[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-lontar-papyrus-pulp-paper-industry-lpppi-dengan-spd-pt-lpppi":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":327,"content_type_view":328,"extra_breadcrumbs":329,"body":331,"body_blocks":342,"related_pages":346},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":325,"translations":326},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-lontar-papyrus-pulp-paper-industry-lpppi-dengan-spd-pt-lpppi","94e89d40-1af9-11e4-b2e3-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-lontar-papyrus-pulp-paper-industry-lpppi-dengan-spd-pt-lpppi\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-lontar-papyrus-pulp-paper-industry-lpppi-dengan-spd-pt-lpppi\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (LPPPI) Dengan SPD PT. LPPPI 2011 - 2013","ba_ID","IDN PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry - 2011","Indonesia - IDN PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry - 2011","IDN PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry - 2011 - Toko perbekalan dan pasar swalayan",{"name":43,"data":44},"34 - PKB PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry - KSBSI.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New2\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. LONTAR PAPYRUS PULP &amp; PAPER\nINDUSTRY DENGAN SERIKAT PEKERJA DEMOKRATIS (SPD) PT. LONTAR PAPYRUS PULP &amp;\nPAPER INDUSTRY\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB I : PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pihak Perusahaan dan Pihak Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pihak Perusahaan adalah PT. Lontar Papyrus Pulp &amp; Paper Industry yang\ndidirikan berdasarkan Akte Notaris No. 104 tanggal 08-03 1995 dan surat izin\nusaha no. 08\u002F05-01-PB\u002FIII\u002F2001 berkedudukan di Propinsi Jambi yang beralamat di\nDesa Tebing Tinggi Kec. Tebing Tinggi Kab. Tanjung Jabung Barat Propinsi Jambi,\nyang dalam hal ini diwakili oleh Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pihak Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh adalah Serikat Pekerja Demokratis\n(SPD) PT.LPPPI yang telah tercatat di Disnakertrans Kab. Tanjung Jabung Barat\nNo. 14\u002F5-3\u002FSP-III\u002F2001 tanggal 22 Nopember 2001 yang berkedudukan di Kelurahan\nTebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Propinsi\nJambi dan PK.FSB Hukatan PT.LPPPI yang telah tercatat di Disnaker Kab. Tanjung\nJabung Barat No. 35\u002F3.1\u002FPenc.SP\u002FNT\u002F2004 tertanggal 23 Juni 2004 yang\nberkedudukan di Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten\nTanjung Jabung Barat Propinsi Jambi yang dalam hal ini kedua serikat mewakili\nPekerja\u002FBuruh PT.LPPPI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Istilah dan Pengertian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Lontar Papyrus Pulp &amp; Paper Industry yang beralamat di Desa Tebing\nTinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi\nJambi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah meraka yang karena jabatannya dan atau mereka yang diberi kuasa,\nmempunyai kewenangan untuk dan atas nama Perusahaan sesuai otoritas yang\ndiberikan, dalam hal ketenagakerjaan diwakili oleh HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh yang ada di Perusahaan yang memiliki\nkeanggotaan pekerja\u002Fburuh PT. Lontar Papyrus Pulp &amp; Paper Industry,\nselanjutnya dalam PKB ini disebut SP\u002FSB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengurus Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pengurus Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh tingkat perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang mempunyai hubungan kerja dengan Perusahaan, dan\ntelah diterima oleh Perusahaan sebagai pekerja \u002F buruh yang sah dengan menerima\nupah\u002Fgaji sesuai dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tugas yang dilakukan oleh pekerja\u002Fburuh untuk kepentingan Perusahaan dalam\nsuatu hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Upah\u002Fgaji :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu penerimaan, sebagai imbalan dari Perusahaan kepada\npekerja\u002Fburuh untuk sesuatu pekerjaan, dinyatakan atau dinilai dalam bentuk\nuang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan, atau peraturan\nperundang-undangan dan dibayarkan atas dasar suatu kesepakatan kerja antara\nPerusahaan dan pekerja\u002Fburuh termasuk tunjangan untuk pekerja \u002F buruh maupun\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Sanksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hukuman yang diberikan karena adanya pelanggaran PKB atau peraturan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Penghargaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu bentuk tanda penilaian yang diberikan kepada pekerja \u002F buruh\natau dasar pengabdian masa kerja, prestasi, keteladanan, dan jasa istimewa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Piket\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah aktifitas jaga, pengontrolan \u002F pengawasan yang dilakukan\npekerja\u002Fburuh untuk kepentingan perusahaan diluar jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Staff\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja\u002Fburuh yang dalam Struktur Organisasi Perusahaan menjabat\nsuatu jabatan yang mempunyai kewajiban, tanggung jawab dan wewenang untuk\nmembantu memikirkan dan melaksanakan kebijaksananaan perusahaan dalam usaha\nmencapai dan melancarkan kemajuan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Premi Produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Suatu insentif yang diberikan oleh perusahaan kepada pekerja\u002Fburuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lamanya kerja seseorang di perusahaan secara tidak terputus dan dihitung\nmulai sejak tanggal diterima sebagai pekerja\u002Fburuh termasuk mutasi dari satu\ngroup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingdifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk Perusahaan dan pekerja\u002Fburuh\nyang bekerja di PT. Lontar Papyrus Pulp&amp; Paper Industry.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Kedua belah pihak menyetujui berlaku ketentuan yang diatur dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB), hal-hal yang tidak diatur dalam Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) ini berlaku ketentuan peraturan-peraturan serta\nperundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Kewajiban Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh berkewajiban memberikan\npenjelasan kepada pekerja\u002Fburuh agar mentaati dan melaksanakan sebaik-baiknya\nkeseluruhan isi dan ketentuan-ketentuan yang telah dituangkan serta disepakati\ndalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kedua belah pihak berkewajiban untuk menjaga, membina dan meningkatkan\nhubungan kerja yang harmonis melalui kerjasama yang baik, saling menghormati,\nsaling mempercayai sehingga Hubungan Industrial benar-benar terwujud dan\nterpelihara dengan baik sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kedua belah pihak wajib saling mengingatkan pelaksanaan PKB sesuai dengan\nfungsi masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Pengakuan Hak-hak Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FSerikat\nBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mengakui Serikat Pekerja Demokratis dan PK.FSB Hukatan PT.\nLPPPI sebagai Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh yang berhak mewakili pekerja\u002Fburuh\ndalam hal hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan memberi kesempatan kepada Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh untuk\nmenjalankan kegiatan-kegiatan organisasinya dengan tidak mengganggu aktivitas\nperusahaan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bentuk kegiatan yang diberikan izin adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pertemuan-pertemuan resmi antar pengurus atau dengan anggota pada jam\nkerja dilaksanakan pukul 16.00 s\u002Fd 17.00 WIB atau diluar hari\u002Fjam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pertemuan, Rapat, Musyawarah yang sifatnya terjadwal atau luar biasa\ndiajukan kepada Pimpinan HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Meninggalkan pekerjaan untuk memenuhi panggilan pemerintah dalam rangka\ntugas organisasi atau memenuhi panggilan Negara dengan mendapat upah penuh,\nizin dimaksud dikeluarkan oleh Pimpinan HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan bersedia menyediakan fasilitas terhadap Serikat Buruh\u002FSerikat\nPekerja yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Ruangan kantor beserta perlengkapannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Melakukan pemotongan iuran anggota sesuai dengan ketentuan yang berlaku\ndengan dasar surat kuasa dari Buruh\u002FPekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh mengakui Perusahaan mempunyai wewenang penuh\ndalam mengatur dan mengelola jalannya Perusahaan dan para pekerja\u002Fburuhnya,\nsedangkan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh dapat memberikan saran-saran perihal\nini dan perusahaan akan memperhatikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perusahaan mengakui, mendukung dan menghargai pekerja\u002Fburuh yang terpilih\nsebagai Pengurus Serikat Pekerja\u002FSerikat buruh didalam menjalankan tugas dan\nfungsinya guna mewujudkan hubungan yang harmonis antara pekerja\u002Fburuh dan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pihak Perusahaan dan Serikat Pekerja \u002FSerikat Buruh sepakat dalam\nmenyelesaikan permasalahan, akan melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat\nsesuai ketentuan, dengan saling menghormati dan tidak mencampuri urusan\nmasing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh dapat memperoleh informasi tertentu yang\nberkaitan dengan pekerja\u002Fburuh yang menjadi anggota\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Keanggotaan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Status keanggotaan pekerja\u002Fburuh menjadi anggota Serikat Pekerja\u002FSerikat\nBuruh sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja\u002Fburuh yang menduduki Pimpinan Seksi dan keatas tidak menjadi\npengurus Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Penerimaan dan Penempatan Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mempunyai kewenangan penuh dalam penerimaan dan penempatan\ntenaga kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan dan kualifikasi penerimaan dan penempatan ditentukan oleh\nperusahaan sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi kerja yang dibutuhkan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>3.Pekerja\u002Fburuh yang akan diterima sebagai pekerja\u002Fburuh tetap, wajib\nmengikuti masa percobaan selama 3 (tiga) bulan dan dapat diangkat setelah\ndinyatakan lulus dalam masa percobaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>4.Pekerja\u002Fburuh yang akan diterima untuk suatu pekerjaan tertentu atau untuk\njangka waktu terbatas, atau pekerja\u002Fburuh yang telah pensiun bila keahliannya\nmasih dibutuhkan, dilakukan melalui perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Level dan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-JOBTITLE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>1.Struktur level\u002Fjabatan pekerja tetap adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 1: Operator\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 2: Karyawan Terampil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 3: Terampil Khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 4: Wakil Kepala Regu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 5: Kepala Regu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 6: Wakil Asisten\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 7: Asisten\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 8: Wakil Kepala Seksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 9: Kepala Seksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 10: Wakil Kepala Departemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 11: Kepala Departemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 12: Wakil Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Level 13: Direktur\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Penetapan dan penentuan urutan level dan jenjang jabatan pekerja\u002Fburuh\nditentukan oleh Perusahaan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan organisasi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Mutasi Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan berwenang penuh untuk mengadakan mutasi pekerja\u002Fburuh sesuai\ndengan azas manajemen dengan memperhatikan kebutuhan, prestasi kerja,\nperkembangan karier, maupun upaya pembinaan pekerja\u002Fburuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dengan alasan tertentu, pekerja\u002Fburuh dapat mengajukan mutasi secara\ntertulis kepada Perusahaan melalui Kepala Seksi\u002FDepartemen \u002FDivisi yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan harus memberikan penjelasan mengenai jabatan dan uraian tugas\npekerja\u002Fburuh yang dimutasikan, dan upah pekerja\u002Fburuh tidak boleh berkurang\ndari yang sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal mutasi pekerja\u002Fburuh yang menjadi pengurus Serikat\nPekerja\u002FSerikat Buruh, Perusahaan akan menyampaikan terlebih dahulu kepada\npengurus serikat pekerja\u002Fserikat buruh dengan mendengarkan dan mempertimbangkan\npandangan kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal Perusahaan memutasikan pekerja\u002Fburuh ke luar wilayah Propinsi\nJambi di lingkungan Sinar Mas Group, Perusahaan wajib menanggung biaya\nakomodasi dan transportasi selama perjalanan bagi pekerja\u002Fburuh beserta\nistri\u002Fsuami serta maksimal 3 (tiga) orang anak, dan diberikan kompensasi 1\n(satu) bulan upah dan ditambah premi bulam sebelumnya. Dalam hal mutasi pada\nayat 2 Perusahaan tidak memberikan kompensasi atau biaya apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Upah Hukum Bagi Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan mendampingi pekerja\u002Fburuh dalam melaksanakan upaya hukum\napabila pekerja\u002Fburuh dalam menjalankan tugas perusahaan menghadapi