[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-molax-internasional-dengan-serikat-pekerja-pt-molax-internasional":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":310,"content_type_view":311,"extra_breadcrumbs":312,"body":314,"body_blocks":325,"related_pages":329},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":308,"translations":309},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-molax-internasional-dengan-serikat-pekerja-pt-molax-internasional","18cbabd4-cf96-11e3-a0ae-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-molax-internasional-dengan-serikat-pekerja-pt-molax-internasional\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-molax-internasional-dengan-serikat-pekerja-pt-molax-internasional\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Molax Internasional Dengan Serikat Pekerja PT. Molax Internasional - 2009 - 2011","IDN PT. Molax international - 2009","Indonesia - IDN PT. Molax international - 2009","IDN PT. Molax international - 2009 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"3 - PKB PT. MOLAX 2011.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB) PT. MOLAX INTERNATIONAL DENGAN\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>SERIKAT PEKERJA PT. MOLAX INTERNATIONAL\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>______________________________________________________________________\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 1 : PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN BERSAMA;\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat antara;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PT.MOLAX INTERNATIONAL sesuai dengan Akta Notaris : Esther Daniar\nIskandar. SH. No. 1, tanggal 1 Juli 1999,alamat jlnJl. Jawa IX Blok C No. 13\nKBN Cakung Jakarta Utara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.SERIKAT PEKERJA PT. MOLAX INTERNATIONAL ( SPPMI ) yang berkedudukan di Jl.\nJawa IX Blok C No. 13 KBN Cakung Jakarta Utara, terdaftar di Suku Dinas Tenaga\nKerja dan Transmigrasi Kotamadya Jakarta Utara dengan Nomor: 028\u002FIII\u002FP\u002FIII\u002F2001\nyang selajutnya disebut Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 : ISTILAH-ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PT. MOLAX INTERNATIONAL yang berkedudukan di Jl. Jawa IX Blok C No.\n        13 KBN Cakung Jakarta Utara. \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pengusaha\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Direksi Perusahaan atau mereka yang diberi kuasa bertindak untuk dan\n        atas nama perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Setiap pekerja yang bekerja di PT. MOLAX INTERNATIONAL dengan\n        mendapat upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Serikat Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Serikat Pekerja PT. MOLAX INTERNATIONAL ( SPPMI )\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istirahat Mingguan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari dimana pekerja tidak wajib untuk masuk kerja.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Keluarga\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istri atau suami dan anak-anak pekerja yang sah menurut hukum , yang\n        ditanggung pekerja dan terdaftar pada perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istri\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istri seorang pekerja yang sah menurut hukum dan terdaftar pada\n        perusahaan. pengusaha hanya mengakui 1 ( satu ) orang istri bagi\n        seorang pekerja.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Suami\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Suami yang sah menurut hukumdan terdaftar pada perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Anak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keturunan yang sah menurut hukum dan atau anak yang diadopsi secara\n        sah oleh pekerja dan terdaftar pada perusahaan. \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Ahli Waris\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keluarga atau mereka yang secara sah menurut hukum berhak untuk\n        menerima pembayaran, dan perusahaan dalam hal meninggal dunia, apabila\n        pekerja tidak mempunyai ahli waris maka yang menerima pembayaran dari\n        perusahaan adalah mereka yang ditetapkan bedasarkan keputusan\n        Pengadilan Negeri.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 : TUJUAN PERJANJIAN BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian bersama ini diadakan untuk;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Memperjelas hak-hak dan kewajiban – kewajiban pengusaha dan hak – hak\ndan kewajiban – kewajiban pekerja atau serikatpekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menetapkan syarat-syarat kerja dan hubungan kerja secara bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mengatur cara-cara penyelesaian keluhan dan perbedaan pendapat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Memperteguh dan menciptakan hubungan kerja yang harmonis antara pengusaha\ndengan pekerja atau serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mendorong pekerja untukmeningkatkan disiplin dan prestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Untuk menciptakan rasa keadilan kepada pekerja di dalam hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>7.Pekerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>9.Terciptanya hubungan kerja yang harmonis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Terciptanya ketenangan bekerja dan kelangsungan berusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 : LUASNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian kerja bersama ini mengatur tentang hal-hal pokok yang bersifat\numum sebagaimana yang termuat dalam isi perjanjian kerja bersama ini dan\nmemberi pengetahuan dan keterampilan, disamping itu baik pengusaha maupun\nserikat pekerja mempunyai hak-hak lain yang diatur dalam peraturan\nperundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancyexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>2.Perjanjian kerja bersama ini berlaku untuk seluruh pekerja, bagi pekerja\nyang mempunyai perjanjian kerja khusus dengan pengusaha yang tidak bertentangan\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Peraturan tambahan yang dimaksud untuk memperjelas perjanjian kerja\nbersama ini yang belum ada dalam PKB ini dapat dibuat oleh pengusaha dengan\nmengadakan konsultasi dan musyawarah dengan serikat pekerja yang isinya tidak\nbertentangan dengan PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 : KEWAJIBAN PIHAK-PIHAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Baik pengusaha dan serikat pekerja berkewajiban untuk memperjelas kepada\npara pekerja agar isi perjanjian kerja bersama ini di ketahui dan\ndilaksanakan,untuk itu pengusaha memperbanyak dan membagikan kepada seluruh\npekerja dan serikat membantu pengusaha dalam memperjelas isinya kepada\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masing-masing pihak berkewajiban untuk mentaati isi perjanjian kerja\nbersama ini dan menertibkan anggota-anggotanya serta menegur pihak lain apabila\ntidak mengindahkan perjanjian kerja bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : PENGAKUAN, JAMINAN, FASILITAS DAN DIPENSASI BAGI SERIKAT\nPEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 : PENGAKUAN HAK-HAK PENGUSAHA DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat pekerja mengakui hak pengusaha untuk memimpin ,mengatur dan\nmenjalankan usahanya sesuai dengan kebijaksanaan pemegang saham dengan mentaati\nsyarat-syarat kerja yang tercantum dalam perjanjian kerja bersama dan peraturan\nperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengakui serikat pekerja yang menandatangani perjanjian kerja\nbersama ini sebagai organisasi pekerja yang mewakili dan bertindak untuk atas\nnama para pekerja perusahaan, baik secara perorangan maupun kolektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam melaksanakan fungsinya masing-masing kedua belah pihak saling\nmenghormati, saling berkonsultasi\u002Fmusyawarah dan tidak mencampuri urusan\nmasing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7 : PENGAKUAN PENGUSAHA TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui keberadaan serikat pekerja sebagai badan organisasi\npekerja yang sah, yang mewakili dan bertindak untuk para pekerja yang menjadi\nanggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha tidak menghalang-halangi kegiatan dan perkembangan serikat\npekerja,dan yang salah satu fungsinya adalah mewakili dan melindungi\nanggota-anggotanya baik secara perorangan maupun secara bersama didalam bidang\nhubungan industrial pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menjamin tidak akan melakukan tekanan-tekanan langsung maupun\ntidak langsung ataupun tindakan diskriminatif terhadap pekerja yang dipilih dan\nmemilih untuk menjadi anggota ataupun sebagai fungsionaris dalam serikat\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha mengakui setiap kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan\norganisasi dan yang menyangkut masalah ketenagakerjaan (pendidikan, pertemuan,\nutusan perwakilan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 : PENGAKUAN TERHADAP PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat pekerja mengakui perusahaan mempunyai hak untuk memimpin dan\nmenjalankan usahanya sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan sepanjang tidak\nbertentangan dengan ketentuan yang telah diatur dalam perjanjian kerja bersama\nini dan undang-undang serta peraturan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam melaksanakan fungsinya masing-masing kedua belah pihak saling\nmenghormati, saling konsultasi\u002Fmusyawarah dan tidak mencampuri urusan intern\nmasing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 : FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan membantu serikat pekerja dalam melaksanakan pemungutan iuran\nanggotaSerikat Pekerja PT. Molax International (SPPMI) dengan memotong langsung\ndari upah pekerja berdasarkan surat kuasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan membantu menyediakan peralatan administrasi yang memadai untuk\nkepentingan serikat pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Diberikan ruangan dan tempat papan pengumuman guna menempelkan pengumuman\nkepentingan organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL I0 : DISPENSASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dispensasi untuk kepentingan atau keperluan serikat pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pada dasarnya segala aktifitas serikat pekerja yang di lakukan di jam\nkerja maupun diluar jam kerja dalam melaksanakan tugas- tugas organisasi atau\nmemenuhi undangan-undangan,seminar-seminar,pendidikan-pendidikan dan memenuhi\npanggilan pemerintah guna kepentingan organisasi, sesuai didalam Undang-undang\nNo.21 Tahun 2000 tentang Serikat Buruh\u002FSerikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang di tunjuk oleh serikat pekerja untuk menjadi anggota dalam\ndelegasi atau selaku fungsionaris serikat pekerja tidak mendapat tekanan\nlangsung atau tidak langsung dari perusahaan oleh karena fungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dengan mendapat persetujuan pengusaha pekerja atau pengurus serikat\npekerja dapat menjalankan tugas serikat pekerja sesuai waktu yang di tentukan\ndengan mendapat upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 : PENERIMAAN PEKERJA BARU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penerimaan pekerja baru di perusahaan di sesuaikan dengan keperluan\nperusahaan,calon pekerja harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Di samping ketentuan tersebut pada ayat (1) diatas, calon pekerja baru\nharus lulus dalam ujian atau test yang diadakan oleh pimpinan perusahaan atau\npetugas perusahan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Umur calon pekerja baru minimal 18 (delapan belas) tahun pada saat melamar\npekerjaan, dibuktikan degan Kartu Tanda Penduduk asli dan ditunjukkan pada saat\ntest wawancara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Calon pekerja baru tidak sedang dalam urusan dengan pihak berwajib dan\natau terlibat dalam tindak pidana melanggar hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>5.Perusahaan berhak menentukan status pekerja baru sebagai Pekerja\nPerjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau pekerja tetap (PKWTT) atau masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pelaksanaan PKWT yang dimaksud ayat (5) adalah berpedoman pada UU No. 13\nTahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12 : MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>1.Calon pekerja yang memenuhi persyaratan dan yang telah lulus dalam ujian\nditerima sebagai pekerja percobaan dan harus menjalankan masa percobaan selama\n3 (tiga) bulan perhitungan sejak ia mulai bekerja di perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Selama masa percobaan masing-masing pihak dapat memutuskan hubungan\nkerjanya sewaktu-waktu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Seorang pekerja yang telah menyelesaikan masa percobaan dengan baik dapat\ndiangkat sebagai pekerja tetap, sesuai dengan penggolongannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 : PROMOSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Promosi pekerja ke-jabatan yang lebih tinggi merupakan wewenang perusahaan\nyang penilainya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Prestasi kerja yang baik;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Konduite yang baik;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengetahuan \u002Fpemahaman masalah tehnis pekerjaan yang baik;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Inisiatif;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Kreatif;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Berkemungkinan untuk dipromosikan ke-jabatan yang lebih tinggi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14 : PENDIDIKAN, LATIHAN, DAN PENYULUHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>1.Menyadari pentingnya factor kualitas dalam keberhasilan usaha maka\nperusahaan mengadakan pendidikan dan latihan guna meningkatkan\nketerampilan,efesiensi dan produktivitas kerja,pendidikan dan latihan tersebut\nditujukan bagi pekerja PT. MOLAX INTERNATIONAL.