[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-leetex-garment-indonesia-dengan-spsi-pt-leetex-garment-indonesia-2012---2014":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":291,"content_type_view":292,"extra_breadcrumbs":293,"body":295,"body_blocks":306,"related_pages":310},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":289,"translations":290},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-leetex-garment-indonesia-dengan-spsi-pt-leetex-garment-indonesia-2012---2014","58ce873a-bf75-11e5-9e05-001e0bbf9952","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-leetex-garment-indonesia-dengan-spsi-pt-leetex-garment-indonesia-2012---2014\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-leetex-garment-indonesia-dengan-spsi-pt-leetex-garment-indonesia-2012---2014\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Leetex Garment Indonesia Dengan SPSI PT. Leetex Garment Indonesia 2012 - 2014","ba_ID","IDN PT. Leetex Garment Indonesia - Majalengka - 2012","Indonesia - IDN PT. Leetex Garment Indonesia - Majalengka - 2012","IDN PT. Leetex Garment Indonesia - Majalengka - 2012 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"96 - PKB PT. Leetex Garment Indonesia 2012 - 2014.html","\n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. LEETEX GARMENT INDONESIA DENGAN SERIKAT\nPEKERJA SELURUH INDONESIA PT. LEETEX GARMENT INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>M U K A D I M A H\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menyadari akan hakikat kemerdekaan suatu Bangsa adalah sebagai jembatan emas\nyang menghantar rakyatnya untuk mencapai hidup yang lebih baik lahir dan\nbathin, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengisi Kemerdekaan Republik\nIndonesia dengan melaksanakan pembangunan nasional, yang merupakan tuntutan\nperjuangan atau amanat perjuangan kemerdekaan bangsa dan tanah airnya dari\ngenerasi ke generasi dan seterusnya mutlak adanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diantara sekian banyak dan luasnya pembangunan di Indonesia sebagai usaha\ndan daya upaya untuk memperoleh kehidupan yang layak dan lebih baik, oleh\nkarena itu PT. Leetex Garment Indonesia merupakan jenis usaha yang melakukan\nkegiatan produksi, melahirkan lapangan kerja dengan ribuan pekerja, sehingga\nperlu diciptakan suasana kerja yang damai dan tentram, untuk melahirkan\nkerjasama yang serasi dan penuh pengertian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karena kelangsungan hidup perusahaan ini merupakan jaminan hari depan dan\nkelangsungan adanya pendapatan para pekerja bagi pembiayaan keluarganya, dan\nkeuntungan yang diperlukan oleh perusahaan, perlu kiranya disadari dan dipahami\nsecara mendalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bahwa seluruh kegiatan kerja dalam perusahaan ini bergerak di bidang\nindustri pembuatan sweater dan garment, untuk kepentingan ekspor. Oleh karena\nitu seluruh peralatan baik yang bergerak maupun tidak bergerak, mempunyai misi\nyaitu berproduksi untuk kebutuhan Internasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengorganisasian seluruh kegiatan ini, dituntut dengan suatu kepemimpinan\nmanajemen dimana proses produksi harus mencapai tingkat yang efektif dan\nproduktif, pengendalian pengawasan dan pencapaian mutu yang standar,\nketerampilan gerak dan disiplin kerja yang mantap sehingga kesinambungan\nproduksi terjamin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Partisipasi pekerja yang penuh dengan kepatuhan dan kesadaran yang tinggi\nmenjaga ketahanan, ketangguhan dan kelangsungan usaha Perusahaan sebagai sumber\npendapatan bagi perusahaan dan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan menyadari hal-hal tersebut diatas, baik Pengusaha maupun Pekerja akan\nsaling membantu menjalankan fungsi dan tugas kewajiban didalam merintis jalan\nkearah tercapainya :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Ketenangan dan kesenangan kerja maupun berusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Peningkatan produktifitas dan efisiensi di segala bidang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Penetapan pendapatan dan kesejahteraan pekerja yang menumbuhkan rasa\ntentram bekerja.Penggunaan kegiatan musyawarah sebagai forum komunikasi untuk\nmencapai kesepakatan, memperkecil dan menghilangkan perbedaan-perbedaan\npendapat dengan memperhitungkan faktor-faktor ruang dan waktu, situasi dan\nkondisi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dijiwai dan berlandaskan Pancasila dan\nUndang –Undang Dasar 1945 serta seluruh perundangan-undangan yang berlaku di\nNegara Republik Indonesia, maka kami pihak-pihak yang mewakili Perusahaan dan\nPekerja membuat Perjanjian Kerja Bersama ini dengan penuh kesadaran dan rasa\ntanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengamalan atas pedoman-pedoman tersebut diatas, diharapkan dapat melahirkan\nhubungan kerja yang erat dan harmonis antara Perusahaan dan Pekerja sehingga\ndengan demikian ditetapkan ketentuan-ketentuan materi dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan ridho Tuhan Yang Maha Esa semoga kita diberkati tuntunan-Nya untuk\ndapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pihak – Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini diadakan antara :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT. LEETEX GARMENT INDONESIA, beralamat di Blok Pajagan Desa Sinarjati\nKecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Akta Notaris No. 46 tanggal\n16 April 2001 ditandatangani oleh Doktor Haji Teddy Anwar, Sarjana Hukum, yang\ntelah disyahkan oleh Menteri Kehakiman No. C-02303 HT.01.01 TH. 2001, dalam hal\nini diwakili oleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Nama : Ceceliane Senjaya - Jabatan : Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Nama : Dadan Koswara - Jabatan : Manager HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang selanjutnya disebut PENGUSAHA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA (SPSI) PT. LEETEX GARMENT INDONESIA\nyang telah tercatat di Dinsosnakertrans Kabupaten Majalengka dalam Surat Bukti\nPencatatan : No. 02 \u002F PHI-Disnakertrans\u002F2005, tanggal 09 Juni 2005.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Beralamat di Blok Pajagan Desa Sinarjati Kecamatan Majalengka Kabupaten\nMajalengka, yang dalam hal ini diwakili oleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Nama : Asep Odin - Jabatan : Ketua I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Nama : Henny Melanie M. - Jabatan : Ketua II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang selanjutnya disebut SERIKAT PEKERJA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : U M U M\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pengertian Dan Istilah – Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjajian Kerja Bersama (PKB) yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha : Pengusaha PT. Leetex Garment Indonesia yang diwakili Direktur\ndan Manager HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 Perusahaan : PT. Leetex Garment Indonesia yang berbadan hukum dan\nberkedudukan di Blok Pajagan Desa Sinarjati, Kecamatan Dawuan, Kabupaten.\nMajalengka.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja Seluruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Indonesia ( SPSI ) : Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT.\nLeetex Garment Indonesia yang terdaftar di Dinsosnakertrans Kabupaten\nMajalengka.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Anggota Serikat Pekerja : Pekerja PT. Leetex Garment Indonesia, yang\nsudah memiliki masa kerja lebih dari 3 (tiga) bulan dan tercatat sebagai\nAnggota SPSI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengurus Serikat Pekerja : Anggota dari SPSI yang dipilih oleh anggota\nSPSI dalam Musyawarah Unit Kerja PT. Leetex Garment Indonesia untuk memimpin\ndan menduduki jabatan dalam SPSI PT. Leetex Garment Indonesia dan sepengetahuan\nPengusaha serta telah tercatat pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nKabupaten Majalengka.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja : Setiap orang yang mempunyai hubungan kerja \u002F bekerja di\nperusahaan menerima upah dan telah memenuhi persyaratan administrasi, terdiri\natas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang bekerja di perusahaan untuk jangka waktu tidak\ntertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja Kontrak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang bekerja di perusahaan untuk jangka waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja Bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang bekerja dengan upah yang dihitung secara bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja Harian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang bekerja dengan upah yang dihitung secara harian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perjanjian Kerja Bersama : Suatu perjanjian antara Serikat Pekerja dengan\nPerusahaan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Keluarga Pengusaha : Istri atau suami dan anak dan atau anak angkat yang\nsah dari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Keluarga Pekerja : Istri atau suami dan anak dan atau anak angkat yang\nsah yang menjadi tanggungan pekerja batas usia dibawah 21 (dua puluh satu)\ntahun, belum bekerja, belum menikah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityotherclause\">\u003Cp>10. Keluarga Pekerja Wanita : Pekerja wanita yang telah menikah dianggap\ntidak mempunyai tanggungan anak kecuali :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.1 Anak–anak yang sah dari pekerja wanita\u002Fjanda yang ditinggal mati oleh\nsuaminya dengan menunjukan bukti yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.2 Anak-anak yang sah dari pekerja Wanita \u002F janda yang dicerai oleh\nsuaminya dapat menjadi tanggungan pekerja wanita tersebut apabila ada bukti\nyang sah dari Pengadilan Agama \u002F Negeri tentang anak-anak tersebut selama ia\nbelum \u002F tidak menikah lagi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>11. Istri Pekerja : Istri dari pernikahan yang sah dan telah terdaftar di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Orang Tua Pekerja : Ayah dan atau Ibu yang sah dari pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Mertua Pekerja : Ayah dan ibu dari suami atau istri yang sah dari\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Wali Pekerja : Orang yang ditunjuk oleh pekerja untuk mewakili orang tua\npekerja yang disahkan oleh instansi yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Ahli Waris : Suami atau istri atau anak yang sah dari pekerja atau orang\nyang ditunjuk pekerja untuk menerima setiap pembayaran dalam hal pekerja\nmeninggal dunia. Dalam hal tidak ada penunjukan atas ahli waris, maka ahli\nwaris diatur menurut hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Hari Kerja : Hari-hari kerja dimana pekerja wajib melaksanakan suatu\npekerjaan dalam suatu hubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Waktu Kerja : Waktu yang telah ditetapkan untuk pekerja berada ditempat\nkerja dan melakukan pekerjaan pada hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Sistem Kerja : Sistem dimana waktu kerja dihitung mulai hari pertama\nsampai dengan hari keenam selama tujuh jam kerja per hari dan hari keenam\nselama lima jam kerja atau 40(empat puluh) jam kerja seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Masa Kerja : Masa pekerja dihitung secara tidak terputus sejak tanggal\npekerja diterima sebagai pekerja terhitung sejak diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Pekerjaan : Kegiatan yang dilakukan oleh pekerja untuk Pengusaha dalam\nsuatu hubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Upah : Suatu penerimaan sebagai imbalan dari Pengusaha kepada Pekerja\nuntuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan yang dinilai dalam bentuk\nuang termasuk tunjangan-tunjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Upah Sebulan : Upah yang diterima pekerja dalam bentuk uang baik yang\nbersifat upah tetap dan upah tidak tetap selama satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Upah Penuh : Upah yang diterima pekerja berupa uang tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Kerja Lembur : Kerja yang dilakukan oleh pekerja diluar jam \u002F hari kerja\nyang telah ditetapkan atas perintah atasan langsung untuk kepentingan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Atasan : Pekerja yang jabatan dan\u002Fatau pangkatnya lebih tinggi dan\nditetapkan oleh pimpinan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Atasan Langsung : Pekerja yang mempunyai jabatan atau pangkat yang lebih\ntinggi dan telah ditetapkan Pengusaha sesuai dengan struktur organisasi pada\nunit kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. Kecelakaan Kerja : Kecelakaan yang terjadi\u002Ftimbul dalam hubungan kerja\ndan dalam lingkungan\u002Fwilayah kerja perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28. Surat Peringatan : Surat resmi yang dikeluarkan oleh Pengusaha, dalam\nhal ini Departemen HRD sebagai sanksi adanya tindakan pelanggaran disiplin dan\natau perbuatan–perbuatan yang melangggar PKB ini yang bersifat mendidik bagi\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29. Skorsing : Surat resmi dari Pengusaha, dalam hal ini Departemen HRD\nsebagai sanksi karena adanya tindakan pelanggaran oleh Pekerja dan atau\nkesalahan berat yang dilakukan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30. Mangkir : Tidak masuk kerja tanpa ijin atau alasan yang tidak dapat\ndipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31. Dispensasi : Ijin yang diberikan oleh Pengusaha kepada pekerja untuk\nmeninggalkan tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32. Lingkungan : Seluruh wilayah kerja perusahaan, baik didalam ruang kerja\nmaupun diluar ruang kerja perusahaan dan masih dalam areal kerja perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33. Upah Minimum : Upah minimum berdasarkan ketentuan Pemerintah atau sesuai\nketentuan Upah Minimum Kabupaten setempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Telah dipahami dan disepakati bersama oleh pihak Pengusaha dan Serikat\nPekerja bahwa pada dasarnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini hanya mengatur\nhal-hal pokok yang bersifat umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pihak Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari bahwa apabila dalam\npelaksanaan atau penerapan kesepakatan ini maupun dalam pertumbuhan dan\nperkembangan tidak sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga perlu diadakan\npenyempurnaan, maka kedua belah pihak sepakat untuk selalu mengadakan\npenyesuaian secara musyawarah untuk mencapai mufakat dan akan dibuatkan\naddendum sebagai bagian yang tak terpisahkan dari PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Kewajiban pihak-pihak yang mengadakan kesepakatan untuk menyebarluaskan\ndan menjelaskan kepada seluruh pekerja untuk diketahui dan dilaksanakannya isi\ndari Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, adalah diakui oleh masing-masing\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Kedua belah pihak akan saling mentaati dan menertibkan anggotanya dalam\npelaksanaan PKB ini dan setiap pihak dapat mengingatkan pihak lain apabila\ntidak mengindahkan isi PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Maksud Dan Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk mengatur hubungan kerja dan syarat-syarat kerja disesuaikan dengan\nUndang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan peraturan perundang\n– undangan yang berlaku lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Pedoman Perusahaan (Code of Conduct)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pedoman Perusahaan ini memuat nilai-nilai pokok yang dimiliki dan dijalankan\noleh Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Prinsip Dasar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan senantiasa mematuhi dan menjalankan seluruh peraturan\u002Fhukum dan\nperundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Standar Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perusahaan akan senantiasa memperlakukan pekerja secara adil sesuai\ndengan hukum ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perusahaan tidak mempekerjakan pekerja paksa, narapidana\u002Ftahanan atau\njenis pekerja paksa lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pada dasarnya pekerja bekerja atas dasar kemauan sendiri sebagai tugas\ndan tanggung jawabnya tanpa adanya tekanan \u002F paksaan dari pihak manapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Rekrutmen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perusahaan hanya mempekerjakan karyawan yang berusia minimum 18 tahun\natau sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Sistem rekrutmen dijelaskan dalam peraturan atau prosedur-prosedur\nperusahaan lainnya secara terpisah yang tidak bertentangan dengan\nPerundang-undangan dan Peraturan Pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Upah Minimum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cp>a. Perusahaan tidak membayarkan upah dibawah upah minimum yang telah\nditetapkan oleh hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Penetapan sistem pengupahan dijelaskan dalam peraturan atau\nprosedur-prosedur perusahaan lainnya secara terpisah yang tidak bertentangan\ndengan Perundang-undangan dan Peraturan Pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jam Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>Perusahaan akan melaksanakan pengaturan jam kerja sesuai dengan peraturan\nyang berlaku atau 40 jam per minggu dengan lembur 14 jam per minggu. Selain itu\nseluruh pekerja berhak mendapatkan satu hari istirahat dalam tujuh hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Kebebasan Berserikat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja mempunyai kebebasan untuk berserikat termasuk ikut \u002F tidak ikut\ndalam suatu organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydiscrimination\">\u003Cp>7. Diskriminasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Penentuan, pembagian, penempatan dan pemindahan pekerja sesuai dengan garis\nkebijakan perusahaan dan kemampuan individual (prestasi, sikap kerja dan masa\nkerja). Dalam hal ini perusahaan mengangkat karyawan tidak berdasarkan\nkepercayaan ataupun cirri – ciri pribadi (ras, jenis kelamin, suku, warna\nkulit, agama, usia, status perkawinan dan kehamilan ).