan ditujukan ke rumah sakit\nPemerintah\u002Frumah sakit khusus sesuai dengan hak kelas jabatan pekerja, biaya\nyang timbul menjadi beban biaya perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e.Apabila pekerja dan\u002Fatau keluarga pekerja atas permintaan\u002Fkeinginannya\nsendiri memilih fasilitas pelayanan kesehatan diluar pelayanan kesehatan yang\ndisediakan Perusahaan, maka besaran penggantian biaya pelayanan kesehatan\nsesuai dengan tarif, fasilitas kesehatan perusahaan untuk kelas jabatan pekerja\nyang bersangkutan dan selisih kelebihan biaya pelayanan kesehatan yang timbul\nmenjadi beban biaya pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Alat bantu penglihatan (kacamata) atau biaya pembeliannya diberikan kepada\npekerja dan keluarga pekerja yang memerlukan yang besaran biayanya sesuai\ndengan kelas jabatan diberikan setiap 2 (dua) tahun sekali dengan pengaturan\nsebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bantuan pembelian kacamata bagi pekerja :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Manager, Kepala Unit dan Staff Ahli sebesar : Rp. 800.000\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Asisten Manager sebesar : Rp. 750.000\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Superuisor sebesar : Rp. 650.000\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksana Senior sebesar : Rp. 550.000\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksana yunior sebesar : Rp. 450.000\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>b.Kepada keluarga pekerja yang menjadi tanggungan perusahaan diberikan\npenggantian biaya pembelian kacamata sebesar 50 % (lima puluh persen) dari\npenggantian yang diberikan kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Alat bantu kesehatan lainnya yang dibutuhkan pekerja dan keluarga pekerja\ndiberikan berdasarkan peraturan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>9.Pengusaha memberikan fasilitas general check - Up kepada pekerja minimal 2\n(dua) tahun sekali kecuali bagi pekerja yang melaksanakan pekerjaan khusus.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>10.Batasan besaran biaya pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap\ndiatur lebih lanjut dalam surat keputusan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Pelayanan Kesehatan Pensiunan\u002FPasca Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kepada pekerja pada saat menjalani masa pensiun, memperoleh bantuan\npelayanan kesehatan dengan jumlah premi minimal sebesar 15 (lima belas) kali\npenghasilan terakhir melalui program asuransi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Pembinaan Mental\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk pembinaan sumber daya manusia seutuhnya, pengusaha memberikan\npembinaan mental kepada pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk membina dan memupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan antar sesama\npekerja dan keluarga, pengusaha menyelenggarakan kegiatan yang bersifat\nkekeluargaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kepada pekerja diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah ke Tanah Suci\natas biaya Perusahaan yang pelaksanannya diatur dalam Surat Keputusan\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : FASILITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Bantuan Fasilitas Operasional\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menunjang kegiatan operasional Perusahaan kendaraan kepada setiap unit\nkerja disediakan fasilitas operasional, serta kepala pejabat setingkat Manajer\ndisediakan fasiliias kendaraan dinas jabatan serta fasilitas lainnya sesuai\ndengan kemampuan perusahaan yang pelaksanaannya di atur dalam Surat Keputusan\nPengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Untuk mencegah dan mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan\npenyakit akibat kerja, pengusaha melaksanakan pembinaan dan Keselamatan\nKesehatan Kerja (K3), baik melalui pelatihan keselamatan kerja kepada semua\npekerja maupun menyediakan fasilitas penunjang keselamatan kerja bagi para\npekerja sesuai dengan bidang tugasnya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan wajib menyediakan fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja\nberupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tanda - tanda peringatan pada lokasi yang beresiko terhadap keselamatan\ndan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) pada lokasi\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pakaian dan perlengkapan kerja (alat pelindung diri) sesuai persyaratan K3\nuntuk pekerj a yang melaksanakan pekerjaan opersional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja harus mematuhi peraturan keselamatan kerja sesuai ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja harus bertanggung jawab atas mungkin terkena akibat dari kegiatan\noperasionalnya serta mengambil tindakan-tindakan pro aktif menghindari bahaya\nyang timbul di tempat kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PERATURAN DISIPLIN PEKERJA, PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DAN\nRESTRUKTURISASI PERUSAHAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Peraturan Disiplin Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk menjamin ketertiban kerja dan tanggung jawab pekerja dalam\npelaksanaan tugas, pengusaha melaksanakan penegakan disiplin penerapan\nperaturan disiplin pekerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelanggaran disiplin dapat berupa lisan, tulisan dan\u002Fatau perbuatan yang\ndilakukan oleh pekerja baik secara sengaja maupun karena kelalaian melanggar\nperaturan \u002F tata tertib perusahaan dan\u002Fatau tindakan lainnya yang secara\nlangsung atau tidak langsung merugikan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan Perundangan – undangan\nyang berlaku, maka setiap pekerja yang melakukan pelanggaran disiplin dikenakan\nhukuman disiplin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Ketentuan mengenai peraturan disiplin Pekerja sebagaimana dimaksud pasal\nini, di atur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tingkat hukuman disiplin terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Hukuman disiplin ringan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hukuman disiplin sedang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hukuman disiplin berat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jenis hukuman disiplin :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Hukuman disiplin ringan terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Teguran lisan dan\u002Fatau secara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pernyataan tidak puas secara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hukuman disiplin sedang terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pemotongan penghasilan sebesar 10% (sepuluh persen) dari penghasilan\nsebulan selama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pemotongan penghasilan sebesar 20% (dua puluh persen) dari penghasilan\nsebulan selama 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hukuman disiplin berat terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penurunan kelas jabatan setingkat lebih rendah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Pelanggaran Disiplin kerja dan Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pelanggaran disiplin dan\u002Fatau tindakan lainnya yang dapat dijatuhi hukuman\ndisiplin ringan meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Teguran secara lisan dan\u002Fatau tertulis dikenakan atas pelanggaran :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tidak mentaati ketentuan jam kerja (terlambat masuk dan\u002Fatau cepat pulang\nkerja) 5 (lima) kali dalam sebulan tanpa alasan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Meninggalkan tempat kerja pada jam kerja tidak untuk keperluan dinas 5\n(lima) kali dalam sebulan tanpa ijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melakukan sendiri atau menyuruh orang lain untuk mengubah daftar hadir\nsesuai data mesin handkey atau sarana lain yang digunakan untuk itu, kecuali\ndengan alasan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tidak sungguh-sungguh di dalam melaksanakan tugas\u002Fpekerjaan sehingga tidak\ndapat mencapai target dalam pelaksanaan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan tindakan yang dapat mengganggu suasana kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pernyataan