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja baru oleh perusahaan dan serikat pekerja diberikan penyuluhan\nmengenai hak dan kewajibannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 : MUTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan berwenang untuk mengatur pemindahan tugas pekerja dari satu\nbagian ke bagian lain dengan mempertimbangkan bakat dan kemampuan pekerja yang\nbersangkutan tanpa mengurangi upah dan hak lainnya yang biasa diterimanya\nsebelum mutasi dilaksanakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi juga dapat dilakukan antar perusahaan yang masih berada dalam satu\ngroup dibuktikan dengan bukti akta notaries pendirian perusahaan, tanpa\nmengurangi hak yang biasa diterima oleh pekerja yang bersangkutan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan mutasi harus dengan Surat Keputusan tertulis dan diberikan\ntembusannya kepada Serikat Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kondisi kesehatan pekerja menurut keterangan dokter tidak memungkinan\nbekerja pada pekerjaan atau jabatan sekarang sehingga perlu dimutasikan pada\npekerjaan atau jabatan lain yang sesuai situasi dan kondisi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bertambahnya pekerjaan disuatu tempat atau bagian dan karenanya memerlukan\npenambahan pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Bilamana mutasi ini tidak disetujui oleh salah satu pihak maka akan\ndiselesaikan dengan prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16 : PENGGOLONGAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja Bulanan :ialah pekerja tetap yang diangkat dalam formasi dan\nmenerima upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>menurut perhitungan upah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perkerja Harian : ialah pekerja tetap tanpa formasi dan menerima upah\nmenurut perhitungan upah harian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : HARI KERJA , WAKTU KERJA, ISTIRAHAT DAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17 : HARI KERJA, WAKTU KERJA, ISTIRAHAT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cp>1.Sesuai Ketentuan Undang-Undang No. 13Tahun 2003 Tentang\nKetenagakerjaan,hari kerja biasa diperusahaan adalah hari senin sampai hari\nsabtu, 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu\nuntuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, dengan perincian sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s\u002Fd Jum’at ;-------------Jam 07 :30 -12:00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam 12: 00 -13 : 00 istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam 13:00 -15: 30 Pulang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu ;---------------------------Jam 07:30 -12:30 Pulang tanpa istirahat\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Khusus untuk pekerja bulanan Staf,Sopir, Keamanan,waktu kerja dan\nistirahatnya diatur tersendiri dengan memperhatikan keperluan serta menurut\ntuntutan dan sifat kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan jam kerja tersebut diatas ditetapkan dengan izin dari Departemen\nTenaga kerja dan dapat diubah sewaktu-waktu apabila keadaan pekerjaan di\nperusahaan menghendakinya,dalam pelaksanaanya perusahaanberkoordinasi dengan\nserikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 : KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-shiftstype1\">\u003Cp>1.Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja melebihi 7 (tujuh) Jam kerja sehari\ndan 40 (empat puluh) jam semingguserta pekerjaan yang dilakukan pada hari\nistirahat mingguan dan hari libur resmi adalah merupakan waktu kerja lembur\ndengan izin Sudinaskertrans setempat;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Kerja lembur bukan paksaan tetapi apabila terdapat pekerjaan yang perlu\nsegera diselesaikan serta mengingat pekerjaan yang mendesak, maka pekerja\nbersedia untuk bekerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cp>3.Bagi pekerja wanita yang Hamil dibebaskan dari kerja lembur;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pekerja, baru dapat melaksanakan kerja lembur setelah menandatangani\nformulir lembur yang telah disediakan oleh personalia dan serikat pekerja\ndiberikan tembusannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19 : PERHITUNGAN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>Perhitungan upah lembur diatur sesuai dengan ketentuan sebagai berikut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>Cara menghitung lembur se-jam: Pekerja Bulanan dan Harian, 1\u002F173 X Upah\nsebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pada hari kerja biasa : Untuk jam I dibayar 1,5 x upah perjam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp>Untuk jam II dibayar 2 x upah perjam dan jam berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pada hari istirahat Mingguan atau hari libur resmi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua)\nkali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam\nlembur kesembilan dan kesepuluh dan seterusnya dibayar 4 (empat) kali upah\nsejam;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah\nlembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam dibayar\n3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan dan seterusnya\ndibayar 4 (empat) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cara menghitung Upah per-Hari: Upah Pokok ditambah tunjangan tetap dibagi 30\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 20 : HARI LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1.Pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah\u002FDepartemen Agama,\nyang jatuhnya pada hari kerja,pekerja dibebaskan dari pekerjaannya dengan\nmendapat upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>2.Hari Minggu adalah hari istirahat mingguan pekerja dengan mendapat\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 : CUTI HAID\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Pekerja wanita tidak diwajibkan untuk bekerja pada hari pertama dan kedua\nsewaktu haid dengan tetap menerima upah penuh untuk hal tersebut pekerja wanita\nyang bersangkutan memberitahukan kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 : CUTI HAMIL DAN KEGUGURAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Setiap pekerja wanita berhak atas cuti hamil 1,5 bulan sebelum melahirkan\ndan 1,5bulan setelah melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Dan 1,5 bulan gugur kandungan dengan melampirkan surat keterangan dokter\nuntukmemperoleh upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja wanita yang akan mempergunakan hak cuti hamilnya\nmengajukanpermohonan terlebih dahulu kepada perusahaan yang di sertai dengan\nsurat keterangandokter atau bidan yang merawatnya, serta melampirkn foto copy :\nKTP suami istri,suratnikah dan kartu keluarga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila masih diperlukan untuk pemulihan kesehatan dapat diperpanjang\npaling lama 1 (satu) bulan tanpa mendapat upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Upah selama cuti diberikan setiap bulan dengan melengkapi\u002Fmelampirkan\npersyaratan sebagaimana ayat (3).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 : CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1.Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan terus menerus berhak\natas cuti tahunan selama 12 hari dengan mendapat upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha memberitahukan kepada pekerja apabila hak cuti tahunannya\ntimbul.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 : IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN MENDAPATKAN UPAH DAN TIDAK\nMENDAPAT UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan ijin kepada pekerja untuk meninggalkan pekerjaan\ndengan mendapat upah dalam hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pernikahaan pekerja sendiri: 3 (hari) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pernikahan anak pekerja:2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Khitan\u002Fpembastian anak pekerja: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Istri pekerja melahirkan\u002Fkeguguran:2 (dua)hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Suami\u002Fistri\u002Forang tua\u002Fmertua\u002Fpekerja meninggal dunia: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggl dunia: 1 (satu) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g.Kebakaran : 2(dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Berjangkitnya wabah dan bencana alam : waktunya ditentukan oleh pemerintah\nsetempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut baru diperoleh setelah pekerja\nmengajukan suratpermohonan ijin dan disetujui oleh pengusahaterkecualidalam\nkeadaanmendesak (istri melahirkan atau meninggal dunia) bukti –bukti dapat\ndiajukan Kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang meninggalkan pekerjaan tanpa seijin pengusaha dapat dianggap\nmangkir dan upah tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Atas pertimbangan perusahaan ijin meninggalkan pekerjaan diluar ketentuan\ndiatas dapat diberikan tanpa upahyang lamanya dipertimbangkan sesuai kebutuhan\ndan pekerja terlebih dahulu mengajukan permohonan ijin kebagian personalia\nsetelah mendapat persetujuan atasannya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25 : IJIN MENUNAIKAN IBADAH HAJI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja beragama Islam untuk menunaikan ibadah haji selama waktu yang\ndiperlukan,tetapitidak melebihi 3 (tiga) bulan,terhitung sejak meninggalkan\npekerjaan, tetap mendapat upah penuh, dengan ketentuan pekerja yang\nbersangkutan harus mengajukan permohonan ijin kepada pengusaha 2 (dua) bulan\nsebelumnya dengan menunjukan bukti-bukti yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 : PENGERTIAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah adalahpendapatan pekerja yang terdiri atas gaji pokok dan\ntunjangan-tunjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 : PRINSIP DASAR DAN SASARAN PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>Pengusaha dengan serikat pekerja bahwa prinsip dasar pengupahan diperusahaan\nadalah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Berlaku adil (pekerja dan perusahaan);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dapat menampung dan merangsang prestasi kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mampu mempertahankan dan menarik tenaga cakap;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serta dapat menjaga keseimbangan pertumbuhan usaha dan kesejahteraan\npekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 : UPAH MINIMUM SEKTORAL PROPINSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMSP) yang diberikan kepada pekerja\ndisesuaikan dengan penetapan Upah Minimum Sektoral Propinsi DKI Jakarta yang\nditetapkan oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 : STRUKTUR UPAH DAN TUNJANGAN-TUNJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>Upah terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Gaji Pokok adalah Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMSP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan-Tunjangan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan Hadir (gread)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tunjangan kerajinan\u002Fpremi hadir\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Khusus bagi karyawan kontrak struktur upah diatur sendiri dalam Perjanjian\nWaktu Tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 : KENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_period\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cp>1.Bagi PekerjaHarian,kenaikan mengikuti keputusan pemerintah tentang\nkenaikan UMP dan UMSP .