[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-medika-apparelindo-dengan-spn-pt-medika-apparelindo":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":368,"content_type_view":369,"extra_breadcrumbs":370,"body":372,"body_blocks":383,"related_pages":387},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":366,"translations":367},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-medika-apparelindo-dengan-spn-pt-medika-apparelindo","aaaaa7c2-ca2c-11e3-9b22-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-medika-apparelindo-dengan-spn-pt-medika-apparelindo\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-medika-apparelindo-dengan-spn-pt-medika-apparelindo\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Medika Apparelindo  Dengan SPN PT. Medika Apparelindo - 2010 - 2012","IDN PT. Medika Apparelindo - 2010","Indonesia - IDN PT. Medika Apparelindo - 2010","IDN PT. Medika Apparelindo - 2010 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"17 - PKB Medika Apparelindo.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. MEDIKA APPARELINDO\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN SERIKAT PEKERJA (SPN) PT. MEDIKA APPARELINDO\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pengertian Dan Istilah Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan :ialah PT.Medika Apparelindo, berkantor pusat di Kawasan\nBerikat Nusantara, Jl\" Jawa 4, Blok C-25A, Jakarta Utara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerjaialah PSP SPN PT.Medika Apparelindo, Kawasan Berikat\nNusantara, Jl. Jawa 4, Blok C-25A, Jakarta Utara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja ialah orang yang bekerja di perusahaan PT.Medika Apparelindo dan\nmenerima upah, tunjangan, hak dan fasilitas - fasilitasnya berdasarkan\nperjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Keluarga Pekerja Priaialah seorang istri dan anak-anaknya yang sah dengan\nbatas usia maksimum 21 tahun, belum menikah dan belum bekerja, sebagaimana\nterdaftar di bagian Personalia Perusahaan, yang menjadi tanggungan Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Keluarga Pekerja Wanita ialah anak-anak yang sah pekerja wanita dalam\nstatus janda atau tidak kawin lagi. Pekerja wanita yang telah kawin lagi dan\nmempunyai anak dianggap bujangan kecuali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Suami meninggal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dengan bukti yang sah tidak memiliki penghasilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Cerai dengan bukti – bukti yang sah dari Pengadilan Agama\u002F Pengadilan\nNegeri , maka anak- anaknya yang sah menjadi tanggungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Ahli Waris ialah keluarga atau orang yang ditunjuk Pekerja untuk menerima\nsetiap pembayaran apabila Pekerja meninggal dunia, dalam hal tidak ada\npenunjukan ahli warisnya, maka pelaksanaannya diatur dengan hukum yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Orang Tua ialah Ayah dan lbu kandung Pekerja yang terdaftar di bagian\nPersonalia Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Mertua Pekerja ialah Ayah dan lbu dari suami atau istri Pekerja yang\nterdaftar di bagian Personalia Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Atasan ialah Pekerja yang jabatan atau pangkatnya lebih tinggi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Atasan Langsung ialah Pekerja yang jabatan atau pangkatnya lebih tinggi\nsecara langsung di unit kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Pengusaha ialah Pemilik Perusahaan atau orang yang diberi kuasa untuk\nmengelola jalannya Perusahaan dan melakukan tindakan atas nama Pemilik\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Keluarga Pengusahaialah seorang istri atau suami dan anak - anaknya yang\nsah dari Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Upah ialah suatu penerimaan sebagai imbalan dari Perusahaan kepada\nPekerja untuk suatu pekerjaan yang telah atau akan dilaksanakan, dinyatakan\natau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut persetujuan\nperundang-undangan dan dibayarkan atas dasar suatu kesepakatan kerja antara\nPerusahaan dan Pekerja termasuk tunjangan, sendiri untuk Pekerja sendiri maupun\nkeluarganya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Kecelakaan Kerjaialah kecelakaan yang terjadi timbul dalam dan karena\nhubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Pengurus Serikat Pekerja ialah Pekerja yang menduduki jabatan dalam\norganisasi Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Penerimaan Gross ialah penerimaan kotor Pekerja yang masih harus\ndiperhitungkan pajaknya sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku dan\npotongan potongan wajib lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Penerimaan Netto ialah penerimaan bersih Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Masa Kerja ialah jangka waktu seseorang bekerja di Perusahaan secara\ntidak terputus dan dihitung sejak tanggal diterima sebagai Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Pekerjaan ialah pekerjaan yang dilakukan Pekerja untuk Pengusaha dalam\nsuatu hubungan kerja dengan menerima upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Kerja Lembur ialah kerja yang dilakukan diluar jam\u002Fhari kerja yang telah\nditetapkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Lingkungan ialah seluruh area Perusahaan termasuk bangunan Perusahaan,\njalan jalan dan halaman yang ada didalamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak - Pihak Yang Mengadakan Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini ialah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PT. Medika Apparelindo, berkantor pusat di Kawasan Berikat Jl. Jawa 4 Blok\nC-25 A Jakarta Utara, yang selanjutnya disebut sebagai “ Perusahaan “\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan Serikat Pekerla Nasional (SPN) PT. Kawasan Berikat Nusantara, Jl.\nJawa 4 Blok C-25A selanjutnya disebut sebagai Serikat Pekerja Medika\nApparelindo Jakarta Utara, yang selanjutnya disebut sebagai “Serikat\nPekerja“\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>1.Telah sama-sama dimengerti dan disepakati oleh Perusahaan dan Serikat\nPekerja bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini terbatas mengenai hal-hal yang\nbersifat umum saja seperti tertera dalam kesepakatan ini dan berlaku bagi semua\nPekerja di PT. Medika Apparelindo.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hal- hal yang bersifat teknis dan memerlukan penjabaran lebih lanjut akan\ndiatur bersama dengan berlandaskan dan tidak bertentangan dengan\nketentuan-ketentuan bersama dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Kewajiban Dan Tanggung Jawab Pihak-Pihak Yang Mengadakan\nKesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Baik Perusahaan maupun Serikat Pekerja, mempunyai kewajiban dan tanggung\njawab untuk menyebarluaskan serta memberikan penjelasan kepada Pekerja atau\npihak-pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan kesepakatan ini, baik isi,\nmakna, penafsiran maupun pengertian seperti apa yang telah ditetapkan dalam\nkesepakatan ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan, Serikat Pekerja dan pekerja yang berkewajiban\u002Fbertanggung\njawab untuk menjalankan, melaksanakan serta mentaati sepenuhnya kewajiban yang\ntelah disetujui bersama dalam perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Hubungan Perusahaan Dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan serikat Pekerja sepakat dan bertekad untuk bekerja sama\ndalam mengusahakan ketenangan usaha dan ketenangan kerja sehingga terwujud\nHubungan lndustrial pancasila di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menunjang terlaksananya kesepakatan dan tekad ayat 1 (satu) tersebut\nmaka Perusahaan dan serikat pekerja melaksanakan pembentukan dan penyempurnaan\nsarana-sarana Hubungan lndustrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Khusus untuk sarana lembaga Bipartit disepakati untuk dikembangkan melalui\nforum Bipartit, guna membicarakan hal-hal secara peserta dari Perusahaan dan\nSerikat Pekerja. Adapun diatur dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGAKUAN DAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Perusahaan Dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mengakui bahwa Serikat Pekerja sebagai badan\u002Forganisasi yang\nsah mewakili dan bertindak untuk dan atas nama seluruh anggotanya yang\nrnempunyai hubungan kerja dengan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja mengakui bahwa perusahaan mempunyai hak untuk memimpin dan\nmenjalankan usahanya dengan kebijaksanaan perusahaan, oleh karena itu maka\npenerimaan, pengaturan waktu kerja , penempatan , mutasi Pekerja adalah\nmerupakan fungsi, hak dan kewajiban perusahaan sepanjang tidak bertentangan\ndengan ketentuan yang telah diatur dalam Perjanjian,Kerja Bersama dan atau\ndalam Peraturan perundang-unadngan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Fasilitas Dan Bantuan Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan membantu melaksanakan pemotongan iuran anggota serikat Pekerja\ndengan berpedoman pada ketentuan petunjuk Serikat Pekerja Pelaksanaan Nasional\n(SPN). Untuk itu serikai pekerja harus menunjukkan surat kuasa untuk memotong\ngaji dari anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan ruangan kantor bagi Serikat pekerja dengan\nperlengkapannya yang memadai di dalam kompleks perusanaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan menyediakan papan pengumuman bersama bagi Serikat Pekerja dan\nPerusahaan di tempat yang mudah dilihat dan menjadi perhatian. Pekerja di dalam\nkompleks perusahaan. Dalam Serikat Pekerja akan menggunakan satu copy dari\npengumuman tersebut dapat disampaikan kepada bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Atas permintaan serikat pekerja, perusahaan mengijinkan serikat pekerja\nmengadakan rapat-rapat, pertemuan serikat pekerja di ruangan milik Perusahaan\ndalam waktu kerja dengan meminjamkan peralaian yang diperlukan sepanjang tidak\nmengganggu kepentingan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk memperlancar jalannya organisasi serikat pekerja, maka Perusahaan\nmemberikan bantuan berupa fasilitas yang diperlukan untuk menghadiri rapat-\nrapat, pertemuan-pertemuan Serikat Pekerja di kompleks Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Atas permintaan serikat. pekerja, perusahaan memberikan ijin kepada\nsebanyak-banyaknya 2 (dua) orang pengurus\u002Fanggota Serikat Pekerja untuk\ndibebaskan dari tugas pekerjaan pada hari kerja tanpa mengurangi hak- haknya\nsebagai Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Dispensasi Untuk Keperluan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Atas permintaan serikat. pekerja, perusahaan memberikan dispensasi kepada\npengurus atau wakil-wakil yang ditunjuk serikat pekerja maxsimal 2 (dua).orang\ndalam melaksanakin tugas organisasi Serikat Pekerja negara dengan tidak\nmengurangi hak-haknya sebagai pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila seorang pengurus atau anggota serikat pekerja dipilih menjadi\npengurus pada perapkat organisasi serikat pekerja yang lebih tinggi ,\nPerusahaan memberikan dispensasi untuk kegiatan yang berkaitan fungsinya\ntersebut dengan tidak menguraigi hak- hak dan kewajiban sebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang dipilih. sebagai pengurus Serikat Pekerja atau yang ditunjuk\noleh pengurus untuk menjadi wakil. Serikat Pekerja tidak akan mendapat tekanan\nlangsung maupun tidak langsung dari perusahaan\u002Fatasannya karena menjalankan\nfungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan akan menyeresaikan dengan serikat pekerja setiap ada keluhan\nPekerja baik diajukan kepada Perusahaan maupun melalui Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengurus serikat pekerja dapat memanggil anggotanya untuk suatu keperluan\ndi dalam jam kerja dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Atas permintaan serikat pekerja, perusahaan keterangan yang dapat\nmemberikan diperlukan tentang hak yang menyangkut ketenagakerjaan di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan menyadari bahwa tindakan penutupan perusahaan (lock out) adalah\ntidak sesuai dengan semangat Hubungan lndustrial pancasila maupun kebijaksanaan\npemerintah, maka oleh karena itu akan dihindarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Jaminan Bagi Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja akan membantu Perusahaan dalam menegakkan tata tertib dan\ndisiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja tidak akan mencampuri urusan perusahaan yang tidak ada\nkaitannya dengan hubungan ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan pemogokan dan memperlambat\npekerjaan adalah tidak sesuai dengansemangat Hubungan Industrial Pancasila\nmaupun kebijaksanaan Pemerintah, maka oleh karena itu akan dihindarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Tanggung Jawab Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Memberikan balas jasa yang layak sesuai dengan jasa yang telah diberikan\nPekerja kepada Perusahaan dengan berpedoman pada ketentuan - ketentuan yang\ndigariskan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menjamin kesejahteraan Pekerja atas akibat kecelakaan-kecelakaan yang\ndialami dalam hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melaksanakan UU No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menempatkan Pekerja sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang\ndimiliki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Tanggung Jawab Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Melaksanakan perintah yang layak sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mencapai suatu prestasi kerja yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mentaati tata tertib perusahaan dengan memperhatikan ketentuan\nketenagakeriaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Memberikan keterangan yang lengkap dan benar mengenai pekerjaa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>kepada Perusahaan dalam hubungan dengan tugasnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Menyimpan dan menjaga semua keterangan yang didapat karena jabatan rnaupun\ndari pergaulan di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Memelihara dan menjaga barang-barang milik Perusahaan yang digunakan atau\ndipercayakan kepadanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Mengemukakan saran-saran yang brmanfaat bagi Perusahaan kepada atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ataupun melalui saluran-saluran lain yang benrenang untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Penerimaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan melaksanakan penerimaan Pekerja , baru untu memenuhi\nkebutuhan tenaga dalam hal- hal sebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Meningkatnya volume pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk mengisi lowongan jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam penerimaan Pekerja baru untuk mengisi lowongan pekerjaan, Perusahaan\nakan memberikan prioritas kepada keluarga pekerja yang telah terputus hubungan\nkerjanya dengan perusahaan karena meniriggal dunia, lanjut usia atau\nmedical-unfit dengan ketentuan memenuhi syarat – syarat penerimaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam mengisi lowongan jabatan akan diprioritaskan kepada pekerja yang ada\ndalam Perusahaan yang memenuhi kualiftkasijabatan tersebut. Persyaratan umum\nyang digunakan dalam penerimaan pekerja adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Warga Negara lndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Berusia antara 18 sampai 45 tahun pada waktu penerimaan kecuali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>untuk tenaga ahli.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memenuhi persyaratan jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Berbadan dan berjiwa sehat dengan melalui uji kesehatan oleh dokter yang\nditunjuk perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidak terlibat dalam organisasi-organisasi terrarang menurut hukum dan\nlulus clearance test oleh team screening perusahaan. Berkelakuan baik dengan\nsurat keterangan dari Kepolisian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Bersedia menjalani masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Bersedia menunjukkan bukti-bukti asri dokumer data pribadi seperti antara.\nlain ijazah pendidikan maupun pengalaman kerja yang terakhir. Bersedia tunduk\ndan patuh kepada peraturan-peraturan yang telah dituangkan dalam Perjanjian\nKerja bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Tenaga Kerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam mempekerjakan Tenaga Kerja Asing, perusahaan akan mematuhi ketentuan\nmengenai penempatan Tenaga kerja Asing seperti disebutkan dalam Undang-Undang\ndan peraturan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tenaga Kerja Asing yang dipekerjakan perusahaan harus memahami dan\nmenghormati adat istiadat bangsa lndonesia dan bersikap .sopan terhadap Pekerja\ndan melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila. Dalam hal Tenaga Kerja Asing\ntidak memenuhi ketentuan ini maka kepadanya wajib diberikan peringatan oteh\nperusahaan dan tembusannya disampaikan kepada Serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Penerimaan calon pekerja dilakukan dengan melalui masa percobaan untuk\njangka waktu paling lama 3 bulan dan dinyatakan secara tertulis.