masalah\nhukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HARI KERJA DAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cp>1.Perusahaan memberlakukan Waktu kerja selama 8 (delapan) jam 1 (satu) hari\ndan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu, untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1\n(satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pengaturan jam kerja bagi pekerja\u002Fburuh, diatur didalam petunjuk\npelaksanaan tentang waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Yang dimaksud dengan kerja lembur adalah pekerjaan yang dilakukan diluar\njam kerja yang telah ditetapkan oleh Perusahaan, sekurang-kurangnya ½\n(setengah) jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kerja lembur dapat dilakukan atas instruksi dari atasan yang bersangkutan\ndan disetujui oleh pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sehubungan dengan kebutuhan kerja yang tidak dapat dihindari atau dalam\nkeadaan force majeur\u002Femergency, Perusahaan dapat menginstruksikan kepada\npekerja\u002Fburuh untuk kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan akan memberikan uang makan atau pengganti uang makan bagi\npekerja\u002Fburuh yang bekerja lembur sesuai dengan juklak yang disepakati\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Piket\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberlakukan piket yang diatur sesuai kebutuhan dengan ketentuan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk pekerja\u002Fburuh non staff mendapatkan uang piket sebesar upah\nlembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk pekerja\u002Fburuh staff mendapatkan kompensasi piket yang ditetapkan\noleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : UPAH NON UPAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Pengupahan\u002FPenggajian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Komponen upah terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>2.Semua ketentuan dalam perhitungan upah serta tunjangan-tunjangan lain bagi\npara pekerja\u002Fburuh maupun cara-cara pembayaran dilaksanakan menurut ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Upah dibayarkan tiap awal bulan pada hari kerja untuk bulan yang lalu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroups\">\u003Cp>4.Upah yang diterima pekerja\u002Fburuh sesuai dengan urutan level dan jenjang\njabatan pekerja\u002Fburuh dengan upah minimal perbulan sesuai dengan upah minimum\nPropinsi atau Kabupaten.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selain upah pokok kepada pekerja\u002Fburuh diberikan tunjangan yang terdiri\ndari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran yang diberikan kepada pekerja\u002Fburuh yang menduduki suatu jabatan\ntertentu dalam Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cp>b.Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran yang diberikan untuk menunjang biaya makan pekerja\u002Fburuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp>c.Tunjangan Transport:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran yang diberikan untuk menunjang biaya transportasi\npekerja\u002Fburuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d.Tunjangan Daerah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran yang diberikan kepada pekerja yang bekerja di seluruh lokasi\nkerja Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan tidak tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-CONSIGN_trigger\">\u003Cp>Tunjangan khusus Shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran yang diberikan kepada pekerja\u002Fburuh yang masuk kerja shift\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Komponen Non Upah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Catu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemberian natura kepada pekerja\u002Fburuh yang bekerja pada lokasi\u002Fareal kerja\nberdasarkan rekomendasi dokter Hiperkes.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran yang diberikan kepada pekerja\u002Fburuh yang melakukan tugas shift II\ndan shift III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang Piket :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran yang diberikan kepada staff yang melaksanakan tugas piket\u002Fjaga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Insentif alat berat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembayaran yang diberikan kepada pekerja\u002Fburuh yang mengoperasikan alat\nberat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Upah lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Yang dimaksud dengan upah lembur adalah upah yang dibayarkan kepada\npekerja\u002Fburuh yang bekerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Upah lembur dibayarkan kepada pekerja\u002Fburuh non staff, untuk pekerja\u002Fburuh\nstaff tidak mendapatkan upah lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Komponen yang dimasukkan dalam menghitung upah lembur adalah Upah Pokok\ndan tunjangan-tunjangan tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cp>4.Untuk menghitung upah sejam adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Upah sejam = upah pokok + Tunjangan tetap\u002F173\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>5.Cara perhitungan upah lembur mengacu pada peraturan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>Perusahaan akan memberikan kenaikan upah kepada pekerja\u002Fburuh setiap\ntahunnya yang besarnya ditetapkan oleh perusahaan, dengan mempertimbangkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tingkat laju inflasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Prestasi kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Kemampuan Perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Premi Produksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cp>1.Dalam rangka meningkatkan semangat dan produktifitas kerja, maka\nperusahaan akan memberikan premi produksi kepada pekerja\u002Fburuh tetap, yang\nbesar dan ketentuannya ditetapkan oleh perusahaan dan akan diinformasikan\nkepada pekerja\u002Fburuh melalui Serikat Pekerja\u002FBuruh serta akan dibayarkan tiap\nakhir bulan untuk hasil produksi bulan yang lalu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Besarnya premi produksi ditentukan berdasarkan tingkat level\u002Fjabatan dan\ndisiplin pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Potongan Premi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kepada pekerja\u002Fburuh yang tidak hadir, melakukan tindakan indispliner atau\npelanggaran dapat dikenakan pemotongan premi yang besarnya tergantung kepada\njenis, sifat dan bentuk pelanggaran yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Datang Lambar (DL)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4 menit s\u002Fd 15 menit 1 kali, potongan premi 5%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.16 menit s\u002Fd 59 menit 1 kali, potongan premi 10%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 jam dan ke atas s\u002Fd setengah hari, potongan premi 12,5%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pulang Cepat (PC)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 menit s\u002Fd 5 menit 1 kali, potongan premi 5%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6 menit s\u002Fd 59 menit 1 kali, potongan premi 10%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 jam dan keatas s\u002Fd setengah hari, potongan premi 12,5%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam keadaan emergency (kemalangan atau musibah) pekerja\u002Fburuh dapat\nmeninggalkan pekerjaannya dengan seizing atasannya (Wakasi dan keatas) 1 (satu)\njam sebelum jam kerja berakhir (PC) tanpa dikenakan pemotongan premi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Lupa Catat (LC)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lupa catat atau tidak mengabsen secara sempurna sehingga tidak terekam, LC 1\nkali potongan premi 5%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Cuti atau Tidak Masuk Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Cuti Haid (H1) tidak dipotong premi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Istirahat Sakit (S1) 1 hari potongan premi 10%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Istirahat Sakit (RS) 1 hari s\u002Fd 15 hari kerja potongan 0%, 16 hari kerja\ndan ke atas per-hari potongan premi 5%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Izin Pribadi (P1) 1 hari, potongan premi 20%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mangkir (M) 1 hari potongan 35%,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Cuti melahirkan (H2) tidak mendapatkan premi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Dikenakan Sanksi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Surat peringatan I potongan premi 35% kecuali akibat mangkir (M) tidak\ndipotong premi lagi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Surat peringatan II, potongan premi 70%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Surat Peringatan III\u002FTerakhir atau Skorsing tidak mendapatkan premi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Premi yang dikenakan potongan adalah premi yang akan diterima pada periode\nbulan yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengalokasian dana pemotongan premi akan diatur oleh Perusahaan untuk\nkesejahteraan pekerja\u002Fburuh dengan pembagian 50% ke Dana Seksi dan 50% ke Dana\nTPKK (untuk peruntukan Tim Peduli Kesehatan Karyawan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : KETENTUAN CUTI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Yang dimaksud dengan cuti tahunan (T) adalah hak pekerja\u002Fburuh untuk tidak\nmasuk kerja selama 12 (dua belas) hari kerja setelah bekerja selama 12 (dua\nbelas) bulan terus menerus dengan mendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Khusus untuk pekerja\u002Fburuh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT 12 bulan)\ncuti tahunan dapat diambil setelah bekerja 6 (enam) bulan berturut-turut dengan\nkelipatan maksimum 6 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Cuti tahunan dapat diambil setelah hak cutinya timbul yang aturannya\ndilakukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u002Fburuh dapat menangguhkan penggunaan cuti tahunannya maksimal 20\nhari. Sisa cuti tahunan yang tidak dapat ditangguhkan dianggap hangus dan tidak\nmendapat kompensasi apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan dapat mengatur cuti kolektif\u002Fmassal yang diperhitungkan dengan\nhak cuti tahunan pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Cuti tambahan diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 5 s\u002Fd 9 tahun mendapat cuti tambahan sebanyak 1 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 10 s\u002Fd 14 tahun mendapat cuti tambahan sebanyak 3 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 15 tahun dan seterusnya mendapat cuti tambahan sebanyak 5\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Perhitungan hari cuti tahunan hanya dihitung berdasarkan hari-hari kerja\ndan tidak termasuk istirahat minggguan atau hari-hari libur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja\u002Fburuh yang telah bekerja selama 5 tahun dan setiap kelipatannya\nakan mendapatkan insentif cuti sebesar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja selama 5 tahun dank e atas diberikan 0,5 x 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 10 tahun dan keatas diberikan 1 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah yang dimaksud adalah upah pokok ditambah tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Istirahat Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>1.Pekerja \u002F buruh dapat mengambil istirahat karena sakit dengan menunjukkan\nsurat keterangan dokter dan dilampirkan salinan resep obat.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan apabila memandang perlu, dapat menyuruh pekerja\u002Fburuh ang\nmengambil istirahat karena sakit pada hari pertama pekerja\u002Fburuh yang\nbersangkutan masuk erja untuk memeriksakan dirinya pada dokter Perusahaan atau\ndokter yang ditunjuk oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja\u002Fburuh yang mengalami penyakit mental atau kejiwaan dalam masa\nkerja, maka Perusahaan memberikan istirahat sakit (S1) sesuai dengan\nrekomendasi dokter atau pihak yang berwenang. Apabila dikemudian hari penyakit\ntersebut ada hubungan dengan pekerjaannya maka dikategorikan kedalam penyakit\nakibat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>4.Pekerja \u002F buruh yang istirahat sakit (S1, RS) menerima upah sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk masa 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk masa 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk masa 4 (empat) tahun ketiga, dibayar 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>e.Apabila telah melewati 12 (dua belas) bulan perusahaan dapat\nmemberhentikan pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan dengan melalui prosedur UU No.\n13 Tahun 2003\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Cuti Haid, Cuti Melahirkan, Cuti Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh wanita yang dalam masa haid merasakan sakit dan\nmemberitahukan kepada Perusahaan melalui dokter perusahaan, tidak wajib bekerja\n(H1) pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja\u002Fburuh wanita yang selama ini haidnya pada hari pertama &amp; kedua\ntetap masuk kerja akan diberikan insentif sebesar Rp. 25.000\u002Fhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>3.Pekerja\u002Fburuh wanita yang hamil berhak memperoleh istirahat (H2) selama\n1,5 bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 bulan sesudah melahirkan\nmenurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>4.Berdasarkan kesepakatan dalam pelaksanaan, cuti melahirkan diberikan\nselama 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal pengambilan cuti sebelum saat\nmelahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>5.Pekerja\u002Fburuh wanita yang mengalami gugur kandungan berhak memperoleh\nistirahat 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau\nbidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Izin Meninggalkan Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh dapat mengajukan izin (P1) apabila cuti tahunannya telah\nhabis, setiap pekerja\u002Fburuh harus mengajukan permohonan sebelum melaksanakan\nizin P1, setelah disetujui oleh atasana maka permohonannya diserahkan ke Seksi\nH\u002FO untuk diproses.