[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-misung-indonesia-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-misung-indonesia":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":308,"content_type_view":309,"extra_breadcrumbs":310,"body":312,"body_blocks":323,"related_pages":327},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":306,"translations":307},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-misung-indonesia-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-misung-indonesia","cadfd224-828d-11e3-a83e-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-misung-indonesia-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-misung-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-misung-indonesia-dengan-serikat-pekerja-nasional-pt-misung-indonesia\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT.Misung Indonesia Dengan Serikat Pekerja Nasional PT.Misung Indonesia 2010 - 2012","IDN PT. Misung Indonesia - 2010","Indonesia - IDN PT. Misung Indonesia - 2010","IDN PT. Misung Indonesia - 2010 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PKB PT. MISUNG 2012.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT.MISUNG INDONESIA DENGAN SERIKAT PEKERJA\nNASIONAL PT.MISUNG INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PERIODE 2010 S\u002FD 2012\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB 1: KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: PENGERTIAN DAN ISTILAH-ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah PT.Misung Indonesia,berkantor pusat di Kawasan Berikat Nusantara\nJl.Jawa V Blok C No.23 KBN Cakung Jakarta Utara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pimpinan Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT.Misung Indonesia Kawasan\nBerikat Nusantara Jl.Jawa V Blok C No.23 KBN Cakung Jakarta Utara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Orang yang bekerja di Perusahaan PT.Misung Indonesia dan menerima\nupah,tunjangan,hak dan fasilitas-fasilitasnya yang berdasarkan Perjanjian Kerja\nBersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Keluarga Pekerja Pria\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Seorang Istri dan anak-anaknya yang sah dengan batas maksimum 21 tahun\nbelum menikah dan belum bekerja, sebagaimana yang terdaftar dibagian Perjanjian\nPerusahaan yang menjadi tanggung jawab Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityotherclause\">\u003Cp>5. Keluarga Pekerja Wanita\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah anak-anak yang sah Pekerja Wanita dalam status janda atau tidak kawin\nlagi, Pekerja Wanita yang telah kawin dan mempunyai anak dianggap lajang\nkecuali :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Suami meninggal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dengan bukti yang sah suami tidak memiliki penghasilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Cerai dengan bukti-bukti yang sah dari Pengadilan Agama\u002FPengadilan\nNegeri, maka anak-anaknya yang sah menjadikan tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Keluarga atau yang ditunjuk Pekerja untuk menerima setiap pembayaran\napabila Pekerja meninggal dunia.Dalam hal tidak ada penunjukan Ahli Warisnya,\nmaka pelaksanaannya diatur dengan hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Orang Tua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Ayah dan Ibu kandung Pekerja yang terdaftar di bagian Personalia\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Mertua Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Ayah dan Ibu dari suami atau istri Pekerja sebagaimana yang terdaftar\ndi bagian Personalia Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pekerja yang jabatan dan atau pangkatnya lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Atasan Langsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pekerja yang jabatan dan atau pangkatnya lebih tinggi secara langsung\ndi unit kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pemilik Perusahaan atau orang yang diberi kuasa untuk mengelola\njalannya Perusahaan dan melakukan tindakan atas nama Pemilik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Keluarga Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Seorang istri atau suami dan anak-anaknya yang sah dari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Suatu penerimaan sebagai imbalan dari Perusahaan kepada Pekerja untuk\nsesuatu pekerjaan yang telah atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan\nmenurut persetujuan atau dibayarkan atas dasar suatu kesepakatan kerja antara\nPerusahaan dan Pekerja termasuk tunjangan baik untuk Pekerja sendiri maupun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Kecelakaan yang terjadi \u002Ftimbul karena hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pekerja yang menduduki jabatan dalam organisasi Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Penerimaan Gross\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Penerimaan kotor Pekerja yang masih harus diperhitungkan pajaknya\nsesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku dan potongan-potongan wajib\nlainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Penerimaan Netto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Penerimaan bersih Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Jangka waktu seseorang bekerja di Perusahaan secara tidak terputus dan\ndihitung sejak tanggal diterima sebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pekerjaan yang dilakukan Pekerja untuk Pengusaha dalam suatu hubungan\nkerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kerja yang dilakukan Pekerja diluar jam\u002Fhari kerja yang telah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Lingkungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Seluruh area Perusahaan termasuk bangunan Perusahaan,jalan-jalan dan\nhalaman yang berada di dalamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN KESEPAKATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini ialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT.Misung Indonesia, berkantor pusat di Kawasan Berikat Nusantara Jl.Jawa\nV Blok C No.23 KBN Cakung Jakarta Utara, yang selanjutnya disebut sebagai\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pimpinan Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT.Misung Indonesia Kawasan\nBerikat Nusantara Jl.Jawa V Blok C No.23 KBN Cakung Jakarta Utara yang\nselanjutnya disebut sebagai Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: LUASNYA KESEPAKATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingdifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>1. Telah sama-sama dimengerti dan disepakati oleh Perusahaan dan Serikat\nPekerja bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini terbatas mengenai hal-hal yang\nbersifat umum saja seperti tertera dalam kesepakatan ini dan berlaku bagi semua\nPekerja PT.Misung Indonesia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Hal-hal yang bersifat teknis dan memerlukan penjabaran lebih lanjut akan\ndiatur bersama dengan berlandaskan dan tidak bertentangan dengan\nketentuan-ketentuan bersama dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN\nKESEPAKATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Baik Perusahaan maupun Serikat Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung\njawab untuk menyebarluaskan serta memberikan penjelasan kepada Pekerja atau\npihak-pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan kesepakatan ini, baik\nisi,makna ,penafsiran maupun pengertian seperti apa yang ditetapkan dalam\nkesepakatan ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan, Serikat Pekerja dan Pekerja berkewajiban\u002Fbertanggung jawab\nuntuk menjalankan,melaksanakan serta mentaati sepenuhnya kewajiban yang telah\ndi setujui bersama dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: HUBUNGAN PERUSAHAAN DENGAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dan Serikat Pekerja bersepakat dan bertekad untuk bekerja sama\ndalam mengusahakan ketenangan usaha dan ketenangan kerja sehingga terwujud\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan Industrial Pancasila di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk menunjang terlaksananya kesepakatan dan tekad ayat 1 (satu)\ntersebut, maka Perusahaan dan Serikat Pekerja melaksanakan pembentukan dan\npenyempurnaan sarana-sarana Hubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Khusus untuk sarana lembaga Biparti disepakati untuk dikembangkan melalui\nForum Biparti, guna membicarakan hal-hal secara periodic dengan peserta dari\nPerusahaan dan Serikat Pekerja.Adapun pengaturannya diatur dalam ketentuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN DAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: PENGAKUAN PERUSAHAAN DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan mengakui bahwa Serikat Pekerja sebagai Badan\u002FOrganisasi yang\nsah mewakili dan bertindak untuk dan atas nama seluruh Anggotanya yang\nmempunyai hubungan kerja dengan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja mengakui bahwa Perusahaan mempunyai hak untuk\nmemimpin,menjalankan usahanya dengan kebijaksanaan Perusahaan.Oleh karena itu\nmaka penerimaan,pengaturan waktu kerja,penempatan,mutasi Pekerja adalah\nmerupakan fungsi,hak dan kewajiban Perusahaan sepanjang tidak bertentangan\ndengan ketentuan yang telah diatur dalam PKB dan atau dalam Peraturan\nPerundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: FASILITAS DAN BANTUAN UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan membantu melaksanakan pemotongan iuran Anggota Serikat Pekerja\ndengan berpedoman pada ketentuan petunjuk pelaksanaan Serikat Pekerja Nasional\n(SPN).Untuk itu Serikat Pekerja harus menunjukkan surat kuasa untuk memotong\ngaji dari Anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan ruangan kantor bagi Serikat Pekerja dengan\nperlengkapannya yang memadai di dalam kompleks Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan menyediakan papan pengumuman bersama bagi Serikat Pekerja dan\nPerusahaan di tempat yang mudah dilihat dan menjadi perhatian Pekerja di dalam\nkompleks Perusahaan.Dalam hal Serikat Pekerja akan menggunakan satu copy dari\npengumuman tersebut disampaikan kepada bagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusahaan mengijinkan Serikat Pekerja\nmengadakan rapat-rapat,pertemuan Serikat Pekerja diruangan milik Perusahaan\ndalam waktu kerja dengan meminjamkan peralatan yang diperlukan sepanjang tidak\nmengganggu kepentingan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk memperlancar jalannya organisasi Serikat Pekerja, maka Perusahaan\nmemberikan bantuan berupa fasilitas yang diperlukan untuk menghadiri\nrapat-rapat,pertemuan-pertemuan Serikat Pekerja di luar kompleks Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusahaan memberikan ijin kepada 1\n(satu) orang Pengurus\u002FAnggota Serikat Pekerja untuk dibebaskan dari tugas\npekerjaan pada hari kerja tanpa mengurangi hak-haknya sebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perusahaan memberikan fasilitas transportasi kepada Serikat Pekerja\nsehubungan dengan acara\u002Fkegiatan di luar Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: DISPENSASI UNTUK KEPERLUAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusahaan memberikan dispensasi kepada\nPengurus atau wakil-wakil yang ditunjuk Serikat Pekerja minimal 1 (satu) orang\ndalam melaksanakan tugas organisasi untuk memenuhi panggilan Pemerintah guna\nkepentingan organisasi atau kepentingan Negara dengan tidak mengurangi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>hak-haknya sebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>2. Apabila seorang Pengurus atau Anggota Serikat Pekerja dipilih menjadi\nPengurus pada Perangkat organisasi Serikat Pekerja yang lebih tinggi,Perusahaan\nmemberikan dispensasi untuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya tersebut\ndengan tidak mengurangi hak-hak dan kewajiban sebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: JAMINAN BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang dipilih sebagai Pengurus Serikat Pekerja atau yang ditunjuk\noleh Pengurus untuk menjadi wakil Serikat Pekerja tidak akan mendapat tekanan\nlangsung maupun tidak langsung dari Perusahaan atau Atasannya karena\nmenjalankan fungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan akan menyelesaikan dengan Serikat Pekerja setiap ada keluhan\nPekerja baik diajukan kepada Perusahaan maupun melalui Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Atas permintaan Serikat Pekerja Perusahaan dapat memberikan keterangan\nyang menyangkut ketenaga kerjaan di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan menyadari bahwa tindakan penutupan (Lock Out) adalah tidak\nsesuai dengan semangat Hubungan Industrial Pancasila (HIP) maupun kebijakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemerintah,maka oleh karena itu akan dihindarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: JAMINAN BAGI PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Serikat Pekerja akan membantu Perusahaan dalam menegakkan tata tertib dan\ndisiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja tidak akan mencampuri urusan Perusahaan yang tidak ada\nkaitannya dengan hubungan ketenaga kerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan pemogokan dan memperlambat\npekerjaan adalah tidak sesuai dengan semangat Hubungan Industrial Pancasila\nmaupun kebijakan Pemerintah,maka oleh karena itu akan dihindarkan sebisa\nmungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Memberikan balas jasa yang layak sesuai dengan jasa yang telah diberikan\nPekerja kepada Perusahaan dengan berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang\ndigariskan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menjamin kesejahteraan Pekerja atas akibat kecelakaan-kecelakaan yang\ndialami dalam hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melaksanakan Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Menempatkan Pekerja sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan yang\ndimiliki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: TANGGUNG JAWAB PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Melaksanakan perintah yang layak sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Berusaha mencapai prestasi kerja yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mentaati tata tertib Perusahaan dengan memperhatikan ketentuan ketenaga\nkerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Memberikan keterangan yang lengkap dan benar mengenai pekerjaan kepada\nPerusahaan dalam hubungan dengan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Menyimpan dan menjaga semua keterangan yang didapat karena jabatan maupun\ndari pergaulan di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Memelihara dan menjaga barang-barang milik Perusahaan yang digunakan atau\ndipercayakan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Mengemukakan saran-saran yang bermanfaat bagi Perusahaan kepada Atasan\nataupun melalui saluran-saluran lain yang berwenang untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: PENERIMAAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan akan melaksanakan penerimaan Pekerja baru untuk memenuhi\nkebutuhan tenaga dalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Meningkatnya volume pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk mengisi lowongan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam Penerimaan Pekerja baru untuk mengisi lowongan pekerjaan Perusahaan\nakan memberikan prioritas kepada keluarga Pekerja yang telah terputus hubungan\nkerjanya dengan Perusahaan karena meninggal dunia,lanjut usia dan Medical Unfit\ndengan ketentuan memenuhi syarat-syarat penerimaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam mengisi lowongan jabatan akan diprioritaskan kepada Pekerja yang\nada dalam Perusahaan yang memenuhi kualifikasi jabatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Persyaratan umum yang digunakan dalam Penerimaan Pekerja adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Warga negara Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Berusia antara 18 sampai 45 tahun pada waktu penerimaan kecuali untuk\nTenaga ahli.