[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-mulia-cemerlang-abadi-multi-industri-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-mulia-cemerlang-abadi-multi-industri-tentang-":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":286,"content_type_view":287,"extra_breadcrumbs":288,"body":290,"body_blocks":301,"related_pages":305},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":284,"translations":285},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-mulia-cemerlang-abadi-multi-industri-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-mulia-cemerlang-abadi-multi-industri-tentang-","5e6ab7f4-7eb8-11e3-944f-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-mulia-cemerlang-abadi-multi-industri-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-mulia-cemerlang-abadi-multi-industri-tentang-\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-mulia-cemerlang-abadi-multi-industri-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-mulia-cemerlang-abadi-multi-industri-tentang-\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Mulia Cemerlang Abadi Multi Industri Dengan SPN PT. Mulia Cemerlang Abadi Multi Industri - 2013 - 2015","IDN PT. Mulia Cemerlang Abadi Multi Industri - 2013","Indonesia - IDN PT. Mulia Cemerlang Abadi Multi Industri - 2013","IDN PT. Mulia Cemerlang Abadi Multi Industri - 2013 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PKB PT. MCA 2015.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA : PT. MULIA CEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI\nDENGAN : SERIKAT PEKERJA NASIONAL PT. MULIA CEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI\nTENTANG : PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB) PERIODE TAHUN 2013 S\u002FD 2015\u003C\u002Fh1>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: PIHAK - PIHAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 1: Pihak-pihak yang mengadakan perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Yang bertanda tangan di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mr. Frans Mulja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mr. Lim Kae Seng,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bp. Badrun Zaki,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bertindak untuk dan atas nama : PT. MULIA CEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI\ndisingkat PT. MCA. berlokasi di Jl. Industri No. 12 Kp. Cirewed Sukadamai\nCikupa Tangerang Propinsi Banten, Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut\npihak pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Murdiyanti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Robiyah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hariyanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Abdul rohman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bertindak untuk dan atas nama : ANGGOTA Serikat Pekerja Nasional PT. MULIA\nCEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI disingkat PSP SPN PT. MCA berdasarkan SURAT\nKUASA &amp; TUGAS ORGANISASI. Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut pihak\nPSP SPN PT. MCA dengan pencatatan nomor : 34\u002FBis naker\u002FVIII\u002F2009 pada Kantor\nDinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB II: U M U M\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 2: Istilah – istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yangdimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan ialah PT. MULIA CEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI (MCA). Yang\nberkedudukan di Jl. Industri No. 12 Kp. Cirewed Sukadamai Cikupa Tangerang\nPropinsi Banten.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha ialah Direktur Utama PT. MULIA CEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI\n(MCA) dan atau pejabat lainnya yang ditunjuk untuk dan atas nama Direksi dalam\npelaksanaan atau pengelolaan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja ialah setiap orang yang bekerja di PT. MULIA CEMERLANG ABADI\nMULTI INDUSTRI (MCA) dengan menerima upah serta tunjangan atau penerimaan\nlainnya berdasarkan suatu hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat pekerja ialah: Serikat Pekerja Nasional PT. MULIA CEMERLANG ABADI\nMULTI INDUSTRI (MCA) yang dicatatkan pada kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten\nTangerang dengan pencatan nomor : 34\u002FBis naker\u002FVIII\u002F2009 yang berhak mewakili\nseluruh anggota SPN PT. MCA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pimpinan Serikat Pekerja Nasional ialah anggota Serikat Pekerja Nasional\nPT. MCA yang dipilih oleh anggota melalui KONFERTA dan atau forum-forum resmi\nyang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SPN, dan disahkan\noleh DPC SPN Kabupaten Tangerang dengan SK Nomor :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Perwakilan Anggota (PA) ialah: perwakilan anggota SPN yang dipilih\nlangsung oleh anggota SPN PT. MCA dari setiap bagian atau line atau departemen\nyang merupakan bagian dari Struktur Organisasi PSP SPN PT. MCA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Anggota Serikat Pekerja ialah: seluruh pekerja PT. MCA yang terdaftar\nsebagai anggota PSP SPN PT. MCA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Keluarga pekerja ialah: istri\u002Fsuami dan anak yang terdaftar di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Istri\u002F Suami ialah istri\u002F suami yang menurut hukum perkawinan yang\nberlaku dan sudah terdaftar di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Anak ialah anak kandung, anak tiri, anak angkat yang menjadi tanggungan\nPekerja dengan ketentuan: bahwa anak tersebut belum berumur 21 (dua puluh satu)\ntahun, belum menikah, belum bekerja..\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Ahli waris ialah: keluarga pekerja atau orang lain yang ditunjuk pekerja\nuntuk menerima setiap pembayaran dari perusahaan dalam hal pekerja yang\nbersangkutan sakit atau meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Hari kerja ialah: Hari dimana pekerja wajib melakukan pekerjaan sesuai\njadwal kerja yang telah ditetapkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Hari libur ialah: hari libur resmi, hari istirahat mingguan dimana\npekerja tidak diwajibkan untuk bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Waktu kerja shift ialah: waktu kerja yang diatur menurut jadwal kerja\nbergilir secara teratur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Lokasi perusahaan ialah: seluruh ruangan, halaman, lapangan dan\nsekelilingnya yang berhubungan dengan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Tempat kerja ialah: bagian atau tempat dimana pekerja melaksanakan\nkewajibannya untuk bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Kecelakaan kerja ialah: kecelakaan kerja yang terjadi dalam hubungan\nkerja termasuk di dalamnya perjalanan berangkat dan pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Istirahat ialah: istirahat antara jam kerja selama 1 jam setelah bekerja\nselama 4 jam berturut-turut dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Mutasi ialah: pemindahan pekerja dari unit kerja yang satu ke unit kerja\nyang lain dalam lingkup perusahaan atas kebutuhan untuk kelancaran kerja,\nefektivitas kerja dan efisiensi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Mangkir ialah: tidak masuk bekerja tanpa alasan yang dapat dipertanggung\njawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 3: Maksud dan Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini dibuat untuk mempertegas hak dan kewajiban\npihak pengusaha dan pihak pekerja, dalam menciptakan suatu hubungan kerja\nindustrial yang harmonis, dinamis demi terwujudnya kelancaran proses produksi,\nketenangan kerja, tegaknya hak dan kewajiban kedua belah pihak berdasarkan\nHubungan Industrial yang berkeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 4: Luasnya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtxt\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional menyetujui bahwa perjanjian kerja\nbersama ini berlaku dan mengikat bagi Pengusaha dan seluruh Anggota PSP SPN PT.\nMULIA CEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI (MCA).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian kerja bersama ini mengatur tentang hal pokok yang bersifat\numum dan belum diatur dalam peraturan perundangan ketenagakerjaan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perjanjian kerja bersama ini menjadi dasar pelaksanaan hubungan kerja di\nPT. MULIA CEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI (MCA).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB III: PENGAKUAN PENGUSAHA TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 5: Pengakuan Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha mengakui bahwa Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja\nNasional PT. MCA adalah wakil seluruh pekerja sebagai anggotanya dan\nmenandatangani perjanjian kerja bersama serta mempunyai hubungan kerja secara\nsah dengan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha memberi kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anggota\nserikat pekerja nasional untuk lebih maju dan berkembang, dengan mengadakan\nkegiatan-kegiatan organisasi, seperti : pendidikan dan latihan,\nseminar-seminar, symposium dan kegiatan lain yang bertujuan memajukan\norganisasi dan anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal kegiatan yang sifatnya urgent\u002F mendesak maka pengusaha\nmemberikan izin tanpa pengajuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha memberikan dispensasi kepada Pimpinan Serikat Pekerja,\nperwakilan anggota serta anggota, yang ditunjuk untuk menyelesaikan\npermasalahan ketenagakerjaan, menghadiri pertemuan, atau tugas-tugas organisasi\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha menjamin tidak akan mengadakan tindakan yang menekan\n(intimidasi) dalam bentuk apapun, dan menghalang-halangi terhadap Pimpinan\nSerikat Pekerja dan perwakilan anggota serta anggotanya, yang bersifat\nmelindungi dan memperjuangkan hak-hak anggota atau menjadi utusan serikat\npekerja nasional sesuai dengan fungsi yang melekat pada dirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Sebagai konsekuensi pengakuan serikat pekerja oleh pengusaha, maka segala\nhal menyangkut hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja atau serikat pekerja\nbeserta anggotanya, diselesaikan dengan jalan perundingan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Setiap surat yang dikeluarkan oleh pengusaha yang menyangkut pekerja dan\nhubungan kerja, atau yang berakibat kepada pekerja, serikat pekerja, atau\nhubungan kerja, maka pengusaha wajib memberi tembusan kepada Pimpinan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 6: FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan ruangan atau gedung untuk kantor sekretariat\nSerikat Pekerja Nasional beserta seluruh perlengkapan kantornya sebagai pusat\nkegiatan organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha menyediakan transportasi berupa kendaraan bagi pimpinan serikat\npekerja dan seluruh jajarannya dalam rangka kegiatan organisasi, pertemuan dan\nrapat-rapat diluar lokasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha memberi atau menyediakan tempat pertemuan yang memadai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha menyediakan papan pengumuman bagi serikat pekerja dan\nanggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 7: Iuran Serikat Pekerja Nasional\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha bersedia melakukan pemotongan upah pekerja sebagai iuran kepada\nserikat pekerja sesuai dengan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD\u002FART)\nserikat pekerja nasional BAB IV pasal 18 sebagaimana diatur oleh Keputusan\nMenteri Tenaga Kerja RI nomor KEP.187\u002FMEN IX\u002F2004, pasal 2, pasal 3 dan pasal\n4, tentang iuran anggota Serikat Pekerja, dengan uraian sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Uang pangkal sebesar I % X upah sebulan, dipungut pada saat pekerja masuk\nmenjadi anggota SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Uang iuran bulanan sebesar 0,5 % X upah pokok sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hasil pemotongan upah