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cp>2.Izin meninggalkan pekerjaan dengan mendapatkan upah penuh (P3) dapat\ndiberikan oleh Perusahaan kepada pekerja\u002Fburuh dalam rangka kepentingan pekerja\nkarena alasan-alasan yang sah. Alasan-alasan atau kepentingan yang dimaksud\nadalah sebagai berikut.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a.Pernikahan pekerja\u002Fburuh yang pertama, selama 3 (tiga) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>b.Istri pekerja\u002Fburuh yang terdaftar melahirkan\u002Fkeguguran selama 2 (dua)\nhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Pernikahan anak pekerja\u002Fburuh selama 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kematian istri\u002Fsuami\u002Fburuh\u002Fanal\u002Forang tua\u002Fmertua\u002Fmenantu selama 4 (empat)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Kematian saudara, kandung pekerna\u002Fburuh selama 3 (tiga) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Mengkhitankan anak bagi pekerja\u002Fburuh beragama Islam, selama 2 (dua)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Membabtiskan anak bagi pekerja\u002Fburuh beragama Kristen Katolik dan\nProtestan, selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Manusia Yadnya anak pekerja\u002Fburuh bagi pekerja\u002Fburuh beragama Hindu,\nselama 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Perayaan keselamatan 30 hari kelahiran anak pekerja\u002Fburuh beragama Budha\nselama 1 (satu) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, 1 (satu) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cp>k.Suami\u002Fistri, anak, orang tua\u002Fmertua pekerja\u002Fburuh, dirawat dirumah sakit\ndengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 1 (satu) hari opname di rumah sakit, tidak mendapatkan izin meninggalkan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 2-3 (dua sampai dengan tiga) hari opname di rumah sakit, izin meninggalkan\npekerjaan 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 4-5 (empat sampai dengan lima) hari opname di rumah sakit, izin\nmeninggalkan pekerjaan ditambah 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 6 (enam) hari dan seterusnya opname di rumah sakit, izin meninggalkan\npekerjaan di tambah 1 (sabtu) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Untuk kepentingan tersebut di atas izin dapat diberikan dengan melampirkan\nsurat keterangan dari isntansi yang berwenang selambatnya 3 (tiga) hari kerja\nsejak pekerja\u002Fburuh kembalis masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Izin sebagaimana dimaksud pada ayat 2 diatas hanya diberikan pada hari\nkejadian. Apabila hari kejadian jatuh pada hari istirahat mingguan atau hari\nlibur, maka izin ini dapat diambil sebelum dan sesudah hari istirahat mingguan\natau hari libur secara berurutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Izin meninggalkan pekerjaan (P4) karena mewakili kepentingan bangsa,\nNegara dan menjalankan kewajiban yang diperintahkan agama dan disetujui\npemerintah dengan bukti yang sah dapat diberikan dengan disahkan oleh Pimpinan\nPerusahaan. Bila tidak dapat menunjukkan surat keterangan yang dimaksud\ndianggap cuti tahunan\u002Fizin P1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Izin meninggalkan pekerjaan karena mewakili kepentingan Perusahaan, akan\ndiatur dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pkerja\u002Fburuh yang menunaikan ibadah haji diberikan tambahan izin\nmeninggalkan pekerjaan (P4) selama 8 (delapan) hari kerja selain dari jadwal\nyang telah ditetapkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja\u002Fburuh atau keluarganya (termasuk orang tua\u002Fmertua) yang mengalami\nmusibah kebakaran ataupu bencana alam, maka pekerja\u002Fburuh dapat mengajukan izin\n(P4) untuk meninggalkan pekerjaan. Pemberian izin ini merupakan kebijaksanaan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja\u002Fburuh dapat diberikan izin meninggalkan Pekerjaan (P4) untuk\nmengikuti wisuda selama 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternity_nursing_breaks_length\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternity_nursing_breaks_duration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cp>9.Bagi pekerja\u002Fburuh wanita yang menyusui anaknya diberikan izin\nmeninggalkan tempat kerja selama 1 (satu) jam dalam 1 (satu) hari, sampai anak\nberusia 9 (Sembilan) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Meninggalkan Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan setelah mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi\npekerja\u002Fburuh dapat memberikan izin meninggalkan pekerjaan tanpa upah kepada\npekerja\u002Fburuh tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemberian izin meninggalkan pekerjaan tanpa upah pada ayat 2 (dua) diatas\nsepenuhnya merupakan kewenangan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Datang Lambat, Pulang Cepat, Lupa Catat, Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Datang Lambat (DL)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Yang dimaksud datang lambat adalah terlambat masuk kerja 4 (empat) menit\ndan atau lebih dari jadwal yang ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja\u002Fburuh yang datang terlambat bekerja dikenakan DL dan kelainan\nabsensi tersebut diproses oleh Seksi H\u002FO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Apabila datang lambat sebanyak 2 (dua) kali dalam masa 1 (satu) bulan maka\nyang ke 3 (tiga) kali dan seterusnya, setiap kali datang lambat dikenakan\nsanksi Surat peringatan I 1 (satu) kali; apabila datang lambat sebanyak 6\n(enam) kali dalam 1 (satu) tahun maka yang ke 7 (tujuh) dan seterusnya, setiap\nkali datang lambat dikenakan sanksi Surat peringatan I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Datang lambay 1 (satu) jam ke atas dan belum sampai setengah hari dianggap\ncuti setengah hari; apabila datang lambat melebihi setengah hari maka dianggap\ncuti 1 (satu) hari. Datang lambat tanpa alasan yang dapat diterima dianggap\nmangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Lupa Catat (LC)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Setiap pekerja\u002Fburuh yang lupa mencatat kartu absensi sewaktu masuk\u002Fkeluar\nkerja, atau mencatat namun tidak sempurna sehingga tidak terekam dikenakan LC\ndan kelainan absensi tersebut diproses oleh Seksi H\u002FO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila memberikan keterangan tidak benar atau memalsudkan permohonan lupa\ncatat, maka pada hari yang bersangkutan dianggap mangkir dan kepada yang\nbersangkutan dikenakan sanksi Surat peringatan II.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Lupa catat absensi sebanyak 5 (lima) kali dalam masa 1 (satu) tahun, maka\nyang ke 6 (enam) kali dan seterusnya, setiap kali dikenakan sanksi Surat\nperingatan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Lupa catat yang diakibatkan oleh kesalahan mesin pencatat yang dapat\ndibuktikan secara nyata tidak dikategorikan Lupa Catat (LC).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pulang Cepat (PC)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Yang dimaksud dengan pulang cepat adalah pulang lebih awal 1 (satu) menit\natau lebih dari jadwal yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja\u002Fburuh yang pulang cepat dikenakan PC dan kelainan absensi tersebut\ndiproses oleh Seksi H\u002FO.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja\u002Fburuh yang hendak pulang cepat, harus mengajukan permohonan dan\nizin terlebih dahulu, pulang cepat tanpa izin atasan dianggap mangkir dan akan\ndikenakan sanksi Surat peringatan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pulang cepat 1 (satu) jam keatas dan belum sampai setengah hari, dianggap\ncuti setengah hari; apabila pulang cepat melebihi setengah hari, maka dianggap\ncuti 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja\u002Fburuh yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah dan izin dari\natasan dikenakan Mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja\u002Fburuh yang mangkir dikenakan sanksi Surat Peringatan I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja\u002Fburuh yang mangkir 3 hari berturut-turut dikenakan sanksi Surat\nPeringatan II dan untuk setiap kali mangkir berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Selain dikenakan potongan mangkir premi, Mangkir setiap harinya dipotong\n1\u002F21 dari upah sebulan (upah pokok ditambah tunjangan tetap).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Prosedur Permohonan dan Izin Tidak Masuk Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setia pekerja\u002Fburuh yang tidak masuk kerja dengan alasan cuti tahunan,\nistirahat sakit, cuti hamil\u002Fmelahirkan, cuti haid, izin P1, P3 dan P4 harus\nmengajukan permohonan cuti\u002Fizin terlebih dahulu kepada perusahaan dengan\nmengikuti prosedur yang ditetapkan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Cuti\u002Fizin dapat dilaksanakan apabila telah disetujui perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam keadaan darurat, dimana pekerja\u002Fburuh tidak masuk kerja dan belum\nmengajukan permohonan cuti\u002Fizin, maka permohonan cuti\u002Fizin dapat diinformasikan\nterlebih dahulu kepada atasan yang bersangkutan. Apabila tidak ada informasi\nmaka izin dari Kepala Seksi hanya dapat diberikan dengan mempertimbangkan\nalasan yang diajuan oleh pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESELAMATAN, KESEHATAN DAN KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cp>1.Perusahaan wajib melaksanakan Ketentuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja\nsebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 1\u002F1970 tentang Keselamatan Kerja dan\npasal 86 dan 87 UU No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>2.Perusahaan wajib memberikan alat pelindung diri secaa selektif dan\nmemberikan pelatihan K3 kepada pekerja\u002Fburuh guna menjaga keselamatan dan\nkesehatan pekerja\u002Fburuh dalam melakukan pekerjaannya, menurut jenis, tempat\nkerja, dan kondisi kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja\u002Fburuh harus memakai alat pelindung diri bila sedang\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u002Fburuh yang dengan sengaja tidak mau memakai alat pelindung diri\npada saat melakukan pekerjaan dan atau sampai terjadi kecelakaan terhadap\ndirinya atau orang lain akibat kelalaian tidak memakai alat pelindungan diri,\nmaka akan dikenakan sanksi\u002Fdenda sesuai dengan ketentuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja\u002Fburuh dapat menunda melaksanakan pekerjaan yang diinstruksikan\noleh atasannya apabila tidak memenuhi ketentuan K3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perusahaan akan meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan pemakaian\nalat pelindung diri setiap waktu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Bila ada kelainan jalannya mesin-mesin dan atau alat-alat lainnya serta\nmenemui hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan pekerja\u002Fburuh dan\nPerusahaan dan lingkungan maka pekerja\u002Fburuh diwajibkan segera melaporkan\nkepada atasannya atau pimpinan Perusahaan agar kemungkinan-kemungkinan yang\nmembahayakan dapat dicegah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dilarang menempatkan barang-barang disekitar alat pemadam kebakaran karena\ndapat menyulitkan pada waktu pemakaian dan mempergunakan alat-alat pemadam\nkebakaran untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan fungsinya. Pelanggaran\nterhadap hal tersebut dapat dikenakan sanksi atau denda.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Bila terjadi kecelakaan, kebakaran dan peledakan setiap pekerja\u002Fburuh\nwajib membantu mengatasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Setiap pekerja\u002Fburuh yang dalam bertugas dapat menimbulkan api, maka\nharus terlebih dahulu mengajukan izin pada Seksi atau bagian yang berhubungan.\nBila melalaikan hal tersebut maka pelaksana dan penanggung jawab dikenakan\nsanksi\u002Fdenda.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pekerja\u002Fburuh wajib menjaga dan memelihara lingkungan kerja yang bersih,\ntertib dan teratur sehingga dapat menciptakan kondisi kerja yang aman, nyaman\ndan enak dipandang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>1.Bila pekerja\u002Fburuh yang mendapat kecelakaan sedang dalam menjalankan tugas\npekerjaan atau menderita sakit akibat menjalankan pekerjaan akan mendapatkan\nperlindungan berdasarkan Undang-undang No. 3\u002F1992 dan peraturan\npelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila terjadi kecelakaan kerja, maka Seksi yang bersangkutan wajib\nmelaporkan secara tertulis dan lisan kepada Seksi Industrial Safety dalam waktu\n1 x 24 jam setelah kecelakaan kerja tersebut terjadi, selanjutnya dalam waktu 2\nx 24 jam laporan harus diteruskan ke PT Jamsostek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>1.Untuk menjaga kesehatan pekerja\u002Fburuh, Perusahaan akan mengadakan\npemeriksaan kesehatan terhadap seluruh pekerja\u002Fburuh secara berkala.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>2.Pekerja\u002Fburuh yang sakit akan diupayakan berobat di klinik Perusahaan atau\nPuskesmas terdekat dan bila dipandang perlu dapat berobat ke Rumah Sakit atau\ndokter yang ditunjuk Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan berhak melarang pekerja\u002Fburuh yang menderita penyakit menular\nyang berbahaya untuk masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Keamanan dan Kenyamanan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan harus senantiasa memperhatikan keamanan dan kenyamanan kerja\npekerja\u002Fburuh baik dalam melaksanakan kerja maupun saat istirahat di Mess.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dan pekerja\u002Fburuh akan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan\nMess dan kelayakan fasilitasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja\u002Fburuh diwajibkan mengambil peran aktif dalam usaha memelihara\nkeamanan Perusahaan, peralatan kerja, material (spare part), produk serta\nperalatan kantor.