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Memenuhi persyaratan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Berbadan dan berjiwa sehat dengan melalui uji kesehatan oleh Dokter yang\nditunjuk Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Tidak terlibat dalam organisasi-organisasi terlarang menurut hukum dan\nlulus clearance test oleh team screaming Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Berkelakuan baik dengan surat keterangan dari Kepolisian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Bersedia menjalani masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Bersedia menunjukkan bukti-bukti asli dokumen\u002Fdata pribadi seperti antara\nlain ijazah pendidikan maupun pengalaman kerja yang terakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Bersedia tunduk dan patuh kepada peraturan-peraturan yang telah\ndituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: TENAGA KERJA ASING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam memperkerjakan Tenaga Kerja Asing, Perusahaan akan mematuhi\nketentuan mengenai Penempatan Tenaga Kerja Asing seperti disebutkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dalam Undang-undang dan Peraturan Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tenaga Kerja Asing yang dipekerjakan Perusahaan harus memahami dan\nmenghormati adat istiadat bangsa Indonesia dan bersikap sopan terhadap Pekerja\ndan melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila (HIP) dalam hal Tenaga Kerja\nAsing tidak memenuhi ketentuan ini maka kepadanya wajib diberikan peringatan\noleh Perusahaan dan tembusannya disampaikan Kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>1. Penerimaan calon Pekerja dilakukan dengan melalui masa percobaan untuk\njangka waktu paling lama 3(tiga) bulan dinyatakan secara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa percobaan dihitung sejak hari pertama calon Pekerja mulai diterima\nbekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penilaian selama masa percobaan dilakukan oleh Atasan.Setelah memenuhi\nsyarat-syarat dengan hasil penilaian yang baik maka calon pekerja\nditempatkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setelah melalui masa percobaan dengan hasil penilaian yang baik,maka\ncalon Pekerja diberikan Surat Pengangkatan menjadi karyawan tetap di PT.Misung\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Ketentuan ayat 1(satu) diatas tidak berlaku bagi calon Pekerja yang harus\nmenjalani pendidikan khusus (training) karena setelah menjalani pendidikan\nkhusus dengan hasil penilaian baik, maka calon Pekerja akan diangkat menjadi\nPekerja tanpa melalui masa percobaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: PENILAIAN PRESTASI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penilaian prestasi kerja setiap Pekerja dilakukan oleh Atasan Pekerja\npaling sedikit setahun sekali dengan periode penilaian didasarkan atas tujuan\npenilaian itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Hal-hal yang dinilai dalam penilaian prestasi kerja antara lain: kualitas\nkerja,kuantitas kerja,inisiatif kerja,hubungan kerja dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pelaksanaan penilaian prestasi kerja dilakukan dengan menggunakan\nlembaran penilaian prestasi kerja yang telah ditetapkan dan apabila diperlukan\ndapat menanyakan hasilnya kepada Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Hasil penilaian prestasi kerja akan digunakan dalam menentukan antara\nlain : besarnya kenaikan upah,promosi kerja (promosi Jabatan atau Golongan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: STATUS DAN PENGGOLONGAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu ikatan kerja yang ada,Pekerja\nterbagi atas 2(dua) status yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pekerja yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah\nditentukan,diterima,dipekerjakan dan mendapatkan balas jasa serta terikat dalam\nhubungan kerja dengan Perusahaan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja Kontrak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pekerja yang terikat dalam hubungan kerja secara terbatas dengan\nPerusahaan atas dasar kontrak\u002Fperjanjian untuk jangka waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan bersedia mengangkat Pekerja kontrak menjadi Pekerja tetap\nsebagaimana diatur dalam Perjanjian Bersama antara PSP SPN dengan PT.Misung\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Berdasarkan pada macam\u002Fsifat pekerjaan yang dijabatnya Pekerja terbagi\natas golongan 1 sampai dengan golongan VII sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Golongan 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Golongan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Golongan III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Golongan IV\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Golongan V\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Golongan VI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Golongan VII\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: PROMOSI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam pengangkatan \u002F pengisian lowongan jabatan yang lebih tinggi dengan\ndiketahui dan disetujui oleh Manajemen, Perusahaan akan memberikan prioritas\npertama kepada Pekerja yang memenuhi persyaratan untuk jabatan itu\nberdasarkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Kemampuan dan prestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pendidikan\u002Fpengalaman kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bilamana seorang Pekerja dipromosikan untuk suatu jabatan tertentu maka\ndiperlukan suatu masa percobaan tertentu untuk penilaian atas kemampuannya pada\njabatan baru tersebut.Untuk itu kepada Pekerja tersebut diberikan pengangkatan\nsementara yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Kepala Bagian yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam masa pengangkatan sementara upah Pekerja tidak berubah berlaku\nmaksimum :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Golongan I s.d II3 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Golongan III – IV – V3 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Golongan VI s.d VII3 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setelah melalui masa pengangkatan sementara tersebut diatas dengan\npenilaian baik, Perusahaan memberikan surat pengangkatan tetap kepada Pekerja\nyang bersangkutan yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Kepala Bagian\nPersonalia, dan apabila selama masa penilaian ternyata tidak memenuhi\npersyaratan maka pekerja tersebut dikembalikan ke jabatan semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: PENEMPATAN,MUTASI DAN PROSEDURNYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Demi kelancaran kegiatan Perusahaan serta pendayagunaan tenaga\nkerja,Perusahaan dapat menempatkan,memutasikan dan memindahkan Pekerja untuk\nsuatu jabatan\u002Fpekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mutasi dapat dilakukan dengan alasan-alasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bertambahnya pekerjaan disuatu tempat dengan memperhatikan kecakapan dan\nkemampuan Pekerja serta mempertimbangkan kariernya di dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Apabila Pekerja menunjukkan harapan untuk maju,maka sesuai dengan\nharapannya tersebut ia dapat dimutasikan untuk memberikan kesempatan kepadanya\nmemperoleh pengalaman yang luas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja yang karena kesehatannya menurut nasehat dokter tidak\nmemungkinkan dia bekerja dalam jabatan\u002Fpekerjaan yang didudukinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap mutasi\u002Fpemindahan ditetapkan dengan surat keputusan\u002Fpenetapan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Mutasi\u002Fpemindahan dalam pelaksanaannya tidak akan mengurangi hak-hak\nPekerja termasuk hak untuk mendapatkan promosi dan kenaikan gaji seperti yang\ntelah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mutasi tidak boleh dimaksudkan untuk menghukum dan merugikan Pekerja yang\nbersangkutan dengan perkembangan Serikat Pekerja yaitu karena keyakinan\npolitiknya dan tidak akan menekan agar Pekerja minta untuk berhenti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila Pekerja berkeberatan atas pemindahannya karena alasan-alasan yang\ndiajukan secara tertulis,Pengusaha dan Serikat Pekerja mengadakan perundingan\nuntuk mengusahakan penyelesaian sebaik-baiknya.Jika belum ada penyelesaiannya\npada saat Pekerja harus memulai tugasnya yang baru maka Pekerja tetap pada\njabatan semula dan masalahnya diserahkan kepada pihak Ketiga, Instansi yang\nberwenang (Depnaker).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB 1V: WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>1. Waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu yaitu :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Hari Senin s.d Jumat: Jam 07.20 WIB s.d Jam 15.10 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat Senin-Kamis: Jam 12.00 WIB s.d Jam 12.50 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat Jumat: Jam 11.50 WIB s.d Jam 13.10 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu 5(lima) jam kerja: Jam 07.20 WIB s.d Jam 12.20 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi Pekerja Shift 11 waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu\nyaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s.d Jumat: Jam 15.20 WIB s.d Jam 22.50 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat Senin s.d Jumat: Jam 16.30 WIB s.d Jam 16.40 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Sholat Ashar).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam 18.00 WIB s.d Jam 18.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Makan + Sholat Maghrib).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu 5(lima)jam kerja: Jam 12.40 WIB s.d Jam 17.50 WIB\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>3. Perusahaan berkewajiban memberikan uang shift bagi Pekerja Shift II\nsebesar Rp. 4.500,- perhari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha wajib memberikan kesempatan kepada Pekerja yang beragama Islam\nuntuk melaksanakan Sholat Jumat dan waktu tersebut tidak diperhitungkan sebagai\njam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dengan berpedoman pada ketentuan dalam pasal 20 ayat 1 di atas,untuk\ntugas dan pekerjaan tertentu dapat ditetapkan waktu kerja tersendiri dan\ndibicarakan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: DISIPLIN DAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja diwajibkan mencatat kehadiran pada alat pencatat waktu\n(time recorder) untuk setiap kali hadir masuk kerja dan setiap kali pulang\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja terlambat :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja terlambat masuk selama lebih dari 30 menit dikenakan potongan\nsebesar 1 jam over time\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Bilamana keterlambatan Pekerja pada point a dikarenakan bencana\nbanjir,gempa,macet masal tidak dikenakan potongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila suatu keperluan diluar kompleks Perusahaan seorang Pekerja harus\nmeninggalkan Pekerjaannya untuk sementara waktu. Sebelum pergi harus minta Ijin\nkepada Atasan langsungnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila seorang Pekerja karena keperluan diluar kompleks Perusahaan\nterpaksa meninggalkan pekerjaan sebelum waktunya dan tidak akan kembali\nlagi,diwajibkan mencatan kepergiannya pada kartu absensi dan sebelumnya minta\nijin kepada Atasan langsungnya serta melapor ke Bagian Personalia.Tata cara\npermintaan ijin diatur dalam ketentuan tersendiri dengan tidak mengurangi\nhak-haknya sebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mengabsensikan kartu absensi Pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memindahkan kartu absensi dari tempat yang telah ditentukan mengambil\natau menyembunyikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Merubah waktu pada kartu absensi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Berbuat sembrono yang dapat merusak kartu absensi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Tidak diperbolehkan mencatat waktu masuk dan pulang dengan alat absensi\nmesin time card.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja yang berhalangan masuk bekerja diwajibkan memberitahukan kepada\nPerusahaan dengan cara apapun selambat-lambatnya pada hari kerja ke-2 (dua)\ntidak masuk bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja yang berhalangan masuk kerja karena alasan sakit,diharuskan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. membuktikan hal sakitnya dengan surat keterangan dokter yang dilampiri\ndengan kwitansi pengobatan.Pembuktian tersebut selambat-lambatnya pada hari\nkerja ke-2 (dua)setelah Pekerja tidak masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Contoh: Apabila Pekerja sakit dan tidak masuk bekerja pada hari Senin, maka\nselambat-lambatnya hari Rabu sudah memberikan surat keterangan dokter harus\nsudah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>sampai Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja yang tidak masuk bekerja tanpa ijin atau alasan yang sah\ndibenarkan menurut ketentuan pada kesepakatan ini atau dengan alasan yang\ndibuat-buat maka dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja harus sudah berada ditempat kerja untuk melaksanakan pekerjaannya\npada waktu kerja dimulai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Dalam hal istirahat makan,maka Pekerja tidak dibenarkan diruang kerja\nsebelum waktunya dan pada waktu istirahat makan selesai,sudah harus kembali\nketempat kerjanya masing-masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: PEKERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Kerja lembur adalah kerja yang dilakukan atau dijalankan selebihnya dari\njam kerja dan atau hari kerja seperti tersebut dalam Bab IV Perjanjian Kerja\nBersama ini yang lamanya minimal 1(satu) jam dan pelaksanaannya dengan Surat\nPerintah Lembur (SPL) yang ditandatangani oleh Atasan Pekerja dan Pekerja yang\nbersangkutan dan disetujui oleh Manajer bagiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kerja lembur pada dasarnya dilakukan Pekerja atas persetujuan\nPekerja,kecuali dalam hal ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Keadaan darurat atau apabila pekerjaan-pekerjaan yang jika tidak segera\ndiselesaikan akan membahayakan keselamatan dan kesehatan orang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Ada pekerjaan akan tertumpuk dan perlu diselesaikan dengan segera dan\napabila ditunda dapat mengganggu kelancaran produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal karena sesuatu alasan Pekerja tersebut di atas tidak dapat\nkerja lembur, maka Pekerja yang bersangkutan wajib memberitahukan pada saat itu\njuga kepada Atasan langsungnya, maka perintah kerja lemburnya akan dievaluasi\nkembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Yang berhak kerja lembur dengan mendapatkan upah lembur adalah Pekerja\nyang sesuai dengan SPL.Kerja lembur tidak boleh dilakukan sebagai pengganti\nhari kerja dengan cara memotong atau mengurangi jumlah jam lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jika SPL dibatalkan sepihak oleh Perusahaan,maka Perusahaan harus\nmengganti rugi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Selambat-lambatnya dua jam sebelum final lembur,kedua belah pihak bisa\nmembatalkan SPL.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: PERHITUNGAN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1. Perhitungan upah lembur diatur dengan berpedoman pada Surat Keputusan\nMenteri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.Kep-102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 tanggal 25 Juni\n2004. \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tarif upah perjam untuk Pekerja bulanan adalah : 1\u002F173 x Upah sebulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Komponen upah sebulan dalam perhitungan upah lembur adalah gaji berikut\ntunjangan tetap yang berpedoman pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi RI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>No.Kep-102\u002FMen\u002FVI\u002F2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>a. Apabila kerja lembur pada hari biasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk kerja lembur pertama akan dibayarkan upah sebesar 1 ½ x upah\nper-jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk Setiap jam kerja lembur berikutnya akan dibayarkan upah sebesar 2\n(dua) x\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp>b. Apabila Kerja lembur dilakukan pada hari istirahat Mingguan dan atau hari\nraya\u002Fhari raya \u002F libur resmi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk setiap jam kerja lembur dalam batas 7 (tujuh)jam,maka akan\ndibayarkan upah sedikit-dikitnya 2(dua) x upah perjam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk jam kerja lembur pertama selebihnya dari 7(tujuh)jam,maka akan\ndibayarkan upah sebesar 3 x upah perjam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk jam kerja lembur kedua setelah 7(tujuh)jam, maka akan dibayarkan\nupah sebesar upah sebesar 4(empat) x upah perjam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari raya\u002Flibur resmi jatuh pada hari\nterpendek \u002F hari Sabtu penghitungannya sesuai tabel.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d. Tabel cara penghitungan upah lembur :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Upah Lembur\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari Kerja Biasa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ke-1 \n\n        \u003Cp>Ke-2\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 ½ x TUL \n\n        \u003Cp>2 x TUL\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari Raya\u002FLibur Resmi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ke-1 s.d 7 \n\n        \u003Cp>Ke-8\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ke-9 dst\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2x TUL \n\n        \u003Cp>3x TUL\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>4x TUL\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari Raya\u002FLibur Resmi \n\n        \u003Cp>Jatuh pada hari terpendek\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>(Sabtu)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ke-1 s.d 5 \n\n        \u003Cp>Ke-6\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ke-7 dst\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2x TUL \n\n        \u003Cp>3x TUL\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>4x TUL\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>TUL = Tarif Upah Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pembayaran upah lembur dilakukan bersamaan dengan pembayaran gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jumlah jam kerja termasuk lembur yang diperbolehkan bagi seorang Pekerja\nmaksimum 60 (enam puluh) jam seminggu kecuali dalam hal-hal seperti dalam Bab\nIV Pasal 22, tetapi tidak melebihi ketentuan ijin penyimpangan waktu kerja yang\ntelah ditetapkan oleh Depnakertrans, dengan terlebih dahulu memberitahuan\nkebagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: PRODUKTIVITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: PRODUKTIVITAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan bersama-sama Serikat Pekerja akan melakukan usaha-usaha\npeningkatan produktivitas dalam rangka meningkatkan pertumbuhan Perusahaan dan\nKesejahteraan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Usaha-usaha yang dilakukan antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mendorong para Pekerja untuk senantiasa meningkatkan disiplin,kualitas\ndan kuantitas kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mendorong para Pekerja untuk memiliki dan meningkatkan kemampuan atau\nketrampilan dalam berbagai bidang pekerjaan yang ada di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mendorong para Pekerja untuk menemukan gagasan atau ide atau metode kerja\nbaru improvement di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Guna memberikan rangsangan kepada Pekerja