diserahkan kepada PSP SPN disertai daftar nama dan\nbesar potongan dalam rupiah atau melalui check of system (COS) paling lambat 3\n( tiga ) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Iuran anggota Serikat Pekerja Nasional diserahkan oleh pengusaha kepada\npengurus Serikat Pekerja Nasional selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah\npenerimaan gaji setiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 8: Hak Pengusaha dan Serikat Pekerja (SP)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan serikat pekerja mempunyai hak dan kewajiban untuk melakukan\nsosialisasi isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) pada seluruh pekerja atau pihak\nlainnya yang berkepentingan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja secara bebas sukarela berhak untuk menjadi atau tidak\nmenjadi anggota Serikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pimpinan Serikat Pekerja Nasional dipilih secara demokratis oleh\nanggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat pekerja mempunyai hak untuk melaksanakan aktifitas organisasi di\ndalam jam kerja atau di luar jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB IV: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 9: PENERIMAAN PEKERJA BARU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk kelancaran kegiatan operasional perusahaan, pengusaha memiliki hak\nuntuk menerima karyawan baru berdasarkan kebutuhan dan persyaratan yang\nditetapkan oleh perusahaan, sesuai prosedur penerimaan yang obyektif dan adil\ntanpa membedakan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja mengakui hak pengusaha untuk menerima pekerja baru dengan\nstandar kewajaran, dengan tetap memenuhi peraturan penerimaan pekerja baru,\nbaik bagi warga Negara Indonesia maupun warga Negara Asing sesuai dengan\nperaturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam mempekerjakan tenaga kerja asing, perusahaan mematuhi ketentuan\nmengenai penempatan tenaga kerja asing sebagaimana peraturan perundangan yang\nberlaku di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 10: Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>1. Setiap Pekerja yang dinyatakan diterima bekerja oleh pengusaha wajib\nmelewati masa percobaan paling lama 3 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setelah melewati masa percobaan 3 (tiga) bulan dan dinyatakan lulus oleh\npengusaha, maka status hubungan kerja menjadi hubungan kerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha tidak mempekerjakan Pekerja dengan perjanjian kerja waktu\ntertentu pada pekerjaan utama proses produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Masa kerja Pekerja dihitung mulai sejak Pekerja diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 11: Perlindungan Bagi Pekerja Perempuan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cp>1. Pekerja Perempuan yang sedang hamil dipekerjakan ditempat yang tidak\nmenggangu dan tidak membahayakan kehamilannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja Perempuan yang sedang hamil tidak dipekerjakan pada malam\nhari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 12: Perlindungan dan Jaminan Terhadap Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menjamin perlakuan yang sama terhadap pekerja tanpa membedakan\nstatus hubungan kerja, suku, agama, warna kulit jabatan atau kedudukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha melindungi setiap hak-hak pekerja secara adil sesuai dengan\nhukum ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 13: Promosi dan Mutasi,\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Promosi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja berhak dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi, dengan\npenilaian prestasi dan pertimbangan kondisi kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja yang dipromosikan berhak mendapat penyesuaian upah sesuai standar\nupah pada jabatan barunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Penyesuaian pada huruf b berlaku mulai yang bersangkutan menduduki\njabatan barunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pengusaha berwenang memindahkan pekerja dari satu jabatan ke jabatan lain\nyang lebih tinggi, baik di departemen sendiri maupun ke lain departemen, yang\nbertujuan untuk memberikan tanggungjawab yang besar kepada pekerja yang\nberpotensi dan berprestasi baik, sesuai dengan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Dalam hal promosi sebagaimana disebut pada ayat (1) pasal ini,\ndiberlakukan masa orientasi tugas maksimum selama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Jika setelah 3 (tiga) bulan Pekerja yang bersangkutan tidak berhasil\nmelewati masa orientasi tugas dengan baik dan\u002Fatau dinyatakan tidak memenuhi\nsyarat, maka pekerja yang bersangkutan dikembalikan ke jabatan semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mutasi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha berwenang memindahkan dan atau menugaskan pekerja ke departemen\nlain untuk memberikan kesempatan bagi pekerja menambah pengetahuan, ketrampilan\ndan menimba pengalaman yang berguna bagi kemajuan pekerja sesuai dengan\nkebutuhan perusahaan dengan memperhatikan kemampuan dan kesanggupan pekerja\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pemindahan \u002F mutasi dilaksanakan dengan suatu Surat Keputusan Mutasi,\ndengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pekerja yang bersangkutan dalam\nwaktu yang cukup yaitu minimum satu bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bilamana terjadi mutasi pekerja antar divisi, departemen, bagian, atau\nseksi maka upah, fasilitas dan hak-hak yang diterima oleh pekerja yang\nbersangkutan minimum sama dengan yang diterima sebelumnya. Apabila di tempat\nbaru memiliki fasilitas yang lebih baik dari tempat lama maka pekerja yang\nbersangkutan berhak mendapatkan fasilitas tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja mempunyai hak menolak untuk di mutasi apabila tidak sesuai dengan\nkeahlian yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Mutasi tidak diberlakukan sebagai sanksi atau hukuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB V: WAKTU KERJA, ISTIRAHAT MINGGUAN DAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 14: Hari Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1. Hari kerja Pekerja PT. MCA ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk system 5 hari kerja adalah hari Senin s.d. Jumat selama 8 jam\nsehari atau 40 jam seminggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk system 6 hari kerja adalah hari Senin s.d. Sabtu selama 7 jam\nsehari atau 40 jam seminggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Waktu\u002FJam kerja Pekerja diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 5 hari kerja adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin s.d. kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>: masuk pukul\n\n        \u003Cp>: istirahat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>: masuk kembali\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 s.d. 12.00\n\n        \u003Cp>12.00 s.d. 13.00\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>13.00 s.d. 17.00\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Untuk hari jum’at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>: masuk pukul\n\n        \u003Cp>: istirahat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>: masuk kembali\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 s.d. 11.30\n\n        \u003Cp>11.30 s.d. 13.00\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>13.00 s.d. 17.00\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu dan minggu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>: hari libur mingguan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk 6 hari kerja adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin s.d. kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>: masuk pukul\n\n        \u003Cp>: istirahat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>: masuk kembali\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 s.d. 12.00\n\n        \u003Cp>12.00 s.d. 13.00\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>13.00 s.d. 15.00\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Untuk hari jum’at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>: masuk pukul\n\n        \u003Cp>: istirahat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>: masuk kembali\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 s.d. 11.30\n\n        \u003Cp>11.30 s.d. 13.00\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>13.00 s.d. 15.00\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Untuk hari Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>: Masuk pukul\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 s.d. 12.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Minggu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>: hari libur mingguan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengaturan jam kerja shift bagi pekerja, ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Shift 1 pukul 07:00 – 15:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Shift 2 pukul 15:00 – 23:00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila Pekerja melakukan pekerjaan melebihi waktu kerja tersebut di\natas, maka diperhitungkan sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 15: Waktu Kerja Pekerja Perempuan pada malam hari\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal Pekerja Perempuan bekerja di malam hari melampaui pukul 23.00,\nmaka waktu kerja untuk Pekerja Perempuan diberlakukan lebih pendek 1 ½ jam\ndari waktu kerja Pekerja Laki-laki dengan tetap menerima upah yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 16: Istirahat Mingguan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>1. Setiap pekerja berhak atas hari istirahat mingguan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hari istirahat mingguan sebagaimana dimaksud ayat (1) diatur sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Istirahat mingguan selama 1 (satu) hari untuk system 6 (enam) hari kerja\ndalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Istirahat mingguan selama 2 (dua) hari untuk system 5 (lima) hari kerja\ndalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bagi pekerja shift diatur sesuai jadual kerja shift dengan tetap\nmemperhatikan ketentuan pasal 14 perjanjian kerja bersama ini dan peraturan\nperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 17: Perhitungan Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Kerja lembur bukan sebagai kerja wajib, maka tidak dapat dipaksakan dan\nsedapat mungkin dihindari untuk kepentingan kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dapat memerintahkan pekerja untuk bekerja lembur dalam hal-hal\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Dalam hal adanya pekerjaan yang bertimbun-timbun atau menumpuk yang tidak\nterselesaikan dan akan menimbulkan kerugian bagi pengusaha atau dapat\nmengganggu kelancaran produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dalam hal adanya pekerjaan yang harus selesai dalam waktu yang telah\ndijadwalkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dalam hal ada pekerjaan yang harus diselesaikan dengan segera.