tidak puas secara tertulis dikenakan atas pelanggaran :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tidak mentaati ketentuan jam kerja (terlambat masuk dan\u002Fatau cepat pulang\nkerja) 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) kali dalam sebulan tanpa alasan yang\nsah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Meninggalkan tempat kerja pada jam kerja tidak untuk keperluan dinas 6\n(enam) sampai dengan 10 (sepuluh) kali dalam sebulan tanpa ijin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidak melaksanakan tugas yang ditetapkan oreh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelanggaran disiplin dan\u002Fatau tindakan lainnya yang dapat dijatuhi hukuman\ndisiplin sedang, meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pemotongan penghasilan maksimal sebesar 5 % (lima persen) selama 1 (satu)\nbulan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Terlambat masuk dan\u002Fatau cepat pulang kerja lebih 10 (sepuluh ) kali dalam\nsebulan tanpa alasan yang sah, dari penghasilan sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Meninggalkan tempat kerja pada jam kerja tidak untuk keperluaan dinas\nlebih dari 10 (sepuluh ) kali dalam sebulan tanpa ijin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidak termasuk kerja sampai dengan 5 (lima) hari kerja berturut – turut\ndalam sebulan tanpa alasan yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pemotongan penghasilan maksimal sebesar 10 % (sepuluh persen dari\npenghasilan sebulan selama 1 (satu ) bulan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tidak masuk kerja 6 (enam) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari kerja\nberturut – turut tanpa alasan yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karena kelalaian mengakibatkan kerusakan atau hilangnya barang milik\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melalaikan perintah, tugas dan kewajibannya, sehingga mengakibatkan\nkerugian Perusahaan atau pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelanggaran disiplin dan\u002Fatau tindakan lainnya yang dapat dijatuhi hukuman\ndisiplin berat, meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penurunan kelas jabatan setingkat lebih rendah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mengkonsumsi miras, narkoba dan sejenisnya atau berjudi di tempat kerja\natau di dalam lingkungan Perusahaan pada jam kerja maupun di luar jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melakukan usaha - usaha di luar perusahaan yang secara langsung menjadikan\nperusahaan sebagai unsur dalam usahanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melakukan usaha - usaha pribadi yang sejenis dengan usaha perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menolak menjalankan perintah kerja yang layak, yang diberikan atasan tanpa\nalasan yang dapat diterima, walaupun telah diberikan peringatan tertulis\ntentang akibat penolakan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melanggar, menyalahgunakan perintah atau tugas yang untuk keuntungan\npribadi atau pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Menyalahgunakan aset milik perusahaan untuk lain, keuntungan pribadi atau\npihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Dengan sengaja merusak atau menghilangkan barang mirik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dengan sengaja yang mengakibatkan bahaya atau kecelakaan terhadap teman\nsekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Tidak masuk kerja lebih dari 14 (empat belas) hari kerja berturut - turut\ntanpa alasan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Melakukan atau turut serta dalam pencurian atau penggelapan uang, bahan,\nperalatan, atau barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>b.Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai pekerja\natau calon pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Membocorkan rahasia Perusahaan atau mencemarkan nama baik perusahaan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tidak masuk kerja selama 2 (dua) bulan berturut-turut tanpa alasan yang\nsah,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melakukan penganiayaan\u002Fpemukulan dan\u002Fatau mengancam secara fisik dan\nmental terhadap pengusaha atau keluarganya, pekerja atau keluarganya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Memalsukan dokumen\u002Fsurat-surat perusahaan secara disengaja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melakukan kegiatan atau perbuatan sebagai suatu kenistaan atau penodaan\nterhadap suatu agama, atau menimbulkan SARA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Membawa atau mempergunakan atau mengedarkan narkotika, psycotropica, atau\nzat adiktif lainnya sejenis dengan itu yang di larang Undang- Undang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana yang ada\nhubungannya dengan jabatan ( korupsi , pencurian, penggelapan, penipuan ,\npemalsuan dan pemaksaan )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan suatu tindak pidana kejahatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal\n104 s\u002Fd 161 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja yang berdasarkan hasil pemeriksaan terbukti melakukan beberapa\npelanggaran disiplin, maka terhadapnya hanya dapat dijatuhi satu jenis hukuman\nyang paling berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pekerja yang pernah dijatuhi hukuman disiplin yang kemudian melakukan lagi\npelanggaran disiplin, terhadapnya dijatuhi hukuman disiplin setingkat lebih\nberat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Calon pekeria yang melakukan pelanggaran disiplin, terhadapnya dinyatakan\ntidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi pekerja dan segera diberhentikan\nsebaiai calon pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pekerja yang melakukan pelanggaran disiplin yang menimbulkan kerugian\nperusahaan materiil bagi atau pihak ketiga, selain dijatuhi hukuman disiplin\ndiwajibkan-mengganti semua kerugian yang ditimbulkannya dengan besaran yang\ndisesuaikan dengan ketentuan ganti rugi yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Pengusaha dapat memberikan keringanan hukuman terhadap ancaman hukuman\nyang akan dijatuhkan kepada Pekerja yang melakukan pelanggaran disiplin dengan\nmemperhatikan dan mempertimbangkan faktor - faktor yang meringankan dari\npekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Pekerja yang dijatuhi hukuman disiplin berat dengan penurunan kelas\njabatan, dapat ditinjau kembali ke kelas jabatan semula, setelah 1 (satu) tahun\nmenjalani masa hukuman disiplin dengan mempertimbangkan Penilaian Karya Pekerja\n(PKP) yang bersangkutan dan formasi yang disiapkan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Apabila terjadi perubahan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, setelah\npelanggaran disiplin dilakukan, maka kepada Pekerja dikenakan hukuman disiplin\nyang menguntungkan baginya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Laporan Adanya pelanggaran Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap atasan langsung pekerja wajib melaporkan kepada pengusaha atas\npelanggaran disiplin yang ia ketahui yang dilakukan oleh, pekerja yang menjadi\nbawahannya pada unit kerjanya masing-masing secara tertulis dan rahasia dalam\njangka waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tanggal\ndiketahui terjadinya pelanggaran disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kelalaian terhadap laporan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, atasan\nlangsung yang bersangkulan dianggap menutup-nutupi pelanggaran disiplin\nbawahannya dan terhadapnya dikenakan sanksi hukuman disiplin teguran secara\ntertulis\u002Fsurat peringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Pemeriksaan Atas Pelanggaran Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha mempunyai kewenangan penuh untuk melakukan pemeriksaan terhadap\npekerja yang melakukan pelanggaran disiplin yang dalam pelaksanaannya\ndilimpahkan kepada tim disiplin pekerja dengan Surat Keputusan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Tata Cara Pemeriksaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Terhadap pekerja yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dipanggil\nsecara patut melalui surat panggilan oleh tim disiplin pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila panggilan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini tidak\ndiindahkan, dilakukan panggilan berikutnya (panggilan kedua), sampai dengan\npanggilan ketiga ( panggilan terakhir ) dengan selang waktu 7 (tujuh) hari\nkerja unuk masing- masing pemanggilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila sampai dengan panggilan ketiga (panggilan terakhir) pekerja yang\ndiduga melakukan pelanggaran disiplin tidak juga mengindahkannya\u002F maka tim\ndisiplin pekerja tetap melakukan pemeriksaan secara In - Absensia (tanpa\nkehadiran pekerja yang di periksa).