untuk melakukan usaha-usaha\npeningkatan-peningkatan produktivitas maka Perusahaan akan mengusahakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pemberian insentif produktivitas.Adapun bentuk dan pengaturan lebih lanjut\nakan ditetapkan dalam ketentuan tersendiri ( lampiran tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PENDIDIKAN DAN LATIHAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>1. Menyadari perlunya peningkatan kemampuan kerja sebagai prasyarat dalam\npeningkatan produktivitas,maka Perusahaan akan terus melakukan usaha-usaha\npeningkatan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan Pekerja melalui pendidikan\ndan latihan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dan latihan kerja dan wajib\nmengikuti dengan sungguh-sungguh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: PENDIDIKAN PRA PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyelenggarakan pendidikan pra Pekerja bagi para Pekerja baru\nguna membekali mereka dengan pengetahuan umum mengenai Perusahaan,cara\nkerja,perangkat organisasi,nilai-nilai dan norma-norma Perjanjian Kerja Bersama\nini sebelum Pekerja ditempatkan pada pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: PENDIDIKAN UMUM DASAR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyelenggarakan pendidikan umum dasar bagi Pekerja dalam\nrangka membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dalam mengemban serta\nmelaksanakan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Materi dari pendidikan umum dasar ini antara lain meliputi Pedoman\nPenghayatan dan Pengamalan Pancasila serta Hubungan Industrial\nPancasila,Kesehatan dan Keselamatan Kerja,peningkatan mutu terpadu dan\nlain-lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penyelenggaraan pendidikan umum dasar ini adalah tanggung jawab\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja ditugaskan mengikuti pendidikan, diwajibkan mengikuti dengan\nsungguh- sungguh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: PENDIDIKAN FUNGSIONAL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan pendidikan fungsional bagi Pekerja untuk\nmeningkatkan kemampuannya dalam suatu bidang pekerjaannya sesuai dengan tugas\natau jabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penentuan Pekerja dan jenis pendidikan fungsional yang akan diikuti\ndidasarkan kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pendidikan fungsional dapat diselenggarakan didalam Perusahaan(training\ncenter)atau yang ditunjuk Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang mendapat tugas untuk mengikuti pendidikan ini wajib\nmelaksanakan dengan sungguh-sungguh dan setelah selesai penugasan ini wajib\nmemberikan laporan tertulis mengenai pendidikan-pendidikan yang diikutinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: LATIHAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk melengkapi Pekerja dengan ketrampilan yang dibutuhkan,Perusahaan\nmenyelenggarakan bagi Pekerja baru maupun Pekerja yang dialih tugaskan ke\npekerjaan atau jabatan baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Latihan kerja merupakan latihan yang dilakukan sambil bekerja system\nmentor.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Adapun mentor (pembimbing) ditunjuk oleh Kepala Bagian untuk\nmengajar,memberi contoh dan mengawasi latihan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: FASILITAS PENDIDIKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan fasilitas training center beserta peralatannya\nyang dapat dipergunakan untuk pendidikan,pertemuan kelompok kerja\nterpadu,belajar bersama dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan fasilitas perpustakaan yang dapat dipergunakan\noleh Pekerja untuk meningkatkan pengetahuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Atas persetujuan Atasannya, Seorang Pekerja dapat diberikan\nbantuan,fasilitas pendidikan berupa biaya,perlengkapan dan waktu untuk\nmengikuti pendidikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1. Upah yang berlaku adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Gaji dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan-tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap Pekerja berhak atas gaji dan tunjangan-tunjangan sesuai dengan\nstatus, jabatan dan golongannya sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pembayaran upah dilakukan 1 kali dalam 1 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pajak Penghasilan ditanggung oleh Pekerja sesuai PPH Pasal 21.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: KENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cp>1. Kenaikan upah menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pelaksanaannya dilakukan setahun sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Besarnya kenaikan tergantung dari prestasi dan masa kerja dan setelah\ngaji disesuaikan dengan ketentuan upah minimum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kenaikan gaji karena promosi diberikan kepada Pekerja yang mendapatkan\npromosi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: SKALA GAJI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Peningkatan gaji berdasarkan nilai jabatan\u002Fpekerjaan didalam\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cp>2. Kepada Pekerja diberikan upah minimal sebesar upah minimum yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Ketentuan point No.2 tidak berlaku bagi Pekerja dengan masa kerja diatas\n1 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bagi Pekerja dengan masa kerja diatas 1 tahun diberikan upah sundulan\nyang besarannya dibicarakan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: TUNJANGAN FASILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Selain gaji pokok Perusahaan memberikan tunjangan baik yang bersifat tetap\nmaupun tidak tetap serta fasilitas lain sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Berupa tunjangan masa kerja yang besarnya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Masa kerja 1 th- 4 th= Rp.10.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa kerja 4 th- 7 th= Rp.15.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa kerja 7 th-10 th= Rp.20.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Masa kerja 10 th-13 th= Rp.25.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Masa kerja 13 th ke atas= Rp.30.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Berupa tunjangan lama kerja yang besaranya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Masa kerja 10 th-13 th= Rp.10.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa kerja 13 th-16 th= Rp.15.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa kerja 16 th = Rp.20.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tunjangan jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Bonus tahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan tidak tetap berupa premi hadir sebesar 1(satu)hari gaji\npokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan-tunjangan yang sudah diberikan tidak dapat dihilangkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>4. Fasilitas makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pada hari-hari kerja,Perusahaan memberikan fasilitas makan siang yang\npelaksanaannya diatur oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Bagi Pekerja yang sehubungan dengan tugasnya tidak dapat kembali ke\nPerusahaan pada jam istirahat makan siang ,maka kepadanya diberikan penganti\nmakan siang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bagi Pekerja yang kerja lembur langsung setelah jam kerja melampaui jam\n18.00 wib maka Pekerja diberikan tunjangan atau fasilitas makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Bagi Pekerja yang kerja lembur pada hari libur sekurang-kurangnya 4 jam\nterus menerus,maka Pekerja diberikan tunjangan atau fasilitas makan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e. Perusahaan wajib memberikan air minum sesuai standar higienitas dan\nkebersihan (air mineral ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>5. Perusahaan memberikan tunjangan transport kepada setiap Pekerja sebesar\nRp.1000,- (seribu rupiah) per kehadiran.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Pembayaran tunjangan-tunjangan dilakukan bersama pembayaran gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: PERJALANAN DINAS KELUAR KOTA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dapat menugaskan Pekerja untuk melakukan perjalanan dinas\ndalam hal karena sesuatu alasan Pekerja tidak dapat menjalankannya maka\ndiharuskan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>mengajukan keberatannya melalui Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang ditugaskan untuk melakukan perjalanan dinas,kepadanya akan\ndiberikan surat tugas yang ditandatangani oleh Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang melakukan perjalanan dinas baik didalam maupun diluar negeri\ndiberikan biaya perjalanan dinas.prosedur,tata cara serta biaya perjalanan\ndinas diatur dalam ketentuan tersendiri yang merupakan bagian yang tak\nterpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: PEMBAYARAN UPAH SELAMA PEKERJA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>1. Perusahaan membayar upah(gaji dan tunjangan)Pekerja yang tidak dapat\nmelaksanakan pekerjaannya karena dalam keadaan sakit berdasarkan keterangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dokter selama 4 hari bagi Pekerja yang tidak dirawat di Rumah Sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>2. Dalam hal Pekerja menderita sakit\u002Fdirawat di Rumah Sakit atau di rumah\ndibawah pengawasan Dokter,sehingga karenanya tidak dapat melaksanakan pekerjaan\nuntuk jangka waktu lama maka selama itu Perusahaan akan membayar upah Pekerja\nsesuai dengan UU No.13 Tahun 2003 sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan\noleh Perusahaan,yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 4 bulan pertama,dibayar 100% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 4 bulan kedua,dibayar 75% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 4 bulan ketiga, dibayar 50% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: PEMBAYARAN UPAH SELAMA PEKERJA DITAHAN SEMENTARA \u002F\nDIPENJARAKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi penahanan oleh yang berwajib terhadap seorang Pekerja\ndimana Perusahaan membayarkan upah (gaji pokok dan tunjangan-tunjangan yang\ntidak terkait dengan kehadiran ) kepada Pekerja menurut ketentuan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Pengusaha dapat mengajukan permohonan ijin pemutusan hubungan kerja\ndengan alasan Pekerja ditahan oleh pihak berwajib karenan pengaduan Pengusaha\nmaupun bukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Dalam hal Pekerja ditahan oleh pihak berwajib bukan atas pengaduan\nPengusaha sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, permohonan ijin dapat diajukan\nsetelah Pekerja ditahan paling sedikit selama 60 ( enam puluh ) hari takwin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Dalam hal Pekerja ditahan oleh pihak berwajib sebagaimana dimaksud dalam\nayat 2, Pengusaha tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan\nkepada keluarga yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 1 orang tanggungan : 25% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 2 orang tanggungan: 35% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 3 orang tanggungan: 45% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. untuk 4 orang tanggungan : 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Bantuan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 3, diberikan untuk paling\nlama 6 (enam) bulan takwin terhitung sejak hari pertama Pekerja ditahan pihak\nyang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Dalam Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib karena pengaduan Pengusaha\ndan selama ijin pemutusan hubungan kerja belum diberikan pengadilan hubungan\nindustri ( PHI ), maka Pengusaha wajib membayar upah Pekerja sekurang-kurangnya\n75% dan berlaku paling lama 6 bulan takwin terhitung sejak hari pertama Pekerja\nditahan pihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Dalam hal Pekerja dibebaskan dari tahanan karena pengaduan Pengusaha dan\nternyata tidak terbukti melakukan kesalahan, maka Pengusaha wajib mempekerjakan\nkembali Pekerja dan merehabilitasi nama baik Pekerja dengan membayar upah penuh\nbeserta hak lainnya yang seharusnya diterima Pekerja terhitung sejak Pekerja\nditahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Dalam hal Pekerja sebagaimana dimaksud dalam ayat 5,diputuskan oleh\nPengadilan Hubungan Industrial terbukti melakukan kesalahan, maka Pengusaha\ndapat mengajukan permohonan ijin pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cp>1. Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya pada Hari Raya\nKeagamaan kepada setiap Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besar kecilnya Tunjangan Hari Raya diberikan sesuai masa kerja\nmasing-masing dan perinciannya dibicarakan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Jumlah penambahan nominal uang yang telah diterima Pekerja tidak dapat\ndihilangkan untuk periode berikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan yang diberikan besarannya tidak kurang dari pemberian Tunjangan\nHari Raya pada tahun sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan diatas berlaku bagi pekerja yang masa kerjanya diatas\n1tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: JAMINAN SOSIAL DAN KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pekerja yang sehat akan lebih\nmeningkatkan produktivitas sebagaimana yang diharapkan.Demikian pula keluarga\nPekerja yang sehat akan memberikan semangat,gairah dan ketenangan kerja bagi\nPekerja dalam menjalankan tugas Perusahaan.Oleh karena itu Perusahaan\nmemberikan perhatian yang layak dan wajar terhadap kondisi kesehatan Pekerja\ndan keluarganya.Dari waktu ke waktu Perusahaan akan memenuhi dan melaksanakan\nketentuan-ketentuan tentang hygienis Perusahaan dan kesehatan bagi Pekerja\nsesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU No. 1 Tahun 1970 (UU Keselamatan\nKerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA(JAMSOSTEK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha wajib mendaftarkan\u002Fmemasukkan seluruh Pekerja menjadi peserta\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Seluruh Pekerja diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja\n(Jamsostek) yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jaminan Kecelakaan Kerja(JKK) termasuk akibat hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jaminan Kematian(JKM)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jaminan Hari Tua(JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan(JPK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ketentuan mengenai iuran serta hal-hal yang lainnya mengenai pelaksanaan\nJamsostek diatur sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 1993.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila ada ketentuan baru tentang asuransi yang diwajibkan oleh\nPemerintah maka Perusahaan mengikuti ketentuan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila Pekerja sakit(membutuhkan perawatan medis)belum menjadi peserta\nJamsostek,maka Perusahaan wajib mengganti semua biaya pengobatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: SUMBANGAN KEDUKAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cp>1. Bagi Pekerja yang meninggal dunia akibat dari kecelakaan kerja,maka\nkepada ahli warisnya dibayarkan pertanggungan asuransi Jamsosteknya sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Jaminan Kematian (JKM).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>NO.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>URAIAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>BANTUAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Santunan Kematian : \n\n        \u003Cp>-Uang Duka\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Uang Santunan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Rp. 12.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Selama 24 bulan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Biaya Pemakaman\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 2.500.000,-\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>NO.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>URAIAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>BANTUAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Santunan : \n\n        \u003Cp>a. Santunan sementara tidak mampu bekerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>b. Santunan Cacat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>c. Sebagian-tetap\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>d. Total-tetap :\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Sekaligus\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Berkala (2 th)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>e. Kurang Fungsi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>f. Santunan Kematian :\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Sekaligus\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Berkala(2 th)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Biaya Pemakaman\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>- 4 bulan pertama 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- 4 bulan kedua 75% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- selanjutnya 50% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>% tabel x 70 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>75% x 80 upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp.250.000 per bulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>% kurang fungsi x % tabel x 70 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>70% x 70 bulan (42 bulan upah)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp.500.000,- per bulan selama 24 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 2.