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>8. Kedisiplinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja diperlakukan secara hurmat sesuai dengan hak – haknya.\nPerusahaan tidak mengijinkan adanya hukuman secara fisik ataupun pelecehan\nseksual terhadap pekerja. Sanksi dan hukuman diperlakukan sesuai dengan hukum\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>9. Lingkungan \u002F K3 \u002F Kondisi Pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perusahaan berusaha menyediakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman\nbagi pekerja sesuai dengan peraturan lingkungan kerja yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perusahaan berusaha menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan\nmenyediakan peralatan-peralatan keselamatan bagi pekerja untuk menghindari\nterjadinya kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hal-hal yang berhubungan dengan Lingkungan, K3, dan kondisi pabrik akan\ndiatur terpisah dan lebih lengkap dalam peraturan atau prosedur-prosedur\nperusahaan lainnya secara terpisah yang tidak bertentangan dengan\nPerundang-undangan dan Peraturan Pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Komunikasi (Dialog dan Keluh Kesah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perusahaan menerapkan sistem komunikasi terbuka, dimana setiap karyawan\nbebas menyampaikan aspirasi dan keluh kesah seperti dijelaskan dalam prosedur\npenyampaian keluh kesah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perusahaan mempunyai komitmen untuk selalu menerima dan memberikan\nfeedback atas segala saran dan keluh kesah yang masuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Dokumentasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seluruh laporan hasil pemeriksaan dan pengawasan atas penerapan Pedoman\nPerusahaan ini akan didokumentasikan untuk digunakan sewaktu – waktu jika\ndiperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Pengawasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Penerapan dan pelaksanaan atas isi Pedoman Perusahaan ini akan senantiasa\ndiawasi demi tercapainya kemajuan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Koreksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seluruh ketentuan ini dapat berubah bila dipandang perlu dan disetujui oleh\npihak Perusahaan dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Hak – Hak Pengusaha Dan Hak – Hak Serikat\nPekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Pengakuan Serikat Pekerja terhadap hak - hak Pengusaha :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mengatur para pekerja, seleksi dan penerimaan pekerja baru serta\npenempatan, pengangkatan, perubahan jabatan \u002F pekerjaan, pengelolaan, pemberian\npenghargaan, pemberhentian, penilaian pekerja, memindahkan, memutasikan,\npengawasan dan pengamanan dan pelaksanaan urusan ketenaga kerjaan serta\njalannya perusahaan adalah hak dan tanggung jawab sepenuhnya pihak Pengusaha,\ndan tidak mencampuri urusan intern masing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memberikan sanksi-sanksi kepada pekerja yang melanggar tata tertib,\nkeselamatan kerja, mutasi, dan keamanan adalah hak dari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mengajukan tuntutan atas perbuatan atau tindakan Serikat Pekerja yang\nbertentangan dengan kesepakatan ini, dan Peraturan Perundang-undangan yang\nberlaku yang merugikan Pengusaha adalah hak sepenuhnya dari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pengakuan Pengusaha terhadap hak-hak Serikat Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha mengakui sepenuhnya bahwa Serikat Pekerja adalah organisasi\npekerja yang resmi di perusahaan yang mewakili pekerja yang menjadi anggotanya,\nbaik secara perorangan maupun kolektif dalam masalah ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Serikat Pekerja berhak membela dan melindungi anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mengajukan keberatan atas tindakan Pengusaha yang bertentangan dengan\nPerjanjian ini dan merugikan Serikat Pekerja atau Pekerja adalah hak dari\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pengusaha mengakui sepenuhnya bahwa yang mengatur organisasi Serikat\nPekerja dan anggotanya adalah wewenang Serikat Pekerja, sepanjang tidak\nbertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku dan pengusaha\ntidak mencampuri urusan intern Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Kewajiban-Kewajiban Pengusaha Dan Kewajiban-Kewajiban Serikat\nPekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Kedua belah pihak berkewajiban untuk mentaati dan melaksanakan dengan\nsebaik-baiknya semua isi dan ketentuan yang telah disepakati didalam perjanjian\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Serikat pekerja berkewajiban untuk membantu Pengusaha menjaga ketenangan\nkerja dan peningkatan kwantitas dan kualitas produksi serta kelancaran jalannya\nperusahaan dalam rangka peningkatan produktifitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Kedua belah pihak berkewajiban untuk menjaga, membina dan meningkatkan\nhubungan yang harmonis melalui kerjasama yang baik, hormat-menghormati, percaya\nmempercayai, sehingga hubungan industrial benar-benar terbina, terpelihara dan\ndilaksanakan sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Hubungan Pengusaha Dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Dalam segala persoalan atau hal-hal yang menyangkut Pengusaha dengan\nSerikat Pekerja akan senantiasa diusahakan untuk mencapai keserasian,\nkeselarasan dan keseimbangan dengan jalan musyawarah untuk mufakat antara kedua\nbelah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Apabila timbul perbedaan pendapat yang tidak dapat diselesaikan, maka\nhal yang menjadi perselisihan tersebut dapat diteruskan kepada instansi yang\nbertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan setempat oleh Pengusaha atau\nserikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Pengusaha memberi kebebasan kepada pekerjanya untuk berserikat maupun\nmenjadi pengurus serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pengusaha akan menyelesaikan setiap persoalan yang timbul akibat\nterganggunya hubungan kerja dengan serikat pekerja dengan azas musyawarah untuk\nmufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Jaminan Bagi Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Serikat Pekerja akan membantu Pengusaha dalam menegakkan tata tertib dan\ndisiplin kerja serta peningkatan efisiensi dan produktifitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan pemogokan dan \u002F atau\nmemperlambat kerja adalah tindakan yang tidak sesuai dengan semangat Hubungan\nIndustrial, oleh karena itu diupayakan, segala permasalahan yang timbul akan\ndiselesaikan secara musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Tindakan pemogokan yang tidak syah sesuai dengan perundang – undangan\nyang berlaku dengan alasan apapun yang mengakibatkan kerugian materi maupun non\nmateri , maka akan diambil tindakan tegas terhadap mereka yang melakukan\npemogokan berupa Pemutusan Hubungan Kerja dan dilanjutkan dengan tuntutan hukum\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : BANTUAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Bantuan Fasilitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Perusahaan memberikan bantuan fasilitas dilingkungan perusahaan bagi\nserikat pekerja untuk kegiatan dan pengembangan serikat pekerja dalam\nperusahaan, sesuai kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Serikat pekerja diperbolehkan menggunakan papan-papan pengumuman yang\nada atas persetujuan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Pengusaha dapat mengijinkan Serikat Pekerja untuk mengadakan rapat-rapat\ndan pertemuan intern serikat pekerja didalam perusahaan, tanpa mengganggu\nkegiatan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Penerimaan Pekerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Penerimaan pekerja baru di perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan\nperusahaan dan harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh\nperusahaan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Umur tidak boleh kurang dari 18 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pendidikan dan pengalaman sesuai dengan jenis pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Berbadan sehat, diakui oleh Dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Berkelakuan baik dengan surat keterangan dari Kepolisian (SKCK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Melengkapi persyaratan lamaran kerja sesuai yang telah ditetapkan oleh\nperusahaan seperti ( KTP, Foto, KK dll ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Calon pekerja harus lulus dalam ujian \u002F tes yang diselenggarakan oleh\nperusahaan di Departemen HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Dalam pelaksanaan penerimaan pekerja baru perusahaan menggunakan sistem\nkontrak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Penerimaan Pekerja Baru Dengan Sistem Kontrak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Kontrak adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan Pengusaha, untuk\nmengadakan hubungan kerja dalam jangka waktu tertentu atau selesainya suatu\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Dalam sistim kontrak tidak boleh dipersyaratkan adanya masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Kontrak tidak bisa ditarik kembali atau dirubah tanpa persetujuan kedua\nbelah pihak, atau karena alasan – alasan yang oleh undang – undang\ndinyatakan cukup untuk merubah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Setiap pekerja baru setelah membaca dan mengerti isi surat perjanjian\nkontrak, agar menandatangani surat perjanjian kontrak tersebut sebanyak 2 ( dua\n) rangkap yang disediakan oleh perusahaan di bagian HRD dan masing – masing\npihak menyimpan 1 (satu) surat kontrak tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Jangka Waktu Kontrak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Kontrak yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan paling\nlama 2 (dua) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Kontrak dapat diperpanjang dan atau diperbaharui.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Perpanjangan Dan Pembaharuan Kontrak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Perpanjangan kontrak adalah melanjutkan hubungan kerja yang telah\nberakhir masa berlakunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pembaharuan kontrak adalah pembuatan perjanjian kontrak baru setelah\nperjanjian kontrak lama berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Kontrak yang dimaksud pasal 15 ayat 1 hanya boleh diperpanjang satu kali\nuntuk paling lama dalam waktu tidak lebih dari 1 ( satu ) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Apabila kontrak pada pasal 15 ayat 1 diperpanjang kembali, selambat –\nlambatnya 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kontrak berakhir, perusahaan harus\nmemberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pekerja yang bersangkutan untuk\nmemperpanjang perjanjian kontrak tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Kontrak yang telah diperbaharui sebagai mana dimaksud pasal 15 ayat 4\ntidak dapat diperpanjang lagi. Tetapi pekerja yang memenuhi syarat dapat\ndiangkat menjadi pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6) Persyaratan pengangkatan menjadi pekerja tetap akan diatur dan lebih\nlengkap dalam peraturan atau prosedur-prosedur perusahaan lainnya secara\nterpisah yang tidak bertentangan dengan Perundang-undangan dan Peraturan\nPemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Berakhirnya Kontrak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Kontrak berakhir demi hukum dengan berakhirnya waktu yang ditentukan\ndalam perjanjian kontrak atau dengan selesainya pekerjaan yang disepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Kontrak berakhir karena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Meninggalnya pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Berakhirnya jangka waktu perjanjian kontrak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Adanya putusan pengadilan dan atau putusan atau penetapan lembaga\npenyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan\nhukum tetap; atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian\nkontrak, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya\nhubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Kontrak tidak berakhir karena meninggalnya Pengusaha, serta karena\nperusahaan jatuh pailit. Dan apabila perusahaan jatuh pailit maka hak – hak\npekerja diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Promosi \u002F Demosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Pengusaha berwenang untuk menetapkan kenaikan jabatan atau promosi dan\npenurunan jabatan atau demosi setiap pekerja setelah melalui penilaian atau\nevaluasi terhadap pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Apabila dalam pelaksanaan tugasnya pekerja yang mempunyai posisi\u002Fjabatan\ntertentu ternyata tidak cakap untuk melaksanakan tugasnya, maka pekerja\ntersebut akan diturunkan ke posisi\u002Fjabatan yang lebih tepat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Untuk kepentingan perusahaan, Pengusaha setiap waktu dapat menugaskan\npekerja pindah tugas dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku antara\nlain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Keperluan untuk menyesuaikan kemampuan kerja pekerja dengan pekerjaan\nyang harus dilakukannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Efisiensi kerja, kemajuan pekerja dan kelangsungan hidup perusahaan\ndengan tetap mentaati undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Restrukturisasi dan reorganisasi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Kesehatan dan keselamatan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Mutasi pekerja tidak mengurangi upah pokok pekerja dibagian\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Pekerja yang menolak mutasi yang layak dapat dikenakan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Sebelum melakukan mutasi, perusahaan akan memberitahukan kepada pekerja\nterlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : HARI KERJA DAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Hari Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Untuk mencapai efisiensi kerja yang maksimum karena sifat pekerjaan di\nPT. Leetex Garment Indonesia berdasarkan pesanan, maka jadwal kerja tiap –\ntiap bagian atau tiap – tiap jenis pekerjaan diatur sesuai dengan sifat\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cp>(2) Hari Kerja di PT. Leetex Garment Indonesia adalah 6 (enam) hari kerja\ndalam satu minggu dan 40 (empat puluh) jam kerja dalam satu minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(3) Perusahaan mempunyai hak untuk merubah jam kerja dan hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Pekerjaan Bagian Keamanan (Satpam), Sopir, Mekanik\u002FElektrik, Bagian Umum\nyang karena tugasnya yang khusus, hari kerja dan istirahat minggunya diatur\ntersendiri, dengan tetap memperhatikan ketentuan pada perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>(5) Hari-hari