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi Pekerja Bulanan, kenaikan Upah dilakukan setahun sekali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31 : TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja setiap tahun perusahaan memberikan\nTHR (Tunjangan Hari Raya),berdasarkan masa kerja dan prinsipnya minimal 1\n(satu) tahun yang besarnya diatur,dimana pembayarannya dilakukan 2 (dua) minggu\nsebelum hari raya dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Masa kerja 3 (tiga) bulan atau lebih tetapi kurang dari 1 (satu) tahun\ndiberikan sesuai masa kerja kali gaji pokok dibagi 1 (satu) tahun (dua belas\nbulan),\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja x upah\u002F12\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>2.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 100\n% upah sebulan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 110\n% upah sebulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih, 120% upah sebulan;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 : UPAH PEKERJA SELAMA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>1.Apabila pekerja sakit dan atau pekerja sakit dalam jangka waktu yang\nberkepanjangan yang dapat dibuktikan dengan surat keterangan dokter atau\npemeritah setempat,maka upahnya dibayar sesuai ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk Empat Bulan Pertama dibayar sebesar= 100 % dari upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk Empat Bulan kedua dibayar sebesar = 75 % dari upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk Empat Bulan ketiga dibayar sebesar = 50 % dari upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk Bulan selanjutnya dibayar sebesar = 25 % dari upah sebelum PHK\ndilaksanakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2.Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan ternyata pekerja yang\nbersangkutan belum mampu untuk bekerja kembali,maka pengusaha dapat memutuskan\nhubungan kerjanya sesuai dengan ketentuan yang berlakuUU No: 13 tahun 2003 jo\nUU No: 2 tahun 2004.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 : TUNJANGAN UNTUK KELUARGA PEKERJA YANG DITAHAN OLEH PIHAK YANG\nBERWAJIB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang ditahan oleh pihak yang berwajib bukan karena pengaduan\nperusahaan tidak mendapat upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha wajib memberikan bantuan kepada keluarga pekerja yang\nditinggalkan diberikan bantuan dan upah yang diberikan dengan perhitungan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk 1 (satu) orang tanggungan : 25 % upah sebulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk 2 (dua) orang tanggungan : 35 % upah sebulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk 3 (tiga) orang tanggungan : 45 % upah sebulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk 4 (empat) orang tanggungan : 50 % upah sebulan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Lamanya pembayaran bantuan adalah sampai dengan 6 (enam) bulanperusahaan\ndapat mengajukan PHK sesuai dengan prosedur yang berlaku (UU).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 : WAKTU PEMBAYARAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bagi pekerja Harian diberikan pada tanggal 5 (lima) dan 20 (dua puluh)\nsetiap15 (lima belas) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja Bulanan upah diberikan pada akhir bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila tanggal 5 atau tanggal 20 jatuh pada hari libur maka upah\ndiberikan sebelumnya atau pada tanggal 6 atau tangal 21.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESEJAHTERAAN,KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 : JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA (JAMSOSTEK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1.Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No.14 Tahun 1993 pengusaha\nmengikutsertakan pekerja dalam kepesertaan Program JAMSOSTEK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Program JAMSOSTEK terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jaminan Kematian (JK);\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jaminan Hari Tua (JHT);\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cp>3.Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dengan manfaat lebih baik\ndilaksanakan sendiri oleh perusahaan sebagaimana pada Perjanjian Bersama antara\nPT. Molax International dengan serikat pekerja PT. Molax International Nomor;\n01\u002FPB\u002F09\u002F2008 tanggal 17 September Tahun 2008.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Seluruh pekerja diikut sertakan dalam program Jaminan Kecelakaan diri dan\nKematian diluar jam kerja dalam hubungan kerja Sesuai Peraturan Daerah Propinsi\nDaerah Khusus Ibu kota Jakarta Nomor : 6 Tahun 2004 Tentang Ketenagakerjaan jo\nPERGUB Nomor : 82 Tahun2006 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Jaminan\nKecelakaan Diri Dan Kematian Dalam Hubungan Kerja Untuk Diluar Jam Kerja\n(JKDK),\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 : PENYELENGGARAAN\u002FPENYEDIAAN FASILITAS KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyelenggaraan\u002Fmenyediaan Fasilitas Kesejahteraan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penyelenggaraan\u002Fpenyediaan Fasilitas Kesejahteraan Pekerja yang dimaksud\nayat (1) sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pelayanan Keluarga Berencana;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan melaksanakan Program Keluarga Berencana dengan kegiatan\npenerangan dan motivasi, sedangkan untuk pelanyanan medis bekerja sama dengan\nBadan Koordinasi Keluarga Berencana;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Fasilitas beribadah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tempat\u002Fruangan\u002Fkesempatan yang disediakan bagi Pekerja untuk melaksanakan\nkegiatan-kegiatan keagamaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Fasilitas Kantin;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan ruangan yang memenuhi syarat kesehatan, makanan yang\nmemenuhi nilai gizi yang seimbang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Fasilitas Kesehatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan mengikut sertakan seluruh pekerja dalam program Jaminan Sosial\nTenaga Kerja pada PT. JAMSOSTEK (Persero)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Fasilitas Rekreasi yang bervariasi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap tahun sekaliPerusahaan menyelenggarakan Piknik Bersama Pekerja dan\nkeluarganya pada bulanApril apabila situasi dan kondisi memungkinkan, dan\napabila tidak memungkinkan minimal pada bulan Agustus penyelenggaraan acara HUT\nRI perusahaan ikut berpartisipasi dalam bentuk dana anggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>Pengusaha dan serikat pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\ndan kesehatan kerja.Karenanya kedua belah pihak berusaha sedapat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan\nsakit akibat hubungan kerja serta kebakaran yang dapat menimpah pekerja dan\npengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 : KEAMANAN DALAM BEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk menghindari dan mecegah timbulnya kecelakaan kerja, sakit akibat\nhubungan kerja dan kebakaran,pengusaha dan serikat pekerja membentuk Panitia\nP2K3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja diwajibkan untuk melaksanakan petunjuk –petunjuk mengenai\nkesalamatan kerja sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1970.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pekerja menemui hal- hal yang dapat membahayakan keselamatan\npekerja dan perusahaan,segera melapor kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 : PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan meyediakan alat-alat perlengkapan kerja dan peralatan\nkeselamatan kerja(alat perlindungan diri) yang disesuaikan dengan sifat pekerja\nmasing-masing pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan baju seragam 2 (dua) pcs kepada masing masing\npekerja 3 (tiga)tahun sekali, yang pelaksanaanya diatur oleh perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan memberikan kartu pengenal PT. MOLAX INTERNATIONAL kepada\nseluruh pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja wajib melihara alat-alat peralatan kerja serta memakai alat\nperlindungan diri yang telah di sediakan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 : SUMBANGAN MENINGGAL DUNIA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Bagi pekerja yang meningal dunia, diberikan dalam bentuk uang duka yang\nbesarnya ditentukan oleh perusahaan, untuk mendapatkan sumbangan tersebut, ahli\nwarisnya harus menunjukaan bukti kematian dan hubungan keluarga.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 : OLAH RAGA \u002F KESENIAN DAN KEAGAMAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha membantu kegiatan-kegiatan olahraga, kesenian dan keagamaan yang\ndiselenggarakan oleh serikat pekerja, berupa dana, waktu dan tempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 : PENDIDIKAN DAN KETERAMPILAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>Dalam rangka usaha-usaha untuk meningkatkan keterampilan pekerja, pengusaha\nmenyelenggarakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mengadakan pelatihan\u002Ftraining internal mengenai cara-cara peningkatan\nproduktivitas;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melakukan pelatihan training mengenai kesehatan dan keselamatan kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memberikan pelatihan training untuk meningkatkandan menjaga mutu produksi\ndan atau;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 : KEWAJIBAN UMUM PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja tidak diperkenakan baik langsung atau tidak langsung bekerja\ndengan perusahaan lain menjalankan suatu usaha untuk pribadi yang sejenisnya,\nberlangsungnya hubungan kerja terkecuali dengan pengetahuan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja menyadari kewajiban-kewajiban serta melaksanakan tugas pekerjaanya\ndengan sebaik –baiknya dan aktif memajukan perusahaan dengan jalan bekerja\nseefisien mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja berkewajiban untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Merawat mesin-mesin produksi dan peralatan kerja lainnya yang\ndisesuaikan\u002Fdimiliki pengusaha secara hati-hati, serta menghemat penggunaan\nseefisien mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menjaga suasana yang tertib dan tentram dan menghindarkan diri dari\ntindakansabotase,mogok dan lain-lain tindakan yang dapat mengganggu kelancaran\nkehidupan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memakai dan memelihara barang-barang milik perusahaan yang dipinjamkan\nkepadanya sebagai alat kerja serta fasilitas lain yang diberikan kepadanya\ndengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja dilarang dan tidak diperkenankan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Karena jabatannya menggunakan harta milik pengusaha secara tidak sah untuk\nkepentingan peribadinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Karena jabatannya berlaku semena-mena terhadap pekerja lain, baikuntuk\natasan terhadap bawahan maupun bawahan terhadap atasan dan atau kepada pekerja\nlain yang tidak mempunyai hubungan hirarkis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Menerima hadiah dan pemberian dalam bentuk apapun dari pihak lain yang\nmengadakan hubungan transaksi dengan perusahaan untuk kepentingan peribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja diwajibkan memberikan keterangan kepada bagian personalia\ntentangsetiap perubahan mengenai :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Alamat rumah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Susunan keluarga (perkawinan, kelahiran, kematian, perceraian).