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Biaya Pengobatan\u002FPerawa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Biaya Rehabilitasi : \n\n        \u003Cp>a.Prothese anggota badan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>b.Alat Bantu ( kursi roda )\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Patokan harga RS.Cipto \n\n        \u003Cp>Mangunkusumo Jakarta ditambah 75%\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Penyakit Akibat Kerja \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ongkos Pengangkutan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>a.Darurat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>b.Laut\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>c.Udara\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>31 jenis penyakit selama hubungan kerja dan 3 tahun setelah putus\n        hubungan kerja \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 300.000,-\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp.1.000.000,-\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi Pekerja, keluarga Pekerja dan orang tua pekerja meninggal dunia\nPerusahaan memberikan sumbangan sebesar Rp.500.000,- ( Lima ratus ribu rupiah\n).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi ahli waris diharuskan melampirkan surat keterangan kematian dari\nRumah Sakit atau kelurahan dan menyertakan kartu keluarga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: SUMBANGAN PERNIKAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan sumbangan pernikahan kepada Pekerja yang\nmelangsungkan pernikahan sebesar Rp.100.000,- ( seratus ribu rupiah ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sumbangan pernikahan hanya diberikan sekali berlaku bagi pernikahan yang\nPertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 Sumbangan hanya diberikan kepada salah satu pihak jika pernikahan terjadi\nantara pekerja pria dan pekerja Wanita dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Sumbangan pernikahan hanya diberikan kepada Pekerja yang telah mempunyai\nmasa kerja minimal 3 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5 Untuk mendapatkan sumbangan pernikahan, Pekerja harus menyampaikan\nbukti-bukti yang sah melalui bagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: PEMBAYARAN UPAH SELAMA PEKERJA DITAHAN SEMENTARA \u002F\nDIPENJARAKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi penahanan oleh yang berwajib terhadap seorang Pekerja\ndimana Perusahaan membayarkan upah (gaji pokok dan tunjangan-tunjangan yang\ntidak terkait dengan kehadiran ) kepada Pekerja menurut ketentuan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat mengajukan permohonan ijin pemutusan hubungan kerja\ndengan alasan Pekerja ditahan oleh pihak berwajib karenan pengaduan Pengusaha\nmaupun bukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal Pekerja ditahan oleh pihak berwajib bukan atas pengaduan\nPengusaha sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, permohonan ijin dapat diajukan\nsetelah Pekerja ditahan paling sedikit selama 60 ( enam puluh ) hari takwin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal Pekerja ditahan oleh pihak berwajib sebagaimana dimaksud dalam\nayat 2, Pengusaha tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan\nkepada keluarga yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 1 orang tanggungan : 25% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 2 orang tanggungan: 35% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 3 orang tanggungan: 45% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. untuk 4 orang tanggungan : 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bantuan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 3, diberikan untuk paling\nlama 6 (enam) bulan takwin terhitung sejak hari pertama Pekerja ditahan pihak\nyang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib karena pengaduan Pengusaha\ndan selama ijin pemutusan hubungan kerja belum diberikan pengadilan hubungan\nindustri ( PHI ), maka Pengusaha wajib membayar upah Pekerja sekurang-kurangnya\n75% dan berlaku paling lama 6 bulan takwin terhitung sejak hari pertama Pekerja\nditahan pihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dalam hal Pekerja dibebaskan dari tahanan karena pengaduan Pengusaha dan\nternyata tidak terbukti melakukan kesalahan, maka Pengusaha wajib mempekerjakan\nkembali Pekerja dan merehabilitasi nama baik Pekerja dengan membayar upah penuh\nbeserta hak lainnya yang seharusnya diterima Pekerja terhitung sejak Pekerja\nditahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dalam hal Pekerja sebagaimana dimaksud dalam ayat 5,diputuskan oleh\nPengadilan Hubungan Industrial terbukti melakukan kesalahan, maka Pengusaha\ndapat mengajukan permohonan ijin pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya pada Hari Raya\nKeagamaan kepada setiap Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besar kecilnya Tunjangan Hari Raya diberikan sesuai masa kerja\nmasing-masing dan perinciannya dibicarakan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jumlah penambahan nominal uang yang telah diterima Pekerja tidak dapat\ndihilangkan untuk periode berikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan yang diberikan besarannya tidak kurang dari pemberian Tunjangan\nHari Raya pada tahun sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan diatas berlaku bagi pekerja yang masa kerjanya diatas\n1tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: JAMINAN SOSIAL DAN KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pekerja yang sehat akan lebih\nmeningkatkan produktivitas sebagaimana yang diharapkan.Demikian pula keluarga\nPekerja yang sehat akan memberikan semangat,gairah dan ketenangan kerja bagi\nPekerja dalam menjalankan tugas Perusahaan.Oleh karena itu Perusahaan\nmemberikan perhatian yang layak dan wajar terhadap kondisi kesehatan Pekerja\ndan keluarganya.Dari waktu ke waktu Perusahaan akan memenuhi dan melaksanakan\nketentuan-ketentuan tentang hygienis Perusahaan dan kesehatan bagi Pekerja\nsesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU No. 1 Tahun 1970 (UU Keselamatan\nKerja).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA(JAMSOSTEK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1. Pengusaha wajib mendaftarkan\u002Fmemasukkan seluruh Pekerja menjadi peserta\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Seluruh Pekerja diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja\n(Jamsostek) yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jaminan Kecelakaan Kerja(JKK) termasuk akibat hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jaminan Kematian(JKM)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jaminan Hari Tua(JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan(JPK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ketentuan mengenai iuran serta hal-hal yang lainnya mengenai pelaksanaan\nJamsostek diatur sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 1993.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila ada ketentuan baru tentang asuransi yang diwajibkan oleh\nPemerintah maka Perusahaan mengikuti ketentuan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila Pekerja sakit(membutuhkan perawatan medis)belum menjadi peserta\nJamsostek,maka Perusahaan wajib mengganti semua biaya pengobatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: SUMBANGAN KEDUKAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Bagi Pekerja yang meninggal dunia akibat dari kecelakaan kerja,maka\nkepada ahli warisnya dibayarkan pertanggungan asuransi Jamsosteknya sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 Jaminan Kematian (JKM).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>NO.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>URAIAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>BANTUAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Santunan Kematian : \n\n        \u003Cp>-Uang Duka\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Uang Santunan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Rp. 12.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Selama 24 bulan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Biaya Pemakaman\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 2.500.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>NO.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>URAIAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>BANTUAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Santunan : \n\n        \u003Cp>a. Santunan sementara tidak mampu bekerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>b. Santunan Cacat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>c. Sebagian-tetap\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>d. Total-tetap :\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Sekaligus\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Berkala (2 th)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>e. Kurang Fungsi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>f. Santunan Kematian :\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Sekaligus\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Berkala(2 th)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- Biaya Pemakaman\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>- 4 bulan pertama 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- 4 bulan kedua 75% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>- selanjutnya 50% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>% tabel x 70 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>75% x 80 upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp.250.000 per bulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>% kurang fungsi x % tabel x 70 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>70% x 70 bulan (42 bulan upah)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp.500.000,- per bulan selama 24 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 2.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Biaya Pengobatan\u002FPerawa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Biaya Rehabilitasi : \n\n        \u003Cp>c.Prothese anggota badan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>d.Alat Bantu ( kursi roda )\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Patokan harga RS.Cipto \n\n        \u003Cp>Mangunkusumo Jakarta ditambah 75%\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Penyakit Akibat Kerja \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ongkos Pengangkutan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>d.Darurat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>e.Laut\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>f.Udara\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>31 jenis penyakit selama hubungan kerja dan 3 tahun setelah putus\n        hubungan kerja \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 300.000,-\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp.1.000.000,-\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi Pekerja, keluarga Pekerja dan orang tua pekerja meninggal dunia\nPerusahaan memberikan sumbangan sebesar Rp.500.000,- ( Lima ratus ribu rupiah\n).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi ahli waris diharuskan melampirkan surat keterangan kematian dari\nRumah Sakit atau kelurahan dan menyertakan kartu keluarga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: SUMBANGAN PERNIKAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan memberikan sumbangan pernikahan kepada Pekerja yang\nmelangsungkan pernikahan sebesar Rp.100.000,- ( seratus ribu rupiah ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Sumbangan pernikahan hanya diberikan sekali berlaku bagi pernikahan yang\nPertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 Sumbangan hanya diberikan kepada salah satu pihak jika pernikahan terjadi\nantara pekerja pria dan pekerja Wanita dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Sumbangan pernikahan hanya diberikan kepada Pekerja yang telah mempunyai\nmasa kerja minimal 3 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5 Untuk mendapatkan sumbangan pernikahan, Pekerja harus menyampaikan\nbukti-bukti yang sah melalui bagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: OLAHRAGA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk menunjang pengembangan kegiatan olahraga, Perusahaan akan\nmeningkatkan fasilitas olahraga di Perusahaan agar bisa di manfaatkan oleh para\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan memberikan anggaran untuk kegiatan olahraga secara\nperiodik,sesuai proposal yang diajukan oleh Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: USAHA KOPERASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Guna menunjang usaha Pekerja meningkatkan kesejahteraan maka semua Pekerja\ndi anjurkan menjadi anggota koperasi dan Perusahaan menyediakan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Fasilitas ruangan kantor dan gudang yang memadai untuk kegiatan koperasi\ndalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemotongan dana atau keuangan koperasi melalui bagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemberian bantuan keuangan disesuaikan dengan kebutuhan koperasi dan\nkemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Koperasi bergerak dibawah naungan PSP SPN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: REKREASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Satu kali dalam setahun Perusahaan menyelenggarakan Rekreasi bagi\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Rekreasi di laksanakan pada hari libur Perusahaan,dengan tetap mendapat\nhak- haknya sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan bersedia memberi dana rekreasi sesuai proposal yang telah\ndiajukan Masing-masing bagian atas persetujuan Personalia dan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: KEROHANIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk menunjang pembinaan rohani bagi Pekerja, Perusahaan melaksanakan\nhal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Menyediakan fasilitas ibadah bagi Pekerja yang memadai di lingkungan\nPerusahaan sehingga memungkinkan Pekerja menjalankan kewajiban menurut agama\ndan kepercayaannya masing-masing dengan baik pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan perlengkapan ibadah berupa : sajadah, kain sarung,\npeci, mukena dan kipas angin..\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan berkewajiban memberikan penghargaan kepada Pekerja yang memiliki\nkondite kerja baik.Tata cara dan bentuk penghargaan ditetapkan dalam peraturan\ntersendiri yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: CUTI, IJIN TIDAK MASUK KERJA DAN HARI LIBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk keperluan istirahat dan keperluan-keperluan khusus, Perusahaan\nmemberikan kesempatan kepada Pekerja untuk menggunakan hak cuti, ijin tidak\nmasuk kerja dan hari-hari libur resmi dengan menerima upah (gaji) beserta\ntunjangan-tunjangannya sebagaimana tersebut dalam pasal-pasal pada Bab ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49: CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Sesuai dengan Undang-undang N0. 13 tahun 2003 maka Pekerja yang telah\nbekerja 12 (dua belas) bulan berturut-turut berhak atas cuti tahunan 12 hari\nkerja dan untuk menggunakannya Pekerja diwajibkan mengajukan permohonan melalui\nKepala Bagian masing-masing sekurang-kurangnya 1 minggu sebelum mulai cuti.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.a. Sedikit-dikitnya 6 hari kerja terus menerus digunakan dalam cuti\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Sisanya digunakan oleh masing-masing Pekerja menurut kepentingannya\ndengan memperhatikan kelancaran pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila setelah jangka waktu 12 bulan dari timbulnya hak cuti Pekerja\ntidak menggunakannya maka hak cutinya dinyatakan gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila Pekerja tidak dapat menggunakan hak cutinya bukan karena\nkesalahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atau alasan Pekerja atau karena kegiatan Perusahaan yang tidak dapat\nditinggalkan, maka Pekerja diwajibkan mengajukan permohonan cuti di bagian\nPersonalia dengan catatan penundaan pelaksanaan tersebut, maka masa kadaluwarsa\nhak cuti Pekerja diperpanjang maksimum selama 6 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Demi kelancaran cuti tahunan, Perusahaan mengeluarkan daftar berhubungan\ndengan cuti tahunan dan pemberitahuan kepada setiap Pekerja kapan mulai\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>timbul dan gugurnya hak cuti tahunan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50: CUTI HAMIL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1. Kepada Pekerja wanita yang hamil, Perusahaan memberikan cuti hamil selama\n3 (tiga) bulan yaitu 1 ½ bulan sebelum dan 1 ½ bulan sesudah melahirkan anak\natau gugur kandung sejak mendapatkan surat keterangan dari dokter atau bidan\nyang menyatakan harus istirahat karena akan segera melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: IZIN TIDAK MASUK KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>Pekerja menurut kebutuhannya dapat diberikan ijin tidak masuk bekerja dengan\nmendapatkan upah. Lamanya ijin yang dimaksud ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pernikahan Pekerja sendiri diberikan ijin 3 (tiga) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>2. Istri Pekerja melahirkan diberikan ijin 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pernikahan anak Pekerja diberikan ijin 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>4. Suami\u002FIstri, anak\u002Fmenantu Pekerja meninggal atau mendapat kecelakaan\nberat Diberikan ijin 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Orang tua Pekerja meninggal atau mendapat kecelakaan berat diberikan ijin\n2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Mengkhitankan atau pembaptisan anak Pekerja diberikan ijin 2 (dua)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal diberikan ijin 1 (satu)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: CUTI HAID\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1. Kepada Pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan\nkedua masa haid dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk menggunakan hak cuti ini Pekerja harus memberitahukan kepada\nPerusahaan melalui bagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: IJIN KHUSUS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Khusus untuk kepentingan-kepentingan Nasional dan Regional dalam rangka\nMenjalankan tugas negara dalam bidang olahraga, kesenian, Pemilu, Pekerja\ndiberikan ijin khusus meninggalkan pekerjaan dengan mendapatkan upah jika dalam\nmenjalankan pekerjaan itu tidak mendapatkan upah dari Pemerintah dan Tidak\nmelebihi 1(satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja dapat diberikan ijin meninggalkan pekerjaannya untuk melaksanakan\nkewajiban ibadah Haji dalam musim Haji (bukan umroh) dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pemberian ijin hanya satu kali dan lamanya harus sesuai dengan jadwal\nPerjalanan yang ditetapkan pemerintah c.q Departemen Agama dan ijin khusus ini\nhanya berlaku bagi Pekerja Warga Negara Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Selama meninggalkan pekerjaannya Pekerja berhak menerima upah Sesuai\nPeraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1981.