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Dalam keadaan darurat dan dalam hal ada pekerjaan yang apabila tidak\nsegera diselesaikan akan membahayakan keselamatan dan kesehatan manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Dalam hal pekerja gilir kerja ( shift ) yang harus terus bekerja karena\npenggantinya tidak ada atau belum datang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>3. Pekerja yang melakukan kerja lembur berhak atas pembayaran upah lembur\nsebagaimana diatur oleh KEP.102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 tentang waktu dan upah kerja\nlembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang melakukan kerja lembur pada hari cuti bersama, hari raya\nIdul Fitri, Hari Natal dan Hari kemerdekaan RI (17 Agustus) atas kehendak\npengusaha diberikan tambahan uang insentif khusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cp>5. Pekerja yang melakukan kerja lembur sebagaimana dimaksud ayat (4)\npengusaha wajib membayar upah lembur sebesar 3 kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB VI: HAK CUTI, UPAH SELAMA SAKIT DAN IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 18: Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Dasar pengambilan cuti bersama adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) 3\nMenteri ( Agama, Tenaga Kerja dan Pendayaguna Aparatur Negara ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>3. Jumlah pengambilan cuti tahunan bersama adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pada Hari Raya Idul Fitri selama 5 (lima) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pada Hari Natal dan Tahun Baru selama 3 (tiga) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Sisa cuti tahunan selama 4 (empat) hari diambil sendiri-sendiri dengan\nketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Sisa cuti tahunan dapat digunakan dalam waktu 12 bulan setelah timbulnya\nhak cuti tahunan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dalam hal ada penundaan pengambilan cuti karena kehendak pengusaha, maka\njangka waktu tersebut dapat diperpanjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dalam pengambilan cuti baik secara bersama maupun sendiri-sendiri maka\npekerja berhak mendapat upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pengusaha wajib memberitahukan secara tertulis kepada pekerja pada saat\ntimbulnya hak cuti dan jumlah sisa hari cutinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Dalam hal pekerja yang belum timbul hak cutinya tetapi pekerja ternyata\npunya kepentingan yang sangat mendesak, maka pekerja tetap dapat mengajukan\npermohonan cuti dan diperhitungkan setelah timbul hak cutinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Sisa hak Cuti tahunan dapat diambil setiap waktu tanpa\ndihalang-halangi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pelaksanaan pengambilan cuti bersama dimulai paling lambat 3 (tiga) hari\nsebelum tanggal hari raya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Sisa cuti tahunan yang belum diambil tetapi masa cutinya habis, maka sisa\ncuti yang belum diambil tersebut bisa diganti dengan uang.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 19: Cuti Melahirkan, Gugur Kandungan dan Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cp>1. Bagi pekerja wanita yang melahirkan, kepadanya diberikan cuti selama 3\n(tiga) bulan terhitung sejak pekerja tersebut mengambil cuti melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal terjadi gugur kandungan atau kelahiran prematur, Maka\npengambilan cuti dihitung sejak pekerja tersebut masuk rumah sakit atau dirawat\nselama masa waktu 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Permintaan cuti melahirkan diajukan oleh pekerja kepada Departemen\nPersonalia dan diketahui oleh kepala Departemen yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>4. Dalam hal habis masa cuti sebagaimana dimaksud ayat I dan 2 pasal ini,\npekerja belum mampu bekerja kembali, maka cuti tersebut dapat diperpanjang\nsampai batas waktu yang ditentukan oleh dokter kandungan atau Bidan melalui\nsurat keterangan dokter atau Bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal pengambilan cuti melahirkan dan keguguran atau kelahiran\nprematur bagi pekerja wanita sebagaimana dimaksud ayat I dan 2 pasal ini maka\npekerja tersebut berhak mendapat upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>6. Bagi pekerja wanita yang mengalami haid, berhak mendapatkan cuti pada\nhari pertama dan hari kedua waktu haid.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7. Apabila pekerja wanita yang sedang mengalami haid dan yang bersangkutan\ndiharuskan bekerja pada hari pertama dan kedua masa haid maka diperhitungkan\nsebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 20: Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>1. Apabila pekerja menderita sakit berkepanjangan dan menurut surat\nketerangan dokter tidak mampu melakukan pekerjaannya maka ketentuan upah\ndibayar sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.6 bulan pertama 100% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4 bulan berikutnya 75% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.2 bulan terakhir 60% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2. Dalam hal sampai jangka waktu 1 (satu) tahun pekerja masih belum bisa\nmelaksanakan kewajibannya untuk bekerja, maka pengusaha dapat melakukan\npemutusan hubungan kerja setelah memberitahukan kepada yang bersangkutan dan\nmemusyawarahkan dengan Serikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan Hubungan Kerja sebagaimana diatur dalam ayat (2) dilakukan\nsesuai dengan ketentuan pasal 172 Undang-Undang 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 21: Izin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Mendapatkan Upah Penuh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>Perusahaan memberikan izin meninggalkan pekerjaan kepada pekerja dengan\ntetap mendapatkan upah sebagaimana ketentuan UU 13\u002F2003, dalam hal- hal sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja wanita sedang haid dibayar untuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002Fburuh menikah dibayar untuk selama 3 (tiga) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Anak pekerja dikhitan\u002F dibabtis\u002Fmenikah dibayar untuk selama 2 (dua)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>4. Istri pekerja melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n(dua) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>5. Suami\u002Fisrti, orang tua, mertua, anak atau menantu meninggal dunia dibayar\nuntuk selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia. dibayar untuk selama 1\n(satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dalam hal pekerja melakukan tugas Negara, Paling lama 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Dalam hal pekerja menunaikan kewajiban agama paling lama dan dibayar\nuntuk selama 40 (empat puluh) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja yang mengalami bencana alam diberikan cuti khusus selama waktu\ntertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Pekerja melaksanakan Ujian Sekolah\u002FNegara sesuai waktu yang\ndijadualkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Ketentuan pasal 1 s.d. 10 dibuktikan dengan surat keterangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB VII: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 22: Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1. Setiap pekerja yang telah melaksanakan kewajiban kerjanya berhak\nmendapatkan upah atau gaji sesuai dengan standar upah yang berlaku di PT.\nMCA\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Apabila pekerja berhalangan hadir waktu penggajian, maka pengambilan\ngajinya dapat dibayarkan kepada pihak ketiga dengan syarat membawa surat kuasa\ndari pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>3. Peninjauan upah secara umum dilakukan secara berkala sekurang-kurangnya\nsatu tahun sekali paling lambat bulan Januari setiap tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Peninjauan upah periodik dilakukan dengan penerapan yang berlaku\ndisesuaikan dengan skala upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreaseperc1\">\u003Cp>Dasar perhitungan sebagai standart skala upah adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Kurang dari 1 (satu) tahun UMK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 1 tahun lebih tetapi kurang dari 2 tahun Rp. 3,5 %\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. 2 tahun lebih tetapi kurang dari 3 tahun Rp. 4,25 %\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. 3 tahun lebih tetapi kurang dari 4 tahun Rp. 5%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. 4 tahun lebih tetapi kurang dari 5 tahun Rp. 5,75%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. 5 tahun lebih tetapi kurang dari 6 tahun Rp. 6,5%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. 6 tahun lebih tetapi kurang dari 7 tahun Rp. 7,25%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. 7 tahun lebih tetapi kurang dari 8 tahun Rp. 8%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. 8 tahun lebih tetapi kurang dari 9 tahun Rp. 8,25%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. 9 tahun lebih tetapi kurang dari 10 tahun Rp. 9%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. 10 tahun atau lebih Rp.10%\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Pembayaran upah\u002Fgaji Pekerja dilakukan dengan sisitem transfer bank ke\nrekening Pekerja dengan ketentuan administrasi bank ditanggung perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 23: Komponen-komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang ditunjuk\u002F diangkat oleh\nperusahaan untuk memegang jabatan dalam struktur organisasi di bagian atau di\ndepartemen yang bersangkutan yang diterima setiap bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan jabatan merupakan tunjangan tetap yang termasuk dalam komponen\nperhitungan upah lembur, kriteria:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 1. Asisten Supervisior Rp.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 2. Supervisior Rp.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 3. Chif Rp.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 4. Kepala Bagian Rp.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 5. Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp>2. Tunjangan Transportasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan tunjangan transportasi sesuai dengan jarak tempuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>3. Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bagi pekerja yang menurut sifatnya harus bekerja lembur sampai 2 jam,\nmaka perusahaan wajib memberikan fasilitas makan sebanyak 1 (satu) kali pada\njam yang telah ditentukan dan apabila melakukan kerja lembur lebih dari 4\n(empat) jam maka perusahaan wajib memberikan ekstra fooding.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Penyediaan 1 kali makan dihitung dengan perhitungan 1400 kalori sesuai\ndengan standar kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tunjangan premi hadir dan premi shift malam :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Premi hadir: ditujukan untuk menambah motivasi pekerja dalam bekerja\nsebesar Rp. 5000 (lima ribu rupiah) per kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>b. Premi shift malam: diberikan untuk pekerja yang bekerja pada malam\nsebesar Rp. 5000 (lima ribu rupiah) per kehadiran.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Tunjangan Khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diberikan kepada pekerja tertentu sebagai kompensasi atas tingkah laku atau\nresiko dan prestasi kerja sebesar Rp.60.000 (enam puluh ribu rupiah) per bulan\n...........\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cp>6. Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.1. Pengusaha wajib memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Pekerja yang\nsudah bekerja selama 3 (tiga) bulan atau lebih.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cp>6.2. Besar nilai Tunjangan Hari Raya diperhitungkan berdasarkan masa kerja\nPekerja, dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.3 bulan lebih tetapi kurang dari 1 tahun proporsional dengan rumus (Gaji :\n12) x masa kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1 tahun lebih tetapi kurang dari 2 tahun 100% x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.2 tahun lebih tetapi kurang dari 3 tahun 110% x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.3 tahun lebih tetapi kurang dari 4 tahun 120% x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.4 tahun lebih tetapi kurang dari 5 tahun 130% x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.5 tahun lebih tetapi kurang dari 6 tahun 140% x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.6 tahun lebih tetapi kurang dari 7 tahun 150% x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.7 tahun lebih tetapi kurang dari 8 tahun 160% x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.8 tahun lebih tetapi kurang dari 9 tahun 170% x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.9 tahun lebih tetapi kurang dari 10 tahun 180% x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.10 tahun lebih tetapi kurang dari 11 tahun 190% x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.11 tahun lebih 200% x upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.3.Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dilakukan paling lambat 7 (tujuh)\nhari sebelum Hari Raya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 24: WC standar sesuai K3\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan fasilitas WC yang memadai, dengan perbandingan\njumlah Pekerja 1 : 25\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk menjaga kebersihan setiap ruang WC, maka disediakan tempat sampah\ndi setiap WC untuk pembuangan pembalut perempuan dan sampah lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 25: Pintu Darurat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Demi terjaminnya keselamatan dan keamanan seluruh Pekerja, maka pintu\nmasuk dan pintu keluar harus terbebas dari barang-barang yang mengganggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sebagai tindakan antisipatif dan menghindari timbulnya bahaya, perlu\nadanya pintu darurat yang tidak terkunci pada setiap jam kerja dan mudah\ndijangkau oleh seluruh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 26: Keadaan Darurat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetyprovisions\">\u003Cp>Untuk menanggulangi dan antisipasi terjadinya musibah sewaktu-waktu, baik\nkecelakaan kerja maupun bahaya lain, maka Pengusaha menyediakan kendaraan\nbeserta sopirnya yang selalu stand by setiap jam kerja..\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 27: Sarana P3K\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan kotak P3K yang berisikan isi kain kasa, perban, obat\nmerah, pembalut wanita, gunting, boord water, sarung tangan, center, mietela\ndengan perban disetiap line atau bagian dengan perbandinagn sekurang-kurangnay\n1 kotak untuk persediaan 100 orang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 28: Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1. Pengusaha wajib menyediakan alat- alat keselamatan kerja yang menjamin\nkeselamatan dan kesehatan bagi seluruh pekerja termasuk alat pemadam\nkebakaran.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan dirinya dan pekerja lainnya dan\nwajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah disediakan oleh perusahaan\nserta mengikuti\u002F mengetahui ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan kerja dan\nperlindungan kerja yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-monitoring\">\u003Cp>3. Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\nkeselamatan pekerja dan perusahaan harus segera melapor kepada pimpinan\n(atasan).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Diluar waktu kerja yang sudah ditentukan oleh perusahaan setiap pekerja\ntidak diperbolehkan memakai atau mempergunakan alat-alat atau perlengkapan\nkerja milik perusahaan untuk keperluan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap pekerja wajib memelihara alat-alat perlengkapan kerja dengan baik\ndan teliti.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 29: Poliklinik\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>Pengusaha menyediakan fasilitas poliklinik dan petugas medisnya di lokasi\nperusahaan untuk memberikan pertolongan lebih awal kepada para pekerja yang\nmengalami sakit atau kecelakaan saat melaksanakan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB IX: JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 30: Jamsostek\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>1. Pengusaha mengikutsertakan seluruh pekerjanya pada program Jaminan Sosial\nTenaga Kerja (JAMSOSTEK) sesuai Undang-Undang no. 3\u002F1992 dan peraturannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bahwa iuran jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian ditanggung oleh\npengusah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Besarnya iuran jaminan hari tua yang ditanggung pekerja adalah 2% dari\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Besarnya iuran jamsostek yang ditanggung oleh pengusaha adalah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jaminan kecelakaan kerja sebesar 1% dari penghasilan sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jaminan hari tua minimal sebesar 3,7% dari penghasilan sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jaminan kematian sebesar 0,3% dari penghasilan sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) sebesar 6% dari penghasilan sebulan\nbagi Pekerja yang sudah berkeluarga dan 3% dari penghasilan sebulan bagi\nPekerja lajang.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 31: Cakupan Manfaat Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>Cakupan manfaat Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) adalah sesuai dengan\nstandart JAMSOSTEK sebagaimana diatur oleh UU No. 3\u002F1992 dengan seluruh\nperaturan turunannya serta cakupan isi seluruh manfaat yang diberikan kepada\nPeserta.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 32: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Santunan akibat kecelakaan\nkerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>1. Tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja berhak atas jaminan\nkecelakaan kerja sebagaimana diatur oleh UU No. 3\u002F1992 dengan seluruh peraturan\nturunannya serta cakupan isi seluruh manfaat yang diberikan kepada Peserta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja berhak atas santunan akibat\nkecelakaan kerja sesuai dengan UU No. 3\u002F1992 dengan seluruh peraturan\nturunannya serta cakupan isi seluruh manfaat yang diberikan kepada Peserta\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 33: Penanganan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pimpinan atau atasan langsunng bertanggung jawab atas pertolongan atau\npenanganan pada kecelakaan bila mana pekerja mengalami kecelakaan di tempat\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penanganan selanjutnya dilakukan oleh petugas berwenang yang ditunjuk\noleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penanganan pertolongan pertama bagi pekerja yang mengalami kecelakaan\nkerja dalam lingkungan perusahaan diberikan oleh team P3K yang selanjutnya\ndibawa ke poliklinik perusahaan atau klinik lainnya yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setelah mendapatkan pertolongan pertama tetapi masih memerlukan tindakan\nmedis, perusahaan wajib mengantar ke Rumah Sakit yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang mengalami kecelakaan sewaktu berangkat maupun pulang kerja,\nmaka pekerja tersebut berhak mendapat jaminan kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB X: PROGRAM KETRAMPILAN DAN ALIH TUGAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 34: Pendidikan dan Keterampilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan fasilitas kepada pekerja untuk melakukan kegiatan\nyang bersifat ketrampilan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di\ndalam perusahaan ataupun di luar perusahaan yang terlebih dahulu\ndimusyawarahkan dengan Serikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha memberikan fasilitas kepada pekerja yang melaksanakan tugas di\nluar perusahaan berupa transportasi, akomodasi dan upah dibayar penuh dengan\nmempertimbangkan lokasi, jarak, dan waktu perjalanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB XI: TATA TERTIB SERTA HAK DAN KEWAJIBAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 35: Tata tertib Kerja Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Kewajiban dan tanggung jawab pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Setiap pekerja wajib hadir di tempat kerja masing-masing tepat pada waktu\nyang telah ditetapkan, dan pulang sesuai waktunya yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Setiap pekerja mengisi daftar hadir\u002Fabsensi\u002F menyerahkan kartu kerja pada\ntempat yang telah ditetapkan baik pada waktu masuk maupun pulang bekerja dan\nharus diserahkan atau diisi oleh pekerja sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Setiap pekerja wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan instruksi yang\ndiberikan oleh atasannya atau pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Setiap pekerja wajib melaksanakan seluruh tugas dan tanggungjawab yang\ndiberikan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Setiap pekerja wajib menjaga serta memelihara dengan baik semua barang\nmilik perusahaan dan segera melaporkan kepada pimpinan atau atasannya apabila\nmengetahui ada hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya bagi dirinya, atasan,\nbawahan, rekan sekerja atau kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Setiap pekerja wajib memelihara dan memegang teguh rahasia perusahaan\nterhadap siapapun mengenai segala hal yang diketahuinya mengenai perusahaan,\nkecuali untuk kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Setiap pekerja wajib melaporkan kepada pimpinan, apabila ada\nperubahan-perubahan akan status dirinya, susunan keluarganya, perubahan alamat\ntempat tinggal dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Setiap pekerja wajib memeriksa semua alat-alat kerja sebelum mulai\nbekerja atau meninggalkan pekerjaan sehingga benar-benar tidak akan menimbulkan\nkerusakan atau bahaya yang akan menggangu pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Setiap pekerja memelihara kebersihan dan memelihara kekeluargaan diantara\nteman kerja lainnya, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan, huru-hara yang dapat\nmerugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Apabila akan meninggalkan pekerjaan\u002F perusahaan wajib memberitahukan dan\nmeminta izin tertulis dari atasan masing-masing dengan form yang sudah\ndisediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Meminta petunjuk kepada pimpinan perusahaan\u002F atasan apabila menghadapi\nkesulitan kerja yang tidak dapat diatasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Larangan-larangan bagi pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Setiap pekerja dilarang membawa\u002F menggunakan barang-barang milik\nperusahaan keluar dari lingkungan perusahaan tanpa izin dari pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Setiap pekerja dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak\ndiperkenankan memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya kecuali atas perintah\u002F\nizin atasan nya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Setiap pekerja dilarang minum minuman keras, mabuk di tempat kerja,\nmembawa\u002F menyimpan dan menyalahgunakan bahan narkotika.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Setiap pekerja dilarang merokok\u002F menyalakan korek api di tempat-tempat\nyang terlarang kecuali tempat yang telah disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Setiap pekerja dilarang membawa senjata api\u002F tajam ke dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Setiap pekerja dilarang mengabsenkan pekerja lain apalagi pekerja yang\ntidak masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Menghilangkan atau merusak dengan sengaja alat-alat kerja atau alat\nkeselamatan kerja yang disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Melakukan perbuatan asusila di tempat kerja atau di dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Membujuk, mengajak, menyuruh, memaksa unsur pimpinan perusahaan atau\nteman sekerja untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum dan\nkesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Berjudi pada waktu kerja di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Menolak perintah atasan\u002F pimpinan yang yang sesuai dengan bidang kerjanya\nserta layak untuk dikerjakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pelanggaran atas ketentuan Tata Tertib ini dapat diberikan sanksi berupa\nsurat peringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 36: Hak Kewjiban Pengusaha dan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hak Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Memberikan perintah\u002F pekerjaan sesuai yang diperjanjikan kepada pekerja\nselama terikat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Meminta pekerja untuk melakukan kerja lembur atau shift sesuai dengan\nketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Meminta suatu prestasi yang maksimal dari pekerja yang telah ditentukan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Memutus hubungan kerja, merumahkan sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Memutasikan dan mempromosikan untuk kepentingan dan kemajuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kewajiban Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Membayar upah seluruh pekerja sesuai dengan struktur dan skala upah yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mengikutsertakan seluruh pekerja untuk menjadi peserta Jamsostek (JK,\nJKK, JHT, dan JPK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mentaati peraturan perundang-undangan serta persyaratan lainnya yang\nberlaku di bidang ketenaga kerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Memperhatikan dan memberikan rasa aman pekerja dalam bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Memperhatikan dan memberikan peningkatan kesejahteraan pekerja PT.