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemeriksaan dilakukan sekurang-kurangnya oleh 2 (dua) orang anggota tim\ndisiplin pekerja dan dilaksanakan secara tertutup, kecuali untuk kepentingan\npemeriksaan perlu menghadirkan pejabat internal perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Di dalam pemeriksaan, pekerja yang diperiksa wajib menjawab semua\npertanyaan yang diajukan oleh pemeriksa, apabila tidak dijawab maka pekerja\nyang diperiksa dianggap mengakui atau membenarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Untuk kepentingan pemeriksaan, pemeriksa dapat menghadirkan pihak\nlain\u002Fsaksi, memeriksa dan\u002Fatau mengamankan (menyita) barang - barang, dokumen,\nsurat - surat atau alat bukti lainnya, memasuki ruangan atau tempat penyimpanan\nbarang\u002Falat bukti dan melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu sesuai\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Hasil pemeriksaan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP),\nditandatangani oleh pekerja yang diperiksa dan anggota tim disiplin Pekerja,\nselanjutnya dibuatkan Resume Pendapat Pemeriksa (RPP) yang ditandatangani oleh\nanggota tim disiplin pekerja untuk diteruskan kepada pejabat berwenang sebagai\nbahan pertimbangan di dalam memutuskan penjatuhan sanksi hukuman disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Selama masa pemeriksaan, pekerja yang diperiksa dapat didampingi oleh\nSerikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Penjatuhan Hukuman Disiplin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mempunyai kewenangan penuh untuk menjatuhkan hukuman disiplin\nkepada pekerja yang melakukan pelanggaran disiplin kerja yang didalam\npelaksanaannya dengan berlandaskan kepada keadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penjatuhan hukuman disiplin kepada pekerja sebagaimana dimaksud ayat (1)\nPasal ini, dengan mempertimbangkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Faktor pendorong atau penyebab terjadinya pelanggaran disiplin dan\ntingkat\u002Fperan pekerja di dalam melakukan pelanggaran disiplin, serta hal - hal\nyang meringankan atau memberatkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hal-hal yang meringankan :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tidak mempersulit jalannya pemeriksaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Secara jujur mengakui kesalahan dan adanya rasa penyesalan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sopan dan santun selama dalam pemeriksaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Loyal dan sungguh-sungguh di dalam melaksanakan tugas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Usia dan masa pengabdian pada perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Belum pernah dikenakan sanksi hukuman disiplin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kooperatif selama pemeriksaan berlangsung.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Beban tanggungan keluarga.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal - hal lain yang dapat dikualifikasikan sebagai hal yang\n  meringankan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>c.Hal-hal yang memberatkan :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Mempersulit jalannya pemeriksaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak secara jujur mengakui kesalahan dan tidak adanya rasa\n  penyesalan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak sopan dan santun selama dalam pemeriksaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pernah dikenakan sanksi hukuman disiplin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak kooperatif selama pemeriksaan berlangsung.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3.Penjatuhan sanksi hukuman disiplin kepada Pekerja disebutkan ketentuan\nyang dilanggar tingkat dan jenis pelanggaran,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Keputusan penjatuhan hukuman disiplin ditetapkan disampaikan kepada\npekerja yang melakukan Pejabat\u002Fpimpinan unit kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Berlakunya Keputusan Hukuman Disiplin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Keputusan hukuman disiplin yang bersifat final mulai berlaku pelaksanaan\nsejak tanggal ditetapkan dan pemotongan penghadiran dimurai pada awal bulan\nberikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Keputusan hukuman disiplin kepada pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mulai berlaku pada hari kelima belas terhitung sejak tanggal diterimanya\nsurat keputusan hukuman disiplin, apabila tidak ada keberatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mulai berlaku sejak tanggal keputusan terhadap keberatan atas hukuman\ndisiplin, apabila ada keberatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39: Keberatan Atas Sanksi Disiplin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang dijatuhi sanksi hukuman disiplin dapat mengajukan keberatan\nkepada Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Keberatan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, diajukan secara\ntertulis kepada Pengusaha\u002FPejabat yang benwenang melalui saluran kedinasan\n(secara hierarkhi) dengan menjelaskan alasan keberatannya dalam waktu 14 (empat\nbelas ) hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya surat keputusan\npenjatuhan hukuman disiplin .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pejabat\u002FPimpinan unit kerja yang menerima surat keberatan pekerja atas\npenjatuhan hukuman disiplin wajib meneruskan kepada pengusaha \u002F pejabat yang\nberwenang melalui saluran kedinasan (secara hierarki) dalam waktu 7 ( ujuh )\nterhitung sejak tanggat diterimanya surat keberatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Terhadap surat keberatan pekerja, pengusaha\u002Fpejabat yang tanggapan secara\nterturis dalam waktu 30 (tiga puluh) hari diterimanya surat keberatan secara\npatut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Sebagai bahan pertimbangan untuk tanggapan atas keberatan pekerja,\npengusaha memerintahkan tim disiplin pekerja memanggil dan melakukan\npemeriksaan ulang terhadap pekerja yang mengajukan keberatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Hasil dari pemeriksaan penjatuhan hukuman ulang dapat berupa memperkuat\ndisiplin yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Hasil dari pemeriksaan ulang sebagimana dimaksud ayat (6) pasal ini,\nditetapkan dengan Surat Keputusan Pengusaha yang bersifat final.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Calon pekerja yang dijatuhi hukum disiplin tidak dapat mengajukan\nkeberatan atas keputusan penjatuhan hukuman disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Tindakan Sela\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tindakan sela atau putusan pengusaha yang sifatnya sementara ditetapkan\nsebelum adanya keputusan yang definitif baik dari proses hukuman disiplin\nmaupun keputusan badan peradilan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tindakan sela dapat dijatuhkan kepada pekerja yang cukup bukti meyakinkan\nmelakukan pelanggaran disiplin atau yang sifatnya pelanggaran dengan proses\npengadilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tindakan sela dilaksanakan dalam bentuk skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tindakan skorsing :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tindakan skorsing dikenakan kepada pekerja dari tugas pekerjaan dan\u002Fatau\njabatan karena diduga melakukan tindak pidana yang dikenakan-penahanan oleh\nyang berwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tindakan skorsing, tetap dilaksanakan apabila perkara pekerja akan\ndiajukan ke pengadilan karena keterlibatannya, walaupun yang bersangkutan tidak\nlagi dikenakan penahanan oleh yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tindakan skorsing untuk kepentingan peradilan dan mengamankan perusahaan\ndilaksanakan sampai adanya putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Terhadap pekerja yang dikenakan tindakan skorsing sehubungan dengan adanya\npenahanan oleh pihak yang berwajib, maka pengusaha tidak wajib membayar\npenghasilan tetapi wajib memberikan bantuan kepada keluarga pekerja yang\nmenjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk 1 orang tanggungan : 25 % (dua puluh lima persen) dari\npenghasilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk 2 orang tanggungan : 35 % (tiga puluh lima persen) dari\npenghasilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk 3 orang tanggungan : 45 % (empat puluh lima persen) dari\npenghasilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk 4 orang tanggungan atau lebih : 50% (lima puluh persen) dari\npenghasilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tanggungan yang dimaksud dalam ayat (4) d, pasal ini adalah jumlah orang\nyang harus ditanggung oleh pekerja terdiri dari istri\u002Fsuami dan anak yang\nsah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Apabila pekerja yang dikenakan tindakan skorsing, ternyata tidak terbukti\nbersalah maka pengusaha wajib membayar hak - haknya secara penuh dengan\nmemperhitungkan jumlah penghasilan yang telah diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Terhadap pekerja yang sedang dalam proses pemutusan hubungan kerja dan\ndikenakan tindakan skorsing, pengusaha wajib membayar upah beserta hak - haknya\nlainnya sebesar 100% (seratus persen).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Non-aktif ( dibebas tugaskan dari jabatan):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Non-aktif dilaksanakan untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Memelihara suasana agar tercipta ketertiban lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menjamin kejernihan pemeriksaan yang sedang diselenggarakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menumbuhkan kesadaran dan disiplin bagi pekerja yang dikenakan tindakan\nsela.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menunggu penetapan hukuman disiplin sedang atau berat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Terhadap pekerja non aktif diberikan penghasilan sesuai ketentuan\npemberian penghasilan bagi pekerja yang tidak menjalankan tugas nyata\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa berlaku non aktif pekerja tidak lebih dari 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Semua bentuk tindakan sela atau putusan Pengusaha yang sifatnya sementara\nberakhir dengan penjatuhan hukuman disiplin sedang atau berat dan \u002F atau\npekerja meninggal dunia .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat melaksanakan Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) dengan\npekerja berdasarkan alasan- alasan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Atas permintaan sendiri \u002F mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mencapai batas usia pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Melakukan pelanggaran \u002F tindak pidana \u002F penyelewangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tidak cakap jasmani dan \u002F atau rohani\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Meninggal Dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Hilang \u002F tidak diketahui tempatnya berada sekurang- kurang nta selama 3\n(tiga ) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena alasan atas permintaan\nsendiri\u002Fmengundurkan diri diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengusaha akan memberhentikan dengan hormat sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila ada kepentingan dinas yang mendesak, maka permintaan Pemutusan\nHubungan Kerja (PHK) dapat ditunda untuk jangka waktu paling lama 1 (satu)\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Permintaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat ditolak oleh pengusaha,\napabila pekerja masih terikat dalam keharusan bekerja pada perusahaan\u002Fikatan\ndinas di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja yang dinyatakan cacat jasmani\u002Frohani oleh instansi berwenang\nsehingga tidak dapat melaksanakan kewajibannya sebagai pekerja, maka yang\nbersangkutan dapat mengajukan pensiun dini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pekerja yang berhenti atas permintaan sendiri dan telah memenuhi syarat\nuntuk mendapatkan hak pensiun dipercepat yaitu minimal telah berusia 46 (empat\npuluh enam) tahun, akan menerima hak - haknya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Manfaat program pensiun yang diikuti sebagaimana pasal 23 ayat (4)\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jasa pengabdian sebesar: Sisa masa kerja (maksimal 6 tahun) x 12 x\npenghasilan sebulan x 50 %\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penghargaan masa bakti :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa bakti pekerja (dalam bulan) x 30 x penghasilan sebulan \u002F Masa kerja\nmaksimal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bantuan uang pindah pensiun sebagaimana pasal 23 ayat (2) huruf f\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pekerja yang telah\nmencapai batas usia pensiun diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja sudah mencapai usia 56 (lima puluh enam) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang menghendaki Masa Persiapan Pensiun (MPP) pada usia 55 (lima\npuluh lima) tahun dapat mengajukan Masa Persiapan Pensiun (MPP) dengan\ndiberikan hak penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja yang memasuki masa pensiun akan menerima hak-haknya sebagai\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Manfaat program pensiun yang diikuti sebagaimana Pasal 23 ayat (4)\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penghargaan masa bakti :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa bakti pekerja (dalam bulan) x 30 x penghasilan sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja maksimal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penghargaan kecuali yang pernah dijatuhi hukuman disiplin sedang atau\nberat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bantuan uang pindah pensiun sebagaimana Pasal 23 ayat (2) huruf f\nperjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pekerja melakukan\npelanggaran\u002Ftindak pidana\u002Fpenyelewengan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja melakukan jenis pelanggaran disiplin dengan ancaman hukuman\npemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian\ntidak dengan hormat sebagai Pekerja sebagaimana diatur dalam Pasal 33 ayat (3)\nhuruf c perjanjian Kerja Bersama ( PKB) ini .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang berhenti melakukan pelanggaran atau tindak pidan akan\nmenerima hak- haknya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Manfaat program pensiun yang diikuti sebagaimana pasal 23 ayat (4)\nperjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>2.Uang pesangom hak dan uang pisah secara lumpsum sebesar 3 (tiga )\npenghasilan merit bulan terakhir dari yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Bantuan uang pindah pensiun sebagaimana Pasal 23 ayat (2) huruf f\nPerjanjian Kerja Bersama ( PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Ketentuan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pekerja tidak cakap\njasmani dan\u002Fatau rohani diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila berdasarkan surat keterangan tim penguji kesehatan seorang pekerja\ndinyatakan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tidak dapat bekerja lagi dalam suatu jabatan karena kesehatannya atau;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menderita penyakit atau kelainan yang berbahaya bagi dirinya sendiri\ndan\u002Fatau lingkungan kerjanya atau;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setelah berakhirnya cuti sakit pekerja belum mampu bekerja kembali selama\n2 (dua) tahun, yang bersangkutan dapat mengajukan pensiun dini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang berhenti karena tidak cakap jasmani dan\u002Fatau rohani akan\nmenerima hak - haknya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Manfaat program pensiun yang diikuti sebagaimana Pasal 23 ayat (4)\nperjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penghargaan masa bhakti sebesar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa bhakti pekerja (dalam bulan) x 30 x penghasilan sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja maksimal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bantuan uang pindah pensiun sebagaimana Pasal 23 ayat (2) huruf f\nperjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Ketentuan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pekerja meninggal dunia\ndianggap diberhentikan dengan hormat sebagai pekerja dengan memperoleh hak\npekerja diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Manfaat program pensiun yang diikuti sebagaimana Pasal 23 ayat (4)\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penghargaan masa bakti sebesar :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa bakti pekerja (dalam bulan) x 30 x penghasilan \u002F Masa kerja maksimal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Ketentuan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pekerja hilang\u002Ftidak\ndiketahui tempatnya berada sekurang - kurangnya selama 3 (tiga) bulan diatur\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang hilang dianggap telah meninggal dunia pada akhir bulan ke 12\n(dua belas) sejak dinyatakan hilang oleh pejabat yang berwenang berdasarkan\nsurat keterangan atau berita acara dari pejabat berwaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kepada Pekerja yang berhenti karena dinyatakan hilang\u002Ftidak diketahui\ntempatnya berada akan menerima hak-haknya yang diserahkan kepada ahli warisnya\nsebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Manfaat program pensiun yang diikuti sebagaimana pasal 23 ayat (4)\nperjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penghargaan masa bakti sebesar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa bakti pekerja (dalam bulan) x 30 x penghasilan sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja maksimal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja yang kemudian diketemukan kembali dan masih hidup diangkat kembali\nsebagai pekerja dan gajinya dibayar penuh terhitung sejak dianggap meninggal\ndunia dengan memperhitungkan hak- hak pekerja yang telah di terima oleh Ahli\nWaris.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan yang\ndiakibatkan pemberian hak pensiun, yang telah memenuhi persyaratan berhak atas\npemberian hak pensiun, atau pasangan dan\u002Fatau uang jasa pengabdian maupun hak-\nhak lainnya hak sesuai dengan- ketentuan\u002F peraturan perundangan – undangan\nyang berlaku, kecuali kepada pekerja yang ,di putus hubungannya kerjanya\nsebagai akibat pelanggaran disiplin dalam katagori berat tidak berhak atas\npesangon maupun uang jasa tetapi diberikan uang pisah sebesar 3 (tiga) kali\npenghasilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Restrukurisasi Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila terjadi restrukturisasi, merger atau akuisisi maka sedapat mungkin\ndihindari adanya Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak dapat dihindari sebagaimana\ndisebutkan ayat (1) Pasal ini, maka akan diselesaikan dengan memberikan\nkompensasi yang seadil- adilnya sesuai kesepakatan dan ketentuan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila terjadi restrukturisasi, merger atau akuisisi dengan perusahaan\nyang tidak mempunyai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) maka Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) yang berlaku adalah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang lebih\nmenguntungkan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila akan dilakanakan restrukturisasi, merger, akuisisi dan\u002Fatau go\npublik, maka pengusaha wajib memberikan penjelasan kepada pekerja melalui\nSerikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Likuidasi Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi likuiditas Perusahaan, maka penyelesaian hubungan kerja\ntunduk kepada ketentuan- ketentuan perundang- undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PENYAMPAIAN KELUH KESAH DN PENYELESAIAN PERSELISIHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Penyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Penyampaian keluh kesah pekerja kepada pengusaha dilakukan melalui saluran\nhierarki untuk mendapatkan tanggapan dan penyelesaian yang adil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tata cara penyampaian keluh kesah pekerja sebagaimana dimaksud ayat (1)\npasal ini dilakukan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja menyampaikan kepada atasan langsung di unit kerjanya untuk\ndidiskusikan untu k mencapai kesepahaman dan penyelesaian yang adil dan\nmemuaskan kedua belah pihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila tidak dicapai kesepahaman atau penyelesaian yang belum memuaskan\nmaka Pekerja dapat meneruskan kepada pejabat yang berwenang yang lebih\ntinggi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila cara sebagaimana dimaksud huruf a dan b ayat ini tidak tercapai\nkesepahaman atau tidak mendapatkan penyelesaian yang memuaskan, maka pekerja\ndapat meneruskan kepada Pengurus Serikat Pekerja untuk diselesaikan dalam\nlembaga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Dalam hal ini tidak tercapainya atau tidak mendapat penyelesaian yang\nmemuaskan setelah di tempuh tahapan sebagaimana huruf a, b, dan c, maka\npenyelesaiannya dapat diteruskan kepada Lembaga Tripartit sebelum ditempuh\nprosedur penyelesaian perselisihan sesuai ketentuan dan peraturan Perundang –\nundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap tahapan penyelesaian sebagaimana huruf a, b dan c ayat (2) pasal\nini ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>paling lama 14 (empat belas) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila perbedaan pendapat sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini dapat\ndicapai kesepahaman diantara kedua belah pihak pada setiap tahapan prosedur\npenyelesaian sebagaimana diatur dalam ayat (2) Pasal ini, maka perselisihan\ndianggap sudah selesai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Lembaga Kerjasama Bipartit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Lembaga Kerjasama Bipartit terdiri dari wakil para pekerja dan wakil -\nwakil dari perusahaan yang tujuan utamanya mengembangkan hubungan industrial\nyang harmonis melalui pembinaan terhadap pekerja serta menyelesaikan\npermasalahan yang timbul antara pekerja dengan perusahaan sebelum diputuskan\noleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Lembaga Kerjasama Bipartit terdiri dari wakil para pekerja dan wakil\npengusaha yang berhubungan dengan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan\npengembangan produksi perusahaan dan produktivitas para pekerja sesuai UU No.\n13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Lembaga Kerjasama Bipartit bertugas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Menerima keluh kesah atau aspirasi pekerja yang tidak dapat dicapai\nperjanjian atau tidak mendapatkan penyelesaian yang memuaskan dan mengarah pada\ntimbulnya perselisihan, setelah yang bersangkutan menyampaikan keluh kesah atau\naspirasi dimaksud melalui saluran hierarkhi sesuai tingkat organisasi\nperusahaan dan tugas LKS Bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Melaksanakan pemeriksaan terhadap pekerja yang melakukan tindakan\npelanggaran disiplin kerja, sebelum permasalahan tersebut diputuskan oleh\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Menampung dan merumuskan pemecahan yang adil tentang berbagai permasalahan\nketenagakerjaan yang dapat mengganggu hubungan indusirial yang harmonis antara\npekerja dan pengusaha,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Lembaga Kerjasama Tripartit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Lembaga Kerjasama Tripartit terdiri dari Lembaga Kerjasama Bipartit dan\nunsur pemerintahan yang menangani atau yang bertanggung jawab di bidang\nketenagakerjaan yang tujuan utamanya untuk mengembangkan komunikasi yang\nharmonis dan kooperatif diantara pihak - pihak terkait khususnya dalam\nmenyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan yang tidak dapat diselesaikan oleh\nLembaga Kerjasama Bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Lembaga Kerjasama Tripartit berfungsi untuk mendapatkan pemecahan atau\npenyelesaian perselisihan antara pekerja dan pengusaha yang tidak dapat\ndipecahkan atau tidak dapat dicapai kesepahaman melalui Lembaga Kerjasama\nTripartit, sebelum ditempuh prosedur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Perkawinan Antar Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perkawinan antar