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa percobaan dihitung sejak hari pertama calon pekerja mulai diterima\nbekerja di perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penilaian selama masa percobaan dilakukan oleh atasan, setelah memenuhi\nsyarat dengan hasil penilaian yang baik, maka calon pekerja ditempatkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setelah melalui masa percobaan dengan hasil penilaian yang baik, maka\ncalon pekerja diberikan surat pengangkatan menjadi karyawan tetap di PT. Mediak\nApparelindo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Ketentuan ayat 1 diatas tidak berlaku bagi calon pekerja yang harus\nmenjalani pendidikan khusus (training) karena setelah menjalani pendidikan\nkhusus dengan hasil penilaian baik, maka calon pekerja akan diangkat menjadi\npekerja tanpa melalui masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Penilaian Prestasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Penilaian prestasi. kerja setiap pekerja dilakukan oleh atasan pekerja\npaling sedikit setahun sekali dengan periode penilaian didasarkan atas tujuan\npenilaian itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hal-hal yang dinilai dalam penilalan prestasi kerja antara lain: kualitas\nkerja, kuantitas kerja, inisiatif kerja, hubungan kerja dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan penilaian prestasi kerja dilakukan dengan menggunakan lembaran\npenilaian.prestasi yang telah ditetapkan dan apabila diperlukan dapat\nmenanyakan hasilnya kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hasil penilaian prestasi kerja digunakan dalam menentukan antara lain:\nbesarnya kenaikan upah dan promosi pekerja (promosi jabatan atau golongan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Status Dan Penggolongan Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>1.Berdasarkan pada.sifat dan jangka waktu ikatan kerja yang ada, pekerja\nterbagi atas 5 (lima) status, yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. PekerjaTetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah Pekerja yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diterima, .dipekerjakan dan mendapatkan balas jasa serta terikat dalam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>hubungan kerja dengan perusahaan untuk jangka waktu yang tidak tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu (PKWT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ialah pekerja yang terikat dalam hubungan kerja secara terbatas dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>perusahaan atas dasar perjanjian kerja untuk waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekeria Harian Lepas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah Pekerja yang terikat pada hubungan kerja secara terbatas dengan\nPerusahaan atas dasar pekerjaan harian secara terputus putus yang sewaktu-waktu\nsifatnya (insidentil) dan dengan kerja terus menerus kurang dari 3 (tiga)\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. PekerJa Borongan Lepas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah Pekerja yang terikat hubungan kerja dengan perusahaan atas dasar\njam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>kerja tersendiri atau borongan atau karena sifat khusus pekerjaannya yang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>bersangkutan tidak dikenal syarat-syarat penerimaan umum pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja Honorer:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lalah Pekerja yang diberikan pekerjaan oleh pengusaha berdasarkan sifat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pekerjaan yang tidak tetap dan mendapat imbalan Pengusaha yang bersifat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>honor (yang tertuang di dalam perjanjian kerja dan tidak ada ikatan kerja\nyang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>tetap dengan Perusahaan).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Berdasarkan pada macam\u002Fsifat pekerjaan yang dijabatnya, pekerja terbagi\natas golongan I sampai dengan golongan Vll.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Promosi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam pengangkatan\u002Fpengisian lowongan jabatan yang lebih tinggi dengan\ndiketahui dan disetujui oleh manajemen, perusahaan akan memberikan prioritas\npertama kepada pekerja yang memenuhi persyaratan untuk jabatan itu berdasarkan\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Kemampuan dan prestasi kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pendidikanlpengalaman kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bilamana seorang pekerja dipromosikan untuk suatu jabatan tertentu, maka\ndiperlukan suatu .masa percobaan tertentu untuk penilaian atas kemampuannya\npada jabatan baru tersebut. Untuk itu kepada pekerja tersebut diberikan\npengangkatan sementara yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Kepala Bagian\nyang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam masa pengangkatan sementara, upah pekerja tidak berubah berlaku\nmaksimum:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Golongan l- ll ……………………………………….3 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Golongan lll – V……………………………………….6\nbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Golongan Vl – Vll……………………………………….1\ntahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setelah melalui masa pengangkatan sementara tersebut diatas dengan\npenilaian baik, perusahaan memberikan surat pengangkatan tetap kepada pekerja\nyang bersangkutan yang dikeluarkan dan ditanda tangani oleh Kepala Bagian\nPersonalia dan apabila selama masa penilaian ternyata tidak memenuhi\npersyaratan maka pekerja tersebut dikembalikan ke jabatan semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Penempatan, Mutasi Dan Prosedurnya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Demi kelancaran kegiatan perusahaan serta pendayagunaan Perusahaan dapat\ntenaga kerja, menempatkan, memutasikan dan Pekerja memindahkan untuk suatu\njabatan \u002FPekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi dapat dilakukan dengan alasan - alasan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bertambahnya pekerjaan disuatu tempat dengan memperhatikan kecakapan dgn\nkemampuan pekerja serta mempertimbangkan kariernya di dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila Pekerja menuniukan harapan.untuk maju, maka sesuai dengan\nharapannya tersebut ia dapai dimutasikan , untuk memberikan kesempatan\nkepadanya memperoleh pengalamana yang luas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja .yang karena kesehatannya menurut nasehat dokter tidak\nmemungkinkan dia bekerja dalam jabatan\u002F pekerjaan yang didudukinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap mutasi\u002Fpemindahan ditetapkan dengan surat keputusan Penetapan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mutasi\u002Fpemindahan hak Pekerja termasuk dalam pelaksanaannya tidak akan\nmengurangi hak - hak untuk mendapatkan kenaikan gaji seperti yang terah di atur\ndalam Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mutasi tidak boleh dimaksudkan untuk menghukum dan merugikan pekerja yang.\nbersangkutan dengan perkembangan serikat pekerja yaitu karena keyakinan\npolitiknya, dan tidak akan menekan Pekerja untuk berhenti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila Pekerja berkeberatan atas pemindahannya karena alasan-alasan yang\ndiajukan secara tertulis, pengusaha dan Serikat Pekerja mengadakan perundingan\nuntuk mengusahakan penyelesaian sebaik- baiknya , jika belum ada penyelesaian\npada saat pekerja mulai pekerjaanya tetap pada jabatan semula dan masalahnya\ndiserahkan Kepada Pihak ketiga, instansi yang berwenang (Depnakertrans )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Ketentuan Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cp>1.Waktu kerja adalah 8 Jam sehari dan 40 jam seminggu ,yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari senin s.d Jumat : Jam 07.00 WIB s\u002Fd Jam 16.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirhat Senin – Kamis : Jam 12.00 WIB s\u002Fd Jam 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jumat : Jam 11.45 WIB s\u002Fd Jam 12.45\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu libur, kecuali dibutuhkan untuk lembur atau karena ada pekerjaan\nyang harus diselesaikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>2.Tiap minggu diadakan 2 (dua) hari istirahat mingguan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha wajib memberikan kesempatan kepada pekerja yang beragama lslam\nuntuk rnelaksanakan sholat Jum'at dan waktu tersebut tidak diperhitungkan\nsebagai jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Khusus bagi Pekerja karena sifat pekerjaannya harus ada di perusahaan\nsetiap hari (misal. Satpam) istirahat mingguannya tidak harus jatuh pada hari\nMinggu, namun demikian kepada pekerja yang beragama Kristen diberikan\nkesempatan untuk menjalankan ibadahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dengan persetujuan bersama, maka hari kerja dan waktu kerja di atas\nsewaktu-waktu dapat berubah disesuaikan dengan situasi dan kondisi Perusahaan,\nnamun tidak bertentangan dengan pasal 20 ayat (1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dengan berpedoman pada ketentuan dalam pasal 20 ayat (1) di atas, untuk\ntugas dan pekerjaan tertentu dapat ditetapkan waktu kerja tersendiri dan\ndibicarakan dengan Serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Disiplin Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap Pekerja diwajibkan mencatat waktu kehadiran pada alat pencatat\nwaktu (timecard recorder) untuk setiap kali hadir masuk kerja dan setiap kali\npulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang terlambat datang masuk bekerja karena alasan apapun, maka\nPekerja tersebut tidak boleh masuk dan dianggap mangkir yang kecuali mendapat\nijin dari atasannya untuk masuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila untuk suatu keperluan diluar kompleks perusahaan seorang Pekerja\nharus meninggalkan pekerjaannya untuk sementara waktu sebelum pergi harus minta\nijin dahulu kepada atasan langsungnya serta melapor ke bagian personalia\nsetelah kembali, pekerja tersebut diharuskan melapor kepada atasan\nlangsungnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila seorang pekerja yang karena keperluan di luar kompleks Perusahaan\nterpaksa meninggaIkan pekerjaan sebelum waktunya dan tidak akan kembali lagi,\ndiwajibkan mencatat kepergiannya pada kartu absensi dan. Sebelumnya minta ijin\nkepada atasannya langsung serta melapor ke bagian Personalia. Tata cara\npermintaan ijin diatur dalam ketentuan tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila pekerja karena ada keperluan di dalam kompleks perusahaan\nmeninggalkan pekerjaannya maka sebelum pergi harus meminta ijin kepada atasan\nlangsungnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mengabsenkan kartu absensi Pekerja lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memindahkan kartu absensi dari tempat yang telah ditentukan, mengambil\natau menyembunyikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Merubah waktu pada kartu absensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Berbuat sembrono yang dapat merusak mesin absensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidak diperbolehkan mencatat waktu masuk dan pulang dengan alat absensi\nselain mesin time card.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja yang berhalangan masuk bekerja diwajibkan memberitahukan kepada\nPerusahaan dengan cara apapun, selambat-lambatnya pada hari kerja ke 2 (dua)\ntidak masuk bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja yang berhalangan masuk kerja karena alasan sakit, diharuskan\nmembuktikan hal sakitnya dengan surat keterangan dokter yang dilampiri dengan\nkwitansi pengobatan. Pembuktian tersebut selambat-lambatnya pada hari kerja ke\n2 (dua) setelah Pekerja tidak masuk bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Contoh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Apabila karyawan sakit dan tidak masuk bekerja pada hari Senin, maka hari\nSelasa surat keterangan dokter harus sudah sampai di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Apabila karyawan sakit dan tidak masuk bekerja pada hari Jum'at, maka hari\nSenin surat keterangan dokter harus sudah sampai di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja yang tidak masuk bekerja tanpa ijin atau alasan yang sah\ndibenarkan menurut ketentuan pada kesepakatan ini atau dengan alasan yang\ndibuat-buat maka dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pekerja harus sudah berada di tempat kerja untuk melaksanakan\npekerjaannya pada waktu jam kerja dimulai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Dalam hal istirahat makan, maka Pekerja tidak dibenarkan berada di ruang\nmakan sebelum waktunya dan pada waktu istirahat makan selesai sudah harus\nberhenti ke tempat kerjanya masing- masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pada waktu istirahat makan, Pekerja yang ada keperluan keluar komplek\nPerusahaan, diharuskan memberitahukan sebelumnya kepada atasan langsungnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-shiftstype1\">\u003Cp>1.Kerja lembur adalah kerja yang dilakukan atau dijalankan selebihnya dari\njam kerja dan atau hari kerja seperti tersebut dalam Bab lV Perjanjian Kerja\nKerja Bersama ini yang lainnya minimal 1 (satu) jam dan pelaksanannua dengan\nsurat Perintah Kerja Lembur (SPL ) yang dtandatangani oleh atasan Pekerja dan\nPekerja yang bersangkutan dan disetujui oleh Manager bagiannya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kerja Lembur pada dasamya dilakukan pekerja atas persetujuan pekerja,\nKecuali dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Keadaan darurat atau apabila pekerjaan-pekerjaan yang jika tidak segera\ndiselesaikan akan membahayakan keselamatan dan kesehatan orang.n\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja gilir terpaksa perlu terus menerus bekerja karena penggantinya\nBelum tidak datang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Ada pekerjaan tertumpuk dan perlu diselesaikan dengan segera dan apabila\nditunda dapat mengganggu kelancaran produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal karena sesuatu alasan Pekerja tersebut diatas tidak dapat kerja\nlembur, maka Pekerja yang bersangkutan wajib memberitahukan pada saat itu juga\nkepada atasan langsungnya, maka perintah kerja lembumya akan dievaluasi\nkembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Yang berhak kerja lembur dengan mendapatkan upah upah lembur adalah\nPekerja yang sesuai dengan SPL. Kerja lembur tidak boleh dilakukan sebagai\npengganti hari kerja dengan cara memotong atau mengurangi jumlah jam lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Penghitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Penghitungan upah lembur diatur dengan berpedoman pada Surat Keputusan\nMenteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rl No. Kep 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 Tanggal 25\nJuni 2004 .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tarif upah per jam untuk Pekerja bulanan adalah 1\u002F173 X upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Komponen upah sebulan dalam penghitungan upah lembur adalah gaji berikut\ntunjangan tetap yang berpedoman paba Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi Rl No. Kep-102\u002FMen\u002FVI\u002F2004\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>4.Adapun cara penghitungan upah lembur adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk jam lembur pertama akan dibayarkan upah sebesar 11\u002F2 (satu setengah)\nX upah per-jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk setiap jam kerja rembur berikutnya akan dibayarkan upah sebesar 2\n(dua) X upah per-jam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cp>b.Apabila jam kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan atau\nhari raya\u002Flibur resmi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk setiap jam kerja lembur dalam batas g (delapan) iam, maka akan\ndibayarkan upah sedikit-dikitnya 2 (dua) x upah per jam. \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk jam kerja lembur pertama selebihnya dari 8 ( delapan ) jam maka akan\ndibayarkan upah sebesar 3 x upah per jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk jam kerja lembur kedua setelah 8 ( delapan ) jam maka dibayarkan\nupah sebesar 4 ( empat) x upah per jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari raya\u002Flibur resmi jatuh pada hari\nterpendek \u002F hari Sabtu penghitungannya sesuai tabel.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d.Tabel cara penghitungan upah lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pembayaran upah lembur dilakukan bersamaan dengan pembayaran gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp>6.Jumlah jam kerja termasuk lembur yang diperbolehkan bagi seorang Pekerja\nmaksimum 60 (enam puluh) jam seminggu kecuali dalam hal – hal seperti dalam\nbab lV pasal 22, tetapi tidak melebihi ketentuan penyimpangan waktu kerja yang\ntelah ditetapkan oleh Depnakertrans, dengan terlebih dahulu memberitahukan ke\nbagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Upah Lembur\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">Hari Kerja Biasa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ke - 1 \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1½ X TUL \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Ke - 2 dst\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 X TUL \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">Hari Raya\u002F Hari Libur Resmi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ke 1 - 8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2X TUL \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Ke - 9\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3X TUL \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Ke - 10 dst\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4X TUL \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>TUL : Tarif Upah Lembur\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PRODUKTIFITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Produktifitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan bersama-sama serikat pekerja akan melakukan usaha-usaha\npeningkatan produktifitas dalam rangka meningkatkan pertumbuhan Perusahaan dan\nkesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Usaha-usaha yang dilakukan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mendorong para Pekerja untuk senantiasa meningkatkan disiplin, kualitas\ndan kuantitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mendorong para Pekerja untuk menjalankan QCC, QCP sesuai sistem. manajemen\nTotal Quality contror (Toc) yang dijalankanPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mendorong para Pekerja untuk menemukan gagasan \u002F ide atau metode kerja\nbaru\u002Fimprovement di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Mendorong para pekerja untuk memiliki dan peningkatan kemampuan atau\nketerampilan berbagai bidang pekerjaan yang ada di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Guna memberikan rangsangan kepada pekerja untuk melakukan usaha usaha\npeningkatan produktivitas rangsangan maka perusahaan akan mengusahakan\npemberian insentif produktivitas . Adapun bentuk dan pengaturan lebih lanjut\nakan ditetapkan dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENDIDIKAN DAN LATIHAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>1.Menyadari.perlunya peningkatan dan kemampuan kerja sebagai prasyarat dalam\npeningkatan produktivitas , maka perusahaan akan terus melakukan peningkatan\nkemampuan pengetahuan dan keterampilan pekerja melalui pendidikan dan latihan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dan latihan kerja wajib\nmengikuti dengan sungguh-sungguh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Pendidikan Pra Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan melaksanakan pendidikan pra pekerja bagi pekerja baru guna\nmembekali mereka dengan.pengetahuan umum mengenai perusahaan, cara kerja,\nperangkat organisasi, nilai- nilai dan norma- norma perjanjian Kerja Bersama\nini sebelum pekerja ditempatkan pada pekerjaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Pendidikan Umum Dasar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyerenggarakan pendidikan umum dasar bagi pekerja dalam\nrangka membentuk sikap dan perilaku sesuai dalam mengemban serta melaksanakan\ntugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Materi dari pendidikan umum dasar ini antara lain meliputi pedoman\nPenghayatan dan pengamalan pancasila serta Hubungan lndustrial Pancasila,\nkesehatan dan keselamatan kerja , peningkatan mutu terpadu dan lain - lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penyelenggaraan pendidikan umum dasar terpadu ini adalah tanggung jawab\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang ditugaskan untuk menguikuti pendidikan diwajibkan\nmengikutinya dengan sungguh – sungguh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Pendidikan Fungsional\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan pendidikan fungsional bagl pekerja untuk\nmeningkatkan kemampuannya dalam suitu bidang pekerjaan sesuai dengan tugas\njabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penentuan Pekeria dan jenis pendidikan fungsional yang akan diikuti\ndidasarkan atas kebutuhan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pendidikan fungsional dapat dilaksanakan di dalam perusahaan (Training\nCentre) atau ditempat lain yang ditunjuk perusahaan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang mendapat tugas untuk. mengikuti pendidikan ini wajib\nmelaksanakan dengan sungguh-sungguh dan setelah selesai wajib memberikan\nlaporan tertutis mengenai pendidikan- pendidikan yang diikutinya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Latihan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk melengkapi pekerja dengan keterampilan yang dibutuhkan, Perusahaan\nmeyelenggarakan latihan kerja bagi Pekerja baru maaupun Pekerja yang diarih\ntugaskan ke pekerjaan \u002F jabatan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Latihan kerja merupakan latihan yang dilakukan sambil bekerja system\nmentor.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Adapun mentor {pembimbing) ditunjuk oleh Kepala mengajar, Bagian untuk\nmemberi contoh dan mengawasi latihan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Fasilitas Pendidikan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>1.Perusahaan. menyediakan fasilitas Training centre beserta peralatannya\nyang dapat untuk pendi-dikan, , pertemuan QCC\u002FACP ( Kelompok kerja terpadu,\nbelajar bersama, dan sebagainnya )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perurahaan menyediakan fasilitas perpusatkaan yang dapat dipergunakan oleh\npekerja untuk meningkatkan pengetahuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atas persetujuan atasannya, seorang Pekerja dapat diberikan bantuan\nfasiitas pendidikan berupa biaya, perlengkapan, buku- buku dan waktu untuk\nmengikuti pendidikan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>BAB VII : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Upah yang berlaku adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Gaji dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan – tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>setiap Pekerja berhak atas gaji dan tunjangan - tunjangan sesuai dengan\nstatus, jabatan dan golongannya sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran upah untuk golongan I dilakukan dua kali yaitu: dalam satu\nbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Periode 1 (Tanggal 1 - 15) dibayarkan pada tanggal 20 bulan yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Periode 2 (Tanggal 16 - akhir bulan) dibayarkan pada tgl 5 bulan\nberikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pembayaran upah gorongan II ke atas dilakukan sebulan sekali pada setiap\nakhir bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pajak penghasilan ditanggung oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pembayaran upah dilakukan melalui transfer bank.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Kenaikan Gaji\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroupsperiod\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroupsperiod\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroupsperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cp>1.Kenaikan gaji yang diberikan menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pelaksanaannya dilakukan setahun sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Besarnya kenaikan tergantung dari prestasi dan masa kerja dan setelah gaji\npokok disesuaikan dengan ketentuan upah minim yang berlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp>c.Kenaikan gaji bagi pekerja yang_gajinya sudah di atas upah minimum,\nbesarnya akan ditentukan oleh perusahaan setelah membicarakan dengan PSP SPN\ndengan memperhatikan kondisi perusahaan dan perkembangan\u002Fperubahan harga\nkebutuhan pokok\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kenaikan gaji karena promosi diberikan kepada pekerja yang mendapatkan\npromosi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Skala Gaji\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-jobwagegroups\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cp>1.Gaji yang berlaku terdiri dari 7 ( tujuh ) golongan , sedangkan setiap\ngolongan terdiri dari beberapa tingkatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penetapan golongan dan tingkatan gaji berdasarkan atas Job Value ( Nilai\njabatan \u002F pekerjaan ) di dalam Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-COSTLIV_trigger\">\u003Cp>3.Pengaturan tingkat batas minimum dan maksimum masing- masing golongan gaji\nserta pembayarannya dalam sekala gaji akan ditinjau setiap tahunnya serat\ndiatur dalam ketentuan tersendiri yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan\ndari Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>4.Kepada Pekerja diberikan upah minimal sebesar upah minimum yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Tunjangan - Fasilitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selain gaji pokok Perusahaan memberikan tunjangan baik yang bersifat tetap\nmaupun tidak tetap serta fasilitas lain sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan Tetap :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cp>Berupa tunjangan masa kerja yang besarnya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tunjangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 Tahun atau lebih , kurang dari 2 tahun \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 7.000 sebulan \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 Tahun atau lebih , kurang dari 3 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 13.000 sebulan \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 Tahun atau lebih , kurang dari 4 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 19.000 sebulan \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 Tahun atau lebih , kurang dari 4 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 25.000 sebulan \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 Tahun atau lebih \u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n      \u003Ctd>Rp. 31.000 sebulan \u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perusahaan memberikan tunjangan jabatan khusus bagi KK ( ketua Kelompok )\nyang besarnya ditentukan \u002F ditetapkan oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Premi hadir sebesar Rp. 7.500 perbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>c.Tunjangan Transport sebesar Rp. 4.250 per kehadiran\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Fasilitas makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pada hari- hari kerja perusahaan memberikan fasilitas makan siang yang\npelaksanaannya diatur oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bagi Pekerja yang sehubungan dengan tugasnya tidak dapat kembali ke\nPerusahaan pada jam istirahat makan siang, maka kepadanya diberikan pengganti\nmakan siang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>c.Bagi pekerja yang kerja lembur langsung setelah jam kerja melampuai jam\n18.00 WIB ,maka kepadanya diberikan tunjangan atau fasilitas makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Bagi Pekerja yang lembur pada hari libur sekurang- kurangnya 4 jam terus\nmenerus, maka pekerja diberikan tunjangan atau fasilitas makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cp>e.Besar tunjangan atau fasilitas makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Tunjangan Makan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Golongan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Golongan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Makan Siang \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>I \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3.400 \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>II s\u002Fd VII\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3.900\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Makan Dinas luar \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>I s\u002Fd II \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>III s\u002Fd VIII\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pengemudi \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"3\">Tunjangan makan \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6.000\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembayaran Tunjangan – tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran tunjangan- tunjangan dilakukan bersamaan dengan pembayaran\ngaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Perjalanan Dinas Keluar Kota\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dapat menugaskan Pekerja untuk melakukan perjalanan dinas dalam\nhal karena sesuatu alasan pekerjaan terpaksa tidak dapat menjalankan maka\ndiharuskan mengajukan keberatannya melalui atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang ditugaskan untuk melakukan perjalanan dinas, kepadanya akan\ndiberikan surat- surat tugas yang ditandatanganinya oleh atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang melakukan perjalanan dinas baik di dalam maupun di luar\nnegeri diberikan biaya perjalanan dinas . Prosedur , tata cara serta serta\nbiaya perjalanan dinas diatur dalam ketentuan tersendiri yang merupakan bagian\nyang tidak terpisahkan dari perjanjian Kerja Bersama ini .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Pembayaran Selama Pekerja Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>1.Perusahaan membayar upah ( gaji dan tunjangan ) pekerja yang tidak dapat\nmelaksanakan pekerjaannya karena dalam keadaan sakit berdasarkan keterangan\ndokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>2.Dalam hal pekerja menderita sakit\u002Fdirawat di Rumah Sakit atau dirumah\ndibawah pengawasan dokter sehingga karenanya tidak dapat melaksanakan pekerjaan\ndalam waktu lama, maka selama itu perusahaan akan membayar upah pekerja sesuai\ndengan UU No. 13 tahun 2003 yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh Pengusaha\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Pembayaran Selama Pekerja Ditahan Sementara \u002F Dipenjarakan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi penahanan oleh yang berwajib terhadap seorang Pekerja\ndimana Perusahaan membayarkan upah gaji ( gaji pokok dan tunjangan- tunjangan\nyang tidak terkait dengan kehadirannya ) Kepada Pekerja menurut ketentuan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat mengajukan permohonan ijin Pemutusan Hubungan kerja dengan\nalasan Pekerja di tahan oleh Pihak yang berwajib karena pengaduan Pengusaha\nmaupun bukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal ini ditahan oleh Pihak yang berwajib bukan atas pengaduan\nsebagaimana dimaksud dalam ayat 1 permohonan ijin dapat diajukan setelah\nPekerja ditahan paling lama sedikit selama 60 ( enam puluh ) hari \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pekerja ditahan oleh Pihak yang berwajib sebagaimana dimaksud\ndalam ayat 2. Pengusaha wajib memberikan bantuan kepada keluarga yang menjadi\ntanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk 1 orang tanggungan : 25 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk 2 orang tanggungan : 35 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk 3 orang tanggungan : 45 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk 4 orang tanggungan : 50 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 diberikan untuk paling lama 6 (\nenam ) bulan takwin terhitung sejak hari pertama Pekerja ditahan pihak yang\nberwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal pekerja ditahan oleh Pihak yang berwajib karena pengaduan\nPengusaha dan selama ijin Pemutusan Hubungan Kerja belum diberikan Pengadilan\nHubungan Industrial ( Phi) ,maka pengusaha wajib membayar uoah kerja sekurang-\nkurangnya 75 % ( tujuh puluh lima persen ) dan berlaku paling lama 6 ( enam )\nbulan takwin terhitung sejak hari pertama Pekerja ditahan pihak yang\nberwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam hal pekerja dibebaskan dari tahanan karena pengaduan pengusaha dan\nternyata tidak terbukti melakukan kesalahan , maka pengusaha wajib\nmemperkejakan kembali Pekerja dan merehabilitasi nama baik Pekerja dengan\nmembayar upah penuh beserta hak lainnya yang seharusnya diterima Pekerja\nterhitung sejak pekerja di tahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dalam hal pekerja sebagaimana dimaksud dalam ayat 5 diputuskan oleh\nPengadilan Negeri terbukti melakukan keselahpahaman , aka Pengusaha dapat\nmengajukan permohonan ijin Permutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cp>Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya pada hari Raya\nkeagamaan kepada setiap Pekerja yang telah mencapai masa kerja minimal 3 ( tiga\n) bulan kepada hari raya tersebut dengan ketentuan sebagai berikut ( Pemenaker\nNo. 04\u002FMEN 94)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Maksimum 1 bulan gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Lebih dari 3 (tiga) bulan kurang dari 1 tahun dihitung secara\nproporsional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 hari sebelum\nhari raya keagamaan , berhak atas Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pembayaran dilakukanselambat- lambatnya 7 ( tujuh ) hari sebelum hari\nRaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : JAMINAN SOSIAL DAN KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cp>Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa pekerja yang sehat akan lebih mampu\nmeningkatkan produktivitas sebagaimana yang diharapkan .Demikian pula keluarga\nPekerja yang sehat akan memberikan semangat gairah, dan ketenangan kerja bagi\nPekerja dalam menjalankan tugas perusahaan , oleh karena ituPerusahaan\nmemberikan perhatian yang layak dan wajar terhadap kondisi kesehatan Pekerja an\nkeluarganya . Dari waktu ke waktu perusahaan akan memenuhi dan melaksanakan\nketentuan- ketentuan tentang Hygiene Perusahaan dankesehatan bagi pekerj sesuai\ndengan ketentuan yang di ataur dalam Undang- undang Nomor 1 tahun 1970 (\nUndang- undang keselamatan kerja )\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja ( JAMSOSTEK )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1.Pengusaha wajib mendaftarkan \u002Fmemasukan Pekerja menjadi peserta Jaminan\nSosial Tenaga Kerja ( JAMSOSTEK )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja\n(JAMSOSTEK )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jaminan Kecelakaan Kerja ( JKK) termasuk akibat hubungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jaminan Kematian ( JKM )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jaminan Hari Tua ( JHT )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ( JPK )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan mengenai iuran serta hal- hal yang lainnya mengenai pelaksanaan\nJAMSOSTEK diatur sesuai dengan peraturan pemerintah No. 14 tahun 1993\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila ada ketentuan baru tentang asuransi yang diwajibkan oleh\nPemerintah , maka Perusahaan mengikuti ketentuan tersebut\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Sumbangan Kedukaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1.Bagi pekerja yang meninggal dunia atau meninggal dunia akibat dari\nkecelakaan kerja, maka kepada ahli warisnya dibayarkan pertanggung asuransi\nJamsosteknya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cp>1.1 JAMINAN KEMATIAN ( JKM )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>No\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Uraian\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Bantuan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Santunan Kematian \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Uang duka \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 6.000.