\nMCA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Memberikan pembinaan terhadap pekerja PT. MCA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hak Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mendapat pekerjaan sesuai yang diperjanjikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mendapatkan upah sebagai akibat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Menjadi anggota atau tidak menjadi anggota Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Mendapat cuti yang timbul pada dirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Mengundurkan diri dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Mendapatkan bantuan dan fasilitas yang diberikan perusahaan termasuk\nfasilitas JPK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Memperoleh ganti rugi atas gangguan\u002F cacat badan yang diakibatkan\nkecelakaan kerja sesuai ketentuan UU No. 3\u002F1992 dengan seluruh peraturan\nturunannya serta cakupan isi seluruh manfaat yang diberikan kepada Peserta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Mendapat santunan apabila meninggal dunia baik karena kecelakaan kerja\nataupun kematian dalam kondisi normal, santunan tersebut diserahkan kepada ahli\nwaris yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Bebas mengeluarkan pendapat, saran-saran yang membangun, baik melalui\natasan langsung, kotak saran maupun melalui Serikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Berlaku sopan sesuai dengan norma agama maupun norma sosial yang berlaku\ndalam masyarakat Indonesia pada umumnya dan lingkungan sekitar pada\nkhususnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Taat peraturan yang berlaku di lingkungan kerja PT. MCA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Memberikan keterangan yang sebenarnya mengenai dirinya dan pekerjaannya\ndalam hubungan dengan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Menjalankan tugas dan pekerjaan yang diamanatkan oleh perusahaan\nkepadanya dengan penuh tanggungjawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Menjaga, merawat dan menyelamatkan barang-barang milik perusahaan yang\ndipergunakan dan\u002F atau dipercayakan kepadanya, serta wajib mengembalikan kepada\nperusahaan apabila telah berakhir hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Menjalin hubungan harmonis antara teman sekerja, bawahan maupun\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Saling menghormati kepada bawahan atasan maupun rekan sekerja agar\ntercipta hubungan kerja yang harmonis, menjaga ketenangan kerja serta\nketentraman di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Aktif menjaga kebersihan lingkungan perusahaan serta menjaga keselamatan\ndan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 37: Pemberian Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pelanggaran yang diberiakn adalah peringatan lisan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Menjalankan usaha pribadi di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tidak melaporkan kepada perusahaan perubahaan data seperti: alamat,\nstatus perkawinan, dan sebagainya sesuai dengan prosedur yang telah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mangkir 1 kali dalm sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelanggaran yang diberikaan sanksi surat peringatan pertama antara\nlain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Peningkatan pelanggaran dari pelanggaran sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tiga kali terlambat masuk kerja dalam sebulan tanpa memberikan alasan\nyang jelas dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Menolak untuk diperiksa atas kesehatannya oleh dokter perusahaan atau\npenasehat medis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tidak melaksanakan kerja lembur yang sudah disepakati bersama sepanjang\nbatas yang diperbolehkan oleh undang-undang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pelanggaran yang diberikan sanksi surat peringatan kedua antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Peningkatan pelanggaran dalam masa berlakunya sanksi pelanggaran yang\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tidak mengisi absensi lebih dari empat kali dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mengisi kartu hadir\u002F absensi kepunyaan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tidur di waktu jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pulang meninggalkan pekerjaan tanpa seizin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pelanggaran yang diberikan sanksi surat peringatan ketiga antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Peningkatan pelanggaran dalam masa berlakunya sanksi pelanggaran yang\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pelaksanaan tugas yang gagal sehingga merugikan personil dan atau milik\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Kelalaian yang mengakibatkan kerugian perusahaan\u002F terhentinya produksi\ndan atau mencelakakan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Merokok pada tempat-tempat yang dilarang oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 38: Ketentuan Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Kepada pekerja yang melakukan pelanggaran tata tertib perusahaan dapat\ndiberikan peringatan secara tertulis. Surat peringatan tersebut mempunyai masa\nberlaku sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat peringatan pertama= tiga bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat peringatan ke dua = dua bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat peringatan ke tiga = satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Surat peringatan tidak perlu diberikan menurut urutan-urutannya tetapi\ndapat dinilai menurut besar kecilnya kesalahan yang dilakukan oleh para\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Di dalam memberikan surat peringatan kepada para pekerja agar sebelumnya\ndiberi kesempatan untuk berkonsultasi dengan PSP SPN dan Pihak Perusahaan\nmelakukan musyawarah dengan PSP SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap surat peringatan yang diterbitkan wajib ditembuskan kepada PSP\nSPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila dalam memberikan Surat Peringatan tersebut tidak ada tembusan,\nmaka surat tersebut dianggap tidak berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 39: Sarana Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan sarana keluh kesah yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan kotak saran disetiap departemen\u002F bagian yang akan\ndiambil dan ditanggapai oleh management setiap 1 seminggu sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan wajib menjawab atau memberi penjelasan atas masalah yang\ndilaporkan melalui kotak saran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 40: Cara Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila terjadi keluh kesah dari para pekerja atas hubungan kerja\nsyarat-syarat kerja dan keadaan ketenagakerjaan akan diselesaikan dengan\natasannya langsung di tingkat bagian atau departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila keluh kesah telah diselesaikan oleh atasan langsung namun masalah\nbelum selesai, maka atasan yang lebih tingi dapat membantu menyelesaikannya\ndengan di dampingi Perwakilan Anggota Serikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila keluh kesah tersebut belum dapat diselesaikan, maka dapat\nditeruskan secara berjenjang ke bagian Personalia untuk dimusyawarahkan bersama\npengurus Serikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila setelah dibicarakan antara Management dengan Serikat Pekerja\nNasional namun keluh kesah tersebut tidak menemukan kesepakatan maka akan\ndilanjutkan ke pegawai perantara Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 41: Jenis-Jenis Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan hubungan kerja disebabkan oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>01. Pemutusan hubungan kerja dalam masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>02. Pemutusan hubungan kerja karena pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>03. Pemutusan hubungan kerja karena meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>04. Pemutusan hubungan kerja karena mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>05. Pemutusan hubungan kerja karena pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>06. Pemutusan hubungan kerja karena kesehatan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>07. Pemutusan hubungan kerja karena kegiatan produksi berkurang atau\ndihentikan seluruh atau sebagian disebabkan kondisi perusahaan memburuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 42: Uang Pesangon\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>Ketentuan mengenai Uang pesangon:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun = 1 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun = 2\nbulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun = 3\nbulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun =\n4 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun =\n5 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun =\n6 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun =\n7 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun = 8 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun = 9 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 10 (sepuluh)\ntahun = 10 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Masa kerja 10 (sepuluh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 11 (sebelas)\ntahun = 11 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Masa kerja 11 (sebelas) tahun atau lebih = 12 bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 43: Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ketentuan mengenai Uang penghargaan masa kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun =\n2 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun = 3 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua\nbelas) tahun = 4 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun = 5 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n(delapan belas) tahun = 6 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua\npuluh satu) tahun = 7 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24\n(dua puluh empat) tahun = 8 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih tetapi = 10 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 44: Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ketentuan mengenai Uang pisah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Masa kerja tiga tahun atau lebih, tetapi kurang dari lima tahun = 2 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa kerja lima tahun atau lebih, tetapi kurang dari sepuluh tahun = 3\nbulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa kerja sepuluh tahun atau lebih, tetapi kurang dari empat belas tahun\n= 4 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Masa kerja empat belas tahun atau lebih = 5 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 45: Pemutusan Hubungan Kerja dalam masa percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>01. Ádalah pemutusan hubungan kerja yang terjadi pada saat pekerja baru\nmasih menjalani masa percobaan selama dua bulan pertama. dalam masa ini kedua\nbelah pihak dapat memutuskan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>02. Dalam hal putus hubungan kerja terjadi dalam masa percobaan, maka\npekerja berhak menerima upah sampai dengan hari terakhir dimana pengusaha atau\npekerja menyatakan putus hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 46: Pemutusan Hubungan Kerja karena Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>01. Pada dasarnya usia pensiun bagi pekerja adalah 55 (lima puluh lima)\ntahun sesuai dengan ketentuan pasal 14 ayat (1), UU No. 3\u002F1992 tentang Jaminan\nSosial Tenaga Kerja (Jamsostek).