libur resmi disesuaikan dengan ketentuan peraturan\nperundang-undangan dan apabila pekerja bekerja pada hari libur resmi atau hari\nlibur perusahaan atas perintah pimpinan perusahaan dihitung sebagai kerja\nlembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Pengaturan Jadwal Kerja Dalam Keadaan Darurat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Dalam keadaan yang khusus untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan,\nPengusaha dapat memberlakukan jadwal kerja yang diatur secara khusus, dalam hal\nini Pengusaha akan meminta pendapat Serikat Pekerja guna menjaga ketenangan dan\nketentraman kerja, serta agar tidak terjadi keresahan dikalangan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pekerja wajib melakukan pekerjaan yang telah disepakati dalam jadwal\nkerja khusus tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Waktu Kerja, Istirahat Dan Penggiliran Kerja ( Shift )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>(1) Waktu kerja dan istirahat yang ditetapkan ialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bagian Rajut Datar, QC. Rajut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin sampai Kamis :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.30 – 15.30 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 12.00 – 13.00 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.00 – 16.15 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 11.15 – 13.00 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.30 – 12.30 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Bagian Rajut Komputer, QC Rajut Komputer, Gulung Benang diberlakukan\njadwal kerja 3 (tiga) Shift dengan jadwal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift I : 06.00 – 14.00 wib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift II : 14.00 - 22.00 wib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift III : 22.00 - 06.00 wib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan jam istirahat diatur secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang\ntelah ditentukan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bagian Linking, PHL, Gudang Linking, Linking Obras\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin sampai Kamis :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.15 – 15.15 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 11.45 – 12.45 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.15 – 15.45 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 11.45 – 13.15 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.15 – 12.15 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Bagian Finishing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin sampai Kamis :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.00 – 15.00 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 11.30 – 13.00 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.15 – 15.30 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 11.30 – 13.00 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.00 – 12.00 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Bagian CMT, Ekspedisi, Gd. Benang, Gd. Exsport, Gd. Asesoris, Sample\nRoom, Ekspor\u002FImpor, Office Belakang, Garment.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin sampai Kamis :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.00 – 15.00 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 12.00 – 13.00 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.00 – 15.30 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 11.30 – 13.00 wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam kerja 07.00 – 12.00 wib\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Bagian Office, Umum dan Mekanik\u002FElektrik serta Satpam jam kerjanya akan\ndiatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pekerja bersedia untuk melaksanakan kerja shift I, II, III bila\ndiperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Pekerja bersedia diperbantukan ke bagian lain apabila ada bagian yang\nkarena sifat dan jenis pekerjaannya terdesak oleh waktu penyelesaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Bagian-bagian yang waktu kerja, istirahat, dan shift nya belum\ndiatur\u002Ftercantum dalam Pasal 21 ini akan diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Yang dimaksud kerja lembur ialah pekerjaan yang dilakukan setelah\nmelebihi 7 (tujuh) jam kerja sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Kerja lembur hanya dilakukan apabila terdapat banyak pekerjaan yang\nharus segera diselesaikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Mengingat dari kepentingan perusahaan penyimpangan waktu kerja dapat\ndijalankan seperti yang dimaksud pada pasal 20 ayat 1, dengan catatan kelebihan\njam kerja dibayar dan diperhitungkan jam lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Kerja lembur hanya dilakukan atas perintah Atasan dan persetujuan\npekerja dimana pekerja berada dan dilaporkan kepada Departemen HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Ijin Tidak Bekerja Dengan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>(1) Dengan mengingat kepentingan pekerja, perusahaan memberikan ijin untuk\ntidak mesuk kerja dengan upah sesuai Undang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal\n93, untuk kepentingan – kepentingan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perkawinan Pekerja : 3 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perkawinan Anak Pekerja : 2 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Khitanan \u002F Baptis Anak Pekerja : 2 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>d. Kematian Istri \u002F Suami \u002F Anak Pekerja : 2 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Kematian Orang Tua \u002F Mertua : 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f. Kematian Saudara Dalam Satu Rumah : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>g. Istri Pekerja melahirkan \u002FKeguguran : 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>h. Sakit Pekerja sesuai Surat Keterangan Dokter yang ditunjuk Perusahaan dan\ntelah melalui pemeriksaan kebenarannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Semua untuk memperoleh ijin tersebut dalam pasal 23 ayat (1) butir a, b,\nc pekerja harus mengajukan permohonan tidak masuk kerja 6 ( enam ) hari\nsebelumnya, dan untuk pasal 23 ayat (1) butir d, e, f pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Semua permohonan pada pasal 23 ayat (1) butir a, b, c, d, e, f harus\ndisertai surat keterangan dari Kepala Desa setempat, dan ijin sakit pasal 23\nayat (1) butir g, h dari Dokter yang ditunjuk oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Ijin Meninggalkan Kerja Dengan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Perusahaan mengijinkan pekerja untuk tidak masuk kerja sesuai dengan\nUndang -Undang No. 13 tahun 2003 pasal 93 ayat ( 2 ) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja tidak masuk kerja karena pekerja menikah, menikahkan,\nmengkhitankan, istri melahirkan atau gugur kandungan, suami \u002F istri \u002F anak \u002F\nmenantu \u002F orang tua \u002F mertua atau keluarga satu rumah meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja tidak dapat melakukan pekerjaanya karena sedang menjalankan\nkewajiban terhadap Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja tidak dapat melakukan pekerjaanya karena menjalankan ibadah yang\ndiperintahkan agamanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi\nPengusaha tidak memperkerjakannya, baik kesalahan sendiri maupun halangan yang\nseharusnya dapat dihindari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Melaksanakan hak pilih sebagai warga negara dalam pemilihan umum dan atau\nsebagai Anggota Panitia pemilihan\u002FPanitia Pelaksana Pemungutan Suara diberikan\nizin 1 (hari) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Melaksanakan hak cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Ijin untuk tidak masuk kerja, harus diperoleh ijin terlebih dahulu dari\nperusahaan, kecuali dalam keadaan mendesak, bukti-bukti dapat diajukan\nkemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Pekerja melaksanakan tugas Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atas\npersetujuan Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Apabila pekerja meninggalkan pekerjaan tanpa ijin dari Atasan \u002F manager\ntanpa surat-surat yang sah \u002F alasan yang dapat diterima oleh perusahaan maka\ndianggap MANGKIR dan upah pada hari itu tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Cuti Tahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>a. Cuti tahunan diberikan 12 (dua belas hari) hari kerja setelah pekerja\nbekerja 12 (dua belas) bulan berturut-turut dengan mengajukan permohonan\ntertulis terlebih dahulu selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum cuti.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Perusahaan berhak untuk mengatur pelaksanaan pemberian hak cuti\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hak cuti tahunan gugur atu kedaluwarsa jika dalam waktu 6 (enam) bulan\nsetelah tahun berjalan tidak dipergunakan, bukan karena alasan-alasan yang\ndiberikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Atas pertimbangan pimpinan perusahaan, berhubung dengan kepentingan yang\nnyata, cuti tahunan dapat diundurkan untuk selama-lamanya 6 (enam) bulan\nterhitung mulai saat pekerja berhak atas cuti tahunan, dan apabila sampai waktu\npengunduran hak cuti masih juga belum bisa diberikan karena adanya kepentingan\nnyata akan diundur kembali sampai batas akhir timbulnya hak cuti berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Cuti tahunan dapat dibagi dalam beberapa bagian asalkan satu bagian\nterdapat sekurang-kurangnya 6 (enam) hari kerja terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>(2) Cuti Haid : karyawati yang dalam masa haid merasakan sakit maka yang\nbersangkutan diperbolehkan tidak masuk kerja pada hari pertama dan kedua pada\nwaktu haid, dengan menempuh prosedur pengambilan cuti haid yang telah\nditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cp>(3) Cuti Hamil :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja wanita yang hamil akan diberikan cuti 1,5 bulan sebelum\nmelahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan serta 1,5 bulan bagi yang gugur\nkandungan terhitung dari saat gugur kandung.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Apabila sakit dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan dokter\nrujukan maka upahnya akan dibayar sesuai dengan ketentuan Undang – Undang No.\n13 tahun 2003 pasal 93 ayat (2) butir a.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>(2) Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu lama yang akan dapat dibuktikan\noleh keterangan dokter rujukan, maka upahnya akan dibayar sesuai dengan\nketentuan UU No. 13 tahun 2003 pasal 93 ayat ( 3 ) sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 4 ( empat ) bulan pertama dibayar sebesar : Rp. 100 % upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 4 ( empat ) bulan kedua dibayar sebesar : Rp. 75 % upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 4 ( empat ) bulan ketiga dibayar sebesar : Rp. 50 % upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Untuk selanjutnya dibayar sebesar : Rp. 25 % upah pokok\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>sampai sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>(3) Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan atau tiga bulan keempat\nternyata pekerja tersebut belum sembuh juga, maka perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja dan dilaksanakan dengan prosedur Undang – Undang No.13 tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : P E N G U P A H A N\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Pengertian Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari Pengusaha pada pekerja\nuntuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan yang senilai dalam bentuk\nuang termasuk tunjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Sistem pengupahan diatur menurut status pekerja yaitu pekerja harian dan\nbulanan dengan susunan upah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pengusaha membayar upah pekerja setiap akhir periode :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk pekerja harian, periode pengupahan setiap 2 (dua) minggu sekali\natau setiap 14 (empat belas hari) hari, termasuk hari minggu. Yang akan\ndibayarkan 6 (enam) hari sesudah tutup periode.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk pekerja bulanan, perusahaan melakukan sistem pembayaran upah setiap\ntanggal 03 bulan berikutnya dan seterusnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila tanggal pembayaran upah jatuh pada hari libur maka upah pekerja\ndibayarkan pada hari kerja berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Pada hari libur resmi yang jatuh pada hari Minggu atau hari istirahat\nmingguan, pekerja berhak mendapat upah sebagaimana hari kerja biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Dalam hal pekerjaan menurut sifatnya harus dijalankan pada hari libur\nresmi, maka bagi pekerja yang bekerja pada hari libur tersebut disamping\nmemperoleh upah sebagimana pasal 28 ayat (3) juga dibayarkan upah lemburnya\nsesuai ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>(1) Upah Minimum bagi pekerja berdasarkan ketentuan dari pemerintah yang\ndisesuaikan dengan surat Keputusan Gubernur dan\u002Fatau Bupati.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cp>(2) Kenaikan gaji atau upah dilakukan secara berkala berdasarkan kenaikan\nupah minimum dalam setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Apabila dianggap perlu, setiap setahun sekali perusahaan memberikan\nkenaikan upah kepada atau bagi pekerja yang menunjukkan keistimewaan dalam\nberprestasi kerjanya, sehingga menjadi teladan bagi pekerja lainnya, ketentuan\nini diluar ketentuan yang tercantum pada pasal 29 ayat (2).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Perhitungan Upah Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>Perhitungan upah kerja lembur dihitung sesuai dengan ketentuan Peraturan\nPerundang-undangan yang berlaku sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp>(1) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja biasa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk jam lembur pertama dibayarkan sebesar : (1,5 x Upah penuh)\u002F173\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk jam lembur kedua dan seterusnya dibayarkan : (2 x Upah\npenuh)\u002F173\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp>(2) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan atau\nhari raya resmi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk setiap jam dalam 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila hari raya\ntersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada satu hari dalam 6 (enam) hari\nkerja seminggu, harus dibayar upah sedikitnya 2 (dua) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk jam pertama selebihnya 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila hari\nraya tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada satu hari dalam 6 (enam)\nhari kerja seminggu, harus dibayar upah sedikitnya 3 ( tiga ) kali upah sejam\ndan selebihnya jam pertama dikalikan 4 ( empat ) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Upah Pada Waktu Tidak Ada Pekerjaan Dan Uang Tunggu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Berdasarkan UU No. 13 tahun 2003 pasal 93 ayat (2) butir f menyatakan\nbahwa perusahaan wajib untuk membayar upah kepada pekerja walaupun perusahaan\ntidak memperkerjakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Yang dimaksud pasal 31 ayat (1) adalah apabila perusahaan dalam keadaan\natau mengalami :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Kerusakan Mesin, gangguan listrik, dan hal – hal lain yang berhubungan\ndengannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tidak ada bahan – bahan atau karena terlambatnya bahan baku masuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Kelesuan pemasaran akibat situasi Ekonomi Nasional yang mengakibatkan\npengurangan produksi atau jam kerja akibat tidak adanya order \u002F pesanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Upah Selama Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Pekerja mendapatkan upah penuh selama menjalankan cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Untuk mendapatkan hak pada pasal 25 ayat (2) dan (3) harus menunjukkan\nsurat rujukan dari Dokter atau Bidan dari Rumah Sakit \u002F Balai Pengobatan yang\nditunjuk oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Cuti haid dan cuti hamil diluar ketentuan pasal 32 ayat (2), perusahaan\ntidak mengakui sebagai Cuti dan hari itu dianggap mangkir serta upah tidak\ndibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Bagi pekerja yang menduduki jabatan tertentu akan diberikan tunjangan\njabatan yang besarnya ditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Bagi pekerja yang kena Mutasi \u002F Demosi dalam menduduki posisi suatu\njabatan sebelumnya, maka tunjangan jabatan akan dihilangkan sebelum Mutasi \u002F\nDemosi dilaksanakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Tunjangan Jabatan dikategorikan sebagai Tunjangan Tidak Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Bagi pekerja yang telah mendapatkan tunjangan kehadiran akan diberikan\nsecara penuh apabila tidak pernah absen dalam satu periode perhitungan upah\nbulanan, dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tunjangan kehadiran akan dipotong 50% untuk absen 1 (satu) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan kehadiran akan dipotong 100% untuk absen 2 (dua) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila absen 3 ( tiga ) hari kerja, tunjangan kehadiran akan dipotong\n100% dan upah pada hari ke 3 ( tiga ) akan dipotong dengan ketentuan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Jumlah absen x upah 1 ( satu ) bulan) \u002F 30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Absen yang dimaksud pasal 34 ayat (1) adalah apabila pekerja tidak masuk\nkerja dengan alasan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan atau mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Tunjangan Kehadiran dikategorikan sebagai Tunjangan Tidak Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Tunjangan Shift\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>(1) Bagi pekerja yang bekerja pada shift panjang maupun shift pendek, akan\ndiberikan Tunjangan Shift yang besarnya ditentukan sesuai dengan kemampuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(2) Tunjangan Shift dikategorikan Tunjangan Tidak Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-extrapayfirmperformance\">\u003Cp>(1) Pengusaha memberikan tunjangan hari raya kepada pekerja yang merayakan\nhari raya sesuai dengan kemampuan Perusahaan, dan selama kondisi perusahaan\ntidak mengalami stagnasi (produksi berhenti).