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Uang Santunan \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 200.000\u002Fbulan selama 24 bulan \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Biaya Pemakaman \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 1.500.000\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1.2 JAMINAN KECELAKAN KERJA ( JKK) \u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>No\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Uraian\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Bantuan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Santunan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>A. Santunan sementara tidak mampu bekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- 4 bln pertama 100% upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- 4 bln kedua 75 % upah \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Selanjutnya 50 % upah \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>B.Santunan Cacat \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a. Sebagian – tetap \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>% tabel x 70 bulan upah \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>b. Total – tetap\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>70 % x 70 bulan upah \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Sekaligus \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 500.000 per bulan \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Berkala (2 tahun) \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>% kurang fungsi x tabel X \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>c. Kurang fungsi \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>70 bln upah \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>C. Santunan Kematian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Sekaligus \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>60 bulan x 70 % ( 42 bulan upah ) \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Berkala (2 tahun) \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 200 \u002F bulan selama 24 bulan \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- Biaya Pemakaman \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 1.500.000 \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Biaya Pengobatan\u002FPerawatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 8.000.000 ( Maksimal) \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Biaya Rehabilitasi \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a. Prothese anggota badan \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Patokan harga RS.DR.Suharso Surakarta \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>b. Alat bantu ( kursi roda) \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>di tambah 40 % \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Penyakit Akibat Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>31 Jenis penyakit selama hubungan kerja dan 3 tahun setelah putus\n        hubungan kerja \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ongkos Pengangkutan \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>a. Darat \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 150.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>b. Laut\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 300.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>c. Udara\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 400.000\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja keluarga Pekerja dan orang tua Pekerja meninggal dunia\nPerusahaan memberikan sumbangan sebesar Rp. 250.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi ahli waris diharuskan melampirkan Surat Kematian dari Rumah Sakit\natau Kelurahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Sumbangan Pernikahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan sumbangan pernikahan kepada pekerja yang\nmelangsungkan pernikahan secara sah , dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Golongan I dan II : Rp. 100.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Golongan III : Rp. 150.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Golongan IV : Rp. 200.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sumbangan pernikahan hanya diberikan sekali , berlaku bagi pernikahan yang\npertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sumbangan hanya diberikan kepada salah satu pihak jika pernikahan terjadi\nantara Pekerja pria dengan Pekerja Wanita dalam Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sumbangan pernikahan hanya diberikan kepada Pekerja yang telah mempunyai\nmasa kerja minimal 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk mendapatkan sumbangan pernikahan Pekerja harus menyampaikan bukti-\nbukti yang sah melalui bagian Personalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Olah Raga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk menunjang pengembangan kegiatan olah raga , Perusahaan akan\nmeningkatkan fasilitas olah raga di Perusahaan agar bisa dimanfaatkan oleh para\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahan memberikan anggaran untuk kegiatan olah raga secara periodic\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Usaha Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Guna menunjang usaha pekerja meningkatkan kesejahteraan maka semua Pekerja\ndi anjurkan menjadi anggota koperasi dan Perusahaan menyediakan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Fasilitas ruangan kantor dan gudang yang memadai untuk kegiatan koperasi\ndalam perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemotongan dana\u002Fkeuangan koperasi melalui bagian Personalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemotongan bantuan keuangan disesuaikan dengan kebutuhan koperasi dan\nkemampuan Perusahaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Satu kali dalam setahun Perusahaan menyelenggarakan rekreasi bagi\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Rekreasi dilaksanakan pada hari libur Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk keperluan tersebut Perusahaan memberikan biaya sesuai dengan kondisi\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Kerohanian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menunjang pembinaan rohani bagi para Pekerja , Perusahaan melaksanakan\nhal- hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Menyediakan fasilitas ibadah yang memadai di lingkungan Perusahaan\nsehingga memungkinkan Pekerja menjalankan kewwajiban menurut agama dan\nkepercayaannya masing- masing denga baik pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Memberikan dana untuk kegiatan- kegiatan keagamaan yang diadakan oleh para\npekerja di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan berkewajiban memberikan penghargaan kepala pekerja yang memiliki\nkondite kerja baik. Tata cara dan bentuk penghargaan di tetapkan dalam\nperaturan tersendiri yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian\nKerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : CUTI, IJIN TIDAK MASUK KERJA DAN HARI LIBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>Untuk keperluan istirahat dan keperluan-keperluan khusus, perusahaan\nmemberikan kesempatan kepada pekerja untuk menggunakan hak cuti, ijin tidak\nmasuk bekerja, dan hari-hari libur resmi dengan menerima upah (gaji beserta\ntunjangan-tunjangannya) sebagaimana tersebut dalam pasal- pasal berikut pada\nbab ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 maka pekerja yang telah\nbekeria satu (1) tahun berturut-turut berhak atas cuti tahunan 12 (dua belas )\nhari kerja dan untuk . mgnggunakannya pekerja permohonan melalui kepala bagian\nmasing- masing sekurang-kurangnya satu (1) minggu sebelum mulai cuti\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>2.a. Sedikit-dikitnya 6 (enam) hari kerja terus menerus digunakan dalam cuti\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. sisanya digunakan oleh masing-masing pekerja menurut kepentingannya\ndengan memperhatikan Kelancaran Pekerjaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila setelah jangka waktu 12 (dua belas) bulan dari timbulnya hak cuti\nPekerja tidak menggunakannya, maka hak cutinya dinyatakan gugur kecuali ada\npemberitahuan\u002Fpersetujuan dengan perusahaan terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila Pekerja tidak dapat menggunakan hak cutinya bukan karena\nkesalahan\u002Falasan pekerja atau karena kegiatan perusahaan yang tidak apat\nditinggalkan maka pekerja diwajibkan mengajukan permohonan cuti di bagian\nPersonalia dengan catatan penundaaan cuti dari atasannya. Berdasarkan\npermohonan tersebut, maka masa kedaruwarsa hak cuti Pekerja diperpanjang\nmaksimum selama 6 bulan. \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Cuti Hamil\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>Kepada pekerja wanita yang hamil Perusahaan memberikan 3 (tiga) bulan yaitu\ncuti hamil selama 1% bulan sebelum dan 1 ½ bulan sesudah melahirkan anak atau\ngugur kandung sejak mendapatkan surat keterangan dari dokter atau bidan yang\nmenyatakan harus istirahat karena akan segera melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Izin Tidak Masuk Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>Pekerja menurut kebutuhannya dapat diberikan ijin tidak masuk bekerja dengan\nmendapatkan upah. Lamanya ijin yang dimaksud ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pernikahan pekerja sendiri diberikan ijin 3 (tiga) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>2. lstri Pekerja melahirkan diberikan ijin 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pemikahan anak pekerja diberikan ijin 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>4. Suami\u002Flstri, anak\u002Fmenantu pekerja meninggal atau mendapat kecelakaan\nberat diberikan ijin 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Orang tua pekerja meninggal atau mendapat kecelakaan berat diberika ijin\n2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Mertua pekerja meninggal diberikan ijin 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Mengkhitankan atau pembaptisan anak pekerja diberikan .ijin 2 (dua)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal diberikan ijin 1 (satu)\nhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Kepada pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua\nmasa haid, dengan mendapatkan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menggunakan hak cuti ini pekerja harus memberitahukan kepada\nPerusahaan melalui bagian personalia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Ijin Khusus\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Khusus untuk kepentingan Nasionai dan. Regional dalam rangka menjalankan\ntugas negara dalam bidang olah raga dan kesenian, Pemilu, Pekerja diberikan\nljin khusus untuk meninggalkan pekerjaan dengan mendapatkan upah dari\nPemerintah dan tidak melebihi 1 ( satu ) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja dapat diberikan ijin meninggalkan pekerjaannya untuk melaksanakan\ndengan kewajiban ibadah Haji dalam musim Haji (Bukan Umroh) dengan ketentuan\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pemberian ijin hanya satu kali dan lamanya harus sesuai dengan jadwal\nperjalanan yang, ditetapkan pemerintah c.q Depertemen Agama dan ijin khusus ini\nhanya berlaku bagi pekerja Warga Negara Indonesia lndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Selama meninggalkan pekerjaannya, pekerja berhak menerima upah sesuai\nPeraturan pemerintah No. 8 Tahun 1981\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Diluar Tanggungan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pemberian ijin ini disesuaikan dengan kondisi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama Pekerja meninggalkan pekerjaannya diluar pasal 51, perusahaan tidak\nberkewajiban untuk membayar upah beserta tunjangan – tunjangannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setelah mengakhiri masa tersebut, Pekerja tersebut masih dapat menjabat\njabatannya semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Hari - Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sesuai dengan peraturan yang berlaku, Perusahaan memberikan istirahat\nkepada Pekerja pada hari-hari libur resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hari-hari libur resmi dimaksud pada ayat 1 (satu) diatas adalah hari-hari\nlibur yang diumumkan setiap tahun oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : KESELAMATAN, KESEHATAN DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetyprovisions\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>1.Untuk menjamin keseramatan dan kesehatan pekerja, maka perusahaan akan\nmentaati peraturan Keselamatan yang digariskan oleh kesehatan Kerja yang\ndigariskan oleh undang- undang \u002F peraturan pemerintah menyediakan alat-alat\nproteksi\u002Fperlindungan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>2.Setiap Pekerja diwajibkan mentaati Peraturan Keselamatan dan Kesehatan\nKerja serta memakai alat perlindungan keselamatan kerja yang telah ditetapkan\nsesuai dengan tugasnya masing masing.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal terjadi kecelakaan kerja, maka Perusahaan akan melaksanakan\nketentuan – ketentuan dalam undang- undang No. 3 tahun 1992\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-monitoring\">\u003Cp>4.Panita Pembina keselamatan dan kesehatan kerja ( P2k3) yang keangotaannya\nterdiri dari unsur – unsur Perusahaan dan Serikat Pekerja akan menyusun dan\nmenetapkan lebih lanjut peraturan mengenai keselamatan kerja di perusahaan\nserta alat- alat perlindungan dan kesehatan kerja dengan berpedoman pada\nUndang- undang nomor 1 tahun 1970\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Pakaian Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja diwajibakan memakai pakaian kerja selama melakukan pekerjaan di\nlingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan wajib memberikan pakaian kerja 3 Pcs setiap 1\u002F ½ tahun sekali\nuntuk masing- masing pekerja dengan memperhatikan sifat pekerjaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pakaian kerja Satpam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>No\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Pakaian Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Keterangan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 ( tiga ) Stel Pakaian Kerja \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x 1 ½ tahun \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu ) pasang sepatu \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x 1 ½ tahun \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu ) ikat pinggang \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x 1 ½ tahun \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu ) ikat pinggang besar \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x 2 tahun \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu ) talikur dan Pluit \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x 2 tahun \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu ) papan nama untuk dada \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x 2 tahun \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu ) topi pet \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x 2 tahun \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu ) bajui \u002F jas hujan \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 x 2 tahun \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Alat –Alat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan secara Cuma – Cuma alat- alat kerja bagi Pekerja\ndengan macam yang telah ditentukan bagi masing- masing pekerjaan bagian yang\nbersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja diwajibkan merawat alat- alat kerja dan menyimpannya pada tempat\nyang ditentukan oleh Kepala BagianMasing- masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal terjadi kerusakan pada alat- alat kerja sehingga perlu dilakukan\npenukaran . Pekerja diwajibkan menunjukan alat- alat kerja yang lama \u002F rusak\nkepada petugas yang ditentukan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Denda Dan Ganti Rugi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal terjadi kehilangan kerusakan fatal terhadap barang milik\nPerusahaan ataupun barang milik pihak lain yang menjadi tanggungan perusahaan\nakibat kesengajaan atau kecerobahan tetapi tidak dengan maksud untuk\nmemilikinya ( Mencuri ) kepada Pekerja yang terbukti melakukan hal tersebut\ndapat dikenakan denda atau ganti rugi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Bo. 8\ntahun 1981.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya denda atau ganti rugi akan diatur tersendiri dengan memperhatikan\nkondisi, fungsi serta harga barang yang rusak\u002Fhilang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila untuk suatu perbuatan sudah dikenakan denad, pengusaha dilarang\nmenuntut ganti terhadap pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Denda yang dikenakan pengusaha terhadap pekerja, baik langsung maupun\ntidak langsung tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan perngusaha atau orang\nyang diberi wewenang untuk menentukan denda atau ganti rugi tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perhitungan denda atau ganti rugi tidak boleh melebihi 50% dari setiap\npembayaran upah yang seharusnya diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Perlindungan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan secara Cuma-Cuma alat perlindungan kesehatan dan\nkeselamatan kerja bagi pekerja yang sifat pekerjaannya memerlukan perlindungan\nkeselamatan dan kesehatan kerja berupa perlengkapan perlindungan dan hal-hal\nyang dianggap perlu. Ketentuan lebih lanjut akan ditetapkan dalam ketentuan\ntersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja diwajibkan merawat perlengkapan perlinungan keselamatan dan\nkesehatan pekerja serta menyimpannya pada tempat yang telah ditentukan oleh\nkepala bagian masing-masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang perlengkapan perlindungan keselamatan dan kesehatannya\nrusak\u002Ftidak dapat dipergunakan lagi harus melapor kepada atasannya untuk\nmendapatkan penggantian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Pemeriksaan Perlengkapan Perlindungan Keselamatan Dan Kesehatan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) mengadakan\npemeriksaan secara periodic atas alat perlindungan keselamatan dan kesehatan\nkerja yang digunakan oleh pekerja dan hasil pemeriksaan disampaikan kepada\nperusahaan dengan tembusan kepada serikat pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal terdapat adanya ketidaksesuaian dalam pemeriksaan, maka\nperusahaan akan segera melengkapinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PERATURAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Tata Tertib Registrasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja wajib memberitahukan kepada perusahaan melalui bagian\npersonalia apabila ada perubahan data pribadi yang menyangkut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Alamat (tempat tinggal)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Keadaan keluarga (perkawinan, kelahiran, kematian dll)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Anggota keluarga yang terdekat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Kartu Tanda Penduduk (KTP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Tata Tertib Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja wajib mentaati peraturan kerja di dalam perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada waktu mulai, selama dan sesudah melakukan pekerjaan setiap pekerja\nwajib mentaati prosedur dan langkah-langkah keselamatan kerja yang telah\nditentukan bagi pekerjaannya masing-masing termasuk menggunakan perlengkapan\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Demi tercapainya keselamatan kerj, maka pekerja dilarang melakukan hal-hal\nseperti dibawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Menempatkan barang atau alat secara serampangan sehingga membahayakan\nkeselamatan dirinya atau orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menghidupkan \u002F menjalankan \u002Fmenggerakkan mesin, pesawat, alat angkat atau\nmobil yang bukan tugasnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bermain-main\u002Fmemperlakukan secara ceroboh perlengkapan keselamatan kerja\nsehingga dapat merusak perlengkapan tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja yang mengetahui pekerja lain mendapatkan kecelakaan, wajib memberi\npertolongan secepat mungkin dalam batas kemampuan yang ada padanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Tata Tertib Kesehatan Dan Kebersihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja wajib mentaati peraturan kesehatan dan kebersihan khususnya\ndalam 5R (Ringkas, Resik, Rapih, Rawat, Rajin)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Waktu menggunakan fasilitas toilet, kamar mandi, tempat cuci tangan,\npekerja wajib menggunakan cara-cara yang telah ditentukan oleh perusahaan dan\ndilarang merusak\u002Fmerubah\u002Fmengambilperlengkapan maupun alat-alat yang ada dalam\nruangan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan tersebut pada ayat 2 diatas juga berlaku bagi fasilitas lain\nseperti kamar ganti pakaian, tempat ibadah, ruang makan dan sebagainya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Demi terciptanya kesehatan dan kebersihan, pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Membuang sisa air minum, lap atau sampah di tempat yang tidak\nsemestinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memasuki musholla selain untuk melakukan sholat pada jam yang telah\nditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Membawa masuk ke dalam kompleks perusahaan barang-barang yang tergolong\nobat bius, narkotika dan barang lain yang dilarang pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Membawa masuk ke dalam kompleks perusahaan minuman keras atau menjadi\nmabuk akibat telah meminum minuman keras\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Membawa masuk makanan ke dalam area produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Tata Tertib Keamanan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja wajib mentaati keamanan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja yang mengetahui adanya keadaan \u002F kejadian atau benda yang\ndapat menimbulkan bahaya kebakaran, pencurian, gangguan terhadap keselamatan\ndan ketentraman di komplek perusahaan wajib segera memberitahukan Satuan\nPengamanan atau atasan langsungnya atau pejabat perusahaan atau siapa saja yang\ndapat dihubungi secara cepat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>3.Setiap pekerja wajib menghindari hal-hal yang berhubungan dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kebakaran atau ledakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pencurian, kehilangan dan pengrusakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Perkelahian\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja yang mengetahui adanya kebakaran wajib memadamkan api\ndengan cara apapun. Untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan, maka\npekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Menyalakan api\u002Fmerokok di tempat dimana terdapat bensin, solar, gas dan\nbarang lainnya yang mudah terbakar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mendekatkan bensin, solar, gas dan barang lainnya yang mudah terbakar\ndimana terdapat api\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Merokok ditempat yang terlarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Sebelum punting rokok dibuang di tempat yang telah ditentukan, apinya\nharus terlebih dahulu dimatikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Merusak, merubah atau menghilangkan fungsi alat pengaman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Membawa masuk kedalam komplek perusahaan bahan bakar, bahan peledak,\nsenjata api yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Bermain-main dengan alat pemadam api, memindahkan tempatnya atau\nmemperlakukan secara ceroboh sehingga menimbulkan kerusakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Melakukan pekerjaan pengelasan tanpa sebelumnya mempersiapkan alat\npemadam di dekat lokasi pengelasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk mencegah terjadinya kecurian\u002Fpencurian dan pengrusakan maka pekerja\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Wajib memelihara barang yang dipertanggungjawabkan kepadanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pada waktu jam kerja dilarang memasuki \u002F berada dalam ruangan ganti\npakaian tanpa ijin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dilarang memasuki tempat-tempat yang bukan untuknya tanpa ijin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Dilarang keluar masuk kompleks perusahaan selain melalui pintu yang telah\ndisediakan dan dengan cara yang telah ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Dilarang menaruh benda berharga di tempat yang tidak terkunci atau secara\nsembrono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Untuk mencegah perkelahian atau hal lainnya pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Melakukan hasutan terhadap sesama pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menyebarkan desas-desus atau kabar bohong dalam bentuk dan cara apapun\nyang menggelisahkan sesama pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mengancam pekerja lain atau memaksanya untuk mengikui sikap\ntindakannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Membawa senjata tajam ke dalam kompleks perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Mempropagandakan keyakinan politiknya di dalam lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Tata Tertib Sikap Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demi terciptanya disiplin dan keharmonisan kerja dalam perusahaan, maka\natasan wajib :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Memperlakukan bawahannya dengan sopan, jujur dan sesuai dengan tugas yang\ntelah ditentukan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Memberikan bimbingan kepada bawahannya mengenai pekerjaan yang harus\ndikerjakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memberikan bimbingan dan dorongan kepada bawahannya untuk meningkatkan\nketerampilan kerja, pengetahuan dan disiplin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menegur bawahannya yang menyalahi peraturan yang telah ditentukan secara\nwajar dan sopan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Atasan wajib melakukan penilaian terhadap bawahannya sesuai dengan batas\nkewenangan yang dimilikinya secara jujur dan obyektif\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Atasan wajib menjawab setiap pertanyaan bawahannya sesuai dengan batas\nkewenangan yang dimilikinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Tata Tertib Bawahan Terhadap Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bawahan wajib melaksanakan perintah dan petunjuk atasannya dengan\nsebaik-baiknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bawahan wajib bersikap sopan jujur dan wajar terhadap atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bawahan wajib menanyakan kepada atasannya hal-hal yang belum atau kurang\njelas baginya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bawahan berhak mengajukan usul atau saran pada atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : SANKSI-SANKSI TERHADAP PELANGGARAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Peringatan \u002F Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan maupun serikat pekerja menyadari sepenuhnya perlunya penegakan\ndisiplin kerja karenanya terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh\npekerja atas peraturan yang telah diatur di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\ndapat diberikan peringatan \u002F sanksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peringatan \u002F sanksi yang diberikan kepada pekerja adalah merupakan usaha\nkorektif dan pengarahan terhadap tindakan tingkah laku pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Peringatan \u002F sanksi atas pelanggaran akan diberikan kepada pekerja\ndiperinci sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. PERINGATAN LISAN, dilakukan oleh atasan pekerja untuk pelanggaran pekerja\nyang bersifat umum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. PERINGATAN TERTULIS, dilakukan oleh atasan pekerja untuk pelanggaran yang\nbersifat khusus yang dikeluarkan menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Surat Peringatan Ke\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Dikeluarkan dan Ditandatangani Oleh\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jangka Waktu\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Personalia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 Bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>CC : Kepala Bagian dan PSP SPN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Personalia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 Bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>CC : Kepala Bagian dan PSP SPN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Personalia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 Bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>CC : Kepala Bagian dan PSP SPN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Urutan peringatan tertulis dapat diberikan menurut tahapannya tetapi\ndapat juga diberikan secara langsung peringatan pertama dan terakhir atau\nperingatan kedua dan terakhir dengan didasarkan atas kesalahan \u002F pelanggaran\nyang dilakukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam setiap memberikan peringatan tertulis, satu copynya disampaikan\nkepada serikat pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Surat Peringatan Tertulis dikelaurkan selambat-lambatnya 3 hari setelah\nterjadinta kesalahan\u002Fpelanggaran. Peraturan lebih lanjut tentang bentuk\nperingatan tertulis ditetapkan tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Sanksi pemutusan Hubungan Kerja dikenakan terhadap pekerja yang masih\nmelakukan kesalahan \u002F pelanggaran yang pelaksanaannya diatur sebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Permintaan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja disampaikan Kepala bagian\ndimana pekerja bekerja dengan ditandatangani oleh Manajer bagiannya kepada\nbagian personalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bagian personalia akan melaksanakan Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan\nprosedur \u002F ketentuan-ketentuan dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang PHK di\nperusahaan swasta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pemutusan Hubungan Kerja hanya dapat dilakukan setelah memperoleh\npenetapan dari Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Pemberian Peringatan Tertulis \u002F Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam memberikan peringatan tertulis \u002F sanksi kepada pekerja, perusahaan\nakan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Macam dan berat ringannya kesalahan \u002F pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Seringnya pengulangan \u002F frekuensi kesalahan \u002F pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ada tidaknya unsur kealpaan \u002F kesengajaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan \u002F pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Jasa-jasa dan loyalitas pekerja kepada perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Kesalahan \u002F Pelanggaran Dengan Surat Peringatan Ke-1\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan Surat\nPeringatan ke-1 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mangkir selama 2 hari kerja berturut-turut atau 3 hari keja tidak\nberturut-turut dalam satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama jam kerja sering meninggalkan tempat kerja tanpa ijin atau alasan\nyang sah, meskipun telah sering diberikan peringatan lisan oleh atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidak mengenakan pakaian kerja yang telah diberikan oleh perusahaan pada\nwaktu melakukan pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Memasukkan kartu absensi pekerja lain atau menyuruh memasukannya kepada\norang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tidak memakai perlengkapana keselamatan kesehatan dan perlindungan kerja\nyang ditentukan untuk pekerjaannya pada waktu melakukan pekerjaan meskipun\ntelah sering diperingatkan secara lisan oleh atasan langsungnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Merokok pada tempat yang diberi tanda “DILARANG MEROKOK”\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Melakukan jual beli\u002Fberdagang dilingkungan perusahaan pada waktu jam kerja\ntanpa ijin perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Mengoperasikan peralatan yang bukan menjadi tugasnya tanpa ijin \u002F perintah\natasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Tidak melaporkan kepada atasannya atau tidak mengambil tindakan pencegahan\natas perbuatannya\u002Ftindakan sesama pekerja atau orang lain yang diketahuinya di\ndalam perusahaan yang dapat menimbulkan bahaya bagi sesama pekerja atau\nmerugikan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Keluar masuk perusahaan ruangan \u002F gedung dalam lingkungan perusahaan\nmelalui pintu\u002Fjalan yang tidak semestinya \u002F dibenarkan secara tidak wajar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Mencoret-coret ruangan di dalam lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Kesalahan \u002F Pelanggaran Dengan Surat Peringatan Ke-2\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan \u002F pelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan surat\nPeringatan ke-2 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mangkir selama 3 hari kerja berturut-turut atau 4 hari kerja tidak\nberturut-turut dalam satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tidak menunjukkan kesungguhan bekerja walaupun sudah sering diberikan\nperingatan lisan oleh atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidur pada waktu jam kerja di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pulang lebih awal dari waktu yang telah ditentukan tanpa ijin meskipun\nsudah diberi peringatan lisan oleh atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Memaksakan pekerajaan yang seharusnya dilakukan sendiri kepada orang lain\natau melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa ijin atau perintah dari\natasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tanpa alasan yang jelas menolak mutasi yang dilakukan perusahaan meskipun\ntelah diberi peringatan lisan oleh atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Mengoperasikan mesin, peralatan atau bahan secara serampangan yang dapat\nmembahayakan dirinya sendiri \u002F orang lain atau menimbulkan kerugian bagi\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Merintangi petugas keamanan dalam menjalankan tugas mereka memelihara\nkeamanan dan ketertiban di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Mencoret-coret, merobek-robek atau mengambil surat pengumuman\npemberitahuan yang ditempel pada papan pengumuman meskipun terkunci tanpa ijin\natau perintah atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Bukan menjadi tugasnya memindahkan alat pemadam kebakaran dari tempatnya\natau mempergunakannnya untuk tujuan yang semestinya tanpa ijin perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat Surat Peringatan ke-1\ndengan melakukan lagi kesalahan \u002F pelanggaran yang dapat diberikan sanksi Surat\nperingatan ke-1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Kesalahan \u002F Pelanggaran Dengan Surat Peringatan Ke-3\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan \u002F pelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan Surat\nPeringatan ke-3 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mangkir selama 4 hari kerja berturut-turut atau 5 hari kerja tidak\nberturut-turut dalam satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menyebarkan berita-berita tidak benar di dalam lingkungan perusahaan\nsehingga menimbulkan keresahan di antara sesama pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Berjudi di dalam lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menentang penugasan yang disampaikan secara wajar tanpa alasan yang secara\nobyektif dapat dibenarkan meskipun telah diberikan peringatan secara lisan oleh\natasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan\nkecelakaan bagi dirinya\u002Forang lain atau kerugian bagi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Membawa keluar dari lingkungan perusahaan gambar teknik atau dokumen yang\nmenjadi rahasia perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Masih tetap tidak cakap dalam melakukan pekerjaan yang ditugaskan\nkepadanya walaupun telah dicoba ditempatkan pada beberapa jenis pekerjaan yang\nsesuai dengan kemampuannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Mengadakan rapat, pidato, propaganda atau menempelkan selebaran yang\ndilarang pemerintah serta mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas atau tanpa ijin atasannya telah\nmemindahkan\u002Fmenyimpan barang milik perusahaan disuatu tempat yang tidak\nsemestinya sebagai usaha pencurian atau membantu pencurian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Tidak berusaha memperbaiki diri setelah Surat Peringatan ke-2 dengan\nmelakukan lagi kesalahan\u002Fpelanggaran yang dapat diberikan sanksi Surat\nPeringatan ke-2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Kesalahan \u002F Pelanggaran Dengan Sanksi Pemutusan Hubungan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib perusahaan,\npelanggaran hukum atau merugikan perusahaan dapat dikenakan sanksi Pemutusan\nHubungan Kerja dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur UU No. 13 tahun 2003,\nantara lain yang termasuk pelanggaran berat sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Melakukan