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>02. Pekerja yang telah memiliki masa kerja minimum 25 (dua puluh lima) tahun\ndapat diberhentikan dengan hormat oleh perusahaan atau pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>03. Bagi pekerja yang telah dipensiunkan, tetapi tenaga dan pikirannya masih\ndibutuhkan oleh perusahaan, maka pekerja yang bersangkutan dapat dipekerjakan\nkembali, dengan dibuatkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) untuk jangka\nwaktu paling lama 3 (Tiga) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>04. Bagi Pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja karena mencapai\nusia pensiun seperti tersebut pada ayat (2) pasal ini, diatur sesuai dengan\nketentuan UU No. 13 Tahun 2003, pasal 167 yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Uang Pesangon yang besarnya 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Uang Penghargaan Masa Kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156\nayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Uang Penggantian Hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Uang gaji \u002F upah bulan berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Surat Keterangan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>05. Untuk merealisasikan hak pensiun bagi pekerja, maka perlu diatur\nprosedur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha melalui department personalia memberitahukan kepada pekerja\nbahwa yang bersangkutan telah berhak atas pensiun minimal 1 (satu) tahun dimuka\nharus sudah diberitahukan kepada pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Setelah memperoleh pemberitahuan dari pengusaha, pekerja mengisi formulir\nisian yang disediakan untuk keperluan pensiun, di tandatangani oleh yang\nbersangkutan dan di ketahui oleh atasan langsung pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila Pengusaha belum melaksanakan tentang isi dari ayat 1 dan ayat 2\npasal ini, maka si Pekerja berhak mengajukan hak pensiunnya ke Departemen\npersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Paling lambat dalam waktu 1 bulan setelah tanggal penandatanganan\nformulir isian tersebut, pengusaha harus merealisasikan kompensasi pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>06. Sebagai dasar menghitung usia pekerja adalah tanggal, bulan dan tahun\nlahir pekerja yang tercantum dalam buku regester perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>07. Seluruh pembayaran konpensasi dilakukan pada tanggal diakhirinya\nhubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 47: Pemutusan Hubungan Kerja karena Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>01. Dalam hal pekerja meninggal dunia sebelum mencapai usia pensiun, atau\nmasa kerjanya belum memenuhi syarat pasal 46 ayat 1 (satu) PKB ini, maka\nkompensasi pesangon dan uang penghargaan yang diterimakan kepada ahli waris\npekerja diperhitungkan sesuai ketentuan UU No. 13\u002F2003 pasal 166, ditambah uang\npisah, santunan sesuai undang-undang yang mengatur mengenai Jamsostek dan uang\nduka cita dari pengusaha dan upah bulan berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>02. Dalam hal pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja, maka selain\nuang pesangon dan uang penghargaan, uang pisah, uang duka cita, seperti yang di\nmaksud ayat 1 (satu) atau ayat 2 (dua) pasal ini, pekerja juga berhak mendapat\nsantunan kecelakaan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>03. Seluruh pembayaran konpensasi dilakukan pada tanggal diakhirinya\nhubungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 48: Pemutusan Hubungan Keerja karena Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>01. Dalam hal atas kehendak sendiri pekerja mengundurkan diri dari\nperusahaan, maka pekerja tersebut harus mengajukan secara tertulis surat\npermohonan mengundurkan diri di atas kertas bermeterai cukup, di tandatangani\ndan di serahkan kepada departement personalia paling lambat 30 (tiga puluh)\nhari sebelum tanggal terakhir pengunduran diri tersebut dan tetap bekerja\nsampai dengan tanggal yang di tentukan dalam surat permohonan pengunduran\ndiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>02. Pengunduran diri yang sesuai dengan prosedur dimaksud pada ayat 1 (satu)\npasal ini, maka pengusaha memberikan uang Penghargaan masa kerja sesuai pasal\n43 PKB ini, penggantian hak sesuai ketentuan UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 156\nayat 4 (empat) dan diberikan uang pisah yang besarnya sesuai pasal 44 PKB\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>03. Pengunduran diri yang tidak sesuai prosedur dimaksud pada ayat 1 pasal\nini, pengusaha memberikan uang pisah sesuai pasal 44 PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>04. Seluruh pembayaran kompensasi dimaksud ayat 1, 2 pasal ini dilakukan\npada tanggal diakhirinya hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 49: Pemutusan Hubungan Kerja karena pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>01. Pekerja yang melakukan kesalahan-kesalahan dengan terlebih dahulu\ndiberikan surat peringatan, maka pekerja dapat diputus hubungan kerja dengan\nmendapat kompensasi sesuai ketentuan UU No. 13\u002F2003 pasal 161 ayat 3, yaitu\nuang pesangon 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat 2 (dua), uang penghargaan\nmasa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat 3 (tiga) dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan pasal 156 ayat 4 (empat) dan uang pisah sesuai\nPKB Pasal 44.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>02. Seluruh pembayaran konpensasi dilakukan pada tanggal diakhirinya\nhubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 50: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila pekerja menderita sakit berkepanjangan dan menurut surat\nketerangan dokter tidak mampu melakukan pekerjaannya maka ketentuan upah\ndibayar sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.6 bulan pertama 100% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4 bulan berikutnya 75% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.2 bulan terakhir 60% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal sampai jangka waktu 1 (satu) tahun pekerja masih belum bisa\nmelaksanakan kewajibannya untuk bekerja, maka pengusaha dapat melakukan\npemutusan hubungan kerja setelah memberitahukan kepada yang bersangkutan dan\nmemusyawarahkan dengan Serikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan Hubungan Kerja sebagaimana diatur dalam ayat (2) dilakukan\nsesuai dengan ketentuan pasal 172 Undang-Undang 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 51: Pemutusan hubungan kerja karena kegiatan produksi berkurang atau\ndihentikan seluruh atau sebagian disebabkan kondisi perusahaan memburuk\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>01. Dalam hal pemutusan hubungan kerja terpaksa harus dilakukan karena di\nkurangi sebagian atau dihentikannya seluruh produksi sehubungan kondisi usaha\nyang memburuk, maka pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja dapat dilakukan\ndengan urutan prioritas sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja yang diminta mengajukan permohonan pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja yang dirumahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja yang kondite kerjanya kurang baik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja yang karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja yang memiliki masa kerja paling pendek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>02. Kepada pekerja yang diputus hubungan kerjanya seperti dimaksud ayat 1\npasal ini, maka pekerja tersebut berhak atas uang pesangon dan uang penghargaan\nyang besarnya 2 (dua) kali ketentuan UU No. 13\u002F2003 pasal 156.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>03. Upah sebagai dasar perhitungan pesangon, uang penghargaan, ganti\nkerugian dan uang pisah adalah upah pokok dan tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>04. Seluruh pembayaran konpensasi dilakukan pada tanggal diakhirinya\nhubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 52: Surat Keterangan Pengalaman Kerja (Paklaring)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja yang putus hubungan kerja sebagaimana dimaksud pasal 45\ns\u002Fd pasal 51 Perjanjian Kerja Bersama ini berhak memperoleh surat keterangan\npengalaman kerja atau rekomendasi dari pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Surat Keterangan Pengalaman Kerja diberikan bersamaan pembayaran uang\nkompensasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB XVI: KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 53: Masa Berlakunya PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dinyatakan sah dan berlaku setelah\nditandatangani oleh kedua belah pihak, dan berlaku selama 2 (dua) tahun\nterhitung sejak tanggal ______________ s.d. tanggal ___________________\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Enam bulan sebelum berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini kedua\nbelah pihak sudah mengadakan perbaikan pada bab, pasal, dan ayat yang dianggap\nperlu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila sampai masa berakhirnya masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini kedua belah pihak menyelesaikan perundingan PKB baru, maka kedua\nbelah pihak membuat surat kesepakatan untuk memperpanjang pemberlakuan\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini paling lam satu tahun dan dicatatkan kembali\npada Kantor Disnaker Kabupaten Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pencetakan buku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini ditanggung sepenuhnya\noleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 54: Aturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jika kemudian hari pengurus Serikat Kerja dan Perusahaan yang membuat\nhingga menanda tangani perjanjian kerja bersama ini mengundurkan diri\u002F\nmeninggal dunia maka Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini tetap berlaku untuk\nwaktu yang telah disetujui\u002F disepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setelah terwujudnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, segala Peraturan\nPerusahaan yang bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\ndinyatakan tidak berlaku lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hal-hal yang belum diatur secara jelas dalam Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini akan dirundingkan antara Serikat Pekerja Nasional (SPN) dengan\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini tetap berlaku dan sah kecuali, apabila\nketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dinyatakan tidak\nsah oleh pengadilan dan atau bertentangan dengan undang-undang atau peraturan\npemerintah baru di kemudian hari yang nilainya lebih rendah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku dan mengikat terhadap pekerja\ndan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Perusahaan menyediakan buku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini untuk\ndibagikan kepada seluruh pekerja secepatnya setelah ditandatangani.