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>(2) Tunjangan hari raya dibayarkan oleh Pengusaha paling lambat 2 ( dua )\nminggu sebelum hari raya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(3) Bagi pekerja tetap yang mempunyai masa kerja kurang dari satu tahun,\ntunjangan hari raya dibayarkan sesuai dengan masa kerjanya dengan perhitungan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Masa kerja (Bulan) x 1 (satu) kali upah penuh) \u002F 12\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>(4) Bagi pekerja tetap yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan\natau lebih dibayarkan sebesar 1 (satu) bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(5) Yang dimaksud Tunjangan Hari Raya pada pasal 36 ayat (1) s\u002Fd (4) adalah,\nHari Raya Idul Fitri bagi Pekerja yang beragama Islam, Hari Raya Natal bagi\nPekerja yang beragama Kristen \u002F Katolik \u002F Protestan dan Hari Raya Waisak bagi\nPekerja yang beragama Buddha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>(1) Pengusaha menyediakan alat-alat keselamatan kerja, dan menetapkan\nsyarat-syarat penggunaannya untuk keamanan, perlindungan, keselamatan dan\nkesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(2) Pengusaha akan melaksanakan penggantian alat-alat keselamatan kerja,\napabila alat-alat tersebut tidak layak dipakai lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>(3) Pengusaha akan memberikan pendidikan dan pelatihan tentang penggunaan\nalat-alat keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(4) Pekerja wajib segera melaporkan kepada pimpinan \u002F atasannya apabila\nmenemui hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan kerja pekerja \u002F\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Pekerja tidak diperbolehkan memasuki ruangan dan atau menggunakan\nalat-alat keselamatan kerja diluar waktu kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6) Setiap pekerja wajib memelihara alat-alat \u002F perlengkapan kerja dengan\nbaik dan mengembalikan ke tempat semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7) Pekerja yang tidak menggunakan alat-alat \u002F perlengkapan kerja akan\ndikenakan sanki.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Panitia Pembina Tetap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja ( P2K3\n)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-monitoring\">\u003Cp>(1) Berdasarkan Undang – Undang Keselamatan Kerja Nomor 1 tahun 1970 Bab\nVI pasal 10, maka Perusahaan membentuk Panitia Tetap Pembina Keselamatan dan\nKesehatan Kerja (P2K3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Adapun Panitia Tetap Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam\nperusahaan bertugas memperkembangkan kerja sama saling pengertian dan\npartisipasi efektip dari pimpinan perusahaan dan pekerja, di tempat – tempat\nkerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang Keselamatan dan\nKesehatan Kerja dalam rangka melaksanakan produksi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(3) P2K3 bersama – sama perusahaan dan pekerja melaksanakan dan menetapkan\nprogramnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja ( JAMSOSTEK )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Sesuai dengan Undang – Undang No. 3 tahun 1992 bahwa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perusahaan wajib mengikut-sertakan pekerjanya yang berusia dibawah 55\ntahun, untuk mengikuti Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang\npelaksanaanya bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jamsostek Milik Negara\n(PT. Jamsostek) sesuai dengan Undang – Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>b. Iuran Jaminan Hari Tua 3,70 % dibayar oleh Perusahaan dan 2 % dari upah\nMinimum dibayar oleh Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>c. Untuk Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja, Iuran Jaminan Kematian dan Iuran\nJaminan Pemeliharaan Kesehatan ditanggung oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(2) Program Jamsostek yang diikuti meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ( JPK ) yang penyelenggaraannya melalui\nbadan penyelenggara JPK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>(3) Setiap Pekerja yang membutuhkan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan\nkarena sakit seluruh melalui program JPK ( Jaminan Pemeliharaan Kesehatan )\nyang dikelola oleh penyelenggara JPK (PT. Nayaka Era Husada).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>(4) Apabila Pekerja dalam menjalankan pekerjaannya tertimpa kecelakaan\nkerja, biaya, pengangkutan, perawatan, pengobatan dan ganti rugi lainnya karena\ncacat atau meninggal dunia ditanggung oleh Jamsostek. Standar biaya kecelakaan,\npemeriksaan, pengobatan, dan perawatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di\nJamsostek.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(5) Bagi pekerja yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan\ndiluar ketentuan Pasal 39 perusahaan tidak berkewajiban menggantinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Biaya Perawatan Dan Pengobatan Yang Tidak Mendapat Jaminan\nPenggantian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Biaya pemeriksaan. Pengobatan dan perawatan yang merupakan pengecualian\ndalam pelayanan kesehatan penyelenggara Jaminan Pemeliharaan Kesehatan dan juga\ntidak ditanggung oleh Perusahaan, antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Penyakit akibat kecanduan obat-obat terlarang, minuman keras dan atau\nsejenisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penyakit kelamin akibat sexual lainnya (syphilis,GO dan Aids)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penyakit yang disebabkan karena yang bersangkutan menolak nasehat atau\npemberian \u002F pemakaian obat yang ditentukan dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Semua perawatan obat-obatan kosmetik untuk kecantikan \u002F ketampanan dan\nbukan indikasi medis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Semua obat \u002F vitamin yang tidak ada kaitannya dengan penyakit yang\ndiderita.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Obat gosok, seperti minyak kayu putih dan sejenisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Alat-alat kesehatan seperti thermometer dan sejenisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Biaya perjalanan ke dan dari tempat berobat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pembelian obat tanpa resep dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Cedera diakibatkan oleh perbuatan sendiri, seperti usaha bunuh diri,\nterlibat dalam huru hara, perkelahian, penembakan maupun hobi yang beresiko\ntinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Usia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Pekerja yang telah mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun (usia\npensiun) baik pria maupun wanita dapat diputuskan hubungan kerjanya sesuai\ndengan peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Bagi pekerja yang mempunyai spesifikasi atau spesialisasi atas jabatan\ntertentu, atas pertimbangan pimpinan perusahaan dan atas kesediaan pekerja yang\nbersangkutan, setelah usia pensiun (55 tahun) maka hubungan kerja dapat\ndilanjutkan antara lain dikontrak dalam batas waktu minimum selama 6 (enam)\nbulan dan ditetapkan dalam perjanjian kerja tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Santunan Kematian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>(1) Bagi pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, maka santunan\nakan dibayarkan kepada ahli warisnya yang sah berupa, Jaminan Kecelakaan Kerja,\nJaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua dari Jamsostek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>(2) Bagi pekerja yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, maka\nsantunan akan diberikan kepada ahli waris yang sah berupa Jaminan Kematian dan\nJaminan Hari Tua dari Jamsostek serta sisa gaji yang masih ada.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN ALIH TUGAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Kenaikan Jabatan Dan Alih Tugas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Kenaikan jabatan seorang pekerja diikuti oleh tunjangan jabatan yang\nberhak diterimanya yang diatur oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Alih tugas bagi pekerja, dapat dilakukan oleh pimpinan perusahaan dengan\ntidak mengurangi hak-haknya sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Alih tugas sementara (diperbantukan) bagi pekerja, dapat dilakukan dalam\nkeadaan mendesak, sesuai kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Apabila pekerja menolak atas dialih tugaskan maka hal tersebut merupakan\nsuatu pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Alih tugas bagi pekerja untuk kelancaran perusahaan dapat dilakukan\ndengan alasan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bertambah \u002F berkurangnya pekerjaan disuatu tempat \u002F bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Karena pekerja tidak mampu menjalankan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Memberi kesempatan kepada pekerja lain yang berpotensi untuk maju.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Alasan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Pendidikan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>(1) Untuk menjaga kelancaran \u002F peningkatan untuk kemajuan perusahaan serta\nuntuk meningkatkan kemampuan \u002F keterampilan pekerja dalam mengemban tugas dan\ntanggungjawabnya, maka atas pertimbangan perusahaan dapat memberikan \u002F\nmewajibkan pekerja untuk mengikuti pendidikan didalam atau diluar\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>(2) Bagi pekerja yang mendapat pendidikan atau tugas belajar dari perusahaan\ndan dibiayai perusahaan, maka sertifikat asli pendidikan yang dikeluarkan\nLembaga Pendidikan disimpan di perusahaan, sedangkan salinannya diberikan\nkepada pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(3) Bagi pekerja yang mendapat pendidikan atau tugas belajar dari perusahaan\ndan dibiayai oleh perusahaan, pekerja tersebut terikat dengan kontrak kerja di\nperusahaan, yang persyaratannya diatur dalam Perjanjian Kontrak Kerja\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : DISIPLIN ATAU PERATURAN TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Peraturan Tata Tertib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Untuk menjamin adanya ketertiban dalam perusahaan yang harus\ndilaksanakan dan ditaati oleh setiap pekerja PT. Leetex Garment Indonesia,\nperusahaan menetapkan Peraturan Tata Tertib Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Sebagai bukti pernyataan kesanggupan mentaati dan melaksanakan Peraturan\nTata Tertib, pekerja menandatangani Surat Perjanjian Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Tata Tertib Mengenai Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Pekerja berkewajiban melaksanakan tugas dengan hasil semaksimal\nmungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Dalam melaksanakan tugas kualitas hasil produksi mendapat perhatian yang\nutama sesuai dengan petunjuk – petunjuk yang diberikan atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Mengingat sistim produksi yang diterapkan PT. Leetex Garment Indonesia\nadalah sistim harian target maka, setiap pekerja di bagian produksi akan\ndiberikan standar target minimum oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Pekerja berkewajiban mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan standar\ntarget minimum yang telah ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Bagi pekerja yang ternyata dalam mengerjakan pekerjaanya tidak mencapai\ntarget minimum, dan sudah diberi kesempatan untuk memperbaikinya atau mutasi,\njuga tidak mencapai target maka akan diberikan sanksi surat peringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6) Apabila ternyata pekerja setelah diberi kesempatan yang dimaksud pasal\n46 ayat (5) belum juga mencapai standar target minimum yang telah ditetapkan\noleh perusahaan maka pekerja tersebut akan diadakan pemutusan hubungan kerja,\nyang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cp>(7) Ketentuan mengenai Target dan Bonus Produksi akan diatur kemudian dalam\nsistem dan prosedur yang lebih rinci secara terpisah yang tidak bertentangan\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(8) Setiap pekerja wajib bersikap sopan didalam Perusahaan, taat dan patuh\nkepada petunjuk – petunjuk dan pedoman – pedoman yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9) Pekerja berkewajiban untuk selalu memperhatikan atau menjaga barang –\nbarang milik perusahaan, dengan hati – hati dan menjaga keborosan waktu dan\nbahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(10) Jika pekerja mengetahui hal – hal yang tidak wajar atau kesalahan\npada cara kerja yang telah ditentukan terhadap bahan baku, bahan setengah jadi,\nonderdil – onderdil, mesin – mesin pekerja berkewajiban melaporkan kepada\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Tata Tertib Mengenai Menjaga Nama Baik Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Pekerja tidak diperkenankan melakukan perbuatan – perbuatan yang\nmencemarkan kepercayaan umum terhadap perusahaan, atau menodai nama baik\nperusahaan dan melakukan tindakan yang dapat merugikan nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pekerja tidak dibenarkan menyelewengkan nama perusahaan dan tugas\njabatan, untuk kepentingan diri sendiri atau orang lain dengan menerima imbalan\nuntuk mencari keuntungan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Tata Tertib Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Masuk keluar komplek perusahaan dan tempat kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Setiap pekerja harus masuk atau keluar perusahaan melalui pintu yang\ntelah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Setiap pekerja dianjurkan sudah masuk komplek perusahaan 15 ( limabelas )\nmenit sebelum dimulai kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila pekerja pada jam kerja keluar dari komplek perusahaan, karena\ntugas perusahaan, sakit dan ada kepentingan pribadi yang mendesak harus\nmendapatkan ijin dari atasanya masing – masing dan pekerja diwajibkan\nmenunjukkan surat ijin keluar kepada petugas keamanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Membawa masuk dan keluar barang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja yang masuk komplek perusahaan yang membawa bungkusan, kotak, tas,\nransel dan lain – lain harus disimpan ditempat \u002F loker yang telah disediakan\ndan tidak boleh dibawa kedalam area pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dilarang membawa keluar barang – barang milik