pekerja tidak dilarang namun apabila terjadi, maka salah\nsatu pekerja yang melakukan perkawinan tersebut harus mengundurkan diri sebagai\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada pekerja yang mengundurkan diri sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal\nini diberlakukan ketentuan sebagaimana dimaksud pasal 41 ayat (1) a\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Ketentuan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hal – hal yang tidak tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini,\ntetapi telah ditentukan lain dalam bentuk ketentuan perusahaan yang sudah\nberlaku tetap diberlakukan sepanjang tidak bertentangan dengan Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemberian penghargaan masa bakti kepada pekerja, pelaksanaannya mengacu\nkepada ketentuan yang berlaku pada PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hal-hal yang bersifat teknik yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari\nIsi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini akan diatur dalam ketentuan tersendiri\nberdasarkan perjanjian pengusaha dan pengurus Serikat Pekerja Multi Terminal\nIndonesia yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Terhadap kebijakan pengusaha yang akan diambil dan diatur dalam Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) ini, pengusaha dapat membicarakannya terlebih dahulu dengan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila didalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini terdapat\nketentuan-ketentuan yang didasarkan kepada suatu perundang-undangan yang\napabila dikemudian hari mengalami perubahan maka dengan sendirinya diberlakukan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Perubahan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila dipandang perlu, pengusaha dan Serikat Pekerja dapat mengadakan\nperubahan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dan perubahan tersebut merupakan\nbagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dengan\nmendapat Surat Keputusan Pendaftaran dari pihak yang berwenang dibidang\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Sosialisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk pemahaman setiap pekerja atas Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini,\npengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban mensosialisasikan kepada seluruh\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada setiap pekerja diberikan 1 (satu) eksemplar Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini dalam bentuk buku saku yang diberikan secara cuma-cuma tanda\npenerimaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : P E N U T U P\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku dan mengikat kedua belah pihak\nuntuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal\nditandatangani (tanggal 5 September 2008 sampai dengan tanggal 4 September\n2010)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini,\ndapat diperpanjang masa berlakunya paling lama 1 (satu) tahun berdasarkan\nkesepakatan tertulis antara pengusaha dan Serikat Pekerja yang diketahui Suku\nDinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta Utara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perundingan pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) berikutnya dapat\ndimulai paling cepat 6 (enam) bulan sebelum berakhirnya Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) yang sedang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Demikian Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini ditandatangani di Jakarta pada\nhari dan tanggal sebagaimana tersebut diatas untuk dilaksanakan oleh kedua\nbelah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jakarta, 5 September 2008\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. MULTI TERMINAL INDONESIASERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DIREKTUR UTAMA MULTI TERMINAL INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SAPTONO R.I EKA NUGRAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MENGETAHUI,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KEPALA SUKU DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>IR. SAUT MT. TAMBUNAN, MM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP\u002FNRK : 160044053 \u002F 157310\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":45,"hourspday_select":49,"menstruationleave":53,"maternitydifferenttrigger":57,"paidmaternityleaveduration":61,"childcareleave":65,"cbadate_end":69,"ONCERISE_trigger":73,"maternityexcludedtrigger":77,"dayspweek":79,"hourspweek_select":83,"childcare":85,"mealvouchers":88,"equalitydifferenttrigger":92,"STRUCINCR_trigger":94,"hourspday":98,"funeralpay":100,"OVERTIME_trigger":104,"annleaveallowancetype1":108,"contracttrialperiod":112,"maternityotherclause":116,"severance":120,"discrimination":124,"cbadate_start":128,"TRAINING_trigger":130,"incidentalbonusdays1":134,"overtimeallowanceperc1":136,"holidaysdays":138,"holidaysweeks":142,"healthcareaccess":144,"jobwagegroups":148,"healthinsurance":152,"SUNDAY_trigger":156,"EMPCONTR_trigger":158,"healthandsafetytraining":162,"ANNLEAVE_trigger":166,"sundayallowancetype":168,"MEDICAL_trigger":170,"healthandsafetypolicy":173,"SOCSEC_trigger":175,"annleaveallowanceperc1":177,"overtimeallowancetype1":179,"disabilityfund":181,"hourspweek":183,"contracttrial":185,"schedulesrestpw":187,"sicknessmaxdays":191,"sundayallowancetype1":195,"equalityexcludedtrigger":197,"dayspweek_select":199,"annleaveallowancetype":201,"paidmaternityleaveall":203,"pensionfund":207,"SCHEDULE_trigger":211,"paidpaternityleave":213,"incidentalbonustype2":215,"sicknessmaxdaysnr":217,"hoursovertimemax":219,"sundayallowanceperc1":223,"cbaratificationdate":225,"MAXHOURS_trigger":229,"violence":231,"healthcareaccessrelatives":235,"healthinsurancerelatives":239,"contractseverancepay1":241,"bankholidays1":243,"overtimeallowancetype":245,"overtimeallowancetypeperiod":247,"hivpolicy":249,"WORKHOURS_trigger":253,"trainingprogrammes":256,"paidmaternityleave":260,"WAGES_trigger":262,"contractseverancepay":266,"jobsecuritymothers":268,"paidpaternityleaveduration":272},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"disabilitypay","c.Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (J","c.Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK ) yang terdiri dari :\n\n  Jaminan Kecelakaan Kerja\n  Jaminan Kematian\n  Jaminan Hari Tua",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"hourspday_select","2. Jumlah jam kerja perusahaan adalah 8 ","2. Jumlah jam kerja perusahaan adalah 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari\ndan maksimum 40 (empat puluh ) jam 1 (satu) minggu",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"menstruationleave","h.Pekerja perempuan yang dalam masa haid","h.Pekerja perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan pada waktu haid.",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"maternitydifferenttrigger","Ruang lingkup Perjanjian Kerja Bersama (","Ruang lingkup Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini meliputi hak dan\nkewajiban , wewenang serta tanggung jawab peserta dan Serikat Pekerja Multi\nTerminal Indonesia terhadap perusahaan dan terhadap para pekerja nya",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"paidmaternityleaveduration","2.Lamanya cuti bersalin adalah 3 (tiga) ","2.Lamanya cuti bersalin adalah 3 (tiga) bulan dengan ketentuan 1 (satu)\nbulan sebelum dan 2 (dua) bulan sesudah persalinan.",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"childcareleave","e.Cuti karena alasan penting 1.Diberikan","e.Cuti karena alasan penting\n\n1.Diberikan kepada pekerja dengan alasan-alasan sebagai berikut :\n\na.Ibu, bapak, istri\u002Fsuami, anak, saudara kandung, mertua atau menantu sakit\nkeras atau meninggal dunia.\n\nb.Melangsungkan perkawinan yang pertama.\n\nc.Melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.\n\nd.Persalinan anak ketiga dan seterusnya.\n\ne.Mengurus harta warisan.\n\nf.Alasan penting lainnya yang ditetapkan oleh pengusaha.\n\n2.Lamanya cuti karena alasan penting diberikan paling lama 1 (satu) bulan\nkecuali melaksanakan ibadah Haji diberikan cuti paling rama 2 (dua) bulan",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"cbadate_end","1.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini ber","1.