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_workingtime\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingfacilities\">\u003Cp>3. Pekerja dapat diberikan ijin menyusui anak pada waktu jam kerja dengan\nketentuan perusahaan menyediakan tempat khusus.sesuai dengan UU no 13\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DI LUAR TANGGUNGAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pemberian ijin ini disesuaikan dengan kondisi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama Pekerja meninggalkan pekerjaannya diluar pasal 51, Perusahaan\ntidak Berkewajiban untuk membayar upah beserta tunjangan-tunjangannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setelah mengakhiri masa tersebut. Pekerja tersebut masih dapat menjabat\nJabatannya semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: HARI – HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, Perusahaan memberikan istirahat\nkepada Pekerja pada hari-hari libur resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hari-hari libur resmi dimaksud pada ayat 1 (satu) di atas adalah\nhari-hari libur yang diumumkan setiap tahun oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: KESELAMATAN, KESEHATAN DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 56: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1. Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan Pekerja , maka Perusahaan akan\nMentaati Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang digariskan oleh\nUndang-undang\u002FPeraturan Pemerintah dengan menyediakan alat-alat\nProteksi\u002Fperlindungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap Pekerja diwajibkan mentaati Peraturan Keselamatan dan Kesehatan\nKerja serta memakai alat perlindungan keselamatan kerja yang telah ditetapkan\nsesuai dengan tugasnya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>3. Dalam hal terjadi kecelakaan kerja, maka Perusahaan akan melaksanakan\nKetentuan-ketentuan dalam Undang-Undang No.3 Tahun 1992.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keanggotaannya terdiri dari unsur-unsur Perusahaan dan Serikat Pekerja akan\nmenyusun dan menetapkan lebih lanjut Peraturan mengenai keselamatan dan\nkesehatan kerja di Perusahaan serta alat-alat perlindungan dan kesehatan kerja\ndengan berpedomam pada UU No. 1 tahun 1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57: PAKAIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja diwajibkan memakai pakaian kerja selama melakukan pekerjaan di\nLingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan wajib memberikan pakaian kerja 1 (sati ) pcs setiap 1 tahun\nSekali untuk masing-masing Pekerja dengan memperhatikan sifat Pekerjaannya\ntermasuk SATPAM.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 58: ALAT-ALAT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan secara Cuma-Cuma alat-alat kerja bagi Pekerja\nDengan macam yang telah ditentukan bagi masing-masing pekerjaan\u002Fbagian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja diwajibkan merawat alat-alat kerja dan menyimpannya pada tempat\nyang ditentukan oleh Kepala Bagian masing-masing..\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal terjadi kerusakan pada alat-alat kerja sehingga perlu dilakukan\nPenukaran, Pekerja diwajibkan menunjukkan alat kerja yang lama\u002Frusak kepada\nPetugas yang ditentukan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 59: DENDA DAN GANTI RUGI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Dalam hal terjadi kehilangan atau kerusakan fatal terhadap barang milik\nPerusahaan ataupun barang milik pihak lain yang menjadi tanggungan Perusahaan\nakibat kesengajaan atau kecerobohan tetapi tidak dengan maksud untuk\nmemilikinya ( mencuri ) kepada Pekerja yang terbukti melakukan hal tersebut\ndapat dikenakan denda atau ganti rugi sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.8\nTahun 1981.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Besarnya denda atau ganti rugi akan diatur tersendiri dengan\nmemper-Hatikan kondisi, fungsi serta harga barang yang rusah\u002Fhilang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Apabila untuk suatu perbuatan sudah dikenakan denda, Pengusaha di Larang\nmenuntut ganti terhadap Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Denda yang dikenakan Pengusaha terhadap Pekerja,baik langsung maupun\ntidak langsung tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan Pengusaha atau orang\nyang diberi wewenang untuk menentukan denda atau ganti rugi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Perhitungan denda atau ganti rugi tidak boleh melebihi 50% dari setiap\npembayaran upah yang seharusnya diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Apabila Perusahaan terlambat membayarkan upah maka Perusahaan harus\nmembayar denda sesuai Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 60: PERLINDUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan secara Cuma alat-alat perlindungan kesehatan Dan\nkeselamatan kerja bagi Pekerja yang sifat pekerjaannya memerlukan perlindungan\nkeselamatan dan kesehatan kerja berupa perlengkapan perlindungan dan hal-hal\nlain yang dianggap perlu.Ketentuan lebih lanjut akan ditetapkan dalam ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja diwajibkan merawat perlengkapan perlindungan keselamatan dan\nKesehatan Pekerja serta menyimpannya pada tempat yang telah ditentukan oleh\nKepala Bagian masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi Pekerja yang perlengkapan perlindungan keselamatan dan kesehatan\nRusak\u002Ftidak dapat dipergunakan lagi harus melapor kepada Atasannya untuk\nmendapatkan pergantian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: PEMERIKSAAN PERLENGKAPAN PERLINDUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN\nKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) mengadakan\npemeriksaan secara periodik atas alat perlindungan keselamatan dan kesehatan\nkerja yang digunakan oleh Pekerja dan hasil pemeriksaan disampaikan kepada\nPerusahaan dengan tembusan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal terdapat adanya ketidaksesuian dalam pemeriksaan, maka\nPerusahaan akan segera melengkapinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PERATURAN DAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 62: TATA TERTIB REGRISTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja wajib memberitahukan kepada Perusahaan melalui Bagian\nPersonalia apabila ada perubahan data pribadi yang menyangkut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Alamat ( tempat tinggal ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Keadaan keluarga (perkawinan), kelahiran, kematian dan lain-lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Anggota keluarga yang terdekat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Kartu Tanda Penduduk (KTP).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63: TATA TERTIB KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja wajib mentaati peraturan kerja di dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pada waktu mulai, selama dan sesudah melakukan pekerjaan setiap Pekerja\nwajib mentaati prosedur dan langkah-langkah keselamatan kerja yang telah\nditentukan bagi pekerjaannya masing-masing termasuk menggunakan perlengkapan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Demi terciptanya keselamatan kerja, maka Pekerja dilarang melakukan\nhal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Menempatkan barang atau alat secara sembarangan sehingga membahayakan\nkeselamatan dirinya atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menghidupkan \u002F menjalankan \u002F menggerakkan mesin, pesawat, alat angkat\natau mobil yang bukan menjadi tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bermain-main \u002F memperlakukan secara ceroboh perlengkapan keselamatan\nkerja,sehingga dapat merusak perlengkapan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja yang mengetahui Pekerja lain mendapatkan Kecelakaan,wajib memberi\npertolongan secepat mungkin dalam batas kemampuan yang ada padanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 64: TATA TERTIB, KESEHATAN DAN KEBERSIHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja wajib mentaati peraturan kesehatan dan kebersihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Waktu menggunakan fasilitas WC Pekerja wajib menggunakan cara-cara yang\ntelah ditentukan oleh Perusahaan dan dilarang merusak\u002Fmerubah\u002Fmengambil\nperlengkapan maupun alat-alat yang ada di dalam ruangan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ketentuan tersebut pada ayat 2(dua) di atas juga berlaku bagi fasilitas\nlain seperti tempat ibadah,klinik dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Demi terciptanya kesehatan dan kebersihan, Pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Membuang sisa air minum, lap atau sampah di tempat yang tidak\nsemestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memasuki Musholla selain untuk melakukan sholat pada jam kerja atau yang\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Membawa masuk ke dalam kompleks Perusahaan barang-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Barang tergolong obat bius, narkotika dan barang lain yang dilarang\nPemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Membawa masuk ke dalam kompleks Perusahaan minuman keras atau menjadi\nmabuk akibat telah meminum minuman keras.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Membawa masuk makanan kedalam area produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 65: TATA TERTIB KEAMANAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja wajib mentaati peraturan keamanan dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap Pekerja yang mengetahui adanya keadaan\u002Fkejadian atau benda yang\ndapat menimbulkan bahaya kebakaran, pencurian, gangguan terhadap keselamatan\nketentraman di komplek Perusahaan wajib segera memberitahukan Satuan Pengamanan\natau Atasan Langsungnya \u002F Pejabat Perusahaan atau siapa saja yang dapat\ndihubungi secara cepat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap Pekerja wajib menghindari hal-hal yang berhubungan dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Kebakaran atau ledakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pencurian, kehilangan dan pengrusakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Perkelahian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap Pekerja yang mengetahui adanya kebakaran wajib memadamkan api\ndengan cara apapun.Untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan maka\nPekerja di larang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Menyalakan api atau merokok di tempat di mana terdapat bensin, solar, gas\ndan barang lainnya yang mudah terbakar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mendekatkan bensin, solar, gas dan barang yang mudah terbakar di mana\nterdapat api.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Merokok di tempat yang terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Sebelum puntung rokok dibuang ditempat yang telah ditentukan apinya harus\nterlebih dahulu dimatikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Merusak, merubah atau menghilangkan fungsi alat pengaman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Membawa masuk ke dalam komplek Perusahaan bahan baker, bahan peledak,\nsenjata api yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan perkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Bermain-main dengan alat pemadam api, memindahkan tempatnya atau\nmemperlakukan secara ceroboh sehingga menimbulkan kerusakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Melakukan pekerjaan pengelasan tanpa sebelumnya mempersiapkan alat pemadam\ndi dekat lokasi pengelasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk mencegah terjadinya kecurian\u002F pencurian dan pengrusakkan maka\nPekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Wajib memelihara barang yang dipertanggungjawabkan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pada waktu jam kerja dilarang memasuki \u002F berada dalam ruangan ganti\npakaian tanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Di larang memasuki tempat-tempat yang bukan untuknya tanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Di larang keluar masuk komplek Perusahaan selain melalui pintu yang telah\ndisediakan dan dengan cara yang telah ditentukan..\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Di larang menaruh benda berharga ditempat yang tidak terkunci atau secara\nsembrono.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk mencegah kelalaian atau hal lainnya maka Pekerja di larang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Melakukan hasutan terhadap sesama Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menyebarkan desas-desus atau kabar bohong dalam bentuk dan cara apapun\nyang menggelisahkan sesama Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mengancam Pekerja lain atau memaksanya untuk mengikuti sikap dan\ntindakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Membawa senjata tajam ke dalam komplek Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Memprogagandakan keyakinan politiknya di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 66: TATA TERTIB SIKAP ATASAN TERHADAP BAWAHANNYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Demi terciptanya disiplin dan keharmonisan kerja dalam Perusahaan, maka\nAtasan wajib :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Memperlakukan bawahannya dengan sopan,jujur dan sesuai dengan tugas yang\ntelah ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberikan bimbingan kepada bawahannya mengenai pekerjaan yang harus\ndiindahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Memberikan bimbingan dan dorongan kepada bawahannya untuk meningkatkan\nketrampilan kerja, pengetahuan dan disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Menegur bawahannya yang menyalahi peraturan secara wajar dan sopan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Atasan wajib melakukan penilaian terhadap bawahannya sesuai dengan batas\nkewenangan yang dimilikinya secara jujur dan obyektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Atasan wajib menjawab setiap pertanyaan bawahannya sesuai dengan batas\nkewenangan yang dimilikinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 67: TATA TERTIB BAWAHAN TERHADAP ATASAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Bawahan wajib melaksanakan perintah dan petunjuk Atasannya dengan sebaik-\nbaiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bawahan wajib bersikap sopan, jujur dan wajar terhadap Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bawahan wajib menanyakan kepada Atasannya hal-hal yang belum atau kurang\njelas baginya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bawahan berhak mengajukan usul atau saran kepada Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: SANKSI – SANKSI TERHADAP PELANGGARAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 68: PERINGATAN \u002F SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan maupun Serikat Pekerja menyadari sepenuhnya perlu penegakan\ndisiplin Kerja karenanya terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh\nPekerja atas peraturan yang telah diatur didalam Perjanjian Kerja Bersama ini\ndapat diberikan Peringatan\u002Fsanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peringatan \u002F sanksi yang diberikan kepada Pekerja adalah merupakan usaha\nkorektif dan pengarahan terhadap tindakan tingkah laku Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Peringatan \u002F sanksi atas pelanggaran akan diberikan kepada Pekerja\ndiperinci sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. PERINGATAN LISAN, dilakukan oleh Atasan Pekerja untuk pelanggaran Pekerja\nyang bersifat umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. PERINGATAN TERTULIS, dilakukan oleh Atasan Pekerja untuk Pelanggaran yang\nbersifat khusus yang dikeluarkan menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Surat Peringatan ke\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dikeluarkan dan ditanda tangani Oleh\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jangka Waktu\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Personalia \n\n        \u003Cp>CC. Manajer\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Personalia \n\n        \u003Cp>CC. Manajer\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Personalia \n\n        \u003Cp>CC.Manajer\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>c. Urutan peringatan tertulis dapat diberikan menurut tahapannya tetapi\ndapat juga diberikan secara langsung peringatan pertama dan terakhir atau\nperingatan kedua dan terakhir dengan didasarkan atas kesalahan \u002F pelanggaran\nyang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam Setiap memberikan peringatan tertulis, satu copynya disampaikan\nkepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Surat Peringatan Tertulis dikeluarkan selambat-lambatnya tiga hari\nsetelah terjadi Nya kesalahan atau pelanggaran.Pengaturan lebih lanjut tentang\nbentuk peringatan tertulis ditetapkan tersendiri. \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dikenakan