perusahaan jika tidak\ndisertai surat pengeluaran barang tersebut dari pimpinan perusahaan, yang harus\nditunjukkan kepada petugas kemanan tanpa diminta terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk kepentingan keamanan dan keselamatan perusahaan sewaktu – waktu,\nsetiap pekerja harus bersedia diperiksa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak Pengusaha dan pihak pekerja telah bersepakat untuk menegakkan disiplin\nkerja yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama dan atau Peraturan\nPerundang-undangan Ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Absensi \u002F Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Setiap pekerja dianjurkan datang ke tempat kerja 15 ( lima belas ) menit\nsebelum jam kerja dan mulai bekerja tepat pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pada waktu mulai bekerja dan berakhirnya bekerja, pekerja harus mengisi\ndaftar hadir masing-masing yang telah ditempatkan dengan memakai mesin pencetak\nwaktu dan harus dilakukan sendiri-sendiri dan tidak dibenarkan untuk\ndiwakilkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bagi pekerja yang karena lalai sehingga tidak absensi atau Time Card\nkarena alasan yang bisa dipertanggung jawabkan harus segera lapor kepada\natasannya masing – masing dan diteruskan kepada Manager HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja yang terlambat masuk kerja maksimal 15 ( lima belas ) menit,\nuntuk bisa masuk kerja harus segera lapor ke HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja yang terlambat masuk kerja lebih dari 15 ( lima belas ) menit,\ntidak diperkenankan masuk kerja dan pada waktu itu dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pekerja yang terlambat masuk kerja lebih dari 30 ( tiga puluh ) menit\ndari jumlah waktu keterlambatan keseluruhan dalam satu bulan, upah pekerja\ntersebut akan dipotong berdasarkan jumlah waktu kerterlambatan, dalam setiap\nbulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pekerja tidak dibenarkan meninggalkan tempat kerja \u002F keluar dari area\nperusahaan tanpa seijin tertulis dari atasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Ijin tertulis dari atasan dan diketahui oleh Departemen HRD perusahaan\ndapat diberikan kepada pekerja untuk meninggalkan pekerjaan pada waktu jam\nkerja antara lain karena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.1. Pekerja sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.2. Panggilan Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.3. Keluarga sakit keras \u002F meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.4. Urusan yang sangat penting dan mendesak dengan alasan yang dapat\ndipertanggung jawabkan \u002F diterima oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Apabila pekerja tidak masuk kerja, yang bersangkutan diwajibkan\nmemberitahukan alasannya secara tertulis pada hari itu juga kepada\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Keluar areal perusahaan karena ada tugas perusahaan atau karena urusan\nlain diharuskan ada Surat Tugas dari atasannya dan diketahui oleh Departemen\nHRD perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Setiap pekerja tidak dibenarkan melanggar atau mengabaikan prosedur kerja\nyang ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Setiap pekerja wajib saling memahami, menghormati dan menghargai baik\nsesama pekerja \u002F atasan sesuai dengan nilai-nilai Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Setiap pekerja diwajibkan melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai yang\ndiberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Setiap pekerja wajib memberikan laporan secara tertulis kepada atasannya\ndan diteruskan ke Departemen HRD perusahaan apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Merubah nama \u002F ganti nama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pindah alamat \u002F tempat tinggal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Perubahan lain mengenai data pribadi pekerja yang diperlukan perusahaan\nselambat-lambatnya 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak terjadi\nperubahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Cerai\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Kematian anggota keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Kelahiran anak selambat-lambatnya 1 x 24 ( satu kali dua puluh empat )\njam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Pekerja tidak dibenarkan tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan tertulis\natau melalui telepon dengan alasan yang sah yang dapat diterima atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Apabila pekerja tidak masuk kerja 5 ( lima ) hari berturut-turut dan\natau 7 (tujuh) hari tidak berturut-turut tanpa pemberitahuan tertulis dan\ndengan alasan yang sah, serta telah dipanggil 2 ( dua ) kali oleh perusahaan\nsecara patut dan tertulis dianggap mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Setiap pekerja diwajibkan untuk melaksanakan instruksi \u002F tugas-tugas\nyang diberikan oleh atasan kepadanya dengan tekun, tepat, jujur dan tertib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Larangan – Larangan Bagi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Setiap pekerja dilarang menipu, mencuri dan menggelapkan barang \u002F uang\nmilik Pengusaha atau milik teman sekerja atau milik teman Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Setiap pekerja dilarang memberikan keterangan palsu \u002F atau yang\ndipalsukan sehingga merugikan perusahaan atau kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Setiap pekerja dilarang mabuk, minum-minuman keras yang memabukan ,\nmadat, memakai obat bius atau menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau\nobat-obatan perangsang lainnya yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan,\nditempat kerja, dan ditempat-tempat yang ditetapkan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Setiap pekerja dilarang melakukan perbuatan asusila \u002F pelecehan seksual\natau melakukan perjudian ditempat kerja \u002F areal perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Setiap pekerja dilarang menyerang, mengintimidasi atau menipu Pengusaha\natau teman sekerja dan memperdagangkan barang terlarang baik dalam lingkungan\nperusahaan maupun diluar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6) Setiap pekerja dilarang menganiaya, mengancam secara phisik dan mental,\nmenghina secara kasar Pengusaha atau keluarga Pengusaha atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7) Setiap pekerja dilarang membujuk Pengusaha atau teman sekerja untuk\nmelakukan sesuatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan\nserta peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(8) Setiap pekerja dilarang melakukan perbuatan yang dapat mengakibatkan\nkerugian atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik Pengusaha dan atau\nmenghambat kegiatan operasional perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(9) Setiap pekerja dilarang membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan\natau mencemarkan nama baik Pengusaha dan atau keluarga Pengusaha yang\nseharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(10) Setiap pekerja dilarang membawa, mengambil, menggunakan barang dan alat\nmilik perusahaan keluar dari lingkaran perusahaan tanpa ijin dari pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(11) Setiap pekerja dilarang membawa senjata tajam, senjata api atau membawa\nbenda lainnya yang dapat membahayakan baik bagi pekerja sendiri, teman sekerja\nmaupun pimpinan perusahaan kedalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(12) Setiap pekerja dilarang menggandakan dan menggunakan dokumen perusahaan\nuntuk kepentingan pribadi\u002Forang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(13) Setiap pekerja dilarang mengajak \u002F menghasut atau membantu pekerja lain\nuntuk melakukan pelanggaran terhadap Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(14) Setiap pekerja dilarang membawa masuk barang-barang pribadi yang\nsejenis hasil produksi \u002F kegiatan perusahaan kecuali atas ijin pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(15) Setiap pekerja dilarang melakukan segala macam perjudian, bertengkar\ndan \u002F atau berkelahi dengan sesama pekerja atau atasan \u002F pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(16) Setiap pekerja dilarang menerima komisi \u002F uang suap dari orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(17) Setiap pekerja dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan\ntidak diperkenankan memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya, kecuali atas\nperintah \u002F ijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(18) Setiap pekerja dilarang mengadakan transaksi jual beli barang apapun\natau mengedarkan daftar sokongan, menempelkan atau mengedarkan poster\u002Fpamflet\nyang tidak ada hubungannnya dengan pekerjaan\u002Fperusahaan tanpa seijin dari\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(19) Setiap pekerja dilarang merokok, membawa korek api, membuat api\ndilingkungan perusahaan kecuali ditempat-tempat yang telah ditentukan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(20) Setiap pekerja dilarang menggunakan waktu atau fasilitas perusahaan\nuntuk kepentingan pribadi tanpa seijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(21) Setiap pekerja dilarang mengajak \u002F membawa tamu pribadi \u002F pihak luar\nmasuk kelingkungan perusahaan tanpa ijin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(22) Setiap pekerja dilarang tidur pada waktu jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(23) Setiap pekerja dilarang mengucapkan \u002F menuliskan kata-kata tidak sopan\natau menulis sesuatu yang tidak pada tempatnya didalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Keselamatan Kebersihan Dan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keselamatan dalam perusahaan merupakan hal yang sangat penting bagi semua\npihak, untuk itu pekerja diwajibkan mentaati ketentuan – ketentuan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Setiap pekerja harus menjaga dirinya sendiri dan pekerja lainnya, serta\nharus melapor kepada atasannya masing – masing bila ada bahaya yang mengancam\natau merugikan orang lain dan terhadap mesin – mesin, bangunan dan lain –\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Setiap pekerja harus taat kepada petunjuk – petunjuk Panitia Pembina\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Penggunaan alat – alat keselamatan kerja yang telah diberikan oleh\nperuahaan misalnya, masker, sarung tangan, peralatan listrik, peralatan mekanik\ndan lain -–lain harus dipergunakan sebagai mana mestinya, dan barang –\nbarang tersebut adalah milik perusahaan dan sebagai barang inventaris.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) KESEHATAN DAN KEBERSIHAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesehatan pekerja merupakan salah satu faktor utama untuk dapat melaksanakan\npekerjaannya dengan baik, untuk mencapai kesehatan yang diharapkan oleh semua\npihak, pekerja diwajibkan mentaati hal – hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>a. Bila mana dianggap perlu setiap pekerja diwajibkan mendapatkan\npemeriksaan Kesehatan secara berkala yang diselenggarakan oleh perusahaan kerja\nsama dengan badan penyelenggara JPK.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Setiap pekerja yang mendapatkan luka – luka atau jatuh sakit ditempat\nkerja segera melaporkan hal tersebut kepada atasannya masing – masing dan\nsegera dibawa ke Puskesmas atau Dokter yang ditunjuk oleh badan penyelenggara\nJPK dan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja diwajibkan untuk mengatur atau menyusun barang – barang dengan\nrapih ditempat kerjanya masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Setiap pekerja diharapkan memelihara kebersihan dalam ruangan atau\nlingkungan kerja masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja diwajibkan untuk memelihara kebersihan lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) BAHAYA KEBAKARAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk mencegah atau menghindari bahaya kebakaran di tempat kerja atau\ndikomplek perusahaan setiap pekerja harus mentaati hal – hal sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Dilarang merokok ditempat kerja dan dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tanpa ijin atasan dilarang membakar waste, sampah atau menggunakan alat\npemanas listrik dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila menggunakan sumber api, minyak pelumas, gas, bahan – bahan yang\npeka terhadap api dalam pekerjaannya harus hati – hati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Apabila pekerja melihat timbulnya kebakaran atau kecelakaan lainnya harus\nsegera melaporkan hal tersebut kepada atasannya masing – masing, dan\nberkewajiban mencegah kebakaran yang akan timbul dengan kerja sama bersama\nteman – temannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Tata Tertib Mengenai Ganti Rugi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Kerusakan – kerusakan barang milik perusahaan yang disebabkan\nkesengajaan atau kelalaian pekerja adalah merupakan tanggung jawab pekerja\nsepenuhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pekerja yang disertai\u002Fdiberi inventaris perusahaan harus bertanggung\njawab terhadap perawatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Kesalahan atas kecerobohan pekerja akan diberikan sanksi denda yang\nbesarnya tergantung nilai kerusakan yang ditimbulkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : SANKSI – SANKSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Apabila pekerja tidak masuk kerja tanpa ijin atau alasan yang dapat\ndipertanggungjawabkan, maka pekerja tersebut dianggap mangkir, dan upah pada\nhari itu tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Apabila pekerja tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari berturut-turut\natau 7(tujuh) hari tidak berturut-turut tanpa alasan sah yang dapat\ndipertanggungjawabkan (Mangkir), dan telah dipanggil 2 (dua) kali oleh\nperusahaan secara tertulis maka pekerja tersebut dianggap telah mengundurkan\ndiri secara sepihak tanpa tuntutan apapun kepada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Sanksi Surat Peringatan Dan Administrasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Setiap pekerja yang melakukan pelanggaran disiplin kerja, dan tata\ntertib kerja, perusahaan dapat memberikan surat peringatan secara tertulis\ndengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Surat peringatan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Ditanda tangani oleh\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Berlaku\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Tembusan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager bersangkutan dan Diketahui Manager HRD\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Disnaker dan SPSI\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager bersangkutan dan Diketahui Manager HRD\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Disnaker dan SPSI\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager bersangkutan dan Diketahui Manager HRD\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Disnaker dan SPSI\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>(2) Surat peringatan tidak perlu diberikan menurut urutan – urutannya\ntetapi dapat dinilai dari besar kecilnya atau bobot dari kesalahan yang\ndilakukan pekerja itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Sanksi atas suatu kesalahan dapat pula berupa sanksi administrasi dalam\nbentuk penurunan jabatan, denda dan ganti rugi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Sanksi Administrasi dalam bentuk denda yang dimaksud pasal 54 ayat (3)\nadalah, apabila karyawan\u002Fti berstatus bulanan melakukan pelanggaran\nindisipliner dengan sanksi surat peringatan baik tingkat I, II dan III\ndikenakan sanksi administrasi berupa pemotongan Tunjangan Kehadiran satu bulan\nsebesar 100 %. Untuk sanksi denda administrasi karyawan\u002Fti harian akan diatur\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Apabila dalam masa berlakunya surat peringatan ketiga yang bersangkutan\nmasih melakukan pelanggaran, maka Pengusaha dapat memberikan skorsing sesuai\npasal 60 ayat (6) PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6) Apabila pekerja menolak untuk menerima dan atau menandatangani surat\nperingatan, maka surat peringatan urutan berikutnya akan diberikan dan\nseterusnya sampai peringatan terakhir, skorsing dan PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Pemberian Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberi peringatan lisan dan \u002F atau tertulis kepada setiap\npekerja yang melanggar disiplin kerja dan atau tata tertib kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Kesalahan \u002F pelanggaran yang dilakukan pekerja yang dapat dikenakan\nsanksi surat Peringatan I adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mangkir 2 (dua) hari dalam waktu 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mengisi absensi masuk, lalu meninggalkan tempat kerja tanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Meninggalkan tempat kerja \u002F areal perusahaan selama waktu kerja tanpa\npemberitahuan tertulis kepada atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Melakukan bisnis pribadi dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Mengadakan pertemuan, memasang pengumuman, pamflet, poster yang bersifat\npribadi tanpa ijin dari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Tidak mengikuti kerja lembur yang disetujui secara tertulis oleh pekerja,\ntanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Mencatatkan kartu hadir pekerja lain atau pekerja dicatatkan kartu\nhadirnya oleh pekerja lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Menolak pemeriksaan kesehatan rutin atau pemeriksaan kesehatan lain yang\ndilakukan Pengusaha tanpa alasan yang dapat diterima oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Makan dan minum ditempat kerja kecuali pada waktu dan tempat yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Membawa tamu pribadi \u002Fpihak luar masuk kelingkungan perusahaan tanpa ijin\npimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Mengucapkan kata-kata tidak sopan atau menulis sesuatu yang tidak sopan\ndilingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Pelanggaran yang belum tercantum dengan bobot yang sama dengan\npelanggaran ayat 1 butir a sampai dengan butir k.