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja diwajibkan untuk memeriksa dirinya atau diperiksa oleh keamanan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja masuk kerja, istirahat kerja sesuai dengan jadwal yang telah\nditetapkan,Pekerja diwajibkan menggunakan tanda pengenal selama pekerjaan\nberlangsungdan tidak menyalahgunakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>1.Setiap pekerja dilarang berbuat atau bertingkah laku seperti :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Membawa senjata api\u002Fsenjata tajam kedalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Berlaku kasar menghina pengusaha\u002Fmenghina pekerja\u002Fsesama pekerja(atasan\natau bawahan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Makan dan minum ditempat yang terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Mengadakan rapat-rapat, pidato-pidato yang sifatnya menghasutdan menempel\nplakat,pamlet-pamlet tanpa ijin serta mencoret-coret ditempat yang\nsepatutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Bercanda ,berteriak-teriak, bernyanyi ,bersuit ,bersiul atau menimbulkan\nsuatu bunyi yang dapat mengganggu ketenangan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menganiaya\u002Fmenghina\u002Fmengancam pengusaha\u002Fsesamapekerja(atasan atau\nbawahan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Melakukan demontrasi, pemogokan yang pelaksanaannya tidak sesuai prosedur\nyang berlaku, ataupun memperlambat jalannya pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Merokokdan meludah disembarang tempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Berkelahi, berbuat onar dan berjudi dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Berjualan atau memperdagangkan barang-barang yang melanggar hukum dan\ndilarang oleh Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Membujuk pengusaha dan keluarganya atau teman sekerja untuk merencanakan\nmelakuan perbuatan yang melanggar hukum dan kesusilaan .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>l.Melakukan minum-minuman keras yang memabukan, obat bius \u002Fobat-obatan\nterlarang narkoba dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Tidak mengindahkan perintah yang layak atau tidak bekerja lebih baik\nwalaupun telah dperingatkan atau ditegur secara lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Mengisi dan memaraf buku hadir untuk atau atas nama pekerja lain yang\ntidak masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak pantas \u002F tidak wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Menghentikan pekerjaan tanpa alasan dan ijin dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q.Menghentikan pekerjaan sebelum bell selesai kerja berbunyi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>r.Menggangu dan memperlambat pekerjaan sesama pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>s.Melakukan pencurian, penggelapan dan penipuan terhadap pengusaha dan teman\nsekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama jam kerja setiap pelaksanaan pekerjaan, pekerja mengikuti petunjuk\ndan instruksi dari atasannya dan tidak diperkenankan berbuat sewenang-wenang\nataupun melalaikan tugasnya, misalnya meninggalkan tugas sebelum jam kerja\nberakhir tanpa seijin dari atasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang hendak pulang atau istirahat harus menjaga ketertiban tidak\nboleh berlari-lari dan berdesak-desakan, demikian juga pada saat masuk\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45 : PENGAMANAN RAHASIA PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja wajib merahasiakan atau memegang teguh rahasia perusahaan\nyang diketahui dan dipercayakan kepadanya yang berkaitan dengan produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tanpa ijin dari perusahaan, pekerja tidak diperkenankan untuk menyimpan\nsendiri, memperlihatkan kepada pihak ketiga atau membawa keluar gedung salinan\ntertentu dan catatan-catatan aktivitas perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46 : KEHADIRAN DALAM BEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja yang tidak dapat masuk bekerja harus memperhatikan\nketentuan-ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Terlebih dahulu mengajukan pemohonan ijin tertulis kepada bagian\npersonalia melalui atasannya langsung disertai alasan-alasan yang cukup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jika disebabkan sakit selama 3 (tiga) hari berturut-turut maka pekerja\nyang bersangkutan wajib menunjukkan surat sakit dari dokter atau instansi\nkesehatan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk keperluan lain-lain diperlukan surat ketrangan sekurang-kurangnya\ndari RT\u002FRW setempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja tidak masuk bekerja dalam waktu sedikit-dikitnya 5\n(lima) hari kerja terus menerus tanpa disertai keterangan secara tertulis\ndengan bukti-bukti yang sah dan telah dipanggil 2 (dua) kali secara patut dan\ntertulis dapat diputus hubungan kerjanya karena tidak mengindahkannya, maka\ndapat dikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47 : SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Aturan Kedisiplinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha dan serikat pekerja menyadari bahwa dalam rangka pembinana\nmoral dan etika kerja serta disiplin kerja yang baik demi terciptanya efisiensi\nkerja, dibutuhkan adanya aturan kedisiplinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dengan adanya aturan kedisiplinan ini dimaksud agar pekerja dapat\nmengetahui dan memahami ketentuan yang berlaku diperusahaan yang apabila\ndilanggar dapat dikenakan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Setiap pelaksanaan sanksi mempunyai tingkatan yang berbeda sesuai dengan\njenis atau berat ringannya pelanggaran yang dilakukan,tingkat masa dan\nberlakunya sebab sanksi adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Peringatan Lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii. Surat Peringatan Pertama = 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iii. Surat Peringatan Kedua= 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iv. Surat Peringatan Ketiga= 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>v. Pemutusan Hubungan Kerja= diberikan pesangon sesuai PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pedoman Dalam Memberikan Sanksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemberian sanksi tersebut tidak berarti harus berurutan, melainkan\ntergantung pada factor-faktor sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Macam pelanggaran yang terjadi didasarkan pada penilaian berat ringan\npelanggaran tersebut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Akibat dari pelanggaran;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Situasi dan kondisi pekerja pada saat melakukan pelanggaran;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Bukti dan saksi yang diperlukan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48 : SURAT PERINGATAN PERTAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan ke1(Pertama) diberikan kepada pekerja yang melakukan\nkesalahan\u002Fpelanggaran sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. 3(tiga) kali datang terlambat dalam 1(satu) minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mangkir selama 2(dua) hari kerja berturut-turut atau 3(tiga) hari tidak\nberturut-turut dalam 1(satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Meninggalkan pekerjaan tanpa ijin tertulis dari atasan masing-masing\nbagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kedapatan tidur diwaktu jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mengabsen kartu pekerja lain atau menyuruh kartunya untuk diabsenkan\nkepada orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pulang lebih awal dari waktu yang telah ditentukan tanpa ijin dari atasan\nmasing-masing bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Tidak mengenakan pakaian kerja (seragam) yang sudah diberikan oleh\nPerusahaan pada waktu melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Tidak memakai perlengkapan keselamatan kesehatan dan perlindungan kerja\npada waktu melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Kedapatan membawa makanan atau makan didalam ruangan produksi, membawa\nminuman yang berwarna atau berjualan didalam ruangan produksi meskipun telah\ndiberikan peringatan lisan oleh atasannya atau Bagian Keamanan atau\nPersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Menolak perintah atasan tanpa alasan yang jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya atau tanpa persetujuan\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Mencoret-coret tembok\u002Fgedung didalam lingkungan perusahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49 : SURAT PERINGATAN 2 (Kedua)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat peringatan 2 (kedua) diberikan apabila pekerja melakukan pelanggaran\nkesalahan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4(empat) kali datang terlambat dalam 1(satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mangkir selama 3 (tiga) hari berturut-turut atau 4 (empat) kali tidak\nberturut dalam 1(satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapatkan atau selama masa\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Surat peringatan ke-1(satu) masih melakukan lagi kesalahan pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Menolak pemeriksaan yang dijalankan petugas keamanan (SATPAM) dalam\nmenjalankan tugas mereka memelihara keamanan dan ketertiban lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50 : SURAT PERINGATAN 3 (Ketiga)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan ke 3 (tiga) terakhirdiberikan apabila pekerja melakukan\nkesalahan\u002Fpelangaran antaraLain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mangkir selama 4 (empat) hari kerja berturut-turut atau 5(lima) hari tidak\nberturut-turut dalam 1 (satu) bulan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menyebarkan berita-berita tidak benar di lingkungan perusahaan sehingga\nmenimbulkan keresahandiantara sesama pekerja dan mengakibatkan pekerjaan mereka\nterganggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menentang penugasan yang disampaikan secara wajar oleh atasanya langsung\ntanpa alasan meskipun telah beberapa kali diberkan peringatan secara lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Melalaikan kewajiban yang menjadi tangung jawabnya sehingga menimbulkan\nkecelakaan bagi dirinya \u002Forang lain atau kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan usaha rentenir (meminjamkan uang dengan bunga tinggi ) di dalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Merokok tidak pada tempatnya (pada tempat-tempat yang di beri tanda\n(“Dilarang Merokok”).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Mencoret –coret atau merobek-robek pengumuman \u002Fpemberitahuan yang baru\nditempel oleh perusahaan mauupun serikat pekerja pada papan pengumuman tanpa\nijin atau perintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapatkan atau mendapatkan atau\nselama masa berlaku surat peringatan ke-2 (dua) masih melakukan lagi kesalahan\n\u002Fpelangaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51 : KESALAHAN PELANGGARAN BERAT DENGAN SANKSI PEMUTUSAN HUBUNGAN\nKERJA (PHK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kesalahan pelanggaran berat yang dilakukan pekerja dapat dikenakan sanksi\nPHK adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan penggelapan atau pencurian di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memganiaya pengusaha, keluarga pengusaha, keluarga pekerja, atasan,\nbawahan, atau teman sekerja yang disebabkan oleh masalah yang ada hubungannya\ndengan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memaksa\u002Fmenghasut pengusaha, keluarga pengusaha, keluarga pekerja, atasan,\nbawahan atau teman sekerjauntuk melakukan tindakan di lingkungan perusahaan\nyang bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Membawa\u002Fmenyimpan, mempergunakan\u002Fmabuk obat bius atau narkotika\ndilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Membongkar\u002Fmembocorkan rahasia perusahaan yang dipercayakan kepadanya atau\nyang diketahui kepada pihak lain yang mengakibatkan kerugian bagi perusahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Melakukan perbuatan asusila di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Melakukan pungutan liar di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Mengeluarkan ancaman kepada pengusaha, keluarga pengusaha, pekerja,\nkeluarga pekerja, atasan, bawahan atau teman sekerja sehingga mengakibatkan\nketidak tentramanjiwa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Dengan sengaja membiarkan orang lain terkena kecelakaan dari\npekerjaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Berkelahi sesama pekerja dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas atau tanpa ijin atasanya telah\nmemindahkan atau menyimpan barang milik perusahaan disuatu tempat yang tidak\nsemestinya yang terbukti sebagai usaha membantu