terhadap Pekerja yang\nmasih Melakukan kesalahan \u002F pelanggaran yang pelaksanaannya diatur sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Permintaan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja disampaikan kepada Kepala\nBagian di mana Pekerja bekerja dengan ditandatangani oleh Manajer bagiannya\nkepada bagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Bagian Personalia akan melaksanakan Pemutusan Hubungan Kerja sesuai\nDengan prosedur \u002F ketentuan-ketentuan dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang\nPemutusan Hubungan Kerja di Perusahaan Swasta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pemutusan Hubungan Kerja hanya dapat dilakukan setelah memperoleh\nPenetapan dari Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 69: PEMBERIAN PERINGATAN TERTULIS \u002F SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam memberikan Peringatan Tertulis \u002F saksi kepada Pekerja, Perusahaan akan\nmempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Macam dan berat ringannya kesalahan \u002F pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Seringnya pengulangan \u002F frekuensi kesalahan \u002F pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ada tidaknya unsur kealfaan \u002F kesengajaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan \u002F pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jasa-jasa dan loyalitas Pekerja kepada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 70: KESALAHAN \u002F PELANGGARAN DENGAN SURAT PERINGATAN KE 1\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan \u002F Pelanggaran dilakukan Pekerja yang dapat diberikan Surat\nPeringatan Ke-1 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mangkir selama 2 (dua) hari kerja berturut-turut atau 3 (tiga) hari kerja\ntidak berturut-turut dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama jam kerja sering meninggalkan tanpa ijin atau alasan yang sah,\nmeskipun Telah sering diberikan peringatan lisan oleh Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidak mengenakan pakaian kerja yang telah diberikan oleh Perusahaan pada\nwaktu melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Memasukkan kartu absensi Pekerja lain atau menyuruh memasukkannya kepada\nOrang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tidak memakai perlengkapan keselamatan, kesehatan dan perlindungan kerja\nditentukan untuk pekerjaannya pada waktu melakukan pekerjaan meskipun telah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>sering diperingatkan secara lisan oleh Atasan langsungnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Merokok pada tempat yang diberi tanda “ DI LARANG MEROKOK “\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Tidak melaporkan kepada Atasannya atau tidak mengambil tindakan\npencegahan atas perbuatannya\u002F tindakan sesama Pekerja atau orang lain yang\ndiketahuinya di dalam Perusahaan, yang dapat menimbulkan bahaya bagi sesama\nPekerja atau merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Keluar masuk Perusahaan ruangan atau gedung dalam lingkungan Perusahaan\nmelalui jalan \u002F pintu yang tidak semestinya \u002F dibenarkan secara tidak wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Mencoret-coret didalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 71: KESALAHAN \u002F PELANGGARAN DENGAN SURAT PERINGATAN KE-2\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan \u002F Pelanggaran dilakukan Pekerja yang dapat diberikan Surat\nPeringatan Ke-2 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mangkir selama 5 hari kerja berturut-turut atau 6 hari kerja tidak\nberturut-turut dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tidak menunjukkan kesungguhan bekerja walaupun sudah sering diberikan\nPeringatan lisan oleh Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tidur pada waktu kerja di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pulang lebih awal dari waktu yang telah ditentukan tanpa ijin meskipun\nsudah diberi peringatan lisan oleh Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Memaksakan Pekerja yang seharusnya dilakukan sendiri kepada orang lain\natau melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa ijin atau perintah dari\nAtasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Mengoperasikan mesin, peralatan atau bahan secara sembarangan yang dapat\nMembahayakan dirinya sendiri\u002Forang lain atau menimbulkan kerugian bagi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Merintangi petugas keamanan dalam menjalankan tugas mereka memelihara\nKeamanan dan ketertiban di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Mencoret-coret merobek-robek atau mengambil surat pengumuman\nPemberitahuan yang ditempel pada papan pengumuman meskipun terkunci tanpa Ijin\natau perintah Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Bukan menjadi tugasnya memindahkan alat pemadam kebakaran dari tempatnya\u002F\nMempergunakannya untuk tujuan yang semestinya tanpa ijin Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapatkan Surat Peringatan\nKe-1 dengan melakukan lagi kesalahan\u002Fpelanggaran yang dapat diberikan sanksi\nSurat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peringatan ke-1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 72: KESALAHAN \u002F PELANGGARAN DENGAN SURAT PERINGATAN KE-3\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan \u002F pelanggaran yang dilakukan Pekerja yang dapat diberikan Surat\nPeringatan Ke-3 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mangkir selama 6 hari kerja berturut-turut atau satu minggu dalam satu\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menyebarkan berita-berita tidak benar didalam lingkungan Perusahaan\nsehingga menimbulkan keresahan diantara sesama Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Berjudi di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Menentang penugasan yang di sampaikan secara wajar tanpa alasan yang\nsecara Obyektif dapat di benarkan meskipun telah di berikan peringatansecara\nlisan oleh Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya senhingga menimbulkan\nKecelakan bagi dirinya \u002F orang lain atau kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Masih tetap tidak cakap dalam melakukan Pekerjaan yang di tugaskan\nkepadannya walaupun telah dicoba ditempatkan pada beberapa jenis pekerjaan yang\nsesuai dengan kemampuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Mengadakan rapat, pidato propaganda atau menempelkan selembaran yang\ndilarang Pemerintah serta mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas atau tanpa ijin Atasannya telah\nmemindahkan \u002F menyimpan barang milik Perusahaan disuatu tempat yang tidak\nsemestinya sebagai usaha pencurian atau membantu pencurian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapatkan Surat Peringatan Ke-2\ndengan melakukan lagi kesalahan \u002F pelanggaran yang dapat diberikan sanksi\nSurat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peringatan ke-2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 73: KESALAHAN \u002F PELANGGARAN DENGAN SANKSI PEMUTUSAN HUBUNGAN\nKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>Setiap Pekerja yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib Perusahaan,\npelanggaran hukum atau merugikan Perusahaan dapat digunakan sanksi Pemutusan\nHubungan Kerja dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur UU No. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Antara lain yang termasuk pelanggaran berat sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Melakukan penipuan, pencurian dan penggelapan di dalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menganiaya, menyerang, mengancam dan mengintimidasi Pengusaha, keluarga\nPengusaha, Atasan, Bawahan, dan teman sekerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Membujuk Pengusaha, keluarga Pengusaha, Atasan, Bawahan dan teman kerja\nuntuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan UU yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dengan sengaja telah merusak barang milik Perusahaan yang menimbulkan\nkerugian bagi Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Mabuk, membawa\u002Fmenggunakan obat bius, narkotika, meminum minuman keras di\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Menerima suap, pemberian apapun dari siapa saja atau mencari keuntungan\nuntuk Diri sendiri dengan menggunakan jabatan melakukan hal-hal yang\nmerugikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>atau mengurangi keuntungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Melakukan Pungutan Liar di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Melakukan perbuatan asusila atau perjudian didalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Mengeluarkan ancaman kepada teman sesama Pekerja sehingga mengakibatkan\nketidak tenangan atau ketidaktentraman jiwa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Dengan sengaja orang lain terkena kecelakaan dari pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Merokok di dalam gudang, pabrik atau tempat penyimpanan barang-barang\nyang jenisnya mudah terbakar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Berkelahi dengan sesama Pekerja di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>15. Membawa senjata api atau senjata tajam di dalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: PEMUTUSAN \u002F BERAKHIRNYA HUBUNGAN KERJA DAN PERHITUNGAN UANG\nPESANGON \u002F MASA KERJA PERGANTIAN HAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 74: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Bentuk-bentuk Pemutusan Hubungan Kerja di Perusahaan terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pemutusan Hubungan Kerja dalam Masa Percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pemutusan Hubungan Kerja dengan persetujuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pemutusan Hubungan Kerja karena rasionalisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pemutusan Hubungan Kerja karena Lanjut Usia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pemutusan Hubungan Kerja karena Pekerja mengalami sakit yang\nberkepanjangan atau cacat jasmani \u002F rokhani melebihi 12 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pemutusan Hubungan Kerja karena Pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Pekerja dirumahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Pemutusan Hubungan Kerja karena kesalahan atau pelanggaran yang di atur\ndalam pasal 73 Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>2. Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, Pengusaha diwajibkan Membayar\nuang pesangon dan uang penghargaan masa kerja dan uang pergantian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>hak yang seharusnya diterima.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>3.Perhitungan uang pesangon sebagaimana di maksud pada ayat 2 adalah sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja kurang dari 1 tahun, 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 1 tahun lebih tetapi kurang dari 2 tahun, 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 2 tahun lebih tetapi kurang dari 3 tahun, 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 3 tahun lebih tetapi kurang dari 4 tahun, 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 4 tahun lebih tetapi kurang dari 5 tahun, 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 5 tahun lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 6 tahun lebih tetapi kurang dari 7 tahun, 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 7 tahun lebih tetapi kurang dari 8 tahun, 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Masa kerja 8 tahun atau lebih 9 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perhitungan uang penghargaan masa kerja sebagaimana dimaksud pada ayat ke\n2 ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 3 tahun lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 6 tahun lebih tetapi kurang dari 9 tahun, 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 9 tahun lebih tetapi kurang dari 12 tahun, 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 12 tahun lebih tetapi kurang dari 15 tahun, 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 15 tahun lebih tetapi kurang dari 18 tahun, 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 18 tahun lebih tetapi kurang dari 21 tahun, 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 21 tahun lebih tetapi kurang dari 24 tahun, 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 24 tahun atau lebih, 10 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Uang pergantian hak yang seharusnya diterima sebagaimana dimaksud pada\nayat 2 diatas adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Biaya atau ongkos pulang untuk Pekerja dan keluarganya ketempat dimana\nPekerja diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pergantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15 % dari\nuang pesangon dan \u002F uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Hal-hal yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 75: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DALAM MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pemutusan Hubungan Kerja dalam Masa Percobaan dapat dilakuka setiap saat\nbaik atas permintaan Pekerja atau Perusahaan tanpa alasan apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja tidak berhak atas uang pesangon, penghargaan masa kerja dan uang\npergantian hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 76: PENGUNDURAN DIRI DAN UANG PISAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jika Pekerja ingin berhenti bekerja \u002F mengundurkan diri dari Perusahaan,\nMaka Diharuskan mengajukan permohonan secara tertulis satu bulan sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>kepada bagian Personalia dengan melalui Atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri memperoleh uang\nPergantian hak sesuai dengan ketentuan Pasal 74 ayat 5.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi Pekerja yang mengundurkan diri yang tugas dan fungsinya tidak\nmewakili Kepentingan Pengusaha secara langsung, selain menerima uang pergantian\nhak sesuai dengan ketentuan pasal 74 ayat 5 diberikan uang pisah yang besarnya\nAdalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 3 tahun kurang dari 6 tahun sebesar 4 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 6 tahun kurang dari 9 tahun sebesar 6 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 9 tahun kurang dari 12 tahun sebesar 8 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 12 tahun atau lebih sebesar 10 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan uang pisah menunggu proses PHI ,apapun yang menjadi keputusan\nPHI adalah merupakan keputusan bersama yang harus dilaksanakan kedua belah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pihak dan merupakan bagian dari PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 77: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DENGAN PERSETUJUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Perusahaan dengan Pekerja telah menyetujui Pemutusan Hubungan\nKerja tanpa mengabaikan prosedur yang telah ditetapkan dalam UU No. 13 tahun\n2003, Pemutusan Hubungan Kerja dapat dilakukan atas permohonan secara tertulis\ndari Pekerja dengan tembusannya disampaikan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal ini Pekerja berhak atas uang pesangon 2 kali ketentuan UU No\n13\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 78: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA RASIONALISASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal terpaksa dilaksanakannya suatu program reorganisasi \u002F\nrasionalisasi, Sehingga kepada Pekerja terpaksa harus dilakukan Pemutusan\nHubungan Kerja, maka pelaksanannya dilakukan dengan mengindahkan UU No. 13\ntahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal ini Pekerja berhak atas 2 x ketentuan pasal 74 ayat 3, 1 kali\nKetentuan pasal 74 ayat 4 dan ayat 5.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 79: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA LANJUT USIA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Pekerja telah memasuki usia 55 tahun akan diminta meletakkan\nJabatan dan diberhentikan dengan hormat dari Perusahaan dan diberikan\npesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sesuai Undamg-Undang No.13 Th 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Atas pertimbangan tertentu Pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja\nKarena lanjut usia, seperti yang termaksud pada ayat 1 pasal ini, dapat diminta\noleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan untuk tetap bekerja dalam jangka waktu paling lama 5 tahun \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemberhentian dilakukan pada akhir bulan takwin dan sebagai dasar\nMenentukan usia Pekerja adalah tanggal lahir yang terdaftar di bagian\nPersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 80: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA TIDAK MAMPU BEKERJA (MEDICAL\nUNFIT) DAN ATAU SAKIT YANG BERKEPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>1. Dalam hal seorang Pekerja tidak mampu bekerja karena sakit yang\nBerkepanjangan, atau cacat jasmani\u002Frokhani melebihi 12 bulan berturut-turut\nmaka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dapat dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan UU No. 13 tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Kepada Pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja sebagaimana Dimaksud\npada ayat 1 diatas diberikan uang pesangon 2 kali ketentuan pasal 74 ayat 3,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>uang penghargaan 2 kali ketentuan pasal 74 ayat 4 dan uang pergantian hak 1\nkali ketentuan Pasal 74 ayat 5.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 81: BERAKHIRNYA HUBUNGAN KERJA KARENA PEKERJA MENINGGAL DUNIA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal Pekerja meninggal dunia, maka hubungan kerja dengan Perusahaan\nputus dengan sendirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kepada ahli waris Pekerja diberikan pertanggungan asuransi Jamsostek,\nSumbangan kedukaan sesuai Bab IX, pasal 41 ayat 2, uang pesangon 2 kali pasal\n74\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ayat 3, uang penghargaan masa kerja dan uang pergantian hak sesuai dengan\npasal 74 ayat 4 dan 5.