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Kesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan pekerja yang dapat dikenakan sanksi\nSurat Peringatan II adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mangkir 3 (tiga) kali dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menggunakan waktu, mesin, perlengkapan atau fasilitas perusahaan lainnya\nuntuk kepentingan pribadi tanpa ijin pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dengan sengaja mengganggu pekerja\u002Fteman sekerja yang sedang mengerjakan\npekerjaannya sehingga dapat mengakibatkan tertundanya atau rusaknya pekerjaan\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tidak mengikuti standart kerja yang berlaku, instruksi atasan dalam\nhubungan kerja, sehingga dapat mengakibatkan terganggunya operasional\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Melanggar anggota satuan pengamanan untuk menjaga keamanan\u002Fketertiban\nperusahaan dalam pemeriksaan pekerja sebatas tidak melanggar tata susila atau\nnorma hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Memindahkan alat pemadam kebakaran dari tempat yang telah ditentukan\nketempat lain tanpa ijin dari pimpinan di Departemen yang bersangkutan atau\nmenyalahgunakan alat pemadam kebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Mengoperasikan mesin produksi yang bukan menjadi tugasnya tanpa seijin\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Merobek, mengotori dan menghilangkan pengumuman atau pesan perusahaan\npada papan pengumuman tanpa ijin dari pimpinan perusahaan atau perintah atasan\nyang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Tidur pada waktu jam kerja, kecuali atas ijin atasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Memalsukan Surat Keterangan Dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Melakukan kesalahan \u002F pelanggaran dengan sanski Surat Peringatan I,\nsedangkan yang bersangkutan masih dalam status sanksi Surat Peringatan I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak diperkenankan memasuki\nruangan lain yang bukan bagiannya, kecuali atas perintah \u002F ijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Tidak bersedia menerima atau bersifat acuh tak acuh terhadap pendidikan\natau latihan yang diadakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n. Pelanggaran yang belum tercantum dengan bobot yang sama dengan\npelanggaran ayat 2 point ( a ) sampai dengan ( m )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Kesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan pekerja yang dapat dikenakan sanksi\nSurat Peringatan III adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mangkir 4 (empat) hari dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mencatatkan kartu hadir pekerja lain atau kartu hadirnya dicatatkan oleh\npekerja lain, sedangkan yang bersangkutan tidak hadir ditempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Merokok atau membuang puntung rokok ditempat yang mudah terbakar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Berkelahi dengan sesama temannya dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Memindahkan atau menyimpan harta perusahaan dalam gudang\u002Ftempat tidak\nsemestinya tanpa ijin terlebih dahulu dari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Mengadakan pertemuan tidak resmi, propaganda, memasang pamflet, spanduk\natau poster yang sifatnya menghasut pekerja lainnya dalam lingkungan\nperusahaan, sehingga dapat mengganggu aktifitas perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Setelah 3 (tiga) kali berturut-turut pekerja tetap menolak untuk mentaati\nperintah atau penugasan yang layak diberikan oleh atasan\u002Fmanager.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Dengan sengaja atau karena lalai mengakibatkan dirinya dalam keadaan\ntidak dapat melakukan pekerjaan yang diberikan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Tidak cakap melakukan pekerjaan walaupun sudah dicoba diberbagai bidang\ntugas yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Tidak menggunakan perlengkapan pengamanan kerja dan ketentuan keselamatan\nkerja yang telah ditetapkan pada waktu kerja walaupun telah diberikan\nperingatan lisan\u002Ftertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Melakukan kesalahan \u002F pelanggaran dengan sanksi Surat Peringtan I dan\natau Surat Peringatan II, sedangkan yang bersangkutan masih dalam status sanski\nSurat Peringatan II.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Mengajak \u002F menghasut pekerja lain untuk melakukan pemogokan liar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Pelanggaran yang belum tercantum dengan bobot yang sama dengan\npelanggaran ayat 3 point ( a ) sampai dengan ( l ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Pemutusan Hubungan Kerja terjadi karena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Kehendak pekerja itu sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Akibat sanksi pelanggaran terhadap kewajiban disiplin, larangan dan isi\nPerjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Cacat total dan tidak mampu bekerja lagi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Sakit berkepanjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Keputusan Lembaga PPHI dan\u002Fatau saran instansi lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Setiap pekerja yang melakukan pelanggaran berat, pelanggaran hukum atau\nmerugikan perusahaan dapat dikenakan sanksi pemutusan hubungan kerja sesuai\nUndang-undang No.13 tahun 2003 antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Penipuan, pencurian dan penggelapan barang \u002F uang milik Pengusaha atau\nmilik teman sekerja atau milik teman Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memberikan keterangan palsu \u002F atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nPengusaha atau kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mabuk,minum minuman keras yang memabukan, madat, memakai obat bius atau\nmenyalahgunakan obat-obatan terlarang atau obat-obatan perangsang lainnya yang\ndilarang oleh Peraturan Perundang-undangan ditempat kerja, dan ditempat-tempat\nyang ditetapkan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Melakukan perbuatan asusila atau melakukan pelecehan sexual ditempat\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Menyerang, mengintimidasi atau menipu Pengusaha atau teman sekerja dan\nmemperdagangkan barang terlarang baik dalam lingkungan perusahaan maupun diluar\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Menganiaya, mengancam secara fisik dan mental, menghina secara kasar\nPengusaha atau keluarga Pengusaha atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Membujuk Pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu perbuatan\nyang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan serta perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Dengan ceroboh atau sengaja merusak, merugikan atau membiarkan dalam\nkeadaan bahaya barang milik perusahaan dan\u002Fatau menghambat kegiatan operasional\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan diri \u002F teman sekerjanya dalam\nkeadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik\nPengusaha atau keluarga Pengusaha yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk\nkepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Membawa , mengambil , menggunakan barang dan alat milik perusahaan keluar\ndari lingkungan perusahaan tanpa ijin tertulis dari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Membawa senjata tajam, senjata api atau membawa benda lainnya dapat\nmembahayakan baik bagi pekerja sendiri, teman sekerja maupun pimpinan\nperusahaan kedalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Menggandakan dan menggunakan dokumen perusahaan untuk kepentingan\npribadi\u002Forang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n. Mengajak \u002F menghasut atau membantu pekerja lain untuk melakukan\npelanggaran terhadap Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o. Membawa masuk barang-barang pribadi yang sejenis hasil produksi \u002F\nkegiatan perusahaan kecuali atas ijin tertulis dari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p. Melakukan segala macam perjudian, bertengkar dan\u002Fatau berkelahi dengan\npekerja\u002Fatasan atau pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q. Menerima komisi\u002Fuang suap dari siapapun juga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>r. Melakukan kesalahan yang bobotnya sama setelah mendapat peringatan\nterakhir yang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Catatan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud mengajak, menghasut, membujuk, memikat adalah mempengarui\norang lain baik secara tulisan maupun lisan atau selebaran serta tindakan untuk\nsuatu tujuan yang bisa mengakibatkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Turunnya Produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pengerusakan terhadap barang – barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Meresahkan suasana kerja, ketenangan kerja dan ketenangan usaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : KLASIFIKASI PUTUSNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Mengundurkan Diri Sesuai Prosedur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Bagi pekerja yang mengundurkan diri dari perusahaan harus mengajukan\npermohonan pengunduran diri secara tertulis selambat – lambatnya 14 ( empat\nbelas ) hari, untuk pekerja harian dan 1 ( satu ) bulan, untuk pekerja status\nbulanan, sebelum tanggal pengunduran diri yang dikehendaki, kecuali dalam\nkeadaan mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Bagi pekerja yang mengundurkan diri diwajibkan mengisi form pengunduran\ndiri yang disediakan di Departemen HRD terlebih dahulu dan menyerahkan segala\ninventaris perusahaan yang telah diberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Setelah persyaratan yang dimaksud pada pasal 57 ayat (2) dipenuhi sisa\ngaji yang bersangkutan bisa diambil pada gajian periode berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Bagi pekerja yang mengundurkan diri sesuai prosedur dan telah memiliki\nmasa kerja akan diberikan penggantian hak sesuai dengan pasal 64 pada PKB\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Mengundurkan Diri Tanpa Prosedur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Bagi pekerja tetap yang mengundurkan diri dari Perusahaan tidak melalui\nprosedur pada pasal 57 ayat (1) dan (2), hak – hak Pekerja pada pasal 57 ayat\n(3) dan (4) akan di tangguhkan sampai prosedur dijalankan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Bagi pekerja kontrak yang mengundurkan diri dari Perusahaan tidak\nmelalui prosedur pada pasal 57 ayat (1) dan (2), maka Pengusaha akan menuntut\nganti rugi kepada pekerja tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Diberhentikan Karena Alasan Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Pekerja yang tidak dapat menjalankan tugasnya selama jangka waktu yang\nlama karena alasan kesehatan sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter rujukan,\nmaka upah pekerja tersebut dibayarkan sesuai pasal 26 ayat 2 PKB ini, dan\nprosedur pemberhentian menurut undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan atau tiga bulan keempat\nternyata pekerja yang bersangkutan belum sembuh juga, maka perusahaan dapat\nmemutuskan hubungan kerja dan dilaksanakan sesuai prosedur Undang-Undang No. 13\ntahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Diberhentikan Oleh Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Dasar-dasar Pemutusan Hubungan Kerja seperti tercantum dalam\nUndang-undang No. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Sebelum Pengusaha mengajukan penetapan Pemutusan Hubungan Kerja ke\nLembaga PPHI Pengusaha harus memusyawarahkan terlebih dahulu dengan LKS\nBipartit bila ternyata tidak membawa hasil dibicarakan pada tingkat Pengurus\nUnit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT. Leetex Garment\nIndonesia sesuai Undang-undang No.13 tahun 2003 dan Undang-undang No. 2 tahun\n2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Bila musyawarah tidak tercapai, maka Pengusaha dapat mengajukan\nPemutusan Hubungan Kerja ke Lembaga PPHI melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja\nsesuai dengan Undang-undang No.13 tahun 2003 dan Undang-undang No. 2 tahun\n2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Pengusaha tidak diperkenankan melakukan tindakan Pemutusan Hubungan\nKerja sepihak kecuali pekerja melakukan pelanggaran dengan sanksi PHK sesuai\ndengan Pasal 56 PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Selama proses Pemutusan Hubungan Kerja, Pengusaha dan Pekerja tetap\nharus melaksanakan segala kewajibannya sesuai dengan Peraturan\nPerundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(6) Apabila Pengusaha melakukan tindakan skorsing, maka ketentuannya sesuai\ndengan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(7) Apabila Pengusaha tidak melakukan tindakan skorsing, maka ketentuannya\njuga sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA DAN PENGGANTIAN\nHAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja Dan Penggantian\nHak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja dan perlu dibayarkan uang\npesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian, maka pembayarannya\nsesuai dengan Undang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal 156.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Pekerja tetap yang diputus hubungan kerjanya karena melakukan kesalahan\nberat (pasal 56 ayat 2 PKB) , maka sesuai Undang – Undang No. 13 tahun 2003\npasal 158 tidak berhak atas uang pesangon, uang penghargaan tetapi berhak atas\npenggantian hak apabila masa kerjanya telah memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Pekerja tetap yang diputus hubungan kerjanya karena melakukan kesalahan\nbukan kesalahan berat ( pasal 56 ayat 2 PKB ), maka sesuai UU No. 13 tahun 2003\nberhak mendapatkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian\nhak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Dalam hal Pemutusan Hubungan Kerja perorangan bukan karena kesalahan\npekerja tetapi pekerja dapat menerima Pemutusan Hubungan Kerja, maka pekerja\nberhak mendapat uang pesangon paling sedikit 2 (dua) kali pasal 156 ayat 2,\npenghargaan masa kerja sesuai pasal 156 ayat 3 dan penggantian hak sesuai pasal\n156 ayat 4, UU No. 13 tahun 2003. Kecuali ada kesepakatan lain antara kedua\nbelah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Uang Pesangon\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>Besarnya uang pesangon sebagaimana tercantum dalam pasal 156 ayat 2 UU No.