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sehubungan dengan usaha-usaha dibidang keselamatan dan keamanan kerja baik\nterhadap harta benda milik pekerja\u002Fburuh maupun milik Perusahaan dapat\ndilakukan penyidikan\u002Fpemeriksaan sewaktu-waktu oleh Perusahaan ataupun petugas\nyang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PENINGKATAN KETERAMPILAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Pendidikan dan Pelatihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam usaha meningkatkan sumber daya manusia yang berdisipllin,\nberprestasi dan berwawasan serta professional, perusahaan wajib memberikan\npendidikan dan pelatihan kepada pekerja\u002Fburuhnya. Diklat dapat berupa latihan\nkerja dan keterampilan ataupun pendidikan teknis yang diselenggarakan didalam\natau diluar lingkungan perusahaan sesuai kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>2.Setiap pekerjaan\u002Fburuh memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh\npendidikan dan pelatihan yang diprogramkan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>3.Pendidikan dan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan\njenjang karier serta rencana penempatan pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Teknis pelasanaan pendidikan dan pelatihan mengacu kepada program\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi pekerja\u002Fburuh yang diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan\ndan pelatihan dapat diadakan ikatan dinas sesuai dengan ketentuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Kepada pekerja\u002Fburuh yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan wajib\nmemberikan pengetahuan yang didapat kepada pekerja\u002Fburuh lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Tenaga Kerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keberadaan dan penempatan Tenaga Kerja Asing di Perusahaan disesuaikan\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Penggunaan Kartu Tanda Pengenal (KTP)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh yang masuk, berada, di lokasi dan keluar lokasi wajib\nmemakai KTP yang dipasang pada kantong baju sebelah kiri. Khusus untuk\nkaryawati disesuaikan dnegan kondisi bentuk baju seragam yang diberikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.KTP rusak atau hilang atau tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya\ndapat diganti dengan mengajukan permohonan ke Seksi H\u002FO sesuai prosedur yang\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Kewajiban Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mentaati dan melaksanakan setiap ketentuan peraturan serta pengumuman yang\nberlaku dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hadir sebelum jam kerja untuk mempersiapkan diri dan segala sesuatunya\nsupaya dapat bekerja tepat pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melakukan pekerjaan dengan baik dan penuh tanggung jawab dibawah pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bekerja dengan sungguh-sungguh dan tidak diperbolehkan meninggalkan tempat\nkerja untuk pergi ke tempat lain, kecuali dalam hal-hal tertentu yang tidak\ndapat dihindarkan dengan izin dari atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Sesudah jam kerja selesai, setiap pekerja\u002Fburuh diwajibkan menyimpan,\nmemeriksa dan meyakini bahwa alat perlengkapan kerja dalam keadaan aman,\nterhindar dari kemungkinan bahaya kecelakaan, kebakaran, peledakan dan\npencurian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Selalu berpakaian rapi\u002Fbersih dan sopan, memakai baju seragam yang\ndiwajibkan pada saat bertugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Saling menghargai dan menghormati Pimpinan dan rekan sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Saling menghormati dan menghargai sesame umat beragama dan antar umat\nberagama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Menjaga kesopanan dan kesusilaan serta norma-norma pergaulan yang berlaku\numum di masyarakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Memberikan keterangan yang sebenarnya baik mengenai diri maupun\npekerjaannya kepada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Menyimpang segala keterangan yang dianggap rahasia di Perusahaan yang ia\ndapatkan sehubungan dengan jabatan maupun pergaulan di lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Melaporkan kepada Perusahaan mengenai setiap perubahan alamat, status\nkeluarga (kawin, cerai, kelahiran, kematian dan lain-lain) dalam waktu lambat 7\n(tujuh) hari setelah peristiwa tersebut terjadi atau hari pertama setelah ia\nmasuk kembali bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, menjaga dan memelihara kebersihan,\nkerapian tempat kerja masing-masing dan lingkungannya serta menghindari\nkemungkinan timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan, yang dapat membahayakan\ndiri sendiri dan lingkungannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Bertanggung jawab penuh terhadap pemeliharaan\u002Fpenjagaaan\nharta\u002Fperlengkapan serta dokumen-dokumen Perusahaan yang dipercayakan kepadanya\ndari pengrusakan\u002Fgangguan pihak lain yang dapat menyebabkan\nterganggunya\u002Fterhentinya pekerjaan sehingga merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Menjaga keselamatan dirinya dan pekerja\u002Fburuh lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Bila terjadi indikasi yang mengarah kepada tindakan yang merugikan\nperusahaan, tindakan pencurian, perampokan dan gangguan keamanan terhadap\nPerusahaan, pekerja\u002Fburuh diminta untuk melaporkan kepada Perusahaan atau\npetugas untuk itu ataupun membantu mengatasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Mengendarai kendaraan dengan tertib, tidak mengganggu keselamatan dan\nketertiban umum di areal\u002Flokasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Pekerja\u002Fburuh yang berakhir hubungan kerjanya wajib mengembalikan semua\nfasilitas, menyelesaikan administrasi terkait lainnya: termasuk perumahan,\nkendaraan, dan inventaris Perusahaan lainnya. Apabila pekerja\u002Fburuh mempunyai\nhutang kepada Perusahaan wajib dilunasi sekaligus, diperhitungkan dari hak-hak\nyang seharusnya diperoleh pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Kewajiban-kewajiban lain yang belum diatur dalam ketentuan ini akan\nditentukan berdasarkan kesepakatan bersama-sama antara Perusahaan dan Serikat\nPekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Larangan Bagi Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>Setiap pekerja\u002Fburuh dilarang keras:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Membocorkan rahasia atau memberikan keterangan yang merugikan Perusahaan,\nkecuali untuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Merokok di dalam lokasi pabrik, kecuali di tempat yang telah ditentukan\noleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buang air besar atau kecil dan meludah disembarang tempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Membawa barang-barang\u002Falat-alat yang tidak ada hubungannya dengan\npekerjaan di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan lain\nyang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap pekerja\u002Fburuh tidak dibenarkan untuk mengalihkan tugasnya kepada\norang lain tanpa izin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Berjudi, mengancam, memukul, melanggar kesusilaan, memperkosa hak\npekerja\u002Fburuh lainnya, membawa senjata api\u002Ftajam, membuat\u002Fmengedarkan\ntulisan-tulisan atau pamphlet, merusak milik Perusahaan dan perbuatan-perbuatan\nyang mengganggu kepentingan umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Masuk ke dalam kama tidur mess lawan jenis atau membawa lawan jenis ke\ndalam Mess.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>9.Membawa keluar barang-barang milik Perusahaan, membuat phot-photo di\nlingkungan Perusahaan, membawa orang lain masuk lokasi pabrik tanpa izin dari\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Memang plakat-plakat, mengumpulkan massa berpidato\u002Fceramah, mengumpulkan\nsumbangan-sumbangan yang bukan kepentingan\u002Fkaitan dengan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Meminjamkan, mengkaryakan barang milik Perusahaan yang dipercayakan\nkepadanya baik di dalam maupun di luar jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Selain petugas dilarang untuk mencoba-coba menghidupkan dan mematikan\nmesin-mesin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Mengenakan pakaian yang tidak rapi dan tidak sopan pada saat tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Berambut gondrong, rambut tidak dipangkas rapi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Mengenakan sandal kedalam lokasi kerja pada waktu jam kerja kecuali\ndikarenakan kondisi kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Mengendarai kendaraan di areal\u002Flokasi Perusahaan melampaui kecepatan yang\ntelah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Melawan petugas yang berwenang pada saat menjalankan tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Di luar tujuan kerja menjual\u002Fmembeli atau berdagang barang-barang atau\nmelakukan perbuatan semacam itu di dalam lokasi Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Pekerja\u002Fburuh selama terikat dalam hubungan kerja tidak dibenarkan\nmengadakan\u002Fmempunyai hubungan kerja yang terikat waktu dengan pihak lain,\nsehingga dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Bagi pekerja yang menduduki jabatan sebagai pimpinan seksi\u002Fdept\u002Fdivisi\ndan jabatan diatasnya, tidak dibolehkan membuat kebijakan dan atau\naturan-aturan yang bertentangan dengan ketentuan perusahaan, PKB dan ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Dengan sengaja tidak memproses pelanggaran\u002Fkelalaian yang menjadi\ntanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Dilarang mencoret KTP, merusak atau merubah dari bentuk aslinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Larangan-larangan lain yang belum diatur dalam ketentuan ini akan\nditentukan berdasarkan kesepakatan bersama antara Perusahaan dan Serikat\nPekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Pakaian Seragam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja\u002Fburuh wajib memakai pakaian seragam dengan sopan dan bersih\npada saat melaksanakan tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengecualian bagi pekerja\u002Fburuh yang sedang melakukan tugas dinas\nluar\u002Fperjalanan dinas dan kebutuhan tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk keperluan pakaian seragam tersebut, perusahaan menyediakan 4 (empat)\nhelai baju celana setiap tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>1.Semua pekerja\u002Fburuh diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga\nKerja sesuai dengan UU No. 3\u002F1992 pada PT. JAMSOSTEK meliputi program: Jaminan\nKecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Kartu Jamsostek pekerja\u002Fburuh diurus oleh Perusahaan dan diberikan kepada\npekerja\u002Fburuh sebagai tanda bukti kepesertaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Besarnya upah yang dilaporkan untuk kepesertaan Jamsostek dan diberikan\nupah pokok ditambah tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Jaminan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1.Untuk menjamin kesehatan pekerja\u002Fburuh dan keluarganya maka Perusahaan\nmemberlakukan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dengan program bebas biaya\nberobat\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Program bebas biaya berobat sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 (satu)\ndapat diselenggarakan oleh Perusahaan sendiri atau lembaga penyelenggara yang\nditunjuk oleh perusahaan dengan memperhatikan usulan dan pertimbangan dari\nSerikat Pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ruang lingkup pelaksanaan bebas biaya berobat berpedoman pada program yang\ndisepakati dengan badan penyelenggara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk meningkatkan mutu kesehatan pekerja\u002Fburuh, maka dibentuk Tim Peduli\nKesehatan Karyawan (TPKK) yang bekerja sama dengan bagian-bagian terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Tempat Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan fasilitas ruangan atau tempat ibadah dan memberi\nkesempatan kepada pekerja\u002Fburuh untuk dapat melaksanakan ibadah sebagaimana\nmestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja\u002Fburuh dan memupuk semangat gotong\nroyong, perusahaan memberi izin dan dukungan kepada Koperasi yang dibentuk oleh\npekerja\u002Fburuh untuk melakukan kegiatan usaha di lingkungan Perusahaan yang\nsifat dan bidangnya tidak bertentangan dengan kegiatan produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Olahraga dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan secara bertahap sesuai kemampuan menyediakan fasilitas olahraga\ndan kesenian guna pengembangan bakat, rekreasi serta diarahkan untuk reputasi\ndan prestasi demi nama baik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Tempat Tinggal\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan fasilitas tempat tinggal bagi pekerja\u002Fburuh dan\nkeluarganya menurut standar kesehatan dan kelayakan sesuai dengan kebutuhan\npekerja\u002Fburuh dan kemampuan Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan fasilitas angkatan yang dapat dipergunakan oleh\npekerja\u002Fburuh dan keluarga untuk rute:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tebing Tinggi – Jambi\u002FTungkal (pp)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Urusan darurat\u002Femergency\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Pendidikan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan fasilitas pendidikan bagi anak-anak pekerja\u002Fburuh\nmelalui yayasan yang didirikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi anak pekerja\u002Fburuh yang bersekolah di Yayasan Perusahaan dibebaskan\ndari uang pembangunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan memberikan beasiswa kepada anak pekerja\u002Fburuh dari SD sampai\ndengan SMU yang berprestasi ranking kelas I, II dan III pada setiap akhir tahun\najaran :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ranking I Rp. 200.