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 82: PEKERJA DIRUMAHKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Jika Perusahaan sedang mengalami sepi order atau tidak ada Pekerjaan,maka\nPerusahaan dapat merumahkan Pekerjanya dengan memberi upah 100% penuh seperti\nyang biasa diterima.Pembayaran upah bagi Pekerja yang dirumahkan diberikan pada\nwaktu yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 83: PEMBERHENTIAN SEMENTARA (SCHORSING)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Berdasarkan pertimbangan bersama ( Perusahaan dan Serikat Pekerja ), maka\nDemi ketenangan dan kelancaran dalam Perusahaan terhadap seorang Pekerja yang\nsedang dalam proses Pemutusan Hubungan Kerja dapat dikenakan Pemberhentian\nSementara (Schorsing).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama schorsing Pekerja mendapat upah 100% sesuai dengan peraturan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi Pekerja yang masih dalam status schorsing, tidak dibenarkan bekerja\ndiPerusahaan atau Instansi lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila dalam masa schorsing Pekerja tersebut ternyata bekerja di tempat\nPerusahaan lain, maka Pekerja tersebut dinyatakan telah mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 84: AKIBAT BERAKHIRNYA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja maka Pekerja yang\nbersangkutan mengembalikan kepada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Alat-alat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Kartu Pengenal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hutang Pekerja kepada Perusahaan dengan bukti yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Hutang Pekerja kepada Koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pakaian Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya, besarnya uang pesangon,\nuang Penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai dengan Pasal 74.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan akan membayar kepada Pekerja atau keluarga Pekerja semua\nkewajiban yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja bersama ini paling lambat 5\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setelah tanggal Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 85: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sudah menjadi tekad Perusahaan dan Serikat Pekerja bahwa setiap keluh dan\nPengaduan seorang Pekerja atau lebih akan diselesaikan secara adil dan\nsecepat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2.Dalam hal seseorang atau beberapa Pekerja menganggap diperlakukan tidak\nadil atau tidak wajar serta bertentangan dengan isi dan jiwa Perjanjian Kerja\nBersama ini, maka Pekerja dapat menyampaikan pengaduan atau keluhan melalui\nsaluran yang telah ditetapkan sebagai saluran CARA PENYELESAIAN KELUHAN DAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PENGADUAN.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 86: CARA PENYELESAIAN KELUHAN DAN PENGADUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap keluhan dan pengaduan seorang Pekerja, pertama-tama diselesaikan\ndan dibicarakan dengan Atasan langsungnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bila penyelesaian belum mencapai hasil yang memuaskan, maka dengan\nsepengetahuan Atasan Langsungnya, Pekerja dapat meneruskan keluhan dan\npengaduan kepada Atasan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bila prosedur tersebut sudah dijalankan tanpa memberikan hasil yang\nmemuaskan, maka Pekerja dapat meneruskan keluhan dan pengaduan kepada Serikat\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal tidak mencapai kata sepakat antara Perusahaan dan Serikat\nPekeja,Maka penyelesaian dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam UU No. 02\ntahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI: PERATURAN PERALIHAN DAN PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 87: PERATURAN PERALIHAN DAN PELAKSANAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sebelum tercapainya Perjanjian Kerja Bersama yang baru setelah habis masa\nBerlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku sampai tercapainya\nPerjanjian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kerja Bersama yang baru tersebut untuk waktu paling lama 1 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal karena beberapa ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini di\nNyatakan batal (tidak berlaku) oleh Pengadilan atau ternyata tidak sesuai\ndengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>perundang-undangan baru maka Perjanjian Kerja Bersama ini disesuaikan dengan\nkeputusan Pengadilan dan atau peraturan perundang-undangan yang baru\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila terdapat perbedaan \u002F perselisihan pendapat baik mengenai makna,\nPenafsiran maupun pengertian dalam Perjanjian Kerja Bersama ini kedua belah\npihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara musyawarah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila cara musyawarah telah dilakukan tetapi belum menghasilkan\nkemufakat- An, maka masalahnya akan dilimpahkan kepada pihak yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila ada perubahan Perundang-undangan atau Peraturan Pemerintah Yang\nnilainya lebih tinggi dari Perjanjian Kerja Bersama ini ,maka kedua belah\npihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>menyesuaikan dengan Peraturan atau Perundang-undangan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 88: PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini didaftarkan di Dinas Tenaga Kerja dan\nTrasmigrasi Propinsi DKI Jakarta dan akan dibukukan, serta diperbanyak oleh\nPerusahaan untuk dibagikan kepada karyawan PT.Misung Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan-ketentuan yang merupakan teknis maupun penjabaran lebih lanjut\nDaripada isi Perjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dan ditanda tangani\nbersama dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>3. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 tahun mulai sejak ditandatangani\ndan Mengikat bagi kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal Perusahaan merubah namanya, atau menggabungkan diri dengan\nPerusahaan lain, maka untuk sisa waktu berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini\ntetap berlaku bagi Perusahaan dan Pekerja terhadap siapa saja waktu terjadi\nperubahan nama atau Penggabungan diri berlaku Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat, ditandatangani serta disetujui oleh\nkedua belah Pihak dalam rangkap 4 yang sama bunyi dan kekuatan hukumnya\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"childcaredifferenttrigger":45,"contracttrialperiod":49,"severance_number_1_tenure":53,"deathrelativesleave":57,"dayspweek":61,"funeralpay":65,"maxsicknesspayperc":69,"wageincreasetype":73,"funeralpaytype":77,"schedulesrestpw":79,"sundayallowancetype1":82,"paidmaternityleaveall":86,"breastfeeding_workingtime":90,"NOCTPREM_trigger":94,"coverunion_trigger":98,"sundayallowanceperc1":100,"contractseverancepay1":102,"overtimeallowancetypeperiod":104,"funeralpayamount":108,"hourspday_select":110,"maternitydifferenttrigger":112,"maxsicknesspay":114,"ONCERISE_trigger":118,"maternityexcludedtrigger":122,"equalitydifferenttrigger":124,"STRUCINCR_trigger":126,"nursingmothers":128,"severance":130,"pensionfund":132,"TRAINING_trigger":136,"nursingdifferenttrigger":140,"WAGES_trigger":142,"hourspweek":146,"equalityexcludedtrigger":149,"TRADEUNLEAV_trigger":151,"violence":155,"code_application":159,"mealvouchers":163,"sicknessmaxdays":167,"contractseverancepay":169,"paidmaternityleaveduration":173,"overtimeallowanceperc1_general":175,"childcareexcludedtrigger":179,"maxsicknesspaytype":181,"equalityotherclause":183,"discrimination":187,"cbadate_start":191,"commutingallowancetype":195,"holidaysdays":199,"holidaysweeks":203,"healthinsurance":205,"COMMUTE_trigger":207,"sundayallowancetype":209,"protectiveclothing":211,"healthandsafetypolicy":215,"overtimeallowancetype1":219,"contracttrial":221,"sicknesspay":223,"incidentalbonustype":225,"dayspweek_select":227,"paidpaternityleave":229,"sicknessmaxdaysnr":233,"overtimeallowancetype_general":237,"menstruationleave":239,"overtimeallowancetype":243,"lowwageperiod":245,"disabilityfund":249,"paidpaternityleaveduration":251,"disabilitypay":255,"cbadate_end":257,"severance_number":259,"hourspweek_select":261,"wageincreasetype2":263,"hourspday":265,"commutingallowanceamount1":267,"MEALALL_trigger":269,"OVERTIME_trigger":271,"nursingexcludedtrigger":274,"healthcareaccess":276,"SUNDAY_trigger":280,"trainingprogrammes":282,"overtimeallowanceperc1":286,"commutingallowancetype1":288,"SCHEDULE_trigger":290,"shiftallowancetype1":292,"nursingfacilities":294,"bankholidays1":296,"paidmaternityleave":300,"PAIDLEAV_trigger":302,"deathrelatives":304},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"childcaredifferenttrigger","1. Telah sama-sama dimengerti dan disepa","1. Telah sama-sama dimengerti dan disepakati oleh Perusahaan dan Serikat\nPekerja bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini terbatas mengenai hal-hal yang\nbersifat umum saja seperti tertera dalam kesepakatan ini dan berlaku bagi semua\nPekerja PT.Misung Indonesia.",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"contracttrialperiod","1. Penerimaan calon Pekerja dilakukan de","1. Penerimaan calon Pekerja dilakukan dengan melalui masa percobaan untuk\njangka waktu paling lama 3(tiga) bulan dinyatakan secara tertulis.\n\n2. Masa percobaan dihitung sejak hari pertama calon Pekerja mulai diterima\nbekerja di Perusahaan.\n\n3. Penilaian selama masa percobaan dilakukan oleh Atasan.Setelah memenuhi\nsyarat-syarat dengan hasil penilaian yang baik maka calon pekerja\nditempatkan.\n\n4. Setelah melalui masa percobaan dengan hasil penilaian yang baik,maka\ncalon Pekerja diberikan Surat Pengangkatan menjadi karyawan tetap di PT.Misung\nIndonesia.\n\n5. Ketentuan ayat 1(satu) diatas tidak berlaku bagi calon Pekerja yang harus\nmenjalani pendidikan khusus (training) karena setelah menjalani pendidikan\nkhusus dengan hasil penilaian baik, maka calon Pekerja akan diangkat menjadi\nPekerja tanpa melalui masa percobaan.",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"severance_number_1_tenure","3.Perhitungan uang pesangon sebagaimana ","3.Perhitungan uang pesangon sebagaimana di maksud pada ayat 2 adalah sebagai\nberikut :\n\n\n\na. Masa kerja kurang dari 1 tahun, 1 bulan upah\n\nb. Masa kerja 1 tahun lebih tetapi kurang dari 2 tahun, 2 bulan upah\n\nc. Masa kerja 2 tahun lebih tetapi kurang dari 3 tahun, 3 bulan upah\n\nd. Masa kerja 3 tahun lebih tetapi kurang dari 4 tahun, 4 bulan upah\n\ne. Masa kerja 4 tahun lebih tetapi kurang dari 5 tahun, 5 bulan upah\n\nf. Masa kerja 5 tahun lebih tetapi kurang dari 6 tahun, 6 bulan upah\n\ng. Masa kerja 6 tahun lebih tetapi kurang dari 7 tahun, 7 bulan upah\n\nh. Masa kerja 7 tahun lebih tetapi kurang dari 8 tahun, 8 bulan upah\n\ni. Masa kerja 8 tahun atau lebih 9 bulan upah",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"deathrelativesleave","4. Suami\u002FIstri, anak\u002Fmenantu Pekerja men","4. Suami\u002FIstri, anak\u002Fmenantu Pekerja meninggal atau mendapat kecelakaan\nberat Diberikan ijin 2 (dua) hari.",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"dayspweek","1. Waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 4","1. Waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu yaitu :\n\nHari Senin s.d Jumat: Jam 07.20 WIB s.d Jam 15.10 WIB\n\nIstirahat Senin-Kamis: Jam 12.00 WIB s.d Jam 12.50 WIB\n\nIstirahat Jumat: Jam 11.50 WIB s.d Jam 13.10 WIB\n\nHari Sabtu 5(lima) jam kerja: Jam 07.20 WIB s.d Jam 12.20 WIB\n\n\n\n2. Bagi Pekerja Shift 11 waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu\nyaitu:\n\nHari Senin s.d Jumat: Jam 15.20 WIB s.d Jam 22.50 WIB\n\nIstirahat Senin s.d Jumat: Jam 16.30 WIB s.d Jam 16.40 WIB\n\n(Sholat Ashar).\n\nJam 18.00 WIB s.d Jam 18.30 WIB\n\n(Makan + Sholat Maghrib).\n\nHari Sabtu 5(lima)jam kerja: Jam 12.40 WIB s.d Jam 17.50 WIB",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"funeralpay","1. Bagi Pekerja yang meninggal dunia aki","1. Bagi Pekerja yang meninggal dunia akibat dari kecelakaan kerja,maka\nkepada ahli warisnya dibayarkan pertanggungan asuransi Jamsosteknya sebagai\nberikut :\n\n\n\n1.1 Jaminan Kematian (JKM).\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      NO.\n      URAIAN\n      BANTUAN\n    \n    \n      1\n      Santunan Kematian : \n\n        -Uang Duka\n\n        -Uang Santunan\n      \n      Rp. 12.000.000,-\n\n        Rp. 500.000,-\n\n        Selama 24 bulan\n      \n    \n    \n      2\n      Biaya Pemakaman\n      Rp. 2.500.000,-",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"maxsicknesspayperc","1. Perusahaan membayar upah(gaji dan tun","1. Perusahaan membayar upah(gaji dan tunjangan)Pekerja yang tidak dapat\nmelaksanakan pekerjaannya karena dalam keadaan sakit berdasarkan keterangan\n\nDokter selama 4 hari bagi Pekerja yang tidak dirawat di Rumah Sakit.\n\n\n\n2. Dalam hal Pekerja menderita sakit\u002Fdirawat di Rumah Sakit atau di rumah\ndibawah pengawasan Dokter,sehingga karenanya tidak dapat melaksanakan pekerjaan\nuntuk jangka waktu lama maka selama itu Perusahaan akan membayar upah Pekerja\nsesuai dengan UU No.13 Tahun 2003 sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan\noleh Perusahaan,yaitu :\n\na. Untuk 4 bulan pertama,dibayar 100% dari upah.\n\nb. Untuk 4 bulan kedua,dibayar 75% dari upah.\n\nc. Untuk 4 bulan ketiga, dibayar 50% dari upah.\n\nd. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"wageincreasetype","1. Kenaikan upah menurut ketentuan sebag","1. Kenaikan upah menurut ketentuan sebagai berikut :\n\na. Pelaksanaannya dilakukan setahun sekali.\n\nb. Besarnya kenaikan tergantung dari prestasi dan masa kerja dan setelah\ngaji disesuaikan dengan ketentuan upah minimum yang berlaku.\n\n2. Kenaikan gaji karena promosi diberikan kepada Pekerja yang mendapatkan\npromosi.",{"bindId":78,"name":67,"text":68},"funeralpaytype",{"bindId":80,"name":63,"text":81},"schedulesrestpw","1. Waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu yaitu :\n\nHari Senin s.d Jumat: Jam 07.20 WIB s.d Jam 15.10 WIB\n\nIstirahat Senin-Kamis: Jam 12.00 WIB s.d Jam 12.50 WIB\n\nIstirahat Jumat: Jam 11.50 WIB s.d Jam 13.10 WIB\n\nHari Sabtu 5(lima) jam kerja: Jam 07.20 WIB s.d Jam 12.20 WIB\n\n\n\n2. Bagi Pekerja Shift 11 waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu\nyaitu:\n\nHari Senin s.d Jumat: Jam 15.20 WIB s.d Jam 22.50 WIB\n\nIstirahat Senin s.d Jumat: Jam 16.30 WIB s.d Jam 16.40 WIB\n\n(Sholat Ashar).\n\nJam 18.00 WIB s.d Jam 18.30 WIB\n\n(Makan + Sholat Maghrib).\n\nHari Sabtu 5(lima)jam kerja: Jam 12.40 WIB s.d Jam 17.50 WIB\n\n\n\n3. Perusahaan berkewajiban memberikan uang shift bagi Pekerja Shift II\nsebesar Rp. 4.500,- perhari.\n\n4. Pengusaha wajib memberikan kesempatan kepada Pekerja yang beragama Islam\nuntuk melaksanakan Sholat Jumat dan waktu tersebut tidak diperhitungkan sebagai\njam kerja.\n\n5. Dengan berpedoman pada ketentuan dalam pasal 20 ayat 1 di atas,untuk\ntugas dan pekerjaan tertentu dapat ditetapkan waktu kerja tersendiri dan\ndibicarakan dengan Serikat Pekerja.",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"sundayallowancetype1","b. Apabila Kerja lembur dilakukan pada h","b. Apabila Kerja lembur dilakukan pada hari istirahat Mingguan dan atau hari\nraya\u002Fhari raya \u002F libur resmi :\n\n- Untuk setiap jam kerja lembur dalam batas 7 (tujuh)jam,maka akan\ndibayarkan upah sedikit-dikitnya 2(dua) x upah perjam.\n\n- Untuk jam kerja lembur pertama selebihnya dari 7(tujuh)jam,maka akan\ndibayarkan upah sebesar 3 x upah perjam.\n\n- Untuk jam kerja lembur kedua setelah 7(tujuh)jam, maka akan dibayarkan\nupah sebesar upah sebesar 4(empat) x upah perjam.",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"paidmaternityleaveall","1. Kepada Pekerja wanita yang hamil, Per","1. Kepada Pekerja wanita yang hamil, Perusahaan memberikan cuti hamil selama\n3 (tiga) bulan yaitu 1 ½ bulan sebelum dan 1 ½ bulan sesudah melahirkan anak\natau gugur kandung sejak mendapatkan surat keterangan dari dokter atau bidan\nyang menyatakan harus istirahat karena akan segera melahirkan.",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"breastfeeding_workingtime","3. Pekerja dapat diberikan ijin menyusui","3. Pekerja dapat diberikan ijin menyusui anak pada waktu jam kerja dengan\nketentuan perusahaan menyediakan tempat khusus.sesuai dengan UU no 13\n\ntahun 2003.",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"NOCTPREM_trigger","3. Perusahaan berkewajiban memberikan ua","3. Perusahaan berkewajiban memberikan uang shift bagi Pekerja Shift II\nsebesar Rp. 4.500,- perhari.",{"bindId":99,"name":47,"text":48},"coverunion_trigger",{"bindId":101,"name":84,"text":85},"sundayallowanceperc1",{"bindId":103,"name":55,"text":56},"contractseverancepay1",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"overtimeallowancetypeperiod","1. Perhitungan upah lembur diatur dengan","1. Perhitungan upah lembur diatur dengan berpedoman pada Surat Keputusan\nMenteri\n\nTenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.Kep-102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 tanggal 25 Juni\n2004. \n\n2.Tarif upah perjam untuk Pekerja bulanan adalah : 1\u002F173 x Upah sebulan.\n\n3. Komponen upah sebulan dalam perhitungan upah lembur adalah gaji berikut\ntunjangan tetap yang berpedoman pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi RI\n\nNo.Kep-102\u002FMen\u002FVI\u002F2004.\n\na. Apabila kerja lembur pada hari biasa:\n\n- Untuk kerja lembur pertama akan dibayarkan upah sebesar 1 ½ x upah\nper-jam.\n\n- Untuk Setiap jam kerja lembur berikutnya akan dibayarkan upah sebesar 2\n(dua) x\n\nb. Apabila Kerja lembur dilakukan pada hari istirahat Mingguan dan atau hari\nraya\u002Fhari raya \u002F libur resmi :\n\n- Untuk setiap jam kerja lembur dalam batas 7 (tujuh)jam,maka akan\ndibayarkan upah sedikit-dikitnya 2(dua) x upah perjam.