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku dan mengikat kedua belah pihak\nuntuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal\nditandatangani (tanggal 5 September 2008 sampai dengan tanggal 4 September\n2010)",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"ONCERISE_trigger","Tunjangan hari raya keagamaan diberikan ","Tunjangan hari raya keagamaan diberikan sebesar 1 (satu) kali upah yang\n    dibayarkan paling lambat 2 (dua) minggu sebelum hari raya keagamaan\n  Gaji ke-13 (tiga belas) diberikan sebesar 1 (satu) kali upah yang\n    diberikan 1 (satu) tahun sekali yang dibayarkan paling lambat minggu ke\n    tiga pada bulan Desember tahun berjalan.",{"bindId":78,"name":59,"text":60},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":80,"name":81,"text":82},"dayspweek","1. Jumlah hari kerja perusahaan adalah 5","1. Jumlah hari kerja perusahaan adalah 5 (lima) hari dalam 1(satu)\nminggu.",{"bindId":84,"name":51,"text":52},"hourspweek_select",{"bindId":86,"name":67,"text":87},"childcare","e.Cuti karena alasan penting\n\n1.Diberikan kepada pekerja dengan alasan-alasan sebagai berikut :\n\na.Ibu, bapak, istri\u002Fsuami, anak, saudara kandung, mertua atau menantu sakit\nkeras atau meninggal dunia.\n\nb.Melangsungkan perkawinan yang pertama.\n\nc.Melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.\n\nd.Persalinan anak ketiga dan seterusnya.\n\ne.Mengurus harta warisan.\n\nf.Alasan penting lainnya yang ditetapkan oleh pengusaha.",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"mealvouchers","g.Pekerja operasional tertentu diberikan","g.Pekerja operasional tertentu diberikan jatah makan dan ekstra puding.",{"bindId":93,"name":59,"text":60},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"STRUCINCR_trigger","4.Besaran gaji atau penghasilan pekerja ","4.Besaran gaji atau penghasilan pekerja dapat mengalami perubahan sebagai\nakibat promosi jabatan, demosi jabatan, hukuman disiplin, terjadinya kenaikan\npenghasilan berkala setiap 2 (dua) tahun atau kebijakan perusahaan untuk\nmenyesuaikan penghasilan pekerja.\n\n5.Besaran penghasilan dapat mengalami kenaikan berkala sebagai akibat\nterpenuhinya masa kerja untuk pekerja yang menduduki kelas jabatan 6 s\u002Fd 10\ndan\u002Fatau masa kelas jabatan untuk pekerja yang menduduki kelas jabatan 3 s\u002Fd\n5.\n\n6.Kenaikan berkala dalam pangkat\u002Fgolongan tidak mengakibatkan perubahan pada\npenghasilan kecuali terhadap besaran iuran dana pensiun, iuran Taspen dan iuran\npemeliharaan kesehatan.",{"bindId":99,"name":51,"text":52},"hourspday",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"funeralpay","d.Uang duka dan bantuan musibah kematian","d.Uang duka dan bantuan musibah kematian, sebagai berikut :\n\n  Tewas dalam melaksanakan tugas : sebanyak 10 (sepuluh) kali penghasilan\n    sebulan diluar manfaat Jamsostek.\n  Wafat (tidak sedang melaksanakan tugas) sebanyak 5 (lima) kali\n    penghasilan sebulan diluar manfaat Jamsostek.\n  Kematian keluarga pekerja dibantu sebagai berikut :\n\n\na) Kematian istri\u002Fsuami pekerja sebesar 2 (dua) kali\n\nb) Kematian anak pekerja yang menjadi tanggungan sebesar 1 (satu) kali\npenghasilan sebulan.\n\n\n\n4.Biaya pengurusan jenazah pekerja dan anggota keluarga tertanggung\nditanggung oleh perusahaan, dengan pengaturan sebagai berikut :\n\nJabodetabek.................................................. Rp.\n10.000.000\n\nLuar Jabodetabek .........................................Rp. 7.500.000",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"OVERTIME_trigger","3. Besaran upah lembur diatur berdasarka","3. Besaran upah lembur diatur berdasarkan Ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"annleaveallowancetype1","b.Bantuan biaya cuti tahunan diberikan s","b.Bantuan biaya cuti tahunan diberikan sebesar 1 (satu) kali upah.",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"contracttrialperiod","1.Sebelum diterbitkannya surat keputusan","1.Sebelum diterbitkannya surat keputusan pengangkatan sebagai pekerja tetap\nperusahaan pengusaha akan memberlakukan masa percobaan paling lama 3 (tiga)\nbulan.",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"maternityotherclause","3.Cuti gugur kandungan diberikan kepada ","3.Cuti gugur kandungan diberikan kepada pekerja wanita paling lama 172 (satu\nsetengah) bulan.",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"severance","2.Uang pesangom hak dan uang pisah secar","2.Uang pesangom hak dan uang pisah secara lumpsum sebesar 3 (tiga )\npenghasilan merit bulan terakhir dari yang bersangkutan",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"discrimination","4.Penempatan dan mutasi pekerja tidak bo","4.Penempatan dan mutasi pekerja tidak boleh dilaksanakan berdasarkan\ndiskriminasi pada suku, agama, ras dan antar golongan, keadaan fisik,\nperselisihan perburuhan, penyampaian keluh kesah atau pendapat terhadap\nkebijakan pengusaha.",{"bindId":129,"name":71,"text":72},"cbadate_start",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"TRAINING_trigger","1.Untuk meningkatkan pengetahuan, ketera","1.Untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental pekerja,\npengusaha memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pekerja,",{"bindId":135,"name":75,"text":76},"incidentalbonusdays1",{"bindId":137,"name":106,"text":107},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"holidaysdays","2.Lamanya cuti tahunan adalah 12 (dua be","2.Lamanya cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hari kerja dengan minimal cuti\nyang diambil adalah 3 (tiga) hari kerja.",{"bindId":143,"name":140,"text":141},"holidaysweeks",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"healthcareaccess","1.Untuk tercapainya tingkat kesehatan pe","1.Untuk tercapainya tingkat kesehatan pekerja dan keluarganya yang memadai\nsecara berdaya guna dan berhasil guna, pengusaha menyediakan pelayanan\nkesehatan berupa fasilitas rumah sakit atau menunjuk lembaga kesehatan lainnya\ndan memberikan fasilitas alat bantu kesehatan.\n\n2.Untuk pelayanan kesehatan pekerja dikenakan iuran dana kesehatan yang\nbesarannya sesuai dengan kelas jabatan berdasarkan ketentuan yang berlaku.",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"jobwagegroups","2.Kepada Pekerja diberikan upah sesuai k","2.Kepada Pekerja diberikan upah sesuai kelas jabatan yang diduduki sebagai\nberikut :\n\na.Penghasilan.\n\nb.Insentif prestasi.\n\nc.Tunjangan perumahan.\n\nd.Tunjangan jabatan untuk pejabat tertentu.",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"healthinsurance","6.Ketentuan mengenai pelayanan kesehatan","6.Ketentuan mengenai pelayanan kesehatan diatur sebagai berikut :\n\na.Pekerja dan keluarga pekerja tertanggung dapat menggunakan fasilitas\npelayanan kesehatan yang disediakan oleh perusahaan.\n\nb.Penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan lain selain yang ditentukan butir\na, hanya diperbolehkan dalam hal :\n\n  Pekerja yang sedang melakukan perjalanan dinas\u002Fcuti ke dalam negeri atau\n    ke luar negeri.\n  Tempat tinggal pekerja dan keluarga jauh dari lokasi fasilitas pelayanan\n    kesehatan yang ditentukan,\n  Keadaan darurat dimana pekerja atau keluarga pekerja memerlukan pelayanan\n    kesehatan segera dan tidak memungkinkan pergi ke rumah sakit\u002F puskesmas\u002F\n    dokter yang ditentukan,\n\n\nc.Fasilitas kesehatan yang diberikan kepada pekerja dan keluarga pekerja\nditetapkan berdasarkan kelas jabatan pekerja.