pencurian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Tanpa ijin dari pimpinan perusahaan terbukti membawa keluar gambar teknik\natau dokumen yang menjadi rahasia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Dengan sengaja merusak barang milik perusahaan sehingga mengakibatkan\nkerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Sengaja membeli milik perusahaan dari orang lainatau pekerja yang dapat\ndibuktikan bahwa barang tersebut dari hasil pencurian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehinga merugikn\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Berjudi pada jam kerja dan atau dilingkungan perushaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q.Mabok dan minum-minuman keras di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>r.Melakukan perbuatan lainnya dilingkungan perusahaan yang diancam pidana 5\n(lima) tahun penjara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>s.Terbukti menerima suap berupa uang atau barang dalam merekrut pekerja baru\nPKWTT, pekerja baru PKWT, pembaharuan PKWT, perpanjang PKWT dan merekrut\nkembali pekerja PKWT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>t.Hal-hal lain yang belum diatur atau dituangkan dalam pasal 47, 48, 49, dan\n50 akan diatur kemudian oleh perusahaan dan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagaimana dimaksud ayat 1(satu) diatas\nadalah diproses sesuai Undang-undangan No. 2 Tahun2004 Tentang Penyelesaian\nPersilisihan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 52 : PELAKSANAAN PEMBERIAN SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Terhadap pekerja yang sedang menjalani sanksi tidak disiplin tetap\nmelakukan kembali pelanggaran terhadap Tata Tertib Kerja, maka kepada Pekerja\ntersebut dikenakan sanksi yang tingkatannya lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal ini masa berlaku sanksi belum habis, terjadi pelanggaran Tata\nTertib Kerja, maka masa berlakunya sanksi yang baru dihitung sejak tanggal\ndikeluarkan sanksi baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 53 : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha atau Serikat Pekerja melayani keluh kesah yang disampaikan\npengusaha atau pekerja dalam hal pengusaha atau Serikat Pekerja atau pekerja\nbersangkutan merasa dirugikan oleh pengusaha atau pekerja sehubungan dengan\npekerjaan atau isi Perjanjian Kerja Bersama atau hal-hal lain sebagai akibat\ntindakan pengusaha atau pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 54 : TATA CARA PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bilamana pengusaha atau pekerja merasa perlu untuk menyampaikan keluh kesah\nkepada pengusaha atau pekerja maka tata cara penyampaian keluh kesah sebagai\nberikut ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam tahap pertama keluh kesah disampaikan dan diselesaikan antara\npekerja dengan atasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila penyelesaian pada tahap pertama belum ada kata\nsepakat,penyelesaian disampaikan kepada atasannya yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bilamana penyelesaian pada tahap kedua belum juga ada kata sepakat maka\npekerja menyerahkan persoalannya kepada serikat pekerja untuk diselesaikan\ndengan pihak pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal penyelesaian masalah yang dilakukan oleh serikat pekerja dengan\npengusaha tetap belum ada kata sepakat, keluh kesah tersebut oleh salah satu\npihak dapat disampaikan kepada pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan\nUndang-Undang No. 2 tahun 2004 Tentang Penyelesaian Persilisihan Hubungan\nIndustrial dan atau Undang-undang No. 3 Tahun 1951 tentang Pernyataan\nBerlakunya Undang-undang Pengawasan Perburuhan Tahun 1948 Nomor 23 Dari\nRepublik Indonesia Untuk Seluruh Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 55 : PRINSIP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan Serikat Pekerja sepakat dengan segala upaya harus\nmengusahakan untuk mencegah sedapat mungkin terjadinya pemutusan Hubungan Kerja\n(PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam segala upaya dilakukan, tetapi PHK tidak dapat dihindari, maka\ndiproses sesuai sesuai peraturan yang berlaku, UU No: 13 Tahun 2003 jo UU No:2\nTahun 2004\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal perundingan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (2) dan tidak\nmenghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat memutuskan hubungan kerja\ndengan pekerja setelah memperoleh penetapan dari lembaga PPHI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selama penetapan lembaga PPHI belum ditetapkan, baik pengusaha maupun\npekerja harus tetap melaksanakan segala kewajiban-kewajibannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha dapat melakukan penyimpangan terhadap ketentuan sebagaimana\ndimaksud ayat 2(dua), berupa tindakan skorsing dalam proses PHK kedua belah\npihak tetap melakukan hak dan kewajibanya masing-masing pihak sebelum ada\nkeputusan yang mengikat dari PPHI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 56 : BENTUK-BENTUK PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemutusan hubungan kerja terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan hubungan kerja dalam masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan hubungan kerja karena perjanjian kerja waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemutusan hubungan kerja karena pekerja mengudurkan diri dari\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja melakukan kesalahan berat\n.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pemutusan hubungan kerja karena pekerja meningal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pemutusan hubungan kerja karena sakit atau cacat jasmani \u002F mental.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pemutusan hubungan kerja karena usia pensiun\u002Fusia lanjut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pemutusan hububgan kerja karena efisiensi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pemutusan Hubungan Kerja karena melanggar PKB;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pemutusan Hubungan Kerja karena tutup;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pemutusan Hubungan Kerja karena perusahaan pailit;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pemutusan Hubungan Kerja atas pengajuan pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan Hubungan Kerja Dalam Masa Percobaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pemutusan Hubungan Kerja dalam masa percobaan dapat dilakukan setiap\nsaat,baik ataspermintaan pekerja atau perusahaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja tidak berhak atas uang pesangon dan atau uang penghargaan masa\nkerja ataupun tuntutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan Hubungan Kerja Karena Perjanjian Kerja Waktu Tertentu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemutusan hubungan kerja untuk Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)\npelaksanannya diatur sesuai UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan\nmengenai PKWT.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pekerja Mengudurkan Diri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja karena pekerja mengudurkan diri\nsecara baik atas kemauan sendiri, maka pekerja berhak atas uang penggantian hak\nsesuai ketentuan pasal 58 dan diberikan uang pisah yang besarnya dan\npelaksanaannya diatur dipasal 59 dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pelanggaran Berat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja karena pekerja telah melakukan\npelanggaran berat seperti yang tercantum dalam PKB pasal 51 didalam Perjanjian\nKerja Bersama ini yang didukung dengan bukti tersebut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja\u002Fburuh tertangkap tangan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Adanya pengakuan dan pekerja yang bersangkutan atau bukti lain berupa\nlaporan kejadian dan didukung oleh sekurang –kurangnya 2 (dua) orang\nsaksi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja yang diputus hubungan kerjanya karena pelanggaran berat seperti\nyang tercantum dalam PKB pasal 50,Pekerja dapat memperoleh uang penggantian hak\nsesuai ketentuan pasal 58dan uang pisah sesuai ketentuan pasal 59 ayat (1)\nsebesar 15% dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pekerja Meninggal Dunia;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dalam hal pekerja meninggal dunia maka hubungan kerjanya dengan perusahaan\nberakhir dengan sendirinya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perusahaan akan memberikan Uang Pesangon kepada ahli warisnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 57 A (huruf besar), uang\npenghargaan masa kerja 1(satu) kali ketentuan pasal 57B (huruf besar) dan uang\npenggantian hak 1 (satu) kali ketentuan pasal 58 dalam perjanjian kerja bersama\nini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Gaji yang sedang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pemutusan Hubungan Kerja Karena Sakit Atau Cacat Jasmani\u002FMental;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang tidak mampuh bekerja atau cacat jasmani\u002Fmental melebihi dari\n12 (dua belas) bulan berturut-turut maka kepadanya dapat dilakukan Pemutusan\nHubungan Kerja sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena sakit atau cacat\njasmani\u002Fmental diberikan Uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 57 A (huruf\nbesar), uang penghargaan masa kerja 2(dua) kali ketentuan pasal 57 B (huruf\nbesar) dan uang penggantian hak sesuai dengan ketentuan pasal 58 dalam\nperjanjian kerja bersama ini .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pemutusan Kerja Karena Usia Pensiun\u002FUsia Lanjut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perusahaan dapat melakukan pemutusan hubungan kerja kepada pekerja yang\ntelah mencapai usia 45(empat puluh lima) tahun;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang telah mencapai usia 55 (limapuluh lima) tahun dapat\nmengajukan pemutusan hubungan kerja dengan persetujuan dari perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pemutusan hubungan kerja dilakukan pada bulan takwim,dan sebagai dasar\nmenentukan usia pekerja adalah tanggal lahir yang tercatat di bagian\nPersonalia;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pemutusan hubungan kerja karena usia lanjutdiberikan uang pesangon 2 (dua)\nkali ketentuan pasal 57 A (huruf besar), uang penghargaan masa kerja 1 (satu)\nkali ketentuan pasal 57 B (huruf besar), dan penggantian hak besarnya sesuai\nketentuan pasal 58 dalam perjanjian kerja bersama ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pemutusan Hubungan Kerja Karena Efisiensi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal perusahaan melakukan efisiensi sehingga dilakukan Pemutusn\nHubungan kerja, maka pekerja diberikan: Uang pesangon 2 (dua) kali pasal 57 A\n(huruf besar), Uang penghrgaan masa kerja 1 (satu) kali pasal 56 B (huruf\nbesar) dan Uang penggantian Hak 1 (satu) kali pasal 58 dalam perjanjian kerja\nbersama ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pemutusan Hubungan Kerja Karena Melanggar PKB;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat melakukan PHK karena Pekerja melakukan pelanggaran\nketentuan yang diatur dalam Perjanjian Kerja bersama, setelah kepada pekerja\ndiberikan surat peringatan pertama,kedua,dan ketiga secara berturut-turut maka\npekerja diberikan Uang pesangon 1 (satu) kali pasal 57 A (huruf besar), Uang\nPenghargaan masa kerja 1 (satu) kali pasal 57 B (huruf besar) dan Uang\npenggantian hak 1 (satu) kali pasal 58 dalam perjanjian kerja bersama ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pemutusan Hubungan Kerja Karena Tutup;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengusaha dapat melakukan PHK terhadap pekerja karena tutup yang\ndisebabkan mengalami kerugian 2 (dua) tahun beturut-turut atau keadaan memaksa\natau terjadi kebakaran di perusahaan, maka pekerja diberikan uang pesangon 1\n(satu)kali pasal 57 A (huruf besar), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali\npasal 57 B (huruf besar), uang penggantian hak 1 (satu) kali pasal 58 dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kerugian yang dimaksud huruf (a) harus dibuktikan dengan laporan keuangan\n2 (dua) tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan public;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pemutusan Hubungan Kerja Karena Perusahaan Pailit;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat melakukan PHK karena perusahaan mengalami pailit maka\npekerja diberikan uang pesangon 1 (satu) kali pasal 57 A (huruf besar), uang\npenghargaan masa kerja 1 (satu) kali pasal 57 B (huruf besar), uang penggantian\nhak 1 (satu) kali pasal 