\n\n- Untuk jam kerja lembur pertama selebihnya dari 7(tujuh)jam,maka akan\ndibayarkan upah sebesar 3 x upah perjam.\n\n- Untuk jam kerja lembur kedua setelah 7(tujuh)jam, maka akan dibayarkan\nupah sebesar upah sebesar 4(empat) x upah perjam.\n\nc. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari raya\u002Flibur resmi jatuh pada hari\nterpendek \u002F hari Sabtu penghitungannya sesuai tabel.",{"bindId":109,"name":67,"text":68},"funeralpayamount",{"bindId":111,"name":63,"text":81},"hourspday_select",{"bindId":113,"name":47,"text":48},"maternitydifferenttrigger",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"maxsicknesspay","2. Dalam hal Pekerja menderita sakit\u002Fdir","2. Dalam hal Pekerja menderita sakit\u002Fdirawat di Rumah Sakit atau di rumah\ndibawah pengawasan Dokter,sehingga karenanya tidak dapat melaksanakan pekerjaan\nuntuk jangka waktu lama maka selama itu Perusahaan akan membayar upah Pekerja\nsesuai dengan UU No.13 Tahun 2003 sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan\noleh Perusahaan,yaitu :\n\na. Untuk 4 bulan pertama,dibayar 100% dari upah.\n\nb. Untuk 4 bulan kedua,dibayar 75% dari upah.\n\nc. Untuk 4 bulan ketiga, dibayar 50% dari upah.\n\nd. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"ONCERISE_trigger","1. Setiap tahun Perusahaan memberikan Tu","1. Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya pada Hari Raya\nKeagamaan kepada setiap Pekerja.\n\n2. Besar kecilnya Tunjangan Hari Raya diberikan sesuai masa kerja\nmasing-masing dan perinciannya dibicarakan dengan Serikat Pekerja.",{"bindId":123,"name":47,"text":48},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":125,"name":47,"text":48},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":127,"name":75,"text":76},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":129,"name":92,"text":93},"nursingmothers",{"bindId":131,"name":55,"text":56},"severance",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"pensionfund","1. Pengusaha wajib mendaftarkan\u002Fmemasukk","1. Pengusaha wajib mendaftarkan\u002Fmemasukkan seluruh Pekerja menjadi peserta\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).\n\n2. Seluruh Pekerja diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja\n(Jamsostek) yang meliputi :\n\na. Jaminan Kecelakaan Kerja(JKK) termasuk akibat hubungan kerja\n\nb. Jaminan Kematian(JKM)\n\nc. Jaminan Hari Tua(JHT)\n\nd. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan(JPK)\n\n3. Ketentuan mengenai iuran serta hal-hal yang lainnya mengenai pelaksanaan\nJamsostek diatur sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 1993.\n\n4. Apabila ada ketentuan baru tentang asuransi yang diwajibkan oleh\nPemerintah maka Perusahaan mengikuti ketentuan tersebut.\n\n5. Apabila Pekerja sakit(membutuhkan perawatan medis)belum menjadi peserta\nJamsostek,maka Perusahaan wajib mengganti semua biaya pengobatan.",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"TRAINING_trigger","1. Menyadari perlunya peningkatan kemamp","1. Menyadari perlunya peningkatan kemampuan kerja sebagai prasyarat dalam\npeningkatan produktivitas,maka Perusahaan akan terus melakukan usaha-usaha\npeningkatan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan Pekerja melalui pendidikan\ndan latihan kerja.\n\n2. Pekerja ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dan latihan kerja dan wajib\nmengikuti dengan sungguh-sungguh.",{"bindId":141,"name":47,"text":48},"nursingdifferenttrigger",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"WAGES_trigger","1. Upah yang berlaku adalah sebagai beri","1. Upah yang berlaku adalah sebagai berikut :\n\na. Gaji dan\n\nb. Tunjangan-tunjangan\n\nSetiap Pekerja berhak atas gaji dan tunjangan-tunjangan sesuai dengan\nstatus, jabatan dan golongannya sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.",{"bindId":147,"name":63,"text":148},"hourspweek","1. Waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu yaitu :",{"bindId":150,"name":47,"text":48},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"TRADEUNLEAV_trigger","2. Apabila seorang Pengurus atau Anggota","2. Apabila seorang Pengurus atau Anggota Serikat Pekerja dipilih menjadi\nPengurus pada Perangkat organisasi Serikat Pekerja yang lebih tinggi,Perusahaan\nmemberikan dispensasi untuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya tersebut\ndengan tidak mengurangi hak-hak dan kewajiban sebagai Pekerja.",{"bindId":156,"name":157,"text":158},"violence","Setiap Pekerja yang melakukan pelanggara","Setiap Pekerja yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib Perusahaan,\npelanggaran hukum atau merugikan Perusahaan dapat digunakan sanksi Pemutusan\nHubungan Kerja dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur UU No. 13 tahun 2003\n\nAntara lain yang termasuk pelanggaran berat sebagai berikut :\n\n\n\n1. Melakukan penipuan, pencurian dan penggelapan di dalam lingkungan\nPerusahaan.\n\n2. Menganiaya, menyerang, mengancam dan mengintimidasi Pengusaha, keluarga\nPengusaha, Atasan, Bawahan, dan teman sekerjanya.\n\n3.\n\n4. Membujuk Pengusaha, keluarga Pengusaha, Atasan, Bawahan dan teman kerja\nuntuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan UU yang berlaku.\n\n5.\n\n6. Dengan sengaja telah merusak barang milik Perusahaan yang menimbulkan\nkerugian bagi Perusahaan\n\n7. Mabuk, membawa\u002Fmenggunakan obat bius, narkotika, meminum minuman keras di\nlingkungan Perusahaan.\n\n8. Menerima suap, pemberian apapun dari siapa saja atau mencari keuntungan\nuntuk Diri sendiri dengan menggunakan jabatan melakukan hal-hal yang\nmerugikan\n\natau mengurangi keuntungan Perusahaan.\n\n9. Melakukan Pungutan Liar di lingkungan Perusahaan.\n\n10. Melakukan perbuatan asusila atau perjudian didalam lingkungan\nPerusahaan.\n\n11. Mengeluarkan ancaman kepada teman sesama Pekerja sehingga mengakibatkan\nketidak tenangan atau ketidaktentraman jiwa.\n\n12. Dengan sengaja orang lain terkena kecelakaan dari pekerjaannya.\n\n13. Merokok di dalam gudang, pabrik atau tempat penyimpanan barang-barang\nyang jenisnya mudah terbakar.\n\n14. Berkelahi dengan sesama Pekerja di lingkungan Perusahaan.",{"bindId":160,"name":161,"text":162},"code_application","3. Dalam hal terjadi kecelakaan kerja, m","3. Dalam hal terjadi kecelakaan kerja, maka Perusahaan akan melaksanakan\nKetentuan-ketentuan dalam Undang-Undang No.3 Tahun 1992.\n\n\n\n4.Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang\n\nKeanggotaannya terdiri dari unsur-unsur Perusahaan dan Serikat Pekerja akan\nmenyusun dan menetapkan lebih lanjut Peraturan mengenai keselamatan dan\nkesehatan kerja di Perusahaan serta alat-alat perlindungan dan kesehatan kerja\ndengan berpedomam pada UU No. 1 tahun 1970.",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"mealvouchers","4. Fasilitas makan a. Pada hari-hari ker","4. Fasilitas makan\n\na. Pada hari-hari kerja,Perusahaan memberikan fasilitas makan siang yang\npelaksanaannya diatur oleh Perusahaan.\n\nb. Bagi Pekerja yang sehubungan dengan tugasnya tidak dapat kembali ke\nPerusahaan pada jam istirahat makan siang ,maka kepadanya diberikan penganti\nmakan siang\n\nc. Bagi Pekerja yang kerja lembur langsung setelah jam kerja melampaui jam\n18.00 wib maka Pekerja diberikan tunjangan atau fasilitas makan.\n\nd. Bagi Pekerja yang kerja lembur pada hari libur sekurang-kurangnya 4 jam\nterus menerus,maka Pekerja diberikan tunjangan atau fasilitas makan.",{"bindId":168,"name":71,"text":72},"sicknessmaxdays",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"contractseverancepay","2. Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan ","2. Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, Pengusaha diwajibkan Membayar\nuang pesangon dan uang penghargaan masa kerja dan uang pergantian\n\nhak yang seharusnya diterima.",{"bindId":174,"name":88,"text":89},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":176,"name":177,"text":178},"overtimeallowanceperc1_general","a. Apabila kerja lembur pada hari biasa:","a. Apabila kerja lembur pada hari biasa:\n\n- Untuk kerja lembur pertama akan dibayarkan upah sebesar 1 ½ x upah\nper-jam.\n\n- Untuk Setiap jam kerja lembur berikutnya akan dibayarkan upah sebesar 2\n(dua) x",{"bindId":180,"name":47,"text":48},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":182,"name":116,"text":117},"maxsicknesspaytype",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"equalityotherclause","5. Keluarga Pekerja Wanita Ialah anak-an","5. Keluarga Pekerja Wanita\n\nIalah anak-anak yang sah Pekerja Wanita dalam status janda atau tidak kawin\nlagi, Pekerja Wanita yang telah kawin dan mempunyai anak dianggap lajang\nkecuali :\n\na. Suami meninggal\n\nb. Dengan bukti yang sah suami tidak memiliki penghasilan\n\nc. Cerai dengan bukti-bukti yang sah dari Pengadilan Agama\u002FPengadilan\nNegeri, maka anak-anaknya yang sah menjadikan tanggung jawabnya.",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"discrimination","2.Dalam hal seseorang atau beberapa Peke","2.Dalam hal seseorang atau beberapa Pekerja menganggap diperlakukan tidak\nadil atau tidak wajar serta bertentangan dengan isi dan jiwa Perjanjian Kerja\nBersama ini, maka Pekerja dapat menyampaikan pengaduan atau keluhan melalui\nsaluran yang telah ditetapkan sebagai saluran CARA PENYELESAIAN KELUHAN DAN\n\nPENGADUAN.",{"bindId":192,"name":193,"text":194},"cbadate_start","3. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku ","3. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 tahun mulai sejak ditandatangani\ndan Mengikat bagi kedua belah pihak.",{"bindId":196,"name":197,"text":198},"commutingallowancetype","5. Perusahaan memberikan tunjangan trans","5. Perusahaan memberikan tunjangan transport kepada setiap Pekerja sebesar\nRp.1000,- (seribu rupiah) per kehadiran.",{"bindId":200,"name":201,"text":202},"holidaysdays","1. Sesuai dengan Undang-undang N0. 13 ta","1. Sesuai dengan Undang-undang N0. 13 tahun 2003 maka Pekerja yang telah\nbekerja 12 (dua belas) bulan berturut-turut berhak atas cuti tahunan 12 hari\nkerja dan untuk menggunakannya Pekerja diwajibkan mengajukan permohonan melalui\nKepala Bagian masing-masing sekurang-kurangnya 1 minggu sebelum mulai cuti.",{"bindId":204,"name":201,"text":202},"holidaysweeks",{"bindId":206,"name":134,"text":135},"healthinsurance",{"bindId":208,"name":197,"text":198},"COMMUTE_trigger",{"bindId":210,"name":84,"text":85},"sundayallowancetype",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"protectiveclothing","1. Perusahaan menyediakan secara Cuma-Cu","1. Perusahaan menyediakan secara Cuma-Cuma alat-alat kerja bagi Pekerja\nDengan macam yang telah ditentukan bagi masing-masing pekerjaan\u002Fbagian\n\nyang bersangkutan.\n\n2. Pekerja diwajibkan merawat alat-alat kerja dan menyimpannya pada tempat\nyang ditentukan oleh Kepala Bagian masing-masing..\n\n3. Dalam hal terjadi kerusakan pada alat-alat kerja sehingga perlu dilakukan\nPenukaran, Pekerja diwajibkan menunjukkan alat kerja yang lama\u002Frusak kepada\nPetugas yang ditentukan Perusahaan.",{"bindId":216,"name":217,"text":218},"healthandsafetypolicy","1. Untuk menjamin keselamatan dan keseha","1. Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan Pekerja , maka Perusahaan akan\nMentaati Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang digariskan oleh\nUndang-undang\u002FPeraturan Pemerintah dengan menyediakan alat-alat\nProteksi\u002Fperlindungan.\n\n2. Setiap Pekerja diwajibkan mentaati Peraturan Keselamatan dan Kesehatan\nKerja serta memakai alat perlindungan keselamatan kerja yang telah ditetapkan\nsesuai dengan tugasnya masing-masing.\n\n3. Dalam hal terjadi kecelakaan kerja, maka Perusahaan akan melaksanakan\nKetentuan-ketentuan dalam Undang-Undang No.3 Tahun 1992.\n\n\n\n4.Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang\n\nKeanggotaannya terdiri dari unsur-unsur Perusahaan dan Serikat Pekerja akan\nmenyusun dan menetapkan lebih lanjut Peraturan mengenai keselamatan dan\nkesehatan kerja di Perusahaan serta alat-alat perlindungan dan kesehatan kerja\ndengan berpedomam pada UU No. 1 tahun 1970.",{"bindId":220,"name":177,"text":178},"overtimeallowancetype1",{"bindId":222,"name":51,"text":52},"contracttrial",{"bindId":224,"name":71,"text":72},"sicknesspay",{"bindId":226,"name":120,"text":121},"incidentalbonustype",{"bindId":228,"name":63,"text":64},"dayspweek_select",{"bindId":230,"name":231,"text":232},"paidpaternityleave","Pekerja menurut kebutuhannya dapat diber","Pekerja menurut kebutuhannya dapat diberikan ijin tidak masuk bekerja dengan\nmendapatkan upah. Lamanya ijin yang dimaksud ditetapkan sebagai berikut :\n\n\n\n1. Pernikahan Pekerja sendiri diberikan ijin 3 (tiga) hari.\n\n2. Istri Pekerja melahirkan diberikan ijin 2 (dua) hari.",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"sicknessmaxdaysnr","1. Dalam hal seorang Pekerja tidak mampu","1. Dalam hal seorang Pekerja tidak mampu bekerja karena sakit yang\nBerkepanjangan, atau cacat jasmani\u002Frokhani melebihi 12 bulan berturut-turut\nmaka\n\ndapat dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan UU No. 13 tahun\n2003.",{"bindId":238,"name":177,"text":178},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":240,"name":241,"text":242},"menstruationleave","1. Kepada Pekerja wanita tidak diwajibka","1. Kepada Pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan\nkedua masa haid dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":244,"name":177,"text":178},"overtimeallowancetype",{"bindId":246,"name":247,"text":248},"lowwageperiod","2. Kepada Pekerja diberikan upah minimal","2. Kepada Pekerja diberikan upah minimal sebesar upah minimum yang\nberlaku",{"bindId":250,"name":134,"text":135},"disabilityfund",{"bindId":252,"name":253,"text":254},"paidpaternityleaveduration","2. Istri Pekerja melahirkan diberikan ij","2. Istri Pekerja melahirkan diberikan ijin 2 (dua) hari.",{"bindId":256,"name":71,"text":72},"disabilitypay",{"bindId":258,"name":193,"text":194},"cbadate_end",{"bindId":260,"name":55,"text":56},"severance_number",{"bindId":262,"name":63,"text":148},"hourspweek_select",{"bindId":264,"name":75,"text":76},"wageincreasetype2",{"bindId":266,"name":63,"text":148},"hourspday",{"bindId":268,"name":197,"text":198},"commutingallowanceamount1",{"bindId":270,"name":165,"text":166},"MEALALL_trigger",{"bindId":272,"name":106,"text":273},"OVERTIME_trigger","1. Perhitungan upah lembur diatur dengan berpedoman pada Surat Keputusan\nMenteri\n\nTenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.Kep-102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 tanggal 25 Juni\n2004. \n\n2.Tarif upah perjam untuk Pekerja bulanan adalah : 1\u002F173 x Upah sebulan.",{"bindId":275,"name":47,"text":48},"nursingexcludedtrigger",{"bindId":277,"name":278,"text":279},"healthcareaccess","Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pe","Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pekerja yang sehat akan lebih\nmeningkatkan produktivitas sebagaimana yang diharapkan.Demikian pula keluarga\nPekerja yang sehat akan memberikan semangat,gairah dan ketenangan kerja bagi\nPekerja dalam menjalankan tugas Perusahaan.Oleh karena itu Perusahaan\nmemberikan perhatian yang layak dan wajar terhadap kondisi kesehatan Pekerja\ndan keluarganya.Dari waktu ke waktu Perusahaan akan memenuhi dan melaksanakan\nketentuan-ketentuan tentang hygienis Perusahaan dan kesehatan bagi Pekerja\nsesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU No. 1 Tahun 1970 (UU Keselamatan\nKerja).",{"bindId":281,"name":84,"text":85},"SUNDAY_trigger",{"bindId":283,"name":284,"text":285},"trainingprogrammes","1. Perusahaan memberikan pendidikan fung","1. Perusahaan memberikan pendidikan fungsional bagi Pekerja untuk\nmeningkatkan kemampuannya dalam suatu bidang pekerjaannya sesuai dengan tugas\natau jabatannya.\n\n2. Penentuan Pekerja dan jenis pendidikan fungsional yang akan diikuti\ndidasarkan kebutuhan Perusahaan.\n\n3. Pendidikan fungsional dapat diselenggarakan didalam Perusahaan(training\ncenter)atau yang ditunjuk Perusahaan.\n\n4. Pekerja yang mendapat tugas untuk mengikuti pendidikan ini wajib\nmelaksanakan dengan sungguh-sungguh dan setelah selesai penugasan ini wajib\nmemberikan laporan tertulis mengenai pendidikan-pendidikan yang diikutinya.",{"bindId":287,"name":177,"text":178},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":289,"name":197,"text":198},"commutingallowancetype1",{"bindId":291,"name":63,"text":81},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":293,"name":96,"text":97},"shiftallowancetype1",{"bindId":295,"name":92,"text":93},"nursingfacilities",{"bindId":297,"name":298,"text":299},"bankholidays1","1. Sesuai dengan peraturan yang berlaku,","1. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, Perusahaan memberikan istirahat\nkepada Pekerja pada hari-hari libur resmi.\n\n2. Hari-hari libur resmi dimaksud pada ayat 1 (satu) di atas adalah\nhari-hari libur yang diumumkan setiap tahun oleh Pemerintah.",{"bindId":301,"name":88,"text":89},"paidmaternityleave",{"bindId":303,"name":201,"text":202},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":305,"name":59,"text":60},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Misung Indonesia - 2010\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2010-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-12-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2010-01-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Misung Indonesia\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Nasional PT Misung Indonesia\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;2500000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;0\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;4500\u002Fdays per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;1000\u002Fdays per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[311],{"title":38,"slug":34},[313],{"type":314,"data":315},"call_to_action_body_block",{"title":316,"description":317,"variant":318,"link":319},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":316,"url":320,"description":316,"rel":321,"type":322},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[324],{"type":314,"data":325},{"title":316,"description":317,"variant":318,"link":326},{"title":316,"url":320,"description":316,"rel":321,"type":322},[]]