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 55: Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila ada hal-hal yang belum tercantum atau belum sesuai di dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini akan diatur di kemudian hari melalui\nmusyawarah antara kedua pihak, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku, dan kemudian menjadi satu kesatuan utuh yang\ntidak dapat terpisahkan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dibuat dalam bahasa Indonesia, dan\nditandatangani oleh kedua belah pihak yang sama bunyinya dan mempunyai kekuatan\nhukum yang sama serta mengikat.\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"overtimeallowancetype_general":45,"disabilitypay":49,"hourspday_select":53,"contracttrialperiod":57,"maxsicknesspay":61,"severance_number_1_tenure":65,"severance_number":69,"alternatives":71,"ONCERISE_trigger":75,"wageincreaseperc1":79,"deathrelativesleave":83,"dayspweek":87,"hourspweek_select":89,"wageincreasetype2":91,"pregnancy":93,"paidpaternityleavepayperc":96,"STRUCINCR_trigger":100,"hourspday":104,"funeralpay":106,"incidentalbonusdays1":110,"monitoring":114,"paidmaternityleaveduration":118,"maternityotherclause":122,"severance":126,"maxsicknesspayperc":128,"pensionfund":130,"OVERTIME_trigger":134,"overtimeallowanceperc1":136,"holidaysdays":138,"maxsicknesspaytype":142,"healthcareaccess":144,"shiftallowancetype":148,"healthinsurance":152,"COMMUTE_trigger":156,"SUNDAY_trigger":160,"wageincreasetype":162,"protectiveclothing":164,"healthandsafetypolicy":168,"healthandsafetyprovisions":171,"overtimeallowancetype1":175,"paidmaternityleaveall":177,"breastfeeding_dangerouswork":180,"commutingallowancetype1":182,"paidpaternityleavepay":184,"holidaysweeks":186,"schedulesrestpw":188,"incidentalbonustype":192,"sundayallowancetype1":194,"dayspweek_select":196,"incidentalbonusperc1":198,"maternityexcludedtrigger":200,"SCHEDULE_trigger":204,"contracttrial":206,"shiftallowancetype1":208,"paidpaternityleave":210,"SICDIS_trigger":212,"cbadate_end_date":214,"incidentalbonustype2":218,"sicknesspay":220,"cbadate_start_date":222,"sicknessmaxdaysnr":224,"NOCTPREM_trigger":228,"menstruationleave":230,"coverunion_trigger":234,"sundayallowanceperc1":236,"sicknessmaxdays":238,"contractseverancepay1":240,"bankholidays1":242,"overtimeallowanceperc1_general":246,"overtimeallowancetypeperiod":248,"hourspweek":252,"mealvouchers":254,"disabilityfund":258,"paidmaternityleave":260,"WAGES_trigger":262,"wageincreasedate":266,"maternityexcludedtxt":268,"contractseverancepay":270,"PAIDLEAV_trigger":272,"paidpaternityleaveduration":275,"overtimeallowancetype":278,"deathrelatives":280},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"overtimeallowancetype_general","3. Pekerja yang melakukan kerja lembur b","3. Pekerja yang melakukan kerja lembur berhak atas pembayaran upah lembur\nsebagaimana diatur oleh KEP.102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 tentang waktu dan upah kerja\nlembur.",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"disabilitypay","1. Tenaga kerja yang mengalami kecelakaa","1. Tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja berhak atas jaminan\nkecelakaan kerja sebagaimana diatur oleh UU No. 3\u002F1992 dengan seluruh peraturan\nturunannya serta cakupan isi seluruh manfaat yang diberikan kepada Peserta.\n\n2. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja berhak atas santunan akibat\nkecelakaan kerja sesuai dengan UU No. 3\u002F1992 dengan seluruh peraturan\nturunannya serta cakupan isi seluruh manfaat yang diberikan kepada Peserta",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"hourspday_select","1. Hari kerja Pekerja PT. MCA ditetapkan","1. Hari kerja Pekerja PT. MCA ditetapkan sebagai berikut :\n\na. Untuk system 5 hari kerja adalah hari Senin s.d. Jumat selama 8 jam\nsehari atau 40 jam seminggu\n\nb. Untuk system 6 hari kerja adalah hari Senin s.d. Sabtu selama 7 jam\nsehari atau 40 jam seminggu",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"contracttrialperiod","1. Setiap Pekerja yang dinyatakan diteri","1. Setiap Pekerja yang dinyatakan diterima bekerja oleh pengusaha wajib\nmelewati masa percobaan paling lama 3 bulan.\n\n2. Setelah melewati masa percobaan 3 (tiga) bulan dan dinyatakan lulus oleh\npengusaha, maka status hubungan kerja menjadi hubungan kerja tetap.\n\n3. Pengusaha tidak mempekerjakan Pekerja dengan perjanjian kerja waktu\ntertentu pada pekerjaan utama proses produksi.\n\n4. Masa kerja Pekerja dihitung mulai sejak Pekerja diterima bekerja.",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"maxsicknesspay","1. Apabila pekerja menderita sakit berke","1. Apabila pekerja menderita sakit berkepanjangan dan menurut surat\nketerangan dokter tidak mampu melakukan pekerjaannya maka ketentuan upah\ndibayar sebagai berikut:\n\na.6 bulan pertama 100% dari upah sebulan.\n\nb.4 bulan berikutnya 75% dari upah sebulan.\n\nc.2 bulan terakhir 60% dari upah sebulan.",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"severance_number_1_tenure","Ketentuan mengenai Uang pesangon: 1. Mas","Ketentuan mengenai Uang pesangon:\n\n1. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun = 1 bulan upah.\n\n2. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun = 2\nbulan upah.\n\n3. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun = 3\nbulan upah.\n\n4. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun =\n4 bulan upah.\n\n5. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun =\n5 bulan upah.\n\n6. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun =\n6 bulan upah.\n\n7. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun =\n7 bulan upah.\n\n8. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun = 8 bulan upah.\n\n9. Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun = 9 bulan upah.\n\n10. Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 10 (sepuluh)\ntahun = 10 bulan upah.\n\n11. Masa kerja 10 (sepuluh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 11 (sebelas)\ntahun = 11 bulan upah.\n\n12. Masa kerja 11 (sebelas) tahun atau lebih = 12 bulan upah.",{"bindId":70,"name":67,"text":68},"severance_number",{"bindId":72,"name":73,"text":74},"alternatives","1. Pekerja Perempuan yang sedang hamil d","1. Pekerja Perempuan yang sedang hamil dipekerjakan ditempat yang tidak\nmenggangu dan tidak membahayakan kehamilannya.",{"bindId":76,"name":77,"text":78},"ONCERISE_trigger","6. Tunjangan Hari Raya 6.1. Pengusaha wa","6. Tunjangan Hari Raya\n\n6.1. Pengusaha wajib memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Pekerja yang\nsudah bekerja selama 3 (tiga) bulan atau lebih.",{"bindId":80,"name":81,"text":82},"wageincreaseperc1","Dasar perhitungan sebagai standart skala","Dasar perhitungan sebagai standart skala upah adalah sebagai berikut:\n\na. Kurang dari 1 (satu) tahun UMK\n\nb. 1 tahun lebih tetapi kurang dari 2 tahun Rp. 3,5 %\n\nc. 2 tahun lebih tetapi kurang dari 3 tahun Rp. 4,25 %\n\nd. 3 tahun lebih tetapi kurang dari 4 tahun Rp. 5%\n\ne. 4 tahun lebih tetapi kurang dari 5 tahun Rp. 5,75%\n\nf. 5 tahun lebih tetapi kurang dari 6 tahun Rp. 6,5%\n\ng. 6 tahun lebih tetapi kurang dari 7 tahun Rp. 7,25%\n\nh. 7 tahun lebih tetapi kurang dari 8 tahun Rp. 8%\n\ni. 8 tahun lebih tetapi kurang dari 9 tahun Rp. 8,25%\n\nj. 9 tahun lebih tetapi kurang dari 10 tahun Rp. 9%\n\nk. 10 tahun atau lebih Rp.10%",{"bindId":84,"name":85,"text":86},"deathrelativesleave","4. Istri pekerja melahirkan atau kegugur","4. Istri pekerja melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n(dua) hari.\n\n5. Suami\u002Fisrti, orang tua, mertua, anak atau menantu meninggal dunia dibayar\nuntuk selama 2 (dua) hari.",{"bindId":88,"name":55,"text":56},"dayspweek",{"bindId":90,"name":55,"text":56},"hourspweek_select",{"bindId":92,"name":81,"text":82},"wageincreasetype2",{"bindId":94,"name":73,"text":95},"pregnancy","1. Pekerja Perempuan yang sedang hamil dipekerjakan ditempat yang tidak\nmenggangu dan tidak membahayakan kehamilannya.\n\n2. Pekerja Perempuan yang sedang hamil tidak dipekerjakan pada malam\nhari.",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"paidpaternityleavepayperc","Perusahaan memberikan izin meninggalkan ","Perusahaan memberikan izin meninggalkan pekerjaan kepada pekerja dengan\ntetap mendapatkan upah sebagaimana ketentuan UU 13\u002F2003, dalam hal- hal sebagai\nberikut :\n\n1. Pekerja wanita sedang haid dibayar untuk selama 2 (dua) hari.\n\n2. Pekerja\u002Fburuh menikah dibayar untuk selama 3 (tiga) hari.\n\n3. Anak pekerja dikhitan\u002F dibabtis\u002Fmenikah dibayar untuk selama 2 (dua)\nhari.\n\n4. Istri pekerja melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n(dua) hari.",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"STRUCINCR_trigger","3. Peninjauan upah secara umum dilakukan","3. Peninjauan upah secara umum dilakukan secara berkala sekurang-kurangnya\nsatu tahun sekali paling lambat bulan Januari setiap tahun.",{"bindId":105,"name":55,"text":56},"hourspday",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"funeralpay","01. Dalam hal pekerja meninggal dunia se","01. Dalam hal pekerja meninggal dunia sebelum mencapai usia pensiun, atau\nmasa kerjanya belum memenuhi syarat pasal 46 ayat 1 (satu) PKB ini, maka\nkompensasi pesangon dan uang penghargaan yang diterimakan kepada ahli waris\npekerja diperhitungkan sesuai ketentuan UU No. 13\u002F2003 pasal 166, ditambah uang\npisah, santunan sesuai undang-undang yang mengatur mengenai Jamsostek dan uang\nduka cita dari pengusaha dan upah bulan berjalan.\n\n02. Dalam hal pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja, maka selain\nuang pesangon dan uang penghargaan, uang pisah, uang duka cita, seperti yang di\nmaksud ayat 1 (satu) atau ayat 2 (dua) pasal ini, pekerja juga berhak mendapat\nsantunan kecelakaan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.\n\n03. Seluruh pembayaran konpensasi dilakukan pada tanggal diakhirinya\nhubungan kerja.",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"incidentalbonusdays1","6.2. Besar nilai Tunjangan Hari Raya dip","6.2. Besar nilai Tunjangan Hari Raya diperhitungkan berdasarkan masa kerja\nPekerja, dengan ketentuan sebagai berikut:\n\n\n\na.3 bulan lebih tetapi kurang dari 1 tahun proporsional dengan rumus (Gaji :\n12) x masa kerja).\n\nb.1 tahun lebih tetapi kurang dari 2 tahun 100% x upah.\n\nc.2 tahun lebih tetapi kurang dari 3 tahun 110% x upah.\n\nd.3 tahun lebih tetapi kurang dari 4 tahun 120% x upah.\n\ne.4 tahun lebih tetapi kurang dari 5 tahun 130% x upah.\n\nf.5 tahun lebih tetapi kurang dari 6 tahun 140% x upah.\n\ng.6 tahun lebih tetapi kurang dari 7 tahun 150% x upah.\n\nh.7 tahun lebih tetapi kurang dari 8 tahun 160% x upah.\n\ni.8 tahun lebih tetapi kurang dari 9 tahun 170% x upah.\n\nj.9 tahun lebih tetapi kurang dari 10 tahun 180% x upah.\n\nk.10 tahun lebih tetapi kurang dari 11 tahun 190% x upah.\n\nl.11 tahun lebih 200% x upah.",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"monitoring","3. Apabila pekerja menemukan hal-hal yan","3. Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\nkeselamatan pekerja dan perusahaan harus segera melapor kepada pimpinan\n(atasan).",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"paidmaternityleaveduration","1. Bagi pekerja wanita yang melahirkan, ","1. Bagi pekerja wanita yang melahirkan, kepadanya diberikan cuti selama 3\n(tiga) bulan terhitung sejak pekerja tersebut mengambil cuti melahirkan.\n\n2. Dalam hal terjadi gugur kandungan atau kelahiran prematur, Maka\npengambilan cuti dihitung sejak pekerja tersebut masuk rumah sakit atau dirawat\nselama masa waktu 3 (tiga) bulan.\n\n3. Permintaan cuti melahirkan diajukan oleh pekerja kepada Departemen\nPersonalia dan diketahui oleh kepala Departemen yang bersangkutan.",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"maternityotherclause","4. Dalam hal habis masa cuti sebagaimana","4. Dalam hal habis masa cuti sebagaimana dimaksud ayat I dan 2 pasal ini,\npekerja belum mampu bekerja kembali, maka cuti tersebut dapat diperpanjang\nsampai batas waktu yang ditentukan oleh dokter kandungan atau Bidan melalui\nsurat keterangan dokter atau Bidan.",{"bindId":127,"name":67,"text":68},"severance",{"bindId":129,"name":63,"text":64},"maxsicknesspayperc",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"pensionfund","1. Pengusaha mengikutsertakan seluruh pe","1. Pengusaha mengikutsertakan seluruh pekerjanya pada program Jaminan Sosial\nTenaga Kerja (JAMSOSTEK) sesuai Undang-Undang no. 3\u002F1992 dan peraturannya.