58 dalam Perjanjian Kerja Bersama ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pemutusan Hubungan Kerja Atas Pengajuan Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja dapat mengajukan permohonan Pemutusan Hubungan Kerja kepada\nlembaga penyelesaian hubungan industrial dalam hal pihak pengusaha melakukan\nperbuatan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii. Membujuk dan atau menyuruh pekerja untuk melakukan perbuatan yang\nbertentengan dengan peraturan perundang-undangan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iii. Tidak membayar upah tepat pada waktu yang telah ditentukan selama\nsebulan berturut-turutatau lebih;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iv. Tidak melakukan kewajibannya yang telah dijanjikan kepada pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>v. Menganjurkan pekerja mengundurkan diri bekerja dari perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vi. Memerintahkan pekerja untuk melaksanakan pekerjaan di luar yang\ndiperjanjikan; atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vii. Memberikan pekerjaan yang membahayakan jiwa, keselamatan, kesehatan,\ndan kesusilaan pekerja sedangkan pekerjaan tersebut tidak tercantum dalam\nperjanjian kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pemutusan Hubungan Kerja dengan alasan sebagaimana dimaksud huruf (a)\npekerja berhak mendapat uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 57 A (huruf\nbesar), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 57 B (huruf\nbesar), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 58 dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57 : UANG PESANGON DAN UANG PENGHARGAAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>Ketentuan pemberian uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja Sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A.Besarnya Uang Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1).Masa Kerja kurang dari satu tahun, 1(satu) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2).Masa Kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2\nbulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3).Masa Kerja 2(dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga)tahun, 3\n(tiga) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4).Masa Kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\n4 (empat) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5).Masa Kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun,\n5 (lima) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6).Masa Kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6(enam) tahun,6\n(enam) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7).Masa Kerja 6(enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\n7(tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8).Masa Kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun, 8 (delapan) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9).Masa Kerja 8 (delapan)tahun atau lebih,9 (Sembilan) bulan upah;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Besar Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1).Masa Kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun,\n2 bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2).Masa Kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun, 3 bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3).Masa Kerja 9 (Sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua\nbelas)tahun, 4 (empat) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4).Masa Kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun, 5 (lima) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5).Masa Kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n(delapan belas) tahun, 6 (enam) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6).Masa Kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21\n(dua puluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7).Masa Kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24\n(dua puluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8).Masa Kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 (sepuluh) bulan\nupah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 58 : UANG PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Uang penggantian hak yang dimaksud dalamPerjanjian Kerja bersama ini adalah\nmeliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ke tempat dimana\npekerja diterima bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penggantian perumahan derta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima\nbelas perseratus) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi\nyang memenuhi syarat;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 59 : UANG PISAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang mengundurkan diri sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini harus\nmemenuhi syarat :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya\n30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengundurandiri;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidak terikat dalam ikatan dinas; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan pemberian uang pisah kepada pekerja yang mengundurkan diri\nsecara baik sesuai pasal 56 (lima puluh enam) angka 3 (tiga) adalah sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa Kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun, 2 (dua) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa Kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 4 (empat) bulan upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang berhak mendapat uang pisah, uangnya diberikan pada Hari\nterakhir pekerja bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : MASA BERLAKU, PERUBAHAN, DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 60 : MASA BERLAKU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 (dua) tahun sejak di\ntetapkan pada tanggal … bulan … tahun ….., sampai dengan tanggal …\nbulan … tahun ….. .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini disetujui dan ditandatangani di Jakarta.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61 : PERPANJANGAN DAN PEMBAHARUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setelah masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama ini berakhir, maka\nPerjanjian Kerja Bersama ini dianggap diperpanjang untuk jangka waktu 1 (satu)\ntahun, kecuali jika salah satu pihak membertahukan secara tertulis tentang\nkeinginan untuk memperbaharui Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemberitahuan sebagaimana dimaksud ayat 1 (satu) disampaikan paling lambat\n3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama ini, selama\npembaharuan Perjanjian Bersama belum selesai, Perjanjian Kerja Bersama ini\ntetap berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 62 : PERUBAHAN DAN PEMBERLAKUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian bersama ini hanya dapat dirubah, ditambah atau dikurangi\nsetelah ada persetujuan bersama secara tertulis antara Pengusaha dangan Serikat\nPekerja, perubahan penambahan atau pengurangan tersebut dinyatakan berlaku\nsejak ditandatangani.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Semua Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan yang berlaku tetapi\ntidak tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama, tetap berlaku terhadap PT.\nMolax International dan seluruh Pekerja\u002FSerikat Pekerja PT. Molax\ninternational.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63 : PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini didaftarkan oleh Perusahaan pada Dinas Tenaga\nKerja Dan Transmigrasi Propinsi DKI Jakarta, diberbanyak dan dibukukan oleh\nPerusahaan untuk disosialisasikan kepada seluruh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Terlampir Tata Tertib Lembur dan Kerja shiff, yang merupakan bagian tidak\nterpisahkan dari PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan-ketentuan yang merupakan pengaturan teknis maupun penjabaran\nlebih lanjut dari Perjanjian Kerja Bersama ini dan kebijakan perusahaan dalam\nhubungan industrial diatur dan ditandatangani bersama dan menjadi bagian yang\ntidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam bahasa Indonesia dan disetujui\nserta diketahui oleh pejabat dari Suku Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi\nKotamadya Jakarta Utara, kemudian ditandantangani keduabelah pihak dalam\nrangkap 2 (dua) bermeterai cukup yang sama bunyinya dan kekuatan hukumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal terjadi persilisihan maka perusahaan dan serikat pekerja sepakat\nmemilih domisili pada wilayah Pengadilan Negeri Jakarta Utara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Bilamana terjadi salah penafsiran terhadap isi Perjanjian Kerja bersama\nini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan pada Instansi pemerintah\nyang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Dengan berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini, maka Peraturan perusahaan\ndan Perjanjian Kerja Bersama yang terdahulu dinyatakan tidak berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>LAMPIRAN \u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>TATA TERTIB LEMBUR DAN KERJA SHIFT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memandang perlu memperkerjakan karyawan diluar jam kerja yang\ntelah ditentukan, dikarenakan, sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk melayani Buyer (pembeli)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Schedule ekspor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Target produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Keterlambatan pengiriman barang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bencana alam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PERHITUNGAN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan peraturan yang berlaku, Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi RI.Nomor :Kep-102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 tanggal25 Juni 2004 tentang waktu\nkerja lembur dan upah kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>WAKTU KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan\n40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu)\nminggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur\nresmi yang ditetapkan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PELAKSANAAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan yang memperkerjakan karyawan diluar jam kerja yang telah\nditentukan, antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A.Karyawan masuk pukul 05:45 Wib (pagi), yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Jumlah lembur 2,5 jam terhitung dari jam 05:45 Wib s\u002Fd 07:15 Wib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Disediakan sarapan pagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>3.Uang transport sebesar Rp. 4000,00 (empat ribu rupiah) per karyawan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Karyawan pulang kerja pukul 21:00 Wib (malam), yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Jumlah lembur 9,5 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Disediakan makan jam 18:00 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jam istirahat dari jam 18:00 Wib s\u002Fd 18:30 wib (setengah jam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Disediakan mobil untuk pulang sesuai dengan alamat pekerja tinggal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C.Karyawan pulang pukul 23:00 Wib (malam), yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Jumlah lembur 13,5 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jam Istirahat dari jam 18:00 Wib s\u002Fd 18:30 wib (setengah jam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Disediakan makan jam 18:00 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Disediakan mobil untuk pulang sesuai dengan alamat pekerja tinggal,\n(diantar sampai dekat pekerja tinggal)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Disediakan makanan dan minuman berupa 1 (satu) bungkus Indomei rebus dan 1\n(satu) bungkus energen, tiap pulag kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>D.Long Shift atau karyawan pulang jam 06:00 Wib (pagi),\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Jumlah lembur 27,5 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jam istirahat ke 1 (pertama) dari jam 18:00 Wib s\u002Fd 18:30 Wib (setengah\njam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jam istirahat ke 2 (kedua) dari jam 24:00 Wib s\u002Fd 00:30 Wib (setengah\njam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jam istirahat ke 3 (ketiga) dari jam 03:30 Wib s\u002Fd 04:00 Wib (setengah\njam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Disediakan makan malam, pukul 24:00 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Disediakan makanan dan minuman ringan susu 1 (satu) gelas dan roti keju,\npukul 03:30 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Disediakan sarapan pagi, pukul 06:00 Wib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Diberikan uang transport sebesar Rp 9.000,00 tiap pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>E. Karyawan yang bekerja melebihi jam 23:00 Wib dianggap bekerja sampai pagi\ndan hari berikutnya karyawan tersebut diliburkan dengan mendapat upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>F. Shift Malam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memandang perlu memperkerjakan karyawan shift malam dikarenakan\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Faktor produksi yang tidak tercukupi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Schedule ekspor, dan pelaksanaanya dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kerja shift malam mulai jam 19:00 Wib s\u002Fd 06:00 Wib, melebihi 7 (tujuh)\njam dihitung lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jam istirahat ke 1 (pertama) dari jam 24:00 Wib s\u002Fd 00:30 Wib (setengah\njam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Disediakan makan malam, jam 24:00 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Jam istirahat ke 2 (kedua) dari jam 03:30 Wib s\u002Fd 04:00 Wib (setengah\njam)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Disediakan makanan dan minuman ringan, susu 1 (satu) gelas dan roti keju,\npukul 03:30 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>f.Diberikan tunjagan shift sebesar Rp. 