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ranking II Rp. 150.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rangking III Rp. 100.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Tunjangan Hari Raya Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) berdasarkan peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya Tunjangan Hari Raya (THR) adalah 1 (satu) bulan Upah ditambah\nrata-rata premi 12 bulan terakhir (minimal 50 persen premi).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan dibayarkan paling lambat 14 (empat\nbelas) hari sebelum hari raya Idul Fitri yang dibayarkan secara bersamaan tanpa\nmembedakan agama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Bantuan Dana Kesejahteraan Pekerja\u002FBuruh dan Keluarganya.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan melalui Panitia Kesejahteraan Karyawan (PKK) akan memberikan\nbantuan kesejahteraan kepada pekerja\u002Fburuh dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya dana bantuan sebagaimana tersebut dalam ayat 1 diatas, diatur\ndalam petunjuk pelaksanaan yang disepakati oleh perusahaan dan serikat\npekerja\u002Fserikat buruh dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PENGHARGAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan memberikan penghargaan kepada pekerja\u002Fburuh dengan\nmempertimbangkan pengabdian masa kerja, prestasi kerja, keteladanan dan jasa\nistimewa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Prosedur pengajuan dan mekanisme pemberian penghargaan ditetapkan oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Bentuk –Bentuk Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bentuk-bentuk Penghargaan adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Piagam Penghargaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jasa Kecil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jasa Besar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja\u002Fburuh Teladan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selain bentuk penghargaan berupa surat tertulis, Perusahaan memberikan\nbonus berupa uang yang pemberiannya bersamaan maupun terpisah dari surat\npenghargaan. Besarnya bonus ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Piagam Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan memberikan piagam penghargaan kepada Pekerja\u002Fburuh yang\ntelah mengabdikan diri selama 5 tahun berturut-turut berdasarkan kelipatan 5\n(lima)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan akan memberikan piagam penghargaan terhadap karyawan yang masuk\nkedalam kompetisi karyawan teladan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Jasa Kecil\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan memberikan penghargaan berupa Jasa Kecil kepada\npekerja\u002Fburuh yang memenuhi salah satu kriteria dibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mengajukan usulan penelitian dan perluasan kegiatan yang tepat\u002Fnyata,\nsetelah usulan itu diterima dan dilaksanakan oleh Perusahaan ternyata berhasil\ndengan baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Sangat rajin melakukan pertolongan sewaktu terjadi bencana atau sesudahnya\ndalam rangka usaha pemulihan setelah bencana itu lampau.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Sangat rajin melakukan pertolongan sewaktu terjadi bencana atau sesudahnya\ndalam rangka usaha pemulihan setelah bencana itu lampau.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menyelesaikan dengan bijaksana pertikaian di antara pekerja sehingga\nmenghindarkan Perusahaan dari kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Menolak penyuapan atau pemberikan tidak pantas, setia atas pekerjaan,\nmenjaga dan mempertahankan rahasia perusahaan, tulus hati sehingga Perusahaan\ntidak menderita kerugian atas keburukan-keburkan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Berprestasi sebagai duta Perusahaan dalam turnamen dan konvensi resmi\nsehingga mengharumkan nama perusahaan ditingkat propinsi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Melaporkan kepada pihak Perusahaan tentang peristiwa yang dapat\nmenimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada pekerja\u002Fburuh yang mendapatkan Jasa Kecil berlaku ketentuan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Ditambah 50% premi berjalan selama 1 (satu) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penambahan point dalam penilaian pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Pekerja Teladan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan mengadakan pemilihan pekerja\u002Fburuh teladan setiap tahun dengan\nketentuan dan kriteria yang ditetapkan oleh Perusahaan secara objektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PENILAIAN DAN PROMOSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Penilaian Kinerja Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan melakukan penilaian kinerja pekerja\u002Fburuh secara objektif\nsetiap tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.System dan syarat-syarat penilaian kinerja pekerja\u002Fburuh diatur dan\nditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penilaian kinerja pekerja\u002Fburuh dilakukan oleh atasan langsung\npekerja\u002Fburuh dan apabila diperlukan maka atasan tersebut akan memberikan\npenjelasan tentang penilaian tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sanksi yang diakibatkan pengurangan absensi di dalam Penilaian Kinerja\npekerja\u002Fburuh hanya dicantumkn penyebab dijatuhkannya sanksi tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Penilaian Kinerja merupakan bahan pertimbangan untuk kenaikan\nlevel\u002Fgolongan gaji, atau untuk upaya pembinaan bagi pekerja\u002Fburuh dan tidak\ndapat dijadikan dasar untuk PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila terjadi perubahan dalam system penilaian, maka ketentuan penilaian\nselanjutnya mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja\u002Fburuh memiliki kesempatan yang sama untuk dipromosikan\nsesuai dengan kriteria dan persyaratan yang diatur dan ditetapkan oleh\nperusahaan berdasarkan kebutuhan organisasi, untuk penjabaran lebih lanjut\ntentang hal ini akan ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila terjadi perubahan dalam system promosi, maka ketentuan selanjutnya\nmengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : PEMBINAAN\u002FSANKSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Bentuk-Bentuk Pembinaan Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bentuk pembinaan\u002Fsanksi terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Surat Pernyataan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat Peringatan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Surat Peringatan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Surat Peringatan III\u002FPeringatan terakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Penurunan Tingkat Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.PHK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Surat peringatan sebagaimana ayat 1 diatas dapat diterbitkan secara\nberurutan atau tidak berurutan berdasarkan pertimbangan berat ringan, duduk\npermasalahan atau atas alasan terjadinya pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perbuatan\u002Fpelanggaran atau kelalaian pekerja\u002Fburuh disamping mendapatkan\nsanksi dapat juga dikenakan denda atau ganti kerugian sesuai dengan ketentuan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Seksi\u002Fdepartemen dapat memberikan pembinaan terhadap pekerja\u002Fburuh yang\nbersangkutan sebelum kasus pekerja\u002Fburuh tersebut diajukan ke Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Surat Pernyataan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelanggaran yang dinilai ringan setelah menimbang duduk perkaranya, maka\nPerusahaan dapat meringankan atau membebaskan hukuman dengan membuat Surat\nPernyataan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Surat Peringatan I\u002FII\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh dapat dikenakan surat peringatan I atau II apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melanggar kewajiban pekerja\u002Fburuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Melakukan hal-hal larangan pekerja\u002Fburuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Melalaikan\u002Fmelakukan hal-hal sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Lemah dalam mengatur dan mengawasi, sehingga bawahannya menjadi tidak\nrajin, malas dan menghindari kewajiban yang harus dikerjakan dan kurang\nbertanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada jam kerja mengurus urusan pribadi, bermain-main, mencaci maki,\nmengganggu orang lain yang sedang bekerja, dan meninggalkan tempat kerja tanpa\nizin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Merobek atau mencoret-coret daftar absen, dinding, mesin-mesin atau\ninstalasi lainnya,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mengotori lingkungan sekitar tempat kerja, sehingga mengancam kesehatan\numum,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Kurang melakukan pengawasan sehingga bawahannya melakukan penggelapan atau\npenyelewengan yang mengakibatkan Perusahaan menderita kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Kurang bersemangat dalam menjalankan pekerjaan, tidak menepati waktu dan\nmenangguhkan pekerjaan, sehingga merugikan Perusahaan, hal ini terbukti dengan\nnyata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Melakukan pekerjaan yang bertentangan dengan cara\u002Fmetode pekerjaan yang\nsebenarnya sehingga Perusahaan menderita kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Secara sembarangan menghamburkan bahan-bahan atau merusak barang-barang\nmilik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Telah mengetahui adanya kerusakan pada bagian-bagian mesin, tetapi tidak\nmemperbaikinya maupun melaporkan kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Tidak menuruti perintah\u002Fpetunjuk pimpinan, sehingga mempengaruhi\nkelancaran jalannya pekerjaan atau usaha yang mengakibatkan kerugian\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Memesan\u002Fmenyuruh atau mewakili teman sekerja untuk mencatat\u002Fmenceklok\nabsensi pada mesin pencatat waktu, atau memalsukan catatan absensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Walaupun sudah seringkali diberikan peringatan, tetapi masih tetap\nberkelakuan kasar atau bertingkah laku buruk dan merusak tata tertib kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Kurang melakukan pengawasan atau memberikan petunjuk yang salah kepada\nbawahannya, sehingga Perusahaan menderita kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Tidak teliti dalam pengontrolan\u002Fpengawasan, kurang menaruh perhatian\nterhadap peristiwa yang terjadi sehingga sangat merugikan Perusahaan dimana\nsebelumnya peristiwa tersebut dapat dicegah, jika terlebih dahulu\ndiperhatikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Tidak melakukan pertolongan ketika melihat kecelakaan yang sedang\nterjadi, bahkan menghindarinya sehingga kecelakaan itu menjadi besar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Menyalahgunakan jabatannya\u002Fkedudukannya, mempergunakan material pabrik\ndengan tidak sah untuk membuat atau memperbaiki barang-barang pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Tidur atau tertidur dalam jam kerja, tidak menaruh perhatian pada\ntugasnya dan keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Membawa orang luar meninjau pabrik tanpa izin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Membohongi atasannya, dimana apa yang dikatakan berlainan dengan yang\nsebenarnya, kebohongan tersebut dapat dibuktikan dengan nyata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Tidak memakai KTP atau lupa memakai KTP untuk yang berikutnya setiap kali\ntidak menggunakan KTP setelah 3 kali berturut-turut dalam sebulan, atau 6 kali\ntidak berturut-turut selama setahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Kehilangan KTP dan menemukan KTP yang hilang tersebut tetapi tidak\nmengembalikan ke perusahaan atau kehilangan KTP yang berikutnya setelah 2 kali\ndalam 1 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Menyalahgunakan KTP, menggunakan KTP orang lain, meminjam atau\nmeminjamkan KTP orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa berlaku Surat Peringatan I\u002FII adalah 6 (enam) bulan sejak\nditerbitkannya Surat Peringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kepada pekerja\u002Fburuh yang mendapat sanksi Surat Peringatan I\u002FII berlaku\nketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Premi dipotong sesuai dengan Pasal 19 ayat 1 sub e, 1 atau 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pengurangan point dalam Penilaian Pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Surat Peringatan III\u002FPeringatan Terakhir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh dapat dikenakan surat peringatan III\u002FPeringatan terakhir\napabila pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan pengulangan atas kelalaian\u002Fpelanggaran yang sebelumnya telah\ndikenakan Peringatan I dan II baik sejenis atau tidak dalam masa sanksi yang\nmasih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setelah 3 (tiga) kali pekerja\u002Fburuh tetap menolak untuk mentaati perintah\nuntuk penugasan yang layak sesuai dengan PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dengan sengaja atau lalai mengakibatkan dirinya dalam keadaan tidak dapat\nmelakukan pekerjaan yang diberikan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tidak cakap melakukan pekerjaan walaupun sudah dicoba dibidang tugas yang\nada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa berlaku Surat Peringatan III\u002FTerakhir selama 6 (enam) Bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dengan mempertimbangkan factor-faktor yang meringankan, sanksi Surat\nPeringatan III\u002FTerakhir dapat diturunkan menjadi sanksi Surat Peringatan\nI\u002FII.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kepada Pekerja\u002Fburuh yang mendapat sanksi Surat Peringatan III\u002FTerakhir\nberlaku ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Premi dipotong sesuai dengan Pasal 19 ayat 1 sub e. 