penipuan, pencurian dan penggelapan di dalam lingkungan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menganiaya, menyerang, mengancam dan mengintimidasi pengusaha, keluarga\npengusaha, atasan, bawahan dan teman sekerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Membujuk pengusaha, keluarga pengusaha, atasan, bawahan dan teman sekerja\nuntuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan perundang-undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dengan sengaja telah merusak barang milik perusahaan yang menimbulkan\nkerugian bagi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mabuk, membawa\u002Fmenggunakan obat bius\u002Fnarkotik, meminum-minuman keras di\nlingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Membongkar\u002Fmembocorkan rahasia perusahaan yang dipercayakan kepada atau\nyang diketahui kepada pihak lain sehingga mengakibatkan kerugian bagi\nperusahaan kecuali untuk kepentingan Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Menerima suap atau pemberian apapun dari siapa saja atau mencari\nkeuntungan untuk diri sendiri dengan menggunakan jabatan untuk melakukan\nhal-hal yang merugikan atau mengurangi keuntungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Melakukan pungutan liar di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Melakukan perbuatan asusila atau perjudian didalam lingkungan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Memberikan dokumen atau keterangan palsu sehingga merugikan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Mengeluarkan ancaman kepada teman sesame pekerja sehingga mengakibatkan\nketidaktenangan \u002F ketentraman jiwa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Dengan sengaja membiarkan orang lain terkena kecelakaan dari\npekerjaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Merokok di dalam gudang pabrik atau tempat-tempat barang yang jenisnya\nmudah terbakar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Berkelahi dengan sesama pekerja di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Membawa senjata api atau senjata tajam kedalam lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat Surat Peringatan Ke-3\ndengan melakukan lagi kesalahan atau pelanggaran yang dapat diberikan Surat\nPeringatan ke-1, ke-2 atau ke-3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Dan lain sebab yang dapat mengakibatkan Pemutusan Hubungan kerja\nberdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 serta sesuai peraturan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : PEMUTUSAN\u002FBERAKHIRNYA HUBUNGAN KERJA DAN PERHITUNGAN UANG\nPESANGON\u002FMASA KERJA\u002FPENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bentuk – bentuk Pemutusan Hubungan Kerja di perusahaan terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan Hubungan Kerja dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan Hubungan Kerja dengan persetujuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemutusan Hubungan Kerja karena rasionalisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemutusan Hubungan Kerja karena lanjut usia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pemutusan Hubungan Kerja karena pekerja mengalami sakit yang\nberkepanjangan ataua cacat jasmani\u002Frohani melebihi waktu 12 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pemutusan Hubungan Kerja karena pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pemutusan Hubungan Kerja karena selesai masa kontrak kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pemutusan Hubungan Kerja karena kesalahan \u002F pelanggaran yang diatur dalam\npasal 37 Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pemutusan Hubungan Kerja karena mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_dismissal_type\">\u003Cp>2.Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, pengusaha diwajibkan membayar\nuang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>3.Penghitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud ayat 2 adalah sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja kurang dari 1 tahun, 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 1 (satu) tahun lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua)\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 2 (dua) tahun lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3\n(tiga) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 3 (tiga) tahun lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun, 4\n(empat) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 4 (empat) tahun lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun, 5\n(lima) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 5 (lima) tahun lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6\n(enam) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 6 (enam) tahun lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun, 7\n(tujuh) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 7 (tujuh) tahun lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun, 8\n(delapan) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Masa kerja 8 (delapan) tahun lebih, 9 (Sembilan) bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perhitungan uang penghargaan masa kerja sebagaimana dimaksud pada ayat 2\nditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 3 (tiga) tahun lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2\n(dua) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 6 (enam) tahun lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun, 3\n(tiga) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 9 (sembilan) tahun lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas)\ntahun, 4 (empat) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 12 (dua belas) tahun lebih tetapi kurang dari 15 (lima belas)\ntahun, 5 (lima) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 15 (lima belas) tahun lebih tetapi kurang dari 18 (delapan\nbelas) tahun, 6 (enam) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 18 (delapan belas) tahun lebih tetapi kurang dari 21 (dua\npuluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun lebih tetapi kurang dari 24 (dua\npuluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Uang penggantian hak yang seharusnya diterima sebagaimana dimaksud pada\nayat 2 diatas adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ketempat dimana\npekerja diterima bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima\nbelas perseratus) dari uang pesangon dan \u002F atau uang penghargaan masa kerja\nbagi yang memenuhi syarat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Hal-hal yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Pemutusan Hubungan Kerja Dalam Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan Hubungan Kerja dalam masa percobaan dapat dilakukan setiap saat\nbaik atas permintaan pekerja atau perusahaan tanpa alasan apapun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja tidak berhak atas uang pesangon, penghargaan masa kerja dan uang\npenggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 : Pengunduran Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Jika pekerja ingin berhenti bekerja pada perusahaan, maka diharuskan\nmengajukan permohonan secara tertulis 1 bulan sebelumnya kepada bagian\npersonalia dengan melalui atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri memperoleh uang\npenggantian hak sesuai ketentuan pasal 74 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang mengundurkan diri yang tugas dan fungsinya tidak\nmewakili kepentingan pengusaha secara langsung, selain menerima uang\npenggantian hak sesuai dengan ketentuan pasal 74 ayat 5 diberikan uang pisah\nyang besarnya adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 3 tahun kurang dari 6 tahun sebesar 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 6 tahun kurang dari 9 tahun sebesar 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 9 tahun kurang dari 12 tahun sebesar 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 12 tahun atau lebih sebesar 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 : Pemutusan Hubungan Kerja Dengan Persetujuan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal Pemutusan dengan kerja telah menyetujui Pemutusan Hubungan Kerja\ntanpa mengabaikan prosedur yang telah ditetapkan dalam UU No. 13 Tahun 2003,\nPemutusan Hubungan Kerja dapat dilakukan atas permohonan secara tertulis dan\npekerja dengan tembusannya disampaikan kepada serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal ini pekerj berhak atas uang pesangon dan atau uang penghargaan\nmasa kerja dan uang penggantian hak yang telah disetujui bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Rasionalisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal terpaksa dilaksanakannya suatu program reorganisasi \u002F\nrasionalisasi, sehingga kepada pekerja terpaksa harus dilakukan Pemutusan\nHubungan Kerja maka pelaksanaannya dilakukan dengan mengindahkan No. 13 Tahun\n2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal ini pekerja berhak atas uang pesangon 2 kali ketentuan pasal 74\nayat 3, uang penghargaan masa kerja 1 kali ketentuan pasal 74 ayat 4 dan uang\npenggantian hak sesuai dengan ketentuan pasal 74 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Lanjut Usia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja telah memasuki usia 55 tahun akan diminta meletakkan\njabatan dan diberhentikan dengan hormat dari perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Atas pertimbangan tertentu, pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja\nkarena lanjut usia, dapat diminta oleh perusahaan untuk tetap bekerja dalam\njangka waktu paling lama 5 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemberhentian dilakukan pada akhir bulan takwin dan sebagai dasar\nmenentukan usia pekerja adalah tanggal lahir yang terdaftar di bagian\npersonalia dan sesuai dengan akte kelahiran atau ijazah asli\u002Ffoto copy ijazah\nyang dilegalisir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal ini pekerja berhak atas uang pesangon 2 kali ketentuan pasal 74\nayat 3, uang penghargaan masa kerja 1 kali ketentuan pasal 74 ayat 4 dan uang\npenggantian hak 1 kali sesuai dengan ketentuan pasal 74 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Tidak Mampu Bekerja (Medical\nUnfit) Dan Atau Sakit Yang Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal seorang pekerja tidak mampu bekerja Karena sakit yang\nberkepanjangan, atau cacat jasmani\u002Frohani melebihi 12 bulan berturut-turut maka\ndapat dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud\npada ayat 1 diberikan uang pesangon 2 kali ketentuan pasal 74 ayat 3, uang\npenghargaan masa kerja 2 kali ketentuan pasal 74 ayat 4 dan uang penggantian\nhak 1 kali sesuai dengan ketentuan pasal 74 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 81 : Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Pekerja Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja meninggal dunia, maka hubungan kerja dengan perusahaan\nputus dengan sendirinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada ahli waris pekerja diberikan pertanggungan asuransi Jamsostek,\nsumbangan kedukaan sesuai Bab IX pasal 41 ayat 2, uang pesangon 2 kali\nketentuan pasal 74 ayat 3, uang penghargaan masa kerja 1 kali ketentuan pasal\n74 ayat 4 dan uang penggantian hak sesuai dengan ketentuan pasal 74 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja tidak masuk kerja tanpa alasan yang dapat diterima oleh\nperusahaan, maka pekerja tersebut dianggap mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang mangkir 5 hari kerja atau lebih berturut-turut tanpa\nketerangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan telah\ndipanggil oleh pengusaha 2 kali secara patut dan tertuis dapat diputus hubungan\nkerjanya karena dikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang tidak masuk bekerja sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 karena\nmelakukan mogok kerja yang dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang\nberlaku tidak dapat dinyatakan sebagai mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83 : Pemberhentian Sementaara (Schorsing)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Berdasarkan pertimbangan bersama (perusahaan dan serikat pekerja) maka\ndemi ketenangan dan kelancaran dalam perusahaan terhadap seorang pekerja yang\nsedang dalam proses Pemutusan Hubungan Kerja dapat dikenakan pemberhentian\nsementara (skorsing)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama skorsing pekerja mendapat upah sesuai dengan peraturan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang masih dalam status skorsing tidak dibenarkan bekerja\ndiperusahaan atau instansi lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila dalam masa skorsing pekerja tersebut ternyata bekerja di\nperusahaan lain, maka pekerja tersebut dinyatakan telah mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 84 : Akibat Berakhirnya Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja, maka pekerja yang\nbersangkutan diwajibkan mengembalikan kepada perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Alat-alat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kartu pengenal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Hutang pekerja kepada perusahaan dengan bukti yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hutang pekerja kepada koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pakaian kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya, besarnya uang pesangon,\nuang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai dengan pasal 74\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan akan membayarkan kepada pekerja atau keluarga pekerja semua\nkewajiban yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini paling lambat 5\nhari setelah tanggal Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB XV : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 85 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sudah menjadi tekad perusahaan dan serikat pekerja bahwa setiap keluhan\ndan pengaduan seorang pekerja atau lebih akan diselesaikan secara adil dan\nsecepat mungkin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2.Dalam hal seorang atau beberapa pekerja menganggap diperlakukan tidak adil\natau tidak wajar serta bertentangan dengan isi dan jiwa Perjanjian Kerja\nBersama ini, maka pekerja dapat menyampaikan pengaduan atau keluhan melalui\nsaluran yang telah ditetapkan sebagai saluran “CARA PENYELESAIAN KELUHAN DAN\nPENGADUAN”\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 86 : Cara Penyelesaian Keluhan Dan Pengaduan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap keluhan dan pengaduan seorang pekerja, pertam-tama diselesaikan dan\ndibicarakan dengan atasan langsungnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila penyelesaian belum mencapai hasil yang memuaskan maka denan\nsepengetahuan atasan langsungnya, pekerja dapat meneruskan keluhan dan\npengaduan kepada atasannya yang lebih tinggi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila prosedur tersebut sudah dijalankan tanpa memberikan hasil yang\nmemuaskan maka pekerja dapat meneruskan keluhan dan pengaduan kepada serikat\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal tidak mencapai kata sepakat antara perusahaan dan serikat\npekerja maka penyelesaian dilakukan dengan ketentuan UU No. 2 tahun 2004\ntentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI : PERATURAN PERALIHAN DAN PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 87 : Peraturan Peralihan Dan Pelaksanaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sebelum tercapainya Perjanjian Kerja Bersama yang baru setelah habis masa\nberlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku sampai tercapainya\nPerjanjian Kerja Bersama yang baru tersebut untuk waktu paling lama 1 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal karena beberapa ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\ndinyatakan batal (tidak berlaku) oleh pengadilan atau ternyata tidak sesuai\ndengan Peraturan Perundang-undangan baru, maka Perjanjian Kerja Bersama ini\ndisesuaikan dengan Keputusan Pengadilan dan atau Peraturan Perundang-undangan\nyang baru tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila terdapat perbedaan \u002F perselisihan pendapat baik mengenai makna,\npenafsiran maupun pengertian dalam Perjanjian Kerja Bersama ini kedau belah\npihak sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara musyawarah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila cara musyawarah telah dilakukan tetapi belum menghasilkan\nkemufakatan maka masalahnya akan dilimpahkan kepada pihak yang berwenang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 88 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini didaftarkan di Dinas Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi Propinsi DKI Jakarta dan akan dibukukan serta diperbanyak oleh\nperusahaan untuk dibagikan kepada seluruh pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan – ketentuan yang merupakan pengaturan teknis maupun penjabaran\nlebih lanjut daripada isi Perjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dan\nditandatangani bersama dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari\nPerjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>3.