\n13 tahun 2003 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun : 1 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun : 2\nbulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun : 3\nbulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun :\n4 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun :\n5 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun :\n6 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 ( tujuh ) tahun\n: 7 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 ( delapan )\ntahun : 8 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Masa kerja 8 ( delapan ) tahun atau lebih, : 9 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Besarnya uang penghargaan masa kerja sebagaimana tercantum dalam pasal 156\nayat 3 UU No. 13 tahun 2003 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun :\n2 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\ntahun : 3 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua\nbelas) tahun : 4 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun : 5 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n(delapan belas) tahun : 6 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua\npuluh satu) tahun : 7 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24\n(dua puluh empat) tahun : 8 bulan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih : 10 bulan upah\npenuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Uang Penggantian Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penggantian hak sebagaimana tercantum dalam pasal 156 ayat 4 UU. No. 13\ntahun 2003 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja \u002F buruh dan keluarganya ketempat\ndimana pekerja \u002F buruh diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan sebesar\n15% (lima belas persen) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja\napabila masa kerjanya telah memenuhi syarat untuk mendapatkan uang penghargaan\nmasa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Akibat Dari Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, baik cara mengundurkan diri\nmaupun diputuskan, pekerja diwajibkan mengembalikan semua barang dan membayar\nuang yang dipinjamkan oleh Pengusaha kepada pekerja, antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Alat-alat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tanda pengenal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pakaian Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Topi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Sepatu Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Kunci locker\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Uang Pinjaman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Alat-alat dan dokumen lain milik Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV : PENYAMPAIAN DAN PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Penyampaian Dan Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Pengusaha dan serikat pekerja berusaha menciptakan suasana kerja yang\nharmonis, sehingga setiap pekerja dapat dengan bebas dan sesuai prosedur untuk\nmenyampaikan keluh kesah serta ketidak puasannya atas perlakukan-perlakuan yang\ndianggap kurang sesuai dengan isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Untuk mengawasi pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini serta\nmenampung keluh kesah pekerja, Pengusaha dan serikat pekerja akan membentuk\nLembaga Kerjasama Bipartit (LKS Bipartit)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Lembaga Kerjasama Bipartit ini dibentuk sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Tata Cara Penyampaian Keluh Kesah Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Tata Cara Penyampaian keluh kesah pekerja diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tingkat pertama :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap keluhan atau pengaduan pekerja diwajibkan disampaikan kepada\natasannya masing - masing untuk dicarikan jalan keluarnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tingkat kedua :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila penyelesaian keluhan tidak diperoleh pada tingkat pertama maka\npengaduan diajukan kepada Lembaga Kerjasama Bipartit (LKS Bipartit).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tingkat ketiga :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat kedua, maka pengaduan\nditeruskan kepada Serikat Pekerja untuk diselesaikan dengan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tingkat keempat :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat ketiga maka pengaduan\ndisampaikan oleh salah satu pihak, Serikat Pekerja atau Pengusaha kepada pihak\nPemerintah atau Dinsosnakertrans sesuai dengan peraturan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Setiap keluh kesah disetiap tingkat :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tingkat pertama :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diselesaikan selambat-lambatnya 6 (enam) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tingkat kedua :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diselesaikan selambat-lambatnya 12 (dua belas) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tingkat ketiga :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditanggapi selambat-lambatnya 6 (enam) hari kerja dan diselesaikan dalam 30\n(tiga puluh) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI : MASA BERLAKU, PERUBAHAN DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cp>(1) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 (dua) tahun, dimulai sejak\nditandatanganinya oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(2) Apabila dalam jangka waktu tersebut diatas tidak ada masalah yang\ntimbul, Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini diperpanjang setiap 1 (satu) tahun,\nkecuali bila ada salah satu pihak memberitahukan secara tertulis kepada pihak\nlainnya tentang keinginan untuk melakukan perubahan isi Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Pemberitahuan yang dimaksud ayat 2 pasal ini, disampaikan\nselambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) hari sebelum masa berlakunya Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) ini berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(4) Sebelum ada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang baru setelah masa\nberlakunya PKB ini berakhir, maka PKB ini tetap berlaku sampai tercapainya PKB\nyang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(5) Apabila dikemudian hari dalam pasal-pasal PKB ini ada hal-hal yang tidak\nsesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, maka Pengusaha atau\nserikat pekerja dapat mengajukan permintaan untuk membuka perundingan, meskipun\nmasa berlakunya PKB ini belum berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII : KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Apabila dikemudian hari dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\nterdapat sesuatu yang dinyatakan tidak sah karena bertentangan dengan\nUndang-undang\u002FPeraturan-peraturan yang baru diterbitkan oleh pemerintah, maka\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini tetap sah dan berlaku kecuali bagian yang\ntidak sah tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2) Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini akan\ndiatur kemudian sebagai addendum yang tidak terpisahkan dari PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, beserta seluruh lampiran-lampirannya\ndisetujui oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja serta dinyatakan berlaku sejak\nditanda tangani pada tanggal ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Bahasa Yang Digunakan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam Bahasa Indonesia, dan ditanda\ntangani oleh kedua belah pihak rangkap 3 (tiga) yang sama bunyinya dan\nmempunyai kekuatan hukum penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cp>Ditetapkan di : Majalengka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada tanggal : 12 Mei 2012\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA PERIODE 2012 –\n2014\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk dan Atas Nama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Leetex Garment Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ASEP ODIN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HENNY MELANIE M.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NINA MARIANA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>EUIS HENDRAYANI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ELIS YENI HARYANI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bendahara I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>LILIS ROHAYATI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bendahara II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SULASTRI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Humas I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>TOTO TOAITULLAH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Humas II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HENDI S.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Humas III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>RAHAYU SAPTORINI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Humas IV\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ADE SUARNA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Olah Raga I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>UUS RUSADA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Olah Raga II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ELI PUJAWATI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Kesenian I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HARJO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Kesenian II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>YASMINTO____\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Kerohanian I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NINA SURYANAH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Kerohanian II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SUPARTA.__\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Kerohanian III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>EMPUR PURNAMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Umum I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NONO SUYONO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Umum II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>YAYA SUHARA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Keamanan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>RUKMAN SUPRIATNA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seksi Keamanan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PARA PERUNDING PERWAKILAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DARI SETIAP DEPARTEMEN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Daftar Hadir Terlampir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk dan Atas Nama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Leetex Garment Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>CECELIANE SENJAYA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DADAN KOSWARA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Manager HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"ONCERISE2_trigger":50,"menstruationleave":54,"extrapayfirmperformance":58,"paidmaternityleaveduration":62,"maxsicknesspay":66,"cbadate_end":70,"severance_number":74,"overtimeallowanceperc1_general":78,"hourspday_select":82,"deathrelativesleave":86,"dayspweek":90,"hourspweek_select":94,"trainingprogrammes":96,"equalityotherclause":100,"STRUCINCR_trigger":104,"paidpaternityleavepayperc":108,"funeralpay":112,"incidentalbonusdays1":116,"pensionfund":120,"monitoring":124,"cbadate_end_date":128,"severance":130,"discrimination":132,"maxsicknesspayperc":136,"cbadate_start":138,"TRAINING_trigger":142,"OVERTIME_trigger":146,"overtimeallowanceperc1":150,"holidaysdays":152,"maxsicknesspaytype":156,"sundayallowanceperc1":158,"maternitydiscrimination":162,"funeralpaytype":164,"holidaysweeks":168,"SUNDAY_trigger":170,"healthandsafetytraining":172,"wageincreasetype":176,"sundayallowancetype":178,"protectiveclothing":180,"healthandsafetypolicy":184,"severance_number_1_tenure":187,"LOWWAGE_government":189,"overtimeallowancetype1":193,"healthcareaccess":195,"hourspweek":199,"paidpaternityleavepay":201,"ONCERISE_trigger":203,"schedulesrestpw":205,"extrapayfirmperformancesec":207,"dayspweek_select":209,"healthinsurance":211,"paidmaternityleaveall":215,"SCHEDULE_trigger":217,"shiftallowancetype1":219,"paidpaternityleave":223,"incidentalbonusdate":227,"incidentalbonustype2":231,"sicknesspay":233,"cbadate_start_date":235,"sicknessmaxdaysnr":237,"NOCTPREM_trigger":241,"hoursovertimemax":243,"overtimeallowancetype_general":247,"LOWWAGE_trigger":249,"MAXHOURS_trigger":253,"violence":255,"sicknessmaxdays":259,"contractseverancepay1":261,"bankholidays1":263,"overtimeallowancetype":267,"hivpolicy":269,"sundayallowancetype1":273,"sexualhar":275,"disabilityfund":277,"paidmaternityleave":279,"contractseverancepay":281,"PAIDLEAV_trigger":283,"paidpaternityleaveduration":285,"deathrelatives":287},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","(4) Apabila Pekerja dalam menjalankan pe","(4) Apabila Pekerja dalam menjalankan pekerjaannya tertimpa kecelakaan\nkerja, biaya, pengangkutan, perawatan, pengobatan dan ganti rugi lainnya karena\ncacat atau meninggal dunia ditanggung oleh Jamsostek. Standar biaya kecelakaan,\npemeriksaan, pengobatan, dan perawatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di\nJamsostek.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"ONCERISE2_trigger","(7) Ketentuan mengenai Target dan Bonus ","(7) Ketentuan mengenai Target dan Bonus Produksi akan diatur kemudian dalam\nsistem dan prosedur yang lebih rinci secara terpisah yang tidak bertentangan\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"menstruationleave","(2) Cuti Haid : karyawati yang dalam mas","(2) Cuti Haid : karyawati yang dalam masa haid merasakan sakit maka yang\nbersangkutan diperbolehkan tidak masuk kerja pada hari pertama dan kedua pada\nwaktu haid, dengan menempuh prosedur pengambilan cuti haid yang telah\nditentukan oleh perusahaan.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"extrapayfirmperformance","(1) Pengusaha memberikan tunjangan hari ","(1) Pengusaha memberikan tunjangan hari raya kepada pekerja yang merayakan\nhari raya sesuai dengan kemampuan Perusahaan, dan selama kondisi perusahaan\ntidak mengalami stagnasi (produksi berhenti).",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"paidmaternityleaveduration","(3) Cuti Hamil : Bagi pekerja wanita yan","(3) Cuti Hamil :\n\nBagi pekerja wanita yang hamil akan diberikan cuti 1,5 bulan sebelum\nmelahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan serta 1,5 bulan bagi yang gugur\nkandungan terhitung dari saat gugur kandung.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"maxsicknesspay","(2) Apabila pekerja sakit dalam jangka w","(2) Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu lama yang akan dapat dibuktikan\noleh keterangan dokter rujukan, maka upahnya akan dibayar sesuai dengan\nketentuan UU No. 13 tahun 2003 pasal 93 ayat ( 3 ) sebagai berikut :\n\n- 4 ( empat ) bulan pertama dibayar sebesar : Rp. 100 % upah pokok\n\n- 4 ( empat ) bulan kedua dibayar sebesar : Rp. 75 % upah pokok\n\n- 4 ( empat ) bulan ketiga dibayar sebesar : Rp. 50 % upah pokok\n\n- Untuk selanjutnya dibayar sebesar : Rp. 25 % upah pokok",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"cbadate_end","(1) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku","(1) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 (dua) tahun, dimulai sejak\nditandatanganinya oleh kedua belah pihak.",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"severance_number","Besarnya uang pesangon sebagaimana terca","Besarnya uang pesangon sebagaimana tercantum dalam pasal 156 ayat 2 UU No.\n13 tahun 2003 adalah sebagai berikut :\n\na. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun : 1 bulan upah penuh.\n\nb. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun : 2\nbulan upah penuh.\n\nc. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun : 3\nbulan upah penuh.\n\nd. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun :\n4 bulan upah penuh.\n\ne. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun :\n5 bulan upah penuh.\n\nf. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun :\n6 bulan upah penuh.\n\ng. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 ( tujuh ) tahun\n: 7 bulan upah penuh.\n\nh. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 ( delapan )\ntahun : 8 bulan upah penuh.\n\ni. Masa kerja 8 ( delapan ) tahun atau lebih, : 9 bulan upah penuh.",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"overtimeallowanceperc1_general","(1) Apabila kerja lembur dilakukan pada ","(1) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja biasa :\n\na. Untuk jam lembur pertama dibayarkan sebesar : (1,5 x Upah penuh)\u002F173\n\nb. Untuk jam lembur kedua dan seterusnya dibayarkan : (2 x Upah\npenuh)\u002F173",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"hourspday_select","(1) Waktu kerja dan istirahat yang ditet","(1) Waktu kerja dan istirahat yang ditetapkan ialah :\n\na. Bagian Rajut Datar, QC. Rajut.