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pengurangan Point dalam Penilaian Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak berhak mengikuti promosi selama dalam masa berlaku sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Skorsing adalah pembebasan tugas sementara kepada pekerja\u002Fburuh untuk\nmenunggu penetapan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari lembaga\u002Finstansi yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan mengenai skorsing sesuai dengan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Penurunan Tingkat Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Penurunan tingkat jabatan diberikan dengan mempertimbangkan\nkeselahan-kesalahan yang telah diberikan peringatan atau sanksi sehubungan\ndengan jabatan yang dibebankan kepada pekerja\u002Fburuh tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Atas pertimbangan tertentu dari perusahaan maka bagi pekerja\u002Fburuh yang\nmelakukan kesalahan yang dapat mengakibatkan PHK sanksinya dapat diringankan\nberupa penurunan tingkat jabatan\u002Flevel satu tingkat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Pembelaan Diri Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sebelum sanksi diberikan maka Perusahaan memberitahukan kepada\npekerja\u002Fburuh tentang rencana tindakan yang akan diambil terhadapnya dan\npekerja\u002Fburuh diberi kesempatan untuk menjelaskan perbuatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam pembelaan diri pekerja dapat didampingi oleh Serikat\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sesudah pekerja\u002Fburuh tersebut memberi keterangan pembelaan diri\nperusahaan dapat mempertimbangkan untuk memutuskan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Pelaksanaan Pemberian Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sanksi dibuat secara tertulis dan dikeluarkan oleh HRD atas nama\nPerusahaan apabila pekerja\u002Fburuh terbukti melakukan pelanggaran tata tertib\natau ketentuan-ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, ketentuan\nPerusahaan, Perjanjian Kerja Bersama dan atau Peraturan Perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap surat sanksi yang dibuat dan dikeluarkan oleh HRD kepada\npekerja\u002Fburuh, ditembuskan kepada Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Rehabilitasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002Fburuh yang dikenai sanksi dan dikemudian hari ternyata tidak\nterbukti bersalah maka perusahaan wajib merehabilitasi nama baik pekerja\u002Fburuh\ntersebut dan mengembalikan segala hak-haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Jenis-jenis Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jenis-jenis Pemutusan Hubungan Kerja dikategorikan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Hubungan kerja yang diputuskan oleh pekerja\u002Fburuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hubungan kerja yang diputuskan oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Hubungan kerja yang putus karena hukum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hubungan kerja yang putus karena proses dipengadilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Hubungan kerja yang putus karena usia lanut\u002Fpensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Hubungan Kerja yang DIputuskan oleh Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh mengundurkan diri atas kemauan sendiri dengan mengajukan\npermohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh)\nhari sebelum tanggal mulai pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja\u002Fburuh yang mangkir 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut\ntanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah, dan\ntelah dipanggil 2 (dua) kali secara sah dan tertulis dapat diputuskan hubungan\nkerjanya karena dikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sebelum pekerja\u002Fburuh melaksanakan pengunduran dii pekerja\u002Fburuh\ndiwajibkan melakukan serah terima tugas, menyelesaikan kewajiban keuangan dan\nadministrasi lainnya serta mengembalikan asset-asset milik perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u002Fburuh yang mengalami sakit berkepanjangan atau mengalami cacat\nakibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\nmelampaui batas 12 (dua belas) bulan dapat mengajukan PHK kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Hubungan Kerja yang Diputuskan oleh Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan hubungan kerja oleh Perusahaan dapat dilakukan setiap saat\nterhadap pekerja\u002Fburuh yang masih dalam masa PKWT atau masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hubungan kerja dapat diputuskan oleh perusahaan bilamana pekerja\u002Fburuh\nsakit lebih dari 12 (dua belas) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja\u002Fburuh yang melakukan kesalahan dengan alasan tertentu\ndikenakan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK Alasan Tertentu) Tanpa Pesangon,\nyaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri dan atau orang lain dengan\nmelawan hukum di lingkungan perusahaan, baik dengan nama palsu atau keadaan\npalsu, baik dengan tipu muslihat maupun dengan kebohongan, membujuk\nperusahaan\u002Fmitra kerja\u002Frekan sekerja supaya memberikan suatu barang dan atau\nuang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dengan melawan hukum mengambil barang ddan atau uand di lingkungan\nperusahaan seabgian atau seluruhnya kepunyaan perusahaan\u002Fmitra kerja\u002Frekan\nsekerja dengan maksud untuk memiliki barang dan atau uang tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dengan melawan hukum memiliki barang dan atau uang dilingkungan perusahaan\nsebagian atau seluruhnya kepunyaan perusahaan\u002Fmitra kerja\u002Frekan sekerja dan\nbarang dan atau uang tersebut ada padanya bukan karena kejahatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menyuruh atau melakukan perbuatan yang menimbulkan atau mengakibatkan\nperasaan tidak enak, rasa sakit atau luka atau merusak kesehatan atau halangan\nuntuk menjalankan jabatan atau pekerjaan di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Dengan maksud menguntungkan diri sendiri dan atau orang lain dengan\nmelawan hukum di lingkungan perusahaan, memaksa atau menekan orang dengan\nancaman atau mencemar atau akan membuka rahasia, supaya orang itu memberi\nkepadanya suatu barang dan atau uang yang sebagian atau seluruhnya kepunyaan\norang itu sendiri dan atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menyerang kehormatan atau nama baik perusahaan\u002Fmitra kerja\u002Frekan sekerja\ndengan jalan menuduh melakukan suatu perbuatan tertentu di lingkungan\nperusahaan, dengan maksud untuk menyiarkan tuduhan dengan lisan dan atau surat\ndan atau gambar, supaya diketahui umum, karena bersalah menista atau\nmencemar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Mabuk, meminum-minuman kerja yang memabukkan, memakai dan atau mengedarkan\nnarkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\nbertentangan dengan peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan atau melakukan\ntindakan yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam\nkeadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\ndirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Melakukan kegiatan organisasi politik dilingkungan kerja pada jam\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Melakukan kolusi dengan pihak ketiga\u002Fpihak lain sehingga merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana\npenjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u002Fburuh dapat diputuskan hubungan kerjanya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bila terbukti dengan sengaja menyalahgunakan Kartu Tanda Pengenalnya untuk\ndipergunakan oleh orang lain yang bukan pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bila menghasut, mengadu domba dan perbuatan semacam itu yang mengacau tata\ntertib sehingga menimbulkan perpecahan di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Melakukan kesalahan yang bobotnya sama atau lebih setelah mendapat\nperingatan terakhir yang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Jika pekerja\u002Fburuh terganggu kesehatan mentalnya sehingga perilakunya\ntidak dapat dipertanggungjawabkan atau mengganggu kelancaran pekerjaan atau\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002Fburuh yang diputus hubungan kerjanya karena kesalahan tersebut di\natas diberikan haknya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Hubungan Kerja Yang Putus Karena Hukum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Yang dimaksud dengan putus karena hukum adalah putus dengan sendirinya\ntanpa perlu adanya suatu tindakan dari salah satu pihak, baik pekerja\u002Fburuh\nmaupun Perusahaan, maupun penetapan dari pihak-pihak tertentu, yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Hubungan kerja yang diadakan untuk suatu jangka waktu tertentu, dengan\nberakhirnya waktu yang diperjanjikan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Meninggalnya pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja\u002Fburuh yang meninggal dunia, maka ahli waris yang sah berhak\natas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jaminan kematian dan Jaminan Hari Tua (JHT) dari PT. JAMSOSTEK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Upah dalam bulan berjalan dari perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>c.Uang pesangon sesuai dengan Pasal 166 UU No. 13\u002F2003\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>d.Uang tanda duka cita dari perusahaan melalui PKK.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e.Biaya transportasi pengantaran jenazah dan keluarganya ke tempat\npemakaman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam pemutusan hubungan kerja tersebut tidak diperlukan suatu pernyataan\npengakhiran sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Hubungan Kerja Yang Putus Karena Proses Di Pengadilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002Fburuh yang ditahan pihak berwajib karena diduga melakukan tindak\npidana bukan atas pengaduan perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Telah ditahan pihak berwajib atau tidak dapat melakukan pekerjaan\nsebagaimana mestinya lebih dari 6 (enam) bulan, karena dalam proses\ndiperadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Telah diputus perkara pidananya dan dinyatakan bersalah, walaupun masa\npenahanan belum mencapai 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Hubungan Kerja Yang Putus Karena Usia Lanjut\u002FPensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja\u002Fburuh yang memasuki usia 55 tahun dapat dipensiunkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada pekerja\u002Fburuh yang putus hubungan kerja kerja pensiun diberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Uang pensiun sesuai ketentuan pasal 167 UU No. 13\u002F2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang kebijaksanaan yang terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.50% premi dikali masa kerja sesuai masa kerja perhitungan pesangon.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii.25% premi setiap penambahan 1 (satu) tahun masa kerja, mulai masa kerja 7\n(tujuh) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk level 1 s\u002Fd 3 selama Masa Persiapan Pensiun (MPP), yaitu 1 (satu)\ntahun menjelang pensiun, jabtannya dinaikkan 1 (satu) tingkat dan ditempatkan\nyang sesuai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan pensiun hanya berlaku untuk pekerja\u002Fburuh tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam masa 6 (enam) bulan sebelum memasuki usia pensiun pekerja\u002Fburuh yang\nbersangkutan secara bertahap mulai mendelegasikan tugas serta wewenang yang\ndiembannya kepada karyawan lain yang ditunjuk oleh atasannya atau\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk keperluan pensiun pekerja\u002Fburuh, Perusahaan dapat megadakan program\ndana pensiun yang diselenggarakan oleh Perusahaan sendiri atau bekerja sama\ndengan lembaga keuangan yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila Perusahaan memberlakukan program pensiun maka ayat 2 di atas tidak\ndiberlakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Pensiun Dini\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dapat memberikan pensiun dini kepada pekerja\u002Fburuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja\u002Fburuh dapat mengajukan pensiun dini kepada Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Keputusan pensiun dini sepenuhnya menjadi kewenangan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Uang Pisah ditentukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.3 tahun atau lebih tetapi kurang 6 tahun = 1,5 Bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.6 tahun atau lebih tetapi kurang 9 tahun = 2 Bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.9 tahun atau lebih tetapi kurang 12 tahun = 2,5 Bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.12 tahun atau lebih tetapi kurang 15 tahun = 3,5 Bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.15 tahun atau lebih tetapi kurang 18 tahun = 4 Bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.18 tahun atau lebih tetapi kurang 21 tahun = 4,5 Bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.21 tahun atau lebih tetapi kurang 24 tahun = 5,5 Bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.24 tahun atau lebih = 6 Bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah dimaksud adalah upah pokok ditambah tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja\u002Fburuh yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri atas\nkemauan sendiri, diberikan uang pisah 100% dari uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemutusan Hubungan Kerja karena pekerja\u002Fburuh Mangkir diberikan uang pisah\nyang besarnya 50 (lima puluh) % dari uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemutusan Hubungan Kerja karena pekerja\u002Fburuh melakukan kesalahan tertentu\nadalah 25 (dua puluh lima) % dari uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Surat Keterangan Berhenti Bekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan mengeluarkan surat keterangan pengalaman kerja bagi\npekerja\u002Fburuh yang berakhir hubungan kerjanya dengan Perusahaan dengan masa\nkerja minimal 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Surat Keterangan Pengalaman Kerja memuat secara rinci masa kerja, jabatan\npekerja\u002Fburuh dan Seksi\u002Fbidang kerjanya selama bekerja di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI : KELUH KESAH PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Penyampaian\u002FPenyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>1.Setiap pekerja\u002Fburuh dapat menyampaikan keluh kesah kepada Kepala Seksinya\nmengenai hal-hal yang menurutnya tidak adil atau dianggapnya tidak sesuai\ndengan Ketentuan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama atau peraturan\nperundangan yang berlaku yang dapat disampaikan secara lisan maupun\ntertulis.