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 tahun mulai sejak ditandatangani\ndan mengikat bagi kedua belah pihak\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"contracttrialperiod":45,"severance_number_1_tenure":49,"deathrelativesleave":53,"dayspweek":57,"funeralpay":61,"incidentalbonusdays1":65,"longserviceallowancetype":69,"maxsicknesspayperc":73,"wageincreasetype":77,"cbaratified":81,"EMPCONTR_trigger":85,"funeralpaytype":89,"schedulesrestpw":93,"sundayallowancetype1":97,"longserviceallowancetype1":101,"longserviceallowancetype2":104,"paidmaternityleaveall":106,"jobwagegroupsperiod":110,"incidentalbonustype2":112,"funeralpayamount":114,"menstruationleave":116,"contractseverancepay1":120,"LOWWAGE_trigger":122,"WAGES_trigger":126,"hourspday_select":130,"maternitydifferenttrigger":133,"maxsicknesspay":137,"ONCERISE_trigger":139,"maternityexcludedtrigger":141,"longserviceallowanceamount1":143,"equalitydifferenttrigger":145,"STRUCINCR_trigger":147,"trainingfund":150,"overtimeallowancetypeperiod":154,"pensionfund":158,"mealvouchersamount":162,"TRAINING_trigger":166,"COSTLIV_trigger":170,"disabilityfund":174,"WORKHOURS_trigger":178,"LOWWAGE_government":180,"hourspweek":182,"equalityexcludedtrigger":184,"SICDIS_trigger":186,"violence":190,"code_application":194,"wageincreasefirmperformance":198,"mealvouchers":202,"trainingprogrammes":206,"healthandsafetyprovisions":210,"shiftstype1":213,"contractseverancepay":217,"paidmaternityleaveduration":219,"childcareleave":221,"overtimeallowanceperc1_general":224,"maxsicknesspaytype":228,"mealvoucherstype1":230,"discrimination":232,"cbadate_start":236,"commutingallowancetype":240,"holidaysdays":244,"holidaysweeks":248,"healthinsurance":250,"COMMUTE_trigger":252,"sundayallowancetype":254,"protectiveclothing":256,"healthandsafetypolicy":260,"overtimeallowancetype1":263,"contracttrial":266,"sicknesspay":268,"incidentalbonustype":270,"dayspweek_select":272,"paidpaternityleave":274,"cbadate_start_date":278,"sicknessmaxdaysnr":280,"overtimeallowancetype_general":282,"sundayallowanceperc1":284,"cbaratificationdate":286,"overtimeallowancetype":288,"SENIOR_trigger":290,"cbaactorratified":292,"paidpaternityleaveduration":294,"disabilitypay":298,"lowwageamount":300,"cbadate_end":302,"severance_number":304,"wageincreasetype2":306,"hourspweek_select":309,"childcare":311,"severance_dismissal_type":313,"hourspday":317,"commutingallowanceamount1":319,"MEALALL_trigger":321,"monitoring":324,"cbadate_end_date":328,"OVERTIME_trigger":330,"SOCSEC_trigger":332,"healthcareaccess":334,"SUNDAY_trigger":338,"sicknessmaxdays":340,"MEDICAL_trigger":342,"overtimeallowanceperc1":344,"commutingallowancetype1":346,"SCHEDULE_trigger":348,"lowwageperiod":350,"severance":352,"bankholidays1":354,"paidmaternityleave":358,"PAIDLEAV_trigger":360,"deathrelatives":364},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"contracttrialperiod","1.Penerimaan calon pekerja dilakukan den","1.Penerimaan calon pekerja dilakukan dengan melalui masa percobaan untuk\njangka waktu paling lama 3 bulan dan dinyatakan secara tertulis.",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"severance_number_1_tenure","3.Penghitungan uang pesangon sebagaimana","3.Penghitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud ayat 2 adalah sebagai\nberikut :\n\na. Masa kerja kurang dari 1 tahun, 1 bulan upah\n\nb. Masa kerja 1 (satu) tahun lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua)\nbulan upah\n\nc. Masa kerja 2 (dua) tahun lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3\n(tiga) bulan upah\n\nd. Masa kerja 3 (tiga) tahun lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun, 4\n(empat) bulan upah\n\ne. Masa kerja 4 (empat) tahun lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun, 5\n(lima) bulan upah\n\nf. Masa kerja 5 (lima) tahun lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6\n(enam) bulan upah\n\ng. Masa kerja 6 (enam) tahun lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun, 7\n(tujuh) bulan upah\n\nh. Masa kerja 7 (tujuh) tahun lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun, 8\n(delapan) bulan upah\n\ni. Masa kerja 8 (delapan) tahun lebih, 9 (Sembilan) bulan upah",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"deathrelativesleave","4. Suami\u002Flstri, anak\u002Fmenantu pekerja men","4. Suami\u002Flstri, anak\u002Fmenantu pekerja meninggal atau mendapat kecelakaan\nberat diberikan ijin 2 (dua) hari",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"dayspweek","1.Waktu kerja adalah 8 Jam sehari dan 40","1.Waktu kerja adalah 8 Jam sehari dan 40 jam seminggu ,yaitu :\n\nHari senin s.d Jumat : Jam 07.00 WIB s\u002Fd Jam 16.00\n\nIstirhat Senin – Kamis : Jam 12.00 WIB s\u002Fd Jam 13.00\n\nJumat : Jam 11.45 WIB s\u002Fd Jam 12.45\n\nHari Sabtu libur, kecuali dibutuhkan untuk lembur atau karena ada pekerjaan\nyang harus diselesaikan.\n\n\n\n2.Tiap minggu diadakan 2 (dua) hari istirahat mingguan.",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"funeralpay","1.Bagi pekerja yang meninggal dunia atau","1.Bagi pekerja yang meninggal dunia atau meninggal dunia akibat dari\nkecelakaan kerja, maka kepada ahli warisnya dibayarkan pertanggung asuransi\nJamsosteknya sebagai berikut :\n\n\n\n1.1 JAMINAN KEMATIAN ( JKM )\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Uraian\n      Bantuan\n    \n    \n      1\n      Santunan Kematian \n      \n    \n    \n      \n      - Uang duka \n      Rp. 6.000.000\n    \n    \n      \n      - Uang Santunan \n      Rp. 200.000\u002Fbulan selama 24 bulan \n    \n    \n      2\n      Biaya Pemakaman \n      Rp. 1.500.000",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"incidentalbonusdays1","Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunja","Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya pada hari Raya\nkeagamaan kepada setiap Pekerja yang telah mencapai masa kerja minimal 3 ( tiga\n) bulan kepada hari raya tersebut dengan ketentuan sebagai berikut ( Pemenaker\nNo. 04\u002FMEN 94)\n\n1.Maksimum 1 bulan gaji\n\n2.Lebih dari 3 (tiga) bulan kurang dari 1 tahun dihitung secara\nproporsional\n\n3.Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 hari sebelum\nhari raya keagamaan , berhak atas Tunjangan Hari Raya",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"longserviceallowancetype","Berupa tunjangan masa kerja yang besarny","Berupa tunjangan masa kerja yang besarnya sebagai berikut :\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Masa Kerja\n      Tunjangan\n    \n    \n      1 Tahun atau lebih , kurang dari 2 tahun \n      Rp. 7.000 sebulan \n    \n    \n      2 Tahun atau lebih , kurang dari 3 tahun\n      Rp. 13.000 sebulan \n    \n    \n      3 Tahun atau lebih , kurang dari 4 tahun\n      Rp. 19.000 sebulan \n    \n    \n      4 Tahun atau lebih , kurang dari 4 tahun\n      Rp. 25.000 sebulan \n    \n    \n      5 Tahun atau lebih ",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"maxsicknesspayperc","2.Dalam hal pekerja menderita sakit\u002Fdira","2.Dalam hal pekerja menderita sakit\u002Fdirawat di Rumah Sakit atau dirumah\ndibawah pengawasan dokter sehingga karenanya tidak dapat melaksanakan pekerjaan\ndalam waktu lama, maka selama itu perusahaan akan membayar upah pekerja sesuai\ndengan UU No. 13 tahun 2003 yaitu :\n\na.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\n\nb.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\n\nc.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\n\nd.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\n\nSebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh Pengusaha",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"wageincreasetype","1.Kenaikan gaji yang diberikan menurut k","1.Kenaikan gaji yang diberikan menurut ketentuan sebagai berikut :\n\na.Pelaksanaannya dilakukan setahun sekali.\n\nb.Besarnya kenaikan tergantung dari prestasi dan masa kerja dan setelah gaji\npokok disesuaikan dengan ketentuan upah minim yang berlaku",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"cbaratified","1.Perjanjian Kerja Bersama ini didaftark","1.Perjanjian Kerja Bersama ini didaftarkan di Dinas Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi Propinsi DKI Jakarta dan akan dibukukan serta diperbanyak oleh\nperusahaan untuk dibagikan kepada seluruh pekerja",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"EMPCONTR_trigger","1.Berdasarkan pada.sifat dan jangka wakt","1.Berdasarkan pada.sifat dan jangka waktu ikatan kerja yang ada, pekerja\nterbagi atas 5 (lima) status, yaitu :\n\n\n\na. PekerjaTetap:\n\nlalah Pekerja yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan,\n\nditerima, .dipekerjakan dan mendapatkan balas jasa serta terikat dalam\n\nhubungan kerja dengan perusahaan untuk jangka waktu yang tidak tertentu.\n\n\n\nb. Pekerja Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu (PKWT)\n\nialah pekerja yang terikat dalam hubungan kerja secara terbatas dengan\n\nperusahaan atas dasar perjanjian kerja untuk waktu tertentu.\n\n.\n\nc. Pekeria Harian Lepas :\n\nlalah Pekerja yang terikat pada hubungan kerja secara terbatas dengan\nPerusahaan atas dasar pekerjaan harian secara terputus putus yang sewaktu-waktu\nsifatnya (insidentil) dan dengan kerja terus menerus kurang dari 3 (tiga)\nbulan.\n\n\n\nd. PekerJa Borongan Lepas:\n\nlalah Pekerja yang terikat hubungan kerja dengan perusahaan atas dasar\njam\n\nkerja tersendiri atau borongan atau karena sifat khusus pekerjaannya yang\n\nbersangkutan tidak dikenal syarat-syarat penerimaan umum pekerja.\n\n\n\ne. Pekerja Honorer:\n\nlalah Pekerja yang diberikan pekerjaan oleh pengusaha berdasarkan sifat\n\npekerjaan yang tidak tetap dan mendapat imbalan Pengusaha yang bersifat\n\nhonor (yang tertuang di dalam perjanjian kerja dan tidak ada ikatan kerja\nyang\n\ntetap dengan Perusahaan).",{"bindId":90,"name":91,"text":92},"funeralpaytype","1.1 JAMINAN KEMATIAN ( JKM ) No Uraian B","1.1 JAMINAN KEMATIAN ( JKM )\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Uraian\n      Bantuan\n    \n    \n      1\n      Santunan Kematian \n      \n    \n    \n      \n      - Uang duka \n      Rp. 6.000.000\n    \n    \n      \n      - Uang Santunan \n      Rp. 200.000\u002Fbulan selama 24 bulan \n    \n    \n      2\n      Biaya Pemakaman \n      Rp. 1.500.000",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"schedulesrestpw","2.Tiap minggu diadakan 2 (dua) hari isti","2.Tiap minggu diadakan 2 (dua) hari istirahat mingguan.",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"sundayallowancetype1","b.Apabila jam kerja lembur dilakukan pad","b.Apabila jam kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan atau\nhari raya\u002Flibur resmi :\n\n- Untuk setiap jam kerja lembur dalam batas g (delapan) iam, maka akan\ndibayarkan upah sedikit-dikitnya 2 (dua) x upah per jam. \n\n- Untuk jam kerja lembur pertama selebihnya dari 8 ( delapan ) jam maka akan\ndibayarkan upah sebesar 3 x upah per jam\n\n- Untuk jam kerja lembur kedua setelah 8 ( delapan ) jam maka dibayarkan\nupah sebesar 4 ( empat) x upah per jam\n\nc.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari raya\u002Flibur resmi jatuh pada hari\nterpendek \u002F hari Sabtu penghitungannya sesuai tabel.",{"bindId":102,"name":71,"text":103},"longserviceallowancetype1","Berupa tunjangan masa kerja yang besarnya sebagai berikut :\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Masa Kerja\n      Tunjangan\n    \n    \n      1 Tahun atau lebih , kurang dari 2 tahun \n      Rp. 7.000 sebulan \n    \n    \n      2 Tahun atau lebih , kurang dari 3 tahun\n      Rp. 13.000 sebulan \n    \n    \n      3 Tahun atau lebih , kurang dari 4 tahun\n      Rp. 19.000 sebulan \n    \n    \n      4 Tahun atau lebih , kurang dari 4 tahun\n      Rp. 25.000 sebulan \n    \n    \n      5 Tahun atau lebih \n      Rp. 31.000 sebulan ",{"bindId":105,"name":71,"text":103},"longserviceallowancetype2",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"paidmaternityleaveall","Kepada pekerja wanita yang hamil Perusah","Kepada pekerja wanita yang hamil Perusahaan memberikan 3 (tiga) bulan yaitu\ncuti hamil selama 1% bulan sebelum dan 1 ½ bulan sesudah melahirkan anak atau\ngugur kandung sejak mendapatkan surat keterangan dari dokter atau bidan yang\nmenyatakan harus istirahat karena akan segera melahirkan.",{"bindId":111,"name":79,"text":80},"jobwagegroupsperiod",{"bindId":113,"name":67,"text":68},"incidentalbonustype2",{"bindId":115,"name":91,"text":92},"funeralpayamount",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"menstruationleave","1.Kepada pekerja wanita tidak diwajibkan","1.Kepada pekerja wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua\nmasa haid, dengan mendapatkan upah\n\n2.Untuk menggunakan hak cuti ini pekerja harus memberitahukan kepada\nPerusahaan melalui bagian personalia.",{"bindId":121,"name":51,"text":52},"contractseverancepay1",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"LOWWAGE_trigger","4.Kepada Pekerja diberikan upah minimal ","4.Kepada Pekerja diberikan upah minimal sebesar upah minimum yang\nberlaku.",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"WAGES_trigger","1.Upah yang berlaku adalah sebagai berik","1.Upah yang berlaku adalah sebagai berikut :\n\na.Gaji dan\n\nb.Tunjangan – tunjangan\n\nsetiap Pekerja berhak atas gaji dan tunjangan - tunjangan sesuai dengan\nstatus, jabatan dan golongannya sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.\n\n\n\n2.Pembayaran upah untuk golongan I dilakukan dua kali yaitu: dalam satu\nbulan\n\na.Periode 1 (Tanggal 1 - 15) dibayarkan pada tanggal 20 bulan yang\nbersangkutan.\n\nb.Periode 2 (Tanggal 16 - akhir bulan) dibayarkan pada tgl 5 bulan\nberikutnya.\n\n\n\n3.Pembayaran upah gorongan II ke atas dilakukan sebulan sekali pada setiap\nakhir bulan.\n\n\n\n4.Pajak penghasilan ditanggung oleh pekerja.\n\n\n\n5. Pembayaran upah dilakukan melalui transfer bank.",{"bindId":131,"name":59,"text":132},"hourspday_select","1.Waktu kerja adalah 8 Jam sehari dan 40 jam seminggu ,yaitu :\n\nHari senin s.d Jumat : Jam 07.00 WIB s\u002Fd Jam 16.00\n\nIstirhat Senin – Kamis : Jam 12.00 WIB s\u002Fd Jam 13.00\n\nJumat : Jam 11.45 WIB s\u002Fd Jam 12.45",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"maternitydifferenttrigger","1.Telah sama-sama dimengerti dan disepak","1.Telah sama-sama dimengerti dan disepakati oleh Perusahaan dan Serikat\nPekerja bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini terbatas mengenai hal-hal yang\nbersifat umum saja seperti tertera dalam kesepakatan ini dan berlaku bagi semua\nPekerja di PT. Medika Apparelindo.",{"bindId":138,"name":75,"text":76},"maxsicknesspay",{"bindId":140,"name":67,"text":68},"ONCERISE_trigger",{"bindId":142,"name":135,"text":136},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":144,"name":71,"text":103},"longserviceallowanceamount1",{"bindId":146,"name":135,"text":136},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":148,"name":79,"text":149},"STRUCINCR_trigger","1.Kenaikan gaji yang diberikan menurut ketentuan sebagai berikut :\n\na.Pelaksanaannya dilakukan setahun sekali.\n\nb.Besarnya kenaikan tergantung dari prestasi dan masa kerja dan setelah gaji\npokok disesuaikan dengan ketentuan upah minim yang berlaku\n\nc.Kenaikan gaji bagi pekerja yang_gajinya sudah di atas upah minimum,\nbesarnya akan ditentukan oleh perusahaan setelah membicarakan dengan PSP SPN\ndengan memperhatikan kondisi perusahaan dan perkembangan\u002Fperubahan harga\nkebutuhan pokok\n\n\n\n2.Kenaikan gaji karena promosi diberikan kepada pekerja yang mendapatkan\npromosi",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"trainingfund","1.Perusahaan. menyediakan fasilitas Trai","1.Perusahaan. menyediakan fasilitas Training centre beserta peralatannya\nyang dapat untuk pendi-dikan, , pertemuan QCC\u002FACP ( Kelompok kerja terpadu,\nbelajar bersama, dan sebagainnya )\n\n\n\n2.Perurahaan menyediakan fasilitas perpusatkaan yang dapat dipergunakan oleh\npekerja untuk meningkatkan pengetahuannya.\n\n\n\n3.Atas persetujuan atasannya, seorang Pekerja dapat diberikan bantuan\nfasiitas pendidikan berupa biaya, perlengkapan, buku- buku dan waktu untuk\nmengikuti pendidikan",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"overtimeallowancetypeperiod","4.Adapun cara penghitungan upah lembur a","4.Adapun cara penghitungan upah lembur adalah sebagai berikut:\n\na.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa :\n\n- Untuk jam lembur pertama akan dibayarkan upah sebesar 11\u002F2 (satu setengah)\nX upah per-jam.\n\n- Untuk setiap jam kerja rembur berikutnya akan dibayarkan upah sebesar 2\n(dua) X upah per-jam.\n\nb.Apabila jam kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan atau\nhari raya\u002Flibur resmi :\n\n- Untuk setiap jam kerja lembur dalam batas g (delapan) iam, maka akan\ndibayarkan upah sedikit-dikitnya 2 (dua) x upah per jam. \n\n- Untuk jam kerja lembur pertama selebihnya dari 8 ( delapan ) jam maka akan\ndibayarkan upah sebesar 3 x upah per jam\n\n- Untuk jam kerja lembur kedua setelah 8 ( delapan ) jam maka dibayarkan\nupah sebesar 4 ( empat) x upah per jam",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"pensionfund","1.Pengusaha wajib mendaftarkan \u002Fmemasuka","1.Pengusaha wajib mendaftarkan \u002Fmemasukan Pekerja menjadi peserta Jaminan\nSosial Tenaga Kerja ( JAMSOSTEK )\n\n2.Pekerja diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja\n(JAMSOSTEK )\n\na.Jaminan Kecelakaan Kerja ( JKK) termasuk akibat hubungan Kerja\n\nb.Jaminan Kematian ( JKM )\n\nc.Jaminan Hari Tua ( JHT )\n\nd.Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ( JPK )\n\n3.Ketentuan mengenai iuran serta hal- hal yang lainnya mengenai pelaksanaan\nJAMSOSTEK diatur sesuai dengan peraturan pemerintah No. 14 tahun 1993\n\n4.Apabila ada ketentuan baru tentang asuransi yang diwajibkan oleh\nPemerintah , maka Perusahaan mengikuti ketentuan tersebut",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"mealvouchersamount","e.Besar tunjangan atau fasilitas makan. ","e.Besar tunjangan atau fasilitas makan.\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Tunjangan Makan\n      Golongan\n      Rp\n      Golongan\n      Rp\n    \n    \n      Makan Siang \n      I \n      3.400 \n      II s\u002Fd VII\n      3.900\n    \n    \n      Makan Dinas luar \n      I s\u002Fd II \n      6.000\n      III s\u002Fd VIII\n      8.000\n    \n    \n      Pengemudi \n      Tunjangan makan \n      6.000",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"TRAINING_trigger","1.Menyadari.perlunya peningkatan dan kem","1.Menyadari.perlunya peningkatan dan kemampuan kerja sebagai prasyarat dalam\npeningkatan produktivitas , maka perusahaan akan terus melakukan peningkatan\nkemampuan pengetahuan dan keterampilan pekerja melalui pendidikan dan latihan\nkerja.