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) per\nhari dan dibayarkan seminggu sekali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"contracttrialperiod":45,"severance_number_1_tenure":49,"dayspweek":53,"funeralpay":57,"incidentalbonusdays1":61,"maxsicknesspayperc":65,"wageincreasetype":69,"holidaysweeks":73,"EMPCONTR_trigger":77,"schedulesrestpw":81,"sundayallowancetype1":85,"paidmaternityleaveall":89,"incidentalbonustype2":93,"NOCTPREM_trigger":95,"shiftallowanceamount1":99,"menstruationleave":101,"contractseverancepay1":105,"cbaratificationdate":107,"WAGES_trigger":111,"hourspday_select":115,"maternitydifferenttrigger":117,"maxsicknesspay":121,"ONCERISE_trigger":123,"maternityexcludedtrigger":127,"equalitydifferenttrigger":129,"STRUCINCR_trigger":131,"PAYSCALES_period":133,"overtimeallowancetypeperiod":135,"pensionfund":139,"TRAINING_trigger":143,"WORKHOURS_trigger":147,"LOWWAGE_government":149,"pregnancyexcludedtrigger":153,"hourspweek":155,"pregnancydifferenttrigger":157,"equalityexcludedtrigger":159,"SICDIS_trigger":161,"violence":163,"sicknessmaxdays":167,"shiftstype1":171,"contractseverancepay":175,"sexualhar":177,"paidmaternityleaveduration":179,"pregnancy":181,"discrimination":185,"cbadate_start":189,"commutingallowancetype":193,"holidaysdays":197,"maxsicknesspaytype":199,"shiftallowancetype":201,"healthinsurance":203,"COMMUTE_trigger":207,"sundayallowancetype":209,"healthandsafetypolicy":211,"overtimeallowancetype1":215,"breastfeeding_dangerouswork":219,"contracttrial":221,"sicknesspay":224,"dayspweek_select":226,"paidpaternityleave":228,"sicknessmaxdaysnr":232,"sundayallowanceperc1":234,"LOWWAGE_trigger":236,"overtimeallowancetype":238,"disabilityfund":240,"paidpaternityleaveduration":242,"disabilitypay":244,"lowwageamount":246,"cbadate_end":248,"severance_number":250,"hourspweek_select":252,"wageincreasetype2":254,"hourspday":256,"commutingallowanceamount1":258,"MEALALL_trigger":260,"maternityotherclause":264,"OVERTIME_trigger":268,"SOCSEC_trigger":271,"SUNDAY_trigger":273,"healthandsafetytraining":275,"trainingprogrammes":279,"MEDICAL_trigger":282,"overtimeallowanceperc1":284,"commutingallowancetype1":286,"SCHEDULE_trigger":288,"shiftallowancetype1":290,"lowwageperiod":292,"severance":294,"bankholidays1":296,"paidmaternityleave":300,"PAIDLEAV_trigger":302,"holidaysfixed":305},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"contracttrialperiod","1.Calon pekerja yang memenuhi persyarata","1.Calon pekerja yang memenuhi persyaratan dan yang telah lulus dalam ujian\nditerima sebagai pekerja percobaan dan harus menjalankan masa percobaan selama\n3 (tiga) bulan perhitungan sejak ia mulai bekerja di perusahaan.",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"severance_number_1_tenure","Ketentuan pemberian uang pesangon dan ua","Ketentuan pemberian uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja Sebagai\nberikut:\n\n\n\nA.Besarnya Uang Pesangon\n\n(1).Masa Kerja kurang dari satu tahun, 1(satu) bulan upah.\n\n(2).Masa Kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2\nbulan upah;\n\n(3).Masa Kerja 2(dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga)tahun, 3\n(tiga) bulan upah;\n\n(4).Masa Kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\n4 (empat) bulan upah;\n\n(5).Masa Kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun,\n5 (lima) bulan upah;\n\n(6).Masa Kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6(enam) tahun,6\n(enam) bulan upah;\n\n(7).Masa Kerja 6(enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\n7(tujuh) bulan upah;\n\n(8).Masa Kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\ntahun, 8 (delapan) bulan upah;\n\n(9).Masa Kerja 8 (delapan)tahun atau lebih,9 (Sembilan) bulan upah;",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"dayspweek","1.Sesuai Ketentuan Undang-Undang No. 13T","1.Sesuai Ketentuan Undang-Undang No. 13Tahun 2003 Tentang\nKetenagakerjaan,hari kerja biasa diperusahaan adalah hari senin sampai hari\nsabtu, 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu\nuntuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, dengan perincian sebagai\nberikut :\n\nSenin s\u002Fd Jum’at ;-------------Jam 07 :30 -12:00\n\nJam 12: 00 -13 : 00 istirahat\n\nJam 13:00 -15: 30 Pulang\n\nSabtu ;---------------------------Jam 07:30 -12:30 Pulang tanpa istirahat",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"funeralpay","Bagi pekerja yang meningal dunia, diberi","Bagi pekerja yang meningal dunia, diberikan dalam bentuk uang duka yang\nbesarnya ditentukan oleh perusahaan, untuk mendapatkan sumbangan tersebut, ahli\nwarisnya harus menunjukaan bukti kematian dan hubungan keluarga.",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"incidentalbonusdays1","2.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih t","2.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 100\n% upah sebulan;",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"maxsicknesspayperc","1.Apabila pekerja sakit dan atau pekerja","1.Apabila pekerja sakit dan atau pekerja sakit dalam jangka waktu yang\nberkepanjangan yang dapat dibuktikan dengan surat keterangan dokter atau\npemeritah setempat,maka upahnya dibayar sesuai ketentuan sebagai berikut :\n\na.Untuk Empat Bulan Pertama dibayar sebesar= 100 % dari upah;\n\nb.Untuk Empat Bulan kedua dibayar sebesar = 75 % dari upah;\n\nc.Untuk Empat Bulan ketiga dibayar sebesar = 50 % dari upah;\n\nd.Untuk Bulan selanjutnya dibayar sebesar = 25 % dari upah sebelum PHK\ndilaksanakan oleh perusahaan.",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"wageincreasetype","1.Bagi PekerjaHarian,kenaikan mengikuti ","1.Bagi PekerjaHarian,kenaikan mengikuti keputusan pemerintah tentang\nkenaikan UMP dan UMSP .\n\n2.Bagi Pekerja Bulanan, kenaikan Upah dilakukan setahun sekali.",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"holidaysweeks","1.Setiap pekerja yang telah bekerja sela","1.Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan terus menerus berhak\natas cuti tahunan selama 12 hari dengan mendapat upah.",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"EMPCONTR_trigger","5.Perusahaan berhak menentukan status pe","5.Perusahaan berhak menentukan status pekerja baru sebagai Pekerja\nPerjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau pekerja tetap (PKWTT) atau masa\npercobaan.\n\n6.Pelaksanaan PKWT yang dimaksud ayat (5) adalah berpedoman pada UU No. 13\nTahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"schedulesrestpw","2.Hari Minggu adalah hari istirahat ming","2.Hari Minggu adalah hari istirahat mingguan pekerja dengan mendapat\nupah.",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"sundayallowancetype1","Untuk jam II dibayar 2 x upah perjam dan","Untuk jam II dibayar 2 x upah perjam dan jam berikutnya.\n\n2. Pada hari istirahat Mingguan atau hari libur resmi :\n\nPerhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua)\nkali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam\nlembur kesembilan dan kesepuluh dan seterusnya dibayar 4 (empat) kali upah\nsejam;",{"bindId":90,"name":91,"text":92},"paidmaternityleaveall","1.Setiap pekerja wanita berhak atas cuti","1.Setiap pekerja wanita berhak atas cuti hamil 1,5 bulan sebelum melahirkan\ndan 1,5bulan setelah melahirkan.",{"bindId":94,"name":63,"text":64},"incidentalbonustype2",{"bindId":96,"name":97,"text":98},"NOCTPREM_trigger","f.Diberikan tunjagan shift sebesar Rp. 1","f.Diberikan tunjagan shift sebesar Rp. 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) per\nhari dan dibayarkan seminggu sekali.",{"bindId":100,"name":97,"text":98},"shiftallowanceamount1",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"menstruationleave","Pekerja wanita tidak diwajibkan untuk be","Pekerja wanita tidak diwajibkan untuk bekerja pada hari pertama dan kedua\nsewaktu haid dengan tetap menerima upah penuh untuk hal tersebut pekerja wanita\nyang bersangkutan memberitahukan kepada atasannya.",{"bindId":106,"name":51,"text":52},"contractseverancepay1",{"bindId":108,"name":109,"text":110},"cbaratificationdate","2.Perjanjian Kerja Bersama ini disetujui","2.Perjanjian Kerja Bersama ini disetujui dan ditandatangani di Jakarta.",{"bindId":112,"name":113,"text":114},"WAGES_trigger","Pengusaha dengan serikat pekerja bahwa p","Pengusaha dengan serikat pekerja bahwa prinsip dasar pengupahan diperusahaan\nadalah;\n\n1.Berlaku adil (pekerja dan perusahaan);\n\n2.Dapat menampung dan merangsang prestasi kerja;\n\n3.Mampu mempertahankan dan menarik tenaga cakap;\n\n4.Serta dapat menjaga keseimbangan pertumbuhan usaha dan kesejahteraan\npekerja.",{"bindId":116,"name":55,"text":56},"hourspday_select",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"maternitydifferenttrigger","2.Perjanjian kerja bersama ini berlaku u","2.Perjanjian kerja bersama ini berlaku untuk seluruh pekerja, bagi pekerja\nyang mempunyai perjanjian kerja khusus dengan pengusaha yang tidak bertentangan\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":122,"name":67,"text":68},"maxsicknesspay",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"ONCERISE_trigger","Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja","Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja setiap tahun perusahaan memberikan\nTHR (Tunjangan Hari Raya),berdasarkan masa kerja dan prinsipnya minimal 1\n(satu) tahun yang besarnya diatur,dimana pembayarannya dilakukan 2 (dua) minggu\nsebelum hari raya dengan ketentuan sebagai berikut :\n\n\n\n1.Masa kerja 3 (tiga) bulan atau lebih tetapi kurang dari 1 (satu) tahun\ndiberikan sesuai masa kerja kali gaji pokok dibagi 1 (satu) tahun (dua belas\nbulan),\n\nMasa kerja x upah\u002F12\n\n2.Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 100\n% upah sebulan;\n\n3.Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 110\n% upah sebulan;\n\n4.Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih, 120% upah sebulan;",{"bindId":128,"name":119,"text":120},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":130,"name":119,"text":120},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":132,"name":71,"text":72},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":134,"name":71,"text":72},"PAYSCALES_period",{"bindId":136,"name":137,"text":138},"overtimeallowancetypeperiod","Cara menghitung lembur se-jam: Pekerja B","Cara menghitung lembur se-jam: Pekerja Bulanan dan Harian, 1\u002F173 X Upah\nsebulan\n\n1.Pada hari kerja biasa : Untuk jam I dibayar 1,5 x upah perjam.",{"bindId":140,"name":141,"text":142},"pensionfund","1.Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI ","1.Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No.14 Tahun 1993 pengusaha\nmengikutsertakan pekerja dalam kepesertaan Program JAMSOSTEK.\n\n2.Program JAMSOSTEK terdiri dari :\n\na.