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila keluh kesah tersebut menyangkut Kepala Seksi\u002FDepartemennya, maka\nkeluh kesahnya disampaikan kepada Kepala Departemen\u002FDivisinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Keluh kesah yang disampaikan secara lisan dapat dijawab secara lisan oleh\nKepala Seksi\u002FKepala Departemen yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Keluh kesah yang disampaikan secara tertulis dijawab secara tertulis oleh\nKepala Seksi\u002FKepala Departemen yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila dalam 5 hari kerja langkah pertama belum ada tanggapan atau\nhasilnya tidak memuaskan baginya, maka pekerja\u002Fburuh dapat meneruskan persoalan\natau pengaduan kepada atasan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila belum juga ada penyelesaian, maka pekerja\u002Fburuh dapat meneruskan\nkeluh kesahnya ke HRD dan memberikan tembusan ke Serikat Pekerja\u002FSerikat\nBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila pekerja\u002Fburuh masih merasa dirugikan maka pekerja\u002Fburuh\nmenyampaikan keluhannya ke Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh dan dicari\npenyelesaiannya melalui musyawarah antara Perusahaan dan Serikat\nPekerja\u002FSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Apabila setelah melalui musyawarah antara Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh\ndan Perusahaan masih belum tercapai, maka penyelesaiannya dapat ditempuh\nmelalui jalur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Selama dalam proses penyelesaian keluh kesah kedua belah pihak wajib\nmenjaga supaya kegiatan produksi perusahaan tetap berlangsung dengan lancer dan\naman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII : KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak ditanda tangani oleh wakil\nkedua belah pihak dan didaftarkan di Dinas Tenaga dan Transmigrasi Provinsi\nJambi dan berlaku efektif mulai tanggal 26 September 2011 untuk masa berlaku\nselama 2 (dua) tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Sebelum tercapai kesepakatan dalam perundingan untuk PKB yang baru setelah\nPKB ini berakhir, naja ketentuan PKB ini tetap berlaku paling lama 1 (satu)\ntahun hingga tercapainya kesepakatan, kecuali Pemerintah menentukan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pedoman dan disiplin yang sedang dan akan diberlakukan di PT. Lontar\nPapyrus Pulp &amp; Paper Industry akan tetap diberlakukan sepanjang tidak\nbertentangan dengan PKB ini dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku serta\nprinsip Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila ada ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\nbertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, maka bagian yang\nbertentangan tersebut batal demi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bila dalam pelaksananaan PKB ini terjadi hal-hal yang perlu dilengkapi\nkarena tidak tercantum didalamnya, maka akan diatur tersendiri. Penambahan isi\nPKB harus dibicarakan dulu secara Bipartit antara Perusahaan dengan Serikat\nPekerja\u002FSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perusahaan akan membagikan naskah PKB ini kepada seluruh pekerja\u002Fburuh\nuntuk dapat dipahami sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Penandatanganan PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini ditandatangani oleh wakil-wakil kedua belah\npihak, dengan disaksikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nProvinsi Jambi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tebing Tinggi, 26 September 2011\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak perusahaanpihak SP\u002FSB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. LPPPIan i\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT LONTAR PAPYRUS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pulp &amp; Paper Industry\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>IR. WIMAN SOETIJOSOREMI PERMATA ST\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>IR. JUKEN HENRY, MM.AFRIANSYAH, Spt.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menyusun penandatanganan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepala Dinas Sosnakertrans\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Provinsi Jambi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DRS. H.A. HARRIS, AB.MM.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembina Utama Madya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP. 19590812 198603 1 007\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-casignemployees\">\u003Cp>TIM PEMBAHAS PKB PERIODE 2011-2013\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak Perusahaan Pihak SP\u002FSB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.JUKEN HENRY1. REMI PERMATA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.ERWIN2. NASRIL\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.KMS. KOMARUDIN3. HERU HARYANTA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.ELFINALDO FANANI4. TRIWIDODO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.AZVI ZULKIFLI5. YAKUB RAHIM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.ABDUL KADIR6. ELVYDA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.ACHMAD DAHLAN7. HAMDANI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.HASBULLAH8. YANDRI ARDIANTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.YUNUS ZEGA9. RINO VERDI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.HARRIZA HARMAILY10. LINDA\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"childcaredifferenttrigger":46,"contracttrialperiod":50,"severance_number_1_tenure":54,"maternity_nursing_breaks_length":58,"dayspweek":62,"funeralpay":66,"incidentalbonusdays1":70,"maxsicknesspayperc":74,"jobclassifaction1":78,"jobwagegroups":82,"holidaysweeks":86,"EMPCONTR_trigger":90,"casignemployees":94,"schedulesrestpw":98,"sundayallowancetype1":100,"paidmaternityleaveall":104,"incidentalbonustype2":108,"menstruationleave":110,"contractseverancepay1":113,"LOWWAGE_trigger":115,"WAGES_trigger":117,"CONSIGN_trigger":121,"hourspday_select":125,"maternitydifferenttrigger":127,"maxsicknesspay":129,"ONCERISE_trigger":131,"maternityexcludedtrigger":133,"equalitydifferenttrigger":135,"paidpaternityleavepayperc":137,"STRUCINCR_trigger":141,"nursingmothers":145,"overtimeallowancetypeperiod":147,"pensionfund":151,"TRAINING_trigger":155,"nursingdifferenttrigger":159,"WORKHOURS_trigger":161,"LOWWAGE_government":163,"hourspweek":165,"equalityexcludedtrigger":167,"SICDIS_trigger":169,"violence":173,"trainingprogrammes":177,"contractseverancepay":181,"paidmaternityleaveduration":183,"childcareleave":187,"childcareexcludedtrigger":191,"mealvoucherstype1":193,"discrimination":197,"cbadate_start":201,"holidaysdays":205,"maxsicknesspaytype":207,"healthinsurance":209,"COMMUTE_trigger":213,"sundayallowancetype":217,"healthandsafetypolicy":219,"overtimeallowancetype1":223,"contracttrial":225,"sicknesspay":227,"incidentalbonustype":229,"dayspweek_select":233,"healthinsurancerelatives":235,"paidpaternityleave":237,"sicknessmaxdaysnr":240,"sundayallowanceperc1":244,"cbaratificationdate":246,"overtimeallowancetype":250,"hivpolicy":253,"disabilityfund":257,"JOBTITLE_trigger":259,"paidpaternityleaveduration":261,"disabilitypay":265,"cbadate_end":269,"severance_number":271,"maternity_nursing_breaks_duration":273,"hourspweek_select":275,"childcare":277,"hourspday":279,"MEALALL_trigger":281,"maternityotherclause":283,"OVERTIME_trigger":287,"SOCSEC_trigger":289,"nursingexcludedtrigger":291,"healthcareaccess":293,"SUNDAY_trigger":297,"healthandsafetytraining":299,"sicknessmaxdays":301,"MEDICAL_trigger":303,"overtimeallowanceperc1":307,"commutingallowancetype1":309,"paidpaternityleavepay":311,"SCHEDULE_trigger":313,"educationtuition":315,"severance":319,"paidmaternityleave":321,"PAIDLEAV_trigger":323},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"childcaredifferenttrigger","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku u","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk Perusahaan dan pekerja\u002Fburuh\nyang bekerja di PT. Lontar Papyrus Pulp& Paper Industry.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"contracttrialperiod","3.Pekerja\u002Fburuh yang akan diterima sebag","3.Pekerja\u002Fburuh yang akan diterima sebagai pekerja\u002Fburuh tetap, wajib\nmengikuti masa percobaan selama 3 (tiga) bulan dan dapat diangkat setelah\ndinyatakan lulus dalam masa percobaan.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"severance_number_1_tenure","c.Uang pesangon sesuai dengan Pasal 166 ","c.Uang pesangon sesuai dengan Pasal 166 UU No. 13\u002F2003",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"maternity_nursing_breaks_length","9.Bagi pekerja\u002Fburuh wanita yang menyusu","9.Bagi pekerja\u002Fburuh wanita yang menyusui anaknya diberikan izin\nmeninggalkan tempat kerja selama 1 (satu) jam dalam 1 (satu) hari, sampai anak\nberusia 9 (Sembilan) bulan.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"dayspweek","1.Perusahaan memberlakukan Waktu kerja s","1.Perusahaan memberlakukan Waktu kerja selama 8 (delapan) jam 1 (satu) hari\ndan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu, untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1\n(satu) minggu.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"funeralpay","d.Uang tanda duka cita dari perusahaan m","d.Uang tanda duka cita dari perusahaan melalui PKK.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"incidentalbonusdays1","1.Perusahaan memberikan Tunjangan Hari R","1.Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) berdasarkan peraturan yang\nberlaku.\n\n2.Besarnya Tunjangan Hari Raya (THR) adalah 1 (satu) bulan Upah ditambah\nrata-rata premi 12 bulan terakhir (minimal 50 persen premi).",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"maxsicknesspayperc","4.Pekerja \u002F buruh yang istirahat sakit (","4.Pekerja \u002F buruh yang istirahat sakit (S1, RS) menerima upah sebagai\nberikut :\n\na.Untuk masa 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% dari upah\n\nb.Untuk masa 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% dari upah\n\nc.Untuk masa 4 (empat) tahun ketiga, dibayar 50% dari upah\n\nd.Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah.",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"jobclassifaction1","1.Struktur level\u002Fjabatan pekerja tetap a","1.Struktur level\u002Fjabatan pekerja tetap adalah sebagai berikut:\n\nLevel 1: Operator\n\nLevel 2: Karyawan Terampil\n\nLevel 3: Terampil Khusus\n\nLevel 4: Wakil Kepala Regu\n\nLevel 5: Kepala Regu\n\nLevel 6: Wakil Asisten\n\nLevel 7: Asisten\n\nLevel 8: Wakil Kepala Seksi\n\nLevel 9: Kepala Seksi\n\nLevel 10: Wakil Kepala Departemen\n\nLevel 11: Kepala Departemen\n\nLevel 12: Wakil Direktur\n\nLevel 13: Direktur",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"jobwagegroups","4.Upah yang diterima pekerja\u002Fburuh sesua","4.Upah yang diterima pekerja\u002Fburuh sesuai dengan urutan level dan jenjang\njabatan pekerja\u002Fburuh dengan upah minimal perbulan sesuai dengan upah minimum\nPropinsi atau Kabupaten.",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"holidaysweeks","1.Yang dimaksud dengan cuti tahunan (T) ","1.Yang dimaksud dengan cuti tahunan (T) adalah hak pekerja\u002Fburuh untuk tidak\nmasuk kerja selama 12 (dua belas) hari kerja setelah bekerja selama 12 (dua\nbelas) bulan terus menerus dengan mendapatkan upah penuh.",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"EMPCONTR_trigger","4.Pekerja\u002Fburuh yang akan diterima untuk","4.Pekerja\u002Fburuh yang akan diterima untuk suatu pekerjaan tertentu atau untuk\njangka waktu terbatas, atau pekerja\u002Fburuh yang telah pensiun bila keahliannya\nmasih dibutuhkan, dilakukan melalui perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"casignemployees","TIM PEMBAHAS PKB PERIODE 2011-2013 Pihak","TIM PEMBAHAS PKB PERIODE 2011-2013\n\nPihak Perusahaan Pihak SP\u002FSB\n\n1.JUKEN HENRY1. REMI PERMATA\n\n2.ERWIN2. NASRIL\n\n3.KMS. KOMARUDIN3. HERU HARYANTA\n\n4.ELFINALDO FANANI4. TRIWIDODO\n\n5.AZVI ZULKIFLI5. YAKUB RAHIM\n\n6.ABDUL KADIR6. ELVYDA\n\n7.ACHMAD DAHLAN7. HAMDANI\n\n8.HASBULLAH8. YANDRI ARDIANTO\n\n9.YUNUS ZEGA9. RINO VERDI\n\n10.HARRIZA HARMAILY10. LINDA",{"bindId":99,"name":64,"text":65},"schedulesrestpw",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"sundayallowancetype1","5.Cara perhitungan upah lembur mengacu p","5.Cara perhitungan upah lembur mengacu pada peraturan perundang-undangan\nyang berlaku.",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"paidmaternityleaveall","3.Pekerja\u002Fburuh wanita yang hamil berhak","3.Pekerja\u002Fburuh wanita yang hamil berhak memperoleh istirahat (H2) selama\n1,5 bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 bulan sesudah melahirkan\nmenurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.",{"bindId":109,"name":72,"text":73},"incidentalbonustype2",{"bindId":111,"name":112,"text":112},"menstruationleave","1.Cuti Haid (H1) tidak dipotong premi",{"bindId":114,"name":56,"text":57},"contractseverancepay1",{"bindId":116,"name":84,"text":85},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"WAGES_trigger","2.Semua ketentuan dalam perhitungan upah","2.Semua ketentuan dalam perhitungan upah serta tunjangan-tunjangan lain bagi\npara pekerja\u002Fburuh maupun cara-cara pembayaran dilaksanakan menurut ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"CONSIGN_trigger","Tunjangan