\n\nSenin sampai Kamis :\n\nJam kerja 07.30 – 15.30 wib\n\nIstirahat 12.00 – 13.00 wib\n\n\n\nJum’at\n\nJam kerja 07.00 – 16.15 wib\n\nIstirahat 11.15 – 13.00 wib\n\n\n\nSabtu\n\nJam kerja 07.30 – 12.30 wib\n\n\n\nb. Bagian Rajut Komputer, QC Rajut Komputer, Gulung Benang diberlakukan\njadwal kerja 3 (tiga) Shift dengan jadwal sebagai berikut :\n\nShift I : 06.00 – 14.00 wib.\n\nShift II : 14.00 - 22.00 wib.\n\nShift III : 22.00 - 06.00 wib.\n\nDengan jam istirahat diatur secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang\ntelah ditentukan Perusahaan\n\n\n\nc. Bagian Linking, PHL, Gudang Linking, Linking Obras\n\nSenin sampai Kamis :\n\nJam kerja 07.15 – 15.15 wib\n\nIstirahat 11.45 – 12.45 wib\n\n\n\nJum’at\n\nJam kerja 07.15 – 15.45 wib\n\nIstirahat 11.45 – 13.15 wib\n\n\n\nSabtu\n\nJam kerja 07.15 – 12.15 wib\n\n\n\nd. Bagian Finishing\n\nSenin sampai Kamis :\n\nJam kerja 07.00 – 15.00 wib\n\nIstirahat 11.30 – 13.00 wib\n\n\n\nJum’at\n\nJam kerja 07.15 – 15.30 wib\n\nIstirahat 11.30 – 13.00 wib\n\n\n\nSabtu\n\nJam kerja 07.00 – 12.00 wib\n\n\n\ne. Bagian CMT, Ekspedisi, Gd. Benang, Gd. Exsport, Gd. Asesoris, Sample\nRoom, Ekspor\u002FImpor, Office Belakang, Garment.\n\nSenin sampai Kamis :\n\nJam kerja 07.00 – 15.00 wib\n\nIstirahat 12.00 – 13.00 wib\n\n\n\nJum’at\n\nJam kerja 07.00 – 15.30 wib\n\nIstirahat 11.30 – 13.00 wib\n\n\n\nSabtu\n\nJam kerja 07.00 – 12.00 wib",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"deathrelativesleave","d. Kematian Istri \u002F Suami \u002F Anak Pekerja","d. Kematian Istri \u002F Suami \u002F Anak Pekerja : 2 hari.\n\ne. Kematian Orang Tua \u002F Mertua : 2 hari",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"dayspweek","(2) Hari Kerja di PT. Leetex Garment Ind","(2) Hari Kerja di PT. Leetex Garment Indonesia adalah 6 (enam) hari kerja\ndalam satu minggu dan 40 (empat puluh) jam kerja dalam satu minggu.",{"bindId":95,"name":92,"text":93},"hourspweek_select",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"trainingprogrammes","(2) Bagi pekerja yang mendapat pendidika","(2) Bagi pekerja yang mendapat pendidikan atau tugas belajar dari perusahaan\ndan dibiayai perusahaan, maka sertifikat asli pendidikan yang dikeluarkan\nLembaga Pendidikan disimpan di perusahaan, sedangkan salinannya diberikan\nkepada pekerja yang bersangkutan.",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"equalityotherclause","10. Keluarga Pekerja Wanita : Pekerja wa","10. Keluarga Pekerja Wanita : Pekerja wanita yang telah menikah dianggap\ntidak mempunyai tanggungan anak kecuali :\n\n10.1 Anak–anak yang sah dari pekerja wanita\u002Fjanda yang ditinggal mati oleh\nsuaminya dengan menunjukan bukti yang sah.\n\n10.2 Anak-anak yang sah dari pekerja Wanita \u002F janda yang dicerai oleh\nsuaminya dapat menjadi tanggungan pekerja wanita tersebut apabila ada bukti\nyang sah dari Pengadilan Agama \u002F Negeri tentang anak-anak tersebut selama ia\nbelum \u002F tidak menikah lagi.",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"STRUCINCR_trigger","(2) Kenaikan gaji atau upah dilakukan se","(2) Kenaikan gaji atau upah dilakukan secara berkala berdasarkan kenaikan\nupah minimum dalam setiap tahunnya.\n\n(3) Apabila dianggap perlu, setiap setahun sekali perusahaan memberikan\nkenaikan upah kepada atau bagi pekerja yang menunjukkan keistimewaan dalam\nberprestasi kerjanya, sehingga menjadi teladan bagi pekerja lainnya, ketentuan\nini diluar ketentuan yang tercantum pada pasal 29 ayat (2).",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"paidpaternityleavepayperc","(1) Dengan mengingat kepentingan pekerja","(1) Dengan mengingat kepentingan pekerja, perusahaan memberikan ijin untuk\ntidak mesuk kerja dengan upah sesuai Undang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal\n93, untuk kepentingan – kepentingan sebagai berikut :\n\na. Perkawinan Pekerja : 3 hari.\n\nb. Perkawinan Anak Pekerja : 2 hari.\n\nc. Khitanan \u002F Baptis Anak Pekerja : 2 hari.\n\nd. Kematian Istri \u002F Suami \u002F Anak Pekerja : 2 hari.\n\ne. Kematian Orang Tua \u002F Mertua : 2 hari\n\nf. Kematian Saudara Dalam Satu Rumah : 1 hari\n\ng. Istri Pekerja melahirkan \u002FKeguguran : 2 hari",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"funeralpay","(1) Bagi pekerja yang meninggal dunia ak","(1) Bagi pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, maka santunan\nakan dibayarkan kepada ahli warisnya yang sah berupa, Jaminan Kecelakaan Kerja,\nJaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua dari Jamsostek\n\n(2) Bagi pekerja yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, maka\nsantunan akan diberikan kepada ahli waris yang sah berupa Jaminan Kematian dan\nJaminan Hari Tua dari Jamsostek serta sisa gaji yang masih ada.",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"incidentalbonusdays1","(4) Bagi pekerja tetap yang telah mempun","(4) Bagi pekerja tetap yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan\natau lebih dibayarkan sebesar 1 (satu) bulan upah penuh.",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"pensionfund","b. Iuran Jaminan Hari Tua 3,70 % dibayar","b. Iuran Jaminan Hari Tua 3,70 % dibayar oleh Perusahaan dan 2 % dari upah\nMinimum dibayar oleh Pekerja.",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"monitoring","(1) Berdasarkan Undang – Undang Keselama","(1) Berdasarkan Undang – Undang Keselamatan Kerja Nomor 1 tahun 1970 Bab\nVI pasal 10, maka Perusahaan membentuk Panitia Tetap Pembina Keselamatan dan\nKesehatan Kerja (P2K3)\n\n(2) Adapun Panitia Tetap Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam\nperusahaan bertugas memperkembangkan kerja sama saling pengertian dan\npartisipasi efektip dari pimpinan perusahaan dan pekerja, di tempat – tempat\nkerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang Keselamatan dan\nKesehatan Kerja dalam rangka melaksanakan produksi.",{"bindId":129,"name":72,"text":73},"cbadate_end_date",{"bindId":131,"name":76,"text":77},"severance",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"discrimination","7. Diskriminasi. Penentuan, pembagian, p","7. Diskriminasi.\n\nPenentuan, pembagian, penempatan dan pemindahan pekerja sesuai dengan garis\nkebijakan perusahaan dan kemampuan individual (prestasi, sikap kerja dan masa\nkerja). Dalam hal ini perusahaan mengangkat karyawan tidak berdasarkan\nkepercayaan ataupun cirri – ciri pribadi (ras, jenis kelamin, suku, warna\nkulit, agama, usia, status perkawinan dan kehamilan ).",{"bindId":137,"name":68,"text":69},"maxsicknesspayperc",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"cbadate_start","Ditetapkan di : Majalengka Pada tanggal ","Ditetapkan di : Majalengka\n\nPada tanggal : 12 Mei 2012",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"TRAINING_trigger","(1) Untuk menjaga kelancaran \u002F peningkat","(1) Untuk menjaga kelancaran \u002F peningkatan untuk kemajuan perusahaan serta\nuntuk meningkatkan kemampuan \u002F keterampilan pekerja dalam mengemban tugas dan\ntanggungjawabnya, maka atas pertimbangan perusahaan dapat memberikan \u002F\nmewajibkan pekerja untuk mengikuti pendidikan didalam atau diluar\nperusahaan.",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"OVERTIME_trigger","Perhitungan upah kerja lembur dihitung s","Perhitungan upah kerja lembur dihitung sesuai dengan ketentuan Peraturan\nPerundang-undangan yang berlaku sebagai berikut :\n\n\n\n(1) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja biasa :\n\na. Untuk jam lembur pertama dibayarkan sebesar : (1,5 x Upah penuh)\u002F173\n\nb. Untuk jam lembur kedua dan seterusnya dibayarkan : (2 x Upah\npenuh)\u002F173",{"bindId":151,"name":148,"text":149},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"holidaysdays","a. Cuti tahunan diberikan 12 (dua belas ","a. Cuti tahunan diberikan 12 (dua belas hari) hari kerja setelah pekerja\nbekerja 12 (dua belas) bulan berturut-turut dengan mengajukan permohonan\ntertulis terlebih dahulu selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum cuti.",{"bindId":157,"name":68,"text":69},"maxsicknesspaytype",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"sundayallowanceperc1","(2) Apabila kerja lembur dilakukan pada ","(2) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan atau\nhari raya resmi:\n\na. Untuk setiap jam dalam 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila hari raya\ntersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada satu hari dalam 6 (enam) hari\nkerja seminggu, harus dibayar upah sedikitnya 2 (dua) kali upah sejam.\n\nb. Untuk jam pertama selebihnya 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila hari\nraya tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada satu hari dalam 6 (enam)\nhari kerja seminggu, harus dibayar upah sedikitnya 3 ( tiga ) kali upah sejam\ndan selebihnya jam pertama dikalikan 4 ( empat ) kali upah sejam.",{"bindId":163,"name":134,"text":135},"maternitydiscrimination",{"bindId":165,"name":166,"text":167},"funeralpaytype","(2) Bagi pekerja yang meninggal dunia bu","(2) Bagi pekerja yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, maka\nsantunan akan diberikan kepada ahli waris yang sah berupa Jaminan Kematian dan\nJaminan Hari Tua dari Jamsostek serta sisa gaji yang masih ada.",{"bindId":169,"name":154,"text":155},"holidaysweeks",{"bindId":171,"name":160,"text":161},"SUNDAY_trigger",{"bindId":173,"name":174,"text":175},"healthandsafetytraining","(3) Pengusaha akan memberikan pendidikan","(3) Pengusaha akan memberikan pendidikan dan pelatihan tentang penggunaan\nalat-alat keselamatan kerja.",{"bindId":177,"name":106,"text":107},"wageincreasetype",{"bindId":179,"name":160,"text":161},"sundayallowancetype",{"bindId":181,"name":182,"text":183},"protectiveclothing","(1) Pengusaha menyediakan alat-alat kese","(1) Pengusaha menyediakan alat-alat keselamatan kerja, dan menetapkan\nsyarat-syarat penggunaannya untuk keamanan, perlindungan, keselamatan dan\nkesehatan kerja.",{"bindId":185,"name":182,"text":186},"healthandsafetypolicy","(1) Pengusaha menyediakan alat-alat keselamatan kerja, dan menetapkan\nsyarat-syarat penggunaannya untuk keamanan, perlindungan, keselamatan dan\nkesehatan kerja.\n\n(2) Pengusaha akan melaksanakan penggantian alat-alat keselamatan kerja,\napabila alat-alat tersebut tidak layak dipakai lagi.\n\n(3) Pengusaha akan memberikan pendidikan dan pelatihan tentang penggunaan\nalat-alat keselamatan kerja.\n\n(4) Pekerja wajib segera melaporkan kepada pimpinan \u002F atasannya apabila\nmenemui hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan kerja pekerja \u002F\nperusahaan.\n\n(5) Pekerja tidak diperbolehkan memasuki ruangan dan atau menggunakan\nalat-alat keselamatan kerja diluar waktu kerja\n\n(6) Setiap pekerja wajib memelihara alat-alat \u002F perlengkapan kerja dengan\nbaik dan mengembalikan ke tempat semula.\n\n(7) Pekerja yang tidak menggunakan alat-alat \u002F perlengkapan kerja akan\ndikenakan sanki.",{"bindId":188,"name":76,"text":77},"severance_number_1_tenure",{"bindId":190,"name":191,"text":192},"LOWWAGE_government","a. Perusahaan tidak membayarkan upah dib","a. Perusahaan tidak membayarkan upah dibawah upah minimum yang telah\nditetapkan oleh hukum yang berlaku.",{"bindId":194,"name":148,"text":149},"overtimeallowancetype1",{"bindId":196,"name":197,"text":198},"healthcareaccess","(3) Setiap Pekerja yang membutuhkan peme","(3) Setiap Pekerja yang membutuhkan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan\nkarena sakit seluruh melalui program JPK ( Jaminan Pemeliharaan Kesehatan )\nyang dikelola oleh penyelenggara JPK (PT. Nayaka Era Husada).",{"bindId":200,"name":92,"text":93},"hourspweek",{"bindId":202,"name":110,"text":111},"paidpaternityleavepay",{"bindId":204,"name":60,"text":61},"ONCERISE_trigger",{"bindId":206,"name":92,"text":93},"schedulesrestpw",{"bindId":208,"name":52,"text":53},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":210,"name":92,"text":93},"dayspweek_select",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"healthinsurance","c. Untuk Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja,","c. Untuk Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja, Iuran Jaminan Kematian dan Iuran\nJaminan Pemeliharaan Kesehatan ditanggung oleh Perusahaan.",{"bindId":216,"name":64,"text":65},"paidmaternityleaveall",{"bindId":218,"name":92,"text":93},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":220,"name":221,"text":222},"shiftallowancetype1","(1) Bagi pekerja yang bekerja pada shift","(1) Bagi pekerja yang bekerja pada shift panjang maupun shift pendek, akan\ndiberikan Tunjangan Shift yang besarnya ditentukan sesuai dengan kemampuan\nperusahaan.",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"paidpaternityleave","g. Istri Pekerja melahirkan \u002FKeguguran :","g. Istri Pekerja melahirkan \u002FKeguguran : 2 hari",{"bindId":228,"name":229,"text":230},"incidentalbonusdate","(2) Tunjangan hari raya dibayarkan oleh ","(2) Tunjangan hari raya dibayarkan oleh Pengusaha paling lambat 2 ( dua )\nminggu sebelum hari raya.",{"bindId":232,"name":118,"text":119},"incidentalbonustype2",{"bindId":234,"name":68,"text":69},"sicknesspay",{"bindId":236,"name":140,"text":141},"cbadate_start_date",{"bindId":238,"name":239,"text":240},"sicknessmaxdaysnr","(3) Apabila setelah lewat 12 (dua belas)","(3) Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan atau tiga bulan keempat\nternyata pekerja tersebut belum sembuh juga, maka perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja dan dilaksanakan dengan prosedur Undang – Undang No.13 tahun\n2003.",{"bindId":242,"name":221,"text":222},"NOCTPREM_trigger",{"bindId":244,"name":245,"text":246},"hoursovertimemax","Perusahaan akan melaksanakan pengaturan ","Perusahaan akan melaksanakan pengaturan jam kerja sesuai dengan peraturan\nyang berlaku atau 40 jam per minggu dengan lembur 14 jam per minggu. Selain itu\nseluruh pekerja berhak mendapatkan satu hari istirahat dalam tujuh hari.",{"bindId":248,"name":148,"text":149},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":250,"name":251,"text":252},"LOWWAGE_trigger","(1) Upah Minimum bagi pekerja berdasarka","(1) Upah Minimum bagi pekerja berdasarkan ketentuan dari pemerintah yang\ndisesuaikan dengan surat Keputusan Gubernur dan\u002Fatau Bupati.",{"bindId":254,"name":245,"text":246},"MAXHOURS_trigger",{"bindId":256,"name":257,"text":258},"violence","8. Kedisiplinan. Setiap pekerja diperlak","8. Kedisiplinan.\n\nSetiap pekerja diperlakukan secara hurmat sesuai dengan hak – haknya.\nPerusahaan tidak mengijinkan adanya hukuman secara fisik ataupun pelecehan\nseksual terhadap pekerja. Sanksi dan hukuman diperlakukan sesuai dengan hukum\nyang berlaku.",{"bindId":260,"name":239,"text":240},"sicknessmaxdays",{"bindId":262,"name":76,"text":77},"contractseverancepay1",{"bindId":264,"name":265,"text":266},"bankholidays1","(5) Hari-hari libur resmi disesuaikan de","(5) Hari-hari libur resmi disesuaikan dengan ketentuan peraturan\nperundang-undangan dan apabila pekerja bekerja pada hari libur resmi atau hari\nlibur perusahaan atas perintah pimpinan perusahaan dihitung sebagai kerja\nlembur.",{"bindId":268,"name":148,"text":149},"overtimeallowancetype",{"bindId":270,"name":271,"text":272},"hivpolicy","a. Bila mana dianggap perlu setiap peker","a. Bila mana dianggap perlu setiap pekerja diwajibkan mendapatkan\npemeriksaan Kesehatan secara berkala yang diselenggarakan oleh perusahaan kerja\nsama dengan badan penyelenggara JPK.",{"bindId":274,"name":160,"text":161},"sundayallowancetype1",{"bindId":276,"name":257,"text":258},"sexualhar",{"bindId":278,"name":213,"text":214},"disabilityfund",{"bindId":280,"name":64,"text":65},"paidmaternityleave",{"bindId":282,"name":76,"text":77},"contractseverancepay",{"bindId":284,"name":154,"text":155},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":286,"name":225,"text":226},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":288,"name":88,"text":89},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Leetex Garment Indonesia - Majalengka - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-05-12\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-05-11\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-05-12\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Leetex Garment Indonesia - Majalengka\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT. Leetex Garment Indonesia\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[294],{"title":39,"slug":34},[296],{"type":297,"data":298},"call_to_action_body_block",{"title":299,"description":300,"variant":301,"link":302},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":299,"url":303,"description":299,"rel":304,"type":305},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[307],{"type":297,"data":308},{"title":299,"description":300,"variant":301,"link":309},{"title":299,"url":303,"description":299,"rel":304,"type":305},[]]