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK);\n\nb.Jaminan Kematian (JK);\n\nc.Jaminan Hari Tua (JHT);",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"TRAINING_trigger","1.Menyadari pentingnya factor kualitas d","1.Menyadari pentingnya factor kualitas dalam keberhasilan usaha maka\nperusahaan mengadakan pendidikan dan latihan guna meningkatkan\nketerampilan,efesiensi dan produktivitas kerja,pendidikan dan latihan tersebut\nditujukan bagi pekerja PT. MOLAX INTERNATIONAL.",{"bindId":148,"name":55,"text":56},"WORKHOURS_trigger",{"bindId":150,"name":151,"text":152},"LOWWAGE_government","Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMSP) ya","Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMSP) yang diberikan kepada pekerja\ndisesuaikan dengan penetapan Upah Minimum Sektoral Propinsi DKI Jakarta yang\nditetapkan oleh pemerintah.",{"bindId":154,"name":119,"text":120},"pregnancyexcludedtrigger",{"bindId":156,"name":55,"text":56},"hourspweek",{"bindId":158,"name":119,"text":120},"pregnancydifferenttrigger",{"bindId":160,"name":119,"text":120},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":162,"name":67,"text":68},"SICDIS_trigger",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"violence","1.Setiap pekerja dilarang berbuat atau b","1.Setiap pekerja dilarang berbuat atau bertingkah laku seperti :\n\na.Membawa senjata api\u002Fsenjata tajam kedalam lingkungan perusahaan.\n\nb.Berlaku kasar menghina pengusaha\u002Fmenghina pekerja\u002Fsesama pekerja(atasan\natau bawahan).\n\nc.Makan dan minum ditempat yang terlarang.\n\nd.Mengadakan rapat-rapat, pidato-pidato yang sifatnya menghasutdan menempel\nplakat,pamlet-pamlet tanpa ijin serta mencoret-coret ditempat yang\nsepatutnya.\n\ne.Bercanda ,berteriak-teriak, bernyanyi ,bersuit ,bersiul atau menimbulkan\nsuatu bunyi yang dapat mengganggu ketenangan kerja.\n\nf.Menganiaya\u002Fmenghina\u002Fmengancam pengusaha\u002Fsesamapekerja(atasan atau\nbawahan).\n\ng.Melakukan demontrasi, pemogokan yang pelaksanaannya tidak sesuai prosedur\nyang berlaku, ataupun memperlambat jalannya pekerjaan.\n\nh.Merokokdan meludah disembarang tempat.\n\ni.Berkelahi, berbuat onar dan berjudi dalam lingkungan perusahaan.\n\nj.Berjualan atau memperdagangkan barang-barang yang melanggar hukum dan\ndilarang oleh Negara\n\nk.Membujuk pengusaha dan keluarganya atau teman sekerja untuk merencanakan\nmelakuan perbuatan yang melanggar hukum dan kesusilaan .",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"sicknessmaxdays","2.Apabila setelah lewat 12 (dua belas) b","2.Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan ternyata pekerja yang\nbersangkutan belum mampu untuk bekerja kembali,maka pengusaha dapat memutuskan\nhubungan kerjanya sesuai dengan ketentuan yang berlakuUU No: 13 tahun 2003 jo\nUU No: 2 tahun 2004.",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"shiftstype1","1.Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja ","1.Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja melebihi 7 (tujuh) Jam kerja sehari\ndan 40 (empat puluh) jam semingguserta pekerjaan yang dilakukan pada hari\nistirahat mingguan dan hari libur resmi adalah merupakan waktu kerja lembur\ndengan izin Sudinaskertrans setempat;",{"bindId":176,"name":51,"text":52},"contractseverancepay",{"bindId":178,"name":165,"text":166},"sexualhar",{"bindId":180,"name":91,"text":92},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":182,"name":183,"text":184},"pregnancy","3.Bagi pekerja wanita yang Hamil dibebas","3.Bagi pekerja wanita yang Hamil dibebaskan dari kerja lembur;",{"bindId":186,"name":187,"text":188},"discrimination","7.Pekerja memiliki kesempatan yang sama ","7.Pekerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh\npekerjaan.\n\n8.Pekerja berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari\nperusahaan.",{"bindId":190,"name":191,"text":192},"cbadate_start","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku s","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 (dua) tahun sejak di\ntetapkan pada tanggal … bulan … tahun ….., sampai dengan tanggal …\nbulan … tahun ….. .",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"commutingallowancetype","3.Uang transport sebesar Rp. 4000,00 (em","3.Uang transport sebesar Rp. 4000,00 (empat ribu rupiah) per karyawan.",{"bindId":198,"name":75,"text":76},"holidaysdays",{"bindId":200,"name":67,"text":68},"maxsicknesspaytype",{"bindId":202,"name":97,"text":98},"shiftallowancetype",{"bindId":204,"name":205,"text":206},"healthinsurance","3.Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) d","3.Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dengan manfaat lebih baik\ndilaksanakan sendiri oleh perusahaan sebagaimana pada Perjanjian Bersama antara\nPT. Molax International dengan serikat pekerja PT. Molax International Nomor;\n01\u002FPB\u002F09\u002F2008 tanggal 17 September Tahun 2008.",{"bindId":208,"name":195,"text":196},"COMMUTE_trigger",{"bindId":210,"name":87,"text":88},"sundayallowancetype",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"healthandsafetypolicy","Pengusaha dan serikat pekerja menyadari ","Pengusaha dan serikat pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\ndan kesehatan kerja.Karenanya kedua belah pihak berusaha sedapat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan\nsakit akibat hubungan kerja serta kebakaran yang dapat menimpah pekerja dan\npengusaha.",{"bindId":216,"name":217,"text":218},"overtimeallowancetype1","Perhitungan upah lembur diatur sesuai de","Perhitungan upah lembur diatur sesuai dengan ketentuan sebagai berikut;\n\n\n\nCara menghitung lembur se-jam: Pekerja Bulanan dan Harian, 1\u002F173 X Upah\nsebulan\n\n1.Pada hari kerja biasa : Untuk jam I dibayar 1,5 x upah perjam.",{"bindId":220,"name":183,"text":184},"breastfeeding_dangerouswork",{"bindId":222,"name":47,"text":223},"contracttrial","1.Calon pekerja yang memenuhi persyaratan dan yang telah lulus dalam ujian\nditerima sebagai pekerja percobaan dan harus menjalankan masa percobaan selama\n3 (tiga) bulan perhitungan sejak ia mulai bekerja di perusahaan.\n\n2.Selama masa percobaan masing-masing pihak dapat memutuskan hubungan\nkerjanya sewaktu-waktu.",{"bindId":225,"name":67,"text":68},"sicknesspay",{"bindId":227,"name":55,"text":56},"dayspweek_select",{"bindId":229,"name":230,"text":231},"paidpaternityleave","1.Perusahaan memberikan ijin kepada peke","1.Perusahaan memberikan ijin kepada pekerja untuk meninggalkan pekerjaan\ndengan mendapat upah dalam hal sebagai berikut :\n\na.Pernikahaan pekerja sendiri: 3 (hari) hari\n\nb.Pernikahan anak pekerja:2 (dua) hari\n\nc.Khitan\u002Fpembastian anak pekerja: 2 (dua) hari\n\nd.Istri pekerja melahirkan\u002Fkeguguran:2 (dua)hari\n\ne.Suami\u002Fistri\u002Forang tua\u002Fmertua\u002Fpekerja meninggal dunia: 2 (dua) hari\n\nf.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggl dunia: 1 (satu) hari",{"bindId":233,"name":169,"text":170},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":235,"name":87,"text":88},"sundayallowanceperc1",{"bindId":237,"name":151,"text":152},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":239,"name":137,"text":138},"overtimeallowancetype",{"bindId":241,"name":141,"text":142},"disabilityfund",{"bindId":243,"name":230,"text":231},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":245,"name":141,"text":142},"disabilitypay",{"bindId":247,"name":151,"text":152},"lowwageamount",{"bindId":249,"name":191,"text":192},"cbadate_end",{"bindId":251,"name":51,"text":52},"severance_number",{"bindId":253,"name":55,"text":56},"hourspweek_select",{"bindId":255,"name":71,"text":72},"wageincreasetype2",{"bindId":257,"name":55,"text":56},"hourspday",{"bindId":259,"name":195,"text":196},"commutingallowanceamount1",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"MEALALL_trigger","Upah terdiri dari : 1.Gaji Pokok adalah ","Upah terdiri dari :\n\n1.Gaji Pokok adalah Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMSP)\n\n2.Tunjangan-Tunjangan :\n\na.Tunjangan Jabatan\n\nb.Tunjangan Hadir (gread)\n\nc.Uang Makan\n\nd.Tunjangan kerajinan\u002Fpremi hadir",{"bindId":265,"name":266,"text":267},"maternityotherclause","2.Dan 1,5 bulan gugur kandungan dengan m","2.Dan 1,5 bulan gugur kandungan dengan melampirkan surat keterangan dokter\nuntukmemperoleh upah.\n\n3.Setiap pekerja wanita yang akan mempergunakan hak cuti hamilnya\nmengajukanpermohonan terlebih dahulu kepada perusahaan yang di sertai dengan\nsurat keterangandokter atau bidan yang merawatnya, serta melampirkn foto copy :\nKTP suami istri,suratnikah dan kartu keluarga.\n\n4.Apabila masih diperlukan untuk pemulihan kesehatan dapat diperpanjang\npaling lama 1 (satu) bulan tanpa mendapat upah.\n\n5.Upah selama cuti diberikan setiap bulan dengan melengkapi\u002Fmelampirkan\npersyaratan sebagaimana ayat (3).",{"bindId":269,"name":137,"text":270},"OVERTIME_trigger","Cara menghitung lembur se-jam: Pekerja Bulanan dan Harian, 1\u002F173 X Upah\nsebulan\n\n1.Pada hari kerja biasa : Untuk jam I dibayar 1,5 x upah perjam.\n\nUntuk jam II dibayar 2 x upah perjam dan jam berikutnya.\n\n2. Pada hari istirahat Mingguan atau hari libur resmi :\n\nPerhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua)\nkali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam\nlembur kesembilan dan kesepuluh dan seterusnya dibayar 4 (empat) kali upah\nsejam;",{"bindId":272,"name":141,"text":142},"SOCSEC_trigger",{"bindId":274,"name":137,"text":270},"SUNDAY_trigger",{"bindId":276,"name":277,"text":278},"healthandsafetytraining","Dalam rangka usaha-usaha untuk meningkat","Dalam rangka usaha-usaha untuk meningkatkan keterampilan pekerja, pengusaha\nmenyelenggarakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:\n\n1.Mengadakan pelatihan\u002Ftraining internal mengenai cara-cara peningkatan\nproduktivitas;\n\n2.Melakukan pelatihan training mengenai kesehatan dan keselamatan kerja;\n\n3.Memberikan pelatihan training untuk meningkatkandan menjaga mutu produksi\ndan atau;\n\n4.Memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan.",{"bindId":280,"name":145,"text":281},"trainingprogrammes","1.Menyadari pentingnya factor kualitas dalam keberhasilan usaha maka\nperusahaan mengadakan pendidikan dan latihan guna meningkatkan\nketerampilan,efesiensi dan produktivitas kerja,pendidikan dan latihan tersebut\nditujukan bagi pekerja PT. MOLAX INTERNATIONAL.\n\n2.Bagi pekerja baru oleh perusahaan dan serikat pekerja diberikan penyuluhan\nmengenai hak dan kewajibannya.",{"bindId":283,"name":205,"text":206},"MEDICAL_trigger",{"bindId":285,"name":137,"text":138},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":287,"name":195,"text":196},"commutingallowancetype1",{"bindId":289,"name":83,"text":84},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":291,"name":97,"text":98},"shiftallowancetype1",{"bindId":293,"name":151,"text":152},"lowwageperiod",{"bindId":295,"name":51,"text":52},"severance",{"bindId":297,"name":298,"text":299},"bankholidays1","1.Pada hari libur resmi yang ditetapkan ","1.Pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah\u002FDepartemen Agama,\nyang jatuhnya pada hari kerja,pekerja dibebaskan dari pekerjaannya dengan\nmendapat upah.",{"bindId":301,"name":91,"text":92},"paidmaternityleave",{"bindId":303,"name":75,"text":304},"PAIDLEAV_trigger","1.Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan terus menerus berhak\natas cuti tahunan selama 12 hari dengan mendapat upah.\n\n2.Pengusaha memberitahukan kepada pekerja apabila hak cuti tahunannya\ntimbul.",{"bindId":306,"name":298,"text":307},"holidaysfixed","1.Pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah\u002FDepartemen Agama,\nyang jatuhnya pada hari kerja,pekerja dibebaskan dari pekerjaannya dengan\nmendapat upah.\n\n2.Hari Minggu adalah hari istirahat mingguan pekerja dengan mendapat\nupah.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Molax international - 2009\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2009-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2011-12-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2009-01-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur mesin dan perlengkapannya, Pabrik Manufaktur Logam\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Molax international\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja PT Molax Internasional\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Wafat Isa Almasih, Army Day \u002F Feast of the Sacred Heart\u002F St. Peter &amp; Paul’s Day (30th June), John Chilembwe Day (15th January), Umuganura Day (first Friday of August)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;10000\u002Fhari per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;4000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[313],{"title":38,"slug":34},[315],{"type":316,"data":317},"call_to_action_body_block",{"title":318,"description":319,"variant":320,"link":321},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":318,"url":322,"description":318,"rel":323,"type":324},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[326],{"type":316,"data":327},{"title":318,"description":319,"variant":320,"link":328},{"title":318,"url":322,"description":318,"rel":323,"type":324},[]]