khusus Shift: Pembayaran yang ","Tunjangan khusus Shift:\n\nPembayaran yang diberikan kepada pekerja\u002Fburuh yang masuk kerja shift",{"bindId":126,"name":64,"text":65},"hourspday_select",{"bindId":128,"name":48,"text":49},"maternitydifferenttrigger",{"bindId":130,"name":76,"text":77},"maxsicknesspay",{"bindId":132,"name":72,"text":73},"ONCERISE_trigger",{"bindId":134,"name":48,"text":49},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":136,"name":48,"text":49},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"paidpaternityleavepayperc","2.Izin meninggalkan pekerjaan dengan men","2.Izin meninggalkan pekerjaan dengan mendapatkan upah penuh (P3) dapat\ndiberikan oleh Perusahaan kepada pekerja\u002Fburuh dalam rangka kepentingan pekerja\nkarena alasan-alasan yang sah. Alasan-alasan atau kepentingan yang dimaksud\nadalah sebagai berikut.",{"bindId":142,"name":143,"text":144},"STRUCINCR_trigger","Perusahaan akan memberikan kenaikan upah","Perusahaan akan memberikan kenaikan upah kepada pekerja\u002Fburuh setiap\ntahunnya yang besarnya ditetapkan oleh perusahaan, dengan mempertimbangkan:\n\na.Tingkat laju inflasi\n\nb.Prestasi kerja\n\nc.Kemampuan Perusahaan",{"bindId":146,"name":60,"text":61},"nursingmothers",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"overtimeallowancetypeperiod","4.Untuk menghitung upah sejam adalah seb","4.Untuk menghitung upah sejam adalah sebagai berikut:\n\nUpah sejam = upah pokok + Tunjangan tetap\u002F173",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"pensionfund","1.Semua pekerja\u002Fburuh diikutsertakan dal","1.Semua pekerja\u002Fburuh diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga\nKerja sesuai dengan UU No. 3\u002F1992 pada PT. JAMSOSTEK meliputi program: Jaminan\nKecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua.",{"bindId":156,"name":157,"text":158},"TRAINING_trigger","2.Setiap pekerjaan\u002Fburuh memiliki kesemp","2.Setiap pekerjaan\u002Fburuh memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh\npendidikan dan pelatihan yang diprogramkan perusahaan.",{"bindId":160,"name":48,"text":49},"nursingdifferenttrigger",{"bindId":162,"name":64,"text":65},"WORKHOURS_trigger",{"bindId":164,"name":84,"text":85},"LOWWAGE_government",{"bindId":166,"name":64,"text":65},"hourspweek",{"bindId":168,"name":48,"text":49},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"SICDIS_trigger","1.Pekerja \u002F buruh dapat mengambil istira","1.Pekerja \u002F buruh dapat mengambil istirahat karena sakit dengan menunjukkan\nsurat keterangan dokter dan dilampirkan salinan resep obat.",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"violence","Setiap pekerja\u002Fburuh dilarang keras: 1.M","Setiap pekerja\u002Fburuh dilarang keras:\n\n1.Membocorkan rahasia atau memberikan keterangan yang merugikan Perusahaan,\nkecuali untuk kepentingan Negara.\n\n2.Merokok di dalam lokasi pabrik, kecuali di tempat yang telah ditentukan\noleh Perusahaan.\n\n3.Buang air besar atau kecil dan meludah disembarang tempat.\n\n4.Membawa barang-barang\u002Falat-alat yang tidak ada hubungannya dengan\npekerjaan di tempat kerja.\n\n5.Menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan lain\nyang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\n\n6.Setiap pekerja\u002Fburuh tidak dibenarkan untuk mengalihkan tugasnya kepada\norang lain tanpa izin atasan yang berwenang.\n\n7.Berjudi, mengancam, memukul, melanggar kesusilaan, memperkosa hak\npekerja\u002Fburuh lainnya, membawa senjata api\u002Ftajam, membuat\u002Fmengedarkan\ntulisan-tulisan atau pamphlet, merusak milik Perusahaan dan perbuatan-perbuatan\nyang mengganggu kepentingan umum.\n\n8.Masuk ke dalam kama tidur mess lawan jenis atau membawa lawan jenis ke\ndalam Mess.",{"bindId":178,"name":179,"text":180},"trainingprogrammes","3.Pendidikan dan pelatihan disesuaikan d","3.Pendidikan dan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan\njenjang karier serta rencana penempatan pekerja\u002Fburuh.",{"bindId":182,"name":56,"text":57},"contractseverancepay",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"paidmaternityleaveduration","4.Berdasarkan kesepakatan dalam pelaksan","4.Berdasarkan kesepakatan dalam pelaksanaan, cuti melahirkan diberikan\nselama 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal pengambilan cuti sebelum saat\nmelahirkan.",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"childcareleave","k.Suami\u002Fistri, anak, orang tua\u002Fmertua pe","k.Suami\u002Fistri, anak, orang tua\u002Fmertua pekerja\u002Fburuh, dirawat dirumah sakit\ndengan ketentuan :\n\n- 1 (satu) hari opname di rumah sakit, tidak mendapatkan izin meninggalkan\npekerjaan.\n\n- 2-3 (dua sampai dengan tiga) hari opname di rumah sakit, izin meninggalkan\npekerjaan 1 (satu) hari.\n\n- 4-5 (empat sampai dengan lima) hari opname di rumah sakit, izin\nmeninggalkan pekerjaan ditambah 1 (satu) hari.\n\n- 6 (enam) hari dan seterusnya opname di rumah sakit, izin meninggalkan\npekerjaan di tambah 1 (sabtu) hari.",{"bindId":192,"name":48,"text":49},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"mealvoucherstype1","b.Tunjangan Makan Pembayaran yang diberi","b.Tunjangan Makan\n\nPembayaran yang diberikan untuk menunjang biaya makan pekerja\u002Fburuh",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"discrimination","1.Setiap pekerja\u002Fburuh dapat menyampaika","1.Setiap pekerja\u002Fburuh dapat menyampaikan keluh kesah kepada Kepala Seksinya\nmengenai hal-hal yang menurutnya tidak adil atau dianggapnya tidak sesuai\ndengan Ketentuan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama atau peraturan\nperundangan yang berlaku yang dapat disampaikan secara lisan maupun\ntertulis.",{"bindId":202,"name":203,"text":204},"cbadate_start","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku s","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak ditanda tangani oleh wakil\nkedua belah pihak dan didaftarkan di Dinas Tenaga dan Transmigrasi Provinsi\nJambi dan berlaku efektif mulai tanggal 26 September 2011 untuk masa berlaku\nselama 2 (dua) tahun.",{"bindId":206,"name":88,"text":89},"holidaysdays",{"bindId":208,"name":76,"text":77},"maxsicknesspaytype",{"bindId":210,"name":211,"text":212},"healthinsurance","1.Untuk menjamin kesehatan pekerja\u002Fburuh","1.Untuk menjamin kesehatan pekerja\u002Fburuh dan keluarganya maka Perusahaan\nmemberlakukan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dengan program bebas biaya\nberobat",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"COMMUTE_trigger","c.Tunjangan Transport: Pembayaran yang d","c.Tunjangan Transport:\n\nPembayaran yang diberikan untuk menunjang biaya transportasi\npekerja\u002Fburuh",{"bindId":218,"name":102,"text":103},"sundayallowancetype",{"bindId":220,"name":221,"text":222},"healthandsafetypolicy","2.Perusahaan wajib memberikan alat pelin","2.Perusahaan wajib memberikan alat pelindung diri secaa selektif dan\nmemberikan pelatihan K3 kepada pekerja\u002Fburuh guna menjaga keselamatan dan\nkesehatan pekerja\u002Fburuh dalam melakukan pekerjaannya, menurut jenis, tempat\nkerja, dan kondisi kerja.",{"bindId":224,"name":102,"text":103},"overtimeallowancetype1",{"bindId":226,"name":52,"text":53},"contracttrial",{"bindId":228,"name":76,"text":77},"sicknesspay",{"bindId":230,"name":231,"text":232},"incidentalbonustype","1.Dalam rangka meningkatkan semangat dan","1.Dalam rangka meningkatkan semangat dan produktifitas kerja, maka\nperusahaan akan memberikan premi produksi kepada pekerja\u002Fburuh tetap, yang\nbesar dan ketentuannya ditetapkan oleh perusahaan dan akan diinformasikan\nkepada pekerja\u002Fburuh melalui Serikat Pekerja\u002FBuruh serta akan dibayarkan tiap\nakhir bulan untuk hasil produksi bulan yang lalu.",{"bindId":234,"name":64,"text":65},"dayspweek_select",{"bindId":236,"name":211,"text":212},"healthinsurancerelatives",{"bindId":238,"name":139,"text":239},"paidpaternityleave","2.Izin meninggalkan pekerjaan dengan mendapatkan upah penuh (P3) dapat\ndiberikan oleh Perusahaan kepada pekerja\u002Fburuh dalam rangka kepentingan pekerja\nkarena alasan-alasan yang sah. Alasan-alasan atau kepentingan yang dimaksud\nadalah sebagai berikut.\n\na.Pernikahan pekerja\u002Fburuh yang pertama, selama 3 (tiga) hari.\n\nb.Istri pekerja\u002Fburuh yang terdaftar melahirkan\u002Fkeguguran selama 2 (dua)\nhari",{"bindId":241,"name":242,"text":243},"sicknessmaxdaysnr","e.Apabila telah melewati 12 (dua belas) ","e.Apabila telah melewati 12 (dua belas) bulan perusahaan dapat\nmemberhentikan pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan dengan melalui prosedur UU No.\n13 Tahun 2003",{"bindId":245,"name":102,"text":103},"sundayallowanceperc1",{"bindId":247,"name":248,"text":249},"cbaratificationdate","Perjanjian Kerja Bersama ini ditandatang","Perjanjian Kerja Bersama ini ditandatangani oleh wakil-wakil kedua belah\npihak, dengan disaksikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nProvinsi Jambi.\n\n\n\nTebing Tinggi, 26 September 2011",{"bindId":251,"name":149,"text":252},"overtimeallowancetype","4.Untuk menghitung upah sejam adalah sebagai berikut:\n\nUpah sejam = upah pokok + Tunjangan tetap\u002F173\n\n5.Cara perhitungan upah lembur mengacu pada peraturan perundang-undangan\nyang berlaku.",{"bindId":254,"name":255,"text":256},"hivpolicy","1.Untuk menjaga kesehatan pekerja\u002Fburuh,","1.Untuk menjaga kesehatan pekerja\u002Fburuh, Perusahaan akan mengadakan\npemeriksaan kesehatan terhadap seluruh pekerja\u002Fburuh secara berkala.",{"bindId":258,"name":153,"text":154},"disabilityfund",{"bindId":260,"name":80,"text":81},"JOBTITLE_trigger",{"bindId":262,"name":263,"text":264},"paidpaternityleaveduration","b.Istri pekerja\u002Fburuh yang terdaftar mel","b.Istri pekerja\u002Fburuh yang terdaftar melahirkan\u002Fkeguguran selama 2 (dua)\nhari",{"bindId":266,"name":267,"text":268},"disabilitypay","1.Bila pekerja\u002Fburuh yang mendapat kecel","1.Bila pekerja\u002Fburuh yang mendapat kecelakaan sedang dalam menjalankan tugas\npekerjaan atau menderita sakit akibat menjalankan pekerjaan akan mendapatkan\nperlindungan berdasarkan Undang-undang No. 3\u002F1992 dan peraturan\npelaksanaannya.",{"bindId":270,"name":203,"text":204},"cbadate_end",{"bindId":272,"name":56,"text":57},"severance_number",{"bindId":274,"name":60,"text":61},"maternity_nursing_breaks_duration",{"bindId":276,"name":64,"text":65},"hourspweek_select",{"bindId":278,"name":139,"text":140},"childcare",{"bindId":280,"name":64,"text":65},"hourspday",{"bindId":282,"name":195,"text":196},"MEALALL_trigger",{"bindId":284,"name":285,"text":286},"maternityotherclause","5.Pekerja\u002Fburuh wanita yang mengalami gu","5.Pekerja\u002Fburuh wanita yang mengalami gugur kandungan berhak memperoleh\nistirahat 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau\nbidan.",{"bindId":288,"name":149,"text":252},"OVERTIME_trigger",{"bindId":290,"name":153,"text":154},"SOCSEC_trigger",{"bindId":292,"name":48,"text":49},"nursingexcludedtrigger",{"bindId":294,"name":295,"text":296},"healthcareaccess","2.Pekerja\u002Fburuh yang sakit akan diupayak","2.Pekerja\u002Fburuh yang sakit akan diupayakan berobat di klinik Perusahaan atau\nPuskesmas terdekat dan bila dipandang perlu dapat berobat ke Rumah Sakit atau\ndokter yang ditunjuk Perusahaan.",{"bindId":298,"name":102,"text":103},"SUNDAY_trigger",{"bindId":300,"name":221,"text":222},"healthandsafetytraining",{"bindId":302,"name":242,"text":243},"sicknessmaxdays",{"bindId":304,"name":305,"text":306},"MEDICAL_trigger","1.Perusahaan wajib melaksanakan Ketentua","1.Perusahaan wajib melaksanakan Ketentuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja\nsebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 1\u002F1970 tentang Keselamatan Kerja dan\npasal 86 dan 87 UU No. 13 Tahun 2003.",{"bindId":308,"name":102,"text":103},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":310,"name":215,"text":216},"commutingallowancetype1",{"bindId":312,"name":139,"text":140},"paidpaternityleavepay",{"bindId":314,"name":64,"text":65},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":316,"name":317,"text":318},"educationtuition","1.Perusahaan menyediakan fasilitas pendi","1.Perusahaan menyediakan fasilitas pendidikan bagi anak-anak pekerja\u002Fburuh\nmelalui yayasan yang didirikan Perusahaan.",{"bindId":320,"name":56,"text":57},"severance",{"bindId":322,"name":106,"text":107},"paidmaternityleave",{"bindId":324,"name":88,"text":89},"PAIDLEAV_trigger","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Lontar Papyrus Pulp &amp; Paper Industry - 2011\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2011-09-26\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2013-09-25\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2011-09-26\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Toko perbekalan dan pasar swalayan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Penjualan koran dan alat tulis di toko khusus\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Lontar Papyrus Pulp &amp; Paper Industry\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Demokratis PT. Lontar Papyrus Pulp &amp; Paper Industry, BSPSH - Bashkimi i Sindikatave të Pavarura të Shqipërisë\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Remi Permata, Nasril\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;1 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;0\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-CONSIGN_trigger\">Tunjangan untuk kerja siaga\u002Fstandby\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-standbyallowancetype1\">Tunjangan untuk kerja siaga\u002Fstandby di hari Minggu saja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-standbyallowancetype2\">Tunjangan untuk kerja siaga\u002Fstandby di semua hari dalam seminggu: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[330],{"title":39,"slug":34},[332],{"type":333,"data":334},"call_to_action_body_block",{"title":335,"description":336,"variant":337,"link":338},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":335,"url":339,"description":335,"rel":340,"type":341},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[343],{"type":333,"data":344},{"title":335,"description":336,"variant":337,"link":345},{"title":335,"url":339,"description":335,"rel":340,"type":341},[]]