\n\nd.Rujukan di luar fasilitas kesehatan ditujukan ke rumah sakit\nPemerintah\u002Frumah sakit khusus sesuai dengan hak kelas jabatan pekerja, biaya\nyang timbul menjadi beban biaya perusahaan.",{"bindId":157,"name":106,"text":107},"SUNDAY_trigger",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"EMPCONTR_trigger","5. Apabila pada akhir masa percobaan cal","5. Apabila pada akhir masa percobaan calon pekerja dinilai telah memenuhi\npersyaratan yang ditentukan, maka yang bersangkutan diangkat dengan surat\nkeputusan sebagai Pekerja tetap terhitung sejak berakhirnya masa percobaan.",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"healthandsafetytraining","1.Untuk mencegah dan mengurangi kemungki","1.Untuk mencegah dan mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan\npenyakit akibat kerja, pengusaha melaksanakan pembinaan dan Keselamatan\nKesehatan Kerja (K3), baik melalui pelatihan keselamatan kerja kepada semua\npekerja maupun menyediakan fasilitas penunjang keselamatan kerja bagi para\npekerja sesuai dengan bidang tugasnya",{"bindId":167,"name":110,"text":111},"ANNLEAVE_trigger",{"bindId":169,"name":106,"text":107},"sundayallowancetype",{"bindId":171,"name":146,"text":172},"MEDICAL_trigger","1.Untuk tercapainya tingkat kesehatan pekerja dan keluarganya yang memadai\nsecara berdaya guna dan berhasil guna, pengusaha menyediakan pelayanan\nkesehatan berupa fasilitas rumah sakit atau menunjuk lembaga kesehatan lainnya\ndan memberikan fasilitas alat bantu kesehatan.",{"bindId":174,"name":164,"text":165},"healthandsafetypolicy",{"bindId":176,"name":47,"text":48},"SOCSEC_trigger",{"bindId":178,"name":110,"text":111},"annleaveallowanceperc1",{"bindId":180,"name":106,"text":107},"overtimeallowancetype1",{"bindId":182,"name":47,"text":48},"disabilityfund",{"bindId":184,"name":51,"text":52},"hourspweek",{"bindId":186,"name":114,"text":115},"contracttrial",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"schedulesrestpw","1.Hari libur perusahaan adalah hari ming","1.Hari libur perusahaan adalah hari minggu dan hari libur resmi yang\npemerintah ditetapkan oleh sedangkan hari sabtu adalah hari tidak masuk\nkerja.",{"bindId":192,"name":193,"text":194},"sicknessmaxdays","c.Cuti sakit 1.Diberikan kepada pekerja ","c.Cuti sakit\n\n1.Diberikan kepada pekerja yang sakit..minimal selama selama 1 (satu) hari\ndan maksimal 1 (satu) tahun serta dapat diberikan perpanjangan paling lama 6\n(enam) bulan berdasarkan surat keterangan dokter\u002F dokter ahli",{"bindId":196,"name":106,"text":107},"sundayallowancetype1",{"bindId":198,"name":59,"text":60},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":200,"name":81,"text":82},"dayspweek_select",{"bindId":202,"name":110,"text":111},"annleaveallowancetype",{"bindId":204,"name":205,"text":206},"paidmaternityleaveall","1.Cuti bersalin diberikan kepada pekerja","1.Cuti bersalin diberikan kepada pekerja wanita yang melahirkan anak pertama\ndan kedua, sedangkan untuk anak ketiga dan seterusnya diberikan . cuti karena\nalasan penting\n\n2.Lamanya cuti bersalin adalah 3 (tiga) bulan dengan ketentuan 1 (satu)\nbulan sebelum dan 2 (dua) bulan sesudah persalinan.",{"bindId":208,"name":209,"text":210},"pensionfund","b.Tabungan Asuransi pensiun\u002FTaspen ( Han","b.Tabungan Asuransi pensiun\u002FTaspen ( Hanya berlaku bagi Pekerja eks PT (\nPersero ) Pelabuhan Indonesia II )\n\n  Tabungan Hari Tua\n  Tabungan Hari Tua Multiguna\n\n\nc.Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK ) yang terdiri dari :\n\n  Jaminan Kecelakaan Kerja\n  Jaminan Kematian\n  Jaminan Hari Tua",{"bindId":212,"name":189,"text":190},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":214,"name":67,"text":87},"paidpaternityleave",{"bindId":216,"name":75,"text":76},"incidentalbonustype2",{"bindId":218,"name":193,"text":194},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":220,"name":221,"text":222},"hoursovertimemax","a.Kerja lembur dalam pekerjaan administr","a.Kerja lembur dalam pekerjaan administrasi tidak melebihi 60 ( enam puluh )\njam perbulan, kecuali untuk kepentingan pelayanan jasa dengan mempertimbangkan\nkebutuhan perusahaan untuk kelancaran operasional",{"bindId":224,"name":106,"text":107},"sundayallowanceperc1",{"bindId":226,"name":227,"text":228},"cbaratificationdate","Demikian Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ","Demikian Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini ditandatangani di Jakarta pada\nhari dan tanggal sebagaimana tersebut diatas untuk dilaksanakan oleh kedua\nbelah pihak.\n\n\n\n\n\n\n\nJakarta, 5 September 2008",{"bindId":230,"name":221,"text":222},"MAXHOURS_trigger",{"bindId":232,"name":233,"text":234},"violence","b.Pemberhentian dengan hormat tidak atas","b.Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai pekerja\natau calon pekerja :\n\n1.Membocorkan rahasia Perusahaan atau mencemarkan nama baik perusahaan,\n\n2.Tidak masuk kerja selama 2 (dua) bulan berturut-turut tanpa alasan yang\nsah,\n\n3.Melakukan penganiayaan\u002Fpemukulan dan\u002Fatau mengancam secara fisik dan\nmental terhadap pengusaha atau keluarganya, pekerja atau keluarganya.",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"healthcareaccessrelatives","3.Yang berhak memperoleh fasilitas keseh","3.Yang berhak memperoleh fasilitas kesehatan adalah pekerja dan keluarga\npekerja yang\n\nmenjadi tanggungannya yaitu istri\u002Fsuami dan 2 (dua) orang anak yang\nterdaftar dalam tanggungan.",{"bindId":240,"name":154,"text":155},"healthinsurancerelatives",{"bindId":242,"name":122,"text":123},"contractseverancepay1",{"bindId":244,"name":189,"text":190},"bankholidays1",{"bindId":246,"name":106,"text":107},"overtimeallowancetype",{"bindId":248,"name":106,"text":107},"overtimeallowancetypeperiod",{"bindId":250,"name":251,"text":252},"hivpolicy","9.Pengusaha memberikan fasilitas general","9.Pengusaha memberikan fasilitas general check - Up kepada pekerja minimal 2\n(dua) tahun sekali kecuali bagi pekerja yang melaksanakan pekerjaan khusus.",{"bindId":254,"name":81,"text":255},"WORKHOURS_trigger","1. Jumlah hari kerja perusahaan adalah 5 (lima) hari dalam 1(satu)\nminggu.\n\n2. Jumlah jam kerja perusahaan adalah 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari\ndan maksimum 40 (empat puluh ) jam 1 (satu) minggu",{"bindId":257,"name":258,"text":259},"trainingprogrammes","2.Perusahaan merencanakan dan melaksanak","2.Perusahaan merencanakan dan melaksanakan program pendidikan dan pelatihan\nyang efektif bagi pekerja dengan tujuan :\n\na.Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap mental, dan profesionalisme\npekerja sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja dan daya saing\nperusahaan\n\nb.Mengembangkan kompetensi pekerja agar sesuai dengan jabatan\u002Fpekerjaan yang\nsedang dipangkunya dengan mengikuti di bidang pekerjaan dimaksud\n\nc.Meningkatkan kompetensi pekerja agar sesuai dengan (Job Requirement) yang\ndirencanakan akan dipangkunya.",{"bindId":261,"name":205,"text":206},"paidmaternityleave",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"WAGES_trigger","1.Setiap pekerja berhak memperoleh upah ","1.Setiap pekerja berhak memperoleh upah dan tunjangan yang memadai sesuai\ndengan kemampuan perusahaan.",{"bindId":267,"name":122,"text":123},"contractseverancepay",{"bindId":269,"name":270,"text":271},"jobsecuritymothers","4.Terhadap pekerja yang cuti diluar tang","4.Terhadap pekerja yang cuti diluar tanggungan perusahaan di bebaskan dari\njabatannya, kecuali cuti melahirkan anak ketiga dan seterusnya .",{"bindId":273,"name":67,"text":68},"paidpaternityleaveduration","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Multi Terminal Indonesia - 2008\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2008-09-05\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2010-09-04\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2008-05-09\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Angkutan, logistik, komunikasi\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pengelolaan Kargo\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Multi Terminal Indonesia\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja PT. Multi Terminal Indonesia\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;30 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;30 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;Insufficient data&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;Insufficient data&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;15.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Wafat Isa Almasih, Army Day \u002F Feast of the Sacred Heart\u002F St. Peter &amp; Paul’s Day (30th June), John Chilembwe Day (15th January), Umuganura Day (first Friday of August)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;0\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ANNLEAVE_trigger\">Tunjangan extra untuk cuti tahunan\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-annleaveallowanceperc1\">\n                    Tunjangan extra untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;100.0 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[279],{"title":38,"slug":34},[281],{"type":282,"data":283},"call_to_action_body_block",{"title":284,"description":285,"variant":286,"link":287},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":284,"url":288,"description":284,"rel":289,"type":290},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[292],{"type":282,"data":293},{"title":284,"description":285,"variant":286,"link":294},{"title":284,"url":288,"description":284,"rel":289,"type":290},[]]