\n\n\n\n2.Pekerja yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dan latihan kerja wajib\nmengikuti dengan sungguh-sungguh.",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"COSTLIV_trigger","3.Pengaturan tingkat batas minimum dan m","3.Pengaturan tingkat batas minimum dan maksimum masing- masing golongan gaji\nserta pembayarannya dalam sekala gaji akan ditinjau setiap tahunnya serat\ndiatur dalam ketentuan tersendiri yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan\ndari Perjanjian Kerja Bersama ini.",{"bindId":175,"name":176,"text":177},"disabilityfund","1.2 JAMINAN KECELAKAN KERJA ( JKK) No Ur","1.2 JAMINAN KECELAKAN KERJA ( JKK) \n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Uraian\n      Bantuan\n    \n    \n      \n      Santunan\n      \n    \n    \n      1\n      A. Santunan sementara tidak mampu bekerja\n      - 4 bln pertama 100% upah\n    \n    \n      \n      \n      - 4 bln kedua 75 % upah \n    \n    \n      \n      \n      - Selanjutnya 50 % upah \n    \n    \n      2\n      B.Santunan Cacat \n      \n    \n    \n      \n      a. Sebagian – tetap \n      % tabel x 70 bulan upah \n    \n    \n      \n      b. Total – tetap\n      70 % x 70 bulan upah \n    \n    \n      \n      - Sekaligus \n      Rp. 500.000 per bulan \n    \n    \n      \n      - Berkala (2 tahun) \n      % kurang fungsi x tabel X \n    \n    \n      \n      c. Kurang fungsi \n      70 bln upah \n    \n    \n      \n      \n      \n    \n    \n      3\n      C. Santunan Kematian\n      \n    \n    \n      \n      - Sekaligus \n      60 bulan x 70 % ( 42 bulan upah ) \n    \n    \n      \n      - Berkala (2 tahun) \n      Rp. 200 \u002F bulan selama 24 bulan \n    \n    \n      \n      - Biaya Pemakaman \n      Rp. 1.500.000 \n    \n    \n      \n      \n      \n    \n    \n      4\n      Biaya Pengobatan\u002FPerawatan\n      Rp. 8.000.000 ( Maksimal) \n    \n    \n      5\n      Biaya Rehabilitasi \n      \n    \n    \n      \n      a. Prothese anggota badan \n      Patokan harga RS.DR.Suharso Surakarta \n    \n    \n      \n      b. Alat bantu ( kursi roda) \n      di tambah 40 % \n    \n    \n      \n      \n      \n    \n    \n      6\n      Penyakit Akibat Kerja\n      31 Jenis penyakit selama hubungan kerja dan 3 tahun setelah putus\n        hubungan kerja \n    \n    \n      7\n      Ongkos Pengangkutan \n      \n    \n    \n      \n      a. Darat \n      Rp. 150.000\n    \n    \n      \n      b. Laut\n      Rp. 300.000\n    \n    \n      \n      c. Udara\n      Rp. 400.000",{"bindId":179,"name":59,"text":60},"WORKHOURS_trigger",{"bindId":181,"name":124,"text":125},"LOWWAGE_government",{"bindId":183,"name":59,"text":132},"hourspweek",{"bindId":185,"name":135,"text":136},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":187,"name":188,"text":189},"SICDIS_trigger","1.Perusahaan membayar upah ( gaji dan tu","1.Perusahaan membayar upah ( gaji dan tunjangan ) pekerja yang tidak dapat\nmelaksanakan pekerjaannya karena dalam keadaan sakit berdasarkan keterangan\ndokter\n\n\n\n2.Dalam hal pekerja menderita sakit\u002Fdirawat di Rumah Sakit atau dirumah\ndibawah pengawasan dokter sehingga karenanya tidak dapat melaksanakan pekerjaan\ndalam waktu lama, maka selama itu perusahaan akan membayar upah pekerja sesuai\ndengan UU No. 13 tahun 2003 yaitu :\n\na.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\n\nb.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\n\nc.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\n\nd.Untuk 4 bulan pertama ,dibayar 100% dari upah\n\nSebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh Pengusaha",{"bindId":191,"name":192,"text":193},"violence","3.Setiap pekerja wajib menghindari hal-h","3.Setiap pekerja wajib menghindari hal-hal yang berhubungan dengan :\n\na.Kebakaran atau ledakan\n\nb.Pencurian, kehilangan dan pengrusakan\n\nc.Perkelahian",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"code_application","1.Untuk menjamin keseramatan dan kesehat","1.Untuk menjamin keseramatan dan kesehatan pekerja, maka perusahaan akan\nmentaati peraturan Keselamatan yang digariskan oleh kesehatan Kerja yang\ndigariskan oleh undang- undang \u002F peraturan pemerintah menyediakan alat-alat\nproteksi\u002Fperlindungan.",{"bindId":199,"name":200,"text":201},"wageincreasefirmperformance","c.Kenaikan gaji bagi pekerja yang_gajiny","c.Kenaikan gaji bagi pekerja yang_gajinya sudah di atas upah minimum,\nbesarnya akan ditentukan oleh perusahaan setelah membicarakan dengan PSP SPN\ndengan memperhatikan kondisi perusahaan dan perkembangan\u002Fperubahan harga\nkebutuhan pokok",{"bindId":203,"name":204,"text":205},"mealvouchers","c.Bagi pekerja yang kerja lembur langsun","c.Bagi pekerja yang kerja lembur langsung setelah jam kerja melampuai jam\n18.00 WIB ,maka kepadanya diberikan tunjangan atau fasilitas makan\n\nd.Bagi Pekerja yang lembur pada hari libur sekurang- kurangnya 4 jam terus\nmenerus, maka pekerja diberikan tunjangan atau fasilitas makan\n\ne.Besar tunjangan atau fasilitas makan.\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Tunjangan Makan\n      Golongan\n      Rp\n      Golongan\n      Rp\n    \n    \n      Makan Siang \n      I \n      3.400 \n      II s\u002Fd VII\n      3.900\n    \n    \n      Makan Dinas luar \n      I s\u002Fd II \n      6.000\n      III s\u002Fd VIII\n      8.000\n    \n    \n      Pengemudi \n      Tunjangan makan \n      6.000\n    \n  \n",{"bindId":207,"name":208,"text":209},"trainingprogrammes","1.Perusahaan memberikan pendidikan fungs","1.Perusahaan memberikan pendidikan fungsional bagl pekerja untuk\nmeningkatkan kemampuannya dalam suitu bidang pekerjaan sesuai dengan tugas\njabatannya.\n\n\n\n2.Penentuan Pekeria dan jenis pendidikan fungsional yang akan diikuti\ndidasarkan atas kebutuhan perusahaan\n\n\n\n3.Pendidikan fungsional dapat dilaksanakan di dalam perusahaan (Training\nCentre) atau ditempat lain yang ditunjuk perusahaan,\n\n\n\n4.Pekerja yang mendapat tugas untuk. mengikuti pendidikan ini wajib\nmelaksanakan dengan sungguh-sungguh dan setelah selesai wajib memberikan\nlaporan tertutis mengenai pendidikan- pendidikan yang diikutinya",{"bindId":211,"name":196,"text":212},"healthandsafetyprovisions","1.Untuk menjamin keseramatan dan kesehatan pekerja, maka perusahaan akan\nmentaati peraturan Keselamatan yang digariskan oleh kesehatan Kerja yang\ndigariskan oleh undang- undang \u002F peraturan pemerintah menyediakan alat-alat\nproteksi\u002Fperlindungan.\n\n\n\n2.Setiap Pekerja diwajibkan mentaati Peraturan Keselamatan dan Kesehatan\nKerja serta memakai alat perlindungan keselamatan kerja yang telah ditetapkan\nsesuai dengan tugasnya masing masing.\n\n\n\n3.Dalam hal terjadi kecelakaan kerja, maka Perusahaan akan melaksanakan\nketentuan – ketentuan dalam undang- undang No. 3 tahun 1992\n\n\n\n4.Panita Pembina keselamatan dan kesehatan kerja ( P2k3) yang keangotaannya\nterdiri dari unsur – unsur Perusahaan dan Serikat Pekerja akan menyusun dan\nmenetapkan lebih lanjut peraturan mengenai keselamatan kerja di perusahaan\nserta alat- alat perlindungan dan kesehatan kerja dengan berpedoman pada\nUndang- undang nomor 1 tahun 1970",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"shiftstype1","1.Kerja lembur adalah kerja yang dilakuk","1.Kerja lembur adalah kerja yang dilakukan atau dijalankan selebihnya dari\njam kerja dan atau hari kerja seperti tersebut dalam Bab lV Perjanjian Kerja\nKerja Bersama ini yang lainnya minimal 1 (satu) jam dan pelaksanannua dengan\nsurat Perintah Kerja Lembur (SPL ) yang dtandatangani oleh atasan Pekerja dan\nPekerja yang bersangkutan dan disetujui oleh Manager bagiannya",{"bindId":218,"name":51,"text":52},"contractseverancepay",{"bindId":220,"name":108,"text":109},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":222,"name":55,"text":223},"childcareleave","4. Suami\u002Flstri, anak\u002Fmenantu pekerja meninggal atau mendapat kecelakaan\nberat diberikan ijin 2 (dua) hari\n\n5. Orang tua pekerja meninggal atau mendapat kecelakaan berat diberika ijin\n2 (dua) hari.",{"bindId":225,"name":226,"text":227},"overtimeallowanceperc1_general","6.Jumlah jam kerja termasuk lembur yang ","6.Jumlah jam kerja termasuk lembur yang diperbolehkan bagi seorang Pekerja\nmaksimum 60 (enam puluh) jam seminggu kecuali dalam hal – hal seperti dalam\nbab lV pasal 22, tetapi tidak melebihi ketentuan penyimpangan waktu kerja yang\ntelah ditetapkan oleh Depnakertrans, dengan terlebih dahulu memberitahukan ke\nbagian personalia.\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Hari\n      Jam\n      Upah Lembur\n    \n    \n      Hari Kerja Biasa\n      Ke - 1 \n      1½ X TUL \n    \n    \n      Ke - 2 dst\n      2 X TUL \n    \n    \n      Hari Raya\u002F Hari Libur Resmi\n      Ke 1 - 8\n      2X TUL \n    \n    \n      Ke - 9\n      3X TUL \n    \n    \n      Ke - 10 dst\n      4X TUL \n    \n    \n      \n      \n      \n    \n  \n\n\nTUL : Tarif Upah Lembur",{"bindId":229,"name":75,"text":76},"maxsicknesspaytype",{"bindId":231,"name":164,"text":165},"mealvoucherstype1",{"bindId":233,"name":234,"text":235},"discrimination","2.Dalam hal seorang atau beberapa pekerj","2.Dalam hal seorang atau beberapa pekerja menganggap diperlakukan tidak adil\natau tidak wajar serta bertentangan dengan isi dan jiwa Perjanjian Kerja\nBersama ini, maka pekerja dapat menyampaikan pengaduan atau keluhan melalui\nsaluran yang telah ditetapkan sebagai saluran “CARA PENYELESAIAN KELUHAN DAN\nPENGADUAN”",{"bindId":237,"name":238,"text":239},"cbadate_start","3.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2","3.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 tahun mulai sejak ditandatangani\ndan mengikat bagi kedua belah pihak",{"bindId":241,"name":242,"text":243},"commutingallowancetype","c.Tunjangan Transport sebesar Rp. 4.250 ","c.Tunjangan Transport sebesar Rp. 4.250 per kehadiran",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"holidaysdays","1. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 ","1. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 maka pekerja yang telah\nbekeria satu (1) tahun berturut-turut berhak atas cuti tahunan 12 (dua belas )\nhari kerja dan untuk . mgnggunakannya pekerja permohonan melalui kepala bagian\nmasing- masing sekurang-kurangnya satu (1) minggu sebelum mulai cuti",{"bindId":249,"name":246,"text":247},"holidaysweeks",{"bindId":251,"name":160,"text":161},"healthinsurance",{"bindId":253,"name":242,"text":243},"COMMUTE_trigger",{"bindId":255,"name":99,"text":100},"sundayallowancetype",{"bindId":257,"name":258,"text":259},"protectiveclothing","2.Setiap Pekerja diwajibkan mentaati Per","2.Setiap Pekerja diwajibkan mentaati Peraturan Keselamatan dan Kesehatan\nKerja serta memakai alat perlindungan keselamatan kerja yang telah ditetapkan\nsesuai dengan tugasnya masing masing.",{"bindId":261,"name":196,"text":262},"healthandsafetypolicy","1.Untuk menjamin keseramatan dan kesehatan pekerja, maka perusahaan akan\nmentaati peraturan Keselamatan yang digariskan oleh kesehatan Kerja yang\ndigariskan oleh undang- undang \u002F peraturan pemerintah menyediakan alat-alat\nproteksi\u002Fperlindungan.\n\n\n\n2.Setiap Pekerja diwajibkan mentaati Peraturan Keselamatan dan Kesehatan\nKerja serta memakai alat perlindungan keselamatan kerja yang telah ditetapkan\nsesuai dengan tugasnya masing masing.\n\n\n\n3.Dalam hal terjadi kecelakaan kerja, maka Perusahaan akan melaksanakan\nketentuan – ketentuan dalam undang- undang No. 3 tahun 1992",{"bindId":264,"name":156,"text":265},"overtimeallowancetype1","4.Adapun cara penghitungan upah lembur adalah sebagai berikut:\n\na.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa :\n\n- Untuk jam lembur pertama akan dibayarkan upah sebesar 11\u002F2 (satu setengah)\nX upah per-jam.\n\n- Untuk setiap jam kerja rembur berikutnya akan dibayarkan upah sebesar 2\n(dua) X upah per-jam.",{"bindId":267,"name":47,"text":48},"contracttrial",{"bindId":269,"name":75,"text":76},"sicknesspay",{"bindId":271,"name":67,"text":68},"incidentalbonustype",{"bindId":273,"name":59,"text":60},"dayspweek_select",{"bindId":275,"name":276,"text":277},"paidpaternityleave","Pekerja menurut kebutuhannya dapat diber","Pekerja menurut kebutuhannya dapat diberikan ijin tidak masuk bekerja dengan\nmendapatkan upah. Lamanya ijin yang dimaksud ditetapkan sebagai berikut :\n\n\n\n1. Pernikahan pekerja sendiri diberikan ijin 3 (tiga) hari.\n\n2. lstri Pekerja melahirkan diberikan ijin 2 (dua) hari.\n\n3. Pemikahan anak pekerja diberikan ijin 2 (dua) hari.\n\n4. Suami\u002Flstri, anak\u002Fmenantu pekerja meninggal atau mendapat kecelakaan\nberat diberikan ijin 2 (dua) hari\n\n5. Orang tua pekerja meninggal atau mendapat kecelakaan berat diberika ijin\n2 (dua) hari.\n\n6. Mertua pekerja meninggal diberikan ijin 2 (dua) hari\n\n7. Mengkhitankan atau pembaptisan anak pekerja diberikan .ijin 2 (dua)\nhari.\n\n8. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal diberikan ijin 1 (satu)\nhari",{"bindId":279,"name":238,"text":239},"cbadate_start_date",{"bindId":281,"name":75,"text":76},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":283,"name":226,"text":227},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":285,"name":99,"text":100},"sundayallowanceperc1",{"bindId":287,"name":83,"text":84},"cbaratificationdate",{"bindId":289,"name":156,"text":157},"overtimeallowancetype",{"bindId":291,"name":71,"text":103},"SENIOR_trigger",{"bindId":293,"name":83,"text":84},"cbaactorratified",{"bindId":295,"name":296,"text":297},"paidpaternityleaveduration","2. lstri Pekerja melahirkan diberikan ij","2. lstri Pekerja melahirkan diberikan ijin 2 (dua) hari.",{"bindId":299,"name":176,"text":177},"disabilitypay",{"bindId":301,"name":124,"text":125},"lowwageamount",{"bindId":303,"name":238,"text":239},"cbadate_end",{"bindId":305,"name":51,"text":52},"severance_number",{"bindId":307,"name":79,"text":308},"wageincreasetype2","1.Kenaikan gaji yang diberikan menurut ketentuan sebagai berikut :\n\na.Pelaksanaannya dilakukan setahun sekali.\n\nb.Besarnya kenaikan tergantung dari prestasi dan masa kerja dan setelah gaji\npokok disesuaikan dengan ketentuan upah minim yang berlaku\n\nc.Kenaikan gaji bagi pekerja yang_gajinya sudah di atas upah minimum,\nbesarnya akan ditentukan oleh perusahaan setelah membicarakan dengan PSP SPN\ndengan memperhatikan kondisi perusahaan dan perkembangan\u002Fperubahan harga\nkebutuhan pokok",{"bindId":310,"name":59,"text":132},"hourspweek_select",{"bindId":312,"name":276,"text":277},"childcare",{"bindId":314,"name":315,"text":316},"severance_dismissal_type","2.Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan K","2.Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, pengusaha diwajibkan membayar\nuang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nseharusnya diterima",{"bindId":318,"name":59,"text":132},"hourspday",{"bindId":320,"name":242,"text":243},"commutingallowanceamount1",{"bindId":322,"name":204,"text":323},"MEALALL_trigger","c.Bagi pekerja yang kerja lembur langsung setelah jam kerja melampuai jam\n18.00 WIB ,maka kepadanya diberikan tunjangan atau fasilitas makan\n\nd.Bagi Pekerja yang lembur pada hari libur sekurang- kurangnya 4 jam terus\nmenerus, maka pekerja diberikan tunjangan atau fasilitas makan\n\ne.Besar tunjangan atau fasilitas makan.\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Tunjangan Makan\n      Golongan\n      Rp\n      Golongan\n      Rp\n    \n    \n      Makan Siang \n      I \n      3.400 \n      II s\u002Fd VII\n      3.900\n    \n    \n      Makan Dinas luar \n      I s\u002Fd II \n      6.000\n      III s\u002Fd VIII\n      8.000\n    \n    \n      Pengemudi \n      Tunjangan makan \n      6.000",{"bindId":325,"name":326,"text":327},"monitoring","4.Panita Pembina keselamatan dan kesehat","4.Panita Pembina keselamatan dan kesehatan kerja ( P2k3) yang keangotaannya\nterdiri dari unsur – unsur Perusahaan dan Serikat Pekerja akan menyusun dan\nmenetapkan lebih lanjut peraturan mengenai keselamatan kerja di perusahaan\nserta alat- alat perlindungan dan kesehatan kerja dengan berpedoman pada\nUndang- undang nomor 1 tahun 1970",{"bindId":329,"name":238,"text":239},"cbadate_end_date",{"bindId":331,"name":226,"text":227},"OVERTIME_trigger",{"bindId":333,"name":160,"text":161},"SOCSEC_trigger",{"bindId":335,"name":336,"text":337},"healthcareaccess","Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa pe","Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa pekerja yang sehat akan lebih mampu\nmeningkatkan produktivitas sebagaimana yang diharapkan .Demikian pula keluarga\nPekerja yang sehat akan memberikan semangat gairah, dan ketenangan kerja bagi\nPekerja dalam menjalankan tugas perusahaan , oleh karena ituPerusahaan\nmemberikan perhatian yang layak dan wajar terhadap kondisi kesehatan Pekerja an\nkeluarganya . Dari waktu ke waktu perusahaan akan memenuhi dan melaksanakan\nketentuan- ketentuan tentang Hygiene Perusahaan dankesehatan bagi pekerj sesuai\ndengan ketentuan yang di ataur dalam Undang- undang Nomor 1 tahun 1970 (\nUndang- undang keselamatan kerja )",{"bindId":339,"name":99,"text":100},"SUNDAY_trigger",{"bindId":341,"name":75,"text":76},"sicknessmaxdays",{"bindId":343,"name":336,"text":337},"MEDICAL_trigger",{"bindId":345,"name":156,"text":265},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":347,"name":242,"text":243},"commutingallowancetype1",{"bindId":349,"name":95,"text":96},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":351,"name":124,"text":125},"lowwageperiod",{"bindId":353,"name":51,"text":52},"severance",{"bindId":355,"name":356,"text":357},"bankholidays1","2.a. Sedikit-dikitnya 6 (enam) hari kerj","2.a. Sedikit-dikitnya 6 (enam) hari kerja terus menerus digunakan dalam cuti\nbersama.\n\nb. sisanya digunakan oleh masing-masing pekerja menurut kepentingannya\ndengan memperhatikan Kelancaran Pekerjaan",{"bindId":359,"name":108,"text":109},"paidmaternityleave",{"bindId":361,"name":362,"text":363},"PAIDLEAV_trigger","Untuk keperluan istirahat dan keperluan-","Untuk keperluan istirahat dan keperluan-keperluan khusus, perusahaan\nmemberikan kesempatan kepada pekerja untuk menggunakan hak cuti, ijin tidak\nmasuk bekerja, dan hari-hari libur resmi dengan menerima upah (gaji beserta\ntunjangan-tunjangannya) sebagaimana tersebut dalam pasal- pasal berikut pada\nbab ini.",{"bindId":365,"name":55,"text":56},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Medika Apparelindo - 2010\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2010-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-12-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2010-01-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi), Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Medika Apparelindo \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja (SPN) PT. Medika Apparelindo\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;1500000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;1\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;Rp. 4250\u002Fattendance per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;7000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;Rp. 3400 - Rp. 8000 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[371],{"title":38,"slug":34},[373],{"type":374,"data":375},"call_to_action_body_block",{"title":376,"description":377,"variant":378,"link":379},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":376,"url":380,"description":376,"rel":381,"type":382},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[384],{"type":374,"data":385},{"title":376,"description":377,"variant":378,"link":386},{"title":376,"url":380,"description":376,"rel":381,"type":382},[]]