\n\n2. Bahwa iuran jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian ditanggung oleh\npengusah.\n\n3. Besarnya iuran jaminan hari tua yang ditanggung pekerja adalah 2% dari\nupah.\n\n4. Besarnya iuran jamsostek yang ditanggung oleh pengusaha adalah sebagai\nberikut:\n\na. Jaminan kecelakaan kerja sebesar 1% dari penghasilan sebulan.\n\nb. Jaminan hari tua minimal sebesar 3,7% dari penghasilan sebulan.\n\nc. Jaminan kematian sebesar 0,3% dari penghasilan sebulan.\n\nd. Jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) sebesar 6% dari penghasilan sebulan\nbagi Pekerja yang sudah berkeluarga dan 3% dari penghasilan sebulan bagi\nPekerja lajang.",{"bindId":135,"name":47,"text":48},"OVERTIME_trigger",{"bindId":137,"name":47,"text":48},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"holidaysdays","1. Pekerja yang telah mempunyai masa ker","1. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari.",{"bindId":143,"name":63,"text":64},"maxsicknesspaytype",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"healthcareaccess","Pengusaha menyediakan fasilitas poliklin","Pengusaha menyediakan fasilitas poliklinik dan petugas medisnya di lokasi\nperusahaan untuk memberikan pertolongan lebih awal kepada para pekerja yang\nmengalami sakit atau kecelakaan saat melaksanakan pekerjaan.",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"shiftallowancetype","b. Premi shift malam: diberikan untuk pe","b. Premi shift malam: diberikan untuk pekerja yang bekerja pada malam\nsebesar Rp. 5000 (lima ribu rupiah) per kehadiran.",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"healthinsurance","Cakupan manfaat Jaminan Pemeliharaan Kes","Cakupan manfaat Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) adalah sesuai dengan\nstandart JAMSOSTEK sebagaimana diatur oleh UU No. 3\u002F1992 dengan seluruh\nperaturan turunannya serta cakupan isi seluruh manfaat yang diberikan kepada\nPeserta.",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"COMMUTE_trigger","2. Tunjangan Transportasi Perusahaan mem","2. Tunjangan Transportasi\n\nPerusahaan memberikan tunjangan transportasi sesuai dengan jarak tempuh.",{"bindId":161,"name":47,"text":48},"SUNDAY_trigger",{"bindId":163,"name":102,"text":103},"wageincreasetype",{"bindId":165,"name":166,"text":167},"protectiveclothing","1. Pengusaha wajib menyediakan alat- ala","1. Pengusaha wajib menyediakan alat- alat keselamatan kerja yang menjamin\nkeselamatan dan kesehatan bagi seluruh pekerja termasuk alat pemadam\nkebakaran.",{"bindId":169,"name":166,"text":170},"healthandsafetypolicy","1. Pengusaha wajib menyediakan alat- alat keselamatan kerja yang menjamin\nkeselamatan dan kesehatan bagi seluruh pekerja termasuk alat pemadam\nkebakaran.\n\n2. Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan dirinya dan pekerja lainnya dan\nwajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah disediakan oleh perusahaan\nserta mengikuti\u002F mengetahui ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan kerja dan\nperlindungan kerja yang berlaku.\n\n3. Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\nkeselamatan pekerja dan perusahaan harus segera melapor kepada pimpinan\n(atasan).\n\n4. Diluar waktu kerja yang sudah ditentukan oleh perusahaan setiap pekerja\ntidak diperbolehkan memakai atau mempergunakan alat-alat atau perlengkapan\nkerja milik perusahaan untuk keperluan pribadi.\n\n5. Setiap pekerja wajib memelihara alat-alat perlengkapan kerja dengan baik\ndan teliti.",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"healthandsafetyprovisions","Untuk menanggulangi dan antisipasi terja","Untuk menanggulangi dan antisipasi terjadinya musibah sewaktu-waktu, baik\nkecelakaan kerja maupun bahaya lain, maka Pengusaha menyediakan kendaraan\nbeserta sopirnya yang selalu stand by setiap jam kerja..",{"bindId":176,"name":47,"text":48},"overtimeallowancetype1",{"bindId":178,"name":120,"text":179},"paidmaternityleaveall","1. Bagi pekerja wanita yang melahirkan, kepadanya diberikan cuti selama 3\n(tiga) bulan terhitung sejak pekerja tersebut mengambil cuti melahirkan.",{"bindId":181,"name":73,"text":74},"breastfeeding_dangerouswork",{"bindId":183,"name":158,"text":159},"commutingallowancetype1",{"bindId":185,"name":98,"text":99},"paidpaternityleavepay",{"bindId":187,"name":140,"text":141},"holidaysweeks",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"schedulesrestpw","1. Setiap pekerja berhak atas hari istir","1. Setiap pekerja berhak atas hari istirahat mingguan.\n\n2. Hari istirahat mingguan sebagaimana dimaksud ayat (1) diatur sebagai\nberikut :\n\na. Istirahat mingguan selama 1 (satu) hari untuk system 6 (enam) hari kerja\ndalam 1 (satu) minggu.\n\nb. Istirahat mingguan selama 2 (dua) hari untuk system 5 (lima) hari kerja\ndalam 1 (satu) minggu.\n\nc. Bagi pekerja shift diatur sesuai jadual kerja shift dengan tetap\nmemperhatikan ketentuan pasal 14 perjanjian kerja bersama ini dan peraturan\nperundangan yang berlaku.",{"bindId":193,"name":77,"text":78},"incidentalbonustype",{"bindId":195,"name":47,"text":48},"sundayallowancetype1",{"bindId":197,"name":55,"text":56},"dayspweek_select",{"bindId":199,"name":112,"text":113},"incidentalbonusperc1",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"maternityexcludedtrigger","1. Pengusaha dan Serikat Pekerja Nasiona","1. Pengusaha dan Serikat Pekerja Nasional menyetujui bahwa perjanjian kerja\nbersama ini berlaku dan mengikat bagi Pengusaha dan seluruh Anggota PSP SPN PT.\nMULIA CEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI (MCA).",{"bindId":205,"name":190,"text":191},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":207,"name":59,"text":60},"contracttrial",{"bindId":209,"name":150,"text":151},"shiftallowancetype1",{"bindId":211,"name":98,"text":99},"paidpaternityleave",{"bindId":213,"name":63,"text":64},"SICDIS_trigger",{"bindId":215,"name":216,"text":217},"cbadate_end_date","PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA : PT. MU","PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA : PT. MULIA CEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI\nDENGAN : SERIKAT PEKERJA NASIONAL PT. MULIA CEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI\nTENTANG : PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB) PERIODE TAHUN 2013 S\u002FD 2015",{"bindId":219,"name":112,"text":113},"incidentalbonustype2",{"bindId":221,"name":63,"text":64},"sicknesspay",{"bindId":223,"name":216,"text":217},"cbadate_start_date",{"bindId":225,"name":226,"text":227},"sicknessmaxdaysnr","2. Dalam hal sampai jangka waktu 1 (satu","2. Dalam hal sampai jangka waktu 1 (satu) tahun pekerja masih belum bisa\nmelaksanakan kewajibannya untuk bekerja, maka pengusaha dapat melakukan\npemutusan hubungan kerja setelah memberitahukan kepada yang bersangkutan dan\nmemusyawarahkan dengan Serikat Pekerja Nasional.",{"bindId":229,"name":150,"text":151},"NOCTPREM_trigger",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"menstruationleave","6. Bagi pekerja wanita yang mengalami ha","6. Bagi pekerja wanita yang mengalami haid, berhak mendapatkan cuti pada\nhari pertama dan hari kedua waktu haid.",{"bindId":235,"name":202,"text":203},"coverunion_trigger",{"bindId":237,"name":47,"text":48},"sundayallowanceperc1",{"bindId":239,"name":226,"text":227},"sicknessmaxdays",{"bindId":241,"name":67,"text":68},"contractseverancepay1",{"bindId":243,"name":244,"text":245},"bankholidays1","3. Jumlah pengambilan cuti tahunan bersa","3. Jumlah pengambilan cuti tahunan bersama adalah :\n\na. Pada Hari Raya Idul Fitri selama 5 (lima) hari.\n\nb. Pada Hari Natal dan Tahun Baru selama 3 (tiga) hari",{"bindId":247,"name":47,"text":48},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"overtimeallowancetypeperiod","5. Pekerja yang melakukan kerja lembur s","5. Pekerja yang melakukan kerja lembur sebagaimana dimaksud ayat (4)\npengusaha wajib membayar upah lembur sebesar 3 kali upah sejam.",{"bindId":253,"name":55,"text":56},"hourspweek",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"mealvouchers","3. Tunjangan Makan a. Bagi pekerja yang ","3. Tunjangan Makan\n\na. Bagi pekerja yang menurut sifatnya harus bekerja lembur sampai 2 jam,\nmaka perusahaan wajib memberikan fasilitas makan sebanyak 1 (satu) kali pada\njam yang telah ditentukan dan apabila melakukan kerja lembur lebih dari 4\n(empat) jam maka perusahaan wajib memberikan ekstra fooding.",{"bindId":259,"name":132,"text":133},"disabilityfund",{"bindId":261,"name":120,"text":121},"paidmaternityleave",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"WAGES_trigger","1. Setiap pekerja yang telah melaksanaka","1. Setiap pekerja yang telah melaksanakan kewajiban kerjanya berhak\nmendapatkan upah atau gaji sesuai dengan standar upah yang berlaku di PT.\nMCA",{"bindId":267,"name":102,"text":103},"wageincreasedate",{"bindId":269,"name":202,"text":203},"maternityexcludedtxt",{"bindId":271,"name":67,"text":68},"contractseverancepay",{"bindId":273,"name":140,"text":274},"PAIDLEAV_trigger","1. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan terus\nmenerus berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari.\n\n2. Dasar pengambilan cuti bersama adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) 3\nMenteri ( Agama, Tenaga Kerja dan Pendayaguna Aparatur Negara ).\n\n3. Jumlah pengambilan cuti tahunan bersama adalah :\n\na. Pada Hari Raya Idul Fitri selama 5 (lima) hari.\n\nb. Pada Hari Natal dan Tahun Baru selama 3 (tiga) hari\n\n4. Sisa cuti tahunan selama 4 (empat) hari diambil sendiri-sendiri dengan\nketentuan :\n\na. Sisa cuti tahunan dapat digunakan dalam waktu 12 bulan setelah timbulnya\nhak cuti tahunan tersebut.\n\nb. Dalam hal ada penundaan pengambilan cuti karena kehendak pengusaha, maka\njangka waktu tersebut dapat diperpanjang.\n\nc. Dalam pengambilan cuti baik secara bersama maupun sendiri-sendiri maka\npekerja berhak mendapat upah.\n\nd. Pengusaha wajib memberitahukan secara tertulis kepada pekerja pada saat\ntimbulnya hak cuti dan jumlah sisa hari cutinya.\n\ne. Dalam hal pekerja yang belum timbul hak cutinya tetapi pekerja ternyata\npunya kepentingan yang sangat mendesak, maka pekerja tetap dapat mengajukan\npermohonan cuti dan diperhitungkan setelah timbul hak cutinya.\n\nf. Sisa hak Cuti tahunan dapat diambil setiap waktu tanpa\ndihalang-halangi.\n\na. Pelaksanaan pengambilan cuti bersama dimulai paling lambat 3 (tiga) hari\nsebelum tanggal hari raya.\n\nb. Sisa cuti tahunan yang belum diambil tetapi masa cutinya habis, maka sisa\ncuti yang belum diambil tersebut bisa diganti dengan uang.",{"bindId":276,"name":85,"text":277},"paidpaternityleaveduration","4. Istri pekerja melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2\n(dua) hari.",{"bindId":279,"name":47,"text":48},"overtimeallowancetype",{"bindId":281,"name":282,"text":283},"deathrelatives","5. Suami\u002Fisrti, orang tua, mertua, anak ","5. Suami\u002Fisrti, orang tua, mertua, anak atau menantu meninggal dunia dibayar\nuntuk selama 2 (dua) hari.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Mulia Cemerlang Abadi Multi Industri - 2013\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2013-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2015-12-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2013-01-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi), Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Mulia Cemerlang Abadi Multi Industri\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Nasional PT. MULIA CEMERLANG ABADI MULTI INDUSTRI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;0\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;5000\u002Fattendance per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[289],{"title":38,"slug":34},[291],{"type":292,"data":293},"call_to_action_body_block",{"title":294,"description":295,"variant":296,"link":297},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":294,"url":298,"description":294,"rel":299,"type":300},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[302],{"type":292,"data":303},{"title":294,"description":295,"variant":296,"link":304},{"title":294,"url":298,"description":294,"rel":299,"type":300},[]]